Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis Hibrida
|
|
|
- Hengki Tedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis Hibrida Morphological Characterization of Phalaenopsis Hybrid Fajar Pangestu 1, Sandra Arifin Aziz 1*, dan Dewi Sukma 1 Diterima 15 November 2013/Disetujui 14 Januari 2014 ABSTRACT Orchid is one of ornamental plants that has high aesthetic value and Phalaenopsis hybrid is one of orchid type famous in Indonesia. Characterization of Phalaenopsis hybrid should be made to determine similarity or diversity between hybrids and as a basic information on plant breeding activities. The purpose of this study was to study the morphological character and relationship of five accessions of Phalaenopsis hybrid i.e, four white accessions flowering hybrid, one accession yellow flowering hybrids and Phalaenopsis amabilis Cidaun ecotype. Based on the morphology of leaves and flowers, two of the four accessions white flowering hybrid have similarity coefficient Every Phalaenopsis hybrid clustered together on the similarity coefficient 0.729, but one of three replications yellow flowering hybrids have similarity coefficient with main differences in leaf shape and flowering types. Phalaenopsis amabilis Cidaun ecotype have similarity coefficient with main differences with Phalaenopsis hybrid in flowers shape and flowering types. Keywords: Coefficient similarity, flowers, leaves, morphological character, Phalaenopsis hybrid ABSTRAK Anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai estetika tinggi dan Phalaenopsis hibrida merupakan salah satu jenis anggrek yang terkenal di Indonesia. Keragaman Phalaenopsis hibrida yang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan karakterisasi untuk mengetahui kemiripan ataupun keragaman antar Phalaenopsis hibrida maupun dengan Phalaenopsis spesies asli sebagai informasi dasar dalam kegiatan pemuliaan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakter morfologi dan kekerabatan antara lima aksesi Phalaenopsis hibrida yaitu empat aksesi hibrida berbunga putih, satu aksesi hibrida berbunga kuning dan Phalaenopsis amabilis ekotipe Cidaun. Berdasarkan morfologi daun dan bunga, dua dari empat aksesi hibrida berbunga putih memiliki koefisien kemiripan Semua Phalaenopsis hibrida berkelompok menjadi satu pada koefisien kemiripan 0.729, sementara satu ulangan dari hibrida berbunga kuning memiliki koefisien kemiripan dengan perbedaan utama pada bentuk daun dan tipe pembungaan. Phalaenopsis amabilis ekotipe Cidaun memiliki koefisien kemiripan dengan Phalaenopsis hibrida, perbedaan utama pada bentuk bunga dan tipe pembungaan. Kata kunci: Koefisien kemiripan, Bunga, daun, karakter morfologi, Phalaenopsis hibrida PENDAHULUAN Tanaman hias memiliki arti penting sepanjang sejarah peradaban manusia. Salah satu jenis tanaman hias penting di dunia adalah anggrek. Anggrek dari famili Orchidaceae merupakan salah satu tumbuhan berbunga yang banyak tersebar dan beraneka ragam di dunia. Jenis anggrek yang terdapat di seluruh dunia berkisar antara Kontribusi anggrek Indonesia dalam khasanah anggrek dunia cukup besar. Sebanyak spesies anggrek yang tersebar di seluruh dunia, di antaranya berada di hutan Indonesia (Widiastoety et al., 1998; Sandra, 2005). Anggrek merupakan tanaman hias yang mempunyai nilai estetika tinggi. Bentuk dan warna bunga serta karakteristik lainnya yang 1 Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University), Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia Telp. & Faks * untuk korespondensi: [email protected] Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis.. 29
2 J. Hort. Indonesia 5(1):29-35 April 2014 unik menjadi daya tarik tersendiri dari spesies tanaman hias ini sehingga banyak diminati oleh konsumen, baik di dalam maupun luar negeri. Anggrek yang disukai adalah dalam bentuk bunga potong dan tanaman pot. Keragaman anggrek yang cukup tinggi di Indonesia, sehingga dibutuhkan suatu penelitian mengenai karakterisasi anggrek sehingga dapat mengetahui kekerabatan dalam famili Orchidaceae. Pada Phalaenopsis hibrida, karakterisasi digunakan untuk mengidentifikasi kedekatan hubungan dari anggrek tersebut ataupun dengan spesies asli. Informasi kedekatan hubungan secara morfologi mencirikan adanya kedekatan hubungan secara genetik yang merupakan informasi dasar yang diperlukan untuk kegiatan pemuliaaan tanaman. Hubungan kekerabatan dari suatu populasi organisme dapat dipelajari dengan menggunakan karakter morfologi sebagai acuan untuk melakukan karakterisasi (Young et al., 2001). Pada anggrek, karakter morfologi daun dan bunga merupakan karakter yang digunakan sebagai penanda untuk membedakan antar kelompok tanaman. Bunga merupakan penanda dalam membedakan spesies anggrek dalam satu genus, karena variasi morfologi terdapat pada bunga (Purwantoro et al., 2005). Phalaenopsis hibrida sudah banyak dipasarkan di pasar anggrek atau tempat-tempat penjualan anggrek, namun tidak semua tanaman yang dijual diberi label nama varietas. Dalam upaya koleksi plasma nutfah anggrek ditemukan beberapa tipe hibrida yang banyak dipasarkan yaitu hibrida berbunga putih, bunga kuning atau bunga merah muda hingga merah tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri morfologi 5 aksesi Phalaenopsis hibrida dan P. amabilis ekotipe Cidaun dan mengetahui kekerabatan antar aksesi tersebut. BAHAN DAN METODE Penelitian dilaksanakan di Screen house Gunung Batu Bogor dan Micro Technique Laboratory Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB pada bulan Januari-Juni Bahan tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 aksesi Phalaenopsis hibrida yang banyak dipasarkan oleh pedagang anggrek yaitu Phalaenopsis hibrida bunga putih 1, Phalaenopsis hibrida bunga putih 2, Phalaenopsis hibrida bunga putih 3, Phalaenopsis hibrida bunga putih 4, Phalaenopsis hibrida bunga kuning 1, dan P. amabilis ekotipe Cidaun sebagai pembanding. Phalaenopsis hibrida tersebut diperoleh dari sentra pemasaran anggrek Ragunan dan Taman Anggrek Indonesia Permai. Setiap aksesi terdiri dari 3 tanaman, sehingga total terdapat 18 tanaman yang diamati. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah benang, penggaris, jangka sorong, meteran dan mikroskop dan kamera. Parameter yang diamati terbagi menjadi kuantitatif dan kualitatif. Parameter kuantitatif yang diamati antara lain panjang dan lebar daun, panjang dan lebar bunga, panjang dan lebar petal, panjang dan lebar sepal lateral, dan panjang dan lebar sepal dorsal. Parameter kualitatif yang diamati yaitu penampang melintang daun, tipe tonjolan kalus pada bibir, posisi pembungaan, bentuk daun, bentuk ujung daun, susunan daun, bentuk tepi daun, tekstur permukaan daun, simetri daun, tipe pembungaan, bentuk bunga, bentuk sepal dorsal dan lateral, bentuk petal, bentuk ujung petal, bentuk ujung sepal dorsal dan lateral, penampang melintang sepal dan petal, penampang melintang bibir, susunan petal, bentuk keping tengah, tipe keping bawah dan tipe penampang keping sisi. Karakterisasi dilakukan mengikuti pandauan karakterisasi anggrek (Balithi, 2007). Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t-dunnet dengan P. amabilis ekotipe Cidaun sebagai kontrol. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis gerombol untuk mengetahui hubungan kekerabatan antar spesies dengan menggunakan software NTSYS- PC yang selanjutnya tersaji dalam bentuk dendrogram berdasarkan karakter morfologi daun dan bunga. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Kuantitatif Panjang daun dan lebar daun Data kuantitatif karakter morfologi daun terdiri dari jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Hasil uji t-dunnett dengan Phalaenopsis amabilis ekotipe Cidaun sebagai kontrol disajikan pada Tabel 1. Hasil uji t-dunnet menunjukkan bahwa pengamatan yang dilakukan terhadap 6 aksesi terlihat bahwa panjang daun dan lebar daun dari 30 Fajar Pangestu, Sandra Arifin Aziz, dan Dewi Sukma
3 Phalaenopsis hibrida yang diamati tidak berbeda nyata dengan kontrol. Panjang dan lebar daun tanaman dipengaruhi oleh bentuk daun. putih 2, hibrida bunga putih 3, hibrida bunga putih 1, hibrida bunga putih 4, dan P. amabilis ekotipe Cidaun memiliki bentuk daun yang sama yaitu lanset terbalik, sedangkan hibrida bunga kuning 1 memiliki bentuk daun yang berbeda yaitu bulat telur terbalik. Panjang dan Lebar Bunga, Sepal dan Petal Data kuantitatif karakter morfologi bunga terdiri dari panjang dan lebar bunga, petal, sepal dorsal, sepal lateral. Hasil uji t- Dunnett dengan P. amabilis ekotipe Cidaun sebagai kontrol disajikan pada Tabel 2. Berdasarkan hasil pengamatan (Tabel 2) menunjukkan bahwa bunga terpanjang dan bunga terlebar terdapat pada hibrida bunga putih 1 dengan panjang cm dan lebar cm. Hasil uji t-dunnet menunjukkan bahwa panjang bunga dari 5 aksesi yang diamati berbeda nyata dengan kontrol. Lebar bunga seluruh aksesi tidak berbeda nyata dengan kontrol. putih 1 memiliki petal terpanjang dan terlebar pada semua aksesi dengan panjang 6.77 cm dan lebar 5.33 cm. Hasil uji statistik menunjukkan panjang petal dari 5 aksesi yang diamati menunjukkan hasil hibrida bunga putih 1, hibrida bunga putih 2, dan hibrida bunga putih 3 berbeda nyata dengan kontrol. Lebar petal menunjukkan bahwa seluruh aksesi yang diamati menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata dengan kontrol. Panjang sepal dorsal dari 5 aksesi yang diamati tidak berbeda nyata dengan kontrol dan lebar sepal dorsal seluruh aksesi berbeda nyata dengan kontrol. Sepal dorsal terpanjang terdapat pada hibrida bunga kuning 1 sepanjang 4.07 cm. Sepal dorsal terlebar terdapat pada hibrida bunga putih 1 dengan lebar 5.33 cm. Panjang dan lebar sepal lateral yang diamati menunjukkan bahwa seluruh aksesi berbeda nyata dengan kontrol. Sepal lateral terpanjang terdapat pada hibrida bunga putih 1 dengan panjang 5.47 cm dan sepal lateral terlebar terdapat pada hibrida bunga kuning 1 dengan lebar 3.17 cm. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Phalaenopsis hibrida (bunga putih 2, bunga putih 3, bunga kuning 1, bunga putih 1, bunga putih 4) memiliki bunga yang berukuran lebih besar dibandingkan P. amabilis ekotipe Cidaun. Phalaenopsis hibrida memiliki bentuk bunga bulat, sedangkan P. amabilis ekotipe Cidaun memiliki bentuk bunga bintang. Tabel 1. Rata-rata jumlah daun, panjang daun dan lebar daun beberapa aksesi anggrek Phalaenopsis hibrida dan P. amabilis ekotipe Cidaun Aksesi Panjang Lebar Daun (cm) Daun (cm) Bunga putih a 7.07a Bunga putih a 6.70a Bunga kuning a 7.00a Bunga putih a 7.10a Bunga putih a 7.80a P. amabilis Cidaun 26.33a 6.60a Keterangan: a Angka-angka pada kolom yang sama yang diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan hasil tidak berbeda nyata dengan kontrol pada uji t-dunnett taraf α = 5% Tabel 2. Rata-rata panjang dan lebar bunga, sepal dan petal beberapa aksesi anggrek Phalaenopsis hibrida dan P. amabilis ekotipe Cidaun Aksesi Bunga Petal Sepal Dorsal Sepal Lateral Panjang Lebar Panjang Lebar Panjang Lebar Panjang Lebar (cm) Bunga putih a a Bunga putih a a Bunga kuning a 4.77a a Bunga putih a a Bunga putih a 4.82a a Ph. amabilis Cidaun 5.70a 7.40a 3.70a 3.10a 3.10a 1.30a 3.20a 1.40a Keterangan: a Angka-angka pada kolom yang sama yang diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan hasil tidak berbeda nyata dengan kontrol pada uji t-dunnett taraf α = 5% Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis.. 31
4 J. Hort. Indonesia 5(1):29-35 April 2014 Data Kualitatif Data kualitatif diamati untuk mengetahui keragaman karakter morfologi daun dan karakter morfologi bunga 5 aksesi Phalaenopsis hibrida dan P. amabilis ekotipe Cidaun serta melakukan pendugaan hubungan kekerabatannya. Karakterisasi pada anggrek penting untuk membedakan dan menggambarkan perubahan pada karakter yang disukai (Okuno dan Fukuoka, 2002). Persamaan antar aksesi Phalaenopsis hibrida disebabkan oleh kesamaan sifat genetik pada masing-masing aksesi, karena terdapat pada satu genus yang sama, yaitu genus Phalaenopsis, sedangkan perbedaan pada sifat-sifat tanaman dipengaruhi oleh perubahan lingkungan seperti, nutrisi, suhu, kelembaban, dan iklim (Hardiyanto et al., 2007). Berdasarkan data karakter morfologi daun, 6 aksesi yang diamati memiliki keragaman pada bentuk daun, bentuk ujung daun, susunan daun, tekstur permukaan daun, tipe pembungaan, bentuk bunga, bentuk sepal dorsal, bentuk sepal lateral, bentuk petal, bentuk ujung sepal, bentuk ujung petal, penampang melintang sepal, penampang melintang petal, penampang melintang bibir, susunan petal, ada atau tidaknya whisker, tipe keping sisi, penampang keping sisi, tipe tonjolan pada bibir, dan bentuk keping tengah. Kemiripan pada 6 aksesi yang diamati terdapat pada karakter morfologi daun, yaitu penampang melintang daun, bentuk tepi daun, dan simetri daun. Pengamatan terhadap warna bunga tidak diamati, karena pada satu bunga terdapat beragam warna, sehingga sulit untuk dibuat skoring. Kemiripan berdasarkan morfologi daun dan bunga Analisis kemiripan dilakukan pada 15 tanaman dari 5 aksesi Phalaenopsis hibrida dan 3 tanaman spesies asli P. amabilis ekotipe Cidaun. Tingkat kemiripan masing-masing individu ditunjukkan pada koefisien kemiripan dengan skala dari 0.00 sampai Enam aksesi Phalaenopsis yang diamati menunjukkan kemiripan pada morfologi daun yaitu pada penampang melintang daun dan simetri daun, sedangkan untuk morfologi bunga masingmasing aksesi menunjukkan karakter yang berbeda. Berdasarkan pengamatan pada morfologi daun dan bunga membentuk 3 kelompok yaitu hibrida bunga kuning 1.1 pada koefisien kemiripan sebesar 0.435, kelompok P. amabilis ekotipe Cidaun pada koefisien kemiripan sebesar 0.528, dan kelompok Phalaenopsis hibrida pada koefisien kemiripan sebesar Keragaman tinggi yang dapat dianalisis melalui karakter kualitatif. kuning 1.1 tidak mengelompok dalam kelompok Phalaenopsis hibrida karena memiliki perbedaan utama pada bentuk daun dengan bentuk daun bulat telur terbalik, sedangkan aksesi lainnya memiliki bentuk daun lanset terbalik. Perbedaan lainnya terdapat pada tipe pembungaan, dengan hibrida bunga kuning 1.1 memiliki tipe pembungaan tunggal, sedangkan aksesi lainnya memiliki tipe pem-bungaan tandan. Bentuk keping tengah, tipe keping sisi, ada atau tidaknya whisker, dan penampang melintang bibir merupakan juga faktor-faktor utama hibrida bunga kuning 1.1 tidak berkelompok dengan Phalaenopsis hibrida lainnya. Faktor-faktor yang membedakan antara P. amabilis ekotipe Cidaun dan Phalaenopsis hibrida antara lain susunan daun, tipe pembungaan, bentuk bunga, bentuk sepal dorsal, bentuk petal, dan penampang melintang petal. Perbedaan utama terdapat pada bentuk bunga dan tipe pembungaan. P. amabilis ekotipe Cidaun memiliki bentuk bunga bintang, sedangkan pada kelompok Phalaenopsis hibrida memiliki bentuk bunga bulat. Tipe pembungaan pada P. amabilis ekotipe Cidaun merupakan malai, sedangkan pada kelompok Phalaenopsis hibrida memiliki tipe pembungaan tandan. Kelompok Phalaenopsis hibrida mengelompok berdasarkan kemiripan bentuk daun, bentuk tepi daun, simetri daun, sususan daun, tipe pembungaan, bentuk bunga, bentuk keping tengah, tipe tonjolan pada bibir, tipe keping sisi, penampang keping sisi, ada penampang melintang bibir, dan ada atau tidaknya whisker. Kelompok Phalaenopsis hibrida membentuk 3 kelompok yaitu hibrida bunga putih 3.3 pada koefisien kemiripan 0.729, hibrida bunga putih 3.1 pada koefisien kemiripan dan kelompok A dan B yang bertemu pada koefisien kemiripan Kelompok A dan B memiliki kemiripan pada penampang melintang daun, bentuk daun, bentuk tepi daun, simetri daun, tipe pembungaan, bentuk keping tengah, tipe keping 32 Fajar Pangestu, Sandra Arifin Aziz, dan Dewi Sukma
5 sisi, tipe tonjolan bibir, ada atau tidaknya whisker dan penampang melintang bibir. lateral, bentuk petal, bentuk keping tengah, tipe tonjolan pada bibir, tipe keping sisi, bentuk ujung petal, penampang melintang bibir, dan ada atau tidaknya whisker. kuning 1.2 dan hibrida bunga kuning 1.3 terdapat pada koefisien kemiripan dan kemudian mengelompok dengan hibrida bunga putih 2.2 pada koefisien kemiripan Gambar 1. Dendrogram 18 tanaman anggrek Phalaenopsis spesies berdasarkan karakter morfologi pada daun dan bunga Kelompok A berkelompok berdasarkan kemiripan pada penampang melintang daun, bentuk daun, bentuk tepi daun, simetri daun, susunan daun, tipe pembungaan, bentuk bunga, tipe tonjolan pada bibir, tipe keping, penampang melintang bibir, dan ada atau tidaknya whisker. Kelompok A terbagi menjadi 3 yaitu hibrida bunga putih 3.2 pada koefisien kemiripan 0.798, kelompok A1 dan A2 pada koefisien kemiripan Kelompok A1 dan A2 terdapat pada kelompok yang terpisah karena masing-masing aksesi dalam kelompok tersebut memiliki perbedaan pada bentuk ujung daun, tekstur permukaan daun, bentuk sepal dorsal, bentuk sepal lateral, bentuk petal, susunan petal, penampang melintang petal, penampang keping sisi, bentuk ujung sepal, dan bentuk ujung petal. putih 2.1, hibrida bunga putih 2.3, dan hibrida bunga putih 4.2 terdapat pada koefisien kemiripan dan mengelompok dengan hibrida bunga putih 4.3 pada koefisien kemiripan yang membentuk kelompok A1. Kelompok A2 terdiri dari hibrida bunga putih 1.1 dan hibrida bunga putih 4.1 dengan koefisien kemiripan 1.00 yang mengelompok dengan hibrida bunga putih 1.2 dengan koefisien kemiripan 0.957, dan kemudian mengelompok kembali dengan hibrida bunga putih 1.3 dengan koefisien kemiripan Aksesi pada kelompok B mengelompok berdasarkan kemiripan pada penampang melintang daun, bentuk daun, bentuk ujung daun, bentuk tepi daun, simetri daun, susunan daun, tipe pembungaan, bentuk bunga, bentuk sepal Perbandingan Data Kuantitatif dan Kualitatif Hasil pengelompokan Phalaenopsis secara kuantitatif berdasarkan morfologi daun selaras dengan pengelompokan secara kualitatif. Secara kualitatif bentuk daun dari setiap aksesi Phalaenopsis sebagian besar memiliki bentuk daun yang sama yaitu lanset terbalik, selaras dengan pengelompokan secara kuantitatif dimana masing-masing aksesi Phalaenopsis memiliki panjang dan lebar daun yang tidak berbeda nyata. Secara kuantitatif, karakter-karakter yang membedakan Phalaenopsis hibrida dengan P. amabilis ekotipe Cidaun adalah panjang bunga, lebar petal, lebar sepal dorsal, dan panjang lebar lateral berbeda nyata. Panjang bunga dipengaruhi oleh bentuk bunga, Phalaenopsis hibrida memiliki bentuk bunga bulat, hal ini menyebabkan Phalaenopsis hibrida memiliki panjang bunga berbeda nyata dengan kontrol. Lebar petal dipengaruhi oleh bentuk petal, lebar petal Phalaenopsis hibrida secara kuantitatif berbeda nyata dengan kontrol hal ini disebabkan bentuk petal Phalaenopsis hibrida memiliki bentuk petal yang berbeda dengan P. amabilis ekotipe Cidaun. Bentuk sepal dorsal Phalaenopsis hibrida memiliki bentuk yang berbeda dengan P. amabilis ekotipe Cidaun, secara kuantitatif lebar sepal dorsal Phalaenopsis hibrida berbeda nyata dengan kontrol, karena lebar sepal dorsal dipengaruhi oleh bentuk sepal dorsal. Panjang dan lebar sepal lateral Phalaenopsis hibrida secara kuantitatif berbeda nyata dengan P. amabilis ekotipe Cidaun, karena secara kualitatif bentuk sepal lateral Phalaenopsis hibrida berbeda dengan P. amabilis ekotipe Cidaun. Sepal lateral P. amabilis ekotipe Cidaun berbentuk oval sedangkan Phalaenopsis hibrida memiliki bentuk sepal lateral yang bervariasi. Perbandingan data kuantitatif dan kualitatif untuk bentuk daun hibrida bunga kuning 1.1 tidak dapat dilakukan, karena untuk Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis.. 33
6 J. Hort. Indonesia 5(1):29-35 April 2014 kuantitatif data bentuk daun dari 3 ulangan hibrida bunga kuning 1 dirata-rata, sedangkan secara kualitatif bentuk dain dari hibrida bunga kuning 1.1 memiliki bentuk daun yang berbeda dibandingkan dengan ulangan yang lainnya. Analisis Stomata Analisis stomata bertujuan untuk mengetahui kerapatan dan ukuran stomata pada daun dari Phalaenopsis hibrida. Pengamatan dilakukan pada aksesi hibrida bunga putih 1, hibrida bunga putih 3, hibrida bunga putih 4, dan hibrida bunga kuning 1. putih 2 tidak teramati karena keterbatasan bahan tanaman. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dibawah mikroskop, stomata pada Phalaenopsis berbentuk ginjal dan tidak teratur letaknya. Menurut Rompas et al. (2011), susunan stomata P. amabilis tidak beraturan letaknya, serta berbentuk ginjal dan tipe anomistik yaitu dimana sel sel penjaga tidak beraturan letaknya dan tidak dapat dibedakan dari sel-sel epidermis lainnya. Stomata dikelilingi oleh 4-5 sel tetangga dan dua sel tetangga masing-masing terdapat di samping sebuah sel penutup yang merupakan ciri tumbuhan monokotil (Hidayat, 1995). Panjang dan lebar stomata diukur untuk menentukan ukuran stomata. Aksesi dengan ukuran stomata terbesar adalah hibrida bunga putih 3 karena memiliki nilai panjang dan lebar tertinggi, sedangkan hibrida bunga kuning 1 memiliki ukuran stomata terkecil karena panjang dan lebar stomata terkecil. Tabel 3. Rata-rata panjang, lebar dan kerapatan stomata anggrek Phalaenopsis hibrida Aksesi putih 3 putih 1 putih 4 kuning 1 Panjang (nm) Lebar (nm) Kerapatan (mm -2 ) Kerapatan stomata dari empat aksesi (Tabel 3) memiliki nilai rata-rata yang relatif sama sebesar 13.5 mm -2, sedangkan hibrida bunga putih 4 memiliki nilai kerapatan yang sebesar 11.8 mm -2. Jumlah stomata berkurang dengan menurunnya intensitas cahaya. Hal ini sangat berhubungan dengan habitat dari tanaman anggrek bulan yang hidup di bawah naungan yang tidak mendapat sinar matahari langsung (Yano, 2008). Menurut Rompas (2011) kerapatan stomata sangat bergantung pada konsentrasi CO 2, yaitu bila CO 2 naik jumlah stomata per satuan luas lebih sedikit. Menurut Poespodarsono (1988), perbedaan tingkat ploidi menunjukkan perbedaan ukuran sel dan stomata. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Damayanti (2007) yang menyatakan bahwa pisang aksesi AK8P dengan tingkat ploidi triploid yang memiliki ukuran sel epidermis dan stomata yang lebih besar dibanding aksesi lainnya yang memiliki tingkat ploidi diploid. KESIMPULAN Karakter kuantitatif pada daun dan bunga Phalaenopsis hibrida dan P. amabilis ekotipe Cidaun menunjukkan nilai yang beragam. Hasil analisis statistik dengan uji t- dunnet menunjukkan beberapa parameter tidak berbeda nyata dengan P. amabilis ekotipe Cidaun sebagai kontrol adalah panjang daun, lebar daun, lebar bunga, panjang sepal dorsa, lebar, dan panjang petal hibrida 1 bunga kuning dan hibrida bunga putih 4. Kekerabatan masing-masing aksesi Phalaenopsis hibrida cukup beragam dan yang memiliki koefisien kemiripan senilai 1.00 adalah hibrida bunga putih 1.1 dan hibrida bunga putih 4.1. Phalaenopsis hibrida dengan P. amabilis ekotipe Cidaun memiliki koefisien kemiripan sebesar kecuali hibrida bunga kuning 1.1 yang membentuk kelompok sendiri pada koefisien kemiripan akibat perbedaan utama bentuk daun dan tipe pembungaan. DAFTAR PUSTAKA [BALITHI] Balai Penelitian Tanaman Hias Panduan Karakterisasi Tanaman Anggrek. Pusat penelitian dan pengem- 34 Fajar Pangestu, Sandra Arifin Aziz, dan Dewi Sukma
7 bangan hortikultura, Badan penelitian dan pengembangan pertanian. Jakarta. Damayanti, F Analisis jumlah kromosom dan anatomi stomata pada beberapa plasma nutfah pisang (musa sp.) asal Kalimantan Timur. Bioscientiae 4(2): Hardiyanto, E. Mujiarto, E.S. Sulasmi Kekerabatan genetic beberapa spesies jeruk berdasarkan taksonometri. J Hort. 17(3): Hidayat, E.B., T.S. Suradinata Penuntun praktikum anatomi tumbuhan. F-MIPA ITB. Bandung. Okuno, F., S. Fukuoka An enhancement strategy for rice germplasm: DNA markerassisted in identification of beneficial QTL resistance to rice blast, In JMM Engels, VR Rao, AHD Brown and MT Jackson, eds. Managing Plant Genetic Diversity. CABI Publishing. p Rome. Poespodarsono, S Dasar-Dasar Ilmu Pemuliaan Tanaman. IPB. Bogor. Purwantoro, A., E. Ambarwati, F. Setyaningsih Kekerabatan antar anggrek spesies berdasarkan sifat morfologi tanaman dan bunga. Ilmu Pertanian. 12(1): Rompas, Y., R.L. Henry, J.M. Rumondor Struktur sel epidermis dan stomata daun beberapa tumbuhan suku Orchidaceae. J. Bioslog. 1(1): Sandra, E Membuat Anggrek Rajin Berbunga. Penebar Swadaya. Jakarta. Widiastoety, D., N. Solvia, Syafni Kultur embrio pada anggrek Dendrobium. J Hort. 7(4): Young, P.S., H.N. Murthy, P.K. Yeuep Mass multiplication of protocorm-like bodies using bioreactor system and subsequent plant regeneration in Phalaenopsis. Plant Cell, Tissue and Organ Cult. 63: Yano, S., I. Terashima Determination mechanisms of leaf anatomy and chloroplast characteristics in sun and shade leaves. Department of Biology Graduate School of Science Osaka University. Toyonaka. Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis.. 35
Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis spp. Spesies Asli Indonesia. Morphology Characterization of Indonesia Phalaenopsis spp.
Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis spp. Spesies Asli Indonesia Morphology Characterization of Indonesia Phalaenopsis spp. Species Ni mah Fauziah, Sandra Arifin Aziz *, Dewi Sukma Departemen Agronomi
Aminah et al, Studi Hubungan Kekerabatan 90
STUDI HUBUNGAN KEKERABATAN BEBERAPA SPESIES ANGGREK BERDASARKAN CIRI MORFOLOGI MENGGUNAKAN METODE TAKSIMETRI DI DD ORCHID NURSERY The Study of Kinship Relationship to Several Species of Orchid Based on
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
39 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantiatif. Menurut Setyosari (2010) penelitian deskriptif
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terkenal di seluruh dunia dengan kekayaan anggreknya yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia terkenal di seluruh dunia dengan kekayaan anggreknya yang mempunyai lebih dari 4000 spesies anggrek yang tersebar di pulau. Kalimantan, Papua, Sumatera, dan
BAB I PENDAHULUAN. selebihnya tumbuh di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan pulau
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anggrek (bahasa Latin: Orchidaceae) merupakan kelompok tanaman yang memiliki keanekaragaman cukup besar. Tanaman anggrek meliputi 25.000 30.000 spesies dan merupakan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. beberapa Kecamatan yaitu Kecamatan Kota Tengah, Kecamatan Kota Utara dan
20 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Pengamatan stomata dalam penelitian ini dilakukan pada 9 varietas tumbuhan puring yang terdapat di Kota Gorontalo. Varietas puring ini
TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) divisi spermatophyta, subdivisi angiospermae, kelas monocotyledonae,
TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Tanaman bawang merah diklasifikasikan sebagai berikut, divisi spermatophyta, subdivisi angiospermae, kelas monocotyledonae, ordo liliales,
KEKERABATAN Bulbophyllum dan Vanda DI PEKANBARU BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI. Mahasiswa Program Studi S1 Biologi
KEKERABATAN Bulbophyllum dan Vanda DI PEKANBARU BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Fitriani K.U 1,Herman 2, Nery Sofiyanti 3 1 Mahasiswa Program Studi S1 Biologi 2 Bidang Genetika Jurusan Biologi 3 Bidang
Vegetalika (3): Program Studi Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada 2)
15 Vegetalika. 2016. 5(3): 15-28 Karakteristik dan Preferensi Masyarakat terhadap Empat Populasi Kembang Kertas (Zinnia elegans Jacq.) Characteristic and Consumer Preference toward Four Population of Zinnia
Struktur Sel Epidermis dan Stomata Daun Beberapa Tumbuhan Suku Orchidaceae. Diterima 2 April 2011, diterima untuk dipublikasikan 26 Juli 2011.
Struktur Sel Epidermis dan Stomata Daun Beberapa Tumbuhan Suku Orchidaceae Yulanda Rompas 1), Henny L Rampe 2)*, Marhaenus J Rumondor 2) 1) Alumni Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN 20 SPESIES ANGGREK DENDROBIUM BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN 20 SPESIES ANGGREK DENDROBIUM BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI RELATIONSHIP ANALYSIS 20 SPECIES OF DENDROBIUM ORCHID BASED ON MORPHOLOGICAL CHARACTERISTICS Noer Zein Hidayati*
Keanekaragaman Infraspesifik Petai (Parkia speciosa Hassk.) Di Kabupaten Indragiri hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi Berdasarkan Karakter Morfologi
Keanekaragaman Infraspesifik Petai (Parkia speciosa Hassk.) Di Kabupaten Indragiri hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi Berdasarkan Karakter Morfologi ZULHENDRA 1*, FITMAWATI 2, NERY SOFIYANTI 2 123 Jurusan
III. METODE PENELITIAN
7 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di Desa Ketileng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro pada bulan April Oktober 2015. B. Bahan dan Alat Penelitian Bahan
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komoditas bunga di Indonesia sangatlah berlimpah. Menurut Dirjen Hortikultura Indonesia tahun 2006-2007, permintaan bunga hias di pasar dunia cenderung meningkat setiap
III. METODE PENELITIAN
10 III. METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di pekarangan warga di Kecamatan Jumantono, Kecamatan Karanganyar dengan dua jenis tanah yang berbeda yaitu tanah Latosol (Desa
KEANEKARAGAMAN 36 GENOTIPE CABAI (Capsicum SPP.) KOLEKSI BAGIAN GENETIKA DAN PEMULIAAN TANAMAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
KEANEKARAGAMAN 36 GENOTIPE CABAI (Capsicum SPP.) KOLEKSI BAGIAN GENETIKA DAN PEMULIAAN TANAMAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR RAHMI YUNIANTI 1 dan SRIANI SUJIPRIHATI 2 1 Mahasiswa Pascasarjana Sekolah Pascasarjana,
Periode Juli-September 2016 ISSN ONLINE :
Analsis Keanekaragaman Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume.) Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat Berdasarkan Karakter Morfologi SISKA SRI WAHYUNI 1*, FITMAWATI 2, NERY SOFIYANTI 3 Jurusan
PENGARUH AKSESI GULMA Echinochloa crus-galli TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI
PENGARUH AKSESI GULMA Echinochloa crus-galli TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI ABSTRAK Aksesi gulma E. crus-galli dari beberapa habitat padi sawah di Jawa Barat diduga memiliki potensi yang berbeda
Siti Noorrohmah, Sobir, Sriani Sujiprihati 1)
Keragaan Morfologi dan Kualitas Buah Pepaya Di Empat Lokasi di Wilayah Bogor pada Dua Musim (Morphological Performance and Fruit Quality of Papaya on Four Locations at Bogor Areas in Two Seasons) Siti
TINJAUAN PUSTAKA Sejarah Tanaman Cabai Botani Tanaman Cabai
3 TINJAUAN PUSTAKA Sejarah Tanaman Cabai Cabai ditemukan pertama kali oleh Columbus pada saat menjelajahi Dunia Baru. Tanaman cabai hidup pada daerah tropis dan wilayah yang bersuhu hangat. Selang beberapa
hingga dapat mencapai cm, membentuk rumpun dan termasuk tanaman semusim. Perakarannya berupa akar serabut berbentuk silinder berongga yang
TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Tanaman bawang merah diklasifikasikan sebagai berikut divisi spermatophyta, subdivisi angiospermae, kelas monocotyledonae, ordo liliales, famili liliaceae, genus Allium,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu untuk menganalisis hubungan kekerabatan kultivar Mangifera
BAB I PENDAHULUAN. tubuh, warna serta ciri lainnya yang tampak dari luar. Seiring dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tumbuhan memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi, keanekaragaman tersebut ditunjukkan dengan adanya variasi bentuk, susunan tubuh, warna serta ciri lainnya yang
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Umum Secara umumm planlet anggrek Dendrobium lasianthera tumbuh dengan baik dalam green house, walaupun terdapat planlet yang terserang hama kutu putih Pseudococcus spp pada
Keragaman Molekuler pada Tanaman Lili Hujan (Zephyranthes spp.) Molecular Variance in Rain Lily (Zephyranthes spp.)
Vegetalika Vol.4 No.1, 2015 : 70-77 Keragaman Molekuler pada Tanaman Lili Hujan (Zephyranthes spp.) Molecular Variance in Rain Lily (Zephyranthes spp.) Tenti Okta Vika 1, Aziz Purwantoro 2, dan Rani Agustina
MATERI DAN METODE. Gambar 3.1.Lokasi Penelitian
III. MATERI DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2014 di Kecamatan Kepenuhan, Kepenuhan Hulu Dan Kecamatan Rambah Hilir di Kabupaten Rokan Hulu.
Penyediaan Bibit untuk Budi Daya Tanaman Garut (Maranta arundinacea L.)
Penyediaan Bibit untuk Budi Daya Tanaman Garut (Maranta arundinacea L.) Tanaman garut (sering pula disebut irut atau patat merupakan tanaman yang menghasilkan umbi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber
Kata kunci: kompot, P.amabilis, rancangan kelompok lengkap teracak
Pengaruh Pupuk Organik Guano dan Chitosan terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anggrek Phalaenopsis spp. The Effect of Organic Fertilizer Guano and Chitosan on the Growth and Development of Phalaenopsis
I. PENDAHULUAN. yang unik adalah hibrida Phalaenopsis Sogo Vivien yang merupakan hasil
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman hias merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan pertanian Indonesia, terutama pada tanaman hias tropis. Permintaan
Morphological and Biochemical Diversity Analysis on Phalaenopsis Orchid (Orchidaceae)
Analisis Keragaman Morfologi dan Biokimia pada Anggrek Phalaenopsis (Orchidaceae) Morphological and Biochemical Diversity Analysis on Phalaenopsis Orchid (Orchidaceae) Aline Sisi Handini 1, Dewi Sukma
KARAKTERISASI MORFOLOGI ANGGREK Phalaenopsis spp. SPESIES ASLI INDONESIA NI MAH FAUZIAH
KARAKTERISASI MORFOLOGI ANGGREK Phalaenopsis spp. SPESIES ASLI INDONESIA NI MAH FAUZIAH DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2013 PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI
V. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN
45 V. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN 5.1 Sentra Penanaman Anggrek Dendrobium Bunga Potong di Indonesia Dendrobium merupakan salah satu genus dalam famili Orchidaceae yang dapat tumbuh di dataran rendah
ANALISIS JUMLAH KROMOSOM DAN ANATOMI STOMATA PADA BEBERAPA PLASMA NUTFAH PISANG (MUSA SP.) ASAL KALIMANTAN TIMUR
BIOSCIENTIAE Volume 4, Nomor 2, Juli 2007, halaman 53-61 http://bioscientiae.unlam.ac.id ANALISIS JUMLAH KROMOSOM DAN ANATOMI STOMATA PADA BEBERAPA PLASMA NUTFAH PISANG (MUSA SP.) ASAL KALIMANTAN TIMUR
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN PERTUMBUHAN POPULASI PLANLET ANGGREK PHALAENOPSIS HASIL PERSILANGAN SELAMA TAHAP AKLIMATISASI TYA WULANDARI
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN PERTUMBUHAN POPULASI PLANLET ANGGREK PHALAENOPSIS HASIL PERSILANGAN SELAMA TAHAP AKLIMATISASI TYA WULANDARI DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT
FORMULIR DESKRIPSI VARIETAS BARU
FORMULIR DESKRIPSI VARIETAS BARU Kepada Yth.: Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Gd. E, Lt. 3 Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan, Jakarta
ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga BAB I PENDAHULUAN. dataran tinggi, termasuk puncak gunung yang bersalju (Sugeng, 1985)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya keanekaragaman tanaman khususnya anggrek. Anggrek yang ada di Indonesia dikategorikan terbesar kedua didunia setelah
II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Morfologi dan Agroekologi Tanaman Kacang Panjang. Kacang panjang merupakan tanaman sayuran polong yang hasilnya dipanen
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Morfologi dan Agroekologi Tanaman Kacang Panjang Kacang panjang merupakan tanaman sayuran polong yang hasilnya dipanen dalam bentuk polong muda. Kacang panjang banyak ditanam di
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN TUMBUHAN ANGGREK (ORCHIDACEAE) DI KAWASAN RIMBO PANTI KABUPATEN PASAMAN ARTIKEL
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN TUMBUHAN ANGGREK (ORCHIDACEAE) DI KAWASAN RIMBO PANTI KABUPATEN PASAMAN ARTIKEL IKE OKTARIKA NIM. 09010013 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PEMULIAAN TANAMAN. Kuswanto, 2012
PEMULIAAN TANAMAN Kuswanto, 2012 Mata kuliah Wajib PS. Agroekoteknologi Jumlah 3 sks, terdiri : Kuliah 2 sks 70 % Praktikum 1 sks 30 % Komponen Penilaian UTS UAS Praktikum Tugas Terstruktur MANFAAT MATA
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Proliferasi Kalus Embriogenik Kalus jeruk keprok Garut berasal dari kultur nuselus yang diinduksi dalam media dasar MS dengan kombinasi vitamin MW, 1 mgl -1 2.4 D, 3 mgl -1 BAP, 300
I. PENDAHULUAN Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara tropis yang mempunyai keanekaragaman tanaman hortikultura meliputi tanaman buah, tanaman sayuran dan tanaman hias. Menurut Wijaya (2006), Indonesia
SKRIPSI. KARAKTERISASI MORFOLOGI DAUN KULTIVAR DURIAN LOKAL (Durio zibethinus Murr.) DI KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
SKRIPSI KARAKTERISASI MORFOLOGI DAUN KULTIVAR DURIAN LOKAL (Durio zibethinus Murr.) DI KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Oleh: Fepi Muliani 10882004356 JURUSAN ILMU PERTANIAN FAKULTAS
6. Panjang helaian daun. Daun diukur mulai dari pangkal hingga ujung daun. Notasi : 3. Pendek 5.Sedang 7. Panjang 7. Bentuk daun
LAMPIRAN Lampiran 1. Skoring sifat dan karakter tanaman cabai 1. Tinggi tanaman : Tinggi tanaman diukur mulai dari atas permukaan tanah hingga ujung tanaman yang paling tinggi dan dinyatakan dengan cm.
Prosiding Seminar Nasional Biotik 2015 ISBN:
Prosiding Seminar Nasional Biotik 205 ISBN: 978-602-8962-5-9 PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA DAN BUBUR PISANG PADA MEDIA MS TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET ANGGREK KELINCI (Dendrobium antennatum Lindl.) SECARA
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Tulungrejo, Batu dekat Raya Selekta, Wisata petik apel kota Batu, dan Laboratorium Biosistematika Departemen Biologi,
DESKRIPSI VARIETAS BARU
PERMOHONAN HAK PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN DESKRIPSI VARIETAS BARU Kepada Yth.: Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Kantor Pusat Deprtemen Pertanian, Gd. E, Lt. 3 Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan,
HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN 15 Kondisi Umum Penelitian Eksplan buku yang membawa satu mata tunas aksilar yang digunakan pada penelitian ini berasal dari tunas adventif yang berumur 8 MST. Tunas adventif disubkultur
SKRIPSI. ANALISIS KEKERABATAN BEBERAPA TANAMAN MANGGA (Mangifera sp.) BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN ANATOMI DAUN. Oleh
SKRIPSI ANALISIS KEKERABATAN BEBERAPA TANAMAN MANGGA (Mangifera sp.) BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN ANATOMI DAUN Oleh Luh Putu Melandani 0908305033 Telah dipertahankan di depan tim penguji dan
BAHAN DAN METODE PENELITIAN. dilaksanakan dari bulan Mei 2016 sampai Juni 2016.
BAHAN DAN METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Barusjahe dan Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Penelitian
HASIL. Gambar 1 Permukaan atas daun nilam Aceh. Gambar 2 Permukaan atas daun nilam Jawa.
6 3 lintas, ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu: 1. Apabila koefisien korelasi antara peubah hampir sama dengan koefisien lintas (nilai pengaruh langsung) maka korelasi tersebut menjelaskan hubungan
Karakterisasi Anggrek Alam secara Morfologi dalam Rangka Pelestarian Plasma Nutfah
Karakterisasi Anggrek Alam secara Morfologi dalam Rangka Pelestarian Plasma Nutfah Morphological Characterization of Natural Orchids for Germplasm Conservation Sri Hartati 1* dan Linayanti Darsana 1 1
Subdivisio : Angiospemae. : Monocotyledoneae. Spesies : Allium ascalonicum L.
B. Pembahasan Pencandraan adalah teknik penggambaran sifat-sifat tanaman dalam tulisan verbal yang dapat dilengkapi dengan gambar, data penyebaran, habitat, asal-usul, dan manfaat dari golongan tanaman
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL...i LEMBAR PENGESAHAN...ii KATA PENGANTAR...iii DAFTAR ISI...v DAFTAR GAMBAR...vii DAFTAR TABEL...
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL......i LEMBAR PENGESAHAN......ii KATA PENGANTAR.....iii DAFTAR ISI......v DAFTAR GAMBAR....vii DAFTAR TABEL... viii INTISARI.....ix ABSTRACT......x I. PENDAHULUAN 1.1.
II. TINJAUAN PUSTAKA. spesies. Klasifikasi tanaman ubikayu adalah sebagai berikut:
7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Botani ubikayu: taksonomi dan morfologi Dalam sistematika tumbuhan, ubikayu termasuk ke dalam kelas Dicotyledoneae. Ubikayu berada dalam famili Euphorbiaceae yang mempunyai sekitar
BAB I PENDAHULUAN. dan usaha komersil pada mulanya hanya dikenal di negara-negara maju, namun
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Budaya menggunakan tanaman hias dan bunga bagi tujuan kesenangan dan usaha komersil pada mulanya hanya dikenal di negara-negara maju, namun akhirnya meluas hingga
TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Buah Naga
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Buah Naga Buah naga ( Dragon Fruit) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang baru dibudidayakan di Indonesia dengan warna buah merah yang menyala dan bersisik hijau
HASIL DAN PEMBAHASAN
17 HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Kualitatif Karakter kualitatif yang diamati pada penelitian ini adalah warna petiol dan penampilan daun. Kedua karakter ini merupakan karakter yang secara kualitatif berbeda
Karakterisasi Morfologi dan Pertumbuhan Populasi Planlet Anggrek Phalaenopsis Hasil Persilangan Selama Tahap Aklimatisasi
Karakterisasi Morfologi dan Pertumbuhan Populasi Planlet Anggrek Phalaenopsis Hasil Persilangan Selama Tahap Aklimatisasi Morphological Characterization and Population Growth of Phalaenopsis Orchid Plantlets
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sejak awal keberadaanya, tanaman anggrek telah menarik berbagai kalangan seperti ahli botani, peneliti, pemulia tanaman dan masyarakat. Tanaman anggrek adalah tanaman
ANALISIS STRUKTUR STOMATA PADA DAUN BEBERAPA TUMBUHAN HIDROFIT SEBAGAI MATERI BAHAN AJAR MATA KULIAH ANATOMI TUMBUHAN
ANALISIS STRUKTUR STOMATA PADA DAUN BEBERAPA TUMBUHAN HIDROFIT SEBAGAI MATERI BAHAN AJAR MATA KULIAH ANATOMI TUMBUHAN Wina Dyah Puspita Sari dan Herkules Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Medan
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL LIMA VARIETAS MELON (Cucumis melo L.) PADA TIGA KETINGGIAN TEMPAT
342 JURNAL PRODUKSI TANAMAN Vol. 1 No. 4 SEPTEMBER-2013 ISSN: 2338-3976 RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL LIMA VARIETAS MELON (Cucumis melo L.) PADA TIGA KETINGGIAN TEMPAT GROWTH AND YIELD RESPONSE OF FIVE
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantiatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian
BAB I PENDAHULUAN. flora yang dapat ditemukan adalah anggrek. Berdasarkan eksplorasi dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kawasan Gunung Merapi menyimpan keanekaragaman hayati yang tinggi dan merupakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Salah satu jenis flora yang dapat ditemukan
PEMBUATAN PREPARAT STOMATA METODE LEAF CLEARING DAN PREPAPAT STOMATA SEGAR. Laporan Praktikum Mikroteknik. OLEH : : M. Rizqun akbar : J1C112031
PEMBUATAN PREPARAT STOMATA METODE LEAF CLEARING DAN PREPAPAT STOMATA SEGAR Laporan Praktikum Mikroteknik Nama NIM Kelompok Asisten OLEH : : M. Rizqun akbar : J1C112031 : II (dua) : Ana Fatmasari PROGRAM
PENGARUH BEBERAPA MEDIA KULTUR JARINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET ANGGREK PHALAENOPSIS BELLINA
PENGARUH BEBERAPA MEDIA KULTUR JARINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET ANGGREK PHALAENOPSIS BELLINA Astri Oktafiani*, Melia Puspitasari, Titiek Purbiati, Destiwarni Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan
HASIL DAN PEMBAHASAN. Struktur Morfologi Tanaman Begonia
2 kerapatan, dan ukuran stomata (panjang dan lebar). Kerapatan stomata dapat dinyatakan dengan jumlah stomata/mm 2. Pengamatan dilakukan dengan mikroskop cahaya pada perbesaran 100x dan 400x. Irisan transversal
INDUKSI KERAGAMAN GENETIK DENGAN MUTAGEN SINAR GAMMA PADA NENAS SECARA IN VITRO ERNI SUMINAR
INDUKSI KERAGAMAN GENETIK DENGAN MUTAGEN SINAR GAMMA PADA NENAS SECARA IN VITRO ERNI SUMINAR SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2010 i ABSTRACT ERNI SUMINAR. Genetic Variability Induced
I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Secara umum kerabat durian (Durio spp.) merupakan tanaman buah yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Jangkauan pasarnya sangat luas dan beragam mulai dari pasar
TAMBAHAN PUSTAKA. Distribution between terestrial and epiphyte orchid.
TAMBAHAN PUSTAKA Distribution between terestrial and epiphyte orchid. Menurut Steeward (2000), distribusi antara anggrek terestrial dan epifit dipengaruhi oleh ada atau tidaknya vegetasi lain dan juga
Peningkatan Keberhasilan Dalam Penyediaan Bibit Anggrek
Peningkatan Keberhasilan Dalam Penyediaan Bibit Anggrek Potensi ekonomi anggrek sebagai salah satu komoditas tanaman hias telah banyak dimanfaatkan dan dikembangkan oleh banyak negara. Di Indonesia, potensi
PENGARUH KOLKISIN TERHADAP KERAGAMAN MORFOLOGI DAN JUMLAH KROMOSOM TANAMAN SRI REJEKI (Aglaonema sp.) VARIETAS DUD UNJAMANEE SKRIPSI OLEH:
PENGARUH KOLKISIN TERHADAP KERAGAMAN MORFOLOGI DAN JUMLAH KROMOSOM TANAMAN SRI REJEKI (Aglaonema sp.) VARIETAS DUD UNJAMANEE SKRIPSI OLEH: SITI RACHMA AULIA DAMANIK/130301174 PEMULIAAN TANAMAN PROGRAM
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN JAMBU AIR (Syzigium aqueum (Burm.f.). Alston) DI KOTA PEKANBARU DAN KABUPATEN KAMPAR BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN JAMBU AIR (Syzigium aqueum (Burm.f.). Alston) DI KOTA PEKANBARU DAN KABUPATEN KAMPAR BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Nanda Marlian Iriani, Nery Sofiyanti, Fitmawati Mahasiswa
Evaluasi Karakter Hortikultura Galur Cabai Hias IPB di Kebun Percobaan Leuwikopo
Evaluasi Karakter Hortikultura Galur Cabai Hias IPB di Kebun Percobaan Leuwikopo Horticulture Trait Evaluation of IPB Ornamental Pepper Lines in Leuwikopo Experimental Field Alvianti Yaufa Desita 1, Dewi
KEANEKARAGAMAN VARIETAS BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) DI KEBUN PLASMA NUTFAH TUMBUHAN DAN HEWAN CIBINONG
KEANEKARAGAMAN VARIETAS BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) DI KEBUN PLASMA NUTFAH TUMBUHAN DAN HEWAN CIBINONG Dody Priadi dan Yani Cahyani Pusat Penelitian Bioteknologi - LIPI Jl. Raya Bogor Km. 46
Deskripsi Tanaman Jagung (Zea mays) Lokal Sumbawa. Wening Kusumawardani 2 Fenny Arisandi
Deskripsi Tanaman Jagung (Zea mays) Lokal Sumbawa 1 Wening Kusumawardani 2 Fenny Arisandi 1 Dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas samawa 2 Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian
Keragaman Morfologi Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) KR 11 Mutan EMS (Ethyl Methanesulfonate) berdasarkan Panduan Karakterisasi Kenaf
Keragaman Morfologi Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) KR 11 Mutan EMS (Ethyl Methanesulfonate) berdasarkan Panduan Karakterisasi Kenaf Rikza Hakin dan Estri Laras A. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan
LAMPIRAN. Lampiran 1. Lay Out Penelitian Rancangan Acak Lengkap
LAMPIRAN Lampiran 1. Lay Out Penelitian Rancangan Acak Lengkap P2.1 P2.1 P2.1 P2.1 P0.2 P0.2 P0.2 P0.2 P3.2 P3.2 P3.2 P3.2 P1.3 P1.3 P1.3 P1.3 P0.1 P0.1 P0.1 P0.1 P4.1 P4.1 P4.1 P4.1 P4.3 P4.3 P4.3 P4.3
POTENSI JAGUNG VARIETAS LOKAL SEBAGAI JAGUNG SEMI
POTENSI JAGUNG VARIETAS LOKAL SEBAGAI JAGUNG SEMI Yudiwanti 1), Sri Gajatri Budiarti 2) Wakhyono 3), 1) Dosen pada Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB, Jl. Meranti Kampus IPB Darmaga
). Produksi asiatikosida dari Casi 016 pada naungan 25% nyata lebih tinggi (1.84 g m -2 ) daripada aksesi lokal (Casi 013); sedangkan pada naungan
120 PEMBAHASAN UMUM Asiatikosida merupakan salah satu kandungan kimia pada pegagan yang memiliki aktivitas biologis. Pegagan dikenal aman dan efektif untuk mengobati berbagai macam penyakit, tumbuhan ini
LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN. Stomata
LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN Stomata DISUSUN OLEH : Irwin Septian F05110003 Kelompok VII PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Varietas Unggul Baru Mangga Hibrid Agri Gardina 45
Varietas Unggul Baru Mangga Hibrid Agri Gardina 45 Hingga saat ini varietas unggul mangga di Indonesia yang telah dilepas sebanyak 32 varietas. Dari 32 varietas unggul tersebut, 14 varietas berasal dari
BAB III METODE PENELITIAN. bulan, mulai bulan Januari sampai dengan bulan April 2012.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biosistematika dan Laboratorium Histologi Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada awalnya kedelai dikenal dengan beberapa nama botani yaitu Glycine soja
8 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Botani dan Morfologi Kedelai Pada awalnya kedelai dikenal dengan beberapa nama botani yaitu Glycine soja atau Soja max, tetapi pada tahun 1984 telah disepakati nama botani yang
Deteksi Molekuler dan Uji Penularan Fitoplasma Asal Rumput Bermuda
Hayati, Juni 2003, hlm. 66-70 ISSN 0854-8587 Vol. 10, No. 2 Deteksi Molekuler dan Uji Penularan Fitoplasma Asal Rumput Bermuda Molecular Detection and Transmission Studies of Phytoplasma Originated from
II. TINJAUAN PUSTAKA. Kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.)) merupakan salah satu anggota dari
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Taksonomi dan Morfologi Kacang Tunggak Kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.)) merupakan salah satu anggota dari genus Vignadan termasuk ke dalam kelompok yang disebut catjangdan
7/18/2010 UJI MULTILOKASI TAHUN II HIBRIDA CABAI UNGGULAN IPB UNTUK PELEPASAN VARIETAS PENDAHULUAN
UJI MULTILOKASI TAHUN II HIBRIDA CABAI UNGGULAN IPB UNTUK PELEPASAN VARIETAS Dr. Muhamad Syukur, SP, MSi Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati, MS Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi PENDAHULUAN Cabai: Komoditas hortikultura
I. PENDAHULUAN. Anggrek merupakan tanaman hias yang termasuk ke dalam famili Orchidaceae,
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Anggrek merupakan tanaman hias yang termasuk ke dalam famili Orchidaceae, yang sangat banyak menarik perhatian konsumen. Selain mempunyai nilai estetika yang
nanas madu (cayenne), nanas queen, panduan praktikum
PERBANDINGAN HASIL PERTUMBUHAN NANAS QUEEN DAN NANAS MADU (Cayenne) SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI BERUPA PANDUAN PRAKTIKUM MATERI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Novia Diana Putri 1, Agus Sutanto 2, Rasuane
I. PENDAHULUAN. unggulan, baik untuk tujuan ekspor mau pun kebutuhan dalam negeri. Ditinjau
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Durian ( Durio zibethinus, Murr.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki prospek cukup cerah untuk menjadi komoditas unggulan, baik untuk tujuan ekspor
I. PENDAHULUAN. Tanaman hias merupakan salah satu produk hortikultura yang saat ini mulai
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tanaman hias merupakan salah satu produk hortikultura yang saat ini mulai banyak diminati oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari fungsi tanaman hias yang kini
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kondisi Umum Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2009 sampai Oktober 2009. Suhu rata-rata harian pada siang hari di rumah kaca selama penelitian 41.67 C, dengan kelembaban
I. PENDAHULUAN. memikat perhatian banyak mata. Pemuliaan anggrek dari tahun ke tahun,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bunga anggrek adalah salah satu jenis tanaman hias yang mampu memikat perhatian banyak mata. Pemuliaan anggrek dari tahun ke tahun, terus menghasilkan ragam varietas anggrek
I. PENDAHULUAN. penggemarnya. Selain itu bunga anggrek memiliki variasi bentuk, warna dan ukuran
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anggrek merupakan tanaman dengan bunga yang cukup indah, menarik dan banyak penggemarnya. Selain itu bunga anggrek memiliki variasi bentuk, warna dan ukuran bunga yang
Karakterisasi Morfologi dan Kandungan Gula Beberapa Plasma Nutfah Ubi Jalar Lokal Lampung
Prosiding Seminar Nasional Swasembada Pangan Politeknik Negeri Lampung 29 April 2015 ISBN 978-602-70530-2-1 halaman 117-124 Karakterisasi Morfologi dan Kandungan Gula Beberapa Plasma Nutfah Ubi Jalar Lokal
BAB I PENDAHULUAN. Tanaman kawista (Limonia acidissima L.) di Indonesia salah satunya
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman kawista (Limonia acidissima L.) di Indonesia salah satunya ditemukan di Pulau Sumbawa di daerah Bima dan Dompu. Hal ini diduga dengan seringnya orang-orang
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN PISANG(Musa spp.) DITIGA KECAMATAN DI KABUPATEN ROKAN HULU
SKRIPSI IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN PISANG(Musa spp.) DITIGA KECAMATAN DI KABUPATEN ROKAN HULU Oleh: Nurliana 11082202985 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
