Trauma Kolektif Tionghoa dan Kebencian Etnis
|
|
|
- Glenna Sucianty Pranoto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Trauma Kolektif Tionghoa dan Kebencian Etnis Warga sembahyang di Vihara Dharma Bakti, Petak Sembilan, Jakarta. ANTARA FOTO/Zabur Karuru Reporter: Arman Dhani 04 November, 2016 "Gua lahir di sini, gua pengen stay di sini dan ngelihat negara ini jadi lebih baik, kata Yudhis keturunan Tionghoa Di salah satu jembatan di Jalan Tol Bogor ada spanduk bertuliskan "Ganyang Cina" Pada 2014, Indonesia tercatat sebagai negara dengan etnis Tionghoa terbanyak di dunia. Ada lebih dari 8,36 juta etnis Tionghoa di sini, namun mereka kerapkali menjadi sasaran kebencian dan kambing hitam. tirto.id - Catatan Harian Seorang Demonstran mengisahkan keseharian seorang mahasiswa Tionghoa bernama Soe Hok Gie. Ada pergulatan pemikiran, renungan filosofis, komentar tentang buku dan film, dan tentu saja curahan hati perihal cinta. Gie adalah salah seorang Orang Cina terkenal di kalangan mahasiswa di Indonesia. Mengapa dalam paragraf di atas Tionghoa dan Orang Cina ditulis berbeda? Tendensi dua kata itu memiliki makna berbeda. Tionghoa relatif lebih netral ketimbang Orang Cina. Penyebutan Orang Cina kerap memiliki tendensi merendahkan. Perihal kata Cina ini, rubrik bahasa majalah Tempo beberapa kali menghadirkan penulis yang saling berpolemik. Tercatat nama seperti Sapardi Djoko Damono, Ajip Rosidi, dan Hermina Sutami, guru besar linguistik Mandarin pada Program Studi Cina Fakultas Ilmu 1
2 Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dan peneliti bidang leksikologi dan leksikografi ikut ambil bagian. Mengapa label demikian penting? Ia menunjukkan bagaimana kita bersikap terhadap yang liyan atau yang berbeda. Di Indonesia identitas rasial bisa memberi Anda privilege atau kutukan. Perkara pribumi dan asing, atau bumiputra dan pendatang bisa membuat orang saling bertikai. Sebelumnya Tirto.id pernah menulis tentang rasisme terhadap orang-orang Tionghoa sepanjang sejarah nusantara dan Indonesia. Tionghoa di Indonesia kerap mengalami diskriminasi karena identitas rasnya, meski tak bisa dipungkiri sebagian elitnya tetap mendapatkan privilege. Selama beberapa bulan terakhir sentimen rasial itu semakin keras terasa. Di salah satu jembatan di Jalan Tol Bogor ada spanduk bertuliskan Ganyang Cina, beberapa minggu yang lalu seruan ganyang Cina juga ditunjukan dalam poster saat melakukan protes sikap Ahok yang dianggap menghina Al Maidah. Kebencian rasial ini tidak hanya terjadi di akar rumput, tapi juga para intelektual. Amien Rais yang pernah menjadi intelektual itu, menulis artikel berjudul "Bung Jokowi, Selesaikan Skandal Ahok!" di koran Republika. Dalam tubuh artikel itu Amien Rais mengatakan bahwa Penguasaan tanah di berbagai kota besar juga berada di tangan agen-agen kepentingan asing dan aseng. Tujuh puluh delapan persen tanah di DKI Jakarta sudah dimiliki oleh para benalu bangsa. Aseng di sini saya kira sudah cukup jelas merujuk pada kelompok Tionghoa. Aseng, seperti juga kata Cina, memiliki makna peyoratif. Demonstrasi yang menuntut Ahok diadili pada 4 November menghadirkan ketakutan akan terulangnya peristiwa berdarah Kekhawatiran orang Tionghoa bahwa demonstrasi tanggal 4 November akan berakhir rusuh bisa dipahami. Bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia, sentimen anti Cina yang beberapa kali ditunjukkan di depan umum membuat mereka mau tak mau mengingat peristiwa berdarah Saat itu banyak warga Tionghoa di Jakarta, Solo, dan berbagai tempat di Indonesia menjadi korban kebencian ras. Yudhis Tira adalah seorang penulis dan musisi yang tinggal di Jakarta. Sebagai orang keturunan Tionghoa, ia mengaku tidak akan bisa melupakan peristiwa Yudhis baru berusia 12 tahun ketika tragedi itu terjadi. Dari sanalah ia paham betul apa itu ketakutan. 2
3 Menurut gue emang kejadian itu mestinya jangan pernah dilupakan, katanya. Usai 1998 pengalaman buruknya terkait diskriminasi rasial terjadi saat SMA. Gue pernah jalan-jalan di blok M. Kadang suka ada yang nyamperin cuman buat ngatain 'Cina' ke depan muka gue secara agresif, katanya. Barangkali bagi banyak orang apa yang dialami Yudhis adalah pengalaman sepele. Tapi jika ada orang asing yang sama sekali tidak anda kenal lantas teriak di depan muka anda hanya karena perbedaan ras bisa itu bisa sangat menekan. Kekhawatiran serupa menyebar dan mulai muncul di media sosial. Jenny Jusuf penulis naskah film yang juga keturunan Tionghoa ini menyampaikan kekhawatirannya di media sosial. Ia berbagi pengalaman bahwa meski telah lewat 16 tahun, anggota keluarganya kadang masih mempersiapkan tas kecil sebagai rencana cadangan apabila kerusuhan rasial terjadi lagi. Jenny memiliki anggota keluarga yang pernah menjadi korban peristiwa Paman Jenny sempat terjebak di bengkelnya saat kerusuhan meletus. Dalam kondisi putus asa, paman Jenny menelpon keluarga untuk pamit dan mengucapkan selamat tinggal. Beruntung karyawan berhasil menyelamatkan pamannya. Paman saya yang paling muda terjebak massa dan berhasil selamat karena untungnya kulitnya legam. Dan ia ikut berteriak 'ganyang Cina!", katanya. Meski tidak langsung mengalami kerusuhan 1998, Jenny dan adiknya tidak diizinkan keluar rumah selama dua minggu. Setiap hari ia dan keluarganya ketakutan mendengar berbagai cerita yang terjadi. Kami berkumpul di rumah nenek dan menonton masyarakat dari perkampungan sekitar menjarahi pertokoan. Ibu saya mengepak baju-baju kami, dan itulah yang saya teruskan sampai hari ini. Pack a suitcase, just in case. Jadi, ya, setelah 16 tahun trauma itu masih ada, katanya. Psikolog dari Universitas Indonesia, Rosmini, saat dihubungungi tirto.id, Jakarta, Kamis (3/11/2016), menyebutkan bahwa ketakutan kelompok Tionghoa di Indonesia dan di Jakarta khususnya memang berdasar. Pengalaman kolektif orang-orang Tionghoa pada 1998 membuat mereka takut dan tidak nyaman, maka ketika ada aksi masa besar-besaran ingatan mereka kembali ke perlakuan-perlakuan di masa lalu. Trauma itu yang terus membekas pada orang-orang. Apalagi yang merasa dirinya minoritas seperti ras tertentu atau Tionghoa, katanya 3
4 Mereka pernah tahu, apakah orang tuanya, saudaranya, yang mengalami masa yang tidak enak. Kemudian menjadi cerita ke anak dan cucu sehingga mau tidak mau, akan membuat orang tidak nyaman dengan ada demonstrasi apalagi dengan embel-embel kebencian ras. Ia menilai trauma kolektif itu tidak hanya dimiliki oleh orang dewasa, mereka yang masih kecil atau yang tak pernah mengalami hal itu bisa saja takut. Karena orang tuanya cerita banyak dan banyak yang eksodus ke luar negeri. Dan belajar lalu kembali karena sudah punya kepercayaan lagi kepada Indonesia untuk tinggal di sini. Itu yang membuat mereka ketakutan, kata Rosmini. Penyebab trauma kolektif bisa bermacam-macam, tapi yang jelas menurut Rosmini banyak ketakutan itu diajarkan dan diwariskan. Kelompok keluarga yang kemudian pengalamannya mungkin tidak satu macam, jadi bisa macam-macam. Kemudian menjadi suatu cerita yang selalu didengungkan, ibaratnya seperti itu, katanya. Cerita dan ketakutan yang diteruskan dan disebarkan ini menyebar ke setiap anggota keluarga. Kalau kita buka dokumen tahun 1998 kita bisa melihat tragisnya korban Tionghoa pada Ada yang diperkosa, dibakar hidup-hidup, dijarah, dibunuh di jalanan. Rosmini juga menjelaskan bahwa kebencian terhadap ras atau kelompok tertentu juga diwariskan. Mungkin karena mengalami pengalaman yang tidak nyaman. Terus kemudian ada sesuatu atau harta yang lebih dari yang lain, ada 4
5 banyak membuat manusia tidak nyaman jika dikaitkan dengan orang yang memiliki sesuatu milik dia juga, katanya. Melalui cerita dan stereotip kebencian ditanamkan, orang melakukan generalisasi, tak peduli siapa asal mata sipit dan kulit putih dibilang Cina. Mereka dianggap kaya dan menghisap harta pribumi. Cerita yang didapat, kadang-kadang tidak mendapat secara utuh. Banyak juga hanya negatif yang terlihat dan positifnya tidak kelihatan, jelas Rosmini. "Padahal ada banyak orang Tionghoa yang memiliki nasionalisme yang luar biasa. Ini mau dibilang satu ras tetapi sebenarnya nggak bisa karena tergantung individu masing-masing." Mugiyato Sipin dari IndoRights menyebut bahwa akar ketakutan warga Tionghoa di Indonesia terhadap aksi demonstrasi 4 November karena negara absen. Ini mesti diletakkan pada konteks kegagalan negara menyelesaikan kasus pelanggaran HAM Negara tak bisa memberikan keadilan dan rasa aman kepada masyarakat Tionghoa di Indonesia. Negara pasca-otoritarian tidak pernah mengutuk secara terbuka atas terjadinya peristiwa Mei 1998, katanya. "Negara tidak mengungkap secara terbuka peristiwa tersebut, padahal sudah ada TGPF dan KPP HAM Komnas HAM. Tim pencari fakta sudah menemukan dugaan keterlibatan negara dalam bentuk commission dan ommission. Penyelidikan Komnas HAM tidak pernah ditindaklanjuti dengan proses penyidikan dan penuntutan di pengadilan HAM Ad Hoc sebagaimana diatur dalam UU No 26/2000 tentang Pengadilan HAM, padahal temuan Komnas HAM menyebut ditemukan adanya dugaan telah terjadinya pelanggaran HAM yang berat, kata Mugi. Mugiyanto melihat tidak ada komitmen negara untuk menjamin kemanan dan hak asasi manusia warganya. Tidak hanya warga Tionghoa tapi juga seluruh korban pelanggaran HAM yang terjadi pada Alih-alih menghukum, pemerintah malah mempromosikan pejabat polisi/militer/negara yang diduga terlibat dalam pelanggaran HAM yang berat tersebut: Sjafri, Wiranto dan lainnya, katanya. Dengan mengangkat dan mempromosikan pejabat yang diduga terlibat kejahatan kemanusiaan negara menjustifikasi dan membiarkan pelanggaran HAM tadi. Lantas bagaimana setelah hari ini? Jenny Jusuf sendiri berharap bahwa ini sekadar kekhawatiran yang berpangkal dari trauma. Ia mengatakan bahwa paska 5
6 kepemimpinan Gus Dur banyak hal baik terjadi. Kalau dulu saya masih harus menyertakan surat ganti nama untuk membuat paspor, adik saya tidak mengalami hal yang sama, kata Jenny. Banyak hal yang sudah menjadi jauh lebih mudah bagi kelompok masyarakat Tionghoa di Indonesia. Namun perlakukan kasar dan tindakan rasis masih kerap dialami sekalipun itu hanya berupa teriakan Hoi Cina! atau Amoy! dari kuli bangunan. Yudhis mengaku bahwa kondisi hari ini jauh lebih baik daripada Dulu merupakan hal yang tidak mungkin dan mimpi seorang Tionghoa non-muslim bisa maju sebagai alon gubernur Jakarta. Gua memandang Indonesia ya sebagai rumah. Gua lahir di sini, gede di sini, sekolah di sini. Biarpun pernah kuliah di luar, 90% temen baik gua di sini, gua kerja di sini, dan gua pengen stay di sini dan ngelihat negara ini jadi lebih baik. Sukur-sukur bisa berkontribusi, katanya. Baca juga artikel terkait TIONGHOA atau tulisan menarik lainnya Arman Dhani (tirto.id - dan/zen) 6
Vonis Ahok, kampanye anti-cina, dan trauma 98
11 May 2017 Vonis Ahok, kampanye anti-cina, dan trauma 98 http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39871159 Hak atas fotoafp/bay ISMOYOImage captionseorang warga Indonesia etnis Cina menyatakan simpatinya
Habibi Serahkan Dokumen Tragedi 98
Habibi Serahkan Dokumen Tragedi 98 Bakal Ada yang Kejang2 Jelang Pilpres 2019 Friday, May 12, 2017 https://www.detikmetro.com/2017/05/habibi-serahkan-dokumen-tragedi-98.html DETIK METRO - Presiden ke-3
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN Pada bab terakhir dalam penulisan skripsi yang berjudul Peristiwa Mangkok Merah (Konflik Dayak Dengan Etnis Tionghoa Di Kalimantan Barat Pada Tahun 1967), berisi mengenai simpulan
BAB I PENDAHULUAN. yang kerap digunakan dalam konteks politik di Indonesia. Aksi saling serang antar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) merupakan isu publik yang kerap digunakan dalam konteks politik di Indonesia. Aksi saling serang antar politisi
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan pembahasan, dapat ditarik simpulan sebagai berikut: 1. Setting Sosial Tahun 1998, di Indonesia banyak terjadi demonstrasi hingga berujung pada
Cari Kuburan Massal untuk Pelurusan Sejarah
Cari Kuburan Massal untuk Pelurusan Sejarah Selasa, 26 April 2016 01:43 http://www.beritametro.co.id/feature/cari-kuburan-massal-untuk-pelurusan-sejarah Aktivis HAM menemukan kuburan massal yang diduga
pengalaman putra 'tokoh integrasi' Tionghoa Indonesia pada 1965
'Dicina-cinakan' di jalan: pengalaman putra 'tokoh integrasi' Tionghoa Indonesia pada 1965 Endang NurdinBBC Indonesia 27 Oktober 2017 http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41738253?ocid=wsindonesia.chat-apps.in-app-msg.whatsapp.trial.link1_.auin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rasisme dan diskriminasi rasial merupakan salah satu masalah besar yang sedang dihadapi oleh masyarakat dunia pada saat ini dalam skala yang begitu besar. Isu yang
NOTA PEMBELAAN. BASUKI TJAHAJA PURNAMA TERHADAP TUNTUTAN PENUNTUT UMUM DALAM PERKARA PIDANA No. 1537/Pid.B/2016/PN.JKT.UTR
NOTA PEMBELAAN BASUKI TJAHAJA PURNAMA TERHADAP TUNTUTAN PENUNTUT UMUM DALAM PERKARA PIDANA No. 1537/Pid.B/2016/PN.JKT.UTR TETAP MELAYANI WALAU DI FITNAH Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Yang saya
BAB II DATA DAN ANALISA
BAB II DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Informasi yang terkumpul dan digunakan sebagai acuan untuk dalam tugas akhir ini didapat dari berbagai sumber, antara lain: Literatur Wawancara Dokumen Dan catatan
No ekonomi. Akhir-akhir ini di Indonesia sering muncul konflik antar ras dan etnis yang diikuti dengan pelecehan, perusakan, pembakaran, perkel
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI No. 4919 DISKRIMINASI.Ras dan Etnis. Penghapusan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 170) PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
I. PENDAHULUAN. oleh Indonesia adalah suku Cina atau sering disebut Suku Tionghoa.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara kesatuan yang terdiri dari berbagai macam etnis suku dan bangsa. Keanekaragaman ini membuat Indonesia menjadi sebuah negara yang kaya
PENGANTAR HUKUM ACARA PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA. R. Herlambang Perdana Wiratraman Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya, 2 Juni 2008
PENGANTAR HUKUM ACARA PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA R. Herlambang Perdana Wiratraman Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya, 2 Juni 2008 Pokok Bahasan Apa prinsip-prinsip dan mekanisme hukum acara
BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan diri. Berpikir kritis berarti melihat secara skeptikal terhadap apa yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Konsep berpikir kritis menjadi sebuah hal yang harus dimiliki oleh setiap individu agar mampu beradaptasi dengan lingkungan secara baik serta mampu mengembangkan diri.
BAB V KESIMPULAN. Bab ini merupakan kesimpulan dari penulisan skripsi yang berjudul
153 BAB V KESIMPULAN Bab ini merupakan kesimpulan dari penulisan skripsi yang berjudul Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Cina Benteng di Tangerang Pada Masa Orde Baru (1966-1998) kesimpulan tersebut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia saat ini telah dijumpai beberapa warga etnis seperti Arab, India, Melayu apalagi warga etnis Tionghoa, mereka sebagian besar telah menjadi warga Indonesia,
Muhammad Ismail Yusanto, Jubir HTI
Muhammad Ismail Yusanto, Jubir HTI Rusuh Ambon 11 September lalu merupakan salah satu bukti gagalnya sistem sekuler kapitalisme melindungi umat Islam dan melakukan integrasi sosial. Lantas bila khilafah
Problem Papua dan Rapuhnya Relasi Kebangsaan
Problem Papua dan Rapuhnya Relasi Kebangsaan http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160906163356-21-156465/problem-papua-dan-rapuhnya-relasi-kebangsaan/ Arie Ruhyanto, CNN Indonesia Kamis, 15/09/2016 08:24
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Sejalan dengan meningkatnya ketergantungan ekonomi,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sejalan dengan meningkatnya ketergantungan ekonomi, sensitivitas terhadap perbedaan budaya dan perubahan demografis, memberi implikasi pada semakin pentingnya
WAJAH ISLAM YANG SEBENARNYA
WAJAH ISLAM YANG SEBENARNYA Pada 11 September 2001, saya melihat wajah Islam yang sebenarnya. Saya melihat kegembiraan di wajah bangsa kami karena ada begitu banyak orang kafir yang dibantai dengan mudahnya...saya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Film adalah teks yang memuat serangkaian citra fotografi yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Film adalah teks yang memuat serangkaian citra fotografi yang mengakibatkan adanya ilusi gerak dan tindakan dalam kehidupan nyata. Dalam menggabungkan citra, narasi
No. Aturan Bunyi Pasal Catatan 1. Pasal 156 KUHPidana
III. Pengaturan Ujaran Kebencian Indonesia memiliki aturan hukum yang melarang ujaran kebencian dan menetapkan sanksi pidana bagi pelakunya. Aturan tersebut memang belum ideal dan masih memerlukan revisi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sumardja dan Saini (1988: 3) menjabarkan bahwa sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, dan keyakinan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kita hidup ditengah derasnya perkembangan sistem komunikasi. Media massa adalah media atau sarana penyebaran informasi secara massa dan dapat diakses oleh masyarakat
BAB V. Kesimpulan. Studi mengenai etnis Tionghoa dalam penelitian ini berupaya untuk dapat
BAB V Kesimpulan A. Masalah Cina di Indonesia Studi mengenai etnis Tionghoa dalam penelitian ini berupaya untuk dapat melihat Masalah Cina, khususnya identitas Tionghoa, melalui kacamata kultur subjektif
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia memiliki banyak suku, etnis dan budaya. Salah satunya adalah suku
BAB I PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Masalah Indonesia memiliki banyak suku, etnis dan budaya. Salah satunya adalah suku X di Kabupaten Papua yang menganut tradisi potong jari ketika salah seorang anggota
2. Konsep dan prinsip
Diskriminasi dan kesetaraan: 2. Konsep dan prinsip Kesetaraan and non-diskriminasi di tempat kerja di Asia Timur dan Tenggara: Panduan 1 Tujuan belajar 1. Menganalisa definisi diskriminasi di tempat kerja
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Simpulan Dalam pembahasan sebelumnya telah dibahas mengenai kedatangan Etnis Tionghoa ke Indonesia baik sebagai pedagang maupun imigran serta terjalinnya hubungan yang
Seolah umat Islam itu jahat dan tidak ada baiknya sedikit pun terhadap mereka. Ini tidak fair.
Seolah umat Islam itu jahat dan tidak ada baiknya sedikit pun terhadap mereka. Ini tidak fair. Nama Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin tiba-tiba mencuat ke permukaan. Seolah-alah ada masalah besar
Perbedaan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia
3 Perbedaan dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia Bagaimana Ketentuan Mengenai dalam tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia? Menurut hukum internasional, kejahatan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara yang majemuk secara etnik, agama, ras dan golongan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia adalah negara yang majemuk secara etnik, agama, ras dan golongan. Hidup berdampingan secara damai antara warga negara yang beragam tersebut penting bagi
BAB I PENDAHULUAN. dan tersebar di berbagai pulau. Setiap pulau memiliki ciri khas dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang banyak dan tersebar di berbagai pulau. Setiap pulau memiliki ciri khas dan keanekaragaman masing-masing,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Maluku merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Indonesia yang memiliki nilai-nilai adat dan budaya yang beragam dan kaya. Situasi ini telah memberikan gambaran
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.293, 2014 POLHUKAM. Saksi. Korban. Perlindungan. Perubahan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5602) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
2015 PERISTIWA MANGKOK MERAH (KONFLIK DAYAK DENGAN ETNIS TIONGHOA DI KALIMANTAN BARAT PADA TAHUN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945, Soekarno tampil dihadapan peserta sidang dengan pidato
Aksi 212: Rizieq Shihab datang
Aksi 212: Rizieq Shihab datang dan menyeru 'penjarakan Ahok' 21-02-2017 http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39035135 Rizieq Shihab tampil berorasi di hadapan para peserta aksi 212. Sempat disebut tidak
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2000 TENTANG PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2000 TENTANG PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa hak asasi manusia merupakan
MAKALAH INDONESIAN HUMAN RIGHTS LEGISLATION. Oleh: Ifdhal Kasim Ketua Komnas HAM RI, Jakarta
PEMERKUATAN PEMAHAMAN HAK ASASI MANUSIA UNTUK HAKIM SELURUH INDONESIA Hotel Santika Makassar, 30 Mei 2 Juni 2011 MAKALAH INDONESIAN HUMAN RIGHTS LEGISLATION Oleh: Ifdhal Kasim Ketua Komnas HAM RI, Jakarta
yang berperan sebagai milisi dan non-milisi. Hal inilah yang menyebabkan skala kekerasan terus meningkat karena serangan-serangaan yang dilakukan
Bab V Kesimpulan Hal yang bermula sebagai sebuah perjuangan untuk memperoleh persamaan hak dalam politik dan ekonomi telah berkembang menjadi sebuah konflik kekerasan yang berbasis agama di antara grup-grup
Hukuman Bagi Pak Harto
Hukuman Bagi Pak Harto DERKAS perkara Pak Harto, akhirnya sampai juga ke pengadilan. Status Pak Harto sekarang adalah "tertuduh" atau "terdakwa." Sebentar lagi, kemungkinan besar akan diajukan ke pengadilan.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menjelang pergantian tahun 2004, Indonesia dirundung bencana. Setelah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menjelang pergantian tahun 2004, Indonesia dirundung bencana. Setelah Nabire, Papua dan Alor, Nusa Tenggara Timur, Aceh pun tak luput dari bencana. Bencana
Hukum Progresif Untuk Pemberantasan Korupsi
1 Hukum Progresif Untuk Pemberantasan Korupsi Oleh: Husni Mubarak* I Pendahuluan Korupsi di Indonesia telah menjadi penyakit utama yang hinggap di dalam tubuh bangsa ini. Sebagian birokrat di pemerintahan,
KASUS ETIKA PROFESI KASUS ANGELINE. Pembunuhan Berencana Angeline
KASUS ETIKA PROFESI KASUS ANGELINE Pembunuhan Berencana Angeline A. IDENTIFIKASI ISU 1. ISU FAKTUAL - APA YANG TERJADI? Pembunuhan berencana Angeline yang dilakukan oleh ibu angkat dan pembantunya. - DIMANA
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 89/PUU-XI/2013
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA -------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 89/PUU-XI/2013 PERIHAL Pengujian Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika [Pasal 111 ayat ( 2), Pasal 112 ayat
Kriteria pertama, Kriteria kedua,
KOPI - Negara Indonesia sudah merdeka sejak hampir 68 tahun yang lalu. Seharusnya dengan kemerdekaan yang selama itu bangsa Indonesia telah menjadi negara yang cukup maju. Bukan menjadi negara yang berkembang
2008, No e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d perlu membentuk Undang-Undang tenta
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.170, 2008 DISKRIMINASI.Ras dan Etnis. Penghapusan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4919) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2000 TENTANG PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
Menimbang : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2000 TENTANG PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa hak asasi manusia merupakan
PRASANGKA DAN DISKRIMINASI
MODUL PERKULIAHAN PRASANGKA DAN DISKRIMINASI Pengertian dan jenis prasangka; pembentukan, mengatasi prasangka; Peran stereotipe; Diskriminasi dan bentuk-bentuk diskriminasi. Fakultas Program Studi Tatap
MAKALAH. Pengadilan HAM dan Hak Korban Pelanggaran Berat HAM. Oleh: Eko Riyadi, S.H., M.H.
TRAINING RULE OF LAW SEBAGAI BASIS PENEGAKAN HUKUM DAN KEADILAN Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk - Jakarta, 2 5 November 2015 MAKALAH Pengadilan HAM dan Hak Korban Pelanggaran Berat HAM Oleh: Eko Riyadi,
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pada dasarnya, hukuman hanya menjadi salah satu bagian dari metode
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya, hukuman hanya menjadi salah satu bagian dari metode untuk mendisiplinkan anak. Cara ini menjadi bagian penting karena terkadang menolak untuk
BAB I PENDAHULUAN. saat itu dalam berbagai bentuk film-film ini akhirnya memiliki bekas nyata di benak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Penelitian Film adalah media audio visual yang memiliki peranan penting bagi perkembangan zaman di setiap negara. terlepas menjadi bahan propaganda atau tidak, terkadang sebuah
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu penerimaan penonton mengenai rasisme dalam film Ngenest. Peneliti akan melakukan penelitian kualitatif dengan menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan film di Indonesia akhir-akhir ini membuat sikap
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan film di Indonesia akhir-akhir ini membuat sikap masyarakat menjadi berubah, masyarakat yang biasanya melihat film hanya untuk hiburan semata,
PENJAGAL ANGIN. Tri Setyorini
PENJAGAL ANGIN Tri Setyorini Awal yang ku lihat adalah abu putih yang berterbangan. Pikirku itu adalah salju yang menyejukkan. Namun ternyata bukan karena abu ini justru terasa panas dan membakar telapak
tersebut selama berpuluh-puluh tahun. Nilai colorblindness sesungguhnya dapat dibaca melalui Amandemen ke-14 yang disahkan pasca perang sipil, yang
BAB IV PENUTUP Perbudakan terhadap orang kulit hitam di Amerika Serikat merupakan suatu bentuk imperialisme yang dilakukan oleh warga berkulit putih. Pada waktu itu, kaum kulit putih bukan hanya mendominasi
Undang-Undang Republik Indonesia. Nomor 26 Tahun Tentang. Pengadilan Hak Asasi Manusia BAB I KETENTUAN UMUM
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. Hak Asasi Manusia adalah seperangkat
RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN
RANCANGAN LAPORAN SINGKAT RAPAT DENGAN PENDAPAT KOMISI III DPR RI DENGAN SEKJEN MAHKAMAH KONSTITUSI, SEKJEN KOMISI YUDISIAL, KOMNAS HAM DAN PIMPINAN KPK ---------------------------------------------------
BAB VII PENGHARGAAN TERHADAP HIDUP MANUSIA
BAB VII PENGHARGAAN TERHADAP HIDUP MANUSIA 1 A. KEKERASAN DAN BUDAYA KASIH MATERI AGAMA KATOLIK XI 1 STANDAR KOMPETENSI 2 Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh
KEKERASAN DAN KEBIADABAN
Kolom IBRAHIM ISA Senin Malam, 15 Desember 2014 --------------------------- KEKERASAN DAN KEBIADABAN YANG MENYESAKKAN DENYUT HATI-NURANI Kemarin sore, hari Minggu, 14 Desember 2014, antara jam 16.00 s/d
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2000
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2000 TENTANG PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa hak asasi manusia merupakan
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERDAMAIAN DAN PENANGANAN KONFLIK 1
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERDAMAIAN DAN PENANGANAN KONFLIK 1 Oleh Herry Darwanto 2 I. PERMASALAHAN Sebagai negara yang masyarakatnya heterogen, potensi konflik di Indonesia cenderung akan tetap
LIFE HISTORY. Note : II (12-18 tahun) Nama : Tetni br Tarigan Usia : 16 tahun
LIFE HISTORY Note : II (12-18 tahun) Nama : Tetni br Tarigan Usia : 16 tahun Tetni seorang anak perempuan berusia 16 tahun, yang tinggal dalam keluarga yang serba kekurangan. Ia, orang tuannya dan empat
2015 IDEOLOGI PEMBERITAAN KONTROVERSI PELANTIKAN AHOK SEBAGAI GUBERNUR DKI JAKARTA
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Wacana adalah bahasa yang digunakan untuk merepresentasikan suatu praktik sosial, ditinjau dari sudut pandang tertentu (Fairclough dalam Darma, 2009, hlm
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Di era sekarang perceraian seolah-olah menjadi. langsung oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perceraian merupakan kata yang umum dan tidak asing lagi di telinga masyarakat. Di era sekarang perceraian seolah-olah menjadi trend, karena untuk menemukan informasi
BAB I PENDAHULUAN. Setiap individu memiliki kepribadian atau sifat polos dan ada yang berbelit-belit, ada
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Setiap individu memiliki kepribadian atau sifat polos dan ada yang berbelit-belit, ada yang halus dan juga ada yang kasar, ada yang berterus terang dan ada juga yang
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2000 TENTANG PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2000 TENTANG PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa hak asasi manusia merupakan
Akui Dulu Pembantaian, Baru Minta Maaf
Akui Dulu Pembantaian, Baru Minta Maaf BY WEBMASTER OCTOBER 27, 2015 HTTP://1965TRIBUNAL.ORG/ID/AKUI-DULU-PEMBANTAIAN-BARU-MINTA-MAAF/ Menolak lupa, menjadi saksi (selama hayat di kandung badan). Galeri
BAB IV DAMPAK DARI KONFLIK DAYAK DAN MADURA DI SAMALANTAN. hubungan yang pada awalnya baik-baik saja akan menjadi tidak baik, hal
BAB IV DAMPAK DARI KONFLIK DAYAK DAN MADURA DI SAMALANTAN A. Dampak Negatif Dampak negatif antara kedua suku yang bertikai tentu membuat hubungan yang pada awalnya baik-baik saja akan menjadi tidak baik,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sebagai bangsa yang lekat dengan primordialisme, agama menjadi salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai bangsa yang lekat dengan primordialisme, agama menjadi salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan bernegara. Kepercayaan agama tidak hanya
Kaum Muslim Myanmar merupakan 4 persen total populasi 60 juta, menurut sensus pemerintah.
Biksu Buddha Saydaw Wirathu, yang dikenal sebagai bin Laden dari Myanmar, telah menyerukan untuk memboikot secara nasional bisnis kaum Muslim di Myanmar Belum kering air mata warga Rohingya yang dianiaya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dian Ahmad Wibowo, 2014
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada bulan Pebruari merupakan titik permulaan perundingan yang menuju kearah berakhirnya apartheid dan administrasi minoritas kulit putih di Afrika Selatan.
SUTI: PEREMPUAN PINGGIR KOTA
RESENSI BUKU SUTI: PEREMPUAN PINGGIR KOTA Nia Kurnia Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa Nomor 11, Bandung 40113, Telepon: 081321891100, Pos-el: [email protected] Identitas Buku Judul Novel Pengarang
Surat Terbuka untuk Koh Jaya Suprana
Surat Terbuka untuk Koh Jaya Suprana Pada Jumat, 3 April 2015 9:09, "'Chan CT' [email protected] " Naah,... dibawah ini ada tulisan anak muda baru berusia 35 tahun, tapi sudah mempunyai wawasan yg luas
BAB 5 RINGKASAN. Jakarta sebagai ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki beragam etnis
BAB 5 RINGKASAN Jakarta sebagai ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki beragam etnis atau suku bangsa tinggal di dalamnya. Salah satu etnis yang paling menonjol perannya dalam perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Suatu gejala positif yang seharusnya dilakukan oleh para sastrawan,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Suatu gejala positif yang seharusnya dilakukan oleh para sastrawan, penikmat sastra ataupun masyarakat Indonesia secara umum, adalah membaca, mempelajari, bahkan menulis
BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra dapat dikatakan bahwa wujud dari perkembangan peradaban
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Karya sastra dapat dikatakan bahwa wujud dari perkembangan peradaban manusia sesuai dengan lingkungan karena pada dasarnya, karya sastra itu merupakan unsur
BAB V. Penutup. Dari kajian wacana mengenai Partai Komunis Indonesia dalam Surat Kabar
BAB V Penutup A. Kesimpulan Dari kajian wacana mengenai Partai Komunis Indonesia dalam Surat Kabar Kompas dan Republika dapat ditarik beberapa kesimpulan. Pertama, produksi wacana mengenai PKI dalam berita
Korban Perkosaan Capai 168 Orang
Banjarmasin Post 14 Juli 1998 http://www.indomedia.com/bpost/9807/14/depan/depan6.htm Laporan Resmi Tim Relawan: Korban Perkosaan Capai 168 Orang JAKARTA - Setelah melakukan investigasi intensif sejak
PRASANGKA DAN DISKRIMINASI
PRASANGKA DAN DISKRIMINASI Modul ke: Fakultas Psikologi Pengertian dan jenis prasangka; pembentukan, mengatasi prasangka; Peran stereotipe; Diskriminasi dan bentuk-bentuk diskriminasi. Sri Wahyuning Astuti,
Memilih Sikap Positif
Memilih Sikap Positif Sulaiman, seorang terselamat dalam korban kamp Yahudi pada Perang Gaza yang selamat, berkata, "Segalanya dapat diambil dari manusia, kecuali kebebasannya yang terakhir, iaitu kemampuannya
ANALISA PENYEBAB TERJADINYA KONFLIK HORIZONTAL DI KALIMANTAN BARAT. Alwan Hadiyanto Dosen Tetap Program Studi Ilmu Hukum UNRIKA
ANALISA PENYEBAB TERJADINYA KONFLIK HORIZONTAL DI KALIMANTAN BARAT Alwan Hadiyanto Dosen Tetap Program Studi Ilmu Hukum UNRIKA Sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945, tujuan bangsa Indonesia adalah menciptakan
