Edu Geography 3 (6) (2015) Edu Geography.
|
|
|
- Agus Kusumo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Edu Geography 3 (6) (2015) Edu Geography FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB SISWA LULUSAN SLTA BEKERJA DARIPADA MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI DI KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG TAHUN 2013/2014 Nova Ikhsan Syafe I Sutardji Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima Februari 2015 Disetujui Maret 2015 Dipublikasikan April 2015 Keywords: High School Graduates, Work, Higher Education, District Banyumanik Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya siswa lulusan SLTA bekerja di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang sedangkan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi merupakan potensi yang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Faktor-faktor penyebab siswa lulusan SLTA bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, faktor utama penyebab siswa lulusan SLTA yang memilih bekerja dikarenakan faktor Ekonomi dan Lingkungan. Faktor lain yaitu faktor Perguruan Tinggi, faktor Keluarga, faktor Pekerjaan sedangkan faktor Internal bukan merupakan penyebab siswa lulusan SLTA memilih bekerja karena kebanyakan dari mereka ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Dengan penelitian ini diharapkan para Siswa Lulusan SLTA lebih termotiasi dan berusaha melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, agar kelak mendapatkan pekerjaan yang lebih layak serta negara kita memiliki kuaitas Sumber Daya Manusia yang lebih baik untuk kemajuan bangsa kedepannya. Abstract This research is motivated many students graduate high school working in the district of Semarang Banyumanik education while continuing to Higher Education is a better potential to get a better job. This study aims to examine the factors that cause students to work than high school graduates continue their education at university, the main factors causing high school graduates who choose to work due to Economic factors and the Environment. Another factor that is a factor of Higher Education, Family factors, Job factors Internal factors while not the cause of high school graduates choose to work as most of them want to go on to Higher Education. With this study it is expected that more high school students graduate termotiasi and trying to continue their education to university, so that later get a better job and country we have a Human Resources kuaitas better future for the nation's progress Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung C1 Lantai 2 FIS Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, [email protected] ISSN
2 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aspek penting bagi perkembangan sumber daya manusia, sumber daya manusia merupakan landasan utama bagi kesejahteraan setiap negara, secara operasional upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dilaksanakan berbagai sektor, antara lain sektor pendidikan, pendidikan dianggap sebagai sarana untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas, dikarenakan pendidikan tinggi dianggap mampu menghasilkan tenaga kerja yang bermutu tinggi, mempunyai pola pikir dan cara bertindak yang modern. sumber daya manusia seperti inilah yang diharapkan mampu menggerakkan roda pembangunan ke depan. Pada tahun 2012 di Kecamatan Banyumanik tercatat hampir (49,8 persen) dari penduduk adalah lulusan Sekolah Dasar (SD) kebawah dan (20,29 persen) adalah lulusan Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) sedangkan kurang dari (9 persen) adalah lulusan Perguruan Tinggi. hal ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia di wilayah ini masih rendah, menyadari hal ini pemerintah mulai sangat serius menangani bidang pendidikan dengan mengalokasikan sekitar (20 persen) dari APBD untuk kepentingan pendidikan, Bertolak dari kondisi permasalahan pendidikan dengan harapan mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menjadikan wilayah ini lebih baik kedepannya. Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kecamatan Banyumanik terdiri dua sekolahan SMA dan SMK. Tetapi banyak lulusan SLTA yang bekerja daripada melanjutkan ke Perguruan Tinggi dilihat dari perbandingan komposisi pendidikan penduduk di Kecamatan Banyumanik yang mencapai seperempat dari lulusan SLTA yang melanjutan pendidikan ke Perguruan Tinggi (Sumber: Kecamatan Banyumanik dalam angka, 2012). Panji Suryono (2010) dalam penelitiannya mengungkapkan kesesuaian jenis pekerjaan terhadap latar belakang pendidikan dilihat dari tingkat pendidikan penduduk. Dengan pendidikan yang tinggi mereka akan dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik disertai pendapatan yang lebih besar, demikian juga sebaliknya bagi penduduk yang berpendidikan rendah akan mendapat pekerjaan dengan pendapatan yang kecil. Disini peneliti ingin mengungkap faktorfaktor penyebab siswa lulusan SLTA bekerja daripada melanjutkan ke Perguruan Tinggi di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Lulusan SLTA Lulusan SLTA yaitu pelajar yang telah dinyatakan secara resmi menurut hukum yang berlaku dan telah menerima surat tanda kelulusan (STK), Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU)/ ijazah serta telah menerima rapor dari sekolah yang bersangkutan. Selain itu, bagi pelajar yang telah lulus SLTA sudah dinyatakan siap untuk menentukan jalan atau pilihan hidup sesuai keinginan masing-masing individu misalnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bekerja Bekerja secara umum didefinisikan sebagai sebuah kegiatan aktif yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan sebuah karya bernilai imbalan dalam bentuk uang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah pekerjaan dianggap sama dengan profesi. Pekerjaan yang dijalani seseorang dalam kurun waktu yang lama disebut sebagai karier. Seseorang mungkin bekerja pada beberapa perusahaan selama kariernya tapi tetap dengan pekerjaan yang sama. Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan penyelengara pendidikan tinggi. Peserta didik Perguruan Tinggi disebut mahasiswa. Sedangkan tenaga pendidik Perguruan Tinggi disebut dosen. Menurut jenisnya Perguruan Tinggi dibagi menjadi dua yaitu Perguruan Tinggi Negri dan Perguruan Tinggi Swasta. Perguruan Tinggi dapat 2
3 berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, dan politeknik Kecamatan Banyumanik Banyumanik adalah salah satu kecamatan di Kota Semarang, terletak di sebelah selatan Kota Semarang dengan Luas 25,09 km², Jumlah penduduk jiwa Kepadatan jiwa/km² (2012). Terdapat sebelas kelurahan di kecamatan ini yaitu: Pudakpayung, Gedawang, Jabungan, Padangsari, Banyumanik, Srondol Wetan, Pedalangan, Sumurboto, Srondol Kulon. Tinjomoyo dan Ngesrep (BPS Jawa Tengah). METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lulusan SLTA pada tahun di Kecamatan Banyumanik terdapat sebanyak 5623 Lulusan SLTA. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Purposive Sampling adalah pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan sesuai persyaratan (sifat-sifat, karakteristik, ciri, kriteria) sampel dengan kriteria tertentu. karena peneliti membutuhkan sampel lulusan SLTA antara tahun yang sudah bekerja. Variabel pada penelitian ini adalah faktor Internal dan faktor Eksternal penyebab siswa lulusan SLTA bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Secara astronomis Kecamatan Banyumanik terletak antara Lintang Selatan (LS) dan Bujur Timur (BT). Secara administratif Kecamatan Banyumanik terletak di Kota Semarang Propinsi Jawa Tengah dengan batas wilayah sebagai berikut sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Gajah Mungkur dan Kecamatan Candisari sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Tembalang sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan sebelah barat dengan Kecamatan Gunungpati. Luas wilayah Kecamatan Banyumanik 2.509,98 ha. Jumlah penduduk Kecamatan Banyumanik jiwa (2012) dengan kepadatan jiwa/km², sebagian besar wilayah Kecamatan Banyumanik didominasi oleh permukiman penduduk. 3
4 Tabel 1. Perhitungaan Deskriptif Presentase/DP Faktor Internal No Faktor Internal Presentase (%) Kriteria Faktor Individu 49,21% Rendah 1 Ketidak minatan siswa untuk 59,01% Rendah 2 melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Ketidak punyaan bakat atau keahlian untuk melanjutkan pendidikan Ke Perguruan Tinggi 55,86% Rendah Faktor Inteligensi 53,04% Rendah 3 4 Ketidak mampuan menerima 54,73% Rendah pelajaran Tingkat kebosanan dengan dunia pendidikan 51,35% Rendah Faktor Kesehatan 37,16% Sangat Rendah 5 Riwayat buruk kesehatan yang menghambat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Sumber: Data Penelitian Dari tabel 1. Faktor Individu diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (49,21%) dengan kriteria rendah. Faktor Individu dengan indikator ketidak minatan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi (59,01%) dengan kriteria rendah, sedangkan ketidak punyaan bakat atau keahlian untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi (55,86%) dengan kriteria rendah. Dari tabel 1. Faktor Inteligensi diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (53,04%) dengan kriteria rendah. Faktor Inteligensi 37,16% Sangat Rendah dengan indikator tingkat ketidak mampuan menerima pelajaran diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (54,73%) dengan kriteria rendah, sedangkan tingkat kebosanan dengan dunia pendidikan diperoleh Perhitungaan deskriptif presentase/dp (51,35%) dengan kriteria rendah. Dari tabel 1. Faktor Kesehatan menunjukkan bahwa tingkat riwayat buruk kesehatan yang menghambat melanjutkan pendidikan diperoleh Perhitungaan deskriptif presentase/dp (37,16%) dengan kriteria sangat rendah. 4
5 Dari tabel 2. Faktor Keluarga diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (66,44%) dengan kriteria tinggi. Faktor Keluarga dengan indikator tingkat ketidak perhatian orang tua terhadap pendidikan anaknya diperoleh Perhitungaan deskriptif presentase/dp (52,25%) dengan kriteria rendah, Sedangkan rendahnya tingkat pendidikan orangtua diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (79.50%) dengan kriteria tinggi, sementara itu tingkat 5
6 ketidak inginan orang tua melanjutkan pendidikan anaknya diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (54.28%) dengan kriteria rendah dan tingkat keinginan untuk hidup mandiri diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (79,73%) dengan kriteria tinggi. Dari tabel 2. Faktor Ekonomi diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (83,19%) dengan kriteria sangat tinggi. Faktor Ekonomi dengan indikator keinginan untuk membantu ekononomi keluarga diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (86,04%) dengan kriteria sangat tinggi, sedangkan tingkat keinginan menabung untuk keperluan yang lebih penting diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (83,11%) dengan kriteria sangat tinggi, serta tingkat keinginan memenuhi kebutuhan sendiri yang belum terpenuhi (80,41%) dengan kriteria tinggi. Dari tabel 2. Faktor Lingkungan diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (81,38%) dengan kriteria sangat tinggi. Faktor Lingkungan dengan indikator tingkat banyaknya lapangan pekerjaan di lingkungan tempat tinggal diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (78,38%) dengan kriteria tinggi, sementara itu tingkat banyaknya orang yang mengajak bekerja diperoleh diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (82,43%) dengan kriteria sangat tinggi, sedangkan tingkat banyaknya teman di lingkungan yang bekerja diperoleh diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (83,33%) dengan kriteria sangat tinggi. Dari tabel 2. Faktor Perguruan Tinggi (69.86%) dengan kriteria sangat tinggi. Faktor Perguruan Tinggi dengan indikator tingkat ketidak jankauan jarak tempat tinggal dengan Perguruan Tinggi diperoleh diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (68,24%) dengan kriteria tinggi, sedangkan tingkat tingginya biaya masuk Perguruan Tinggi (71,85%) dengan kriteria tinggi, sedangkan tingkat kerumitan pendaftaran di Perguruan Tinggi diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (71,39%) dengan kriteria tinggi, serta tingkat tingginya biaya smesteran di Perguruan Tinggi diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (78,15%) dengan kriteria tinggi dan tingkat kegagalan tes masuk Perguruan Tinggi diperoleh Perhitungaan deskriptif presentase/dp (59,68%) dengan kriteria rendah. Dari tabel 2. Faktor Pekerjaan diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (63,42) dengan kriteria sangat tinggi. Faktor Pekerjaan dengan indikator tingkat kenyamanan pekerjaan (69,82%) dengan kriteria tinggi, sedangkan tingkat pendapatan pekerjaan diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (63,06%) dengan kriteria tinggi, sementara itu tingkat kemudahan aturan ditempat pekerjaan diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (69,37%) dengan kriteria tinggi serta tingkat kedekatan tempat tinggal dengan tempat bekerja diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (58,33%) dengan kriteria rendah dan tingkat ketrcapaian cita-cita dengan pekerjaan saat ini diperoleh perhitungaan deskriptif presentase/dp (56,31%) dengan kriteria rendah. Pembahasan Faktor-faktor penyebab siswa lulusan SLTA lebih memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Faktor dominan penyebab siswa lulusan SLTA bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi di dominasi oleh faktor Ekonomi dengan perhitungan deskriptif presentase/dp (83,19%) kriteria sangat tinggi, dengan indikator keinginan membantu perekonomi keluarga ditambah keinginan untuk memenuhi kebutuhan sendiri yang belum terpenuhi dan keinginan menabung untuk keperluan yang lebih penting dan faktor Lingkungan dengan perhitungan deskriptif presentase/dp (81,38%) kriteria Sangat Tinggi, dengan indikator banyaknya lapangan pekerjaan serta banyak orang yang mengajak bekerja dan lebih banyak teman dilingkungan yang bekerja menjadi penyebab tingginya siswa lulusan SLTA bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. 6
7 Faktor lain penyebab siswa lulusan SLTA bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi yang pertama adalah faktor Perguruan Tinggi dengan perhitungan deskriptif presentase/dp (69,86%) dengan kriteria tinggi, dengan indikator jarak tempat tinggal dari Perguruan Tinggi cukup jauh, biaya masuk pendidikan tinggi yang mahal sulit terjangkau oleh ekonomi keluarga serta rumitnya pendaftaran di Perguruan Tinggi ditambah biaya semesteran yang tinggi serta hanya sedikit responden yang pernah mengikuti tes masuk Perguruan Tinggi dapat dilihat dari banyaknya siswa yang belum pernah mencoba tes masuk sebanyak 75 responden atau (67,57%) dan sisanya pernah mencoba tetapi tidak berhasil, yang kedua adalah faktor Keluarga dengan perhitungan deskriptif presentase/dp (66,44%) dengan kriteria tinggi, dengan indikator tingkat perhatian orang tua yang tinggi tentang pendidikan anaknya serta tingginya keinginginan untuk melanjutkan pendidikan anaknya, hal ini terhambat oleh faktor utama yaitu faktor ekonomi, sementara itu rendahnya tingkat pendidikan orang tua yang sebagian besar lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadikan orang tua kurang mengerti arti penting pendidikan bagi anak ditambah keinginan anak untuk hidup mandiri tidak membebani orang tua jika melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, dan yang ketiga adalah faktor Pekerjaan dengan perhitungan deskriptif presentase/dp (63,42%) dengan kriteria tinggi, dengan indikator tingkat kenyamanan pekerjaan kebanyakan responden menyatakan sudah nyaman dengan pekerjaan saat ini dengan pendapatan sesuai UMK Kota Semarang Rp ,00 sebagian besar responden berpendapatan lebih dari Rp ,00 dan sebagian lainnya di bawah Rp ,00 serta kemudahan aturan di tempat bekerja tidak memberatkan pada umumnya mereka tidak terbebani dengan aturan yang cukup ketat dari tempat bekerja hal ini menjadi alasan kuat responden bekerja, sedangkan jarak tempat bekerja dengan dengan tempat tinggal responden menjawab cukup jauh, serta ketercapaian cita-cita dengan pekerjaan saat ini dengan kriteria rendah kebanyakan mereka memiliki cita-cita yang belum terwujudkan dengan pekerjaan saat ini. Faktor Internal hanya sebagian kecil dari responden yang menjadi penyebab siswa lulusan SLTA bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi rata-rata diperoleh perhitungan deskriptif presentase/dp (49,21%) dengan kriteria rendah sehingga faktor Internal bukan merupakan penyebab siswa lulusan SLTA bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, responden masih memiliki minat dan bakat tinggi untuk melanjutkan pendidikan serta kemampuan menerima pelajaran masih tinggi dengan tingkat kebosanan dengan dunia pendidikan yang rendah, sedangkan riwayat buruk kesehatan yang bisa menghambat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi sangat rendah. SIMPULAN Faktor dominan penyebab siswa lulusan SLTA bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang, disebabkan oleh faktor Ekonomi diperoleh Perhitungaan DP (83,19%) dengan kriteria Sangat Tinggi diiringi faktor Lingkungan diperoleh Perhitungaan DP (81,38%) dengan kriteria Sangat Tinggi, menjadi faktor dominan siswa lulusan SLTA bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Faktor lain penyebab siswa lulusan SLTA lebih memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi adalah faktor Perguruan Tinggi diperoleh Perhitungaan DP (69,86%) dengan kriteria Tinggi, faktor Keluarga diperoleh Perhitungaan DP (66,44%) dengan kriteria Tinggi dan faktor Pekerjaan diperoleh Perhitungaan DP(63,42%) dengan kriteria Tinggi. Faktor Internal bukan merupakan penyebab utama siswa lulusan SLTA lebih memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi rata-rata diperoleh perhitungan deskriptif presentase/dp (49,21%) dengan kriteria Rendah. Umumnya 7
8 responden masih berkeinginan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Kota Semarang, Kecamatan Banyumanik Dalam Angka. Semarang: BPS Hadikusumo, Kunaryo Pengantar Pendidikan. Semarang: IKIP Semarang Press Hasan, M. Iqbal, Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya, Ghalia Indonesia, Bogor Majid, Fitria Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Perempuan Berstatus Menikah Untuk Bekerja (Studi Kasus : Kota Semarang). Skrips. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang Rohman, Arif. Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: LaksBang Mediatama Yogyakarta Slameto, Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Suryono dan Joko, Kesesuaian Tingkat Pendidikan Dan Jenis Pekerjaan Pekerja di Pulau Jawa: Analisis Data Sakernas Tahun Online pada ticle/view/127(diunduh tanggal 20 Maret 2014) 8
Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PENGARUH LINGKUNGAN PENDIDIKAN DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 ROWOKELE
Edu Geography 3 (5) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (5) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo KUALITAS PENGELOLAAN KELAS DAN MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI KOTA TEGAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography.
Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo ORIENTASI LAPANGAN KERJA BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN PENDUDUK ANGKATAN KERJA DI KECAMATAN AMPEL KABUPATEN BOYOLALI
Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PENGEMBANGAN MODEL KOOPERATIF TIPE TONGKAT BICARA BERBANTUAN MULTIMEDIA KUIS KREATOR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Pembahasan Nilai Tanah Kecamatan Banyumanik Dari pengolahan data survei pada pengolahan data spasial, diperoleh hasil perhitungan harga tanah tahun 2011 dan 2013 serta
Geo Image 1 (1) (2012) Geo Image.
Geo Image 1 (1) (2012) Geo Image http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage PENGARUH PERTAMBAHAN PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2000-2010 Ainul
Edu Geography
Edu Geography 1 (2) (2013) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI ANAK PADA JENJANG PENDIDIKAN TINGGI Agus Arifin,
Geo Image (Spatial-Ecological-Regional)
Geo Image 7 (2) (2018) Geo Image (Spatial-Ecological-Regional) http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage Pemetaan Risiko Bencana Longsor Sebagai Upaya Penanggulangan Bencana di Kecamatan Tembalang
Edu Geography 3 (3) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (3) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI POKOK BAHASAN FENOMENA BIOSFER DAN PENGARUHNYA
Edu Geography 4 (3) (2016) Edu Geography.
Edu Geography 4 (3) (2016) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU RUMAH TANGGA DENGAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN PASARBATANG
Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo HUBUNGAN ANTARA NILAI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) DENGAN NILAI RATA-RATA UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN GEOGRAFI TAHUN
Edu Geography 4 (1) (2016) Edu Geography.
Edu Geography 4 (1) (2016) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo ANALISIS SOAL TES SEMESTER GENAP PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA DI KECAMATAN COMAL PEMALANG Arista Noviyanto
Geo Image (Spatial-Ecological-Regional)
Geo Image 3 (2) (2014) Geo Image (Spatial-Ecological-Regional) http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN GAJAH
Geo Image (Spatial-Ecological-Regional)
Geo Image 4 (1) (2015) Geo Image (Spatial-Ecological-Regional) http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage PENGARUH KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN SOSIAL EKONOMI TERHADAP REMITANSI PEDAGANG WARUNG MAKAN
Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo KETERKAITAN PENGELOLAAN BANK SAMPAH DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT PERUMAHAN MURIA INDAH DI
Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo KOMPARASI HASIL BELAJAR PENGGUNAAN MEDIA MACROMEDIA FLASH DAN MEDIA POWERPOINT PADA MATERI SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI
Edu Geography 5 (1) (2017) Edu Geography.
Edu Geography 5 (1) (2017) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo TINGKAT PARTISPASI PENDUDUK DALAM UPAYA PELESTARIAN TANAMAN MANGROVE DIDESA PECAKARAN KABUPATEN PEKALONGAN Desy
Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU RUMAH TANGGA DENGAN PRAKTIK PEMILAHAN SAMPAH DI KELURAHAN SEKARAN KECAMATAN GUNUNGPATI
Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations
ACTIVE 3 (10) (2014) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr MINAT DAN MOTIVASI KEGEMARAN OLAHRAGA TERHADAP HASIL TES PEMANDUAN BAKAT
Economic Education Analysis Journal
EEAJ 3 (3) (2014) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 2 SEMARANG Desi Setiani,
Edu Geography 4 (3) (2016) Edu Geography.
Edu Geography 4 (3) (2016) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo TINGKAT PENGETAHUAN WARGA KAMPUS DI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH
Economic Education Analysis Journal
EEAJ 3 (1) (2014) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA, LINGKUNGAN SEKOLAH, DISIPLIN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI
Edu Geography 3 (3) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (3) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PENDAYAGUNAAN MEDIA PEMELAJARAN GEOGRAFI ERASIS WE PADA MATERI POKOK PERSEARAN FLORA DAN FAUNA DI KELAS XI PROGRAM
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN LOKASI FASILITAS PENUNJANG PERMUKIMAN DI KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG PROYEK AKHIR
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN LOKASI FASILITAS PENUNJANG PERMUKIMAN DI KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG PROYEK AKHIR Data diambil dari Laporan Kerja Praktek: Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan
Edu Geography 2 (1) (2013) Edu Geography.
Edu Geography 2 (1) (2013) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo HUBUNGAN ANTARA KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA BURUH ROKOK DAN AKSESIBILITAS TEMPAT TINGGAL DENGAN PEMILIHAN SMP/SEDERAJAT
Geo Image (Spatial-Ecological-Regional)
Geo Image 2 (2) (2013) Geo Image (Spatial-Ecological-Regional) http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG BENCANA ABRASI DENGAN PENANGGULANGANNYA DI DESA
Edu Geography 3 (8) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (8) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR OUTDOOR STUDY PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI LINGKUNGAN HIDUP
Edu Geography 2 (1) (2013) Edu Geography.
Edu Geography 2 (1) (2013) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PENGEMBANGAN TES PILIHAN GANDA YANG BERKUALITAS PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS SEMESTER GENAP SMA NEGERI
KESESUAIAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN JENIS PEKERJAAN PEKERJA DI PULAU JAWA: ANALISIS DATA SAKERNAS TAHUN Panji Suryono
KESESUAIAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN JENIS PEKERJAAN PEKERJA DI PULAU JAWA: ANALISIS DATA SAKERNAS TAHUN 2010 Panji Suryono [email protected] Agus Joko Pitoyo [email protected] Abstract The decision
ANALISIS PREFERENSI SISWA MELANJUTKAN KE SMP SANTA MARIA PEKANBARU T.P. 2014/2015
1 ANALISIS PREFERENSI SISWA MELANJUTKAN KE SMP SANTA MARIA PEKANBARU T.P. 2014/2015 Fransisca Mei Ananik K, Tri Umari, Zulfan Saam Email: [email protected] HP. 081378480061 Program Studi Bimbingan
Economic Education Analysis Journal
EEAJ 3 (1) (2014) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MELALUI DISIPLIN BELAJAR
Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS VIII SMP NEGERI 1 TANON KABUPATEN SRAGEN
Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography.
Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo KOMPARASI HASIL BELAJAR GEOGRAFI ANTARA SISWA YANG DIBERI TUGAS RUMAH SECARA KELOMPOK DENGAN TUGAS RUMAH SECARA
Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography.
Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo STUDI KELAYAKAN BAHAN AJAR BERUPA MODUL BERBASIS PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) PADA POKOK BAHASAN KONDISI FISIK
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH PADA TINGKAT SMA DI KELURAHAN GEDONG MENENG KECAMATAN RAJABASA KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN2012
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH PADA TINGKAT SMA DI KELURAHAN GEDONG MENENG KECAMATAN RAJABASA KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN2012 Olvrias Tenisa Ajis, I Gede Sugiyanta*, Zulkarnain** Abstract: This
Edu Geography 4 (1) (2016) Edu Geography.
Edu Geography 4 (1) (2016) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo STUDI KESIAPAN GURU GEOGRAFI DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS KURIKULUM 2013 PADA SMA DI KOTA PONTIANAK
Edu Geography
Edu Geography 1 (2) (2013) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS EKSPLORASI, ELABORASI, DAN KONFIRMASI (EEK) SERTA KEBENCANAAN SEBAGAI
Edu Geography 3 (5) (2015) Edu Geography.
Edu Geography (5) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 1 PATI
Economic Education Analysis Journal
EEAJ 3 (3) (2014) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PERUBAHAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP VALUTA ASING SERTA HASIL
Edu Geography 3 (8) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (8) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PENGEMBANGAN MEDIA POWER POINT BERBRAILE MATA PELAJARAN IPS MATERI LINGKUNGAN UNTUK SISWA TUNANETRA DI SEKOLAH LUAR
Series Data Umum Kota Semarang Data Umum Kota Semarang Tahun
Data Umum Kota Semarang Tahun 2007-2010 I. Data Geografis a. Letak Geografis Kota Semarang Kota Semarang merupakan kota strategis yang beradadi tengah-tengah Pulau Jawa yang terletak antara garis 6 0 50
Unnes Science Education Journal
USEJ 5 (3) (2016) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN MEDIA FOTONOVELA KEANEKARAGAMAN HAYATI TERHADAP
Edu Geography 5 (1) (2017) Edu Geography.
Edu Geography 5 (1) (2017) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PENGARUH KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN KLH (KETERAMPILAN LINGKUNGAN HIDUP) TERHADAP PARTISIPASI PENGELOLAAN
BAB. II. PEMERINTAHAN
DAFTAR ISI HALAMAN HALAMAN Peta Kecamatan Banyumanik... i BAB. IV. SOSIAL Sambutan.. ii Kata Pengantar iii 4.1 Banyaknya Sekolah, Murid, Guru TK 40 Daftar Isi iv -v 4.2 Banyaknya Sekolah, Murid, Guru SD
Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PELAKSANAAN PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA DAN TINGKAT PARTISIPASI SISWA DI SMK N 2 SEMARANG Onny Setyowati Ananto Aji
Journal of Sport Sciences and Fitness
JSSF 3 (3) (2014) Journal of Sport Sciences and Fitness http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jssf ANALISIS GERAK TENDANGAN DEPAN PADA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT Ardian Khoerul Anam 1, Taufik Hidayah
PERILAKU MOBILITAS PENDUDUK SIRKULER DI DESA JAYASARI KECAMATAN LANGKAP LANCAR KABUPATEN PANGANDARAN
PERILAKU MOBILITAS PENDUDUK SIRKULER DI DESA JAYASARI KECAMATAN LANGKAP LANCAR KABUPATEN PANGANDARAN Ufik Taufik ([email protected]) H. Nandang Hendriawan ([email protected]) Program
Economic Education Analysis Journal
EEAJ 3 (1) (2014) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj PENGARUH KONSEP DIRI DAN KEDISIPLINAN TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI BIDANG KEAHLIAN ADMINISTRASI
ANALISIS KEBUTUHAN GURU IPS SMP DI KECAMATAN WONOSOBO KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2017 (JURNAL) Oleh HERLI ANDIKA PUTRA
ANALISIS KEBUTUHAN GURU IPS SMP DI KECAMATAN WONOSOBO KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2017 (JURNAL) Oleh HERLI ANDIKA PUTRA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2017 2 ABSTRAK
Geo Image (Spatial-Ecological-Regional) ANALISIS SPASIAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN BREBES BAGIAN TENGAH
Geo Image 1 (1) (2014) Geo Image (Spatial-Ecological-Regional) http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage ANALISIS SPASIAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN BREBES BAGIAN TENGAH Siti Masitoh
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
IJGC 3 (2) (2014) Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jbk SURVEI FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PERENCANAAN KARIR SISWA Ardiatna Wahyu
FAKTOR EKSTERNAL PENYEBAB KETERLAMBATAN MAHASISWA JURUSAN TEKNIK SIPIL FT UNP DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI
FAKTOR EKSTERNAL PENYEBAB KETERLAMBATAN MAHASISWA JURUSAN TEKNIK SIPIL FT UNP DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI Anggia Roza 1, Azwar Inra 2, Rijal Abdullah 3 Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan FT Universitas
Journal of Japanese Learning and Teaching
CHI E 4 (1) (2015) Journal of Japanese Learning and Teaching http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie PERBANDINGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA YANG BERASAL DARI JAWA DAN LUAR JAWA DI SMK BAGIMU NEGERIKU
4. PEMBAHASAN 4.1. Karakteristik Responden (Anak Sekolah Dasar)
37 4. PEMBAHASAN Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan, persepsi dan pengetahuan anak Sekolah Dasar terhadap susu kedelai fortifikasi, untuk mengetahui hubungan antara tingkat
Edu Geography 4 (3) (2016) Edu Geography.
Edu Geography 4 (3) (2016) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PERANAN KELAS BELAJAR TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN PURING KABUPATEN KEBUMEN TAHUN
Edu Geography 3 (5) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (5) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION (PENGAJARAN LANGSUNG) MATERI TEKNIK KEPRAMUKAAN KESIAPSIAGAAN
PENGARUH METODE AKTIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR. Info Artikel. Abstrak. , T Subroto, W Sunarto
CiE 2 (1) (2013) Chemistry in Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined PENGARUH METODE AKTIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR SD Putri, T Subroto, W Sunarto
EVALUASI LOKASI SMA DENGAN ZONA PENDIDIKAN BERDASARKAN RTRW BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 ABSTRACT
1 EVALUASI LOKASI SMA DENGAN ZONA PENDIDIKAN BERDASARKAN RTRW BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Muhamad Nur Ichwanuddin 1, Buchori Asyik 2, Zulkarnain 3 ABSTRACT This study aims to investigate the conformity of
ECONOMIC EDUCATION ANALYSIS JOURNAL
EEAJ 1 (2) (2012) ECONOMIC EDUCATION ANALYSIS JOURNAL http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHA- DAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi Deskriptif Terhadap Siswa SMP N 12 Padang)
Volume 2 Nomor 1 Januari 2013 KONSELOR Jurnal Ilmiah Konseling http://ejournal.unp.ac.id/index.php/konselor Info Artikel: Diterima18/02/2013 Direvisi06/03/2013 Dipublikasikan 01/03/2013 FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB
Fashion and Fashion Education Journal
FFEJ 1 (1) (2012) Fashion and Fashion Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ffe PERBEDAAN KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL JAHITAN MESIN JAHIT MANUAL DAN HIGH SPEED Arifatul Jannah, Sri
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
IJGC 5 (4) (2016) Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jbk PERSEPSI GURU BK TENTANG PELAYANAN ARAH PEMINATAN PESERTA DIDIK DALAM
Automotive Science and Education Journal
ASEJ 1 (1) (2012) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej PENGARUH MODUL INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISTEM PENERANGAN DAN WIRING KELISTRIKAN SISWA
Automotive Science and Education Journal
ze ASEJ 3 (2) (2014) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) UNTUK
BAB 1V GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN
BAB 1V GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Sumber : Google Map Gambar 4.1 Denah lokasi pasar tradisional Wates Pada gambar diatas terdapat lingkaran merah yang merupakan lokasi
Karakteristik Sosial Ekonomi Kepala Rumah Tangga Di Perumahan Permata Biru Kelurahan Sukarame Tahun 2015
2 Karakteristik Sosial Ekonomi Kepala Rumah Tangga Di Perumahan Permata Biru Kelurahan Sukarame Tahun 2015 (Jurnal) Oleh: Aditya Murdani 0853034003 Pembimbing 1 Pembimbing 2 Pembahas : Drs. I Gede Sugiyanta,
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SE-KECAMATAN AJIBARANG
28 Jurnal Hanata Widya Volume 6 Nomor 3 Tahun 2017 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SE-KECAMATAN AJIBARANG FACTORS INFLUENCING
SAMBUTAN KATA PENGANTAR
SAMBUTAN KEPALA BAPPEDA KOTA SEMARANG Assalamu alaikum Wr. Wb. Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT dengan telah diterbitkannya BUKU KECAMATAN BANYUMANIK DALAM ANGKA TAHUN 2010 yang merupakan hasil
KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA BARAT FEBRUARI 2015
BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 31/05/32/Th. XVII, 5 Mei 2015 KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA BARAT FEBRUARI 2015 FEBRUARI 2015 : TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 8,40 PERSEN Berdasarkan hasil Sakernas bulan
Journal of Mechanical Engineering Learning
JMEL 3 (1) (014) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAMES TOURNAMENTS) DAN
Geo Image (Spatial-Ecological-Regional)
Geo Image 7 (1) (2018) Geo Image (Spatial-Ecological-Regional) http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage Proses Bermukim dan Pemenuhan Fasilitas Permukiman Kelurahan Ngemplak Simongan Kecamatan
