PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN"

Transkripsi

1 PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 31 MARET 2012 ( TIDAK DIAUDIT ) DAN 31 DESEMBER 2011 ( DIAUDIT ) DAN PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 2011 ( TIDAK DIAUDIT)

2 PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011 (diaudit) dan laporan keuangan konsolidasian tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 Laporan Arus Kas Konsolidasian 5 Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6-37

3

4 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2012 (Tidak Diaudit) dan Tahun yang Berakhir 31 Desember 2011 (Diaudit) Catatan 31 Maret 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan Setara Kas 3.d, 3.g, 4 85,242,193,107 71,803,817,364 Investasi Tersedia Untuk Dijual 3.d, 5 2,274,694,239 2,234,664,494 Piutang Usaha Pihak - Pihak Berelasi 3.d, 3.f, 6, ,351, ,841,115 Pihak Ketiga (Setelah Dikurangi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai per 31 Maret 2012 dan per 31 Desember dan 2009) 3.d, 6 301,559,270, ,884,178,541 Piutang Lain-Lain 3.d 17,718,098,861 16,129,275,512 Persediaan 3.h, 7 9,238,591,493 8,422,271,124 Uang Muka 28,493,371,647 17,832,560,928 Biaya Dibayar Dimuka 3.i 35,074,194,139 26,877,265,968 Pajak Dibayar Dimuka 8 26,202,676,943 31,029,038,558 Aset Derivatif 3.t, ,523,212,989 Jumlah Aset Lancar 506,484,441, ,703,126,593 ASET TIDAK LANCAR Piutang Kepada Pihak - Pihak Berelasi 3.d, 32 20,043,991,329 13,232,223,422 Aset Pajak Tangguhan 3.s 5,181,162,035 5,181,162,035 Investasi pada Penyertaan Saham 3.d, 9 5,782,655,000 3,032,255,000 Aset Bangun Kelola Serah (Setelah Dikurangi Akumulasi Amortisasi per 31 Maret 2012, dan per 31 Desember j, 3.l, 10 2,077,454,737 2,189,359,420 Aset tetap (Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan per 31 Maret 2012, dan per 31 Desember k, 3.l, ,803,508, ,428,446,061 Biaya Eksplorasi Tangguhan 3.n, 3.l, 12 46,764,801,685 49,707,329,749 Rekening Bank Dibatasi Penggunaannya 13 12,090,487,983 23,873,629,863 Aset Lain-Lain 3.d 13,028,902,971 11,574,692,042 Jumlah Aset Tidak Lancar 519,772,963, ,219,097,592 JUMLAH ASET 1,026,257,405, ,922,224,185 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan

5 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2012 (Tidak Diaudit) dan Tahun yang Berakhir 31 Desember 2011 (Diaudit) Catatan 31 Maret 31 Desember LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang Bank Jangka Pendek 3.d, ,446,625, ,939,541,684 Utang Usaha 3.d, 15 54,776,536,624 51,681,033,855 Utang Lain-Lain 3.f, 16 23,537,295,795 33,149,797,828 Pendapatan Diterima Dimuka 679,758, ,620,590 Utang Pajak 3.s, 8 10,583,238,684 9,987,411,762 Biaya Masih Harus Dibayar 3.d, 17 84,756,730,281 64,744,680,253 Utang Jangka Panjang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Bank 3.d, 18 91,344,372,733 87,619,060,830 Utang Sewa Pembiayaan 3.d, 3.m, 21 5,190,616,644 5,464,003,170 Pembelian Aset Tetap 3.d, 22 2,705,761,907 3,463,300,072 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 457,020,936, ,567,450,043 LIABILITAS JANGKA PANJANG Kewajiban Pajak Tangguhan 3.s 12,855,965 12,855,965 Utang Kepada Pihak - Pihak Berelasi 3.f, 32 23,395,034,984 10,183,926,216 Utang Jangka Panjang - Setelah Dikurangi Bagian Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank 3.d, ,523,739, ,856,485,810 Utang Sewa Pembiayaan 3.d, 3.m, 21 1,240,887,947 2,439,974,912 Pembelian Aset Tetap 3.d, ,897,584 1,644,359,619 Utang Lembaga Keuangan Lain 3.d, 19 70,747,635,200 67,511,514,400 Keuntungan Jual dan Sewa-balik Tangguhan 3.m 1,310,264,378 1,441,290,815 Liabilitas Derivatif 3.t, 20 3,337,512,336 5,151,895,676 Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 3.p, 23 13,500,522,585 13,249,495,746 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 346,027,350, ,491,799,159 JUMLAH LIABILITAS 803,048,287, ,059,249,203 EKUITAS Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk Modal Dasar Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Saham 24 77,000,000,000 77,000,000,000 Tambahan Modal Disetor 25 21,597,063,722 21,597,063,722 Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali 3.q, 26 9,374,556,225 9,374,556,225 Saldo laba 102,711,803,876 91,400,200,181 Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Tersedia untuk Dijual 3.d, 5 1,024,694, ,664,494 Cadangan 30 11,500,000,000 11,500,000,000 Total Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk Perusahaan 223,208,118, ,856,484,622 Kepentingan Nonpengendali 1,000,000 6,490,361 JUMLAH EKUITAS 223,209,118, ,862,974,983 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1,026,257,405, ,922,224,185 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan

6 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN INTERIM Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2012 Dan 2011 (Tidak Diaudit) Catatan 3 Bulan 3 Bulan PENDAPATAN 3.r, ,465,612, ,227,340,023 BEBAN LANGSUNG 3.r, ,444,731, ,986,173,172 LABA KOTOR 54,020,880,845 31,241,166,850 BEBAN USAHA Beban Umum dan Administrasi 3.r, 29 21,063,883,590 18,534,573,384 Beban Penjualan 3.r, ,469, ,786,350 LABA USAHA 32,543,527,536 12,121,807,116 Keuntungan Penjualan Aset Tetap 3.k, ,213, ,704,631 Penghasilan Bunga 1,244,459, ,535,196 Kerugian Penjualan Properti Investasi Beban Bunga dan Keuangan (11,818,636,905) (6,747,250,017) Kerugian Kurs Mata Uang Asing 3.e (5,860,449,024) (642,387,642) Perubahan Bersih atas Nilai Wajar Derivatif 3.t 2,011,170, Lain-Lain - Bersih (3,389,186,031) (258,627,392) Beban Lain-lain - Bersih (17,436,428,286) (7,180,025,224) LABA SEBELUM PAJAK 15,107,099,250 4,941,781,893 BEBAN PAJAK PENGHASILAN 3.s, 8 (4,655,388,078) (1,575,688,214) LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 10,451,711,172 3,366,093,679 Pendapatan Komprehensif lain: Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual - Bersih 3.d, ,078,799 Laba Bersih Komprehensif Tahun Berjalan 10,451,711,172 3,603,172,478 LABA BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA Pemilik Entitas Induk 10,451,711,172 2,073,850,316 Kepentingan Non Pengendali -- 1,292,243,363 10,451,711,172 3,366,093,679 LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA Pemilik Entitas Induk 10,451,711,172 2,219,914,563 Kepentingan Non Pengendali -- 1,383,257,914 JUMLAH 10,451,711,172 3,603,172,478 LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 3.u, Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan

7 PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2012 Dan 2011 (Tidak Diaudit) Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk Kepentingan Jumlah Ekuitas Catatan Modal Disetor Tambahan Selisih Nilai Transaksi Cadangan Cadangan Umum Saldo Laba Jumlah Non Pengendali Modal Disetor Restrukturisasi Entitas Nilai Wajar Sepengendali Saldo Per 1 Januari ,000,000,000 21,597,063,722 9,374,556, ,701,036 9,000,000,000 96,814,260, ,010,581,675 11,499, ,022,081,598 Penyesuaian saldo kepentingan non pengendali (236,200,960) (236,200,960) Laba Bersih Periode Berjalan ,078, ,073,850,316 2,310,929,114 1,292,243,363 3,603,172,478 Saldo Per 31 Maret ,000,000,000 21,597,063,722 9,374,556, ,779,835 9,000,000,000 98,888,111, ,321,510,789 1,067,542, ,389,053,116 Saldo Per 1 Januari ,000,000,000 21,597,063,722 9,374,556, ,664,494 11,500,000,000 91,400,200, ,856,484,622 6,490, ,862,974,983 Laba Bersih Periode Berjalan ,311,603,695 11,311,603,695 (5,490,361) 11,306,113,334 Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Tersedia untuk Dijual 3.d, ,029, ,029, ,029,745 Saldo Per 31 Maret ,000,000,000 21,597,063,722 9,374,556,225 1,024,694, ,711,803, ,208,118,062 1,000, ,209,118,062 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan

8 PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2012 Dan 2011 (Tidak Diaudit) 3 Bulan 3 Bulan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Kas dari Pelanggan 300,285,621, ,886,177,779 Pembayaran Kas Kepada Pemasok, Karyawan dan Lainnya (296,198,771,307) (246,504,511,030) Kas Digunakan (Dihasilkan Dari) Untuk Operasi 4,086,850,538 16,381,666,749 Pembayaran dan Pendapatan Bunga (bersih) (6,466,111,401) (6,747,250,017) Pembayaran Pajak Penghasilan (2,889,516,996) (1,575,688,214) Penerimaan Restitusi Pajak Pertambahan Nilai 6,759,269,525 - Kas Bersih Dihasilkan Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Operasi 1,490,491,666 8,058,728,518 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan Bunga 162,159, ,535,196 Penurunan Piutang Pihak-Pihak Berelasi 10,700,367,315 3,501,768,541 Perolehan Aset Tetap (1,532,721,101) (59,513,178,660) Hasil Penjualan Aset Tetap 937,000, ,545,455 Rekening Bank yang Dibatasi Penggunaannya 11,829,625,681 (3,829,875,980.65) Kas Bersih Dihasilkan Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Investasi 22,096,431,599 (58,996,205,449) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Kenaikan (Penurunan) Utang Pihak-Pihak Berelasi (16,475,625,151) (690,771,141) Penambahan Modal Disetor 10,000,000,000 - Penambahan Utang Bank Jangka Pendek 224,923,187, ,926,073,998 Pembayaran Utang Bank Jangka Pendek (200,648,221,037) (111,253,741,154) Penambahan Utang Bank Jangka Panjang - 31,695,352,753 Pembayaran Utang Bank Jangka Panjang (24,833,771,754) (712,116,400) Pembayaran Utang Pembelian Kendaraan (1,510,616,868) (955,919,036) Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan (1,603,499,929) (1,285,935,558) Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan (10,148,547,523) 39,722,943,462 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 13,438,375,742 (12,138,093,139) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 71,803,817,364 48,914,699,082 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 85,242,193,106 36,776,605,944 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan

9 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 1. Umum a. Pendirian dan Informasi Umum PT Radiant Utama Interinsco Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta notaris No. 41 tanggal 22 Agustus 1984 dari Hadi Moentoro, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2-574-HT TH.85 tanggal 11 Pebruari 1985 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 49 tanggal 18 Juni 1985, Tambahan No Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris No. 3 tanggal 3 Juni 2008 dari P. Sutrisno A. Tampubolon, S.H., notaris di Jakarta, untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas. Akta ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU AH TH.2008 tanggal 24 Juli 2008 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 99 tanggal 9 Desember 2008, Tambahan No Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Jalan Kapten Tendean No. 24, Mampang Prapatan, Jakarta. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi: a. Jasa teknik instalasi dan rekayasa bidang minyak, gas bumi dan energi. b. Jasa sertifikasi mutu. c. Jasa survey bidang minyak, gas bumi dan energi. d. Perdagangan besar (distributor) peralatan dan material bidang minyak dan gas bumi. e. Jasa penyewaan peralatan pertambangan minyak dan gas bumi. f. Jasa perbaikan dan perawatan instalasi pertambangan minyak dan gas bumi. Jumlah karyawan tetap Perusahaan dan Entitas Anak rata-rata 381 dan 360 karyawan masing-masing untuk tahun 2012 dan Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha Grup Radiant Utama. Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Dewan Direksi Direktur Utama Direktur Komite Audit Ketua Anggota 31 Maret 2012 Ahmad Ganis Riza Jaya Tito Kurniadi Winarno Zain Sofwan Farisyi Muhammad Hamid Moh. Arsyad Lubis Amira Ganis Winarno Zain Wirawan B. Ilyas Sri Hartono DRAFT FINAL/April 30, sign:

10 PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENITAS ANAK Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen Dewan Direksi Direktur Utama Direktur Komite Audit Ketua Anggota 31 Desember 2011 Ahmad Ganis Riza Jaya Winarno Zain Sofwan Farisyi Ramzi Siddiq Amier Muhammad Hamid Rustanto Adji Widodo Winarno Zain Wirawan B. Ilyas Sri Hartono b. Penawaran Umum Efek Perusahaan Saham Pada tanggal 30 Juni 2006, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal/Bapepam (sekarang menjadi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan - Bapepam-LK) dengan suratnya No. S-824/BL/2006 untuk melakukan penawaran umum kepada masyarakat atas saham dengan nilai nominal 100 per saham dan harga penawaran 250 per saham. Pada tanggal 12 Juli 2006 dilakukan pencatatan saham Perusahaan milik pemegang saham pendiri pada Bursa Efek Jakarta (sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia). Pada tanggal 31 Desember 2011, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. c. Struktur Entitas Anak Perusahaan memiliki baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% saham Entitas Anak pada 31 Maret 2012 berikut: DRAFT FINAL/April 30, sign:

11 2. Penerapan Pernyataan dan Interpretasi Standari Akuntansi Keuangan (PSAK dan ISAK) 2.a Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan Perubahan atas standar berikut wajib diterapkan untuk pertama kali untuk tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari PSAK No. 1 (Revisi 2009) Penyajian Laporan Keuangan. Entitas dapat memilih menyajikan satu laporan laba rugi komprehensif atau dua laporan laba rugi komprehensif. Perusahaan memilih untuk menyajikan dalam bentuk satu laporan laba rugi komprehensif. PSAK 1 (Revisi 2009) dan Buletin Teknis No. 7 tanggal 13 September 2011 mensyaratkan kepentingan nonpengendali (sebelumnya hak minoritas) disajikan sebagai komponen ekuitas. Perubahan ini merupakan reklasifikasi dan oleh karenanya, Perusahaan menyajikan laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan. Berikut adalah standar baru, perubahan standar dan interpretasi standar yang wajib diterapkan untuk pertama kalinya untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2011, namun tidak relevan atau berdampak material terhadap Perusahaan: Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK ) PSAK No. 2 (Revisi 2009) Laporan Arus Kas. PSAK No. 3 (Revisi 2010) Laporan Keuangan Interim. PSAK No. 4 (Revisi 2009) Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. PSAK No. 5 (Revisi 2009) Segmen Operasi. PSAK No. 7 (Revisi 2010) Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi. PSAK No. 8 (Revisi 2010) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan. PSAK No. 12 (Revisi 2009) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama. PSAK No. 15 (Revisi 2009) Investasi pada Entitas Asosiasi. PSAK No. 19 (Revisi 2010) Aset Takberwujud. PSAK No. 22 (Revisi 2010) Kombinasi Bisnis. PSAK No. 23 (Revisi 2010) Pendapatan. PSAK No. 25 (Revisi 2009) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan. PSAK No. 48 (Revisi 2009) Penurunan Nilai Aset. PSAK No. 57 (Revisi 2009) Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi. PSAK No. 58 (Revisi 2009) Aset Tidak Lancar Dimiliki Untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ( ISAK ) ISAK No. 7 (Revisi 2009) Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus. ISAK No. 9 Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi dan Liabilitas Serupa. ISAK No. 10 Program Liabilitas Pelanggan. ISAK No. 11 Distribusi Aset Nonkas kepada Pemilik. ISAK No. 12 Pengendalian Bersama Entitas Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer. ISAK No. 14 Aset Tak Berwujud Biaya Situs. ISAK No. 17 Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai. Pencabutan Standar Akuntansi Pencabutan atas standar akuntansi dan interpretasinya berikut ini yang penerapannya disyaratkan untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2011, namun tidak relevan atau tidak berdampak material terhadap Perusahaan: PSAK No. 6 Akuntansi dan Pelaporan untuk Entitas Tahap Pengembangan. PSAK No. 21 Akuntansi Ekuitas (PPSAK 6). PSAK No. 40 Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan atau Perusahaan Asosiasi (Pencabutan melalui PSAK No. 15 Revisi 2009). ISAK No. 1 Penentuan Harga Pasar Dividen (PPSAK 6) ISAK No. 2 Penyajian Modal dalam Neraca dan Piutang kepada Pemesan Saham (PPSAK 6) ISAK No. 3 Akuntansi atas Pemberian Sumbangan atau Bantuan. DRAFT FINAL/April 30, sign:

12 3. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Penting 3.a. 3.b. Pernyataan Kepatuhan Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan untuk tahun yang berakhir 31 Maret 2011 telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan ( SAK ) di Indonesia. Seperti diungkapkan dalam Catatan-catatan terkait di bawah ini, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ( SAK ) di Indonesia yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. VIII.G.7 (Revisi 2000) tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan Keuangan konsolidasian disusun berdasarkan metode akrual, kecuali laporan arus kas. Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas menjadi kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. 3.c. Prinsip-prinsip Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian mencakup akun-akun Entitas Induk dan Entitas Anak. Akun "Kepentingan Nonpengendali pada Entitas Anak" merupakan hak pemegang saham minoritas pada Entitas Anak tersebut. Semua transaksi signifikan antara perusahaan telah dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian. Pengendalian dianggap ada ketika Entitas Induk memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak, lebih dari setengah hak suara pada suatu Perusahaan, kecuali dalam keadaan yang jarang dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian. Pengendalian juga ada ketika Entitas Induk memiliki setengah atau kurang hak suara suatu Perusahaan jika terdapat salah satu kondisi berikut ini: 1. Mempunyai hak suara yang lebih dari 50% berdasarkan suatu perjanjian dengan investor lainnya; 2. Mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional perusahaan berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian; 3. Mampu menunjuk atau memberhentikan mayoritas pengurus perusahaan; 4. Mampu menguasai suara mayoritas dalam rapat pengurus. Laporan keuangan konsolidasian harus disusun dengan basis yang sama yaitu; kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi, peristiwa dan keadaan yang sama. Kebijakan tersebut telah diterapkan secara konsisten oleh Entitas Anak, kecuali dinyatakan secara khusus. Dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian, laporan keuangan Entitas Induk dan Entitas Anak digabungkan secara baris per baris yakni dengan menjumlahkan satu persatu unsur-unsur sejenis dari aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban. Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antara Perusahaan dengan Entitas Anak telah dieliminasi. Kepentingan non-pengendali dalam suatu Entitas Anak dengan defisit ekuitas tidak akan diakui, kecuali pemegang saham minoritas tersebut memiliki utang kontraktual untuk ikut membiayai defisit tersebut. Transaksi dengan kepentingan non-pengendali dihitung menggunakan metode entitas ekonomi,dimana kelebihan atas akuisisi kepentingan nonpengendali yang melebihi bagian dari nilai bersih aset yang diperoleh dicatat di ekuitas. 3.d. Aset dan Liabilitas Keuangan Aset Keuangan Aset keuangan dikelompokkan menjadi 4 kategori, yaitu (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo serta (iv) aset keuangan yang tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya. (i) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang DRAFT FINAL/April 30, sign:

13 terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai aset diperdagangkan kecuali telah ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Pada tahun 2011, Perusahaan mempunyai aset keuangan berupa transaksi derivatif yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. (ii) Pinjaman yang diberikan dan piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pada tahun 2011 dan 2010, Perusahaan mempunyai kas dan setara kas, deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang kepada pihak berelasi, rekening bank yang dibatasi penggunannya dan aset tidak lancar lainnya yang diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. (iii) Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah investasi non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, dimana manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, selain: (a) Investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi; (b) Investasi yang ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan (c) Investasi yang memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang. Pada saat pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pada tahun 2012 dan 2011, Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo. (iv) Aset keuangan tersedia untuk dijual Aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan untuk dimiliki selama periode tertentu, dimana akan dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan atau piutang, investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya dimana laba atau rugi diakui pada Pendapatan Komprehensif Lain pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba rugi dari selisih kurs hingga aset keuangan dihentikan pengakuannya. Jika aset keuangan tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, akumulasi laba rugi yang sebelumnya diakui pada bagian pendapatan komprehensif lain akan diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Sedangkan pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar dari aset moneter yang diklasifikasikan sebagai kelompok tersedia untuk dijual diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pada tahun 2012 dan 2011, Perusahaan memiliki aset keuangan tersedia untuk dijual seperti yang dijelaskan pada Catatan 4. Investasi saham diukur dengan metode biaya Investasi saham dengan kepemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun berjalan. Pada tahun 2012 dan 2011, SI mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai investasi saham diukur dengan metode biaya. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan Perusahaan menentukan secara individual jika terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan. Jika DRAFT FINAL/April 30, sign:

14 terdapat bukti objektif penurunan nilai secara individual, maka perhitungan penurunan nilai dengan menggunakan metode discounted cash flow dan/atau nilai wajar jaminan. Untuk aset keuangan yang tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai, maka Perusahaan membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai secara kolektif. Perhitungan secara kolektif dilakukan dengan prosentase tertentu. Setiap tahun Perusahaan akan mengkaji basis prosentase tersebut sampai dengan diperoleh data historis yang memadai. Dampak atas penurunan nilai yang terjadi sebelum penerapan dibebankan pada tahun berjalan karena pemisahan atas dampak tersebut tidak dapat dilakukan oleh Perusahaan dan tidak praktis. Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan dikelompokkan ke dalam kategori (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. (i) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Nilai wajar liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Pada tahun 2011, Perusahaan memiliki liabilitas keuangan berupa transaksi derivatif yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. (i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pada tahun 2012 dan 2011, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki liabilitas keuangan berupa utang bank jangka pendek, utang usaha, utang usaha, utang lain-lain, biaya yang masih harus dibayar, utang bank jangka panjang, utang sewa pembiayaan, utang pembelian kendaraan dan utang kepada lembaga keuangan lainnya yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Estimasi nilai wajar Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku pada laporan posisi keuangan. Investasi pada efek ekuitas yang nilai wajarnya tidak tersedia dicatat sebesar biaya perolehan. Nilai wajar untuk instrumen keuangan lain yang tidak diperdagangkan di pasar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian tertentu. Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi, disajikan sebesar nilai tercatat yang nilainya mendekati nilai wajar pada 31 Desember 2012 dan e. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian yang timbul sebagai akibat dari penjabaran aset dan liabilitas dalam mata uang asing dicatat sebagai laba atau rugi pada tahun yang bersangkutan. Pada tanggal laporan poisisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan mempergunakan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Kurs yang digunakan pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011, adalah sebagai berikut: DRAFT FINAL/April 30, sign:

15 3.f. Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi Efektif pada tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK N0. 7 (Revisi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi. Standar ini menyempurnakan panduan untuk pengungkapan hubungan pihakpihak berelasi, transaksi dan saldo termasuk komitmen. Standar juga memberikan penjelasan bahwa anggota personil manajemen kunci adalah pihak berelasi, sehingga mengharuskan pengungkapan atas kompensasi personil manajemen kunci untuk masing-masing kategori. Perusahaan dan Entitas Anak telah melakukan evaluasi terhadap hubungan pihakpihak berelasi dan memastikan laporan keuangan konsolidasian telah disusun menggunakan persyaratan pengungkapan yang telah direvisi. Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (entitas pelapor) yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor. b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain). ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). iii. iv. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a). Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a)(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). 3.g. 3.h. 3.i. 3.j. 3.k. Setara Kas Setara kas meliputi deposito jangka pendek yang jangka waktunya sama dengan atau kurang dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode masuk pertama, keluar pertama (FIFO). Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. Aset Bangun Kelola Serah Aset tetap berupa bangunan dalam rangka bangun, kelola dan serah (B.O.T) dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan diamortisasi berdasarkan taksiran masa manfaat aset dengan batas maksimum jangka waktu perjanjian B.O.T, yaitu antara 3-5 tahun menggunakan metode garis lurus. Aset Tetap Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah tidak disusutkan. Aset tetap lainnya disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat aset tetap sebagai berikut: DRAFT FINAL/April 30, sign:

16 Tahun/Years Bangunan 20 Prasarana 10 Peralatan proyek 2-8 Peralatan dan perlengkapan kantor 2-8 Kendaraan 4-6 Kapal Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 16 Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut diterapkan secara prospektif. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatatnya dikeluarkan dari kelompok aset tetap dan keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap dibukukan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada tahun yang bersangkutan. Aset sewa pembiayaan disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat yang sama dengan aset yang dimiliki atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan masa manfaat. 3.l. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Pada tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan dan Entitas Anak menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Perusahaan dan Entitas Anak mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset. Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi. 3.m. Sewa Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa lainnya, yang tidak memenuhi kriteria tersebut, diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Perusahaan dan Entitas Anak sebagai lessee mencatat aset sewa pembiayaan pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan yang ditentukan pada awal kontrak atau, jika lebih rendah, sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Liabilitas kepada lessor disajikan di dalam laporan posisi keuangan sebagai liabilitas sewa pembiayaan. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pengurangan dari liabilitas sewa sehingga mencapai suatu tingkat bunga yang konstan (tetap) atas saldo liabilitas. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna. Rental kontinjen diakui sebagai beban di dalam periode terjadinya. Transaksi Jual dan Sewa-balik Transaksi jual dan sewa-balik meliputi penjualan suatu aset dan penyewaan kembali aset yang sama. Suatu transaksi sewa-balik merupakan sewa pembiayaan, selisih lebih hasil penjualan dari nilai tercatat tidak dapat diakui segera sebagai pendapatan oleh penjual-lesee, tetapi ditangguhkan dan diamortisasi selama masa sewa. 3.n. Biaya Eksplorasi Tangguhan RBB menggunakan metode akuntansi successful effort dalam mencatat biaya eksplorasi dan evaluasi (E&E), sesuai dengan PSAK 29, Akuntansi Minyak dan Gas Bumi. Biaya pre-license yang dikeluarkan untuk memperoleh hak eksplorasi suatu wilayah dibebankan langsung ke laporan laba rugi pada saat dikeluarkan. Biaya E&E pada awalnya dikapitalisasi sebagai aset E&E. Pembayaran yang dikeluarkan DRAFT FINAL/April 30, sign:

17 untuk memperoleh hak eksplorasi, biaya jasa teknis dan penelitian, akuisisi seismik, pengeboran dan pengujian eksplorasi dikapitalisasi sebagai aset E&E. Aset berwujud yang digunakan untuk aktifitas E&E diklasifikasi sebagai aset minyak dan gas bumi. Akan tetapi karena aset berwujud tersebut dikonsumsi dalam pengembangan suatu aset E&E tidak berwujud, jumlah yang merefleksikan pemakaiannya dicatat sebagai biaya aset tidak berwujud. Biaya atas aset tidak berwujud tersebut termasuk biaya tetap, yang di dalamnya juga termasuk penyusutan aset minyak dan gas bumi yang digunakan untuk kegiatan E&E, bersamaan dengan biaya material lain yang digunakan selama tahap E&E. Biaya E&E tidak diamortisasi sampai dengan diperoleh kesimpulan dari hasil penilaian. Perlakuan aset E&E pada saat hasil penilaian diperoleh. Aset tidak berwujud dicatat sampai dengan keberadaan cadangan komersial dapat ditentukan dengan batasan tertentu termasuk penelaahan atas indikasi adanya penurunan nilai. Apabila cadangan komersial telah ditemukan, nilai tercatatnya setelah memperhitungkan penurunan nilai atas aset E&E, kemudian diklasifikasikan sebagai aset pengembangan dan produksi. Apabila cadangan komersial belum ditemukan, biaya yang telah dikapitalisasi harus dibebankan setelah kesimpulan hasil penilaian diperoleh. 3.o. Liabilitas Kontinjensi Liabilitas diestimasi diakui bila Perusahaan dan Entitas Anak memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan Perusahaan diharuskan menyelesaikan liabilitas serta jumlah liabilitas tersebut dapat diestimasi secara andal. Jumlah diakui sebagai liabilitas diestimasi merupakan taksiran terbaik yang diharuskan untuk menyelesaikan liabilitas pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan memperhatikan unsur risiko dan ketidakpastian yang melekat pada liabilitas. Liabilitas diestimasi diukur menggunakan estimasi arus kas untuk menyelesaikan liabilitas kini dengan jumlah tercatatnya sebesar nilai kini dari arus kas tersebut. Bila beberapa atau keseluruhan dari manfaat ekonomis mengharuskan penyelesaian liabilitas diestimasi diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian tagihan dapat diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal. 3.p. Program Imbalan Pasca Kerja Perusahaan dan Entitas Anak menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetap sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini. Metode penilaian aktuaria menggunakan metode Projected Unit Credit (PUC) Method. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini liabilitas imbalan pasti diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested. Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan pasti di laporan posisi keuangan merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui. 3.q. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku yang timbul dari pengalihan aset, utang, saham atau bentuk instrumen kepemilikan lainnya dalam transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali diakui sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali dan disajikan sebagai unsur ekuitas. 3.r. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan kontrak atas penyediaan jasa yang dapat diestimasi dengan andal, diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari kontrak pada tanggal laporan posisi keuangan. Hasil kontrak dapat diestimasi secara andal bila seluruh kondisi berikut ini dipenuhi: Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal; Besar kemungkinan manfaat ekonomi sehubungan dengan kontrak tersebut akan diperoleh Perusahaan; Tingkat penyelesaian dari suatu kontrak pada tanggal laporan posisi keuangan dapat diukur dengan andal; dan Biaya yang terjadi untuk kontrak dan untuk meyelesaikan kontrak tersebut dapat diukur dengan andal. Bila hasil transaksi kontrak penyediaan jasa tidak dapat diestimasi dengan andal, pendapatan diakui hanya sejauh yang berkaitan dengan biaya kontrak yang dapat diperoleh kembali. Bila jumlah biaya kontrak memungkinkan melebihi jumlah pendapatan jasa penyediaan, estimasi kerugian diakui segera sebagai beban. Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa. DRAFT FINAL/April 30, sign:

18 Beban diakui pada saat terjadinya. 3.s. Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Non Final Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas kecuali perbedaan yang berhubungan dengan pajak penghasilan final. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali apabila pajak tersebut terkait dengan transaksi yang langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekutias dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian, kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini. Pajak Penghasilan Final Beban pajak penghasilan final diakui proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode berjalan. Pendapatan dari kapal merupakan obyek pajak final sebesar 1,2%, sedangkan pendapatan dari jasa konstruksi merupakan obyek pajak final sebesar 3%. Selisih antara jumlah pembayaran pajak penghasilan final dengan jumlah yang dibebankan sebagai pajak kini pada perhitungan laba rugi diakui sebagai pajak penghasilan final dibayar dimuka atau utang pajak final. Akun pajak penghasilan final dibayar dimuka disajikan terpisah dari utang pajak penghasilan final. Perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas yang berhubungan dengan pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final dengan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset dan liabilitas pajak tangguhan. 3.t. Instrumen Keuangan Derivatif Dalam rangka penerapan kebijakan manajemen risiko, Perusahaan melakukan transaksi derivatif untuk lindung nilai dan bukan untuk tujuan spekulasi. Instrumen keuangan derivatif awalnya dinilai berdasarkan nilai wajar pada saat tanggal kontrak dibuat, dan selanjutnya dinilai kembali berdasarkan nilai wajar pada tanggal laporan keuangan. Perubahan nilai wajar dari instrumen keuangan derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Sedangkan perubahan nilai wajar dari instrumen keuangan derivatif yang dirancang dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk tujuan akuntansi diakui dalam pendapatan komprehensif lain. 3.u. 3.v. Laba Per Saham Laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun/periode yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar adalah saham untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2012 dan Informasi Segmen Perusahaan menerapkan PSAK 5 (Revisi 2009): Segmen Operasi. Standar mengharuskan entitas untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis. Standar juga menyempurnakan definisi segmen operasi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi dan melaporkan segmen operasi. Standar mengharuskan pendekatan manajemen dalam menyajikan informasi segmen menggunakan dasar yang sama seperti halnya pelaporan internal. Hal ini tidak menyebabkan tambahan penyajian segmen yang dilaporkan. Perusahaan mengoperasikan dan menjalankan bisnis melalui beberapa segmen operasi. Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang disampaikan kepada pengambil keputusan operasional. Dalam hal ini pengambil keputusan operasional yang mengambil keputusan strategis adalah Direksi dan Kepala Divisi. Pembuat keputusan operasional adalah Dewan Direksi dan Kepala Divisi. Dewan Direksi dan Kepala Divisi menelaah pelaporan internal Perusahaan untuk menilai kinerja dan mengalokasikan sumber daya. Manajemen menentukan operasi segmen berdasarkan laporan ini. DRAFT FINAL/April 30, sign:

19 3.w. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan Manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban selama tahun pelaporan. Nilai aset, liabilitas, pendapatan dan beban sebenarnya kemungkinan berbeda. Estimasi dan asumsi yang digunakan direview secara berkesinambungan. Revisi terhadap estimasi akuntansi diakui pada periode dimana estimasi tersebut direvisi dan periode yang dipengaruhi di masa mendatang. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. Estimasi Umur Manfaat Perusahaan melakukan penelaahan atas masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi atas perubahan estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor tersebut (lihat Catatan 11 untuk nilai tercatat aset tetap). Imbalan Pascakerja Nilai kini liabilitas pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat imbalan pascakerja. 4. Kas dan Setara Kas Kas 419,936, ,678,449 Bank PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3,649,884,028 9,294,258,162 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 17,977,455,400 8,450,030,695 PT Bank CIMB Niaga Tbk 1,042,985,881 2,188,719,491 PT Citibank, N.A., Jakarta 1,758,900,746 - Standard Chartered Bank, Jakarta 6,078,265,639 2,042,618,502 Lain - Lain (masing-masing dibawah ) 1,833,435,165 3,117,265,215 Dollar Amerika Serikat PT Bank DBS Indonesia Tbk 23,084,324,974 18,782,108,239 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 2,687,828,265 2,361,150,596 ANZ (dahulu Royal Bank of Scotland) 1,497,491,906 - PT Bank Ekonomi Rahardja 835,160,323 1,959,486,891 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3,514,377, ,146,307 PT Citibank, N.A., Jakarta 785,085, ,200,157 PT Bank CIMB Niaga Tbk 322,235,178 8,607,980 Lain - Lain (masing-masing dibawah ) 325,128,794 1,055,469,922 Dollar Singapore The Hongkong Shanghai Banking Corporation 108,949, ,812,079 PT Bank CIMB Niaga Tbk 658,034,572 96,872,119 Deposito Berjangka Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 15,529,125,000 21,328,392,560 PT Bank DBS Indonesia 3,133,589,095 - Jumlah 85,242,193,107 71,803,817,364 Tingkat Suku Bunga Deposito Berjangka per Tahun 3,5% - 6,25% 3,5% - 6,25% 5. Investasi Tersedia Untuk Dijual Biaya perolehan GMT Dana Obligasi Plus 1,250,000,000 1,250,000,000 Jumlah 1,250,000,000 1,250,000,000 Laba belum direalisasi 1,024,694, ,664,494 Nilai Wajar 2,274,694,239 2,234,664,494 DRAFT FINAL/April 30, sign:

20 GMT Dana Obligasi Plus Perusahaan memiliki unit penyertaan pada GMT Dana Obligasi Plus dengan manajer investasi PT GMT Aset Manajemen. Nilai wajar unit penyertaan ditentukan berdasarkan nilai aset bersih unit penyertaan pada 31 Maret 2012 dan Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya atas efek sebesar tahun 2012 dan tahun 2011 diakui sebagai bagian dari ekuitas. 6. Piutang Usaha Berdasarkan pelanggan Pihak - Pihak Berelasi PT Radiant Nusa Inv estama 215,198, ,198,850 PT Radiant Utama TS 195,537,429 66,753,331 PT Radiant Guna Persada 39,293,760 29,470,320 PT Guna Mandiri Paripurna 231,321, ,950,500 Lain-lain - 481,468, ,351, ,841,115 Pihak ketiga PT Chev ron Pacific Indonesia 43,678,869,481 27,624,767,081 Total E&P Indonesie 26,213,230,012 42,313,222,618 Conoco Philips Indonesia 38,407,462,247 26,165,088,113 PT Pertamina (Persero) 19,514,950,184 23,965,716,487 Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd. 22,983,121,044 22,946,670,594 BUT Petrochina International Jabung, Ltd 20,001,821,410 22,527,325,045 Mobil Cepu, Ltd. 9,907,684,911 7,929,869,216 Lain-lain (Dibawah 3% dari Jumlah) 122,903,829, ,463,217,509 Jumlah 303,610,968, ,935,876,664 Peny isihan piutang ragu-ragu (2,051,698,123) (2,051,698,123) Bersih 301,559,270, ,884,178,541 Jumlah Piutang Usaha - Bersih 302,240,621, ,851,019,656 Berdasarkan Umur Belum jatuh tempo 265,295,593, ,031,388,589 Sudah jatuh tempo 1 s/d 30 hari 24,261,777,013 26,810,329, s/d 60 hari 6,739,654,133 6,598,422, s/d 90 hari 3,193,092,722 2,949,053, s/d 120 hari 1,782,948,148 1,250,687,104 > 120 hari 3,019,253,972 5,262,837,437 Jumlah 304,292,319, ,902,717,779 Penyisihan piutang ragu-ragu (2,051,698,123) (2,051,698,123) Bersih 302,240,621, ,851,019,656 Berdasarkan mata uang Rupiah 185,351,419, ,643,144,148 USD 114,217,530,879 96,269,318,546 SGD 4,723,369,147 3,990,255,086 Jumlah 304,292,319, ,902,717,779 Penyisihan piutang ragu-ragu (2,051,698,123) (2,051,698,123) Bersih 302,240,621, ,851,019,656 DRAFT FINAL/April 30, sign:

21 Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu: Saldo awal 2,551,698,123 2,551,698,123 Penghapusan (500,000,000) (500,000,000) Saldo akhir 2,051,698,123 2,051,698,123 Jangka waktu rata-rata pemberian kredit penjualan jasa adalah 30 hari. Bunga tidak dikenakan atas keterlambatan pembayaran piutang. Perusahaan dan Entitas Anak tidak membentuk penyisihan piutang ragu-ragu terhadap seluruh piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 120 hari pada tanggal pelaporan karena manajemen mempertimbangkan tidak terdapat perubahan signifikan atas kualitas kredit dan jumlah tersebut masih dapat dipulihkan. Perusahaan membentuk penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan pada estimasi nilai tidak terpulihkan secara individual dan pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa lalu. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang usaha kepada pihak ketiga adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut, sedangkan terhadap piutang kepada pihak-pihak berelasi tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih. Piutang usaha sebesar dan masing-masing pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011, dijadikan jaminan atas utang bank jangka pendek (Catatan 14) dan utang bank jangka panjang (Catatan 18). Piutang usaha kepada Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd. sebesar pada tanggal 31 Maret 2011 dijadikan jaminan atas utang bank jangka pendek kepada Bank DBS Indonesia sebesar Persediaan Bahan Konstruksi 3,127,641,492 3,127,641,492 Suku Cadang 524,138, ,498,966 Film 222,848, ,727,947 Lain-lain 5,363,963,009 4,602,402,719 Jumlah 9,238,591,493 8,422,271, Perpajakan a. Pajak Dibayar di muka Perusahaan Pasal 4(2) 14,867,138 - Pasal 23 2,327,127,136 - Pajak Penghasilan - Pasal 28A (Catatan 34) Tahun ,510,811,909 4,510,811,909 Tahun ,522,554,980 3,522,554,980 Pajak Pertambahan Nilai - Bersih 13,464,462,526 21,475,318,739 Entitas Anak Pasal 21 2,595, ,451,533 Pasal 22 3,611,000 - Pasal 23 1,552,007,022 - Pasal ,608, ,814,673 Pajak pertambahan nilai - bersih 551,031, ,086,724 Jumlah 26,202,676,943 31,029,038,558 DRAFT FINAL/April 30, sign:

22 b. Utang Pajak Perusahaan Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) - 9,348,250 Pasal ,973,086 3,676,079,783 Pasal ,203, ,555,972 Pasal ,382,132 Entitas Anak Pajak Penghasilan Badan 2,401,498, ,623,306 Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) 6,566,667 56,809,300 Pasal 15 20,508,900 - Pasal 21 6,609,054,253 1,282,813,392 Pasal ,447,089 1,108,406,738 Pasal ,417,808 Pajak Pertambahan Nilai 509,986,230 1,967,975,080 Jumlah 10,583,238,684 9,987,411,762 c. Taksiran Beban Pajak Taksiran beban pajak perusahaan dan entitas anak terdiri dari : Perusahaan 2,567,173, ,655,063 Anak Perusahaan 2,088,214, ,063,152 Jumlah 4,655,388,078 1,572,718, Investasi pada Penyertaan Saham Merupakan investasi SI pada PT Sorik Marapi Geothermal Power dan Santa Fe Supraco Indonesia (SF), dengan persentase kepemilikan sebesar 5% yang dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi penurunan nilai pada setiap akhir tanggal pelaporan. PT Sorik Marapi Geothermal Power 5,317,440,000 2,567,040,000 Santa Fe Supraco Indonesia 465,215, ,215,000 Jumlah 5,782,655,000 3,032,255,000 SI meningkatkan penyertaan saham pada PT Sorik Marapi Geothermal Power menjadi sebesar dengan jumlah saham sebesar 29 lembar dan persentase kepemilikan sebesar 5%. 10. Aset Bangun Kelola Serah 1 Januari 31 Maret 2012 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2012 Biaya perolehan: Bangunan 3,297,263, ,297,263,671 Jumlah biaya perolehan 3,297,263, ,297,263,671 Akumulasi amortisasi 1,107,904, ,904, ,219,808,936 Jumlah Tercatat 2,189,359,420 2,077,454,737 DRAFT FINAL/April 30, sign:

23 1 Januari 31 Desember 2011 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2011 Biaya perolehan: Bangunan 2,238,093,671 1,059,170, ,297,263,671 Jumlah biaya perolehan 2,238,093,671 1,059,170, ,297,263,671 Akumulasi amortisasi 660,285, ,618, ,107,904,252 Jumlah Tercatat 1,577,808,154 2,189,359,420 Berdasarkan Perjanjian Bangun Kelola dan Serah pada tanggal 31 Maret 2004 antara Perusahaan dengan PT Citra Tubindo Tbk (CT), hak atas penggunaan dan pemanfaatan bangunan yang didirikan di atas tanah seluas 636 m 2 milik CT yang terletak di Jl. Hang Kesturi KM 4, Kabil Industri Estate Batam, telah dialihkan kepada Perusahaan untuk periode 3 tahun. Bangunan ini telah diserahkan kembali kepada CT karena telah habis masa kontraknya pada tahun Pada tanggal 8 Oktober 2008, Perusahaan mengadakan perjanjian yang sama dengan CT untuk area yang berbeda seluas 451 m2 di lokasi yang sama. Perjanjian ini berlaku sampai dengan 5 tahun sejak diselesaikannya bangunan pada tanggal 2 Maret Beban amortisasi dialokasikan sebagai beban langsung sebesar dan masing-masing pada tahun 2012 dan Aset Tetap Biaya perolehan: Pemilikan langsung 1 Januari 31 Maret 2012 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2012 Tanah 2,658,345, ,000, ,000, ,683,345,500 Bangunan 37,093,274, ,886, ,816,387,512 Prasarana 113,410, ,410,283 Peralatan proyek 87,771,072, ,367, ,247,002,111 80,388,438,438 Peralatan dan perlengkapan kantor 12,143,515, ,403, ,850,000 12,382,068,693 Kendaraan 77,321,307, ,250, ,763, ,888,794,126 Bangunan dalam proses -- 64,949, ,949,498 Kapal 20,750,000, ,750,000,000 Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 298,000,000, ,000,000,000 Aset sew a pembiay aan Kendaraan 6,495,443, ,495,443,212 Peralatan proyek 8,091,586, ,091,586,138 Jumlah 550,437,954,529 1,696,971,101 1,183,650,116 8,276,852, ,674,423,400 Akumulasi penyusutan: Pemilikan langsung Bangunan 2,704,904, ,518, ,246, ,061,175,856 Prasarana 113,410, ,410,283 Peralatan proyek 47,393,130,596 3,064,595, ,256,004,185 42,201,721,797 Peralatan dan perlengkapan kantor 10,136,581, ,125, ,847,925 10,474,859,563 Kendaraan 39,698,874,482 3,783,292, ,298, ,915,868,541 Kapal 5,810,000, ,352, ,237,352,949 Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 9,446,305, ,652,812, ,099,117,659 Aset sew a pembiay aan Kendaraan 4,781,903, ,891, ,291,795,303 Peralatan proyek 2,924,398, ,215, ,475,613,404 Jumlah 123,009,508,468 13,808,804, ,545,592 8,276,852, ,870,915,355 Jumlah Tercatat 427,428,446, ,803,508,048 DRAFT FINAL/April 30, sign:

24 Biaya perolehan: Pemilikan langsung 1 Januari 31 Desember 2011 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2011 Tanah 2,658,345, ,658,345,500 Bangunan 5,260,802,945 31,994,077, ,606,000-37,093,274,361 Prasarana 113,410, ,410,283 Peralatan proyek 64,920,962,409 18,864,548, ,550,555 (4,468,112,285) 87,771,072,572 Peralatan dan perlengkapan kantor 10,596,587,800 1,552,907,270 5,980,000 12,143,515,069 Kendaraan 151,326,829,539 23,542,110, ,494,439,548 (9,946,806,844) 77,321,307,394 Kapal 20,750,000, ,750,000,000 Mobile Offshore Production Unit (MOPU) - 298,000,000, ,000,000,000 Aset sew a pembiay aan - Kendaraan 13,065,743,624 3,376,506,432-9,946,806,844 6,495,443,212 Peralatan proyek 4,468,112,285 8,091,586,138-4,468,112,285 8,091,586,138 Jumlah 273,160,794, ,421,736, ,144,576, ,437,954,529 Akumulasi penyusutan: Pemilikan langsung Bangunan 1,289,103,217 1,433,308, ,507,317-2,704,904,416 Prasarana 113,410, ,410,283 Peralatan proyek 37,574,341,932 10,250,375, ,586,899-47,393,130,596 Peralatan dan perlengkapan kantor 8,328,003,572 1,813,958,718 5,380,793-10,136,581,497 Kendaraan 56,158,844,656 23,983,782,500 53,518,821,492 13,075,068,818 39,698,874,482 Kapal 4,542,500,002 1,267,500, ,810,000,006 Mobile Offshore Production Unit (MOPU) - 9,446,305, ,446,305,159 Aset sew a pembiay aan Kendaraan 16,311,317,736 1,545,654,981 - (13,075,068,818) 4,781,903,899 Peralatan proyek 1,207,313,117 1,717,085, ,924,398,130 Jumlah 125,524,834,515 51,457,970,454 53,973,296, ,009,508,468 Jumlah Tercatat 147,635,959, ,428,446,061 Perincian keuntungan atas penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: Hasil penjualan 937,000,000 67,818,142,941 Jumlah tercatat aset tetap yang dijual 560,786,342 54,171,279,602 Keuntungan penjualan aset tetap 376,213,658 13,646,863,339 Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut: DRAFT FINAL/April 30, sign:

25 Pemilikan langsung: Beban langsung (Catatan 27) 12,153,819,479 43,956,911,576 Beban usaha (Catatan 28) 661,118,433 3,250,652,144 Aset sewa pembiayaan: Beban langsung (Catatan 27) 965,640,651 3,925,305,038 Beban usaha (Catatan 28) 95,466, ,101,696 Jumlah 13,876,044,590 51,132,868,758 Perusahaan dan Entitas Anak memiliki enam bidang tanah di beberapa daerah dengan hak legal berupa HGB yang akan jatuh tempo antara tahun 2019 sampai dengan tahun Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Aset tetap digunakan sebagai jaminan atas Utang Bank Jangka Pendek, Utang Bank Jangka Panjang, Liabilitas Sewa Pembiayaan dan Utang Pembelian Kendaraan (Catatan 14, 18, 21 dan 22). Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal laporan posisi keuangan. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian atas aset yang dipertanggungkan. 12. Biaya Eksplorasi Tangguhan Merupakan pembayaran RBB kepada BP Migas sehubungan dengan penandatanganan kesepakatan Kontrak Bagi Hasil dan biaya eksplorasi lainnya (Catatan 34h). 13. Rekening Bank Dibatasi Penggunaannya Merupakan saldo bank milik Perusahaan dan SI yang penarikannya dibatasi dan hanya digunakan dalam rangka pembayaran utang bank jangka pendek dan jangka panjang dengan perincian sebagai berikut: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 8,614,573,598 21,172,729,265 PT Citibank N.A., Jakarta 2,843,979,627 2,068,922,998 PT Bank Ekonomi 592,231, ,349,997 PT Bank Bukopin 39,702,919 39,632,603 PT Bank Pembangunan Daerah Riau - 995,001 Jumlah 12,090,487,983 23,873,629,863 DRAFT FINAL/April 30, sign:

26 14. Utang Bank Jangka Pendek Rupiah PT Bank DBS Indonesia 60,000,000,000 53,200,000,000 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 45,823,407,581 50,171,090,215 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5,940,000,000 5,940,000,000 Stadard Chartered Bank, Jakarta 5,375,174,881 - ANZ (dahulu Royal Bank of Scotland) 2,165,745,887 - PT Citibank N.A., Jakarta 22,231,323,663 - USD PT Citibank N.A., Jakarta 9,092,468,700 18,545,173,088 ANZ (dahulu Royal Bank of Scotland) 19,507,504,865 13,694,808,260 PT Bank DBS Indonesia 13,311,000,000 10,881,600,000 Standard Chartered Bank, Jakarta -- 8,506,870,122 Jumlah 183,446,625, ,939,541,684 Suku Bunga per Tahun Selama Tahun Berjalan Rupiah 10% % 10% % USD 4.74% - 5.5% 4.74% - 5.5% PT Bank DBS Indonesia Merupakan fasilitas pinjaman khusus bersifat berulang dan fasilitas kredit modal kerja yang diperoleh Perusahaan dengan masing-masing maksimum pinjaman sebesar dan pada tahun 2010 dengan suku bunga tetap pada 10 % per tahun dan berjangka waktu 12 bulan yang akan jatuh tempo pada tanggal 4 Juni Pinjaman ini dijamin dengan jaminan piutang sebesar sekurang-kurangnya (Catatan 14) yang sampai dengan tanggal laporan posisi keuangan piutang-piutang tersebut belum ditentukan oleh pihak bank dan Perusahaan, perjanjian gadai atas deposito berjangka milik Perusahaan sekurang-kurangnya 10% dari jumlah pokok fasilitas. Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut di atas, Perusahaan diwajibkan menjaga dan mempertahankan Rasio Debt to EBITDA maksimum 3 kali, Debt Service Ratio mínimum 1,5 kali, Gearing Ratio maksimum 2,5 kali, nilai modal yang ditempatkan pemegang saham Perusahaan dan subordinasi pinjaman dan atau fasiltas keuangan apapun minimun 200 miliar dan pemegang saham individu baik langsung maupun tidak langsung, Tuan Ahmad Ganis memegang 51% kepemilikan saham Perusahaan. Perjanjian juga mencakup persyaratan tertentu antara lain tanpa persetujuan tertulis bank Perusahaan tidak diijinkan untuk merubah jenis usaha, mengajukan permohonan pailit, membayar utang kepada pemegang saham, direksi, komisaris dan/atau induk atau Entitas Anak, mengubah bentuk/status hukum, melikuidasi dan meleburkan, membuat dan menandatangani perjanjian yang bersifat material menguntungkan pemegang saham, direksi dan komisaris serta membuat pengalihan hak secara fidusia, surat pengakuan utang, hak tanggungan dan pembebanan biaya. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Merupakan fasilitas kredit modal kerja (KMK) dengan suku bunga mengambang dan fasilitas penerbitan bank garansi untuk jaminan tender dan pelaksanaan jasa-jasa pendukung operasi perminyakan dan gas bumi yang diperoleh SI pada tanggal 26 Maret Fasilitas pinjaman ini telah ditingkatkan sampai dengan (KMK) dan (bank garansi) pada tanggal 26 Agustus Pinjaman ini berjangka waktu 12 bulan. Berdasarkan Adendum Perjanjian pada tanggal 26 Juni 2011, pinjaman ini diperpanjang sampai dengan 25 Maret Sehubungan dengan fasilitas pinjaman di atas, SI disyaratkan membuka rekening escrow yang hanya digunakan sebagai rekening penerima dana pinjaman dan pembayaran pinjaman (Catatan 13). Pinjaman ini dijamin dengan 4 bidang tanah dan bangunan milik SI, 2 unit kendaraan bermotor milik SI, 1 unit mesin Crawler dan 5 unit kapal atas nama SL, hak atas tagihan SI dari proyek yang dibiayai dan proyek lain yang tidak sedang dijaminkan ke kreditur lain, serta jaminan dari PT Radiant Utama Interinsco Tbk, pemegang saham. Perjanjian pinjaman BNI juga mencakup persyaratan tertentu antara lain membatasi hak SI untuk merubah anggaran dasar, bentuk/status hukum, susunan kepemilikan saham, atau susunan pengurus, menambah utang selain yang sudah ada, melakukan investasi baru, membagikan dividen, melakukan penarikan modal, melakukan penggabungan usaha (merger), menambah piutang pihak-pihak berelasi dan menanggung utang pihak ketiga. Selain itu, SI diwajibkan menjaga dan mempertahankan Current Ratio minimum 1,25 kali, Debt to Equity Ratio maksimum 2,40 kali Debt Service Ratio minimum 100%. PT Bank Mandiri ( Persero Tbk ) Merupakan fasilitas Kredit Modal Kerja ( KMK ) dan penerbitan bank garansi. Fasilitas pinjaman ini maksimum sebesar. DRAFT FINAL/April 30, sign:

27 ,- dan bank garansi sebesar ,-. Pinjaman ini berjangka waktu 12 bulan dengan tingkat bunga sebesar 11,50% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan deposito sebesar dan 17 unit kendaraan. ANZ Panin Bank Merupakan fasilitas pinjaman khusus bersifat berulang yang diperoleh Perusahaan dengan masing-masing maksimum pinjaman sebesar USD 3,000,000 untuk fasilitas dalam USD dan ekuivalen USD 2,700,000 untuk fasilitas dalam Rupiah atau kombinasi kedua mata uang. Fasilitas ini masing-masing dikenakan suku bunga mengambang. Perjanjian ini dijaminkan dengan deposito berjangka dan piutang usaha (Catatan 6). Kecuali dengan persetujuan tertulis bank telah diperoleh, Perusahaan tidak boleh membuat atau mengizinkan untuk mengadakan gadai, hipotek, pembeban biaya, pengalihan, hipotek, pembebanan atau kepentingan jaminan lainnya, atau pengaturan lain yang mempunyai efek dari suatu kepentingan jaminan, terhadap aset apapun, termasuk tanpa batasan pendapatan pada di masa datang, untuk menjamin liabilitas kepada kreditur lain, mengubah komposisi dan/atau identitas anggota dewan Direksi, Komisaris dan pemegang saham. Standard Chartered Bank, Jakarta Pada tahun 2008, SI memperoleh fasilitas modal kerja dari Standard Chartered Bank, Jakarta. Fasilitas kredit modal kerja diperpanjang tanggal 27 Agustus 2010 dengan peningkatan kredit maksimum menjadi sebesar USD 12,000,000. Perjanjian ini berjangka waktu 12 bulan. Fasilitas ini dikenakan suku bunga mengambang dan jatuh tempo 31 Agustus Fasilitas ini telah diperpanjang sampai 31 Agustus Bunga dikenakan dimuka setiap kali SI menarik pinjaman. Fasilitas pinjaman ini dijaminkan dengan fidusia atas piutang usaha tidak kurang dari USD 15,000,000 dan corporate guarantee dari PT Radiant Utama Interinsco Tbk. Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut di atas, SI diwajibkan memenuhi batasan-batasan tertentu antara lain untuk memenuhi rasio-rasio keuangan tertentu. Perjanjian tersebut juga mencakup kondisi dan resiko atas pelanggaran perjanjian. SI diwajibkan menjaga dan mempertahankan Debt to Equity Ratio maksimum 2.75 kali, EBITDA minimum 2,5 kali. PT Citibank N.A., Jakarta Merupakan fasilitas pinjaman transaksi khusus bersifat berulang yang diperoleh SI pada tahun 2008 dengan maksimum pinjaman sebesar USD 5,600,000 pada tahun 2009 dengan suku bunga mengambang dan berjangka waktu 12 bulan sejak 25 Agustus Fasilitas pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan 31 Agustus Fasilitas pinjaman ini dijaminkan dengan fidusia atas piutang usaha sekurang-kurangnya USD 5,000,000 dan corporate guarantee dari PT Radiant Utama Interinsco Tbk. DRAFT FINAL/April 30, sign:

28 15. Utang Usaha Berdasarkan pemasok: Global Process Systems, LLC (GPS) 27,293,590,899 26,960,597,197 PT Pratita Prama Nugraha 5,591,586,070 5,297,232,513 PT Vadhana International 2,464,187,863 3,820,682,100 Sparrows Offshore Services 2,718,568,046 2,982,071,286 PT Promindo Makmur Abadi 1,321,192,669 1,949,620,000 Lain-lain (masing-masing di bawah 3% dari jumlah) 15,387,411,078 10,670,830,759 Jumlah 54,776,536,624 51,681,033,855 Berdasarkan mata uang Rupiah 17,216,906,961 11,332,429,351 USD 34,262,329,096 36,029,783,687 SGD 2,131,748,271 2,219,788,148 Euro 1,165,552,296 2,099,032,669 Jumlah 54,776,536,624 51,681,033,855 Utang usaha kepada GPS dijamin dengan piutang usaha kepada Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd. (Catatan 6, 34.a dan 34.b). Jangka waktu utang usaha berkisar antara 30 sampai 90 hari. 16. Utang Lain-lain Pihak-pihak berelasi (Catatan 32) 8,125,275, ,830,408 Pihak Ketiga Santa Fe BV 3,809,700,000 3,763,220,000 Enviro 1,936,889, Lain-lain 9,665,430,195 28,458,747,419 Sub Jumlah 15,412,019,864 32,221,967,419 Jumlah 23,537,295,795 33,149,797,828 Utang kepada SF merupakan utang SI atas penyertaan saham. DRAFT FINAL/April 30, sign:

29 17. Biaya Masih Harus Dibayar Gaji dan Tunjangan 47,432,322,405 23,286,499,817 Pesangon Pegawai Kontrak 11,295,254,326 9,242,265,850 Subkontraktor 9,158,514,939 7,094,028,158 Bunga 2,223,182, ,254,380 Lain-lain 14,647,456,237 24,534,632,048 Jumlah 84,756,730,281 64,744,680, Utang Bank Jangka Panjang PT Bank DBS Indonesia 292,096,277, ,540,468,927 PT Bank Ekonomi Raharja Tbk 30,771,834,855 32,935,077,713 Jumlah 322,868,112, ,475,546,640 Bagian jatuh tempo dalam satu tahun (91,344,372,733) (87,619,060,830) Hutang Bank Jangka Panjang - Bersih 231,523,739, ,856,485,810 Suku bunga per tahun selama tahun berjalan - Rupiah 6% - 12,75% 6% - 12,75% PT Bank DBS Indonesia Merupakan fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan tahun 2010 dengan maksimum pinjaman sebesar yang ditujukan untuk membayar utang obligasi yang akan jatuh tempo pada tahun Pinjaman ini berjangka waktu 36 bulan dengan suku bunga tetap pada 10,25% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan piutang sebesar sekurang-kurangnya (Catatan 14) Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut di atas, Perusahaan diwajibkan memenuhi batasan-batasan tertentu antara lain untuk memenuhi rasio-rasio keuangan tertentu yang mengacu pada rasio keuangan konsolidasian Perusahaan. Perjanjian tersebut juga mencakup kondisi dan risiko atas pelanggaran perjanjian. Pada tanggal 27 Juli 2011, Perusahaan juga mendapatkan fasilitas pinjaman investasi dari Bank DBS Indonesia dengan maksimum pinjaman sebesar USD 30,000,000. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian 1 Unit Mobile Offshore Production Unit ( MOPU ). Pinjaman ini berjangka waktu 60 bulan dengan suku bunga tetap sebesar 5.35% per tahun. Pembayaran pokok dan bunga dilakukan setiap 3 bulan sekali. Pinjaman ini dijamin dengan aset tersebut dan piutang usaha kepada Santos ( Madura Offshore ) Pty. Ltd. PT Bank Ekonomi Rahardja Perusahaan Merupakan fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan tahun 2011 dengan maksimum pinjaman sebesar yang digunakan untuk membeli kendaraan dalam rangka kerjasama dengan PT. Chevron Pasific Indonesia. Pinjaman ini berjangka waktu 3 tahun dengan suku bunga 10.15% per tahun. Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut diatas, Perusahaan diwajibkan memenuhi rasio rasio keuangan tertentu yang mengacu pada rasio keuangan konsolidasian perusahaan. Perjanjian tersebut juga mencakup kondisi dan risiko atas pelanggaran perjanjian. PT Supraco Indonesia (SI) Merupakan fasilitas pinjaman SI yang diberikan oleh Bank Ekonomi untuk tujuan pembelian Gedung sebesar di Jl.Kapten Tendean No.24, Jakarta. Pinjaman ini berjangka waktu 84 bulan dengan tingkat bunga 10.5% per tahun. DRAFT FINAL/April 30, sign:

30 19. Utang Lembaga Keuangan Lain Merupakan fasilitas pinjaman yang di peroleh perusahaan dari The Enterprise Fund II Ltd. Singapore pada tanggal 25 Juli 2011 dengan maksimum pinjaman sebesar SGD 9,680,000. Pinjaman ini digunakan untuk tambahan pembelian 1 Unit Mobile Offshore Production Unit dan modal kerja. Tingkat bunga pinjaman ini sebesar 12% per tahun. Jatuh tempo pengembalian pinjaman ini pada tanggal 27 Juli 2015 dan pembayaran bunga dilakukan setiap 3 bulan yang dimulai pada tanggal 27 Oktober Pinjaman ini dijamin dengan jaminan aset tersebut dan corporate guarantee dari PT. Radiant Nusa Investama dan Supraco Indonesia. 20. Aset dan Liabilitas Derivatif Perusahaan menandatangani kontrak swap (Cross Currency Swap) dengan HSBC pada tanggal 26 Juli 2011 dan efektif tanggal 27 Juli 2011 dengan nilai pertukaran awal Perusahaan mendapatkan USD 7,600,000 dari HSBC dengan tingkat bunga tetap sebesar 13.20% per tahun dan Perusahaan juga memberikan SGD 9,142,800 kepada HSBC dengan tingkat bunga tetap sebesar 12% per tahun. Perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 27 Juli Penerimaan bunga dan pembayaran bunga dilakukan setiap 3 bulan yang dimulai pada tanggal 27 Oktober Berikut ini adalah informasi sehubungan dengan nilai wajar dari kontrak swap tersebut pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011: 31 Maret Desember 2011 Piutang Hutang Piutang Hutang Kontrak Cross Currency Swap 66,430,487,664 69,768,000,000 63,764,904,324 68,916,800,000 Jumlah 66,430,487,664 69,768,000,000 63,764,904,324 68,916,800,000 Perubahan nilai wajar kontrak dibebankan ke Laporan Laba Rugi Komprehensif. 21. Liabilitas Sewa Pembiayaan Berdasarkan Jatuh Tempo Pembayaran yang Jatuh Tempo pada Tahun: ,577,150, ,447,437,800 5,089,021, ,398,872,500 1,586,944, ,361, ,701,000 Jumlah Pembayaran Minimum Sewa 7,015,671,300 8,354,817,000 Bunga (584,166,709) (450,838,918) Nilai Kini Pembayaran Minimum Sewa 6,431,504,591 7,903,978,082 Bagian Jatuh Tempo dalam Satu Tahun (5,190,616,644) (5,464,003,170) Liabilitas Sewa Pembiayaan Jangka Panjang - Bersih 1,240,887,947 2,439,974,912 Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan kebijakan untuk membeli peralatan proyek dan kendaraan melalui sewa pembiayaan (finance lease). Jangka waktu sewa antara 2 sampai 3 tahun dengan suku bunga efektif antara 5% - 8% per tahun. Utang ini dijamin dengan kendaraan bermotor dan peralatan proyek yang dibiayai. DRAFT FINAL/April 30, sign:

31 22. Utang Pembelian Aset tetap PT CIMB Niaga Auto Finance 986,743, ,584,198,792 PT BCA 1,495,490,158 - PT BII Finance 367,609,183 60,160,838 Lain-lain 814,816,194 3,463,300,061 Jumlah 3,664,659,491 5,107,659,691 Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (2,705,761,907) (3,463,300,072) Hutang Jangka Panjang - Bersih 958,897,584 1,644,359,619 Utang pembelian aset tetap kepada PT CIMB Niaga Auto Finance dan PT BII Finance merupakan pinjaman atas pembelian kendaraan Perusahaan. Pinjaman ini masing-masing berjangka waktu 2 3 tahun dengan suku bunga efektif antara 4,9% - 9,96% per tahun dan dijamin dengan kendaraan yang dibiayai (Catatan 11 ) Utang SI atas pembelian kendaraan ini merupakan fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh PT BCA Finance (KKB BCA). Fasilitas ini berupa kredit kendaraan bermotor BCA atas 2 unit Pajero, 1 unit Camry, 1 unit Alphard, dan 1 unit Mainhoul. 23. Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Perusahaan dan entitas anak menghitung Provisi Imbalan Kerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No.13/2003. Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 381 dan 360 karyawan masing-masing pada tahun 2012 dan Mutasi liabilitas bersih di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: Saldo awal 13,249,495,746 12,059,436,571 Beban tahun berjalan (Catatan 29) 600,000,000 3,245,985,818 Pembayaran manfaat (348,973,161) (2,055,926,643) Saldo akhir 13,500,522,585 13,249,495,746 Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh aktuaris independen, PT Konsultan Aktuaria Mizan. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut: 24. Modal Saham Sesuai dengan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek Perusahaan, PT Adimitra Transferindo, susunan pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut: DRAFT FINAL/April 30, sign:

32 25. Tambahan Modal Disetor Merupakan agio saham atas penawaran umum perdana saham Perusahaan pada tahun 2006 setelah dikurangi dengan biaya emisi saham dengan perincian sebagai berikut: 26. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Merupakan selisih nilai transaksi dengan nilai buku atas perolehan saham SI dari PT Radiant Nusa Investama dan Tn. Asad Umar Baredwan masing-masing pada tanggal 28 Juni 2002 dan 5 Maret Perolehan tersebut dilakukan antara entitas sepengendali sehingga selisih antara bagian Perusahaan atas nilai buku aset bersih dengan harga perolehan dicatat sebagai selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dalam ekuitas. Perolehan tersebut didasarkan pada aset bersih SI pada tanggal 30 Juni 2002 dan 5 Maret 2003 sebagai berikut: 27. Pendapatan Jasa pendukung operasi 219,126,211, ,073,132,555 Jasa kegiatan lepas pantai 52,609,385,947 52,408,415,700 Jasa inspeksi 33,871,608,551 22,198,831,478 Jasa pengerukan dan pelayaran 7,496,095,783 2,007,575,035 Lain-lain 2,362,311,082 19,539,385,255 Jumlah 315,465,612, ,227,340,023 Jumlah pendapatan periode 2012 dan 2011, diperoleh dari pihak pihak berelasi tidak signifikan dibandingkan dengan pendapatan konsolidasian (Catatan 33). Berikut ini adalah rincian pendapatan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan masing-masing pada periode 2012 dan 2011: Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd. 34,065,688, ,602,090,542 PT Chevron Indonesia 22,585,928, ,403,479,795 Total E & P Indonesia 31,711,324, ,666,510,664 Jumlah 88,362,941, ,672,081,001 DRAFT FINAL/April 30, sign:

33 28. Beban Langsung Gaji dan tunjangan 170,597,021, ,047,612,094 Peralatan dan perlengkapan 12,477,274,261 26,710,049,648 Subkontraktor 14,532,094,999 36,139,347,953 Penyusutan (Catatan 14) 13,119,460,130 10,272,424,736 Transportasi 8,262,147,150 10,804,219,962 Material 5,515,169,322 3,812,832,621 Akomodasi 3,125,515,380 2,646,972,069 Beban proyek 4,882,623,165 1,276,101,710 Seragam dan perlengkapan keamanan 567,322, ,247,702 Mobilisasi dan demobilisasi 2,001,984, ,573,747 Lain-lain 33,622,787,616 17,215,790,930 Jumlah 268,703,400, ,986,173, Beban Usaha Gaji dan tunjangan 13,724,766,019 11,407,701,277 Keperluan kantor 1,354,005,925 1,453,465,036 Beban gedung 796,819,645 1,011,612,786 Transportasi 781,294, ,719,451 Penyusutan (Catatan 13) 756,584, ,491,022 Imbalan pasca kerja (Catatan 23) 600,000, ,000,000 Pendidikan dan pelatihan 749,533, ,817,185 Perjamuan dan sumbangan 236,585, ,822,679 Perjalanan dinas 606,417, ,078,699 Jasa profesional 552,715, ,458,001 Lain-lain 905,160, ,407,248 Jumlah 21,063,883,590 18,534,573,384 Beban Penjualan 413,469, ,786,350 Jumlah 413,469, ,786, Dividen Tunai dan Cadangan Umum Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat sebagaimana dinyatakan dalam Akta Berita Acara No. 25 tanggal 28 Juni 2011 dari P. Sutrisno A. Tampubolon, S.H., notaris di Jakarta, telah disetujui pembagian dividen tunai untuk tahun 2010 sebesar atau 8 per saham dan menetapkan tambahan cadangan umum sebesar Laba per Saham Dasar Laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk tujuan perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut: Laba bersih untuk perhitungan laba bersih per saham dasar 10,451,711,172 3,366,093,679 DRAFT FINAL/April 30, sign:

34 Jumlah Saham Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa untuk perhitungan laba bersih per saham dasar. Pada tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan tidak memiliki efek yang berpotensi saham biasa yang dilutif. 32. Sifat dan Transaksi Pihak-Pihak Berelasi Sifat Pihak Pihak Berelasi a. Perusahaan yang sebagian pengurus atau manajemennya sama dengan Perusahaan: - PT Santa FE Supraco Indonesia - PT Radiant Utama - PT Radiant Guna Persada - PT Guna Mandiri b. PT Radiant Nusa Investama merupakan pemegang saham mayoritas Perusahaan. Transaksi-transaksi Pihak Pihak Berelasi Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi tertentu dengan pihak-pihak hubungan berelasi, yang meliputi antara lain: a. 0,003% dan 0,0004% dari jumlah pendapatan tahun 2012 dan 2011, merupakan pendapatan dari pihak pihak berelasi, yang dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat yang disepakati. Pada tanggal laporan posisi keuangan, piutang atas pendapatan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha, yang meliputi 0,05% dan 0,005% dari jumlah aset masing-masing pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember b. Perusahaan dan Entitas Anak juga mempunyai transaksi piutang diluar usaha sebagai berikut: Piutang Perusahaan kepada RU terutama merupakan pemberian pinjaman. Berdasarkan perjanjian tanggal 1 Juni 2006, jangka waktu pinjaman adalah 5 (lima) tahun dan dikenakan bunga 12% per tahun dengan jaminan perusahaan dari RNI. Piutang Perusahaan kepada RNI, GM, RGP dan pihak-pihak berelasi lainnya terutama timbul dari biaya yang dibayarkan terlebih dahulu oleh Perusahaan dan entitas anak. Sejak tanggal 30 Desember 2010, utang tersebut dikenakan suku bunga mengambang dan jangka waktu masing-masing pinjaman 5 tahun. c. Perusahaan dan Entitas Anak juga mempunyai transaksi utang diluar usaha sebagai berikut: DRAFT FINAL/April 30, sign:

35 Utang Perusahaan kepada RGP merupakan utang atas sewa gedung untuk operasional kantor dan biaya servis gedung. Utang Perusahaan kepada RNI per 31 Maret 2012 merupakan utang dividen tahun buku Utang SI kepada RGP sebesar merupakan pinjaman tanpa bunga jangka waktu pengembalian yang pasti. 33. Informasi Segmen Segmen Operasi Perusahaan dan Entitas Anak pada saat ini melakukan kegiatan usaha sebagai berikut: 1. Jasa pendukung operasi meliputi: jasa penyediaan sumber daya manusia, pemeliharaan dan perbaikan, sewa kendaraan serta penyediaan dan pengelolaan terintegrasi untuk basis lapangan migas. 2. Jasa inspeksi meliputi: jasa voluntary inspection, statutory inspection, non destructive testing services dan oil country tubular goods. 3. Jasa kegiatan lepas pantai meliputi: agen dan mobile offshare production unit. 4. Jasa pelayaran dalam negeri. 5. Jasa lain-lain meliputi: pelatihan, analisa dampak lingkungan dan lainnya. Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha: 2012 Jasa kegiatan Jasa Pendukung Jasa kegiatan pengerukan dan Operasi Jasa Inspeksi lepas pantai pelayaran Lain-lain Konsolidasi Laporan Laba Rugi Pendapatan ekstern 218,616,711,296 32,099,924,572 38,326,324,347 7,496,095,783 2,362,311, ,901,367,080 Pendapatan antar segmen 509,499,999 1,771,683,979 14,283,061, ,564,245,578 Total Pendapatan Segmen 219,126,211,295 33,871,608,551 52,609,385,947 7,496,095,783 2,362,311, ,465,612,659 Laba Usaha 25,284,858 Laba Usaha Sebelum Pajak 15,107,099 Informasi Lainnya Aset Segmen yang tidak dapat dialokasikan 1,026,600,593 Kewajiban Segmen yang tidak dapat dialokasikan 803,391, Jasa kegiatan Jasa pendukung Jasa kegiatan pengerukan dan operasi Jasa inspeksi lepas pantai pelayaran Lain-lain Konsolidasi Laporan Laba Rugi Pendapatan Pendapatan ekstern 172,073,132,555 22,198,831,478 43,034,244,856 2,007,575,035 19,539,385, ,853,169,179 Pendapatan antar segmen - - 9,374,170, ,374,170,844 Total Pendapatan Segmen 172,073,132,555 22,198,831,478 52,408,415,700 2,007,575,035 19,539,385, ,227,340,023 Laba Usaha 12,121,807,116 Laba Usaha Sebelum Pajak 4,941,781,893 Informasi Lainnya Aset segmen yang tidak dapat dialokasikan 684,513,483,109 Kewajiban segmen yang tidak dapat dialokasikan 467,162,429,893 DRAFT FINAL/April 30, sign:

36 Segmen Geografis Operasi Perusahaan dan Entitas Anak berlokasi di wilayah Indonesia yang memiliki risiko dan imbalan relatif sama. Jawa 182,618,745, ,893,605,080 Sumatera 61,096,872,360 84,615,080,473 Kalimantan 71,749,994,993 51,718,654,470 Jumlah 315,465,612, ,227,340, Ikatan a. Pada tanggal 27 April 2006, Perusahaan menandatangani perjanjian Maleo Development dengan Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd., yang tertuang dalam perjanjian No mengenai Mobile Offshore Project Unit (MOPU) Operating Services yang berlaku sampai 28 September 2010 dengan nilai kontrak sebesar USD Pada tanggal 8 Maret 2010, Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd., mengadakan addendum dengan Perusahaan atas perjanjian di atas dengan Ref No. 013/MDO/LEG/III/10 diperpanjang dengan jangka waktu perjanjian untuk periode 5 tahun. b. Pada tanggal 27 April 2006, Perusahaan menandatangani perjanjian Bareboat Charter of MOPU dengan Global Process System, LLC (GPS) untuk mendukung proyek Santos Maleo Development dengan tarif sewa per hari yang akan ditagih secara bulanan. Perjanjian ini berjangka waktu minimal 4 tahun, untuk tahap pengoperasian awal dan berlanjut ke tahap berikutnya mengacu pada addendum dari Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd dengan Ref No. 013/MDO/LEG/III/10 dimana kontrak GPS merupakan suatu perjanjian yang tidak terpisahkan dengan kontrak Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd. Pada tanggal 20 September 2006, GPS mengadakan addendum dengan Perusahaan atas perjanjian di atas, dimana piutang usaha Perusahaan kepada Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd. harus dijaminkan kepada GPS dan diatur berdasarkan hukuminggris (Catatan 6) dan pada tanggal 27 Juli 2011 piutang usaha tesebut dijadikan jaminan atas utang kepada Bank DBS Indonesia ( Catatan 18). Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham No. 13 tanggal 14 Nopember 2006 dari P. Sutrisno A. Tampubolon, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui antara lain: Pengalihan hak secara fidusia (jaminan fidusia) atas tagihan kepada Santos (Madura Offshare) Pty. Ltd., dengan nilai penjaminan sampai dengan USD untuk kepentingan GPS. General assignment berdasarkan hukum Inggris yang akan ditandatangani oleh Perusahaan untuk kepentingan GPS. c. Pada tanggal 30 Juli 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Chevron Pacific Indonesia yang tertuang dalam kontak No.70/7233/DAT/2010 mengenai jasa-jasa pengoperasian enam (6) unit hoist yang berlaku selama 48 bulan dengan nilai kontrak sebesar d. Pada 24 Maret 2010, Perusahaan menandatangani kontrak dengan PT. Antam Tbk yang tertuang dalam kontrak No. 70/7233/DAT/2010 mengenai jasa penyediaan tenaga kerja untuk ditempatkan di unit bisnis pertambangan emas Pongkor. Kontrak ini berlaku sejak tanggal 25 Maret 2010 sampai dengan 24 Maret 2012 dengan nilai kontrak sebesar e. SI mengadakan perjanjian sebagai berikut: 1) Pada tanggal 8 September 2010, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Santos (Sampang) Pty., Ltd. yang tertuang dalam kontrak mengenai Provision of Operations and Engineering Services yang berlaku sampai dengan 31 Agustus 2012 dengan nilai kontrak ) Pada tanggal 14 Mei 2008, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Chevron Pacific Indonesia yang tertuang dalam kontrak No OK mengenai penyediaan kendaraan sebanyak 268 unit (termasuk 11 unit cadangan) yang berlaku sampai dengan tanggal 4 Agustus 2011 dengan nilai kontrak ) Pada tanggal 2 Juni 2008, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Chevron Pacific Indonesia yang tertuang dalam kontrak No OK mengenai penyediaan kendaraan sebanyak 226 unit (termasuk 11 unit cadangan) yang berlaku sampai dengan tanggal 26 Agustus 2011 dengan nilai kontrak ) Pada tanggal 1 Januari 2009, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Total E&P Indonesie yang tertuang dalam kontak No mengenai jasa-jasa pendukung operasi untuk konstruksi dan pengeboran yang berlaku sampai dengan tanggal 31 Mei 2011 dengan nilai kontrak ) Pada tanggal 18 April 2009, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Chevron Pacific Indonesia yang tertuang dalam kontak No. C mengenai jasa-jasa pendukung operasi dan pemeliharaan fasilitas produksi di DRAFT FINAL/April 30, sign:

37 drilling yang berlaku sampai dengan tanggal 17 April 2013 dengan nilai kontrak ) Pada tanggal 15 Juni 2009, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Chevron Geothermal Salak Ltd dan Chevron Geothermal Indonesia Ltd yang tertuang dalam kontrak No. C mengenai jasa-jasa profesional, administrasi, inspector, dan inspeksi NDT di Salak, Darajat dan Jakarta yang berlaku sampai dengan tanggal 14 Juni 2012 dengan nilai kontrak ) Pada tanggal 1 Agustus 2010, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Conoco Philips Indonesia Inc yang tertuang dalam kontrak No. CS mengenai jasa penyedia tenaga kerja yang berlaku sampai dengan tanggal 31 Januari 2013 dengan nilai kontrak ) Pada tanggal 1 Juni 2011, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Total E&P Indonesia yang tertuang dalam kontrak No mengenai jasa-jasa pendukung kegiatan perminyakan dan penyediaan 1 unit crane 150 tonase dan paket dredging dan lifting yang berlaku sampai dengan tanggal 31 mei 2014 dengan nilai kontrak USD 7,121,268. 9) Pada tanggal 25 Nopember 2010, SI menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Agri Resources Asia (ARS), dimana SI sepakat untuk melepas kepemilikan sahamnya di RBB maksimum 51%, kepada ARS setelah dipenuhi persyaratan seperti ditetapkan dalam perjanjian. Terkait dengan itu ARS setuju untuk membayar Firm Commitment Deposit kepada SI sebesar 20 miliar yang akan diperhitungan sebagai bagian dari harga jual saham. Pada tanggal laporan posisi keuangan setoran tersebut disajikan sebagai utang lain-lain. f. Pada tanggal 8 Januari 2010, SL telah mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Buminata Aji Perkasa (BAP) sehubungan dengan kesepakatan pengalihan operasional pekerjaan proyek, dimana BAP yang memiliki kontrak dengan Total E&P Indonesia (TOTAL). SL dan BAP sepakat apabila dimungkinkan untuk mengalihkan kontrak TOTAL atas nama SL. Perjanjian in berlaku sejak tanggal 3 Desember 2009 sampai dengan terpenuhinya seluruh hak dan liabilitas para pihak yang timbul dari perjanjian ini. g. SDW mengadakan perjanjian sebagai berikut: 1) Pada tanggal 15 Desember 2009, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan BUT Global Santa Fe Drilling Company mengenai jasa penyediaan tenaga kerja yang berlaku selama dua tahun. 2) Pada tanggal 22 Pebruari 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan BUT Triton Industries Inc., mengenai jasa penyediaan tenaga kerja yang berlaku selama dua tahun. 3) Pada tanggal 1 Juni 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. Hitek Nusantara Offshore Drilling mengenai jasa penyediaan tenaga kerja yang beriaku selama dua tahun. h. Pada tanggal 13 Nopember 2008, RBB menandatangani kesepakatan Kontrak Bagi Hasil (PSC) dengan Pemerintah Republik Indonesia (Pemerintah RI) dalam hal ini diwakili oleh BP Migas yang berjangka waktu 30 tahun. Berdasarkan PSC antara lain diatur hal-hal sebagai berikut: RBB diwajibkan untuk membayar signature bonus kepada Pemerintah RI sejumlah USD 1,000,000 setelah penandatanganan kontrak tersebut. RBB diwajibkan untuk membayar kepada Pemerintah RI sejumlah USD 200,000 untuk tujuan tertentu selama tahun pertama kontrak. RBB diwajibkan untuk membayar bonus produksi kepada Pemerintah RI sejumlah USD 1,000,000 sampai dengan USD 4,000,000 setelah produksi kumulatif Petroleum dari area kontrak mencapai 25 sampai dengan 75 MBOE (Million Barrels of Oil Equivalent). Pada saat kontrak berakhir atau diputuskan, pelepasan sebagian kontrak area, atau penutupan lapangan, RBB diharuskan untuk memindahkan semua peralatan dan instalasi dari kontrak area dan melakukan seluruh aktivitas restorasi sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum di kontrak atau peraturan pemerintah yang berlaku. Biaya untuk penutupan dan pekerjaan restorasi area dapat dipulihkan berdasarkan usulan dari masing-masing kontrak. 35. Instrumen Keungan, Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan Kebijakan Akuntansi Rincian kebijakan akuntansi penting dan metode yang diterapkan (termasuk kriteria pengakuan, dasar pengukuran, dan dasar pengakuan pendapatan dan beban) untuk klasifikasi aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas diungkapkan dalam Catatan 3.d. DRAFT FINAL/April 30, sign:

38 Klasifikasi Instrumen Keuangan Aset keuangan Aset Keuangan Tersedia Untuk Dijual Inv estasi Tersedia Untuk Dijual 12,774,694,239 2,234,664,494 Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Kas dan Setara Kas 85,242,193,107 71,803,817,364 Piutang Usaha-Bersih 302,557,579, ,851,019,656 Piutang Lain-lain 17,718,098,861 16,129,275,512 Piutang Kepada Pihak - Pihak Berelasi 24,426,975,496 13,232,223,422 Rekening Bank Dibatasi Penggunaany a 12,090,487,983 23,873,629,863 Aset Tidak Lancar Lain-lain 11,958,397,749 11,574,692,042 Jumlah 453,993,732, ,699,322,353 Liabilitas keuangan Utang Bank Jangka Pendek 183,446,625, ,939,541,684 Utang Usaha 60,781,110,579 51,681,033,855 Utang Lain-lain 30,366,495,977 33,149,797,828 Biay a Masih Harus Dibay ar 84,593,745,868 64,744,680,253 Utang Bank Jangka Panjang 323,117,809,851 87,619,060,830 Utang Kepada Lembaga Keuangan Lain 70,747,635,200 67,511,514,400 Liabilitas Sewa Pembiay aan 6,431,504,591 2,439,974,912 Utang Pembelian Aset Tetap 3,414,962,342 1,644,359,619 Jumlah 762,899,889, ,729,963,380 Pada tanggal pelaporan tidak terdapat konsentrasi yang signifikan atas risiko kredit. Jumlah tercatat yang tercermin di atas merupakan eksposur maksimum risiko kredit Perusahaan dan Entitas Anak untuk pinjaman yang diberikan dan piutang. a. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko kredit, risiko nilai tukar, risiko suku bunga dan risiko likuiditas. Manajemen menelaah dan mengeluarkan kebijakan untuk mengelola masing-masing risiko. Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan kebijakan manajemen risiko yang bertujuan untuk meminimalkan pengaruh ketidakpastian pasar terhadap kinerja keuangan Perusahaan dan Entitas Anak. Berikut ini ringkasan kebijakan dan pengelolaan manajemen risiko tersebut: Manajemen risiko kredit Perusahaan dan Entitas Anak bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dengan meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Risiko kredit timbul dari risiko kegagalan dari counterpart atas liabilitas kontraktual yang dapat mengakibatkan kerugian keuangan kepada Perusahaan dan Entitas Anak. Perusahaan dan Entitas Anak meminimalkan eksposur risiko kredit yang timbul dari piutang usaha dengan kebijakan untuk memastikan bahwa transaksi dilakukan dengan pelanggan dengan riwayat catatan kredit yang baik. Untuk aset keuangan lainnya seperti kas dan setara kas, Perusahaan meminimalkan risiko kredit dengan melakukan penempatan pada pihak-pihak yang bereputasi (Catatan 4). Piutang usaha Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari beberapa pelanggan dan tersebar dalam wilayah geografis Indonesia. Konsentrasi atas risiko kredit terbatas karena para pelanggan tidak terkait. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki eksposur risiko kredit yang signifikan kepada satu pihak atau group yang memiliki karakteristik yang sama. Manajemen risiko nilai tukar mata uang asing Perusahaan dan Entitas Anak memiliki eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar yang timbul dari transaksi dengan pelanggan maupun pemasok yang didenominasi dalam mata uang USD. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut: DRAFT FINAL/April 30, sign:

39 Mata uang US$ Mata uang S$ Mata uang lainnya/*) ekuivalen dalam ekuivalen dalam ekuivalen dalam ASET Kas dan setara kas 39,630,093, ,984,176 0 Piutang usaha 118,493,372,437 4,724,334,569 0 Piutang kepada pihak - pihak berelasi 15,090,132, Aset Derivatif 0 66,821,433,792 0 Lain - Lain 2,084,666, Jumlah Aset Moneter 175,298,264,957 72,312,752,537 0 KEWAJIBAN Pinjaman jangka pendek 32,818,504, Hutang usaha 80,376,853,207 2,816,206,678 2,186,993,451 Hutang usaha kepada pihak-pihak berelasi 9,950,482,724 Biaya masih harus dibayar 888,527,794 2,765,093,704 0 Pinjaman jangka Panjang 252,388,047,026 64,416,489,683 0 Hutang Derivatif 68,916,800, Jumlah Kew ajiban Moneter 445,339,215,616 69,997,790,065 2,186,993,451 Jumlah Aset (Kew ajiban) Moneter - Bersih (270,040,950,659) 2,314,962,472 (2,186,993,451) Ekuivalen dalam Mata Uang Asing (29,072,133) 316,743 (178,399) Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing, mengakibatkan Perusahaan dan Entitas Anak mengalami kerugian mata uang asing sebesar dan masing-masing untuk tahun 2012 dan Di samping itu, Perusahaan juga mengalami kerugian perubahan nilai wajar derivative tahun 2012 sebesar Manajemen risiko suku bunga Risiko suku bunga adalah risiko dimana arus kas atau nilai wajar di masa datang atas instrumen keuangan Perusahaan dan Entitas Anak akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur risiko arus kas Perusahaan dan Entitas Anak terutama timbul dari deposito berjangka, utang bank jangka panjang (Bank Negara Indonesia) dan utang bank jangka pendek (Bank Negara Indonesia, ANZ (dahulu Royal Bank of Scotland), dan Standard Chartered Bank) yang menggunakan suku bunga mengambang. Eksposur risiko nilai wajar terutama timbul utang bank jangka pendek (Bank DBS Indonesia), utang bank jangka panjang (Bank DBS Indonesia, dan Bank Pembangunan Daerah Riau), sewa pembiayaan dan pembelian kendaraan yang menggunakan suku bunga tetap. Perusahaan dan Entitas Anak memonitor perubahan suku bunga pasar untuk memastikan suku bunga Perusahaan dan Entitas Anak sesuai dengan pasar. Analisis sensitivitas dibawah ini, ditentukan berdasarkan eksposur suku bunga terhadap liabilitas keuangan yang menggunakan suku bunga mengambang pada tahun Analisa ini disajikan dengan asumsi saldo liabilitas keuangan pada akhir periode pelaporan beredar sepanjang tahun. Manajemen risiko likuiditas Risiko likuiditas muncul terutama dari pendanaan umum atas operasi Perusahaan. Perusahaan memiliki kebijakan untuk mengelola likuiditas secara hati-hati dengan memelihara kecukupan saldo kas dan ketersediaan modal kerja. Pemeliharaan tersebut dilakukan dengan cara mempertahankan cadangan yang memadai, fasilitas perbankan, dengan terus memantau rencana dan realisasi arus kas dengan cara pencocokkan profil jatuh tempo aset keuangan dan liabilitas keuangan. DRAFT FINAL/April 30, sign:

40 Tabel berikut merupakan analisis liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2011 berdasarkan jatuh tempo dari tanggal laporan posisi keuangan sampai dengan tanggal jatuh tempo. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel adalah berdasarkan jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan yang tidak didiskontokan termasuk bunga yang akan diakru, kecuali apabila Perusahaan dan Entitas Anak berhak dan berkeinginan membayar liabilitas sebelum jatuh tempo. Pada tanggal 31 Maret 2012, Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai fasilitas kredit yang belum digunakan yang ditujukan untuk mengurangi risiko likuiditas. Manajemen Permodalan Tujuan dari Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan hasil bagi pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya, dan untuk memberikan imbal hasil yang memadai kepada pemegang saham dengan menentukan harga produk dan jasa yang sepadan dengan tingkat risiko. Perusahaan menetapkan sejumlah modal sesuai proporsi terhadap risiko. Perusahaan memonitor modal dengan dasar rasio utang terhadap modal yang disesuaikan. Rasio ini dihitung sebagai berikut: utang neto dibagi modal. Utang neto merupakan total utang (sebagaimana jumlah dalam laporan posisi keuangan) dikurangi kas dan setara kas. Modal yang disesuaikan terdiri dari seluruh komponen ekuitas (meliputi modal saham, selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing dan saldo laba). Selama tahun 2012, strategi Perusahaan tidak berubah yaitu mempertahankan rasio utang terhadap modal yang disesuaikan. DRAFT FINAL/April 30, sign:

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM 30 JUNI 2011 ( TIDAK DIAUDIT ) DAN 31 DESEMBER 2010 ( DIAUDIT ) DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

Lebih terperinci

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2011 DAN TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) DAN LAPORAN KEUANGAN

Lebih terperinci

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM 30 SEPTEMBER 2011 ( TIDAK DIAUDIT ) DAN 31 DESEMBER 2010 ( DIAUDIT ) DAN PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA

Lebih terperinci

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk. DAN ENTITAS ANAK

PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk. DAN ENTITAS ANAK PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk. DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 September 2015 ( tidak diaudit ) dan 31 Desember 2014 ( diaudit )

Lebih terperinci

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 ( TIDAK DIAUDIT ) DAN 31 DESEMBER 2011 ( DIAUDIT ) DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TANGGAL

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2015

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2014

Lebih terperinci

PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk. DAN ENTITAS ANAK

PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk. DAN ENTITAS ANAK PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk. DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 ( tidak diaudit )

Lebih terperinci

30 Juni 31 Desember

30 Juni 31 Desember LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 30 Juni 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 73102500927 63710521871 Investasi 2072565000 1964636608 Piutang usaha - setelah

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2012

Lebih terperinci

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. AR/L-099/12 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Sidomulyo Selaras Tbk Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan konsolidasian PT Sidomulyo Selaras Tbk

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK 30 September 2014 Dan 31 Desember 2013 Serta Untuk Periode-Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2014 dan

Lebih terperinci

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di

Lebih terperinci

PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2014

PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2014 PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK Lampiran 1/1 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN ASET 31 Desember 31 Desember

Lebih terperinci

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2012 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR

Lebih terperinci

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN (Mata Uang Rupiah) 1 PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAN SEMBILAN BULAN

Lebih terperinci

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7 PT ALKINDO NARATAMA Tbk dan ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 31 Desember 2011, 2010 Dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009 Dan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember

Lebih terperinci

PT LIPPO SECURITIES Tbk

PT LIPPO SECURITIES Tbk Laporan Keuangan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 (Tidak Diaudit), serta Laporan Posisi Keuangan Tanggal 31 Maret 2018 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2017 (Diaudit)

Lebih terperinci

1. Umum. a. Pendirian dan Informasi Umum

1. Umum. a. Pendirian dan Informasi Umum 1. Umum a. Pendirian dan Informasi Umum PT Toko Gunung Agung Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama CV Ayumas Jakarta pada tahun 1973 dan diubah menjadi perseroan terbatas (PT) berdasarkan Akta No. 30

Lebih terperinci

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) Approved by: PT SEKAWAN INTIPRATAMA

Lebih terperinci

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen

Lebih terperinci

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 DAFTAR ISI Halaman

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2016 DAN 30 SEPTEMBER 2015 (MATA UANG RUPIAH)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2016 DAN 30 SEPTEMBER 2015 (MATA UANG RUPIAH) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2016 DAN 30 SEPTEMBER 2015 (MATA UANG RUPIAH) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 30 SEPTEMBER 2015 Daftar

Lebih terperinci

PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT MITRA INVESTINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN PER

Lebih terperinci

PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2010

PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2010 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastucture, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi

Lebih terperinci

PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT)

PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT) PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT) 1 PT SIANTAR TOP Tbk NERACA PER TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT) Catatan

Lebih terperinci

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL P.T. RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI - LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Halaman

Lebih terperinci

PT. PUSAKO TARINKA, Tbk

PT. PUSAKO TARINKA, Tbk PT. PUSAKO TARINKA, Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM 6 (ENAM) BULANAN Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 DAFTAR ISI Halaman 1. Laporan Posisi Keuangan Interim 30 Juni 2012

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen LAPORAN KEUANGAN Dan Laporan Auditor Independen Daftar Isi Laporan Auditor Independen Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif...

Lebih terperinci

PT BALI TOWERINDO SENTRA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT BALI TOWERINDO SENTRA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT BALI TOWERINDO SENTRA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian tanggal 30 Juni 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2014 dan 2013

Lebih terperinci

30 September 31 Desember Catatan

30 September 31 Desember Catatan LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 30 September 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2e, 4, 30, 33 59998597270 63710521871 Investasi 2c, 5, 30, 33 2068611000

Lebih terperinci

PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan keuangan konsolidasian untuk tiga (3) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011

PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan keuangan konsolidasian untuk tiga (3) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 Laporan keuangan konsolidasian untuk tiga (3) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 Daftar Isi Halaman I. Laporan Posisi keuangan Konsolidasian 1-2 II. Laporan Laba Rugi Komprehensif

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2013 dan 2012 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2013 dan 2012 Beserta LAPORAN AUDITOR PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2013 dan 2012 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali) LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2011, 2010 dan 1 Januari 2010/ 31 Desember 2009 1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember 2009 2011 2010 (Disajikan kembali) ASET ASET LANCAR

Lebih terperinci

PT ALKINDO NARATAMA TBK

PT ALKINDO NARATAMA TBK ARSYAD & REKAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK PT ALKINDO NARATAMA TBK LAPORAN KEUANGAN INTERIM BESERTA LAPORAN AKUNTAN INDEPENDEN 30 SEPTEMBER 2011 (DIREVIEW), 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) DAN UNTUK SEMBILAN BULAN

Lebih terperinci

Revisi PT MITRA INVESTINDO Tbk

Revisi PT MITRA INVESTINDO Tbk Revisi PT MITRA INVESTINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) SERTA PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

P.T. MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

P.T. MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK P.T. MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2015 (TIDAK DIAUDIT), 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT) DAN 1 JANUARI 2014/31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR

Lebih terperinci

Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember beserta Laporan Auditor Independen

Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember beserta Laporan Auditor Independen p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember 2017 beserta Laporan Auditor Independen Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012 (TIDAK DIAUDIT) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Lebih terperinci

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN KONSOLIDASIAN Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN PER 30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN

Lebih terperinci

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 30 SEPTEMBER 2015, 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT) P.T. RODA VIVATEX

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 31 DESEMBER 2011 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

Lebih terperinci

- 0 - PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2014 DAN 2013

- 0 - PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2014 DAN 2013 - 0 - LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2014 DAN 2013 - 1 - LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013 ASET Catatan ASET LANCAR Kas dan bank

Lebih terperinci

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK

Lebih terperinci

p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017

p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017 p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017 Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER

Lebih terperinci

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN

Lebih terperinci

DAFTAR STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BERLAKU SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2011 PSAK / ISAK / PPSAK UMUM

DAFTAR STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BERLAKU SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2011 PSAK / ISAK / PPSAK UMUM DAFTAR STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BERLAKU SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2011 No 1 PSAK 1 (2009) PSAK / ISAK / PPSAK UMUM Penyajian Laporan Keuangan 2 PSAK 2 (2009) Laporan Arus Kas 3 PSAK 3 (2010) Laporan

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT 2013 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2013 SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN

Lebih terperinci

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 Dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 (Audited)

Lebih terperinci

PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2012 dan 2011

PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2012 dan 2011 Laporan keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2012 dan 2011 Daftar Isi Halaman I. Laporan Posisi keuangan Konsolidasian 1-2 II. Laporan Laba Rugi

Lebih terperinci

PT Alam Karya Unggul Tbk (d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) dan Entitas Anak

PT Alam Karya Unggul Tbk (d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) dan Entitas Anak (d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir 30 September 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit) dan untuk periode enam bulan yang berakhir

Lebih terperinci

PT POOL ADVISTA INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 2011

PT POOL ADVISTA INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 2011 PT POOL ADVISTA INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 2011 Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian... 1-2 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian...

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan

BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS III.1 Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan PT MMS didirikan di Jakarta berdasarkan Akta No.14 tanggal 4 Oktober 1989 dari Notaris Winnie Hadiprojo, SH., notaris

Lebih terperinci

PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT MITRA INVESTINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (AUDITAN) SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN PER

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (Mata Uang Rupiah)

Lebih terperinci

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Lebih terperinci

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian

Lebih terperinci

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 (UnAudited) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2015 (Audited) dan Laporan Keuangan

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG

Lebih terperinci

Jumlah Aset Lancar

Jumlah Aset Lancar PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2011, 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2010 (Disajikan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan

Lebih terperinci

PT ALKINDO NARATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT ALKINDO NARATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ALKINDO NARATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) (Mata Uang Indonesia)

Lebih terperinci

PT SUGIH ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SUGIH ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Interim Konsolidasian Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2012 Dan 2011 Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2011 PT SUGIH ENERGY Tbk

Lebih terperinci

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017 PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017 - 1 - PT SUPARMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PER 31 MARET 2018 DAN 31 DESEMBER 2017 ASET

Lebih terperinci

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2013 Dan 2012 Dan Laporan Auditor Independen

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2013 Dan 2012 Dan Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. ASR/L-102/14 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Golden Retailindo Tbk Kami telah mengaudit laporan keuangan

Lebih terperinci

PT BATAVIA PROSPERINDO INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN

PT BATAVIA PROSPERINDO INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAFTAR ISI Pernyataan Direksi dan Komisaris Ekshibit Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian A Laporan Laba Rugi Komprehensif

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2014 DAN 2013 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2014

Lebih terperinci

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 September 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dan Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2012 dan

Lebih terperinci

PT SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS Tbk

PT SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS Tbk Laporan Keuangan Tanggal 31 Maret 2013 Dan 31 Desember 2012 Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2013 Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir (Mata

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN ASET Catatan ASET LANCAR Kas dan setara kas 2e,2h,4 3.481.123.418 22.905.396.860 Dana yang dibatasi penggunaannya 2e,2i,5 38.299.113.429 43.658.804.298 Piutang usaha 2e,6 Pihak

Lebih terperinci

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3-4. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3-4. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5 Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan keuangan konsolidasian Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3-4 Laporan

Lebih terperinci

PT VISI TELEKOMUNIKASI INFRASTRUKTUR Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT VISI TELEKOMUNIKASI INFRASTRUKTUR Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 MARET 2018 SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Nama Klien PT Q2 Technologies Periode Audit 31 Desember 2012 No Opini KNT&R-C2/0102/13 Tanggal

Lebih terperinci

Jumlah Aset Lancar 80,278,114,864 69,876,058,857

Jumlah Aset Lancar 80,278,114,864 69,876,058,857 PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 (Disajikan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan 31 Maret 2012 31

Lebih terperinci

PT GEMA GRAHASARANA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT GEMA GRAHASARANA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT GEMA GRAHASARANA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 JUNI 2015 (TIDAK DI AUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 DAN 1 JANUARI 2014/31 DESEMBER 2013 (DISAJIKAN KEMBALI) SERTA ENAM BULAN

Lebih terperinci

PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 JUNI 2015 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2014) (MATA UANG INDONESIA)

Lebih terperinci

PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM UNTUK PERIODE TIGA BULAN DAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2015 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT)

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 Daftar Isi Halaman

Lebih terperinci