Rancang Bangun Workflow Management System pada Kasus Enterprise Resource Planning (ERP)
|
|
|
- Yuliani Sanjaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: ( Print) 1 Rancang Bangun Workflow Management System pada Kasus Enterprise Resource Planning (ERP) Chairaja Almas Djeni, Riyanarto Sarno, dan Dwi Sunaryono Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya Indonesia [email protected] Abstrak Para perusahaan umumnya membutuhkan aplikasi yang dapat dikonfigurasi dengan mudah. Hal ini dapat terwujud jika aplikasi tersebut didukung oleh sistem Workflow Management System (WFMS). WFMS berfungsi untuk menyimpan berbagai workflow yang sama dan bervariasi dari proses bisnis. Penelitian ini berfokus pada desain arsitektur yang dapat menyimpan berbagai workflow yang sama dan bervariasi. Untuk mengakomodir berbagai variasi dari workflow, penelitian ini menggunakan pendekatan ontologi menggunakan Web Ontology for (OWL-S) untuk menganotasikan workflow agar dapat dilakukan query secara semantik. WFMS yang dibangun juga menyimpan event log yang dihasilkan oleh aktivitas dari workflow. Event log ini menggunakan standar event log pada process mining sehingga bisa dianalisis lebih lanjut menggunakan aplikasi process mining seperti ProM. Setelah proses ujicoba, arsitektur WFMS ini terbukti menghasilkan akurasi yang tinggi dari query OWL-S dan event log yang bisa dianalisis menggunakan aplikasi ProM. Kata Kunci Semantic Similarity, Web Ontology for, Workflow Management System. mengajukan desain sistem yang dapat mengatasi masalah pencarian workflow menggunakan anotasi dan event log yang dihasilkan. Penelitian ini mengajukan pendekatan anotasi workflow menggunakan ontologi dengan standar OWL-S[3] dan menggunakan konsep event listener di workflow engine dari WFMS. Pendekatan anotasi dengan ontologi ini memiliki kelebihan, yaitu sifatnya yang terbuka dan tidak harus memiliki identitas unik antar workflow. Berbagai workflow yang telah dianotasi dalam OWL-S akan melalui tahap query secara semantik untuk meningkatkan konsep reusability pada workflow. Untuk mengatasi permasalahan pada log yang dihasilkan dari aktivitas workflow, penelitian ini mengajukan konsep event listener yang bisa menghasilkan log yang berstandar process mining. Keuntungan dari log yang berstandar process mining adalah kemampuan log untuk dianalisis menggunakan teknik process mining dan menghasilkan analisis seperti analisis beban kerja, bottleneck, dan fraud atau kecurangan pada sistem. K I. PENDAHULUAN EBUTUHAN perusahaan terhadap aplikasi cenderung berubah-ubah. Aplikasi dituntut untuk bisa cepat beradaptasi terhadap perubahan proses bisnis perusahaan. Perubahan struktur organisasi dan standar operasi merupakan beberapa alasan yang mengubah proses bisnis perusahaan. Dengan kata lain, aplikasi dituntut untuk bisa dikonfigurasi secara fleksibel. Kebutuhan aplikasi yang fleksibel hanya mungkin dilakukan jika didukung oleh Workflow Management System (WFMS)[1]. Hal ini dikarenakan aplikasi yang berbasis workflow bersifat modular dan bisa dikonfigurasi secara fleksibel. Terdapat banyak contoh WFMS yang ada seperti SHIWA. Berbagai desain WFMS ini telah menerapkan anotasi dari workflow dan menghasilkan event log. Tetapi, terdapat beberapa kekurangan dari desain WFMS di atas. Pertama, informasi dari workflow pada SHIWA disimpan dalam basis data relasional seperti SQL. Hal ini cukup menyulitkan karena sifat basis data yang relasional yang tertutup dan tidak menggunakan sistem anotasi. Kedua, berbagai WFMS di atas menyimpan log dari berbagai aktivitas dengan standar masing-masing. Standar logging yang tidak lengkap ini membuat pengembang kesulitan menganalisis kinerja aktivitas workflow[2]. Dengan dasar permasalahan tadi, penelitian ini ingin II. TINJAUAN PUSTAKA A. Workflow Management System Workflow Management System memiliki definisi yang sangat luas dan beragam. Berdasarkan Van der Aalst dan Van Hee, WFMS adalah ide, metode, teknik, dan perangkat lunak yang digunakan untuk mendukung proses bisnis yang terstruktur[4]. Sedangkan berdasarkan Workflow Management Coalition (WFMC) [1], WFMS adalah sebuah sistem yang berkemampuan untuk mendefinisikan, membuat, dan memanajemen eksekusi dari sebuah alur kerja atau workflow yang berasal dari penggunaan sebuah perangkat lunak atau source code dan berjalan baik pada workflow engine yang sama maupun berbeda. Berbagai definisi ini mensyaratkan bahwa sebuah WFMS harus menjalankan beberapa fungsi utama, yaitu menjalankan sebuah proses bisnis atau workflow, memanajemen berbagai proses bisnis atau workflow yang ada, dan membuat serta mendefinisikan proses bisnis. Pada artikel ini, WFMS yang dibangun memiliki dua fungsi, yaitu menjalankan workflow atau proses bisnis yang sudah didefinisikan di dalam standar Business Process Execution Language (BPEL)[5] dan memanajemen berbagai workflow yang ada melalui metadata. Kedua fungsi ini dipilih karena merupakan area permasalahan yang ingin dipecahkan yaitu konsep reusability pada workflow, konsep event log
2 JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: ( Print) 2 PREFIX foaf: < SELECT?name?mbox WHERE {?x foaf:name?name.?x foaf:mbox?mbox } Gambar 1. Contoh query dalam bahasa SPARQL pada process mining, dan konsep eksekusi workflow berbasis BPEL. B. Mencocokkan WSDL dan OWL-S Web s Pada penelitian sebelumnya, terdapat suatu metode untuk menghubungkan antara web service dan OWL-S dalam bidang service advertisement[6]. Penelitian ini menawarkan sebuah metode untuk menggunakan OWL-S sebagai advertisement dan query dilakukan pada OWL-S dan WSDL. Hal ini bisa dilakukan karena terdapat kemiripan dari WSDL dan OWL-S. Penelitian ini menyebutkan terdapat beberapa kemiripan, yaitu operation name, input message, dan output message. Berdasarkan kemiripan tersebut, metode ini menghitung similaritas antara WSDL dan OWL-S menggunakan dua formula, yaitu operation similarity calculation dan input output similarity calculation. Formula operation similarity calculation menghitung nilai similaritas antara bagian operation name pada OWL-S dan operation name pada WSDL menggunakan semantik. Input similarity calculation merupakan formula yang menghitung input message pada WSDL dan input concept pada OWL-S, sedangkan output similarity calculation merupakan formula untuk menghitung output concept dari OWL-S dan output message dari WSDL. Seluruh nilai dari formula tadi akan dikalikan dengan bobotnya masing-masing. Penentuan bobot ditentukan oleh pengguna, semakin tinggi suatu bobot, maka semakin penting nilai komponen tersebut bagi pengguna. Terdapat juga arsitektur yang menawarkan sistem untuk menerapkan OWL-S repository. Konsep yang ditawarkan bernama Ontology Search and Standardization Engine (OSSE). Konsep ini mencari file ontologi yang sesuai dengan keyword dan mengurutkannya dengan concept matching dari ontologi. Selain itu, terdapat pula sebuah metode yang ditawarkan berupa Broker-based Semantic Search Agent (SSA). Metode ini menitikberatkan arsitektur pada pencarian berdasarkan kesamaan input output dan Universal Description Discovery and Integration (UDDI), sebuah standar lain yang merepresentasikan web service. C. SPARQL query language SPARQL[7] merupakan bahasa query dari standar ontologi. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa yang bisa melakukan query terhadap file OWL-S atau ontologi. Contoh query bisa dilihat di Gambar 1. Setiap query diawali oleh prefix yang berisi berbagai konstanta yang digunakan dalam query. Setiap konstanta akan merepresentasikan sebuah file ontologi yang berisi deklarasi kelas-kelas yang ada di file ontologi yang akan diakses menggunakan query. Setiap Keyword OWL-S Name Pick Material Collect Material Score 0,917 0,937 Tabel 1. Contoh hasil rumus semantic similarity ( ) variabel akan diawali oleh karakter tanda tanya (?). Setiap statement di dalam query akan terdiri dari tiga elemen, yaitu dua variabel yang merepresentasikan nilai dari triplet dan satu statement yang menyatakan hubungan atau relasi yang digunakan di dalam statement. D. Semantic Similarity Penelitian kali ini menggunakan teori semantic similarity untuk mencari nilai kedekatan antara deskripsi sebuah service dan keyword yang diberikan. Semantic similarity merupakan metode yang sangat luas dan bervariasi tergantung dari definisi yang diterapkan oleh metode tersebut. Di dalam penelitian kali ini, definisi semantic similarity yang digunakan mengutamakan jumlah kata yang sama daripada kata yang sinonim [8]. Persamaan yang digunakan dapat dilihat di (1). Rumus yang terdapat pada (1) merupakan rumus yang dipakai untuk menentukan nilai similaritas antara dua buah kalimat. Variabel n 1 dan n 2 menunjukkan kalimat 1 dan kalimat 2. Variable w 1 menunjukkan kumpulan kata yang terdapat pada n 1, begitu juga w 2. Fungsi synonym(s,t) merupakan fungsi yang memeriksa hubungan antara dua kata, apakah berhubungan erat seperti sinonim atau tidak. Dengan kata lain, rumus pada (1) menghitung nilai similaritas secara semantik dengan membandingkan kata-kata dari kedua kalimat. Kata-kata yang sama atau terdapat di dua kalimat yang berbeda, akan diberi nilai 1 dan kata-kata yang memiliki hubungan erat seperti sinonim akan diberi nilai 0,75. Seluruh nilai yang didapat akan ditambah dan dibagi dengan jumlah kata terbesar diantara n 1 dan n 2. Contoh dari penggunaan rumus (1) dapat dilihat pada Tabel 1. Terdapat dua buah service name dan description masing-masing dari keyword dan OWL-S. name yang berasal dari keyword dan yang berasal dari OWL-S memiliki dua kata yang sama dan satu kata yang sinonim. Sehingga nilainya menjadi 2,75 dibagi 3 yaitu 0,917. Nilai 2,75 muncul karena jumlah kata yang sama berbobot 1 yang berjumlah dua dan jumlah kata yang sinonim berbobot 0,75 yang berjumlah satu. E. Web Mining Description This service pick material and automate storage record This service pick good and automate storage memo Terdapat beberapa penelitian yang telah meneliti tentang kemungkinan melakukan analisis atau mining dari kegiatan atau aktivitas web service. Berbagai kesulitan dihadapi pada konsep web service mining seperti yang dijelaskan pada paper
3 JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: ( Print) 3 PREFIX service:< PREFIX profile:< SELECT?subject?name?desc WHERE {?subject service:presents?object.?object profile:servicename?name.?object profile:textdescription?desc. } Gambar 2. Query SPARQL yang digunakan dalam metode service mining [6]. Salah satu kesulitan itu adalah pada bagian pengumpulan data atau log dari aktivitas web service. Kesulitan pada bagian ini bervariasi mulai dari konsep instance pada event log berstandar process mining, kepastian dan kebenaran dari log yang dihasilkan, dan hubungan antara model dan log. Beberapa penelitian telah mencoba meneliti tentang kesulitan dalam masalah log ini. Terdapat penelitian yang mencoba menghasilkan event log dari web service. Seperti metode yang telah dicoba pada [9]. Berbagai metode yang dicoba seperti pada level trivial, yaitu mengambil data dari header pada request web service. III. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM A. Analisis Sistem Bagian ini membahas tahap analisis permasalahan dan perancangan aplikasi yang dibuat. Analisis permasalahan membahas permasalahan yang yang diangkat dalam proses pengerjaan aplikasi. Solusi yang ditawarkan oleh penulis juga dicantumkan pada tahap permasalahan analisis ini. Analisis kebutuhan mencantumkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan perangkat lunak. Selanjutnya dibahas mengenai perancangan sistem yang dibuat. Pendekatan yang dibuat dalam perancangan ini adalah pendekatan berorientasi objek. B. Deskripsi Umum Sistem Aplikasi ini dibangun untuk memberikan arsitektur baru terhadap WFMS. WFMS yang dibangun mempunyai beberapa fungsi utama. Pertama, WFMS mampu mengimplementasikan workflow dalam standar BPEL menjadi web service. Kedua, WFMS mampu meningkatkan konsep reusability dari workflow. Dan ketiga, WFMS mampu menghasilkan event log sesuai standar process mining. Input dari sistem ini adalah file workflow BPEL dan keyword deskripsi pencarian. Output dari sistem ini adalah event log dari aktivitas dan informasi tentang workflow. Konsep yang dibangun oleh sistem ini memiliki beberapa perbedaan dengan WFMS yang sudah ada. Pertama, anotasi dari workflow menggunakan pendekatan ontologi. WFMS yang sudah ada menyimpan anotasi dari workflow menggunakan basis data relasional yang bersifat tertutup. Sehingga menyulitkan pengguna untuk melakukan query ke repository. Kedua, proses pembuatan event log juga mengikuti aturan dari process mining. Hal ini dikarenakan berbagai event log yang dihasilkan WFMS yang sudah ada tidak bisa dianalisis langsung oleh aplikasi process mining. C. Spesifikasi Kebutuhan Pada sistem yang akan dibuat ini, dibutuhkan beberapa fungsi yang dapat membantu proses bisnis dalam sistem. Fungsi-fungsi tersebut antara lain: 1. Mengunggah BPEL ke WFMS Pengguna dapat mengunggah BPEL ke dalam aplikasi WFMS. 2. Melihat informasi workflow Pengguna dapat melihat informasi workflow secara detil. 3. Mencari workflow Pengguna dapat melakukan pencarian terhadap workflow. 4. Mengunduh event log Pengguna dapat mengunduh event log yang dihasilkan dari aktivitas workflow. D. Skenario Kasus Penggunaan Kasus penggunaan yang digunakan pada sistem perangkat lunak ini terdiri dari empat kasus penggunaan. Berbagai kasus penggunaan ini merupakan kebutuhan fungsional dari aplikasi WFMS ini. Penjelasan untuk tiap kasus penggunaan adalah sebagai berikut: 1. Mengunggah BPEL ke WFMS Pada kasus penggunaan ini, WFMS akan menerima perintah dari pengguna untuk mengunggah file BPEL ke aplikasi WFMS. Kemudian, BPEL akan dimasukkan ke repository dan disimpan oleh aplikasi. BPEL yang sudah disimpan, akan diimplementasikan sebagai web service. 2. Melihat informasi workflow Pada kasus penggunaan ini, sistem akan menerima perintah dari pengguna untuk melihat informasi terkait tentang workflow seperti instance, event log, dan deskripsi. 3. Melakukan pencarian workflow Sistem dapat melakukan pencarian workflow melalui metode semantic OWL-S query. 4. Mengunduh event log Sistem dapat menghasilkan event log yang berstandar process mining. IV. IMPLEMENTASI A. Implementasi pencarian workflow menggunakan semantic OWL-S Query Metode pertama dari pencarian berbasis OWL-S adalah sistem query ontologi. Metode ini berfungsi mengambil seluruh informasi yang dibutuhkan dari file berstandar OWL- S. Metode query ontologi yang dipakai adalah SPARQL. Dengan menggunakan query SPARQL, berbagai elemen pada file dengan standar OWL-S bisa diakses dan diseleksi untuk tahap selanjutnya. OWL-S terdiri dari tiga bagian, yaitu profile, grounding, dan process. Di dalam query yang dipakai di artikel ini, bagian profile menjadi bagian satu-satunya yang akan diambil. Hal ini dikarenakan bagian profile mengandung
4 JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: ( Print) 4 Sebuah aktivitas dipanggil Event log diakses oleh aplikasi web Objek event dikirim ke event listener Informasi dari objek event dimasukkan ke basis data Tabel 2. Tabel berbagai tingkat web service mining Level Informasi Fasilitas Penggalian data 1 - IP klien - Invoked workflow - Status HTTP 2 - SOAP request 3 - Invoked operation - SOAP request Logging - Web server - Penggunaan service - Pelacakan klien - Failure rate - HTTP listener - WFMS - SOAP handlers - Execution time - SOAP analysis - Level 2 Event log dibentuk ke format csv untuk process mining Gambar 3. Alur pembentukan event log 4 - Invoked operation - SOAP request 5 - Level 4+ - Workflow information - WFMS - SOAP handlers - Level 4 - Web service - Level 3 - Aktivitas klien - Level 4 - Web service workflow bagian semantik dari web service, yaitu service name dan description. Untuk mengambil bagian profile, maka digunakan query seperti pada Gambar 2. Dengan menggunakan query ini, service name dan description dari seluruh web service direpresentasikan dalam file OWL-S akan didapatkan. Setelah mendapatkan seluruh service name dan description dari OWL-S, langkah selanjutnya adalah menghitung similarity score dari seluruh data terhadap keyword yang diinginkan pengguna. Keyword yang dimasukkan terbagi menjadi dua tipe, yaitu service name dan description. name pada OWL-S akan dicocokkan terhadap service name dari keyword, begitu juga dengan description dari OWL-S dan keyword. Perhitungan ini menggunakan konsep semantic similarity yang menghitung nilai semantic similarity dari jumlah kata yang sama dan memiliki hubungan yang tinggi. Rumus dari nilai semantic similarity antara OWL-S dan keyword dapat dilihat pada (2). Pada (2), terdapat empat variabel dan satu fungsi. Fungsi sem adalah fungsi yang menghitung semantic similarity dari dua kalimat seperti yang dijelaskan di bagian tinjauan pustaka. Variabel nameowl adalah service name dari file OWL-S dan namekey merupakan service name pada keyword. Variabel descowl adalah service description yang ada pada file OWL-S dan desckey adalah description pada keyword. Dengan kata lain, nilai similaritas antara file OWL- S dan keyword adalah nilai rata-rata dari nilai semantic simililarity antara service name pada OWL-S dan keyword dan nilai semantic simililarity antara description pada pada OWL-S dan keyword. Setelah seluruh OWL-S dibandingkan dengan keyword, langkah terakhir adalah memilih service yang berbentuk OWL-S yang akan ditampilkan ke pengguna. Penelitian ini menggunakan sistem threshold untuk menentukan nilai terendah dari OWL-S dan keyword dari service yang akan ditampilkan. Sehingga, service OWL-S yang memiliki nilai similaritas lebih rendah dari threshold, tidak ditampilkan. B. Implementasi Event Log Generator Permasalahan kedua dalam penelitian ini adalah metode untuk menghasilkan event log atau event log generator. Terdapat berbagai metode yang telah dikembangkan dan diwacanakan untuk bisa menghasilkan event log dari komposisi web service. Salah satunya adalah konsep web service mining yang ingin mengubah konsep dari Simple Object Access Protocol (SOAP) header dengan menambah informasi tentang event log attribute. Konsep ini menjelaskan bahwa keterbatasan informasi dari header dari protokol SOAP telah menyebabkan sulitnya pembentukan event log dari web service. Untuk itulah, konsep ini ingin menambahkan informasi dengan tag <WSHeaders> yang bisa berisi informasi seperti choreography protocol, choreography name, chorography case. Selain konsep web service mining di atas, terdapat konsep yang lain dengan memanfaatkan berbagai logging facilities. Konsep ini membedakan berbagai tipe web service mining yang bisa dilakukan berdasarkan logging facilities yang tersedia. Terdapat lima tingkatan web service mining yang tersedia berdasarkan konsep ini seperti yang ditunjukkan Tabel 2. Pada tingkat pertama, logging facilities hanya tersedia pada web server tempat service berada. Informasi yang bisa didapat hanya alamat IP dari klien, web service yang dijalankan, timestamp, dan HTTP status code. Dengan informasi yang sedikit ini, tentu event log belum bisa dibentuk. Berbagai tingkat yang ada di konsep ini, belum menjelaskan bagaimana informasi event log bisa terbentuk. Konsep ini hanya menjelaskan bagaimana informasiinformasi yang terdapat pada web service dan protokol SOAP bisa berguna untuk web service mining. Oleh karena itu, artikel ini menggunakan sistem event log generator pada server Apache ODE. Sistem ini merupakan sebuah logging facilities yang diberikan oleh Apache ODE. Konsep ini sangat berbeda dari kedua konsep yang telah disebutkan di atas. Sistem ini tidak mengubah struktur dari
5 JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: ( Print) 5 Tabel 3. Hasil pengujian pada berbagai aktivitas No Activity Best Threshold 1 Presale Activity 0,7 2 Sale Order Entry 0,7 3 Check Availability 0,7 4 Pick Material 0,6 5 Pack Material 0,6 6 Post Good Issue 0,7 7 Invoice Customer 0,6 8 Receipt Of Customer Payment 0,7 Mean 0,662 informasi dari SOAP header. Sistem ini juga tidak memanfaatkan HTTP logging. Sistem ini memanfaatkan implementasi dari kelas event listener yang disediakan dari Apache ODE. Apache ODE memberikan sebuah kelas abstrak yang dapat diimplementasikan oleh pengguna. Metode dari kelas ini akan dipanggil setiap suatu aktivitas akan dipanggil. Implementasi yang dipakai pada tugas akhir ini bekerja dengan alur yang digambarkan pada Gambar 3. Pada alur ini, terdapat beberapa bagian yang penting. Bagian pengiriman objek event terjadi pada sistem event listener. Setelah objek diterima, berbagai informasi dari event tersebut dapat diakses. Seluruh informasi akan dikirim ke basis data, tetapi hanya beberapa informasi penting seperti case id, activity name, status, dan timestamp. Setelah semua event log berada di basis data, event log bisa dilihat melalui web. Event log juga bisa diunduh ke dalam format Comma- Separated Values (CSV). CSV dipilih karena merupakan tipe data yang bisa diproses ke dalam process mining. Selain itu, format CSV juga dipilih karena mudah dan terdapat aplikasi yang bisa mengubah format CSV ke format data di process mining, seperti format mxml. V. PENGUJIAN DAN EVALUASI Pengujian dilakukan untuk menguji apakah kedua metode yang diajukan sudah berjalan dengan benar. Rincian pengujian adalah sebagai berikut: 1. Pengujian fitur pencarian workflow pada studi kasus sales order Skenario pengujian ini mengikuti skenario pengujian kasus semantic web service composition. Setiap aktivitas dari alur sales order akan dijadikan 30 buah web service yang memiliki kemiripan tinggi. Web service itu bersifat composite, atau memiliki bagian lagi di dalamnya. Dalam pengujian ini, digunakan 240 buah web service untuk menguji metode similarity score yang diajukan di paper ini. Seluruh web service telah dikonversi ke dalam OWL- S yang memiliki service name dan description dalam bahasa inggris. Skenario pengujian memecah web service tersebut ke dalam delapan tipe sesuai dengan aktivitasnya masingmasing. Hal ini dilakukan karena terdapat delapan query Tabel 4. Contoh hasil event log yang dihasilkan ID Process ID Case Activity Status Timestamp ID 25 Sales Order 3701 Receive Input start 5/31/ Sales Order 3701 Receive Input complete 5/31/ Sales Order 3701 Assign start 5/31/ Sales Order 3701 Assign complete 5/31/2014 berbeda yang terdapat di pengujian. Masing-masing query mewakili satu aktivitas. Setelah web service dibagi menjadi delapan bagian, masing-masing query akan dijalankan. Sehingga nilai similarity score dari masingmasing web service akan muncul dan dicatat. Setelah semua data selesai diuji dan mendapat nilai, akurasi dari metode ini dapat dihitung sesuai rumus pada (3). Nilai True Positive (TP) merupakan jumlah data yang memiliki nilai di atas threshold dan berasal dari daftar web service pada aktivitas tersebut. Nilai True Negative (TN) merupakan jumlah data yang memiliki nilai dibawah threshold dan tidak berasal dari daftar web service pada aktivitas tersebut. Nilai False Positive (FP) merupakan jumlah data yang memiliki nilai di atas threshold tetapi tidak berasal dari daftar web service pada aktivitas tersebut. Nilai False Negative (FN) merupakan jumlah data yang memiliki nilai di bawah threshold tetapi berasal dari daftar web service pada aktivitas tersebut. Nilai threshold yang diambil merupakan rata-rata nilai threshold terbaik pada setiap pengujian aktivitas. Query untuk mencari service dari aktivitas akan dimasukkan sebagai keyword ke sistem. Keyword akan dibandingkan dengan seluruh file OWL-S yang ada sehigga seluruh OWL-S akan memiliki nilai similaritas terhadap keyword. Kemudian, setiap threshold akan dicoba dan menghasilkan akurasi seperti Tabel 3. Threshold terbaik pada setiap aktivitas akan dikumpulkan dan diratakan sehingga menghasilkan threshold keseluruhan. Hasil terbaik dari percobaan ini yaitu dengan threshold rata rata menghasilkan akurasi sebesar 0,99. Dari hasil pengujian, terdapat beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kasus FP terjadi karena beberapa deskripsi yang terdapat pada web service memiliki katakata yang sinonim dengan keyword tetapi pada letak yang berbeda. Perbedaan letak kata tidak diakomodir dalam perhitungan. Kasus seperti ini jarang terjadi, sehingga tidak menimbulkan perubahan yang berarti. Kedua, threshold yang tinggi tidak menjamin akurasi yang tinggi. Hal ini disebabkan perhitungan nilai semantik bergantung pada perbedaan jumlah kata. Dengan kata lain, jika perbedaan jumlah kata keyword dan OWL-S terlalu jauh, nilai semantik akan semakin kecil. Sehingga, kasus dengan nilai semantik yang kecil bisa saja berasal dari daftar positif, karena perbedaan jumlah kata pada OWL-S dan keyword. Oleh karena itu, disarankan pembatasan jumlah kata pada OWL-S dan keyword untuk menjaga akurasi yang tinggi. Selain itu, berbagai kasus yang terjadi
6 JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: ( Print) 6 di pengujian ini, mebuktikan bahwa metode ini bisa dipakai pada berbagai proses bisnis dari ERP. 2. Pengujian metode pembentukan event log Pengujian metode ini juga menggunakan kasus studi sale order. Sale order yang dikomposisi dalam bentuk BPEL harus diunggah terlebih dahulu. Setelah diunggah, aplikasi akan mengimplementasikan BPEL dalam bentuk web service. Setelah itu, aktivitas sale order akan diaktifkan dan dijalankan. Setelah mengambil event log, event log akan dibuka menggunakan aplikasi spreadsheet Microsoft Excel. Event log yang telah diambil dalam format CSV dapat dilihat pada Tabel 4. Pada event log tersebut, terdapat 5 atribut yang telah sesuai dengan standar event log process mining, yaitu processid, caseid, activity, status dan timestamp. Setelah itu, event log dapat dianalisis menggunakan aplikasi process mining. Hal ini membuktikan event log yang dihasilkan oleh arsitektur ini merupakan event log yang berstandar process mining. VI. KESIMPULAN/RINGKASAN Penelitian ini diajukan karena dilatarbelakangi oleh beberapa masalah yang ada pada pengembangan workflow. Beberapa masalah ini terbagi dalam dua jenis masalah yaitu sulitnya melakukan penggunaan kembali workflow yang sudah ada atau workflow reusability dan sulitnya menganalisis aktivitas dari workflow menggunakan teknik process mining. Penelitian ini menawarkan sebuah arsitektur WFMS untuk mengatasi kedua jenis masalah di atas. Arsitektur yang diajukan oleh penelitian ini mempunyai tujuan meningkatkan reusability workflow dengan metode pencarian semantic query dengan pendekatan ontologi OWL-S dan metode event log generator menggunakan workflow engine Apache ODE. Permasalahan pertama, yaitu masalah sulitnya melakukan pencarian terhadap workflow, diselesaikan dengan menggunakan metode pencarian workflow menggunakan standar OWL-S sebagai basis metadata dan semantic similarity sebagai rumus penghitungan nilai hubungan antara keyword dan web service. Dengan hanya berbekal keyword berupa service name dan description, pengguna bisa mendapatkan berbagai workflow yang diinginkan. Metode ini berhasil membantu pengguna dalam mencari workflow, dibuktikan dari hasil pengujian yang memiliki akurasi tinggi yaitu 0,99. Hasil akurasi yang tinggi ini membuktikan bahwa metode ini dapat mencari workflow secara akurat dan membantu proses pencarian workflow yang menjadi permasalahan pertama yang melatarbelakangi penelitian ini. Permasalahan kedua, yaitu sulitnya menganalisis aktivitas workflow, terjadi akibat tidak adanya WFMS yang menghasilkan log berstandar process mining. Arsitektur yang diajukan pada penelitian ini, memiliki metode untuk menghasilkan event log berstandar process mining. Dengan menggunakan workflow engine dari Apache ODE, metode ini bisa menghasilkan event log berstandar process mining secara sempurna. Hal ini dibuktikan dari hasil pengujian, yang menunjukkan hasil event log yang memiliki atribut sesuai standar process mining. Dengan kata lain, penelitian ini telah berhasil memberikan sebuah solusi baru untuk kedua masalah yang melatarbelakangi penelitian ini. Dengan metode pencarian yang akurat, permasalahan kesulitan pencarian workflow bisa diselesaikan. Dan dengan metode penghasilan event log, masalah sulitnya menganalisis aktivitas workflow dengan teknik process mining bisa teratasi. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis C.A.D. mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedua orangtua dan keluarga penulis, para dosen pembimbing, seluruh dosen Teknik Informatika ITS, kerabat dekat, serta berbagai pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA [1] Workflow Management Coalition, [Online]. Available: /glossary.html. [2] W. Gaaloul, S. Bhiri and C. Godart, "Research challenges and opportunities in web services mining," Proc of System and Information Web, [3] E. Sirin, M. Dänzer and T. Möller, Nopember [Online]. Available: [4] W. v. d. Aalst and K. v. Hee, Workflow Management: Models, Methods, and Systems, Cambridge: MIT Press, [5] OASIS Web s Business Process Execution Language (WSBPEL) TC, April [Online]. Available: [6] A. Ankolekar, M. Burstein, J. R. Hobbs, O. Lassila, D. McDermott, D. Martin, S. A. McIlraith, S. Narayanan, M. Paolucci, T. e. Payne and K. Sycara, "DAML-S: Web Description for the Semantic Web," in ISWC '02 Proceedings of the First International Semantic Web Conference on The Semantic Web, London, [7] The SPARQL (1.1) Working Group, "W3C," [Online]. Available: [8] M. D. Remco Dijkman, B. v. Dongen, R. Käärik and J. Mendling, "Similarity of business process models: Metrics and evaluation, " Information Systems, vol. 36, no. 2, pp , [9] S. Dustdar and R. Gombotz, "Discovering web service workflows using web services interaction mining," International Journal of Business Process Integration and Management, vol. 1, pp , Februari 2007.
Rancang Bangun Aplikasi Workflow Management System pada Kasus Enterprise Resource Planning
Rancang Bangun Aplikasi Workflow Management System pada Kasus Enterprise Resource Planning Nama : Chairaja Almas Djeni NRP : 5110100709 Pembimbing 1 Pembimbing 2 : Prof. Drs. Ec. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc.,
PENJURIAN ONLINE BERBASIS WEB SERVICE
PENJURIAN ONLINE BERBASIS WEB SERVICE Dwi Sunaryono 1, Wahyu Suadi 2, I Made Krisna Widhiastra 3 1,2,3 Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 60111 E-mail : [email protected],
By : Agung surya permana ( )
By : Agung surya permana (5108100504) Latar belakang Rumusan masalah Permasalahan yang diangkat dalam menyelesaikan tugas akhir ini adalah: Bagaimana mengimplementasikan metode arsitektur SOA dari hasil
Analisis dan Perancangan Perangkat Lunak Media Sosial untuk Berbagi Informasi Diskon
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-423 Analisis dan Perancangan Perangkat Lunak Media Sosial untuk Berbagi Informasi Diskon Faizah Alkaff, Umi Laili Yuhana,
Web Services merupakan salah satu bentuk implementasi dari arsitektur model aplikasi N-Tier yang berorientasi layanan. Perbedaan Web Services dengan
Overview Web Service (sebagai software) adalah sebuah sistem didesain untuk mendukung mesin interoperabilitas untuk berinteraksi dalam jaringan. Seringnya Web service hanya berupa application programming
Arsitektur Web Service Web service memiliki tiga entitas dalam arsitekturnya, yaitu: 1. Service Requester (peminta layanan)
1. Pengenalan Web Service Definisi Web Service Web service adalah suatu sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung interoperabilitas dan interaksi antar sistem pada suatu jaringan. Web service
BAB 1 Service Oriented Architecture 1.1 Evolusi SOA
BAB 1 Service Oriented Architecture 1.1 Evolusi SOA Dengan melakukan penelusuran evolusi pola-pola integrasi, maka dapat ditunjukkan bahwa SOA merupakan teknik integrasi yang dibangun berdasarkan teknologi
Perancangan Web Application Honeypot untuk Menggali Informasi Peretas
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Perancangan Web Application Honeypot untuk Menggali Informasi Peretas Abdurrazak Baihaqi, Ary Mazharuddin Shiddiqi, S.Kom.,
Rancang Bangun Aplikasi Kurikulum Untuk Mendukung Manajemen Mutu Belajar Mengajar Perguruan Tinggi Studi Kasus ITS
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Rancang Bangun Aplikasi Kurikulum Untuk Mendukung Manajemen Mutu Belajar Mengajar Perguruan Tinggi Studi Kasus ITS Umar Hasan
Teknik Informatika S1
Teknik Informatika S1 Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut Pengenalan Web App + Req. Web App Disusun Oleh: Egia Rosi Subhiyakto, M.Kom, M.CS Teknik Informatika UDINUS [email protected] +6285740278021 Aplikasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bagi perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur, sistem informasi produksi yang efektif merupakan suatu keharusan dan tidak lepas dari persoalan persediaan
PRESENTASI TUGAS AKHIR KI PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODUL REKOMENDASI SECTION PADA OPEN JOURNAL SYSTEM (OJS)
PRESENTASI TUGAS AKHIR KI091391 PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODUL REKOMENDASI SECTION PADA OPEN JOURNAL SYSTEM (OJS) (Kata kunci: Jurnal, K-Nearest Neighbor, Karya Ilmiah, Klasifikasi Penyusun Tugas Akhir
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi tentang data dan informasi yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang akan diuji, yaitu dengan mendalami tentang klasifikasi teks. Selain itu juga membahas
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pencarian Pencarian adalah proses untuk menemukan suatu informasi yang kita butuhkan. Misalnya, kita ingin mencari sebuah kata didalam dokumen digital yang kita miliki. Kita
Perancangan Model Ontologi Pada Sistem Informasi Manajemen Skripsi
Perancangan Model Ontologi Pada Sistem Informasi Manajemen Skripsi Fajar Saptono, Idria Maita Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Pekanbaru
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perpustakaan digital merupakan aplikasi praktis yang mengelola koleksi berbagai macam dokumen dalam bentuk digital dan dapat diakses melalui komputer. Melalui aplikasi
BAB II LANDASAN TEORI. Basis Data Terdistribusi didefinisikan sebagai sebuah collection of multiple,
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Basis Data Terdistribusi Basis Data Terdistribusi didefinisikan sebagai sebuah collection of multiple, database yang saling berkaitan secara logik yang didistribusikan melalui
Pembuatan Kakas Bantu untuk Mendeteksi Ketidaksesuaian Diagram Urutan (Sequence Diagram) dengan Diagram Kasus Penggunaan (Use Case Diagram)
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-71 Pembuatan Kakas Bantu untuk Mendeteksi Ketidaksesuaian Diagram Urutan (Sequence Diagram) dengan Diagram Kasus Penggunaan (Use
BAB III PERANCANGAN. aplikasi pencarian judul buku terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat
BAB III PERANCANGAN 3.1 Peralatan Pendukung Peralatan pendukung digunakan untuk menunjang keberhasilan dalam pengembangan software. Peralatan pendukung yang dibutuhkan dalam pembuatan aplikasi pencarian
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu yang diketahui atau dianggap yang dikumpulkan (Hasan, 2009, p16), tetapi banyak data yang
SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI BARANG BERBASIS WEB SERVICE
SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI BARANG BERBASIS WEB SERVICE Susan Dian Purnamasari 1), Maulana 2), Fatoni 3) 1), 2) Sistem Informasi Universitas Bina Darma Palembang 3) Manajemen Informatika Universitas Bina
SISTEM INFORMASI PENJUALAN ONLINE SEPATU PADA TOKO STARS SHOP MEDAN
SISTEM INFORMASI PENJUALAN ONLINE SEPATU PADA TOKO STARS SHOP MEDAN 1 Febri Yana Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan JL. H.M. Joni No. 70C Medan 20152 Indonesia [email protected]
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: ( Print) A-534
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-534 Rancang Bangun Sistem Navigasi Indoor Berbasis Integrasi Symbolik Location Model dan Wifi Based Positioning System Untuk
WEB SERVICES. Sistem terdistribusi week 12
WEB SERVICES Sistem terdistribusi week 12 Outline Kegunaan web service Sejarah bahasa pemrograman Perusahaan pengusul web service Arsitektur web service Keuntungan & kekurangan wes service Kegunaan web
Rancang Bangun Perangkat Lunak Account Payable, Account Receivable, dan Fixed Asset Berorientasi Arsitektur Service (SOA) dengan Pendekatan Workflow
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Rancang Bangun Perangkat Lunak Account Payable, Account Receivable, dan Fixed Asset Berorientasi Arsitektur Service (SOA)
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
xi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dewasa ini membuat perubahan perilaku dalam pencarian informasi yang berdampak bagi lembagalembaga yang bergerak
Pembuatan Kakas Komunikasi Antar Pengembang Perangkat Lunak
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Pembuatan Kakas Komunikasi Antar Perangkat Lunak Anugerah Firdaus, Daniel Oranova Siahaan dan Rizky Januar Akbar Jurusan Teknik
Analisis dan Perancangan Aplikasi Penuntun Jalan dengan Perintah Suara Berbahasa Indonesia pada Perangkat Bergerak Berbasis Android
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Analisis dan Perancangan Aplikasi Penuntun Jalan dengan Perintah Suara Berbahasa Indonesia pada Perangkat Bergerak Berbasis
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengolahan data dan penyebaran informasi menjadi kurang efektif dan efisien, apabila sumber informasi dalam bentuk kertas yang statis atau mengandalkan daya ingat
Definisi Semantic Web
Semantic Web 1 Definisi Semantic Web Semantic web adalah sebuah visi: ide atau pemikiran dari bagaimana memiliki data pada web yang didefinisikan dan dihubungkan dengan suatu cara dimana dapat digunakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bab ini membahas teori-teori yang dijadikan acuan tugas akhir ini.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini membahas teori-teori yang dijadikan acuan tugas akhir ini. 2.1 Web Service Web Service adalah sekumpulan application logic beserta objek-objek dan method-method yang dimilikinya
Jurnal Ilmiah INOVASI, Vol.14 No.2 Hal , Mei-Agustus 2014, ISSN
ANALISIS KINERJA KOMPUTASI TERDISTRIBUSI DENGAN PLATFORM WEB SERVICE MENGGUNAKAN METODE REST REPRESENTATIONAL STATE TRANSFER Oleh : Yogiswara *) ABSTRAK Teknologi Komputasi terdistribusi seperti Common
serta Implementasi Single Sign On pada Enterprise Resource Planning (ERP)
Rancang Bangun Orkestrasi Web Service serta Implementasi Single Sign On pada Enterprise Resource Planning (ERP) AHMAD DZULFIKAR ADI PUTRA NRP 5107 100 088 Dosen Pembimbing Prof. Drs.Ec. Ir. Riyanarto Sarno,
Pemrograman Aplikasi Berbasis Sistem Komputer. KTP Online. Nama : Andreas NIM : Departemen Teknologi Informasi
Pemrograman Aplikasi Berbasis Sistem Komputer KTP Online Nama : Andreas NIM : 1313004 Departemen Teknologi Informasi INSTITUT TEKNOLOGI HARAPAN BANGSA 2014 Kata Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan karena
MODEL DESAIN BPEL UNTUK KOMPOSISI WEB SERVICE DALAM OPEN ESB
MODEL DESAIN BPEL UNTUK KOMPOSISI WEB SERVICE DALAM OPEN ESB 1 Ricky Eka Putra1, Bayu Adhi Nugroho2 Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya 2 Teknik Informatika,
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK PENCARIAN WEB SERVICE MENGGUNAKAN LUCENE
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK PENCARIAN WEB SERVICE MENGGUNAKAN LUCENE OLGA CERIA SARI NRP 5106 100 618 DOSEN PEMBIMBING: Sarwosri,S.Kom,MT. Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc LATAR BELAKANG Kebutuhan
Latent Semantic Analysis dan. Similarity untuk Pencarian. oleh : Umi Sa adah
Metode Latent Semantic Analysis dan Algoritma Weighted Tree Similarity untuk Pencarian berbasis b Semantik oleh : Umi Sa adah 5109201030 Pembimbing : Prof. Drs.Ec. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc, Ph.D Umi Laili
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi internet yang pesat saat ini memudahkan berbagai macam informasi dapat diperoleh di mana saja dan kapan saja. Situs-situs yang menyediakan informasi
APLIKASI MANAJEMEN PERKANTORAN E */**
APLIKASI MANAJEMEN PERKANTORAN E */** Pertemuan 5 Compiere PENGENALAN COMPIERE Compiere mempunyai arti untuk melengkapi, menyelesaikan, mengerjakan (dalam bahasa Italia) Solusi bisnis ERP dan CRM yang
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Event. 2.2 Web Service II-1
BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dibabarkan dasar-dasar teori yang menjadi landasan pengerjaan tugas akhir ini. Dasar-dasar teori ini didapatkan dari studi literatur yang merupakan salah satu metodologi
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: ( Print) A-100
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-100 Identifikasi dan Pemodelan Sistem Pengkajian Makalah Menggunakan Pendekatan Berbasis Proses (Studi Kasus: Jurnal Sisfo) Chandra
PEMANFAATAN PROCESS MINING PADA E-COMMERCE
PEMANFAATAN PROCESS MINING PADA E-COMMERCE Wawan Yunanto 1), Kartina Diah KW 2) 1) Program Studi Sistem Informasi, Politeknik Caltex Riau 2) Program Studi Teknik Informatika, Politeknik Caltex Riau Jl.Umban
BAB III ANALISIS. 3.1 Model Penerapan BPM pada SOA III-1
BAB III ANALISIS 3.1 Model Penerapan BPM pada SOA Penerapan proses BPM pada sebuah organisasi akan mengakibatkan sistem yang digunakan terus berubah untuk mencapai proses bisnis yang lebih efisien dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi pada era globalisasi saat ini berkembang dengan sangat pesat. Dengan adanya teknologi informasi, maka dapat membantu berbagai kegiatan di semua
BAB III ANALISIS. 3.1 Analisis Model Business Process Outsourcing
BAB III ANALISIS 3.1 Analisis Model Outsourcing Dari beberapa penjelasan mengenai model Outsourcing (BPO) pada subbab 2.3.1, diajukan Gambar III.1 sebagai gambaran umum dari BPO pada Tugas Akhir ini. Beberapa
BAB IV PERANCANGAN. 4.1 Proses Bisnis Pengadaan Barang
BAB IV PERANCANGAN Pada tahap perancangan ini akan dilakukan perancangan proses pengadaan barang yang sesuai dengan proses bisnis rumah sakit umum dan perancangan aplikasi yang dapat membantu proses pengadaan
Sistem Rekonstruksi Rute Perjalanan Dengan GPS Untuk Efisiensi Proses Update Posisi
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, 2013) ISSN: 2337-3539 2301-9271 Print) 1 Sistem Rekonstruksi Rute Perjalanan Dengan GPS Untuk Efisiensi Proses Update Posisi Nuke Yuniar Anugrah, Waskitho Wibisono,
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERGUDANGAN DI CV. GRAHA EKSOTIKA BERBASIS WEB SERVICE
18 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERGUDANGAN DI CV. GRAHA EKSOTIKA BERBASIS WEB SERVICE Mukhsinta Dewi Larasati 1, Dyah Ayu Irawati 2, Arief Prasetyo 3 Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Teknologi
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: ( Print) A-183
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2,. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-183 Implementasi Modul-Modul Enterprise Resource Planning Multi Tenant pada Cloud Computing Rizky W. Herlambang, Riyanarto Sarno,
PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL
PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL i SKRIPSI S U L H A N 041401025 PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan yang ada sebagai dasar untuk membuat sebuah solusi yang
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Masalah Langkah awal dalam pembuatan sistem adalah mengidentifikasi permasalahan yang ada sebagai dasar untuk membuat sebuah solusi yang disajikan dalam
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan sistem informasi ini yaitu : 3.1.1 Pembuatan Model Pembuatan sistem aplikasi web
BAB IV ANALISIS, PERANCANGAN, DAN IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK
BAB IV ANALISIS, PERANCANGAN, DAN IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK Pada bab ini akan dibahas berbagai hal yang terkait analisis dan perancangan perangkat lunak web mining yang diusulkan sebagai solusi permasalahan.
INTEGRASI SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT BERBASIS PENERAPAN SOA
Media Informatika Vol. 11 No. 1 (2012) INTEGRASI SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT BERBASIS PENERAPAN SOA Ana Hadiana Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda no. 96 Bandung
Sistem Navigasi Indoor Menggunakan Sinyal Wi-fi dan Kompas Digital Berbasis Integrasi dengan Smartphone untuk Studi Kasus pada Gedung Bertingkat
Sistem Navigasi Indoor Menggunakan Sinyal Wi-fi dan Kompas Digital Berbasis Integrasi dengan Smartphone untuk Studi Kasus pada Gedung Bertingkat A448 Alifa Ridho Musthafa, R.V. Hari Ginardi, dan F.X. Arunanto
SISTEM REKOMENDASI DOSEN PEMBIMBING TUGAS AKHIR BERBASIS TEXT MINING MENGGUNAKAN VECTOR SPACE MODEL
SISTEM REKOMENDASI DOSEN PEMBIMBING TUGAS AKHIR BERBASIS TEXT MINING MENGGUNAKAN VECTOR SPACE MODEL SKRIPSI Disusun Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer pada Departemen Ilmu
Analisis Business Process Model Similarity Checking Menggunakan Teknik Greedy Graph Matching
Analisis Business Process Model Similarity Checking Menggunakan Teknik Greedy Graph Matching Fadhilah Dwiyanti Basri Telkom University, Indonesia [email protected] Abstrak Business combination
Gambar 5 Kerangka penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di PT. Sasaran Ehsan Mekarsari (PT. SEM) yang beralamat di Jalan Raya Cileungsi, Jonggol Km. 3, Cileungsi Bogor. Penelitian dilakukan
Rancang Bangun Aplikasi Panggilan Darurat dengan Perintah Suara Berbahasa Indonesia pada Perangkat Bergerak Berbasis Android
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-5 1 Rancang Bangun Aplikasi Panggilan Darurat dengan Perintah Suara Berbahasa Indonesia pada Perangkat Bergerak Berbasis Android Lucky Dewantara, Dwi Sunaryono,
Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel
Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel Iwan Handoyo Putro 1, Resmana Lim 2, Rocky Y. Dillak 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas
Integrasi Web Services Dengan Menggabungkan Perancangan Berorientasi Objek dan SOA Untuk Membangun Sistem e-learning
Integrasi Web Services Dengan Menggabungkan Perancangan Berorientasi Objek dan SOA Untuk Membangun Sistem e-learning Supriyono Jurusan Teknik Informatika, Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN)
Analisis Kesesuaian dan Variasi Pola Pengambilan Mata Kuliah Terhadap Kurikulum Dengan Teknik Penggalian Proses
A301 Analisis Kesesuaian dan Variasi Pola Kuliah Terhadap Kurikulum Dengan Teknik Penggalian Proses Fariz Khairul A, Mahendrawathi ER, S.T., M.Sc., Ph.D Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi semakin pesat sampai saat ini dengan terus dikembangkannya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi semakin pesat sampai saat ini dengan terus dikembangkannya teknologi-teknologi yang mendukungnya. Salah satu teknologi yang
1. PENDAHULUAN Saat ini, dua teknologi paling populer yang digunakan pada Internet adalah dan World Wide Web. Pada beberapa tahun yang akan
1. PENDAHULUAN Saat ini, dua teknologi paling populer yang digunakan pada Internet adalah e-mail dan World Wide Web. Pada beberapa tahun yang akan datang, kita mungkin melihat teknologi internet lain yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Pengertian Sistem Menurut Prof. Dr. Ir. Marimin, M.Sc; 2011:1. Sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha
DAFTAR ISTILAH. Unit informasi digital yang terdapat pada halaman web. Pihak yang menyediakan layanan. Pihak yang membutuhkan layanan
DAFTAR TABEL Tabel III-1 Fase dan Deliverables UP dalam Tugas Akhir... III-1 Tabel III-2 Fitur Joomla... III-2 Tabel III-3 Fitur Drupal... III-3 Tabel III-4 Identifikasi Web Service... III-5 Tabel III-5
MANAJEMEN DATABASE. Modul XII
MANAJEMEN DATABASE Modul XII Pembahasan Menjelaskan pengertian database dan hubungannya dengan data dan informasi Menjelaskan Manajemen file dengan manajemen database Menjelaskan pengintegrasian data dan
BAB 2 DASAR TEORI. 2.1 Service Oriented Architecture (SOA) Konsep Service Oriented 2-1
BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Service Oriented Architecture (SOA) Saat berbicara mengenai SOA, maka terlebih dahulu harus dilakukan pembahasan mengenai services. Services adalah sebuah fungsi yang terdefinisi
Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel
Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel Iwan Handoyo Putro 1, Resmana Lim 2, Rocky Y. Dillak 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas
Analisis Pola Pengambilan Mata Kuliah dan Kinerja Mahasiswa Tiap Angkatan dengan Menggunakan Teknik Process Mining
A295 Analisis Pola Pengambilan Mata Kuliah dan Kinerja Mahasiswa Tiap Angkatan dengan Menggunakan Teknik Process Mining Satrio Adi Priyambada dan Mahendrawathi ER., S.T., M.Sc., Ph.D. Jurusan Sistem Informasi,
komprehensip dan menjadi rujukan bagi rumah sakit PKU Muhammadiyah di
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Profil Perusahaan PKU Muhammadiyah Temanggung RSU PKU Muhammadiyah Temanggung didirikan pada 12 Oktober 1989 atau 12 Rabiul Awal 1409 H. Lokasi dari rumah sakit ini sendiri adalah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Data Mining Data Mining adalah proses yang mempekerjakan satu atau lebih teknik pembelajaran komputer (machine learning) untuk menganalisis dan mengekstraksi pengetahuan (knowledge)
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan melalui empat tahap utama, dimana
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan melalui empat tahap utama, dimana tahap pertama adalah proses pengumpulan dokumen teks yang akan digunakan data training dan data testing. Kemudian
PENGUKURAN SIMILARITAS STRUKTURAL PADA MODEL PROSES BISNIS (STUDI KASUS: ORDER TO CASH DAN PROCURE TO PAY DALAM SISTEM ERP)
PENGUKURAN SIMILARITAS STRUKTURAL PADA MODEL PROSES BISNIS (STUDI KASUS: ORDER TO CASH DAN PROCURE TO PAY DALAM SISTEM ERP) Ratih Nindyasari Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Informatika Universitas
BAB I PENDAHULUAN. telah mempengaruhi lingkungan bisnis menjadikan lebih kompleks. menyajikan informasi yang cepat, akurat dan terpercaya pun sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan informasi dan teknologi komunikasi yang pesat telah mempengaruhi lingkungan bisnis menjadikan lebih kompleks. Informasi yang dibutuhkan pun lebih banyak
STUDI DAN EKSPLORASI TEKNIK FAILOVER CLUSTER UNTUK MEMINIMALKAN DOWNTIME PADA WEB SERVER
STUDI DAN EKSPLORASI TEKNIK FAILOVER CLUSTER UNTUK MEMINIMALKAN DOWNTIME PADA WEB SERVER TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, di Program Studi Teknik Informatika,
Web Services Penilaian pada Sistem Informasi Akademik (Studi Kasus : FMIPA Unmul) Lina Yahdiyani Inayatuzzahrah
Web Services Penilaian pada Sistem Informasi Akademik (Studi Kasus : FMIPA Unmul) Lina Yahdiyani Inayatuzzahrah 1107055052 BAB 1 Pendahuluan 1 Latar Belakang 2 Rumusan Masalah 3 Batasan Masalah 4 Tujuan
SERVICE ORIENTED ARCHITECTURE (SOA)
Implemented using Web Services SERVICE ORIENTED ARCHITECTURE (SOA) Oleh: Ahmad Syauqi Ahsan 1 TUJUAN Mengerti konsep dasar dari Service Oriented Architecture (SOA). Memahami manfaat SOA. Mengerti kapan
PRESENTASI TUGAS AKHIR
PRESENTASI TUGAS AKHIR PEMBANGUNAN APLIKASI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT BERORIENTASI SERVIS PADA PLATFORM JAVA MENGGUNAKAN FRAMEWORK APACHE OPEN FOR BUSINESS Kata kunci : CRM, Apache OFBiz, SOA, Web
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Business Process Management (BPM) Konsep Dasar Tujuan II-1
BAB II DASAR TEORI 2.1 Business Process Management (BPM) 2.1.1 Konsep Dasar Business Process Management (BPM) adalah disiplin ilmu untuk memodelkan, automatisasi, mengelola, dan mengoptimasi proses bisnis
BAB I PENDAHULUAN. penting bagi perusahaan di bidang apapun. Dengan menguasai teknologi dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di era globalisasi ini, teknologi dan informasi memiliki peranan yang sangat penting bagi perusahaan di bidang apapun. Dengan menguasai teknologi dan informasi yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Data audio visual menjadi salah satu data yang paling banyak mengisi traffic jaringan internet pada saat ini [2]. Trafik video berkembang paling cepat daripada jenis
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007), Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh karena
Rancang Bangun Aplikasi Pencarian Tempat Indekos Pada Perangkat Mobile Android
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Rancang Bangun Aplikasi Pencarian Tempat Indekos Pada Perangkat Mobile Android Adriyanra, Dwi Sunaryono, Adhatus Solichah
Pendeteksian Fraud Menggunakan Fuzzy Association Rule Learning pada Proses Bisnis Enterprise Resource Planning (ERP)
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Pendeteksian Fraud Menggunakan Fuzzy Association Rule Learning pada Proses Bisnis Enterprise Resource Planning (ERP) Fernandes
1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang 1.2 Perumusan masalah
1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang Informasi telah menjadi kebutuhan primer pada kehidupan saat ini. Informasi seakan-akan menjadi mata uang baru yang membuat akurasi menjadi sangat penting ketika mencari
Penerapan Congestion Participation Rate (CPR) untuk Pendeteksian Serangan Low-Rate DDoS
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Penerapan Congestion Participation Rate (CPR) untuk Pendeteksian Serangan Low-Rate DDoS I Gusti Ngurah Agung Bayu Ditaprawira,
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1 PEMBUATAN MODEL PROSES BISNIS SAP ERP DALAM INTERAKSI ANTARA MODUL MATERIALS MANAGEMENT DAN PRODUCTION PLANNING DI PT.XYZ DENGAN ALGORITMA ALPHA++ DAN ALGORITMA
Desain dan Analisis Algoritma Pencarian Prediksi Hasil Penjumlahan Beberapa Urutan Berkala dengan Metode Eliminasi Gauss
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No., (7) ISSN: 7-59 (-97 Print) A-75 Desain dan Analisis Algoritma Pencarian Prediksi Hasil Penjumlahan Beberapa dengan Metode Eliminasi Gauss Daniel Henry, Victor Hariadi, dan
Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rantai Pasok Distribusi Daging Sapi Nasional
A817 Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rantai Pasok Distribusi Daging Sapi Nasional Lidra Trifidya, Sarwosri, dan Erma Suryani Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi,
PEMANFAATAN ARDUINO DALAM PENGEMBANGAN SISTEM RUMAH PINTAR BERBASIS MOBILE DAN WEB (Studi Kasus : Penjadwalan Lampu Rumah)
PEMANFAATAN ARDUINO DALAM PENGEMBANGAN SISTEM RUMAH PINTAR BERBASIS MOBILE DAN WEB (Studi Kasus : Penjadwalan Lampu Rumah) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1,
PERANCANGAN WEB KORAN PELAJAR YOGYAKARTA BERBASIS WEB SERVICE SOAP DAN CSS FRAMEWORK FOUNDATION 4 NASKAH PUBLIKASI
PERANCANGAN WEB KORAN PELAJAR YOGYAKARTA BERBASIS WEB SERVICE SOAP DAN CSS FRAMEWORK FOUNDATION 4 NASKAH PUBLIKASI diajukan oleh Saddam Habibie 10.11.4067 Kepada JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI
PENERAPAN SOA SEBAGAI ALTERNATIF PENGINTEGRASIAN MULTI SISTEM INFORMASI
Media Informatika Vol. 9 No. 1 (2010) PENERAPAN SOA SEBAGAI ALTERNATIF PENGINTEGRASIAN MULTI SISTEM INFORMASI Ana Hadiana Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung
Optimasi Permasalahan Penugasan Dokter Menggunakan Representasi Graf Bipartit Berbobot
JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (0) ISSN: 7-9 (0-97 Print) Optimasi Permasalahan Penugasan Menggunakan Representasi Graf Bipartit Berbobot Laili Rochmah, Ahmad Saikhu, dan Rully Soelaiman Jurusan Teknik
Firewall & WEB SERVICE
Firewall & WEB SERVICE Definisi Firewall Umumnya ditempatkan pada batas network untuk membangun batas pinggir keamanan (security). Firewall digunakan untuk melindungi internal network dari eksternal yang
