SIMULATOR ALAT PEMOTONG KACA OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLLER
|
|
|
- Hartanti Halim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SIMULATOR ALAT PEMOTONG KACA OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLLER 1) M. Ibrahim Ashari, 2) Ahmad Faisol 1,2) Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAK Kemudahan dalam berbagai bidang pada saat ini sangat dibutuhkan oleh banyak kalangan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dampak yang sangat diharapkan dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat membantu, mempermudah, dan mempercepat proses pekerjaan manusia. Dalam pemotongan kaca biasanya masih dilakukan dengan cara manual. Hal ini sangat menyita waktu. Atau biasanya jika orang tersebut sudah lelah maka hasilnya tidak dapat diproduksi dengan baik. Pada Penelitian ini dibuat sebuah desain alat pemotong kaca otomatis yang berfungsi untuk memotong kaca dan alat ini mempunyai error rata-rata pemotongan kaca sebesar 0,78%. Kata kunci : Pemotong kaca, otomatis Dalam hal pemotongan sebuah bahan, kendala yang sering dihadapi adalah bila kita memproduksinya dalam jumlah yang cukup banyak dan dilakukan dengan cara manual, maka hasil dari setiap bahan yang sudah di potong tersebut terjadi perbedaan ukuran. Hal ini disebabkan karena keterbatasan manusia untuk mencermati proses pemotongan ketika melakukannya dengan menggunakan alat pemotong kaca manual. Dalam proses pemotongan kaca biasanya kebanyakan orang masih melakukannya dengan cara memotong sendiri, hal ini sangat menyita waktu, apalagi kalau dilakukan tanpa alat pengaman, maka tangan atau jari dapat terluka karena alat tersebut. Atau biasanya jika orang yang bekerja tersebut sudah lelah maka tidak dapat menghasilkan sebuah hasil produk yang baik. Hadirnya kendali otomatis terutama yang berbasis elektronika dirasakan sebagai terobosan yang besar, yang mampu menghasilkan sistem yang minimal dan murah, namun dengan hasil yang sangat berguna dan memuaskan. Berdasarkan hal di atas, maka peneliti ingin mendesain sebuah alat untuk memotong kaca secara otomatis dengan harapan alat ini bisa mempermudah proses pemotongan kaca dan lebih terkontrol dengan baik. Dari latar belakang tersebut maka terdapatlah beberapa permasalahan dari alat yang akan dibuat sebagai berikut : 1. Bagaimana alat tersebut dapat memotong kaca dengan baik sehingga kaca tersebut tidak pecah? 2. Bagaimana mendesain alat pemotong kaca agar mudah digunakan? 3. Bagaimana alat tersebut dapat bekerja sesuai yang diharapkan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mempermudah proses dalam hal pemotongan kaca terutama pembuatan aquarium yang terbuat dari kaca, lebih mudah dan aman digunakan. AVR ( Advanced Versatile RISC ) AVR adalah mikrokontroler RISC (Reduce Instruction Set Compute) 8 bit berdasarkan arsitektur Harvard, yang dibuat Atmel tahun Pada saat ini penggunaan mikrokontroller dapat ditemui pada berbagai peralatan, misalnya peralatan,telvisi, mesin cuci dll. AVR memiliki kecepatan eksekusi program yang lebih cepat karena sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 siklus clock. AVR memiliki fitur lengkap (ADC Internal, EEPROM Internal, Timer/Counter, Wachdog Timer, PWM, Port I/O, Komunikasi serial, Komparator, I2C, Dll) pemrograman AVR dapat menggunakan low level language (assembly) dan high level language (C, Basic, Pascal, JAVA, Dll ) tergantung dengan compiler yang digunakan. Sensor Limit Switch Sakelar batas atau limit switch merupakan saklar yang dapat dioperasikan secara otomatis ataupun manual. Limit switch mampunyaifungsi yang sama yaitu mempunyai kontak NO (Normaly Open) dan NC (Normally Close). Limit switch akan bekerja jika ada benda yang menekan roller-nya, sehingga kedudukan kontak NO menjadi NC dan kontak 17
2 INDUSTRI INOVATIF Vol. 6, No. 2, September 2016: NCmenjadi NO. Jika benda sudah diangkat, roller dari limit switch kembali keposisi semula, demikian pula dengan kedudukan kontakkontaknya. Simbol limit switch seperti terlihat pada gambar 1. ada bagian yg konduktif antara kedua rangkaian tersebut. Optocoupler sendiri terdiri dari 2 bagian, yaitu transmitter (pengirim) dan receiver (penerima). Gambar 3. Sensor Optocoupler Gambar 1. Simbol limit switch Dioda Dioda adalah komponen elektronika yang hanya memperbolehkan arus listrik mengalir dalam satu arah sehingga dioda biasa disebut bahan semikonduktor jenis Silicon dan germanium. Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya, dioda bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anoda mendapatkan tegangan positif sedangkan katodanya mendapatkan tegangan negatif). Berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anoda mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif) Driver motor L298N L 298N merupakan driver berjembatan ganda yang memiliki tegangan serta arus yang tinggi. Dua input enable berfungsi mengkondisikan sinyal input pada komponen.emitor pada transistor terendah di jembatan tergabung bersama- sama dan dikoneksikan pada hambatan luar. L 298N mampu beroperasi pada tegangan supply hingga 46 V.Total arus DC hingga 4 A. Memiliki tegangan saturasi yang rendah serta tahan pada kondisi bertemperatur sangat tinggi. Gambar 4. Pin pin koneksi L 298N Gambar 2. Simbol Dioda Sensor Optocoupler Optocoupler adalah suatu piranti yang terdiri dari 2 bagian yaitu transmitter dan receiver, yaitu antara bagian cahaya dengan bagian deteksi sumber cahaya terpisah. Biasanya optocoupler digunakan sebagai saklar elektrik, yang bekerja secara otomatis.optocoupler atau optoisolator merupakan komponen penggandeng (coupling) antara rangkaian input dengan rangkaian output yang menggunakan media cahaya (opto) sebagai penghubung. Dengan kata lain, tidak METODE Desain Mekanik Alat pemotong kaca otomatis ini didesain semaksimal mungkin agar dapat memotong kaca dengan baik dan mudah digunakan oleh penggunanya. Maka dari itu agar alat ini bekerja optimal maka diperlukan pemotong kaca yang baik dan motor yang mempunyai tekanan atau putaran yang kuat. Untuk motor menggunakan motor power window dengan tegangan 12 Volt dan arus 5 Ampere. Selain alat pemotong kaca dan motor tersebut ada komponen-komponen yang lain agar alat pemotong kaca otomatis ini bisa dibuat dengan seoptimal mungkin. Di antaranya adalah: 1. Balok besi kotak 2. Triplek/kayu 18
3 3. akrilik 4. Puli / Gear 5. Belt printer A3 sepanjang 50 cm Gambar 5. Desain alat pemotong kaca otomatis Desain Hardware Alat pemotong kaca ini tersusun atas beberapa rangkaian perangkat keras atau hardware yang satu sama lain saling mendukung dan berperan penting. Perangkatperangkat tersebut antara lain: 1. Sensor Limit switch 2. Sensor Optocoupler 3. Mikrokontroler AVR Keypad 4 x 4 5. LCD 16 x 2 6. Motor DC Power Window 7. Driver motor L298 Desain alat pemotong kaca dengan menggunakan sensor Limit switch, sensor Optocoupler, dan keypad sebagai Input dan LCD, driver motor serta motor sebagai Output, dapat dilihat pada gambar 6. LCD Driver motor Motor X Optocoupler Limit switch ada kaca Mikrokontroller ATMEGA 8535 Driver motor Motor Y Limit switch tebal kaca Driver motor Motor Z Keypad Gambar 6. Blok Diagram Pemotong Kaca Otomatis Berikut adalah penjelasan mengenai prinsip-prinsip kerja alat pemotong kaca otomatis dengan menggunakan sensor Limit switch, sensor Optocoupler, dan keypad sebagai Input dan LCD serta motor sebagai Output: 1. Berdasarkan gambar, bisa dilihat bahwa Input atau masukan didapatkan dari keypad, sensor Limit switch, dan sensor Optocoupler. Untuk keypad digunakan sebagai Input dalam menentukan jarak potong kaca, memasukkan nilai jarak berapa cm kaca yang akan di potong. Sedangkan sensor Limit switch jumlahnya ada 2, yakni Limit switch ada kaca dan Limit switch ketebalan kaca. Sensor Limit switch ini digunakan untuk mendeteksi adanya kaca atau tidak dan membatasi tebal kaca maximal 5mm. Sedangkan 19
4 INDUSTRI INOVATIF Vol. 6, No. 2, September 2016: sensor Optocoupler di sini jumlahnya 1 digunakan untuk mendeteksi jarak potong kaca. Sensor ini bekerja berdasarkan sensor yang dihasilkan berapa kali gelap dan berapa kali terang. Dan sensor ini digunakan untuk menggerakkan motor X. 2. Untuk Output dari alat pemotong kaca ini yaitu LCD dan motor. LCD digunakan untuk menampilkan nilai-nilai yang akan kita setting dengan keypad Sedangkan motor digunakan untuk menggerakkan alat agar bisa bergerak dengan otomatis. 3. Dengan data yang telah diperoleh dari sensor Limit switch dan sensor Optocoupler akan langsung diproses oleh mikrokontroller AVR. 4. Untuk menggerakkan motor maka diperlukan driver motor. Pada perancangan alat pemotong kaca ini digunakan IC L298N sebagai drivernya. Motor DC Motor yang digunakan pada alat pemotong kaca otomatis ini adalah motor power window dengan tegangan 12 Volt dan arus 5 Ampere. Motor yang digunakan di sini jumlahnya ada 3 motor yaitu motor X, motor Y, dan motor Z. Motor X digunakan untuk menggerakkan motor jarak potong berapa cm sesuai dengan setting yang telah di set sebelumnya, Motor Y digunakan untuk menggerakkan motor maju-mundur saat melakukan pemotongan kaca, Motor Z digunakan untuk motor tekan alat pemotong kaca saat melakukan pemotongan. Digunakan motor power window karena memerlukan tenaga yang besar untuk menggerakkan motor X, motor Y dan motor Z ini. Selain itu motor power window ini juga digunakan untuk menekan pemotong kaca. Karena untuk menekan pemotong kaca ini pun diperlukan tenaga yang cukup besar dan motor ini bisa digunakan karena tenaga nya besar. Sensor Limit switch dan Sensor Optocoupler Limit switch adalah salah satu sensor yang akan bekerja jika pada bagian actuatornya tertekan suatu benda, baik dari samping kiri ataupun kanan, mempunyai micro switch dibagian dalamnya yang berfungsi untuk mengontakkan atau sebagai pengontak, batang plat namanya actuator, berfungsi untuk menerima tekanan dari luar, kemudian mempunyai tiga lubang pada bodi nya berfungsi untuk tempat dudukan baud pada saat pemasangan di alat. Optocoupler adalah salah satu sensor yang bekerja berdasarkan putaran encoder yang dibaca oleh sensor. Pada alat ini Opto dipasang di motor Y dan dihubungkan pada port PC.7, Limit switch tebal kaca dihubungkan pada port PD.0 dan Limit switch ada kaca dihubungkan pada port PD.1. Skema rangkaian limit switch dan optocoupler dapat dilihat pada gambar 7 : Gambar 7. Skema Rangkaian Limit switch dan Optocoupler Keypad Keypad digunakan untuk mensetting jarak potong kaca, nilai X, agar alat dapat bekerja sesuai dengan angka yang kita masukkan dengan melihat tampilan di LCD. Pada alat ini keypad dihubungkan pada port PA.0 sampai dengan port PA.7. Skema rangkaian keypad dapat dilihat pada gambar 8 : Gambar 8. Skema Rangkaian Keypad LCD 16x2 LCD digunakan untuk menampilkan karakter dari angka yang telah ditekan pada keypad. LCD pada alat ini dihubungkan pada port B. Pin 4 pada LCD dihubungkan pada port PB.2, Pin 6 pada LCD dihubungkan pada port PB.3, Pin 11 pada LCD dihubungkan pada port PB.4, Pin 12 pada LCD dihubungkan pada port PB.5, Pin 13 pada LCD dihubungkan pada port PB.6, Pin 14 pada LCD dihubungkan pada port PB.7, Pin 1, 16 pada LCD dihubungkan pada port PB.0, Pin 2,5,15 pada LCD dihubungkan pada port PB.1. Skema rangkaian LCD dapat dilihat pada gambar 9. 20
5 port. Port-port yang digunakan mikrokontroler dapat dilihat pada tabel 1. Gambar 9. Skema Rangkaian LCD Mikrokontroler AVR Minimum system mikrokontroler AVR didalam perancangan ini merupakan komponen utama, karena komponen ini yang akan mengatur keseluruhan sistem agar dapat bekerja dengan baik dan optimal. desain minimum system mikrokontroler AVR ditunjukkan pada gambar 10. Tabel 1. Koneksi port-port pada mikrokontroller NO Port Fungsi PA.0 - Digunakan sebagai kontrol 1 PA.7 Keypad PB.0 Digunakan sebagai kontrol 2 3 PB.7 PC.0 PC.5 4 PC.7 5 PD.0- PD.1 6 RESET Reset Input. LCD Digunakan sebagai kontrol driver motor Digunakan sebagai kontrol sensor Optocoupler motor Y Digunakan sebagai kontrol sensor Limit switch ada kaca dan tebal kaca 7 VCC Tegangan supply +5V. 8 AREF Dihubungkan ke +5V 9 GND Ground terminal 0V. Driver Motor Driver motor DC pada alat pemotong kaca otomatis ini didesain sebagai pengendali putaran motor. Pengendalaian yang dimaksud disini adalah melakukan penguatan terhadap sinyal yang masuk dari Mikrokontroller. Driver dibutuhkan dalam sistem yang mendrive atau mengendalikan putaran motor yang diset berdasarkan berapa kali piringan encoder berputar. Kecepatan putar motor akan tergantung dari cepatnya piringan encoder berputar. Pada alat ini driver IC L298N dihubungkan pada port PC.0 sampai port PC.5 pada mikrokontroller. Skema rangkaian driver IC L298N dapat dilihat pada gambar 11. Gambar 10. Rangkaian Minimum System Mikrokontroler AVR Mikrokontroler AVR akan memproses masukan dan keluaran yang ada pada peralatan ini, pengontrolan tersebut dilakukan melalui mikrokontroler tersebut, baik pengaktifan secara pararel ataupun tersendiri dalam satu port. Port-port pengaktifan masing-masing pin mikrokontroler tersebut, baik pengaktifan secara pararel ataupun tersendiri dalam satu Gambar 11. Skema rangkaian Driver Motor DC 21
6 INDUSTRI INOVATIF Vol. 6, No. 2, September 2016: HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Keypad Dengan Tampilan LCD Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan Scan keypad 4X4 matrix yang ditampilkan pada LCD. Pada pengujian didapat hasil pada tabel 2 dan gambar 12. Tabel 2. Hasil Pengujian Keypad Input Tombol Keypad Output pada LCD Gambar 14. Hasil Pengukuran Arus pada saat motor ON Pengukuran Optocoupler Pengukuran Optocoupler ini dilakukan untuk mengetahui tegangan dari sensor optocoupler pada saat terhalang dan tidak terhalang. Dari hasil pengukuran sebagaimana prosedur diatas, didapat hasil pada tabel 4. Tabel 4. Hasil pengukuran sensor optocoupler Kondisi Optocoupler Optocoupler saat tidak terhalang Optocoupler saat terhalang Tegangan (Volt) 0,04 4,86 Gambar 12. Pengujian Keypad Pengukuran Driver IC L298N Pengukuran driver IC L298N ini dilakukan untuk mengetahui arus yang megalir dari mikrokontroller ke input driver pada saat motor on dan off. Dari hasil pengukuran didapat hasil pada tabel 4, gambar 13, dan gambar 14. Tabel 3. Hasil Pengukuran arus Driver Hasil pada saat Hasil pada saat motor OFF (ma) motor ON (ma) 0,09 1,02 Pengukuran Motor DC Pengukuran motor DC ini dilakukan untuk untuk mengetahui arus dan tegangan dari driver yang masuk ke motor. Dari hasil pengukuran sebagaimana prosedur diatas, didapat hasil pada tabel 5,dan tabel 6. Tabel 5. Hasil pengukuran tegangan pada motor Kondisi motor Tegangan (V) Pada saat diam 0 Pada saat berputar ke kanan 10,86 menekan kaca Pada saat berputar ke kiri -9,65 tidak menekan kaca Tabel 6. Hasil pengukuran Arus motor Kondisi motor Arus (A) Gambar 13. Hasil Pengukuran Arus pada saat motor OFF Pada saat diam 0 Pada saat berputar ke kanan menekan kaca Pada saat berputar ke kiri tidak menekan kaca 0,81-1,67 22
7 Pengujian Keseluruhan Tabel 7. Perbandingan pemotongan manual dengan otomatis No Jenis Manual Otomatis pemotongan 1 Sekali potong 1.5 menit 2 menit 2 Berulang 4.5 menit 3.5 menit sampai selesai 3 Berulang custom 4.5 menit 3.5 menit KESIMPULAN Berdasarkan hasil desain dan pengujian sistem secara keseluruhan, maka kesimpulan dari alat yang dibuat diuraikan sebagaimana berikut: 1. Software yang didesain, mampu melakukan kalibrasi sensor optocoupler dalam satuan jarak dan melakukan proses pengaturan jarak pemotongan kaca pada motor melalui driver. 2. Microcontroller ATMEGA8535 mampu melakukan proses pembacaan scanning keypad, penampil LCD dan kalkulasi masukan data untuk pemrosesan sistem pemotong kaca. 3. Konstruksi Mekanik yang didesain mampu melakukan gerakan secara vertical, horizontal dan naik turun yang dikontrol oleh sistem ATMEGA Sistem yang di mampu melakukan pemotongan kaca dengan tebal kaca minimal 3mm, maksimal 5mm dan minimal jarak potong kaca 3x36cm, maksimal 38x36cm dengan pengaturan jarak yang dapat dikontrol melalui keypad. 5. Pada alat ini terdapat eror rata-rata sebesar 0,78%. DAFTAR PUSTAKA Andriyanto, Heri Pemrograman Mikrokontroller AVR ATMEGA 16. Bandung : Informatika. Budiharto, Widodo Aneka proyekmikrokontroler. Jakarta : Graha Ilmu. Daryanto Ketrampilan Kejuruan Teknik Elektronika. Bandung : Satu Nusa. Putra, Eko Agfianto Mikrokontroler AT89 dan AVR.Yogyakarta : Gava Media. Rusmadi, D. & Prihadi, D Belajar Rangkaian Elektronika Tanpa Guru. Bandung : Del Fajar. Wardhana, Lingga Buku Belajar Sendiri Mikrokontroler AVR Seri ATMEGA 8535 Simulasi, Hardware, dan Aplikasi.Jakarta:Andi. Winoto, Ardi. (2008) : Mikrokontroler AVR Atmega 8/32/16/8535 dan Pemrogramannya dengan bahasa C pada WinAVR.Bandung:Informatika. /tranducersensor /sensor-putaran-dengan-optocoupler/ air. DCMotorPaperandQA.pdf optocoupler.html 23
SIMULATOR ALAT PEMOTONG KACA OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLLER
SIMULATOR ALAT PEMOTONG KACA OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLLER M. Ibrahim Ashari, Ahmad Faisol Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, ITN Malang [email protected], [email protected] Abstrak
BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai
BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM 3.1. Spesifikasi Sistem Sebelum merancang blok diagram dan rangkaian terlebih dahulu membuat spesifikasi awal rangkaian untuk mempermudah proses pembacaan, spesifikasi
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang dipakai pada skripsi ini. 3.1. Perancangan dan
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas perencanaan dan pembuatan dari alat yang akan dibuat yaitu Perencanaan dan Pembuatan Pengendali Suhu Ruangan Berdasarkan Jumlah Orang ini memiliki 4 tahapan
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Tombol kuis dengan Pengatur dan Penampil Nilai diharapkan memiliki fiturfitur
6 BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH A. Tombol Kuis dengan Pengatur dan Penampil Nilai Tombol kuis dengan Pengatur dan Penampil Nilai diharapkan memiliki fiturfitur sebagai berikut: 1. tombol pengolah
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras elektronik (hardware) dan pembuatan mekanik robot. Sedangkan untuk pembuatan perangkat
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. terpisah dari penampang untuk penerima data dari sensor cahaya (LDR) dan modul yang
31 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Perangkat Keras Sistem yang di rancang terdiri dari 2 bagian utama, yaitu bagian yang diletakkan terpisah dari penampang untuk penerima data dari sensor cahaya
BAB III PERANCANGAN ALAT SIMULASI PEGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN SECARA OTOMATIS
BAB III PERANCANGAN ALAT SIMULASI PEGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN SECARA OTOMATIS Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan dan pembuatan alat simulasi Sistem pengendali lampu jarak
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem deteksi keberhasilan software QuickMark untuk mendeteksi QRCode pada objek yang bergerak di conveyor. Garis besar pengukuran
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Uraian Umum Dalam perancangan alat akses pintu keluar masuk menggunakan pin berbasis mikrokontroler AT89S52 ini, penulis mempunyai pemikiran untuk membantu mengatasi
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
39 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras elektronik (hardware) dan pembuatan mekanik Eskalator. Sedangkan untuk pembuatan
BAB IV METODE KERJA PRAKTEK
BAB IV METODE KERJA PRAKTEK sebagai berikut : Metode yang digunakan dalam pengerjaan kerja praktek ini adalah 1. Wawancara, yaitu bertanya secara langsung kepada asisten laboratorium mikrokontroler untuk
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PEANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1. Pendahuluan Dalam Bab ini akan dibahas pembuatan seluruh sistem perangkat yang ada pada Perancangan Dan Pembuatan Alat Aplikasi pengendalian motor DC menggunakan
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisa Masalah Dalam perancangan sistem otomatisasi pemakaian listrik pada ruang belajar berbasis mikrokontroler terdapat beberapa masalah yang harus
Bidang Information Technology and Communication 336 PERANCANGAN DAN REALISASI AUTOMATIC TIME SWITCH BERBASIS REAL TIME CLOCK DS1307 UNTUK SAKLAR LAMPU
Bidang Information Technology and Communication 336 PERANCANGAN DAN REALISASI AUTOMATIC TIME SWITCH BERBASIS REAL TIME CLOCK DS1307 UNTUK SAKLAR LAMPU Adhe Ninu Indriawan, Hendi Handian Rachmat Subjurusan
DAFTAR ISI. HALAMAN PENGESAHAN... i. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL... x. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN PENGESAHAN... i ABSTRAKSI... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... xiv DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN... xv BAB I PENDAHULUAN
BAB II LANDASAN TEORI
16 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sensor Optocoupler Optocoupler adalah suatu piranti yang terdiri dari 2 bagian yaitu transmitter dan receiver, yaitu antara bagian cahaya dengan bagian deteksi sumber cahaya
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Identifikasi Kebutuhan Proses pembuatan alat penghitung benih ikan ini diperlukan identifikasi kebutuhan terhadap sistem yang akan dibuat, diantaranya: 1. Perlunya rangkaian
BAB III PEMBUATAN ALAT Tujuan Pembuatan Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu untuk mewujudkan gagasan dan
BAB III PEMBUATAN ALAT 3.. Pembuatan Dalam pembuatan suatu alat atau produk perlu adanya sebuah rancangan yang menjadi acuan dalam proses pembuatanya, sehingga kesalahan yang mungkin timbul dapat ditekan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar
28 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar dan Laboratorium Pemodelan Jurusan Fisika Universitas Lampung. Penelitian
BAB III PERENCANAAN. operasi di Rumah Sakit dengan memanfaatkan media sinar Ultraviolet. adalah alat
29 BAB III PERENCANAAN Pada bab ini penulis akan menjelaskan secara lebih rinci mengenai perencanaan dan pembuatan dari alat UV Room Sterilizer. Akan tetapi sebelum melakukan pembuatan alat terlebih dahulu
ROBOT OMNI DIRECTIONAL STEERING BERBASIS MIKROKONTROLER. Muchamad Nur Hudi. Dyah Lestari
Nur Hudi, Lestari; Robot Omni Directional Steering Berbasis Mikrokontroler ROBOT OMNI DIRECTIONAL STEERING BERBASIS MIKROKONTROLER Muchamad Nur Hudi. Dyah Lestari Abstrak: Robot Omni merupakan seperangkat
BAB III. Perencanaan Alat
BAB III Perencanaan Alat Pada bab ini penulis merencanakan alat ini dengan beberapa blok rangkaian yang ingin dijelaskan mengenai prinsip kerja dari masing-masing rangkaian, untuk mempermudah dalam memahami
RANCANG BANGUN KONTROL PERALATAN LISTRIK OTOMATIS BERBASIS AT89S51
RANCANG BANGUN KONTROL PERALATAN LISTRIK OTOMATIS BERBASIS AT89S51 Isa Hamdan 1), Slamet Winardi 2) 1) Teknik Elektro, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya 2) Sistem Komputer, Universitas Narotama Surabaya
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Pemotong Rumput Lapangan Sepakbola Otomatis dengan Sensor Garis dan Dinding ini, terdapat beberapa masalah
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
BAB IV Pengujian Alat dan Analisa BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4. Tujuan Pengujian Pada bab ini dibahas mengenai pengujian yang dilakukan terhadap rangkaian sensor, rangkaian pembalik arah putaran
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISEM 3.1. Perancangan Perangkat Keras Blok diagram yang dibuat pada perancangan tugas akhir ini secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar 3.1. Keypad Sensor 1 Sensor 2 Sensor 3
PENGUKURAN PANJANG PLASTIK ROL BERBASIS MIKROKONTROLLER AT Mega 8535
PENGUKURAN PANJANG PLASTIK ROL BERBASIS MIKROKONTROLLER AT Mega 8535 Kukuh Setyadjit, Balok Hariadi Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya [email protected] ABSTRACT The development of
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada Bab III ini akan diuraikan mengenai perancangan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistem keamanan rumah nirkabel berbasis mikrokontroler
SISTEM PENGATURAN MOTOR DC UNTUK STARTING DAN BREAKING PADA PINTU GESER MENGGUNAKAN PID
SISTEM PENGATURAN MOTOR DC UNTUK STARTING DAN BREAKING PADA PINTU GESER MENGGUNAKAN PID Disusun oleh : Rachmat Yustiawan Hadi 2209030002 Lucky Setiawan 2209030031 Dosen pembimbing 1 Ir. Rusdhianto Effendi
RANCANG BANGUN MESIN POTONG PLASTIK ROL BERBASIS MIKROKONTROLLER AT Mega 16
JHP17 Jurnal Hasil Penelitian LPPM Untag Surabaya September 2016, Vol. 01, No. 02, hal 169-178 RANCANG BANGUN MESIN POTONG PLASTIK ROL BERBASIS MIKROKONTROLLER AT Mega 16 Kukuh Setyadjit 1, Balok Hariadi
RANCANG BANGUN RAUTAN PENSIL PINTAR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535
Ali Firdaus, Rancang Bangun Rautan Pensil Pintar 31 RANCANG BANGUN RAUTAN PENSIL PINTAR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 Ali Firdaus *1, Rahmatika Inayah *2 1 Jurusan Teknik Komputer Politeknik; Negeri
BAB III DESKRIPSI MASALAH
BAB III DESKRIPSI MASALAH 3.1 Perancangan Hardware Perancangan hardware ini meliputi keseluruhan perancangan, artinya dari masukan sampai keluaran dengan menghasilkan energi panas. Dibawah ini adalah diagram
BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK
21 BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1 Gambaran umum Perancangan sistem pada Odometer digital terbagi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perancangan
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Perangkat Keras Modul Sensor Warna (TCS 3200) Driver H Bridge Motor DC Conveyor Mikrokont roller LCD ATMega 8535 Gambar 3.1 Blok Diagram Perangkat Keras 29 30 Keterangan
BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan
BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan diuraikan tentang proses pengujian sistem yang meliputi pengukuran terhadap parameter-parameter dari setiap komponen per blok maupun secara keseluruhan, dan
BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN
BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN 3.1 Tujuan Perancangan Tujuan dari perancangan alat ini adalah untuk mewujudkan gagasan dan didasari oleh teori serta fungsi dari software arduino dan perangkat remote control,
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab tiga ini akan dijelaskan perancangan alat, yaitu perancangan perangkat keras dan perangkat lunak. Perancangan perangkat keras terdiri dari perangkat elektronik dan instalasi
METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari Instrumen dan komponen elektronika yang terdiri atas:
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari 2013 sampai dengan
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras elektronik (hardware) dan pembuatan mekanik robot. Sedangkan untuk pembuatan perangkat
DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN... ABSTRAKSI... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN... ABSTRAKSI... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... Halaman DAFTAR LAMPIRAN... xviii DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN... BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap alat pengendali dan media simulasi kereta KRL dengan kendali kecepatan dan pintu perlintasan otomatis
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
27 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1. Umum Didalam perancangan alat dirancang sebuah alat simulator penghitung orang masuk dan keluar gedung menggunakan Mikrokontroler Atmega 16. Inti dari cara
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem alarm kebakaran menggunakan Arduino Uno dengan mikrokontroller ATmega 328. yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware)
RANCANG BANGUN SISTIM PARKIR MOBIL BERBASIS MIKROKONTROLER
RANCANG BANGUN SISTIM PARKIR MOBIL BERBASIS MIKROKONTROLER 1 Dickky Chandra, 2 Muhammad Irmansyah, 3 Sri Yusnita 123 Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Padang Kampus Unand Limau Manis Padang Sumatera
Gambar 2.1 Mikrokontroler ATMega 8535 (sumber :Mikrokontroler Belajar AVR Mulai dari Nol)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikrokontroler Mikrokontroler merupakan keseluruhan sistem komputer yang dikemas menjadi sebuah chip di mana di dalamnya sudah terdapat Mikroprosesor, I/O Pendukung, Memori
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM
42 BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM Pada bab ini dijelaskan pembuatan alat yang dibuat dalam proyek tugas akhir dengan judul rancang bangun sistem kontrol suhu dan kelembaban berbasis mirkrokontroler
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan Alat Pengaduk Adonan Kue ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan-permasalahan tersebut antara
Jurnal Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN : PERANCANGAN KONTROL OTOMATIS TEMPERATUR RUMAH KACA BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51
PERANCANGAN KONTROL OTOMATIS TEMPERATUR RUMAH KACA BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51 Yudhi Gunardi 1,Firmansyah 2 1,2 Jurusan Elektro, Universitas Mercu Buana Jl. Meruya Selatan, Kebun Jeruk - Jakarta Barat.
BAB III PERANCANGAN DAN PEMODELAN
BAB III PERANCANGAN DAN PEMODELAN Pada bab ini akan membahas mengenai perancangan dan pemodelan serta realisasi dari perangkat keras dan perangkat lunak untuk alat pengukur kecepatan dengan sensor infra
BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN
BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan konsep dasar sistem keamanan rumah nirkabel berbasis mikrokontroler menggunakan modul Xbee Pro. Konsep dasar sistem ini terdiri dari gambaran
BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat score, setelah
BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Diagram Blok Sistem Blok diagram dibawah ini menjelaskan bahwa ketika juri dari salah satu bahkan ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN
37 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN 3.1 Perancangan Dalam pembuatan suatu alat atau produk perlu adanya sebuah rancangan yang menjadi acuan dalam proses pembuatanya, sehingga kesalahan yang mungkin timbul
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini dibahas tentang pembuatan dan pengujian komponenkomponen sensor pada konveyor berbasis Mikrokontroler Arduino Uno. Pembahasan meliputi pembuatan sistem mekanik, pembuatan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SIMULASI SISTEM PEGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN SECARA OTOMATIS
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SIMULASI SISTEM PEGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN SECARA OTOMATIS Dalam bab ini akan dibahas tentang pengujian berdasarkan perencanaan dari sistem yang dibuat.
Sistem Keamanan Pintu Gerbang Berbasis AT89C51 Teroptimasi Basisdata Melalui Antarmuka Port Serial
Rustam Asnawi, Octa Heriana, Sistem Keamanan Pintu Gerbang Berbasis AT89C51 Teroptimasi Sistem Keamanan Pintu Gerbang Berbasis AT89C51 Teroptimasi Basisdata Melalui Antarmuka Port Serial Rustam Asnawi
METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli
36 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli 2015. Perancangan, pembuatan dan pengambilan data dilaksanakan di
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Konsep dasar mengendalikan lampu dan komponen komponen yang digunakan pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan perancangan sistem
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Proses alur penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa tahap atau langkah-langkah yang peneliti lakukan mulai dari proses perancangan model hingga hasil akhir dalam
SISTEM OTOMATISASI PENGENDALI LAMPU BERBASIS MIKROKONTROLER
SISTEM OTOMATISASI PENGENDALI LAMPU BERBASIS MIKROKONTROLER Ary Indah Ivrilianita Jurusan Teknik Informatika STMIK PalComTech Palembang Abstrak Sistem pengendali lampu menggunakan mikrokontroler ATMega
III. METODE PENELITIAN. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Elektro
22 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Elektro Fakultas Tekik, Universitas Lampung, yang dilaksanakan mulai bulan Oktober
SEBAGAI SENSOR CAHAYA DAN SENSOR SUHU PADA MODEL SISTEM PENGERING OTOMATIS PRODUK PERTANIAN BERBASIS ATMEGA8535
3 PENERAPAN FILM Ba 0,55 Sr 0,45 TiO 3 (BST) SEBAGAI SENSOR CAHAYA DAN SENSOR SUHU PADA MODEL SISTEM PENGERING OTOMATIS PRODUK PERTANIAN BERBASIS ATMEGA8535 23 Pendahuluan Indonesia sebagai negara agraris
BAB III METODE PENELITIAN. Pada pengerjaan tugas akhir ini metode penelitian yang dilakukan yaitu. dengan penelitian yang dilakukan.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. METODE PENELITIAN Pada pengerjaan tugas akhir ini metode penelitian yang dilakukan yaitu sebagai berikut : Studi literatur, yaitu dengan mempelajari beberapa referensi yang
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Permasalahan Pada saat kita mencuci pakaian baik secara manual maupun menggunakan alat bantu yaitu mesin cuci, dalam proses pengeringan pakaian tersebut belum
BAB III PROSES PERANCANGAN
BAB III PROSES PERANCANGAN 3.1 Tinjauan Umum Perancangan prototipe sistem pengontrolan level air ini mengacu pada sistem pengambilan dan penampungan air pada umumnya yang terdapat di perumahan. Tujuan
BAB 3 PERANCANGAN ALAT. Sensor Utrasonik. Relay. Relay
BAB 3 PERANCANGAN ALAT 3.1 Diagram Blok Berikut ini adalah diagram blok sistem rancang bangun alat pengontrol volume air dan aerator pada kolam budidaya udang menggunakan mikrokontroler. Sensor Utrasonik
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Kegiatan penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2011 sampai dengan bulan Juli 2012 yang dilaksanakan di laboratorium Elektronika dan Robotika
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Definisi Perancangan Perancangan adalah proses menuangkan ide dan gagasan berdasarkan teoriteori dasar yang mendukung. Proses perancangan dapat dilakukan dengan cara pemilihan
DISAIN DAN IMPLEMENTASI PENGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN BERMOTOR SECARA OTOMATIS
DISAIN DAN IMPLEMENTASI PENGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN BERMOTOR SECARA OTOMATIS Edy susanto, Yudhi Gunardi Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jakarta
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALA 3.1 Perancangan Hardware 3.1.1 Perancangan Alat Simulator Sebagai proses awal perancangan blok diagram di bawah ini akan sangat membantu untuk memberikan rancangan
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Dalam bab ini akan dibahas mengenai proses perancangan mekanik pintu gerbang otomatis serta penyusunan rangkaian untuk merealisasikan sistem alat. Dalam hal ini sensor
BAB II DASAR TEORI Arduino Mega 2560
BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dijelaskan teori-teori penunjang yang diperlukan dalam merancang dan merealisasikan skripsi ini. Bab ini dimulai dari pengenalan singkat dari komponen elektronik utama
BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. pengukuran terhadap parameter-parameter dari setiap komponen per blok maupun
BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan diuraikan tentang proses pengujian sistem yang meliputi pengukuran terhadap parameter-parameter dari setiap komponen per blok maupun secara keseluruhan, dan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan dan implementasi timbangan digital daging ayam beserta harga berbasis mikrokontroler ini terdapat beberapa masalah yang harus
BAB III PEMILIHAN KOMPONEN DAN PERANCANGAN ALAT. perancangan perangkat keras dan perangkat lunak sistem alat penyangrai dan
BAB III PEMILIHA KOMPOE DA PERACAGA ALAT Pada bab ini berisi mengenai komponen apa saja yang digunakan dalam tugas akhir ini, termasuk fungsi beserta alasan dalam pemilihan komponen. Serta perancangan
Rancang Bangun Alat Penggulung Dinamo Menggunakan Mikrokontroler
TUGAS AKHIR Rancang Bangun Alat Penggulung Dinamo Menggunakan Mikrokontroler Oleh : Anita Suryaningsih 2211039002 Rachmad Baktiono 2211039050 Dosen Pembimbingan : Ir. Hanny Boedinugroho, MT. Eko Pujiyatno
BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.
BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat. Perancangan tersebut mulai dari: blok diagram sampai dengan perancangan rangkaian elektronik, sebagai penunjang
SISTEM PENGATURAN STARTING DAN PENGEREMAN MOTOR UNTUK PINTU GESER OTOMATIS
SISTEM PENGATURAN STARTING DAN PENGEREMAN MOTOR UNTUK PINTU GESER OTOMATIS Raditya Fahmi B. 2208 030 029 Disusun oleh : Aris Wijaya 2208 030 064 DOSEN PEMBIMBING Pujiono, ST., MT. NIP. 196802151994031022
III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011 sampai dengan
Rancangan Sistem Autofeeder Ikan pada Aquarium Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8535
Rancangan Sistem Autofeeder Ikan pada Aquarium Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8535 Dedi Satria Teknik Informatika Universitas Serambi Mekkah [email protected] ABSTRAK Kajian sistem mikrokontroler
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. DESKRIPSI KERJA SISTEM Gambar 3.1. Blok diagram sistem Satelit-satelit GPS akan mengirimkan sinyal-sinyal secara kontinyu setiap detiknya. GPS receiver akan
Syafi Munawir Almaki Dr.rer.nat Fredy Kurniawan, M.Si
Syafi Munawir Almaki Dr.rer.nat Fredy Kurniawan, M.Si Chemical Vapour Deposition Teknologi Cooating Physical Vapour Deposition Electroplating Spin Coating Suatu metode, yaitu ketika material dipapari oleh
Jurnal Elektro ELTEK Vol. 3, No. 1, April 2012 ISSN:
Perancangan dan Pembuatan Sistem Proteksi Kebocoran Air Pada Pelanggan PDAM Dengan Menggunakan Selenoid Valve dan Water Pressure Switch Berbasis ATMEGA 8535 Zanuar Rakhman dan M. Ibrahim Ashari Jurusan
BAB III ANALISA SISTEM
BAB III ANALISA SISTEM 3.1 Gambaran Sistem Umum Pembuka pintu otomatis merupakan sebuah alat yang berfungsi membuka pintu sebagai penganti pintu konvensional. Perancangan sistem pintu otomatis ini merupakan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. komponen-komponen sistem yang telah dirancang baik pada sistem (input)
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA Pada bab ini akan dibahas hasil penujian dari hasil sistem yang telah dirancang. Dimana pengujian dilakukan dengan melakukan pengukuran terhadap komponen-komponen sistem yang
Perancangan Model Alat Pemotong Rumput Otomatis Berbasis Mikrokontroler AT89C51
21 Perancangan Model Alat Pemotong Rumput Otomatis Berbasis Mikrokontroler AT89C51 Ahmad Yusup, Muchlas Arkanuddin, Tole Sutikno Program Studi Teknik Elektro, Universitas Ahmad Dahlan Abstrak Penggunaan
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Sistem Secara Umum Perancangan sistem yang dilakukan dengan membuat diagram blok yang menjelaskan alur dari sistem yang dibuat pada perancangan dan pembuatan
BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,
BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Pengujian sistem elektronik terdiri dari dua bagian yaitu: - Pengujian tegangan catu daya - Pengujian kartu AVR USB8535
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1. Pengujian Alat Adapun urutan pengujian alat meliputi : - Pengujian sistem elektronik - Pengujian program dan mekanik 4.1.1 Pengujian Sistem Elektronik Pengujian sistem
SISTEM BENDUNGAN OTOMATIS MENGGUNAKAN INTERFACING
SISTEM BENDUNGAN OTOMATIS MENGGUNAKAN INTERFACING Latar Belakang Masalah Fungsi bendungan dalam kehidupan sehari-hari Cara pengoperasian bendungan secara manual Cara pengoperasian bendungan secara otomatisasi
BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C.
BAB II DASAR TEORI 2.1 ARDUINO Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. perangkat yang dibangun. Pengujian dilakukan pada masing-masing subsistem
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pengujian Alat Pengujian dilakukan bertujuan untuk mengetahui kinerja dan kemampuan dari perangkat yang dibangun. Pengujian dilakukan pada masing-masing subsistem dari perangkat,
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Dalam bab ini akan dibahas mengenai proses perancangan mekanik pembersih lantai otomatis serta penyusunan rangkaian untuk merealisasikan sistem alat. Dalam hal ini
BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK. Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi
68 BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1. Gambaran Umum Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi perangkat elektronik. Perancangan rangkaian elektronika terdiri
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Line follower robot pada dasarnya adalah suatu robot yang dirancang agar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Line Follower Robot Line follower robot pada dasarnya adalah suatu robot yang dirancang agar dapat beroperasi secara otomatis bergerak mengikuti alur garis yang telah dibuat
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM OTOMATISASI PEMOTONGAN GETHUK DENGAN PANJANG YANG BERVARIASI
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM OTOMATISASI PEMOTONGAN GETHUK DENGAN PANJANG YANG BERVARIASI BIDANG KEGIATAN: PKM-GAGASAN ILMIAH Diusulkan oleh: RAHMAN
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM MIKROKONTROLER. program pada software Code Vision AVR dan penanaman listing program pada
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM MIKROKONTROLER Pada tahap perancangan ini dibagi menjadi 2 tahap perancangan. Tahap pertama adalah perancangan perangkat keras (hardware), yang meliputi rangkaian rangkaian
RANCANGAN SISTEM PARKIR TERPADU BERBASIS SENSOR INFRA MERAH DAN MIKROKONTROLER ATMega8535
RANCANGAN SISTEM PARKIR TERPADU BERBASIS SENSOR INFRA MERAH DAN MIKROKONTROLER ATMega8535 Masriadi dan Frida Agung Rakhmadi Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Juli 2009
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Juli 2009 dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Elektrik dan Laboratorium
