BAB-4 PENGANTAR FIQIH

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB-4 PENGANTAR FIQIH"

Transkripsi

1 ( 4 ( ( Panduan Yaa Siin, Tahlil, Pelaksanaan Janaiz, & Marhaban BAB-4 PENGANTAR FIQIH 1. THAHARAH-1 (WUDU) Dalam hukum Islam bersuci & segala seluk-beluknya termasuk bagian ilmu dan amalan yang penting, seperti firman Allah dalam surat Al-Baqarah:222: èδθç/t ø)s? Ÿωuρ ÇÙŠÅsyϑø9$# Îû u!$ ÏiΨ9$# (#θä9í tiôã$sù ]Œr& uθèδ ö è% ÇÙŠÅsyϑø9$# Ç tã š tρθè=t ó o uρ =Ïtä uρ t Î/ θ G9$# =Ïtä!$# βî) ª!$# ãνä.t tβr& ß]ø ym ô ÏΒ èδθè?ù'sù tβö γsüs? #sœî*sù tβö ßγôÜtƒ 4 Lym š Ì ÎdγsÜtFßϑø9$# Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Perihal bersuci meliputi beberapa perkara berikut : Alat bersuci (seperti air, tanah, dll); Kaifiat/cara bersuci; macam dan jenis najis yang perlu disucikan; Benda yang wajib disucikan; dan Sebab-sebab atau keadaan yang menyebabkan wajib bersuci. Bersuci ada dua bagian yaitu bersuci dari hadas. Bagian ini khusus untuk badan, seperti :mandi, wudu dan tayammum. Seperti hadits nabi SAW yang artinya...dan jika kamu junub, mandilah. Di hadits yang lain Nabi SAW bersabda yang artinya Kebersihan itu sebahagian dari iman (HR. Muslim dan Ahmad). Bagian kedua adalah bersuci dari najis. Bagian ini berlaku pada badan, pakaian, dan tempat. Firman Allah dalam surat Al-Mudatsir ayat 4 yang artinya Dan pakaianmu bersihkanlah". Thoharoh memiliki beberapa tingkatan dari yang terendah sampai tertinggi, yaitu diawali dari bersih/membersihkan jasad kita dari hadas dan najis, lalu dilanjutkan dengan membersihkan anggota tubuh dari perbuatan dosa, dilanjutkan dengan membersihkan jiwa dari perbuatan hina seperti berzina, selingkuh, dll. Bahkan diwajibkan bagi seorang muslim untuk menghindarkan diri dari perbuatan yang memancing perzinahan, seperti mempertontonkan auratnya (baik laki maupun perempuan) pada non muhrim, melakukan gerakan-gerakan yang mengarah pada perzinahan, tabarruj dihadapan non muhrim. Seorang muslim juga diperintahkan untuk menghindari/menajuhi perbuatan yang mengarah pada perselingkuhan dengan memperhatikan adab pergaulan dan bertamu. Tingkatan Pengantar Fiqih 93

2 thoharoh yang tertinggi adalah kemampuan dan kesiapan seorang muslim untuk menjaga kebersihan hati dari perbuatan musyrik terhadap Allah. Berwudhu diwajibkan ketika hendak mengerjakan shalat, seperti firman Allah yang artinya : Artinya : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu, dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki (QS.Al-Maidah:6). Ayat tersebut menjelaskan kewajiban berwudu ketika hendak melaksanakan shalat. Dalil mengenai wajibnya berwudu ketika hendak melakukan perbuatanperbuatan yang didalamnya disyaratkan berwudu, akan dibahas pada masalah perkara-perkara yang menyebabkan seseorang harus berwudu. A. SYARAT-SYARAT WUDU : Islam; Tidak berhadas besar; Dengan air yang suci dan mensucikan; dan Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit anggota wudu, seperti getah, wig, cat kuku dan sebagainya, yang melekat diatas kulit anggota tubuh. B. FARDU (RUKUN) WUDU 1. Niat, dilanjutkan dengan membasuh muka, batas muka ialah dari tempat tumbuhnya rambut kepala sebelah atas sampai kedua tulang dagu sebelah bawah, lintangnya dari telinga ke telinga. 2. Membasuh dua tangan sampai ke siku. 3. Menyapu sebagian kepala, sebaiknya tidak kurang dari selebar ubun-ubun. 4. Membasuh telapak kaki sampai kedua mata kaki (kedua mata kakipun wajib dibasuh); dan menertibkan rukun-rukun diatas, dilakukan secara bersamasama, dan mendahulukan anggota yang kanan dari pada yang kiri C. SUNAT WUDU 1. Membaca bismillah pada permulaan wudu. 2. Membasuh kedua telapak tangan sampai pada pergelangan, sebelum berkumur-kumur. 3. Berkumu-kumur, dilanjutkan dengan memasukkan air ke hidung. 4. Menyapu seluruh kepala. 5. Menyapu kedua telinga luar dan dalam, dilanjutkan dengan menyilangnyilangi jari kedua tangan, dan jari kedua kaki. 6. Mendahulukan anggota kanan dari pada kiri; dan Membasuh setiap anggota tiga kali 7. Dilakukan berturut-turut antara anggota (sebelum kering anggota pertama anggota kedua sudah dibasuh); dan tidak diseka (dikeringkan setelah berwudu), kecuali sakit, sangat dingin. 8. Menggosok anggota wudu agar menjadi lebih bersih, sambil menjaga supaya percikan air itu jangan kembali ke badan. Dianjurkan jangan bercakap-cakap sewaktu berwudu, kecuali ada hajat. 9. Bersiwak (menggosok gigi) dengan benda yang kesat. 10. Berdoa sesudah wudu (membaca dua kalimat syahadat, HR Ahmad, Muslim, dan Tirmizi) Pengantar Fiqih 94

3 D. YANG MEMBATALKAN WUDU Hal-hal yang membatalkan wudu adalah sebagai berikut : 1. Keluar sesuatu dari dua pintu atau salah satunya. Firman Allah yang artinya :...Atau salah seorang dari kamu datang dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan. (QS.An-Nisa :43). Ayat ini diperkuat dengan sabda nabi SAW yang artinya Allah tidak akan menerima shalat orang yang berhadas, sampai ia berwudu. Sehubungan dengan ini para ulama sepakat tentang hal yang membatalkan wudu, yaitu : buang air kecil, buang air besar, keluar angin, keluar mazi, dan wadi. Rasulullah pernah muntah, lalu berwudu, selain itu hadis yang diriwayatkan oleh Umar dan Ibnu Umar tentang diwajibkannya mereka berdua untuk wudu karena mimisan, juga hadis yang menyebutkan perintah Rasulullah kepada wanita yang mengalami pendarahan untuk berwudu pada setiap akan melaklukan shalat. 2. Hilang akal (seperti : Pingsan, gila, dan mabuk, serta tidur, karena tidur dapat menimbulkan hadas sehingga wajib berwudu) 3. Bersentuhan kulit laki-laki dengan perempuan Ada ulama yang berpendapat bahwa menyentuh wanita dengan disertai nafsu atau tidak, dan dengan wanita itu tidak ada penghalang, maka dia wajib berwudu pendapat ini dikemukakan oleh Imam Syafi i (terkadang beliau membedakan antara wanita muhrim dengan istri), namun Abu Hanifah menafikkan kewajiban berwudu bagi orang yang menyentuh wanita, beliau berlandaskan hadis nabi yang dikisahkan oleh Aisyah, artinya Beliau pernah mencium sebagian istrinya, kemudian keluar untuk shalat dengan tidak berwudu (lagi). Namun tidak pernah diriwayatkan sedikitpun dalam hadis tentang bersentuhan dengan wanita selain istri dan muhrim. 4. Menyentuh kemaluan atau pintu dubur dengan telapak tangan; dan Memakan makan yang telah disentuh api. Pendapat ini yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, namun Ahmad Ishak dan kelompok lainnya berpendapat bahwa berwudu hanya diwajibkan bagi orang yang memakan daging unta atau kambing yang disembelih berdasarkan ketetapan Rasulullah. 5. Tertawa ketika shalat; Abu hanifah mewajibkan berwudu karena tertawa ketika shalat, namun sebagian ulama menolak hadis/pendapat ini. 6. Menggotong mayat, ada segolongan ulama yang mewajibkan berwudu, karena menggotong mayat, dan dikuatkan oleh hadis (menurut sebahagian ulama hadis da if). Pengantar Fiqih 95

4 4 4 4 Panduan Yaa Siin, Tahlil, Pelaksanaan Janaiz, & Marhaban 2. THAHARAH-2 (TAYAMUM) Tayamum adalah mengusapkan tanah ke muka dan kedua tangan sampai siku dengan beberapa syarat. Tayamum adalah pengganti wudu atau mandi, sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (uzur), yaitu : 1. Uzur karena sakit. Jika ia memakai air akan bertambah sakitnya, atau lambat sembuhnya menurut dokter atau ahli medis yang mengobatinya. 2. Karena dalam perjalanan 3. Karena tidak ada air n<î) öνä3tƒï ƒr&uρ öνä3yδθã_ãρ (#θè=å øî$sù Íο4θn= Á9$# n<î) óοçfôϑè% #sœî) (#þθãψtβ#u š Ï%!$# $pκš r' tƒ $Y6ãΖã_ öνçgζä. βî)uρ È t6 ès3ø9$# n<î) öνà6n=ã_ö r&uρ öνä3å ρâ ã Î/ (#θßs øβ$#uρ È,Ïù#t yϑø9$# ρr& ÅÝÍ!$tóø9$# z ÏiΒ Νä3ΨÏiΒ Ó tnr& u!%ỳ x y 4 n?tã ρr& # yìó ΝçGΨä. βî)uρ (#ρã γ Û$sù öνà6ïδθã_âθî/ (#θßs øβ$sù $Y6ÍhŠsÛ #Y Ïè ¹ (#θßϑ ϑu tfsù [!$tβ (#ρß ÅgrB öνn=sù u!$ ÏiΨ9$# ãμçgó yϑ s9 ß ƒì ムÅ3 s9uρ 8lt ym ô ÏiΒ Νà6ø n=tæ Ÿ yèôfušï9 ª!$# ß ƒì ム$tβ çµ ΨÏiΒ Νä3ƒÏ ƒr&uρ šχρã ä3ô±n@ öνà6 =yès9 öνä3ø n=tæ çµtgyϑ èïρ ΝÏGãŠÏ9uρ öνä.t ÎdγsÜãŠÏ9 Artinya : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS.Al-Maidah:6) Sakit yang dimaksud ayat tersebut adalah sakit yang tidak boleh kena air, dan yang di maksud dengan menyentuh-menurut jumhur adalah: menyentuh sedang sebagian mufassirin menafsirkan menyetubuhi. Ayat diatas menjelaskan kewajiban bertayamum. A. SYARAT-SYARAT TAYAMUM 1. Sudah masuk waktu shalat. Tayamum disyari atkan bagi orang yang terpaksa, sebelum masuk waktu shalat ia belum terpaksa, sebab shalat belum wajib atasnya ketika itu. 2. Sudah diusahakan mencari air, tetapi tidak dapat, sedangkan waktu sudah masuk, atau ia yakin tidak ada air disekitar tempat itu. Dalilnya adalah ayat tersebut diatas. Pengantar Fiqih 96

5 3. Dengan tanah yang suci dan berdebu. Menurut imam syafi i tidak syah tayamum selain dengan tanah. Menurut imam yang lain boleh tayamum dengan tanah, pasir atau batu. Dalil pendapat ini adalah sabda Rasulullah SAW, yang artinya : Telah dijadikan bagiku bumi yang baik, menyucikan dan tempat sujud. Perkataan bumi menurut sebagian ulama termasuk juga tanah, pasir, dan batu. 4. Menghilangkan najis. Berarti sebelum melakukan tayamum itu ia hendaklah bersih dari najis. Menurut pendapat sebagian ulama. B. FARDU (RUKUN) TAYAMUM 1. Niat. Orang yang akan bertayamum hendaklah berniat karena akan mengerjakan shalat, bukan semata-mata untuk menghilangkan hadas saja. 2. Mengusap muka dengan tanah, batas muka ialah dari tempat tumbuhnya rambut kepala sebelah atas sampai kedua tulang dagu sebelah bawah, lintangnya dari telinga ke telinga. 3. Membasuh dua tangan sampai ke siku, jumhur ulama Malik, Syafi i, dan Abu Hanifah berpendapat sikupun wajib dibasuh, karena bagian dari tangan. 4. Sebagian besar ulama fiqih berpendapat bahwa batas tangan yang wajib diusap adalah sampai siku. Iniulah pendapat yang masyhur, walaupun ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa yang diwajibkan hnyalah mengusap telapak tangan saja. 5. Ibnu Umar meriwayatkan bahwa nabi SAW, pernah bersabda : 6. Tayamum itu dua kali pukulan, satu pukulan untuk muka, dan satu pukulan lagi untuk kedua tangan hingga siku. 7. Menertibkan rukun-rukun diatas, dilakukan secara bersama-sama, dan mendahulukan anggota muka dari pada tangan. C. SUNAT TAYAMUM 1. Membaca bismillah pada permulaan tayamum. 2. Mengembus tanah dari dua tapak tangan agar tanah yang di tapak tangan itu menjadi tipis. Sabda Rasululullah SAW, yang artinya : Sesungguhnya cukuplah bagimu apabila kau pukulkan kedua tapak tanganmu ke tanah, kemudian engkau hembus kedua tanganmu itu, lalu engkau usapkan kedua tanganmu itu kemuka, dan tapak tanganmu. 3. Berdoa sesudah wudu (membaca dua kalimat syahadat, HR Ahmad, Muslim, dan Tirmizi) D. YANG MEMBATALKAN TAYAMUM Hal-hal yang membatalkan tayamum adalah sebagai berikut : 1. Tiap-tiap yang membatalkan wudu juga membatalkan tayamum. Hal-hal yang membatalkan wudu dan tayammum adalah sebagai berikut : a. Keluar sesuatu dari dua pintu atau salah satunya. b. Hilang akal (seperti : Pingsan, gila, dan mabuk, serta tidur, karena tidur dapat menimbulkan hadas sehingga wajib berwudu) 1. Bersentuhan kulit laki-laki dengan perempuan Pengantar Fiqih 97

6 Ada ulama yang berpendapat bahwa menyentuh wanita dengan disertai nafsu atau tidak, dan dengan wanita itu tidak ada penghalang, maka dia wajib berwudu pendapat ini dikemukakan oleh Imam Syafi i (terkadang beliau membedakan antara wanita muhrim dengan istri). 2. Menyentuh kemaluan atau pintu dubur dengan telapak tangan 3. Memakan makan yang telah disentuh api. 2. Ada air. Mendapatkan air sebelum shalat, maka batallah tayamum bagi orang yang bertayamum karena ketiadaan air, bukan karena sakit. Sabda Rasulullah SAW, yang artinya : Tanah itu cukup bagimu untuk bersuci walau engkau tidak mendapat air sampai sepuluh tahun. Tetapi apabila engkau memperoleh air, hendaklah engkau sentuhkan air itu ke kulitmu. (HR. Tirmidzi) Pengantar Fiqih 98

7 3. SHALAT BERJAMAAH (Dikutip dan direvisi dari Republika On-Line, oleh : Teguh Rahardjo, S.Pd) ''Barangsiapa ingin berjumpa dengan Allah kelak dalam keadaan selamat, hendaklah menjaga shalat berjama ah, ketika dipanggil dengan adzan untuk mendirikannya. Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan kepada Nabimu sunnah yang berpetunjuk. Maka sungguh shalat berjam aah merupakan bagian dari sunnah yang berpetunjuk.. Sesungguhnya shalat di rumahmu sebagaimana orang-orang meninggalkan shalat berjama ah berarti telah meninggalkan sunnah Nabimu. Jika kalian meninggalkan sunnah Nabimu, pasti kalian akan tersesat. Sesungguhnya kami memperhatikan diri-diri kami, tidaklah pernah meninggalkan shalat berjamaah, kecuali orang-orang munafik yang jelas-jelas kemunafikannya. Sungguh sampai-sampai ada orang yang terpaksa harus dipapah oleh dua orang untuk ditempatkan dalam shaf shalat berjamaah.'' (HR Muslim). Hukum Sholat berjama ah menurut beberapa ulama adalah Fardhu Ain, Fardhu Kifayah, Sunnah Muakkadah. Imam Syafii, dan Imam Hanafi menyatakan bahwa sholat berjama ah hukumnya adalah Fardhu Kifayah, Imam Hambali menyatakan bahwa sholat berjama ah hukumnya adalah Fardhu Ain, sedangkan Imam Maliki menyatakan bahwa sholat berjama ah hukumnya adalah Sunnah Muakkadah. Berdasarkan pendapat dari beberapa ulama diatas dapat disimpulkan bahwa shalat berjama ah merupakan suatu ibadah yang wajib atau sunnah yang sangat dianjurkan. Sayyid Quthb di dalam Fii Dzilaalil Qur'an menyebutkan, shalat merupakan jalan pertemuan seorang hamba yang dhaif dengan Allah Yang Mahabesar. Dengan shalat seorang hamba merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta. Hati menjadi tenang dan jiwa terbasuh kesejukan. Shalat ibarat sumber mata air sejuk yang tak pernah kering oleh terik perjalanan dunia. Karenanya, orang yang berakal sehat pasti amat bergembira mencelupkan dirinya ke dalam mata air shalat lima waktu secara berjama ah. Dengan shalat berjamaah, di samping menambah tabungan keutamaan dua puluh tujuh derajat dibandingkan shalat sendirian. Juga menunjukkan bukti cinta hakiki atas panggilan zat yang tercinta Allah robbul 'izzati. Malaikat pencatat amal kebajikan pun menulis setiap satu langkah menuju masjid dapat mengangkat satu derajat kemuliaan. Mencatat langkah berikutnya sebagai penghapus satu kesalahan. Kalau seorang jamaah berjalan dari rumah menuju masjid atau mushala berjarak 10 meter dengan 20 langkah. Maka 10 meter pula kenaikan satu derajat kemuliaan dan 10 meter berikutnya menghapus kesalahan. Kalau itu dilakukan lima waktu dalam sehari semalam, berarti 50 derajat kemuliaan dan 50 penghapusan dosa. Allah pun dapat berkehendak melebihkan lebih dari itu semua bagi hamba-nya yang ikhlas memenuhi undangan-nya. Pengantar Fiqih 99

8 4 Panduan Yaa Siin, Tahlil, Pelaksanaan Janaiz, & Marhaban > ó x«ä.uρ öνèδt ro#u uρ (#θãβ s% $tβ Ü=çGò6tΡuρ 4 taöθyϑø9$# Ì çρ ß øtwυ $ ΡÎ) & Î7 Β 5Θ$tΒÎ) þ Îû çµ uζøš Áômr& Artinya : Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS:Yaa Siin:12) dan kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang telah mereka tinggalkan. Maksud dari ayat ini ialah, Allah memerintahkan Malaikat Kiraaman Kaatibin agar menulis perbuatan-perbuatan manusia yang baik dan yang buruk. Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lafal aatsaarahum adalah jejak langkah mereka ke masjid. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas. R.a. mengenai sebab ayat ini turun, yaitu, suatu kabilah dari kaum Anshar mengadu pada Nabi SAW mengenai tempat tinggal mereka yang jauh dari masjid, dan mereka ingin membangun rumah-rumah disekitar masjid, lalu Allah menurunkan ayat ini : Wanaktubu maa qaddamuu waatsaarahum Dari ayat ini dapat diketahui bahwa barang siapa yang mendatangi masjid dari suatu tempat yang jauh, maka pahalanya lebih besar dari pada orang yang datang dari tempat yang lebih dekat, sebagaimana telah diriwayatkan dari Nabi SAW, yang artinya: Bukankah telah kuberitahukan pada kalian tentang sesuatu yang Allah menghapus dosa-dosa dengan sesuatu itu, dan beberapa derajat diangkat dengan sesuatu itu, yakni menyempurnakan wudhu dalam keadaan tidak menyenangkan (sangat dingin); memperbanyak langkah menuju masjid; menunggu shalat setelah melakukan shalat. (HR. Malik, MuslimTirmidzi, dan Nasa i) Dan di hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda yang artinya : Lebih besar pahala manusia didalam shalat adalah yang paling jauh perjalanannya ke masjid. Orang yang menanti shalat setelah melakukan shalat, sehingga ia shalat bersama imam adalah lebih besar pahalanya daripada orang yang shalat lalu tidur, kemudian shalat. (HR. Bukhari dan Muslim). Syekh Hasan Al-Banna menulis sepucuk wasiat kepada para penggerak muda Muslim yang berbunyi, ''Jika kalian mendengar seruan adzan, segeralah tunaikan shalat berjamaah bagaimanapun kesibukan kalian.'' ETIKA IMAM DALAM SHOLAT BERJAMA AH Imam dalam sholat berjama ah sebaiknya memiliki beberapa kriteria/syarat berikut 1. Paling baik bacaan Qur annya 2. Paling mengetahui Sunnah 3. Paling dahulu hijrahnya 4. Paling tua umurnya, jika masih mampu membaca qur an dengan fasih/tartil Pengantar Fiqih 100

9 5. Tidak menjadi imam pada suatu daerah/masjid yang sudah ada imamnya, kecuali dengan izin imam yang bertugas pada daerah/masjid tersebut. 6. Tidak menjadi imam di rumah orang lain, kecuali atas izin shohibul baitnya. Seorang imam dalam sholat berjama ah sebaiknya mempercepat sholat. Hal ini sangat bergantung pada kebiasaan dan kondisi daerah tersebut. Sabaiknya memanjangkan bacaan pada rakaat pertama daripada rakaat kedua. Setelah mengucapkan salam sebaiknya imam menghadap kearah ma mum sebelum berdzikir. CARA MENYUSUN BARISAN SHOLAT Jika ma mum sendirian, maka ia berdiri disebelah kanan imam. (Hadist Jabir bin Abdullah, HR. Muslim no. 3009) Jika ma mum berdua atau lebih, maka ia berdiri di belakang imam (Hadist Samrah bin Jundub, HR. Tirmidzi no. 233, Hadist Hasan Gharib) Jika tempat sempit, maka imam boleh ditengah-tengah ma mum, seperti yg dilakukan oleh Ibnu Mas ud dengan Al aswad bin Yazid dan pamannya Alqamah (Hadist marfu, HR. Ahmad 1/459 Jika ma mum perempuan, harus berdiri dibelakang shaf laki-laki (Hadist Anas ra, HR. Ahmad, 3/258; Muslim no 660 dan Abu Dawud no 608) Jika Imam wanita mengimami wanita, maka ia berdiri didalam shaf bersama ma mum (Atsar Aisyah ra dan Ummu Salamah, Mushannaf Abd ar Razaq no 5086 & 5082, Mushannaf ibni Abi Syaibah 2/88, 89 dan berkata Ibnu Hazm sanadnya seperti emas) Tidak syah bagi mamum berdiri sendirian dibelakang shaff tanpa uzur (HR. Ahmad, 4/ 23 dan Ibnu Majh, no. 1003) Pengantar Fiqih 101

10 4. SHALAT-SHALAT SUNNAH Shalat adalah ibadah yang terdiri dari kata-kata dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Rasulullah bersabda : ص ل و ا آ م ا ر أ ي ت م و ن ي أ ص ل ي Artinya : "Shalatlah sebagaimana kalian melihat saya shalat" (Al Bukhari) Apabila seseorang hendak mengerjakan shalat, maka wajib berwudhu terlebih dahulu jika ia berhadats kecil, atau bertayammum jika ia tidak memperoleh air atau sedang dalam kondisi yang tidak diizinkan memakai air. Selain itu ia juga harus terlebih dahulu membersihkan badan, pakaian dan tempat shalat dari najis. Allah Rabbul Alamin telah mewajibkan umat Islam untuk melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Tidak diragukan lagi, bahwa shalat yang lima waktu ini merupakan tiang agama Islam dan salah satu dari rukun-rukunnya. Di samping shalat fardhu, terdapat pula beberapa jenis shalat yang sifatnya tathawwu (sukarela), yang bermakna bukan merupakan kewajiban yang mutlak. Seluruh shalat yang disyariatkan di dalam Islam selain yang lima waktu dan sifatnya merupakan tambahan, maka ia disebut sebagai shalat tathawwu. Diriwayatkan, bahwa suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, dan bertanya tentang Islam, maka dijawab oleh beliau, Lima shalat dalam sehari semalam. Berkata laki-laki tersebut, Adakah kewajiban (shalat) yang lain atasku? Nabi menjawab, Tidak ada, kecuali atas kemauanmu sendiri (tathawwu ). (HR. Al-Bukhari) MACAM-MACAM SHALAT TATHAWWU. 1. SHALAT SUNNAH RAWATIB Shalat sunnah rawatib adalah shalat yang dianjurkan atau dilakukan sendiri oleh Rasulullah SAW yang beriringan dengan shalat lima waktu, baik sebelum atau sesudahnya. Dalil yang mengisyaratkan hal itu adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, Rasulullah SAW bersabda, Tiadalah seorang hamba melakukan shalat karena Allah setiap harinya dua belas raka at atas kemauan sendiri dan bukan karena wajib, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di Surga. Rincian dari Sunnah Rawatib ini adalah sebagai berikut: Dua raka at sebelum fajar (Subuh). Empat raka at sebelum Zhuhur dan dua atau empat raka at setelahnya. Empat raka at sebelum Ashar. Dua Raka at sebelum Maghrib dan dua rakaat setelahnya. Dua Raka at sebelum Isya dan dua rakaat setelahnya. 2. SHALAT MALAM (QIYAMULLAIL) SERTA SHALAT WITIR Nabi SAW bersabda, Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan-bulan Allah yang haram, dan shalat paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam. (HR. Muslim) Pengantar Fiqih 102

11 Dalam hadits lain dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu beliau juga bersabda, Jadikanlah akhir shalatmu di waktu malam adalah ganjil (witir). (Muttafaq alaih) Diriwayatkan dari Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata, Rasulullah biasa melakukan shalat antara selesai Isya hingga fajar sebanyak sebelas rakaat, beliau bersalam setiap dua raka at dan berwitir satu kali. (HR. Muslim) Temasuk dalam kategori shalat malam adalah shalat tarawih di bulan Ramadhan yang dianjurkan agar dilakukan secara berjama ah karena keutamaannya sangat besar. 3. SHALAT DHUHA/ISYRAQ Jumlah raka at yang dianjurkan dalam shalat Dhuha adalah dua, empat, enam, delapan atau dua belas raka at, kesemuanya memiliki dasar dari hadits Nabi Muhammad SAW. Dari Abu Darda Radhiallaahu anhu ia berkata, bersabda Rasulullah SAW, Berpagi-pagi setiap persendian salah seorang dari kalian harus bersedekah, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma ruf sedekah dan nahi mungkar sedekah. Sepadan dengan itu semua dua raka at yang dilakukan pada waktu dhuha. (HR. Muslim) 4. SHALAT SUNNAH WUDHU Imran bekas budak Utsman Radhiallaahu anhu menceritakan, bahwa ia pernah melihat Utsman bin Afan minta air lalu berwudhu dengannya. Selesai wudhu ia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, Barang siapa berwudhu (seperti wudhu-ku ini) lalu shalat dua raka at dan tidak berbicara terhadap diri sendiri, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Al- Bukhari-Muslim) 5. SHALAT TAHIYATUL MASJID Setiap muslim dianjurkan untuk melakukan shalat dua raka at ketika masuk masjid dan ingin duduk di dalamnya. Diriwayatkan dari Abu Qatadah as-sulami Radhiallaahu anhu ia berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaklah rukuk dua kali rukuk (shalat dua rakaat) sebelum duduk. (HR. al-bukhari-muslim) Dalam riwayat Al-Bukhari disebutkan, Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sehingga shalat dua raka at. Shalat antara Adzan dan Iqamah. Dari Abdullah bin Mughaffal berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, Di antara dua adzan ada shalat, di antara dua adzan ada shalat, pada kali ke tiga beliau mengatakan, bagi siapa yang menghendaki. (HR. Syaikhani) 6. SHALAT TAUBAT Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu ia berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, Tidaklah seseorang melakukan dosa kemudian ia bersuci (berwudhu) dan shalat lalu minta ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni dosanya itu, beliau lalu membacakan firman Allah pada surat Ali Imran ayat 135. (HR.at-Tirmidzi, Abi Dawud dan dihasankan oleh al-albani) Pengantar Fiqih 103

12 7. SHALAT SEBELUM JUM AT Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam beliau bersabda, Barangsiapa mandi kemudian mendatangi Jum at, lalu shalat semampu yang ia lakukan, kemudian diam hingga imam selesai dari khutbahnya dan shalat bersamanya, maka diampuni dosa antara Jum at sebelumnya ditambah lagi tiga hari. (HR. Muslim) 8. SHALAT BA DIYAH JUM AT Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata, Rasululllah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, Apabila salah seorang di antara kalian telah selesai Shalat Jum at, maka hendaklah shalat empat rakaat sesudahnya (HR Muslim) 9. SHALAT DATANG DARI SAFAR Dari Ka ab bin Malik ia berkata, Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam apabila datang dari safar yang pertama dituju adalah masjid, lalu shalat di sana dua rakaat, kemudian duduk bersama orang- orang. 10. SHALAT ISTIKHARAH Dari Jabir bin Abdullah ia berkata, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kami istikharah (minta pilihan) dalam beberapa masalah, sebagaimana mengajarkan satu surat dari al-qur an. Beliau bersabda, Apabila salah seorang di antara kalian ragu-ragu akan suatu urusan, maka shalatlah dua raka at, bukan wajib lalu mengucapkan, Allahumma inni astkhiruka dst. (HR. Al-Bukhari) 11. SHALAT GERHANA Shalat Gerhana hukumnya sunnah muakkadah berdasarkan hadits Aisyah Radhiallaahu anha, dan disebutkan, bahwa shalat yang dilakukan adalah panjang, baik dalam berdiri, rukuk maupun sujud. Nabi dan para shahabat melakukan shalat ini sebanyak dua rakaat, dilakukan di masjid tanpa adzan dan iqamah. 12. SHALAT IDAIN Disebutkan, bahwa Nabi SAW tidak pernah meninggalkannya, dan beliau menyuruh orang-orang untuk ke luar menuju mushalla (tanah lapang). Diriwayatkan dari Ummu Athiyah ia berkata, Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam memerintahkan kami agar ke luar pada dua hari raya, juga kepada para gadis dan anak-anak yang mendekati usia baligh. Beliau memerintahkan agar wanita yang sedang haid menjauhi tempat shalat-nya kaum muslimin. (HR. Syaikhani) 13. SHALAT ISTISQA Shalat Istisqa adalah shalat minta hujan, dan disyariatkan ketika lama tidak turun hujan sehingga mengalami kekeringan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah SAW Salam ke luar dengan berpakaian sederhana, penuh tawadhu dan kerendahan. Sehingga tatkala sampai di mushalla, beliau naik ke atas mimbar, namun tidak berkhutbah sebagaimana khutbah kalian ini. Beliau terus menerus berdo a, merendah kepada Allah, bertakbir kemudian shalat dua raka at seperti shalat ketika Ied. (HR. Abu Dawud dan at-tirmidzi dan di hasankan oleh al- Albani) Pengantar Fiqih 104

13 14. SHALAT JENAZAH Menyalatkan jenazah seorang muslim hukumnya fardhu kifayah, apabila sebagian sudah ada yang melaksanakan, maka yang lain gugur kewajibannya. Shalat jenazah memiliki keutamaan yang amat besar sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam. BEBERAPA MASALAH BERKAITAN DENGAN SHALAT SUNNAH Shalat Sunnah Lebih Utama Dilakukan di Rumah. Terkecuali dalam shalat-shalat yang secara khusus telah dijelaskan dengan dalil yang lebih rinci. Hal ini berdasarkan keumuman hadits dari Zaid bin Tsabit, Rasulullah SAW bersabda, Shalatlah kalian wahai manusia di dalam rumah kalian, karena sesungguhnya shalat yang paling utama adalah shalatnya seseorang di dalam rumahnya, kecuali shalat maktubah. (HR. Syaikhoni) Rutin Menunaikan Shalat Tathawwu lebih Utama Meskipun Sedikit. Diriwayatkan dari Aisyah Radhiallaahu anha, Rasulullah SAW bersabda, Wahai manusia hendaknya kalian beramal sesuai dengan kemampuan, karena sesungguhnya Allah itu tidak akan bosan, sehingga kalian sendiri yang bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan terus menerus meskipun sedikit. (Muttafaq alaih). Duduk dalam Shalat Sunnah Dari Imran bin Hushain ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang seseorang yang shalat dalam keadaan duduk, maka beliau menjawab, Jika ia shalat dengan berdiri, maka itu lebih utama, barang siapa yang shalat dengan duduk, maka ia mendapat separuh pahala orang yang berdiri dan barang siapa yang shalat dengan berbaring, maka ia mendapat pahala separuh orang yang duduk. (HR. Al-Bukhari) Berkata at-tirmidzi, Menurut sebagian ulama yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah shalat sunnah. Shalat Sunnah di atas Kendaraan Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu ia berkata, Rasulullah SAW melakukan shalat di atas kendaraan ke manapun beliau menghadap, beliau juga berwitir di atasnya. Hanya saja ia tidak melakukan hal itu dalam shalat wajib (maktubah). Shalat Sunnah ketika Safar Tidak ada petunjuk dari Rasulullah SAW tentang shalat sunnah sebelum & sesudah shalat wajib ketika dalam kondisi safar kecuali qabliyah Subuh. Yang biasa beliau lakukan adalah shalat sunnah muthlaq. Dari Amir bin Rubaiah ia berkata, Aku melihat Rasulullah SAW di atas onta melakukan shalat dengan isyarat kepalanya. Beliau menghadap ke arah mana saja (tidak harus mengarah kiblat, red). Tidak pernah Rasulullah SAW melakukan yang demikian di dalam shalat wajib. (Muttafaq alaih) Shalat yang Utama adalah yang Panjang Bacaannya. Dari Jabirzia berkata, Rasulullah SAW bersabda, Shalat yang paling utama adalah yang panjang berdirinya (baca-annya, red). (HR. Muslim) Pengantar Fiqih 105

14 5. SHALAT DAN SHAUM DALAM BEPERGIAN Hukum-hukum yang berkaitan dengan safar (perjalanan) ialah mengqoshor shalat, menjama' shalat, menyapu sepatu saat wadhu' selama tiga hari, berbuka di bulan Ramadhan, boleh tidak shalat jam'at dan sunnat 'ied, shalat di atas kendaraan dan tayammum. Dalam kesempatan ini - insya Allah - akan dikemukakan lebih lanjut tentang ketentuan shalat dan shaum dalam safar, yang sekaligus menegaskan bahwa bahkan dalam keadaan safar (bepergian)pun Islam memberikan panduan agar umat selalu selamat dan sejahtera. Tulisan semacam ini cukup penting bagi kaum muslimin dan muslimat (perantauan) yang akan merayakan hari raya Idul Fitri di kampung halaman mereka masing-masing. Semoga tulisan ini dapat menjadi panduan bagi pembaca sekalian. SHALAT DALAM SAFAR Berkenaan dengan shalat, illah (sebab) adanya perjalanan membolehkan hal-hal berikut : Mengqoshor (memendekkan) shalat: a Pada dasarnya qoshor merupakan keringanan (rukhshoh) bagi orang yang bepergian (musafir), jika bukan untuk tujuan maksiat. Manyoritas ulama' berkesimupulan bahwa qoshor adalah afdhol. Sebagaimana sunnah dan kebiasaan Rasulullah SAW kemudian para shahabat beliau. Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar Rasulullah SAW katanya: " Aku sering menyertai Rasulullah SAW dan beliau menunaikan shalat yang asalnya empat rekaat menjadi dua rekaat, demikian pula Abu Bakar, Umar dan Ustman Rasulullah SAW. b. Jarak perjalanan yang membolehkan qoshor adalah yang menurut ukuran urf di zamannya dan dikatagorikan safar atau bepergiaan/ melakukan perjalanan. c. Persyaratan teknis melaksanakan qoshor, dikemukakan fuqoha' sebagai berikut : 1) Bukan safar untuk maksiat, menurut mayoritas ulama'. 2) Mempunyai tujuan tempat tertentu dalam jarak qoshor 3) Telah keluar rumah dan wilayah dimana ia tinggal 4) Tidak berniat untuk tinggal menetap di tempat ia mengqoshor 5) Niat qoshor saat takbirotul ikhrom. 1. Menjama' (mengumpulkan) shalat Menjama' shalat dhuhur dengan ashar atau maghrib dengan isya' dibolehkan dalam safar, baik dengan jama' taqdim (didahulukan) maupun jama' ta'khir (diakhirkan). Asal sudah berniat untuk safar boleh menjama' taqdim menjelang keberangkatan tanpa keluar rumah terlebih dahulu. Sedang untuk jama' ta'khir diharuskan berniat sejak tibanya waktu shalat pertama. Sesudah adzan untuk tiap shalat dilakukan iqomah (qomat) masing-masing. Dan antara kedua shalat yang dijama' tidak diselingi dengan shalat sunnat. Pengantar Fiqih 106

15 2. Menjama' dan mengqoshor shalat Selain kedua hal diatas dan disebabkan oleh alasan-alasan yang sama, syari'at Islam juga membolehkan adanya jama' dan qoshor sekaligus, baik secara taqdim maupun ta'khir, yaitu dengan menjama' qoshor antara shalat dhuhur dengan ashar, masing-masing dua reka'at dan menjama' qoshor antara shalat maghrib (tetap 3 reka'at) dengan isya' dua rakaat. 3. Shalat di atas kendaraan Jika tiba waktu shalat sedang di atas kendaraan dan tidak memungkinkan untuk berhenti dulu, maka boleh menunaikan shalat di atas kendaraan dengan tetap menghadap qiblat, minimal saat takbirotul ikhrom jika untuk sampai selesai shalat tidak memungkinkan. Dan jika sejak awal sudah tidak memungkinkan menghadap qiblat, boleh menunaikannya sesuai dengan arah kendaraan. Dan boleh sambil duduk jika tidak memungkinkan melaksanakannya sambil berdiri. Diriwayatkan dari Maemun bin Mahron dari Ibnu Umar RA.katanya: " Aku bertanya kepada Rasulullah SAW bagaimana caranya shalat di atas kapal laut? jawab beliau : "Shalatlah berdiri kecuali jika dikhawatirkan akan tenggelam (karena oleng). Riwayat ad Daraquthni menurut syarat Bukhori dan Muslim. Asy Syaukani berkomentar: Diqiyaskan atas khawatir tenggelam, adanya udzur atau kesulitan lainnya termasuk kesulitan menghadap ke arah qiblat. SHAUM DALAM SAFAR 1. Safar (bepergian) termasuk kondisi yang membolehkan ifthor atau berbuka, artinya boleh tidak menunaikan shaum meski hukumnya wajib, seperti shaum Ramadhan, shaum nadzar, dan kafarot. Sekalipun tetap ada ketentuan untuk mengganti (mengqodho') di waktu lain. Dalil syar'i yang mengaturnya; Al-Qur'an suarat Allah SWT Baqoroh : 185: "... Maka barangsiapa yang sakit atau dalam safar, (jika berbuka) maka hendaklah menggantinya pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kamu sekalian dan tidak menghendaki kesulitan... ". 2. Ukuran safar yang populer dikalangan ulama' adalah pada jarak perjalanan yang boleh mengqoshor shalat. Dan jika memperhatikan isyarat ayat, bahwa "Allah menghendaki kemudahan bagi kamu sekalian dan tidak menghendaki kesulitan", dapat difahami bahwa keringan (rukhshoh) dibolehkannya berbuka saat safar agar tidak terjadi kondisi yang menyulitkan (al-usr) atau memberatkan (al-masyaqqoh). Sebagaimana yang difahami oleh ulama Hanafiyah, Malikiyah dan Syafi'iyah. 3. Dengan mempertimbangkan (mura'at) terjadi tidaknya masyaqqoh, maka shaum dalam safar dapat dibedakan sebagai berikut: a. Shaum lebih utama (afdhol) dari pada berbuka: Bagi orang yang kuat menjalaninya tanpa suatu masyaqqoh. Demikian pendapat jumhurul ulama' sesuai dengan ayat : "... Dan bahwa kamu sekalian melaksanakan shaum adalah lebih baik jika kamu sekalian mengetahui nilai keutamaannya" (QS:2:184) Pengantar Fiqih 107

16 Shaum lebih baik walaupun terasa sedikit berat, jika untuk mengqodho'nya akan terasa berat. Demikian difatwakan oleh Umar bin Abdul Aziz. Shaum lebih utama bagi yang sudah biasa dan rutin bepergian relatif jauh tanpa merasakan adanya rasa berat (masyaqqoh). Dalam soal masyaqqoh, kecuali fisik yang harus dipertimbangkan, tapi kondisi ruhiyah atau kejiwaan lebih menentukan. Adalah para shahabat Rasulullah SAW biasa tetap menjalani shaum walaupun dalam keadaan perang, tanpa merasakan adanya masyaqqoh yang berarti. b. Berbuka lebih baik: Bagi orang yang kuat shaum tapi dikhawatirkan terganggu dengan rasa ujub (bangga) atau riya'. Sebagaimana difatwakan oleh Ibnu Umar RA. Imam Bukhori meriwayatkan hadits dari shahabat Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada mereka yang berbuka ketika melayani mereka yang shaum: "Orang-orang yang berbuka hari ini meraih pahala". Demikian pula berbuka lebih baik bagi orang yang belum pernah mengambil rukhshoh (keringanan ini). Sebagaimana kesimpulan Asy- Syaukani tentang hadits riwayat Muslim dan an Nasa'i bahwa shahabat Hamzah bin Amr as Aslami berkata kepada Rasulullah SAW : Ya Rasulullah saya kuat menjalankan shaum dalam safar bolehkah saya lakukan? jawab beliau : "Ini merupakan rukhshoh dari Allah, siapa yang mengambilnya adalah baik dan siapa yang ingin shaum tidak apa-apa". Berbuka adalah afdhol bahkan shaum menjadi makruh, bagi yang memaksakan shaum diperjalanan yang terdapat masyaqqoh. Dalam kontek ini Rasulullah SAW bersabda tentang musafir yang tetap shaum dalam kepayahan sehingga dikerumuni dan diteduhi orang banyak: "Tidak merupakan kebaikan (al birr) as-shaum dalam safar ". Demikian Imam Bukhori menyimpulkan. Berbuka dalam safar lebih baik jika akan lebih kuat untuk mengadapi musuh dalam jihad. Bahkan berbuka menjadi wajib hukumnya apabila panglima jihad memerintahkan untuk berbuka demi kepentingan jihad Dalam kajian fiqhiyah, ulama' menyimpulkan sejumlah persyaratan untuk mengambil rukhshoh ifthor (berbuka) dalam safar. Yaitu : a. Merupakan perjalanan yang halal atau mubah, bukan safar untuk tujuan maksiat b. Perjalanan relatif jauh menurut ukuran zamannya c. Tidak memulai perjalanan dalam keadaan shaum agar tidak sampai membatalkan amal ibadah yang sudah dimulai. Bukan merupakan perjalanan yang biasa dan rutin (seperti perjalanan supir) kecuali jika terjadi masyaqqoh. Para ulama' cenderung bahwa untuk pengamalan sendiri memilih yang afdhol dan yang ahwath (lebih berhati-hati) dari pilihan yang ada. Pengantar Fiqih 108

17 6. TATA CARA SHALAT 'IEDUL FITHRI Diriwayatkan dari Ummu 'Atiyah ra. ia berkata : Rasulullah SAW memerintahkan kami keluar pada 'iedul fitri dan 'iedul adha semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haidh, wanita-wanita yang tinggal dalam kamarnya. Adapun wanita yang sedang haidh mengasingkan diri dari mushalla tempat shalat 'ied, mereka meyaksikan kebaikan dan mendengarkan da'wah kaum muslimin (mendengarkan khutbah). Saya berkata : Yaa Rasulullah bagaimana dengan kami yang tidak mempunyai jilbab? Beliau bersabda : Supaya saudaranya meminjamkan kepadanya dari jilbabnya. ( H.R : Jama'ah). Berdasarkan hadits diatas, maka dapat di simpulkan bahwa Shalat 'ied disunnahkan untuk dihadiri oleh orang dewasa baik laki-laki maupun wanita, baik wanita yang suci dari haidh maupun wanita yang sedang haidh dan juga kanakkanak baik laki-laki maupun wanita. Wanita yang sedang haidh tidak ikut shalat, tetapi hadir untuk mendengarkan khutbah 'ied. Pada saat mendirikan shalat Iedul Fithri disunnahkan memakai pakaian yang paling bagus yang dimilikinya. Yang dimaksud paling tidak harus pakaian yang baru di beli dari toko. Sebelum berangkat shalat hari raya fitri disunnahkan makan terlebih dahulu, jika terdapat beberapa butir kurma, jika tidak ada maka makanan apa saja. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. ia berkata : Adalah Nabi saw tidak berangkat menuju mushalla kecuali beliau memakan beberapa biji kurma, dan beliau memakannya dalam jumlah bilangan ganjil. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim ), di hadits yang lain Diriwayatkan dari Buraidah ra. ia berkata : Adalah Nabi saw keluar untuk shalat 'iedul fitri sehingga makan terlebih dahulu dan tidak makan pada shalat 'iedul adha sehingga beliau kembali dari shalat 'ied. (H.R :Ibnu Majah, At-Tirmidzi dan Ahmad) JALAN YANG DILALUI Disunnahkan membedakan jalan yang dilalui waktu berangkat shalat hari raya dengan jalan yang dilalui di waktu pulang dari shalat 'ied (yakni waktu berangkat melalui satu jalan, sedang waktu pulang melalui jalan yang lain). Diriwayatkan dari Jaabir ra. ia berkata : Adalah Nabi saw apabila keluar untuk shalat 'ied ke mushalla, beliau menyelisihkan jalan (yakni waktu berangkat melalui satu jalan dan waktu kembali melalui jalan yang lain. (H.R : Bukhary) TATA CARA SHALAT 'IED a. Shalat 'ied di lakukan sebanya dua raka'at, tanpa adzan dan iqamah, dan tanpa shalat sunnah sebelumnya dan sesudahnya. Diriwayatkan dari Abu Said, ia berkata Di riwayatkan, telah berkata Jaabir ra: Saya menyaksikan shalat 'ied bersama Nabi SAW. beliau memulai shalat sebelum khutbah tanpa adzan dan tanpa iqamah, setelah selesai beliau berdiri bertekan atas Bilal, lalu memerintahkan manusia supaya bertaqwa kepada Allah, mendorong mereka untuk taat, menasihati manusia dan memperingatkan mereka, setelah selesai beliau turun mendatangai shaf wanita dan selanjutnya beliau memperingatkan mereka. (H.R:Muslim) Pengantar Fiqih 109

18 b. Pada raka'at pertama setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah, ditambah 7 kali takbir. Sedang pada raka'at yang kedua sebelum membaca Al- Fatihah dengan takbir lima kali. c. Setelah membaca Fatihah pada raka'at pertama di sunnahkan membaca surat (sabihisma Rabbikal a'la / surat ke 87 ) atau surat iqtarabatissa'ah / surat ke 54 ). Dan setelah membaca alfatihah pada raka'at yang kedua disunnahkan membaca surat ( Hal Ataka Haditsul Ghaasyiyah / surat ke 88 ) atau membaca surat ( Qaaf walqur'anul majid / surat ke 50 ). d. Setelah selesai shalat, imam berdiri menghadap makmum dan berkhutbah memberi nasihat-nasihat dan wasiat-wasiat, atau perintah-perintah penting. e. Khutbah hari raya ini tidak diselingi dengan duduk. WAKTU SHALAT Shalat 'ied diadakan setelah matahari naik, tetapi sebelum masuk waktu shalat dhuha. Bila hari raya jatuh pada hari jum'ah, maka shalat jum'ah menjadi sunnah, boleh diadakan dan boleh tidak, tetapi untuk pemuka umat atau imam masjid jami' sebaiknya tetap mengadakan shalat jum'at. Diriwayatkan dari Zaid bin Arqom ra ia berkata : Nabi saw. Mendirikan shalat 'ied, kemudian beliau memberikan ruhkshah/kemudahan dalam menunaikan shalat jum'at, kemudian beliau bersabda : Barang siapa yang mau shalat jum'ah, maka kerjakanlah. (H.R : Imam yang lima kecuali At-Tirmidzi) Pengantar Fiqih 110

SHALAT-SHALAT SUNNAH (Ustzh. Dian, S.Ag, M.Ag, Dosen STAI Bina Madani, Tangerang)

SHALAT-SHALAT SUNNAH (Ustzh. Dian, S.Ag, M.Ag, Dosen STAI Bina Madani, Tangerang) No.19/Th.2/Jumadil Ula 1429H/Mei 2008 Jum at - II SHALAT-SHALAT SUNNAH (Ustzh. Dian, S.Ag, M.Ag, Dosen STAI Bina Madani, Tangerang) Shalat adalah ibadah yang terdiri dari kata-kata dan perbuatan yang diawali

Lebih terperinci

SHALAT DAN SHAUM DALAM BEPERGIAN

SHALAT DAN SHAUM DALAM BEPERGIAN No.39/Th.2/ Ramadhon 1429H/September 2008 Jum at IV SHALAT DAN SHAUM DALAM BEPERGIAN Hukum-hukum yang berkaitan dengan safar (perjalanan) ialah mengqoshor shalat, menjama' shalat, menyapu sepatu saat wadhu'

Lebih terperinci

Kekeliruan-Kekeliruan Umat Islam di Hari Jumat

Kekeliruan-Kekeliruan Umat Islam di Hari Jumat Kekeliruan-Kekeliruan Umat Islam di Hari Jumat Khutbah Pertama:??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????:

Lebih terperinci

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf I TIKAF Pengertian I'tikaf Secara harfiyah, I tikaf adalah tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Dengan demikian, I tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah

Lebih terperinci

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orangorang yang ruku (Al Baqarah : 43)

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orangorang yang ruku (Al Baqarah : 43) Mari sholat berjamaah Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orangorang yang ruku (Al Baqarah : 43) Jangan Sia-Siakan Shalat Allah SWT berfirman:. Maka datanglah sesudah mereka,

Lebih terperinci

www.fiqhindonesia.com

www.fiqhindonesia.com 13 Shalat Bagi Mereka yang Udzur 128 Daftar Bahasan Pengertian Udzur Shalat Orang Sakit Beberapa Hukum Berkenaan dengan Shalat Orang Sakit Shalat Orang Musafir Makna Safar (Bepergian) Mengqashar Salat

Lebih terperinci

Shalat Witir, Tarawih dan 'Ied

Shalat Witir, Tarawih dan 'Ied Shalat Witir, Tarawih dan 'Ied Disusun Oleh: Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry Penerjemah : Team Indonesia Murajaah : Abu Ziyad صلاة الوتر والتراويح والعيدين محمدبن ا براهيمبنعبد ا التويجري

Lebih terperinci

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahullah,

Lebih terperinci

Isilah 10 Hari Awal Dzul Hijjah dengan Ketaatan

Isilah 10 Hari Awal Dzul Hijjah dengan Ketaatan Isilah 10 Hari Awal Dzul Hijjah dengan Ketaatan Isilah 10 Hari Awal Dzul Hijjah dengan Ketaatan Khutbah Pertama???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Lebih terperinci

Ternyata Hari Jum at itu Istimewa

Ternyata Hari Jum at itu Istimewa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Institut Pertanian Bogor Ternyata Hari Jum at itu Ternyata Hari Jum at itu Istimewa Penyusun: Ummu Aufa Muraja ah: Ustadz Abu Salman Saudariku, kabar gembira untuk kita

Lebih terperinci

MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN

MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah Dan Amalan Yang Disyariatkan Kategori Hari Raya = Ied Senin, 18 Desember 2006 01:35:15 WIB KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN

Lebih terperinci

Cara Mengajarkan Shalat Pada Anak*

Cara Mengajarkan Shalat Pada Anak* Cara Mengajarkan Shalat Pada Anak* *diketik ulang oleh Humaira Ummu Abdillah dari Majalah al-mawaddah, Edisi ke-12 Tahun Ke-2,Rajab 1430 H/ Juli 2009, Rubrik: Yaa Bunayya, Oleh : Ustadz Abdur Rohman al-buthoni,

Lebih terperinci

Sunah Yang Hilang di Bulan Dzulhijjah

Sunah Yang Hilang di Bulan Dzulhijjah Sunah Yang Hilang di Bulan Dzulhijjah Khutbah Pertama:???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.??????????????????????????????????????????????:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

SUNNAH NABI. Dan dikuatkan dengan Hadist dari Imam Bukhari disalah satu bab yaitu: sunnahnya berwudhu sebelum mandi

SUNNAH NABI. Dan dikuatkan dengan Hadist dari Imam Bukhari disalah satu bab yaitu: sunnahnya berwudhu sebelum mandi SUNNAH NABI Hal yang ingin saya sampaikan dalam kultum pagi hari ini tentang sunnah nabi yang sering disepelekan, saya hanya ingin menyampaikan 9 sunnah dari sekian banyak sunnah diantaranya yaitu : 1.

Lebih terperinci

BEBERAPA MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN PUASA RAMADHAN

BEBERAPA MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN PUASA RAMADHAN BEBERAPA MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN PUASA RAMADHAN NIAT Wajibnya Berniat Puasa Sebelum Terbit Fajar Shadiq (Waktu Subuh) Ketika Puasa Wajib Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam Barangsiapa yang tidak

Lebih terperinci

Keistimewaan Hari Jumat

Keistimewaan Hari Jumat Keistimewaan Hari Jumat Khutbah Pertama:????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????:??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

Shalat Jum'at. Disusun Oleh: Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry. Penerjemah : Team Indonesia Murajaah : Abu Ziyad

Shalat Jum'at. Disusun Oleh: Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry. Penerjemah : Team Indonesia Murajaah : Abu Ziyad Shalat Jum'at Disusun Oleh: Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry Penerjemah : Team Indonesia Murajaah : Abu Ziyad التويجري صلاة الجمعة محمدبن ا براهيم بنعبد ا Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat

Lebih terperinci

Membaca Sebagian Al-Quran Dalam Khutbah Jum'at

Membaca Sebagian Al-Quran Dalam Khutbah Jum'at Membaca Sebagian Al-Quran Dalam Khutbah Jum'at Dalam pembahasan ini ada tiga persoalan yang akan kami ketengahkan: 1. Hukum membaca sebagian Al-Quran dalam khutbah. 2.Kadar minimal Al-Qur an yang dibaca

Lebih terperinci

Shalat Jumat ????????????????????????????????????????????????????????????????????? :????????????????????????????????????????????????????

Shalat Jumat ????????????????????????????????????????????????????????????????????? :???????????????????????????????????????????????????? Shalat Jumat??????????????????? Shalat Jumat?????????????????????????????????????????????? :??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Lebih terperinci

Para wanita di bulan ramadhan

Para wanita di bulan ramadhan Para wanita di bulan ramadhan,, Sesungguhnya di sorga ada sebuah pintu yang bernama Ar Rayyan, yang mana pada hari kiamat akan di masuki oleh orang-orang yang berpuasa. Tidak ada yang bisa melewati pintu

Lebih terperinci

Munakahat ZULKIFLI, MA

Munakahat ZULKIFLI, MA Munakahat ZULKIFLI, MA Perkawinan atau Pernikahan Menikah adalah salah satu perintah dalam agama. Salah satunya dijelaskan dalam surat An Nuur ayat 32 : Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara

Lebih terperinci

9 52 Daftar Bahasan Pengertian Hal-Hal yang Mewajibkan 1.Keluarnya Air Mani 2.Jima (Bersenggama) 3.Masuk Islam 4.Berhentinya Darah Haid 5.Meninggal Dunia Tata Cara Hal-Hal yang Diharamkan Bagi Orang Junub

Lebih terperinci

Memperhatikan dan Menasihati Pemuda Untuk Shalat

Memperhatikan dan Menasihati Pemuda Untuk Shalat Memperhatikan dan Menasihati Pemuda Untuk Shalat Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Lebih terperinci

SHOLAT WITIR (Bagian Tiga : Macam-Macam Sholat Sunnah)

SHOLAT WITIR (Bagian Tiga : Macam-Macam Sholat Sunnah) p SHOLAT WITIR (Bagian Tiga : Macam-Macam Sholat Sunnah) A. Hukum Sholat Witir Sholat witir adalah sunnah mu akkad yang diistimewakan oleh Rosululloh. Demikian pendapat yang dipilih oleh umhur Ulama (mayoritas

Lebih terperinci

Bismillahirrahmanirrahim

Bismillahirrahmanirrahim Bismillahirrahmanirrahim Allah Ta ala berfirman (yang artinya), Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya (QS. Al Mu`minun : 1-2) Allah Ta ala juga

Lebih terperinci

Keutamaan Bulan Dzul Hijjah

Keutamaan Bulan Dzul Hijjah Keutamaan Bulan Dzul Hijjah Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Lebih terperinci

UNTUK KALANGAN SENDIRI

UNTUK KALANGAN SENDIRI SHALAT GERHANA A. Pengertian Shalat gerhana dalam bahasa arab sering disebut dengan istilah khusuf (الخسوف) dan jugakusuf (الكسوف) sekaligus. Secara bahasa, kedua istilah itu sebenarnya punya makna yang

Lebih terperinci

: :

: : [ ] : : Pertanyaan: Bagaimana tatacara mengerjakan shalat witir yang paling utama? Jawaban: Segala puji bagi Allah. Shalat witir merupakan ibadah yang paling agung di sisi Allah. Sehingga sebagian ulama

Lebih terperinci

Marhaban Yaa Ramadhan 1434 H

Marhaban Yaa Ramadhan 1434 H Pengantar: Ramadhan 1434 H segera tiba. Sepantasnya kaum Muslim bergembira menyambutnya. Sebab di dalamnya penuh dengan pahala. Apa yang harus dilakukan dan bagaimana kaum Muslim bisa meraih ketakwaan.

Lebih terperinci

5 24 Daftar Bahasan Hukum-Hukum Buang Hajat Hal-Hal yang Diwajibkan Saat Buang Hajat Hal-Hal yang Diharamkan Saat Buang Hajat Hal-Hal yang Disunnahkan Saat Buang Hajat Hal-Hal yang Dimakruhkan Saat Buang

Lebih terperinci

Selain itu hukum wajib atas Khutbah Jum'at, dikarenakan Nabi tidak pernah meninggalkannya. Hal ini termasuk dalam keumuman hadits:

Selain itu hukum wajib atas Khutbah Jum'at, dikarenakan Nabi tidak pernah meninggalkannya. Hal ini termasuk dalam keumuman hadits: KHUTBAH JUM AT Khutbah Jum'at adalah salah satu rukun dari shalat Jum'at. Nabi menganjurkan kita untuk mendengarkan khutbah Jum'at. Bahkan pahala shalat Jum'at kita akan gugur ketika kita berbicara saat

Lebih terperinci

Sejumlah ulama berpendapat bahwa menjalankan shalat berjamaah mengandung banyak nilai kebaikan, diantaranya berikut;

Sejumlah ulama berpendapat bahwa menjalankan shalat berjamaah mengandung banyak nilai kebaikan, diantaranya berikut; Kkeberkahan puasa yang bentuk konkretnya bisa kita saksikan di bulan Ramadhan. Saat bulan itu ada ibadah shalat Tarawih dan kecendenderungan umat untuk bersemangat menjalankan shalat berjamaah. Kebaikan

Lebih terperinci

Umrah dan Haji Sebagai Penebus Dosa

Umrah dan Haji Sebagai Penebus Dosa Umrah dan Haji Sebagai Penebus Dosa Khutbah Pertama:?????????????????????????????????,?????????????????????????????????,????????????????????????????????????????.???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????,????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????:????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????,????????????????????????????????,??????????????????????????????,?????????????????????????,???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

Shalat Berjamaah Tidak di Rumah

Shalat Berjamaah Tidak di Rumah Shalat Berjamaah Tidak di Rumah Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????:?????????????????????????????????????????

Lebih terperinci

DI BULAN SUCI RAMADHAN

DI BULAN SUCI RAMADHAN AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN Disusun Oleh: Mohammad Iqbal Ghazali. MA Murajaah : Abu Ziyad ا عمال رمضانية Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 2007 AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN

Lebih terperinci

Menggemarkan Shalat Sunnah Rawatib

Menggemarkan Shalat Sunnah Rawatib Menggemarkan Shalat Sunnah Rawatib Khutbah Pertama:???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.???????????????????????????????????????????????:??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

SUJUD SAHWI Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Utsaimin

SUJUD SAHWI Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Utsaimin Pendahuluan SUJUD SAHWI Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Utsaimin Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad yang telah menyampaikan risalah dengan

Lebih terperinci

DIANTARA AMALAN UNTUK MEMAKMURKAN RAMADHAN

DIANTARA AMALAN UNTUK MEMAKMURKAN RAMADHAN DIANTARA AMALAN UNTUK MEMAKMURKAN RAMADHAN 1. Membaca Al Qur an Bulan Ramadhan itulah bulan yang didalamnya diturunkan Al Qur an yang menjadi petunjuk bagi manusia, dan menjadi keterangan-keterangan dari

Lebih terperinci

Hal-Hal Yang Mewajibkan Mandi

Hal-Hal Yang Mewajibkan Mandi Hal-Hal Yang Mewajibkan Mandi موجبا لغسل [ Indonesia Indonesian ند نيn ] Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2010-1431 ف موجبا لغسل»

Lebih terperinci

Keutamaan 10 Hari Dzulhijjah dan Amalan-amalan yang Disyariatkan

Keutamaan 10 Hari Dzulhijjah dan Amalan-amalan yang Disyariatkan Keutamaan 10 Hari Dzulhijjah dan Amalan-amalan yang Disyariatkan Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin Dapatkan ± 200 ebook Islam secara Gratis di.. http://ibnumajjah.wordpress.com/ Segala puji hanya

Lebih terperinci

Menyelami. Makna Bacaan. Shalat. Edisi Panduan

Menyelami. Makna Bacaan. Shalat. Edisi Panduan Menyelami Makna Bacaan Shalat Edisi Panduan Sanksi Pelanggaran Pasal 113 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (1) Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana

Lebih terperinci

3 Syarat-Syarat Sahnya Shalat 84 Daftar Bahasan Masuknya waktu shalat Bersih dan suci dari hadats Pakaian dan badan yang suci Menutup aurat Menghadap kiblat Pertama. Masuknya waktu shalat Shalat wajib

Lebih terperinci

Kajian Islam : Tatacara Berwudhu oleh : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

Kajian Islam : Tatacara Berwudhu oleh : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin Kajian Islam : Tatacara Berwudhu oleh : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin Cara Wudhu : Bismillahirrahmanirrahim. Apabila seorang muslim mau berwudhu, maka hendaknya ia berniat di dalam hatinya,

Lebih terperinci

Shalat Adalah Kewajiban Yang Sudah Ditentukan Waktunya

Shalat Adalah Kewajiban Yang Sudah Ditentukan Waktunya Shalat Adalah Kewajiban Yang Sudah Ditentukan Waktunya Khutbah Pertama:??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????:

Lebih terperinci

Allah Itu Maha Indah dan Mencintai Keindahan

Allah Itu Maha Indah dan Mencintai Keindahan Allah Itu Maha Indah dan Mencintai Keindahan Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.?????????????????????????????????????????????

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Agama Islam

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Agama Islam Nama : UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Agama Islam Kelas : 7 Waktu : 10.00-11.30 No.Induk : Hari/Tanggal : Kamis, 04 Desember 2014 Petunjuk Umum: Nilai :

Lebih terperinci

BATASAN TAAT KEPADA ORANG TUA Secara umum kita diperintahkan taat kepada orang tua. Wajib taat kepada kedua orang tua baik yang diperintahkan itu sesu

BATASAN TAAT KEPADA ORANG TUA Secara umum kita diperintahkan taat kepada orang tua. Wajib taat kepada kedua orang tua baik yang diperintahkan itu sesu Berbakti Kepada Kedua Orang Tua بر الوالدين E א F Disusun Oleh: Yazid bin Abdul Qadir Jawas W א א Murajaah : Abu Ziyad W א Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah א א א א א א 1429 2008 BATASAN TAAT

Lebih terperinci

TENTANG MA MUM MASBUQ

TENTANG MA MUM MASBUQ MAJLIS TAFSIR AL-QUR AN (MTA) PUSAT http://www.mta-online.com e-mail : [email protected] Fax : 0271 661556 Jl. Serayu no. 12, Semanggi 06/15, Pasarkliwon, Solo, Kode Pos 57117, Telp. 0271 643288 Ahad,

Lebih terperinci

10 114, Sujud Syukur dan Sujud Tilawah Daftar Bahasan Pengertian Hal-Hal yang Mengharuskan Sujud Sahwi Cara Melaksanakan Sujud Syukur Pengertian Sujud Syukur Cara Melakukan Sujud Syukur Sujud Tilawah Pengertian

Lebih terperinci

Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syi ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya ( Al Hajj 36 )

Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syi ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya ( Al Hajj 36 ) Allah mensyariatkan berkurban dengan firman-nya : ف ص ل ل ر ب ك و ان ح ر ] الكوثر : 2 [ Maka sholatlah untuk Robbmu dan sembelihlah (Al Kautsar 2) Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian

Lebih terperinci

Keutamaan Bersegera Menunaikan Shalat

Keutamaan Bersegera Menunaikan Shalat Keutamaan Bersegera Menunaikan Shalat فضل حكبكري ىل لصلا [ Indonesia Indonesian ند نيn ] Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-syaqawi Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2010-1431 1

Lebih terperinci

PENGERTIAN DAN KONSEP FARDU AIN DAN FARDU KIFAYAH

PENGERTIAN DAN KONSEP FARDU AIN DAN FARDU KIFAYAH PENGERTIAN DAN KONSEP FARDU AIN DAN FARDU KIFAYAH Tahukah anda apakah yang dimaksudkan dengan ibadah? Ibadah ialah penyembahan yang dilakukan dengan jalan tunduk dan merendah diri serendah-rendahnya, yang

Lebih terperinci

Kekhususan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Yang Tidak Dimiliki Oleh Umatnya

Kekhususan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Yang Tidak Dimiliki Oleh Umatnya Kekhususan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Yang Tidak Dimiliki Oleh Umatnya Berikut ini adalah beberapa kekhususan-kekhususan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang tidak dimiliki oleh umatnya

Lebih terperinci

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Bulan Dzulhijjah Keutamaan Bulan Dzulhijjah Di dalam perjalanan hidup di dunia ini, kita akan menjumpai hari-hari yang Allah Subhanahu wa Ta ala berikan keutamaan di dalamnya. Yaitu dengan dilipatgandakannya balasan amalan

Lebih terperinci

Lailatul Qadar. Rasulullah SAW Mencontohkan beberapa amal khusus terkait Lailatul Qadar ini, di antaranya:

Lailatul Qadar. Rasulullah SAW Mencontohkan beberapa amal khusus terkait Lailatul Qadar ini, di antaranya: Lailatul Qadar Malam Lailatul Qadar ialah malam diturunkan Al-Qur an dan dirinci segala urusan manusia seperti rezeki, kematian, keberuntungan, hidup dan mati. Malam itu ada di setiap bulan Ramadhan. Allah

Lebih terperinci

www.fiqhindonesia.com

www.fiqhindonesia.com 6 196 Daftar Bahasan Pengertian Anjuran Melakukan Hukum Syarat-Syarat Waktu di Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadhan Hikmah di Balik Anjuran Hal-Hal yang Dibolehkan Bagi Orang yang Hal-Hal yang Membatalkan

Lebih terperinci

Tegakkan Shalat Dengan Berjamaah

Tegakkan Shalat Dengan Berjamaah Tegakkan Shalat Dengan Berjamaah Khutbah Pertama:???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????...????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

Membasuh telapak tangan sampai pergelangan, sebelum berkumurkumur.

Membasuh telapak tangan sampai pergelangan, sebelum berkumurkumur. Pengertian wudhu Wudhu artinya mengambil air untuk shalat, membersihkan anggota wudhu dari hadats kecil. Perintah wajib wudhu turunnya bersamaan dengan perintah wajib shalat lima waktu, yaitu satu setengah

Lebih terperinci

Standar Kompetensi : 7. Memahami tatacara Puasa Wajib dan Puasa Sunat

Standar Kompetensi : 7. Memahami tatacara Puasa Wajib dan Puasa Sunat BAB PUASA WAJIB DAN PUASA SUNAT Standar Kompetensi : 7. Memahami tatacara Puasa Wajib dan Puasa Sunat 7 Kompetensi Dasar : 7. 1. Menjelaskan Ketentuan puasa wajib 7.2. Mempraktekan puasa wajib 7.3. Menjelaskan

Lebih terperinci

Bukti Cinta Kepada Nabi

Bukti Cinta Kepada Nabi Bukti Cinta Kepada Nabi Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Lebih terperinci

Fatwa Tentang Tata Cara Shalat Witir. Pertanyaan: Bagaimana tatacara mengerjakan shalat witir yang paling utama? Jawaban: Segala puji bagi Allah I.

Fatwa Tentang Tata Cara Shalat Witir. Pertanyaan: Bagaimana tatacara mengerjakan shalat witir yang paling utama? Jawaban: Segala puji bagi Allah I. Fatwa Tentang Tata Cara Shalat Witir Pertanyaan: Bagaimana tatacara mengerjakan shalat witir yang paling utama? Jawaban: Segala puji bagi Allah I. Shalat witir merupakan ibadah yang paling agung di sisi

Lebih terperinci

Soal Instrumen Tes. Objektive

Soal Instrumen Tes. Objektive Soal Instrumen Tes Objektive 1. Sholat merupakan suatu ibadah kepada Allah dibawah ini pengertian shalat secara bahasa adalah a. Pelaksanaan\ b. Do a c. Perintah d. Harapan 2. Dibawah ini yang merupakan

Lebih terperinci

Dan kemarahan itu sering menimbulkan perkara-perkara negatif, berupa perkataan maupun perbuatan yang haram.

Dan kemarahan itu sering menimbulkan perkara-perkara negatif, berupa perkataan maupun perbuatan yang haram. Marah Yang Terpuji Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????:??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

ADAB MEMINTA IZIN. Penyusun : Majid bin Su'ud al-usyan. Terjemah : Muzafar Sahidu bin Mahsun Lc. Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

ADAB MEMINTA IZIN. Penyusun : Majid bin Su'ud al-usyan. Terjemah : Muzafar Sahidu bin Mahsun Lc. Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad ADAB MEMINTA IZIN [ Indonesia Indonesian ] Penyusun : Majid bin Su'ud al-usyan Terjemah : Muzafar Sahidu bin Mahsun Lc. Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2009-1430 : : : 2009-1430 2 ADAB MEMINTA IZIN Isti

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Kajian Shalat Berdasarkan Al-Qur an dan As-Sunnah i

DAFTAR ISI. Kajian Shalat Berdasarkan Al-Qur an dan As-Sunnah i DAFTAR ISI BAB I. MENGENAL ILMU HADIS 1-1 A. Kedudukan Hadis atau Sunnah 1-1 B. Definisi Musthola'ah Hadis 1-1 C. Hadis Shahih 1-2 D. Hadis Hasan 1-5 E. Hadis Dha if 1-7 F. Hadis Maudhu 1-12 G. Ringkasan

Lebih terperinci

Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (kematian). (Al-Hijr : 99)

Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (kematian). (Al-Hijr : 99) Keutamaan 10 Hari Pertama Dzul Hijjah Sesungguhnya termasuk hikmah dan kesempurnaan Allah SWT Dia mengkhususkan sebahagian makhluknya dengan beberapa keistimewaan. Diantaranya adalah Allah mengkhususkan

Lebih terperinci

Bimbingan Islam di Musim Hujan

Bimbingan Islam di Musim Hujan Bimbingan Islam di Musim Hujan Khutbah Pertama:??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

Puasa sesuai Al Qur'an dan Hadist

Puasa sesuai Al Qur'an dan Hadist Puasa sesuai Al Qur'an dan Hadist Author : admin Puasa adalah menahan makan, minum, nafsu, pikiran dan panca indra sejak terbit fajar sampai matahari tenggelam ; (Al-Baqarah):187 - "Dihalalkan bagi kamu

Lebih terperinci

BAB XIII SALAT JAMAK DAN QASAR

BAB XIII SALAT JAMAK DAN QASAR BAB XIII SALAT JAMAK DAN QASAR Standar Kompetensi (Fiqih) 13. Mema hami tatacara shalat jama dan qashar Kompetensi Dasar 13.1. Menjelaskan shalat jama dan qashar 13.2. Mempraktek kan shalat jama dan qashar

Lebih terperinci

Adab-adab Yang Wajib di Dalam Puasa

Adab-adab Yang Wajib di Dalam Puasa Adab-adab Yang Wajib di Dalam Puasa Adab-adab Yang Wajib di Dalam Puasa Oleh : Abu Ukasyah??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????...????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

SIFAT WUDHU NABI. 2. Kemudian berkumur-kumur (memasukkan air ke mulut lalu memutarnya di dalam dan kemudian membuangnya)

SIFAT WUDHU NABI. 2. Kemudian berkumur-kumur (memasukkan air ke mulut lalu memutarnya di dalam dan kemudian membuangnya) SIFAT WUDHU NABI Apabila seorang muslim mau berwudhu, maka Hendaknya ia berniat di dalam hatinya, kemudian membaca Basmalah, sebab Rasulullah bersabda: ال و ض و ء ل م ن ل ي ذ ك ر اس م الل ه ع ل ي ه "Tidak

Lebih terperinci

Menjadi Hamba Allah 24 Jam

Menjadi Hamba Allah 24 Jam Menjadi Hamba Allah 24 Jam Khutbah Pertama:????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.???????????????????????????????????????????????:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI Nama Siswa : Kelas : MODUL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI Kode Modul : PAI&BP 7/4/2014 Tema : Semua Bersih, Hidup Jadi Nyaman Kelas : VII ( Tujuh ) Waktu : 3 JTM DISUSUN OLEH DEDI

Lebih terperinci

Mam MAKALAH ISLAM. Tuntunan Islam tentang Gerhana

Mam MAKALAH ISLAM. Tuntunan Islam tentang Gerhana Mam MAKALAH ISLAM Tuntunan Islam tentang Gerhana 8 Oktober 2014 Makalah Islam Tuntunan Islam tentang Gerhana Dr. H. Muchtar Ali, M. Hum (Direktur Urais dan Binsyar Kemenag RI) Sebuah fenomena alam akan

Lebih terperinci

: The Prostration of Forgetfulness : Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin

: The Prostration of Forgetfulness : Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin Judul Asli Penulis : The Prostration of Forgetfulness : Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin Judul Terjemahan : Tata Cara Sujud Sahwi Alih Bahasa : Ummu Abdillah al-buthoniyah Editor : Muhammad Rivai

Lebih terperinci

RISALAH AQIQAH. Hukum Melaksanakan Aqiqah

RISALAH AQIQAH. Hukum Melaksanakan Aqiqah RISALAH AQIQAH Hukum Melaksanakan Aqiqah Aqiqah dalam istilah agama adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat syarat tertentu. Oleh

Lebih terperinci

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA Jama ah Jum at rahimakumullah Setiap muslim pasti bersaksi, mengakui bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulullah, tapi tidak semua muslim memahami hakikat yang

Lebih terperinci

PANDUAN I TIKAF RAMADHAN Oleh Nor Kandir (www.majalahmasajid.com edisi Ramadhan 1437 H)

PANDUAN I TIKAF RAMADHAN Oleh Nor Kandir (www.majalahmasajid.com edisi Ramadhan 1437 H) PANDUAN I TIKAF RAMADHAN Oleh Nor Kandir (www.majalahmasajid.com edisi Ramadhan 1437 H) Alhamdulillah, segala puji milik Allah dan shalawat serta salam untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, keluarganya,

Lebih terperinci

Renungan Pergantian Tahun

Renungan Pergantian Tahun Renungan Pergantian Tahun Khutbah Pertama:??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????[???????:102].?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????[??????:1].??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????[???????:70-71].??????:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kedudukan shalat dalam agama islam sangat tinggi dibanding dengan ibadah yang lainya. Dan shalat merupakan pondasi utama bagi tegaknya agama islam atau keislaman seseorang.

Lebih terperinci

Kemuliaan Seorang Hamba Terletak Pada Ibadahnya

Kemuliaan Seorang Hamba Terletak Pada Ibadahnya Kemuliaan Seorang Hamba Terletak Pada Ibadahnya Khutbah Pertama???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

Khutbah Jum'at. Menyambut Ramadhan 1432 H. Bersama Dakwah 1

Khutbah Jum'at. Menyambut Ramadhan 1432 H. Bersama Dakwah 1 Bersama Dakwah 1 KHUTBAH PERTAMA.. * Jamaah Jum at yang dirahmati Allah, Hari demi hari kita lalui, hingga kita bertemu dengan Jum'at kembali. Sebuah hari yang agung, sayyidul ayyam, yang penuh dengan

Lebih terperinci

Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan)

Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan) Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan) Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2012-1433 صفة صلاة الاستسقاء» باللغة الا ندونيسية «الشيخ مد

Lebih terperinci

DAFTAR TERJEMAH No. BAB Hal Terjemah

DAFTAR TERJEMAH No. BAB Hal Terjemah DAFTAR TERJEMAH No. BAB Hal Terjemah 1 1 Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). (QS. Az-Zumar: 54).

Lebih terperinci

HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI Dr. Yusuf Al-Qardhawi. Pertanyaan:

HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI Dr. Yusuf Al-Qardhawi. Pertanyaan: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI Dr. Yusuf Al-Qardhawi Pertanyaan: Sebagaimana diketahui, bahwa seorang Muslim tidak boleh malu untuk menanyakan apa saja yang berkaitan dengan hukum agama, baik yang bersifat

Lebih terperinci

Fatwa Seputar Badal Haji dan Umrah. Serta Hukum Melaksanakan Umrah Berkali-Kali Bagi Jama'ah Haji Saat Berada di Makkah

Fatwa Seputar Badal Haji dan Umrah. Serta Hukum Melaksanakan Umrah Berkali-Kali Bagi Jama'ah Haji Saat Berada di Makkah Fatwa Seputar Badal Haji dan Umrah Serta Hukum Melaksanakan Umrah Berkali-Kali Bagi Jama'ah Haji Saat Berada di Makkah Pertanyaan Dari: Sigit Bachtiar, NBM 977.029, SMK Muhammadiyah 02 Tangerang selatan-

Lebih terperinci

1. Kewajiban mandi Jumaat atas setiap lelaki dewasa dan keterangan tentang beberapa hal yang dianjurkan

1. Kewajiban mandi Jumaat atas setiap lelaki dewasa dan keterangan tentang beberapa hal yang dianjurkan Kitab Sholat Jumaat 1. Kewajiban mandi Jumaat atas setiap lelaki dewasa dan keterangan tentang beberapa hal yang dianjurkan Hadis riwayat Abdullah bin Umar, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

Lebih terperinci

Hukum-Hukum Shalat. Disusun Oleh: Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry. Penerjemah : Team Indonesia Murajaah : Abu Ziyad

Hukum-Hukum Shalat. Disusun Oleh: Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry. Penerjemah : Team Indonesia Murajaah : Abu Ziyad Hukum-Hukum Shalat Disusun Oleh: Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry Penerjemah : Team Indonesia Murajaah : Abu Ziyad التويجري ا حكام الصلاة محمدبن ا براهيم بنعبد ا Maktab Dakwah Dan Bimbingan

Lebih terperinci

Mari Bershalawat Rabu, 07 April 04

Mari Bershalawat Rabu, 07 April 04 Artikel Buletin An-Nur : Mari Bershalawat Rabu, 07 April 04 Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman di dalam Al-Qur an artinya, Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-nya bershalawat untuk Nabi. Hai

Lebih terperinci

Ceramah Ramadhan 1433 H/2012 M Bagaimana Kita Merespon Perintah Puasa

Ceramah Ramadhan 1433 H/2012 M Bagaimana Kita Merespon Perintah Puasa www.bersamadakwah.com 1 Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah Saat kita menunggu tamu istimewa datang, ada perasaan berharap untuk segera mendapatkan kepastian kedatangannya. Anggaplah ia pejabat, sahabat

Lebih terperinci

MANDI JANABAH, HUKUM DAN TATA CARANYA

MANDI JANABAH, HUKUM DAN TATA CARANYA Booklet Da wah.: Jumat, 21 Shafar 1439 H / 10 November 2017 M 1 B e r i l m u S e b e l u m B e r k a t a & B e r a m a l MANDI JANABAH, HUKUM DAN TATA CARANYA P ara pembaca, semoga rahmat Allah subhanahu

Lebih terperinci

Hal-Hal Yang Diwajibkan dalam Shalat

Hal-Hal Yang Diwajibkan dalam Shalat Hal-Hal Yang Diwajibkan dalam Shalat Disusun Oleh: Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry Penerjemah : Team Indonesia Murajaah : Abu Ziyad واجبات الصلاة محمدبن ا براهيمبنعبد ا التويجري Maktab Dakwah

Lebih terperinci

TAWASSUL. Penulis: Al-Ustadz Muhammad As-Sewed

TAWASSUL. Penulis: Al-Ustadz Muhammad As-Sewed TAWASSUL Penulis: Al-Ustadz Muhammad As-Sewed Setelah kita mengetahui bahaya kesyirikan yang sangat besar di dunia dan akhirat, kita perlu mengetahui secara rinci bentuk-bentuk kesyirikan yang banyak terjadi

Lebih terperinci

E٤٨٤ J٤٧٧ W F : :

E٤٨٤ J٤٧٧ W F : : [ ] E٤٨٤ J٤٧٧ W F : : MENGHORMATI ORANG LAIN "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak menyayangi yang muda dari kami." Orang yang paling pantas dihormati dan dihargai

Lebih terperinci

Fatwa-Fatwa Ramadhan untuk Wanita. 1. Pertanyaan: Apakah hukumnya menunda qadha puasa hingga setelah Ramadhan tahun depan?

Fatwa-Fatwa Ramadhan untuk Wanita. 1. Pertanyaan: Apakah hukumnya menunda qadha puasa hingga setelah Ramadhan tahun depan? Fatwa-Fatwa Ramadhan untuk Wanita 1. Pertanyaan: Apakah hukumnya menunda qadha puasa hingga setelah Ramadhan tahun depan? Jawaban: Barangsiapa yang berbuka di bulan Ramadhan karena safar atau sakit atau

Lebih terperinci

ISTRI-ISTRI PENGHUNI SURGA

ISTRI-ISTRI PENGHUNI SURGA I. PENDAHULUAN ISTRI-ISTRI PENGHUNI SURGA Allah melebihkan kaum laki-laki dibanding para wanita dalam firman-nya : [ 34 : ] { Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah

Lebih terperinci

Renungan Jum'at : Kewajiban Persendian Kita

Renungan Jum'at : Kewajiban Persendian Kita Renungan Jum'at : Kewajiban Persendian Kita Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda, ﻡ ﻮ ﻳ ﻞ ﻛ ﺔ ﻗ ﺪ ﺻ ﻪ ﻴ ﻠ ﻋ ﻰ ﻣ ﻼ ﺳ ﻛ ﻞ Setiap persendian manusia ada kewajiban bershadaqah setiap harinya (HR. al-bukhari

Lebih terperinci

Ditulis oleh Administrator Selasa, 10 September :56 - Terakhir Diperbaharui Selasa, 10 September :15

Ditulis oleh Administrator Selasa, 10 September :56 - Terakhir Diperbaharui Selasa, 10 September :15 Rasullullah pernah bersabda bahwa ada 3 hal yang menunjuk pada pintu kebaikan, yaitu puasa, sedekah yang bisa menghapus dosa dan mengerjakan sholat tahajjud di tengah malam. Sholat tahajjud merupakan salah

Lebih terperinci

Bantal dan Kasur Yang Melalaikan Shalat Subuh

Bantal dan Kasur Yang Melalaikan Shalat Subuh Bantal dan Kasur Yang Melalaikan Shalat Subuh Khutbah Pertama:???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????,??????????????????,??????????????????????????????????,??????????????????????????????????????????????????????????????.?????????????????????????????

Lebih terperinci