BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM"

Transkripsi

1 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perencanaan Tahap perencanaan merupakan tahap awal dan menjadi pedoman awal dalam membangun sistem pakar. Tahap perencanaan sistem pakar terdiri dari tiga langkah yaitu penilaian kelayakan, spesifikasi kebutuhan, dan penggambaran fungsi awal sistem Penilaian Kelayakan Penilaian kelayakan dilakukan sebagai bahan pertimbangan apakah sistem pakar yang akan dibangun layak dan dibutuhkan. Penilaian kelayakan dilakukan terhadap dua hal yaitu kelayakan teknik dan kelayakan operasi. a. Kelayakan Teknik Kelayakan teknik dilakukan dalam dua hal yaitu ketersediaan teknologi dan ketersediaan ahli. Ketersediaan teknologi dalam penelitian sistem pakar ini yaitu teknologi android. Sistem pakar ini akan dibangun menggunakan bahasa pemrograman Java dengan library android dengan bantuan IDE Eclipse Kepler sebagai emulator dalam pembuatan sistem ini dan database SQLite sebagai basis data. Ketersediaan ahli yang dimaksud dalam hal ini yaitu seorang ahli yang akan menjadi narasumber dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan. Narasumber dalam penelitian ini yaitu seorang ahli dalam ilmu teratologi yang juga berprofesi sebagai dosen Universitas Bengkulu yaitu Dr. Aceng Ruyani, M.S. 57

2 b. Kelayakan Operasi Penilaian kelayakan operasi dilakukan untuk mengukur apakah sistem pakar nantinya dapat dioperasikan dengan baik atau tidak oleh user maupun pakar. Adapun pertimbangan kelayakan operasi adalah sebagai berikut: 1. Kemampuan dari pengguna sistem (user) Untuk pengguna sistem yang merupakan user, sistem pakar yang akan dibangun menggunakan format tanya jawab kepada user selama konsultasi berlangsung. User hanya menjawab berdasarkan gejala yang ditunjukkan di sistem. Jadi user tidak akan mengalami kesulitan dalam pengoperasikan untuk melakukan konsultasi pada sistem nantinya. 2. Kemampuan sistem untuk menghasilkan informasi Sistem pakar akan memberikan informasi berupa hasil diagnosa dari proses konsultasi yang telah dilakukan. Dalam hasil diagnosa yang diberikan sistem, terdapat penjelasan mengenai kemungkinan cacat yang akan terjadi dan penyebab-penyebabnya. 3. Kemampuan untuk pengendalian sistem Sistem pakar ini mengadopsi kemampuan atau pengetahuan seorang pakar secara langsung. Sehingga sistem pakar ini memiliki kemampuan pengendalian sistem untuk menjamin kebenaran pengetahuan dan hasil diagnosa yang hasilkan. 4. Efisiensi sistem Sistem pakar dibangun dengan memanfaatkan sumber-sumber daya secara optimal, yaitu ahli (pakar) dan ketersediaan teknologi yang ada sesuai dengan kebutuhan sistem dan kemampuan peneliti. 58

3 4.1.2 Spesifikasi Kebutuhan Ada beberapa hal yang merupakan spesifikasi kebutuhan dari sistem pakar ini, yaitu sebagai berikut: a. Informasi yang akan diberikan merupakan informasi tentang jenis cacat lahir yang tampak oleh kasat mata (cacat lahir morfologi) dan agenagen teratogen yang menyebabkan cacat lahir. b. Sistem pakar akan menyediakan layanan konsultasi berupa tanya jawab untuk menghasilkan suatu diagnosa awal terhadap gejala-gejala yang dirasakan oleh pengguna sistem. c. User dari sistem pakar ini adalah masyarakat umum khususnya pasangan muda yang akan merencanakan kehamilan. User dapat melakukan konsultasi atau hanya ingin mengetahui informasi mengenai cacat lahir ataupun penyebab cacat lahir. d. Perangkat keras yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem ini yaitu satu unit laptop dan smartphone android. Sedangkan perangkat lunak yang digunakan adalah sistem operasi Windows XP, IDE Eclipse Kepler, Microsoft Office Visio 2003 untuk perancangan antarmuka, dan Astah Community untuk perancangan UML Penggambaran Fungsi Awal Sistem Sistem pakar berbasis android untuk diagnosa cacat lahir membantu user mengetahui lebih awal diagnosa dari gejala-gejala atau agen teratogen yang menyebabkan cacat lahir. Pada fungsi konsultasi, sistem akan menyajikan pertanyaan kemudian user menjawab dengan memilih ya atau tidak. 59

4 Setelah menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh sistem, user akan mendapatkan hasil berupa diagnosa cacat lahir berdasarkan konsultasi yang telah dilakukan beserta penjelasan. Penggambaran fungsi awal sistem ini digambarkan pada Gambar 4.1. MULAI Pilih Menu Input Jawaban Jawaban = YA TIDAK Konsultasi YA Pertanyaan Konsultasi YA Pertanyaan Yang Tidak Ada Kaitannya Dengan Pertanyaan Sebelumnya Kesimpulan TIDAK Pertanyaan Yang Ada Kaitannya Dengan Pertanyaan Sebelumnya Daftar Cacat Lahir YA Pilih Cacat Lahir Penjelasan Cacat Lahir TIDAK TIDAK Daftar Agen Teratogen YA Pilih Agen Teratogen Penjelasan Agen Teratogen TIDAK Periode Sensitif Kehamilan YA Informasi Periode Sensitif Kehamilan TIDAK Bantuan YA Informasi Bantuan TIDAK Tentang YA Informasi Tentang TIDAK Keluar YA SELESAI Gambar 4.1 Flowchart Sistem Pakar 60

5 4.2 Definisi Pengetahuan Definisi pengetahuan adalah tahap yang dilakukan guna mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkan oleh sistem. Data yang diperoleh dalam tahap ini akan menentukan pengolahan data dalam tahap selanjutnya. Dalam tahap definisi pengetahuan, terdapat dua langkah yang dilakukan yaitu proses identifikasi dan seleksi sumber pengetahuan dan proses akuisisi, analisis dan ekstraksi pengetahuan Proses Identifikasi dan Seleksi Sumber Pengetahuan Pengetahuan yang diperoleh untuk membangun sistem pakar ini adalah pengetahuan tentang cacat lahir. Pengetahuan tersebut mengenai informasi cacat lahir dan agen teratogen penyebab cacat lahir Proses Akuisis, Analisis, dan Ekstraksi Pengetahuan Proses akuisisi, analisis, dan ekstraksi pengetahuan merupakan tahapan bagaimana mendapatkan pengetahuan dan menganalisis pengetahuan tersebut sehingga mendapatkan pengetahuan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan sistem. Pengetahuan yang diperlukan oleh sistem diperoleh dengan cara melakukan wawancara tidak terstruktur kepada pakar secara langsung. Wawancara yang dilakukan untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam sistem. Hasil wawancara dapat dilihat pada Lampiran C. Selama proses wawancara, pakar memberikan data dan informasi yang dibutuhkan oleh sistem kemudian dilakukan analisis data berdasarkan literatur-literatur yang ada. Berikut ini hasil analisis data yang diperoleh dari pakar dan disesuaikan dengan literatur.\ 61

6 a. Cacat Lahir Cacat lahir yang menjadi data dalam sistem pakar ini yaitu cacat lahir yang hanya tampak oleh kasat mata atau cacat yang hanya mengenai bagian morfologi manusia saja, tidak menampilkan cacat lahir anatomi. Cacat lahir ini adalah cacat lahir yang disebabkan oleh agen teratogen. Adapun cacat lahir berdasarkan hasil analisis pustaka dan wawancara dengan pakar Dr. Aceng Ruyani, M.S terdapat pada Tabel 4.1. Tabel 4.1 Cacat Lahir Kode Cacat Lahir C1 Chorioretinitis C2 Mikrosefalus C3 Hidrosefalus C4 Fetal Alcohol Syndrom C5 Spina Bifida C6 Labioschisis C7 Phocomelia C8 Sirenomelia b. Agen Teratogen Penyebab Cacat Lahir Adapun agen teratogen yang menyebabkan cacat lahir pada sistem ini berdasarkan hasil wawancara, analisis pustaka, dan analisis dengan pakar Dr. Aceng Ruyani, M.S terdapat pada Tabel 4.2. Tabel 4.2 Agen Teratogen Penyebab Cacat Lahir Kode Agen Teratogen Penyebab Cacat Lahir A1 Parasit Toxoplasmosis A2 Virus Cytomegalovirus A3 Virus Varisela Zoster A4 Obat Klorokuin A5 Hipertermia A6 Radiasi Ion A7 Virus Herpes Simplex A8 Virus Rubella A9 Bakteri Sifilis A10 Obat Retinoid A11 Alkohol 62

7 Kode Agen Teratogen Penyebab Cacat Lahir A12 Tembakau A13 Obat Asam Valproat A14 Kokain A15 Obat Ibuprofen A16 Obat Phenytoin A17 Merkuri A18 Kekurangan Asam Folat A19 Kekurangan Vitamin B 6 A20 Obat Thalidomide A21 Penyakit Diabetes Melitus A22 HIV A23 Obat Sitostika c. Hubungan Cacat Lahir dan Agen Teratogen Basis pengetahuan berupa hubungan atau keterkaitan antara cacat lahir dan agen teratogen yang terdapat pada Tabel 4.3. Tabel 4.3 Hubungan Cacat Lahir dan Agen Teratogen Kode Agen Kode Cacat Lahir C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 A1 * * * A2 * * A3 * * A4 * A5 * A6 * A7 * A8 * A9 * A10 * A11 * A12 * A13 * A14 * A15 * A16 * A17 * A18 * A19 * A20 * A21 * A22 * A23 * 63

8 4.3 Desain Pengetahuan Definisi Desain Kegiatan definisi desain yaitu merancang representasi pengetahuan sistem pakar sesuai dengan pengetahuan yang telah diperoleh. Tahap representasi pengetahuan merupakan tahap menyajikan kembali pengetahuan yang dibutuhkan oleh sistem dalam bentuk aturan produksi untuk mendapatkan hasil atau kesimpulan dari aturan yang telah ditetapkan. Pengetahuan disusun dalam aturanaturan pada Tabel 4.4 berdasarkan pengetahuan yang telah diperoleh dari pakar. Tabel 4.4 Representasi Pengetahuan No Aturan 1 IF A1 AND A2 AND A3 AND A4 THEN C1 2 IF A1 AND A2 AND A3 AND A5 AND A6 AND A7 AND A8 THEN C2 3 IF A1 AND A9 AND A10 THEN C3 4 IF A11 AND A12 THEN C4 5 IF A13 AND A14 AND A15 THEN C5 6 IF A16 AND A17 AND A18 AND A19 THEN C6 7 IF A20 THEN C7 8 IF A21 AND A22 AND A23 THEN C Desain Secara Detail Desain secara detail yaitu merancang semua kebutuhan dan kinerja sistem keseluruhan secara detail. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini terdiri dari perancangan Unified Modeling Language (UML), perancangan antarmuka sistem (user interface), dan perancangan strategi implementasi. a. Perancangan Unified Modeling Language (UML) Metode UML digunakan untuk merancang setiap proses yang akan dilakukan oleh sistem. Dalam perancangan sistem ini, terdapat delapan diagram UML yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan sistem, yaitu: 64

9 1. Use Case Diagram Pada sistem pakar yang dibangun hanya melibatkan satu aktor yaitu user. User dalam hal ini yaitu pengguna sistem, bukan perancang sistem. Use case diagram dalam sistem pakar ini pada Gambar 4.2. Gambar 4.2 Use Case Diagram Dari Gambar 4.2 terlihat user dapat melakukan beberapa aktifitas yaitu melihat hasil diagnosa, melihat daftar cacat lahir, daftar agen teratogen, melihat informasi periode senstif kehamilan, melihat informasi bantuan, dan melihat informasi tentang. Proses aktifitas hasil diagnosa merupakan include atau bagian dari konsultasi, oleh karena itu user terlebih dahulu harus melakukan proses konsultasi. Proses konsultasi dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh sistem dengan benar, sehingga hasil diagnosa yang diharapkan sesuai dengan jawaban user. 65

10 2. Class Diagram Class diagram pada sistem pakar ini ditunjukkan oleh Gambar 4.3. Gambar 4.3 Class Diagram Terdapat lima kelas yang ditunjukkan Gambar 4.3 yaitu kelas DataAgenTeratogen, DataCacatLahir, Konsultasi, Pertanyaan, dan Diagnosa. Kelas DataAgenTeratogen memiliki relasi banyak ke banyak terhadap kelas DataCacatLahir, artinya banyak agen teratogen dapat menyebabkan banyak cacat lahir dan sebaliknya banyak cacat lahir di sebabkan oleh banyak agen teratogen. Kelas DataAgenTeratogen memiliki relasi banyak ke satu terhadap kelas Konsultasi, artinya banyak agen teratogen yang terlibat dalam satu kali konsultasi dan satu kali konsultasi dapat melibatkan banyak agen teratogen. Begitu juga kelas Konsultasi terhadap kelas Pertanyaan, satu kali konsultasi dapat melibatkan banyak pertanyaan. Sementara untuk Diagnosa merupakan relasi dependency terhadap kelas Konsultasi. 66

11 3. Statechart diagram Statechart diagram pada sistem ini terdapat pada Gambar 4.4. Gambar 4.4 Statechart Diagram Gambar 4.4 menunjukkan keadaan yang terjadi pada sistem. Dalam hal ini, statechart diagram memiliki enam states (keadaan) yaitu konsultasi, daftar cacat lahir, daftar agen teratogen, periode sensitif kehamilan, bantuan, dan tentang. State hasil diagnosa hanya dapat dilakukan melalui state konsultasi, yang bararti state diagnosa memiliki ketergantungan terhadap state konsultasi. Sementara itu, state yang lainnya tidak memiliki ketergantungan antar satu state dengan state yang lain. 4. Sequence Diagram Sequence diagram pada sistem pakar ini ada enam yaitu sequence diagram konsultasi, daftar cacat lahir, daftar agen teratogen, periode sensitif kehamilan, bantuan, dan tentang. Sequence diagram konsultasi terdapat pada Gambar

12 Gambar 4.5 Sequence Diagram Konsultasi Pada Gambar 4.5 menjelaskan langkah-langkah sistem dalam memproses data untuk menampilkan tampilan utama konsultasi. User terlebih dahulu memilih menu konsultasi pada halaman utama, kemudian sistem akan menampilkan halaman konsultasi. Kemudian user melakukan konsultasi dengan menjawab pertanyaan yang diberikan sistem, dan sistem akan melakukan proses untuk menghasilkan diagnosa. Sequnce diagram daftar cacat lahir menggambarkan interaksi antar objek yang saling berkomunikasi untuk menampilkan daftar cacat lahir. Sequnce diagram daftar cacat lahir ditunjukkan pada Gambar

13 Gambar 4.6 Sequence Diagram Daftar Cacat Lahir Pada Gambar 4.6 sequence diagram daftar cacat lahir menjelaskan proses aliran data pada saat user ingin melakukan proses untuk melihat daftar cacat lahir. Pertama user terlebih dahulu melakukan proses data dengan memilih menu daftar cacat lahir pada halaman utama. Kemudian sistem akan melakukan/memanggil tampilan daftar cacat lahir dan selanjutnya sistem menampilkan tampilan daftar cacat lahir yang dapat dilihat oleh user. Tampilan daftar cacat lahir berisikan daftar cacat lahir yang dapat dipilih oleh user. Dari daftar cacat lahir yang dipilih oleh user kemudian sistem akan menampilkan penjelasan mengenai cacat lahir yang telah dipilih user. Sequnce diagram daftar agen teratogen menggambarkan interaksi antar objek yang saling berkomunikasi untuk menampilkan daftar agen teratogen. Sequnce diagram daftar agen teratogen ditunjukkan pada Gambar

14 Gambar 4.7 Sequence Diagram Daftar Agen Teratogen Pada Gambar 4.7 sequence diagram daftar agen teratogen menjelaskan proses aliran data pada saat user ingin melakukan proses untuk melihat daftar agen teratogen. Pertama user terlebih dahulu melakukan proses data dengan memilih menu daftar agen teratogen pada halaman utama. Kemudian sistem akan melakukan/memanggil tampilan daftar agen teratogen dan selanjutnya sistem menampilkan tampilan daftar agen teratogen yang dapat dilihat oleh user. Tampilan daftar cacat lahir berisikan daftar agen teratogen yang dapat dipilih oleh user. Dari daftar agen teratogen yang dipilih oleh user kemudian sistem akan menampilkan penjelasan mengenai agen teratogen yang telah dipilih user. Sequnce diagram periode sensitif kehamilan menggambarkan interaksi antar objek yang saling berkomunikasi untuk menampilkan periode sensitif kehamilan. Sequnce diagram periode sensitif kehamilan ditunjukkan pada Gambar

15 Gambar 4.8 Sequence Diagram Periode Sensitif Kehamilan Gambar 4.8 menggambarkan interaksi antar objek yang saling berkomunikasi untuk menampilkan informasi periode sensitif kehamilan. User terlebih dahulu memilih menu periode sensitif kehamilan pada halaman utama, kemudian sistem akan memanggil perintah untuk melakukan tampilan periode sensitif kehamilan dan selanjutnya sistem menampilkan tampilan periode sensitif kehamilan. Sequnce diagram selanjutnya yaitu sequence diagram bantuan yang menggambarkan interaksi antar objek yang saling berkomunikasi untuk menampilkan informasi bantuan yang ditunjukkan oleh Gambar 4.9. Gambar 4.9 Sequence Diagram Bantuan Berdasarkan Gambar 4.9 user terlebih dahulu memilih menu bantuan pada halaman utama, kemudian sistem akan memanggil perintah untuk melakukan tampilan bantuan dan selanjutnya sistem menampilkan tampilan informasi bantuan. 71

16 Sequence diagram yang terakhir yaitu sequence diagram tentang. Sequence diagram tentang ditunjukkan oleh gambar Gambar Gambar 4.10 Sequence Diagram Lihat Tentang Berdasarkan Gambar 4.10 user terlebih dahulu memilih menu tentang pada halaman utama, kemudian sistem akan menampilkan tampilan informasi tentang. 5. Activity Diagram Dalam aplikasi sistem pakar ini ada enam activity diagram yaitu activity diagram konsultasi, daftar cacat lahir, daftar agen teratogen, periode sensitif kehamilan, bantuan, dan tentang. Rancangan activity diagram konsultasi di tunjukkan pada Gambar Gambar 4.11 Activity Diagram Konsultasi 72

17 Pada Gambar 4.11 menjelaskan aktifitas user untuk melakukan konsultasi. User terlebih dahulu memilih menu konsultasi pada halaman utama, kemudian sistem menampilkan tampilan konsultasi selanjutnya user melakukan konsultasi dengan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh sistem. Setelah selesai melakukan konsultasi, maka sistem akan melakukan proses diagnosa untuk menampilkan hasil diagnosa dari konsultasi yang telah dilakukan oleh user. Kemudian activity diagram daftar cacat lahir yang menunjukkan aktifitas user untuk melihat daftar cacat lahir. Activity diagram cacat lahir ditunjukkan oleh Gambar Gambar 4.12 Activity Diagram Daftar Cacat Lahir Berdasarkan Gambar 4.12 aktivitas untuk daftar cacat lahir yaitu user memilih menu daftar cacat lahir melalui halaman utama, lalu sistem akan menampilkan tampilan daftar cacat lahir dan user dapat memilih cacat lahir apa yang ingin dilihat. Kemudian sistem akan menampilkan informasi mengenai cacat lahir yang telah dipilih oleh user. 73

18 Selanjutnya yaitu activity diagram daftar agen teratogen. Alur activity diagram daftar agen teratogen dimulai dari user memilih menu daftar agen teratogen melalui halaman utama, lalu sistem akan menampilkan tampilan daftar agen teratogen dan user dapat memilih agen teratogen apa yang ingin dilihat. Setelah itu sistem akan menampilkan informasi mengenai agen teratogen yang telah dipilih oleh user. Activity diagram daftar agen teratogen di tunjukkan oleh Gambar Gambar 4.13 Activity Diagram Daftar Agen Teratogen Adapun alur proses activity diagram periode sensitif kehamilan yaitu user memilih menu periode sensitif kehamilan melalui halaman utama, kemudian sistem akan menampilkan tampilan informasi periode sensitif kehamilan. Dalam menu periode sensitif kehamilan user hanya dapat melihat infromasi mengenai periode sensitif kehamilan. Activity diagram periode sensitif kehamilan di tunjukkan oleh Gambar

19 Gambar 4.14 Activity Diagram Periode Sensitif Kehamilan Activity diagram selanjutnya yaitu activity diagram bantuan. Aktifitas bantuan dimulai dari user memilih menu bantuan melalui halaman utama, kemudian sistem menampilkan tampilan halaman bantuan. Activity diagram bantuan di tunjukkan oleh Gambar Gambar 4.15 Activity Diagram Bantuan Activity diagram terakhir yaitu activity diagram tentang. Aktifitas tentang dimulai dari user memilih menu tentang melalui halaman utama, kemudian sistem menampilkan tampilan halaman tentang. Activity diagram tentang di tunjukkan oleh Gambar

20 Gambar 4.16 Activity Diagram Tentang 6. Communication Diagram Communication diagram pada sistem pakar ini yaitu komunikasi antara user, sistem, dan proses konsultasi. Communication diagram pada sistem ini di tunjukkan oleh Gambar Gambar 4.17 Communication Diagram Komunikasi diagram yang terjadi yaitu user melakukan menu konsultasi melalui melalui sistem yang ada. Kemudian user melakukan konsultasi dan kemudian mendapat hasil diagnosa berdasarkan konsultasi. 76

21 7. Component Diagram Component diagram pada aplikasi ini yaitu setiap komponen yang terlibat pada sistem. Komponen pada sistem ini yaitu aplikasi sistem pakar, memory smartphone android, JRE, dan JVM. Component diagram sistem pakar ini di tunjukkan oleh Gambar Gambar 4.18 Component Diagram 8. Deployment Diagram Deployment diagram memodelkan bagian-bagian perangkat lunak sistem ke perangkat keras yang akan mengeksekusinya sistem. Dalam sistem ini yaitu aplikasi sistem pakar ke smartphone android. Deployment diagram pada sistem ini di tunjukkan oleh Gambar Gambar 4.19 Deployment Diagram 77

22 b. Perancangan Antarmuka (User Interface) Perancangan antarmuka (interface) adalah bagian yang penting dalam membangun sistem, hal ini karena tampilan antarmuka adalah suatu media dalam interaksi antara pengguna (user) dan sistem yang dibangun. Perancangan antarmuka yang dibuat dalam sistem ini terdiri dari enam form adalah form halaman utama, menu konsultasi, hasil diagnosa, menu daftar cacat lahir, menu daftar agen taratogen, periode sensitif kehamilan, bantuan, dan form menu tentang. Adapun gambaran umum struktur antarmuka sistem ditunjukkan oleh Gambar Halaman Utama Konsultasi Daftar Cacat Lahir Daftar Agen Teratogen Periode Sensitif Kehamilan Bantuan Tentang Gambar 4.20 Struktur Antarmuka Sistem Pada saat user menjalankan aplikasi sistem pakar ini, maka akan langsung muncul tampilan halaman utama dari aplikasi ini yang berisikan enam menu yaitu menu konsultasi, menu daftar cacat lahir, menu daftar agen teratogen, menu periode sensitif kehamilan, menu bantuan, dan menu tentang. Adapun perancangan form untuk setiap menu dijelaskan sebagai berikut: 1. Perancangan Form Halaman Utama Halaman utama adalah tampilan utama yang user lihat saat menjalankan aplikasi sistem pakar ini. Pada halaman utama, terdapat enam menu yang dapat digunakan oleh user. 78

23 Rancangan desain halaman utama aplikasi sistem pakar ini ditunjukkan oleh Gambar Diagnosa Cacat Lahir Morfologis Konsultasi Daftar Cacat Lahir Daftar Agen Teratogen Periode Sensitif Kehamilan Bantuan Tentang Gambar 4.21 Form Halaman Utama 2. Perancangan Form Menu Konsultasi Halaman konsultasi yaitu halaman dimana user melakukan konsultasi. Pada form konsultasi ini, terdapat pertanyaan yang berbeda-beda untuk setiap agen yang diajukan oleh sistem dan gambar agen. Rancangan form menu konsultasi terdapat pada Gambar Konsultasi Jawablah Pertanyaan Berikut Ini: Apakah anda pernah menggunakan atau mengalami hal-hal berikut: Gambar Agen Teratogen Penjelasan YA TIDAK Gambar 4.22 Form Menu Konsultasi 79

24 3. Perancangan Form Hasil Diagnosa Setelah user melakukan konsultasi, maka akan diperoleh hasil diagnosa yang sesuai dengan konsultasi yang telah dilakukan. Rancangan form hasil diagnosa ditunjukkan Gambar Konsultasi Berdasarkan konsultasi yang telah dilakukan maka Cacat lahir yang akan dialami: Nama Cacat Lahir Gambar Cacat Lahir Penjelasan Cacat Lahir Disebabkan oleh: Agen Teratogen Agen Teratogen Gambar 4.23 Form Hasil Diagnosa 4. Perancangan Form Menu Daftar Cacat Lahir Menu daftar cacat lahir yaitu menu yang berisikan daftar cacat lahir. Pada menu ini terdapat dua layout dibawah header yaitu daftar cacat lahir dan detail. Layout daftar cacat lahir menampilkan daftar cacat lahir dan layout detail menampilkan penjelasan dari cacat lahir yang user pilih. Dengan adanya dua layout ini, user dapat segera kembali pada layout lainnya tanpa perlu menggunakan fungsi back yang ada pada android. Rancangan form menu daftar cacat lahir ditunjukkan oleh Gambar

25 Daftar Cacat Lahir Daftar Cacat Lahir Detail Cacat Lahir Cacat Lahir Cacat Lahir Cacat Lahir Cacat Lahir Gambar 4.24 Form Menu Daftar Cacat Lahir 5. Perancangan Form Menu Daftar Agen Teratogen Menu daftar agen teratogen yaitu menu yang menampilkan daftar agen teratogen penyebab cacat lahir. Pada menu daftar agen teratogen, juga dibuat dengan menggunakan dua layout yaitu daftar agen teratogen dan detail. User memilih salah satu agen teratogen maka akan muncul penjelasannya pada layout detail. Rancangan form menu daftar agen teratogen pada Gambar Daftar Agen Teratogen Daftar Agen Teratogen Detail Agen Teratogen Agen Teratogen Agen Teratogen Agen Teratogen Agen Teratogen Gambar 4.25 Form Menu Agen Teratogen 81

26 6. Perancangan Form Menu Periode Sensitif Kehamilan Menu periode sensitif kehamilan berisikan informasi tentang periode/masa sensitif kehamilan terhadap agen teratogen. Menu ini hanya berisikan informasi, dimana user tidak dapat melakukan aktifitas apapun. Rancangan form menu periode sensitif kehamilan di tunjukkan oleh Gambar Periode Sensitif Kehamilan Gambar Penjelasan Gambar 4.26 Form Menu Periode Sensitif Kehamilan 7. Perancangan Form Menu Bantuan Menu bantuan berisikan informasi fungsi masing-masing menu yang ada pada aplikasi. Menu ini hanya menampilkan informasi saja sehingga user tidak dapat melakukan aktifitas apapun. Rancangan form menu bantuan pada Gambar Bantuan Informasi Bantuan Gambar 4.27 Form Menu Bantuan 82

27 8. Perancangan Form Menu Tentang Menu tentang hanyaberisikan informasi tentang programmer. Menu tentang hanya menampilkan informasi tentang pembuat sistem. Rancangan form menu tentang pada Gambar Tentang Informasi Tentang Gambar 4.28 Form Menu Tentang c. Perancangan Strategi Implementasi Perancangan strategi implementasi adalah merancang teknik penelusuran yang ada dengan menggunakan metode inferensi forward chaining. Dengan adanya perancangan strategi implementasi ini akan memudahkan peneliti dalam menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan dalam sistem pakar sesuai dengan aturan-aturan atau rules yang telah dibuat sebelumnya. Jika dilihat pada Gambar 4.29, maka pertanyaan dimulai dari cabang yang paling kiri dan terus ke node bawah cabang tersebut. Jika telah ditemukan satu kesimpulan berdasarkan inputan user maka penelusuran akan berhenti. Dan sebaliknya jika belum menghasilkan sebuah kesimpulan maka penelusuran akan dilanjutkan ke cabang yang satunya lagi. Penelusuran dilakukan dengan cara yang sama seperti yang dilakukan pada cabang sebelumnya hingga memperoleh kesimpulan. Jika sampai node 83

28 terakhir belum menghasilkan suatu kesimpulan, aturan yang ada didalam sistem pakar belum terdapat kombinasi dari agen teratogen yang dimasukkan oleh user. Perancangan strategi implementasi sistem pakar ini di tunjukkan oleh Gambar Agen Teratogen Penyebab Cacat Lahir A1 A11 A13 A16 A20 A21 A2 A9 A12 A14 A17 C7 A22 A3 A10 C4 A15 A18 A23 A4 A5 C3 C5 A19 C8 C1 A6 C6 A7 A8 C2 Gambar 4.29 Perancangan Strategi Implementasi 4.4 Pengkodean Pengkodean merupakan tahap yang paling penting dalam membangun sistem. Tahap pengkodean dalam membangun sistem ini menggunakan bahasa pemrograman Java dengan bantuan IDE Eclipse Kepler disertai dengan uji coba pada Android Virtual Device (AVD, kemudian uji coba pada smartphone android. 84

29 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Implementasi Sistem Tahap ini merupakan kegiatan pembuatan sistem atau aplikasi dengan menggunakan bantuan perangkat lunak maupun perangkat keras sesuai dengan analisis dan perancangan untuk menghasilkan suatu sistem yang bekerja. Penulisan kode program (coding) adalah bagaimana cara mengembangkan hasil analisa dan perancangan yang telah dilakukan menjadi suatu sistem yang utuh. Sistem diimplementasikan menggunakan Eclipse Kepler untuk pengolahan kode program, android virtual device (AVD) untuk menjalankan aplikasi, Java sebagai bahasa pemrograman, dan SQLite untuk pengolahan basis data. Setelah tahap pengkodean dilakukan, terdapat pengujian yang dilakukan terhadap setiap pengkodean yang terdiri dari white box dan black box. Pengujian white box dilakukan dengan menguji setiap kelas dan layout yang ada. Hasil pengujian white box dapat dilihat pada Lampiran A-1. Pengujian dilakukan dengan mengecek semua statement pada program yang dieksekusi paling tidak satu kali. Pengujian dilakukan pada proses pengembangan sistem yakni pengujian kode program (coding). Pengujian black box dilakukan untuk menguji apakah sistem yang dikembangkan sesuai dengan apa yang tertuang dalam spesifikasi fungsional sistem. Black box juga digunakan untuk menguji fungsi-fungsi yang ada pada sistem yang dibangun. Pengujian black box secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran B-1.

30 5.1.1 Halaman Utama a. Pembuatan Program Halaman Utama Halaman utama adalah halaman yang pertama kali muncul saat sistem dijalankan. Pada halaman utama ini menampilkan menu-menu yang ada pada sistem yaitu menu konsultasi, daftar cacat lahir, daftar agen teratogen, bantuan, tentang, dan keluar. Berikut potongan source code halaman utama : package com.spcacatlahirteratogen; import android.app.alertdialog; import android.content.dialoginterface; import android.content.dialoginterface.onclicklistener; import android.database.sqlite.sqlitedatabase; import android.os.bundle; public class HomeActivity extends DashboardActivity{ //inisialisasi database private SQLiteDatabase db; private DataCacatLahir datacacatlahir = null; private DataAgenTeratogen dataagenteratogen = null; private DataClickLink dataclicklink = null; private Rule rule = null; private Pertanyaan pertanyaan = public void oncreate(bundle savedinstancestate){ super.oncreate(savedinstancestate); setcontentview(r.layout.home); //koneksi database datacacatlahir = new DataCacatLahir(this); db = datacacatlahir.getwritabledatabase(); datacacatlahir.oncreate(db); datacacatlahir.generatedata(db); dataagenteratogen = newdataagenteratogen(this); db = dataagenteratogen.getwritabledatabase(); dataagenteratogen.oncreate(db); dataagenteratogen.generatedata(db); b. Pengujian White Box Halaman Utama Pengujian white box dilakukan dengan melakukan pengujian kode program (coding). Hasil compile halaman utama berupa tampilan halaman utama yang terdiri dari enam menu. Halaman halaman utama terlihat pada Gambar

31 Gambar 5.1 Tampilan Halaman Utama c. Pengujian Black Box Halaman Utama Pengujian black box dilakukan dengan menguji setiap aktivitas yang terdapat pada halaman utama. Pengujian dan hasil uji black box halaman utama pada Tabel 5.1. Tabel 5.1 Pengujian Black Box Halaman Utama Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Klik menu Konsultasi Muncul tampilan utama konsultasi Sukses Klik menu Daftar Cacat Lahir Muncul tampilan daftar cacat lahir Sukses Klik menu Daftar Agen Muncul tampilan daftar agen Sukses Teratogen teratogen Klik menu Periode Sensitif Muncul tampilan penjelasan periode Sukses Kehamilan sensitif kehamilan Klik menu Bantuan Muncul tampilan informasi bantuan Sukses Klik menu Tentang Muncul tampilan informasi tentang Sukses Menu Konsultasi a. Pembuatan Program Menu Konsultasi Menu konsultasi merupakan halaman untuk melakukan konsultasi 87

32 Berikut potongan source code program menu konsultasi: package com.spcacatlahirteratogen; import android.app.alertdialog; import android.content.dialoginterface; import android.content.dialoginterface.onclicklistener; import android.database.sqlite.sqlitedatabase; import android.os.bundle; public class HomeActivity extends DashboardActivity{ private SQLiteDatabase db; private DataCacatLahir datacacatlahir = null; private DataAgenTeratogen dataagenteratogen = null; private DataClickLink dataclicklink = null; private Rule rule = null; private Pertanyaan pertanyaan = public void oncreate(bundle savedinstancestate){ super.oncreate(savedinstancestate); setcontentview(r.layout.home); datacacatlahir = new DataCacatLahir(this); db = datacacatlahir.getwritabledatabase(); datacacatlahir.oncreate(db); datacacatlahir.generatedata(db); dataagenteratogen = new DataAgenTeratogen(this); db = dataagenteratogen.getwritabledatabase(); dataagenteratogen.oncreate(db); dataagenteratogen.generatedata(db); /*dataclicklink = new DataClickLink(this); db = dataclicklink.getwritabledatabase(); dataclicklink.oncreate(db); dataclicklink.generatedata(db);*/ rule = new Rule(this); db = rule.getwritabledatabase(); rule.oncreate(db); rule.generatedata(db); } b. Pengujian White Box Menu Konsultasi Tampilan konsultasi muncul dengan memilih menu konsultasi pada halaman utama. Setelah itu pengguna akan berada pada halaman konsultasi dimana sistem memberikan pertanyaan yang disertai gambar. Kemudian user menjawab pertanyaan dengan pilihan ya atau tidak. Gambar 5.2 hasil pengujian white box untuk menu konsultasi. 88

33 Gambar 5.2 Tampilan Menu Konsultasi Ketika user telah menjawab pertanyaan maka akan muncul pertanyaan selanjutnya hingga proses konsultasi selesai dilakukan. Kemudian sistem akan menampilkan hasil diagnosa berdasarkan konsultasi yang telah dilakukan oleh user. Pada hasil diagnosa, terdapat cacat lahir yang akan dialami beserta penjelasannya dan gambar cacat. Tampilan hasil diagnosa jika kesimpulan ditemukan pada Gambar 5.3. Gambar 5.3 Tampilan Hasil Diagnosa 89

34 Jika konsultasi telah selesai dilakukan dan sistem tidak menemukan kesimpulan, maka user akan mendapatkan pemberitahuan dimana hasil diagnosa tidak ditemukan. Tampilan hasil diagnosa jika kesimpulan cacat lahir tidak ditemukan ditunjukkan oleh Gambar 5.4. Gambar 5.4 Tampilan Hasil Diagnosa Tidak Ditemukan c. Pengujian Black Box Menu Konsultasi Pengujian black box menu konsultasi pada Tabel 5.2. Tabel 5.2 Pengujian Black Box Menu Konsultasi Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Klik Button YA Muncul pertanyaan selanjutnya Sukses dan kesimpulan hasil diagnosa Klik Button TIDAK Muncul pertanyaan selanjutnya Sukses dan kesimpulan hasil diagnosa Klik agen teratogen pada halaman hasil diagnosa Muncul keterangan dari agen yang ingin dilihat penjelasannya Sukses Menu Daftar Cacat Lahir a. Pembuatan Program Menu Daftar Cacat Lahir Menu daftar cacat lahir ialah halaman yang berisikan daftar cacat lahir. 90

35 Berikut potongan source code untuk menu daftar cacat lahir : package com.spcacatlahirteratogen; import android.app.tabactivity; import android.content.context; import android.content.intent; import android.database.cursor; import android.database.sqlite.sqlitedatabase; import android.os.bundle; import android.text.spannablestringbuilder; import android.text.method.linkmovementmethod; import android.text.style.clickablespan; import android.view.layoutinflater; import android.view.view; import android.view.viewgroup; import android.widget.adapterview; import android.widget.cursoradapter; import android.widget.imageview; import android.widget.listview; import android.widget.tabhost; import android.widget.textview; import android.widget.textview.buffertype; public class DaftarCacatLahir extends TabActivity{ Cursor model=null; AlmagAdapter adapter=null; TextView nama_cacat_lahir=null; TextView penjelasan = null; TextView sumber_gambar = null; ImageView gambar = null; DataCacatLahir datacacatlahir=null; SQLiteDatabase public void oncreate(bundle savedinstancestate) { super.oncreate(savedinstancestate); setcontentview(r.layout.daftar_cacat_lahir); settitlefromactivitylabel (R.id.title_text); datacacatlahir=new DataCacatLahir(this); b. Pengujian White Box Menu Daftar Cacat Lahir Tampilan daftar cacat lahir muncul dengan memilih menu daftar cacat lahir pada halaman utama. Pengujian white box untuk menu daftar cacat lahir pada Gambar

36 Gambar 5.5 Tampilan Menu Daftar Cacat Lahir Terdapat delapan cacat lahir yang ada pada daftar cacat lahir. Jika user memilih salah satu jenis cacat lahir maka tampilan layout details akan menampilkan penjelasan cacat lahir yang dipilih oleh user. Tampilan details cacat lahir pada Gambar 5.6. Gambar 5.6 Tampilan Detail Cacat Lahir 92

37 Tampak pada Gambar 5.6 penjelasan cacat lahir berada pada layout detail. Jika user ingin kembali melihat daftar cacat lahir, maka user tinggal memilih layout daftar cacat lahir yang berada pada sebelah layout detail. Tampilan dengan dua layout ini memudahkan user untuk kembali memilih cacat lahir dan melihat penjelasannya tanpa harus menggunakan fungsi kembali (back) yang ada pada android. c. Pengujian Black Box Menu Daftar Cacat Lahir Pengujian black box menu cacat lahir pada Tabel 5.3. Tabel 5.3 Pengujian Black Box Menu Daftar Cacat Lahir Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Memilih salah satu cacat Muncul penjelasan dan gambar Sukses lahir dari cacat lahir yang telah dipilh Memilih layout daftar cacat lahir Tampilan kembali pada daftar cacat lahir Sukses Menu Daftar Agen Teratogen a. Pembuatan Program Menu Daftar Agen Teratogen Berikut potongan source code untuk menu daftar agen teratogen : package com.spcacatlahirteratogen; import android.app.tabactivity; public class DaftarAgenTeratogen extends TabActivity{ Cursor model=null; AlmagAdapter adapter=null; TextView namaagenteratogen=null; TextView penjelasan=null; TextView ciri = null; ImageView gambar = null; TextView sumber_gambar = null; DataAgenTeratogen dataagenteratogen=null; SQLiteDatabase public void oncreate(bundle savedinstancestate) { super.oncreate(savedinstancestate); setcontentview(r.layout.daftar_agen_teratogen); settitlefromactivitylabel (R.id.title_text); dataagenteratogen = new DataAgenTeratogen(this); 93

38 b. Pengujian White Box Menu Daftar Agen Teratogen Tampilan halaman dafttar agen teratogen muncul dengan memilih menu daftar agen teratogen pada halaman utama. Pengujian white box untuk tampilan daftar agen teratogen pada Gambar 5.7. Gambar 5.7 Tampilan Menu Daftar Agen Teratogen Terdapat lima belas agen teratogen yang ada pada daftar agen teratogen. Jika user memilih salah satu jenis agen teratogen maka tampilan layout detail akan menampilkan penjelasan agen teratogen yang dipilih oleh user. Tampilan detail agen teratogen pada Gambar

39 Gambar 5.8 Tampilan Detail Agen Teratogen Tampak pada Gambar 5.8 penjelasan agen teratogen berada pada layout detail. Jika user ingin kembali melihat daftar agen teratogen, maka user tinggal memilih layout daftar agen teratogen yang berada pada sebelah layar detail dan sebaliknya. Tampilan dengan dua layout ini memudahkan user untuk kembali memilih agen teratogen dan melihat penjelasannya tanpa harus menggunakan fungsi kembali (back). c. Pengujian Black Box Menu Daftar Agen Teratogen Pengujian black box menu daftar cacat lahir pada Tabel 5.4. Tabel 5.4 Pengujian Black Box Menu Daftar Agen Teratogen Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Memilih salah satu Muncul penjelasan dan gambar dari Sukses agen teratogen agen teratogen yang telah dipilh Memilih layout daftar agen teratogen Tampilan kembali pada daftar agen teratogen Sukses Menu Periode Sensitif Kehamilan a. Pembuatan Program Menu Periode Kehamilan Menu periode sensitif kehamilan hanya berisikan informasi saja. 95

40 Berikut potongan source code untuk menu priode sensitif kehamilan : package com.spcacatlahirteratogen; import android.content.context; public class PeriodeSensitifKehamilan extends DashboardActivity { private ImageView gambar = null; protected void oncreate(bundle savedinstancestate) { super.oncreate(savedinstancestate); setcontentview (R.layout.periode_sensitif); settitlefromactivitylabel (R.id.title_text); gambar =(ImageView)findViewById(R.id.gambar); gambar.setimageresource(r.drawable.periode_kehamil an); } b. Pengujian White Box Menu Periode Sensitif Kehamilan Tampilan informasi periode sensitif kehamilan muncul dengan memilih menu periode sensitif kehamilan pada halaman utama aplikasi. Pengujian white box untuk tampilan periode sensitif kehamilan pada Gambar 5.9. Gambar 5.9 Tampilan Menu Periode Sensitif Kehamilan 96

41 c. Pengujian Black Box Menu Periode Sensitif Kehamilan Pengujian black box menu periode sensitif kehamilan terdapat pada Tabel 5.5. Tabel 5.5 Pengujian Black Box Menu Periode Sensitif Kehamilan Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Fungsi kembali (back) Kembali pada halaman utama Sukses Menu Bantuan a. Pembuatan Program Menu Bantuan Berikut potongan source code untuk menu bantuan : package com.spcacatlahirteratogen; import android.content.context; import android.content.intent; import android.os.bundle; public class HelpActivity extends DashboardActivity { protected void oncreate(bundle savedinstancestate) { super.oncreate(savedinstancestate); setcontentview (R.layout.help); settitlefromactivitylabel (R.id.title_text); } public void onbackpressed() { //Include the code here startactivity(new Intent(getApplicationContext(), HomeActivity.class)); /* datacacatlahir.close(); dataagenteratogen.close();*/ finish(); //ondestroy(); } b. Pengujian White Box Menu Bantuan Tampilan bantuan muncul dengan memilih menu bantuan pada halaman utama aplikasi. Pengujian white box untuk tampilan menu bantuan pada Gambar

42 Gambar 5.10 Tampilan Menu Bantuan Pada halaman bantuan, aktivitas yang user dapat lakukan hanya melihat informasi bantuan. Informasi yang diberikan pada halaman bantuan ini yaitu fungsi dari masing-masing menu yang ada pada aplikasi. Halaman bantuan ini bertujuan agar pengguna mengetahui fungsi apa saja yang terdapat pada aplikasi sehingga tahu untuk menggunakan setiap menu yang ada. Jika user ingin kembali pada halaman utama, user harus menggunakan fungsi kembali (back), karena pada halaman ini tidak terdapat fungsi apapun. c. Pengujian Black Box Menu Bantuan Pengujian black box menu bantuan terdapat pada Tabel 5.6. Tabel 5.6 Pengujian Black Box Menu antuan Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Fungsi kembali (back) Kembali pada halaman utama Sukses 98

43 5.1.7 Menu Tentang a. Pembuatan Program Menu Tentang Berikut potongan source code untuk menu tentang : package com.spcacatlahirteratogen; import android.content.context; import android.content.intent; import android.os.bundle; public class AboutActivity extends DashboardActivity{ protected void oncreate(bundle savedinstancestate){ super.oncreate(savedinstancestate); setcontentview (R.layout.about); settitlefromactivitylabel (R.id.title_text); } public void onbackpressed() { startactivity(new Intent(getApplicationContext(), HomeActivity.class)); finish(); } b. Pengujian White Box Menu Tentang Tampilan tentang muncul dengan memilih menu tentang pada halaman utama. Pengujian white box tampilan menu tentang pada Gambar Gambar 5.11 Tampilan Menu Tentang 99

44 Pada halaman tentang aktivitas yang user dapat lakukan hanya melihat informasi tentang programmer (pembuat sistem). Informasi yang diberikan yaitu nama aplikasi, versi, pembuat aplikasi, dan info aplikasi. Info aplikasi menjelaskan tujuan dan fungsi aplikasi. Jika user ingin kembali pada halaman utama, user menggunakan fungsi kembali (back), karena pada halaman ini tidak terdapat fungsi apapun yang dapat digunakan oleh user. c. Pengujian Black Box Halaman Menu Tentang Pengujian black box halaman menu tentang terdapat pada Tabel 5.7. Tabel 5.7 Pengujian Black Box Menu Tentang Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Fungsi kembali (back) Kembali pada halaman utama Sukses 5.2 Implementasi Pada Smartphone Android Implementasi pada smartphone android dilakukan karena sistem yang dibangun berbasis android. Kemudian dilakukan pengujian apakah sistem dapat berjalan dengan baik sesuai dengan analisa dan perancangan yang telah dilakukan. Dalam hal ini, smartphone android yang digunakan untuk pengujian aplikasi ini adalah smartphone android dengan minimal versi sistem operasi android dan dilakukan pada smartphone android dengan tipe yang berbeda. Hasil pengujian secara lengkap dapat di lihat pada lampiran G-1. Berikut hasil pengujian aplikasi pada smartphone Lenovo A516 dengan sistem operasi Jelly Bean a. Halaman Utama 1. Pengujian white box halaman utama Pengujian white box dilakukan dengan menjalankan aplikasi yang telah terinstal pada smartphone android. 100

45 Hasil pengujian white box halaman utama pada smartphone android ditunjukkan oleh Gambar Gambar 5.12 Tampilan Halaman Utama Pada Smartphone Android 2. Pengujian Black Box halaman utama Pengujian black box halaman utama aplikasi pada smartphone android terdapat pada Tabel 5.8. Tabel 5.8 Pengujian Black Box Halaman Utama Pada Smartphone Android Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Klik menu Konsultasi Muncul tampilan utama konsultasi Sukses Klik menu Daftar Cacat Lahir Muncul tampilan daftar cacat lahir Sukses Klik menu Daftar Agen Muncul tampilan daftar agen Sukses Teratogen teratogen Klik menu Periode Sensitif Muncul tampilan penjelasan periode Sukses Kehamilan sensitif kehamilan Klik menu Bantuan Muncul tampilan informasi bantuan Sukses Klik menu Tentang Muncul tampilan informasi tentang Sukses b. Menu Konsultasi 1. Pengujian white box menu konsultasi Hasil pengujian white box menu konsultasi pada smartphone android ditunjukkan oleh Gambar

46 Gambar 5.13 Tampilan Menu Konsultasi Pada Smartphone Android Setelah user melakukan konsultasi, maka user dapat melihat hasil diagnosa. Hasil diagnosa jika kesimpulan cacat lahir ditemukan berdasarkan agen teratogen saat konsultasi ditunjukkan Gambar Gambar 5.14 Tampilan Hasil Diagnosa Pada Smartphone Android 102

47 Berikut tampilan pemberitahuan jika hasil diagnosa tidak ditemukan. Gambar 5.15 Tampilan Pemberitahuan Jika Kesimpulan Tidak Ditemukan 2. Pengujian black box menu konsultasi Pengujian black box menu konsultasi pada smartphone android terdapat dalam Tabel 5.9. Tabel 5.9 Pengujian Black Box Menu Konsultasi Pada Smartphone Android Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Jawab pertanyaan YA Sistem menyimpan jawaban yang Sukses atau TIDAK dipilih user Klik button tampilkan Muncul halaman hasil diagnosa Sukses hasil dignosa Klik cacat lahir yang dialami Muncul halalan penjelasan mengenai cacat lahir yang dialami Sukses c. Menu Daftar Cacat Lahir 1. Pengujian white box menu daftar cacat lahir Hasil pengujian white box menu daftar cacat lahir pada smartphone android ditunjukkan oleh Gambar

48 Gambar 5.16 Tampilan Daftar Cacat Lahir Pada Smartphone Android Jika user ingin melihat penjelasan cacat lahir, maka user memilih cacat lahir mana yang ingin dilihat dan akan muncul penjelasannya. Tampilan detail atau penjelasan cacat lahir ditunjukkan oleh Gambar Gambar 5.17 Tampilan Detail Cacat Lahir Pada Smartphone Android 104

49 2. Pengujian black box menu daftar cacat lahir Pengujian dan hasil uji black box menu daftar cacat lahir pada smartphone android terdapat pada Tabel Tabel 5.10 Pengujian Black Box Menu Cacat Lahir Pada Smartphone Android Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Memilih salah satu cacat Muncul penjelasan dan gambar Sukses lahir dari cacat lahir yang telah dipilh Memilih layout daftar cacat lahir Tampilan kembali pada daftar cacat lahir Sukses d. Menu Daftar Agen Teratogen 1. Pengujian white box menu daftar agen teratogen Hasil pengujian white box menu daftar agen teratogen pada smartphone android ditunjukkan oleh Gambar Gambar 5.18 Tampilan Menu Daftar Agen Teratogen Pada Smartphone Android Jika user ingin melihat penjelasan agen teratogen maka user memilih agen teratogen mana yang ingin dilihat dan akan muncul penjelasannya. Tampilan detail agen teratogen ditunjukkan Gambar

50 Gambar 5.19 Tampilan Detail Agen Teratogen Pada Smartphone Android 2. Pengujian black box menu daftar agen teratogen Pengujian dan hasil uji black box menu daftar agen teratogen pada smartphone android terdapat pada Tabel 5.11 Tabel 5.11 Pengujian Black Box Menu Agen Teratogen Pada Smartphone Android Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Memilih salah satu cacat Muncul penjelasan dan gambar Sukses lahir Memilih layout daftar cacat lahir dari cacat lahir yang telah dipilh Tampilan kembali pada daftar cacat lahir Sukses e. Menu Periode Sensitif Kehamilan 1. Pengujian white box menu periode sensitif kehamilan Hasil pengujian white box menu periode sensitif kehamilan pada smartphone android ditunjukkan oleh Gambar

51 Gambar 5.20 Tampilan halaman Periode Sensitif Kehamilan Pada Smartphone Android 2. Pengujian black box menu periode sensitif kehamilan Pengujian dan hasil uji black box menu bantuan pada smartphone android terdapat pada Tabel Tabel 5.12 Pengujian Black Box Menu Periode Sensitif Kehamilan Pada Smartphone Android Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Fungsi kembali (back) Kembali pada halaman utama Sukses f. Menu Bantuan 1. Pengujian white box menu bantuan Hasil pengujian white box menu bantuan pada smartphone android ditunjukkan oleh Gambar Gambar 5.21 Tampilan Menu Bantuan Pada Smartphone Android 107

52 2. Pengujian black box menu bantuan Pengujian dan hasil uji black box menu bantuan pada smartphone android terdapat pada Tabel Tabel 5.13 Pengujian Black Box Menu Bantuan Pada Smartphone Android Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Fungsi kembali (back) Kembali pada halaman utama Sukses g. Menu Tentang 1. Pengujian white box menu tentang Hasil pengujian white box menu tentang pada smartphone android ditunjukkan oleh Gambar Gambar 5.22 Tampilan Menu Tentang Pada Smartphone Android 2. Pengujian black box menu tentang Pengujian dan hasil uji black box untuk menu tentang pada smartphone android terdapat pada Tabel Tabel 5.14 Pengujian Black Box Menu Tentang Pada Smartphone Android Aktivitas Pengujian Realisasi Yang di Harapkan Hasil Fungsi kembali (back) Kembali pada halaman utama Sukses 108

53 5.3 Verifikasi Pengetahuan Proses verifikasi pengetahuan dilakukan untuk menguji kesesuaian pengetahuan yang telah disusun dengan pengetahuan yang diperoleh dari pakar tersebut. Pengujian ini dilakukan oleh pakar dengan cara mencoba sistem pakar yang telah dibangun dengan melakukan beberapa kali proses konsultasi untuk menguji keakuratan hasil analisis dari sistem pakar yang telah dibangun. Basis pengetahuan yang ada pada sistem kemudian dicocokkan dengan rancangan strategi implementasi yang telah dilakukan. Untuk mendapatkan kesimpulan maka setiap aturan yang diuji harus bernilai benar berdasarkan aturan yang ada pada basis pengetahuan. Hasil uji keakuratan sistem pakar berdasarkan basis pengetahuan yang ada dan berdasarkan uji coba yang dilakukan oleh pakar pada sistem terdapat pada Tabel Tabel 5.15 Uji Keakuratan Sistem Pakar No Pengujian Gejala Jawaban Hasil Diagnosa 1 Uji 1 Apakah anda terinfeksi: Parasit Toxoplasmosis Ya Apakah anda terinfeksi: Virus Cytomegalovirus Ya Chorioretinitis Apakah anda terinfeksi: Virus Varisela Zoster Ya Apakah anda mengkonsumsi: Obat Klorokuin Ya 2 Uji 2 Apakah anda terinfeksi: Parasit Toxoplasmosis Ya Apakah anda terinfeksi: Virus Cytomegalovirus Ya Apakah anda terinfeksi: Virus Varisela Zoster Ya Apakah anda mengalami: Mikrosefalus Hipertemia Ya Apakah anda mengalamai: Radiasi ion Ya Apakah anda terinfeksi: Virus Herper Simplex Ya Apakah anda terinfeksi: Virus Rubella Ya 109

54 No Pengujian Gejala Jawaban Hasil Diagnosa 3 Uji 3 Apakah anda terinfeksi: Parasit Toxoplasmosis Ya Apakah anda terinfeksi: Bakteri Sifilis Ya Hidrosefalus Apakah anda mengkonsumsi: Obat Retinoid Ya 4 Uji 4 Apakah anda mengkonsumsi: Alkohol Apakah anda mengkonsumsi Tembakau Ya Ya Fetal Alcohol Syndrome 5 Uji 5 Apakah anda mengkonsumsi: Obat Asam Valproat Ya Apakah anda mengkonsumsi: Obat Asam Kokain Ya Spina Bifida Apakah anda mengkonsumsi: Obat Ibu Profen Ya 6 Uji 6 Apakah anda mengkonsumsi: Obat Phenytoin Ya Apakah anda terinfeksi: Merkuri Ya Apakah anda mengalami: Labioschisis Kekurangan Asam Folat Ya Apakah anda mengalami: Kekurangan Vitamin B 6 Ya 7 Uji 7 Apakah anda mengkonsumsi: Obat Thalidomide Ya Phocomelia 8 Uji 8 Apakah anda mengalami: Penyakit Diabetes Melitus Ya Apakah anda terinfeksi HIV Ya Sirenomelia Apakah anda mengkonsumsi: Obat Sitostika Ya 9 Uji 9 Apakah anda terinfeksi: Parasit Toxoplasmosis Apakah anda mengkonsumsi: Alkohol Apakah anda mengkonsumsi: Obat Asam Valproat Apakah anda mengkonsumsi: Obat Phenytoin Apakah anda mengkonsumsi: Obat Thalidomide Apakah anda mengidap: Penyakit Diabetes Melitus 10 Uji 10 Apakah anda terinfeksi: Parasit Toxoplasmosis Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Diagnosa Tidak Ditemukan 110

55 No Pengujian Gejala Jawaban Hasil Diagnosa Apakah anda mengkonsumsi: Alkohol Apakah anda mengkonsumsi: Tidak Obat Asam Valproat Tidak Apakah anda mengkonsumsi: Phocomelia Obat Phenytoin Tidak Apakah anda mengkonsumsi: Obat Thalidomide Ya 11 Uji 11 Apakah anda terinfeksi: Parasit Toxoplasmosis Tidak Apakah anda mengkonsumsi: Alkohol Apakah anda mengkonsumsi: Tembakau Ya Ya Fetal Alcohol Syndrome 12 Uji 12 Apakah anda terinfeksi: Parasit Toxoplasmosis Apakah anda mengkonsumsi: Alkohol Apakah anda mengkonsumsi: Obat Asam Valproat Apakah anda mengkonsumsi: Obat Phenytoin Apakah anda terinfeksi : Merkuri Apakah anda mengalami: Kekurangan asam folat Apakah anda mengalami: Kekurangan vitamin B 6 13 Uji 13 Apakah anda terinfeksi: Parasit Toxoplasmosis Apakah anda mengkonsumsi: Alkohol Apakah anda mengkonsumsi: Obat Asam Valproat Apakah anda mengkonsumsi: Obat Phenytoin Apakah anda mengkonsumsi: Obat Thalidomide: Apakah anda mengidap: Penyakit Diabetes Melitus Apakah anda terinfeksi: HIV Apakah anda mengkonsumsi: Obat Sitostika Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Diagnosa Tidak Ditemukan Sirenomelia 111

56 Berdasarkan hasil uji keakuratan yang telah dilakukan, jawaban yang diberikan pakar menghasilkan cacat lahir sesuai dengan data yang ada pada pakar dan sistem. Namun, terdapat beberapa cacat lahir yang tidak terdeteksi (tidak menghasilkan kesimpulan). Hal ini disebabkan karena tidak terpenuhinya aturan yang ada di dalam sistem pakar berdasarkan jawaban yang dimasukkan pakar dari gejala-gejala yang ditunjukkan oleh sistem. 5.4 Uji Kelayakan Sistem Pengujian kelayakan sistem bertujuan mendapatkan penilaian langsung dari respon terhadap sistem yang dihasilkan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Adapun sampel dalam uji kelayakan sistem mahasiswa biologi untuk menguji dari ilmu biologi dan mahasiswa teknik informatika untuk menguji dari ilmu teknik informatika, pengguna sistem yang terdiri laki-laki, perempuan, dan pasangan muda/subur yang akan merencanakan kehamilan. Tahapan dari uji kelayakan ini adalah angket dan tabulasi data. a. Angket Angket yang dibuat berisikan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan sistem yang dihasilkan. Angket pengujian kelayakan sistem pakar menggunakan skala likert yang telah dimodifikasi, yaitu responden hanya memilih empat jawaban yang telah tersedia, yaitu TB (Tidak Baik), KB (Kurang Baik), B (Baik), dan SB (Sangat Baik). Bobot untuk masing-masing jawaban adalah sebagai berikut : Tidak Baik (TB) Kurang Baik (KB) : 1 (satu) : 2 (dua) 112

57 Baik (B) Sangat Baik (SB) : 4 (empat) : 5 (lima) Adapun penghilangan jawaban di tengah berdasarkan 3 alasan yaitu sebagai berikut (Hadi 1991 dalam Dewi 2010) : a. Kategori ragu-ragu memiliki arti ganda, bisa diartikan netral, setuju tidak, tidak setuju juga tidak. b. Tersedianya jawaban yang di tengah menimbulkan kecenderungan menjawab ke tengah (central tendency effect), terutama bagi mereka yang ragu-ragu atas arah kecenderungan jawabannya. 3. Maksud kategori jawaban TB-KB-B-SB adalah terutama untuk melihat kecenderungan pendapat responden ke arah setuju (sangat baik) atau ke arah tidak setuju (tidak baik). b. Tabulasi Data Angket yang telah dibuat kemudian dibagikan kepada responden. Teknik pemilihan responden (sampel) dilakukan dengan metode simple random sampling yaitu pemilihan sampel dengan cara random atau acak. Sebelum melakukan perhitungan dengan menggunakan skala likert, terlebih dahulu dilakukan pencarian intervalnya dengan persamaan 3.1. Dari persamaan 3.1 diperoleh nilai i = 0,8, nilai k = 5 dan ketetapan skala terendah adalah 1,00. Adapun kategori penilaian dibagi menjadi empat variabel yaitu penilaian terhadap tampilan, kemudahan pengguna, kinerja sistem, dan isi (content). Untuk mengetahui tingkatan kelayakan sistem penentuan kategori penilaian terdapat pada Tabel Tabel 5.16 Kategori Penilaian Interval Kategori 4,3-5,0 Sangat baik 3.5-4,2 Baik 1,9-2,6 Kurang baik 1,00-1,80 Tidak baik 113

58 Setelah data angket diperoleh, kemudian dianalisis menggunakan skala likert dengan menghitung jumlah pada tiap-tiap variabel. Untuk proses lengkap data perhitungan angket tertera pada lampiran E-1. Berikut hasil penilaian dari pengujian terhadap pengguna untuk masing-masing variabel. 1. Variabel Tampilan Variabel tampilan dalam pengujian ini yaitu untuk melihat penilaian dari responden mengenai tampilan baik warna dan gambar. Hasil penilaian variabel tampilan terdapat pada Tabel Tabel 5.17 Hasil Penilaian Variabel Tampilan Rata Frekuensi Jawaban NO Tampilan -rata (M) SB B KB TB 1 Komposisi warna 4, Kejelasan teks yang ada 4, Variasi tampilan/gambar 3, Kualitas tampilan 3, Kejelasan pertanyaan yang diberikan 2, Persentasi Rata-rata 13,2% 65% 21,8% 0% Total rata-rata kategori 3,696 Kategori BAIK Dari tabel 5.17 terlihat bahwa penilaian terhadap variabel tampilan memiliki nilai rata-rata 3,696. Berdasarkan kategori penilaian pada tabel 5.16 nilai rata-rata 3,696 berada dalam interval ,23. jadi dapat disimpulkan bahwa penilaian pada variabel tampilan termasuk kategori Baik. Untuk hasil perhitungan angket secara terperinci dapat dilihat pada bagian lampiran tabel E-2. Gambar persentase variabel tampilan dalam grafik ditunjukkan oleh Gambar

59 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Sangat Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik Gambar 5.23 Grafik Presentase Hasil Angket Variabel Tampilan 2. Variabel Kemudahan Penggunaan Variabel kemudahan penggunaan yaitu untuk melihat sejauh mana kemudahan yang dirasakan oleh user dalam menggunakan aplikasi yang telah dibangun. Untuk penilaian variabel kemudahan penggunaan didapatkan hasil seperti pada Tabel Tabel 5.18 Hasil Penilaian Variabel Kemudahan Penggunaan Ratarata Frekuensi Jawaban NO Kemudahan Penggunaan (M) SB B KB TB 1 Kemudahan memahami informasi yang diberikan 4, Kemudahan mengoperasikan aplikasi 3, Kemudahan memahami hasil diagnosa 3, Persentasi rata-rata 23,33% 63% 13,67% 0% Total rata-rata kategori 3,96 Kategori BAIK 115

60 Dari tabel tersebut terlihat bahwa penilaian terhadap variabel kemudahan penggunaan memiliki nilai rata-rata 3,96 yang berada dalam interval ,23 dan termasuk ke dalam kategori Baik. Untuk Hasil perhitungan angket secara terperinci dapat dilihat pada bagian lampiran tabel E-3. Persentase variabel kemudahan penggunaan dalam grafik ditunjukkan oleh Gambar ,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Sangat Baik Baik Kurang Baiik Tidak Baik Gambar 5.24 Grafik Persentase Hasil Angket Variabel Kemudahan Penggunaan 3. Variabel Kinerja Sistem Kinerja sistem dalam hal ini yaitu kecepatan sistem dalam merespon setiap aktivitas yang dilakukan oleh user dalam menggunakan aplikasi. Variabel kinerja sistem bertujuan variabel untuk melihat sejauh mana penilaian user mengenai kinerja sistem. Untuk penilaian variabel kinerja sistem didapatkan hasil seperti pada tabel

61 NO Tabel 5.19 Hasil Penilaian Variabel Kinerja Sistem Kinerja Sistem 1 Umpan balik yang diberikan segera setelah memberikan jawaban 2 Kecepatan menampilkan informasi Rata -rata (M) Frekuensi Jawaban SB B KB TB 3, , Persentasi rata-rata 1,5% 66% 32% 0% Total rata-rata kategori 3,545 Kategori BAIK Dari Tabel 5.19 tersebut terlihat bahwa penilaian terhadap variabel kinerja sistem memiliki nilai rata-rata 3,545. Berdasarkan kategori penilaian pada tabel 5.10 nilai rata-rata 3,545 berada dalam interval ,23. jadi dapat disimpulkan bahwa penilaian pada variabel kinerja sistem termasuk kategori Baik. Untuk Hasil perhitungan angket secara terperinci dapat dilihat pada bagian lampiran tabel E-4. Persentase variabel kinerja sistem dalam grafik ditunjukkan oleh Gambar ,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Sangat Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik Gambar 5.25 Grafik Persentase Hasil Angket Variabel Kinerja Sistem 117

62 4. Variabel Isi Variabel isi dalam hal ini yaitu tujuan informasi yang diberikan dalam aplikasi ini sesuai dengan kebutuhan dan mudah dipahami oleh user. Untuk penilaian variabel isi didapatkan hasil seperti pada Tabel Tabel 5.20 Hasil Penilaian Variabel Isi (Content) Ratarata Frekuensi Jawaban NO Isi (Content) (M) SB B KB TB 1 Tujuan sistem 4, Informasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan 4, tujuan Informasi yang diberikan mudah dipahami 4, Jumlah frekuensi jawaban Persentasi rata-rata 27% 69% 4% 0% Total rata-rata kategori 4,19 Kategori BAIK Dari tabel tersebut terlihat bahwa penilaian terhadap variabel 3 memiliki nilai rata-rata 4,19 dan termasuk ke dalam kategori Baik. Untuk Hasil perhitungan angket secara terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel E-5. Persentase variabel isi dalam grafik ditunjukkan oleh Gambar % 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Sangat Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik Gambar 5.26 Grafik Persentase Hasil Angket Variabel Isi (Content) 118

63 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan analisa, perancangan sistem, implementasi dan pengujian sistem yang telah dilakukan dalam sistem pakar untuk diagnosa cacat lahir akibat faktor teratogen dengan metode forward chaining berbasis android, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Aplikasi sistem pakar ini sudah dapat mendiagnosa cacat lahir dengan menggunakan metode forward chaining berdasarkan gejala-gejala (agen teratogen) yang di masukkan oleh pengguna. 2. Selain mendiagnosa cacat lahir, aplikasi yang dibangun juga telah dapat memberikan penjelasan tentang cacat lahir dan informasi mengenai agen-agen teratogen. 4. Aplikasi telah dibangun dirancang dengan menggunakan metode pengembangan sistem Linear Model Of Expert System Development dengan bahasa pemnrograman Java dan menggunakan perangkat lunak IDE Eclipse Kepler. Penelitian ini menghasilkan aplikasi yang dapat berjalan pada smartphone dengan version android hingga Dari hasil uji kelayakan sistem yang telah dilakukan, bahwa aplikasi sistem pakar ini tergolong ke dalam kategori baik dari segi tampilan dengan rata-rata kategori 3,696, 3,96 pada variabel kemudahan pengguna, 3,545 pada kinerja sistem, dan 4,19 pada variabel isi (content) sehingga aplikasi sistem pakar ini sudah layak untuk digunakan oleh masyarakat umum.

64 6.2 Saran Berdasarkan hasil analisa, implementasi, pembahasan dan pengujian sistem yang telah dilakukan pada sistem pakar diagnosa cacat lahir akibat faktor teratogen dengan metode forward chaining berbasis android, maka untuk pengembangan penelitian selanjutnya penulis menyarankan: 1. Cacat lahir yang dibahas tidak hanya cacat lahir morfologi saja, hendaknya dilengkapi dengan cacat lahir anatomi atau cacat lahir fungsi organ tubuh manusia juga sehingga pengetahuan mengenai cacat lahir lebih banyak diketahui oleh pengguna sistem. 2. Penambahan metode dan penyempurnaan terhadap aturan-aturan yang digunakan dalam penarikan kesimpulan. 3. Menambah agen-agen teratogen yang menyebabkan cacat lahir baik cacat lahir morfologis maupun anatomi. 4. Menambah fitur-fitur tambahan agar aplikasi yang dibuat lebih menarik. 120

65 DAFTAR PUSTAKA Desiani, A. (2006). Konsep Kecerdasan Buatan. Yogyakarta: ANDI. Dewi R, S., & Rahayu, I. D. (2013). Modul Pembelajaran Kelainan Kongenital. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang. Dewi, N. K. (2010). Sistem Pakar Berbasis Web Untuk Diagnosa Gangguan Saluran Pencernaan. Fakultas Teknik Universitas Bengkulu, Bengkulu, Skripsi Tidak Diterbitkan. Fingas, J. (2013). Android Tops 81 Percent Of Smartphone Market Share In Q3. [Online] Tersedia: Firmansyah. (2013). Bayi Berkepala Dua Lahir di Bengkulu, Satu Kepala di Selangkang. Rakyat Bengkulu. 13 Desember Hasibuan, Z. A. (2007). Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia. Lubis, R. D. (2008). Varicella dan Herpes Zoster. Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara. Mansjoer, A., Suprohaita, Wardhani, W. I., & Setiowulan, W. (2000). Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius. Mochtar, R. (1998). Sinopsis Obstetri. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Nadya. (2013). Cacat Bawaan (Kongenital) Pada Bayi Yang Baru Lahir Di Rumah Sakit M.Yunus Bengkulu. Fakultas MIPA Universitas Bengkulu, Bengkulu, Skripsi Tidak Diterbitkan. Nugroho, A. (2005). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi Berorientasi Objek. Bandung: Informatika Bandung. Nurhayati, K. W. (2006). Sistem Pakar Berbasis Web Untuk Diagnosis Alergi Obat Antibiotik Pada Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan. Fakultas Teknologi Industri UPN Veteran: Skripsi Tidak Diterbitkan. Obican, S., & Scialli, A. R. (2011). Teratogenic Exposures. American Journal of Medical Genetics Part C. Pender, T. A. (2002). UML Weekend Crush Course. Indiana.

66 Perdana, F. R. (2012). Mobile Asisten Masa Kehamilan "CIO" Berbasis Android. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer, Yogyakarta. Putra, F. (2011). Perancangan Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Paru-Paru Menggunakan Metode Forward Chaining. Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidatullah. Riduwan. (2010). Metode dan Teknik Menyusun Proposal Penelitian. Bandung: CV.Alvabeta. Safaat, N. (2011). ANDROID "Pemrograman Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet PC Berbasis Android. Bandung: Informatika Bandung. Suyanto. (2011). Artificial Intelligence. Bandung: Informatika Bandung. Tim Penerbit ANDI. (2009). Pengembangan Sistem Pakar Menggunakan Visual Basic. Yogyakarta: ANDI. Trasler, J. M., & Doerksen, T. (1999). Teratogen Update: Paternal Exposures- Reproductive Risk. Teratology 60, Whenty H, B. (2010). Program Bantu Diagnosa Gangguan Kesehatan Kehamilan Dengan Metode Forward Chaining. Fakultas Teknik Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta. Widodo, P. P., & Herlawati. (2011). Menggunakan UML. Bandung: Informatika Bandung. Wilson, R., & Philadelphia. (2007). Principles of Human Teratology: Drug, Chemical, and Infectious Exposure. SOGC Clinical Practice Guideline. Yutama, M. (2013). Aplikasi Game Remi "Song" Yang Mendukung Multiplayer Berbasis Desktop. Fakultas Teknik Universitas Bengkulu, Skripsi Tidak Diterbitkan. 122

67 LAMPIRAN

68 LAMPIRAN A HASIL PENGUJIAN KELAS DAN LAYOUT SISTEM Lampiran A-1 : Hasil Pengujian Kelas dan Layout Sistem (Uji WhiteBox) No Nama File Pengujian Hasil Uji 1 HomeActivity.java Menampilkan halaman menu utama Sukses home.xml Mengatur semua tampilan menu yang ada Sukses pada halaman menu utama 2 Konsultasi.java Menampilkan halaman konsultasi Sukses form_konsultasi.xml Mengatur semua tampilan halaman Sukses konsultasi, pertanyaan, dan letak gambar 3 Rule.java Mengatur setiap aturan untuk menuju ke Sukses suatu kesimpulan 4 RulesTemp.java Menyimpan sementara jawaban user untuk Sukses menemukan kesimpulan 5 Diagnosa.java Menampilkan hasil diagnosa Sukses hasil_konsultasi.xml Mengatur tampilan hasil diagnosa Sukses 6 DaftarCacatLahir.java Menampilkan daftar cacat lahir Sukses daftar_cacat_lahir.xml Mengatur semua tampilan cacat lahir, Sukses definisi, dan tata letak gambar cacat lahi. 7 DaftarAgenTeratogen.java Menampilkan daftar agen teratogen Sukses daftar_agen_teratogen.xml Mengatur semua tampilan agen teratogen, Sukses penjelasan, dan gambar agen teratogen 8 PeriodeSensitifKehamilan.ja Menampilkan tampilan informasi periode Sukses va sensitif kehamilan Periode_sensitif.xml Mengatur tampilan periode kehamilan Sukses 9 HelpActivity.java Menampilkan tampilan informasi bantuan Sukses help.xml Mengatur tampilan informasi bantuan Sukses 10 AboutActivity.java Menampilkan tampilan informasi tentang Sukses about.xml Mengatur tampilan tentang Sukses 11 DataClickLink.java Menampilkan halaman dari kata yang di klik Sukses 12 ClinkAgen.java Menampilkan penjelasan setiap agen yang dapat di klik Sukses A-1

69 LAMPIRAN B HASIL PENGUJIAN PADA SMARTPHONE ANDROID Lampiran B-1 : Tahap Pengujian Fungsional Sistem (Uji BlackBox) Pada Smartphone Android NO Aktifitias Percobaan ke- Realisasi Yang Diharapkan Pengujian Klik icon aplikasi Muncul halaman utama Gagal Gagal Gagal Sukses Sukses Sukses Sukses 2 Klik menu Muncul halaman konsultasi dengan pertanyaan Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Sukses konsultasi konsultasi Klik button YA Muncul pertanyaan selanjutnya yang Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Sukses berhubungan dengan pertanyaan sebelumnya Klik button Muncul pertanyaan selanjutnya yang tidak ada Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal TIDAK hubungannya dengan pertanyaan sebelumnya 3 Klik menu daftar Muncul halaman daftar cacat lahir Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal cacat lahir Klik salah satu Muncul informasi mengenai cacat lahir yang Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal cacat lahir dipilih 4 Klik menu daftar Muncul halaman daftar agen teratogen Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal agen teratogen Klik salah satu Muncul informasi mengenai agen teratogen Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal agen teratogen yang dipilih 5 Klik menu periode Muncul informasi periode sensitif kehamilan Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal sensitif kehamilan 6 Klik menu bantuan Muncul informasi bantuan Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal 7 Klik menu tentang Muncul informasi tentang programmer Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal B-1

70 NO Aktifitias Percobaan ke- Realisasi Yang Diharapkan Pengujian Klik icon aplikasi Muncul halaman utama Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses 2 Klik menu Muncul halaman konsultasi dengan pertanyaan Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses konsultasi konsultasi Klik button YA Muncul pertanyaan selanjutnya yang Sukses Gagal Sukses Gagal Sukses Sukses Sukses berhubungan dengan pertanyaan sebelumnya Klik button Muncul pertanyaan selanjutnya yang tidak ada Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Sukses TIDAK hubungannya dengan pertanyaan sebelumnya 3 Klik menu daftar Muncul halaman daftar cacat lahir Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal cacat lahir Klik salah satu Muncul informasi mengenai cacat lahir yang Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal cacat lahir dipilih 4 Klik menu daftar Muncul halaman daftar agen teratogen Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal agen teratogen Klik salah satu Muncul informasi mengenai agen teratogen Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal agen teratogen yang dipilih 5 Klik menu periode Muncul informasi periode sensitif kehamilan Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal sensitif kehamilan 6 Klik menu bantuan Muncul informasi bantuan Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal 7 Klik menu tentang Muncul informasi tentang programmer Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal B-2

71 NO Aktifitias Percobaan ke- Realisasi Yang Diharapkan Pengujian Klik icon aplikasi Muncul halaman utama Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses 2 Klik menu Muncul halaman konsultasi dengan pertanyaan Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses konsultasi konsultasi Klik button YA Muncul pertanyaan selanjutnya yang Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses berhubungan dengan pertanyaan sebelumnya Klik button Muncul pertanyaan selanjutnya yang tidak ada Sukses Gagal Gagal Gagal Gagal Sukses Sukses TIDAK hubungannya dengan pertanyaan sebelumnya 3 Klik menu daftar Muncul halaman daftar cacat lahir Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal cacat lahir Klik salah satu Muncul informasi mengenai cacat lahir yang Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal cacat lahir dipilih 4 Klik menu daftar Muncul halaman daftar agen teratogen Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal agen teratogen Klik salah satu Muncul informasi mengenai agen teratogen Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal agen teratogen yang dipilih 5 Klik menu periode Muncul informasi periode sensitif kehamilan Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal sensitif kehamilan 6 Klik menu bantuan Muncul informasi bantuan Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal 7 Klik menu tentang Muncul informasi tentang programmer Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal B-3

72 NO Aktifitias Percobaan ke- Realisasi Yang Diharapkan Pengujian Klik icon aplikasi Muncul halaman utama Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses 2 Klik menu Muncul halaman konsultasi dengan pertanyaan Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses konsultasi konsultasi Klik button YA Muncul pertanyaan selanjutnya yang Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses berhubungan dengan pertanyaan sebelumnya Klik button Muncul pertanyaan selanjutnya yang tidak ada Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses TIDAK hubungannya dengan pertanyaan sebelumnya 3 Klik menu daftar Muncul halaman daftar cacat lahir Gagal Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses cacat lahir Klik salah satu Muncul informasi mengenai cacat lahir yang Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Sukses Sukses cacat lahir dipilih 4 Klik menu daftar Muncul halaman daftar agen teratogen Gagal Gagal Gagal Sukses Sukses Sukses Sukses agen teratogen Klik salah satu Muncul informasi mengenai agen teratogen Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal agen teratogen yang dipilih 5 Klik menu periode Muncul informasi periode sensitif kehamilan Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal sensitif kehamilan 6 Klik menu bantuan Muncul informasi bantuan Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Sukses Sukses 7 Klik menu tentang Muncul informasi tentang programmer Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Sukses Sukses B-4

73 NO Aktifitias Percobaan ke- Realisasi Yang Diharapkan Pengujian Klik icon aplikasi Muncul halaman utama Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses 2 Klik menu Muncul halaman konsultasi dengan pertanyaan Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses konsultasi konsultasi Klik button YA Muncul pertanyaan selanjutnya yang Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses berhubungan dengan pertanyaan sebelumnya Klik button Muncul pertanyaan selanjutnya yang tidak ada Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses TIDAK hubungannya dengan pertanyaan sebelumnya 3 Klik menu daftar Muncul halaman daftar cacat lahir Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses cacat lahir Klik salah satu Muncul informasi mengenai cacat lahir yang Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses cacat lahir dipilih 4 Klik menu daftar Muncul halaman daftar agen teratogen Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses agen teratogen Klik salah satu Muncul informasi mengenai agen teratogen Gagal Sukses Sukses Sukses Sukses agen teratogen yang dipilih 5 Klik menu periode Muncul informasi periode sensitif kehamilan Gagal Gagal Gagal Sukses Sukses sensitif kehamilan 6 Klik menu bantuan Muncul informasi bantuan Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses 7 Klik menu tentang Muncul informasi tentang programmer Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses B-5

74 LAMPIRAN C WAWANCARA (INTERVIEW) PAKAR Lampiran C-1 : Hasil Wawancara Kepada Pakar Mahasiswa : Pak, saya mahasiswa Teknik Informatika yang sudah janji wawancara dengan bapak hari ini. Pakar : Oh iya, wawancara tentang teratogenesis ya. Baik. Ada istilah teratogenesis. Teratogenesis berasal dari kata teras yang berarti cacat atau menakutkan. Jadi, teratogenesis adalah proses terjadinya cacat. Ilmu yang mempelajari teras ini adalah teratologi, cabang dari ilmu biologi. Mahasiswa : Mengapa kita harus mengetahui tentang teratogenesis? Pakar : Kita tahu bahwa kalau ada kasus cacat, pihak keluarga akan kecewa, sedih, dan prihatin. Itulah mengapa harus mengetahui tentang ilmu teratologi yang khusus membahas cacat lahir. Tujuan dengan mempelajari ilmu ini, untuk menekan agar cacat lahir tidak muncul lagi. Mahasiswa : Siapa yang harus mempelajari ilmu teratologi ini pak? Pakar :Semua orang harus mempelajari ilmu ini, bukan hanya dosen, dokter, mahasiswa, ataupun pasangan suami istri. Tetapi semua orang, semua pihak, terutama pasangan subur yang akan memiliki anak, agar bayi yang dikandung tidak mengalami cacat. C-1

75 Mahasiswa : Cacat lahir yang dapat terjadi seperti apa pak? Pakar : Ada 2 macam cacat lahir yaitu cacat lahir yang disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan atau teratogen. Faktor genetik dalam hal ini yaitu dimana sebelum terjadinya penetrasi, ovum ataupun sperma sudah memiliki kesalahan/cacat. Sedangkan faktor lingkungan/teratogenik yaitu, ovum dan sperma telah melakukan penetrasi, dan menghasilkan zigot namun mengalami gangguan selama proses kehamilan. Mahasiswa : Penyebab cacat lahir itu seperti apa pak? Pakar : Penyebab cacat lahir disebut teratogen. Teratogen ada bermacammacam, yaitu obat-obatan, bahan kimia, kandungan terbentur, infeksi bakteri seperti sifilis dan toxoplasmosis, kecelakaan, radiasi, rokok, kafein, narkoba, HIV dan psikologi. Obat-obatan yang tidak boleh dikonsumsi selama masa kehamilan seperti obat untuk penyakit ayan dan obat Thalidomide. Psikologi baik dari ibu ataupun orang sekitar yang dapat menyebabkan ibu mengalami stress, kelelahan, maupun tekanan. Mahasiswa : Apakah umur istri maupun suami berpengaruh terhadap kemungkinan cacat lahir pak? Pakar : Iya. Karena hal ini akan berpengaruh terhadap ovum dan sperma yang dihasilkan. C-2

76 Mahasiswa : Apakah mitos mengenai selama kehamilan, baik ibu ataupun suami dilarang untuk membunuh binatang dan jangan berbicara mengenai kejelekan orang lain itu termasuk penyebab cacat lahir tidak pak? Pakar : Baik yah. Cerita seperti itu memang ada pada masyarakat. Secara biologi hal ini tidak mungkin. Namun, dari ajaran kearifan selama proses kehamilan berlangsung, hendaknya sang suami maupun istri yang mengandung menjaga perilaku dan sikap yang baik. Mahasiswa : Apakah cacat lahir yang telah terjadi dapat diobati pak? Pakar : Oh tidak. Cacat lahir yang telah terjadi hanya dapat dikoreksi. Mahasiswa : Oh y pak, manusia kan terdiri dari bagian morfologi atau bentuk dan anatomi atau fungsi tubuh bagian dalam. Cacat lahir yang akan dibahas dalam aplikasi ini nantinya mengenai cacat lahir yang bagaimana pak? Pakar : Cacat lahir morfologi saja. Seperti bibir sumbing, hidrosefalus, polidaktili, usus terburai, pusar bodong, amelia atau tidak ada anggota gerak. Cacat lahir yang morfologi atau nampak kasat mata dan disebabkan oleh teratogen. Mahasiswa : Sepertinya hanya itu saja yang ingin saya tanyakan, agar informasi yang akan disampaikan melalui aplikasi nantinya dapat benar dan tidak menyimpang. Terima kasih pak. Pakar : Oh ya, sama-sama. C-3

77 LAMPIRAN D ANGKET UJI KELAYAKAN Lampiran D-1 : Angket Uji Kelayakan D-1

78 D-2

79 LAMPIRAN E HASIL PERHITUNGAN ANGKET UJI KELAYAKAN SISTEM Lampiran E-1 : Tabel Penilaian Responden Kriteria Penilaian / Pertanyaan NO Responden Tampilan Kemudahan Kinerja Isi Penggunaan Sistem Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden E-1

80 Kriteria Penilaian / Pertanyaan NO Responden Tampilan Kemudahan Kinerja Penggunaan Sistem Isi Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden E-2

81 Kriteria Penilaian / Pertanyaan NO Responden Tampilan Kemudahan Kinerja Penggunaan Sistem Isi Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden E-3

82 Kriteria Penilaian / Pertanyaan NO Responden Tampilan Kemudahan Kinerja Penggunaan Sistem Isi Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden E-4

83 Kriteria Penilaian / Pertanyaan NO Responden Tampilan Kemudahan Kinerja Penggunaan Sistem Isi Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Responden Total Frekuensi Jawaban Jumlah Responden Rata-rata (M) 4,08 4,11 3,74 3,64 2,91 4,24 3,89 3,75 3,91 3,18 4,2 4,13 4,24 Rata-rata kategori 3,696 3,96 3,545 4,19 Kategori Baik Baik Baik Baik E-5

84 Lampiran E-2 : Tabel Persentase Variabel Tampilan Frekuensi Jawaban Frekuensi Persentase Total NO Tampilan SB B KB TB SB B KB TB 1 Komposisi warna % 68 % 8 % 0 % 100 % 2 Kejelasan teks yang ada % 77 % 4 % 0 % 100 % 3 Variasi tampilan/gambar % 66 % 20 % 0 % 100 % 4 Kualitas tampilan % 73 % 21 % 0 % 100 % 5 Kejelasan pertanyaan yang diberikan % 41 % 56 % 0 % 100 % Persentase rata-rata 13,2 % 65 % 21,8 % 0 % 100 % Lampiran E-3 : Tabel Persentase Variabel Kemudahan Penggunaan NO Kemudahan Penggunaan Frekuensi Jawaban Frekuensi Persentase Total SB B KB TB SB B KB TB 1 Kemudahan menginstal aplikasi % 58 % 6 % 0 % 100 % 2 Kemudahan mengoperasikan aplikasi % 72 % 13 % 0 % 100 % 3 Kemudahan memahami hasil diagnosa % 59 % 22 % 0 % 100 % Persentase rata-rata 23,33 % 63 % 13,67 % 0 % 100 % E-6

85 Lampiran E-4 : Tabel Persentase Variabel Kinerja Sistem NO Kinerja Sistem Frekuensi Jawaban Frekuensi Persentase Total SB B KB TB SB B KB TB 1 Umpan balik yang diberikan segera % 91 % 6 % 0 % 100 % setelah memberikan jawaban 2 Kecepatan menampilkan informasi % 41 % 59 % 0 % 100 % Persentase rata-rata 1,5 % 66 % 32,5 % 0 % 100 % Lampiran E-5 : Tabel Persentase Variabel Isi (Content) NO Isi (Content) Frekuensi Jawaban Frekuensi Persentase Total SB B KB TB SB B KB TB 1 Tujuan sistem % 68 % 4 % 0 % 100 % 2 Informasi yang diberikan sesuai dengan % 78 % 3 % 0 % 100 % kebutuhan dan tujuan 3 Informasi yang diberikan mudah % 61 % 5 % 0 % 100 % dipahami Persentase rata-rata 27 % 69 % 4 % 0 % 100 % E-7

86 LAMPIRAN F SURAT PENDUKUNG PENELITIAN Lampiran F- 1 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Wawancara F-1

87 Lampiran F- 2 Surat Keterangan Sebagai Ahli Pakar F-2

88 Lampiran G-1. Hasil Uji Coba Aplikasi Pada Smartphone Android LAMPIRAN G UJI COBA APLIKASI PADA SMARTPHONE ANDROID NO Pengujian 1 Klik icon aplikasi (Terlebih dahulu aplikasi di instal pada smartphone responden) Jenis Smartphone G-1

89 NO Pengujian 2 Klik menu konsultasi Jenis Smartphone Hasil diagnosa G-2

90 NO Pengujian 3 Klik menu daftar cacat lahir Jenis Smartphone Klik salah satu jenis cacat lahir G-3

91 NO Pengujian 4 Klik menu daftar agen teratogen Jenis Smartphone Klik salah satu jenis agen teratogen G-4

92 NO Pengujian 5 Klik menu periode sensitif kehamilan Jenis Smartphone Klik menu bantuan G-5

93 NO Pengujian 7 Klik menu tentang Jenis Smartphone Keterangan: Jenis Smartphone 1 : Samsung Ace 2 dan Android Version Jenis Smartphone 2 : Samsung GT-S6810 dan Android Version Jenis Smartphone 3 : Samsung Ace Duos dan Android Version G-6

BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN... i LEMBAR PENGESAHAN... ii ABSTRAK... iii ABSTRACT... iv BIOGRAFI PENULIS... v LEMBAR PERSEMBAHAN... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. Dalam membangun aplikasi pembelajaran aksara sunda berbasis android

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. Dalam membangun aplikasi pembelajaran aksara sunda berbasis android BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Sistem Dalam membangun aplikasi pembelajaran aksara sunda berbasis android dilakukan dengan beberapa tahap analisis, yaitu: 1. Pengumpulan data aksara sunda

Lebih terperinci

4. BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. diusulkan perancangan sistem baru, dimana kinerja dari suatu sistem yang baru

4. BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. diusulkan perancangan sistem baru, dimana kinerja dari suatu sistem yang baru 4. BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem dilakukan apabila tahap dari analisis sistem telah selesai dilakukan. Berdasarkan pada hasil analisis sistem yang sedang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud

Lebih terperinci

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem 3.1 Metode Pengembangan Sistem Pada bagian ini akan dijelaskan tentang metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan sistem. Metode penelitian yang dipakai adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, alat yang di gunakan adalah sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware)

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, alat yang di gunakan adalah sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware) BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa alat dan bahan sebagai penunjang keberhasilan penelitian. Alat dan bahan tersebut adalah sebagai berikut:

Lebih terperinci

TAKARIR. : diagram aktifitas yang memodelkan alur kerja. suatu proses. dipakai. berurutan. : perangkat untuk simulasi hasil aplikasi pada IDE

TAKARIR. : diagram aktifitas yang memodelkan alur kerja. suatu proses. dipakai. berurutan. : perangkat untuk simulasi hasil aplikasi pada IDE TAKARIR Activity diagram : diagram aktifitas yang memodelkan alur kerja sebuah proses bisnis dan urutan aktivitas dalam suatu proses Backward chaining Class diagram : penalaran mundur : diagram kelas yang

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. sesuai dengan pendapat Sugiyono (2003:58) mendefinisikan bahwa:

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. sesuai dengan pendapat Sugiyono (2003:58) mendefinisikan bahwa: BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data, sesuai dengan pendapat Sugiyono (2003:58) mendefinisikan bahwa: Objek penelitian

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 64 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Pengertian Sistem Aplikasi Sistem yang akan dibangun merupakan sistem aplikasi mobile web yang bernama Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit. Aplikasi tersebut

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung yang berada di jalan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Setelah melakukan analisis dan perancangan terhadap aplikasi check point dan penghitung jumlah pada bus AKAP berbasis Android. Pada bab ini akan dibahas mengenai implementasi

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB 1 Irman Hariman, M.T. 2 Andri Noviar 1 Program Studi Teknik Informatika STMIK LPKIA Jln.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia fisika banyak hal dan istilah yang belum kita ketahui baik kata maupun maknanya. Dalam hal ini dibutuhkan sebuah kamus istilah fisika. Kamus istilah adalah

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. menggambarkan aliran-aliran informasi dari bagian-bagian yang terkait, baik dari

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. menggambarkan aliran-aliran informasi dari bagian-bagian yang terkait, baik dari BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Analisis sistem merupakan gambaran suatu sistem yang saat ini sedang berjalan dan untuk mempelajari sistem yang ada. Analisis

Lebih terperinci

BAB III. Metode Penelitian

BAB III. Metode Penelitian BAB III Metode Penelitian 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dan tindakan(actionresearch). Menurut Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (2005:234) : Penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada saat ini. Internet atau yang sering disebut sebagai dunia maya bukanlah

BAB I PENDAHULUAN. pada saat ini. Internet atau yang sering disebut sebagai dunia maya bukanlah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini penggunaan teknologi dan informasi sangat diperlukan bagi setiap perusahaan atau instansi. Untuk mengelola informasi dibutuhkan teknologi yang baik,

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Masalah Pada tahap ini analisa yang dilakukan oleh penulis dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana merancang suatu Aplikasi Foto Editor Berbasis Android

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. cara berpikir manusia yang disebut sebagai artificial intelligence atau lebih

BAB I PENDAHULUAN. cara berpikir manusia yang disebut sebagai artificial intelligence atau lebih BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan zaman tidak luput dari perkembangan teknologi informasi, Semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini sangat mempengaruhi pola pikir dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Masalah Pada tahapan analisa yang dilakukan penulis dalam melakukan penulisan skripsi ini adalah bagaimana merancang suatu aplikasi video ke GIF konverter

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 41 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Sistem Implementasi adalah proses untuk menerapkan sistem informasi yang telah dibangun agar user yang menggunakannya menggantikan sistem informasi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Analisis bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang terdapat pada sistem serta menentukan kebutuhan-kebutuhan dari sistem

Lebih terperinci

MOBILE PROGRAMMING. Oleh : CHALIFA CHAZAR

MOBILE PROGRAMMING. Oleh : CHALIFA CHAZAR MOBILE PROGRAMMING Oleh : CHALIFA CHAZAR MATERI 5 LOOPING STATEMENT Tujuan: Mahasiswa memahami dan mampu memnggunakan struktur kondisi pengulangan untuk mendukung pembuatan suatu aplikasi Android. Pustaka:

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah menjelaskan seluruh kegiatan selama berlangsungnya penelitian untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat sesuai dengan permasalahan yang akan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Bab ini akan menjelaskan system analisis dan perancangan pada aplikasi Sistem Pencatatan MOM (Minutes Of Meeting) dan Scheduling Menggunakan Mobile Programming, tahap pertama

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. hasil analisis ini digambarkan dan didokumentasiakan dengan metodologi

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. hasil analisis ini digambarkan dan didokumentasiakan dengan metodologi BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan analisis yang berorientasi pada objek-objek yang diperlukan oleh

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dengan demikian objek yang akan penulis kaji adalah Sistem Informasi

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dengan demikian objek yang akan penulis kaji adalah Sistem Informasi BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Dengan demikian objek yang akan penulis kaji adalah Sistem Informasi Penyewaan Peralatan Pesta Pada CV.Risha. Penelitian dilakukan di CV.Risha yang

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Analisa merupakan tahapan paling awal dalam proses pembuatan sebuah aplikasi. Pada tahap ini penulis menganalisa kebutuhan dasar sistem. Analisa dilakukan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lahirnya teknologi informasi komputer dan fasilitas pendukungnya seperti layanan internet saat ini membuat perkembangan yang sangat luas. Segala informasi-informasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Prosedur Penelitian Dalam pengembangan sistem dibutuhkan suatu metode yang berfungsi sebagai acuan atau prosedur dalam mengembangkan suatu sistem. Metode pengembangan sistem

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Dalam penelitian ini, alat yang di gunakan adalah sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware) a) Personal Computer (PC)/Laptop 32/64 bit architecture

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Banyaknya aplikasi - aplikasi yang digunakan saat ini telah banyak membantu banyak pengguna dalam proses komunikasi dan bertukar informasi. Sama

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Kebutuhan Sistem Tahap analisis sistem merupakan salah satu usaha mengidentifikasi kebutuhan dan spesifikasi sistem yang akan diciptakan. Di dalamnya

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Analisis Prosedur yang sedang Berjalan

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Analisis Prosedur yang sedang Berjalan BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisa Sistem Yang Berjalan 4.1.1 Analisis Prosedur yang sedang Berjalan 4.1.1.1 Use Case Konfirmasi Customer Supplier Pemasukan barang Gudang

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 PERANCANGAN SISTEM Untuk memudahkan pembuatan aplikasi sistem pakar berbasis website, maka akan dibuat model menggunakan UML (Unified Modeling Language). Perlu diketahui metode

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Perkembangan teknologi pada masa sekarang ini telah mengalami perubahan yang sangat pesat, sama halnya dengan perkembangan Elektronik. Salah satunya

Lebih terperinci

Sistem Penentuan Kualitas Pelayanan Di Bidang Kesehatan Berbasis Android

Sistem Penentuan Kualitas Pelayanan Di Bidang Kesehatan Berbasis Android Sistem Penentuan Kualitas Pelayanan Di Bidang Kesehatan Berbasis Android Siti Mujilahwati, Nur Nafi iyah Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan Email: [email protected], [email protected]

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bagus dan enak dilihat. Proses cat pada mobil adalah bagian dari proses kerja yang

BAB I PENDAHULUAN. bagus dan enak dilihat. Proses cat pada mobil adalah bagian dari proses kerja yang BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Cat adalah suatu pewarna untuk mewarnai kendaraan supaya kendaraan bagus dan enak dilihat. Proses cat pada mobil adalah bagian dari proses kerja yang sangat penting

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. DAFTAR ISI... iii. DAFTAR GAMBAR... vii. DAFTAR TABEL... ix. DAFTAR LAMPIRAN... x Latar Belakang Masalah...

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. DAFTAR ISI... iii. DAFTAR GAMBAR... vii. DAFTAR TABEL... ix. DAFTAR LAMPIRAN... x Latar Belakang Masalah... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah... 2 1.3 Tujuan... 2

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM. Gambar 4-1 algoritma First in First Out 4-1.

PERANCANGAN SISTEM. Gambar 4-1 algoritma First in First Out 4-1. BAB 4. PERANCANGAN SISTEM Setelah melakukan proses analisa sistem maka akan dilakukan proses perancangan sistem yang diharapkan sesuai dengan yang kebutuhan pengguna yang dianalisa.perancangan sistem ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. secara lebih aktual dan optimal. Penggunaan teknologi informasi bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. secara lebih aktual dan optimal. Penggunaan teknologi informasi bertujuan untuk BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang sangat cepat telah membawa manusia memasuki kehidupan yang berdampingan dengan informasi dan teknologi itu sendiri. Yang berdampak pada

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Umum Pada bab ini akan dijelaskan mengenai pembuatan Rancang Bangun Aplikasi Perencanaan Stok Barang dengan Menggunakan Teori Trafik dari tahap awal perancangan sampai

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Tanah dalam perspektif ekonomi merupakan suatu investasi yang mempunyai nilai tinggi dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan nilai tanah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ini disebabkan oleh berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dan adanya

BAB I PENDAHULUAN. Ini disebabkan oleh berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dan adanya BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi pegolahan data saat ini terus berkembang pesat. Ini disebabkan oleh berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dan adanya perangkat-perangkat

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Setelah melakukan analisa dan perancangan terhadap Aplikasi Panduan Wisata Religi Kota Tangerang dan Sekitarnya maka tahapan selanjutnya ialah tahap implementasi.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN. sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN. sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN 4.1. Analisis Sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Masalah Analisa masalah merupakan suatu proses awal pembuatan aplikasi Pembelajaran Pertolongan Pertama saat Kecelakaan Berbasis Mobile ini. analisis

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1. Analisa Analisa adalah penguraian dari suatu pembahasan, dalam hal ini pembahasan mengenai aplikasi sistem informasi TORCH berbasis android mobile, yang berguna untuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan sistematika tahapan yang dilaksanakan selama penelitian tugas akhir. Secara garis besar metodologi penelitian tugas akhir ini dapat dilihat

Lebih terperinci

2.4.4 Activity Diagram... II Sequence Diagram... II Collaboration Diagram... II Implementasi... II PHP...

2.4.4 Activity Diagram... II Sequence Diagram... II Collaboration Diagram... II Implementasi... II PHP... DAFTAR ISI ABSTRACT... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR SIMBOL... xii BAB I... I-1 PENDAHULUAN... I-1 1.1 Latar Belakang... I-1 1.2

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Penelitian bertujuan untuk merancang sebuah sistem yang dapat melakukan penyisipan sebuah pesan rahasia kedalam media citra digital dengan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 6 DAFTAR ISI Isi Halaman HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... INTISARI... ABSTRACT... i ii iii vi ix x xi xii BAB I

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem Analisis Sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Pembahasan pada bab ini meliputi analisis aplikasi yang didalamnya membahas tujuan dari pembuatan aplikasi. 3.1.1 Tujuan Aplikasi yang penulis rancang dan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM. yang terdapat pada sistem tersebut untuk kemudian dijadikan landasan usulan

BAB IV ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM. yang terdapat pada sistem tersebut untuk kemudian dijadikan landasan usulan 41 BAB IV ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM 4.1. Analisis sistem yang sedang berjalan Tahap yang perlu dilakukan sebelum mengembangkan susatu sistem adalah menganalisis sistem yang sedang berjalan kemudian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab Tinjauan Pustaka memuat uraian gambaran umum dan fungsi-fungsi pada perpustakaan, pengertian sistem informasi, dan kaitan antara perpustakaan dan sistem informasi. 2.1. Perpustakaan

Lebih terperinci

PERANCANGAN APLIKASI MOBILE PENJUALAN PULSA ELEKTRONIK PUTRI CELL BERBASIS ANDROID LAPORAN TUGAS AKHIR. Diajukan Sebagai Melengkapi Salah Satu Syarat

PERANCANGAN APLIKASI MOBILE PENJUALAN PULSA ELEKTRONIK PUTRI CELL BERBASIS ANDROID LAPORAN TUGAS AKHIR. Diajukan Sebagai Melengkapi Salah Satu Syarat PERANCANGAN APLIKASI MOBILE PENJUALAN PULSA ELEKTRONIK PUTRI CELL BERBASIS ANDROID LAPORAN TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Melengkapi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi Di Susun Oleh

Lebih terperinci

BAB IV TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM

BAB IV TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM BAB IV TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM 4.1. Implementasi Sistem Implementasi merupakan tahap pengembangan analisa dan rancangan menjadi sebuah sistem untuk dilakukan kajian mengenai rangkaian sistem baik

Lebih terperinci

STIKOM SURABAYA DAFTAR ISI. Halaman. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... viii BAB I PENDAHULUAN...

STIKOM SURABAYA DAFTAR ISI. Halaman. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... viii BAB I PENDAHULUAN... DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... viii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Perumusan Masalah... 4 1.3 Pembatasan Masalah...

Lebih terperinci

2 meningkatkan daya saing PT Panorama Transportasi tbk. sebagai perusahaan di bidang transportasi taksi. Dalam menjawab permasalan tersebut maka diper

2 meningkatkan daya saing PT Panorama Transportasi tbk. sebagai perusahaan di bidang transportasi taksi. Dalam menjawab permasalan tersebut maka diper BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan akan informasi dewasa ini semakin meningkat, kemudahan dalam mengakses informasi mutlak diperlukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada perusahaan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 10 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Bab ini menjelaskan mengenai analisis linear congruent method untuk mengacak pertanyaan dan perancangan aplikasi pada permainan kuis Islam berbasis android. 3.1

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Laboratorium komputer merupakan tempat berlangsungnya praktikum sebagai salah satu kegiatan akademik di Program Studi S-1 Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara.

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 40 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1. Analisis Sistem Analisis sistem bertujuan untuk memecah sistem ke dalam komponen-komponen subsistem yang lebih kecil untuk mengetahui hubungan setiap komponen tersebut

Lebih terperinci

Modul Pengembangan Aplikasi Android Berbasis Client- Server Aplikasi sederhana android Versi 1.0

Modul Pengembangan Aplikasi Android Berbasis Client- Server Aplikasi sederhana android Versi 1.0 Modul Pengembangan Aplikasi Android Berbasis Client- Server Aplikasi sederhana android Versi 1.0 I Ketut Resika Arthana, M.Kom http://www.rey204.com [email protected] Disajikan dalam mata kuliah

Lebih terperinci

3.2 Alur Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode SDLC Waterfall menurut Roger S. Pressman. Dapat dilihat pada Gambar 3.1.

3.2 Alur Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode SDLC Waterfall menurut Roger S. Pressman. Dapat dilihat pada Gambar 3.1. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat Dan Bahan Pada saat penelitian dibutuhkan beberapa alat dan bahan untuk mendukung dalam perancangan sistem maupun implementasi aplikasi. 3.1.1 Alat Dalam penelitian pembuatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pengembangan Sistem Untuk pengembangan sistem, penelitian ini menggunakan model SDLC (Software Development Life Cycle). Selain untuk proses pembuatan, SDLC juga penting

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 5.1 LINGKUNGAN IMPLEMENTASI Setelah melakukan analisa dan perancangan pada aplikasi ini maka akan dilakukan tahapan implementasi. Implementasi adalah tahap membuat aplikasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung yang berada di jalan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Sistem Analisi sistem adalah kegiatan untuk melihat sistem yang sudah berjalan, melihat bagian mana yang bagus dan tidak bagus, dan kemudian mendokumentasikan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Tampilan Hasil Berikut ini akan dijelaskan tentang tampilan hasil dari perancangan Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Tanaman Buah Semangka Menggunakan Metode Theorema

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisa Sistem Perancangan aplikasi kamus Bahasa Sunda berbasis Android dengan menggunakan bahasa pemrograman Java ini merupakan sistem yang mempermudah pengguna

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 ANALISA SISTEM Analisa merupakan tahapan paling awal dalam proses pembuatan sebuah aplikasi. Pada tahap ini penulis menganalisa kebutuhan dasar sistem. Analisa dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. proses kerja yang sedang berjalan. Pokok-pokok yang di analisis meliputi analisis

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. proses kerja yang sedang berjalan. Pokok-pokok yang di analisis meliputi analisis BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses kerja yang sedang berjalan. Pokok-pokok yang di analisis

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN 4.1. Analisis Sistem Tahap analisis sistem merupakan tahap penguraian atau tahap penajabaran sistem yang utuh ke dalam komponen dengan maksud untuk mengidentifikasi permasalahan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahanpermasalahan

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahanpermasalahan BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahanpermasalahan yang ada pada sistem. Analisis ini diperlukan sebagai dasar bagi tahapan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Aplikasi pencarian lokasi sekolah mengadopsi metode LBS untuk mendapatkan informasi pada radius 1000 m dari keberadaan pengguna. Pad

METODE PENELITIAN Aplikasi pencarian lokasi sekolah mengadopsi metode LBS untuk mendapatkan informasi pada radius 1000 m dari keberadaan pengguna. Pad APLIKASI PENCARIAN LOKASI SEKOLAH MENGGUNAKAN METODE LBS BERBASIS ANDROID Selvi Isni Hadi Saputri Nuryuliani Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya Pondok Cina Depok ABSTRAK Depok merupakan kota metropolitan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 43 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Peralatan Pendukung Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa alat untuk mendukung berjalannya perancangan dan implementasi aplikasi. 3.1.1 Perangkat Lunak Perangkat lunak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi khususnya komputer dan smartphone telah berkembang dengan sanagat pesat dan telah melekat dengan kehidupan masyarakat.saat ini komputer tidak

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisikan tentang metodologi penelitian yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian agar hasil yang dicapai tidak meyimpang dari tujuannya. Adapun metodologi penelitian

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI... LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... i iii iv v vi viii xiii xv BAB I BAB II PENDAHULUAN

Lebih terperinci

MOBILE PROGRAMMING. Oleh : CHALIFA CHAZAR

MOBILE PROGRAMMING. Oleh : CHALIFA CHAZAR MOBILE PROGRAMMING Oleh : CHALIFA CHAZAR MATERI 6 PENGGUNAAN ACTIVITY & INTENT Tujuan: Mahasiswa memahami siklus hidup suatu activity dan mampu menerapkan penggunaan intent dalam pembuatan suatu aplikasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Masakan Minang adalah merupakan salah satu menu masakan yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia, bahkan banyak warung-warung makan yang tersebar

Lebih terperinci

Bab 3 Perancangan Sistem

Bab 3 Perancangan Sistem 14 Bab 3 Perancangan Sistem Proses perancangan dan pengimplementasian aplikasi Objek Wisata Kabupaten Poso Berbasis Android diperlukan perancangan sistem. Perancangan sistem bertujuan untuk memberikan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : kamus, Indonesia, Mandarin, kata, kalimat, hanzi, pinyin, bushou.

ABSTRAK. Kata Kunci : kamus, Indonesia, Mandarin, kata, kalimat, hanzi, pinyin, bushou. ABSTRAK Bahasa merupakan suatu alat yang digunakan agar orang dapat berkomunikasi satu dengan lainnya. Di dunia ini terdapat bermacam-macam bahasa. Salah satu bahasa yang berpengaruh dan kemudian banyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memungkinkan pengembangan sistem informasi berbasis komputer. Sistem informasi

BAB I PENDAHULUAN. memungkinkan pengembangan sistem informasi berbasis komputer. Sistem informasi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehadiran teknologi komputer dengan kekuatan prosesnya telah memungkinkan pengembangan sistem informasi berbasis komputer. Sistem informasi berbasis komputer itu sendiri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelaksana diagnosa digantikan oleh sebuah sistem pakar, maka sistem pakar

BAB I PENDAHULUAN. pelaksana diagnosa digantikan oleh sebuah sistem pakar, maka sistem pakar BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Sistem pakar menirukan perilaku seorang pakar dalam menangani suatu persoalan. Pada suatu kasus seorang pasien mendatangi dokter untuk memeriksa badannya yang mengalami

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. pendekatan komponen.dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan

BAB II LANDASAN TEORI. pendekatan komponen.dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Sistem Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen.dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan

Lebih terperinci

Cara Membuat Background Dinamis di Android

Cara Membuat Background Dinamis di Android Cara Membuat Background Dinamis di Android Oleh: Yudi Setiawan Sebenarnya judulnya agak aneh ya. Mengapa? karena, maksud dari tutorial ini ialah membuat background seperti aplikasi Instagram. Bagi Anda

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Tampilan pertama kali yang muncul ketika aplikasi ini dijalankan adalah layar splash. Layar splash ini memiliki gambar seorang perawat sebagai latar belakang

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT MATA BERBASIS ANDROID

SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT MATA BERBASIS ANDROID Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN) Vol. 1, No. 2, (2017) 57 SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT MATA BERBASIS ANDROID Aditiawarman 1, Helfi Nasution 2, Tursina 3 Program Studi Teknik Informatika,

Lebih terperinci

Gambar Use Case Diagram

Gambar Use Case Diagram 1. Use Case Diagram Use case adalah abstraksi dari interaksi antara system dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analis Sistem Yang Berjalan Kegiatan analisis sistem yang berjalan merupakan kegiatan penguraian suatu sistem informasi yang utuh dan nyata ke dalam bagianbagian

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Game yang dibangun merupakan game kuiz edukasi yang didalamnya

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Game yang dibangun merupakan game kuiz edukasi yang didalamnya BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Game yang dibangun merupakan game kuiz edukasi yang didalamnya mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai budaya Indonesia untuk dijawab, dimana

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Valentine Ponsel dalam melakukan pemilihan perangkat Android masih dilakukan secara manual berdasarkan model dan merk. Cara seperti ini menyebabkan

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Kebutuhan Perangkat Keras Agar aplikasi dapat dijalankan dengan baik dan lancar, diperlukan spesifikasi standar dari suatu perangkat keras. Ada beberapa

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Selama ini proses pembayaran tiket konser dilakukan dengan scan dengan menggunakan barcode hal tersebut akan memakan waktu yang cukup lama karena

Lebih terperinci

MOBILE PROGRAMMING. Oleh : CHALIFA CHAZAR

MOBILE PROGRAMMING. Oleh : CHALIFA CHAZAR MOBILE PROGRAMMING Oleh : CHALIFA CHAZAR MATERI 6 PENGGUNAAN ACTIVITY Tujuan: Mahasiswa memahami siklus hidup suatu activity dan mampu menerapkan penggunaan intent dalam pembuatan suatu aplikasi Android.

Lebih terperinci