DAFTAR ISI MODUL PERTANGGUNGJAWABAN &AKUNTANSI
|
|
|
- Sucianty Widjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN... 1 II. TEKNIS PENJURNALAN DAN PELAPORAN Transaksi Non Kas Jurnal Jurnal Konsolidator Cetak Hal: i
2 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 menu Transaksi Non Kas Memorial... 2 Gambar 2 Tampilan form Bukti Transaksi Memorial... 3 Gambar 3 Tampilan Tabel Treeview Unit Organisasi... 3 Gambar 4 Form Add Bukti Transaksi Memorial... 4 Gambar 5 Bukti Transaksi Memorial yang Telah Ditambah... 4 Gambar 6 Tampilan Form Rincian BM... 5 Gambar 7 Tampilan Form Isian Rincian BM... 5 Gambar 8 Tampilan Form Isian Rincian BM... 6 Gambar 9Tampilan Form Rincian BM Isi... 6 Gambar 10 Menu Transaksi Non Kas pada sub menu korolari pengeluaran kas... 7 Gambar 11 Tampilan form transaksi non kas pada sub menu korolari pengeluaran kas... 7 Gambar 12 Tampilan isi/edit form transaksi non kas pada sub menu korolari pengeluaran kas.. 8 Gambar 13 Form Korolari Pengeluaran Isi... 9 Gambar 14 Form Rincian Korolari Pengeluaran... 9 Gambar 15 Form Isian Rincian Korolari Pengeluaran... 9 Gambar 16 Form Rincian Korolari Pengeluaran Isi Gambar 17 Menu Transaksi Non Kas pada sub menu korolari penerimaan kas Gambar 18 Menu Transaksi Non Kas pada sub menu korolari pertanggungjawaban Gambar 19 Menu Transaksi Non Kas pada sub menu korolari Memorial Gambar 20 Menu Jurnal pada sub menu Pendapatan Gambar 21 Tampilan Pendapatan pada sub menu Jurnal Gambar 22 Tampilan isi/edit form jurnal pada sub menu pendapatan Gambar 23 Tampilan Rincian Jurnal Penerimaan dan Penyetoran Gambar 24 Menu Jurnal Konsolidator pada sub menu Penyetoran Gambar 25 Tampilan Jurnal Penyetoran pada sub menu Jurnal Konsolidator Gambar 26 Tampilan isi/edit form jurnal konsolidator pada sub menu penyetoran Gambar 27 Tampilan form rincian jurnal konsolidator penyetoran Gambar 28 Menu Cetak pada sub menu Setting Saldo Awal Gambar 29 Tampilan Cetak pada sub menu Setting Saldo Awal Gambar 30 Tampilan Cetak pada sub menu Setting Saldo Awal Gambar 31 Tampilan isi/edit cetak pada sub menu setting saldo awal Gambar 32 Tampilan cetak setelah ditambah pada sub menu setting saldo awal Gambar 33 Menu Cetak pada sub menu Setting Saldo Akhir Gambar 34 Tampilan cetak pada sub menu setting saldo akhir Gambar 35 Tampilan isi/edit form cetak pada sub menu setting saldo akhir Gambar 36 Menu Pengaturan Prognosis Gambar 37 Form Pengaturan Prognosis Gambar 38 Form Isian Pengaturan Prognosis Gambar 39 Form Pengaturan Prognosis Isi Gambar 40 Menu Cetak pada sub menu register memorial Gambar 41 Menu Cetak pada sub menu register memorial Gambar 42 Menu Cetak pada sub menu jurnal Gambar 43 Menu Cetak pada sub menu jurnal umum Gambar 44 Menu Cetak pada sub menu buku besar Gambar 45 Menu Cetak pada sub menu buku besar pendapatan Gambar 46 Menu Cetak pada sub menu neraca saldo Gambar 47 Menu Cetak pada sub menu neraca saldo Gambar 48 Menu Cetak pada sub menu laporan keuangan Gambar 49 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan SKPD-LRA Gambar 50 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan SKPD-Neraca Gambar 51 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Pemda-LRA Gambar 52 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Pemda-LRA Gambar 53 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Pemda-Arus Kas Gambar 54 Menu Cetak pada sub menu Perda Pertanggungjawaban Gambar 93 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Perda Pertanggungjawaban-Lampiran Hal: ii
3 Gambar 55 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Perda Pertanggungjawaban-Lampiran Gambar 56 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Perda Pertanggungjawaban-Lampiran Gambar 57 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Perda Pertanggungjawaban-Lampiran Gambar 58 Menu Cetak pada sub menu Peda-Penjabaran Gambar 59 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Perda Perjabaran-Lampiran Gambar 60 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Perda Perjabaran-Lampiran Hal: iii
4 MODUL III MODUL PERTANGGUNGJAWABAN DAN AKUNTANSI I. PENDAHULUAN Secara umum akuntansi didefiniskan sebagai suatu proses identifikasi, pencatatan, penggolongan dan penyusunan laporan keuangan dengan cara tertentu suatu transaksi keuangan dan menafsirkan hasil-hasilnya sebagai dasar pengambilan keputusan. American Insitute of Certified Public Accountant (AICPA) memberikan definisi bahwa akuntansi adalah kegiatan jasa yang fungsinya adalah untuk menyediakan informasi data kuantitatif terutama yang memiliki sifat keuangan dari kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi untuk memilih alternatif dari suatu keadaan tertentu. Peraturan Pemerintah no 24 tahun 2005 mendefinisikan akuntansi sebagai proses pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, pengikhtisaran transaksi dan kejadian keuangan pengiterpretasian atas hasilnya dan penyajian laporan Lebih spesifik dalam konteks kepemerintahan, Permendagri no 13 tahun 2006 memberikan definisi akuntansi pemerintahan adalah serangkaian prosedur mulai dari proses pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. Pengertian dari definisi ini mengandung dua cakupan utama yaitu proses penyusunan laporan keuangan dan menginterpretasikan laporan yang dihasilkan dalam pengambilan keputusan dalam sektor swasta dan pertanggungjawaban APBD dalam sektor pemerintah daerah. Sehingga output yang dihasilkan proses akuntansi khususya akuntansi pemerintahan adalah laporan keuangan yang terdiri dari : 1. Laporan Realisasi Anggaran 2. Neraca 3. Catatan atas laporan keuangan 4. Untuk fungsi perbendaharaan daerah diharuskan menyusun Laporan Arus Kas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 yang kemudian dilengkapi dengan diterbitkannya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900 tahun 2007 yang merupakan petunjuk pelaksanaan penatausahaan dan pelaporannya, mengamanatkan adanya desentralisasi tanggungjawab kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sehingga entitas keuangan suatu Pemerintahan Daerah terdiri dari : Hal: 1
5 1. Entitas akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan 2. Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri atas satu atau Iebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan SKPD sebagai suatu entitas akuntansi harus mempertanggungjawabkan dan melaporkan hasil pengelolaan anggaran yang diberikan. Sebagai konsekuensi dari adanya desentralisasi tanggungjawab pengelolaan keuangan kepada SKPD sesuai dengan kewenangannya, maka SKPD harus membuat laporan hasil pengelolaan anggarannya dalam bentuk Laporan Realisasi Anggaran SKPD (LRA), Neraca SKPD dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Sedangkan SKPKD adalah suatu entitas pelaporan yang bertanggungjawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian dari entitas akuntansi dan laporan arus kas daerah. II. TEKNIS PENJURNALAN DAN PELAPORAN Proses penjurnalan dilakukan atas dua jenis transaksi yaitu transaksi non kas dan transaksi kas. Transaksi non kas mencatat seluruh trasaksi transaksi yang tidak berhubungan langsung dan tidak merubah posisi kas pada keterjadiannya, seperti penyesuaian-penyesuaian atas transaksi yang tidak mempengeruhi posisi kas dan korolari. Transaksi kas adalah transaksi yang keterjadiannya merubah posisi kas secara langsung. 1. Transaksi Non Kas 1.1. Memorial Transaksi memorial merupakan transaksi-transaksi non kas yang bersifat penyesuaian atas transaksi-transaksi yang mencakup pembukaan, penerimaan kas, pengeluaran kas, jurnal umum, korolari dan penutup. Cara untuk membuat memorial dari aplikasi adalah dengan memilih menu transaksi non kas. Gambar 1 menu Transaksi Non Kas Memorial kemudian akan muncul form isian sebagai berikut : Hal: 2
6 Gambar 2 Tampilan form Bukti Transaksi Memorial Untuk mengisi Unit Organisasi klik tombol, selanjutnya akan tampil daftar unit organisasi yang berbentuk table treeview sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut : Gambar 3 Tampilan Tabel Treeview Unit Organisasi Pilih unit organisasi dengan mengklik satu kali pada data organisasi yang dipilih. Untuk menambah bukti transaksi memorial dilakukan dengan cara mengklik tombol dan jika ingin melakukan perubahan atas isi bukti transaksi memorial dilakukan dengan cara mengklik tombol Edit yang pada kolom paling kanan formulir bukti transaksi, sehingga akan muncul Form add/edit bukti transaksi memorial sebagai berikut: Hal: 3
7 Gambar 4 Form Add Bukti Transaksi Memorial Pengisian dilakukan dengan carasebagai berikut : 1. Jenis BM diisi dengan memilih data dari dalam tombol combo 2. No BM diisi dengan nomor bukti memorial sesuai dengan struktur penomoran yang berlaku di daerah 3. Tanggal BM diisi dengan cara mengklik tombol kalender yang terletak diujung kanan field yang berbentuk kotak, kemudian akan tampil kotak kalender sistem, klik pada tanggal yang terdapat dalam kotak kalender tersebut 4. Referensi diisi dengan referensi-referansi yang dijadikan dasar pencatatan sebagai fungsi kros cek atas pencatatan yang dilakukan 5. Uraian diisi dengan penjelasan yang diperlukan untuk menjelaskan peruntukan bukti memorial 6. Penandatangan telah terisi secara otomatis dari aplikasi berdasarkan pengaturan penandatangan dokumen, apabila data penandatangan dokumen adalah lebih dari satu maka data dapat dipilih dari dalam kombo. Kemudian setelah pengisian data selesai dilkukan, tekan tombol untuk menyimpan data apabila data telah berhasil disimpan oleh sistem, maka akan muncul pesan seperti yang terlihat dalam gambar berikut ini : Gambar 5 Bukti Transaksi Memorial yang Telah Ditambah Hal: 4
8 Untuk menambah/ /melihat rincian dari bukti memorial, klik nomor bukti memorial yang terdapat dalam kolom No. BM, selanjutnya akan tampil form rincian bukti memorial sebagaimana ditampilkan dalam gambar berikut : Gambar 6 Tampilan Form Rincian BM Untuk menambah data rincian BM klik tombol yang terletak pada sudut kiri sebelah bawah form rincian kemudian akan tampil form pengisian rincian BM sebagaimana ditampilkan dalam gambar berikut : Gambar 7 Tampilan Form Isian Rincian BM Pengisian form dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Jenis Rekening diisi dengan memilih jenis rekening transaksi dari dalam kombo 2. Rekening diisii dengan mengklik tombol, kemudian akan tampil form lookup data rekening sebagaimana yang ditampilkan dalam gambar 8, pilih data rekening dengan mengklik pada tombol select Hal: 5
9 Gambar 8 Tampilan Form Isian Rincian BM 3. Posisi diisi dengan mengklik pada salah satu posisi normal rekening debet/kredit 4. Nilai diisi dengan besaran nilai atas transaksi 5. Klik tombol untuk menyimpan data Gambar 9Tampilan Form Rincian BM Isi Perlu diingat bahwa pengisian transaksi bukti memorial merupakan pencatatan transaksi double entry system yang tidak dilakukan secara otomatis dari aplikasi, maka untuk mencatat transaksi lawan akun dilakukan dengan mengklik tombol dan lakukan kembali langkah-langkah 1-5. Hal: 6
10 1.2. Korolari Pengeluaran Kas Korolari terhadap pengeluaran kas merupakan prosess pengkapitalisasian transaksi-transakskekayaan daerah yang tercatat dalam neraca. Transaksi ini diperlukan pengeluaran kas yang mengakibatkann berubahnya posisi dalam proses pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dikarenakan sistem akuntansi pemerintah daerah yang menganut basis kas menuju akrual (cash toward accrual/modified accrual basis) dimana tidak ada hubungan transaksi secara langsung antara transaksi-transaksi kas di APBD dengan transaksi-transaksi non kas di Neraca. Korolari untuk Pengeluaran Kas pada transaksi non kas dilakukan dengan menggunakan menu Transaksi non Kas-Korolari-Pengeluaran seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut : Gambar 10 Menu Transaksi Non Kas pada sub menu korolari pengeluaran kas Dengan memilih menu tersebut, kemudian akan muncul form isian sebagaimana ditampilkan dalam gambar berikut : Gambar 11 Tampilan form transaksi non kas pada sub menu korolari pengeluaran kas Hal: 7
11 Untuk menambah Pengeluaran kas dilakukan dengan cara mengklik tombol dibawah ini: kemudian akan muncul Form isian pengeluaran kas seperti Gambar 12 Tampilan isi/edit form transaksi non kas pada sub menu korolari pengeluaran kas Pengisian form dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. No Buku diisi dengan nomor pencatatan (sesuaikan dengan struktur nomor yang berlaku) 2. BKU SP2D diisi dengan cara mengklik tombol, kemudian akan tampil tabel lookup No BKU, pilih no BKU dengan mengklik tombol select 3. Tanggal Buku diisi dengan cara mengklik tombol kalender yang terletak diujung kanan field yang berbentuk kotak, kemudian akan tampil kotak kalender sistem, klik pada tanggal yang terdapat dalam kotak kalender tersebut 4. Uraian diisi dengan keterangan yang diperlukan untuk menjelaskan peruntukan korolari Kemudian setelah pengisian data selesai dilakukan, tekan tombol untuk menyimpan data, apabila data telah berhasil disimpan oleh sistem, maka akan muncul pesan seperti yang terlihat dalam gambar berikut ini : Hal: 8
12 Gambar 13 Form Korolari Pengeluaran Isi Untuk mengisi atau melihat rincian Pengeluaran kas dengan cara mengklik pada salah satu no Pengeluaran kas yang ingin dilihat rinciannya. Gambar 14 Form Rincian Korolari Pengeluaran Untuk menambah data rincian korolari pengeluarann kas klik tombol, selanjutnya akan tampil form pengisianberikut : Gambar 15 Form Isian Rincian Korolari Pengeluaran Hal: 9
13 Pengisian form dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Rekening diisi dengan cara yang sama dengan pengisian rekening pada bukti memorial 2. Posisi diisi dengan mengklik salah satu posisi rekening 3. Nilaii diisi dengan nilai dari rekening 4. Klik tombol untuk menyimpan data 5. Caraa yang sama dilakukan untuk menambah rekening lawan Gambar 16 Form Rincian Korolari Pengeluaran Isi Penerimaan Kas Korolari terhadap penerimaan kas merupakan prosess pengkapitalisasian transaksi-transakskekayaan daerah yang tercatat dalam neraca. Transaksi ini diperlukan penerimaan kas yang mengakibatkann berubahnya posisi dalam proses pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dikarenakan sistem akuntansi pemerintah daerah yang menganut basis kas menuju akrual (cash toward accrual/modified accrual basis) dimana tidak ada hubungan transaksi secara langsung antara transaksi-transaksi kas di APBD dengan transaksi-transaksi non kas di Neraca. Korolari untuk Penerimaan Kas pada transaksi non kas dilakukan dengan menggunakan menu Transaksi non Kas-Korolari-Penerimaan seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut : Gambar 17 Menu Transaksi Non Kas pada sub menu korolari penerimaan kas Hal: 10
14 Teknis pengisian korolari penerimaan adalah sama dengan pengisian korolari pengeluaran Pertanggungjawaban Penjelasan berikut ini berlaku untuk Pertanggungjawabann pada transaksi non kas dalam menu korolari. Cara untuk membuat Pertanggungjawaban dari aplikasi adalah dengan memilih menu korolari pertanggungjawaban sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut : Gambar 18 Menu Transaksi Non Kas pada sub menu korolari pertanggungjawaban Teknis pengisian korolari penerimaan adalah sama dengan pengisian korolari pengeluaran dan korolari penerimaan Memorial Menu memorial dalam submenu korolari berfungsi untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian atas transaksi-transaksi yang terkait dengan pengkapitalisasian transaksi-transaksi yang mempengaruhi laporan posisi kekayaan daerah. Pembuatan memorial dari aplikasi dilakukan dengan memilih menu Memorial sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar berikut : Gambar 19 Menu Transaksi Non Kas pada sub menu korolari Memorial Teknis pengisian korolari penerimaan adalah samaa dengan pengisian korolari pengeluaran, korolari penerimaan dan pertanggungjawaban. Hal: 11
15 2. Jurnal 2.1. Pendapatann Jurnal Pendapatan merupakan jurnal yang berfungsi untuk mencatat seluruh transaksi-transaksi penerimaan kas. Dokumen sumber untuk mencatat transaksi ini adalah STSS dan BKU. Penjurnalan pendapatan dengan menggunakan aplikasi dilakukan dengan memilih menu pendapatan dalam modul pertanggungjawaban sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut : Gambar 20 Menu Jurnal pada sub menu Pendapatan Dengan memilih menu tersebut, kemudian akan muncul form isian sebagaimana ditampilkan dalam gambar berikut : Gambar 21 Tampilan Pendapatann pada sub menu Jurnal Hal: 12
16 Pengisian Bendahara dilakukan dengan mengklik tombol lalu akan tampil form lookup data bendahara kemudian klik satu kali tombol select pada bendahara yang dipilih. Dalam fase ini tugas dari fungsi akuntansi adalah melakukan verifikasi atas nilai jurnal dan memberikan tanggal validasi jurnal. Proses pemberian tanggal validasi jurnal dengan menggunakan modul ini adalah meng klik salah satu no BKU seperti yang ditunjukkan dalam gambar 25 dan kemudian klikk tombol edit yang berada pada kolom edit sehingga muncul form isian seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut : Gambar 22 Tampilan isi/edit form jurnal pada sub menu pendapatan Nilai yang tercantum dalam jurnal ini adalah nilai STS/TBP yang tercatat dalam modul Pelaksanaan dan Penatausahaan, sehingga dalam modul ini nilai tersebut tidak dapat diubah, dalam modul ini kita hanya memberikan tanggal validasi jurnal. Proses ini dilakukan dengan cara meng klik tombol yang berada posisi paling kiri grid Tanggal Valid kemudian akan muncul kalender sistem, setelah kalender tersebut muncul, tekan tanggal sesuai dengan tanggal validasi jurnal dan tekan tombol simpan untuk menyimpan data. Jika ingin mengedit angka dalam jurnal, maka dilakukan dalam modul Pelaksanaan dan Penatausahaan. Untuk menampilkan rincian jurnal penerimaan&penyetoran diklik salah satu No. BKU, kemudian akan tampil form rincian jurnal sebagaimanaa ditunjukkan dalam gambar berikut : Hal: 13
17 Gambar 23 Tampilan Rincian Jurnal Penerimaan dan Penyetoran Proses pengisian jurnal SP2D, Belanja UP, Memorial dan Korolari dilakukan dengan cara yang sama. 3. Jurnal Konsolidator Jurnal konsolidator merupakan jurnal yang dibuat untuk mencatat seluruh transaksi yang terkait dengan transaksi-transaksi dalam lingkup daerah secara keseluruhan yang tidak didelegasikan kepadaa SKPD. Jurnal ini dibuat oleh Fungsi Akuntansi di SKPKD Penyetorann Jurnal ini adalah untuk mencatat transaksi-transaksi penerimaan kas di Kas Daerah. Caraa membuat penyetoran dengan menggunakan aplikasi adalah dengan memilih menu jurnal konsolidator sub menu penyetoran di modul pertanggungjawaban. Gambar 24 Menu Jurnal Konsolidator pada sub menu Penyetoran Dengan memilih menu tersebut, kemudian akan muncul form isian sebagaimana ditampilkan dalam gambar 46 berikut dan jika ingin menampilkan rincian jurnal klik salah satu nomor yang terdapat dalam kolom Nomor. Hal: 14
18 Gambar 25 Tampilan Jurnal Penyetoran pada sub menu Jurnal Konsolidator Dalam fase ini tugas dari fungsi akuntansi adalah sebagai analis transaksi dan verifikator atas transaksi-transaksi penerimaan kas daerah, sehingga setelah rampungnya proses verifikasi terhadap bukti-bukti selanjutnya tugas dari fungsi ini adalah memberikan tanggal validasi atas transaksi sebagai tanda bahwa bukti tersebut sudah dijurnal. Proses pemberian tanggal validasi dilakukan dengan cara meng klik tombol edit sehingga muncul formulir sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar berikut : Gambar 26 Tampilan isi/edit form jurnal konsolidator pada sub menu penyetoran Proses pemberian tanggal validasi jurnal dilakukan dengan cara meng klik tombol yang berada posisi paling kiri grid Tanggal Valid kemudian akan muncul kalender sistem, setelah kalender tersebut muncul, klik pada tanggal sesuai dengan tanggal validasi jurnal dan tekan tombol simpan untuk menyimpan data, selanjutnya kolom tanggal valid akan terisi. Untuk melihat rincian jurnal, klik pada salah satu nomor jurnal, kemudian akan tampil form rincian jurnal yang berada dibawah form jurnal penyetoran. Hal: 15
19 Gambar 27 Tampilan form rincian jurnal konsolidator penyetoran Pengisian jurnal konsolidator SP2D dan Transfer antar bank dilakukan dengan cara yang sama dengan proses penjurnalan konsolidator penyetoran 4. Cetak 4.1. Setting Saldo Awal Menu inii berfungsi untuk memasukkan nilai saldo awal neraca sebelum dilaksanakannya proses perhitungan akhir tahun. Cara untuk membuat setting saldo awal dengan menggunakan aplikasi dilakukan dengan memilih menu cetak sub menu setting saldo awal seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut : Gambar 28 Menu Cetak pada sub menu Setting Saldo Awal Hal: 16
20 Dengan memilih menu tersebut, kemudian akan tampil form isian saldo awal, gambar berikut : Gambar 29 Tampilan Cetak pada sub menu Setting Saldo Awal Untuk menambah data saldo awal, klik tombol yang terletak dibagian kiri bawah formulir, selanjutnya akan tampil daftar kode rekening berikut : Gambar 30 Tampilan Cetak pada sub menu Setting Saldo Awal Urai data kode rekening dalam tabel lookup sampai dengan tingkat rinci kemudian berikan tanda ceklis pada kotak kecil disebelah kiri kode rekening untuk memilih, kemudian klik tombol simpan untuk menyimpan data. Pemasukan nilai saldo awal dilakukan dengan cara mengklik tombol edit pada kolom Edit, kemudian field akan menjadi dapat diedit sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar berikut : Hal: 17
21 Gambar 31 Tampilan isi/edit cetak pada sub menu setting saldo awal Isi kolom sesuai dengan nilai dalam dokumen hasil perhitungan nilai neraca awal dan klik tombol update untuk menyimpan data, kemudian klik tombol update untuk menyimpan data. Hasil penyimpanan ditunjukkan dalam gambar berikut : Gambar 32 Tampilan cetak setelah ditambah pada sub menu setting saldo awal Hal: 18
22 Perhitungan Menu perhitungan dalam modul ini berfungsi sebagai eksekutor proses perhitungan anggaran dan neraca dalam aplikasi. Cara untuk membuat setting saldo akhir dari aplikasi adalah dengan memilih menu cetak sub menu setting perhitungan sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut : Gambar 33 Menu Cetak pada sub menu Setting Saldo Akhir Dengan memilih menu tersebut, kemudian akan muncul form perhitungan sebagaimana ditampilkan dalam gambar berikut : Gambar 34 Tampilan cetak pada sub menu setting saldo akhir Untuk melaksanakan proses perhitungan klik tombol, selanjutnya akan tampil form isian perhitungan sebagai berikut : Hal: 19
23 Gambar 35 Tampilan isi/edit form cetak pada sub menu setting saldo akhir Pengisiann dilakukan dengan menekan tombol yang ada di pojok kanan grid sehingga akan muncul kalender sistem, pilih tanggal dan bulan dan secara otomatis tanggal akan terisi. Keterangan diisi dengan informasi yang diperlukan menyangkut penjelasan ringkas laporan keuangan. Setelah pengisiann selesai dilakukan, tekan tombol simpan untuk melaksanakan proses perhitungan Setting Prognosis Prognosiss merupakan estimasi atau prakiraan atas nilai anggaran yang diperkirakan akan terealisasi dalam periode berikutnya. Proses penyusunan prognosiss dilakukan dengan memilih menu prognosis sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar berikut : Hal: 20
24 Gambar 36 Menu Pengaturan Prognosis Selanjutnya akan tampil form pengaturan prognosis sebagai berikut : Gambar 37 Form Pengaturan Prognosis Untuk melakukan penghitungan prognosis, klik tombol edit pada rekening yang akan dihitung, kemudian akan tampil form penghitungan prognosis sebagai berikut : Hal: 21
25 Gambar 38 Form Isian Pengaturan Prognosis Proses perhitungan dapat dilakukan dalam dua metode yaitu prosentase dan nilai yang dapat dipilih dari dalam kombo, selanjutnya apabila prognosis dilakukan berdasarkan persentase, isi field nilai persentase prognosis kemudian klik tombol untuk melaksanakan proses prognosis. Gambar 39 Form Pengaturan Prognosis Isi 4.2. Cetak Register Penjelasan berikut ini berlaku untuk di menu cetak register memorial dan korolari. Cara untuk membuat register dengan menggunakan aplikasi adalah dilakukan dengan memilih menu cetak sub menu setting register, contoh memorial. Hal: 22
26 Gambar 40 Menu Cetak pada sub menu register memorial Setelah pemilihan menu dilakukan, maka akan muncul formulir pencetakan sebagaimana yang ditampilkan dalam gambar berikut : Gambar 41 Menu Cetak pada sub menu register memorial Type output dari laporan yang dihasilkan dapat dalam PDF. Setelah memilih unit organisasi maka langkah bentuk MS Excel da selanjutnya adalah menekan n tombol untuk melaksanakan pencetakan register Jurnal Penjelasan berikut ini berlaku untuk seluruh menu cetak jurnal perbedaan adalah pada pencetakann jurnal SKPKD yang tidak melakukan pemilihan unit organisasi. Cara untuk membuat jurnal dengan menggunakan aplikasi adalah dengan memilih menu cetak sub menu jurnal, contoh jurnal umum. Hal: 23
27 Gambar 42 Menu Cetak pada sub menu jurnal kemudian akan muncul form isian sebagai berikut : Gambar 43 Menu Cetak padaa sub menu jurnal umum Pemilihan unit organisasi dilakukan dengan cara yang sama dengan pencetakan register. Setelah unit organisasi terisi selanjutnya lakukan pengisian tanggal awal dan akhir periodee jurnal yang akan dicetak dan setelah selesai selanjutnya tnekan tombol untuk mencetak jurnal Buku Besar Penjelasan berikut ini berlaku untuk seluruh menu cetak bukuu besar. Cara untuk membuat buku besar dengan menggunakan aplikasi adalah dengan memilih menu cetak sub menu buku besar. Hal: 24
28 Gambar 44 Menu Cetak pada sub menu buku besar Setelah memilih menu kemudian akan muncul form pencetakan sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut, contoh untuk buku besar pendapatan SKPD: Gambar 45 Menu Cetak pada sub menu buku besar pendapatan Pengisian Unit Organisasi pada SKPKD telah terisi secara otomatis berdasarkan pengaturan PPKD. Selanjutnya isi tanggal catak buku besar dengan cara yang sama dengan menu-menu sebelumnya, kemudian isi grid rekening dengan cara yang sama dengan pemilihan unit organisasi, setelah pengisian data selesai dilakukan klik tombol untuk melakukan pencetakan buku besar Neraca Saldo Penjelasan ini berlaku untuk pencetakan neraca saldo baik SKPD maupun SKPKD. Cara untuk membuat neraca saldo dengan menggunakan aplikasi adalah dengan memilih menu cetak sub menu neraca saldo (sontoh SKPD). Hal: 25
29 Gambar 46 Menu Cetak padaa sub menu neraca saldo Setelah pemilihan menu dilakukan selanjutnya akan muncul formulir pencetakan sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut : Gambar 47 Menu Cetak padaa sub menu neraca saldo Setelah memilih unit organisasi dan pengisian tanggal maka langkah selanjutnya adalah menekann tombol untuk melakukan pencetakan neraca saldo. Untuk proses pencetakan di SKPKD tidak dilakukan pengisian unit organisasi Laporan Realisasi Anggaran SAP Cara untuk membuat laporan realisasi anggaran dengan menggunakan aplikasi adalah dengan memilih menu cetak sub LRA. Hal: 26
30 Gambar 48 Menu Cetak pada sub menu LRA Setelah pemilihan menu dilakukan selanjutnya akan muncul formulir pencetakan sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut : Gambar 49 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan SKPD-LRA Grid levell mencerminkan tingkatan tampilan yang dikehendaki atas hirarki akun (kelompok, jenis, objek dan rincian objek). Pengisian level dan periode dilakukan dengan cara menekan tombol kombo dan memilih data dari data yang ditampilkan didalam kombo. Setelah pengisian selesai maka langkah selanjutnya adalah menekan tombol pencetakan. untuk melakukan Cara untuk membuat Neraca dengan menggunakan aplikasi adalah dengan memilih menu cetak sub Neraca : Hal: 27
31 Form pencetakan untuk menu SKPD-neraca, adalah sebagai berikut : Gambar 50 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan SKPD-Neraca Setelah pengisian unit organisasi dan level selesai dilakukan maka langkah elanjutnyaa adalah menekan tombol pencetakan. untuk melakukan SKPKD Untuk menu Laporan keungan Pemda-LRA,akan muncul form isian sebagai berikut : Hal: 28
32 Gambar 51 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Pemda-LRA Grid levell mencerminkan tingkatan tampilan yang dikehendaki atas hirarki akun (kelompok, jenis, objek dan rincian objek). Pengisian level dan periode dilakukan dengan cara menekan tombol kombo dan memilih data dari data yang ditampilkan didalam kombo. Setelah pengisian selesai maka langkah selanjutnya adalah menekan tombol untuk melakukan pencetakan. Form pencetakan Laporan keungan Pemda-Neraca adalah sebagai berikut : Gambar 52 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Pemda-LRA Setelah pengisian unit organisasi dan level selesai dilakukan maka langkah selanjutnya adalah mengklik tombol untuk melakukan pencetakan. Form pencetakan Arus Kas adalah sebagai berikut : Gambar 53 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Pemda-Arus Kas Hal: 29
33 Setelah pengisian bulan dilakukan maka langkah selanjutnya adalah mengklik tombol untuk melakukan pencetakan laporan Perda-Pertanggungjawaban Cara untuk membuat Perda-Pertanggungjawaban dari aplikasi adalah dengan memilih menu cetak Perda Pertanggungjawaban. Gambar 54 Menu Cetak pada sub menu Perda Pertanggungjawaban Untuk menu Laporan keungan Perda Pertanggungjawaban-Lampiran 1.1, akan muncul form isian sebagai berikut : Gambar 93 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Perda Pertanggungjawaban-Lampiran 1.1. Setelah memilih level dan mengisi halaman maka langkah selanjutnya adalah mengklik tombol untuk pencetakan laporan. Hal: 30
34 Untuk menu Laporan keungan Perda Pertanggungjawaban-Lampiran 1.2, akan muncul form isian sebagai berikut : Gambar 55 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Perda Pertanggungjawaban-Lampiran 1.2. Setelah pengisiann unit organisasi, level, bulan dan halaman selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah menekan tombol laporan. untuk pencetakan Untuk menu Laporan keungan Perda Pertanggungjawaban-Lampiran 1.3, akan muncul form isian sebagai berikut : Gambar 56 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Perda Pertanggungjawaban-Lampiran 1.3. Setelah pengisian level, bulan dan halaman selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah mengklik tombol untuk pencetakan laporan. Untuk menu Laporan keungan Perda Pertanggungjawaban-Lampiran 1.4, akan muncul form isian sebagai berikut : Hal: 31
35 Gambar 57 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Perda Pertanggungjawaban-Lampiran 1.4. Setelah pengisian level, bulan dan halaman selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah menekan tombol untuk pencetakan laporan Perda-Penjabaran Penjelasan berikut ini berlaku untuk di menu cetak. Cara untuk membuat Perda- Penjabaran dari aplikasi adalah dengan memilih menu cetak sub Perda-Penjabaran. Gambar 58 Menu Cetak pada sub menu Peda-Penjabaran Untuk menu Laporan keungan Perda-Penjabaran-Lampiran 1.1, akan muncul form isian sebagai berikut : Hal: 32
36 Gambar 59 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Perda Perjabaran-Lampiran 1.1. Setelah pengisian level, bulan dan halaman selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah mengklik tombol untuk pencetakan laporan. Untuk menu Laporan keungan Perda-Penjabaran-Lampiran 1.2, akan muncul form isian sebagai berikut : Gambar 60 Menu Cetak pada sub menu Laporan Keuangan Perda Perjabaran-Lampiran 1.2. Setelah memilih unit organisasi, pengisian level, bulan dan halaman selesai dilakukan, makaa langkah selanjutnya adalah mengklik tombol pencetakan laporan. untuk Hal: 33
Panduan Aplikasi Modul Pertanggungjawaban Versi 1.0
Usadi Sistemindo Intermatika 1 3 Daftar Isi 3.1 Pendahuluan... 5 3.2 Proses Teknis Penjurnalan Dan Pelaporan... 7 3.2.1 Memorial... 7 3.2.2 Jurnal LRA... 24 3.2.3 Jurnal LO... 27 3.2.4 Jurnal Konsolidator...
Panduan Aplikasi Modul Pertanggungjawaban Versi 1.0. Daftar Isi
SIPKD. PROV.JABAR.GO.ID 2015 Daftar Isi 3.1 Pendahuluan... 5 3.2 Proses Teknis Penjurnalan Dan Pelaporan... 7 3.2.1 Memorial... 7 3.2.2 Jurnal LRA... 24 3.2.3 Jurnal LO... 27 3.2.4 Jurnal Konsolidator...
MODUL MODUL PELAKSANAAN APBD KUASA BUD
MODUL MODUL PELAKSANAAN APBD KUASA BUD Berdasarkan Permendagri No.13 tahun 2006 untuk proses pelaksanaan APBD dimulai sejak disusunnya Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD sampai dengan pertanggungjawaban
MODUL PENGANGGARAN (PENYUSUNAN APBD) DAFTAR ISI
DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 DAFTAR GAMBAR... 2 MODUL II... 4 PENYUSUNAN APBD... 4 I. PENDAHULUAN... 4 II. PENYUSUNAN ANGGARAN SKPD... 4 1. Set Tahapan Anggaran... 5 2. Penyusunan KUA/PPAS... 7 3. Penyusunan
MODUL MODUL PELAKSANAAN APBD BENDAHARA PENERIMAAN
MODUL MODUL PELAKSANAAN APBD BENDAHARA PENERIMAAN Berdasarkan Permendagri No.13 tahun 2006 untuk proses pelaksanaan APBD dimulai sejak disusunnya Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD sampai dengan pertanggungjawaban
BAB III OBJEK PENELITIAN. 3.1 Dinas Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Kabupaten
BAB III OBJEK PENELITIAN 3.1 Dinas Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Kabupaten Pandeglang Dinas Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu unsur pelaksana
PENJELASAN SINGKAT MODUL PERTANGGUNGJAWABAN (SIPKD R4) oleh Hadi Wiratmono pada 05 Juli 2010 jam 18:23
PENJELASAN SINGKAT MODUL PERTANGGUNGJAWABAN (SIPKD R4) oleh Hadi Wiratmono pada 05 Juli 2010 jam 18:23 1. HUBUNGAN ANTAR MODUL Untuk menggunakan modul pertanggungjawaban, terlebih dahulu kita pastikan
BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN BUPATI MADIUN
BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN BUPATI MADIUN Menimbang: a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
PENJELASAN OPTION APLIKASI SIPKD AKRUAL R6
PENJELASAN OPTION APLIKASI SIPKD AKRUAL R6 A. Modul Penganggaran Tahap Raperda Tahap Perda Menu option Modul Penganggaran : 1. Dialog Report Adalah pengaturan aplikasi yang berfungsi untuk mengatur dialog
KEMENTERIAN DALAM NEGERI M O D U L A N G G A R A N
KEMENTERIAN DALAM NEGERI M O D U L A N G G A R A N 2014 1 Daftar Isi 2.1 Tahap Raperda... 7 2.1.1 Set Tahapan Anggaran... 7 2.1.2 Penyusunan KUA/PPAS... 9 2.1.3 Penyusunan RKA... 18 2.2 Tahap Perda...
Sesuai dengan Peraturan Meteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Pasal 7, Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) dapat diterangkan sebagai berikut:
Laporan Keuangan SKPKD Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan. kepala SKPKD yang mempunyai
KONSEP DASAR AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH
KONSEP DASAR AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH PENGERTIAN AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH Akuntansi keuangan daerah adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan)
BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Jalan Ternate No 2 Bandung. Dalam
BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja praktek Penulis melakukan Kegiatan Kerja Praktek di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Jalan
PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
SALINAN NOMOR 40/E, 2010 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. bahwa sebagai
: Muhardiyanto Kastiwa NPM : : Dr. Adi Kuswanto, MBA
PROSEDUR PEMBUATAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN (LRA) PADA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KOTA DEPOK MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (SIPKD) Nama NPM :
BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 49 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SIDOARJO
BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 49 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SIDOARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDOARJO, Menimbang
1. SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH BERDASARKAN PERMENDAGRI NOMOR 13 TAHUN 2006
1. SIKLUS AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH Pada dasarnya siklus akuntansi keuangan daerah mengikuti siklus akuntansi yang telah dijelaskan diatas. Perbedaan yang ada adalah pada proses penyusunan laporan keuangan
PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH
PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG SELATAN, Menimbang : bahwa untuk
AKUNTANSI, TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN PUBLIK (SEBUAH TANTANGAN) OLEH : ABDUL HAFIZ TANJUNG,
AKUNTANSI, TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN PUBLIK (SEBUAH TANTANGAN) OLEH : ABDUL HAFIZ TANJUNG, SE.,M.Si.,Ak. (Dosen Universitas Nasional Pasim) PENDAHULUAN Pemerintah Indonesia telah melakukan
PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 11-A TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KOTA SURAKARTA
- 0 - - 1 - PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 11-A TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KOTA SURAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURAKARTA, Menimbang
GUBERNUR KALIMANTAN BARAT
GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... iii Peraturan Gubernur
BUPATI TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
SALINAN BUPATI TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 45 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN TANAH LAUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
WALIKOTA DUMAI PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA DUMAI NOMOR 26 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA DUMAI PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA DUMAI NOMOR 26 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA DUMAI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sistem akuntansi menurut Mulyadi (2001 : 3) adalah Organisasi formulir,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Sistem Akuntansi Sistem akuntansi menurut Mulyadi (2001 : 3) adalah Organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa guna untuk menyediakan
Panduan Aplikasi Modul Penatausahaan Versi 1.0
Usadi Sistemindo Intermatika 1 Daftar Isi 2.1 Penyiapan Data Pendukung Untuk Modul Kas... 10 2.2 Penatausahaan... 15 2.2.1 Penatausahaan Penerimaan... 15 2.2.2 Penatausahaan Pengeluaran... 39 Usadi Sistemindo
BUPATI MALUKU TENGGARA
BUPATI MALUKU TENGGARA PERATURAN BUPATI MALUKU TENGGARA NOMOR 1.a TAHUN 2012 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MALUKU TENGGARA, Menimbang
PETUNJUK PENGGUNAAN. Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Version 1.0. SIPKD Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
PETUNJUK PENGGUNAAN Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Version SIPKD Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2014 Halaman : i
PETUNJUK PENGGUNAAN. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Version 1.0. SIPKD Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
PETUNJUK PENGGUNAAN Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Version SIPKD Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2014 Halaman
B U P A T I K U N I N G A N
B U P A T I K U N I N G A N PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KUNINGAN BUPATI KUNINGAN, Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan Pasal 6 ayat
BAB III PEMBAHASAN 3.1 Tinjauan Teori Pengertian Sistem Akuntansi Pemerintahan
BAB III PEMBAHASAN 3.1 Tinjauan Teori 3.1.1 Pengertian Sistem Akuntansi Pemerintahan Sistem memiliki peran penting dalam perusahaan atau pemerintahan. Sistem membantu dalam mempermudah jalannya kegiatan
AKUNTANSI DI SATUAN KERJA
AKUNTANSI DI SATUAN KERJA 37 37 Modul Akuntansi Pemerintah Daerah 38 38 BAB III AKUNTANSI DI SATUAN KERJA TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mempelajari materi Akuntansi di SATUAN KERJA Pemerintah Daerah
PENGGUNAAN PETUNJUK PETUNJUK PENGGUNAAN. Buku Kas Umum (BKU) SKPD. Version 1.2. SIPKD Buku Kas Umum (BKU SKPD)
PETUNJUK PENGGUNAAN Buku Kas Umum (BKU) Version SIPKD Buku Kas Umum (BKU ) Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 BKU Halaman : i dari 188 PETUNJUK PENGUNAAN
BUPATI SUKAMARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 14 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA
BUPATI SUKAMARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 14 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKAMARA, Menimbang
MANUAL APLIKASI SILABI MODUL BENDAHARA PENGELUARAN
MANUAL APLIKASI SILABI MODUL BENDAHARA PENGELUARAN I. INSTALL APLIKASI SILABI Aplikasi Silabi merupakan bagian dari modul Aplikasi SPM 2014, cara install Aplikasi ini sama dengan cara update Aplikasi SPM
B E R I T A D A E R A H N US A TENGGARA BARAT
B E R I T A D A E R A H N US A TENGGARA BARAT N O M O R 5 4 T A H U N 2 0 1 5 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 54 TAHUN 2015 TENTANG SISTIM AKUNTANSI PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
BUPATI KOTAWARINGIN BARAT
BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 35 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PROSEDUR AKUTANSI PEMERINTAH KABUPTEN KOTAWARINGIN BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN
Manual Sistem dan Prosedur Akuntansi Pelaporan Keuangan Daerah BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah (pemda), salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan melalui penyampaian laporan
Struktur HOBO Persamaan Akuntansi Proses Akuntansi Bagan Akun Standar BAS tedi last 01/17
Struktur HOBO Persamaan Akuntansi Proses Akuntansi Bagan Akun Standar BAS tedi last 01/17 STRUKTUR HOBO Struktur hubungan entitas dalam akuntansi yang diimplementasikan di Pemda adalah : Struktur HOBO
BERITA DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2015 NOMOR 26 PERATURAN BUPATI MAGELANG NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG
BERITA DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2015 NOMOR 26 PERATURAN BUPATI MAGELANG NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MAGELANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 66 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK
BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 66 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK, Menimbang:
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN CIAMIS
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN CIAMIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS, Menimbang :
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil penelitian merupakan hasil dari pernyataan yang terdapat di dalam tujuan penelitian. Dan hasil penelitian yang terdapat di Pemkot Cimahi
SISTEM INFORMASI KEUANGAN
SISTEM INFORMASI KEUANGAN Biro Umum dan Keuangan Universitas Lambung Mangkurat 2012 BAB I PENDAHULUAN APLIKASI SISTEM INFORMASI KEUANGAN BUK Aplikasi Sistem Informasi Keuangan Biro Umum dan Keuangan (BUK)
PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN DASHBOARD BPKD. Unit Pengelola Data Informasi dan Belanja Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (UPDI)
PEMELIHARAAN DASHBOARD BPKD Unit Pengelola Data Informasi dan Belanja Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (UPDI) TAHUN ANGGARAN 2017 Halaman : i dari 35 PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN DASHBOARD BPKD untuk
I. PENDAHULUAN.
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH SEBAGAIMANA DIATUR DALAM PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 71 TAHUN 2010 DAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 64 TAHUN 2013 www.inilah.com I. PENDAHULUAN Undang-Undang
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH DAN PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD
LAMPIRAN IV : PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TANGGAL : 8 MARET 2012 SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH DAN PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD I. SISTEM AKUNTANSI SKPD A. Prosedur Akuntansi
Program Aplikasi SIMDA (Sistim Informasi Manajemen Daerah)
STAPI PUSPAJAK OVERVIEW Irsan Lubis, SE.Ak PENATA USAHAAN KEUANGAN DAERAH Program Aplikasi SIMDA (Sistim Informasi Manajemen Daerah) 1 Aplikasi : Program Aplikasi Komputer SIMDA Versi 2.1 Program Aplikasi
PETUNJUK PENGGUNAAN. Surat Perintah Membayar (SPM) Version 1.0. SIPKD Surat Perintah Membayar (SPM)
PETUNJUK PENGGUNAAN Surat Perintah Membayar (SPM) Version SIPKD Surat Perintah Membayar (SPM) Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2014 Halaman : i dari 57
PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 057 TAHUN 2014
PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 057 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN BAGAN AKUN STANDAR PEMERINTAH DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN
PROVINSI JAWA TENGAH
PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 11-B TAHUN 2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH KOTA SURAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURAKARTA, Menimbang : bahwa untuk
B U P A T I T A N A H L A U T PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
1 B U P A T I T A N A H L A U T PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TANAH LAUT YANG BERBASIS AKRUAL DENGAN RAHMAT
USER MANUAL SISTEM INFORMASI MONITORING DAN EVALUASI ELEKTRONIK KABUPATEN BLORA. Panduan bagi Pengguna Aplikasi E-MONEV Kab. Blora
USER MANUAL SISTEM INFORMASI MONITORING DAN EVALUASI ELEKTRONIK KABUPATEN BLORA Panduan bagi Pengguna Aplikasi E-MONEV Kab. Blora Pemerintah Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah 2017 1. Pendahuluan Sistem
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 13 TAHUN 2018
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 13 TAHUN 2018 TENTANG SISTEM AKUNTANSI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS PENGELOLAAN AIR LIMBAH DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG GUBERNUR
LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI
LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 16 2015 SERI : A PERATURAN DAERAH KOTA BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2015 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA BEKASI NOMOR 04 TAHUN 2007 TENTANG POKOK-POKOK PENGELOLAAN
BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN BULUNGAN
SALINAN BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN BULUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BULUNGAN,
BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek. tempat dimana penulis melakukan kegiatan kerja praktek dan penulis
BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov Jabar merupakan tempat dimana penulis melakukan kegiatan kerja praktek dan penulis ditempatkan
BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
15 BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Penulis melaksanakan kuliah kerja praktek di Kantor Pemerintah Kota Cimahi. Penulis ditempatkan pada bagian Keuangan Sub Bagian
BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 33 TAHUN 2014 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DENGAN RAHMAT
BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN BUPATI MADIUN,
BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN BUPATI MADIUN, Menimbang : a.bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun
PERATURAN BUPATI PEMALANG TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI
PERATURAN BUPATI PEMALANG TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI Pemerintah Kabupaten Pemalang @2014 BUPATI PEMALANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PEMALANG NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI
BAB III AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
BAB III AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH A. KETENTUAN UMUM Dalam Bab ini yang dimaksud dengan: 1. Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban Daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan
BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 24 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 24 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KULON PROGO, Menimbang : a. bahwa berdasarkan
draft BUPATI PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PROBOLINGGO NOMOR : 87 TAHUN 2016 TENTANG SISTIM PROSEDUR AKUNTANSI PENDAPATAN DAERAH
SALINAN draft BUPATI PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PROBOLINGGO NOMOR : 87 TAHUN 2016 TENTANG SISTIM PROSEDUR AKUNTANSI PENDAPATAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO,
BUPATI BELITUNG TIMUR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
SALINAN BUPATI BELITUNG TIMUR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG TIMUR NOMOR 36 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN
BUPATI LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI LOMBOK UTARA NOMOR... TAHUN 2015 TENTANG SISTEM AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL
1 BUPATI LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI LOMBOK UTARA NOMOR... TAHUN 2015 TENTANG SISTEM AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK UTARA, Menimbang
PENGGUNAAN PETUNJUK PETUNJUK PENGGUNAAN. Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Version 1.1. SIPKD Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
PETUNJUK PENGGUNAAN PETUNJUK PENGGUNAAN Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Version 1.1 SIPKD Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
MANUAL APLIKASI SILABI MODUL BENDAHARA PENGELUARAN
MANUAL APLIKASI SILABI MODUL BENDAHARA PENGELUARAN I. INSTALL APLIKASI SILABI Aplikasi Silabi merupakan bagian dari modul Aplikasi SPM 2014, cara install Aplikasi ini sama dengan cara update Aplikasi SPM
BUPATI BARITO UTARA PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN BARITO UTARA BUPATI BARITO UTARA,
BUPATI BARITO UTARA PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN BARITO UTARA BUPATI BARITO UTARA, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal
BAB I PENDAHULUAN. pengelolaan keuangan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun. transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menyelengggarakan pengelolaan keuangan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah karyawan divisi keuangan pada Dinas Pemerintah Wilayah Bandung Tengah Provinsi Jawa Barat dan jumlah
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKANBARU,
WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KOTA PEKANBARU TAHUN ANGGARAN 2014 DENGAN
TATA CARA PELAKSANAAN KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SUBANG BAB I PENDAHULUAN
TATA CARA PELAKSANAAN KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SUBANG BAB I PENDAHULUAN I.1. Tujuan dan Ruang Lingkup Bab ini bertujuan untuk memberikan pemahaman secara garis besar mengenai dasar-dasar
BAB XV SISTEM AKUNTANSI LAPORAN KONSOLIDASIAN
BAB XV SISTEM AKUNTANSI LAPORAN KONSOLIDASIAN A. UMUM Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan gabungan dari seluruh laporan keuangan PPKD dan laporan keuangan SKPD menjadi satu laporan keuangan
PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 029 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN BERBASIS AKRUAL
PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 029 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN BERBASIS AKRUAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN
BAB V PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SKPD
BAB V PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SKPD A. Kerangka Hukum Laporan Keuangan adalah produk akhir dari proses akuntansi yang telah dilakukan. Laporan Keuangan yang disusun harus memenuhi prinsipprinsip yang
PERENCANAAN REVIU LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
LAMPIRAN VI PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR TAHUN 2014 TENTANG STANDAR AUDIT DAN REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN BAGI APIP PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERENCANAAN REVIU LAPORAN KEUANGAN
-169- BAB VI AKUNTANSI DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN DAERAH
-169- BAB VI AKUNTANSI DAN PERTANGGUNGJAWABAN A. AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH KEUANGAN DAERAH 1. Sistem Akuntansi Keuangan Daerah a. Dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, pemerintah daerah wajib
PEMBUKUAN BEND. PENERIMAAN DENGAN SILABI
PEMBUKUAN BEND. PENERIMAAN DENGAN SILABI 1. Login ke SILABI dengan user Bendahara Penerimaan yg sudah dibuat (misalnya : bp) 2. Nomor rekening Bendahara Penerimaan (jenis rekening : 10) dengan Kode BPP
BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
1 BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 34 TAHUN 2014 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 34 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
BAB XIV AKUNTANSI KOREKSI KESALAHAN
BAB XIV AKUNTANSI KOREKSI KESALAHAN A. UMUM 1. Definisi Koreksi merupakan tindakan pembetulan secara akuntansi agar akun/pos yang tersaji dalam laporan keuangan entitas menjadi sesuai dengan yang seharusnya.
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH
SALINAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN
MODUL IV PENYUSUNAN APBD PERUBAHAN
MODUL IV PENYUSUNAN APBD PERUBAHAN TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Peserta memahami langkah-langkah dalam aplikasi untuk melaksanakan penyusunan APBD Perubahan. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS 1. Peserta memahami
PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 41 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,
PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 41 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 6
BAB VI PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PPKD
BAB VI PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PPKD A. KERANGKA HUKUM Laporan Keuangan adalah produk akhir dari proses akuntansi yang telah dilakukan. Laporan Keuangan yang disusun harus memenuhi prinsipprinsip yang
BUPATI BUNGO PERATURAN BUPATI BUNGO NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI BUNGO PERATURAN BUPATI BUNGO NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BUNGO, Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan Pasal
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN PERATURAN BUPATI TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH) PADA PEMDA KABUPATEN JENEPONTO PROVINSI SULAWESI SELATAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Konsep Laporan Keuangan Konsolidasi Kertas Kerja (Worksheet) Tahapan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi tedi last 04/17 Pengertian : KONSEP DASAR 1. Laporan keuangan
PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 51 TAHUN 2015 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,
PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 51 TAHUN 2015 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG, Menimbang bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 239
BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 13 TAHUN 2012 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG
BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA SALINAN NOMOR : 13 TAHUN 2012 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH
BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KULON PROGO, Menimbang : a. bahwa dalam
PENYIAPAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
PENYIAPAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH I. PENGERTIAN Proses penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah saat ini secara teknis memiliki kesamaan dengan proses dalam akuntansi secara umum, seperti gambar
MENU APLIKASI SISTEM INFORMASI KEUANGAN DAERAH
MENU APLIKASI SISTEM INFORMASI KEUANGAN DAERAH Tampilan Utama Program Aplikasi SIMDA Versi 2.1 terdiri dari beberapa menu utama pada menu bar yang merupakan suatu rangkaian menu terintegrasi, terkait satu
KONSOLIDASI LAPORAN KEUANGAN
MODUL AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH BERBASIS AKRUAL KONSOLIDASI LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL KEUANGAN DAERAH PENDAHULUAN Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan
