Mempertahankan arah, menjadi lebih kuat.
|
|
|
- Iwan Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Bank Danamon Laporan Tahunan Laporan Direktur Utama Mempertahankan arah, menjadi lebih kuat. Di tahun 2006 Bank Danamon memperingati ulang tahunnya yang ke-50 dan menjadi lebih kuat pada akhir tahun yang penuh dengan tantangan dalam perekonomian Indonesia. Paruh pertama tahun 2006 merupakan periode yang penuh ujian bagi sektor perbankan pada umumnya. Kami menghadapi inflasi dan tingkat suku bunga yang tinggi, kebijakan moneter dan likuiditas yang ketat, penurunan daya beli yang signifikan di seluruh sektor konsumer dan dampaknya terhadap kelayakan kredit individual maupun bisnis serta pertumbuhannya. Kami menghadapi sejumlah perubahan peraturan dan segera menanggapi kebutuhan nasabah, karyawan dan masyarakat yang terkena dampak bencana alam di tanah air. Di tengah berbagai tantangan tersebut, saya gembira dapat menyampaikan kemajuan berarti yang kami capai di semua sektor, dengan pandangan yang positif untuk tahun yang akan datang. Laba bersih tahun 2006 tercatat sebesar Rp miliar, dibandingkan dengan Rp miliar di tahun 2005, dimana kami membukukan pendapatan luar biasa dan non-rutin. Apabila pendapatan-pendapatan luar biasa dan non-rutin tersebut tidak diperhitungkan, pendapatan inti menunjukkan pertumbuhan Laba Bersih Setelah Pajak sebesar 16% di 2006 dari Rp miliar menjadi Rp miliar. Hal ini membuktikan ketahanan dari modelmodel bisnis kami di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Kami mencatat pertumbuhan bisnis dan profitabilitas yang baik. Dana pihak ketiga tumbuh sebesar 23%, menunjukkan peningkatan pangsa pasar. Meskipun permintaan kredit secara umum melemah, kami berhasil meningkatkan jumlah kredit sebesar 17%. Pendapatan bunga bersih naik 23% dan marjin bunga bersih, yang merupakan salah satu indikator utama kinerja kami, meningkat dalam lima tahun berturut-turut menjadi 9,3%. Ini membuktikan efektivitas dari bisnisbisnis berimbal hasil tinggi yang kami miliki di tengah meningkatnya biaya pendanaan. Pendapatan imbal jasa (fee income) tumbuh sebesar 26% di tahun 2006 dan fee income yang terkait dengan kredit naik sebesar 40%.
2 19 Laporan Tahunan 2006 Bank Danamon
3 Bank Danamon Laporan Tahunan Dalam kondisi inflasi tinggi, kami mampu mengelola biaya secara disiplin. Biaya operasional naik 18% sebagian karena ekspansi bisnis baru. Kendati demikian, rasio biaya terhadap pendapatan yang dinormalisasi berhasil diturunkan menjadi 48,9% dibandingkan dengan 51,1% di tahun Kami menguji ketangguhan arsitektur risiko kami. Di tengah kondisi usaha yang penuh dengan tantangan, persentase jumlah kredit bermasalah terhadap total kredit sebesar 3,3%, dengan cakupan penyisihan kerugian kami setelah memperhitungkan nilai jaminan kredit mencapai lebih dari 140%. Biaya kredit berhasil diturunkan ke tingkat 2,9% dari aktiva produktif dibandingkan dengan 3,1% di tahun Basis modal yang sehat (CAR 20,4%) dan pendanaan yang kuat mampu mendukung inisiatif-inisiatif ekspansi kami. Disamping meningkatkan jumlah simpanan nasabah, kami juga berhasil memperoleh pendanaan terstruktur jangka panjang dari pasar lokal maupun internasional, tanpa risiko nilai tukar. Diantaranya yang terpenting adalah fasilitas pendanaan bernilai setara dengan US$ 150 juta dari IFC, fasilitas terbesar yang diberikan kepada debitur sektor swasta di Indonesia. Kami tetap mempertahankan arah. Kami mempertahankan fokus pada kelima prioritas strategis dalam menghadapi gejolak dan perubahan-perubahan yang terjadi. Pertama, melanjutkan investasi pada bisnis berimbal hasil tinggi, kedua, memperluas franchise pendanaan, ketiga, memperkuat efisiensi operasional, keempat, meningkatkan basis teknologi, dan kelima, mengejar ambisi jangka panjang menjadi perusahaan pilihan untuk berkarya. Berikut adalah evaluasi terhadap setiap prioritas strategis kami. Bisnis yang berimbal hasil tinggi menghasilkan pertumbuhan yang mapan dan memberikan kontribusi sebesar 44% terhadap total portofolio kredit. Volume kredit Danamon Simpan Pinjam tumbuh sebesar 71% selama tahun 2006 hingga mencakup 14% dari seluruh kredit. Adira Finance, perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor yang merupakan anak perusahaan kami, berhasil mempertahankan kepemimpinannya di pasar dan meningkatkan jumlah kredit sepeda motor sebesar 12% serta pembiayaan mobil sebesar 7%, walaupun permintaan kendaraan di sektor otomotif turun drastis sepanjang tahun. Aktivitas kartu kredit dan charge card meningkat sehubungan dengan pengambilalihan hak tunggal pengoperasian kartu American Express di Indonesia dan peluncuran kartu co-branded seperti Manchester United MasterCard. Sebagai salah satu sumber fee income yang sedang tumbuh, bisnis kartu kami menyediakan rangkaian produk terlengkap di pasar, dioperasikan oleh tim manajemen yang kuat dan didukung oleh platform TI baru yang memungkinkan kami untuk mengelola pertumbuhan berskala besar di masa mendatang. Kami mengkonsolidasikan kepemilikan saham pada Adira Quantum, bisnis pembiayaan konsumer non-kendaraan bermotor, dan Adira Insurance, yang bergerak dalam bisnis asuransi umum. Kedua anak perusahaan ini memiliki potensi pemasaran silang (crossmarketing) yang besar guna memenuhi kebutuhan nasabah bank serta mengembangkan basis nasabahnya sendiri. Dalam rangka mendukung komitmen untuk memperluas franchise pendanaan, kami telah memperkuat landasan perbankan ritel dengan menambah staf penjualan; menyelenggarakan sebanyak hari pelatihan guna meningkatkan keterampilan; menambah dan memperbaharui produk-produk simpanan dan pinjaman; serta meningkatkan jaringan ATM kami. Kami juga telah menyelesaikan serangkaian promosi yang sukses dan mampu meningkatkan citra kami sebagai bank dengan layanan yang lengkap dan menawarkan ide-ide yang inovatif. Pertumbuhan simpanan dari kuartal ke kuartal berhasil meraih momentum dan kami mencapai pertumbuhan simpanan berbiaya rendah giro dan tabungan masing-masing sebesar 18% dan 14% sepanjang tahun. Berbagai upaya dalam meningkatkan efisiensi operasional telah dilakukan. Kami membentuk unit baru Operational Excellence untuk seluruh organisasi guna menerapkan praktek internasional terbaik yang sesuai, dengan tujuan mempersingkat waktu pemrosesan transaksi, mengurangi pemborosan, dan memfokuskan untuk terus meningkatkan kepuasan nasabah. Lesunya pasar otomatif yang bersifat sementara memberikan kesempatan kepada kami untuk memperkuat infrastruktur internal Adira Finance, mulai dari proses persetujuan pembiayaan hingga pengelolaan agunan yang diambil alih.
4 21 Laporan Tahunan 2006 Bank Danamon Kondisi ekonomi yang sulit tidak menghambat rencana investasi kami untuk meningkatkan infrastruktur teknologi. Selain menyelesaikan sistem pemrosesan kartu kredit yang baru dalam waktu singkat, kami memasang sistem utama untuk penetapan harga dan profitabilitas, serta mengimplementasikan sistem pemrosesan kredit yang baru secara bertahap hingga akhir tahun Persiapan-persiapan utama yang diperlukan untuk mengevaluasi core banking system yang baru telah diselesaikan dan akan dijalankan dalam dua tahun ke depan. Untuk kedua kalinya Bank Danamon melakukan survey iklim kerja, sebagai bagian dari upaya untuk mencapai tujuan menjadi perusahaan pilihan untuk berkarya. Untuk kedua kalinya pula, hasil survey menunjukkan nilai Bank Danamon melampaui standar pembanding nasional dan memposisikan Bank Danamon jauh di atas bank-bank pembanding di kawasan regional. Banyak yang telah dilakukan dalam program-program pengembangan kepemimpinan dan manajemen, termasuk penyelesaian kurikulum Universitas Danamon, dalam rangka membedakan Bank Danamon sebagai pilihan utama bagi mereka dalam mencari karir yang menyenangkan dan memberikan penghargaan yang baik. Kami merayakan lima dekade keberadaan kami dengan semangat Pemberdayaan. Bank Danamon berkomitmen untuk mewujudkan visi peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan. Kami terus membangun kepercayaan nasabah, membantu mereka mengendalikan kebutuhan individual dan bisnis dengan lebih baik, serta mencapai tujuannya: mungkin melalui modal kerja untuk mengembangkan usaha atau KPR bagi keluarga yang sedang bertumbuh. Mungkin pula melalui kenyamanan menggunakan kartu kredit dalam perjalanan ke luar negeri atau dukungan kepada pedagang pasar untuk membangun kembali usahanya setelah bencana kebakaran. Apapun itu, kami memandang penting untuk memahami segala kebutuhan nasabah kami. Pada tahun 2006 kami menggunakan kesempatan untuk memperingati ulang tahun Bank Danamon yang ke 50 dengan membangun kerangka kerja sama ke arah pemberdayaan bersama, antara bank dan berbagai pemangku kepentingannya. Dalam inisiatif tersebut, kami menyelenggarakan rangkaian seminar eksternal dengan pembicara lokal dan internasional yang terkenal dan menyelenggarakan acara penyerahan penghargaan Danamon Award yang pertama, suatu acara tahunan yang kami harap dapat menjadi sumber inspirasi dan stimulus bagi pengembangan masyarakat yang bertanggung jawab di tahun-tahun mendatang. Kecenderungan ekonomi menunjukkan bahwa kondisi operasional akan lebih kondusif di tahun 2007, dengan inflasi satu digit dan turunnya tingkat suku bunga sehingga memungkinkan ekspansi kredit yang kuat. Pertumbuhan PDB antara 6%-7% merupakan kunci untuk mencapai sasaran jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan lapangan kerja dan mengentaskan kemiskinan. Dalam kondisi-kondisi tersebut kami siap melanjutkan kemajuan yang telah dicapai dari model-model bisnis yang ada saat ini. Kemampuan kami dalam mengatasi periode yang sulit seperti pada awal tahun 2006, membuktikan kesiapan kami untuk menghadapi berbagai tantangan maupun peluang baru di masa mendatang. Untuk dan atas nama Direksi Sebastian Paredes, Direktur Utama Maret 2007
5 Bank Danamon Laporan Tahunan Board of Management (dari kiri ke kanan) Rene Burger Sanjiv Malhotra Ali Yong Kanchan Nijasure Anika Faisal Sebastian Paredes Jerry Ng Vera Eve Lim Djemi Suhenda Hendarin Sukarmadji Muliadi Rahardja
6 23 Laporan Tahunan 2006 Bank Danamon
Laporan Direktur Utama
Laporan Utama Utama 16 Laporan Tahunan Danamon 2007 Kami berhasil meraih kinerja yang sangat memuaskan di berbagai bidang... Pemegang Saham yang Terhormat, Dengan bangga saya laporkan bahwa dalam segala
Laporan Direktur Utama
22 PT Bank Danamon Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2008 Laporan Utama Pemegang Saham yang Terhormat, Tahun 2008 merupakan periode dengan banyak peristiwa yang menggoncangkan fondasi sektor keuangan global
Peristiwa Penting Tahun 2006
Laporan Tahunan 2006 Bank Danamon Peristiwa Penting Tahun 2006 22 Februari 15 Mei 22 Mei 19 Juni Bank Danamon dan American Express menandatangani perjanjian pengalihan bisnis kartu dan merchant American
Diskusi dan Analisis Manajemen
Diskusi dan Analisis Manajemen Data Keuangan Konsolidasi Hasil Usaha Pendapatan Bunga Bersih 4.603 5.645 7.136 26% Pendapatan Imbal Jasa 1.080 1.358 1.741 28% Pendapatan Operasional 5.683 7.003 8.877 27%
Sambutan Komisaris Utama
Sambutan Komisaris Utama Bank Danamon mempertahankan posisinya sebagai salah satu bank dengan profitabilitas tertinggi di Indonesia pada tahun 2005. Sim Kee Boon, Komisaris Utama Pemegang Saham yang terhormat,
Laporan Komisaris Utama
12 PT Bank Danamon Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2008 Laporan Pemegang Saham yang Terhormat, Perekonomian Indonesia mengalami berbagai dinamika perubahan selama tahun 2008. Tahun 2008 diawali secara positif
BAB I PENDAHULUAN. dijumpai pada setiap Negara, salah satunya Indonesia. Pada umumnya Usaha
1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan unit usaha yang banyak dijumpai pada setiap Negara, salah satunya Indonesia. Pada umumnya Usaha Kecil dan Menengah
12,1% Perbankan Individu. Tinjauan Bisnis. Rp 122,8 triliun
Ikhtisar Data Keuangan Laporan Manajemen Profil Perusahaan Analisis dan Pembahasan Manajemen Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Tinjauan Keuangan Tinjauan Bisnis Perbankan Individu Perbankan Individu Tahun
BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi efisiensi dan efektifitas perusahaan/bank
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumber daya manusia adalah aset organisasi yang penting dan membuat sumber daya organisasi lainnya bekerja. Sumber daya manusia penting karena mempengaruhi efisiensi
Ringkasan eksekutif: Di tengah volatilitas dunia
Ringkasan eksekutif: Di tengah volatilitas dunia Perlambatan pertumbuhan Indonesia terus berlanjut, sementara ketidakpastian lingkungan eksternal semakin membatasi ruang bagi stimulus fiskal dan moneter
BAB I PENDAHULUAN. dari pelepasan kredit dan pendapatan berbasis biaya (fee based income). Lambatnya
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sebagian besar pendapatan bank berasal dari pendapatan bunga yang berasal dari pelepasan kredit dan pendapatan berbasis biaya (fee based income). Lambatnya pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan memegang peranan penting dalam menunjang kegiatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Industri perbankan memegang peranan penting dalam menunjang kegiatan perekonomian. Begitu penting perannya sehingga ada anggapan bahwa bank merupakan "nyawa
EKUITAS LAPORAN LABA RUGI. Ekuitas
EKUITAS Pada tahun total ekuitas BCA tumbuh 16,6% atau Rp 18,7 triliun menjadi Rp 131,4 triliun. Kenaikan ekuitas ini sejalan dengan peningkatan profitabilitas dan kebijakan pembagian dividen secara terukur.
BAB III METODE PENELITIAN. A. Gambaran Umum PT. Bank Danamon Simpan Pinjam Muara Enim.
23 BAB III METODE PENELITIAN A. Gambaran Umum PT. Bank Danamon Simpan Pinjam Muara Enim. Sejarah Bank Danamon dimulai pada 1956. pada tahun tersebut berdiri sebuah bank dengan nama bank kopra indonesia.
I. PENDAHULUAN Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ekonomi suatu negara tidak lepas dari peran penting perbankan. Peranan penting perbankan dalam era pembangunan nasional adalah sebagai sumber permodalan
BAB I PENDAHULUAN. Dilihat dari kondisi masyarakat saat ini, jarang sekali orang tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dilihat dari kondisi masyarakat saat ini, jarang sekali orang tidak mengenal bank dan tidak berhubungan dengan bank. Perbankan sendiri memegang peranan penting
BAB I PENDAHULUAN. terjadi perkembangan yang sangat pesat dari tahun-tahun sebelumnya. Hal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kondisi perbankan di Indonesia saat ini memang sangat baik, dimana terjadi perkembangan yang sangat pesat dari tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari berkurangnya
BAB I PENDAHULUAN. Sektor perbankan menjadi salah satu sektor penting dalam proses
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sektor perbankan menjadi salah satu sektor penting dalam proses pertumbuhan ekonomi disuatu negara. Sektor perbankan seperti Bank Indonesia berperan dalam hal
Laporan Manajemen. Ikhtisar Utama. Aktiva Kredit Bermasalah
Ikhtisar Utama Profil Perusahaan Analisa & Pembahasan Ikhtisar Keuangan (Dalam miliar Rupiah kecuali data saham) 2015 2014 2013 2012 2011 NERACA KONSOLIDASIAN Aktiva 188.057 195.821 184.338 155.791 142.292
Percaya pada keyakinan Anda
Laporan Tahunan 2004 Percaya pada keyakinan Anda iii Bp. Erlan Cahyana, nasabah DSP Khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka yang bekerja di kawasan industri dan pabrik, kami membuka 57 unit DSP pada tahun
Standard Chartered Bank Plc cetak rekor laba operasional di paruh pertama, naik 10% ke USD3,12 milyar
Standard Chartered Bank Plc cetak rekor laba operasional di paruh pertama, naik 10% ke USD3,12 milyar Momentum bisnis yang kuat serta pencapaian rekor kinerja yang konsisten Ringkasan: Laba Group meningkat
BAB I PENDAHULUAN. kelangsungan pembangunan ekonomi nasional. Bank berfungsi. menghimpun dana dari masyarakat (to receive deposit) dan kemudian
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Bank memiliki peranan yang sangat strategis dalam menjamin kelangsungan pembangunan ekonomi nasional. Bank berfungsi menghimpun dana dari masyarakat (to
UKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN ANALISIS BSC DAN SWOT PADA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK, KCU BEKASI
UKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN ANALISIS BSC DAN SWOT PADA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK, KCU BEKASI DISUSUN OLEH : NAMA : Metta Mustika Septiani NPM : 10208799 JURUSAN : Manajemen (S-1) PEMBIMBING
Fokus Negara IMF. Fokus Negara IMF. Ekonomi Asia yang Dinamis Terus Memimpin Pertumbuhan Global
Fokus Negara IMF Orang-orang berjalan kaki dan mengendarai sepeda selama hari bebas kendaraan bermotor, diadakan hari Minggu pagi di kawasan bisnis Jakarta di Indonesia. Populasi kaum muda negara berkembang
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan pada umumnya, bank juga berorientasi untuk mendapatkan laba yang
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat dari tugas akhir ini. Berikutnya diuraikan mengenai batasan masalah dan sistematika
IV. KINERJA MONETER DAN SEKTOR RIIL DI INDONESIA Kinerja Moneter dan Perekonomian Indonesia
IV. KINERJA MONETER DAN SEKTOR RIIL DI INDONESIA 4.1. Kinerja Moneter dan Perekonomian Indonesia 4.1.1. Uang Primer dan Jumlah Uang Beredar Uang primer atau disebut juga high powered money menjadi sasaran
1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan Dunia dalam era globalisasi, termasuk didalamnya berkembangnya bidang perekonomian, masing-masing negara berusaha memacu dirinya untuk berkembang, sehingga
INDONESIA PADA GUBERNUR BANK PANITIA ANGGARAN SEMESTER
PANDANGAN GUBERNUR BANK INDONESIA PADA RAPAT KERJA PANITIA ANGGARAN DPR RI MENGENAI LAPORAN SEMESTER I DAN PROGNOSIS SEMESTER II APBN TA 2006 2006 Anggota Dewan yang terhormat, 1. Pertama-tama perkenankanlah
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di bab-bab sebelumnya, maka dapat di ambil simpulan sebagai berikut: 1. Perkembangan Capital Adequacy
BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan memegang peranan penting dalam menunjang kegiatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Industri perbankan memegang peranan penting dalam menunjang kegiatan perekonomian. Begitu penting perannya sehingga ada anggapan bahwa bank merupakan "nyawa
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. 4.1 Kesimpulan. perusahaan BPR Pura Artha Kencana Jatipuro di Karanganyar, maka dapat ditarik
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti pada perusahaan BPR Pura Artha Kencana Jatipuro di Karanganyar, maka dapat ditarik beberapa
BAB I PENDAHULUAN. investasi maupun modal kerja. Perkembangan yang pesat tersebut
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perekonomian suatu negara digerakkan antara lain oleh sektor riil dan jasa, dimana untuk berkembang dibutuhkan suntikan dana sebagai investasi maupun modal
BAB I PENDAHULUAN. secara umum diukur dari pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Hal ini disebabkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peningkatan perekonomian suatu negara dan tingkat kesejahteraan penduduk secara umum diukur dari pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan
BAB I PROFIL PERUSAHAAN
BAB I PROFIL PERUSAHAAN PT Bank Central Asia, Tbk. ( BCA ) merupakan perusahaan swasta nasional dengan kedudukan kantor pusat di Jalan Jenderal Sudirman kav. 22-23, Jakarta. Dalam laporan tahunan tahun
Daftar Isi. Latar Belakang Implementasi Manajemen Risiko Tujuan Manajemen Risiko Definisi Model Manajemen Risiko Control Self Assessment
Manajemen Risiko Daftar Isi Latar Belakang Implementasi Manajemen Risiko Tujuan Manajemen Risiko Definisi Model Manajemen Risiko Control Self Assessment Latar Belakang Manajemen Risiko Tata Kelola Perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. Penggunaan produk perbankan seperti kartu kredit, kartu debit dan ATM membuat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman modern saat sekarang ini, menyimpan uang kas dalam jumlah banyak sudah tidak aman lagi. Dengan perkembangan teknologi dan semakin sempitnya lapangan pekerjaan,
BAB I PENDAHULUAN. dan lainnya (Hanafi dan Halim, 2009). Sedangkan kinerja keuangan bank dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kinerja keuangan bank merupakan suatu gambaran kondisi keuangan bank pada suatu periode tertentu, baik mencakup aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dananya. Penilaian
BAB I PENDAHULUAN. kecenderungan pelarian nasabah oleh masyarakat telah jauh berkurang jika
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejak berlangsungnya krisis nilai tukar pada pertengahan tahun 1997 yang diikuti krisis ekonomi, sampai akhir tahun 1999 perbankan masih terpuruk. Posisi keuangan dan
SURVEI KREDIT PERBANKAN
SURVEI KREDIT PERBANKAN B A N K L O A N S U R V E Y TRIWULAN IV-2004 Permintaan dan persetujuan pemberian kredit baru pada triwulan IV- 2004 secara indikatif memperlihatkan peningkatan Peningkatan tersebut
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
22 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Perusahaan PT Bank CIMB Niaga, Tbk berdiri pada tanggal 26 September 1955 dengan nama Bank Niaga. Pada dekade awal berdirinya, fokus utama adalah pada membangun
BAB I PENDAHULUAN. dalam bentuk simpanan. Sedangkan lembaga keuangan non-bank lebih
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lembaga keuangan digolongkan ke dalam dua golongan besar menurut Kasmir (2012), yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan nonbank. Lembaga keuangan bank atau
BAB I PENDAHULUAN. sejak adanya Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Eksistensi perbankan syariah di Indonesia saat ini semakin meningkat sejak adanya Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah yang memberikan
BAB I PENDAHULUAN. jasa lalu lintas pembayaran dan sebagai sarana dalam kebijakan moneter.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perusahaan jasa yang menyediakan jasa keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat adalah bank. Bank mempunyai peranan penting dalam kehidupan perekonomian. Fungsi
Mempertahankan Soliditas
Hasil Kinerja Semester I 2017 Mempertahankan Soliditas Public Expose 2017 PT Bank Central Asia Tbk Jakarta, 9 Agustus 2017 Daftar Isi Tinjauan Makro Ekonomi halaman Kondisi makro ekonomi 4 Ikhtisar kinerja
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perkembangan bisnis menuntut perbankan untuk senantiasa selalu memperbaiki kinerjanya. Hal ini dikarenakan perbankan mempunyai pengaruh
BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai Financial Intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi saat ini dunia perbankan merupakan bagian yang sangat penting bagi setiap Negara. Persaingan memperebutkan pangsa pasar yang sempit namun potensial
BAB I PENDAHULUAN. mengalami kemerosotannya. Hal ini terlihat dari nilai tukar yang semakin melemah, inflasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada awal tahun 1998 yakni pada awal masa orde baru perekonomian Indonesia mengalami kemerosotannya. Hal ini terlihat dari nilai tukar yang semakin melemah,
I. PENDAHULUAN. akan barang dan jasa juga semakin meningkat. Kebutuhan suatu kendaraan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan berjalannya waktu yang semakin maju, maka kebutuhan manusia akan barang dan jasa juga semakin meningkat. Kebutuhan suatu kendaraan merupakan kebutuhan yang
BAB V PENUTUP. penelitian serta saran untuk penelitian selanjutnya dan implikasi bagi perbankan
BAB V PENUTUP BAB V PENUTUP 5. Dalam bab ini akan dijelaskan kesimpulan penelitian, keterbatasan penelitian serta saran untuk penelitian selanjutnya dan implikasi bagi perbankan BUMN. 5.1. Kesimpulan Penelitian
PERKEMBANGAN TERKINI
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK. PERKEMBANGAN TERKINI KINERJA OPERASIONAL PERSEROAN Perbandingan Periode Sembilan bulan yang Berakhir pada tanggal 30 September 2011 dan 30 September 2012 Pendapatan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan dana yang tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan dana yang tidak sedikit jumlahnya di dalam pembangunan nasional. Dalam konteks pembangunan nasional maupun
I. PENDAHULUAN. Sektor perbankan merupakan salah satu sektor yang memegang. peranan penting dalam pelaksanaan pembangunan terutama dalam
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor perbankan merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan pembangunan terutama dalam mendukung terlaksananya aktivitas usaha di segala
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR),
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan dan telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing
BAB I PENDAHULUAN. memiliki fungsi intermediasi yaitu menghimpun dana dari masyarakat yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Menurut UU No.10 tahun 1998 : Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perekonomian di Indonesia pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perekonomian di Indonesia pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari dunia perbankan. Bank sebagai lembaga keuangan yang berfungsi sebagai intermediasi untuk menghimpun
BAB l PENDAHULUAN. Perkembangan Dunia dalam era globalisasi, termasuk didalamnya. berkembangnya bidang perekonomian, masing-masing negara berusaha
BAB l PENDAHULUAN I I. Latar Belakang Perkembangan Dunia dalam era globalisasi, termasuk didalamnya berkembangnya bidang perekonomian, masing-masing negara berusaha memacu dirinya untuk berkembang, sehingga
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan bunga baik tabungan, deposito, pinjaman, dll.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perubahan dan perkembangan ekonomi global sangat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Salah satunya perubahan perubahan pada nilai suatu mata uang Rupiah
BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam suatu organisasi untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam suatu organisasi untuk mendapatkan kinerja yang baik. Keberhasilan organisasi tidak hanya mencakup dari
BAB I PENDAHULUAN. produksi mobil yang dirakit di Indonesia berada pada kira-kira dua juta unit. per tahun (www.indonesia-investments.com).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Industri otomotif Indonesia telah menjadi sebuah pilar penting dalam sektor manufaktur negara ini karena banyak perusahaan mobil yang terkenal di dunia membuka
BERITA PERS. MPMX Raih Pendapatan Rp 12,2 Triliun selama 9 Bulan di Tahun 2015
BERITA PERS Dapat Diterbitkan Segera MPMX Raih Pendapatan Rp 12,2 Triliun selama 9 Bulan di Tahun 2015 Laba bersih segmen consumer parts tumbuh 36%, termasuk one-off gain Penjualan sepeda motor turun 9%
BAB II DESKRIPSI PT BANK INDEX SELINDO
BAB II DESKRIPSI PT BANK INDEX SELINDO 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Bank Index adalah Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) didirikan di Jakarta pada tanggal 30 Juli 1992, dan mulai resmi beroperasi dalam
BAB I PENDAHULUAN. Krisis keuangan yang terjadi pada tahun 1997 mempunyai dampak yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Krisis keuangan yang terjadi pada tahun 1997 mempunyai dampak yang sangat besar bagi perekonomian suatu negara, terutama di negara berkembang. Dengan adanya
I. PENDAHULUAN. Bank merupakan lembaga keuangan terpenting dan sangat. bank bagi perkembangan dunia usaha juga dinilai cukup signifikan, dimana bank
I. PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Bank merupakan lembaga keuangan terpenting dan sangat mempengaruhi perekonomian baik secara mikro maupun secara makro. Peran bank bagi perkembangan dunia usaha juga dinilai
BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan di Indonesia saat ini mengalami perubahan dan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri perbankan di Indonesia saat ini mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat pesat dan hal tersebut disebabkan oleh perubahan kebijakan pemerintah yang
BAB I PENDAHULUAN. maksud dan tujuan penulis, serta kegunaan penelitian yang akan dilakukan.
BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini dibahas latar belakang masalah, identifikasi dan rumusan masalah, maksud dan tujuan penulis, serta kegunaan penelitian yang akan dilakukan. 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi
BAB I PENDAHULUAN. setuju bahwa Indonesia sangat kecil kemungkinannya untuk terimbas krisis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis moneter tahun 1997 yang lalu telah mengguncang hampir seluruh sendi perekonomian Indonesia. Padahal hingga Juli 1997 itu, hampir semua pihak setuju bahwa
BAB I PENDAHULUAN. merupakan mata rantai yang penting dalam melakukan bisnis karena. melaksanakan fungsi produksi, oleh karena itu agar
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perbankan merupakan tulang punggung dalam membangun sistem perekonomian dan keuangan Indonesia karena dapat berfungsi sebagai intermediary institution yaitu
