BAB 3 EKONOMI INTERNASIONAL
|
|
|
- Utami Tanudjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 3 EKONOMI INTERNASIONAL A. Perdagangan Internasional Perdagangan internasional adalah bentuk pertukaran barang dan jasa yang dilakukan masyarakat dunia atau antar negara. Pertukaran ini menunjukan bahwa interaksi dalam perdagangan sangat luas seiring dengan pesatnya kebutuhan akan barang dan jasa. 1. Faktor dan Manfaat Pendorong Perdagangan Internasional Faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional adalah : a. Perbedaan sumber daya alam b. Penghematan biaya produksi (efisiensi) c. Selera akan barang/jasa tertentu d. Perbedaan tingkat teknologi Manfaat adanya perdagangan internasional adalah : a. Sebagai sumber penerimaan devisa b. Memperluas lapangan kerja c. Stabilisasi harga d. Peningkatan kualitas konsumsi e. Percepatan alih teknologi 2. Teori Perdagangan Internasional a. Teori Keunggulan Mutlak (Absolute Adventage) dari Adam Smith Teori ini menjelaskan bahwa suatu negara bisa melakukan perdagangan internasional jika mampu memproduksi barang dengan biaya yang lebih murah dibandingkan negara lain. Jika suatu negara tidak mempunyai produk dengan biaya lebih murah maka tidak bisa dalam perdagangan internasional. Berikut tabel jumlah produksi dalam satu hari : Negara Produk Mobil Motor Jepang Amerika 100 unit 80 unit 400 unit 160 unit Analisis Absolute Adventage : Dilihat dari produktifitas sumber daya terlihat Jepang mampu menghasilkan kedua jenis produk dalam jumlah yang lebih banyak. Sehingga penggunaan sumber daya di Jepang lebih efisien/unggul untuk kedua jenis barang dibandingkan dengan di Amerika. Kesimpulannya Jepang memiliki keunggulan mutlak untuk produk mobil dan motor dibandingkan dengan Amerika. b. Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Adventage) dari David Richardo Teori ini menjelaskan bahwa dua negara tetap bisa melakukan perdagangan internasional walaupun salah satu negara tida memiliki keunggulan mutlak, sebab secara komparatif suatu negara pasti memiliki barang yang paling efisien dan menguntungkan. Berikut tabel jumlah produksi dalam satu hari : Produk Negara Dasar Tukar Dalam Negeri Mobil Motor Jepang 100 unit 400 unit Amerika 80 unit 160 unit Analisis Comparative Adventage : Mobil Jepang, biaya membuat 1 mobil = membuat 4 motor Amerika, biaya membuat 1 mobil = membuat 2 motor Kesimpulan : Amerika secara komparatif unggul pada produk mobil sebesar 2 motor (4-2) lebih murah 1 mobil = 4 motor 1 mobil = 2 motor 1 motor = 0,25 mobil 1 motor = 0,5 mobil Motor Jepang, biaya membuat 1 motor = membuat 0,25 mobil Amerika, biaya membuat 1 motor = membuat 0,5 mobil Kesimpulan : Jepang secara komparatif unggul pada produk motor sebesar 0,25 mobil (5 0,25) lebih murah 3. Proteksi Proteksi dalam perdagangan internasional menunjukan kebijakan suatu negara dalam perdagangan internasional dengan mempertimbangkan aspek perlindungan atas kemajuan perekonomian nasional. Melalui proteksi, negara yang bersangkutan bisa mengendalikan arus barang dan jasa dari dan ke luar negeri. Alasan adanya proteksi dalam perdagangan internasional adalah : a. Melindungi industri dalam negeri yang masih baru b. Melindungi tenaga kerja dalam negeri c. Mencegah politik dumping dari produsen luar negeri d. Mencegah over specialitation e. Mengurangi defisit neraca pembayaran f. Melindungi industri-industri strategis dalam negeri Jenis-jenis proteksi a. Tarif, yaitu kebiajakan pemerintah dengan mengenakan pajak dalam prosentase tertentu pada harga barang impor. P S Sebelum ada tarif harga barang di dalam negeri sebesar P DN dan jumlah Q DN. Harga ini lebih mahal dibandingkan harga pasar dunia sebesar P W. E Pada tingkat P W produsen lokal hanya mampu memproduksi PDN sebesar Q 1 menghadapi permintaan sebesar Q 4, kekurangannya PT akan diisi oleh barang impor sebesar Q 4 Q 1. Jika tarif barang impor dikenakan maka harga akan naik menjadi PW P T, produsen lokal akan memproduksi sebesar Q 2 mengahdapi permintaan sebesar Q 3, kekurangannya akan diisi dengan impor D sebesar Q 3 Q 2. Q 1 Q 2 Q DN Q 3 Q 4 Q
2 b. Kuota, yaitu kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan cara membatasi masuknya barang impor. Ketika kuota barang impor sebesar Q 2 harga yang berlaku P 2 Ketika kuota barang impor dikurangi menjadi Q 1 harga naik menjadi P 1 Ketika kuota barang impor ditambah menjadi Q 3 harga turun P 1 P P 3 P 2 S 1 S 2 S 3 Kuota dikurangi Kuota ditambah P 1 D Q 1 Q 2 Q 3 c. Larangan impor, kebijakan pemerintah yang melarang masuknya barang impor atas pertimbangan kepentingan nasional. Tujuan kebijakan ini adalah : 1) Mengurangi pesaing 2) Meningkatkan harga produk dalam negeri 3) Meningkatkan penjualan produk dalam negeri 4) Mengurangi kemungkinan larinya devisa ke luar negeri Ketika impor dibuka pada harga P M produsen lokal mampu memproduksi sebesar Q 1 menghadapi permintaan sebesar Q 3, keurangannya diisi dengan impor sebesar Q 3 Q 1. Ketika ada larangan impor maka harga naik menjadi P 2 dengan permintaan dalam negeri sebesar Q 2. P 2 P P M D S Q 1 Q 2 Q 3 Q d. Subsidi, yaitu kebijakan pemerintah melalui bantuan kepada produsen dalam negeri agar dapat menekan biaya produksi sehingga bisa bersaing dengan produk asing. Subsidi ini bisa berupa tambahan dana modal, subsidi bahan baku dan lain-lain. Dampak kebijakan subsidi dalam perdagangan internasional dapat dilihat dalam grafik berikut. Tanpa subsidi harga berada pada tingkat P 2 dengan jumlah produksi dan permintaan sebesar Q 2, padahal harga pasar dunia lebih murah yaitu sebesar P 1, pada tingkat harga ini produsen lokal hanya mampu memproduksi sebsar Q 1 menghadapi permintaan sebesar Q 3, kekurangannya diisi dengan impor sebesar Q 3 Q 1 Ketika ada subsidi sebesar EA sehingga penawaran bergeser ke kanan dari S S 1 atau bersedia memproduksi sebesar Q 3 sehingga harga turun menjadi P 1. kondisi ini tidak memerlukan impor lagi e. Dumping, yaitu kebijakan suatu negara dengan cara menjual barang ke luar negeri lebih murah dibandingkan di dalam negeri. Tujuan kebijakan ini diantaranya adalah : 1) Penguasaan pasar luar negeri 2) Mencapai target tertentu 3) Menghabiskan sisa barang. P P 2 P 1 E Subsidi A Q 1 Q 2 Q 3 S D S 1 Q Di luar negeri harga ditetapkan P 1 dengan keuntungan sebesar daerah ABCP 1 Di dalam negeri harga ditetapkan P 2 (lebih mahal) dengan keuntungan sebesar daerah DEFP 2 P 1 P Pasar Luar Negeri C P 2 F Pasar Dalam Negeri A B D E MC D 1 MR 2 D 2 Q 1 MR 1 Q 2 Q f. Larangan ekspor, yaitu kebijakan pemerintah dengan melarang ekspor barang tertentu ke luar negeri. Alasan kebijakan ini diantaranya bisa karena barang tersebut tergolong langka dan strategis bagi kepentingan nasional. g. Premi, yaitu kebijakan pemerintah menambahkan dana dalam bentuk uang kepada produsen yang berhasil mencapai target tertentu. Dampak yang diharapkan adalah : 1) Produksi dalam negeri lebih murah 2) Jumlah produksi lebih banyak 3) Kelangsungan produsen terjaga h. Diskriminasi harga, yaitu kebijakan pemerintah dengan mentapkan harga yang berbeda dari barang yang sama di berbagai negara tujuan ekspor. Alasan kebijakan ini adalah : 1) Kemampuan negara tujuan 2) Selera negara tujuan 3) Alasan politis tertentu
3 4. Devisa Devisa adalah valuta asing yang telah memiliki catatan kurs resmi di bank sentral atau Bank Indonesia Fungsi devisa adalah : a. Untuk menjaga stabilitas ekonomi b. Mempermudah dalam transaksi internasional c. Menjaga stabilitas neraca pembayaran Sumber devisa yaitu : a. Kegiatan ekspor barang/jasa b. Pungutan bea masuk c. Bantuan luar negeri d. Penerimaan piutang e. Pendapatan bunga tabungan dalam bentuk valas Penggunaan devisa yaitu : a. Untuk membeli (impor) barang dan jasa b. Untuk membayar utang ke negara lain c. Untuk membayar gaji tenaga kerja asing 5. Alat Pembayaran Internasional Jenis alat atau cara pembayaran internasional yang biasa digunakan dalam perdagangan internasional adalah sebagai berikut : a. Pembayaran tunai (full bodied money), yaitu pembayaran yang dilakukan secara tunai dengan mata uang tertentu sesuai dengan kesepakatan. b. Transfer telegrafik, yaitu sistem pembayaran yang dilakukan oleh bank suatu negara kepada bank di luar negeri untuk membayarkan sejumlah dana deposito atas order yang telah disetujui. c. Wesel (bill of excange), yaitu sistem pambayaran melalui surat perintah pembayaran dari bank dalam negeri ke bank luar negeri kepada pihak eksportir. d. Letter of credit (L/C), yiatu fasilitas atau jasa perbankan untuk mempermudah pembayaran transaksi internasional. Bank pemberi L/C memberikan jaminan untuk membayar sejumlah uang kepada tertentu atas permintaan nasabahnya. jenis-jenis L/C adalah : 1) L/C biasa, yaitu pembayaran melalui bank yang telah ditunjuk sesuai dengan kesepakatan. 2) Merchant L/C, yaitu pembayaran melalui bank yang telah ditunjuk setelah barang diterima importir. 3) Red clause L/C, yaitu eksportir sudah dapat menerima pembayaran sebagian dari L/C, sebelum pengapalan barang yang diekspor. 4) Industrial L/C, yaitu pembayaran L/C untuk perdagangan barang industri yang biasanya dilakukan secara cepat. e. Private compensation, pembayaran yang dilakukan importir dengan cara tagihan pada pihak ketiga dijadikan pembayarannya. Pihak ketiga dan ekportir biasanya satu negara. 6. Valuta Asing Penyebab perubahan nilai valuta asing yaitu : a. Kebijakan pemerintah, berupa devaluasi atau revaluasi b. Mekanisme pasar, berupa depresiasi atau apresiasi c. Sistem kurs yang dipakai d. Jumlah uang yang beredar Sistem kurs a. Kurs tetap, dimana mata uang terbuat dari emas atau ditetapkan berdasar berat emas dan emas tersebut diperjualbelikan untuk menyeimbangkan neraca pembayarannya b. Kurs bebas, yaitu sistem kurs yang menyerahkan nilai kurs valas terhadap valas berdasrkan mekanisme pasar c. Kurs bebas terkendali, dimana kurs valas dengan mekanisme pasar namun pada kondisi tertentu dimungkinkan pemerintah melakukan intervensi. Istilah-istilah yang berkaitan dengan fluktuasi mata uang dalam negeri terhadap valuta asing adalah sebagai berikut : a. Depresiasi, yaitu turunnya nilai mata uang dalam negeri terhadap nilai valuta asing yang disebabkan mekanisme pasar. b. Apresiasi, yaitu naiknya nilai mata uang dalam negeri terhadap nilai valuta asing yang disebabkan mekanisme pasar. c. Devaluasi, yaitu turunnya nilai mata uang dalam negeri terhadap nilai valuta asing yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah. d. Revaluasi, yaitu naiknya nilai mata uang dalam negeri terhadap nilai valuta asing yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah. Dalam perhitungan kurs valas terdapat dua jenis kurs yaitu : a. Kurs beli, adalah kurs yang digunakan pada saat bank dan money changer membeli valas b. Kurs jual, adalah kurs yang digunakan pada saat bank dan money changer menjual valas Contoh perhitungan valas sebagai berikut : Tn Azhar memiliki uang sebesar Rp ,- ingin ditukar dengan dolar Amerika. Sedangkan Ny Yani memliki US $ 200,- ingin ditukar dengan rupiah. Kurs per US $ 1,- yang berlaku yaitu kurs beli Rp 9.200,- dan kurs jual Rp 9.500,- a. Dengan uang Rp , Tn Azhar akan mendapatkan US $ dengan perhitungan : Kurs jual US $ 1,- = Rp (bank menjual valas) Rp = US $ 2.000, b. Dengan uang US $ 200,- Ny Yani akan mendapatkan rupiah dengan perhitungan : Kurs beli US $ 1,- = Rp (bank membeli valas) US $ 200 x = Rp ,-
4 B. Neraca Pembayaran 1. Pengertian, Manfaat dan Komponen Neraca Pembayaran Neraca pembayaran catatan sistematis tentang transaksi-transaksi internasional antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain pada jangka waktu tertentu yang dinyatakan dengan nilai uang. Manfaat penyusunan neraca pembayaran adalah sebagai berikut : a. Memberikan informasi tentang hubungan internasional dengan suatu negara dalam bidang ekonomi b. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam mennetukan kebijakan ekonomi c. Mendapat gambaran tentang pengaruh transaksi ekonomi dengan luar negeri terhadap pendapatan nasional d. Membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan dalam rangka memperkuat posisi dalam perdagangan internasional Pencatatan pada neraca pembayaran menganut aturan sebagai berikut : a. Dicatat di Debet (-), jika transaksi menyebabkan negara bersangkutan melakukan pembayaran ke luar negeri. b. Dicatat di Kredit (+), jika transaksi menyebabkan negara bersangkutan menerima pembayaran dari luar negeri. Neraca pembayaran terbagi kedalam lima komponen neraca yang berhubungan satu sama lain. Komponen neraca bagian adalah sebagai berikut : a. Neraca perdagangan, yaitu suatu daftar yang mencatat semua transaksi ekspor impor barang. b. Neraca jasa, yaitu suatu daftar yang mencatat transaksi penyelenggaraan jasa dari atau ke luar negeri. Contoh transaksi jasa asuransi, pengapalan/penerbangan, jasa perbankan, pariwisata. c. Neraca hasil-hasil modal, yaitu suatu daftar yang mencatat penerimaan/pembayaran bunga, deviden, upah dan hadiah-hadiah (grants). d. Neraca modal (Capital Account), yaitu suatu daftar yang mencatat transaksi pembayaran/penerimaan utang piutang antar negara. e. Neraca moneter (Monetary Account), yaitu suatu daftar yang mencatat transaksi yang mengakibatkan perubahan pada cadangan devisa negara. Kelompok neraca perdagangan, jasa dan hasil-hasil modal sering disebut neraca transaksi berjalan (Current Account) Jenis neraca perdagangan dilihat dari perbandingan ekspor dan impor dibedakan sebagai berikut : a. Neraca perdagangan dikatakan defisit (pasif) jika besarnya ekspor lebih kecil dibandingkan impor b. Neraca perdagangan dikatakan surplus (aktif) jika besarnya ekspor lebih besar dibandingkan impor c. Neraca perdagangan dikatakan seimbang jika besarnya ekspor sama dengan impor 2. Utang Luar Negeri Alasan negara-negara berkembang mengadakan utang dari luar negeri adalah : a. Banyak negara berkembang yang memiliki defisit perdagangan b. Dibutuhkan untuk meningkatkan standar kehidupan negara berkembang c. Dibutuhkan untuk mendorong pembangunan ekonomi d. Dibutuhkan pada saat terjadi bencana alam Pembiayaan yang bersumber dari utang luar negeri seharusnya digunakan untuk kepentingan pembangunan yang dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat. Jika seperti itu maka berapa pun besarnya utang luar negeri niscaya utang luar negeri berangsur angsur hilang dengan sendirinya. C. Kerjasama Ekonomi Internasional 1. Pengertian Globalisasi Globalisasi merupakan suatu proses masuknya suatu tatanan nilai yang diterima secara menyeluruh karena membawa pembaharuan dan menguntungkan. Globalisasi ekonomi ditandai dengan semakin transparannya kegiatan ekonomi antar negara yang seolah tanpa batasan. Interaksi antar negara dirasakan semakin penting untuk mencapai kepentiangan nasional masing-masing. Globalisasi ekonomi identik dengan pelaksanaan perdagangan bebas yang sekarang mulai dirasakan geliatnya. Dampak positif adanya globalisasi ekonomi adalah : a. Mempercepat alih teknologi b. Penggunaan sumber daya dipacu untuk lebih efektif dan efisien c. Barang dan jasa yang dihasilkan dituntut untuk berkualitas tinggi d. Semakin luasnya pangsa pasar Dampak negatif globalisasi ekonomi adalah : a. Industri yang baru tumbuh beresiko untuk kalah bersaing b. Negara yang kurang efisien akan terdorong dari arena perdagangan 2. Kemandirian Ekonomi Indonesia Dalam menghadapi era globalisasi ekonomi yang sudah didepan mata, Indonesia dituntut untuk mampu bersaing dengan negara lain. Selain efisiensi, kunci utama dalam perdagangan bebas adalah kemandirian ekonomi. Upaya-upaya dalam mecapai kemandirian ekonomi ini adalah sebagai berikut : a. Penetapan peraturan dibidang ekonomi yang berpihak kepada pengusaha dalam negeri b. Menggali segala potensi sumber daya alam dan tenaga kerja untuk kebermanfaatan perekonomian negara c. Membatasi pembiayaan pembangunan yang bersumber dari pihak asing d. Membuat prioritas kebijakan yang mendorong munculnya produk-produk unggulan e. Merangsang berkembang industri kecil dan menengah untuk go internasional dengan sejumlah fasilitas dan kemudahan tertentu f. Penataan infrastuktur yang mendukung kegitan perekonomian g. Meningkatkan kerjasama ekonomi dengan berbagai pihak dengan prinsip saling menguntungkan
5 3. Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional Secara garis besar bentuk kerjasama ekonomi internasional dikelompokan sebagai berikut : a. Kerjasama Bilateral, yiatu bentuk kerjasama yang dilakukan antar dua negara b. Kerjasama Regional, yaitu bentuk kerjasama yang dilakukan antar negara-negara dalam satu kawasan, seperti ASEAN (negara-negara Asia Tenggara), MEE (negara-negara Eropa) dan NAFTA (negara-negara Amerika Utara) c. Kerjasama Multilateral, yaitu bentuk kerjasama antar dua negara atau lebih yang tidak terikat oleh kawasan, seperti ASEAN, MEE, NAFTA dan OPEC d. Kerjasama Ekonomi Internasional, yaitu kerjasama ekonomi yang dilakukan antar negara-negara di dunia yang tidak dibatasi wilayah. Contoh bentuk kerjasama ini yang diwadahi PBB adalah WTO, ILO, ITO dan IMF. Contoh penjelasan bentuk kerjasama ekonomi internasional sebagai berikut : Kerjasama ekonomi internasional berdasarkan kewilayahan : a. Asean Free Trade Area (AFTA), yaitu organisasi yang menghendaki adanya perdagangan bebas negaranegara Asean b. Asia Pacific Economy Cooperation (APEC), yaitu organisasi yang menghendaki perdagangan bebas di Asia Pacific mulai berlaku 2010 untuk negara maju dan 2020 untuk negara berkembang c. North America Free Trade Agrement (NAFTA), yaitu organisasi yang menghendaki perdagangan bebas di kawasan Amerika Utara. d. Association of South East Asian Nation (ASEAN), yaitu organisasi kerjasama antar negara Asia tenggara, dalam bidang ekonomi bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Tenggara. Badan/lembaga ekonomi internasional non kewilayahan: a. Bank Dunia (World Bank), yaitu bank yang memberikan bantuan pada negara-negara berkembang untuk kegiatan pembangunan b. General Agrement on Traffs and Trade (GATT), yaitu organisasi yang mengurus terlaksananya organisasi perdagangan bebas dunia (Era Globalisasi Ekonomi) yang sekarang sudah diganti menjadi WTO c. World Trade Organization (WTO), yaitu organisasi perdagangan dunia sebagai tindak lanjut program GATT yang bertujuan untuk melaksanakan perdagangan bebas dan mengatasi perselisihan antar negara dalam perdagangan. d. Islamic Depelopment Bank (IDB), yaitu Bank yang beranggotan negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang bertujuan untuk membantu perekonomian negara anggotanya. e. Consultative Group on Indonesia (CGI), yaitu pengganti IGGI yang beranggotakan beberapa negara pemberi bantuan pinjaman yang bersyarat lunak.
6 LATIHAN 1. Yang bukan merupakan keunggulan negara berkembang melakukan perdaganangan Internasional dengan negara maju adalah a. Memepercepat laju pembangunan b. Pengalihan teknologi c. Perluasan kesempatan kerja d. Meningkatkan kualiatas konsumsi e. Negara maju mengurangi utang negara berkembang 2. Dua negara melakukan perdagangan karena a. Negara yang satu ingin mengekspor, negara yang satu labi ingin mengimpor. b. Kedua negara yang melakukan perdagangan memproduksi barang yang sama dengan ongkos yang sama c. Terdapat keunggulan mutlak atau keunggulan komparatif d. Kedua negara ingin memajukan industri dalam negeri e. Ingin bersahabat dengan negara lainnya. 3. Dua negara yang menjalin hubungan dagang karena berbeda iklim jika dilakukan perdangangan internasional akan mendapat keuntungan a. Mutlak b. Komparatif c. Yang sama d. Yang berbeda e. Relatif 4. Suatu barang masih diimpor suatu negara padahal barang tersebut sudah dapat diproduksi di dalam negeri. Keuntungan yang didapat dari tindakan ini adalah keuntungan a. Mutlak b. Komparatif c. Sama d. Kualitas e. Sebanding 5. Negara X mengekspor komoditi a ke negara Y sebagai hasil pertanian karena faktor iklim yang memungkinkannya. Sebaliknya negara Y mengekspor komoditi b ke negara X sebagai hasil pertanian karena iklim negara Y mengakibatkan komoditi b tumbuh subur. Keuntungan yang didapat negar X dan negar Y dari hubungan perdaganngannya adalah keuntungan a. Mutlak b. Karena pertambahan jenis barang c. Ongkos komparatif d. Karena mutu e. Yang sama 6. Di bawah ini adalah manfaat dan faktor pendorong perdagangan internasional : 1. Saling membutuhkan 2. Pertukaran produksi 3. Perbedaan alam 4. Pertukaran teknologi Yang menjadi pendorong perdagangan internasional adalah... a. 1 dan 2 d. 2 dan 3 b. 1 dan 3 e. 2 dan 4 c. 1, 2 dan 3 7. Negara A merupakan negara industri tetapi alamnya miskin barang tambang. Negara B merupakan negara agraris, namun alamnya mengandung mineral sangat melimpah, yang dapat menunjang industri. Dalam keadaan seperti itu mereka lalu mengadakan perdagangan. Hal ini disebabkan oleh... a. Negara A memiliki keunggulan mutlak, negara B mempunyai keunggulan komparatif b. Negara A memiliki keunggulan relatif, negara B mempunyai keunggulan mutlak c. Negara A memiliki keunggulan komparatif, negara B mempunyai keunggulan komparatif d. Negara A memiliki keunggulan mutlak, negara B mempunyai keunggulan mutlak e. Negara A memiliki keunggulan mutlak, negara B tidak punya keunggulan 8. Perdagangan internasional memungkinkan terjadinya seperti di bawah ini, kecuali a. Pergerakan sumber daya melalui batas negara b. Pertukaran dan penggunaan teknologi sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi negara-negara yang terlibat didalamnya c. Perjanjian internasional d. Pergerakan sumber daya/faktor produksi melalui batas negara 9. Perhatikan tabel berikut : Negara Makanan Tekstil Indonesia AS 4 jam 2 jam 3 jam 1 jam Dari tabel diatas masing-masing negara Indonesia maupun Amerika Serikat memperoelh keuntungan komparatif. Indonesia memperoleh keuntungan terhadap unit makanan sebesar... (UAN-2002) a. 1/4 c. 2/4 e. 3/4 b. 1/3 d. 2/3 10. Berikut tabel gambaran hasil kerja satu orang per hari : Hasil / Barang Negara Dasar tukar dalam negeri Kain Padi Indonesia 20 m 10 kg 1 m = 0,5 kg padi Cina 40 m 50 kg 1 m = 1,25 kg padi
7 Berdasarkan data di atas jika terjadi perdagangan internasional masing-masing negara akan mendapat keuntangan a. Indonesia 1,2 kg padi dan Cina 0,75 m kain b. Indonesia 0,75 kg padi dan Cina 1,2 m kain c. Indonesia 0,5 kg padi dan Cina 1,25 m kain d. Indonesia 1,25 kg padi dan Cina 0,5 m kain e. Indonesia dan Cina 1,25 m kain 11. Berikut tabel gambaran hasil kerja satu orang per hari : Hasil / Barang Negara Dasar tukar dalam negeri Radio Padi India 20 unit 40 kg 1 radio = 2 kg padi Indonesia 60 unit 48 kg 1 radio = 0,8 kg padi Berdasarkan data di atas jika terjadi pedagangan internasional berdasarkan nilai tukar luar negeri dan dalam negeri masing-masing negara akan mendapat keuntungan a. Indonesia 1,2 kg padi dan India 1,5 unit radio b. Indonesia 2,5 kg padi dan India 2,5 unit radio c. Indonesia 1,2 kg padi dan India 0,75 unit radio d. Indonesia 2,2 kg padi dan India 0,5 unit radio e. Indonesia dan India 1,2 unit radio 12. Tabel waktu yang dibutuhkan 1 pekerja dalam pembuatan radio dan kain sebagai berikut : Negara Radio Kain Dasar Tukar Indonesia 4 jam/buah 6 menit/m 1 Radio = 40 m Kain Jepang 3 jam/buah 12 menit/m 1 Radio = 15 m Kain Berdasarkan tabel di atas, maka... a. Indonesia memperoleh keunggulan komparatif dari kain b. Indonesia memperoleh keuntungan mutlak dari kain c. Jepang memperoleh keuntungan komparatif dari radio d. Jepang memperoleh keuntungan mutlak dari kain e. Indonesia dan Jepang memperoleh keuntungan yang sama 13. Untuk mengatasi keburukan akibat perdagangan Internasional, pemerintah memberlakukan kuota. Kuota adalah a. Melarang komoditi pertanian ekspor b. Melarang masuknya barang-barang konsumsi kecuali barang produksi c. Membatasi jumlah impor d. Menaikkan harga barang impor dalam negeri e. Menetapkan harga barang di dalam negeri lebih mahal dibandingkan dengan di luar negeri 14. Kebijakan tarif dan bea masuk untuk barang impor dimaksudkan a. Supaya barang-barang ekspor menjadi mahal b. Agar barang impor menjadi mahal sehingga barang dalam negeri memiliki daya saing c. Agar barang produksi dalam negeri menjadi lebih mahal d. Menghilangkan sama sekali barang impor e. Agar harga-harga barang dalam negeri menjadi mahal dibandingkan dengan barang sejenis dari luar negeri 15. Yang tidak termasuk langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri adalah a. Memberi subsidi b. Mengenakan tarif tinggi untuk barang ekspor c. Pembebasan pembayaran pajak d. Pemebebasan pajak untuk impor e. Kuota impor 16. Negara yang terkenal karena melakukan politik dumping dalam perdagangan internasionalnya adalah a. Amerika Serikat b. Jepang c. Jerman d. Perancis e. Inggris 17. Yang tidak diharapkan pemerintah dengan kebijakan tarif dan bea masuk adalah a. Merangsang industri dalam negeri untuk lebih maju b. Barang produksi dalam negeri memiliki daya saing c. Menurunkan harga barang d. Menghemat penggunaan devisa e. Melindungi industri dalam negeri 18. Langkah yang tepat yang bertujuan intuk mengisi kas negara dan melindungi industri dalam negeri adalah a. Penetapan tarif b. Kuota c. Dumping d. Larangan impor e. Mengenakan pajak yamg tinggi untuk impor bahan mentah 19. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada para produsen dalam negeri agar mereka dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih murah sehingga dapat bersaing dengan barang-barang hasil produksi negara lain merupakan kebijaksanaan a. Pelarangan impor d. Kuota b. Dumping e. Proteksi c. Subsidi
8 20. Negara Cina menjual produk celana ke Indonesia seharga Rp ,-. Padahal biaya produksinya adalah Rp ,-. Kebijakan Cina ini disebut... a. Kuota b. Subsidi c. Diskriminasi harga d. Dumping e. Tarif bea masuk 21. Kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai uang dalam negeri terhadap mata uang asing disebut a. Depresiasi b. Sanering c. Devaluasi d. Apresiasi e. Revaluasi 22. Sektor komoditi negara berkembang harus lebih banyak memberikan sumbangan kepada pembangunan ekonomi melalui pemasaran ke luar negeri. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan langkah-langkah sebagai berikut, kecuali... a. Mengadakan revaluasi b. Mengadakan devaluasi a. Memberikan premi akspor b. Deregulasi ekspor c. Subsidi kepada eksportir 23. Pihak yang paling membutuhkan valuta asing adalah... a. Eksportir b. Importir c. Produsen d. Konsumen e. Distributor 24. Seorang importir membeli barang dari luar negeri dengan membayar sebagian harga barang sebelum barang tersebut dikapalkan. Cara pembayaran ini disebut... a. L/C biasa b. Merchant s L/C c. Usance L/C d. Red clause L/C e. Industrial L/C 25. Pada tanggal 14 Agustus 1997 cadangan devisa Indonesia terbatas karena krisis ekonomi sehingga pemerintah mengambil keputusan untuk menetapkan sistem kurs berdasarkan kekuatan pasar tanpa campur tangan pemerintah. Sistem kurs ini disebut a. Goldexchange rate b. Fixed exchange rate c. Fluctuating exchange rate d. Stable exchange rate e. Multiple exchange rate 26. Kebijakan proteksi bertujuan untuk a. Melarang masuknya barang-barnag dari luar negeri b. Melindungi produksi dalam negeri terhadap barnag-barang impor c. Melindungi pengusaha swasta nasional dari kebangkrutan d. Meningkatkan penghasilan pengusaha nasional e. Melindungi pengusaha nasional agar cepat berkembang 27. Jumlah maksimum barang produksi luar negeri yang diijinkan masuk (diimpor) selama satu periode tertentu disebut a. Subsidi b. Tarif c. Dorongan impor d. Kuota impor e. Subsidi impor 28. Kebijakan devaluasi bertujuan a. Meningkatkan impor b. Menurunkan ekspor c. Membuat neraca pembayaran surplus d. Meningkatkan daya saing di pasar internasional e. Menghindari terjadinya dumping 29. Kebijakan perdagangan yang dilakukan pemerintah dengan tujuan menurunkan biaya produksi dalam negeri agar mampu bersaing dengan produk luar negeri disebut a. Subsidi b. Dumping c. Kuota d. Tarif dan bea masuk e. Pelarangan impor 30. Politik dumping adalah a. Mengadakan tindakan perlindungan terhadap barnag-barnag yang sama yang dihasilkan di dalam negeri b. Mengadakan pasar bersama, misalnya pasar ASEAN c. Membebankan biaya ekspor yang tinggi d. Menjual barnag dengan harga lebih murah di luar negeri dibandingkan dengan di dalam negeri e. Menjual barnag dengan menguasai pasar di daerah tertentu
9 31. Pajak atau bea yang dikenakan untuk barang yang melalui suatu negara dengan ketentuan bahwa tujuan akhir barang tersebut adalah negara lain disebut bea a. Ekspor b. Transito c. Pabean d. Impor e. Tarif 32. Faktor-faktor berikut ini yang dapat menghambat atau menghalangi perkembangan atau target ekspor adalah 1. Pajak ekspor yang tinggi 2. Tarif impor di luar negeri 3. Penentuan kuota impor negara mitra dagang 4. Embargo 33. Jika Inggris mendepresiasi poundsterling terhadap dollar Amerika maka ilmu ekonomi memprediksi bahwa ekspor neto Inggris akan a. Memburuk b. Tetap c. Meningkat d. Menurun e. Defisit 34. Depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika sangat menguntungkan pengusaha yang menggunakan bahan baku dari luar negeri, SEBAB Dilihat dari dalam negeri, harga barang luar negeri menjadi murah. 35. Di suatu bank devisa tertulis bahwa kurs valuta doalr AS terhadap rupiah adalah sebagai berikut : US$ 1 Beli Rp 8.800,00 Jual Rp 8.950,00 Tn. Azhar ingin mendapatkan rupiah dengan menukar dolar sejumlah US$ 150. berapa rupiahkah yang diterima Tn. Azhar? a. Rp ,00 b. Rp ,00 c. Rp ,00 d. Rp ,00 e. Rp , Seorang wisatawan asing menukarkan valuta asingnya sebanyak US $ 5000 di Bank BNI. Kurs beli Rp 7.200,-/US $ dan kurs jual Rp 7.850,- /US $. Ia membelanjakan uangnya Rp ,- maka sisa uangnya adalah... a. Rp ,- b. Rp ,- c. Rp ,- d. Rp ,- e. Rp ,- 37. Diketahui : Mata Uang Kurs Beli Kurs Jual US $ Berdasarkan kurs valas di atas bila Mr. Gonzales datang ke Indonesia dengan membawa uang US $ 800. Maka uang rupiah yang diterima oleh Mr. Gonzales adalah a. Rp ,- b. Rp ,- c. Rp ,- d. Rp ,- e. Rp ,- 38. Sebelum berangkat ke Amerika, Budi menukarkan uangnya sebesar Rp ,- dengan dolar Amerika. Kurs saat itu : kurs beli 1 US $ = Rp 7.000,-; kurs jual 1 US $ = Rp 7.500,-. Di Amerika, budi membelanjakan uangnya sebesar 6000 US$. Sekembalinya di Indonesia, Budi menukar kembali sisa dolarnya ke rupiah, saat itu kurs beli 1 US $ = Rp 7.300,-; kurs jual 1 US $ = Rp 7.800,-; maka sisa uang Budi sebesar a. Rp ,- d. Rp ,57 b. Rp ,- e. Rp ,86 c. Rp ,- 39. Kurs valuta asing di Bank Mandiri sebagai berikut : Valas Beli Jual Tengah US$ Singapur $ Poundsterling Jika Ega menukarkan uangnya sebanyak U$ 500, 200 dengan uang rupiah, maka yang diterima Ega adalah a. Rp d. Rp b. Rp e. Rp c. Rp Kurs valuta asing di BNI sebagai berikut : Valas Beli Jual Tengah US$ Singapur $ Poundsterling Jika Dian menukarkan uangnya sebanyak U$ 1.000, 500 dan $ 200 dengan uang rupiah, maka yang diterima Dian adalah a. Rp d. Rp b. Rp e. Rp c. Rp
10 41. Suatu ikhtisar/catatan yang tersusun secara matematis tentang transaksi ekonomi internasional antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu disebut... a. Neraca perdagangan b. Neraca pembayaran c. Neraca jasa d. Neraca modal e. Neraca moneter 42. Fungsi neraca pembayaran adalah a. Sebagai bahan keterangan untuk mengambil keputusan dalam penerapan pajak ekspor dan impor b. Sebagai bahan keterangan untuk menetapkan baik buruknya hubungn ekonomi dengan suatu negara c. Sabagai bahan keterangan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan dalam politik perdagangan internasional d. Sebagai bahan keterangan bagi pihak swasta unutk memanfaatkan peluang pasar di luar negeri e. Sebagai bahan keterangan bagi pemerintah untu kmenetapkan angka pertumbuhan ekonomi 43. Neraca transaksi berjalan adalah neraca yang mencatat semua transaksi suatu negara dengan pihak luar negeri. Transaksi yang dicatat adalah transaksi a. Perdagangan barang dan jasa b. Perdagangan barang dan jasa dan transaksi pemerintah dengan pihak luar negeri c. Arus modal d. Arus modal dan transaksi pemerintah dengan pihak luar negeri e. Perdagangan barang, jasa dan transaksi arus modal 44. Berikut ini sebagian komponen neraca pembayaran : 1. mengekspor kayu, parmen, minyak dan gas bumi 2. kredit untuk pelaksanaan perdagangan dari negara lain 3. menggunakan/digunakan jasa bidang transportasi, asuransi dan pariwisata 4. pembelian saham, obligasi, dan surat berharga lainnya oleh penduduk luar negeri 5. impor suku cadang kendaraan, barang-barang elektronik dan barang-barang lainnya Dari pernyataan diatas yang termasuk komponen neraca modal adalah... a. 1 dan 2 b. 1 dan 5 c. 2 dan 3 d. 2 dan 4 e. 3 dan Pada neraca pembayaran terdapat catatan yang memuat perubahan yang terjadi pada cadangan devisa suatu negara baik berupa emas atau valuta asing, komponen ini berasal dari neraca... a. perdagangan b. jasa c. modal d. emas e. moneter 46. Unsur-unsur neraca pembayaran internasional : 1. ekspor-impor 2. pemberian dan penerimaan 3. pemberian dan penerimaan jasa 4. pembayaran utang piutang 5. emas sebagai alat bayar Yang termasuk rekening modal (capital account) adalah... a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 2 dan 3 d. 2 dan 4 e. 4 dan Beberapa transaksi dalam perdagangan internasional : 1. menabung di luar negeri 2. pembayaran bunga utang luar negeri 3. penerimaan hadiah dari negara lain 4. impor barang 5. investasi penduduk negara lain 6. ekspor barang Yang termasuk pos kredit neraca pembayaran adalah a. 1, 2 dan 4 b. 1, 3 dan 5 c. 2, 3 dan 5 d. 2, 4 dan 6 e. 3, 5 dan Perhatikan isi neraca pembayaran berikut : 1. Pinjaman jangka panjang penduduk negara lain di Indonesia 2. Cadangan devisa 3. Kredit perdagangan dari negara lain 4. Kewajiban Indonesia ke IMF Yang dikategorikan sebagai neraca modal adalah nomor a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 3 dan 4 d. 1 dan 4 e. 2 dan 4
11 49. Yang tidak termasuk transaksi current account adalah a. Penerimaan bunga b. Jasa pariwisata c. Penerimaam deviden dari luar negeri d. Penanaman modal asing e. Ekspor impor 50. Perhatikan bagian neraca pembayaran berikut : 1. Pembelian saham WNA di Indonesia 2. Ekspor impor barang dagang 3. Transaksi jasa-jasa 4. Penanaman modal WNI di luar negeri 5. Investasi langsung WNA di Indonesia 6. Hasil pariwisata Yang dikatagorikan transaksi berjalan adalah a. 1, 2 dan 3 b. 2, 3 dan 4 c. 4, 5 dan 6 d. 1, 3 dan 5 e. 2, 3 dan Berikut ini sebagian komponen neraca pembayaran : 1. Mengekspor kayu, parmen, minyak dan gas bumi 2. Kredit untuk pelaksanaan perdagangan dari negara lain 3. Menggunakan/digunakan jasa bidang transportasi, asuransi dan pariwisata 4. Pembelian saham, obligasi dan surat berharga lainnya oelh penduduk luar negeri 5. Impor suku cadang kendaraan, barang-barang elektronik dan barang-barang lainnya Dari pernyataan di atas yang termasuk komponen neraca modal adalah... a. 1 dan 2 b. 1 dan 5 c. 2 dan 3 d. 2 dan 4 e. 3 dan Pemerintah Indonesia mendapat bantuan kredit dari CGI sebesar US$ 3 juta. Transaksi ini akan dicatat dalam neraca pembayaran Indonesia pada neraca a. Lalu lintas modal sisi debit b. Lalu lintas modal sisi kredit c. Hasil-hasil modal sisi kredit d. Lalu lintas moneter sisi debit e. Lalu lintas moneter sisi kedit 53. Jika komponen neraca pembayaran sebelah debet lebih besar dari komponen sebelah kredit, neraca pembayaran tersebut a. Aktif b. Pasif c. Minus d. Surplus e. Rugi 54. Pemberian pinjaman oleh penduduk Indonesia untuk penduduk negara lain dicatat di neraca a. Perdagangan b. Modal c. Jasa d. Moneter e. Impor 55. Neraca perdagangan disebut pasif apabila a. ekspor < impor b. ekspor > impor c. ekspor = impor d. ekspor meningkat e. ekspor menurun 56. Contoh transaksi dalam neraca pembayaran yang dicatat di kredit adalah a. Membayar jasa tenaga kerja b. Membayar bunga utang c. Memberi pinjaman d. Mengekspor barnag e. Mengimpor barang 57. Apabila Jepang mengimpor udang dari Indonesia, maka dicatat pada neraca... a. Perdagangan Indonesia akan mencatat di sebelah debet dan Jepang di sebelah kredit b. Perdagangan Indonesia akan mencatat di sebelah kredit dan Jepang di sebelah debet c. Pembayaran Indonesia akan mencatat di sebelah debet dan Jepang di sebelah kredit d. Perdagangan Indonesia akan mencatat di sebelah kredit dan Jepang di sebelah debet e. Lalu lintas modal Indonesia akan mencatat di sebelah debet dan Jepang di sebelah kredit
12 58. Neraca perdagangan Y tahun 1991/ 1992 (dalam $ juta) Ekspor migas Impor migas Ekspor LNG Impor nonmigas Ekspor nonmigas Saldo Berdasarkan data diatas neraca perdagangan negara Y adalah... a. Pasif b. Aktif c. Surplus d. Defisit e. Seimbang Pengaruh neraca perdagangan terhadap kurs valas adalah... a. neraca perdagangan berimbang, kurs valas naik b. neraca perdagangan pasif, kurs valas naik c. neraca perdagangan naik, kurs tetap d. neraca perdagangan aktif, kurs valas naik e. neraca perdagangan positif, kurs valas naik 60. Neraca pembayaran yang dimiliki suatu negara dapat terjadi surplus atau defisit, adapun dampak dari neraca pembayaran surplus adalah... a. Memiliki dana lebih di luar negeri b. Banyaknya dana ekspor barang ke luar negeri c. Banyaknya dana yang mengalir ke luar negeri d. Memiliki dana lebih atas ekspor barang e. Memiliki dana lebih atas pemberian jasa 61. Ekspor dan impor sangat berpengaruh terhadap perekonomian di dalam negeri. Apabila terjadi defisit neraca perdagangan secara terus menerus akan mendorong terjadinya a. Deflasi b. Resesi c. revaluasi d. Inflasi e. Devaluasi 62. Kebijakan untuk mengurangi defisit neraca transaksi berjalan adalah 1. Menaikkan suku bunga riil 2. Menjaga tingkat inflasi tetap rendah 3. Menambah uang beredar 4. Mendorong ekspor 63. Devisa kredit adalah devisa yang berasal dari a. Hasil ekspor barang b. Hasil ekspor jasa c. Bantuan luar negeri d. Luar negeri e. Penjualan emas 64. Globalisasi ekonomi mempunyai dampak positif terhadap suatu negara apabila negara tersebut mempunyai... a. Sumber daya manusia yang handal b. Sumber alam yang tidak terbatas c. Teknologi canggih d. Modal yang besar e. Keunggulan komparatif dan keunggulan bersaing 65. Peran badan kejasama ekonomi antar negara dalam pertumbuhan ekonomi untuk a. Sumber utama dana pembangunan b. Meningkatkan neraca perdagangan luar negeri c. Menciptakan kestabilan ekonomi dan memajukan perekonomian d. Mendirikan pusat promosi perdagangan investasi dan parawisat e. Meningkatkan kerjasama dan saling membantu kepentingan bersama 66. Dalam mempertahankan kemandirian ekonomi Indonesia dalam menghadapi globalisasi, hal-hal yang harus dilakukan adalah tersebut di bawah ini, kecuali... a. Meningkatkan teknologi informasi b. Meningkatkan teknologi perusahaan c. Meningkatkan hubungan kerja sama antar bangsa d. Meningkatkan jumlah ekspor e. Meningktkan jumlah impor 67. Perhatikan bagan berikut : Amerika Serikat Jepang Singapura Jerman Inggris Bagan di atas merupakan bentuk kerjasama ekonomi
13 a. Billateral b. Regional c. Antar regional d. Multilateral e. Internasional 68. Tujuan Bank Pembangunan Asia adalah a. Membantu neraca pembayaran negara anggota yang defisit b. Memberi bantuan teknik dan pinjaman pada negara anggota c. Memberi bantuan pada negara anggota untuk membuka jalan bagi daerah yang terisolasi d. Memberi bantuan pada negara anggota untuk memperbaikai perkampungan kumuh e. Sebagai pusat pemberi informasi untuk perbankan dan moneter 69. Tujuan IMF adalah a. Membantu negara anggota untuk mengatasi utang luar negeri b. Mengusahakan tercapainya kesejahteraan di dunia c. Membantu negara anggota untuk mengatasi masalah pangan d. Membatu riset tentang lingkungan hidup e. Membantu negara anggota untuk menghitung pendapatan nasional 70. Tujuan AFTA adalah a. Meningkatkan perdagangan dan spesialisasi b. Kerjasama dibidang pertahanan c. Kerjasama dibidang kepabeanan d. Kerjasama bidang pendidikan dan latian e. Penelitian sumber daya kelautan 71. ECOSOC merupakan salah satu lembaga internasional yang bernaung di bawah PBB. Lembaga ini bertujuan... a. memberikan bantuan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kerjasama keuangan internasional. b. memelopori penelitian mengenai persoalan ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan. c. Memberikan bantuan negara-negara berkembang untuk memperluas perdagangan internasional. d. memberikan bantuan negara-negara berkembang untuk pembangunan jalan. e. memberikan bantuan kredit pada negara yang membutuhkan. 72. Salah satu tujuan IMF adalah a. Mengatasi hambatan-hambatan dalam perdagangan b. Membantu negara-negara anggota dalam permodalan c. Membantu negara-negara berkembang dibidang pertanian d. Membantu perkembangan ekonomi, kebudayaan dan kesehatan e. Membantu negara anggota yang mengalami defisit neraca pembayaran 73. Contoh kerjasama ekonomi regional yaitu kerjasama antara ASEAN dengan a. OPEC b. IGGI c. Commonwealth d. MEE e. MITI 74. Dalam arti ekonomi, maka ASEAN mempunyai makna a. Memperkuat industri negara-negera ASEAN b. Menahan dominasi pasar bagi negara-negara ASEAN c. Kerjasama ekonomi negara-negara ASEAN d. Tempat penanam modal asing bagi negara-negara ASEAN e. Pasar bagi negara-negara maju
Universitas Bina Darma
Mata Kuliah Kelas Hari/Tanggal Dosen Universitas Bina Darma Petunjuk mengerjakan soal: Tulislah Nama, NIM dan Kelas. ( Berdoa dahulu sebelum mengerjakan soal ) Kerjakan di KERTAS A. PILIHAN GANDA 1. Perdagangan
ekonomi KTSP & K-13 PERDAGANGAN INTERNASIONAL K e l a s A. Konsep Dasar Tujuan Pembelajaran
KTSP & K-13 ekonomi K e l a s XI PERDAGANGAN INTERNASIONAL Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami tentang teori perdagangan
KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA
TUGAS MAKALAH KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA Oleh : IRFAN NUR DIANSYAH (121116014) PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NIAGA FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA 2011 PENDAHULUAN
ekonomi Sesi PERDAGANGAN INTERNASIONAL A. KONSEP DASAR a. Faktor Pendorong Perdagangan Internasional
ekonomi KELAS XII IPS - KURIKULUM 2013 01 Sesi PERDAGANGAN INTERNASIONAL A. KONSEP DASAR Perdagangan internasional merupakan kegiatan ekonomi yang dilakukan antara negara satu dengan negara lainnya dengan
Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Ekonomi Internasional
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu: 1. mendeskripsikan konsep dan kebijakan perdagangan internasional; 2. menganalisis kerja sama ekonomi internasional; 3. mengevaluasi dampak kebijakan perdagangan
PERDAGANGAN INTERNASIONAL DAN DAMPAKNYA
PERDAGANGAN INTERNASIONAL DAN DAMPAKNYA PERDAGANGAN INTERNASIONAL Proses tukar menukar atau jual beli barang atau jasa antar satu negara dengan yang lainnya untuk memenuhi kebutuhan bersama dengan tujuan
NERACA PERDAGANGAN DAN NERACA PEMBAYARAN
NERACA PERDAGANGAN DAN NERACA PEMBAYARAN 1. Untuk meningkatkan kerjasama ekonomi internasional, terutama menarik lebih banyak investasi asing di Indonesia perlu diusahakan antara lain : a. Membatasi tingkat
NERACA PEMBAYARAN ANDRI HELMI M, SE., MM. SISTEM EKONOMI INDONESIA
NERACA PEMBAYARAN ANDRI HELMI M, SE., MM. SISTEM EKONOMI INDONESIA III. NERACA PEMBAYARAN PENDAHULUAN REKENING NERACA PEMBAYARAN REKENING TRANSAKSI BERJALAN REKENING MODAL KETIDAKSESUAIAN STATISTIK REKENING
Wednesday, November 16, 2011 IPS SMP. S. Efiaty, S.Pd. SMP Negeri 5 Yogyakarta S. Efiaty, S.Pd.
Wednesday, November IPS SMP S. Efiaty, S.Pd SMP Negeri 5 Yogyakarta. Bab VIII Perdagangan Internasional Perdagangan Internasional Perdagangan internasional adalah proses tukar menukar barang atau jasa
Perekonomian Indonesia
Perekonomian Indonesia Modul ke: Membahas Konsep Neraca Pembayaran Luar Negeri - Indonesia Fakultas Ekonomi & Bisnis Abdul Gani,SE MM Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id NERACA PEMBAYARAN REKENING
Materi 3 NERACA PEMBAYARAN. 1
Materi 3 NERACA PEMBAYARAN http://www.deden08m.com 1 PENDAHULUAN (1) Berita di media masa tentang neraca pembayaran (BOP): fenomena Cina sebagai kekuatan ekonomi dunia yang baru. Ada tiga alasan mempelajari
DEVISA DAN KESEIMBANGAN DAN KETIDAKSEIMBANGAN NERACA PEMBAYARAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
DEVISA DAN KESEIMBANGAN DAN KETIDAKSEIMBANGAN NERACA PEMBAYARAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL PENGERTIAN : DEVISA Adalah semua benda yang bisa digunakan untuk transaksi pembayaran dengan luar negeri yang diterima
BAB I PENDAHULUAN. perdagangan luar negeri yang mempunyai peranan penting bagi suatu negara,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam perjalanan waktu yang penuh dengan persaingan, negara tidaklah dapat memenuhi sendiri seluruh kebutuhan penduduknya tanpa melakukan kerja sama dengan
EKONOMI INTERNASIONAL
URAIAN MATERI ampir H EKONOMI INTERNASIONAL tidak ada satu negara pun di dunia yang tidak melakukan hubungan perdagangan internasional. Hubungan ekonomi internasional dapat berupa perdagangan, investasi,
PEREKONOMIAN INDONESIA
PEREKONOMIAN INDONESIA PERDAGANGAN DAN PEMBAYARAN INTERNASIONAL Disusun Oleh: KELOMPOK VIII 1. Paulo M.P. Harianja (11.032.111.006) 2. Yenny (11.032.111.017) 3. Dian A. Panjaitan (11.032.111.034) 4. Linceria
Materi Minggu 12. Kerjasama Ekonomi Internasional
E k o n o m i I n t e r n a s i o n a l 101 Materi Minggu 12 Kerjasama Ekonomi Internasional Semua negara di dunia ini tidak dapat berdiri sendiri. Perlu kerjasama dengan negara lain karena adanya saling
LKS PERDAGANGAN INTERNASIONAL VERSI MS. WORD
LKS PERDAGANGAN INTERNASIONAL- 2016 - VERSI MS. WORD ID Questions Question Image 1 Jika dipersiapkan dengan baik, perdagangan internasional bisa berdampak positip. Berikut ini yang merupakan dampak positip/manfaat
BAB I PENDAHULUAN. Uang merupakan suatu alat tukar yang memiliki peranan penting dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Uang merupakan suatu alat tukar yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Uang mempermudah manusia untuk saling memenuhi kebutuhan hidup dengan cara melakukan
KEBIJAKAN SELAMA PERIODE
KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAH DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI, SE., MM FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA KEBIJAKAN SELAMA PERIODE 1966-1969 Pembersihan proses-proses kebijakan orde lama yang tidak
BAB I PENDAHULUAN. dari keadaan ekonomi negara lain. Suatu negara akan sangat tergantung dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehidupan ekonomi suatu negara pada dewasa ini tidak dapat dipisahkan dari keadaan ekonomi negara lain. Suatu negara akan sangat tergantung dengan negara lain
Perekonomian Indonesia
Perekonomian Indonesia Modul ke: 11Fakultas Ekonomi & Bisnis Membahas Konsep Neraca Pembayaran Luar Negeri - Indonesia Abdul Gani,SE MM Program Studi Manajemen NERACA PEMBAYARAN REKENING NERACA PEMBAYARAN
MAKALAH DEVISA DAN DAMPAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL LENGKAP
MAKALAH DEVISA DAN DAMPAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL LENGKAP BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam konteks perekonomian suatu negara, salah satu wacana yang menonjol adalah mengenai pertumbuhan ekonomi.
Transaksi NPI terdiri dari transaksi berjalan, transaksi modal dan finansial.
BY : DIANA MA RIFAH Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) merupakan statistik yang mencatat transaksi ekonomi antara penduduk Indonesia dengan bukan penduduk pada suatu periode tertentu (biasanya satu tahun).
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
ekonomi KELAS XII IPS - KURIKULUM 2013 02 Sesi KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL Liputan6.com, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang menilai Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. sebelum krisis bukan tanpa hambatan. Indonesia mengalami beberapa kelemahan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kinerja ekonomi Indonesia yang mengesankan dalam 30 tahun terakhir sebelum krisis bukan tanpa hambatan. Indonesia mengalami beberapa kelemahan dan kerentanan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Makroekonomi Makroekonomi adalah teori dasar kedua dalam ilmu ekonomi, setelah mikroekonomi. Teori mikroekonomi menganalisis mengenai kegiatan di dalam perekonomian dengan
BAB VII Perdagangan Internasional
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN EKONOMI BAB VII Perdagangan Internasional Dr. KARDOYO, M.Pd. AHMAD NURKHIN, S.Pd. M.Si. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT
BAB I PENDAHULUAN. seberapa besar kontribusi perdagangan internasional yang telah dilakukan bangsa
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perekonomian global yang terjadi saat ini sebenarnya merupakan perkembangan dari proses perdagangan internasional. Indonesia yang ikut serta dalam Perdagangan internasional
1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata saat ini telah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dunia terutama dalam penerimaan devisa negara melalui konsumsi yang dilakukan turis asing terhadap
Materi Minggu 6. Lalu Lintas Pembayaran Internasional
E k o n o m i I n t e r n a s i o n a l 43 Materi Minggu 6 Lalu Lintas Pembayaran Internasional 6.1. Gambaran Umum Lalu Lintas Pembayaran Internasional Transaksi-transaksi pembayaran antar daerah tidak
ii Ekonomi Internasional
Pendahuluan ii Ekonomi Internasional Daftar Isi iii EKONOMI INTERNASIONAL Oleh : Lia Amalia Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2007 Hak Cipta 2007 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang
BENTUK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL.
BENTUK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL BADAN-BADAN KERJASAMA EKONOMI KERJA SAMA EKONOMI BILATERAL: antara 2 negara KERJA SAMA EKONOMI REGIONAL: antara negara-negara dalam 1 wilayah/kawasan KERJA SAMA EKONOMI
BAB I PENDAHULUAN. cara yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat suatu negara
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perekonomian Indonesia diestimasikan akan mengalami tantangan baru di masa yang akan datang. Di tengah liberalisasi ekonomi seperti sekarang suatu negara akan
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini, perekonomian Indonesia diliput banyak masalah. Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini, perekonomian Indonesia diliput banyak masalah. Permasalahan tersebut muncul dari faktor internal maupun faktor eksternal. Namun saat ini, permasalahan
MODUL MATA PELAJARAN EKONOMI KOMPETENSI DASAR PERDAGANGAN INTERNASIONAL. Untuk Siswa Kelas XII IPS SMA / MA
Tiara, S.Pd MODUL MATA PELAJARAN EKONOMI KOMPETENSI DASAR PERDAGANGAN INTERNASIONAL Untuk Siswa Kelas XII IPS SMA / MA intentionally left blank MODUL MATA PELAJARAN EKONOMI KOMPETENSI DASAR PERDAGANGAN
BAB I PENDAHULUAN. iklimnya, letak geografisnya, penduduk, keahliannya, tenaga kerja, tingkat harga,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Setiap negara selalu berbeda bila ditinjau dari sumber daya alamnya, iklimnya, letak geografisnya, penduduk, keahliannya, tenaga kerja, tingkat harga, keadaan struktur
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, seperti Indonesia serta dalam era globalisasi sekarang ini, suatu negara tidak terlepas dari kegiatan
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. Produk Domestik Bruto adalah perhitungan yang digunakan oleh suatu
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Produk Domestik Bruto Produk Domestik Bruto adalah perhitungan yang digunakan oleh suatu negara sebagai ukuran utama bagi
I. PENDAHULUAN. terlepas dari kegiatan ekonomi internasional. Kegiatan ekonomi internasional
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara penganut sistem perekonomian terbuka yang tidak terlepas dari kegiatan ekonomi internasional. Kegiatan ekonomi internasional yang dilakukan oleh
BAB 1 PENDAHULUAN. dan liberalisasi perdagangan barang dan jasa semakin tinggi intensitasnya sehingga
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perekonomian dalam perdagangan internasional tidak lepas dari negara yang menganut sistem perekonomian terbuka. Apalagi adanya keterbukaan dan liberalisasi
BAB 35 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
BAB 35 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN I. Ekonomi Dunia Pertumbuhan ekonomi nasional tidak terlepas dari perkembangan ekonomi dunia. Sejak tahun 2004, ekonomi dunia tumbuh tinggi
SISTEM MONETER INTERNASIONAL. Oleh : Dr. Chairul Anam, SE
SISTEM MONETER INTERNASIONAL Oleh : Dr. Chairul Anam, SE PENGERTIAN KURS VALAS VALUTA ASING (FOREX) Valas atau Forex (Foreign Currency) adalah mata uang asing atau alat pembayaran lainnya yang digunakan
TEORI KEUANGAN INTERNASIONAL. Makalah Bisnis Internasional. Dosen Pengampu: Dian Perwitasari, S. Ak, M. Si
TEORI KEUANGAN INTERNASIONAL Makalah Bisnis Internasional Dosen Pengampu: Dian Perwitasari, S. Ak, M. Si Disusun Oleh : 14.0102.0094 Febri Nurdian Cahya 14.0102.0113 Dwi Saputri 14.0102.0136 Sulistiyanti
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Kebutuhan manusia sangat tidak terbatas sedangkan alat pemenuh kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kebutuhan manusia sangat tidak terbatas sedangkan alat pemenuh kebutuhan tersebut sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut setiap manusia tidak dapat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang. Globalisasi yang terjadi beberapa dasawarsa terakhir, mendorong
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Globalisasi yang terjadi beberapa dasawarsa terakhir, mendorong perekonomian berbagai negara di dunia semakin menyatu. Keterbukaan perdagangan luar negeri dan keterbukaan
BAB I PENDAHULUAN. berbagai bidang, termasuk di dalam perdagangan internasional. Pemenuhan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Era perdagangan bebas saat ini telah meningkatkan interaksi antara Negara berbagai bidang, termasuk di dalam perdagangan internasional. Pemenuhan kebutuhan
Bab 5 Bisnis Global P E R T E M U A N 5
Bab 5 Bisnis Global P E R T E M U A N 5 1 PENGERTIAN GLOBALISASI Globalisasi: Perekonomian dunia yang menjadi sistem tunggal yang saling bergantung satu dengan yang lainnya Beberapa kekuatan yang digabungkan
MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI
MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI A. Definisi Pengertian perdagangan internasional merupakan hubungan kegiatan ekonomi antarnegara yang diwujudkan dengan adanya proses pertukaran barang atau jasa atas dasar
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep 2.1.1 Teori Perdagangan Internasional Ilmu ekonomi internasional mempelajari alokasi sumber daya yang langka guna memenuhi kebutuhan
BAB 7 PERDAGANGAN INTERNASIONAL. Kata Kunci
BAB 7 PERDAGANGAN INTERNASIONAL 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Kurs (Nilai Tukar) a. Pengertian Kurs Beberapa pengertian kurs di kemukakan beberapa tokoh antara lain, menurut Krugman (1999) kurs atau exchange rate adalah
BAB II KAJIAN PUSTAKA. negara atau lintas negara yang mencakup ekspor dan impor. Tambunan
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Perdagangan Internasional Perdagangan Internasional dapat didefinisikan sebagai perdagangan antar negara atau lintas negara yang mencakup ekspor dan
BAB VI DAMPAK ASEAN PLUS THREE FREE TRADE AREA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA
81 BAB VI DAMPAK ASEAN PLUS THREE FREE TRADE AREA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN bersama dengan Cina, Jepang dan Rep. Korea telah sepakat akan membentuk suatu
PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA- SAUDI ARABIA BULAN : JUNI 2015
PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA- SAUDI ARABIA BULAN : JUNI 2015 A. Perkembangan Perekonomian Saudi Arabia. 1. Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan pertumbuhan ekonomi di Saudi Arabia diatur melambat
BAB I PENDAHULUAN. semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kompleksitas sistem pembayaran dalam perdagangan internasional semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang berkembang akhir-akhir ini.
Bab 5 Bisnis Global 10/2/2017 1
Bab 5 Bisnis Global 10/2/2017 1 Pengertian Globalisasi Globalisasi: Perekonomian dunia yang menjadi sistem tunggal yang saling bergantung satu dengan yang lainnya Beberapa kekuatan yang digabungkan menyulut
Keseimbangan Ekonomi Empat Sektor. Oleh: Ruly Wiliandri, SE., MM
Keseimbangan Ekonomi Empat Sektor Oleh: Ruly Wiliandri, SE., MM Perekonomian empat sektor adalah perekonomian yg terdiri dari sektor RT, Perusahaan, pemerintah dan sektor LN. Perekonomian empat sektor
BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA. negara selain faktor-faktor lainnya seperti PDB per kapita, pertumbuhan ekonomi,
BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA 4.1 Perkembangan Laju Inflasi di Indonesia Tingkat inflasi merupakan salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara selain faktor-faktor lainnya seperti
I.PENDAHULUAN. antar negara. Nilai tukar memainkan peran vital dalam tingkat perdagangan
I.PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Nilai tukar atau kurs merupakan indikator ekonomi yang sangat penting karena pergerakan nilai tukar berpengaruh luas terhadap aspek perekonomian suatu negara. Saat
I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang sehingga perekonomian
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang sehingga perekonomian masih sangat bergantung pada negara lain. Teori David Ricardo menerangkan perdagangan
BAB I PENDAHULUAN. Sehubungan dengan fenomena shock ini adalah sangat menarik berbicara tentang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Guncangan (shock) dalam suatu perekonomian adalah suatu keniscayaan. Terminologi ini merujuk pada apa-apa yang menjadi penyebab ekspansi dan kontraksi atau sering juga
I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, hal ini
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, hal ini ditunjukkan dengan hubungan multilateral dengan beberapa negara lain di dunia. Realisasi dari
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS Pengertian Perdagangan Internasional
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Perdagangan Internasional Menurut Boediono (2005:10) perdagangan diartika n sebagai proses tukar menukar yang didasarkan
BAB I PENDAHULUAN. dalam suatu periode tertentu, baik atas dasar harga berlaku maupun atas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu negara, terutama untuk negara-negara yang sedang berkembang. Peningkatan kesejahteraan
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Rupiah Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia (kodenya adalah IDR). Nama ini diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut Indonesia menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. beredar juga mempengaruhi perekonomian. Dengan berkurangnya jumlah yang. mengganggu aktivitas perekonomian nasional.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perekonomian suatu negara merupakan salah satu hal yang penting bagi keberlangsungan negara tersebut. Sebuah negara yang berkembang pasti menghadapi berbagai masalah
BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, pertumbuhan dunia industri menjadi fokus utama negara negara di
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, pertumbuhan dunia industri menjadi fokus utama negara negara di dunia. Suatu negara dengan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi menandakan tingkat
BAB I PENDAHULUAN. tersebut di banding dengan mata uang negara lain. Semakin tinggi nilai tukar mata
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu indikator yang menunjukan bahwa perekonomian sebuah negara lebih baik dari negara lain adalah melihat nilai tukar atau kurs mata uang negara tersebut
ekonomi K-13 KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL K e l a s A. PENGERTIAN KEBIJAKAN MONETER Tujuan Pembelajaran
K-13 ekonomi K e l a s XI KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Menjelaskan jenis dan instrumen
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara sedang berkembang selalu berupaya untuk. meningkatkan pembangunan, dengan sasaran utama adalah mewujudkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai negara sedang berkembang selalu berupaya untuk meningkatkan pembangunan, dengan sasaran utama adalah mewujudkan masyarakat demokratis, yang
BAB IV GAMBARAN UMUM PERDAGANGAN INDONESIA KE ASEAN PLUS THREE
BAB IV GAMBARAN UMUM PERDAGANGAN INDONESIA KE ASEAN PLUS THREE 4.1. Kerjasama Ekonomi ASEAN Plus Three Kerjasama ASEAN dengan negara-negara besar di Asia Timur atau lebih dikenal dengan istilah Plus Three
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Inflasi Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus maksudnya
Please purchase PDFcamp Printer on to remove this watermark. NILAI TUKAR DAN NERACA PEMBAYARAN MEET-11
NILAI TUKAR DAN NERACA PEMBAYARAN MEET-11 HAKEKAT TRANSAKSI VALUTA ASING Pasar valuta asing Pasar valuta asing (foreign exchange market / forex) atau disingkat valas merupakan suatu jenis perdagangan atau
EVALUASI BELAJAR TAHAP AKHIR NASIONAL TAHUN 2000 EKONOMI
EVALUASI BELAJAR TAHAP AKHIR NASIONAL TAHUN 2000 EKONOMI Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Tahun 2000 EKONOMI EBTANAS-SMA-00-01 Perhatikan pernyataan berikut! 1. tenaga ahli kurang 2. sumber daya
I. PENDAHULUAN. Globalisasi dan liberalisasi ekonomi telah membawa pembaharuan yang
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Globalisasi dan liberalisasi ekonomi telah membawa pembaharuan yang sangat cepat dan berdampak luas bagi perekonomian, baik di dalam negeri maupun di tingkat dunia
Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Tahun 2000 EKONOMI
Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Tahun 2000 EKONOMI EBTANAS-SMA-00-01 Perhatikan pernyataan berikut! 1. tenaga ahli kurang 2. sumber daya alam melimpah 3. penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
I. PENDAHULUAN. jasa. Oleh karena itu, sektor riil ini disebut juga dengan istilah pasar barang. Sisi
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Istilah sektor riil dalam pembahasan mengenai ekonomi makro menggambarkan kondisi perekonomian dipandang dari sisi permintaan dan penawaran barang dan jasa. Oleh karena
Judul : Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Minyak Bumi Di Indonesia Tahun Nama : Made Ayu Julia Kusuma Dewi NIM :
Judul : Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Minyak Bumi Di Indonesia Tahun 1996-2015 Nama : Made Ayu Julia Kusuma Dewi NIM : 1306105133 ABSTRAK Kebutuhan sehari-hari masyarakat di era globalisasi
BAB I PENDAHULUAN. Amerika Serikat. Hal ini sangat mempengaruhi negara-negara lain karena
1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar belakang masalah Pada tahun 2008 terjadi krisis global dan berlanjut pada krisis nilai tukar. Krisis ekonomi 2008 disebabkan karena adanya resesi ekonomi yang melanda Amerika
SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode
SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode 1983-1997 Cakupan : Halaman 1. Sekilas Sejarah Bank Indonesia di Bidang Moneter Periode 1983-2 1997 2. Arah Kebijakan 1983-1997 5 3. Langkah-Langkah Strategis 1983-1997
BAB I PENDAHULUAN. Cadangan devisa merupakan salah satu indikator yang sangat penting untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Cadangan devisa merupakan salah satu indikator yang sangat penting untuk menunjukan kuat atau lemahnya fundamental perekonomian suatu negara. Selain itu,
SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode
SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode 1966-1983 Cakupan : Halaman 1. Sekilas Sejarah Bank Indonesia di Bidang Moneter Periode 1966-2 1983 2. Arah Kebijakan 1966-1983 5 3. Langkah-Langkah Strategis 1966-1983
KERJASAMA INTERNASIONAL.
KERJASAMA INTERNASIONAL TUJUAN PEMBELAJARAN Mendeskripsikan kerjasama internasional Mengidentifikasi tujuan kerjasama internasional Menganalisis kerjasama ekonomi internasional Mengidentifikasi dampak
I.PENDAHULUAN. Meningkatnya peran perdagangan internasional dibandingkan dengan. perdagangan domestik merupakan salah satu ciri yang menandai semakin
I.PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Meningkatnya peran perdagangan internasional dibandingkan dengan perdagangan domestik merupakan salah satu ciri yang menandai semakin berkembangnya globalisasi,
BAB III KERANGKA PEMIKIRAN
BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis Pada penelitian tentang penawaran ekspor karet alam, ada beberapa teori yang dijadikan kerangka berpikir. Teori-teori tersebut adalah : teori
Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan nasional merupakan upaya pembangunan yang berkesinambungan, meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan
OME File/UN/Soal dan Pembahasan Ekonomi
1. Perhatikan masalah-masalah yang berkaitan dengan produksi barang: 1. Dimana barang akan diproduksi 2. Untuk siapa barang diproduksi 3. Bagaimana cara memproduksi barang 4. Barang atau jasa apa yang
perdagangan, industri, pertania
6. Organisasi Perdagangan Internasional Untuk mempelajari materi mengenai organisasi perdagangan internasional bisa dilihat pada link video berikut: https://bit.ly/2i9gt35. a. ASEAN (Association of South
Perdagangan, Globalisai, dan Neraca Pembayaran Internasional. Pengantar Ilmu Ekonomi
Perdagangan, Globalisai, dan Neraca Pembayaran Internasional. Pengantar Ilmu Ekonomi Pokok bahasan pertemuan ke-13 Manfaat perdagangan internasional. Keunggulan dalam perdagangan internasional. Globalisasi
BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan barang dan jasa, investasi yang dapat meningkatkan barang modal,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan perekonomian negara dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian
BAB II LANDASAN TEORI. ketentuan yang berlaku (Rinaldy, 2000: 77). Dalam aktivitas ekspor ada beberapa tahapan - tahapan yang
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Ekspor Ekspor adalah perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam keluar wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku (Rinaldy, 2000: 77). Dalam aktivitas
KEBIJAKAN EKONOMI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
KEBIJAKAN EKONOMI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL Rikky Herdiyansyah SP., MSc Pengertian Kebijakan Ek. Internasional Tindakan/ kebijakan ekonomi pemerintah, yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi
BAB I PENDAHULUAN. perdagangan dan pariwisata atau dalam istilah tertentu pariwisata memimpin
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada prinsipnya, pertumbuhan ekonomi dapat dirangsang oleh perdagangan dan pariwisata atau dalam istilah tertentu pariwisata memimpin pertumbuhan, pertumbuhan dipimpin
Wulansari Budiastuti, S.T., M.Si.
Modul ke: Fakultas FIKOM Wulansari Budiastuti, S.T., M.Si. Program Studi Periklanan dan Komunikasi Pemasaran. www.mercubuana.ac.id Materi Pembelajaran Kebijakan Moneter Kebijakan Fiskal Kebijakan Moneter
PEREKONOMIAN INDONESIA TAHUN 2007: PROSPEK DAN KEBIJAKAN
PEREKONOMIAN INDONESIA TAHUN 2007: PROSPEK DAN KEBIJAKAN KANTOR MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS) DIREKTORAT PERENCANAAN MAKRO FEBRUARI
BAB I PENDAHULUAN. Perdagangan internasional merupakan aspek yang sangat penting dalam. perekonomian setiap Negara di dunia. Tanpa adanya perdagangan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perdagangan internasional merupakan aspek yang sangat penting dalam perekonomian setiap Negara di dunia. Tanpa adanya perdagangan internasional, kebutuhan suatu
BAB I PENDAHULUAN. kemungkinan kelebihan produksi barang dan jasa tersebut demikian juga negara lain. Jika
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap negara berusaha memenuhi kebutuhannya baik barang dan jasa, atinya akan ada kemungkinan kelebihan produksi barang dan jasa tersebut demikian juga negara lain.
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. A. Perkembangan Penanaman Modal Dalam Negeri di Indonesia
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN A. Perkembangan Penanaman Modal Dalam Negeri di Indonesia PMDN dapat diartikan sebagai kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia
