BAB II TENTANG KEPEMIMPINAN
|
|
|
- Yulia Chandra
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II TENTANG KEPEMIMPINAN A. Pengertian Kepemimpinan Kepemimpinan dalam pengertian secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi dan memperbaiki kelompok dan budayanya. Banyak definisi dan kriteria yang dikemukakan oleh banyak penulis menurut analisa dan penelitiannya masing-masing sampai saat ini kita mengenal kepemimpinan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantoro dan sampai saat ini masih relevan dan dapat digunakan di berbagai organisasi ketiga kriteria tersebut adalah. 1 Pertama, seorang pemimpin harus ing ngarso sung tulodo, artinya seorang pemimpin di depan sebagai teladan, seorang pemimpin-.pemimpin pada kebanyakan momen memang harus selalu berada di depan untuk mewakili komponen-komponen yang dipimpinnya. Pada saat berada di depan seorang pemimpin dapat diartikan sebagai tindakan, keputusan dan kebijaksanaan yang diambil oleh seorang pemimpin, haruslah senantiasa dapat memberikan tuntunan yang baik dan benar kepada komponen-komponen yang dipimpinnya dan dapat diartikan sebagai pengambil keputusan dan penentu kebijaksanaan akhir. Dalam setiap tindakan keputusan dan kebijaksanaan yang diambil oleh seorang pemimpin adalah senantiasa dapat memberikan teladan dan tuntunan yang baik dan benar kepada komponen yang dipimpimnya. Hal ini tentu mempunyai maksud tertentu yang pertama adalah yang bertindak baik dan benar seen tidak langsung telah mengajarkan kepada bawahannya bagaimana seorang pemimpin harus bersikap dan diharapkan dengan memberikan contoh yang balk dapat menjadi regenerasi yang menghasilkan pimpinan yang baru, yang kedua dengan bersikap baik dan benar seorang 1 Johnidy, Sang Pemimpin, Swara Dhamasena, Jakarta, 2004, hlm
2 13 pemimpin meningkatkan kepercayaan dari bawahannya dan jika akan menjaga kewibawaan sang pemimpin dengan mengusahakan hal-hal di atas seorang pemimpin akan selalu disegani dan di hormati. Kedua seorang pemimpin harus sanggup ing madyo mangun karso artinya seorang pemimpin ditengah bawahannya sanggup membangkitkan semangat dan kehendak kerja atau biasa disebut dengan inovasi bawahnya membangkitkan inovasi kerja pada bawahan bukan suatu hal yang mudah, apalagi pada organisasi yang bersifat sosial semangat kerja hanya akan tumbuh jika disadari kesadaran individu. Memberikan motivasi kerja dapat dilakukan dengan cara memberikan pengertian-pengertian dasar dan pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi. Mengetahui dan ikut membantu penyelesaian masalah yang dihadapi bawahan dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan dan keadaan dalam organisasi tersebut. Membangkitkan motivasi dengan cara tidak langsung memberikan teladan oleh sang pemimpin pada dasarnya membangkitkan motivasi dari bawahan membutuhkan waktu dan situasi yang berbeda-beda. Terakhir seorang pemimpin adalah tut wuri handayani artinya seorang pemimpin harus memberi dorongan dari belakang, seorang pemimpin harus memberi kesempatan kepada bawahannya untuk memperoleh kesempatan yang sama dengannya saat-saat tertentu untuk mengambil keputusan mewakili nama organisasi. Tentunya pelimpahan tanggung jawab ini harus selalu disertai pengawasan dan bimbingan dari sang pemimpin baik langsung maupun tidak langsung, seorang pemimpin harus mampu menumbuhkan rasa percaya diri dari orang yang dipimpinnya sehingga mereka mampu dan sanggup berlaku sebagai seorang pemimpin. Dengan memberikan dorongan kepada bawahan, maka bawahan akan memperoleh kemajuan baik dalam bentuk pengalaman, rasa percaya diri ataupun hal-hal lainnya sehingga kondisi organisasi tersebut dalam keadaan yang sehat dan semua pihak memperoleh keuntungan dan kemajuan yang positif. Kepemimpinan dipahami dalam dua pengertian yaitu sebagai kekuatan untuk menggerakkan dan mempengaruhi orang, kepemimpinan adalah sebuah
3 14 alat sarana atau proses untuk membujuk orang agar bersedia melakukan suatu secara sukarela. Konsep kepemimpinan erat sekali hubungannya dengan kekuasaan pemimpin dalam memperoleh alat untuk mempengaruhi perilaku para pengikutnya. 2 Pada dasarnya kepemimpinan mengacu pada suatu proses untuk menggerakkan sekelompok orang menuju ke suatu tujuan yang telah ditetapkan atau disepakati bersama dengan mendorong atau memotivasi mereka untuk bertindak dengan cara yang tidak memaksa. Dengan kemampuannya seseorang pemimpin yang baik mampu menggerakkan orangorang menuju tujuan jangka panjang dan betul-betul merupakan upaya memenuhi kepentingan mereka yang terbaik. Dengan demikian kepemimpinan dapat dikatakan sebagai peranan dan juga suatu proses untuk mempengaruhi orang lain. Pemimpin adalah anggota dari sesuatu perkumpulan yang diharapkan dapat menggunakan pengaruhnya untuk mewujudkan dan mencapai tujuan kelompok sehingga dapatlah dikatakan bahwa seseorang pemimpin yang jujur ialah seorang yang memimpin dan bukan seorang yang menggunakan kedudukan untuk memimpin. 3 Jadi kepemimpinan pada dasarnya adalah kemampuan untuk mempengaruhi (influencing) dan membujuk (inducing) orang lain untuk melakukan hal-hal yang diperlukan dalam rangka mencapai sasaran yang diinginkan, definisi tersebut mengkategorikan tiga element sebagai berikut : 4 Pertama kepemimpinan merupakan sesuatu relasi (relation concept) dalam arti kepemimpinan hanya ada atau terjadi dalam relasi orang-orang lain (para pengikut) jika tidak ada pengikut maka tidak ada pemimpin tersirat dalam pengertian ini adalah premis bahwa pemimpin yang efektif harus 2 Veithzal Rivai, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2003, hlm. 4 3 Veithzal Rivai, Kiat Memimpin dalam Abad 21, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2004, hlm Arif Nadjih Anies (ed.), Proyek Islam dalam Menghadapi Tantangan Zaman, Latanbora Press, Jakarta, 2003, hlm. 45
4 15 memenuhi bagaimana cara membangkitkan inspirasi dan semangat serta bagaimana dapat melakukan relasi yang baik kepada pengikutnya. Kedua kepemimpinan merupakan proses, maka pemimpin haru melakukan beberapa aktifitas. Meskipun posisi diformalkan mungkin sangat mendorong proses kepemimpinan tapi jika hanya sekedar menduduki posisi tersebut tidak cukup membuat seseorang menjadi pemimpin. Ketiga pemimpin haru mampu mempengaruhi dan membujuk orangorang lain mengambil langkah dan tindakan. Bersama-sama si pemimpin cara mempengaruhi dan membujuk para pengikutnya dapat melewati beberapa pendekatan seperti menggunakan otoritas yang terlegitimasi menjadikan dirinya sebagai teladan atau pelopor penetapan sasaran dan tujuan yang menarik atau mengkomunikasikan sebuah visi. Dalam Islam kepemimpinan identik dengan istilah khalifah yang berarti wakil. Selain kata khalifah disebutkan juga ulul amri yang satu akar dengan amir. Kata ulul amri berarti kepemimpinan tertinggi dalam masyarakat Islam. Selain itu dalam hadits Rasulullah SAW, istilah pemimpin dijumpai dalam kata ra in atau amir. Jadi dapat di simpulkan bahwa kepemimpinan Islam adalah kegiatan menuntun, membimbing, memandu dan menunjukkan jalan yang diritdhoi Allah SWT. Dalam agama Buddha kepemimpinan berorientasi pada fungsi atau tugas, tetapi tidak bersifat otokratis. Kepemimpinan bukanlah membuat orang lain terpengaruh, tunduk dan tergantung pada diri sang pemimpin. Sebaliknya kepemimpinan itu adalah bagaimana membuat seseorang meningkatkan kualitas dirinya hingga mampu untuk tidak menyandarkan nasib pada orang lain. Pemimpin adalah seseorang yang kepemimpinannya menghasilkan kebaikan dan kebijaksanaan yang maksimum. Secara teoritis dapat dibedakan tiga tipe pokok dengan kepemimpinan. Pengelompokan menjadi tiga tipe dikatakan bersifat teoritis karena dalam
5 16 pelaksanaannya mungkin saja dilakukan secara murni tetapi tidak mustahil juga berlangsung sebagai kombinasi. 5 Tipe-tipe Kepemimpinan tersebut adalah 1. Tipe Kepemimpinan Otoriter 2. Tipe Kepemimpinan Bebas (Laissez Faire) 3. Tipe Kepemimpinan Demokratis 1. Tipe Kepemimpinan Otoriter Kepemimpinan otoriter adalah seorang pemimpin yang mengutamakan kehendaknya sendiri, pimpinan bertindak sebagai penguasa tunggal, pihak pimpinan memandang dirinya lebih dalam segala hal dibandingkan dengan pihak yang dipimpin, terutama kemampuannya yang selalu dipandang lebih. Oleh karena itu pemimpin selain sebagai penguasa juga selalu merasa dirinya sebagai yang paling mampu dan paling benar sehingga tidak boleh dibantah, tekanan berupa ancaman dan saksi hukuman dijadikan alat utama dalam melaksanakan kepemimpinannya. Tipe kepemimpinan ini ekstrirn bahkan tidak mematuhi hak-hak asasi yang bersifat manusiawi dari orang-orang yang berada dibawah kekuasaannya. Kepemimpinan ini mendasarkan diri pada kekuasaannya dan pelaksanaan mutlak yang harus dipatuhi, setiap perintah dan kebijaksanaan ditetapkan tanpa konsultasi dengan bawahannya. Pemimpin menempatkan dirinya diluar dan bukan menjadi bagian orangorang yang dipimpinnya. Pimpinan menempatkan dirinya lebih tinggi dari semua anggota organisasinya sebagai. pihak yang memiliki hak berupa kekuasaan sedangkan orang yang dipimpinnya sebagai pihak berada pada posisi yang lebih rendah hanya mempunyai tugas kewajiban dan tanggung jawab. 2. Tipe Kepemimpinan Bebas (Laissez Faire) Tipe kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari tipe kepemimpinan otoriter dalam proses kepemimpinan ini ternyata pemimpin 5 Hadari Nawawi, Kepemimpinan Menurut Islam, Gajah Mada University Press, Yogyakarta, 1993, hlm. 161
6 17 tidak melakukan fungsinya dalam menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya. Pimpinan dalam tipe ini berkedudukan sebagai simbol atau perlambang organisasi kepemimpinannya dijalankan dengan memberikan kebebasan kepada semua orang dalam menetapkan keputusan dan melaksanakannya menurut kehendak masing-masing. Kebebasan diberikan baik perorangan maupun bagi kelompok-kelompok kecil pemimpin hanya memfungsikan dirinya sebagai penasehat. Pada tipe kepemimpinan ini sang pemimpin praktis tidak memimpin. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikitpun dalam kegiatan kelompoknya. Dia merupakan pemimpin simbol dan biasanya tidak memiliki ketrampilan teknis. Pemimpin bebas (Laissez Faire) ini pada hakekatnya bukanlah seseorang pemimpin dalam pengertian sebenarnya Tipe Kepemimpinan Demokratis Kepemimpinan tipe mi adalah pemimpin yang selalu memperhitungkan aspirasi rakyat dan kepentingan masyarakat dan selalu mengusahakan agar bawahannya selalu ikut berperan dalam mengambil keputusan. 7 Dalam kepemimpinan ini setiap individu sebagai manusia diakui, dan dihargai, dihormati eksistensi dan peranannya dalam memajukan serta mengembangkan organisasi. Tipe kepemimpinan ini selalu berusaha untuk memanfaatkan setiap orang yang dipimpinnya. Kepemimpinan demokrasi adalah kepemimpinan yang aktif, dinamis dan terarah. Kepemimpinan ini dalam mengambil keputusan sangat mementingkan musyawarah yang diwujudkan pada setiap jenjang. Pemimpin memandang dan menempatkan orang-orang yang dipimpinnya sebagai subyek yang memiliki kepribadian dan berbagai aspek. Oleh karena itu perilaku dalam kepemimpinan ini adalah perilaku memberikan perlindungan dan penyelamatan, perilaku memajukan dan mengembangkan organisasi serta perilaku pelaksanaan 6 Kartini Kartono, Pemimpin dan Kepemimpinan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1998, hlm EK. Mochtar Efendy, Manajemen suatu Pendekatan Berdasarkan Ajaran Islam, Bhatara Karya Aksara, Jakarta, 1986, hlm. 219
7 18 dalam prakteknya kepemimpinan ini diwarnai oleh usaha mewujudkan hubungan manusiawi yang efektif dengan prinsip saling memperlakukan sebagai subyek. Model dan gaya kepemimpinan dalam masyarakat dilihat dari yang dilakukannya apabila mencoba mempengaruhi orang baru menjadi 4 (empat) model : 8 1. Kepemimpinan memerintah, ini untuk mengembangkan sumber daya manusia yang tidak memiliki kemampuan. 2. Kepemimpinan mengajak, ini menganggap daya manusia yang tidak mampu memiliki kemauan dengan memberi arahan dan dorongan terinci. 3. Kepemimpinan melibatkan, ini untuk menghadapi sumber daya manusia yang belum timbul kemauannya. 4. Kepemimpinan melimpahkan, ini untuk menghadapi sumber daya manusia yang berkualitas. B. Kepemimpinan Wanita Menjelang abad 21 paling tidak terjadi peristiwa-peristiwa dramatik yang mendorong terjadinya perubahan, kejatuhan komunisme, bangkitnya negara di kawasan pasifik dan revolusi telekomunikasi telah melahirkan tatanan dunia baru. Tatanan dunia baru merupakan suatu kreasi sosialisasi darii negara yang mengupayakan demokratisasi. Cita-cita mewujudkan demokrasi merebak ke segala penjuru dunia, termasuk negara Indonesia. Mengalirnya arus berkekuatan mega demokrasi kesegala penjuru dunia, telah membukakan pintu lebar terhadap wanita untuk berperan serta dalam menentukan kehidupan, makin dirasakan dan dialami bahwa demokrasi dan wanita mempunyai kaitan erat kenyataan ini mulai tampak dari gerakan-gerakan wanita dalam berbagai aspek kehidupan di masyarakat sampai dengan makin banyak munculnya para pemimpin wanita 8 M. Tholhah, H, Islam dan Masalah Sumber Daya Manusia, Latanbora Press, Jakarta : 2004, hlm. 71
8 19 untuk berperan sebagai pengambil keputusan. 9 Contoh kongkrit dari pendayagunaan wanita dapat dilihat dari konsep partisipasi wanita (dalam pembangunan) yang telah menjadi keinginan yang cukup kuat untuk mendorong wanita melakukan hal-hal yang baru dengan melimpahkan beban pembangunan bangsa pada pundak wanita, berbagai institusi dan serangkaian kebijaksanaan telah pula terbentuk untuk mengajak wanita lebih terlibat dalam berbagai bidang pekerjaan sehingga akan merambah statistik tingkat partisipasi wanita. Gerakan-gerakan sosial khususnya banyak dipengaruhi oleh proses pencerahan yang ditandai dengan munculnya media sebagai kekuatan baru. Media telah mendidik wanita untuk lebih bebas dan sadar tentang ketergantungan atau ketimpangan hubungan mereka terhadap laki-laki. Wanita disadarkan bahwa mereka memiliki hak yang sama dengan pria dalam menggeluti berbagai bidang kehidupan. 10 Walaupun telah banyak wanita dalam kepemimpinan negara tetapi munculnya wanita sebagai pribadi wajar, alamiah wanita yang muncul seperti Margaret Thatcher, Golda Meir, Indira Gandi, dan lainnya yang gaya kepemimpinannya mirip dengan mereka adalah wanita macho kuat menurut konstruksi laki-laki mereka mampu dan diakui kepemimpinannya. Karena membawa stereotip laki-laki. Lain halnya pemimpin seperti Benazir Butto, Corazon Aquino, Begun Khalidazia dan pimpinan lainnya yang gaya kepemimpinannya serupa, menjadi pimpinan yang berlindung dibawah bayangan laki-laki baik suami atau ayahnya. Kepemimpinan mereka masih dilecehkan, dikaitkan dengan ketergantungan mereka terhadap laki-laki yang mengangkatnya. Akibatnya kepemimpinan mereka rapuh dan potensial diguncangkan. 11 Dalam kepemimpinan Megawati sebagai putri Bung Karno, sangat sulit bagi Megawati untuk melepaskan diri dari pandangan dan ajaran 9 A. Nunuk P., Getar Gender, Indonesiatera, Magelang, 2004, hlm Dr. Irwan Abdullah (ed.), Sangkan Peran Gender, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1997, hlm A. Nunuk P., op.cit., hlm. 51
9 20 ayahnya. Bung Karno yang gandrung akan persatuan bangsa, ternyata telah mewarnai kepemimpinan Mega. Wawasan Megawati berjuang ke arah masyarakat yang demokratis dan menjunjung tinggi nilai keadilan, secara konsekuen wajib ia perjuangkan bagi wanita pula. Dengan kata lain Megawati dituntut berwawasan gender. 12 Usaha pertama yang meski ditempuh oleh kaum wanita adalah upaya semaksimal mungkin untuk membangkitkan kesetaraan pikiran kaum wanita tentang kondisi mereka saat ini. Kaum wanita adalah mitra kaum pria, kaum wanita juga memiliki hak atas kemerdekaan dan kebebasan yang sama seperti dimiliki kaum pria. Kaum pria berhak untuk memperoleh tempat tertinggi dalam ruang aktifitas yang dia lakukan sebagaimana kaum wanita. Secara mendasar, wanita adalah ibu rumah tangga. Pria adalah pencari nafkah, wanita adalah penjaga dan pembagi makanan. Dia ada seorang yang mengambil alih setiap persoalan. Seni mengasuh tunas bangsa merupakan tugas utama wanita satu-satunya hak istimewa. Tanpa pengasuhan seorang wanita, suatu bangsa pasti akan mati. 13 Kepemimpinan wanita dalam Islam sedikitnya ada dua pendapat, pertama mengatakan bahwa wanita dalam Islam tidak bisa menjadi pemimpin dalam kehidupan publik. Sementara pendapat kedua menyatakan sebaliknya bahwa sejalan dengan konsep wanita sejajar yang diajarkan Islam maka wanita boleh menjadi pemimpin dalam masyarakat atau kehidupan publik 14 Dalam agama Buddha kriteria seorang pemimpin tidak disebutkan harus pria atau harus wanita, atau hanya pria dan tidak boleh wanita. Akan tetapi sangat jelas dikatakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki ciri khas yang dapat di jadikan tauladan bagi rakyatnya yang dipimpin. 12 Ibid., hlm Mahatma Gandhi, Kaum Perempuan dan Ketidakadilan Sosial, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2002, hlm M. Atho Mudzhar, Kepemimpinan Wanita dalam Perspektif Agama dan Sejarah Islam, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2001, hlm. 21
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Meina Nurpratiwi, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pada umumnya pengamatan orang tentang sekolah sebagai lembaga pendidikan berkisar pada permasalahan yang nampak secara fisik terlihat mata, seperti gedung,
V. PENUTUP SIMPULAN, FORMULASI, DAN REKOMENDASI
79 V. PENUTUP SIMPULAN, FORMULASI, DAN REKOMENDASI A. Simpulan 1. Etika kepemimpinan Jawa, merupakan ajaran-ajaran yang berupa nilainilai dan norma-norma yang bersumber dari kebudayaan Jawa tentang kepemimpinan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan Indonesia kearah modernisasi maka semakin banyak peluang bagi perempuan untuk berperan dalam pembangunan. Tetapi berhubung masyarakat
BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN. dari hasil wawancara dengan informan, observasi di lapangan maupun datadata
BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN A. Paparan Data Paparan data temuan penelitian adalah pengungkapan dan pemaparan data maupun temuan yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan baik dari
KEHARUSAN DAN KEMUNGKINAN, SERTA BATASAN PENDIDIKAN. Ismail Hasan
KEHARUSAN DAN KEMUNGKINAN, SERTA BATASAN PENDIDIKAN Ismail Hasan A. Keharusan Pendidikan Anak di lahirkan dalam keadaan tidak berdaya (berbeda dengan binatang seperti; kura-kura, buaya, kambing, kera,
BAB I PENDAHULUAN. akan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia dalam. mengoptimalkan dan memaksimalkan perkembangan seluruh dimensi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Keberhasilan pembangunan nasional Indonesia disegala bidang akan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia dalam mengoptimalkan dan memaksimalkan
Sumber : Abdul Mukhyi dan Organisasi.org. yudaharja.com
Sumber : Abdul Mukhyi dan Organisasi.org yudaharja.com Arti Kepemimpinan Menurut Stoner : kepemimpinan adalah sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas, untuk mencapai
OKYENDRA PUTRI BESTARI, 2015 PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KI HAJAR DEWANTARA TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU DI SMK SWASTA SE-KECAMATAN CIMAHI UTARA
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Persaingan di dunia dalam berbagai aspek semakin mendapatkan perhatian yang serius, berbagai negara menggunakan berbagai cara agar negara mereka tidak kalah bersaing
BAB VII KEPEMIMPINAN
BAB VII KEPEMIMPINAN 7.1 Pengantar Secara umum konsep kekuasan, wewenang, dan kepemimpinan senantiasa ada dalam kehidupan masyarakat yang masih sederhana maupun yang telah kompleks, jadi menarik untuk
BAB I PENDAHULUAN. kualitas sumber daya manusia yang bermanfaat bagi lingkungan masyarakat,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang dapat menunjang kualitas sumber daya manusia yang bermanfaat bagi lingkungan masyarakat, bangsa dan negara. Untuk
BAB V PENUTUP. memberikan bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh
BAB V A. Kesimpulan PENUTUP Dalam upaya mewujudkan Pendidikan yang secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan
BAB I. pasien selama 24 jam. Gillies (1994), menyatakan bahwa 60-70% sumber daya
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang sangat kompleks karena sumber daya manusia yang bekerja terdiri dari multi disiplin dan berbagai jenis keahlian.
Modul ke: ETIK UMB. AFIYATI SSi., MT. Fakultas FAKULTAS ILMU KOMPUTER. Program Studi TEKNIK INFORMATIKA
Modul ke: 07 ETIK UMB Fakultas FAKULTAS ILMU KOMPUTER AFIYATI SSi., MT. Program Studi TEKNIK INFORMATIKA PERTEMUAN 7 KEPEMIMPINAN TUJUAN MATERI KEPEMIMPINAN Mampu mendefinisikan kepemimpinan dan menjelaskan
PERAN SERTA PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT. Abstract
RUANG KAJIAN PERAN SERTA PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT Oleh : Wahyu Ishardino Satries Abstract The existence of active teenager in society activities is one of the solution as the effort of empowering
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kepemimpinan 2.1.1. Pengertian Kepemimpinan Seorang pemimpin adalah seorang yang mempunyai kemampuan mempengaruhi bawahannya agar mau dan mampu untuk bekerja secara efektif efisien,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN RELEVAN. mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN RELEVAN A. Tinjauan Pustaka 1. Pemimpin dan Kepemimpinan Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan atau kelebihan
Sejarah pendidikan Indonesia 1. Dyah Kumalasari
Sejarah pendidikan Indonesia 1 Dyah Kumalasari PENDAHULUAN Francis Bacon Knowledge is power Pendidikan untuk Manusia.Sumber pokok kekuatan bagi manusia adalah Pengetahuaan. Mengapa...? Karena manusia dgn
BAB V PEMBAHASAN. A. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) Perspektif Ki Hadjar
BAB V PEMBAHASAN A. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) Perspektif Ki Hadjar Dewantara Sebagaimana disebutkan di dalam penegasan istilah bahwa penelitian ini dibatasi pada nilai-nilai Pendidikan Agama
BAB I PENDAHULUAN. Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, yang isinya disebutkan bahwa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Negara kita (Indonesia) tentang pendidikan juga diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, yang isinya disebutkan bahwa Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. bawahannya untuk senantiasa produktif sebab semangat keberadaan seorang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di dalam suatu organisasi atau unit usaha baik itu formal atau informal, membutuhkan seorang pemimpin yang dapat memberikan semangat kepada bawahannya untuk
KEPELOPORAN DAN KEPEMIMPINAN:
KEPELOPORAN DAN KEPEMIMPINAN: Peran Pokok Pemuda Dalam Pembangunan Disajikan Pada Peluncuran Buku "Peran Pemuda Menuju Indonesia sesuai cita-cita Proklamasi 1945" DPP GOLKAR Jakafta, 3 Maret 1997 Oleh:
BAB IV ANALISIS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMP ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG
69 BAB IV ANALISIS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMP ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG A. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang Kepala sekolah merupakan
Perpustakaan Unika LAMPIRAN
LAMPIRAN LAMPIRAN A Skala Penelitian A-1 SKALA SIKAP SUAMI TERHADAP ISTRI BEKERJA A-2 SKALA KESADARAN KESETARAAN GENDER LAMPIRAN A-1 Skala SIKAP SUAMI TERHADAP ISTRI BEKERJA LAMPIRAN A-2 Skala KESADARAN
BAB I PENDAHULUAN. pelaksanaan tugas dan penyelenggaraan pemerintahan, dipengaruhi oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada sebuah organisasi pemerintahan, kesuksesan atau kegagalan dalam pelaksanaan tugas dan penyelenggaraan pemerintahan, dipengaruhi oleh kepemimpinan, melalui kepemimpinan
BAB II KAJIAN TEORI. jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pengertian Kepemimpinan Kepemimpinan secara harfiah berasal dari kata pimpin. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan
BAB II KAJIAN TEORI DAN PENELITIAN YANG RELEVAN. gagasan anti poligami (Lucia Juningsih, 2012: 2-3). keterbelakangan dan tuntutan budaya.
BAB II KAJIAN TEORI DAN PENELITIAN YANG RELEVAN A. Kajian Teori 1. Gagasan Emansipasi Kartini Tiga gagasan yang diperjuangkan Kartini yaitu emansipasi dalam bidang pendidikan, gagasan kesamaan hak atau
BAB I PENDAHULUAN. atau di dalam kantor untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam menjalankan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain melalui komunikasi, baik langsung maupun tidak langsung yang ada dalam suatu organisasi atau
BAB I PENDAHULUAN. aktivitas dan sumber daya yang dimiliki perusahaan. perusahaan sektor publik. Salah satu perusahaan sektor publik yang menjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan usaha yang semakin ketat dewasa ini menuntut perusahaan untuk dapat beroperasi secara efektif dan efisien. Terwujudnya efisiensi bagi perusahaan sangat bergantung
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok
KODE ETIK GURU INDONESIA
KODE ETIK GURU INDONESIA MUKADIMAH Guru Indonesia tampil secara profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. menyangkut kepentingan rakyat harus didasarkan pada kedaulatan rakyat. Pemilu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara demokrasi dimana pemerintahan berdasarkan atas kedaulatan rakyat (Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 1
BAB I PENDAHULUAN. Press, Jakarta, 2007, Hlm. 4. Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam, Ar-Ruzz Media, Jogjakarta, 2013, Hlm. 189
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
BAB I PENDAHULUAN. kesempatan kerja sangatlah terbatas (Suratiyah dalam Irwan, 2006)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara umum masalah utama yang sedang dihadapi secara nasional adalah sedikitnya peluang kerja, padahal peluang kerja yang besar dalam aneka jenis pekerjaan
BAB I PENDAHULUAN. merupakan masalah utama disetiap kegiatan yang ada didalamnya. Malayu S.P
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada berbagai bidang khususnya kehidupan berorganisasi, faktor manusia merupakan masalah utama disetiap kegiatan yang ada didalamnya. Malayu S.P Hasibuan mengatakan
Perpustakaan Unika LAMPIRAN
LAMPIRAN LAMPIRAN A Data Kasar A-1 DATA KASAR SIKAP TERHADAP POLIGAMI A-2 DATA KASAR KESADARAN KESETARAAN GENDER LAMPIRAN A-1 Data Kasar SIKAP TERHADAP POLIGAMI LAMPIRAN A-2 Data Kasar KESADARAN KESETARAAN
Presiden Masa Depan Dalam Teori Kepemimpinan (363/M) Oleh : Rohmah Kusma Wihantari Kamis, 12 Juli :46
KOPI - Menjadi presiden merupakan tugas yang amat berat. Bayangkan, seseorang mewakili sebanyak 237.556.363 orang, yang terdiri dari 119.507.580 Laki-laki dan 118.048.783 perempuan (BPS bulan Agustus 2010).
KEPEMIMPINAN ABAD 21
KEPEMIMPINAN ABAD 21 Oleh : Abdul Syakur*) Abstraksi Kalau kita mengamati berbagai telaah mengenai kepemimpinan untuk menentukan apa yang melahirkan seorang pemimpin yang efektif dan apa yang membedakan
I. PENDAHULUAN. pulau-pulau dan lebih kebudayaan, upaya menguraikan kondisi hubungan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di Negara Indonesia ini terdapat berbagai macam suku bangsa, adat istiadat, pulau-pulau dan lebih kebudayaan, upaya menguraikan kondisi hubungan perempuan dan
BAB V PEMBAHASAN. pustaka. Sebagaimana yang ditegaskan dalam teknis analisis.
BAB V PEMBAHASAN Pada pembahasan ini peneliti akan menyajikan uraian sesuai dengan hasil penelitian, sehingga pembahasan ini akan mengintegrasikan hasil penelitian dan memadukan dengan kajian pustaka.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Elemen terpenting dalam sebuah sistem pendidikan adalah guru, karena ia merupakan ujung tombak. Proses belajar siswa sangat dipengaruhi oleh bagaimana siswa
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan fisik seperti makan, minum, pakaian dan perumahan tetapi juga non. (ketetapan-ketetapan MPR dan GBHN 1998).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan Indonesia diarahkan untuk pembangunan manusia seutuhnya dan masyarakat seluruhnya. Termasuk dalam proses pembangunan adalah usaha masyarakat untuk
Bagian Tiga Nilai-nilai Dasar dan Nilai-nilai Operasional Pasal 5
PEMBUKAAN Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa guru Indonesia menyadari bahwa jabatan guru adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia. Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR. Oleh: Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2008
KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR Oleh: Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2008 RASIONAL 1. Jabatan guru sebagai jabatan yang berkaitan dengan pengembangan SDM 2. Era informasi
BAB II SISTEM AMONG DALAM GERAKAN PRAMUKA
BAB II SISTEM AMONG DALAM GERAKAN PRAMUKA A. Pencetus Sistem Among Sistem among adalah hasil pemikiran dari Ki Hajar Dewantara, Ki hajar dewantara terlahir dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat pada
- 1 - PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA
- 1 - PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA I. UMUM Salah satu tujuan bernegara yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
II. TINJAUAN PUSTAKA
4 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kepemimpinan 2.1.1. Pengertian Kepemimpinan Pemimpin adalah seseorang yang mengatur atau memimpin atau menginspirasi orang lain. Pemimpin dapat pula diartikan sebagai kemampuan
BAB II TELAAH PUSTAKA. Kepemimpinan merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu sosial, sebab prinsipprinsip
1 BAB II TELAAH PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1. Pengertian Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu sosial, sebab prinsipprinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat
BAB I PENDAHULUAN. pekerja atau buruh. Oleh karena itu seorang tenaga kerja sebagai subyek
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tenaga kerja merupakan modal utama pembangunan masyarakat nasional Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tujuan terpenting dalam pembangunan
Psikologi Kepemimpinan *)
Psikologi Kepemimpinan *) Oleh Edi Purwanta **) Membahas mengenai psikologi kepemimpinan tidak dapat lepas dari pengertian kepemimpinan itu sendiri, pemimpin, dan kelompok. Kajian kepemimpinan sendiri
BAB I PENDAHULUAN. Republik Indonesia (NKRI) tidaklah kecil. Perjuangan perempuan Indonesia dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peran kaum perempuan Indonesia dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidaklah kecil. Perjuangan perempuan Indonesia dalam menegakkan NKRI dipelopori
Jawaban Soal-soal Untuk Menguji Diri
TAMBAHAN 267 Jawaban Soal-soal Untuk Menguji Diri Pasal I 1 c) mempunyai suatu cara khusus untuk melaksanakan maksud-nya. 2 b) orang-orang yang dipilih, dibimbing dan diberi kuasa oleh-nya untuk melaksanakan
sosial kaitannya dengan individu lain dalam masyarakat. Manusia sebagai masyarakat tersebut. Layaknya peribahasa di mana bumi dipijak, di situ
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk monodualis, di satu sisi ia berperan sebagai individu yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri (internal individu), namun di sisi
PENINGKATAN KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF
PENINGKATAN KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF Suparni Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNP Abstract Sekolah sebagai suatu organisasi sosial harus mampu menyesuaikan diri dan mengantisipasi setiap perkembangan
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Yulia Rachmawati (08120143) Mahasiswa Pendidikan Ekonomi IKIP Veteran Semarang ABSTRAK Sebagai seorang pemimpin kepala sekolah mempunyai tugas
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1. No 1. Januari - Juni 2017 Halaman ISSN
JURNAL BENCHMARKING Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1. No 1. Januari - Juni 2017 Halaman 22 31 ISSN. 3459-2461 KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMP NEGERI 1 KOTANOPAN
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. SIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan statistik dan analisis data seperti yang diuraikan pada bab sebelumnya, terkait dengan persepsi guru tentang efektivitas kepemimpinan
KODE ETIK GURU INDONESIA PEMBUKAAN
KODE ETIK GURU INDONESIA PEMBUKAAN Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa guru Indonesia menyadari bahwa jabatan guru adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia. Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk
BAB IV INTERPRETASI TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PENDIDIKAN ANAK. dibahas dengan menggunakan perspektif teori pengambilan keputusan.
BAB IV INTERPRETASI TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PENDIDIKAN ANAK Bab ini akan membahas tentang temuan data yang telah dipaparkan sebelumnya dengan analisis teori pengambilan keputusan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Pengawasan Keuangan Pengawasan adalah suatu upaya yang sistematik untuk menetapkan kinerja standar pada perencanaan untuk merancang sistem umpan balik
a. Daftar pertanyaan wawancara terhadap Kepala Sekolah
Lampiran a. Daftar pertanyaan wawancara terhadap Kepala Sekolah 1. Bagaimana cara anda selaku Kepala Sekolah dalam memberikan pelimpahan dan distribusi kewenangan terhadap rekan kerja anda? 2. Bagaimana
Siaran Pers Kemendikbud: Hardiknas 2017, Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas Selasa, 02 Mei 2017
Siaran Pers Kemendikbud: Hardiknas 2017, Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas Selasa, 02 Mei 2017 Mendikbud: Pembentukan Karakter Harus Menjadi Prioritas     Jakarta, Kemendikbud â Peringatan
SOAL CPNS PANCASILA. Petunjuk! Pilihlah jawaban yang paling tepat!
Petunjuk! Pilihlah jawaban yang paling tepat! SOAL CPNS PANCASILA 1. Toleransi dalam kehidupan antar umat beragama berarti. a. Persebaran agama dapat dilakukan kepada siapa saja dan dimana saja b. Setiap
PANDANGAN AKHIR FRAKSI PARTAI DAMAI SEJAHTERA DPR-RI TERHADAP RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PARTAI POLITIK
PANDANGAN AKHIR FRAKSI PARTAI DAMAI SEJAHTERA DPR-RI TERHADAP RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PARTAI POLITIK Disampaikan oleh : Ir. Apri Hananto Sukandar, M.Div Nomor Anggota : A- 419 Yang terhormat Pimpinan
BAB I PENDAHULUAN. dilakukannya di kehidupan sehari-hari, sehingga akan terjadi beberapa masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perempuan merupakan makhluk yang diciptakan dengan berbagai kelebihan, sehingga banyak topik yang diangkat dengan latar belakang perempuan. Kelebihan-kelebihan
BAB IV ANALISIS NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAANDI SMK PGRI BATANG
BAB IV ANALISIS NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAANDI SMK PGRI BATANG Pada bab ini peneliti akan melakukan analisis dari survey baik pustaka maupun lapangan. Dalam hal ini
BAB II KAJIAN PUSTAKA. dan perempuan terjadi melalui proses yang sangat panjang. Oleh karena itu
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Teori Relasi Kekuasaan Sejarah perbedaan gender (gender differences) antara manusia jenis laki- laki dan perempuan terjadi melalui proses yang sangat panjang. Oleh karena itu
BAB I PENDAHULUAN. Setiap organisasi memerlukan suatu pembagian tugas atau. pembagian kerja yang jelas. Masing-masing bagian yang membangun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap organisasi memerlukan suatu pembagian tugas atau pembagian kerja yang jelas. Masing-masing bagian yang membangun organisasi tersebut, di dalam melaksanakan
#### Selamat Mengerjakan ####
Pekerjaan Istri = Bekerja / Tidak Bekerja Apa pekerjaan Istri Anda? = Berapa jam perhari Istri bekerja = Usia Anak =...Tahun Pembantu Rumah Tangga = Punya / Tidak Punya (Lingkari Salah Satu) Dengan hormat,
BAB I PENDAHULUAN. pada kehidupan masyarakat tersebut merupakan fenomena sosial yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap kehidupan manusia senantiasa mengalami perubahan, perubahanperubahan pada kehidupan masyarakat tersebut merupakan fenomena sosial yang wajar, oleh karena setiap
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian dan Definisi gaya Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan kemampuan menggerakkan atau memotivasi anggota organisasi agar secara serentak melakukan kegiatan yang sama dan
PEMBAHASAN. 1.Pengertian Gaya Kepemimpinan Partisipatif
PEMBAHASAN 1.Pengertian Gaya Kepemimpinan Partisipatif Model kepemimpinan merupakan aspek penting bagi seorang pemimpin, karena model kepemimpinan akan efektif jika disesuaikan dengan tingkat kematangan
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA GURU DITINJAU DARI PERSPEKTIF AGAMA ISLAM
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA GURU DITINJAU DARI PERSPEKTIF AGAMA ISLAM Hardianto Dosen UPP dan STAI Tuanku Tambusai Pasir Pengaraian Abstrak Sekolah merupakan lembaga
K E T E T A P A N MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR : VII/MPR/2001 TENTANG VISI INDONESIA MASA DEPAN
K E T E T A P A N MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR : VII/MPR/2001 TENTANG VISI INDONESIA MASA DEPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sejalan dengan salah satu tujuan kemerdekaan Indonesia, yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejalan dengan salah satu tujuan kemerdekaan Indonesia, yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mengenai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa jelaslah
Standar Proses Pembelajaran. Standar Isi. Lulusan. Peserta didik. Lingkungan. Standar Pembiayaan. Standar Sar. & Pras.
SUPERVISI AKADEMIK DALAM KAITANNYA DENGAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (Makalah disampaikan pada Workshop Penjaminan Mutu) Para Kepala Sekolah Se Kabupaten Karangasem 28 Oktober 2006 ---------------------------------------------------------------------
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemerintah desa merupakan simbol formil kesatuan masyarakat desa. Pemerintah desa sebagai badan kekuasaan terendah selain memiliki wewenang asli untuk mengatur
Manajemen Keperawatan (Teori Kepemimpinan, gaya kepemimpinan & Konsep Berubah. Background
Manajemen Keperawatan (Teori Kepemimpinan, gaya kepemimpinan & Konsep Berubah A.T.A Background Apa itu kepemimpinan? Mengapa itu penting? Apa Hubungannya dengan manajemen? Siapa yang membutuhkan manajemen?
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA PERAWAT RUANG PERAWATAN SILOAM HOSPITALS SURABAYA SKRIPSI
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA PERAWAT RUANG PERAWATAN SILOAM HOSPITALS SURABAYA SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar
BAB 1 PENDAHULUAN. proses pembelajaran kepada siswa (manusia) dalam upaya mencerdaskan dan
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan dalam pengertian yang lebih luas dapat diartikan sebagai suatu proses pembelajaran kepada siswa (manusia) dalam upaya mencerdaskan dan mendewasakan siswa
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perempuan adalah tiang penyangga dalam rumah tangga. Istilah tersebut
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perempuan adalah tiang penyangga dalam rumah tangga. Istilah tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki posisi vital di tengah-tengah keluarga dengan segala fungsi
BAB I PENDAHULUAN. perannya sebagai subyek pelaksana kebijakan dan kegiatan operasional
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia merupakan aset terpenting perusahaan karena perannya sebagai subyek pelaksana kebijakan dan kegiatan operasional perusahaan. Agar perusahaan
BAB II KAJIAN TEORITIS. memengaruhi tersebut. Berdasarkan pengertian diatas dan dikaitkan dengan kegiatan
BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Kepemimpinan Pembahasan tentang kepemimpinan secara umum dapat dijelaskan bahwa Kepemimpinan adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh orang untuk mempengaruhi orang
