BAB II SIFAT-SIFAT GEREJA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II SIFAT-SIFAT GEREJA"

Transkripsi

1 1 BAB II SIFAT-SIFAT GEREJA STANDAR KOMPETENSI Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan ber-gereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah. MATERI AGAMA KATOLIK XI 1

2 2 Bila kita yang beriman Katolik di tanya: Apakah sifat-sifat Gereja itu? Kita dapat mengingat isi syahadat yang panjang hasil Konsili Nicea Konstantinopel, yang sering disebut atau Aku Percaya. Dalam rumusan Syahadat itu ada ungkapan:..aku percaya akan Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik. Sifat atau ciri Gereja tersebut tentu merupakan hasil proses pengalaman iman yang panjang dan juga merupakan karya Roh Kudus yang menjiwai Gereja. Pengalaman Gereja yang insani (bersejarah-dialami langsung) dan Ilahi (ada campur tangan Roh Kudus) berjalan sedemikian rupa sehingga Gereja menegaskan dirinya terhadap rumusan sifat-sifat Gereja itu. Hal ini juga berarti bahwa Gereja berkembang dan menyimpulkan pengalaman imannya secara permanen. Gereja memiliki sikap yang jelas berhadapan dengan realitas pada zamannya. Maka rumusan ke empat sifat Gereja ini harus dipandang dalam konteks iman. Rumusan sifat Gereja ini harus dilihat secara utuh, saling terkait dan bukan berdiri sendiri, dan hingga kini menjadi pedoman iman bagi Gereja. Sifat Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik merupakan sesuatu yang tidak tampak, namun menggambarkan semangat yang melekat dalam jati diri Gereja. Sementara ciri menggambarkan sesuatu yang kelihatan. MATERI AGAMA KATOLIK XI 2

3 KOMPETENSI DASAR 3 Memahami sifat-sifat Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik; sehingga kita merasa terpanggil untuk menjaga keutuhan Gereja dan memperjuangkan kepentingan umum. A. GEREJA YANG SATU DAN KUDUS TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan arti Gereja yang Satu dan Kudus. 2. Menjelaskan usaha memperjuangkan kesatuan dan kekudusan Gereja zaman sekarang. 3. Menyusun doa bagi kesatuan dan kekudusan Gereja. MATERI AGAMA KATOLIK XI 3

4 PETA KONSEP 4 GEREJA YANG SATU DAN KUDUS Arti Gereja yang Satu dan Kudus Usaha Memperjuangkan Kesatuan dan Kekudusan Gereja. Menyusun Doa Gereja entah sebagai institusi, entah sebagai Umat Allah atau Communio, tetap memiliki ciri-ciri atau sifat yang sama, yaitu Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik. Pada materi kali ini, kita akan mendalami terlebih dahulu tentang sifat Gereja yang Satu dan Kudus. MATERI AGAMA KATOLIK XI 4

5 GEREJA YANG SATU DAN KUDUS 5 1. Gereja yang Satu Apakah artinya Gereja yang Satu? Untuk dapat memahami Kesatu an Gereja, berikut ini akan di bantu dengan sebuah ilustrasi cerita yang dituliskan oleh Agnes Usindi Sukoco dan pernah dimuat di Majalah Hidup edisi No. 22, tanggal 27 Mei Kisah sangat menarik karena mencerita kan tentang pertemuan kaum muda Katolik di Roma. Dari cerita ini, kita dapat menemukan sifat-sifat Gereja yang secara simbolis akan ditonjolkan. LANGKAH PERTAMA : (mendalami cerita tentang segi-segi Kesatuan dan Kekudusan Gereja). PERTEMUAN KAUM MUDA DI ROMA Valentina Shinta Kerindrato, Agnes Usindi Sukoco, Markus Effiendi Sudianto dan Antonius Dwi Setyanto mewakili Indonesia dalam pertemuan Youth Yubilee di Roma dari tanggal 11 sampai 15 April Pertemuan ini dihadiri oleh tidak kurang dari muda-mudi sedunia. Berikut ini sekelumit kesan-kesan mereka. Dimulai dengan Misa Pembukaan. Yang menarik dalam misa ini adalah bagian Salam Damai. Ucapan Salam Damai tidak dinyatakan secara berjabat tangan seperti biasa di Indonesia, tetapi dengan berangkulan kemudian saling cium pipi kiri pipi kanan sambil mengucapkan peace be with you. Shinta dan Agnes sempat terbengong-bengong karena pria di samping mereka mendekat terus merangkul. Anton dan Markus juga tampak bingung. Mereka seperti dihadang oleh wanita-wanitanya. Sesudah acara peluk cium, Anton dan Markus tersipu-sipu malu. Sementara Shinta dan Agnes mengelus pipi mereka yang tampaknya geli karena bekas kena tempel pipi pria yang berewok dan berjanggut. Sesudah misa, kami gerak jalan menuju lapangan Santo Petrus. Jalanan jadi macet karena rombongan dari 4 macam kelompok bahasa itu bergerak bersama-sama. Pada pukul 18.00, Paus Yohanes Paulus II tampil diringi tepuk tangan dan sorak sorai yang sangat riuh. Pada pukul 23.00, kami baru tiba kembali di biara penginapan karena kami harus berputar-putar terlebih dahulu sebelum menemukan jalan yang benar. MATERI AGAMA KATOLIK XI 5

6 Pada suatu acara makan siang, kami berkenalan dengan para mahasiswa dari negara lain. Kami bersahabat akrab dengan muda-mudi Thailand yang berjumlah 30 orang, dengan 2 orang utusan dari Guinea, 114 dari Malta, dan sejumlah besar utusan dari California. Kami saling tukar informasi dan souvenir. Jumat 13 April kami mengikuti ceramah Pater Tom Forrest yang berjudul Freedom. Misa dipimpin oleh Kardinal W. Baun. Band yang mengiringi misa ikut menghidupkan suasana. Koor yang ditampilkan benarbenar mempesonakan. Setiap kali selesai membawakan lagu mereka pasti mendapat tepukan meriah. Siang harinya ada acara Dialogue for Solidarity. Dalam dialog ini tiap negara yang telah mencatatkan diri mendapat kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya, kesulitannya dan harapan-harapannya. Utusan dari Libanon mengetengahkan kemelut yang dihadapi negeri mereka. Demikian pula utusan dari Amerika latin. Utusan dari Polandia mengungkapkan Youth in front of the challenges of the church yang dikaitkan dengan situasi politik di negara mereka. Negara-negara yang ikut berbicara antara lain Gabon, Korea Selatan, dan Jerman Barat. Dialog diselingi lagu-lagu dari Afrika, Timur Tengah, Filipina, Perancis dan Amerika Tengah. Sabtu 14 April ceramah disampaikan oleh Ibu Theresa dari Kalkuta dengan judul Love. Ketika Ibu Theresa membawakan pidato yang diucapkannya tanpa teks, semua hadirin tercengang, tak terdengar suara apa pun. Semua mendengar dengan penuh hikmat. Di sela-sela pidatonya terdengar tepuk tangan meriah. Satu kalimat yang kami rasa sangat berkesan dalam pidato itu ialah Sebuah senyum tulus mampu membuat orang lain bahagia karenanya. Ketika tiba acara salam damai, kami datang ke tempat duduk Ibu Theresa dan mencium tangannya yang telah ribuan kali membantu orang-orang miskin dan telah menghantar orang-orang dalam sakrat maut menuju rumah Bapa. Tak terasa ada butir-butir air mata tergenang di mata kami. Orang yang selama ini kami lihat hanya lewat surat kabar dan TV, kali ini berada di hadapan kami. Suatu harapan serentak lahir dalam benak kami pada sesama. Kemudian kami saling berpelukan sambil mengucapkan My sister, I love you, My Brother, I love you. 6 MATERI AGAMA KATOLIK XI 6

7 7 Minggu Palma 15 April dimulai dengan misa di lapangan Santo Petrus. Yang menarik lagi adalah kelompok Spanyol dan Portugal yang membawakan lagu-lagu perayaan Minggu Palma dalam bahasa daerah mereka. Lagu-lagunya enak untuk di dengar dan pada saat-saat tertentu, palma digoyangkan. Kadang-kadang diketuk-ketukkan di tanah. Sesudah misa, diadakan acara perpisahan dengan menari bersama. Sebuah tarian dari negara-negara Spanyol dan Portugal yang diberi nama tari pergaulan yang benar-benar membuat kami enggan meninggalkan lapangan Santo Petrus. Oh Tuhan, betapa bahagianya kami dapat menari, menyanyi dan bercerita dengan bangsa-bangsa di dunia ini. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk direfleksikan! 1. Bagaimana kesanmu ketika membaca cerita tersebut? 2. Pertemuan itu adalah pertemuan muda-mudi katolik sedunia. Sifat-sifat Gereja apa saja yang nampak pada pertemuan tersebut! 3. Apakah dalam pertemuan tersebut nampak bahwa Gereja itu Satu dan Kudus? Tunjukkan dalam acara yang mana? 4. Apa artinya Gereja yang Satu dan Kudus! PENJELASAN Gereja yang Satu adalah karena adanya Satu iman, yang dirumuskan dan diungkapkan secara berbeda-beda. Kesatuan dalam hal ini bukan berarti keseragaman tetapi lebih sebagai Bhinneka Tunggal Ika baik di dalam Gereja Katolik maupun dalam kesatuan Ekumenis. Kesatuan di sini lebih ditonjolkan akan kesatuan dalam Injil Yesus Kristus yang harus diwartakan, dirayakan dan dilaksanakan dalam hidup sehari-hari. Kristus mengangkat Petrus sebagai ketua dari para rasul-nya, supaya kesatuan/ kerjasama sebagai kolega tetap satu dan tak dapat terpisah/ terbagi. Kristus tetap mempersatukan Gereja, tetapi dalam kenyataannya Gereja sekarang pun harus tetap diperjuangkan dan dikembangkan dan sempurnakan selalu. Maka hendaknya kesatuan iman harus mendorong semua orang kristiani untuk mencari persekutuan dengan semua yang seiman. MATERI AGAMA KATOLIK XI 7

8 8 Maka kesatuan Gereja itu terungkap dalam: Ungkapan Kesatuan Kesatuan iman para anggotanya Kesatuan dalam pimpinannya, yaitu hierarki. Kesatuan dalam kebaktian dan kehidupan sakramental. Penjelasan Kesatuan iman ini bukan kesatuan yang statis, melainkan kesatuan yang dinamis. Iman adalah prinsip kesatuan batiniah Gereja. Hierarki mempunyai tugas untuk mempersatukan umat. Hierarki sering dilihat sebagai prinsip kesatuan lahiriah dari Gereja. Kebaktian dan sakramen-sakramen merupakan ekspresi simbolis dari kesatuan Gereja itu. 2. Gereja yang Kudus o Kata Kudus atau Suci mengandung arti yang dikhususkan bagi Tuhan. Sesuatu yang dikhususkan bagi Tuhan bukan hanya menyangkut barang, tempat dan waktu, tetapi seluruh bidang keagamaan dan yang bersifat sakral. Apabila orang, waktu atau tempat disebut kudus, hal ini disebabkan termasuk dalam lingkup kehidupan Tuhan/ yang sakral. Yang kudus adalah Allah. Gereja menerima kekudusan sebagai anugerah yang cuma-cuma dari Allah dalam Kristus melalui imannya. o Dalam Perjanjian Baru pengudusan manusia sebagai pengudusan oleh Roh, dikuduskan karena terpanggil. Dari pihak manusia, kesucian berarti tanggapan manusia atas karya Allah yang nampak dalam sikap iman dan pengharapannya. Sikap ini diwujudkan dalam perbuatan dan kegiatan kehidupan sehari-harinya. o Kekudusan terungkap dengan aneka cara pada masing-masing orang. Kehidupan Gereja bukan suatu sifat yang seragam, yang sama bentuknya, melainkan semua orang harus berjuang untuk mencapai kesucian dengan ikut ambil bagian dalam kesucian Gereja yang secara nyata. MATERI AGAMA KATOLIK XI 8

9 o Kekudusan Gereja nampak dalam: 9 Ungkapan Kekudusan Sumber dari mana Gereja berasal adalah kudus. Memiliki tujuan dan arah yang kudus. Memiliki jiwa yang kudus. Penjelasan Gereja didirikan oleh Kristus sendiri. Gereja menerima kekudusan dari Kristus dan doanya (Yohanes 17:11). Gereja ditujukan untuk kemuliaan Allah dan penyelamatan manusia. Jiwa Gereja adalah Roh Kudus sendiri. Ajaran-ajarannya dan sakramensakramennya. Memiliki unsur-unsur yang kudus. Anggotanya kudus. Anggotanya ditandai oleh Kristus melalui pembaptisannya dan dipersatukan oleh iman, harapan dan cinta yang kudus. LANGKAH KEDUA : (mendalami usaha untuk memperjuangkan kesatuan dan kekudusan Gereja). Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Bagaimanakah cara memperjuangkan Gereja yang Satu di masa kini! 2. Bagaimanakah cara memperjuangkan kekudusan Gereja di masa kini! MATERI AGAMA KATOLIK XI 9

10 PENJELASAN 10 MEMPERJUANGKAN KESATUAN DAN KEKUDUSAN GEREJA Gereja pada dasarnya bersifat Ilahi dan sekaligus insani/ manusiawi, yang berarti berasal dari Yesus sendiri dan berkembang dalam sejarah. Maka Gereja itu bersifat dinamis dan harus diperjuangkan, tidak sekaligus jadi dan statis. 1. Memperjuangkan Gereja yang Satu Kita menyadari bahwa pada kenyataannya dalam Gereja sering terjadi perpecahan dan keretakan. Perpecahan dan keretakan dalam Gereja disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri. Allah selalu berkenan untuk menghimpun semua umat beriman menjadi Umat Allah dan membuat mereka menjadi satu tubuh. Bagaimana rencana Allah itu dapat dilaksanakan oleh semua orang kristani? Tentu saja semangat persatuan harus selalu dipupuk dan diperjuangkan oleh semua umat Kristiani dengan cara: Usaha yang dapat diwujudkan untuk menguatkan persatuan kita ke dalam (internal). Aktif berpartisipasi dalam hidup menggereja. Setia dan taat kepada persekutuan umat termasuk kepada hierarki. Usaha yang dapat diwujudkan untuk menguatkan persatuan antar Gereja (eksternal). Bersikap jujur dan terbuka dengan lebih melihat kesamaan daripada perbedaan. Mengadakan kegiatan sosial dan peribadatan bersama. MATERI AGAMA KATOLIK XI 10

11 11 2. Memperjuangkan Gereja yang Kudus. Kekudusan Gereja adalah kekudusan (kesucian) Kristus. Gereja menerima kekudusan sebagai anugerah dari Allah dalam Kristus oleh imannya. Usaha yang dapat diwujudkan Gereja untuk mencapai kekudusan dengan cara : Saling memberikan kesaksian dalam hidupnya sebagai putra-putri Allah. Memperkenalkan para anggota Gereja yang sudah hidup mencapai kekudusan. Merenungkan dan mendalami Kitab Suci, khususnya ajaran dan hidup Yesus yang merupakan pedoman dan arah hidup orang beriman. LANGKAH KETIGA : (menyusun doa). Susunlah sebuah doa untuk Gereja yang Satu atau untuk Gereja yang Kudus! (pilihlah salah satu). MATERI AGAMA KATOLIK XI 11

12 LEMBAR KERJA SISWA Apa artinya Gereja yang Satu dan Kudus! 2. Gereja hendaknya menghayati kesatuan bukan uniformitas. Apa maksudnya! 3. Gereja harus menjadi Gereja yang Kudus di zaman ini. Apa artinya! MATERI AGAMA KATOLIK XI 12

13 A. GEREJA YANG KATOLIK DAN APOSTOLIK TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan arti Gereja bersifat Katolik dan Apostolik. 2. Menjelaskan cara mewujudkan Kekatolikan dan Keapostolikan Gereja. 3. Menjelaskan pendapatnya mengenai sifat/ ciri Gereja yang dibutuhkan pada masa kini. 13 PETA KONSEP GEREJA YANG KATOLIK DAN APOSTOLIK Segi-segi Kekatolikan dan Keapostolikan Gereja Memperjuangkan Kekatolikan dan Keapostolikan Gereja Ciri-ciri Gereja dibutuhkan saat ini MATERI AGAMA KATOLIK XI 13

14 LANGKAH PERTAMA : (mendalami segi-segi Kekatolikan dan Keapostolikan Gereja). 14 KONSILI VATIKAN II Hal yang sangat mengesankan dari Konsili Vatikan II yang sudah berlangsung 40 tahunan yang lalu, bukan hanya kesatuan dalam keanekaragaman, tetapi juga kekatolikan dan keapostolikan Gereja dalam diri para wali Gereja yang datang dari seluruh pelosok dunia. Ribuan uskup dengan berbagai wajah dan tindakannya menyatu dalam Gereja di Basilika Santo Petrus Roma. Mereka datang dari benua yang memiliki latar belakang alam, ekonomi, politik, sosial, budaya dan sejarah yang berbeda. Mereka adalah pemimpin-pemimpin Gereja setempat yang diwarnai oleh budaya masing-masing, namun dipersatukan oleh iman yang sama kepada Yesus Kristus yang diwariskan oleh para rasul dan disemangati oleh cinta yang sama yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Mereka memberi kesaksian bahwa Geereja sungguh katolik, terbuka untuk semua bangsa dan semua budaya. Pada saat mereka berbicara dan berdebat, mereka menunjukkan kekhasan dari pengalaman iman Gereja setempat yang mereka wakili. Mereka mengungkapkan kegembiraan dan kegelisahan, pergumulan dan cita-cita Gereja setempat. Namun, semuanya berada dalam semangat kesatuan Gereja semesta. Saat yang paling mengharukan ialah saat Perayaan Ekaristi, terlebih pada Ekaristi Pembukaan dan Ekaristi Penutupan Konsili. Pada saat mereka bersama-sama menyanyikan Credo (Aku Percaya), mereka seperti luluh dalam persatuan dan kesatuan yang tak terlukiskan. Mereka sungguhsungguh mengalami makna Gereja semesta dan Gereja setempat yang mereka wakili. MATERI AGAMA KATOLIK XI 14

15 Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk di refleksikan! Bagaimanakah kesanmu setelah membaca cerita tersebut! 2. Sifat Gereja mana yang nampak menonjol dalam Konsili Vatikan II itu! 3. Apakah sifat Gereja yang Katolik dan Apostolik nampak dalam sidang Konsili Vatikan II! 4. Apa artinya Gereja itu Katolik dan Apostolik! PENJELASAN GEREJA YANG KATOLIK DAN APOSTOLIK Dalam Sidang Konsili Vatikan II itu cukup jelas yang mau ditonjolkan adalah Sifat Gereja yang Katolik dan Apostolik. Dalam sidang ini tampak keterbukaan sekaligus keaslian Gereja yang bersumber pada para rasul yang dilanjutkan oleh para Dewan Uskup bersama Paus. 1. Gereja yang Katolik Katolik sebenarnya berarti universal/ umum. Arti universal ini terlihat secara kuantitatif dan kualitatif. Gereja itu Katolik karena Gereja dapat hidup di tengah segala bangsa dan memperoleh warganya dari semua bangsa. Gereja itu Katolik karena ajarannya dapat diwartakan kepada semua bangsa. Maka secara singkat Gereja bersifat Katolik berarti terbuka bagi dunia. Kekatolikannya nampak dalam: i. Rahmat dan keselamatan yang ditawarkan. ii. Iman dan ajarannya yang bersifat umum, dapat diterima dan dihayati oleh siapapun. 2. Gereja yang Apostolik Gereja yang Apostolik berarti Gereja berasal dari para rasul dan berpegang pada kesaksian iman para rasul. Kesadaran bahwa Gereja dibangun atas dasar para rasul dengan Yesus Kristus sebagai batu penjuru sudah nampak sejak zaman Gereja Perdana. MATERI AGAMA KATOLIK XI 15

16 16 Gereja bersifat Apostolik berarti Gereja sekarang mengaku diri sama dengan Gereja Perdana, yakni Gereja para rasul. Hubungan historis antara Gereja para rasul dan Gereja sekarang dilihat sebagai kelangsungan iman dan pengakuan. Gereja yang bersifat Apostolik berkembang di bawah bimbingan Roh Kudus dan berpegang pada Gereja para rasul sebagai norma imannya, maka Gereja harus bersifat dinamis. Maka: Gereja disebut Apostolik karena Gereja berhubungan dengan para rasul yang diutus oleh Kristus. Hubungan itu nampak dalam: i. Fungsi dan kuasa hierarki berasal dari para rasul. Fungsi dan kuasa hierarki diwariskan dari para rasul. ii. Ajaran-ajaran Gereja diturunkan dan berasal dari kesaksian para rasul. iii. Ibadat dan struktur Gereja pada dasarnya berasal dari para rasul. LANGKAH KEDUA : (mendalami usaha dalam mewujudkan kekatolikan dan keapostolikan Gereja). Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! 1. Bagaimana cara kita mewujudkan kekatolikan kita? 2. Bagaimana cara kita melestarikan dan mengembangkan Gereja yang apostolik? MATERI AGAMA KATOLIK XI 16

17 PENJELASAN 17 MEWUJUDKAN GEREJA YANG KATOLIK DAN APOSTOLIK 1. Mewujudkan Kekatolikan Gereja. Gereja saat ini harus berani mewujudkan sifat Gereja Katolik yang universal dan umum melalui: Sikap terbuka dan menghormati kebudayaan, adat istiadat bahkan agama dan bangsa manapun. Bekerjasama dengan pihak manapun yang berkehendak baik untuk mewujudkan nilai-nilai yang luhur di dunia/ masyarakat. Berusaha selalu untuk memprakasai dan memperjuangkan dunia/ masyarakat yang lebih baik untuk semua manusia. Sebagai orang kristiani harus memiliki jiwa yang besar dan terlibat dalam kehidupan di masyarakat, sehingga dapat memberikan kesaksian bahwa katolik berarti terbuka untuk apa saja yang baik dan siapa saja yang berkehendak baik. 2. Mewujudkan Gereja yang Apostolik Gereja pada masa kini harus terarah pada Gereja para rasul sebagai dasar dan permulaan imannya. Karena pewartaan para rasul dan pengakuan imannya terungkap dalam Kitab Suci, maka sifat kekatolikan Gereja akan tampak dalam bentuk kesetiaannya kepada Injil. Kesatuan Gereja masa kini dan Gereja Perdana merupakan kesatuan yang hidup, yang pusatnya pada Kitab Suci dan tradisi. Gereja harus senantiasa mampu menafsirkan dan mengevaluasi situasi konkret yang berpusat pada sikap iman para rasul. Maka cara mewujudkan keapostolikan Gereja melalui: Setia dan mempelajari Injil, sebab Injil merupakan iman Gereja para rasul. Menafsirkan dan mengevaluasi situasi konkret kehidupannya dengan iman Gereja para rasul. Setia dan loyal kepada hierarki sebagai pengganti para rasul. MATERI AGAMA KATOLIK XI 17

18 LANGKAH KETIGA : (mendalami wajah Gereja dengan sifat-sifat dan ciri-cirinya yang sesuai dengan zamannya) Jawablah pertanyaan di bawah ini sebagai bahan refleksi! Apakah ada sifat-sifat dan ciri-ciri lain dari Gereja yang sangat dibutuhkan oleh dunia di zaman modern ini? Sebutkan dan jelaskan! 18 PENJELASAN SIFAT-SIFAT/ CIRI-CIRI GEREJA YANG DITUNTUT ZAMAN INI 1. Gereja yang Merakyat dan Mengutamakan yang Miskin Gereja dituntut untuk lebih merakyat dan mengutamakan orang-orang yang sederhana dan miskin. Yesus adalah orang yang sederhana dan miskin. Ia memilih rasul-rasul-nya dari kalangan orang miskin dan sederhana. Oleh karena itu, Gereja harus berani mengutamakan orang yang sederhana dan miskin. Hal ini berarti Gereja harus memiliki semangat kesederhanaan dan kemiskinan dalam hidupnya. 2. Gereja yang bersifat Kenabian Nabi adalah seorang yang berani menyampaikan kehendak Tuhan kepada semua orang dalam setiap situasi hidupnya dengan segala konsekuensinya. Gereja memiliki panggilan yang sama sebagai nabi yaitu berani menyampaikan kehendak Tuhan dalam hidupnya dengan segala konsekuensinya, misalnya berani bersikap dan berkata jujur di zaman ini. 3. Gereja yang Membebaskan Gereja berani menjadi tanda keselamatan bagi semua orang. Penyelamatan berarti membebaskan manusia dari segala penderitaan secara jasmani maupun rohani. Maka Gereja diutus untuk menyuarakan menjadi pelopor terciptanya dunia yang adil, damai dan sejahtera. MATERI AGAMA KATOLIK XI 18

19 4. Gereja yang Menjadi Ragi Gereja masa kini laksana ragi yang mengembangkan dunia baru. Setiap Gereja harus berani menjadi ragi di manapun ia berada. Ragi yang berani membangun dunia baru, merombak tembok-tembok yang dapat memisahkan bangsa/ manusia satu dengan yang lainnya. 5. Gereja yang Dinamis Dunia selalu berkembang. Oleh karena itu, Gereja harus beraggiornamento. Artinya Gereja harus selalu memperbaharui dirinya sesuai dengan tuntutan zamannya. Gereja harus berani maju dan terlibat dalam masalah-masalah yang baru dalam masyarakat. 6. Gereja yang Bersifat Karismatis Gereja dijiwai oleh Roh Kudus yang selalu memberikan kehidupan secara bebas dan leluasa kepada semua orang. Roh Allah telah memberikan macam-macam karunia kepada setiap orang demi kebaikan bersama. Maka Roh Allah memberikan kebijaksanaan, bakat-bakat dan kemampuan kepada siapapun juga untuk kemajuan Gereja. 19 MATERI AGAMA KATOLIK XI 19

20 20 LEMBAR KERJA SISWA 1. Apa artinya Gereja yang Katolik dan Apostolik! 2. Apa yang dapat kamu lakukan agar menampakkan kekatolikan dan keapostolikan Gereja! 3. Sebutkan kembali sifat/ ciri Gereja yang dibutuhkan di zaman kini! 4. Manakah sifat Gereja yang sungguh dituntut pada zaman kini? Jelaskan dan deskripsikan! MATERI AGAMA KATOLIK XI 20

21 21 GLOSARIUM Kolegialitas : tanggung jawab atas seluruh Gereja yang diemban oleh para uskup dalam kesatuan di antara mereka dan dengan paus sebagai kepala uskup. MATERI AGAMA KATOLIK XI 21

22 22 EVALUASI BAB II 1. Sebutkan kesatuan apa saja dalam Gereja yang Satu! 2. Tuliskan salah satu bunyi ayat Kitab Suci Perjanjian Baru yang menggambarkan sifat Gereja yang Satu! 3. Mengapa Gereja bersifat Kudus! 4. Sebutkan kekudusan apa saja yang ada dalam Gereja! 5. Mengapa Gereja bersifat Katolik! 6. Sebutkan Kekatolikan Gereja itu! 7. Mengapa Gereja bersifat Apostolik! 8. Apa hubungannya Gereja Katolik saat ini dengan Gereja Para Rasul! MATERI AGAMA KATOLIK XI 22

23 23 DAFTAR PUSTAKA Dokpen KWI Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta: Obor. Komkat KWI, Seri Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/ SMK, Buku Guru 2. Kanisius, Yogyakarta, Lristen, Simon dan Christopher Masalah-masalah Moral Sosial Aktual dalam Perspektif Iman Kristen. Yogyakarta: Kanisius. N.N Mengabdi Kebenaran. Maumere: Ledalero. Yoseph Kristianto, dkk, Menjadi Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/ SMK, Buku Guru XI. Kanisius, Yogyakarta, MATERI AGAMA KATOLIK XI 23

24 MATERI AGAMA KATOLIK XI 24 24

B. RINGKASAN MATERI 1. Gereja yang satu 2. Gereja yang kudus 3. Gereja yang katolik 4. Gereja yang apostolic

B. RINGKASAN MATERI 1. Gereja yang satu 2. Gereja yang kudus 3. Gereja yang katolik 4. Gereja yang apostolic BAB II SIFAT SIFAT GEREJA A. KOMPTENTSI 1. Standar Kompetensi Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja

Lebih terperinci

12. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

12. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 12. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama

Lebih terperinci

BAB I MENGENAL GEREJA

BAB I MENGENAL GEREJA BAB I MENGENAL GEREJA 1 STANDAR KOMPETENSI Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan ber-gereja sesuai dengan

Lebih terperinci

BAB IV HIERARKI DAN AWAM

BAB IV HIERARKI DAN AWAM 1 BAB IV HIERARKI DAN AWAM STANDAR KOMPETENSI Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan ber-gereja sesuai

Lebih terperinci

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Dasar (SD)

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Dasar (SD) 11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Dasar (SD) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan

Lebih terperinci

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Sekolah Menengah Pertama (SMP) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Sekolah Menengah Pertama (SMP) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan 11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Sekolah Menengah Pertama (SMP) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan

Lebih terperinci

KELUARGA DAN PANGGILAN HIDUP BAKTI 1

KELUARGA DAN PANGGILAN HIDUP BAKTI 1 1 KELUARGA DAN PANGGILAN HIDUP BAKTI 1 Pontianak, 16 Januari 2016 Paul Suparno, S.J 2. Abstrak Keluarga mempunyai peran penting dalam menumbuhkan bibit panggilan, mengembangkan, dan menyertai dalam perjalanan

Lebih terperinci

BAB I ARTI DAN MAKNA GEREJA

BAB I ARTI DAN MAKNA GEREJA BAB I ARTI DAN MAKNA GEREJA A. KOMPETENSI 1. Standar Kompetensi Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan

Lebih terperinci

RELIGIUS SEBAGAI MISTIK DAN NABI DI TENGAH MASYARAKAT Rohani, Juni 2012, hal Paul Suparno, S.J.

RELIGIUS SEBAGAI MISTIK DAN NABI DI TENGAH MASYARAKAT Rohani, Juni 2012, hal Paul Suparno, S.J. 1 RELIGIUS SEBAGAI MISTIK DAN NABI DI TENGAH MASYARAKAT Rohani, Juni 2012, hal 25-28 Paul Suparno, S.J. Suster Mistika dikenal oleh orang sekitar sebagai seorang yang suci, orang yang dekat dengan Tuhan,

Lebih terperinci

10. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E)

10. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E) 10. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi

Lebih terperinci

03. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia.

03. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. 03. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna,

Lebih terperinci

KEADILAN, PERDAMAIAN DAN KEUTUHAN CIPTAAN

KEADILAN, PERDAMAIAN DAN KEUTUHAN CIPTAAN KEADILAN, PERDAMAIAN DAN KEUTUHAN CIPTAAN DALAM KONSTITUSI KITA Kita mengembangkan kesadaran dan kepekaan terhadap masalah-masalah keadilan, damai dan keutuhan ciptaan.para suster didorong untuk aktif

Lebih terperinci

KISI-KISI PENULISAN SOAL. kemampuan

KISI-KISI PENULISAN SOAL. kemampuan KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : SMP Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kurikulum : 2006 Alokasi Waktu : 120 Menit Jumlah soal : 40 + 5 Bentuk Soal : Pilihan Ganda dan Uraian

Lebih terperinci

Selama ini selain bulan Mei, kita mengenal bulan Oktober adalah bulan Maria yang diperingati setiap

Selama ini selain bulan Mei, kita mengenal bulan Oktober adalah bulan Maria yang diperingati setiap Pengantar Selama ini selain bulan Mei, kita mengenal bulan Oktober adalah bulan Maria yang diperingati setiap tahunnya oleh seluruh umat katolik sedunia untuk menghormati Santa Perawan Maria. Bapa Suci

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP-K PERMATA BUNDA CIMANGGIS Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik Kelas/Semester : VIII / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. Standar Kompetensi : Memahami

Lebih terperinci

5. Pengantar : Imam mengarahkan umat kepada inti bacaan, liturgi yang akan dirayakan saat itu.

5. Pengantar : Imam mengarahkan umat kepada inti bacaan, liturgi yang akan dirayakan saat itu. TATA CARA dan URUTAN PERAYAAN EKARISTI: Bagian 1 : RITUS PEMBUKA Bertujuan mempersatukan umat yang berkumpul dan mempersiapkan umat untuk mendengarkan sabda Allah dan merayakan Ekaristi dengan layak. Ritus

Lebih terperinci

Tahun A-B-C : Hari Raya Paskah LITURGI SABDA

Tahun A-B-C : Hari Raya Paskah LITURGI SABDA 1 Tahun A-B-C : Hari Raya Paskah LITURGI SABDA Bacaan Pertama Kis. 10 : 34a. 37-43 Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Bacaan diambil dari Kisah Para

Lebih terperinci

IBADAT PEMBERKATAN PERTUNANGAN

IBADAT PEMBERKATAN PERTUNANGAN IBADAT PEMBERKATAN PERTUNANGAN Orang tua Kristiani mempunyai tanggung jawab, yang dipandang juga sebagai bentuk kerasulan khusus, untuk mendidik anak-anak dan membantu anak-anak dapat mempersiapkan diri

Lebih terperinci

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDIPEKERTI SMALB TUNANETRA

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDIPEKERTI SMALB TUNANETRA - 273 - C. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDIPEKERTI SMALB TUNANETRA KELAS: X Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan

Lebih terperinci

Kehidupan Yang Dipenuhi Roh

Kehidupan Yang Dipenuhi Roh Kehidupan Yang Dipenuhi Roh Hidup yang dipenuhi Roh hendaknya menjadi tujuan setiap orang percaya. Dipenuhi dengan Roh Allah merupakan langkah berikutnya atau kemajuan yang harus terjadi dalam pengalaman

Lebih terperinci

Pendidikan Agama Kristen Protestan

Pendidikan Agama Kristen Protestan Pendidikan Agama Kristen Protestan Modul ke: 01Fakultas Psikologi GEREJA DAN HAKIKATNYA Drs. Sugeng Baskoro,M.M. Program Studi Psikologi HAKEKAT GEREJA A.pengertian Gereja Kata Gereja berasal dari bahasa

Lebih terperinci

UJIAN SEMESTER I SEKOLAH BINA NUSANTARA Tahun Ajaran

UJIAN SEMESTER I SEKOLAH BINA NUSANTARA Tahun Ajaran UJIAN SEMESTER I SEKOLAH BINA NUSANTARA Tahun Ajaran 2008 2009 L E M B A R S O A L Mata pelajaran : Pendidikan Agama Katolik Kelas : 8 Hari / tanggal : Waktu : 60 menit PETUNJUK UMUM : 1. Tulislah nama

Lebih terperinci

PASTORAL DIALOGAL. Erik Wahju Tjahjana

PASTORAL DIALOGAL. Erik Wahju Tjahjana PASTORAL DIALOGAL Erik Wahju Tjahjana Pendahuluan Konsili Vatikan II yang dijiwai oleh semangat aggiornamento 1 merupakan momentum yang telah menghantar Gereja Katolik memasuki Abad Pencerahan di mana

Lebih terperinci

Gereja. Tubuh Kristus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Gereja. Tubuh Kristus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS Gereja Tubuh Kristus GEREJA YESUS SEJATI Pusat Indonesia Jl. Danau Asri Timur Blok C3 number 3C Sunter Danau Indah Jakarta 14350 Indonesia Telp. (021) 65304150, 65304151 Faks.

Lebih terperinci

MATERI V BERTUMBUH DALAM CINTA AKAN KRISTUS MELALUI DOA

MATERI V BERTUMBUH DALAM CINTA AKAN KRISTUS MELALUI DOA BERTUMBUH DALAM CINTA AKAN KRISTUS MELALUI DOA 1. PENGANTAR Keluarga Kristiani dipanggil untuk menjadi rasul kehidupan Setiap pasangan suami-istri dipanggil oleh Tuhan untuk bertumbuh dan berkembang dalam

Lebih terperinci

Tahun C Hari Minggu Biasa III LITURGI SABDA. Bacaan Pertama Neh. 8 : 3-5a

Tahun C Hari Minggu Biasa III LITURGI SABDA. Bacaan Pertama Neh. 8 : 3-5a 1 Tahun C Hari Minggu Biasa III LITURGI SABDA Bacaan Pertama Neh. 8 : 3-5a. 6-7. 9-11 Bagian-bagian Kitab Taurat Allah dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan sehingga pembacaan dimengerti.

Lebih terperinci

Baptisan. Mencuci Bersih Dosa HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Baptisan. Mencuci Bersih Dosa HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS Baptisan Mencuci Bersih Dosa GEREJA YESUS SEJATI Pusat Indonesia Jl. Danau Asri Timur Blok C3 number 3C Sunter Danau Indah Jakarta 14350 Indonesia Telp. (021) 65304150, 65304151

Lebih terperinci

BAB IV TINJAUAN TEOLOGIS TERHADAP PENGHAYATAN ROH KUDUS JEMAAT KRISTEN INDONESIA INJIL KERAJAAN DI SEMARANG

BAB IV TINJAUAN TEOLOGIS TERHADAP PENGHAYATAN ROH KUDUS JEMAAT KRISTEN INDONESIA INJIL KERAJAAN DI SEMARANG BAB IV TINJAUAN TEOLOGIS TERHADAP PENGHAYATAN ROH KUDUS JEMAAT KRISTEN INDONESIA INJIL KERAJAAN DI SEMARANG Pada Bab ini, penulis akan menggunakan pemahaman-pemahaman Teologis yang telah dikemukakan pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. imannya itu kepada Kristus dalam doa dan pujian. Doa, pujian dan kegiatan-kegiatan liturgi

BAB I PENDAHULUAN. imannya itu kepada Kristus dalam doa dan pujian. Doa, pujian dan kegiatan-kegiatan liturgi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penulisan Gereja adalah persekutuan umat beriman yang percaya kepada Kristus. Sebagai sebuah persekutuan iman, umat beriman senantiasa mengungkapkan dan mengekspresikan

Lebih terperinci

GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN

GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN I Allah Tritunggal Kami percaya kepada satu Allah yang tidak terbatas, yang keberadaan-nya kekal, Pencipta dan Penopang alam semesta yang berdaulat; bahwa

Lebih terperinci

TANDA SALIB DAN SALAM Umat berdiri

TANDA SALIB DAN SALAM Umat berdiri 1 RITUS PEMBUKA PERARAKAN MASUK LAGU PEMBUKA TANDA SALIB DAN SALAM Umat berdiri Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Umat : Amin. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan

Lebih terperinci

Roh Kudus. Penolong dan Penghibur HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Roh Kudus. Penolong dan Penghibur HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS Roh Kudus Penolong dan Penghibur GEREJA YESUS SEJATI Pusat Indonesia Jl. Danau Asri Timur Blok C3 number 3C Sunter Danau Indah Jakarta 14350 Indonesia Telp. (021) 65304150, 65304151

Lebih terperinci

BAB III Tuntutan Ketaatan terhadap Pertumbuhan Gereja

BAB III Tuntutan Ketaatan terhadap Pertumbuhan Gereja BAB III Tuntutan Ketaatan terhadap Pertumbuhan Gereja A. Amanat Agung dan Tuntutan Ketaatan terhadap Pertumbuhan Gereja Amanat Agung Yesus Kristus diterima sebagai tugas atau mandat misi yang disampaikan

Lebih terperinci

42. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMA/SMK

42. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMA/SMK 42. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMA/SMK KELAS: X Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan secara keseluruhan

Lebih terperinci

LITURGI SABDA. Bacaan pertama Aku bersukaria di dalam Tuhan Bacaan diambil dari Kitab Yesaya :

LITURGI SABDA. Bacaan pertama Aku bersukaria di dalam Tuhan Bacaan diambil dari Kitab Yesaya : Thn B Hari Minggu Adven 14 Desember 2014 LTRG SABDA Bacaan pertama Aku bersukaria di dalam Tuhan Bacaan diambil dari Kitab Yesaya : (Yes 61 : 1-2a.10-11) Kata nabi, Roh Tuhan ada padaku, sebab ia telah

Lebih terperinci

oleh Gereja Iuhan Apayang Dilakukan untuk Allah

oleh Gereja Iuhan Apayang Dilakukan untuk Allah Apayang Dilakukan oleh Gereja Iuhan untuk Allah Dalam pelajaran 6, kita telah belajar bagaimana orang Kristen saling menolong dalam tubuh Kristus. Dalam Pelajaran 7, kita melihat beberapa kewajiban kita

Lebih terperinci

SAUDARA MEMPUNYAI PENOLONG

SAUDARA MEMPUNYAI PENOLONG SAUDARA MEMPUNYAI PENOLONG Dalam Pelajaran Ini Saudara Akan Mempelajari Roh Kudus adalah Penolong Saudara Buah Roh Kudus Berjalan di dalam Roh Kuasa Roh Kudus di dalam Saudara Karunia-karunia Roh Roh Kudus

Lebih terperinci

Pekerja Dalam Gereja Tuhan

Pekerja Dalam Gereja Tuhan Pekerja Dalam Gereja Tuhan Kim, seorang yang baru beberapa bulan menjadi Kristen, senang sekali dengan kebenaran-kebenaran indah yang ditemukannya ketika ia mempelajari Firman Tuhan. Ia membaca bagaimana

Lebih terperinci

Setiap Orang Membutuhkan Pengajaran

Setiap Orang Membutuhkan Pengajaran Setiap Orang Membutuhkan Pengajaran Pernahkah saudara melihat seekor induk burung yang mendesak anaknya keluar dari sarangnya? Induk burung itu memulai proses pengajaran yang akan berlangsung terus sampai

Lebih terperinci

LITURGI SABDA. Tahun C Minggu Paskah III. Bacaan Pertama Kis. 5:27b b-41. Kami adalah saksi dari segala sesuatu: kami dan Roh Kudus.

LITURGI SABDA. Tahun C Minggu Paskah III. Bacaan Pertama Kis. 5:27b b-41. Kami adalah saksi dari segala sesuatu: kami dan Roh Kudus. 1 Tahun C Minggu Paskah III LITURGI SABDA Bacaan Pertama Kis. 5:27b-32. 40b-41 Kami adalah saksi dari segala sesuatu: kami dan Roh Kudus. Bacaan diambil dari Kisah Para Rasul: Setelah ditangkap oleh pengawal

Lebih terperinci

TUBUH KRISTUS. 1. Gambarkan dengan singkat datangnya Roh Kudus pada orang-orang percaya.

TUBUH KRISTUS. 1. Gambarkan dengan singkat datangnya Roh Kudus pada orang-orang percaya. TUBUH KRISTUS Pengantar Apakah Tubuh Kristus itu? Apakah sama dengan Gereja? Mungkin definisi yang sangat sederhana ini akan dapat menjelaskannya. Tubuh Kristus terdiri dari orang-orang percaya dalam semua

Lebih terperinci

Untuk mengenal arti pembaruan karismatik, baiklah kita tanyakan apa tujuan yang ingin dicapainya.

Untuk mengenal arti pembaruan karismatik, baiklah kita tanyakan apa tujuan yang ingin dicapainya. Untuk mengenal arti pembaruan karismatik, baiklah kita tanyakan apa tujuan yang ingin dicapainya. Sesungguhnya tujuan pembaruan karismatik bukan lain daripada tujuan hidup Kristiani pada umumnya, yaitu

Lebih terperinci

Haec Dies! Warta 20 April 2014 Tahun V - No.16

Haec Dies! Warta 20 April 2014 Tahun V - No.16 Warta 20 April 2014 Tahun V - No.16 Haec Dies! haec est dies quam fecit Dominus exultemus et laetemur in ea. Alleluia. Suatu sore, ketika berkeliling di sekitar Gereja SanMaRe, terdengarlah lagu Haec Dies

Lebih terperinci

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) TAHUN PELAJARAN 2017/2018

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Jenjang Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik Kurikulum : 2006 Jumlah Kisi-Kisi : 60 KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) TAHUN PELAJARAN 2017/2018 NO KOMPETENSI DASAR

Lebih terperinci

Suster-suster Notre Dame

Suster-suster Notre Dame Suster-suster Notre Dame Diutus untuk menjelmakan kasih Allah kita yang mahabaik dan penyelenggara Generalat / Rumah Induk Roma Pentekosta, 2013 Para Suster yang terkasih, Pada hari Pentakosta anggur baru

Lebih terperinci

PERINTAH YESUS DITURUTI (KISAH 2) contoh orang yang secara tepat menuruti pengaturan Yesus.

PERINTAH YESUS DITURUTI (KISAH 2) contoh orang yang secara tepat menuruti pengaturan Yesus. PERINTAH YESUS DITURUTI (KISAH 2) Berbeda dengan mereka yang sekarang mengubah pengaturan Yesus, Kisah 2 memberi contoh orang yang secara tepat menuruti pengaturan Yesus. Cerita Awalnya Dalam Kisah 2 Petrus

Lebih terperinci

Tahun C Pesta Pembaptisan Tuhan LITURGI SABDA. Bacaan Pertama Yes. 40 :

Tahun C Pesta Pembaptisan Tuhan LITURGI SABDA. Bacaan Pertama Yes. 40 : 1 Tahun C Pesta Pembaptisan Tuhan LITURGI SABDA Bacaan Pertama Yes. 40 : 1-5. 9-11 Kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya. Bacaan diambil dari Kitab Nabi Yesaya: Beginilah

Lebih terperinci

LEMBAR KERJA SISWA AGAMA KATOLIK 2 ROMBONGAN KELAS XI

LEMBAR KERJA SISWA AGAMA KATOLIK 2 ROMBONGAN KELAS XI LEMBAR KERJA SISWA AGAMA KATOLIK 2 ROMBONGAN KELAS XI 2 DI SUSUN OLEH: PETRUS FABER.S.S.Pd Untuk Kalangan sendiri SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 78 JAKARTA Jalan Bhakti IV/1 Komp. Pajak Kemanggisan

Lebih terperinci

Pertanyaan Alkitab (24-26)

Pertanyaan Alkitab (24-26) Pertanyaan Alkitab (24-26) Bagaimanakah orang Kristen Bisa Menentukan Dia Tidak Jatuh Dari Iman/Berpaling Dari Tuhan? Menurut Alkitab seorang Kristen bisa jatuh dari kasih karunia, imannya bisa hilang.

Lebih terperinci

Bergabunglah dengan Saudara yang Lain Bila Berdoa

Bergabunglah dengan Saudara yang Lain Bila Berdoa Bergabunglah dengan Saudara yang Lain Bila Berdoa III Berdoalah dengan Seorang Teman II Berdoalah dengan Keluarga Saudara III Berdoalah dengan Kelompok Doa II Berdoalah dengan Jemaat Pelajaran ini akan

Lebih terperinci

Suster-suster Notre Dame

Suster-suster Notre Dame Suster-suster Notre Dame Diutus untuk menjelmakan kasih Allah kita yang mahabaik dan penyelenggara Para suster yang terkasih, Generalat/Rumah Induk Roma Paskah, 5 April 2015 Kisah sesudah kebangkitan dalam

Lebih terperinci

Seri Kedewasaan Kristen (3/6)

Seri Kedewasaan Kristen (3/6) Seri Kedewasaan Kristen (3/6) Nama Kursus   : ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) Nama Pelajaran : Bertanggung Jawab untuk Hidup Benar dan Menggunakan                 Karunia-karunia

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI KUNCI MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI BAGI MEREKA YANG MEMBUAT KEPUTUSAN Saudara yang terkasih, pada waktu Saudara menerima Yesus Kristus menjadi Juruselamat pribadi,

Lebih terperinci

Pembaptisan Air. Pengenalan

Pembaptisan Air. Pengenalan Pembaptisan Air Pengenalan Penting sekali bagi kita membaca Alkitab dan mempelajari apa yang Tuhan katakan kepada umatnya. Saya percaya kita perlu meneliti Kitab Suci secara menyeluruh untuk mengetahui

Lebih terperinci

Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius.

Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Thn B Hari Raya Paskah 5 April 2015 LTRG SABDA mat duduk Bacaan pertama (Kis. 10 : 34a. 37-43) Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah a bangkit dari antara orang mati. Bacaan diambil dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. SEKAMI adalah gerakan Internasional anak-anak yang tertua di seluruh dunia. Serikat

BAB I PENDAHULUAN. SEKAMI adalah gerakan Internasional anak-anak yang tertua di seluruh dunia. Serikat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner atau yang lebih dikenal dengan SEKAMI adalah gerakan Internasional anak-anak yang tertua di seluruh dunia. Serikat ini didirikan

Lebih terperinci

Tahun A-B-C Hari Raya Natal - Allah menjadi manusia LITURGI SABDA

Tahun A-B-C Hari Raya Natal - Allah menjadi manusia LITURGI SABDA 1 Tahun A-B-C Hari Raya Natal - Allah menjadi manusia LTRG SABDA Bacaan Pertama Yes. 52 : 7-10 Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bacaan diambil dari Kitab Nabi Yesaya:

Lebih terperinci

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Definisi Keselamatan Permulaan Memasuki Keselamatan Akibat-akibat Keselamatan

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Definisi Keselamatan Permulaan Memasuki Keselamatan Akibat-akibat Keselamatan Keselamatan Saya sedang duduk di rumahnya yang kecil, ketika Amelia, yang berusia 95 tahun, menceritakan apa sebabnya ia menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Bertahun-tahun yang lalu ia berdiri di depan

Lebih terperinci

Apa Gereja 1Uhan Itu?

Apa Gereja 1Uhan Itu? Apa Gereja 1Uhan Itu? Yesus berkata, "Aku akan mendirikanjemaatku" (Matius 16 :18). Apa yang dimaksudkannya dengan kata jemaat? Apakah pengertian murid-muridnya tentang kata ini? Mungkin saudara telah

Lebih terperinci

KISI KISI PENULISAN SOAL US TAHUN PELAJARAN

KISI KISI PENULISAN SOAL US TAHUN PELAJARAN KISI KISI PENULISAN SOAL US TAHUN PELAJARAN 2012 2013 Sekolah : Bentuk soal : PG Mata Pelajaran : Agama Katolik Alokasi wkatu : 120 Menit Kurikulum acuan : KTSP Penyusun : Lukas Sungkowo, SPd Standar Kompetensi

Lebih terperinci

HOME. Written by Sr. Maria Rufina, P.Karm Published Date. A. Pembentukan Intelektual dan Spiritual Para Imam

HOME. Written by Sr. Maria Rufina, P.Karm Published Date. A. Pembentukan Intelektual dan Spiritual Para Imam A. Pembentukan Intelektual dan Spiritual Para Imam Di masa sekarang ini banyak para novis dan seminaris yang mengabaikan satu atau lebih aspek dari latihan pembentukan mereka untuk menjadi imam. Beberapa

Lebih terperinci

Pelajaran Enam. Yesus Adalah Kebenaran. mendengar kepalsuan, kesalahan, atau kebohongan; kita tidak mau hidup atau

Pelajaran Enam. Yesus Adalah Kebenaran. mendengar kepalsuan, kesalahan, atau kebohongan; kita tidak mau hidup atau Pelajaran Enam Yesus Adalah Kebenaran Kebenaran dalam agama adalah sangat penting. Sebenarnya kebenaran adalah penting dalam bidang apapun. Manusia ingin mengetahui kebenaran dalam bidang pengobatan, dalam

Lebih terperinci

RANGKUMAN PELAJARAN AGAMA KATOLIK KELAS 3 SEMESTER

RANGKUMAN PELAJARAN AGAMA KATOLIK KELAS 3 SEMESTER RANGKUMAN PELAJARAN AGAMA KATOLIK KELAS 3 SEMESTER 2 Pelajaran 12. Sakramen Bapis 1) Ada 7 sakramen yang diakui oleh Gereja, yaitu: a) Sakramen Bapis b) Sakramen Ekarisi c) Sakramen Krisma d) Sakramen

Lebih terperinci

Th A Hari Minggu Biasa VIII 26 Februari 2017

Th A Hari Minggu Biasa VIII 26 Februari 2017 1 Th A Hari Minggu Biasa V 26 Februari 2017 Antifon Pembuka Mzm. 18 : 19-20 Tuhan menjadi sandaranku. a membawa aku keluar ke tempat lapang. a menyelamatkan aku karena a berkenan kepadaku. Pengantar Rasa-rasanya

Lebih terperinci

BAB III HIERARKI DAN AWAM A. KOMPETENSI

BAB III HIERARKI DAN AWAM A. KOMPETENSI BAB III HIERARKI DAN AWAM A. KOMPETENSI 1. Standar Kompetensi Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja

Lebih terperinci

Gereja Membaptis Orang Percaya

Gereja Membaptis Orang Percaya Gereja Membaptis Orang Percaya Beberapa tahun lalu di daratan Cina ada beberapa orang Kristen yang sedang membicarakan pandangan berbagai gereja tentang baptisan. Salah seorang pemimpin awam mengatakannya

Lebih terperinci

ULANGAN AKHIR SEMESTER GASAL SEKOLAH DASAR KECAMATAN SELO TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013

ULANGAN AKHIR SEMESTER GASAL SEKOLAH DASAR KECAMATAN SELO TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013 ULANGAN AKHIR SEMESTER GASAL SEKOLAH DASAR KECAMATAN SELO TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013 Nama Sekolah : Nama Siswa : Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Kristen Hari, tanggal : No. Absen : Kelas : VI (enam)

Lebih terperinci

Gereja Menyediakan Persekutuan

Gereja Menyediakan Persekutuan Gereja Menyediakan Persekutuan Pada suatu Minggu pagi sebelum kebaktian Perjamuan Tuhan, lima orang yang akan diterima sebagaianggota gereja berdiri di depan pendeta dan sekelompok diaken. Salah seorang

Lebih terperinci

EVANGELISASI BARU. Rohani, Desember 2012, hal Paul Suparno, S.J.

EVANGELISASI BARU. Rohani, Desember 2012, hal Paul Suparno, S.J. 1 EVANGELISASI BARU Rohani, Desember 2012, hal 25-28 Paul Suparno, S.J. Suster Budayanita waktu mengajar agama pada beberapa orang tua yang ingin menjadi Katolik, sering meneguhkan bahwa mereka itu sebenarnya

Lebih terperinci

Gereja untuk Apa? Ef.1:1-14. Pdt. Andi Halim, S.Th.

Gereja untuk Apa? Ef.1:1-14. Pdt. Andi Halim, S.Th. Gereja untuk Apa? Ef.1:1-14 Pdt. Andi Halim, S.Th. Ayat 1. Orang-orang kudus bukan orang yang sama sekali tidak ada cacatnya. Di dunia ini semua orang berdosa, tanpa kecuali, temasuk bunda Maria, santo-santa

Lebih terperinci

Seri Kedewasaan Kristen (6/6)

Seri Kedewasaan Kristen (6/6) Seri Kedewasaan Kristen (6/6) Nama Kursus : ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) Nama Pelajaran : Bertanggung Jawab dalam Hal Bersaksi dan Memuridkan Orang Lain Kode Pelajaran : OKB-T06 DAFTAR ISI

Lebih terperinci

Pelayanan Mengajar Bersifat Khusus

Pelayanan Mengajar Bersifat Khusus Pelayanan Mengajar Bersifat Khusus Dalam pelajaran dua kita melihat pentingnya mengajar, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru. Sejarah pengajaran dalam Alkitab merupakan pedoman bagi

Lebih terperinci

Kami datang kepada-mu, kami datang kepadamu Bersyukur sebulat hati, kar na kasihmu besar

Kami datang kepada-mu, kami datang kepadamu Bersyukur sebulat hati, kar na kasihmu besar TATA IBADAH PERSIAPAN - Doa pribadi warga jemaat - Prokantor mengajarkan jemaat menyanyikan lagu-lagu baru - Para pelayan berdoa di konsistori UCAPAN SELAMAT DATANG P2 : Presbiter bertugas mengucapkan

Lebih terperinci

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMALB AUTIS

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMALB AUTIS - 1927 - C. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMALB AUTIS KELAS: X Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan

Lebih terperinci

Kumpulan Soal Olimpiade Pengetahuan Iman Bidang Pembinaan Iman Keuskupan Bogor

Kumpulan Soal Olimpiade Pengetahuan Iman Bidang Pembinaan Iman Keuskupan Bogor Kumpulan Soal Olimpiade Pengetahuan Iman 2014 Bidang Pembinaan Iman Keuskupan Bogor Dalam rangka merayakan syukur atas penyelenggaraan Ilahi kepada Keuskupan Bogor maka Bidang Pembinaan Iman Keuskupan

Lebih terperinci

HARI MINGGU Iv SESuDAH PASKAH

HARI MINGGU Iv SESuDAH PASKAH TATA IBADAh HARI MINGGU Iv SESuDAH PASKAH Minggu 14 Mei 201 TATA IBADAH PERSIAPAN - Memastikan kesiapan; semua yang akan melayani - Prasarana ibadah ( P1 ) - Doa pribadi warga jemaat - Prokantor mengajarkan

Lebih terperinci

BAGIAN SATU PENGAKUAN IMAN

BAGIAN SATU PENGAKUAN IMAN Bagian Satu 11 Kompendium Katekismus Gereja Katolik *************************************************************** BAGIAN SATU PENGAKUAN IMAN 12 Kompendium 14 Kompendium Lukisan ini menggambarkan tindakan

Lebih terperinci

HIDUP DALAM KEKUDUSAN 1 Petrus 1:14-19 Herman Yeremia

HIDUP DALAM KEKUDUSAN 1 Petrus 1:14-19 Herman Yeremia HIDUP DALAM KEKUDUSAN 1 Petrus 1:14-19 Herman Yeremia Tujuan: Jemaat memahami bahwa Allah menghendaki umat-nya hidup dalam kekudusan Jemaat bertekad untuk hidup dalam kekudusan Jemaat menerapkan kehidupan

Lebih terperinci

NOVENA PENTAKOSTA 2015 ROH KUDUS MEBANGKITKAN SIKAP SYUKUR DAN PEDULI

NOVENA PENTAKOSTA 2015 ROH KUDUS MEBANGKITKAN SIKAP SYUKUR DAN PEDULI NOVENA PENTAKOSTA 2015 ROH KUDUS MEBANGKITKAN SIKAP SYUKUR DAN PEDULI *HATI YANG BERSYUKUR TERARAH PADA ALLAH *BERSYUKURLAH SENANTIASA SEBAB ALLAH PEDULI *ROH ALLAH MENGUDUSKAN KITA DALAM KEBENARAN *ROH

Lebih terperinci

Apakah Allah Akan Mengatakan Kepadaku Apa yang Harus Kulakukan Selanjutnya?

Apakah Allah Akan Mengatakan Kepadaku Apa yang Harus Kulakukan Selanjutnya? Apakah Allah Akan Mengatakan Kepadaku Apa yang Harus Kulakukan Selanjutnya?... saya belum yakin akan rencana-nya bagiku. Tentu saja saudara telah menerima Kristus sebagai Juruselamat saudara. Dan sekarang

Lebih terperinci

Pelajaran ini akan menolong saudara... Menerangkan siapa Yesus. Mengerti tujuan kedatangan-nya yang pertama dan kedatangan-nya

Pelajaran ini akan menolong saudara... Menerangkan siapa Yesus. Mengerti tujuan kedatangan-nya yang pertama dan kedatangan-nya Yesus Kristus "Ya, tentu saja saya percaya kepada Yesus Kristus," kata teman baru saya. "Ia seorang nabi besar, seorang utusan Allah yang memberi banyak ajaran yang harus kita ikuti." "Baik sekali," jawab

Lebih terperinci

BAPTISAN ROH KUDUS. Baptisan Roh Kudus Baptism in the Holy Spirit Halaman 1

BAPTISAN ROH KUDUS. Baptisan Roh Kudus Baptism in the Holy Spirit Halaman 1 BAPTISAN ROH KUDUS Pengantar Sebagai orang Kristen, pernahkah Anda merindukan kuasa rohani yang lebih besar dalam hidup Anda? Kuasa yang lebih besar untuk melawan dosa? Kuasa yang lebih besar untuk menceritakan

Lebih terperinci

Hari Sabat. Hari Perhentian yang Kudus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Hari Sabat. Hari Perhentian yang Kudus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS Hari Sabat Hari Perhentian yang Kudus GEREJA YESUS SEJATI Pusat Indonesia Jl. Danau Asri Timur Blok C3 number 3C Sunter Danau Indah Jakarta 14350 Indonesia Telp. (021) 65304150,

Lebih terperinci

Kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi (Luk 24:49)

Kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi (Luk 24:49) HR KENAIKAN TUHAN : Kis 1:1-11; Ef 1:17-23; Luk 24:46-53 Kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi (Luk 24:49) Sebelum menerima tahbisan imamat,

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI KUNCI MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI BAGI MEREKA YANG MEMBUAT KEPUTUSAN Saudara yang terkasih, pada waktu Saudara menerima

Lebih terperinci

Pokok-Pokok. Iman. Gereja. Pendalaman Teologis Syahadat. Emanuel Martasudjita, Pr

Pokok-Pokok. Iman. Gereja. Pendalaman Teologis Syahadat. Emanuel Martasudjita, Pr Pokok-Pokok Iman Gereja Pendalaman Teologis Syahadat I Emanuel Martasudjita, Pr Daftar lsi Kata Pengantar... Daftar Singkatan............................ Syahadat Para Rasul - Symbolum Apostolicum Syahadat

Lebih terperinci

Status Rohani Seorang Anak

Status Rohani Seorang Anak Status Rohani Seorang Anak PENDAHULUAN Kita yang melayani anak-anak di gereja atau di yayasan gerejawi perlu memiliki keyakinan tentang status rohani seorang anak di hadapan Tuhan, berdasarkan Firman Tuhan.

Lebih terperinci

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KELUARGA KATOLIK YANG BERKESADARAN HUKUM DAN MORAL, MENGHARGAI SESAMA ALAM CIPTAAN

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KELUARGA KATOLIK YANG BERKESADARAN HUKUM DAN MORAL, MENGHARGAI SESAMA ALAM CIPTAAN SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KELUARGA KATOLIK YANG BERKESADARAN HUKUM DAN MORAL, MENGHARGAI SESAMA ALAM CIPTAAN Disampaikan sebagai pengganti khotbah dalam Perayaan Ekaristi Minggu Biasa VI tanggal 10-11

Lebih terperinci

SPIRITUALITAS MISTIK DAN KENABIAN DALAM PRAKSIS PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK Pertemuan MABRI, Muntilan 22 Maret 2014 Paul Suparno, S.J.

SPIRITUALITAS MISTIK DAN KENABIAN DALAM PRAKSIS PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK Pertemuan MABRI, Muntilan 22 Maret 2014 Paul Suparno, S.J. SPIRITUALITAS MISTIK DAN KENABIAN DALAM PRAKSIS PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK Pertemuan MABRI, Muntilan 22 Maret 2014 Paul Suparno, S.J. Isi singkat 1. Semangat mistik 2. Semangat kenabian 3. Spiritualitas

Lebih terperinci

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB 3 LANDASAN TEORI BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1. Sistem Ada berbagai macam pengertian tentang sistem. Menurut Eka Iswandy, sistem merupakan kumpulan unsur yang saling melengkapi dalam mencapai suatu tujuan dan sasaran (Iswandy,

Lebih terperinci

MEREFLEKSIKAN KEHIDUPAN KELUARGA BERSAMA YUSUF DAN MARIA

MEREFLEKSIKAN KEHIDUPAN KELUARGA BERSAMA YUSUF DAN MARIA Tata Ibadah Umum I GKI Soka Salatiga Minggu, 31 Desember 2017 Pukul 07.00 WIB MEREFLEKSIKAN KEHIDUPAN KELUARGA BERSAMA YUSUF DAN MARIA PERSIAPAN Lonceng 1 kali, para pelayan kebaktian mempersiapkan diri

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN Satuan Pendidikan

SILABUS MATA PELAJARAN Satuan Pendidikan 1 SILABUS MATA PELAJARAN Satuan Pendidikan : SMP Kelas : VIII Mata Pelajaran : Kompetensi Inti : KI 1:Menerima dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2: Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tangungjawab,

Lebih terperinci

Revitalisasi. Konferensi Umum, Oktober 2014, Canoas, Brazil Suster Mary Kristin Battles, SND

Revitalisasi. Konferensi Umum, Oktober 2014, Canoas, Brazil Suster Mary Kristin Battles, SND MERESAPI SABDA TERLIBAT DI DALAM DUNIA Revitalisasi Konferensi Umum, Oktober 2014, Canoas, Brazil Suster Mary Kristin Battles, SND Revitalisasi bagi Kongregasi Aktif Merasul berarti menggambarkan kembali

Lebih terperinci

NABI YEHEZKIEL: KUALITAS HIDUP SEOFLING UTUSAN ALLAH DEMI KEBAIKAN BANGSA (Yehezkiel Bab 2 - Bab 3)

NABI YEHEZKIEL: KUALITAS HIDUP SEOFLING UTUSAN ALLAH DEMI KEBAIKAN BANGSA (Yehezkiel Bab 2 - Bab 3) PERTEMUAN IV : NABI YEHEZKIEL: KUALITAS HIDUP SEOFLING UTUSAN ALLAH DEMI KEBAIKAN BANGSA (Yehezkiel Bab 2 - Bab 3) Lagu & Doa Pembukaan : Lagu dipilih dari Puji Syukur atau lagu rohani lain. Doa pembukaan

Lebih terperinci

KARUNIA TUHAN UNTUK KESELAMATAN

KARUNIA TUHAN UNTUK KESELAMATAN KARUNIA TUHAN UNTUK KESELAMATAN Pengantar Apakah Anda berpikir bahwa Tuhan tidak memedulikan Anda sebagai seorang perempuan? Bahwa Ia tidak tertarik pada masalah Anda, harapan Anda, dan mimpi Anda? Bahwa

Lebih terperinci

ARTI DAN MAKNA GEREJA

ARTI DAN MAKNA GEREJA ARTI DAN MAKNA GEREJA A. KOMPETENSI 1. Standar Kompetensi Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja

Lebih terperinci

BAB VII PENGHARGAAN TERHADAP HIDUP MANUSIA

BAB VII PENGHARGAAN TERHADAP HIDUP MANUSIA BAB VII PENGHARGAAN TERHADAP HIDUP MANUSIA 1 A. KEKERASAN DAN BUDAYA KASIH MATERI AGAMA KATOLIK XI 1 STANDAR KOMPETENSI 2 Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh

Lebih terperinci

Pendidikan Agama Kristen Protestan

Pendidikan Agama Kristen Protestan Modul ke: 04Fakultas Psikologi Pendidikan Agama Kristen Protestan GEREJA SESUDAH ZAMAN PARA RASUL (2) Program Studi Psikologi Drs. Sugeng Baskoro,M.M. A. Latar Belakang Dalam kepercayaan Iman Kristen,

Lebih terperinci

BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA

BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA Dalam Pelajaran Ini Saudara Akan Mempelajari Allah Ingin Berbicara kepada Saudara Allah Berfirman dalam Berbagai-bagai Cara Bagaimana Kitab Allah Ditulis Petunjuk-petunjuk

Lebih terperinci