GNS3 II. Instalasi Software GNS win32-all-in-one.exe

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "GNS3 II. Instalasi Software GNS win32-all-in-one.exe"

Transkripsi

1 I. GNS3 GNS3 merupakan kepanjangan dari Graphical Network Simulator yang merupakan simulator jaringan berbasis grafis, memungkinkan kita untuk melakukan simulasi atau percobaan pada jaringan bahkan jaringan yang rumit sekalipun. Dengan menggunakan GNS3 kita dapat merancang dan mengimplementasikan jaringan mendekati keadaan yang sebenarnya, karena GNS3 bisa diintegrasikan ke jaringan fisik. Itu adalah salah satu alasan mengapa GNS3 juga seringkali disebut sebagai emulator. Selama ini mungkin kita hanya belajar bagaimana cara mensimulasikan sebuah jaringan kecil di dalam suatu software yang kita kenal dengan Packet Tracer. Tentu Anda pasti sudah tidak asing lagi. Namun, pada pelatihan kali ini kita akan menggunakan GNS3. Apakah bedanya dengan Packet Tracer? Perlu Anda ketahui bahwa Packet Tracer hanyalah sebuah simlator yang artinya adalah ia hanya mensimulasikan, sedangkan GNS3, GNS3 adalah program emulator yang artinya dengan menggunakan software GNS3 maka kita sebenarnya sedang benar-benar menggunakan IOS dari Cisco. GNS3 memungkinkan simulasi jaringan yang kompleks, karena menggunakan operating system asli dari perangkat jaringan, seperti Cisco dan Juniper. Sehingga kita berada di kondisi yang lebih nyata ketika mengkonfigurasi router secara langsung, berbeda dengan Packet Tracer. GNS3 merupakan software yang recommended untuk digunakan oleh network engineer, network administrator, ataupun mereka yang ingin mempelajari materi sertifikasi seperti Cisco CCNA, CCNP, CCIP dan CCIE, ataupun Juniper JNCIA, JNCIS, dan JNCIE. Beberapa fitur yang dimiliki oleh GNS3 adalah : Mendukung tingkat kerumitan topologi suatu desain jaringan Mampu melakukan emulasi platform router Cisco IOS, IPS, PIX, dan JunOS (terlihat pada daftar perangkat yang ada pada GNS3) Mampu menghubungan jaringan simulasi ke dunia nyata Mampu melakukan Capturing untuk melakukan traffic jaringan dengan menggunakan software Wireshark Mampu mensimulasikan ATM dan Frame Relay II. Instalasi Software Untuk mendapatkan software GNS3 pada PC atau laptop kita, terlebih dahulu kita harus mendownload software GNS3 yang biasanya sudah dibundel dengan software pendukungnya. Kemudian hal penting yang harus diketahui adalah IOS image. IOS image yang digunakan tergantung dengan perangkat yang akan kita gunakan. Anda bisa mendownload software-software yang Anda butuhkan tersebut di Versi terbaru dari GNS3 adalah Namun pada pelatihan kali ini, kita akan menggunakan versi Untuk pengguna Windows, Anda dapat langsung melakukan instalasi dengan menjalankan GNS win32-all-in-one.exe dan mengikuti langkah-langkah instalasi yang ditampilkan.

2 III. Skema Jaringan Gambar dibawah ini merupakan skema jaringan yang akan kita simulasikan pada GNS3. Gambar 1 : Skema Topologi Jaringan Kasus : Gambar di atas merupakan skema jaringan yang berskala medium, memiliki 6 router Cisco c7200. R1 terhubung langsung dengan C1 yang merupakan client dalam jaringan ini. C1 adalah jaringan kecil yang memiliki 2 host. Dalam kasus ini, R6 adalah router yang difungsikan juga sebagai server. R6 bisa menyediakan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh client nya. Namun tidak sembarang client yang bisa mengakses layanan yang diberikan oleh R6. R6 membatasi client nya. Host 1 bisa menikmati layanan yang diberikan oleh R6, namun tidak bisa melakukan ping, karena dikhawatirkan dapat membahayakan server yaitu seperti melakukan proses flooding. Sementara host 2 adalah host yang dicurigai oleh server, host 2 tidak bisa melakukan perintah apapun, karena R6 telah mem- block nya. R1 adalah router yang berperan sebagai admin dalam jaringan ini. Untuk memberikan kemudahan dalam melakukan fungsi-fungsi seorang network administrator, maka router-router lain selain R1 pun diharapkan dapat me-remote R1. Hal ini dimaksudkan untuk membuat jaringan yang lebih fleksibel. Sehingga bila terjadi sesuatu dengan R1, kelima router lainnya dapat menggantikan posisinya. Dengan fasilitas seperti itu, R1 bukan berarti mengabaikan keamanan yang ada pada jaringan. R1 membatasi router yang bisa meremotenya dalam waktu bersamaan. R1 memfasilitasi 3 router saja untuk bisa melakukan remote dalam waktu yang bersamaan. Tidak hanya pembatasan hak remote, sistem keamanan yang diterapkan pada jaringan ini antara lain adalah remote dengan menggunakan enkripsi, hak privilege setiap user, access-list yang diterapkan untuk R6, AAA, dan juga VPN. Dalam pertukaran data, jaringan ini menggunakan routing protocol OSPF. Apa yang dimaksud dengan remote menggunakan enkripsi data? Apa yang dimaksud dengan privilege? Apa yang dimaksud dengan access-list, AAA, dan VPN? Semua akan kita bahas secara praktek.

3 Penjabaran IP Address : Dapat kita lihat pada gambar diatas, bahwa jaringan memiliki 7 subnet. Berikut penjabaranmnya beserta dengan ilustrasi nama jaringan LAN nya. 1. Subnet /24 Terdiri dari 1 cloud (C1) yang terhubung langsung ke router (R1) dengan menggunakan koneksi fastethernet C1 : - IP Address : /24 - IP Gateway : Subnet /30, yang merupakan subnet untuk link antara R1 melalui port f0/1 dan R2 melalui port f0/0 IP port f0/1 R1 : /30 IP port f0/0 R2 : /30 3. Subnet /30, yang merupakan subnet untuk link antara R2 melalui port f0/1 dan R3 melalui port f0/0 IP port f0/1 R2 : /30 IP port f0/0 R3 : /30 4. Subnet /30, yang merupakan subnet untuk link antara R2 melalui port f1/0 dan R4 melalui port f0/1 IP port f1/0 R2 : /30 IP port f0/1 R4 : /30 5. Subnet /30, yang merupakan subnet untuk link antara R3 melalui port f0/1 dan R5 melalui port f0/0 IP port f0/1 R3 : /30 IP port f0/0 R5 : /30 6. Subnet /30, yang merupakan subnet untuk link antara R4 melalui port f0/0 dan R5 melalui port f1/0 IP port f0/0 R4 : /30 IP port f1/0 R5 : /30 7. Subnet /30, yang merupakan subnet untuk link antara R5 melalui port f0/1 dan R6 melalui port f0/0 IP port f0/1 R5 : /30 IP port f0/0 R6 : /30

4 IV. Konfigurasi Jaringan Sebelum kita melakukan config pada router, hal pertama yang harus kita perhatikan adalah mendownload Cisco IOS Image dari internet. Pada pelatihan kali ini, kita menggunakan router Cisco seri c7200. Maka IOS Image yang kita download, harus disesuaikan dengan pemilihan router kita. Cisco IOS Image adalah OS router Cisco yang berwujud file dengan ekstensi.bin. Sebagai contoh, karena kita menggunakan router c7200, maka IOS Image yang kita gunakan c7200-advipservicesk9-mz bin. Cara menginputkan IOS Image ini kedalam GNS3 kita adalah melalui menu Edit IOS Images and hypervisors Settings Browse Image file Save. Gambar 2 : Menambahkan IOS Image Gambar diatas adalah cara untuk menginputkan IOS Image ke dalam GNS3 kita. Sekarang mari kita buka GNS 3 kita, dan mempraktekannya. Terlebih dahulu isi nama project Anda centang Save IOS startup configurations OK. Pastikan kita tahu dimana project directory kita. Perhatikan gambar dibawah ini, ini adalah tampilan awal ketika Anda membuka GNS3 Anda. Gambar 3 : New Project

5 Sekarang jendela GNS3 sudah terbuka dan kita bisa melihat workspace nya. Sebelum memulai, ada 2 hal yang harus dipastikan. Yaitu Dynamips dan Qemu. Pastikan untuk melakukan testing terhadap Dynamips dan Qemu sebelum kita memulai pekerjaan kita. Apabila kita tidak mentestingnya terlebih dahulu, maka GNS3 kita akan berpeluang besar untuk mengeluarkan pesan error yaitu Connection Refused, yang menyebabkan kita harus menutup GNS3 kita dan membukanya lagi sementara konfigurasi di dalam devicenya pun dipastikan tidak tersimpan. Gambar 4 : Testing Dynamips Gambar 5 : Testing Qemu

6 Drag 6 router c7200 dan 1 cloud dengan posisi topologi seperti ini. Gambar 6 : topologi tanpa link Sekarang kita sudah men-drag 6 router dan 1 cloud seperti pada gambar diatas. Langkah selanjutnya, bagaimana caranya menghubungan ke-6 router tersebut. Pada menu bar yang ada di bagian atas jendela GNS3, klik Add a link klik Manual. Kemudian arahkan panah berbentuk tanda + ke setiap router, dan hubungkan setiap router tersebut. Setelah selesai menyetting link antar router, langkah selanjutnya adalah setting link untuk menyambungkan R1 dengan C1. Kita akan menggunakan Loopback Adapter sebagai IP Address client. Lakukan settingan dibawah ini pada C1. Klik Start Control Panel Network & Internet Network & Sharing Center Change Adapter Settings Klik LAN yang merupakan Microsoft Loopback Adapter Gambar 7 : Adapter Settings

7 Setiap laptop atau PC pasti besar kemungkinan akan berbeda tentang Local Area Connection yang mana yang merupakan Microsoft Loopback Adapter. Disini yang menjadi Microsoft Loopback Adapter adalah LAN 6. Pada Internet Protocol 4 (TCP/Ipv4), klik Properties. Klik Use the following IP address seperti gambar dibawah ini dan isikan IP nya. Gambar 8 : Setting IP Loopback Kemudian OK. Setelah selesai setting Loopback Adapter, langkah selanjutnya adalah menginputkan NIO Ethernet nya. Cari LAN6 dan klik Add. Kemudian OK. Sekarang kita sudah bisa menyambungkan C1 dengan R1. Gambar 9 : Memasang NIO Ethernet

8 Tampilan topologi akan terlihat seperti gambar dibawah ini. Tampak pada gambar bahwa link berwarna merah, artinya router belum hidup dan link nya belum berfungsi. Untuk menghidupkannya, klik tombol Start yang ada di menu bar. Secara otomatis semua node akan menyala dan berwarna hijau. Namun jika Anda ingin menghidupkan router satu per-satu, Anda bisa melakukan klik kanan pada router Start. Kemudian jika Anda menggunakan laptop dalam mengikuti pelatihan ini, jangan lupa untuk melakukan klik kanan pada router Idle PC. Ini dikarenakan GNS3 berfungsi sebagai emulator yang memakan RAM cukup besar. Idle PC dilakukan untuk menghindari laptop dari lagged. Gambar 10 : topologi dalam keadaan router mati Setelah semua langkah-langkah diatas diikuti, sekarang kita akan melakukan konfigurasi pada dengan setiap router. Konfigurasi awal adalah mengenalkan IP Address dan melakukan pe-routing-an dengan menggunakan routing protocol OSPF. Konfigurasi pada Router 1 untuk interface fastethernet 0/0 :

9 Konfigurasi pada Router 1 untuk interface fastethernet 0/1 : Konfigurasi pada Router 2 untuk interface fastethernet 0/0 : Konfigurasi pada Router 2 untuk interface fastethernet 0/1 :

10 Konfigurasi pada Router 2 untuk interface fastethernet 1/0 : Konfigurasi pada Router 3 untuk interface fastethernet 0/0 : Konfigurasi pada Router 3 untuk interface fastethernet 0/1 : Konfigurasi pada Router 4 untuk interface fastethernet 0/1 :

11 Konfigurasi pada Router 4 untuk interface fastethernet 0/0 : Konfigurasi pada Router 5 untuk interface fastethernet 0/0 :

12 Konfigurasi pada Router 5 untuk interface fastethernet 1/0 : Konfigurasi pada Router 5 untuk interface fastethernet 0/1 : Konfigurasi pada Router 6 untuk interface fastethernet 0/1 :

13 Setelah selesai memasang IP Address pada setiap interface pada router, langkah selanjutnya adalah routing. Bagaimana cara melakukan routing OSPF? Sangat mudah. Konfigurasi yang harus dilakukan juga tidak panjang dan rumit. Cukup mengenalkan routing OSPF sebagai routing protocol yang akan kita gunakan, kemudian kenalkan network yang ada persis di samping router. Misalnya, terlihat pada skema jaringan bahwa R1 memiliki 2 network yang terhubung langsung di sampingnya. Kemudian R2 memiliki 3 network yang terhubung langsung di sampingnya. Dan R6, memiliki 1 network yang terhubung langsung di sampingnya. Berikut ini adalah contoh config OSPF di R1. Ini adalah tampilan ketika kita ingin menampilkan konfigurasi kita. Namun pada saat mengkonfigurasikan langsung, kita tidak perlu mengetikkan perintah log-adjacency-changes. Untuk mengonfigurasi OSPF routing, kita menggunakan perintah router ospf 1 dan perintah network. Perintah router ospf 1 berperan untuk mengaktifkan protokol OSPF pada router, sedang perintah network mengatakan pada protokol routing tentang network mana yang akan di-advertise. Konfigurasi OSPF Routing pada R1 Router1(config)#router ospf 1 Router1(config-router)#network area 0 Router1(config-router)#network area 0 Konfigurasi OSPF Routing pada R2 Router2(config)#router ospf 1 Router2(config-router)#network area 0 Router2(config-router)#network area 0 Router2(config-router)#network area 0 Konfigurasi OSPF Routing pada R3 Router3(config)#router ospf 1 Router3(config-router)#network area 0 Router3(config-router)#network area 0 Konfigurasi OSPF Routing pada R4 Router4(config)#router ospf 1 Router4(config-router)#network area 0 Router4(config-router)#network area 0 Konfigurasi OSPF Routing pada R5 Router5(config)#router ospf 1 Router5(config-router)#network area 0 Router5(config-router)#network area 0 Router5(config-router)#network area 0 Konfigurasi OSPF Routing pada R6 Router6(config)#router ospf 1 Router6(config-router)#network area 0

14 Sekarang Anda sudah melakukan konfigurasi OSPF routing. Cobalah melakukan ping dari R1 ke R6, apakah berhasil? Jangan lupa, setiap kali kita melakukan konfigurasi, ingatlah untuk selalu menuliskan perintah copy run start. Perintah tersebut berfungsi agar konfigurasi yang sudah Anda lakukan dapat disimpan di NVRAM. SSH (Secure Shell) Konfigurasi SSH pada R1 : Remote R1 dari R6 menggunakan SSH :

15 Setelah Anda melakukan konfigurasi tersebut, lihat pada Wireshark. Apa perbedaannya jika Anda melakukan remote dengan telnet? PRIVILEGE LEVEL ACCESS-LIST Untuk kebutuhan filtering, Cisco IOS menyediakan access-list yang dapat berguna bagi para administrator untuk melakuan filtering, controling, dan manajemen paket-paket yang hilir-mudik dalam jaringan. Access-lists berperan untuk mengizinkan atau tidaknya paket-paket mana saja yang boleh masuk kedalam network internal, kemudian mana saja paket-paket yang boleh dilepas ke network eksternal, dan address-address mana saja yang diizinkan melakukan koneksi dengan address-address spesifik, serta service mana saja yang diperbolehkan untuk diakses dan mana yang tidak. Berdasarkan skema jaringan dan kasus yang ada, printscreen dibawah ini merupakan konfigurasi access-list. Terlihat dibawah bahwa terdapat command access-list 100 permit

16 tcp host host eq 80 yang artinya client dengan ip diperbolehkan untuk dapat mengakses layanan HTTP yang disediakan oleh ip dengan menggunakan protocol tcp. Kemudian terdapat command access-list 100 deny icmp host host yang artinya client dengan ip tidak diizinkan untuk melakukan ping ke , sehingga ketika client mencoba ping melalui cmd Windows, ping tidak akan berhasil dan mengeluarkan host-unreachable. Setelah itu dapat dilihat terdapat perintah access-list 100 deny ip any any yang artinya selain perintah yang telah didefinisikan sebelumnya, maka akses yang lain akan diblok semua jika kondisi bersesuaian.

17 Setelah melakukan konfigurasi access-list di R1, langkah selanjutnya adalah ip http server di R6. Mengapa? Karena sesuai dengan kasus, kita akan memposisikan R6 sebagai server penyedia informasi yang bisa diakses oleh client. Berikut adalah settingan konfigurasinya. Setelah selesai melakukan konfigurasi, client bisa langsung mengakses alamat ip address server. Sebelumnya, client harus melakukan login, terdapat proses authentikasi. Username dan password yang harus Anda inputkan adalah username dan password yang sudah Anda definisikan sebelumnya di konfigurasi access-list, seperti dibawah ini.

18 Jika Anda berhasil, tampilan yang akan muncul seperti dibawah ini. Akses HTTP sudah berhasil. Sekarang coba Anda melakukan ping ke ip R6 dari cmd Windows. Apa yang terjadi? Coba bandingkan dengan melakukan ping ke ip R4, apa yang terjadi? Coba bandingkan lagi dengan mengubah perintah access-list 100 deny ip any any dengan access-list 100 permit ip any any, apa yang terjadi? Bagaimana perubahannya?

19 AAA (Authentication, Authorization, Accounting) Printscreen dibawah merupakan konfigurasi AAA di R1. Cobalah untuk mengetes konfigurasi AAA yang telah Anda setting di R6 dengan menggunakan telnet. Masukkan username dan password yang Anda set menjadi admin.

20 Sekarang lihat hasil AAA di R1.

21 Mengimplementasikan VPN Over IPSec di CLI R1 admin>enable admin#conf t admin(config)#access-list 100 permit ip host host admin(config)#crypto isakmp enable admin(config)#crypto isakmp policy 1 admin(config-isakmp)#encryption aes 256 admin(config-isakmp)#hash sha admin(config-isakmp)#authentication pre-share admin(config-isakmp)#group 5 admin(config-isakmp)#exit admin(config)#crypto isakmp key 6 akses address admin(config)#crypto ipsec transform-set pelatihan admin(config)#crypto ipsec transform-set pelatihan esp-aes esp-sha-hmac admin(config)#crypto map pelatihan 1 ipsec-isakmp admin(config-crypto-map)#set peer admin(config-crypto-map)#match address 100 admin(config-crypto-map)#set transform-set pelatihan admin(config-crypto-map)#exit admin(config)#interface fa0/1 admin(config-if)#crypto map pelatihan R2 admin>enable admin#conf t admin(config)#access-list 100 permit ip host host admin(config)#crypto isakmp enable admin(config)#crypto isakmp policy 1 admin(config-isakmp)#encryption aes 256 admin(config-isakmp)#hash sha admin(config-isakmp)#authentication pre-share admin(config-isakmp)#group 5 admin(config-isakmp)#exit admin(config)#crypto isakmp key 6 akses address admin(config)#crypto ipsec transform-set pelatihan admin(config)#crypto ipsec transform-set pelatihan esp-aes esp-sha-hmac admin(config)#crypto map pelatihan 1 ipsec-isakmp admin(config-crypto-map)#set peer admin(config-crypto-map)#match address 100 admin(config-crypto-map)#set transform-set pelatihan admin(config-crypto-map)#exit admin(config)#interface fa0/1 admin(config-if)#crypto map pelatihan Sekarang cobalah untuk mem-ping host dari server atau R6. Terlebih dahulu start capturing pada link antara R6 dan R5. Buka Wireshark Anda, kemudian lihatlah ketika Anda melakukan ping, protocol akan berubah dari ICMP menjadi ISAKMP kemudian ESP.

22 NTP Server dan Syslog Server Gambar diatas adalah topologi untuk skema jaringan yang akan Anda setting NTP Server dan Syslog. Langkah-langkah pengerjaan : 1. Buka software Packet Tracer, buatlah topologi seperti diatas. Router yang digunakan adalah Router seri Pasang modul pada router. Klik dua kali pada router, matikan routernya, drag modul. Pilih modul yang memiliki 2 fastethernet. Lakukan hal yang sama untuk kedua modul tersebut. 3. Nyalakan kembali modulnya. Tunggu sampai proses booting selesai, kemudian setting IP menggunakan GUI, pastikan IP nya sesuai dengan interface yang tertera. 4. Jangan lupa untuk men-ceklist Port Status ketika Anda melakukan setting IP. 5. Sekarang kita beranjak ke NTP Server. Buka server Anda, pada Config, pastikan NTP dan Syslog dalam keadaan On. Setting NTP pada Router0 dan Router1 Router#conf t Router(config)#ntp server Router(config)#exit Router#show clock Setting Syslog pada Router0 dan Router1 Router(config)#logging Router(config)#logging trap debugging Router(config)#logging on

23 6. Setelah Anda selesai melakukan konfigurasi tersebut, cara pengecekan NTP adalah dengan mengecek dengan command show clock. Kemudian jam di network tersebut akan muncul. Jam tersebut sama dengan jam ada pada Server Anda. 7. Pengecekan Syslog dilakukan dengan membuka server Anda, Config, kemudian Syslog. Lihat pada tabel. Perubahan apakah yang terjadi? Itu merupakan pesan-pesan yang disampaikan oleh Router yang berguna untuk proses audit dan manajemen jaringan. Message itu adalah pesan log yang dapat berisikan error-error sistem, login-login yang gagal, perubahan yang terjadi pada status interface dan status network, dan pelanggaran yang terjadi pada security router.

BAB 4 PENGUJIAN SISTEM. dengan menggunakan teknologi EoMPLS agak sulit dilakukan secara

BAB 4 PENGUJIAN SISTEM. dengan menggunakan teknologi EoMPLS agak sulit dilakukan secara BAB 4 PENGUJIAN SISTEM 4.1 Persiapan Simulasi Dikarenakan untuk mengimplementasikan sistem jaringan VPN dengan menggunakan teknologi EoMPLS agak sulit dilakukan secara langsung ke dalam sistem jaringan

Lebih terperinci

PANDUAN KONFIGURASI GNS3 UNTUK LAB CISCO

PANDUAN KONFIGURASI GNS3 UNTUK LAB CISCO PANDUAN KONFIGURASI GNS3 UNTUK LAB CISCO IT Solution & Training Center Nixtrain menawarkan beberapa materi training diantaranya: - CCNA - MTCNA - JNCIA - HACKING - LINUX - CLOUD REDHAT Selain training,

Lebih terperinci

BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI. 4.1 Perancangan Jaringan Komputer dengan Menggunakan Routing Protokol OSPF dan GLBP

BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI. 4.1 Perancangan Jaringan Komputer dengan Menggunakan Routing Protokol OSPF dan GLBP BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI 4.1 Perancangan Jaringan Komputer dengan Menggunakan Routing Protokol OSPF dan GLBP Berdasarkan usulan pemecahan masalah yang telah diajukan, maka akan diaplikasikan teknologi

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 149 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pada bab ini akan dibahas mengenai langkah-langkah implementasi yang dilakukan pada rancangan jaringan pada PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir. Pada bab ini juga akan dilakukan

Lebih terperinci

VPN Sederhana Dengan Cisco Packet Tracer

VPN Sederhana Dengan Cisco Packet Tracer Praktikum VPN Sederhana Dengan Cisco Packet Tracer Oleh : Ariya Kusuma, A. Md. Cisco Simulator with Cisco Packet Tracer Praktikum VPN Topologi VPN Sederhana 1. Open Cisco Packet Tracer 5.3.3 2. Persiapkan

Lebih terperinci

BAB 4 PERANCANGAN DAN UJI COBA. untuk menghadapi permasalahan yang ada pada jaringan BPPT adalah dengan

BAB 4 PERANCANGAN DAN UJI COBA. untuk menghadapi permasalahan yang ada pada jaringan BPPT adalah dengan BAB 4 PERANCANGAN DAN UJI COBA 4.1 Perancangan Prototype Jaringan Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumya, solusi yang diberikan untuk menghadapi permasalahan yang ada pada jaringan BPPT adalah

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Interface). Dengan mengunakan GNS3 kita dapat merancang dan. mengimplementasikan jaringan mendekati keadaan yang sebenarnya.

LAMPIRAN. Interface). Dengan mengunakan GNS3 kita dapat merancang dan. mengimplementasikan jaringan mendekati keadaan yang sebenarnya. L1 LAMPIRAN Instalasi Software GNS3 GNS3 merupakan software pemodelan yang berorientasi GUI (Graphical User Interface). Dengan mengunakan GNS3 kita dapat merancang dan mengimplementasikan jaringan mendekati

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini jaringan backbone Universitas Telkom memiliki satu jalur yang terhubung dari jaringan Internasional (IX) dan jaringan Nasional (IIX). Router yang menopang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metodologi penelitian yang digunakana dalam penulisan skripsi ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Metodologi penelitian yang digunakana dalam penulisan skripsi ini adalah 34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metodologi penelitian yang digunakana dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut: 1. Pengumpulan data a. Studi Pustaka Mencari dan mengumpulkan

Lebih terperinci

Gambar 18. Koneksi Peer to Peer. Switch. Komputer B. Gambar 19. Topologi Star menggunakan 3 PC

Gambar 18. Koneksi Peer to Peer. Switch. Komputer B. Gambar 19. Topologi Star menggunakan 3 PC WORKSHOP INTERNET PROTOCOL (IP) 1. ALAT DAN BAHAN Alat dan bahan yang digunakan antara lain : 1. Switch 1 buah 2. Kabel cross-over (2 meter) 1 buah 3. Kabel straight-through @ 2 meter 3 buah 4. Komputer

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Pada simulasi ini penulis menggunakan GNS3 versi yang merupakan versi terbaru pada

LAMPIRAN. Pada simulasi ini penulis menggunakan GNS3 versi yang merupakan versi terbaru pada LAMPIRAN Hardware yang digunakan dalam simulasi: Router Version : Cisco Router 2961 Platform : Cisco Pada simulasi ini penulis menggunakan GNS3 versi 0.7.2 yang merupakan versi terbaru pada saat kami mengunduhnya

Lebih terperinci

tipe VPN yang dipakai adalah Remote Access VPN.

tipe VPN yang dipakai adalah Remote Access VPN. 162 Gambar 4.9 Tampilan Login Cisco 3640 j. Pilih menu untuk melakukan konfigurasi VPN pada Cisco SDM dengan cara mengklik menu Configure VPN Easy VPN Server Launch Easy VPN Server Wizard, dalam hal ini

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN MODEL SIMULASI

BAB III PERANCANGAN MODEL SIMULASI BAB III PERANCANGAN MODEL SIMULASI Pada Bab III akan dirancang suatu pemodelan sistem dimana metode pengamatan dibagi menjadi dua cara, yaitu dalam pencarian quality of service, yaitu delay, jitter, packetloss,

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 33 BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Bab ini membahas tentang proses setting untuk VPN pada Mikrotik dan menampilkan foto-foto hasil yang telah dikerjakan. 4.1 INSTALASI DAN PENGGUNAAN MIKROTIK 4.1.1 Prosedur

Lebih terperinci

PERCOBAAN 7 KOMUNIKASI WIRELESS MODE AD-HOC

PERCOBAAN 7 KOMUNIKASI WIRELESS MODE AD-HOC PERCOBAAN 7 KOMUNIKASI WIRELESS MODE AD-HOC A. TUJUAN 1. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja WLAN 2. Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi WLAN mode ad-hoc 3. Mahasiswa dapat menggunakan aplikasi WLAN

Lebih terperinci

KONFIGURASI CISCO ROUTER

KONFIGURASI CISCO ROUTER KONFIGURASI CISCO ROUTER Router bertugas untuk menyampaikan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya, jaringan pengirim hanya tahu bahwa tujuan jauh dari router. Dan routerlah yang mengatur mekanisme

Lebih terperinci

TUTORIAL CISCO PACKET TRACER 5

TUTORIAL CISCO PACKET TRACER 5 TUTORIAL CISCO PACKET TRACER 5 I. Pengantar Cisco Packet Tracer merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Cisco Company, bertujuan untuk melakukan simulasi jaringan komputer dan untuk melakukan monitoring

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM COMPUTER ARCHITECTURE AND ORGANIZATION. Konfigurasi Jaringan Peer to Peer dan Sharing Data / Folder Menggunakan Wireless Mode Ad Hoc

LAPORAN PRAKTIKUM COMPUTER ARCHITECTURE AND ORGANIZATION. Konfigurasi Jaringan Peer to Peer dan Sharing Data / Folder Menggunakan Wireless Mode Ad Hoc LAPORAN PRAKTIKUM COMPUTER ARCHITECTURE AND ORGANIZATION Konfigurasi Jaringan Peer to Peer dan Sharing Data / Folder Menggunakan Wireless Mode Ad Hoc Disusun Oleh: Nama : Nurliana NIM : 1790343030 Kelas

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Usulan Perancangan Untuk koneksi jaringan data center dari San Jose dan Freemont, penulis mengusulkan membuat suatu jaringan berbasis VPN-MPLS. Dengan perancangan jaringan

Lebih terperinci

KONFIGURASI JARINGAN KOMPUTER dan Pengenalan Packet Tracer

KONFIGURASI JARINGAN KOMPUTER dan Pengenalan Packet Tracer 2 KONFIGURASI JARINGAN KOMPUTER dan Pengenalan Packet Tracer Modul ini berisi cara konfigurasi perangkat yang digunakan dalam jaringan komputer. Contoh sederhana membangun jaringan komputer menggunakan

Lebih terperinci

Konfigurasi Dan Instalasi Jaringan( TCP/IP ) Di Windows Server 2003

Konfigurasi Dan Instalasi Jaringan( TCP/IP ) Di Windows Server 2003 Konfigurasi Dan Instalasi Jaringan( TCP/IP ) Di Windows Server 2003 Di sini saya akan mendeskripsikan prosedur untuk menginstal dan mengkonfigurasi TCP/IP Microsoft Windows Server 2003. Ikuti prosedur

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. terhadap hasil konfigurasi yang telah diimplementasikan. Adapun evaluasi yang

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. terhadap hasil konfigurasi yang telah diimplementasikan. Adapun evaluasi yang BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Bab ini akan membahas secara rinci mengenai langkah-langkah yang dilakukan terhadap rancangan infrastruktur yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah proses implementasi

Lebih terperinci

CISCO PACKET TRACER & SIMULASINYA

CISCO PACKET TRACER & SIMULASINYA CISCO PACKET TRACER & SIMULASINYA Packet Tracer Packet Tracer adalah sebuah software simulasi jaringan. Sebelum melakukan konfigurasi jaringan yang sesungguhnya (mengaktifkan fungsi masing-masing device

Lebih terperinci

Yama Fresdian Dwi Saputro from-engineer.blogspot.com. Pendahuluan. Lisensi Dokumen:

Yama Fresdian Dwi Saputro  from-engineer.blogspot.com. Pendahuluan. Lisensi Dokumen: Remote PC menggunakan SSH Server dan Telnet Server serta Monitoring Jaringan menggunakan Wireshark Yama Fresdian Dwi Saputro [email protected] http:// from-engineer.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh

Lebih terperinci

Resume. Pelatihan Membuat PC Router Menggunakan ClearOS. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah. Lab. Hardware

Resume. Pelatihan Membuat PC Router Menggunakan ClearOS. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah. Lab. Hardware Resume Pelatihan Membuat PC Router Menggunakan ClearOS Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Lab. Hardware Nama : Andrian Ramadhan F. NIM : 10512318 Kelas : Sistem Informasi 8 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan 2 router yang

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan 2 router yang BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Dalam sistem perancangan ini awal mula dibuat perancangan topologi jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan

Lebih terperinci

Sabtu, 29 Januari 2011 FreeBSD 2 TKJ-A Pak Rudi. 2. Tujuan Agar siswa mampu membangun PC router dengan menggunakan OS FreeBSD.

Sabtu, 29 Januari 2011 FreeBSD 2 TKJ-A Pak Rudi. 2. Tujuan Agar siswa mampu membangun PC router dengan menggunakan OS FreeBSD. Ajie Kurnia Sidik Fajar Rohmawan Inge Yulensa Putri Konigurasi PC Router dengan OS Sabtu, 29 Januari 2011 Supriyanto FreeBSD 2 TKJ-A Pak Rudi Diagnosa LAN Pak Antoni 1. Pendahuluan PC Router adalah sebuah

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 47 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1. Spesifikasi Sistem 4.1.1. Perangkat Keras Perangkat keras atau hardware terpenting yang dipakai untuk membuat perubahan pada topologi jaringan SMA St. Kristoforus

Lebih terperinci

Mengeset IP Address Switch DLINK DES 3526 Oleh Happy Chandraleka (a.k.a. ÇäkrabiRâwÄ)

Mengeset IP Address Switch DLINK DES 3526 Oleh Happy Chandraleka (a.k.a. ÇäkrabiRâwÄ) Mengeset IP Address Switch DLINK DES 3526 Oleh Happy Chandraleka (a.k.a. ÇäkrabiRâwÄ) [email protected] Switch merupakan suatu perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan banyak komputer ke

Lebih terperinci

Manual Book SID-SEKOLAH Manual Book SID-SEKOLAH

Manual Book SID-SEKOLAH  Manual Book SID-SEKOLAH I. INSTALLASI JARINGAN Proses untuk menginstallasi jaringan pada komputer anda. Sebelum melakukan installasi anda harus mempersiapkan dulu satu komputer yang akan digunakan untuk server atau sebagai Central

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN UJI COBA

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN UJI COBA BAB 4 IMPLEMENTASI DAN UJI COBA 4.1 Pengenalan Software Sebelum Simulasi 4.1.1 Packet Tracer Uji coba dan simulasi dilakukan dengan menggunakan Packet Tracer v5.3.3. Berikut ini merupakan tampilan awal

Lebih terperinci

PENGATURAN BANDWIDTH DI PT. IFORTE SOLUSI INFOTEK DENGAN MIKROTIK ROUTER BOARD 951Ui-2HnD

PENGATURAN BANDWIDTH DI PT. IFORTE SOLUSI INFOTEK DENGAN MIKROTIK ROUTER BOARD 951Ui-2HnD BAB IV PENGATURAN BANDWIDTH DI PT. IFORTE SOLUSI INFOTEK DENGAN MIKROTIK ROUTER BOARD 951Ui-2HnD 4.1 Menginstal Aplikasi WinBox Sebelum memulai mengkonfigurasi Mikrotik, pastikan PC sudah terinstal aplikasi

Lebih terperinci

Biznet GIO Cloud Membangun VPN Client to Site

Biznet GIO Cloud Membangun VPN Client to Site Biznet GIO Cloud Membangun VPN Client to Site Biznet GIO all right reserved 1 of 12 Pendahuluan Panduan ini akan membantu anda untuk membangun koneksi VPN client to site menggunakan Biznet GIO Cloud. Panduan

Lebih terperinci

Packet Tracer. Cara menjalankan Packet Tracer : 1. Install Source Program 2. Klik Menu Packet Tracer. Packet. Simulasi

Packet Tracer. Cara menjalankan Packet Tracer : 1. Install Source Program 2. Klik Menu Packet Tracer. Packet. Simulasi Packet Tracer Packet Tracer adalah sebuah software simulasi jaringan. Sebelum melakukan konfigurasi jaringan yang sesungguhnya (mengaktifkan fungsi masing-masing device hardware) terlebih dahulu dilakukan

Lebih terperinci

A. INSTALLASI SOFTWARE

A. INSTALLASI SOFTWARE A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM 3. Pilih Next 4. Pilih direktori tempat penyimpanan lalu tekan, Lanjut 2. Next untuk melanjutkan 5. Pilih Typical, Next B. LOGIN PROGRAM 1.

Lebih terperinci

MODUL III Membuat Server HTTP Pada Jaringan

MODUL III Membuat Server HTTP Pada Jaringan MODUL III Membuat Server HTTP Pada Jaringan PERSIAPAN Persiapan simulasi server HTTP dalam contoh ini adalah dengan menggunakan 1 buah workstation dan 1 server yang terhubung langsung dengan kabel --tipe

Lebih terperinci

4. Pilih direktori tempat penyimpanan lalu klik Lanjut. A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM

4. Pilih direktori tempat penyimpanan lalu klik Lanjut. A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM 4. Pilih direktori tempat penyimpanan lalu klik Lanjut 2. Lanjut untuk melanjutkan 5. Centangi 2 opsi seperti pada gambar, klik Lanjut 3. Pilih

Lebih terperinci

SI IMPLEMENTASI VPN SERVER PADA WINDOWS 7

SI IMPLEMENTASI VPN SERVER PADA WINDOWS 7 SI-34-03 IMPLEMENTASI VPN SERVER PADA WINDOWS 7 0 Daftar Isi A. Apa itu VPN?... 2 B. Cara Kerja VPN... 2 C. Kelebihan dan Kekurangan VPN... 3 D. Manfaat menggunakan VPN... 3 E. Implementasi VPN... 4 a.

Lebih terperinci

PRAKTIKUM VII SHARING DATA,SHARING CD ROM/HARDISK, PRINT SERVER

PRAKTIKUM VII SHARING DATA,SHARING CD ROM/HARDISK, PRINT SERVER PRAKTIKUM VII SHARING DATA,SHARING CD ROM/HARDISK, PRINT SERVER A. DASAR TEORI Sharing adalah salah satu fasilitas dalam jaringan yang sangat membantu dalam pengoperasian jaringan. Kita dapat membagi file

Lebih terperinci

MEMBUAT JARINGAN INTERNET GATEWAY UNTUK JARINGAN WIRED DAN WIRELESS MENGGUNAKAN MIKROTIK 750RB DAN ACCESSPOINT TP-LINK TL-WA801ND

MEMBUAT JARINGAN INTERNET GATEWAY UNTUK JARINGAN WIRED DAN WIRELESS MENGGUNAKAN MIKROTIK 750RB DAN ACCESSPOINT TP-LINK TL-WA801ND SERIAL TUTORIAL MEMBUAT JARINGAN INTERNET GATEWAY UNTUK JARINGAN WIRED DAN WIRELESS MENGGUNAKAN MIKROTIK 750RB DAN ACCESSPOINT TP-LINK TL-WA801ND Dibuat untuk Bahan Ajar Kelas X Teknik Komputer dan Jaringan

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dapat mengimplementasikan rancangan ini secara langsung, maka digunakan simulator

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dapat mengimplementasikan rancangan ini secara langsung, maka digunakan simulator BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Dikarenakan biaya, waktu dan tempat yang tidak memungkinkan untuk dapat mengimplementasikan rancangan ini secara langsung, maka digunakan simulator untuk menjalankan rancangan

Lebih terperinci

ANALISIS PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER

ANALISIS PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER ANALISIS PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER KELOMPOK 7: EKA PARAMITA PUTRI / 1102652 RIZKY SHANDIKA P / 1102656 FUTHY PRATIWI / 1102632 YUMN JAMILAH / 1102637 M. RAHIMAL / 1102638 BONIMUL CHANDRA / 1102650

Lebih terperinci

PRAKTIKUM KONEKSI JARINGAN MEDIA KABEL DAN WIFI LAPORAN. OLEH : SHOFIYATUN NAJAH NIM Offering E

PRAKTIKUM KONEKSI JARINGAN MEDIA KABEL DAN WIFI LAPORAN. OLEH : SHOFIYATUN NAJAH NIM Offering E PRAKTIKUM KONEKSI JARINGAN MEDIA KABEL DAN WIFI LAPORAN Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Praktikum Komunikasi Data dan Jaringan Komputer OLEH : SHOFIYATUN NAJAH NIM. 209533424878 Offering E UNIVERSITAS

Lebih terperinci

A. INSTALLASI SOFTWARE

A. INSTALLASI SOFTWARE A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM 4. Isikan username dan Organization, Next 2. Next untuk melanjutkan 5. Pilih Typical, Next 3. Pilih I accept the terms in the licence agrement,

Lebih terperinci

BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI

BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI 80 BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, solusi yang diberikan untuk menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi oleh PT. Solusi Corporindo Teknologi adalah

Lebih terperinci

KONFIGURASI KONEKSI DATA DIREKTORI LABORATORIUM DENGAN LOCAL AREA NETWORK

KONFIGURASI KONEKSI DATA DIREKTORI LABORATORIUM DENGAN LOCAL AREA NETWORK KONFIGURASI KONEKSI DATA DIREKTORI LABORATORIUM DENGAN LOCAL AREA NETWORK Aplikasi Dirlab diharapkan disetting dalam jaringan; karena tujuan dari pengembangan aplikasi ini adalah untuk memungkinkan pengguna

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN DINAS PENDIDIKAN NASIONAL SMK NEGERI 2 SEKAYU TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012

PEMERINTAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN DINAS PENDIDIKAN NASIONAL SMK NEGERI 2 SEKAYU TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012 D I S U S U N OLEH: Nama : Sholahuddin Al-Ayubi Kelas : XI TKJ Guru Pembimbing : Nopi Eko Hermansyah, ST. MT PEMERINTAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN DINAS PENDIDIKAN NASIONAL SMK NEGERI 2 SEKAYU TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

Integrasi Jaringan Simulasi pada GNS3 dengan Jaringan Nyata

Integrasi Jaringan Simulasi pada GNS3 dengan Jaringan Nyata Integrasi Jaringan Simulasi pada GNS3 dengan Jaringan Nyata Oleh: Harnan Malik Abdullah ([email protected]) Program Vokasi Universitas Brawijaya November 2017 GNS3 merupakan simulator jaringan komputer

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM Perancangan Topologi Jaringan Komputer VPN bebasis L2TP dan IPSec

PERANCANGAN SISTEM Perancangan Topologi Jaringan Komputer VPN bebasis L2TP dan IPSec BAB 4. PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan menjelaskan tahap perancangan sistem Virtual Private Network (VPN) site-to-site berbasis L2TP ( Layer 2 Tunneling Protocol) dan IPSec (Internet Protocol Security),

Lebih terperinci

PETUNJUK PEMAKAIAN SOFTWARE

PETUNJUK PEMAKAIAN SOFTWARE PETUNJUK PEMAKAIAN SOFTWARE I. INSTALLASI JARINGAN Proses untuk menginstallasi jaringan pada komputer anda. Sebelum melakukan installasi anda harus mempersiapkan dulu satu komputer yang akan digunakan

Lebih terperinci

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

A. TUJUAN PEMBELAJARAN A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami dan mampu melakukan konfigurasi jaringan wireless menggunakan router wireless atau access point (AP). 2. Memahami dan mampu melakukan konfigurasi jaringan wireless menggunakan

Lebih terperinci

Modul Cisco Packet Tracer

Modul Cisco Packet Tracer Modul Cisco Packet Tracer A. Tujuan Percobaan 1. Praktikan dapat mengetahui fitur-fitur yang ada di Packet Tracer. 2. Praktikan dapat mengetahui macam-macam perangkat jaringan. 3. Praktikan dapat mengetahui

Lebih terperinci

VPN (Virtual Private Network)

VPN (Virtual Private Network) VPN (Virtual Private Network) VPN merupakan metode untuk membangun jaringan yang menghubungkan antar node jaringan secara aman / terenkripsi dengan memanfaatkan jaringan publik (Internet / WAN). Beberapa

Lebih terperinci

BAB I. Pendahuluan. 1. Latar belakang

BAB I. Pendahuluan. 1. Latar belakang BAB I Pendahuluan 1. Latar belakang Perkembangan teknologi terus mengalami kemajuan dan peningkatan, terutama dalam bidang teknologi informasi dan telekomunikasi yang berhubungan erat dengan jaringan komputer.

Lebih terperinci

TUTORIAL SETTING MIKROTIK UNTUK SETTING IP, DHCP, GATEWAY, DNS.

TUTORIAL SETTING MIKROTIK UNTUK SETTING IP, DHCP, GATEWAY, DNS. TUTORIAL SETTING MIKROTIK UNTUK SETTING IP, DHCP, GATEWAY, DNS. Pertama-tama kita cek hardware dulu. Disini kita akan memberi PC Mikrotik dengan 2 network adapter. Network Adapter I sebagai NAT untuk ke

Lebih terperinci

RIP dan Static Routing

RIP dan Static Routing MODUL PRAKTIKUM RIP dan Static Routing A. Uraian Materi A.1 Komponen-komponen dari Router 1. CPU (Central Processing Unit) Berfungsi untuk mengeksekusi instruksi pada Operating System. Fungsi yang lain

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Seiring dengan kemajuan teknologi, komunikasi data yang terintegrasi menjadi kebutuhan bagi perusahaan, apalagi perusahaan yang mempunyai cabang di lokasi yang berbeda

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI 3.1 Metodologi (Diagram alir kerangka berpikir) Gambar 3.1

BAB III METODOLOGI 3.1 Metodologi (Diagram alir kerangka berpikir) Gambar 3.1 BAB III METODOLOGI 3.1 Metodologi (Diagram alir kerangka berpikir) Gambar 3.1 Metodologi Pada tahap awal dilakukan pengumpulan data dan informasi untuk mengetahui lebih dalam mengenai sistem jaringan yang

Lebih terperinci

Manual Book SID-KOPERASI Manual Book SID-KOPERASI

Manual Book SID-KOPERASI  Manual Book SID-KOPERASI Manual Book SIDKOPERASI wwwsoftwareidcom Manual Book SIDKOPERASI wwwsoftwareidcom I INSTALLASI JARINGAN Proses untuk menginstallasi jaringan pada komputer anda Sebelum melakukan installasi anda harus mempersiapkan

Lebih terperinci

Gambar 4-1 Login ke dalam interface Cisco ASDM

Gambar 4-1 Login ke dalam interface Cisco ASDM BAB 4. IMPLEMENTASI Pada bab sebelumnya telah dijelaskan mengenai analisis masalah, analisis kebutuhan, analisis user, dan analis jaringan sebelum implementasi VPN. Juga telah dijelaskan mengenai pengujian

Lebih terperinci

Perbandingan Cara Sharing File/Folder Pada Windows 7 dan Windows XP

Perbandingan Cara Sharing File/Folder Pada Windows 7 dan Windows XP Perbandingan Cara Sharing File/Folder Pada Windows 7 dan Windows XP Ketika sebuah komputer terhubung dengan sebuah jaringan, berbagi fasilitas yang ada sangatlah berguna, baik itu berupa file, dokumen,

Lebih terperinci

PENGANTAR LAN (LOCAL AREA NETWORK)

PENGANTAR LAN (LOCAL AREA NETWORK) 6 PENGANTAR LAN (LOCAL AREA NETWORK) LABORATORIUM LANJUT SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS GUNADARMA PERTEMUAN VI PENGANTAR LAN (LOCAL AREA NETWORK) I. Tujuan Praktikum : Memahami dasar

Lebih terperinci

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Routing Static

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Routing Static Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Routing Static Nama : Ria Permata Sari NIM : 1107020 Prodi : Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang 2013 A. TUJUAN

Lebih terperinci

Manual Book SID-RETAIL Pro Manual Book SID-RETAIL Pro

Manual Book SID-RETAIL Pro  Manual Book SID-RETAIL Pro Manual Book SID-RETAIL Pro wwwsoftware-idcom Manual Book SID-RETAIL Pro wwwsoftware-idcom I INSTALLASI JARINGAN Proses untuk menginstallasi jaringan pada komputer anda Sebelum melakukan installasi anda

Lebih terperinci

JARINGAN INTERNET DENGAN ROTER CISCO MENGGUNAKAN GNS3. Bismillah hirrohmani rohim

JARINGAN INTERNET DENGAN ROTER CISCO MENGGUNAKAN GNS3. Bismillah hirrohmani rohim JARINGAN INTERNET DENGAN ROTER CISCO MENGGUNAKAN GNS3 Bismillah hirrohmani rohim Outside Inside 10.10.10.3/24 Konfigurasi Jaringan Internet menggunakan Ruter Cisco, pertama pastikan komputer sudah terhubung

Lebih terperinci

RESUME JARINGAN KOMPUTER

RESUME JARINGAN KOMPUTER RESUME JARINGAN KOMPUTER Jaringan komputer merupakan kumpulan dari beberapa komputer yang dihubungkan satu dengan lainnya dengan menggunakan protocol komunikasi. Prisip dasar jaringan komputer adalah terjadinya

Lebih terperinci

MODUL 3 PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN. DHCP Server. Oleh: Nani Setyo Wulan S.Pd. Nelyetti S.Kom.

MODUL 3 PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN. DHCP Server. Oleh: Nani Setyo Wulan S.Pd. Nelyetti S.Kom. MODUL 3 PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN DHCP Server Oleh: Nani Setyo Wulan S.Pd. Nelyetti S.Kom. JURUSAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN PERSIAPAN AKADEMI KOMUNITAS SOLOK SELATAN PDD POLITEKNIK NEGERI PADANG

Lebih terperinci

Laporan Praktikum Keempat

Laporan Praktikum Keempat Agung Hartono 1341177004191 Judul Percobaan: JARINGAN dan APLIKASI PACKET TRACER Dasar Teori: A. Jaringan Jaringan Komputer (Computer Network) dapat diartikan sebagai dua buah komputer atau lebih yang

Lebih terperinci

Membuat Koneksi Wireless Antar Laptop

Membuat Koneksi Wireless Antar Laptop Membuat Koneksi Wireless Antar Laptop Jaringan komputer adalah kumpulan dari sejumlah perangkat berupa komputer, hub, switch, router, atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media

Lebih terperinci

DISKRIPSI KERJA PRAKTIK. konfigurasi pada jaringan yang telah diterapkan. Topologi yang digunakan dalam

DISKRIPSI KERJA PRAKTIK. konfigurasi pada jaringan yang telah diterapkan. Topologi yang digunakan dalam BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK DISKRIPSI KERJA PRAKTIK Bab ini akan membahas tentang bagaimana proses instalasi dan konfigurasi pada jaringan yang telah diterapkan. Topologi yang digunakan dalam proses

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan suatu tahapan yang berusaha untuk menguraikan pembahasan pada penelitian yang akan dilakukan. Tahapan ini merupakan dasar

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER

PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER LABORATORIUM TELEMATIKA PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI

Lebih terperinci

MODUL 5 ACCESS CONTROL LIST

MODUL 5 ACCESS CONTROL LIST MODUL 5 ACCESS CONTROL LIST TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mahasiswa mampu memahami aplikasi access-list. 2. Mahasiswa mampu mengkonfigurasi access-list dengan Cisco Router 3. Mahasiswa mampu menerapkan access-list

Lebih terperinci

TUTORIAL SOFTWARE SIMULASI JARINGAN KOMPUTER PACKET TRACER 5.0 (DILENGKAPI DENGAN CD PROGRAM DAN VIDEO TUTORIAL)

TUTORIAL SOFTWARE SIMULASI JARINGAN KOMPUTER PACKET TRACER 5.0 (DILENGKAPI DENGAN CD PROGRAM DAN VIDEO TUTORIAL) TUTORIAL SOFTWARE SIMULASI JARINGAN KOMPUTER PACKET TRACER 5.0 (DILENGKAPI DENGAN CD PROGRAM DAN VIDEO TUTORIAL) SEMESTER GENAP 2011/2012 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Lebih terperinci

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL II FILE SHARING DAN PRINT SERVER

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL II FILE SHARING DAN PRINT SERVER PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL II FILE SHARING DAN PRINT SERVER A. TUJUAN PRAK TIKUM Memahami cara pembuatan jaringan Local Area Network (LAN) Memahami cara menjalankan perintah ping

Lebih terperinci

SIMULASI ROUTING PROTOKOL BERBASIS DISTANCE VECTOR MENGGUNAKAN GNS3 VERSI 0.8.

SIMULASI ROUTING PROTOKOL BERBASIS DISTANCE VECTOR MENGGUNAKAN GNS3 VERSI 0.8. SIMULASI ROUTING PROTOKOL BERBASIS DISTANCE VECTOR MENGGUNAKAN GNS3 VERSI 0.8. Ade Nurhayati & Adam Pangestu Akademi Teknik Telekomunikasi Sandhy Putra Jakarta Jalan Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat 11710

Lebih terperinci

MEMBUAT JARINGAN WIFI ACCESS POINT-REPEATER WDS MENGGUNAKAN TP-LINK TL-WA801ND

MEMBUAT JARINGAN WIFI ACCESS POINT-REPEATER WDS MENGGUNAKAN TP-LINK TL-WA801ND SERIAL TUTORIAL MEMBUAT JARINGAN WIFI ACCESS POINT-REPEATER WDS MENGGUNAKAN TP-LINK TL-WA801ND Dibuat untuk Bahan Ajar kkelas XI Teknik Komputer dan Jaringan pada Mata Diklat Melakukan Perbaikan dan Setting

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT Bab ini akan membahas tentang pengujian dan simulasi alat pengendali pintu dan kamera yang menggunakan perangkat yang telah di sebutkan pada bab sebelumnya. Terdapat pengujian

Lebih terperinci

2 ) menggunakan simulator untuk mensimulasikan Routing & konfigurasi sebenarnya. 4 ) Mampu mengkonfigurasi Routing Dynamic RIP,EIGRP, OSPF

2 ) menggunakan simulator untuk mensimulasikan Routing & konfigurasi sebenarnya. 4 ) Mampu mengkonfigurasi Routing Dynamic RIP,EIGRP, OSPF Modul 4 Praktikkum Routing Tujuan Praktikkum : 1 ) Memahami konsep Routing dan Router 2 ) menggunakan simulator untuk mensimulasikan Routing & konfigurasi sebenarnya 3 ) Mampu mengkonfigurasi Routing Statis

Lebih terperinci

Bertukar Data dengan Wireless LAN

Bertukar Data dengan Wireless LAN Bertukar Data dengan Wireless LAN Tedy Tirtawidjaja, S.T 25 Desember 2007 Tulisan ini saya buat setelah mencoba bertukar data dengan rekan saya, kami menggunakan notebook yang sama-sama dilengkapi dengan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM Pada bab ini akan dilakukan implementasi dan pengujian terhadap sistem siteto-site VPN yang dibangun. Implementasi dilakukan berdasarkan analisis dan perancangan

Lebih terperinci

I. INSTALLASI SOFTWARE

I. INSTALLASI SOFTWARE I. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM 4. Isikan username dan Organization, Next 2. Next untuk melanjutkan 5. Pilih Typical, Next 3. Pilih I accept the terms in the licence agrement,

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. B. Pengenalan Cisco Router

METODE PENELITIAN. B. Pengenalan Cisco Router PENDAHULUAN Di suatu instansi atau perusahaan pastinya banyak sekelompok orang yang menghendaki pengambilan data secara illegal ataupun perusakan jaringan pada perusahaan tertentu. Oleh karena itu dibutuhkan

Lebih terperinci

A. INSTALLASI SOFTWARE

A. INSTALLASI SOFTWARE A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM 3. Centangi Buat Icon Di Desktop, Lanjut 2. Lanjuta untuk melanjutkan 4. Install untuk melanjutkan 5. Klik Install 7. Klik Launch The Program,

Lebih terperinci

Modul Pelatihan Routing dengan Cisco NCC Teknik Informatika ITS

Modul Pelatihan Routing dengan Cisco NCC Teknik Informatika ITS Modul Pelatihan Routing dengan Cisco Router @Laboratorium NCC Teknik Informatika ITS Oleh: Baskoro Adi Pratomo 5109201005 Hudan Studiawan 5109201038 Dosen: Prof. Ir. Supeno Djanali, M.Sc, Ph.D Ir. Muchammad

Lebih terperinci

MODUL 3 JARINGAN DAN APLIKASI

MODUL 3 JARINGAN DAN APLIKASI MODUL 3 JARINGAN DAN APLIKASI 1. Tujuan - Mahasiswa dapat mengenal Jaringan - Mahasiswa dapat mengenal Aplikasi dalam Jaringan 2. Teori Singkat a. Jaringan Jaringan komputer dapat diartikan sebagai dua

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS SISTEM. dan juga merupakan langkah persiapan menuju ke tahap perancangan

BAB III ANALISIS SISTEM. dan juga merupakan langkah persiapan menuju ke tahap perancangan BAB III ANALISIS SISTEM Analisa sistem merupakan penguraian dari suatu sistem yang utuh ke dalam bagian-bagian dari komponen dengan maksud untuk melakukan identifikasi dan evaluasi permasalahan, kesempatan,

Lebih terperinci

INSTALASI ACTIVE DIRECTORY

INSTALASI ACTIVE DIRECTORY INSTALASI ACTIVE DIRECTORY Pendahuluan Microsoft Windows Server 2003 tidak akan bekerja maksimal apabila Active Directory belum diinstalasi. Semua yang berhubungan dengan services dan domain ada dalam

Lebih terperinci

BAB IV CISCO PACKET TRACER

BAB IV CISCO PACKET TRACER BAB IV CISCO PACKET TRACER 4.1 Pendahuluan 4.1.1 Cisco Packet Tracer Cisco Packet Tracer merupakan sebuah alat pembantu atau bisa disebut simulator untuk alat alat jaringan Cisco. Cisco Packet Tracer biasanya

Lebih terperinci

Setelah itu itu kita setting IP server DHCP secara static seperti gambar ini

Setelah itu itu kita setting IP server DHCP secara static seperti gambar ini Setting DHCP,DNS dan web server di Packet Tracer Ok langsung aja yang pertama kita buat topologi seperti gambar ini Dengan ketentuan & Spesifikasi SBB : Untuk IP DHCP : 192.168.1.1/24 Untuk IP DNS : 192.168.1.254/24

Lebih terperinci

Manual Book SID RENTAL BUKU, by Manual Book SID RENTAL BUKU, by

Manual Book SID RENTAL BUKU, by  Manual Book SID RENTAL BUKU, by ! "# $%& & & ' (%& ") * +)& +)# &, ) - '. / + + / &,! ' )# * 0 ) 0 &, ' / 1 % # 2"" #!3! + ) /. & -+ # . ' +!. + +!.$$% /!. / /..!.. /& $ + 456 1&$% / 1$$%&,%! ( / -! ) + + $$%&$' +# 7 7 8 8 9 4*) ' :.1%

Lebih terperinci

Extended Access List untuk Mengendalikan Trafik Jaringan

Extended Access List untuk Mengendalikan Trafik Jaringan Extended Access List untuk Mengendalikan Trafik Jaringan Hari Antoni Musril #1 # Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Bukittinggi 1 [email protected]

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER

PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER LABORATORIUM TELEMATIKA PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI

Lebih terperinci

Ad-Hoc. Dalam segi keamanan, jaringan ad-hoc dapat di konfigurasi tanpa password (open) atau menggunakan 2 metode yaitu WEP dan WPA.

Ad-Hoc. Dalam segi keamanan, jaringan ad-hoc dapat di konfigurasi tanpa password (open) atau menggunakan 2 metode yaitu WEP dan WPA. Ad-Hoc Jaringan Ad-hoc adalah salah satu jenis dari Wireless Local Area Network (WLAN) yang terdiri dari sekumpulan node-node yang berkomunikasi satu sama lain secara langsung tanpa melibatkan node perantara

Lebih terperinci

A. INSTALLASI SOFTWARE

A. INSTALLASI SOFTWARE A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM 4. Isikan username dan Organization, Next 2. Next untuk melanjutkan 5. Pilih Typical, Next 3. Pilih I accept the terms in the licence agrement,

Lebih terperinci

INSTALASI DAN KONFIGURASI DASAR PC-ROUTER DENGAN LINUX REDHAT 9.0

INSTALASI DAN KONFIGURASI DASAR PC-ROUTER DENGAN LINUX REDHAT 9.0 MODUL PRAKTIKUM INSTALASI DAN KONFIGURASI DASAR PC-ROUTER DENGAN LINUX REDHAT 9.0 Pendahuluan Routing adalah cara bagaimana suatu trafik atau lalu lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan

Lebih terperinci

XI. R O U T I N G. Rancangan konfigurasi/topologi jaringan sangat membantu dalam melakukan routing setup.

XI. R O U T I N G. Rancangan konfigurasi/topologi jaringan sangat membantu dalam melakukan routing setup. XI. R O U T I N G Router berfungsi sebagai pemandu lintasan transmisi data dari Transmitter ke Receiver, bisa berbentuk PC yang dilengkapi dengan software Winroute/ Wingate dan bisa pula berbentuk perangkat

Lebih terperinci

Written by mangthjik riche Wednesday, 05 August :01 - Last Updated Monday, 31 August :17

Written by mangthjik riche Wednesday, 05 August :01 - Last Updated Monday, 31 August :17 Microsoft Windows Server 2003 tidak akan bekerja maksimal apabila Active Directory belum diinstalasi. Semua yang berhubungan dengan services dan domain ada dalam Active Directory ini. Jadi apabila Anda

Lebih terperinci

BAB III TUGAS PENDAHULUAN

BAB III TUGAS PENDAHULUAN NAMA : M. ANANG SETIAWAN NRP : 11041110060 TUGAS PENDAHULUAN PRAK. JARKOM BAB III TUGAS PENDAHULUAN 1. Jelaskan bagaimana cara mensetting Startup Config pada Intermediate device! 2. Apakah perbedaan memory

Lebih terperinci

BAB 4 PERANCANGAN, TES DAN EVALUASI. PT. Buana Centra Swakarsa adalah dengan menggunakan teknologi Virtual Private

BAB 4 PERANCANGAN, TES DAN EVALUASI. PT. Buana Centra Swakarsa adalah dengan menggunakan teknologi Virtual Private BAB 4 PERANCANGAN, TES DAN EVALUASI Pada bab sebelumnya telah ditetapkan pemecahan permasalahan yang dihadapi PT. Buana Centra Swakarsa adalah dengan menggunakan teknologi Virtual Private Network (VPN).

Lebih terperinci