Electronic brake force distribution
|
|
|
- Ratna Sumadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Electronic brake force distribution Disusun oleh : HAMZAH ABDULLAH S1 REGULER 2011 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 1
2 ABSTRAK Pada saat ini kendaran adalah sebuah alat transportasi yang sudah menjadi alat yang sangat dibutuhkan. Tak heran produksi kendaraan saat ini semakin meningkat dan terus meningkat. Mulai dari kendaraan bermotor roda dua sampai kendaraan bermotor roda empat. Pada kendaraan terdapat sistem inti dan Assoseries. Assoseries berfungsi untuk melengkapi kendaraan serta membuat pengendara lebih nyaman dan lebih terjaga keselamatannya. Pada dasarnya sebuah kendaraan dapat berjalan tanpa adanya Assoseries, namun Assoseries ini dapat mendukung kenyamanan pengguna kendaraan dalam berkendara dan dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan yang dapat mengakibatkan kematian. Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi pada saat ini mulai bermunculan teknologi teknologi terbaru dari sistem keamanan (safety system). Bermula dari seat belt hingga berbagai fitur keamanan dalam berkendaraan lainnya yang saat ini semakin canggih. Dari fitur keamanan yang umum digunakan sampai yang tidak semua kendaraan memilikinya, semua fitur itu dibuat untuk meningkatkan tingkat keamanan dan meminimalisir terjadinya kecelakaan. Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang electronic brake force distribution. Dimana electronic brake force distribution adalah sub bagian dari system ABS yang gunanya untuk mengontrol secara efektif penggunaan roda-roda belakang sebagai adhesi (perekat) Penulis mencoba menjabarkan tentang electronic brake force distribution dari mulai pengertian sampai kronologi perkembangannya. Penulis pun memberikan contoh mobil yang menggunakan fitur ini. Untuk lebih jelasnya, electronic brake force distribution akan dibahas pada bagian inti Karya Tulis Ilmiah ini. 2
3 KATA PENGANTAR Puji dan Syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, hidayah dan kemudahan-nya, saya dapat menyelesaikan penyusunan Karya Tulis Ilmiah Sasis dan Bodi dengan Judul ELECTRONIC BRAKE FORCE DISTRIBUTION. Penulis menyadari bahwa masih ada kekurangan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, untuk itu penulis menerima kritik dan saran yang membangun guna kesempurnanaan karya tulis ilmiah ini. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Bapak Drs. Adi Tri Tyassmadi, Mpd yang telah membimbing saya dalam hal mata kuliah ini. 2. Teman teman kami yang tidak dapat kami cantumkan satu persatu yang telah mensupport dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini. Atas segala bantuan yang telah diberikan kepada saya selama penyusunan karya tulis ilmiah ini. Akhir kata kami berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi saya dan bagi pembaca. Jakarta, 23 November 2011 Hamzah Abdullah 3
4 DAFTAR ISI JUDUL ABSTRAK...2 KATA PENGANTAR...3 DAFTAR ISI... 4 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah Ruang Lingkup Masalah Permasalahan... 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Fitur Keselamatan... 7 BAB III ISI 3.1 Pengertian electronic brake force distribution Kronologi Pengembangan electronic brake force distribution13 BAB IV PENUTUP 4.1Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA
5 BAB I PENDAHULUAN Untuk mengawali makalah ilmiah ini, dimulai dari Bab I Pendahuluan yang berisi mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, dan permasalahan. 5.1 Latar Belakang Masalah Tingkat kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan besar seperti truk tahun 2011 ini meningkat dari tahun 2010 lalu. Seperti contoh kasus kecelakaan yang tinggi prosentasenya pada musim mudik lebaran taun 2011 ini. Penyebabnya di antaranya kondisi dari kendaraan yang tidak layak untuk dijalankan, keadaan jalanan yang dilalui banyak mengalami kerusakaan, dan human error atau kesalahan manusia yang menjalankan kendaraan tersebut. Hal ini tentu saja membuat tidak nyaman bagi pengguna jalan yang lain. Keutamaan dalam berkendara ialah keselamatan. Keselamatan selalu dinomor satukan. Namun belum semua sadar akan kepentingan keselamatan dalam berkendara. Contoh kecilnya adalah dalam menggunakan seat belt (sabuk pengaman). Masih banyak kendaraan roda 4 atau lebih yang tidak disertai dengan fitur keselamatan tersebut. Pada umumnya banyak sekali fitur yang menawarkan keselamatan kepada para pengendara mobil. Fitur keselamatan yang umum terdapat di kendaraan bermotor adalah Antilock Brake System (ABS), Adaptive Front Lighting System, Side Airbag, Brake Assistance (BA), Back Sonar, Collapsible Steering Column, Corner Sensor, Dual Front SRS (Suplemental Restrain System) Airbag, Electronically Braking Distribution (EBD), Global Outstanding Assesment (GOA), Head Impact Protection Structure, New Wishplash Injury Lessening (WIL), Rem Cakram, serta Seat Belt. 5
6 electronic brake force distribution inilah yang menjadi latar belakang masalah dalam pembuatan makalah ini. Rasa ingin tahu yang tinggi yang melatarbelakangi penyusun menguak lebih dalam lagi mengenai fitur keselamatan canggih ini. 5.2 Identifikasi Masalah Masalah yang diidentifikasi atau dikenali di dalam makalah ini, yaitu : Apakah yang dimaksud dengan electronic brake force distribution? Bagaimana sejarah perkembangan electronic brake force distribution? Apa contoh kendaraan yang menggunakan fitur electronic brake force distribution? 5.3 Ruang Lingkup Masalah Makalah ini membahas tentang fitur keselamatan dalam berkendara yaitu electronic brake force distribution namun pada pokok bahasan kali ini hanya di batasi pada masalah : Alternatif mengatasi permasalahan tingginya kecelakaan lalu lintas. Pengertian dari electronic brake force distribution. Perkembangan dari fitur electronic brake force distribution. Kendaraan yang telah dilengkapi fitur ini. 5.4 Permasalahan Permasalahan yang sering ditemukan dalam berlalu lintas ialah kecelakaan dengan faktor utama pengendara ngantuk. Dari permasalahan ini maka dibuatlah fitur untuk kendaraan agar masalah tersebut dapat diminimalisir atau bahkan dinihilkan. 6
7 BAB II LANDASAN TEORI Landasan teori berisi mengenai dasar-dasar atau teori khusus yang berkaitan dengan judul makalah yang dibahas secara umum. 2.1 Fitur Keselamatan Ada beberapa fitur keselamatan yang umumnya ada di beberapa kendaraaan roda 4 atau lebih. Fitur-fitur tersebut di antaranya: Antilock Brake System (ABS) Fitur ini mencegah terjadinya penguncian roda-roda saat terjadi pengereman mendadak di jalan. Gambar 2.1 Antilock Brake System Adaptive Front Lighting System (AFS) Teknologi lampu depan yang telah dilengkapi sensor mampu menyesuaikan sorotan lampu bahkan pada saat kendaraan berbelok ke kanan atau ke kiri. 7
8 Gambar 2.2 Adaptive Front Lighting System Side Airbag Perlindungan optimal bagi penumpang pada sisi kiri dan kanan pengemudi dan penumpang dengan tersedianya kantong udara pada sisi samping interior. Gambar 2.3 Side Airbag Brake Assistance (BA) Menambah tenaga pengereman kendaraan pada saat ingin berhenti Back Sonar Mendeteksi penghalang yang ada di belakang kendaraan saat dioperasikan gigi mundur. Gambar 2.4 Back Sonar 8
9 2.1.6 Collapsible Steering Column Struktur batang kemudi yang akan melipat dan patah saat kendaraan mengalami benturan, sehingga menghindari kecelakaan yang parah akibat benturan. Gambar 2.5 Collapsible Steering Column Corner Sensor Dengan corner sensor dapat mendeteksi kendaraan maupun penghalang pada sisi samping, semua ini memberikan kenyamanan berkendara dan ketenangan saat mengemudi melewati tempat sempit maupun parkir Dual Front SRS (Suplemental Restrain System) Airbag Memperkecil cidera pada pengemudi dan penumpang depan dengan mengembangkan kantong udara saat terjadi benturan frontal dari depan. 9
10 Gambar 2.6 Dual Front SRS (Suplemental Restrain System) Airbag Electronically Braking Distribution (EBD) Saat kendaraan membawa beban berat dan melakukan gerakan berbelok, maka teknologi EBD akan mendeteksi beban yang diterima rodaroda dan membagi tenaga pengereman sesuai dengan beban yang diterima kendaraan Global Outstanding Assesment (GOA) Menyerap dan menyalurkan energi akibat benturan sehingga melindungi kabin penumpang Head Impact Protection Structure Struktur pilar atas kendaraan yang dapat menyerap benturan jika terjadi kecelakaan yang menimpa sisi atas kendaraan, atau kendaraan terguling. Gambar 2.7 Head Impact Protection Secure New Wishplash Injury Lessening (WIL) Desain headrest yang akan menyerap energi benturan pada leher pengemudi saat terjadi benturan dari belakang. Gambar 2.8 New Wishplash Injury Lessening 10
11 Rem Cakram Dengan dilengkapi rem cakram berventilasi (depan) dan solid (belakang) untuk ke empat rodanya. Gambar 2.9 Rem Cakram Seat Belt Sabuk pengaman kombinasi dua tipe yaitu ELR (Emergency Locking Retractor) dan ALR (Automatic Locking Retractor) baik pada sisi penumpang maupun pengemudi memberikan perlindungan maksimal saat berkendara dan tubuh tidak terlempar dari kursi. Gambar 2.10 Seat Belt 11
12 BAB III ISI 3.1 PENGERTIAN ELECTRONIC BRAKE FORCE DISTRIBUTION EBD (Electronic Brake Force Distribution) adalah sub bagian dari system ABS yang gunanya untuk mengontrol secara efektif pemakaian roda-roda belakang sebagai adhesi (perekat). Untuk penggunaan selanjutnya pengembangan ABS dikontrol oleh setiap roda belakang dengan range pengereman memihak. Gaya pengereman dipindahkan bahkan bisa lebih mendekati optimal dan dikontrol secara elektronik, kemudian disalurkan ke proportioning valve yang membutuhkannya. Proportioning valve, karena merupakan alat mekanikal maka mempunyai keterbatasan dalam mendistribusikan gaya rem secara ideal ke roda belakang, begitu juga saat mendistribusikan gaya rem secara seimbang yang mengacu pada beban atau berat kendaraan yang bertambah. Dan apabila ada kerusakan pengemudi tidak dapat mengetahui adanya kerusakan tersebut, EBD dikontrol oleh ABS Control Modul, sepanjangwaktu menghitung rasio setiap ban dan mengatur tekanan rem roda belakang supaya tidak melebihi tekanan rem roda depan. Jika EBD mengalami kegagalan, lampu peringatan EBD (Parking Brake Lamp) akan menyala. 12
13 3.2 KRONOLOGI PENGEMBANGAN ELECTRONIC BRAKEFORCE DISTRIBUTION Keselamatan Mengemudi telah menjadi fokus utama dari industri otomotif selama bertahun-tahun. Produsen mobil telah menginvestasikan jutaan dolar ke dalam perangkat keselamatan dan hasilnya telah menunjukkan perbaikan yang menakjubkan dalam keselamatan bahkan pada kendaraan yang paling murah sekalipun. Cukup beberapa teknologi keamanan baru otomotif berbasis komputer, mikro-sirkuit yang dapat merasakan apa yang mobil dan pengendaranya lakukan dan kompensasi untuk setiap masalah yang mungkin mengancam keselamatan mobil dan penumpangnya. Beberapa perbaikan keselamatan yang paling mengesankan yaitu pengereman.kemampuan untuk menghentikan sebuah mobil dengan cara yang aman sangat penting dalam mencegah kecelakaan. Sistem pengereman anti penguncian (ABS) sekarang ditemukan di hampir semua mobil, dan dengan penambahan perbaikan 13
14 seperti kontrol selip elektronik (ESC) sistem ini, bersama dengan pengemudi yang waspada, dapat menghentikan banyak kecelakaan sebelum terjadi. Salah satu perbaikan terbaru yang paling sukses untuk sistem pengereman anti penguncian adalah rem distribusi gaya elektronik, atau EBD. EBD didasarkan pada prinsip bahwa setiap roda tidak perlu diberikan upaya yang sama agar mobil berhenti. EBD didasarkan pada prinsip bahwa berat roda mobil anda tidak merata. Beberapa roda membawa beban lebih berat dari yang lain dan akan memerlukan kekuatan rem agar mobil berhenti terkendali. Selanjutnya, jumlah berat yang didukung oleh roda berubah selama proses pengereman, sehingga jumlah gaya yang diperlukan pada setiap roda dapat berubah dengan cepat. Sebuah sistem EBD tidak hanya dapat mendeteksi berapa banyak berat yang sedang dibawa oleh setiap roda, tetapi mengubah jumlah daya pengereman dikirim ke setiap roda secara instan. 14
15 BAB IV PENUTUP 4.1 KESIMPULAN EBD (Electronic Brake Force Distribution) adalah sub bagian dari system ABS yang gunanya untuk mengontrol secara efektif pemakaian roda-roda belakang sebagai adhesi (perekat). Untuk penggunaan selanjutnya pengembangan ABS dikontrol oleh setiap roda belakang dengan range pengereman memihak. Gaya pengereman dipindahkan bahkan bisa lebih mendekati optimal dan dikontrol secara elektronik, kemudian disalurkan ke proportioning valve yang membutuhkannya. Proportioning valve, karena merupakan alat mekanikal maka mempunyai keterbatasan dalam mendistribusikan gaya rem secara ideal ke roda belakang, begitu juga saat mendistribusikan gaya rem secara seimbang yang mengacu pada beban atau berat kendaraan yang bertambah. Dan apabila ada kerusakan pengemudi tidak dapat mengetahui adanya kerusakan tersebut, EBD dikontrol oleh ABS Control Modul, sepanjangwaktu menghitung rasio setiap ban dan mengatur tekanan rem roda belakang supaya tidak melebihi tekanan rem roda depan. Jika EBD mengalami kegagalan, lampu peringatan EBD (Parking Brake Lamp) akan menyala. 4.2 SARAN Yang terpenting dari semuanya adalah harus disadari bahwa perangkat pengaman aktif, seperti ABS, EBD dan lain-lain, serta perangkat pengaman pasif, seperti sabuk pengaman dan kantung udara, hanyalah alat pembantu. Yang sangat berperan dalam menghindari kecelakaan adalah pengendara itu sendiri, orang yang duduk di depan setir. Jika ia selalu fokus, disiplin, berkepala dingin, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, maka kecelakaan bisa dihindari tanpa EBD harus mengintervensi. Hasil dari penulisan makalah ini diharapkan dapat menjadi suatu tambahan intelektual dan wawasan khusus di dalam bidang otomotif terbaru dan inovatif bagi 15
16 pembaca, khususnya mahasiswa jurusan Teknik Mesin, sehingga dapat mendorong kita semua untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang kita miliki. DAFTAR PUSTAKA : 16
17 %20TEANA/Safety/105610_ htm article_id=
Smart Driving - Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien
BERKENDARA YANG BAIK Sustainability Engineering Design Biogas Power Compressed Renewable Methane Smart Driving - Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien 1. Pengecekan Bagian Luar Mobil Sebelum menggunakan mobil
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu mempengaruhi pembangunan pada suatu negara dan tidak lepas dari alat transportasi. Karena itu, transportasi
Disusun Oleh : Nama : HERDI HARYADI NIM :
Disusun Oleh : Nama : HERDI HARYADI NIM : 5353103082 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makalah Sistem Rem ABS membahas tentang system pengereman pada motor ataupun mobil. Tujuan dari makalah ini adalah
Penerapan Pohon dalam Penggambaran Rem Mobil Modern
Penerapan Pohon dalam Penggambaran Rem Mobil Modern Denver (13509056) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan sebelumnya maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Karakteristik produk mempengaruhi persepsi
BAB I PENDAHULUAN UKDW. mengantisipasi dengan berbagai cara dapat memperoleh pangsa pasar. Semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persaingan di dunia perdagangan saat ini terbilang sangat ketat. Apalagi di era globalisasi yang menyebabkan munculnya perdagangan bebas yang membuat dunia seolah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tio Agustian, 2014 Analisis front wheel alignment (fwa) pada kendaraan Daihatsu Gran Max Pick Up
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan Industri mobil di Indonesia ini sangatlah maju, dalam penggunaannya mobil digunakan sebagai sarana yang dapat membantu kebanyakan orang untuk memindahkan
BAB 7 KESIMPULAN. 7-1 Universitas Kristen Maranatha
BAB 7 KESIMPULAN 7.1 Kesimpulan 7.1.1 Aktifitas penyandang cacat kaki dalam menggunakan sepeda motor bebek yang dimodifikasi Berdasarkan hasil pengamatan, didapat gerakan-gerakan yang dilakukan saat menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan era globalisasi, teknologi pun ikut berkembang sesuai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sejalan dengan era globalisasi, teknologi pun ikut berkembang sesuai dengan tuntutan jaman. Dahulu orang masih menggunakan alat transportasi yang sangat sederhana
BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di dunia ini tidak semua manusia menjalani kehidupan yang diberikan oleh Tuhan dengan kondisi fisik yang normal. Berdasarkan kondisi fisik, manusia dapat digolongkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sekarang memasuki generasi keduanya. Nama Honda Jazz digunakan di Eropa,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Objek Penelitian dan Subjek Penelitian Honda Jazz adalah mobil hatchback 5 pintu produksi pabrikan otomotif Jepang Honda Motor Company. Mulai diperkenalkan
The New Luxurious One for Modern Family
The New Luxurious One for Modern Family DREZA DREZA GS Hanya untuk kepentingan internal SUZUKI (for internal use only) Komunikasi Konsep Positioning & Target Market Fitur Canggih Lebih Aman Luxury & Elegan
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1. Universitas Kristen Maranatha
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Transportasi menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Berbagai jenis transportasi yang ada sekarang sering dimanfaatkan untuk mengangkut barang
BAB I PENDAHULUAN. pengguna kendaraan merasa lebih nyaman, aman dan memberikan. lama, yang masih minim fitur teknologi yang memberikan kemudahan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya teknologi, khususnya dibidang otomotif, sekarang ini banyak kendaraan khususnya mobil telah dilengkapi dengan berbagai fitur dengan fungsi
Mitsubishi New Outlander Sport REBORN!
Mitsubishi New Outlander Sport REBORN! PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai Authorized Distributor kendaraan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dan Mitsubishi
JUKE. Brosur Juke 2015_210x210mm_12 R2.indd 1-2
JUKE Brosur Juke 2015_210x210mm_12 R2.indd 1-2 3/13/15 11:56 PM WHAT IF_ YOUR CROSSOVER THRILLED YOU LIKE A SPORTS CAR? Apapun tantangan di depan, JUKE siap menaklukannya! Dengan gaya mengemudi sporty,
BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK
BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK 24.1 Sistem EPS (ELEKTRONIK POWER STEERING) Elektronik Power Steering merupakan sistem yang membantu pengoperasian stering waktu dibelokkan dengan menggukan motor
Mengenal Undang Undang Lalu Lintas
Mengenal Undang Undang Lalu Lintas JAKARTA, Telusurnews Sejak Januari 2010 Undang Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 sudah efektif diberlakukan, menggantikan Undang Undang Nomor 14 Tahun 1992. Namun
BAB I PENDAHULUAN. dalam hal ini khususnya mobil. mebuat para produsen mobil bersaing
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Semakin pesatnya perkembangan dan kemajuan di bidang otomotif dalam hal ini khususnya mobil. mebuat para produsen mobil bersaing menciptakan mobil-mobil yang
KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN MENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR UNTUK PEMULA JENJANG II BERBASIS
KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN MENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR UNTUK PEMULA JENJANG II BERBASIS Direktorat Pembinaan Kursus Dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Penelitian ini ditujukan kepada pengguna kursi roda yang mengendarai mobil dalam kegiatan sehari-hari. Kesulitan para pengguna kursi roda yang mengendarai mobil adalah melipat, memindahkan, dan
BAB I PENDAHULUAN. Cidera kecelakaan lalu lintas (Road Traffic Injury) merupakan hal yang sangat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Cidera kecelakaan lalu lintas (Road Traffic Injury) merupakan hal yang sangat mungkin dialami oleh setiap pengguna jalan. Hal ini terjadi karena pengemudi kendaraan
BAB IV PERAWATAN REM CAKRAM TIPE ABS
BAB IV PERAWATAN REM CAKRAM TIPE ABS 4.1. Tujuan Perawatan Perawatan dan perbaikan merupakan suatu hal yang sangat penting agar suatu alat atau mesin dapat bekerja dengan baik. Karena dengan sistem perawatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan sistem transportasi dan teknologi pada saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga semua hal yang mendukung kemajuan dunia ini dituntut
BAB 8 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 8 KESIMPULAN DAN SARAN 8.1 Kesimpulan 8.1.1 Perancangan Interior yang Ergonomis Perancangan interior yang ergonomis adalah sebagai berikut : Kursi Depan Tinggi alas duduk : 280 mm Lebar alas duduk
BAB IV : Dalam bab ini diuraikan tentang dasar pertanggungjawaban pidana pada kasus. kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kerugian materil.
BAB IV : Dalam bab ini diuraikan tentang dasar pertanggungjawaban pidana pada kasus pengemudi kendaraan yang mengakibatkan kematian dalam kecelakaan lalu lintas yaitu berkaitan dengan dasar hukum dan pengaturan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut. 1. Kecelakaan lalu lintas itu dapat diuraikan melalui adanya relasi statistik yang
teknologi yang menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. kendaraan antara 220 cm dan 350 cm. (Regulasi IEMC 2014)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini semua pabrikan otomotif di dunia berlomba-lomba untuk membuat produk otomotif yang hemat bahan bakar dan atau menggunakan bahan bakar alternative selain minyak
BAB 1 PENDAHULUAN. Mengendarai sebuah mobil di jalan merupakan kenyamanan tersendiri.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Mengendarai sebuah mobil di jalan merupakan kenyamanan tersendiri. Namun bagi pengemudi yang belum berpengalaman tentunya akan terasa sulit untuk mengendarai
Segarkan Model, KTB Luncurkan wajah baru Mitsubishi New Mirage
Segarkan Model, KTB Luncurkan wajah baru Mitsubishi New Mirage (KTB), distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC), meluncurkan Mitsubishi New Mirage pada
Perpustakaan Unika SKALA DISIPLIN
SKALA DISIPLIN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Bila melanggar rambu-rambu lalu lintas, saya siap ditindak. Saya akan memaki-maki pengendara lain jika tiba-tiba memotong jalan saya. Menurut saya penggunaan lampu
BAB I PENDAHULUAN. Sarana transportasi merupakan sarana pelayanan untuk memenuhi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sarana transportasi merupakan sarana pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, saat ini aktivitas kehidupan manusia telah mencapai taraf kemajuan semakin kompleks
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 273 (1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan
BAB 1 PENDAHULUAN. akan berbelok, maka ada dua skenario atau kejadian yang dikenal sebagai understeer
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam berkendara, ketika kendaraan telah mencapai sebuah tikungan dan akan berbelok, maka ada dua skenario atau kejadian yang dikenal sebagai understeer dan
STEERING. Komponen Sistem Kemudi/ Steering
STEERING Fungsi sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda-roda depan. Bila roda kemudi diputar, steering column akan meneruskan tenaga putarnya ke steering gear. Steering
PEMASANGAN BOOSTER PADA SISTEM REM HONDA LIFE TAHUN 1974
PEMASANGAN BOOSTER PADA SISTEM REM HONDA LIFE TAHUN 1974 PROYEK AKHIR Diajukan Kapada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya OLEH
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lalu lintas menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan didefinisikan sebagai gerak kendaraan dan orang di
I. PENDAHULUAN. penduduk kota Bandar Lampung yang semakin padat dan pertambahan jumlah
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejalan dengan perkembangan masyarakat saat ini maka kebutuhan sarana dan prasarana yang terkait dengan transportasi guna mendukung produktivitas di berbagai bidang yang
ELEMEN MESIN II REM Disusun oleh : Swardi L. Sibarani PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN 2015
ELEMEN MESIN II REM Disusun oleh : Swardi L. Sibarani 13320001 PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN 2015 Defenisi Rem REM merupakan salah satu elemen paling dalam kendaraan
BAB I PENDAHULUAN. berkembang seiring dengan perubahan dan kemajuan teknologi otomotif.kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dan kemajuan dunia otomotif pada era globalisasi saat ini baik kendaraan roda dua maupun roda empat ataupun lebih akan terus berjalan dan berkembang seiring
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang Bersamaan dengan berlangsungnya periode pertumbuhan dan perkembangan Indonesia pada berbagai bidang, transportasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan
BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan perkembangan serta kemajuan di bidang industri terutama dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gokart saat ini sangat berkembang dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, seiring dengan perkembangan serta kemajuan di bidang industri terutama dalam bidang otomotif.
BAB I PENDAHULUAN. mengetahui karakteristik dari kendaraan tersebut, baik secara. subyektif maupun obyektif. Penilaian secara subyektif kendaraan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam memilih kendaraan, masyarakat hendaknya mengetahui karakteristik dari kendaraan tersebut, baik secara subyektif maupun obyektif. Penilaian secara subyektif kendaraan
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Data Satlantas Polwiltabes Semarang menunjukkan kecelakaan yang terjadi pada jalan non tol di Kota Semarang dalam kurun waktu 2001 2005 cenderung menurun dengan
MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGEMUDI ANTISIPATIF KENDARAAN BERMOTOR ANGKUTAN ORANG/ DEFENSIVE DRIVING H
MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGEMUDI ANTISIPATIF KENDARAAN BERMOTOR ANGKUTAN ORANG/ DEFENSIVE DRIVING KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi yang berkembang saat ini membuat para produsen mobil untuk membuat tampilan, kenyamanan dan keamanan terhadap mobil yang akan di produksi agar menjadi semakin
CRITICAL CARE UNIT. Berfikir kritis bagaimana tanda-tanda shock yang selalu kita hadapi dalam kegawatdaruratan medis di Unit Gawat Darurat
CRITICAL CARE UNIT Berfikir kritis bagaimana tanda-tanda shock yang selalu kita hadapi dalam kegawatdaruratan medis di Unit Gawat Darurat Rabu, 16 Februari 2011 PROSEDUR TETAP MENGOPERASIKAN AMBULANS GAWAT
Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: 08/02/2017
Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: 08/02/2017 No. Polisi: B 1553 SOZ Warna Eksterior/Interior: Ungu/Coklat Merk: Ford Bahan Interior: Kulit Model/Tipe: Fiesta Sport Bahan bakar: Bensin Transmisi:
SUSUNAN KOMPONEN SISTEM REM
Brake System (REM) SUSUNAN KOMPONEN SISTEM REM SISTEM REM ( BRAKE SYSTEM) Fungsi Utama: 1. Mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan 2. Memungkinkan parkir pada tempat yang menurun 3. Sebagai alat
Standard Operating Procedure STANDAR KENDARAAN SARANA (LIGHT VEHICLE)
KAPAN DIGUNAKAN Prosedur ini digunakan pada saat akan memasukkan atau menggunakan kendaraan sarana (light vehicle) di seluruh area kerja PT ABB TUJUAN Tujuan dari prosedur ini adalah untuk menjelaskan
Oleh Candra Sumaryadi NIM Kelompok D. Untuk memenuhi syarat nilai dari mata kuliah Pancasila
Oleh Candra Sumaryadi NIM. 11.11.5031 Kelompok D Untuk memenuhi syarat nilai dari mata kuliah Pancasila 2011 Kata Pengantar KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan
BAB I PENDAHULUAN. Telepon genggam atau yang lebih dikenal dengan handphone (HP) merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Telepon genggam atau yang lebih dikenal dengan handphone (HP) merupakan alat komunikasi jaman moderen yang sangat praktis karena dapat dibawa kemanamana. Kecanggihan
INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA
4 Peraturan Lalu Lintas 4-1 Peraturan Lalu Lintas Di Jepang pejalan kaki, mobil,motor, sepeda dan lain-lain, masing-masing peraturan lalu lintas telah ditentukan. Cepatlah mengingat peraturan lalu lintas
1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH )
1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH ) Memuat berlebihan tidak hanya memperpendek usia kendaraan anda, tetapi juga berbahaya, oleh sebab itu hindarkanlah. Berat muatan harus dibatasi oleh GVM ( berat kotor
BAB I PENDAHULUAN. perjalanan pulang-pergi dengan menggunakan sepeda motor setiap harinya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sepeda motor adalah salah satu alat transportasi yang sedang banyak digemari oleh masyarakat di indonesia. Dari tahun ke tahun jumlah pengendara sepeda motor mengalami
BAB II DASAR TEORI Suspensi
digilib.uns.ac.id BAB II DASAR TEORI 2. 1. Suspensi Suspensi adalah suatu sistem yang berfungsi meredam kejutan, getaran yang terjadi pada kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata. Suspensi dapat
LANGGAR ATURAN SANKSI MENUNGGU TAHAP II
LANGGAR ATURAN SANKSI MENUNGGU TAHAP II Ada banyak hal yang termasuk kategori pelanggaran lalu lintas yang diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009. Dan sudah seharusnya masyarakat mengetahui jenis
Tujuan penggunaan ambulance
pengertian Ambulance adalah kendaraan yang dirancang khusus untuk mengevakuasi/mengangkut orang sakit atau terluka untuk mendapatkan fasilitas medis. Biasanya ambulance adalah kendaraan bermotor. Tujuan
MUDIK BERLEBARAN MERUPAKAN FENOMENA TERBESAR MASYARAKAT MUSLIM DIDUNIA DAN ADA DI INDONESIA
MUDIK BERLEBARAN MERUPAKAN FENOMENA TERBESAR MASYARAKAT MUSLIM DIDUNIA DAN ADA DI INDONESIA TAHUN 2009 PEMERINTAH MEMPREDIKSI ADA SEKITAR 16,25 JUTA PEMUDIK ATAU NAIK 15% DIBANDINGKAN 2008 SEBANYAK 15,3
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini kita semua mengetahui bahwa kebutuhan transportasi di perkotaan semakin meningkat, sehingga jumlah kendaraan bermotor jenis kendaraan roda dua maupun roda
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang permasalah. Semua makhluk hidup pasti sangat membutuhkan lalu lintas, untuk berpindah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang permasalah Semua makhluk hidup pasti sangat membutuhkan lalu lintas, untuk berpindah dari tempat yang satu ketempat yang lainnya, terutama manusia, sejak lahir sampai
Bisnis Jual Beli Mobil Bekas. Karya Ilmiah Tentang Bisnis. Oleh ; Ardhi Fadli Adi NIM : Kelas ; SI TI 1K
Bisnis Jual Beli Mobil Bekas Karya Ilmiah Tentang Bisnis Oleh ; Ardhi Fadli Adi NIM : 10.11.4331 Kelas ; SI TI 1K STIMIK AMIKOM JOGYAKARTA 2011 Kata pengantar Dan Tujuan karya ilmiah ini dengan penuh kemudahan.
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. yakni perbandingan terhadap satuan mobil penumpang. Penjelasan tentang jenis. termasuk di dalamnya jeep, sedan dan lain-lain.
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Klasifikasi Kendaraan Klasifikasi kendaraan bermotor dalam data didasarkan menurut Peraturan Bina Marga, yakni perbandingan terhadap satuan mobil penumpang. Penjelasan tentang
2. Mengurangi jumlah korban kecelakaan pada pemakai jalan lainnya.
BAB II TINJ AllAN PUSTAKA A. Pengertian Kendaraan Bermotor **» Kendaraan bermotor (Daryanto, 1999) adalah suatu kendaraan yang dijalankan oleh mesin yang dikendalikan manusia diatas jalan. Jenis kendaraan
Yamaha Aerox 155. Spesifikasi Yamaha Aerox 155
Yamaha Aerox 155 Ajang MotoGP 2016 yang berlangsung di sirkuit Sepang dimanfaatkan Yamaha untuk memperkenalkan motor matic terbarunya, yaitu Yamaha Aerox 155. Motor ini menawarkan desain agresif dengan
Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: XX/XX/XXXX
Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: XX/XX/XXXX No. Polisi: B XXX XX Warna Eksterior/Interior: Hitam/Abu-abu Merk: MercedesBenz Bahan Interior: Kulit Model/Tipe: E240 2.6 Bahan bakar: Bensin Transmisi:
MODIFIKASI SISTEM HEADLAMP LIVINA DENGAN PERGERAKAN ADAPTIVE
MODIFIKASI SISTEM HEADLAMP LIVINA DENGAN PERGERAKAN ADAPTIVE Yusuf Kusuma Hodianto 1), Ian Hardianto Siahaan 2) Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236.
BAB I PENDAHULUAN. vital dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari manusia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini kegiatan transportasi merupakan suatu kegiatan yang sangat vital dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Dibandingkan dengan
Kata kunci : Solenoid, ABS, Frekuensi, penggetar
INVESTIGASI REM ANTI-LOCK BRAKE SYSTEM (ABS) DENGAN PENAMBAHAN KOMPONEN PENGGETAR SOLENOID Wibowo 1,a*, Zakaria 1,b, Wibawa E.J. 1,c Triyono 1,d, Nurul Muhayat, 1,e 1 Universitas Sebelas Maret Surakarta
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi yang berkembang saat ini menuntut para produsen mobil untuk membuat tampilan, kenyamanan dan keamanan terhadap mobil yang akan diproduksi menjadi semakin
MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGATASI SITUASI KRITIS DI PERJALANAN KENDARAAN BERMOTOR ANGKUTAN ORANG DI TEMPAT KERJA H
MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGATASI SITUASI KRITIS DI PERJALANAN KENDARAAN BERMOTOR ANGKUTAN ORANG DI TEMPAT KERJA KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN
MELEPAS DAN MEMASANG PROPELLER SHAFT, AS RODA DAN GARDAN PADA MOBIL TOYOTA KIJANG 5K LAPORAN PRAKTIK AKHIR SEMESTER GENAP
MELEPAS DAN MEMASANG PROPELLER SHAFT, AS RODA DAN GARDAN PADA MOBIL TOYOTA KIJANG 5K LAPORAN PRAKTIK AKHIR SEMESTER GENAP diajukan untuk memenuhi nilai akhir semester dua disusun oleh : Arman Syah. S XI
BAB I PENDAHULUAN. pembuangan, penerus daya, alat kemudi, sistem roda-roda, sistem suspensi,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan duniaotomotifpada kendaraan semakin variatif dan inovatif, tetapi tidak terlepas dari itu juga tetap memperhatikan peraturan dalam spesifikasi kendaraan
MODIFIKASI DAN PEMBUATAN SERTA PENGUJIAN SISTEM HANDBRAKE SEMI OTOMATIS SEBAGAI PERANGKAT SAFETY PADA KENDARAAN
MODIFIKASI DAN PEMBUATAN SERTA PENGUJIAN SISTEM HANDBRAKE SEMI OTOMATIS SEBAGAI PERANGKAT SAFETY PADA KENDARAAN Ian Hardianto Siahaan, A Ian Wiyono Prodi Teknik Mesin Universitas Kristen Petra Jalan. Siwalankerto
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi otomotif. Inovasi di bidang tranportasi saat ini semakin
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Memasuki era global yang serba praktis, perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sangat pesat. Perkembangan ini berdampak juga pada perkembangan
Cara menguasai kopling saat mengemudi mobil transmisi manual
Cara menguasai kopling saat mengemudi mobil transmisi manual Mengemudi mobil dengan transmisi manual bagi sebagian pengemudi terutama pemula yang baru belajar nyetir merupakan hal yang sulit. Meskipun
BAB I PENDAHULUAN. Kendaraan di era modern saat ini memiliki teknologi-teknologi canggih dan lebih
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dunia otomotif di tanah air dari tahun ketahun berkembang dengan cukup baik. Terbukti dari banyaknya produsen otomotif mancanegara yang
Standar Kompetensi Lulusan. Mengemudi
Standar Kompetensi Lulusan Mengemudi Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2012 A. LATAR BELAKANG
New Mitsubishi Fuso Tractor Head FV51 JH
New Mitsubishi Fuso Tractor Head FV51 JH (KTB), Authorized Distributor Kendaraan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dan Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC) mulai
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dewasa ini motor bebek yang dimodifikasi menjadi suatu alat transportasi bagi penyandang cacat kaki sudah banyak dilakukan. Memodifikasi motor bebek untuk menjadi kendaraan yang sesuai bagi penyandang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kendaraan bermotor dahulu hanya digunakan untuk transportasi saja, yaitu aktivitas mengantarkan seseorang ataupun barang dari suatu tempat ke tempat yang lainnya. Seiring
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menjadi sumber kecelakaan. (EC.,1996) kecelakaan di jalan raya penyebab
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tragedi di Jalan Raya (Lulie, Y.,2005) Jalan raya yang awalnya berfungsi memperlancar pergerakan manusia dan barang dari suatu tempat ke tempat lain, akhir-akhir ini menjadi
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG KENDARAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG KENDARAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 48 ayat
I. PENDAHULUAN. Negara Indonesia merupakan negara hukum yang hampir semua aspek di
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia merupakan negara hukum yang hampir semua aspek di dalamnya diatur oleh hukum. Tujuan dibuatnya hukum ini adalah untuk menciptakan suatu masyarakat yang
CONTOH SOAL TES TORI SIM C (PART 1)
CONTOH SOAL TES TORI SIM C (PART 1) 1. Fungsi Marka jalan adalah : a. Untuk memberi batas jalan agar jalan terlihat jelas oleh pemakai jalan Yang sedang berlalu lintas dijalan. b. Untuk menambah dan mengurangi
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Perkembangan jumlah kendaraan bermotor dirinci menurut jenisnya
BAB I PENDAHULUAN 1. 1.1. Latar Belakang Seiring berjalannya waktu, jumlah kendaraan yang ada di Indonesia semakin meningkat. Menurut data terakhir, jumlah kendaraan di Indonesia pada tahun sudah mencapai
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Transmisi Transmisi yaitu salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk mendapatkan variasi momen dan kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kondisi pembebanan,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Transportasi Menurut Nasution (1996) transportasi diartikan sebagai pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Dalam hubungan ini terlihat tiga
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Keselamatan Jalan Warpani (2002) mengatakan bahwa tujuan utama upaya pengendalian lalu lintas melalui rekayasa dan upaya lain adalah keselamatan berlalu lintas. Konsep sampai
BAB 1 PENDAHULUAN. Industri otomotif terutama industri kendaraan roda empat di Indonesia pada tahun
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Industri otomotif terutama industri kendaraan roda empat di Indonesia pada tahun 2006 mengalami penurunan dibanding tahun - tahun sebelumnya dimana total penjualan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transportasi jalan raya masih menjadi idaman dalam rangka pergerakan dan perpindahan orang maupun barang di Indonesia, khususnya untuk Pulau Jawa walaupun telah tersedia
Mitsubishi Pajero Sport All Round Family SUV
Mitsubishi Pajero Sport All Round Family SUV PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors, distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dan Mitsubishi Fuso Truck
DESKRIPSI : KELISTRIKAN BODI
DESKRIPSI : KELISTRIKAN BODI Mata Kuliah kelistrikan bodi merupakan ilmu dan ketrampilan yang sangat penting untuk masuk ke dunia kerja. Dengan memahami dasar-dasar kelistrikan Bodi, mahasiswa bias dengan
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan nasional yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia dewasa. Untuk menunjang pembangunan tersebut salah satu sarana yang di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia dewasa ini membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia, yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat
