Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:
|
|
|
- Handoko Tan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 EVALUASI LINTASAN PEMBORAN BERARAHDENGAN METODE MINIMUM OF CURVATURE PADASUMUR X LAPANGAN Y PETROCHINA INTERNATIONAL Abdul Hamid,Aan Setiawan Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Trisakti [email protected] Abstrak Pemboran berarah adalah suatu teknik membelokkan lubang sumur untuk kemudian diarahkan ke suatu sasaran tertentu di dalam formasi yang tidak terletak secara vertikal.dalam membor suatu formasi, selalu diinginkan lubang vertikal, namun karena alasan-alasan yang menyangkut faktor geologis, faktor topografis, faktor ekonomis, dan lain-lain maka pemboran berarah menjadi salah satu pilihan. Masalah akan timbul dimana lintasan yang terbentuk tidak sesuai dengan yang direncanakan, meskipun target kedalaman formasi yang diinginkan tercapai. Hal ini dapat berpengaruh pada bertambahnya waktu operasi yang tidak produktif dan tentunya biaya pemboran yang semakin bertambah. Untuk mengatasi masalah tersebut maka survey pemboran harus dilakukan untuk melihat arah penyimpangan lintasan dan mengarahkan pemboran kembali pada lintasan yang direncanakan.metode yang digunakan dalam perhitungan lintasan pemboran didasarkan pada metode Minimum of Curvature. Di dalam penulisan ini mencoba untuk melihat penerapan dari suatu perencanaan lintasan pemboran berarah dan melakukan evaluasi keberhasilan perencanaan lintasan pemboran yang hasilnya diharapkan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi dan menjadikan operasi pemboran lebih efektif dan efisien. Pendahuluan Area Lapangan memiliki formasi yang Pengeluaran terbesar sebuah perusahaan minyak dihasilkan dari aktivitas pemboran, maka tidak heran banyak perusahaan yang membentuk sebuah kelompok yang di tugaskan untuk menanggung resiko finansial bersama dalam usahanya untuk mengembangkan sebuah lapangan.tugas utama dari operasi pemboran adalah membuat sebuah lubang sumur secara aman, efektif dan efisien yang diperkirakan terdapat adanya cadangan minyak bumi yang cukup potensial untuk di kembangkan dan dikelola dari segi menguntungkan bila diproduksi dengan keekonomisan. Pemboran berarah (directional drilling) suatu teknik membelokan lubang sumur untuk kemudian diarahkan kesuatu arah sasaran tertentu didalam formasi yang tidak terletak vertikal dilubang sumur.teknik yang digunakan untuk membuat lubang bor (membor) ada berbagai macam, seperti pemboran vertikal, berarah, horizontal dan lain-lain.pemboran berarah dilakukan untuk mengatasi masalah dari pemboran vertikal alasannya menyangkut faktor geologis, faktor topografis, dan faktor ekonomi. Dalam suatu operasi pemboran berarah perlu diamati pada saat pengontrolan arah lintasan (survey).terutama pada interval pembentukan sudut dalam pemboran berarah yaitu pengontrolan inklinasi (kemiringan) dan azimunt (arah) secara bersamaan yang merupakan pekerjaan yang rumit.survey pemboran dilakukan pada saat pembentukan lintasan yang sedang berlangsung dengan menggunakan alat survey jenis MWD (Measured While Drilling).Alat survey ini menunjukan untuk mengetahui secara dini apabila terjadi masalah atau pada saat adanya penyimpangan yang terjadi pada sudut dan arah lintasan, sehingga dengan segera lintasan diarahkan kembali ke jalur lintasan yang direncanakan. 58
2 Metode perhitungan yang digunakan dalam operasi pemboran sumur tersebut untuk perencanaan dan hasil survey pelaksanaanya menggunakan metode Minimum of Curvature, dimana pada metode ini interval lubang tidak dianggap sebagai garis lurus melainkan berupa busur suatu lingkaran yang memiliki kemiringan dan arah tertentu. Evaluasi lintasan pemboran berarah pada sumur X lapangan Y ini dilakukan dengan membandingkan antara lintasan yang direncanakan dengan lintasan yang diperoleh dari hasil survey, sehingga dari hasil perbandingan tersebut kita bisa melihat apakah terdapat penyimpangan pada lintasan yang terbentuk dan sejauh mana penyimpangan tersebut terjadi. Serta kita juga bisa mengetahui penyebab-penyebab penyimpangan yang terjadi pada lintasan tersebut dan sekaligus dapat ditentukan cara terbaik agar hal tersebut tidak terulang lagi pada sumur-sumur yang akan dibor selanjutnya. Tinjauan Lapangan Secara geografis lapangan ini terletak di bagian Sumatera Selatan yang merupakan salah satu cekungan tersier di Pulau Sumatera. Wilayah kerja Blok Jabung Petrochina cukup luas. Berdasarkan kondisi geografis dan lapisannya, lapangan Jabung Petrochina ini termasuk ke dalam Kelompok Basin dan formasinya sebagian besar mengandung sandstone. Lapangan Jabung Petrochina termasuk dalam cekungan minyak bumi terbesar dan paling aktif di Indonesia, yaitu cekungan Sumatera Tengah. Cekungan ini adalah cekungan yang menghasilkan sekitar setengah dari produksi minyak bumi di Indonesia. Hasil dan Pembahasan Evaluasi lintasan pemboran berarah adalah suatu hal yang dilakukan untuk mengetahui arah dari lintasan pemboran dimulai dari titik permukaan dimana dimulainya pemboran hingga mencapai target pemboran yang diharapkan. Pada sumur X dilakukan pemboran menggunakan metode directional drilling. Pemboran sumur X ini di bor dengan lintasan J Type(Build and Hold) yang merupakan pola lintasan yang di bor berawal dari vertikal dari permukaan sampai dengan titik belok KOP dan dilakukan build up sampai besar sudut inklinasi dan arah yang diinginkan dan mempertahankan inklinasi sampai target yang direncanakan. Analisa perencanaan lintasan pemboran berarah dalam tugas akhir ini dilakukan dengan menggunakan metode Minimum Of Curvature dengan membandingkan antara plan dan aktual dari hasil survey. Sebelum melakukan pengeboran berarah terlebih dulu harus dibuat rencana pengeboran (drilling planning), yang menyangkut juga masalah design pembelokan karena semua kegiatan-kegiatan yang nanti akan dilaksanakan berpedoman pada program tersebut. Pada perencanaan lintasan, data-data yang digunakan adalah data lapangan, data peralatan dan data fasilitas pemboran.sedangkan dari hasil lintasan pemboran yang terbentuk didapat dari data hasil survey pada saat pemboran. Dengan membandingkan lintasan yang terbentuk maka akan diketahui apakah lintasan tersebut sudah sesuai dengan profilelintasan yang direncanakan atau tidak. Disamping itu juga dapat mengevaluasi hal-hal yang terjadi selama pemboran yang menyebabkan bentuk lintasan tidak sesuai dengan lintasan yang direncanakan. Pada suatu perencanaan terlebih dahulu ditentukan jenis lintasan yang akan dipilih. Selanjutnya menentukan besar Build Up Rate dan titik Kick of Point yang diinginkan. Setelah koordinat North dan East dari target diketahui maka suatu perencanaan lintasan pemboran dapat dikerjakan. Kick of Point (KOP) adalah titik atau kedalaman dimana lintasan sumur akan disimpangkan hingga mencapai sudut inklinasi yang ditentukan. KOP ini ditentukan dari 59
3 melihat refrensi refrensi sumur sekitar.kekerasan formasi juga menjadi salah satu faktor pertimbangan penentuan KOP ini.pada perencanaan pemboran titik belok sumur X dilakukan pada kedalaman 3500 ft MD (3500 ft TVD). Sumur X mulai dibor pada tanggal 7 juli Lubang vertikal dibor hingga kedalaman 2029ft. Rata-rata ROP dicapai ketika dibor dibagian ini adalah 62,43 ft/hour. PDC bit 12 1/4 inch dan BHA dibuat dan bekerja didalam lubang bor dan steker atas, steker bawah dan terus ke formasi baru 2039 ft MD lumpur beredar dan dikondisikan. Pemboran dilanjutkan pada bagian lubang vertikal dari 2039 ft MD ke 3461 ft MD dan mulai directional drilling. Dibor 12 1/4 inch lubang terarah dengan BUR 5 /100ft, membangun kecenderungan sampai mendapat 50,9 dan azimuth 279,3 di EOB di 4672 ft MD. Terus dibor ke 4993 ft MD bagian TD. Tekanan diuji pack off 3000 psi/10menit sampai kedalaman 5033ft MD. Total waktu rig untuk bagian ini adalah 12,9 hari. Pemboran dilanjutkan dari kedalaman 5033 ft MD 5449 ft MD.Selama dibor interval ini menemukan gas bor max 1211 unit di 5208 ft MD. Diterapkan pompa tekanan dengan sistem GKG berkisar psi, menemukan gas bor berkisar antara unit, flare gas dengan ketinggian berkisar antara ft. Pemboran dilanjutkan dengan dibuat sedikit PDC baru dengan adn Rih 5449 ft MD 5590 ft MD.Selama interval ini menemukan gas bor max 1791 unit di 5450 ft MD.Diterapkan kembali pompa tekanan dengan sistem GKG berkisar psi.ditemukan gas berkisar antara unit karena ROP. Pemboran dilanjutkan dengan memasukkan bit 8 1/2 inchi dan BHA, Rih ke 5590 ft MD ft MD. Kembali terapan pompa tekanan oleh MPD berkisar antara psi.ditemukan gas berkisar antara unit di 5941 ft MD karena memperlambat ROP. Kemudian pemboran dilanjutkan dengan kedalaman 6770 ft MD 7972 ft MD.Kembali terapan pompa tekanan oleh MPD berkisar antara psi.ditemukan gas berkisar antara unit. Max gas 1291 unit di 7291 ft MD. Pengeboran dilanjutkan untuk kedalaman 8269 ft MD/TD kembali terapan pompa tekanan oleh MPD berkisar antara psi. Max gas 1027 unit di 8146 ft MD. Setelah pengeboran mencapai TD, dilanjutkan dengan pekerjaan pengujian. Evaluasi yang dilakukan adalah dengan melakukan perencanaan terhadap data parameter plan trajectory, yaitu evaluasi terhadap trajectory design titik kedalaman KOP dan nilai BUR, kemudian setelah data plan dilaksanakan sebagai acuan dalam pemboran, selanjutnya dilakukan evaluasi data plan trajectory dan data actual trajectory. Evaluasi ini dilakukan untuk mengatahui apakah pelaksanaan sesuai dengan program yang telah direncanakan dan apakah program yang direncanakan sesuai dengan kondisi lapangan X tanpa adanya hole problem selama pemboran berlangsung. Analisa lintasan berdasarkan survey data MWD yang dihitung dengan metode minimum of curvature.dalam membuat perencanaan pemboran berarah dibutuhkan data kedalaman titik belok lubang (KOP), sudut inklinasi, dan arah azimuth. Untuk mencapai target yang diinginkan, dapat dibuat beberapa perencanaan lintasan pemboran. Target yang diinginkan berupa TVD dan koordinat North dan koordinat East. KOPdan BUR adalah dua parameter penting yang menentukan EOB (End of Build) dan maksimum inklinasi yang dihasilkan dalam mencapai zona target. Pada sumur X telah ditentukan nilai BUR yaitu sebesar 5,0 /100 ft. Sumur X terletak di koordinat target ,095 N/S dan ,793 E/W, adapun letak koordinat surface ,480 N/S dan ,120 E/W. Pada kasus sumur X ini titik KOP dapat terlaksana berdasarkan litologi formasi, yaitu kekerasan formasi tersebut. Formasi yang lunak dapat mempengaruhi kedalaman titik KOP yang dilaksanakan.kop 60
4 dapat terlaksana apabila sudah berada pada lapisan yang keras sebagai pijakan untuk membelokkan lubang bor. Pada perencanaan sumur X mempunyai target pada kedalaman 8268,75 ft MD atau 6573 ft TVD. Sumur X ini akan melaksakan titik KOP pada kedalaman 3500 ft MD dan nilai BUR sebesar 5 /100 ft. dan sudut inklinasi optimal yang dihasilkan sebesar 57,67. Pemasangan conductor casing18 5/8 hingga menemukan lapisan yang keras yaitu sampai kedalaman 112 ft MD. Titik EOB (End of Build) ini didapatkan 4527,33 ft MD atau 4395,14 ft TVD, kedalaman pamasangan surface casing 13 3/8 sampai kedalaman 2027 ft MD. Selanjutnya dilakukan pemasangan intermediate casing 9 5/8 hingga kedalaman 4983 ft MD, dan untuk mencapai TD dilakukan perhitungan dengan cara metode Minumum Curvaturedengan mempertahankan arah azimuth dan sudut inklinasi. Kedalaman pemasangan production liner casing 7 di 8268 ft MD. Pada saat melakukan pelaksanaan pengeboran pada sumur X dilakukan sesuai rencana yang telah dibuat, walaupun saat pelaksaan terdapat perbedaan itu merupakan hal wajar yang terjadi pada saat pelaksanaan. Sebagai contohnya kedalaman KOP pada plan adalah 3500 ft MD dan saat pelaksanaan terjadi di kedalaman 3461 ft MD oleh karena ditemukannya lithology shale sebagai titik KOP dan nilai inklinasinya sebesar 2,5, pada kedalaman 3461 ft MD terdapat lapisan claystone dimana claystone merupakan lapisan yang keras yang dapat menjadi pijakan untuk membelokkan lubang bor. Selanjutnya kedalaman EOB actual terjadi pada kedalaman 4672 ft MD atau 4489,69 ft TVD dan nilai inklinasinya maksimal sebesar 63,20, kedalaman EOB actual ini tentu berbeda dengan perencanaan EOB yaitu sebesar 4527,33 ft MD. Sumur X inimemiliki kedalaman total depth (TD) di 8269 ft MD atau 6623,64 ft TVD. Bila data perencanaan dibandingkan dengan data aktual nilai maksimum arah azimuth dan BUR terjadi perbedaan yang cukup signifikan pada beberapa parameter. Nilai maksimum arah azimuth terbentuk pada data perencanaan sebesar 279,21 dan data aktual sebesar 286,40 pada kedalaman 3340 ft MD atau 3339,29 ft TVD, nilai maksimum BUR pada perencanaan sebesar 5 /100 ft dan data aktual sebesar 5,67 /100 ft terjadi di kedalaman 3812 ft MD atau 3806,31 ft TVD. Adapun penyimpangan yang terjadi di dua interval di bagian hold atau saat tangent section, pada bagian ini terdapat beberapa pengoreksian akibat lintasan pemboran yang sedikit keluar dari jalurnya.lintasan pemboran menyimpang dari perencanaan yang diakibatkan oleh faktor perselingan lapisan batuan, sehingga terjadi perubahan arah azimuth yang signifikan. Ketika melakukan survey didapat bahwa bit ikut terbawa oleh struktur dari lapisan formasi yang ditembusnya sehingga bit ikut terbawa ke kanan. Penyimpangan pertama pada saat tangent section atau bagian hold terjadi penyimpangan pada kedalaman 3529 ft MD atau 3527,99 ft TVD hingga 4758 ft MD atau 4583,63 ft TVD. Penyimpangan kedua pada saat tangent section menuju ke target yaitu pada kedalaman 5702 ft MD atau 5140,58 ft TVD hingga kedalaman 7318 ft MD atau 6021,59 ft TVD. Pada sumur X penyimpangan ini terjadi karena terdapat formasi batuan lunak yaitu lapisan batuan sandstone dan claystone yang mengakibatkan steering pada pemboran yang kurang optimal, biasanya penyimpangan terjadi karena perselingan antara batuan keras ke batuan lunak, atau sebaliknya. Pada formasi yang berubah-ubah kekerasannya dapat menyebabkan pengarahan peralatan pemboran berarah yang lebih sulit, ini disebabkan kecenderungan alat yang lebih cenderung ke formasi lunak atau formasi keras tergantung dari posisi formasi itu sendiri. Pengoreksian sumur X dilakukan dengan cara membelokkan toolface pada drill string dan melakukan sliding untuk mengembalikan bit ke jalur yang telah direncanakan. Setelah dilakukan pengoreksian dan pemboran dilanjutkan menuju target yang telah direncanakan pemboran berhasil mencapai kedalaman akhir dengan arah yg sesuai dengan perencanaan, yaitu kedalaman 8269 ft dimana hanya berbeda 0,25 ft dari kedalaman yang direncanakan yaitu 8268,75 ft. 61
5 Kesimpulan Dari pembahasan, maka dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini : 1. Sumur X di lapangan Y ini menggunakan tipe lintasan J Type, alasan menggunakan pemboran berarah karena keterbatasan lahan untuk melakukan pengeboran vertical. Parameter lintasan pemboran berarah ini antara lain TVD target, Departure, Azimuth, KOP, dan BUR. 2. Perencanaan titik KOP dan BUR terjadi dikedalaman 3500 ft TVD, nilai BUR didapatkan sebesar 5 /100 ft dan menghasilkan sudut inklinasi optimal sebesar 57, Penyimpangan pertama terjadi saat tangent sectionyaitu pada kedalaman 3529 ft MD atau 3527,99 ft TVD hingga 4758 ft MD atau 4583,63 ft TVD. Saat tangent section ini terjadi perubahan arah azimuth antara dan sudut inklinasi perubahannya antara 5, ,40 0. Pada kedalaman ini ditemukan formasi batuan shale, claystone, dan sandstone, dimana claystone dan sandstone merupakan formasi lunak. 4. Penyimpangan kedua terjadi saat tangent section yaitu pada kedalaman 5702 ft MD / 5140,58 ft TVD hingga 7318 ft MD / 6021,59 ft TVD. Saat tangent section ini terjadi perubahan arah azimuth antara dan sudut inklinasi perubahannya antara 53, ,80 0. Pada kedalaman ini ditemukan formasi batuan limestone, claystone dan sandstone, dimana batuan claystone dan sandstone merupakan formasi lunak. 5. Peyimpangan pada sumur X ini terjadi karena perselingan antara batuan keras ke lunak, atau sebaliknya sehingga terjadi perubahan arah azimuth. Pengoreksian sumur X dilakukan dengan cara membelokkan toolface pada drill string dan melakukan sliding untuk mengembalikan bit ke jalur yang telah direncanakan. 6. Dengan tetap mengikuti target yang telah direncanakan pemboran berhasil mencapai kedalaman akhir dengan arah yang sesuai dengan perencanaan, yaitu pada kedalaman 8269 ft dimana hanya berbeda 0,25 ft dari kedalaman yang direncanakan yaitu 8268,75 ft. 7. Peyimpangan pada sumur X ini terjadi karena perselingan antara batuan keras ke lunak, atau sebaliknya sehingga terjadi perubahan arah azimuth. Pengoreksian sumur X dilakukan dengan cara pemasangan toolface pada drill string dan melakukan sliding untuk mengembalikan bit ke jalur yang telah direncanakan. Daftar Pustaka Alpar, Csley, Directional Drilling, Pdf Halliburton Energy Service Bourgoyne Adam T. Jr., Applied Drilling Engineering First Printing Society of Petroleum Engineer, Richardson TX-1986 Daily Drilling Reports XPetroChina Ltd, Rabia, H., Well Engineering and Construction, Graham and Trotman, Oxford, UK, Richard S.Carden, Horizontal and Directional Drilling, Tulsa,Oklahoma,2007. Rubiandini, Rudi. Teknik Operasi Pemboran Volume 1. ITB, Bandung, Rubiandini, Rudi. Teknik Operasi Pemboran Volume 2. ITB, Bandung, Rubiandini, Rudi. Teknik Operasi Pemboran Volume 3. ITB, Bandung,
6 True Vertical Depth (ft) Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: ,00 Trajectory Plan Sumur X 1000, , , ,00 KOP (3500 ft MD, 3500 ft PLAN 5000, , , ,00 0, ,002000,003000,004000,005000,00 Vertical Section Gambar1.Proyeksi Vertical Plan Sumur X 63
7 True Vertical Depth (ft) Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: ,00 PLAN VS AKTUAL 1000, , , ,00 PLAN AKTUAL 5000, , , ,00 0, ,002000,003000,004000,00 Vertical Section (ft) Gambar2.Proyeksi Horizontal Plan dan Actual Sumur X 64
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: EVALUASI LINTASAN PEMBORAN BERARAH PADA SUMUR Z LAPANGAN XYY PETROCHINA INTERNATIONAL
EVALUASI LINTASAN PEMBORAN BERARAH PADA SUMUR Z LAPANGAN XYY PETROCHINA INTERNATIONAL Varian Erwansa, Faisal E Yazid, Abdul Hamid Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Trisakti Email: [email protected]
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: PERBANDINGAN LINTASAN PEMBORAN BERARAH DENGAN BERBAGAI METODE PERHITUNGAN PADA SUMUR G-12 LAPANGAN G
PERBANDINGAN LINTASAN PEMBORAN BERARAH DENGAN BERBAGAI METODE PERHITUNGAN PADA SUMUR G-12 LAPANGAN G Grace BS, Widrajat AK, Harin Widiyatni Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian Dan Energi
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: PENGARUH KICK OFF POINT TERHADAP PERENCANAAN LINTASAN PEMBORAN BERARAH PADA SUMUR W, X, Y, Z
PENGARUH KICK OFF POINT TERHADAP PERENCANAAN LINTASAN PEMBORAN BERARAH PADA SUMUR W, X, Y, Z Fernandi Kesuma Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti Email
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: PERENCANAAN LINTASAN PEMBORAN BERARAH SUMUR F PADA LAPANGAN PANAS BUMI DARAJAT
PERENCANAAN LINTASAN PEMBORAN BERARAH SUMUR F PADA LAPANGAN PANAS BUMI DARAJAT Ferianto Frans Wibowo Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian Dan Energi Universitas Trisakti E-mail :[email protected]
BAB I. PENDAHULUAN...1 BAB II. TINJAUAN UMUM LAPANGAN...9
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... iii HALAMAN PERSEMBAHAN... iv KATA PENGANTAR...v RINGKASAN... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR GAMBAR...x DAFTAR TABEL...
Evaluasi Penggunaan Rig 550 HP Untuk Program Hidrolika Pada Sumur X Lapangan Y
Evaluasi Penggunaan Rig 550 HP Untuk Program Hidrolika Pada Sumur X Lapangan Y Ryan Raharja, Faisal E.Yazid, Abdul Hamid Program Studi Teknik Perminyakan, Universitas Trisakti Abstrak Pada operasi pemboran
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:
EVALUASI PERENCANAAN CASING PEMBORAN SECARA TEKNIS DAN EKONOMIS PADA SUMUR NP 03-X DI LAPANGAN NP PERTAMINA UTC Abstrak Novi Pahlamalidie Jurusan Teknik Perminyakan, Universitas Trisakti Email: [email protected]
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:
EVALUASI DAN OPTIMASI PERENCANAAN CASING PADA OPERASI PEMBORAN SUMUR X-9, PRABUMULIH PT. PERTAMINA EP Feldy Noviandy Jurusan Teknik Perminyakan, Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: Evaluasi Perencanaan Desain Casing Pada Sumur SELONG-1 Di Lapangan Selong
Evaluasi Perencanaan Desain Casing Pada Sumur SELONG-1 Di Lapangan Selong Hendri Kurniantoro, Mu min Prijono Tamsil Program Studi Teknik Perminyakan, Universitas Trisakti Abstrak Perencanaan casing merupakan
Kata Kunci : Pemboran berarah, directional drilling, evaluasi pemboran
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia ISSN: 2541-0849 e-issn: 2548-1398 Vol. 2, No 8 Agustus 2017 EVALUASI PEMBORAN BERARAH SUMUR X PT MEDCO E&P INDONESIA Mugita Ayu Andriareza dan Hanibal Nuril Hakim
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: PERENCANAAN LINTASAN DAN ANALISIS PEMBEBANAN PADA LUBANG 8-1/2, SUMUR FA-12, LAPANGAN A
PERENCANAAN LINTASAN DAN ANALISIS PEMBEBANAN PADA LUBANG 8-1/2, SUMUR FA-12, LAPANGAN A Maruti Tiffany Adila, Widrajdat Aboekasan Jurusan Teknik Perminyakan Universitas Trisakti Abstrak Dalam pemboran
Dina Silvi Noviana ( ) 1
KATA PENGANTAR Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Shalawat serta salam atas Nabi Muhammad SAW. Salam keselamatan atas kita semua dan rahmat serta barokahnya untuk kita. Segala puji
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:
ANALISIS PENGGUNAAN LUMPUR PEMBORAN PADA FORMASI GUMAI SHALE SUMUR K-13, S-14 DAN Y-6 TRAYEK 12 ¼ CNOOC SES Ltd. Abstrak Fadillah Widiatna, Bayu Satyawira, Ali Sundja Program Studi Teknik Perminyakan,
TEORI DASAR PEMBORAN BERARAH. yaitu; Pemboran Vertikal, Pemboran Berarah, dan Pemboran Horizontal.
TEORI DASAR PEMBORAN BERARAH Kegiatan pemboran merupakan hal pertama yang dilakukan sebelum minyak bumi atau gas dapat diproduksikan. Pemboran dilakukan dengan tujuan untuk membuat saluran antara reservoir
Desain Sumur Directional dan Hasil Evaluasi Trajectory Pemboran Sumur Geothermal Field X
Desain Sumur Directional dan Hasil Evaluasi Trajectory Pemboran Sumur Geothermal Field X Bambang Yudho Suranta, Faishal Hafizh 2,2 STEM Akamigas, Jl.Gajah Mada No.38, Cepu Email: [email protected] ABSTRAK
OPTIMASI PEMAKAIAN BIT PADA PEMBORAN INTERVALCASING 5 1 / 2 DI LAPANGAN BABAT-KUKUI
OPTIMASI PEMAKAIAN BIT PADA PEMBORAN INTERVALCASING 5 1 / 2 DI LAPANGAN BABAT-KUKUI M. Arief Fauzan Abstrak Tujuan dari optimasi pemakaian matabor yang akan digunakan pada operasi pemboran yaitu untuk
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: ANALISIS PERHITUNGAN PENGANGKATAN CUTTING PADA SUMUR K LAPANGAN N PT.
ANALISIS PERHITUNGAN PENGANGKATAN CUTTING PADA SUMUR K LAPANGAN N PT. PERTAMINA UTC Kevin Editha Jodi, Mulia Ginting, Widya Petroleum Dept. Trisakti University Abstrak Pada operasi pemboran sumur K lapangan
Cahaya Rosyidan*, Irfan Marshell,Abdul Hamid
EVALUASI HILANG SIRKULASI PADA SUMUR M LAPANGAN B AKIBAT BEDA BESAR TEKANAN HIDROSTATIS LUMPUR DENGAN TEKANAN DASAR LUBANG SUMUR Cahaya Rosyidan*, Irfan Marshell,Abdul Hamid Teknik Perminyakan-FTKE, Universitas
FAKTOR KOREKSI TERHADAP PERHITUNGAN d EKSPONEN AKIBAT ADANYA PERUBAHAN TIPE BIT DAN UKURAN BIT
PROCEEDING SIMPOSIUM NASIONAL IATMI 2001 Yogyakarta, 3-5 Oktober 2001 FAKTOR KOREKSI TERHADAP PERHITUNGAN d EKSPONEN AKIBAT ADANYA PERUBAHAN TIPE BIT DAN UKURAN BIT Rudi Rubiandini R.S., Tumpal Ebenhaezar
1. Reservoir berada di bawah perkotaan, lalu lintas yang ramai, tempat-tempat bersejarah ataupun lahan perkebunan (pertanian).
Pemboran berarah (directional drilling) adalah metode pemboran yang mengarahkan lubang bor menurut suatu lintasan tertentu ke sebuah titik target yang terletak tidak vertikal di bawah mulut sumur. Untuk
BAB II. TINJAUAN UMUM LAPANGAN
HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... iii KATA PENGANTAR... iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v RINGKASAN... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR TABEL... xii
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL...i. HALAMAN PENGESAHAN...iii. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH...iv. KATA PENGANTAR...v. HALAMAN PERSEMBAHAN...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i HALAMAN PENGESAHAN...iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH...iv KATA PENGANTAR...v HALAMAN PERSEMBAHAN...vii RINGKASAN...viii DAFTAR ISI...ix DAFTAR GAMBAR...xiii DAFTAR TABEL...xv
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:
EVALUASI BEBAN TORSI DAN DRAG PADA SUMUR BERARAH MILA DI LAPANGAN LEPAS PANTAI LAUT JAWA BAGIAN BARAT DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE DSWE Albreta Emilia, Mumin, Simorangkit Program Studi Teknik Perminyakan
EVALUASI PENANGGULANGAN LOST CIRCULATION PADA SUMUR M-1 DAN M-2 LAPANGAN X PHE WMO
EVALUASI PENANGGULANGAN LOST CIRCULATION PADA SUMUR M-1 DAN M-2 LAPANGAN X PHE WMO Marinna Ayudinni Nakasa Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian Dan Energi E-mail: [email protected]
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: EVALUASI METODE CASING DRILLING PADA TRAYEK CASING 13-3/8 DI SUMUR SP-23
EVALUASI METODE CASING DRILLING PADA TRAYEK CASING 13-3/8 DI SUMUR SP-23 Syandi Putra, Widradjat Aboekasan Program Studi Teknik Perminyakan, Universitas Trisakti Abstrak Dalam upaya meningkatkan perolehan
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL...i. HALAMAN PENGESAHAN...ii. KATA PENGANTAR...iii. HALAMAN PERSEMBAHAN...iv. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i HALAMAN PENGESAHAN...ii KATA PENGANTAR...iii HALAMAN PERSEMBAHAN...iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH...v RINGKASAN...vi DAFTAR ISI...vii DAFTAR GAMBAR...xi DAFTAR TABEL...xiii
DESAIN CASING PADA SUMUR BERARAH DENGAN MEMPERHITUNGKAN FRIKSI. Oleh Marcel* Prof. Dr.-Ing. Ir.Rudi Rubiandini R. S.**
DESAIN CASING PADA SUMUR BERARAH DENGAN MEMPERHITUNGKAN FRIKSI Oleh Marcel* Prof. Dr.-Ing. Ir.Rudi Rubiandini R. S.** Sari Desain casing pada pemboran berarah berbeda dari pemboran sumur vertikal, meskipun
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Salah satu kegiatan pengumpulan data bawah permukaan pada kegiatan pengeboran sumur minyak dan atau gas bumi baik untuk sumur eksplorasi maupun untuk sumur
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:
EVALUASI PEMAKAIAN BIT 6-1/8 DI SUMUR DH-10 DAN DHX-4UNTUK PEMILIHAN BIT PADA LAPISAN BASEMENTLAPANGAN DHP Abstrak Dhimas Haryo Priyoko, Faisal E. Yazid, Abdul Hamid, Jurusan Teknik Perminyakan Uiversitas
digunakan. Selain itu, vibrasi dapat dikurangi dengan mengatur drilling parameter. Pendahuluan
Pendahuluan Salah satu permasalahan pemboran yang terjadi pada sumur X-1 ini adalah pemboran pada zona total lost circulation. Zona ini terletak pada formasi Limestone B dan didominasi oleh limestone yang
KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 4. KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan 1. Disain casing konservatif dari sumur X COPI adalah sebagai berikut: a. 20 inch Conductor; b. 13-3/8 inch Surface Section; c. 9-5/8 inch Production Section;
MAKALAH TEKNIK PENGEBORAN DAN PENGGALIAN JENIS-JENIS PEMBORAN
MAKALAH TEKNIK PENGEBORAN DAN PENGGALIAN JENIS-JENIS PEMBORAN Oleh: EDI SETIAWAN NIM. 1102405 Dosen Mata Kuliah: Mulya Gusman, S.T, M.T PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
Universitas Indonesia Optimasi desain casing..., Muhammad Anugrah, FT UI, 2008
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah ConocoPhillips Indonesia Inc. Ltd (COPI), selalu menggunakan casing dari grade yang tinggi untuk sumur-sumur yang dibor. Terdapat setidaknya tiga alasan utama
BAB I PENDAHULUAN. Masalah-masalah pemboran (drilling hazards) seperti lost circulation
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah-masalah pemboran (drilling hazards) seperti lost circulation dan kick sering terjadi saat pemboran dilakukan oleh PT. Pertamina EP Asset 3 di Lapangan MRFP
PENGARUH TEMPERATUR DAN TEKANAN TERHADAP DESAIN PARAMETER HIDROLIKA PADA MANAGED PRESSURE DRILLING JENIS CONSTANT BOTTOM HOLE PRESSURE TUGAS AKHIR
PENGARUH TEMPERATUR DAN TEKANAN TERHADAP DESAIN PARAMETER HIDROLIKA PADA MANAGED PRESSURE DRILLING JENIS CONSTANT BOTTOM HOLE PRESSURE TUGAS AKHIR PENGARUH TEMPERATUR DAN TEKANAN TERHADAP DESAIN PARAMETER
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: EVALUASI PENYEMENAN LINER 7 INCH PADA LAPANGAN ASMARA SUMUR CINTA - 5
EVALUASI PENYEMENAN LINER 7 INCH PADA LAPANGAN ASMARA SUMUR CINTA - 5 Riska Azkia Muharram Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti Email :[email protected]
Bab I Pendahuluan. I.1 Maksud dan Tujuan
Bab I Pendahuluan I.1 Maksud dan Tujuan Pemboran pertama kali di lapangan RantauBais di lakukan pada tahun 1940, akan tetapi tidak ditemukan potensi hidrokarbon pada sumur RantauBais#1 ini. Pada perkembangan
PENGARUH BUR DAN BUILD CURVE PADA DESAIN UNIT SNUBBING RIG UNTUK PEMBORAN HORIZONTAL (STUDI KASUS SUMUR X-01)
PENGARUH BUR DAN BUILD CURVE PADA DESAIN UNIT SNUBBING RIG UNTUK PEMBORAN HORIZONTAL (STUDI KASUS SUMUR X-01) TUGAS AKHIR Oleh: ANGGI PUTRA YANSE NIM 12206025 Diajukan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan
Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2017
BAB I PENDAHULUAN I.1.Latar Belakang Operasi pemboran merupakan proses kelanjutan dari eksplorasi untuk menginformasikan ada tidaknya kandungan minyak atau gas bumi di dalam suatu lapisan di bawah permukaan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada industri minyak dan gas di sektor hulu terdapat beberapa tahap yang dilakukan dalam proses eksplorasi hingga produksi sumber minyak dan gas. Berawal dari pencarian
Penentuan Tekanan Formasi dan Gradien Rekah
Penentuan Tekanan Formasi dan Gradien Rekah TUJUAN Memahami cara Penentuan Tekanan Formasi dan Gradien Rekah dengan Metode D eksponen 1 1. Pendahuluan 1.1. Deteksi Tekanan Pori Formasi Berbagai metoda
CEMENTING DESIGN FOR CASING 7 INCH WITH DUAL STAGE CEMENTING METHOD IN PT. PERTAMINA DRILLING SERVICES INDONESIA SUMBAGSEL AREA, PRABUMULIH
PERENCANAAN PENYEMENAN CASING 7 INCH DENGAN METODE DUAL STAGE CEMENTING PADA SUMUR NR-X LAPANGAN LIMAU DI PT.PERTAMINA DRILLING SERVICES INDONESIA AREA SUMBAGSEL, PRABUMULIH CEMENTING DESIGN FOR CASING
Prediksi Pore Pressure Menggunakan Metode D-Exponent Dan Eaton Sonic Log
Vol. 1, No.1, 2017, p. 28-35 Prediksi Pore Pressure Menggunakan Metode D-Exponent Dan Eaton Sonic Log P.Subiatmono 1a, Avianto Kabul Pratiknyo 1b dan Dicky Dingkaputra 1c 1a,b,c Jurusan Teknik Perminyakan
ISSN JEEE Vol. 4 No. 2 Khalid, Musnal, Sari. Evaluasi Masalah Bottom Hole Assembly Lepas Pada Pemboran Berarah Di Sumur X Lapangan Y
ISSN 2540-9352 JEEE Vol. 4 No. 2 Khalid, Musnal, Sari Evaluasi Masalah Bottom Hole Assembly Lepas Pada Pemboran Berarah Di Sumur X Lapangan Y Idham Khalid 1, Ali Musnal 1, Bella Puspita Sari 1 1 Program
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: Perencanaan Ulang Sumur Gas Lift pada Sumur X
Perencanaan Ulang Sumur Gas Lift pada Sumur X Amanu Pinandito, Sisworini, Sisworini, Djunaedi Agus Wibowo Abstrak Sumur X yang sudah beroperasi sejak 2004 merupakan sumur yang menggunakan gas lift sejak
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: EVALUASI PIPA BOR TERJEPT PADA SUMUR KIRANA LAPANGAN BUMI
EVALUASI PIPA BOR TERJEPT PADA SUMUR KIRANA LAPANGAN BUMI 2014-1 Yopy Agung Prabowo, Widrajdat Aboekasan Jurusan Teknik Perminyakan, Universitas Trisakti Abstrak Operasi pemboran yang dilakukan tidak selalu
I.2 Latar Belakang, Tujuan dan Daerah Penelitian
Bab I Pendahuluan I.1 Topik Kajian Topik yang dikaji yaitu evolusi struktur daerah Betara untuk melakukan evaluasi struktur yang telah terjadi dengan mengunakan restorasi palinspatik untuk mengetahui mekanismenya
Penerapan Casing Directional Drilling Pada Sumur-X untuk Mengurangi Biaya Operasional dan Masalah Pemboran
Penerapan Casing Directional Drilling Pada Sumur-X untuk Mengurangi Biaya Operasional dan Masalah Pemboran Oleh : Tengku Fauzi Ikhsan* Prof. Dr. Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S** Sari Sumur-X yang menjadi
BAB VI KESIMPULAN. memperbesar jari-jari pengurasan sumur sehingga seakan-akan lubang
BAB VI KESIMPULAN 1. Operasi Radial Jet Drilling merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan rate produksi suatu sumur yang mempunyai prinsip membuat lubang yang berfungsi untuk mengurangi
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Peningkatan kebutuhan energi di dunia akan minyak dan gas bumi sebagai bahan bakar fosil yang utama cenderung meningkat seiring dengan perubahan waktu. Kebutuhan dunia
BAB IV TEKANAN FORMASI
Petroskill BAB IV TEKANAN FORMASI Pori-pori formasi yang di bor memiliki tekanan yang disebut dengan tekanan formasi (Formation Pressure). Pada perencanaan dan pelaksanaan operasi pemboran, tekanan formasi
BAB VI KESIMPULAN. 1. Pada pengukuran densitas lumpur terjadi penurunan nilai densitas yang di
BAB VI KESIMPULAN Bedasarkan percobaan untuk mengetahui pengaruh temperatur tinggi terhadap sifat rheologi lumpur surfaktan maka dapat diambil kesimpulan bebagai berikut : 1. Pada pengukuran densitas lumpur
DAFTAR ISI (lanjutan) Hal
HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii HALAMAN PERSEMBAHAN... iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... iv KATA PENGANTAR... v RINGKASAN... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR TABEL... xii
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. disimpulkan beberapa hal sebagai berikut, yaitu: dibandingkan lapisan lainnya, sebesar MSTB.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan analisa dan perhitungan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut, yaitu: 1. Hasil analisa decline curve dari semua
HALAMAN PENGESAHAN...
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii HALAMAN PERSEMBAHAN... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... vi RINGKASAN... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR GAMBAR...
Kelas TentangActivity Kelas BantuanActivity BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran...
ABSTRAK Well Kick adalah peristiwa masuknya fluida formasi (air, minyak, atau gas) menuju lubang bor. Apabila kick ini tidak bisa dikontrol atau tidak bisa ditanggulangi, akan mengakibatkan fluida formasi
ANALISIS PETROFISIKA DAN PERHITUNGAN CADANGAN GAS ALAM LAPANGAN KAPRASIDA FORMASI BATURAJA CEKUNGAN SUMATERA SELATAN
Analisis Petrofisika dan... ANALISIS PETROFISIKA DAN PERHITUNGAN CADANGAN GAS ALAM LAPANGAN KAPRASIDA FORMASI BATURAJA CEKUNGAN SUMATERA SELATAN M. Iqbal Maulana, Widya Utama, Anik Hilyah Jurusan Teknik
ANALISA BOND INDEX DALAM PENILAIAN HASIL PENYEMENAN (CEMENTING) PRODUCTION ZONE PADA SUMUR RNT-X LAPANGAN RANTAU PT PERTAMINA EP FIELD RANTAU, ACEH
ANALISA BOND INDEX DALAM PENILAIAN HASIL PENYEMENAN (CEMENTING) PRODUCTION ZONE PADA SUMUR RNT-X LAPANGAN RANTAU PT PERTAMINA EP FIELD RANTAU, ACEH BOND INDEX ANALYSIS IN CEMENTING S ASSESSMENT RESULTS
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Cekungan Sumatra Tengah merupakan cekungan penghasil minyak bumi yang pontensial di Indonesia. Cekungan ini telah dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia selama
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: ANALISIS PENGARUH THERMAL TERHADAP CASING SUMUR RF LAPANGAN GEOTHERMAL SF-93
ANALISIS PENGARUH THERMAL TERHADAP CASING SUMUR RF LAPANGAN GEOTHERMAL SF-93 Rafiah Farisa, Widrajat Aboekasan, Listiana Jurusan Teknik Perminyakan Universitas Trisakti Abstrak Salah satu aspek penting
BAB I PENDAHULUAN. Eksplorasi hidrokarbon memerlukan analisis geomekanika untuk. menghindari berbagai masalah yang dapat mempengaruhi kestabilan sumur
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Eksplorasi hidrokarbon memerlukan analisis geomekanika untuk menghindari berbagai masalah yang dapat mempengaruhi kestabilan sumur pemboran. Analisis geomekanika
ANALISA PENENTUAN OPEN END PADA PELAKSANAAN SQUEEZE CEMENTING DI ZONA POROUS SUMUR A LAPANGAN B
ANALISA PENENTUAN OPEN END PADA PELAKSANAAN SQUEEZE CEMENTING DI ZONA POROUS SUMUR A LAPANGAN B Rexnord Samuel Simanungkalit Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Kebumian dan Energi Universitas Trisakti
BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang sangat penting di dalam dunia industri perminyakan, setelah
BAB I PENDAHULUAN Kegiatan ekplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi merupakan kegiatan yang sangat penting di dalam dunia industri perminyakan, setelah kegiatan eksplorasi dilaksanakan dan ditemukan
Oleh : Fadli Satrio Fadjri* Prof. Dr. Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S.
STUDI KELAYAKAN PEMBORAN BERARAH UNTUK PEMINDAHAN WELLHEAD DI LAPANGAN MILIK PT ADARO FEASIBILITY STUDY OF DIRECTIONAL DRILLING OPERATION FOR WELLHEAD RELOCATION ON PT ADARO S OILFIED Oleh : Fadli Satrio
ANALISA PRESSURE DROP DALAM INSTALASI PIPA PT.PERTAMINA DRILLING SERVICES INDONESIA DENGAN PENDEKATAN BINGHAM PLASTIC
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi ANALISA PRESSURE DROP DALAM INSTALASI PIPA PT.PERTAMINA DRILLING SERVICES INDONESIA DENGAN PENDEKATAN BINGHAM PLASTIC *Eflita Yohana,
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:
PENGARUH TEMPERATUR TINGGI SETELAH HOT ROLLER TERHADAP RHEOLOGI LUMPUR SARALINE 200 PADA BERBAGAI KOMPOSISI Ardhy Agung Abdul Hamid, Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Trisakti Abstract In the
KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN TEKNIK PENGEBORAN MINYAK DAN GAS
KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN TEKNIK PENGEBORAN MINYAK DAN GAS No Standar Guru (SKG) Inti Guru Guru Mata Indikator Pencapaian (IPK) 1 Pedagogik Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik,
PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN
KAJIAN CASING SURFACE 13-3/8 DAN CASING INTERMEDIATE 9-5/8 PADA SUMUR X-2 LAPANGAN Z KALIMANTAN TIMUR SKRIPSI Oleh : AJI MARTADINATA 113060037/ TM PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
EVALUASI PENYEMENAN CASING LINER 7 PADA SUMUR X-1 DAN Y-1 BLOK LMG
EVALUASI PENYEMENAN CASING LINER 7 PADA SUMUR X-1 DAN Y-1 BLOK LMG Abstrak Faisal E. Yazid, Abdul Hamid, Amanda Nurul Affifah Program Studi Teknik Perminyakan, Universitas Trisakti Penyemenan primer merupakan
STUDI LABORATORIUM PENGARUH PENAMBAHAN LIGNOSULFONATE PADA COMPRESSIVE STRENGTH DAN THICKENING TIME PADA SEMEN PEMBORAN KELAS G
STUDI LABORATORIUM PENGARUH PENAMBAHAN LIGNOSULFONATE PADA COMPRESSIVE STRENGTH DAN THICKENING TIME PADA SEMEN PEMBORAN KELAS G Bagus Ichwan Martha, Lilik Zabidi, Listiana Satiawati Abstrak Semen pemboran
Teknik Pemboran. Instruktur : Ir. Aris Buntoro, MSc.
Teknik Pemboran Instruktur : Ir. Aris Buntoro, MSc. TEKNIK PEMBORAN Mengenal operasi pemboran dalam dunia minyak dan gas bumi Mengenal 5 komponen peralatan pemboran dunia minyak dan gas bumi, yaitu : Power
MODIFIKASI PENGESETAN LINER DAN PEMBERSIHAN LATERAL SECTION DALAM PENYELESAIAN SUMUR HORIZONTAL PRP-CC5
PROCEEDING SIMPOSIUM NASIONAL IATMI 2001 Yogyakarta, 3-5 Oktober 2001 MODIFIKASI PENGESETAN DAN PEMBERSIHAN LATERAL SECTION DALAM PENYELESAIAN SUMUR HORIZONTAL PRP-CC5 PERTAMINA DOH Rantau Kata Kunci :
DAFTAR ISI (Lanjutan)
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... I HALAMAN PENGESAHAN... IV HALAMAN PERSEMBAHAN.... V KATA PENGANTAR... VI RINGKASAN...VIII DAFTAR ISI... IX DAFTAR GAMBAR...XIII DAFTAR TABEL... XV DAFTAR LAMPIRAN... XVI BAB
EVALUASI PENGGUNAAN AERATED DRILLINGPADASUMURDINDRA LAPANGANPANAS BUMI BPA-08PT.PERTAMINA UPSTREAM TECHNOLOGYCENTER
EVALUASI PENGGUNAAN AERATED DRILLINGPADASUMURDINDRA LAPANGANPANAS BUMI BPA-08PT.PERTAMINA UPSTREAM TECHNOLOGYCENTER Mohamad Egy Hilmy, Abdul Hamid Abstrak Pada pemboran sumur panas bumi,tujuan utama yang
MODEL PERENCANAAN CASING PADA PENGEBORAN EKSPLORASI SUMUR X DENGAN SURFACE 8-1/2 LAPANGAN Y LEPAS PANTAI
MODEL PERENCANAAN CASING PADA PENGEBORAN EKSPLORASI SUMUR X DENGAN SURFACE 8-1/2 LAPANGAN Y LEPAS PANTAI Lino Mendonca Mahasiswa Magister Teknik Geolologi UPN Veteran Yogyakarta ABSTRAK Perencanaan Casing
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:
ANALISA DATA LOG UNTUK MENENTUKAN ZONA PRODUKTIF DAN MEMPERKIRAKAN CADANGAN AWAL PADA SUMUR R LAPANGAN Y Riza Antares, Asri Nugrahanti, Suryo Prakoso Jurusan Teknik Perminyakan Universitas Trisakti Abstrak
PEMBORAN SUMUR DALAM (DEEP WELL) PADA ZONE FRACTURE (UPSIDE POTENSIAL) STRUKTUR GUNUNG KEMALA, STUDI KASUS : SUMUR GNK-85 DEEP
IATMI 2005-14 PROSIDING, Simposium Nasional Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) 2005 Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, 16-18 November 2005. PEMBORAN SUMUR DALAM (DEEP WELL) PADA ZONE
BAB V PEMBAHASAN. yaitu sumur AN-2 dan HD-4, kedua sumur ini dilakukan treatment matrix acidizing
BAB V PEMBAHASAN Pada lapangan FRY kali ini dipilih 2 sumur untuk dianalisa dan dievaluasi yaitu sumur AN-2 dan HD-4, kedua sumur ini dilakukan treatment matrix acidizing guna memperbaiki kerusakan formasi
KAJIAN PENGGUNAAN AERATED DRILLING PADA TRAYEK LUBANG BOR 9-7/8 DAN TRAYEK LUBANG BOR 7-7/8 SUMUR X-3 PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY ULUBELU SKRIPSI
KAJIAN PENGGUNAAN AERATED DRILLING PADA TRAYEK PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY ULUBELU SKRIPSI Oleh : SIMON EDUARD ADERIO SIREGAR 113.120.067/ TM JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UNIVERSITAS
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:
EVALUASI MASALAH KEHILANGAN LUMPUR PADA SUMUR X-1 DI LAPANGAN PANGKALAN SUSU PT. PERTAMINA EP-ASSET 1 Bhakti Haryanto Atmojo, Mulia Ginting, P.Simorangkir Jurusan Teknik Perminyakan Universitas Trisakti
MODUL PRAKTIKUM PRAKTIKUM TEKNIK OPERASI PEMBORAN II TM-3202 TEKNIK OPERASI PEMBORAN II + PRAKTIKUM SEMESTER II 2016/2017
MODUL PRAKTIKUM PRAKTIKUM TEKNIK OPERASI PEMBORAN II TM-3202 TEKNIK OPERASI PEMBORAN II + PRAKTIKUM SEMESTER II 2016/2017 NAMA :... NIM :... KELOMPOK :... Dosen Pengampu: Dr.-Ing. Bonar Tua Halomoan Marbun
Laporan Tugas Akhir Studi analisa sekatan sesar dalam menentukan aliran injeksi pada lapangan Kotabatak, Cekungan Sumatera Tengah.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kondisi perminyakan dunia saat ini sangat memperhatinkan khususnya di Indonesia. Dengan keterbatasan lahan eksplorasi baru dan kondisi sumur-sumur tua yang telah melewati
Rizal Fakhri, , Sem1 2007/2008 1
SUATU ANALISA KINERJA GAS LIFT PADA SUMUR MIRING DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR Gas lift Performance Analysis In Inclined Well Using Simulator Oleh: Rizal Fakhri* Sari Adanya kemiringan pada suatu sumur
BAB I PENDAHULUAN. Pemodelan geologi atau lebih dikenal dengan nama geomodeling adalah peta
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pemodelan geologi atau lebih dikenal dengan nama geomodeling adalah peta geologi tiga dimensi yang ditampilkan secara numerik, yang dilengkapi dengan deskripsi kuantitas
DAFTAR GAMBAR. Gambar 1 : Peta Area Terdampak
DAFTAR GAMBAR Gambar 1 : Peta Area Terdampak Peta tersebut menjelaskan bahwa daerah yang masuk area wilayah sebagaimana yang ada dalam Peta diatas penanganan masalah sosial ditanggung oleh PT. Lapindo
STUDI PENEMPATAN SUMUR HORIZONTAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN RECOVERY
JTM Vol. XVI No. 3/2009 STUDI PENEMPATAN SUMUR HORIZONTAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN RECOVERY Abdurachman 1, Taufan Marhaendrajana 1 Sari Pada lapangan X, adanya bottom water drive membuat dibutuhkannya
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v KATA PENGANTAR... vi RINGKASAN... vii DAFTAR ISI. DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL...
APLIKASI SLOTTED LINER COMPLETION SEBAGAI SAND CONTROL PADA SUMUR- SUMUR HORIZONTAL DI LAPANGAN ATTAKA UNOCAL INDONESIA
PROCEEDING SIMPOSIUM NASIONAL IATMI 21 YOGYAKARTA, 3-5 OKTOBER 21 APLIKASI SLOTTED LINER COMPLETION SEBAGAI SAND CONTROL PADA SUMUR- SUMUR HORIZONTAL DI LAPANGAN ATTAKA UNOCAL INDONESIA ABSTRAK Syahrani,
Trajektori Sumur ERD- Horizontal ERD-Horizontal Well trajectori
Trajektori Sumur ERD- Horizontal ERD-Horizontal Well trajectori Oleh: Hasan Jamil Sari ERD adalah sebuah trajektori pengeboran dimana Horizontal displacement minimum dua kali lebih besar dibandingkan dengan
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:
ANALISIS SIFAT PATAHAN (SEALING-LEAKING) BERDASARKAN DATA TEKANAN, DECLINE CURVE, DAN CONNECTIVITY INJECTION PADA LAPANGAN DIMA Alfredo, Djoko Sulistyanto Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Trisakti
Analisa Injection Falloff Pada Sumur X dan Y di Lapangan CBM Sumatera Selatan dengan Menggunakan Software Ecrin
Analisa Injection Falloff Pada Sumur X dan Y di Lapangan CBM Sumatera Selatan dengan Menggunakan Software Ecrin Yosua Sions Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Kebumian dan Energi Universitas Trisakti
Proses Pemboran Sumur CBM. Rd Mohammad Yogie W
Proses Pemboran Sumur CBM Rd Mohammad Yogie W 101101026 Mengenal CBM Gas Metana Batubara adalah gas bumi (hidrokarbon) dengan gas metana merupakan komposisi utama yang terjadi secara alamiah dalam proses
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Daerah penelitian, yaitu Cekungan Sunda merupakan salah satu cekungan dari rangkaian cekungan sedimen busur belakang berumur Tersier yang terletak di Sumatra dan Laut
BAB I - Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada dasarnya perhitungan keekonomian eksplorasi serta produksi sumber daya minyak dan gas (migas) tergantung pada profil produksi migas yang akan dihasilkan, biaya
FULL DEVELOPMENT OF PIPELINE NETWORKING AT X FIELD
Seminar Nasional Cendekiawan ke 3 Tahun 2017 ISSN (P) : 2460-8696 Buku 1 ISSN (E) : 2540-7589 FULL DEVELOPMENT OF PIPELINE NETWORKING AT X FIELD Fazri Apip Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Kebumian
Studi Optimasi Kinerja Sucker Rod Pump Pada Sumur A-1, A-2,Z-1, Dan Z-2 Menggunakan Perangkat Lunak Prosper
Studi Optimasi Kinerja Sucker Rod Pump Pada Sumur A-1, A-2,Z-1, Dan Z-2 Menggunakan Perangkat Lunak Prosper Syahrinal Faiz, Djoko Sulistyanto, Samsol ST Program Studi Teknik Perminyakan, Universitas Trisakti
MASALAH DAN PENANGGULANGAN SEMBURAN GAS PADA PENGEBORAN SUMUR BML-1 DAERAH MUARA LAWAI, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN
SARI MASALAH DAN PENANGGULANGAN SEMBURAN GAS PADA PENGEBORAN SUMUR BML-1 DAERAH MUARA LAWAI, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN PROBLEMS AND SOLVING OF GAS KICK ON BML-1 DRILL HOLE AT MUARA LAWAI, LAHAT
Seminar Nasional Fakultas Teknik Geologi, Bandung 24 Mei 2014
KOLABORASI GEOLOGI DAN REKAYASA PEMBORAN MENGHADAPI ZONA TEKANAN ABNORMAL DI LADANG GAS ARUN, SUMATRA UTARA Oleh : R. M. RizaAtmadibrata Konsultan Geologi Abstrak Terjadinya tekanan abnormal di daerah
PENENTUAN PARAMETER LOST CIRCULATION PADA SUMUR X LAPANGAN Y PERTAMINA EP
PENENTUAN PARAMETER LOST CIRCULATION PADA SUMUR X LAPANGAN Y PERTAMINA EP SKRIPSI Oleh : PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: Evaluasi Penyebab Pipa Terjepit Pada Sumur M di Lapangan X di Pertamina EP
Evaluasi Penyebab Pipa Terjepit Pada Sumur M di Lapangan X di Pertamina EP Astia Akrimah, Bayu Satyawira, Ali Sundja Program Studi Teknik Perminyakan, Universitas Trisakti Abstrak Pada operasi pemboran
