PERAN ARTERI PERFORATOR PADA TINDAKAN REKONSTRUKSI BEDAH MIKRO
|
|
|
- Hadian Chandra
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Oral Presentation PERAN ARTERI PERFORATOR PADA TINDAKAN REKONSTRUKSI BEDAH MIKRO Ulfa Elfiah 1*, Nyoma Riasa 2 1.Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Jember-Bagian bedah Plastik RSUD Soebandi Jember [email protected], Bagian Bedah Plastik-RSUP Sanglah Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Abstrak Latar Belakang Kompleksitas suatu defek yang diakibatkan oleh trauma,, keganasan atau penyakit-penyakit tertentu memerlukan teknik khusus dalam tindakan rekonstruksi dan merupakan tantangan tersendiri bagi ahli bedah plastic agar hasil akhir yang diinginkan dapat memperbaiki fungsi dan memberikan penampakan yang yang memuaskan.perforator Flap dengan teknik bedah mikro merupakan salah satu cara untuk menutup defek yang dapat menggantikan jaringan defek dengan berbagai macam variasi lapisan jaringan. Tujuan: melaporkan kepentingan klinis arteri perforator pada flap dalam penutupan sebuah defek tubuh melalui prosedur bedah mikro Metode: Artikel ini melaporkan 5 kasus tindakan rekonstruksi penutupan defek akibat kontraktur luka bakar di daerah persendian region ekstremitas inferior, superior dan wajah serta leher dengan menggunakan perforator flap arteri thoracodorsalis dan perforator flap cabang descenden arteri circumflexa femoralis lateralis. Hasil: Hasil akhir menunjukkan hasil yang memuaskan dari kelima kasus rekonstruksi dari segi penampakan seperti tekstur, warna kulit, ketebalan jaringan dan optimalisasi fungsi regio sekitar defek Kesimpulan: Perforator flap dengan teknik bedah mikro merupakan salah satu prosedur pilihan yang berkembang secara progresif dan menjadi pilhan yang baik dari segi estetik dan fungsional dalam penutupan defek pada bagian tubuh Kata Kunci: flap, bedah mikro, arteri perforator Pendahuluan Kompleksitas suatu defek yang diakibatkan oleh trauma,, keganasan atau penyakitpenyakit tertentu memerlukan teknik khusus dalam tindakan rekonstruksi dan merupakan tantangan tersendiri bagi ahli bedah plastik agar hasil akhir yang diinginkan dapat memperbaiki fungsi dan memberikan penampakan yang memuaskan.perforator Flap dengan teknik bedah mikro merupakan salah satu cara untuk menutup defek yang dapat menggantikan jaringan defek dengan berbagai macam variasi lapisan jaringan. Perforator flaps ini pertama kali dikenalkan oleh Koshima dan Soeda pada tahun Kasus pertama yang yang menggunakan teknik ini adalah paraumbical skin and fat island yang menggunakan perforator dari otot/muskulus untuk rekontruksi pada daerah groin dan lidah. Perforator flap semakin popular penggunaannya dalam dekade terakhir ini karena beberapa keunggulan dibandingkan jenis flap yang lain seperti morbiditas daerah donor site 1
2 yang lebih rendah karena preservasi yang lebih baik pada inervasi, vaskularisasi dan fungsi otot daerah donor pada teknik ini. Ada banyak jenis perforator flap yang sudah ditemukan dan digunakan oleh para ahli dalam bidang klinis. Pemilihan jenis flap ini sangat tergantung pada kemampuan dan pengalaman masing-masing ahli dalam mengidentifikasi arteri perforator secara anatomi. Menurut harlock arteri perforator pada tubuh manusia didefinisikan sebagai cabang pembuluh darah yang memasuki area superfisial tubuh dengan menembus lapisan fascia profunda, Berdasarkan asal percabangannya Harlock membagi arteri ini menjadi 2 jenis yaitu 1) arteri perforator direk, apabila arteri ini langsung menembus fascia profundus setelah keluar dari arteri asalnya (arteri induknya) dan 2) arteri perforator indirek. Apabila arteri ini harus menembus atau becabang lagi dalam suatu struktur yang dilaluinya sebelum menembus fascia profundus. Nakajima,et al pada tahun 1986 membagi arteri perforator ini menjadi 6 klasifikas berdasakan pola suplai vaskularisasinya. Berdasarkan kepentingan pembedahan arteri perforator ini dibagi menjadi 5 tipe yaitu:1) arteri perforator direk, yang langsung menenbus fascia ke permukaan superficial, 2) arteri perforator otot indirek, yang melalui otot atau muscle dan sebagian cabang bersifat predominan mensuplai jaringan subkutis, 3) arteri perforator otot indirek dengan percabangan bersifat predominan ke otot dan sebagian ke jaringan subkutis, 4) arteri perforator perimysium, arteri yang berjalan dalam perimysium diantara otot sebelum menembus facis profundus, 5) arteri perforator septalis,arteri yang menembus septum intermuscular sebelum menembus fascia profunda. Adanya klasifikasi arteri perforator ini akan sangat membantu para klinisi dalam mendefinisikan dan memberikan terminologi yang tepat serta rencana preoperative sebelum tindakan pembedahan melalui pendekatan surgical anatomi tentang perforator flap untuk kepentingan rekonstruksi. Oleh karena itu melalui artikel ini penulis bertujuan untuk melaporkan kepentingan klinis arteri perforator pada flap dalam penutupan sebuah defek tubuh melalui prosedur bedah mikro. Metode Artikel ini melaporkan 3 kasus tindakan rekonstruksi penutupan defek akibat kontraktur luka bakar di daerah persendian region poplitea ekstremitas inferior, region axilla extremitas superior, 1 kasus kontrantur di region wajah leher dan defek akibat tumor di wajah wajah leher. Defek pada kasus diatas ditutup menggunakan perforator flap arteri thoracodorsalis dan perforator flap cabang descenden arteri circumflexa femoralis lateralis. Hasil Kasus I : Seorang laki-laki usia 45 tahun mengalami kontraktur tipe adduksi daerah aksila akibat penyembuhan luka bakar yang disebabkan oleh air panas 5 tahun yang lalu. Penderita ini sudah pernah mendapatkan terapi pembebasan kontraktur namun tidak membaik. Ruang gerak pada daerah aksila masih terbatas pada segala arah. Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis diputuskan untuk dilakukan tindakan pembebasan kontraktur dengan penutupan defek menggunakan anterolateral thigh perforator dengan vaskularisasi cabang descenden arteri circumflexa femoralis lateralis. Donor site pada kasus ini ditutup dengan skin graft. 2
3 Gambar 1. Gambaran Kontraktur axilla sebelum tindakan pembebasan dan sesudah tindakan pembebasan Gambar 2. Kondisi Donor site dari flap perforator Kasus II: Seorang pasien laki-laki usia 8 tahun yang didiagnosa dengan kontraktur tipe fleksi dan hipertropik scar regio genu dekstra disertai dengan luka kronis pada region cruris anterior dekstra yang disebabkan oleh luka bakar api yang diderita selama 3 tahun.berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan keterbatasan gerak dengan derajat kontraktur berat. Terapi yang dilakukan pada penderita ini adalah tindakan pembebasan atau release kontraktur dengan penutupan defek menggunakan Thoracodorsalis arteri perforator flap pada daerah sentral popliteal dan skin graft pada daerah defek sisi proximal dan distal. Sedangkan pada daerah luka krinis setelah dilakukan debridement dilakukan tutup defek dengan skin grafting. Donor site pada kasus ini ditutup dengan penjahitan primer. Gambar 3. Gambaran Kontraktur genu sebelum tindakan pembebasan dan sesudah tindakan pembebasan Gambar 4. Kondisi Donor site dari flap perforator 3
4 Kasus III: Seorang laki-laki usia 44 tahun mengalami kontraktur tipe adduksi daerah aksila dekstra disertai dengan hipertropik scar pada daerah aksilaris lateralis.penyebab kelainan ini adalah luka bakar api yang terjadi 9 tahun yang lalu.hasil pemeriksan menunjukkan adanya ruang gerak pada daerah aksila yang sangat terbatas pada segala arah. Terapi yang diberikan berupa tindakan pembebasan kontraktur dengan penutupan defek menggunakan anterolateral thigh perforator dengan vaskularisasi cabang descenden arteri circumflexa femoralis lateralis pada daerah sentral dome aksila sedangkan pada daerah defek akibat eksisi hipertropik scar ditutup dengan skin graft. Donor site pada kasus ini ditutup dengan skin graft. Gambar 5. Gambaran Kontraktur axilla sebelum tindakan pembebasan dan sesudah tindakan pembebasan Gambar 6. Daerah donor site perforator flap Kasus IV: Seorang perempuan yang menderita soft tissue mass regio frontal sinistra dan meluas ke daerah orbita sinistra dan cheek sinistra. Pada pemeriksaan penunjang dengan MRI tumor ini menginvasi sampai ke tulang basis cranii anterior, rongga orbita sebagian midface sebagian midface. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan penunjang pada pasien ini dilakukan 2 tahapan teri yaitu 1) terapi pembedahan dan 2) pemberian kemoterapi. Tindakan pembedahan berupa wide excisi + enukleasi bulbi sinistra + diseksi lympenodi regio colli /leher sinistra dan daerah submentale. Defek akibat eksisi tumor dilakukan penutupan menggunakan Thoracodorsalis arteri perforator flap dengan mengikutkan sebagian otot adari latissimus dorsi. Donor site pada kasus ini ditutup secara primer. 4
5 Gambar 7. Gambaran klinis sebelum dan sesudah eksisi tumor Gambar 8. Gambaran klinis setelah penutupan defek Gambar 9. Gambaran klinis donor site perforator flap Kasus V: Seorang perempuan usia 11 tahun dengan kontraktur pada regio kepala leher dengan hipertropik scar pada daerak labialis inferior sinistra yang meluas ke sebagian daerah dagu/cheek. Kelainan ini diakibatkan oleh penyembuhan luka bakar akibat api yang dialami oleh penderita 5 tahun yang lalu. Tindakan pembedahan yang dilakukan adalah pembebasan kontraktur dengan penutupan defek menggunakan flap perforator dengan vaskularisasi thoracodorsalis perforator flap denga mengikutkan fascia dan sebagian otot dari latissimus dorsi. Sedangkan donor site pada kasus ini dilakukan penutupan secara primer. 5
6 Gambar 10. Gambaran klinis sebelum dan sesudah pembebasan kontraktur serta penutupan defek Gambar 11. Gambaran donor site flap perforator. Diskusi Flap perforator dengan vaskularisasi arteri femoralis circumflexa lateralis banyak dipakai untuk menutup defek pada pada daerah ekstremitas inferior dan superior, tangan, dinding abdomen daerah kepala leher termasuk rongga mulut, daerah scalp, bibir dan pipi lokasi lain pada bagian tubuh. Penggunaan yang cukup luas dari flap ini disebabkan flap ini memiliki beberapa kelebihan dibandingan dengan flap yang lainnya yaitu: gambaran anatominya jelas, mudah dalam harvestingnya ( elevasinya), Flap bisa sangat tipis tanpa menyebabkan compromised pada pembuluh darahnya, memungkinkan untuk mendapatkan pedikel flap yang panjang dengan kaliber pembuluh darah yang besar dan pembuluh darah perforatornya sangat potensial untuk dipakai sebagai flap flow Through. Secara anatomi permukaan arteri perforator ini dapat di identifikasi dengan membuat marking berupa garis yang dibuat dari SIAS (spina iliaca anterior superior) sampai pada sisi lateral dari patella, kemudian lingkaran dengan diameter kurang lebih 3cm dibuat pada midpoint garis tersebut dan dengan menggunakan bantuan Doppler prober maka arteri perforator dapat ditemukan di sekitar lingkaran tersebut baik pada sisi distal atau lateralnya.berdasarkan komposisi jaringan flap, flap ini dapat dielevasi bersama komponen otot, fascia, kulit atau kombinasi dari ketiganya. Pada sisi donor flap ini dapat ditutup secara primer dengan meninggalkan scar yang linier, atau ditutup dengan skin graft. Rasa sakit, tidak nyaman, kelemahan pada daerah donor bersifat ringan dibandingkan dengan teknik yang lainnya. Flap perforator dari daerah batang tubuh (upper back) yang sering digunakan adalah flap perforator dengan vaskularisasi arteri thoracodorsalis. Arteri ini muncul dari arteri subscapularis dan masuk ke lapisan profunda dari muskulus latissimus dorsi.arteri ini memiliki 2 cabang dimana cabang pertama berjalan secara horisontal terhadap muskulus latissimus dorsi dan cabang kedua berjalan secara paralel kurang lebih 2cm dari tepi lateral muskulus latissimus dorsi. Sedangkan arteri perforator diperkirakan keluar dari cabang lateral yang dibagi menjadi 2 bagian yaitu 1) proximal musculus perforator yang bejalan dibawah axillary fold sisi posterior dan 2-3 cm posterior dari batas lateral otot latissimus dorsi. Kedua perforator arteri thoracodorsalis ini memiliki peluang yang sama untuk dijadikan pedikel dari flap perforator. Kelebihan flap perforator ini antara lain: pedikel flap bisa diambil cukup 6
7 panjang sehingga bisa mencapai resipien yang cukup dalam pada daerah defek, ketebalan jaringan yang dapat disesuaikan dengan jaringan sekitar defek, Scar pada daerah donor dapat disembunyikan dibawah pakaian dan fungsi dari otot latissimus dorsi bisa dipertahankan dengan baik. Kerugian dari flap ini diperlukannya waktu yang lama untuk mendapatkan pedikel flap yang sesuai karena lokasi dan ukuran arteri perforator yang bervariasi. Kesimpulan Perforator flap dengan teknik bedah mikro merupakan salah satu prosedur pilihan yang berkembang secara progresif dan menjadi pilhan yang baik dalam tindakan rekontruksi defek bagian tubuh yang komplek dengan tujuan memberikan hasil yang maksimal dari segi estetik dan fungsional dengan memegang konsep replaced like with like serta dengan efek samping yang minimal pada daerah donor site. Daftar Pustaka 1. Philip N. Blondeel, Koen H.I. Van Landyaut, Stan J.Monstrey.,et al.2002.the Gent Concensus on Perforator Flap Terminology: Preliminary Definitions. Presented at the Fifth International Course on Perforator Flap, in Gent Belgium, September and at the Inaugural Congress of the World Sosiety for Reconstructive Microsurgery in Taiwan,October 30-November 3, Philip N.Bloonded,Steven F.Morris, Geoffrey G.Harllock, Peter C.Neligen.2006.Perforator Flap,Anatomy, Technique & Clinical Aplication. ST.Louis, Missouri. Quality Medical Publishing,Inc. 3.Shao-Liang Chen.2006.Thoracodorsal Artery Perforator Flap For Extremity Reconstruction in seminar Plasic Surgery pbliseher by (14 mei 2016) 4.Gudjon Leifur Gunnarsson, Ian T.Jackson, Tormod S Westvik, Jorn Bo Thomsen The freestyle Pedicle Perforator flap: a new favorite for reconstruction of moderate- size defects of torso and extremities. European Journal of Plastic Surgery.February 2015, Volume 38. Issue 1, pp
BAB 1 PENDAHULUAN. Mandibula adalah tulang rahang pembentuk wajah yang paling besar, berat
BAB 1 PENDAHULUAN Mandibula adalah tulang rahang pembentuk wajah yang paling besar, berat dan kuat. Mandibula berfungsi dalam proses pengunyahan, penelanan dan bicara. Walaupun mandibula merupakan tulang
BAB 2 PERSIAPAN REKONSTRUKSI MANDIBULA. mandibula berguna dalam proses pembicaraan, mastikasi, penelanan dan juga
BAB 2 PERSIAPAN REKONSTRUKSI MANDIBULA Rekonstruksi mandibula masih merupakan tantangan yang kompleks. Tulang mandibula berguna dalam proses pembicaraan, mastikasi, penelanan dan juga dukungan jalan pernafasan.
Modul 9. (No. ICOPIM: 5-894)
Modul 9 Bedah Onkologi FLAP OTOT (LATISSIMUS DORSI) (No. ICOPIM: 5-894) 1. TUJUAN 1.1. Tujuan pembelajaran umum Setelah mengikuti sesi ini peserta didik memahami dan mengerti tentang anatomi, topografi
BASIC KNOWLEDGE FOR FLAP SURGERY
BASIC KNOWLEDGE FOR FLAP SURGERY (Pengetahuan Dasar Tindakan Bedah Flap) Dr. Nucki N Hidajat, SpOT(K), M.Kes, FICS FK-UNPAD/Bag. Orthopaedi & Traumatologi RSHS Bandung Definisi flap adalah suatu unit jaringan
FACIAL GUN SHOT WOUND IN CONFLICT AREA
FACIAL GUN SHOT WOUND IN CONFLICT AREA PENDAHULUAN Penyebab tersering trauma wajah pada daerah konflik biasanya adalah luka tembak selain ledakan bom, yang ditandai dengan adanya penetrasi peluru pada
ANATOMI HUMERUS DAN FEMUR
ANATOMI HUMERUS DAN FEMUR A. HUMERUS (arm bone) merupakan tulang terpanjang dan terbesar dari ekstremitas superior. Tulang tersebut bersendi pada bagian proksimal dengan skapula dan pada bagian distal
BAB 2 TUMOR GANAS PADA 2/3 WAJAH. Tumor ganas yang sering terjadi pada wajah terdiri atas dua jenis yaitu: basal
BAB 2 TUMOR GANAS PADA 2/3 WAJAH Tumor ganas yang sering terjadi pada wajah terdiri atas dua jenis yaitu: basal sel karsinoma dan skuamous sel karsinoma. Tumor ganas yang sering terjadi pada bagian bibir,
BAB I PENDAHULUAN. di negara maju terlebih lagi bagi negara berkembang. Angka kematian akibat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Karsinoma rongga mulut merupakan ancaman besar bagi kesehatan masyarakat di negara maju terlebih lagi bagi negara berkembang. Angka kematian akibat kanker terus meningkat
Insidens Dislokasi sendi panggul umumnya ditemukan pada umur di bawah usia 5 tahun. Lebih banyak pada anak laki-laki daripada anak perempuan.
Dislokasi Sendi Panggul Dislokasi sendi panggul banyak ditemukan di Indonesia akibat trauma dan sering dialami oleh anak-anak. Di Negara Eropa, Amerika dan Jepang, jenis dislokasi sendi panggul yang sering
BAB I PENDAHULUAN. Kaki diabetik merupakan komplikasi dari diabetes melitus (DM) yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kaki diabetik merupakan komplikasi dari diabetes melitus (DM) yang sampai saat ini masih memberikan masalah berupa luka yang sulit sembuh dan risiko amputasi yang tinggi.
TEHNIK EKSISI. Dr. Donna Partogi, SpKK NIP
TEHNIK EKSISI Dr. Donna Partogi, SpKK NIP. 132 308 883 DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN FK.USU/RSUP H.ADAM MALIK/RS.Dr.PIRNGADI MEDAN 2008 TEHNIK EKSISI PENDAHULUAN Bedah eksisi adalah salah
BAB 2 ANATOMI SEPERTIGA TENGAH WAJAH. berhubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya. 7
BAB 2 ANATOMI SEPERTIGA TENGAH WAJAH Sepertiga tengah wajah dibentuk oleh sepuluh tulang, dimana tulang ini saling berhubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya. 7 2.1 Tulang-tulang yang
BAB 2 SENDI TEMPOROMANDIBULA. Temporomandibula merupakan sendi yang paling kompleks yang dapat
BAB 2 SENDI TEMPOROMANDIBULA Temporomandibula merupakan sendi yang paling kompleks yang dapat melakukan gerakan meluncur dan rotasi pada saat mandibula berfungsi. Sendi ini dibentuk oleh kondilus mandibula
Modul 34 EKSISI LUAS TUMOR DINDING ABDOMEN PADA TUMOR DESMOID & DINDING ABDOMEN YANG LAIN (No. ICOPIM: 5-542)
Modul 34 Bedah Digestif EKSISI LUAS TUMOR DINDING ABDOMEN PADA TUMOR DESMOID & DINDING ABDOMEN YANG LAIN (No. ICOPIM: 5-542) 1. TUJUAN 1.1. Tujuan Pembelajaran Umum Setelah mengikuti sesi ini peserta didik
BAB I LATAR BELAKANG. Luka adalah terputusnya kontinuitas suatu jaringan oleh karena adanya cedera
BAB I LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang Luka adalah terputusnya kontinuitas suatu jaringan oleh karena adanya cedera atau pembedahan (Agustina, 2010). Luka ini bisa diklasifikasikan berdasarkan struktur
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kanalis Mandibularis Kanalis mandibularis adalah saluran yang memanjang dari foramen mandibularis yang terletak pada permukaan medial ramus. Kanalis ini dialiri oleh inferior
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kanker Payudara 2.1.1 Definisi Kanker Payudara Kanker payudara adalah entitas patologi yang dimulai dengan perubahan genetik pada sel tunggal dan memerlukan waktu untuk dapat
PENGANTAR ANATOMI & FISIOLOGI TUBUH MANUSIA
Pertemuan 1 PENGANTAR ANATOMI & FISIOLOGI TUBUH MANUSIA MK : Biomedik Dasar Program D3 Keperawatan Akper Pemkab Cianjur tahun 2015 [email protected] [email protected] www.mediaperawat.wordpress.com
OSTEOSARCOMA PADA RAHANG
OSTEOSARCOMA PADA RAHANG SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran gigi Oleh : AFRINA ARIA NINGSIH NIM : 040600056 FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS
BAB II ANATOMI. Sebelum memahami lebih dalam tentang jenis-jenis trauma yang dapat terjadi pada mata,
BAB II ANATOMI Sebelum memahami lebih dalam tentang jenis-jenis trauma yang dapat terjadi pada mata, sebaiknya terlebih dahulu dipahami tentang anatomi mata dan anatomi operasinya. Dibawah ini akan dijelaskan
BAB I PENDAHULUAN. semakin kompleknya masalah dibidang kesehatan yang timbul dewasa ini, disertai
BAB I PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diikuti dengan semakin kompleknya masalah dibidang kesehatan yang timbul dewasa ini, disertai dengan kesadaran masyarakat tentang
31 Pasang saraf spinalis dan fungsinya
31 Pasang saraf spinalis dan fungsinya Sumsum tulang belakang adalah struktur yang paling penting antara tubuh dan otak. Sumsum tulang belakang membentang dari foramen magnum di mana ia kontinu dengan
PENDAHULUAN. Latar Belakang. Kulit merupakan barier penting tubuh terhadap lingkungan termasuk
PENDAHULUAN Latar Belakang Kulit merupakan barier penting tubuh terhadap lingkungan termasuk mikroorganisme. Gangguan atau kerusakan pada struktur anatomi kulit dengan hilangnya fungsi yang berturut-turut
SKIN GRAFT. Penyaji: dr.ramona Dumasari Lubis,SpKK NIP
SKIN GRAFT Penyaji: dr.ramona Dumasari Lubis,SpKK NIP.132 308 599 DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008 1 PENDAHULUAN Kulit menutupi seluruh permukaan
BAB I PENDAHULUAN. dengan panas, api, bahan kimia, listrik, atau radiasi. 1. mortalitas yang tinggi, terutama pada usia dibawah 40 tahun.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Luka bakar didefinisikan sebagai cedera pada jaringan akibat kontak dengan panas, api, bahan kimia, listrik, atau radiasi. 1 Luka bakar merupakan salah satu cedera
HASIL FUNGSIONAL SETELAH PROSEDUR FIBULA OSTEOSEPTOCUTANEUS FLAP UNTUK DEFEK JARINGAN LUNAK DAN TULANG PADA TIBIA
HASIL FUNGSIONAL SETELAH PROSEDUR FIBULA OSTEOSEPTOCUTANEUS FLAP UNTUK DEFEK JARINGAN LUNAK DAN TULANG PADA TIBIA FUNCTIONAL OUTCOME OF FIBULAR OSTEOSEPTOCUTANEUS FLAP FOR SOFT TISSUE AND BONE LOSS OF
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sinus Paranasalis (SPN) terdiri dari empat sinus yaitu sinus maxillaris,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sinus Paranasalis (SPN) terdiri dari empat sinus yaitu sinus maxillaris, sinus frontalis, sinus sphenoidalis dan sinus ethmoidalis. Setiap rongga sinus ini
UNIVERSITAS GADJAH MADA
UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta Buku 2: RKPM Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan Modul Pembelajaran Pertemuan ke-3 Modul
Kecantikan Mata. Bedah Plastik REKONSTRUKSI MATA
Bedah Plastik REKONSTRUKSI MATA Pelayanan Bedah Plastik Rekonstruksi Mata merupakan bidang kedokteran mata (oftalmologi) dengan fokus pembedahan pada jaringan di sekitar bola mata termasuk kelopak, tulang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi Foramen Mentale Foramen mentale adalah suatu saluran terbuka pada korpus mandibula. Melalui foramen mentale dapat keluar pembuluh darah dan saraf, yaitu arteri, vena
LAPORAN PENDAHULUAN Soft Tissue Tumor
LAPORAN PENDAHULUAN Soft Tissue Tumor A. DEFINISI Jaringan lunak adalah bagian dari tubuh yang terletak antara kulit dan tulang serta organ tubuh bagian dalam. Yang tergolong jaringan lunak antara lain
BAB I PENDAHULUAN. tersebut ringan atau berat sehingga dalam proses penyembuhan pasien. buruk dari rawat inap atau long bed rest.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tingkat pelayanan kesehatan di masyarakat saat ini semakin maju dan berkembang sesuai tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Hal ini sebagai dampak dari perubahan pola penyakit-penyakit
TERMINOLOGI ANATOMI. Oleh. Dr. Katrin Roosita, MSi.
TERMINOLOGI ANATOMI Oleh Dr. Katrin Roosita, MSi. DEFINISI ANATOMI (latin): ana = bagian, tomie = iris/potong Anatomi: ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh baik secara keseluruhan, maupun bagian-bagiannya,
Modul 20 RESEKSI/ EKSISI ANEURISMA PERIFER (No. ICOPIM: 5-382)
Modul 20 Bedah TKV RESEKSI/ EKSISI ANEURISMA PERIFER (No. ICOPIM: 5-382) 1. TUJUAN 1.1. Tujuan pembelajaran umum Setelah mengikuti sesi ini peserta didik memahami dan mengerti tentang anatomi pembuluh
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Foramen Mentale Foramen mentale adalah suatu saluran terbuka pada korpus mandibula. Foramen ini dilalui saraf mental, arteri dan vena. Nervus mentalis adalah cabang terkecil
BAB 1 PENDAHULUAN. tumor dengan bentuk dan susunan serabut-serabut yang bervariasi, dan oleh Mallory
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Fibrosarkoma atau fibroblastic sarcoma 1,2,3 atau malignant mesenchymal tumor 1,4 adalah tumor ganas yang berasal dari sel-sel mesenkim, yang terdiri dari sel-sel
FORM UNTUK JURNAL ONLINE. : Keberhasilan Terapi Tingtura Podofilin 25% Pada Pasien AIDS Dengan. Giant Condyloma Acuminatum
: : Keberhasilan Terapi Tingtura Podofilin 25% Pada Pasien AIDS Dengan Giant Condyloma Acuminatum Tanggal kegiatan : 23 Maret 2010 : GCA merupakan proliferasi jinak berukuran besar pada kulit dan mukosa
FRAKTUR TIBIA DAN FIBULA
FRAKTUR TIBIA DAN FIBULA Fraktur tibia umumnya dikaitkan dengan fraktur tulang fibula, karena gaya ditransmisikan sepanjang membran interoseus fibula. Kulit dan jaringan subkutan sangat tipis pada bagian
BAB V HASIL PENELITIAN
BAB V HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut - Pendidikan (RSGM-P FKG UI) pada periode 6 Oktober 2008-10 November 2008. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan
Odontektomi. Evaluasi data radiografi dan klinis dari kondisi pasien
Odontektomi Odontektomi menurut Archer adalah pengambilan gigi dengan prosedur bedah dengan pengangkatan mukoperiosterial flap dan membuang tulang yang ada diatas gigi dan juga tulang disekitar akar bukal
ABSTRAK. Kata kunci : karsinoma sel skuamosa, rongga mulut, prevalensi.
ABSTRAK Karsinoma sel skuamosa rongga mulut merupakan karsinoma yang berasal dari epitel berlapis gepeng dan menunjukkan gambaran morfologi yang sama dengan karsinoma sel skuamosa di bagian tubuh lain.
BAB 2 TRAUMA MAKSILOFASIAL. Trauma maksilofasial adalah suatu ruda paksa yang mengenai wajah dan jaringan
BAB 2 TRAUMA MAKSILOFASIAL 2.1 Defenisi Trauma maksilofasial adalah suatu ruda paksa yang mengenai wajah dan jaringan sekitarnya. 2 Trauma pada jaringan maksilofasial dapat mencakup jaringan lunak dan
Modul 9. (No. ICOPIM: 5-461)
Modul 9 Bedah Digestif SIGMOIDOSTOMI (No. ICOPIM: 5-461) 1. TUJUAN 1.1. Tujuan Pembelajaran umum Setelah mengikuti sesi ini, peserta didik memahami dan mengerti tentang anatomi dari kolon dan rektum, mengerti
BAYU TIRTA SUKMANA ANATOMI OLAHRAGA. Anatomi Olahraga PENGANTAR UMUM TENTANG TUBUH
BAYU TIRTA SUKMANA 1 ANATOMI OLAHRAGA Ebook Anatomi Olahraga PENGANTAR UMUM TENTANG TUBUH MANUSIA ANATOMI OLAHRAGA PENGANTAR UMUM TENTANG TUBUH MANUSIA Buku ini didedikasikan untuk kemajuan Sport Science
BAB 1 PENDAHULUAN. humor. Apapun emosi yang terkandung didalamnya, senyum memiliki peran
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Senyum adalah salah satu bentuk ekspresi wajah yang paling penting dalam mengekspresikan keramahan, persetujuan, dan penghargaan. Sebuah senyuman biasanya terjadi apabila
Gambar 1. Atresia Pulmonal Sumber : (http://www.mayoclinic.org/images/pulmonary-valve-atresia-lg-enlg.jpg)
DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN ANAK FKUP RSHS BANDUNG TUGAS PENGAYAAN Oleh : Asri Rachmawati Pembimbing : dr. H. Armijn Firman, Sp.A Hari/Tanggal : September 2013 ATRESIA PULMONAL PENDAHULUAN Atresia pulmonal
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Saluran pernafasan merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi Saluran Pernafasan Saluran pernafasan merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan. Pada bagian anterior saluran pernafasan terdapat
BAB 3 GAMBARAN RADIOGRAFI KALSIFIKASI ARTERI KAROTID. Tindakan membaca foto roentgen haruslah didasari dengan kemampuan
BAB 3 GAMBARAN RADIOGRAFI KALSIFIKASI ARTERI KAROTID Tindakan membaca foto roentgen haruslah didasari dengan kemampuan seorang dokter gigi untuk mengenali anatomi normal rongga mulut, sehingga jika ditemukan
BAB I KONSEP DASAR. dapat dilewati (Sabiston, 1997: 228). Sedangkan pengertian hernia
1 BAB I KONSEP DASAR A. Pengertian Kata hernia pada hakekatnya berarti penonjolan suatu peritoneum, suata organ atau lemak praperitoneum melalui cacat kongenital atau akuisita dalam parietas muskuloaponeurotik
BAB II KLAS III MANDIBULA. Oklusi dari gigi-geligi dapat diartikan sebagai keadaan dimana gigi-gigi pada rahang atas
BAB II KLAS III MANDIBULA 2.1 Defenisi Oklusi dari gigi-geligi dapat diartikan sebagai keadaan dimana gigi-gigi pada rahang atas dan gigi-gigi pada rahang bawah bertemu, pada waktu rahang atas dan rahang
NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh: AYUDIA SEKAR PUTRI J
NASKAH PUBLIKASI PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA STIFFNESS ELBOW DEXTRA POST FRAKTUR SUPRACONDYLAR HUMERI DENGAN K-WIRE DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Disusun oleh: AYUDIA SEKAR PUTRI J 100 090 02
BAB III KELAINAN KONGENITAL RONGGA MULUT
BAB III KELAINAN KONGENITAL RONGGA MULUT Kelainan kongenital yang menyebabkan gangguan di rongga mulut sering pula terjadi pada hewan kesayangan. Gangguan pada palatum yang bersifat kongenital berupa :
31 Pasang Saraf Spinal dan Fungsinya
31 Pasang Saraf Spinal dan Fungsinya January 22, 2015 Tedi Mulyadi 0 Comment Saraf spinal Sistem saraf perifer terdiri dari saraf dan ganglia di luar otak dan sumsum tulang belakang. Fungsi utama dari
Gambar 2.1 Os radius 2. Os. Ulna
Anatomi antebrachii 1. Os. Radius Adalah tulang lengan bawah yang menyambung dengan humerus dan membentuk sendi siku. Radius merupakan os longum yang terdiri atas epiphysis proximalis, diaphysis, dan epiphysis
BAB 2 IMPLAN. Dental implan telah mengubah struktur prostetik di abad ke-21 dan telah
12 mengalami defisiensi, terutama pada bagian posterior maksila. Sinus Lifting juga merupakan prosedur pembedahan yang relatif aman dan memiliki prevalensi komplikasi yang cukup rendah serta relatif mudah
BAB I PENDAHULUAN. meningkatnya aktifitas masyarakat diluar maupun didalam ruangan. melakukan atifitas atau pekerjaan sehari-hari.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Negara Indonesia merupakan negara dengan jumah penduduk yang memasuki peringkat 5 besar penduduk terbanyak didunia. Dengan banyaknya jumlah penduduk di Indonesia membuat
Modul 16 EKSISI TELEANGIEKTASIS (ICOPIM 5-387)
Modul 16 Bedah TKV EKSISI TELEANGIEKTASIS (ICOPIM 5-387) 1. TUJUAN 1.1. Tujuan pembelajaran umum Setelah mengikuti sesi ini peserta didik memahami dan mengerti tentang anatomi dari pembuluh darah, menegakkan
LAPORAN PENDAHULUAN (KONTRAKTUR)
LAPORAN PENDAHULUAN (KONTRAKTUR) I. KONSEP DASAR MEDIS A. Definisi 1. Kontraktur merupakan suatu keadaan patologis tingkat akhir dari suatu kontraksi. Umumnya kontraktur terjadi apabila pembentukan sikatrik
RIWAYAT PENDIDIKAN. Pendidikan Formal. No Macam Tempat Tahun Bidang Titel/Ijasah. 1 Strata 1 FK Univ Brawijaya, Malang 2 Spesialis I FK Unair, Sby
RIWAYAT PENDIDIKAN Pendidikan Formal No Macam Tempat Tahun Bidang Pendidikan Dari Sampai Spesialis 1 Strata 1 FK Univ Brawijaya, Malang 2 Spesialis I FK, Sby 3 Strata 3 FK, Sby Titel/Ijasah 1987 1994 Kedokteran
Reseksi Tumor Dasar Lidah dengan En Block Pull Through Procedure dan Rekonstruksi Dengan Jabir Pektoralis Mayor
Reseksi Tumor Dasar Lidah dengan En Block Pull Through Procedure dan Rekonstruksi Dengan Jabir Pektoralis Mayor Zainal Adhim Divisi Tumor KSM THT-KL RSUP Fatmawati Jakarta Indonesia Abstrak Penatalaksanaan
Anatomi Dasar Panggul : Dibuat Mudah dan Sederhana. Dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K)
Anatomi Dasar Panggul : Dibuat Mudah dan Sederhana Dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K) OUTLINE: Tujuan Pendahuluan Tulang dan ligamen Otot-otot dasar panggul Jaringan Penyambung Viseral DeLancey Level Derajat
BAB III METODE PENELITIAN. - Tempat : Ruang Skill Lab Gedung E Fakultas Kedokteran. Universitas Diponegoro Semarang. bulan April Mei 2016.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang ilmu anatomi dan kinesiologi. 3.2 Tempat dan waktu penelitian - Tempat : Ruang Skill Lab Gedung E Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kanker adalah penyakit keganasan yang ditandai dengan pembelahan sel
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kanker adalah penyakit keganasan yang ditandai dengan pembelahan sel yang tak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan lainnya, baik
BAB I PENDAHULUAN. 2. Tujuan a. Tujuan umum Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami konsep Sistem Saraf Spinal
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Seluruh aktivitas didalam tubuh manusia diatur oleh sistem saraf. Dengan kata lain, sistem saraf berperan dalam pengontrolan tubuh manusia. Denyut jantung, pernafasan,
GAMBARAN PENGETAHUAN CO-ASSISTANT RSUP Prof.Dr. R.D. KANDOU TERHADAP SKIN GRAFT
GAMBARAN PENGETAHUAN CO-ASSISTANT RSUP Prof.Dr. R.D. KANDOU TERHADAP SKIN GRAFT Shalawaty Jan Ngantung Hilman Limpeleh Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Email: [email protected]
LAMPIRAN 1 INSTRUMEN PENELITIAN
LAMPIRAN 1 INSTRUMEN PENELITIAN PENJELASAN TENTANG PENELITIAN Judul Penelitian : Pengaruh Stimulasi Otot Gastroknemius pada Proses Penyembuhan Luka Kaki Diabetes Peneliti : Asrizal No Telepon : 081361712243
Epistaksis dapat ditimbulkan oleh sebab lokal dan sistemik.
LAPORAN KASUS RUMAH SAKIT UMUM YARSI II.1. Definisi Epistaksis adalah perdarahan dari hidung yang dapat terjadi akibat sebab lokal atau sebab umum (kelainan sistemik). II.2. Etiologi Epistaksis dapat ditimbulkan
Teksbook reading. Tessa Rulianty (Hal 71-80)
Teksbook reading Tessa Rulianty (Hal 71-80) Tes ini sama dengan tes job dimana lengan diputar ke arah yang berlawanan. Jika terdapat nyeri dan pasien mengalami kesulitan mengatur posisi mengindikasikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Kerangka Teoritis II.1.1 Definisi Osteomielitis merupakan suatu kondisi dimana terjadi infeksi di tulang dan sumsum tulang. Infeksi pada tulang dapat terjadi melalui aliran
BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan zaman yang semakin maju, berbagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejalan dengan perkembangan zaman yang semakin maju, berbagai macam teknologi telah digunakan untuk membuat segala pekerjaan menjadi lebih efisien. Komputer
Penatalaksanaan Epistaksis
1 Penatalaksanaan Epistaksis Dr. HARI PURNAMA, SpTHT-KL RSUD. Kabupaten Bekasi Pendahuluan Epistaksis merupakan salah satu masalah kedaruratanmedik yang paling umum dijumpai, diperkirakan 60 % dari populasi
BAB I PENDAHULUAN. melalui struktur yang secara normal berisi (Ester, 2001).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hernia adalah protrusi abnormal organ, jaringan, atau bagian organ melalui struktur yang secara normal berisi (Ester, 2001). Hernia adalah sebuah tonjolan atau
DAFTAR ISI. LEMBAR PERSETUJUAN... ii. PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN... iv. KATA PENGANTAR... v. ABSTRAK... vi. ABSTRCT... vii RINGKASAN...
DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i LEMBAR PERSETUJUAN... ii PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iii PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN... iv KATA PENGANTAR... v ABSTRAK... vi ABSTRCT... vii RINGKASAN... viii SUMMARY...
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. H DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN: POST APPENDIKTOMY DI RUANG MELATI I RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. H DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN: POST APPENDIKTOMY DI RUANG MELATI I RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Diajukan Dalam Rangka Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Keperawatan Disusun
BAB 1 PENDAHULUAN. Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, retak atau patahnya tulang yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, retak atau patahnya tulang yang utuh, yang biasanya disebabkan oleh trauma /ruda paksa atau tenaga fisik yang ditentukan
BAB 1 PENDAHULUAN. muka sekitar 40%. Lokasi hidung di tengah dan kedudukan di bagian anterior
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fraktur os nasal merupakan fraktur paling sering ditemui pada trauma muka sekitar 40%. Lokasi hidung di tengah dan kedudukan di bagian anterior wajah merupakan faktor
LAPORAN KASUS BEDAH SEORANG PRIA 34 TAHUN DENGAN TUMOR REGIO COLLI DEXTRA ET SINISTRA DAN TUMOR REGIO THORAX ANTERIOR
LAPORAN KASUS BEDAH SEORANG PRIA 34 TAHUN DENGAN TUMOR REGIO COLLI DEXTRA ET SINISTRA DAN TUMOR REGIO THORAX ANTERIOR Diajukan guna melengkapi tugas Komuda Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas
Modul 3. (No. ICOPIM: 5-530)
Modul 3 Bedah Anak HERNIOTOMI (No. ICOPIM: 5-530) 1. TUJUAN 1.1. Tujuan pembelajaran umum Setelah mengikuti sesi ini peserta didik memahami dan mengerti tentang anatomi daerah inguinalis dan dinding depan
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI MICRO WAVE DIATHERMY DAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS GENU UNILATERAL
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI MICRO WAVE DIATHERMY DAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS GENU UNILATERAL Oleh: SURATMAN NIM.J.100.050.005 Diajukan guna untuk melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi
Lab. Ketrampilan Medik PPD Unsoed
PEMERIKSAAN PAYUDARA DAN AKSILA Nur Signa Aini Gumilas PENDAHULUAN Payudara sebagai kelenjar subkutis mulai tumbuh sejak minggu keenam masa embrio yaitu berupa penebalan ektodermal sepanjang garis yang
Instabilitas Spinal dan Spondilolisthesis
Instabilitas Spinal dan Spondilolisthesis Akhmad Imron*) Departemen Bedah Saraf FK.Unpad/RSHS Definisi Instabilitas Spinal : adalah hilangnya kemampuan jaringan lunak pada spinal (contoh : ligamen, otot
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. prosedur yang kompleks dengan kemungkinan resiko terhadap pasien
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Prosedur tandur tulang (bone grafting) merupakan prosedur operasi untuk menggantikan tulang dimana prosedur ini merupakan prosedur yang kompleks dengan kemungkinan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penyakit vena merupakan salah satu penyakit yang sering diderita oleh penduduk negara maju dan negara berkembang. Penyakit vena kronis dapat memiliki dampak
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. periodontitis. Dalam kondisi kronis, periodontitis memiliki gambaran klinis berupa
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dunia kedokteran gigi erat sekali kaitannya dengan penyakit yang dapat berujung pada kerusakan atau defek pada tulang alveolar, salah satunya adalah periodontitis. Dalam
DINAS KESEHATAN KOTA PADANG PUSKESMAS LUBUK BEGALUNG STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) VULNUS LACERATUM. No. Dokumen: No. Revisi: Tanggal Efektif:
Definisi Vulnus laseratum: luka robek adalah luka denga tepi yang tidak beraturan atau compang-camping biasanya karena tarikan atau goresan benda tumpul. Gambaran Klinis Luka tidak teratur Jaringan rusak
BAYI DENGAN RESIKO TINGGI: KELAINAN JANTUNG KONGENITAL. OLEH. FARIDA LINDA SARI SIREGAR, M.Kep
BAYI DENGAN RESIKO TINGGI: KELAINAN JANTUNG KONGENITAL OLEH. FARIDA LINDA SARI SIREGAR, M.Kep PENDAHULUAN Sekitar 1% dari bayi lahir menderita kelainan jantung bawaan. Sebagian bayi lahir tanpa gejala
PENANGANAN PENDERITA SLEEP APNEA DAN KEBIASAAN MENDENGKUR
PENANGANAN PENDERITA SLEEP APNEA DAN KEBIASAAN MENDENGKUR SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi Oleh : DORINDA NIM : 060600126 FAKULTAS
Gambar 1. Anatomi Palatum 12
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Palatum 2.1.1 Anatomi Palatum Palatum adalah sebuah dinding atau pembatas yang membatasi antara rongga mulut dengan rongga hidung sehingga membentuk atap bagi rongga mulut. Palatum
KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS KNEE DEXTRA DI RSUD KOTA SRAGEN
KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS KNEE DEXTRA DI RSUD KOTA SRAGEN Diajukan guna melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat untuk menyelesaikan program Pendidikan
BAB 2 CELAH LANGIT-LANGIT. yaitu, celah bibir, celah langit-langit, celah bibir dan langit-langit. Celah dari bibir dan langitlangit
BAB 2 CELAH LANGIT-LANGIT Celah merupakan suatu ruang kongenital yang abnormal dan dapat memberikan efek psikologis berupa rendah diri pada penderita. Ada beberapa jenis celah yang sering ditemui yaitu,
PERSIAPAN & TERAPI RADIASI PASIEN DGN STS RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA
PERSIAPAN & TERAPI RADIASI PASIEN DGN STS RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA RADIOGRAPHER RADIOTERAPI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA 1. Overview Radioterapi RSUD Dr. Soetomo 2. Modalitas Peralatan 3. Immobisasi 4. CT-Simulator
BAB I PENDAHULUAN. mencapai tingkat derajad kesehatan masyarakat secara makro. Berbagai
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Menuju Indonesia Sehat 2010 merupakan program pemerintah dalam mencapai tingkat derajad kesehatan masyarakat secara makro. Berbagai macam kondisi yang dapat
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa perubahan ke arah perkembangan di bidang industri yang lebih maju. Hal ini ditandai dengan munculnya industri-industri
OSTEOLOGI EXTREMITAS INFERIOR
BLOK BASIC BIOMEDICAL SCIENCES OSTEOLOGI EXTREMITAS INFERIOR DEPARTEMEN ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010 Dimulai dari regio Glutea (posterior) dan dari regio Inguinal (anterior)
VASKULARISASI EXTREMITAS
VASKULARISASI 1 VASKULARISASI EXTREMITAS E X T R E M I T A S S U P E R I O R ( anggota gerak atas) -------------------------------------------------- Yang termasuk extremitas superior adalah vaskularisasi
BAB I PENDAHULUAN. morbiditas walaupun perkembangan terapi sudah maju. Laporan World Health
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Hingga saat ini luka bakar masih dapat menjadi penyebab mortalitas dan morbiditas walaupun perkembangan terapi sudah maju. Laporan World Health Organization
OROANTRAL FISTULA SEBAGAI SALAH SATU KOMPLIKASI PENCABUTAN DAN PERAWATANNYA
OROANTRAL FISTULA SEBAGAI SALAH SATU KOMPLIKASI PENCABUTAN DAN PERAWATANNYA (Oroantral fistula as one of the complications of dental extraction and their treatment) I Wayan Sulastra PPDGS Prostodonsia
BAB I PENDAHULUAN. yang timbul karena kelainan metabolisme yang disebabkan oleh tidak bekerjanya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit diabetes melitus (DM) adalah masalah kesehatan utama di dunia yang timbul karena kelainan metabolisme yang disebabkan oleh tidak bekerjanya hormon insulin
