ASTIA CHOLIDA ABSTRAK
|
|
|
- Yohanes Kurnia
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 STUDI MENGENAI INTENSI MENGGUNAKAN KEMASAN AIR MINUM PAKAI ULANG SEBAGAI PERILAKU RAMAH LINGKUNGAN PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN ASTIA CHOLIDA ABSTRAK Kebutuhan air minum adalah vital bagi keberlangsungan hidup manusia. Salah satu cara memenuhi kebutuhan air minum ini adalah dengan mengkonsumsi air minum dalam kemasan (AMDK). Cara ini dapat memberikan dampak masif bagi kesejahteraan lingkungan dan dinilai kurang ramah lingkungan. Tingkat konsumsi AMDK ditemukan tinggi di kalangan mahasiswa Unpad, terutama fakultas Psikologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui intensi menggunakan kemasan aor minum pakai ulang ke kampus melalui determinan attitude towards behavior, subjective norms, dan perceived behavioral control. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan metode penelitian deskriptif. Subjek penelitian (N=113) adalah mahasiswa aktif Fakultas Psikologi yang memiliki kemasan air minum pakai ulang yang ditentukan berdasarkan stratified random sampling. Berdasarkan data, ditemukan bahwa sebanyak 84.1% mahasiswa memiliki intensi yang kuat untuk menggunakan kemasan air minum pakai ulang. Hasil analisis data dengan metode regresi linear berganda menunjukkan bahwa 31% variasi dari intensi dibentuk oleh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Sedangkan sebesar 69% disumbangkan oleh faktor lain yang tidak diketahui atau tidak diteliti terkait dengan hasil elicit study yang belum komprehensif. Secara parsial, determinan yang memiliki kontribusi paling tinggi dalam pembentukan intensi perilaku ini adalah persepsi kontrol (β=0.406), dan sikap (β=188) dengan norma subjektif yang tidak memiliki pengaruh nyata membentuk intensi. Kata Kunci : Intensi, perilaku ramah lingkungan, kemasan pakai ulang
2 PENDAHULUAN Menurut World Health Organization, kebutuhan air minum adalah kebutuhan yang vital dalam kehidupan manusia. Kebutuhan ini penting untuk dipenuhi dengan penyediaan air yang adekuat (layak), aman, dan dapat diakses masyarakat (WHO, 2011). Akses air bersih menggambarkan kualitas hidup masyarakat, secara khusus masalah sanitasi dan kesehatan dengan tercukupinya kebutuhan air minum. ). Dengan mengkonsumsi air minum kurang lebih 2 liter atau sekitar 7-8 gelas per harinya, kebutuhan individu akan konsumsi air harian tercukupi. Namun pada dasarnya konsumsi air minum harus didasarkan pada kebutuhan tubuh (Batmanghelidj, 2007). Terdapat beberapa cara untuk memenuhi kebutuhan akan air mineral ini, yaitu dengan memanfaatkan layanan tap water, membawa botol minum pakai ulang (reusable) sendiri, atau membeli air minum dalam kemasan (AMDK). Sayangnya layanan penyedia air masih jarang kita temukan pada fasilitas fasilitas umum. Konsumsi AMDK (air minum dalam kemasan, selanjutnya dirujuk dengan istilah AMDK) menjadi salah satu alternatif pilihan yang banyak digunakan orang untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari Pada Tahun 2011, produk konsumsi air kemasan bisa mencapai 17 milyar liter. Dengan jumlah itu, produsen akan membutuhkan botol plastik sampai ton per tahun. Angka ini masih akan terus meningkat beberapa tahun yang akan datang. Salah satu penyebab dari hal ini adalah meningkatnya tren konsumsi praktis di kalangan masyarakat ( Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Air dalam kemasan botol memproduksi 1,5 juta sampah plastik pertahun. Berdasarkan Food and Water Watch, untuk membuat plastik untuk membungkus minuman dibutuhkan hingga 47 juta galon minyak pertahun dan lebih dari 80% botol plastik ini kemudian dibuang begitu saja ( Sampah yang tidak terolah dan menumpuk menghasilkan gas metana (CH4). Gas metana berada di atmosfer dalam
3 jangka waktu sekitar 7-10 tahun dan dapat meningkatkan suhu sekitar 1,3 derajat Celsius per tahun. Pemenuhan kebutuhan dengan cara praktis ini ternyata telah memberikan dampak yang massive bagi lingkungan. Hal ini memengaruhi kesejahteraan lingkungan dan lebih lanjut mengancam kesehatan masyarakat sebagai bagian dari lingkungan. Sumedang adalah satu daerah yang mendapatkan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Terbaik I Tingkat Nasional (Manggala Karya Bhakti Husada Arutala) pada tahun Salah satu indikator outcome dari program ini adalah pengelolaan sampah rumah tangga yang benar. Namun, ternyata pada kecamatan Jatinangor yang terletak di Sumedang, masih ditemukan kondisi yang dinyatakan memprihatinkan terkait dengan masalah lingkungan, yaitu sampah. Jatinangor dikenal sebagai salah satu kawasan pendidikan di Jawa Barat. Pencitraan ini merupakan dampak langsung pembangunan kampus dan beberapa institusi dan perguruan tinggi di kecamatan ini. Hal ini menggambarkan bahwa sebagaian penduduk yang memanfaatkan lahan sebagai fasilitas kampus ataupun tempat tinggal sementara atau kos-kosan oleh mahasiswa. Pemanfaatan lahan terbesar adalah oleh Universitas Padjadjaran dengan luas lahan 175 Ha. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan peneliti kepada kantin-kantin tiap fakultas di Persentase Tingkat Konsumsi AMDK 16.00% 14.00% 12.00% 10.00% 8.00% 6.00% 4.00% 2.00% 0.00% 13.89% 11.37% 11.31% 7.99% 7.00% 7.38% 5.37% 5.13% 4.06% 3.73% 2.99%2.82% 10.82% 6.15%
4 Universitas Padjadjaran yang menyediakan produk AMDK, tingkat konsumsi AMDK yang tinggi dapat ditemukan di fakultas Psikologi. Dengan membandingkan antara jumlah AMDK terjual dan jumlah mahasiswa di fakultas tersebut yang terlampir, maka didapatkan data sebagai berikut: Data ini diperkuat dengan hasil observasi pada jam padat makan siang, ditemukan dari banyaknya orang yang ada di kantin, 2 dari 3 orang diantaranya mengkonsumsi AMDK. Setelah ditelusuri lebih lanjut, bahkan ditemukan bahwa dari 51 responden yang mengisi kuesioner data awal, hanya 2 diantaranya yang tidak pernah mengkonsumsi AMDK. Padahal 44 dari 51 responden ini memiliki kemasan air minum pakai ulang untuk memenuhi kebutuhannya akan air minum. Alasan praktis menjadi salah satu alasan yang banyak dikemukakan mahasiswa Psikologi Unpad ketika ditanyakan mengenai pertimbangan apa yang mendasari pembelian air minum dalam kemasan di kampus. Alasan praktis ini diungkapkan dengan pernyataan bahwa mereka merasa repot untuk mengpakai ulang botol air minum atau membawanya kekampus karena bebannya yang berat, dan merasa kurang cukup terpenuhi kebutuhan minumnya dengan botol minum. Alasan yang diungkapkan mahasiswa sebagai alasan membeli kemasan air minum pakai ulang diantaranya adalah alasan ekonomis, praktis, atribut ramah lingkungan dan atribut produk itu sendiri. Alasan ini menunjukkan bahwa mahasiswa merasakan manfaat atau konsekuensi yang positif dari penggunaan kemasan air minum pakai ulang. Konsekuensi yang positif ini ternyata tidak mampu memunculkan perilaku yang sejalan, dengan asumsi bahwa perilaku dipengaruhi oleh beberapa hal lain selain penilaian ini, maka ada beberapa faktor lain yang memengaruhi perilaku. Diantaranya, terdapat beberapa hal yang menghambat individu untuk menggunakan kemasan air minum pakai ulang. Jawaban ini adalah bentuk dari keyakinan yang menjadi fondasi kognitif dan evaluasinya yang menjadi fondasi afektif individu terkait dengan kemudahan dalam menampilkan perilaku.
5 Untuk memahami perilaku ini, kita rujuk Theory of Planned Behavior, dimana disposisi berperilaku dijelaskan dengan konsep intensi atau yang kita ketahui dengan kecenderungan atau kesiapan menampilkan perilaku tertentu. Dengan asumsi bahwa perilaku ini adalah perilaku yang juga dipengaruhi faktor eksternal, selain keinginan individu. Intensi dibentuk oleh tiga hal yang mendasarinya yaitu attitude towards behavior, subjective norms, dan perceived behavioral control yang dimiliki individu. METODE PENELITIAN Rancangan penelitian mengenai intensi menampilkan perilaku menggunakan kemasan air minum pakai ulang pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran ini menggunakan rancangan penelitian non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif dimana penelitian tidak membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang lain yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau suatu fenomena. Penelitian jenis ini hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan suatu keadaan (Sugiyono, 2006). Melalui penelitian ini maka akan diketahui gambaran intensi terhadap perilaku menggunakan kemasan air minum pakai ulang ke kampus pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Partisipan Subjek penelitian ini adalah mahasiwa aktif (angkatan ) di Universitas Padjadjaran Jatinangor yang memiliki kemasan air minum pakai ulang di tempat tinggalnya sekarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara stratified random sampling karena terdapat tingkatan angkatan pada target populasi. Pengukuran Pengukuran variabel pada penelitian ini didasarkan pada Theory of Planned Behavior. Alat ukur ini berbentuk kuesioner yang secara direct dan indirect akan mengukur belief, determinan, dan variabel intensi untuk dapat memahami intensi menampilkan perilaku menggunakan kemasan air minum pakai ulang pada mahasiswa fakultas Psikologi Unpad. Jumlah butir soal dari alat ukur ini adalah 70 buah.
6 HASIL Mahasiswa Fakultas Psikologi Unpad pada umumnya (84.1%) memiliki intensi yang kuat untuk menampilkan perilaku menggunakan kemasan air minum pakai ulang ke kampus. Intensi mahasiswa Fakultas Psikologi Unpad untuk menampilkan perilaku menggunakan kemasan air minum pakai ulang secara signifikan dipengaruhi oleh attitude towards behavior (β=0.188) dan perceived behavioral control (AdjR 2 =31%) dengan pengaruh paling besar diberikan oleh perceived behavioral control (β=0.406). Subjective norms memiliki nilai yang tidak signifikan dalam menjelaskan intensi menampilkan perilaku menggunakan kemasan air minum pakai ulang ke kampus. Belief yang memberikan pengaruh paling besar dalam membentuk attitude towards behavior adalah keyakinan bahwa dengan menggunakan kemasan air minum pakai ulang ke kampus mahasiswa terhindar dari konsumsi AMDK yang menghasilkan limbah plastik yang akan dapat mencemarkan lingkungan (β=0.260). Belief yang memberikan pengaruh paling besar dalam membentuk subjective norms adalah keyakinan bahwa menggunakan kemasan air minum pakai ulang adalah perilaku yang hemat berdasarkan informasi temannya sehingga membuatnya merasa terdorong untuk menggunakan kemasan air minum pakai ulang ke kampus (β=0.310). Belief yang memberikan pengaruh paling besar dalam membentuk perceived behavioral control adalah keyakinan bahwa mahasiswa memiliki kendali atas faktor emosi yang dapat menghambat mahasiswa dalam menampilkan perilaku sehingga dalam situasi emosi apapum mahasiswa akan dapat menampilkan perilaku (β=0.285). Variasi kemunculan perilaku menggunakan kemasan air minum pakai ulang ke kampus pada mahasiswa Fakultas Psikologi Unpad dijelaskan oleh intensi mahasiswa untuk menampilkan perilaku (β=0.478) dan dimoderasi oleh
7 perceived behavioral control (β=0.361) yang dapat mewakili actual behavioral control. Keduanya merupakan variabel yang signifikan terbukti memengaruhi perilaku (AdjR 2 =54.8%). Background factors personal seperti jenis kelamin, dan domisili tidak memberikan perbedaan pada kekuatan intensi. Sama halnya dengan background factors informasional yaitu informasi yang dimiliki mahasiswa dan keikutsertaan mahasiswa pada komunitas hijau tertentu.
STUDI MENGENAI INTENSI SAFETY RIDING BEHAVIOR PADA MAHASISWA MENGENDARA MOTOR DI UNIVERSITAS PADJADJARAN DESTYA FINIARTY ABSTRACT
STUDI MENGENAI INTENSI SAFETY RIDING BEHAVIOR PADA MAHASISWA MENGENDARA MOTOR DI UNIVERSITAS PADJADJARAN DESTYA FINIARTY ABSTRACT Safety riding atau keselamatan berkendara merupakan suatu usaha yang dilakukan
STUDI DESKRIPTIF MENGENAI INTENSI PERILAKU MELAWAN ARAH ARUS JALAN RAYA DI JATINANGOR PADA PENGENDARA OJEK SEPEDA MOTOR DI JATINANGOR
STUDI DESKRIPTIF MENGENAI INTENSI PERILAKU MELAWAN ARAH ARUS JALAN RAYA DI JATINANGOR PADA PENGENDARA OJEK SEPEDA MOTOR DI JATINANGOR BRIAN PRAYOGO ABSTRAK Perilaku melawan arah arus jalan raya merupakan
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui derajat intention dalam pengelolaan diet pada pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Ginjal X Medan dan juga kontribusi dari determinan-determinan
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran intention dan determinandeterminannya dalam melakukan usaha untuk dapat naik kelas pada siswa kelas XI di SMAN X Bandung ditinjau dari teori planned
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Variabel dan Definisi Operasional Definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau konstruk dengan
ABSTRAK. iii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh determinan-determinan intention terhadap intention untuk minum obat secara teratur pada penderita TBC di Balai Besar Kesehatan X Bandung. Pemilihan
Rizka Fitriana Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran ABSTRAK
Studi Deskriptif mengenai Intensi Mahasiswa Politeknik Negeri Bali yang Tinggal di Wilayah Sarbagita dalam Penggunaan Bus Trans Sarbagita ke Tempat Kuliah Rizka Fitriana Fakultas Psikologi Universitas
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Lingkungan merupakan sesuatu yang berada disekitar manusia secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lingkungan merupakan sesuatu yang berada disekitar manusia secara langsung ataupun tidak langsung dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Lingkungan dapat memberikan dampak
KUESIONER PLANNED BEHAVIOR
Lampiran 1 RAHASIA KUESIONER PLANNED BEHAVIOR IDENTITAS Nama (inisial) : Usia : Jenis kelamin : L / P (lingkari salah satu) Pendidikan : Lamanya menjalani hemodialisis : PETUNJUK PENGISIAN Berikut ini
Gambaran Intensi Golput pada Pemilih Pemula dalam Pemilihan Umum 2014
Gambaran Intensi Golput pada Pemilih Pemula dalam Pemilihan Umum 2014 oleh : Yoga Adi Prabowo (190110080095) Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran ABSTRAK Golput atau golongan putih merupakan suatu
Bab 2. Landasan Teori
Bab 2 Landasan Teori 2.1. Teori Perilaku Rencanaan (Theory Of Planned Behavior) Melanjutkan sekolah dan menyelesaikan pendidikan merupakan sebuah tujuan yang semestinya dicapai oleh setiap siswa. Untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Theory of Planned Behavior Theory Reasoned Action (TRA) pertama kali dicetuskan oleh Ajzen pada tahun 1980 (Jogiyanto, 2007). Teori ini disusun menggunakan asumsi dasar bahwa
BAB I PENDAHULUAN. berbagai perubahan sebagai dampak dari gaya hidup yang semakin maju. Perubahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada dekade belakangan ini gaya hidup manusia berkembang pesat. Muncul berbagai perubahan sebagai dampak dari gaya hidup yang semakin maju. Perubahan tersebut
BAB I PENDAHULUAN. lulus sebagai Sarjana Strata 1 (S1) salah satu syarat yang harus dipenuhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di Fakultas Psikologi Universitas X Bandung untuk dapat dinyatakan lulus sebagai Sarjana Strata 1 (S1) salah satu syarat yang harus dipenuhi mahasiswa adalah
Abstrak. Kata kunci : intensi berwirausaha. Fak. Psikologi - Universitas Kristen Maranatha
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensi berwirausaha pada pedagang kaki lima di wilayah Bandung Utara. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perilaku merokok merupakan salah satu penyebab yang menimbulkan munculnya berbagai penyakit dan besarnya angka kematian. Hal ini wajar, mengingat setiap tahunnya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. INTENSI Intensi menurut Fishbein dan Ajzen (1975), merupakan komponen dalam diri individu yang mengacu pada keinginan untuk melakukan tingkah laku tertentu. Intensi didefinisikan
Studi Mengenai Intensi Membuang Sampah di Sungai Cikapundung pada Ibu-Ibu RW 15 Kelurahan Tamansari Bandung. ¹Raisha Ghassani, ²Umar Yusuf
Prosiding Psikologi ISSN: 2460-6448 Studi Mengenai Intensi Membuang Sampah di Sungai Cikapundung pada Ibu-Ibu RW 15 Kelurahan Tamansari Bandung ¹Raisha Ghassani, ²Umar Yusuf 1,2 Fakultas Psikologi, Universitas
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya kontribusi ketiga determinan Intention dan besarnya kontribusi setiap determinan Intention untuk melakukan pelanggaran peraturan lalu lintas yang
BAB I PENDAHULUAN. Kehamilan adalah masa yang unik dalam hidup seorang wanita, yaitu keadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Kehamilan adalah masa yang unik dalam hidup seorang wanita, yaitu keadaan mengandung embrio atau fetus di dalam tubuh setelah penyentuhan sel telur dengan
Kesimpulannya, intensi seseorang terhadap perilaku tertentu dipengaruhi oleh tiga variabel yaitu sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku (Ajzen
55 PEMBAHASAN Berdasarkan karakteristik contoh dan karakteristik keluarga contoh, hasil penelitian menunjukkan bahwa profil contoh mempunyai karakteristik sebagai berikut: (1) pada contoh yang hanya mengikuti
BAB I PENDAHULUAN. sudah beberapa kali mengalami perubahan. Pada tanggal 1 Maret 2005, BBM jenis Premium dan Solar kembali dinaikkan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Selama satu dekade terakhir, kebijakan harga BBM jenis Premium sudah beberapa kali mengalami perubahan. Pada tanggal 1 Maret 2005, pemerintah menaikkan BBM
Studi Mengenai Kontribusi Determinan Intensi Terhadap Intensi Datang Latihan Pada Anggota Perkusi Komunitas United State Of Bandung Percussion
Prosiding Psikologi ISSN: 2460-6448 Studi Mengenai Kontribusi Determinan Intensi Terhadap Intensi Datang Latihan Pada Anggota Perkusi Komunitas United State Of Bandung Percussion 1 Tivanny Salliha P 2
DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN
i DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN v vii ix 1 PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Perumusan Masalah 5 Tujuan Penelitian 6 Manfaat Penelitian 6 Ruang Lingkup Penelitian 7 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN. sosial dan budaya. Perubahan-perubahan ini turut mempengaruhi proses
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, Indonesia mengalami berbagai macam perubahan yang terjadi di setiap aspek kehidupan seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, politik, ekonomi, sosial
ANALISIS PENGARUH THEORY OF PLANNED BEHAVIOR TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PROVIDER TELKOMSEL PADA MAHASISWA DAN PELAJAR DI WILAYAH BEKASI TIMUR
ANALISIS PENGARUH THEORY OF PLANNED BEHAVIOR TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PROVIDER TELKOMSEL PADA MAHASISWA DAN PELAJAR DI WILAYAH BEKASI TIMUR Nama : Archita Ferina Setianing NPM : 11211043 Jurusan :
STUDI MENGENAI INTENSI BERPERILAKU ASERTIF DALAM KEGIATAN PERKULIAHAN PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN
STUDI MENGENAI INTENSI BERPERILAKU ASERTIF DALAM KEGIATAN PERKULIAHAN PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN NURUL HAMIDAH Dr. Rismiyati E. Koesma 1 Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran
BAB I PENDAHULUAN. yang mengkomsumsi rokok. Banyak di lapangan kita temui orang-orang merokok
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Merokok adalah perilaku membakar dedaunan (tembakau) yang dilinting atau diletakkan pada pipa kecil lalu menghisapnya melalui mulut dan dilakukan secara berulang-ulang
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN Pada bab ini, akan dibahas mengenai variabel penelitian, responden penelitian, instrumen penelitian, prosedur penelitian dan metode analisis data. 3.1. Variabel Penelitian Varibel
BAB I PENDAHULUAN. sebagai suatu sistem nilai yang memuat norma-norma tertentu. Dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia memiliki kebebasan dalam memeluk agama. Agama berfungsi sebagai suatu sistem nilai yang memuat norma-norma tertentu. Dalam Encyclopedia of Philosophy,
BAB I PENDAHULUAN. & Perry, 2005). Menurut Havighurst (dalam Monks, Konoers & Haditono,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pernikahan merupakan salah satu tugas perkembangan dewasa awal (Potter & Perry, 2005). Menurut Havighurst (dalam Monks, Konoers & Haditono, 2001), tugas perkembangan
4.1.1 jenis kelamin Data demografis berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut :
BAB 4 Hasil dan Pembahasan 4.1 Gambaran Umum Responden Penelitian ini dilakukan dengan jumlah responden sebanyak 100 orang pemilih pemula dalam pemilu presiden 2014. Berikut akan dijelaskan perihal profil
DAFTAR ISI. repository.unisba.ac.id
DAFTAR ISI ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... iii UCAPAN TERIMA KASIH... vi DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR LAMPIRAN... xiii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah...
1. Pendahuluan FAKTOR KONTROL PERILAKU MEROKOK PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Prosiding SNaPP 2015 Kesehatan pissn 2477-2364 eissn 2477-2356 FAKTOR KONTROL PERILAKU MEROKOK PADA ANAK SEKOLAH DASAR 1 Stephani Raihana Hamdan, 2 Yulianti, dan 3 Dian Widya Putri 1 Fakultas Psikologi,
BAB III METODE PENELITIAN. ini akan membahas metode penelitian yang digunakan dalam tesis ini.
BAB III METODE PENELITIAN Setiap penelitian ilmiah memerlukan aya metode untuk memperlancar penelitian dalam rangka pencarian data petunjuk mengenai cara atau langkah serta teknik penelitian. Penelitian
BAB I PENDAHULUAN. diharapkan untuk selalu berkembang dengan pendidikan. Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan. Hal ini berarti bahwa setiap manusia Indonesia berhak mendapatkannya dan diharapkan untuk selalu berkembang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seperti yang kita ketahui, kebutuhan pokok manusia terdiri atas kebutuhan sandang, pangan dan papan. Kebutuhan sandang adalah kebutuhan akan pakaian; pangan merupakan
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan Diploma, Sarjana, Magister dan Spesialis. Berdasarkan website resmi Universitas X
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perguruan tinggi merupakan jenjang pendidikan formal yang mencangkup program pendidikan Diploma, Sarjana, Magister dan Spesialis. Berdasarkan website resmi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Theory of Planned Behavior Fishbein dan Ajzen
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Theory of Planned Behavior Fishbein dan Ajzen Theory of planned behaviour merupakan pengembangan lebih lanjut dari Theory of Reasoned Action (Fishbein dan Ajzen, 1980; Fishbein
2 Dalam dunia bisnis saat ini, aspek lingkungan sudah mulai dijadikan faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam melakukan aktivitas pemasaran. M
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lingkungan merupakan faktor penting dalam sebuah kehidupan. Lingkungan merupakan hal yang memiliki pengaruh besar dalam sebuah kehidupan makhluk hidup. Keberadaan serta
GAMBARAN INTENSI MELAKUKAN OBSESSIVE CORBUZIER S DIET (OCD) PADA MAHASISWA
GAMBARAN INTENSI MELAKUKAN OBSESSIVE CORBUZIER S DIET (OCD) PADA MAHASISWA Studi Deskriptif Mengenai Intensi untuk Melakukan Diet OCD Pada Mahasiswa Universitas Padjadjaran dilihat dari Attitude Toward
BAB I PENDAHULUAN. yaitu: Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) adalah ibukota negara Indonesia. Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah kota administrasi, yaitu: Jakarta
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ajzen yang merupakan penyempurnaan dari reason action theory yang
A. Teori Planned Behavior BAB II TINJAUAN PUSTAKA Theory of planned behavior merupakan teori yang dikembangkan oleh Ajzen yang merupakan penyempurnaan dari reason action theory yang dikemukakan oleh Fishbein
ABSTRAK. Kata kunci: intensi, determinan intensi, Ibu hamil, oral hygiene
ABSTRAK Salah satu penyebab timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada Ibu hamil di Indonesia adalah faktor perilaku mengabaikan oral hygiene saat kehamilan. Intensi dianggap dapat melihat faktor-faktor
METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Cara Pemilihan Contoh
23 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Desain penelitian ini menggunakan cross sectional study yakni data dikumpulkan pada satu waktu untuk memperoleh gambaran karakteristik contoh.
KONTRIBUSI KONTROL DIRI TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA GURU
KONTRIBUSI KONTROL DIRI TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA GURU Disusun Oleh: Nama : Suci Melati Puspitasari NPM : 16510707 Pembimbing : Henny Regina Salve M.Psi, Psi Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma
Prosiding Psikologi ISSN:
Prosiding Psikologi ISSN: 2460-6448 Pengaruh Sikap terhadap Kegiatan Mengikuti Knowledge Sharing, Subjective Norms dan Perceived Behavioral Control terhadap Intensi Mengikuti Knowledge Sharing pada Bagian
BAB I PENDAHULUAN. biasa disebut academic dishonesty sudah tidak dapat terelakkan lagi di kalangan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perilaku terhadap pelanggaran, ketidakjujuran, dan penyimpangan akademik atau biasa disebut academic dishonesty sudah tidak dapat terelakkan lagi di kalangan
THEORY OF REASONED ACTION
THEORY OF REASONED ACTION THEORY OF REASONED ACTION INTRODUCTION Akar teori : Psikologi Sosial Menjelaskan bagaimana dan mengapa sikap mempengaruhi perilaku 1872, Charles Darwin studi tentang sikap terhadap
BAB I PENDAHULUAN. Pengetahuan banyak diperoleh melalui pendidikan, terutama sekolah. Untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pembangunan pada masa dewasa ini berkembang sangat pesat. Ilmu pengetahuan turut memegang peranan yang penting di dalam pembangunan. Pengetahuan banyak diperoleh
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Air minum merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling pokok.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Air minum merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling pokok. Pendeknya, setiap manusia yang masih hidup membutuhkan air untuk minum. Bahkan para ahli
hidup mandiri sehingga kesehatan seharusnya menjadi
GAMBARAN MENGENAI INTENSI MENERAPKAN POLA MAKAN SEHAT PADA MAHASISWA YANG TINGGAL DI KOS DI BANDUNG Dewisa Priliani Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran ABSTRAK Pola makan sehat penting dimiliki
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Peningkatan jumlah limbah dan penyempitan lahan yang digunakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peningkatan jumlah limbah dan penyempitan lahan yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah telah menciptakan kebutuhan untuk menerapkan manajemen limbah yang
Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau
1 PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) MEREK AQUA (STUDI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS RIAU) Fitria Ningsih 1,Sakdanur
I. PENDAHULUAN Latar Belakang. kapasitas atau jumlah tonnasenya. Plastik adalah bahan non-biodegradable atau tidak
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Plastik adalah material sintetis yang berupa senyawa polimer yang unsur utamanya adalah karbon dan hidrogen atau hidrokarbon. Sejak ditemukan material plastik maka
BAB I PENDAHULUAN. pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat, peningkatan kesadaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejak beberapa periode terakhir ini kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat, peningkatan kesadaran akan kelestarian
BAB I PENDAHULUAN. ramah lingkungan. Bahkan sebagian besar limbah produk tersebut yang tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini, banyak produk yang dihasilkan perusahaan yang tidak ramah lingkungan. Bahkan sebagian besar limbah produk tersebut yang tidak bisa di daur ulang. Konsekuensi
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Teori Perilaku Terencana (Theory of Planned Behavior) Teori Perilaku Terencana atau Theory of Planned Behavior (selanjutnya disingkat TPB, dikemukakan olehajzen (1991). Teori
BAB 1 PENDAHULUAN. Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sedangkan ukuran kesejahteraan masyarakat. sasaran yang membutuhkan layanan (Depkes RI, 2006).
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan hak azasi manusia dan sekaligus sebagai investasi, Sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas merupakan modal utama atau investasi dalam pembangunan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Saat ini manusia dituntut untuk bisa berpindah-pindah tempat dalam waktu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini manusia dituntut untuk bisa berpindah-pindah tempat dalam waktu yang cepat. Banyaknya kebutuhan dan aktivitas menjadi dasar perilaku berpindah tempat
BAB I PENDAHULUAN. konsumtif. Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan pasar potensial. dengan kemasan, rasa, dan harga yang bervariasi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada era modern sekarang ini, Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang dan memiliki penduduk cukup besar serta bersifat konsumtif. Selain
III KERANGKA PEMIKIRAN
III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Teori Tindakan Beralasan (Theory of Reasoned Action) Icek Ajzen dan Martin Fishbein bergabung untuk mengeksplorasi cara untuk memprediksi
PATH ANALYSIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEDIAAN SUAMI SEBAGAI AKSEPTOR VASEKTOMI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANDEN BANTUL YOGYAKARTA TESIS
PATH ANALYSIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEDIAAN SUAMI SEBAGAI AKSEPTOR VASEKTOMI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANDEN BANTUL YOGYAKARTA TESIS Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat
TESIS PENGARUH RISIKO-RISIKO PEMBELIAN PADA SIKAP DAN PERILAKU PEMBELIAN SECARA ONLINE
TESIS PENGARUH RISIKO-RISIKO PEMBELIAN PADA SIKAP DAN PERILAKU PEMBELIAN SECARA ONLINE i ii iii PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini dengan sesungguhnya menyatakan bahwa tesis dengan judul:
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tingkat kepedulian masyarakat di seluruh dunia terhadap isu-isu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tingkat kepedulian masyarakat di seluruh dunia terhadap isu-isu lingkungan dan perubahan iklim meningkat pesat akhir-akhir ini. Berbagai gerakan hijau dilakukan untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kemajuan suatu bangsa terletak pada generasi mudanya yang akan meneruskan estafet kepemerintahan Indonesia, salah satu pilar pentingnya adalah mahasiswa.
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga BAB 1 PENDAHULUAN. yang bisa dikatan kecil. Fenomena ini bermula dari trend berpacaran yang telah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Periode sekolah dimulai saat anak berusia kurang lebih 6 tahun. Periode tersebut meliputi periode pra-remaja atau pra-pubertas. Periode ini berakhir saat anak berusia
ABSTRAK. viii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Tujuan penelitian, mengetahui kontribusi ketiga determinan intention serta determinan yang memberikan kontribusi paling besar terhadap intention untuk membaca textbook pada mahasiswa angkatan 2013
Studi Mengenai Intensi Perilaku Merokok Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Di RS X Bandung
Prosiding Psikologi ISSN: 2460-6448 Studi Mengenai Intensi Perilaku Merokok Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Di RS X Bandung 1) Febby Zoya Larisa, 2) Suhana 1,2 Fakultas Psikologi, Universitas
BAB I PENDAHULUAN. lingkungannya, menempatkan manusia sebagai subjek utama yang mengambil. hidup sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Demikian juga sebaliknya, lingkungan dapat dipengaruhi oleh aktivitas dan perilaku manusia. Kehidupan
BAB I PENDAHULUAN. menggolongkan perbedaan antara jenis obat psikotropika dan obat narkotika, serta
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan maraknya pengedaran dan penyalahgunaan obat-obatan psikotropika di kalangan masyarakat secara umum, semakin banyak pula korban bermunculan yang
BAB I PENDAHULUAN. lain-lain, bahkan merokok dapat menyebabkan kematian. Laporan dari World
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Rokok merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia dan juga salah satu pembunuh paling berbahaya saat ini. Merokok merupakan salah satu faktor resiko utama
5. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
5. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas analisis hasil pengolahan data yang telah dilakukan pada Bab 4, disertai dengan hubungannya dengan teori penunjang, data-data empiris, hipotesis penelitian
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh green perceived
BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh green perceived quality dan green satisfaction terhadap green trust serta implikasinya terhadap green purchase
V. KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa
V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa atribut produk yang terdiri dari desain produk, kemasan dan merek secara bersama-sama mempengaruhi
TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2 Model Theory of Reason Action (TRA) (Sumber : Fishbein dan Ajzen 1975)
9 TINJAUAN PUSTAKA Teori Perilaku yang telah Direncanakan (Theory of Planned Behavior) Para teoritikus sikap memiliki pandangan bahwa sikap seseorang terhadap suatu objek sudah dapat dijadikan prediktor
BAB I PENDAHULUAN. bumi yang diakibatkan oleh proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemanasan global menjadi isu yang penting dikalangan masyarakat akhirakhir ini. Pemanasan global adalah suatu bentuk ketidak seimbangan ekosistem di bumi yang
