DT-AVR DT-AVR ApplicationNote
|
|
|
- Dewi Chandra
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 DT-AVR DT-AVR ApplicationNote AN230 Lampu Taman Otomatis Oleh: Tim IE Aplikasi relay secara luas telah banyak digunakan terutama pada bidang robotika sebagai driver motor DC. Selain itu, relay juga bisa diaplikasikan untuk mengontrol peralatan listrik berarus AC, salah satunya lampu. Pada aplikasi kali ini akan digunakan lampu yang dikontrol penyalaannya secara otomatis berdasarkan parameter sensor cahaya dan pewaktuan RTC (Real Time Clock). Sehingga diharapkan lampu secara otomatis akan menyala ketika malam hari dan akan padam di siang harinya. Aplikasi ini sangat cocok diterapkan untuk lampu-lampu yang penempatannya di luar ruangan, lampu taman misalnya. Dalam pengembangannya, aplikasi ini memerlukan beberapa perangkat sebagai berikut: 1x DT-AVR Uno R3 1x EMS Relay Shield 1x DT-Sense Light Sensor 1x DT-IO I 2 C Peripheral 1x Lampu Kabel secukupnya Adapun blok diagram dari aplikasi ini adalah sebagai berikut : PC Lampu Serial ADC I/O DT-Sense Light Sensor DT-AVR Uno R3 I2C EMS Relay Shield DT-IO I2C peripheral Gambar 1 Blok Diagram AN230 Page 1 of 13
2 Hubungan antara DT-AVR Uno R3 dengan EMS Relay Shield, DT-IO I 2 C Peripheral, dan DT-Sense Light Sensor adalah sebagai berikut: DT-AVR Uno R3 EMS Relay Shield DT-IO I 2 C Peripheral DT-Sense Light Sensor GND (J4) GND (J4) PIN GND (J3) PIN 3 - GND (J1) VCC (J4) VCC (J4) PIN VCC (J3) PIN 1 - VCC (J1) PIN 4 (J2) PIN 4 (J3) - - PIN A0 (J5) - - PIN 2 - OUT (J1) PIN A4 (J5) - PIN SCK (J2) - PIN A5 (J5) - PIN SCL (J2) - * pin ini tidak mutlak dan dapat diganti pin lain tetapi harus mengubah konfigurasi pin pada program Tabel 1 Hubungan DT-AVR Uno R3 dengan EMS Relay Shield, DT-IO I 2 C Peripheral, dan DT-Sense Light Sensor Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan koneksi antara modul EMS Relay Shield, modul DT-IO I 2 C Peripheral, dan modul DT-Sense Light Sensor dengan DT-AVR Uno R3 seperti pada Tabel 1. Ilustrasi koneksi antar modul tersebut adalah seperti pada Gambar 2. DT-IO I2C Peripheral * Ilustrasi gambar dibuat menggunakan aplikasi Fritzing Gambar 2 Ilustrasi Koneksi antara Modul EMS Relay Shield, DT-IO I 2 C Peripheral, dan DT-Sense Light Sensor dengan DT-AVR Uno R3 Jika semua koneksi telah terhubung, maka coba pastikan sekali lagi bahwa pin-pin tersebut telah terhubung dengan benar. Terutama untuk pin VCC dan GND, jangan sampai polaritasnya terbalik. Karena hal tersebut dapat merusak komponen terutama IC. Dan perlu perhatikan pula bahwa pada modul EMS Relay Shield terdapat jumper Page 2 of 13
3 J11 yang berguna untuk memilih sumber daya yang akan dipakai untuk modul dan juga jumper J9 untuk mengatur pin input kontrol relay (keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada panduan manual EMS Relay Shield atau Gambar 2). Pada aplikasi ini, jumper J11 diatur agar modul menggunakan sumber tegangan +5V yang berasal dari regulator DT-AVR UNO R3 dan jumper J9 diatur agar pin kontrol relay RL1 dari modul EMS Relay Shield terhubung dengan pin digital I/O pin 4 dari DT-AVR Uno R3. Kemudian satu hal penting lagi yang perlu diperhatikan yaitu aplikasi ini memerlukan sumber tegangan AC 220 volt sebagai sumber daya untuk lampu. Sumber tersebut diambil dari stop kontak, yang tentunya akan berbahaya jika salah dalam merangkai, sebab bisa menyebabkan arus pendek/konslet. Oleh karenanya, untuk menghindari resiko tersebut maka sangat dianjurkan untuk memeriksa ulang keseluruhan rangkaian sebelum test drive. Pastikan semua rangkaian tersebut telah terpasang dengan benar seperti yang terlihat pada Gambar 2 dan Tabel 1. Aplikasi ini memakai dua buah sumber referensi sebagai patokan/tanda untuk mengaktifkan dan menonaktifkan relay, yaitu sensor cahaya dengan menggunakan DT-Sense Light Sensor dan pewaktuan RTC dengan DT-IO I 2 C Peripheral. Sebetulnya dengan hanya menggunakan salah satu dari kedua referensi tersebut sudah bisa, namun disini akan dibandingkan efektifitas hasilnya dari kedua sumber referensi tersebut. Oleh karenanya, pada aplikasi ini akan dicoba tiga kali percobaan dimana dua percobaan dengan masing-masing sumber referensi tersebut dan percobaan yang ketiga dengan kombinasi keduanya. Percobaan Pertama Pada percobaan pertama ini akan digunakan sensor cahaya sebagai referensi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan relay, yang mana logikanya jika sensor mendapati kondisi gelap (misal malam hari), maka relay akan diaktifkan sehingga lampu akan menyala. Sebaliknya, jika sensor mendapati kondisi terang (misal siang hari), maka relay akan dinonaktifkan sehingga lampu akan padam. Sensor cahaya yang dipakai adalah modul DT-Sense Light Sensor. Untuk melakukan percobaan ini, ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Hubungkan DT-AVR Uno R3 dengan PC/Laptop menggunakan kabel USB. 2. Jalankan program Arduino IDE. 3. Atur board yang akan digunakan dengan memilih Tools Board Arduino Uno. 4. Atur port serial yang akan digunakan pada Tools Port COMx (COMx disesuaikan dengan port serial DT-AVR Uno R3 yang terlihat pada device manager). 5. Buka file program AN230_Test1.ino. Lalu lakukan perintah upload sketch dengan menekan tombol (Jika terjadi kendala saat proses upload, coba lakukan troubleshooting dengan bantuan yang merujuk pada laman 6. Selanjutnya buka Terminal/Serial Monitor dan atur baudrate pada nilai Amati perubahan nyala lampu ketika cahaya sekeliling berubah dari terang ke redup dan sebaliknya. Flowchart sistem dari program AN230_Test1.ino adalah sebagai berikut. START Inisialisasi Pin I/O relay Inisialisasi Pin ADC light sensor Inisialisasi variabel threshold sensor Inisialisasi Serial Atur baudrate Serial 9600 Baca data ADC sensor A * Flowchart berlanjut pada halaman berikutnya Page 3 of 13
4 A Data ADC sensor < Threshold sensor Lampu OFF Lampu ON Tampilkan data ADC sensor dan status lampu pada serial monitor END Gambar 3 Flowchart Program AN230_Test1.ino Penjelasan singkat mengenai flowchart tersebut adalah sebagai berikut: 1. Inisialisasi pin I/O relay, pin ADC, dan variabel threshold sensor. int Relay1 = 4; // Pin to control the Relay RL1 of "EMS Relay Shield" int pin_lightsensor = A0; // pin to get ADC data of "DT-Sense Light Sensor" int threshold_lightsensor = 3; // variabel acuan sensor cahaya 2. Inisialisasi register output dari pin I/O relay. pinmode(relay1, OUTPUT); // pin Relay1 to be output digitalwrite(relay1, LOW); // Relay RL1 off, so the lamp should be OFF 3. Inisialisasi Serial dengan baudrate Serial.begin(9600); 4. Baca data ADC sensor dari modul DT-Sense Light Sensor. int value_lightsensor = analogread(pin_lightsensor); 5. Bandingkan data ADC sensor dengan nilai threshold, jika nilai ADC lebih kecil maka relay akan diaktifkan sehingga lampu menyala. Kondisi ini akan terjadi ketika sensor tidak mendapatkan cukup cahaya (gelap). if(value_lightsensor < threshold_lightsensor) { // pada kondisi gelap digitalwrite(relay1, HIGH); // Relay1 aktif sehingga Lampu nyala Serial.println("Nyala"); else { // pada kondisi terang digitalwrite(relay1, LOW); // Relay1 nonaktif sehingga Lampu padam Serial.println("Padam"); 6. Menampilkan data sensor dan status lampu pada serial monitor. Serial.print("Nilai light Sensor : "); Serial.println(value_lightSensor); Serial.print("Status Lampu : "); Page 4 of 13
5 Catatan : Satu hal yang perlu diketahui yaitu bahwa aplikasi percobaan pertama ini memiliki kelemahan. Kelemahannya adalah ketika cuaca sedang mendung gelap atau hujan, otomatis jumlah intensitas cahaya yang tertangkap oleh sensor akan sangat sedikit sehingga nilainya mungkin akan berada di bawah threshold. Hal ini dapat menyebabkan relay aktif sehingga lampu menyala (padahal masih siang hari). Untuk menghindari kondisi tersebut, nilai variabel threshold pada kode program harus dinaikkan sampai pada nilai tertentu dimana sensor telah bisa membedakan apakah saat itu sedang cuaca mendung gelap di siang hari ataukah memang sudah malam hari. Variabel threshold yang dimaksud adalah variabel threshold_lightsensor. Percobaan Kedua Pada percobaan kedua, yang mempengaruhi secara langsung aktif tidaknya relay adalah pewaktuan Real Time Clock (RTC), yang mana sederhananya kita membuat jadwal timer yang mengondisikan kapan relay akan aktif dan kapan relay akan nonaktif. Logikannya adalah jika waktu RTC telah mencapai waktu timer ON maka relay akan aktif sehingga lampu akan menyala. Dan sebaliknya ketika waktu RTC telah mencapai waktu timer OFF maka relay akan nonaktif dan lampu akan padam. Untuk melakukan percobaan ini, pertama-tama perlu mengatur pewaktuan RTC yang terdapat pada modul DT-IO I 2 C Peripheral agar sesuai dengan waktu saat ini. Berikut langkah-langkahnya: 1. Atur jam pada PC/laptop dengan benar. 2. Hubungkan DT-AVR Uno R3 dengan PC/Laptop menggunakan kabel USB. 3. Tambahkan library RTClib pada folder library /My documents/arduino/libraries/ 4. Jalankan program Arduino IDE. 5. Atur board yang akan digunakan dengan memilih Tools Board Arduino Uno. 6. Atur port serial yang akan digunakan pada Tools Port COMx. 7. Buka file program AN230_Setting_Time.ino. Lalu lakukan perintah upload sketch dengan menekan tombol. 8. Selanjutnya buka Serial Monitor dan atur baudrate dengan nilai Lihat jam yang terdapat pada komputer kemudian bandingkan kesesuaiannya dengan pewaktuan RTC yang terlihat pada serial monitor. Flowchart dari sistem pada program AN230_Setting_Time.ino adalah sebagai berikut. START Inisialisasi Serial Inisialisasi Wire Inisialisasi RTC Atur baudrate Serial 9600 Baca data time dan date pada PC Tulis data time dan date pada RTC DS1307 Baca dan tampilkan data time dan date dari RTC DS1307 pada serial monitor END * IC DS1307 terpasang pada modul DT-IO I 2 C Peripheral Gambar 4 Flowchart Program AN230_Setting_Time.ino Page 5 of 13
6 Flowchart program tersebut bertujuan untuk melakukan konfigurasi pewaktuan RTC pada IC DS1307 dengan format YYYY/MM/DD HH:MM:SS. Pewaktuan RTC tersebut diperlukan sebagai salah satu parameter referensi untuk program selanjutnya. Penjelasan singkat mengenai flowchart tersebut adalah sebagai berikut: 1. Deklarasi RTC. RTC_DS1307 rtc; 2. Inisialisasi wire, RTC, dan serial dengan baudrate Serial.begin(9600); Wire.begin(); rtc.begin(); 3. Ketika kode program di-compile, pengaturan jam dan tanggal yang terdapat pada PC akan dibaca kemudian akan ditulis pada IC RTC DS1307 yang terpasang pada modul DT-IO I 2 C Peripheral sesaat setelah program di-upload pada board DT-AVR Uno R3. rtc.adjust(datetime(f( DATE ), F( TIME ))); 4. Selanjutnya data jam dan tanggal yang terdapat pada IC RTC DS1307 dibaca oleh mikrokontroler dan kemudian ditampilkan ke PC melalui serial monitor. DateTime now = rtc.now(); // menampilkan waktu dgn format YYYY/MM/DD HH:MM:SS Serial.print(now.year(), DEC); Serial.print('/'); Serial.print(now.month(), DEC); Serial.print('/'); Serial.print(now.day(), DEC); Serial.print(' '); Serial.print(now.hour(), DEC); Serial.print(':'); Serial.print(now.minute(), DEC); Serial.print(':'); Serial.print(now.second(), DEC); Serial.println(); Gambar 5 Hasil Pengaturan Pewaktuan RTC yang Tertampil pada Serial Monitor Jika tahap ini sukses maka sekarang saatnya melakukan percobaan kedua, yaitu membuat aplikasi kontrol relay berdasarkan pewaktuan RTC. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 1. Pastikan catu daya atau sumber listrik yang berasal dari stop kontak telah terpasang dengan benar pada pin yang telah ditentukan pada modul EMS Relay Shield (lihat Gambar 2). 2. Hubungkan DT-AVR Uno R3 pada PC/Laptop menggunakan kabel USB. 3. Jalankan program Arduino IDE. Page 6 of 13
7 4. Atur board yang akan digunakan dengan memilih Tools Board Arduino Uno. 5. Atur port serial yang akan digunakan pada Tools Port COMx. 6. Buka file program AN230_Test2.ino. Lalu lakukan perintah upload sketch dengan menekan tombol. 7. Selanjutnya buka Terminal/Serial Monitor dan atur baudrate pada nilai Amati nyala lampu ketika sore hari pukul 17:05:00 dan pada pagi hari pukul 05:30:00. Flowchart sistem dari program AN230_Test2.ino adalah sebagai berikut. START Inisialisasi Pin I/O relay Inisialisasi Wire Inisialisasi RTC DS1307 Inisialisasi Serial Inisialisasi variabel time, timer, & counter Atur baudrate Serial 9600 Baca data time dari RTC DS1307 Konversi data time ke counter Counter OFF > Counter ON Counter ON <= Counter NOW < Counter OFF Counter OFF <= Counter NOW < Counter ON Lampu OFF Lampu ON Lampu OFF Lampu ON Tampilkan data time, counter, dan status lampu pada serial monitor END * IC DS1307 terpasang pada modul DT-IO I 2 C Peripheral Gambar 6 Flowchart Program AN230_Test2.ino Page 7 of 13
8 Penjelasan singkat mengenai flowchart tersebut adalah sebagai berikut: 1. Deklarasi variabel RTC. RTC_DS1307 rtc; 2. Inisialisasi pin I/O relay dan timer. yang dimaksud adalah timer ON dan timer OFF. ON merupakan waktu yang menunjukkan kapan relay akan aktif dan timer OFF merupakan waktu yang menunjukkan kapan relay akan nonaktif. ON diwakili oleh variabel on_hour, on_minute, on_second. Sedangkan timer OFF diwakili oleh variabel off_hour, off_minute, off_second. int Relay1 = 4; //DT-AVR Uno Pin to control the Relay RL1 of "EMS Relay Shield" // Konfigurasi timer ON pada jam 17:05:00 (sore hari) int on_hour = 17; int on_minute = 5; int on_second = 0; // Konfigurasi timer OFF pada jam 05:30:00 (pagi hari) int off_hour = 5; int off_minute = 30; int off_second = 0; 3. Inisialisasi register output dari pin I/O relay. pinmode(relay1, OUTPUT); // pin Relay1 to be output digitalwrite(relay1, LOW); // Relay RL1 off, so the lamp should be OFF 4. Inisialisasi wire, RTC, dan serial dengan baudrate Wire.begin(); rtc.begin(); Serial.begin(9600); 5. Baca data time dari register IC RTC DS1307. Data time yang terbaca merupakan waktu real time saat itu, dan pada kode program disebut dengan time NOW yang diwakili oleh variabel now_hour, now_minute, now_second. DataTime now = rtc.now(); int now_hour = now.hour(); int now_minute = now.minute(); int now_second = now.second(); 6. Lalu konversikan data time baik itu time NOW, timer ON, dan timer OFF menjadi data counter untuk memudahkan pemahaman dalam pemrograman. Perhitungan counter tersebut pada dasarnya mengubah semua satuan waktu (jam, menit, detik) menjadi detik. Sederhananya, dalam 1 jam ada 60 menit 60 detik (60*60 detik) dan dalam 1 menit ada 60 detik. Itu artinya jika pada saat itu jam menunjukkan pukul 00:00:00 maka jika dikonversi menjadi detik nilai counter-nya adalah 0 detik. Dan jika saat itu waktu menunjukkan pukul 23:59:59 maka nilai counter-nya adalah detik. long counter_now = (long)now_hour*60*60 + now_minute*60 + now_second; long counter_on = (long)on_hour*60*60 + on_minute*60 + on_second; long counter_off = (long)off_hour*60*60 + off_minute*60 + off_second; 7. Kemudian berdasarkan data counter tersebut, akan dapat ditentukan dengan mudah kapan relay harus aktif dan kapan harus dinonaktifkan. Proses penentuan tersebut terdapat pada cuplikan program berikut. if(counter_off > counter_on) { // terjadi jika nilai counter saat timer OFF > nilai counter saat timer ON, // misal ON pada pukul 17:15 sore & OFF pada pukul 21:45 malam hari itu juga if(counter_now >= counter_on && counter_now < counter_off) { digitalwrite(relay1, HIGH); // Relay1 aktif -> Lampu nyala Serial.println("Nyala"); else { Page 8 of 13
9 digitalwrite(relay1, LOW); // Relay1 nonaktif -> Lampu padam Serial.println("Padam"); else { // logikanya sama dengan if(counter_on > counter_off) // terjadi jika nilai counter saat timer ON > nilai counter saat timer OFF, // misal ON pada pukul 17:05 sore & OFF pada pukul 05:30 keesokan paginya if(counter_now >= counter_off && counter_now < counter_on) { digitalwrite(relay1, LOW); // Relay1 nonaktif -> Lampu padam Serial.println("Padam"); else { digitalwrite(relay1, HIGH); // Relay1 aktif -> Lampu nyala Serial.println("Nyala"); Berdasarkan program di atas, terdapat dua kondisi yang berbeda untuk menentukan aktif tidaknya sebuah relay yakni berdasarkan nilai dari variabel counter_on dan counter_off. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada ilustrasi timeline pada Gambar Jika Counter OFF > Counter ON Time NOW ON OFF 00:00:00 12:00:00 17:05:00 21:45:00 23:59:59 Time Counter 2. Jika Counter OFF < Counter ON OFF ON 00:00:00 05:30:00 12:00:00 17:05:00 23:59:59 Time Counter Keterangan : Waktu dimana relay aktif & Lampu menyala Gambar 7 Ilustrasi Timeline Hubungan antara Counter NOW, Counter ON, dan Counter OFF 8. Menampilkan data time, counter, dan status lampu pada serial monitor. Hal ini akan sangat memudahkan kita dalam proses monitoring dan troubleshooting jika terjadi masalah. Catatan : Di Indonesia, terdapat perbedaan antara waktu terbit dan waktu terbenamnya matahari pada bulanbulan tertentu. Jadi kemungkinan pada bulan-bulan tersebut akan terjadi kondisi dimana relay akan aktif ketika sore hari masih agak terang. Untuk mengatasi hal tersebut kita bisa menginisialisasikan nilai timer ON dan timer OFF yang berbeda-beda di tiap bulan-bulan tersebut. Percobaan Ketiga Percobaan ini merupakan gabungan dari kedua percobaan sebelumnya. Dengan demikian, yang mempengaruhi aktif tidaknya relay adalah sensor cahaya dan juga pewaktuan RTC. Masing-masing memiliki peran tersendiri. Sensor cahaya berperan dalam menentukan apakah kondisi sudah gelap atau bukan, sedangkan RTC membantu sensor cahaya memastikan apakah pada saat itu memang sudah menjelang malam atau mungkin hanya mendung gelap di siang bolong. Untuk memulai percobaan ini, berikut adalah langkah-langkahnya: Page 9 of 13
10 1. Hubungkan DT-AVR Uno R3 pada PC/Laptop menggunakan kabel USB. 2. Jalankan program Arduino IDE. 3. Buka file program AN230_Test3.ino. Lalu lakukan perintah upload sketch dengan menekan tombol. 4. Selanjutnya buka Terminal/Serial Monitor dan atur baudrate pada nilai Amati nyala lampu ketika sore hari pukul 17:05:00 dan pada pagi hari pukul 05:30:00. Flowchart sistem dari program AN230_Test3.ino adalah sebagai berikut. START Inisialisasi Pin I/O relay Inisialisasi Pin ADC light sensor Inisialisasi variabel threshold sensor Inisialisasi Wire & RTC DS1307 Inisialisasi Serial & variabel time & counter Atur baudrate Serial 9600 Baca data ADC sensor Baca data time dari RTC DS1307 lalu konversikan ke counter Data ADC < Threshold Sensor Lampu OFF Counter OFF > Counter ON Counter ON <= Counter NOW < Counter OFF Counter OFF <= Counter NOW < Counter ON Lampu OFF Lampu ON Lampu OFF Lampu ON B * Flowchart berlanjut pada halaman berikutnya Page 10 of 13
11 B Tampilkan data ADC sensor, time, counter, dan status lampu pada serial monitor END * IC RTC DS1307 terpasang pada modul DT-IO I 2 C Peripheral Gambar 8 Flowchart Program AN230_Test3.ino Penjelasan singkat mengenai flowchart pada Gambar 8 adalah sebagai berikut: 1. Deklarasi variabel RTC. RTC_DS1307 rtc; 2. Inisialisasi pin I/O relay, pin ADC, dan variabel threshold sensor. Perlu digarisbawahi, nilai variabel threshold ini mungkin akan berbeda, tergantung peletakan sensor dan seberapa banyak cahaya yang mampu ditangkap. int Relay1 = 4; //DT-AVR Uno Pin to control the Relay RL1 of "EMS Relay Shield" int pin_lightsensor = A0; // pin to get ADC data of "DT-Sense Light Sensor" int threshold_lightsensor = 3; // variabel pembatas sensor cahaya 3. Inisialisasi variabel timer. yang dimaksud adalah timer ON dan timer OFF. ON merupakan waktu yang menunjukkan kapan relay akan aktif dan timer OFF merupakan waktu yang menunjukkan kapan relay akan nonaktif. ON diwakili oleh variabel on_hour, on_minute, on_second. Sedangkan timer OFF diwakili oleh variabel off_hour, off_minute, off_second. // Konfigurasi timer ON pada jam 17:05:00 (sore hari) int on_hour = 17; int on_minute = 5; int on_second = 0; // Konfigurasi timer OFF pada jam 05:30:00 (pagi hari) int off_hour = 5; int off_minute = 30; int off_second = 0; 4. Inisialisasi register output dari pin I/O relay. pinmode(relay1, OUTPUT); // pin Relay1 to be output digitalwrite(relay1, LOW); // Relay RL1 off, so the lamp should be OFF 5. Inisialisasi wire, RTC, dan serial dengan baudrate Wire.begin(); rtc.begin(); Serial.begin(9600); 6. Baca data time dari register IC RTC DS1307. Data time yang terbaca merupakan waktu real time saat ini, dan pada aplikasi ini disebut sebagai time NOW dan diwakili oleh variabel now_hour, now_minute, now_second. DateTime now = rtc.now(); int now_hour = now.hour(); int now_minute = now.minute(); int now_second = now.second(); Page 11 of 13
12 7. Lalu konversikan semua data, baik itu time NOW, timer ON, dan timer OFF, menjadi data counter untuk memudahkan pemahaman dalam pemrograman. Perhitungan counter tersebut pada dasarnya mengubah semua satuan waktu (jam, menit, detik) menjadi detik. Sederhananya, dalam 1 jam ada 60 menit 60 detik (60*60 detik) dan dalam 1 menit ada 60 detik. Itu artinya jika pada saat itu waktu menunjukkan pukul 00:00:00 maka jika dikonversi menjadi detik nilai counter-nya adalah 0 detik. Dan jika saat itu waktu menunjukkan pukul 23:59:59 maka nilai counter-nya adalah detik. long counter_now = (long)now_hour*60*60 + now_minute*60 + now_second; long counter_on = (long)on_hour*60*60 + on_minute*60 + on_second; long counter_off = (long)off_hour*60*60 + off_minute*60 + off_second; 8. Baca data ADC sensor dari modul DT-Sense Light Sensor. int value_lightsensor = analogread(pin_lightsensor); 9. Kemudian berdasarkan data sensor dan data counter tersebut, akan dapat ditentukan kapan relay aktif dan nonaktif. Pada dasarnya hampir sama dengan percobaan kedua. Namun yang membedakan di sini adalah sensor cahaya dijadikan referensi pertama untuk menentukan apakah kondisi gelap atau terang. Selanjutnya dicocokkan dengan waktu/timer untuk memastikan bahwa pada saat tersebut memang benarbenar malam, bukan hanya mendung gelap saat siang hari. Dengan demikian akan diperoleh referensi yang lebih akurat untuk menentukan kapan relay harus diaktifkan dan kapan relay harus dinonaktifkan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada cuplikan kode program berikut ini. if(value_lightsensor < threshold_lightsensor) { if(counter_off > counter_on) { // jika nilai counter saat OFF > nilai counter saat ON, // misal ON pada jam 17:15 sore & OFF pada jam 21:45 malam harinya if(counter_now >= counter_on && counter_now < counter_off) { digitalwrite(relay1, HIGH); // Relay1 aktif sehingga Lampu nyala Serial.println("Nyala"); else { digitalwrite(relay1, LOW); // Relay1 nonaktif sehingga Lampu padam Serial.println("Padam"); else { // logikanya = if(counter_on > counter_off) // jika nilai counter saat ON > nilai counter saat OFF, // misal ON pada jam 17:05 sore & OFF pada jam 05:30 keesokan paginya if(counter_now >= counter_off && counter_now < counter_on) { digitalwrite(relay1, LOW); // Relay1 nonaktif sehingga Lampu padam Serial.println("Padam"); else { digitalwrite(relay1, HIGH); // Relay1 aktif sehingga Lampu nyala Serial.println("Nyala"); else { digitalwrite(relay1, LOW); // Relay1 nonaktif sehingga Lampu padam Serial.println("Padam"); Page 12 of 13
13 Untuk lebih jelasnya mengenai cuplikan program tersebut, dapat dilihat pada ilustrasi berikut. Contoh A OFF 05:50:30 16:55:00 ON 00:00:00 05:30:00 12:00:00 17:05:00 23:59:59 Time Counter Contoh B 05:12:30 OFF ON 17:30:00 00:00:00 05:30:00 12:00:00 17:05:00 23:59:59 Time Counter Keterangan : Rentang waktu di mana relay aktif & lampu menyala Rentang waktu di mana data sensor cahaya di bawah threshold Gambar 9 Dua Contoh Timeline Ilustrasi Cara Kerja dari Percobaan Tiga Seperti yang terlihat pada Gambar 9, dua contoh ilustrasi tersebut ON/OFF diatur untuk menyalakan lampu pada pukul 17:05:00 kemudian memadamkannya pada pukul 05:30:00. Pada contoh A, lampu dapat menyala dan mati sesuai jadwal, meski kondisi gelap (sensor cahaya di bawah threshold) terjadi sebelum ON sampai setelah OFF. Namun pada contoh B, lampu baru menyala ketika pukul 17:30:00. Hal ini dikarenakan sensor cahaya dijadikan sebagai patokan/acuan pertama, baru kemudian RTC. Sederhananya, jika nilai sensor cahaya belum berada di bawah nilai threshold-nya, maka lampu tidak menyala sekalipun waktu RTC telah mencapai ON. Sedangkan lampu padam pada 05:12:30 meski belum mencapai waktu OFF dikarenakan sensor cahaya sudah berada di atas nilai threshold. Demikian penjelasan aplikasi ini, tentunya masih banyak lagi yang bisa dikembangkan dari aplikasi dan dari modul EMS Relay Shield ini. Salah satunya jika ingin lebih user friendly maka bisa ditambahkan tombol sehingga konfigurasi waktu dapat diubah kapanpun tanpa memerlukan upload program baru. Listing program aplikasi ini terdapat pada AN230.ZIP. Selamat berinovasi! All trademarks, company names, product names and trade names are the property of their respective owners. All softwares are copyright by their respective creators and/or software publishers. Page 13 of 13
DT-AVR DT-AVR ApplicationNote
DT-AVR DT-AVR ApplicationNote AN229 Hand-made Touch and Slide Sensor Oleh: Tim IE Akhir-akhir ini kemajuan teknologi didominasi oleh perangkat keras layar sentuh yaitu ponsel pintar/smartphone. Munculnya
DT-AVR Application Note
DT-AVR DT-AVR Application Note AN-231 Monitoring Accelerometer, RTC, dan Switch Melalui Web Browser Oleh: Tim IE Untuk mengetahui hasil pembacaan suatu modul pada umumnya kita menggunakan terminal, atau
PC-Link. Gambar 1 Blok Diagram AN201. AGND (J3 pin 1) Pin 1 VCC (J3 pin 2) Pin 3 Dapat dipilih salah satu dari A0 s.d. A7 (J3 pin 3 s.d.
PC-Link PC-Link Application Note AN201 GUI Analog Input PC-Link USB Smart I/O Oleh: Tim IE Aplikasi ini akan membahas software GUI (Grapic User Interface) yang digunakan untuk membaca Input Analog pada
DT-Sense Current Sensor With OpAmp Gambar 1 Blok Diagram AN212
DT-AVR DT-AVR Application Note AN212 Monitor Arus pada Motor DC dengan DT-Sense Current Sensor with OpAmp Oleh : Tim IE Pada beberapa aplikasi motor DC terkadang diperlukan suatu pengendalian/pendeteksian
DT-AVR Application Note
DTAVR DTAVR Application Note AN227 Smart Home Oleh: Tim IE Aplikasi Bluetooth banyak sekali digunakan pada perangkat elektronika seperti smartphone, headphone dan game console. Salah satu aplikasi Bluetooth
PC-Link. 1x Komputer / Laptop dengan OS Windows 2000, Windows XP atau yang lebih tinggi. Gambar 1 Blok Diagram AN200
PC-Link PC-Link Application Note AN200 GUI Digital Input dan Output Oleh: Tim IE Aplikasi ini akan membahas software GUI (Grapic User Interface) yang digunakan untuk mengatur Digital Input dan Output pada.
DHT11 Temperature and Humidity Sensor Board Gambar 1 Blok Diagram AN196. 5V (Power) GND (Power)
DT-AVR DT-AVR Application Note AN196 Pemantuan Suhu dan Kelembaban Relatif Berbasis DT-AVR Inoduino dan Modul Sensor DHT11 Oleh : Tim IE Terdapat berbagai macam pilihan jenis sensor suhu, dari berbagai
PC-Link. PC-Link. Application Note AN202
PC-Link PC-Link Application Note AN202 GUI Analog Output (DAC) Oleh: Tim IE Aplikasi ini akan membahas software GUI (Grapic User Interface) yang digunakan untuk mengatur Analog Output DAC (Digital to Analog
DT-AVR DT-AVR Application Note
DT-AVR DT-AVR Application Note AN216 Solar Tracker Oleh: Tim IE Solar Tracker merupakan sebuah sistem optimasi yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengikuti posisi matahari agar penerimaan cahaya
PC-Link Application Note
PC-Link Application Note AN129 Menghubungkan Analog I/O ke Komputer Melalui Serial PPI Oleh: Tim IE Sebuah contoh lagi mengenai penggunaan modul PC-Link Serial PPI dengan menggunakan bahasa pemrograman
DT-AVR. Application Note AN214
DT-AVR DT-AVR Application Note AN214 Simple Web Server menggunakan DT-AVR Inoduino dan WIZ820io Oleh: Tim IE Aplikasi kali akan membahas pembuatan web server sederhana menggunakan DT-AVR Inoduino sebagai
DT-SENSE Application Note
DT-SENSE DT-SENSE Application Note AN224 Antarmuka DT-Sense Gas Sensor menggunakan Arduino TM UNO Oleh: Tim IE Pengukuran kualitas udara dan kadar gas tertentu pada suatu area atau ruangan sekarang bisa
DT-AVR Application Note
DT-AVR DT-AVR Application Note AN198 Pemantauan Suhu dan Kelembaban Relatif Berbasis DT-AVR Low Cost Micro System dan Modul Sensor DHT11 Oleh: Tim IE Saat ini sudah banyak tipe sensor yang dapat digunakan
DT-PROTO Application Note AN219 Kontrol Lampu Secara Nirkabel berbasiskan Smarphone Android dan
DT-PROTO DT-PROTO Application Note AN219 Kontrol Lampu Secara Nirkabel berbasiskan Smarphone Android dan Raspberry Pi Oleh : Tim IE Pada beberapa aplikasi sebelumnya telah cukup banyak dibahas pengaturan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Pada Bab ini penulis menjelaskan mengenai langkah-langkah praktek untuk memproses data waktu yang diperoleh kemudian diolah selanjutnya menjadi sebuah pergerakan pada
DT-AVR Application Note
DT-AVR DT-AVR Application Note AN199 Transmisi Data Menggunakan Power Line Communication (PLC) Oleh: Tim IE Proses transmisi/pertukaran data dapat dilakukan secara wired maupun wireless. Beberapa contoh
DT-I/O. I/O Application Notes AN164 Komunikasi Jarak Jauh antara 2 PC dengan RS-485. Application Note AN164
DT-I/O DT-I/O I/O Application Notes AN164 Komunikasi Jarak Jauh antara 2 PC dengan RS-485 Oleh: Tim IE Komunikasi dengan RS-485 merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk pengiriman data jarak
DT-AVR Application Note
DT-AVR DT-AVR Application Note AN226 How 2 Use Bluetooth in Arduino With EMS Blue Shield and SPC Blue Link Oleh: Tim IE Aplikasi Bluetooth banyak sekali digunakan pada perangkat elektronika seperti smartphone,
DT-AVR Application Note
DT-AVR DT-AVR Application Note AN210 Temperature Logger berbasiskan DT-AVR Inoduino dengan SD Card sebagai Media Penyimpanan Data Oleh: Tim IE SD Card saat ini merupakan jenis memori non-volatile yang
DT-ARM Application Note. AN221 Web Server I/O Remote
DT-ARM DT-ARM Application Note AN221 Web Server I/O Remote Menggunakan DT-ARM NUC120 Board dan EMS Ethernet Module Oleh: Tim IE Kontrol jarak jauh melalui jaringan LAN, WAN dan internet bisa kita buat
DT-AVR Application Note AN191 SMS Gateway dengan GSM STARTER KIT
DT-AVR DT-AVR Application Note AN191 SMS Gateway dengan GSM STARTER KIT Oleh: Tim IE SMS gateway merupakan aplikasi untuk mengirim dan/atau menerima SMS, baik hanya sekedar untuk kirim dan terima SMS,
DT-I/O DT-I/O. Application Note AN171
DT-I/O DT-I/O Application Note AN171 Smart Monitoring and Control System dengan menggunakan jalur komunikasi RS-485 Oleh: Tim IE Komunikasi RS-485 saat ini cukup banyak diaplikasikan dalam dunia industri
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM Dalam bab ini penulis akan membahas prinsip kerja rangkaian yang disusun untuk merealisasikan sistem alat, dalam hal ini mikrokontroler 2560 sebagai IC utama untuk
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1. ANALISIS 3.1.1 Analisis Masalah Berdasarkan permasalahan yang dijelaskan oleh penulis sebelumnya, bahwa dengan perkembangan kemajuan kehidupan manusia di tuntut untuk
DT-AVR Application Note
DT-AVR DT-AVR Application Note AN225 Running Away Game Controlled With Accelerometer And Gyroscope Oleh: Tim IE Perangkat elektronika telah banyak berkembang dan dilengkapi dengan berbagai sensor. Salah
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penulis membutuhkan perangkat keras sebagai berikut:
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Kebutuhan Hardware dan Software perangkat lunak. Untuk dapat menguji sistem ini, diperlukan perangkat keras dan 4.1.1 Kebutuhan Perangkat Keras (Hardware) Penulis membutuhkan
EMS Application Note. 1x Kabel USB 1x Komputer (Memiliki wireless adapter, serta wireless network melalui router atau program Connectify)
EMS Application Note EMS AN222 Antarmuka EMS WiFi Shield menggunakan Arduino UNO Oleh: Tim IE Pada manual EMS WiFi Shield terdapat prosedur pengujian untuk menguji fungsi modul. Pengujian tersebut menggunakan
PANDUAN PRAKTIKUM DASAR ARDUINO
BBROBOTINDONESIA PANDUAN PRAKTIKUM DASAR ARDUINO www.belajarbikinrobot.weebly.com Praktikum 3 Belajar Arduino analogread() dan Komunikasi Serial Setelah sebelumnya kita belajar tentang penggunaan pin digital
DT Series Application Note
DT Series DT Series Application Note AN188 Implementasi Arduino pada DT Series Oleh : Tim IE Arduino saat ini menjadi salah satu magnet tersendiri bagi para pecinta/pengobi dunia elektronika (khususnya
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM Pada bab ini penulis akan menguraikan mengenai persiapan komponenkomponen dan peralatan yang digunakan serta langkah-langkah praktek, kemudian menampilkan data hasil
Gambar 1 Diagram Blok AN215. DT-AVR Maxiduino DT-Proto Header Shield DT-I/O Level Converter
DT-AVR DT-AVR Application Note AN215 Simple Motion Sensing Oleh : Tim IE Perangkat elektronika, seperti Handphone, Notebook, Game Console, dan ataupun Gadget-gadget terbaru dilengkapi dengan berbagai macam
DT-BASIC Application Note
DT-BASIC DT-BASIC Application Note AN124 BASIC Keymatic Oleh: Tim IE Artikel ini membahas penggunaan SPC Keymatic bersama dengan modul DT-BASIC Nano System. Di sini SPC Keymatic akan bekerja pada mode
SPC Application Note. SPC Blue-Link (J2) Tabel 1 Hubungan SPC Blue-Link Dengan Komputer
SPC SPC Application Note AN183 SPC Blue-Link Config Tool Oleh: Tim IE Artikel berikut ini membahas aplikasi Graphical User Interface (GUI) / Config Tool untuk SPC Blue-Link dengan menggunakan bantuan program
DT-I/O. DT-I/O Application Note
DT-I/O DT-I/O Application Note AN194 Desktop Based Pressure and Temperature Monitoring via TCP/IP Oleh: Tim IE Pada AN192 telah dibahas contoh pertukaran data antara mikrokontroler dengan komputer melalui
SPC SPC. SPC Application Note AN175 Bluetooth Mobile Robot. Application Note AN175
SPC SPC SPC Application Note AN175 Bluetooth Oleh: im IE eknologi bluetooth saat ini sudah banyak diaplikasikan dalam berbagai device. Salah satu contohnya pada handphone yang biasa digunakan untuk proses
Gambar 1 Blok Diagram AN190. P1.0 (J3 pin 3) IN1 (J1 pin3) Tabel 1 Hubungan antar PC-Link Serial PPI dan DT-I/O Quad Relay Board12V
DT-I/O DT-I/O Application Note AN190 Web Based Relay Control Oleh : Tim IE Pada beberapa aplikasi sebelumnya telah cukup banyak dibahas perihal pengaturan relay board dengan menggunakan beberapa aplikasi
Starter Kit Application Note AN165 - Update Tampilan Character LCD Berbasis USB Flash Disk
Starter Kit Starter Kit Application ote A165 - Update Tampilan Character LCD Berbasis USB Flash Disk Oleh: Tim IE Perangkat elektronika digital, seperti DVD player, TV ataupun HP saat ini telah banyak
DT-AVR Low Cost Micro System. Gambar 1 Blok Diagram AN154. RXD (J13 Pin 3) TXD (J8 Pin 4) GND (J10/J11/J12/J13 Pin 1) GND (J7/J8 Pin 1)
DT-AVR DT DT-AVR AVR Application ote A154 Menggunakan Mouse PS/2 untuk Graphic LCD dengan bantuan DT-AVR Low Cost Series Oleh: Tim IE dan athanael R.A (UK Petra) Graphic LCD GM24644 adalah sebuah LCD grafik
DT-AVR Application Note. Gambar 1 Blok Diagram AN133
DT-AVR DT-AVR Application Note AN133 Media Tampilan 7 Segment Untuk Mikrokontroler AVR Oleh: Tim IE Aplikasi ini memberikan contoh penambahan media tampilan seven segment pada modul DT-AVR Low Cost Series
DT-AVR. DT-AVR Application Note AN207 Library USB Controller untuk Komunikasi Serial pada DT-AVR Inoduino
DT-AVR DT-AVR Application Note AN207 Library USB Controller untuk Komunikasi Serial pada DT-AVR Inoduino Oleh : Tim IE Pada beberapa aplikasi banyak dibutuhkan suatu library yang dapat digunakan secara
DT-BASIC Mini System. Gambar 1 Blok Diagram AN132
DT-BASIC DT-BASIC Application Note AN132 BASIC Analog I/O Oleh: Tim IE Sebuah contoh lagi mengenai aplikasi modul DT-BASIC menggunakan bahasa pemrograman PBASIC dengan bantuan software compiler BASIC STAMP
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. Metode penelitian yang digunakan pada tugas akhir ini melalui beberapa
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada tugas akhir ini melalui beberapa tahapan penelitian dan mencari informasi tentang data yang
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM Bab ini akan membahas pengujian dan analisa sistem yang telah dibuat sebelumnya. Pengujian dilaksanakan secara berulang untuk mendapatkan data yang valid, data yang
PANDUAN PRAKTIKUM DASAR ARDUINO
BBROBOTINDONESIA PANDUAN PRAKTIKUM DASAR ARDUINO www.belajarbikinrobot.weebly.com Praktikum 1 Belajar Arduino Blink LED Blinking LED adalah pelajaran pemrograman yang paling sederhana dari pelajaran pemrograman
Gambar 1 Blok Diagram AN217. DT-AVR Maxiduino DT-Proto Header Shield DT-I/O Level Converter
DT-AVR DT-AVR Application Note AN217 Digital Compass 2 Oleh : Tim IE Kompas adalah alat yang sering digunakan oleh manusia di bumi untuk menentukan arah Utara, Barat, Selatan, ataupun Timur. Jika dahulu
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN Setelah perancangan alat selesai, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pengujian dan analisa alat yang bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilan dalam perancangan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil dari perancangan perangkat keras sistem penyiraman tanaman secara
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Realisasi Perangkat Keras Hasil dari perancangan perangkat keras sistem penyiraman tanaman secara otomatis menggunakan sensor suhu LM35 ditunjukkan pada gambar berikut : 8 6
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian muncul
19 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Perancangan Perancangan merupakan tata cara pencapaian target dari tujuan penelitian. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Pendahuluan Dalam suatu perancangan sistem, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan prinsip kerja dari suatu sistem yang akan dibuat. Untuk itu perlu disusun
DT-AVR Application Note
DT-AVR Application Note DT-AVR AN204 Automatic Relay Control Based Google Calendar Oleh : Tim IE Pada beberapa aplikasi sebelumnya banyak terdapat aplikasi pengaturan secara otomatis pada relay board dengan
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu berupa hardware dan software. Table 3.1. merupakan alat dan bahan yang digunakan. Tabel 3.1. Alat dan
Bab IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA
51 Bab IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA Dalam perancangan perangkat keras dan perangkat lunak suatu sistem yang telah dibuat ini dimungkinkan terjadi kesalahan karena faktor-faktor seperti human error, proses
BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISA DATA
41 BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISA DATA Pada bab ini akan dibahas tentang pemrograman arduino dan pengujian berdasarkan dari perencanaan sistem yang telah dibuat. Pengujian ini dilaksanakan untuk mengetahui
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2015 sampai dengan Agustus
37 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2015 sampai dengan Agustus 2015. Perancangan dan pembuatan dilaksanakan di laboratorium Elektronika
BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN
BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN 3.1 Tujuan Perancangan Tujuan dari perancangan alat ini adalah untuk mewujudkan gagasan dan didasari oleh teori serta fungsi dari software arduino dan perangkat remote control,
DT-AVR Low Cost Nano System. Gambar 1 Blok Diagram Remote TV Berbasis ATtiny2313. DT-I/O I/O Logic Tester
DT-AVR DT-AVR Apllication Note AN158 Remote TV Berbasis ATtiny2313 Oleh : Tim IE Peran remote control saat ini tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Berbagai jenis peralatan rumah tangga yang berbasis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen (uji coba). Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat suatu alat yang dapat mengontrol piranti rumah tangga yang ada pada
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4.1. Pengujian Alat Dengan menggunakan berbagai metoda pengujian secara lebih akurat akan memudahkan dalam mengambil sebuah analisa yang berkaitan dengan percobaan yang dilakukan,
BAB III PERANCANGAN SISTEMKENDALI PADA EXHAUST FAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY
BAB III PERANCANGAN SISTEMKENDALI PADA EXHAUST FAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY 3.1 Perancangan Alat Dalam merealisasikan sebuah sistem elektronik diperlukan tahapan perencanaan yang baik dan matang. Tahapan-tahapan
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM 3.1. Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Pembahasan ini meliputi pembahasan perangkat
BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK
BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK 4.1 Pengukuran Alat Pengukuran dilakukan untuk melihat apakah rangkaian dalam sistem yang diukur sesuai dengan spesifikasi
BAB IV PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini memuat hasil pengamatan dan analisis untuk mengetahui kinerja dari rangkaian. Dari rangkaian tersebut kemudian dilakukan analisis - analisis untuk mengetahui
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Dalam bab ini akan dibahas mengenai proses perancangan mekanik gorden dan lampu otomatis serta penyusunan rangkaian untuk merealisasikan sistem alat. Dalam hal ini
BAB III METODE PENELITIAN. secara otomatis dengan menggunakan sensor PIR dan sensor LDR serta membuat
3.1 Model Pengembangan BAB III METODE PENELITIAN Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat sistem penerangan pada rumah secara otomatis dengan menggunakan sensor PIR dan sensor LDR serta membuat sistem
BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM
BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM Sistem akuisisi data ekonomis berbasis komputer atau personal computer (PC) yang dibuat terdiri dari beberapa elemen-elemen sebagai berikut : Sensor, yang merupakan komponen
PC-Link Application Note
PC-Link Application Note AN122 USB to I²C Peripheral Bridge Oleh: Tim IE Aplikasi berikut adalah salah satu contoh penggunaan mode Bit Bang yang didukung oleh PC-Link USBer. Dalam aplikasi ini PC-Link
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT
37 BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT 4.1 Tujuan Pengukuran dan Pengujian Pengukuran dan pengujian alat bertujuan agar dapat diketahui sifat dan karakteristik tiap blok rangkaian dan fungsi serta cara kerja
Input ADC Output ADC IN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Hasil Dalam bab ini akan dibahas mengenai hasil yang diperoleh dari pengujian alat-alat meliputi mikrokontroler, LCD, dan yang lainnya untuk melihat komponen-komponen
BAB III PERANCANGAN. Gambar 3.1. Blok sistem secara keseluruhan. Sensor tegangan dan sensor arus RTC. Antena Antena. Sensor suhu.
BAB III PERANCANGAN Pada bab tiga akan diuraikan mengenai perancangan sistem dari perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada Data Logger Parameter Panel Surya. Dimulai dari uraian cara kerja
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Software Software arduino merupakan software yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke dalam mikrokontroler arduino menggunakan software
DT-AVR. AVR Application Note AN160 Graphic LCD Dengan Bahasa C. Application Note AN160
DT-AVR DT-AVR AVR Application Note AN160 Graphic LCD Dengan Bahasa C Oleh: Tim IE Liquid Crystal Display (LCD) merupakan media tampilan yang sering kita jumpai sehari-hari, seperti pada telepon selular,
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Perancangan sistem ini memerlukan sensor penerima radiasi sinar infra merah yang dapat mendeteksi adanya kehadiran manusia. Sensor tersebut merupakan sensor buka-tutup yang selanjutnya
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT. perancangan alat. Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui kebenaran
33 BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT 4.1 Pengujian. Dalam bab ini akan dibahas mengenai pengujian dan analisa dari sistem perancangan alat. Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui kebenaran rangkaian
STRATEGI PENGHEMATAN DAYA DENGAN PEMBUATAN ALAT MONITORING PENGGUNAAN DAYA LISTRIK SECARA DETAIL MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER
G.1 STRATEGI PENGHEMATAN DAYA DENGAN PEMBUATAN ALAT MONITORING PENGGUNAAN DAYA LISTRIK SECARA DETAIL MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER Made Kamisutara, Slamet Winardi Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Narotama
Menuntun Anda membuat sketch HelloWorld. Menjelaskan diagram alir pemrograman HelloWorld. Menjelaskan cara memprogram Arduino
Bab 5 Program Arduino Anda Yang Pertama Bab ini : Menuntun Anda membuat sketch HelloWorld Menjelaskan diagram alir pemrograman HelloWorld Menjelaskan cara memprogram Arduino Menjalankan sketch HelloWorld
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem alarm kebakaran menggunakan Arduino Uno dengan mikrokontroller ATmega 328. yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware)
3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam pembuatan sistem kendali otomatis gorden dan lampu ini bertujuan untuk mereduksi penggunaan listrik sehingga lebih efisien, selain itu juga untuk mengurangi resiko
PANDUAN PRAKTIKUM DASAR ARDUINO
BBROBOTINDONESIA PANDUAN PRAKTIKUM DASAR ARDUINO www.belajarbikinrobot.weebly.com Praktikum 13 Belajar Arduino Deteksi Perubahan Kondisi dan Operator Modulo Pada praktikum sebelumnya, kita telah belajar
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Pengembangan Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat pengaturan air dan nutrisi secara otomatis yang mampu mengatur dan memberi nutrisi A dan B secara otomatis berbasis
BAB III PERANCANGAN ALAT
38 BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan tentang perancangan Alat pendeteksi dini kerusakan pada sistem pengkondisian udara secara umum alat ini terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama yaitu
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT Dalam bab empat ini akan diuraikan dan dibuktikan mengenai persiapan komponen dan peralatan yang dipergunakan, serta langkah-langkah praktek, kemudian menyiapkan data
BAB III PERANCANGAN ALAT
44 BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Deskripsi Alat Pada bab ini penulis akan menjelaskan spesifikasi alat, menjelaskan beberapa blok rangkaian masing-masing bloknya memiliki karakteristik yang berbeda-beda,dan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT
81 BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT 4.1. Pengujian Rangkaian Untuk tahap selanjutnya setelah melakukan perancangan dan pembuatan system dan alat yang dibuat maka langkah berikutnya adalah pengujian dan
DT-AVR Application Note
DT-AVR Application Note AN79 Input Multi Tombol untuk AVR menggunakan Oleh: Tim IE dapat menerima input tombol baik dari keyboard PS/2 maupun keypad matrix berukuran 3x4 atau 4x4. Pada aplikasi kali ini
BAB 3 PERANCANGAN ALAT
BAB 3 PERANCANGAN ALAT 3.1 Deskripsi Alat Pada bab ini penulis akan menjelaskan spesifikasi alat pemodelan sterilisasi ruangan yang akan dibuat dan menjelaskan beberapa blok diagram dan rangkaian yang
DT-AVR. DT-AVR Application Note AN209 Library USB Controller with SPI Communication based DT-AVR Inoduino
DT-AVR DT-AVR Application Note AN209 Library USB Controller with SPI Communication based DT-AVR Inoduino Oleh : Tim IE Pada aplikasi sebelumya dibahas pembuatan library Arduino untuk USB controller dengan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis III.1.1 Analisis Masalah Dalam perancangan dan status kondisi ruang bercocok tanam hidroponik berbasis mikrokontroler dan interface ini, terdapat beberapa
DAFTAR ISI. A BSTRAK... i. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL... ix. DAFTAR GAMBAR... x. DAFTAR LAMPIRAN... xi
DAFTAR ISI A BSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 2 1.3 Tujuan Penulisan...
