Sistem Pemantauan Ruangan Dengan Server Raspberry Pi
|
|
|
- Hendri Hartanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 IJEIS, Vol.5, No.1, April 2015, pp. 65~76 ISSN: Sistem Pemantauan Ruangan Dengan Server Raspberry Pi Egrit Nurcahyo Wijatsongko* 1, Agfianto Eko Putra 2, Bambang Nurcahyo Prastowo 3 1 Prodi Elektronika dan Instrumentasi, FMIPA, UGM Yogyakarta 2,3 Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika, FMIPA UGM, Yogyakarta * 1 [email protected], 2 [email protected], 3 [email protected] Abstrak Pemantauan secara terus menerus akan membebani storage pada server, karena ukuran berkas video hasil rekaman akan sangat besar. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan membuat agar webcam hanya merekam pada saat-saat dibutuhkan saja. Contoh saat yang dibutuhkan ini adalah saat seseorang memasuki ruangan. Karena itu dibutuhkan sebuah sistem pemantauan yang dapat melakukan deteksi gerakan pada suatu ruangan. Dalam penelitian ini, masalah tersebut coba diselesaikan dengan merancang bangun sistem pemantau ruangan berbasis Komputer mini (Raspberry Pi). Sistem pemantauan ini dibuat menggunakan program motion. Program motion menangani deteksi gerak dan streaming, selain itu sistem juga dibuat agar dapat mengirimkan notifikasi saat terjadi gerakan melalui . Untuk alasan keamanan dan backup data, sistem juga akan mengunggah video hasil rekaman ke Google Drive. Sistem terdiri dari 1 server dan 1 klien yang saling berhubungan menggunakan jaringan WLAN. Sistem diuji kinerjanya dengan mengamati parameter frame rate video hasil rekaman. Sistem juga diuji kemampuan deteksi geraknya pada intensitas cahaya yang berbeda-beda. Dari pengujian didapatkan bahwa kondisi terbaik untuk sistem adalah pada framesize 320x240 dengan intensitas cahaya lebih dari 8 lux. Kata kunci Motion, deteksi gerak, Raspberry Pi, , Google Drive Abstract Continuous record will overload storage, due to big size recorded video files. One of the solution to this problem is to make system only record at necessary time. The example of the necessary time is when someone enter the room. Because of that, surveillance system which can detect motion in the room is needed. In this research, mentioned problem was tried to be solved by design and build a mini computer (Raspberry Pi) based room surveillance system. This surveillance system is made with Motion program. Motion program handle motion detection and streaming. Besides that, system also made so it can send notification via , when motion is detected. For security and back up data reasons, system will also upload recorded video to Google Drive. System consists of one server and one client that are connected using WLAN network. The System performance was tested by observing recorded video frame rates as parameter. The motion detection of the system was also tested on various light intensity. From the test, got that the best condition for the system is at frame size 320x240 with light intensity more than 8 lux. Keywords Motion, motion detection, Raspberry Pi, , Google Drive Received January 21 th 2014; Revised August 21 th, 2014; Accepted April 15 th, 2015
2 66 ISSN: P 1. PENDAHULUAN emantauan secara terus menerus seperti pada CCTV dipusat perbelanjaan atau perkantoran, akan membebani storage pada server, karena ukuran file video hasil rekaman akan sangat besar. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut dengan membuat agar webcam hanya merekam pada saat-saat yang dibutuhkan saja. Salah satu contoh saat yang dibutuhkan ini adalah saat seseorang memasuki ruangan. Karena itu dibutuhkan sebuah sistem pemantauan yang dapat melakukan deteksi gerakan pada suatu ruangan. Oleh karena itu untuk membuat sistem pengawasan tersebut dibutuhkan sebuah server yang dapat melakukan pengolahan data video digital sekaligus mengirimkan peringatan ke pemilik. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut bisa digunakan Single Board Computer (SBC) sebagai server dari sistem pemantauan tersebut. Salah satu contoh SBC yang dapat digunakan untuk membangun sistem pemantauan ini adalah Raspberry pi. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya dari sisi hardwarenya, penelitian sebelumnya yang sejenis menggunakan PC sebagai server sistem pemantauannya[1]. Selain PC penelitian lain menggunakan mini PC, sebagai server, salah satu contoh mini pc yang digunakan adalah Mini PC Zotac Zbox Nano AD10[2]. 2.1 Rancangan Penelitian 2. METODE PENELITIAN Obyek yang bergerak Motion (bagian pendeteksi gerakan dan pengolah frame) Pengirim notifikasi Pengupload video hasil rekaman Gambar 1 Diagram blok sistem untuk pendeteksian gerak Sinyal video akan diproses di Raspberry Pi, gerakan pada video dideteksi dengan program bernama Motion[3], Motion mendeteksi gerakan dengan memantau sinyal video dari satu atau lebih kamera dan dapat mengetahui jika suatu bagian dari gambar telah berubah. Motion juga digunakan untuk menampilkan video streaming di web browser, atau media player yang mendukung video streaming. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1, setelah terdeteksi gerakan maka sistem akan mengambil citra dan mengirimnya bersama notifikasi ke pengguna. Lalu sistem merekam kondisi ruangan hingga tidak terdeteksi gerakan, setelah selesai merekam maka sistem akan mengunggah video tersebut ke Google Drive agar dapat diakses kembali sewaktu-waktu. Setelah selesai mengunggah, maka file video dalam storage Raspberry Pi akan segera dihapus agar tidak menumpuk di storage. Perangkat keras yang dipakai dalam sistem ini berupa webcam, dan single board computer Raspberry Pi sebagai server, serta 1 unit PC sebagai klien. Webcam yang digunakan adalah Logitech C170 yang memiliki kualitas video maksimal 30 fps. Single board computer yang digunakan adalah Raspberry pi model B rev 1, komunikasi antara Raspberry pi (server) ke unit PC (klien) menggunakan WLAN. Webcam menangkap Gambar yang akan diproses oleh motion, dan dikirim ke klien melalui Wi-Fi dongle yang sudah menghubungkan Raspberry Pi dengan klien. Skema Rancangan perangkat keras tersebut ditunjukkan pada Gambar 2. IJEIS Vol. 5, No. 1, April 2015 : 65 76
3 IJEIS ISSN: Gambar 2 Rancangan perangkat keras secara keseluruhan 2. 2 Implementasi Software Rancangan perangkat lunak dalam sistem ini ada dua bagian, yang pertama bagian sistem monitoring yang terdapat di dalam server Rapsberry Pi, disini terjadi pengolahan sinyal video untuk mendeteksi gerakan, juga pemberian notifikasi ke pengguna. Yang kedua, bagian video streaming, ini adalah bagian dimana dilakukan pengolahan sinyal yang dikirim oleh server agar bisa ditampilkan di web browser, keduanya tergabung dalam satu sistem. Salah satu sistem operasi yang dapat digunakan di raspberry pi adalah sistem operasi Occidentalis 2.0 yang digunakan dalam penelitian ini. Occidentalis 2.0 berbasis Linux debian, Occidentalis sendiri merupakan modifikasi dari sistem operasi Raspbian, Linux Debian yang ditujukan untuk Raspberry pi, modifikasi dilakukan sehingga Occidentalis menjadi versi ringan dari Raspbian Pendeteksian Gerakan Pada Motion Gerakan pada video dideteksi oleh Motion dengan membandingkan frame acuan dan frame baru, jika terjadi perubahan yang melebihi threshold yang ditentukan, maka dapat disimpulkan terdapat gerakan yang tertangkap video. Secara default, threshold yang digunakan Motion adalah 1500 pixel, artinya perubahan pixel yang terjadi harus melebihi 1500 pixel agar dapat dideteksi sebagai gerakan. Pengiriman notifikasi dilakukan oleh program lain yang eksekusi nya dikendalikan oleh Motion, misalnya saat Motion mendeteksi gerakan maka motion juga akan memberi perintah kepada program lain untuk mengirimkan notifikasi, saat sudah selesai merekam, program lain akan tereksekusi untuk mengunggah video tersebut ke Google drive Video streaming Untuk menampilkan video streaming pada web browser, digunakan program Motion, Motion menggunakan pemrograman berbasis protokol web untuk melakukan video streaming. Video stream yang dihasilkan Motion berformat mjpeg, atau motion jpeg, artinya video stream yang dihasilkan Motion sebenarnya adalah citra JPG yang di stream melalui protocol HTTP[4]. Untuk menampilkan video streaming pengguna cukup mengubah konfigurasi yang sudah disiapkan Motion. Pengguna cukup mengeset port yang akan digunakan untuk menampilkan video streaming, setelah itu tinggal menuliskannya pada web browser. Alamat web yang dituliskan berupa port yang sudah dialokasikan untuk webcam, contoh dimana adalah alamat ip dari server (Raspberry pi) sedangkan 8081 adalah adalah port yang sudah kita sediakan untuk webcam Implementasi Pemberi Notifikasi Notifikasi diberikan oleh sistem ke pengguna atau klien melalui , yang digunakan adalah layanan milik Google yaitu Gmail. Notifikasi yang dikirimkan berupa pemberitahuan bahwa terdekteksi gerakan di tempat yang diawasi, disertai dengan citra yang Sistem Pemantauan Ruangan Dengan Server Raspberry Pi (Egrit Nurcahyo)
4 68 ISSN: ditangkap saat terdeteksi gerakan, citra ini dikirimkan sebagai lampiran pada notifikasi, namuncitra tersebut sebelumnya harus diubah ke format base 64 agar dapat dikirimkan sebagai attachment melalui . Meng-encode ke base64 berarti mengubah file binary menjadi ASCII, sehingga dapat dibaca oleh . dikirimkan melalui protokol SMTP[5] Implementasi Pengupload video Saat terdeteksi gerakan motion akan mulai merekam hingga tidak terdeteksi gerakan selama waktu yang ditentukan. Hasil rekaman tersebut akan diupload ke Google Drive oleh sistem. Hal ini dilakukan dengan alasan keamanan dan backup data, semisal ruangan yang diawasi dimasuki oleh pencuri, kemudian pencuri menyadari dirinya telah direkam dan merusak sistem. Pengguna masih memiliki bukti berupa video yang tersimpan di Google drive. Penguploadan video dilakukan dengan API (Application programming interface) yang sudah disediakan Google untuk Google Drive. 2.3 Implementasi Hardware Raspberry PI sebagai server bertugas untuk merekam gambar dengan webcam, untuk kemudian dikirimkan dengan komunikasi WLAN sebagai video streaming ke laptop klien dengan bantuan program Motion yang sudah di installkan di server. Raspberry pi dan laptop klien sama-sama menggunakan wireless adapter yang terintegrasi n. Pada Gambar 3 diperlihatkan gambar keseluruhan perangkat keras untuk server. Gambar 3 Perangkat keras untuk server IJEIS Vol. 5, No. 1, April 2015 : HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Pengujian Sistem Secara Keseluruhan Pengujian sistem ini dilakukan untuk menjawab salah satu tujuan penelitian yaitu, Merancang dan membuat sistem pemantauan menggunakan server Raspberry Pi yang dapat secara otomatis merekam dan memberi peringatan melalui jika terdeteksi gerakan di tempat yang dipantau. Keberhasilan pengujian sistem secara keseluruhan menunjukkan bahwa Raspberry Pi dapat digunakan sebagai server sistem pemantauan. Pertama-tama sistem harus dapat berjalan begitu Raspberry Pi dinyalakan, hal ini ditujukan untuk memudahkan pengguna dalam mengoperasikan sistem. Untuk mengeksekusi
5 IJEIS ISSN: motion saat startup, telah dibuat sebuah program yang akan berjalan saat Raspberry Pi start up, yaitu motionboot. Program ini akan mengeksekusi motion, sehingga secara tidak langsung motion juga akan berjalan begitu Raspberry Pi start up. Selain mengeksekusi motion, motionboot juga akan menghapus semua file berekstensi.jpg di direktori /etc/motion, direktori tempat menyimpan citra dan video hasil rekaman motion. Pada saat terdeteksi gerakan, motion akan mulai merekam dan semua frame yang terekam disimpan sebagai citra berekstensi.jpg di folder tersebut, sehingga setiap kali perekaman disimpan pula banyak citra yang bila dibiarkan lama kelamaan akan memenuhi storage dari raspberry pi, karena itu semua file citra tersebut perlu dihapus setiap kali start up. Untuk file video, sengaja tidak dihapus karena dapat dihapus setelah di upload, selain itu juga untuk menanggulangi saat jaringan internet mati, sehingga walaupun tidak berhasil diupload, file video masih tersisa di storage. Potongan program pada motionboot yang dieksekusi saat booting dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4 Potongan program yang dieksekusi saat booting. Untuk mengecek keberhasilan program motionboot, tinggal mengecek video streaming melalui Web browser, bila video streaming tertampil, berarti program motionboot berjalan dengan baik. Untuk melihat stream dari motion, masukkan alamat :8081 pada browser disisi klien, maka akan tertampil stream seperti pada Gambar 5. Web browser yang disarankan adalah Web browser Apple Safari, karena Apple Safari dapat menampilkan video streaming dengan baik. Web browser Mozilla Firefox, juga dapat menampilkan video streaming di awal namun lama kelamaan browser akan error, sedangkan update terbaru dari Google Chrome tidak dapat menampilkan video streaming sama sekali. Gambar 5 Tampilan streaming pada browser Apple Safari Sistem Pemantauan Ruangan Dengan Server Raspberry Pi (Egrit Nurcahyo)
6 70 ISSN: Langkah selanjutnya adalah mengecek pengirim notifikasi, notifikasi akan dikirimkan sesaat setelah terdeteksi gerakan, notifikasi dikirimkan ke pengguna, memberitahukan bahwa telah terjadi gerakan disertai dengan link untuk video streaming dan Attachment berupa citra yang diambil saat terdetesi gerakan. Isi dari notifikasi terlihat pada Gambar 6. pada gambar tersebut juga terlihat bahwa tersebut membawa Attachment. Attachment tersebut berisi citra pada saat terdeteksi gerakan, namun sayangnya citra tersebut tidak dapat dilihat secara preview, jadi pengguna harus mendownload citra tersebut agar dapat melihat isinya. Gambar 6 Tampilan isi dari notifikasi terdeksi gerakan Langkah berikutnya adalah mengecek pengupload video hasil rekaman motion saat terdeteksi gerakan. Video hasil rekaman tersebut akan diupload ke folder motion yang terdapat di Google Drive, setelahnya sistem akan dapat mengirim ke pengguna untuk memberitahukan bahwa video telah selesai diupload. Isi dari pemberitahuan bahwa video telah terupload dapat diliat pada Gambar 7. Pada gambar tersebut terlihat juga link untuk video yang baru saja diupload, jika link tersebut diklik, browser akan langsung menampilkan video yang bersangkutan, seperti yang terlihat pada Gambar 8. Dari pengujian ini dapat disimpulkan bahwa Raspberry Pi dapat digunakan sebagai server pada sistem pemantauan. Gambar 7 Tampilan isi pemberitahuan bahwa video telah terupload IJEIS Vol. 5, No. 1, April 2015 : 65 76
7 IJEIS ISSN: Gambar 8 Tampilan pada browser saat link pada diklik 3.2 Pengujian Frame size Komponen frame size (resolusi) menunjukkan besar bidang tampilan video yang ditampilkan pada layar. Pengujian frame size bertujuan untuk mengetahui ukuran frame size yang dapat diterima oleh sistem, dan menghasilkan video yang baik. Ukuran frame size sangat bergantung pada software maupun hardware yang digunakan oleh sistem. Hasil pengujian frame size ini dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Hasil pengujian frame size no frame size keterangan 1 320x240 frame size diterima dan berjalan dengan baik 2 400x300 error, tinggi frame (300) bukan modulo x480 frame size diterima dan berjalan dengan baik 4 640x352 frame size diterima dan berjalan dengan baik 5 800x600 error, tinggi frame (600) bukan modulo x720 resolusi dikonvert kembali ke 640x x960 resolusi dikonvert kembali ke 640x x600 error, tinggi frame (600) bukan modulo 16 Dari hasil pengujian terlihat bahwa tidak semua frame size dapat diterima oleh sistem, frame size yang dapat diterima antara lain 320x240, 640x480 dan 640x352, ketiga frame size inilah yang nantinya akan dipakai dan diujikan. Sedangkan frame size seperti 400x300, 800x600 dan 1024x600, tidak dapat diterima oleh sistem karena komponen tinggi frame -nya bukan modulo 16. Ini sesuai dengan ketentuan dari motion yang mengharuskan komponen tinggi dan lebar dari sebuah frame adalah bilangan dengan kelipatan 16, agar sesuai dengan algoritma pendeteksian gerak. Sedangkan frame size yang lain seperti 960x720 dan 1280x960 tidak dapat diterima dan akhirnya dikonvert kembali ke ukuran 640x480, ini menunjukkan bahwa nilai frame size maksimal yang dapat diterima oleh sistem adalah 640x480. Keterbatasan ini mungkin disebabkan oleh driver atau hardwarenya, dalam hal ini Raspberry Pi. Nilai 640x480 sendiri ditentukan oleh driver, Motion memberikan perintah kepada driver untuk mengecek nilai frame size yang dimasukkan oleh user dengan perintah xioctl(s->fd, Sistem Pemantauan Ruangan Dengan Server Raspberry Pi (Egrit Nurcahyo)
8 72 ISSN: VIDIOC_TRY_FMT, &s->fmt) jika nilai frame size di dukung oleh driver maka nilai frame size tersebut akan digunakan, jika tidak maka driver akan mencari nilai frame size yang sesuai. 3.3 Pengujian Pengaruh Frame size Terhadap Frame rate Pada bagian ini akan dibahas pengaruh dari frame size yang digunakan terhadap frame rate pada video yang dihasilkan. Frame rate adalah jumlah bingkai gambar atau frame yang ditunjukkan setiap detik dalam membuat gambar bergerak, diwujudkan dalam satuan frames per second (fps). Makin tinggi angka fps-nya, semakin halus gambarnya. Pada pengujian ini digunakan 3 frame size yang akan dibandingkan frame rate videonya. Pengujian dilakukan pada intensitas cahaya maksimum yaitu 15 lux. Pada Tabel 2 terlihat perbedaan pada frame rate tidak terlalu besar, walau frame size berubah. Selisih antara frame rate pada frame size 320x240 dengan frame rate pada frame size 640x352 hanya 0.2 fps begitu juga selisih antara frame rate pada frame size 640x352 dengan frame rate pada frame size 640x480. Dari Tabel 2 tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh perubahan frame size terhadap frame rate tidak terlalu signifikan. Frame rate pada Tabel 2 adalah frame rate maksimum yang dapat digunakan oleh sistem. Secara default frame rate yang digunakan sistem adalah frame rate yang didukung oleh Webcam, dalam hal ini fps, namun frame rate ini tidak langsung digunakan begitu saja, pertama-tama sistem akan menyuruh driver untuk mengecek frame rate ini, dengan perintah xioctl(s->fd, VIDIOC_S_PARM, setfps), jika ternyata frame rate masukan tidak didukung oleh sistem maka driver akan memberikan nilai framerate yang dapat didukung oleh sistem. Keterbatasan ini dapat disebabkan oleh hardware (raspberry pi), atau drivernya. Tabel 2 Hasil pengujian pengaruh frame size terhadap frame rate no intensitas cahaya (lux) frame rate 320x x x ,96 7,93 6, ,97 5,95 6, ,97 5,95 5, ,98 6,94 6, ,96 5,95 6,96 rata rata = 6,968 6,544 6, Pengujian Pengaruh Frame size Terhadap Bitrate Frame size yang besar membutuhkan pengolahan data yang lebih lama, karena data yang diolah semakin banyak. Pada pengujian pengaruh frame size terhadap bitrate ini ditunjukkan bitrate yang digunakan pada setiap frame size. Pada Tabel 3 diperlihatkan nilai bitrate yang berbeda-beda pada setiap frame size yang diujikan, semakin besar frame size -nya semakin besar bitratenya. Bitrate yang ditampilkan adalah bitrate pada video hasil perekaman, sehingga video telah terkompres dan membuat bitrate video yang dibutuhkan lebih kecil daripada bitrate video sebelum dikompres (raw video). Walaupun telah terkompres perbedaan bitrate pada video dengan frame size yang berbeda tetap terlihat signifikan dan cukup memberikan gambaran tentang pengaruh framesize terhadap bitrate. Pada video dengan frame size besar dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk diolah, seperti yang telah dibahas pada subbab 3.3 tentang pengaruh frame size terhadap frame rate, diketahui bahwa nilai frame rate kurang lebih sama, IJEIS Vol. 5, No. 1, April 2015 : 65 76
9 IJEIS ISSN: walaupun frame size nya berbeda-beda, hal ini dikarenakan nilai bitrate yang semakin membesar saat frame sizenya juga membesar, sehingga pengolahan datanya bisa menjadi lebih cepat dan menghasilkan frame rate yang tetap. Ini menunjukkan sistem dapat megimbangi kebutuhan bitrate yang semakin besar seiring semakin besarnya frame size yang digunakan. Tabel 3 Hasil pengujian pengaruh frame size terhadap bitrate no intensitas cahaya (lux) bitrate(kbit/s) 320x x x rata rata = 416,2 529,8 523,4 3.5 Pengujian Pengaruh Frame size Terhadap Deteksi Gerak Pada bagian ini dibahas tentang pengaruh frame size terhadap deteksi gerak. Pendeteksian gerakan pada motion dilakukan dengan membandingkan frame terbaru dengan frame acuan, bila ada perbedaan maka akan dideteksi sebagai gerakan. Semakin besar frame size videonya maka semakin lama motion harus mengolah sebuah frame untuk mendeteksi ada tidaknya gerakan dalam frame tersebut. Semakin lama sebuah frame diolah oleh motion maka akan semakin banyak frame yang tidak diikutsertakan pada rekaman dan menyebabkan durasi video hasil perekaman lebih pendek dari seharusnya. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian yang ditunjukkan pada Tabel 4, dimana rata rata durasi video hasil rekaman berbeda-beda pada tiap frame size yang diujikan. Pada saat pengujian penguji membuat gerakan untuk direkam oleh motion selama 30 detik. Tabel 4 Hasil Pengujian pengaruh frame size terhadap durasi video no intensitas cahaya (lux) durasi (detik) 320x x x rata rata = 35,8 21, Pengujian Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Deteksi Gerak Pada pengujian ini kita dapat melihat pengaruh dari intensitas cahaya terhadap deteksi gerak dengan melihat durasi dari video yang dihasilkan. Pada pengujian ini penguji menggunakan stopwatch agar sistem merekam gerakan selama 30 detik. Namun pada video hasil rekaman, durasi video berbeda-beda, seperti yang terlihat pada Tabel 5, karena sistem Sistem Pemantauan Ruangan Dengan Server Raspberry Pi (Egrit Nurcahyo)
10 74 ISSN: tidak dapat mendeteksi gerakan dengan sempurna sehingga frame yang tidak terdeteksi gerakan tidak dimasukkan dalam video. Tabel 5 Hasil pengujian pengaruh frame size terhadap durasi video pada intensitas yang bervariasi no intensitas cahaya(lux) Durasi(detik) 320x x x ~ ,4 10, ,6 7,8 19, ,2 15, ,8 17,6 23, , , ,6 18,6 20, , , , , ,2 18,4 23, , ,2 Pada resolusi 320x240 dengan intensitas cahaya maksimum yaitu 15 lux, rata-rata durasi video yang dihasilkan adalah 35,8 detik, karena frame acuan yang belum terupdate sehingga masih ada obyek didalam frame acuan padahal pada kenyataannya sudah tidak ada, bila terdeteksi gerakan maka frame tersebut akan disambung dengan frame sebelumnya, bila tidak terdeteksi gerakan selama 10 detik maka event tersebut dianggap selesai. Pada Tabel 5 terlihat durasi video semakin meningkat bila intensitas cahaya semakin tinggi, ini menunjukan bahwa semakin tinggi intensitas cahayanya semakin baik pendeteksian geraknya frame size 320x240 frame size 640x480 frame size 640x ~ Gambar 9 Grafik hubungan antara intensitas cahaya (sumbu x) terhadap durasi video (sumbu y) Pada pendeteksian gerakan oleh Motion, terdapat nilai threshold minimal yang harus dilewati agar selisih pada satu frame dengan frame acuan dapat dianggap sebagai gerakan. Nilai default dari threshold adalah 1500 pixel, maka dari itu selisih atau perubahan yang terdeteksi pada satu frame harus melebihi 1500 pixel agar dapat dianggap sebagai gerakan. Sehingga pada IJEIS Vol. 5, No. 1, April 2015 : 65 76
11 IJEIS ISSN: intensitas cahaya yang sama, dengan frame size yang lebih besar akan lebih mudah mendeteksi gerakan karena perubahan pixelnya menjadi lebih banyak. Hal ini ditunjukkan pada Tabel 5 dimana pada intensitas cahaya yang rendah, seperti 1,2,3, dan 4 lux, frame size 640x480 dan 640x352 memiliki durasi video yang lebih panjang daripada durasi video pada frame size 320x240. Hal ini juga yang menyebabkan frame size 640x480 dan 640x352 mencapai durasi yang sama dengan durasi pada intensitas cahaya maksimal pada intensitas antara 3-4 lux atau dengan kata lain mencapai durasi maksimal pada intensitas cahaya lebih dari 4 lux. Sedangkan frame size 320x240 mulai mencapai durasi maksimal pada intensitas 8 lux seperti yang ditunjukkan pada grafik pada Gambar 9. Tercapainya kondisi durasi maksimal ditunjukkan dengan kecenderungan grafik membentuk garis horizontal yang dimulai pada intensitas cahaya tertentu, 8 lux untuk frame size 320x240, 3 lux untuk frame size 640x352, dan 4 lux untuk 640x480. Pada intensitas cahaya tersebut sistem mencapai kondisi durasi maksimal yang ditandai dengan tercapainya durasi video maksimal yaitu antara 20 hingga 25 detik pada frame size 640x352 dan antara 15 hingga 20 detik pada frame size 640x480. Dari pengujian ini didapatkan kesimpulan bahwa semakin besar frame size video dari sistem maka sistem tersebut akan semakin peka terhadap gerakan, namun semakin besar frame size videonya maka semakin lama waktu yang dibutuhkan sistem untuk mengolah satu frame, dan mengakibatkan semakin banyak frame yang tidak terolah oleh sistem dan tidak masuk kedalam video. 4. KESIMPULAN Dari penelitian yang telah dilakukan, telah dibuat sebuah sistem pemantauan ruangan dengan server raspberry pi yang dapat secara otomatis merekam dan memberikan notifikasi jika terdeteksi gerakan, kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mendapatkan video tanpa ada frame yang hilang, frame size yang digunakan adalah 320x240 dengan intensitas cahaya minimal 8 lux 2. Pengaruh perubahan frame size terhadap frame rate tidak signifikan. 3. Frame size yang lebih besar menyebabkan motion lebih peka terhadap gerakan karena jumlah perubahan pixel yang terjadi menjadi lebih banyak daripada pada frame size yang lebih kecil. 4. Intensitas minimal untuk motion hingga dapat mendeteksi gerakan adalah 1 lux pada frame size 320x240, 640x352 dan 640x SARAN 1. Sistem ini masih sebatas diujikan pada jaringan WLAN. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat ditingkatkan sehingga video streaming dapat diakses melalui internet. 2. Jika selanjutnya masih mengembangkan sistem pemantauan dengan motion, maka diharapkan dapat menggunakan lebih dari satu webcam sehingga dapat mengetahui pengaruh dari jumlah webcam terhadap kemampuan raspberry pi sebagai sistem pemantauan. 3. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan program selain motion, sehingga dapat dibandingkan dengan pengujian ini. Sistem Pemantauan Ruangan Dengan Server Raspberry Pi (Egrit Nurcahyo)
12 76 ISSN: DAFTAR PUSTAKA [1] Ero, J, 2009, Sistem Monitoring Berbasis Live Video Streaming Dan Dilengkapi Notifikasi SMS, Skripsi, Ilmu Komputer FMIPA UGM, Yogyakarta. [2] Holandrio, D., 2012, Sistem Video Streaming Dengan Server Mini Personal Computer (Mini Pc) Pada Jaringan Ad-Hoc, Skripsi, Elektronika dan Instrumentasi FMIPA UGM, Yogyakarta. [3] Lavrsen, K., 2010, Motion Guide for Motion version , diakses pada tanggal 26 Februari 2013 [4] Al-Tayeeb, R., 2012, Motion JPEG Streaming Server, diakses pada tanggal 1 Desember 2013 [5] Novasandro, R., dan Kautsar, A. E., 2009, Prinsip Kerja Protokol - Protokol Electronic Mail, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada IJEIS Vol. 5, No. 1, April 2015 : 65 76
Sistem Video Streaming dengan Server Mini Personal Computer (Mini Pc) pada Jaringan Ad-Hoc
IJEIS, Vol.2, No.1, October 2012, pp. 165~174 ISSN: 2088-3714 165 Sistem Video Streaming dengan Server Mini Personal Computer (Mini Pc) pada Jaringan Ad-Hoc Dwindawan Holandrio* 1, Raden Sumiharto 2, Bakhtiar
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Sejak Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik diberlakukan di Indonesia, banyak masyarakat khususnya pengusaha mulai memperhatikan
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perencanaan Sistem Sistem ini terdiri dari komputer server (dalam hal ini Raspberry berfungsi sebagai server) yang terhubung dengan webcam di mana setiap saat komputer server
BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM
BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM 3.1 Sasaran Kemampuan Sistem Untuk menjawab beberapa pertanyaan pada rumusan masalah di bagian pendahuluan, sistem yang diusulkan harus memiliki kemampuan sebagai
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pengumpulan Kebutuhan Penelitian ini tidak membutuhkan banyak alat/ software yang digunakan. Kebutuhan penelitian ini berupa hardware dan software. Hardware yang digunakan
Deteksi Gerak Menggunakan Kamera Pada Raspberry Pi Dengan Penyimpanan Data Cloud Storage
Deteksi Gerak Menggunakan Kamera Pada Raspberry Pi Dengan Penyimpanan Data Cloud Storage Valdo Franata 1, Erwin Setyo Nugroho 2, Yuli Fitrisia 3. Politeknik Caltex Riau Jalan Umban Sari (Patin) No.1 Rumbai
BAB IV PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISA Pengujian sistem dilakukan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi yang telah direncanakan bekerja dengan baik atau tidak. Pengujian sistem juga berguna untuk mengetahui
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. Berikut merupakan gambar Blok Diagram pada sistem yang akan dibuat : Gambar 3.
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Berikut merupakan gambar Blok Diagram pada sistem yang akan dibuat : Gambar 3.1 Blok Diagram Adapun langkah-langkah yang dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. upaya yang terbuang hanya untuk melakukan proses monitoring. Saat ini, teknologi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Monitoring merupakan suatu aktivitas yang bertujuan untuk memantau atau mengamati sesuatu. Kebanyakan kendala dan keterbatasan dalam melakukan monitoring terhadap objek
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. transmisi data dari Arduino ke Raspberry Pi 2 dan Arduino ke PC pembanding.
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN Dalam bab ini penulis akan menguraikan dan menjelaskan beberapa hasil pengujian dari hasil penelitian tugas akhir ini. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Sistem Setelah melalui proses perancangan sistem, kini saatnya mengimplementasikan apa yang telah dirancang pada tahap sebelumnya. Implementasi sistem Video
Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel
1 Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel Andi Muhammad Ali Mahdi Akbar, Arief Kurniawan, Ahmad Zaini Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Industri Institut
KATA PENGANTAR. rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang
KATA PENGANTAR Alhamdulillah, dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang merupakan persyaratan untuk menyelesaikan
APLIKASI DETEKSI GERAK PADA KAMERA KEAMANAN MENGGUNAKAN METODE BACKGROUND SUBTRACTION DENGAN ALGORITMA GAUSSIAN MIXTURE MODEL
APLIKASI DETEKSI GERAK PADA KAMERA KEAMANAN MENGGUNAKAN METODE BACKGROUND SUBTRACTION DENGAN ALGORITMA GAUSSIAN MIXTURE MODEL Muhammad Harry Bintang Pratama *), Achmad Hidayatno, dan Ajub Ajulian Zahra
ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Telepon Seluler (ponsel) telah berubah dari alat telekomunikasi biasa menjadi alat yang mempunyai berbagai fasilitas. Selain untuk berkomunikasi, ponsel juga dapat digunakan untuk koneksi internet
IP TRAFFIC CAMERA PADA PERSIMPANGAN JALAN RAYA MENGGUNAKAN METODE LUASAN PIKSEL
IP TRAFFIC CAMERA PADA PERSIMPANGAN JALAN RAYA MENGGUNAKAN METODE LUASAN PIKSEL OLEH : ANDI MUHAMMAD ALI MAHDI AKBAR Pembimbing 1: Arief Kurniawan, ST., MT Pembimbing 2: Ahmad Zaini, ST., M.Sc. Page 1
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan Juli 2014 sampai Februari 2015.
32 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan Juli 2014 sampai Februari 2015. Pembuatan alat dilaksanakan di Laboratorium Elektronika & Instrumentasi
SISTEM PENGAMANAN MOBIL BERBASIS PLC MENGGUNAKAN IP CAMERA
SISTEM PENGAMANAN MOBIL BERBASIS PLC MENGGUNAKAN IP CAMERA Ahmad Saeful Muslim 1), Ditya Prasetia 2), Ridwan Taufik 3) 1, 2, 3 Teknik Komputer Unikom, Bandung email: [email protected], [email protected],
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI. misalnya EyeSpyFx. Aplikasi ini memiliki fitur untuk melakukan pemantauan keamanan
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Sudah banyak aplikasi webcam monitoring yang telah beredar dipasaran saat ini, misalnya EyeSpyFx. Aplikasi ini memiliki
MENGUBAH SMARTPHONE MENJADI CCTV
MENGUBAH SMARTPHONE MENJADI CCTV Sakrodin [email protected] Abstrak Kamera CCTV, keberadaannya sangat berguna untuk mengawasi keadaan lingkungan sekitar, tentunya ini sangat membantu dalam hal
MINIMALISASI FRAME DROP LIVE STREAM VIDEO RECORDING PADA PROTOKOL RTMP (REAL TIME MESSAGING PROTOCOL)
MINIMALISASI FRAME DROP LIVE STREAM VIDEO RECORDING PADA PROTOKOL RTMP (REAL TIME MESSAGING PROTOCOL) Roma Aji Kaloko 1, Basuki Rahmat 2,Gelar Budiman 3 1 Jurusan Pasca Sarjana Teknik Elektro, Telkom University
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah studi kepustakaan, percobaan dan analisis. 3.1.1. Studi Kepustakaan Studi literatur dalam
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai analisis kebutuhan dan perancangan sistem informasi keamanan berbasis SMS gateway dengan arduino dan CCTV. 3.1 Gambaran Umum Perancangan sistem
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. mengetahui komponen komponen dari sistem tersebut apakah sistem berjalan
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN Pengujian sistem dilakukan mulai dari pengujian terhadap perangkat lunak dan perangkat keras dari sistem secara keseluruhan yang telah selesai dibuat untuk mengetahui
MENGOPTIMALKAN FUNGSI WEBCAM SEBAGAI CCTV MENGGUNAKAN RASPBERRY PI
MENGOPTIMALKAN FUNGSI WEBCAM SEBAGAI CCTV MENGGUNAKAN RASPBERRY PI Nama : Ibrahim Rahmat NPM : 53412535 Jurusan : Teknik Informatika Fakultas : Teknologi Industri Pembimbing : HURNANINGSIH, SKOM, MM LATAR
IMPLEMENTASI PERHITUNGAN KECEPATAN OBJEK BERGERAK BERBASIS WEBCAM DAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) Tugas Akhir - 2009 IMPLEMENTASI PERHITUNGAN KECEPATAN OBJEK BERGERAK BERBASIS WEBCAM DAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Bambang Hermanto¹, Koredianto Usman², Iwan Iwut Tirtoasmoro³
PENERAPAN METODE HISTOGRAM OF ORIENTED GRADIENT (HOG) PADA OBJECT COUNTING BERBASIS RASBERRY PI
IJCCS, Vol.x, No.x, Julyxxxx, pp. 1~5 ISSN: 1978-1520 1 PENERAPAN METODE HISTOGRAM OF ORIENTED GRADIENT (HOG) PADA OBJECT COUNTING BERBASIS RASBERRY PI Eko Nopyanto 1, Hikma Taufik 2, Dedy Hermanto 3 Eka
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bahan Penelitian Dalam penelitian perancangan dan implementasi radio streaming di LPPI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini, digunakan beberapa data pendukung sebagai
Low Cost Smart Home Controller Over Internet Menggunakan Single Board Computer Berbasis Web
Low Cost Smart Home Controller Over Internet Menggunakan Single Board Computer Berbasis Web TUGAS AKHIR Sebagai Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata 1 Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Sistem Analisis sistem merupakan sub bab yang bertujuan untuk mengetahui kebutuhan sistem. Desain dari keseluruhan sistem yang dibuat, baik kebutuhan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada jaman sekarang ini semua teknologi sudah canggih dan mudah untuk mendapatkan informasi. Apalagi dengan adanya internet dimana semua orang dengan mudah mendapatkan
KOMPRESI VIDEO SECARA REAL TIME DENGAN MENGGUNAKAN MPEG METHOD (STUDI KASUS PADA VIDEO YANG DIAMBIL MELALUI WEBCAM)
KOMPRESI VIDEO SECARA REAL TIME DENGAN MENGGUNAKAN MPEG METHOD (STUDI KASUS PADA VIDEO YANG DIAMBIL MELALUI WEBCAM) ARIS MUNANDAR Jurusan Teknik Informatika, Fakultas teknik dan imu Komputer, Universitas
HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis SIRANJAJA Perancangan Modul Pembangunan Content Streaming
5 variasi parameter percobaan dilakukan sebanyak sepuluh kali perulangan. Hasil dari percobaan ini digunakan sebagai bahan analisis untuk encoding citra digital pada percobaan pengiriman data. b Percobaan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Server merupakan kebutuhan utama bagi hampir setiap perusahaan maupun untuk para pengguna pada umumnya. Akan tetapi server merupakan sebuah mesin yang terhubung ke
EMBEDDED CODING VIDEO STREAM DALAM RASPBERRY PI MODEL 2 PADA DEVICE TO DEVICE COMMUNICATION
EMBEDDED CODING VIDEO STREAM DALAM RASPBERRY PI MODEL 2 PADA DEVICE TO DEVICE COMMUNICATION Arisla Choirudin Muzzaki *), Aghus Sofwan, and Muhammad Arfan Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro
KAMERA PEMANTAU JARAK JAUH UNTUK SISTEM KEAMANAN PADA KELONG NELAYAN
KAMERA PEMANTAU JARAK JAUH UNTUK SISTEM KEAMANAN PADA KELONG NELAYAN Sri Fatmawati 1, Rozeff Pramana, S.T., M.T. 2 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Maritim Raja Ali Haji Mahasiswa 1,
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari algoritma dari sistem. 3.1. Gambaran Sistem Sistem yang direalisasikan dalam
ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI MONITORING IP KAMERA MENGGUNAKAN PROTOKOL RTSP PADA MOBILE PHONE
ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI MONITORING IP KAMERA MENGGUNAKAN PROTOKOL RTSP PADA MOBILE PHONE PENDAHULUAN Keamanan pada saat ini menjadi hal yang penting. Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan informasi. Untuk mendapatkan dan menghasilkan informasi,
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Informasi sangat penting bagi kita karena semua kegiatan kita memerlukan informasi, dan bisa juga dikatakan bahwa semua kegiatan kita dituntut untuk menghasilkan informasi.
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Program Program yang dibuat penulis bertujuan untuk menangkap paket-paket data yang penulis inginkan pada komputer di jaringan berbeda. Agar tujuan dari pembuatan
1. Browser : Mozilla Fire Fox / Google Chrome / IE dengan versi terbaru
1 DAFTAR ISI Perangkat yang digunakan...hal.3-4 Konfigurasi Guru & Murid Hal. 6 Cara Download & Install Update Browser... Hal. 8-12 Login Sebagai Guru... Hal. 14-15 Guru Membuat Kelas... Hal. 17-24 Login
PERANCANGAN KENDALI KELISTRIKAN RUMAH BERBASIS WEBSITE. Naskah Publikasi
PERANCANGAN KENDALI KELISTRIKAN RUMAH BERBASIS WEBSITE Naskah Publikasi Diajukan oleh: Teguh Sulistyanta 06.11.1127 Kepada : JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BAB 1 PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, beberapa profesi menuntut kehadiran manusia pada lingkungan kerja yang berbahaya, seperti lingkungan yang
Perangkat yang digunakan... Hal.3-4 Konfigurasi Guru & Murid Hal. 6 Cara Download & Install Update Browser... Hal Login Sebagai Guru... Hal.
1 DAFTAR ISI Perangkat yang digunakan... Hal.3-4 Konfigurasi Guru & Murid Hal. 6 Cara Download & Install Update Browser... Hal. 8-12 Login Sebagai Guru... Hal. 14-15 Guru Membuat Kelas... Hal. 17-24 Login
MEMBANGUN SERVER CLOUD COMPUTING BERBASIS WEB MENGGUNAKAN RASPBERRY PI 3 TUGAS AKHIR FACHRIZA AGUNG
MEMBANGUN SERVER CLOUD COMPUTING BERBASIS WEB MENGGUNAKAN RASPBERRY PI 3 TUGAS AKHIR FACHRIZA AGUNG 142406027 PROGRAM STUDI D3 TEKNIK INFORMATIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
BAB II KONSEP DASAR VIDEO STREAMING SERVER. komputer. Komputer server didukung dengan spesifikasi hardware yang lebih
BAB II KONSEP DASAR VIDEO STREAMING SERVER 2.1 Pengertian Server Server adalah komputer yang berfungsi untuk melayani, membatasi, dan mengontrol akses terhadap klien-klien dan sumber daya pada suatu jaringan
Terdapat dua protokol utama yang sering digunakan dalam layanan E- Mail :
1. Pengertian Mail server Adalah Perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan
Rancang Bangun Sistem Pelacakan Obyek Menggunakan CCTV dan Webcam. Kampus ITS, Surabaya
Rancang Bangun Sistem Pelacakan Obyek Menggunakan CCTV dan Webcam Choirul Umul Islami 1, Mike Yuliana 2, Akuwan Shaleh 2 1 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan Teknik Telekomunikasi
PENGENDALIAN JARAK JAUH KOMPUTER MENGGUNAKAN APLIKASI MOBILE
PENGENDALIAN JARAK JAUH KOMPUTER MENGGUNAKAN APLIKASI MOBILE Kholid Fathoni 1, Isbat Uzzin Nadhori 1,Alfian Jauhar 1 Jurusan Teknik Informatika, PENS - ITS 1 Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Internet Protocol Television IPTV (Internet Protocol TV) merupakan sebuah sistem yang mampu menerima dan menampilkan video streaming dalam satu paket internet Protocol. Sebuah
Purwarupa Pengendalian Jarak Jauh Pada Mobile Robot Berbasis Web Melalui Jaringan Wireless TCP/IP
IJEIS, Vol.6, No.1, April 2016, pp. 105~116 ISSN: 2088-3714 105 Purwarupa Pengendalian Jarak Jauh Pada Mobile Robot Berbasis Web Melalui Jaringan Wireless TCP/IP Fajar Rinto Hadi Putra* 1, Tri Kuntoro
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di zaman sekarang dimana terdapat laju inovasi di bidang teknologi, teknologi mampu mengubah pola perilaku masyarakat menjadi masyarakat dengan mobilitas tinggi dan
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Fotografi Amir Hamzah Sulaeman mengatakan bahwa fotografi berasal dari kata foto dan grafi yang masing-masing kata tersebut mempunyai arti sebagai berikut: foto artinya cahaya
BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan di berbagai sektor dalam kehidupan manusia. Seiring dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era modern ini, perkembangan teknologi berpengaruh besar terhadap perkembangan di berbagai sektor dalam kehidupan manusia. Seiring dengan kemajuan teknologi, mobile
Cara Membuat Android Jadi CCTV
Cara Membuat Android Jadi CCTV Rio Putu [email protected] Abstrak CCTV (Closed Circuit Television) sudah banyak dipasang di tempat-tempat yang biasanya sering terjadi pencurian dan perampokan. CCTV berguna
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Web Camera Webcam adalah sebuah perangkat yang dapat digunakan untuk mengambil video ataupun gambar biasa dan terkoneksi melalui USB port, LAN atau Wi-Fi kepada sebuah komputer,
BAB III METODOLOGI 3.1 Analisis Kebutuhan Analisis Kebutuhan Fungsi Analisis Kebutuhan Input
BAB III METODOLOGI 3.1 Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan adalah tahap dimana dilakukan proses pengumpulan data yang dapat menunjang atau mendukung dari aplikasi yang akan dibuat serta dapat memperoleh
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1. IMPLEMENTASI Setelah ada nya tahap desain mengenai Sistem Informasi Monitorig Pembayaran Dan Pengambilan Produk Kartu Perdana Bundling ini maka diperlukan sebuah
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN UJI COBA. penempatan yang cocok untuk IP Camera tersebut. penempatan IP Camera ini sangat
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN UJI COBA 4.1 Penempatan IP Camera A. Letak IP Camera Dalam melakukan penelitian ini pertama kali yang dilakukan adalah menentukan penempatan yang cocok untuk IP Camera tersebut.
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 Rancang Bangun Sistem Pemantau Ruangan Berbasis Multi Kamera untuk Smartphone Android pada Jaringan Pikonet yang Adaptif terhadap Perubahan Situasi Ruangan
WEB SERVER LINUX DEBIAN 8.5
WEB SERVER LINUX DEBIAN 8.5 A. WEB SERVER Web server adalah sebuah software yang memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada klien yang dikenal dan biasanya
SISTEM KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN SNORT
SISTEM KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN SNORT Denny Wijanarko Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Jember E-mail: [email protected] ABSTRACT Network security is an aspect that is
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah (Austin, 2010).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini, beberapa negara maju sedang mencoba untuk mengembangkan teknologi pesawat tanpa awak atau sering disebut dengan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). UAV
Gambar Notifikasi via
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Gambaran Umum Notifikasi Status Perangkat Secara umum notifikasi yang dikirimkan oleh aplikasi monitoring adalah melalui Email dan juga alert atau alarm pada aplikasi
Perancangan Website Ujian. Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML
TUGAS TEKNOLOGI INFORMASI Perancangan Website Ujian Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML OLEH: AULIA RAHMAN 21060113120007 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2014 Abstrak
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. telah dibuat pada tahap tiga. Adapun kebutuhan software (perangkat lunak) dan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Sistem Pada tahapan ini sistem yang telah dirancang pada tahap ke tiga akan dikembangkan, sehingga sistem yang dibuat harus mengacu pada rancangan yang telah
Fokus kami adalah pada akses jarak jauh dan kontrol kamera setiap saat. Dynamic Transcoding
Fokus kami adalah pada akses jarak jauh dan kontrol kamera setiap saat Dynamic Transcoding 2 Dynamic Transcoding Akses jarak jauh dan kontrol kamera kapan pun dan di mana pun Penggunaan bandwidth terbatas
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. 1. Processor Intel Core 2 GHz
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Aplikasi ini telah diimplementasikan pada komputer dengan spesifikasi hardware sebagai berikut : 1. Processor Intel Core 2 Duo @2,8 GHz 2. 2 GB RAM 3. 2
PENGONTROLAN WEBCAM UNTUK APLIKASI SISTEM MONITORING RUANGAN
PRO S ID IN G 20 1 2 HASIL PENELITIAN FAKULTAS TEKNIK PENGONTROLAN WEBCAM UNTUK APLIKASI SISTEM MONITORING RUANGAN A. Ejah Umraeni Salam 1), Rhiza S. Sadjad 2), Muh. Tajrian Jurusan Teknik Elektro Fakultas
Randi Febriansyah Anugerah Widianto Sandri Wariansyah Jurusan Teknik Informatika STMIK PalComTech PALEMBANG. Abstrak
RANCANG BANGUN DIGITAL LIVING NETWORK ALLIANCE (DLNA) DAN DATA SERVER BERBASIS RASPBIAN WHEEZYn MENGGUNAKAN PERANGKAT SINGLE BOARD COMPUTER RASPBERRY PI Randi Febriansyah Anugerah Widianto Sandri Wariansyah
INSTALASI, KONFI- GURASI DAN PENGUJIAN FTP SERVER
INSTALASI, KONFI- GURASI DAN PENGUJIAN FTP SERVER Disampaikan pada Kuliah Admninistrasi Jaringan Oleh : Siyamta IT Abteilung, VEDC Malang Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti Pertemuan ini, peserta diwajibkan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1. Implementasi Implementasi adalah sebuah tahap dimana analisa dan rancangan yang sudah dibuat sebelumnya dijalankan. Pada tahap ini perangkat keras dan perangkat lunak
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Instalasi Operating System (OS) pada Raspberry Pi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Instalasi Raspberry Pi 4.1.1 Instalasi Operating System (OS) pada Raspberry Pi Sebuah sistem operasi adalah satu set program dasar dan program kegunaan (utility) yang membuat
BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya yang berhubungan dengan VPN. Dengan cara tersebut peneliti dapat
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah studi kepustakaan, percobaan dan analisis. 3.1.1. Studi Kepustakaan Studi literatur dalam
VIDEO STREAMING. Pengertian video streaming
VIDEO STREAMING Dalam dunia multimedia, saat ini kita berada ditahap pemakai jaringan rumah yang mulai bercampur dengan pemakai jaringan elektronik dan jaringan media. Menurut laporan dari In-Stat (www.in-stat.com),
Secara garis besar, arsitektur sistem Real Time Auto Door-Lock terbagi menjadi 6 bagian, yaitu:
7 DOOR-Lock BAB 2 SISTEM REAL TIME AUTO SISTEM REAL TIME AUTO DOOR-LOCK Bab ini akan menjelaskan tentang arsitektur dari sistem, proses analisis kebutuhan dan desain dari perangkat lunak sistem, skema
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
44 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1. Analisis Sistem Pada bagian ini akan dibahas tentang perancangan sistem keamanan yang akan dibuat. Secara garis besar sistem pengamanan yang dibuat terdiri dari
Analisa dan Perancangan Sistem Keamanan Ruangan Berbasis Web pada SMP Negeri 9 Salatiga Artikel Ilmiah
Analisa dan Perancangan Sistem Keamanan Ruangan Berbasis Web pada SMP Negeri 9 Salatiga Artikel Ilmiah Peneliti: Wiga Perdana Prasetya (672009222) Radius Tanone, S.Kom., M.Cs. Program Studi Teknik Informatika
Pemanfaatan Raspberry PI dan Webcam Untuk Layanan Monitoring Ruangan Berbasis Web
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015 STMIK STIKOM Bali, 9 10 Oktober 2015 Pemanfaatan Raspberry PI dan Webcam Untuk Layanan Monitoring Ruangan Berbasis Web I Wayan Ardiyasa 1) (STMIK) STIKOM Bali
Analisis Hasil Proses Pemampatan JPEG dengan Metode Discrete Cosine Transform
IJEIS, Vol.2, No.1, April 2012, pp. 1~10 ISSN: 2088-3714 1 Analisis Hasil Proses Pemampatan JPEG dengan Metode Discrete Cosine Transform Adi Prasetio Utomo* 1, Agfianto Eko Putra 2, Catur Atmaji 3 1 Prodi
BAB 4 PERANCANGAN. 4.1 Perancangan Sistem
BAB 4 PERANCANGAN 4.1 Perancangan Sistem Pada perancangan sistem ini terdapat beberapa rancangan flowchart, perancangan UML yang terdiri dari use case diagram, dan diagram activity yang akan menggambarkan
Jurnal JARKOM Vol. 3 No. 2 Juni PENGUJIAN KINERJA KOMUNIKASI DATA MENGGUNAKAN IPv4 VS IPv6 PADA JARINGAN CLIENT SERVER
PENGUJIAN KINERJA KOMUNIKASI DATA MENGGUNAKAN VS PADA JARINGAN CLIENT SERVER M. Eko Saputra L 1, Erna Kumalasari N 2, Joko Triyono 3 1,2,3 Teknik Informatika, Institut Sains & Teknologi AKPRIND, Yogyakarta
Endi Dwi Kristianto
Video Streaming Server Menggunakan VLC Endi Dwi Kristianto [email protected] http://endidwikristianto.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi
MEMBANGUN SMART TV DENGAN RASPBERRY PI
MEMBANGUN SMART TV DENGAN RASPBERRY PI Dian Mustika Putri [email protected] :: https://dianmstkputri.wordpress.com Abstrak Open Source Media Center adalah media digital yang saat ini banyak digunakan
DAFTAR TABEL Tabel 4. 1 Tabel 4. 2 Tabel 4. 3
DAFTAR TABEL Tabel 4. 1 Pengujian Halaman home... 17 Tabel 4. 2 Pengujian halaman pembuatan profil kolam... 18 Tabel 4. 3 Pengujian Halaman Cek Profil Kolam... 19 xii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi pada saat sekarang semakin berkembang dengan pesat. Akan tetapi, perkembangan teknologi ini memberikan efek positif dan negatif bagi kita. Pada
BAB I PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dijelaskan tujuan, latar belakang, gambaran sistem, batasan masalah, perincian tugas yang dikerjakan, dan garis besar penulisan skripsi. 1.1. Tujuan Skripsi ini bertujuan
BAB IV IMPLEMENTASI PROGRAM
BAB IV IMPLEMENTASI PROGRAM Aplikasi ini dijalankan pada platform Win32, dan dibuat dengan menggunakan bahasa C#. NET. Untuk menjalankan aplikasi ini, dibutuhkan suatu komponen library khusus yang dijalankan
PERANCANGAN DAN REALISASI PENDETEKSI POSISI KEBERADAAN MANUSIA MENGGUNAKAN METODE DETEKSI GERAK DENGAN SENSOR WEBCAM
PERANCANGAN DAN REALISASI PENDETEKSI POSISI KEBERADAAN MANUSIA MENGGUNAKAN METODE DETEKSI GERAK DENGAN SENSOR WEBCAM Disusun oleh : Yockie Andika Mulyono (1022027) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan mengenai bagaimana perancangan fire alarm sistem yang dapat ditampilkan di web server dengan koneksi Wifi melalui IP Address. Perancangan alat ini
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih locker
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Pada perancangan tugas akhir ini menggunakan metode pemilihan locker secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih
BAB 1 PENDAHULUAN. diberikan kepada pengguna selanjutnya yang ingin menggunakan proyektor.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Presentasi merupakan suatu hal yang tidak terlepaskan dalam berbagai aktivitas, seperti aktivitas pembelajaran, aktivitas perkantoran dan aktivitas lainnya. Presentasi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Permasalahan Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat dan maju, telah membuat teknologi tidak dapat dipungkiri dapat mempermudah pekerjaan dalam
Tutorial Membangun Radio Streaming Arie Widodo
Tutorial Membangun Radio Streaming Arie Widodo ([email protected]) A. Pendahuluan Siaran radio sampai saat ini masih digemari. Orang dapat mendengarkan banyak acara menarik di radio, lalu pesawatnya
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Permasalahan Tahapan analisis terhadap suatu sistem dilakukan sebelum masuk ke tahapan perancangan. Tujuan dilakukannya analisis terhadap suatu sistem
