Bagaimana Memotivasi Anak Belajar?
|
|
|
- Indra Kusnadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Image type unknown memotivasi anak belajar.jpg Bagaimana Memotivasi Anak Belajar? Seberapa sering kita mendengar ucapan Aku benci matematika atau Aku tidak mau mengerjakan PR dan aku tidak suka sekolah. Coba bayangkan apa yang dirasakan para orang tua atau pengasuh yang peduli dan sudah mengerahkan banyak waktu dan usahanya namun kemudian menemukan bahwa si anak masih tetap menolak untuk belajar secara positif? Mengapa anak saya tidak tertarik untuk belajar? Apa yang membuat anak saya tidak ingin pergi ke seko- lah? Mengapa anak saya mengatakan bahwa belajar itu membosankan? Mengapa ia menunjukkan hasil yang lebih tinggi dalam satu mata pelajaran namun tidak pada mata pelajaran yang lain? Mengapa ia tidak lagi menikmati pelajaran Bahasa Inggris? Ini hanya beberapa pertanyaan yang sering timbul seiring dengan keprihatinan orang tua ketika anak-anak mereka menunjukkan kurangnya minat dalam belajar baik di rumah maupun di sekolah. Beberapa orang tua memilih home schooling, sementara yang lain memberi kegiatan pada anak-anaknya agar bergabung dengan klub masak, klub olahraga atau klub seni lainnya setelah sekolah sebagai sarana untuk meningkatkan pemikiran anak mereka dan merangsang minat belajar mereka. Sementara itu di dalam Al Qur an, Allah SWT mendorong kita untuk menyebarkan pengetahuan dan bukannya malah menyembunyikannya. Al Qur an juga berbicara tentang anak-anak dalam berbagai ayat berkaitan dengan pendidikan dan kesejahteraan mereka. Ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi diucapkan secara lantang, IQRA yang berarti BACALAH, yang lagi-lagi menekankan kekuatan pengetahuan bagi manusia untuk mencapai keberhasilan di dunia dan akhirat. Diriwayatkan oleh Ibnu Mas ud, Nabi Muhammad SAW, sangat berhatihati dalam memilih waktu untuk berkhotbah pada saat yang tepat agar kami tidak merasa lelah. Beliau amat menghindari agar jangan sampai mengganggu kami dengan pembicaraan agama dan pengetahuan di sepanjang waktu. 1 Nabi ber- kata, Pena telah diangkat dari tiga hal: seorang anak hingga ia mencapai pubertas, seorang gila hingga ia sembuh dan orang yang tidur sampai ia terbangun. 2 Kita diperintahkan untuk bersikap lembut dan penuh kasih terhadap anak-anak. Berikan petunjuk yang lembut untuk membuat semua hal menjadi mudah. Butuh waktu bagi anak untuk memahami apa yang Anda katakan dan untuk bisa merespon dengan benar. Tapi ingat, seorang anak tidak dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka, jadi bersabarlah sementara menunggu mereka merespon dalam waktu menurut hitungan mereka sendiri. Anak-anak berbeda satu sama lain dalam kecerdasan dan pemahaman. Beberapa dari mereka dapat dikoreksi dengan hanya sekilas delik pandangan mata dan yang lain perlu ditegur tegas. Tapi kita harus tidak pernah berhenti mengikuti nasihat Nabi Muhammad SAW yang mengatakan, Mereka yang tidak menunjukkan belas kasihan kepada anak muda bukanlah bagian dari kami. 3 Seorang anak dibujuk dengan kelembutan, kehalusan, dan cinta. Mari kita lihat beberapa alasan mengapa anak-anak kita menampakkan kurangnya minat belajar. Kadang-kadang alasan terlihat jelas, mungkin orang tua tidak memiliki waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak dalam mengerjakan tugas pekerjaan rumah dan tidak membantu perjuangan anak-anak dalam belajar, mungkin ada terlalu banyak gangguan dari lingkungan, sehingga anak merasa sulit untuk berkonsentrasi. Bisa pula karena adanya tekanan yang tersembunyi, mungkin anak tidak menyukai mata pelajaran tertentu, atau menemukan kesulitan untuk memahaminya, atau misalnya tidak senang menulis atau aritmatika. Beberapa pergantian rutinitas atau seorang guru baru dapat mempengaruhi anak, tekanan teman sebaya atau kurang percaya diri juga dapat mengakibatkan kurangnya minat dalam belajar di
2 sekolah atau di rumah. Pertanyaan yang penting adalah bagaimana kita sebagai orang tua atau pendidik, menarik perhatian anak untuk belajar dan menghasilkan kegembiraan dan kepuasan di dalamnya? Tahuntahun awal kehidupan seorang anak adalah sangat penting dan memainkan peran penting dalam menentukan masa depan setiap anak. Sebuah penelitian telah menegaskan bahwa pengalaman lima tahun pertama anakanak di dalam hidupnya akan membentuk hubungan penting di dalam otak. Hubungan ini meletakkan dasar untuk semua pembelajaran di kemudian hari dan perkembangan sosial/ emosionalnya. Anak-anak berkembang pada tingkat individu, sehingga variasi dalam pengembangannya yang diharapkan. Para pendidik profesional datang dan melakukan kontak dengan anak-anak yang berasal dari berbagai latar belakang bahasa dan budaya. Termasuk juga anak-anak yang belajar bahasa yang berbeda dengan bahasa ibu mereka. Ada sebuah pedoman baru yang memberikan kegiatan ekstra guna memenuhi kebutuhan anak-anak ini. Kadang-kadang anak laki-laki menunjukkan penampilan yang kurang baik dibandingkan anak perempuan. Sebuah laporan survei pada bulan Juli 2003 yang dilakukan oleh Kantor Standarisasi Pendidikan di Inggris menerbitkan dua jurnal yang bisa dipakai sekolah-sekolah; sebuah metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi bagi anak laki-laki. Mereka menemukan bahwa tekanan teman sebaya yang macho tetap menjadi alasan utama mengapa anak laki-laki berprestasi lebih rendah dibandingkan anak perempuan di hampir semua mata pelajaran, kecuali matematika dan sains. Mereka juga menemukan bahwa anak laki-laki lebih sering ikut-ikutan dibandingkan anak perempuan tentang pelajaran mana yang menarik. Guru yang paling berhasil memotivasi anak laki-laki adalah mereka yang menggunakan rasa humor dan situasi kehidupan nyata. Anak-anak dengan kebutuhan khusus ekstra dan mereka yang memiliki rentang konsentrasi yang pendek tidak akan menetap di satu kegiatan selama lebih dari 5 sampai 10 menit. Kebutuhan mereka berbeda dengan anak-anak lain, dan dengan demikian seharusnya ada pedoman kurikulum yang membantu mereka dengan cara pembelajaran yang tepat. Menghabiskan waktu dengan anak Anda melalui proses bermain atau menyelesaikan pekerjaan rumah adalah kesempatan penting untuk berinteraksi dan menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi bagi anak untuk belajar. Kita tidak boleh lupa bahwa anak-anak belajar sepanjang waktu dan bukan hanya selama di sekolah. Ada tips untuk mendorong motivasi. Oleh karena itu, berikut ini sepuluh tips yang berguna dalam mendorong motivasi pada anak Anda: 1. Jagalah minat anak Anda dengan menyediakan kesempatan bagi mereka untuk mengeksplorasi dan belajar tentang minat mereka tersebut, misalnya minat pada dinosaurus, bintang, atau bunga. 2. Paparkan pada anak-anak tentang ide-ide dan hal baru dengan mengajaknya berpartisipasi dalam programprogram komunitas positif dan bukan hanya program sekolah. Penting juga untuk melakukan kegiatan kebiasaan yang khas perempuan atau laki-laki, begitupun minat anak juga sangat penting. 3. Cobalah untuk menggunakan tujuan jangka pendek dan memberi penghargaan karena kadang-kadang anak menjadi kewalahan oleh tugas besar. Ini tidak berarti bahwa tugasnya itu yang sulit, tetapi anak mungkin merasa gugup, takut atau bingung, sehingga membutuhkan lebih banyak waktu atau masukan untuk memahami konsep yang lebih baik. Seorang anak kadang-kadang akan meninggalkan tugas mereka bahkan ketika baru mulai mencoba mengerjakannya, sehingga yang terbaik adalah membantu anak memilah tugasnya menjadi serangkaian tugas yang lebih sederhana. Izinkan pula anak-anak untuk menetapkan target mingguan mereka sendiri yang dengan itu mereka dapat menghargai diri mereka sendiri ketika berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya. 4. Bantulah anak belajar untuk mengatur waktu sejak mereka mulai pergi ke sekolah karena beberapa anak dapat belajar dengan cepat dan mudah pada tingkatan atau tahapan yang berbeda, tetapi mungkin tidak dengan anak yang lain. Bagaimanapun juga, di kemudian hari, mereka perlu mengetahui bagaimana cara untuk bisa mandiri menyisihkan waktu dalam menyelesaikan tugas-tugas. 5. Pujilah usaha anak karena beberapa anak mengalami kesulitan dalam menghubungkan usaha pribadinya hingga bisa menjadi sebuah prestasi. Untuk membantu anak berhasil, upayanya harus dipuji pada setiap tahap keberhasilan dan pujian tersebut ha- rus spesifik. Jadi daripada mengatakan "Kamu bisa melakukan itu lebih baik," Anda bisa mengatakan "Kamu sudah mencoba yang terbaik dan bekerja keras dalam hal ini." 6. Bantu anak untuk mengambil kendali, pengejar prestasi terkadang melihat prestasi itu sendiri sebagai sesuatu yang berada di luar kendali mereka dan keadaan ini membuatnya merasa seolah-olah semua usaha mereka akan sia-sia. Anak perlu memahami bahwa peran tanggung jawab pribadilah yang andil dalam
3 mendapatkan keberhasilan. 7. Menjaga sikap positif tentang sekolah karena anak-anak perlu melihat bahwa orang tua mereka menghargai pendidikan. Bahkan jika masalah anak di sekolah merupakan hasil dari masalahnya dengan sekolah atau guru, Anda tetap perlu berhati-hati tentang apa yang akan Anda katakan dan kapan harus mengatakannya. 8. Bantu anak membuat hubungan atau mengait- kan tugas sekolah dengan minat mereka. Kadang-kadang anak-anak kurang memiliki motivasi karena mereka tidak melihat adanya hubungan antara tugas yang harus mereka kerjakan dengan tujuan dan minat mereka. Misalnya, seorang anak yang ingin menjadi astronot haruslah diberi tahu bahwa matematika dan ilmu pengetahuan akan sangat penting dalam menjalankan pekerjaannya nanti. Karena ketika anak tidak termotivasi umumnya mereka tidak akan fokus pada apa pun kecuali pada apa yang dihadapinya saat ini saja. Mereka tidak bisa merencanakan ke depan walaupun untuk masa depan yang terdekat sekalipun, sehingga seringkali tercermin pula pada masa dewasa atau ambisiambisinya. 9. Arahkan PR menjadi sebuah permainan karena kebanyakan anak-anak sangat menyukai tantangan, terutama dengan seseorang yang sudah akrab dan mereka percayai. Terkadang PR yang membosankan dapat dirubah menjadi sesuatu yang menarik seperti permainan yang menantang. Memeriksa tugas anak menunjukkan pada mereka bahwa anda peduli tentang hal itu. Pendekatan kreatif lain saat mengajak mereka mengerjakan PR adalah dengan menghubungkannya pada minat anak atau mendorong mereka untuk menilainya sesuai dengan diri mereka sendiri.
4 10. Orang dewasa harus ingat bahwa motivasi tidak selalu melulu harus tentang prestasi sekolah dan ini penting untuk dicatat karena beberapa anak-anak sangat termotivasi untuk mencapai suatu tujuan, termasuk tujuan-tujuan yang tidak berhubungan dengan sekolah. Ingat, prestasi BUKAN-lah motivasi. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengetahui bahwa ketika Anda mendapati anak telah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, bisa jadi sebenarnya ia tidak benar-benar termotivasi dalam mengerjakannya. Jadi apa perbedaan antara keduanya; apakah motivasi itu? Motivasi adalah keadaan sementara dan dinamis, yang tidak bisa disamakan dengan kepribadian atau emosi. Motivasi adalah memiliki keinginan dan kerelaan untuk melakukan sesuatu. Seseorang yang termotivasi dapat mengarahkannya pada tujuan jangka panjang, seperti menjadi seorang penulis profesional, atau lebih ke sebuah tujuan jangka pendek seperti belajar bagaimana mengeja satu kata tertentu. Perhatian dari seorang siswa sangat perlu dan penting dalam sebuah proses belajar-mengajar dan ini memberikan seorang siswa sebuah perasaan penghargaan pada dirinya sendiri sehingga mendorongnya untuk mengerahkan usaha lebih besar. Jika seorang guru dapat menjaga minat murid-muridnya, maka siswa akan melakukan pekerjaan yang ditugaskan, dan jika pekerjaan terse- but menarik perhatian mereka, maka minatnya tersebut akan terpelihara. Ada dua jenis minat, yang positif dan negatif. Ketika seorang siswa memiliki minat yang positif dalam belajar, maka mereka akan mendapatkan nilai darinya karena ada sesuatu yang ingin mereka peroleh. Tetapi jika mereka hanya memiliki minat negatif, mereka hanya akan belajar sebagian kecil dari apa yang diajarkan, tidak sebanyak jika mereka memiliki minat yang positif. Siswa harus memiliki keinginan dari dalam dirinya sendiri untuk belajar, barulah proses pembelajaran akan membuahkan hasilnya, dan bukannya karena tekanan dari luar. Mereka akan berusaha keras untuk belajar jika ada minat positif di dalam dirinya. Jika seorang anak tertarik pada satu mata pelajaran tertentu, seorang guru atau orang tua yang bijak sana dapat menggunakan minat ini. Mereka dapat mengusahakan untuk mempertahankan motivasi ini dalam proses belajar. Tapi sebelum seorang dewasa dapat mempertahankan minat anak, mereka perlu memiliki pemahaman tentang bagaimana minat tersebut diperoleh dan bagaimana mengarahkan minat itu pada tujuan agar keinginan untuk belajar pada seorang individu bisa dikembangkan. Kehidupan sehari-hari seseorang, karakter dan kepribadian- nya akan menentukan faktor penggerak mereka un- tuk belajar. Minat ini dapat menuntun mereka untuk melakukan sebuah tindakan dan keinginannya dalam memperoleh pengetahuan. Ada juga kebutuhan untuk sebuah keinginan menjadi aktif, jika seseorang malas, ia tidak akan memiliki keinginan atau desakan dari dalam dirinya untuk belajar. Seorang siswa juga butuh untuk memiliki gairah belajar untuk mendapatkan pengakuan dari orang tua, guru dan teman sebayanya. Mereka harus juga memiliki keinginan untuk meraih prestasi, karena perasaan ini akan mendorong mereka untuk mencari lebih banyak pengetahuan. Mereka butuh merasa bangga atas prestasi pribadi mereka. Kita belum bisa menyebutkan semua keinginan yang mengarah pada motivasi dan belajar pada tulisan ini, namun kami telah menyentuh pada beberapa keinginan yang paling mendasar. Beberapa orang tua mungkin merasa mereka tidak tahu cara terbaik untuk menjaga motivasi anak mereka agar tetap berada pada rasa gembira dan kepuasan yang sama saat anak berada di sekolah maupun di rumah. Orangtua bisa saja khawatir atas hal ini, tetapi cukup menghibur untuk mengetahui bahwa beberapa aktivitas sederhana, seperti berjalan-jalan ke taman, perpustakaan atau kegiatan kecil seperti memasak atau menanam di kebun dengan anak bisa menjadi sesuatu yang interaktif, menyenangkan, menggembirakan dan menjadi bagian kreatif dari belajar. Berdiskusi dengan guru anak kita atau dengan orang tua lain dalam situasi yang sama akan selalu membesarkan hati dan kita dapat me-ngambil tips untuk langkah-langkah baru yang akan membantu membawa antusiasme pada pendidikan anak. Pada saat ini kita beruntung memiliki sumber yang mudah dan terjangkau. Ada banyak website gratis yang membantu orangtua untuk memahami topik ini dengan lebih baik dan yang memberikan panduan langkah demi langkah tentang bagaimana memberikan kegembiraan belajar pada anak-anak. Kurikulum di sekolah harus terus menerus dievaluasi dan diperbarui agar menjadi kerangka yang ramah dan menarik bagi kegiatan belajar mengajar, dengan didukung adanya interaksi antara guru dan siswa di seluruh dunia. Referensi
5 1 Muslim1:68. 2 Tirmidzi, Hudud, 1; Nasai, Hudud, Tirmidzi, Birr, 15.
BAB I PENDAHULUAN. kualitas yang melayani, sehingga masalah-masalah yang terkait dengan sumber
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Fungsi utama Rumah Sakit yakni melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin majunya teknologi kedokteran,
BAB I PENDAHULUAN. membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Rentang perhatian pada anak pra-sekolah sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya
TINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK Konsentrasi adalah bagaimana anak fokus dalam mengerjakan atau melakukan sesuatu sehingga pekerjaan itu mampu dikerjakan dalam waktu tertentu. Kemampuan anak berkonsentrasi
Seorang Teman Untuk Berbicara (Seorang Teman Seperti Itu), 22 Desember B. Apa yang dikatakan tentang Seorang teman untuk berbicara
Pelajaran 12 SEORANG TEMAN UNTUK BERBICARA Seorang Teman Seperti Itu 22 Desember 2012 1. Persiapan A. Sumber Titus 2:3-7 Mazmur 55:12-14 Amsal 1:8 Amsal 27:6 1 Petrus 5:1-5 Amsal 23:9 Amsal 1:5 B. Apa
Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak
Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat Oleh: Wakhyudi Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP Abstrak Dalam proses belajar mengajar, terdapat berbagai dinamika yang dialami, baik oleh widyaiswara maupun
BAB I PENDAHULUAN. dengan hasil belajar berfikir logis, sistematis, kritis dan kreatif, serta hasil belajar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan matematika/pengenalan konsep bilangan wajib diberikan kepada semua peserta didik mulai dari usia PAUD, untuk membekali peserta didik dengan hasil belajar
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, manusia selalu membutuhkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, manusia selalu membutuhkan orang lain. Kehidupan manusia mempunyai fase yang panjang, yang di dalamnya selalu mengalami
Bagaimana Membentuk Pola Pikir yang Baru
Bagaimana Membentuk Pola Pikir yang Baru by admin Pola pikir kita (atau kadang-kadang disebut paradigma kita) adalah jumlah total keyakinan, nilai, identitas, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan, pendapat,
LAMPIRAN 1 KUESIONER KEMANDIRIAN
LAMPIRAN KUESIONER KEMANDIRIAN Di bawah ini terdapat beberapa pernyataan dengan berbagai kemungkinan jawaban. Saudara diminta untuk memilih salah satu dari pilihan jawaban yang tersedia sesuai dengan keadaan
V. KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. Pertama, terdapat kecenderungan semakin tinggi motivasi belajar, aktivitas belajar
V. KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan pembahasan hasil penelitian yang telah dipaparkan pada bab terdahulu maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
BAB I PENDAHULUAN. tuntutan keahlian atau kompetensi tertentu yang harus dimiliki individu agar dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan yang terjadi pada era globalisasi saat ini menuntut adanya persaingan yang semakin ketat dalam dunia kerja. Hal ini mengakibatkan adanya tuntutan
BAB I PENDAHULUAN. komponen dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Indonesia telah mencanangkan pendidikan wajib belajar yang semula 6 tahun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
BAB I. Pendahuluan. Masa anak-anak adalah masa yang sangat penting bagi perkembangan
BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masa anak-anak adalah masa yang sangat penting bagi perkembangan seseorang selanjutnya. Pada usia anak-anak pula seseorang dituntut untuk dapat merasakan bagaimana
LAMPIRAN. PDF created with FinePrint pdffactory Pro trial version
LAMPIRAN KATA PENGANTAR Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk mencapai gelar sarjana di Fakultas Psikologi UKM Bandung, salah satu persyaratan tugas yang harus dipenuhi adalah melakukan penelitian. Sehubungan
BAB I PENDAHULUAN. dimaksud dengan transisi adalah perubahan yang terjadi pada rentang kehidupan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap individu mengalami masa peralihan atau masa transisi. Yang dimaksud dengan transisi adalah perubahan yang terjadi pada rentang kehidupan (Papalia & Olds, 2001).
BAB I PENDAHULUAN. selanjutnya. Masa ini dapat disebut juga sebagai The Golden Age atau masa. pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berkembang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anak usia dini adalah investasi masa depan bagi keluarga dan bangsa yang sedang menjalani proses perkembangan dengan pesat untuk menjalani kehidupan selanjutnya.
KITAB AYUB PERTANYAAN DISKUSI
KITAB AYUB PERTANYAAN DISKUSI Pasal 1 Betapa mudah memuji dan mengikut Tuhan pada kondisi yang baik. Bagaimana kita bisa ingat untuk tetap setia bahkan dalam kondisi buruk sekalipun? Pasal 2 Pernahkah
GROUP SULAWESI. Pengalaman Proyek - Darren Quek
GROUP SULAWESI Pengalaman Proyek - Darren Quek Waktu saya pertama kali dengar BI dua harus membuat proyek yang lain, saya sedikit sedih karena saya tahu membuat proyek harus menghabiskan banyak waktu untuk
BAB IV. ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA MTs NURUL QOMAR KERGON PEKALONGAN DALAM KELUARGA BROKEN HOME
BAB IV ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA MTs NURUL QOMAR KERGON PEKALONGAN DALAM KELUARGA BROKEN HOME Dari hasil penelitian yang telah dilakukan melalui wawancara dan observasi, mengenai motivasi belajar
BAB I PENDAHULUAN. berkembangnya saat ini pendidikan anak usia dini. baik dalam aspek fisik-motorik, kognitif, bahasa, moral dan agama, sosial
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Potensi dan kemampuan dasar anak usia dini sudah dimulai sejak usia 0-6 tahun, masa ini merupakan masa emas yang hanya datang sekali seumur hidup dan tidak
BAB I PENDAHULUAN. Selama ini sistem pendidikan masih cenderung mengarah pada dua
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Selama ini sistem pendidikan masih cenderung mengarah pada dua masalah pokok, yakni 1) bagaimana mengadaptasikan dengan benar kurikulum dan metode pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. Seiring zaman yang selalu berkembang dan dunia pendidikan yang selalu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. 1. Latar Belakang Masalah Seiring zaman yang selalu berkembang dan dunia pendidikan yang selalu mengalami perubahan, manusia sebagai makhluk
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. 1. Secara umum kebiasaan menonton sinetron di SMP Negeri 5 Bandung
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan 1. Secara umum kebiasaan menonton sinetron di SMP Negeri 5 Bandung Tahun Ajaran 2011/2012 berada pada kategori tinggi. 2. Secara umum kebiasaan belajar siswa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kemandirian Anak TK 2.1.1 Pengertian Menurut Padiyana (2007) kemandirian adalah suatu sikap yang memungkinkan seseorang untuk berbuat bebas, melakukan sesuatu atas dorongan
BAB I PENDAHULUAN. Perguruan Tinggi merupakan salah satu jenjang yang penting dalam
BAB I PENDAHULUAN 1. 1. LATAR BELAKANG MASALAH Perguruan Tinggi merupakan salah satu jenjang yang penting dalam pendidikan. Perguruan Tinggi diadakan dengan tujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu Negara yang sedang berkembang, yang
BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG MASALAH Indonesia merupakan salah satu Negara yang sedang berkembang, yang mau tidak mau dituntut untuk giat membangun dalam segala bidang kehidupan. Terutama dengan
BAB I PENDAHULUAN. mensosialisasikannya sejak Juli 2005 (www.dbeusaid.org/publications/index.cfm?fuseaction=throwpub&id..).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam rangka memasuki era globalisasi, remaja sebagai generasi penerus bangsa diharapkan dapat meneruskan pembangunan di Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan, baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada
BAB I PENDAHULUAN. pilar yaitu, learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yang berkualitas. Menurut UNESCO pendidikan hendaknya dibangun dengan empat pilar yaitu, learning to know,
PERANAN ORANGTUA DAN PENDIDIK DALAM MENGOPTIMALKAN POTENSI ANAK BERBAKAT AKADEMIK (ABA)
PERANAN ORANGTUA DAN PENDIDIK DALAM MENGOPTIMALKAN POTENSI ANAK BERBAKAT AKADEMIK (ABA) Oleh Rochmat Wahab PENDAHULUAN SETIAP ANAK BERBAKAT AKADEMIK (ABA) MEMBUTUHKAN UNTUK TUMBUH DAN BERKEMBANG ORANGTUA
I. PENDAHULUAN. untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam kehidupannya. Pendidikan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan dan salah satu kebutuhan utama bagi setiap manusia untuk meningkatkan kualitas hidup serta untuk mencapai
BAB I PENDAHULUAN. keluarga atau orang tua dalam pendidikan anak-anak mereka serta juga
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang memiliki peranan penting bagi kemajuan bangsa. Sekolah sebagai lembaga pendidikan, mempunyai tugas menyelengarakan
SIAPAKAH SAYA INI? INGIN JADI APAKAH SAYA INI?
SIAPAKAH SAYA INI? INGIN JADI APAKAH SAYA INI? Pernyataan Pribadi Maksud penilaian diri sendiri ini adalah untuk membantu Saudara menghimpun segala hal-ihwal mengenai diri Saudara. Saudara membutuhkan
PERANAN METODE PEMBERIAN TUGAS MEWARNAI GAMBAR DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK DI KELOMPOK B TK JAYA KUMARA DESA BALINGGI JATI
PERANAN METODE PEMBERIAN TUGAS MEWARNAI GAMBAR DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK DI KELOMPOK B TK JAYA KUMARA DESA BALINGGI JATI Ni Nyoman Ayu Surasmi 1 ABSTRAK Permasalahan pokok dalam penelitian ini
BAB 1 PENDAHULUAN. datang. Anak dilahirkan dengan potensi dan kecerdasannya masing-masing.
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak usia dini merupakan generasi penerus bangsa dimasa yang akan datang. Anak dilahirkan dengan potensi dan kecerdasannya masing-masing. Untuk mengoptimalkan potensi
Pssst... Ada Bahaya di Sekitar Kita
Pssst... Ada Bahaya di Sekitar Kita 133 134 Pssst... Ada Bahaya di Sekitar Kita Pssst... Ada Bahaya di Sekitar Kita 135 136 Pssst... Ada Bahaya di Sekitar Kita Pssst... Ada Bahaya di Sekitar Kita 137 138
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja dapat diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak menuju masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional (Hurlock,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Profil Motivasi Belajar Siswa SMA Kelas XI pada Setiap Indikator Motivasi Belajar
43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Motivasi Belajar Siswa SMA Kelas XI pada Setiap Indikator Motivasi Belajar Motivasi belajar siswa dijaring dengan hasil observasi siswa selama pembelajaran
ETIK UMB TUJUAN HIDUP DAN MOTIVASI PRESTASI
Modul ke: ETIK UMB TUJUAN HIDUP DAN MOTIVASI PRESTASI Fakultas Desain dan Seni Kreatif Program Studi Desain Produk www.mercubuana.ac.id Rizky Dwi Pradana, M.Si A. Pendahuluan Setiap orang memiliki keinginan,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. orangtua. Anak bukan hanya sekedar hadiah dari Allah SWT, anak adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam suatu keluarga kehadiran anak adalah kebahagiaan tersendiri bagi orangtua. Anak bukan hanya sekedar hadiah dari Allah SWT, anak adalah amanah, titipan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan dalam arti sederhana sering diartikan sebagai usaha manusia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dalam arti sederhana sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat dan kebudayaan.
Membangun Sosial Emosi Anak. di Usia 4-6 tahun SERI BACAAN ORANG TUA
15 SERI BACAAN ORANG TUA Membangun Sosial Emosi Anak di Usia 4-6 tahun Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan
REKREASI. "Segala sesuatu ada masanya. Page 1
REKREASI "Segala sesuatu ada masanya. Page 1 Perbedaan Rekreasi & Hiburan Ada perbedaan yang nyata antara rekreasi dan hiburan. Bilamana sesuai dengan namanya, Rekreasi cenderung untuk menguatkan dan membangun
BERCERITA PADA ANAK SERI BACAAN ORANG TUA
24 SERI BACAAN ORANG TUA BERCERITA PADA ANAK Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional Milik Negara
BAB I PENDAHULUAN. dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dengan melaksanakan shalat,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dalam Islam ada tiga ajaran pokok yaitu akidah, ibadah, dan muamalah. Ibadah merupakan kewajiban utama manusia terhadap Allah SWT. Salah satunya adalah
BAB 1 PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan salah satu kebutuhan manusia, sekaligus dasar
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan salah satu kebutuhan manusia, sekaligus dasar eksistensi suatu masyarakat yang dapat menentukan struktur suatu masyarakat dalam suatu
BLUE PRINT SKALA KEMATANGAN VOKASIONAL. Kematangan vokasional merupakan kesiapan dan kemampuan individu dalam
BLUE PRINT SKALA KEMATANGAN VOKASIONAL Definisi Kematangan Vokasional Kematangan vokasional merupakan kesiapan dan kemampuan individu dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan vokasional yang berupa
BAB I PENDAHULUAN. dan berlangsung seumur hidup. Oleh karena itu, pendidikan. sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berhubungan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengertian pendidikan menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
Bab 1 Kewirausahaan. 1. Kewirausahaan dalam Perspektif Sejarah
K e w i r a u s a h a a n 1 Bab 1 Kewirausahaan Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menguasai terkait latar belakang kewirausahaan dan perkembangannya. K emakmuran dari suatu negara bisa dinilai dari
IDENTITAS RESPONDEN. Umur :.
LAMPIRAN 76 IDENTITAS RESPONDEN Isilah identitas Anda dengan lengkap pada kolom yang telah disediakan untuk nama diperbolehkan menggunakan inisial/disingkat. Nama :. Umur :. A. Petunjuk Pengisian Dalam
BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa yang penting dalam kehidupan seseorang,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa yang penting dalam kehidupan seseorang, karena pada masa ini remaja mengalami perkembangan fisik yang cepat dan perkembangan psikis
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang masalah. Pendidikan merupakan sesuatu yang tidak terlepas dan bersifat sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang masalah Pendidikan merupakan sesuatu yang tidak terlepas dan bersifat sangat penting dalam kehidupan manusia, karena pendidikan memiliki peranan stategis dalam menyiapkan
BAB II KAJIAN TEORIE. Langkah-langkah permainan kategori: dengan subjek pada judul baris. 1. Kategori Gigi Ompong Dentin Magnet Menarik
BAB II KAJIAN TEORIE A. Kerangka Teorietis 1. Pemainan Kategori a. Pengertian Pemainan Kategori Permainan kategori adalah sebuah permainan kata. Dalam permainan kata ini, setiap pemain memikirkan kata-kata
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. formal, non-formal dan informal. Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitiberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Masa sekolah bagi anak adalah masa yang paling dinantikan. Anak bisa
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masa sekolah bagi anak adalah masa yang paling dinantikan. Anak bisa mendapatkan teman baru selain teman di rumahnya. Anak juga dapat bermain dan berinteraksi
BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan saat yang penting dalam mempersiapkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Masalah Masa remaja merupakan saat yang penting dalam mempersiapkan seseorang memasuki masa dewasa. Masa ini merupakan, masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa.
LAMPIRAN CODING SHEET 1 TRANSKIP INTERVIEW
LAMPIRAN CODING SHEET 1 TRANSKIP INTERVIEW TRANSKIP WAWANCARA KEY INFORMAN 1 (BERLIANA) NO KATEGORI PERTANYAAN JAWABAN 1 Alasan menjadi Sudah berapa lama Saya jadi pengajar di pengajar menjadi guru/ pengajar
BAB I PENDAHULUAN. berbeda dengan keadaan yang nyaman dalam perut ibunya. Dalam kondisi ini,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa kehadiran manusia lainnya. Kehidupan menjadi lebih bermakna dan berarti dengan kehadiran
Paket 1. Pengamatan terhadap guru SD Islam Al-Azhar Cianjur. Kompetensi yang dinilai: Kompetensi 1 dan 5
Paket 1 Pengamatan terhadap guru SD Islam Al-Azhar Cianjur Kompetensi yang dinilai: Kompetensi 1 dan 5 Segmen 1 (menit ke 00.00 - menit ke 04.35) Segmen 2 (menit ke 04.35 - menit ke 10.26) Segmen 3 (menit
BAB I PENDAHULUAN. dan lembaga-lembaga sosial lainnya. Masyarakat juga mengambil peran yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Karakter merupakan proses yang berlangsung seumur hidup, karena anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter. Ada tiga pihak yang memiliki peran penting
BAB I PENDAHULUAN. Sekolah dan Pemuda Departemen Pendidikan Indonesia, Fasli Jalal (Harian
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah Di Indonesia jumlah anak berkebutuhan khusus semakin mengalami peningkatan, beberapa tahun belakangan ini istilah anak berkebutuhan khusus semakin sering terdengar
Pencarian Bilangan Pecahan
Pencarian Bilangan Pecahan Ringkasan Unit Siswa ditugaskan sebuah profesi yang menggunakan pecahan bilangan dalam pekerjaannya. Mereka meneliti, meringkas, menarik kesimpulan, dan mempresentasikan penemuan
I. PENDAHULUAN. kembang dan berkembang secara optimal (Mansur, 2007:88). Wiyani dalam bukunya, berpendapat bahwa usia dini merupakan masa emas (the
1 I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Pendidikan merupakan modal utama untuk memiliki manusia yang berkualitas. Untuk menciptakan hal itu pendidikan hendaknya dimulai sejak dini melalui pendidikan anak usia
BAB I PENDAHULUAN. adalah selalu ingin terjadi adanya perubahan yang lebih baik. Hal ini tentu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan dapat memberikan perubahan, perbaikan, dan kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang
Kuisioner Kompetensi Kepribadian. Skor Diskripsi Selalu Seringkali Kadang-kadang Jarang Tidak pernah
Kuisioner Kompetensi Kepribadian Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran berbasis kompetensi di Jurusan Biologi-UB, maka kami mohon kesediaan saudara unuk mengisi kuisioner ini. Petunjuk:
SUATU HAL TENTANG WAKTU (Waktu Berlalu Dengan Cepat), 29 Desember 2012
Pelajaran 13 SUATU HAL TENTANG WAKTU Waktu Berlalu Dengan Cepat 29 Desember 2012 1. Persiapan A. Sumber Mazmur 31:14,15 Mazmur 89:47 Pengkhotbah 3:1-8 Roma 8:18 Yakobus 4:14,15 (lebih jauh: Filipi1-4,
LAMPIRAN A. Skala Penelitian (A-1) Beck Depression Inventory (A-2) Skala Penerimaan Teman Sebaya (A-3) Skala Komunikasi Orangtua-Anak
LAMPIRAN A Skala Penelitian (A-1) Beck Depression Inventory (A-2) Skala Penerimaan Teman Sebaya (A-3) Skala Komunikasi Orangtua-Anak LAMPIRAN A Skala Penelitian (A-1) Beck Depression Inventory No : Usia
5. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya)
Nama : No HP : Alamat : Pendidikan Terakhir : 1. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya) Pemikiran dan perhatian ditujukan ke dalam,
MENULIS ITU BERCERITA!
SERI JURNALISME DESA MENULIS ITU BERCERITA! Menulis itu (terasa) sulit. Demikian komentar banyak orang ketika mereka harus menulis. Benar kah demikian? Atau barangkali itu hanya pikiran kita saja? Sebelum
BAB IV HASIL PENELITIAN
70 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Pada tanggal 4 April 2016 peneliti melakukan penelitian yang pertama. Peneliti datang ke sekolah MTs Darul Hikmah pada pukul 08.30 WIB. Ketika sampai di sekolahan,
Muslim Produktif i _Haldep_Muslim Produktif.indd 1 1/20/2017 2:25:51 PM
Muslim Produktif i Sanksi Pelanggaran Pasal 113 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta ii (1) Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam
Rita Eka Izzaty Staf Pengajar FIP-BK-UNY
Rita Eka Izzaty Staf Pengajar FIP-BK-UNY 1. Definisi Permasalahan Perkembangan Perilaku Permasalahan perilaku anak adalah perilaku anak yang tidak adaptif, mengganggu, bersifat stabil yang menunjukkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan pada mata pelajaran matematika materi pecahan ini
BAB IV HASIL PENELITIAN. Darussalam Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut pada Tahun
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut pada Tahun Pelajaran
Membangkitkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar. (Peace Of Mind)
Review Buku Peace of Mind 1 Membangkitkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar (Peace Of Mind) Otak merupakan organ dalam tubuh manusia yang sangat penting. Otak merupakan anugerah istimewa dari sang pemberi hidup
BAB IV HASIL PEMBAHASAN PENELITIAN
BAB IV HASIL PEMBAHASAN PENELITIAN A. Desain Kurikulum di TKIT Nurul Qomar Pedurungan Semarang Kurikulum di TKIT Nurul Qomar Pedurungan Semarang dipadukan antara: 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia
Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia Rentang Perkembangan Manusia UMBY 1. Neonatus (lahir 28 hari) Pada tahap ini, perkembangan neonatus sangat memungkinkan untuk dikembangkan sesuai keinginan. 2. Bayi (1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR 2.1 Hakikat Sains 2.1.1 Pengertian Sains Pada dasarnya setiap anak dilahirkan dengan bakat untuk menjadi ilmuwan, ia dilahirkan dengan membawa sesuatu keajaiban
Eliora. orang yang sedang menjalaninya. 1 Artinya, seberat-berat kami melihat sesuatu terjadi, lebih menyakitkan lagi bagi
1 Nadia Eliora Yuda Putri Bahasa Indonesia 7 13 September 2012 Pelarian Jauh Di Hutan Duarr! Bunyi ledakan bom tentara-tentara Jepang. Setelah ledakan pertama itu, orang-orang di desaku menjadi kalang
BAB I PENDAHULUAN. hidup di zaman yang serba sulit masa kini. Pendidikan dapat dimulai dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu modal yang harus dimiliki untuk hidup di zaman yang serba sulit masa kini. Pendidikan dapat dimulai dari tingkat TK sampai dengan
Data Pribadi. Kelas/No. Absen. Alamat/Telp :... Pendidikan Ayah/Ibu. c. di bawah rata-rata kelas. Kegiatan yang diikuti di luar sekolah :.
Data Pribadi Nama (inisial) Kelas/No. Absen Usia Alamat/Telp :.(L/P)* :. :. :. :..... Pekerjaan Ayah/Ibu Pendidikan Ayah/Ibu Nilai raport saat ini* : / : / : a. di atas rata-rata kelas b. rata-rata kelas
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. perkembangan. Mulai dari bayi, anak-anak, remaja kemudian menjadi dewasa dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia yang terlahir di dunia akan mengalami beberapa tahap perkembangan. Mulai dari bayi, anak-anak, remaja kemudian menjadi dewasa dan menua. Masa kanak-kanak
TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI. Rita Eka Izzaty
TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI Rita Eka Izzaty SETUJUKAH BAHWA Setiap anak cerdas Setiap anak manis Setiap anak pintar Setiap anak hebat MENGAPA ANAK SEJAK USIA DINI PENTING UNTUK DIASUH DAN DIDIDIK DENGAN
BAB I PENDAHULUAN. adalah Sekolah Dasar (SD). SD merupakan jenjang pendidikan setelah taman kanakkanak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Di Indonesia, terdapat beberapa jenjang pendidikan sekolah. Salah satunya adalah Sekolah Dasar (SD). SD merupakan jenjang pendidikan setelah taman kanakkanak
BAB I PENDAHULUAN. untuk berkembang. Pada masa ini anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak khususnya anak usia dini merupakan masa yang paling optimal untuk berkembang. Pada masa ini anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan melakukan apapun untuk
BAB I PENDAHULUAN. belajar mengajar berlangsung. Sebagian besar guru mengeluh bahwa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Begitu banyak macam masalah yang dihadapi guru ketika proses belajar mengajar berlangsung. Sebagian besar guru mengeluh bahwa siswanya nakal, tidak disiplin,
BAB I PENDAHULUAN. kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam diri siswa. Orang yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemampuan berbahasa yang baik akan mempermudah berinteraksi dengan orang banyak. Tentunya ini membutuhkan arahan khusus untuk terampil berbahasa. Berdasarkan Standar
BAB I PENDAHULUAN. Anak memiliki kharakteristik tertentu yang khas dan tidak sama dengan orang dewasa, mereka
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Anak memiliki kharakteristik tertentu yang khas dan tidak sama dengan orang dewasa, mereka
BAB I PENDAHULUAN. masayarakat dan organisasi dalam lingkungan pendidikan. Terdapat banyak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung sepanjang hidup. Pendidikan dapat
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL 1. IDENTITAS
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL 1. IDENTITAS a. Satuan Pendidikan SMP Bina Dharma 2 Bandung b. Tahun Ajaran 2015-2016, Semester 1 c. Sasaran Layanan Seluruh Kelas VIII d. Pelaksana Annisa
PEMBELAJARAN KONSTRUKTIF, MENGOPTIMALKAN POTENSI OTAK 1
PEMBELAJARAN KONSTRUKTIF, MENGOPTIMALKAN POTENSI OTAK 1 Oleh: MAULANA, M.Pd. 2 PEMBUKA Di antara kita, para pembaca yang budiman, mungkin sudah sangat paham, fasih, dan sering menengadahkan tangan seraya
BAB I PENDAHULUAN. Memasuki era globalisasi yang terjadi saat ini ditandai dengan adanya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Memasuki era globalisasi yang terjadi saat ini ditandai dengan adanya perkembangan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan yang terjadi tersebut menuntut
