RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN
|
|
|
- Suharto Pranoto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA JUNI
2 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat-Nya sehingga Renstra DPPKA DIY Periode dapat tersusun, sesuai dengan waktunya. Renstra ini disusun untuk menentukan arah, tujuan masa depan yang hendak dicapai sesuai tugas pokok fungsi serta visi misi DPPKA DIY yang memfokuskan pada optimalisasi kinerja Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset menuju good governance. Secara konsisten diharapkan pelaksanaan pemerintahan lebih berhasil guna, berdaya guna, bersih bertanggungjawab, sejalan dengan tujuan yang hendak dicapai sebagai bentuk upaya tranparasi terhadap pelayanan publik. Rencana Strategis bertujuan untuk menterjemahkan visi misi kepala daerah ke dalam tujuan sasaran yang akan dicapai selama tahun , yang disertai dengan program prioritas Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun pedoman yang dipakai adalah RPJMD DIY Tahun Renstra ini berisi perumusan strategi kebijakan untuk mencapai tujuan sasaran strategis dalam bentuk program kegiatan beserta kerangka penaannya selama tahun Renstra ini terdiri dari Pendahuluan, Gambaran Pelayanan, Isu - Isu Strategis, Visi, Misi, Tujuan Sasaran, Strategi Kebijakan, Rencana Program Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran Penaan Indikatif. Dengan disusunnya Renstra ini dapat digunakan sebagai acuan bagi peningkatan kualitas kinerja, mengantisipasi permasalahan hambatan serta mencari solusi terbaik guna menjawab dinamika perkembangan baik target realisasinya. Akhirnya semoga Renstra ini dapat bermanfaat sebagai pijakan dalam pelaksanaan tugas membangun daerah yang lebih maju. Yogyakarta, Juni 2013 Kepala, Drs Bambang Wisnu Handoyo NIP
3 DAFTAR ISI Halaman judul... i Kata Pengantar... ii Daftar Isi...iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG LANDASAN HUKUM MAKSUD DAN TUJUAN SISTEMATIKA PENULISAN...6 BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET 2.1 TUGAS,FUNGSI & STRUKTUR ORGANISASI SKPD SUMBER DAYA KINERJA PELAYANAN SKPD TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN SKPD BAB III ISU - ISU STRATEGIS 3.1 INDEKTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN SKPD TELAAH VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH TAHUN TELAAH RENSTRA KEMENTRIAN/LEMBAGA DAN RENSTRA SKPD TERKAIT TELAAH TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS PENENTUAN ISU - ISU STRATEGIS...44 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 VISI DAN VISI SKPD TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH SKPD STRATEGI DAN KEBIJAKAN SKPD...50 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF...64 BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD...80 LAMPIRAN RENCANA STRATEJIK DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN
4 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Ung-Ung Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta telah ditetapkan, maka status Keistimewaan Yogyakarta diakui secara lebih jelas, lebih formal, lebih utuh. Berdasarkan Ung ung Nomor 13 Tahun 2012 Pasal 7 ayat 2, DIY memiliki kewenangan dalam urusan Keistimewaan yang mencakup: (a) tatacara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, kewenangan Gubernur Wakil Gubernur, (b) kelembagaan Pemerintah Daerah DIY, (c) kebudayaan, (d) pertanahan, (e) tata ruang. Ung-ung Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Ungung Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan kepada daerah untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dokumen RPJMD merupakan penjabaran visi, misi, program kepala daerah yang berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta memperhatikan RPJM Nasional. Berdasarkan hal tersebut maka Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama para pemangku kepentingan sesuai peran kewenangan masing-masing, menyusun RPJMD Tahun yang merupakan dokumen perencanaan lima tahunan daerah; 4
5 yang memuat strategi, arah kebijakan, program pembangunan daerah berdasarkan kondisi potensi daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan semangat keistimewaan di dalamnya. Mengacu pada Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun , Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta menyusun Rencana Strategis Tahun Renstra Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset merupakan dokumen perencanaan yang menggambarkan arah pengembangan unit kerja program pelayanan publik yang bersifat strategis dalam jangkauan perubahan kedepan dalam suatu kerangka kerja pembangunan komprehensif sistematis untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh masyarakat. Adapun fungsi dari Rencana Strategis ini adalah untuk mengklarifikasikan secara eksplisit visi misi Kepala Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), kemudian menterjemahkan secara strategis sistematis terpadu kedalam tujuan, strategi, kebijakan program prioritas Satuan Kerja Perangkat Daerah serta tolok ukur pencapaiannya. Penyusunan Rencana Strategis Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset melalui proses yang transparan, demokratis, partisipatif. 5
6 Alur Pikir Renstra Gambar G.1.C.1 RPJPD DIY VISI : Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tahun 2025 sebagai Pusat Pendidikan, Budaya Daerah Tujuan Wisata Terkemuka di Asia Tenggara dalam lingkungan Masyarakat yang Maju, Mandiri Sejahtera MISI : Untuk mewujudkan visi tersebut, maka ditempuh melalui empat misi pembangunan daerah sebagai berikut: 1. Mewujudkan pendidikan berkualitas, berdaya saing, akuntabel yang didukung oleh sumber daya pendidikan yang handal. 2. Mewujudkan budaya adiluhung yang didukung dengan konsep, pengetahuan budaya, pelestarian pengembangan hasil budaya, serta nilai-nilai budaya secara berkesinambungan. 3. Mewujudkan kepariwisataan yang kreatif inovatif. 4. Mewujudkan sosiokultural sosioekonomi yang inovatif, berbasis pada kearifan budaya lokal, ilmu pengetahuan teknologi bagi kemajuan, kemandirian, kesejahteraan rakyat. RPJMD DIY Tahun Visi : Daerah Istimewa Yogyakarta Yang Lebih Berkarakter, Berbudaya, Maju, Mandiri Sejahtera Menyongsong Peradaban Baru Misi: 1. Membangun peradaban berbasis nilai-nilai kemanusiaan 2. Menguatkan perekonomian daerah yang didukung dengan semangat kerakyatan, inovatif kreatif 3. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik 4. Memantapkan prasarana sarana daerah FAKTOR EKSTERNAL DPPKA DIY VISI : TERWUJUDNYA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET TERBAIK SE INDONESIA MISI : 1. Mengoptimalkan peningkatan pendapatan daerah 2. Mengembangkan kapasitas Keuangan Daerah 3. Meningkatkan memperbaiki kinerja BUMD 4. Mengoptimalkam aset daerah 5. Meningkatkan kualitas pelayanan publik 6. Meningkatkan profesionalisme SDM 1. Perkembangan perekonomian global; 2. Perkembangan Teknologi Informasi; 3. Peraturan tentang Pengelolaan Keuangan sering berubah ; 4. Kesadaran kondisi pada Wajib Pajak. 1. Potensi pendapatan pajak, retribusi, lain2 PAD yang sah 2. Kapasitas aset 3. Kinerja BUMD 4. Optimalisasi aset 5. Pelayanan publik 6. Kompetensi SDM FAKTOR INTERNAL 6
7 1.2 LANDASAN HUKUM 1. Ung-ung Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 3) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Ung-Ung Nomor 9 Tahun 1955 tentang Perubahan Ung-Ung Nomor 3 jo. Nomor 19 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1955 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 827);Perubahan Ung- Ung Nomor 3 jo. Nomor 19 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1955 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 827); 2. Ung- Ung Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 3. Ung-Ung Nomor 15 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Keuangan Negara; 4. Ung-Ung Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) 5. Ung- Ung Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 6. Ung-ung Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun ; 7. Ung-ung Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah 10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 7
8 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 13. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun2005 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2005 Nomor 3 Seri E), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi DaerahIstimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa I 6 Yogyakarta Nomor 5 Tahun2005 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009 Nomor 3); 14. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2007 Nomor 4) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 11 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 4 Tahun2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2008 Nomor 11); 15. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2007 Nomor 7); 16. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009 Nomor 2); 8
9 17. Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2013 tanggal 30 April 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun Daerah Istimewa Yogyakarta. 1.3 MAKSUD DAN TUJUAN Maksud Rencana Strategis Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode lima tahun kedepan memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan sasaran bagi pelaksanaan program kegiatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun , yang harus dilaksanakan secara terpadu, sinergis, harmonis berkesinambungan Tujuan Rencana Strategis DPPKA Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun disusun dengan tujuan sebagai berikut: a. Menterjemahkan visi misi kepala daerah ke dalam tujuan sasaran yang akan dicapai selama tahun , yang disertai dengan program prioritas Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta dengan berpedoman pada RPJMD ; b. Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan sasaran strategis dalam bentuk program kegiatan beserta kerangka penaannya selama tahun c. Membantu dalam melakukan evaluasi kinerja Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset periode Renstra yang lalu. 9
10 1.4 SISTEMATIKA PENULISAN Bab I PENDAHULUAN Bab II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET BAB III ISU ISU STRATEGIS BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD 10
11 BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET 2.1 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI SKPD Tugas Fungsi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2008 tanggal 12 Desember 2008 tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset sebelumnya adalah gabungan dari Bagian Perlengkapan Biro Umum Ba Pengelola Keuangan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 42 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas Fungsi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset mempunyai tugas : melaksanakan anggaran pendapatan, anggaran belanja, kas daerah, pembinaan administrasi daerah serta menyiapkan bahan perumusan kebijakan, akuntansi barang daerah. Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana tersebut diatas, DPPKA mempunyai fungsi : 11
12 1. Penyusunan program dibig anggaran pendapatan, anggaran belanja, kas daerah, pembinaan administrasi daerah, akuntansi barang daerah; 2. Perumusan kebijakan teknis di big anggaran pendapatan, anggaran belanja, kas daerah, pembinaan administrasi daerah, akuntansi barang daerah; 3. Penyelenggaraan pendapatan daerah; 4. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah; 5. Pengelolaan kas daerah; 6. Pelaksanaan pembinaan administrasi daerah; 7. Penyelenggaran akuntansi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD; 8. Penyelenggaraan barang daerah; 9. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan; 10. Pelaksanaan evaluasi pelaporan program dinas. 11. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan fungsi tugasnya; STRUKTUR ORGANISASI Struktur Organisasi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset terdiri dari 1. Kepala Dinas; 2. Sekretariat Dinas; 3. Big Anggaran Pendapatan; 4. Big Anggaran Belanja; 5. Big Pengelolaan Kas Daerah; 12
13 6. Big Bina Administrasi Keuangan Daerah; 7. Big Akuntansi; 8. Big Pengelolaan Barang Daerah; 9. Unit Pelaksana Teknis Dinas; 10. Kelompok Jabatan Fungsional. Dengan cakupan wilayah operasional seluas 3.185,80 km² yang terbagi dalam 4 kabupaten 1 kota, 78 kecamatan, serta 438 desa kelurahan, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 5 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), 2 Samsat Pembantu, yang mempunyai tugas sebagai pelaksana operasional pemungutan pajak daerah, retribusi pendapatan lain-lain. Adapun Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang dimiliki Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset adalah sebagai berikut : 1. Kantor Pelayanan Pajak Daerah DIY di Kota Yogyakarta; 2. Kantor Pelayanan Pajak Daerah DIY di Kabupaten Bantul; 3. Kantor Pelayanan Pajak Daerah DIY di Kabupaten Kulonprogo; 4. Kantor Pelayanan Pajak Daerah DIY di Kabupaten Gunungkidul; 5. Kantor Pelayanan Pajak Daerah DIY di Kabupaten Sleman. Adapun struktur organisasi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset adalah sesuai Gambar dibawah : 13
14 Gambar G.II.C.2 Struktur Organisasi DPPKA DIY LAMPIRAN: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KEPALA DINAS PERATURAN DAERAH DIY NOMOR: 06 Tahun 2008 TANGGAl: 15 Agustus 2008 SEKRETARIAT KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN TEKNOLOGI INFORMASI BIDANG ANGGARAN PENDAPATAN BIDANG ANGGARAN BELANJA BIDANG PENGELOLAAN KAS DAERAH BIDANG BINA ADMINISTRASI ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH BIDANG AKUNTANSI BIDANG PENGELOLAAN BARANG DAERAH UPT SEKSI PAJAK DAERAH SEKSI PEMERINTAHAN SEKSI PEMERINTAHAN SEKSI BINA APBD DAN PERHITUNGAN SEKSI PEMERINTAHAN SEKSI ADMINISTRASI BARANG DAERAH SEKSI RETRIBUSI DAN PENDAPATAN LAIN-LAIN SEKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT SEKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT SEKSI BINA PENGELOLAAN KEUANGAN SEKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT SEKSI PENDAYAGUNAAN BARANG DAERAH SEKSI PERIMBANGAN KEUANGAN DAERAH SEKSI FISIK, SARPRAS SEKSI PEREKONOMIAN SEKSI FISIK, SARPRAS SEKSI PEREKONOMIAN SEKSI ADMINISTRASI DANA NON APBD SEKSI FISIK, SARPRAS SEKSI PEREKONOMIAN SEKSI MONITORING DAN EVALUASI Gambar G.II.C.3 Struktur Organisas KPPD Kabupaten/ Kota Kepala Kantor Kasubbag Tata Usaha Kasi Pendaftaran Penetapan Kasi Pembukuan Penagihan 14
15 2.2. SUMBER DAYA Sumber Daya Manusia (SDM) Adapun Sumberdaya Manusia Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta per Maret 2013 sebanyak 261 orang dengan perincian sebagai berikut : 1.1 Jumlah pegawai PNS berdasarkan Jenis Kelamin Laki-laki : 171 orang Perempuan : 90 orang 1.2 Jumlah pegawai berdasarkan Jenjang Pendidikan Sarjana Strata 2 : 21 orang Sarjana Strata 1 :104 orang Sarjana Muda/Diploma: 15 orang Sekolah Lanjutan Atas :106 orang Sekolah Lanjutan Pertama : 10 orang Sekolah Dasar : 5 orang 1.3 Jumlah pegawai berdasarkan Golongan Golongan IV/c : 1 orang Golongan IV/b : 7 orang Golongan IV/a : 9 orang Golongan III/d : 45 orang Golongan III/c : 29 orang Golongan III/b : 88 orang Golongan III/a : 40 orang Golongan II/d : 13 orang Golongan II/c : 2 orang Golongan II/b : 12 orang Golongan II/a : 3 orang Golongan I/d : 4 orang Golongan I/c : 3 orang Golongan I/b : 2 orang Golongan I/a : 3 orang 1.4 Jumlah pegawai per big/sekretariat Sekretariat : 30 orang Big Anggaran Pendapatan :15 orang Big Anggaran Belanja : 22 orang 15
16 1.4.4 Big Akuntansi : 18 orang Big Pengelolaan Kasda : 20 orang Big BAKD : 15 orang Big Pengelolaan Aset : 20 orang 1.5 Jumlah pegawai Per KPPD KPPD Kota Yogyakarta : 27 orang KPPD Bantul : 25 orang KPPD Kulonprogo : 18 orang KPPD Gunungkidul : 18 orang KPPD Sleman : 33 orang GOL Tabel T.II.C.1 Rekapitulasi Jumlah Pegawai DPPKA Daerah Istimewa Yogyakarta Per 31 Maret 2013 LAKI-LAKI PEREMPUAN S2 S1 D3/SM SLTA SLTP SD JML S2 S1 D3/SM SLTA SLTP SD JML JML.TOTAL IV/e IV/d IV/c IV/b IV/a JML.GOLIV III/d III/c III/b III/a JML.GOL.III II/d II/c II/b II/a JML.GOL.II I/d I/c I/b I/a JML.GOL.I JML.TOTAL Sumber : DPPKA data diolah 16
17 2.2.2 SARANA DAN PRASARANA Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset menempati Kantor di Unit III IV Komplek Kepatihan serta Jalan Tentara Pelajar 15 Yogyakarta. Unit III digunakan untuk ruang kerja Sekretariat di Lantai 1, big Bina Administrasi Keuangan Daerah lantai 2, Big Akuntansi di Lantai 3. Untuk Unit IV ditempati oleh big Anggaran Belanja untuk Lantai 1, Unit IV lantai 2 ditempati big Pengelolaan Kas Daerah, Lantai 3 ditempati big Pengelolaan Barang Daerah. Big Anggaran Pendapatan menempati Kantor di Jalan Tentara Pelajar No.5 Yogyakarta. Tabel T.II.C.2 Sarana Prasarana LOKASI LANTAI BIDANG/SEKSI Jl. Tentara I Aula Big Pendapatan Pelajar Yka II Big Anggaran Pendapatan : - Kepala Big - Seksi Pajak Daerah - Seksi Retribusi PLL - Seksi Dana Perimbangan Unit III I Sekretariat : - Kepala Dinas - Sekretaris - Subbag Umum - Subbag Program - Subbag Data TI II Big BAKD : - Kepala Big - Seksi APBD & Perhitungan Kab/Kota - Seksi Bina Pengelolaan Keuangan - Seksi Administrasi a Non APBD 17
18 LOKASI LANTAI BIDANG/SEKSI III Big Akuntansi - Kepala Big - Seksi pemerintahan - Seksi Perekonomian - Seksi Kesra - Seksi Fisik Sarpras Unit IV I Big Anggaran Belanja - Kepala Big - Seksi pemerintahan - Seksi Perekonomian - Seksi Kesra - Seksi Fisik Sarpras II III Big Pengelolaan Kas Daerah - Kepala Big - Seksi pemerintahan - Seksi Perekonomian - Seksi Kesra - Seksi Fisik Sarpras Big Pengelolaan Barang Daerah - Seksi Administrasi Barang Daerah - Seksi Pendayagunaan Barang Daerah - Seksi Monitoring Evaluasi Jalan Tentara Pelajar 15 Yka Jalan Badegan Bantul Jalan Bayangkara, Terbah, Wates Kulonprogo Jalan Ki Hajar Dewantoro, Wonosari, Gunungkidul Jl. Magelang KM. 13 Krapyak Triharjo Sleman Sumber : DPKA KPPD DIY di Kota Yogyakarta - KPPD DIY di Bantul - KPPD DIY di Kulonprogo - KPPD DIY di Gunungkidul - KPPD DIY di Sleman Pengembangan peningkatan sarana prasarana Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta terus dilakukan untuk mendukung kelancaran optimalnya pelayanan dalam satu atap. Untuk meningkatkan memudahkan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor, retribusi maupun pajak air permukaan telah dibangun gedung baru untuk Samsat Pembantu Sleman di Jalan Solo, Maguwoharjo Samsat Pembantu Bantul di Jalan Parangtritis Sewon Bantul. 18
19 Selain itu juga dibuka beroperasi Samsat Payment Point pada 6 lokasi yaitu Kantor Kas Bank BPD Giwangan, Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Piyungan, Nanggulan, Karangmojo, Kalasan Godean. Samsat Corner di Plza Mall Ambarukmo, Samsat Drive Thru di Sewon. Dalam rangka mendukung kelancaran tugas operasional pelayanan untuk 6 big Sekretariat maupun 5 KPPD, telah dilengkapi peralatan perlengkapan kerja terdiri dari : kendaraan roda 6 untuk Bus Satling sebanyak 1 unit, kendaraan roda 4 berbagai merk 27 unit, kendaraan roda 2 berbagai merk sebanyak 30 unit, komputer PC berbagai merk type sebanyak 227 buah, Note Book / Laptop sebanyak 83 buah, UPS berbagai type sebanyak 99 buah, Server sebanyak 45 unit, printer berbagai merk sebanyak 310 unit, Scanner sebanyak 8 unit, Dump Terminal sebanyak 14 unit, Air Conditioning sebanyak 165 buah, pesawat telepon sebanyak 39 unit, LCD OHP sebanyak 11 unit, LCD Proyektor sebanyak 11 unit, LCD Monitor sebanyak 26 unit, mesin ketik manual sebanyak 67 buah, Televisi sebanyak 28 unit, Lemari es sebanyak 5 unit, Faximile sebanyak 11 unit, Monitor sebanyak 11 unit, CPU sebanyak 16 unit komputer untuk informasi layanan wajib pajak sebanyak 2 unit. Adapun rincian peralatan perlengkapan kerja adalah sebagaimana tabel dibawah. 19
20 Tabel T.II.C.3 Barang yang tersedia No Jenis Barang Jumlah 1 Bus Satling 1 unit 2 Kendaraan roda empat 27 unit 3 Kendaraan roda dua 30 unit 4 Komputer PC 227 buah 5 Note Book 83 buah 6 UPS 99 buah 7 Server 45 unit 8 Printer 310 unit 9 Scanner 8 unit 10 Dum Terminal 14 unit 11 Air Conditioning 165 buah 12 Pesawat Telepon 39 unit 13 LCD OHP 11 unit 14 LCD Viewer 11 unit 15 LCD Monitor 26 unit 16 Mesin ketik 67 buah 17 Televisi 28 unit 18 Lemari Es 5 unit 19 Faximile 11 unit 20 Monitor 11 unit 21 CPU 16 unit 22 Komputer informasi layanan 2 unit Sumber : SIMA Tahun KINERJA PELAYANAN SKPD Capaian Kinerja Pelayanan. Capaian Kinerja Pelayanan SKPD berdasarkan pelaksanaan Renstra Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta tahun , dapat digambarkan sesuai tabel dibawah. 20
21 Tabel T.II.C.4 Review Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD DPPKA Daerah Istimewa Yogyakarta Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- Indikator Kinerja sesuai Tugas Fungsi SKPD NO ***) Indikator Kinerja Utama 1 peningkatan pendapatan daerah 5,13 6,00 6,3 6,8 10,01 2,18 6,85 16, , Realisasi PAD terhadap target PAD , kontribusi PAD terhadap pendapatan 3 daerah 48,86 48,86 48,86 44,87 41, ,03 46, Realisasi Belanja terhadap Anggaran 4 Belanja Daerah , ,79 89, Jumlah Peraturan tentang APBD yang ditetapkan Keberadaan laporan pemerintah daerah Jumlah barang milik daerah yang dapat diinventarisasi n/a n/a n/a n/a n/a n/a Jumlah aset tanah Pemda yang dapat disertifikatkan n/a n/a n/a na n/a n/a Persentase Aset Pemda yang dapat dioptimalkan n/a n/a ,29 - n/a Rasio Pendapatan BUMD LKM terhadap penyertaan n/a n/a n/a 8 5,17 n/a n/a n/a 15,72 - n/a n/a n/a modal BUMD LKM 11 Rasio PNS yang menguasai operasional SIPKD n/a n/a 4,33 5, n/a n/a 4,33 5,97 - n/a n/a 100% 100% - Sumber : DPPKA, data diolah Keterangan : n/a : Not available 15
22 Sesuai tabel T.II.C.4 tentang Review Pencapaian Kinerja Pelayanan DPPKA DIY untuk periode ditinjau sasaran strategis, rasio capaian prosentase peningkatan pendapatan rata-rata 235%, akan tetapi pada tahun 2009 hanya mencapai 42,53% dari target Renstra karena prediksi pendapatan di Renstra targetnya terlalu tinggi sehingga realisasinya belum tercapai. Untuk tahun 2010 s/d 2012 capaiannya terus meningkat sesuai realisasi capaian APBD-nya. Untuk prosentase realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap pendapatan daerah, rasio capaian ratarata sebesar 112,30% setiap tahun realisasinya melebihi yang ditargetkan baik dari target Renstra maupun target APBD. Capaian kinerja prosentase kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah, rasio capaian rata-rata 106,63% setiap tahun realisasinya melebihi yang ditargetkan baik Renstra maupun APBD. Capaian kinerja prosentase realisasi belanja terhadap anggaran belanja, rasio capaian rata-rata 90,59% dari tahun 2009 s/d 2012 kurang dari 100% karena aya efisiensi anggaran aya kegiatan yang belum selesai 100%. Jumlah peraturan tentang APBD yang ditetapkan keberadaan laporan daerah rasio capaian kinerja sesuai yang ditargetkan di Renstra APBD. Capaian kinerja jumlah barang milik daerah yang dapat diinventarisasi ditargetkan di Renstra mulai tahun 2011, rasio capaian rata-rata 117%. Jumlah aset tanah pemda yang dapat disertifikatkan, di targetkan di IKU mulai tahun 2011, rasio capaian rata-rata 83%, di tahun 2011 capaian 76% tahun 2012 capaiannya 90%. Untuk Aset Pemda yang dapat dioptimalkan rasio capaian rata-ratanya 104,33% setiap tahunnya dari tahun 2010 s/d 2012 realisasinya melebihi yang ditargetkan. 16
23 Rasio pendapatan BUMD LKM terhadap penyertaan modal BUMD LKM dimasukkan dalam IKU mulai tahun 2012 rasio capaiannya 197%, seg rasio PNS yang menguasai operasional SIPKD rasio capaiannya 100%. 17
24 Uraian Tabel T.II.C.5 Anggaran realisasi Penaan Pelayanan SKPD DPPKA Daerah Istimewa Yogyakarta Anggaran pada tahun ke Realisasi Anggaran pada tahun ke Rasio antara Realisasi Anggaran tahun ke Anggaran Realisasi Pendapatan 1,213,220,909,412 1,275,220,502,557 1,504,464,260,295 2,078,185,750, ,286,067,485,169 1,374,205,096,491 1,604,910,831,406 2,171,734,307, ,241,210, ,416,705,624 Rata -rata Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah 575,516,509, ,881,411, ,117,447, ,957,788, ,145,551, ,202,076, ,112,885,353 1,004,063,125, ,610,319,821 89,729,393, Hasil Pajak Derah 494,847,565, ,653,461, ,306,917, ,095,980, ,192,265, ,710,019, ,226,105, ,630,605, ,562,103,625 82,609,584, Hasil Retribusi Daerah 32,591,963,785 31,556,968,029 33,575,099,081 32,149,648,150 34,785,228,681 32,836,503,244 35,985,658,458 34,115,157, (110,578,909) (167,517,765) - Hasil Pengelolan Kekayaan Daerah yang dipisahkan 19,736,868,047 26,953,742,568 29,200,366,955 35,572,913,845 20,094,713,176 26,333,869,885 28,961,383,473 35,492,532, ,959,011,450 3,849,454, Lain - lain PAD yang Sah 28,340,112,179 40,717,239,787 57,035,064,000 45,139,246,800 49,073,343,450 46,321,683,744 66,939,737,506 62,824,830, ,199,783,655 3,437,871, Dana Perimbangan 630,650,143, ,947,119, ,166,925, ,661,154, ,011,121, ,677,339, ,339,653, ,544,324, ,752,752,766 65,883,300, Bagi hasil pajak/ bagi hasil bukan pajak 73,320,193,691 89,091,772,673 74,864,997,806 97,551,718,754 73,681,173,384 87,821,992,122 82,037,725, ,434,888, ,057,881,266 11,188,428, Dana Alokasi Umum 523,919,950, ,471,247, ,812,328, ,056,696, ,919,948, ,471,247, ,812,328, ,056,696, ,284,186,500 58,284,187, Dana Alokasi Khusus 33,410,000,000 11,384,100,000 19,489,600,000 19,052,740,000 33,410,000,000 11,384,100,000 19,489,600,000 19,052,740, (3,589,315,000) (3,589,315,000) Lain -lain Pendapatan daerah Yang Sah 7,054,256,210 8,391,971,000 14,179,886, ,566,807,000 9,910,812,710 7,325,681,000 15,458,293, ,126,857, ,878,137,698 65,804,011, Pendapatan hibah 7,054,256,210 4,501,471,000 5,037,565,500 5,775,867,000 7,124,862,710 5,232,631,000 6,315,972,000 6,568,977, (319,597,303) (138,971,428) 0 - Dana darurat - Dana bagi hasil pajak dari Provinsi 0 pemerintah lain Dana Penyesuaian otonomi khusus 3,890,500,000 9,142,321, ,790,940,000-2,093,050,000 9,142,321, ,557,880, ,197,735,000 66,639,470,000 Bantuan dari Provinsi atau 0 pemerintah daerah lainnya Pendapatan lainnya - 0 2,785,950,
25 Uraian Anggaran pada tahun ke Realisasi Anggaran pada tahun ke Rasio antara Realisasi Anggaran tahun ke Anggaran Realisasi BELANJA DAERAH 1,478,511,498,412 1,483,751,313,695 1,708,874,569,772 2,285,140,075, ,327,487,848,943 1,354,594,058,106 1,562,268,734,645 2,053,825,959, ,657,144, ,584,527, Belanja Tidak langsung 762,258,077, ,195,492,733 1,028,144,706,158 1,310,184,282, ,922,383, ,491,845, ,364,910,688 1,239,114,375, ,981,551, ,547,998, Belanja Pegawai 329,142,837, ,608,925, ,785,979, ,688,076, ,260,955, ,693,915, ,966,135, ,794,239, ,636,309,763 36,383,321, Belanja bunga 45,778,400 19,464, ,778,400 19,464, (11,444,600) (11,444,600) - - Belanja Subsidi Belanja Hibah 17,015,222,300 89,895,291,845 17,943,134, ,004,124, ,550,887,300 89,895,291,845 17,578,561, ,002,245, ,247,225,425 88,362,839,425 - Belanja bentuan Sosial 116,393,128,300 98,866,347, ,359,261,200 24,153,330, ,290,500,384 88,513,099, ,820,604,720 24,153,330, (23,059,949,575) (18,034,292,596) - Belanja Bagi hasil kepada Provinsi/Kab/Kota Pemdes 198,385,862, ,667,402, ,047,340, ,308,555, ,385,862, ,667,402, ,047,340, ,308,555, ,980,673,250 28,980,673, Belanja Bantuan Keuangan 79,488,400,000 56,967,000, ,394,530,362 81,669,345,362 76,388,400,000 56,967,000, ,929,020,362 74,683,445, ,236,341 (426,238,660) Belanja Tidak Terduga 21,786,849,212 3,171,060,905 11,614,461,535 4,360,852,100-2,735,672,140 23,248,882 1,172,560, (4,356,499,278) 293,140, Belanja Langsung 716,253,420, ,555,820, ,729,863, ,955,792, ,565,465, ,102,212, ,903,823, ,711,583, ,675,593,005 46,036,529, Belanja Pegawai 93,880,113,574 93,738,198,651 93,575,509, ,922,323,183 86,714,402,232 86,792,090,244 83,786,456, ,229,477, ,760,552,402 7,378,768, Belanja Barang Jasa 401,326,275, ,181,835, ,372,440, ,954,139, ,913,011, ,885,366, ,323,534, ,062,123, ,156,966,133 32,787,278, Belanja Modal 221,047,031, ,635,786, ,781,913, ,079,329, ,938,051, ,424,755, ,793,832, ,419,982, ,758,074,470 5,870,482,753 Surplus / Defisit (265,290,589,000) (208,530,811,138) (204,410,309,477) (206,954,325,186) ( ) (41,420,363,774) 19,611,038,385 42,642,096, ,908,348, ,584,065,954 39,832,177,993 Rata -rata Pertumbuhan 19
26 Uraian Anggaran pada tahun ke Realisasi Anggaran pada tahun ke Rasio antara Realisasi Anggaran tahun ke Anggaran Realisasi Rata -rata Pertumbuhan PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan 292,705,153, ,674,320, ,317,210, ,729,902, ,824,680, ,568,355, ,231,963, ,608,592, (2,493,812,916) 1,945,978,212 - Sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya 279,499,643, ,489,751, ,076,541, ,529,213, ,499,643, ,489,751, ,076,541, ,529,213, (2,492,607,386) (2,492,607,386) - - Pencairan a Cagan Hasil penjualan kekayaan daerah yang - dipisahkan Penerimaan pinjaman daerah Penerimaan kembali pemberian - pinjaman 16,565,000,000 19,124,600, ,947,092,976 20,885,008, Penerimaan Piutang Daerah 12,089,441,640 8,503,500, ,445,531, (3,022,360,410) (1,361,382,838) - Penerimaan kembali Investasi Dana bergulir - 12,084,619, ,019,937, ,021,154,880 5,754,984,262 - Penerimaan dari biaya penyusutan kendaraan 1,116,069,024 1,116,069,024 1,116,069,024 1,116,069, ,505,473 1,131,510,827 1,270,414,276 1,059,442, ,984,173 Pengeluaran pembiayaan 27,414,564,850 49,152,852,067 47,906,901,053 75,775,577, ,914,564,850 44,102,852,067 27,344,846,900 32,275,000, ,090,253,038 4,840,108,788 - Pembentukan a cagan 1,575,000, ,575,000, (393,750,000) (393,750,000) - Penyertaan Modal ( Investasi) pemerintah Daerah 24,700,000,000 21,187,852,067 2,600,000,000 75,775,577, ,200,000,000 21,187,852,067 2,600,000,000 32,275,000, ,768,894,250 5,518,750,000 Pembayaran Pokok Utang 100,000,000 50,000, ,000,000 50,000, (25,000,000) (25,000,000) - Pemberian Pinjaman Daerah 27,915,000,000 43,159,572, ,865,000,000 23,225,000, Pembayaran kewajiban tahun lalu yang - blm diselesaikan 1,039,564,850-2,147,328,571-1,039,564,850-1,519,846, (259,891,213) (259,891,213) Pembiayaan Netto 265,290,589, ,521,468, ,410,309, ,954,325, ,910,115, ,465,503, ,887,116, ,333,592, (14,584,065,954) (2,894,130,576) SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN BERKENAAN - 231,489,751, ,076,541, ,529,213, ,241,941,053 Sumber : DPPKA 2012 diolah 20
27 Sesuai tabel T.II.C.5 capaian kinerja untuk pendapatan untuk pelayanan SKPD dalam kurun waktu telah tercapai dengan rata-rata capaian 106,5% atau rata rata pertumbuhan target pendapatan Rp ,- rata-rata pertumbuhan realisasi pendapatan adalah Rp ,-. Meskipun rata-rata pertumbuhan naik namun sumber pendapatan dari retribusi mengalami penurunan hal ini disebabkan karena berdasarkan peraturan perungan yang baru khususnya UU.28/2009 banyak obyek retribusi yang tidak diperkenankan untuk dipungut, hal ini berdampak pada potensi retribusi menjadi berkurang. Dana Alokasi Khusus juga mengalami penurunan karena sesuai dengan peraturan pembagian DAK dari Pemerintah Pusat yang bersifat given. Pendapatan Hibah juga mengalami penurunan karena komponen terbesar hibah sebelum tahun 2009 berasal dari a bantuan bencana yang dikemudian hari komponen ini mengalami penurunan seiring jogja bangkit. Seg capaian kinerja untuk belanja daerah rata-rata realisasi belanja sampai dengan tahun 2012 adalah 90,25% dengan rata-rata pertumbuhan target belanja Rp rata-rata realisasi belanja Rp ,-. Belanja daerah meskipun rata rata pertumbuhannya mengalami pertumbuhan naik, namun belanja daerah dari belanja bunga mengalami penurunan karena sudah tidak punya kewajiban untuk membayar hutang sekaligus bunganya. Belanja Bansos rata-rata pertumbuhannya juga mengalami penurunan karena Bansos diberikan sesuai dengan kebutuhan. 21
28 Belanja tak terduga juga mengalami penurunan karena posting belanja tak terduga sesuai dengan kebutuhan. Untuk pembiayaan rasio antara realisasi anggaran adalah 100,75%, dengan ratarata pertumbuhan untuk penerimaan pembiayaan minus Rp ,-, rata-rata realisasi penerimaan pembiayaan Rp ,-. Penurunan rata-rata pembiayaan dari komponen SiLPA, hal ini dikarenakan daya serap kegiatan baik. Penurunan rata-rata pembiayaan juga berasal dari piutang daerah karena kewajiban dari pihak lain sudah dipenuhi. Pembentukan a cagan juga mengalami penurunan karena Perda tentang Pembentukan Dana Cagan telah dicabut. Pembayaran Pokok hutang juga mengalami penurunan dikarenakan hutang Pemda DIY sudah lunas. Pembayaran kewajiban tahun lalu mengalami penurunan karena kegiatan yang bersifat multi years sudah terselesaikan. 22
29 2.4 TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN SKPD Tantangan peluang pengembangan pelayanan Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset selama 5 tahun mendatang adalah sebagai berikut : Tantangan 1. Kurang optimalnya sistem pengawasan pendapatan, kesadaran masyarakat dalam pemenuhan kewajiban relatif rendah 2. Identifikasi, mengkaji, monitoring potensi sumber-sumber penerimaan asli daerah 3. Keterbatasan penyediaan a untuk prioritas pembangunan yang berkesinambungan 4. Belum optimalnya penyediaan instrument penganggaran berbasis kinerja yang efektif efisien akuntabel 5. Akurasi data ketepatan waktu pencairan anggaran kegiatan 6. Aya tanah milik daerah namun bangunan diatasnya terdapat rumah golongan III yang sudah beralih kepemilikannya 7. Masih aya aset di SKPD yang belum dioptimalkan 8. Aya aset pusat yang nya oleh daerah, namun belum diserahkan. 9. Kelembagaan BUKP belum sesuai dengan peraturan perung-ungan yang berlaku 10. Optimalisasi koordinasi dengan kabupaten/kota. 11. Penerapan system akuntansi berbasis accrual 12. Pelaksanaan e-audit dalam pemeriksaan laporan oleh BPK 13. Profesionalisme kompetensi SDM pengelola aset 14. Pengintegrasian system aplikasi aset. 15. Tuntutan transparansi informasi publik menuju good governance. 23
30 2.4.2 Peluang 1. Pajak Kendaraan Bermotor masih merupakan sumber pendapatan yang mempunyai kontribusi terbesar dalam peningkatan PAD 2. Lokasi pelayanan pajak retribusi yang strategis, on-line mudah diakses oleh masyarakat 3. Potensi sumber-sumber pendapatan asli daerah tersedia. 4. Sistem informasi lebih memudahkan membantu dalam perencanaan penganggaran, penatausahaan penyusunan laporan yang efektif, efisien, transparan akuntabel. 5. Pengembangan BUMD menjadi lokomotif perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi sumber pendapatan asli daerah. 6. Kualitas kapabilitas SDM pengelola aset yang masih bisa dikembangkan. 7. Aya website sebagai media informasi publik 8. Pertumbuhan ekonomi berakibat bertambahnya kendaraan baru 9. Rencana kenaikan harga BBM 10. Tarif pungutan dalam retribusi daerah dapat disesuaikan dengan masyarakat di daerah 11. Koordinasi, klarifikasi inventarisasi terhadap penggunaan Barang Milik Daerah 12. Ba Usaha Milik Daerah dapat dikembangkan ditingkatkan. 24
31 BAB III ISU - ISU STRATEGIS 3.1 INDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN SKPD Dinas pendapatan, Pengelolaan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu instansi di Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tugas melaksanakan anggaran pendapatan, anggaran belanja, kas daerah, pembinaan administrasi daerah, akuntansi barang daerah Kondisi sekarang Kondisi realisasi pendapatan s/d tahun 2012 adalah sebagai berikut : 25
32 Tabel T.III.C.6 TARGET APBD TAHUN DAN REALISASI PENDAPATAN TAHUN URAIAN TARGET ( RENSTRA) REALISASI TARGET ( RENSTRA) REALISASI TARGET ( RENSTRA) REALISASI TARGET ( RENSTRA) REALISASI TARGET (RENSTRA) REALISASI JUMLAH PENDAPATAN 1,161,986,630,223 1,258,609,946,407 1,221,594,240,781 1,286,067,485,169 1,294,889,895,228 1,374,205,096,491 1,376,467,958,628 1,609,761,447,240 1,470,067,779, PENDAPATAN ASLI DAERAH 547,887,175, ,872,311, ,850,801, ,145,551, ,661,849, ,202,076, ,519,546, ,963,501, ,250,875, Pajak Daerah 486,168,175, ,185,354, ,567,434, ,192,265, ,041,480, ,710,019, ,072,093, ,226,105, ,264,996, Retribusi Daerah 33,144,872,640 29,259,898,276 32,935,463,785 34,785,228,681 34,911,591,612 32,836,503,244 37,111,021,884 35,985,658,458 39,634,571, Hsl Pengelolaan Kekayaan 12,768,526,834 12,481,050,739 14,071,903,368 20,094,713,176 14,916,217,570 26,333,869,885 15,855,939,277 28,961,383,473 16,934,143, Daerah yang Dipisahkan Lain - lain Pendapatan Asli 15,805,600,000 65,946,008,447 25,276,000,000 49,073,343,450 26,792,560,000 46,321,683,744 28,480,491,280 71,790,353,339 30,417,164, Daerah yang Sah DANA PERIMBANGAN 590,574,676, ,802,167, ,381,981, ,011,121, ,484,899, ,677,339, ,780,448, ,339,653, ,161,519, Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak 59,333,281,643 70,560,773,088 61,052,031,128 73,681,173,384 64,715,152,996 87,821,992,122 68,792,207,635 82,037,725,054 73,470,077, Dana Alokasi Umum 511,773,395, ,773,394, ,919,950, ,919,948, ,355,147, ,471,247, ,342,521, ,812,328, ,485,812, Dana Alokasi Khusus 19,468,000,000 19,468,000,000 33,410,000,000 33,410,000,000 35,414,600,000 11,384,100,000 37,645,719,800 19,489,600,000 40,205,628, LAIN - LAIN PENDAPATAN 23,524,778,265 23,935,467,265 6,361,458,000 9,910,812,710 6,743,145,480 7,325,681,000 7,167,963,645 15,458,293,000 7,655,385, DAERAH YANG SAH Sumber data : DPPKA DIY diolah 26
33 Belanja Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta bersumber dari Anggaran Pemerintah Daerah DIY Dana Perimbangan dari Pemerintah Pusat. Dalam periode Tahun terdapat beberapa kebijakan penting yang diambil dalam penganggaran Pemerintah Daerah; Pertama Pengelolaan belanja sejak proses perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban harus memperhatikan aspek efektifitas, efisiensi, transparansi akuntabilitas. Kedua Belanja harus diarahkan untuk mendukung kebijakan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan perbandingan antara masukan keluaran (efisiensi). Ketiga Keluaran dari belanja dimaksud seharusnya dapat dinikmati hasilnya oleh masyarakat (efektifitas). Keempat alokasi anggaran perlu dilaksanakan secara terbuka berdasarkan skala prioritas kebutuhan (transparansi). Kelima belanja harus diadministrasikan dipertanggung jawabkan sesuai dengan perung-ungan yang berlaku (akuntabilitas) Penyerapan belanja Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun secara rata-rata mencapai 90,59%, yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. TABEL T.III.C.7 Penyerapan Belanja Daerah TAHUN ANGGARAN REALISASI PENYERAPAN ,79% ,30% ,42% ,88% Sumber: LRA Th
34 Dari penyerapan sebesar 90,59% diketahui, Belanja Barang Jasa merupakan belanja yang terkecil penyerapannya dari anggaran. Setelah itu Belanja Modal menempati urutan kedua dalam penyerapan anggaran. Dengan aya sistem informasi daerah, dalam proses perencanaan, penganggaran, penatausahaan hingga pelaporan, pengendalian pencairan anggaran lebih cepat efektif. Pelaporan pemerintah daerah merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBD selama periode satu tahun. Terkait dengan hal tersebut, opini BPK terhadap pelaporan pemerintah daerah Daerah Istimewa Yogyakarta selama 3 tahun (Tahun 2009 s.d. 2011) dapat dilihat pada tabel berkut: Tabel T.III C.8 Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Pemda DIY NO TAHUN OPINI KETERANGAN WDP Aset belum dapat diyakini kewajaranya WTP Paragraf penjelas berupa aset Dinas PUESDM yang belum diserahkan WTP Paragraf penjelas berupa : pencatatan Dana bergulir belum sesuai SAP belum diberlakukannya penyusutan aset Sumber : DPPKA, diolah Jumlah barang milik daerah yang dapat di inventarisasi s/d tahun 2012 yang tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Aset adalah unit dengan tafsiran harga Rp ,-. Barang milik daerah tersebut terdiri dari tanah, alat-alat, bangunan gedung, jalan, jembatan, hewan ternak tanaman maupun konstruksi dalam pengerjaan. 28
35 Dari barang milik daerah tersebut, aset tanah yang dapat disertifikatkan sampai dengan tahun 2012 adalah 41 big. Aset daerah yang dapat dioptimalkan berupa tanah, kendaraan bangunan, baik itu dengan sistem sewa, pinjam pakai maupun bangunan guna serah (BGS). Sampai dengan tahun 2012 Aset tanah Pemda DIY sebanyak 850 big yang dapat dioptimalkan. Bank BPD adalah bank umum dengan 197 jaringan di DIY, sesuai laporan nya telah menunjukkan perkembangan yang positif dengan total aset s/d tahun 2012 sebesar Rp milyar, laba yang dihasilkan Rp milyar meningkat 68,47% dari tahun sebelumnya. Modal dasar bank BPD sebesar Rp. 250 milyar dimana sebesar Rp. 127,50 milyar atau 51% adalah modal pemda. Setoran PAD dari BPD tahun 2012 berupa deviden a pembangunan sebesar Rp. 31,76 milyar atau 24.90% dari modal disetor. PT. AMI bergerak dibig percetakan penerbitan, pertambangan, perdagangan, pariwisata rekayasa industri. PT AMI juga bekerjasama dengan pihak ketiga dengan PT Yogya Indah Sejahtera mengelola Mall Malioboro, PT. Adicandra Ghraha Misata mengelola Sagan Resto, PT Kaidi Indojaya mengelola pembangunan pusat perdagangan Jogjatronik PT Mirota Batik. Modal PT AMI yang disetor Pemda Rp. 15,36 milyar, sampai tahun 2011, namun hingga tahun 2012 belum dapat memberikan kontribusi PAD kepada pemda. PD. Taru Martani bergerak dibig usaha prosesing tembakau, dengan tenaga kerja 255 orang. Pada tahun 2011 modal yang disetor Pemda Rp. 3,4 milyar. Sampai tahun 2012 kontribusi PAD Rp. 86 juta. 29
36 BUKP se DIY sebanyak 75 unit, sampai tahun 2012 dengan modal disetor Pemda Rp milyar, kontribusi PAD kepada Pemda Rp milyar. SDM pengelola aset terdiri dari perencana program, Bendahara penerimaan, bendahara pengeluaran, petugas akuntansi, pengurus penyimpan barang yang ada disetiap SKPD. Jumlah SDM pengelola aset di Pemda DIY dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel T.III.C.9 SDM Pengelola Keuangan Aset Pemda DIY NO URAIAN JUMLAH Perencana Program 70 orang 2 Bendahara penerimaan 30 orang 3 Bendahara pengeluaran 68 orang 4 Petugas akuntansi 67 orang 5 Pengurus barang 117 orang 6 Penyimpan barang 95 orang Sumber : DPPKA, diolah Wajib pajak yang dilayani oleh Kantor Pelayanan Pajak Daerah per hari adalah wajib pajak dengan perincian sebagai berikut : Tabel T.III.C.10 Wajib pajak yang dilayani per hari No. KPPD JUMLAH WP/HARI KPPD KOTA YOGYAKARTA 850 WP 2. KPPD BANTUL WP 3. KPPD KULONPROGO 440 WP 4. KPPG GUNUNGKIDUL 470 WP 5. KPPD SLEMAN WP Sumber : DPPKA, diolah Dalam rangka upaya meningkatkan pelayanan publik khususnya wajib pajak pada pendaftaran kendaraan bermotor, pajak kendaraan bermotor balik nama kendaraan bermotor serta upaya untuk 30
37 meningkatkan penerimaan pendapatan asli daerah, maka dilaksanakan layanan unggulan pada 5 Kantor Pelayanan Pajak Daerah / Kantor Bersama Samsat di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta pengembangan layanan antara lain : 1. Samsat Pembantu di Sewon Bantul Maguwoharjo Sleman. Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (pengesahan STNK Tahunan) Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). 2. Samsat Payment Point Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (pengesahan STNK Tahunan) Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang pelaksanaannya berada pada 1 Kantor Kas 5 Cabang Pembantu Bank BPD DIY, yaitu : a. Kantor Kas Bank BPD Giwangan Kota Yogyakarta b. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Piyungan Bantul c. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Nanggulan Kulon Progo d. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Karangmojo Gunungkidul e. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Kalasan Sleman. f. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Godean Sleman. 31
38 3. Samsat Corner. Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ( pengesahan STNK Tahunan ) Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang ditempatkan di Plaza /Mall Ambarukmo. 4. Samsat Drive Thru Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ( pengesahan STNK Tahunan ) Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) tanpa Wajib Pajak harus turun dari kendaraan, terletak di Samsat Pembantu Sewon Bantul. 5. Samsat Keliling Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ( pengesahan STNK Tahunan ) Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) menggunakan 5 unit Bus pada tempat-tempat strategis. 6. Samsat pada Acara Tertentu. Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ( pengesahan STNK Tahunan ) Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) pada acara Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) / Pameran Pembangunan di Kabupaten / Kota. Dalam memberikan pelayanan publik, KPPD / SAMSAT se DIY telah memperoleh penghargaan Piala Citra Pelayanan Prima (CPP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi pada tahun 2009 untuk KPPD Gunungkidul KPPD Bantul, seg KPPD Kota Yogyakarta pada tahun 2012, pengakuan pelayanan dengan Indek 32
39 Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan kategori Baik untuk 5 KPPD serta Sertifikasi ISO sejak tahun Untuk mendukung kelancaran tugas menjamin tingkat akselerasi akurasi data pada proses pelayanan di KPPD seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta telah menggunakan sistem pelayanan online. Untuk menjamin transparansi pelayanan publik telah dibangun berbagai fasilitas berbasis teknologi informasi, antara lain : 1. SMS Informasi PKB. Layanan informasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) melalui SMS. 2. SMS Informasi Jatuh Tempo. Layanan informasi jatuh tempo masa Pajak Kendaraan Bermotor yang memberikan informasi SMS, 7 (tujuh) hari sebelum berakhirnya masa pajak. Dalam rangka peningkatan Pelayanan Publik sebagai tindak lanjut tuntutan masyarakat terhadap mutu Pelayanan Prima, maka aparatur pemerintah perlu mempersiapkan diri dengan memperbaiki kinerja palayanan secara terus menerus berkesinambungan diiringi dengan peningkatan Sarana Prasarana dari tahun ke tahun Potensi Potensi pendapatan Tahun bersumber dari Pajak daerah, Retribusi Daerah Lain-lain pendapatan. Potensi Pendapatan Daerah diukur diperoleh berdasarkan Ung-Ung Nomor 28 Tahun 2009, khusus untuk Pajak Daerah Retribusi Daerah yang sifatnya closed listed. Hal ini sedikit membatasi gerak di daerah untuk melakukan perbaharuan 33
40 penerimaan khususnya dari pajak retribusi karena obyek baru yang dianggap sebagai potensi pendapatan harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Pemerintah Pusat mendapat persetujuan untuk dipungut. Sehingga potensi yang akan digalakkan untuk beberapa tahun ke depan diarahkan berasal dari sumber Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah, komponen a perimbangan juga komponen a hibah, maupun a-a penyesuaian dari pusat. Adapun potensi pendapatan dari pajak daerah adalah sebagai berikut : 1. Pertumbuhan ekonomi sehingga bertambah kendaraan baru (10-12%) 2. Potensi realisasi wajib pajak yang belum mendaftar (40%) 3. Rencana kenaikan harga BBM (PBBKB) Rata-rata peningkatan kendaraan roda empat sebesar 531 unit kendaraan roda empat setiap bulan seg rata-rata peningkatan kendaraan roda dua sebesar unit setiap bulan. Dengan menggunakan model estimasi jumlah kendaraan, diperoleh proyeksi jumlah kendaraan untuk roda empat, terbesar terdapat di Kabupaten Sleman, diikuti oleh Kota Yogyakarta segkan untuk sepeda motor, proporsi terbesar terdapat di Kabupaten Sleman Kabupaten Bantul. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti harga bahan bakar kendaraan, rata-rata jarak yang ditempuh kendaraan bermotor per hari, rata-rata jarak yang mampu ditempuh oleh kendaraan per liter bahan bakar yang digunakan, jumlah kendaraan bermotor, nilai jual kena pajak yang telah di tentukan, tarif pajak. 34
41 Potensi jenis bahan bakar yang tinggi adalah premium solar karena kedua jenis BBM ini pula yang memberikan kontribusi yang relatif paling besar terhadap penerimaan PBBKB. Pertamax Pertamax Plus bernilai sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Konsumsi bahan bakar jenis premium diwakili oleh jenis kendaraan roda dua kendaraan roda empat selain jenis truck, pick up, bus (B1, B2, C1, C2) yang dianggap mewakili konsumsi bahan bakar jenis solar. Untuk mengestimasi potensi jenis pajak dari pajak air permukaan ini dipergunakan rata-rata pertumbuhan tertimbang sebesar rata-rata 5,58 persen. Presentase ini digunakan untuk mengestimasi potensi pada tahun mendatang. Potensi pelayanan kepada wajib pajak adalah sebagai berikut : 1. Partisipasi masyarakat untuk peningkatan kualitas pelayanan publik cukup baik. 2. Aya keberlanjutan pengembangan kualitas SDM 3. Komitmen Pemerintah Daerah DIY dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Seg potensi pendapatan dari retribusi daerah adalah sebagai berikut : 1. Retribusi jasa umum 2. Retribusi jasa usaha 3. Retribusi perijinan tertentu Ketiga jenis retribusi ini dimungkinkan terjadi penambahan jenis penerimaan disamping ada revisi terhadap tarif yang menyesuaikan dengan harga pasar. Nilai proyeksi potensi retribusi dihitung dengan menggunakan dasar perhitungan nilai potensi moderat dengan rumus sebagai berikut: Potensi retribusi tahun ini = Potensi tahun lalu (skenario modercit) x Rata-rata Pertumbuhan Ekonomi 35
42 Rata-rata pertumbuhan ekonomi yang digunakan masih sama dengan perhitungan potensi yaitu sebesar 4% (skenario pesimis), 5% (skenario moderat) 6% (skenario optimis). Dengan model perhitungan tersebut terlihat ada kenaikan nilai potensi retribusi dari tahun ke tahun. Nilai pertumbuhan yang sama dengan pertumbuhan nilai potensi sebesar 5% untuk ketiga skeniario. Dilihat dari nilai nominalnya, nilai potensi retribusi untuk tahun 2017 adalah sebesar Rp 50 miliar (nilai pesimis), Rp 55 miliar (nilai moderat) atau Rp 60 miliar (nilai optimis). Selain itu potensi pendapatan dari lain-lain pendapatan yaitu : 1. Optimalisasi aset Dapat diketahui kondisi penggunaan saat ini, sehingga apabila penggunaan belum optimal dapat lebih dioptimalkan 2. Hasil kekayaan daerah yang dipisahkan, Potensi pendapatan setiap tahun dari hasil daerah yang dipisahkan tidak terlepas dari jumlah penyertaan modal pemerintah daerah kepada BUMD maupun kepada Swasta. Untuk Potensi Ba Usaha Milik Daerah, Bank BPD dapat ditingkatkan mejadi bank devisa, PT AMI menjadi mitra kerja Pemda dalam memberikan kontribusi PAD, PD. Taru Martani dengan ba hukum jelas menjadi PT sebagai mitra kerja pemda memberikan kontribusi PAD yang meningkat setiap tahunnya, BUKP memberikan kontribusi PAD terhadap Pemda setiap tahun. 36
43 3.1.3 Permasalahan Permasalahan yang dihadapi Dinas pendapatan, Aset sesuai tugas fungsi pelayanan, antara lain sebagai berikut : 1. Data base wajib pajak masih kurang valid karena tidak ada sensus kendaraan 2. Perpanjangan STNK belum sesuai Peraturan POLRI 3. Belum ada kaderisasi SDM 4. Lemahnya indentifikasi potensi retribusi karena keterbatasan kewenangan pungutan (closed list) 5. Penentuan harga satuan yang sangat cepat berubah, segkan proses perungan membutuhkan waktu, sehingga antara target realisasi terdapat gap yang tinggi. 6. Belum ada peraturan perungan tentang pendapatan dari lain-lain pendapatan yang mengikat sebagai bahan pungutan 7. Jenis ragam lain-lain pendapatan sangat banyak sehingga pemilahan juga harus dikoordinasikan bersama dari pusat hingga kabupaten kota. 8. Belum optimalnya penggunaan instrumen ( ASB SPM) perencanaan penganggaran dalam penyusunan anggaran 9. Belum aya hasil evaluasi SPM sebagai input perencanaan penganggaran tahun berikutnya. 10. Belum aya persamaan persepsi dalam pengambilan kebijakan tentang indikator kinerja dari TAPD terhadap implementasi instrumen perencanaan penganggaran 11. Tingkat pemahaman penatausahaan di masing-masing SKPD belum sama terutama untuk pengajuan SP2D LS 12. Pencairan anggaran tidak sesuai dengan aliran kas sehingga terjadi penumpukan anggaran di triwulan IV 37
44 13. SDM petugas pengelola daerah perlu ditingkatkan 14. Verifikator SKPD belum optimal dalam pelaksanaan pekerjaan secara administrasi maupun pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan 15. Masih terdapat kesalahan input data dalam SIPKD 16. Jaringan internet yang belum lancar/trouble di SKPD 17. Data kepegawaian yang tidak valid sebagai dasar penghitungan gaji 18. Proses pemeriksaan BPK terkadap laporan Pemda kedepan juga dikembangkan melalui elektronik audit (e-audit)hal ini mengharuskan pemda untuk terus mengembangkan proses daerah yang terintegrasi berbasis teknologi informasi. 19. Permasalahan yang timbul dalam penerapan sistem penganggaran berbasis kinerja adalah sulitnya merumuskan indikator kinerja sebagai alat pendeteksi tercapainya output outcome yang dikehendaki. 20. Terkait dengan Bentuk pemanfaatan aset yang optimal, permasalahan yang dihadapi adalah belum teridentifikasi asset idle yang terdapat di SKPD/UPTD. 21. Dalam upaya Peningkatan penatausahaan asset, khususnya Pengelolaan BMD dengan menggunakan SIPKD modul asset, Pengurus penyimpan barang belum terampil dalam mengoperasionalkan aplikasi. 22. Penyusunan RKBMD maupun RKPBMD belum mengacu daftar inventaris barang sebagai dasar pengalokasian anggaran, perencanaan kebutuhan BMD rencana kebutuhan pemeliharaan BMD belum mengacu standar sarana a prasarana 23. Terdapat aset tanah yang belum bersertifikat. 38
45 24. Perluasan usaha Ba Usaha Milik Daerah, terkendala modal sehingga setoran minimal sebagai akibat persaingan dunia perbankan sangat ketat 25. Perseroan terbatas perusahaan daerah mengalami Kesulitan likuiditas, disamping big usaha yang dikelola tidak berjalan dengan baik, beban operasional tinggi, tekanan pasar, ruang gerak usaha regulasi dibatasi. 26. Payung hukum Kelembagaan BUKP belum ada bahkan terdapat 6 BUKP belum sehat. 27. Pemahaman SDM terhadap regulasi belu memadai hal ini disebabkan salah satunya oleh sering terjadi perubahan regulasi. 28. Penguasaan SDM pengelola terhadap teknologi informasi khususnya sistem informasi daerah masih kurang memadai. 29. Aya Mutasi PNS SDM pengelola 30. Sebagian SDM pelayan publik kualifikasinya belum sesuai dengan kebutuhan. 31. Dengan bertambahnya tempat-tempat pelayanan Wajib Pajak menyebabkan perbandingan kuantitas SDM dengan Wajib Pajak tidak seimbang. 32. Lahan parkir ruang tunggu untuk wajib pajak kurang memadai d. Target Pendapatan tahun 2013 s/d 2017 adalah sebagai berikut: 39
46 Tabel T.III.C.11 Target Pendapatan URAIAN PENDAPATAN 2,822,069,129,115 2,984,169,114,501 3,648,949,719,135 3,930,844,900,784 4,245,609,201,460 PENDAPATAN ASLI DAERAH 1,014,089,544,450 1,130,625,412,406 1,260,733,194,326 1,406,008,528,672 1,568,235,891,221 Pendapatan Pajak Daerah 885,217,610, ,443,723,200 1,110,416,969,984 1,243,667,006,382 1,392,907,047,148 Pendapatan Retribusi Daerah 41,436,702,950 44,751,639,186 48,331,770,321 52,198,311,947 56,374,176,902 Pendapatan Hsl Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan 36,328,245,281 39,234,504,903 42,373,265,296 45,763,126,519 49,424,176,641 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 51,106,986,219 55,195,545,117 59,611,188,726 64,380,083,824 69,530,490,530 DANA PERIMBANGAN 961,190,992,745 1,033,964,090,885 1,153,790,615,762 1,287,656,390,342 1,437,218,929,927 Dana Bagi Hasil pajak/bagi Hasil bukan pajak 98,360,324, ,229,150, ,727,482, ,905,681, ,818,135,918 Dana Alokasi Umum 828,334,768, ,734,940,160 1,039,063,132,979 1,163,750,708,937 1,303,400,794,009 Dana Alokasi Khusus 34,495,900,
47 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 846,788,591, ,579,611,210 1,234,425,909,047 1,237,179,981,771 1,240,154,380,312 Pendapatan Hibah 8,815,476,250 6,216,033,150 6,713,315,802 7,250,381,066 7,830,411,551 Pendapatan Dana Darurat Dana Penyesuaian Otonomi Khusus 837,973,115, ,363,578,060 1,227,712,593,245 1,229,929,600,704 1,232,323,968,761 Dana Penyesuaian 23,759,082,000 25,659,808,560 27,712,593,245 29,929,600,704 32,323,968,761 Dana BOS Pusat 279,000,000,000 Dana Keistimewaan 535,214,033, ,703,769,500 1,200,000,000,000 1,200,000,000,000 1,200,000,000,000 Bantuan Keuangan dari Prov atau Pemda Lainya Pendapatan lainnya Sumber : DPPKA, data diolah 41
48 3.2 TELAAH VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH TAHUN Visi : Daerah Istimewa Yogyakarta Yang Lebih Berkarakter, Berbudaya, Maju, Mandiri Sejahtera Menyongsong Peradaban Baru Misi Misi 3 RPJMD adalah Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik kearah katalisator yang mampu mengelola pemerintahan secara efisien, efektif mampu menggerakkan mendorong dunia usaha masyarakat lebih mandiri. Tujuan Misi 3. Mewujudkan pemerintahan secara efektif efisien. Sasaran Misi 3 1. Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah meningkat. 2. Akuntabilitas daerah meningkat. Program pembangunan daerah berdasarkan sasaran diatas adalah : a) Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Daerah b) Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH. Berdasarkan visi, misi, tujuan sasaran diatas arah kebijakan pembangunannya adalah meningkatkan nilai akuntabilitas kinerja pemerintah dari B menjadi A, Mempertahankan Opini Pemeriksaan BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Strategi yang ditetapkan untuk dilakukan adalah Meningkatkan efektifitas kinerja birokrasi layanan publik yang responsif, transparan akuntabel, Meningkatkan profesionalisme daerah, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, perbaikan peningkatan kinerja BUMD serta optimalisasi pendapatan daerah. 42
49 Strategi diatas sesuai dengan tugas fungsi yang diemban oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset. 3.3 TELAAHAN RENSTRA KEMENTERIAN / LEMBAGA DAN RENSTRA ( RENSTRA SKPD TERKAIT DIY, RENSTRA SKPD SEBELUMNYA ) No Tabel T.III. C.12 Komparasi Capaian Sasaran Renstra SKPD Provinsi terhadap Sasaran Renstra SKPD Kabupaten/Kota*) Renstra K/L Indikator Kinerja Capaian Sasaran Renstra SKPD Provinsi Sasaran pada Renstra SKPD Kabupaten/Kota*) Sasaran pada Renstra Kementerian Keuangan Republik Indonesia (1 ) (2) (3) (4) (5) 1 Tersusunnya rencana peningkatan 104% tahunan pendapatan daerah pemda 2 Tersusunnya rencana Realisasi PAD 109% tahunan terhadap target PAD pemda 3 Tersusunnya rencana kontribusi PAD 103% tahunan terhadap pendapatan pemda daerah 4 Realisasi Belanja terhadap Anggaran Belanja Daerah 5 Jumlah Peraturan tentang APBD yang ditetapkan 6 Laporan pemerintah daerah 7 Jumlah barang milik daerah yang dapat diinventarisasi 8 Jumlah aset tanah Pemda yang dapat disertifikatkan 9 Persentase Aset Pemda yang dapat dioptimalkan 10 Rasio Pendapatan BUMD LKM terhadap penyertaan modal BUMD LKM 11 Rasio PNS yang menguasai operasional SIPKD 90% 100% 100% 104% 90% Tersusunnya pemda Tersusunnya pemda rencana tahunan rencana tahunan Tersedianya laporan yang relevan, andal, dapat dibandingkan dapat dipahami Terlaksananya penatausahaan aset sesuai peraturan perung-ungan Terlaksanya pengamanan penanganan sengketa aset 113% Terlaksananya pemanfaatan aset 197% Tersusunnya rencana tahunan pemda 100% Terlaksananya penatausahaan aset sesuai peraturan perung-ungan Tingkat pendapatan yang optimal Tingkat kepatuhan wajib pajak, kepabeanan, cukai yang tinggi Tingkat kepatuhan wajib pajak, kepabeanan, cukai yang tinggi Alokasi belanja negara yang tepat sasaran, tepat waktu, efektif, efisien akuntabel Alokasi belanja negara yang tepat sasaran, tepat waktu, efektif, efisien akuntabel Peningkatan negara transparansi akuntabilitas Terlaksananya penatausahaan kekayaan negara yang handal akuntabel Terwujudnya database nilai kekayaan negara yang kredibel Terwujudnya pemanfaatan BMN berdasarkan prinsip the highest and best use Terwujudnya pasar modal lembaga non bank sebagai sumber penaan yang mudah diakses, efisien kompetitif Terciptanya sistem perbendaharaan negara yang modern, handal terpadu 43
50 3.4 TELAAHAN TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS Rencana Tata Ruang Wilayah DIY disusun atas dasar amanat Ung-Ung No. 26 Tahun 2007 Peraturan Menteri PU Nomor: 15/PRT/M/2009 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, telah dituangkan ditetapkan melalui Perda No 2 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DIY Tahun Berdasarkan amanat dari Ung-Ung No. 26 Tahun 2007, Peraturan Menteri PU Nomor: 16/PRT/M/2009 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Peraturan Menteri PU Nomor: 17/PRT/M/2009 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota, Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi telah ditindaklanjuti oleh Kabupaten/Kota dalam menyusun Rencana Tata Ruang Wilayahnya. Sehingga Provinsi DIY berikut Kabupaten/Kota nya telah memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah. Dalam penyusunannya Rencana Tata Ruang Wilayah DIY juga telah disesuaikan dengan RTRWN, RTRW Jawa-Bali RTRW wilayah berbatasan (Jawa Tengah). Sebagai tindak lanjut dari Rencana Tata Ruang Wilayah DIY, telah disusun Rencana Rinci dengan kedalaman 1:5000 khusus pada kawasan strategis, baik kawasan strategis nasional, kawasan strategis jawa-bali maupun kawasan strategis provinsi PENENTUAN ISU ISU STRATEGIS 1. Potensi pendapatan dari pajak, retribusi lainlain pendapatan daerah yang syah untuk meningkatan PAD. 2. Peningkatan Kapasitas daerah 3. Perbaikan peningkatan kinerja BUMD 44
51 4. Peningkatan pemanfaatan penatausahaan asset 5. Peningkatan kompetensi SDM 6. Peningkatan kualitas layanan pajak. 45
52 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 VISI DAN MISI SKPD VISI MISI Visi Organisasi berkaitan dengan pangan kedepan menyangkut kemana organisasi harus dibawa diarahkan agar dapat berkarya secara konsisten tetap eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Visi Dinas Pendapatan, Keuangan Aset adalah TERWUJUDNYA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET TERBAIK SE INDONESIA". Dari visi yang telah ditetapkan tersebut, yang dimaksud dengan Terwujudnya Pengelolaan Keuangan Aset adalah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset sebagai lembaga / institusi yang mempunyai tugas menghimpun, menghasilkan pendapatan untuk mengalokasikan daerah mengelola kekayaan / aset daerah. Terbaik se Indonesia dimaksudkan adalah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset menjadi instansi / lembaga / institusi yang mampu bersaing komitmen tinggi dalam mewujudkan kemandirian kemampuan daerah. Misi adalah suatu upaya yang harus diemban atau dilaksanakan oleh seluruh perangkat organisasi untuk mewujudkan Visi yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkan Visi : "Terwujudnya Pengelolaan Keuangan Aset terbaik se Indonesia", Misi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset yaitu : 46
53 1. Mengoptimalkan peningkatan pendapatan daerah 2. Mengembangkan kapasitas daerah 3. Memperbaiki meningkatkan kinerja BUMD 4. Mengoptimalkan aset daerah 5. Meningkatkan kualitas pelayanan publik 6. Meningkatkan profesionalisme SDM Misi Mengoptimalkan peningkatan pendapatan daerah dimaknai bahwa pendapatan harus dapat meningkatkan kemampuan pendapatan yang digunakan untuk membiayai pembangunan daerah. Misi Mengembangkan kapasitas daerah dimaknai bahwa setiap daerah harus mampu meningkatkan kemampuan SDM, berikut Sarana Prasarana serta system yang mendukung daerah yang lebih transparan akuntabel dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan penatausahaan, pertanggungjawaban hingga pengawasan (pengendalian). Misi Memperbaiki meningkatkan kinerja BUMD dimaknai sebagai Ba Usaha Milik Daerah yang selama ini sebagai salah satu sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan daerah kinerjanya masih belum optimal terdapat Ba Usaha Milik Daerah karena belum menemukan core busines sehingga belum menghasilkan pendapatan, Ba Usaha Milik Daerah yang telah eksis perlu dipertahankan keberadaannya agar masyarakat memperoleh manfaat yang besar. Misi Mengoptimalkan aset daerah dimaknai sebagai aset daerah dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan yang digunakan untuk pelayananan kepada masyarakat. Optimalisasi aset daerah dapat dicapai dengan perbaikan aset, peningkatan kerjasama dengan pihak 47
54 lain/swasta baik dalam bentuk Bangun Guna Serah maupun Kontrak Konsesi pembentukan ba usaha baru yang khusus menangani pengoptimalan aset daerah. Misi Meningkatkan kualitas pelayanan publik dimaknai sebagai segala bentuk jasa pelayanan untuk publik, baik dalam bentuk barang jasa yang menjadi tanggungjawabnya dilaksanakan oleh instansi pemerintah dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perungungan. Misi Meningkatkan profesionalisme SDM dimaknai sebagai upaya meningkatkan kapasitas SDM agar memiliki keahlian inovasi untuk melaksanakan tugas-tugas tanggungjawab yang dibebankan kepaya serta mempunyai inisiatif untuk selalu mengembangkan kemampuan dirinya. 4.2 TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH SKPD Tujuan Sasaran Jangka Menengah yang akan dicapai oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sesuai tabel dibawah: 48
55 Tabel T.IV.C.13 TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH SKPD No. Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Target Kinerja Tahun ke 1 (2013) 2 (2014) 3 (2015) 4 (2016) 5 (2017) Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah 1.1 Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak retribusi lain-lain pendapatan kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah 44.34% 51.47% 51.48% 51.49% 51.49% 2 Mewujudkan yang transparan akuntabel 2.1 Meningkatnya kualitas daerah Penurunan Temuan Kelemahan Sistem Pengendalian Akuntansi pelaporan 12 temuan 12 temuan 12 temuan 12 temuan 12 temuan 3 Mengoptimalkan peningkatan kinerja BUMD 3.1 Meningkatnya kinerja BUMD deviden BUMD terhadap jumlah total penyertaan modal BUMD 31,56% 26,13% 22,95% 24,45% 28,36% 4 Meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah bagi pemda 4.1 Meningkatnya kualitas aset daerah aset daerah yang dapat dimanfaatkan 11.43% 11.57% 11.71% 11.86% 12% 49
56 4.3. STRATEGI DAN KEBIJAKAN SKPD Strategi adalah pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan akan dicapai. Untuk mencapai tujuan sasaran organisasi harus dilakukan melalui strategi yang tepat. Suatu strategi dapat secara spesifik dikaitkan dengan satu sasaran atau kelompok sasaran dengan kerangka logis sebagaimana bagan berikut : Gambar G-IV.C.3 Keterkaitan Sasaran dengan Strategi Sasaran 1 Strategi 1 Sasaran 1 Atau Sasaran 2 Strategi 1 Sasaran 2 Strategi 2 Sasaran 3 Untuk menentukan alternative strategi pencapaian dari setiap indikator sasaran dapat dilakukan dengan analisis SWOT Analisis Eksternal. Secara umum analisis eksternal bertujuan untuk memetakan peluang ancaman yang dihadapi DPPKA dalam kurun waktu 5 tahun kedepan. 51
57 Peraturan tentang pajak retribusi merupakan kewenangan pusat. Data base yang masih kurang valid karena tidak ada sensus kendaraan. Perpanjangan STNK belum sesuai peraturan Kepolisian Republik Indonesia. Lemahnya identifikasi potensi retribusi karena keterbatasan kewenangan pungutan, belum aya peraturan perungan yang mengikat sebagai bahan pungutan untuk lain-lain pendapatan yang sah, jenis ragamnya sangat banyak sehingga pemilahan harus di koordinasikan bersama dari pusat hingga kab kota. Peraturan regulasi ditentukan pusat sering berubah tidak ada sinkronisasi menimbulkan multi tafsir. Belum aya hasil evaluasi SPM sebagai output perencanaan penganggaran tahun berikutnya. Belum aya persamaan persepsi dalam pengambilan kebijakan tentang indikator kinerja dari TAPD terhadap implementasi instrumen perencanaan penganggaran. Dalam kas daerah tingkat pemahaman penatausahaan di masingmasing SKPD belum sama terutama untuk pengajuan SP2D LS. Pencairan anggaran tidak sesuai aliran kas sehingga terjadi penumpukan anggaran di triwulan IV. Data kepegawaian yang tidak valid sebagai dasar penghitungan gaji. Proses pemeriksaan BPK terhadap laporan Pemda kedepan juga dikembangkan melalui audit elektronik (e-audit), hal ini mengharuskan pemda untuk terus mengembangkan proses daerah yang terintegrasi berbasis teknologi informasi. Dalam aset daerah belum ada peraturan perungan yang mengikat sebagai pedoman pungutan. Jenis ragam peraturan perungan tersebut sangat banyak sehingga pemilihan harus dikordinasikan bersama dari pusat hingga kabupaten/kota. 52
58 Dalam Ba Usaha Milik Daerah, persaingan dunia usaha sangat ketat. Bank BPD diperluas menjadi bank devisa dengan syarat modal disetor Bank Indonesia minimal 1 trilyun, segkan modal disetor sekarang 250 milyar. Untuk Perusahaan Daerah Taru Martani dibatasi regulasi untuk jenis usahanya karena belum ada perubahan Peraturan Daerah, segkan Ba Usaha Kredit Pedesaan payung hukum kelembagaannya belum jelas Peluang. 1) Pertumbuhan ekonomi berakibat bertambahnya kendaran baru 2) Rencana kenaikan harga BBM 3) Tarif pungutan dalam Pengelolaan retribusi daerah dapat disesuaikan dengan kemampuan masyarakat di daerah. 4) Koordinasi, klarifikasi inventarisasi terhadap penggunaan barang milik daerah 5) Ba Usaha Milik Daerah dapat dikembangkan ditingkatkan 6) Kualitas kapabilitas SDM pengelola aset masih bisa dikembangkan Ancaman 1) Potensi pendapatan dari pajak PKB setiap tahun naik sehingga akan mengalami titik jenuh mengakibatkan stagnan terus menurun, sehingga sumber PAD dari pajak akan menurun. 2) Aya pembatasan/kepemilikan KBM untuk menekan penggunaan BBM; luasan/panjang lintasan jalan yang terbatas menyebabkan polusi. 3) Penentuan harga satuan sangat cepat berubah, segkan proses perungan membutuhkan waktu, sehingga antara target realisasi terdapat gap yang tinggi. 4) Regulasi tentang daerah sering berubah. 53
59 4.3.2 Analisis Internal. Analisis internal bertujuan untuk memahami kondisi SKPD dengan memetakan kekuatan kelemahan yang dimiliki untuk diterjemahkan menjadi potensi modal pembangunan serta mengenali memahami kelemahan, kekurangan agar dapat di eliminir dampaknya. Dalam pendapatan, SDM pengelola pendapatan, Sarpras pendukung pengelola pendapatan kualitas pelayanan wajib pajak kurang. Pengelolaan belanja daerah belum optimal dalam penggunaan instrumen ASB SPM perencanaan penganggaran serta penyusunan anggaran; ferivikator SKPD belum optimal dalam pelaksanaan pekerjaan secara administrasi maupun pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan; masih terdapat kesalahan input data dalam SIPKD; jaringan yang belum lancar/ trobel di SKPD; permasalahan yang timbul dalam penerapan sistem penganggaran berbasis kinerja adalah sulitnya merumuskan indikator kinerja sebagai alat pendeteksi tercapainya output out come yang dikehendaki; selain itu diperlukan masa transisi untuk mengubah sistem anggaran berimbang yang telah dilaksanakan masa lalu menjadi sistem penganggaran berbasis kinerja. Dalam aset belum teridentifikasi "asset idle" yang terdapat di SKPD/UPTD; pengurus penyimpan barang belum terampil dalam mengoperasikan aplikasi; penyusunan RKBMD RKPBMD belum mengacu daftar inventaris barang sebagai dasar pengalokasian anggaran; perencanaan kebutuhan BMD RKPBMD belum mengacu standar sarana prasarana. Dalam Ba Usaha Milik Daerah PT AMI kesulitan likuiditas, manajemen kurang 54
60 profesional, big usaha yang dikelola tidak berjalan baik beban operasional tinggi. Segkan PD Taru Martani selain kesulitan likuiditas, juga terdapat 6 BUKP kurang sehat Kekuatan 1) Pajak Kendaraan Bermotor masih merupakan sumber pendapatan yang mempunyai kontribusi terbesar dalam PAD 2) Lokasi strategis pelayanan pajak retribusi-online mudah diakses oleh masyarakat 3) Potensi sumber-sumber PAD tersedia 4) Pengembangan BUMD menjadi lokomotif perekonomian sumber PAD DIY 5) Sistem informasi daerah untuk perencanaan, penganggaran, penatausahaan pelaporan yang efektif efisien, transparan akuntabel 6) Penyelenggaraan penatausahaan aset dengan sistem aplikasi menertibkan administrasi Barang milik daerah. 7) Aya website sebagai media informasi Kelemahan. 1) Meningkatnya tunggakan pajak kendaraan bermotor yang tidak tertagih karena terbatasnya SDM untuk penagihan tunggakan pajak KBM. 2) Lemahnya identifikasi potensi karena keterbatasan kewenangan pungutan untuk retribusi daerah anggaran untuk sosialisasi promosi terbatas sistem pengawasan retribusi kurang optimal 3) Kewenangan pemda sebatas peningkatan kinerja fasilitasi dalam BUMD 4) Pengurus penyimpan barang belum optimal dalam pengoperasian aplikasi. 5) "Asset idle" pada SKPD belum teridentifikasi. 6) Pengadaan barang belum mengacu pada kebutuhan barang milik daerah, pemeliharaan belum mengacu pada daftar kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah 55
61 Tabel T.IV.C.14 Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang Ancaman KEKUATAN 1)Pajak Kendaraan Bermotor menjadi sumber pendapatan dengan kontribusi terbesar dalam PAD 2)Lokasi strategis, pelayanan pajak retribusi online,mudah diakses oleh masyarakat 3)Potensi sumber-sumber PAD tersedia 4)BUMD menjadi lokomotif perekonomian sumber PAD DIY 5)Sistem informasi daerah untuk perencanaan, penganggaran, penatausahaan pelaporan yang efektif efisien, transparan akuntabel. 6)Penyelenggaraan penatausahaan aset dengan sistem menertibkan administrasi Barang milik daerah. 7)Aya website sebagai media informasi KELEMAHAN 1)Meningkatnya tunggakan pajak kendaraan bermotor yang tidak tertagih karena terbatasnya SDM untuk penagihan tunggakan pajak KBM. 2)Lemahnya identifikasi potensi karena keterbatasan kewenangan pungutan untuk retribusi daerah anggaran sosialisasi promosi terbatas, serta sistem pengawasan retribusi kurang optimal 3)Kewenangan pemda dalam BUMD sebatas peningkatan kinerja fasilitasi dalam BMD 4)Pengurus penyimpan barang belum optimal dalam pengoperasian aplikasi. 5."Asset idle" pada SKPD belum teridentifikasi 6.Pengadaan barang belum mengacu pada kebutuhan barang milik daerah, pemeliharaan belum mengacu pada daftar kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah 56
62 PELUANG 1) Pertumbuhan ekonomi menyebabkan bertambahnya kendaran baru 2) Rencana kenaikan harga BBM 3) Tarif pungutan dalam Pengelolaan retribusi daerah dapat disesuaikan dengan kemampuan masyarakat di daerah. 4) Koordinasi, klarifikasi inventarisasi terhadap penggunaan barang milik daerah 5) Ba Usaha Milik Daerah dapat dikembangkan ditingkatkan 6) Kualitas kapabilitas SDM pengelola aset masih bisa dikembangkan. ANCAMAN/TANTANGAN 1) Potensi pendapatan dari pajak PKB setiap tahun naik sehingga akan mengalami titik jenuh mengakibatkan stagnan terus menurun, sehingga sumber PAD dari pajak akan menurun 2) Aya pembatasan / kepemilikan KBM selain untuk menekan penggunaan BBM karena luasan panjang lintasan jalan yang terbatas serta potensi polusi. 3) Penentuan harga satuan yang sangat cepat berubah segkan proses perungan membutuhkan waktu, sehingga antara target realisasi terdapat gap yang tinggi 4) Regulasi tentang daerah sering berubah 57
63 Tabel T.IV.C.15 Analisis SWOT Faktor Internal Faktor Internal STRENGHTS ( S ) 1) Pajak kendaraan bermotor merupakan sumber pendapatan dengan kontribusi terbesar dalam PAD 2) Lokasi strategis pelayanan pajak retribusi-online mudah diakses oleh masyarakat 3) Potensi sumber-sumber PAD tersedia 4) BUMD menjadi lokomotif perekonomian sumber PAD DIY 5) Sistem informasi daerah untuk perencanaan, penganggaran, penatausahaan pelaporan yang efektif efisien, transparan akuntabel 6) penyelenggaraan penatausahaan, aset dengan sistem aplikasi menertibkan administrasi Barang milik daerah. 7) Website sebagai media informasi WEAKNESSES (W) 1)Meningkatnya tunggakan pajak kendaraan bermotor yang tidak tertagih karena terbatasnya SDM untuk penagihan tunggakan pajak KBM. 2)Lemahnya identifikasi potensi karena keterbatasan kewenangan pungutan untuk retribusi daerah anggaran untuk sosialisasi promosi terbatas serta sistem pengawasan retribusi kurang optimal. 3)Kewenangan pemda sebatas peningkatan kinerja fasilitasi dalam BUMD. 4)Pengurus penyimpan barang belum optimal dalam pengoperasian aplikasi 5)Aset idle pada SKPD belum teridentifikasi 6)Pengadaan barang belum mengacu pada kebutuhan barang milik daerah, pemeliharaan belum mengacu kepada daftar kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah 58
64 OPPORTUNITIES - O 1)Pertumbuhan ekonomi menyebabkan bertambah kendaran baru 2)Rencana kenaikan harga BBM 3)Tarif pungutan dalam Pengelolaan reritribusi daerah dapat disesuaikan dengan kemampuan masyarakat di daerah 4)Ba Usaha Milik daerah dapat dikembang ditingkatkan 5)Koordinasi, klarifikasi inventarisasi terhadap penggunaan barang milik daerah 6)Kualitas kapabilitas SDM pengelola aset masih bisa dikembangkan THREATS- T 1) Potensi pendapatan dari pajak PKB setiap tahun naik sehingga akan mengalami titik jenuh mengakibatkan stagnan terus menurun, sehingga sumber PAD dari pajak akan menurun. 2) Aya pembatasan /kepemilikan KBM selain untuk menekan penggunaan BBM karena luasan panjang lintasan jalan yang terbatas serta potensi polusi. 3) Penentuan harga satuan yang sangat cepat berubah segkan proses perungan membutuhkan waktu, sehingga antara target realisasi terdapat gap yang tinggi 4) Regulasi tentang daerah sering berubah STRATEGI S - O 1)Intensifikasi ekstensifikasi pendapatan dari pajak retribusi lain-lain pendapatan 2)Penentuan tarif pungutan untuk Perda sebagai dasar regulasi pungutan Retribusi 3)Pengembangan manajemen BUMD 4)Penguatan Modal pengembangan usaha 5)Monitoring investigasi aset daerah 6)Peningkatan Kualitas SDM STRATEGI S - T 1)Penggalian sumber-sumber pontensi peningkatan PAD selain pajak. 2)Percepatan regulasi dasar pungutan 3)Perencanaan penganggaran daerah sesuai peraturan perung-ungan yang berlaku 4)Pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku STRATEGI W - O 1)Jemput bola mendekatkan lokasi pelayanan kepada wajib pajak 2)Penggalian sumber pendapatan penentuan besaran tarif retribusi 3)Penataan kelembagaan BUMD 4)Verifikasi, klasifikasi penilaian 5)Diklat / Bimtek aset daerah STRATEGI W - T 1)Perbaikan manajement terhadap semua potensi pendapatan daerah dari pajak, retribusi lain-lain pendapatan. 2)Intensifikasi ekstensifikasi pendapatan dari pajak retribusi lain-lain pendapatan 59
65 1. Sasaran meningkatnya pendapatan dari pajak, retribusi lain-lain pendapatan, strategi yang dilakukan adalah Perbaikan manajemen Intensifikasi ekstensifikasi pendapatan dari pajak, retribusi lain-lain pendapatan. 2. Sasaran Efisiensi efektifitas anggaran daerah, strategi yang dilakukan adalah perencanaan penganggaran belanja daerah dilakukan sesuai dengan peraturan perungungan yang berlaku. 3. Sasaran meningkatnya transparansi akuntabilitas penyusunan APBD Kab/Kota, strategi yang dilakukan adalah perencanaan penganggaran belanja daerah pelaporan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. 4. Sasaran meningkatnya kinerja BUMD, strategi yang dilakukan adalah Penataan kelembagaan BUMD, Pengembangan Manajemen BUMD, penguatan permodalan pengembangan usaha 5. Sasaran meningkatnya pemanfaatan aset daerah secara efektif, strategi yang dilakukan adalah dengan verifikasi, klasifikasi penilaian, monitoring investigasi aset daerah 6. Sasaran meningkatnya pelayanan kepada wajib pajak wajib retribusi, dilakukan dengan strategi jemput bola mendekatkan lokasi layanan kepada wajib pajak wajib retribusi. 7. Sasaran meningkatnya kemampuan SDM pengelola aset, strategi yang dilakukan Diklat aset daerah. 60
66 Seg kebijakan yang dilakukan adalah : 1. Peningkatan koordinasi kualitas SDM pendapatan daerah 2. Peningkatan pelayanan, pemenuhan Sarpras Sistem. 3. Perubahan bentuk ba hukum, penataan manajemen penyehatan BUMD. 4. Pendayagunaan kekayaan daerah 5. Ketepatan waktu proses 6. Pemberian penghargaan sanksi Hubungan antara tujuan, sasaran, strategi kebijakan dapat digambarkan sebagaimana tabel dibawah ini. 61
67 Tabel T.IV.C.16 Tujuan, Sasaran Strategi Kebijakan Visi : Terwujudnya asset terbaik se Indonesia Misi 1 : Mengoptimalkan peningkatan Pendapatan Daerah Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Meningkatkan kemampuan Meningkatnya pendapatan 1. Perbaikan manajemen Peningkatan Koordinasi daerah untuk daerah dari pajak, terhadap semua potensi Kualitas SDM membiayai pembangunan retribusi lain-lain pendapatan daerah dari Pengelolaan Pendapatan daerah pendapatan pajak, retribusi Daerah lain-lain pendapatan 2. Intensifikasi ekstensifikasi pendapatan daerah dari pajak retribusi lain-lain pendapatan Misi 2 : Mengembangkan kapasitas daerah Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Mewujudkan Meningkatnya kualitas 1.Perencanaan penganggaran Ketepatan waktu proses yang transparan penatausahaan Pengelolaan Keuangan akuntabel daerah pelaporan daerah sesuai peraturan perung-ungan uang berlaku 62
68 Misi 3 : Meningkatkan memperbaiki kinerja BUMD Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Mengoptimalkan Meningkatnya kinerja BUMD 1. Penataan kelembagaan Perubahan bentuk ba peningkatan kinerja BUMD hukum, penataan Ba Usaha Milik Daerah 2. Pengembangan Manajemen manajemen penyehatan BUMD BUMD. 3. Penguatan modal pengembangan usaha Misi 4 : Mengoptimalkan aset daerah Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Meningkatkan kontribusi Meningkatnya kualitas Verifikasi, klasifikasi Pendayagunaan kekayaan Pendapatan asli daerah aset (tanah, penilaian, daerah bagi pemda bangunan, kendaraan) Monitoring investigasi aset daerah 63
69 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF. Tabel T.V.C.17 Rencana Program Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran Penaan Indikatif Indikator Sasaran Tujuan Sasaran Kode Big Urusan Pemerintahan Program Prioritas Pembangunan Indiaktor Kinerja Program (outcome) kegiatan ( output) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (Tahun 0) Capaian Kinerja Program Kerangka Penaan Tahun-1 (2013) Tahun-2 (2014) Tahun-3 (2015) Tahun-4 (2016) Tahun-5 (2017) Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD target Rp000 target Rp000 target Rp000 target Rp000 target Rp000 target Rp Urusan Wajib Mewujudkan yang transparan akuntabel Akuntabilitas kinerja Pemerintah daerah meningkat pelayanan administrasi perkantoran 1.20 Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi daerah, Perangkat Daerah, Kepagawaian persandian DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan Jasa Rurat Menyurat Peningkatan kualitas pelayanan internal pelayanan administrasi perkantoran ,326, ,496, ,004, ,604, ,265, ,697,812 DPPKA SKPD Penangung Jawab 1 tahun , , , , , ,736 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY Lokasi 65
70 Penyediaan Jasa 1 tahun 100 1,459, ,623, ,783, ,964, ,160, ,160,934 DPPKA DPPKA Komunikasi, Sumberdaya, Air pelayanan administrasi DIY 5 KPPD Listrik perkantoran se DIY Penyediaan Jasa 40 gedung, , , , ,089, ,089,000 DPPKA DPPKA Jaminan Barang pelayanan ,000 DIY Milik Daerah administrasi perkantoran kendaraan Penyediaan jasa Pemeliharaan Perijinan Kendaraan Dinas Operasional Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan pelayanan administrasi perkantoran pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun , , , , , ,957 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 85 orang , , , , , ,873 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun, 10 gedung , , , , , ,344 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY Penyediaan Alat tulis kantor pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun, 65 jenis , , , , , ,473 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY Penyediaan Barang Cetakan penggandaan Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor pelayanan administrasi perkantoran pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun , , , , , ,119 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 15 jenis , , , , , ,569 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY Penyediaan peralatan rumah tangga pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun , , , , , ,927 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 66
71 Penyediaan bahan 1 tahun , , , , ,788 DPPKA DPPKA bacaan pelayanan 88,898 DIY peraturan perungungan administrasi perkantoran 5 KPPD se DIY Penyediaan Makanan Minuman Rapat-rapat Koordinasi Konsultasi ke Luar Daerah Penyediaan Jasa Keamanan Kantor/Gedung/Te mpat kerja pelayanan administrasi perkantoran pelayanan administrasi perkantoran pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun , , , , , ,304 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 1 tahun , , ,081, ,189, ,308, ,308,681 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 6 orang , , , , , ,218 DPPKA Bangun tapan, Tegalre jo, Kalasan Penyediaan Retribusi Sampah pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun 100 9, , , , , ,310 DPPKA 5 KPPD se DIY Mewujudkan yang transparan akuntabel Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah meningkat penyediaan pemeliharaan sarana prasarana aparatur 02 Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur Peningkatan kualitas sarana prasarana kerja Pengadaan Tanah Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur Pembangunan Gedung kantor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 100% ,906, ,608, ,957, ,137, ,950, ,560,333 DPPKA 2 big ,170, ,170,000 DPPKA Bantul, Sleman 2 gedung, m ,369, ,087, ,000, ,456,000 DPPKA Bantul, Kulon progo 67
72 Pengadaan Kendaraan dinas /operasional Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 4 unit 100 1,650, ,059, , , ,000 DPPKA DPPKA DIY Pengadaan perlengkapan gedung kantor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 6 jenis , , , , , ,615 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY Pengadaan peralatan gedung kantor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 6 jenis, 36 unit , , , , , ,135 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY Pengadaan Mebeleur Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 7 set, 11 buah , , , , , ,493 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY DED Pembangunan Gedung Kantor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 2 set gambar gedung, 2 set RAB , , ,000 DPPKA Bantul, Sleman Pemeliharaan Rutin/berkala rumah dinas Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 7 PBB, 1 tahun , , , , , ,784 DPPKA Gondoku suman, Kotagede, Umbulha rjo, Wirobraj an, Depok 68
73 Pemeliharaan rutin berkala gedung kantor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 1 tahun , , , ,068, ,175, ,175,379 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas operasional Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor Pemeliharaan rutin berkala peralatan gedung kantor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur) Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 1 tahun , , , , ,044, ,044,862 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 1 tahun, 3 jaringan, 65 unit 7 jenis, 130 unit , , ,047, ,151, ,267, ,267,083 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY , , , , , ,722 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY Pemeliharaan Arsip kendaraan bermotor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur berkas, buah, 30 buah 100 1,407, ,111, ,222, ,344, ,479, ,479,185 DPPKA 5 KPPD se DIY Pemeliharaan Arsip Keuangan Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur berkas, 650 m2, buah , , , , , ,471 DPPKA DPPKA DIY Pemeliharaan Jaringan Sistem Informasi Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 1 tahun , , , , , ,290 DPPKA DPPKA DIY Rehabilitasi Seg/Berat Jabatan Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 2 unit , , , , , ,135 DPPKA Sewon, Depok 69
74 Perubahan Status Posentase 5 gedung, , , , , , ,042 DPPKA DPPKA Hukum Barang penyediaan 100 R.4, 25 DIY Daerah pemeliharaan Sarpras Aparatur R.2 Mewujudkan transparan akuntabel Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah meningkat PNS yang mengikuti diklat Sensus Barang Milik Daerah Monitoring investigasi barang milik daerah 05 Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur Sosialisasi peraturan perungungan Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur Terwujudnya peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur PNS yang mengikuti sosialisasi /diklat 34 SKPD, 64 UPTD , ,000 DPPKA 34 SKPD+ UPTD se DIY 1 dokumen , , , , , ,580 DPPKA DPPKA DIY 100% 100% 550, % 606, % 652, % 717, % 789, % 3,315,933 DPPKA 675 orang , , , , , ,591 DPPKA 5 KPPD se DIY Bimtek Kasamsatan PNS yang mengikuti sosialisasi /diklat 168 orang , , , , , ,409 DPPKA 5 KPPD se DIY Pembinaan pelaksanaan Bimtek bagi pengelola PNS yang mengikuti sosialisasi /diklat 186 orang , , , , , ,900 DPPKA DPPKA DIY Pembinaan Teknis Penyusunan APBD PNS yang mengikuti sosialisasi /diklat 40 orang , , , , , ,215 DPPKA DPPKA DIY 70
75 Mewujudkan Akuntabilitas daerah Terlaksananya pelaporan capaian 06 Program Peningkatan Pengembangan Terwujudnya akuntabilitas pelaporan 100% , % 162, , % 178, % 213, % 888,135 DPPKA transparan meningkat kinerja Sistem Pelaporan capaian kinerja Capaian Kinerja akuntabel Keuangan Penyusunan LAKIP, Rencana 3dokumen 100 7, , , , , ,971 DPPKA DPPKA Laporan Kinerja Kinerja DIY SKPD Tahunan Penetapan Kinerja Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah Mewujudkan transparan akuntabel Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lain-lain pendapatan Meningkatnya kualitas daerah kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendalian Akuntansi pelaporan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD Penyusunan rencana program kegiatan SKPD serta Pengembangan Data Informasi Monitoring evaluasi pelaksanaan program kegiatan SKPD 17 Program Peningkatan Pengembangan Daerah Penyusunan Sisdur Pengelolaan Daerah Laporan smesteran, prognosis realisasi laporan akhir tahun SKPD Sinkronisasi pengembangan FGD penyusunan rencana program kegiatan instansi Kompilasi laporan rakor evaluasi realisasi pelaksanaan kegiatan peningkatan PAD Pergub Sosialisasi Sistem prosedur Pengelolaan Daerah 2 laporan , , , , , ,718 DPPKA DPPKA DIY 3 dokumen, 40 org, 3 kali 1 dokumen, 30 orang , , , , , ,978 DPPKA DPPKA DIY , , , , , ,258 DPPKA DPPKA DIY 10.26% 10.47% 8,306, % 9,137, % 10,050, % 11,055, % 12,161, % 12,161,478 DPPKA 2 Pergub, 1 kali, 90 orang , DPPKA DPPKA DIY 71
76 Mewujudkan transparan akuntabel Mewujudkan transparan akuntabel Mewujudkan transparan akuntabel Mewujudkan transparan akuntabel Mewujudkan transparan akuntabel Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penyusunan Rancangan Perda tentang APBD Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran APBD Penyusunan Rancangan Perda tentang Perubahan APBD Penyusunan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Perubahan APBD Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawab an APBD Rancangan peraturan daerah tentang APBD Rancangan peraturan Gubernur tentang Penjabaran APBD Rancangan peraturan daerah tentang Perubahan APBD Rancangan peraturan gubernur tentang penjabaran perubahan APBD Rancangan peraturan daerah tentang pertanggungja waban pelaksanaan APBD 1 Raperda, 34 SKPD, 800 buku 1 raperda, 500 SET 1 Raperda, 500 buku 1 Rapergub, 500 buku 1 Raperda, 34 SKPD, 600 buku , , , , , ,232 DPPKA Proses penyusu nan APBD , , , , , ,854 DPPKA Proses penyusu nan penjabar an APBD , , , , , ,374 DPPKA Proses penyusu nan perubah an APBD , , , , , ,561 DPPKA Proses penyusu nan penjabar an perubah an APBD , , , , , ,608 DPPKA Proses penyusu nan pertangg ungjawab an pelaksan aan APBD 72
77 Mewujudkan Meningkatnya Penurunan Penyusunan Rancangan , , , ,151 DPPKA Proses kualitas temuan Rancangan peraturan Rapergub, 120, ,406 penyusu kelemahan Peraturan Kepala gubernur 150 buku nan transparan Sistem Daerah tentang tentang penjabar daerah pengendalia Penjabaran penjabaran an akuntabel n Akuntansi Pertanggungjawab pertanggungja pertangg an Pelaksanaan waban ungjawab pelaporan APBD pelaksanaan APBD an pelaksan aan APBD Mewujudkan Meningkatnya Bimbingan Teknis 120 orang, , , , , , ,871 DPPKA DPPKA kualitas Implementasi Paket 4 akt DIY Regulasi tentang transparan akuntabel daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah Mewujudkan transparan akuntabel Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya kualitas daerah Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan peningkatan PAD Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Intensifikasi ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan pendapatan daerah Penatausahaan pengendalian gaji pegawai daerah Pembinaan teknis implementasi paket regulasi tentang penyusunan laporan Konsultasi, fasilitasi penerimaan a perimbangan, rekonsiliasi data DBH PBB BP PBB Pendampingan pencetakan daftar gaji, laporan tahunan realisasi gaji koordinasi IWP dengan pihak ketiga, pemerintah pusat provinsi lain 5 dokumen , , , , , ,698 DPPKA Proses intensifik asi ekstensif ikasi sumbersumber pendapat an daerah 34 SKPD , , , , , ,950 DPPKA Proses penataus ahaan pengend alian gaji pegawai pemda DIY 73
78 Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya kualitas daerah peningkatan PAD peningkatan PAD peningkatan PAD peningkatan PAD peningkatan PAD Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Intensifikasi ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan di KPPD Bantul Intensifikasi ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan di KPPD Gunungkidul Intensifikasi ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan di KPPD Kota Yogyakarta Intensifikasi ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan di KPPD Kulonprogo Intensifikasi Ekstensifikasi Sumber-sumber Pendapatan di KPPD Sleman Pembinaan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemungutan pajak kendaraan bermotor, Retribusi lain-lain pendapatan Pemungutan pajak kendaraan bermotor, Retribusi lain-lain pendapatan Pemungutan pajak kendaraan bermotor, Retribusi lain-lain pendapatan Pemungutan pajak kendaraan bermotor, Retribusi lain-lain pendapatan Pemungutan pajak kendaraan bermotor, Retribusi lain-lain pendapatan Keputusan pengguna anggaran, kuasa pengguna anggaran bendahara Rp ,-, lembar Rp ,-, lembar Rp ,- Rp ,- Rp ,-, lembar 3 SK Gub, 1 Pergub, 5 bank 100 1,007, ,057, ,163, ,280, ,408, ,408,142 DPPKA 15 kecamat an di Bantul , , , , , ,845 DPPKA 18 kecamat an di Gunungki dul 100 1,071, ,260, ,386, ,524, ,677, ,677,179 DPPKA 14 kecamat an di Kota Yogyakar ta , , , , , ,460 DPPKA 12 kecamat an di Kulonpro go 100 1,658, ,500, ,650, ,815, ,996, ,996,500 DPPKA 16 kecamat an di Sleman , , , , , ,615 DPPKA Proses penyusu nan kebijakan pengelol aan 74
79 Meningkatnya Pembinaan Penilaian 1 Pergub, 1 kualitas Pengelolaan workshop PPK SK Gub, 3 Keuangan BLUD BLUD SKPD daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Mewujudkan yang teransparan akuntabel Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya kualitas daerah Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan peningkatan PAD peningkatan PAD peningkatan PAD peningkatan PAD Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Pembinaan Pengelolaan Pajak Daerah Pelayanan Kesamsatan Penyusunan Penghitungan Dasar Pengenaan PKB BBNKB Perencanaan pengendalian pendapatan daerah Penyusunan laporan dekonsentrasi tugas pembantuan Pembinaan teknis aparat pajak daerah Pelayanan wajib pajak kendaraan bermotor, publikasi software aplikasi Dasar pengenaan PKB, BBNKB Tabel NJKB Dokumen perencanaan pengendalian pendapatan daerah Laporan a dekonsentrasi TP di wilayah DIY , , , , , ,790 DPPKA Kab. Sleman Kota Yogyakar ta 50 orang , , , , , ,400 DPPKA DPPKA DIY 6 pameran, 5 SKH, spanduk, 3 software 1 Pergub, 1 tabel , , , , , ,690 DPPKA Proses pelayana n pajak kendaraa n bermoto r , , , , , ,850 DPPKA DPPKA DIY 1 dokumen , , , , , ,436 DPPKA Proses perencan aan pengend alian pendapat an daerah 2 laporan, 24 SKPD, 25 SK Gub , , , , , ,940 DPPKA DPPKA DIY 75
80 Meningkatnya Pembinaan Penyelenggara pendapatan daerah PAD Pengelolaan an koordinasi dari pajak, terhadap Retribusi Daerah pembinaan retribusi lainlain APBD retribusi pendapatan daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Mewujudkan yang teransparan akuntabel Mewujudkan yang teransparan akuntabel Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah Meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat Meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan PAD terhadap APBD PAD terhadap APBD PAD terhadap APBD Pengesahan Penetapan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pengesahan Penetapan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Penggalian sumber-sumber potensi pendapatan daerah Peningkatan Kualitas pemungutan pajak daerah di KPPD Kota Yogyakarta Peningkatan Kualitas pemungutan pajak daerah di KPPD Sleman Dokumen pelaksanaan laporan cash bughet idle cash, SPD SKPD Dokumen pelaksanaan perubahan, laporan cash bughet idle cash, SPD SKPD Dokumen sumbersumber potensi pendapatan daerah Sertifikasi ISO 9001 : 2008 Sertifikasi ISO 9001 : kali , , , , , ,821 DPPKA Proses pembuin aan pengelol aan retribusi daerah di DIY 34 SKPD, 390 buku, 4 triwulan 34 SKPD, 390 buku, 1 triwulan , , , , , ,087 DPPKA Kecamat an Danureja n , , dokumen , , sertifikat, 1 aplikasi, 1 unit mobil, 2 unit SPM 1 sertifikat, 1 aplikasi, 25 org, 1 hr, 2 kl 339, , , ,402 DPPKA Kecamat an Danureja n , , ,816 DPPKA Proses 131,253 penggali an potensi sumber pendapat an daerah , , , , , ,487 DPPKA KPPD Yogyakar ta , , , , , ,487 DPPKA KPPD Sleman 76
81 Mewujudkan yang transparan akuntabel Meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah bagi pemda Mewujudkan yang transparan akuntabel Mewujudkan yang transparan akuntabel Mewujudkan yang transparan akuntabel Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah aset Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Aset Daerah Yang dapat dimanfaatk an Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Pembinaan Pengembangan pelaksanaan Program Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA) Pembinaan pengembangan program gaji pegawai daerah Peningkatan pelayanan sistem penerbitan SP2D Implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Acrual Kompilasi laporan smesteran akhir tahun anggaran pemerintah daerah Software pendampingan entri data dalam aplikasi barang persediaan, SIMA, SIPKD Modul Aset Program gaji pegawai daerah terpelihara sesuai peraturan Penerbitan, Pencetakan pemeliharaan perangkat penerbitan SP2D Kebijakan akuntansi berbasis acrual tersosialisasi kepada semua SKPD 2 laporan, 34 SKPD 3 aplikasi, 194 orang 1 paket program 1 paket program , DPPKA Proses penyusu nan laporan keuanga n pemerint ah daerah , , , , , ,505 DPPKA DPPKA DIY , DPPKA Proses gaji pegawai daerah , DPPKA DPPKA DIY 34 SKPD , , , , , ,615 DPPKA Kota Yogyakar ta 77
82 Meningkatkan Meningkatnya Peningkatan Sertifikasi ISO 1 sertifikat, , , , , , ,487 DPPKA KPPD di pelayanan pendapatan daerah PAD Kualitas 9001 : aplikasi Bantul prima dari pajak, terhadap Pemungutan Pajak kepada retribusi lainlain APBD Daerah di KPPD masyarakat pendapatan Bantul Meningkatkan Meningkatnya Peningkatan Sertifikasi ISO 1 sertifikat, , , , , ,487 DPPKA KPPD pelayanan pendapatan daerah PAD Kualitas Pelayanan 9001 : aplikasi 70,000 Gunungki prima dari pajak, terhadap Pemungutan Pajak dul kepada retribusi lainlain APBD Daerah di KPPD masyarakat pendapatan Gunungkidul Meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat Meningkatkan kontribusi PAD bagi Pemda Mewujudkan yang transparan akuntabel Mewujudkan transparan akuntabel Mewujudkan yang transparan akuntabel Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya kualitas aset daerah Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya transparansi akuntabilitas penyusunan APBD Kab./Kota Meningkatnya transparansi akuntabilitas penyusunan APBD Kab./Kota PAD terhadap APBD Aset Daerah Yang dapat dimanfaatk an Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Jumlah Raperda APBD Kab/Kota yang di evaluasi Jumlah Raperda APBD Kab/Kota yang di evaluasi Peningkatan kualitas pelayanan pemungutan pajak daerah di KPPD Kulonprogo Penatausahaan Barang Milik Daerah Penyusunan Aplikasi Dana Hibah Bansos 18 Program Pembinaan fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten/Kota Evaluasi Rancangan Perda tentang APBD Kab/Kota Sertifikasi ISO 9001 : 2008 Laporan mutasi, daftar kebutuhan, daftar kebutuhan pemeliharaan, rencana kebutuhan RKPBD Sistem Aplikasi a hibah bansos Peningkatan kabupaten/ko ta sesuai peraturan perungan yang berlaku Evaluasi Raperda Pertanggungja wabanan, Perubahan perda APBD kab/kota 1 sertifikat, 1 aplikasi 1 buku, 194 orang pengelola barang 1 program aplikasi 5 Pergub, 5 kab/kota, , , , , , ,487 DPPKA KPPD Kulonpro go , DPPKA Proses penata usahaan barang milik daerah , ,959 DPPKA DPPKA DIY 100% 100% 494, % 350, % 375, % 419, % 455, % 2,096,509 DPPKA , , , , , ,530,860 DPPKA Kab/Kota se DIY 78
83 Mewujudkan yang transparan akuntabel Mewujudkan yang transparan akuntabel Mewujudkan yang transparan akuntabel Meningkatnya transparansi akuntabilitas penyusunan APBD Kab./Kota Meningkatnya transparansi akuntabilitas penyusunan APBD Kab./Kota Akuntabilitas daerah meningkat Akuntabilitas daerah meningkat Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Jumlah Raperda APBD Kab/Kota yang di evaluasi Jumlah Raperda APBD Kab/Kota yang di evaluasi penyimpan gan pada obyek pemeriksa an penyimpan gan pada obyek pemeriksa an Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan penyimpan gan pada obyek pemeriksa an Evaluasi Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran APBD Kab/Kota Rapat Kerja Pengelolaan Keuangan Kabupaten / Kota 20 Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH Pengendalian Manajemen Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah Tindaklanjut Hasil Temuan Pengawasan Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi Evaluasi Rancangan Peraturan Walikota/Bupati tentang Penjabaran Pertanggungjawa ban, Penjabaran Perubahan, Penjabaran APBD Raker kab/kota Persentase penyimpangan pada obyek pemeriksaan Monitoring pengendalian manajemen pelaksanaan kebijakan kepala daerah Laporan tindak lanjut hasil pemeriksaan Tuntutan perbendaharaan tuntutan ganti rugi 5 Pergub, 5 kab/kota, 2 kali 2 kali, 75 orang , , , ,707 75% 60% 3,144,764 45% 3,130,000 30% 3,150, , , ,517 DPPKA Kab/Kota se DIY ,858 DPPKA Kota Yogyakar ta 15% 3,208,000 0% 3,230,000 0% 3,230,000 Inspektorat 34 SKPD , , , , , ,300 DPPKA Kab/Kota se DIY 1 laporan, 35 buku , , , , , ,268 DPPKA Pemda DIY 61 orang , , , , , ,036 DPPKA Proses TPTGR 79
84 Mewujudkan yang transparan akuntabel Mewujudkan yang transparan akuntabel Meningkatkan kualitas SDM Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah meningkat Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah meningkat Meningkatnya kemampuan SDM Pengelola aset Persentase unit kerja yang menerapkan sistem administrasi naskah dinas terpadu rancangan produk hukum yang terselesaikan PNS yang menguasai operasional SIPKD 23 Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi Pengelolaan data Pengembangan Teknologi Informasi 26 Program Penataan Peraturan perungungan Penyusunan Rapergub tentang Tata Kelola Pendapatan dari Jasa Layanan 36 Program Peningkatan Kapasitas Keuangan Pemerintah Daerah Persentase unit kerja yang menerapkan sistem administrasi naskah dinas terpadu. Website, Data base, Company profile Rancangan produk hukum yang terselesaikan Rapergub tentang Tata kelola Pendapatan dari jasa Layanan, Sosialisasi PNS yang menguasai operasional SIPKD 20% 25% 58,832 35% 35,200 50% 36,960 70% 40,656 95% 44,721 95% 44,721 DPPKA 1 paket 25% 58,832 35% 35,200 50% 36,960 70% 40,656 95% 44,721 95% 44,721 DPPKA DPPKA DIY 100% 100% 1 Rapergub, 60 orang 41,950 0% 0 0% 100% 41,950 0% 0 0% - - 0% - 0% - 100% DPPKA 0% - 0% - 100% DPPKA DPPKA DIY 5.97% 100% 600, % 660, % 726, % 798, % 878, % 878,460 DPPKA Meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah bagi pemda Meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah bagi pemda Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah aset aset Aset daerah yang dapat dimanfaatkan Aset daerah yang dapat dimanfaatkan Pembinaan Pengembangan Pelaksanaan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah 39 Program Pengembangan Investasi Aset Daerah Peningkatan Status Atas Hak Tanah Pelatihan Pendampingan implementasi SIPKD Aset daerah yang dioptimalkan Jumlah aset tanah pemda yang di sertifikatkan 34 SKPD, 63 PA/KPA 100% 600, % 660, % 726, % 798, % 878, % 878,460 DPPKA 34 SKPD se DIY 11.29% 11.43% 382, % 381, % 401, % 431, % 469, % 469,386 DPPKA 41 big, 125 warkah , , , , , ,396 DPPKA Proses penyeles aian aset tanah pemda DIY 80
85 Meningkatkan Meningkatnya Peningkatan 30 unit , , , , , ,373 DPPKA Kab/Kot kontribusi kualitas Aset daerah Manajemen Aset / aset daerah sewa, 29 a se DIY pendapatan aset yang dapat Barang Daerah yang dapat unit pinjam asli daerah daerah dimanfaatkan dioptimalkan pakai bagi pemda Meningkatkan Meningkatnya Penatausahaan Laporan 1 buku, , , , , ,047 DPPKA Proses kontribusi kualitas Aset daerah Barang Milik mutasi, daftar orang penataus pendapatan aset yang dapat Daerah kebutuhan, pengelola ahaan asli daerah daerah dimanfaatkan daftar barang barang bagi pemda kebutuhan pemeliharaan, RK RKPBD milik daerah Mengoptimal kan Meningkatnya kinerja BUMD deviden 46 Program pengembangan deviden BUMD 22% 22% 321,500 22% 350, % 385, % 400, % 425, % 425,000 DPPKA peningkatan BUMD Pembinaan Ba terhadap total kinerja BUMD terhadap total penyertaan modal BUMD Usaha Milik Daerah penyertaan modal BUMD) Peningkatan Penyehatan 6 BUKP, , , , , , ,708 DPPKA Danurejan, deviden Pengembangan BUKP, Training org, 5 kl, 1 Jetis, BUMD Manajemen Ba Motivasi, Rapergub Kotagede, terhadap Usaha Milik Daerah Penyusunan Mantrijeron total Standar gaji,kalibawang penyertaan BUKP,, Moyu modal BUMD RakerBUMD BUKP deviden BUMD terhadap total penyertaan modal BUMD deviden BUMD terhadap total penyertaan modal BUMD Pembinaan BUKP Keputusan Gubernur tentang laporan Keuangan BUKP, RKAT laporan Perkembangan BUKP Peningkatan Manajemen Lembaga Keuangan Mikro Sistem Informasi Teknologi Sertifikasi BUKP 2 Keputusan Gubernur, 1 pedoman, 1 dokumen 1 software, 75 BUKP, 20 orang, , , , , , ,750 DPPKA 75 kecamatan , ,000 DPPKA 75 kecamatan 81
86 BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD Indikator Kinerja Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta bertujuan untuk memberikan gambaran pencapaian visi misi instansi sekaligus mendukung mengukur keberhasilan pencapaian visi misi Gubernur. Adapun Indikator Kinerja Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun adalah sebagai berikut : Tabel T.VI C.18 Indikator Kinerja SKPD INDIKATOR KINERJA Kondisi Kinerja Awal RPJMD (Tahun 0) (2012) Tahun-1 (2013) Tahun-2 (2014) Target Capaian Setiap Tahun Tahun -3 (2015) Tahun-4 (2016) Tahun-5 (2017) Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD kontribusi PAD terhadap pendapatan Daerah deviden BUMD terhadap jumlah total penyertaan modal BUMD Aset Daerah yang dapat dimanfaatkan Penurunan Temuan Kelemahan Sistem Pengendalian Akuntansi Pelaporan 43.90% 44.34% 51.47% 51.48% 51.49% 51.49% 51.49% 22% 31,56% 26,13% 22,95% 24,45% 28,36% 28,36% 11,29% 11,43% 11,57% 11,71% 11,86% 12% 12%
87 LAMPIRAN PERENCANAAAN STRATEJIK DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN Visi : Terwujudnya aset terbaik se Indonesia Misi : 1. Mengoptimalkan peningkatan Pendapatan Daerah 2. Mengembangkan Kapasitas Daerah 3. Meningkatkan memperbaiki kinerja BUMD 4. Mengoptimalkan aset daerah 5. Meningkatkan kualitas pelayanan publik 6. Meningkatkan profesionalisme SDM Kebijakan : 1. Peningkatan koordinasi kualitas SDM pengelola pendapatan daerah 2. Peningkatan pelayanan, Pemenuhan Sarpras, Sistem 3. Perubahan bentuk ba hukum,penataan manajemen penyehatan BUMD. 4. Pendayagunaan kekayaan daerah 5. Ketepatan waktu proses 6. Pemberian penghargaan sanksi No. Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Utama Satuan Target Kinerja Tahun ke Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah 1.1 Meningkatnya Pendapatan Daerah dari Pajak, Retribusi Lain-lain Pendapatan Kontribusi Pendapatan Asli Daerah terhadap Pendapatan Daerah %
88 Mewujudkan yang transparan akuntabel 2.1 Meningkatnya kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah Penurunan Temuan Kelemahan Sistem Pengendalian Akuntansi Pelaporan Jumlah Mengoptimal kan peningkatan kinerja BUMD 3.1 Meningkatnya kinerja BUMD deviden BUMD terhadap jumlah total penyertaan modal BUMD % 31,56 26,13 22,95 24,45 28,36 4 Meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah bagi pemda 4.1 Meningkatnya kualitas aset daerah aset daerah yang dapat dimanfaatkan %
89 3
FORUM SKPD DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DIY USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN T.A 2018 RADYOSUYOSO 30 MARET 2017
FORUM SKPD DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DIY USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN T.A 2018 RADYOSUYOSO 30 MARET 2017 DRS. BAMBANG WISNU HANDOYO EVALUASI KINERJA SKPD TAHUN 2014, 2015, 2016 No 1.
DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015 DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Kepatihan Danurejan Yogyakarta Telp.
IKHTISAR EKSKUTIF Terwujudnya Pengelolaan Keuangan dan Aset terbaik se Indonesia " .
KATA PENGANTAR Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, mengamanatkan setiap instansi pemerintah menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1. KINERJA KEUANGAN MASA LALU Pemerintah Kabupaten gresik dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah berpedoman pada Undang-Undang
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2008
LAMPIRAN XIII : Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung DAFTAR PINJAMAN DAERAH Tanggal/Tahun Jumlah Jangka Persentase Jumlah Pembayaran Jumlah Sumber Dasar Hukum Tujuan Pinjaman/Nilai Tahun Ini Sisa Pembayaran
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
Billions RPJMD Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2016-2021 BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu Kinerja pelaksanaan APBD Provinsi Kepulauan
PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Drs. Bambang Wisnu Handoyo DPPKA DIY
PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Drs. Bambang Wisnu Handoyo DPPKA DIY KEUANGAN DAERAH Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penilaian dan pelaporan kinerja pemerintah daerah menjadi salah satu kunci untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efisien
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN Kinerja Keuangan Masa Lalu Sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah,
Kata Pengantar. Yogyakarta, 28 Februari 2017 KEPALA DPPKA DIY. Drs.BAMBANG WISNU HANDOYO NIP
Kata Pengantar Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta disusun berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Tahun Anggaran 2016, serta
Bab I Pendahuluan Latar Belakang
Bab I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa pembangunan yang berkeadilan dan demokratis
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1. KINERJA KEUANGAN MASA LALU 3.1.1. Kinerja Pelaksanaan APBD Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah terkait penyelenggaraan
BAB III Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan
BAB III Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan 3.1 Kinerja Keuangan Masa Lalu Kabupaten Jembrana dalam hal pengelolaan keuangan daerah telah menerapkan pola pengelolaan keuangan berbasis
c. Pembiayaan Anggaran dan realisasi pembiayaan daerah tahun anggaran dan proyeksi Tahun 2013 dapat dijabarkan dalam tabel sebagai berikut:
92.6 97.15 81.92 ANGGARAN 1,1,392,65,856 667,87,927,784 343,34,678,72 212 213 REALISASI 956,324,159,986 639,977,39,628 316,346,769,358 LEBIH (KURANG) (54,68,445,87) (27,11,537,156) (26,957,98,714) 94.65
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
Milyar BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu Kinerja pelaksanaan APBD Provinsi Kepulauan Riau dapat dilihat dari Pendapatan Daerah, Belanja
PROFIL DPPKA DIY 2016
PROFIL DPPKA DIY 2016 i Kata Pengantar Assalamu alaikum Wr. Wb. Profil Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Daerah Istimewa Yogyakarta menyajikan aneka ragam aset informasi tentang informasi
RENJA BAGIAN PERTANAHAN TAHUN 2015 (REVIEW)
1 RENJA BAGIAN PERTANAHAN TAHUN 2015 (REVIEW) Renja Bagian Pertanahan Tahun 2015 (Review) Page 1 2 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Allah SWT Rencana Kerja Bagian Pertanahan Sekretariat
Kata Pengantar. Assalamu alaikum Wr. Wb.
Kata Pengantar Assalamu alaikum Wr. Wb. Profil Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Daerah Istimewa Yogyakarta menyajikan ragam informasi tentang informasi potensi-potensi yang dimiliki,
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Merangin. Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan
BAB III Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan 3.1 Kinerja Keuangan Masa Lalu 3.1.1 Kinerja Pelaksanaan APBD Kapasitas keuangan Daerah akan menentukan kemampuan pemerintah Daerah dalam
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN Bab ini berisi uraian tentang gambaran umum pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Purworejo. Adapun yang menjadi fokus adalah kinerja
BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 37 TAHUN 2008 TENTANG
BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 37 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS UNIT DI LINGKUNGAN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Bali disusun dengan pendekatan kinerja
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL KECAMATAN SLAWI
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2014-2019 PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL KECAMATAN SLAWI Alamat : Jalan Hos Cokroaminoto No.1 Slawi i KATA PENGANTAR Review Rencana Strategis
LAKIP DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN GRESIK TAHUN
LAKIP DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN GRESIK TAHUN 07 BAB I PENDAHULUAN. LATAR BELAKANG Dalam perspektif yang luas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah mempunyai fungsi sebagai media / wahana
Laporan Anggaran dan Realisasi Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Utara Tahun Anggaran 2006
43 Lampiran 1 Laporan Anggaran dan Realisasi Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Utara Tahun Anggaran 2006 No. Uraian Anggaran Setelah Perubahan Realisasi I PENDAPATAN DAERAH 1.142.122.565.100 1.153.474.367.884
BAB I PENDAHULUAN. 1. Gambaran Umum Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset. a. Sejarah singkat DPPKAD Kabupaten Boyolali
BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Gambaran Umum Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Boyolali a. Sejarah singkat DPPKAD Kabupaten Boyolali Pada awalnya kantor
BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tanggal 7 Juni 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja
DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN ANGGARAN 2012
Halaman : DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN ANGGARAN 0 Formulir DPPA-SKPD. Urusan Pemerintah Organisasi :.0. - OTONOMI
GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
BAB III. GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN Pengelolaan keuangan daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan dalam kerangka pelaksanaan
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 3.1. Kerangka Keuangan Masa Lalu Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah serta Pendanaan saat ini bahwa Daerah Otonom mempunyai kewenangan untuk mengatur dan mengurus
CAPAIAN KINERJA PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH TAHUN
CAPAIAN KINERJA Pengelolaan keuangan daerah sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan Undang Undang Nomor
BAB III PENGELOLAAN KEUANGAN DAN KERANGKA PENDANAAN
BAB III PENGELOLAAN KEUANGAN DAN KERANGKA PENDANAAN 3.1. Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Perkembangan kinerja keuangan pemerintah daerah tidak terlepas dari batasan pengelolaan keuangan daerah sebagaimana
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR DAERAH
PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG
PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJM-D) KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2008-2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
LAMPIRAN I.2 : JUMLAH ( Rp. ) ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN Pendapatan , , ,45 8.
LAMPIRAN I.2 : PEMERINTAH ISTIMEWA YOGYAKARTA RINCIAN LAPORAN MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN TAHUN 2014 PERIODE BULAN : DESEMBER URUSAN PEMERINTAHAN : ORGANISASI
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1 Kinerja Keuangan Tahun 2008-2013 3.1.1 Kinerja Pelaksanaan APBD Keuangan Daerah adalah hak dan kewajiban daerah dalam melaksanakan
PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 13 TAHUN 2010 T E N T A N G
1 Menimbang Mengingat : a. b. c. 1. 2. PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 13 TAHUN 2010 T E N T A N G ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2011 DENGAN
PROFIL KANTOR PELAYANAN PAJAK DAERAH DIY DI KOTA YOGYAKARTA
PROFIL KANTOR PELAYANAN PAJAK DAERAH DIY DI KOTA YOGYAKARTA A. PENDAHULUAN 1. Profil Instansi a. Dasar Pembentukan Instansi Peraturan Daerah Provinsi DIY No. 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung
BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.1.1 Tugas Pokok dan Fungsi Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2014 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN Keuangan daerah merupakan semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Dalam upaya meningkatkan
PEMERINTAH KOTA SURAKARTA
LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2010 NOMOR 14 PEMERINTAH KOTA SURAKARTA PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2011 DENGAN
PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2016 SALINAN WALIKOTA MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG
3.2. Kebijakan Pengelolalan Keuangan Periode
No. Rek Uraian Sebelum Perubahan Jumlah (Rp) Setelah Perubahan Bertambah / (Berkurang) 1 2 3 4 5 116,000,000,000 145,787,728,270 29,787,728,270 (Rp) 3.1.1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Daerah Tahun Sebelumnya
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini dibuat sebagai perwujudan dan kewajiban suatu Instansi Pemerintah dengan harapan dapat dipergunakan
BAPPEDA PROVINSI BANTEN
RANCANA KERJA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA ( DISPORA )PROVINSI BANTEN TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI BANTEN TAHUN 2015 RECANA KERJA 2016 DISPORA PROVINSI BANTEN i KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah Kami
GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (Realisasi dan Proyeksi)
GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (Realisasi dan Proyeksi) Disampaikan dalam Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kab. Gunungkidul 2016-2021 RABU, 6 APRIL 2016 OUT LINE REALISASI (2011 2015) a. Pendapatan
WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012
WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MAGELANG, Menimbang
BAB III PEMBAHASAN. 1. Sejarah Singkat DPPKAD Kabupaten Boyolali. menjadi Dinas Penghasilan Daerah Tingkat II Boyolali.
BAB III PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat DPPKAD Kabupaten Boyolali Pada awalnya Kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten DATI II Boyolali
PEMERINTAH PROVINSI BALI RENCANA STRATEGIS TAHUN
PEMERINTAH PROVINSI BALI RENCANA STRATEGIS TAHUN 2013-2018 BIRO KEUANGAN SETDA PROVINSI BALI 2015 i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI i ii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Maksud dan Tujuan..
RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018
RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018 BIRO PENGEMBANGAN PRODUKSI DAERAH SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas segala limpahan
Bab III Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah Dan Kerangka Pendanaan
Bab III Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah Dan Kerangka Pendanaan 3.1 Kinerja Keuangan Masa Lalu Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor : 13 tahun 2006, bahwa Anggaran Pendapatan
PROFIL KANTOR PELAYANAN PAJAK DAERAH DI KABUPATEN SLEMAN
PROFIL KANTOR PELAYANAN PAJAK DAERAH DI KABUPATEN SLEMAN PENDAHULUAN Kantor Pelayanan Pajak Daerah Di Kabupaten Sleman (SAMSAT SLEMAN) berlokasi di Jl Magelang Km 12,5 Krapyak Triharjo Sleman dalam melaksanakan
PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2014
PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KENDAL, Menimbang
BAB 3 GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
BAB 3 GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN Pemerintah Kota Bengkulu 3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu Otonomi daerah yang merupakan bagian dari reformasi kehidupan bangsa oleh Pemerintah
Tabel Kapasitas Rill kemampuan keuangan daerah untuk mendanai Pembangunan Daerah
Tabel Kapasitas Rill kemampuan keuangan daerah untuk mendanai Pembangunan Daerah 2012 2013 2014 2015 2016 2017 (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) 1. Pendapatan 15,678,691,000.00 16,237,782,929.91 16,796,874,859.82
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang,
PROFIL KEUANGAN DAERAH
1 PROFIL KEUANGAN DAERAH Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang adalah menyelenggarakan otonomi daerah dalam wujud otonomi yang luas, nyata dan bertanggung jawab, serta
BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH A. Pendahuluan Kebijakan anggaran mendasarkan pada pendekatan kinerja dan berkomitmen untuk menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Anggaran kinerja adalah
BAB I PENDAHULUAN. 1. Sejarah Berdiri dan Berkembangnya Dinas Pendapatan dan. Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Surakarta
1 BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Objek Penelitian 1. Sejarah Berdiri dan Berkembangnya Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Surakarta DPPKA dipimpin oleh kepala dinas yang berkedudukan
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR
PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014
PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 INSPEKTORAT KOTA PAGARALAM PEMERINTAH KOTA PAGARALAM JL. LASKAR WANITA MINTARJO KOMPLEK PERKANTORAN GUNUNG GARE iii KATA PENGANTAR Segala puja dan puji hanya untuk Allah SWT,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Lingga di Provinsi Kepulauan Riau, yang menjadi salah satu pertimbangan
RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) PROVINSI BANTEN TAHUN
RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) PROVINSI BANTEN TAHUN 2012-2017 PEMERINTAH PROVINSI BANTEN TAHUN 2012 7 KATA PENGANTAR Bismillahhrahmaniff ahim
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN ANGGARAN 2016
BUPATI PURWAKARTA PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN ANGGARAN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR. Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0076
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR No. 1, 2012 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0076 PERATURAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PENYERTAAN
PROFIL DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2014
PROFIL DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2014 1. SEJARAH DPPKA Salah satu kebijakan pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam usaha peningkatan pendapatan daerah ini
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi peluang
BAB PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi peluang kepada daerah berupa kewenangan yang lebih besar untuk mengelola pembangunan secara mandiri
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
(RPJMD) Tahun 20162021 BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN Keuangan Kabupaten Pandeglang dikelola berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku diantaranya UndangUndang
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN
- 61 - BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN Dasar yuridis pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya mengacu pada batasan pengelolaan keuangan daerah yang tercantum
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2011 DENGAN
PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN MALANG TAHUN
PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN MALANG TAHUN 2016-2021 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017 KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Dalam rangka mengaktualisasikan otonomi daerah, memperlancar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Boyolali mempunyai komitmen
BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 3.1. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah Kondisi perekonomian Kota Ambon sepanjang Tahun 2012, turut dipengaruhi oleh kondisi perekenomian
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Bali disusun dengan pendekatan kinerja
RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N
RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N 2 0 1 5 Puji dan syukur kami panjatkan ke Khadirat Allah SWT, atas Rahmat
SISTEM DAN PROSEDUR PENYIAPAN RANPERDA APBD
LAMPIRAN II.3 : PERATURAN BUPATI BUNGO NOMOR : 45 TAHUN 2009 TANGGAL : 11 NOVEMBER 2009 TENTANG : SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH. SISTEM DAN PROSEDUR PENYIAPAN RANPERDA APBD II-3.1. KERANGKA
BAB I PENDAHULUAN. 2. Peraturan Daerah Nomor 07 Tahun 2003 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Luwu Utara;
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam rangka pelaksanaan Otonomi Daerah sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2011
WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2011 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MAGELANG, Menimbang
BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH 2.1 Sejarah Singkat Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Berdasarkan UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah
KATA PENGANTAR. i Renstra Bapenda Kota Denpasar 2016 ~ 2021
i Renstra Bapenda Kota Denpasar 2016 ~ 2021 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah-nya, sehingga Badan Pendapatan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 10 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 10 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BOGOR TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR DINAS PERHBUBUNGAN
PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2013-2018 PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR DINAS PERHBUBUNGAN JALAN RAYA Jakarta KM. 50. CIMANDALA KEC SUKARAJA Perubahan Renstra 2013-2018
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Gambaran pengelolaan keuangan daerah mencakup gambaran kinerja dan pengelolaan keuangan daerah tahuntahun sebelumnya (20102015), serta kerangka pendanaan. Gambaran
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAHAN(LKjIP)
DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET KABUPATEN KULON PROGO LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAHAN(LKjIP) 2015 A L A M A T : JL. P E R W A K I L A N N O.1 W A T E S LKjIP DPPKA Kab. Kulon Progo
