Hukuman Bagi Pak Harto
|
|
|
- Devi Sudirman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Hukuman Bagi Pak Harto DERKAS perkara Pak Harto, akhirnya sampai juga ke pengadilan. Status Pak Harto sekarang adalah "tertuduh" atau "terdakwa." Sebentar lagi, kemungkinan besar akan diajukan ke pengadilan. Proses hukum bagi Pak Harto, dapat dikatakan sangat panjang dan berliku-liku. Pernah di SP3 kan di akhir pemerintahan Habibie, kemudian dibuka lagi pada awal peme-rintahan Gus Dur-Mega. Sebabnya, dikatakan karena ada bukti baru. Meskipun demikian, apa pun keputusan pengadilan, Pak Harto kemungkinan besar tidak akan dihukum, tidak akan masuk penjara. Presiden Abdurrahman Wahid, akan memberi pengampunan kepada Pak Harto. Sejauh ini, yang terpenting bagi keluarga Pak Harto adalah pengadilan yang adil, begitu kata Probosutedjo. Soal pengampunan adalah nomor dua. Tetapi, seandainya pengadilan nanti menyatakan Pak Harto bersalah sebuah "aib" akan melekat di keluarga Presiden RI yang kedua itu.
2 Mantan Presiden RI, terlibat dalam sebuah KKN, yang berarti suatu tindak korupsi. Tidak peduli korupsi itu besar atau kecil. Meskipun memperoleh pengampunan, tidak akan banyak berarti, dibanding dengan "aib" yang diderita Pak Harto dan keluarga. Apalagi, Pak Harto sudah "sepuh" dan dalam kondisi kesehatan yang kurang baik. Seandainya dipenjara, mungkin tidak akan terlalu lama (maaf). Hal ini tanpa bermaksud mendahului takdir. Bagi Pak Harto, mungkin justru lebih baik menolak pengampunan itu. Dengan begitu, Pak Harto bersikap ksatria, bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. Hal ini bukan suatu kemustahilan. Di pihak lain, kita mungkin bangga karena kita dapat menegakkan hukum, termasuk terhadap mantan presiden. Namun, kita pun malu bahwa kita pernah mempunyai seorang presiden yang korup. Di samping itu, di luar masalah hukum, ada masalah lain yang agaknya tidak ringan. Ketua MPR Amien Rais, yang sejak lama dikenal sebagai pengkritik Pak Harto secara terbuka, di saat Pak Harto akan diajukan ke pengadilan, justru ingin mencari jalan yang lain. Se'cara teoretis, harus ada pendekatan hukum, kemanusiaan, keagamaan, politik, psikologi massa, dan lain-lain, kata Amien kepada wartawan. Menurut Amien Rais, masalah yang sedang dihadapi Pak Harto adalah masalah yang dilematis, yang tidak gampang penyelesaiannya. Jum'at (4 Agustus 2000), sebagaimana dikutip sebuah surat kabar (Pelita, 5 Agustus 2000) Amien Rais mengatakan bahwa masih ada dua hari sebelum perkara Pak Harto diserahkan ke peng-adilan. Mudah-mudahan ada rumusan yang enak dan bagus yang merupakan kombinasi berbagai pendekatan untuk me-mecahkan masalah ini. Mungkinkah? Siapa yang "berani"?
3 Agaknya sulit. Hukuman apa yang sebenarnya layak diterima oleh Pak Harto? Suatu hari, beberapa bulan setelah Pak Harto lengser, saya ditemui oleh seorang teman. Teman itu menyampaikan keinginan seseorang yang pernah dibantu Pak Harto berobat ke luar negeri dan hendak menyampaikan rasa terima kasih. Ketika berangkat, Pak Hartd belum lengser dan ketika pulang, Pak Harto sudah lengser dan bahkan sudah dihujat. Tetapi, bagaimana caranya agar ungkapan rasa terima kasih itu jangan sampai diketahui masyarakat, apalagi wartawan? kata teman itu. Inilah (barangkali) sebuah hukuman bagi Pak Harto yang telah diberikan oleh masyarakat. Meskipun pernah menjadi presiden selama 32 tahun dan entah berapa ribu orang yang telah memperoleh manfaat dari kepresidenan Pak Harto, Pak Harto sekarang ditinggal sepi sendiri. Niatnya untuk "madheg-pandito" setelah lengserkeprabon, barangkali juga tidak "kesampaian" karena Pak Harto dihujat terusmenerus sampai sekarang. Hampir semua kejadian di Indonesia selalu ada yang mengaitkan dengan Pak Harto. Dari peristiwa Maluku, peristiwa Mei 1998, peristiwa 27 Juli, sampai ke pemboman di kedutaan besar Filipina. Demikian juga tuduhan KKN-nya, yang digambarkan demikian besar, sulit dibantah karena tuduhan itu diberikan oleh tokoh-tokoh negeri ini, bahkan oleh media massa asing. Rakyat percaya bahwa Pak Harto memiliki harta di luar negeri yang demikian besar, yang konon mencapai Rp 600 triliun. Bila benar, tentu dapat digunakan untuk membantu meringankan pembayaran utang Indonesia. Dapat dipahami kalau kebencian rakyat terhadap Pak Harto sangat besar. Demo ke Cendana demikian hebat, demikian juga
4 di tempat-tempat lain. Demikian juga kata-kata yang tertuang di dalam spanduk. Siapa yang tidak takut? Masih belum cukup, segala kebobrokan sekarang juga ditimpakan kepada Pak Harto seorang, yang selama 32 tahun menjadi penguasa negeri ini. Tidak ada yang berani membela. Bahkan, untuk menutupi kegagalan, Pak Harto pun masih dapat dijadikan "kambing hitam." Semua itu dipublikasikan demikian luas, baik oleh pers di dalam maupun di luar negeri. Pak Harto, ibaratnya benar-benar menjadi "tong sampah" di negeri ini. Dengan kenyataan seperti itu, dapat dipahami kalau kita semua takut dekat dengan Pak Harto. Golkar pun, yang selama 32 tahun menjadi pendukung utama Pak Harto sebagai pre-siden, menyatakan "disconnect" dengan Pak Harto. Pendeknya, tidak ada yang benar di masa Orde Baru, sebagaimana di awal Orde Baru kita mengatakan tidak ada yang benar di masa Orde Lama. Sejarah, kata orang, ternyata berulang kembali. Kini, timbul permasalahan baru yang membuat semakin kompleksnya permasalahan Pak Harto. Setelah terkena "stroke," Pak Harto dikabarkan terkena "brain-damage." Surat kabar Republika (4 Agustus 2000), tampaknya memperoleh "bocoran" hasil pemeriksaan medik. Dikabarkan, bahwa hasil pemeriksaan medik dokter pribadi maupun dokter RSCM yang ditunjuk Kejaksaan Agung ternyata sama. Kualitas jawaban Pak Harto menjawab pertanyaan pemeriksaan diragukan. Dengan upaya khusus, pemeriksaan terhadap Pak Harto masih dapat diterus-kan dan sampailah kita sekarang kepada proses pengadilan. Perkara Pak Harto, berhasil juga di berkas. Sekarang, semua tergantung proses di pengadilan, kata jajaran Kejaksaan Agung. Demikianlah, setelah proses hukum berjalan begitu jauh, muncul pendapat Ketua MPR Amien Rais yang menarik, seba-gaimana dikemukakan di atas. Masalahnya, bagaimana di-
5 mungkinkan pertimbangan hukum, politis, kemanusiaan, keagamaan dan bahkan psikologi massa? Pak Harto, kata Amien Rais pernahmenjadipresiden selama32 tahun, sehingga masih banyak yang menjadi pengagum dan pengikut Pak Harto. Amien Rais lebih jauh bahkan menyalahkan 1000 orang anggota MPR yang setiap lima tahun sekali memilih Pak Harto, sehingga dosa itu sesungguhnya dosa "kolektif." Sekarang, bagaimana mencari jalan keluar yang terbaik bagi bangsa dan negara? Kasus Pak Harto, tidak berlebih, merupakan salah satu kasus yang mempunyai nilai strategis untuksegera diselesaikan. Tentu,akansangat memberi dampak yang besar bagi kelangsungan hidup bangsa ini, apabila kita dapat menyelesaikannya dengan arif. Persis seperti permasa-lahan Bung Karno dahulu, yang secara cermat dipertimbangkan segala sesuatunya. Namun, apa yang diusulkan oleh Ketua MPR Amien Rais, agaknya sudah terlambat. Satu-satunya jalan sekarang adalah menyelesaikan kasus Pak Harto melalui proses hukum yang adil. Pertimbangan politik, kemanusiaan, keaga-maan dan psikologi massa, agaknya sudah lewat. Mengapa? Secara politis, dengan kondisi kesehatan yang sudah demikian memburuk, apa yang dapat dilakukan Pak Harto? Meskipun mungkin Pak Harto masih banyak pengikutnya, sebagaimana dikatakan Amien Rais, apa yang dapat dilakukan? Dalam pertimbangan politis, barangkali yang justru lebih penting dipertimbangkan adalah kalau kekuatan anti Pak Harto nanti kecewa. Misalnya, kalau tuduhan terhadap Pak Harto ternyata tidak benar dan (misalnya) Pak Harto dinyatakan bebas. Atau, kalau Pak Harto tidak dapat diadili sama sekali, dengan alasan (misalnya) kesehatan. Siapa yang berani "melawan" arus?
6 Masalah politis lain, kalau ada, justru yang terkait dengan kebijaksanaan pemerintah. Mengapa Lembaga Kejaksaan Agung pernah mengeluarkan SP 3, sementara setelah terjadi pergantian pimpinan, Lembaga yang sama itu mencabut SP3 Pak Harto? Mungkin kesan politis akan dapat dihapus, apabila masyarakat diberitahu adanya bukti baru yang ditemukan, sehingga SP3 Pak Harto memang layak dicabut. Hal ini terlepas, bahwa masalah ini pun sesungguhnya sudah tidak bermakna lagi. Demikian juga masalah kesehatan Pak Harto, banyak dipersoalkan aspek politisnya, sebagaimana dengan gigih disampaikan oleh pengacara Pak Harto. Bobot politis masalah kesehatan ini akan dapat dihapus, seandainya pemeriksaan medik Pak Harto diumumkan secara terbuka, sehingga masya-rakat mengetahui, apakah proses hukum telah berjalan sesuai dengan status kesehatan Pak Harto apa tidak. Dari aspek kemanusiaan? Apa yang dialami Pak Harto selama ini, setelah lengser, barangkali dirasakan oleh Pak Harto sebagai tindak yang tidak berperikemanusiaan. Bagaimana perasaan seorang mantan presiden dihujat, dituduh KKN demikian besar, selalu dikaitkan dengan berbagai kerusuhan dan kebobrokan bangsa, tanpa ada batas dan memiliki hak jawab yang memadai? Ini pun sudah lewat masanya. Demikian juga dari aspek keagamaan, apa yang dapat diberlakukan? Dapatkah umat Islam (misalnya) mempertim-bangkan jasa Pak Harto yang telah membangun hampir 1000 masjid, selaku Ketua Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila? Bagaimana nantinya, kalau dana yayasan itu terbukti terkait KKN? Masalah baru, tidak mustahil justru akan muncul. Dari aspek psikologi massa, barangkali masyarakat sudah capek dengan masalah Pak Harto. Baik yang pro maupun yang
7 kontra, menunggu saja proses hukum yang sedang berjalan. Sebagian besar masyarakat, barangkali hanya ingin menjadi penonton yang baik. Demikianlah, upaya penyelesaian Pak Harto sekarang hanya bertumpu pada jalannya pengadilan yang adil. Peng-adilan yang adil ini sangat penting, tidak saja untuk memenuhi cita-cita negara hukum, tetapi juga untuk memenuhi standar internasional, sebagai bagian dari masyarakat yang beradab. Untuk itu, ada beberapa catatan. Pertama, dari segi besarnya KKN, ternyata tidak sebesar gambaran semula. Semula, diperkirakan meliputi bertriliun-triliun rupiah, termasuk harta Pak Harto di luar negeri. Se-panjang yang kita baca di surat kabar, hanya terkait dengan yayasanyayasan yang dipimpin Pak Harto. Benarkah penyim-pangan yang dilakukan Pak Harto untuk keuntungan Pak Harto pribadi secara material? Besarnya KKN yang dituduhkan, tidak sebesar penyimpangan BLBI. Diam-diam, ada rasa keadilan yang tersentuh, apabila penyimpangan yang justru demikian besar terlambat ditangani. Kedua, masalah kesehatan Pak Harto, tidak mustahil akan menyentuh kewajaran sebuah proses hukum. Mungkin akan terjadi polemik, tidak saja di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Pengadilan, mungkin perlu meminta pendapat pihak ketiga, kalau perlu dokter luar negeri, sehingga apa pun kepu-tusannya, memperoleh pembenaran secara universal. Ketiga, teknis pemeriksaan Pak Harto. Di dalam peme-riksaan pendahuluan, selalu didampingi sebuah tim dokter yang bekerja demikian ketat. Hal itu dimungkinkan karena pemeriksaan berlangsung di kediaman. Mungkinkah, di pengadilan nanti, pengawasan medik yang ketat dapat dilakukan? Hal ini (misalnya) untuk dapat mengetahui kondisi kesehatan
8 Pak Harto selama jalannya pemeriksaan, agar dapat dicegah hal-hal yang mungkin tidak diinginkan. Keempat, semoga kita semua dapat menganut prinsip hukum yang layak. Ada asas "praduga tak bersalah." Ada prinsip" tegakkan keadilan, meskipun langit akan runtuh". Nilai-nilai ini semoga menjadi nilai-nilai bersama. Bahwa di dalam menegakkan hukum, tidak boleh ada pertimbangan politik ataupun kepentingan lain yang terkait. Kita semua, harus siap menerima keputusan pengadilan dengan legowo. Demikianlah, masalah Pak Harto sekarang, tampaknya hanya dapat diselesaikan melalui proses hukum yang adil. Terlepas hal itu tidak mudah, itulah penyelesaian yang mungkin terbaik. Kita doakan, semoga pengadilan kita masih mampu melaksanakan tugas itu. Itulah harapan kita. Kompas, 23 Agustus 2000
Tap XXXIII/MPRS/1967
Tap XXXIII/MPRS/1967 KETIKA memberi sambutan dalam rangka 100 Tahun Bung Karno di Blitar, Rachmawati Soekarnoputri mengusul-kan agar Ketetapan Tap XXXIII/MPRS/1967 dicabut. Menurut Rachmawati, Tap itu
Keterangan Pers Presiden RI tentang Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi, Jumat, 26 Juni 2009
Keterangan Pers Presiden RI tentang Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi, 26-6-09 Jumat, 26 Juni 2009 Â KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENEGAKAN HUKUM DAN PEMBERANTASAN KORUPSI,
Memahami Kebingungan Jokowi. Written by Mudjia Rahardjo Tuesday, 10 February :50 -
Pasca 100 hari pertama usia pemerintahannya sejak dilantik pada 20 Oktober 2014 lalu, Jokowi benar-benar dihadapkan pada persoalan yang sangat pelik dan dilematis. Semua berawal dari pencalonan Komjen
BAB I PENDAHULUAN. Perbuatan tersebut selain melanggar dan menyimpang dari hukum juga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini dalam kehidupan bermasyarakat, setiap anggota masyarakat selalu merasakan adanya gejolak dan keresahan di dalam kehidupan sehari-harinya, hal ini
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2002 TENTANG GRASI
UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2002 TENTANG GRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa untuk mendapatkan pengampunan yang
Tanggung Jawab Komando Dalam Pelanggaran Berat Hak Asasi Manusia Oleh : Abdul Hakim G Nusantara
Tanggung Jawab Komando Dalam Pelanggaran Berat Hak Asasi Manusia Oleh : Abdul Hakim G Nusantara Impunitas yaitu membiarkan para pemimpin politik dan militer yang diduga terlibat dalam kasus pelanggaran
BAB I KETENTUAN UMUM
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1. Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh,
BAB VIII Politik Hukum Pada Masa Reformasi Oleh: Prof.Gunarto.SH.SE,Akt.Mhum. Pada masa reformasi, konfigurasi politik di DPR dan MPR tidak berubah,
BAB VIII Politik Hukum Pada Masa Reformasi Oleh: Prof.Gunarto.SH.SE,Akt.Mhum. Pada masa reformasi, konfigurasi politik di DPR dan MPR tidak berubah, sama dengan konfigurasi politik yang dihasilkan melalui
PERDATA VSPIDANA NO CRIME VS CRIME PERFECT CRIME
i CATATANHUKUM PERDATA VSPIDANA NO CRIME VS CRIME PERFECT CRIME ---~. DR. WILA CR. SUPRIADI SH t/idi'::l. 9J /?i-l 9.(1. t.?-do2 FAKULTAS HOKUM UNIVERSITAS KATOLIKPARAHYANGAN JL. CIUMBULEurT 94 BANDUNG
2014 PEMILIHAN UMUM DAN MEDIA MASSA
BAB V KESIMPULAN Media massa di Indonesia berkembang seiring dengan bergantinya pemerintahan. Kebijakan pemerintah turut mempengaruhi kinerja para penggiat media massa (jurnalis) dalam menjalankan tugas
MAKALAH KAJIAN KEISLAMAN DAN KEINDONESIAAN MAKNA NASIONALISME DALAM PEMIMPIN. Disusun oleh: Alvi Muhayat Syah
MAKALAH KAJIAN KEISLAMAN DAN KEINDONESIAAN MAKNA NASIONALISME DALAM PEMIMPIN Disusun oleh: Alvi Muhayat Syah 1506749552 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS 2017 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada
BAB V. Penutup. Dari kajian wacana mengenai Partai Komunis Indonesia dalam Surat Kabar
BAB V Penutup A. Kesimpulan Dari kajian wacana mengenai Partai Komunis Indonesia dalam Surat Kabar Kompas dan Republika dapat ditarik beberapa kesimpulan. Pertama, produksi wacana mengenai PKI dalam berita
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Sejak awal integrasi ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun 1976, Timor Timur selalu berhadapan dengan konflik, baik vertikal maupun
Presiden Seumur Hidup
Presiden Seumur Hidup Wawancara Suhardiman : "Tidak Ada Rekayasa dari Bung Karno Agar Diangkat Menjadi Presiden Seumur Hidup" http://tempo.co.id/ang/min/02/18/nas1.htm Bung Karno, nama yang menimbulkan
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PERAN SERTA MASYARAKAT DAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI PERATURAN
JAMINAN PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DAN TERDAKWA DALAM KUHAP DAN RUU KUHAP. Oleh : LBH Jakarta
JAMINAN PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DAN TERDAKWA DALAM KUHAP DAN RUU KUHAP Oleh : LBH Jakarta 1. PENGANTAR Selama lebih dari tigapuluh tahun, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP diundangkan
Bab III Keanggotaan. Bagian Kesatu. Umum
Bab III Keanggotaan Bagian Kesatu Umum Pasal 7 1. Anggota berjumlah 560 (lima ratus enam puluh) orang. 2. Anggota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebelum memangku jabatannya mengucapkan sumpah/janji
Memilih Calon Anggota DPR RI yang Cermat (Cerdas dan Bermanfaat) (16/U)
KOPI - Sejak era reformasi hingga sekarang, Indonesia masih dihadapkan pada masalah-masalah klasik, misalnya penegakan hukum, pemberantasan korupsi, masalah desentralisasi dan otonomi daerah, serta masih
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PERAN SERTA MASYARAKAT DAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI PRESIDEN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan Pancasila dan UUD
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 mengakui bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur
Habibi Serahkan Dokumen Tragedi 98
Habibi Serahkan Dokumen Tragedi 98 Bakal Ada yang Kejang2 Jelang Pilpres 2019 Friday, May 12, 2017 https://www.detikmetro.com/2017/05/habibi-serahkan-dokumen-tragedi-98.html DETIK METRO - Presiden ke-3
Sambutan Presiden RI pd Pembukaan Kongres XXI PGRI dan Guru Indonesia 2013, 3 Juli 2013, di Jakarta Rabu, 03 Juli 2013
Sambutan Presiden RI pd Pembukaan Kongres XXI PGRI dan Guru Indonesia 2013, 3 Juli 2013, di Jakarta Rabu, 03 Juli 2013 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PEMBUKAAN KONGRES XXI PGRI DAN KONGRES GURU
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
DISTRIBUSI II UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa salah satu alat
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN Menimbang: DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan
PENGUMUMAN RESHUFFLE KABINET TERBATAS
PENGUMUMAN RESHUFFLE KABINET TERBATAS (Transkripsi Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia Mengenai Pengumuman Reshuffle Kabinet Terbatas Istana Merdeka, 7 Mei 2007) Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Kerusuhan di berbagai tempat di Indonesia hendaknya kita cermati sebagai
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kerusuhan di berbagai tempat di Indonesia hendaknya kita cermati sebagai suatu dinamika sosial, politik, dan ekonomi. Kita tidak selalu harus menginterpretasikan
TUGAS AKHIR PEMASYARAKATAN PANCASILA DALAM ERA GLOBALISASI
TUGAS AKHIR PEMASYARAKATAN PANCASILA DALAM ERA GLOBALISASI Nama : Devit Surtianingsih NIM : 11.01.2851 Kelompok : B Program Studi : Pancasila Jurusan : D3-TI Dosen : Irton. SE., M.Si STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
Negara Jangan Cuci Tangan
Negara Jangan Cuci Tangan Ariel Heryanto, CNN Indonesia http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160426085258-21-126499/negara-jangan-cuci-tangan/ Selasa, 26/04/2016 08:53 WIB Ilustrasi. (CNN Indonesia)
Sosok Pendidik Umat Secara Total dan Dijalani Sepanjang Hayat
Sosok Pendidik Umat Secara Total dan Dijalani Sepanjang Hayat Saya melihat Prof.Dr.Hj. Tutty Alawiyah adalah sosok pejuang dan sekaligus pendidik sepanjang hayat. Sebagai seorang putri ulama besar, beliau
TUGAS KELOMPOK PKN 1 ORDE REFORMASI TAHUN 1998-SEKARANG. DosenPengampu: Ari Wibowo, M.Pd. Kelompok 12: MadinatulMunawaroh ( )
TUGAS KELOMPOK PKN 1 ORDE REFORMASI TAHUN 1998-SEKARANG DosenPengampu: Ari Wibowo, M.Pd. Kelompok 12: MadinatulMunawaroh (14144600187) Mega AyuSetyana (14144600211) Novi TrisnaAnggrayni (14144600199) Kelas
Sambutan Pengantar Presiden RI pada Dialog dengan LSM Pegiat Anti Korupsi, Jakarta, 25 Januari 2012 Rabu, 25 Januari 2012
Sambutan Pengantar Presiden RI pada Dialog dengan LSM Pegiat Anti Korupsi, Jakarta, 25 Januari 2012 Rabu, 25 Januari 2012 SAMBUTAN PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA DIALOG PRESIDEN REPUBLIK
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG P E R S DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG P E R S DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG Y A Y A S A N DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG Y A Y A S A N DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini
Laporan Kasus Korupsi
Laporan Kasus Korupsi DUGAAN TINDAK PIDANA MENGHALANG-HALANGI PROSES HUKUM PENYIDIKAN PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI (Pasal 21 UU No 31 Tahun 1999 jo No 20 Tahun 2001) I. PENDAHULUAN Pada tanggal 28 April
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 1982 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1966 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PERS SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR
RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN
1 RANCANGAN LAPORAN SINGKAT RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI III DPR RI DENGAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) ------------------------------------------------------- (BIDANG HUKUM, PERUNDANG-UNDANGAN,
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG ADVOKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG ADVOKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Negara Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI KEBENARAN DAN REKONSILIASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI KEBENARAN DAN REKONSILIASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pelanggaran hak asasi manusia
Naskah ini telah diproses oleh Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia dan ditampilkan di
BEBERAPA MASUKAN UNTUK PERUBAHAN UU PEMILU LEGISLATIF A. Umum Meski Pemilu 2004 dinilai berlangsung cukup lancar, namun banyak pihak yang merasa kecewa atas penyelenggaraan pemilihan umum tersebut, terutama
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI KEBENARAN DAN REKONSILIASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI KEBENARAN DAN REKONSILIASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pelanggaran hak asasi
2 tersebut dilihat dengan adanya Peraturan Mahkamah agung terkait penentuan pidana penjara sebagai pengganti uang pengganti yang tidak dibayarkan terp
TAMBAHAN BERITA NEGARA RI MA. Uang Pengganti. Tipikor. Pidana Tambahan. PENJELASAN PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG PIDANA TAMBAHAN UANG PENGGANTI DALAM TINDAK PIDANA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1999 TENTANG SUSUNAN DAN KEDUDUKAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
Tak Ada Tempat Untuk Berpaling
Tak Ada Tempat Untuk Berpaling Dengan merahasiakan ketidakpercayaanmu, sesungguhnya engkau ini bukanlah seorang munafik. Anda adalah bagian dari tentara bawah tanah eks Muslim. Kerahasiaan adalah strategi
ANGKET SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS
ANGKET 1. Bila orangtua mendahulukan kepentingan kakak/ adik saya, saya akan marah. 2. Jika saya tidak setuju dengan pendapat orangtua, saya akan mengatakan tidak setuju. 3. Menceritakan kebodohan kakak/adik
13. KESIMPULAN. Majelis Hakim Yang Terhormat
13. KESIMPULAN Majelis Hakim Yang Terhormat Maksud saya menuliskan Pembelaan saya sendiri adalah untuk menyampaikan kebenaran dengan cara yang mudah dipahami, dengan demikian agar tidak ada lagi keraguan
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:
WAJAH ISLAM YANG SEBENARNYA
WAJAH ISLAM YANG SEBENARNYA Pada 11 September 2001, saya melihat wajah Islam yang sebenarnya. Saya melihat kegembiraan di wajah bangsa kami karena ada begitu banyak orang kafir yang dibantai dengan mudahnya...saya
- 2 - BAB I KETENTUAN UMUM
- 2 - BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Badan ini yang dimaksud dengan: 1. Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan
II. TINJAUAN PUSTAKA. penetapannya, dalam hal serta menurut cara yang diatur menurut Undang-Undang ini.
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Penahanan Tersangka Penahanan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1 angka 21 KUHAP adalah penempatan tersangka atau terdakwa di tempat tertentu oleh penyidik atau penuntut umum atau
KASUS PELANGGARAN HAM BERAT 1965*
MASALAH IMPUNITAS DAN KASUS PELANGGARAN HAM BERAT 1965* Oleh MD Kartaprawira Bahwasanya Indonesia adalah Negara Hukum, dengan jelas tercantum dalam Pasal 1 ayat 3 UUD 1945. Siapa pun tidak bisa mengingkari.
RELEASE AND DISCHARGE SIAPA YANG AKAN TANDA TANGAN?
RELEASE AND DISCHARGE SIAPA YANG AKAN TANDA TANGAN? Oleh: Dr. M. Arief Amrullah, S.H., M.Hum. PENDAHULUAN Isu seputar MSAA dan Release and discharge bagaikan sebuah kisah yang tak pernah berakhir dan selalu
Buku «Memecah pembisuan» Tentang Peristiwa G30S tahun 1965
Buku «Memecah pembisuan» Tentang Peristiwa G30S tahun 1965 Tulisan ini bukanlah resensi buku. Melainkan seruan atau anjuran kepada orang-orang yang mempunyai hati nurani dan berperkemanusiaan, atau yang
Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna, di Kantor Presiden, tanggal 1 April 2014 Selasa, 01 April 2014
Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna, di Kantor Presiden, tanggal 1 April 2014 Selasa, 01 April 2014 PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA SIDANG KABINET PARIPURNA DI KANTOR PRESIDEN,
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 57, 1999 KONVENSI. TENAGA KERJA. HAK ASASI MANUSIA. ILO. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1.1. KESIMPULAN Dari hasil pembahasan dan penelitian ini dapat di simpulkan dalam beberapa hal: 1. Di balik kesuksesan pembangunan di depan, Orde Baru menyimpan beberapa kelemahan.
1 / 25 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 Tentang Y A Y A S A N Diubah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 Tentang Yayasan DENGAN RAHMAT
Metode Bijak Memperbaiki Aib
Metode Bijak Memperbaiki Aib Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????...????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA
Bahan Panja Hasil Timus RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik Indonesia adalah
PENDAPAT TERPISAH HAKIM ZEKIA
Saya menyetujui, dengan segala hormat, bagian pengantar keputusan terkait prosedur dan fakta dan juga bagian penutup tentang dengan penerapan Pasal 50 (pas. 50) dari Konvensi terhadap kasus ini. Saya juga
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik
Selasa, 7 Pebruari 2006
LAPORAN KOMISI III DPR-RI DALAM RANGKA PEMBICARAAN TINGKAT II / PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA PADA RAPAT PARIPURNA Assalamu alaikum
No ekonomi. Akhir-akhir ini di Indonesia sering muncul konflik antar ras dan etnis yang diikuti dengan pelecehan, perusakan, pembakaran, perkel
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI No. 4919 DISKRIMINASI.Ras dan Etnis. Penghapusan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 170) PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
Lex et Societatis, Vol. V/No. 6/Ags/2017
PENAHANAN TERDAKWA OLEH HAKIM BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1981 TENTANG KITAB UNDANG- UNDANG HUKUM ACARA PIDANA 1 Oleh : Brando Longkutoy 2 ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah
BAB I PENDAHULUAN. Negara eropa yang paling lama menjajah Indonesia adalah Negara Belanda
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia di jajah oleh bangsa Eropa kurang lebih 350 tahun atau 3.5 abad, hal ini di hitung dari awal masuk sampai berakhir kekuasaannya pada tahun 1942. Negara eropa
BAB I PENDAHULUAN. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dirumuskan demikian:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dirumuskan demikian: pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN TENTANG PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 2009 TENTANG PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik Indonesia
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1999 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1999 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa sehubungan dengan perkembangan
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1999 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1999 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa sehubungan dengan perkembangan
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 59, 1991 (ADMINISTRASI. LEMBAGA NEGARA. TINDAK PIDANA. KEJAKSAAN. Warganegara. Penjelasan dalam Tambahan Lembaran
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG Y A Y A S A N DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG Y A Y A S A N DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini
NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik Indonesia adalah
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan berdasarkan kebiasaan dalam masyarakat,
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
A. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang mengedepankan hukum seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945 dalam Pasal 1 ayat 3 sebagai tujuan utama mengatur negara.
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 16 TAHUN 2001 (16/2001) TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 16 TAHUN 2001 (16/2001) TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace mencabut: UU 5-1991 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 67, 2004 POLITIK. KEAMANAN. HUKUM. Kekuasaaan Negara. Kejaksaan. Pengadilan. Kepegawaian.
DIMENSI POLITIS AND YURIDIS KETETAPAN MPR NO. XXXIII/MPRS/1967. Oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH 1.
DIMENSI POLITIS AND YURIDIS KETETAPAN MPR NO. XXXIII/MPRS/1967 Oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH 1. TAP MPRS NO.XXXIII/MPRS/1967 Pada tahun 1967, tepatnya pada tanggal 12 Maret 1967, MPRS menetapkan
Trio Hukum dan Lembaga Peradilan
Trio Hukum dan Lembaga Peradilan Oleh : Drs. M. Amin, SH., MH Telah diterbitkan di Waspada tgl 20 Desember 2010 Dengan terpilihnya Trio Penegak Hukum Indonesia, yakni Bustro Muqaddas (58), sebagai Ketua
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG Y A Y A S A N YANG DIRUBAH DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2004
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG Y A Y A S A N YANG DIRUBAH DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2004 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
BAB II PENGATURAN HUKUM TENTANG PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA KORUPSI
20 BAB II PENGATURAN HUKUM TENTANG PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA KORUPSI A. Undang-Undang Dasar 1945 Adapun terkait hal keuangan, diatur di dalam Pasal 23 Undang-Undang Dasar 1945, sebagaimana
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan masyarakat akan informasi yang terjadi setiap harinya, sudah menjadi kebutuhan penting di setiap harinya. Media massa merupakan wadah bagi semua informasi
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129 TAHUN 1998 TENTANG RENCANA AKSI NASIONAL HAK-HAK ASASI MANUSIAINDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129 TAHUN 1998 TENTANG RENCANA AKSI NASIONAL HAK-HAK ASASI MANUSIAINDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa bangsa Indonesia sebagai bagian
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace diubah: UU 28-2004 file PDF: [1] LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 112, 2001 Kehakiman. Keuangan. Yayasan. Bantuan. Hibah. Wasiat. (Penjelasan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MATERI AUDIENSI DAN DIALOG DENGAN FINALIS CERDAS CERMAT PANCASILA, UUD NEGARA RI TAHUN 1945, NKRI, BHINNEKA TUNGGAL IKA, DAN KETETAPAN MPR Dr. H. Marzuki Alie
Sesuatu Yang Baik itu Berita
Pengantar Penulis: Sesuatu Yang Baik itu Berita Ketika melihat berbagai aksi, membaca berbagai buku dan tulisan tentang Pak Harto - setelah ia lengser dari jabatan Presiden RI yang hanya memunculkan kelemahan
