BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA
|
|
|
- Farida Yuwono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA 3.1 Metodologi Penelitian Pada perancangan ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian. Metode penelitian kualitatif adalah metode untuk menyelidiki objek yang tidak dapat diukur dengan angka-angka ataupun ukuran lain yang bersifat eksak. Penelitian kualitatif juga bisa diartikan sebagai riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Penelitian kualitatif jauh lebih subyektif daripada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. Bogdan dan Taylor (1975) dalam buku Moleong (2004: 3) mengemukakan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami (to understand) fenomena atau gejala sosial dengan lebih menitik beratkan pada gambaran yang lengkap tentang fenomena yang dikaji daripada memerincinya menjadi variabelvariabel yang saling terkait. Harapannya ialah diperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena untuk selanjutnya dihasilkan sebuah teori. Karena tujuannya berbeda dengan penelitian kuantitatif, maka prosedur perolehan data dan jenis penelitian kualitatif juga berbeda. 32
2 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan pada perancangan ini yaitu dengan cara sebagai berikut: 1. Observasi Observasi adalah pengamatan yang dilakukan dengan sengaja, sistematis mengenai fenomena sosial dengan gejala-gejala psikis untuk kemudian dilakukan pencatatan. 2. Wawancara Wawancara atau interview adalah metode pengumpulan data yang menghendaki komunikasi langsung antara penyelidik dengan subyek atau informan (Yatim, 2001: 82). Metode ini merupakan proses tanya jawab lisan, dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik. 3. Dokumentasi Dokumentasi ini dilakukan dengan cara mendokumentasikan produk-produk Narwastu Aromatherapy & Body Care yang berupa foto, arsip, dan seluruh gambar-gambar objek penelitian serta bahan-bahan tertulis yang berhubungan dengan masalah perancangan rebranding yang nantinya akan dicatat. Dokumentasi ini penting untuk memperdalam data penelitian. 4. Studi Pustaka Studi kepustakaan dilakukan dengan cara mencari referensi dalam pustaka yang berkaitan dengan objek penelitian. Studi pustaka ini penting untuk mendukung data penelitian yang akan diimplementasikan kedalam perancangan rebranding.
3 Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja yang disarankan oleh data (Ismawati, 2009: 19). Dalam penelitian dengan menggunakan metode kualitatif, analisis data dilakukan sejak awal penelitian dan selama proses penelitian itu berlangsung. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Setelah itu data diolah secara sistematis. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif (Miles & Huberman,1984: 15). Gambar 3.1 Skema Model Analisis Interaktif Sumber: Miles dan Huberman, 2013
4 35 Gambar 3.1 merupakan tahapan dalam menganalisa data dengan menggunakan model analisis interaktif: 1. Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi serta kepustakaan. Data kemudian disusun secara sistematis. 2. Reduksi data Setelah data diperoleh, dilakukanlah reduksi data. Fungsi dari reduksi data ini adalah untuk memilih data yang relevan, memfokuskan data yang mengarah kepada pemecahan masalah dan mengkelompokkan data yang benar-benar dibutuhkan untuk proses perancangan. Hasil dari reduksi data ini berupa data yang lebih relevan dengan permasalahan dan memudahkan untuk menarik kesimpulan. 3. Penyajian data Data yang sudah melalui proses reduksi data kemudian akan disajikan dalam bentuk tulisan atau kata-kata, gambar, grafik dan tabel. Tujuan dalam penyajian data ini adalah untuk menggabungkan informasi yang telah diperoleh sehingga dapat menggambarkan keadaan yang terjadi. Penyajian data juga akan memudahkan penguasaan informasi dari hasil penelitian, serta menghindari adanya pemikiran serta pengambilan keputusan secara subjektif. 4. Penarikan kesimpulan Penarikan kesimpulan dapat dilakukan selama proses penelitian berlangsung. Seperti halnya proses reduksi data, setelah memperoleh data yang cukup
5 36 memadai maka selanjutnya dapat diambil kesimpulan sementara, dan setelah data benar-benar lengkap maka diambil kesimpulan akhir. Gambar 3.2 Skema Prosedur Segmentasi Sumber: Marketing Planning and Strategy 6th Edition (Jain, 2000), 2013 Berikut merupakan penjelasan dari Gambar 3.2 yang merupakan skema prosedur segmentasi dari Subhash C. Jain: 1. Cutomer Need (Kebutuhan Konsumen) Yang dibutuh oleh konsumen adalah produk aromaterapi yang terbuat dari bahan alami sehingga aman untuk digunakan, serta produk aromaterapi yang benar-benar berfungi untuk menenangkan dan menyegarkan dengan aroma yang kuat dan tahan lama.
6 37 2. Market Emergence (Munculnya Pasar) Adanya kesadaran merawat tubuh bagi para wanita, terlebih bagi mereka yang memiliki aktifitas padat tetapi tetap peduli dengan perawatan tubuhnya. 3. Market Boundary Definition (Batasan Pasar) Market Boundary Definition didapatkan dari hasil SWOT dan Studi Eksisting pada produk tersebut. 4. Served Market (Pasar Yang Dilayani) Pada tahap ini dapat diketahui bahwa pasar yang dilayani akan dijelaskan secara terperinci pada customer segmentation. 5. Customer Segmentation (Segmentasi Konsumen) Segmentasi pasar disini terdiri dari menentukan segmentasi secara demografis, psikografis, behavioral (perilaku), dan geografis. Setelah itu menentukan positioning dan targeting. 3.4 Hasil dan Analisis Data Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di Kantor Narwastu pada 1 Nopember 2013 kepada Ibu Nidiawati sebagai pemilik Narwastu bahwa usaha yang didirikan bersama suaminya Bapak Budi Gardjito yaitu berawal dari ketertarikan beliau terhadap barang-barang yang memiliki nilai artistik. Dengan alasan tersebut, beliau menyalurkan hobinya dengan membuka sebuah galeri di kota Surabaya. Galeri ini memamerkan banyak benda-benda kerajinan tangan dari Bali dan Yogyakarta pada tahun Kerajinan tangan yang
7 38 dipamerkan pada waktu itu terdiri dari kerajinan seperti keranjang, tas, dll yang terbuat dari tanaman Enceng Gondok dan tali Agel. Semenjak dahulu Ibu Nidia suka dan sering menggunakan aromaterapi. Dari banyak merek aromaterapi yang sudah dicoba, beliau masih merasa bahwa aromanya kurang begitu sesuai dengan seleranya. Ketika beliau merasa tidak puas dengan aromaterapi yang ada di pasar, tercetuslah ide untuk membuat suatu bisnis di dunia aromaterapi. Tujuan pertama yang keluar saat memikirkan ide tersebut adalah Bagaimana caranya saya bisa membuat produk aromaterapi dengan kualiatas aroma yang terbaik dengan ketentuan bahwa produk aromaterapi yang apabila digunakan benar-benar membuat pemakainya menjadi relax, refresh,dan memiliki aroma yang sangat kuat dan tahan lama?. Pada 10 Agustus 2000, Ibu Nidia membangun bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) aromaterapi yang diberi nama NARWASTU di bawah asuhan PT. Perindo. Produk aromaterapi Narwastu teerbuat dari bahan alami rempah-rempah Jawa serta dikemas dengan menggunakan kemasan yang alami (handmade). Produk yang produksi oleh Narwastu belum seperti sekarang yang memiliki banyak varian dari produk aromaterapi sampai produk perawatan tubuh (body care), tetapi dua sampai tiga tahun pertama Narwastu hanya memproduksi aromaterapi yang berupa essential oil, fragrance oil, dan incense (dupa). Setelah dirasa peminat aromaterapi produk Narwastu sudah meningkat, Ibu Nidia memiliki inovasi untuk membuat produk perawatan tubuh yang terbuat dari bahan alami dan memiliki aroma kuat yang menjadikannya sebagai keunggulan dari produk Narwastu.
8 39 Narwastu Aromatherapy & Body Care memiliki karyawan tetap yaitu 25 orang dan karyawan tidak (kontrak) tetap sekitar 40 orang. Selain itu juga Narwastu Aromatherapy & Body Care sudah memiliki outlet-outlet yang tersebar di mall kota-kota besar di Indonesia, seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, dan kata-kota di luar Pulau Jawa. Bisnis UKM ini memiliki media promosi sepert brosur, website, outlet, pameran dan word of mouth (WOM). Pameran ini sudah dilakukan di berbagai daerah di tanah air maupun di luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, China, dan negara-nerara di Eropa. Sedangkan word of mouth (WOM) digunakan kepada konsumen-konsumen kelas menengah keatas, sebab kebanyakan konsumen dari kalangan atas kurang percaya dengan produk UKM yang memiliki harga lebih terjangkau dibandingkan dengan produk nasional atau luar negeri. Masyarakat luar negeri sangat menyukai produk-produk aromaterapi seperti Narwastu, maka dari itu apabila ada pameran UKM yang diadakan oleh Disperindag maupun Koperasi di luar negeri masyarakatnya sangat antusias untuk membelinya. Tetapi ada kendala apabila menjual produk Narwastu di pasar Eropa yaitu mereka meragukan kegunaan dari body care Narwastu seperti body butter, sebab perbedaan iklim dan jenis kulit orang Asia dan Eropa. Saat ini Narwastu Aromatherapy & Body Care ingin melebarkan bisnisnya dari UKM ke perusahaan yang lebih besar. Tetapi untuk menuju kesana agak sedikit terhambat dikarenakan kenaikan UMR yang menurut pemilik Narwastu Aromatherapy & Body Care ini sudah tidak masuk akal. Selain itu juga kurangnya tenaga kerja, sehingga keadaan Narwastu Aromatherapy & Body Care saat ini
9 40 memiliki omzet yang besar, tetapi profit menurun. Dengan adanya fenomena seperti itu dibutuhkanlah rebranding Narwastu Aromatherapy & Body Care sebagai upaya meningkatkan brand awareness. 3.5 Studi Eksisting Studi eksisting mengacu pada objek yang diteliti yang dalam hal ini adalah Narwastu Aromatherapy & Body Care. Media Promosi yang pernah dibuat oleh Narwastu Aromatherapy & Body Care adalah brosur, website, dan pameran. Profil Narwastu Nama Produk Owner Alamat Kantor : Narwastu : Nidia Wati & Nur Budi Garjito : Jl. Marina Emas Timur 3/32 Surabaya, Jawa Timur Kode Pos : Alamat Pabrik : Ruko Galaxy Bumi Permai G6 No.21 Sukosemolo, Surabaya, Jawa Timur No. Telp. : (031) Fax : (031) Website Varian Produk : [email protected] : : Essential Oil, Fragrance Oil, Potpoury, Candle, Incense Cone, Incense Stick, Holder, Burner Oil, Bath & Shower
10 41 Gel, Bath Salt, Body Butter, Body Care, Body Lotion, Body Scrub, Breast Cream, Massage Oil, Papaya Series, Soap Bar, Face Soap, Foot Care, Intimate Series, Slimming. Pada Gambar 3.3 merupakan beberapa brosur yang sudah pernah dibuat. Pada brosur tersebut berisi tentang penjelasan dan manfaat dari produk-produk Narwastu Aromatherapy & Body Care. Keunggulan dari brosur ini adalah memberikan keterangan tentang macam-macam varian dan manfaat produk Narwastu Aromatherapy & Body Care. Gambar 3.3 Brosur Narwastu Aromatherapy & Body Care Sumber: Outlet Narwastu Aromatherapy & Body Care, 2013 Website yang dibuat oleh Narwastu Aromatherapy & Body Care seperti yang ada di bawah ini menampilkan berbagai macam produk beserta fungsi dari produk. Selain itu website ini juga berfungsi sebagai online shop, sehingga
11 42 konsumen yang tidak bisa datang pada outlet maupun pameran masih bisa membeli produk dengan cara memesannya terlebih dahulu. Gambar 3.4 Website Narwastu Aromatherapy & Body Care Sumber: Di bawah ini merupakan dokumentasi dari penyelenggaraan pameran INACRAFT yang diadakan di Palembang. Mengikuti pameran-pameran di penjuru wilayah nusantara maupun luar negeri merupakan bentuk promosi yang paling efektif untuk memperkenalkan produk Narwastu Aromatherapy & Body Care kepada masyarakat luas.
12 43 Gambar 3.5 Stan pameran Narwastu Aromatherapy & Body Care Sumber: Pada Gambar 3.6 di bawah ini merupakan desain x-banner terdahulu dari Narwastu Aromatheraphy & Body Care pada saat mengikuti pameran INACRAFT yang diadakan di Palembang. Gambar 3.6 X-Banner Narwastu Aromatherapy & Body Care Sumber:
13 Analisis SWOT Tabel 1 Matriks SWOT Narwastu Aromatherapy & Body Care
14 Segmentation, Targeting, Positioning (STP) 1. Segmentasi a. Demografis 1) Usia : tahun 2) Siklus hidup keluarga : belum menikah, menikah belum punya anak, menikah punya anak 3) Jenis kelamin : Wanita 4) Profesi : mahasiswa, PNS, wiraswasta,manajer, ibu rumah tangga 5) Kelas sosial : menengah keatas b. Psikografis 1) Gaya hidup : aktifitas padat, mengikuti tren, hang out 2) Kepribadian : selalu ingin tampil menarik, modis, up to date, suka bersosialisasi 3) Behavioral (Perilaku) a) Manfaat : untuk merawat & menjaga kecantikan seluruh tubuh b) Sikap Terhadap Produk : tertarik, respon positif 4) Geografis a) Wlayah : Indonesia b) Ukuran Kota : Kota Besar c) Iklim : Tropis
15 46 2. Targeting Seseorang penyuka produk aromatherapy & body care dengan aroma yang kuat dari bahan alami & tradisional 3. Positioning Narwastu sebagai produk kecantikan yang terbuat dari bahan alami dan tradisional, serta memiliki aroma yang kuat dibandingkan produk sejenisnya. Sebagai produk yang memiliki ciri khusus pada kemasannya yang handmade 3.8 Analisis Kompetitor Studi kompetitor menjelaskan kemiripan produk yang diangkat. Untuk kompetitor Narwastu Aromatherapy & Body Care yang memiliki produk aromaterapi dan produk perawatan tubuh maka dipilihlah Bali Ratih dan Nirmala Aromatherapy. Masing-masing dari kompetitor memiliki pemosisian produk yang hampir sama. Analisis kompetitor mengacu pada pesaing Narwastu Aromatherapy & Body Care yaitu: Bali Ratih dan Nirmala Aromatherapy. 1. Segmentasi Kompetitor a. Demografis 1) Usia : tahun 2) Siklus hidup keluarga : belum menikah, menikah belum punya anak, menikah punya anak 3) Jenis Kelamin : Wanita
16 47 4) Profesi : mahasiswa, PNS, wiraswasta, manajer, ibu rumah tangga 5) Kelas sosial : menengah keatas b. Psikografis 1) Gaya hidup : aktifitas padat, mengikuti tren, hang out 2) Kepribadian : selalu ingin tampil menarik, modis, up to date, suka bersosialisasi c. Behavioral (Perilaku) 1) Manfaat : untuk merawat & menjaga kecantikan seluruh tubuh 2) Sikap Terhadap Produk : tertarik, respon positif d. Geografis 1) Wlayah : Indonesia 2) Ukuran Kota : Kota Besar 3) Iklim : Tropis 2. Targeting a. Bali Ratih Seseorang penyuka produk body care dengan bahan alami yang dapat digunakan sebagai perawatan tubuh di rumah. b. Nirmala Aromatherapy Seseorang penyuka produk aromaterapi.
17 48 3. Positioning a. Bali Ratih Sebagai produk perawatan tubuh yang sama-sama terbuat dari bahan alami dengan menggunakan alat yang modern, sehingga lebih higienis karena tidak tersentuh langsung oleh tangan manusia. b. Nirmala Aromatherapy Sebagai produk aromaterapi yang sama-sama memiliki varian aroma yang beragam. Kelebihan dan kekurangan produk Bali Ratih dan Nirmala Aromatherapy adalah sebagai berikut: 1. Kelebihan: a. Sama-sama terbuat dari bahan alami b. Memiliki desain lebel produk yang konsisten. c. Memiliki varian aroma yang beragam 2. Kekurangan: a. Tidak memiliki media promosi selain website b. Pembelian dilakukan hanya secara online c. Aroma produk tidak sekuat Narwastu Aromatherapy & Body Care
18 49 Di bawah merupakan gambar dari tampilan website yang dimiliki oleh kompetitor yaitu Bali Ratih. Dalam website ini menampilkan produk-produk body care yang diproduksi oleh Bali Ratih. Gambar 3.7 Website Kompetitor Bali Ratih Sumber: Gambar 3.8 merupakan gambar dari tampilan website yang dimiliki oleh kompetitor yaitu Nirmala Aromatherapy. Dalam website ini menampilkan produkproduk aromatherapy yang diproduksi oleh Nirmala Aromatherapy. Gambar 3.8 Website Kompetitor Nirmala Aromatherapy Sumber:
19 Keyword Penentuan untuk keyword atau kata kunci dari perancangan ini diambil berdasarkan data yang sudah terkumpul yaitu ditarik dari hasil analisis SWOT dan STP. Dari analisis SWOT menghasilkan keyword NATURAL yang dalam bahasa Indonesia memiliki makna Alami. Sedangkan dari STP menghasilkan keyword ELEGANT yang dalam bahasa Indonesia memiliki makna Elegan, Anggun, Berwibawa, Apik, Elok, Rupawan, sehingga dapat disimpulkan bahwa keyword yang telah didapatkan untuk perancangan ini adalah NATURAL ELEGANT Deskripsi Konsep Deskripsi konsep dari Natural Elegant adalah menunjukkan bahwa Narwastu Aromatherapy & Body Care merupakan produk yang terbuat dari bahanbahan alami yang dikemas secara handmade. Selain itu juga bermakna bahwa produk tersebut diperuntukkan bagi para wanita karir yang memiliki aktifitas padat serta menyukai perawatan tubuh.
20 Konsep Perancangan Gambar 3.9 Konsep Perancangan Sumber: Hasil olahan peneliti, 2013 Gambar 3.9 di atas menjelaskan skema konsep perancangan yang digunakan dalam rebranding Narwastu Aromatherapy & Body Care. Fungsi dari skema di atas adalah sebagai urutan skema pemikiran dan proses penelitian agar runtut dan terencana.
21 Perencanaan Kreatif Tujuan Kreatif Dalam membuat sebuah perancangan rebranding sangatlah diperlukan sesuatu yang digunakan untuk mengundang daya tarik masyarakat luas terhadap hasil perancangan rebranding ini yang berupa logo, website, x-banner, flyer, iklan majalah, dan merchandise Strategi Kreatif Strategi kreatif yang digunakan dalam perancangan rebranding Narwastu Aromatherapy & Body Care sebagai upaya meningkatkan brand awareness: 1. Tema Pokok Perancangan/ Big Idea dari perancangan adalah sesuai dengan keyword yang dihasilkan sebelumnya yaitu Natural Elegant. Maksud dari tema ini adalah bahwa produk Narwastu Aromatherapy & Body Care terbuat dari bahan-bahan alami dan diolah secara tradisional, selain itu produk ini ditargetkan untuk wanita-wanita yang memiliki rutinitas padat yang menyukai perawatan tubuh. 2. Pendukung Tema Perancangan Untuk mendukung tema digunakan gaya desain Rustic. Konsep desain ini mengacu pada penggunaan dominasi warna coklat dan putih. Konsep Rustic memiliki kesan simplisity, alami (natural), classic, warm, sederhana, bersih, elegan, dan modern. Rustic merupakan istilah yang memiliki makna kasar atau alami secara harfiah. Gaya Rustic ini biasa digunakan untuk desain interior dengan sentuhan elemen/
22 53 material seperti kayu, besi, kaca, dan tembok yang tanpa proses pengecatan. Kali ini gaya Rustic akan dipergunakan sebagai tema pada perancangan rebranding Narwastu Aromatherapy & Body Care. 3. Visualisasi a. Logo yang digunakan yaitu logogram dan logotype. Logotype menggunakan huruf script LainieDaySH untuk Narwastu. Gambar 3.10 Tipografi LainieDaySH yang terpilih untuk Logoype dan tagline Sumber: Hasil olahan peneliti, 2013 dan sant serif Champagne & Limousines untuk aromatherapy & body care serta tagline dan body copy. Gambar 3.11 Tipografi Champagne & Limousines yang terpilih untuk Logoype dan tagline Sumber: Hasil olahan peneliti, 2013
23 54 b. Logogram yang digunakan memvisualisasikan simplify dari Jasmine (bunga Melati). Alasan memakai bunga melati karena bunga melati selain merupakan aroma pertama yang diproduksi juga sebagai simbol dari bahan alami serta keanggunan seorang wanita yang anggun. Gambar 3.12 Sketsa alternatif logogram jasmine Sumber: Hasil olahan peneliti, 2013 Beberapa bentuk sketsa alternatif logogram menghasilkan beberapa varian logogram yang kemudian dipilih satu logogram yang sesuai berdasarkan keyword natural elegant. Logogram yang terpilih dalam gambar 3.12 merupakan hasil FGD (Forum Group Discussion) yang dilakukan dengan enam informan beserta dosen pembimbing. Logogram yang terpilih dianggap sebagai logogram yang bersifat original, legible, simple, memorable, komunikatif, dan dinamis (Dapat dilihat pada Tabel 2).
24 55 Tabel 2 Penentuan Pemilihan Sketsa No Original X x x X X Legible X x x X Simple X x X Memorable X X Komunikatif X x x X Dinamis X x X Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa terdapat lima alternatif logo yang dapat dilihat pada gambar Dari kelima alternatif logo tersebut yang memenuhi seluruh kriteria logo yang baik hanya pada alternatif logo nomor satu. Gambar 3.13 Alternatif logogram jasmine yang terpilih Sumber: Hasil olahan peneliti, 2013
25 56 c. Warna yang digunakan pada logo ditentukan dengan teori yang dikemukakan oleh Molly E. Holzschlag (Kusrianto, 2007: 232). Dalam tulisannya Creating Color Scheme, Molly membuat daftar mengenai kemampuan masing-masing warna ketika memberikan respons secara psikologis kepada pemirsanya. Sesuai dengan keyword yang telah ditemukan yaitu Elegant maka terpilihlah warna hitam (C:75, M:68, Y:67, K:90) untuk logo Narwastu Aromatherapy & Body Care. Gambar 3.14 Warna logo yang terpilih Sumber: Hasil olahan peneliti, 2013 Gambar 3.15 di bawah ini merupakan hasil pengaplikasian penempatan logotype dengan logogram serta warna yang sdah terpilih. Gambar 3.15 Hasil logo Narwastu Aromatherapy & Body Care Sumber: Hasil olahan peneliti, 2013
26 57 d. Menggunakan teknik fotografi pada foto-foto produk yang tetap menampilkan konsep Rustic. Dengan diberi sentuhan kayu untuk alas dan bunga pada background. Konsep ini juga diaplikasikan kepada semua media yang akan digunakan Perencanaan Media Tujuan Media Tujuan dari penggunaan media adalah untuk mencapai efektivitas informasi kepada target audiens yang dituju. Dibutuhkan beberapa media untuk mempromosikan Narwastu Aromatherapy & Body Care. Dengan beberapa media yang tentunya sesuai dengan SWOT dan STP, maka akan timbul suatu kesatuan komunikasi dan visual Strategi Media Untuk mencapai tujuan dari perencanaan kali ini, maka digunakan strategi media yang mampu menjangkau target audience yaitu wanita umur tahun dengan status ekonomi menengah keatas. Adapun media yang digunakan kali ini adalah sebagai berikut: 1. Iklan Majalah (Majalah Femina) Pertimbangan menggunakan majalah Femina sebagai salah satu media promosinya yaitu dikarenakan majalah Femina merupakan majalah yang berisi tren tentang gaya hidup wanita saat ini. Pembaca majalah Femina juga tersegmentasi dengan jelas sesuai target audience yang dituju oleh Narwastu
27 58 Aromatherapy & Body Care. Iklan didesain 1 halaman dalam (FC) ukuran trim 214 mm x 284 mm. Gambar 3.16 di bawah ini merupakan sketsa dari iklan majalah Narwastu Aromatherapy & Body Care. Gambar 3.16 Sketsa Iklan Majalah Sumber: Hasil olahan peneliti, 2013
28 59 2. X-Banner Media ini dipilih karena memiliki kegunaan sebagai media promosi yang diletakkan pada stand-stand pameran atau outlet-outlet Narwastu Aromatherapy & Body Care agar lebih menarik perhatian customer. Di bawah ini merupakan gambar sketsa dari x-banner Narwastu Aromatherapy & Body Care. Gambar 3.17 Sketsa X-Banner Sumber: Hasil olahan peneliti, 2013
29 60 3. Flyer Alasan pemilihan media ini karena memiliki jangka waktu yang lama, memungkinkan disebar dimana saja, mampu memberikan informasi tentang produk, biaya cetak murah, serta cakupan luas dan terarah karena diletakkan di tempat tertentu. Flyer didesain dengan ukuran kertas yaitu 10cm x 21cm menggunakan bahan art paper 150 gram, dicetak full color satu sisi. Berikut merupakan sketsa dari flyer Narwastu Aromatherapy & Body Care. Gambar 3.18 Sketsa flyer Sumber: Hasil olahan peneliti, 2013
30 61 4. Website Dipilihnya media website karena akan lebih memudahkan customer yang tidak sempat membeli produk secara langsung di outletnya maka dapat membelinya secara online melalui website tersebut. Gambar dibawah ini merupakan sketsa desain website Narwastu Aromatherapy & Body Care. Gambar 3.19 Sketsa website Sumber: Hasil olahan peneliti, 2013
31 62 5. Merchandise Semua merchandise yang digunakan menggunakan warna putih agar memberikan kesan bersih. a. Shower Puff Shower puff yang digunakan yaitu berwarna putih. Pada shower puff ini akan digantungkan tag logo yang bertuliskan Narwastu Aromatherapy & Body Care. b. Handuk Handuk yang digunakan berwarna putih, serta pada handuk tersebut akan diberikan bordir dari logo Narwastu Aromatherapy & Body Care. c. Tas Tas ini didesain dengan ukuran yang 15x15x20 cm pada media kain Blacu dengan bordir logo Narwastu Aromatherapy & Body Care. d. Cermin Pada cermin ini nantinya akan diberi sticker logo Narwastu Aromatherapy & Body Care.
PERANCANGAN REBRANDING NARWASTU AROMATHERAPY & BODY CARE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BRAND AWARENESS
PERANCANGAN REBRANDING NARWASTU AROMATHERAPY & BODY CARE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BRAND AWARENESS Dinda Masfufah Hasyl 1) Achmad Yanu Alif Fianto 2) Karsam 3) S1 Desain Komunikasi Visual STMIK STIKOM
BAB IV IMPLEMENTASI KARYA
BAB IV IMPLEMENTASI KARYA Didalam bab ini berisi tentang proses produksi sarana komunikasi visual yang telah dirancang sesuai dengan konsep Natural Elegant. Dalam hal ini pembahasan implementasi desain
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Pada perancangan ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian, Metode penelitian kualitatif adalah metode untuk menyelidiki
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini akan dijabarkan bagaimana langkah langkah yang diambil oleh peneliti dalam mendapatkan data serta langkah menganalisisnya. 3. 1 Metodologi Penelitian Metodologi
STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. pemecahan masalah dengan melakukan promosi. Salah satunya. dengan cara menggugah emosi target sasaran.
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1. Strategi Perencanaan Strategi perancangan yang akan dilakukan merupakan suatu pemecahan masalah dengan melakukan promosi. Salah satunya dengan membuat
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA 3.1 Metodologi Penelitian Pada perancangan ini metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan wawancara, observasi, dokumentasi,
BAB IV IMPLEMENTASI KARYA
BAB IV IMPLEMENTASI KARYA Dalam bab ini merupakan hasil berupa komunikasi visual dari konsep Survive yang telah dijabarkan di bab III. Implementasi karya meliputi pemilihan media iklan dan implementasi
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah Saat ini wanita selalu ingin terlihat cantik, glamour, modis dan modern. Tak dapat dipungkiri setiap wanita selalu mendambakan kecantikan fisik tersebut dengan
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA. Pada BAB ini dijelaskan tentang Metodologi Penelitian, Study Existing, dan
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA Pada BAB ini dijelaskan tentang Metodologi Penelitian, Study Existing, dan Publikasi yang menjadi dasar perancangan karya yang akan dibuat, atau yang biasa dikenal
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI KLINIK Dr. DHANY SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BRAND AWARENESS
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI KLINIK Dr. DHANY SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BRAND AWARENESS Shella Febryani Cantika Putri 1) Thomas Hanandry Dewanto 2) Sigit Prayitno Yosep 3) S1 Desain Komunikasi Visual STMIK
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Dunia perhotelan di negara Indonesia diawali dengan dibukanya Hotel Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia perhotelan di negara Indonesia diawali dengan dibukanya Hotel Indonesia dengan konsep modern hotel pada tahun 1962 di kota Jakarta. Bisnis perhotelan ini mulai
STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. III.1.1 Pendekatan komunikasi (pendekatan visual dan verbal)
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Strategi perancangan terdiri dari dua kata yaitu strategi dan perancangan, yang masing-masing kata mempunyai pengertian tersendiri.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bandung merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Selain terkenal sebagai kota kembang, Bandung juga dikenal sebagai kota kreatif.
STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1 Strategi Perancangan 3.1.1 Pendekatan Komunikasi a. Visual Pendekatan komunikasi dengan visual yang dilakukan dalam perancangan media informasi Gaya Kebaya
DAFTAR ISI. ABSTRAK... viii. KATA PENGANTAR... ix. DAFTAR ISI... xii. DAFTAR TABEL... xvi. DAFTAR GAMBAR... xvii BAB I PENDAHULUAN...
DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK... viii KATA PENGANTAR... ix DAFTAR ISI... xii DAFTAR TABEL... xvi DAFTAR GAMBAR... xvii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 5 1.3 Batasan Masalah...
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Gambar Logo BL Skin Care
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Logo Gambar 5.1.1 Logo BL Skin Care Logo dari BL Skin Care terdiri dari logogram dan logotype. Konsep Logogram pada logo BL Skin Care, bentuk segi enam diambil dari
BAB III METODE DAN PERANCANGAN KARYA
3.1 Metodologi BAB III METODE DAN PERANCANGAN KARYA Pada bagian ini menerangkan serangkaian proses atau langkah-langkah dari perancangan ini. Metode pengumpulan data perancangan yang digunakan yaitu secara
2.8 Analisa SWOT Definisi Segmentation, Targeting, dan Positioning Pasar Perilaku Konsumen Psikologi Orang Dewasa...
ABSTRAK Kelom geulis merupakan salah satu bentuk kerajinan khas daerah yang memiliki nilai seni dan budaya di tengah-tengah masyarakat, khususnya Jawa Barat. Kelom Geulis dibuat dengan bahan dasar kayu
BAB 4 METODE PERANCANGAN
BAB 4 METODE PERANCANGAN 4.1 Strategi Kreatif Menjadikan buku tersebut menjadi bagian dari dunia wacana desain di Indonesia serta diharapkan mampu membuka dan menambah wawasan masyarakat desainer grafis
BAB I PENDAHULUAN. beragam akibat adanya trend kuliner yang kemudian mendorong pengusaha untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri kuliner adalah salah satu bisnis yang berkembang di Indonesia. Indikatornya adalah banyaknya bermunculan rumah makan di Indonesia yang beragam akibat adanya
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tahu Tauhid adalah nama industri tahu yang berada di kota Lembang sejak tahun 1983. Berada di sebelah selatan Pasar Panorama, pabrik tahu tersebut tepatnya terletak
BAB IV IMPLEMENTASI KARYA
BAB IV IMPLEMENTASI KARYA Aplikasi final desain dan pedoman sistem identitas dari perancangan karya yang telah dijabarkan pada bab III disajikan bersama konsep dan penempatan pada media- media promosi.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Dalam kegiatan rebranding Dhea Bordir, peneliti berusaha menganalisa dan menemukan informasi sebagai jalan keluar untuk permasalahan yang ada dengan pendekatan
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA. Pada laporan tugas akhir BAB III ini, menjelaskan tentang metodologi dan
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA Pada laporan tugas akhir BAB III ini, menjelaskan tentang metodologi dan perancangan karya dalam proses pembuatan CD pembelajaran interaktif ini. Pada bab ini terdapat
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1 Pendekatan Komunikasi Komunikasi yang akan dibangun dalam perancangan desain terhadap promosi Kombucha Tea meliputi komunikasi massa yang disesuaikan
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP DESAIN. a. Pesan visual dalam perancangan buku foto esai ini menggunakan
49 BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP DESAIN 3.1. Strategi Komunikasi a. Pesan visual dalam perancangan buku foto esai ini menggunakan fotografi sebagai elemen utamanya, karena fotografi mampu menggambarkan
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA 3.1 Metodologi Penelitian Perancangan media promosi ini menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2006:4) penelitian kualitatif
DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL
ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISI i ii iii v ix xii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 2 1.3 Tujuan Perancangan 2 1.4 Manfaat Perancangan
BAB III KONSEP PERANCANGAN. A. Konsep Karya
BAB III KONSEP PERANCANGAN A. Konsep Karya Sebuah perancangan promosi dan desain kemasan membutuhkan konsep, tema, dan penataan huruf yang terpadu dan dominan sehingga akan mendapatkan perpaduan komposisi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Indonesia penyedap makanan sangatlah di gemari oleh kalangan ibu-ibu yang gemar memasak dan menjadikan penyedap sebagai tambahan untuk memberikan cita rasa dan aroma
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP DESAIN. pembuatan buku sebagai media sosialisasi, promosi serta publikasi, sebagai salah
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP DESAIN 3.1. Tujuan Komunikasi Berbagai cara dapat dilakukan untuk membuat suatu informasi atau pesan bisa mudah di sampaikan tentunya secara efektif dan menarik.
BAB III KONSEP, PROSES PERANCANGAN DAN VISUALISASI KARYA
BAB III KONSEP, PROSES PERANCANGAN DAN VISUALISASI KARYA 3.1. Konsep Perancangan 3.1.1. Tujuan Perancangan Tujuan perancangan ini adalah didapatkannya tampilan logo baru dan brand identity yang baik dan
BAB IV PEMBAHASAN. Pada Bab IV akan menitikberatkan pembahasan tentang metode yang
48 BAB IV PEMBAHASAN Pada Bab IV akan menitikberatkan pembahasan tentang metode yang digunakan dalam perancangan karya, observasi data dan teknik pengolahan dalam Perancangan Buku Batik Tulis Mangrove
BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL
BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Strategi perancangan sangat di butuhkan termasuk dalam mempromosikan dan menyebarkan informasi, begitu pula halnya untuk perhiasan khas suku
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Konsumsi susu di Indonesia terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2012, konsumsi susu di Indonesia masih didominasi oleh susu bubuk, namun bila
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Batik merupakan kerajinan bernilai seni tinggi dan menjadi salah satu warisan budaya Indonesia. Kain batik yang memiliki corak yang beragam serta teknik pembuatannya
BAB II METODE PERANCANGAN
BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS Dengan berkembangnya berbagai brand atau merek dagang yang banyak di jumpai di berbagai acara event, bazar maupun festival, banyaknya brand produk sejenis yang
PERANCANGAN MEDIA INFORMASI BONEKA TAMBANG MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL
BAB II PERANCANGAN MEDIA INFORMASI BONEKA TAMBANG MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL I I. 1 Sejarah Boneka Boneka merupakan salah satu mainan tradisional yang paling tua, karena boneka sudah ada pada Zaman Yunani,
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan Setelah melakukan pengamatan selama Praktik Kerja Lapangan pada PT. Happy Wedding Service, Surabaya, Jawa Timur. Berdasarkan penjelasan pada bab sebelumnya, adapun
BAB I PENDAHULUAN. penyedia jasa fotografi yang saat ini semakin banyak bermunculan terutama di
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bisnis jasa fotografi saat ini sudah berkembang cukup pesat dengan semakin banyaknya penyedia jasa fotografi di berbagai bidang seperti foto produk, model, bayi, pernikahan,
BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Alina Wheeler, dalam buku Designing Brand Identity disebutkan bahwa
21 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Brand Menurut Alina Wheeler, dalam buku Designing Brand Identity disebutkan bahwa brand identity adalah ekspresi secara visual dan verbal dari sebuah
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1 Ide / Gagasan Perancangan 4.1.1 Tema/Ide Perancangan Pembuatan perancangan sebuah Logo Butik pakaian kebaya wanita didaerah Jakarta barat, terispirasi pada bentuk kebudayaan
DAFTAR ISI ABSTRACK KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL
ABSTRAK ABSTRACK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISI i ii iii v ix xi BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 3 1.3 Batas Lingkup Perancangan 3 1.3.1 Batas
BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Ellen Hirzy dalam Microsoft Encarta Reference Library 2008,
BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasaran Teori 1. Teori Kasus Menurut Ellen Hirzy dalam Microsoft Encarta Reference Library 2008, definisi museum adalah sebuah institusi yang berdedikasi menolong masyarakat
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Ide/Gagasan Desain 1. Ide Desain Seorang teman penulis memiliki usaha membuat dan menjual cupcake yang masih sangat sederhana. Karena masih berupa usaha rumahan,untuk pemasaran
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PRODUK UKM TANGGULANGIN MCH. CHOIRI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN CITRA PRODUK
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PRODUK UKM TANGGULANGIN MCH. CHOIRI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN CITRA PRODUK Ronald Jeremias Mukin 1) Karsam 2) Abdullah Khoirriqqoh 3) S1 Desain Komunikasi Visual STMIK STIKOM
BAB 4 KONSEP DESAIN Komponen Iklan Layanan Masyarakat
12 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori dan Penerapan 4.1.1 Komponen Iklan Layanan Masyarakat Menurut Rakhmat Supriyono dalam buku Desain Komunikasi Visual Teori dan Aplikasi, ada 4 hal yang perlu dibahas
BAB III PROSES PERANCANGAN
BAB III PROSES PERANCANGAN A. Konsep Kreatif 1. Konsep Kreatif Perancangan Konsep kreatif adalah proses berpikir dan bertindak untuk menciptakan atau menyusun gagasan baru, baik yang benar-benar baru (belum
BAB I PENDAHULUAN. Amir dalam bukunya yang berjudul Sukses Memiliki Restoran Tanpa Modal
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia disamping sandang dan papan. Dalam memenuhi kebutuhan pokoknya tersebut, masyarakat memiliki selera berbeda, termasuk
e-proceeding of Art & Design : Vol.2, No.2 Agustus 2015 Page 281 ABSTRAK
e-proceeding of Art & Design : Vol.2, No.2 Agustus 2015 Page 281 ABSTRAK Industri garment di Indonesia saat ini seg berkembang pesat setiap tahun, karena setiap tahunnya mempunyai tren fesyen berbeda.
IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Komersil (Perusahaan) Sasaran Karya Perancangan Branding pada produk sayuran hidroponik dan organik merek AVA FARM. AVA FARM merupakan usaha penjualan sayur yang bergerak
BAB I PENDAHULUAN. tidak semuanya dapat dikenal oleh masyarakat. Brand image yang tepat dan kuat. tersebut dapat bersaing dengan kompetitor lainnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada zaman sekarang kita sudah sangat tidak asing lagi dengan air mineral dalam kemasan, khususnya pada masyarakat Indonesia terutama masyarakat daerah perkotaan.
LAMPIRAN Transkrip Interview Guide A. Profil Perusahaan B. Strategi Promosi
LAMPIRAN Transkrip Interview Guide A. Profil Perusahaan 1. Kapan dan bagaimana proses berdirinya Andrrows Shoe Cleaner? Nama Andrrows sendiri terinspirasi dari teman seperjuangan membangun usaha ini, beliau
BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA. logo hotel dan menggunakan foto menu free breakfast sebagai program promosi
80 BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA 4.1 Konsep Media pembuatan desain pada media utama dan media pendukung dalam promosi ini menggunakan warna merah dan kuning yang merupakan warna dari logo hotel dan menggunakan
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI CHRISNA HOME SPA & AROMATHERAPY SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BRAND AWARENESS
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI CHRISNA HOME SPA & AROMATHERAPY SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BRAND AWARENESS Evi Farsiah Utami 1) Achmad Yanu Alif Fianto 2) Thomas Hanandry Dewanto 3) S1 Desain Komunikasi Visual
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Analisa Kecukupan Data Data yang telah didapat, baik itu berupa data primer maupun data sekunder yang digunakan sebagai referensi dan literatur dari perancangan media promosi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pembahasan yang ada pada bab ini akan lebih terfokus kepada metode yang digunakan dalam pengumpulan data, pemilihan data serta teknik pengolahannya yang akan digunakan agar
BAB I PENDAHULUAN. ini. Dapat dilihat dari pagelaran-pagelaran fashion yang kini mulai ramai. memahami bahasa atau istilah yang digunakan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bisnis fashion merupakan salah satu industri kreatif yang tengah berkembang saat ini. Dapat dilihat dari pagelaran-pagelaran fashion yang kini mulai ramai mewarnai
f. Life-cycle : menikah (primer) &single (sekunder). g. Kewarganegaraan :Indonesia (primer) & pendatang (sekunder). 3. Psikografis a. Kelas sosial: me
BAB III ANALISA 3.1. Analisa Sasaran 3.1.1. Price 1. Susu (coklat, stoberi, kopi, pisang, kopi, peach, green tea) @ Rp. 15.000,- 2. Yoghurt (stoberi, jeruk, mangga, anggur, jambu, apel, leci, mix fruit,
ABSTRAK. xiii. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Laporan tugas akhir ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis selama melaksanakan tugas akhir dengan membuat project Kampanye Menyanyi Untuk Membantu Mengatasi Stres. Dalam kampanye ini penulis
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1. Strategi Perancangan Strategi perancangan yang akan dilakukan disimpulkan dari beberapa pemecahan masalah dari bahaya minuman beralkohol pada remaja
BAB IV PEMECAHAN MASALAH
BAB IV PEMECAHAN MASALAH 4.1. Konsep Komunikasi Rit s Ice Cream Cafe belum terlalu dikenal di kalangan masyarakat kota Bandung. Pada awalnya, Rit s Ice Cream Cafe mempunyai target market semua kalangan
BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL. Tujuan komunikasi untuk merancang media promosi event BIG MEET
48 BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL 3.1 Tujuan Komunikasi Tujuan komunikasi untuk merancang media promosi event BIG MEET UP Fingerboard Contest sangatlah penting, sebagai pembenahan dari rancangan media
BAB I PENDAHULUAN. terutama pada bisnis bakery dan cake shop. Bila dilihat trend saat ini, bisnis
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tingginya permintaan tentu berdampak pada peningkatan produksi usaha. terutama pada bisnis bakery dan cake shop. Bila dilihat trend saat ini, bisnis bakery dan café
BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori
BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Definisi Publikasi Publikasi berarti penyiaran, pengumuman atau penerbitan suatu karya yang telah diciptakan agar diketahui publik. Pengumuman tersebut dilakukan
BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN ASPEK FUNGSI PRODUK RANCANGAN
BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN ASPEK FUNGSI PRODUK RANCANGAN DATA PERUNTUKAN DATA 1. Ukuran coklat Menentukan Ukuran Kemasan 2. Jumlah isi per kemasan : 24 pcs Ukuran
BAB IV TAHAP PRODUKSI
BAB IV TAHAP PRODUKSI 4.1 Logo New Rise 4.1.1 Proses pembuatan Dalam pembuatan logo New Rise, dilakukan beberapa tahap yang dilakukan secara berurutan dan disiplin. Tahapan-tahapan dilakukan agar menghasilkan
BAB I PENDAHULUAN. Sebagamana yang kita ketahui Fashion merupakan gaya berpakaian yang populer
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagamana yang kita ketahui Fashion merupakan gaya berpakaian yang populer pada suatu budaya dan terus berkembang. Dulunya fashion digunakan sebagai penanda sebuah
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. hidup sehat untuk mencegah penyakit cacingan pada anak, adalah
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1 Strategi Perancangan Strategi perancangan yang akan dibuat dalam kampanye sosial hidup sehat untuk mencegah penyakit cacingan pada anak, adalah mengkampanyekan
DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN... ii. KATA PENGANTAR... iii. PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PENELITIAN... v
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN...... ii KATA PENGANTAR....... iii PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PENELITIAN... v PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN...... vi DAFTAR ISI...... vii DAFTAR GAMBAR.............
2) Segmentasi Demografi Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa
BAB III ANALISA 3.1. Literatur Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan satuan pasar yang bersifat homogen.
BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL
47 BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL 3.1 STRATEGI KOMUNIKASI Komunikasi menurut dance (1967) adalah usaha yang menimbulakan respons melalui lambang-lambang verbal yang bertindak sebagai stimuli, dengan
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN Pada bab ini saya akan menjelaskan konsep desain yang telah saya buat untuk brand dan kemasan es krim Gandaria Homa Ice Cream serta gambaran visual pada item-item yang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perabot atau furniture sebagai elemen pengisi interior memiliki perkembangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perabot atau furniture sebagai elemen pengisi interior memiliki perkembangan yang unik dari masa ke masa. Perkembangan ini juga dipengaruhi budaya dari suatu wilayah.
STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. pihak lain, agar dapat saling mempengaruhi diantara keduanya.
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1 Strategi Komunikasi Pengertian komunikasi yaitu sebuah proses dalam penyampaian sebuah informasi baik itu sebuah pesan, ide ataupun gagasan dari pihak
BAB I PENDAHULUAN. Makanan modern yang beredar tersebut menarik minat para generasi muda
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan Negara yang mempunyai identitas budaya yang sangat beragam. Namun pada saat ini identitas tersebut mulai pudar karena adanya pengaruh globalisasi
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA Metode penelitian yang digunakan dalam proses pembuatan Website Company profile Windo Jaya Printing ini dilakukan berdasarkan SDLC (System Development Life Cycle)
BAB III STRATEGI KOMUNIKASI DAN KONSEP VISUAL
BAB III STRATEGI KOMUNIKASI DAN KONSEP VISUAL 3.1. Tujuan Komunikasi Dalam melakukan sebuah proses pembuatan / pengkaryaan sebuah karya akhir, agar karya tersebut ataupun informasi yang ingin disampaikan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisa STP (Segmentasi, Target, Positioning) Dalam melakukan manajemen pemasaran diperlukan suatu analisa untuk mengetahui hal hal mengenai segmentasi konsumen, target
BAB III IDENTIFIKASI DATA. A. Solonesia Record Store
BAB III IDENTIFIKASI DATA A. Solonesia Record Store 1. Latar Belakang Solonesia Record Store berdiri sejak tahun 2011, awal berdirinya Solonesia Record Store sendiri dimulai dari hobi Pak Catur (owner)
BAB I PENDAHULUAN. dalam dunia bisnis. Sehingga menimbulkan persaingan-persaingan dalam
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era globalisasi yang berkembang pesat saat ini mengakibatkan manusia setiap kali akan mengalami perubahan, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Pengertian Perancangan Perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna
BAB I PENDAHULUAN. cai-rebon dalam bahasa Sunda cai memiliki makna air dan rebon adalah udang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota Cirebon merupakan sebuah kota administratif yang termasuk dalam provinsi Jawa Barat. Terletak di bagian utara dari pulau Jawa dan terkenal sebagai jalur pantura
BAB IV ANALISIS DATA. A. Strategi Pemasaran Home Industry Manik-manik Beads Flower. Pemasaran merupakan unsur yang sangat penting dalam suatu industri
BAB IV ANALISIS DATA A. Strategi Pemasaran Home Industry Manik-manik Beads Flower Pemasaran merupakan unsur yang sangat penting dalam suatu industri besar maupun kecil. Pemasaran bertujuan untuk mempromosikan
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Ide/Gagasan Perancangan 1. Ide Desain Bakmi DKI merupakan sebuah perusahaan makanan yang sedang berkembang, Bakmi DKI berdiri pertama kali pada tanggal 5 Mei 2002 dikawasan
BAB IV. KONSEP PERANCANGAN
BAB IV. KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan/Komunitas Menurut ASEAN DNA, sebuah situs untuk mempromosikan pemahaman yang berkaitan dengan karakteristik ASEAN menyebutkan bahwa rata-rata tinggi badan
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1. Pendekatan Komunikasi Pendekatan komunikasi melalui media cetak dengan cara memperlihatkan motif-motif batik tulis Garutan lewat teknik dan media fotografi
BAB I PENDAHULUAN. utama sebagai pengganti nasi bagi masyarakat perkotaan, salah satunya di
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Roti adalah makanan yang terbuat dari campuran tepung, air, dan ragi yang diolah melalui proses pengulenan, fermentasi, dan pemanggangan. Roti menjadi pilihan utama
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan pokok manusia di era yang modern ini. Perkembangan ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Fashion dan dunia kecantikan semakin berkembang dan menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia di era yang modern ini. Perkembangan ini menyebabkan semakin banyaknya
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Pendidikan adalah suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1 dan UU Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem
BAB I PENDAHULUAN. yang membedakan secara fisik dan non fisik terhadap perusahaan lainnya. Situs
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Identitas penting bagi sebuah perusahaan, berguna sebagai ciri dan tanda pengenal yang membedakan secara fisik dan non fisik terhadap perusahaan lainnya. Situs berita
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Saat ini perkembangan industri periklanan di Indonesia cukup pesat. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari peran penting media iklan dalam mata rantai strategi
BAB III KONSEP PERANCANGAN
BAB III KONSEP PERANCANGAN A. Konsep Kreatif 1. Tujuan Kreatif Merancang buku mengenai street art antara tradisi dan modernisasi di kota Yogyakarta dalam bentuk visual (fotografi) yang menarik sehingga
BAB I PENDAHULUAN. sangat menggiurkan untuk sektor konsumsi dan Food and Beverages.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat di awal abad ke-21 ini berimbas dengan meningkatnya jumlah kelas menengah di kota-kota besar di Indonesia. Jakarta yang merupakan
BAB III STRATEGI PERENCANAAN DAN STRATEGI KREATIF
BAB III STRATEGI PERENCANAAN DAN STRATEGI KREATIF 3.1. Strategi Perencanaan 3.1.1. Strategi Komunikasi Pada dasarnya komunikasi merupakan penyampaian pesan atau informasi dari komunikator kepada komunikan
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. III.1 Target Audiens
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Target Audiens Adapun kelompok sasaran dari buku informasi mengenai kerajinan eceng gondok ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok sasaran primer
