Gambaran Singakt Penyakit Jiwa Berat
|
|
|
- Indra Halim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Gambaran Singakt Penyakit Jiwa Berat M asyarakat pada umumnya hanya mengenal psikosis (gila) sebagai satu satunya penyakit jiwa berat, karena penyakit itulah yang sering mereka jumpai di masyarakat. Gejala psikosis, terutama yang sudah menahun dan tidak mendapat terapi medis maupun psikologis, sangat mudah dikenali. Hanya dengan berinteraksi atau mengamati perilaku seseorang selama beberapa waktu, masyarakat akan bisa mengenali bila orang tersebut menderita psikosis. Menurut ilmu kedokteran, psikosis hanyalah salah satu kelompok dari 3 kelompok penyakit jiwa yang dikategorikan kedalam penyakit jiwa berat. I. Jenis Penyakit Jiwa Berat Penyakit jiwa berat atau severe mental illness terdiri dari tiga kelompok penyakit, yaitu : psikosis (gila), gangguan kecemasan (anxiety disorder) dan gangguan suasana hati (mood disorder). A. Psikosis Psikosis (psychosis) yang menurut istilah orang awam disebut sebagai gila adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak bisa berpikir dengan terang, tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana khayalan dan berperilaku tidak normal. Ada 4 gejala utama psikosis, yaitu : halusinasi, waham (delusi), kekacauan pikiran atau pikiran terganggu, dan tidak adanya atau kurangnya kesadaran diri atau mawas diri. 1. Halusinasi, adalah suatu keadaan dimana seseorang merasakan sesuatu lewat panca inderanya (pendengaran, penglihatan, perabaan, penciuman dan indra pengecap) dimana dalam kenyataannya hal tersebut tidak ada. Halusinasi bisa berupa halusinasi penglihatan dimana seseorang melihat suatu warna, bentuk, bayangan manusia atau binatang. Halusinasi pendengaran dimana seseorang mendengar suara orang (biasanya suara orang marah, berkata tidak menyenangkan atau menghina). Halusinasi perabaan yang sering dijumpai adalah keadaan dimana seseorang merasa dr Gunawan Setiadi,MPH Page 8
2 ada serangga yang merambat dikulitnya. Halusinasi penciuman dimana seseorang merasa mencium bau aneh atau tidak sedap. Halusinasi pengecap dimana seseorang mengecap rasa tidak enak terus menerus dimulutnya. 2. Waham (delusi) adalah suatu keadaan dimana seseorang percaya atau yakin kepada sesuatu yang tidak masuk akal, sangat aneh, atau jelas jelas salah. Jenis waham yang sering dijumpai adalah waham kebesaran (grandeur), dimana seseorang merasa menjadi orang penting atau terkenal (nabi, presiden atau tuhan) dan waham curiga (paranoid), dimana dia yakin bahwa ada seseorang atau beberapa orang diluar sana yang berusaha mencelakakan dirinya. Jenis waham yang lain adalah dimana seseorang merasa bahwa suatu kejadian netral mempunyai arti tersendiri baginya (delusion of reference). Misalnya dia yakin bahwa berita di TV atau radio membicarakan dirinya atau berbicara kepadanya, seorang selebriti atau bintang film mengirim pesan khusus kepadanya. Waham kontrol (delusion of control) dimana seseorang yakin bahwa ada seseorang (bisa juga suatu benda seperti rumah atau papan iklan) yang memasukan pikiran atau perintah kedalam otaknya atau seseorang (bisa juga CIA atau intel atau polisi) mencuri pikiran yang ada diotaknya. 3. Kekacauan pikiran, suatu keadaan dimana seseorang terganggu, bingung atau kacau pikirannya. Hal ini terlihat Antara lain dalam bentuk: Kata katanya meluncur dengan cepat dan konstan. Isi ucapannya tidak beraturan, meloncat-loncat dari satu topik ke topik yang lain ditengah kalimat yang belum selesai. Ucapan atau kegiatannya tiba tiba berhenti. 4. Tidak adanya kesadaran diri. Penderita gangguan jiwa tidak merasa bahwa ada pikiran atau perilaku yang aneh pada dirinya. Mereka yakin pada halusinasi maupun waham yang dipunyainya. Keadaan tersebut menyebabkan mereka tidak mempunyai keinginan untuk berobat atau meminta pertolongan. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM IV) edisi ke 4 yang diterbitkan oleh American Psychiatrist Association Beberapa gangguan jiwa yang dimasukan dr Gunawan Setiadi,MPH Page 9
3 kedalam psikosis Antara lain adalah: Skizofrenia, Schizophreniform disorder, Schizoaffective disorder, Delusional disorder, Brief psychotic disorder, dan Shared psychotic disorder. Dalam kelompok psikosis, gangguan jiwa yang sering ditemui di masyarakat adalah skizofrenia. Penyakit skizofrenia adalah gangguan jiwa berat dan kronis. National Institute Mental Health (NIMH), Department of Health and Human Service, Amerika Serikat menggolongkan skizofrenia sebagai penyakit otak. Menurut NIMH, ada gen yang terkait dengan penyakit skizofrenia. Hal ini didasarkan pada bukti bahwa seseorang dengan keluarga sangat dekat (orang tua, kakak atau adik) yang menderita skizofrenia mempunyai kemungkinan terkena skizofrenia lebih besar dibandingkan pada seseorang dengan keluarga jauh (paman, tante, kakek atau sepupu) menderita skizofrenia. Seseorang dengan riwayat keluarga dengan skizofrenia juga mempunyai resiko lebih besar terkena skizofrenia dibandingkan masyarakat pada umumnya. Meskipun demikian, adanya gen (atau riwayat keluarga dengan skizofrenia) tidak otomatis menimbulkan penyakit skizofrenia. Ada faktor lingkungan yang memicu sehingga seseorang yang mempunyai gene tersebut terserang skizofrenia. Skizofrenia juga diduga disebabkan karena adanya kelainan pada kimia dan struktur otak. Beberapa ahli berpendapat bahwa skizofrenia terjadi karena adanya gangguan dalam kimia (dopamine, glutamate) di syaraf otak. Meskipun demikian, hingga sekarang belum ada tes laboratorium, foto maupun pemeriksaan fisik yang bisa dipakai untuk menentukan bahwa seseorang menderita skizofrenia. Skizofrenia mempunyai gejala yang bisa dikelompokkan kedalam gejala positif (perilaku psikotik yang tidak ada pada orang normal), gejala negatif (gangguan terhadap emosi dan perilaku normal), dan gangguan kognisi. Gejala positif pada skizofrenia adalah halusinasi, waham, gangguan pikiran (pikiran tidak teratur, kata katanya tidak mempunyai arti), gangguan gerak (melakukan gerakan tanpa tujuan jelas secara berulang ulang atau diam saja dalam posisi aneh selama berjam-jam). Gejala negatif skizofrenia Antara lain berupa emosi datar, berkurangnya kemampuan merencanakan dan mengerjakan suatu kegiatan, sedikit bicara ketika dipaksa berinteraksi, dan berkurangnya kesenangan ketika melakukan suatu kegiatan. Gejala gangguan kognisi antara lain terlihat dalam bentuk rendahnya kemampuan melakukan tugas atau poor executive functioning (disebabkan karena sulitnya mengolah informasi menjadi dr Gunawan Setiadi,MPH Page 10
4 suatu keputusan), kesulitan memfokuskan perhatian atau berkonsentrasi, gangguan dalam working memory (kemampuan memanfaatkan informasi yang baru saja dipelajarinya). B. Gangguan Kecemasan (anxiety disorders) Takut, khawatir dan cemas merupakan hal yang biasa terjadi pada manusia. Hal tersebut merupakan tanda awal agar seseorang bersiap menghadapi bahaya atau ingin mencapai suatu tujuan. Bila seseorang diminta pidato didepan umum, biasanya timbul rasa cemas atau takut. Keadaan tersebut masih normal atau biasa. Takut, khawatir dan cemas menjadi masalah atau dikategorikan dalam gangguan kecemasan bila telah berlebihan, terus menerus (selama minimal 6 bulan) dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Gangguan kecemasan sering terjadi pada seseorang yang kecanduan obat bius atau alkohol. Gangguan kecemasan mencakup beberapa penyakit, seperti: generalized anxiety disorder (GAD), obsessive compulsive disorder (OCD), panic disorder, post-traumatic stress disorder (PTSD), dan social phobia atau social anxiety disorder. Penderita GAD tidak bisa menghilang ketakutan dan kekhawatirannya, meskipun mereka menyadari bahwa kekhawatiran tersebut melebihi permasalahan yang dihadapi. Mereka sulit bersikap santai, gampang kaget, sulit konsentrasi, sulit tidur. Gejala fisik yang mereka keluhkan, disamping rasa cemas, adalah: sakit kepala, kepala terasa ringan, lelah, otot otot tegang, otot sakit, gemetar, berkeringat, napas pendek, berkedut (twitching), mual, atau sulit menelan. Penderita OCD biasanya: (1) mempunyai pikiran atau gambaran (image) yang berulangulang tentang berbagai hal, seperti: takut terhadap kuman, barang kotor, atau pengacau yang masuk kerumah; melakukan kekerasan atau aktivitas seksual; selalu rapi; melanggar aturan agama. (2) melakukan ritual (kegiatan yang berulang-ulang) seperti mencuci tangan, mengunci dan membuka kunci pintu, menghitung, menyimpan barang barang yang tidak diperlukan, melakukan sesuatu dan mengulanginya berkali-kali. (3) tidak bisa mengendalikan pikiran dan kegiatan yang tidak diinginkannya tersebut. (4) tidak mendapat kesenangan dari melakukan kegiatan kegiatan tersebut, tetapi secara sementara berkurang kecemasannya ketika pikiran dr Gunawan Setiadi,MPH Page 11
5 obsesif tersebut timbul. (5) setidaknya selama 1 jam perhari berpikir dan melakukan kegiatan berulang tersebut sehingga menganggu kegiatan sehari-hari. PTSD terjadi pada seseorang yang pernah mengalami kejadian yang mengancam jiwanya atau menimpa orang orang dekatnya, seperti: kecelakaan lalulintas yang merenggut beberapa korban meninggal, terlibat dalam perang, perkosaan, penculikan, bencana alam. Ada 3 gejala utama PTSD, yaitu: (1) gejala seperti dirinya mengalami lagi (mengulangi) kejadian yang traumatis tersebut, mimpi buruk, atau munculnya pikiran yang menakutkan. (2) gejala menghindar (avoidance symptoms): menghindar dari tempat atau suasana yang mengingatkan pada kejadian yang menakutkan tersebut; merasa bersalah, khawatir, atau takut; mati rasa; kesulitan mengingat kejadian yang membahayakan; hilangnya minat pada kegiatan yang dulu disukainya. (3) gejala hyperarousal (keadaan sadar atau awas yang berlebihan), seperti gampang kaget atau terkejut, merasa tegang, sulit tidur, gampang marah meledak-ledak. Penderita dengan gangguan panik atau panic disorder mengalami serangan takut secara mendadak dan berulang-ulang yang berlangsung selama beberapa menit. Kadang kadang gejala berlangsung lebih lama. Serangan takut tersebut berupa ketakutan akan terjadinya bencana atau kehilangan kendali, meskipun sebenarnya tidak bahaya nyata yang mengancam. Ketika serangan panik berlangsung, mungkin timbul gejala fisik seperti serangan jantung. Penderita gangguan panik sering merasa takut bahwa dilain waktu serangan panik tersebut akan kembali muncul. Gejala yang muncul adalah: serangan takut yang mendadak dan berulang, perasaan bahwa semuanya menjadi tidak terkendali, kekhawatiran yang tinggi bahwa serangan panik tersebut akan muncul kembali, takut terhadap atau menghindari tempat tempat dimana serangan panik pernah terjadi pada masa yang lalu. Gejala fisik ketika serangan panik terjadi: jantung berdebar keras dan cepat, berkeringat, sulit bernapas, pusing atau lemas, badan merasa kedinginan, menggigil atau kepanasan, sakit di perut atau dada, kesemutan di tangan. Social phobia adalah perasaan ketakutan yang kuat menghadapi penilaian orang lain terhadap dirinya atau takut mendapat malu. Ketakutan tersebut berlebihan sehingga mengganggu kegiatan sehari hari, seperti tidak mau berangkat ke sekolah, kekantor, atau melakukan kegiatan sehari-hari lainnya. Beberapa gejala social phobia antara lain: merasa dr Gunawan Setiadi,MPH Page 12
6 sangat cemas ketika harus berada bersama orang lain dan kesulitan berbicara dengan mereka meskipun sebenarnya ia ingin berbicara, sangat malu atau sangat hati hati bila berada didepan orang banyak, sangat takut menghadapi penilaian orang lain, sulit berkawan, takut atau cemas selama berhari hari atau berminggu-minggu sebelum dia harus berada bersama orang lain, menghindari tempat tempat umum, sering berkeringat, gemetar atau muka merah ketika bersama orang lain, merasa mual atau merasa sakit bila bersama orang lain. C. Gangguan suasana hati (mood disorder) Gangguan suasana hati kira kira menyerang 10% dari penduduk. Seseorang kadang merasa senang atau bahagia dan kadang merasa sedih. Hal tersebut lumrah terjadi dalam kehidupan. Gangguan suasana hati terjadi bila kondisi suasana hati yang tinggi (gembira, senang) atau rendah (sedih, putus asa) tersebut berlangsung lama dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Depresi merupakan gangguan suasana hati yang sering terjadi, dimana suasana hati seseorang dalam posisi rendah. Gejala yang sering muncul adalah: putus asa, gangguan makan (makan banyak atau tidak mau makan), gangguan tidur (sulit itdur atau tidur terus), terus menerus merasa lelah, tidak bisa merasa senang, dan munculnya gagasan atau keinginan untuk mati atau bunuh diri. Suasana hati juga bisa berada pada sisi yang abnormal tinggi yang biasa disebut mania. Gejala yang muncul adalah percaya diri yang berlebihan, tidak merasa mengantuk atau berkurangnya keinginan untuk tidur, banyak bicara atau terdorong untuk banyak bicara, banyak gagasan atau pikiran terus berpacu, gampang teralih perhatiannya pada hal hal kecil yang tidak penting, kegiatan meningkat (baik yang bertujuan sosial, sekolah, kantor dan kegiatan seksual), dan terlibat dalam kegiatan yang berbahaya atau bisa menimbulkan dampak hukum (memakai uang secara berlebihan, menanam uang dalam bisnis secara tidak tepat, melakukan kegiatan seksual diluar pernikahan). Suasana hati juga bisa tidak setinggi mania, yang dikenal sebagai hipomania. Pada tingkat hipomania, penderita juga merasa bersemangat (bertenaga), tidak mudah lelah, dr Gunawan Setiadi,MPH Page 13
7 gembira namun keadaan tersebut tidak sampai mengganggu kegiatan sehari-hari. Mereka juga tidak sampai kehilangan kontrol atau tidak bisa membedakan antara khayalan dan kenyataan. Hanya saja, pada kondisi hipomania, penderita sering membuat keputusan yang tidak tepat sehingga bisa merusak persahabatan atau persaudaraan, karir atau reputasi. Sering juga mereka membuat kesalahan dalam bisnis sehingga terlibat dalam hutang. Kondisi hipomania sering diikuti dengan mania atau depresi. Gangguan suasana hati yang sering ditemukan di masyarakat adalah gangguan depresi (depressive disorder) dan gangguan bipolar (bipolar disorder). Ada 3 bentuk gangguan depresi, yaitu depresi berat (major depression), dysthymia, dan minor depression (depresi ringan). Pada penderita depresi berat, gejalanya sudah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Pada dysthymia, gejala depresi yang tidak terlalu berat sehingga tidak terlalu mengganggu kegiatan sehari-hari, dan berlangsung lama (2 tahun atau lebih). Penderita depresi ringan hanya berlangsung kurang dari 2 minggu dan tidak memenuhi kriteria depresi berat. Penderita gangguan bipolar, dulu dikenal sebagia mani-depresi, mengalami perubahan suasana hati kearah mania atau depresi. Ada 3 jenis gangguan jiwa bipolar, yaitu Bipolar Tipe 1 (mania atau episode campuran), Bipolar Tipe 2 (hipomania dan depresi) dan cyclothymia (hipomania dan depresi ringan). II. Penyebab Gangguan Jiwa Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab dari suatu gangguan jiwa. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh 3 faktor yang saling berinteraksi, yaitu faktor biologis (seperti: keturunan, keadaan otak ketika didalam kandungan atau bayi), faktor psikologis (pengalaman hidup yang menekan), dan faktor sosial (seperti kemiskinan). Teori penyebab gangguan jiwa yang banyak dianut hingga sekarang adalah teori stress vulnerability theory. Menurut teori tersebut seseorang menderita gangguan jiwa karena adanya kerentanan dalam dirinya dan adanya stress (tekanan jiwa). Kerentanan terhadap gangguan dr Gunawan Setiadi,MPH Page 14
8 jiwa terbentuk oleh berbagai keadaan, seperti: keturunan, pengalaman hidup waktu kecil yang menekan, keadaan otak ketika masih menjadi janin atau bayi. Hal hal atau keadaan yang bisa menimbulkan stress antara lain: ditinggal mati, kesulitan keuangan (hutang), tekanan pekerjaan atau sekolah, konflik dalam rumah tangga atau dengan teman. Menurut stress vulnerability (kerentanan) theory, seseorang terkena gangguan jiwa karena yang bersangkutan mempunyai kerentanan dan adanya tekanan jiwa. Seseorang yang punya kerentanan tinggi namun tidak ada stress, maka yang bersangkutan tidak akan menderita gangguan jiwa. Hanya saja, seseorang yang punya kerentanan tinggi, akan mudah terkena gangguan jiwa meskipun hanya dipicu oleh stress yang kecil. Padahal, stress kecil tersebut tidak akan bisa menimbulkan gangguan jiwa bila menyerang pada seseorang yang punya kerentanan rendah. Seseorang dengan kerentanan yang rendah baru akan menderita gangguan jiwa bila mendapat stress yang berat. Akhir akhir ini, sebagian psikiater di Amerika dan National Institute of Mental Health, Amerika cenderung menyatakan bahwa gangguan jiwa adalah suatu penyakit otak. Mereka menyatakan bahwa gangguan jiwa terjadi akibat gangguan struktur otak atau ketidak seimbangan kimia otak seperti ketidak seimbangan kadar dopamine. Namun hingga sekarang, belum ada bukti yang kuat yang mendukung pernyataan tersebut. Hingga sekarang belum ada tes laboratorium, foto otak atau pemeriksaan fisik yang bisa menunjukkan bahwa seseorang menderita gangguan jiwa seperti skizofrenia atau depresi. Dokter menegakkan diagnosa gangguan jiwa hanya berdasar perilaku yang terlihat ataupun pernyataan yang disampaikan oleh pasien. Meskipun demikian, dokter spesialis jiwa akan bisa membedakan orang awam yang berpura-pura gila dengan orang yang benar benar menderita gangguan jiwa. Orang awam yang berpura-pura gila akan berperilaku aneh tetapi tanpa pola tertentu. Padahal, perilaku atau pikiran aneh pada penderita gangguan jiwa biasanya mengikuti pola tertentu sesuai dengan jenis penyakitnya. Karena belum diketahui secara pasti penyebab gangguan jiwa, maka obat yang diberikan oleh dokter juga hanya bertujuan mengurangi gejalanya saja, bukan mengobati atau memperbaiki penyebab dari timbulnya gangguan jiwa. Hingga sekarang belum ada obat yang bisa menyembuhkan gangguan jiwa. Bahkan beberapa ahli menyatakan bahwa manfaat obat dr Gunawan Setiadi,MPH Page 15
9 anti gangguan jiwa dalam jangka panjang lebih banyak mudharatnya atau bahanya, dibandingkan dengan manfaatnya. Dalam jangka panjang, obat anti gangguan jiwa yang baru, yang biasa disebut sebagai atypical antipsychotic drug (obat anti gangguan jiwa atipikal), seperti Risperdal, Zyprexa, Seroquel, Geodon dan Abilify ternyata tidak lebih efektif dibanding obat anti gangguan jiwa yang lama. Obat gangguan jiwa baru juga lebih banyak mempunyai efek samping seperti meningkatnya lemak di darah, cholesterol, meningkatnya gula darah dan meningktakan berat badan, serta gangguan gerak anggota tubuh (dyskinesia). Oleh karena itu, sebaiknya obat gangguan jiwa dipakai bersamaan dengan pemberian terapi psikososial sehingga dosis obat tersebut bisa minimal. Dalam jangka panjangnya, sebaiknya dukungan psikososial yang menjadi andalam utama dalam pemulihan gangguan jiwa sehingga bisa terhindar dari ketergantungan pada obat dan terbebas dari efek sampingnya. III. Tahapan gangguan jiwa Gangguan jiwa berat biasanya tidak muncul dengan tiba tiba. Gejalanya sering mulai muncul diusia tahun dan mencapai fase akut (krisis) beberapa tahun kemudian. Gejala awal tersebut bisa berlangsung selama beberapa bulan hingga beberapa tahun sebelum menjadi psikosis secara penuh. Pada fase awal atau dikenal sebagai fase prodromal, beberapa gejala yang biasa dijumpai adalah: Mulai menarik diri dari pergaulan sosial Kurang mampu berkonsentrasi atau menaruh perhatian pada sesuatu hal tertentu. Perasaan sedih yang tidak jelas penyebabnya Cemas atau curiga kepada orang lain Mulai membolos sekolah atau kerja Tidak ingin tubuhnya disentuh oleh seseorang. dr Gunawan Setiadi,MPH Page 16
10 Merasa lelah Gangguan tidur Sangat mudah terganggu oleh cahaya, kebisingan, warna atau tekstur benda. Menurut berbagai penilitian, bila seseorang dalam fase prodromal bisa dikenali dan ditangani, maka proses berkembangnya penyakit bisa dihentikan. Hanya, hingga sekarang, para ahli masih berbeda pendapat dalam hal apakah anak dengan gejala psikosis dalam fase prodromal perlu diberi obat atau cukup dengan terapi atau intervensi psikososial. Keduanya mempunyai sisi positif dan negatifnya masing masing. Ahli yang tidak mendukung pemberian obat berpendapat bahwa obat anti gangguan jiwa biasanya sangat kuat dan dapat menimbulkan efek samping dan ketergantungan. Mereka berpendapat bahwa sebaiknya pemberian obat ditunda hingga gejalanya lebih jelas. Sedangkan ahli yang berpendapat bahwa sebaiknya anak dalam fase prodromal diberi obat berpendapat bahwa obat akan dapat menghentikan perkembangan penyakitnya. Bila pada fase prodromal tidak ada penanganan (misalnya melalui terapi psikososial), maka penyakitnya akan berkembang hingga mencapai fase akut. Pada fase akut, maka berbagai gejala psikosis seperti halusinasi, waham dan gangguan berpikir akan muncul. Setelah melalui fase akut, penderita gangguan jiwa akan memasuki fase pemulihan atau recovery. Dalam fase ini, kondisi gejala gangguan jiwa sudah terkendali. Fase pemulihan adalah suatu proses atau perjalanan yang berlangsung seumur hidup. Bila tidak dijaga dan ditingkatkan kondisi kesehatan jiwanya, penderita gangguan jiwa yang berada dalam fase pemulihan bisa kembali jatuh kedalam fase akut. Keadaan ini tidak berbeda dengan keadaan seseorang yang menderita penyakit darah tinggi (hipertensi) atau penyakit gula (diabetes). Meskipun sudah pulih dan terkendali, bila tidak mau minum obat atau mengendalikan pola makannya, penderita diabetes atau hipertensi bisa kembali jatuh sakit. Dalam fase pemulihan, penderita gangguan jiwa perlu tetap menjaga agar tidak kembali kambuh, antara lain dengan menghindari rangsangan yang mengganggu, yang sering berbeda antara satu orang dengan lainnya. Penderita juga perlu terus meningkatkan daya tahan dr Gunawan Setiadi,MPH Page 17
11 kejiwaannya dan meningkatkan kemampuan berpikirnya, kemampuan bergaul, dan kemampuan bekerja. Prof. Elyn Sack yang menderita skizofrenia, menjaga dirinya dengan membuat rumahnya sederhana (tidak ada TV), mengurangi bepergian jauh, membangun jaringan pertemanan dan tetap minum obat. dr Gunawan Setiadi,MPH Page 18
Pemulihan Gangguan Jiwa: Pedoman bagi penderita, keluarga dan relawan jiwa
2014 Pemulihan Gangguan Jiwa: Pedoman bagi penderita, keluarga dan relawan jiwa dr. Gunawan Setiadi, MPH Tirto Jiwo, Pusat Pemulihan dan Pelatihan Gangguan Jiwa Hak cipta pada penulis dan dilindungi oleh
Halusinasi dan cara mengatasinya
Halusinasi dan cara mengatasinya K ita sering melihat penderita skizofrenia yang tertawa, menangis atau berbicara sendiri. Mereka melakukan itu bukannya tanpa sebab. Perilaku yang aneh tersebut timbul
Pendekatan Umum Menuju Pemulihan
Pendekatan Umum Menuju Pemulihan P roses terjadinya gangguan jiwa berlangsung secara pelan pelan dan bertahap. Prosesnya bisa berlangsung berminggu-minggu hingga bertahun-tahun. Sering gejala awal dimulai
Dasar Dasar Pelayanan Pemulihan Gangguan Jiwa
Dasar Dasar Pelayanan Pemulihan Gangguan Jiwa M enurut Substance Abuse and Mental Health Service Administration (SAMHSA), sebuah badan milik pemerintah Amerika Serikat, pengertian dari pemulihan adalah
Cara Mengatasi Kecemasan
Cara Mengatasi Kecemasan S etiap manusia pasti pernah merasa cemas. Perasaan cemas tersebut sering disertai dengan gejala tubuh seperti: jantung berdetak lebih cepat, otot otot menegang, berkeringat, gemetar,
Strategi pemulihan gangguan jiwa berdasar stress vulnerability model
Materi ini merupakan salah satu Bahan kuliah online gratis Bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa Dan perawat pendamping Strategi pemulihan gangguan jiwa berdasar stress vulnerability model Oleh:
Mengenal Gangguan Stress Pasca Trauma
Materi ini merupakan salah satu bahan kuliah online gratis bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa dan perawat pendamping Mengenal Gangguan Stress Pasca Trauma Oleh: Tirto Jiwo Juni 2012 Tirto Jiwo
BAB II KONSEP DASAR A. PENGERTIAN. Halusinasi adalah suatu persepsi yang salah tanpa dijumpai adanya
BAB II KONSEP DASAR A. PENGERTIAN Halusinasi adalah suatu persepsi yang salah tanpa dijumpai adanya rangsang dari luar. Walaupun tampak sebagai sesuatu yang khayal, halusinasi sebenarnya merupakan bagian
Pemulihan Gangguan Jiwa: Pedoman bagi penderita, keluarga dan relawan jiwa
2014 Pemulihan Gangguan Jiwa: Pedoman bagi penderita, keluarga dan relawan jiwa dr. Gunawan Setiadi, MPH Tirto Jiwo, Pusat Pemulihan dan Pelatihan Gangguan Jiwa Hak cipta pada penulis dan dilindungi oleh
Skizofrenia. 1. Apa itu Skizofrenia? 2. Siapa yang lebih rentan terhadap Skizofrenia?
Skizofrenia Skizofrenia merupakan salah satu penyakit otak dan tergolong ke dalam jenis gangguan mental yang serius. Sekitar 1% dari populasi dunia menderita penyakit ini. Pasien biasanya menunjukkan gejala
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. Kedaruratan psikiatri adalah sub bagian dari psikiatri yang. mengalami gangguan alam pikiran, perasaan, atau perilaku yang
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA II.1. Kedaruratan Psikiatri Kedaruratan psikiatri adalah sub bagian dari psikiatri yang mengalami gangguan alam pikiran, perasaan, atau perilaku yang membutuhkan intervensi terapeutik
EPIDEMIOLOGI MANIFESTASI KLINIS
DEFINISI Gangguan Bipolar dikenal juga dengan gangguan manik depresi, yaitu gangguan pada fungsi otak yang menyebabkan perubahan yang tidak biasa pada suasana perasaan, dan proses berfikir. Disebut Bipolar
LAPORAN KASUS PENGELOLAAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN PADA
ARTIKEL LAPORAN KASUS PENGELOLAAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN PADA Tn.S DENGAN SKIZOFRENIA PARANOID DI RUMAH SAKIT JIWA Prof. Dr. SOEROJO MAGELANG Oleh: RESHA OCTAVIALIN 0131758
BAB II TINJAUAN TEORI
2.1 Gangguan Jiwa BAB II TINJAUAN TEORI 2.1.1 Pengertian Gangguan Jiwa Gangguan jiwa merupakan perubahan sikap dan perilaku seseorang yang ekstrem dari sikap dan perilaku yang dapat menimbulkan penderitaan
BAB 1 PSIKIATRI KLINIK
Panduan Belajar Ilmu Kedokteran Jiwa - 2009 BAB 1 PSIKIATRI KLINIK A. Pertanyaan untuk persiapan dokter muda 1. Seorang pasien sering mengeluh tidak bisa tidur, sehingga pada pagi hari mengantuk tetapi
ABNORMALITAS. By : IkaSari Dewi
ABNORMALITAS By : IkaSari Dewi DEFINISI Perilaku, pikiran & perasaan yg m bahayakan idv maupun org lain. Bentuk Bahayaspt : pengalaman yg tidak menyenangkan (cemas / depresi), tdk mampu berfungsi dlm suatu
BAB II TINJAUAN TEORITIS. atau ancaman atau fenomena yang sangat tidak menyenangkan serta ada
BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Kecemasan 1. Defenisi Kecemasan adalah keadaan yang menggambarkan suatu pengalaman subyektif mengenai ketegangan mental kesukaran dan tekanan yang menyertai suatu konflik atau
A. Gangguan Bipolar Definisi Gangguan bipolar merupakan kategori diagnostik yang menggambarkan sebuah kelas dari gangguan mood, dimana seseorang
A. Gangguan Bipolar Definisi Gangguan bipolar merupakan kategori diagnostik yang menggambarkan sebuah kelas dari gangguan mood, dimana seseorang mengalami kondisi atau episode dari depresi dan/atau manik,
MENGELOLA STRESS DAN MENGENDALIKAN EMOSI. dr Gunawan Setiadi Tirto Jiwo, Pusat Pemulihan dan Pelatihan Gangguan Jiwa
MENGELOLA STRESS DAN MENGENDALIKAN EMOSI dr Gunawan Setiadi Tirto Jiwo, Pusat Pemulihan dan Pelatihan Gangguan Jiwa STRESS Segala kejadian (masa lalu/ masa datang) yang menimbulkan perasaan tidak enak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Halusinasi adalah gangguan terganggunya persepsi sensori seseorang,dimana tidak terdapat stimulus. Pasien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Pasien merasa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Gangguan Jiwa 2.1.1. Definisi Gangguan jiwa adalah gangguan yang mengenai satu atau lebih fungsi jiwa. Gangguan jiwa adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Kecemasan timbul akibat adanya respon terhadap kondisi stres atau konflik. Hal ini biasa terjadi dimana seseorang mengalami perubahan situasi dalam hidupnya dan dituntut
Gangguan Mental Terkait Trauma. Pusat Kajian Bencana dan Tindak Kekerasan Departemen Psikiatri FKUI/RSCM
Gangguan Mental Terkait Trauma Pusat Kajian Bencana dan Tindak Kekerasan Departemen Psikiatri FKUI/RSCM Gangguan Mental setelah Trauma Trauma 2 minggu 1 bulan 2 bulan 6 bulan Reaksi stres akut Berkabung
Terapi Kognitif dan Perilaku Untuk Penderita Hipomania dan Mania
Materi ini merupakan salah satu Bahan kuliah online gratis Bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa Danperawat pendamping Terapi Kognitif dan Perilaku Untuk Penderita Hipomania dan Mania Oleh: TirtoJiwo,
BAB II. KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN dan HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN dan HIPOTESIS 2.1. Kajian Pustaka 2.1.1. Definisi Kecemasan Kecemasan (anxiety) adalah variabel penting dari hampir semua teori kepribadian.kecemasan sebagai dampak
BAB I PENDAHULUAN. ekonomi berkepanjangan juga merupakan salah satu pemicu yang. memunculkan stress, depresi, dan berbagai gangguan kesehatan pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gangguan kesehatan mental psikiatri sebagai efek negatif modernisasi atau akibat krisis multidimensional dapat timbul dalam bentuk tekanan dan kesulitan pada seseorang
Tirto Jiwo, Sekolah Pemulihan Gangguan Jiwa
Terapi keluarga Pagi itu aku sudah punya rencana mengunjungi rumah Pak Hasan yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku. Di Purworejo, sebuah ibukota kabupaten kecil, tidak ada jarak yang jauh. Tidak
PERAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PENANGANAN PENDERITA SKIZOFRENIA
PERAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PENANGANAN PENDERITA SKIZOFRENIA SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Diajukan Oleh : ESTI PERDANA PUSPITASARI F 100 050 253 FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN. karena adanya kekacauan pikiran, persepsi dan tingkah laku di mana. tidak mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri, orang lain,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gangguan jiwa merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena adanya kekacauan pikiran, persepsi dan tingkah laku di mana individu tidak mampu menyesuaikan
INFORMASI PERKEMBANGAN ANAK (Diisi oleh Orang tua)
INFORMASI PERKEMBANGAN ANAK (Diisi oleh Orang tua) Petunjuk: Isilah daftar berikut pada kolom yang tersedia sesuai dengan kondisi anak yang sebenarnya. Jika ada yang kurang jelas, konsultasikan kepada
BAB II KONSEP DASAR. serta mengevaluasinya secara akurat (Nasution, 2003). dasarnya mungkin organic, fungsional, psikotik ataupun histerik.
BAB II KONSEP DASAR A. Pengertian Persepsi ialah daya mengenal barang, kwalitas atau hubungan serta perbedaan antara suatu hal melalui proses mangamati, mengetahui dan mengartikan setelah panca indranya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi seperti sekarang ini, manusia dan pekerjaan merupakan dua sisi yang saling berkaitan dan tidak bisa dilepaskan; keduanya saling mempengaruhi
Mengapa disebut sebagai flu babi?
Flu H1N1 Apa itu flu H1N1 (Flu babi)? Flu H1N1 (seringkali disebut dengan flu babi) merupakan virus influenza baru yang menyebabkan sakit pada manusia. Virus ini menyebar dari orang ke orang, diperkirakan
BAB I PENDAHULUAN. serta ketidakpastian situasi sosial politik membuat gangguan jiwa menjadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tingginya beban ekonomi, makin lebarnya kesenjangan sosial, serta ketidakpastian situasi sosial politik membuat gangguan jiwa menjadi suatu hal yang mengancam bagi setiap
Adhyatman Prabowo, M.Psi
Adhyatman Prabowo, M.Psi SOLO,2011 KOMPAS.com Beberapa korban bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, mengaku masih mengalami trauma. Korban masih merasa takut
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penderitanya semakin mengalami peningkatan. Data statistik kanker dunia tahun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyakit kanker merupakan penyakit yang mematikan dan jumlah penderitanya semakin mengalami peningkatan. Data statistik kanker dunia tahun 2012 yang dikeluarkan
GANGGUAN PSIKOTIK TERBAGI. Pembimbing: Dr. M. Surya Husada Sp.KJ. disusun oleh: Ade Kurniadi ( )
GANGGUAN PSIKOTIK TERBAGI Pembimbing: Dr. M. Surya Husada Sp.KJ disusun oleh: Ade Kurniadi (080100150) DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN JIWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI
MOOD DISORDER. DITA RACHMAYANI, S.Psi., M.A / YUNITA KURNIAWATI, S.Psi., M.Psi dita.lecture.ub.ac.id
MOOD DISORDER DITA RACHMAYANI, S.Psi., M.A / YUNITA KURNIAWATI, S.Psi., M.Psi dita.lecture.ub.ac.id [email protected] PENGERTIAN & KARAKTERISTIK UTAMA gangguan yang melibatkan emosi yang berlebihan
REFERAT Gangguan Afektif Bipolar
REFERAT Gangguan Afektif Bipolar Retno Suci Fadhillah,S.Ked Pembimbing : dr.rusdi Efendi,Sp.KJ kepaniteraanklinik_fkkumj_psikiatribungar AMPAI Definisi gangguan pada fungsi otak yang Gangguan ini tersifat
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. H DENGAN PERUBAHAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG SENA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. H DENGAN PERUBAHAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG SENA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA Disusun oleh : TRI ARI AYUNANINGRUM J 200 080 051 KARYA TULIS ILMIAH
Mata: sklera ikterik -/- konjungtiva anemis -/- cor: BJ I-II reguler, murmur (-) gallop (-) Pulmo: suara napas vesikuler +/+ ronki -/- wheezing -/-
PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum: baik Kesadaran: compos mentis Tanda vital: TD: 120/80 mmhg Nadi: 84 x/menit Pernapasan: 20 x/menit Suhu: 36,5 0 C Tinggi Badan: 175 cm Berat Badan: 72 kg Status Generalis:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Manusia adalah mahluk sosial yang terus menerus membutuhkan orang lain disekitarnya. Salah satu kebutuhannya adalah kebutuhan sosial untuk melakukan interaksi sesama
TIM CMHN BENCANA DAN INTERVENSI KRISIS
TIM CMHN BENCANA DAN INTERVENSI KRISIS TUJUAN Memahami pengertian bencana dan krisis Memahami penyebab terjadinya bencana Mengidentifikasi proses terjadinya bencana Mengidentifikasi respons individu terhadap
Tirto Jiwo, Sekolah Pemulihan Gangguan Jiwa
Rumah kost pemulihan jiwa Setelah keluar dari rumah sakit jiwa (RSJ), sebagian besar penderita gangguan jiwa belum siap kembali hidup bermasyarakat secara normal. Kondisi kejiwaannya sering masih labil.
PENYEBAB. Penyebab Obsesif Kompulsif adalah:
Penyakit Obsesif-Kompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan.
BAB II TINJAUAN TEORI
BAB II TINJAUAN TEORI A. Teori 1. Kecemasan Situasi yang mengancam atau yang dapat menimbulkan stres dapat menimbulkan kecemasan pada diri individu. Atkinson, dkk (1999, p.212) menjelaskan kecemasan merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Skizofrenia adalah gangguan mental yang sangat berat. Gangguan ini ditandai dengan gejala-gejala positif seperti pembicaraan yang kacau, delusi, halusinasi, gangguan
Manfaat Hypnosis 3 JURUS JITU HYPNOLEARNING
Manfaat Hypnosis Tidak ada seorang pun yang mampu memberikan perhitungan yang tepat dan secara pasti tentang manfaat hypnosis, karena hampir di setiap bidang apa pun dalam kehidupan kita melibatkan pikiran,
Hamilton Depression Rating Scale (HDRS)
Hamilton Depression Rating Scale (HDRS) Pilihlah salah satu pilihan yang sesuai dengan keadaan anda, beri tanda silang (X) pada kolom yang tersedia untuk setiap pertanyaan. 1. Keadaan perasaan sedih (sedih,
KMSJ Kartu Menuju Sehat Jiwa
KMSJ Kartu Menuju Sehat Jiwa JAWA TIMUR SEHAT JIWA NAMA : TTL : ALAMAT : POSYANDU : TGL PENDAFTARAN : BAWALAH KMSJ SETIAP KALI KE POSYANDU KESEHATAN JIWA Created by: Ns. Heni Dwi Windarwati.,M.Kep.,Sp.Kep.J
GAMBARAN POLA ASUH KELUARGA PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID (STUDI RETROSPEKTIF) DI RSJD SURAKARTA
GAMBARAN POLA ASUH KELUARGA PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID (STUDI RETROSPEKTIF) DI RSJD SURAKARTA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1 Keperawatan Disusun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya gangguan pikiran, persepsi, emosi, gerakan dan perilaku yang aneh. Penyakit ini
Materi ini merupakan salah satu Bahan kuliah online gratis Bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa Dan perawat pendamping. Anxiety (kecemasan)
Materi ini merupakan salah satu Bahan kuliah online gratis Bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa Dan perawat pendamping Anxiety (kecemasan) Oleh: TirtoJiwo, Juni 2012 TirtoJiwo 1 Gelisah atau cemas
BAB I PENDAHULUAN. Gangguan psikosis adalah gangguan kejiwaan berupa. hilang kontak dengan kenyataan yaitu penderita
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Gangguan psikosis adalah gangguan kejiwaan berupa hilang kontak dengan kenyataan yaitu penderita kesulitan membedakan hal nyata dengan yang tidak, umumnya
BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan jiwa menurut WHO (World Health Organization) adalah ketika
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan jiwa menurut WHO (World Health Organization) adalah ketika seseorang tersebut merasa sehat dan bahagia, mampu menghadapi tantangan hidup serta dapat menerima
BAB I PENDAHULAN. Kecemasan adalah sinyal akan datangnya bahaya (Schultz & Schultz, 1994).
BAB I PENDAHULAN 1.1 Latar Belakang Kecemasan adalah sinyal akan datangnya bahaya (Schultz & Schultz, 1994). Seseorang mengalami kecemasan ketika mereka menjadi waspada terhadap keberadaan atau adanya
BAB I PENDAHULUAN. Berbagai permasalahan dalam kehidupan dapat memicu seseorang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berbagai permasalahan dalam kehidupan dapat memicu seseorang mengalami kondisi stress dalam dirinya yang dapat menimbulkan gangguan jiwa. Temuan WHO menunjukkan,
BAB I PENDAHULUAN. ditandai dengan perasaan tegang, pikiran khawatir dan. perubahan fisik seperti meningkatnya tekanan darah.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Kazdin (2000) dalam American Psychological Association mengatakan kecemasan merupakan emosi yang ditandai dengan perasaan tegang, pikiran khawatir dan perubahan
PENGELOLAAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN DAN PENGLIHATAN PADA Tn. E DI RUANG P8 WISMA ANTAREJA RSJ Prof. dr.
PENGELOLAAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN DAN PENGLIHATAN PADA Tn. E DI RUANG P8 WISMA ANTAREJA RSJ Prof. dr. SOEROJO MAGELANG Muhammad Nur Firman 1, Abdul Wakhid 2, Wulansari 3 123
Suryo Dharmono Bag. Psikiatri FKUI/RSCM
Suryo Dharmono Bag. Psikiatri FKUI/RSCM Istilah kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) dalam tulisan ini merujuk pada segala bentuk kekerasan berbasis gender yang terjadi dalam konteks kehidupan berkeluarga.
BAB I PENDAHULUAN. mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Skizofrenia merupakan suatu penyakit otak persisten dan serius yang mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam memproses informasi, hubungan
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. gejala klinik yang manifestasinya bisa berbeda beda pada masing
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Gangguan Depresif Mayor Depresi merupakan suatu sindrom yang ditandai dengan sejumlah gejala klinik yang manifestasinya bisa berbeda beda pada masing masing individu. Diagnostic
SATUAN ACARA PENYULUHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN Materi Waktu : Deteksi dini gangguan jiwa : 30 menit 1. Analisa Situasional Penyuluh : Mahasiswa profesi Program Studi Keperawatan Unsri Peserta : Keluarga pasien di Poli jiwa RSJ
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kesalahpahaman, dan penghukuman, bukan simpati atau perhatian.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Skizofrenia merupakan suatu sindrom penyakit klinis yang paling membingungkan dan melumpuhkan. Gangguan psikologis ini adalah salah satu jenis gangguan yang
Kesehatan jiwa menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18. secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesehatan jiwa menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2014 adalah kondisi dimana seseorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual,
BAB I PENDAHULUAN. keselarasan dan keseimbangan kejiwaan yang mencerminkan kedewasaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan jiwa adalah berbagai karakteristik positif yang menggambarkan keselarasan dan keseimbangan kejiwaan yang mencerminkan kedewasaan kepribadiannya (WHO dalam
BAB I. Pendahuluan. 1.1 Latar belakang
1 BAB I Pendahuluan 1.1 Latar belakang Penderita gangguan jiwa dari tahun ke tahun semakin bertambah. Sedikitnya 20% penduduk dewasa Indonesia saat ini menderita gangguan jiwa,, dengan 4 jenis penyakit
LAMPIRAN. Depresi. Teori Interpersonal Depresi
LAMPIRAN Depresi Teori depresi dalam ilmu psikologi, banyak aliran yang menjelaskannya secara berbeda.teori psikologi tentang depresi adalah penjelasan predisposisi depresi ditinjau dari sudut pandang
BAB VII ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA
BAB VII ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA Gambar 7.1, terdiri dari rokok, minuman keras dan obat-obatan yang semuanya tergolong pada zat adiktif dan psikotropika Gambar 7.1: Zat adiktif dan psikotropika 1.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Persalinan adalah proses alami yang akan berlangsung dengan sendirinya, tetapi persalinan pada manusia setiap saat terancam penyulit yang membahayakan ibu maupun
BAB I PENDAHULUAN. [CDC], 2013). Data dari Riset Kesehatan Dasar ( 2013), prevalensi. gangguan mental emosional (gejala -gejala depresi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kecemasan merupakan jenis gangguan mental paling sering terjadi di dunia dengan prevalensi lebih dari 15%, dengan persentase wanita lebih banyak dibandingkan pria
Surat Pernyataan Riwayat Kesehatan Calon Mahasiswa Baru Universitas YARSI
Surat Pernyataan Riwayat Kesehatan Calon Mahasiswa Baru Universitas YARSI IDENTITAS CALON MAHASISWA BARU Pilihan Fakultas : Tanggal diperiksa : Nomor Pendaftaran Nama Lengkap Nama panggilan Jenis Kelamin
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menempuh berbagai tahapan, antara lain pendekatan dengan seseorang atau
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa awal adalah masa dimana seseorang memperoleh pasangan hidup, terutama bagi seorang perempuan. Hal ini sesuai dengan teori Hurlock (2002) bahwa tugas masa
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan sehat fisik, mental, dan sosial, bukan semata-mata keadaan tanpa penyakit atau kelemahan. Definisi
Penyebab, gejala dan cara mencegah polio Friday, 04 March :26. Pengertian Polio
Pengertian Polio Polio atau poliomyelitis adalah penyakit virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf. Pada kondisi penyakit yang bertambah parah, bisa menyebabkan kesulitan 1 / 5 bernapas,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Skizofrenia adalah gangguan yang benar-benar membingungkan dan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1 Konsep Skizofrenia Paranoid 1.1 Pengertian Skizofrenia Paranoid Skizofrenia adalah gangguan yang benar-benar membingungkan dan menyimpan banyak tanda tanya (teka-teki). Kadangkala
Diagnosis & Tatalaksana Gangguan Depresi & Anxietas di Layanan Kesehatan Primer Dr. Suryo Dharmono, SpKJ(K)
Diagnosis & Tatalaksana Gangguan Depresi & Anxietas di Layanan Kesehatan Primer Dr. Suryo Dharmono, SpKJ(K) Yogyakarta, 11 Oct 2014 1 Prevalensi Ganguan Psikiatrik yang lazim di Komunitas dan Pelayanan
BIPOLAR. oleh: Ahmad rhean aminah dianti Erick Nuranysha Haviz. Preseptor : dr. Dian Budianti amina Sp.KJ
BIPOLAR oleh: Ahmad rhean aminah dianti Erick Nuranysha Haviz Preseptor : dr. Dian Budianti amina Sp.KJ Definisi Bipolar Gangguan bipolar (GB) merupakan gangguan jiwa yang bersifat episodik dan ditandai
/BAB I PENDAHULUAN. yang dapat mengganggu kelompok dan masyarakat serta dapat. Kondisi kritis ini membawa dampak terhadap peningkatan kualitas
1 /BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan jiwa merupakan salah satu dari empat masalah kesehatan utama di negara - negara maju. Meskipun masalah kesehatan jiwa tidak dianggap sebagai gangguan yang
BAB I PENDAHULUAN. Data demografi menunjukkan bahwa populasi remaja mendominasi jumlah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Data demografi menunjukkan bahwa populasi remaja mendominasi jumlah penduduk di dunia. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2007 sekitar seperlima
BAB I PENDAHULUAN. menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki. suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data Badan Kesehatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menurut Chaplin,gangguan jiwa adalah ketidakmampuan menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data
STROKE Penuntun untuk memahami Stroke
STROKE Penuntun untuk memahami Stroke Apakah stroke itu? Stroke merupakan keadaan darurat medis dan penyebab kematian ketiga di Amerika Serikat. Terjadi bila pembuluh darah di otak pecah, atau yang lebih
BAB I PENDAHULUAN. Tesis ini mengkaji tentang perilaku keluarga dalam penanganan penderita
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Tesis ini mengkaji tentang perilaku keluarga dalam penanganan penderita gangguan jiwa (skizofrenia). Sampai saat ini penanganan penderita gangguan jiwa masih sangat
BAB I PENDAHULUAN. melangsungkan pernikahan dengan calon istrinya yang bernama Wida secara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, Dadang yang awalnya ingin melangsungkan pernikahan dengan calon istrinya yang bernama Wida secara serentak batal menikah, karena
PEDOMAN WAWANCARA DAN OBSERVASI
PEDOMAN WAWANCARA DAN OBSERVASI Pedoman Wawancara 1. Latar belakang berkaitan dengan timbulnya kecemasan - Kapan anda mulai mendaftar skripsi? - Bagaimana perasaan anda ketika pertama kali mendaftar skripsi?
BAB 1 PENDAHULUAN. kegagalan anestesi/meninggal, takut tidak bangun lagi) dan lain-lain (Suliswati,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cemas merupakan suatu keadaan emosi tanpa suatu objek yang spesifik dan pengalaman subjektif dari individu serta dan tidak dapat diobservasi dan dilihat secara langsung.
Social Anxiety Disorder (Social Fobia)
Materi ini merupakan salah satu Bahan kuliah online gratis Bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa Dan perawat pendamping Social Anxiety Disorder (Social Fobia) Oleh: TirtoJiwo, Juni 2012 TirtoJiwo
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Halusinasi adalah persepsi atau tanggapan dari panca indera tanpa adanya
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Halusinasi 2.1.1 Pengertian Halusinasi Halusinasi adalah persepsi atau tanggapan dari panca indera tanpa adanya rangsangan (stimulus) eksternal (Stuart & Laraia, 2001).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Skizofrenia adalah suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan dan perilaku yang aneh dan terganggu. Penyakit ini
BAB I PENDAHULUAN. menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Diabetes Mellitus (DM) merupakan kategori penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik secara global, regional, nasional maupun lokal.
BAB II TINJAUAN TEORI. pengecapan maupun perabaan (Yosep, 2011). Menurut Stuart (2007)
BAB II TINJAUAN TEORI A. Definisi Halusinasi didefinisikan sebagai seseorang yang merasakan stimulus yang sebenarnya tidak ada stimulus dari manapun, baik stimulus suara, bayangan, baubauan, pengecapan
BAB I PENDAHULUAN. Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung merupakan salah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung merupakan salah satu diagnosis kardiovaskular yang paling cepat meningkat jumlahnya (Schilling, 2014). Di dunia,
KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENYANDANG KANKER PAYUDARA
KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENYANDANG KANKER PAYUDARA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Mencapai Derajat Sarjana (S-1) Psikologi Diajukan oleh : Yustina Permanawati F 100 050 056 FAKULTAS
Menghilangkan Kecemasan Berlebihan Itu Mudah.. Begini Caranya..
Kecemasan Berlebihan Kecemasan berlebihan atau dalam bahasa psikologi di kenal dengan nama Anxiety merupakan suatu gangguan yang muncul karena kekhawatiran atau ketakutan yang berlebihan terhadap suatu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN Gangguan stres akut (juga disebut shock psikologis, mental shock, atau sekedar shock) adalah sebuah kondisi psikologis yang timbul sebagai tanggapan terhadap peristiwa yang mengerikan.
Lampiran 1. Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) HAMILTON RATING SCALE FOR ANXIETY (HARS)
Lampiran 1. Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) HAMILTON RATING SCALE FOR ANXIETY (HARS) Nomor Responden : Nama Responden : Tanggal Pemeriksaan : Skor : 0 = tidak ada 1 = ringan 2 = sedang 3 = berat
Gejala Awal Stroke. Link Terkait: Penyumbatan Pembuluh Darah
Gejala Awal Stroke Link Terkait: Penyumbatan Pembuluh Darah Bermula dari musibah yang menimpa sahabat saya ketika masih SMA di Yogyakarta, namanya Susiana umur 52 tahun. Dia sudah 4 hari ini dirawat di
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN 1. Dampak skizofrenia bagi keluarga sangatlah besar, ini menyebabkan seluruh keluarga ikut merasakan penderitaan tersebut. Jika keluarga tidak siap dengan hal ini,
1. Dokter Umum 2. Perawat KETERKAITAN : PERALATAN PERLENGKAPAN : 1. SOP anamnesa pasien. Petugas Medis/ paramedis di BP
NOMOR SOP : TANGGAL : PEMBUATAN TANGGAL REVISI : REVISI YANG KE : TANGGAL EFEKTIF : Dinas Kesehatan Puskesmas Tanah Tinggi Kota Binjai PUSKESMAS TANAH TINGGI DISAHKAN OLEH : KEPALA PUSKESMAS TANAH TINGGI
