BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Budi Herman Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 11 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori Struktur Ekonomi dan Pola Perubahan Struktur Ekonomi Struktur ekonomi dapat diartikan sebagai komposisi peranan masingmasing sektor dalam perekonomian baik menurut lapangan usaha maupun pembagian sektoral ke dalam sektor primer, sekunder dan tersier. Struktur ekonomi secara sektoral dapat dilihat menurut tiga dimensi pendekatan yaitu (Zadjuli, 1986:15-16): a) Pendekatan menurut asal atau sumber pendapatan (source of income). b) Pendekatan menurut penggunaan dari pendapatan tersebut (disposal of income). c) Pendekatan berdasarkan dua sistem perekonomian yang berjalan berdampingan di dalam satu kawasan (dual income system). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sumber pendapatan (source of income) atau yang biasa disebut pendekatan dari sisi produksi. Pendekatan ini menghitung jumlah nilai tambah (produk) yang dihasilkan oleh unit-unit produksi atau lapangan usaha. Perekonomian menurut lapangan usaha atau sektor ekonomi terdiri atas sembilan sektor yaitu: (1) pertanian, (2) pertambangan dan penggalian; (3) industri pengolahan; (4) listrik, gas dan air bersih; (5) konstruksi/bangunan; (6) perdagangan, hotel dan restoran; (7) pengangkutan dan komunikasi; (8) keuangan, 11
2 12 persewaan dan jasa perusahaan; (9) jasa. (BPS, PDRB Jawa Timur Menurut Lapangan Usaha, 2011:3). Sektor-sektor ekonomi dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni primer, sekunder, dan tersier. Yang termasuk sektor-sektor primer adalah pertanian dan pertambangan (termasuk penggalian), sekunder adalah manufaktur, listrik, gas dan air bersih, serta bangunan; dan sektor-sektor lainnya adalah sektor tersier. (Tambunan, 2001;175). Berkaitan dengan klasifikasi di atas maka yang dimaksud pola struktur ekonomi adalah pola distribusi dari kegiatan ekonomi sektoral. Ditinjau dari sisi produksi, maka pola struktur ekonomi dalam jangka panjang terdapat kecenderungan perubahan kontribusi sektor ekonomi pertanian (primer) perlahan akan digantikan oleh kontribusi sektor-sektor non primer. Sejalan dengan hal tersebut, Tambunan (2001:59) menyatakan bahwa pembangunan ekonomi dalam periode jangka panjang, mengikuti pertumbuhan pendapatan nasional akan membawa suatu perubahan mendasar dalam struktur ekonomi, dari ekonomi tradisional dengan sektor pertanian sebagai sektor utama ke ekonomi modern yang didominasi oleh sektor-sektor non primer khususnya industri manufaktur yang dinamis sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi Teori Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita riil penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang (Sukirno 2006:13). Sedangkan pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan GDP tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk, atau apakah perubahan struktur ekonomi
3 13 terjadi atau tidak. Namun demikian pada umumnya para ekonom memberikan pengertian sama untuk kedua istilah tersebut. Umumnya para ekonom mengartikan pertumbuhan atau pembangunan ekonomi sebagai kenaikan GDP atau GNP saja. Dalam penggunaan yang lebih umum, istilah pembangunan ekonomi biasanya digunakan untuk menyatakan perkembangan ekonomi di negara-negara berkembang (Sukirno; 2006:14). Todaro (2001:75), mendefinisikan pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang bersifat multidimensional, yang melibatkan kepada perubahan besar, baik terhadap perubahan struktur ekonomi, perubahan sosial, mengurangi dan menghapus kemiskinan, mengurangi ketimpangan pendapatan dan pengangguran dalam konteks pertumbuhan ekonomi. Jadi, pertumbuhan ekonomi adalah bagian dari pembangunan ekonomi dimana pertumbuhan ekonomi adalah salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator yang sangat penting dalam melakukan analisis tentang pembangunan ekonomi yang terjadi pada suatu negara. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Karena pada dasarnya aktivitas perekonomian adalah suatu proses penggunaan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan output, maka proses ini pada gilirannya akan menghasilkan suatu aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang dimiliki oleh masyarakat. Adanya pertumbuhan ekonomi diharapkan pendapatan masyarakat sebagai pemilik faktor produksi juga akan turut meningkat (Susanti, 2006:23).
4 14 Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor penting sebagai berikut (Arsyad, 2010:270): a) Akumulasi Modal Akumulasi modal adalah termasuk semua investasi baru yang berwujud tanah (lahan), peralatan fiskal dan sumberdaya manusia (human resources) b) Pertumbuhan Penduduk c) Kemajuan Teknologi d) Sumber Daya Institusi (sistem kelembagaan) Sebelum tahun 1970-an, pembangunan semata-mata dipandang hanya sebagai fenomena ekonomi saja. Namun, banyak negara yang mulai menyadari bahwa pertumbuhan (growth) tidak identik dengan pembangunan (development). Pembangunan ekonomi saat ini hanya diukur dari prestasi kuantitatif semata. Besarnya GNP perkapita, pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan lapangan kerja serta inflasi yang terkendali, merupakan prestasiprestasi pembangunan yang menjadi tolak ukur utama pembangunan. Namun kemudian keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh percepatan pertumbuhan ekonomi namun lebih pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih utuh (Kuncoro, 1997:73). Istilah pembangunan ekonomi biasanya dikaitkan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara berkembang. Sebagian ahli ekonomi mengartikan istilah ini sebagai pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan-perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi seperti mempercepat pertumbuhan ekonomi
5 15 dan masalah pemerataan pendapatan atau dikenal sebagai economic development is growth plus change yaitu pembangunan ekonomi (Sukirno, 2006:415). Proses pembangunan pada dasarnya bukanlah sekedar fenomena ekonomi semata, namun memiliki perspektif yang luas. Dalam proses pembangunan dilakukan upaya yang bertujuan untuk mengubah struktur perekonomian ke arah yang lebih baik. Pada pembahasan mengenai teori pembangunan, khususnya pembangunan ekonomi, dikenal empat pendekatan yaitu: (1) Teori pertumbuhan linear (linear stages of growth); (2) Teori perubahan struktural; (3) Teori revolusi ketergantungan internasional (dependensia); (4) Teori neo-klasik (Kuncoro, 1997:38). Pada bagian berikutnya akan dibahas lebih lanjut tentang teori pertumbuhan linear dan perubahan struktural Teori Pertumbuhan Linier Teori-teori mengenai faktor yang menimbulkan dan menentukan laju pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, salah satunya adalah teori yang dipaparkan oleh Adam Smith. Adam Smith membagi tahapan pertumbuhan ekonomi menjadi 5 tahap yang berurutan yang dimulai dari masa perburuan, masa beternak, masa bercocok tanam, perdagangan, dan tahap perindustrian. Menurut teori ini, masyarakat akan bergerak dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang kapitalis (Kuncoro, 1997:38). Pada prosesnya, pertumbuhan ekonomi akan semakin terpacu dengan adanya sistem pembagian kerja antar pelaku ekonomi. Adam smith memandang pekerja sebagai salah satu input bagi proses produksi, pembagian kerja merupakan titik sentral pembahasan dalam teori ini, dalam upaya peningkatan produktivitas
6 16 kerja. Pada pembangunan ekonomi, modal memegang peranan penting. Menurut teori ini, akumulasi modal akan menentukan cepat atau lambatnya pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada suatu negara. Proses pertumbuhan akan terjadi secara simultan dan memiliki hubungan keterkaitan satu sama lainnya. Timbulnya peningkatan kinerja pada suatu sektor akan meningkatkan daya tarik bagi pemupukan modal, mendorong kemajuan teknologi, meningkatkan spesialisasi dan memperluas pasar. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin cepat. Proses pertumbuhan ekonomi sebagai suatu fungsi tujuan pada akhirnya harus tunduk pada fungsi kendala yaitu keterbatasan sumber daya ekonomi (Kuncoro, 1997:42). Garis besar proses pertumbuhan dan kesimpulan-kesimpulan dari Ricardo tidak jauh berbeda dengan teori Adam Smith. Tema dari proses pertumbuhan ekonomi masih berfokus antara laju pertumbuhan penduduk dan laju pertumbuhan output. Selain itu Ricardo juga menganggap bahwa jumlah faktor produksi tanah (sumber daya alam) tidak bisa bertambah, sehingga akhirnya menjadi faktor pembatas dalam proses pertumbuhan suatu masyarakat. Teori Ricardo ini diungkapkan pertama kali dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political Economy and Taxation yang diterbitkan pada tahun Proses pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan sebagai berikut, kondisi awal jumlah penduduk sedikit dengan asumsi jumlah tanah tetap dan keuntungan pengusaha pada taraf awal sangat tinggi. Karena dengan asumsi terbatasnya luas tanah, maka dengan adanya pertumbuhan penduduk (tenaga kerja) akan menurunkan produk marjinal (marginal product) yang kita kenal dengan istilah the
7 17 law of diminishing return. Selama buruh yang dipekerjakan pada tanah tersebut bisa menerima tingkat upah diatas tingkat upah alamiah, maka penduduk (tenaga kerja) akan terus bertambah. Hal ini akan menurunkan lagi produk marjinal tenaga kerja dan pada gilirannya akan menekankan tingkat upah ke bawah. Proses yang dijelaskan di atas akan berhenti jika tingkat upah turun sampai tingkat upah alamiah. Jika tingkat upah turun sampai di bawah tingkat upah alamiah, maka jumlah penduduk (tenaga kerja) menurun dan tingkat upah akan naik lagi sampai tingkat upah alamiah, pada posisi ini jumlah penduduk konstan. Jadi dari segi faktor produksi tanah dan tenaga kerja, ada suatu kekuatan dinamis yang selalu menarik perekonomian ke arah tingkat upah minimum, yaitu bekerjanya the law of diminishing returns. Pandangan kaum klasik mengenai pertumbuhan ekonomi (linear stage of growth theory) terus mengalami pembaharuan dari tahun ke tahun. Salah satu teori yang terkenal adalah teori yang disampaikan oleh Walt Whitman Rostow. Pada dekade 1950-an, teori Rostow telah mempengaruhi pandangan dan persepsi para ahli ekonomi mengenai strategi pembangunan yang harus dilakukan pada saat itu. Teori Rostow didasarkan pada pengalaman pembangunan ekonomi yang telah dialami oleh negara-negara Eropa. Rostow kemudian merumuskan pola pembangunan yang ada menjadi tahap-tahap evolusi dari suatu pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara tersebut. Rostow membagi proses pembangunan ekonomi suatu negara menjadi lima tahap: (1) Tahap perekonomian tradisional; (2) Tahap prakondisi tinggal landas; (3) Tahap tinggal landas; (4) Tahap menuju kedewasaan; (5) Tahap konsumsi massa tinggi (Kuncoro, 1997:45).
8 18 Kritik terhadap teori Rostow dikemukakan oleh Simon Kuznets (1989) dalam Kuncoro (1997:53). Kuznet mencatat ada beberapa kemiripan dan perbedaan antara teori Rostow dan Karl Marx. Kemiripan antara kedua teori tersebut menururt Kuznet antara lain, pertama kedua teori tersebut dengan berani menginterpretasikan evolusi sosial khususnya di sektor ekonomi. Kedua, baik Marx dan Rostow telah coba mengeksplorasi permasalahan dan konsekuensi dari pembangunan sosial yang dilakukan. Ketiga, kedua ekonom tersebut menyadari bahwa perubahan sistem ekonomi pada dasarnya merupakan konsekuensi logis dari perubahan yang terjadi di bidang politik, kebudayaan dan sosial. Sementara di sisi lain perubahan sistem ekonomi akan berpengaruh terhadap kehidupan politik, kondisi budaya dan sosial masyarakat. Selajutnya menurut Kuznet kedua teori tersebut tidak lepas dari perbedaan. Pertama, Marx memandang bahwa manusia bersifat sangat kompleks yang memiliki berbagai dimensi kebutuhan ekonomi sampai budaya. Di sisi lain Rostow menyadari bahwa perubahan ekonomi dipandang sebagai konsekuensi dari perubahan motif dan inspirasi dimensi ekonomi dan non-ekonomi. Kedua, Marx mendasarkan teorinya pada sistem konflik antar kelas masyarakat pada sistem kapitalis. Sementara itu Rostow lebih sederhana dalam memandang interaksi antarkelas dalam sistem kapitalis. Ketiga, Marx mengasumsikan bahwa perubahan ekonomi merupakan fenomena yang hanya dipengaruhi oleh perubahan motif dan inspirasi ekonomis kelas masyarakat penguasa sumber daya saja. Rostow memandang bahwa perubahan ekonomi pada dasarnya merupakan konsekuensi
9 19 logis dari perubahan motif dan inspirasi non ekonomis yang terjadi pada seluruh lapisan masyarakat (Kuncoro, 1997:55) Teori Perubahan Struktural Teori perubahan struktural ekonomi menitikberatkan pembahasan pada mekanisme transformasi yang dialami oleh negara-negara sedang berkembang, yang semula bersifat subsisten dan menitikberatkan pada sektor pertanian menuju ke struktur perekonomian yang lebih modern yang didominasi oleh sektor-sektor non primer (Tambunan, 2001:59). Aliran pendekatan struktural ini didukung oleh Lewis yang terkenal dengan model teorinya tentang surplus tenaga kerja dua sektor (two sector surplus labor) dan Chenery (1975) yang sangat terkenal dengan analisis empirisnya tentang pola-pola pembangunan (patterns of development) (Todaro, 2001:119) Teori Arthur Lewis Teori pembangunan Lewis dikenal dengan sebutan teori perekonomian model dua sektor (Lewis two sector Model s). Teori pembangunan Lewis disebut juga dengan teori migrasi yaitu teori tentang terjadinya surplus tenaga kerja dua sektor. Teori pembangunan Arthur Lewis tersebut membahas proses pembangunan yang terjadi antara kota dengan desa, dimana dengan adanya pola investasi serta sistem penetapan upah di sektor modern menjadi penyebab terjadinya urbanisasi. Teori Lewis merupakan teori pembangunan yang memusatkan perhatian pada terjadinya perubahan struktural pada perekonomian yang pada awalnya bersifat subsisten.
10 20 Model perubahan struktural Lewis membuat asumsi bahwa: a) tingkat pemindahan tenaga kerja dan penciptaan lapangan kerja disektor perkotaan adalah proporsional dengan tingkat akumulasi modal perkotaan. Semakin cepat tingkat akumulasi modal, semakin tinggi pula tingkat pertumbuhan di sektor modern dan semakin cepat pula tingkat penciptaan lapangan kerja. b) surplus tenaga kerja terdapat di daerah perkotaan. c) proses pertumbuhan sektor modern dan perluasan kesempatan kerja tersebut akan berlanjut terus dengan pengupahan riil yang konstan di daerah pedesaan sampai surplus tenaga kerja pedesaan terserap oleh sektor perindustrian kota. Lewis menjelaskan bahwa proses pemindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke industri secara bertahap, dan pertumbuhan kesempatan kerja di sektor modern dapat menyebabkan peningkatan output di sektor modern. Hal ini menyebabkan laju pertumbuhan sektor industri akan semakin meningkat (Todaro, 2001:83) Teori Simon Kuznets Negara-negara industri saat ini pada awalnya mengandalkan sektor pertanian sebagai penopang perekonomian mereka dan memberikan sumbangan yang besar dibandingkan sektor industri dan jasa dalam pembangunan ekonomi. Seiring dengan perkembangan zaman, sektor primer (pertanian) kini tidaklah menjadi sektor utama dalam perekonomian mereka, tetapi telah mengalami perubahan dengan peralihan ke sektor sekunder (industri) dan tersier (jasa). Penelitian Kuznets menunjukkan adanya perubahan sumbangan berbagai sektor kepada produksi nasional dalam proses pembangunan ekonomi, tidak hanya meneliti tentang perubahan presentase penduduk yang bekerja di berbagai sektor.
11 21 Penelitian Kuznets mengumpulkan data mengenai sumbangan berbagai sektor kepada produksi nasional di tiga belas negara yaitu Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, Italia, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jepang dan Rusia. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: (i) Sektor pertanian produksinya mengalami perkembangan yang lambat dari perkembangan produksi nasional. (ii) Tingkat pertambahan produksi sektor industri adalah lebih cepat dari tingkat pertambahan produksi nasional, dan (iii) Tidak adanya perubahan dalam peranan sektor jasa-jasa dalam produksi nasional yang berarti bahwa tingkat perkembangan sektor jasa-jasa adalah sama dengan tingkat perkembangan produksi nasional Teori Hollis Chenery Analisis teori Pattern of Development menjelaskan perubahan struktur dalam tahapan proses perubahan ekonomi dari negara berkembang yang mengalami perubahan dari pertanian tradisional beralih ke sektor industri sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kontribusi sektor industri dalam perekonomian sejalan dengan peningkatan pendapatan per kapita yang berhubungan sangat erat dengan akumulasi kapital dan peningkatan sumber daya manusia (Human Capital). Aspek yang paling penting dari model Chenery adalah bahwa analisis ini dilakukan dengan menunjukkan hubungan kuantitatif antara pendapatan per kapita dengan presentase kontribusi sektor-sektor ekonomi dan industri manufaktur terhadap pendapatan nasional. Chenery lebih menekankan pada perubahan peranan industri
12 22 (terutama sektor manufaktur) dalam menciptakan produksi nasional (Sukirno, 2006:87). Di antara tahun , Chenery dan Syrquin (1975) melakukan penelitian mengenai berbagai bentuk-bentuk perubahan yang terjadi dalam berbagai aspek kegiatan ekonomi apabila tingkat pembangunan ekonomi di negara berkembang bertambah tinggi. Hasil penelitian tersebut, mereka menyimpulkan bahwa ada sepuluh jenis perubahan yang terjadi dalam proses pembangunan negara berkembang, dimana perubahan-perubahan tersebut dikelompokkan ke dalam tiga golongan (Sukirno, 1985:93): 1. Perubahan dalam struktur ekonomi dapat dipandang sebagai perubahan dalam proses akumulasi yang meliputi pembentukan modal atau investasi, pengumpulan pendapatan pemerintah, penyediaan pendidikan masyarakat. 2. Perubahan dalam struktur ekonomi yang dipandang sebagai proses alokasi sumber daya meliputi perubahan dalam struktur permintaan domestik, struktur produksi, dan struktur perdagangan luar negeri. 3. Perubahan dalam struktur ekonomi yang dipandang sebagai perubahan dalam proses demografi dan distribusi yang meliputi alokasi tenaga kerja, urbanisasi dan distribusi pendapatan. Proses akumulasi, alokasi dan distribusi sebagai ciri pokok dalam pembangunan sebagai perubahan struktural. Proses akumulasi diartikan sebagai proses pembinaan sumber-sumber daya produksi untuk meningkatkan kemampuan produksi dalam tata susunan ekonomi masyarakat. Proses alokasi adalah yang menyangkut pada penggunaan sumber-sumber daya produksi yang dapat membawa
13 23 perubahan pada struktur produksi (peranan dan kontribusi sektoral dalam produksi nasional). Distribusi pendapatan dikaji dan diukur secara kuantitatif dengan dua konsep yaitu tingkat kemiskinan absolut dan kesenjangan ataupun ketimpangan relatif. Proses alokasi sumber daya menyangkut perubahan sistematis dalam tata susunan ekonomi dengan meningkatnya produksi dan pendapatan. Perubahan sistematis yang dimaksud menyangkut pergeseran struktural (struktural shift) pada komposisi sektoral dalam struktural produksi. Pola perkembangan ini merupakan hasil interaksi antara dampak segi pasok (supply shift) dari perubahan pada kombinasi sarana produksi dan teknologi dengan dampak terhadap sisi permintaan (demand effect) yang berkaitan dengan meningkatnya pendapatan per kapita. Dalam analisis tersebut Chenery (1975) menggunakan hipotesis bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi dan peranan suatu sektor dalam menciptakan produksi nasional tergantung kepada tingkat pendapatan dan jumlah penduduk negara tersebut. Berdasarkan data hipotesis ini, untuk menentukan fungsi pertumbuhan (growth function) tiap-tiap kegiatan ekonomi, yaitu peranan berbagai sektor dan industri-industri dalam menciptakan produksi nasional pada berbagai tingkat pembangunan ekonomi, digunakan persamaan regresi berikut: Log Vi = log i0 + i1 log Y + log N...(2.1) dalam hal ini: Vi = value added per kapita yang diciptakan industri sektor i Y = pendapatan per kapita N = jumlah penduduk
14 Persen Produksi Nasional ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 24 growth elasticity 2 = size elasticity Fungsi pertumbuhan dan analisis regresi diatas menunjukkan tentang corak perubahan peranan sebagai sektor dan berbagai sub-sektor industri dalam perekonomian. Corak perubahan struktur ekonomi yang dimaksud oleh Chenery (1975) dapat digambarkan secara grafik di bawah ini I IV II II a II b III Sumber: Sukirno (2006:89) II. Industri IV. Jasa-jasa II.a Industri Pengolahan I.Pertanian III. Pengangkutan II b. Industri Bangunan Pendapatan per Kapita Gambar 2.1 Perubahan Peranan Berbagai Sektor dalam Menciptakan Produksi Nasional dalam Proses Pembangunan Kesimpulan mengenai peranan perubahan berbagai sektor perekonomian dalam menciptakan produksi nasional yang didapat oleh Chenery (1975) seperti yang dikutip oleh Sukirno (2006:88-89) dari aspek ini adalah sebagai berikut: 1. Peranan sektor industri dalam menciptakan produksi nasional meningkat sedangkan peran sektor pertanian cenderung menurun.
15 25 2. Peningkatan peran sektor perhubungan dan pengangkutan 3. Peran sektor jasa tidak mengalami perubahan berarti Aspek penting lain yang dianalisis Chenery (1975) adalah faktor-faktor penyebab perkembangan indutrialisasi yang pesat dalam pembangunan ekonomi. Analisis mengenai aspek ini, Chenery (1975) menganalisa mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang tidak sebanding atau non proportional growth di antara berbagai jenis industri dalam sub-sektor industri pengolahan dengan tingkat pendapatan per kapita. Kenyataan menunjukkan bahwa berbagai industri dalam sub-sektor industri pengolahan mengalami perkembangan yang lebih cepat daripada perkembangan dalam pendapatan per kapita. Misalnya pendapatan per kapita telah berubah dari USD 100 menjadi USD 600 sebagai akibat dari adanya kegiatan pembangunan dalam suatu jangka waktu tertentu berarti dalam proses pembangunan itu pendapatan per kapita telah menjadi enam kali lipat. Pada waktu yang sama, kenyataan yang ada menunjukkan bahwa pada umumnya perkembangan tingkat kegiatan industri-industri adalah lebih cepat daripada tingkat ini. Misalnya saja, mungkin pada waktu pendapatan per kapita adalah sebesar USD 600 tingkat produksi suatu industri adalah 10 kali lipat dari tingkat produksinya pada waktu pendapatan per kapita adalah USD 100. Jadi di antara perkembangan pendapatan per kapita dan perkembangan kegiatan industri tersebut terjadi non proportional growth, yaitu industri tersebut berkembang dengan lebih cepat daripada tingkat perkembangan pendapatan per kapita. Chenery (1975) mengemukakan tiga faktor yang menyebabkan perbedaan diantara lajunya perkembangan industri-industri dalam sub-sektor industri
16 26 pengolahan dan perkembangan tingkat pendapatan per kapita (Sukirno 2006:91). Faktor-faktor tersebut adalah adanya substitusi impor, adanya perkembangan permintaan untuk barang-barang jadi (final goods) dan adanya kenaikan dalam permintaan barang-barang setengah jadi (intermediate goods). Faktor terpenting yang menyebabkan pesatnya industrialisasi adalah adanya substitusi impor dan bukan karena adanya perubahan komposisi permintaan sebagai akibat dari pendapatan yang berubah. Aspek terakhir yang dianalisis Chenery (1975) adalah lebih jauh mengggunakan variasi peranan tiap-tiap industri dalam sub-sektor industri pengolahan yang berbeda-beda antar satu negara dengan negara lainnya. Perbedaan itu disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut (Sukirno, 1985:91-92): 1. Luasnya pasar. Tingkat pendapatan dan jumlah penduduk merupakan dua faktor penting yang menentukan luas pasar suatu negara. Negara-negara yang tingkat pendapatan per kapitanya sama, peranan berbagai industri dalam perekonomian akan berbeda apabila jumlah penduduknya sangat berbeda besarnya. Makin besar jumlah penduduk, makin besar peranan berbagai industri dalam perekonomian. 2. Bentuk distribusi pendapatan. Corak distribusi pendapatan di tiap-tiap negara berbeda. Di beberapa negara distribusi pendapatan penduduknya sangat tidak merata, seperti misalnya di Afrika Selatan, Kenya dan Peru di mana golongan kaya terdiri dari bangsa kulit putih yang merupakan golongan pendatang. Sebagian besar rakyatnya yang terdiri dari penduduk asli, taraf hidupnya sangat rendah sekali. Perbedaan dalam distribusi pendapatan ini
17 27 merupakan satu faktor penting lainnya yang menyebabkan terdapatnya deviasi dalam peranan sektor industri dari peranannya yang normal. 3. Kekayaan alam. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa di negara-negara yang relatif miskin dalam kekayaan alam, peranan industri-industri mereka menjadi lebih penting jika dibandingkan dengan di negara-negara yang mempunyai kekayaan alam yang lebih banyak. Sejak awal permulaan usaha pembangunannya, negara-negara yang miskin kekayaan alam akan menekankan usahanya pada mengembangkan sektor industri dengan tujuan untuk mengurangi impor barang-barang industri. Langkah seperti ini dilakukan karena kekurangan kekayaan alam yang menyebabkan negara tersebut biasanya mempunyai kemampuan yang lebih terbatas untuk mengembangkan ekspornya. 4. Perbedaan keadaan di berbagai negara. Perbedaan keadaan di berbagai negara seperti perbedaan dalam iklim, kebijakan pemerintah dan faktor-faktor sosial dan budaya, merupakan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat produksi dan peranan sektor industri kepada produksi nasional. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan peranan masing-masing sektor dalam perekonomian adalah lebih tinggi atau lebih rendah daripada peranan mereka yang normal. Hipotesis utama dari teori Chenery (1975) adalah bahwa model perubahan struktural yang terjadi pada tiap-tiap negara sebenarnya dapat diidentifikasi dan proses perubahan secara umum dari masing-masing negara pada dasarnya memiliki pola yang sama. Meski demikian teori ini toleran terhadap variasi-variasi
18 28 kecil yang terjadi dalam proses perubahan struktural yang mungkin berbeda antar negara. Perbedaan faktor endowment, kebijakan pemerintah, dan aksesibilitas terhadap modal teknologi merupakan faktor penjelas penting terhadap perbedaan variatif perubahan struktural yang terjadi. Teori perubahan struktural menjelaskan bahwa percepatan dan pola perubahan yang terjadi pada suatu negara dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern yang saling berkaitan satu sama lain (Kuncoro, 1997:61). 2.2 Penelitian Sebelumnya Penelitian mengenai perubahan struktural dalam perekonomian pernah dilakukan oleh William H. Branson, Isabel Guerrero, Bernhard G. Gunter pada tahun Penelitian tersebut berjudul Pattern of Development, merupakan tindak lanjut dari penelitian Chenery-Syrquin selama tahun Penelitian dilakukan terhadap 93 negara dengan menggunakan regresi data panel, menyimpulkan bahwa pendapatan per kapita dan jumlah penduduk merupakan faktor yang dominan terhadap perubahan struktur ekonomi yang telah terjadi. Tsutomu Harada juga pernah melakukan penelitian tentang perubahan struktur ekonomi dengan judul Structural Change and Economic Growth with Relation Specific Investment. Dimana dalam penilitian tersebut menyimpulkan bahwa perekonomian di Jepang mengalami steady state di sektor industri dan jasa mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi sedangkan sektor primer mengalami
19 29 kontribusi yang kecil terhadap perekonomian. Hal tersebut mengindikasikan bahwa perekonomian di Jepang sebagai negara maju dalam fase steady state. Penelitian mengenai perubahan struktural dalam perekonomian pernah dilakukan oleh Lestari (2004) dalam skripsi yang berjudul Analisis Perubahan Struktur Ekonomi di Jawa Timur Periode Dimana pendapatan per kapita dan jumlah penduduk (sesuai teori Chenery) digunakan sebagai variabel bebas yang mempengaruhi perubahan struktur ekonomi. Hasilnya pendapatan per kapita dan jumlah penduduk secara simultan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur baik ditinjau dari sisi pengeluaran maupun sisi produksi. Penelitian yang dilakukan oleh Nugroho (2006), dalam skripsinya yang berjudul Perubahan Struktur Ekonomi Dengan Pendekatan Alokasi Sumberdaya Chenery-Syrquin ( ) bahwa variabel pembentukan modal dimasukkan ke dalam spesifikasi model penelitian selain pendapatan per kapita dan jumlah penduduk. Alasan hal tersebut karena pengaruh modal atau investasi sekarang ini menjadi faktor yang berpengaruh dalam perubahan ekonomi di berbagai negara. Penelitian ini masih mempertahankan model penelitian dan variabel yang sebelumnya digunakan, yaitu kontribusi tiap sektor yang diteliti dihubungkan dengan dua faktor penting yaitu pendapatan per kapita dan jumlah penduduk. Perbedaannya dengan penelitian sebelumnya adalah ruang lingkup penelitian dan periode penelitian yang berbeda, teknik regresi yang digunakan, dan penjelasan kualitatif untuk mendukung analisis penelitian.
20 Hipotesis dan Model Analisis Hipotesis Berdasarkan tujuan penelitian serta landasan teori yang digunakan maka diajukan penelitian sebagai berikut: a) Diduga pendapatan perkapita memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan struktur ekonomi yang terjadi di Jawa Timur tahun b) Diduga jumlah penduduk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan struktur ekonomi yang terjadi di Jawa Timur tahun Model Analisis Berdasarkan pada landasan teori yang sebelumnya telah dijelaskan, maka model penelitian yang digunakan mengacu pada model yang digunakan oleh Hollis Chenery (1975). Model tersebut adalah sebagai berikut: LnY1it = 1LnX1it 1 (LnX1) 2 it + Ln X2it + (Ln X2) 2 it + µ LnY2it = 1LnX1it 1 (LnX1) 2 it + Ln X2it + (Ln X2) 2 it + µ LnY3it = 1LnX1it 1 (LnX1) 2 it + Ln X2it + (Ln X2) 2 it + µ dimana : Y1 = produksi sektor primer Y2 = produksi sektor sekunder Y3 = produksi sektor tersier X1 = pendapatan per kapita X2 = jumlah penduduk µ = error term koefisien regresi yang berhubungan dengan variabel bebas
21 Kerangka Berfikir Pada konteks perencanaan pembangunan, pelaksanaan pembangunan daerah merupakan ujung tombak dari keberhasilan pembangunan nasional. Pada dasarnya pembangunan daerah merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Oleh karena itu perencanaan pembangunan daerah merupakan penjabaran lebih rinci dari perencanaan pembangunan nasional. Pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh pembangunan ekonomi secara berkelanjutan akan mengakibatkan perubahan struktur perekonomian. Perubahan struktural sendiri merupakan proses perubahan struktur perekonomian dari sektor pertanian ke sektor industri atau jasa, di mana masingmasing perekonomian akan mengalami perubahan yang berbeda-beda. Pada umumnya perubahan struktur ekonomi yang terjadi di negara sedang berkembang adalah perubahan dari sektor pertanian ke sektor industri. Perubahan struktur ekonomi yang terjadi di Jawa Timur akan dijelaskan dengan melihat pergeseran kontribusi sektoral perekonomian menurut lapangan usaha yang terdiri dari tiga sektor: (1) sektor primer, (2) sektor sekunder, dan (3) sektor tersier. Kemudian perubahan struktur ekonomi tersebut diteliti dengan mengestimasi pengaruh faktor-faktor yang ada. Berdasarkan teori dan model perubahan struktur oleh Chenery (1975) bahwa faktor penting yang mempengaruhi perubahan struktur ekonomi adalah jumlah penduduk dan pendapatan per kapita.
22 32 Faktor jumlah penduduk akan mempengaruhi pola permintaan dan sifat industri yang akan dikembangkan, karena dengan jumlah penduduk yang banyak akan semakin memperluas pasar. Sedangkan faktor pendapatan per kapita mengubah pola konsumsi masyarakat dan perubahan pola konsumsi akan diikuti terjadinya pola perubahan produksi dan jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Kerangka pemikiran di atas dapat disajikan dalam Gambar 2.2 dibawah ini. Perubahan Struktur Ekonomi Provinsi Jawa Timur Model Perubahan Struktur Ekonomi Hollis B. Chenery Pendekatan Sektor Primer Pendekatan Sektor Sekunder Pendekatan Sektor Tersier Faktor Pendapatan Perkapita Faktor Jumlah Penduduk Faktor Pendapatan Perkapita Faktor Jumlah Penduduk Faktor Pendapatan Perkapita Faktor Jumlah Penduduk Gambar 2.2 Kerangka Berfikir Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN. sektor utama ke ekonomi modern yang didominasi oleh sektor-sektor
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan ekonomi dalam periode jangka panjang, mengikuti pertumbuhan pendapatan nasional, akan membawa suatu perubahan mendasar dalam struktur ekonomi, dari ekonomi
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi dalam periode jangka panjang mengikuti
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan ekonomi dalam periode jangka panjang mengikuti pertumbuhan pendapatan perkapita, akan membawa suatu perubahan mendasar dalam struktur ekonomi, dari ekonomi
TINJAUAN PUSTAKA. Pembangunan secara tradisional diartikan sebagai kapasitas dari sebuah
16 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Teori Ekonomi Pembangunan Pembangunan secara tradisional diartikan sebagai kapasitas dari sebuah perekonomian nasional yang kondisi-kondisi ekonomi awalnya kurang lebih bersifat
BAB IV. KERANGKA PEMIKIRAN. Bab ini merupakan rangkuman dari studi literatur dan kerangka teori yang
BAB IV. KERANGKA PEMIKIRAN Bab ini merupakan rangkuman dari studi literatur dan kerangka teori yang digunakan pada penelitian ini. Hal yang dibahas pada bab ini adalah: (1) keterkaitan penerimaan daerah
BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya pembangunan ekonomi nasional bertujuan untuk. membangun manusia Indonesia seutuhnya, dan pembangunan tersebut harus
13 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada dasarnya pembangunan ekonomi nasional bertujuan untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya, dan pembangunan tersebut harus dilaksanakan dengan berpedoman
PEREKONOMIAN INDONESIA
PEREKONOMIAN INDONESIA Modul ke: TRANSFORMASI STRULTURAL Matsani, S.E, M.M EKONOMI BISNIS Fakultas Program Studi AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id TRANSFORMASI STRUKTURAL. Transformasi struktural berarti
I. PENDAHULUAN. Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki peran penting bagi perekonomian nasional. Berdasarkan sisi perekonomian secara makro, Jawa Barat memiliki
Perekonomian Indonesia
Modul ke: Perekonomian Indonesia Konsep dan Strategi Pembangunan Perekonomian Fakultas Ekonomi & Bisnis Janfry Sihite Program Studi Manajemen http://www.mercubuana.ac.id Arti dan Unsur Pertumbuhan Ekonomi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. sosial, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional, disamping tetap
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Pembangunan Ekonomi Pembangunan menurut Todaro dan Smith (2006) merupakan suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas
I. PENDAHULUAN. (1) pertumbuhan, (2) penanggulangan kemiskinan, (3) perubahan atau
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada dasarnya pembangunan ekonomi mempunyai empat dimensi pokok yaitu: (1) pertumbuhan, (2) penanggulangan kemiskinan, (3) perubahan atau transformasi ekonomi, dan (4)
I. PENDAHULUAN. Dalam konteks ekonomi pembangunan, perluasan terhadap ekspor. merupakan faktor penentu kunci pertumbuhan ekonomi di negara berkembang.
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam konteks ekonomi pembangunan, perluasan terhadap ekspor merupakan faktor penentu kunci pertumbuhan ekonomi di negara berkembang. Gouws (2005) menyatakan perluasan
I.PENDAHULUAN. Pembangunan di negara-negara berkembang lebih ditekankan pada pembangunan
I.PENDAHULUAN A.Latar Belakang Pembangunan di negara-negara berkembang lebih ditekankan pada pembangunan ekonomi, hal ini disebabkan karena terjadinya keterbelakangan ekonomi. Pembangunan di bidang ekonomi
BAB II KERANGKA TEORI DAN KONSEP. pendapatan perkapita riil penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka
BAB II KERANGKA TEORI DAN KONSEP 2.1.Pembangunan Ekonomi Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita riil penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang (Sukirno
TEORI UTAMA PEMBANGUNAN
TEORI UTAMA PEMBANGUNAN MENURUT TODARO (1991;1994) Teori pertumbuhan linear. Teori perubahan struktural. Teori Dependensia. Teori neo-klasik. Teori-teori baru. Teori pertumbuhan linear Dasar pemikiran
BAB I PENDAHULUAN. dari definisi ini bahwa pembangunan ekonomi mempunyai tiga sifat penting
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pengertian pembangunan ekonomi secara essensial dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu masyarakat meningkat
BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. Kuncoro (2010: 4) menyebutkan bahwa pembangunan di Negara Sedang
BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Kuncoro (2010: 4) menyebutkan bahwa pembangunan di Negara Sedang Berkembang (NSB) pada awalnya identik dengan strategi pertumbuhan ekonomi, yaitu usaha untuk meningkatkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan teori konvergensi.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai teori yang menjadi dasar dari pokok permasalahan yang diamati. Teori yang dibahas dalam bab ini terdiri dari pengertian pembangunan ekonomi,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. antara ketimpangan dan pertumbuhan ekonomi. pembangunan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara adalah pertumbuhan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai teori yang menjadi dasar dari pokok permasalahan yang diamati. Teori yang dibahas dalam bab ini terdiri dari pengertian pertumbuhan ekonomi,
I.PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi merupakan sebagai perangkat yang saling berkaitan dalam
I.PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan ekonomi merupakan sebagai perangkat yang saling berkaitan dalam struktur perekonomian yang diperlukan bagi terciptanya pertumbuhan yang terus menerus. Pembangunan
BAB II STUDI KEPUSTAKAAN. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai landasan teori yang menjadi dasar
BAB II STUDI KEPUSTAKAAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai landasan teori yang menjadi dasar dari pokok permasalahan yang diamati, studi empiris dari penelitian sebelumnya yang merupakan studi penelitian
Pengantar Ekonomi Pembangunan. Perubahan Struktural dalam Proses Pembangunan
Pengantar Ekonomi Pembangunan Perubahan Struktural dalam Proses Pembangunan Putri Irene Kanny [email protected] Tuesday, November 15, 16 Sub Pokok bahasan pertemuan ke-6 l l l l l Perubahan
Teori-teori Alternatif dan Arti Pembangunan
Teori-teori Alternatif dan Arti Pembangunan Setiap negara bekerja keras untuk pembangunan. Kemajuan ekonomi adalah komponen utama pembangunan tetapi bukan merupakan satu-satunya. Pembangunan bukan hanya
II. TINJAUAN PUSTAKA. proses di mana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembangunan Ekonomi Regional Pertumbuhan ekonomi merupakan unsur penting dalam proses pembangunan wilayah yang masih merupakan target utama dalam rencana pembangunan di samping
BAB I PENDAHULUAN. Secara defenitif, pada awalnya pengertian pembangunan ekonomi diberi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara defenitif, pada awalnya pengertian pembangunan ekonomi diberi pemahaman yang sama dengan pertumbuhan ekonomi (Jhingan, 1988:4-5). Pertumbuhan ekonomi adalah
Perekonomian Indonesia
MODUL PERKULIAHAN Perekonomian Indonesia Transformasi Struktural Perekonomian Indonesia Fakultas Program Studi Pertemuan Kode MK Disusun Oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Akuntansi 08 84041 Abstraksi Modul
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atau struktur sosial, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. akademisi ilmu ekonomi, secara tradisional pembangunan dipandang sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Pembangunan Ekonomi Pembangunan ekonomi memiliki pengertian yang sangat luas. Menurut akademisi ilmu ekonomi, secara tradisional pembangunan dipandang sebagai suatu fenomena
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Konsep Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi. Pada awal pembangunan ekonomi suatu negara, umumnya perencanaan
25 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Pada awal pembangunan ekonomi suatu negara, umumnya perencanaan pembangunan ekonomi lebih berorientasi pada masalah pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN. Kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari pembangunan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari pembangunan ekonomi nasional yang dapat dicapai melalui pembenahan taraf hidup masyarakat, perluasan lapangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi yang pernah dilakukan di Indonesia. tenaga kerja dengan variabel pertumbuhan ekonomi.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan diuraikan mengenai landasan teori yang menjadi dasar dari pokok permasalahan yang diamati, studi empiris dari penelitian sebelumnya dan Studi empiris yang dibahas
PERTUMBUHAN EKONOMI,PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI, DAN KRISIS EKONOMI
PERTUMBUHAN EKONOMI,PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI, DAN KRISIS EKONOMI Pertambahan jumlah penduduk setiap tahun akan menimbulkan konsekwensi kebutuhan konsumsi juga bertambah dan dengan sendirinya dibutuhkan
I. PENDAHULUAN. setiap negara yang ada di dunia untuk berlomba lomba meningkatkan daya
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berkembangnya perekonomian dunia pada era globalisasi seperti saat ini memacu setiap negara yang ada di dunia untuk berlomba lomba meningkatkan daya saing. Salah satu upaya
BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Usaha ini
BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Pada hakekatnya, pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha dan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Usaha ini ditujukkan melalui memperluas
BAB I PENDAHULUAN. yaitu pertumbuhan, penanggulangan kemiskinan, perubahan atau transformasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada dasarnya pembangunan ekonomi mempunyai empat dimensi pokok yaitu pertumbuhan, penanggulangan kemiskinan, perubahan atau transformasi ekonomi dan keberlanjutan
BAB I PENDAHULUAN. ekonomi suatu bangsa. Industrialisasi dapat diartikan sebagai suatu proses
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam proses pembangunan ekonomi, industrialisasi merupakan salah satu tahap perkembangan yang dianggap penting untuk dapat mempercepat kemajuan ekonomi suatu bangsa.
BAB I PENDAHULUAN. ekonomi, dan (4) keberlanjutan pembangunan dari masyarakat agraris menjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada dasarnya pembangunan ekonomi mempunyai empat dimensi pokok yaitu: (1) pertumbuhan, (2) penanggulangan kemiskinan, (3) perubahan atau transformasi ekonomi, dan
BAB II TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
BAB II TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS A. Tinjauan Penelitian Terdahulu Penulis menggunakan penelitian terdahulu sebagai acuan atau referensi untuk melakukan penelitian ini. Dengan adanya penelitian terdahulu
I. PENDAHULUAN. dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan proses transformasi yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Pembangunan ekonomi dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat
I. PENDAHULUAN. Dalam melaksanakan pembangunan perekonomian di daerah baik pada tingkat
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam melaksanakan pembangunan perekonomian di daerah baik pada tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota setiap daerah dituntut untuk mampu melakukan rentang kendali dalam satu
I. PENDAHULUAN. dalam proses pembangunan, khususnya di negara-negara berkembang. Hal ini
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ketenagakerjaan merupakan salah satu aspek yang sangat menonjol dalam proses pembangunan, khususnya di negara-negara berkembang. Hal ini disebabkan masalah ketenagakerjaan
BAB I PENDAHULUAN. perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat dan institusiinstitusi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses menuju perubahan yang diupayakan suatu negara secara terus menerus dalam rangka mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf
PERTEMUAN 5 dan 6 PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
PERTEMUAN 5 dan 6 PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI Pendahuluan Pembangunan ekonomi merupakan salah satu bagian penting dari pembangunan nasional dengan tujuan utama untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. mengurangi kemiskinan (Madris, 2010). Indikator ekonomi makro (PDRB)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kondisi perekonomian menjadi salah satu indikator kemajuan suatu daerah. Pembangunan ekonomi daerah tidak hanya bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, melainkan
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi dan serta iklim perekonomian dunia.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hakekatnya pertumbuhan ekonomi mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi suatu daerah merupakan salah satu usaha daerah untuk
PEREKONOMIAN INDONESIA
PEREKONOMIAN INDONESIA Modul ke: Transformasi Struktural dalam Perekonomian Indonesia Fakultas Ekonomi & Bisnis ANDYAN PRADIPTA UTAMA, SE, MM Program Studi S-1 Manajemen www.mercubuana.ac.id PENGERTIAN
I. PENDAHULUAN. Distribusi Persentase PDRB Kota Bogor Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota Bogor merupakan sebuah kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Kedudukan Kota Bogor yang terletak di antara wilayah Kabupaten Bogor dan dekat dengan Ibukota Negara
II. TINJAUAN PUSTAKA
13 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Menurut Rostow, pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan masyarakat, yaitu perubahan
V. PEMBAHASAN Perkembangan Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri dan Perdagangan, Hotel dan Restoran di Pulau Jawa
72 V. PEMBAHASAN 5.1. Perkembangan Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri dan Perdagangan, Hotel dan Restoran di Pulau Jawa Pulau Jawa merupakan salah satu Pulau di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk
BAB I PENDAHULUAN. A. LATAR BELAKANG MASALAH Dinamika yang terjadi pada sektor perekonomian Indonesia pada masa lalu
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Dinamika yang terjadi pada sektor perekonomian Indonesia pada masa lalu menunjukkan ketidak berhasilan dan adanya disparitas maupun terjadinya kesenjangan pendapatan
I. PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses kenaikan pendapatan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses kenaikan pendapatan perkapita penduduk yang diikuti oleh perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara. Pembangunan
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Berbagai teori pembangunan ekonomi, mulai dari teori ekonomi klasik (Adam Smith, Robert Malthus dan David Ricardo) sampai dengan teori ekonomi modern (W.W. Rostow dan
BAB I PENDAHULUAN. pemberlakuan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan
BAB I PENDAHULUAN 1. A 1.1 Latar Belakang Kewenangan Pemerintah Daerah menjadi sangat luas dan strategis setelah pemberlakuan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi daerah berorientasi pada proses. Suatu proses yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Penelitian Pembangunan ekonomi daerah berorientasi pada proses. Suatu proses yang melibatkan pembentukan institusi baru, pembangunan industri alternatif, perbaikan
BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. masyarakat, dan institusi-institusi nasional, di samping tetap mengejar akselerasi
BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Pembangunan harus dipandang sebagai suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi
I. PENDAHULUAN. mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejajar dengan bangsa-bangsa maju
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan nasional yang dilaksanakan di Indonesia bertujuan untuk dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya sehingga dapat
I. PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang penting dalam
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang penting dalam melakukan analisis tentang pembangunan ekonomi yang terjadi pada suatu negara ataupun daerah. Pertumbuhan
PENGANTAR EKONOMI PEMBANGUNAN
PENGANTAR EKONOMI PEMBANGUNAN DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI, SE., MM Pengertian dan Ruang Lingkup Pembangunan ekonomi adalah upaya untuk memperluas kemampuan dan kebebasan memilih (increasing the ability and
BAB I PENDAHULUAN. institusi nasional tanpa mengesampingkan tujuan awal yaitu pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan adalah upaya multidimensional yang meliputi perubahan pada berbagai aspek termasuk di dalamnya struktur sosial, sikap masyarakat, serta institusi
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia dan beberapa daerah perkotaan mempunyai pola. baik di daerah pedesaan dan perkotaan. Dualisme kota dan desa yang terdapat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia dan beberapa daerah perkotaan mempunyai pola perekonomian yang cenderung memperkuat terjadinya ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial yang bermuara kepada
II.TINJAUAN PUSTAKA. dan menitikberatkan pada sektor pertanian menuju ke struktur perekonomian yang
II.TINJAUAN PUSTAKA A. Teori Perubahan Struktural Teori perubahan struktural menitikberatkan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh negara sedang berkembang yang semula lebih bersifat subsisten
I. PENDAHULUAN. yang menyebabkan GNP perkapita (Gross National Product) atau pendapatan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara umum pembangunan ekonomi di definisikan sebagai suatu proses yang menyebabkan GNP perkapita (Gross National Product) atau pendapatan masyarakat meningkat dalam periode
BAB I PENDAHULUAN. tercapainya perekonomian nasional yang optimal. Inti dari tujuan pembangunan
BAB I PENDAHULUAN 1. A 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator kemajuan ekonomi suatu negara. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi maka semakin baik pula perekonomian negara
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Ketenagakerjaan Penduduk suatu negara dapat dibagi menjadi dua yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Tenaga kerja adalah penduduk yang berusia kerja
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Uraian dalam Bab ini menjelaskan hasil pengolahan data dan pembahasan terhadap 4 (empat) hal penting yang menjadi fokus dari penelitian ini, yaitu: (1) peranan sektor kehutanan
I. PENDAHULUAN. perubahan-perubahan mendasar dalam struktur sosial, tingkah laku sosial, dan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan adalah suatu proses multidimensional yang melibatkan berbagai perubahan-perubahan mendasar dalam struktur sosial, tingkah laku sosial, dan institusi sosial,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi. Pembangunan ekonomi memiliki ragam deskripsi dalam penjabarannya. Pembangunan ekonomi bagi Sukirno merupakan perkembangan
I. PENDAHULUAN. Indikator keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara terletak pada
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indikator keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara terletak pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan peningkatan kesempatan kerja. Pendekatan pertumbuhan ekonomi banyak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pembangunan Ekonomi Pembangunan adalah suatu proses yang mengalami perkembangan secara cepat dan terus-merenus demi tercapainya kesejahteraan masyarakat sampai
BAB I PENDAHULUAN. integral dan menyeluruh. Pendekatan dan kebijaksanaan sistem ini telah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting untuk menganalisis pembangunan ekonomi yang terjadi disuatu Negara yang diukur dari perbedaan PDB tahun
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah pada periode
I. PENDAHULUAN. nasional yang diarahkan untuk mengembangkan daerah tersebut. Tujuan. dari pembangunan daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan daerah merupakan bagian dari pembangunan nasional yang diarahkan untuk mengembangkan daerah tersebut. Tujuan dari pembangunan daerah adalah untuk meningkatkan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. a. Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis. (4) rumah tangga dunia. dalam lima tahap yaitu (Irawan dan Suparmoko, 1992):
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pertumbuhan Ekonomi a. Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis 1) Karl Butcher Menurut Karl Butcher, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat
VI. SEKTOR UNGGULAN DALAM STRUKTUR PEREKONOMIAN WILAYAH KEPULAUAN PROVINSI MALUKU Sektor-Sektor Ekonomi Unggulan Provinsi Maluku
VI. SEKTOR UNGGULAN DALAM STRUKTUR PEREKONOMIAN WILAYAH KEPULAUAN PROVINSI MALUKU 6.1. Sektor-Sektor Ekonomi Unggulan Provinsi Maluku Aktivitas atau kegiatan ekonomi suatu wilayah dikatakan mengalami kemajuan,
INDUSTRIALISASI DAN MIGRASI TENAGA KERJA SEKTOR DI KOTA CILACAP
INDUSTRIALISASI DAN MIGRASI TENAGA KERJA SEKTOR DI KOTA CILACAP (Studi Kasus: Industri Besar-Sedang Di Kota Cilacap) TUGAS AKHIR Oleh: ANI KURNIATI L2D 001 403 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Isi pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 diantaranya menyatakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Isi pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 diantaranya menyatakan bahwa salah satu tujuan negara Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. Hal ini tidak terlepas
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN Peranan Sektor Agroindustri Terhadap Perekonomian Kota Bogor
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1. Peranan Sektor Agroindustri Terhadap Perekonomian Kota Bogor Alat analisis Input-Output (I-O) merupakan salah satu instrumen yang secara komprehensif dapat digunakan untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengembangan wilayah memiliki konsep yang bertujuan untuk meningkatkan fungsi dan perannya dalam menata kehidupan masyarakat dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, pendidikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Suryana (2000 : 3), mengungkapkan pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang menyebabkan pendapatan per kapita penduduk suatu masyarakat
BAB. IV KONDISI PEREKONOMIAN KAB. SUBANG TAHUN 2012
BAB. IV KONDISI PEREKONOMIAN KAB. SUBANG TAHUN 2012 4.1.Gambaran Umum Geliat pembangunan di Kabupaten Subang terus berkembang di semua sektor. Kemudahan investor dalam menanamkan modalnya di Kabupaten
II. TINJAUAN PUSTAKA. meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan usaha meningkatkan pendapatan
14 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembangunan Ekonomi Pembangunan ekonomi umumnya merupakan proses yang berkelanjutan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan usaha meningkatkan pendapatan perkapita. Dalam
I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Sektor pertanian memiliki kontribusi terhadap pembangunan terutama di daerah, salah satunya di Provinsi Jawa Barat. Pembangunan ekonomi daerah erat kaitannya dengan industrialisasi
BAB II TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. dilakukan oleh para peneliti terdahulu. Alitasari (2014), teknik analisis yang
BAB II TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS A. Tinjauan Penelitian Terdahulu Penelitian yang berkaitan dengan indeks pembangunan manusia juga telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu. Alitasari (2014), teknik
II. TINJAUAN PUSTAKA. Teori perubahan struktural (structural-change theory) menitikberatkan pada
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Teori Perubahan Struktural Teori perubahan struktural (structural-change theory) menitikberatkan pada mekanisme untuk mentransformasikan struktur perekonomian,
BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. mengedepankan dethronement of GNP, pengentasan garis kemiskinan,
1 BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Paradigma pembangunan modern memandang suatu pola yang berbeda dengan pembangunan ekonomi tradisional yang berfokus pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tujuan utama pembangunan ekonomi di negara berkembang adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan utama pembangunan ekonomi di negara berkembang adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan pencapaian kesejahteraan tersebut dapat diukur dengan
BAB. IV KONDISI PEREKONOMIAN KAB.SUBANG TAHUN 2013
BAB. IV KONDISI PEREKONOMIAN KAB.SUBANG TAHUN 2013 4.1.Gambaran Umum Geliat pembangunan di Kabupaten Subang terus berkembang di semua sektor. Kemudahan investor dalam menanamkan modalnya di Kabupaten Subang
I. PENDAHULUAN. daerah, masalah pertumbuhan ekonomi masih menjadi perhatian yang penting. Hal ini
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam menilai keberhasilan pembangunan dan upaya memperkuat daya saing ekonomi daerah, masalah pertumbuhan ekonomi masih menjadi perhatian yang penting. Hal ini dikarenakan
BAB I PENDAHULUAN. perekonomiannya dalam jangka panjang akan berdampak terhadap perubahan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara yang sedang mengalami proses perkembangan perekonomiannya dalam jangka panjang akan berdampak terhadap perubahan struktur ekonomi pada hal yang paling mendasar.
BAB I PENDAHULUAN. bukan lagi terbatas pada aspek perdagangan dan keuangan, tetapi meluas keaspek
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Globalisasi ekonomi merupakan dunia kegiatan dan keterkaitan perekonomian. Kegiatan-kegiatan perekonomian tidak lagi sekedar nasional tapi bahkan internasional, bukan
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia, yang
17 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia, yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan dengan pemanfaatan kemajuan
I. PENDAHULUAN Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia sebagai suatu bangsa dan negara besar dengan pemilikan sumber daya alam yang melimpah, dalam pembangunan ekonomi yang merupakan bagian dari pembangunan nasional
I. PENDAHULUAN. utama. Industrialisisasi dimasa sekarang tidak dapat terlepas dari usaha dalam
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pertanian dewasa ini masih sering dianggap sebagai penunjang sektor industri semata. Meskipun sesungguhnya sektoral pertanian bisa berkembang lebih dari hanya
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor Industri merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam pembangunan nasional. Kontribusi sektor Industri terhadap pembangunan nasional setiap tahunnya
BAB I PENDAHULUAN. telah resmi dimulai sejak tanggak 1 Januari Dalam UU No 22 tahun 1999
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada peraturan pemerintah Republik Indonesia, pelaksanaan otonomi daerah telah resmi dimulai sejak tanggak 1 Januari 2001. Dalam UU No 22 tahun 1999 menyatakan bahwa
