JENIS PERLENGKAPAN DAN PENAGANAN BAHAN
|
|
|
- Hendri Santoso
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 5/8/0 JENIS PERLENGKAPAN DAN PENAGANAN BAHAN PERLENGKAPAN PENGANGKAT Kelompok perlengkapan pengangkat berikut ini mempunyai cirri khas yang berbeda, antara lain: Mesin pengangkat adalah kelompok mesin yang bekerja secara periodic yang didesain sebagai peralatan swa-angkat, atau untuk mengangkat dan memindahkan muatan atau sebagai mekanisme tersendiri bagi crane atau elevator. Crane adalah gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mangangkat atau sekaligus mengangkat dan memindahkan muatan yang dapat dugantungkan secara bebas atau diikatkan pada crane. Elevator adalah kelompok mesin yang bekerja secara periodic untuk mengangkat muatan pada jalur pandu tertentu. TIPE UTAMA ALAT PENGANGKAT ALAT PENGANGKAT Mesin pengangkat Crane Elevator Materi Konstruksi Baja Ringan
2 5/8/0 JENIS UTAMA CRANE CRANE Crane putar yang diam Crane yang bergerak pada rel Crane tanpa lintasan Crane yang dipasang di atas traktor rantai Crane tipe jembatan KARAKTERISTIK UMUM MESIN PENGANGKAT Parameter teknis mesin pngangkat adalah: kapasitas angkat, berat mati mesin tersebut, kcepatan berbagai gerakan mesin, tinggi angkat dan ukuran geometris mesin tersebut, bentangan, panjang dan lebar, dan sebagainya. Q hr nq ton/ jam dengan: n jumlah siklus mesin per jam Q berat muatan, dalam ton Q V Dengan : V kapasitas ember, alat pencengkeram dan sebagainya dalam meter kubik Ψ faktor pengisian γ berat jenis dalam ton/m3 Materi Konstruksi Baja Ringan
3 5/8/0 Q ( Q G) ton Dengan: Q berat muatan, dalam ton G berat ember atau penahan, dalm ton n 3600 t Dengan: Σ ti total waktu yang dibutuhkan Semua jenis crane dan mesin penangkat dapat dibagi lagi menjadi empat kelompok sesuai dngan kondisi operasi dan gabungan faktor berikut: - beban pada mesin - penggunaan mesin harian dan tahunan - faktor kerja relatif (jangka waktu mesin dihidupkan DF%) - temperatur sekitar KARAKTERISTIK KERJA Penggunaan mesin rata-rata (mean) KONDISI OPERASI Beban K beban K tahun Waktu K hari Faktor kerja DF% Tem- Peratur Sekitar C Ringan (L) Sedang (M) Berat (H) Sangat Berat (VH) (shift satu (shift dua) 0.67 (shift dua).0 (shift tiga) Materi Konstruksi Baja Ringan 3
4 5/8/0 Nilai-nilai ini ditentukan dari operasi rata-rata atau data desain. Kerja Nominal Ringan Sedang Berat Sangat Berat Jumlah perubahan operasi per jam PERLENGKAPAN KHUSUS PERMUKAAN DAN OVERHEAD Truk tanpa rel adalah fasilitas transportasi permukaan yang bergerak diatas jalur rel yang sempit Kendaraan yang berbadan sempit adalah fasilitas transportasi permukaan yang bergerak di atas jalur rel yang sempit Peralatan penanganan silang adalah fasilitas transportasi permukaan yang memindahkan kereta rel di dalam ruang lingkup suatu perusahaan Sistem lintasan overhead adalah struktur jalur pembawa/pemindah tau kabel tempat truk yang bermuatan tersebut bergerak KARAKTERISTIK UMUM FASILITAS TRANSPORTASI PERMUKAN DAN OVERHEAD Peralatan permukaan dan overhead Truk tanpa rel Kendaraan yang berbadan sempit Peralatan untuk penanganan silang Sistem lintasan overhead Materi Konstruksi Baja Ringan 4
5 5/8/0 PENGGUNAAN PERLENGKAPAN PENANGANAN BAHAN Fasilitas transpor dipilih sedemikian rupa agar sesauai dengan laju aliran bahan yang menggambarkan sistem umum dari gerak bahan, barang setengah jadi dan produk pada departemen atau pabrik tersebut.. Rantai Lasan rantai lasan (welded) terbuat dari jalinan baja oval yang berurutan. Ukuran utama rantai (gambar 7) adalah : kisar (t), sama dengan panjang bagian dalam mata rantai lebar luar (B), dan diameter batang rantai (d). tergantung pada perbandingan kisar dan diameter batang rantai, rantai lasan diklasifikasikan menjadi rantai mata pendek (t 3d) dan rantai mata panjang (t > 3d). Gambar 7. ukuran utama mata rantai beban Gambar 8.mata rantai menghubungkan rantai beban.. Rantai lasan terbuat dari baja CT. dan CT. 3. Mata rantai untuk rantai lasan dibentuk dengan berbagai macam metode,yaitu pengelasan tempa dan pengelasan tahanan listrik. Dengan pengelasan tempa mata rantai dibuat dari satu batang baja, sedangkan bila menggunakan las tahanan listrik mata rantai terbuat dari dua potong baja lengkung yang dilas temu. Rantai lasan digunakan untuk mesin pengangkat kapasitas kecil (katrol, Derek, dan crane yang digerakan tangan), & sebagai perabot pengangkat utama Rantai lasan mempunyai kelemahan yaknik berat, rentan terhadap sentuhan dan beban lebih, kerusaan yang tiba-tiba, keausan yang berlebihan pada sambungan antar mata rantai, dan hanya digunakan untuk kecepatan rendah Keunggulannya ialah flexible untuk semua arah, dapat menggunakan puli dan drum dengan diameter yang kecil serta desain dan pembuatan yang sederhana Materi Konstruksi Baja Ringan 5
6 5/8/0 Rumus umum untuk memilih tegangan tarik rantai adalah : Ss = Sbr K Dengan Ss = beban aman yang diterima rantai, dalam kg Sbr = beban putus dalam kg K = Faktor keamanan Intensitas keausan yang terjadi pada rantai tegantung pada factor berikut : perbandingan kisaran rantai dengan drum atau puli rantai, tegangan kecepatan puli rantai, sudut belok relative bila rantai tersebut melewati pulinya, keadaan lingkungan kerja dan sebagainya. Rantai las tempa selalu putus pada bagian lasnya. Pada rantai las tahanan listrik yang bermutu tinggi, biasanya mata rantai putus berbentuk putus miring dengan penampang yang bersudut kecil terhadap sumbu memanjang rantai, yang bermula pada bagian bagian tepi batas permukaan kontak mata rantai yang dihubungkan.. Rantai Rol rantai rol terdiri atas pelat yang dihubungengsel pana pena (gambar 9). Rantai untuk beban ringan terbuat dari dua keping plat saja, sedangkan untuk beban berat dapat menggunakan sampai lebih dari keping pelat Gambar 9 rantai rol Rantai rol mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan rantai lasan. Karena rantai rol padat maka keandalan operasinya jauh lebih tinggi dibandingkan rantai lasan. Rantai rol mempunyai flexisibelan yang baik sehingga dapat dipakai pada sprocket dengan diameter lebih kecil dan jumlah gigi yang lebih sedikit. Hal ini akan mengurangi ukuran mekanisme dan sekaligus mengurangi harganya. Juga, gesekan pada rantai rol jauh lebih kecil dibandingkan dengan rantai lasan dengan kapasitas angkat yang sama. Kecepatan maximum rantai rol ditentukan oleh standar Negara dan tidak boleh melebihi 0.5 mm/detik. D Nilai factor keamanan K, rasio dan jumlah gigi sprocket untuk rantai las d dan rol diberikan pada table 4. RANTAI Dilas dikalibrasi dan tidak dikalibrasi dilasdikalibrasi pada katrol dilas tidak dikalibrasi tidak mengikat beban Dilas tidak dikalibrasi tidak mengikat beban Roller Table 4 Data rantai yang terseleksi Digerakan Tangan Daya Tangan Daya Factor keama nan K Rasio D d Jumlah minimum gigi pada sprocket Materi Konstruksi Baja Ringan 6
7 5/8/0 3. Tali Rami Tali rami hanya cocok digunakan untuk mesin pengangkat yang digerakan tangan (puli tali) karena sifat mekanisnya yang lemah (cepat aus, kekuatan yang rendah, mudah rusak oleh benda tajam, pengaruh lingkungan dan sebagainya) Tali rami harus memenuhi standar Negara dan terbentuk dari tiga untai rami dan tiap untai terdiri atas beberapa serabut yang berbeda. Arah lilitan untaian harus berlawanan dengan serabut. Berdasarkan metode pembuatan pembuatan dan jumlah untaian tali rami dikelompokan menadi tali polos dan tali kabel. Yang terakhir terbuat dari lilitan 3 buah lilitan yang berbeda. Tali sering dicelupkan pada aspal untuk mengurangi pelapukan. Walaupun tali rami yang dicelupkan pada aspal lebih tahan terhadap pengaruh cuaca, namun jauh lebih berat dan lebih kurang flexible dan kekuatannya berkurang 0% dibanding tali biasa. Kekuatan putusnya membagi tali rami menjadi dua kelas : kelas dan kelas. Pemilihan tali rami. Tali rami dipilih hanya berdasarkan kekuatan tariknya berdasarkan rumus : d S br 4 dengan : d = Diameter keliling dari untai, dalam cm S = Beban pada tali, dalam kg 4. TALI BAJA Tali baja mempunyai keunggulan sebagai berikut :. Lebih ringan;. Lebih tahan terhadap sentakan; 3. Operasi yang tenang walaupun pada kecepatan operasi yang tinggi; 4. Keandalan operasi yang tinggi. Tali baja terbuat dari kawat baja dengan kekuatan ς= 30 sampai 00 kg/mm. Didalam proses pembuatannya kawat baja diberi perlakuan panas tertentu dan digabung dengan penarikan dingin, sehingga menghasilkan sifat mekanis kawat baja yang tinggi. Lapisan dalam tali mengelompokan menjadi : ) Tali pintal silang atau tali biasa; ) Tali pintal parallel atau jenis lang; 3) Tali komposit atau pintal balik. Tali Baja Serba Guna. Tali yang terdapat pada Gambar 3 adalah tali baja konstruksi biasa (kawat seragam) yang berupa kawat anyaman kawat yang sama diameternya Gambar 3. Lapisan serat tali baja. Tali Baja Anti-Puntir. Pada tali ini sebelum dipintal setiap kawat dan untaian dibentuk sesuai dgn kedudukannya didalam tali. Akibatnya tali yang tidak dibebani tidak akan mengalami tegangan internal. Tali ini tidak mempunyai kecenderungan untuk terurai walaupun ujung tali ini tidak disimpul Jenis Tali Baja Puntir mempunyai keunggulan sebagai berikut :. Distribusi beban yang merata pada setiap kawat sehingga tegangan internal yang terjadi minimal.. Lebih fleksibel. 3. Keausan tali lebih kecil bila melewati puli dan digulung pada drum, karena tidak ada untaian atau kawat yang menonjol pada kontur tali, dan keausan kawat terluar seragam; juga kawat yang putus tidak akan mencuat keluar dari tali. 4. Keselamatan operasi yang lebih baik. Gambar 5. Tali anti-puntir dan tali biasa. Materi Konstruksi Baja Ringan 7
8 5/8/0 Tali Baja Dengan Untaian Yang Dipipihkan. Tali ini (Gambar 6) dipakai pada crane yang bekerja pada tempat yang mengalami banyak gesekan dan abrasi. Biasanya tali ini tebuat dari lima buah untaian yang dipipihkan dengan inti kawat yang juga dipipihkan; untaian ini dipintal pada inti yang terbuat dari rami Gambar 6. Tali dengan untaian yang dipipihkan. Tali dengan Anyaman Terkunci. Tali ini banyak digunakan pada crane kabel dan kereta gantung. Tali ini mempunyai keunggulan dalam hal permukaan yang halus, susunan kawat yang padat dan tahan terhadap keausan, kelemahannya adalah tidak fleksibel. Gambar 7. Lilitan tali yang dikunci. Cara mengukur diameter luar tali dapat dilihat pada Gambar 9, yaitu dengan mengukur dua untaian yang berlawanan letaknya. Gambar 9. Cara mengukur diameter tali Tabel 5 Tali Rami untuk Pengangkat Tabel 6 Tali Untuk Crane dan Pengangkat Faktor mula-mula dari keamanan tali terhadap tegangan Faktor mulamula KONSTRUKSI TALI dari keama nan 6 x 9 = 4 + c* 6 x 37 = + c* Posisi Posisi Posisi sej Posisi sej berpoto aj berpoto aj tali terhadap ngan ar ngan ar 6 x 9 = 4 + c Posis Posis i i berp sejaj otongan ar KONSTRUKSI TALI 6 x 37 = 6 x 6 = c + c Posis Posis Posis Posis i i i i berp berp sejaj sejaj otongan otongan ar ar 8 x 7 = 34 + c Posis Posis i i berp sejaj otongan ar Jumlah serat patah sepanjang satu tingkatan setelah tali tegangan tertentu dibuang kurang ' ' Jumlah serat yang patah pada panjang tertentu setelah tali dibuang Kurang Diatas ' diatas Percobaan-percobaan menunjukkan bahwa umur tali sangat D m in dipengaruhi oleh kelelahan. Umur tali dapat ditentukan dengan d memakai perbandingan (D min adalah diameter minimum puli atau drum D m in dan d ialah diameter tali) dan ( -diameter kawat pada tali). Jumlah lengkungan dapat ditentukan dengan cukup akurat bila kita membuat suatu diagram seperti jenis yang ditentukan dalam Gambar. Gambar. Menentukan jumlah lengkungan tali dengan satu puli penggerak. Sistem puli yang banyak digunakan dan jumlah lengkungannya dapat dilihat pada Gambar 3 Gambar 3. menentukan lengkungan untuk berbagai sistem puli pengangkat D Tabel 7 menunjukkan nilai m in d sebagai fungsi jumlah lengkungan. Jumlah lengk unga n Jumlah lengk ungan Jumlah leng kun gan Jumlah lengk ungan Tabel , , Puli Tunggal Puli Ganda Efisiensi Tabel 8 EFISIENSI PULI Gesekan pada Gesekan anguler Jumlah puli permukaa pada Jumlah Jumlah puli yang yang n puli permukaan alu Jumlah alur berputar berpu (faktor puli (faktor r tar resisten resisten satu satu puli) puli 4 0,95 0, ,906 0, ,86 0, ,83 0, ,784 0,873 Materi Konstruksi Baja Ringan 8
9 5/8/0 Tabel 9 Harga Minimum Faktor k dan e yang diizinkan TIPE ALAT PENGANGKAT Digerakkan oleh: Kondisi pengoperasian Faktor K Faktor e. Lokomotif,caterpilar-mounted, traktor dan truk yang mempunyai crane pilar (termasuk excavator yang dioperasikan sebagai crane dan pengangkat mekanik pada daerah konstruksi dan pekerjaan berkala.. Semua tipelain dari crane dan pengangkat mekanis 3. Derek yang dioperasikan dengan tangan, dengan kapasitas beban terangkat diatas ton yang digandeng pada berbagai peralatan otomotif (mobil, truk, dan sebagainya). 4. Pengangkat dengan troli 5. Penjepit mekanis (kecuali untuk puli pada grabs) untuk pengangkat mekanis pada no. 6. Idem untuk pengangkat mekanik pada no. Tangan Daya Daya Daya Tangan Daya Daya Ringan Ringan Medium Berat dan sangat berat Ringan Ringan Medium Berat dan sangat berat ,5 6 4,5 5 5, , Tabel 0 Harga faktor e yang tergantung pada konstruksi tali Konstrusi Tali Biasanya 6 x 9 = 4 + poros Posisi berpotongan Posisi sejajar. Compound 6 x 9 = 4 + poros a). Warrington Posisi berpotongan.. Posisi sejajar b). Seale Posisi berpotongan.. Posisi sejajar Biasanya 6 x 37 = + poros Posisi berpotongan Posisi sejajar. Faktor e,00 0,90 0,90 0,85 0,95 0,85,00 0,90 5. PERHITUNGAN DAYA TAHAN (KEKUATAN BATAS KELELAHAN) TALI KAWAT BAJA DENGAN METODE PROFESOR ZHITKOV Metode perhitungan daya tahan tali kawat yang dijelaskan berikut dihasilkan oleh penelitian bertahun-tahun yang dilakukan di hammer dan sickle works. berbagai konstruksi tali yang berdiameter dari 3 mm sampai 8 mm diuji dengan tiga unit mesin khusus untuk menentukan metalurgi, produksi, desain dan operasi yang mempengaruhi kekuatan tali. Pada tahap pertama, karakteristik umur tali dikumpulkan dari semua pengujian dalam bentuk grafik yang menghasilkan hubungan z = ƒ(ς) dan z = ƒ( ) D d Data ini kemudian dipakai untuk menggambarkan suatu diagram yang menunjukkan hubungan σ = ƒ3 ( ) dengan berbagai D jumlah lengkungan tali (gambar 4) dan untuk d mendapatkan secara matematis rumus desain: D A = = mσcc C d Gambar.4 Diagram untuk menentukan jumlah lengkungan tali Bila kita mengetahui kondisi operasi mekanisme pengangkat, dan telah menentukan umur tali, kita dapat menentukan jumlah lengkungan yang diperbolehkan z dengan rumus : z = a z N β dengan : N = umur tali dalam bulan a = jumlah siklus kerja rata-rata per bulan z = jumlah lengkungan berulang per siklus kerja (mengangkat dan menurunkan) pada tinggi pengangkatan penuh dan lengkungan satu sisi. β = faktor perubahan daya tahan tali akibat mengangkut muatan lebih rendah dari tinggi total dan lebih ringan dari muatan penu Gambar 6. Penggantungan pada majemuk sistem puli Materi Konstruksi Baja Ringan 9
10 5/8/0 Gambar 8 menunjukan faktor-faktor utama yang mempengaruhi mutu tali kawat ba Pengikatan Rantai Beban Lasan Pengikatan Rantai Rol Pengikatan Tali Rami Pengikatan Tali Baja 6. PENGIKATAN RANTAI DAN TALI Gambar 9 Metode pengikatan rantai beban lassan Gambar 30 Pengikatan rantai roller beban Gambar 3 Pengikatan tali rami Gambar 3 Pengikatan tali kawat dalam soket tirus Soket Baji. Tali dilewatkan mengitari baji-baja beralur (Gambar 34a) dan diikat bersama dengan baji kedalam soket rata yang sesuai yang terbuat dari baja tuang. Beban akan menarik tali kedalam soket dan akan menambah daya ikatnya. Mata Pengikat. Tali dililitkan mengelilingi mata pengikat (Gambar 34b) dan ujung bebasnya dililitkan dengan bagian utama tali. Panjang lilitan > 5d dan minimum sepanjang 500 mm. Gambar 34c menunjukan kait yang diikat pada tali dengan mata pengikat. Disamping dililitkan, mata pengikat dapat dikencangkan dengan memakai klip khusus bulldog (bull-dog clip) atau pengapit pada tali kawat (Gambar 35). Jumlah pengapit minimum adalah tiga buah. Gambar 36 menunjukan tali kawat yang diikat pada mata pengikat dengan plat dan baut. Gambar 34 Baji soket tali (a) dan pengikatan dengan alat berlubang (b,c) Gambar 35 Klem bull dog Gambar 36 Tali alat berlubang dengan plat dan sekrup Materi Konstruksi Baja Ringan 0
11 5/8/0 7. PERABOT PENGGANTUNG BEBAN Anduh Rantai. Anduh (sling) ini terbuat dari rantai lasan tak terkalibrasi biasa dengan mata dan kait untuk penggantungan atau cengkeram berbentuk capit untuk mengangkat obyek. Juga digunakan rantai tanpa ujung dan rantai lepas dengan cincin tanpa ujungnya Gambar 38a menunjukan rantai tanpa ujung, Gambar 38b rantai lepas dengan cincin, Gambar 38c - rantai dengan kait dan cincin, Gambar 38d anduh utas dua, Gambar 38e cengkeram berbentuk cakar untuk membentuk lingkaran pada rantai. Gambar 38f menunjukan tong yang diangkat dengan cengkeram rantai berbentuk capit yang memegang bagian ujung tong Anduh rantai terutama digunakan untuk pelayanan kerja berat dan selalu pada temperatur tinggi. Kecuali dipakai pelindung khusus yang terbuat dari logam lunak (Gambar 38g), Anduh rantai biasanya akan merusak sudut (ujung) benda yang dingkat Gambar 38 Anduh rantai Anduh Tali Rami. Tali rami polos yang disimpul mati banyak sekali digunakan untuk menhan muatan pada kait crane. Kekuatannya jauh lebih rendah dibandingkan dengan tali baja, tetapi memiliki keluwesan yang lebih tinggi dan mudah diikat menjadi simpul. Tali rami mudah sekali dirusak oleh ujung tajam benda yang diangkat dan harus dilindungi dengan bantal linak (Gambar 38g) atau alat pelindung khusus lainnya (plat sudut). Metode mengikat dengan tali rami dapat dilihat pada Gambar 39. Anduh Tali Kawat Baja. Umumnya beban yang berat umumnya dingkat dengan anduh tali baja. Dibandingkan dengan rantai, tali baja lebih ringan tetapi terlalu kaku dan cenderung untuk terpuntir. Di samping itu apabila digunakan untuk mengangkat benda yang berujung tajam, tali baja akan melengkung terlalu tajam dan akan cepat aus. Tali baja ini rentan terhadap temperatur yang tinggi. Muatan yang diangkat oleh anduh tali dan rantai harus diikat dengan aman sehingga tidak berpindah posisinya sewaktu bergerak. Gambar 40a menunjukkan anduh tali baja dengan utas tunggal dan gambar 40b menunjukan tali dengan dua dan empat utas. Gambar 40 anduh serat tali baja ALAT TAMBAHAN PENANGANAN MUATAN Materi Konstruksi Baja Ringan
12 5/8/0. URAIAN UMUM Pada crane serbaguna yang mengangkat berbagai bentuk muatan ditangani dengan memakai anduh (sling) rantai yang dikatkan pada kait. Kait tunggal (standar) dan kait tanduk adalah jenis kait yang paling sering dipakai untuk keperluan ini. Kadang-kadang digunakan kait segitiga. Kait standar dan tanduk dibuat dengan ditempa pada cetakan rata atau cetakan tertutup atau dapat juga dibuat dari beberapa plat dengan bentuk kait yang dijadikan satu. Kemampuan Angkat. Kait tempa : Kait standar sampai 50 ton Kait tanduk mulai dari 5 ton ke atas. Kait segitiga dan kait berlapis mempunyai kemampuan angkat diatas 00 ton Pada umumnya, muatan digantung pada anduh berutas-empat dengan dua lilitan tali pada kait (Gambar 6). Q Q P 4 0, 35Q cos 4cos45 Kait sering kali mempunyai bentuk penampang tarapesium yang dibuat lebih lebar di dalam. Materi Konstruksi Baja Ringan
13 5/8/0. KAIT TEMPA STANDAR Perhitungan Dimensi Kait Tegangan tarik : t : kisar ulir d o : diameter luar ulir d : diameter dalam ulir Q t d 4 Tinggi 4Qtminimum : d0 d p : tegangan satuan pada jarak y dari sumbu netral Q : beban pada kait F : luas penampang kritis r : jari-jari kelengkungan pada daerah kritis x : faktor bentuk bentuk penampang H Momen lentur M diasumsikan bernilai positif bila menyebabkan kelengkungan kait bertambah (jari-jarinya berkurang) dan bernilai negatif bila kelengkungannya berkurang. Karena beban cenderung untuk membuka kait, momennya bernilai negatif (Gambar 6a) : M = -Qr = -Q (0,5a + e ) Nilai x didapat dari persamaan : x e F e y y df r untuk trapesium dengan sisi b dan b dan tinggi h akan menjadi x r b b b e r r n e b b b b h h r e Bila kita mengambil nilai h = a, dan bila b dan maka rumus diatas setelah 5n 7 ditransformasikan akan berbentuk x,5n 0,5,0986 n 3 n h a b n dengan mengabaikan perpindahan sumbu netral relaif terhadap pusat massa bagian tersebut diperoleh n h e n 3 Dalam keadaan tersebut rumus diatas dapat digunakan untuk mencari x untuk semua nilai b b Denganmendistribusikan nilai M = -Qr = -Q (0,5a + e ), r = 0,5a + e, y = -e (untuk bagian terdalam yang tertarik) dan y = e (untuk bagian terluar yang tertekan) ke dalam rumus (6) dan kita dapatkan tegangan satuan pada penampang antara titik I dan II. Q Q 0,5a e Q 0,5a e y Q 0,5a e y F Fr Fr x y r F r x y r Q 0,5a e e Q e F r x r e F x a Tegangan maksimum pada bagian terdalam Tegangan maksimum pada bagian terdalam Q e F x a Q e F x a h aman aman Materi Konstruksi Baja Ringan 3
14 5/8/0 Metode Grafik untuk menetukan Faktor x Nilai x adalah jarak dari titik O ke garis vertikal yang bersangkutan; y adalah panjang garis vertikal di dalam bagian penampang. Titik-titik terluar ordinat kemudian dihubungkan dengan suatu garis. Absis titik pusat penampang tersebut ditentukan dengan xc h yxdx 0 h ydx 0 Dengan ; f : luas daerah yang dibatasi oleh kurva F : luas penampang kait Luas penampang daerah f dan F ditentukan dengan memaki planimeter. Dengan meneruskan prosedur yang sama untuk semua garis vertikal akan didapatkan sejumlah titik dan bila titik tersebut dihubungkan, kita akan adapat mencari luas daerah f dan f pada titik C. Perbedaan f -f akan selalu bernilai negatif. Luas daerah f dan f dapat ditentukan dengan memakai planimeter. Faktor x akan sama dengan F y df y r Jarak antara garis nol (netral) adan garis pusat adalah x x Dengan : : jari-jari kelengkungan titik pusat x e e f f F Tegangan aman Tegangan aman satuan yang didapatkan dengan rumus (64) dan (65) tidak boleh melebihi 500 kg/cm untuk baja 0. Penampang III dan IV diperiksa kekuatannya pada sudut maksimum yang diizinkan = 0 dengan cara yang sama seperti Penampang I dan II. Dengan mengabaikan gaya Q geser perhitungan Q untuk gaya tandilakuakn dengan memakai cara yang sama dengan sebelumnya, tetap memakai nilai r dan bukan hubungkan a dimensi yang bersangkutan dari penampang tersebut. Bagian silindris tangkai kait yang masuk ke lubang pada bintang-lintang akan mengalami tegangan tarik. Akan tetapi tegangan lentur akan timbul akibat salah stel sebab itu tegangan yang diizinkan dalam hal ini akan jauh berkembang Materi Konstruksi Baja Ringan 4
15 5/8/0 Beban digantung pada satu tanduk. Tangkai utama akan dibebani lebih dari yang diizinkan, tegangan satuan maksimumnya dapat ditentukan melalui pertimbangan berikut (penampang kritis V-VI) p Q cos p Q sin sh, t pt F DAN sh P sh F Tegangan lentur yang timbul dari momen Akibatnya M lentur a d P( ) ( lentur ) 3 Contoh soal: Memeriksa tegangan pada bagian lengkung kait tanduk tempa. Diketahui: Kapasitas angkat 5 ton; dimensi pada gambar 66..Beban total Q 5TON.Gaya normal pada penampung rumus (69) adalah: Q sin( ) x5.00xsin 77 P 3.750kg. 3cos 3cos45 3.factor Luas penampang F = 5,8 cm Luas daerah tambahan f = 789 cm 3. Absis titik pusat ialah x f 789 6, cm c F 5,8 8 Materi Konstruksi Baja Ringan 5
16 5/8/0 Zambian Luas daerah f 5,7 cm dan f, 7 cm Sehingga factor ( f f ) (5,7,7) x 0,04 f 5,8 Jarak antara titik nol dan titik pusat adalah: x 3,8 0,04 0,04,9 Jarak antara bagian bagian terdalam dengan garis nol cm e xc 6,8,9 5, 5 cm P F 4.Tegangan satuan adalah e x 5,5. cm x a 5,8 0, kg/ II p F x a e e e ,5 0,04 0, kg/ cm Kedua rantai diatas berada dalam batas yang diizinkan. 4. KAIT MATA SEGITIGA PADAT Kait mata pada segitiga padat dipakai pada crane dengan kapasitas angkat yang besar (di atas 0 ton), dan hanya kadang-kadang saja dipakai juga pada crane dengan kapasitas sedang. Kelmahan kait ini adalah anduh yang mengangkat muatan harus dilewatkan kedalam lubang kait tersebut. Kait segitiga ditempa langsung dari satu potong baja utuh. Materi Konstruksi Baja Ringan 6
17 5/8/0 Ditinjau dari segitiga luar (eksternal) kait segitiga dapat ditentukan secara statis, dan dari segi tegangan kait ditentukan secara statis tak tentu. Karena lengkungan bagian bawah dibuat utuh dengan sisinya dan akan mengalami gaya lentur maka bagian sisinya akan terpengaruh gaya lentur tersebut juga. Dari penyelidikan yang dilakukan, momen lentur pada lengkunagan bawah adalah: M Q 6 Momen lentur pada pertemuan kedua sisinya dengan busur ialah M Q 3 Gaya tarik yang bekerja pada bagian sisi ialah Dengan: p Q cos a a - sudut antara kedua sisi Q beban I panjang busur yang diukur sepanjang garis netral Sambungan antara busur, sisi dan tangkainya tidak boleh membentuk sudut yang tajam tetapi harus rata dan halus. Tegangan satuan maksimum pada bagian sumbu dapat ditentukan dengan rumus M P Q lentur M lentur P x W F 6 Dengan: Q a P tan gaya tekan yang bekerja pada busur, dalam kg W momen perlawanan F luas penampang busur Tegangan satuan aman untuk baja 3 adalah 800 kg/ cm aman Materi Konstruksi Baja Ringan 7
18 5/8/0 5. KAIT SEGITIGA BERSENDI Pembuatan kait mata segitiga ternyata mengalami banyak kesulitan dalam proses produksinya. Sehingga untuk menangani beban yang besar kait segitiga bersendi rakitan lebih disukai untuk digunakan. Tegangan satuan pada sambungan kait tiga-sendi rakitan adalah Nilai yang diizinkan adalah 4.00 kg/ cm Q a cos F Tegangan satuan ditentukan sebagai tegangan pada bentangan lengkung P M M e F FR xfr R e Dengan: Dengan Q P x 4 Q a tan M P F luas penampang e jarak antara sambungan netral dengan lapisan yang menerima beban terbesar. Factor x untuk ellips didapat dengan rumus x 4 a R 8 a R a R 6 Dengan: a luas penampang Materi Konstruksi Baja Ringan 8
19 5/8/0 Tegangan pada mata tangkai diperiksa dengan rumus hasil Dengan: P 4 Q a cos bd P D D (tekanan satuan) d d b lebar lubang 6. PERABOT UNTUK MENGGANTUNGKAN KAIT Pemberat kait. Untuk mengangkat muatan ringan (=sampai 5 ton) biasanya kait langsung diikatkan pada takal pengangkat fleksibel. Untuk meredam kejut, kadang-kadang pemberat kait dilengkapi dengan pegas. Penggunaan peredam kejut ini sangat diperlukan untuk crane yang melayani alu tempa. Bantalan kait. Bantalan peluru aksial memungkinkan kait dapat berputar dengan mudah ketika menangani beban diatas 3 ton. Bantalan ini dipasang pada batang lintang dipakai menahan mur kait. Batang lintang untuk kait Batang lintang kait dapat berputar pada pelat sisi rumahnya yang diperkuat dengan setrap atau sekal yang terbuat dari pelat baja. Hal ini akan memungkinkan kait berputar pada dua arah yang saling tegak lurus. Batang lintang ini ditempa dari baja dan diberi trunion (batang gerak) pada ujungnya. Diameter lubang untuk tangkai kait harus sedikit lebih besar dari tangkainya sendiri. Gambar. 70 penampang-lintang untuk kait. Materi Konstruksi Baja Ringan 9
20 5/8/0 6. PERABOT UNTUK MENGGANTUNGKAN KAIT Pemberat kait. Untuk mengangkat muatan ringan (=sampai 5 ton) biasanya kait langsung diikatkan pada takal pengangkat fleksibel. Untuk meredam kejut, kadang-kadang pemberat kait dilengkapi dengan pegas. Penggunaan peredam kejut ini sangat diperlukan untuk crane yang melayani alu tempa. Bantalan kait. Bantalan peluru aksial memungkinkan kait dapat berputar dengan mudah ketika menangani beban diatas 3 ton. Bantalan ini dipasang pada batang lintang dipakai menahan mur kait. Batang lintang untuk kait Batang lintang kait dapat berputar pada pelat sisi rumahnya yang diperkuat dengan setrap atau sekal yang terbuat dari pelat baja. Hal ini akan memungkinkan kait berputar pada dua arah yang saling tegak lurus. Batang lintang ini ditempa dari baja dan diberi trunion (batang gerak) pada ujungnya. Diameter lubang untuk tangkai kait harus sedikit lebih besar dari tangkainya sendiri. Gambar. 70 penampang-lintang untuk kait. Tabel ukuran dan beban untuk bantalan swapenyebaris untuk kait yang mengangkat beban mulai 5 sampai 75 ton kapasitas pengangkat Q d d4 d5 D D k R r Limit beban ton kerja, ton , , , , , , , , , ,5 58, , ,5 Materi Konstruksi Baja Ringan 0
21 5/8/0 Momen lentur maksimumnya adalah Dengan : D = diameter luar cincin dudukan bantalan. Momen perlawanannya adalah maks Q Q d Q x x ( 0,5d ) 4 4 w ( b 6 d) h Tegangan lentur aman lentur = Kg/cm Momen lentur pada trunion batang-lintang : Tekanan satuan antara trunion dan rumah Dengan : s = tabel sakel s = tabel pelat samping M P Q s s x l Q d s s s s Trunion batang-lintang tidak boleh bergerak secara aksial tetapi harus dapat berputar. Pengencangannya dapat dilakukan dengan cincin penyetel yang diikat dengan memakai pena tirus atau cincin belah yang dimasukan ke dalam alur trunion yang dipasang dengan skrup ke strap atau sekal. Momen lentur pada trunion: M maks Q s 0 s l0 D Q M s0 s Gambar 7 penampang-lintang untuk pemasangan dua roda penuntun tali Materi Konstruksi Baja Ringan
22 5/8/0 Gambar 7 Penampang-lintang sakel dengan rumah empat buah roda penuntun. Pada penampang A B (gambar 7) Pada penampang A B Q bs Q b d s Pada penampang A B dipakai rumus lame, tekanan satuannya ialah: Q P ds Tegangan satuan pada permukaan dalam: P R A3 R Tegangan satuan pada permukaan luar: pd B3 R d Tegangan maksimumnya akan terjadi pada permukaan dalam yakni: d d Maka A3 Q 4R ds 4R d d s Q d 4R x 4R d d Perhitungan Kekuatan Batang Lintang Secara Tepat Dengan Metode yang Dikembangkan oleh A.A. Staroselsky Bila batang lintang didesain dengan bantalan anti-gesek, tekanan pada daerah permukaan kontak yang dibebani dapat diasumsikan terbagi merata pada permukaan setengah silinder menurut hukum berikut : P c = p cos Materi Konstruksi Baja Ringan
23 5/8/0 Gambar73 Diagram perhitunganuntuk penampang-lintang Jika P merupakan resultan pada gambar dari persamaan itu kita peroleh : Dan rumus yang dapat digunakan : P p x Kg / cm R N M 4 0, R P 0,034 R PR RUMAH KAIT Rumah kait merupakan keseluruhan takel gantung yang mencakup :alat pengangkat (kait), batang lintang, roda puli bawah, dan pelat rumah sekal tempat gandar roda puli dan pemutar batang lintang diikat Gambar 77 menunjukkan rumah dengan satu buah roda puli dan perabot untuk mencegah tali terlepas Gambar Muatan yang ditangani dalam perusahaan industri dapat dibagi dalam beberapa kelompok sebagai berikut :. Muatan satuan yang biasanya berukuran besar misalnya ; ketel, rakitan mesin, struktur logam, dan lainnya.. Muatan satuan massal ; biled baja coran berukuran besar, hasil, komponen mesin, baja canai, lembaran dan pelat, kotak, tong dan sebagainya. 3. Muatan satuan massal berukuran kecil ; coran, tempa, dan kom[onen mesin berukuran kecil, biji logam, baut, paku keling dan sebagainya. 4. Bahan lepasan ; batu bara, pasir, kokas, gas, abu, tatal, dan sebagainya. 5. Bahan cair ; besi cor cair, baja, dan logam cair lainnya Materi Konstruksi Baja Ringan 3
24 5/8/0 7. pencengkeram crane untuk muatan satuan Faktor penggunaan dan kapasitas penanganan yang lebih tinggi dan perabot pengangkat berbanding langsung dengan waktu yang diperlukan untuk menggantung dan melepaskan muatan. Waktu ini dapat dikurangi dengan penggunaan pencengkeram khusus yang harus :. Sesuai dengan sifat dan bentuk muatan. Mencengkeram dan melepaskan muatan dengan cepat 3. Mempunyai kekuatan dan keandalan mekanis yang memadai 4. Memenuhi syarat keamanan 5. Tidak merusak muatan 6. Mempunyai bobot yang minimum 7. Mudah dalam pengoperasiannya Cengkeram Dan Pengapit Crane Komponen yang serupa misalnya : pasangan roda, as, lembaran dan pelat baja roll kertas, gulungan kawat dan sebagainya ditangani dengan cengkeram yang sesuai bentuknya dengan muatan tersebut. Jenis cengkeram untuk pasangan roda, poros dan gandar tergantung pada panjang dan jumlah komponen yang ditangani sekaligus. Platform Muatan Dan Ember Curah Samping Perabot ini dipakai untuk menangani muatan satuan dalam jumlah besar (kotak bal baja batangan, komponen mesin dan sebagainya) dan juga muatan yang berukuran kecil (briket, batu bata, biji logam dan komponen besi cor berukuran kecil lainnya). Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, muatan yang berukuran kecil tidak boleh dipindahkan pada platform dan ember terbuka. Isi platform dan ember dapat dipindahkan dengan crane ke gerbong rata. Biasanya platform, dan ember tersebut ialah jenis yang dapat di lepas atau dicurah. Materi Konstruksi Baja Ringan 4
25 5/8/0 Tang Biasa Dan Swa Jepit Sendiri Kecenderungan untuk mengurangi tenaga kerja untuk menangani muatan satuan sekecil mungkin telah menyebabkan berkembangnya berbagi jenis tang dan cengkeram otomatis lainnya. Pada pronsipnya, tang dibuat bersifat swa jepit, yakni penjepit ini akan menutup sendiri akibat muatan yang ditangani. Tang dibuka secara manual dengan tuas khusus. 8. MAGNET PENGANGKAT ELEKTRIS Magnet pengangkat digunakan sebagai bahan magnetik dalam berbagai bentuk (ingot, batang, rel, baja lembaran dan pelat, pipa, tatal, biji, kotak yang berisi benda benda terbuat dari baja). Magnet pengangkat dapat digunakan secara luas khususnya pada pekerjaan rekasanya metalurgi dan mekanis. Keunggulan utamanya ialah tidak diperlukannya pengikatan muatan secara manual sehingga mengurangi waktu yang diperlukan untuk operasi ini secara drastis. kelemahan magnet peralatan ini yaitu pengurangan kapasitas angakt akibat bobot magnet ini sendiri, akan tetapi alat ini dapat mengatasi muatan yang jumlahnya cukup besar dengan waktu yang minimal dan peningkatan efisiensi pengangkat yang cukup besar. 9. CENGKERAM UNTUK BAHAN LEPASAN Bak. Bak swa curah digantungkan pada kait crane, dan dapat dibalikan / diputar pada trunion horizontal. Bak ini mempunyai kapasitas antara 0,5 3 M 3. Bak Curah Bawah Dan Curah Samping. Dipakai untuk menangani kerikil, pasir, tanha dan sebagianya dengan bantuan crane jenis ini lebih unggul dibandingkan bak miring, karena tidak mencecerkan bahan ketika pencurahan. Bak Dengan Sekop.bak jenis ini berkapasitas 3 m 3 dan untuk penggunaan khusus dapat sampai 8 m 3. Bak ini mempunyai dua buah sekop bersendi dengan alas yang dibulatkan. Ember cengkram.didesain untuk proses pencurahan otomtis tetapi memerlukan tenaga kerja dan mekanisme manual untuk pengoperasiannya. Materi Konstruksi Baja Ringan 5
26 5/8/0 Ember Cengkram Tali Ganda. Operasi pengangkatannya dilakukan oleh satu kelompok tali (atau suatu tali) Ember Cengkram Tauber Dengan Tali Ganda. Terdiri atas bentuk lonceng yang dibentuk oleh dua buah dinding memanjang yang sejajar yang dihubungkan dengan suatu pelat horizontal, Ember Cengkeram Tali Tunggal. Ember cengkeram yang dalam kedua macam operasinya (naik turun, membuka dan menutup) dilakukan dengan satu alat penarik, biasanya tali. Ember Cengkeram yang Digerakkan Motor. Pada ember cengkeram yang digerakkan motor, sekop dibuka dan ditutup dengan rantai ataupun tali yang digerakkan motor yang terpasang pada rangka pemegang itu sendiri. Ember Cengkeram yang Digerakkan Motor dengan Pengangkat Listrik. Sekopnya dikendalikan dengan tali puli yang roda pulinya dipasang pada batang-silang bawah. Ember Cengkeram Khusus. Mempunyai sekop yang berbentuk khusus untuk menyesuaikan diri dengan jenis operasi dan bahan yang akan ditangani. Ember Cengkeram Tangan Majemuk. Bentuknya menyerupai tangga, sekop, atau lebih tepat disebut dengan tangan, alat ini terdiri dari 3 sampai 8 tangan yang dapat mencengkeram bahan bongkahan dengan mudah tanpa merusakkan bahan. 0. METODE UNTUK MENDESAIN EMBER CENGKERAM Sifat bahan curah berikut mempengaruhi parameter alat cengkeram: ukuran dan bentuk bongkahan, kandungan air, viskositas gaya, gesek dalam, berat jenis (bulk weight), derajat ketahanan bahan terhadap penembusan benda asing, dan sebagainya. Metode mendesain cengkeram berdasarkan sifat fisik bahan curah dikatakan ideal. Ketergantungan antara bobot dan kapasitas cengkeram dapat diungkapkan dengan perbandingan sebagai berikut: (a) untuk cengkeram pelayanan ringan (b) Untuk cengkeram pelayanan medium (c) Untuk cengkeram pelayanan berat (d) Untuk cengkeram pelayanan sangat berat Dengan: G gr G gr G gr G gr 0,8V,5V,3V 0,5 0,5 0,5 berat cengkeram, dalam ton, 3V 0,5 G gr kapasitas cengkeram, dalam meter kubik V Materi Konstruksi Baja Ringan 6
27 5/8/0 Dengan memakai diagram perpindahan dari mekanisme cengkeram dan data berat komponennya dapat kita tentukan gaya yang bekerja pada komponen tersebut berdasarkan statika. Data percobaan menyarankan hubungan berat sebagai berikut: G 0, G gr G 0, 5G gr G3 0, 3G gr G G G 3 dengan: berat batang-silang bawah dengan pengimbangan berat sekop berat btang-silang atas dengan batang hubung Dengan gaya yang ditentukan ini diperiksa kekuatan komponen cengkeram, sehingga kita menentukan gaya yang diperlukan untuk menutup sekop tersebut.. PERLENGKAPAN CRANE UNTUK MENANGANI BAHAN CAIR Krusibel (untuk mencairkan paduan baja dan logam lainnya) dibuat dari bahan tahan panas: dan krusibel ini dapat menampung muatan mulai 40 sampai 300 kg logam. Krusibel diangkat dari tanur dan dipindahkan dengan tang garpu. Ladel untuk menangani bahan cair dibuat dari plat baja dan mempunyai lapisan tahan panas. Keamanan dan pelayanan yang mudah (pekerja lebih terlindung terhadap radiasi kalor dibandingkan dengan pelayanan ladel biasa) dan kehilangan kalor yang lebih kecil akibat radiasi (karena drum tertutup) menyebabkan penggunaan ladel drum sangat efektif PERALATAN PENAHAN DAN REM PERALATAN PENAHAN Alat penahan digunakan untuk menahan beban yang sedang diangkat oleh Derek. Peralatan Racet. Jenis peralatan ini terdiri atas roda racet dan sebuah pengunci. Gigi racet dapat diletakkan pada bagian dalam atau luar pada sisi ataupun roda racet. Gigi tersebut dibentuk sedemikian rupa sehingga racet dapat bergerak bebas ketika beban diangkat. Gambar 09 a menunjukkan desain peralatan racet yang paling sering digunakan dengan gigi pada bagian luar roda racet. Materi Konstruksi Baja Ringan 7
28 5/8/0 Penahan terbaik diperoleh pada titik kontak antara garis singgung yang melewati titik putar pengunci dan diameter luar roda racet. Dalam hal ini tekanan pada pengunci diarahkan sepanjang gaya keliling roda racet. Menurut tujuannya roda racet dapat didesain dengan jumlah gigi yang berbeda-beda : z = 6 sampai 8 untuk dongkrak batang dan pinion, racet dan rem yang digerakkan oleh beban yang diangkat (pengangkat dengan penggerak roda cacing). z = sampai 0, untuk penahan racet yang bebas z = 6 sampai 5 atau selebihnya untuk rem jenis racet. Panjang gigi (lebar daerah tumpuan pengunci) dipilih dengan memperhatikan tekanan satuan linear. b = P p dengan : P = gaya keliling p = tekanan satu linear Biasanya tekanan satuan diambil p = kg/cm untuk pengunci baja dan roda racet besi cor dan p = kg/cm untuk pengunci dan roda racet yang terbuat dari baja. Gambar 09 Peralatan racet dengan gigi luar Gigi racet dengan pertemuan pada bagian luar diperiksa terhadap kelenturan dengan rumus : m 3 M zψ *ς lentur + Dengan : m = modul yang setara dengan kisar pada diameter luar dibagi dengan π Materi Konstruksi Baja Ringan 8
29 5/8/0 M = momen gaya yang ditransmisikan dalam kg cm. z = jumlah gigi *ς lentur + = tegangan lentur aman Rumus (95) (lihat gambar 09b) diturunkan sebagai berikut. Anggapan ABCD adalah daerah patahan gigi. Persamaan kekuatan terhadap lentur adalah Ph = a ² b *ς lentur + 6 Biasanya a = m dan h = 0,75 m; b = ψm;p = M dan D = zm D Maka : M 0,75 m = m² ψm *ς lentur + zm 6 dan : m 3 M zψ *ς lentur + Kecepatan keliling roda racet tersebut berbanding lurus dengan diameternya. Karena gaya tumbukan pada pengunci dan gigi meningkat secara proporsional dengan kuadrat kecepatannya, maka peningkatan kecepatan harus dibatasi sampai nilai yang dapat diizinkan. Tumbukan pada kecepatan tinggi dikurangi dengan memakai gigi dan kisar yang lebih kecil; dapat juga sepersekian dipakai dua atau beberapa pengunci yang titik pertemuannya digeser sepersekian bagian kisar, sesuai dengan jumlah penguncinya. Pada perlengkapan racet bebas atau rem jenis roda racet selalu terpasang mati pada poros. Pengunci racet dapat didesain seperti pada Gambar 09 a ataupun dengan bentuk seperti penahan yang ditunjukkan Gambar 09 a. Materi Konstruksi Baja Ringan 9
30 5/8/0 Pengunci diperiksa terhadap tekanan eksentris ataupun tarikan eksentris; ς = M lentur + P W F Dengan : M lentur = P e W = bx² adalah momen ketahanan minimum yang diperlukan (Gambar 09 d) Biasanya pena pengunci (Gambar 0a) dianggap sebagai batang kantilever yang mengalami pembebanan. Persamaan kekuatan ialah : Pl = 0, d³ *ς lentur + Untuk l = b + a dan P = M kita peroleh zm d =,7 M b + a zm *ς lentur + Dengan memperhatikan penggunaan beban tumbukan, biasanya pena racet dibuat dari Baja 45 yang mempunyai tegangan lentur aman yang agak diperkecil. *ς lentur ] = (300 sampai 500) kg/cm² Kondisi yang terbaik untuk pengunci yang bergeser pada gigi racet didapatkan bila φ > ρ dengan ρ adalah sudut gesek (Gambar 0b). Gaya T = P sin φ cenderung mendorong pengunci kea rah akar gigi sedangkan gaya gesek N μ (di mana N = P cos φ) dan daya gesek pada pena pengunci akan melawan gerakan ini. Bila MA = 0 didapatkan (T Nμ) L cos φ Pμ d = 0 Dengan mensubstitusikan nilai T dan N dan menghilangkan cos² φ tan p > 0 ; Maka φ - 0 > 0 atau φ akan menjadi lebih besar dari p. Materi Konstruksi Baja Ringan 30
31 5/8/0 Tabel Konstruksi untuk Profil Gigi dan Roda Racet Tabel memberikan data yang diperlukan untuk konstruksi profil gigi dan roda racet dengan gigi dalam dan luar. Urutan berikut ini dapat dipakai untuk mengkonstruksikan profil gigi luar (lihat Tabel ). Pertama-tama kita gambarkan lingkaran addendum NN dan dendum atau lingkaran kaki SS. Lingkaran NN, yang juga merupakan lingkaran kisar, dibagi dengan kisar t menjadi bagian yang sama besar. Dari sembarang titik bagi tersebut kita menggambarkan tali busur AB = a. Pada tali busur BC kita membuat sudur 30 dari titik C. Kemudian garis tegak lurus LM ditarik pada bagian tengah tali busur BC sampai berpotongan dengan sisi CK pada titik O. Dari titik O kemudian kita gambarkan lingkaran dengan jari-jari OC. Titik E, yang merupakan perpotongan lingkaran ini dengan lingkaran SS, merupakan salah satu titik sudut titik sudut sisi (vertex) dengan sudut 60. Profil gigi-dalam dikonstruksikan sebagai berikut. Pertama digambarkan lingkaran addendum NN dan addendum atau lingkaran kaki SS. Lingkaran NN dibagi dengan kisat t menjadi bagian yang sama panjang. Dari sembarang titik bagi tersebut digambarkan tali busur AB = a. Pada tali busur BC dibuat sudut 0 dari titik C. Kemudian garis tegak lurus LM ditarik pada bagian tengah tali busur BC sampai berpotongan dengan sisi CK pada titik E yang berupa titik perpotongan lingkaran ini dengan lingkaran SS adalah vertex dengan sudut 70. Sumbu titik putar pengunci didapat dengan konstruksi berikut (Gambar 0c). Materi Konstruksi Baja Ringan 3
32 5/8/0 Jarak antara pusat ke pusat OA (antara pusat pengunci dan roda racet) diambil sebagai diameter setengah lingkaran yang perpotongannya pada titik B dengan lingkaran addendum roda akan memberikan kedudukan gigi yang bertemu dengan pengunci dan potongan BA akan merupakan panjang pengunci. Garis BA akan tegak lurus dengan jari-jari racet OB dari persamaan geometris. Biasanya panjang pengunci BA diambil sama dengan t. Pengunci yang tidak bertemu dengan gigi akibat bobot mereka sendiri diberi pemberat tambahan atau pegas (Gambar a). Bila muatan sedang diangkat gigi roda racet akan bergeser di bawah pengunci dan menimbulkan bunyi klik yang tidak diinginkan (terutama bila poros berputar dengan kecepatan tinggi). Bunyi tersebut dapat dihilangkan dengan memakai pengunci yang dikenal sebagai pengunci tanpa bunyi (noiseless), yang beroperasi dengan menggunakan cincin gesek (Gambar b). Pengunci demikian hanya digunakan pada rem racet. Roda racet dengan gigi-dalam dipakai hanya pada roda rem racet. Giginya dicor pada sisi-dalam drum rem yang terpasang bebas pada poros. Satu atau dua buah pengunci dipsang pada tuas yang diikat pada poros dan dioperasikan oleh cincin gesek (Gambar ). Jumlah gigi berkisar dari z = 6 sampai 30. Gigi pada bagian dalam roda racet jauh lebih j auh lebih kuat dibandingkan dengan gigi pada bagian luar. Akibatnya persamaan kekuatan mempunyai bentuk yang berbeda : M zψ *ς lentur + Simbol yang dipakai mewakili nilai yang sama dengan persamaan (95). Materi Konstruksi Baja Ringan 3
33 5/8/0 Penahan gesek. Dibandingkan dengan penahan gigi, penahan gesek mempunyai keunggulan tertentu: beroperasi tanpa bunyi dan tanpa guncangan. Akan tetapi pda penahan jenis ini tekanan pada titik putar pal dan poros lebih tinggi dibandingkan dengan penahan bergigi. Akibatnya penggunaan terbatas dan selalu dipakai bersamaan dengan rem. Gambar 3 menunjukkan penahan gesek dengan gigi-dalam penahan berbentuk baji. Sudut bajinya bisanya diambil sebesar α Koefisien gesek μ 0,. Sudut φ adalah 5 pada nilai rata-rata. Untuk mencegah aksi dua arah dipakai dua buah cakar yang ditempatkan pada kedudukan yang berlawanan pada diameter lingkaran roda geseknya.. Gambar Roda racet dengan gigi dalam Tekanan pada titik putar pengunci adalah :` P0 = P Tan φ Di mana : P = gaya keliling Cakram rem harus diperkuat dengan sirip untuk menahan beban yang ditimbulkan tekanan pengunci. Racet Rol. Biasanya penggunaan racet rol secara meluas dipakai bersamaan dengan rem. Gambar 4a menunjukkan racet rol pada rumah yang terpisah dengan rem. Peralatan racet semacam ini beroperasi sebagai berikut. Poros yang akan ditahan mempunyai bus yang diberi alur sebagai tempat rol 3. Cincin 6 dipasang dengan pasak 5 pada badan 4. Rol 3 tidak menghalangi putaran yang berlawanan arah dengan jarum jam bus bersama dengan poros. Bila poros mulai berputara searah dengan jarum jam akibat muatan (poros mendukung drum yang dililiti tali pengangkat) rol akan tertekan pada alur oleh bus dan ditekan pada cincin tetap 6. Materi Konstruksi Baja Ringan 33
34 5/8/0 Untuk mencegah rol jatuh ke dalam alur akibat bobotnya sendiri dipasang pegas penahan seperti yang ditunjukkan Gambar 4b. Gambar 5 menunjukkan berbagai desain racet rol. Gambar 3 Penahan gesek Gambar 4 Racet Rol Gambar 5 Berbagai desain racet rol Desain Racet Rol (Gambar 6). Rola yang ditekan antara penggerak dan pengikut pada pusat gaya normal N dan N dan daya gesek tangesial μ N dan μn. Dengan roll yang berada pada ketidak seimbangan gaya, resultan R = R. Momem gaya yang ditransmisikan adalah : M = zμn D dengan : z = jumlah rol (biasanya z = 4). Koefisien gesek μ 0,06. Bila μ = tan p > tan α kita dapatkan N < M (N =N = N) z D tan a 3 Akan tetapi, untuk mendapatkan keandalah yang lebih baik, gaya yang bekerja pada sebuah rol diasumsikan sebagai : N = M (98) zd tan a Panjang rol l = N dengan p = 450 kg/cm bila p elemen yang beroperasi dibuat dari baja yang bermutu tinggi dan diperkeras dengan baik. Tabel 3 menyenaraikan dimensi utama racet rol dengan kekerasan Rockwell pada permukaan operasi Rc = 58 sampai 6. Bahan yang dipakai adalah Baja 5 dengan perkerasan kulit (case hardered). Materi Konstruksi Baja Ringan 34
35 5/8/0 Gambar 6 Diagram desain racet rol Tabel 3 Dimensi Utama Rachet Rol Rachet rol dipilih dengan memakai rumus berikut : Naman = 00N 00 nk dengan: n = rupa yang sebenarnya k = factor keamanan, diambil mulai,5 sampai. REM SEPATU Pada mesin pengangkat, rem digunakan untuk mengatur kecepatan penurunan muatan ataupun untuk menahan muatan agar diam. Rem digunakan juga untuk menyerap inersia massa yang bergerak (truk, crane, muatan, dan sebagainya). Tergantung pada kegunaannya rem dapat diklasifikasikan sebagai jenis penahan (parkir), jenis penurunan atau gabungan keduanya. Rem jenis gabungan melayani kedua fungsi penghentian muatan dan mengatur kecepatan penurunan. Rem dapat dibedakan menjadi rem automatis dan rem yang dieprasikan manual. Jenis rem yang termasuk rem manual ialah : rem sepatu atau blok, rem pita, rem kerucut, rem cakram dan rem racet serta rem, dengan gagang pengaman. Jenis rem yang termasuk rem otomatis adalah rem sentrifugal (untuk mengatur kecepatan) dan rem yang digerakkan oleh bobot muatan yang diangkat. Rem sepatu atau blok dapat didesain dengan sepatu luar atau dalam. Rem sepatu luar adalah jenis rem yang umum digunakkan pada mesin pengangkat, sedangkan rem, sepatu dalam hanya ditujukan untuk penggunaan crane yang dipasang pada truk. Materi Konstruksi Baja Ringan 35
36 5/8/0 Prinsip Operasi Rem. Untuk memahami prinsip operasi rem sepatu marilah kita lihat diagram rem sepatu tunggal yang ditunjukkan pada Gambar 7. Karena aksi satu arah sepatu tunggal menimbulkan lenturan pada poros rem, rem sepatu tunggal hanya dapat dipakai untuk menahan momen gaya yang kecil pada penggerak tangan bila diameter poros tidak melebihi 50 mm. Tekanan yang diberikan oleh sepatu besi cor pada roda rem haruslah sedemikian rupa sehingga gaya gesek yang dihasilkan pada permukaan roda mengimbangi gaya kelilingnya. Gambar 7 Diagram untuk rem sepatu tunggal Gambar 8 Diagram untuk rem sepatu ganda Rem sepatu ganda (Gambar 8) sering digunakan pada mekanisme pengangkat, pemindah dan pemutar crane, yang berbeda dengan rem sepatu tunggal, rem sepatu ganda tidak menimbulkan defleksi pada poros rem. Penjepit dan crane yang digerakkan listrik hampir selalu didesain dengan rem sepatu ganda. Rem digerakkan oleh pemberat G dan dilepaskan dengan electromagnet. Akibatnya, pengereman yang permanent hanya bekerja bila electromagnet dinyalakan. Biasanya rangkaian listriknya dibuat saling mengunci antara motor dan magnet secara otomatis menghasilkan aksi pengereman walaupun motor berhenti secara mendadak. Rem sepatu ganda (Gambar 8) beroperasi dengan prinsip kerja sebagai berikut: pemberat G menyebabkan tangkai I bergerak kebawah bersama dengan batang tarik. Batang tarik akan memutar segitiga kaku 3 melalui sendi C. Bila kita asumsikan titik A diam di tempat, titik C bergerak ke bawah; dalam kasus ini titik B akan berpindah ke kanan. Gerakan ini akan ditransimisikan oleh batang tarik 4 dan tuas 6 yang akan mendorong sepatu 8 ke arah roda rem. Bila sepatu 8 sudah tidak dapat bergerak lagi, Materi Konstruksi Baja Ringan 36
37 5/8/0 titik C akan diam di tempat dan segitiga 3 akan berotasi pada titik C tersebut. Akibatnya titik A akan berpindah ke kiri dan akan menggerakan sepatu 7 melalui tuas 5. Pada desain sebenarnya dari rem yang ditunjukkan pada Gambar 8, tuas terdiri atas dua bagian yang dihubungkan menjadi satu dengan menggunakan kopling batang (turnbuckle) untuk menyetel rem. Diagram lain rem sepatu ganda ditunjukkan oleh Gambar 9 Pengoperasian rem (Gambar 9) dengan pemberat yang dipasang pada tuas rem mempunyai kelemahan sebagai berikut. Setelah arus diputuskan dan pemberatnya jatuh, pemberat ini akan bergetar bersama dengan tangkainya, menurunkan dan menaikkan tekanan sepatu pada roda dan akan mengubah besarnya momen gaya pengereman. Perubahan secara periodic pada momen gaya pengereman ini merupakan fenomena yang tidak dikehendaki pada mekanisme pengangkat maupun pada mekanisme pemindah. Dalam hal ini pegas dapat lebih diandalkan karena dapat beroperasi lebih halus dan dapat disetel lebih tepat dengan jangka penyetelan yang lebih luas. Gambar 0 merupakan desain rem yang digerakkan oleh pegas. ELEMEN REM SEPATU Roda Rem. Biasanya mesin pengangkat yang digerakkan tangan didesain dengan roda dari besi cor dan digerakkan oleh penggerak daya. Roda yang dipakai terbuat dari baja cor dengan tingkat diatas 55 j I Group III, atau baja tempa dengan tingkat diatas 45 sesuai dengan standar soviet dengan kekerasan minimum permukaan gesek 80 Bhn. Mekanisme penggerak truk dapat digunakan roda rem dari besi cor. Roda rem harus seimbang secara dinamis. Lebar roda boleh melebihi lebar sepatu sebesar 5 0 mm. Materi Konstruksi Baja Ringan 37
38 5/8/0 Roda rem harus diberi sirip untuk pelepasan kalor yang lebih baik dan dilengkapi dengan lubang diantara siripnya untuk mendapatkan sirkulasi udara yang lebih baik dan untuk melepaskan kalor lebih efektif ke atmosfer. Bila rem dipasang pada kopling fleksibel, rem harus dipasang pada bagian yang berhubungan dengan mekanisme penggerak. Sepatu rem. Sepatu rem dibuat dari kayu mapel atau poplar dipasang pada tuas dengan baut. Untuk mekanisme pembuat sepatu dibuat dari besi cor (dengan cetakan permanen, tingkat CH 8) dan diberikan lapisan rem khusus (Gambar a). Lapisan tersebut dapat diikat demgan paku keeling (Gambar b). Ataupun dengan sekrup yang terbenam. Lapisan rem. Lapisan rem harus memenuhi syarat sebagai berikut : Mempuyai koefisien yang besar; Mampu bekerja dengan baik sampai temperatur 300 C; Dapat menahan keausan pada kecepatan; Tekanan satuan; dan temperature tertinggi; Mudah dibuat; Murah. Saat ini, bahan yang paling banyak dipakai ialah pita canai. Pita canai dibuat dengan mesin canai dari asbes non tekstil yang murah dengan karet dan ditambahkan belerang untuk proses vulkanisir. Pita canai dibuat dengan ketebalan sampai 8 mm dan lebar sampai 00 mm. Pita canai sangat elastis dan dapat dibentuk dengan mudah. Mempunyai koefisien gesek yang stabil dan tinggi antara 0,4 sampai 0,53 dan dapat menahan temperature sampai 0 C. Gambar Pengikatan lapisan rem ke sepatu rem dengan paku keeling Materi Konstruksi Baja Ringan 38
39 5/8/0 PERALATAN PENGANGKAT Mekanisme pengangkat dibagi menjadi tiga kelompok menurut penggeraknya:. penggerak tangan. penggerak daya tersendiri (biasanya elektris) 3. satu motor penggerak sekutu untuk beberapa mekanisme MEKANISME PENGANGKAT PENGGERAK TANGAN Gerakan ditranmisikan dari gagang engkol tangan l melalui tiga pasang roda gigi lurus ke drum yang dipasang pada poros IV dengan jari-jari R tanpa tali pengangkat digulung pada saat beban q diangkat. Seperti terlihat pada gambar 7. Gambar 7. diagram mekanisme pengangkat a- penggerak tangan b- penggerak electrik Efisiensi mekanisme adalah perbandingan antara kerja pengakat yang digunakan dengan semua yang dilakukan. Kerja yang digunakan didapat dari persamaan: Ao = Qh () Dengan : Q = bobot beban (kg) H = jarak yang ditempuh oleh beban(m) A = Ks () Dengan: K = kerja yang dihasilkan oleh operator pada gagang engkol s = lintasan gaya K yang bersesuai dengan lintasan h maka, efisiensi pada mekanisme ini ialah dengan : v = kecepatan pengangkat c = kecepatan pada titik kerja gaya penggerak (c = 30 sampai 45m/menit) Ko = kerja ideal pada gagang engklol dengan mengabaikan kerugian akibat gesekan W = tahanan total akibat gesekan pada mekanisme Kerja yang dilakukan operator pada saat gagang engkol ketika menaikkan muatan ialah kerja ini tidak boleh lebih besar dari nilai yang diberikan pada tabel 8. Materi Konstruksi Baja Ringan 39
40 5/8/0 tabel 8. Kerja Maksimum Setiap Orang, Dalam kg PERIODE OPERASI Pada gagang kemudi Pada rantai penarik Pada pedal katrol Pada batang katrol Operasi terusmenerus (continue) Operasi tidak lebih dari 5 menit Efisiensi total mekanisme (untuk diagram gambar 8.a) ialah: = puli pul i 3 drum roda gigi = efisiensi puli drum = efisiensi drum roda gigi = efisiensi satu pasangan roda gigi perbandingan transmisi total mekanisme ditentukan dengan perbandingan berikut I = momen _ beban momen _ gaya. MQ QR = Mk = Ka Dengan puli yang ada,bobot muatan Q s yang harus dilawan oleh tarikan tali Q (Gambar 8a). kecepatan pengangkatan muatan akan menjadi: v ks Q MEKANISME PENGANGKATAN DENGAN PENGGERAK ELECTRIK INDIVIDU Daya ditranmisikan dari motor electric (Gambar8.b) (poros i) melalaui tiga pasangan roda gigi ke drum (poros IV) tempat tali penggulung. Pada kecepatan angkat yang konstan (v= konst) (gerakan yang seragam dan tunak) daya yang dihasilkan oleh motor electric akan menjadi M = N Qv 75 hp dengan: v = kecepatan angkat muatan, dalam m/det motor pada poros motor ialah N 760 kg cm nm Perbandingan transmisi antara motor dan drum ialah kecmotor. i kecdrum. motor drum Materi Konstruksi Baja Ringan 40
41 5/8/0 kecepatan tali pada drum adalah Vdrum = Vi puli Dengan Ipuli = perbandingan transmisi puli (pada system puli untuk mendapatkan bati gaya ipuli > i). Kecepatan drum dalam rpm ialah vdrum N drum = rpm D Dengan: v drum kecepatan tali pada drum, dalam m/men D diameter drum, dalam m MEKANISME PENGANGKAT YANG BEROPERASI DARI SATU MOTOR PENGERAK SEKUTU UNTUK BEBERAPA MEKANISME Mekanisma ini didesain untuk crane yang dipasang pad truk atau traktor, kereta berel dan crane rantai (crawler crane) juga untuk crane Derek(derrick crane) dan Derek cengkram (grap wince). Mesin uap atau motor baker adalah pengerak utam ayang dipakai untuk semua pengangkat ini kecuali pada Derek cekram. Diagram crane yang dipasang pada mobil yang dibuat oleh Odessa Works yang ditunjukan pada Gambar 8.. dari mesin gerakan ditramisikan pada mekanisme crane pengangkat, dan pemutar.dari kotak pengatur daya gerakan ditramisikan melalui kotak pembalik keporos 3 melalui poros garden. melalui gigi reduksi 4. poros 3menggerakan poros transmisi utama 7 yang dari sini digerakan ditranmiosikan melalui kopling dan pengerak cacing 5 dan 6 kedrum 8 (untuyk mendongkrak tiang crane) atau drum 9 (untuk pengangkatan). Disamping itu kopling dapat 0 dapat mentranmisikan gerakan kepenggerak cacing untuk penggerakan pengangkat. Daya poros pengerakan f untuk Qv N f = 75 Pengangkat ialah dengan: efisiensi mekanisme antara poros drum I dan poros f momen gaya pada poros pengerak ialah Nf Mf nf dan pertandingan tranmisinya ialah i nf ni Gambar 8. diagram mekanisme crane yang dipasang pada crane Materi Konstruksi Baja Ringan 4
42 5/8/0 PENGGERAK PERALATAN PENGANGKAT 7. PENGGERAK TANGAN DAN TUAS PENGANGKAT 7.. Komponen utama dari penggerak tangan ialah gagang engkol, dan roda penggerak dengan rantai penggeraknya. Kapasitas angkat peralatan pengangkat yang digerakan dengan tangan tidak dapat melebihi 5000 kg Gagang engkol Gagang engkol penggerak tangan dapat pada dongkrak, batang gigi dan pinion dan lokomotif, penjepit dinding dan ereksi. Ukuran utama tangan gagang engkol diberikan pada table 7. Usaha yang dapat diberi pada gagang engkol dapat dilihat pada table 7. Table 7. Dimensi utama gagang engkol pengerak tangan Jumlah Operator Diameter gagang busing Ukuran, mm Panjang busing l Panjang Penjepit l Panjang lengan gagang l (,8-,0) d (,8-,0) d (-,5) d (-,5) d Materi Konstruksi Baja Ringan 4
43 5/8/0 Tabel 7. Kerja maksimum setiap orang, dalam kg Periode operasi Operasi terus menerus (continue) Operasi tidak lebih dari 5 menit Pada gagang kemudi Pada rantai penarik Pada pedal katrol Pada batang katrol 7... Racet Racet berfungsi seperti penggerak tangan dongkrak ulir. Racet lebih ringan dari gagang engkol dan sangat mudah mengoperasikannya. Gambar7. menunjukan sebuah Racet Gambar 7. Racet l- roda racet, -pena pengunci, 3-kepala racet, 4-pegas kembali pengunci ketempatnya, 5-pengunci, 6-pegas pengencang skrup Gagangnya dapat diperpanjang dengan sebatang pipa dapat digerakan kedepan dan kebelakang pesamaan dengan kunci penahan dengan sudut yang kecil. Pada gerak kebelakang pengunci tergelincir di atas gigi roda racet yang dihubungkan ke poros penggeraknya. Untuk gerak baliknya (ke depan) pengunci bertaut dengan gigi roda racet sehingga poros penggerak berputar sesuai dengan sudut gerak tuas penggerak. Untuk menggerakan poros penggerak dengan arah yang berlawanan, racet dapat dengan mudah dibalik dengan poros rangkaian persegi racet yang dapat bergerak dua arah dengan pengunci yang berpindah banyak dipakai pada sekarang ini. Panjang tuas racet (bersama dengan pipa memanjang tersebut) berkisar antara 800 sampai 000 mm operator dapat menghasilkan daya sampai 30 Kg. 7. PENGGERAK DAYA Penggerak electric merupakan pilihan utama diantara beberapa jenis penggerak daya pada saat ini. Crane yang digerakan oleh tenaga electric di desain untuk mengangkat beban sampai 000 ton. Materi Konstruksi Baja Ringan 43
44 5/8/0 7.. PENGGERAK HIDROLIK Pada umumnya penggerak hidrolic digunakan untuk mengangkat beban berat ton pada jarak angkatan terkecil mm. 7.. PENGGERAK PNEUMATIK Tenaga pneumatic banyak dipakai pada katrol angin gantung kecil dan blok puli pneumatic yang beroperasi pada daerah rawan dadakan dimana penggerak listrik tidak dapat digunakan PENGGERAK UAP Penggerak uap dipakai terutama pada crane dalam jalan lokomotif untuk pelayanan umum pada rel Bantu di station disekitar pabrik dan galangan kapal PENGGERAK ELECTRIK Arus listrik yang digunakan dapat berupa arus searah 0, 0, 440 dan 50 Volt atau arus 3 fase yang digunakan dengan tegangan 380, 500 dan 550 Volt ( umumnya dengan frekuensi 50 Hz ). GEAR PENGGERAK Mekanisme Penggerak Dengan Rel Gear penggerak dapat didefinisikan ke dalam mekanisme penggerak untuk troli dan crane yang bergerak pada rel dan mekanisme untuk crane atau troli tanpa rel dengan roda karet dan roda rantai. Mekanisme penggerak troli crane dapat dikelompokkan lagi menjadi tiga kelompok yaitu yang dioperasikan dengan tangan, dengan penggerak daya tersendiri (biasanya penggerak listrik) dan penggerak daya dengan tali. Materi Konstruksi Baja Ringan 44
45 5/8/0 Elemen-elemen berikut digunakan pada mekanisme penggerak troli tanpa tergantung pada desainnya : Motor atau roda penggerak pada penggerak tangan. Transmisi antara poros penggerak dan poros yang digerakkan pada roda troli. Roda yang berjalan pada rel. Rangka (badan) troli yang ditempati oleh mekanisme penggerak dan pengangkat. Troli Tangan Prinsip kerja dari troli ini adalah gerakan ditransmisikan dari roda penggerak melalui dua pasang roda gigi ke roda penggerak. Dalam menentukan beban pada roda untuk troli dengan empat buah roda dibebani beban secara simetris dan distribusi bebannya merata pada keempat rodanya, yang dikenakan pada rodanya ialah dengan Q bobot-beban G0 bobot troli Bila beban digantung secara asimetris pada troli dengan dua pengangkat maka gaya yang dikenakan pada rodanya kira-kira sama dengan G0 Q b Pmaks. = A + 4 b G0 Q b Pmin. = B + 4 b Materi Konstruksi Baja Ringan 45
46 5/8/0 Troli Crane dengan Penggerak Elektrik Terpisah Prinsip kerja dari troli ini yaitu gerakan ditransmisikan dari motor elektrik melalui tiga pasang roda gigi lurus ke roda gigi penggerak. Pada gerakan yang tunak daya dihasilkan oleh motor elektrik adalah Wv N = hp 75η Dengan : v kecepatan jalan, dalam m/detik η efisiensi total mekanisme W - tahanan gerak, dalam kg Perbandingan transmisi : kecepatan motor i = = kecepatan roda penggerak nmot nt-w Kecepatan roda penggerak adalah v nt-w = πd dengan v kecepatan, dalam m/det D diameter roda Mekanisme Pejalan Crane Gantri dan Crane Jalan Crane Jalan yang digerakkan Tangan Prinsip kerja dari crane ini yaitu gerakan ditransmisikan dari roda operasi yang dipasang pada poros transmisi utama melalui dua pasangan roda gigi pararel menuju dua buah roda pejalan pada crane. Materi Konstruksi Baja Ringan 46
47 5/8/0 Gaya maksimum yang bekerja pada roda penggerak crane beroda empat : G Q + G0 L e Pmaks + 4 L Crane Gantri (portal) Mekanisme penggerak crane ini dilengkapi dua poros vertical dengan pengerak roda gigi kerucut untuk menggerakkan roda penggerak yang dipasang pada kaki penyangga crane. Sedangkan crae semigantri didesain hanya dengan satu batang poros vertical. Crane Kantilever Gaya maksimum yang bekerja pada roda penggerak vertical adalah maks. V Q + G0 + G P vert = Dengan : V - dorongan vertical Q bobot muatan G bobot crane tanpa troli G0 bobot troli Rel Gerak Menurut kegunaannya rel untuk crane dapat diklasifikasikan : Rel untuk untuk troli crane jalan overhead dan rel untuk mekanisme pejalan crane yang digerakkan oleh tangan (batang bentang). Rel tersebut terbuat dari baja reta dengan sudut yang dibulatkan. Rel khusus untuk crane jalan overhead yang dibuat dengan dasar yang lebar dan pendek. Rel ini mempunyai momen inersia yang relative lebih besar. Rel untuk crane monorel, crane kereta rel, gantri dan crane jenis lainnya. Monorel untuk troli dan katrol jalan. Materi Konstruksi Baja Ringan 47
48 5/8/0 Roda penggerak Roda penggerak dibagi menjadi tiga : Roda penggerak untuk monorel, yaitu roda yang berjalan pada flens di atas batang I dipakai hanya untuk troli yang digerakkan oleh tangan. Roda pejalan untuk rel baja rata dan untuk rel crane dan rel kereta, roda untuk crane yang digerakkan penggerak daya dibuat dari baja cor atau roda baja tempa dengan suaian paksa. Roda sorong (roda rel tanpa flens), roda sorong ini digunakan bila roda tersebut tidak mengalami beban lateral sama sekali. Roda sorong dipakai pada crane monorel dan kantilever, crane jalan dengan lengan. Mekanisme Rantai Mekanisme rantai digunakan pada crane putar dan berbagai jenis pemuat. Crane dengan rantai dibelokkan arahnya dengan mengerem putaran salah satu rantai-rantai geraknya, misalnya dengan mengurangi kecepatan atau menghentikan satu rantainya. Karena gaya adhesive rantai yang besar, mekanisme pejalan rantai dapat mengatasi gradient yang lebih besardibandingkan dengan transportasi melalui rel Tekanan satuan aman pada tanah tergantung pada sifat dan kondisinya yang berbeda-beda, untuk crane rantai mulai 0,8 sampai 5 kg/cm. Mekanisme dengan Ban Karet Desain ban karet yang paling sering digunakan adalah ban karet mati yang dipasang pada roda. Tahanan yang ditimbulkan pada sewaktu crane berban karet berjalan (tanpa memperhitungkan tahanan angin) dapat menggunakan rumus : W = G (cos αω + sin α) Dengan : G bobot total crane w koefisien tahanan gerak α gradien permukaan medan, tanda plus untuk mendaki dan tanda minus untuk menurun Materi Konstruksi Baja Ringan 48
49 /8/0 BAB 0 PERALATAN PEMUTAR LENGAN, DAN PENDONGAK. MEKANISME PEMUTAR Tergantung pada desain komponen pendukung mekanisme pemutar, crane dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok utama berikut. Suprastruktur crane berputar bersama dengan pilar tiang pada bantalannya, biasanya terpasang pada pondasi ataupun dipasang pada kolom bangunan. Suprastruktur crane berputar pada pilar yang dipasang mati pada pondasi atau pada truk crane. Crane berputar pada poros pemutar pusat yang dipasang mati pada komponen tak berputar; meja putar crane ditumpu oleh sejumlah rol yang berputar pada rel yang berbentuk lingkaran dan dipasang pada pondasi ataupun pada truk crane. Mekanisme pemutar crane dengan pilar berputar. Gambar 98 menunjukkan crane dengan pilar kolom berputar. Pendukung bagian atas, yang diikat pada kolom bangunan, diberi bantalan radial dan pendukung bagian bawah, dengan dipasang pada pondasi, diberi bantalan radial dan dorong. Crane seperti ini biasanya diputar dengan tangan, dengan mendorong muatan yang digantungkan pada crane tersebut. Akan tetapi, muatan mulai dari 5 ton ke atas memerlukan motor elektrik untuk memutarnya. Pendukung pilar. Pena putar pilar atas dan bawah biasanya diikat pada pemegangnya. Salah satu desain pena putar bawahditunjukkan oleh gambar 99a. bantalan ini mengalami lenturan akibat gaya horisontal H tekanan oleh gaya vertikal V. Momen lentur pada penampang kritisnya ialah Momen M lentur = Hy pada bagian bawah bahu ialah M = Hy Dengan: h H = (Qa + Ge); V = Q + G (Q-bobot muatan; G-bobot crane) Resultan tegangannya ialah Hy V ζσ = ± ζlentur - ζcom = d (40) d 3 4 com Pelat bawah harus diperiksa terhadap tekanan satuan antara bantalan dengan pelat (tekanan pada dinding lubang akibat gaya H dan tekanan vertikal antara bahu bantalan dengan pelatakibat gaya V) Resistensi terhadap putaran. Momen resistensi akibat gaya gesek relatif pada sumbu putar ialah 3 M = Wa = Vµ r + Hµr + Hµ3r (4) Di sini M = M + M + M3 (M-momen) resistensi pada bantalan tekan/aksial; Mdan M3 momen dari resistensi pada bantalan bagian baweah dan atas. Rumus tersebut mencangkup M = Vµ r untuk bantalan dorong tak beralurd pada bagian d atas. Pada bantalan dorong dengan permukaan tekan cincin (Gambar 99a) momen resistensi d d akibat gesekan ialah sebesar M = V µ (4) Materi Konstruksi Baja Ringan 49
50 5/8/0 dan pada bantalan bertingkat yang memakai bola sebagai permukaangeseknya ialah M = V µ 0 (43) Dalam rumus rumus tersebut: W- tahanan putar pada ujung tiang lengan crane a- jangkauan tiang lengan crane R = d/ --- jari-jari titik putar µ- koefisien gesekan pada bantalan dorong Q = Q + G - Gaya vertikal akibat bobot muatan pada Crane d- diameterbantalan bawah d0 - diameter dalam bantalan dorong berbentuk cincin (atau diameter alur) µ dan µ- koefisien gesek pada bantalan radial bawah dan atas r- jari-jari bantalan bagian atas µ0- koefisien gesek pada bantalan jenis bola menurut diamater bantalannya. Rumus (4) mengabaikan tahanan terhadap putaran Ww akibat tekanan angin. Tahanan ini harus diperhitungkan untuk crane yang W akan beroperasi diruang P terbuka. sin Penggerak mekanisme pemutar. Pada pemutar tangan, usaha yang dikerjakan oleh operator untuk memutar crane ialah Dengan : α - kemiringan tali penarik dari bidabg vertikal dalam memutar (α biasanya diambil sampai 450) W - resistensi terhadap pemutaran yang bekerja pada ujung tiang lengan crane. Dengan penggerak daya danpada kecepatan tunak, daya yang dihasilkan motor ialah Wv hp 75 N= Dengan: V - kecepatan pada ujung tiang lengan crane, dalam m/dt - efisiensi penggerak nmot 60v perbandingan transmisi i antara ; ncrmotor dengan struktur crane yang ncr a berputar ialah dengan: nmot rpm motor ncr - rpm struktur crane ynag berputar a - jangkauan tiang lengan crane Mekanisme pemutarcrane dengan pilar yang terpasang mati marilah kita periksa contoh crane monorel (gambar 86). Pada crane jenis ini, pilar tetap 6 dipasang pada truk; tiang lengan crane jenis bertumpu pada pilar yang menahan semua gaya vertikal dan horizontal yangakan timbul kitika pengoperasian crane dan meneruskan gaya-gaya tersebut kerel dan pondasinya melalui truk bawah Bus bantalan pilar tas diberi bantalan radial dan pendorong yang dipasang pada gilder khusus pada rangka crane. Gaya horizontal bagian bawah ditransmisilkan dari bantalan rol radial ke tonjolan silindris khusus pada pilar yang dipasangpada truk. Pilar creane (gambar 0) pilardibuat daribaja tempa, yang berbentuk konis. Pada bagian atasnya diberikan bus silindris dan pada bagian bawah dengan ujung tirus yang akan dipasang pada pondasi plat (crane putar diam) ataupada rangka truk (misalnya pada crane monorel). Pilar akan mengalami lenturan akibat momen Hfh dan tekanan akibatgaya vertikal v. gayav dan Hf dapat ditentukan dengan rumus (05) dan (06). Penampang kritis pilar tersebut terdapat pada ujung yanmg diikat. Panjang pilar antara bus bantalan atas dan tonjolan silindris bawah untuk lenutran karena gaya tekan v sangatkecil nilainya, sehingga praktis dapat diabaikan. W Mmaks lentur qa GL GgLg lentur d3 cm3 3. (44) Materi Konstruksi Baja Ringan 50
51 5/8/0 Dengan : q-bobotmuatan a-jangkauan crane G-bobot struktur putar crane L-lengan resultante bobot G Gg-pengimbang Ls-lengan pengimbang relatif terhadap sumbu putar. Resultante tegangan pada bus bantalan atas (gambar 0) ialah lentur com H f y 3 d 3 G d 4 dengan d =r Dari bentuk pilar secara titik kerja gaya horizontal atas dan gaya horizontal bawah Hf akan serupa grafik pangkat tiga, yang harus digambarkan sebelum mulai mendesain pilar. Gambar0 menunjukan diagram momen dan tegangan untuk memeriksa perhitungan penampang pilar. Metode berikut ini dilakukan untuk menentukan defleksi maksimum pilar secara grafis pada titik kerja gaya horizontal atas Hf. dalam menentukan defleksiakibat penampang pilar yang berbeda-beda, pertama-tama M/I diagram harus dibuat, dengan beban khayal M/I ini diberikan pada batang diikat mati. Daerah diagram dibagi menjadibeberapa bagian F -F 3 dengan beban yang dipusatkan pda titik beratnya. Setiap daerah diagram dianggap sebagai gaya khayal dan gariselastis digambarkan sebagai kurva yang mulus. Defleksi maksimum akan terjadi pada titik potong garis terakhir dengan gaya horizontal atas Hf q g g com Tegangan tekan mempunyai nilai yang lebih besar. Gambar 03c menunjukan distribusi tegangan resultante Σ relatif terhadap sumbu NN yang digambarkan melalui titik potong arah tegangan v dan kmasing - masing. Trunion batang lintang diperiksa terhadap defleksi akibat setengah dari resultan tekanan P = Hf + V dan tekanan satuannya. Gambar04 menunjukan batang lintang pilar tetap yang terpasang pada bantalan rol. Bantalan radial bawah. Crane kecil menggunakan bantalan rol dengan sebuah rol yang dipasang pada sisi tiang lengan. Crane besar diberi dua buah bantalan rol di bagian depan.bila memakai pengimbang diberi dua pasang rol di depan dan dibelakang (gambar 05 ) yang dipasang pada kotak khusus pada ujung bawah tiang lengan crane. Bila kita menandai Hf untuk tekanan bantalan horizontal [rumus ( 06 )] dan α sudut antara dua buah rol bantalan (biasanya sama dengan 600) maka gaya yang dikerahkan setiap rol pada pilar adalah : N H f cos Tergantung pada beban yang ditumpunya, rol terbuat dari baja ataupun besi cor dengan ukuran yang sekecil mungkin dan harus mempunyai permukaan yang cembung. Rol harus dapat berputar dengan bebas pada pena yang diikat pada kotak oleh pemegang. Diameter rol yang diperoleh secara percobaan ialah D = (,5 3 sampai 3 ) d, dengan r d rdengan 0 d diameter pena rol. r Pada crane R putar R untuk M Wa V H f r N 3xR Nk 3 r r0 R R pelayanan berat dengan pilar kisi pendukung bagian bawah didesaian dengan enam buah rol. Tahanan terhadap perputaran. Momen resistensi akibat gaya gesek relatif pada Dengan sumbu: perputaran dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut ; µ, µ dan µ 3 : Masing masing koefisien gesek bantalan dorong,bantlan bus atas dan pada pena bantalan rol bawah k: Koefisien gesek gelinding padabantalan rol bawah W: Tahanan terhadap putar yang bekerja pada ujung tiang lengan a: Jangkauan tiang lengan. Materi Konstruksi Baja Ringan 5
52 5/8/0 Peralatan Pemutar Crane Dengan Meja Putar Diagram crane dengan meja putar ditunjukkan pada gambar 08. Pada crane ini berat muatan ditransmisikan pada struktur putar crane melalui bantalan rol ( perputaran ) pada jalur lingkar yang dipasang padapondasi atau truk crane. Pada sumbu putar terdapat pilar pusat atau titik pusat yang dipasang pada bagian crane yang diam. Apabila crane yang bekerja titik putar pusat ini akan mernahan kedua gaya horizontal dan vertikal. Tahanan terhadap perputaran. Kasus pertama. Titik pusat grafitasi struktur putar crane (termasuk muatan),berada diluar lingkaran bantalan (jalur lingkar). Di sini beban bekerja pada rol depan dan titik putar pusat (titik putar tersebut mngalami penarikan). Momen tahanan akibat gaya gesek relatif pada suhu perputaran ialah M W a P p r r ( P P3 ) k ' 3 r r0 d Rs R M 0 dengan : W = tahanan terhadap putaran ujung lengan tiang a = jangkauan tiang lengan Pp = gaya reaksi vertikal pada pusat putaran µ = koefisien gesek pada bantalan dorong pusat puteran r dan r0 = diameter luar dan dalam bantuan dorong pusat putaran P dan P= gaya-gaya yang bekerja pada rol perputaran depan µ = koefisien gesek luncur pada bus bantalan rol perputaran d = diameter bus bantalan pada rol perputaran Gambar 08 K = koefisien gesek gelinding bantalan rol perputran R = jari-jari rol perputaran Rs = jari-jari jalur lingkar = faktor yang memperhitungkan tambahan akibat gesekan pada nap (untuk rol) atau akibat luncuran lateral rol pada jalur (untuk rol silindris), diambil Reaksi sama pada pusat dengan putaran,-,3. Pp dan gaya yang dikerahkan pada M0 rol perputaran = momen P gesek dan P3 tambahan (dengan mengabaikan yang didapat tekanan dengan angin) dapat ditentukan dengan rumus : rumus (06). P p R cos ( Qa Gl G8i8 ) ( Q P P3 ( Qa Gl G8i R cos s G 8 ) G8 Materi Konstruksi Baja Ringan 5
53 5/8/0 Di sini : = setengah sudut antara dua rol yang berurutan Q = bobot muatan G = bobot struktur putar G8 = bobot pengimbang, yang lainnya seperti pada gambar 08 Dalam kasus ini pusat putaran akan mengalami tarikan. Penampang kritis terdapat pada diameter teras ulir pada pusat putaran. Mur atas dan bawah pada pusat putaran harus dilengkapi dengan alat pengunci untuk mencegah terlepasnya mur tersebut. Biasanya jenis ulir ialah jenis ulir gergaji. Kasus kedua. Titik pusat gravitasi keseluruhan sistem yang berputar berada di dalam lingkaran bantalan. Di sini beban diteruskan ke semua rol. Pusat putar tidak mengalami gaya vertikal. Momen tahanan terhadap perputaran akibat gaya gesek adalah M ( Q G G8 ) d Rs k R M 0 Kasus ketiga. Titik pusat gravitasi sistem secara keseluruhan berada di dalam lingkaran bantalan. Beban ditahan oleh rol di dalam sangkar (gambar 09) yang disusun diantara dua cincin, yang satu diam dan yang lain dipasang pada struktur putar crane. Pusat putar titik mengalami gaya vertikal dam momen tahanan terhadap perputaran akibat gaya gesek adalah M Rs ( Q G G8 ) k ' M R 0 Menentukan momen gesek tambahan M0 di samping momen gesek di atas, pada ketiga kasus terlibat juga momen gesek tambahan yang terjadi pada bantalan radial pusat putar. Momen gesek ini dihasilkan akibat gaya yang ditimbulkan pada puat putar oleh gigi terakhir penggerak planet mekanisme pemutar dan akibat yang ditimbulkan bentuk rol struktur putar crane yang tirus tersebut Cincin gigi berukuran besar pada penggerak planet ini diikat pada bagian crane yang diam. Roda gigi planet akan berputar mengelilingi cincin gigi dan memutar crane melalui bantalan porosnya karena bantalan ini diikat pada meja putar. Penggerak planet dapat didesain dengan cincin gigi luar maupun dalam. (Gambar 0a). Pada cincin gigi dalam, gaya horisontal pada bantalan roda gigi penggerak dan pada pusat putar adalah M P pt (75) R r pada cincin gigi luar. M P pt R r (58) Dengan: MΣ total tahanan momen terhadap perputaran( untuk gerakan yang dimaksudkan ) Materi Konstruksi Baja Ringan 53
54 5/8/0 Beban yang tak seragam padarol perputaran tirus akan mnengasilkan gaya horizontal tambahan yang bekerja pada pusat putar. Marilah kita tandai Pmaks sebagai gaya maksimum pada satubuah rol tirus pada sisi muatan dan αsebagai sudutke tirusan rol (gambar 0b), Maka H gaya P maks ini tan akan menghasilkan komponen Tekanan horizontal angin akibat hanyaketirusan dapat diperhitungkan rol sebesar untuk dua rol pada desain dengan empat buah rol (pada kasus yang paling buruk akibatnya untukl gaya yang bekerja pada rol) komponen horizontal H dan H kedua rol lainya ditentukan dengan mengabaikan tekanan angin. Maka, gaya horizontal yang bekerja pada pusat putar akibat ketirusan rol, akan sama dengan selisih antara resultan gaya yang bekerja pada pasangan rol yang berlawanan letaknya: Ptap = [( H + H ) ( H + H )] cos β Atau Ptap = [( Pmaks +P ) - ( Pmin + P )] tan (59) Dengan: Pmaks dan Pmin beban maksimum pada rol bagian depan dan beban minimum pada rol bagianbelakangdengan memperhitungkan tekanan angin yang ditentukan oleh rumus (36) dan (64) P dan P beban pada rol depan dan belakan dengan mengabaikan tekanan angin Α sudut ketirusan roler Β setengah sudut antara dua rol yang berdekatan Maka penambahan momen gesek pada pusat putar akan menjadi Mo = ( Ppt + Ptap ) µ r.(60) Dengan μ koefisien gesek pada bantalan radial pusat putar r jari-jari busbantalan titik putar Momen resitansi terhadap perputaran total (untuk gerakan tunak) adalh jumlah momen akibat gaya gesek dan momen resistansi terhadap perputaran akibat angin Mw. MΣ = M + Mw (6) Momen akibat tekanan angin dapat ditentukan dengan rumus Mw = Pw Smuatan a + Pw Scrl -PwScreg..(6) Dengan Pw = tekanan angin, dalam kg/m Smuatan Scr,,Scw = luas bidang yang mengalami tekanan angin pada muatan, pada struktur putar crane dan pada pengimbang dalam M. Peralatan perentang dan pendongak Mekanisme untuk mengubah jangkauan crane dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok : mekanisme perentang yang mengubah jangkauna dngan troli yang bergerak pada girder yang horizontal ataupun miring mekanisme pendongak yang menaikkan atau menurunkan tianglengan (boom) troli dapat digerakkan dengan tenaga daya ataupun dengan tangan dengan memakai penggerak tali. Mekanisme perentang. Crane putar rentang dengan jangkauan yang bervariasi ditunjukan pada gambar 4. troli a membawa tali atau rantai b yang tidak berujung yang digerakan roda penggerak tali c atau dengan drum (gaya gesek) ataupun dengan spoket rantai (dengan pertemuan positif). Roda puli atau spoket diputar oleh roda operasi d melalui roda gigi dari motor listik terpisah. Tali pengangakat emembelit roda pulu f pada troli dan roda puli gerak h pada rumah kait. Salah satu ujung tali pengangkat diikat pada ujung luar (g) tiang lengan dan ujung lainnya dililitkan pada drum pengangkat. Pengangkat merupakan unit yang berdiri sendiri dan dapat tetap mengangkat beban walaupun troli bergerak ataupun diam. Materi Konstruksi Baja Ringan 54
55 5/8/0 W = W + W (7) Dengan : W dan W tahanan pada roda gerak dan pada roda puli tali pengangkat Tahanan akibat roda gerak troli adalah W Q q G0 d k (73) D Dengan : Q = bobot muatan q = bobot takel pendukung muatan Go = bobot troli ( tidak termasuk bobot takel pendukung muatan ) Β = koefisien untuk memperhitungkan gesekan pada flens roda gerak β =, sampai,3 untuk bantalan luncur dan β =,8 untuk bantalan rol µ =koefisien gesekpada bantalan roda d =diameter garda roda k = koefisien gesek pada gelinding roda D = diameter roda Tahanan pada roda puli tali pengangkat (ketika troli yang dibebani bergerak, roda puli berputar) adalah W = Son - Soff (74) Gambar 5a menunjukan diagram roda puli untuk tali pengangkat. Bila kita menganggap Soff =, maka tarikan pada berbagai titk pada tali akan menjadi: S = Soff ε; S3 = S ε ; = Sg ε ε = koefisien roda puli Tarikan maksimum tali atau rantai untuk memindahkan toil adalah jumlah yang diakibatkan gerak troli W, tarikan tali S akibat terdefleksinya tali tersebut dan tahanan roda puli penggerak dan penuntun. Tarikan tali aatau rantai f akibat bobot dan defleksinya sendiri f dapat ditentukan dari keaedaan kesetimbangan momen (Gambar 5b): Maka Sf S qr x qr x f x dengan: qr = bobbot tali atau rantai permeter panjangnya x = setengah panjang atau rantai yang terdefleksi (nilai maksimum xmaks akan terjadi ketika troli berada pada salh satu kedudukan ujung. f = defleksi tali atau rantai yang diizinkan, biasanya diambil sebesar f 00 sampai 00 x maks Materi Konstruksi Baja Ringan 55
56 u dyn rr I n max v si v v 5/8/0 OPERASI PERALATAN PENGANGKAT SELAMAGERAKAN PERALIHAN Suatu mekanisme pengangkat mulai beroperasi pada kecepatan tertemtu atau tunak ketika alat operasinya (drum, roda crane atau rangka) telah mencapai kecepatan yang ditentukan. Setiap gerakan kerja krane terdiri atas: periode start (percepatan), gerakan yang tunak atau tertentu dan penghentian. Periode kerja pertama dan terakhir di cirikan oleh gerak peralihan.. BEBAN DINAMIK Bila suatu benda dengan momen inersia I berputar dengan kecepatan sudut yang bervariasi, momen gaya dinamis yang menyebabkan perubahan kecepatan pada komponen yang berputar ialah : d M dyn I dt Dengan dω ialah kecepatan sudut Menurut prinsip d Alembert, momen gaya motor di nyatakan dengan d M M M M I dt Dengan M u momen perlawanan statis di tinjau terhadap poros motor. Jika motor itu meningkatkan kecepatannya d dt > 0 dan M dyn > 0 Jika motor > 0 dan itu dimperlambat kecepatannya d dyn < dt 0 dt Istilah momen girasi akan sangat mempermudah pembahasan. Bila m dan G ialah massa dan bobot benda yang berputar dan adalah jari-jari dan D diameter girasi, maka : GD I = mp kg m / s 4g Rumus ini hanya dapat digunakan hanya untuk menganalisis sistem putar tunggal. Gambar 7 Diagram Mekanisme Dengan membuat gambar 7 hanta batang penghubung putar saja, kita dapat menyatakan keadaannya dengan persamaan berikut I I I n... Semua persamaan sebelumnya hanya berlaku untuk percepatan dan perlambatan yang konstan, yakni dengan momen gaya motor yang konstan dan momen gaya rem yang konstan. Gambar 8 menunjukan momen inersia berbagai komponen putar dan tabel 39 memberikan nilai perkiraan momen inersia kopling. Momen girasi motor listrik dapat di temukan pada katalognya. Tabel 39 Nilai Perkiraan Momen Inersia Kopling Tabel 39 Nilai Perkiraan Momen Inersia Kopling Diameter luar, mm Diameter poros, mm Panjang nap, mm Lebar pelek, mm Berat kg Momen inersia, kg, cm/s , , , ,08 Mekanisme pengangkattidak boleh memiliki lintasan perlambataan lebih dan koefisien pengereman kurang dari nilai yang di tunjukan ,8 dari tabel 40. Pada mekanisme 80penjalanan lintasan 30 pengereman yang di 60 tempuh oleh truk atau 50 crane setelah motor di 0,78 matikan tidak 500 boleh kurang dari nilaiyang di tunjukan pada tabel 4 (tanpa gelincir pada roda). Tabel 40 Lintasan Dan Koefisien Pengereman Jenis Lintasan pengereman, mm Koefisien pengereman, β Ringan... s/0,75 Medium... s/00,00 Tabel 4 Lintasan Dan Koefisien Pengereman... s/80 Berat,5 Koefisien adhesi 0,5 Jumlah Roda Yang Di Rem Semua 50 % 5 % v v v , Catatan: s- lintasandalam m yang di tempuh beban per menit. Pemilihan Daya Motor Dan Menentukan Momen Gaya Rem Untuk Mekanisme Pengangkat Momen gaya penuh yang di hasilkan motor ketikan percepatan dapat di cari dengan rumus : M mot = M st + M dyn Dua faktor yang harus dipakai sebagai petunjuk untuk penentuan daya motor yang di perlukan secara tepat. Pemanasan dan beban lebih yang di izinkan. Beban-lebih yang aman dalam jangka waktu singkat pada motor DC tergantung pada percikan bunga api yang di izinkan pada komutator dan di pilih kira-kira sebesar % dari momen gaya ternilai, yaitu : M rated = M ke3 Dengan : M rated momen gaya motor M max gaya maksimum ketika percepatan = M mot Lebih-lebih yang aman untuk jangka waktu singkat motor AC dikondisikan oleh momen gaya stal yang akan melebihi momen gaya maksimum, dapat di pilih kira-kira,75 sampai kali momen gaya, yaitu : Mmaks = (,75 ke ) Mrated Beban lebih yang aman lebih tepat ketika percepatan dapat di lihat pada katalog motor yang bersangkutan. Pemanasan motor di akibatkan oleh perubahan energi motor yang hilang ketika motor di operasikan. Pemanasan yang berlebihan dapat merusak isolasi dan mengurangi umur motor atau langsung dapat merusak motor itu. Oleh karena itu, daya motor di pilih sedemikian rupa sehingga temperatur gulungan dengan insulasi khusus yang tahan terhadap pemanasan yang tidak boleh melampoui batas aman pada segala kondisi pengoperasian. 3. Efisiensi Penggerak Data efisiensi mekanisme atau elemennya yang di tunjukan pada buku acuan memberikan nilai maksimum yang sesuai dengan beban aktualnya. Efisiensinya menurun ketika beban berada di bawah beban aktualnya. Ada dua jenis kerugian akibat gesekan pada mekanisme dan penggeraknya : konstan (tidak berbeban) tidak tergantung pada beban, dan variabel yang tergantung pada beban. Kerugian variabel berbanding lurus dengan beban. Maka salah satu sifat bawaan setiap mesin adalah tuntutan bahwa crane selalu beroperasi pada beban penuh, kalau tidak ada yang merugikan akan meningkat dengan persentase yang besar terhadap kerja crane yang berguna 4. Memilih Daya Motor Dan Menentukan Momen Gaya Pengereman Untuk Mekanisme Penjalan Momen gaya motor yang di perlukan selama percepatan dan momen gaya rem selama perlambatan pada mekanisme penjalan truk, troli pengangkut, crane jalan, kantilever, monorel, dan crane lainnya yang bergerak pada rel dapat di tentukan dengan rumus : Mbr = Mdyn Mst akan tetapi untuk mencegah tergelincir pada roda jarak pengereman ini harus di batasi tidak kurang dari nilai yang di tunjukan pada Tabel 4. dalam nenentukan momen gaya rem terhadap gerak dapat di perhitungkan dengan mengabaikan gesekan pada flens roda penjalan. Materi Konstruksi Baja Ringan 56
57 5/8/0 5. pemilihan Daya Motor Dan Menentukan Momen Gaya Rem Untuk Mekanisme Pemutar Momen gaya yang di perlukan motor selama percepatan dan momen gaya pengereman selama perlambatan untuk mekanisme pemutar crane di tentukan dengan rumus sama seperti pembahasan yang telah dibahas diatas. M st = M st = M i M = momen resistansi perputaran penuh dengan memperhitungkan tekanan angin. i = perbandingan transmisi = efisiensi penggerak Bila rem tidak di pasang pada poros motor, momen gaya dinamik M dyn di dapatkan dari rumus sebelumnya dan rarus di acu pada poros motor. Daya motor yang di perlukan pada mekanisme pada pemutar crane dipilih dengan cara yang sama seperti pada mekanisme pengangkat. 6. Pemilihan Daya Motor Dan Menentukan Momen Gaya Pengereman Untuk Mekanisme Perentang Dan Pendongkrak Bila jangkouan crane di ubah dengan troli yang di gerakan tali, momen gaya motor yang diperlukan selama percepatan dan momen gaya pengereman selama perlambatan dapat di lihat pada persamaan sebelumnya. Lintasan pengereman untuk menghentikan troli biasanya di ambil sebesar s 0,5 s/d 0,5 m. Pada mekanisme pendongkrak momen gaya motor yang diperlukan sewaktu percepatan dan momen gaya pengereman selama perlambatan ditentukan oleh persamaan yang telah di bahas diatas. Dalam rumus ini G adalah bobot tiang lengan yang dibebani penuh dan v- kecepatan titik bobot tiang lengan yang dibebani tersebut pada gerakan tunak. Motor dan rem mekanisme pendongkrak harus di periksa terhadap kapasitas angkat maksimum pada berbagai kedudukan tiang lengan. Daya motor yang diperlukanuntuk mekanisme perentang dan pendongkrak dipilih dengan cara yang sama seperti pada mekanisme pengangkat. Dengan troli yang tak dibebani pada jari-jari minimum tetapi dengan arah yang berlawanan, yaitu G c Q Go a e Ge G0ao g Bila troli yang dibebani penuh berada pada ujung luar tiang lengan, kita akan mendapatkan reaksi bantalan padaujung tiang lengan sebagai berikut: Reaksi vertikal V Q G0 G Reakisi horizontal G C Q G0 a Ge G,,, C eg H H h Dalam rumus ini Q ---- bobot muatan yang diangkat G bobot troli G ---- bobot tiang lengan. Untuk menentukan gaya yang bekerja pada bagian kerangka secara grafis akibat bobot muatan dan troli (Q + G0), troli yang terbebani penuh harus diletakkan pada jangkauan maksimum dan beban yang sebenarnya digantikan dengan bobot Q, yang dipindahkan kesambungan yang terdekat, kemudian kita dapatkan:, Q Q G 0 a, a a Gaya Q dan G digunakan untuk menggambarkan diagram cremona dan menentukan gaya yang bekerja pada bagian kerangka akibat bobot muatan dan troli (gambar b) Materi Konstruksi Baja Ringan 57
58 5/8/0 Diagram untuk menentukan gaya akibat bobot mati tiang lengan ditentukan dengan cara yang sama (gambar c). Karena pada crane ini momen akibat pengimbang G e G e > C g maka tidak ada tekanan horizontal pada bantalan akibat bobot tiang lengan. CRANE DENGAN TIANG LENGAN-PENDONGAK. Marilah kita bahas dengan memakai contoh, bagian yang berputar dan pendukung crane derek (gambar 3). Gaya yan bekerja pada tiang lengan dan tiang vertikal crane ini dapat ditentukan dengan mudah dengan mamakai metode grafis untuk jari-jari maksimum (gambar 3a). Bobot tiang lengan horizontal G dan tiang vertikal G dipindahkan pada sambungan yang berdekatanp. Bobot Q, G gaya dan tarikan S dan S digabungkan pada ujung tiang lengan horizontal menjadi gaya resultante R. gaya resultante R dan R akibat tarikan tali S dan S didistribusikan diantara sambungan bawah dan atas tiang vertikal sebagai komponen Diagram Cremona untuk menentukan tegangan pada bagian kerangka digambar G,,,,,, kan dari gaya R, R, R, R dan R. Dan (pada ujung atas dan bawah). Tiang lengan dan vertical mengalami tegangan tekan lentur. Kedua tiang tersebut dibuat dari kayu ataupun profil baja canai. Bila terbuat dari baja canai tiang tersebut mempunyai penampang persegi yang terdiri atas empat buah baja siku yang disambung keempat sisinya dengan penampang kisi. Biasanya tiang vertical Derek (gambar 3b) diikat dengan dua buah kaki pendukung miring dan pada ujung atas dan dengan dua bagian horizontal 3 dan 4 pada bagian bawah. G Gambar 3. Penyelesaian tiang lengan, vertikal dan batang tulang crane derek Bila tiang lengan berada pada kedudukan I 0, kaki dibebani gaya maksimum H S maks sin (kaki tidak dibebani). Bila tiang lengan berputar kekiri kedudukan I gaya yang bekerja pada kaki akan berkurang, sebagian diambil alih oleh kaki yang disini mengalami tegangan tekan. S S H cos45 o sin Pada kedudukan III, bila 90 o, kaki II bebas dari bebannya karena kaki akan menahan seluruh gaya horizontal H. bila 90 kaki II mengalami o tekanan yang akan mencapai nilai maksimum pada kedudukan IV ( 80 ) o S maks 3 H sin o 90 sin H,0 sin Diagram polar (gambar 3b) menunjukkan kurva yang menggambarkan gaya yang bekerja pada kaki II pada kedudukan terujung pada tiang lengan yang dibatasi sudut. Diagram untuk kaki akan serupa dengan diagram yang ditunjukkan. Bagian horizontal 3 dan 4 mengalami tekanan dan tarikan yang tergantung pada kedudukan tiang lengan. bagian 3 mengalami tegangan tekan maksimum pada kedudukan I, yaitu S maks H dan tegangan tarik maksimum pada kedudukan IV, yakni, S maks o 3 H sin 90, 0 Materi Konstruksi Baja Ringan 58
59 5/8/0 Bila pendukung bawah tiang vertical meneruskan reaksi horizontal bantalan langsung ke pondasi beton, bagian 3 dan 4 dapat ditiadakan. Dalam hal ini ujung bawah kaki dan (masing-masing terpisah) diikat dengan baut benam pada pondasi beton. Titik putar atas pada Derek yang dapat diputar pada satru lingkaran penuh atau kolong bangunan. Bila kita mengasumsikan keenam buah tali tersebut kukuh dua buah diantaranya mengalami tegangan maka gaya dikerahkan pada satu buah tali kukuh akan sama dengan. Tetapi karena tali tersebut miring dengan sudut terhadap vertical maka tegangan desain yang sebenarnya adalah S H O cos30 sin Batas keamanan tali yang sebenarnya mengharuskan jumlah tali minimal 5 buah. 3. Struktur Kantilever Bagian pendukung crane kantilever terdiri atasa dua buah roda penjalan vertikal yang akan menahan beban akibat bobot crane, troli dan beban hidup dan dua pasang bantalan nol masing-masing pada bagian atas dan bawah yang akan menahan gaya reaksi horizontal akibat momen yang akan menyingkirkan crane (gambar 4) Gambar 4 menunjukkan kerangka crane kantilever dengan troli dalam dan gambar 5 menunjukkan crane dengan troli luar. Beban penuh pada penumpu kerangka akan sama dengan (lihat gambar 5) beban bantalan vertikal V Q G 0 G Dengan : Q --- bobot muatan yang diangkat G bobot troli G --- bobot crane tanpa troli Beban bantalan horizontal: H' H'' Q G0 a h G e Kerangka krane kantilever dirancang dengan dua buah modifikasi. Dengan troli dalam atau troli luar (yang bergerak pada batang tepi atas atau bawah). Beban kontstan pada girder utama rangka (bobot beban mati) terdiri atas bobotnya sendiri, setengah bobot penopang silang dan setengah bobot struktur platform dengan lantainya. Setengah bobot batangbobot penopang silang dan lantai ditahan oleh gireder tambahan (samping) Gambar 4 Rangka crane kantilever Materi Konstruksi Baja Ringan 59
60 5/8/0 Pada awalnya bobot girder utama, batang penopang silang, dan lantai ditentukan dengan metode coba-coba dengan perbandingan desain yang tersedia Bila beban akibat bobot girder utama adalah G dan jarak ketitik bobotnya dengan e maka reaksi pada pendukung kerangka adalah: e V = G dan H G h Dengan mengasumsikan bahwa beban G terdistribusikan seragam sepanjang girder utama, kita dapat mencari gaya yang bekerja pada sambungan k dan k (gambar 5a). Bila mengetahui gaya-gaya pada sambungan tersebut kita dapat mencari tegangan pada bagian kerangka akibat bobot girder utama dengan menggambarkan diagram Cremona (gambar 5a) STRUKTUR RANGKA CRANE Pada gambar 0b resultante R komponen gaya S dan Q pada ujung luar tiang lengan ditentukan dengan metode sebelumnya. Tarikan S dan S tali pada roda puli bagian kerangka tengah 4 akan menghasilkan resultante R yang bekerja pada ujung bagian rangka 4 sebagai R dan R sebanding dengan bagian lengan tersebut.gaya S pada drum diuraikan menjadi gaya yang bekerja padsa bagian pilar (S dan S ). Gaya R, R, dan R 3 digunakan untuk menggambarkan diagram Cremona dan untuk menentukan tegangan pada bagian kerangka akibat beban muatan dan tarikan tali. Gambar 0c menunjukkan diagram tegangan pada bagian kerangka akibat bobot tiang lengan, dimana diagram ini harus dibuat dengan skala lebih besar dibandingkan diagram untuk bobot muatan. Bobot tiang lengan dan akibatnya pada bagian suprastruktur ditentukan secara coba-coba. Tegangan pada bagian kerangka adalah jumlah beban gaya mati dan beban hidup Materi Konstruksi Baja Ringan 60
61 5/8/0 Pada crane yang berat dengan mekanisme pemutar yang digerakkan oleh penggerak daya, efek gaya inersia diperhitungkan dengan mengasumsikan gaya horisontal sebesar yang bekerja pada ujung tiang lengan. Gaya inersia ini didukung oleh rangka batang horisontal (Gambar 0d) yang setengahnya mengalami tekanan tambahan dan bagian lainnya mengalami tarikan. CRANE DENGAN TIANG TETAP Gambar adalah contoh suprastruktur pejal yang sering digunakan untuk crane pilar putar tanpa pengimbang. Keunggulan desain ini adalah tersedianya ruangan yang cukup besar dibawah tiang lengan. Girder berbentuk kotak diperkuat pada bagian yang melengkung dengan pelat dan pada bagian yang lurus memakai penopang. Dimensi penampang ditentukan secara cobacoba. Tegangan Pada bagian II-II, III-III, IV-IV ditentukan sebagai berikut:bagian atas yang miring dianggap terpasang mati (gambar b) pada penampang II-II (gambar a) Bobot muatan Q diuraikan menjadi gaya tekan N dan gaya lentur P. Biasanya momen yang berlawanan dari tarikan tali S diabaikan. Pada kedua nilai tersebut ditambah gaya tekan N dan gaya lentur P akibat bobot suprastruktur G Momen lentur (faktor koreksi dinamik diabaikan) M II = P C + P C (307) Gaya normal N II = N + N + S (308) Resultante tegangan satuan (tanpa gaya geser) (309) dengan: W dan F momen resistensi dan luas penampang pada bidang II-II (diagram tegangan, gambar c) Tegangan geser satuan (30) Gambar diagram untuk menyelesaikan suprastruktur pejal untuk crane putar Tegangan satuan dengan memperhitungkan tegangan geser (3) Materi Konstruksi Baja Ringan 6
62 5/8/0 Penghitungan tegangan pada bagian tengah yang melengkung pada penampang III-III (gambar a) dibuat seperti batang lengkung. Momen lentur M III = Qa + G e. Gaya normal N III = Q + G. Resultante tegangan satuan pada bagian terluar dan terdalam serat penampang tersebut ialah (3) dengan : r = jari-jari kelengkungan batang (Gambar d). Biasanya nilai x ditentukan dengan metode grafis. Tanda + pada persamaan (3) dipakai untuk serat penampang terluar, dan tanda dipakai pada serat penampang yang terdalam. Tegangan satuan bervariasi menurut suatu hiperbola (gambar d). Pada penampang IV-IV pada bagian bawah yang lurus (gambar a) momen M IV = M III Gaya normal N IV = N III, Resultante tegangan satuannya adalah (33) Semua penampang dibawah penampang IV-IV hanya mengalami lenturan. Diagram momen lentur batang tersebut digambarkan pada gambar e dan diagram tegangan pada gambar f.. SUPRASTRUKTUR CRANE PUTAR BENTANG DAN CRANE LENGAN-PENDONGAK Crane Bentang dengan Troli. Gambar a menunjukkan Diagram crane batang yang dapat diputar dalam suatu lingkaran penuh yang mempunyai troli gerak. Crane ini diberi pengimbang untuk mengurangi gaya reaksi horisontal pada pendukungnya. Besarnya pengimbang G cw harus dibuat sedemikian rupa sehingga gaya reaksi horisontal bantalan dengan troli yang terbebani penuh pada jarijari maksimum bernilai sama Gambar penyelesaian secara grafik suprastruktur crane putar batang yang jangkauannya dapat diubah dengan troli Momen Lentur dan gaya lateral akibat beban konstan. Bila L adalah bentangan girder memanjang utama, dalam meter; G-bobot girder tersebut, yakni beban konstan, dalam ton, yang terdistribusi seragam sepanjang bentangan; q- bobot mati, dalam ton per meter panjang, momen lentur pada jarak x dari penumpu sebelah kiri akibat bobot mati adalah M q = = ton m (3) Momen lentur maximum bila adalah M q maks = ton m (3) Materi Konstruksi Baja Ringan 6
63 5/8/0 Kurva momen lentur akan merupakan suatu parabola yang digambarkan sepanjang L dengan ordinat maksimum M maks q (Gambar 8b). Gaya lateral pada jarak x dari penumpu kiri adalah ton Gaya lateral maksimum pada sebelah kanan atau kiri penumpu x = 0 akan sama dengan ton Kurva gaya lateral ditunjukan pada gambar 8e. Momen lentur dan gaya lateral akbat beban gerak (troli dan muatan). Bila bobot troli berbeban didistribusikan seragam pada rodanya, maka beban pada satu roda adalah dengan Q-bobot muatan yang diangkat dan G o -bobot troli. Dapat diasumsikan dalam hal ini bahwa girder pelat menahan dua buah beban P yang identik yang terpisah sejauh b (Gambar 8a). Maka momen lentur pada penumpu di bawah roda sebelah kiri, yang ditempatkan pada jarak x dari penumpu kiri ialah (35) ton-m Momen lentur maksimum akan terjadi pada penampang yang berjarak dari bagian tengah bentangan gider pelat tersebut (36) ton-m Momen lentur didistribusikan dengan bentuk parabola dengan ordinat terbesar pada panjang (Gambar 8c). Kurva momen untuk kedudukan beban yang paling tidak menguntungkan adalah 0---3; yang didapat dengan menggambarkan dua kurva momen akibat gerak beban dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri. Momen lentur maksimum berkurang bila jarak antara roda bertambah. Bila jarak antar roda (misalnya, pada troli tangan) kecil dibandingkan bentangan, kita dapat mengasumsikan dengan cukup akurat untuk penggunaan praktis bahwa b = 0 dan Gambar 8 Kurva momen dan gaya lateral girder pelat Bila roda troli diberi beban berbeda, dapat diasumsikan bahwa dua beban P dan P yang berlainan akan bergerak sepanjang girder; maka V = P + P merupakan resultante kesua gaya yang berkerja pada roda dan dan Materi Konstruksi Baja Ringan 63
64 5/8/0 Dalam hal ini momen lentur pada daerah dibawah roda, pada jarak x dari penumpu kiri adalah ton-m (37) Momen lentur maksimum akibatbeban P pada jarak dari titik tengah girder ialah ton-m (38) Persamaan ini merupakan persamaan parabola yang digambarkan sepanjang (L b ) dengan ordinat maksimum Momen pada daerah dibawah beban P pada jarak x dari penumpu kanan ditentukan dengan cara yang sama sepeti diatas, yakni dan ton-m (39) ton-m (330) Persamaan (330) merupakan parabola sepanjang dengan ordinat Untuk beban yang sama P dan P gaya lateral pada jarak x dari penumpu kiri ialah (Gambar 8f) ton (33) Bila x = 0gaya lateral maksimum pada penumpu kiri ialah ton (33) Gaya lateral pada jarak dari penumpu kiri ialah ton (333) Dengan beban P dan P gaya lateral pada jarak x akan sama dengan ton (334) Bila x = 0 Gaya lateral pada jarak dari penumpu kiri ialah ton (335) Bila kita menambahkan kedua kurva momen akibat aksi beban mati (Gambar 8b) dan beban gerak (Gambar 8c) kita akan mendapatkan momen resultan (Gambar 8a) daerah yang diarsir. Dengan mengalikan momen perlawanan pada berbagai penampang girder utama dengan tegangan amannya kita akan mendapatkan kurva yang menggambarkan kekuatan girder (kurva momen aman) garis kontur pada gambar 8d. Diagram resultante gaya lateral ditunjukkan pada gambar 8g. Gambar 9 menunjukkan diagram momen dan untuk girder memanjang utama crane jalan dengan kapasitas angkat mulai 5 sampai 50 ton dan bentangan mulai 0 sampai 30 meter. Tegangan Satuan akibat Momen Lentur (a) Akibat beban utama (336) Materi Konstruksi Baja Ringan 64
65 5/8/0 Tegangan satuan akibat momen lentur a) Akibat beban utama b) Akibat beban utama dan tambahan TeganganSatuan akibat gaya lateral a) Akibat beban utama b) Akibat beban utama dan beban tambahan Notasi berikut digunakan pada rumus sebelumnya: = tegangan lentur normal sebenarnya (lentur) dalam kg/cm =tegangan satuan tangensial yang sebenarnya (geser) dalam kg/cm dan = tegangan satuna aman untuk lentur dan geser dalam kg/cm =koefisiensi dinamik untuk gaya akibat beban konstan =koefisiensi dinamik untuk gaya akibat beban konstan =momen netto pad setiap penampang (tanpa lubang paku keling) =jumlahmomen lentur pada penampang akibat beban tambahan =momen statis total pada setiap bagian penampang (tanpa lubang paku keling) =tebal dinding pada setiap penampang I gr =momen inersia total ditinjau dari sumbu utama =jumlahgaya lateral pada setiap penampang akibat beban tambahan. Gambar 9 kuva untuk memperkirakan momen maksimum akibat beban konstan Tabel 4. Koefisiensi dinamik untuk gaya akibat beban diam Tabel 4.3 Koefisiensi dinamik untuk gaya pada beban berjalan Deformasi Defleksi Girder.Defleksi girder utama yang berlebihan akan menyebabkan seluruh jembatan bergetar dan berpengaruh besar pada operasi crane. Untuk menjaga defleksi dalam batas aman, girder memanjang utama harus cukup tinggi dan emiliki momen inersia yang memadai. Pada girder dengan momen inersia yang konstan cm 4, defleksi maksimum akibat bobotnya sendiri (gambar 30) ialah: Gambar 30 Diagram untuk menghitung defleksi girder utama crane jalan dengan: G = bobot girder, dalam kg E kg/cm Modulus elastisitas. Defleksi akibat beban gerak dapat ditentukan berdasarkan asumsi bahwa dua beban P dan P (beban pada roda troli berbeban) ditempatkan secara simetris pada bagian tengah crane(gambar 30). Maka kita akan mendapatkan defleksi dengan ketelitian yang memadai Defleksi total adalah memeriksa kekuatan flens bawah pada jalur monorel. Pada crane jalan girder tunggal, pengangkat yang digerakkan tangan ataupun daya sering didesain untuk pada batang canai-i. Dalam hal ini momen lentur persatuan panjang ialah: M = 0,5 P Dengan P = gaya yang ditimbulkan oleh roda yang pada desain dengan empat roda akan sebesar: P = Dengan Go = bobot pengangkat yang dapat bergerak Q = kapasitas angkat Dengan menandai tebal flens dengan t, momen penampang (per satuan panjang) ialah sebesar W = = Gambar 3 Flens bawah batang canai-i Tegangan pada flens akan menjadi Materi Konstruksi Baja Ringan 65
66 5/8/0 K koefisien yang memperhitungkan lubang pada lantai ~ 0,5. Biasanya lebar lantai dioambil sebesar 800;.000; ) bobot penopang silang G cr-br /30 G utama; 6) bobot mekanisme penjalan G mech = 700 sampai.300 untuik crane dangan kapasitas angkat sampai 30 ton; 7) bobot kabin operator dengan peralatan elektriknya dan bobot operator itu sendiri Gcab.000 sampai.500 kg Maka bobot total rangka batang utama akibat beberan konstan ialah : G = G utama + ½ G hor + ½ (G pt + G ft ) + ½ G cr-br + ½ G mech + ½ G cub (344) dan beban yang dcitahan oleh tiap-tiap sambungan atau titik panel rangka ialah (345) K = G n - dengan n jumlah sambungan Untuk menentukan tegangan pada anggota rangka susun akibat beban konstan digunakan diagram Cremona ( gambar 34 ) Tegangan pada bagian rangka batang a.kibat beban gerak. Beban gerak menyebabkan batang tepi atas girder utama mengalami tekanan dan batang tepi baewah mengalami tarikan. Tergantung pada kedudukan troli batang diagonal dapat mengalami tarikan maupun tekanan. Gambar 35 ditujukan untuk menentukan tegangan maksimum pada bagian girder utama akibat beban gerak. Momen maksimum, M = P y + P y (346) Tegangan pada batang tepi ditentukan dengan membagi momen pada sambungan yang berlawanan dengan segitiga rangka batang pada jarak terpendek antara batang ke sambungan M iv S 4 = (347) h Gaya lateral akan sama dengan T = P y + P y (348) Metode yang sama digunakan untuk mencari gaya lateral pada sambungan lainya. Tegangan pada penopang yang miring ditentukan dengan bantuan diagram Cremona yang digambarkan untuk rangka batang bila reaksi tumpukan kiri A = ton Untuk ini sambungan yang tepat disebelahkanannya juga dibebani yang sesuai. Tegangan pada penopang tulang miring adalah (48) Dengan : F Tegangan pada penopang tulang miring yang didapatkan dari diagram cremona untuk A= T gaya lateral pada titik sambungan (yang paling buruk pengaruhnya). Beban roda troli hanya menghasilkan tegangan tekan pada batang vertikal. Jika b = λ atau b> λ (lihat gambar 3a), maka tegangan pada batang vertikal adalah S = P ; Jika b < λ maka (350) Nilai tegangan pada bagian akibat beban gerak kemudian dituliskan pada suatu kolom dalam tabel ringkasan perhitungan masing-masing. Materi Konstruksi Baja Ringan 66
67 5/8/0 Tegangan Tambahan Pada Bagian Rangka Akibat Pengereman Crane. Batang tepi atas mengalami juga gaya lentur pada batang horizontal akibat gaya pengereman bagian gerak crane bermuatan. Gaya akibat inersia komponen crane akan mencapai maksimum bila roda perjalan crane secara tiba-tiba. Jika bobot muatan yang diangkat adalah Q, bobot troli adalah G 0, bobot crane (tanpa troli) dengan G, dalam kg, percepatan gravitasi adalah g (g=9.8 m/s) dan koifisien gesek antara roda perjalan dan rel adalah μ (μ 0,) dan jika setengah dari roda crane direm kita akan mendapatkan Dengan perlambatan adalah Gaya inersia massa troli yang bekerja pada rangka batang pada bidang horizontal akan sama dengan (35) Karena gaya ini ditransmisikan ke rel pada girder utama, setiap batang-tepi atas dan rangka pengaku horizontalnya (melalui penipang slang) akan menahan setengah dari gaya inersia tersebut. Momen letur maksimum akan terjadi pada jarak dari bagian tengah bentangan crane. Persamaan momen [rumus (36)] harus ditambah dengan nilai gaya horizontal yang bekerja pada satu roda satu rangka batang. Maka momen lentur horizontal maksimumadalah (35) Tegangan Satuan pada Bagian Rangka Batang Pemeriksaan terhadap tekanan atau tarikan a. akibat kerja beban utama b. akibat kerja beban utama dan tambahan Pemeriksaan terhadap stabilitas (tertekan) a. akibat kerja beban utama (354) (353) (355) b. akibat kerja beban utama dan tambahan (356) Pemeriksaan terhadap lenturan dan tekanan lateral : a. akibat kerja beban utama (357) (357) b. akibat kerja beban utama dan tambahan (358) Pemeriksaan terhadap stabilitas : a. Akibat kerja beban utama (359) b. akibat kerja beban utama dan tambahan (360) Dalam memeriksa stabilitas (lenturan akibat tekanan aksial) nilai koefisien μ diambil untuk kefleksibelan bagian yang berada dalam bidang lentur dari Tabel 44. Kefleksibelan batang didapat dengan menggunakan rumus (36) Materi Konstruksi Baja Ringan 67
68 5/8/0 Tabel 44 Koefisien yang mengurangi tegangan aman dalam lenturan akibat tekanan aksial bagian rangka batang yang terbebani terpusat Dengan I gr = momen inersia total penampang bagian F gr = luas penampang bagian L = luas bagian Kefleksibelan batang tidak boleh melebihi : a) 0 untuk bagian yang merupakan batang tepi dan penopang ujung rangka batang yang mengalami tekanan; b) 50 untuk bagian lain rangka batang utama yang mengalami tekanan dan untuk batang tepi yang mengalami tekanan; c) 00 untuk batang lain rangka batang utama dalam yang mengalami tarikan; d) 00 untuk batang dari rangka batang tambahan yang mengalami tekanan; e) 50 untuk batang lain rangka batang tambahan. Gambar 37 Diagram momen akibat lenturan setempat pada batang tepi atas yang dihasilkan oleh oda troli yang bermuatan Tanda-tanda yang diguanakan rumus (53) sampai (360) ialah sebagai berikut : = koefisien dinamik untuk gaya akibat beban konstan (lihat Tabel 4) S q = gaya akibat beban konstan = koefisien gay dinamik akibat beban gerak (lihat Tabel 43) S p = gaya akibat beban gerak S p = gaya akibat beban gerak M p = momen lentur akibat lenturan setempat pada batang tepi atas yang diakibatkan oleh roda troli yang bermuatan (Gambar 37) F net = luas penampang netto bagian (tanpa lubang paku keling) F gr = luas daerah gross bagian (dengan lubang paku keling) W net = momen penampang bagian netto W gr = momen penampang bagian gross S add = jumlah gaya akibat beban tambahan M add = jumlah momen akibat beban tambahan [ ] = tegangan aman (36) Materi Konstruksi Baja Ringan 68
69 5/8/0 Beban tambahan akibat pengereman crane ditahan oleh penampang (Gambar38) atau rangka batang horisontal yang terletak diantara ranga batang utamadan rangka batang sisi (Gambar 39). Jika (tanpa rangka batang horisontal) lantai plat baja dianggap menahan gaya ini maka tegangan pada bidang horisontal pada bagian terluar dapat ditentukan dengan persamaan momen (35). Gambar 38 Diagram untuk menyelesaikan batang tepi atas dari rangka batang berlantai Gambar 39 Menentukan tegangan pada bagian rangka batang horisontal akibat pereman crane Momen perlawanan (Gambar 38) adalah Karena lantai plat baja tersebut dilubangi maka penampang yang berguna hanya dianggap 50 persen saja. Tergantung pada arah gerak crane tegangan pada bidang horisontal berubahubah dari tegangan tarik menjadi tegangan tekan dan sebaliknya. Jika gaya inersia komponen ditahan oleh rangka batng horisontal (Gambar 39) kita harus mendistribusikan beban pada rodatroli P dalam ketitik sambungan yang berdekatan, tentukan gaya reaksi horisontal H dan H dan menggambarkan diagram Cremona (Gambar 39). Diagram Cremona ini dipergunakan untuk mencari tegangan tambahan pada bagian-bagian batang tepi atas yangmerupakan tegangan sekat untuk arah gerak crane diatas tersebut. Tegangan tambahan ditambah F net maksimum akibat gaya tekan vertikal untuk mendapatkan [lihat rumus (354) sampai (360)] tegangan maksimum pada batang tepi atas (batang tepi bawah hanya mengalami tarikan). Defleksi Batang dan Lengkungannya. Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, defleksi rangka batang akibat muatan maksimum yang diangkat dan bobot troli tidak boleh melebihi < L dengan L-panjang bentangan rangka batang. Defleksi kisi rangka batang jembatan jalan dapat ditentukan sampai ketelitian 0 persen dengan rumus Dengan : M = momen desain akibat beban gerak, dalam kg-cm L = panjang betangan dalam cm (363) Tergantung pada arah gerak crane tegangan pada bidang horisontal berubahubah dari tegangan tarik menjadi tegangan tekan dan sebaliknya. Jika gaya inersia komponen ditahan oleh rangka batng horisontal (Gambar 39) kita harus mendistribusikan beban pada rodatroli P dalam ketitik sambungan yang berdekatan, tentukan gaya reaksi horisontal H dan H dan menggambarkan diagram Cremona (Gambar 39). Diagram Cremona ini dipergunakan untuk mencari tegangan tambahan pada bagian-bagian batang tepi atas yangmerupakan tegangan sekat untuk arah gerak crane diatas tersebut. Tegangan tambahan ditambah F net maksimum akibat gaya tekan vertikal untuk mendapatkan [lihat rumus (354) sampai (360)] tegangan maksimum pada batang tepi atas (batang tepi bawah hanya mengalami tarikan). Defleksi Batang dan Lengkungannya. Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, defleksi rangka batang akibat muatan maksimum yang diangkat dan bobot troli tidak boleh melebihi < L dengan L-panjang bentangan rangka batang. Defleksi kisi rangka batang jembatan jalan dapat ditentukan sampai ketelitian 0 persen dengan rumus Dengan : M = momen desain akibat beban gerak, dalam kg-cm L = panjang betangan dalam cm (363) Materi Konstruksi Baja Ringan 69
70 5/8/0 Dengan : h = tinggi rangka batang, dalam cm F atas = luas penampang gross batang tepi atas, dalam cm F bawah = luas penampang lintang gross batang tepi bawah, dalam cm = modulus elastisitas, = koefisien yang diperhitungkan deformasi batang penopang miring Kadang-kadang yang disebut dengan kelengkungan (kembar) dipasangkan pada jaringan rangka batang untuk memberi pratarikan pada bagian batang tersebut. Biasanya kelengkungan pada titik sambungan tengah diambil sama dengan defleksi amannya. Biasanya kelengkungan pada sambungan lainnya mengikuti fungsi parabola. Marilah kita bahas dengan memakai contohrangka batang crane jalan elektrik (Gambar 40) dengan karakteristik berikut : bentang L = mm, jumlah panel n = 0, panjang panel =.400 mm, tinggi rangka h =.400 mm, kelengkungan maksimum f maks = 4 mm = Gambar 40 Penentuan kelengkungan rangka batang secara grafis Gambar 4 Penyelesaian Secara Grafis Rangka Batang Kisi Tabel 45 Momen gaya Lateral akibat Beban Gerak Dengan M p = P =.800 = kg-cm dan φ = 0,87 λ = = = 55 Perhitungan sebelumnya memperbolehkan penggunaan dua batang kanal No. untuk batang-tepi atas rangka. Batang-tepi bawah (batang 3 dan 9 dua batang siku 60 x 60 x 8 mm) Tegangan satuan batang pada batang-tepi bawah adalah ζ = = = 07 kg / cm Dengan M p = P =.800 = kg-cm dan φ = 0,87 λ = = = 55 Perhitungan sebelumnya memperbolehkan penggunaan dua batang kanal No. untuk batang-tepi atas rangka. Batang-tepi bawah (batang 3 dan 9 dua batang siku 60 x 60 x 8 mm) Tegangan satuan batang pada batang-tepi bawah adalah ζ = = = 07 kg / cm Dengan : F net = 0,85 F gr = 0,85 x 9,03 x = 5,35 (dengan memperhitungkan berkurangnya kekuatan akibat lubang paku keling). Penampang miring (batang 6-dua batang siku 50 x 50 x 6 mm). Tegangan satuan pada penopang miring adalah : ζ = = =.80 kg / cm Dengan : φ = 0,45 λ = = = 0 Materi Konstruksi Baja Ringan 70
71 5/8/0 Tabel 46 Tabel Ringkas hasil Perhitungan Batang penumpu ujung terbuat dari dua batang siku 50 x 50 x 6 mm karena tegangannya tidak melebihi tegangan pada penopang miring tersebut. Tegangan satuan pada bagian rangka batang utama cukup aman untuk baja CT. Gambar 44e menunjukkan diagram Cremona untuk menyelesaikan rangka batang sisi dan Gambar 4d untuk rangka horisontal. Nilai tegangan pada rangka-rangka ini diringkas pada Tabel Defleksi pada rangka batang utama akibat beban gerak [rumus (363)] adalah δ = = = 0,9 cm Momen akibat beban gerak akan sama dengan M = = = kg-cm Dan momen inersia kedua batang-tepi rangka batang adalah Im = = =,4 cm Menurut kaidah keteknikan, defleksi tidak boleh melebihi δ = = =,4 Maka, defleksi δ = 0,9 cm yang kita dapatkan sangat diizinkan. ELEVATOR. ELEVATOR SANGKAR Elevator sangkar juga disebut lift ditujukan untuk mengangkat barang dan penumpang secara vertikal didalam sangkar yang bergerak pada rel penuntun tetap. Lift banyak digunakan pada industri, toserba dan rumah tinggal. Lift diklasifikasikan menjadi lift untuk penumpang dan lift untuk barang. Kemudian lift barang terbagi lagi menjadi elevator barang, elevator barangdan penumpang (memakai operator) dan elevator barang pelayanan ringan(untuk perusahaan makanan dan komersial). Jenis penggerak yang digunakan membagi elevator menjadi elevator elektrik (lihat gambar 49 dan 50), hidrolik dan yang dioperasikan tangan (gambar 5). Elevator yang digerakkan elektriklah yang paling banyak digunakan. Kecepatan tempuh lift barang berkisar mulai 0, sampai,5 m/detik. Lift penumpang biasa bergerak dengan kecepatan 0,5 sampai 3,5 m/detik. Biasanya lift penumpang tersedia mulai kapasitas 0,5 sampai ton; lift barang menangani 0,5 sampai 5 ton, sedangkan lift barang pelayanan ringan mulai 50 sampai 00 kg. Lift sangkar elektrik mempunyai bagian-bagian utama sebagai berikut (gambar 49): sangkar atau kerata, rel penuntun swatumpu, lorong lift, penyeimbang, peralatan penggantung, mesin pengangkat, alat pengamanan dan kendali elektrik. Sangkar atau kereta berfungsi untuk barang atau penumpang. Elevator penumpang dapat mempunyai bobot kira-kira sebagai berikut: Materi Konstruksi Baja Ringan 7
72 5/8/0 Kapasitas penumpang) (jumlah Bobot sangkar, kg Dengan : Gambar 49 Bobot sangkar elevator barang dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut: Gsangkar = F untuk Q = 500 kg Gsangkar = F untuk Q = 000 kg Gsangkar = F untuk Q = 500 kg F : luas lantai, dalam m dan Q : kapasitas, dalam kg Rangka sangkar barang dibuat dari kanal dan besi siku sedangkan dinding dan lantai dari kayu atau pelat besi anti gelincir. Sangkar tersebut cukup kokoh untuk menahan deformasi akibat beban kejut yang mungkin timbul ketika pemuatan. Salah satu desain sangkar tanpa daun pintu ditunjukkan oleh gambar 5. Gambar 5 Ukuran sangkar lift dipilih berdasarkan tekanan satuan yang dikerjakan pada lantai. q Q F Untuk muatan berukuran kecil q diambil mulai 00 sampai 300 kg/cm, dalam hal ini luas lantai tidak boleh kurang dari meter persegi. Alat penuntun. Sangkar atau kereta, bergerak didalam lorong pada rel penuntun yang terpasang tetap. Gambar 53 menunjukkan berbagai desain rel penuntun: (a)penuntun konvr\ensional untukelevator barang yang terdiri atas dua buah besi siku yang bergeser sepanjang rel kayu persegi. (b)penuntun untuk lift penumpang dengan pegas ulir yang menekan ujung batang penuntun pada rel. (c)penuntun berengsel untuk rel T- khusus. Rel atau batang penuntun terbuat dari batang baja canai profil (siku, T, T-ganda) atau batang kayu dan diikat pada kedua sisi lorong lift yang berlawanan. Rel harus diberi pelumas gemuk secara teratur. Kerugian akibat gesekan pada rel penuntun diambil sebesar 5 sampai 0% dari bobot komponen gerak. Gambar 54a sampai menunjukkan cara pemasangan rel penuntun rangka lorong lift atau dinding gedung. Dalam mendesain rel penuntun dan cara pemasanganya harus diingat bahwa selama lift bertaut dengan penahan pengaman, bila tali terputus, disamping bobot sangkat yang bermuatan, rel juga harus menahan benturan yang diakibatkan penyerapan energi kinetik sangkar yang jatuh. Semakin kecil l;intasan pengereman sangkar ketika perlambatan, akan semakin besar gaya yang timbul dari benturan. Energi kinetik akibat bobot sangkar G dengan muatan Q adalah : mv Q Gsangkar Dengan : v g V = kecepatan tempuh, dakam m/detik G = percepatan gravitasi sebesar g = 9,8 m/detik Lintasan pengereman dianggap sebesar 5 0 cm. Perhitungan didasarkan pada anggapan bahwa pertautan antara penahan pengaman dengan rel mengakibatkan gaya pada setiap rel sepanjang liantasan s yang meningkat mulai 0 sampai Rmaks (dengan dua rel) sepanjang lintasan s adalah ½ x Rmaks s. Persamaan umum kerja dapat ditrulis sebagai berikut : Q Gsangkar v ( Q Gsangkar ) s Rmaks g Materi Konstruksi Baja Ringan 7
73 5/8/0 Maka gaya yang bekerja sepanjang satu rel penuntun adalah : v Rmaks ( Q G sangkar ) gs Lorong elevator. Lorong adalah ruangan tempat sangkat lift bergerak. Disamping sangkar lorong tersebut berisi rel penuntun, pengimbang, roda puli tali dan mesin pengangkat. Rangka lorong baik untuk elevator penumpang maupun barang dapat didesain dalam bentuk yang beragam demikian juga bahanyang digunakannya. Akan tetapi pada dasarnya, lorong harus memiliki kekuatan yang memadai, pencegahan terhadap bahaya kebakaran dan mempunyai keamanan yang umum. Gambar 55 menunjukkan rangka lorong elevator barang yang terbuat dari logam. Gambar 55 Pengimbang elevator. Untuk menghilangkan beban pada mesin pengangkat, bobot sangkar diimbangi dengan bebantambahan pengimbang yang dihubungkan dengan tali padaswangkar (gambar 56a), dengan drum mesin pengangkat (gambar 56b) atau pada kedua secara bersamaan (gambar 56d). Gambar 56 Biasanya bobot pengibang yang ditunjukkan pada diagram gambar 56a, b, c dan d dianggap sama dengan bobot sangkar ditambah 0,4 sdsampai 0,4 dari muatan maksimum, yaitu : Gsangkar = Gsangkar + 0,5Q Bila kita menandai kerja yang haruas dilakukan dalam menaikan dan menurunkan sangkar bermuatan ataupun kosong (dengan mengabaikan kerugian-kerugian) dengan P dan dengan mempertimbangkam pengimbang sesuai rumus (377), maka usaha ini akan sama dengan Untuk menaikan sangkar bermuatan P = +0.5Q Untuk menurunkan sangkar bermuatan P = +0.5Q Untuk menaikan sangkar kosong P = +0.5Q Untuk menurunkan sangkar kosong P = +0.5Q Gambar 57 Peralatan penggantung. Tali kawat pintalan sejajar atau silang merupakan perabot pengangkat fleksibel yang menggantung sangkar. Untuk mengefektifkan penggunaan tali yang berdiameter lebih kecil, sangkar dan pengimbang digantungkan dengan dua, empat atau enam tuas tali. Distribusi beban yang seragam pada semua tali didapat dengan menggunakan batang silang penggantung jenis tuas, seperti ditunjukkan pada gambar 58a. Mesin pengangkat dengan roda puli penggerak sering menggunakan penggantung tali terpisah berpegas (gambar 58b) akan tetapi, sulit untuk mendapatkan beban pada seluruh tali dengan menggunakan metode ini. Gambar 58 Mesin pengangkat elevator. Elevator sangkar menggunakan mesin pengangkat jenis drum dan roda puli penggerak. Mesin ini lebih luas penggunaanya karena dapat digunakan untuk mengangkat pada segala macam ketinggian dan ukuran yang lebih kompak. Penggunaan mesin pengangkat jenis penggerakpada puli ini telah mengurangi kecepatan secara drastis akibat tali putus. Mesin pengangkat jenis drum yang ditunjukan untuk elevator sangkar berada dengan mesin pengangkat serba guna terutama yang ukurannya jauh lebih kecil dan adanya alat pengaman khusus. Mesin pengangkat roda puli untuk lift penumpang ditunjukkan pada gambar 59. Mesin ini menggunakan rem sepatu ganda yang dikendalikan oleh elektromegnet gambar60. Gambar 59 Gambar 60 Gambar 6 Materi Konstruksi Baja Ringan 73
74 5/8/0 Sifat spesifik desain mesin pengangkat penggerak roda puli. Umur roda puli yang diinginkan merupakan dasar untuk mendapatkan nilai aman tekanan satuan antara tali dan alur roda puli. Alur roda puli akan hilang fungsinya karena pengikisan pada dinding alur yang tergantung pada gelincir dan gerak elastis tali. Semakin besar kecepatan gerak tali dan semakin besar jumlah siklus kerja elevator per satuan waktu,dan semakin besar keausan yang terjadi. Pada elevator yang mesin penggeraknya diletakan pada lantai atas (mesin dengan penggerak roda puli) nilai numerik percepatan dan perlambatan yang diizinkan (a) ditentukan dan ditetapkan dengan percobaan. Nilai berikut dapat dipakai sebagai nilai rata-rata : V, m/detik. 0,75,0,5,0,5 3,0 3,5 A, m/detik. 0,65 0,85,5,4,65,88, Son Perbandingan Soff ketika periode dan perlambatan dapat dinyatakan secara perkiraan dengan rumus berikut : Son g a Soff g a Dengan : G = percepatan gravitasi Son = tegangan pada bagian tali yang masuk Soff = tegangan pada bagian tali yang keluar Son Soff Alat pengaman elevator. Sangkar semua elevator harus dilengkapi dengan alat pengaman khusus yaitu penahan yang akan menghentikan sangkar secara otomatis bila tali putus atau kendur. Penahan akan menghentikan sangkar bila satu buah tali atau semuanya putus secara bersamaan, bila satu tali dibebani lebih dari tali lainnya, bila tali kendudr pada saat bersamaan, dan bila kecepatan penurunan menjadi terlalu besar. Biasanya penahan beroprasi dengan day yang diberikan oleh pegas, bobot sangkar itu sendiri atau bobot pengimbang atau gaya udara bertekanan. Gambar 63. PENGANGKAT PENGGERAK UDARA MAMPU JINJING Pengangkat penggerak udara mampu jinjing mempunyai penggunaan yang sam seperti jenis pengangkat lainnya. Gambar 64 menunjukkan desain pengangkat penggerak udara yang dibuat oleh pabrik Uralmash dengan kapasitas 500 kg dan tinggi angkat 50 mm. Gambar 64 Alat yang mencegah muatan jatuh bila selang rusak. Kedua katup udara bertekanan akan melewati katup pengaman yang dipasang pada lubang berulir pada katup start. Selongsong dan kepala khusus dengan pegas yang akan menahannya pada lubang didalam selongsong dimasukan kedalam katup pengaman antara ujung pipa pemasuk dan badan masuk penstart. Alat untuk mengukur kecepatan penurunan. Alat ini terdiri atas baut 4 dengan mur pengunci yang terletak pada dasar badan katup start. Baut dapat diputar untuk mendapatkan kecepatan pengeluaran udara yang diinginkan dari bagian bawah piston, sehingga diperoleh kecepatan penurunan muatan yang diinginkan. 3. PENUMPUK Penumpuk sangat benyak dipakai digudang-gudang untuk meletakkan muatan satuan kedalan suatu tumpukan. Penumpuk dapat juga dipakai untuk operasi pemuatan tertentu. Penahan pengamanan akan mencegah muatan jatuh bila tali putus. Ketika dipindahkan rangka dilipat dengan menggunakan sekrup dengan roda tangan (gambar 65) (untuk melewatkan mesin dibawah ambang pintu). Penumpuk ini dipasang pada roda karet dan digerakkan secara manual. Disamping mekanisme penumpuk yang digerakkan listrik dapat juga dipakai desain dengan penggerak hidrolik atau udara bertekanan dan untuk pelayanan ringan bahkan dapat dipakai mekanisme pengangkat yang digerakkan tangan. Biasanya kapasitas penumpuk berkisar antara 50 sampai 000 kg dengan tinggi angkat sampai 5 meter. Perkembangan terakhir ialah penumpuk swagerak yang terpasang pada truk daya universal (disebut juga truk elektrik atau truk motor) atau pada kendaraan beroda khusus yang menggunakan sejumlah komponen dan suku cadang otomotive standar. Kapasitasnya jarang melebihi 5 ton dengan angkat sampai 5 meter. Materi Konstruksi Baja Ringan 74
BAB II DASAR TEORI. Mesin perajang singkong dengan penggerak motor listrik 0,5 Hp mempunyai
BAB II DASAR TEORI 2.1. Prinsip Kerja Mesin Perajang Singkong. Mesin perajang singkong dengan penggerak motor listrik 0,5 Hp mempunyai beberapa komponen, diantaranya adalah piringan, pisau pengiris, poros,
MESIN PEMINDAH BAHAN PERANCANGAN HOISTING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 5 TON PADA PABRIK PENGECORAN LOGAM
MESIN PEMINDAH BAHAN PERANCANGAN HOISTING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 5 TON PADA PABRIK PENGECORAN LOGAM SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik KURNIAWAN
BAB II DASAR TEORI P = = = 0,35Q
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengait (Hook) Pada suatu crane hoist dibutuhkan peralatan utama yang terdiri dari Pengait (Hook) dan Rantai (Chain) untuk mengikat maupun menarik beban. Pengait berfungsi sebagai
MAKALAH PESAWAT ANGKAT. Rantai dan Tali
MAKALAH PESAWAT ANGKAT Rantai dan Tali Disusun oleh : Rungky R. Pratama (02.2010.1.08126) JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA 2013 1. Rantai Lasan rantai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. TINJAUAN PUSTAKA Potato peeler atau alat pengupas kulit kentang adalah alat bantu yang digunakan untuk mengupas kulit kentang, alat pengupas kulit kentang yang
PERENCANAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI PADA PABRIK PELEBURAN BAJA DENGAN KAPASITAS ANGKAT CAIRAN 10 TON
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS TEKNIK DEPARTEMEN TEKNIK MESIN MEDAN TUGAS SARJANA MESIN PEMINDAH BAHAN PERENCANAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI PADA PABRIK PELEBURAN BAJA DENGAN KAPASITAS
KOPLING. Kopling ditinjau dari cara kerjanya dapat dibedakan atas dua jenis: 1. Kopling Tetap 2. Kopling Tak Tetap
KOPLING Defenisi Kopling dan Jenis-jenisnya Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft), dimana
BAB II TEORI ELEVATOR
BAB II TEORI ELEVATOR 2.1 Definisi Elevator. Elevator atau sering disebut dengan lift merupakan salah satu jenis pesawat pengangkat yang berfungsi untuk membawa barang maupun penumpang dari suatu tempat
MESIN PEMINDAH BAHAN
MESIN PEMINDAH BAHAN PERANCANGAN DAN ANALISA PERHITUNGAN BEBAN ANGKAT MAKSIMUM PADA VARIASI JARAK LENGAN TOWER CRANE KAPASITAS ANGKAT 3,2 TON TINGGI ANGKAT 40 METER DAN RADIUS LENGAN 70 METER SKRIPSI Skripsi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. buah kabin operator yang tempat dan fungsinya adalah masing-masing. 1) Kabin operator Truck Crane
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Bagian-bagian Utama Pada Truck Crane a) Kabin Operator Seperti yang telah kita ketahui pada crane jenis ini memiliki dua buah kabin operator yang tempat dan fungsinya adalah
BAB II DASAR TEORI 2.1. Prinsip kerja Mesin Penghancur Kedelai 2.2. Gerenda Penghancur Dan Alur
BAB II DASAR TEORI 2.1. Prinsip kerja Mesin Penghancur Kedelai Mesin penghancur kedelai dengan penggerak motor listrik 0,5 Hp, mengapa lebih memilih memekai motor listrik 0,5 Hp karena industri yang di
BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan 2.2 Motor 2.3 Reducer
BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan Konsep perencanaan komponen yang diperhitungkan sebagai berikut: a. Motor b. Reducer c. Daya d. Puli e. Sabuk V 2.2 Motor Motor adalah komponen dalam sebuah kontruksi
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. DESAIN PENGGETAR MOLE PLOW Prototip mole plow mempunyai empat bagian utama, yaitu rangka three hitch point, beam, blade, dan mole. Rangka three hitch point merupakan struktur
PERANCANGAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI DI WORKSHOP PEMBUATAN PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS ANGKAT 10 TON
TUGAS SARJANA MESIN PEMINDAH BAHAN PERANCANGAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI DI WORKSHOP PEMBUATAN PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS ANGKAT 10 TON OLEH : RAMCES SITORUS NIM : 070421006 FAKULTAS
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar 14. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar mesin sortasi buah manggis hasil rancangan dapat dilihat dalam Bak penampung mutu super Bak penampung mutu 1 Unit pengolahan citra Mangkuk dan sistem transportasi
IV. PENDEKATAN DESAIN
IV. PENDEKATAN DESAIN A. Kriteria Desain Alat pengupas kulit ari kacang tanah ini dirancang untuk memudahkan pengupasan kulit ari kacang tanah. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa proses pengupasan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Mesin pemindah bahan merupakan salah satu peralatan mesin yang digunakan untuk memindahkan muatan dari lokasi pabrik, lokasi konstruksi, lokasi industri, tempat penyimpanan, pembongkaran
BAB II DASAR TEORI. c) Untuk mencari torsi dapat dirumuskan sebagai berikut:
BAB II DASAR TEORI 2.1 Daya Penggerak Secara umum daya diartikan sebagai suatu kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah kerja, yang dinyatakan dalam satuan Watt ataupun HP. Penentuan besar daya
BAB II PEMBAHASAN MATERI
BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan satu diantara peralatan mesinyang digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi konstruksi, tempat
BAB III. Metode Rancang Bangun
BAB III Metode Rancang Bangun 3.1 Diagram Alir Metode Rancang Bangun MULAI PENGUMPULAN DATA : DESAIN PEMILIHAN BAHAN PERHITUNGAN RANCANG BANGUN PROSES PERMESINAN (FABRIKASI) PERAKITAN PENGUJIAN ALAT HASIL
Contoh Soal dan Pembahasan Dinamika Rotasi, Materi Fisika kelas 2 SMA. Pembahasan. a) percepatan gerak turunnya benda m.
Contoh Soal dan Dinamika Rotasi, Materi Fisika kelas 2 SMA. a) percepatan gerak turunnya benda m Tinjau katrol : Penekanan pada kasus dengan penggunaan persamaan Σ τ = Iα dan Σ F = ma, momen inersia (silinder
ANALISA KEMAMPUAN ANGKAT DAN UNJUK KERJA PADA OVER HEAD CONVEYOR. Heri Susanto
ANALISA KEMAMPUAN ANGKAT DAN UNJUK KERJA PADA OVER HEAD CONVEYOR Heri Susanto ABSTRAK Keinginan untuk membuat sesuatu hal yang baru serta memperbaiki atau mengoptimalkan yang sudah ada adalah latar belakang
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pengertian rangka
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian rangka Rangka adalah struktur datar yang terdiri dari sejumlah batang-batang yang disambung-sambung satu dengan yang lain pada ujungnya, sehingga membentuk suatu rangka
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Flowchart Perencanaan Pembuatan Mesin Pemotong Umbi Proses Perancangan mesin pemotong umbi seperti yang terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai mm Studi Literatur
PERENCANAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE KAPASITAS 10 TON BENTANGAN 25 METER
PERENCANAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE KAPASITAS 10 TON BENTANGAN 25 METER Tugas Akhir Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Gelar Kesarjanaan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN Semua mekanisme yang telah berhasil dirancang kemudian dirangkai menjadi satu dengan sistem kontrol. Sistem kontrol yang digunakan berupa sistem kontrol loop tertutup yang menjadikan
10Teinik. Template Mesin Pemindahan Bahan Power Point. Sistem Peralatan Tambahan Khusus Kait Pada Mesin Pemindahan Bahan. Ir. H. Pirnadi, MSc. APU.
Modul ke: Template Mesin Pemindahan Bahan Power Point Sistem Peralatan Tambahan Khusus Kait Pada Mesin Pemindahan Bahan. Fakultas 10Teinik Ir. H. Pirnadi, MSc. APU. Program Studi Teknik Mesin 2. Peralatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian dan Prinsip Dasar Alat uji Bending 2.1.1. Definisi Alat Uji Bending Alat uji bending adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengujian kekuatan lengkung (bending)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian pengelasan secara umum a. Pengelasan Menurut Harsono,1991 Pengelasan adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilakukan dalam keadaan lumer atau cair.
BAB II PEMBAHASAN MATERI. dalam setiap industri modern. Desain mesin pemindah bahan yang beragam
BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan bagian terpadu perlengkapan mekanis dalam setiap industri modern. Desain mesin pemindah bahan yang beragam disebabkan oleh
BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Perencanaan Tabung Luar Dan Tabung Dalam a. Perencanaan Tabung Dalam Direncanakan tabung bagian dalam memiliki tebal stainles steel 0,6, perencenaan tabung pengupas
MESIN PEMINDAH BAHAN PERENCANAAN TOWER CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 7 TON, TINGGI ANGKAT 55 METER, RADIUS 60 M, UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT.
MESIN PEMINDAH BAHAN PERENCANAAN TOWER CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 7 TON, TINGGI ANGKAT 55 METER, RADIUS 60 M, UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT. SKRIPSI Skripsi yang Diajukan untuk Melengkapi Syarat
BAB IV PEMBAHASAAN 4.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI KOPLING Kopling adalah satu bagian yang mutlak diperlukan pada truk dan jenis lainnya dimana penggerak utamanya diperoleh dari hasil pembakaran di dalam silinder
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Perencanaan Rancang Bangun Dalam merencanakan suatu alat bantu, terlebih dahulu kita harus memperhatikan faktor-faktor yang mendasari terlaksananya perencanaan alat bantu
BAB III TEORI PERHITUNGAN. Data data ini diambil dari eskalator Line ( lampiran ) Adapun data data eskalator tersebut adalah sebagai berikut :
BAB III TEORI PERHITUNGAN 3.1 Data data umum Data data ini diambil dari eskalator Line ( lampiran ) Adapun data data eskalator tersebut adalah sebagai berikut : 1. Tinggi 4 meter 2. Kapasitas 4500 orang/jam
BAB 2 SAMBUNGAN (JOINT ) 2.1. Sambungan Keling (Rivet)
BAB SAMBUNGAN (JOINT ).1. Sambungan Keling (Rivet) Pada umumnya mesin mesin terdiri dari beberapa bagian yang disambung-sambung menjadi sebuah mesin yang utuh. Sambungan keling umumnya diterapkan pada
Pembebanan Batang Secara Aksial. Bahan Ajar Mekanika Bahan Mulyati, MT
Pembebanan Batang Secara Aksial Suatu batang dengan luas penampang konstan, dibebani melalui kedua ujungnya dengan sepasang gaya linier i dengan arah saling berlawanan yang berimpit i pada sumbu longitudinal
Bahan poros S45C, kekuatan tarik B Faktor keamanan Sf 1 diambil 6,0 dan Sf 2 diambil 2,0. Maka tegangan geser adalah:
Contoh soal: POROS:. Tentukan diameter sebuah poros bulat untuk meneruskan daya 0 (kw) pada putaran 450 rpm. Bahan diambil baja dingin S45C. Solusi: Daya P = 0 kw n = 450 rpm f c =,0 Daya rencana = f c
SOAL DINAMIKA ROTASI
SOAL DINAMIKA ROTASI A. Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Sistem yang terdiri atas bola A, B, dan C yang posisinya seperti tampak pada gambar, mengalami gerak rotasi. Massa bola A, B,
BAB II DASAR-DASAR DESAIN BETON BERTULANG. Beton merupakan suatu material yang menyerupai batu yang diperoleh dengan
BAB II DASAR-DASAR DESAIN BETON BERTULANG. Umum Beton merupakan suatu material yang menyerupai batu yang diperoleh dengan membuat suatu campuran yang mempunyai proporsi tertentudari semen, pasir, dan koral
Fungsi Utama Rem: Menghentikan putaran poros Mengatur Putaran Poros Mencegah Putaran yang tak dikehendaki. Fungsi rem selanjutnya?
Fungsi Utama Rem: Menghentikan putaran poros Mengatur Putaran Poros Mencegah Putaran yang tak dikehendaki Fungsi rem selanjutnya? Cara Kerja Rem Rem:: 1. Secara Mekanis : dengan gesekan 2. Secara Listrik
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Prinsip Dasar Mesin Pencacah Rumput
BAB II DASAR TEORI 2.1 Prinsip Dasar Mesin Pencacah Rumput Mesin ini merupakan mesin serbaguna untuk perajang hijauan, khususnya digunakan untuk merajang rumput pakan ternak. Pencacahan ini dimaksudkan
Tujuan Pembelajaran:
P.O.R.O.S Tujuan Pembelajaran: 1. Mahasiswa dapat memahami pengertian poros dan fungsinya 2. Mahasiswa dapat memahami macam-macam poros 3. Mahasiswa dapat memahami hal-hal penting dalam merancang poros
Penggunaan transmisi sabuk, menurut Sularso (1979 : 163), dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
SABUK-V Untuk menghubungkan dua buah poros yang berjauhan, bila tidak mungkin digunakan roda gigi, maka dapat digunakan sabuk luwes atau rantai yang dililitkan di sekeliling puli atau sprocket pada porosnya
DIAL TEKAN (DIAL GAUGE/DIAL INDICATOR)
DIAL TEKAN (DIAL GAUGE/DIAL INDICATOR) Alat ukur dalam dunia teknik sangat banyak. Ada alat ukur pneumatik, mekanik, hidrolik maupun yang elektrik. Termasuk dalam dunia otomotif, banyak juga alat ukur
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Pembuatan Prototipe 5.1.1. Modifikasi Rangka Utama Untuk mempermudah dan mempercepat waktu pembuatan, rangka pada prototipe-1 tetap digunakan dengan beberapa modifikasi. Rangka
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH Proses pembuatan rangka pada mesin pemipih dan pemotong adonan mie harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut meliputi gambar kerja, bahan,
BAB II PEMBAHASAN MATERI. digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi
5 BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan satu diantara peralatan mesin yang digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi konstruksi, tempat
1. Kopling Cakar : meneruskan momen dengan kontak positif (tidak slip). Ada dua bentuk kopling cakar : Kopling cakar persegi Kopling cakar spiral
Kopling tak tetap adalah suatu elemen mesin yang menghubungkan poros penggerak ke poros yang digerakkan degan putaran yang sama dalam meneruskan daya, serta dapat melepaskan hubungan kedua poros tersebut
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Diagram Alir Proses Perancangan Proses perancangan mesin peniris minyak pada kacang seperti terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai Studi Literatur Gambar Sketsa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mobile Crane Mobile crane adalah Alat pengangkat ( crane) dengan sebuah mesin yang mempunyai struktur traktor atau truck yang dapat dipindahkan dengan mudah karena dukungan
SKRIPSI. Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik STEVANUS SITUMORANG NIM
PERANCANGAN TROLLEY DAN SPREADER GANTRY CRANE KAPASITAS ANGKAT 40 TON TINGGI ANGKAT 41 METER YANG DIPAKAI DI PELABUHAN INDONESIA I CABANG BELAWAN INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL (BICT) SKRIPSI Skripsi
IV. PENDEKATAN RANCANGAN
IV. PENDEKATAN RANCANGAN 4.1. Rancang Bangun Furrower Pembuat Guludan Rancang bangun furrower yang digunakan untuk Traktor Cultivator Te 550n dilakukan dengan merubah pisau dan sayap furrower. Pada furrower
Gambar 4.1 Terminologi Baut.
BAB 4 SAMBUNGAN BAUT 4. Sambungan Baut (Bolt ) dan Ulir Pengangkat (Screw) Untuk memasang mesin, berbagai bagian harus disambung atau di ikat untuk menghindari gerakan terhadap sesamanya. Baut, pena, pasak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Overhead Crane Overhead Crane merupakan gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mengangkat
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Overhead Crane Overhead Crane merupakan gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mengangkat sekaligus memindahkan muatan yang dapat digantungkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perancangan yaitu tahap identifikasi kebutuhan, perumusan masalah, sintetis, analisis,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.1 Perancangan Mesin Pemisah Biji Buah Sirsak Proses pembuatan mesin pemisah biji buah sirsak melalui beberapa tahapan perancangan yaitu tahap identifikasi kebutuhan, perumusan masalah,
BAB II DASAR TEORI P =...(2.1)
4 BAB II DASAR TEORI 2.1 Motor Motor adalah suatu komponen utama dari sebuah kontruksi permesinan yang berfungsi sebagai penggerak. Gerakan yang dihasilkan oleh motor adalah sebuah putaran poros. Komponen
BAB II LANDASAN TEORI Alat-alat Pembantu Untuk Meningkatkan Produksi Pada Mesin. dan kecepatannya sayatnya setinggi-tingginya.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Alat-alat Pembantu Untuk Meningkatkan Produksi Pada Mesin 2.1.1. Bubut Senter Untuk meningkatkan produksi, pada tahap pertama kita akan berusaha memperpendek waktu utama. Hal
BAB II LANDASAN TEORI. khususnya permesinan pengolahan makanan ringan seperti mesin pengiris ubi sangat
BAB II LANDASAN TEORI.. Pengertian Umum Kebutuhan peralatan atau mesin yang menggunakan teknologi tepat guna khususnya permesinan pengolahan makanan ringan seperti mesin pengiris ubi sangat diperlukan,
MEKANIKA UNIT. Pengukuran, Besaran & Vektor. Kumpulan Soal Latihan UN
Kumpulan Soal Latihan UN UNIT MEKANIKA Pengukuran, Besaran & Vektor 1. Besaran yang dimensinya ML -1 T -2 adalah... A. Gaya B. Tekanan C. Energi D. Momentum E. Percepatan 2. Besar tetapan Planck adalah
REKAYASA JALAN REL MODUL 3 : KOMPONEN STRUKTUR JALAN REL DAN PEMBEBANANNYA PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
REKAYASA JALAN REL MODUL 3 : KOMPONEN STRUKTUR JALAN REL DAN PEMBEBANANNYA OUTPUT : Mahasiswa dapat menjelaskan komponen struktur jalan rel dan kualitas rel yang baik berdasarkan standar yang berlaku di
BAB 7 ULIR DAN PEGAS A. ULIR Hal umum tentang ulir Bentuk ulir dapat terjadi bila sebuah lembaran berbentuk segitiga digulung pada sebuah silinder,
BAB 7 ULIR DAN PEGAS A. ULIR Hal umum tentang ulir Bentuk ulir dapat terjadi bila sebuah lembaran berbentuk segitiga digulung pada sebuah silinder, ulir pengikat pada umumnya mempunyai profil penampang
IV. PENDEKATAN DESAIN A. KRITERIA DESAIN B. DESAIN FUNGSIONAL
IV. PENDEKATAN DESAIN A. KRITERIA DESAIN Perancangan atau desain mesin pencacah serasah tebu ini dimaksudkan untuk mencacah serasah yang ada di lahan tebu yang dapat ditarik oleh traktor dengan daya 110-200
Macam-macam Tegangan dan Lambangnya
Macam-macam Tegangan dan ambangnya Tegangan Normal engetahuan dan pengertian tentang bahan dan perilakunya jika mendapat gaya atau beban sangat dibutuhkan di bidang teknik bangunan. Jika suatu batang prismatik,
Bab 4 Perancangan Perangkat Gerak Otomatis
Bab 4 Perancangan Perangkat Gerak Otomatis 4. 1 Perancangan Mekanisme Sistem Penggerak Arah Deklinasi Komponen penggerak yang dipilih yaitu ball, karena dapat mengkonversi gerakan putaran (rotasi) yang
MESIN PEMINDAH BAHAN
TUGAS SARJANA MESIN PEMINDAH BAHAN PERENCANAAN LIFT UNTUK KEPERLUAN GEDUNG PERKANTORAN BERLANTAI SEPULUH Oleh : R O I M A N T A S. NIM : 030421007 PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Umum Pesawat angkat atau alat pengangkat merupakan salah satu jenis peralatan yang bekerja secara periodik untuk mengangkat dan memindahkan suatu barang yang mempunyai beban
Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari
Setelah mempelajari materi pesawat sederhana dan penerapannya diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan pesawat sederhana 2. Membedakan jenis-jenis pesawat sederhana 3. Menjelaskan prinsip kerja pesawat
BAB VI POROS DAN PASAK
BAB VI POROS DAN PASAK Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dari setiap mesin. Hampir semua mesin meneruskan tenaga bersamasama dengan putaran. Peranan utama dalam transmisi seperti itu dipegang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.. Sambungan Sambungan-sambungan pada konstruksi baja hampir tidak mungkin dihindari akibat terbatasnya panjang dan bentuk dari propil propil baja yang diproduksi. Sambungan bisa
BAB II PEMBAHASAN MATERI. industri, tempat penyimpanan dan pembongkaran muatan dan sebagainya. Jumlah
BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindahan bahan merupakan salah satu peralatan mesin yang dugunakan untuk memindahkan muatan dilokasi pabrik, lokasi konstruksi, lokasi industri,
SABUK-V. Penggunaan transmisi sabuk, menurut Sularso (1979 : 163), dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
SABUK-V Untuk menghubungkan dua buah poros yang berjauhan, bila tidak mungkin digunakan roda gigi, maka dapat digunakan sabuk luwes atau rantai yang dililitkan di sekeliling puli atau sprocket pada porosnya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.. Gambaran Umum Mesin pemarut adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu atau serta mempermudah pekerjaan manusia dalam hal pemarutan. Sumber tenaga utama mesin pemarut adalah
DINAMIKA PARTIKEL KEGIATAN BELAJAR 1. Hukum I Newton. A. Gaya Mempengaruhi Gerak Benda
KEGIATAN BELAJAR 1 Hukum I Newton A. Gaya Mempengaruhi Gerak Benda DINAMIKA PARTIKEL Mungkin Anda pernah mendorong mobil mainan yang diam, jika dorongan Anda lemah mungkin mobil mainan belum bergerak,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Statika rangka Dalam konstruksi rangka terdapat gaya-gaya yang bekerja pada rangka tersebut. Dalam ilmu statika keberadaan gaya-gaya yang mempengaruhi sistem menjadi suatu obyek
MACAM MACAM SAMBUNGAN
BAB 2 MACAM MACAM SAMBUNGAN Kompetensi Dasar Indikator : Memahami Dasar dasar Mesin : Menerangkan komponen/elemen mesin sesuai konsep keilmuan yang terkait Materi : 1. Sambungan tetap 2. Sambungan tidak
PENDEKATAN RANCANGAN Kriteria Perancangan Rancangan Fungsional Fungsi Penyaluran Daya
IV. PENDEKATAN RANCANGAN 4.1. Kriteria Perancangan Perancangan dynamometer tipe rem cakeram pada penelitian ini bertujuan untuk mengukur torsi dari poros out-put suatu penggerak mula dimana besaran ini
CASIS GEOMETRI RODA. Sistem starter, pengapian, sistem penerangan, sistem tanda dan sistem kelengkapan tambahan
Rangka CASIS GEOMETRI RODA 1. Komponen kendaraan Motor : Blok motor dan kepala silinder serta perlengkapannya sistem bahan bakar bensin atau diesel Casis : 1. Sistem kemudi 2. Pegas dan peredam getaran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Mesin pemindah bahan merupakan salah satu peralatan mesin yang digunakan untuk memindahkan muatan dari lokasi pabrik, lokasi konstruksi, lokasi industri, tempat penyimpanan, pembongkaran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan (material handling equipment) adalah peralatan yang digunakan untuk memindahkan muatan yang berat dari satu tempat ke tempat lain dalam
TRANSMISI RANTAI ROL
TRANSMISI RANTAI ROL Penggunaan: transmisi sabuk > jarak poros > transmisi roda gigi Rantai mengait pada gigi sproket dan meneruskan daya tanpa slip perbandingan putaran tetap Keuntungan: Mampu meneruskan
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahan-bahanyang
PEGAS. Keberadaan pegas dalam suatu system mekanik, dapat memiliki fungsi yang berbeda-beda. Beberapa fungsi pegas adalah:
PEGAS Ketika fleksibilitas atau defleksi diperlukan dalam suatu system mekanik, beberapa bentuk pegas dapat digunakan. Dalam keadaan lain, kadang-kadang deformasi elastis dalam suatu bodi mesin merugikan.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Conveyor merupakan suatu alat transportasi yang umumnya dipakai dalam proses industri. Conveyor dapat mengangkut bahan produksi setengah jadi maupun hasil produksi
Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA
Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA Dalam gerak translasi gaya dikaitkan dengan percepatan linier benda, dalam gerak rotasi besaran yang dikaitkan dengan percepatan
TRANSMISI RANTAI ROL 12/15/2011
TRANSMISI RANTAI ROL Penggunaan: transmisi sabuk > jarak poros > transmisi roda gigi Rantai mengait pada gigi sproket dan meneruskan daya tanpa slip perbandingan putaran tetap Mampu meneruskan daya besar
BAB 3 DINAMIKA GERAK LURUS
BAB 3 DINAMIKA GERAK LURUS A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menerapkan Hukum I Newton untuk menganalisis gaya-gaya pada benda 2. Menerapkan Hukum II Newton untuk menganalisis gerak objek 3. Menentukan pasangan
BAB II DASAR TEORI. 1. Roda Gigi Dengan Poros Sejajar.
BAB II DASAR TEORI 2.1 Roda Gigi Roda gigi digunakan untuk mentransmisikan daya besar dan putaran yang tepat. Roda gigi memiliki gigi di sekelilingnya, sehingga penerusan daya dilakukan oleh gigi-gigi
SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A
TEKNIK PEMESINAN SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A Jl. Rajawali No. 32, Telp./Faks. : (0351) 746081 Ngawi. Homepage: 1. www.smkpgri1ngawi.sch.id 2. www.grisamesin.wordpress.com Facebook: A. Kecepatan potong
TUGAS MATA KULIAH PERANCANGAN ELEMEN MESIN
TUGAS MATA KULIAH PERANCANGAN ELEMEN MESIN Dosen : Subiyono, MP MESIN PENGUPAS SERABUT KELAPA SEMI OTOMATIS DISUSUN OLEH : NAMA : FICKY FRISTIAR NIM : 10503241009 KELAS : P1 JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR
BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR Dalam pabrik pengolahan CPO dengan kapasitas 60 ton/jam TBS sangat dibutuhkan peran bunch scrapper conveyor yang berfungsi sebagai pengangkut janjangan
Session 1 Konsep Tegangan. Mekanika Teknik III
Session 1 Konsep Tegangan Mekanika Teknik III Review Statika Struktur didesain untuk menerima beban sebesar 30 kn Struktur tersebut terdiri atas rod dan boom, dihubungkan dengan sendi (tidak ada momen)
KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 KESEIMBANGAN BENDA TEGAR Pendahuluan. Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal ME KANIKA. Mekanika ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu : a. KINE MATI KA = Ilmu
BAB IV PERHITUNGAN KOMPONEN UTAMA ELEVATOR BARANG
IV PERHITUNGN KOMPONEN UTM ELEVTOR RNG 4.1 Perhitungan obot Pengimbang. obot pengimbang berfungsi meringkankan kerja mesin hoist pada saat mengangkat box. obot pengimbang yang akan kita buat disini adalah
Cara uji kepadatan ringan untuk tanah
Standar Nasional Indonesia Cara uji kepadatan ringan untuk tanah ICS 93.020 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif...
BAB II PEMBAHASAN MATERI
BAB II PEMBAHASAN MATERI Mesin pengangkat yang dimaksud adalah seperangkat alat yang digunakan untuk mengangkat, memindahkan serta menurunkan suatu benda ke tempat lain dengan jangkauan operasi terbatas.
BAB III PROSES PERANCANGAN ROLLER CONVEYOR DI PT. MUSTIKA AGUNG TEKNIK
BAB III PROSES PERANCANGAN ROLLER CONVEYOR DI PT. MUSTIKA AGUNG TEKNIK 3.1 Pengertian Perancangan Perancangan memiliki banyak definisi karena setiap orang mempunyai definisi yang berbeda-beda, tetapi intinya
PERANCANGAN POROS DIGESTER UNTUK PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS OLAH 12 TON TBS/JAM DENGAN PROSES PENGECORAN LOGAM
1 PERANCANGAN POROS DIGESTER UNTUK PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS OLAH 12 TON TBS/JAM DENGAN PROSES PENGECORAN LOGAM SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Identifikasi Sistem Kopling dan Transmisi Manual Pada Kijang Innova
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Berikut ini adalah beberapa refrensi yang berkaitan dengan judul penelitian yaitu sebagai berikut: 1. Tugas akhir yang ditulis oleh Muhammad
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Indonesia. Dan hampir setiap orang menyukai kerupuk, selain rasanya yang. ikan, kulit dan dapat juga berasal dari udang.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kerupuk Kerupuk memang bagian yang tidak dapat dilepaskan dari tradisi masyarakat Indonesia. Dan hampir setiap orang menyukai kerupuk, selain rasanya yang enak harganya
