BAB III PERANCANGAN SISTEM
|
|
|
- Widya Pranoto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 22 BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Sistem Tahapan analisis adalah tahapan dimana sistem yang sedang berjalan dipelajari dan sistem penganti diusulkan (Fatta, 2007). Pelaksanaan Analisis sistem dilakukan dengan melakukan studi kelayakan dan analisis kebutuhan terhadap sistem yang akan diusulkan Identifikasi Masalah Dalam pelaksanaan sebuah proyek diperlukan pengawasan yang dilakukan secara terus menerus supaya kualitas dari hasil proyek terjaga namun tidak menimbulkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan rencana yang telah dibuat. Pemimpin proyek memiliki tanggung jawab dalam mengawasi serta memberikan kebijakan apabila terjadi masalah yang berhubungan dengan kualitas proyek sehingga hasil proyek sesuai dengan kontrak yang dilakukan dengan instansi terkait dengan biaya yang minimal. Dalam melakukan pengawasan sub bagian pencari pekerjaan membawa rencana anggaran pelaksanaan, gambar, dan spesifikasi teknis. Dokumen tersebut diperlukan untuk mengawasi kualitas dari hasil konstruksi yang dilaksanakan. Sub bagian pengawas lapangan juga bertugas untuk memenuhi kebutuhan bahan serta melakukan absensi terhadap tukang yang masuk yang digunakan untuk perhitungan pembayaran tukang yang dilakukan setiap minggu kemudian semua bukti pembayaran dan jadwal tukang akan diarsipkan menjadi 1(satu) berdasarkan nama proyek.
2 23 Daam pelaksanaan sebuah proyek seringkali adanya permintaan dari instansi terkait untuk melakukan pekerjaan tambahan yang mengakibatkan diperlukanya keputusan dari pemimpin proyek apakah pekerjaan tersebut akan diambil, ditolak, atau dilakukan negosiasi. Dalam pengambilan keputusan tersebut pimpinan proyek meminta rekapitulasi data pengeluaran dan rencana anggaran pelaksanaan. Dalam proses bisnis dalam melakukan monitoring yang ada di atas maka dapat digambarkan dalam Document Flow sesuai pada gambar 3.1. Document Flow Proses Rekapitulasi Biaya Realisasi Instansi Pemerintahan Sub Bidang Pencari Pekerjaan Sub Bidang Pengawasan Mandor Pimpinan Perusahaan Start Rancangan Dokumen Penawaran Membuat Dokumen Rencana (Rencana Anggaran Pelaksanaan A Rancangan Dokumen Penawaran Membuat Dokumen Penawaran Rencana Anggaran Pelaksanaan Rencana Anggaran Pelaksanaan Dokumen Penawaran Pembelian Bahan dan Pembayaran Alat Dokumen Penawaran Dokumen Penawaran Dokumen Penawaran Buktu Pembayaran Absensi Tukang Absensi Tukang Rekapitulasi A Rencana Anggaran Pelaksanaan Hasil Rekapitulasi Hasil Rekapitulasi Phase Gambar 3.1 Document Flow Proses Rekapitulasu Biaya Realisasi Finish Berdasarkan proses bisnis tersebut dapat terlihat bahwa Pada pengukuran keuntungan berdsasarkan pada perbandingan biaya rencana dengan biaya realisasi. Analisis ini bertujuan untuk melihat seberapa besar biaya realisasi melebihi rencana yang dianggarkan atau sebaliknya. Gray & Larson (2006) menyebutkan kelemahan sistem konvensional. Tanpa mencocokkan time pashing biaya dengan aktivitas-aktivitas terjadwal, pengendalian biaya tidak dapat mengasilkan
3 24 informasi yang reliabel untuk tujuan pengendalian. Hal ini dikarenakan banyak faktor yang tidak terbaca dalam sistem tersebut seperti pembayaran tenaga kerja diawal, sampai dimanakah pekerjaan proyek yang selesai, dan lainya. Maka dapat disimpulkan terdapat beberapa masalah yang terjadi dalam proses bisnis tersebut. Masalah tersebut adalah: 1. Rekapatulasi hanya berisi tentang total pengeluaran sehingga tidak diketahui apabila terjadi pembengkakan biaya pada suatu sub poryek. 2. Perbandingan antara total pengeluaran dan rencana anggaran pelaksanaan hanya dapat dilakukan pada saat proyek telah selesai. Hal ini mengakibatkan pimpinan proyek kesulitan dalam mengambil keputusan apabila terjadi permintaan penambahan pekerjaan pada saat proyek berjalan. 3. Tidak diketahuinya apabila terjadi keterlambatan dalam proyek yang sedang berjalan. Hal ini mengakibatkan pemimpin proyek tidak dapat mengambil keputusan untuk mempercepat kinerja proyek. Masalah tersebut dapat menyebabkan pemimpin proyek salah mengambil kerputusan. Berdasarkan data proyek periode tahun 2014 diketahui 44% proyek mengalami pembengkakan biaya dari nilai maksimal Rencana Anggaran Pelaksanaan yang telah dibuat Analisis kebutuhan Perangkat Lunak Berdasarkan Hasil analisa di atas, maka diperlukan sebuah aplikasi yang dapat menampilkan pengeluaran sub pekerjaan selama periode waktu tertentu sesuai dengan rencana yang telah dibuat, menampilkan pengeluaran tambahan
4 25 yang telah dilakukan, dan menampilkan sisa biaya yang diperlukan sampai dengan proyek selesai dilakukan. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan metode Earned Value. Metode ini memiliki kemampuan untuk menampilkan informasi biaya realisasi yang telah dilakukan dan menunjukkan rencana pada sub proyek dan jadwal mana yang telah diselesaikan, menampilkan pembengkakan biaya dan waktu yang terjadi, menampilkan informasi total pengeluaran dari pertama hingga akhir proyek berdasarkan biaya yang telah terealisasi ditambah dengan biaya rencana yang belum dilakukan, dan menampilkan indeks kinerja biaya dan waktu. NO 1 2 Tabel 3.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak Kebutuhan Identifikasi Tujuan Data Yang dibutuhakan Nama Detail Laporan Penggunaan Biaya Perbandingan Penggunaan Biaya dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan Menunjukkan penggunaan biaya pada 1(satu) periode Menunjukkan perbandingan penggunaan biaya realisasi dengan rencana berdasarkan detil rencana Mengetahui total biaya penggunaan sumber daya dalam 1 (satu) periode. Mengetahui letak perubahan penggunaan sumber daya antara rencana dan realisasi. Daftar Harga Bahan Daftar Harga Tukang Daftar Harga Alat Berat Realisasi Bahan Realisasi Tukang Realisasi Alat Berat Realisasi Biaya lain-lain Laporan Penggunaan Biaya Rencana Bahan dan Tukang Rencana Jadwal
5 26 NO Tabel 3.1 Lanjutan Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak Kebutuhan Identifikasi Nama Detail Tujuan Data Yang dibutuhakan Laporan monitoring Penggunaan Biaya terhadap Informasi rencana yang Proyek sedang berjalan dan Rencana Bahan memberikan dan Tukang analisa Rencana Jadwal Analisa Laporan perubahan Monitoring Analisa dari yang terjadi Biaya dan metode Earned sehingga Jadwal Value pimpinan proyek dapat mengambil Data Penawaran kebijakan terhadap perbuahan waktu dan biaya. Laporan Akhir Proyek Laporan Laba Per Periode Laporan yang berisi tentang total realisasi dengan rencana pada akhir proyek Rekapitulasi Laporan Akhir Proyek Evaluasi pelaksanaan Proyek Menghitung keuntungan dalam 1(satu) periode Analisa Pengendalian Biaya dan Jadwal Laporan Akhir Proyek 3.2. Perancangan Sistem Tahapan Desain Sistem adalah tahapan mengubah kebutuhan yang masih berupa konsep menjadi spesifikasi sistem yang riil (Fatta, 2007). Desain Sistem merupakan suatu proses SDLC yang mencakup perancangan konseptual dan perancangan fisik.
6 Model Pengembangan Sistem Berdasarkan permasalahan yang terjadi pada proses bisnis, maka dapat diselesaikan dengan menggunakan aplikasi yang dapat mengorganisir data pengeluaran proyek berdasarkan setiap sub pekerjaan, dapat menyimpan dan menampilkan data Rencana Anggaran Biaya dan Rencana Anggaran Pelaksanaan, dan menampilkan jadwal dari setiap sub pekerjaan berdasarkan dokumen penawaran. Model pengembangan yang akan dilakukan dapat dilihat melalui diagram input process output pada gambar 3.2.
7 28 INPUT Proses Output Daftar Harga Bahan Daftar Harga Tukang Daftar Harga Penggunaan Alat Realisasi Volume Bahan Absensi Tukang Realisasi Penggunaan Alat Realisasi Biaya Lain-Lain Rencana Anggaran Pelaksanaan Rencana Jadwal Informasi Proyek Rencana Anggaran Pelaksanaan Status Realisasi Menghitung Penggunaan Biaya (Setiap Sub Proyek dalam satu periode) Menghitung dan Menganalisis Kinerja Biaya dan Jadwal (Setiap Proyek) Laporan penggunaan Biaya Perbandingan Penggunaan Biaya dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan Analisa Pengendalian Biaya dan Jadwal Data Penawaran Menghitung Keuntungan dan Analisis Pekerjaan Proyek (Setiap Proyek) Laporan Akhir Proyek Laporan Keuntungan Per periode Gambar 3.2 DiagramInput Process Output Aplikasi Pengendalian Proyek pada CV. Putra Jaya
8 29 A. Input Secara umum setiap proyek mempunyai komponen inputyang sama. Komponen input yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah: 1. Daftar Harga Bahan Daftar Harga Bahan merupakan kumpulan dari satuan harga bahan. Daftar Harga Bahan berisi tentang ID Bahan, Nama bahan, Nama Toko, Satuan Volume, dan Harga Satuan Bahan dari setiap bahan. 2. Daftar Harga Tukang Daftar harga tukang merupakan kumpulan dari satuan harga dari setiap tukang. Daftar Harga tukang berisi tentang ID Tukang, Nama Tukang, Satuan Volume Pembayaran, Harga Satuan Pembayaran dari setiap tukang. 3. Daftar Harga Penggunaan Alat Daftar harga pengguanaan alat merupakan kumpulan harga penggunaan alat baik milik sendiri ataupun sewa alat. Daftar harga penggunaan alat berisi tentang ID Alat, Nama Alat, Nama Tempat Sewa, Biaya Sewa, Satuan Sewa, Biaya Operasional, Satuan Operasional. 4. Realisasi Volume Bahan Realisasi volume bahan adalah total volume bahan yang telah dipakai untuk kebutuhan sub proyek tersebut. Realisasi volume bahan berguna untuk menghitung total biaya bahan yang telah dikeluarkan, volume pekerjaan, serta menganalisa kelebihan pemakaian bahan yang digunakan dengan menggunaakn metode earned value.
9 30 5. Absensi Tukang Absensi tukang adalah daftar kehadiran tukang yang yang berfungsi untuk menghitung biaya pembayaran tukang dan menghitung penggunaan tukang pada 1(satu) periode setiap sub proyek. 6. Realisasi Penggunaan Alat Realisasi penggunaan alat adalah total penggunaan alat yang dalam penggunaanya diperlukan biaya yaitu biaya sewa atau biaya pelaksanaan yang digunakan untuk mengetahui total biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam menggunakan alat tersebut. 7. Realisasi Biaya Lain-lain Realisasi biaya lain-lain merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan yang tidak terdapat dalam rencana seperti pembelian alat, maintenance alat, pekerjaan tambahan, bonus tukang, dan lain-lain yang merupakan pengeluaran dalam pengeluaran pekerjaan suatu proyek. 8. Rencana Anggaran Pelaksanaan Merupakan rencana penggunaan bahan, tukang, dan alat dan rencana jadwal dalam suatu proyek yang telah dibuat oleh sub bagian pencari pekerjaan yang berguna untuk mengetahui total harga pelaksanaan proyek tersebut. 9. Informasi Proyek Informasi Proyek merupakan informasi dasar dari sebuah proyek yang berisikan tentang Nama Proyek, Kode Proyek, Nama Kepala Proyek, Nama Pemberi Proyek, No Surat Perintah Kerja, Tanggal Surat Perintah Kerja, Tanggal Selesai, dan Total Penawaran yang diberikan kepada instansi. Informasi ini
10 31 diperlukan untuk mengidentifikasi proyek yang akan dianalisa oleh pemilik proyek. 10. Status Realisasi Merupakan prosentase perkembangan proyek berdasarkan sub pekerjaan proyek dan waktu.inputan ini diperlukan untuk mengetahui sampai dimana proyek telah selesai dibandingkan dengan rencana yang telah dibuat. B. Proses 1. Menghitung Penggunaan Biaya Merupakan proses rekapitulasi realisasi biaya berdasarkan data realisasi yang diinputkan oleh sub bidang pengawas lapangan. Data realisasi bahan, absensi tukang, realisasi alat berat, dan realisasi lain-lain dipisah berdasarkan nama proyek, satuan periode, dan nama sub proyek. Berdasarkan pemisahan tersebut dicari harga bahan, harga tukang dan harga alat. Kemudian data tersebut ditotal berdasarkan pemisahan yang telah dilakukan. Pada proses ini juga membuat sebuah tabel perbandingan dengan mengambil data realisasi dan rencana berdasarkan nama proyek, nama sub proyek, dan kegiatan realisasi dan rencana pada periode yang diminta. Dari data tersebut dicari nilai total realisasi dan rencana dengan mengambil data harga bahan, harga tukang, dan harga alat berat dan total realisasi dan rencana. Dari kedua data tersebut kemudian dihitung penyimpangan yang terjadi dengan perhitungan nilai total rencana dikurangi dengan nilai total realisasi. Flow Chart pada proses ini dapat dilihat pada gambar 3.3.
11 32 Proses Menghitung Penggunaan Biaya Start Daftar Harga Bahan Daftar Harga Tukang Daftar Harga Alat Membuat Tabel Penggunaan Biaya Berdasarkan Nama proyek, Nama Sub Pekerjaan, Periode Monitoring Realisasi Bahan Realisasi Tukang Realisasi Alat Realisasi Lain Tabel Pengguanaan Biaya Membuat Tabel Perbandingan Rencana Anggaran Pelaksanaan Membuat Laporan Penggunaan Biaya Rencana Jadwal Laporan Penggunaan Biaya Tabel Perbandingan Finish Gambar 3.3 Document Flow Proses Menghitung Penggunaan Biaya 2. Menghitung dan Menganalisis Kinerja Biaya dan Jadwal Proses diawali dengan Cost Baseline dari rencana anggaran pelaksanaan dan jadwal rencana yang telah dibuat sebelumnya. Berdasarkan Cost Baseline tersebut dicari Budget Cost of Work Schedule(BCWS). Berdasarkan BCWS yang telah ditemukan maka dicari Planned Value pada setiap periode jadwal rencana. Proses selanjutnya adalah mencari Budget Cost of Work performance (BCWP) yang berasal dari Rencana Anggaran Pelaksanaan dengan status realisasi
12 33 pekerjaan di lapangan. Berdasarkan BCWP yang telah ditemukan maka dicari Earned Value (EV) pada masing-masing periode. Proses berikutnya adalah mengambil data laporan penggunaan biaya pada proses penggunaan biaya yang kemudian dicari Actual Cost (AC) pada setiap periode realisasi. Berdasarkan variabel PV, EV, dan AC tersebut maka dilakukan perhitungan pencarian data variabel variansi yang terdiri dari Schedule Varians (SV) dan Cost Varians (CV) untuk mengetahui apakah proyek yang sedang dilaksanakan terjadi percepatan jadwal, sesuai jadwal, atau terjadi keterlambatan dan mengetahui apakah proyek mengalami proyek mengalami pembengkakan biaya, penghematan biaya, atau sesuai dengan rencana. Pada proses ini juga dicari tren perubahan berdasarkan indeks yang terdiri dari Schedule Performance Indeks (SPI) dan Cost Performance Indeks (CPI) yang berfungsi untuk melihat tren perubahan indeks jadwal berdasarkan jadwal rencana dengan jadwal realisasi dan melihat tren perubahan indeks biaya berdasarkan biaya rencana dengan biaya realisasi. Untuk memudahkan dalam melakukan monitoring pada metode ini juga terdapat variabel estimasi untuk mengetahui estimasi biaya dan jadwal apabila SPI dan CPI tidak berubah. Pada proses ini dilakukan perhitungan estimasi dengan menggunakan data PV, EV, CV, SPI, dan CPI. Flow Chart pada proses ini dapat dilihat pada gambar 3.4.
13 Phase 34 Menghitung dan Menganalisis Kinerja Biaya dan Jadwal Rencana Anggaran Pelaksanaan Jadwal Rencana Start Proses Menghitung Penggunaan Biaya Membuat Cost Baseline Menghitung Total Biaya Per Sub Menghitung BCWP Status Realisasi Menghitung ACWP Jadwal Rencana Menghitung BCWS PV EV AC Menghitung PV Menghitung EV Menghitung AC PV EV Menghitung Total Periode SPI CPI SV Menghitung SV Menghitung SPI Menghitung CV Menghitung CPI Menghitung EAS Menghitung EAC SPI CV Analisa SV Analisa SPI Analisa CV Analisa CPI Membuat Laporan Monitoring SV CV SPI CPI FInish Laporan Monitoring Gambar 3.4 Document Flow Proses Menghitung dan Menganalisis Kinerja Biaya dan Jadwal Untuk menjelaskan input process output yang terjadi pada Tugas Akhir ini maka dibuatlah suatu contoh kasus dalam penjelasan yang akan dilakukan. CV Putra Jaya mendapat sebuah proyek bernama Proyek A yang terletak pada jalan belimbing no.50 dengan nilai penawaran Rp 1000,- dan merencanakan proyek akan selesai dengan nilai Rp 900,- dengan jangka waktu pelaksaan 4 hari. Dengan Rencana Pemakaian tukang Saiman dan Polo pada hari pertama untuk sub pekerjaan pembersihan yang dilakukan selama 1 hari sepanajang 10m. Pada Hari kedua terdapat 2 sub rencana pekerjaan yaitu Pekerjaan Pecah Batu dan Pekerjaan
14 35 Pemasangan Batu yang rencananya masing-masing akan selesai pada hari pertama. Pada sub pekerjaan pecah batu dilakukan selama 1 hari dengan rencana penyelesaian total penyelesaian 2 rit batu dibutuhkan batu sebanyak 2 rit dengan harga satuan 100/Rit dan Pemakaian Tukang Tukijan dan Tukiman. Pada Sub Pekerjaan Pemasangan Batu selama 1 hari dengan total pemasangan 10 m batu Menggunakan tukang Saiman dan Polo. Pada Hari Ketiga Terdapat Sub Leveling dengan lama 1 hari dengan total pekerjaan sepanjang 10m yang menggunakan bahan pasir sebanyak 1 rit dengan harga satuan 100/Rit dan pemakaian tukang Tukijan dan Tukiman. Pada Hari keempat terdapat sub pekerjaan pengaspalan yang dilakukan selama 1 hari dengan total pekerjaan 10m yang menggunakan bahan aspal HRS sebanyak 2 Ton dengan harga satuan 100 /Ton dan menggunakan traktor selama 1 jam dengan harga sewa 75/Hari dan biaya operasional 25/jam. Harga Satuan Untuk Tukang Saiman 30/Oh, Polo 50/Oh, Tukijan 30/Oh, dan Tukiman 40/Oh. Pada hari ketiga pimpinan proyek ingin melihat perkembangan proyek dengan data realisasi pada hari pertama dilakukan pekerjaan pembersihan menggunakan tukang saiman dan polo yang terselesaikan sepanjang 10m. Pada hari kedua dilakukan pekerjaan pecah batu dengan menghabiskan batu sebanyak 2 rit dengan pemakaian tukang tukijan dan tukiman yang terselesaikan sebanyak 2 rit dan pekerjaan pemasangan batu yang terselesaikan sepanjang 7 m dengan penggunaan tukang Polo. Pada hari ketiga terdapat pekerjaan pemasangan batu yang terselesaikan sebanyak 10m dengan dengan pemakaian tukang polo dan pekerjaan leveling yang terselesaikan sepanjang 5m dengan pemakaian pasir 1 rit dan pemakaian tukang tukijan dan tukiman.
15 36 Proses dimulai dengan menghitung membuat tabel cost baseline berdasarkan rencana jadwal yang telah dibuat. Contoh tabel total Cost Baseline dapat dilihat pada tabel 3.2. Berdasarkan cost baseline tersebut maka dilanjutkan dengan melakukan perhitungan Budget Cost of Work Schedule (BCWS).Perhitungan BCWS dapat dilihat pada Tabel 3.3. Tabel 3.2 Tabel Total Cost Baseline Periode Sub Pekerjaan Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Pembersihan 80 Pecah Batu 270 Pemasangan Batu 80 Leveling 170 Pengaspalan 300 Tebal 3.3 Perhitungan BCWS Proyek A (Contoh Kasus) Hari BCWS Proses selanjutnya adalah menghitung Budget Cost of Work Performance (BCWP). Proses ini dilakukan dengan menghitung progress work pada realisasi dikalikan dengan total biaya pada setiap sub pekerjaan. Perhitungan BCWP pada proyek A dapat dilihat pada tabel 3.4. Tebal 3.4 Perhitungan BCWP Proyek A (Contoh Kasus) Hari BCWP (80*70%) 3 (80*30%)+(170*50%) 4 -
16 37 Proses selanjutnya adalah menghitung Actual Cost of Work Performance (ACWP). ACWP merupakan total realisasi yang dilakukan pada suatu periode. Perhitungan ACWP pada proyek A dapat dilihat pada tabel 3.5. Tebal 3.5 Perhitungan ACWP Proyek A (Contoh Kasus) Hari ACWP Setelah dilakukan perhitungan BCWS BCWP dan ACWP pada Proyek A, selanjutnya dilakukan perhitungan mencari Planned Value(PV), Earned Value(EV), dan Actual Cost (AC). Perhitungan PV,EV dan AC pada proyek A dapat dilihat pada tabel 3.6. Tebal 3.6 Perhitungan PV,EV,CV Proyek A (Contoh Kasus) Hari Perhitungan PV Perhitungan EV Perhitungan CV PV EV CV Proses Selanjutnya adalah melakukan perhitungan serta melakukan analisa terhadap Schedule Varians (SV) yang digunakan untuk mengetahui besarnya percepatan atau keterlambatan. Perhitungan dan Analisa SV dapat dilihat pada tabel 3.7.
17 38 Tebal 3.7 Perhitungan SV Proyek A (Contoh Kasus) Hari PV EV Perhitungan SV SV Analisa Jadwal sesuai dengan rencana Jadwal mengalami keterlambatan Jadwal mengalami keterlambatan Berdasarkan perhitungan tersebut diketahui SV dari monitoring pada hari ke 3 adalah 85. Artinya pada contoh kasus di atas proyek A mengalami keterlambatan sebesar Rp 85,-. Berdasarkan informasi tersebut pemimpin proyek dapat memberikan kebijakan mempercepat pekerjaan proyek atau tetap membiarkanya. Proses Selanjutnya adalah melakukan perhitungan serta melakukan analisa terhadap Cost Varians (CV) yang digunakan untuk mengetahui besarnya pembengkakan biaya atau penghematan biaya. Perhitungan dan Analisa SV dapat dilihat pada tabel 3.8. Tebal 3.7 Perhitungan CV Proyek A (Contoh Kasus) Hari AC EV Perhitungan CV CV Analisa 80 Biaya sesuai dengan rencana 406 Terjadi pembengkakan biaya 515 Terjadi pembengkakan biaya Berdasarkan hasil perhitungan CV pada hari ke-3 diketahui berjumlah Hal ini membuktikan bahwa Proyek A terdapat kerugian sebesar Rp 205,-. Maka proyek A membutuhkan kebijakan dari pemimpin proyek untuk menekan biaya pembengkakan yang terjadi pada proyek A sehingga pembengkakan tidak menjadi semakin besar.
18 39 Untuk memudahkan pimpinan dalam melihat tren perubahan jadwal yang terjadi di proyek A maka diperlukan untuk melakukan perhitungan Schedule Performance Indeks (SPI). Perhitungan SPI dapat dilihat pada tabel 3.9. Tebal 3.9 Perhitungan SPI Proyek A (Contoh Kasus) Hari PV EV Perhitungan SPI Analisa SPI /80 1 Jadwal sesuai dengan rencana /430 0,94419 Jadwal mengalami keterlambatan /600 0,85833 Jadwal mengalami keterlambatan Pada tabel 3.7 terlihat bahwa terjadi penambahan keterlambatan pada proyek A setiap hari pertama sebesar 0,05 atau sebesat 5% dan pada hari kedua sebesar 0,9 atau 9% dengan total pembengkakan biaya terakhir sebesar 0,14 atau sebesar 14 %. Berdasarkan data tersebut maka diperlukan suatu estimasi jadwal yang dapat memberikan perkiraan terselesaikanya pekerjaan. Perhitungan Estimate All Schedule (EAS) pada proyek A dapat dilihat pada tabel Tebal 3.10 Perhitungan EAS Proyek A (Contoh Kasus) Total Hari Periode Monitoring PV EV SPI Perhitungan EAS ,858 ((4 3 ) / 0,858 ) + 3 EAS 4,1655 Berdasarkan perhitungan EAS tersebut diketahui estimasi perkiraan jadwal sampai dengan proyek ini selesai adalah 4,1 Hari. Untuk memudahkan pimpinan dalam melihat tren perubahan biaya yang terjadi di proyek A maka diperlukan untuk melakukan perhitungan Cost Performance Indeks (CPI). Perhitungan CPI dapat dilihat pada tabel 3.11.
19 40 Tebal 3.11 Perhitungan CPI Proyek A (Contoh Kasus) Hari AC EV Perhitungan SPI Analisa SPI /80 1 Biaya sesuai dengan rencana /500 0,812 Terjadi pembengkakan biaya /720 0,71528 Terjadi pembengkakan biaya Pada tabel 3.8 terlihat bahwa terjadi penambahan keterlambatan pada proyek A setiap pada hari pertama terdapat pembengkakan biaya sebesar 0,2 atau sebsar 20% dan pada hari kedua 0,1 atau sebesar 10%.. Berdasarkan data tersebut maka diperlukan estimasi pengeluaran apabila prosentase tetap berada pada 0,715. Perhitungan All Estimate Cost (AEC) dapat dilihat pada tabel Tebal 3.12 Perhitungan EAC Proyek A (Contoh Kasus) PV EV AC CPI Perhitungan EAC Terakhir EAC ,715 (( )/0,715) ,61 Berdasarkan perhitungan EAC tersebut diketahui estimasi perkiraan biaya sampai dengan proyek ini selesai adalah Rp 1.254, Menghitung Keuntungan dan Analisis Pekerjaan Proyek Merupakan proses penghitungan keuntungan suatu pekerjaan proyek yang didapat dari proses perhitungan total biaya realisasi dikurangi dengan total penawaran yang diberikan kepada dinas.
20 41 C. Output 1. Laporan Pengguaan Biaya Merupakan laporan yang berisi tentang total pengeluaran bahan, tukang, alat pada setiap sub proyek dan periode. Laporan ini berguna untuk pemimpin proyek untuk mengetahui pengeluaran dalam suatu periode waktu sesuai dengan jadwal dan sub proyek yang telah direncanakan. 2. Perbandingan Penggunaan Biaya dan Rencana dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan Merupakan laporan yang berisi tentang total pengeluaran bahan, tukang, alat pada setiap sub proyek dan periode beserta Rencana Anggaran Pelaksanaan. Laporan ini berguna untuk pemimpin proyek untuk mengetahui penyebab pembengkakan biaya atau penghematan biaya yang terjadi dalam setiap rencana yang telah dibuat. 3. Analisa Monitoring Biaya dan Jadwal Merupakan laporan yang berisi tentang perhitungan dengan metode Earned Value yang berisi tabel total pengeluaran berdasarkan periode dan sub proyek beserta perhitungan BCWS, BCWP, ACWP pada setiap periode. Juga berisi analisis Kinerja Jadwal Proyek, Kinerja Biaya Proyek, Indeks Kinerja, Estimasi Jadwal Penyelesaian Proyek, dan Estimasi Biaya Penyelesaian proyek. Laporan ini berguna untuk pemimpin proyek dalam memonitoring perkembangan proyek yang sedang berjalan. 4. Laporan Akhir Proyek Merupakan laporan yang berisi tentang pengeluaran dan perbandingan dalam satu proyek secara keseluruhan yang digunakan untuk rapat evaluasi
21 42 setelah proyek berakhir. Hal ini diperlukan untuk menganalisa apabila terjadi pembengkakan biaya sehingga dapat meningkatkan keuntungan pada proyek berikutnya. 5. Laporan Laba Per Periode Merupakan laporan laba proyek dalam satu periode yang digunakan untuk menganalisa pendapatan dalam satu periode serta memanajemen keuangan kantor Data Flow Diagram (DFD) DFD Merupakan gambaran arus data dari sistem secara tersetruktur dan jelas. DFD menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus data dan sistem secara logika. Keuntungan menggunakan DFD adalah memudahkan pemakai yang kurang mengusai komputer dapat mengerti tentang aplikasi yang dibuat. Proses yang terjadi di dalam aplikasi yang akan dibuat akan digambarkan dalam Hirarki Input Process Output (HIPO). Dalam aplikasi terdapat 10 proses utama yang terjadi. HIPO aplikasi ini digambarkan pada gambar 3.5.
22 43 Aplikasi Monitoring Proyek Maintenance Master User Maintenance Master Toko Maintenance Master Bahan Maintenance Master Tukang Maintenance Master Alat Membuat Laporan Rekap Maintenance Data Master Input Proyek Baru Input Data Sub Input Jadwal Input Jadwal Rencana Input RAB Bahan Input RAB Tukang Input RAB ALat Menghitung Total Kebutuhan Input Rencana Anggaran Biaya Input Rencana Anggaran Pelaksanaan Input RAP Bahan Input RAP Tukang Input RAP Alat Input RAP Lain Membuat Total Biaya RAP per Sub Pekerjaan Input Penyelesaian Sub Inut Realisasi Bahan Input Realisasi Tukang Input Realisasi Alat Input Realisasi Lain Menghitung Total Realisasi Input Realisasi Membuat Rekap Data RAB Membuat Rekap Data RAP Membuat Rekap Data Realisasi Membuat Laporan Perbandingan Menghitung Penggunaan Biaya Menghitung Budget Cost of Work Schedule Menghitung Budget Cost of Work Schedule Menghitung Actual Cost of Work Schedule Menghitung Planned Value Menghitung Earned Value Menghitung Actual Cost Menghitung Schedule Variable Menghitung Cost Variable Menghitung dan Menganalisis Kinerja Biaya dan Jadwal Menghitung Schedule Performance Indeks Menghitung Cost Performance Indeks Menghitung Estimate All Schedule Menghitung Estimate All Cost Membuat Kurva S Membuat Kurva SPI CPI Membuat Laporan Monitoring Menghitung Keuntungan Membuat Laporan Akhir Proyek Membuat Laporan Keuntungan/ Kerugian per Periode Gambar 3.5 Hirarki Input Process Output Aplikasi Monitoring Proyek
23 44 A. Context Diagram Data Master Sub Bagian Pencari Proyek Perubahan Harga Data Proyek Rencana Jadwal RAP RAB Data Realisasi Laporan RAB Laporan RAP Rekapitulasi Data Master 1 Aplikasi Monitoring Proyek Laporan Akhir Proyek Laporan Keuntungan/ Kerugian Per Periode Data Otoritas Data User Sub Bagian Pengawas Lapangan Status Penyelesaiaan Data Realisasi Laporan Analisis Monitoring Laporan Perbandingan Realisasi dan Rencana Pimpinan Gambar 3.6 Context Diagram Aplikasi Monitoring Proyek Pada Context Diagram diatas, terdapat satu proses utama yaitu Aplikasi Monitoring Proyek dan memiliki tiga entitas yaitu: a) Sub Bagian Pencari Proyek Sub Bagian Pencari Proyek memiliki tugas untuk menginputkan Data Master, Data Perubahan Harga, Data Proyek Baru, Data Rencana Jadwal, Data Rencana Anggaran Biaya dan Rencana Anggaran Pelaksanaan. Sub Bagian Pencari Proyek akan menerima laporan RAB, Laporan RAP, dan Rekapitulasi data master untuk melakukan pengecekan input yang telah dilakukan. b) Sub Bagian Pengawas Lapangan Laporan Penggunaan Biaya Sub Bagian Pengawas Lapangan bertugas untuk menginputkan data pemakaian bahan, tukang dan alat yang terjadi di tempat proyek dan juga mengukur penyelesaian pada suatu proyek yang digunakan untuk penghitungan perkembangan proyek. Untuk memastikan data yang diinput sub bagian pengawas lapangan juga dapat melihat data realisasi.
24 45 c) Pemimpin Proyek Pemimpin proyek memberikan input data otoritas dan data user serta menerima laporan berdasarkan input dari Sub Bagian Pencari Proyek dan Sub Bagian Pengawas Lapangan. Laporan yang diterima oleh Pemimpin Proyek antara lain Laporan Penggunaan Biaya, Laporan Perbandingan Realisasi dan Rencana, Laporan Perhitungan dan Analisis Monitoring, Laporan Akhir Proyek, dan Laporan Keuntungan per Periode. B. DFD Level 1 Pada DFD Level 1 ini terdapat 10 proses yang terjadi yaitu proses maintenance data master, input proyek data baru, input jadwal rencana, input rencana anggaran biaya, input rencana anggaran pelaksanaan, input penyelesaiaan sub, input realisasi, menghitung penggunaan biaya, menghitung dan menganalisa kinerja biaya dan jadwal, dan menghitung keuntungan. Proses lebih jelas dapat dilihat pada gambar 3.7.
25 46 Sub Bagian Pengawas Lapangan Pimpinan : 2 Sub Bagian Data Master Pencari Proyek Rencana Jadwal Rekapitulasi Perubahan Harga Data Master Data Proyek Rencana Anggaran Biaya Laporan RAB Harga Bahan Harga Tukang Harga Alat Rencana Anggaran Pelaksanaan Laporan RAP 3 Harga Bahan : 2 Harga Bahan Harga Tukang 5 Harga Tukang Harga : 2 Alat 7 Harga Alat : 2 Status Penyelesaiaan Data Otoritas Data User Data Realisasi Data Realisasi 3 Harga Bahan : 3 Harga Bahan Harga Tukang 5 Harga Tukang : 3 7 Harga Alat : 3 Harga Alat 1.1 Data Toko Data Bahan Harga Bahan Maintenance Data Master : Input Proyek Baru 1.3 Input Jadwal Rencana 1.4 Input Rencana Anggaran Biaya 1.5 Input Rencana Anggaran Pelaksanaan 1.7 Input Penyelesaian Sub : Input Realisasi Data Tukang Harga Tukang Data Alat Harga Alat Data User Data User Data Proyek Data User Data User Nama Sub Jadwal Rencana 9 Rencana : 1 10 Jadwal Rencana : 1 RAB Bahan 11 RAB Bahan : 1 RAB Tukang 12 RAB Tukang : 1 RAB Alat RAP Bahan RAP Tukang RAP Alat 1 Toko 2 Bahan 3 Harga Bahan : 1 RAP Lain 17 RAP Lain : 1 Target Progress 10 Jadwal Rencana : 3 Status Penyelesaian 18 Jadwal Realisasi : 1 Realisasi Bahan 19 Realisasi Bahan : 1 Realisasi Tukang 20 Realisasi Tukang : 1 Realisasi Alat Realisasi Lain 4 Tukang 5 Harga Tukang : 1 6 Alat 7 Harga Alat : 1 23 Otoritas 24 User : 1 8 Proyek : 1 24 User : 2 13 RAB Alat : 1 14 RAP Bahan : 1 15 RAP Tukang : 1 16 RAP Alat : 1 21 Realisasi Alat : 1 22 Realisasi Lain : 1 8 Proyek : 2 9 Rencana : 2 10 Jadwal Rencana : 2 11 RAB Bahan : 2 12 RAB Tukang : 2 13 RAB Alat : 2 14 RAP Bahan : Menghitung Penggunaan Biaya Rekap Data Master 1.1 Maintenance Data Master : 2 18 Jadwal Realisasi : 2 15 RAP Tukang : 2 19 Realisasi Bahan : 2 16 RAP Alat : 2 20 Realisasi Tukang : 2 Laporan Progress Work 17 RAP Lain : 2 Pimpinan : 1 Laporan Penggunaan Biaya Laporan Perbandingan 21 Realisasi Alat : 2 22 Realisasi Lain : 2 Laporan Akhir Proyek 1.7 Input Penyelesaian Sub : 2 Ptogress Work Laporan Monitoring 1.10 Laporan Keuntungan/ Menghitung Kerugian Per Periode Keuntungan 1.9 Menghitung dan Menganalisis Kinerja Biaya dan Jadwal Data Monitoring Total RAB Cost Baseline Total RAP Rekap Pengeluaran Total Realisasi Gambar 3.7 DFD Level 1 Aplikasi Monitoring Proyek
26 47 C. DFD Level 2 Maintenance Data Master Proses maintenance data master merupakan proses yang dilakukan oleh sub bagian pencari proyek dalam melakukan input maupun edit data terhadap data master. Terdapat 7 proses dalam melakukan maintenance data master yang ada yaitu maintenance master toko, maintenance master bahan, maintenance master tukang, maintenance master alat, maintenance data otoritas, dan maintenance data user. Proses digambarkan lebih rinci pada gambar 3.8. Data Otoritas Maintenance Master Otoritas Data Otoritas 23 Otoritas Pimpinan Data User Maintenance Master User 24 User Data Toko Maintenance Master Toko Data Toko 1 Toko Sub Bagian Pencari Proyek Data Bahan Harga Bahan Maintenance Master Bahan Data Toko Data Bahan Harga Bahan 2 Bahan : 1 3 Harga Bahan : 1 Data Tukang Harga Tukang Maintenance Master Tukang Data Tukang Harga Tukang 4 Tukang : 1 5 Harga Tukang : 1 Data Alat Harga Alat Maintenance Master Alat Data Toko Data Alat Harga Alat 6 Alat : 1 7 Harga Alat : 1 6 Alat : 2 Rekapitulasi Data Master Data Alat Membuat Laporan Rekap Data Bahan Harga Bahan Data Tukang Data Toko 2 Bahan : 2 3 Harga Bahan : 2 4 Tukang : 2 7 Harga Alat : 2 Harga Alat Harga Tukang 5 Harga Tukang : 2 Laporan Rekap 1.8 Menghitung Penggunaan Biaya (Aplikasi Monitoring Proyek) Gambar 3.8 DFD Level 2 Proses Maintenance Data Master
27 48 D. DFD Level 2 Tambah Jadwal Rencana Proses Tambah Jadwal Rencana merupakan proses menginputkan data sub yang berisi tentang tentang nama sub dan total penyelesaian dalam suatu sub proyek dan proses menginputkan jadwal rencana yang digunakan untuk mencari target pekerjaan pada suatu sub pekerjaan. Proses lebih detil digambarkan pada gambar 3.9. Data User 24 User Sub Bagian Pencari Proyek Data Sub Data Sub 9 Rencana Input Data Sub Jadwal Rencana Data Rencana 10 Jadwal Rencana Input Jadwal Gambar 3.9 DFD Level 2 Tambah Jadwal Rencana E. DFD Level 2 Input Rencana Anggaran Biaya Proses input rencana anggaran biaya merupakan input yang dilakukan berdasarkan total anggaran dikali dengan analisa pada setiap sub pekerjaan. Pada input ini sub bagian pencari proyek menginputkan total kebutuhan bahan, total kebutuhan tukang, dan total kebutuhan alat, dan Menghitung Total Kebutuhan pada setiap sub proyek. Gambar pada proses ini dapat dilihat pada gambar Kebutuhan Bahan Input RAB Bahan Kebutuhan Bahan 11 RAB Bahan Sub Bagian Pencari Proyek Kebutuhan Tukang Kebutuhan Alat Laporan Rekapitulasi RAB Input RAB Tukang Input RAB Alat Menghitung Total Kebutuhan Kebutuhan Tukang 12 RAB Tukang Kebutuhan Alat 13 RAB Alat Kebutuhan Bahan Kebutuhan Tukang Kebutuhan Alat Harga Bahan 3 Harga Bahan Harga Tukang 5 Harga Tukang Harga Alat 7 Harga Alat Gambar 3.10 DFD Level 2 Input Rencana Anggaran Biaya
28 49 F. DFD Level 2 Input Rencana Anggaran Pelaksanaan Proses input rencana anggaran pelaksanaan yang dilakukan oleh sub bagian pencari proyek. Pada proses ini terdapat 4 proses yaitu menginputkan total kebutuhan bahan, total kebutuhan tukang, total kebutuhan alat, total kebutuhan lain, dan membuat total biaya rap sesuai dengan rencana anggaran pelaksanaan pada setiap sub proyek. Gambar pada proses ini dapat dilihat pada gambar Sub Bagian Pencari Proyek 3 Harga Bahan 5 Harga Tukang 7 Harga Alat Total Kebutuhan RAP Bahan Total Kebutuhan RAP Tukang Total Kebutuhan RAP Alat Total Kebutuhan RAP Lain Laporan Toral Biaya RAP Per Sub Pekerjaan Harga Bahan Harga Tukang Harga Alat Input RAP Bahan Input RAP Tukang Input RAP Alat Input RAP Lain Membuat Total Biaya RAP Per Sub Pekerjaan Data RAP Bahan Data RAP Tukang Data RAP Alat Data RAP Lain Kebutuhan Lain Kebutuhan Alat Kebutuhan Tukang Kebutuhan Bahan Gambar 3.11 DFD Level 2 Input Renacana Anggaran Pelaksanaan 14 RAP Bahan 15 RAP Tukang 16 RAP Alat 17 RAP Lain G. DFD Level 2 Input Realisasi Proses input realisasi merupakan proses menginputkan data pengeluaran yang terjadi selama proyek berlangsung. Input realisasi terdiri dari realisasi bahan, realisasi tukang, realisasi alat, realisasi lain, dan menghitung total realisasi. Proses lebih detil digambarkan pada gambar 3.12.
29 50 Realisasi Bahan Input Realisasi Bahan Realisasi Bahan 19 Realisasi Bahan Sub Bagian Pengawas Lapangan 3 Harga Bahan 5 Harga Tukang 7 Harga Alat H. Menghitung Penggunaan Biaya Gambar 3.12 DFD Level 2 Proses Input Realisasi Proses menghitung penggunaan biaya merupakan proses yang dilakukan untuk melakukan rekapitulasi penggunaan biaya berdasarkan periode waktu dan berdasarkan sub pekerjaan pada pekerjaan proyek. Terdapat 4 proses yang terjadi pada proses ini, yaitu membuat rekap data rab, membuat rekap data rap, membuat rekap data realisasi dan membuat laporan perbandingan. Proses ini digambarkan pada gambar Realisasi Tukang Realisasi Alat Realisasi Lain Rekap Realisasi Harga Bahan Harga Tukang Harga Alat Input Realisasi Tukang Input Realisasi Alat Input Realisasi Lain Menghitung Total Realisasi Realisasi Tukang Realisasi Alat Realisasi Lain Realisasi Lain Realisasi Alat Realisasi Tukang Realisasi Bahan 20 Realisasi Tukang 21 Realisasi Alat 22 Realisasi Lain
30 51 11 RAB Bahan 12 RAB Tukang 13 RAB Alat 1.1 Maintenance Data Master : 1 (Aplikasi Monitoring Proyek) 14 RAP Bahan 15 RAP Tukang 16 RAP Alat 17 RAP Lain Pimpinan Kebutuhan Bahan Rekap Data Master Rekap Data Master Kebutuhan Bahan Kebutuhan Tukang Kebutuhan Alat Kebutuhan Lain 1.1 Maintenance Data Master : 2 (Aplikasi Monitoring Proyek) Rekapitulasi RAP Kebutuhan Tukang Rekap Data Master Rekapitulasi Realisasi Rekapitulasi RAB Laporan Perbandingan Membuat Rekap Data RAB : Membuat Rekap Data RAP : 1 Rekapitulasi Kebutuhan RAP per Periode Rekapitulasi Realisasi per Periode RAB Alat Data Proyek 8 Proyek Data Rencana Data Jadwal Rencana 9 Rencana 10 Jadwal Rencana Membuat Rekap Data Realisasi : Membuat Laporan Perbandingan : Membuat Rekap Data RAB : Membuat Rekap Data RAP : Membuat Laporan Perbandingan : 2 Data Jadwal Rencana Data Rencana Data Proyek Jadwal Realisasi Penggunaan Bahan Penggunaan Tukang Penggunaan Alat Penggunaan Lain Rekapitulasi RAB Bahan 18 Jadwal Realisasi 19 Realisasi Bahan 20 Realisasi Tukang 21 Realisasi Alat 22 Realisasi Lain Rekapitulasi RAB Rekapitulasi RAP Membuat Rekap Data RAB : Membuat Rekap Data Realisasi : 2 Rekapitulasi Realisasi Rekapitulasi Realisasi 1.9 Menghitung dan Menganalisis Kinerja Biaya dan Jadwal (Aplikasi Monitoring Proyek) Rekapitulasi RAP Rekapitulasi RAB 1.10 Menghitung Keuntungan (Aplikasi Monitoring Proyek) Gambar 3.13 DFD Level 2 Menghitung Penggunaan Biaya I. DFD Level 2 Menghitung dan Menganalisis Kinerja Biaya dan Jadwal Proses diawali dengan menghitung BCWS, BCWP, dan ACWP pada setiap sub dan periode yang dipilih yang didapat dari data rekapitulasi yang dilakukan pada proses menghitung penggunaan biaya. Proses dilanjutkan dengan menghitung Planned Value, Earned Value, dan Actual Cost pada setiap sub dan periode. Berdasarkan data Planned Value dan Earned Value dapat dihitung Hasil Schedule Varians dan Cost Performance Indeks dan berdasarkan Earned Value dan Actual Cost dapat dihitung Cost Varians dan Cost Performance Indeks. Dari
31 52 data Planned Value, Earned Value, dan Actual Cost akan digunakan dasar dalam pembuatan grafik kurva s dan dari data Schedule Performance Indeks dan Cost Performance Indeks akan digunakan dalam pembuatan grafik SPI CPI yang berguna untuk memudahkan pimpinan proyek dalam menganalisa data. Untuk mendukung analisa data yang dilakukan oleh pimpinan proyek maka perlu adanya data-data pendukung yang dibuat berdasarkan Schedule Varians, Cost Varians, Schedule Performance Indeks, Cost Performance Indeks, dan analisa percepatan atau keterlambatan pada setiap sub pekerjaan dan keuntungan atau kerugian pada setiap sub pekerjaan. Proses lebih detil dapat dilihat pada gambar 3.14.
32 Rekap Realisasi Menghitung Penggunaan Biaya (Aplikasi Monitoring Proyek) Rekap Rencana Progress Work 1.7 Input Penyelesaian Sub (Aplikasi Monitoring Proyek) Rekap Rencana Menghitung Budget Cost of Work Schedule Menghitung Actual Cost of Work Performance Menghitung Budget Cost of Work Performance BCWP per Periode ACWS per Periode Menghitung Actual Cost : 1 PV per Periode Menghitung Schedule Varians : 1 EV per Periode Menghitung Planned Value : 1 PV Terakhir AC Terakhir AC per Periode PV per Periode AC per Periode Menghitung Estimate All Schedule Menghitung Cost Varians : Menghitung Schedule Performance Indeks : Menghitung Cost Performance Indeks : 1 CPI Terakhir EV Terakhir EV per Periode EV per Periode EV per Periode SPI Terakhir Menghitung Earned Value : Menghitung Schedule Performance Indeks : Membuat Kurva S : 2 Kurva SPI CPI Kurva S SPI per Periode Membuat Kurva SPI CPI Kurva SPI CPI Pimpinan Menghitung Cost Performance Indeks : 2 CPI per Periode Kurva S PV Periode Monitoring PV per Periode Membuat Kurva S : Menghitung Planned Value : Menghitung Estimate All Cost EV per Periode AC per Periode EV Terakhir Menghitung Earned Value : Menghitung Actual Cost : Menghitung Keuntungan (Aplikasi Monitoring Proyek) Laporan Monitoring SV per Periode Laporan Monitoring Membuat Laporan Monitoring CPI per Periode Menghitung Schedule Varians : 2 SPI per Periode CV per Periode Menghitung Cost Varians : 2 Gambar 3.14 DFD Level 2 Proses Menghitung dan Menganalisis Kinerja Biaya dan Jadwal J. DFD Level 2 Menghitung Keuntungan atau Kerugian Menghitung Schedule Performance Indeks : 3 Proses ini merupakan proses yang terjadi apabila proyek telah selesai. Laporan yang dihasilkan pada proses ini merupakan laporan yang berisi tentang Menghitung Cost Performance Indeks : 3
33 54 informasi yang mendukung dalam proses evaluasi yang akan dilakukan oleh perusahaan setiap proyek selesai. Dalam proses ini terdapat dua proses yang terjadi yaitu proses membuat laporan akhir proyek dan proses membuat laporan kerugian atau keuntungan per periode. Proses ini dapat dilihat pada gambar Menghitung dan Menganalisis Kinerja Biaya dan Jadwal (Aplikasi Monitoring Proyek) 1.8 Laporan Monitoring Menghitung Penggunaan Biaya (Aplikasi Monitoring Proyek) Laporan Rekap Membuat Laporan Akhir Proyek Laporan Akhir Proyek Pimpinan Keuntungan Proyek Gambar 3.15 DFD Level 2 Proses Menghitung Keuntungan atau Kerugian K. ERD 1. CDM Membuat Laporan Keuntungan/Kerugian per Periode Laporan Keuntungan/ Kerugian per Periode CDM pada Rancang Bangun Aplikasi Monitoring Proyek dengan Metode Earned Value ini, merupakan gambaran dari struktur database yang akan digunakan dalam pembuatan aplikasi. Dalam CDM ini terdapat 16 tabel yang terdiri dari 8 tabel master dan 17 tabel transaksi
34 55 User # Kode User Variable characters (7) * Nama Variable characters (20) * Sandi Variable characters (20) Memiliki Otoritas Otoritas # Kode Otoritas Variable characters (7) * Nama Otoritas Variable characters (20) Memiliki Hak Akses Hak Akses o Hak Akses Data Variable characters (7) # * * * o o o * Direncanakan oleh Kode Proyek NamaProyek Alamat Proyek Nama Instansi No SPK Tgl Mulai Total Hari Status Proyek Proyek Variable characters (11) Variable characters (7) Date Integer Characters (1) Jadwal Rencana # ID Jadwal Variable characters (12) * Tanggal Rencana Integer * Rencana Penyelesaian Integer Diawasi Oleh Memiliki Nama Sub Memiliki Jadwal # * * * Kode Rencana NamaSub Pekerjaan Total Pekerjaan Satuan Pekerjaan Dilakukan pada Rencana Bahan dengan harga Alat Dengan harga merencanakan total tukang Realisasi Lain Menggunakan Harga Menawarkan Alat Total Tukang Kebutuhan Tukang Penggunaan Tukang Dengan # harga Kode Harga Alat Long characters (11) o Realisasi Tukang Decimal (3,2) * Harga Integer o Harga Operasional Integer Menawarkan Alat Penggunaan Alat Dengan Harga Variable characters (12) Integer Characters (10) Merencanakan Alat Merencanakan alat dengan total Bahan dibeli di Merencanakan dengan harga Menawarkan Tukang Merencanakan tukang dengan harga RAB Bahan pada Toko # Kode Toko Variable characters (11) * Nama Toko * Alamat Toko o No Telp Toko Variable characters (15) Alat dibeli di Gambar 3.16 CDM Rancang Bangun Aplikasi Monitoring menggunakan Metode Earned Value Bahan # Kode Bahan Variable characters (11) * Nama Bahan * Satuan Bahan Variable characters (10) Alat # Kode Alat Variable characters (11) * Nama Alat * Satuan Alat Variable characters (10) o Satuan Sewa Variable characters (10) * Status Alat Characters (1) Jadwal Realisasi Tukang # ID Realisasi Variable characters (12) # Kode Tukang Variable characters (11) * Tanggal Realisasi Date * Nama Tukang * Realisasi Penyelesaian Integer * Alamat Tukang Menggunakan Tukang o No Telp Tukang Variable characters (15) * Kemampuan Variable characters (45) Penggunaani Bahan Menggunakan * Satuan Tukang Variable characters (10) Merencanakan Pengeluaran * Max Input Integer Realisasasi Tukang Menggunakan Harga Bahan Menawarkan Bahan RAB Bahan Realisasi Bahan Realisasi Alat Menggunakkan # Kode Harga Bahan Variable characters (11) * RAB Kebutuhan Bahan Decimal (3,2) * Harga Bahan Integer Merencanakan Bahan dengan harga * Realisasi Bahan Decimal (3,2) merencanakan bahan Pengunaan Bahan dengan Harga Kebutuhan Alat * Realisasi ALat Decimal (3,2) o Realisasi Operasional Decimal (3,2) Realisasi Lain # Kode Realisasi Variable characters (7) * Nama Realisasi * Jumlah Realisasi Decimal (3,2) o Satuan Realisasi Variable characters (10) * Harga Satuan Realisasi Integer Harga Tukang # Kode Harga Tukang Variable characters (7) * Harga Tukang Integer # * * * o RAP Lain Kode RAP Lain Nama Kebutuhan RAP Jumlah Kebutuhan Harga Satuan Satuan RAP Lain Variable characters (7) Decimal (3,2) Integer Variable characters (10) RAB Tukang * RAB Kebutuhan tukang Decimal (3,2) RAB Alat * RAB Kebutuhan Alat Decimal (3,2) RAP Bahan * RAP Kebutuhan Bahan Decimal (3,2) RAP Tukang * RAP Kebutuhan Tukang Decimal (3,2) RAP Alat * RAP Kebutuhan Alat Decimal (3,2) o RAP Kebutuhan Operasional Decimal (3,2) 2. PDM Physical Data Model (PDM) pada proses Rancang Bangun Aplikasi Monitoring menggunakan metode Earned Value ini, merupakan gambaran
35 56 dari struktur database yang akan digunakan dalam pembuatan aplikasi beserta hasil relasi dari hubungan antar tabel yang terkait. Kode User Nama Sandi User varchar(7) <pk> varchar(20) varchar(20) Kode User = Kode User Kode Otoritas Kode User Nama Otoritas Otoritas varchar(7) varchar(7) varchar(20) <pk> <fk> Kode Otoritas = Kode Otoritas Hak Akses Kode Otoritas varchar(7) <fk> Hak Akses Data varchar(7) Kode Proyek Kode User NamaProyek Kode User = Kode User Proyek varchar(11) varchar(7) varchar(7) <pk> <fk> Alamat Proyek long varchar Nama Instansi long varchar No SPK long varchar Tgl Mulai date Total Hari integer Status Proyek char(1) Jadwal Rencana ID Realisasi = ID Realisasi Kode User = Kode User ID Jadwal varchar(12) <pk> Kode Rencana varchar(12) <fk> Tanggal Rencana integer Rencana Penyelesaian integer Realisasi Bahan ID Realisasi varchar(12) <fk1> Kode Harga Bahan varchar(11) <fk2> Realisasi Bahan decimal(3,2) Jadwal Realisasi Kode Proyek = Kode Proyek Kode Rencana = Kode Rencana Kode Rencana = Kode Rencana Rencana Kode Rencana Kode User Kode Proyek NamaSub Pekerjaan Total Pekerjaan Satuan Pekerjaan varchar(12) varchar(7) varchar(11) long varchar integer char(10) Kode Bahan = Kode Bahan Kode Alat = Kode Alat Kode Harga Alat = Kode Harga Alat Kode Rencana = Kode Rencana Kode Harga Alat = Kode Harga Alat Harga Tukang Kode Toko = Kode Toko Kode Harga Tukang = Kode Harga Tukang Kode Rencana = Kode Rencana Kode Toko = Kode Toko Gambar 3.17 PDM Rancang Bangun Aplikasi Monitoring menggunakan Metode Earned Value <pk> <fk2> <fk1> Bahan Kode Bahan Kode Toko Nama Bahan varchar(11) varchar(11) long varchar <pk> <fk> Satuan Bahan varchar(10) Alat Kode Alat Kode Toko Nama Alat Satuan Alat varchar(11) varchar(11) long varchar varchar(10) <pk> <fk> Satuan Sewa varchar(10) Status Alat char(1) Kode Rencana = Kode Rencana ID Realisasi = ID Realisasi Harga Alat Kode Harga Tukang = Kode Harga Kode Tukang Harga Kode AlatRencana varchar(11) Kode = Kode <pk> Rencana Rencana Kode = Harga Kode Rencana Alat = Kode Harga Alat Kode Alat varchar(11) <fk> Harga integer Harga Operasional integer Tukang Toko Kode Toko Nama Toko Alamat Toko varchar(11) long varchar long varchar <pk> No Telp Toko varchar(15) ID Realisasi varchar(12) <pk> Kode Tukang varchar(11) <pk> Kode Rencana varchar(12) <fk> Nama Tukang long varchar Tanggal Realisasi date Alamat Tukang long varchar Realisasi Penyelesaian integer Kode Tukang = Kode Tukang No Telp Tukang varchar(15) Kemampuan varchar(45) Satuan Tukang varchar(10) Kode Rencana = Kode Rencana Max Input integer ID Realisasi = ID Realisasi Harga Bahan RAB Bahan ID Realisasi = ID Realisasi Kode Harga Bahan varchar(11) <pk> Kode Rencana Kode Bahan varchar(11) Kode <fk> Harga Bahan = Kode Harga Bahan Kode Harga Bahan = Kode Harga Bahan Kode Rencana = Kode Rencana Kode Harga Bahan = Kode Harga Harga Bahan Bahan integer Kebutuhan Tukang ID Realisasi varchar(12) <fk1> Kode Harga Tukang varchar(7) <fk2> Realisasi Tukang decimal(3,2) Kebutuhan Alat ID Realisasi Kode Harga Alat Realisasi ALat varchar(12) varchar(11) decimal(3,2) <fk1> <fk2> Realisasi Operasional decimal(3,2) Realisasi Lain Kode Realisasi ID Realisasi Nama Realisasi Jumlah Realisasi Satuan Realisasi varchar(7) varchar(12) long varchar decimal(3,2) varchar(10) <pk> <fk> Harga Satuan Realisasi integer Kode Harga Tukang Kode Tukang Harga Tukang varchar(7) <pk> varchar(11) <fk> integer RAP Lain Kode RAP Lain Kode Rencana Nama Kebutuhan varchar(7) varchar(12) long varchar <pk> <fk> RAP Jumlah Kebutuhan decimal(3,2) Harga Satuan Satuan RAP Lain integer varchar(10) Kode Harga Bahan RAB Kebutuhan Bahan RAB Tukang varchar(12) <fk1> varchar(11) <fk2> decimal(3,2) Kode Harga Tukang Kode Rencana varchar(7) varchar(12) <fk2> <fk1> RAB Kebutuhan tukang decimal(3,2) RAB Alat Kode Rencana Kode Harga Alat varchar(12) varchar(11) <fk1> <fk2> RAB Kebutuhan Alat decimal(3,2) RAP Bahan Kode Harga Bahan varchar(11) <fk2> Kode Rencana varchar(12) <fk1> RAP Kebutuhan Bahan decimal(3,2) Kode Harga Tukang = Kode Harga Tukang RAP Tukang Kode Harga Tukang Kode Rencana varchar(7) varchar(12) <fk2> <fk1> RAP Kebutuhan Tukang decimal(3,2) RAP Alat Kode Rencana Kode Harga Alat RAP Kebutuhan Alat varchar(12) varchar(11) decimal(3,2) <fk1> <fk2> RAP Kebutuhan Operasional decimal(3,2)
36 Struktur Basis Data Struktur Basis Data merupakan penjabaran dan penjelasan dari tabel yang akan dibuat dalam database aplikasi. Dalam Struktur Basis Data akan dijelaskan fungsi dari masing-masing tabel hingga fungsi masing-masing field yang ada dalam tabel. Selain itu juga terdapat tipe data dari setiap field beserta Constraintnya. A. Tabel Basis Data User Fungsi : Menyimpan Data Master User. Primary Key : Kode_User. Foreign Key : Kode_Otoritas. Tabel 3.13 Struktur Basis Data Tabel User Nama Field Type Field Constrain Keterangan Size t Kode_User VarChar 7 Kode User Primary Key Nama VarChar 20 Nama Login User - Sandi - Sandi Masuk Aplikasi - Kode Otoritas Varchar 20 Kode Otoritas Foreign Key B. Tabel Basis Data Otoritas Fungsi : Menyimpan Data Otoritas User. Primary Key : Kode_Otoritas. Foreign Key : - Nama Field Kode_Otorita s Nama_Otorita s Tabel 3.14 Struktur Basis Data Tabel Otoritas Field Type Keterangan Size VarChar 7 Kode Otoritas Constrain t Primary Key 0 Nama Otoritas -
37 58 C. Tabel Basis Data Hak Akses Fungsi : Menyimpan Hak Akses User. Primary Key : Kode_Otoritas, Hak_Akses_Data. Foreign Key : Kode_Otoritas. Tabel 3.15 Struktur Basis Data Tabel Hak Akses Field Nama Field Type Keterangan Size Kode_Otoritas VarChar 7 Kode Otoritas Hak_Akses_Data VarChar 7 Hak Akses Constraint Primary Key Primary Key, Foreign Key D. Tabel Basis Data Toko Fungsi : Menyimpan Data Master Toko. Primary Key : Kode_Toko. Foreign Key : - Nama Field Tabel 3.16 Struktur Basis Data Tabel Toko Field Type Keterangan Size Kode_Toko VarChar 11 Kode Toko Constraint Primary Key Nama_Toko - Nama Toko - Alamat Toko - Alamat Toko - No_Telp_Toko Varchar 15 No Telp - E. Tabel Basis Data Bahan Fungsi : Menyimpan Data Master Bahan. Primary Key : Kode_Bahan. Foreign Key : Kode_Toko.
38 59 Tabel 3.17 Struktur Basis Data Tabel Bahan Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Kode_Bahan VarChar 11 Kode Bahan Primary Key Kode_Toko VarChar 11 Kode Toko Foreign Key Nama_Bahan - Nama Bahan - Satuan Bahan Char 10 Satuan Harga Bahan - F. Tabel Basis Data tukang Fungsi : Menyimpan Data Master Tukang. Primary Key : Kode_Tukang. Foreign Key : - Tabel 3.18 Struktur Basis Data Tabel Tukang Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Kode_Tukang VarChar 11 Kode Tukang Primary Key Nama_Tukang - Nama Tukang - Alamat Tukang - Alamat Tukang - No_Telp_Tukang VarChar 15 No Telp Tukang - Kemampuan VarChar 45 Kemampuan Tukang - Satuan_Tukang VarChar 10 Satuan Harga Satuan - Max_Input Integer - Maximal Input Realisasi - G. Tabel Basis Data Alat Fungsi : Menyimpan Data Master Alat. Primary Key : Kode_Alat. Foreign Key : Kode_Toko.
39 60 Tabel 3.19 Struktur Basis Data Tabel Alat Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Kode_Alat VarChar 11 Kode Alat Primary Key Kode_Toko VarChar 11 Kode Toko Foreign Key Nama_Alat - Nama Alat - Satuan_Alat VarChar 10 Satuan Biaya Sewa - Satuan_Operasional VarChar 10 Satuan Biaya Operasional - H. Tabel Basis Data Harga Bahan Fungsi : Menyimpan Data Harga Bahan. Primary Key : Kode_Harga_Bahan. Foreign Key : Kode_Bahan. Tabel 3.20 Struktur Basis Data Tabel Harga Bahan Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Kode_Harga_Bahan VarChar 11 Kode Harga Primary Bahan Key Harga Harga_Satuan_Bahan Integer - Perubahan - Bahan Kode_Bahan Varchar 11 Kode Bahan Foreign Key I. Tabel Basis Data Harga Tukang Fungsi : Menyimpan Data Harga Tukang. Primary Key : Kode_Harga_Tukang. Foreign Key : Kode_Tukang.
40 61 Tabel 3.21 Struktur Basis Data Tabel Harga Tukang Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Kode_Harga_ Kode Harga Primary VarChar 11 Tukang Tukang Key Harga Harga_Satuan_ Integer - Perubahan - Tukang Tukang Foreign Kode_Tukang Varchar 11 Kode Bahan Key J. Tabel Basis Data Harga Alat Fungsi : Menyimpan Data Harga Alat. Primary Key : Kode_Harga_Alat. Foreign Key : Kode_Alat. Tabel 3.22 Struktur Basis Data Tabel Harga Alat Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Kode_Harga_ Kode Harga Primary VarChar 11 Alat Alat Key Harga Harga integer - - Perubahan Alat Harga Harga_ Integer - Perubahan - Opersional Operasional Foreign Kode_Tukang Varchar 11 Kode Alat Key K. Tabel Basis Data Proyek Fungsi : Menyimpan Data Master Proyek. Primary Key : Kode_Proyek. Foreign Key : Kode_User.
41 62 Tabel 3.23 Struktur Basis Data Tabel Proyek Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Kode_Proyek VarChar 40 Kode Proyek Primary Key Kode_user VarChar 7 Kode User Foreign Perencana Key Nama_Proyek - Nama Proyek - Alamat_Proyek - Alamat Proyek - Nama_Instansi - Nama Instansi Pemberi Proyek - No_SPK - N _Surat Perintah Kerja - Tgl_Mulai Date - Tanggal Mulai Proyek - Total Hari Integer - Total Pelaksanaan Proyek - berdasarkan SPK Status Proyek Char 1 Status Proyek - L. Tabel Basis Data Rencana Fungsi : Menyimpan Data Master Sub Pekerjaan. Primary Key : Kode_Rencana. Foreign Key : Kode User. Tabel 3.24 Struktur Basis Data Tabel Rencana Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Kode_Rencana Integer 12 Kode Sub Primary Proyek Key Kode_User VarChar 11 Kode User Foreign Pengawas key Nama_Sub - Nama Sub Pekerjaan - Total_Pekerjaan Integer - Total Pekerjaan - Satuan_ Satuan Total Char 10 Penyelesaiaan Pekerjaan - Kode_Proyek VarChar 11 Nama Proyek Foreign Key
42 63 M. Tabel Basis Data Jadwal Rencana Fungsi : Menyimpan Data Jadwal Rencana. Primary Key : ID_Jadwal. Foreign Key : Kode_Rencana. Tabel 3.25 Struktur Basis Data Tabel Jadwal Rencana Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint ID_Jadwal VarChar 12 ID Jadwal Primary Rencana Key Kode_Rencana VarChar 12 Kode Rencana Foreign Key Tanggal_Rencana Integer - Tanggal Hari Rencana - Rencana_ Total Hari integer - Penyelesaian Rencana - N. Tabel Basis Data RAB Bahan Fungsi : Menyimpan Data Kebutuhan RAB Bahan. Primary Key : Kode_Harga_Bahan, Kode_Rencana. Foreign Key : Kode_ Harga_Bahan, Kode_Rencana. Tabel 3.26 Struktur Basis Data Tabel RAB Bahan Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Primary Kode_Harga_ Kode Harga Key, VarChar 11 Bahan Bahan Foreign Key Kode_Rencana VarChar 12 Kode Rencana RAB_Kebutuhan_ Bahan Decimal (7,2) Jumlah Kebutuhan Bahan Primary Key, Foreign Key -
43 64 O. Tabel Basis Data RAB Tukang Fungsi : Menyimpan Data Kebutuhan RAB Tukang. Primary Key : Kode_ Harga_Tukang, Kode_Rencana. Foreign Key : Kode_ Harga_Tukang, Kode_Rencana. Tabel 3.27 Struktur Basis Data Tabel RAB Tukang Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Primary Kode_Harga_ Kode Harga Key, VarChar 11 Tukang Tukang Foreign Key Kode_Rencana VarChar 12 Kode Rencana RAB_Kebutuhan_ Tukang Decimal (7,2) Jumlah Kebutuhan Tukang Primary Key, Foreign Key - P. Tabel Basis Data RAB Alat Fungsi : Menyimpan Data Kebutuhan RAB Alat. Primary Key : Kode_ Harga_Alat, Kode_Rencana.. Foreign Key : Kode_ Harga_Alat, Kode_Rencana. Tabel 3.28 Struktur Basis Data Tabel RAB Alat Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Primary Kode_Harga_Alat VarChar 11 Key Kode Harga Key, Alat Foreign Kode_Rencana VarChar 12 Kode Rencana RAB_Kebutuhan_ Alat Decimal (7,2) Jumlah Kebutuhan Alat Primary Key, Foreign Key -
44 65 Q. Tabel Basis Data RAP Bahan Fungsi : Menyimpan Data Kebutuhan RAP Bahan. Primary Key : Kode_ Harga_Bahan, Kode_Rencana.. Foreign Key : Kode_ Harga_Bahan, Kode_Rencana. Tabel 3.29 Struktur Basis Data Tabel RAP Bahan Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Primary Kode_Harga_ Kode Harga Key, VarChar 11 Bahan Bahan Foreign Key Kode_Rencana VarChar 12 Kode Rencana RAP_Kebutuhan_ Bahan Decimal (7,2) Jumlah Kebutuhan Bahan Primary Key, Foreign Key - R. Tabel Basis Data RAP Tukang Fungsi : Menyimpan Data Kebutuhan RAP Tukang. Primary Key : Kode_ Harga_Tukang, Kode_Rencana.. Foreign Key : Kode_ Harga_Tukang, Kode_Rencana. Tabel 3.30 Struktur Basis Data Tabel RAP Tukang Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Primary Kode_Harga_ Kode Harga Key, VarChar 11 Tukang Tukang Foreign Key Kode_Rencana VarChar 12 Kode Rencana RAP_Kebutuhan_ Tukang Decimal (7,2) Jumlah Kebutuhan Tukang Primary Key, Foreign Key -
45 66 S. Tabel Basis Data RAP Alat Fungsi : Menyimpan Data Kebutuhan RAP Alat. Primary Key : Kode_ Harga_Alat, Kode_Rencana.. Foreign Key : Kode_ Harga_Alat, Kode_Rencana. Tabel 3.31 Struktur Basis Data Tabel RAP Alat Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Primary Kode_Harga_ Kode Harga Key, VarChar 11 Alat Alat Foreign Key Kode_Rencana VarChar 12 Kode Rencana RAP_Kebutuhan_ Alat RAP_Kebutuhan_ Operasional Decimal (7,2) Decimal (7,2) Jumlah Kebutuhan Alat Jumlah Kebutuhan Operasional Primary Key, Foreign Key - - T. Tabel Basis Data RAP Lain Fungsi : Menyimpan Data Kebutuhan RAP Lain. Primary Key : Kode_RAP_Lain. Foreign Key : Kode_Rencana Tabel 3.32 Struktur Basis Data Tabel RAP Lain Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Kode_RAP_ Kode Harga Primary VarChar 7 Lain Alat Key Kode_Rencana VarChar 12 Kode Rencana Foreign Key Nama_Kebutuhan - Kode Rencana - RAP_Jumlah_ Jumlah Decimal (7,2) Kebutuhan Kebutuhan Alat - Harga_Satuan_RAP_ Lain Integer - Harga Satuan - Satuan_RAP_Lain VarChar 10 Jumlah Kebutuhan Operasional -
46 67 U. Tabel Basis Data Jadwal Realisasi Fungsi : Menyimpan Data Jadwal Realisasi dan Perkembangan proyek. Primary Key : ID_Realisasi. Foreign Key : Kode_Rencana. Tabel 3.33 Struktur Basis Data Tabel Jadwal Realisasi Nama Field Type Field Size Keterangan ID_Realisasi VarChar 12 ID Jadwal Realisasi Kode_Rencana VarChar 12 Kode Rencana Tanggal_Realisasi Date - Realisasi_ Penyelesaian integer - Tanggal Realisasi Total Pekerjaan Selesai Constraint Primary Key Foreign Key - - V. Tabel Basis Data Realisasi Bahan Fungsi : Menyimpan Data Realisasi Bahan. Primary Key : ID_Realisasi, Kode_Harga_Bahan. Foreign Key : ID_Realisasi, Kode_Harga_Bahan. Tabel 3.34 Struktur Basis Data Tabel Realisasi Bahan Field Nama Field Type Keterangan Size Kode_Harga_ Bahan VarChar 11 ID_Realisasi VarChar 12 Realisasi_ Bahan Decimal (7,2) Kode Harga Bahan ID Jadwal Realisasi Jumlah Kebutuhan Bahan Constraint Primary Key, Foreign Key Primary Key, Foreign Key -
47 68 W. Tabel Basis Data Realisasi Tukang Fungsi : Menyimpan Data Realisasi Tukang. Primary Key : ID_Realisasi, Kode_Harga_Tukang. Foreign Key : ID_Realisasi, Kode_Harga_Tukang. Tabel 3.35 Struktur Basis Data Tabel Realisasi Tukang Field Nama Field Type Keterangan Size Kode_Harga_ Tukang VarChar 11 ID_Realisasi VarChar 12 Realisasi_ Tukang Decimal (7,2) Kode Harga Bahan ID Jadwal Realisasi Jumlah Kebutuhan Bahan Constraint Primary Key, Foreign Key Primary Key, Foreign Key - X. Tabel Basis Data Realisasi Alat Fungsi : Menyimpan Data Realisasi Alat. Primary Key : ID_Realisasi, Kode_Harga_Alat. Foreign Key : ID_Realisasi, Kode_Harga_Alat. Tabel 3.36 Struktur Basis Data Tabel Realisasi Alat Field Nama Field Type Keterangan Size Kode_Harga_ Alat VarChar 11 Kode Harga Alat ID_Realisasi VarChar 12 Kode Rencana Realisasi _Alat Decimal (7,2) Realisasi_ Operasional Decimal (7,2) Jumlah Kebutuhan Alat Jumlah Kebutuhan Constraint Primary Key, Foreign Key Primary Key, Foreign Key - -
48 69 Y. Tabel Basis Data Realisasi Lain Fungsi : Menyimpan Data Realisasi Lain. Primary Key : Kode_Realisasi_Lain. Foreign Key : ID_Realisasi. Tabel 3.37 Struktur Basis Data Tabel Realisasi Lain Nama Field Type Field Size Keterangan Constraint Kode_Realisasi_ Kode Harga Primary VarChar 7 Lain Alat Key ID_Realisasi VarChar 12 Kode Rencana Foreign Key Nama_Realisasi - Kode Rencana - Jumlah_Realisasi Decimal (7,2) Jumlah Kebutuhan Alat - Harga_Satuan_ Realisasi Satuan_Realisasi VarChar 10 Integer - Harga Satuan - Jumlah Kebutuhan Operasional Perancangan Input Output Perancangan input dan output merupakan tahap akhir perancangan aplikasi dengan membuat desain antar muka dalam bentuk halaman input dan output. Perancangan input dibedakan menjadi dua, yaitu rancangan input untuk akses Sub Bidang Pencari Pekerjaan yaitu berupa akses i/o untuk tabel Proyek dan Rencana Anggaran Pelaksanaan dan rancangan input untuk akses Sub Bidang Pengawas Lapangan yaitu berupa akses i/o untuk tabel master, transaksi, dan tambahan tabel rencana. Berikut ini penjelasan desain input dan output akses Sub Bidang Pencari Pekerjaan, Sub Bidang Pengawas Lapangan, dan Pemimpin Proyek.
49 70 A. Desain Input Master Toko Form Master Toko merupakan input yang dilakukan oleh Sub Bidang Pencari Proyek untuk menambahkan data toko pembelian bahan dan alat di lapangan untuk keperluan proyek. Form ini berisi tentang nama toko, alamat toko, dan No Telp Toko. Hal ini digunakan untuk memberikan pemimpin proyek pilihan bahan yang digunakan dan lokasi sesuai dengan jalanya proyek sehingga rencana maupun pengeluaran dapat sesuai dengan data di lapangan. Dialog Title Tambah Toko Cari Toko Nama Toko Enter Berdasarkan Enter Alamat Toko No Telp Toko Enter Enter Pencarian Enter Kode Toko Nama Toko Alamat Toko No Telp Edit Keluar Gambar 3.18 Desain Input Master Toko B. Desain Input Master Bahan Form Master Bahan merupakan input yang dilakukan oleh Sub Bidang Pengawas Lapangan untuk menambahkan data bahan yang dijual di lapangan untuk keperluan proyek. Form ini berisi tentang data bahan
50 71 dan juga data toko tempat pembelian bahan tersebut. Hal ini digunakan untuk memberikan pilihan bahan yang digunakan dan lokasi sesuai dengan jalanya proyek sehingga rencana maupun pengeluaran dapat sesuai dengan data di lapangan. Tambah Input Bahan Tambah Bahan Cari Bahan Nama Bahan Enter Berdasarkan Enter Nama Toko Alamat Toko Harga Satuan Bahan Enter Enter Enter Pencarian Enter Satuan Bahan Enter Nama Bahan Nama Toko Harga Satuan Satuan Bahan Edit Keluar Gambar 3.19 Desain Input Master Bahan C. Desain Input Master Tukang Form Master Tukang merupakan input yang dilakukan oleh Sub Bidang Pencari Proyek untuk menambahkan data tukang yang dipakai di lapangan untuk keperluan proyek. Form ini berisi tentang data diri tukang sehingga tukang yang memiliki nama sama tetap dapat dibedakan berdasarkan identitas diri yang dimiliki oleh masing-masing tukang
51 72 sehingga data yang digunakan sesuai dengan pengeluaran yang ada di lapangan. Tambah Input Tukang Tambah Tukang Cari Tukang Nama Tukang Enter Berdasarkan Enter Alamat Tukang No Telp Kemampuan Enter Enter Enter Pencarian Enter Harga Enter Satuan Tukang Enter Max Input Enter Nama Tukang Alamat Tukang Kemampuan Tukang Harga Satuan Edit Keluar Gambar 3.20 Desain Input Master Tukang D. Desain Input Master Alat Form Master Alat merupakan input yang dilakukan oleh Sub Bidang Pencari Proyek untuk menambahkan data alat yang disewa atau dibelu untuk keperluan proyek. Form ini berisikan tentang data alat, tempat sewa atau beli, harga satuan, dan juga harga operasional.
52 73 Tambah Input Alat Tambah Alat Cari Alat Nama Alat Enter Berdasarkan Enter Nama Toko Enter Pencarian Enter Alamat Toko Harga Satuan Alat Enter Enter Satuan Alat Enter Harga Operasional Enter Satuan Operasional Enter Nama Alat Nama Toko Harga Satuan Harga Operasional Edit Keluar Gambar 3.21 Desain Input Master Alat E. Desain Input Tambah Proyek Desain Input Tambah Proyek merupakan inputan proyek baru yang diterima dari instansi yang diinputkan oleh Sub Bidang Pencari Proyek. Form ini berisikan data-data tentang proyek yang akan dijalankan atau dimonitoring perkembangan proyeknya.
53 74 Tambah Proyek Tambah Proyek Cari Proyek Nama Proyek Enter Berdasarkan Enter Alamat Proyek Enter Pencarian Enter Nama Instansi Perencana Enter Enter No Surat Enter Tanggal SPK 01/09/2015 Total Hari Enter Nama Proyek Perencana No Surat Tanggal Mulai Edit Keluar Gambar 3.22 Desain Input Master Proyek F. Desain Input Sub Rencana Desain Input Sub Rencana Merupakan Inputan nama sub pekerjaan, nama pengawas, dan total pekerjaan yang harus dilakukan dalam suatu sub pekerjaan. Inputan dimulai dengan menginputkan data proyek kemudian input nama-nama sub pekerjaan.
54 75 Tambah Sub Pekerjaan Nama Proyek Nama Sub Pekerjaan Nama Pengawas Total Penyelesaian Satuan Penyelesaian Enter Enter Enter Enter Enter Tambah Nama Sub Nama Pengawas Penyelesaian Satuan Edit Keluar Gambar 3.23 Desain Input Tambah Rencana Sub Pekerjaan G. Desain Input Rencana Anggaran Biaya Bahan Desain Input Rencana Anggaran Biaya Bahan Merupakan Inputan Nama bahan serta total kebutuhan rencana anggaran biaya bahan dalam sebuah sebuah sub proyek. Inputan dimulai dengan menginputkan data proyek, data sub proyek, dan input nama bahan yang direncanakan beserta jumlah rencana.
55 76 Tambah RAB Bahan Pilih Proyek Rencana Bahan Nama Proyek Enter Nama Bahan Enter Nama Sub Proyek Enter Nama Toko Enter Total Kebutuhan Enter Enter Simpan Nama Bahan Nama Toko Total Kebutuhan Satuan keluar Gambar 3.24 Desain Input Tambah Rencana Anggaran Biaya Bahan H. Desain Input Rencana Anggaran Biaya Tukang Desain Input Rencana Anggaran Biaya Tukang Merupakan Inputan Nama Tukang serta total kebutuhan rencana anggaran biaya tukang dalam sebuah sebuah sub proyek. Inputan dimulai dengan menginputkan data proyek, data sub proyek, dan input nama tukang yang direncanakan beserta jumlah rencana.
56 77 Tambah RAB Tukang Pilih Proyek Rencana Tukang Nama Proyek Enter Nama Tukang Enter Nama Sub Proyek Enter Alamat Tukang Enter Total Kebutuhan Enter Enter Simpan Nama Tukang Alamat Total Kebutuhan Satuan keluar Gambar 3.25 Desain Input Tambah Rencana Anggaran Biaya Tukang I. Desain Input Rencana Anggaran Biaya Alat Desain Input Rencana Anggaran Biaya Alat Berat Merupakan Inputan Nama Alat Berat serta kebutuhan rencana alat berat dalam sebuah sebuah sub proyek. Inputan dimulai dengan menginputkan data proyek, data sub proyek, dan input nama alat berat yang direncanakan beserta jumlah rencana.
57 78 Tambah RAB Alat Pilih Proyek Rencana Alat Nama Proyek Enter Nama Alat Enter Nama Sub Proyek Enter Nama Toko Enter Total Kebutuhan Total Operasional Enter Enter Enter Enter Simpan Nama Tukang Alamat Total Kebutuhan Satuan Total Operasional Satuan Operasi keluar Gambar 3.26 Desain Input Tambah Rencana Anggaran Biaya Alat J. Desain Input Rencana Anggaran Pelaksanaan Bahan Desain Input Rencana Anggaran Pelaksanaan Bahan Merupakan Inputan Nama bahan serta total kebutuhan rencana anggaran pelaksanaan bahan dalam sebuah sebuah sub proyek. Inputan dimulai dengan menginputkan data proyek, data sub proyek, dan input nama bahan yang direncanakan beserta jumlah rencana.
58 79 Tambah RAP Bahan Pilih Proyek Rencana Bahan Nama Proyek Enter Nama Bahan Enter Nama Sub Proyek Enter Nama Toko Enter Total Kebutuhan Enter Enter Simpan Nama Bahan Nama Toko Total Kebutuhan Satuan keluar Gambar 3.27 Desain Input Tambah RencanaAnggaran Pelaksanaan Bahan K. Desain Input Rencana Anggaran Pelaksanaan Tukang Desain Input Rencana Anggaran Pelaksanaan Tukang Merupakan Inputan Nama Tukang serta total kebutuhan rencana anggaran pelaksanaan tukang dalam sebuah sebuah sub proyek. Inputan dimulai dengan menginputkan data proyek, data sub proyek, dan input nama tukang yang direncanakan beserta jumlah rencana.
59 80 Tambah RAP Tukang Pilih Proyek Rencana Tukang Nama Proyek Enter Nama Tukang Enter Nama Sub Proyek Enter Alamat Tukang Enter Total Kebutuhan Enter Enter Simpan Nama Tukang Alamat Total Kebutuhan Satuan keluar Gambar 3.28 Desain Input Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Tukang L. Desain Input Rencana Anggaran Pelaksanaan Alat Desain Input Rencana Anggaran Pelaksanaan Alat Berat Merupakan Inputan Nama Alat Berat serta kebutuhan rencana alat berat dalam sebuah sebuah sub proyek. Inputan dimulai dengan menginputkan data proyek, data sub proyek, dan input nama alat berat yang direncanakan beserta jumlah rencana.
60 81 Tambah RAP Alat Pilih Proyek Rencana Alat Nama Proyek Enter Nama Alat Enter Nama Sub Proyek Enter Nama Toko Enter Total Kebutuhan Total Operasional Enter Enter Enter Enter Simpan Nama Tukang Alamat Total Kebutuhan Satuan Total Operasional Satuan Operasi keluar Gambar 3.29 Desain Input Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Biaya Alat M. Desain Input Rencana Anggaran Pelaksanaan Lain Desain Input Rencana Anggaran Pelaksanaan Lain Merupakan Inputan rencana anggaran pelaksanaan yang tidak termasuk dalam bahan, tukang, maupun alat. Inputan dimulai dengan menginputkan data proyek, data sub proyek, dan input nama rencana beserta jumlah rencana.
61 82 Tambah RAP Lain Pilih Proyek Rencana Lain Nama Proyek Enter Nama Kebutuhan Enter Nama Sub Proyek Enter Jumlah Kebutuhan Enter Enter Harga Satuan Enter Simpan Nama Bahan Jumlah Satuan Harga Satuan keluar Gambar 3.30 Desain Input Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Lain N. Desain Input Realisasi Bahan Form Input Realisasi Bahan digunakan untuk menginputkan data pemakaian bahan yang dilakukan oleh Sub Bidang Pengawas Lapangan. Dalam form ini Sub Bidang Pengawas lapangan menginputkan nama proyek, nama sub proyek, nama bahan, dan total bahan yang keluar pada proyek yang berjalan. Klik data Tambah akan menambahkan data ke listview yang ada. Pilihan edit untuk input yang salah adalah dengan melakukan klik pada data yang akan diedit maka akan muncul pada textbox dan tombol tambah akan berubah menjadi tombol ubah atau dapat melakukan penghapusan pada input yang salah.
62 83 Tambah Realisasi Bahan Pilih Proyek Realisasi Bahan Nama Proyek Enter Nama Bahan Enter Nama Sub Proyek Enter Nama Toko Enter Tanggal Realisasi 01/09/2015 Total Kebutuhan Enter Enter Simpan Nama Bahan Nama Toko Total Kebutuhan Satuan keluar Gambar 3.31 Desain Input Realisasi Bahan O. Desain Input Realisasi Tukang Form Input Realisasi Tukang ini digunakan untuk menginputkan data pengeluaran tukang yang dilakukan oleh Sub Bidang Pengawas Lapangan. Dalam form ini Sub Bidang Pengawas lapangan menginputkan nama proyek, nama sub proyek, nama tukang yang keluar pada proyek yang berjalan. Klik data Tambah akan menambahkan data ke listview yang ada. Pilihan edit untuk input yang salah adalah dengan melakukan klik pada data yang akan diedit maka akan muncul pada textbox dan tombol tambah akan berubah menjadi tombol ubah atau dapat melakukan penghapusan pada input yang salah. Semua input yang dilakukan harus berdsarkan hari yang sama.
63 84 Tambah RAB Tukang Pilih Proyek Rencana Tukang Nama Proyek Enter Nama Tukang Enter Nama Sub Proyek Enter Alamat Enter Tanggal Realisasi 01/09/2015 Total Kebutuhan Enter Enter Simpan Nama Tukang Alamat Total Kebutuhan Satuan keluar Gambar 3.32 Desain Input Realisasi Tukang P. Desain Input Realisasi Alat Form Input Realisasi Alat digunakan untuk menginputkan data penggunaan alat berat yang dilakukan oleh Sub Bidang Pengawas Lapangan. Dalam form ini Sub Bidang Pengawas lapangan menginputkan nama proyek, nama sub proyek, nama alat, total sewa, dan total realisasi yang keluar pada proyek yang berjalan. Klik data Tambah akan menambahkan data ke listview yang ada. Pilihan edit untuk input yang salah adalah dengan melakukan klik pada data yang akan diedit maka akan muncul pada textbox dan tombol tambah akan berubah menjadi tombol ubah atau dapat melakukan penghapusan pada input yang salah.
64 85 Tambah RAB Alat Pilih Proyek Rencana Alat Nama Proyek Enter Nama Alat Enter Nama Sub Proyek Enter Nama Toko Enter Tanggal Realisasi 01/09/2015 Total Kebutuhan Enter Enter Total Operasional Enter Enter Simpan Nama Tukang Alamat Total Kebutuhan Satuan Total Operasional Satuan Operasi keluar Gambar 3.33 Desain Input Realisasi Alat Q. Desain Input Realisasi Lain Form Input Realisasi Lain digunakan untuk menginputkan data pengeluaran di luar pemakaian bahan, tukang, dan alat yang dilakukan oleh Sub Bidang Pengawas Lapangan. Dalam form ini sub bidang pengawas lapangan menginputkan nama realisasi, jumlah, harga satuan, dan satuan realisasi. Klik data Tambah akan menambahkan data ke listview yang ada. Pilihan edit untuk input yang salah adalah dengan melakukan klik pada data yang akan diedit maka akan muncul pada textbox dan tombol tambah akan berubah menjadi tombol ubah atau dapat melakukan penghapusan pada input yang salah.
65 86 Tambah RAP Lain Pilih Proyek Rencana Lain Nama Proyek Enter Nama Kebutuhan Enter Nama Sub Proyek Enter Jumlah Kebutuhan Enter Enter Tanggal Realisasi 01/09/2015 Harga Satuan Enter Simpan Nama Bahan Jumlah Satuan Harga Satuan keluar Gambar 3.34 Desain Input Realisasi Lain R. Desain Input Realisasi Proyek Form Input Status Proyek digunakan untuk menginputkan perkembangan proyek yang telah selesai. Pada Form ini diawali dengan memilih nama proyek dan tanggal realisasi. Kemudian memilih nama sub pada listview dan menginputkan total realisasi. Input Perkembangan Proyek proyek Nama Proyek Tanggal Realisasi Total Realisasi Realisasi Enter Satuan Nama Sub Realisasi Satuan Target Gambar 3.35 Desain Input Realisasi Proyek
66 87 S. Laporan Rekap RAB Laporan Rekap RAB merupakan total harga kebutuhan berdasarkan sub pekerjaan dan periode waktu rencana yang sesuai dengan rencana anggaran biaya. Laporan ini digunakan untuk membantu user dalam membuat kebijakan pengendalian yang akan dibuat. Rekapitulasi RAB Nama Proyek Enter Nama Sub Satuan Vol. Pekerjaan Total Biaya Jumlah Gambar 3.36 Desain Output Laporan Rekap RAB T. Laporan Rekap RAP Laporan Rekap RAP merupakan total harga kebutuhan berdasarkan sub pekerjaan dan periode waktu rencana yang sesuai dengan rencana anggaran pelaksanaan. Laporan ini digunakan untuk membantu user dalam membuat kebijakan pengendalian yang akan dibuat.
67 88 Rekapitulasi RAP Nama Proyek Enter Nama Sub Satuan Vol. Pekerjaan Total Biaya Jumlah Gambar 3.37 Desain Output Laporan Rekap RAP U. Laporan Rekap Pengeluaran Output laporan Rekap Pengeluaran merupakan output untuk melihat data pengeluaran yang terjadi. Proses awal pada output laporan ini pemimpin proyek memilih proyek mana yang akan dilakukan monitoring. Setelah itu pemimpin proyek memilih periode pelaporan yang akan ditampilkan dengan pilihan periode hari, minggu, bulan sesuai dengan jumlah hari pelaksaan proyek yang berlangsung. Laporan Penggunaan Biaya Nama Proyek Periode Laporan Nama Proyek Periode Laporan Nama Sub Proyek Periode 1 Periode 2 Periode X Rp. xxxx Rp. xxxx Rp. xxxx Rp. xxxx Rp. xxxx Total Rp. xxxx Rp. xxxx Rp. xxxx Cetak Keluar Gambar 3.38 Desain Output Penggunaan Biaya
68 89 V. Laporan Perbandingan Output Laporan Perbandigan merupakan output laporan penggunaan biaya secara mendetail berdasarkan realisasi yang dilakukan dengan rencana yang diinputkan sebelumnya. Pada proses ini terlebih dahulu pimpinan proyek memilih proyek, nama sub proyek, dan berdasarkan apa perbandingan dilakukan. Dialog Title Proyek Sub Proyek Label: Enter Enter 01/01/2015 RAB RAP Nama Kebutuhan Pengeluaran RAB Penyimpangan RAP Penyimpangan Jumlah XXX XXX XXX XXX XXX Gambar 3.39 Desain Output Laporan Perbandimgan W. Laporan Kemajuan Proyek Laporan kemajuan proyek berisi tentang gambaran progress work yang telah selesai dilakukan dengan rencana yang telah dibuat. Progress ini dapat dilihat berdasarkan periode terakhir atau periode tertentu yang diminta.
69 90 Dialog Title Proyek Label: Enter 01/01/2015 Pilih Tanggal Nama Sub Realisasi Rencana Nama Sub Realisasi Rencana Nama Sub Realisasi Rencana Gambar 3.40 Desain Output Laporan Kemajuan Proyek AA. Kurva S Kurva S merupakan kurva hasil data dari Planned Value, Schedule Value, dan Actual Cost. Dengan adanya laporan ini user dapat melihat perubahan data antara rencana dengan realisasi berdasarakan progress work dan biaya pengeluaran yang telah terjadi. Kurva S Proyek Enter Gambar 3.41 Desain Output Kurva S
70 91 BB. Kurva SPI CPI Kurva SPI CPI merupakan kurva hasil data dari perubahan data SPI dan CPI berdasarkan periode tertentu. Dengan adanya kurva ini user dapat melihat perubahan tren pada periode tersebut sehingga user dapat mencari penyebab perubahan harga berdasarkan waktu perubahan. Kurva SPI CPI Proyek Enter Gambar 3.42 Desain Output Kurva SPI CPI CC. Laporan Monitoring Laporan Monitoring merupakan data monitoring yang digunakan untuk mengetahui SV, CV, SPI, CPI, EAS, EAC, dan Analisa. Dengan adanya laporan ini user dapat membantu user dalam membuat kebijakan dalam pengendalian proyek berdasarkan waktu dan biaya.
71 92 Laporan Monitoring Nama Proyek Periode Enter Enter periode BCWS BCWP ACWP periode SV Keterangan CV Keterangan periode SPI Keterangan CPI Keterangan Gambar 3.43 Desain Output Laporan Monitoring DD. Laporan Akhir Proyek Output Laporan Akhir Proyek merupakan output yang menampilakn data keuntungan, data pembengkakan biaya yang terjadi di lapangan, dan data analisis monitoring yang digunakan untuk bahan rapat evaluasi.
72 93 Laporan Akhir Proyek Tahun Nama Proyek YYYY Nama Proyek Penawaran : Total Pengeluaran : Rencana : Pembengkakan Biaya : Keuntungan : Rp xxxxx Rp xxxxx Rp xxxxx Rp xxxxx Rp xxxxx Periode SPI CPI Periode 1 Periode 2 Periode 3 Periode... Periode x Exit Gambar 3.44 Desain Output Laporan Akhir Proyek EE. Laporan Keuntungan/Kerugian per Periode Output Keuntungan per Periode merupakan output yang berisi data keuntungan per periode yang dipilih. Pada output ini dibutuhkan input periode dan berdasarkan pada combo box yang telah disediakan. Periode melihat keuntungan yang ditampilkan dalam output dibagi menjadi 2 periode yaitu periode bulan dan tahun. Pada periode bulan maka program akan menampilkan data yang terjadi pada bulan awal tahun berjalan
73 94 sampai dengan bulan dimana output ini diminta. Sedangkan tahun akan menampilkan data mulai 3 tahun sebelumnya. Berdasasrkan merupakan laporan perbandingan yang diminta. Pada combo box tersebut terdapat dua pilihan, yaitu penawaran dan rencana. Penawaran akan menampilkan data penawaran, pengeluaran serta keuntungan yang terjadi pada proyek tersebut. Sedangkan rencana akan menampilkan rencana, pengeluaran, serta pembengkakan biaya yang terjadi pada proyek tersebut. Laporan Keuntungan Per Periode Periode : Berdasarkan : Bulan Penawaran Cari Bulan Penawaran Pengeluaran Keuntungan MMMMM Proyek A Proyek B MMMMM Proyek C Keluar Gambar 3.45 Desain Output Keuntungan per Periode Desain Uji Coba Desain Uji Coba pada aplikasi yang dibuat bertujuan untuk memastikan bahwa aplikasi berjalan sesuai dengan kebutuhan atau tujuan yang diharapkan. Kekurangan atau kelemahan pada aplikasi ini akan dievaluasi. Proses pengujian menggunakan black box testing yaitu aplikasi akan diuji dengan melakukan berbagai percobaan untuk memastikan bahwa aplikasi yang telah dibuat sudah sesuai dengan tujuan. Uji coba yang dilakukan antara lain:
74 95 1. Uji Coba Fungsi Aplikasi 2. Uji Coba Fungsi Perhitungan 3. Uji Coba Kompabilitas Aplikasi I. Uji Coba Fungsi Aplikasi Proses Uji Coba ini dilakukan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi dari aplikasi monitoring proyek ini telah berjalan dengan benar. Setiap fitur yang disediakan akan diuji hasilnya sesuai dengan tabel test case. Desain uji coba aplikasi adalah sebagai berikut: A. Desain Uji Coba Fitur Tambah Master Toko Fitur Tambah Master Toko merupakan fitur yang berfungsi untuk menambahkan data nama-nama toko yang dipercaya kontraktor untuk membeli bahan dan membeli atau menyewa alat yang nantinya akan digunakan dalam pelaksaaan proyek. Fitur tambah master toko dilakukan dengan menginputkan nama toko, alamat toko, dan no telp toko. Desain test case pada Fitur Tambah Master Toko dapat dilihat pada tabel Test Case ID Tabel Desain Test Case Fitur Tambah Master Toko Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Penyimpanan Data Toko Baru Input Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Mengisi nama toko, alamat toko, dan no telp Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan peringatan Menghapus semua inputan pada tambah toko Data tersimpan dan tampil pada listview
75 96 Tabel 3.38 Lanjutan Desain Test Case Fitur Tambah Master Toko Test Case ID Tujuan Input Dengan Data yang Sama Pencarian Terhadap Data Toko Edit Data Toko Input Mengisi nama dan alamat toko yang sama Memilih berdasarkan, dan menginputkan data pencarian Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data toko Output yang diharapkan Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data pencarian keluar pada listview sesuai dengan pencarian yang dilakukan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan B. Desain Uji Coba Fitur Tambah Master Bahan Fitur Tambah Master Bahan merupakan fitur dalam aplikasi untuk menambahkan data bahan yang digunakan kontraktor dalam pelaksaan pekerjaan proyek. Pada fitur ini juga terdapat fitur ubah sehingga dapat merubah harga sesuai dengan perubahan harga yang terjadi. Perubahan harga tidak mengubah semua rencana dan realisasi yang dilakukan. Desain test case pada fitur tambah master bahan dapat dilihat pada tabel 3.39.
76 97 Test Case ID Tabel 3.39 Desain Test Case Fitur Tambah Master Bahan Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Penyimpanan Data Bahan Baru Input Dengan Data yang Sama Pencarian Terhadap Data Bahan Edit Data Bahan Input Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Mengisi nama bahan, memilih nama toko, alamat toko, mengisi harga bahan dan satuan bahan Mengisi data bahan dengan nama toko dan satuan bahan yang sama Memilih berdasarkan, dan menginputkan data pencarian Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data bahan Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan peringatan Menghapus semua inputan pada tambah bahan Data tersimpan dan tampil pada listview Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data pencarian keluar pada listview sesuai dengan pencarian yang dilakukan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan C. Desain Uji Coba Fitur Tambah Master Tukang Fitur Tambah Master Tukang merupakan fitur yang digunakan untuk menambahkan data tukang yang dimiliki oleh perusahaan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan proyek sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Pada fitur ini terdapat juga fitur ubah yang memungkinkan user untuk
77 98 mengubah harga tukang apabila terjadi perubahan harga di lapangan. Desain test case pada fitur tambah master tukang dapat dilihat pada tabel Test Case ID Tabel 3.40 Desain Test Case Fitur Tambah Master Tukang Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Input Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah tukang 15 Penyimpanan Data Tukang Baru Mengisi nama tukang, alamat tukang, no telp tukang, memilih kemampuan, mengisi harga satuan, mengisi satuan tukang Data tersimpan dan tampil pada listview Input Dengan Data yang Sama Pencarian Terhadap Data Tukang Mengisi nama tukang, alamat tukang, dan satuan tukang yang sama Memilih berdasarkan, dan menginputkan data pencarian Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data pencarian keluar pada listview sesuai dengan pencarian yang dilakukan 18 Edit Data Tukang Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data tukang Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan
78 99 D. Desain Uji Coba Fitur Tambah Master Alat Fitur Tambah Master Alat merupakan fitur yang digunakan untuk menambahkan data alat yang akan digunakan dalam pelaksanaan proyek. Data alat terdiri menjadi 2 (Dua) harga yaitu harga alat dan harga operasional. Dalam fitur ini juga terdapat fitur ubah yang berguna untuk melakukan perubahan harga alat dan harga operasional sesuai dengan kondisi di lapangan. Perubahan harga yang terjadi tidak mempengaruhi rencana dan realisasi yang telah dilakukan. Desain test case pada fitur tambah master alat dapat dilihat pada tabel Test Case ID Tabel 3.41 Desain Test Case Fitur Tambah Master Alat Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Penyimpanan Data Alat Baru Input Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Mengisi nama alat, memilih nama toko, alamat toko, mengisi harga satuan alat, mengisi satuan alat, mengisi harga operasional, mengisi satuan operasional, memilih beli Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah alat Data tersimpan dan tampil pada listview
79 100 Tabel 3.41 Lanjutan Desain Test Case Fitur Tambah Master Alat Test Case ID Tujuan Input Dengan Data yang Sama Pencarian Terhadap Data Alat Edit Data Alat Input Mengisi nama alat, nama toko, dan satuan alat, dan satuan operasional yang sama Memilih berdasarkan, dan menginputkan data pencarian Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data alat Output yang diharapkan Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data pencarian keluar pada listview sesuai dengan pencarian yang dilakukan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan E. Desain Uji Coba Fitur Tambah Master Proyek Fitur Tambah Master Proyek merupakan fitur yang berfungsi menginputkan data proyek baru ke dalam database. Penambahan proyek baru dilakukan dengan cara menginputkan nama proyek, alamat proyek, nama instansi, dan perencana. Desain test case pada fitur tambah master proyek dapat dilihat pada tabel Test Case ID 25 Tabel 3.42 Desain Test Case Fitur Tambah Master Proyek Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Input Input Kosong Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan
80 101 Tabel 3.42 Lanjutan Desain Test Case Fitur Tambah Master Proyek Test Case ID 26 Tujuan Percobaan Fungsi Tombol Batal Input Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Output yang diharapkan Menghapus semua inputan pada tambah proyek 27 Penyimpanan Data Proyek Baru Mengisi nama proyek, alamat proyek, nama instansi, perencana, no surat, tanggal mulai, total hari Data tersimpan dan tampil pada listview Input Dengan Data yang Sama Pencarian Terhadap Data Proyek Mengisi nama Proyek, Alamat yang sama Memilih berdasarkan, dan menginputkan data pencarian Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data pencarian keluar pada listview sesuai dengan pencarian yang dilakukan 30 Edit Data Proyek Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data proyek Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan F. Desain Uji Coba Fitur Tambah Sub Proyek Fitur Tambah Sub Proyek merupakan fitur penambahan nama sub beserta total pekerjaan dan satuan total pekerjaan yang dilakukan oleh sub bidang pencari proyek. Total Pekerjaan dalam fitur ini akan digunakan untuk menghitung progress work yang dilakukan dalam realisasi perkembangan pekerjaan sehingga dapat diketahui apakah data realisasi sesuai dengan baseline rencana pekerjaan yang dibuat.desain test case pada fitur tambah sub pekerjaan dapat dilihat pada tabel 3.43.
81 102 Test Case ID Tabel 3.43 Desain Test Case Fitur Tambah Sub Proyek Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Input Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah sub proyek 33 Penyimpanan Data Sub Proyek Baru Memilih nama proyek, mengisi nama sub, nama pengawas, total penyelesaian, dan satuan penyelesaian Data tersimpan dan tampil pada listview Input Dengan Data yang Sama Edit Data Sub Proyek Mengisi nama sub yang sama pada proyek yang sama Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data sub proyek Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan G. Desain Uji Coba Fitur Tambah Jadwal Rencana Fitur Tambah Jadwal Rencana merupakan fitur input berdasarkan waktu rencana yang telah dibuat. Penambahan jadwal rencana tidak menggunakan tanggal sebenarnya dikarenakan tanggal pertama dari jadwal rencana adalah tanggal spk dari dinas terkait. Penambahan dilakukan dengan memilih nama proyek, nama sub, periode mulai, dan lama waktu rencana. Desain test case pada fitur tambah jadwal rencana dapat dilihat pada tabel 3.44
82 103 Test Case ID Tabel 3.44 Desain Test Case Fitur Tambah Jadwal Rencana Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Penyimpanan Data Jadwal Rencana Input Dengan Data yang Sama Input Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Memilih nama proyek, nama sub proyek, mengisi tanggal mulai, dan lama pekerjaan Mengisi tanggal yang sama pada sub proyek yang sama Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah jadwal rencana Data tersimpan dan tampil pada listview Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan 40 Edit Data Jadwal Rencana Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data jadwal rencana Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan H. Desain Uji Coba Fitur Tambah Rencana Anggaran Biaya Bahan Fitur Tambah Rencana Anggaran Biaya Bahan digunakan untuk menginputkan total kebutuhan bahan pada suatu sub pekerjaan tertentu. Tambah rencana bahan dilakukan dengan memilih nama proyek, nama sub proyek, nama bahan, nama toko, satuan bahan, dan menginputkan total kebutuhan sesuai dengan rencana anggaran biaya yang telah dibuat. desain test case pada fitur tambah rencana angaran biaya bahan dapat dilihat pada tabel 3.45.
83 104 Tabel 3.45 Desain Test Case Fitur Tambah Rencana Anggaran Biaya Bahan Test Output yang Case Tujuan Input diharapkan ID Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Penyimpanan RAB Bahan Input Dengan Data yang Sama Edit Data RAB Bahan Penghapusan Data RAB Bahan Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Memilih nama proyek, nama sub proyek, nama bahan, nama toko, satuan bahan, dan mengisi total rencana Mengisi nama bahan dengan nama toko dan satuan bahan yang telah diinput pada sub proyek yang sama Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data rab bahan Memilih data pada listview dan menekan Tombol Hapus Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah rab bahan Data tersimpan dan tampil pada listview Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan Data terhapus dan data tidak terdapat pada listview I. Desain Uji Coba Fitur Tambah Rencana Anggaran Biaya Tukang Fitur Tambah Rencana Anggaran Biaya Tukang digunakan untuk menginputkan total kebutuhan tukang pada suatu sub pekerjaan tertentu.
84 105 Tambah rencana tukang dilakukan dengan memilih nama proyek, nama sub proyek, nama tukang, alamat tukang, satuan tukang, dan menginputkan total kebutuhan sesuai dengan rencana anggaran biaya yang telah dibuat. desain test case pada fitur tambah rencana angaran biaya tukang dapat dilihat pada tabel Tabel 3.46 Desain Test Case Fitur Tambah Rencana Anggaran Biaya Tukang Test Output yang Case Tujuan Input diharapkan ID Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah rab tukang 49 Penyimpanan RAB Tukang Memilih nama proyek, nama sub proyek, nama tukang, alamat tukang, satuan tukang, dan mengisi total rencana Data tersimpan dan tampil pada listview Input Dengan Data yang Sama Edit Data RAB Tukang Mengisi nama tukang, alamat tukang dan satuan tukang yang telah diinput pada sub proyek yang sama Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data rab tukang Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan
85 106 Tabel 3.46 Lanjutan Desain Test Case Fitur Tambah Rencana Anggaran Biaya Tukang Test Case ID 52 Tujuan Penghapusan Data RAB Tukang Input Memilih data pada listview dan menekan Tombol Hapus Output yang diharapkan Data terhapus dan data tidak terdapat pada listview J. Desain Uji Coba Fitur Tambah Rencana Anggaran Biaya Alat Fitur Tambah Rencana Anggaran Biaya Alat digunakan untuk menginputkan total kebutuhan alat pada suatu sub pekerjaan tertentu. Tambah rencana alat dilakukan dengan memilih nama proyek, nama sub proyek, nama alat, nama toko, alamat toko, satuan alat, satuan operasional, dan menginputkan total kebutuhan alat sesuai dengan rencana anggaran biaya yang telah dibuat. desain test case pada fitur tambah rencana angaran biaya alat dapat dilihat pada tabel Tabel 3.47 Desain Test Case Fitur Tambah Rencana Anggaran Biaya Alat Test Output yang Case Tujuan Input diharapkan ID Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah rab alat
86 107 Tabel 3.47 Lanjutan Desain Test Case Fitur Tambah Rencana Anggaran Biaya Alat Test Case ID Tujuan Penyimpanan RAB Alat Input Dengan Data yang Sama Edit Data RAB Alat Penghapusan Data RAB Alat Input Memilih nama proyek, nama sub proyek, nama alat, nama toko, alamat toko, satuan alat, satuan operasional, mengisi total rencana, dan total operasional Mengisi nama Alat, nama toko dan satuan alat, dan satuan operasional yang telah diinput pada sub proyek yang sama Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data rab alat Memilih data pada listview dan menekan Tombol Hapus Output yang diharapkan Data tersimpan dan tampil pada listview Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan Data terhapus dan data tidak terdapat pada listview K. Desain Uji Coba Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Bahan Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Bahan digunakan untuk menginputkan total kebutuhan bahan pada suatu sub pekerjaan tertentu. Tambah rencana bahan dilakukan dengan memilih nama proyek, nama sub proyek, nama bahan, nama toko, satuan bahan, dan menginputkan total
87 108 kebutuhan sesuai dengan rencana anggaran pelaksanaan yang telah dibuat. desain test case pada fitur tambah rencana angaran pelaksanaan bahan dapat dilihat pada tabel Tabel 3.48 Desain Test Case Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Bahan Test Case ID Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Penyimpanan RAP Bahan Input Dengan Data yang Sama Edit Data RAP Bahan Penghapusan Data RAP Bahan Input Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Memilih nama proyek, nama sub proyek, nama bahan, nama toko, satuan bahan, dan mengisi total rencana Mengisi nama bahan dengan nama toko dan satuan bahan yang telah diinput pada sub proyek yang sama Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data rap bahan Memilih data pada listview dan menekan Tombol Hapus Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah rap bahan Data tersimpan dan tampil pada listview Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan Data terhapus dan data tidak terdapat pada listview
88 109 L. Desain uji Coba Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Tukang Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Tukang digunakan untuk menginputkan total kebutuhan tukang pada suatu sub pekerjaan tertentu. Tambah rencana tukang dilakukan dengan memilih nama proyek, nama sub proyek, nama tukang, alamat tukang, satuan tukang, dan menginputkan total kebutuhan sesuai dengan rencana anggaran pelaksanaan yang telah dibuat. desain test case pada fitur tambah rencana angaran pelaksanaan tukang dapat dilihat pada tabel Tabel 3.49 Desain Test Case Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Tukang Test Case ID Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Input Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah rap tukang 67 Penyimpanan RAP Tukang Memilih nama proyek, nama sub proyek, nama tukang, alamat tukang, satuan tukang, dan mengisi total rencana Data tersimpan dan tampil pada listview 68 Input Dengan Data yang Sama Mengisi nama tukang, alamat tukang dan satuan tukang yang telah diinput pada sub proyek yang sama Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan
89 110 Tabel 3.49 Lanjutan Desain Test Case Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Tukang Test Case ID Tujuan Edit Data RAP Tukang Penghapusan Data RAP Tukang Input Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data rap tukang Memilih data pada listview dan menekan Tombol Hapus Output yang diharapkan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan Data terhapus dan data tidak terdapat pada listview M. Desain Uji Coba Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Alat Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Alat digunakan untuk menginputkan total kebutuhan alat pada suatu sub pekerjaan tertentu. Tambah rencana alat dilakukan dengan memilih nama proyek, nama sub proyek, nama alat, nama toko, alamat toko, satuan alat, satuan operasional, dan menginputkan total kebutuhan alat sesuai dengan rencana anggaran pelaksanaan yang telah dibuat. desain test case pada fitur tambah rencana angaran pelaksanaan alat dapat dilihat pada tabel Tabel 3.50 Desain Test Case Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Alat Test Output yang Case Tujuan Input diharapkan ID Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah rap alat
90 111 Tabel 3.50 Lanjutan Desain Test Case Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Alat Test Case ID Tujuan Penyimpanan RAP Alat Input Dengan Data yang Sama Edit Data RAP Alat Penghapusan Data RAP Alat Input Memilih nama proyek, nama sub proyek, nama alat, nama toko, alamat toko, satuan alat, satuan operasional, mengisi total rencana, dan total operasional Mengisi nama bahan dengan nama toko dan satuan bahan yang telah diinput pada sub proyek yang sama Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data rab alat Memilih data pada listview dan menekan Tombol Hapus Output yang diharapkan Data tersimpan dan tampil pada listview Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan Data terhapus dan data tidak terdapat pada listview N. Desain Uji Coba Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Lain Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Lain merupakan input rencana yang tidak termasuk bahan, tukang, dan alat. Input ini dilakukan dengan cara menginputkan nama rencana, harga satuan, jumlah kebutuhan, dan satuan rencana. Desain test case tambah rencana anggaran pelaksanaan lain dapat dilihat pada tabel 3.51.
91 112 Tabel 3.51 Desain Test Case Fitur Tambah Rencana Anggaran Pelaksanaan Lain Test Output yang Case Tujuan Input diharapkan ID Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Penyimpanan RAP Lain Input Dengan Data yang Sama Edit Data RAP Lain Penghapusan Data RAP Lain Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Memilih nama proyek, nama sub proyek, mengisi nama kebutuhan, jumlah kebutuhan, satuan kebutuhan, dan harga satuan Mengisi nama realisasi yang sama pada sub proyek yang sama Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data rab lain Memilih data pada listview dan menekan Tombol Hapus Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah rap lain Data tersimpan dan tampil pada listview Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan Data terhapus dan data tidak terdapat pada listview O. Desain Uji Coba Fitur Tambah Perkembangan Proyek Fitur tambah perkembangan proyek berfungsi untuk menginputkan total penyelesaiaan pekerjaan lapangan yang digunakan untuk menghitung presentase progress work. Input ini dilakukan dengan memilih nama proyek,
92 113 nama sub proyek, dan menginputkan total penyelesaian di lapangan. Desain test case pada input perkembangan proyek dapat dilihat pada tabel Tabel 3.52 Desain Test Case Fitur Tambah Perkembangan Proyek Test Case ID Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Penyimpanan Perkembangan Proyek Input Input Kosong Memilih nama proyek, memilih tanggal realisasi, memilih sub proyek, mengisi total penyelesaian Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Data tersimpan dan tampil pada listview P. Desain Uji Coba Fitur Tambah Realisasi Bahan Tambah Realisasi Bahan merupakan fitur yang berfungsi untuk menyimpan data penggunaan bahan di dalam suatu sub proyek ke dalam database menggunakan aplikasi. Penambahan realisasi bahan dilakukan dengan cara memilih nama proyek, nama sub proyek, tanggal realisasi, nama bahan, nama toko, satuan bahan, dan menginputkan total penggunaan bahan pada hari tersebut. Desain uji coba pada fitur tambah realisasi bahan dapat dilihat pada tabel Test Case ID Tabel 3.53 Desain Test Case Fitur Tambah Realisasi Bahan 85 Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Input Input Kosong Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan
93 114 Tabel 3.53 Lanjutan Desain Test Case Fitur Tambah Realisasi Bahan Test Output yang Case Tujuan Input diharapkan ID Percobaan Fungsi Tombol Batal Penyimpanan Realisasi Bahan Input Dengan Data yang Sama Edit Data Realisasi Bahan Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Memilih nama proyek, nama sub proyek, nama bahan, nama toko, satuan bahan, dan mengisi total Realisasi Mengisi nama bahan dengan nama toko dan satuan bahan yang telah diinput pada sub proyek yang sama Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data realisasi bahan Menghapus semua inputan pada tambah realisasi bahan Data tersimpan dan tampil pada listview Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan 90 Penghapusan Data Realisasi Bahan Memilih data pada listview dan menekan Tombol Hapus Data terhapus dan data tidak terdapat pada listview Q. Desain Uji Coba Fitur Tambah Realisasi Tukang Tambah Realisasi Tukang merupakan fitur yang berfungsi untuk menyimpan penggunaan tukang pada suatu sub proyek. Fitur tambah realisasi tukang dilakukan dengan cara memilih nama proyek, nama sub proyek, tangal realisasi, nama tukang, alamat tukang, satuan tukang, dan jumlah penggunaan
94 115 tukang. Desain test case pada fitur tambah realisasi tukang dapat dilihat pada tabel Test Case ID Tabel 3.54 Desain Test Case Fitur Tambah Realisasi Tukang Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Input Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah realisasi tukang 93 Penyimpanan Realisasi Tukang Memilih nama proyek, nama sub proyek, nama tukang, alamat tukang, satuan tukang, dan mengisi total realisasi Data tersimpan dan tampil pada listview 94 Input Dengan Data yang Sama Mengisi nama tukang, alamat tukang dan satuan tukang yang telah diinput pada sub proyek yang sama Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan 95 Edit Data Realisasi Tukang Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data realisasi tukang Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan 96 Penghapusan Data Realisasi Tukang Memilih data pada listview dan menekan Tombol Hapus Data terhapus dan data tidak terdapat pada listview
95 116 R. Desain Uji Coba Fitur Tambah Realisasi Alat Fitur Tambah Realisasi Alat merupakan fitur yang digunakan untuk menyimpan pembelian atau persewaan alat dan menyimpan data biaya operasional penggunaan alat di lapangan. Fitur tambah realisasi alat dilakukan dengan cara memilih nama proyek, nama sub proyek, tanggal realisasi, nama alat, nama toko, alamat toko, satuan alat, satuan operasional alat dan total penggunaan alat Test Case ID Tabel 3.55 Desain Test Case Fitur Tambah Realisasi Alat Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Input Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah realisasi alat 99 Penyimpanan Realisasi Alat Memilih nama proyek, nama sub proyek, nama alat, nama toko, alamat toko, satuan alat, satuan operasional, mengisi total realisasi, dan total operasional Data tersimpan dan tampil pada listview 100 Input Dengan Data yang Sama Mengisi nama bahan dengan nama toko dan satuan bahan yang telah diinput pada sub proyek yang sama Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan
96 117 Tabel 3.55 Lanjutan Desain Test Case Fitur Tambah Realisasi Alat Test Case ID Tujuan Edit Data Realisasi Alat Penghapusan Data Realisasi Alat Input Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data realisasi alat Memilih data pada listview dan menekan Tombol Hapus Output yang diharapkan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan Data terhapus dan data tidak terdapat pada listview S. Desain Uji Coba Fitur Tambah Realisasi Lain Fitur Tambah Realisasi Lain merupakan fitur yang berfungsi untuk menyimpan data pengeluaran di luar penggunaan bahan, tukang, dan alat. Fitur ini dilakukan dengan memilih nama proyek, nama sub proyek, dan menginputkan nama rencana, harga satuan rencana, jumlah pemakaian rencana, dan satuan rencana. Desain test case pada fitur tambah realisasi lain dapat dilihat pada tabel Test Case ID Tabel 3.56 Desain Test Case Fitur Tambah Realisasi Lain Tujuan Verivikasi terhadap inputan kosong Percobaan Fungsi Tombol Batal Input Input Kosong Mengisi semua inputan dan menekan tombol batal Output yang diharapkan Tidak menyimpan data dan mengeluarkan error provider sebagai peringatan Menghapus semua inputan pada tambah realisasi lain
97 118 Tabel 3.56 Lanjutan Desain Test Case Fitur Tambah Realisasi Lain Test Case ID Tujuan Penyimpanan Realisasi Lain Input Dengan Data yang Sama Edit Data Realisasi Lain Penghapusan Data Realisasi Lain Input Memilih nama proyek, nama sub proyek, mengisi nama kebutuhan, jumlah kebutuhan, satuan kebutuhan, dan harga satuan Mengisi nama realisasi yang sama pada sub proyek yang sama Memilih data pada listview dan merubah data pada salah satu data realisasi lain Memilih data pada listview dan menekan Tombol Hapus Output yang diharapkan Data tersimpan dan tampil pada listview Menampilkan peringatan dan tidak tersimpan Data tersimpan dan perubahan tampil pada listview sesuai dengan perubahan yang dilakukan Data terhapus dan data tidak terdapat pada listview II. Uji Coba Fungsi Perhitungan Dalam desain uji coba kesesuaian hasil perhitungan akan diberikan contoh kasus perhitungan perhitungan monitoring dengan menggunakan metode Earned Value, yaitu menghitung BCWS, BCWP, ACWP, PV, EV,AC, SV, CV, SPI, CPI, EAS, dan EAC. A. Desain Uji Coba Ouput Data Rencana Anggaran Biaya Output Data RAB merupakan rekapitulasi input rencana anggaran biaya pada setiap sumber daya dan sub proyek pekerjaan. Laporan ini berguna
98 119 untuk melihat total kebutuhan rencana dengan keadaan realisasi di lapangan serta membantu dalam membuat kebijakan apabila terdapat perubahan rencana. Desain test case pada laporan ini dapat dilihat pada tabel. Contoh output pada laporan ini dapat dilihat pada tabel Test Case ID Tabel 3.57 Desain Test Case Output Rencana Anggaran Biaya 109 Tujuan Menampilkan Data Rekap RAB Input Memilih nama proyek Output yang diharapkan Data RAB keluar dan sesuai dengan perhitungan B. Desain Uji Coba Output Data Rencana Anggaran Pelaksanaan Output Data RAP merupakan rekapitulasi input rencana anggaran pelaksanaan pada setiap sumber daya dan sub proyek pekerjaan. Laporan ini berguna untuk melihat total kebutuhan rencana dengan keadaan realisasi di lapangan serta membantu dalam membuat kebijakan apabila terdapat perubahan rencana. Desain test case pada laporan ini dapat dilihat pada tabel. Contoh output pada laporan ini dapat dilihat pada tabel Tabel 3.58 Desain Test Case Output Rencana Anggaran Pelaksanaan Test Output yang Case Tujuan Input diharapkan ID 110 Menampilkan Data Rekap RAP Memilih nama proyek Data RAP keluar dan sesuai dengan perhitungan C. Desain Uji Coba Output Data Perbandingan Output Data Realisasi merupakan rekapitulasi penggunaan sumber daya di dalam pekerjaan proyek berdasarkan data proyek, dan data sub proyek. Laporan ini berguna untuk membantu pemimpin proyek dalam menaganalisa
99 120 kerugian yang terjadi di lapanagan pada suatu pekerjaan proyek. Desain test case pada laporan ini dapat dilihat pada tabel. Contoh Output pada laporan ini dapat dilihat pada tabel Test Case ID 111 Tabel 3.59 Desain Test Case Output Data Perbandingan Tujuan Menampilkan Data Perbandingan Input Memilih nama proyek, jenis periode, dan periode Output yang diharapkan Data Realisasi keluar dan sesuai dengan perhitungan D. Desain Uji Coba Output Kemajuan Proyek Output Kemajuan Proyek merupakan data berisi kemajuan proyek dalam sebuah proyek berdasarkan pada input total perkembangan pekerjaan yang dibedakan berdasarkan sub pekerjaan proyek yang dilakukan. Laporan ini digunakan untuk pimpinan proyek dalam memonitoring perkembangan pekerjaan proyek. Desain test case pada output kemajuan proyek dapat dilihat pada tabel Test Case ID 112 Tabel 3.60 Desain Test Case Output Kemajuan Proyek Tujuan Menampilkan Gambar Kemajuan Proyek Input Memilih nama proyek Output yang diharapkan Data Kemajuan Proyek keluar dan data sesuai E. Desain Uji Coba Laporan Monitoring Output Laporan Monitoring adalah informasi perhitungan menggunakan metode earned value yang digunakan untuk melakukan monitoring pada
100 121 proyek yang sedang dilakukan. Perhitungan dilakukan sampai dengan periode pelaporan informasi monitoring. Pada laporan ini terdapat tabel rekapitulasi perencanaan, Budgeting Cost of Work Schedule(BCWS) pada setiap periode, Budegeting Cost of Work Performance (BCWP), Actual Cost of Work Performance (ACWP) yang merupakan perhitungan yang didapat dari Rekapitulasi data RAP dan realisasi dan juga data rencana jadwal dan data kemajuan realisasi. Desain test case perhitungan BCWS, BCWP dan ACWP dapat dilihat pada tabel Tabel 3.61 Desain Test Case Output BCWS, BCWP, dan ACWP Test Case ID 113 Tujuan Menampilkan Hasil BCWS, BCWP, ACWP, PV, EV, dan AC Input Memilih nama proyek dan periode monitoring Output yang diharapkan Data sesuai dengan perhitungan Setelah Perhitungan BCWS, BCWP, dan ACWP maka dilanjutkan perhitungan Schedule Varians (SV) dan Cost Varians (CV) yang digunakan untuk melihat keterlambatan atau percepatan jadwal pelaksanaan dan keuntungan atau kerugian biaya pada suatu proyek yang dilakukan. Rumus Perhitungan SV dan CV dapat dilihat pada tabel. Keterangan SV dan CV pada hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel. Desain test case perhitungan SV dan CV dapat dilihat pada tabel 3.62.
101 122 Test Case ID 114 Tabel 3.62 Desain Test Case Perhitungan SV dan CV Tujuan Menampilkan Hasil SV dan CV Input Memilih nama proyek dan periode monitoring Output yang diharapkan Data sesuai dengan perhitungan Dalam melihat tren perubahan yang terjadi, pimpinan lebih mudah menganalisis perubahan yang terjadi dengan menggunakan indeks. maka diperlukan sebuah perhitungan untuk mengukur Schedule Performance Indeks (SPI) dan Cost Performance Indeks (CPI) berdasarkan periode tertentu. Rumus pencarian SPI dan CPI dapat dilihat pada tabel. Keterangan SPI dan CPI dapat dilihat pada tabel Desain test case perhitungan SPI dan CPI dapat dilihat pada tabel Test Case ID 115 Tabel 3.63 Rumus Perhitungan SPI dan CPI Tujuan Menampilkan Hasil SPI dan CPI Input Memilih nama proyek dan periode monitoring Output yang diharapkan Data sesuai dengan perhitungan Untuk mengambil sebuah keputusan diperlukan estimasi biaya dan waktu yang diperlukan hingga proyek berakhir sehingga pimpinan proyek dapat mengetahui apakah keterlambatan dan kerugian masih dalam batas toleransi atau tidak. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan Desain test case perhitungan EAS dan EAC dapat dilihat pada tabel 3.64.
102 123 Test Case ID 116 Tabel 3.64 Desain Test Case Perhitungan EAS dan EAC Tujuan Menampilkan Data EAS dan EAC Input Memilih nama proyek dan periode monitoring Output yang diharapkan Data sesuai dengan perhitungan Berdasarkan data-data tersebut pimpinan proyek dapat melakukan monitoring perkembangan yang terjadi pada sebuah proyek yang sedang berjalan dan dapat melihat informasi yang diperlukan apabila diperlukan terjadi tindakan pengendalian atau tidak. F. Desain Uji Coba Output Kurva S Output Kurva S merupakan output yang berasal dari perhitungan PV, EV, dan AC yang berasal dari laporan monitoring. Dengan adanya kurva ini diharapkan pimpinan dapat lebih mudah menganalisa perubahan biaya dan waktu dalam sebuah proyek yang sedang berlangsung. Desain test case pada pada Output Kurva S dapat dilihat pada tabel Test Case ID 117 Tabel 3.65 Desain Test Case Output Kurva S Tujuan Menampilkan Kurva S Input Memilih Nama Proyek Output yang diharapkan Kurva sesuai dengan perhitungan PV, EV, dan AC G. Desain Uji Coba Output Kurva SPI dan CPI Output Kurva SPI dan CPi merupakan output yang berasal dari perhitungan SPI dan CPI yang berasal dari laporan monitoring. Dengan adanya kurva ini diharapkan pimpinan dapat lebih mudah menganalisa tren
103 124 perubahan biaya dan waktu berdasarkan rencana baseline dan realisasi dalam sebuah proyek yang sedang berlangsung. Desain test case pada pada Output Kurva SPI dan CPI dapat dilihat pada tabel Test Case ID 117 Tabel 3.66 Desain Test Case Output Kurva SPI dan CPI Tujuan Menampilkan Kurva SPI dan CPI Input Memilih Nama Proyek Output yang diharapkan Kurva sesuai dengan perhitungan SPI dan CPI H. Desain Uji Coba Laporan Akhir Proyek Laporan Akhir proyek merupakan data yang nantinya akan digunakan untuk perbandingan dalam rapat evaluasi yang dilakukan pada akhir proyek. Untuk melakukan percobaan terhadap laporan ini diperlukan data proyek sampai dengan terselesaikanya proyek. Dalam laporan akhir menampilkan data informasi proyek secara umum serta keuntungan atau kerugian dalam sebuah proyek yang telah dilakukan. Rumus perhitungan keuntungan atau kerugian pada laporan akhir proyek dapat dilihat pada tabel Desain test case pada laporan akhir proyek dapat dilihat pada tabel Tabel 3.67 Rumus Perhitungan Keuntungan dan Penyimpangan Perhitungan Laporan Akhir Proyek Penyimpangan = Rencana Total Realisasi Proyek Keuntungan = Penawaran Total Realisasi Proyek Test Case ID 118 Tabel 3.68 Desain Test Case Laporan Akhir Proyek Tujuan Menampilkan data proyek dan hasil keuntungan proyek Input Memilih Nama Proyek Output yang diharapkan Data dan hasil perhitungan sesuai
104 125 III. Uji Coba Kompabilitas Aplikasi Proses uji coba ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kompatibilitas aplikasi. Uji coba ini akan dilakukan dengan menjalankan aplikasi ini pada komputer CV Putra Jaya dan database server Rancang Bangun Aplikasi Monitoring Proyek dengan menggunakan metode Earned Value yang digunakan. Desain test case dari pengujian ini dapat dilihat pada tabel Test Case ID 119 Tabel 3.69 Desain Test Case Kompabilitas Aplikasi Tujuan Mencoba pada komputer CV Putra Jaya Input Mencoba pada komputer CV Putra Jaya Output yang diharapkan Seluruh fungsi aplikasi berjalan
BAB II LANDASAN TEORI
6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Definisi sistem secara umum adalah kumpulan dari bagian-bagian yang bekerja sama atau sekumpulan objek yang saling berinteraksi dirancang untuk mencapai suatu
BAB III METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Objek Penelitian Jenis Data Metode Pengumpulan Data Primer dan
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i HALAMAN PERSEMBAHAN... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR TABEL... viii DAFTAR RUMUS... ix DAFTAR LAMPIRAN... x ABSTRACT... xi INTISARI...xxi BAB I PENDAHULUAN...1
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERSETUJUAN KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR NOTASI DAN ISTILAH ABSTRAK
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i LEMBAR PENGESAHAN ii LEMBAR PERSETUJUAN iii MOTTO iv KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI viii DAFTAR TABEL xii DAFTAR GAMBAR xiii DAFTAR NOTASI DAN ISTILAH xiv ABSTRAK xv ABSTRACT xvi
3.2.1 Prosedur Pembuatan Progres Biaya dan Waktu Proyek yang. Adapun prosedur pembuatan progres biaya dan waktu untuk
30 3.2 Analisis sistem yang Sedang Berjalan 3.2.1 Prosedur Pembuatan Progres Biaya dan Waktu Proyek yang Sedang Berjalan Adapun prosedur pembuatan progres biaya dan waktu untuk mengendalikan sebuah proyek
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bagan Alur (Flowchart) Metode Penelitian Bagan alur (flowchart) metode penelitian proses pembuatan Sistem Informasi Pengendalian Proyek, dengan Menggunakan Analisa Nilai Hasil
BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1. Analisis Data Dalam bab pembahasan akan dijelaskan secara rinci mengenai langkah-langkah dalam menyelesaikan tugas akhir ini yang meliputi perhitungan konsep nilai
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. berupa data data hasil wawancara, observasi, analisis masalah.
25 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis sistem Tahap ini merupakan tahap awal dalam pembuatan aplikasi dimulai dari tahap perencanaan yang membahas mengenai proses pengumpulan informasi
DAFTAR ISI. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Penerapan Earned Value Management Stabilitas CPI Sifat Proyek...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR SINGKATAN... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... INTISARI... ABSTRACT... i
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1. Analisis Sistem Dalam pengembangan teknologi informasi ini dibutuhkan analisa dan perancangan sistem. Sistem tersebut diharapkan mampu membantu PT. Sumatraco Langgeng Makmur
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. 2. Analisa permasalahan dan perancangan sistem
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Dalam penyelesaian tugas akhir ini, mengikuti beberapa tahap SHPS yang terdiri atas: 1. Identifikasi masalah 2. Analisa permasalahan dan perancangan sistem 3. Pengembangan
BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN
BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN Kerja Praktik ini dilakukan selama 160 jam dengan pembagian waktu dalam satu minggu, 8 jam sebanyak 20 kali. Dalam kerja Praktik ini, diharuskan menemukan permasalahan yang ada,
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. Berdasarkan hasil wawancara di perusahaan tersebut terdapat
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Analisis Permasalahan Berdasarkan hasil wawancara di perusahaan tersebut terdapat berbagai masalah terkait proses penggajian karyawan. Berbagai masalah yang ada di perusahaan
ZHAFIRA HADYAN
ZHAFIRA HADYAN 3108 100 017 Proyek Pembangunan Tempat pengolahan Besi PT. Master Steel Manufactory dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2011 sampai dengan 31 Juli 2012. Setiap proyek perlu dilakukan tindakan
Kata kunci: earned value, kinerja, pelaporan, pengendalian
ABSTRAK Wilayah Badung Selatan merupakan pusat pengembangan pariwisata di Kabupaten Badung. Seiring dengan perkembangan pariwisata, maka kebutuhan terhadap air bersih pun akan semakin meningkat. Untuk
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Analisis Sistem 1. Permasalahan yang timbul
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Analisis Sistem Analis sistem (system analysis) dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian atau komponenkomponen dengan maksud
BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. perangkat keras, perangkat lunak, dan pengguna. Analisis ini diperlukan sebagai
BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahanpermasalahan yang ada pada sistem dimana aplikasi dibangun yang meliputi perangkat keras,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
DAFTAR ISI ABSTRAK... UCAPAN TERIMAKASIH... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR NOTASI... i ii iii iv v vi BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 3 1.3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (resource) yang ada. Yang dimaksud dengan sumber daya (resource) di sini
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 DEFINISI MANAJEMEN PROYEK Pengertian sederhana dari manajemen proyek adalah proses dalam pencapaian suatu tujuan yang telah disepakati dan dibatasi dengan waktu dan sumber daya
EARNED VALUE ANALYSIS TERHADAP BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Proyek Pembangunan Sarana/Prasarana Pengamanan Pantai)
EARNED VALUE ANALYSIS TERHADAP BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Proyek Pembangunan Sarana/Prasarana Pengamanan Pantai) Indri Meliasari 1, M. Indrayadi 2, Lusiana 2 Abstrak Perencanaan
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. Berdasarkan hasil survey, wawancara dan pengamatan yang dilakukan di
26 BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Analisis Sistem Berdasarkan hasil survey, wawancara dan pengamatan yang dilakukan di bagian Bendahara KONTAN Sumber Manis, maka didapatkan proses-proses yang terjadi dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 TAHAPAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1.1 Diagram Alir Tahapan Penulisan Tugas Akhir MULAI Survei Literatur Identifikasi Masalah Studi Pustaka Pengumpulan Data b. Jadwal Pelaksanaan
BAB 4 DESKRIPSI PEKERJAAN. tersebut kedalam laporan perilaku siswa selama 1 hari, 1 bulan, dan 1 tahun.
1 BAB 4 DESKRIPSI PEKERJAAN Dalam merancang, membangun dan mengimplementasikan aplikasi yang dibuat dengan aplikasi sistem informasi pencatatan perilaku siswa menjadi satu kesatuan yang utuh, maka terdapat
PENGGUNAAN METODE EARNED VALUE UNTUK MENGANALISA KINERJA BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL HOLIDAY INN EXPRESS SURABAYA
1 PENGGUNAAN METODE EARNED VALUE UNTUK MENGANALISA KINERJA BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL HOLIDAY INN EXPRESS SURABAYA Reza Rifaldi, Farida Rachmawati Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik
PELAKSANAAN PROYEK DENGAN METODE GEDUNG PM3 PT. ADIPRIMA SURAPRINTA GRESIK OLEH : ARIFIAN SYAH PUTRA
ANALISA KINERJA BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK DENGAN METODE EARNED VALUE PADA GEDUNG PM3 PT. ADIPRIMA SURAPRINTA GRESIK OLEH : ARIFIAN SYAH PUTRA 3109.106.059 BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1. Gedung
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. dan pencatatan kasus Perselisihan Hubungan Industrial (PHI).
30 4.1 Observasi BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Melakukan survey dan wawancara secara langsung di Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya. Wawancara dilakukan
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK. satu usaha yang didirikan adalah Surya Mart. Saat ini Surya Mart masih
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK PT. Layindo Surya Gemilang adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang perdagangan umum dan jasa. Perusahaan ini memiliki beberapa lingkup usaha meliputi kafe, franchise
BAB IV ANALISA DAN DESAIN
26 BAB IV ANALISA DAN DESAIN 4.1 Identifikasi Masalah Sebelum proses analisa dilakukan, tahapan yang terlebih dahulu dilakukan adalah identifikasi permasalahan yang terdiri dari survey, wawancara kepada
PENGENDALIAN PROYEK (Pengendalian Proyek-2 : CPI & SPI)
PENGENDALIAN PROYEK (Pengendalian Proyek-2 : CPI & SPI) Pertemuan ke-10 Dosen: Ir. Bambang Herumanta, M.T. / Suwardo, S.T., M.T., Ph.D. UNIVERSITAS GADJAH MADA SEKOLAH VOKASI PROGRAM DIPLOMA TEKNIK SIPIL
Kata kunci: Evaluasi Proyek, Konsep Nilai Hasil, ACWP, BCWS, BCWP
ABSTRAK Adanya pembangunan konstruksi yang tidak sesuai dengan rencana, maka pelaksanaan dari proyek konstruksi perlu mendapat perhatian. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu metode yang dapat
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PROYEK DENGAN METODE EARNED VALUE MANAGEMENT (EVM) ZUL FADLI
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PROYEK DENGAN METODE EARNED VALUE MANAGEMENT (EVM) ZUL FADLI 3110 106 054 Dosen Pembimbing : YUSRONIYA EKA PUTRI R.W, ST. MT. TRIJOKO WAHYU ADI, ST. MT. PhD PENDAHULUAN
ALEX SATRYA MAULANA ( )
Disusun Oleh : ALEX SATRYA MAULANA (3109.106.046) JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT SEPULUH NOPEMBER TAHUN 2011 I.1 Latar Belakang 1. Semakin besar dan rumitnya perkembangan
BAB V ANALISIS, HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V ANALISIS, HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 GAMBARAN UMUM PROYEK Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja diperlukan adanya sarana dan prasarana yang memadai. Untuk ini telah telah diupayakan
DESKRIPSI PEKERJAAN. Pada proses penyusunan laporan kerja praktik peneliti melakukan
DESKRIPSI PEKERJAAN Pada proses penyusunan laporan kerja praktik peneliti melakukan proses penghimpunan data yang akan digunakan sebagai dasar kebutuhan sistem pelayanan pengelolaan obat. Penghimpunan
DISKRIPSI PEKERJAAN. tahapan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut.
32 BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN 4.1. Metode Penelitian Dalam penyelesaian laporan kerja praktik ini dilakukan beberapa tahapan penelitian sebagai penunjang dalam pembuatan laporan kerja praktik. Beberapa
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 4.1 Identifikasi Masalah Dalam menyelesaikan masalah pada CV. Jinako Karya sehingga dapat diketahui aplikasi pendukung yang dapat mengatasi permasalahan yang ada adalah yang
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Kinerja Proyek Menurut Cleland (1995), standar kinerja diperlukan untuk melakukan tindakan pengendalian terhadap penggunaan sumber daya yang ada dalam suatu proyek. Hal ini
ANALISIS PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE KONSEP NILAI HASIL PADA PROYEK PEMBANGUNAN PASAR PRAMBANAN KABUPATEN SLEMAN ABSTRAK
ANALISIS PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE KONSEP NILAI HASIL PADA PROYEK PEMBANGUNAN PASAR PRAMBANAN KABUPATEN SLEMAN Hasta Mufti Satriawan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jurusan Teknik
Metode Earned Value untuk Analisa Kinerja Biaya dan Waktu Pelaksanaan pada Proyek Pembangunan Condotel De Vasa Surabaya
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) Metode Earned Value untuk Analisa Kinerja Biaya dan Waktu Pelaksanaan pada Proyek Pembangunan Condotel De Vasa Surabaya Muhammad
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Dalam bab ini akan dijelaskan analisis dan perancangan sistem dalam pembuatan Rancang Bangun Sistem Informasi Pencatatan Transaksi Keuangan Pada Klinik Graha Amani
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. data, selanjutnya melakukan tahapan sebagai berikut: menyajikan suatu rancangan langkah kerja dari sistem yang baru.
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Pada proses penyusunan laporan kerja praktik peneliti melakukan proses penghimpunan data yang akan digunakan sebagai dasar kebutuhan sistem penjualan bahan kimia. Penghimpunan
Perancangan Sistem Informasi Pengendalian Proyek dengan Metode Earned Value Management (EVM)
1 Perancangan Sistem Informasi Pengendalian Proyek dengan Metode Earned Value Management (EVM) Zul Fadli, Yusroniya Eka Putri R.W, ST., MT dan Trijoko Wahyu Adi, ST., MT., PhD Jurusan Teknik Sipil, Fakultas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Proyek Dan Manajemen Proyek Proyek adalah rangkaian kegiatan yang dimulai dari perencanaan, dan dilaksanakan sampai benar-benar memberikan hasil atau keluaran-keluaran
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisa Permasalahan Pada transaksi administrasi pendaftaran pasien di RSUD Dr.Soewandhie dilakukan setiap hari sesuai dengan banyaknya proses pelayanan pasien.
BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN. UPT. Taman Budaya Jawa Timur, secara garis besar permasalahan pada
BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN Berdasarkan hasil survey yang dilakukan saat Kerja Praktik di UPT. Taman Budaya Jawa Timur, secara garis besar permasalahan pada penyewaan gedung UPT. Taman Budaya Jawa Timur
BAB III METODOLOGI 3.1 Rancangan Penelitian
25 BAB III METODOLOGI Untuk mencapai hasil yang optimal dari tujuan dan sasaran didalam analisa ini, maka perlu diterapkan suatu pendekatan penanganan yang tepat dan realistis. Dalam hal ini adanya proses
CONTROLLING IDENTIFIKASI VARIANS
CONTROLLING Ada dua macam teknik dan metode untuk pengendalian biaya dan jadual yaitu : 1. Identifikasi varians 2. Konsep nilai hasil (Earned Value Concept) IDENTIFIKASI VARIANS Identifikasi varians digunakan
BAB IV DESKRIPSI SISTEM
BAB IV DESKRIPSI SISTEM 4.1 Analisis Sistem Analisis sistem adalah langkah pertama untuk membuat suatu sistem baru. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan wawancara, dengan tujuan untuk mendapatkan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. diambil pada bagian administrasi PT TAMBANGAN RAYA PERMAI. Selain
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini dijelaskan mengenai analisis dari permasalahan yang diambil pada bagian administrasi PT TAMBANGAN RAYA PERMAI. Selain itu, bab ini juga merancangan
YOGYAKARTA NPM :10 02
ANALISIS TINGKAT EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE NILAI HASIL PADAA PENGENDALIAN PROYEK KONSTRUKSI DI YOGYAKARTA Tugas Akhir Oleh : PUTRI MONICA SARI NPM :10 02 13506 PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
ANALISIS PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE KONSEP NILAI HASIL PADA PROYEK PEMBANGUNAN RESERVOIR II ANGGUNGAN DI MENGWI BADUNG
ANALISIS PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE KONSEP NILAI HASIL PADA PROYEK PEMBANGUNAN RESERVOIR II ANGGUNGAN DI MENGWI BADUNG TUGAS AKHIR Oleh : I Gusti Nyoman Suta Gunarta NIM : 1104105098 JURUSAN
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. informasi dalam membuat Aplikasi Pemeliharaan Sarana (Pengadaan).
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Prosedur Kerja Praktek Dalam pengumpulan data sebagai bahan penyusunan laporan dan penyelesaian masalah dalam kerja praktek ini, dilakukan dengan magang selama kurang lebih
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PROYEK DENGANN METODE KONSEP NILAI HASIL (Studi Kasus: Proyek Pembangunan The Royal Bukit)
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PROYEK DENGANN METODE KONSEP NILAI HASIL (Studi Kasus: Proyek Pembangunan The Royal Bukit) TUGAS AKHIR Oleh : A.A.Wira Adi Kusuma NIM: 1104105096 JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini dilakukan pada sebuah proyek Rehabilitasi Sedang/Berat Rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Brebes yang dikerjakan oleh CV. X sebagai kontraktor
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. identifikasi masalah. Adapun penjelasannya sebagai berikut: beberapa cara yang telah dilakukan, antara lain:
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 4.1 Analisa Sistem Pada tahap ini penulis melakukan 2 langkah, yaitu prosedur penelitian dan identifikasi masalah. Adapun penjelasannya sebagai berikut: 4.2 Prosedur Penelitian
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Tahap analisis dan perancangan sistem merupakan tahap yang menjabarkan dalam perencanaan sistem yang digunakan untuk membuat aplikasi penjadwalan proyek pada PT.
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Tahap identifikasi dan analisis dilakukan untuk memahami permasalahan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Identifikasi dan Analisis Sistem Tahap identifikasi dan analisis dilakukan untuk memahami permasalahan yang dibahas pada suatu instansi. Pada latar belakang
Spektrum Sipil, ISSN Vol. 2, No. 2 : , September 2015
Spektrum Sipil, ISSN 1858-4896 125 Vol. 2, No. 2 : 125-136, September 2015 PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG J (IRMA UTAMA) RSU PROVINSI NTB MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE Cost
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. pengumpulan data, identifikasi masalah, dan rancangan penelitian. keuangan, dan penyimpanan data transaksi.
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Pada proses ini terdapat beberapa tahap yang telah dilalui yaitu pengumpulan data, identifikasi masalah, dan rancangan penelitian. 3.1.1 Pengumpulan
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem dimaksudkan untuk membantu menyelesaikan beberapa masalah yang terjadi saat ini sehingga dapat menjadi lebih baik dengan adanya sistem
BAB IV PERANCANGAN SISTEM. harus menyerahkan data kompetensi siswa kepada pihak staff PSG untuk
BAB IV PERANCANGAN SISTEM Aplikasi yang dibangun adalah Aplikasi Penjadwalan Pendidikan Sistem Ganda berbasis web di SMK Negeri 1 Cerme. Aplikasi pengolahan data ini diharapkan mampu memberikan kemudahan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Proyek Menurut Ir. Abrar Husen, MT., Manajemen Proyek adalah penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan keterampilan, cara teknis yang terbaik dan dengan sumber daya
MANAJEMEN BIAYA PROYEK EARNED VALUE MANAGEMENT
MANAJEMEN BIAYA PROYEK EARNED VALUE MANAGEMENT Gentisya Tri Mardiani, M.Kom MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK Pendahuluan EVM adalah alat untuk mengukur kinerja proyek yang mengintegrasikan ruang lingkup,
PENGENDALIAN PROYEK DENGAN METODE EARNED VALUE (STUDI KASUS PROYEK RUSUNAWA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG)
LAPORAN TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PROYEK DENGAN METODE EARNED VALUE (STUDI KASUS PROYEK RUSUNAWA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG) Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Strata Satu
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. dengan tahapan SDLC, maka tahapan-tahapan yang dilakukan adalah :
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Pada bab ini menjelaskan terkait analisis dan perancangan sistem. Sesuai dengan tahapan SDLC, maka tahapan-tahapan yang dilakukan adalah : 1.
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. perusahaan. Data dan informasi tersebut diperoleh dari sumber terkait untuk
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Dalam pengumpulan data sebagai bahan penyusunan laporan kerja praktek, diperlukan adanya pengamatan data dan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Data dan informasi
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak bagian DPP Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi jawa Timur pada saat kerja praktek, dimana proses pencatatan inventaris yang ada
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. Sistem yang dibangun adalah Sistem Informasi Penjadwalan kegiatan
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Sistem yang dibangun adalah Sistem Informasi Penjadwalan kegiatan Kemahasiswaan STIKOM Surabaya. Studi kasus pada kerja praktik ini pada Kemahasiswaan STIKOM Surabaya. Tahapan-tahapan
ANALISA PEMBIAYAAN PROYEK PEMBANGUNAN LANJUTAN GEDUNG LABORATORIUM TERPADU FKIP UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
ANALISA PEMBIAYAAN PROYEK PEMBANGUNAN LANJUTAN GEDUNG LABORATORIUM TERPADU FKIP UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK Refi Wospoga 1), Rafi e 2), Nurul Wardhani 2) Abstrak Pengendalian biaya dan waktu diperlukan
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. sistem. Menurut Kendall & Kendall (2003), perangkat atau teknik
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1. Analisis Menganalisis sistem merupakan tahapan dalam menganalisis kebutuhankebutuhan sistem. Menurut Kendall & Kendall (2003), perangkat atau teknik untuk menentukan kebutuhan
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 4.1 Observasi Melakukan survey dan wawancara secara langsung di Koperasi Karyawan Perguruan Tinggi Swasta ABC Surabaya. Dari wawancara tersebut diperoleh data secara langsung
BAB IV METODE PENELITIAN. ditemukan solusi yang tepat sesuai dengan harapan pihak perusahaan.
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Identifikasi Masalah Sebelum membuat aplikasi penjualan pada PT. Bahtera Citra Abadi, perlu dilakukan identifikasi masalah yang ada pada perusahaan. Hal ini dilakukan agar
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. masalah tersebut. Untuk mengatasi masalah yang terjadi maka diperlukan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan pada saat kerja praktik ini, saya mendapatkan tugas dan ditempatkan pada divisi HRD dalam hal ini dengan tujuan membantu mengembangkan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan hasil survey ke CV. Tiga Kurnia pada Bagian Produksi, selama
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan hasil survey ke CV. Tiga Kurnia pada Bagian Produksi, selama ini pengelolaan pencatatan masuk dan keluar bahan baku pada
STUDI PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA PADA PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN SIMPANG RAJA BAKONG - TANAH PASIR DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP NILAI HASIL
STUDI PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA PADA PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN SIMPANG RAJA BAKONG - TANAH PASIR DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP NILAI HASIL Adzuha Desmi Jurusan Teknik Sipil Universitas Malikussaleh
UTS Manajemen Proyek Rabu, 10 April ,5 jam Closed Book
Manajemen Proyek Exercise UTS 2013 UTS Manajemen Proyek Rabu, 10 April 2013 2,5 jam Closed Book Petunjuk pengerjaan: Pengerjaan soal-soal ujian harus menggunakan pulpen (pengerjaan dengan pensil tidak
EARNED VALUE ANALYSIS TERHADAP BIAYA DAN JADWAL PADA PROYEK GEDUNG WILMAR BUSSINES INSTITUTE MEDAN TUGAS AKHIR
EARNED VALUE ANALYSIS TERHADAP BIAYA DAN JADWAL PADA PROYEK GEDUNG WILMAR BUSSINES INSTITUTE MEDAN TUGAS AKHIR Ditulis sebagai syarat menyelesaikan Mata kuliah Tugas Akhir Semester VIII Pendidikan Program
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Kegiatan yang dilakukan dalam pengumpulan data tersebut, antara lain:
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Dalam pengumpulan data sebagai bahan penyusunan laporan kerja praktek, diperlukan adanya pengamatan data dan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Data dan informasi
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Data dan informasi yang telah didapat untuk membuat sebuah aplikasi yang dibutuhkan oleh CV. Hikmah Utama yaitu Rancang Bangun Aplikasi Pergudangan, dideskripsikan sebagai berikut:
EVALUASI PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE PADA PROYEK STUDENT BOARDING HOUSE PRESIDENT UNIVERSITY
Prosiding SNaPP2011 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN:2089-3582 EVALUASI PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE PADA PROYEK STUDENT BOARDING HOUSE PRESIDENT UNIVERSITY 1
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. dilakukan dalam pengumpulan data tersebut, antara lain:
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Dalam pengumpulan data sebagai bahan penyusunan laporan kerja praktek, diperlukan adanya pengamatan data dan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Data dan informasi
ANALISA KINERJA BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE EARNED VALUE PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG INTENSIF RUMAH SAKIT UMUM DR. SAIFUL ANWAR MALANG
RUMUSAN ANALISA KINERJA BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE EARNED VALUE PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG INTENSIF RUMAH SAKIT UMUM DR. SAIFUL ANWAR MALANG FATHURRAHMAN 3104 100 098 TINJAUAN PUSTAKA RUMUSAN TINJAUAN
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. Pada bab ini akan dibahas mengenai tahap yang dilakukan dalam
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Pada bab ini akan dibahas mengenai tahap yang dilakukan dalam merancang dan membangun aplikasi web Bincang Santai dengan menggunakan konsep System Development Life Cycle
STUDI PENJADUALAN, PERENCANAAN BIAYA DAN PENGENDALIAN JADUAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUKO DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM MICROSOFT PROJECT 2003
STUDI PENJADUALAN, PERENCANAAN BIAYA DAN PENGENDALIAN JADUAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUKO DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM MICROSOFT PROJECT 2003 Domy Christoferson NRP : 9921022 Pembimbing : Ir. V. Hartanto,
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. UMKM Fredshoes. Dalam pengumpulan data yang digunakan untuk bahan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Sistem Tahap analisis sistem merupakan suatu proses untuk menganalisis dan mengumpulkan data yang ada di perusahaan. Tujuan dari tahap ini adalah agar
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. kosong. Hal ini dapat digunakan untuk menentukan berapa jumlah limit yang
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Pada puskesmas Kupang, sistem yang diperlukan oleh puskesmas adalah sistem yang dapat membantu dan memenuhi kebutuhan semua proses yang ada secara terkomputerisasi dengan baik
BAB 4 PEMBAHASAN EVALUASI PENGELOLAAN PROYEK
50 BAB 4 PEMBAHASAN EVALUASI PENGELOLAAN PROYEK 4.1. Critical Success Factor Pengelolaan Proyek Evaluasi terhadap suatu pengelolaan proyek dapat dilakukan dengan mendefinisikan dan mengevaluasi faktor-faktor
EVALUASI PELAKSANAAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS
EVALUASI PELAKSANAAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS Triono Agung Dumadi 1, Sri Sunarjono 2, Muh. Nur Sahid 2 1 Mahasiswa Magister Teknik Sipil, Sekolah Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah
Pertemuan ke 13 KONSEP NILAI HASIL
Halaman 1 dari Pertemuan ke - 13 Pertemuan ke 13 KONSEP NILAI HASIL 13.1 Pengertian Konsep Nilai Hasil Konsep nilai hasil adalah konsep menghitung besarnya biaya yang sesuai dengan pekerjaan yang telah
BAB I PENDAHULUAN ANALISA KINERJA BIAYA DAN WAKTU DENGAN KONSEP EARNED VALUE ANALYSIS PADA PROYEK GEDUNG DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMASI JAWA TIMUR
ANALISA KINERJA BIAYA DAN WAKTU DENGAN KONSEP EARNED VALUE ANALYSIS PADA PROYEK GEDUNG DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMASI JAWA TIMUR Abstrak, Pembangunan proyek jasa konstruksi di lingkungan Pemprov Jawa Timur
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK 4.1. Analisa Sistem Pelaksanaan kerja praktik dilakukan pada CV ALFA tepatnya pada Toko Alfa Komputer yang berlokasi di Jalan Dr. Soetomo No.01 (Ruko Mutiara Blambangan)
Penentuan Efektivitas Manfaat melalui Analisa Gap
EKOJI999 Nomor 251, 17 Mei 2013 Penentuan Efektivitas Manfaat melalui Analisa Gap oleh Prof. Richardus Eko Indrajit - [email protected] Artikel ini merupakan satu dari 999 bunga rampai pemikiran
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. masyarakat serta lembaga usaha dalam menghadapi ancaman bencana.
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Uraian Permasalahan Identifikasi masalah yang ada di Pusdalops-PB Jawa Timur adalah penilaian bahaya terhadap bencana. Penilaian bahaya ini digunakan untuk menyusun
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. kegiatan perusahaan menjadi terganggu dalam pemenuhan permintaan barang
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Permasalahan Sistem untuk melakukan pembelian atau pemesanan barang pada PT. Panamas Dwitama Distrindo saat ini kurang efisien dan tidak ekonomis, akibatnya
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 4.1 Prosedur Kerja Praktek Cara Pengumpulan data-data untuk penyelesaian kerja praktek ini baik di dalam memperoleh data, menyelesaikan dan memecahkan permasalahan yang diperlukan
PENGELOLAAN PROYEK SISTEM INFORMASI
PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN WAKTU dalam MONITORING DAN PENGAWASAN KELOMPOK PROSES DALAM MANAJEMEN PENUTUPAN 9 BIDANG PENGETAHUAN YANG PERLU DIKUASAI MANAJER (SUMBER: SCHWALBE, I.T.PROJECT MANAGEMENT,
