BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
|
|
|
- Yuliani Atmadja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Penelitian yang baik memerlukan metodologi yang baik pula. Hal tersebut dikarenakan penelitian itu sendiri merupakan suatu proses yang harus dilakukan secara benar dan cermat agar hasil yang diperoleh pada akhirnya dapat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan dapat mengatasi permasalahan. Penelitian ini menyorot kepada petani cengkeh di kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai obyek yang diteliti dan dengan tools observasi dan interview akan dicari permasalahan-permasalahan yang timbul sebagai data dan atribut untuk penelitian ini. Urutan proses dalam penelitian ini dibagi dalam tahapan-tahapan metodologi penelitian sebagai berikut : 3.1 Identifikasi Masalah Identifikasi masalah merupakan tahapan awal dalam proses penelitian. Tahapan ini dilakukan dengan observasi dan interview kepada petani di desa Ngargosari kabupaten Kulon Progo provinsi DIY. Observasi dan interview dilakukan untuk memperoleh data tentang permasalahan yang dialami petani mengenai proses pengeringan cengkeh yang mengalami hambatan pada musim penghujan. Hambatan proses pengeringan cengkeh ini nantinya akan disolusikan dengan perancangan mesin pengering cengkeh. Mesin pengering cengkeh akan dirancang berdasarkan data-data yang diperoleh dari proses identifikasi masalah ini dan diharapkan dapat sesuai dengan keinginan petani sehingga dapat berpengaruh pada peningkatan produksi cengkeh kering. 3.2 Studi Lapangan Studi lapangan adalah proses pengumpulan data-data lapangan untuk mendukung penelitian yang dilakukan. Studi lapangan dilakukan di desa Ngargosari Kabupaten Kulon Progo provinsi DIY. Data yang dikumpulkan adalah data tantang bagaimana proses pengeringan cengkeh dilakukan oleh petani di daerah Kulon Progo. Pengamatan dilakukan terhadap langkah-langkah proses yang dilakukan oleh petani serta melakukan interview dengan orang-orang yang berhubungan langsung dengan proses tersebut. Pencarian kendala-kendala apa saja yang sering dialami sehingga proses tersebut menjadi terhambat juga 31
2 dulakukan dalam penelitian ini. Data lain yang dikumpulkan untuk mendukung penelitian ini adalah data tentang suplayer material, part standart, dan bengkel permesinan perkakas mana saja yang nantinya akan digunakan untuk membuat part permesinan dari mesin pengering cengkeh. 3.3 Studi Pustaka Studi pustaka merupakan proses pencarian referensi terkait yang dilakukan untuk mendukung penelitian. Pencarian referensi dilakukan terkait dengan penelitianpenelitian terdahulu yang pernah dilakukan serta jurnal-jurnal yang berhubungan dengan cengkeh dan mesin pengering. Pencarian referensi juga dilakukan guna mengetahui panduan tentang bagaimana merancang mesin yang baik, serta teoriteori mengenai ilmu kekuatan dan mekanika teknik yang akan diperlukan untuk merancang mesin pengering cengkeh. 3.4 Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang dan mendapatkan rancangan 3D mesin pengering cengkeh. Rancangan 3D yang diperoleh harus dapat beroprasi tanpa mengandalkan bantuan sinar matahari, hemat tempat, dapat digunakan meskipun sedang terjadi hujan, lebih cepat mengeringkan cengkeh tanpa mengurangi kualitas cengkeh yang dikeringkan dan murah dalam biaya pengadaannya. 3.5 Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam proses perancangan mesin pengering cengkeh antara lain meliputi data estimasi proses produksi yang meliputi waktu pengerjaan, biaya permesinan, biaya material, kebutuhan standar part mesin, biaya tenaga kerja berdasarkan data dari bengkel Delta Presisi Industri Bantul. Metode pengumpulan data dilakukan dengan 2 cara yaitu : 1. Observasi Observasi dilakukan dengan wawancara dan bertujuan untuk mencari tempattempat yang dirasa tepat untuk dilakukan pengambilan data seperti : bengkelbengkel permesinan perkakas, angkutan, toko-toko teknik, toko-toko listrik terutama di daerah provinsi DIY. 32
3 2. Interview Interview dilakukan dengan wawancara dan mengajukan serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan cara-cara yang digunakan untuk melakukan proses pengeringan cengkeh dan kendala-kendala yang dialami dalam proses tersebut di kabupaten Kulon Progo. Interview juga dilakukan pada suplyer dan bengkel yang hendak ditunjuk dalam pembuatan mesin pengering cengkeh terkait kesanggupan proses permesinan yang akan dilakukan nanti. Setelah data-data yang diperlukan dalam proses pembuatan mesin pengering cengkeh terkumpul selanjutnya akan dilakukan proses pengolahan data yaitu menghitung data proses produksi. Pada tahap ini dilakukan estimasi perhitungan biaya produksi peralatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi mesin bubut, mesin milling, las listrik dan argon, serta peralatan kerja bangku untuk pengerjaan-pengerjaan ringan, seperti menghilangkan chip sisa permesinan dan memotong material untuk diproses permesinan 3.6 Proses Desain Mesin Menggunakan Metode Rasional Perancangan mesin pengering cengkeh memerlukan suatu metode perancangan agar didapat hasil perancangan yang terbaik. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode rasional yang dibuat oleh Cross Nigel (1994). Metode rasional dipilih karena merupakan metode yang sistematis dan berhubungan langsung dengan konsumen, adapun tahapan-tahapan dalam metode rasional adalah sebagai berikut : 1. Clarifying Objectives ( Klarifikasi Tujuan ) Tahap pertama yang dilakukan pada proses perancangan dengan metode rasional adalah mengklarifikasi tujuan yang hendak dicapai. Metode yang digunakan pada tahap ini adalah objective tree (pohon tujuan) yang bertujuan untuk menjelaskan objek dan sub objek dalam perancangan mesin pengering cengkeh. Input dari tahap ini adalah faktor-faktor apa saja yang diinginkan oleh konsumen pada mesin yang hendak dirancang. Informasi tersebut didapatkan dari hasil diskusi dengan konsumen yaitu petani cengkeh di kabupaten Kulon Progo. Output dari tahap ini melalui objective tree akan menghasilkan poin-poin apa saja yang harus ada pada mesin pengering cengkeh hasil rancangan. 33
4 2. Establishing Functions ( Penetapan Fungsi ) Tahap selanjutnya akan dilakukan penetapkan fungsi fungsi pada produk yang hendak dirancang. Metode yang digunakan pada tahap ini adalah analisis fungsional yang bertujuan untuk menetapkan fungsi yang diperlukan dan batasan perancangan produk yang baru dari mesin pengering cengkeh di kabupaten Kulon Progo. Mesin pengering cengkeh yang hendak dirancang digambarkan dalam sebuah black box yang kemudaian dari black box tersebut akan diterjemahkan kedalam transparent box. Input dari tahap ini berupa bentukan awal (input) dan bentukan akhir (output) dari material yang hendak di proses oleh black box mesin pengering cengkeh rancangan. Output dari tahap ini ialah langkah-langkah tahapan proses yang akan dilakukan oleh mesin yang merupakan terjemahan dari black box menjadi transparent box. 3. Setting Requairement (Penetapan Spesifikasi) Tahap selanjutnya setelah mengetahui fungsi dari mesin pengering cengkeh adalah melakukan Setting Requairement. Tahapan ini membuat daftar tuntutan yang menjelaskan spesifikasi tepat dari solusi desain. Metode yang digunakan pada tahap ini adalah spesifikasi performasi yang bertujuan untuk membuat spesifikasi kerja yang akurat dari suatu solusi rancangan mesin pengering cengkeh di kabupaten Kulon Progo. Input dari tahapan ini ialah hasil pengolahan data objective tree pada tahapan pertama. Output dari tahapan ini melalui spesifikasi performasi akan menghasilkan daftar tuntutan dan keinginan yang tersaji dalam sebuah tabel. Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat diketahui dengan jelas apa saja yang menjadi tuntutan dan keinginan konsumen untuk merancang mesin pengering cengkeh ini. 4. Determining Charactristics (Penentuan Karakteristik) Tahap selanjutnya bertujuan untuk menentukan target karakteristik teknis dari produk yang hendak dicapai. Metode yang digunakan pada tahap ini adalah metode QFD (Quality Function Deployment) untuk menyusun konsep perancangan dan pengembangan mesin pengering cengkeh di kabupaten Kulon Progo. Metode ini berorientasi pada keinginan dan kebutuhan konsumen. Metode QFD nantinya akan menghasilkan House of Quality (HOQ) dan dengan diagram metrik akan menghasilkan konsep variasi produk 3D desain mesin pengering cengkeh. Input dari QFD adalah tuntutan konsumen dan karakteristik 34
5 produk mesin pengering cengkeh yang hendak dirancang yang berasal dari output tahapan sebelumnya. QFD akan menghubungkan tuntutan konsumen dan karakteristik produk tersebut dengan proses pembobotan yang tergambar dalam sebuah tabel. Pembobotan diantara keduanya didasarkan pada data yang didapat dari proses wawancara dengan konsumen. Output pada tahapan ini ialah beberapa atribut sesungguhnya dari produk mesin pengering cengkeh yang merupakan kesimpulan dari matrik keterkaitan di tabel pembobotan. 5. Generating Alternatives (Pembangkitan Alternatif) Tahap selanjutnya akan dilakukan pembangkitan alternatif yang bertujuan untuk mendapatkan beberapa solusi desain mesin. Metode yang digunakan pada tahap ini adalah morphological chart. Input dari tahap ini ialah beberapa atribut produk yang dihasilkan oleh QFD dari tahapan sebelumnya. Morphological chart akan menghubungkan solusi-solusi yang dibangkitkan dari atribut produk dengan sub fungsi untuk mendapatkan alternatif desain mesin yang akan dibuat dalam bentukan sebuah tabel. Alternatif desain yang dihasilkan oleh Morphological chart merupakan outputan dari tahapan ini. 6. Evaluating Alternatives (Evaluasi Alternatif) Tahap selanjutnya akan dilakukan evaluasi dan penilaian terhadap beberapa alternatif desain yang dihasilkan oleh Morphological chart. Evaluasi dan penilaian dilakukan berdasarkan pada keinginan konsumen dengan mempertimbangkan faktor teknis dan biaya. Metode yang digunakan pada tahap ini adalah weighted objective. Output dari tahapan ini adalah satu alternatif desain terpilih yang akan dibuat secara lebih ditail pada tahapan selanjutnya 7. Improving Details (Penyempurnaan Perancangan) Tahap improving details merupakan tahapan akhir dalam tahapan metode rasional. Tahapan yang dilakukan adalah penyempurnaan rancangan dari kesimpulan alternatif desain terpilih yang telah diperoleh dari analisa pembobotan. Metode yang digunakan pada tahap ini adalah value engineering yang bertujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan nilai produk bagi para pembeli sementara mengurangi biaya menjadi seminimal mungkin pada pembuat mesin pengering cengkeh di kabupaten Kulon Progo. 35
6 Tahapan improving details juga akan melakukan penggambaran konsep 3D dari data yang dihasilkan oleh diagram matrik HOQ dan kesimpulan akhir dari tahap penyempurnaan perancangan metode rasional. Software yang digunakan dalam penelitian ini adalah Autodesk Inventor 2012 guna merealisasikan konsep 3D tersebut sehingga dengan konsep yang telah berbentuk gambar 3D dapat lebih mudah untuk dilakukan analisis dan pengujian lebih lanjut. Konsep 3D mesin pengering cengkeh setelah selesai dilakukan proses penggambaran akan diuji dengan tools stress analysis yang merupakan salah satu fitur dari Autodesk Inventor Pengujian dilakukan hingga diperoleh hasil bahwa model 3D dari mesin pengering cengkeh yang diuji dinyatakan cukup kuat untuk pembebanan yang telah ditentukan. Penentuan beban uji model 3D mesin pengering cengkeh ditetapkan berdasarkan beban yang akan ditanggung oleh mesin saat beroprasi sesuai dengan fungsinya. Model 3D mesin pengering cengkeh apabila ketika diuji dinyatakan tidak cukup kuat atau tidak lolos uji stress analysis akan kembali dilakukan revisi penggambaran konstruksi sehingga ketika kembali diuji dengan fitur stess analysis pada software Autodesk Inventor 2012 model 3D tersebut dapat lulus uji. Konsep 3D yang telah selesai digambar dan diuji pada proses selanjutnya akan dilakukan penggambaran lanjutan secara 2D untuk menghasilkan gambar rakitan dan gambar ditail dari masing-masing part yang ada. Penggambaran 2D dilakukan dengan software Autodesk Autocad Verifikasi Spesifikasi Mesin Setelah diperoleh desain mesin pengering cengkeh, kemudian akan disampaikan dan dipaparkan desain mesin pengering cengkeh yang telah selesai dirancang kepada konsumen yaitu petani di kabupaten Kulon Progo. Aspek yang akan dipresentasikan kepada konsumen adalah mengenai teknologi yang terkandung dalam mesin pengering cengkeh hasil rancangan dengan bertujuan membantu proses produksi cengkeh kering petani di kabupaten Kulon Progo. Masukan dari konsumen akan diminta mengenai hasil perancangan, tentang harapan mereka yang belum tertuang dalam hasil perancangan guna lebih menyempurnakan rancangan mesin pengering cengkeh sehingga didapatkan perancangan yang seoptimal mungkin. 36
7 3.8 Analisis Perancangan Tahapan ini akan melakukan analisis pada hasil rancangan mesin yang diperoleh. Analisis yang dilakukan menitik beratkan pada bobot prioritas dari elemen-elemen yang membentuk hirarki dan pembahasan metode perancangan dengan menggunakan metode rasional. Analisis yang dilakukan juga akan membahas tentang analisis proses disain, analisis metode pengeringan, analisis komponen mesin, analisis pemilihan spare part standar, analisis perhitungan mesin, analisis kekuatan rangka, analisis sistem kontrol, analisis pengerjaan dan analisis rencana biaya pembuatan mesin pada mesin pengering cengkeh. 3.9 Penarikan Kesimpulan Tahapan ini akan melakukan pengambilan beberapa kesimpulan berdasarkan permasalahan yang dibahas. Pengambilan kesimpulan ini tentunya akan dapat memenuhi dan menjawab tujuan dari penelitian yang dilakukan. Selanjutnya flow chart penelitian perancangan mesin pengering cengkeh dapat disajikan pada Gambar 3.1. berikut ini : 37
8 Mulai Identifikasi Masalah Bagaimana cara memenuhi permintaan petani cengkeh di kabupaten Kulon Progo dalam mengatasi masalah terhambatnya proses pengeringan cengkeh di kabupaten Kulon Progo pada musim penghujan Studi Lapangan Lokasi Obyek Tools Output : desa Ngargosari kabupaten Kulon Progo provinsi DIY : petani cengkeh di kabupaten Kulon Progo : Interview dan Observasi : data dari petani di Kulon Progo, penyedia komponen standart, dan bengkel mesin perkakas meliputi bubut, milling dan las Studi Pustaka Perancangan dan pengembangan produk, jurnal dan penelitian terdahulu terkait, autodesk inventor, tabel elemen mesin, buku-buku mekanika teknik Rumusan Masalah Bagaimana mendapatkan rancangan 3D mesin pengering cengkeh Pengumpulan Data Obyek Tools Output : petani di kabupaten Kulon Progo : interview dan observasi : atribut produk dan data lapangan berupa metode pengeringan cengkeh dan kapasitas sekali proses pengeringan cengkeh A Gambar 3.1. Tahapan Metodologi Penelitian 38
9 A Metode Rasional Obyek Metode Induk Input Sub Metode Output : Petani di kabupaten Kulon Progo : Rasional : atribut produk dan data lapangan : objective tree, analisis fungsional, spesifikasi performasi, QFD, morphological chart, weighted objective, value engineering : Konsep mesin, 3D mesin, dan spesifikasi mesin pengering cengkeh Penggambaran 3D mesin pengering cengkeh Rangka Uji Kekuatan Rancangan Rangka 3D Mesin Pengering Cengkeh Tool : stress analysis 3D Mesin Pengering Cengekeh Lulus Uji? Tidak Ya Penggambaran 2D mesin pengering cengkeh Tool : Autodesk Autocad 2012 B Gambar 3.1. (Lanjutan A) 39
10 B Verifikasi Spesifikasi Mesin : Pembandingan hasil rancangan mesin pengering cengkeh optimal dengan metode pengeringan cengkeh sebelumnya di kabupaten Kulon Progo provinsi DIY dan penggalian kembali saran tentang hasil perancangan mesin yang telah dirancang Ada saran tentang hasil perancangan? Ya Revisi Gambar 3D Tidak Revisi Gambar 2D Analisis dan Pembahasan Penarikan Kesimpulan Selesai Gambar 3.1. (Lanjutan B) 40
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Penelitian yang baik memerlukan metodologi yang baik pula. Hal tersebut dikarenakan penelitian itu sendiri merupakan suatu proses yang harus dilakukan secara benar dan cermat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Plastik merupakan salah satu penemuan manusia yang telah mempermudah kegiatan sehari-hari. Hampir setiap produk yang beredar di masyarakat saat ini memakai plastik
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi-teknologi baru yang muncul belakangan ini, menunjukkan semakin bertambahnya kecerdasan dari manusia sejalan dengan berkembangnya waktu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Plastik merupakan salah satu penemuan manusia yang telah mempermudah kegiatan sehari-hari. Hampir setiap produk yang beredar di masyarakat saat ini memakai
PERANCANGAN MESIN PENGERING CENGKEH
PERANCANGAN MESIN PENGERING CENGKEH TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri PATRISIUS EDI PRASETYO 12 16 07179 PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sungai terbentuk akibat aliran air dari daerah tinggi (gunung) menuju daerah yang lebih rendah (laut) karena adanya energi potensial. Asal air yang mengalir adalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Metode penelitian menunjukan bagaimana penelitian dilakukan dari identifikasi masalah sampai dengan analisis dan kesimpulan. Tahapan metode dari penelitian
Perancangan Alat Latihan Keakuratan Tendangan Taekwondo
Perancangan Timotius Dimas Satriyo Indriyono *1), Teguh Siswantoro 2) 1,2) Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jl. Babarsari 44, Yogyakarta, 55281, Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Vise merupakan bentuk yang mendasar dan sederhana dari alat pencekam benda kerja. Dilihat dari kemampuan beradaptasi, fleksibilitas, dan ekonomi secara keseluruhan,
PERANCANGAN MESIN PENGERING ALAT MUSIK CAJON
PERANCANGAN MESIN PENGERING ALAT MUSIK CAJON Kurnia Adri Parendra 1, Teguh Siswantoro 2 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl Babarsari No 44 Yogyakarta
Karakteristik dan Proses Perancangan Karakteristik Perancangan Model Perancangan Produk
Perancangan adalah suatu proses yang bertujuan untuk menganalisa, menilai, memperbaiki dan menyusun suatu sistem, baik secara fisik maupun nonfisik yang optimum untuk waktu yang akan datang dengan memanfaatkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Metode perancangan alat atau produk dalam penelitian ini menggunakan perancangan produk dengan metode rasional. Tahapan dari penelitian ditunjukan
Bab 3 Metodologi Penelitian
Bab 3 Metodologi Penelitian 3.1. Flow Chart Metodologi Penelitian Penelitian merupakan kegiatan sistematis dengan serangkaian proses yang dilakukan secara terstruktur. Setiap tahapan proses tersebut akan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Tahap-tahap penelitian yang dilakukan penulis dalam rangka penyusunan laporan tugas akhir ini adalah pengumpulan data awal, identifikasi masalah, studi pustaka, proses inovasi
Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Tingkat Kesulitan Berjalan Indonesia Perkotaan + Perdesaan Laki-laki + Perempuan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kaum difabel daksa adalah sebutan bagi mereka yang mengalami cacat (baik bawaan maupun sejak lahir) lantaran bencana, kecelakaan dan sebagainya, sehingga menyebabkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Melahirkan merupakan suatu proses alami yang sebagian besar akan dialami oleh perempuan yang telah melewati masa hamil dan sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mesin Stirling pertama kali ditemukan pada tahun 1816 oleh Dr Robert Stirling. Mesin Stirling adalah mesin yang bekerja dengan menggunakan siklus udara panas pada
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini merupakan cara yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang akan ditempuh harus relevan dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kesehatan merupakan salah satu faktor yang penting bagi manusia dalam menjalani kehidupannya, karena tanpa kesehatan yang baik, manusia tidak dapat melaksanakan kegiatan
PERANCANGAN ULANG FASILITAS KERJA PADA AKTIVITAS PEMBUATAN MOTIF KERAJINAN PERAK DI ANGGRA SILVER
PERANCANGAN ULANG FASILITAS KERJA PADA AKTIVITAS PEMBUATAN MOTIF KERAJINAN PERAK DI ANGGRA SILVER TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Industri FRENGKI
meja dan kursi pada proses memahat untuk memperbaiki postur kerja di Java Art Stone Yogyakarta adalah Problem-Solving Research.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Penelitian Perancangan ulang meja dan kursi pada proses memahat untuk memperbaiki postur kerja di Java Art Stone Yogyakarta diharapkan dapat berjalan dengan baik dan lancar,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian atau kerangka pemecah masalah merupakan tahap-tahap penelitian yang harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum melakukan penelitian lebih lanjut yang sedang
MEKANISASI PROSES PENGGILINGAN DI INDUSTRI RUMAHAN KELANTING GISTING
MEKANISASI PROSES PENGGILINGAN DI INDUSTRI RUMAHAN KELANTING GISTING Firnando Anang Febrianto Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah PT Macanan Jaya Cemerlang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan dan percetakan buku. Saat ini perusahaan lebih berkonsentrasi di bidang
BAB III DISAIN PRODUK
BAB III DISAIN PRODUK 3.1. Pendahuluan Salah satu karakteristik manusia adalah mereka selalu berusaha mencitakan sesuatu, baik alat atau benda lainnya untuk membantu kehidupan mereka. Untuk mewejudkan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metodologi Penelitian Penulisan tugas akhir ini melalui beberapa tahapan yang dilakukan. Tahapantahapan tersebut, antara lain: a. Menentukan Tempat Penelitian Tahap awal
DESAIN PROTOTIPE PRODUK VISE PORTABLE UNTUK KERAJINAN KUNINGAN
DESAIN PROTOTIPE PRODUK VISE PORTABLE UNTUK KERAJINAN KUNINGAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri Oleh : Hyronimus Sigma Edry Permana 09 16 06062
PERANCANGAN ALAT BANTU PENYIMPANAN MATERIAL AUTOMATIC BEAM CABINET
PERANCANGAN ALAT BANTU PENYIMPANAN MATERIAL AUTOMATIC BEAM CABINET SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri Oleh: NATANIEL GUNTUR SUSENO 11 16 06722
TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh :
TUGAS AKHIR Perancangan dan Pengembangan Produk Meja Sablon Rotari dengan Metode QFD (Quality Function Deployment), Ergonomi dan CAD (Computer Aided Design) Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metodologi Perancangan Perancangan adalah kegiatan awal dari usaha merealisasikan suatu produk yang keberadaannya diperlukan oleh masyarakat untuk meringankan hidupnya
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Penelitian Terdahulu Peneliti-peneliti terdahulu sudah banyak melakukan perancangan fasilitas kerja. Tujuan penelitian terdahulu pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan teknik makin dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat pendidikan formal yang mampu menjanjikan lapangan pekerjaan yang luas bagi lulusannya,
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TURBIN ANGIN SEDERHANA UNTUK PENGHASIL LISTRIK
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TURBIN ANGIN SEDERHANA UNTUK PENGHASIL LISTRIK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri oleh Tomy Afrilianto 11 16 06731 PROGRAM
PERANCANGAN ULANG MESIN PENANGKAP SAMPAH SUNGAI
PERANCANGAN ULANG MESIN PENANGKAP SAMPAH SUNGAI SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri Oleh: MODESTUS SAKTI NUGROHO 11 16 06742 PROGRAM STUDI TEKNIK
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini pemanfaatan teknologi sudah menjadi kebutuhan mutlak bagi industri manufaktur dalam menghadapi tantangan kompleksitas produk yang semakin rumit.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses pemberian zat aditif mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan industri pertanian sekarang ini. Zat aditif yang dimaksud adalah berbagai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Listrik telah menjadi kebutuhan mendasar dan sangat penting bagi kehidupan manusia di masa kini. Pertumbuhan penduduk yang meningkat di Indonesia mempengaruhi kebutuhan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Product Bundling Product bundling adalah strategi penjualan yang diterapkan di pemasaran. Product bundling mempunyai tujuan untuk memaksimalkan keuntungan dalam berbagai macam
BAB 3 METODE PENELITIAN
3.1 Diagram Alir Penelitian BAB 3 METODE PENELITIAN Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian 70 Gambar 3.2 Diagram Alir Penelitian (lanjutan) 71 2 Penentuan spesifikasi target Penyusunan dan Seleksi Konsep Pembuatan
BAB 3 METODOLOGI PENULISAN
BAB 3 METODOLOGI PENULISAN Pemenuhan kebutuhan kemiri di Pasar Tradisional Legi Surakarta masih jauh dari cukup dikarenakan produksi lokal kemiri di Surakarta tidak memiliki mesin pemecah kemiri yang cukup
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2016
RANCANGAN ALAT PENCACAH PELEPAH SAWIT DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI (STUDI KASUS DI UKM TANI SIDORUKUN) TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PERAGA MESIN STIRLING DI SMK PGRI 1 SURAKARTA
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PERAGA MESIN STIRLING DI SMK PGRI 1 SURAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri oleh Januar Tri Narwanto 11 16
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Untuk mendukung penulis dalam melakukan penelitian dan pengumpulan
24 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Untuk mendukung penulis dalam melakukan penelitian dan pengumpulan data, penulis memilih bagian penjualan dan pembelian bertempat di Distro
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kerajinan pandan merupakan salah satu dari beraneka ragam kerajinan tradisional Indonesia yang patut dilestarikan. Kerajinan pandan sendiri merupakan kerajinan
PERANCANGAN ULANG FASILITAS KERJA PADA PROSES MEMAHAT UNTUK MEMPERBAIKI POSTUR KERJA DI JAVA ART STONE
PERANCANGAN ULANG FASILITAS KERJA PADA PROSES MEMAHAT UNTUK MEMPERBAIKI POSTUR KERJA DI JAVA ART STONE TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat Sarjana Teknik Industri
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN 5.1 Mochi Lampion Kaswari Sukabumi Kue Mochi Lampion Kaswari Sukabumi berdiri tahun 1983,tempat perdagangan dan pabrik si hijau ini berlokasi di Jl. Bhayangkara Gg. Kaswari
USULAN PERANCANGAN MATERIAL HANDLING YANG ERGONOMIS BAGI OPERATOR LOADING SAYURAN BUNCIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE RASIONAL (STUDI KASUS DI PT. ABO FARM CIWIDEY) Mohammad Fadli Setiawan; 2 Rino Andias
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Penelitian mengenai perancangan lemari ini untuk digunakan oleh peserta didik di TK Kanisius Pingitan. Berikut ini adalah tahapan penelitian yang dilakukan. 3.1. Tahapan Penelitian
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang ini setiap perusahaan yang bergerak dibidang minuman dihadapkan pada tingkat persaingan yang semakin ketat dengan perubahan-perubahan yang
Bab 5 Analisis dan Perancangan Gambar Konsep Produk
Bab 5 Analisis dan Perancangan Gambar Konsep Produk 5.1. Analisis Pengumpulan Data Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan data dengan cara observasi
PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM FISIKA LISTRIK UNTUK KEGIATAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM FISIKA DASAR DAN MATERIAL TEKNIK
PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM FISIKA LISTRIK UNTUK KEGIATAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM FISIKA DASAR DAN MATERIAL TEKNIK TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik
BAB III PROSES PERANCANGAN TRIBOMETER
BAB III PROSES PERANCANGAN TRIBOMETER 3.1 Diagram Alir Dalam proses perancangan tribometer, ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan. Diagram alir (flow chart diagram) perancangan ditunjukkan seperti
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... ii. HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI... iii. HALAMAN PERSEMBAHAN... iv. HALAMAN MOTTO...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... ii HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI... iii HALAMAN PERSEMBAHAN... iv HALAMAN MOTTO... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL...
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Flow Diagram Metodologi Pemecahan Masalah Metodologi penelitian merupakan tahapan tahapan penelitian yang harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum melakukan analisis
Sejarah Quality Function Deployment
Rahmi Yuniarti Sejarah Quality Function Deployment Diperkenalkan Yoji Akao, profesor Manajement Engineering dari Tamagawa University Dikembangkan 1972 oleh Mitsubishi 1978 diadopsi oleh Toyota WHAT IS
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini merupakan cara yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang akan ditempuh harus relevan dengan masalah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Perancangan Mesin Perancangan secara umum dapat didefinisikan sebagai formulasi suatu rencana untuk memenuhi kebutuhan manusia, sehingga secara sederhana perancangan dapat diartikan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Politeknik Negeri Sriwijaya merupakan lembaga pedidikan vokasional terkemuka, berkualitas, inovatif, adaptif terhadap ilmu pengetahuan dan seni (IPTEKS) yang mampu
PERANCANGAN ULANG ALAT PENUANG AIR GALON GUNA MEMINIMALISASI BEBAN PENGANGKATAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT
PERANCANGAN ULANG ALAT PENUANG AIR GALON GUNA MEMINIMALISASI BEBAN PENGANGKATAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Erni Suparti 1), Rosleini Ria PZ 2) 1),2) Program Studi Teknik Industri, Fakultas
REDESAIN MOTOR UNTUK KAUM DIFABEL DAKSA
REDESAIN MOTOR UNTUK KAUM DIFABEL DAKSA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri oleh Arzamas Wilanda Pasa 11 16 06757 PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
BAB I PENDAHULUAN. yang penuh persaingan,. Inovasi yang dilakukan harus disesuaikan dengan. agar merancang produk dengan fungsi yang maksimal.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan cepatnya perubahan yang terjadi di dunia usaha. Perusahaan dituntut untuk terus melakukan inovasi terhadap produk yang
BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisa Keinginan Konsumen Terhadap Atribut Produk Dari hasil rekapitulasi data kuesioner terbuka yang disebarkan kepada tiap responden dengan mencari nilai modus, menunjukkan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Penulis dalam menyusun proposal tugas akhir ini, memerlukan tahap-tahap penelitian yang harus dilakukan. Berikut tahapan-tahapan penulis dalam penelitian ini, yaitu pengumpulan
BAB IV DATA HASIL PENELITIAN. Data atribut-atribut produk akhir Kue Mochi Lampion Kaswari Sukabumi dapat dilihat sebagai beriku:
BAB IV DATA HASIL PENELITIAN 4.1 Data Hasil Penelitian 4.1.1 Data Produk Akhir Data atribut-atribut produk akhir Kue Lampion Kaswari Sukabumi dapat dilihat sebagai beriku: 1. Bentuk adalah bulat 2. Dimensi
TUGAS AKHIR. PERANCANGAN ULANG DAN PEMBUATAN ALAT PENGUPAS KACANG TANAH DILIHAT DARI ASPEK TEKNIS (Studi kasus Desa Pengkol, Nguter, Sukoharjo)
TUGAS AKHIR PERANCANGAN ULANG DAN PEMBUATAN ALAT PENGUPAS KACANG TANAH DILIHAT DARI ASPEK TEKNIS (Studi kasus Desa Pengkol, Nguter, Sukoharjo) Disusun Untuk Melengkapi Dan Memenuhi Syarat Guna Mencapai
PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM OTOMASI BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK LAMPU PENERANGAN RUANGAN DI UAJY
PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM OTOMASI BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK LAMPU PENERANGAN RUANGAN DI UAJY TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Industri FERDINAND
Perancangan Alat Bantu Home Scaffolding
Applied Industrial Engineering Journal Vol.1, No. 1, Desember 2017, pp. 31-38 ISSN 2614-235X (Printed) ISSN 2615-3033 (Online) http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/aiej/index 31 Perancangan Alat Bantu
PERANCANGAN MODUL PEMBELAJARAN BUBUT PADA MATA KULIAH PRAKTEK PRODUKSI TINGKAT II AKADEMI TEHNIK MESIN INDUSTRI (ATMI) CIKARANG
PERANCANGAN MODUL PEMBELAJARAN BUBUT PADA MATA KULIAH PRAKTEK PRODUKSI TINGKAT II AKADEMI TEHNIK MESIN INDUSTRI (ATMI) CIKARANG SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Proses produksi merupakan hal yang sangat penting dalam perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses produksi merupakan hal yang sangat penting dalam perusahaan karena suatu perusahaan sebelumnya pasti membutuhkan suatu sistem proses produksi yang perencanaan
Pengujian. Produk. Perancangan. Produk. Identifikasi Kondisi Eksisting
Pengujian Produk Perancangan Produk Identifikasi Kondisi Eksisting Identifikasi Kondisi Eksisting Membungkus kedelai yang telah diberi ragi Menimbang ukuran berat Labelling Memanaskan ujung-ujung plastik
PERBAIKAN PROSES PERANCANGAN PRODUK INDUSTRIAL LATEX GLOVES DENGAN PENDEKATAN CONCURRENT ENGINEERING TOOLS
PERBAIKAN PROSES PERANCANGAN PRODUK INDUSTRIAL LATEX GLOVES DENGAN PENDEKATAN CONCURRENT ENGINEERING TOOLS TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Impian orang tua agar anak mereka dimasa depan dapat menjadi orang yang sukses dan unggul dalam persaingan, membuat orang tua berlomba-lomba menyekolahkan anak mereka
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. No.30 yang pengembangnnya awalnya dipelopori oleh satu orang dengan bantuan
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian 3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan Sinar Jaya Motor berdiri pada tahun 1988 dan beralamat di Jl.Gatot Subroto No.30 yang pengembangnnya awalnya
APLIKASI PERHITUNGAN HONOR MENGAJAR DOSEN TIDAK TETAP YANG BERBASIS PRESENSI DENGAN MENGGUNAKAN BARCODE Oleh: Wiwik Sulistiyorini (A
1. PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan di semua bidang dan bagian, jumlah mahasiswa baru juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dosen tidak tetappun mencapai jumlah yang cukup banyak guna menunjang
METODOLOGI PENELITIAN
METODOLOGI PENELITIAN Semakin ketatnya persaingan akan produk pangan agroindustri merupakan tantangan bagi industri dalam memenuhi harapan konsumen. Oleh karena itu, setiap perusahaan melakukan berbagai
TUGAS AKHIR PERANCANGAN MESIN PEMBUAT GETHUK UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI DENGAN METODE RASIONAL
TUGAS AKHIR PERANCANGAN MESIN PEMBUAT GETHUK UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI DENGAN METODE RASIONAL Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar sarjana Strata Satu (S1) Disusun
BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH 3.1 Diagram Alir Penelitian Diagram 3.1 Diagram Alir Penelitian 97 3.2 Langkah-langkah Penelitian Dalam melakukan suatu penelitian, perlu dilakukan suatu urutanurutan proses
SISTEM PENGEMBANGAN PRODUK BAGAIMANA MEMBUAT HOUSE OF QUALLITY
SISTEM PENGEMBANGAN PRODUK BAGAIMANA MEMBUAT HOUSE OF QUALLITY Disusun oleh : Nama : Alfonsa Radite Asthingkara NIM : 122110085 Kelas : B PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS
PERANCANGAN MESIN VACUUM THERMOFORMING OTOMATIS UNTUK INDUSTRI KECIL
PERANCANGAN MESIN VACUUM THERMOFORMING OTOMATIS UNTUK INDUSTRI KECIL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri oleh Galih Wasi Anggoro 101606381 JURUSAN
BAB I PENDAHULUAN. dan perusahaan harus cepat tanggap terhadap perubahan pasar. Perusahaan harus
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin canggih dari tahun ke tahun membuat perusahaan harus terus berinovasi terhadap produk yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan keinginan
7.1. Pembentukan House of Quality Elemen Desain Kursi Rotan
7 INTEGRASI DESAIN Tahapan integrasi desain merupakan tahap pengintegrasian dari metodemetode yang digunakan sebelumnya. Pada tahapan ini, baik bobot yang diperoleh menggunakan analytical hierarchi process
BAB 3. Metode Perancangan Produk
BAB 3 Metode Perancangan Produk Berikut adalah flow diagram dari tahapan-tahapan yang dilakukan mulai dari awal sampai pengujian konsep dalam melakukan proses pengembangan produk: Gambar 3.1 Flow Diagram
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Dalam sebuah penelitian perlu adanya referensi tentang penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Hal ini bertujuan sebagai pembanding dengan penelitian yang dilakukan
PERANCANGAN RUBBER GRIP TOOLS SEBAGAI ALAT BANTU MESIN UJI TARIK DI LABORATORIUM PENGETAHUAN BAHAN FTI-UAJY
PERANCANGAN RUBBER GRIP TOOLS SEBAGAI ALAT BANTU MESIN UJI TARIK DI LABORATORIUM PENGETAHUAN BAHAN FTI-UAJY TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Industri
PERANCANGAN MESIN PRESS SAMPAH PLASTIK DENGAN KAPASITAS 200 KG/JAM
PERANCANGAN MESIN PRESS SAMPAH PLASTIK DENGAN KAPASITAS 200 KG/JAM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri Oleh: Eduardus Setiadharma 091606070 PROGRAM
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. SURAT PERNYATAAN... ii. SURAT KETERANGAN PENELITIAN... iii. HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... iv
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i SURAT PERNYATAAN... ii SURAT KETERANGAN PENELITIAN... iii HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... iv HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI....... v HALAMAN PERSEMBAHAN... vi HALAMAN MOTTO...
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia industri saat ini telah berkembang sangat pesat. Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis saat ini, proses pengambilan keputusan, perilaku dan kepuasan konsumen
BAB I PENDAHULUAN. dunia persaingan sesuai dengan perkembangan teknologi informasi yang merupakan. salah satu unsur penunjang kesuksesan suatu usaha.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan semakin berkembangnya zaman, informasi sudah merupakan Sesuatu yang sangat penting dalam hidup, begitu juga dalam dunia usaha yang memasuki dunia persaingan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Bab ini akan menjelaskan mengenai langkah yang harus diterapkan agar penelitian dan proses perancangan sistem informasi dapat dilakukan secara terarah dan memudahkan dalam analisis
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini lahan pekerjaan semakin bertambah, tetapi dengan banyaknya jumlah penduduk, peluang untuk mendapatkan pekerjaan jadi semakin kecil. Oleh karena
ANALISIS KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK
ANALISIS KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak Dosen Pembimbing : Wachyu Hari Haji, S.Kom, MM Disusun Oleh : Fadhilla Eka Hentino / 41813120051 UNIVERSITAS
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Tahapan Penelitian Pada bab ini, akan dijabarkan tahapan penelitian yang dilakukan dalam proses pembuatan purwarupa AGV. Langkah-langkah penelitian dimulai dari tahap persiapan,
BAB I PENDAHULUAN. wilayah kelurahan Karanggeneng, Boyolali. Wilayah tersebut merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan industri sekarang ini mengalami peningkatan yang sangat pesat. Disamping industri berdampak positif pada perekonomian, tapi kebanyakan menimbulkan
PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER (STMIK) MITRA LAMPUNG
PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER (STMIK) MITRA LAMPUNG Lampiran 1 : Format Rencana Pembelajaran Semester RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER NAMA
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan data yang diperoleh dari BBRSBD (Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa) jumlah permintaan akan sepeda motor roda tiga untung kaum difabel meningkat. Oleh karena
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan kemajuan teknologi yang selalu up to date dalam bentuk
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah, maksud dan tujuan, identifikasi masalah, batasan masalah, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan. 1.1 Latar Belakang
3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Penelitian
37 3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Penelitian Pengembangan produk merupakan hal yang sangat penting bagi setiap perusahaan. Tahapan awal dari pengembangan produk adalah mengidentifikasi keinginan
