BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Liani Sutedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Media Elektronik Definisi Media Elektronik Media elektronik adalah informasi atau data yang dibuat, disebarkan, dan diakses dengan menggunakan suatu bentuk elektronik, energi elektromekanikal, atau alat lain yang digunakan dalam komunikasi elektronik. Yang termasuk ke dalam media elektronik antara lain : televisi, radio, komputer, handphone, dan alat lain yang mengirim dan menerima informasi dengan menggunakan elektronik (Surya, 2012). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media elektronik adalah sarana media massa yang menggunakan alat-alat elektronik modern, seperti radio, televisi, komputer, handphone, dll (Alwi, 2007) Jenis Media Elektronik Beberapa jenis media elektronik yang banyak digunakan di Indonesia, antara lain (Surya, 2012 ; Alwi, 2007 ; Dreilinger, 2014) : a. Televisi TV atau televisi berasal dari bahasa Yunani yaitu tele yang berarti jauh dan bahasa Latin yaitu viso yang berarti penglihatan. Jadi, TV bisa diartikan sebagai suatu alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual atau penglihatan. b. Radio Radio adalah transmisi sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik baik lewat udara atau ruangan hampa udara c. Telepon seluler atau handphone Telepon seluler atau handphone adalah alat komunikasi modern tanpa kabel atau wireless sehingga mudah dibawa kemana-mana.
2 Fungsinya hampir sama dengan telepon konvensional yang ada di rumah, hanya saja telepon seluler bisa digunakan untuk mengirim dan menerima pesan singkat melalui layanan short messaging service (SMS). Beberapa jenis telepon seluler ada yang disertai berbagai fitur lain seperti bluetooth, kabel data, dan internet yang semakin memudahkan pertukaran informasi. d. Komputer/laptop Komputer berasal dari kata computare yang berarti menghitung Komputer adalah mesin yang dapat memanipulasi, menyimpan, dan mengolah data sesuai dengan prosedur dan instruksi yang diberikan. Komputer dan laptop sebenarnya sama dari segi fungsi hanya saja laptop terkesan lebih canggih dan praktis, karena sifatnya yang mobile dan harganya yang lebih mahal. e. Smartphone dan tablet computer Smartphone memiliki fungsi dasar yang sama seperti telepon seluler biasa, yaitu sebagai alat komunikasi dengan fitur telepon dan pesan singkat, hanya saja smartphone atau telepon pintar ini lebih canggih karena adanya fitur-fitur tambahan yang tidak dimiliki telepon seluler biasa. Sedangkan tablet computer adalah komputer portabel lengkap yang bersifat mobile dengan layar sentuh sebagai piranti input yang menggunakan stylus, pena digital, atau ujung jari, tidak seperti komputer biasa yang menggunakan keyboard atau mouse. f. Alat elektronik lain Dampak Positif Penggunaan Media Elektronik Media elektronik banyak digunakan sebagai sarana hiburan, pendidikan, relaksasi, informasi dan komunikasi. Semua orang bisa mempelajari budaya luar, memahami sudut pandang orang lain, memperoleh inspirasi, dan mempromosikan kreativitasnya. Selain itu, manfaat yang lain adalah adanya dukungan keamanan, keselamatan, serta dukungan sosial yang ditawarkan oleh komunikasi modern (Kuswandi, 1996).
3 Berbagai riset akademik menunjukkan bahwa anak-anak tidak hanya belajar dari buku saja, melainkan juga sarana pembelajaran lain seperti televisi, komputer, dan internet. Banyak informasi yang tidak ada di dalam buku bisa mereka dapatkan dengan mengakses informasi yang ada di berbagai media elektronik (Sparks, 2002). Dengan media elektronik, semua orang bisa mendapat informasi dan berita terkini, baik dari dalam negeri ataupun mancanegara. Selain mudah didapat, semua informasi ini juga dapat diakses dengan cepat sehingga menjadikan masyarakat di dunia modern ini menjadi lebih up to date (Saleem dan Anderson, 2012) Dampak Negatif Penggunaan Media Elektronik Media elektronik tentunya juga mempunyai berbagai dampak negatif, seperti berkurangnya waktu untuk melakukan aktivitas lain yang sebenarnya lebih bermanfaat, seperti membaca dan mengerjakan pekerjaan rumah, oleh karena anak terlalu sibuk dengan media elektroniknya (Canadian Paediatric Society, 2003). Menonton televisi terlalu sering dapat membentuk pola pikir yang sederhana dan kurang kritis. Selain itu, anak menjadi lebih malas belajar dan berinteraksi dengan orang lain karena lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan media elektronik seperti televisi dan komputer. Penggunaan media lain seperti handphone juga membatasi kemampuan anak dalam berkomunikasi tatap muka dan mengekspresikan diri (Sparks, 2002). Konten dari media elektronik, seperti pornografi yang mudah diakses lewat internet dan tayangan televisi yang berbau kekerasan, drama dan konflik dapat mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku dari remaja (Sparks, 2002).
4 2.2. Tidur Definisi Tidur Tidur berasal dari bahasa Latin somnus yang berarti suatu periode pemulihan, keadaan fisiologis dimana tubuh dan pikiran beristirahat. Walaupun tidur sering dianggap sebagai suatu keadaan tidak aktif, sebenarnya tidur merupakan keadaan aktif, penting, dan involunter, karena pada suatu tahap tertentu konsumsi oksigen oleh otak lebih tinggi daripada normal. Tidur juga bisa diartikan sebagai bagian dari periode alami kesadaran dimana tubuh mengalami proses perbaikan yang dicirikan oleh kesadaran yang rendah dan metabolisme tubuh yang minimal (National Institutes of Health, 2003). Sedangkan menurut Guyton & Hall (1997), tidur adalah suatu keadaan tidak sadar yang dialami seseorang, yang hanya bisa dibangunkan kembali jika ada stimulus dan sensori yang cukup. Tidur memiliki peranan tersendiri bagi otak. Tidur memberikan waktu bagi otak untuk pulih kembali dan mengalami regenerasi. Selama tidur, otak dapat mengolah informasi, memori, dan memberikan kita kesempatan untuk belajar dan berfungsi secara efektif pada siang hari (Robotham, Chakkalackal dan Cyhlarova, 2011) Fisiologi Tidur Siklus tidur-terjaga pada manusia, yang terdiri dari 8 jam tidur di malam hari dan 16 jam terjaga di siang hari, diatur oleh dua faktor : sleep homeostasis dan circadian rhythms (NSF, 2006). Homeostasis berasal dari bahasa Yunani homeo yang berarti konstan dan stasis yang berarti stabil. Homeostasis adalah suatu proses dimana tubuh berusaha untuk mempertahankan kondisi internalnya, seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan keseimbangan asam-basa, dalam keadaan stabil. Jumlah tidur yang kita butuhkan setiap malam juga diatur oleh kontrol homeostasis (NSF, 2006).
5 Neurotransmitter yang berperan dalam proses kontrol homeostasis ini belum sepenuhnya dimengerti, akan tetapi banyak bukti menunjukkan adanya peran dari adenosin, yaitu suatu nukleosida purin yang dilepas oleh sel sebagai suatu neurotransmitter inhibitorik. Konsentrasi adenosin dalam darah meningkat dengan adanya metabolisme sel (Latini & Pedata, 2001 dalam Blanco-Centurion et al., 2006) dan karena metabolisme otak meningkat selama kita terjaga, konsentrasi adenosin juga meningkat saat kita terjaga. Adenosin akan terakumulasi dan menghambat aktivitas neuron di regio otak yang berperan dalam pengaturan kesadaran. Kadar adenosin yang terus berakumulasi ini akan menimbulkan keinginan untuk tidur yang semakin lama semakin kuat dan semakin sulit untuk dilawan. Sebaliknya, konsentrasi adenosin menurun saat tidur, yang kemudian menurunkan kebutuhan untuk tidur. Beberapa zat, seperti kafein yang memiliki reseptor yang mirip dengan reseptor adenosin akan memblok reseptor adenosin dan menghambat proses ini (NINDS, 2007). Ritme sirkadian adalah suatu perubahan bersiklus dan berfluktuasi dari kondisi tubuh, seperti suhu, kadar hormon, dan tidur, yang terjadi selama 24 jam dan diatur oleh jam biologis otak. Pada manusia, jam biologis terdiri dari sekelompok neuron di anterior hipotalamus atau dikenal dengan suprachiasmatic nucleus (SCN) (Japardi, 2002 ; NINDS, 2007). Neuronneuron ini mengontrol produksi melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam regulasi tidur dan banyak diproduksi saat gelap. Selama tidur, kadar melatonin meningkat tajam. Nervus optikus yang letaknya di bawah SCN mengirimkan sinyal dari mata ke SCN mengenai kadar pencahayaan yang ada di lingkungan sekitar. Ritme dari jam biologis ini disesuaikan dengan lingkungan fisik eksternal dan aktivitas harian seseorang. Pada manusia, pencahayaan adalah faktor eksternal yang paling berperan dalam pengaturan ritme jam biologis ini. Terang dan gelap adalah sinyal eksternal yang berfungsi sebagai pengatur jam biologis dan penentu kapan kita perlu untuk bangun dan kapan untuk tidur (NSF, 2006).
6 Gambar 2.1. Suprachiasmatic Nucleus Sumber : Information about Sleep (National Institute of Health, 2003) Dengan demikian, proses homeostasis cenderung membuat kita semakin mengantuk seiring berjalannya waktu terjaga, tanpa memandang siang atau malam. Sedangkan ritme sirkadian cenderung membuat kita tetap terjaga di saat ada cahaya dan tidur saat gelap. Oleh karena proses regulasi yang kompleks ini, disepakati bahwa kualitas tidur yang baik akan diperoleh ketika jadwal tidur disesuaikan dengan ritme sirkadian dan siklus siang-malam. Selain itu, ritme sirkadian juga bersifat intoleran atau sulit untuk beradaptasi terhadap perubahan jadwal tidur dan terjaga, seperti yang terjadi pada orangorang yang berpergian ke luar negeri dengan pesawat atau orang-orang yang bekerja di malam hari (NSF, 2006). Neurotransmitter lain yang berperan dalam regulasi tidur dan produksinya dipengaruhi oleh pencahayaan adalah serotonin. Serotonin adalah neurotransmitter yang dilepaskan oleh Bulbar Synchronizing Region (BSR), yaitu sel khusus di sistem tidur raphe nuclei pada pons dan medulla. Kadar serotonin dalam otak mencapai kadar tertingginya saat kita terjaga dan aktif, dan produksinya meningkat saat pencahayaan sekitar lebih terang.
7 Inilah alasan mengapa kita merasa lebih lelah di malam hari dan adalah ide yang bagus untuk mematikan lampu saat kita hendak tidur. Hal lain yang mempengaruhi produksi serotonin adalah sistem imun, yang kemudian menjelaskan mengapa kita tidur lebih banyak saat kita sedang sakit (Robotham, Chakkalackal dan Cyhlarova 2011 ; NSF, 2006) Tahapan Tidur Walaupun tidur seringkali diidentikkan dengan keadaan dimana tubuh dan pikiran beristirahat, sebenarnya tidur adalah suatu proses aktif yang bersifat fisiologis. Saat tidur, beberapa organ utama tetap berfungsi walaupun metabolisme tubuh mulai menurun (National Institutes of Health, 2003). Ada dua jenis tidur : tidur rapid eye movement (REM) dan tidur non- REM (NREM) atau tidur gelombang-lambat (Ganong, 2008). Menurut Robotham, Chakkalackal dan Cyhlarova (2011), ada tiga parameter yang bisa digunakan untuk menilai aktivitas tidur, yaitu : 1. Aktivitas listrik dalam otak yang dinilai dengan electroencephalogram (EEG), 2. Tonus otot yang dinilai melalui electromyogram (EMG), dan 3. Pergerakan mata yang dinilai melalui electrooculogram (EOG). Sistem aktivasi retikular (Reticular Activating System atau disingkat RAS) terletak pada bagian teratas batang otak dan terdiri dari sel khusus yang berfungsi mempertahankan kewaspadaan dan kondisi terjaga. Berbagai stimulus sensoris seperti stimulus visual, auditori, nyeri, dan taktil diterima oleh RAS. Aktivitas korteks serebri, seperti proses emosi atau pikiran, juga menstimulasi RAS. Kondisi terjaga merupakan hasil dari neuron dalam RAS yang mensekresikan katekolamin seperti norepinephrin. Tidur juga dapat dihasilkan dari disekresikannya serotonin oleh sel tertentu dalam sistem tidur raphe nuclei pada pons dan medulla. Daerah otak tempat dihasilkannya serotonin ini disebut juga daerah sinkronisasi bulbar (Bulbar Synchronizing Region atau disingkat BSR) (Crisp & Taylor, 2005).
8 Kondisi terjaga atau tertidur seseorang bergantung kepada keseimbangan impuls yang diterima dari pusat yang lebih tinggi (misalnya pikiran), reseptor sensori perifer (misalnya stimulus bunyi atau cahaya) dan sistem limbik (cahaya). Ketika seseorang mencoba untuk tidur, ia akan menutup mata dan berada dalam posisi relaks sehingga stimulus ke RAS akan menurun. Jika ia tidur di ruangan yang gelap dan tenang, maka aktivasi RAS akan semakin menurun. Selanjutnya, BSR akan mengambil alih kerja RAS dan menyebabkan tidur (Crisp & Taylor, 2005). A. Tidur NREM Tidur NREM ditandai dengan terjadinya penurunan aktivitas fisiologis. Semakin bertambah dalamnya tidur, gelombang otak yang terukur oleh EEG akan semakin lambat dan amplitudonya semakin besar, pernapasan dan denyut jantung mulai melambat, dan tekanan darah pun menurun (NSF, 2006). Tidur NREM selanjutnya dibagi menjadi 4 stadium (NSF, 2006 ; Robotham, Chakkalackal dan Cyhlarova, 2011 ; Ganong, 2008 ; Sherwood, 2001) : 1. Stadium 1 : Merupakan tahap awal dari keseluruhan tahapan tidur Merupakan bentuk tidur yang ringan atau dangkal Peralihan dari kondisi terjaga menuju kondisi tertidur Berlangsung selama 3-5 menit dan dapat dengan mudah dibangunkan Gambaran EEG menunjukkan gelombang theta, gelombang yang lebih kecil dan berfrekuensi lebih rendah daripada gelombang alfa Pernafasan melambat dan aktivitas otot yang diukur dengan EMG menunjukkan penurunan pergerakan
9 Pada stadium ini seseorang bisa merasakan kedutan otot yang tiba-tiba dan pendek (hypnic jerks), yang terkadang membangunkan seseorang dari tidurnya Seseorang mungkin saja dapat mengetahui keadaan sekitarnya, sehingga beberapa orang melaporkan pengalaman out-of-body 2. Stadium 2 Berlangsung beberapa menit setelah tahap pertama tidur NREM Pergerakan mata sudah mulai berhenti, pernafasan dan denyut jantung melambat Kewaspadaan terhadap dunia luar mulai menurun Gambaran EEG terdiri dari gelombang theta simetris Gelombang otak menjadi lebih lambat dan sesekali timbul letupan gelombang yang cepat yang disebut kumparan tidur (sleep spindles) Memiliki K-complex, aktivitas EEG bervoltase tinggi dengan sharp downward spike dan diikuti slower upward component Merupakan bagian terbesar dari siklus tidur manusia (45-50% tidur pada orang dewasa) dan terkadang disebut sebagai tidur yang sebenarnya 3. Stadium 3 dan 4 : Tahap terakhir dari tidur NREM dan disebut tidur gelombanglambat Terjadi peralihan dari gelombang theta pada stadium 1 dan 2 NREM menjadi gelombang delta yang merupakan gelombang terbesar dan terlambat Stadium 3 dan 4 hampir tidak bisa dibedakan, kecuali pada stadium 3, tidur terdiri kurang dari 50% gelombang delta, sedangkan pada stadium 4, tidur terdiri lebih dari 50% gelombang delta
10 Tekanan darah menurun, pernapasan melambat, dan suhu tubuh bahkan turun lebih rendah lagi, dimana tubuh menjadi tidak bergerak Seseorang menjadi sangat sulit untuk dibangunkan dari tidurnya, dan kalaupun ia terbangun, ia akan merasa pusing atau disorientasi selama beberapa menit Mengompol, mimpi buruk di malam hari, dan berjalan dalam tidur pada anak terjadi selama stadium ini. B. Tidur REM Tidur REM adalah suatu periode aktif dari tidur yang ditandai dengan aktivitas otak yang tinggi dimana metabolisme otak meningkat hingga 20%. Aktivitas EEG menunjukkan gelombang yang cepat dan tidak sinkron, sama seperti aktivitas EEG saat kita dalam kondisi terjaga. Pada stadium ini, pernapasan semakin cepat, irreguler, dan dangkal; mata bergerak dengan cepat dan dalam keadaan tertutup, otot-otot ekstremitas mengalami kelumpuhan sementara akibat inhibisi kuat pada spinal muscle control areas, dan denyut jantung serta tekanan darah meningkat. Stadium ini adalah stadium dimana mimpi terjadi karena bagian otak yang mengatur emosi, sensasi dan memori menjadi lebih aktif (NSF, 2006).
11 Gambar 2.2. Gelombang otak selama berbagai tahapan tidur Sumber : Sleep-wake and Other Biological Rhythms: Functional Neuroanatomy (Stiller & Postolache, 2005) Siklus tidur yang lengkap terdiri dari siklus REM dan NREM yang bergantian setiap menit dan berulang sebanyak 4-6 kali setiap malam. Di awal tidur, siklus REM lebih singkat daripada NREM. Namun, lamakelamaan siklus REM akan semakin panjang, sedangkan NREM semakin singkat hingga pada akhirnya ketika pagi menjelang, hampir semua tidur berada dalam stadium 1 dan 2 REM (NSF, 2006).
12 Gangguan Tidur Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorders, Fourth Edition, Text Revision (DSM-IV-TR) yang dikeluarkan oleh American Psychiatric Association, membagi gangguan tidur menjadi : insomnia primer, hipersomnia primer, narkolepsi, gangguan tidur yang berhubungan dengan pernapasan, gangguan tidur ritme sirkadian, mimpi buruk, teror tidur, tidur berjalan, gangguan tidur terkait kondisi medis umum, dan gangguan tidur yang diinduksi oleh zat. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ III) membagi gangguan tidur secara garis besar menjadi dissomnia dan parasomnia. Dissomnia adalah suatu kondisi psikogenik primer yang ditandai adanya gangguan baik dari segi jumlah, kualitas ataupun waktu tidur, yang berkaitan dengan faktor emosional. Dissomnia digolongkan lagi menjadi : insomnia, hipersomnia, dan gangguan jadwal tidur. Parasomnia adalah peristiwa abnormal dan episodic yang terjadi saat tidur, seperti berjalan dalam tidur (somnambulism), terror tidur, dan mimpi buruk. Penggolongan gangguan tidur lain berdasarkan PPDGJ III adalah gangguan tidur organik, gangguan nonpsikogenik termasuk narkolepsi dan katapleksi, henti napas saat tidur (sleep apnea), gangguan pergerakan episodik termasuk mioklonus nocturnal, dan mengompol (enuresis) Kuantitas dan Kualitas Tidur Kuantitas dan kualitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kuantitas tidur berarti waktu atau durasi tidur yang dibutuhkan seseorang, sedangkan kualitas tidur berarti kepuasan yang dirasakan seseorang terhadap tidurnya, sehingga ia tidak menunjukkan tanda-tanda kurang tidur seperti mata merah, kelopak mata membengkak, sakit kepala, mudah lelah, dan mengantuk di siang hari (Hidayat, 2006 dalam Sagala, 2013). Pada manusia, durasi tidur yang diperlukan seseorang bervariasi antara satu individu dengan individu yang lain, tergantung pada usia dan faktor-
13 faktor lain yang mempengaruhi kebutuhannya akan tidur. Seiring bertambahnya usia seseorang, durasi tidur yang dibutuhkannya akan semakin singkat. Kebutuhan tidur berdasarkan usia menurut National Sleep Foundation adalah sebagai berikut : Tabel 2.1. Kebutuhan tidur berdasarkan usia Usia Durasi 0-2 bulan jam 3-11 bulan jam 1-3 tahun jam 3-5 tahun jam 5-10 tahun jam tahun 8,5-9,5 jam 18 tahun ke atas 7-9 jam Sumber : How Much Sleep Do We Really Need? (NSF, 2006) Sedangkan hal-hal yang dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang antara lain (Daswin, 2013) : a. Penyakit Beberapa penyakit dapat meningkatkan kebutuhan seseorang akan tidur, seperti penyakit, terutama infeksi limpa oleh karena kaitannya dengan keletihan. Banyak juga keadaan sakit lain, seperti nyeri, yang dapat menyebabkan pasien sulit untuk tidur atau bahkan tidak tidur sama sekali. b. Rasa lelah Kelelahan akibat aktivitas yang tinggi menyebabkan seseorang memerlukan tidur yang lebih banyak untuk mengganti energi yang telah dikeluarkan.
14 c. Stress psikologis Seseorang dengan stress psikologis biasanya akan merasa gelisah sehingga sulit untuk tertidur. d. Obat Beberapa obat dapat mempengaruhi proses tidur, seperti diuretik yang dapat menyebabkan insomnia, antidepressan yang menekan sistem saraf pusat, kafein yang meningkatkan perangsangan simpatis sehingga individu menjadi sulit tidur, dan beta bloker yang menimbulkan insomnia. e. Nutrisi Ketika kebutuhan nutrisi seseorang tercukupi, maka proses tidur juga akan terjadi dengan cepat dan mudah. Konsumsi makanan tinggi protein akan mempercepat proses tidur, oleh karena dihasilkannya asam amino triptofan dari proses pencernaan protein. f. Lingkungan Lingkungan yang aman, tenang dan nyaman dengan pencahayaan minimal akan memudahkan seseorang untuk tertidur. g. Motivasi Motivasi adalah keinginan seseorang untuk tidur. Adanya keinginan seseorang untuk tidak tidur akan menimbulkan gangguan proses tidur. Remaja perlu mendapat perhatian lebih karena kualitas tidur akan berdampak pada performanya di sekolah. Para peneliti yang meneliti tidur menyadari perbedaan perubahan pola tidur pada remaja, yaitu mereka cenderung tidur lebih malam dan terlambat bangun keesokan paginya. Selain itu, mereka juga cenderung lebih waspada pada malam hari sehingga lebih sulit untuk tertidur (NSF, 2006 ; Zimmerman, 2008).
15 Efek Kurang Tidur terhadap Kesehatan Kurang tidur, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, dapat menimbulkan berbagai efek negatif, seperti (NSF, 2006 ; Ononogbu et al., 2014 ; Durmer & Dinges, 2005 ; Tanjung & Sekartini, 2004) : a. Membatasi kemampuan dalam belajar, mendengar, berkonsentrasi, memori, dan memecahkan masalah b. Memicu terjadinya perubahan mood, gangguan fungsi kognitif dan performa motorik serta perubahan hormonal c. Menyebabkan seseorang lebih mudah berjerawat dan masalah kulit lainnya d. Memicu terjadinya perilaku agresif dan mudah marah e. Meningkatkan risiko penggunaan alkohol dan rokok f. Meningkatkan risiko penyalahgunaan zat terlarang g. Meningkatkan nafsu makan yang kemudian menyebabkan berat badan berlebih atau obesitas h. Meningkatnya kebutuhan konsumsi kafein agar tetap terjaga i. Menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, seperti : mudah cemas atau depresi, peningkatan indeks massa tubuh (IMT), metabolisme glukosa yang abnormal yang, penurunan fungsi imun, peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, dan peningkatan risiko kecelakaan 2.3. Pengaruh Penggunaan Media Elektronik terhadap Kualitas Tidur Ada beberapa penjelasan teoritis yang dapat menjelaskan bagaimana penggunaan media elektronik dapat mempengaruhi kualitas tidur, antara lain (Zimmerman, 2008 ; Garrison, Liekweg, dan Christakis, 2011) : a. Waktu untuk media elektronik dapat secara langsung menggantikan waktu tidur Media elektronik dalam penggunaannya bersifat tidak terbatas, artinya seseorang bebas menggunakan media elektronik tersebut kapan saja. Oleh karena itu, waktu yang seharusnya digunakan untuk aktivitas lain,
16 misalnya tidur, seringkali dihabiskan untuk menggunakan media elektronik. Teori ini kemudian menyimpulkan bahwa penggunaan media elektronik tidak hanya mempengaruhi jumlah atau durasi tidur seseorang, melainkan juga kualitas tidurnya akibat waktu tidur yang tidak teratur. b. Konten media elektronik yang terlalu menarik bagi anak di waktu tidur Tayangan yang menarik atau yang mengandung kekerasan dapat mengakibatkan perubahan fisiologis seperti meningkatnya stress dan juga sekresi hormon-hormon yang meningkatkan kewaspadaan sehingga anak menjadi sulit tertidur. Selain itu, menonton tayangan yang menyeramkan, mengandung konflik atau kekerasan dapat memicu terjadinya mimpi buruk dan terbangun di malam hari yang akhirnya menurunkan kualitas tidur. c. Menurunnya sekresi melatonin akibat paparan cahaya media elektronik Melatonin adalah hormon yang disekresikan oleh kelenjar pineal dan berperan dalam regulasi tidur. Normalnya, melatonin yang menginduksi terjadinya tidur akan meningkat kadarnya di malam hari. Namun, adanya pencahayaan yang cukup, termasuk cahaya yang berasal dari media elektronik, akan menekan produksi hormon ini dan menunda onset tidur. d. Meningkatnya aktivasi otonom akibat stimulasi yang berlebihan Menonton televisi atau menggunakan alat elektronik lain di malam hari menyebabkan otak terstimulasi secara terus-menerus, sehingga individu tersebut menjadi sulit untuk rileks dan cenderung untuk tetap terjaga. e. Menurunnya aktivitas fisik akibat penggunaan media elektronik Penggunaan media elektronik akan mengambil alih waktu yang seharusnya digunakan untuk melakukan aktivitas fisik, padahal aktivitas fisik sangat membantu untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ada (kurangnya aktivitas fisik), merupakan faktor resiko independen. menyebabkan kematian secara global (WHO, 2010)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. LANDASAN TEORI 1. Aktivitas Fisik a. Definisi Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi. Aktivitas fisik
Istirahat adalah suatu keadaan tenang, relaks, tanpa tekanan emosional,dan bebas dari perasaan
ISTIRAHAT & TIDUR By: Ns. Febi Ratnasari, S.Kep Pengertian Istirahat adalah suatu keadaan tenang, relaks, tanpa tekanan emosional,dan bebas dari perasaan gelisah Tidur adalah status perubahan kesadaran
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Tidur didefenisikan sebagai perubahan status kesadaran dimana persepsi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Konsep Tidur Istirahat merupakan keadaan yang tenang, relaks tanpa tekanan emosional dan bebas dari kegelisahan (Wahit dan Nurul, 2007). Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia,
Tidur dan Ritme Sirkadian
Modul ke: Tidur dan Ritme Sirkadian Fakultas PSIKOLOGI Ellen Prima, S.Psi., M.A. Program Studi PSIKOLOGI www.mercubuana.ac.id Pengertian Tidur : Tidur berasal dari bahasa latin somnus yang berarti alami
BAB I PENDAHULUAN. Tenaga kesehatan di rumah sakit sangat bervariasi baik dari segi jenis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tenaga kesehatan di rumah sakit sangat bervariasi baik dari segi jenis maupun jumlahnya. Tenaga kesehatan rumah sakit yang terbanyak adalah perawat yang berjumlah sekitar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Media Sosial a. Pengertian Media Sosial Media sosial adalah sebuah sarana yang dibuat untuk memudahkan interaksi sosial dan komunikasi dua arah. Dengan semua
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Remaja WHO mendefinisikan remaja (adolescent) sebagai individu berusia 10 sampai 19 tahun dan dewasa muda (youth) 15 sampai 24 tahun. Dua kelompok usia yang saling
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. istirahat bagi tubuh dan jiwa, atas kemauan dan kesadaran secara utuh atau
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pola Tidur Tidur diartikan sebagai suatu keadaan berubahnya kesadaran, dimana dengan adanya berbagai derajad stimulus dapat menimbulkan suatu keadaan yang benar-benar
BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tidur merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan setiap orang untuk mengembalikan stamina tubuh dalam kondisi yang optimal. Tidur dapat diartikan sebagai suatu keadaan
KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR. NIKEN ANDALASARI
KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR. NIKEN ANDALASARI KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR Niken Andalasari 1 Kebutuhan Istirahat dan tidur Istirahat sangat luas jika diartikan meliputi kondisi santai, tenang, rileks,
Tidur = keadaan bawah sadar dimana orang tsb dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya
Definisi : Tidur = keadaan bawah sadar dimana orang tsb dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya Koma = keadaan bawah sadar dimana orang tsb tidak dapat dibangunkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Harsono (1996), tidur merupakan kegiatan susunan saraf
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tidur 2.1.1 Pengertian dan Fungsi Tidur Menurut Harsono (1996), tidur merupakan kegiatan susunan saraf pusat, dimana ketika seseorang sedang tidur bukan berarti bahwa susunan
BAB I PENDAHULUAN. lingkungan fisik yang tidak sehat, dan stress (Widyanto, 2014).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lanjut usia merupakan individu yang berada pada tahapan dewasa akhir yang usianya dimulai dari 60 tahun keatas. Setiap individu mengalami proses penuaan terlihat dari
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan diuraikan lebih jauh mengenai teori-teori belajar dan prestasi belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, pengertian tidur dan fisiologi tidur serta
KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR. Niken Andalasari
KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR Niken Andalasari 1 Kebutuhan Istirahat dan tidur Istirahat sangat luas jika diartikan meliputi kondisi santai, tenang, rileks, tidak stress, menganggur,.. Namun tidak berarti
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tidur 1. Pengertian Tidur didefinisikan sebagai suatu keadaan ketidaksadaran yang bersifat sementara dan dapat dibangunkan dengan memberikan rangsangan sensori atau rangsangan
Gangguan tidur LAMIA ADILIA DITA MINTARDI FEBRYN PRISILIA PALIYAMA DR. SUZY YUSNA D, SPKJ
Gangguan tidur P E N Y A J I LAMIA ADILIA DITA MINTARDI FEBRYN PRISILIA PALIYAMA P E M B I M B I N G DR. SUZY YUSNA D, SPKJ pendahuluan Tidur adalah suatu aktivitas khusus dari otak, yang di kelola oleh
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tidur Tidur didefinisikan sebagai keadaan tidak sadar dimana seseorang dapat dibangunkan oleh stimulus sensori atau stimulus lainnya. Tidur harus dibedakan dengan koma yang merupakan
KONSEP TIDUR PADA LANSIA. Chairul Huda Al Husna
KONSEP TIDUR PADA LANSIA Chairul Huda Al Husna Background Lansia : 19% kesulitan tidur, 21 % tidur terlalu sedikit, 24% kesulitan tidur sedikitnya 1 kali seminggu, 39% mengantuk berlebihan di siang hari
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Nyeri kepala merupakan masalah yang sering terjadi pada anak-anak dan
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Migren Nyeri kepala merupakan masalah yang sering terjadi pada anak-anak dan remaja. 11 Nyeri kepala merupakan penyebab tersering anak-anak dirujuk ke ahli neurologi anak.
KONSEP ISTIRAHAT TIDUR
KONSEP ISTIRAHAT TIDUR PENDAHULUAN Istirahat dan tidur sangat penting bagi kesehatan. Orang sakit seringkali membutuhkan istirahat dan tidur yang lebih banyak dari biasanya. Terganggu Peran perawat ISTIRAHAT
BAB II KAJIAN TEORI. emosional dan sosial. Menurut Santrock (2003) perubahan. remaja terbagi menjadi 3, yaitu: hormonal pada pubertas.
BAB II KAJIAN TEORI A. Remaja 1. Definisi Menurut Santrock (2003), remaja adalah masa perkembangan transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial
BAB I PENDAHULUAN. memiliki prioritas tertinggi dalam hirarki Maslow. Dimana seseorang memiliki
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tidur merupakan aktivitas yang dilakukan setiap hari dan juga salah stau kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Menurut Teori Hirarki Maslow tentang kebutuhan,
BAB 1 PENDAHULUAN. Tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan kesehatan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan kesehatan emosional (Colten & Altevogt, 2006). Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur,
LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR NAMA : ZULIYA INDAH FATMAWATI NIM : G3A015019
LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR NAMA : ZULIYA INDAH FATMAWATI NIM : G3A015019 PROGRAM STUDI PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN
BAB I PENDAHULUAN. pencabutan gigi. Berdasarkan penelitian Nair MA, ditemukan prevalensi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bedah mulut merupakan salah satu bidang dalam ilmu kedokteran gigi. Dalam bidang kedokteran gigi gejala kecemasan sering ditemukan pada pasien tindakan pencabutan gigi.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Manusia, sama seperti halnya dengan semua binatang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia, sama seperti halnya dengan semua binatang membutuhkan tidur, makan, air dan oksigen untuk bertahan hidup. Untuk manusia sendiri, tidur adalah suatu
RITA ROGAYAH DEPT.PULMONOLOGI DAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASI FKUI
RITA ROGAYAH DEPT.PULMONOLOGI DAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASI FKUI TIDUR Tidur suatu periode istirahat bagi tubuh dan jiwa Tidur dibagi menjadi 2 fase : 1. Active sleep / rapid eye movement (REM) 2. Quid
BAB II. Struktur dan Fungsi Syaraf
BAB II Struktur dan Fungsi Syaraf A. SISTEM SARAF Unit terkecil dari system saraf adalah neuron. Neuron terdiri dari dendrit dan badan sel sebagai penerima pesan, dilanjutkan oleh bagian yang berbentuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Fisiologi Tidur Tidur merupakan salah satu kegiatan yang memiliki peran penting dalam hidup manusia. Selain itu tidur juga merupakan salah satu kegiatan signifikan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Hall (1997), p.488 (dalam Karota-Bukit, 2005). Selama tidur, tubuh akan beristirahat
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Tidur Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar, dimana seseorang dapat dibangunkan oleh rangsang sensori atau stimulus lain dari lingkungan Guyton and Hall (1997),
BAB I PENDAHULUAN. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa jumlah. jiwa dengan usia rata-rata 60 tahun (Bandiyah, 2009).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dapat dibangunkan dengan rangsang sensorik atau dengan rangsang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tidur 1. Pengertian tidur Tidur adalah suatu keadaan dibawah sadar yang orang tersebut dapat dibangunkan dengan rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya (Guyton, 1991).
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bagi sebagian orang, bangun pagi adalah hal yang mudah, tidak perlu alarm, tidak perlu dibangunkan, mereka akan bangun pada waktu yang baik dan memiliki banyak energi
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Tidur merupakan suatu fenomena yang umum, terjadi kehilangan. kesadaran yang bersifat sementara dan merupakan suatu keadaan
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pola Tidur Normal pada Remaja Tidur merupakan suatu fenomena yang umum, terjadi kehilangan kesadaran yang bersifat sementara dan merupakan suatu keadaan fisiologik aktif yang
BAB 1 PENDAHULUAN. ke-4 di dunia dengan tingkat produksi sebesar ton dengan nilai USD 367 juta
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kafein merupakan zat psikoaktif yang terdapat pada banyak sumber seperti kopi, teh, soda dan cokelat. Indonesia dikenal sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-4
MASYARAKAT KINI. Penuh dengan individu yg merasa letih Senantiasa berjuang utk perlombaan hidup
(Istirahat) MASYARAKAT KINI Penuh dengan individu yg merasa letih Senantiasa berjuang utk perlombaan hidup DI AMERIKA SERIKAT Perasaan letih termasuk 10 alasan utama mengapa penderita mengunjungi dokter
BAB I PENDAHULUAN. hingga berada dalam kondisi yang optimal (Guyton & Hall, 2007).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap orang memerlukan kebutuhan istirahat atau tidur yang cukup agar tubuh dapat berfungsi secara normal.istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Remaja adalah periode kritis antara masa anak anak dan masa dewasa (WHO). Masa remaja selalu disertai dengan perubahan aspek biologis, kognitif, emosional, dan sosial
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup. 17. hasil belajar ditunjukkan dalam bentuk berubah pengetahuannya,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Belajar 2.1.1 Definisi Belajar Belajar merupakan sebuah proses yang tidak asing dalam kehidupan kita sehari hari. Menurut pendapat Notoatmodjo belajar merupakan usaha untuk
BAB I PENDAHULUAN. Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang termasuk
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan dasar manusia merupakan sesuatu yang harus dipenuhi untuk meningkatkan derajat kesehatan. Menurut teori Maslow manusia mempunyai lima kebutuhan dasar yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tidur 2.1.1. Definisi Tidur Tidur didefinisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar saat orang tersebut dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat melakukan presentasi, berpidato, berkampanye, atau kegiatan lain yang berhubungan dengan berbicara di depan khalayak ramai, pembicara dituntut untuk rileks dan
BAB II LANDASAN TEORI
digilib.uns.ac.id BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Tidur a. Pengertian Tidur Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar di mana persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun atau
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kehamilan merupakan proses fertilisasi atau penyatuan spermatozoa dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehamilan merupakan proses fertilisasi atau penyatuan spermatozoa dan ovum serta dilanjutkan dengan nidasi atau implementasi (Prawirohardjo,2008 dalam Kumalasari, 2015).
BAB I PENDAHULUAN. yang membutuhkan perhatian lebih dalam setiap pendekatannya. Berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penduduk lanjut usia merupakan bagian dari anggota keluarga dan masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih dalam setiap pendekatannya. Berdasarkan definisi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi didalam kehidupan manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak hanya dimulai dari suatu waktu
BAB I PENDAHULUAN. akan lebih sulit memulai tidur, sering terbangun saat tidur hingga terbangun lebih
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Gangguan tidur yang paling sering dijumpai saat ini yaitu Insomnia. Insomnia merupakan kesukaran dalam memulai dan mempertahankan tidur sehingga tidak dapat memenuhi
BAB V PEMBAHASAN. A. Rangkuman Hasil Penelitian. Subjek NA, ARW, dan ITM adalah beberapa dari mahasiswa
BAB V PEMBAHASAN A. Rangkuman Hasil Penelitian Subjek NA, ARW, dan ITM adalah beberapa dari mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Katolik Soegijapranata yang sedang menghadapi tugas akhir. Karena kesibukan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. dengan rangsang lainnya (Guyton & Hall, 1997). Tidur adalah suatu proses
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Konsep Tidur 1.1. Defenisi Tidur Tidur didefenisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar dimana seseorang masih dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan
BAB I PENDAHULUAN. untuk terjadinya pembentukan sel tubuh yang rusak (natural healing
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan fisiologi adalah kebutuhan yang paling dasar pada manusia, antara lain pemenuhan kebutuhan oksigen dan pertukaran gas, cairan, nutrisi, eliminasi, aktivitas,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pola Tidur Istirahat dan tidur sangat penting bagi kesehatan. Jika seseorang yang sedang sakit memerlukan lebih banyak istirahat dan tidur dibandingkan pada umumnya. Seringkali,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan selanjutnya (Potter & Perry,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Istirahat atau tidur yang cukup merupakan kebutuhan setiap orang agar tubuh dapat berfungsi secara normal. Maslow mengatakan kebutuhan fisiologis dasar manusia terdiri
PATOFISIOLOGI ANSIETAS
PATOFISIOLOGI ANSIETAS Faktor Predisposisi (Suliswati, 2005). Ketegangan dalam kehidupan tersebut dapat berupa : 1. Peristiwa traumatik 2. Konflik emosional 3. Konsep diri terganggu 4. Frustasi 5. Gangguan
PENELITIAN PENGARUH TERAPI MUSIK RELIGI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2012
PENELITIAN PENGARUH TERAPI MUSIK RELIGI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2012 Penelitian Keperawatan Jiwa SITI FATIMAH ZUCHRA BP. 1010324031
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada perkumpulan lansia Kartasura pada bulan November 2016 didapatkan
BAB 1 PENDAHULUAN. organ tubuh. Hal ini juga diikuti dengan perubahan emosi secara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Lansia merupakan periode penutup bagi rentang kehidupan seseorang dimana telah terjadi kemunduran fisik dan psikologis secara bertahap (Hurlock, 1999). Proses
BAB I PENDAHULUAN. Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar atau pasif yang ditandai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar atau pasif yang ditandai dengan berkurangnya responsivitas terhadap rangsang eksternal. Secara fisiologis tidur dibagi menjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Waktu reaksi adalah waktu yang diperlukan seseorang untuk menjawab sesuatu rangsangan secara sadar dan terkendali, dihitung mulai saat rangsangan diberikan sampai dengan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini melibatkan 70 orang responden yang merupakan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ini melibatkan 70 orang responden yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY). Hasil penelitian
LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN ISTIRAHAT TIDUR DI RUANG BELIBIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA
LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN ISTIRAHAT TIDUR DI RUANG BELIBIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA OLEH : I DEWA GEDE DWIJA YASA 1202105066 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. oleh multi pemain melalui internet. Biasanya disediakan sebagai tambahan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Game Online 2.1.1 Pengertian Game Online Game online didefinisikan sebagai game komputer yang dapat dimainkan oleh multi pemain melalui internet. Biasanya disediakan sebagai
BAB V PEMBAHASAN. Fakultas Kedokteran UNS angkatan 2013 pada Desember Dari 150
BAB V PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS angkatan 2013 pada Desember 2015. Dari 150 mahasiswa ini kemudian dinilai lama penggunaan telepon
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aktivitas motorik atau pergerakan yang normal sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari (Miller, 2011). Gerak adalah suatu proses
BAB I PENDAHULUAN. fisiologis maupun psikologis. Segala yang dibutuhkan manusia untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia memiliki kebutuhan tertentu yang harus dipenuhi, baik dari segi fisiologis maupun psikologis. Segala yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan hidup
C. Penyimpangan Tidur Kaji penyimpangan tidur seperti insomnia, somnambulisme, enuresis, narkolepsi, night terrors, mendengkur, dll
Asuhan Keperawatan Dalam Pemenuhan Kebutuhan Istirahat Dan Tidur 1.2.1 Pengkajian Aspek yang perlu dikaji pada klien untuk mengidentifikasi mengenai gangguan kebutuhan istirahat dan tidur meliputi pengkaiian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tidur adalah proses yang berfungsi untuk memulihkan energi dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Pola Tidur 2.1.1 Pengertian dan Fungsi Tidur Tidur adalah proses yang berfungsi untuk memulihkan energi dan kesejahteraan (Potter & Perry, 2005). Tidur adalah proses
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Medan Elektromagnetik a. Definisi Medan listrik merupakan keadaan yang ditimbulkan oleh adanya muatan listrik. Medan listrik keluar dari suatu muatan dan menyebar
NREM tahap I NREM tahap II NREM tahap III NREM tahap IV
Tahapan Tidur Tidur dibagi menjadi dua fase yaitu pergerakan mata yang cepat atau Rapid Eye Movement(REM) dan pergerakan mata yang tidak cepat atau Non Rapid Eye Movement (NREM). Tidur diawali dengan fase
Kisi-kisi Mid pelayanan kesehatan
Kisi-kisi Mid pelayanan kesehatan Mohon membaca slide untuk menjawab soal Benar dan Salah dan Menjodohkan. Semua yang di tulis di slide berikut ini adalah jawaban untuk pertanyaan essay Sinar matahari
BAB 6 HASIL PENELITIAN
BAB 6 HASIL PENELITIAN 6.1 Karakteristik Responden Sampel pada penelitian ini adalah seluruh pengemudi travel X-Trans Jakarta dengan trayek Jakarta-Bandung yang berjumlah 60 orang. Namun seiring dengan
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Memori disimpan di otak dengan mengubah sensitivitas dasar transmisi hipnotis antar neuron sebagai akibat dari aktivitas neuron sebelumnya. Jaras terbaru atau yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari kegiatan belajar, mengingat dan mengenal sesuatu. Belajar merupakan proses mendapatkan informasi yang memungkinkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tidur merupakan kebutuhan manusia yang esensial, karena tidur dapat mengendalikan irama kehidupan manusia sehari-hari. Proses tidur mengikuti irama sirkadian atau biologic
BAB I. Pendahuluan. melakukan pekerjaan tanpa memperdulikan kesehatan. Pekerjaan. hari dan berulang ulang akan mengakibatkan insomnia yang
BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Pada era globalisasi, manusia lebih memforsir tubuh untuk melakukan pekerjaan tanpa memperdulikan kesehatan. Pekerjaan menuntut seseorang sering lebih bergadang yang
BAB I PENDAHULUAN. telah mewujudkan hasil yang positif di berbagai bidang, yaitu adanya. dan bertambah cenderung lebih cepat (Nugroho, 2000).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan keberhasilan pemerintah dalam pembangunan nasional, telah mewujudkan hasil yang positif di berbagai bidang, yaitu adanya kemajuan ekonomi, perbaikan lingkungan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Reni Ratna Nurul Fauziah, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kemajuan ekonomi, perbaikan lingkungan hidup dan majunya pengetahuan dan teknologi terutama ilmu kesehatan, promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan pelayanan
BAB I PENDAHULUAN. Tidur merupakan suatu proses penting dalam kehidupan manusia. Kualitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tidur merupakan suatu proses penting dalam kehidupan manusia. Kualitas tidur yang baik berperan penting terhadap fungsi kognitif. Manusia menghabiskan sekitar sepertiga
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di dunia perkuliahan seringkali mahasiswa-mahasiswi mengalami stres saat mengerjakan banyak tugas dan memenuhi berbagai tuntutan. Terbukti dengan prevalensi
BAB I PENDAHULUAN. dalam menangani pasien dengan berbagai macam tingkat. kegawatdaruratan (Keputusan Menteri Kesehatan RI, 2009).
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan akses utama dalam memperoleh perawatan di rumah sakit, mempunyai peranan sangat penting dalam menangani pasien dengan
BAB I PENDAHULUAN. Usia lanjut dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Usia lanjut dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Dimana pada usia lanjut tubuh akan mencapai titik perkembangan yang maksimal, setelah
BAB 1 PENDAHULUAN. dipungkiri bahwa dengan adanya perkembangan ini, masalah yang. manusia. Menurut National Institute of Mental Health, 20% populasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia semakin mengalami perkembangan ke era globalisasi. Dengan adanya perkembangan zaman ini, masyarakat dituntut untuk mengikuti perkembangan modern. Tidak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kelelahan 1. Pengertian Lelah Beberapa ahli mendefinisikan kelelahan kerja adalah : a. Kelelahan kerja ditandai oleh adanya perasaan lelah, output dan kondisi psikologis yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. untuk memulihkan tubuh dan fungsinya, memelihara energi dan kesehatan,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Konsep Tidur Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang merupakan mekanisme untuk memulihkan tubuh dan fungsinya, memelihara energi dan kesehatan, memelihara manfaat untuk memperbaharui
BAB I PENDAHULUAN. Stroke merupakan suatu penyakit kegawatdaruratan neurologis yang berbahaya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke merupakan suatu penyakit kegawatdaruratan neurologis yang berbahaya dan dapat menyebabkan terjadinya disfungsi motorik dan sensorik yang berdampak pada timbulnya
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Tidur merupakan keadaan berkurangnya tanggapan dan interaksi dengan lingkungan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tidur 2.1.1. Definisi Tidur Tidur merupakan keadaan berkurangnya tanggapan dan interaksi dengan lingkungan yang bersifat reversibel dan berlangsung cepat. 6 Literatur lain mendefinisikan
BAB 1 PENDAHULUAN. dengan pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sangat terkait dengan pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya kesehatan yang dilakukan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar. manusia yang termasuk kedalam kebutuhan dasar dan juga
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang termasuk kedalam kebutuhan dasar dan juga universal karena umumnya semua individu dimanapun ia berada
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada beberapa wanita masa menstruasi merupakan masa-masa yang sangat menyiksa. Itu terjadi akibat adanya gangguan-gangguan pada siklus menstruasi. Gangguan menstruasi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 1997). Tidur ditandai dengan aktivitas fisik minimal, tingkatan kesadaran yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Konsep tidur 1.1 Fisiologi tidur Tidur adalah suatu keadaan tidak sadar yang dialami seseorang yang dapat dibangunkan kembali dengan indera atau rangsangan yang cukup (Guyton
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang relatif idak bergerak dan kurang responsif (ambang respon. tubuh meningkat) dibandingkan waktu terjaga.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Dasar Teori Terkait 1. Gangguan Pola Tidur a. Definisi Tidur Tidur adalah suatu keadaan organisme yang teratur, berulang dan mudah dibalikkan (dibangunkan) yang ditandai
BAB 1 PENDAHULUAN. hari yang dicirikan dengan penurunan voluntary body movement dan penurunan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tidur adalah suatu insting untuk memulihkan diri dari aktivitas pada siang hari yang dicirikan dengan penurunan voluntary body movement dan penurunan kewaspadaan terhadap
BAB I PENDAHULUAN. sepanjang hari. Kehidupan manusia seolah tidak mengenal waktu istirahat. Dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi modern memungkinkan manusia untuk melakukan berbagai hal sepanjang hari. Kehidupan manusia seolah tidak mengenal waktu istirahat. Dalam masyarakat, dikenal
