BAB II LANDASAN TEORI
|
|
|
- Handoko Darmadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan umum ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, akitivitas berlebihan dan suka membuat keributan. Anak ADHD akan memporak-porandakan rumahnya seperti angin tornado, berteriak keras, bergelut dengan kasar, serta menaiki meja-kursi. tidak ada mainan atau aktivitas yang bisa menarik perhatiannya lebih dari beberapa menit. Mereka tidak memandang tempat, tidak menyadari akan bahaya, dan sulit diatur. tingkah laku ini tentu saja sangat melelahkan orang tuanya. Namun, sepertinya mereka tidak terlalu mengambil pusing karena perilaku anaknya itu di anggap wajar. Tetapi ketika sang anak menginjak usia 8 tahun ke atas, semakin sulit sang anak untuk ditangani. orang tuanya perlu usaha keras agar membuat sang anak bisa menyelesaikan tugastugas mereka. Entah itu pekerjaan-pekerjaan kecil di rumah atau pekerjaan yang didapat dari sekolah. Anak-anak dengan ADHD bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Mereka cenderung hiperaktif, dan mempunyai masalah dengan pemusatan perhatian. Gejalagejala ini bisa merusak kemampuan anak dalam kehidupan social, akademik, dan di rumah. Gejala-gejala ADHD berkembang pada usia kanak-kanak, tetapi bisa bertahan sampai dewasa. tanpa identifikasi dan perawatan yang tepat, ADHD bisa menimbulkan konsekuensi serius. Beberapa dampak tersebut adalah keterbelakangan pertumbuhan kronis, kegagalan di sekolah, hubungan yang bermasalah, harga diri menurun dan bisa menimbulkan depresi, kegelisahan dan penyalahgunaan substansi. 3
2 4 Menurut National Institute of Mental Health, ADHD mempengaruhi sekitar 3-5% dari jumlah anak-anak usia prasekolah dan sekolah di Amerika serikat. Artinya dalah kelas terdiri dari 25 sampai 30 anak, terdapat setidaknya satu anak yang memiliki ADHD. Di seluruh dunia, angka kejadian ADHD diperkirakan mencapai hingga lebih 5% dan menurut diagnose, dilaporkan bahwa ADHD lebih banyak Gejala-gejala ADHD bisa muncul dengan sangat berdeba pada setiap orang dan diberbagai umur. Cara gejala-gejala ini memperaruhi individu, bisa ringan sampai berat. kemunculan gejala-gejala ini bisa juga bervariasi, bergantung pada factor-faktor situasional. Subtipe ADHD ada 3 yaitu: ADHD: Predominately inattentive type Pada tipe ini anak biasanya sangat ceroboh, mudah teralihkan perhatiannya, tidak bisa konsen saat di ajak bicara, sering lupa, sering menghilangkan barang ADHD: Predominately hyperactive impulsive type Pada tipe ini anak biasanya sering gelisah, tidak bisa duduk terlalu lama, suka berlari-lari, memanjat. tidak bisa sabar, menyela atau mengganggu orang lain. ADHD: Combined type pada tipe ini anak memiliki keriteria inatentif dan hiperaktif-impulsif. Hal-hal yang harus dipertimbangkan untuk diagnose ADHD adalah: Seorang anak menunjukan perilaku dari salah satu tiga subtype ADHD sebelum usia 7 tahun. Tingkah laku tersebut harus lebih kuat (terlihat) daripada tingkah laku anak-anak lainnya yang sebaya. Tingkah laku itu berlangsung paling tidak selama 6 bulan.
3 5 Tingkah laku tersebut pasti terjadi secara negative mempengaruhi paling tidak dua area kehidupan anak (misalnya sekolah, rumah, persahabatan). Penyebab ADHD ada 3 yaitu: 1. Faktor lingkungan /psikososial Konflik keluarga Sosial ekonomi keluarga yang tidak memadai Jumlah keluarga terlalu besar Orang tua terkena kasus criminal Anak yang diasuh di penitipan anak Riwayat kehamilan dengan eklampsia, pendarahan antepertumm fetal distress, bayi lahir dengan berat badan rendah, ibu merokok saat hamil dan alkohol. 2. Faktor Genetika Terdapat mutasi gen penkode neurotransmitter dan reseptor dopamine (D2 dan D4) pada kromosom 11p. 3. Gangguan otak dan metabolisme Trauma lahir atau hipoksia, yang berdampak cedera pada lobus frontalis di otak. Pengurangan volume serebrum Gangguan fungsi astrosit dalam pembentukan dan penyediaan laktat, serta gangguan fungsi oligodendrosit. Beberapa teori yang sering dikemukakan adalah hubungan antara neurotransmitter dopamine dan epinefrina. Berdasarkan pada teori factor genetik, beberapa penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwah pada keluarga penderita, selalu ditemukan setidaknya satu orang dalam keluarga dekat yang menderita penyakit yang sama. Sedangkan orang tua dan saudara penderita ADHD, memiliki resiko hingga 2-8 kali terdapat gangguan ADHD.
4 6 Faktor resiko yang meningkatkan terjadinya ADHD Berikut adalah beberapa factor yang meningkatkan terjadinya resiko ADHD. kurangnya deteksi dini. Ganguan pada masa kehamilan (infeksi, genetic, keracunan obat, alkohol, dan rokok, serta stress psikogenik). Gangguan pada masa persalinan (premature, postmatur, hambatan persalinan, induksi, kelainan persalinan). Gejala klinis Gejala yang tibul dapat bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Sejak usia bayi gejala ADHD sudah dapat dilihat. Dari segala yang timbul, gejala yang harus dicermati adalah sensitive terhadap suara dan cahaya, terlalu sering menangis, suka menjerit dan sulit tidur. Selain itu, bayi seringkali terbangun karena waktu tidur yang kurang. Gejala lainnya adalah kesulitan minum ASI, tidak senang digendong, suka membenturkan kepala dan sering marah berlebihan. Untuk anak yang lebih besar, keluhan yang sering terjadi adalah anak tampak canggung, sering mengalami kecelakaan, perilaku berubah-ubah, gerakan konstan atau monoton dan lebih ribut dibandingkan anak-anak lainnya. Anak tersebut juga terlihat kurang konsentrasi, tidak bisa diam, mudah marah, nafsu makan buruk, koordinasi mata dan tangan tidak baik, suka menyakiti diri sendiri dan terjadi gangguan dalam tidurnya. Untuk mempermudah kita mendiagnosis pada ADHD, ada tiga gejala utama yang akan tampak pada perilaku anak. ketiga gejala utama itu menurut keath low adalah: Inatentif Anak-anak dan orang dewasa yang tidak atentif memiliki kesulitan mengarahkan perhatian pada tugas-tugas yang dihadapinya. Mereka dengan mudah teralihkan oleh pandangan dan suara yang tidak relevan, bergeser dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya dan tampak mudah bosan. Mereka terlihat pelupa atau bingung, seolah-olah berada dalam kepungan kabut. Mengatur dan menyelesaikan tugas sering menjadi perkerjaan yang sangat berat bagi mereka, seperti memilah informasi yang relevan dan tidak relevan.
5 7 Hiperaktif Anak-anak dan orang dewasa yang hiperaktif memiliki tingkat aktivitas yang sangat tinggi, baik berupa aktifitas fisik dan atau verbal. Mereka Nampak berada dalam gerak yang konstan, terus-menerus bergerak seolah-olah dikendalikan oleh sebuah motor. Mereka kesulitan menjaga tubuhnya diam diam. Impulsif Anak-anak dan orang dewasa yang implusif memiliki masalah yang menghambat tingkah laku dan respon mereka. Mereka sering bertindak dan berbicara sebelum berpikir. Bereaksi dengan cepat tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Mereka mungkin suka mengganggu orang lain. Memberikan respon dan mengerjakan tugas dengan tidak cermat membaca atau mendengarkan instruksi. Menunggu dan menjadi sabar akan dirasa sangat sulit bagi mereka yang impulsif. Mereka lebih menyukai kecepatan daripada ketepatan dimana sering bisa menyelesaikan tugas dengan cepat, tetapi dengan cara yang ceroboh. Mereka langsung memasuki, bahkan mungkin menempatkan diri mereka, dalam situasi yang penuh resiko tanpa berpikir terlebih dahulu. Sikap menentang 1. Sering melanggar peraturan 2. Bermasalah dengan orang-orang yang memiliki otoritas 3. lebih mudah merasa terganggu, mudah marah (dibandingkan dengan mereka yang seusia). Cemas 1. Banyak mengalami rasa khawatir dan takut. 2. Cenderung emosional 3. Sangat sensitif terhadap kritikan 4. Mengalami kecemasan pada situasi yang baru atau yang tidak familiar 5. Terlihat sangat pemalu dan menarik diri
6 8 Problem social 1. Hanya memiliki sedikit teman 2. Sering memiliki rasa rendah diri dan tidak percaya diri. Riwayat yang diduga ADHD Masa bayi 1. Anak serba sulit 2. Menjengkelkan 3. Serakah 4. Sulit tenang 5. Sulit tidur 6. Tidak nafsu makan Masa prasekolah 1. Terlalu aktif 2. Keras kepala 3. Tidak pernah merasa puas 4. Suka menjengkelkan 5. Tidak bisa diam 6. Sulit beradaptasi dengan lingkungan Usia sekolah 1. Sulit berkonsentrasi 2. Sulit memfokuskan perhatian 3. Implusif Dewasa 1. Tidak dapat tenang 2. Sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat 3. Tidak konsisten dalam sikap dan penampilan
7 9 Pengobatan ADHD ADHD tidak bisa disembuhkan, tetapi ADHD bisa dikendalikan dengan baik. Dokter anak anda akan berkerja sama dengana dna untuk mengembangkan sebuah rencana jangka panjang individu. Tujuannya adalah membantu anak belajar menciptakan atmosfer diaman anak bisa mengendalikan tingkah lakunya. Beberapa jenis pengobatan yang digunakan untuk mengobati ADHD. Stimulan Stimulan adalah pengobatan yang dikenalkan terbaik bagi ADHD. Stimulan telah digunakan selama lebih dari 50 tahun dalam pengobatan ADHD. Sejumlah penderita membutuhkan bebrapa dosis setiap harinya. Efek samping yang mungkin terjadi adalah berkurangnya nafsu makan, sakit perut, iritasi dan insomnia. Tidak diketahui adanya bukti mengenai efek samping jangka panjang. Nonstimulan Nonstimulan adalah cara alternatif yang baik untuk mengobati ADHD. Nonstimulsan pertama yang disetujui untuk pengobatan ADHD ditetapkan di tahun Jenis pengobatan ini kemungkinan menimbulkan lebih sedikit efek samping dan bisa bertahan sampai 24 jam. Saat ini, atomoxetime adalah satu-satunya pengobatan nonstimulan untuk ADHD yang telah disetujui. Antidepresi Obat anti depresi kadang-kadang dipilih untuk mengobati ADHD. Namun, Badan Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat mengeluarkan peringatan bahwa obat antidepresi bisa mendorong anak dan remaja bunuh diri. jika obat antidepresi direkomendasikan bagi anak anda, pastikan untuk membicarakan resikonya dengan dokter anda. Terapi tingkah laku Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengobatan yang digunakan untuk membantu mengatasi tingkah laku implusif dan kesulitan memusatkan perhatian menjadi lebih efektif jiga digabungkan dengan terapi tingkah laku.
8 10 Terapi tingkah laku berusaha mengubah pola-pola tingkah laku dengan cara: 1. Mengorganisasi kembali lingkungan rumah dan sekolah anak. 2. Memberi petunjuk dan perintah yang jelas 3. Menetapkan system yang konsisten. Memberikan penghargaan untuk tingkah laku yang tepat atau baik dan memberikan konsekuensi negatif untuk tingkah laku yang tepat. Pengobatan alternative Saat ini, satu-satunya terapi ADHD yang telah terbukti efektif dalam penelitian ilmiah adalah pengobatan medis dan terapi tingkah laku. Tetapi dokter anda mungkin merekomendasikan pengobatan-pengobatan tambahan bergantung pada gejala dan kebutuhan anak. Sejumlah anak dengan ADHD, Misalnya, mingkin juga membutuhkan intervensi edukasi seperti tutorial dan terapi okupasional. Perlu diingat bahwa kebutuhan setiap anak itu berbeda Target audience Demografi Jenis Kelamin: Wanita dan Pria Usia: Pendidikan: D3, S1 Status: berkeluarga Kelas Ekonomi: A-B Geografi Tempat tinggal: perkotaan Psikografi Gaya hidup: berkecukupan, mengasuh anak, ibu rumah tangga.
9 Tinjauan khusus Teori Metodologi Desain form, content & contex adalah Tiga elemen ini penting dalam membuat suatu desain untuk menentukan target market, membuat identitas visual, sampai media yang akan dipakai semua berdasarkan dari penggunaan Teori Metodologi Desain ini. Metodologi sebagai langkah dasar menjawab kebutuhan: Memahami kekurangan yang mungkin timbul dari sebuah masalah. penting untuk memahami persepsi yang ada saat ini. Mengamati orang-orang dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan gaya hidup mereka. Memvisualisasikan konsep-konsep ; memvisualisasi pengalaman-pengalaman obyek dengan berbagai macam pendekatan karakter. Mengevaluasi dan menyempurnakan secara berulang-ulang dan cepat. hal ini dapat membantu untuk menemukan gaya yang pas untuk masalah yang ada. Menerapkan konsep baru tersebut untuk disosialisasikan. Hasil akhir konsep dan ide yang ada berhasil tidaknya bergantung kepada kredibilitas semua kerja kreatif pada tahap sebelumnya. Mempelajari landasan teoritis tentang desain Teori Komunikasi Desain Komunikasi Visual dapat diterapkan menjadi ilmu komunikasi yang memiliki fungsi dalam sebuah publikasi untuk to identify, to inform, to persuade.
10 Teori Warna warna berkaitan dengan apa yang dirasakan dan emosi yang ada. warna juga berkaitan langsung dengan mata dalam keadaan wajar. karena itu warna dapat dipandang dari segi visual dan kejiwaan. (Johann Wolfgang Von Gothe) Teori tipografi Ada 4 hal yang sangat penting dalam tipografi yaitu legibility, reability, visibility, clarity.(rob Carter). Tipografi adalah ilmu yang mempelajari tentang tata letak, karakter, dan penggunaan huruf dalam suatu desain,huruf memiliki karakter yang berbeda satu sama lainnya. hal ini membuat pada kondisi tertentu dapat mempengaruhi audience yang ada Analisa SWOT Strenght Setiap orang tua pasti memiliki harapan dan impian untuk anak mereka kelak, bahkan terkadang orang tua ingin anaknya menjadi apa yang merupakan cita-cita dari mereka yang tidak dapat terwujud sewaktu mereka muda. Setiap orang tua tidak terlahir untuk menjadi orang tua, ada yang memang memiliki naluri untuk menjadi orang tua tetapi ada juga yang tidak. Untuk mendidik anak yang normal saja pasti memiliki kesulitan tersendiri. Buku ini akan memberikan bantuan, solusi, dan bagaimana cara menangani anak dengan ADHD secara tepat Weakness ADHD adalah suatu hal yang cukup baru yang ada sekarang ini, sesuatu yang baru munking dapat di terima dengan baik atau juga di tolak. karena ADHD merupakan hal yang baru menjadikan sulit sekali orang tua untuk mendapatkan banyak informasi tentang ADHD dan terapi-terapi atau solusi yang ada biasanya memakan dana yang tidak sedikit juga. dan perasaan emosi orang tua saat tahu anaknya terkena ADHD cukup merupakan kelemahan yang ada di mana rasa putus asa sangat besar.
11 13 Opportunities Buku ini hadir untuk membantu para orang tua dengan anak ADHD supaya mereka tahu bagaimana cara yang baik untuk menangani anak ADHD. dan buku ini bukan saja menjadi panduan untuk orang tua tetapi juga menjadi teman orang tua tersebut dimana buku ini hadir dengan lebih easy going, lebih berwarna dan lebih berkomunikasi dibandingkan buku-buku text book lainnya. Thread Rasa malu, rasa putus asa, dll itu adalah hal yang sangat mempengaruhi dari kemauan orang tua untuk berjuang demi anaknya. Juga untuk masalah biaya yang lumayan besar yang harus dikeluarkan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah proses belajar seumur hidup yang didapatkan baik secara formal maupun nonformal.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah proses belajar seumur hidup yang didapatkan baik secara formal maupun nonformal. Pendidikan berlaku untuk semua anak, tanpa memandang jenis
Pedologi. Attention-Deficit Hyperactivity Disorder Kesulitan Belajar. Yenny, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi
Modul ke: Pedologi Attention-Deficit Hyperactivity Disorder Kesulitan Belajar Fakultas Psikologi Yenny, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Gangguan attention-deficit hyperactivity
BAB I PENDAHULUAN. Attention Deficit Hyperactivity Disorder, dalam pengertian secara umum berarti
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Attention Deficit Hyperactivity Disorder, dalam pengertian secara umum berarti gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas dimana banyak terjadi pada anak usia
Pedologi. Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD) Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi
Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI Pedologi Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD) Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id ADHD (Attention Deficit Hyperactive
BAB 1 PENDAHULUAN. dilahirkan akan tumbuh menjadi anak yang menyenangkan, terampil dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap orang tua menginginkan dan mengharapkan anak yang dilahirkan akan tumbuh menjadi anak yang menyenangkan, terampil dan pintar. Anak-anak yang patuh, mudah diarahkan,
PENGERTIAN. Dita Rachmayani., S.Psi., M.A dita.lecture.ub.ac.id 5/9/2017
Dita Rachmayani., S.Psi., M.A dita.lecture.ub.ac.id PENGERTIAN Barkley (Rief, 2005) CHADD (Rief, 2005) Secara Umum Gangguan developmental dalam kontrol diri, termasuk di dalamnya permasalahan dalam hal
Memahami dan membantu anak-anak yang mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
Memahami dan membantu anak-anak yang mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Oleh: H i d a y a t Apakah itu "ADHD"? Sebelumnya para orang tua dan guru menggambarkan anak-anak yang mudah
BAB I PENDAHULUAN. terjadi pada anak-anak, diantaranya adalah ganguan konsentrasi (Attention
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini banyak dijumpai berbagai macam gangguan psikologis yang terjadi pada anak-anak, diantaranya adalah ganguan konsentrasi (Attention Deficit Disorder) atau yang
Angket 1 No Pernyataan SS S TS STS
Identitas Diri Subyek : Nama : Usia : Berat Badan : Isilah dengan memberi tanda [ ] pada pernyataan yang sesuai dengan jawaban anda. Beri Tanda [ ] bila : SS : Menunjukkan bahwa pernyataan tersebut Sangat
BAB I PENDAHULUAN. kualitas yang melayani, sehingga masalah-masalah yang terkait dengan sumber
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Fungsi utama Rumah Sakit yakni melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin majunya teknologi kedokteran,
BAB I PENDAHULUAN. Kanker tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi anak-anak juga dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kanker merupakan salah satu penyakit pembunuh terbesar di dunia. Kanker tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi anak-anak juga dapat beresiko terkena kanker. Kanker
PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA
PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA Oleh: Alva Nadia Makalah ini disampaikan pada Seminar Online Kharisma ke-3, dengan Tema: Kekerasan Pada Anak: Efek Psikis, Fisik, dan Tinjauan Agama Dunia Maya,
INFORMASI PERKEMBANGAN ANAK (Diisi oleh Orang tua)
INFORMASI PERKEMBANGAN ANAK (Diisi oleh Orang tua) Petunjuk: Isilah daftar berikut pada kolom yang tersedia sesuai dengan kondisi anak yang sebenarnya. Jika ada yang kurang jelas, konsultasikan kepada
II. Deskripsi Kondisi Anak
I. Kondisi Anak 1. Apakah Anak Ibu/ Bapak termasuk mengalami kelainan : a. Tunanetra b. Tunarungu c. Tunagrahita d. Tunadaksa e. Tunalaras f. Tunaganda g. Kesulitan belajar h. Autisme i. Gangguan perhatian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD) merupakan suatu gangguan perkembangan yang mengakibatkan ketidakmampuan mengatur perilaku, khususnya untuk mengantisipasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kecemasan merupakan suatu emosi yang paling sering di alami oleh manusia. Kadang-kadang kecemasan sering disebut sebagai bentuk ketakutan dan perasaan gugup yang dialami
LAMPIRAN. Tabel Karakteristik ADHD dan gangguan Sensori Integrasi (SI) Karakteristik Permasalahan ADHD Gangguan SI Terlalu lelah.
LAMPIRAN LAMPIRAN Tabel Karakteristik ADHD dan gangguan Sensori Integrasi (SI) Karakteristik Permasalahan ADHD Gangguan SI Tingkat Aktifitas Tingkat aktifitas Gelisah, Terlalu lelah Jumlah pergerakan tidak
BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan dan perkembangan fisik, sosial, psikologis, dan spiritual anak.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Anak adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap orang tua untuk dirawat dan dididik sebaik-baiknya agar kelak menjadi anak yang berguna. Anak juga dikatakan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Masa sekolah bagi anak adalah masa yang paling dinantikan. Anak bisa
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masa sekolah bagi anak adalah masa yang paling dinantikan. Anak bisa mendapatkan teman baru selain teman di rumahnya. Anak juga dapat bermain dan berinteraksi
Penyuluhan Perkembangan Anak Usia Dini dan Anak Hyperactive Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Chr Argo Widiharto, Suhendri, Venty.
Penyuluhan Perkembangan Anak Usia Dini dan Anak Hyperactive Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Chr Argo Widiharto, Suhendri, Venty Abstrak Kesibukan orangtua yang bekerja berdampak pada kurang diperhatikannya
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anak adalah individu yang masih bergantung pada orang dewasa dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak adalah individu yang masih bergantung pada orang dewasa dan lingkungannya, artinya membutuhkan lingkungan yang dapat memfasilitasi dalam memenuhi kebutuhan
Karakteristik Anak Usia Sekolah
1 Usia Sekolah Usia Sekolah 2 Informasi Umum dengan Disabilitas 3 Usia Sekolah Anak dengan Disabilitas Anak Dengan Disabilitas adalah anak yang mempunyai kelainan fisik dan/ atau mental yang dapat mengganggu
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010 GAMBARAN POLA ASUH
GAMBARAN POLA ASUH PENDERITA SKIZOFRENIA Disusun Oleh: Indriani Putri A F 100 040 233 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010 GAMBARAN POLA ASUH BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DEPRESI PASCA MELAHIRKAN PADA KELAHIRAN ANAK PERTAMA
0 FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DEPRESI PASCA MELAHIRKAN PADA KELAHIRAN ANAK PERTAMA Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Diajukan Oleh: PUSPA WARDANI F 100 000 066 FAKULTAS
ANAK ADHD PERSISTILAHAN DISORDER. DIOTAK KECIL. OTAK KECIL. 1. ADHD= ATTENSION DEFISIT AND HYPERACTIVITY 2. ADD= ATTENSION DEFISIT DISORDER.
ANAK ADHD PERSISTILAHAN 1. ADHD= ATTENSION DEFISIT AND HYPERACTIVITY DISORDER. 2. ADD= ATTENSION DEFISIT DISORDER. 3. MINIMAL BRAIN DISORDER=KETIDAKBERESAN DIOTAK KECIL. 4. MINIMAL BRAIN DEMAGE =KERUSAKAN
BAB I PENDAHULUAN. Anak merupakan sumber kebahagiaan bagi sebagian besar keluarga sejak di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anak merupakan sumber kebahagiaan bagi sebagian besar keluarga sejak di dalam kandungan. Pertumbuhan serta perkembangan anak yang normal menjadi impian setiap
LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN. : Stimulasi Brain Gym pada Anak ADHD (Studi Kasus pada Anak ADHD)
88 Lampiran 1 LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN Nama peneliti Judul : Agustina Sihombing : Stimulasi Brain Gym pada Anak ADHD (Studi Kasus pada Anak ADHD) Tujuan : Untuk mengetahui gambaran Stimulasi senam
Pedologi. Review Seluruh Materi. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi.
Pedologi Modul ke: Review Seluruh Materi Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog Fakultas PSIKOLOGI Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id RETARDASI MENTAL Retardasi mental (mental retardation) adalah keterlambatan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan perilaku anak berasal dari banyak pengaruh yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan perilaku anak berasal dari banyak pengaruh yang berbeda-beda, diantaranya faktor genetik, biologis, psikis dan sosial. Pada setiap pertumbuhan dan
BAB I PENDAHULUAN. Membentuk sebuah keluarga yang bahagia dan harmonis adalah impian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Membentuk sebuah keluarga yang bahagia dan harmonis adalah impian setiap orang. Ketika menikah, tentunya orang berkeinginan untuk mempunyai sebuah keluarga yang
Hesti Lestari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Unsrat RSUP Prof dr R.D. Kandou Manado
Hesti Lestari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Unsrat RSUP Prof dr R.D. Kandou Manado Genetik Nutrisi dengan kualitas dan kuantitas sesuai kebutuhan Lingkungan Tumbuh kembang Optimal 3 } perilaku makan adalah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Kecemasan 1. Pengertian Kecemasan sangat berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Keadaan emosi ini tidak merniliki objek yang spesifik. Kecemasan adalah
BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehamilan dan menjadi seorang ibu merupakan sebuah peristiwa yang dinantikan oleh banyak kaum wanita. Namun dalam kenyataannya, seringkali timbul masalahmasalah
BAB 1 PENDAHULUAN. Bagan 1.1. Bagan Penyebab Gangguan Kesulitan Belajar (Sumber: Koleksi Penulis)
BAB 1 PENDAHULUAN Kesehatan dan lingkungan sosial yang baik perlu diperhatikan bagi orangtua untuk anak-anak mereka. Kesehatan dan lingkungan sosial terhubung dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
BAB 1 PENDAHULUAN. lain. Manusia akan menjalani proses kehidupan yang memiliki 5 yakni
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengertian manusia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah makhluk yang berakal budi / mampu menguasai makhluk lain. Manusia akan menjalani proses kehidupan
BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam gangguan perkembangan yang diderita oleh anak-anak antara
BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Anak merupakan anugerah terindah yang dimiliki oleh orang tua. Namun anugerah tersebut kadang-kadang memiliki kekurangan atau banyak dari mereka yang mengalami gangguan
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. Kedaruratan psikiatri adalah sub bagian dari psikiatri yang. mengalami gangguan alam pikiran, perasaan, atau perilaku yang
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA II.1. Kedaruratan Psikiatri Kedaruratan psikiatri adalah sub bagian dari psikiatri yang mengalami gangguan alam pikiran, perasaan, atau perilaku yang membutuhkan intervensi terapeutik
BAB II TINJAUAN TEORI PERILAKU KEKERASAN. tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri,
BAB II TINJAUAN TEORI PERILAKU KEKERASAN A. Pengertian Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang
BAB I PENDAHULUAN. disebut dengan istilah alcoholism (ketagihan alkohol), istilah ini pertama kali
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Orang yang mengkonsumsi dan kecanduan minuman keras atau alkohol disebut dengan istilah alcoholism (ketagihan alkohol), istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA KOMUNITAS (CMHN)
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA KOMUNITAS (CMHN) NAMA KELOMPOK 6 A4E : 1. Made Udayati (10.321.0864) 2. Kadek Ayu Kesuma W. (10.321.0858) 3. Kadek Ninik Purniawati (10.321.0859) 4. Luh Gede Wedawati (10.321.0867)
TIM CMHN BENCANA DAN INTERVENSI KRISIS
TIM CMHN BENCANA DAN INTERVENSI KRISIS TUJUAN Memahami pengertian bencana dan krisis Memahami penyebab terjadinya bencana Mengidentifikasi proses terjadinya bencana Mengidentifikasi respons individu terhadap
Kesehatan jiwa menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18. secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesehatan jiwa menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2014 adalah kondisi dimana seseorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual,
BAB I PENDAHULUAN UKDW. dikenal dengan istilah Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Penelitian Sejak tahun 1990-an, dunia sudah mengenal suatu penyakit yang dikenal dengan istilah Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). ADHD adalah suatu gangguan
Rentang perhatian pada anak pra-sekolah sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya
TINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK Konsentrasi adalah bagaimana anak fokus dalam mengerjakan atau melakukan sesuatu sehingga pekerjaan itu mampu dikerjakan dalam waktu tertentu. Kemampuan anak berkonsentrasi
Mengatur Berat Badan. Mengatur Berat Badan
Mengatur Berat Badan Pengaturan berat badan adalah suatu proses menghilangkan atau menghindari timbunan lemak di dalam tubuh. Hal ini tergantung pada hubungan antara jumlah makanan yang dikonsumsi dengan
1. Disregulasi Neurologik
Berdasarkan beberapa bukti penelitian yang pernah dilakukan dapat diketahui paling tidak ada enam faktor penyebab kenakalan remaja, dan masing-masing faktor tidak berdiri sendiri. Keenam faktor tersebut
Nama : Siti Amalia Mufiedah NPM : Pembimbing : Dr. Hamzah Afandi
Sistem Pakar Diagnosis Jenis/Subtipe ADHD pada Anak Usia di Bawah 7 Tahun Berbasis Web Menggunakan Framework CodeIgniter Nama : Siti Amalia Mufiedah NPM : 56410578 Pembimbing : Dr. Hamzah Afandi Latar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anngi Euis Siti Sa'adah, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ADHD merupakan kependekan dari attention deficit hyperactivity disorder, (Attention = perhatian, Deficit = berkurang, Hyperactivity = hiperaktif, dan Disorder
INTERVENSI ORGANISASI PADA MASALAH KESEHATAN KERJA KARYAWAN
INTERVENSI ORGANISASI PADA MASALAH KESEHATAN KERJA KARYAWAN By Zulkarnain Masalah Kesehatan Mental Kecemasan Depresi Kecemasan Kecemasan merupakan suatu gangguan yang biasa didapati pada pekerja. Dilaporkan
BAB I PENDAHULUAN. diperlukan untuk menjaga homeostatis dan kehidupan itu sendiri. Kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia mempunyai kebutuhan tertentu yang harus dipenuhi secara memuaskan melalui proses homeostasis, baik fisiologis maupun psikologis. Kebutuhan merupakan suatu hal
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Apakah yang dimaksud dengan ABK (exceptional children)? a. berkaitan dengan konsep/istilah disability = keterbatasan b. bersinggungan dengan tumbuh kembang normal--abnormal, tumbuh
3. Emosi subyek ketika menjawab pertanyaan interview. 4. Bagaimana kebudayaan etnis Cina dalam keluarga subyek?
Pedoman Observasi 1. Kesan umum subyek secara fisik dan penampilan 2. Relasi sosial subyek dengan teman-temannya 3. Emosi subyek ketika menjawab pertanyaan interview Pedoman Wawancara 1. Bagaimana hubungan
SATUAN ACARA PENYULUHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN Materi Waktu : Deteksi dini gangguan jiwa : 30 menit 1. Analisa Situasional Penyuluh : Mahasiswa profesi Program Studi Keperawatan Unsri Peserta : Keluarga pasien di Poli jiwa RSJ
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dukungan sosial merupakan keberadaan, kesediaan, keperdulian dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dukungan sosial merupakan keberadaan, kesediaan, keperdulian dari orang-orang yang bisa diandalkan, menghargai dan menyayangi kita yang berasal dari teman, anggota
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menempuh berbagai tahapan, antara lain pendekatan dengan seseorang atau
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa awal adalah masa dimana seseorang memperoleh pasangan hidup, terutama bagi seorang perempuan. Hal ini sesuai dengan teori Hurlock (2002) bahwa tugas masa
BAB I PENDAHULUAN. manusia. Komunikasi merupakan bagian dari kehidupan manusia sehari-hari, bahkan
13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi merupakan bagian dari kehidupan manusia sehari-hari, bahkan merupakan
TRIAD OF CONCERN KELOMPOK 3.B. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Sumatera Utara. Jalan Alumni No. 2 Kampus USU Medan PENDAHULUAN
1 TRIAD OF CONCERN KELOMPOK 3.B Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara Jalan Alumni No. 2 Kampus USU Medan 20155 PENDAHULUAN Perawatan gigi anak secara dini sangat berguna bagi anak
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Setiap individu akan melewati tahap-tahap serta tugas perkembangan mulai dari lahir
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap individu akan melewati tahap-tahap serta tugas perkembangan mulai dari lahir hingga lansia. Ketika memasuki usia dewasa awal tugas perkembangan individu
PERSOALAN DEPRESI PADA REMAJA
Artikel PERSOALAN DEPRESI PADA REMAJA Mardiya Depresi merupakan penyakit yang cukup mengganggu kehidupan. Saat ini diperkirakan ratusan juta jiwa penduduk di dunia menderita depresi. Depresi dapat terjadi
BAB I PENDAHULUAN. Pengalaman positif maupun negatif tidak dapat dilepaskan dalam. kehidupan seseorang. Berdasarkan pengalaman-pengalaman tersebut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehidupan merupakan suatu misteri yang dijalani seseorang. Pengalaman positif maupun negatif tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan seseorang. Berdasarkan pengalaman-pengalaman
BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju masa. lainnya. Masalah yang paling sering muncul pada remaja antara lain
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju masa dewasa yang meliputi berbagai macam perubahan yaitu perubahan biologis, kognitif, sosial dan emosional.
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah termasuk negara yang memasuki era penduduk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia adalah termasuk negara yang memasuki era penduduk berstruktur lanjut usia (aging structured population) karena dari tahun ke tahun, jumlah penduduk Indonesia
BAB IV ANALISIS PROBLEM PSIKOLOGIS PASIEN PRA DAN PASCA MELAHIRKAN DAN PELAKSANAAN BIMBINGAN ROHANI ISLAM
BAB IV ANALISIS PROBLEM PSIKOLOGIS PASIEN PRA DAN PASCA MELAHIRKAN DAN PELAKSANAAN BIMBINGAN ROHANI ISLAM BAGI PASIEN PRA DAN PASCA MELAHIRKAN DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG Fisik dan psikis adalah satu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gangguan hiperaktif merupakan salah satu kelainan yang sering dijumpai pada gangguan perilaku anak. Namun dalam ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) dimana
Skizofrenia. 1. Apa itu Skizofrenia? 2. Siapa yang lebih rentan terhadap Skizofrenia?
Skizofrenia Skizofrenia merupakan salah satu penyakit otak dan tergolong ke dalam jenis gangguan mental yang serius. Sekitar 1% dari populasi dunia menderita penyakit ini. Pasien biasanya menunjukkan gejala
BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman modern ini banyak ibu yang memilih melakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada zaman modern ini banyak ibu yang memilih melakukan persalinan dengan operasi atau sectio caesarea hal ini disebabkan karena ibu memandang persalinan dengan sectio
BAB I PENDAHULUAN. paling sering mengalami cedera dan pada kecelakaan lalu lintas yang fatal, hasil
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lebih dari separuh kematian didunia karena cedera, cedera kepala berperan nyata atas outcome. Pada pasien dengan cedera kepala, kepala adalah bagian yang paling sering
BAB I PENDAHULUAN. yang sehat, pintar, dan dapat berkembang seperti anak pada umumnya. Namun, tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anak merupakan bagian dari keluarga, dimana sebagian besar kelahiran disambut bahagia oleh anggota keluarganya, setiap orang tua mengharapkan anak yang sehat,
BAB I PENDAHULUAN. menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Diabetes Mellitus (DM) merupakan kategori penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik secara global, regional, nasional maupun lokal.
BAB I PENDAHULUAN. World Health Organisation (WHO) tahun 2003 mendefinisikan sehat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang World Health Organisation (WHO) tahun 2003 mendefinisikan sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta bebas dari penyakit atau
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Saat ini indikator kesehatan jiwa di bagi menjadi tiga bagian, yaitu gangguan jiwa berat, gangguan mental emosional (afektif) juga melalui cakupan pengobatannya, menurut
BAB I PENDAHULUAN. diberikan dibutuhkan sikap menerima apapun baik kelebihan maupun kekurangan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penerimaan diri dibutuhkan oleh setiap individu untuk mencapai keharmonisan hidup, karena pada dasarnya tidak ada manusia yang diciptakan oleh Allah SWT tanpa kekurangan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian pustaka 2.1.1 Kehamilan 2.1.1.1 Definisi Kehamilan adalah suatu keadaan mengandung embrio atau fetus di dalam tubuh, setelah bertemunya sel telur
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Depresi merupakan salah satu masalah psikologis yang sering terjadi pada masa remaja dan onsetnya meningkat seiring dengan meningkatnya usia (Al- Qaisy, 2011). Depresi
BAB I PENDAHULUAN. adanya dan mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain (Depkes RI,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan UU Kesehatan No. 36 tahun 2009, kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif
B A B 1 PENDAHULUAN. Gangguan jiwa merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena adanya
B A B 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Gangguan jiwa merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena adanya kekacauan pikiran, persepsi, dan tingkah laku dimana individu tidak mampu menyesuaikan diri
BAB 1 PENDAHULUAN. Masalah kesehatan jiwa tidak lagi hanya berupa gangguan jiwa yang berat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah kesehatan jiwa tidak lagi hanya berupa gangguan jiwa yang berat termasuk penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lain (NAPZA), tetapi juga meliputi berbagai
FORM SCREENING SENSORY INTEGRASI (Diisi oleh Orang Tua)
FORM SCREENING SENSORY INTEGRASI (Diisi oleh Orang Tua) IDENTITAS ANAK Nama : Tempat tanggal lahir : Jenis Kelamin : Agama : Status Anak : Anak Ke : Dari : bersaudara Nama Sekolah Asal : Kelas : Alamat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tidak semua anak berbakat punya perilaku layaknya anak-anak normal. Ada juga diantara mereka memiliki
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tidak semua anak berbakat punya perilaku layaknya anak-anak normal. Ada juga diantara mereka memiliki gangguan autisme atau pemusatan perhatian (hiperaktif).
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada dua
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada dua masalah, di satu pihak penyakit menular masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang belum
BAB I PENDAHULUAN. Setiap individu akan mengalami perubahan pada dirinya baik secara fisik
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Setiap individu akan mengalami perubahan pada dirinya baik secara fisik maupun emosional. Semakin bertambahnya usia, individu akan mengalami berbagai macam
Diabetes tipe 2 Pelajari gejalanya
Diabetes tipe 2 Pelajari gejalanya Diabetes type 2: apa artinya? Diabetes tipe 2 menyerang orang dari segala usia, dan dengan gejala-gejala awal tidak diketahui. Bahkan, sekitar satu dari tiga orang dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kanker payudara disebut juga dengan ca mammae adalah sebuah tumor ganas yang tumbuh dalam jaringan mammae. Merupakan masalah global dan isu kesehatan internasional
GAMBARAN KEJADIAN POST PARTUM BLUES BERDASARKAN GEJALA DAN FAKTOR PENYEBAB PADA IBU NIFAS DI KELURAHAN MARGADANA DAN SUMUR PANGGANG
GAMBARAN KEJADIAN POST PARTUM BLUES BERDASARKAN GEJALA DAN FAKTOR PENYEBAB PADA IBU NIFAS DI KELURAHAN MARGADANA DAN SUMUR PANGGANG Fetra Farlina 1, Iroma Maulida 2, Adevia Chikmah 3 D III Kebidanan Politeknik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Pustaka 1. Pola Asuh Orangtua a. Pengertian Dalam Kamus Bahasa Indonesia pola memiliki arti cara kerja, sistem dan model, dan asuh memiliki arti menjaga atau merawat dan
BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi sumber daya yang berkualitas tidak hanya dilihat secara fisik namun
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak merupakan harapan masa depan bangsa yang perlu dipersiapkan agar menjadi sumber daya yang berkualitas tidak hanya dilihat secara fisik namun sehat mental dan sosial
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. manapun dengan berbagai budaya dan sistem sosial. Keluarga merupakan warisan umat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keluarga merupakan unit sosial penting dalam bangunan masyarakat di belahan dunia manapun dengan berbagai budaya dan sistem sosial. Keluarga merupakan warisan umat manusia
TIME OUT : ALTERNATIF MODIVIKASI PERILAKU DALAM PENANGANAN ANAK ADHD (ATTENTION DEFICIT/HYPERACTIVITY DISORDER)
TIME OUT : ALTERNATIF MODIVIKASI PERILAKU DALAM PENANGANAN ANAK ADHD (ATTENTION DEFICIT/HYPERACTIVITY DISORDER) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Diajukan Oleh
LAMPIRAN KUESIONER. Nama responden : Jenis kelamin : Laki-laki (L)/ Perempuan (P) Usia responden. a) <40. b) c) >60
47 LAMPIRAN KUESIONER Nama responden : Jenis kelamin : Laki-laki (L)/ Perempuan (P) Usia responden a) 60 Pendidikan terakhir responden : a) Tidak pernah bersekolah b) SD c) SMP d) SMA/sederajat
dan menghasilkan pertumbuhan serta kreativitas.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tingkat Kecemasan Remaja yang Menjalani Perawatan (Hospitalisasi) Remaja 1. Kecemasan Kecemasan merupakan suatu sinyal yang menyadarkan dan mengingatkan adanya bahaya yang mengancam
BAB I PENDAHULUAN. membangun bangsa ke arah yang lebih baik. Mahasiswa, adalah seseorang
15 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa, pada dasarnya sebagai generasi penerus. Mereka diharapkan sebagai subyek atau pelaku didalam pergerakan pembaharuan. Sebagai bagian dari masyarakat,
STROKE Penuntun untuk memahami Stroke
STROKE Penuntun untuk memahami Stroke Apakah stroke itu? Stroke merupakan keadaan darurat medis dan penyebab kematian ketiga di Amerika Serikat. Terjadi bila pembuluh darah di otak pecah, atau yang lebih
BAB I PENDAHULUAN. ekonomi berkepanjangan juga merupakan salah satu pemicu yang. memunculkan stress, depresi, dan berbagai gangguan kesehatan pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gangguan kesehatan mental psikiatri sebagai efek negatif modernisasi atau akibat krisis multidimensional dapat timbul dalam bentuk tekanan dan kesulitan pada seseorang
