BAB IV PAPARAN DATA DAN ANALISIS DATA
|
|
|
- Liana Sumadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 58 BAB IV PAPARAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Singkat Lokasi Penelitian 1. Identitas Madrasah Nama Madrasah : Madrasah Tsanawiyah Al Huda Bandung Status Madrasah : Terakreditasi "A. Nomor Telepon : ( 0355 ) Alamat Kecamatan Kabupaten : Desa Suruhankidul. : Bandung : Tulungagung Kode Pos : Propinsi : Jawa Timur Alamat Website : - E mail : [email protected] Tahun berdiri : 1966 Program yang diselenggarakan : Reguler dan Full Day Waktu belajar : Reguler : Pagi hari jam WIB WIB. Full Day : Pagi hari jam WIB WIB. Nama Yayasan Alamat Yayasan Desa Kecamatan Kabupaten : Darunnajah : Jl Raya Bandung Campurdarat : Suruhankidul : Bandung : Tulungagung
2 59 Propinsi Nama Kepala Madrasah : Jawa Timur : Rohmat Zaini, M.Pd., M.Pd. I NIP : Alamat Kepala Madrasah : Ds. Ngunggahan Kec. Bandung Kab. Tulungagung Jenjang Akreditasi : Terakreditasi A ( Sekolah Unggul ) Nomor Statistik Sekolah/Madrasah : Sejarah Singkat berdirinya Madrasah. a. Latar Belakang Berdirinya Madrasah. Wilayah Kecamatan Bandung terletak di wilayah Kabupaten Tulungagung bagian selatan, merupakan wilayah yang strategis. Daerah ini dilalui jalur persimpangan lalu lintas menuju dua obyek wisata yang cukup ramai, yaitu Pantai Prigi dan Pantai Popoh Indah, juga jalur menuju Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek. Di pusat kota kecamatan terdapat pertokoan besar dan pasar yang merupakan pusat aktifitas perekonomian / perdagangan masyarakat Kecamatan Bandung dan sekitarnya. Kecamatan Bandung berpenduduk cukup padat dibandingkan dengan Kecamatan lain disekitarnya., begitu pula jumlah anak usia sekolah cukup besar, namun pada era tahun 60-an, sarana pelaksana pendidikan formal ( sekolah ) lanjutan tingkat pertama ( SLTP ) masih terbatas sekali, sehingga belum dapat memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat tentang pendidikan, terutama yang bernaung di bawah
3 60 Departemen Agama. Pada waktu itu hanya ada satu sekolah formal, yaitu SMP Negeri Bandung yang jumlah lokalnya sangat terbatas. Terbatasnya sekolah formal dan terbatasnya daya tampung yang ada, menyebabkan banyak anak anak tamat SD tidak melanjutkan sekolah. Sedangkan kemampuan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di luar daerah relatif sangat terbatas, padahal minat belajar anak sangat tinggi. Menyadari hal tersebut di atas Pengurus Wakil Cabang Nahdlotul Ulama ( MWCNU) Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung, beserta para Ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat yang peduli terhadap pendidikan sepakat untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan tersebut. Sekolah yang didirikan tersebut bernama SMPNU,yang telah beberapa kali mengalami pergantian nama, dan perpindahan tempat. SMPNU saat ini bernama MTs al-huda beralamat di Desa Suruhan Kidul, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. b. Perjalanan Singkat MTs Al Huda Bandung dari masa ke masa Sekolah yang didirikan oleh Pengurus Wakil Cabang Nahdlotul Ulama Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung beserta para Ulama dan tokoh masyarakat, berdiri pada tanggal 01 Januari 1966 M atau bertepatan dengan tanggal 09 Romadlan 1385 H berlokasi di tanah milik Bapak K.H. Halimi (Seorang Ulama yang faqih) di desa Bandung Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung.
4 61 Tujuan pendirian sekolah tersebut adalah : untuk menampung para anak lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah ( MI ), baik negeri maupun swasta serta ikut serta mencerdaskan Bangsa dan mempersiapkan kader yang berkwalitas di masa mendatang, baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun dalam bidang agama serta bidang Teknologi. Pada perkembangan selanjutnya, SMPNU berubah nama menjadi MTM ( Madrasah Tarbiyatul Mu alimin ) 6 tahun. Latar belakang pendirian madrasah ini untuk mendidik / mencetak calon calon guru Agama Islam. Lokasi sekolah juga ikut bergeser, karena lokasi yang lama digunakan untuk Madrasah Ibtidaiyah ( MI ). MTM dipindahkan ke rumah Bapak Lurah Kadam, Desa Bandung antara tahun , Setelah itu pindah lagi ke Dukuh Contong Desa Bandung Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung, yaitu di Tanah milik Keluarga Bapak Siswo Suhono Kepala Sekolah, yang menjabat sejak tanggal 1 Januari 1968 sampai dengan 1 Januari Setelah Departemen Agama melakukan penyederhanaan bentuk dan struktur persekolahan dalam lingkungan Departemen Agama, yang dituangkan ke dalam SK Menteri Agama Nomor : 15, 16, dan 17 tahun 1978, maka Madrasah Tarbiyatul Mu alimin ( MTM ) berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah dengan nama MTs Al-Huda. Dan lokasinyapun telah pindah ke tempat yang baru, karena tempat yang lama sudah tidak
5 62 menampung lagi, yaitu ke Desa Suruhankidul Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung yang terus menetap sampai sekarang. Sejak berdiri sampai sekarang MTs al-huda telah beberapa kali mengalami pergantian nama dan pergantian Kepala Sekolah, yaitu : Tabel 4.1 Nama-Nama Sekolah dan Kepala Sekolah Sebelumnya No Nama Sekolah Kepala Sekolah Masa Jamabatan 1 SMP NU Asyhari MTM Siswa Suhono MTM Tamyis MTM Abdul Hamid MTs Al Huda Masduqi, BA MTs Al Huda Imam Damiri MTs Al Huda Drs Asmungi Zaini MTs Al Huda Drs. H. Musron MTs Al Huda Drs. Nursalam MTs Al Huda Rohmat Zaini, M.Pd., M.Pd. I 2006 sekarang c. Sumber Pembiayaan Untuk menjaga kelangsungan hidup Madrasah Tsanawiyah al- Huda sejak berdiri sampai sekarang, sumber dana yang diperoleh pada awalnya semata mata dari swadaya murni masyarakat Islam, baik dari donator, dari pengurus yayasan maupun dari Wali Murid yang berupa uang jariyah ( uang pangkal dari wali murid baru ) dan uang Sumbangan Pembinanaan Pendidikan ( SPP ). Sekarang mendapat subsidi dari Pemerintah yang berupa BOS ( Bantuan Operasional Sekolah ).
6 63 d. Kurikulum. Madrasah Tsanawiyah al-huda menggunakan Kurikulum Departemen Agama, sebagaimana yang digunakan oleh Madrasah Tsanawiyah pada umumnya, baik negeri maupun swasta yang dikenal Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004 serta sekarang menggunakan Kurikulum 2006 ( KTSP ). Secara terurai struktur Program Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Al-Huda terus mengikuti perkembangan dari Kurikulum yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. 3. Visi, Misi dan Tujuan. a. VISI MTs AL HUDA BANDUNG Berakhlaqul Karimah dan Unggul Dalam Prestasi. b. MISI MTs AL HUDA BANDUNG Berdakwah untuk Ibadah Meneruskan perjuangan Aqidah Ahlus Sunnah Wa Al Jama ah Melaksanakan Pendidikan mutu Terpadu c. TUJUAN PENGEMBANGAN ( JANGKA MENENGAH ) MTs Al- HUDA 1. Menjadi pilihan pertama / favorit bagi para siswa lulusan SD / MI terutama yang ber NEM tinggi, mulai tahun pelajaran 2010 / Mempertahankan tingkat kelulusan 100 % tiap tahun minimal sesuai dengan standar BNSP.
7 64 3. Mampu berprestasi dalam bidang seni, Olah Raga di Tingkat Kabupaten pada Tahun Pelajaran 2011 / Mampu berprestasi dalam lomba bidang studi tingkat Kabupaten/ Karesidenan pada tahun 2010 / Terpenuhinya sarana prasarana dan lingkungan yang ideal bagi terciptanya madrasah bermutu, seperti laboratorium, perlengkapan olah raga, halaman dan lingkungan yang teduh, bersih, indah dan nyaman dalam waktu paling akhir tahun ajaran 2012 / Semua warga Madrasah berdisiplin tinggi dalam melaksanakan peraturan tata tertib madrasah. 4. Sarana dan Prasarana Belajar Tabel 4.2 Sarana dan Prasarana Belajar No. Jenis ruang Kondisi (unit) Baik Rusak Ringan Rusak Berat 1 Ruang Kelas Ruang Kepala Madrasah 1 3 Ruang Guru 1 4 Ruang Tata Usaha 1 5 Ruang Laboratorium IPA 1 6 Ruang Laboratorium PAI 1 7 Ruang Laboratorium Komputer 1 8 Ruang Laboratorium Bahasa 9 Ruang Perpustakaan 1 10 Ruang UKS 1 11 Ruang Keterampilan 12 Ruang Kesenian 13 Ruang Toilet Guru 1 14 Ruang Toilet Siswa 4
8 65 5. Data Siswa Siswi Tabel 4.3 Data Siswa Siswi No Uaraian Siswa dan Rombel Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 Lk Pr Lk Pr Lk Pr a. Siswa Baru Kelas b. Siswa Naik dari Kelas sebelumnya c. Siswa Pengulang d. Siswa Pindah Masuk e. Siswa Pindah Keluar f. Siswa Drop-out Keluar g. Siswa Drop-out Kembali h. Jumlah Siswa Total Saat ini i. Jumlah Rombel Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tabel 4.4 Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan No. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Jumlah Laki-Laki Perempuan 1 Pendidik Tenaga Kependidikan 2 2
9 66 2. Struktur Organisasi STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH TSANAWIYAH AL HUDA BANDUNG TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Kepala Sekolah Rohmat Zaini, M.Pd.,M.Pd.I. Kepala TU Nasrodin, S.Ag Waka Kesiswaan Waka Kurikulum Waka Humas Waka Sarana Prasarana Galuh Subektiono, S.Hum Drs. Sucipto Nasrodin, S.Ag Drs. Maidi, M.M Koordinator BP/BK Lab. Kom Lab. IPA Estu Widodo, S.Pd Nasrodin, S.Ag Nikmatul Laili, S.Si Lab. PAI Mulyoto, S.Ag DEWAN GURU SISWA Gambar 4.1 struktur organisasi MTs Al-Huda Bandung
10 67 B. Paparan Data Paparan data yang peneliti peroleh dari lapangan adalah data hasil observasi dan interview atau wawancara. Dalam hal ini, peneliti tidak mengalami kendala yang berarti untuk menggali informasi. Wawancara yang peneliti lakukan adalah wawancara tidak terstruktur atau bisa dikatakan wawancara informal, sehingga proses wawancara ini bersifat santai dan berlangsung dalam kegiatan sehari-hari tanpa mengganggu aktivitas subjek. Berkaitan dengan strategi guru Al-Qur an hadits dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an kelas VII reguler di MTs Al-Huda Bandung maka peneliti berusaha untuk mendapatkan datanya secara langsung dari sumber data yang ada di MTs Al-Huda Bandung. 1. Metode yang digunakan guru Al-Qur an hadits dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an Kelas VII reguler di MTs al-huda Bandung Dalam suatu proses belajar mengajar guru harus memilih metode yang benar-benar tepat untuk seluruh siswanya, karena setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Begitupula dalam proses membimbing siswa membaca Al- Qur an kelas VII reguler di MTs Al-Huda Bandung. Adapun metode yang digunakan menurut Bapak Samsul Hudi sebagai berikut: Metode yang digunakan dalam membimbing membaca Al-Qur an itu ya dengan membaca secara berulang-ulang yang namanya metode drill itu, mbak. Secara kolektif siswa disuruh membaca bersama-sama ayat yang berada pada materi. Kemudian siswa diberi contoh bacaan yang benar. Lalu siswa mengulanginya lagi sampai lancar membacanya, mbak. Dengan membaca berulang-ulang diharapkan
11 68 siswa dapat mengingat bacaaan maupun tulisannya. Untuk siswa yang belum bisa membaca Al-Qur an perlu adanya bimbingan yang khusus, mbak. Salah satu bimbingan ya itu dengan mengikuti ekstrakulikuler mengaji, yang wajib untuk semua siswa kelas VII. Didalam Ekstra siswa dikelompokkkan sesuai dengan kemampuan. 1 Hal ini juga ditambahkan oleh Ibu Hayah sebagai berikut: Metode yang digunakan adalah tartil, mbak. Guru membacakan terlebih dahulu, siswa mendengarkan. Siswa menirukan secara kelompok dan secara individual. Lalu siswa mengulang membaca secara bersama-sama. 2 Pada ektrakulikuler mengaji siswa dibimbing secara langsung dalam membaca Al-Qur an pada juz 30 (Juz Amma). Disini guru memberikan contoh membaca Al-Qur an lalu siswa membaca secara bersama-sama sampai beberapa kali. Lalu siswa diberi kesempatan untuk membaca dan menghafal berapa menit, kemudian siswa maju satu persatu didepan kelas. Dengan maju satu persatu didepan kelas guru akan membimbingnya secara khusus dan membenarkan langsung jika terjadi kesalahan dalam bacaannya. 3 Didalam proses pembelajaran yang dibutuhkan tidak hanya metode saja tetapi juga strategi, agar pembelajaran dapat berjalan lancar. Dalam membimbing membaca Al-Qur an guru juga memerlukan strategi yang digunakan, agar pembelajarannya dapat diterima siswa dengan baik. Strategi yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan siswa yang 1 Wawancara dengan narasumber 1, Bapak samsul Hadi pada hari Senin tanggal 20 April 2015 pukul WIB 2 Wawancara dengan narasumber 2, Ibu Hayah pada hari Kamis tanggal 30 April 2015 pukul WIB 3 Observasi pada hari sabtu tanggal 25 April 2015 pukul WIB
12 69 dimiliki. Sebagaimana yang di ungkapkan oleh Bapak Samsul Hadi sebagai berikut: Strategi ya disesuaikan dengan kemampuan siswa, mbak. Karena tidak semua muridnya berasal dari MI tapi juga dari SD. Murid yang berasal dari MI, mereka sudah bisa membaca Al-Qur an, tetapi yang dari SD ada beberapa yang belum bisa. Strategi ya secara klasikal, mbak. Guru membacakan ayat-ayat Al-Qur an yang berada didalam materi lalu siswa membacanya secara bersama-sama. Membacanya diulang-ulang sampai para siswa lancar membacanya, mbak. 4 Pernyataan tersebut ditambahkan oleh Ibu Hayah sebagai berikut: Strategi yang digunakan juga menggunkan tartil. Selain itu juga menggunkan tutor sebaya, mbak, maksudnya siswa yang bisa membaca Al-Qur an mengajari siswa yang belum bisa membaca Al- Qur an. 5 Didalam kitab suci Al-Qur an terdapat yang namanya tajwid dan makhorijul huruf. Tajwid dan makhorijul huruf merupakan bagian yang sangat penting di dalam Al-Qur an, jika salah sedikit saja tajwid dan makhorijul huruf maka akan merubah artinya. Ilmu tajwid merupakan ilmu yang mempelajari tentang tajwid. Membaca Al-Qur an harus menggunakan tajwid yang benar, dengan tajwid membaca Al-Qur an akan sempurna. Bimbingan tajwid dan makhorijul huruf harus dijelaskan secara mendetail, agar tidak terjadi kesalahan kepada siswa. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Bapak Samsul Hadi sebagai berikut: Dalam membimbing tajwid dan makhorijul huruf dilakukan secara lisan, mbak. Guru menerangkan dulu tentang tajwid dan guru memberikan contoh. Setelah itu langsung membaca Al-Qur an. Bugitu 4 Wawancara dengan narasumber 1, Bapak samsul Hadi pada hari Senin tanggal 20 April 2015 pukul WIB 5 Wawancara dengan narasumber 2, Ibu Hayah pada hari Kamis tanggal 30 April 2015 pukul WIB
13 70 juga dengan makhorijul huruf mbak, guru memberikan contoh bagaimana pengucapan huruf tersebut, lalu membaca Al-Qur an secara langsung. Dengan langsung membaca Al-Qur an siswa akan mudah untuk mengingatnya. 6 Bapak Samsul Hadi Juga menambahkan sebagai berikut: Untuk membimbing tajwid dan makhorijul huruf dengan baik, membaca Al-Qur an dengan menggunakan Tartil seperti membaca surat yasin sebelum pelajaran dimulai, mbak. Siswa lancar sekali membaca dengan tajwid. 7 Hal ini dipertegas oleh Ibu Hayah sebagai berikut: Tajwid dan makhorijul dibimbing dilakukan sesuai dengan materi yang ada. Dari sebagian siswa sendiri sudah paham, karena banyak dari anak yang sekolah di madrasah. 8 Bimbingan tajwid dan makhorijul huruf dilakukan dengan memberikan contoh dan menerangkan kepada siswa secara langsung. Sebelumnya guru dan siswa membaca Al-Qur an secara bersama-sama, selesai membaca guru menerangkan tentang tajwid dan makhorijul huruf yang berada pada bacaan Al-Qur an tadi. 9 Semangat dan motivasi sangat diperlukan untuk membangun keinginan siswa membaca Al-Qur an. Dengan memberikan motivasi siswa akan terdorong untuk giat belajar membaca Al-Qur an. Guru sangat berperan dalam memberikan motivasi kepada siswa agar siswa terdorong membaca Al-Qur an, dan mengaplikasikannya dalam 6 Wawancara dengan narasumber 1, Bapak samsul Hadi pada hari Senin tanggal 20 April 2015 pukul WIB 7 Wawancara dengan narasumber 1, Bapak samsul Hadi pada hari Senin tanggal 20 April 2015 pukul WIB 8 Wawancara dengan narasumber 2, Ibu Hayah pada hari Kamis tanggal 30 April 2015 pukul WIB 9 Observasi pada hari sabtu tanggal 25 April 2015 pukul WIB
14 71 kehidupan sehari-hari. Hal ini di jelaskan oleh Bapak Samsul Hadi sebagai berikut: Motivasi yang diberikan kepada siswa adalah dengan memberikan pujian, mbak. Juga memberikan motivasi bahwa Al-Qur an akan memberikan safaat kepada kita, yang membacanya memdapat pahala dll, mbak, pokoknya yang berkaitan dengan akhirat. Selain itu guru mendorongan kepada siswa untuk mau belajar membaca Al-Qur an dirumah. Tapi hal itu dilakukan secara berulang-ulang, mbak, agar siswa mau melakukannya di rumah. Pengawasan dan bimbingan guru juga akan memjadi motivasi bagi anak, mbak. 10 Bapak Samsul Hadi juga menambahkan sebagai berikut: Untuk membiasakan siswa membaca Al-Qur an setiap hari, mbak, sekolah mewajibkan siswa membaca QS Yasin 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dikelas secara bersama-sama, dalam membaca QS Yasin diawasi oleh guru, ketika terjadi kesalahan langsung dibetulkan, mbak. 11 Peryataan itu dipertegas oleh Ibu Hayah sebagai berikut: Memberikan motivasi tentang Agama mbak, bahwa membaca Al- Qur an merupakan bekal kita untuk mati, Al-Qur an akan memberi pertolongan ketika kita di timbang amalnya, dan membaca maupun mendengarkan Al-Qur an mendapat pahala, seperti itu mbak. 12 Motivasi yang diberikan membantu siswa dalam proses bimbingan membaca Al-Qur an. Hal ini sesuai dengan observasi yang dilakukan Dalam proses kegiatan bimbingan membaca Al-Qur an siswa sangat berantusias dan memperhatikan guru dengan baik. Keadaan siswa dalam 10 Wawancara dengan narasumber 1, Bapak samsul Hadi pada hari Senin tanggal 20 April 2015 pukul WIB 11 Wawancara dengan narasumber 1, Bapak samsul Hadi pada hari Senin tanggal 20 April 2015 pukul WIB 12 Wawancara dengan narasumber 2, Ibu Hayah pada hari Kamis tanggal 30 April 2015 pukul WIB
15 72 proses kegiatan bimbingan membaca Al-Qur an berlangsung secara kondusif, sehingga kegiatan membaca Al-Qur an berjalan dengan baik. 13 Metode yang digunakan harus efektif dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an. Sehingga siswa dapat membaca Al-Qur an dengan baik dan benar. Sebagaimana yang dikatakan oleh Bapak Samsul Hadi sebagai berikut: Metode yang digunakan sangat efektif, mbak. Karena tidak ada jalan lain. Guru sendiri tidak bisa mengajari membaca Al-Qur an secara khusus, jadi metode yang digunakan sudah efektif untuk membantu siswa membaca Al-Qur an 14 Bu Hayah juga mempertegas hal tersebut sebagai berikut: Metode yang digunakan ya efektif, mbak, untuk membantu siswa membaca Al-Qur an, 15 Metode yang digunakan dalam membimbing siswa membaca Al- Qur an kelas VII adalah metode drill dan tartil. Dengan kedua metode tersebut diharapkan dapat membimbing siswa membaca Al-Qur an dengan baik dan benar. 2. Solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an kelas VII reguler di MTs al-huda Bandung Dalam setiap proses kegiatan belajar mengajar selalu mengalami kendala yang menghambat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Kendala tersebut sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Untuk 13 Observasi pada hari sabtu tanggal 25 April 2015 pukul WIB 14 Wawancara dengan narasumber 1, Bapak samsul Hadi pada hari Senin tanggal 20 April 2015 pukul WIB 15 Wawancara dengan narasumber 2, Ibu Hayah pada hari Kamis tanggal 30 April 2015 pukul WIB
16 73 itu setiap kendala harus dicarikan solusi yang baik dan benar, agar tidak terulang lagi kendala tersebut. Menurut Bapak Samsul Hadi adapun kendala-kendala yang dihadapi sebagai berikut: Kedala yang dihadapi terletak pada siswanya mbak, yaitu kurangnya semangat pada siswa, dan kemampuan anak itu sendiri. Kalau gak gitu gaduh sendiri di dalam kelas, mbak. 16 Ibu hayah menegaskan dengan hal itu, yaitu: kendalanya adalah kemampuan anak yang berbeda-beda, mbak. Ada yang bisa, ada anak yang sedang, ada anak belum bisa. Jadi itu yang menjadi kendala. 17 Setiap kendala selalu mempenyai solusi untuk mengatasinya agar kendala tersebut tidak menghambat jalannya proses pendidikan. Menurut Bapak Samsul Hadi adapun solusi untuk kendala tersebuat sebagai berikut: Untuk solusinya ya mbak, pertama-tama siswa kita arahkan atau dinasehati terlebih dahulu, kalaupun tidak bisa atau tidak ada perubahan siswa dibawa ke guru BP kalau tidak ada perubahan lagi siswa dibawa ke Kepala Sekolah. Bagi siswa yang membolos kalau sudah dibawa ke Kepala sekolah sekolah tidak ada perubahan dan tetap membolos, maka satu-satunya jalan adalah di drop aut. 18 Bapak Samsul Hadi menambahkan sebagai berikut: Ada lagi cara yang lain mbak, yaitu dengan siswa didekati dan diberikan bimbingan khusus, diarahkan dengan baik, dan diberi motivasi secara pribadi. Tidak dipungkiri mbak, sekolah tidak bisa memberikan bimbingan membaca Al-Qur an secara individu dengan maksimal, maka dari itu siswa untuk belajar membaca Al-Qur an 16 Wawancara dengan narasumber 1, Bapak samsul Hadi pada hari Senin tanggal 20 April 2015 pukul WIB 17 Wawancara dengan narasumber 2, Ibu Hayah pada hari Kamis tanggal 30 April 2015 pukul WIB 18 Wawancara dengan narasumber 1, Bapak samsul Hadi pada hari Senin tanggal 20 April 2015 pukul WIB
17 74 dirumah. Pembentukan kelompok juga dilakukan, siswa yang kurang kemampuanya dikelompokkan dengan siswa yang sudah bisa membaca, mbak. 19 Pernyataan tersebut ditamabahkan oleh Ibu Hayah sebagai berikut: untuk mengatasi kendala tersebut ya itu tadi mbak menggunakan tutor teman sebaya dan siswa diwajibkan mengikuti ektrakulikuler mengaji melalui tartil sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Siswa dinasehati, diberi pengarahan untuk membaca Al-Qur an, mbak. 20 Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kendala yang dialami guru dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an pada Siswa kelas VII adalah kurangnya kemampuan siswa dalam membaca Al-qur an, kurangnya semangat siswa, dan kemampuan siswa yang berbeda-beda. Adapun solusi yang dilakukan adalah memberikan perhatian khusus, memberikan motivasi, dan tutor teman sebaya. C. Temuan Peneliti 1. Metode yang digunakan guru Al-Qur an hadits dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an Kelas VII reguler di MTs Al-Huda Bandung Dari hasil wawancara dan observasi dengan guru Al-Qur an Hadits MTs Al-Huda Bandung bahwa metode yang digunakan guru Al-Qur an Hadits dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an kelas VII reguler MTs Al-Huda Bandung adalah sebagai berikut: 19 Wawancara dengan narasumber 1, Bapak samsul Hadi pada hari Senin tanggal 20 April 2015 pukul WIB 20 Wawancara dengan narasumber 2, Ibu Hayah pada hari Kamis tanggal 30 April 2015 pukul WIB
18 75 1) Metode drill yaitu siswa disuruh meniru secara berulang-ulang membaca Al-Qur an sesuai dengan makhorijul huruf dan tajwid sebagaimana yang telah dicontohkan oleh guru. 2) Metode tartil yaitu membaca secara perlahan-lahan, maksudnya siswa membaca Al-Qur an secara perlahan-lahan sesuai dengan tajwid dan makhorijul sehingga siswa dapat membaca Al-Qur an dengan baik dan benar, dan tidak akan merubah hak-hak bacaannya. 2. Solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an kelas VII reguler di MTs Al-Huda Bandung Dari hasil wawancara dan observasi dengan guru Al-Qur an Hadits MTs Al-Huda Bandung yang menjadi kendala dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an kelas VII reguler MTs Al-Huda Bandung adalah sebagai berikut: 1) Kemampuan siswa yang berbeda-beda dalam membaca Al-Qur an, karena siswanya berasal dari SD dan MI 2) Kurangnya semangat dari diri siswa sendiri, mereka tidak ada niat untuk belajar membaca Al-Qur an. Dari hasil wawancara dan observasi dengan guru Al-Qur an Hadits MTs Al-Huda Bandung solusi untuk mengatasi kendala dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an kelas VII reguler MTs Al- Huda Bandung adalah sebagai berikut:
19 76 1) Memberi bimbingan khusus kepada siswa seperti dibimbing, diarahkan, dan dinasehati, agar siswa yang belum bisa membaca, mereka bisa menyusul temannya yang sudah bisa. 2) Tutor teman sebaya maksudnya mempercayakan siswa yang mempunyai kemampuan lebih dalam membaca Al-Qur an mengajari temannya yang belum bisa membaca Al-Qur an, dengan belajar sesama teman mereka tidak akan merasa canggung. 3) Memberikan motivasi kepada siswa pentingnya membaca Al- Qur an. Baik dari dalam diri siswa maupun dari luar diri siswa. 4) Mengikuti ektrakulikuler mengaji. D. Pembahasan 1. Metode yang digunakan guru Al-Qur an hadits dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an Kelas VII reguler di MTs Al-Huda Bandung Al-Qur an adalah kitab suci umat Islam yang menjadi petunjuk hidup bagi umat Islam. Belajar membaca Al-Qur an merupakan keharusan bagi seluruh umat Islam, karena dengan membaca Al-Qur an akan menambah keyakinan dan Al-Qur an akan memberi syafaatnya kepada umat Islam yang mau membacanya. Belajar membaca Al-Qur an dilakukan sejak usia dini, karena pada usia itu anak bisa mengingat dan menghafal dengan baik. Tidak dipungkiri banyak sekali anak usia dini belajar membaca Al-Qur an, tapi ketika beranjak dewasa mereka lebih memilih bermain dengan temannya.
20 77 Di usia SMP/MTs banyak anak yang tidak mau lagi belajar membaca Al- Qur an di madrasah, karena mereka sudah merasa bisa. Dalam hal ini guru di SMP/MTs harus bisa mendorong siswa agar mau belajar membaca Al-Qur an lagi. Metode yang digunakan dalam membimbing membaca Al-Qur an harus sesuai dengan kemampuan anak. Winarno Surakhmad mengatakan, bahwa pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut: anak didik, tujuan, situasi, fasilitas, dan guru. 21 Metode memiliki kedudukan sebagai alat motivasi ekstrensik dalam kegiatan belajar mengajar, menyiasati perbedaan individual anak didik, dan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 22 Metode yang digunakan harus bisa mencapai target yang ditentukan. Sesuai dengan wawancara diatas, metode yang digunakan dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an ada 2, yaitu: tartil, dan metode drill. 1) Tartil, adalah bacaan berlahan-lahan itu namanya tartil atau tahqiq. Membaca Al-Qur an dengan tartil, bisa membikin tepat bacaan masing-masing huruf perhuruf dengan betul dengan semua ketentuan bacaannya dengan menggunakan tajwid. 23 Dengan membaca Al- 21 Syaiful Bahri Djamarah, dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Rineka Cipta, Hal Puput Fatkhurrohman, dan M. Sobri Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: PT Refika Aditama, Hal Maftuh Basthul Birri, Standar Tajwid, Kediri: Madrasah Murottilil Qur an P. P. Lirboyo, Hal 23
21 78 Qur an menggunakan tartil maka bacaannya akan terarah dengan baik. 2) Metode drill yaitu siswa disuruh meniru membaca dan menghafal sesuai dengan makhorijul huruf dan tajwid sebagaimana yang telah dicontohkan oleh guru. Metode ini akan membantu siswa dalam memnghafal setiap bacaan-bacaan dengan baik. Metode drill adalah suatu kegiatan melakukan hal yang sama berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu keterampilan agar menjadi sifat permanen. 24 Tujuan metode drill adalah 1) Memiliki kemampuan motorik atau gerak seperti menghafal kata-kata, menulis, dan mempergunakan alat, 2) mengembangkan kecakapan intelek seperti mengalikan, membagi, dan menjumlahkan, dan 3) memiliki kemampuan menghubungkan antara suatu keadaan dengan yang lain. 25 Metode yang baik dan benar akan menentukan keberhasilan dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an. Berdasarkan hasil wawancara di atas, metode yang digunakan guru Al-Qur an Al-Hadits dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an sudah sangat efektif dalam membantu siswa belajar membaca Al-Qur an. 24 Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru, dalam penerapan metode drill dalam pembelajaran diakses tanggal 17 Mei Sanjaya Yasin, Metode Pembelajaran, dalam metode pembelajaran diakses tanggal 17 Mei 2015
22 79 2. Solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an kelas VII reguler di MTs Al-Huda Bandung Dalam setiap proses pembelajaran selalu ada yang namanya kendala maupun hambatan yang dilalui untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Tidak dipungkiri kendala adalah suatu hal yang harus dihilangkan dari proses pembelajaran, walaupun itu memerlukan waktu yang cukup lama. Penggunaan metode yang tidak sesuai juga menjadi kendala dalam mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu juga faktor dari peserta didik, guru, fasilitas, dan lingkungan. Sesuai dengan wawancara diatas, yang menjadi kendala dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an adalah: 1) peserta didik selalu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Dari aspek psikologis sudah diakui ada juga perbedaan. Disekolah perilaku anak didik selalu menunjukkan perbedaan, ada yang pendiam, ada yang kreatif, ada yang suka bicara, ada yang tertutup (introver), ada yang terbuka (ekstrover), ada yang pemurung, ada yang periang, dan sebagainya. 26 itulah salah satu yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran. 2) Kurangnya motivasi dari diri siswa, motivasi ini dinamakan motivasi intrinsik adalah jenis motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar 26 Syaiful Bahri Djamarah, dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar..., Hal 79
23 80 kemauan sendiri. 27 Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. 28 Kurangnya motivasi siswa juga menjadikan kendala. Kendala-kendala tersebut membutuhkan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Solusi yang digunakan harus tepat, cepat, dan efektif. Sesuai dengan wawancara diatas solusi untuk mengatasi kendala dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an adalah: 1) Memberikan perhatian khusus kepada siswa yang kurang bisa membaca Al-Qur an diarahkan dan didekati. Guru harus memberikan kasih sayang kepeda peserta didik. Dengan memberikan kasih sayang, bimbingan, dan arahan, siswa akan merasa diperhatiakan. Hal itu akan menumbuhkan semangat siswa untuk belajar membaca Al-Qur an. Sehingga siswa dapat menyusul ketertinggalannya dengan temannya yang bisa membaca Al-Qur an. 2) Memberikan tutor sebaya, maksudnya siswa yang memilki kelebihan dalam membaca Al-Qur an, diberikan kepercayaan untuk membantu temanya yang kurang bisa dalam membaca Al-Qur an. Dengan adanya tutor sebaya ini, siswa mau belajar membaca Al-Qu an dengan baik, dan termotivasi karena melihat temannya yang sudah bisa. 27 Puput Fatkhurrohman, dan M. Sobri Sutikno, Strategi Belajar Mengajar..., Hal Ibid., Hal 19
24 81 3) Memberikan motivasi kepada siswa, motivasi ini dinamakan motivasi ekstrinsik adalah jenis motivasi yang timbul sebagai akhibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. Bagi siswa yang tidak ada motivasi didalam dirinya, maka motivasi ini mutlak diperlukan. Disini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. 29 Motivasi sangat penting diperlukan, agar siswa merasa percaya diri dan tidak minder dengan kemampuan yang dimilikinya. 4) Mengikuti ekstrakulikuler mengaji. Ekstra mengaji ini diwajibkan untuk para siswa. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuannya masing-masing dalam membaca Al-Qur an. Sehingga siswa akan dibimbing sesuai dengan kemampuannya. Berdasarkan wawancara diatas, solusi yang digunakan guru Al- Qur an Al-Hadits dalam membimbing siswa membaca Al-Qur an sudah bisa mengatasi kendala yang ada. Kendala-kendala tersebut bisa teratasi karena adanya ketekunan guru dalam menemukan berbagai cara untuk mengatasi kendala tersebut. Sehingga proses membimbing siswa membaca Al-Qur an berjalan dengan lancar. 29 Ibid., Hal 20
PROFIL SEKOLAH. A. Identitas Madrasah. : Madrasah Tsanawiyah Al Huda Bandung Status Sekolah : Terakreditasi "A. Nomor Telepon : ( 0355 )
Lampiran 1 PROFIL SEKOLAH A. Identitas Madrasah. Nama Madrasah : Madrasah Tsanawiyah Al Huda Bandung Status Sekolah : Terakreditasi "A. Nomor Telepon : ( 0355 ) 531455 Alamat : Desa Suruhankidul. Kecamatan
BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN
BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN A. PAPARAN DATA Paparan data disini merupakan uraian yang disajikan peneliti dengan topik sesuai dalam pertanyaan-pertanyaan yang peneliti lakukan dan peneliti
BAB IV HASIL PENELITIAN
74 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Setelah melakukan penelitian di MTs Al-Huda Bandung dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, dapat didiskripsikan data dan hasil penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN
1 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data Setelah melakukan penelitian di SDI Miftahul Huda Plosokandang Tulungagung dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dapat dipaparkan data hasil penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Sesuai dengan fokus penelitian yang telah dirumuskan mengenai motivasi belajar membaca Al-Qur an siswa, strategi guru Al-Qur an Hadits dalam menumbuhkan motivasi
Landasan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
Lampiran 1 Landasan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Lampiran 2 Landasan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. PAPARAN DATA 1. Proses pembelajaran membaca Al-Quran di TPQ Baiturrahman Sambirobyong Sumbergempol Tulungagung Berdasarkan hasil wawancara, obsevasi, dan dokumentasi
BAB I PENDAHULUAN. dalam keluarga, masyarakat, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara. Maju
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan ini. Pendidikan sama sekali tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan umat manusia, baik dalam keluarga,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Al-qur an Hadits
49 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uraian pada bab ini adalah deskripsi hasil dan pembahasan obyek penelitian berupa paparan data yang telah dilaksanakan. Dari beberapa hal tersebut, nantinya kita
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah Al-Musyawarah Banjarmasin beralamat di Jalan
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Madrasah Ibtidaiyah Al-Musyawarah Banjarmasin beralamat di Jalan Pekapuran A RT. 18 No. 84 Kelurahan Karang Mekar Kecamatan Banjarmasin
TRANSKIP WAWANCARA. 1. Peneliti: Apa Visi Misi MTs NU 07 Patebon dan bagaimana penjelasannya?
Lampiran 1 TRANSKIP WAWANCARA Hari/Tanggal : Rabu, 29 Maret 2016. Tempat : Ruang tamu MTs NU 07 Patebon Waktu : 08:00 s/d 09:00. Narasumber : Siti Simyanah S.Ag (Kepala Sekolah). 1. Peneliti: Apa Visi
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini bertempat di MTs Nurussalam, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang. Nama Lengkap Madrasah : Madrasah Tsanawiyah
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
65 BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Setting Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MIN Kebun Bunga Banjarmasin Terbentuknya dan berdirinya Pendidikan Madrasah Negeri Kebun Bunga disebabkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Madrasah 1. Sejarah Berdirinya Madrasah 1 Madrasah Tsanawiyah Nu 08 Gemuh Kendal yang berlokasi di Jl. Puskesmas No. 02, Pamriyan, Gemuh, Kendal,
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data Setelah melakukan penelitian di MTs Negeri 2 Kota Blitar melalui metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi, maka data hasil penelitian tersebut
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Uraian dalam bab ini merupakan penyajian dan temuan data hasil penelitian yang diperoleh di lapangan, berdasarkan wawancara, observasi serta dokumentasi. Adapun penyajian data hasil
FORM PROFIL MADRASAH KABUPATEN TULUNGAGUNG
FORM PROFIL MADRASAH KABUPATEN TULUNGAGUNG A. Identitas Madrasah Nama Madrasah : MTs Negeri KARANGREJO Status : Reguler Akreditasi : A Nomor Telp. / Fax : 0355 325394 Alamat : JL. DAHLIA Kecamatan : KARANGREJO
LEMBARAN DAERAH KOTA SAWAHLUNTO TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KOTA SAWAHLUNTO NOMOR 4 TAHUN 2010 T E N T A N G PENDIDIKAN AL QUR AN
LEMBARAN DAERAH KOTA SAWAHLUNTO TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KOTA SAWAHLUNTO NOMOR 4 TAHUN 2010 T E N T A N G PENDIDIKAN AL QUR AN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SAWAHLUNTO, Menimbang : a. bahwa
INSTRUMEN PENELITIAN. Implementasi Penanaman Nilai-Nilai Religius Siswa Di MTs Nurul Huda Dempet Demak
INSTRUMEN PENELITIAN Implementasi Penanaman Nilai-Nilai Religius Siswa Di MTs Nurul Huda Dempet Demak Lampiran 1 PEDOMAN OBSERVASI No Indikator Uraian Observasi 1. Profil a. Sejarah MTs Nurul Huda b. Susunan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
78 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Paparan Data Setelah melakukan penelitian di MTs Assyafi iyah Gondang Tulungagaung dengan metode observasi, wawancara, dapat dipaparkan data hasil penelitian
LAMPIRAN LOKASI. 1. Deskripsi Singkat MTs Darussalam Kademangan Blitar. : MTs Darussalam Kademangan. No. Telepon / Faksimile : (0342)
LAMPIRAN LOKASI A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Deskripsi Singkat MTs Darussalam Kademangan Blitar Nama Sekolah Alamat : MTs Darussalam Kademangan : Jl. Bima No. 42 Kademangan Blitar No. Telepon / Faksimile
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Swasta Sabilal Muhtadin Jaya Karet Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Madrasah Ibtidaiyah
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat yang berminat mendaftarkan putra-putrinya pada lembaga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Generasi Qur ani menjadi target yang sangat digemari masyarakat dalam era globalisasi saat ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang berminat
KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 369 TAHUN 1993 TENTANG MADRASAH TSANAWIYAH BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1
KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 369 TAHUN 1993 TENTANG MADRASAH TSANAWIYAH BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Madrasah Tsanawiyah selanjutnya dalam
BAB IV HASIL PENELITIAN. Ds. Lekisrejo, Kec. Lubuk Raja, Kab. OKU, Sumatra Selatan. MA Al Falaah
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Lokasi Penelitian Madrasah Aliyah (MA) Al Falaah terletak di Batumarta III. Blok D, Ds. Lekisrejo, Kec. Lubuk Raja, Kab. OKU, Sumatra Selatan.
WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG
WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG BACA TULIS AL QUR AN BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR / MADRASAH IBTIDAIYAH, SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QUR AN
SALINAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QUR AN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG TIMUR,
BAB IV HASIL PENELITIAN
70 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Pada tanggal 4 April 2016 peneliti melakukan penelitian yang pertama. Peneliti datang ke sekolah MTs Darul Hikmah pada pukul 08.30 WIB. Ketika sampai di sekolahan,
A. SEJARAH / PROSES BERDIRINYA MIN KOLOMAYAN. Pembangunan untuk diusulkan menjadi MI Negeri. Ketua yayasan Bapak H.
214 Lampiran 23 KEMENTRIAN AGAMA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI KOLOMAYAN WONODADI BLITAR Jl. Soekarno Hatta Telp. (0341) 552820 E-Mail : [email protected] Kode Pos 66155 A. SEJARAH / PROSES BERDIRINYA
Drs. H. Imam Sujarwo, M.Pd NIP MAN P
I. PENDAHULUAN MAN 3 Malang sebagai Madrasah Model yang terakreditasi A (keputusan ketua Badan Akreditasi Propinsi No. 058/BAP-SM/TU/XI/2008) pada tahun pelajaran baru 2009/2010 membuka kesempatan bagi
BAB IV ANALISIS STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SMP WAHID HASYIM PEKALONGAN
BAB IV ANALISIS STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SMP WAHID HASYIM PEKALONGAN A. Analisis Strategi Guru PAI dalam membentuk karakter siswa di SMP Wahid Hasyim Pekalongan.
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
64 BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. DESKRIPSI DATA 1. Deskripsi Lokasi Lokasi penelitian ini adalah MTs Al Huda Bandung yang terletak di desa Suruhankidul, kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. MTs
BAB III SETTING WILAYAH PENELITIAN. 1. Latar Belakang Berdirinya MTs Nurul Hilal Senuro
45 BAB III SETTING WILAYAH PENELITIAN A. Sejarah Berdirinya MTs Nurul Hilal Senuro 1. Latar Belakang Berdirinya MTs Nurul Hilal Senuro Asal mula berdirinya Pondok Pesantren Nurul Hilal Senuro berdasarkan
PROPOSAL BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG KELAS PONDOK PESANTREN AL-IMAM ASY-SYAFI I
PROPOSAL BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG KELAS PONDOK PESANTREN AL-IMAM ASY-SYAFI I Sekretariat : Jalan Tengku Sulung Gg. Amaliyah RT. 009 Kampung Muda Kelurahan Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai
BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN. 1. Sejarah Berdirinya SMP AL-WACHID SURABAYA 1
BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Berdirinya SMP AL-WACHID SURABAYA 1 SMP AL-WACHID Surabaya didirikan pada tanggal 21 September 1988 di bawah naungan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2007 TENTANG PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN BUPATI PASAMAN BARAT Menimbang : a. Bahwa
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah Al-Aman Banjarmasin lokasinya berada di lingkungan
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di MI Al-Aman Kuin Utara Banjarmasin. Madrasah Ibtidaiyah Al-Aman Banjarmasin
BAB I PENDAHULUAN. menghantarkan pendidikan menuju kemajuan adalah konsep dan. pengembangan kurikulum yang jelas di sekolah.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan adalah usaha secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau kelompok orang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pandangan hidup, sikap hidup
BAB I PENDAHULUAN. E. Mulyasa, Manajemen PAUD, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2014, hlm
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manajemen pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu memainkan peranan penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan. Dikatakan penting
BAB IV HASIL PENELITIAN. tentang: a). deskripsi data, b). temuan penelitian, c). analisis data. di paparkan temuan penelitian sebagai berikut :
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab ini penulis memaparkan hasil penelitian, yang menjabarkan tentang: a). deskripsi data, b). temuan penelitian, c). analisis data. A. Deskripsi Data Setelah peneliti melakukan
BAB I PENDAHULUAN. mengajar dengan materi-materi kajian yang terdiri dari ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Madrasah berasal dari bahasa Arab yaitu Madrasah yang artinya tempat untuk belajar atau sistem pendidikan klasikal yang didalamnya berlangsung proses belajar
BAB IV ANALISIS PERSEPSI SISWA KELAS VIII TERHADAP PROGRAM PEMBELAJARAN BTQ DI SMP NEGERI 12 PEKALONGAN
BAB IV ANALISIS PERSEPSI SISWA KELAS VIII TERHADAP PROGRAM PEMBELAJARAN BTQ DI SMP NEGERI 12 PEKALONGAN A. Analisis Pelaksanaan Program Pembelajaran BTQ di SMP Negeri 12 Pekalongan Alquran merupakan kitab
BAB III UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR MEMBACA AL-QUR AN DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT
53 BAB III UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR MEMBACA AL-QUR AN DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PELAJARAN AL-QUR AN HADITS SISWA KELAS V MI ISLAMIYAH
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR AN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR AN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BEKASI, Menimbang : a. bahwa pendidikan nasional berfungsi
BAB II DESKRIPSI SMAN 10 TANGERANG Sejarah Berdirinya SMAN 10 Tangerang Seiring dengan otonomi daerah yang digulirkan pemerintah pusat maka
20 BAB II DESKRIPSI SMAN 10 TANGERANG 2.1. Sejarah Berdirinya SMAN 10 Tangerang Seiring dengan otonomi daerah yang digulirkan pemerintah pusat maka kota Tangerang berbenah terutama dalam bidang pendidikan
BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah berdirinya Mts Tarbiyatul Banin Banat
BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran umum 1. Sejarah berdirinya Mts Tarbiyatul Banin Banat MTs Tarbiyatul Banin Banat merupakan salah satu Madrasah di Kecamatan Montong yang didirikan oleh seorang
BAB III GAMBARAN UMUM MTS SALAFIYAH WONOYOSO PEKALONGAN. A. Kondisi Umum MTs Salafiyah Wonoyoso Pekalongan
BAB III GAMBARAN UMUM MTS SALAFIYAH WONOYOSO PEKALONGAN A. Kondisi Umum MTs Salafiyah Wonoyoso Pekalongan 1. Sejarah MTs Salafiyah Wonoyoso Pekalongan Mengenai sejarah berdirinya MTs Salafiyah Wonoyoso
BAB IV. : Madrasah Tsanawiyah Muslimat NU. : Palangka Raya. 2. Alamat : Jalan Pilau No. 41. : Kalimantan Tengah. Nomor Telepon : (0536)
BAB IV A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian I. SEKOLAH/ MADRASAH 1. Nama Sekolah/Madrasah : Madrasah Tsanawiyah Muslimat NU Palangka Raya 2. Alamat : Jalan Pilau No. 41 Kecamatan Kota Provinsi : Pahandut
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 722 TAHUN : 2006 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG KETENTUAN PENYELENGGARAAN WAJIB BELAJAR MADRASAH DINIYAH AWALIYAH DI KABUPATEN SERANG
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kebun Bunga Terbentuknya dan berdirinya Pendidikan Madrasah Negeri Kebun Bunga
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah Al-Aman Banjarmasin lokasinya berada di lingkungan
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Madrasah Ibtidaiyah Al-Aman Banjarmasin lokasinya berada di lingkungan pemukiman penduduk dan di tepi sebuah sungai, yang mana sebagian
BAB V PEMBAHASAN. A. Motivasi Belajar Membaca Al-Qur an pada Siswa di Madrasah. karena itu peran seorang guru bukan hanya semata-mata mentransfer ilmu
BAB V PEMBAHASAN A. Motivasi Belajar Membaca Al-Qur an pada Siswa di Madrasah Tsanawiyah Sultan Agung Jabalsari Pembelajaran dikatakan berhasil apabila siswa mempunyai motivasi dalam belajar sehingga terbentuk
BAB I PENDAHULUAN. Al-Quran adalah kitab suci yang merupakan sumber utama dan utama
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Al-Quran adalah kitab suci yang merupakan sumber utama dan utama ajaran islam yang menjadi petunjuk kehidupan umat manusia yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi
BAB III KEADAAN MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAJIRIN PALEMBANG. A. Sejarah Berdiri Madrasah Ibtidaiyah Muhajirin Palembang
BAB III KEADAAN MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAJIRIN PALEMBANG A. Sejarah Berdiri Madrasah Ibtidaiyah Muhajirin Palembang Madrasah Ibtidaiyah Muhajirin Palembang didirikan oleh Bapak Ahmad Ramson, B.Sc pada tahun
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia merupakan suatu kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu sarana pemenuhan kebutuhan manusia yang beragam dan selalu berubah sesuai tuntutan zaman. Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan
BAB III GAMBARAN PARTNER. A. Gambaran Umum Profil Pengembangan Sma Alkhairaat Kalukubula Kabupaten Sigi Tahun 2016
BAB III GAMBARAN PARTNER A. Gambaran Umum Profil Pengembangan Sma Alkhairaat Kalukubula Kabupaten Sigi Tahun 2016 1. Identitas Sekolah 1) Nomor Statistik Sekolah : 3041802024027 2) Nama Sekolah : SMAS
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum MTs Al Asror 1. Sejarah berdiri MTs Al Asror MTs Al Asror Gunungpati Semarang didirikan pada tahun 1987, yang mana dahulu MTs Al Asror hanya mempunyai
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Setelah penulis mengadakan penelitian dengan seksama menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, maka
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
46 BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1. Sejarah Sekolah 4.1.1 MTs.S Darul Hasanah. Sekolah MTs.S Darul Hasanah adalah nama sekolah yang bergerak dibidang pendidikan, guna melahirkan siswa yang berwawasan
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis MI Al Mujtahidin Penelitian tindakan kelas ini mengambil tempat di MI Al Mujtahidin. Madrasah ini terletak di Desa
BAB I PENDAHULUAN. jangka waktu tertentu. Bila anak didik sudah mencapai pibadi dewasa susila,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu proses terhadap anak didik berlangsung terus sampai anak didik mencapai pribadi dewasa susila. Proses ini berlangsung dalam jangka
BAB III GAMBARAN UMUM SD N 21 SUNGAI KENTEN BANYUASIN. A. Sejarah Singkat Berdirinya SD N 21 Sungai Kenten Banyuasin
66 BAB III GAMBARAN UMUM SD N 21 SUNGAI KENTEN BANYUASIN A. Sejarah Singkat Berdirinya SD N 21 Sungai Kenten Banyuasin SD Negeri 21 Sungai Kenten merupakan lembaga pendidikan formal di bawah naungan Departemen
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Siti Mariam beralamatkan di Jalan Kelayan A Gg. PGA
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis MI Siti Mariam Banjarmasin Madrasah Ibtidaiyah (MI) Siti Mariam beralamatkan di Jalan Kelayan A Gg. PGA Kelurahan Kelayan
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTsN 2 Gambut Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Gambut berlokasi di Jalan Ahmad Yani Km. 15.200 Kecamatan Gambut
Tujuan pendidikan adalah membentuk seorang yang berkualitas dan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan sebuah proses dengan menggunakan berbagai macam metode pembelajaran sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang
BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Gambaran Umum MTs Ittaqu Surabaya. Taman Pendidikan Ittaqu (Ikatan Tarbiyah Ta limul Qur an). Lembaga
65 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Profil MTs Ittaqu Surabaya 1. Gambaran Umum MTs Ittaqu Surabaya Lembaga pendidikan Madrasah Tsanawiyah Ittaqu Surabaya adalah lembaga pendidikan formal yang berada di bawah
Lampiran 1: Pedoman Observasi PEDOMAN OBSERVASI
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 : Pedoman Observasi : Pedoman Wawancara : Hasil Observasi : Hasil Wawancara : Surat Validasi
BAB IV ANALISIS PEMANFAATAN TEKNIK MENYANYI DALAM PEMBELAJARAN HAFALAN KOSAKATA BAHASA ARAB SISWA MIS KERTIJAYAN BUARAN PEKALONGAN
BAB IV ANALISIS PEMANFAATAN TEKNIK MENYANYI DALAM PEMBELAJARAN HAFALAN KOSAKATA BAHASA ARAB SISWA MIS KERTIJAYAN BUARAN PEKALONGAN A. Analisis Pemanfaatan Teknik Menyanyi Dalam Pembelajaran Hafalan Kosakata
BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah Berdirinya MTs Sunan Kalijogo Ngadri Binangun Blitar
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Sejarah Berdirinya MTs Sunan Kalijogo Ngadri Binangun Blitar Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijogo berdiri atas prakarsa 4 Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) yakni MI
BAB VI PENUTUP. Berdasarkan data dan analisis penelitian pada bab-bab sebelumnya dalam
171 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan data dan analisis penelitian pada bab-bab sebelumnya dalam tesis ini maka penulis dapat mengemukakan isi dari keseluruhan inti penelitian berupa kesimpulan
BAB IV HASIL PENELITIAN. penelitian ini peneliti menggunakan analisis kualitatif deskriptif
86 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data Sebagaimana diterangkan pada teknik analisis data, dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis kualitatif deskriptif (pemaparan), dan data yang diperoleh
TRANSKRIP OBSERVASI. Tanggal pengamatan : 20 agustus 2016
Lampiran 1. TRANSKRIP OBSERVASI Kode : 01 Tanggal pengamatan : 20 agustus 2016 Jam : 06.45 Disusun jam Topik yang diobservasi : 19.30 WIB : Pembiasaan sholat dhuha Transkrip Observasi Setiap pagi sebelum
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak, masa peralihan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak, masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, dari masa tanpa identitas ke masa pemilikan identitas diri.
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. 1. Letak Geografis MA Al-Istiqamah. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MA Al-Istiqamah yang
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis MA Al-Istiqamah Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MA Al-Istiqamah yang beralamat di Jl. Kali Martapura
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Obyek Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya TPQ Roudlotul Qur an Jabalsari Dengan semakin bebasnya budaya luar yang masuk ditambah masuknya pergaulan di era globalisasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasayarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas SDM tersebut
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. Setelah ditemukan beberapa data yang diinginkan, baik dari hasil
74 BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Setelah ditemukan beberapa data yang diinginkan, baik dari hasil penelitian observasi, interview maupun dokumentasi, maka peneliti akan menganalisa dan memodifikasi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pengetahuan dan teknologi serta mampu bersaing pada era global ini.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Banyak pihak yang cukup memperhatikan berbagai kegiatan dan permasalahan yang ada di bidang pendidikan. Melalui kegiatan pendidikanakant erbentuk kualitas sumber
BAB II GAMBARAN UMUM PONDOK PESANTREN MADRASAH TARBIYAH ISLAMIAH TG BERULAK KECAMATAN KAMPAR KABUPATEN KAMPAR
BAB II GAMBARAN UMUM PONDOK PESANTREN MADRASAH TARBIYAH ISLAMIAH TG BERULAK KECAMATAN KAMPAR KABUPATEN KAMPAR A. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiah Pondok Pesantren Madrasah
Ahlan wa Sahlan. PARA TAMU UNDANGAN open house
Ahlan wa Sahlan PARA TAMU UNDANGAN open house Agenda : 01. Taushiyah Ustadz Machfud 02. Paparan seputar Playgroup, TK & SD Islam Riyadhus Shalihin 03. Sesi Tanya Jawab visi Mewujudkan anak-anak shalih
BAB I PENDAHULUAN. penambahan, pengurangan, penggantian dan pengembangan yang selanjutnya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara alami, perubahan selalu terjadi pada setiap sistem akibat pengaruh faktor internal maupun faktor eksternal. Melalui perubahan terjadilah pergeseran, penambahan,
BAB I PENDAHULUAN. mewarnai interaksi antara guru dan anak didik. Interaksi yang edukatif ini dikarenakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi antara guru dan anak didik. Interaksi yang edukatif ini dikarenakan
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SDN Pekapuran Raya 2 SDN Pekapuran Raya 2 berlokasi di Jl. Tunjung Maya AMD Gg. H. Hasan RT 30 No. 53 Kelurahan
BAB III IMPLEMENTASI STRATEGI COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MAHÃRAH QIRÃ AH. A. Gambaran Umum SD Islam Simbangwetan Pekalongan
BAB III IMPLEMENTASI STRATEGI COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MAHÃRAH QIRÃ AH A. Gambaran Umum SD Islam Simbangwetan Pekalongan 1. Sejarah Berdirinya SD Islam Simbangwetan Buaran Pekalongan didirikan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak geografis MIN Pelaihari Ditinjau dari segi geografisnya MIN Pelaihari berbatasan dengan : a. Sebelah timur dengan jalan Samudera
BAB II. TINJAUAN SMPN 24 Bandung. 2.1 Sejarah SMPN 24 Bandung
BAB II TINJAUAN SMPN 24 Bandung 2.1 Sejarah SMPN 24 Bandung Sejarah Sekolah Menengah Pertama Negeri 24 Bandung tidak terlepas dari sejarah SKPPN III yang beralamat di Jl. Cibadak No. 202 Bandung dan didirikan
A. Analisis Situasi Sekolah 1. Sejarah SMK Kristen 1 Klaten berdiri pada tanggal 1 Agustus 1965 menempati gedung SD Krsiten III yang dahulu berada di
BAB I PENDAHULUAN Universitas Negeri Yogyakarta merupakan salah satu perguruan tinggi yang menghasilkan tenaga kependidikan terbanyak yang ada di Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta sudah banyak
1. Profil SMP Muhammadiyah 2 Depok. SMP Muhammadiyah 2 Depok terletak di Jalan Swadaya IV, Karangasem, Condong Catur, Depok, Sleman.
BAB I PENDAHULUAN Mahasiswa adalah calon guru, maka sudah selayaknya mahasiswa memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang memadai dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berangkat
BAB II MENGGAMBARKAN KONDISI OBJEKTIF SMA NEGERI 1 BALARAJA KAB. TANGERANG
BAB II MENGGAMBARKAN KONDISI OBJEKTIF SMA NEGERI 1 BALARAJA KAB. TANGERANG A. Sejarah SMA Negeri 1 Balaraja Kab. Tangerang SMA Negeri 1 Balaraja dahulu namanya adalah SMA Negeri 27 Jakarta Filial Balaraja,
BAB IV PAPARAN DATA PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV PAPARAN DATA PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Paparan Data Data yang peneliti peroleh dari lapangan adalah data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam hal ini, peneliti tidak mengalami kendala
BAB I PENDAHULUAN. dari berbagai penjuru dunia. Oleh karena itu bahasa asing selain bahasa Inggris
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi komunikasi dalam era globalisasi saat ini sangat cepat dan menjadikan jarak bukan suatu hambatan untuk mendapatkan informasi dari berbagai
BAB IV HASIL PENELITIAN. Doroaampel Sumbergempol Tulungagung, peneliti memperoleh data-data
59 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Setelah peneliti melaksanakan penelitian di MI Riyadlotul Uqul Doroaampel Sumbergempol Tulungagung, peneliti memperoleh data-data di lapangan melalui wawancara,
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi data Sebelum peneliti melakukan penelitian di lapangan, peneliti melakukan pengajuan judul terkait masalah yang ada di lapangan, kemudian setelah judul di terima, peneliti
WALI KOTA BANDUNG, DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
1 SALINAN WALI KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALI KOTA BANDUNG NOMOR 456 TAHUN 2018 TATA CARA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK- KANAK/RAUDHATUL ATHFAL, SEKOLAH DASAR/MADRASAH
