Prosiding Matematika ISSN:
|
|
|
- Sudirman Wibowo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Prosiding Matematika ISSN: Menentukan Tingkat Premi dan Nilai Asuransi Kesehatan yang Optimal pada Pasar Persaingan Sempurna 1 Neneng Detti Sumyatty, 2 Onoy Rohaeni, 3 Eti Kurniati 1,2,3 Prodi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No.1 Bandung [email protected], 2 [email protected], 3 [email protected] Abstrak.Dewasa ini, bagi kebanyakan orang sakit merupakan peristiwa yang tak pasti dan jarang terjadi. Ketika peristiwa tersebut terjadi, biaya pengobatan besar dan membebani ekonomi pada rumah tangga. Keadaan tersebut tidak menguntungkan. Asuransi kesehatan merupakan salah satu cara untuk mengatasi risiko dan ketidakpastian peristiwa sakit. Peristiwa yang tidak dapat diprediksi tersebut dapat diubah dengan cara membayar sejumlah uang yang relatif kecil namun teratur (premi) kepada perusahaan asuransi. Jika perusahaan yang menawarkan asuransi itu jumlahnya besar. Maka mereka harus bersaing untuk mendapatkan peserta asuransi. Berarti mereka ada dalam pasar persaingan sempurna. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menentukan tingkat premi dan nilai asuransi kesehatan yang optimal pada persaingan sempurna. Hasil yang diperoleh adalah bahwa tingkat premi bergantung pada probabilitas sakit, biaya transaksi dan nilai asuransi. Untuk probabilitas yang sama dalam jangka waktu panjang nilai premi akan menjadi lebih kecil, jika nilai asuransinya naik. Sebaliknya nilai premi akan menjadi lebih besar, jika nilai asuransinya turun. Dan nilai asuransi yang optimal adalah sama dengan biaya medis. Artinya, besarnya asuransi dikatakan optimal apabila mampu mengatasi seluruh kerugian yang dialami ketika sakit. Kata Kunci : Penawaran. Asuransi Kesehatan, Pasar Persaingan Sempurna, Tingkat premi, Kuantitas A. Pendahuluan Menurut paham ekonomi asuransi merupakan suatu lembaga keuangan yang melaluinya dapat dihimpun dana besar, yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan, disamping bermanfaat bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam bisnis asuransi. Asuransi bertujuan memberikan perlindungan atau proteksi atas kerugian keuangan atau financial loss yang ditimbulkan oleh peristiwa yang tidak diduga sebelumnya atau fortuitious event (Susilo, dkk, 2000:205). Apabila ditinjau dari jenisnya, asuransi memiliki dua macam jenis yaitu terdiri dari asuransi kerugian dan asuransi jiwa. Asuransi kerugian adalah menutup pertanggungan untuk kerugian karena kerusakan atau kemusnahan harta benda yang dipertangguhkan. Produk dari asuransi kerugian yaitu asuransi pencurian, asuransi kebakaran, dan lain-lain. Adapun asuransi jiwa adalah suatu kontrak perjanjian antara pemegang polis dengan perusahaan asuransi yang dimana pihak asuransi berjanji untuk membayarkan nominal uang apabila terjadi resiko kematian terhadap pihak pemegang asuransi. Asuransi kesehatan merupakan salah satu produk dari asuransi jiwa. Jika perusahaan yang menawarkan asuransi jumlahnya banyak maka perusahaan asuransi akan bersaing ketat untuk mendapatkan peserta. Berarti pasar asuransi tersebut merupakan pasar persaingan sempurna. Dalam pasar persaingan sempurna, perusahaan tidak bisa menentukan harga. Harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh jumlah permintaan dan penawaran. bergantung pada harga pasar. Jika perusahaan menaikan harga (premi asuransi) dari harga pasar, maka perusahaan akan kesulitan untuk mendapatkan peserta. Sebaliknya apabila perusahaan menurunkan harga (premi asuransi) dari harga pasar, mereka akan mengalami kerugian. Permasalahannya bagaimana menentukan tingkat premi 25
2 26 Neneng Detti Sumyatty, et al. dan kuantitas penawaran pada pasar persaingan sempurna. Masalah ini menarik untuk dikaji, sehingga tujuan dari penulisan ini adalah menentukan tingkat premi dan kuantitas penawaran asuransi kesehatan. B. Landasan Teori Sakit merupakan peristiwa yang tidak pasti dan jarang terjadi. Namun, apabila peristiwa itu terjadi kemungkinan biaya pengobatan besar dan dapat menjadi sebuah beban. Asuransi kesehatan merupakan cara untuk mengatasi risiko dan ketidakpastian peristiwa sakit. Untuk mengubah peristiwa yang tak dapat diprediksi menjadi terprediksi, anggota membayar sejumlah uang yang relatif kecil namun teratur (disebut premi) kepada lembaga asuransi. Dalam asuransi kesehatan, premi adalah harga produk dari asuransi kesehatan. Tingkat premi keanggotaan perorangan asuransi kesehatan ditentukan berdasarkan probabilitas sakit peserta yang dapat diperkirakan secara statistik. Jadi penilaian premi perorangan didasarkan pada penilaian tentang umur, riwayat penyakit lampau, riwayat keluarga, riwayat lingkungan, perilaku dan gaya hidup. Penawaran merupakan banyaknya barang yang ditawarkan penjual pada suatu pasar tertentu. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dalam hal ini, pada pasar persaingan sempurna semua perusahaan asuransi memperoleh keuntungan hanya dari harga pasar (price taker). Dan keuntungan yang diperoleh perusahaan asuransi merupakan keuntungan normal (normal profit) atau disebut juga keuntungan nihil (zero excess profit). Harga merupakan salah satu variabel terpenting yang mempengaruhi suatu penawaran barang dalam menentukan penawaran. Dalam teori penawaran terdapat hubungan di antara tingkat harga sesuatu barang dengan jumlah barang yang ditawarkan para penjual yang disebut sebagai hukum penawaran. Berdasarkan hukum penawaran tersebut dapat dibuat suatu gambaran mengenai jumlah penawaran sesuatu barang pada berbagai tingkat harga yaitu daftar penawaran. Kemudian dibuat kurva penawaran, kurva ini menunjukan hubungan antara harga suatu barang tertentu (P) dengan jumlah barang yang ditawarkan (Q). Pada umumnya, kurva penawaran memiliki slope positif. Kurva ini,bergerak menaik dari kiri bawah ke kanan atas. Hal ini disebabkan karena terdapat hubungan yang positif di antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan. Semakin tinggi harga sesuatu barang, maka semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan. C. Pembahasan 1. Menghitung Tingkat Premi Asuransi Kesehatan Tingkat premi suatu perusahaan asuransi disimbolkan dengan nilai α. Terdapat dua kemungkinan keadaan peserta asuransi yang akan diperhitungkan dalam menentukan nilai premi yang optimal yaitu keadaan sakit dan sehat. Apabila peserta asuransi mengalami sakit, dengan probabilitas p. Maka keuntungan asuransi yang diperoleh adalah q q. Sebaliknya, jika peserta mengalami sehat dengan probabilitas (1- p). Maka keuntungan asuransi yang diperoleh adalah q t. Kemudian terdapat biaya untuk menentukan risiko polis dan biaya untuk menjalankan perusahaan dimisalkan sebagai t (biaya transaksi). Biaya transaksi berlaku untuk kondisi peserta asuransi sakit maupun sehat. Sehingga, keuntungan harapan perusahaan asuransi adalah: Volume 2, No.1, Tahun 2016
3 Menentukan Tingkat Premi dan Nilai Asuransi Kesehatan yang Optimal pada Pasar 27 Dimana: p = Probabilitas jika konsumen sakit 1 p = Probabilitas jika konsumen sehat α = Tingkat premi q = Nilai asuransi Pada pasar persaingan sempurna dalam jangka panjang biaya transaksi t akan serupa pada semua perusahaan asuransi. Dan kelebihan keuntungannya pun akan sama dengan 0. Maka, persamaan di atas akan sama dengan 0, yaitu : Secara ekivalen, nilai sebagai berikut : = p+ Jadi, nilai yang wajar adalah sama dengan nilai probabilitas sakit p ditambahkan dengan presentase biaya transaksi (t) terhadap besarnya nilai polis q atau. Pada perusahaan asuransi berlaku, apabila terdapat perusahaan yang memiliki harga premi yang lebih rendah. Maka, perusahaan tersebut tidak akan memiliki biaya lebih untuk membayarkan klaim kepada konsumen. Dan apabila terdapat perusahan yang memiliki harga premi yang lebih tinggi, maka perusahaan asuransi akan memiliki keuntungan yang berlebih. Hal tersebut, dalam pasar persaingan sempurna akan tergeser dari perusahaan-perusahaan lainnya yang memiliki penawaran lebih rendah untuk harga premi. Asuransi memberikan ganti rugi untuk setiap kerugian-kerugian yang peserta asuransi alami seolah-olah berdasarkan probabilitas peristiwa sakit, keadaan tersebut rugi (fair) secara aktuarial, biaya transaksi t mendekati 0, sehingga : = p+ Apabila nilai t mendekati 0, nilai menjadi ; = p Jadi, tingkat premi (α) yang rugi (fair) secara aktuarial sama dengan probabilitas sakit (p). 2. Menentukan Kuantitas Penawaran Asuransi yang Optimal Utilitas harapan konsumen ditentukan oleh posisi kekayaannya, sedangkan posisi kekayaan berubahan menurut alternatif keluaran dan probabilitas keluaran itu. Jelasnya, posisi kekayaan seseorang menurun jika sakit, dan tetap jika ia sehat. Tingkat kekayaan (jika sakit) = (W) (L) Dan Matematika, Gelombang 1, Tahun Akademik
4 28 Neneng Detti Sumyatty, et al. Tingkat kekayaan (jika sehat) = (W) Utilitas harapan sebelum membeli polis asuransi sebagai berikut; Utilitas harapan = probabilitas sakit * utilitas (jika sakit) + probabilitas sehat * utilitas (jika sehat),, Apabila peserta adalah seorang penghindar resiko dan khawatir akan mengalami kerugian akibat sakit, kemudian mengambil asuransi sebesar q rupiah agar dapat menutupi biaya medis (L). Maka, harus memutuskan berapa nilai asuransi yang harus dibeli q. Jika sakit dengan probabilitas p, maka tingkat kekayaan dinyatakan sebagai berikut : Kekayaan (jika sakit) = kekayaan semula (W) kerugian (L) premi asuransi ( q) + Pembayaran dari asuransi (q) Jika sehat dengan probabilitas (1 p ), maka tingkat kekayaan adalah : Kekayaan (jika sehat) = kekayaan semula (W) premi asuransi ( q) Kekayaan (jika sehat) = W - q Utilitas harapan konsumen setelah memutuskan membeli asuransi, yaitu : Pernyataan utilitas dalam suku pertama dari persamaan (1) menjelaskan bahwa jika seseorang yang membeli asuransi kemudian jatuh sakit dengan probabilitas p, maka tingkat kekayaannya akan berkurang sebesar L dan bertambah sebesar (1 α)q. Jadi, semakin besar kuantitas asuransi q maka semakin besar manfaat yang dapat diperoleh dari asuransi. Semakin besar kuantitas asuransi q juga berarti makin besar tingkat kekayaan pada waktu sakit. Manfaat marginal bagi kesehatan adalah utilitas marginal. Sesuai dengan prinsip utilitas marginal dari kekayaan (dimishing marginal utility of wealth), meskipun utilitas total lebih tinggi pada tingkat kekayaan yang lebih tinggi, pertambahan utilitas itu sendiri menurun dengan makin tingginya tingkat kekayaan. Dengan kata lain, meskipun kekayaan total meningkat dengan makin besarnya kuantitas asuransi q, namun utilitas marginal yang diperoleh dari membeli lebih banyak kuantitas asuransi akan menurun. Dari segi biaya, makin besar kuantitas asuransi q, makin besar biaya total asuransi dan juga makin besar biaya marginalnya. Pernyataan tersebut sesuai dengan persamaan utilitas suku kedua dari persamaan (1) mengandung arti apabila sehat, tingkat kekayaan akan berkurang sebesar q, yaitu besarnya premi yang harus dibayar. Maka makin besar q, makin besar biaya marginal asuransi. Kenaikan marginal Volume 2, No.1, Tahun 2016
5 Menentukan Tingkat Premi dan Nilai Asuransi Kesehatan yang Optimal pada Pasar 29 ditunjukkan oleh lereng kurva biaya marginal yang positif. Keadaan yang optimal terjadi ketika marginal utility (MU) sama dengan marginal cost (MC). Jadi, Pada pasar persaingan sempurna, keuntungan harapan sama dengan 0, sehingga; Subsitusikan persamaan (3) ke dalam persamaan (5) sehingga didapat; Jika kedua ruas dibagi dengan p (1 ), kita memperoleh persamaan; Dimana Z sama dengan t/ [ pq (1 ) ] dan bernilai positif jika terdapat biaya muatan t yang positif. Jadi, seseorang mengambil asuransi dengan kuantitas di mana persamaan di atas terpenuhi. Diasumsikan bahwa Z = 0, maka persamaan di atas mensyaratkan bahwa utilitas marginal kekayaan di ruas kiri sama dengan utilitas marginal di ruas kanan. Jika utilitas marginal kekayaan menurun dengan konstan, maka utilitas marginal kekayaan pada kedua ruas persamaan dapat sama hanya bila kedua pernyatan tentang kekayaan juga sama. Manfaat marginal akan sama dengan biaya marginal bila posisi kekayaan jika sakit sama dengan posisi kekayaan jika sehat, sebagai berikut; Besarnya asuransi q dikatakan optimal apabila mampu mengatasi seluruh besar kerugian yang dialami ketika sakit. D. Kesimpulan Dari pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1. Tingkat premi asuransi kesehatan dalam pasar persaingan sempurna bergantung pada probabilitas sakit, biaya transaksi, dan nilai asuransi. Untuk probabilitas yang sama dalam jangka panjang nilai premi akan menjadi lebih kecil, jika nilai asuransinya naik. Sebaliknya nilai premi akan menjadi lebih besar, jika nilai asuransinya turun. 2. Nilai asuransi yang optimal sama dengan ongkos medis. Artinya, besarnya asuransi dikatakan optimal apabila mampu mengatasi seluruh kerugian yang dialami ketika sakit. Matematika, Gelombang 1, Tahun Akademik
6 30 Neneng Detti Sumyatty, et al. Daftar Pustaka Murti, Bhisma Dasar-Dasar Asuransi Kesehatan. Yogyakarta: Kanisius Sukirno, Sadono Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta : Grafindo Tobing, Dr. Rudyanti Dorotea Aspek-Aspek Hukum Bisnis. Surabaya: Lasbang Justitia Volume 2, No.1, Tahun 2016
Prosiding Matematika ISSN:
Prosiding Matematika ISSN: 2460-6464 Menentukan Nilai Premi Tunggal Bersih Asuransi Jiwa Seumur Hidup dengan Pembayaran Tertunda Menggunakan Mortality Table CSO 1941 dan Mortality Table CSO 1958 1 Fini
BAB I PENDAHULUAN. untuk melindungi dirinya sendiri maupun keluarga dari kemungkinan kejadian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masyarakat saat ini semakin menyadari pentingnya mempersiapkan diri untuk melindungi dirinya sendiri maupun keluarga dari kemungkinan kejadian yang tidak pasti, baik
BAB I PENDAHULUAN. jenis polis, salah satunya pada saat sekarang ini yaitu BNI Life Insurance.
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Di zaman sekarang asuransi memegang peranan penting dalam memberikan kepastian proteksi bagi manusia yang bersifat komersial maupun bukan komersial. Asuransi dapat memberikan
Prosiding Matematika ISSN:
Prosiding Matematika ISSN: 2460-6464 Perhitungan Cadangan Premi Asuransi Joint Life Dengan Menggunakan Metode Retrospektif Calculation of Premium Reserve Joint Life Insurance Using By Retrospective Method
BAB I PENDAHULUAN. yang menghadapi ancaman yang sama (Alfred Manes, 1930). sesungguhnya asuransi bertujuan memberikan perlindungan (proteksi) atas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jika rumusan ekonomi secara singkat sebagai ilmu tentang usaha manusia mencari kepuasan memenuhi kebutuhannya menuju kesejahteraan, maka jelas, bahwa asuransi yang bertujuan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini telah diwarnai oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini telah diwarnai oleh persaingan yang semakin ketat. Timbulnya persaingan tersebut menyebabkan kalangan dunia usaha saling
I. PENDAHULUAN. dari penjualan polis atau penerimaan premi dapat ditanamkan sebagai investasi yang
I. PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Asuransi sebagai lembaga Keuangan non bank mempunyai peranan penting dalam ikut membantu pertumbuhan perekonomian Indonesia. Lembaga asuransi sebagai salah satu penghimpun
I. PENDAHULUAN. Manusia di dalam hidupnya selalu berada dalam ketidakpastian dan selalu
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia di dalam hidupnya selalu berada dalam ketidakpastian dan selalu mengalami risiko, yaitu suatu peristiwa yang belum dapat dipastikan terjadinya dan bila terjadi
Analisis Matematika Kurva Isoprofit Model Stackelberg dalam Pasar Duopoli Mathematical Analysis Isoprofit Curve of Stackelberg Model in Duopoly Market
Prosiding Matematika ISSN: 2460-6464 Analisis Matematika Kurva Isoprofit Model Stackelberg dalam Pasar Duopoli Mathematical Analysis Isoprofit Curve of Stackelberg Model in Duopoly Market 1 Nurul Affifah
ASURANSI KESEHATAN. Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
ASURANSI KESEHATAN Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH Pokok Bahasan Pendahuluan Definisi Asuransi Kesehatan Manfaat Asuransi Kesehatan Jenis Asuransi Kesehatan Masalah dalam Aplikasi Asuransi Kesehatan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dari tahun ke tahun, produksi mobil dunia semakin berkembang pesat. Berbagai merek ataupun jenis beserta keunggulan-keunggulan yang ditawarkan berbedabeda
BAB I PENDAHULUAN. merupakan suatu risiko. Risiko yang dihadapi oleh setiap orang dapat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Risiko merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia. Kemungkinan manusia menghadapi kehilangan atau kerugian itu merupakan suatu risiko.
PENDAHULUAN. Asuransi merupakan kegiatan usaha dimana perusahaan menanggung
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Asuransi merupakan kegiatan usaha dimana perusahaan menanggung kerugian yang diderita nasabahnya ketika terjadi suatu musibah baik itu kecelakan, kebakaran, dan juga segala
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Risiko Risiko adalah bahaya, akibat, atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau
Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar
Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar Pendahuluan Berbicara tentang interaksi antara pembeli dengan penjual Teori permintaan menerangkan tentang sifat permintaan para pembeli terhadap sesuatu barang.
Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar
Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar Berbicara tentang interaksi antara pembeli dengan penjual Teori permintaan menerangkan tentang sifat permintaan para pembeli terhadap sesuatu barang. Teori
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Perkembangan bisnis asuransi semakin hari semakin menjanjikan, hal ini dikarenakan hampir semua bidang kehidupan mempunyai resiko, antara lain, kematian,
BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi juga. baik yang telah berdiri maupun yang baru akan berdiri.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang terus berkembang, menyebabkan semakin pesatnya tingkat pertumbuhan perusahaanperusahaan baru baik yang
BAB I PENDAHULUAN. oleh karena itu sepatutnya nikmat tersebut disyukuri. Kesehatan sudah merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan anugrah Allah SWT yang tidak ternilai harganya, oleh karena itu sepatutnya nikmat tersebut disyukuri. Kesehatan sudah merupakan kebutuhan pokok
Financial Check List. Definisi Asuransi. Apa Manfaat dan Fungsi Asuransi? Kapan Sebaiknya Membeli Asuransi?
Daftar Isi Financial Check List 1 01 Definisi Asuransi 3 02 Apa Manfaat dan Fungsi Asuransi? 5 5 03 Kapan Sebaiknya Membeli Asuransi? 6 7 04 Siapa yang Perlu Melakukan Perlindungan Asuransi? 8 Bagaimana
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Asuransi Kerugian Dalam perkembangan dunia usaha tidak seorang pun yang dapat meramalkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang secara tepat, setiap ramalan
II. LANDASAN TEORI. Asuransi atau pertanggungan, di dalamnya tersirat pengertian adanya suatu resiko,
II. LANDASAN TEORI 2.1 Asuransi sebagai Lembaga Peralihan Resiko Asuransi atau pertanggungan, di dalammya selalu mengandung pengertian adanya suatu resiko. Resiko yang dimaksud adalah ketidakpastian karena
SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.05/2016 TENTANG
Yth. 1. Direksi Perusahaan Asuransi; dan 2. Direksi Perusahaan Reasuransi; di tempat. SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.05/2016 TENTANG DASAR PENILAIAN ASET YANG DIPERKENANKAN DALAM BENTUK
Analisa Matematik untuk Menentukan Kondisi Kestabilan Keseimbangan Pasar Berganda dengan Dua Produk Melalui Sistem Persamaan Diferensial Biasa Linear
Prosiding Penelitian SPeSIA Unisba 2015 ISSN: 2460-6464 Analisa Matematik untuk Menentukan Kondisi Kestabilan Keseimbangan Pasar Berganda dengan Dua Produk Melalui Sistem Persamaan Diferensial Biasa Linear
Model Perhitungan Premi Asuransi Jiwa Berjangka Secara Diskrit dan Kontinu
Prosiding Matematika ISSN: 2460-6464 Model Perhitungan Premi Asuransi Jiwa Berjangka Secara Diskrit dan Kontinu 1 Nyayu Dita Khairunnisa, 2 Onoy Rohaeni, 3 Yurika Permanasari 1,2,3 Prodi Matematika, Fakultas
SISTEM PEMASARAN AGRIBISNIS Sessi 4
SISTEM PEMASARAN AGRIBISNIS Sessi 4 Pemasaran Aliran produk secara fisis dan ekonomik dari produsen melalui pedagang perantara ke konsumen. Suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu/kelompok
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Tugas Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro Disusun Oleh : Asep Prianto (113020061) Elis Sri Maryanti (113020064) Farhatul Aini (113020062) Zahra Adzkia (113020063) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN. memperkecil atau meminimumkan ketidakpastian tersebut. Risiko dapat terjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh suatu kelompok atau perorangan pasti ada risiko yang harus ditanggung. Risiko merupakan kemungkinan terjadinya suatu
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini dengan adanya penanggulangan terhadap resiko-resiko seperti mengalami
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Saat ini dengan adanya penanggulangan terhadap resiko-resiko seperti mengalami kecelakaan, terserang penyakit, dipecat dari pekerjaan yang berdampak langsung
II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Fungsi Keberlangsungan Hidup (Survival Function) Misalkan adalah usia seseorang saat menutup polis asuransi, sehingga adalah
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Fungsi Keberlangsungan Hidup (Survival Function) Misalkan adalah usia seseorang saat menutup polis asuransi, sehingga adalah peubah acak waktu meninggal. Fungsi distribusi dinyatakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Asuransi Asuransi atau Pertanggungan menurut Kitab Undang-undang Hukum Dagang (K.U.H.D) Republik Indonesia pasal 246 adalah Suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan
I. PENDAHULUAN. Bahaya kebakaran pada kehidupan manusia banyak yang mengancam. keselamatan harta kekayaan, jiwa, dan raga manusia.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahaya kebakaran pada kehidupan manusia banyak yang mengancam keselamatan harta kekayaan, jiwa, dan raga manusia. Bagi orang yang berkepentingan, dia merasa perlu untuk
BAB I PENDAHULUAN. terjadi, yang dapat menimbulkan kerugian-kerugian baik bagi perorangan maupun
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Manusia dalam hidupnya selalu dihadapkan pada peristiwa yang tidak terduga akan terjadi, yang dapat menimbulkan kerugian-kerugian baik bagi perorangan
2015 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN ASURANSI SYARIAH PADA PRODUK TAKAFUL DANA PENDIDIKAN (FULNADI)
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Manusia menghadapi berbagai masalah dalam menjalani kehidupannya yang tidak sedikit mengakibatkan kerugian (risiko). Kerugian (risiko) tersebut dapat berupa kerugian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 28
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 28 SAK merupakan pedoman pokok dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan, dana pensiun dan unit ekonomi lainnya
BAB I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri perasuransian merupakan salah satu bentuk Lembaga Keuangan Non Bank yang berperan menjadi salah satu pilar perekonomian nasional. Peran tersebut terkait dengan
I. PENDAHULUAN. Setiap orang sering menderita kerugian akibat dari suatu peristiwa yang tidak
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap orang sering menderita kerugian akibat dari suatu peristiwa yang tidak terduga, misalnya mendapat kecelakaan dalam perjalanan di darat, di laut atau di udara. Jika
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar mengenai orang sakit
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar mengenai orang sakit atau terluka atau bahkan meninggal dunia karena suatu kecelakaan. Bangunan atau pabrik yang
BAB I PENDAHULUAN. pengalihan resiko dari nasabah kepada perusahaan asuransi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada hakekatnya asuransi adalah suatu perjanjian antara nasabah asuransi (tertanggung) dengan perusahaan asuransi (penanggung) mengenai pengalihan resiko dari nasabah
BAB II URAIAN TEORITIS. Sapto (2004) melakukan penelitian dengan judul Evaluasi Atas. Pengakuan Pendapatan dan Beban Dalam Kaitannya Dengan PSAK No.
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Sapto (2004) melakukan penelitian dengan judul Evaluasi Atas Pengakuan Pendapatan dan Beban Dalam Kaitannya Dengan PSAK No.36 Tentang Akuntansi Asuransi Jiwa.
BAB I PENDAHULUAN. tertanggung terhadap risiko yang dihadapi perusahaan. pertanggungan atas resiko atau kerugian yang dialami oleh tertanggung.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Asuransi merupakan sarana keuangan dalam tata kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi risiko atas harta benda yang dimiliki. Demikian pula dunia usaha dalam menjalankan
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Teoritis 3.1.1 Konsep Risiko Istilah risiko (risk) dan ketidakpastian (uncertainty) sering digunakan secara bersamaan atau bahwa risiko sama dengan ketidakpastian.
Proses Defuzzifikasi pada Metode Mamdani dalam Memprediksi Jumlah Produksi Menggunakan Metode Mean Of Maximum
Prosiding Penelitian SPeSIA Unisba 2015 ISSN: 2460-6464 Proses Defuzzifikasi pada Metode Mamdani dalam Memprediksi Jumlah Produksi Menggunakan Metode Mean Of Maximum 1 Fitria Tri Suwarmi, 2 M. Yusuf Fajar,
Manfaat Dan Mekanisme Penyelesaian Klaim Asuransi Prudential. Ratna Syamsiar. Abstrak
Manfaat Dan Mekanisme Penyelesaian Klaim Asuransi Prudential Ratna Syamsiar Dosen Bagian Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Lampung Abstrak PT Prudential Life Assurance memberikan perlindungan bagi
BAB 1 PENDAHULUAN. bersifat inheren yang muncul sebelum risiko yang lainnya (Muslich, 2007).
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Risiko secara umum didefinisikan sebagai potensi terjadinya suatu peristiwa baik yang diperkirakan maupun yang tidak dapat diperkirakan dan dapat menimbulkan dampak
BAB I PENDAHULUAN. kerusakan, kehilangan atau resiko lainnya. Oleh karena itu setiap resiko yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Resiko di masa datang dapat terjadi terhadap kehidupan seseorang misalnya kematian, sakit, atau resiko dipecat dari pekerjaannya. Dalam dunia bisnis, resiko
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan terhadap identifikasi masalah, dapat dirumuskan beberapa kesimpulan di antaranya : 1. Kedudukan para pihak : a. Hubungan hukum antara
BAB I PENDAHULUAN. sudah disepakati kepada tertanggung apabila risiko tersebut benar-benar terjadi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Asuransi Jiwa merupakan salah satu industri dibidang jasa yang memberikan perlindungan pada calon pemegang polis apabila terjadi risiko di masa mendatang. Pihak asuransi
BAB III PENETAPAN HARGA PREMI PADA KONTRAK PARTISIPASI ASURANSI JIWA ENDOWMEN DENGAN OPSI SURRENDER
BAB III PENETAPAN HARGA PREMI PADA KONTRAK PARTISIPASI ASURANSI JIWA ENDOWMEN DENGAN OPSI SURRENDER Pada bab ini akan ditentukan harga premi pada polis partisipasi yang terdapat opsi surrender pada kontraknya.
SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.05/2017 TENTANG
Yth. 1. Direksi Perusahaan Asuransi; dan 2. Direksi Perusahaan Reasuransi; di tempat. SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.05/2017 TENTANG DASAR PENILAIAN ASET YANG DIPERKENANKAN DALAM BENTUK
7 PENERAPAN FUNGSI DALAM
7 PENERAPAN FUNGSI DALAM BISNIS DAN EKONOMI Terdapat beberapa kegunaan fungsi dalam suatu analisis ekonomi. Penerapan aplikasi fungsi dalam ekonomi yang paling pokok adalah dalam analisis permintaan, analisis
II. TINJAUAN PUSTAKA. dua belah pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Perjanjian Asuransi Kendaraan Bermotor Berdasarkan Pasal 1 sub (1) UU No. 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian, dinyatakan bahwa pengertian asuransi atau pertanggungan adalah
TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN ASURANSI ATAS PEMBATALAN PERJANJIAN BAKU PADA POLIS ASURANSI JIWA di KOTA DENPASAR
TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN ASURANSI ATAS PEMBATALAN PERJANJIAN BAKU PADA POLIS ASURANSI JIWA di KOTA DENPASAR ABSTRAKSI Oleh: Kadek Hita Kartika Sari I Gusti Nyoman Agung I Ketut Markeling Hukum Bisnis
LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 27 /SEOJK.05/2017
LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 27 /SEOJK.05/2017 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN CADANGAN TEKNIS BAGI PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI - 1 - PEDOMAN PEMBENTUKAN CADANGAN TEKNIS
Asuransi Jiwa
611.23.052 Bab 6: Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia 611.23.052 Bentuk-Bentuk Usaha kerjasama atau koperasi dari sejumlah orang yang sepakat memikul kesulitan keuangan bila terjadi musibah terhadap
A. INSURED B. INSURER C. ACCIDENT D. INTEREST
MENURUT PASAL 246 KUHD RI; ASURANSI ATAU PERTANGGUNGAN ADALAH SUATU PERJANJIAN, DENGAN MANA SEORANG PENANGGING MENGIKATKAN DIRI PADA TERTANGGUNG DENGAN MENERIMA SUATU PREMI, UNTUK MEMBERI PENGGANTIAN KEPADANYA
Asuransi Jiwa
Bab 1: Pengantar Asuransi Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia Asuransi Jiwa Asuransi Jiwa Asuransi adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang berupa perjanjian antara nasabah asuransi
MAKALAH HUKUM KOMERSIAL HUKUM ASURANSI. Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Hukum Komersial Dosen Pembimbing : Disusun oleh : Kelompok 8
MAKALAH HUKUM KOMERSIAL HUKUM ASURANSI Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Hukum Komersial Dosen Pembimbing : ------- Disusun oleh : Kelompok 8 Dickxie Audiyanto (125020305111001) Gatra Bagus Sanubari
BAB IV RISIKO DALAM ASURANSI
BAB IV RISIKO DALAM ASURANSI A. Definisi Risiko RISIKO adalah : a. Risiko adalah kans kerugian b. Risiko adalah kemungkinan kerugian c. Risiko adalah ketidak pastian d. Risiko adalah penyimpangan kenyataan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan asuransi dirasa perlu oleh masyarakat yang memiliki kecenderungan untuk menghindari atau mengalihkan risiko. Menurut Undang- Undang No.2 Tahun 1992 tentang
III KERANGKA PEMIKIRAN
III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1 Konsep Risiko Risiko menunjukkan situasi, dimana terdapat lebih dari satu kemungkinan dari suatu keputusan dan peluang dari kemungkinan-kemungkinan
BAB I PENDAHULUAN. kemakmuran, kesehatan, keamanan termasuk juga kecelakaan kerja. Untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kerja Praktek Melakukan manajemen resiko berarti merencanakan masa depan dengan lebih sistematis, matang dan terencana. Kita semua menginginkan jaminan kemakmuran,
PENETAPAN HARGA DALAM PRAKTEK. 3. Metode penggunaan taksiran biaya dan penerimaan inkremen C. PENENTUAN HARGA DALAM PASAR YANG MAPAN
PENETAPAN HARGA DALAM PRAKTEK Ari Darmawan, Dr. S.AB, M.AB Email: [email protected] A. PENDAHULUAN B. METODE PENETAPAN HARGA 1. Metode biaya ditambah dengan laba yang diinginkan 2. Penentuan harga
BAB I PENDAHULUAN. baik perusahaan tersebut bergerak dalam bidang jasa maupun produksi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembangnya teknologi yang semakin modern, persaingan usaha menjadi semakin bebas dan ketat. Persaingan yang terjadi tidak hanya melibatkan pelaku bisnis dalam negeri,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Memasuki era globalisasi, dunia Islam dihadapkan pada keadaan yang menggelisahkan, dimana pada era ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin
I. PENDAHULUAN. orang lain dan harta bendanya. Risiko yang dimaksud adalah suatu ketidaktentuan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupannya manusia selalu berada dalam ketidakpastian dan selalu mengalami risiko, yaitu suatu peristiwa yang belum dapat dipastikan terjadinya dan bila
BAB I PENDAHULUAN. dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan rumah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebutuhan akan jasa perasuransian makin dirasakan, baik oleh perorangan maupun dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan
Hadiahkan pemberian yang senantiasa penuh manfaat dan tak terhenti, dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Hadiahkan pemberian yang senantiasa penuh manfaat dan tak terhenti, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hidup, tertawa, mencintai. HADIAHKAN WARISAN. - Stephen Covey Warisan berupa kekayaan yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pandang yang berbeda-beda. Definisi definisi tersebut antara lain : dapat terjadi dengan cara membayar premi asuransi.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Asuransi dan Premi Asuransi Banyak definisi yang telah diberikan kepada istilah asuransi, sepintas definsi tersebut tidak ada kesamaan antara definisi satu dengan
BAB I PENDAHULUAN. kehidupannya manusia juga tidak bisa terlepas dari kejadian-kejadian yang tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial dan bagian dari masyarakat. Dalam kehidupannya manusia juga tidak bisa terlepas dari kejadian-kejadian yang tidak diharapkan, kehidupan
Asuransi Jiwa
Bab 5: Asuransi Jiwa Atina Ahdika, S.Si, M.Si Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia Asuransi Jiwa Asuransi Jiwa Usaha kerjasama atau koperasi dari sejumlah orang yang sepakat memikul kesulitan keuangan
Prosiding Matematika ISSN:
Prosiding Matematika ISSN: 2460-6464 Analisis Kualitatif dalam Menentukan Besaran Kehilangan Surplus Konsumen dan Surplus Produsen yang Diakibatkan oleh Pajak Spesifik dan Pajak Proporsional Qualitative
RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar dan Pertanggungan Tambahan)
Ilustrasi ini disiapkan khusus untuk: Nama Tertanggung: LILI Jenis Kelamin: Laki-laki Tanggal Lahir: 10/05/1975 Usia: 38 Status Merokok: Bukan Perokok RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar dan
BAB I PENDAHULUAN. membedakan status ekonomi dan sosial. Saat ini, negara-negara berkembang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemeliharaan kesehatan merupakan suatu kebutuhan bagi setiap orang tanpa membedakan status ekonomi dan sosial. Saat ini, negara-negara berkembang terus ditekan agar
: Premi Tunggal Bersih Asuransi Jiwa Seumur Hidup Unit Link. : 1. I Wayan Sumarjaya, S.Si, M.Stats. 2. Drs. I Nyoman Widana, M.
Judul : Premi Tunggal Bersih Asuransi Jiwa Seumur Hidup Unit Link dengan Garansi Minimum dan Nilai Cap Menggunakan Metode Point To Point Nama : Ni Luh Juliantari Pembimbing : 1. I Wayan Sumarjaya, S.Si,
BAB X ASURANSI A. DEFINISI ASURANSI
BAB X ASURANSI Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada saat ini sangat memberikan manfaat dan kemudahan bagi kehidupan manusia, dampak positif yang ada sangat mendukung manusia modern
IMPLEMENTASI PSAK NO. 62 MENGENAI KONTRAK ASURANSI DAN PSAK NO.
IMPLEMENTASI PSAK NO. 62 MENGENAI KONTRAK ASURANSI DAN PSAK NO. 28 (REVISI 2012) MENGENAI AKUNTANSI ASURANSI KERUGIAN PADA PT ASURANSI BINA DANA ARTA, TBK. Yonathan Romoatn [email protected] Program
RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar dan Pertanggungan Tambahan)
Ilustrasi ini disiapkan khusus untuk: Nama Tertanggung: ISNAL FARDI Jenis Kelamin: Laki-laki Tanggal Lahir: - Usia: 35 Status Merokok: Bukan Perokok RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar dan Pertanggungan
BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Pelaksanaan fungsi dan tujuan PT. Jasaraharja Putera sebagai salah satu
BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Pelaksanaan fungsi dan tujuan PT. Jasaraharja Putera sebagai salah satu perusahaan asuransi yang bergerak di bidang jasa memiliki
MENENTUKAN FORMULA PREMI TAHUNAN TIDAK KONSTAN PADA ASURANSI JOINT LIFE
E-Jurnal Matematika Vol. 4 (4), November 2015, pp. 152-157 ISSN: 2303-1751 MENENTUKAN FORMULA PREMI TAHUNAN TIDAK KONSTAN PADA ASURANSI JOINT LIFE I Gede Bagus Pasek Subadra 1, I Nyoman Widana 2, Desak
ASPEK RESIKO. aderismanto01.wordpress.com
ASPEK RESIKO Istilah resiko dalam manajemen mempunyai berbagai makna. Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu atau probabilitas sesuatu hasil/outcome yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu badan usaha yang selalu menghadapi risiko akan berusaha menghindarkan diri atau memperkecil risiko dengan berbagai macam cara. Salah satu cara yang ditempuh badan
BAB I PENDAHULUAN. bahaya.resiko yang mengancam manusia sangatlah beragam, mulai dari kecelakaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehidupan manusia pada zaman modern ini sarat dengan beragam macam resiko dan bahaya.resiko yang mengancam manusia sangatlah beragam, mulai dari kecelakaan transportasi
