TUGAS MAKALAH ENTERPRISE RESOURCE PLANNING TI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "TUGAS MAKALAH ENTERPRISE RESOURCE PLANNING TI"

Transkripsi

1 TUGAS MAKALAH ENTERPRISE RESOURCE PLANNING TI Implementasi Enterprise Resource Planning dalam Produksi dan Pemasaran Industri Batu Bata di Desa Tulikup Kabupaten Gianyar Oleh: Komang Arya Widyanthara Dosen Pengampu: I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T. JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2015 i

2 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-nya, makalah matakuliah Enterprise Resource Planning ini dapat diselesaikan dengan tepat pada waktunya. Meskipun dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak menemui berbagai hambatan, namun berkat bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak, laporan ini pun dapat terselesaikan. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T. selaku dosen pengajar mata kuliah Enterprise Resource Planning. 2. Bapak I Kadek Juliana pemilik dari Purnama Batu Bata, Desa Tulikup Kabupaten Gianyar yang bersedia menjadi narasumber. 3. Serta pihak lain yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu, yang juga telah menyumbangkan pikirannya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, segala bentuk kritik dan saran yang konstruktif dari berbagai pihak sangat penulis hargai dan harapkan. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan khalayak luas. Jimbaran, Desember 2015 Penulis i

3 ABSTRAK Industri batu bata di Desa Tulikup Kabupaten Gianyar memiliki potensi yang cukup besar. Dibandingkan industri lainnya, pengerajin batu bata ini memiliki pemasukkan yang lebih tinggi, dengan keterbatasan sarana yang digunakan dalam kegiatan pemasaran dan produksi, masyarakat mampu mengolah bahan baku batu bata dengan menggunakan alat sederhana. Kabupaten Gianyar termasuk industri penghasil batu bata terbesar di Bali. Desa Tulikup sudah terkenal akan hasil batu bata sejak 1950, batu bata yang dihasilkan berupa batu bata bergaya bali yang memiliki struktur lebih halus dari batu bata pasangan biasa yang sering digunakan untuk membuat tembok bangunan dan pembuatan candi. Desa ini merupakan penghasil batu bata dengan kualitas terbaik di Bali yang dikenal dengan nama Batu Bata Super. Penerapan teknologi Enterprise Resource Planning (ERP) atau perencanaan sumber daya pada pengerajin batu bata di Desa Tulikup Kabupaten Gianyar, mampu membantu dari produksi yaitu membantu perencanaan sumber daya dan dari segi pemasaran menggunakan teknologi pendukung yaitu e-commerce dan cloud computing. Kata Kunci: Enterprise Resource Planning (ERP), pemasaran, produksi, e- commerce, cloud computing, Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar ii

4 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i ABSTRAK... ii DAFTAR ISI... iii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Solusi Desain Solusi... 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Enterprise Resource Planning (ERP) Modul Pembayaran (Payment) Modul Stok Barang (Inventory) Modul Pemasaran (Marketing) Modul Pengiriman (Shipping) Modul Data Warehouse dan Data Mining Cloud Computing Model Layanan pada Cloud Computing IAAS (Infrastructure as a Service) PAAS (Platform as a Service) SAAS (Software as a Service) Model Deployment Cloud Computing Private Cloud Public Cloud Community Cloud Hybrid Cloud E-Commerce E-Businness Smart City iii

5 2.5.1 Smart Economic OTT (Over The Top) BAB III ANALISA DAN KESIMPULAN Analisa Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN iv

6 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bali sebagai salah satu tujuan destinasi wisatan domestik maupun mancanegara memiliki sumber daya alam yang mampu meningkatkan pendapatan penduduknya dengan melihat peluang bisnis. Industri di Pulau Bali hingga kini semakin meningkat jumlahnya dan berkembang contoh yang bisa kita lihat industri yang sekarang ini menjadi fokus utama adalah industri pariwisata. Namun disisi lain banyak industri lainnya yang memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan tentunya akan meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat. Berkembangnya berbagai sektor industri menciptakan berbagai aktivitas ekonomi guna memenuhi kebutuhan hidup untuk para pekerja industri tersebut. Industri kerajinan dan industri kreatif dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan membuat lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat disekitar lokasi industri. Dengan alat sederhana yang digunakan dalam memproduksi bahan baku menjadi sebuah produk yang dapat dijual kepada konsumen. Pada era teknologi sekarang ini akses terhadap berbagai informasi dapat dengan mudah di dapatkan melalui media perantara seperti internet serta pengelolaan sumber daya yang terkomputerisasi dapat membantu mempermudah jalannya bisnis yang sedang dijalankan. Banyak perusahaan yang menyadari bahwa dengan menerapkan teknologi informasi dalam aktivitas perusahaan mampu meningkatkan produktivitas perusahaan tersebut dan bersaing secara seimbang dengan perusahaan yang terlebih dahulu menerapkan teknologi informasi. Adanya teknologi mampu mengintegrasikan bisnis proses dari marketing, produksi, sumber daya maupun bisnis proses lainnya, tidak hanya soal integrasi tetapi juga mampu meningkatkan hasil produksi dan juga dapat membantu pemasaran. Dengan penerapan teknologi terkomputerisasi industri dapat berkembang tidak hanya berfokus pada bisnis proses yang segitu saja namun dapat melakukan inovasi-inovasi bisnis yang berdampak pada keberhasilan industri dalam melakoni dunia bisnis. 1

7 Penerapan teknologi yang tepat adalah teknologi perencanaan sumber daya perusahaan atau dikenal dengan sebuatan Enterprise Resource Planning (ERP). Enterprise Resource Planning (ERP) adalah suatu teknologi sistem informasi yang fungsinya untuk mengintegrasikan segala aspek perusahaan yang memberikan manfaat efisiensi dan peningkatan kinerja perusahaan. ERP merupakan suatu cara untuk mengelola sumber daya perusahaan dengan menggunakan teknologi informasi yang dilengkapi dengan penggunaan hardware dan software untuk mengkoordinasi dan mengintegrasikan data informasi pada setiap area bisnis proses untuk menghasilkan pengambilan keputusan yang cepat karena menyediakan analisa dan laporan keungan secara cepat, laporan penjualan, laporan produksi dan inventori. Implementasi ERP di dalam perusahaan atau industri dapat membantu proses produksi dan pemasaran dengan modul-modul yang terdapat dalam ERP seperti modul pembayaran yang membantu mempermudah proses transaksi pembayaran, modul inventori yang membantu menghitung jumlah stok barang, barang yang terjual dan lain sebagainya serta modul-modul lainnya yang dapat membantu dalam penerapan ERP ini. Salah satu industri kerajinan yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah Industri Batu Bata yang Kabupaten Gianyar. Kegiatan industri ini merupakan yang terbesar di Bali yang berada di Gianyar tepatnya di Desa Tulikup yang terletak 32 km dari kota Denpasar, desa ini terletak di bagian timur perbatasan Gianyar dan Klungkung. Desa Tulikup terkenal dengan penghasil batu bata sejak tahun 1950 sebagai kegiatan ekonomi masyarakat dan masih bertahan hingga sekarang. Sepanjang jalan Desa Tulikup terlihat banyak industri pengerajin batu bata dari usaha kecil rumah tangga hingga memiliki sebuah toko untuk menjual batu bata tersebut. Batu bata yang dihasilkan merupakan batu bata bergaya khas bali yang melalui proses khusus dalam pembuatannya. Mulai dari pemilihan tanah yang merupakan proses terpenting untuk menjaga kualitas hingga proses penyaringan untuk membagi jenis dan kelas batu bata. Ciri khas dari batu bata di Desa Tulikup adalah Bata Style Bali yang memiliki struktur lebih halus dari batu bata pasangan biasa, bata style bali ini sering digunakan untuk membuat tembok bangunan dan pembuatan candi. Dilihat dari penjalasan diatas Desa ini memiliki potensi untuk menerapakan teknologi bagi pengerajin batu bata yang tentu 2

8 sangat menguntungkan. Penerapan teknologi perencanaan sumber daya yang tepat dapat bermanfaat dalam bisnis proses yang ada pada produksi batu bata dan pemasaran batu bata. Proses produksi batu bata memerlukan stok bahan baku tanah yang tidak selalu ada dan kadang tidak ada pada musim hujan karena memerlukan tanah yang kering. Pencatatan pengeluaran dan pemasukan dari bahan baku, transaksi, pencatatan hasil perbulan hingga penggajian terhadap karyawan yang berkerja masih menggunakan sistem manual. Selain itu dalam hal pemasaran juga masih sangat kurang membuat pemasukan penghasilan jauh memenuhi pencapaian. Solusi untuk hal ini menggunakan pendekatan teknologi adalah dengan menerapkan Enterprise Resource Planning (ERP) untuk solusi terhadap produksi dan pemasaran yang dapat menunjang produktivitas dari industri tersebut. Dengan adanya implementasi ini nantinya industri batu bata ini dapat terstruktur serta terkomputerisasi dan memiliki data yang nantinya dapat digunakan untuk sistem pendukung keputusan. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang dijelaskan pada sub bab 1.1 di atas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana solusi yang tepat untuk menerapkan teknologi agar masing-masing industri batu bata memiliki daya saing yang tinggi? 2. Apa saja yang diperlukan oleh pengerajin batu bata agar stok bahan baku dapat diatur sehingga tidak terjadi kehabisan bahkan kosong untuk beberapa minggu? 3. Teknologi apa yang digunakan dalam perhitungan seperti stok barang, pengeluaran dan pemasukkan, penggajian, pencatatan transaksi, penggajian karyawan dan lainnya agar tidak lagi menggunakan sistem manual? 4. Bagaimana cara mengimplementasikan Enterprise Resource Planning (ERP) dan modul-modul apa saja yang diperlukan industri batu-bata dalam mengelola sumber daya? 3

9 1.3 Tujuan Adapun tujuan dari dibuatnya makalah Enterprise Resource Planning ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengimplementasikan teknologi Enterprise Resource Planning (ERP) dengan berbagai macam modul didalamnya pada pengerajin batu bata di Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar. 2. Mengetahui seberapa jauh penerapan teknologi yang sudah diterapkan di masing-masing industri agar dapat dengan tepat mengimplementasikan teknologi ERP. 3. Mengetahui dan memahami bisnis proses yang ada pada industri pengerajin batu bata agar dapat membuat solusi untuk kedepannya. 4. Meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam pentingnya penerapan Enterprise Resource Planning di dalam perusahaan besar maupun industri kecil. 5. Memenuhi syarat untuk penilaian dari mata kuliah Enterprise Resource Planningi. 1.4 Solusi Berdasarkan rumusan masalah yang dijelaskan pada sub bab 1.2 di atas, maka dapat disimpulkan solusi sebagai berikut: 1. Penerapan teknologi yang tepat dapat meningkatkan daya saing antar industri dengan menerapkan teknologi ERP yang didalamnya terdapat teknologi pendukung, yaitu E-Commerce dan E-Payment yang akan menarik konsumen bukan saja di Bali namun mancanegara karena mudahnya akses informasi dengan pembuatan web E-Commerce, hal tersebut dapat meningkatkan daya saing yang tinggi. 2. Kurangnya atau tidak tersedianya stok bahan baku karena manajemen sumber daya yang tidak tepat dan kurangnya distributor bahan baku atau mungkin distributornya hanya dari satu tempat, solusinya adalah dengan memanajemen bahan baku dan proses produksi serta distributor yang berasal dari berbagai daerah. 4

10 3. Implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) dapat membantu merubah sistem manual menjadi sistem terkomputerisasi dengan menggunakan teknologi pendukung atau yang biasa disebut modul yang berkaitan dengan E- Commerce. 4. Adapun modul yang diterapkan, yaitu Modul Payment (pembayaran secara elektronik), Modul Inventory (stok barang), Modul Marketing (pemasaran), Modul Shipping (pengiriman barang), E-Commerce, E-Business, dan Cloud Computing terdiri dari IAAS (Infrastructure as a Service) hingga PAAS (Platform as a Service). 1.5 Desain Solusi Desain solusi digambaarkan berdasarkan pada solusi yang dibahas pada sub bab 1.4, maka dapat diilustrasikan bagaimana implementasi sistem ERP pada industri pengerajin batu bata di Desa Tulikup beserta modul-modul yang digunakan, sistem yang dirancang serta entitas pengguna sistem yang dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. 1 Desain solusi dalam implementasi sistem ERP. 5

11 Desain solusi pada Gambar 1.1 menggambarkan rancangan sistem ERP yang akan diterapkan di industri batu bata untuk mempermudah proses produksi dan pemasaran, yang didalamnya terdapat modul-modul ERP. Tidak semua modul ERP digunakan dalam sistem ini karena mengingat industri batu batu ini bukan merupakan perusahaan besar yang tidak memerlukan semua modul yang ada pada ERP. Modul yang digunakan pada sistem ini, yaitu modul payment, modul inventory, modul marketing, dan modul shipping dengan dilengkapi teknologi pendukung didalamnya seperti e-commerce, e-business, cloud computing. Dengan diimplemntasikannya teknologi tersebut mampu digunakan untuk memperbaiki bisnis proses yang dilakukan sebelum diterapkannya teknologi ini. Modul-modul yang diimplementasikan dalam sistem ini adalah Modul Payment digunakan untuk melakukan pembayaran secara elektronik yang membantu mempermudah transaksi secara online tanpa harus datang ke lokasi. Modul Inventory adalah modul yang paling berperan dalam sistem ini, dengan adanya modul inventory data transaksi, data jumlah barang baik stok barang maupun stok bahan baku, dapat terorganisir karena data yang di dapat dengan jelas. Modul Shipping berfungsi untuk membantu pengiriman barang dan pelacakan pengiriman. Modul Marketing merupakan modul yang membantu dalam hal pemasaran produk batu bata dengan teknologi E-Commerce. E-Commerce memberikan benefit dengan memberikan informasi produk ke dalam sebuah web commerce dimana konsumen dapat mengakses informasi barang yang dijual serta detail barang tersebut serta pemesanan dilakukan secara online melalui web browser. Teknologi yang diimplementasikan lebih baik juga ditambah dengan komputasi awan atau teknologi Cloud Computing yang memungkinkan penggunaan sumber daya secara bersamaan melalui jaringan internet dan dibantu dengan tiga model layanan yaitu IAAS, PAAS, SAAS yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan sistem. Semua teknologi yang diterapkan menghasilkan sistem informasi yang bisa mengelola sumber daya, mengelola transaksi penjualan atau pembelian bahan baku, dan juga menyediakan sebuah situs untuk membantu pemasaran. 6

12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Enterprise Resource Planning (ERP) Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sebuah sistem operasi, perangkat lunak, sekaligus framework, yang ditujukan untuk proses managemen inventarisasi dan kontrol pada perusahaan, perencanaan distribusi barang, proses produksi barang, keuangan, pemesanan barang, dan aktifitas lainya yang berkaitan dengan barang di dalam sebuah industri/perusahaan dan dilakukan secara digital. Di dalam ERP, dilakukan manajemen terhadap sumber daya (resource) yang tersedia, data dan informasi, alur kegiatan dan aktifitas, yang terintegrasi ke dalam beberapa modul aplikasi dan menghubungkan beberapa bagian dari perusahaan bersangkutan. [1] Enterprise Resource Planning (ERP) mulai banyak diterapkan di industri dengan memanfaatkan teknologi Cloud Computing (Cloud ERP) dan sekaligus implementasi Smart City di dalamnya. Hal lainnya lagi adalah ERP tidak lagi hanya disediakan di sisi server dan desktop, tapi juga di sisi aplikasi mobile (mobile ERP). Hal ini akan sangat membantu para pemegang keputusan di dalam suatu perusahaan, dengan cukup mengakses aplikasi client ERP melalui perangkat mobile. Bidang lainnya yang juga erat kaitannya dengan ERP adalah Supply Chain. [1] Modul Pembayaran (Payment) Modul ini tentu sangat membantu konsumen untuk melakukan pembayaran secara cepat, mudah dan efektif tanpa perlu terkendala waktu, biaya, tenaga, dan lokasi. Sementara bagi penyedia produk dan layanan, hal ini memberikan keuntungan bagi konsumen. ERP memerlukan modul ini untuk kemudahan tersebut. [1] Modul Stok Barang (Inventory) Di dalam proses transaksi, tentu diperlukan adanya data dan informasi mengenai berapa banyak barang yang terjual, barang yang tersisa, stok di gudang, total yang dikirimkan oleh penyuplai, dan sebagainya. Fitur inventori sangat diperlukan 7

13 dalam hal ini, yang pada beberapa jenis aplikasi disediakan bersamaan dengan fitur kasir. Bagi ERP, data dan informasi mengenai stok barang adalah penting untuk diketahui. [1] Modul Pemasaran (Marketing) Proses pemasaran secara global dan digital berbasiskan internet merupakan salah satu kunci sukses bisnis di era digital saat ini. Kesuksesan di dalam bisnis, termasuk juga pada E-Commerce dan ERP (sebagai salah satu jenisnya) ditentukan juga oleh pemasaran. [1] Modul Pengiriman (Shipping) ERP menyediakan modul pengiriman barang dan juga terkadang dengan modul tambahan untuk pelacakan pengiriman. Barang yang telah dibayar oleh konsumen, akan dikirimkan sesuai dengan alamat yang diberikan oleh konsumen. Biasanya, pengiriman akan melibatkan pihak ketiga (kurir). [1] Modul Data Warehouse dan Data Mining Data pada ERP umumnya adalah data skala besar. Data skala besar (termasuk juga pada big data), akan memerlukan adanya data warehouse dan data mining. Misalkan untuk memperoleh informasi dan pengambilan keputusan (decision making) untuk bisnis E-Commerce yang sedang dijalankan. [1] 2.2 Cloud Computing Cloud Computing berdasarkan pendapat NIST (National Institute of Standard and Technology) di dalam draftnya yang berjudul The NIST Definition of Cloud Computing oleh Peter Meel dan Timothy Grance mendefinisikan Cloud Computing sebagai sebuah model yang memungkinkan adanya penggunaan sumber daya (resource) secara bersama-sama dan mudah, menyediakan jaringan akses dimanamana, dapat dikonfigurasi dan layanan yang digunakan sesuai keperluan (on demand). Hal ini berarti layanan pada Cloud Computing dapat disediakan dengan cepat dan 8

14 meminimalisir interaksi dengan penyedia layanan (vendor/provider) Cloud Computing. NIST juga menjelaskan tiga model layanan cloud computing serta empat model deployment cloud computing. [2] Model Layanan pada Cloud Computing Cloud Computing dalam implementasinya memiliki tiga bentuk model layanan yang dapat digunakan sesuai kebutuhannya, yakni sebagai berikut: IAAS (Infrastructure as a Service) Layanan ini menekan pada penyediaan sarana jaringan komputer, perangkat keras jaringan, komputer server, media penyimpanan, processor, beserta dengan proses virtualisasi yang menunjang proses komputasi. Fitur-fitur IAAS adalah sebagai berikut: [2] 1. Pilihan virtual machine yang sangat beragam. Virtualisasi merupakan kunci kekuatan dari cloud computing. 2. Penyediaaan pre OS installed, sehingga sangat membantu pengguna yang tidak terlalu mengetahui teknis dan lebih praktis. 3. Penyedian storage pada beberapa buah server mirror, sehingga lebih aman bagi pengguna dan kelangsungan data di dalamnya. 4. Tersedia fitur untuk melakukan proses optimisasi. 5. Menyediakan beragam aplikasi untuk sejumlah tujuan, seperti pemrosesan multidata, manajemen aplikasi, penyediaan sumber daya untuk aplikasi, serta perhitungan-perhitungan rumit PAAS (Platform as a Service) Layanan ini menekan pada penyediaan platform untuk membantu proses pengembangan software dengan cepat dan mudah. Cloud PAAS melalui layanan platformnya menyajikan kemudahan integrasi yang baik dengan perangkat lunak lainnya yang berada dalam satu platform serta menyediakan konektor untuk sistem di luar jaringan Cloud Computing. Cloud PAAS dapat dikategorikan menjadi empat 9

15 bagian berdasarkan produk atau layanan platform yang diberikannya. Keempat bagian tersebut adalah sebagai berikut: [2] 1. Social Application Platform Social Application Platform merupakan platform cloud PAAS yang ditujukan untuk pengembangan aplikasi jejaring sosial. Contohya adalah Facebook. 2. Raw Compute Platform Raw Compute Platform merupakan platform cloud PAAS yang ditujukan untuk pengembangan aplikasi berbasis komputasi raw. Contohnya adalah Amazon. 3. Web Application Platform Web Application Platform merupakan platform cloud PAAS yang ditujukan untuk pengembangan aplikasi berbasis web. Contohnya adalah Google. 4. Business Application Platform Business Application Platform merupakan platform cloud PAAS yang ditujukan untuk pengembangan aplikasi bisnis. Contonya adalah aplikasi bisnis berbasis cloud SAAS (Software as a Service) SAAS (Software as a Service) merupakan jenis layanan yang diberikan oleh teknologi Cloud Computing kepada para penggunanya dalam bentuk pemakaian bersama perangkat lunak (aplikasi). Umumnya layanan SAAS disediakan dalam bentuk tatap muka berbasis web. Bisa dikatakan SAAS merupakan jenis layanan Cloud Computing yang paling banyak digunakan dan paling mudah digunakan oleh para pengguna komputer, khususnya pengguna akhir yang tidak terlalu membutuhkan pengetahuan teknis di dalam instalasi dan konfigurasi. [2] Model Deployment Cloud Computing Menurut NIST atau (National Institute of Standard and Technology), model deployment cloud computing dibagi menjadi empat jenis, yakni Private Cloud, Public Coud, Community Cloud, dan Hybrid Cloud. [2] 10

16 Private Cloud Private Cloud merupakan layanan yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan internal sebuah perusahaan. Private cloud ditujukan untuk penggunaan yang terbatas pada kalangan tertentu saja. [2] Public Cloud Public Cloud merupakan model deployment Cloud Computing dimana layanan cloud computing diletakkan di lokasi publik sehingga layanan, data dan informasi di dalamnya dapat diakses oleh seluruh pengguna. [2] Community Cloud Community Cloud merupakan layanan yang dibangun eksklusif untuk sebuah atau beberapa komunitas tertentu. Komunitas yang tergabung tersebut biasanya memiliki tujuan, visi dan misi yang sama. Cloud Computing dapat dikatakan mirip dengan private cloud dimana penggunaannya terbatas untuk suatu komunitas yang bersangkutan. [2] Hybrid Cloud Hybrid Cloud merupakan gabungan dari model deployment Public Cloud dan Private Cloud. Pada Hybrid Cloud digunakan aturan atau SLA yang merajuk pada data mana saja yang akan diletakkan di storage Public Cloud dan data mana saja yang diletakkan di storage Private Cloud. [2] 2.3 E-Commerce E-commerce muncul pada tahun 1990-an dengan tujuan untuk mengubah konsep transaksi jual beli konvesional menjadi bentul digital elektronik. Kim dan Moon di tahun 1998 menyatakan bahwa E-Commerce adalah proses untuk mengantarkan informasi, produk, layanan, dan proses pembayaran, melalui kabel telepon, koneksi internet, dan akses digital lainnya. Menurut Kim dan Moon di tahun 1998 menyatakan bahwa E-Commerce adalah proses untuk mengantarkan informasi, 11

17 produk, layanan, dan proses pembayaran, melalui kabel telpon, koneksi internet, dan akses digital lainnya. [1] 2.4 E-Businness Menurut IBM, E-Business merupakan bentuk transformasi (perubahan) dari key business process (proses-proses kunci dari suatu bisnis) ke dalam pemanfaatan teknlogi internet. Key business process meliputi segala proses kunci dari suatu bisnis berupa riset produk dan riset pasar, pengembangan produk dan jasa, penjualan atau pemasaran (marketing), produksi (manufacturing) dan lain-lain. [1] 2.5 Smart City Kota pintar atau yang sering disebut Smart City merupakan suatu konsep pengembangan yang diterapkan serta diimplementasikan pada suatu wilayah atau kota sebagai sebuah interaksi yang kompleks diantara berbagi sistem di dalamnya. Smart City merupakan sebuah performansi yang sangat baik untuk sebuah kota yang didukung oleh kombinasi pintar dari seluruh aktifitas masyarakat kota tersebut. Smart city mampu membeikan dampak positif baik dalam pemerintahan transportasi, kualitas hidup, persaingan yang sehat dalam segala bidang dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Smart City awalnya bertujuan untuk menciptakan kemandirian daerah dan layanan publik. Konsep Smart City ini pertama kali diterapkan di Amerika Serikat dan Uni Eropa. Implementasi konsep ini semakin berkembang. Smart City dapat dikatakan menjadi konsep masa depan suatu daerah untuk kualitas hidup yang lebih baik. [2] Pembagian jenis Smart City yakni Smart Economy, Smart Mobility, Smart Environment, Smart People, Smart Living dan Smart Governance. Smart Economy meliputi dua hal yaitu proses inovasi dan kemampuan daya saing yang berguna untuk meningkatkan ekonomi bangsa yang lebih baik dan pintar. [2] 12

18 2.5.1 Smart Economic Ekonomi merupakan salah satu pilar penopang daerah/kota/negara. Pengelolaam ekonomi suatu daerah/kota/negara hendaknya perlu dilakukan dengan lebih baik dan terkomputerisasi. Ekonomi tidak hanya berkaitan dengan barang dan jasa yang disediakan, tetapi juga inovasi, kemapuan bersaing, pendidikan, dan kewirausahaan. Di Indonesia sendiri, salah satu hal penting yang ingin diterapkan pada implementasi Smart City adalah Smart Economy. Hal ini disebabkan dengan jumlah penduduk yang besar dan potensi yang dimiliki berupa Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia, maka apabila dikelola dengan lebih baik, ekonomi bangsa Indonesia akan meningkat pesat. [2] Implementasi dan penilaian Smart City pada bagian (dimensi) Smart Economy meliputi dua hal. Kedua hal tersebut yaitu proses inovasi (innovation) dan kemampuan daya saing (competitives). Kedua hal ini berguna untuk mencapai peningkatan ekonomi bangsa yang lebih baik dan pintar (smart), sebab inovasi dan kemampuan daya saing merupakan modal utana untuk kemajuan bangsa. [2] 2.6 OTT (Over The Top) OTT (Over The Top) adalah teknologi informasi dibidang pendekatan dan permodelan (yang diimplementasikan dalam bentuk aplikasi dan layanan aplikasi) untuk video dan audio streaming, messaging (kirim terima pesan instan), dan jejaring sosial, memanfaatkan koneksi internet dari provider (dalam hal ini operator/telco) dan berbasis mobile. Over The Top (OTT) berjalan di Application Layer, layer teratas pada permodelan layer TCP/IP maupun OSI. [3 Dilihat daru sudut pandang jaringan komputer, semua aplikasi dan layanan berbasis OTT berada pada Application Layer. Umumnya aplikasi. Over The Top (OTT) berjalan pada platform mobile. Misalkan pada handphone, smartphone, dan PDA (Personal Digital Assistant). Namun banyak juga yang berjalan di komputer desktop. [3] 13

19 BAB III ANALISA DAN KESIMPULAN 3.1 Analisa Proses analisa berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan tinjuan pustaka serta beberapa dokumentasi yang sudah dilakukan. Diawali dengan pengertian ERP merupakan sebuah perangkat lunak sekaligus framework, yang ditujukan untuk proses managemen inventarisasi dan kontrol pada perusahaan, perencanaan distribusi barang, proses produksi barang, keuangan, pemesanan barang, dan aktifitas lainya yang berkaitan dengan barang di dalam sebuah industri/perusahaan dan dilakukan secara digital. Pada perusahaan yang menjadi objek pada makalah ini, terdapat beberapa permasalahan pada industri pengerajin batu bata yaitu dalam hal produksi dan pemasaran, dimana permasalahan tersebut bisa terselesaikan dengan penerapan teknologi dapat mendukung bisnis proses yang ada didalamnya sehingga proses produksi dan pemasaran dapat berjalan sesuai dengan alur yang sudah dibuat. Penerapan teknologi Enterprise Resource Planning (ERP), akan diimplementasikan pada industri pengerajin batu bata dengan usaha dagang bernama U.D. Purnama Batu Bata yang terletak di Br. Kaja Kauh, Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar yang berdiri sejak tahun Seperti rumusan masalah pada Bab I, yang disebutkan bahwa sistem yang digunakan masih sangat manual dan beberapa hal yang sangat berpengaruh seperti permasalahan stok barang, penggajian pegawai yang tidak menentu dan permasalahan lainnya yang berpengaruh terhadap perusahaan tersebut. Penulis melakukan sebuah wawancara dengan narasumber untuk menggali apa saja permasalah yang dihadapi dan bagaimana penerapan teknologi ERP di dalam usahanya. Diketahui bahwa implementasi ERP memiliki beberapa keuntungan yang penulis juga menjelaskan kepada narasumber seperti memperlancar proses bisnis dan membuatnya menjadi lebih efisien, mudah, dan cepat, mengurangi biaya operasional perusahaan, proses kerja tersusun karena standar operasi sudah ditentukan, meningkatkan jumlah penjualan, menambah daya saing, dan mengurangi tindak kecurangan dalam biaya pengeluaran dan pemasukan. Dengan implementasi ERP 14

20 diharapkan nantinya mampu merealisasikan keuntungan-keuntungan yang sudah disebutkan diatas. Bisnis proses yang dimiliki oleh perusahaan ini sudah terstruktur hanya saja dalam implementasinya kadang tidak sesuai dengan apa yang ingin dilakukan oleh perusahaan tersebut. Berikut adalah bisnis proses dari produksi dan pemasarannya. Gambar 3. 1 Bisnis Proses Produksi. 15

21 Bisnis proses pada gambar 3.1 merupakan proses bisnis yang sebelumnya yang diterapkan pada industri pengerajin batu bata. Terdapat proses penerimaan pesanan atau proses pembuatan stok barang, lalu dilanjutkan dengan mengecek bahan baku jika tidak tersedia maka akan dilanjutkan dengan pemesanan bahan baku ke distributor dan jika bahan baku tersedia maka dilanjukan dengan konfirmasi produksi oleh pemilik jika tidak ada stok barang maka proses produksi selesai. Lalu proses selanjutnya yaitu, pencatatan produksi dimana didalam proses ini terjadi pembukuan. Setelah melakukan pencatatan lalu dilanjutkan dengan proses produksi yang dibagi menjadi tiga bahasan, yaitu proses pengolahan bahan baku, proses pembuatan batu bata, dan terakhir merupakan proses finishing. Dilanjutkan kepada konfirmasi telah selesai produksi batu bata dan dilakukan pencatatan stok barang dan proses produksi selesai. Selanjutnya merupakan bisnis proses dari pemasaran batu bata dimana dijabarkan dengan langkah-langkah yang masih sangat sederhana berikut merupakan bisnis proses dari pemasaran. Gambar 3. 2 Bisnis Proses Pemasaran. 16

22 Bisis proses yang diilustrasikan pada Gambar 3.2 menggambarkan proses pemasaran batu bata dimana proses pemasaran ini dimulai dari proses pemasaran barang melalui promosi kartu nama dan promosi kontak telepon. Lalu pada pegawai promosi melalui toko fisik yang dimiliki oleh industri ini untuk memasarkan produk batu bata. Selanjutnya konsumen tertarik membeli barang dan jika tidak membeli proses selesai dan jika membeli maka dilakukan pencatatan transaksi oleh pemilik. Dari kedua bisnis proses diatas terdapat beberapa permasalah yang membuat produktivitas perusahaan tidak efektif dan efisien, penulis mencoba meneliti permasalah yang ada seperti yang dijelaskan pada latar belakang dan rumusan masalah terdapat beberapa permasalahan diantaranya, permasalahan dalam pengelolaan sumber daya maupun pemasaran produk yang masih menggunakan sistem manual. Penerapan ERP dalam industri ini menggunakan beberapa modul yang ada yaitu: 1. Modul Payment atau modul pembayaran secara elektronik yang dapat mempermudah transaksi antar konsumen dan transaksi dengan distributor. 2. Modul Inventory ini yaitu modul yang membantu dalam pehitungan data berapa banyak barang hang terjual, barang yang tersisa, stok gudang, total pengiriman barang, dan lainnya yang berhubungan dengan inventarisasi hal ini memungkinkan tidak adanya stok batu bata yang kurang serta produksi yang setara dengan bahan baku karena perhitungan yang tepat dan tersedianya fitur kasir pada modul ini. 3. Modul Marketing merupakan modul yang digunakan dalam hal pemasaran secara digital dengan pembuatan web commerce akan memperluas jangkauan konsumen. Ini juga mempengaruhi kesuksesan pada bisnis yang dijalankan pada industri batu bata. 4. Modul Shipping, yaitu modul pengiriman barang yang membantu antara penjual dengan konsumen yang memesan akan dikirimkan barang melalui kurir dari perusahaan maupun kurir dari pihak ketiga. Empat modul utama yang diterapkan dirasa sudah cukup dalam penerapan pada industri ini, namun tidak menutup kemungkinan penambahan modul jika industri ini sudah berkembang. 17

23 Semua modul diatas diimplementasikan pada ERP dengan pembuatan sistem informasi yang didukung oleh teknologi E-Commerce dan E-Business dan menghasilkan sistem pengelolahan sumber daya perusahaan, sistem transaksi, serta web commerce. Sistem informasi ini memiliki beberapa layanan jual beli secara online dan sistem transaksi yang sedemikian rupa sehingga dapat menarik konsumen lebih luas bahkan diluar bali. Sistem Informasi yang dibuat terdiri dari sistem pengelolaan sumber daya perusahaan, sistem transaksi, dan web-commerce. Penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) seperti yang sudah disebutkan bahwa ERP dapat membantu memperlancar bisnis proses, mengurangi biaya operasional perusahaan, meningkatkan jumlah transaksi penjualan, menambah daya saing perusahaan, dan mengurangi kecurangan dengan membuat catatan setiap periode. Bisnis proses yang berjalan pada sangat sederhana bahkan sebenarnya tidak jelas adanya bisnis proses yang pasti pada industri ini. Masalah-masalah dalam proses produksi tentunya dapat diatasi dengan pendekatan teknologi terkomputerisasi dengan pencatatan stok barang dengan stok bahan baku yang saling terintegarasi satu sama lain. Hal ini menjadi solusi terhadap kekurangan bahan baku disertai manajemen sumber daya yang baik. Kedua masalah pemasaran sama seperti diatas bahwa penerapan E-Commerce dapat membantu meningkatkan transaksi di dalam industri yang berdampak pada meningkatnya penjualan batu bata. Pencatatan yang dihasilkan dari sistem ERP akan lebih baik dengan adanya Cloud Computing, dengan sistem ini memungkinkan data disimpan dalam cloud, data tersebut dapat dikonfigurasi dan diakses secara bersamaan dan dimana saja selama adanya jaringan. Terdapat tiga model layanan cloud computing, yaitu IAAS (Infrastucture as A Service), PAAS (Platform as A Service), SAAS (Software as A Service) yang menyediakan jaringan komputer, perangkat lunak jaringan, beserta proses virtualisasi yang menunjang proses komputasi. Pemilik usaha dapat dengan mudah mengakses dan mengatur informasi secara real-time seperti transaksi penjualan dengan sistem yang berbasiskan web, aktivitas pada perusahaan dapat diakses dimana saja dan dapat menerima pesanan secara online. 18

24 Gambar 3. 3 Gambaran Umum Implementasi Sistem ERP. Penulis menyadari bahwa implementasi sistem ERP tidaklah mudah dan memerlukan biaya yang tinggi. Keberhasilan implementasi ERP didukung oleh semua elemen yang ada pada industri tersebut, mulai dari infrastruktur, kerjasama pemilik dan pegawai dalam implementasi ini, adanya sosialisasi dan pelatihan. Dukungan dengan pihak ketiga juga dapat mendukung berjalannya sistem. Biaya tinggi dapat diminimalisir dengan merencanakan biaya yang dikeluarkan, memilih modul-modul apa saja yang penting bagi industri ini. Impelementasi ERP ini dapat membangun industri batu bata di Desa Tulikup, dengan standarisasi bisnis proses, data, dan informasi sehingga menunjang produktivitas yang berdampak langsung pada kualitas produk mendapatkan hasil produksi yang baik. Manajemen industri yang baik mampu mengontrol pelaporan, kinerja pegawai dan kinerja keuangan perusahaan, dengan tambahan teknologi pendukung E-Business yang bukan sekadar investasi teknologi informasi namun juga memberikan perbaikan terhadap bisnis proses atau peningkatan bisnis didukung teknologi informasi. 19

25 3.2 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari implementasi Enterprise Resource Planning dalam Industri Batu Bata, antara lain sebagai berikut: 1. Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sebuah sistem atau framework yang dirancang untuk mengelola sumber daya perusahaan, manajemeninventarisasi, perencanaan distribusi serta produksi barang, mengontrol keungan dan hal lainnya, selain itu dapat mengintegrasikan berbagai macam fungsi dan mengolah data secara digital. 2. Implementasi sistem ERP pada industri pengerajin batu bata di Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar diharapkan mampu membangun industri yang baik memiliki daya saing yang tinggi serta standarisasi bisnis proses, data, dan informasi sehingga menunjang produktivitas yang berdampak langsung pada kualitas hasil produksi yang baik. 3. Dalam sistem ERP yang diterapkan pada industri tersebut menggunakan modul-modul yang mendukung, yaitu Modul Payment (pembayaran secara elektronik), Modul Inventory (stok barang), Modul Marketing (pemasaran), Modul Shipping (pengiriman barang), serta teknologi pendukung, seperti E- Commerce, E-Business, dan Cloud Computing 3.3 Saran Adapun saran yang diberikan oleh penulis serta saran yang diberikan oleh narasumber terhadap implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) antara lain: 1. Implementasi dapat berjalan dengan baik apabila antara penyedia sistem dengan perusahaan mampu bekerja sama dalam menerapkan teknologi informasi serta biaya yang lumayan tidak sebanding dengan hasil yang didapat jika penerapan dapat berjalan dengan baik. 2. Menurut narasumber penerapan teknologi sangat penting bagi usaha yang dimiliki karena dapat mempercepat proses produksi dan pemasaran. Selain itu juga harapan kedepannya dapat menggunakan sistem informasi sebagai penunjang usaha serta dapat mempromosikan produk sampai di luar bali. 20

26 DAFTAR PUSTAKA [1] Agus Eka Pratama, S.T., M.T, I Putu E-Commerce, E-Business dan Mobile Commerce. Bandung: Informatika [2] Agus Eka Pratama, S.T., M.T, I Putu Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya. Bandung: Informatika [3] Agus Eka Pratama, S.T., M.T, I Putu Handbook Jaringan Komputer. Bandung: Informatika. [3] Juliana, I Kadek. 20 November 2015, WITA 21

27 LAMPIRAN 22

28 TRANSKRIP WAWANCARA Narasumber: I Kadek Juliana Pemilik Usaha Dagang (U.D.) Purnama Batu Bata Br Kaja Kauh, Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar 1. Bisa bapak ceritakan sedikit tentang bagaimana awal usaha ini berdiri dan produk apa saja yang sudah dihasilkan? Awal berdirinya bedirinya usaha ini semenjak tahun 1998 setara dengan saya waktu smp usaha ini telah dirintis oleh bapak saya. Produk yang sudah dihasilkan ada 2 jenis ada bata pasang biasanya untuk tembok/plester dan bata style bali atau bata gosok yang memiliki struktur halus. 2. Bagaimana bapak mendapatkan bahan baku pembuatan batu bata? Kita gali dataran yang tinggi terutama biasanya di bypass i.b mantra ada tanah timbunan yang tinggi biasanya dijual dan dibawa kesini untuk digiling, tetapi tanah yang terpilih bukan sembarang tanah yang biasa saya beli melalui distributor-distributor yang biasa tau mana tanah yang dipake batu bata mana tanah yang dipake urug 3. Bagaimana bapak mencatat pemasukkan dan pengeluaran stok bahan baku? Pernah, kalau pembukuan bahan dan lainnya dari modal juga sejumlah 10 juta untuk membeli tanah, kayu bakar, dan bahan lainnya seperti penyaringan dengan sistem borongan maksudnya semakin banyak kita buat semakin banyak hasilnya, total keseluruhan sampai dengan buka usaha seperti ini 30 juta. Pembukuan masih menggunakan sistem manual 4. Dari sekian banyak produksi saat ini berapa banyak bapak mempunyai pekerja? Saat ini kami memiliki 10 orang pekerja dan menghasilkan perhari 300bata/hari dengan ongkos per 1000 bata. 23

29 5. Selama ini bagaimana cara memasarkan produk dari usaha bapak? Dari media dan kartu nama dan pernah melalui internet, pernah memasarkan batu bata sampai ke Jepang, Jakarta, Islandia, dan Amerika biasanya mengangkutnya menggunakan kontainer. 6. Adakah permasalahan dalam proses produksi dan pemasaran batu bata? Masalah yang dihadapi dalam produksi biasanya kekurangan stok bahan baku karena proses pengolahan bahan baku tersebut lumayan lama dan sampai 4-5 hari, terlebih lagi saaat hujan maka bahan baku sangat susah untuk didapatkan. Dan pemasarannya lebih banyak manual dari media maupun kartu nama itu sangat sedikit menjangkau konsumen mungkin penerapan teknologi website dapat membantu pemasaran batu bata ini. 7. Selama ini bagaimana tingkat penjualan dari usaha bapak? Lumayan untuk mencukupi kehidupan para pekerja dan tingkat penjualan masih standar kadang ada pesanan masuk kadang tidak yang membuat tingkat penjualan kadang turun kadang naik juga. 8. Perlukah Teknologi semacam pengelolaaan sumber daya, dengan kata lain seperti pencatatan yang biasa dilakukan manual sekarang terkomputerisasi? Sangat perlu, itu merupakan sebuah manajemen kalau tidak ada maka pencatatan yang dilakukan rancu. 9. Dari penjelasan tadi apa saran dari bapak tentang penerapan teknologi erp di perusahaan bapak? Jika dibandingkan manual dengan menggunakan teknologi, lebih cenderung teknologi karena bisa mempercepat proses produksi dan pemasaran. Saya berharap pemasaran dapat melalui website yang bisa meningkatkan penghasilan dan dikenal luas oleh masyarakat baik itu bali maupun luar bali. 24

30 PROFIL PERUSAHAAN 1. Nama Perusahaan : U.D Purnama Batu Bata 2. Alamat : Banjar Kaja Kauh, Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar 3. Bidang/Jenis Usaha : Produksi Batu Bata 4. Tahun Berdiri : Nama Pemilik : I Kadek Juliana 6. Alamat Pemilik : Banjar Kaja Kauh, Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar Gambar Lampiran Dokumentasi Perusahaan. 25

31 DOKUMENTASI WAWANCARA Gambar Lampiran Dokumentasi Wawancara. Gambar Lampiran Dokumentasi Wawancara. 26

32 Gambar Lampiran Dokumentasi Wawancara. Gambar Lampiran Dokumentasi Wawancara. 27

TUGAS MAKALAH ENTERPRISE RESOURCE PLANING TI029309

TUGAS MAKALAH ENTERPRISE RESOURCE PLANING TI029309 TUGAS MAKALAH ENTERPRISE RESOURCE PLANING TI029309 Implementasi ERP Pada Desa Tangimeyeh Negara Untuk Membantu Petani dan KUD dalam Mengelola Hasil Pertanian Padi Oleh : Ni Luh Putu Novi Ambariani 1304505106

Lebih terperinci

TUGAS MAKALAH INTEGRASI DAN MIGRASI SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI TI024329

TUGAS MAKALAH INTEGRASI DAN MIGRASI SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI TI024329 TUGAS MAKALAH INTEGRASI DAN MIGRASI SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI TI024329 Integrasi dan Migrasi Data Pendidikan Antar Instansi Sekolah Berbasis Cloud Computing dengan Menggunakan Smart Learning Guna Menyetarakan

Lebih terperinci

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING Implementasi ERP di Desa Surabrata, Tabanan untuk Membantu Petani Cengkeh dalam Mengelola dan Memasarkan Hasil Panen

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING Implementasi ERP di Desa Surabrata, Tabanan untuk Membantu Petani Cengkeh dalam Mengelola dan Memasarkan Hasil Panen ENTERPRISE RESOURCE PLANNING Implementasi ERP di Desa Surabrata, Tabanan untuk Membantu Petani Cengkeh dalam Mengelola dan Memasarkan Hasil Panen Ni Luh Candra Darmayanti 1304505110 Dosen : I Putu Agus

Lebih terperinci

OTT Over The Top. I Putu Agus Eka Pratama, ST MT Information Network and System (INS) research lab STEI ITB 9 Desember 2014

OTT Over The Top. I Putu Agus Eka Pratama, ST MT Information Network and System (INS) research lab STEI ITB 9 Desember 2014 OTT Over The Top I Putu Agus Eka Pratama, ST MT Information Network and System (INS) research lab STEI ITB 9 Desember 2014 Pahami dulu... :) Jaringan komputer dan internet --> Application Layer, Protokol,

Lebih terperinci

The Benefit of Android in Information System (2-hbs) Cafe Legian Sulanjana Bandung 15 Maret 2014

The Benefit of Android in Information System (2-hbs) Cafe Legian Sulanjana Bandung 15 Maret 2014 The Benefit of Android in Information System (2-hbs) Cafe Legian Sulanjana Bandung 15 Maret 2014 I Putu Agus Eka Pratama, ST MT Information Network and System (INS) research lab ITB Kilas Balik Sesi 1

Lebih terperinci

DATA WAREHOUSE TI025335

DATA WAREHOUSE TI025335 DATA WAREHOUSE TI025335 Pengimplementasian Data Warehouse di Desa Surabrata, Tabanan untuk Membantu Petani Kakao dalam Mengelola dan Memasarkan Hasil Panen Oleh : Ni Luh Candra Darmayanti 1304505110 Dosen

Lebih terperinci

TUGAS MAKALAH DATA WAREHOUSE TI025335

TUGAS MAKALAH DATA WAREHOUSE TI025335 TUGAS MAKALAH DATA WAREHOUSE TI025335 Implementasi Data Warehouse Pada Desa Tangimeyeh Negara Untuk Membantu Petani dan KUD dalam Mengelola Hasil Pertanian Padi Oleh : Ni Luh Putu Novi Ambariani 1304505106

Lebih terperinci

Integrasi dan Migrasi Sistem Teknologi Informasi TI024329

Integrasi dan Migrasi Sistem Teknologi Informasi TI024329 Tugas Makalah Integrasi dan Migrasi Sistem Teknologi Informasi TI024329 Integrasi Dan Migrasi Sistem Kantor Pemerintahan Kota Gianyar Dalam Pengarsipan Dokumen Pemerintah Menggunakan Cloud Computing untuk

Lebih terperinci

Integrasi dan Migrasi Sistemm Teknologi Informasi TI024329

Integrasi dan Migrasi Sistemm Teknologi Informasi TI024329 Integrasi dan Migrasi Sistemm Teknologi Informasi TI024329 Integrasi Dan Migrasi Seluruh Unit Kegiatan Masyarakat Desa Lebih Kec. Gianyar Berbasis Cloud Computing Di Dalam Mewujudkan Smart Economy Oleh

Lebih terperinci

Pemrograman Aplikasi Berbasis Sistem Komputer. KTP Online. Nama : Andreas NIM : Departemen Teknologi Informasi

Pemrograman Aplikasi Berbasis Sistem Komputer. KTP Online. Nama : Andreas NIM : Departemen Teknologi Informasi Pemrograman Aplikasi Berbasis Sistem Komputer KTP Online Nama : Andreas NIM : 1313004 Departemen Teknologi Informasi INSTITUT TEKNOLOGI HARAPAN BANGSA 2014 Kata Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan karena

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. khususnya di area perkotaan, sebagai tanggapan terhadap gaya hidup modern dengan

BAB I PENDAHULUAN. khususnya di area perkotaan, sebagai tanggapan terhadap gaya hidup modern dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Restaurant adalah salah satu industri di dunia yang berkembang dengan cepat, khususnya di area perkotaan, sebagai tanggapan terhadap gaya hidup modern dengan fleksibilitas

Lebih terperinci

S-1 TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO JAWA TENGAH

S-1 TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO JAWA TENGAH MUHAMAD EDWIN ALBAB 21060112130115 S-1 TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO JAWA TENGAH ABSTRAK Tuntutan akan media penyedia layanan penyimpanan data semakin hari semakin besar. Berkembangnya

Lebih terperinci

Integrasi Dan Migrasi Sistem Desa Suraberata Tabanan. Berbasis Cloud Computing Di Dalam Mewujudkan. Smart Governance Dan Smart Living

Integrasi Dan Migrasi Sistem Desa Suraberata Tabanan. Berbasis Cloud Computing Di Dalam Mewujudkan. Smart Governance Dan Smart Living Integrasi Dan Migrasi Sistem Desa Suraberata Tabanan Berbasis Cloud Computing Di Dalam Mewujudkan Smart Governance Dan Smart Living Oleh : Ni Luh Candra Darmayanti 1304505110 Dosen : I Putu Agus Eka Pratama,

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI CLOUD COMPUTING UNTUK MEMAKSIMALKAN LAYANAN PARIWISATA

IMPLEMENTASI CLOUD COMPUTING UNTUK MEMAKSIMALKAN LAYANAN PARIWISATA IMPLEMENTASI CLOUD COMPUTING UNTUK MEMAKSIMALKAN LAYANAN PARIWISATA Tri Wahyudi AMIK BSI YOGYAKARTA Jl. Ringroad Barat, Ambar Ketawang, Gamping Email:[email protected] Abstrak Semakin pesatnya wisatawan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Gambar I. 1 Statistik Penggunaan Internet di Indonesia. Sumber: (APJII, 2012)

BAB I PENDAHULUAN. Gambar I. 1 Statistik Penggunaan Internet di Indonesia. Sumber: (APJII, 2012) BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Teknologi Internet saat ini telah mengubah pola bekerja manusia dengan perkembangan sistem komputasi secara terdistribusi yang dapat memudahkan orang bekerja dengan komputer

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI EYE OS MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN FAILOVER PADA JARINGAN PRIVATE CLOUD COMPUTING DENGAN LAYANAN IAAS DAN SAAS

IMPLEMENTASI EYE OS MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN FAILOVER PADA JARINGAN PRIVATE CLOUD COMPUTING DENGAN LAYANAN IAAS DAN SAAS IMPLEMENTASI EYE OS MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN FAILOVER PADA JARINGAN PRIVATE CLOUD COMPUTING DENGAN LAYANAN IAAS DAN SAAS TUGAS AKHIR Sebagai Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata 1

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi saat ini mengalami

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi saat ini mengalami BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi saat ini mengalami perkembangan ke arah kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna. Kegiatan seharihari yang dianggap sulit

Lebih terperinci

CLOUD COMPUTING TECHNOLOGY

CLOUD COMPUTING TECHNOLOGY CLOUD COMPUTING TECHNOLOGY FITRIANA FAJRIN S1 Teknik Informatika STMIK Tasikamalaya Powered by LibreOffice 4.2 2014 Daftar Isi 21.12.14 Fitriana Fajrin 2 1. Pengenalan Cloud Computing 2. Model Layanan

Lebih terperinci

Manajemen Kunci Pada Mekanisme Akses Kontrol Sistem Ujian Online Program Penerimaan Mahasiswa Baru Menggunakan Untrusted Public Cloud

Manajemen Kunci Pada Mekanisme Akses Kontrol Sistem Ujian Online Program Penerimaan Mahasiswa Baru Menggunakan Untrusted Public Cloud SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 T 5 Manajemen Kunci Pada Mekanisme Akses Kontrol Sistem Ujian Online Program Penerimaan Mahasiswa Baru Menggunakan Untrusted Public Cloud

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan teknologi informasi. Cloud computing adalah transformasi

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan teknologi informasi. Cloud computing adalah transformasi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cloud computing atau komputasi awan merupakan salah satu contoh perkembangan teknologi informasi. Cloud computing adalah transformasi teknologi informasi dan komunikasi

Lebih terperinci

TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DAN PERUSAHAAN DIGITAL PERTEMUAN 5 NURUL GAYATRI 5C

TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DAN PERUSAHAAN DIGITAL PERTEMUAN 5 NURUL GAYATRI 5C TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DAN PERUSAHAAN DIGITAL PERTEMUAN 5 NURUL GAYATRI 5C A. INFRASTRUKTUR BARU TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PERUSAHAANDIGITAL 1. Infrastruktur TI Infrastruktur TI didefinisikan sebagai

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Kemajuan perkembangan teknologi informasi telah membuat proses dan startegi bisnis

BAB 1 PENDAHULUAN. Kemajuan perkembangan teknologi informasi telah membuat proses dan startegi bisnis BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kemajuan perkembangan teknologi informasi telah membuat proses dan startegi bisnis berubah dengan cepat. Penggunaan perangkat teknologi informasi tidak lagi menjadi

Lebih terperinci

PEMANFAATAN DAN PELUANG KOMPUTASI AWAN PADA SEKTOR BISNIS DAN PERDAGANGAN

PEMANFAATAN DAN PELUANG KOMPUTASI AWAN PADA SEKTOR BISNIS DAN PERDAGANGAN PEMANFAATAN DAN PELUANG KOMPUTASI AWAN PADA SEKTOR BISNIS DAN PERDAGANGAN Oleh : EKA PUTRA MAHARDIKA P, ST, MTI Dosen Manajemen Informatika Universitas Suryadarma ABSTRAK Model komputasi telah berkembang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. suatu perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor internal dan eksternal yang

BAB I PENDAHULUAN. suatu perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor internal dan eksternal yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada era globalisasi saat ini, persaingan usaha semakin kompetitif dan kreatif. Untuk dapat bertahan dalam persaingan usaha yang ketat, pihak manajemen dalam

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era digital, kunci keberhasilan perusahaan dalam menghadapi persaingan yang sangat kompetitif ini terletak pada pemanfaatan teknologi informasi dan teknologi

Lebih terperinci

KOMPUTASI AWAN ( CLOUD COMPUTING ) Disusun Oleh Arbiyan Tezar Kumbara ( )

KOMPUTASI AWAN ( CLOUD COMPUTING ) Disusun Oleh Arbiyan Tezar Kumbara ( ) KOMPUTASI AWAN ( CLOUD COMPUTING ) Disusun Oleh Arbiyan Tezar Kumbara (10.12.4406) STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2012 BAB I CLOUD COMPUTING Cloud Computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi

Lebih terperinci

1.2. Rumusan Masalah Batasan Masalah

1.2. Rumusan Masalah Batasan Masalah BAB I PENDAHULUAN Komputasi awan beberapa tahun belakangan menjadi topik yang menarik. Komputasi awan adalah generasi lanjut dalam pengelolaan sumber daya (resource). Saat ini komputasi awan mulai berkembang

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat, keberadaan restoran atau tempat

I. PENDAHULUAN. merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat, keberadaan restoran atau tempat I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan semakin menjanjikannya peluang bisnis di bidang kuliner yang merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat, keberadaan restoran atau tempat penyedia makanan

Lebih terperinci

Konsep E-Business. Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom

Konsep E-Business. Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom Konsep E-Business Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom Deskripsi Membahas mengenai bisnis internal, kolaborasi berbagai bentuk e-bisnis, serta keterkaitan e-business dengan e-commerce berbagai bentuk application.

Lebih terperinci

Cloud Computing Windows Azure

Cloud Computing Windows Azure Cloud Computing Windows Azure CLOUD COMPUTING John mccarthy,1960 suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur public seperti halnya listrik dan telepon. Larry Ellison, 1995 kita tidak harus menerangkan

Lebih terperinci

Integrasi dan Migrasi Sistem Teknologi Informasi

Integrasi dan Migrasi Sistem Teknologi Informasi Integrasi dan Migrasi Sistem Teknologi Informasi Integrasi dan Migrasi Pariwisata Desa KubuMenggunakan OpenData dan CloudComputinguntuk Mewujudkan SmartLiving, SmartLearning dan SmartTourism Oleh : Samuel

Lebih terperinci

Implementasi E-Bisnis Infrastruktur E-Bisnis Part-2

Implementasi E-Bisnis Infrastruktur E-Bisnis Part-2 Implementasi E-Bisnis Infrastruktur E-Bisnis Part-2 Infrastructure is.. The basic physical systems of a country's or community's population, including roads, utilities, water, sewage, etc. These systems

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari rumah tangga, usaha, layanan publik, pemerintahan, hingga pendidikan. Salah

Lebih terperinci

Layanan Cloud Computing Setelah dijabarkan mengenai lima karakteristik yang terdapat di dalam sistem layanan Cloud

Layanan Cloud Computing Setelah dijabarkan mengenai lima karakteristik yang terdapat di dalam sistem layanan Cloud Cloud Computing Cloud computing adalah komputasi berbasis internet, dimana server yang dibagi bersama menyediakan sumber daya, perangkat lunak, dan informasi untuk komputer dan perangkat lain sesuai permintaan.

Lebih terperinci

Smart City Manfaat, Implementasi, dan Keamanan

Smart City Manfaat, Implementasi, dan Keamanan Smart City Manfaat, Implementasi, dan Keamanan Oleh : I Putu Agus Eka Pratama, ST MT http://www.slideshare.net/putushinoda/ Seminar Network Security 2014 Membangun Smart City dan Memproteksi Data Penting

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI CLOUD COMPUTING UNTUK MEMAKSIMALKAN LAYANAN PARIWISATA

IMPLEMENTASI CLOUD COMPUTING UNTUK MEMAKSIMALKAN LAYANAN PARIWISATA Implementasi Untuk Memaksimalkan Layanan Pariwisata IMPLEMENTASI CLOUD COMPUTING UNTUK MEMAKSIMALKAN LAYANAN PARIWISATA Tri Wahyudi Program Studi Manajemen Informatik, AMIK BSI Yogyakarta Jl. Ringroad

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Komputer pada dasarnya adalah sebuah mesin yang digunakan untuk menyelesaikan perhitungan matematis atau komputasi matematis. Perkembangan teknologi

Lebih terperinci

SISTEM BISNIS DENGAN ELEKTRONIK

SISTEM BISNIS DENGAN ELEKTRONIK SISTEM BISNIS DENGAN ELEKTRONIK SISTEM E-BUSINESS E-Business (Electronic Business) adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dengan mamanfaatkan teknologi elektronik seperti komputer dan internet.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi khususnya teknologi informasi berbasis Mobile ini, dirasa sangat pesat dan hal ini berpengaruh terhadap aspek pekerjaan. Hampir semua

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Arinda Jaya Motor merupakan salah satu perusahaan dagang yang berlokasi di jalan Jend. Sudirman No. 009-011. Kota Painan Kab. Pesisir Selatan. Toko ini bergerak di

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan bisnis yang semakin pesat menuntut para pengusaha untuk menciptakan keunggulan dari produk serta mempelajari tingkah laku konsumen. Salah satu keunggulan

Lebih terperinci

CLOUD COMPUTING DAN PEMANFAATAN DALAM OFFICE AUTOMATION

CLOUD COMPUTING DAN PEMANFAATAN DALAM OFFICE AUTOMATION CLOUD COMPUTING DAN PEMANFAATAN DALAM OFFICE AUTOMATION Oleh : 1. Muhammad Zakariyya A.143040268 2. Septika Maulida Ornasiswi 14304028 3. Azmi Fahrun Nisa 143040290 MATERI CLOUD COMPUTING?? CONTOH CLOUD

Lebih terperinci

perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Firewall : Suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman

perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Firewall : Suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman DAFTAR ISTILAH APJII : Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. Merupakan asosiasi yang bertujuan untuk mengatur tarif jasa internet yang ada di Indonesia BPPT : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Lebih terperinci

Integrasi dan Migrasi Sistem Teknologi Informasi TI024329

Integrasi dan Migrasi Sistem Teknologi Informasi TI024329 Tugas Makalah Integrasi dan Migrasi Sistem Teknologi Informasi TI024329 Integrasi Dan Migrasi Masyarakat dan Instansi Pemerintahan Kabupaten Badung Ke Dalam Open Data Berbasis OTT (Sosial Network dan Sosial

Lebih terperinci

Mendefinisikan dan menggambarkan proses bisnis dan hubungan mereka dengan sistem informasi. Menjelaskan sistem informasi yang mendukung fungsi bisnis

Mendefinisikan dan menggambarkan proses bisnis dan hubungan mereka dengan sistem informasi. Menjelaskan sistem informasi yang mendukung fungsi bisnis Mendefinisikan dan menggambarkan proses bisnis dan hubungan mereka dengan sistem informasi. Menjelaskan sistem informasi yang mendukung fungsi bisnis utama: penjualan dan pemasaran, manufaktur dan produksi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Berbagai macam produk baru bermunculan mengikuti arus kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. Berbagai macam produk baru bermunculan mengikuti arus kebutuhan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berbagai macam produk baru bermunculan mengikuti arus kebutuhan persaingan pasar. Produk yang baru lahir biasanya lebih mengutamakan daya tarik untuk merebut

Lebih terperinci

INFRASTRUKTUR E-BISNISE Pertemuan ke-4

INFRASTRUKTUR E-BISNISE Pertemuan ke-4 MKK-3161 E-BisnisE INFRASTRUKTUR E-BISNISE Pertemuan ke-4 Infrastruktur Dasar E-Bisnis Infrastruktur e-bisnis adalah arsitektur hardware, software, konten dan data yang digunakan untuk memberikan layanan

Lebih terperinci

Komputasi Awan (Cloud Computing)

Komputasi Awan (Cloud Computing) Komputasi Awan (Cloud Computing) Pergeseran media penyimpan Kecenderungan Komputer Ketersambungan / Interconnectivity Kemampuan sharing / berbagi Non stop operation / 24/7/365 Mengecil tapi menyebar Jadi...komputer

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. alat komunikasi, caranya yaitu dengan menggunakan fasilitas internet. Saat

BAB I PENDAHULUAN. alat komunikasi, caranya yaitu dengan menggunakan fasilitas internet. Saat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Secara global, perkembangan teknologi informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Salah satunya adalah teknologi komputer. Komputer merupakan alat bantu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam perkembangannya sistem penyediaan layanan komputasi terpusat, centralized computing service, sudah dikembangkan sejak awal tahun 1960 hingga sampai saat ini.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tepat dalam mempertahankan keunggulan kompetitifnya (competitive advantage).

BAB I PENDAHULUAN. tepat dalam mempertahankan keunggulan kompetitifnya (competitive advantage). BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini perusahaan dituntut untuk dapat menghadapi persaingan yang kompleks, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Persaingan antar perusahaan

Lebih terperinci

Enterprise Resource Planning

Enterprise Resource Planning MODUL PERKULIAHAN Enterprise Resource Planning Supply Chain Management and Customer Relationship Management Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Sistem Informasi Sistem Informasi 04 MK18046

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. seperti sekolah, perkantoran, perbankan, penyedia jasa, dan lain sebagainya.

BAB 1 PENDAHULUAN. seperti sekolah, perkantoran, perbankan, penyedia jasa, dan lain sebagainya. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi semakin pesat, terutama dalam bidang komputer. Hampir dapat dipastikan semua kegiatan manusia melibatkan komputer, seperti sekolah,

Lebih terperinci

Pengantar Cloud Computing Berbasis Linux & FOSS

Pengantar Cloud Computing Berbasis Linux & FOSS Pengantar Cloud Computing Berbasis Linux & FOSS Rusmanto Maryanto ([email protected]) Pemred Majalah InfoLINUX ([email protected]) Direktur LP3T-NF ([email protected]) Topik Utama Istilah Terkait

Lebih terperinci

JURNAL 1 : POTENSI ADOPSI STRATEGI E-COMMERCE UNTUK DI LIBYA.

JURNAL 1 : POTENSI ADOPSI STRATEGI E-COMMERCE UNTUK DI LIBYA. Nama : Sapto N. Setiawan Jurusan : 42SIB JURNAL 1 : POTENSI ADOPSI STRATEGI E-COMMERCE UNTUK DI LIBYA. Penerapan electronic commerce (e-commerce) telah menjadikan hubungan bisnis yang sehat antara produsen

Lebih terperinci

Siklus Adopsi & Model Operasi e-bisnis

Siklus Adopsi & Model Operasi e-bisnis Siklus Adopsi & Model Operasi e-bisnis Untuk memaksimalkan laba dari investasi infrastruktur e-bisnis, perlu pemahaman tentang bagaimana perusahaan dalam menerapkan e-bisnis. Penelitian menunjukkan bahwa

Lebih terperinci

Enterprise Resource Planning

Enterprise Resource Planning Modul ke: Enterprise Resource Planning Fakultas FASILKOM PENTINGNYA ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) DAN TEKNOLOGI TERKAIT Program Studi Sistem Informasi www.mercubuana.ac.id Anita Ratnasari, M.Kom Latar

Lebih terperinci

PENGGUNAAN CLOUD COMPUTING DI DUNIA PENDIDIKAN MENENGAH DALAM PENDEKATAN TEORITIS. Maria Christina

PENGGUNAAN CLOUD COMPUTING DI DUNIA PENDIDIKAN MENENGAH DALAM PENDEKATAN TEORITIS. Maria Christina Media Informatika Vol. 15 No. 1 (2016) PENGGUNAAN CLOUD COMPUTING DI DUNIA PENDIDIKAN MENENGAH DALAM PENDEKATAN TEORITIS Maria Christina Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan bisnis. Perubahan lingkungan bisnis memaksa organisasi untuk

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan bisnis. Perubahan lingkungan bisnis memaksa organisasi untuk BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Teknologi informasi telah berkembang dengan cepat dan mempengaruhi berbagai aspek dalam organisasi baik pemerintah maupun lingkungan bisnis. Perubahan lingkungan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini kebutuhan akan sebuah komputerisasi. sangatlah penting bagi tiap - tiap perusahaan agar mereka dapat

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini kebutuhan akan sebuah komputerisasi. sangatlah penting bagi tiap - tiap perusahaan agar mereka dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini kebutuhan akan sebuah komputerisasi sangatlah penting bagi tiap - tiap perusahaan agar mereka dapat bersaing dalam era globalisasi sekarang ini.

Lebih terperinci

PENGENALAN CLOUD COMPUTING

PENGENALAN CLOUD COMPUTING PENGENALAN CLOUD COMPUTING IRAWAN AFRIANTO, S.T., M.T. Definisi Cloud Computing Cloud Computing : Awan (internet) : Proses komputasi Teknologi komputasi komputer dengan memanfaatkan internet sebagai terminal

Lebih terperinci

TUGAS KARYA ILMIAH PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BISNIS SUATU PERUSAHAAN E-COMMERCE NAMA : ADI KURNIAWAN NIM :

TUGAS KARYA ILMIAH PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BISNIS SUATU PERUSAHAAN E-COMMERCE NAMA : ADI KURNIAWAN NIM : TUGAS KARYA ILMIAH PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BISNIS SUATU PERUSAHAAN E-COMMERCE NAMA : ADI KURNIAWAN NIM : 10.11.3578 STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2010/2011 ABSTRAK Di era globalisasi ini perkembangan

Lebih terperinci

CLOUD COMPUTING PENGANTAR KOMPUTER & TI 1A :

CLOUD COMPUTING PENGANTAR KOMPUTER & TI 1A : PENGANTAR KOMPUTER & TI 1A : CLOUD COMPUTING Isram Rasal S.T., M.M.S.I, M.Sc. Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 1 Cloud Computing 2 Cloud Computing Cloud

Lebih terperinci

TUGAS KARYA ILMIAH E-COMMERCE

TUGAS KARYA ILMIAH E-COMMERCE TUGAS KARYA ILMIAH E-COMMERCE DISUSUN OLEH: NAMA :EKO WAHYUDI NIM :10.12.5213 KELAS :10-S1-SI-10 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2012-2013 ABSTRAK Di era globalisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan semakin majunya perkembangan teknologi informasi dan

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan semakin majunya perkembangan teknologi informasi dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seiring dengan semakin majunya perkembangan teknologi informasi dan komputer, maka kebutuhan manusia akan informasi pun semakin meluas. Informasi yang dihasilkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Bekasi merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang penjualan bed cover, sprei bantal, sprei guling dan sprei untuk kasur.

BAB 1 PENDAHULUAN. Bekasi merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang penjualan bed cover, sprei bantal, sprei guling dan sprei untuk kasur. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Toko Granitex yang terletak di Jalan Raya Industri Lippo Cikarang No. 88 Bekasi merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang penjualan bed cover, sprei bantal,

Lebih terperinci

BAB 8 PENGELOLAAN RANTAI PERSEDIAAN DAN PERENCANAAN SUMBER DAYA PERUSAHAAN

BAB 8 PENGELOLAAN RANTAI PERSEDIAAN DAN PERENCANAAN SUMBER DAYA PERUSAHAAN BAB 8 PENGELOLAAN RANTAI PERSEDIAAN DAN PERENCANAAN SUMBER DAYA PERUSAHAAN NAMA : M. ANANG SETIAWAN NRP : 110411100060 MK : SISTEM INFORMASI B 1. Pengertian Rantai Persediaan Rantai Persediaan merupakan

Lebih terperinci

Penggunaan Teknologi Informasi dalam Menyiasati Peluang Bisnis Batik

Penggunaan Teknologi Informasi dalam Menyiasati Peluang Bisnis Batik Karya Ilmiah Penggunaan Teknologi Informasi dalam Menyiasati Peluang Bisnis Batik Disusun sebagai Tugas Akhir Mata Kuliah Lingkungan Bisnis Oleh SUTONO NIM : 10.12.4644 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika

Lebih terperinci

TUGAS MAKALAH. Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Organisasi

TUGAS MAKALAH. Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Organisasi TUGAS MAKALAH Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Organisasi (Dosen Pengampu : Putri Taqwa Prasetyaningrum,ST,MT) DI SUSUN OLEH: NAMA : ANDI HIDAYATULLAH NIM : 14121001 KELAS : 21 PROGRAM STUDI SISTEM

Lebih terperinci

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENDUKUNG PERUBAHAN PROSES BISNIS DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Studi Kasus : Perusahaan Benang Polyester X )

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENDUKUNG PERUBAHAN PROSES BISNIS DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Studi Kasus : Perusahaan Benang Polyester X ) Media Informatika Vol.13 No.2 (2014) PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENDUKUNG PERUBAHAN PROSES BISNIS DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Studi Kasus : Perusahaan Benang Polyester X ) Hartanto Sekolah Tinggi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan suatu pengelolaan manajemen perusahaan yang baik. menyempatkan diri untuk datang ke toko ini, karena itu merupakan

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan suatu pengelolaan manajemen perusahaan yang baik. menyempatkan diri untuk datang ke toko ini, karena itu merupakan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Omega Jaya adalah sebuah toko yang bergerak dalam bidang penjualan jam tangan, Persaingan antar perusahaan sudah terjadi sedemikian ketat. Para pelanggan mencari perusahaan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. lebih cepat dan murah tentunya menuntut para pemberi informasi untuk memiliki

BAB 1 PENDAHULUAN. lebih cepat dan murah tentunya menuntut para pemberi informasi untuk memiliki BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang semakin hari semakin pesat berdampak pada perilaku informasi kebanyakan orang, kebutuhan informasi yang lebih cepat dan murah

Lebih terperinci

BAB 3 SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB 3 SISTEM YANG SEDANG BERJALAN BAB 3 SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang Perusahaan Dunia kita membutuhkan konsumsi energi yang semakin meningkat untuk sumber daya ekonomi kita. Sumber dominan energi dunia berasal dari pasokan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pengusaha kecil hingga perusahaan yang besar memanfaatkan kemajuan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. pengusaha kecil hingga perusahaan yang besar memanfaatkan kemajuan teknologi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penggunaan dan pemanfaatan internet sebagai suatu sarana informasi dan komunikasi dapat digunakan sebagai salah satu media bisnis untuk saat ini. Mulai dari pengusaha

Lebih terperinci

Definisi Cloud Computing

Definisi Cloud Computing Definisi Cloud Computing Secara sederhana, Cloud Computing dapat kita bayangkan seperti sebuah jaringan listrik. Apabila kita membutuhkan listrik, apakah kita harus punya pembangkit listrik sendiri? Tentu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini telah membuat banyak perubahan dalam gaya hidup masyarakat. Salah satu perubahannya adalah banyaknya penggunaan smartphone,

Lebih terperinci

Sistem Informasi Akuntansi I. Modul ke: 13Feb. Pengantar ERP (Enterprise Resource Planning) Fakultas. Afrizon, SE, M.Si, Ak. Program Studi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi I. Modul ke: 13Feb. Pengantar ERP (Enterprise Resource Planning) Fakultas. Afrizon, SE, M.Si, Ak. Program Studi Akuntansi Modul ke: Sistem Informasi Akuntansi I Fakultas 13Feb Pengantar ERP (Enterprise Resource Planning) Afrizon, SE, M.Si, Ak Program Studi Akuntansi Sejarah ERP ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dipaparkan mengenai garis besar Tugas Akhir yang meliputi Latar Belakang, Tujuan Pembuatan, Rumusan dan Batasan Permasalahan, Metodologi Pembuatan Tugas Akhir dan Sistematika

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. sering disebut dengan e-commerce (Electronic Commerce). E-Commerce

BAB 1 PENDAHULUAN. sering disebut dengan e-commerce (Electronic Commerce). E-Commerce 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi internet mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam dunia ekonomi khususnya dalam hal berbelanja. Belanja yang dilakukan melalui internet ini sering

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. sebagai modal untuk memenangkan persaingan global. dapat memberikan informasi yang akurat, informatif, dan up to date yang dapat

BAB 1 PENDAHULUAN. sebagai modal untuk memenangkan persaingan global. dapat memberikan informasi yang akurat, informatif, dan up to date yang dapat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini, bidang teknologi informasi dan sistem informasi telah mengalami perkembangan. Kedua bidang ini sangat berhubungan dalam kemajuan bisnis

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi juga mengalami. perkembangan yang pesat terutama dalam bidang teknologi informasi dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi juga mengalami. perkembangan yang pesat terutama dalam bidang teknologi informasi dan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi juga mengalami perkembangan yang pesat terutama dalam bidang teknologi informasi dan telekomunikasi. Inovasi pada bidang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kebutuhan yang sangat penting bagi banyak orang. Dengan internet kita dapat

BAB 1 PENDAHULUAN. kebutuhan yang sangat penting bagi banyak orang. Dengan internet kita dapat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semakin berkembangnya teknologi informasi saat ini, internet menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi banyak orang. Dengan internet kita dapat mengakses dan bertukar

Lebih terperinci

LAPORAN TUGAS BESAR PEMROGRAMAN INTERNET DAN E-COMMERCE

LAPORAN TUGAS BESAR PEMROGRAMAN INTERNET DAN E-COMMERCE LAPORAN TUGAS BESAR PEMROGRAMAN INTERNET DAN E-COMMERCE Nama Kelompok : Rati Dwi Sanitasari (G1A012007) Ririn Rozzaqiyah (G1A012053) Vonny Afriyona E. (G1A012065) Enggy Mahlian (G1A012077) M. Ikramullah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman sekarang ini, pertumbuhan perekonomian bertumbuh sangat pesat khususnya di Negara Indonesia, seiring dengan berkembangnya industri makro maupun mikro

Lebih terperinci

Kusuma Wardani

Kusuma Wardani Penerapan Cloud Computing di Instansi Pemerintah Kusuma Wardani [email protected] http://kusumawardani2008.blogspot.com Lisensi Dokumen: Copyright 2003-2007 IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com

Lebih terperinci

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB I PENDAHULUAN

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi informasi yang kini banyak digunakan oleh kalangan masyarakat adalah internet. Internet yaitu komunikasi jaringan komunikasi global yang menghubungkan seluruh

Lebih terperinci

ERP ( Enterprise Resource Planning ) Perencanaan Sumber Daya Perusahaan

ERP ( Enterprise Resource Planning ) Perencanaan Sumber Daya Perusahaan ERP ( Enterprise Resource Planning ) Perencanaan Sumber Daya Perusahaan Disusun oleh : Ika Risti Purwasih 09.11.2837 09.S1TI.04 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2012

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam dunia bisnis penjualan dan pemasaran merupakan bagian yang

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam dunia bisnis penjualan dan pemasaran merupakan bagian yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG PENELITIAN Di dalam dunia bisnis penjualan dan pemasaran merupakan bagian yang sangat penting sehingga banyak cara yang ditempuh oleh perusahaan untuk memperbaiki

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Kebutuhan Internet merupakan sekumpulan jaringan yang berskala global. Tidak ada satu pun orang, kelompok atau organisasi yang bertanggung jawab untuk menjalankan internet.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. repository.unisba.ac.id

BAB I PENDAHULUAN. repository.unisba.ac.id BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur

Lebih terperinci

Bab 9 KONSEP e SUPPLY CHAIN DALAM SISTEM INFORMASI KORPORAT TERPADU

Bab 9 KONSEP e SUPPLY CHAIN DALAM SISTEM INFORMASI KORPORAT TERPADU Bab 9 KONSEP e SUPPLY CHAIN DALAM SISTEM INFORMASI KORPORAT TERPADU Sistem Informasi Korporat Terpadu Konsep manajemen supply chain memperlihatkan adanya proses ketergantungan antara berbagai perusahaan

Lebih terperinci

BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat.

BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat. BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI 4.1 Pengembangan sistem yang diusulkan Dengan memperkirakan terhadap trend bisnis di masa yang akan datang untuk bisnis dibidang pendistribusian

Lebih terperinci

TUGAS KOMPUTER & MASYARAKAT

TUGAS KOMPUTER & MASYARAKAT TUGAS KOMPUTER & MASYARAKAT OLEH: NAWWAF SYARIF 15111007 TEKNIK INFOMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS MERCUABUANA YOGYAKARTA 2016/2017 PENGANTAR KOMPUTER DALAM DUNIA BISNIS Era globalisasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai pihak, baik dari sisi developer, manajemen perusahaan, operasional

BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai pihak, baik dari sisi developer, manajemen perusahaan, operasional BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan sumbangan besar terhadap peradaban manusia, salah satunya adalah pada kegiatan bisnis dan organisasi.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia bisnis tidak terlepas dari perkembangan teknologi, teknologi membantu perusahaan untuk mempertahankan bahkan mengembangkan competitive advantage

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. TB. Dua Dua berdiri pada tahun 1995, TB. Dua Dua merupakan toko. buku yang menjual buku pelajaran untuk SD, SMP dan SMA Negeri dan

BAB 1 PENDAHULUAN. TB. Dua Dua berdiri pada tahun 1995, TB. Dua Dua merupakan toko. buku yang menjual buku pelajaran untuk SD, SMP dan SMA Negeri dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian TB. Dua Dua berdiri pada tahun 1995, TB. Dua Dua merupakan toko buku yang menjual buku pelajaran untuk SD, SMP dan SMA Negeri dan Swasta. Mekanisme penjualan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Toko Asysa merupakan sebuah toko yang bergerak di bidang penjualan

BAB I PENDAHULUAN. Toko Asysa merupakan sebuah toko yang bergerak di bidang penjualan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Toko Asysa merupakan sebuah toko yang bergerak di bidang penjualan pakaian muslim yang berlokasi di Jalan Sutisna Senjaya Nomor 44 Tasikmalaya. Mekanisme penjualan

Lebih terperinci

5 Tren Teknologi Dalam 10 Tahun Terakhir Yang Mampu Mengubah Business Model Perusahaan

5 Tren Teknologi Dalam 10 Tahun Terakhir Yang Mampu Mengubah Business Model Perusahaan 5 Tren Teknologi Dalam 10 Tahun Terakhir Yang Mampu Mengubah Business Model Perusahaan [email protected] Abstrak Perubahan dan perkembangan teknologi informasi yang pesat dalam satu dekade terakhir

Lebih terperinci

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran Capaian Pembelajaran Mata kuliah : E-Commerce Semester : VI Jurusan : Manajemen Informatika Sks : 3 sks CAPAIAN PEMBELAJARAN : Mahasiswa memiliki pengetahuan dan wawasan bisnis yang dilakukan secara elektronik,

Lebih terperinci