Penggunaan Decision Tree Analysis dalam Perencanaan Bisnis
|
|
|
- Iwan Tanudjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Penggunaan Decision Tree Analysis dalam Perencanaan Bisnis M. Ferdi Ghozali and Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia 1 [email protected] Abstrak Decision tree merupakan salah satu aplikasi permodelan pohon yang penting dalam kehidupan kita. Decision tree merupakan contoh pemanfaatan konsep pohon untuk membuat langkah langkah pemilihan keputusan yang dapat diambil berserta akibat yang ditimbulkan oleh keputusan tersebut. Konsep pohon sering digunakan memodelkan persoalan, contohnya pohon keputusan (decision tree). Pohon keputusan adalah suatu permodelan untuk mencari solusi dari sebuah persoalan, isi dari pohon keputusan itu sendiri berupa langkah langkah keputusan yang dapat terjadi berserta solusi yang dihasilkan nya, dengan setiap keputusan memiliki hiearki yang berbeda dan syarat kondisi yang berbeda pula. Perencanaan bisnis sangat memegang peranan penting dalam perkembangan suatu bisnis. Oleh karena itu diperlukan analysis yang mendalam untuk setiap tahap pengembangan. Analisis perencanaan investasi/bisnis diperlukan agar tidak ada kesalahan dalam pengambilan keputusan yang mengakibatkan kerugian atau bahkan kebangkrutan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menganalisis sebuah perencanaan investasi adalah dengan menggunakan metode decision tree analysis. Makalah ini akan berisi contoh penerapan pohon keputusan analysis dalam pengambilan keputusan bisinis. Keywords decision tree analysis, investasi, bisnis, decision tree. 1. Pendahuluan Perencanaan bisnis merupakan pedoman yang dikembangkan oleh suatu organisasi atau seorang pebisnis untuk mengatur tindakan-tindakan bisnis yang akan diambil nya, dengan mendefinisikan batas-batas dimana keputusan bisnis harus dibuat. Kebijakan bisnis juga berkaitan dengan akuisisi sumber daya dalam mencapai tujuan organisasi. Perencanaan bisnis yang baik harus memuat tahap-tahap yang harus dilakukan pelaku bisnis untuk memaksimalkan peluang keberhasilan pebisnis tersebut. Perencanaan bisnis juga dapat dipakai sebagai alat untuk mencari dana dari pihak ketiga, seperti perbankan, investor, lembaga keuangan, dll. Pemberi dana tentu tidak akan memberikan dana secara cuma cuma, mereka harus memastikan dana yang mereka berikan akan memberikan feedback positif untuk merka. Dalam hal ini, jika perusahaan belum memiliki nama yang bagus ditelinga para investor, biasanya investor akan melihat rencana pengembangan bisnis untuk menjamin bahwa bisnis yang mereka biayai tidak akan bangkrut. Hal ini juga berlaku jika seseorang akan meminjam uang di Bank dalam jumlah besar untuk usaha nya. Bank tidak akan membiayai bisnis seseorang jika rencana pengembangan bisnis nya buruk. Karena mereka ingin memastikan uang yang mereka berikan dapat dikembalikan. Dalam perencanaan bisnis dibutuhkan suatu pengambilan keputusan yang strategis, oleh karena itu kita memerlukan kegiatan analisis keputusan bisnis. Hal ini untuk mencegah terjadi nya salah ambil keputusan yang mengakibatkan biisnis anda bangkrut. Dan perencanaan bisnis berguna agar bisnis anda dapat berkembang semaksimal mungkin, dan mengalami kerugian sekecil mungkin. Namun pada kenyataannya, di dalam dunia ekonomi, tidak ada satu pun bentuk pasar yang bekerja dengan ideal. Berdasarkan studi empiris yang telah banyak dilakukan, belum ada pasar modal yang bekerja dengan efisien. Hal ini karenakan kondisi pasar modal yang tidak benar-benar sempurna. Maka kita juga memerlukan strategi yang dapat mengantisipasi pasar saat situasi yang tidak menentu. Oleh karena itu, kita perlu banyak rencana bisnis cadangan jika kenyataan tidak sesuai dengan rencana kita, decision tree akan sangat membantu kita karena memuat semua kemungkinan, sehingga kita bisa segera memperbaikinya apabila terjadi kesalahan dalam meprediksi kondisi pasar. 2. Pengertian Dasar 2.1 Pengambilan Keputusan Investasi Alokasi modal adalah hal yang sangat penting dalam melakukan invetasi. Alokasi modal berkaitan dengan kemampuan pendanaan suatu perusahaan baik dalam jangka pendek maupun panjang. Alokasi modal mencakup kegiatan ekspansi, akuisisi, ekspansi, akuisisi, divestasi, rekapitalisasi asset dsb. Rencana investasi atau bisnis merupakan proses perencanaan yang digunakan untuk menentukan apasaja langkah jangka panjang organisasi yang harus dilakukan seperti mesin baru, penggantian mesin, pabrik baru, produk baru, dan proyek-proyek penelitian pengembangan layak pendanaan dari kas melalui struktur permodalan perusahaan (utang, ekuitas atau laba ditahan ) Kriteria Evaluasi Investasi Dalam melakukan evaluasi terhadap suatu renacana investasi, kita perlu melakukan tiga tahap kegiatan : a. Estimasi cash flow. b. Estimasi rencana pendapatan yang ingin diperoleh.
2 c. Evaluasi rencana investasi berdasarkan ukuran-ukuran yang jelas. Kriteria untuk mengukur suatu rencana investasi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar, yaitu : 1) kriteria discounted cash flow (DCF) terdiri dari : a. Net Present Value (NPV) b. Internal Rate Of Return (IRR) c. Profitability Index (PI) 2) non discounted cash flow (NDCF), terdiri dari : a. payback period (PP) b. accounting rate of return (ARR) Metode Net Present Value (NPV) NPV merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini. Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan. Jadi perhitungan NPV mengandalkan pada teknik arus kas yang didiskontokan.rumus untuk menghitung NPV adalah : NPV Ct Co di mana : Ct dimulai dari C1, C2,... Cn dan merupakan net cash flow mulai dari tahun 1,2,... sampai dengan tahun kek. Co adalah initial cost atau biaya investasi yang diperlukan. n adalah perkiraan umur projek. Kriteria untuk menerima dan menolak rencana investasi dengan metode NPV adalah sebagai berikut : Terima jika NPV > 0 Tolak jika NPV < 0 Kemungkinan diterima jika NPV = 0 NPV > 0 berarti projek tersebut dapat menciptakan cash inflow dengan persentase lebih besar dibandingkan oppurtunity cost modal yang ditanamkan. Apabila NPV = 0, projek kemungkinan dapat diterima karena cash inflow yang akan diperoleh sama dengan oppurtunity cost dari modal yang ditanamkan. Jadi semakin besar nilai NPV, semakin baik bagi projek tersebut untuk dilanjutkan Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan nol. Discount rate yang dipakai untuk mencari present value dari suatu benefit/biaya harus senilai dengan opportunity cost of capital seperti terlihat dari sudut pandangan si penilai proyek. Konsep dasar opportunity cost pada hakikatnya merupakan pengorbanan yang diberikan sebagai alternatif terbaik untuk dapat memperoleh sesuatu hasil dan manfaat atau dapat pula menyatakan harga yang harus dibayar untuk mendapatkannya.rumus untuk menghitung rate of return ( r ) dari suatu investasi setelah satu periode yang akan datang ( C1 ) sebagai berikut : Jadi, nilai IRR dapat dihitung dengan mencari tingkat bunga (discount rate) yang akan menghasilkan NPV sama dengan 0. di mana : r Ct Ct dimulai dari C1, C2,... Cn dan merupakan net cash flow mulai dari tahun 1,2,... sampai dengan tahun ken. Co adalah initial cost atau biaya investasi yang diperlukan. n adalah perkiraan umur projek. r adalah tingkat bunga. C 1- Co Co n Co t 1 (1 r )t 0 Apabila kita membandingkan rumus IRR tersebut dengan rumus NPV, kita akan melihat sedikit perbedaan, yaitu pada metode NPV rate of return ( k ) diasumsikan diketahui. Sedangkan pada metode IRR, nilai r harus diketahui dengan asumsi nilai NPV sama dengan nol. Pada umumnya, masalah yang sering kita hadapi dalam perhitungan IRR adalah menentukan berapa besar nilai r pada kondisi NPV sama dengan nol. Nilai r ini dapat diketahui dengan cara trial & error. Caranya adalah dengan menentukan sembarang nilai r untuk dasar perhitungan discount rate., sehingga kita dapat menghitung nilai present value dari cash inflow. Apabila hasil perhitungan present value dari cash inflow tersebut lebih rendah daripada present value cash outflow, maka tingkat bunga sebagai dasar perhitungan discount factor harus diturunkan. IRR i PV (i 2 i 1 ) PV PV
3 Rata - rata income ARR Rata - rata investasi di mana : IRR adalah internal rate of return PV adalah present value positif dengan discount rate tertentu yang lebih rendah ( i1 ). NV adalah present value negatif dengan discount rate tertentu yang lebih tinggi ( i2 ) Profitabilitas Index (PI) Kriteria lain untuk mengukur rencana investasi adalah dengan menggunakan metode Profitabilitas Index (PI). Rumusnya adalah sebagai berikut : PI PI PV dari cash inflow Initial cash outlay PV * ( C 1) Co Kriteria nilai Pofitabilitas Index adalah sebagai berikut: Terima jika PI > 1 Metode ARR juga disebut metode perhitungan ROI (Return on Investment ). Rumusnya adalah : Rata - rata income ARR Rata - rata investasi Rata-rata income dihitung sebagai laba bersih setelah pajak (EAT). Semakin besar nilai ARR atau nilai ROI suatu projek, projek tersebut semakin menarik. 2.2 Pohon Keputusan Pohon keputusan digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan tiap simpul adalah keputusan dan daun adalah solusi untuk masalah tersebut Pohon Pohon adalah sebuah kasus khusus graf yang tidak mengandung sirkuit. Secara matematis, graf dapat didefinisikan sebagai berikut : Pohon T (V,E) adalah suatu sistem yang terdiri dari himpunan titik berhingga tak kosong V = V (T) dan himpunan sisi E = E (T) yaitu himpunan pasangan tak terurut dari anggota- anggota V. Tolak jika PI < 1 Kemungkinan diterima jika NPV = 1 Pada saat nilai PI lebih besar daripada 1, rencana investasi tersebut akan memiliki nilai net present value positif. Sedangkan apabila nilai PI lebih kecil daripada 1, maka rencana investasi tersebut memiliki nilai net present value negatif. Rencana investasi kemungkinan dapat dilanjutkan apabila nilai PI sama dengan nol. Hal ini berarti bahwa total nilai present value dari selama umur projek memiliki jumlah yang sama dengan biaya investasi (initial investment). Karena itu, kita perlu memperhatikan faktor- faktor lain yang dapat mendukung keberhasilan projek di masa yang akan datang. Gambar Payback Period (PP) Definisi payback period adalah periode atau waktu yang dibutuhkan untuk modal kembali. Semakin pendek waktu PP maka semakin menguntungkan pula investasi tersebut, dan semakin menarik pula bisnis tersebut di mata para penanam modal Accounting Rate of Return (ARR) Gambar 2 Sebagai contoh, gambar 1 adalah graf dengan himpunan titik V(T) = {a,b,c,d,e,f,g,h,i,j}dan himpunan sisi E (T) = {ab,ac,ad, be,bf,dg,eh,ei,ej}. Gambar 2 merupakan contoh bentuk dari decision tree.
4 2.2.2 Teori Pengambilan Keputusan Keputusan adalah pemilihan suatu pilihan dari alternatif lain yang dianggap paling baik untuk dilakukan. Sedangkan pengambilan keputusan adalah proses kita memilih keputusan mana yang lebih baik untuk kita ambil. Dalam mengambil keputusan kita harus memperhatikan logika, realit, rasional, dan pragmatis. Teori pengambilan keputusan adalah teknik yang digunakan untuk membantu kita dalam proses pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan guna memecahankan masalah dengan cara yang terbaik. Dasar-dasar Pengambilan Keputusan : Intuisi Pengalaman Fakta Wewenang Rasional Proses Pengambilan Keputusan : 1) Mengidentifikasi masalah Dengan mengidentifikasi masalah diharapkan nantinya dapat dilakukan dengan cara menetukan fakta-fakta yang terkait dari masalah tersebut dan dalam pengumpulan informasi fakta tersebut jangan dicampuradukkan antara fakta dengan opini/ pendapat yang belum diketahui kebenarannya. 2) Mencari alternative pemecah lain Setelah semua masalah dikaji dan terkumpul serta dapat dipahami langkah selanjutnya yang dapat ditempuh yaitu dengam melakukan alternative yang sudah ada. Melaksanakan alternative yaitu dengan menyusun alternative yang paling diinginkan dan hingga sampai dengan alternative yang paling tidak diinginkan. 3) Memilih alternative Dalam pemilihan alternative, alternative yang harus dipilih adalah alternative yang birsifat logis, dapat dilaksanakan serta memperhitungkan akibat yang ditimbulkan dari pelaksanaan alternative terpilih tersebut. Untuk kelangsungan dalam pemilihan alternative maka harus diperhatikan langkahlangkahnya sebagai berikut: a) Memperhitungkan dampak positif dan negative dari setiap alternative yang ada. b) Memperhitungkan seberapa besar kemungkinan dampak dari setiap alternative tersebut. c) Jadikan tujuan sebagai pedoman, dengan berpedoman tujuan sebagai penerang langkah. 4) Pelaksanaan alternative terpilih Setelah semua dilalui dengan urutan yang sewajarnya langkah selanjutnya yaitu menerapkan pelaksanaan alternative yang dipilih, penerapan alternative yang dipilih nantinya akan mempengaruhi hasil akhir. Oleh sebab itu maka pelaksanaan harus sesuai dengan rencana supaya nanti dalam operasi dapat tercapai tujuan dari diadakannya pemilihan alternative tersebut. 5) Evaluasi alternative Fungdi dari diadakannya evaluasi alternative adalah untuk mengetahui apakah alternative yang dipilih telah sesuai dengan rencana atau belum. 3. Decision Tree Analysis Untuk Pengambilan Keputusan Investasi Dicision Tree Analysis merupakan cara agar kita dapat mengambil langkah bisnis/investasi yang terbaik. Dengan menggunakan Tree Analysis ini kita dapat melihat semua alternative pilihan, semua solusi yang tersedia dan semua solusi yang tersedia, dengan begitu langkah bisnis kita akan lebih tertata dan kita bisa memprediksi langkah mana yang paling menguntungkan. 3.1 Prosedur Analisis Decision Tree Prosedur untuk melakukan analisis pohon keputusan : 1. Membuat diagram pohon (Tree Diagraming) Tuliskan Topik yang ingin dibahas, contohnya seperti permasalahan yang ingin diselesaikan, Proyek yang direncanakan ataupun nama proses yang ingin dianalisa. Kembangkan Topik tersebut dengan menanyakan pertanyaan selanjutnya seperti Apa penyebab masalah ini terjadi?, Kegiatan apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan proyek ini, Mengapa hal ini bisa terjadi dan lain sebagainya. Gunakan pertanyaan Apa dan Mengapa. Gunakan cara curah pendapat atau brainstorming untuk mengembangkan semua kemungkinan pertanyaan dan jawabannya hingga menemukan solusi ataupun akar permasalahannya. Lakukan pemeriksaan ulang diagram pohon tersebut apakah semua yang tertulis diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang bersangkutan dan apakah cukup untuk menemukan akar permasalahannya. 2. Estimasi kemungkinan (Expected cost = EC) Estimasi kemungkinan hasil yang akan diperoleh dari berbagai kejadian yang mungkin terjadi. Estimasi konsekuensi keuangan dari setiap hasil yang mungkin dari berbagai alternatif keputusan. 3. Evaluasi dan seleksi Perhitungkan nilai yang diharapkan dari setiap alternatif keputusan. Pilih alternatif keputusan yang menawarkan nilai yang diharapkan yang paling optimal. 4. Buat Rencana cadangan apabila kondisi
5 pasar tidak sesuai dengan yang diharapkan 3.2 Contoh Kasus Kasus 1 Di suatu kota kecil, pemerintah daerah Jawa Barat mengoperasikan sistem armada busnya di sebuah terminal bus antarkota. Sayangnya pengelolaan terminal ini tidak profesional, sehingga setiap tahun mengalami defisit atau kerugian sebesar Rp Dinas Pendapatan Daerah sebagai salah satu pemegang sahamnya telah memutuskan untuk menaikkan tarif retribusi bagi seluruh penumpang dan bus yang masuk ke terminal tersebut. Dewan direksi Terminal beranggapan bahwa kenaikan tarif akan mengakibatkan menurunnya jumlah penumpang, kecuali jika kapasitas diperbesar dan fasilitas terminal diperbaiki. Di lain pihak, manajemen mengakui bahwa meskipun fasilitas terminal diperbaiki dan kapasitas terminal diperbesar, ada kemungkinan jumlah penumpang akan tetap atau bahkan, kemungkinan yang terburuk, akan menurun. Seorang anggota DPRD menyarankan sebuah alternatif rencana. Ia akan menaikkan tarif sekarang tapi menunda keputusan penambahan kapasitas dan perbaikan fasilitas selama 2 tahun. Jika perluasan ditunda, Dewan direksi yahkin bahwa penumpang akan turun pula atau bertahan pada tingkat yang sekarang. Jika kapasitas dan fasilitas diperluas dan diperbaiki pada 2 tahun setelah tarif dinaikkan penumpang mungkin naik, bertahan, atau menurun. Jika fasilitas tidak diperluas dalam tahun, perkiraan/estimasi yang paling optimis adalah bahwa penumpang akan bertahan atau menurun tetapi tidak akan mengalami peningkatan. Pihak manajemen terminal diminta mengevaluasi masalah ini sampai rencana 8 tahun ke depan. Gambar di bawah ini (Gambar 4) menunjukkan permulaan diagram pohon keputusan. Urutan keputusan dan aliran kemungkinan peristiwa dari kiri ke kanan. Pada sisi kiri diagram, kita lihat keputusan pertama (persegi empat) dan 2 alternatifnya, masingmasing ditampilkan oleh cabang yang berasal dari persegi empat. (alternatif 2), keputusan akan diikuti oleh kemungkinan peristiwa (lingkaran), yang mana dapat mengarah pada ketiga hasil : penumpang tahunan selama setiap tahun berikutnya dalam 8 tahun meningkat, bertahan, atau menurun. a. Alternatif 1 (tarif dinaikkan tetapi terminal tidak ditingkatkan kualitasnya) Pengambilan keputusan ini akan menimbulkan 2 Jumlah penumpang tetap dan perusahaan mengalami kerugian. Jumlah penumpang menurun sehingga perusahaan mengalami kerugian lebih besar. Apabila kemugkinan pertama terjadi (setelah 2 tahun kemudian), perusahaan menghadapi 2 pilihan : Pilihan A Perusahaan memerlukan biaya investasi sebesar Rp 450 juta. Pilihan B Perusahaan tidak melakukan apa-apa, sehingga tidak memerlukan biaya investasi. Seandainya pilihan A yang dipilih akan terjadi 3 Jumlah penumpang meningkat tetapi perusahaan meaih mengalami kerugian sebesar 100 juta / tahun Jumlah penumpang tetap dan perusahaan masih mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta / tahun, Jumlah penumpang menurun dan perusahaan tetap mengalami kerugian sebesar Rp 500 juta / tahun, Seandainya pilihan B yang dipilih akan terjadi 2 Jumlah penumpang mungkin tetap dan perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 250 juta / tahun, Jumlah penumpang menurun dan perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 400 juta / tahun, Apabila kemungkinan kedua terjadi maka (setelah 2 tahun kemudian), perusahaan menghadapi 2 pilihan : Pilihan C Perusahaan meningkatkan kualitas terminal, sehingga perlu biaya investasi sebesar Rp 450 juta. Gambar 4 Permulaan Diagram Pohon Keputusan Jika kapasitas dan fasilitas ditambah sekarang Pilihan D Perusahaan tidak melakukan apa-apa, sehingga tidak memerlukan biaya investasi.
6 Seandainya pilihan C yang dipilih akan terjadi 3 Jumlah penumpang meningkat tetapi perusahaan masih mengalami kerugian sebesar 100 juta / tahun Jumlah penumpang tetap dan perusahaan masih mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta / tahun, Jumlah penumpang menurun dan perusahaan tetap mengalami kerugian sebesar Rp 500 juta / tahun, Seandainya pilihan D yang dipilih akan terjadi 2 Jumlah penumpang mungkin tetap dan perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 250 juta / tahun, Jumlah penumpang menurun dan perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 400 juta / tahun, Setelah dilakukan penghitungan EC (Expected Cost ) terhadap alternatif pertama, didapatka EC = Rp juta. Dengan demikian, apabila perusahaan memilih tindakan alternatif pertama, yaitu menaikkan harga tiket sekarang tanpa melakukan apa-apa, maka EC = Rp juta. b. Alternatif 2 (tarif dinaikkan dan dalam waktu yang bersamaan kualitas terminal tidak ditingkatkan) Apabila perusahaan memilih alternatif kedua, yaitu menaikkan harga tiket sekaligus melakukan perbaikan kualitas terminal saat ini juga (biaya investasi sebesar Rp 300 juta), maka perusahaan akan memperoleh EC = Rp 300 juta + EC F = Rp 300 juta + Rp juta = Rp juta. Kesimpulan kasus 1 : Karena EC alternatif pertama (Rp juta ) nilainya lebih kecil dibandingkan EC alternatif kedua (Rp juta), maka pilihan yang terbaik adalah perusahaan perlu menaikkan harga tiket sekarang, tetapi perbaikan kualitas terminal tidak perlu dilakukan sekarang. Perbaikan kualitas terminal dilkukan 2 tahun kemudian dengan biaya investasi sebesar Rp 500 juta. Kasus 2 Gambar 3 Pada gambar 3, dapat dilihat bahwa kita dapat memilih: 1) melakukan investasi dalam bentuk saham sebesar $ ) menabung di bank sebesar $1000. Informasi lain yang dapat kita peroleh adalah perkiraan tentang nilai investasi saham tersebut setahun mendatang dan nilai tabungan setahun mendatang. Masing-masing dalam dua kondisi, yaitu naik atau turunnya harga saham. Asumsinya adalah tabungan memperoleh bunga sebesar 5 % dan saham tidak memperoleh pembayaran dividen. Dalam persoalan investasi yang sederhana ini, nilai harapan dan investasi berupa tabungan akan tetap stabil ( kecuali terjadi perubahan suku bunga ), tanpa mempedulikan apa yang akan terjadi pada pasar saham. Cara penghitungannya adalah : 1) Alternatif pertama investasi saham = (0.7 x $1400) + (0.3 x $880) = $1220 2) Alternatif kedua menabung = (0.7 x $1050) + (0.3 x $1050) = $1050 Kesimpulan kasus 2: Berdasarkan analisis pohon keputusan pada gambar 3, kita dapat mengetahui nilai harapan dari kedua alternatif pilihan tersebut dengan tanda 1 dan 2. keputusan dengan nilai harapan yang lebih besar merupakan keputusan terbaik untuk dipilih, yaitu investasi dalam saham sebesar $ Kesimpulan Pohon adalah bentuk khusus dari graf yang tidak memiliki sirkuit. Pohon sering dipakai dalam berbagai disiplin ilmu, salah satunya sering dipakai dalam bidang bisnis manament, dan aktuaria. Penggunaan pohon memudahkan kita untuk menganalisa setiap kemungkinan dari semua alternative yang ada. Decision Tree Analysis atau Analisis Pohon Keputusan memvisualisasikan proses pembuatan keputusan untuk memilih alternatif terbaik berdasar parameter yang menyertai. Penggunaan Decision Tree Analys sebagai metode analisis dalam pengambilan keputusan bisnis sangat cocok untuk digunakan dalam perencanaan investasi karena dapat mengidentifikasi semua alternative,
7 sehingga memberikan kita kepastian bahwa pilihan yang kita ambil adalah yang terbaik. Namun pada kenyataan nya, kita tidak bisa menebak 100% bahwa hasil nya akan sama persis dengan yang kita prediksi, tapi paling tidak kita sudah mengambil pilihan yang terbaik yang bisa kita lakukan. DAFTAR PUSTAKA [1] sbm.binus.ac.id/2015/01/17/kebijakan-bisnis bagian-1/ (diakses : 08/12/2016) [2] (diakses : 08/12/2016) [3] Widi, Kuntanto. (2002). Eksentrik Digraf dari Graf Star, Graf Double Star dan Graf Komplit Bipartit. Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember. [4] (diakses : 08/12/2016) [5] Rangkuti, Freddy. (2003). Business Plan.Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. [6] (diakses : 08/12/2016) [7] (diakses : 08/12/2016) [8] (diakses : 08/12/2016) [9] (diakses : 08/12/2016) [10] Munir, Rinaldi. (2016). Diktat Kuliah IF2120 Matematika Diskrit. Departemen. [11] Santika Niwanputri.Ginar.(2006). PENGGUNAAAN POHON DALAM DECISION TREE ANALYSIS UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI DALAM PERENCANAAN BISNIS.
PENGGUNAAAN POHON DALAM DECISION TREE ANALYSIS UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI DALAM PERENCANAAN BISNIS
PENGGUNAAAN POHON DALAM DECISION TREE ANALYSIS UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI DALAM PERENCANAAN BISNIS Ginar Santika Niwanputri NIM : 13505079 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro
12/23/2016. Studi Kelayakan Bisnis/ RZ / UNIRA
Studi Kelayakan Bisnis/ RZ / UNIRA Bagaimana kesiapan permodalan yang akan digunakan untuk menjalankan bisnis dan apakah bisnis yang akan dijalankan dapat memberikan tingkat pengembalian yang menguntungkan?
BAB I PENDAHULUAN. Kondisi suatu pasar yang dapat menjanjikan tingkat profitabilitas yang cukup
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kondisi suatu pasar yang dapat menjanjikan tingkat profitabilitas yang cukup menarik dan menguntungkan tentu saja akan mendorong para pengusaha untuk masuk
Bab 5 Penganggaran Modal
M a n a j e m e n K e u a n g a n 90 Bab 5 Penganggaran Modal Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan mengenai teori dan perhitungan dalam investasi penganggaran modal dalam penentuan keputusan
BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini persaingan di dunia usaha semakin ketat. Apabila perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada saat ini persaingan di dunia usaha semakin ketat. Apabila perusahaan tidak dapat bersaing, maka perusahaan tersebut dapat kalah dalam persaingan dan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. penelitian ini, maka penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut:
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan permasalahan serta maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut: 1. Estimasi incremental
MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN ANDRI HELMI M, S.E., M.M
MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN ANDRI HELMI M, S.E., M.M TIME VALUE OF MONEY Nilai uang saat ini lebih berharga dari pada nanti. Individu akan memilih menerima uang yang sama sekarang daripada nanti, dan lebih
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pada akhirnya setelah penulis melakukan penelitian langsung ke perusahaan serta melakukan perhitungan untuk masing-masing rumus dan mencari serta mengumpulkan
PENILAIAN INVESTASI. Bentuk investasi dibedakan 1. Berdasarkan asset yang dimiliki 2. Berdasarkan lamanya waktu investasi
PENILAIAN INVESTASI I. Pengertian Investasi Investasi adalah penanaman (pengeluaran) modal (uang) waktu sekarang yang hasilnya baru diketahui diwaktu kemudian. Bentuk investasi dibedakan. Berdasarkan asset
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab empat, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Sebelum melakukan analisis
Oleh : Ani Hidayati. Penggunaan Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Investasi
Oleh : Ani Hidayati Penggunaan Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Keputusan Investasi (capital investment decisions) Berkaitan dengan proses perencanaan, penentuan tujuan
BAB I PENDAHULUAN. Tujuan perusahaan adalah untuk mencapai keuntungan yang maksimal atau laba
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Tujuan perusahaan adalah untuk mencapai keuntungan yang maksimal atau laba yang sebesar-besarnya. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, perusahaan
ASPEK KEUANGAN. Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M.
ASPEK KEUANGAN Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M. PENDAHULUAN Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek keuangan memberikan gambaran
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Studi Kelayakan Bisnis 2.1.1 Pengertian Studi Kelayakan Bisnis Kata bisnis berasal dari bahasa Inggris busy yang artinya sibuk, sedangkan business artinya kesibukan. Bisnis dalam
BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha yang semakin berkembang saat ini, di mana ditunjukkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia usaha yang semakin berkembang saat ini, di mana ditunjukkan dengan meningkatnya persaingan yang ketat di berbagai sektor industri baik dalam industri yang
METODE ACCOUNTING RATE OF RETURN (ARR)
METODE ACCOUNTING RATE OF RETURN (ARR) ARR dapat dihitung dengan dua cara : 1. ARR atas dasar Initial Invesment NI ARR = ----------- x 100 % Io dimana : NI = Net Income (keuntungan netto rata-rata tahunan)
ABSTRAK. Kata Kunci: Capital Budgeting, Payback Period, Net Present Value, dan Internal Rate of Return. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Citra Jaya Putra Utama merupakan salah satu perusahaan jasa yang bergerak di bidang distribusi farmasi. Perusahaan saat ini ingin melakukan investasi modal dalam bentuk cabang baru di Surabaya
ANALISIS INVESTASI BUDI SULISTYO
ANALISIS INVESTASI BUDI SULISTYO ASPEK INVESTASI UU & PERATURAN BIDANG USAHA STRATEGI BISNIS KEBIJAKAN PASAR LINGKUNGAN INVESTASI KEUANGAN TEKNIK & OPERASI ALASAN INVESTASI EKONOMIS Penambahan Kapasitas
BAB I PENDAHULUAN. agar dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Dalam persaingan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini, persaingan yang terjadi di dalam dunia usaha begitu ketat, sehingga setiap perusahaan dituntut untuk dapat mengambil tindakan yang tepat agar
RANGKUMAN BAB 23 EVALUASI EKONOMI DARI PENGELUARAN MODAL (Akuntansi Biaya edisi 13 Buku 2, Karangan Carter dan Usry)
RANGKUMAN BAB 23 EVALUASI EKONOMI DARI PENGELUARAN MODAL (Akuntansi Biaya edisi 13 Buku 2, Karangan Carter dan Usry) BIAYA MODAL ( THE COST OF CAPITAL ) Biaya modal mewakili perkiraan tingkat pengembalian
BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
41 BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Pilihan Analisis Untuk menganalisis kelayakan usaha untuk dapat melakukan investasi dalam rangka melakukan ekspansi adalah dengan melakukan penerapan terhadap
BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. Penetapan kriteria optimasi yang digunakan untuk menganalisis kelayakan
BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Penetapan kriteria optimasi yang digunakan untuk menganalisis kelayakan pengembangan bisnis PT. Dagang Jaya dalam pendistribusian dikatakan
Minggu-15. Budget Modal (capital budgetting) Penganggaran Perusahaan. By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM
Penganggaran Perusahaan Minggu-15 Budget Modal (capital budgetting) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM Further Information : Mobile : 08122035131 Email: [email protected] 1 Pokok Bahasan Pengertian Penganggaran
BAB I PENDAHULUAN. Persaingan di dunia bisnis di zaman globalisasi ini kian hari semakin ketat.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang penelitian Persaingan di dunia bisnis di zaman globalisasi ini kian hari semakin ketat. Untuk mempertahankan eksistensinya, suatu perusahaan harus mampu bersaing dengan
ABSTRAK. Kata kunci: net present value, penganggaran modal, pengambilan keputusan. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dalam penyusunan skripsi ini, penulis melakukan penelitian pada PT. X yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri textile dengan produk utamanya kain polyester. Seperti perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia usaha dewasa ini ditandai dengan semakin. meningkatnya persaingan yang ketat di berbagai bidang usaha, hal ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia usaha dewasa ini ditandai dengan semakin meningkatnya persaingan yang ketat di berbagai bidang usaha, hal ini menyebabkan banyak perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN. Dengan perkembangan jaman yang semakin berkembang saat ini, baik
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan perkembangan jaman yang semakin berkembang saat ini, baik perusahaan besar maupun kecil terpacu untuk bersaing mendapatkan laba yang semaksimal mungkin guna
Bab V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Analisa kelayakan untuk rencana ekspansi yang akan dilaksanakan oleh perusahaan X menggunakan lima metode Capital Budgeting yaitu Payback Period, Accounting Rate
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Setelah melakukan wawancara dan mengumpulkan data, penulis menggunakan suatu alat analisis untuk mengevaluasi kelayakan investasi produk Fitaliv yakni capital budgeting.
ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG SABANA CABANG PERUMAHAN ANGKASA PURI JATI ASIH - BEKASI
ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG SABANA CABANG PERUMAHAN ANGKASA PURI JATI ASIH - BEKASI Nama NPM : 12210810 Jurusan Pembimbing : Firman Rengga Adi Nugroho : Manajemen : Dessy Hutajulu, SE., MM
DAFTAR ISI. Halaman ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... xii
ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai perusahaan yang bergerak di bidang makloon konveksi. Karena kapasitas produksi yang tidak mencukupi, maka perusahaan bermaksud untuk melakukan ekspansi berupa penambahan
STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA RUMAH MAKAN AYAM BAKAR TERASSAMBEL
STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA RUMAH MAKAN AYAM BAKAR TERASSAMBEL Nama : Marlina Fitri Annisa Npm : 15213303 Kelas : 4EA33 Fakultas : Ekonomi Jurusan : Manajemen Pembimbing : Christera Kuswahyu Indira,
Materi 7 Metode Penilaian Investasi
Pendahuluan Materi 7 Metode Penilaian Investasi Dalam menentukan usulan proyek investasi mana yang akan diterima atau ditolak Maka usulan proyek investasi tersebut harus dinilai 1 2 Metode Penilaian 1.
ANALISIS CAPITAL BUDGETING SEBAGAI SALAH SATU ALAT UNTUK MENGUKUR KELAYAKAN INVESTASI (Studi Pada PT. Wahana Makmur Bersama Gresik)
ANALISIS CAPITAL BUDGETING SEBAGAI SALAH SATU ALAT UNTUK MENGUKUR KELAYAKAN INVESTASI (Studi Pada PT. Wahana Makmur Bersama Gresik) Anandhayu Mahatma Ratri Moch. Dzulkirom Achmad Husaini Fakultas Ilmu
MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS PENILAIAN INVESTASI DAN RESIKO INVESTASI
MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS PENILAIAN INVESTASI DAN RESIKO INVESTASI Disusun Oleh: Paulina Sari 201210170311004 Aulia Pratiwi 201210170311033 Satria Sukanda 201210170311041 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI (CAPITAL BUDGETING) Disampaikan Oleh Ervita safitri, S.E., M.Si
ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI (CAPITAL BUDGETING) Disampaikan Oleh Ervita safitri, S.E., M.Si PENDAHULUAN Keputusan investasi yang dilakukan perusahaan sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup perusahaan,
Bab 7 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 2)
M a n a j e m e n K e u a n g a n 103 Bab 7 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 2) Mahasiswa diharapkan dapat memahami, menghitung, dan menjelaskan mengenai penggunaan teknik penganggaran modal yaitu Accounting
Penganggaran Modal 1 BAB 10 PENGANGGARAN MODAL
Penganggaran Modal 1 BAB 10 PENGANGGARAN MODAL Penganggaran Modal 2 KERANGKA STRATEGIK KEPUTUSAN PENGANGGARAN MODAL Keputusan penganggaran modal harus dihubungkan dengan perencanaan strategi perusahaan
KRITERIA PENILAIAN INVESTASI
KRITERIA PENILAIAN INVESTASI Konsep Nilai Waktu Uang Jika Anda dihadapkan pada 2 pilihan di mana pilihan pertama adalah diberi uang pada saat ini (misalkan tanggal 1 Januari 2001) diberi uang sebesar Rp1.000.000,00,
Manajemen Investasi. Febriyanto, SE, MM. LOGO
Manajemen Investasi Febriyanto, SE, MM. www.febriyanto79.wordpress.com LOGO 2 Manajemen Investasi Aspek Keuangan Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Aspek Ekonomi dan Keuangan. Pertemuan 11
Aspek Ekonomi dan Keuangan Pertemuan 11 Aspek Ekonomi dan Keuangan Aspek ekonomi dan keuangan membahas tentang kebutuhan modal dan investasi yang diperlukan dalam pendirian dan pengembangan usaha yang
Bab 6 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 1)
M a n a j e m e n K e u a n g a n 96 Bab 6 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 1) Mahasiswa diharapkan dapat memahami, menghitung, dan menjelaskan mengenai penggunaan teknik penganggaran modal yaitu Payback
ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBUKAAN CABANG BARU PADA USAHA JASA FOTOKOPI DAULAY JAYA
ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBUKAAN CABANG BARU PADA USAHA JASA FOTOKOPI DAULAY JAYA Nama : Rani Eva Dewi NPM : 16212024 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Nenik Diah Hartanti, SE.,MM Latar Belakang
PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUDGETING)
Modul ke: PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUDGETING) Fakultas FEB MEILIYAH ARIANI, SE., M.Ak Program Studi Akuntansi http://www.mercubuana.ac.id Penganggaran Modal ( Capital Budgeting) Istilah penganggaran
BAB II INVESTASI. Setiap perusahaan yang melakukan investasi aktiva tetap selalu
BAB II INVESTASI II.1. Definisi Investasi Setiap perusahaan yang melakukan investasi aktiva tetap selalu mempunyai harapan bahwa perusahaan akan dapat memperoleh kembali dana yang ditanamkan dalam aktiva
TIME VALUE OF MONEY DAN NET PRESENT VALUE (NPV)
TIME VALUE OF MONEY DAN NET PRESENT VALUE (NPV) Mata Kuliah : Manajemen Keuangan Dosen Pengampu : Prof. Dr. Amries Rusli Tanjung, MM. Ak. Disusun Oleh Kelompok I : RADILLA WIDYASTUTI WARDALIANI RIZQA ANITA
ANALISIS INVESTASI USAHA KONSTRUKSI. Nama : Renaldi Prakoso Soekarno NPM : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Elvia Fardiana,SE.
ANALISIS INVESTASI USAHA PADA CV.CD LAS KONSTRUKSI Nama : Renaldi Prakoso Soekarno NPM : 15210722 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Elvia Fardiana,SE.,MM Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pembentukan
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI A. Metode Kelayakan Investasi Evaluasi terhadap kelayakan ekonomi proyek didasarkan pada 2 (dua) konsep analisa, yaitu analisa ekonomi dan analisa finansial. Analisa ekomoni bertujuan
Pertemuan 12 Investasi dan Penganggaran Modal
Pertemuan 12 Investasi dan Penganggaran Modal Disarikan Gitman dan Sumber lain yang relevan Pendahuluan Investasi merupakan penanaman kembali dana yang dimiliki oleh perusahaan ke dalam suatu aset dengan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Daya Mandiri merencanakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang.
42 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam upaya mengembangkan usaha bisnisnya, manajemen PT Estika Daya Mandiri merencanakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang. Langkah pertama
Metode Penilaian Investasi Pada Aset Riil. Manajemen Investasi
Metode Penilaian Investasi Pada Aset Riil Manajemen Investasi Pendahuluan Dalam menentukan usulan proyek investasi mana yang akan diterima atau ditolak Maka usulan proyek investasi tersebut harus dinilai
BAB I PENDAHULUAN. Istilah penganggaran modal digunakan untuk menggambarkan bagaimana
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Istilah penganggaran modal digunakan untuk menggambarkan bagaimana seseorang merencanakan investasi penting yang mempunyai keterlibatan jangka panjang. Investasi
Metode Penilaian Investasi
Metode Penilaian Investasi Pendahuluan Dalam menentukan usulan proyek investasi mana yang akan diterima atau ditolak Maka usulan proyek investasi tersebut harus dinilai Metode Penilaian Metode periode
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab V Kesimpulan dan Saran BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil perhitungan analisis Capital Budgeting dan analisis sensitivitas pada perusahaan Dian
Aspek Keuangan. Dosen: ROSWATY,SE.M.Si
Aspek Keuangan Dosen: ROSWATY,SE.M.Si PENGERTIAN ASPEK KEUANGAN Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek keuangan memberikan gambaran yang
DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1
ABSTRAK Seorang investor pemilik PT X menilai permintaan dan pangsa pasar di kota Bandung terlihat masih menjanjikan untuk bisnis Depot air Minum isi ulang AMIRA. Tetapi sebelum investor menanamkan modalnya
Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk produksi
Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk produksi Anggaran (budget) adalah sebuah rencana rinci yg memproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada
BAB VI ASPEK KEUANGAN
BAB VI ASPEK KEUANGAN Bagian ini akan menjelaskan tentang kebutuhan dana, sumber dana, proyeksi neraca, proyeksi laba rugi, proyeksi arus kas, dan penilaian kelayakan investasi. Proyeksi keuangan ini akan
BAB II LANDASAN TEORI
8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Budget Budget adalah ungkapan kuantitatif dari rencana yang ditujukan oleh manajemen selama periode tertentu dan membantu mengkoordinasikan apa yang dibutuhkan untuk diselesaikan
METODE PENILAIAN INVESTASI. Jakarta, 20 Oktober 2005
METODE PENILAIAN INVESTASI Jakarta, 20 Oktober 2005 Outline Accounting/Average Rate of Return Payback Period Net Present Value Profitability Index Internal Rate of Return 2 Pendahuluan Penilaian investasi:
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis pada PT X, mengenai Peranan Capital Budgeting Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Untuk Pembelian Mesin
Investasi dalam aktiva tetap
Investasi dalam aktiva tetap Investasi dalam aktiva tetap Secara konsep Investasi dalam aktiva tetap tidak ada perbedaan dengan Investasi dalam aktiva lancar Perbedaannya terletak pada waktu dan cara perputaran
Proudly present. Penganggaran Modal. Budi W. Mahardhika Dosen Pengampu MK.
Proudly present Penganggaran Modal Budi W. Mahardhika Dosen Pengampu MK 081-331-529-764 www.bwmahardhika.com PENGANGGARANMODAL (CapitalBudgeting) ANALISIS PENGANGGARAN MODAL (ANALISIS USULAN INVESTASI)
TUGAS ASPEK KEUANGAN STUDI KELAYAKAN BISNIS. Dosen : Tita Borshalina, S.E, M.S.M.. Kelompok 8 Muhammad iqbal al-kahfi (0113u427)
TUGAS ASPEK KEUANGAN STUDI KELAYAKAN BISNIS Dosen : Tita Borshalina, S.E, M.S.M.. Kelompok 8 Muhammad iqbal al-kahfi (0113u427) Prian priyatna putra (0113u254) Shinta achadya (0113u248) Kelas D FAKULTAS
STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA RIADY AQUARIUM BEKASI. Nama : Aji Tri Sambodo NPM : Kelas : 3EA18
STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA RIADY AQUARIUM BEKASI Nama : Aji Tri Sambodo NPM : 10210466 Kelas : 3EA18 Pendahuluan Penilaian investasi / studi kelayakan sangat diperlukan oleh orang atau badan yang
BAB 14. Keputusan Investasi & Penganggaran Modal. Ekonomi Manajerial Manajemen
1 BAB 14 Keputusan Investasi & Penganggaran Modal Ekonomi Manajerial Manajemen 2 PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUDGETING) Capital Budgeting. Capital budgeting meliputi keseluruhan proses perencanaan pengeluaran
INVESTASI DALAM AKTIVA TETAP
INVESTSI DLM KTIV TETP nggaran/budget adalah suatu rencana yang menjelaskan arus kas keluar dan arus kas masuk yang diproyeksikan selama periode tertentu dimasa yang akan datang. Peranggaran Modal adalah
BAB II KEPUTUSAN INVESTASI
BAB II KEPUTUSAN INVESTASI II.1. Pengertian Investasi Investasi dapat diartikan sebagai pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang (Mulyadi, 2001: 284).
DAFTAR ISI... Halaman ABSTRAKSI.. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR Latar Belakang Penelitian 1
ABSTRAKSI Dalam menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin ketat, maka perusahaan memerlukan strategi yang tepat untuk selalu dapat unggul dalam persaingan. Karena bila salah dalam menerapkan strategi
Pertemuan 4 Manajemen Keuangan
MK MANAJEMEN BISNIS & KEWIRAUSAHAAN Pertemuan 4 Manajemen Keuangan Tujuan Memahami mengenai manajemen keuangan, manfaat nilai waktu uang dan dapat membuat analisis laporan keuangan Manajemen Keuangan adalah
ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI
ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI Dalam pengambilan keputusan investasi, opportunity cost memegang peranan yang penting. Opportunity cost merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Studi Kelayakan Proyek Dalam menilai suatu proyek, perlu diadakannya studi kelayakan untuk mengetahui apakah proyek tersebut layak untuk dijalankan atau tidak. Dan penilaian tersebut
Contoh Soal dan Pembahasan Internal Rate of Return (IRR)
Contoh Soal dan Pembahasan Internal Rate of Return (IRR) Aplikasi IRR, arus kas setiap tahun jumlahnya sama. Soal 1 : Suatu pabrik mempertimbangkan ususlan investasi sebesar Rp. 13.. tanpa nilai sisa dapat
ANALISA STUDY KELAYAKAN KELANGSUNGAN USAHA JASA FOTO COPY CAHAYA GIRI
ANALISA STUDY KELAYAKAN KELANGSUNGAN USAHA JASA FOTO COPY CAHAYA GIRI Latar Belakang Masalah Kemajuan dalam bidang tekhnologi juga sudah berkembang pesat. Dimana - mana terdapat usaha - usaha jasa yang
STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA TOKO BIN AGIL DI JALAN RAYA CONDET, JAKARTA TIMUR : MUAMMAL IRZAD NPM :
STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA TOKO BIN AGIL DI JALAN RAYA CONDET, JAKARTA TIMUR NAMA : MUAMMAL IRZAD NPM : 14212737 JURUSAN : MANAJEMEN DOSEN PEMBIMBING : BUDI UTAMI, SE., MM Latar Belakang Perdagangan
Landasan Teori BAB II. Kelayakan Usaha
BAB II Landasan Teori Kelayakan Usaha James C. Van Horne (1989:303) mengemukakan bahwa Feasibility is allocations of capital to long term capital investment used in the production of goods or services.
Mata Kuliah - Kewirausahaan II-
Mata Kuliah - Kewirausahaan II- Modul ke: Analisa Investasi dalam Berwirausaha Fakultas FIKOM Ardhariksa Z, M.Med.Kom Program Studi Marketing Communication and Advertising www.mercubuana.ac.id Evaluasi
dimana jangka waktu kembalinya dana tersebut melebihi waktu satu tahun. Batas waktu satu
A. Pengertian Capital Budgeting Definisi Capital Budgeting menurut Bambang Riyanto (hal 121, thn 1995) adalah keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana dimana jangka
BAB I PENDAHULUAN. merupakan suatu pengaitan sumber-sumber daya atau pengeluaran modal saat ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Menurut Suad Husnan dan Suwarsono Muhammad (2000, h.5), investasi merupakan suatu pengaitan sumber-sumber daya atau pengeluaran modal saat ini untuk memperoleh
BAB I PENDAHULUAN. Persaingan dalam dunia usaha pada masa sekarang ini menuntut pelaku
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Persaingan dalam dunia usaha pada masa sekarang ini menuntut pelaku ekonomi untuk bertindak seefektif dan seefisien mungkin. Tindakan yang efektif dan efisien
Manajemen Proyek. Seleksi Proyek Model Keuangan dan Mengelola Portfolio MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
MODUL PERKULIAHAN Manajemen Proyek Seleksi Proyek Model Keuangan dan Mengelola Portfolio Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ekonomi & Bisnis Manajemen 05 31074 Deva Prudensia Setiawan,
ABSTRAK. Berdasarkan data-data yang telah diolah oleh penulis, maka diperolehlah suatu hasil perhitungan yang diestimasi sebagai berikut: ESTIMASI
ABSTRAK Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan investasi perluasan usaha melalui pembukaan cabang Toko X dengan menggunakan metode Capital Budgeting. Untuk mengevaluasi kelayakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS. AsiA Day Madiun-Malang, penelitian menggunakan metode-metode penilaian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Tinjauan Penelitian Terdahulu Penelitian oleh Dwi Susianto pada tahun 2012 dengan judul Travel AsiA Day Madiun-Malang, penelitian menggunakan metode-metode penilaian
Makalah Analisis Bisnis dan Studi Kelayakan Usaha
Makalah Analisis Bisnis dan Studi Kelayakan Usaha ANALISIS BISNIS DAN STUDI KELAYAKAN USAHA MAKALAH ARTI PENTING DAN ANALISIS DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS OLEH ALI SUDIRMAN KELAS REGULER 3 SEMESTER 5 KATA
BAB VI ASPEK KEUANGAN. proyeksi laba rugi, proyeksi arus kas, dan penilaian kelayakan investasi. Proyeksi keuangan
BAB VI ASPEK KEUANGAN Bagian ini akan menjelaskan tentang kebutuhan dana, sumber dana, proyeksi neraca, proyeksi laba rugi, proyeksi arus kas, dan penilaian kelayakan investasi. Proyeksi keuangan ini akan
ANALISIS CAPITAL BUDGETING SEBAGAI PENILAIAN EKSPANSI USAHA (Studi Kasus pada PT. Wijaya Karya Beton, Tbk)
ANALISIS CAPITAL BUDGETING SEBAGAI PENILAIAN EKSPANSI USAHA (Studi Kasus pada PT. Wijaya Karya Beton, Tbk) Aditya Satriawan Topowijono Achmad Husaini Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang
KEPUTUSAN INVESTASI DAN PENGANGGARAN MODAL
KEPUTUSAN INVESTASI DAN PENGANGGARAN MODAL Ari Darmawan, Dr. S.AB, M.AB Email: [email protected] A. PENDAHULUAN B. METODE PENILAIAN INVESTASI - Accounting Rate of Return - Payback Period - Net Present
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sukirno (2003), investasi adalah pengeluaran atau penanaman modal bagi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Investasi Sukirno (2003), investasi adalah pengeluaran atau penanaman modal bagi perusahaan untuk membeli barang modal dan perlengkapan produksi untuk menambah
Aspek Keuangan. Studi Kelayakan (Feasibility Study) Sumber Dana. Alam Santosa
Alam Santosa Aspek Keuangan Studi Kelayakan (Feasibility Study) Analisis Aspek Keuangan Menentukan sumber dana Menghitung kebutuhan dana untuk aktiva tetap dan modal kerja Aliran Kas Penilaian Investasi
BAB 6 ASPEK KEUANGAN
BAB 6 ASPEK KEUANGAN 6.1. Kebutuhan Investasi Tahun ke-0 Dalam menjalankan usaha ini, FVN melakukan investasi awal sebesar Rp 100.000.000,- sebelum masuk ke tahun pertama. FVN perlu membeli semua kebutuhan
ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBUKAAN CABANG BARU PADA USAHA JASA FOTOKOPI PRIMA JAYA
ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBUKAAN CABANG BARU PADA USAHA JASA FOTOKOPI PRIMA JAYA Nama : Alif Ammar Nugraha NPM : 10212632 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Budi Sulistyo, SE.,MM Latar Belakang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. KERANGKA TEORI 2.1.1. Pengertian Studi Kelayakan Bisnis Studi Kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang kegiatan atau usaha atau bisnis
KONSEP DAN METODE PENILAIAN INVESTASI
KONSEP DAN METODE PENILAIAN INVESTASI 4.1. KONSEP INVESTASI Penganggaran modal adalah merupakan keputusan investasi jangka panjang, yang pada umumnya menyangkut pengeluaran yang besar yang akan memberikan
Penganggaran Modal. Gambaran Umum Penganggaran Modal, Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return. Nurahasan Wiradjegha, S.E.,M.
Modul ke: Penganggaran Modal Fakultas EKONOMI Gambaran Umum Penganggaran Modal, Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return Program Studi Manajemen 84008 www.mercubuana.ac.id Nurahasan Wiradjegha,
MANAJEMEN KEUANGAN CAPITAL BUGDETING
MANAJEMEN KEUANGAN CAPITAL BUGDETING JENIS INVESTASI FINANCIAL ASSET (Saham, Obligasi dst) RIIL ASSET (Property, Machine, dst) PRODUCT DERIVATE (Reksadana, Bursa Valas,Bursa Komoditas) COMBINATION Pengertian
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PROYEK INVESTASI
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PROYEK INVESTASI I. PENDAHULUAN Sebuah perusahaan pengembang real eastate di surabaya berkeinginan untuk mengembangkan usaha, jika selama ini perusahaan berbisnis di
Manajemen Keuangan. Keputusan Investasi. Basharat Ahmad. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen
Manajemen Keuangan Modul ke: Keputusan Investasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Basharat Ahmad Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Materi Pembelajaran Gambaran Umum Penganggaran Modal Net Present
6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI
6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI 6.1 Pendahuluan Industri surimi merupakan suatu industri pengolahan yang memiliki peluang besar untuk dibangun dan dikembangkan. Hal ini didukung oleh adanya
ABSTRACT. Keywords: capital budgeting, expansion, cash flow, auto parts store. vii. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT This study discusses about the usage of capital budgeting methods in calculating the feasibility of an investment. The researcher intends to analyze an auto parts store called Toko GM. Toko GM
BAB I PENDAHULUAN. produksi daging ayam dinilai masih kurang. Berkenaan dengan hal itu, maka
1 BAB I PENDAHULUAN I.A. Latar Belakang Masalah Peluang usaha di bidang peternakan ayam pada saat ini terbilang cukup baik, karena kebutuhan akan daging ayam setiap tahunnya meningkat, sementara produksi
