PKPM - 2. Program Studi Manajemen Perkebunan I. PENDAHULUAN Latar Belakang
|
|
|
- Iwan Wibowo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang merupakan Program Pendidikan Diploma IV yang diselenggarakan oleh Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang mempersiapkan peserta didik menguasai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks, dengan dasar kemampuan profesional di Bidang Perkebunan, termasuk keterampilan merencanakan, melaksanakan kegiatan, memecahkan masalah dengan tanggung jawab mandiri pada tingkat tertentu, memiliki keterampilan manajerial, serta mampu mengikuti perkembangan, pengetahuan, dan teknologi di dalam bidang perkebunan. Sedangkan profil lulusan yang diharapkan yaitu Senior Field dan Wirausaha perkebunan. Kurikulum dan sistem pembelajaran yang diimplementasikan di desain guna tercapainya kompetensi dari profil lulusan yang diharapkan. Salah satu sistem pembelajaran adalah berupa kegiatan Pengalaman Kerja Praktek Mahasiswa-2 (PKPM-2) di Perusahaan Perkebunan yang dilakukan pada Semester VIII. PKPM-2 merupakan kegiatan intrakurikuler terstuktur berupa kegiatan praktek kerja mahasiswa di instansi terkait dengan bidang perkebunan yang relevan. Kegiatan PKPM 2 diarahkan kepada peningkatan keterampilan manajerial dari seluruh aspek kegiatan usaha perkebunan dan mendalami permasalahan yang dihadapi. Keterampilan manajerial yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa memasuki dunia kerja sebagai tenaga kerja dibidang perkebunan yang memiliki keterampilan, keahlian, dan tanggung jawab (Profesional). Untuk dapat mewujudkan hal tersebut maka dalam kegiatan PKPM-2 setiap mahasiswa akan ditempatkan pada perusahaan perkebunan selama 2,5 3 bulan. Selama pelaksanaan PKPM-2 mahasiswa akan dibimbing oleh Pembimbing Lapangan dan mahasiswa harus mematuhi segala ketentuan yang ditetapkan oleh pimpinan Instansi tempat pelaksanaan PKPM-2 serta melakukan tugas-tugas sesuai dengan yang tertuang dalam Buku Panduan Pelaksanaan PKPM-2.
2 Tujuan Tujuan Umum PKPM-2 PKPM-2 bertujuan agar mahasiswa memperoleh pengalaman dan kondisi nyata pengelolaan perkebunan sebagai bekal untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Tujuan Khusus Tujuan Khusus PKPM-2 (DIV) sebagai berikut : 1. Mengetahui aplikasi manajemen dan meningkatkan keterampilan manajerial mahasiswa dalam setiap kegiatan usaha perkebunan. 2. Memiliki kemampuan dalam menganalisis dan mengkaji suatu masalah serta memberikan solusi pemecahan masalah di bidang manajemen perkebunan. 3. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar tempat pelaksanaan PKPM-2.
3 3 II. URAIAN MATERI 2.1. Manajemen Replanting No Uraian Materi Kriteriayang diperhatikan 1 Tanam Ulang - Luku I dan II 1. Perencanaan 2. Organisasi 3. Actuating 4. Controlling/pengawasan 5. Kendala yang dihadapi dan tidakan yang di ambil 2.2. Manajemen Pembibitan Kelapa Sawit Sistem Double Stage No Uraian Materi Kriteria yang diperhatikan 1 Pembibitan Pre Nursery - Persiapan awal pembibitan - Pembuatan bedengan - Pembuatan naungan - Pengisian tanah dan penyusunan polybag - Penanaman kecambah - Penyiraman dan pemupukan - Pengendalian hama dan penyakit - Seleksi bibit 2 Pembibitan Main Nursery - Persiapan lahan tahap Main Nursery - Pengisian media tanam - Pembuatan lubang tanam dan penanaman - Pemeliharaan pembibitan - Seleksi bibit 1. Perencanaan 2. Organisasi 3. Actuating 4. Controlling/pengawasan 5. Kendala yang dihadapi dan tidakan yang di ambil
4 Manajemen Penanaman Tanaman Kelapa Sawit No Uraian Materi Kriteria yang diperhatikan 1 Penanaman LCC - Penanaman LCC 2 Penanaman tanaman kelapa sawit - Pengajiran / pemancangan - Pembuatan lubang tanam dan Penanaman 1. Perencanaan 2. Organisasi 3. Actuating 4. Controlling/pengawasan 5. Kendala yang dihadapi dan tidakan yang di ambil 2.4. Manajemen Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit A. Manajemen Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit No Uraian Materi Kriteria yang diperhatikan 1 Pemupukan pada TM - Penentuan jenis dan dosis pupuk anorganik - Periode pemupukan - Metode pemupukan 2 Pemupukan pada TBM - Penentuan jenis dan dosis pupuk anorganik dan organik - Periode pemupukan - Metode pemupukan 1. Perencanaan 2. Organisasi 3. Actuating 4. Controlling/pengawasan 5. Kendala yang dihadapi dan tidakan yang di ambil
5 5 B. Manajemen Pengendalian Hama pada Tanaman Kelapa Sawit No Uraian Materi Kriteriayang diperhatikan 1 Pengendalian Hama pada TM - Secara kimia 1. Perencanaan 2. Organisasi 3. Actuating 4. Controlling/pengawasan 5. Kendala yang dihadapi dan tidakan yang di ambil C. Manajemen Pengendalian Gulma pada Tanaman Kelapa Sawit No Uraian Materi Kriteriayang diperhatikan 1 Pengendalian gulma pada TM - Pengendalian gulma secara kimia di gawangan 2 Pengendalian Gulma pada TBM - Pengendalian gulma secara manual 1. Perencanaan 2. Organisasi 3. Actuating 4. Controlling/pengawasan 5. Kendala yang dihadapi dan tidakan yang di ambil D. Manajemen Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit No Uraian Materi Kriteriayang diperhatikan 1 Pemeliharaan TM - Pemangkasan pelepah 1. Perencanaan 2. Organisasi 3. Actuating 4. Controlling/pengawasan 5. Kendala yang dihadapi dan tidakan yang di ambil
6 Manajemen Panen dan Pasca panen No Uraian Materi Kriteria yang diperhatikan 1 Panen - Penetapan saat panen - Rotasi dan ancak panen 2 Pasca panen - Pengangkutan TBS ke TPH - Pengangkutan TBS dari TPH ke PKS 1. Perencanaan 2. Organisasi 3. Actuating 4. Controlling/pengawasan 5. Kendala yang dihadapi dan tidakan yang di ambil
7 7 III. METODOLOGI a. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Dalam pelaksanaan kegiatan PKPM-2 ini, mahasiswa melakukannya di perkebunan PTPN III Kebun sei daun, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan batu selatan, Sumatera utara. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 17 Maret sampai dengan 13 Juni b. Metode Pelaksanaan Dalam pelaksanaan kegiatan PKPM-2 mengenai Manajemen dilaksanakan dengan beberapa metode yaitu dengan cara : a. Bekerja Pada kegiatan pelaksanaan PKPM ini Mahasiswa ikut mengerjakan semua kegiatan yang telah disepakati dengan pembimbing lapang Dalam hal ini mahasiswa dapat bergabung bersama karyawan atau tersendiri tergantung kondisi pekerjaan dilapangan b. Demonstrasi Metode ini dilakukan apabila sesuai dengan kondisi dan pertimbangan pembimbing lapang bahwa suatu pekerjaan tidak dapat dilakukan oleh mahasiswa karena berbagai faktor seperti faktor keselamatan, ketersediaan alat dan sebagainya. c. Diskusi Dilakukan khususnya untuk kegiatan persiapan lahan, penyediaan bahan tanam, penanaman, pengetahuan manajemen, ataupun kegiatan yang sifatnya tidak dilaksanakan di perusahaan PTPN III kebun sei daun. Kegiatan diskusi ini di lakukan dengan Mandor, Asisten Afdeling, Asisten kepala, dan Manager. c. Pelaksanaan Kegiatan Dalam pelaksanaan kegiatan PKPM-2 ini, dilakukan penyusunan dalam setiap kegiatan sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen yang meliputi :
8 8 a. Planning (Perencanaan) b. Organizing (Organisasi) c. Actuating (Pelaksanaan) d. Controlling (Pengawasan)
9 9 IV. PELAKSANAAN KEGIATAN 4.1. Manajemen Replanting Nomor LIK : Kegiatan : Tanaman Ulang (TU) A. Perencanaan Luas : 686,05 Ha Lokasi : Afd VIII Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Bahan : Areal yang akan di lakukan TU Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Parang babat Unit kapak Unit Chain saw Unit Theodolite Unit Excavator Unit Traktor Rantai Unit Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Kegiatan Waktu Pelaksanaan 1. Luku I WIB s/d Selesai 2 Luku II WIB s/d Selesai Satuan Jumlah Harga Biaya BU BU
10 10 B. Organisasi Manager Asisten Afd Mandor I Mandor pekerja Wewenang dan tanggung jawab Manager : Bertanggung jawab langsung terhadap distrik manager, dalam pengelolaan dan pengawasan terhadap seluruh aspek kegiatan, produksi, adminitrasi dan keuangan di Kebun. Menejer memiliki wewenang untuk memberikan sanksi tegas kepada bawahannya yang tidak menjalankan perintah yang dikomandokannya. Asisten Afd : Bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, berwenang untuk menegur baik mandor ataupun pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan instruksi yang telah disampaikan dan bertanggung jawab untuk memastikan penanaman ulang dapat diselesaikan sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor I : Bertanggung jawab langsung kepada asisten afdeling, berwenang menegur bawahanya apabila kegiatan penanaman ulang tidak sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor : bertanggung jawab langsung kepada mandor 1, bertugas membuat peta rencana dan realisasi areal yang akan dilakukan untuk penanaman ulang, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi lahan dan mengawasi pekerjaan serta memeriksa hasilnya. Pekerja : Bertanggung jawab langsung kepada mandor, bertugas menaburkan kompos yang telah diperintahkan oleh mandor dan dijalankan sesuai dengan standar perusahaan yang ada.
11 11 C. Actuating Pada jam WIB mandor pemeliharaan langsung kelapangan bersama dengan karyawan menuju blok yang akan dilakukan penanaman ulang. Adapun cara kerja untuk kegiatan penanaman ulang yaitu meluku I dengan cara membalik tanah menggunakan alat berat dengan kedalaman minimal 30 cm dengan arah diagonal terhadap barisan tanaman. Lalu melakukan pemancangan perumpukan dengan arah pancang rumpukan harus lurus sehingga tidak mengenai rencana barisan tanaman, jarak rumpukan dengn rencana barisan tanaman minimal 2 meter. Lalu menumbang pohon dengan alat excavator, arah penumbangan harus sejajar dengan arah barisan tanaman, setelah ditumbang seluruh batang pohon dirumpuk pada titik rumpukan yang telah tersedia. Setelah itu dilakukan luku II dengan cara membalik tanah menggunakan alat berat dengan kedalaman minimal 30 cm searah dengan rumpukan tanaman. Setelah itu dilakukan perajangan dengan arah searah dengan luku II. Standar prestasi kerjanya adalah 0,2 Ha/Hk. Alat pelindung diri yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sepatu bot, sarung tangan, kaca mata dan helm. D. Kontrolling Setiap kegiatan harus di awasi oleh masing-masing yang berwenang. Kontrol dilakukan oleh asisten afdeling dan mandor dimana asisten afdeling dan mandor mengawasi bagaimana kegiatan penanaman ulang dilakukan. Apabila pekerjaan yang dilakukan pekerja belum sesuai dengan standar perusahaan, maka asisten maupun mandor langsung mengevaluasi kesalahan yang dilakukan oleh pekerja supaya hasilnya sesuai dengan Instruksi Kerja (IK) yang sudah di tentukan. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Pada kegiatan Replanting atau penanaman ulang yang menjadi kendala adalah cuaca. Maka sebaiknya kegiatan penanaman ulang dilaksanakan pada musim kemarau agar tidak tergangggu oleh perubahan cuaca.
12 12 F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Penanaman ulang (TU) adalah salah satu kegiatan menanam ulang kembali tanaman kelapa sawit yang berkualitas tinggi agar tanaman dapat mengahasilkan untung yang besar. Kegiatan ini diharapkan semua pekerja untuk selalu menggunakan APD (Alat pelindung diri). Kegitan penanaman ulang kami tidak melakukan dilapangan tetapi kami berdiskusi. Rabu, 26 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan, STP Assisten Afdeling
13 Manajemen Pembibitan Kelapa Sawit Sistem Double Stage Nomor LIK : Kegiatan : Persiapan Pembibitan Awal ( Pre Nursery ) A. Perencanaan Luas : 1 Ha Lokasi : Afd III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Cangkul Unit Buldozer Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Baby Polybag Lbr Bambu Btg Papan Lbr Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Waktu Satuan Jumlah Harga Biaya Kegiatan Pelaksanaan 1 Persiapan pembibitan wib wib HK B. Organisasi Ass. Pembibitan Mandor I Kerani bibitan Operator Genset Centeng Pekerja
14 14 Wewenang dan tanggung jawab Asisten pembibitan : Asisten pembibitan bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, membuat anggaran pembiayaan bibitan, mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasil kerja harian. memonitor kelancaran kerja dan memecahkan masalah yang ada. dan memiliki wewenang untuk memberikan teguran kepada bawahannya, memberikan penilaian sistem penilai karya (SPK) Mandor I : bertanggung jawab langsung kepada asisten pembibitan membuat rencana kerja dan mengatur, mengawasi kegiatan kerja setiap hari, membina tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Kerani bibitan : bertanggung jawab kepada asisten pembibitan, Mandor I mengatur pembagian ancak pekerja di lapangan,memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi. mengawasi pekerjaan dan memeriksa hasilnya setiap saat. Operator genset : bertanggung jawab menjamin ketersedian listrik saat kegiatan penyiraman bibit dilapangan. Centeng : Centeng memiliki tanggung jawab untuk mengawasi areal dan melaporkan ke posko induk atas hal hal yang mencurigakan, memberikan laporan kepada Asisten dan Mandor I perbagian. Dan memiliki wewenang memberikan sanksi kepada pihak tertentu apabila tertangkap mencuri bibit. Pekerja : bertanggung jawab melakukan pekerjaan sesuai dengan Instruksi Kerja perusahaan. C. Actuating Bersihkan areal semaian dari berbagai gulma yang ada, dan buatkan atap. Sediakan tanah subur (tanah lapisan atas) yang gembur dan bersih dari kayu, batu dan kotoran. Buat pelindung setinggi ± 2 m, sebaiknya tiang pelindung dibuat dari bambu. Sediakan polybag kecil dengan ukuran sebagai berikut :
15 15 Panjang = 22 cm (lay flat) Lebar = 14 cm (lay flat) Tebal = 0,1 0,12 mm. Isikan polybag tersebut dengan tanah subur sampai setinggi 1 cm dari bibir polybag. Polybag yang sudah berisi tanah disusun dalam bedenganbedengan yang berukuran lebar 1,00 m dan panjang 8,00 m atau menurut kebutuhan dilapangan. Pinggir bedengan diberi palang kayu/papan agar tidak mudah tumbang. Jarak antar bedengan cm. Bedeng/barisan paling pinggir terletak ± 50 cm dari pinggir atap. 5 (lima) hari sebelum penanaman kecambah, polybag sudah berisi tanah dan disiram setiap hari. D. Kontrolling Kegiatan ini harus diberikan pengawasan yang besar terhadap pekerja, karena untuk membuat naungan prenusery tidak boleh sembarangan, maka kegiatan pembibitan dipantau oleh asisten kepala, asisten pembibitan, mandor I, dan centeng. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dalam kegiatan pembibitan yaitu pada saat musim hujan karena akan mengganggu kegiatan di pembibitan. Adapun tindakan yang diambil memilih bahan yang Tahan dan kuat seperti bahan Bambu dan papan untuk mengefektifkan kegiatan tersebut. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan kegiatan pembibitan ini kami selaku mahasiswa yang melakukan magang tidak bisa memberikan komentar, karena kami hanya melakukan diskusi dengan pembimbing lapang. Kamis, 21 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang
16 16 Indrawan. STP Assistant Afdeling Nomor LIK : Kegiatan : Pembuatan Bedengan Di Pre Nursery A. Perencanaan Luas : 1 Ha Lokasi : Afd III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Bahan : Tidak ada Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Cangkul Unit Parang Unit Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Kegiatan 1 Pembuatan bedengan Waktu Pelaksanaan wib wib Satuan Jumlah Harga Biaya HK B. Organisasi Ass. Pembibitan Mandor I Kerani bibitan Pekerja
17 17 Wewenang dan tanggung jawab Asisten pembibitan : Asisten pembibitan bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, membuat anggaran pembiayaan bibitan, mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasil kerja harian. memonitor kelancaran kerja dan memecahkan masalah yang ada. dan memiliki wewenang untuk memberikan teguran kepada bawahannya, memberikan penilaian sistem penilai karya (SPK) Mandor I : bertanggung jawab langsung kepada asisten pembibitan membuat rencana kerja dan mengatur, mengawasi kegiatan kerja setiap hari, membina tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Kerani bibitan : bertanggung jawab kepada asisten pembibitan, Mandor I mengatur pembagian ancak pekerja di lapangan,memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi dilapangan. Pekerja : bertanggung jawab melakukan pekerjaan sesuai dengan Instruksi Kerja perusahaan. C. Actuating Ukuran bedengan yang dianjurkan adalah lebar 1,00 m, panjang 8,00 m, tinggi cm dengan arah Utara Selatan dan diantara bedengan dipisahkan dengan jarak cm untuk jalan dan pembuangan air yang berlebihan sewaktu penyiraman ataupun sewaktu hujan. Pinggir bedengan dibuat dinding dari papan atau bambu setinggi polybag (20 25 cm) agar polybag dapat disusun tegak dan tidak tumbang. Tiang bedengan dan tiang penyanggah agar menggunakan bahan dari bambu tali atau kayu.dasar bedengan dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah dan diberi lapisan pasir untuk memperlancar drainase. Dalam satu bedengan diperkirakan butir kecambah.
18 18 D. Kontrolling Pembuatan Kegiatan pembibitan dipantau oleh asisten kepala, asisten pembibitan, mandor I dan kerani bibitan supaya pekerja bisa bekerja sesuai yang diharapakan. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dalam kegiatan pembuatan bedengan yaitu pada saat musim hujan maka mengganggu pekerjaan, maka kegiatan tersebut akan diberhentikan. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Dalam melakukan kegiatan pembuatan bedengan ini kami selaku mahasiswa yang melakukan magang tidak bisa memberikan komentar, karena kami hanya melakukan diskusi dengan pembimbing lapang akan tetapi pembimbing mengatakan, bahwa pekerja melakukan sesuai dengan Instruksi Kerja (IK). Kamis, 21 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang
19 19 Indrawan. STP Assistant Afdeling Nomor LIK : Kegiatan : Pembuatan Naungan A. Perencanaan Luas : 1 Ha Lokasi : Afd III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Cangkul Unit Parang Unit Gergaji Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Bambu Buah Kawat Uk.1 mm Kg 0, Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Kegiatan 1 Pembuatan naungan Waktu Pelaksanaan wib wib Satuan Jumlah Harga Biaya HK B. Organisasi Ass. Pembibitan Mandor I Kerani bibitan
20 20 Pekerja Wewenang dan tanggung jawab Asisten pembibitan : Asisten pembibitan bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, membuat anggaran pembiayaan bibitan, mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasil kerja harian. memonitor kelancaran kerja dan memecahkan masalah yang ada. dan memiliki wewenang untuk memberikan teguran kepada bawahannya, memberikan penilaian sistem penilai karya (SPK) Mandor I : bertanggung jawab langsung kepada asisten pembibitan membuat rencana kerja dan mengatur, mengawasi kegiatan kerja setiap hari, membina tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Kerani bibitan : bertanggung jawab kepada asisten pembibitan, Mandor I mengatur pembagian ancak pekerja di lapangan,memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi dilapangan. Pekerja : bertanggung jawab melakukan pekerjaan sesuai dengan Instruksi Kerja perusahaan. C. Actuating Naungan dapat dibuat dengan cara menutupi seluruh bedengan. Naungan dibuat searah dengan bedengan dan atapnya miring menghadap ke Timur untuk mendapat cahaya matahari dipagi hari. Tinggi tiang atap pelindung minimal 2,50 m dari tanah agar pekerja lebih bebas bergerak dan tidak terlalu lembab. Untuk pelindungnya dapat menggunakan daun kelapa sawit, daun kelapa, daun nipah, rumbia atau tumbuhan lain sejenisnya dengan kebutuhan 4 5 pelepah tiap meter bedengan. Bahan naungan di semprot dengan insektisida sebelum digunakan agar bahan naungan bebas dari hama/penyakit. D. Kontrolling
21 21 Kegiatan ini dipantau oleh asisten kepala, asisten pembibitan, mandor I dan kerani bibitan. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dalam kegiatan pembuatan naungan yaitu pada saat musim hujan karena akan mengganggu kegiatan di pembibitan. Adapun maka tindakan yang diambil yaitu memilih untuk berhenti bekerja sementara dan, untuk memilih bahan pembuatan naungan harus berkualitas agar naungan tidak mudah tumbang apabila saat hujan. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Dalam melakukan kegiatan pembuatan naungan kami selaku mahasiswa yang melakukan magang tidak bisa memberikan komentar, karena kami hanya melakukan diskusi dengan pembimbing lapang. Kamis, 21 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan. STP Assistant Afdeling
22 22 Nomor LIK : Kegiatan : Pengisian Tanah Dan Penyusunan Polybag A. Perencanaan Luas : 1 Ha Lokasi : Afd III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Cangkul Unit Ayakan atau saringan Kawat Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Polybag kecil Buah Tanah Top Soil M Pupuk Phosphat Kg Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Waktu Satuan Jumlah Harga Biaya Kegiatan Pelaksanaan 1 Pengisian tanah dan penyusunan polybag B. Organisasi wib wib HK Ass. Pembibitan Mandor I Kerani bibitan Pekerja
23 23 Wewenang dan tanggung jawab Asisten pembibitan : Asisten pembibitan bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, membuat anggaran pembiayaan bibitan, mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasil kerja harian. memonitor kelancaran kerja dan memecahkan masalah yang ada. dan memiliki wewenang untuk memberikan teguran kepada bawahannya, memberikan penilaian sistem penilai karya (SPK) Mandor I : bertanggung jawab langsung kepada asisten pembibitan membuat rencana kerja dan mengatur, mengawasi kegiatan kerja setiap hari, membina tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Kerani bibitan : bertanggung jawab kepada asisten pembibitan, Mandor I mengatur pembagian ancak pekerja di lapangan,memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi dilapangan. Pekerja : bertanggung jawab melakukan pekerjaan sesuai dengan Instruksi Kerja perusahaan. C. Actuating Tanah yang digunakan untuk mengisi polybag adalah tanah atas (top soil 0 10 cm ) yang diambil dari pembibitan itu sendiri atau dari areal lain. Tanah yang dianjurkan adalah yang mengandung cukup banyak bahan organik, berpasir (30 s/d 50 %) dan berliat, lalu diayak/disaring melalui saringan 1,5 x 2 cm untuk membuang sisa-sisa kayu, akar, batu dan lain-lain. Pengisian harus cukup penuh dan padat agar tidak terjadi rongga-rongga atau kantong-kantong air, bagian atas kantong disisakan 0,5-1 cm. Satu ton tanah cukup untuk mengisi satu bedengan atau polybag (14 x 22 cm). Sebelum digunakan, tanah dipupuk dengan Phosphat sebanyak 500 gr/ 1 m³ tanah. Seminggu sebelum kecambah ditanam, polybag yang sudah diisi harus disiram setiap hari.
24 24 D. Kontrolling Kegiatan ini harus dipantau atau dibimbing langsung oleh asisten kepala, asisten pembibitan, mandor I dan kerani bibitan pada saat dilapangan. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dalam kegiatan pengisian polybag yaitu pada saat musim hujan karena akan mengganggu proses pengisian tanah top soil. Adapun tindakan yang diambil yaitu tanah top soil disungkup dengan plastik terpal dan pada saat hujan, pekerjaan diberhentikan sementara. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Dalam melakukan kegiatan pengisian tanah dan penyusunan polybag ini kami selaku mahasiswa yang melakukan magang tidak bisa memberikan komentar, karena kami hanya melakukan diskusi dengan pembimbing lapang akan tetapi pembibing kami mengatakan bahwa pekerja bekerja sesuai dengan Instruksi Kerja (IK). Kamis, 21 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan. STP Assistant Afdeling
25 25 Nomor LIK : Kegiatan : Penanaman Kecambah A. Perencanaan Luas : 1 Ha Lokasi : Afd III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Corong Gembor Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Kecambah kelapa sawit Buah Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Kegiatan 1 Penanaman kecambah Waktu Pelaksanaan wib wib Satuan Jumlah Harga Biaya HK B. Organisasi Ass. Pembibitan Mandor I Kerani bibitan Pekerja
26 26 Wewenang dan tanggung jawab Asisten pembibitan : Asisten pembibitan bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, membuat anggaran pembiayaan bibitan, mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasil kerja harian. memonitor kelancaran kerja dan memecahkan masalah yang ada. dan memiliki wewenang untuk memberikan teguran kepada bawahannya, memberikan penilaian sistem penilai karya (SPK) Mandor I : bertanggung jawab langsung kepada asisten pembibitan membuat rencana kerja dan mengatur, mengawasi kegiatan kerja setiap hari, membina tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Kerani bibitan : bertanggung jawab kepada asisten pembibitan, Mandor I mengatur pembagian ancak pekerja di lapangan,memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi dilapangan. Pekerja : bertanggung jawab melakukan pekerjaan sesuai dengan Instruksi Kerja perusahaan. C. Actuating Kecambah yang telah diterima langsung ditanam. Apabila penanaman tidak selesai satu hari, kecambah dapat disimpan paling lama 2 (dua) hari ditempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Lobang kecambah dibuat dengan jari tangan atau kayu bulat sedalam 2 3 cm ditengah polybag. Kecambah diecer ke masing masing polybag menurut kelompok varietas. Untuk membedakan antar kelompok varietas, dipasang papan penanaman pada bedengan yang berisikan nama kelompok varietas, tanggal penanaman dan jumlah kecambah. Menanam kecambah harus dilakukan hatihati, Radicula/calon akar (ditandai dengan bentuknya yang tumpul, kasar, kecoklatan) ditempatkan disebelah bawah, sedang Plumula/calon batang (bentuknya seperti tombak, halus dan berwarna putih kekuningan) mengarah ke
27 27 atas. Setelah kecambah ditanam, ditutup tanah setebal 1 1,5 cm diatas kecambah. D. Kontrolling Kegiatan ini diawasi dan dibimbing langsung oleh asisten kepala, asisten pembibitan, mandor I dan kerani bibitan. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Untuk kegiatan penanaman kecambah pernyataan dari keranik bibitan tidak ada ditemui kendala dilapangan F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Dalam melakukan kegiatan penanaman kecambah ini kami selaku mahasiswa yang melakukan magang tidak bisa memberikan komentar, karena kami hanya melakukan diskusi dengan pembimbing lapang tetapi pekerja bekerja sesuai dengan Instruksi Kerja (IK). Jumat, 22 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan. STP Assistant Afdeling
28 28 Nomor LIK : Kegiatan : Penyiraman Dan Pemupukan Bibit Di Pre Nursery A. Perencanaan Luas : 1 Ha Lokasi : Afd III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Corong Gembor Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Air L Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Kegiatan 1 Penyiraman dan pemupukan bibit kecambah Waktu Pelaksanaan wib wib wib wib Satuan Jumlah Harga Biaya HK B. Organisasi Ass. Pembibitan Mandor I Kerani bibitan Operator Genset Centeng Pekerja
29 29 Wewenang dan tanggung jawab Asisten pembibitan : Asisten pembibitan bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, membuat anggaran pembiayaan bibitan, mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasil kerja harian. memonitor kelancaran kerja dan memecahkan masalah yang ada. dan memiliki wewenang untuk memberikan teguran kepada bawahannya, memberikan penilaian sistem penilai karya (SPK) Mandor I : bertanggung jawab langsung kepada asisten pembibitan membuat rencana kerja dan mengatur, mengawasi kegiatan kerja setiap hari, membina tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Kerani bibitan : bertanggung jawab kepada asisten pembibitan, Mandor I mengatur pembagian ancak pekerja di lapangan,memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi. mengawasi pekerjaan dan memeriksa hasilnya setiap saat. Operator genset : bertanggung jawab menjamin ketersedian listrik saat kegiatan penyiraman bibit dilapangan. Centeng : Centeng memiliki tanggung jawab untuk mengawasi areal, melaporkan kepada posko induk apabila terjadi kejadian dan hal hal yang mencurigakan, melaporkan tugasnya kepada Mandor 1 dan asisten afdeling perbagian. Dan memiliki wewenang memberikan sanksi kepada pihak tertentu apabila tertangkap mencuri bibit. Pekerja : bertanggung jawab melakukan pekerjaan sesuai dengan Instruksi Kerja perusahaan. C. Actuating Penyiraman dilakukan 2 x sehari yaitu pagi dan sore dan dilakukan dengan hati-hati agar kecambah tidak terbongkar atau akar bibit muda muncul kepermukaan. Setiap bibit membutuhkan 0,25 0,50 liter / pohon.disiram pelan dengan menggunakan gembor yang berlobang halus. Penyiraman dilaksanakan bedeng
30 30 per bedeng. Apabila penyiraman selesai, kecambah yang muncul dipermukaan tanah segera ditutup kembali dengan tanah. Untuk pemupukan di pembibitan kelapa sawit dari PPKS pada usia 4 12 bulan menggunakan pupuk urea dengan dosis 2 gr/ L air. Atau 10 gr pupuk + 5 L air untuk 100 bibit. Dengan volume siraman 50 cc / pokok disiramkan ketanah didalam polybag. D. Kontrolling Kegiatan ini harus dipantau lebih ekstra, karena kegiatan pemeliharaan biaya terbesar adalah Pemupukan maka dari itu Centeng harus mengawasi kegiatan pemupukan. Kemudian mandor I pembibitan mengevaluasi hasil pekerjaan penyiraman apakah semua bibit disiram dan dipupuk oleh pekerja. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dalam kegiatan penyiraman yaitu pada saat alat genset rusak sehingga mengakibatkan penyiraman terhambat dan waktu semakin bertambah. Tindakan yang diambil sebelum sebaiknya dilakukan pemeliharaan rutin terhadap alat genset da selalu dipantau peralatan penyiraman sebelum digunakan atau dilakukan penyiraman. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Penyiraman dan pemupukan merupakan kegiatan pemeliharaan yang harus dilakukan, Dimana bibit sangat membutuhkan air dan Hara yang cukup dalam pertumbuhannya. Semua jenis kegiatan yang ada di pembibitan harus ada pengawasan yang melakukannya. Agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh para pekerja. Jumat, 22 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan. STP Assistant Afdeling
31 31 Nomor LIK : Kegiatan : Pengendalian Hama Dan Penyakit A. Perencanaan Luas : 1 Ha Lokasi : Afd III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama alat Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Knapsack Sprayer Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Insektisida Ltr 0, Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Waktu Satuan Jumlah Harga Biaya Kegiatan Pelaksanaan 1 Pengendalian hama dan penyakit wib wib HK B. Organisasi Ass. Pembibitan Mandor I Kerani bibitan Pekerja
32 32 Wewenang dan tanggung jawab Asisten pembibitan : Asisten pembibitan bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, membuat anggaran pembiayaan bibitan, mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasil kerja harian. memonitor kelancaran kerja dan memecahkan masalah yang ada. dan memiliki wewenang untuk memberikan teguran kepada bawahannya, memberikan penilaian sistem penilai karya (SPK) Mandor I : bertanggung jawab langsung kepada asisten pembibitan membuat rencana kerja dan mengatur, mengawasi kegiatan kerja setiap hari, membina tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Kerani bibitan : bertanggung jawab kepada asisten pembibitan, Mandor I mengatur pembagian ancak pekerja di lapangan,memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi dilapangan. Pekerja : bertanggung jawab melakukan pekerjaan sesuai dengan Instruksi Kerja perusahaan. C. Actuating Jika ada serangan hama dan penyakit, pengendaliannya harus dilakukan secara hati-hati dan tepat dosis karena bibit masih sangat muda dan sangat peka terhadap bahan kimia D. Kontrolling Kegiatan ini diawasi langsung oleh asisten pembibitan, mandor I dan kerani bibitan supaya pekerja lebih mahir lagi dalam melakukan pengendalian Hama dan Penyakit.
33 33 E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Untuk kegiatan Pengendalian Hama dan Penyakit tidak ada ditemui kendala dilapangan. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Dalam melakukan kegiatan pengendaliah Hama dan Penyakit kami selaku mahasiswa yang melakukan magang tidak bisa memberikan komentar, karena kami hanya melakukan diskusi dengan pembimbing lapang. Jumat, 22 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan. STP Assistant Afdeling
34 34 Nomor LIK : Kegiatan : Seleksi Bibit Di Pembibitan Pre Nursery A. Perencanaan Luas : 1 Ha Lokasi : Afd III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : Tidak ada Penggunaan Bahan : No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Bibit kelapa sawit Pk Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Kegiatan 1 Penghitungan bibit yang tumbuh dan bibit yang terkena hama dan penyakit Waktu Pelaksanaan wib wib Satuan Jumlah Harga Biaya HK B. Organisasi Ass. Pembibitan Mandor I Kerani bibitan Pekerja
35 35 Wewenang dan tanggung jawab Asisten pembibitan : Asisten pembibitan bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, membuat anggaran pembiayaan bibitan, mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasil kerja harian. memonitor kelancaran kerja dan memecahkan masalah yang ada. dan memiliki wewenang untuk memberikan teguran kepada bawahannya, memberikan penilaian sistem penilai karya (SPK) Mandor I : bertanggung jawab langsung kepada asisten pembibitan membuat rencana kerja dan mengatur, mengawasi kegiatan kerja setiap hari, membina tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Kerani bibitan : bertanggung jawab kepada asisten pembibitan, Mandor I mengatur pembagian ancak pekerja di lapangan,memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi dilapangan. Pekerja : bertanggung jawab melakukan pekerjaan sesuai dengan Instruksi Kerja perusahaan. C. Actuating Seleksi di PN dilakukan 3 (tiga) tahap, pertama pada saat penanaman Germinated seeds ke polibag, kedua pada umur 4 s/d 8 minggu dan terakhir pada umur 3 bulan (pada saat transplanting ke Main Nursery). Seleksi bibit di PN umumnya ± 10 %. Seleksi dilaksanakan bedengan per bedengan untuk setiap kelompok kategori persilangan dengan memberi tanda patok kayu kecil yang ujungnya dicat warna putih dan ditancapkan di dalam polybag yang bibitnya mati / afkir. Bibit afkir dicatat per kelompok/ kategori persilangan, selanjutnya diletakkan di suatu tempat diluar bedengan untuk dimusnahkan. Seleksi bibit dilaksanakan oleh petugas khusus yang terlatih & berpengalaman, diawasi langsung oleh asisten bibitan / afdeling atau asisten kepala. Bibit afkir yang telah disingkirkan pada setiap tahapan seleksi harus segera dimusnahkan seluruhnya. Kriteria bibit abnormal untuk seleksi di Pre Nursery antara lain : daun berputar (twisted leaf), daun sempit seperti rumput (grass leaf), daun bergulung
36 36 (roller leaf), daun berkerut (crinkle leaf), daun tidak membuka ( colante) dan tanaman kerdil. Pemusnahan bibit harus disaksikan oleh : Kepala Urusan Bagian Tanaman atau yang mewakili. Kepala Bidang Tanaman atau yang mewakili dari Distrik terkait. Manajer / Asisten Kepala & Asisten pembibitan kebun. Papam / petugas keamanan kebun. Setiap tahapan pemusnahan bibit afkir agar didokumentasikan dan dituangkan dalam Berita Acara sesuai ketentuan yang berlaku dan selanjutnya dikirim ke Distrik, Bagian Tanaman dan Bagian Terkait lainnya. D. Kontrolling Kegiatan seleksi bibit langsung diawasi oleh assistant pembibitan dan mandor I. Kemudian asistant dan mandor I melihat hasil pekerjaan seleksi bibit apakah sesuai kriteria yang atau tidak. Setelah pekerjaan seleksi bibit selesai maka semua jumlah bibit yang tidak tumbuh, dan jumlah bibit yang tumbuh dicatat. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Pada kegiatan seleksi bibit kendala yang dihadapi adalah sulitnya memilah-milah bibit yang akan di seleksi, sehingga tindakan yang di ambil adalah dibutuhkan tenaga yang benar-benar ahli di bidangnya, untuk menyeleksi bibit harus benar-benar dibutuhkan ketelitian agar tidak salah dalam menyeleksi bibit F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Dalam melakukan kegiatan pengendaliah Hama dan Penyakit kami selaku mahasiswa yang melakukan magang tidak bisa memberikan komentar, karena kami hanya melakukan diskusi dengan pembimbing lapang. Jumat, 22 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan. STP Assistant Afdeling
37 37 Nomor LIK : Kegiatan : Persiapan Lahan Tahap Main Nursery A. Perencanaan Luas : 24 Ha Lokasi : Afd. III Blok BB CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Cangkul Unit Buldozer Unit Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub kegiatan 1 Persiapan Lahan Waktu pelaksanaan Wib Wib Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) HK B. Organisasi Asisten Pembibitan Mandor I Kerani pembibitan Pekerja
38 38 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Pembibitan : Asisten Pembibitan bertanggung jawab untuk mengkoordinator kegiatan persiapan lahan dilapangan. Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana kegiatan persiapan lahan di lapangan sebelum dilaksanakan, setelah selesai membuat rencana maka Mandor 1 mengkoordinir pekerja untuk melakukan persiapan lahan. Mandor 1 bertanggung jawab atas kegiatan di lapangan. Kerani Bibitan : bertanggung jawab membuat perencanaan bagian admin untuk biaya pengeluaran pekerja persiapan lahan. Pekerja : Pekerja, bekerja sesuai dengan Instruksi Kerja yang sudah ditentukan oleh perusahaan. C. Actuating Kegiatan persiapan lahan merupakan kegiatan awal pada saat pembibitan Main nursery. Pelaksanaan persiapan lahan yang pertama sekali adalah membersihkan gulma-gulma yang ada di lahan tersebut dengan menggunakan cangkul. Mandor 1 bertugas untuk mengawasi setiap kegitan pekerja. Pekerja juga di harapkan untuk selalu menggunakan APD pada saat pelaksanaan. D. Kontrolling Pekerjaan persiapan lahan merupakan tanggung jawab Mandor 1 untuk mengawasi kegiatan pesiapan lahan di lapangan sesuai dengan instruksi kerja yang ada diperusahaan. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering dilapangan yaitu Cuaca yang tidak mendukung. Apabila pada saat hujan, maka yang terjadi dilapangan adalah becek. Maka pekerja susah untuk mebersihkan areal lahan yang sedang becek. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Kegiatan pesiapan lahan ini harus dilakukan dengan hati-hati supaya tidak terjadi kecelakaan pada saat bekerja, maka dari itu diusahakan dan diharapkan
39 39 pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu polybag, sarung tangan. Sabtu, 23 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan, STP Assistant Afdeling
40 40 Nomor LIK : Kegiatan : Pengisian Media Tanam A. Perencanaan Luas : 24 Ha Lokasi : Afd. III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Cangkul Unit Ayakan Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Top soil M Polybag besar Lbr Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub kegiatan 1 Mengisi tanah ke polybag Waktu pelaksanaan Wib Wib Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) HK B. Organisasi Asisten Pembibitan Mandor I Mandor pemel Pekerja
41 41 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Pembibitan: Asisten Pembibitan bertanggung jawab untuk mengatur dan memberikan Instruksi kerja kepada Mandor 1 sebelum kegiatan terlaksana. Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana pengisian tanah dan menyusun polybag sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan, memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Mandor pemeliharaan : Mandor pemeliharaan bertugas untuk selalu mengikuti kegiatan pengisian tanah dan penyusunan polybag sampai selesai, agar pekerja selalu dibimbing. Pekerja : bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi kerja perusahaan. C. Actuating Sebelum dimasukkan Tanah ke polybag terlebih dahulu Tanah diayak sehingga bebas dari sisa-sisa kayu, batu kecil dan tidak menggumpal setelah itu Pengisian tanah harus cukup padat sehingga polybag tidak patah pinggang, Pengisian tanah diusahakan tidak terlalu penuh (2 cm di bawah bibir atas polybag) untuk menjaga agar air maupun pupuk tidak melimpah keluar. Setelah kegitan pengisian tanah selesai, maka Mandor 1 dan mandor pemeliharaan bertugas kembali untuk menugaskan pekerja melakukan kegiatan menyusun polybag ke areal yang sudah disediaakan. Jarak polybag tersebut adalah 90cm x 90cm. D. Kontrolling Pekerjaan Pengisian tanah dan menyusun polybag diawasi oleh Asisten lapangan mandor I dan mandor pemeliharaan.mandor pemeliharaan memberikan arahan kepada pekerja penyemprot tentang pekerjaan yang akan dikerjakan. Selain memberikan arahan mandor juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan saat itu juga.
42 42 E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dilapangan yaitu cuaca yang kurang bagus, maka bila hujan turun maka pekerja susah untuk memasukkan tanah ke polybag maka tindakan yang di ambil adalah di sungkup dengan plastik terpal. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Kami selaku mahasiswa magang tidak dapat memeberikan komentar untuk pelaksanaan kegiatan ini karena hanya dilakukan dengan cara diskusi bersama pembimbing lapang. Selasa, 23 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan, STP Assistant Afdeling
43 43 Nomor LIK : Kegiatan : Pembuatan Lubang Tanam Dan Penanaman A. Perencanaan Luas : 24 Ha Lokasi : Afd III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Bor Besi Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Kelapa sawit Buah Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub kegiatan 1 Pembuatan lubang dan penanaman Waktu pelaksanaan Wib Wib Satuan Jumlah Harga Biaya (Rp) (Rp) HK B. Organisasi Asisten Pembibitan Mandor I Mandor pemel Centeng Pekerja
44 44 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Pembibitan: Asisten Pembibitan bertanggung jawab untuk mengkoordinator semua kegiatan pengisian tanah dan penanaman dilapangan. Mandor I : bertanggung jawab atas kegiatan dilapangan. Mandor pemeliharaan : bertanggung jawab untuk selalu mengawasi kegiatan pengisian tanah dan penanaman di lapangan, setelah itu mandor pemeliharaan di harapkan untuk memeriksa kembali hasil pekerja. Centeng : Mengawasi areal yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, Melaporkan kepada posko induk apabila terjadi kejadian dan hal-hal yang mencurigakan, Melaporkan tugasnya kepada Mandor 1 dan Asisten Afdeling. Pekerja : bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi kerja perusahaan. C. Actuating Tanah di polybag besar dilubangi dengan menggunakan silinder besi tipis (bor tanah) berukuran lebih besar sedikit dari polybag kecil (diameter + 15 cm), ditekan ke dalam tanah di tengah polybag, diputar 3 kali dan diangkat sehingga tanah dalam alat tersebut ikut terbawa. Dinding polybag kecil diiris memanjang dengan pisau kemudian plastiknya dibuang dan bibit beserta tanahnya dimasukkan kedalam lobang Polybag besar dengan hati-hati dan dijaga agar permukaan tanah polybag kecil sama tingginya (rata) dengan permukaan polybag besar serta tanah dipadatkan agar menyatu. Penanaman bibit harus terorganisir dengan baik. Penanaman dilaksanakan per kelompok / kategori persilangan dan setiap kelompok / kategori persilangan harus diberi tanda yang jelas dengan membuat papan nama yang berisi tanggal penanaman, nomor bedengan, jenis kelompok / kategori dan jumlah bibit. D. Kontrolling Pekerjaan pembuatan lubang tanam dan penanaman diawasi oleh Asisten lapangan mandor I dan mandor pemeliharaan.mandor pemeliharaan memberikan
45 45 arahan kepada pekerja tentang pekerjaan yang akan dikerjakan. Selain memberikan arahan mandor juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan saat itu juga. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dilapangan adalah pada saat cuaca hujan maka tidak bisa pelaksanaan pembuatan lubang dan penanaman maka tindakan yang diambil diberhentikan. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Kami selaku mahasiswa magang tidak dapat memeberikan komentar untuk pelaksanaan kegiatan ini karena hanya dilakukan dengan cara diskusi bersama pembimbing lapang. Rabu, 23 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan, STP Assistant Afdeling
46 46 Nomor LIK : Kegiatan : Pemeliharaan Pembibitan A. Perencanaan Luas : 24 Ha Lokasi : Afd. III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Cangkul Unit Selang Glng Corong Gembor Unit Ember Unit Mangkok Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Pupuk Kg Fungisida Kg Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub kegiatan Waktu pelaksanaa n 1. Penyiangan Wib Wib 2. Penyiraman Wib Pemupukan Wib Wib 4. Konsolidasi Wib Wib 5. Pengendalian Hama 6. Pengendalian penyakit Wib Wib Wib Wib Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) HK HK HK HK HK HK
47 47 B. Organisasi Asisten Pembibitan Mandor I Mandor pemeliharaan Centeng Pekerja Wewenang dan tanggung jawab Asisten Pembibitan: Asisten Pembibitan bertanggung jawab untuk mengatur dan memberikan Instruksi kerja kepada Mandor 1 sebelum kegiatan terlaksana. Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana Pemeliharaan bibitan kapan terlaksananya, sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan, memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Mandor pemeliharaan : Mandor pemeliharaan bertugas untuk selalu mengikuti setiap kegiatan Pemeliharaan bibitan sampai selesai, agar pekerja selalu dibimbing. Centeng : Mengawasi areal yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, Melaporkan kepada posko induk apabila terjadi kejadian dan hal-hal yang mencurigakan, Melaporkan tugasnya kepada Mandor 1 dan Asisten Afdeling. Pekerja : bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi kerja perusahaan.
48 48 C. Actuating Ada beberapa kegiatan dalam pemeliharaan pembibitan seperti Penyiangan. Penyiangan yang dilakukan ada 2 kegiatan : 1. Penyiangan dalam polybag dan penyiangan diluar Polybag. Penyiangan dalam polybag harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai merusak bibit dilaksanakan secara manual dengan rotasi 2 (dua) kali sebulan.lalu pada penyiangan diluar polybag dilakukan Pemberantasan gulma di antara polybag dengan cara menggaruk bersih rumput (P.0) rotasi 2 (dua) kali sebulan. Kemudian Kegiatan Penyiraman ini dilakukan di pagi hari Wib dan Wib sore Hari dengan jadwal 2 x sehari apabilah tidak hujan. Setelah iti kegiatan pemeliharaan selanjutnya adalah Penggemburan tanah. Pekerjaan penggemburan tanah di dalam polybag dilaksanakan setelah 3 bulan bibit di main nursery dengan tujuan agar tanah di dalam polybag tidak padat. Lalu Konsolidasi, Bibit yang mengalami patah pinggang, perubahan letak, akar yang terbongkar/terbuka ditegakkan dan ditambah tanahnya serta polybag yang pecah dibungkus dengan polybag yang baru. Setelah itu sering sekali terjadi bibit abnormal, ini di sebakan karena adanya serangan dari Hama dan penyakit maka dari itu perlu dilakukannya pengendalian. Pengendalian hama di pembibitan Kelapa Sawit sebagai berikut : Tingkat serangan ringan, cukup dilakukan dengan pengutipan (hand picking). Bila tingkat serangan berat pengendalian dilakukan dengan insektisida konsentrasi 0,1 0,2 % ( 1 2 cc/ltr air) dan dilaksanakan 1 (satu) kali seminggu. Untuk penyakit yang sering dijumpai di pembibitan kelapa sawit Penyakit daun Antracnosa: Gejala serangan terlihat pada daun mengering mulai dari ujung dan tepi daun. Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan fungisida dengan konsentrasi 0,1 %, rotasi 2 (dua) minggu. Kemudian Penyakit daun Culvularia: Gejala serangan terdapat bintik-bintik kuning ditengah daun kemudian meluas dan warnanya berubah menjadi coklat. Pengendalian pada tingkat serangan ringan dilaksanakan dengan memotong daun yang terserang dan dibakar. Untuk tingkat serangan selanjutnya dapat dilaksanakan penyemprotan fungisida dengan konsentrasi 0,2 %, rotasi 2 (dua) minggu. Setelah itu kegiatan Pemeliharan Pemupukan. Pupuk diberikan
49 49 dan ditaburkan melingkar di atas tanah yang berjarak 4 8 cm dari batang bibit sawit dan dilakukan sehari sesudah penyiangan. D. Kontrolling Pekerjaan Kegiatan Pemeliharaan ini mulai dari Penyiangan, Penyiraman, Penggemburan tanah, Konsolidasi, Pengendalian Hama dan Penyakit lalu Pemupukan harus diawasi setiap hari nya kepada Mandor dan Centeng. Agar kegiatan pembibitan terlaksana dengan baik dan bibit tidak ada yang hilang. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dilapangan yaitu cuaca yang kurang bagus, apabila hujan kegiatan tidak dapat terlaksana maka tindakan yang di ambil kegiatan harus diberhentikan. Akan tetapi apabila hujan kegiatan penyiraman tidak perlu dilakukan. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Untuk kegiatan pemeliharaan pembibitan, sejauh kami berdiskusi dengan pembimbing lapang, semua kegiatan dilaksanakan sesuai dengan Instruksi Kerja dari perusahaan Selasa, 25 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Nomor LIK : 14 Indrawan, STP Assistant Afdeling
50 Kegiatan : Seleksi Bibit Main Nursery A. Perencanaan Luas : 24 Ha Lokasi : Afd. III Blok BB CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : Tidak menggunakan alat - Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Bibit Pk Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub kegiatan Waktu pelaksanaan 1 Seleksi bibit Wib Wib Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) HK B. Organisasi Asissten Kepala Asisten Pembibitan Mandor I Mandor pemel Pekerja Wewenang dan tanggung jawab
51 51 Asisten Kepala: Asisten Afdeling bertanggung jawab untuk mengkoordinator kegiatan penyeleksian bibit dilapangan. Asisten Pembibitan: Asisten Pembibitan bertanggung jawab untuk mengatur dan memberikan Instruksi kerja kepada Mandor 1 sebelum kegiatan terlaksana. Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana penyeleksian bibit sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan, memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Mandor pemeliharaan : Mandor pemeliharaan bertugas untuk selalu mengikuti kegiatan seleksi bibit sampai selesai, agar pekerja selalu dibimbing. Pekerja : bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi kerja perusahaan. C. Actuating Seleksi bertujuan untuk memperoleh bibit bibit yang prima. Seleksi harus dilaksanakan dengan teliti dan diawasi langsung oleh Assisten Afdeling/Bibitan dan Asisten Kepala. Seleksi di Main Nursery dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu : Seleksi I umur 4 bulan Seleksi II umur 6 bulan Seleksi III umur 8 bulan Seleksi IV saat akan di tanam ke lapangan. Seleksi bibit di Main Nursery umumnya ± 15%. Setiap tahapan seleksi agar dilaksanakan per bedengan per kelompok/ kategori persilangan dengan memberi tanda silang (X) warna putih pada polybag dan jumlah bibit yang afkir dicatat, kemudian disingkirkan di suatu tempat diluar bedengan. Seleksi bibit dilaksanakan oleh petugas khusus yang terlatih & berpengalaman, diawasi langsung oleh asisten bibitan / afdeling atau asisten kepala. Bibit afkir yang telah disingkirkan pada setiap tahapan seleksi harus segera dimusnahkan seluruhnya. Kriteria bibit abnormal untuk seleksi di Main Nursery (MN) antara lain : Pertumbuhan bibit terlambat / kerdil (runt), bibit tumbuh berputar, pelepah
52 52 daun tegak dan kaku (barren), anak daun tidak merata/ pendek (top flat), pelepah dan anak daun terkulai / lemah, bibit yang terserang penyakit tajuk (crown disease), bentuk anak daun tidak sempurna yaitu helaian daun tumbuh rapat (short internode) atau sangat jarang (wide internode), anak daun sempit dan bibit terserang hama / penyakit. D. Kontrolling Pekerjaan Penyeleksian bibit ini harus diawasi oleh Mandor 1 dan Mandor pemeliharaan, supaya pekerja bisa lebih mahir dalam penyeleksian bibit yang akan di buang. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dilapangan yaitu cuaca yang kurang bagus, maka apabila hujan pekerjaan di berhentikan. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Untuk kegiatan seleksi pembibitan, sejauh kami berdiskusi dengan pembimbing lapang, semua kegiatan dilaksanakan sesuai dengan Instruksi Kerja dari perusahaan Selasa, 25 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan, STP Assistant Afdeling
53 Manajemen Penanaman Tanaman Kelapa Sawit Nomor LIK : Kegiatan : Penanaman LCC A. Perencanaan Luas : 686,05 Ha Lokasi : Afd. VIII Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Pisau Unit Cangkul Unit Kayu Btg Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Mucuna Kg Pupuk RP Kg Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Kegiatan 1. Melakukan penanaman mucuna Waktu Pelaksanaan WIB s/d Selesai Satuan Jumlah Harga Biaya HK
54 54 B. Organisasi Manager Asisten Afd Mandor I Mandor Pekerja Wewenang dan tanggung jawab Manager : Bertanggung jawab langsung terhadap distrik manager,dalam pengelolaan dan pengawasan terhadap seluruh aspek kegiatan, produksi, adminitrasi dan keuangan di Kebun. Menejer memiliki wewenang untuk memberikan sanksi tegas kepada bawahannya yang tidak menjalankan perintah yang dikomandokannya. Asisten Afd : Bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, berwenang untuk menegur baik mandor ataupun pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan instruksi yang telah disampaikan dan bertanggung jawab untuk memastikan penanaman bibit kelapa sawitdapat diselesaikan sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor I : Bertanggung jawab langsung kepada asisten afdeling, berwenang menegur bawahanya apabila kegiatan penanaman bibit kelapa sawit tidak sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor : bertanggung jawab langsung kepada mandor 1, bertugas membuat peta rencana dan realisasi areal yang akan dilakukan untuk penanaman kacangan, memiliki wewenangmenetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi lahan danmengawasi pekerjaan serta memeriksa hasilnya.
55 55 Pekerja : Bertanggung jawab langsung kepada mandor,bertugas menanam bibit kelapa sawit yang telah diperintahkan oleh mandor dan dijalankan sesuai dengan standar perusahaan yang ada. C. Actuating Pada jam WIB mandor langsung kelapangan bersama dengan karyawan Bibit diecer sesuai dengan kebutuhan lapangan. Sebelum bibit dimasukkan kedalam lobang, terlebih dahulu disesuaikan dalamnya lobang dengan ketinggian tanah polybag menggunakan mal dari bambu. Setelah sesuai, bibit dimasukkan kedalam lobang setelah terlebih dahulu dasar polybag dibuka dengan memakai pisau yang tajam. Apabila kedudukan bibit telah benar, dilihat dari arah barisan maupun dari arah mata-lima, barulah pekerjaan menimbun dapat dimulai.sebelum pekerjaan menimbun dimulai, terlebih dahulu sisi bagian bawah polybag dibelah sampai 1/3 nya. Kemudian polybag ditarik keatas sampai menutupi pangkal batang bibit Pekerjaan menimbun dilaksanakan dengan uruturutan kegiatan sebagai berikut: Masukkan tanah-galian-atas (top soil) sampai 1/3 kedalaman lobang. Padatkan sampai padat dengan memakai sebatang kayu. Masukkan sisa tanah-galian-atas (top soil) ditambah dengan tanahgalian-bawah (sub soil) sampai mencapai 2/3 kedalaman lobang. Padatkan lagi sampai padat dengan memakai sebatang kayu. Masukkan sisa tanah galian yang dan padatkan sampai padat betul. Pelaksanaan penimbunan ini dilaksanakan dengan benar, ditandai dengan tidak ada lagi tanah galian yang tersisa. Setelah penanaman dan penimbunan selesai dilaksanakan, polybag diambil dan diletakkan dipuncak pancang sebagai kontrol bahwa bibit pada titik-tanam itu telah selesai ditanam dan jumlah pohon pelaksanaan penanaman kelapa sawit agar dicatat. D. Kontrolling Kontrol dilakukan oleh asisten afdeling dan mandor dimana asisten afdeling dan mandor mengawasi bagaimana kegiatan penanaman kacangan dilakukan. Apabila pekerjaan yang dilakukan pekerja belum sesuai dengan
56 56 standar perusahaan, maka asisten maupun mandor berhak langsung mengevaluasi kesalahan yang dilakukan oleh penabur tersebut. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Pada kegiatan penanaman bibit kelapa sawit yang menjadi kendala adalah cuaca. Apabila terjadi hujan maka akan menyulitkan penanaman maka akan menyusahkan karena tanah ajan menjadi lengket dan lubang akan berair maka tindakan yang diambil apabila hujan, pekerjaan harus diberhentikan sementara waktu. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Kegiatan penanaman kacangan ini tidak dilakukan dilapangan maka kami hanya berdiskusi dan kami tidak dapat memberikan Komentar mengenai penanaman kacangan dilapang. Selasa, 25 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan, STP Assistant Afdeling
57 57 Nomor LIK : Kegiatan : Pengajiran (pemancangan) A. Perencanaan Luas : 686,05 Ha Lokasi : Afd. VIII Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Bahan : Tidak ada Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Theodolit Unit Pancang Unit Water Pass Unit Kawat Gulung Cangkul Unit Hole Digger Unit Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Waktu Satuan Jumlah Harga Biaya Kegiatan Pelaksanaan 1. Melakukan pemancangan WIB s/d Selesai HK B. Organisasi Manager Asisten Afd Mandor I Mandor Pekerja
58 58 Wewenang dan tanggung jawab Manager : Bertanggung jawab langsung terhadap distrik manager, dalam pengelolaan dan pengawasan terhadap seluruh aspek kegiatan, produksi, adminitrasi dan keuangan di Kebun. Menejer memiliki wewenang untuk memberikan sanksi tegas kepada bawahannya yang tidak menjalankan perintah yang dikomandokannya. Asisten Afd : Bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, berwenang untuk menegur baik mandor ataupun pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan instruksi yang telah disampaikan dan bertanggung jawab untuk memastikan pemancangan dapat diselesaikan sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor I : Bertanggung jawab langsung kepada asisten afdeling, berwenang menegur bawahanya apabila kegiatan pemancangan tidak sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor : bertanggung jawab langsung kepada mandor 1, bertugas membuat peta rencana dan realisasi areal yang akan dilakukan untuk penanaman ulang, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi lahan dan mengawasi pekerjaan serta memeriksa hasilnya. Pekerja : Bertanggung jawab langsung kepada mandor, bertugas menaburkan kompos yang telah diperintahkan oleh mandor dan dijalankan sesuai dengan standar perusahaan yang ada. C. Actuating Pada jam WIB mandor pemeliharaan langsung kelapangan bersama dengan karyawan menuju blok yang akan dilakukan pemancangan. Adapun cara kerja untuk kegiatan pemancangan yaitu menentukan arah barisan Utara Selatan, lalu menentukan jarak tanam, lalu menentukan patok hektaran (100 X 100 m), hasil pemetaan sebagai titik pusat, tentukan pancang kepala dengan jarak tanam yang telah ditetapkan, setelah hektaran pertama selesai dipancang diteruskan ke hektaran berikutnya dengan cara meluruskan barisan pancang kepala dengan pancang isi. Setiap pancang isi dihubungkan dengan tali / kawat
59 59 sesuai dengan jarak tanam, pancang yang telah cocok posisinya tidak dibenarkan dicabut sebelum dilakukan penanaman. Standar prestasi kerjanya adalah 0,2 Ha/Hk. Alat pelindung diri yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sepatu bot, sarung tangan, kaca mata dan helm. D. Kontrolling Kontrol dilakukan oleh asisten afdeling dan mandor dimana asisten afdeling dan mandor mengawasi bagaimana kegiatan pemancangan dilakukan. Supaya hasil pekerja sesuai dengan Instruksi Keja (IK). E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Pada kegiatan pemancangan yang menjadi kendala adalah cuaca. Maka sebaiknya kegiatan pemancangan dilaksanakan pada musim kemarau agar tidak tergangggu oleh perubahan cuaca. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Pengajiran atau pemancangan dilakukan untuk mendapatkan barisan tanam kelapa sawit yang lurus terlihat dari berbagai sudut sehingga akan mempermudah proses perawatan, transportasi, dan lainnya. Dalam kegiatan pemancangan APD sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerja. Rabu, 26 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan, STP Assisten Afdeling
60 60 Nomor LIK : Kegiatan : Pembuatan Lubang Tanam Dan Penanaman A. Perencanaan Luas : 686,05 Ha Lokasi : Afd. VIII Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Mal Bambu Unit Pancang Unit Hole Digger Unit Pisau Cutter Unit Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Waktu Satuan Jumlah Harga Biaya Kegiatan Pelaksanaan 1. Membuat lubang tanam dan penanaman WIB s/d Selesai HK
61 61 B. Organisasi Manager Asisten Afd Mandor I Mandor Pekerja Wewenang dan tanggung jawab Manager : Bertanggung jawab langsung terhadap distrik manager, dalam pengelolaan dan pengawasan terhadap seluruh aspek kegiatan, produksi, administrasi dan keuangan di Kebun. Menejer memiliki wewenang untuk memberikan sanksi tegas kepada bawahannya yang tidak menjalankan perintah yang dikomandokannya. Asisten Afd : Bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, berwenang untuk menegur baik mandor ataupun pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan instruksi yang telah disampaikan dan bertanggung jawab untuk memastikan pemancangan dapat diselesaikan sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor I : Bertanggung jawab langsung kepada asisten afdeling, berwenang menegur bawahanya apabila kegiatan pemancangan tidak sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor : bertanggung jawab langsung kepada mandor 1, bertugas membuat peta rencana dan realisasi areal yang akan dilakukan untuk penanaman ulang, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi lahan dan mengawasi pekerjaan serta memeriksa hasilnya.
62 62 Pekerja : Bertanggung jawab langsung kepada mandor, bertugas menaburkan kompos yang telah diperintahkan oleh mandor dan dijalankan sesuai dengan standar perusahaan yang ada. C. Actuating Pembuatan lobang tanaman dilaksanakan + 2 minggu sebelum penanaman. ukuran obang. Areal Mekanis : 60 cm x 60 cm x 50 cm atau : 50 cm x 50 cm x 40 cm. Areal ex Manual/Khemis : 70 cm x 70 cm x 60 cm atau : 60 cm x 60 cm x 50 cm. Pembuatan lobang dapat juga dilaksanakan secara mekanis dengan memakai Hole Digger dengan ukuran lobang diameter 70 cm dan kedalaman 60 cm. Lubang tanaman digali tepat pada posisi pancang isi, agar lobang tanam tidak bergeser. Dalam pembuatan lobang secara manual agar tanah-galian-atas (top soil) ditempatkan disebelah Timur lobang dan tanah-galian bawah (sub soil) ditempatkan disebelah Barat dari lobang. Untuk penanaman bibit diecer sesuai dengan kebutuhan lapangan. sebelum bibit dimasukkan kedalam lobang, terlebih dahulu disesuaikan dalamnya lobang dengan ketinggian tanah polybag menggunakan mal dari bambu. Setelah sesuai, bibit dimasukkan kedalam lobang setelah terlebih dahulu dasar polybag dibuka dengan memakai pisau yang tajam. Apabila kedudukan bibit telah benar, dilihat dari arah barisan maupun dari arah mata-lima, barulah pekerjaan menimbun dapat dimulai. Sebelum pekerjaan menimbun dimulai, terlebih dahulu sisi bagian bawah polybag dibelah sampai 1/3 nya. kemudian polybag ditarik keatas sampai menutupi pangkal batang bibit. Pekerjaan menimbun dilaksanakan dengan urut-urutan kegiatan sebagai berikut: masukkan tanah-galian-atas (top soil) sampai 1/3 kedalaman lobang. padatkan sampai padat dengan memakai sebatang kayu. masukkan sisa tanahgalian-atas (top soil) ditambah dengan tanah-galian-bawah (sub soil) sampai mencapai 2/3 kedalaman lobang. D. Kontrolling
63 63 Kontrol dilakukan oleh asisten afdeling dan mandor dimana asisten afdeling dan mandor mengawasi bagaimana kegiatan pemancangan dilakukan. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Pada kegiatan pembuatan lubang tanam dan penanaman yang menjadi kendala adalah cuaca. Maka sebaiknya kegiatan pembuatan Lubang tanam sebaiknya dilaksanakan pada musim kemarau agar tidak tergangggu dan penanaman dilaksanakan secara bersamaan. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Untuk kegiatan ini kami selaku Mahasiswa magang tidak dapat memberikan komentar karena kegiatan ini hanya dilakukan dengan cara diskusi bersama pembimbing lapang. Rabu, 26 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan, STP Assisten Afdeling
64 Manajemen Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Manajemen pemupukan tanaman kelapa sawit Nomor LIK : Kegiatan : Pemupukan Dolomite Pada TM A. Perencanaan Luas : 48,9 Ha Lokasi : Afd III Blok DD 23 dan CC 23 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Ember Unit Kain gendong Unit Mangkok takaran Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1 Dolomite Kg , Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub kegiatan Waktu pelaksanaan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1 Muat pupuk WIB HK Pelangsiran dan pemupukan WIB HK B. Organisasi Asisten Afd Mandor I Mandor pemupuk Pengawas Pupuk Papam Pemupuk dan Pelangsir
65 65 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Afd : Asisten Afdeling bertanggung jawab membuat anggaran pembiayaan pemupukan, mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasil kerja harian. memonitor kelancaran kerja dan memecahkan masalah yang ada. dan memiliki wewenang untuk memberikan teguran kepada bawahannya apabila kegiatan pemupukan tersebut tidak sesuai dengan instruksi kerja Perusahaan. Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana kerja dan mengatur kegiatan kerja setiap hari, membina tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.memiliki wewenang mengatur transportasi dan material yang digunakan. mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Mandor pemupuk : bertanggung jawab mengatur pembagian ancak pekerja di lapangan,memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi. mengawasi pekerjaan dan memeriksa hasilnya setiap saat. Pengawas pupuk : bertanggung jawab mengawasi pengeceran pupuk dilapangan dan aplikasinya dan memiliki wewenang untuk memberikan sanksi kepada pengecer pupuk apabila pengeceran pupuk tidak tepat. Papam : papam memiliki tanggung jawab untuk mengawasi kegiatan pemupukan dilapangan dengan tujuan untuk menghindari terjadinya pencurian pupuk oleh pihak tertentu saat dilapangan. Dan memiliki wewenang memberikan sanksi kepada pihak tertentu apabila tertangkap mencuri pupuk. Pemupuk dan pelangsir : bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan pemupukan sesuai dengan instruksi dari pihak perusahaan. Dan pelangsir bertanggung jawab untuk melangsir pupuk kepada tenaga pemupuk. C. Actuating Pada jam WIB mandor pemupukan meminta pupuk ke gudang yang dilengkapi dengan surat pengantar barang ( SPK dan SPB ) yang telah
66 66 ditandatangani oleh assistant. pemuat mulai memuat pupuk kedalam truk dan langsung mengecer pupuk pada titik-titik pengeceran yang telah ditentukan dilapangan dengan didampingi oleh mandor pemupukan. pelangsir bertugas melangsir dan menuangkan pupuk kedalam ember dan gendongan penabur. 1 regu terdiri dari 3 orang 2 penabur dan 1 pengecer. dimana masing-masing penabur membawa 2 baris tanaman. Jarak penaburan pupuk dari batang pokok adalah 1,5 m - 2 meter dengan dosis 1,25 kg/pokok. Selesai kegiatan pemupukan maka karung pupuk dikumpulkan dan dihitung kembali jumlahnya. D. Kontrolling Kegiatan pemupukan dipantau oleh asisten Afdeling, mandor I dan mandor pemupuk bersama dengan pengawas pupuk dimana mandor I dan mandor pupuk mengawasi bagaimana kegiatan pemupukan dilakukan. Dan melihat hasil pemupukan apakah pupuk tersebut tepat sasaran. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dalam kegiatan pemupukan yaitu keterlambatan datangnya material/pupuk di lapangan yang menyebabkan terjadinya penundaan pekerjaan, adapun tindakan yang diambil yaitu salah satu mandor harus ikut mengawasi ke gudang pupuk, jika operator dump truk belum juga datang pada waktu yang telah ditentukan maka mandor segera menghubungi operator tersebut. Selain itu kendala karena perubahan cuaca tiba tiba yang mengakibatkan kegiatan pemupukan dihentikan dan pupuk harus segera dikembalikan kegudang kembali dengan membuat surat pengantar barang. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Pemupukan merupakan kegiatan hal yang paling penting diperusahan dapat dilihat dari segi Biaya operasional sangat besar selain itu juga Pemupukan merupakan hal yang utama dalam keberhasilan dalam budidaya kelpa sawit. Maka dari itu kegitan pemupukan harus dilakukan hati-hati dalam memberikan dosis pada tanaman. Dari pelaksanaaan kegiatan pemupukan pada tanaman
67 67 menghasilkan, teknik ataupun sistem pemupukan yang dilakukan oleh pekerja sama dengan teori dan praktek yang dilakukan di perkuliahan yaitu penaburan pupuk dengan sistem sebar melingkar. Di PTPN III kebun sei daun, pengawasan pada saat pelaksanaan pemupukan adalah menjadi hal yang sangat penting. Mandor dan asistant afdeling wajib hadir dan berada ditempat dan melakukan kontrol terhadap aplikasi proses pemupukan. Dan hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah APD. APD harus digunakan oleh pemupukan mengingat APD merupakan salah satu komponen penting yang harus diterapkan oleh pihak perusahaan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja. Selasa, 20 Maret 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Irwansyah Assistant Afdeling
68 68 Nomor LIK : Kegiatan : Pemupukan NPK Palmo Pada TM A. Perencanaan Luas : 24,45 Ha Lokasi : Afd. III Blok BB 24 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Ember Unit Kain gendong Unit Mangkok takaran Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1 NPK Palmo Kg , Penggunaan tenaga kerja No Jenis sub kegiatan Waktu pelaksanaan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1 Muat pupuk WIB HK Pelangsiran dan pemupukan WIB HK B. Organisasi Asisten Afd Mandor I Mandor pemupuk Pengawas Pupuk Papam Pemupuk dan Pelangsir
69 69 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Afd : Asisten Afdeling bertanggung jawab membuat anggaran pembiayaan pemupukan, mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasil kerja harian. memonitor kelancaran kerja dan memecahkan masalah yang ada. dan memiliki wewenang untuk memberikan teguran kepada bawahannya apabila kegiatan pemupukan tersebut tidak sesuai dengan instruksi kerja Perusahaan. Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana kerja dan mengatur kegiatan kerja setiap hari, membina tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.memiliki wewenang mengatur transportasi dan material yang digunakan. mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Mandor pemupuk : bertanggung jawab mengatur pembagian ancak pekerja di lapangan,memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi. mengawasi pekerjaan dan memeriksa hasilnya setiap saat. Pengawas pupuk : bertanggung jawab mengawasi pengeceran pupuk dilapangan dan aplikasinya dan memiliki wewenang untuk memberikan sanksi kepada pengecer pupuk apabila pengeceran pupuk tidak tepat. Papam : papam memiliki tanggung jawab untuk mengawasi kegiatan pemupukan dilapangan dengan tujuan untuk menghindari terjadinya pencurian pupuk oleh pihak tertentu saat dilapangan. Dan memiliki wewenang memberikan sanksi kepada pihak tertentu apabila tertangkap mencuri pupuk. Pemupuk dan pelangsir : bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan pemupukan sesuai dengan instruksi dari pihak perusahaan. Dan pelangsir bertanggung jawab untuk melangsir pupuk kepada tenaga pemupuk. C. Actuating Pada jam WIB mandor pemupukan meminta pupuk ke gudang yang dilengkapi dengan surat pengantar barang ( SPK dan SPB ) yang telah ditandatangani oleh field assistant. pemuat mulai memuat pupuk kedalam truk
70 70 dan langsung mengecer pupuk pada titik-titik pengeceran yang telah ditentukan dilapangan dengan didampingi oleh mandor pemupukan. pelangsir bertugas melangsir dan menuangkan pupuk kedalam ember dan gendongan penabur. 1 regu terdiri dari 3 orang 2 penabur dan 1 pengecer. dimana masing-masing penabur membawa 2 baris tanaman. Sebelum kegiatan pemupukan dilakukan terlebih dahulu membuat pocket untuk meletakkan pupuk mengingat jenis pupuk ini tidak sama dengan pupuk yang lainnya. Pupuk NPK palmo berukuran lebih besar berbentuk tablet. Untuk itu jenis pupuk ini harus dibenam. Dan pengaplikasian pupuk ini dilakukan sebanyak 2 kali setahun. Jarak antar pocket yang satu dengan yang lainnya yaitu 1,5 m dan satu batang pokok terdiri dari 4 lubang tanam dengan dosis 3,25 kg/pokok. Selesai kegiatan pemupukan maka karung pupuk dikumpulkan dan dihitung kembali jumlahnya dikantor afdeling. D. Kontrolling Kegiatan pemupukan dipantau oleh asisten Afdeling, mandor I dan mandor pemupuk bersama dengan pengawas pupuk dimana mandor I dan mandor pupuk mengawasi bagaimana kegiatan pemupukan dilakukan. Dan melihat hasil pemupukan apakah pupuk tersebut tepat sasaran. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dalam kegiatan pemupukan yaitu keterlambatan datangnya material/pupuk di lapangan yang menyebabkan terjadinya penundaan pekerjaan, adapun tindakan yang diambil yaitu salah satu mandor harus ikut mengawasi ke gudang pupuk, jika operator dump truk belum juga datang pada waktu yang telah ditentukan maka mandor segera menghubungi operator tersebut. Selain itu kendala karena perubahan cuaca tiba tiba yang mengakibatkan kegiatan pemupukan dihentikan dan pupuk harus segera dikembalikan kegudang kembali dengan membuat surat pengantar barang.
71 71 F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Dari pelaksanaaan kegiatan pemupukan pada tanaman menghasilkan, teknik ataupun sistem pemupukan yang dilakukan oleh pekerja sama dengan teori dan praktek yang dilakukan di perkuliahan yaitu penaburan pemberian pupuk dengan sistem pocket untuk jenis pupuk yang memiliki ukuran agak besar ( tablet ) dengan sistem pocket. Di PTPN III kebun sei daun, pengawasan pada saat pelaksanaan pemupukan adalah menjadi hal yang sangat penting. Mandor dan asistant afdeling wajib hadir dan berada ditempat dan melakukan kontrol terhadap aplikasi proses pemupukan. Selain itu APD untuk masing masing pekerja harus benar- benar diperhatikan mengingat APD merupakan salah satu komponen penting yang harus diterapkan oleh pihak perusahaan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja. Kamis, 09 April 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Irwansyah Assistant Afdeling
72 72 Nomor LIK : Kegiatan : Pemupukan TSP Pada TBM A. Perencanaan Luas : 14 Ha Lokasi : Afd III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Ember Unit Kain gendong Unit Mangkok takaran Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1 TSP Kg 500, , Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub kegiatan Waktu pelaksanaan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1 Muat pupuk WIB HK Pelangsiran dan pemupukan WIB HK B. Organisasi Asisten Afd Mandor I Mandor pemupuk Pengawas Pupuk Papam Pemupuk dan Pelangsir
73 73 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Afd : Asisten Afdeling bertanggung jawab membuat anggaran pembiayaan pemupukan, mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasil kerja harian. memonitor kelancaran kerja dan memecahkan masalah yang ada. dan memiliki wewenang untuk memberikan teguran kepada bawahannya apabila kegiatan pemupukan tersebut tidak sesuai dengan instruksi kerja Perusahaan. Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana kerja dan mengatur kegiatan kerja setiap hari, membina tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.memiliki wewenang mengatur transportasi dan material yang digunakan. mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Mandor pemupuk : bertanggung jawab mengatur pembagian ancak pekerja di lapangan,memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi. mengawasi pekerjaan dan memeriksa hasilnya setiap saat. Pengawas pupuk : bertanggung jawab mengawasi pengeceran pupuk dilapangan dan aplikasinya dan memiliki wewenang untuk memberikan sanksi kepada pengecer pupuk apabila pengeceran pupuk tidak tepat. Papam : papam memiliki tanggung jawab untuk mengawasi kegiatan pemupukan dilapangan dengan tujuan untuk menghindari terjadinya pencurian pupuk oleh pihak tertentu saat dilapangan. Dan memiliki wewenang memberikan sanksi kepada pihak tertentu apabila tertangkap mencuri pupuk. Pemupuk dan pelangsir : bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan pemupukan sesuai dengan instruksi dari pihak perusahaan. Dan pelangsir bertanggung jawab untuk melangsir pupuk kepada tenaga pemupuk. C. Actuating Pada jam WIB mandor pemupukan meminta pupuk ke gudang yang dilengkapi dengan surat pengantar barang ( SPK dan SPB ) yang telah ditandatangani oleh field assistant. pemuat mulai memuat pupuk kedalam truk
74 74 dan langsung mengecer pupuk pada titik-titik pengeceran yang telah ditentukan dilapangan dengan didampingi oleh mandor pemupukan. pelangsir bertugas melangsir dan menuangkan pupuk kedalam ember dan gendongan penabur. 1 regu terdiri dari 3 orang penabur dan 1 pengecer. dimana masing-masing penabur membawa 2 baris tanaman. Jarak penaburan pupuk dari batang pokok adalah 0,5 meter dengan dosis 250 gr/pokok. Selesai kegiatan pemupukan maka karung pupuk dikumpulkan dan dihitung kembali jumlahnya dikantor afdeling. D. Kontrolling Kegiatan pemupukan dipantau oleh asisten Afdeling, mandor I dan mandor pemupuk bersama dengan pengawas pupuk dimana mandor I dan mandor pupuk mengawasi bagaimana kegiatan pemupukan dilakukan. Dan melihat hasil pemupukan apakah pupuk tersebut tepat sasaran. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Adapun kendala yang sering terjadi dalam kegiatan pemupukan yaitu keterlambatan datangnya material/pupuk di lapangan yang menyebabkan terjadinya penundaan pekerjaan, adapun tindakan yang diambil yaitu salah satu mandor harus ikut mengawasi ke gudang pupuk, jika operator dump truk belum juga datang pada waktu yang telah ditentukan maka mandor segera menghubungi operator tersebut. Selain itu kendala karena perubahan cuaca tiba tiba yang mengakibatkan kegiatan pemupukan dihentikan dan pupuk harus segera dikembalikan kegudang kembali dengan membuat surat pengantar barang. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Dalam melakukan pemupukan harus mengikuti norma 6 T yaitu tepat jenis, tepat waktu, tepat cara, tepat letak, tepat bentuk dan tepat perimbangan dosis. Selain itu APD untuk masing masing pekerja harus benar- benar diperhatikan mengingat APD merupakan salah satu komponen penting yang
75 75 harus diterapkan oleh pihak perusahaan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja. Selasa, 31 Maret 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Irwansyah Assistant Afdeling
76 76 Nomor LIK : Kegiatan : Aplikasi Tankos Pada TBM A. Perencanaan Luas : 14 Ha Lokasi : Afd. III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Gancu Unit Angkong Unit Penggunaan Bahan No Nama Bahan Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Tankos Ton Penggunaan tenaga kerja No Jenis sub kegiatan Waktu pelaksanaan 1 Aplikasi Tankos di TBM Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) wib HK B. Organisasi Asisten Afd Mandor I Mandor pemeliharaan Karyawan
77 77 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Afd : Asisten Afdeling bertanggung jawab untuk mengkoordinator kegiatan pengaplikasian Tankos dilapangan. Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana kegiatan untuk areal yang akan diaplikasikan tankos, memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Mandor pemeliharaan : bertanggung jawab membuat peta rencana dan realisasi areal yang akan dilakukan untuk pengaplikasian tankos memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi. mengawasi pekerjaan dan memeriksa hasilnya. Karyawan : bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi kerja perusahaan. C. Actuating Pada jam WIB mandor pemeliharaan langsung kelapangan bersama dengan karyawan menuju blok CC 26. Adapun cara kerja untuk kegiatan aplikasi tankos yaitu tankos diangkut menggunakan angkong atau beko dan pada saat untuk mengangkut, karyawan menggnakan alat gancu untuk mempermudah kegiatan penyusunan di pokok dan didalam angkong. Adapun jarak pengaplikasian dari pokok tanaman 0,5 m dengan ketebalan 1 lapis yang terdiri dari 3 baris ± 69 tankos kemudian disusun dengan rapi dan melingkar. Standar kerjanya kg /Hk. D. Kontrolling Kegiatan aplikasi tankos dipantau oleh mandor I dan mandor pemeliharaan mandor I dan mandor pemeliharaan mengawasi bagaimana kegiatan aplikasi tankos dilakukan. Dan melihat hasilnya apakah kegiatan tersebut tepat sasaran. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil
78 78 Masalah yang dihadapi dalam melakukan kegiatan ini adalah saat pelangsiran tandan kosong ketanaman pokok sulit untuk membawa dengan menggunakan gerobak, karena ada beberapa areal yang gulma dan kacangan (LCC) tebal jadi angkong atau beko tidak bisa berjalan. Tindakan yang diambil yaitu dengan cara membersihkan areal pokok terlebih dahulu sebelum pengaplikasian tankos. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Tujuan aplikasi limbah pabrik adalah : Dari sisi pabrik adalah untuk mengurangi biaya pengolahan limbah. Dari sisi kebun adalah untuk : Menggantikan sebagian atau seluruh hara yang biasanya diberikan melalui pupuk anorganik dengan tujuan untuk menghemat biaya pemupukan. Mendaur ulang limbah pabrik ke kebun dengan tujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Memperbaiki kondisi fisik (kelembaban, suhu, struktur) dan biologis (kadar bahan organik dan aktivitas mikroorganisme) tanah, dengan tujuan untuk mendorong perkembangan akar dan meningkatkan ketersediaan hara guna meningkatkan efektivitas penyerapan hara oleh tanaman, terutama pada tanah kurang subur. Akan tetapi kegiatan pengapliaksian tandan kosong yang dilihat dilapangan bahwa dimana pekerja tandan kosong ini tidak memakai APD untuk meindungi diri. Pekerja perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan pada APD. Rabu, 15 April 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Irwansyah Assistant Afdeling
79 79 Nomor LIK : Kegiatan : Penaburan Kompos A. Perencanaan Luas : 21 Ha Lokasi : Afd. VIII Blok JJ 25 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Bahan : Kompos Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Angkong Unit Sekop Unit Cangkul Unit Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Kegiatan 1. Pemberian kompos pada piringan TM kelapa sawit Waktu Pelaksanaan WIB s/d Selesai Satuan Jumlah Harga Biaya HK B. Organisasi Manager Asisten Afd Mandor I Mandor Pemeliharaan Penabur
80 80 Wewenang dan tanggung jawab Manager : Bertanggung jawab langsung terhadap distrik manager, dalam pengelolaan dan pengawasan terhadap seluruh aspek kegiatan, produksi, adminitrasi dan keuangan di Kebun. Menejer memiliki wewenang untuk memberikan sanksi tegas kepada bawahannya yang tidak menjalankan perintah yang dikomandokannya. Asisten Afd : Bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, berwenang untuk menegur baik mandor ataupun karyawan yang bekerja tidak sesuai dengan instruksi yang telah disampaikan dan bertanggung jawab untuk memastikan penaburan kompos dapat diselesaikan sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor I : Bertanggung jawab langsung kepada asisten afdeling, berwenang menegur bawahanya apabila kegiatan penaburan kompos tidak sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor Pemeliharaan : bertanggung jawab langsung kepada mandor 1, bertugas membuat peta rencana dan realisasi areal yang akan dilakukan untuk penaburan kompos, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi lahan dan mengawasi pekerjaan serta memeriksa hasilnya. Penabur : Bertanggung jawab langsung kepada mandor pemeliharaan, bertugas menaburkan kompos yang telah diperintahkan oleh mandor dan dijalankan sesuai dengan standar perusahaan yang ada. C. Actuating Pada jam WIB mandor pemeliharaan langsung kelapangan bersama dengan karyawan menuju blok JJ 25. Adapun cara kerja untuk kegiatan penabur kompos yaitu kompos diangkut menggunakan gerobak sorong. Lalu kompos ditaburkan pada piringan tanaman kelapa sawit. Adapun jarak penaburan dari pokok tanaman yaitu 0,5 m sebanyak 25 kg per tanaman. Standar prestasi kerjanya adalah 0,2 Ha/Hk. Alat pelindung diri yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sepatu bot, sarung tangan, kaca mata dan helm.
81 81 D. Kontrolling Kontrol dilakukan oleh asisten Afdeling dan mandor pemeliharaan dimana mandor mengawasi bagaimana kegiatan penaburan kompos dilakukan. Apabila pekerjaan yang dilakukan penabur belum sesuai dengan standar perusahaan, maka asisten maupun mandor langsung mengevaluasi kesalahan yang dilakukan oleh penabur tersebut. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Pada kegiatan penaburan kompos yang menjadi kendala adalah cuaca. Apabila hari hujan maka kegiatan penaburan kompos tersebut ditunda dan dilakukan pada keesokan harinya. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Penaburan kompos dilakukan untuk memanfaatkan hasil produksi dari pabrik kompos. Adapun tujuan penaburan kompos ini adalah untuk menambah unsur hara didalam tanah selain dari hara yang diberikan melalui pemupukan anorganik. Selain itu penggunaan kompos juga berfungsi untuk meningkatkan aktivitas hayati didalam tanah sehingga tanah tidak akan menjadi miskin organik dan bisa dapat juga menghemat cost didalam kegiatan pemupukan anorganik. Rabu, 6 Mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan, STP Assisten Afdeling
82 Manajemen Pengendalian Gulma Tanaman Kelapa Sawit Nomor LIK : Kegiatan : Penyemprotan Anak Kayu Secara Khemis Pada TM A. Perencanaan Luas : 24,45 Ha Lokasi : Afd III Blok BB 23 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Knapsack sprayer Unit Jerigen 20 L Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Sida Up 490 SL Liter Ally Kg 1 kg Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub kegiatan 1 Menyemprot anak kayu Waktu Satuan Jumlah Harga Biaya pelaksanaan (Rp) (Rp) Wib HK B. Organisasi Asisten Afd Mandor I Mandor pemel Pekerja
83 83 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Afd : Asisten Afdeling bertanggung jawab untuk mengkoordinator kegiatan pengendalian gulma dilapangan. Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana kegiatan pengendalian gulma sebelum pengendalian dilakukan, memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Mandor pemeliharaan : bertanggung jawab membuat peta rencana dan realisasi areal penyemprotan, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi. mengawasi pekerjaan dan memeriksa hasilnya. Pekerja : bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi kerja perusahaan. C. Actuating Mandor Pemeliharaan bertugas mencampurkan material kedalam jerigen yang akan dicampurkan dengan air dan herbisida. Campurkan herbisida Sida Up ( glifosat ) dengan dosis 80 cc/12 liter air dan ally dengan dosis 20 cc/12 liter air ke dalam dirigen. Kemudian Aduk sampai merata, kemudian tuangkan kedalam knapsak sprayer. dalam 1 regu terdiri dari 1 pengecer herbisida dengan 2 orang tenaga penyemprot. Setiap penyemprot melakukan penyemprotan pada gulma jenis anak kayu.). Pekerja spraying termasuk pekerja harian lepas dengan upah Rp /hari. D. Kontrolling Pekerjaan penyemprotan Anak kayu secara khemis diawasi oleh Asisten lapangan mandor I dan mandor pemeliharaan.mandor pemeliharaan memberikan arahan kepada pekerja penyemprot tentang pekerjaan yang akan dikerjakan. Selain memberikan arahan mandor juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan saat itu juga.
84 84 E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dilapangan yaitu kerusakan pada alat semprot seperti, tangki bocor, nozzle yang tersumbat. agar tidak terjadi lagi kerusakan seperti itu pada knapsack, maka sebelum digunakan sebaiknya diperiksa terlebih dahulu. Adapun faktor lain yang menjadi kendala yaitu cuaca yang kurang bagus, maka bila hujan turun kegiatan spraying ditunda dan digantikan dengan kegiatan yang lain atau dilanjutkan pada besok harinya dengan lokasi yang sama. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Kegiatan semprot anak kayu merupakan kegiatan yang sangat berdampak negatif terhadap pekerja apabila pekerja tidak menggunakan APD seperti pada pemakaian alat Knapsack terdapat beberapa keadaan alat yang kondisinya kurang baik yaitu terjadi kebocoran pada Tanki Knapsack sehingga ada material yang terbuang sia sia dan bisa berbahaya pada penyemprot maka dari itu Sebaiknya sebelum melakukan kegiatan penyemprotan hendaknya pekerja memeriksa alat terlebih dahulu. Pengendalian gulma dengan bahan kimia sangat berbahaya pada kesehatan, maka harus ditekankan kembali kepada pekerja harus memakai alat pelindung diri dengan baik dan benar. Selasa, 14 April 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Irwansyah Assistant Afdeling
85 85 Nomor LIK : Kegiatan : Penyemprotan Gawangan Dan Pasar Pikul Pada TM A. Perencanaan Luas : 24,45 Ha Lokasi : Afd III Blok AA 27 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Knapsack sprayer Unit Jerigen 20 L Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1. Sida Up 490 SL Liter Ally kg Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub kegiatan 1 Menyemprot pasar pikul Waktu Satuan Jumlah Harga Biaya pelaksanaan (Rp) (Rp) Wib HK B. Organisasi Asisten Afd Mandor I Mandor pemel Pekerja
86 86 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Afd : Asisten Afdeling bertanggung jawab untuk mengkoordinator kegiatan pengendalian gulma dilapangan. Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana kegiatan pengendalian gulma sebelum pengendalian dilakukan, memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Mandor pemeliharaan : bertanggung jawab membuat peta rencana dan realisasi areal penyemprotan, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi. mengawasi pekerjaan dan memeriksa hasilnya. Pekerja : bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi kerja perusahaan. C. Actuating Mandor Pemeliharaan bertugas mencampurkan material kedalam jerigen yang akan dicampurkan dengan air dan herbisida. Campurkan herbisida Sida Up ( glifosat ) dengan dosis 80 cc/12 liter air dan Ally dengan dosis 20 cc/12 liter air ke dalam dirigen. Kemudian Aduk sampai merata, kemudian tuangkan kedalam knapsak sprayer.setiap penyemprot melakukan penyemprotan pada gulma jenis anak kayu. Khusus untuk TM 1 pekerjaan semprot pasar pikul dilaksanakan dengan 6 rotasi setahun (1 x 2 bulan). Pekerja spraying termasuk pekerja harian lepas dengan upah Rp /hari. D. Kontrolling Pekerjaan penyemprotan Anak kayu secara khemis diawasi oleh Asisten lapangan mandor I dan mandor pemeliharaan.mandor pemeliharaan memberikan arahan kepada pekerja penyemprot tentang pekerjaan yang akan dikerjakan. Selain memberikan arahan mandor juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan saat itu juga.
87 87 E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dilapangan yaitu kerusakan pada alat semprot seperti, tangki bocor, nozzle yang tersumbat. agar tidak terjadi lagi kerusakan seperti itu pada knapsack, maka sebelum digunakan sebaiknya diperiksa terlebih dahulu. Adapun faktor lain yang menjadi kendala yaitu cuaca yang kurang bagus, maka bila hujan turun kegiatan spraying ditunda dan digantikan dengan kegiatan yang lain atau dilanjutkan pada besok harinya dengan lokasi yang sama. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Semprot anak kayu merupakan salah satu kegiatan rutinitas di dalam kebun. Kegiatan khemis dilakukan dengan rotasi 3 x 1 tahun dan 1 kali manual. Pengendalian gulma jenis anak kayu merupakan komponen terpenting karena dapat menyebabkan persaingan akan hara dan air dengan tanaman pokok, menurunkan mutu produksi dan secara umum gulma akan meningkatkan biaya usaha perkebunan karena adanya penambahan kegiatan di pertanaman. Pemakaian alat Knapsack terdapat beberapa keadaan alat yang kondisinya kurang baik yaitu terjadi kebocoran pada Tanki Knapsack sehingga ada material yang terbuang sia sia. Sebaiknya sebelum melakukan kegiatan penyemprotan hendaknya pekerja memeriksa alat terlebih dahulu. Pengendalian gulma dengan bahan kimia sangat berbahaya pada kesehatan, maka harus ditekankan kembali kepada pekerja harus memakai alat pelindung diri dengan baik dan benar. Rabu, 15 April 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Irwansyah Assistant Afdeling
88 88 Nomor LIK : Kegiatan : Dongkel Anak Kayu pada TBM A. Perencanaan Luas : 14 Ha Lokasi : Afd III Blok CC 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Bahan : Tidak ada Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Babat Unit Sepatu boot Unit Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub kegiatan 1 Mendongkel anak kayu Waktu Satuan Jumlah Harga Biaya pelaksanaan (Rp) (Rp) Wib HK B. Organisasi Asisten Afd Mandor I Mandor pemel karyawan
89 89 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Afd : Asisten Afdeling bertanggung jawab untuk mengkoordinator kegiatan pengendalian gulma Anak kayu dilapangan. Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana kegiatan pengendalian gulma sebelum pengendalian dilakukan, memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Mandor pemeliharaan : bertanggung jawab membuat peta rencana dan realisasi areal pengendalian, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi. mengawasi pekerjaan dan memeriksa hasilnya. Karyawan : bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi kerja perusahaan. C. Actuating Mandor Pemeliharaan memberikan pengarahan kepada karyawan tentang kegiatan tersebut. Adapun caranya Dongkel anak kayu dilaksanakan dengan cara mencabut/mendongkel anak kayu yang tumbuh dengan rotasi untuk TBM I & II 1 x 1 bulan, TBM III : 1 x 2 bulan. Dan untuk anak kayu yang masih sangat kecil bisa dilakukan dengan cara di babat. D. Kontrolling Pekerjaan penyemprotan Anak kayu secara khemis diawasi oleh Asisten lapangan mandor I dan mandor pemeliharaan.mandor pemeliharaan memberikan arahan kepada karyawan tentang pekerjaan yang akan dikerjakan. Selain memberikan arahan mandor juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan saat itu juga. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang sering terjadi dilapangan yaitu kerusakan pada alat babat seperti tangkai babat terlepas dan tumpul. agar tidak terjadi lagi kerusakan seperti itu, maka sebelum digunakan sebaiknya diperiksa terlebih dahulu.
90 90 F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Dongkel anak kayu merupakan salah satu kegiatan rutinitas di dalam kebun.tbm I dan II dengan rotasi 1 x 1 bulan dan TBM III 1 x 2 bulan. Pengendalian gulma jenis anak kayu merupakan komponen terpenting karena dapat menyebabkan persaingan akan hara dan air dengan tanaman pokok, menurunkan mutu produksi dan secara umum gulma akan meningkatkan biaya usaha perkebunan karena adanya penambahan kegiatan di pertanaman. Berdasarkan pengamatan dilapangan sebaiknya untuk mengefisienkan kegiatan ini pada saat mendongkel sekaligus diberi herbisida sistemik sehingga gulma akan mati perlahan dan rotasi pengendalian dapat dikurangi sehingga cost yang dikeluarkan lebih efektif dan efisien baik dari segi penggunaan bahan, biaya dan tenaga kerja. Kamis, 26 Maret 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Irwansyah Assistant Afdeling
91 Manajemen Pengendalian Hama Pada Tanaman Kelapa Sawit Nomor LIK : Kegiatan : Pengendalian Hama Tikus Pada TM A Perencanaan Luas : 24,45 Ha Lokasi : Afd. III Blok CC 27 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Sarung tangan Unit Sepatu boot Unit Masker Unit Penggunaan Bahan No Nama bahan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) 1 Ratgon Kg Penggunaan Tenaga Kerja No Jenis sub kegiatan 1 Meletakkan Racun diatas tandan Waktu pelaksanaan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp) Wib HK B. Organisasi Asisten Afd Mandor I Mandor pemel Karyawan
92 92 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Afd : Asisten Afdeling bertanggung jawab untuk mengkoordinator kegiatan pengendalian hama tikus dilapangan. Mandor I : bertanggung jawab membuat rencana kegiatan telling sebelum pengendalian hama dilakukan, memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan kerja dan memeriksa hasilnya. Mandor pemeliharaan : bertanggung jawab membuat peta rencana dan realisasi areal yang terserang, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi. mengawasi pekerjaan dan memeriksa hasilnya. Karyawan : bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi kerja perusahaan. C. Actuating Dalam kegiatan pengendalian hama tikus Seluruh pohon yang telah diserang tikus diberi tanda berupa pancang dan bendera dari plastik warna orange.untuk mendapatkan gambaran tentang intensitas dan penyebaran serangan tikus, areal yang telah diserang dipetakan. pemberantasan tikus dilaksanakan dengan pemberian racun tikus sebanyak 2 (dua) butir atau 2 gr/pokok pada setiap pohon yang telah diserang, diletakkan di atas tandan/ ketiak pohon (pekerja diharuskan memakai sarung tangan supaya tidak tercium bau manusia). Pemeriksaan ulang dilaksanakan setiap 3 (tiga) hari, dan racun yang telah dimakan langsung diberi penggantinya dan dicatat.semua pekerja diwajibkan melaporkan apabila menemukan adanya pohon yang diserang tikus.pemberian racun tikus dapat dihentikan apabila sudah tidak ada lagi racun yang dimakan. apabila serangan Tikus telah menyebar dalam Blok, maka pohon dalam Blok diberi umpan racun Pemberian umpan racun berdasarkan kriteria serangan yaitu :
93 93 D. Kontrolling Kegiatan pengendalian Hama tikus dipantau oleh asisten Afdeling, mandor I dan mandor pemeliharaan. mandor I dan mandor pemeliharaan mengawasi bagaimana kegiatan tersebut dilakukan. Dan melihat hasil aplikasi racun tikus apakah telah sesuai instruksi kerja dari perusahaan. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Adapun kendala dilapangan yang dihadapi yaitu kurang tersedianya tenaga ataupun kegiatan untuk melakukan pengamatan rutin saat setelah dilakukannya pengendalian hama tikus, sehingga akan mengakibatkan populasi tikus maupun tanaman yang terserang tercapai kembali. Adapun tindakan yang perlu diambil yaitu tetap melakukan pengamatan rutin walaupun pengendaliannya telah selesai dilakukan. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Hama terbesar diperusahaan adalah Hama tikus. Pada tanaman menghasilkan, hama tikus menyerang bunga betina dan bunga jantan, tikus juga memakan mesocarp ( daging buah ) baik pada tandan muda maupun yang sudah matang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tikus dapat memakan mesocarp ± 4 g/hari sehingga kehilangan produksi mencapai 5 % dari produksi normal. Oleh karena itu, pengendalian hama tikus perlu dilakukan pengawasannya dengan rutin serta pengendalian secara berkala dengan jadwal yang teratur pada semua areal ( rotasi mati ). Selain pengendalian hama tikus dilakukan secara kimia dengan memberikan bahan kimia seperti RATGONE. Tindakan pencegahan terbaik adalah dengan memasang umpan racun tikus dengan bahan aktif brodifakum pemberian umpan Klerat dan diamati setiap 3 hari sekali, dan cara lain juga bisa dilakukan yaitu dengan memusnahkan sarang sarangnya. Pengendalian hama bisa dilakukan secara hayati yaitu dengan memanfaatkan dan memelihara burung hant ( Tyto alba ) sebagai sarana pengendalian tikus.
94 94 Karena di Perusahaan PTPN 3 tidak melakukan pengendalian secara hayati, maka dari perlu dilakukan untuk mengendalikan hama tikus. Sabtu, 25 Maret 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Irwansyah Asistant Afdeling
95 Manajemen Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Nomor LIK : Kegiatan : Pembuatan TPH A. Perencanaan Luas : 23,60 Ha Lokasi : Afd VIII Blok II 24 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Bahan : Tidak ada Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Cangkul Unit Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Kegiatan Waktu Pelaksanaan Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Meratakan tanah WIB HK 2 HK serta s/d Selesai 0 Membersihkan gulma yang berada di areal pembuatan TPH. B. Organisasi Manager Asisten Afd Mandor I Mandor Pemeliharaan
96 96 Pekerja Wewenang dan tanggung jawab Manager : Bertanggung jawab langsung terhadap distrik manager, dalam pengelolaan dan pengawasan terhadap seluruh aspek kegiatan, produksi, adminitrasi dan keuangan di Kebun. Menejer memiliki wewenang untuk memberikan sanksi tegas kepada bawahannya yang tidak menjalankan perintah yang dikomandokannya. Asisten Afd : Bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, berwenang untuk menegur baik mandor ataupun karyawan yang bekerja tidak sesuai dengan instruksi yang telah disampaikan dan bertanggung jawab untuk memastikan pembuatan TPH dapat diselesaikan sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor I : Bertanggung jawab langsung kepada asisten afdeling, berwenang menegur bawahanya apabila kegiatan pembuatan TPH tidak sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor Pemeliharaan : bertanggung jawab langsung kepada mandor 1, bertugas membuat peta rencana dan realisasi areal yang akan dilakukan untuk pembuatan kompos, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi lahan dan mengawasi pekerjaan serta memeriksa hasilnya. Pekerja : Bertanggung jawab langsung kepada mandor pemeliharaan, bertugas membuat TPH sesuai dengan yang telah diperintahkan oleh mandor serta dijalankan sesuai dengan standar perusahaan yang ada. C. Actuating Pada jam WIB mandor pemeliharaan langsung kelapangan bersama dengan karyawan menuju blok II 24. Adapun cara kerja untuk kegiatan pembuatan TPH yaitu meratakan tanah dengan bentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 4 meter dan lebar 2 meter, serta membuang gulma yang menutupi areal pembuatan TPH. Standar prestasi kerjanya adalah 16 TPH/HK.
97 97 Alat pelindung diri yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sepatu bot dan sarung tangan. D. Kontrolling Kontrol dilakukan oleh asisten Afdeling dan mandor pemeliharaan dimana mandor mengawasi bagaimana kegiatan pembuatan TPH dilakukan. Apabila pekerjaan yang dilakukan pekerja belum sesuai dengan standar perusahaan, maka asisten maupun mandor langsung mengevaluasi kesalahan yang dilakukan oleh pekerja tersebut. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Pada kegiatan pembuatan TPH yang menjadi kendala adalah cuaca. Apabila hari hujan maka kegiatan pembuatan TPH tersebut ditunda dan dilakukan pada keesokan harinya. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan TPH yaitu Tempat Pengumpulan Hasil buah kelapa sawit. Kegiatan ini harus menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) seperti sepatu Bot. karena dilihat dari lapangan banyak ibu-ibu yang tidak menggunakan APD. Senin, 11 mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan, STP Assisten Afdeling
98 98 Nomor LIK : Kegiatan : Penunasan Pelepah A. Perencanaan Luas : 23,55 Ha Lokasi : Afd. VIII Blok HH 23 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Bahan : Tidak ada Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Dodos Unit Egrek Unit Batu Asah Unit Kapak Unit Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Kegiatan Waktu Pelaksanaan Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Menurunkan WIB HK 12 HK pelepah yang tidak s/d Selesai 0 perlu dengan mempertahankan jumlah pelepah sebanyak pelepah.
99 99 B. Organisasi Manager Asisten Afd Mandor I Mandor Pemeliharaan Pekerja Wewenang dan tanggung jawab Manager : Bertanggung jawab langsung terhadap distrik manager, dalam pengelolaan dan pengawasan terhadap seluruh aspek kegiatan, produksi, adminitrasi dan keuangan di Kebun. Menejer memiliki wewenang untuk memberikan sanksi tegas kepada bawahannya yang tidak menjalankan perintah yang dikomandokannya. Asisten Afd : Bertanggung jawab langsung kepada asisten kepala, berwenang untuk menegur baik mandor ataupun karyawan yang bekerja tidak sesuai dengan instruksi yang telah disampaikan dan bertanggung jawab untuk memastikan penunasan dapat diselesaikan sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor I : Bertanggung jawab langsung kepada asisten afdeling, berwenang menegur bawahanya apabila kegiatan penunasan tidak sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor Pemeliharaan : bertanggung jawab langsung kepada mandor 1, bertugas membuat peta rencana dan realisasi areal yang akan dilakukan untuk penunasan, memiliki wewenang menetapkan target kerja para pekerja setiap hari sesuai kondisi lahan dan mengawasi pekerjaan serta memeriksa hasilnya.
100 100 Pekerja : Bertanggung jawab langsung kepada mandor pemeliharaan, bertugas menunas pelepah sesuai dengan yang telah diperintahkan oleh mandor serta dijalankan sesuai dengan standar perusahaan yang ada. C. Actuating Pada jam WIB mandor pemeliharaan langsung kelapangan bersama dengan karyawan menuju blok. Adapun cara kerja untuk kegiatan penunasan pelepah yaitu memotong pelepah pada pangkal pelepah, pelepah dipotong 2 bagian lalu dikumpulkan dan dirumpuk pada gawangan mati. Standar prestasi kerjanya adalah 16 TPH/HK. Alat pelindung diri yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sepatu bot, sarung tangan, helm, serta kacamata. D. Kontrolling Kontrol dilakukan oleh asisten Afdeling dan mandor pemeliharaan dimana mandor mengawasi bagaimana kegiatan penunasan dilakukan. Apabila pekerjaan yang dilakukan pekerja belum sesuai dengan standar perusahaan, maka asisten maupun mandor langsung mengevaluasi kesalahan yang dilakukan oleh pekerja tersebut. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Penunasan di daerah aliran air menyulitkan pekerja melakukan penunasan karena pelepah yang ditunas bisa masuk kedalam air sehingga memperlambat pekerjaan penunasan. Untuk itu penunasan harus dilakukan secara hati hati untuk menghindari agar pelepah tidak jatuh ke air. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Penunasan pelepah adalah pekerjaan memotong pelepah daun yang tidak produktif. Kegiatan penunasan dilakukan harus berhati-hati dan selalu menggunakan APD.
101 101 Jumat, 15 mei 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Indrawan, STP Assisten Afdeling
102 Manajemen Panen Dan Pasca Panen Nomor LIK : Kegiatan : Panen Kelapa Sawit A. Perencanaan Luas : 22,20 Ha Lokasi : Afd. III Blok AA 27 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Bahan : Tidak ada Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Kapak Unit Gancu Unit Angkong Unit Dodos Unit Eggrek Unit Batu Asah Unit Pensil copi Unit Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Kegiatan 1. Menurunkan buah TBS fraksi 1-2 Waktu Satuan Jumlah Harga Biaya Pelaksanaan WIB HK 10 HK
103 103 B. Organisasi Manager Asisten Afd Mandor I Mandor Panen Krani Transport Krani Produksi Kap.Inspeksi Pemanen Sopir dan Stroker Wewenang dan tanggung jawab Manager : Bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dilakukan di lapangan, dimana manager disini adalah sebagai orang yang mengesahkan segala sesuatu yang akan dikerjakan pada perusahaan. Menejer memiliki wewenang untuk memberikan sanksi tegas kepada bawahannya yang tidak menjalankan perintah yang dikomandokannya. Sanksi diberikan dapat berupa teguran, surat peringatan, dan bahkan pemberhentian kerja. Asisten Afd : berwenang untuk menegur baik mandor ataupun karyawan yang bekerja tidak sesuai dengan instruksi yang telah disampaikan dan bertanggung jawab untuk memastikan buah matang tidak ada yang ketinggalan saat dipanen dan memastikan tidak ada buah mentah yang dipanen serta dapat diselesaikan sesuai dengan standar panen perusahaan.
104 104 Mandor I : Bertanggung jawab atas kegiatan pelaksanaan panen dan berwenang menegur bawahanya apabila kegiatan panen tidak sesuia dengan standar operasional perusahaan. Mandor Panen : bertanggung jawab menghitung seluruh buah yang keluar dari TPH menurut nomor pemanen, bertanggung jawab atas pengawasan terhadap kegiatan pemanenan serta berwenang untuk menegur bahkan memulangkan karyawannya yang tidak disiplin baik waktu dan pekerjaan serta karyawan yang tidak memakai APD saat bekerja. Kerani transport : bertanggung jawab atas kegiatan yang melibatkan penggunaan alat transportasi seperti penggunaan dump truk untuk membawa TBS dari TPH ke PKS, serta berwenang untuk menegur bawahannya bila tidak menjalankan perintah sesuai instruksi yang telah disampaikan. Kerani Produksi : bertanggung jawab untuk membuat laporan hasil produksi TBS setiap hari. Kap Inspeksi : mengawasi dan memeriksa TBS yang berada di TPH sesuai dengan kriteria panen. Kap Inspeksi juga berwewenang untuk memberikan sanksi kepada pemanen yang tidak mengikuti ketentuan perusahaan. Karyawan (Pemanen) : Bertanggung jawab atas kegiatan pemanenan yang telah diperintahkan oleh mandor untuk dijalankan sesuai dengan standar perusahaan yang ada. Sopir dan Stroker : Bertanggung jawab mengangkut seluruh TBS serta berondolan yang berada di TPH ke PKS. C. Actuating Pemanenan adalah kegiatan yang menjadi tujuan dilakukannya sebuah kegiatan budidaya yaitu memetik hasil. Pemanenan dilakukan berdasarkan rotasi dan pengecekan yang telah dilakukan oleh mandor panen. Dimana rotasi panen pada perusahaan ini adalah sekali dalam seminggu dengan sistem ancak panennya adalah ancak giring tetap. Kegiatan pemanenan adalah kegiatan memotong tangkai buah yang telah matang panen, dimana buah yang telah matang panen ini memiliki ciri-ciri telah membrondol. Kegiatan pemanenan dimulai pada pagi hari pada pukul WIB
105 105 dimana awalnya dilaksanakan pengarahan, yang di bimbing oleh mandor panen pada blok yang akan dipanen. Pada kegiatan pengarahan pagi ini karyawan mendengarkan penjelasan dari mandor panen sebelum kegiatan dimulai. Setelah kegiatan pengarahan pagi selesai karyawan langsung menuju ancak masingmasing. Karyawan masuk ke dalam ancak untuk melihat buah yang telah matang dengan melihat brondolan pada piringan. Jika ada brondolan pada piringan 10 biji maka buah tesebut dinyatakan matang panen. Pelepah yang berada di bawah TBS dipotong sebelum memanen TBS, pelepah dipotong dua dan kemudian ditempatkan digawangan mati. Tandan buah yang sudah dipanen gagang tandan dipotong membentuk huruf v. pengutipan brondolan dan penyusunan TBS bebas dari sampah dan kotoran lainnya.tbs disusun di TPH kelipatan 5 setiap barisnya dan gagang menghadap kejalan sedangkan brondolan dimasukkan kedalam goni dan ditempatkan dibelakang susunan TBS, setiap tandan diberi kode mandor dan nomor pemanen. Setelah semua TBS terkumpul di TPH selanjutnya kerani Transport beserta dengan supir truk dan stokar turun ke lapangan untuk mengangkut TBS dan brondolan ke dalam truk dan dibawa ke PKS. Standar prestasi kerja pemanen adalah kg/hk. Penggunaan APD APD yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sepatu bot, sarung tangan kain, kaca mata dan helm. D. Kontrolling Kontrol dilakukan oleh asisten Afdeling, mandor panen bersama dengan Kap. Inspeksi dimana mandor mengawasi bagaimana kegiatan pemanenan dilakukan. Apabila pekerjaan yang dilakukan pemanen belum sesuai dengan standar perusahaan, maka asisten maupun mandor langsung mengevaluasi kesalahan yang dilakukan oleh karyawan panen tersebut. Dan kap. Inspeksi mengawasi serta memeriksa hasil panen di TPH apakah hasil panen tersebut telah sesuai dengan Instruksi kerja dari perusahaan. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil
106 106 Pada kegiatan panen yang menjadi kendala adalah tinggi pohon, semakin tinggi pohon semakin sulit untuk melakukan pemanenan, sehingga basis pemanen untuk setiap grup tahun tanam akan berbeda. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Panen merupakan kegiatan memetik hasil. Lalu kegiatan yang dilakukan dilapangan yaitu dimulai dari pemotongan pelepah, pemotongan buah, memotong tangkai buah, menyusun pelepah, mengutip brondolan dan mengangkut buah ke TPH. Namun ketika kami mengikuti kegitan panen serta melaksanakan kegiatan panen maka yang terlihat kebanyakan pemanen tidak menurunkan pelepah terlebih dahulu dan langsung menurunkan buah, hal ini memang mempercepat pemanen dalam pekerjaannya akan tetapi dapat meningkatkan penggunaan tenaga kerja pruning. Adapun hal yang perlu di perhatikan, bahwa kebanyakan pemanen masih melakukan kesalahan dalam memanen TBS, seperti buah yang diambil merupakan buah mentah, brondolan yang tidak terkutip. Sehingga para pekerja pemanen harus diberikan pengarahan dan pengetahuan tentang bagaimana cara memanen yang baik agar buah yang didapat berkualitas baik yang dapat menguntungkan bagi pekerja maupun bagi perusahaan. Kamis, 19 Maret 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Irwansyah Assistant Afdeling
107 107 Nomor LIK : Kegiatan : Pengangkutan TBS Ke TPH A. Perencanaan Luas : 12,75 Ha Lokasi : Afd. III Blok EE 27 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Bahan : Tidak ada Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Angkong Unit Karung goni Unit Gancu Unit Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Waktu Satuan Jumlah Harga Biaya Kegiatan Pelaksanaan 1. Mengangkut buah ke TPH WIB HK 3 HK B. Organisasi Asisten Afd Mandor I Mandor Panen Kap.Inspeksi Pemanen
108 108 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Afd : berwenang untuk menegur baik mandor ataupun karyawan yang bekerja tidak sesuai dengan instruksi yang telah disampaikan dan bertanggung jawab untuk memastikan buah matang tidak ada yang ketinggalan saat dipanen dan memastikan buah buah terkumpul di TPH Mandor I : Bertanggung jawab atas kegiatan pelaksanaan panen dan berwenang menegur bawahanya apabila kegiatan panen tidak sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor Panen : bertanggung jawab menghitung seluruh buah yang keluar di TPH menurut nomor pemanen, bertanggung jawab atas pengawasan terhadap kegiatan pemanenan serta berwenang untuk menegur bahkan memulangkan karyawannya yang tidak disiplin baik waktu dan pekerjaan serta karyawan yang tidak memakai APD saat bekerja. Kap Inspeksi : mengawasi dan memeriksa TBS yang berada di TPH sesuai dengan kriteria panen. Kap Inspeksi juga berwewenang untuk memberikan sanksi kepada pemanen yang tidak mengikuti ketentuan perusahaan. Karyawan : Bertanggung jawab atas kegiatan pemanenan yang telah diperintahkan oleh mandor untuk dijalankan sesuai dengan standar perusahaan yang ada. C. Actuating Pengangkutan adalah kegiatan yang menjadi tujuan dilakukannya sebuah kegiatan budidaya yaitu mengangkut hasil panen ke tempat pengumpulan hasil atau yang biasanya disebut dengan TPH. Pengangkutan dilakukan setelah buah diturunkan dari pokok kelapa sawit. TBS disusun di TPH kelipatan 5 setiap barisnya dan gagang menghadap kejalan. D. Kontrolling Kontrol dilakukan oleh asisten Afdeling, mandor panen bersama dengan Kap. Inspeksi dimana mandor mengawasi bagaimana kegiatan pemanenan dilakukan.
109 109 E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Pada kegiatan pengangkutan TBS ke TPH tidak ada kendala dilapangan yang dihadapi oleh pemanen. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Pengangkutan tandan ke TPH merupakan faktor penentu waktu buah mencapai titik kandungan ALB minyak kelapa sawit maka dari itu kegiatan pengangkutan TBS ini harus dilakukan secara cepat langsung dibawa ke pabrik agar buah dapat dikelola secara langsung, tanpa mengurangi ALB karena terkadang pengangkutan tidak tepat waktu yang terjadi dilapangan. Ada tiga faktor penyebab ALB yaitu karena tandan lewat matang, jatuhnya tandan ke tanah waktu panen yang menyebabkan tandan memar, penyebab terbesar adalah akibat penanganan buah dalam rangka pengangkutan ke TPH dan kemudian dari TPH ke PKS. Selasa, 24 Maret 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Irwansyah Assistant Afdeling
110 110 Nomor LIK : Kegiatan : Pengangkutan TBS Dari TPH Ke PKS A. Perencanaan Luas : 24,45 Ha Lokasi : Afd. III Blok EE 26 Kondisi Lahan : Datar Penggunaan Bahan : Tidak ada Penggunaan Alat : No Nama Alat Satuan Jumlah Harga Biaya 1. Dump Truck Unit Karung goni Unit Tojok Unit Gancu Unit Penggunaan Tenaga Kerja : No Jenis Sub Kegiatan 1. Mengangkut buah dari TPH ke PKS Waktu Satuan Jumlah Harga Biaya Pelaksanaan WIB HK 2 HK B. Organisasi Asisten Afd Mandor I Mandor Panen KCS Kap.Inspeksi Supir dan stroker
111 111 Wewenang dan tanggung jawab Asisten Afd : berwenang untuk menegur baik mandor ataupun karyawan yang bekerja tidak sesuai dengan instruksi yang telah disampaikan dan bertanggung jawab untuk memastikan buah matang tidak ada yang ketinggalan saat dipanen dan memastikan buah buah terkumpul di TPH Mandor I : Bertanggung jawab atas kegiatan pelaksanaan panen dan berwenang menegur bawahanya apabila kegiatan panen tidak sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mandor Panen : bertanggung jawab menghitung seluruh buah yang keluar di TPH menurut nomor pemanen, bertanggung jawab atas pengawasan terhadap kegiatan pemanenan serta berwenang untuk menegur bahkan memulangkan karyawannya yang tidak disiplin baik waktu dan pekerjaan serta karyawan yang tidak memakai APD saat bekerja. Kap Inspeksi : mengawasi dan memeriksa TBS yang berada di TPH sesuai dengan kriteria panen. Kap Inspeksi juga berwewenang untuk memberikan sanksi kepada pemanen yang tidak mengikuti ketentuan perusahaan. KCS : memiliki tanggung jawab untuk menyeleksi buah TBS sebelum diangkut ke PKS, membuat Laporan penghitungan TBS yang terangkut dan melaporkannya kepada asisten afdeling dan kerani produksi, mengisis PB 24 dan melaporkan kendala terjadinya buah restan. dan wewenangnya memberikan penilaian terhadap hasil TBS di TPH. Supir dan stroker : bertanggung jawab untuk mengangkut TBS dari TPH ke PKS. C. Actuating Pengangkutan adalah kegiatan yang menjadi tujuan dilakukannya sebuah kegiatan budidaya yaitu mengangkut hasil panen ke tempat pengumpulan hasil atau yang biasanya disebut dengan TPH. Pengangkutan dilakukan setelah buah diturunkan dari pokok kelapa sawit. TBS disusun di TPH kelipatan 5 setiap barisnya dan gagang menghadap kejalan dan kemudian diangkut oleh supir dan stroker ke PKS untuk segera di olah. Pada saat di TPH petugas KCS langsung
112 112 menghitung berapa jumlah total TBS di tempat TPH. TBS yang telah disortasi dimuat kedalam dump truk sampai penuh. D. Kontrolling Kontrol dilakukan oleh asisten Afdeling, mandor panen bersama dengan Kap. Inspeksi dan KCS dimana mandor mengawasi bagaimana kegiatan pengangkutan di TPH menuju PKS dilakukan. E. Kendala yang dihadapi dan tindakan yang diambil Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yaitu sulitnya pengangkutan buah jika terjadi kerusakan pada truck dan jalan, untuk menghindari agar tidak terjadi kerusakan perlu dilakukan pengecekan truck. Dan sangat diperlukan pemeliharaan jalan secara berkala terutama pada musim hujan. F. Komentar terhadap pelaksanaan kegiatan Kegiatan Pengangkutan tandan dari TPH ke PKS harus dilakukan dengan cepat di bawa ke PKS. Kegiatan ini merupakan tugas dari supir dan stroker. Kegiatan pengangkutan tandan dari TPH menuju PKS merupakan faktor penentu waktu buah mencapai titik kandungan ALB minyak kelapa sawit. Ada tiga faktor penyebab ALB yaitu karena tandan lewat matang, jatuhnya tandan ke tanah waktu panen yang menyebabkan tandan memar, penyebab terbesar adalah akibat penanganan buah dalam rangka pengangkutan dari TPH ke PKS. Senin, 30 Maret 2015 Disetujui Oleh Pembimbing Lapang Irwansyah Assistant Afdeling
113 113
Peluang Usaha Budidaya Cabai?
Sambal Aseli Pedasnya Peluang Usaha Budidaya Cabai? Tanaman cabai dapat tumbuh di wilayah Indonesia dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Peluang pasar besar dan luas dengan rata-rata konsumsi cabai
PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) berasal dari Benua Afrika. Kelapa sawit banyak dijumpai di hutan hujan tropis Negara Kamerun, Pantai Gading, Ghana, Liberia,
PERKIRAAN BIAYA PEMBUKAAN LAHAN PER HEKTAR
PERKIRAAN PEMBUKAAN LAHAN PER HEKTAR PEKERJAAN HK URIAN VOLUME 1. Lahan Bekas Hutan : Survey dan Blocking (Manual) 3 Peralatan, Bahan dll (PO) Babat - Imas (Manual) 1 o Excavator 6 JK 25, 1,5, 25 1,5,
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan merupakan awal kegiatan lapangan yang harus dimulai setahun sebelum penanaman di lapangan. Waktu yang relatif lama ini sangat memegang
BAB III TATALAKSANA TUGAS AKHIR
13 BAB III TATALAKSANA TUGAS AKHIR A. Tempat Pelaksanaan Pelaksanaan Tugas Akhir dilaksanakan di Dusun Kwojo Wetan, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. B. Waktu Pelaksanaan
SEMINAR TUGAS AKHIR DISUSUN OLEH : NAMA :HENRIK FRANSISKUS AMBARITA NIM : : BUDIDAYA PERKEBUNAN PEMBIMBING : Ir. P.
SEMINAR TUGAS AKHIR DISUSUN OLEH : NAMA :HENRIK FRANSISKUS AMBARITA NIM : 0901618 JURUSAN : BUDIDAYA PERKEBUNAN PEMBIMBING : Ir. P. Sembiring STIP-AP Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebuan
Teknik Penyediaan Bibit Kelapa
Teknik Penyediaan Bibit Kelapa Engelbert Manaroinsong, Novalisa Lumentut dan Maliangkay, R.B. BALAI PENELITIAN TANAMAN KELAPA DAN PALMA LAIN PENDAHULUAN Usaha perbaikan produktifitas tanaman kelapa harus
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
12 Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan Kebun Padang Halaban dipimpin oleh senior estate manager (SEM) yang merupakan pemegang puncak keputusan atas pengelolaan kebun secara efektif dan profesional
BAB III BAHAN DAN METODE. Medan Area yang berlokasi di Jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan
BAB III BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di Jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan Percut
BUDIDAYA KELAPA SAWIT
KARYA ILMIAH BUDIDAYA KELAPA SAWIT Disusun oleh: LEGIMIN 11.11.5014 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMUNIKASI AMIKOM YOGYAKARTA 2012 ABSTRAK Kelapa sawit merupakan komoditas yang penting karena
m. BAHAN DAN METODE Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakuteis Pertanian
m. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakuteis Pertanian Universitas Riau, Kampus BinaWidya Km 12,5 Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan Pekanbaru,
III. TATA LAKSANA KEGIATAN TUGAS AKHIR
20 III. TATA LAKSANA KEGIATAN TUGAS AKHIR A. Tempat Pelaksanaan Pelaksanaan Tugas Akhir (TA) dilaksanakan di Dusun Kenteng Rt 08 Rw 02, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan Kolam No. 1 Medan Estate,
III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan Kolam No. 1 Medan Estate,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sistem Pembibitan Pembibitan merupakan langka awal penentu keberhasilan usaha pertanian, termasuk budidaya kelapa sawit. Pembibitan kelapa sawit berdasarkan sistem pengairannya
PEMBUATAN BAHAN TANAM UNGGUL KAKAO HIBRIDA F1
PEMBUATAN BAHAN TANAM UNGGUL KAKAO HIBRIDA F1 Wahyu Asrining Cahyowati, A.Md (PBT Terampil Pelaksana) Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya I. Pendahuluan Tanaman kakao merupakan
Sumber : Manual Pembibitan Tanaman Hutan, BPTH Bali dan Nusa Tenggara.
Penyulaman Penyulaman dilakukan apabila bibit ada yang mati dan perlu dilakukan dengan segera agar bibit sulaman tidak tertinggal jauh dengan bibit lainnya. Penyiangan Penyiangan terhadap gulma dilakukan
PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI
PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI PROSEDUR PEMELIHARAAN TANAMAN NO. PSM/AGR-KBN/05 Status Dokumen No. Distribusi DISAHKAN Pada tanggal 15 Februari 2013 Dimpos Giarto Valentino Tampubolon Direktur Utama Hal
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau, Jalan Bina Widya Km 12,5 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Kota
KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)
KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) I. SYARAT PERTUMBUHAN 1.1. Iklim Lama penyinaran matahari rata rata 5 7 jam/hari. Curah hujan tahunan 1.500 4.000 mm. Temperatur optimal 24 280C. Ketinggian tempat
SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO
SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO Sejumlah faktor iklim dan tanah menjadi kendala bagi pertumbuhan dan produksi tanaman kakao. Lingkungan alami tanaman cokelat adalah hutan tropis. Dengan demikian curah hujan,
METODE MAGANG. Tempat dan Waktu
10 METODE MAGANG Tempat dan Waktu Kegiatan magang dilaksanakan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Unit Usaha Marihat, Provinsi Sumatera Utara selama 4 bulan yang dimulai dari tanggal 1 Maret 2010
MAGANG PROGRAM UNGGULAN INSTIPER
SILABUS MAGANG PROGRAM UNGGULAN INSTIPER INSTIPER YOGYAKARTA TAHUN 2018 1 M a g a n g I N S T I P E R 1. Budidaya Kelapa Sawit (Kultur Teknik) 2. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) 3. Administrasi (Kebun, Gudang,
III. BAHAN DAN METODE
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini telah di laksanakan di Rumah Kaca Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Jalan Bina Widya KM 12,5 Simpang Baru Kecamatan Tampan Pekanbaru yang berada
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan bulan Mei
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2007 di UPT Fakultas Pertanian Universitas Riau, Kampus Bina Widya, Jl. Bina Widya Km.
III. BAHAN DAN METODE. Universitas Lampung pada titik koordinat LS dan BT
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada titik koordinat 5 22 10 LS dan 105 14 38 BT
PENANAMAN KELAPA SAWIT
PENANAMAN KELAPA SAWIT Pundu Learning Centre - 2013 Struktur Penulisan SOP Penanaman Kelapa Sawit Pundu Learning Centre - 2013 STRUKTURISASI SOP Penanaman KS Pedoman Teknis Strukturisasi Filosofi, Kebijakan
III. METODE PENELITIAN. Kecamatan Medan Percut Sei Tuan dengan ketinggian tempat kira-kira 12 m dpl,
III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di Jl. Kolam No.1 Medan Estate Kecamatan Medan Percut
Kegiatan Pembelajaran 2. Penyiapan Tempat Pesemaian. A. Deskripsi
Kegiatan Pembelajaran 2. Penyiapan Tempat Pesemaian A. Deskripsi Kegiatan pembelajaran penyiapan tempat pesemaian berisikan uraian materi: Persyaratn tempat persemaian, sistem tempat pesemaian, perbedaan
III. METODE PENELITIAN. Medan Area yang berlokasi di jalan kolam No.1 Medan Estate, Kecamatan Percut
III. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan kolam No.1 Medan Estate, Kecamatan Percut
Cara Menanam Tomat Dalam Polybag
Cara Menanam Tomat Dalam Polybag Pendahuluan Tomat dikategorikan sebagai sayuran, meskipun mempunyai struktur buah. Tanaman ini bisa tumbuh baik didataran rendah maupun tinggi mulai dari 0-1500 meter dpl,
III. BAHAN DAN METODE. laut, dengan topografi datar. Penelitian dilakukan mulai bulan Mei 2015 sampai
3.1. Tempat dan Waktu Penelitian III. BAHAN DAN METODE Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan Percut
I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung.
I. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung. Waktu penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei 2010 sampai dengan panen sekitar
TINJAUAN PUSTAKA. Botani Kelapa Sawit
3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit Kelapa sawit adalah tanaman perkebunan/industri berupa pohon batang lurus dari famili Arecaceae. Tanaman tropis ini dikenal sebagai penghasil minyak sayur yang berasal
I. PENDAHULUAN. Buku Pengalaman Kerja Praktek Mahasiswa ( BPKPM ) ini merupakan
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Buku Pengalaman Kerja Praktek Mahasiswa ( BPKPM ) ini merupakan petunjuk praktis bagi para mahasiswa dalam melaksanakan kerja praktek di lapangan secara terjadwal dan
BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan dengan memberi perlakuan (treatment) terhadap objek. penelitian serta adanya kontrol penelitian.
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini jenis penelitian eksperimen, yaitu penelitian yang dilakukan dengan memberi perlakuan (treatment) terhadap objek penelitian serta adanya
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pelaksanaan kegiatan teknis yang dilakukan di PT. National Sago Prima adalah kegiatan pembibitan, persiapan lahan, sensus tanaman, penyulaman, dan pemeliharaan
Penanganan bibit jati (Tectona grandis Linn. f.) dengan perbanyakan stek pucuk
Standar Nasional Indonesia Penanganan bibit jati (Tectona grandis Linn. f.) dengan perbanyakan stek pucuk ICS 65.020.20 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii 1 Ruang lingkup...
Teknik Budidaya Kubis Dataran Rendah. Untuk membudidayakan tanaman kubis diperlukan suatu tinjauan syarat
Teknik Budidaya Kubis Dataran Rendah Oleh : Juwariyah BP3K garum 1. Syarat Tumbuh Untuk membudidayakan tanaman kubis diperlukan suatu tinjauan syarat tumbuh yang sesuai tanaman ini. Syarat tumbuh tanaman
KATA PENGANTAR. 9. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Lembar Isian Kerja ini baik langsung maupun tidak langsung.
KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Lembar Isian Kerja yang berjudul Manajemen Penyiapan
BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah. Ketinggian tempat
III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan di UPT-Kebun Bibit Dinas di Desa Krasak Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah. Ketinggian tempat berada 96
U R A I A N P E K E R J A A N S T N N O R M A FISIK. 1 Membersihkan Areal Bedengan Bed 0,50 Hk/Bed
Lampiran 1 Total Keseluruhan Biaya Membagun Pembibitan Pre Nursery Kelapa Sawit N o U R A I A N P E K E R J A A N S T N N O R M A FISIK Membangun Pembibitan Pre Nursery Kelapa Sawit Seluas 0,12 Ha (214.159
TINJAUAN PUSTAKA Akar Tanaman Kelapa Sawit Ekologi Kelapa Sawit
TINJAUAN PUSTAKA Akar Tanaman Kelapa Sawit Akar tanaman kelapa sawit berfungsi sebagai penyerap unsur hara dalam tanah dan respirasi tanaman. Tanaman kelapa sawit berakar serabut. Perakarannya sangat kuat
Pemeliharaan Ideal Pemeliharaan ideal yaitu upaya untuk mempertahankan tujuan dan fungsi taman rumah agar sesuai dengan tujuan dan fungsinya semula.
PEMELIHARAAN Dalam proses pembuatan taman pemeliharaan merupakan tahapan yang terakhir, namun tahapan ini merupakan tahapan yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Keberhasilan pemeliharaan bahkan
Cara Menanam Cabe di Polybag
Cabe merupakan buah dan tumbuhan berasal dari anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat
BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Screen House, Balai Penelitian Tanaman Sayuran
14 BAB III MATERI DAN METODE Penelitian dilaksanakan di Screen House, Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA), Lembang, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan dari bulan September hingga November 2016.
III. BAHAN DAN METODE
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Unit Pelayanan Teknis (UPT), Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau. Pelaksanaannya dilakukan pada bulan
PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI
NO. ISK/AGR-KBN/12 Status Dokumen Distribusi DISAHKAN Pada tanggal 15 Februari 2013 Dimpos Giarto Valentino Tampubolon Direktur Utama Hal 1 dari 6 FRM/JKO-WKM/15-00 07 Mei 2012 SEJARAH PERUBAHAN DOKUMEN
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada 5 o 22 10 LS dan 105 o 14 38 BT dengan ketinggian
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DI PT. BINA PRATAMA REFNI YANTI ERMONA N0. BP 0801111034
BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian
14 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung Gedung Meneng, Kecamatan raja basa, Bandar Lampung
I. TATA CARA PENELITIAN. Muhammadiyah Yogyakarta di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten
I. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul,
III. MATERI DAN METODE
III. MATERI DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Jalan H.R. Soebrantas No.
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian
III. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan
MODUL BUDIDAYA KELAPA SAWIT
MODUL BUDIDAYA KELAPA SAWIT I. PENDAHULUAN Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada di lahan sawah milik warga di Desa Candimas
16 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada di lahan sawah milik warga di Desa Candimas Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini dilakukan
Budidaya Tanaman Obat. Elvira Syamsir
Budidaya Tanaman Obat Elvira Syamsir Budidaya Tanaman Obat untuk Murid Sekolah Dasar Pengarang: Elvira Syamsir ilustrator: yanu indaryanto Penerbit: Seafast Center IPB DISCLAIMER This publication is made
III. BAHAN DAN METODE
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Lahan pertanian milik masyarakat Jl. Swadaya. Desa Sidodadi, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra
Cara Sukses Menanam dan Budidaya Cabe Dalam Polybag
Cara Sukses Menanam dan Budidaya Cabe Dalam Polybag Oleh : Tatok Hidayatul Rohman Cara Budidaya Cabe Cabe merupakan salah satu jenis tanaman yang saat ini banyak digunakan untuk bumbu masakan. Harga komoditas
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca dan laboratorium Ilmu Tanah Fakultas
21 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di rumah kaca dan laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. Waktu penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April hingga
III. BAHAN DAN METODE
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian telah dilaksanakan di rumah kaca areal kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau, Kampus Bina Widya Km 12,5 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan
BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu
BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian ini dilakukan di Desa Manjung, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kecamatan Sawit memiliki ketinggian tempat 150 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan
Penanganan bibit Acacia mangium (mangium) dengan perbanyakan generatif (biji)
Standar Nasional Indonesia Penanganan bibit Acacia mangium (mangium) dengan perbanyakan generatif (biji) ICS 65.020.20 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii 1 Ruang lingkup...
Menanam Sayuran Dengan Teknik Vertikultur
Menanam Sayuran Dengan Teknik Vertikultur Oleh : Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP. Menyempitnya lahan-lahan pertanian ternyata bukan suatu halangan untuk mengusahakan budidaya tanaman sayuran. Sistem vertikultur
II. TINJAUAN PUSTAKA A.
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Morfologi Tanaman Pakcoy Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah jenis tanaman sayur-sayuran yang termasuk keluarga Brassicaceae. Tumbuhan pakcoy berasal dari China dan telah dibudidayakan
III. TATA LAKSANA TUGAS AKHIR
16 III. TATA LAKSANA TUGAS AKHIR A. Tempat Pelaksanaan Tugas Akhir Kegiatan Tugas Akhir dilaksanakan di Banaran RT 4 RW 10, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. B. Waktu
III. METODE KEGIATAN TUGAS AKHIR (TA) A. Tempat Pelaksanaan Pelaksanaan Tugas Akhir (TA) dilaksanakan di Dusun Selongisor RT 03 RW 15, Desa Batur,
23 III. METODE KEGIATAN TUGAS AKHIR (TA) A. Tempat Pelaksanaan Pelaksanaan Tugas Akhir (TA) dilaksanakan di Dusun Selongisor RT 03 RW 15, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Waktu
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Waktu penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei 2011 sampai dengan panen sekitar
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan
21 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran dan Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas
III. BAHAN DAN METODE. Sederhana Dusun IX, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan,
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan yang berlokasi di Jalan Sederhana Dusun IX, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten
III. MATERI DAN METODE
III. MATERI DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang beralamat di Jl. H.R.
TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2016 sampai dengan Juli 2016
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2016 sampai dengan Juli 2016 yang bertempat di Greenhouse Fakultas Pertanian dan Laboratorium Penelitian,
TEKNIK PENYEMAIAN CABAI DALAM KOKER DAUN PISANG Oleh : Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP Widyaiswara Muda Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi
TEKNIK PENYEMAIAN CABAI DALAM KOKER DAUN PISANG Oleh : Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP Widyaiswara Muda Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi Benih cabai hibrida sebenarnya dapat saja disemaikan dengan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Kelapa sawit termasuk sebagai tanaman monokotil, mempunyai akar serabut.
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Botani Dan Morfologi Kelapa Sawit 1. Akar Kelapa sawit termasuk sebagai tanaman monokotil, mempunyai akar serabut. Akar pertama yang muncul dari biji yang berkecambah disebut radikula
Percobaan 3. Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Kacang Tanah pada Populasi Tanaman yang Berbeda
Percobaan 3. Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Kacang Tanah pada Populasi Tanaman yang Berbeda Latar Belakang Untuk memperoleh hasil tanaman yang tinggi dapat dilakukan manipulasi genetik maupun lingkungan.
BUDIDAYA BELIMBING MANIS ( Averhoa carambola L. )
BUDIDAYA BELIMBING MANIS ( Averhoa carambola L. ) PENDAHULUAN Blimbing manis dikenal dalam bahasa latin dengan nama Averhoa carambola L. berasal dari keluarga Oralidaceae, marga Averhoa. Blimbing manis
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Laboratorium Terpadu dan Laboratorium
13 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Laboratorium Terpadu dan Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan Politeknik Negeri Lampung,
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan Politeknik Negeri Lampung, Bandar lampung. Waktu penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei 2011 sampai
III. BAHAN DAN METODE. Tuan dengan ketinggian 25 mdpl, topografi datar dan jenis tanah alluvial.
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di kebun Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan Percut Sei
III. BAHAN DAN METODE
12 III. BAHAN DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan mulai bulan April sampai November 2009 di PTP Nusantara VI pada unit usaha Rimbo Satu Afdeling IV (Gambar Lampiran 5), Rimbo Dua Afdeling
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan mulai 3 Juni Juli 2016 di Green House
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan mulai 3 Juni 2016-15 Juli 2016 di Green House Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. B. Bahan dan Alat
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. ANUGERAH UREA SAKTI KECAMATAN MUARA KAMAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
1 LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. ANUGERAH UREA SAKTI KECAMATAN MUARA KAMAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Oleh : MEJISON NIM. 070500084 PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN JURUSAN MANAJEMEN
TEKNIS BUDIDAYA TEMBAKAU
TEKNIS BUDIDAYA TEMBAKAU ( Nicotiana tabacum L. ) Oleh Murhawi ( Pengawas Benih Tanaman Ahli Madya ) Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya A. Pendahuluan Penanam dan penggunaan
TUGAS I. MANAJEMEN PEMELIHARAAN KELAPA SAWIT
TUGAS I. MANAJEMEN PEMELIHARAAN KELAPA SAWIT NAMA INSTANSI FASILITATOR : MU ADDIN, S.TP : SMK NEGERI 1 SIMPANG PEMATANG : Ir. SETIA PURNOMO, M.P. Perencanaan pemeliharaan merupakan tahapan awal yang sangat
III BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan. Kabupaten Pesawaran dari Oktober 2011 sampai April 2012.
III BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran dari Oktober 2011 sampai April 2012. 3.2 Bahan dan alat Bahan
III. BAHAN DAN METODE
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau Desa Simpang Barn Kecamatan Tampan Kotamadya Pekanbaru Propinsi Riau dengan
III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN
III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN 1.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area, Jalan Kolam No.1 Medan Estate kecamatan Percut Sei
III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Perternaka UIN Suska Riau. Pelaksanaan penelitian ini berlangsung dari tanggal
III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3. 1. Tempat dan waktu Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Perternaka UIN Suska Riau. Pelaksanaan penelitian ini berlangsung dari tanggal
PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI
PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI NO. ISK/AGR-KBN/21 Status Dokumen No. Distribusi DISAHKAN Pada tanggal 15 Februari 2013 Dimpos Giarto Valentino Tampubolon Direktur Utama Hal 1 dari 5 SEJARAH PERUBAHAN DOKUMEN
TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Januari sampai Maret B. Penyiapan Bahan Bio-slurry
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Green house Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Januari sampai Maret 2016. B. Penyiapan
TINJAUAN PUSTAKA. sangat diperlukan untuk memprediksi produktivitas kelapa sawit tersebut dalam
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kriteria Kelas Kesesuaian Lahan Idealnya setiap kebun harus sudah dievaluasi lahannya secara benar. Evaluasi Kelas Kesesuaian Lahan (KKL) pada suatu perkebunan kelapa sawit sangat
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan waktu Penelitian Penelitian dilakukan di areal kebun percobaan kampus STIPAP Medan, Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan Selama 6 bulan yaitu mulai dari bulan
III. METODE PENELITIAN
12 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di lahan persawahan Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo dari bulan Mei hingga November 2012. B. Bahan
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan gambut Desa Rimbo Panjang
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan gambut Desa Rimbo Panjang Kecamatan Kampar dengan ketinggian tempat 10 meter di atas permukaan laut selama 5 bulan,
I. PENDAHULUAN. dapat tumbuh di luar daerah asalnya, termasuk Indonesia. Kelapa sawit
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kelapa sawit merupakan tumbuhan tropis yang tergolong dalam famili palmae dan berasal dari Afrika Barat. Meskipun demikian kelapa sawit juga dapat tumbuh di luar daerah
percobaan pemupukan, berdasarkan jumlah dan macam unsur hara yang diangkut hasil panen, berdasarkan ketersediaan unsur hara dalam tanah (analisis
PEMBAHASAN Tujuan pemupukan pada areal tanaman kakao yang sudah berproduksi adalah untuk menambahkan unsur hara ke dalam tanah supaya produktivitas tanaman kakao tinggi, lebih tahan terhadap hama dan penyakit,
METODE MAGANG. Tempat dan Waktu
10 METODE MAGANG Tempat dan Waktu Kegiatan magang ini dilaksanakan di PT Socfindo, Perkebunan Bangun Bandar Medan, Sumatera Utara, dimulai pada tanggal 13 Februari 2012 sampai 12 Mei 2012. Metode Pelaksanaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2012 dilaksanakan di Kebun Kelompok Wanita Tani Ilomata Desa Huntu
BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu
8 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Cikabayan, Darmaga, Bogor, pada bulan Januari sampai April 2008. Lokasi percobaan terletak pada ketinggian 220 m di
BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN
BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan September Oktober 2012. Tempat penelitian di Kebun Kartini Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW.
