BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN"

Transkripsi

1 digilib.uns.ac.id 71 BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan Simpulan penelitian ini berdasarkan pada kajian teori, hasil penelitian, dan pembahasan yang telah dilakukan penulis. Hasil penilaian kualitas proses pembelajaran dengan menerapkan metode mind mapping mampu meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VII H SMP N 2 Klaten. Peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis teks eksplanasi terbukti dari hal-hal berikut, yaitu (1) meningkatnya keaktifan siswa selama proses pembelajaran menulis teks eksplanasi. Keaktifan siswa meningkat selama mengikuti proses pembelajaran menulis teks eksplanasi pada siklus 1 dan siklus 2. Persentase keberhasilan keaktifan siswa untuk setiap siklus adalah 72% pada siklus I, dan 86% pada siklus 2; (2) meningkatnya kedisiplinan siswa terhadap proses pembelajaran menulis teks eksplanasi. Hal itu dapat dilihat dari persentase keberhasilan kedisiplinan siswa dari siklus 1 sebesar 75%, dan siklus 2 sebesar 83%; (3) meningkatnya tanggung jawab siswa selama proses pembelajaran menulis teks eksplanasi dari 72% pada siklus 1 meningkat menjadi 81% pada siklus 2; dan (4) meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam menulis teks eksplanasi dari 78% pada siklus 1 menjadi 84% pada siklus 2. Selain kualitas proses meningkat, kualitas pembelajaran dengan menerapkan metode mind mapping dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis teks eksplanasi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa pada setiap siklus. Pada pratindakan jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 40% (14 siswa) dengan nilai rata-rata 69, setelah dilakukan siklus 1 kemampuan siswa menulis teks eksplanasi mengalami peningkatan sebesar 72% (26 siswa) dengan nilai rata-rata menjadi 77. Peningkatan ini juga terjadi pada siklus 2, pada siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 82% (27 siswa) dengan nilai rata-rata 80, sehingga siswa kelas VII H telah mencapai KKM. Hal ini sesuai dengan KKM yang ditetapkan peneliti sebesar 73.

2 digilib.uns.ac.id 72 B. Implikasi Penelitian ini memberikan sebuah pengetahuan tentang keberhasilan dalam menulis teks eksplanasi melalui metode pembelajaran mind mapping. Keberhasilan ini terlihat dari kualitas belajar siswa di kelas dan kemampuan siswa dalam menulis teks eksplansi. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran guru di kelas. Guru memegang peran penting dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran secara kualitatif maupun kuantitatif yang baik. Kemampuan guru ini terlihat dalam penyampaian materi, pemilihan metode mengajar, pengelolaan kelas, dan pemilihan media yang tepat. Penyampaian materi yang dilakukan tidak menarik dan membosankan sangat mempengaruhi pembelajaran di kelas. Hal ini terjadi bila guru menyampaikan materi dengan ceramah dan ada kalanya menyampaikan sambil duduk. Selain itu sikap guru dalam menyampaikan pelajaran dengan tegang, tanpa senyum akan memperparah ketidaksukaan siswa terhadap pelajaran. Pemilihan metode dalam mengajar juga menentukan keberhasilan dalam pembelajaran. Seorang guru yang hanya berceramah dan tanpa ada metode yang digunakan akan membuat siswa tidak bersemangat. Guru juga perlu bisa mengelola kelas dengan baik sehingga kondisi kelas siap dan layak untuk dilaksanakan kegiatan belajar mengajar. Terakhir guru hendaknya dapat menggunakan media pembelajaran sehingga siswa antusias dan bersemangat. 1. Implikasi Teoretis Pemilihan metode yang tepat dalam pembelajaran sangat mempengaruhi hasil pembelajaran itu sendiri. Demikian juga dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi menggunakan metode mind mapping mampu meningkat kemampuan menulis teks eksplansi. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan metode mind mapping mampu mengaktifkan seluruh otak sehingga siswa mampu berinteraksi dengan sangat baik di kelas. Metode ini juga mampu memfokuskan diri dalam aktifitas menulis karena sudah terkonsep pada mind mapping yang telah dibuat. Selain itu dengan menggunakan metode mind mapping membantu siswa dalam menunjukan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah sehingga menjadi paragraf yang baik.

3 digilib.uns.ac.id 73 Metode mind mapping juga mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis teks eksplanasi. Peningkatan kualitas proses pembelajaran ini dilihat dari keaktifan siswa. Keaktifan siswa terlihat pada saat proses pembelajaran menulis teks eksplanasi berlangsung siswa sangat aktif menjawab. Ketika guru memberi pertanyaan kepada siswa tampak siswa saling berebut untuk menyampaikan pendapatnya. Keaktifan siswa dalam melaksanakan tugas belajar dan melaksanakan diskusi kelompok juga baik ketika penerapan metode ini. Siswa sudah melaksanakan tugasnya sesuai petunjuk dalam proses pembelajaran menulis teks eksplansi. Tanggung jawab siswa mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari tanggung jawab dalam melaksanakan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya selalu terselesaikan dengan baik. Siswa bersemangat dan bisa bekerja sama dengan rekan satu kelompok. Selain itu siswa juga sudah melaksanakan tugas individu dengan sangat baik. Kedisiplinan siswa mengalami peningkatan, terlihat dalam mengerjakan setiap tugas yang diberikan baik. Siswa disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah berbahasa yang baik dan benar. Dan yang terakhir kualitas proses pembelajaran siswa dilihat dari kepercayaan diri juga mengalami peningkatan setelah penerapan metode mind mapping. Hal ini terlihat dari siswa dalam berpendapat atau melakukan tindakan sudah sangat baik. Siswa juga berebut untuk presentasi di depan kelas dan dalam menjawab pertanyaan guru, siswa berebut untuk berpendapat atau menjawab pertanyaan. Berdasarkan penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa secara teoritis kemampuan menulis teks eksplanasi dapat meningkat dengan pelaksanaan penelitian dengan metode mind mapping. Peningkatan tersebut dilihat dari kualitas pembelajaran siswa dalam menulis teks eksplanasi dan kemampuan siswa menulis teks eksplanasi. Sehingga hasil penelitian ini mampu digunakan sebagai referensi dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif, menarik, dan tidak membosankan. Guru dapat menggunakan metode pembelajaran mind mapping sebagai salah satu alternatifnya. Selain yang sudah dijabarkan di commit atas, to berdasarkan user hasil penelitian ini dapat

4 digilib.uns.ac.id 74 bermanfaat untuk mengembangkan metode pembelajaran yang saat ini. Metode pembelajaran yang selama ini masih menggunakan metode yang konvensional dapat ditinggalkan menuju metode pembelajaran yang inovatif sehingga bisa membantu pengembangan diri siswa dan guru sendiri. Selain itu metode ini dapat memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia dan dapat mempertinggi interaksi dalam belajar mengajar serta menambah pengetahuan tentang penelitian tindakan kelas dengan metode mind mapping. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya kemampuan menulis teks eksplanasi dapat ditingkatkan. 2. Implikasi Pedagogis Keberhasilan dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi dengan metode mind mapping mampu memberikan gambaran bagi guru betapa pentingnya pemilihan metode pembelajaran yang tepat guna mencapai keberhasilan dalam pembelajaran. Ketepatan dalam pemilihan metode akan membawa dampak positif pada peningkatan proses dan hasil pembelajaran. Selain itu, kemampuan guru dalam membuat pembelajaran yang menyenangkan akan berpengaruh terhadap berjalannya proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang inovatif akan mampu memperlancar tercapainya tujuan pembelajaran. Penerapan metode mind mapping dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi guru tidak lagi menjadikan dirinya sebagai satu-satunya sumber pembelajaran, melainkan guru bisa menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran. Karena siswa dituntut untuk aktif dan menggali informasi serta pengetahuan dalam dirinya serta teman yang lain. Sehingga guru hanya berperan sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan, masukan, dan juga arahan kepada peserta didik. Penerapan strategi yang inovatif mampu membangkitkan semangat siswa dalam kegiatan pembelajaran. Ketepatan pemilihan metode pembelajaran menjadi salah satu kunci dalam pencapaian kompetensi dasar dan ketuntasan hasil belajar siswa. Pembelajaran menulis bukan lagi sebagai momok bagi siswa terutama dalam menulis teks eksplanasi. Siswa telah memahami pengertian teks eksplanasi. Teks eksplanasi yang memiliki pengertian jenis tulisan yang menjelaskan bagaimana dan

5 digilib.uns.ac.id 75 mengapa fenonema alam terjadi. Sehingga ketika menulis teks eksplanasi dengan segera siswa memahami apa yang harus dituliskannya. Selain itu pemahaman siswa ini tidak hanya sekedar pengertian, namun lebih pada struktrur dan kebahasaan yang ada dalam menulis. Pembelajaran yang menyenangkan dan penggunaan media pembelajaran yang inovatif akan mampu tercapainya tujuan pembelajaran. Peningkatan penelitian ini tidak lepas dari metode mind mapping yang digunakan guru, sehingga siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, siswa terbantu dalam menuangkan gagasan atau ide dengan adanya mind mapping yang telah dibuat. 3. Implikasi Praktis Keberhasilan sebuah pendidikan tidak hanya dicapai bila siswa-siswanya mendapatkan nilai yang tinggi dalam tes, namun perlu juga dilihat dari proses untuk mencapainya. Hal ini sesuai dengan kurikulum yang diterapkan di SMP Negeri 2 Klaten, yakni Kurikulum Dalam Kurikulum 2013 penilaian proses belajar merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran. Penilaian proses merupakan cara pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Penilaian hasil belajar oleh guru dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Berdasarkan penilaian hasil belajar oleh guru, guru dan siswa dapat memperoleh informasi tentang kelemahan dan kekuatan pembelajaran dan belajar. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatannya, guru dan siswa memiliki arah yang jelas mengenai langkah yang harus diperbaiki dan dapat melakukan refleksi mengenai langkah yang dilakukannya dalam pembelajaran dan belajar. Proses pembelajaran harus ada interaksi, sehingga siswa dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya agar tujuan pembelajaran tercapai secara efektif. Keaktifan siswa, kedisiplinan siswa, tanggung jawab siswa dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran mencerminkan proses pembelajaran yang berkualitas. Pada segi hasil yang menekankan kepada tingkat penguasaan kompetensi siswa baik segi kualitas maupun kuantitas. Proses pembelajaran yang menuntut kemampuan untuk

6 digilib.uns.ac.id 76 mewujudkan keaktifan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran juga diperlukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dalam menulis teks eksplansi. Kemampuan menulis teks eksplanasi didapat dari tingkat kebiasaan siswa berlatih menulis. Pada proses latihan ini siswa membutuhkan dorongan arahan dari guru yang berupa keaktifan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kepercayaan diri siswa untuk berlatih. Kemampuan siswa dalam menulis teks eksplanasi dipengaruhi juga oleh cara penyampaian guru di kelas. Proses pembelajaran yang berjalan dengan baik, efektif, dan sesuai dengan rencana akan membuat siswa dapat mencapai kompetensi yang ditetapkan dalam pembelajaran. Pelaksanaan proses pembelajaran yang berkualitas oleh guru akan mampu menghasilkan kemampuan menulis teks eksplanasi yang baik. Hal ini didukung oleh rencana pelaksanaan pembelajaran, media pembelajaran, dan pemilihan metode yang tepat. Metode dan media pembelajaran yang sesuai akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi dan siswa dapat mudah menyerap materi. Peneliti dan guru sepakat menerapkan metode mind mapping untuk meningkatkan kualitas proses dan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran menulis teks eksplanasi di kelas VII H SMP N 2 Klaten berjalan efektif. Hal ini ditunjukkan dari hasil proses pembelajaran maupun kemampuan menulis teks eksplanasi siswa meningkat setiap siklusnya. Untuk itu penggunaan metode mind mapping memberikan implikasi pada peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi bagi siswa. Metode mind mapping ini dapat digunakan dalam sebagai salah satu metode pembelajar yang inovatif di kelas menggantikan metode tradisional. Hal ini dipandang perlu karena tuntutan perkembangan zaman saat ini. Untuk itu mindset guru hendaknya perlu berubah. Guru hendaknya cepat menyadari dari kegiatan belajar mengajar masih bersifat tradisional. Perubahan memang tidak semudah membalik telapak tangan. Guru sudah terlanjur menjadikan dirinya sumber utama ilmu pengetahuan yang kemudian menuangkan pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didik. Seringkali guru membuat analogi bahwa siswa adalah sebuah commit gelas to kosong user yang belum berisi apa-apa,

7 digilib.uns.ac.id 77 sedangkan guru adalah orang yang bertugas untuk mengisi gelas kosong tersebut dengan pengetahuan yang ia miliki. Hal ini menempatkan guru sebagai pihak yang menentukan apa saja yang hendaknya diberikan kepada siswa, menentukan mana yang baik bagi siswa dan mana yang tidak, mana yang perlu mana yang bukan. Dan siswa berada pada posisi menerima apapun yang diberikan guru sebagai sesuatu yang harus diterima, sesuatu yang tidak boleh dibantah, sesuatu yang dipercaya akan berguna baginya pada kehidupan mendatang. Padahal sebuah pendidikan di sekolah tidak dapat diasumsikan bahwa siswa seperti gelas kosong, namun siswa adalah sebuah gelas yang sudah terisi, bahwa tugas dari guru bukanlah mengisi peserta didik dengan sesuatu yang dianggap perlu dan baik, namun membantu dan membimbing siswa untuk mengolah apa yang sudah ada dalam dirinya dengan berbagai hal yang akan membuat potensi dirinya menjadi maksimal. Sehingga hubungan ini perlu mengedepankan hubungan timbal balik antara guru dan siswa, artinya baik guru maupun peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berpendapat, untuk menyampaikan ide, untuk berbeda satu sama lain. Di sini guru bukan satu-satunya kebenaran dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan sehingga apapun yang ia katakan dan lakukan menjadi benar meskipun bertentangan dengan apa yang diyakini siswa. Di sini masing-masing pendapat hendaknya harus dihargai tentunya ketika pendapat-pendapat tersebut memiliki dasar dan sumber pengetahuan yang jelas. Oleh karena itu, masing-masing pihak sudah memiliki kesadaran awal untuk saling mengisi, saling berbagi, saling memberi, saling menghargai dan menghormati pendapat ketika terjadi berbedaan pendapat. Hal ini sesuai dengan Kurikulum 2013 yang lebih mengedepankan dan menuntut siswa untuk lebih berperan aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan kecakapan yang dimilikinya. Dengan demikian siswa dapat mengeksplorasi semua sumber belajar yang ada. Untuk itu tugas paling utama guru tidak lagi menjadi sumber belajar utama bagi siswa, namun tugas guru kini lebih pada motivator bagi peserta didik agar menemukan kembali semangat dan

8 digilib.uns.ac.id 78 rasa ingin tahu yang dimilikinya sehingga siswa akan mengeksplorasi semua sumber belajar yang ada di sekitarnya. Untuk itu hasil penelitian ini dapat sebagai bahan acuan guru untuk pembelajaran demi pelaksanaan tindakan pembelajaran menulis pada waktu berikutnya. Sehingga diharapkan pembelajaran untuk ke depan tidak hanya melihat pada hasil karya siswa, namun juga perlu melihat proses itu sendiri. Guru dapat memberikan pengalaman belajar yang baik, sehingga apa yang didapat siswa mampu mengembangkan pengetahuannya. Penelitian ini dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa melalui penerapan metode mind mapping. Metode mind mapping membantu siswa yang kesulitan mengembangkan ide tulisan baik menyusun kalimat maupun merangkainya menjadi paragraf. Siswa dapat mendayagunakan semua kompetensi yang mereka miliki, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik lewat mind mapping. Metode ini juga mampu membantu siswa untuk belajar bersosialisasi, berkomunikasi, dan juga bekerja sama dalam kelompok. Selain itu, siswa juga dapat berlatih untuk menghargai pendapat orang lain dan bersifat terbuka terhadap masukan, kritikan, ataupun saran yang mereka peroleh. Penelitian ini bagi sekolah dapat digunakan dalam penentuan kebijakan sekolah yang dapat digunakan untuk meningkatkan citra sekolah. Hal ini perlu disadari bahwa kemajuan sekolah juga bukan hanya ditentukan oleh guru dan siswa, melainkan seluruh warga sekolah harus bersatu dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh guru pengampu kebijakan sekolah adalah dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman yang cukup kepada guru tentang pembelajaran yang inovatif. Pemangku sekolah dapat memberikan masukan kepada guru untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri berupa seminar, lokakarya maupun MGMP sehingga guru dapat mengembangkan kompetensi yang mereka miliki. Bagi lembaga pendidikan dengan hasil penelitian ini dapat menambah daftar bacaan dan referensi di universitas khususnya jurusan bahasa Indonesia. Selain itu juga dapat menambah khazanah commit pengetahuan to user dan pemahaman bagi pembaca

9 digilib.uns.ac.id 79 mengenai kemampuan menulis teks eksplanasi serta dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan pembelajaran menulis teks eksplanasi dengan metode mind mapping. C. Saran Berdasarkan simpulan dan implikasi hasil penelitian di atas perlu diperhatikan beberapa hal untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran menulis teks eksplanasi. Pertama, bagi siswa;(1) siswa dapat menyadari bahwa menulis teks eksplanasi itu penting dan bermanfaat karena dapat melatih siswa untuk berpikir kreatif dan imajinatif; (2) siswa diharapkan banyak membaca jenis-jenis teks eksplanasi dan berlatih menulis teks eksplanasi agar untuk menambah wawasan; dan (3) siswa dapat berperan aktif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan di kelas. Kedua, bagi guru; (1) guru sebaiknya membuat perencanaan dan persiapan terhadap proses pembalajaran yang akan dilakukan, (2) guru hendaknya mengoptimalkan pengembangan kreatifitas dan daya imajinasi siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas, (3) guru diharapkan berpikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, dan mampu memicu keaktifan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kepercayaan diri siswa terhadap materi yang disampaikan dan selama proses pembelajaran, (4) guru harus tanggap terhadap berbagai hambatan yang ada dalam proses pembelajaran dan mampu mengatasinya, dan (5) guru harus membuat evaluasi dan penilaian yang tepat untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan pembelajaran. Ketiga, bagi sekolah;(1) membuat kebijakan untuk meningkatkan kompetensi guru, misalnya mengikutsertakan guru-guru dalam pelatihan maupun seminar; dan (2) memberikan motivasi kepada guru agar guru dapat memilih metode yang inovatif untuk diterapkan dalam pembelajaran. Keempat, bagi peneliti lain;(1) peneliti lain hendaknya mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan metode mind mapping dan dapat berkolaborasi dengan guru; dan (2) peneliti lain diharapkan mampu menggunakan metode yang baru agar dapat menggali kreatifitas dan daya imajinasi siswa.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah digilib.uns.ac.id 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menulis bukan sesuatu yang diperoleh secara spontan, tetapi memerlukan usaha sadar menuliskan kalimat dan mempertimbangkan cara mengkomunikasikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang penting dalam 1 A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang penting dalam kehidupan. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. A. Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil simpulan sebagai berikut ini.

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. A. Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil simpulan sebagai berikut ini. BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil simpulan sebagai berikut ini. 1. Penerapan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, SARAN. Pada bab V bagian ini mencakup uraian tentang: (1) simpulan, (2) implikasi, dan (3) saran. A.

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, SARAN. Pada bab V bagian ini mencakup uraian tentang: (1) simpulan, (2) implikasi, dan (3) saran. A. digilib.uns.ac.id BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, SARAN Pada bab V bagian ini mencakup uraian tentang: (1) simpulan, (2) implikasi, dan (3) saran. A. Simpulan Simpulan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN METODE PETA PIKIRAN PADA SISWA KELAS IX SMPN 1 PURWOSARI TAHUN PELAJARAN

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN METODE PETA PIKIRAN PADA SISWA KELAS IX SMPN 1 PURWOSARI TAHUN PELAJARAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN METODE PETA PIKIRAN PADA SISWA KELAS IX SMPN 1 PURWOSARI TAHUN PELAJARAN 2013-2014 Helmi Susanti Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Abstrak:Prestasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembelajaran Bahasa Indonesia di dunia pendidikan bertujuan agar

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembelajaran Bahasa Indonesia di dunia pendidikan bertujuan agar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran Bahasa Indonesia di dunia pendidikan bertujuan agar siswa memiliki keterampilan berbahasa dan pengetahuan kebahasaan. Keterampilan berbahasa mencakup 4

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bangsa. Kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas guru. Sebaik apapun

BAB I PENDAHULUAN. bangsa. Kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas guru. Sebaik apapun BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berimplikasi pada kemajuan suatu daerah bahkan bangsa. Kualitas pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di sekolah. Pembelajaran bahasa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di sekolah. Pembelajaran bahasa digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di sekolah. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan agar siswa terampil

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 1 NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI

PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 1 NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 1 NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Pendidikan yang dilaksanakan secara komprehensif dan berkualitas akan menghasilkan pendidikan

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI BEBAS DENGAN STRATEGI MIND MAPPING PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I PURWOSARI TAHUN PELAJARAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI BEBAS DENGAN STRATEGI MIND MAPPING PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I PURWOSARI TAHUN PELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI BEBAS DENGAN STRATEGI MIND MAPPING PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I PURWOSARI TAHUN PELAJARAN 2013-2014 Widhihastuti Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, manusia hampir tidak pernah dapat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, manusia hampir tidak pernah dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, manusia hampir tidak pernah dapat terlepas dari kegiatan belajar, baik ketika seseorang melaksanakan aktivitas sendiri,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sekolah. Dalam kegiatan ini, seorang penulis harus terampil memanfaatkan

BAB I PENDAHULUAN. sekolah. Dalam kegiatan ini, seorang penulis harus terampil memanfaatkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menulis merupakan aspek berbahasa yang tidak dapat dipisahkan dari aspek lain dalam proses belajar yang dialami siswa selama menuntut ilmu di sekolah. Dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemersatu bangsa Indonesia. Selain itu, Bahasa Indonesia juga merupakan

BAB I PENDAHULUAN. pemersatu bangsa Indonesia. Selain itu, Bahasa Indonesia juga merupakan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu alat komunikasi dan alat pemersatu bangsa Indonesia. Selain itu, Bahasa Indonesia juga merupakan hasil kebudayaan yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk meningkatkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia dengan cara memberikan yang terbaik dalam proses pembelajarannya. Pendidikan

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil pembahasan penelitian, di bawah ini di paparkan

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil pembahasan penelitian, di bawah ini di paparkan 309 BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A. Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan penelitian, di bawah ini di paparkan simpulan penelitian sesuai dengan fokus masalah dan pertanyaan penelitian. Pertama,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Penerapan model pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Bagian ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan latar belakang

I. PENDAHULUAN. Bagian ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan latar belakang I. PENDAHULUAN Bagian ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional mempunyai fungsi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional mempunyai fungsi 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional mempunyai fungsi sebagai media pendidikan yang diharapkan mampu mendorong masyarakat dalam menggunakan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa secara utuh. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (1) yang

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa secara utuh. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (1) yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan. Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara guru dengan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan

Lebih terperinci

IMPLIKASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

IMPLIKASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING IMPLIKASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VII-A SMP NEGERI 1 GESI TAHUN AJARAN 2007/2008 SKRIPSI OLEH : NANIK SISWIDYAWATI X4304016 FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sekolah dasar sebagai jenjang pendidikan formal pertama sistem pendidikan di

BAB I PENDAHULUAN. Sekolah dasar sebagai jenjang pendidikan formal pertama sistem pendidikan di 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sekolah dasar sebagai jenjang pendidikan formal pertama sistem pendidikan di Indonesia mempunyai tujuan memberikan kemampuan dasar baca, tulis, hitung, pengetahuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (SDM). Pendidikan merupakan sarana untuk menyiapkan generasi masa kini

BAB I PENDAHULUAN. (SDM). Pendidikan merupakan sarana untuk menyiapkan generasi masa kini 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena dengan adanya pendidikan dapat meningkatkan dan mengembangkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakatnya harus memiliki pendidikan yang baik. Sebagaimana tujuan

BAB I PENDAHULUAN. masyarakatnya harus memiliki pendidikan yang baik. Sebagaimana tujuan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sangat penting dalam mewujudkan suatu negara yang maju, maka dari itu orang-orang yang ada di dalamnya baik pemerintah itu sendiri atau masyarakatnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Menulis. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dan merupakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Menulis. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dan merupakan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menulis Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dan merupakan suatu kegiatan yang mempunyai hubungan dengan proses berfikir, serta keterampilan ekspresi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji berbagai disiplin ilmu sosial dan humaniora serta kegiatan dasar manusia yang dikemas secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah adalah siswa memiliki keterampilan berbahasa Indonesia, pengetahuan yang memadai mengenai penguasaan struktur bahasa,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan bersifat sangat penting demi terwujudnya kehidupan pribadi yang mandiri dengan taraf hidup yang lebih baik. Sebagaimana pengertiannya menurut Undang-undang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kurikulum 2013, pembelajaran bahasa Indonesia memiliki implikasi terhadap pelaksanaan pembelajaran yang tidak terlepas dari teks dalam bentuk lisan maupun

Lebih terperinci

Meningkatkan Prestasi Belajar IPA melalui Penggunaan Media Gambar pada Kelas IV SDN Majene

Meningkatkan Prestasi Belajar IPA melalui Penggunaan Media Gambar pada Kelas IV SDN Majene Meningkatkan Prestasi Belajar IPA melalui Penggunaan Media Gambar pada Kelas IV SDN Majene Muh. Jupriadi, Bustamin, dan Lilies Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skill), keterampilan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skill), keterampilan digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keterampilan berbahasa mempunyai empat komponen, yaitu keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skill), keterampilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Indonesia dari tahun ke tahun kualitasnya semakin rendah hal ini

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Indonesia dari tahun ke tahun kualitasnya semakin rendah hal ini 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Indonesia dari tahun ke tahun kualitasnya semakin rendah hal ini di buktikan dengan peringkat ranking Indonesia yang berada di urutan 69 tingkat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan suatu alat komunikasi untuk saling berinteraksi dalam kehidupan manusia baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Indonesia merupakan salah satu

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan rumusan masalah, hasil penelitian, dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Penerapan model Think Talk Write

Lebih terperinci

BAB I. aktivitas guru sebagai pengajar. Siswa dapat dikatakan belajar dengan aktif

BAB I. aktivitas guru sebagai pengajar. Siswa dapat dikatakan belajar dengan aktif BAB I A. Latar Belakang Proses pembelajaran merupakan aktivitas peserta didik bukan aktivitas guru sebagai pengajar. Siswa dapat dikatakan belajar dengan aktif apabila mereka telah mendominasi aktivitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Deskripsi memiliki makna gambaran. Gambaran akan suatu keadaan atau perwujudan sebuah benda atau seseorang. Mendeskripsikan adalah cara agar seorang pembaca dapat membayangkan

Lebih terperinci

Arnot Pakpahan Surel :

Arnot Pakpahan Surel : PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MENGENAI SISTEM TATA SURYA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 8 TEBING TINGGI Arnot Pakpahan Surel : [email protected]

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendekatan scientific akan menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor).

BAB I PENDAHULUAN. pendekatan scientific akan menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah. Materi yang diajarkan terus mengalami perubahan seiring perkembangan dan perubahan kurikulum.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mengamati pembelajaran selama ini, proses dan hasil pembelajaran bahasa khususnya bahasa Jawa dinilai belum memuaskan. Hal ini menjadi sebuah masalah dalam dunia pendidikan

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan uraian pembahasan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Penerapan model pembelajaran kooperatif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Rizky Ananda Oktaviani, 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Rizky Ananda Oktaviani, 2015 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Menulis merupakan suatu kegiatan di mana siswa dapat menuangkan ide atau gagasan kreatif dan imajinasinya ke dalam bentuk tulisan. Menulis merupakan cara

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. sumber daya manusia yang berkualitas guna membangun bangsa yang maju. Kesuksesan di bidang pendidikan merupkan awal bangsa yang maju.

I. PENDAHULUAN. sumber daya manusia yang berkualitas guna membangun bangsa yang maju. Kesuksesan di bidang pendidikan merupkan awal bangsa yang maju. 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di era globalisasi saat ini pendidikan memiliki peranan penting, yakni bagaimana suatu bangsa dapat bersaing dikancah internasional hal ini berkaitan dengan sumber

Lebih terperinci

JURNAL OLEH YENI FARIDA The Learning University

JURNAL OLEH YENI FARIDA The Learning University PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS SEJARAH KELAS VII SMP NEGERI 1 MALANG SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2011/2012 JURNAL OLEH YENI

Lebih terperinci

keinginan, penyampaian informasi tentang suatu peristiwa, dan lain-lain.

keinginan, penyampaian informasi tentang suatu peristiwa, dan lain-lain. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa adalah sarana yang digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya bahasa, tujuan komunikasi akan tercapai.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa Indonesia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa Indonesia SMA, tujuan pembelajaran bahasa indonesia di sekolah adalah siswa terampil berbahasa. Keterampilan

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Melalui Model Mind Mapping Pada Siswa Kelas X Mas Kapita Kabupaten Jeneponto

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Melalui Model Mind Mapping Pada Siswa Kelas X Mas Kapita Kabupaten Jeneponto JPF Volume 2 Nomor 1 ISSN: 2302-8939 46 Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Melalui Model Mind Mapping Pada Siswa Kelas X Mas Kapita Kabupaten Jeneponto Nurhayati. G Jurusan Pendidikan Fisika,Fakultas

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN digilib.uns.ac.id BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan uraian pembahasan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Penerapan langkah-langkah

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI SD TEBING TINGGI

PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI SD TEBING TINGGI PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI SD 166492 TEBING TINGGI Usdin Simbolon Surel: [email protected] ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE INKUIRI MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SD NEGERI KOTA TEBING TINGGI

PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE INKUIRI MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SD NEGERI KOTA TEBING TINGGI PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE INKUIRI MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SD NEGERI 164519 KOTA TEBING TINGGI Syarigfah Guru SD Negeri 164519 Kota Tebing Tinggi Surel : [email protected]

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempelajari semua bidang studi (BSNP, 2006). Untuk berbahasa dengan baik dan

BAB I PENDAHULUAN. mempelajari semua bidang studi (BSNP, 2006). Untuk berbahasa dengan baik dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua

Lebih terperinci

ISRINA ENDANG WIDIASTUTI A54D090003

ISRINA ENDANG WIDIASTUTI A54D090003 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG VOLUME BANGUN RUANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI GARANGAN KECAMATAN WONOSEGORO KABUPATEN BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi belajar merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi belajar merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi belajar merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Karena komunikasi dapat mempermudah interaksi antara guru dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak lepas dari hubungan pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak lepas dari hubungan pembelajaran 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak lepas dari hubungan pembelajaran bahasa yang berlangsung di dunia. Salah satu tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia ini adalah meningkatkan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan Pada

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan Pada BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Penerapan model pembelajaran Kontekstual dapat meningkatkan

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. menerapkan model pembelajaran kooperatif struktural tipe mind mapping

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. menerapkan model pembelajaran kooperatif struktural tipe mind mapping BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1. Penerapan model pembelajaran struktural tipe mind mapping dengan media flash cards

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 27 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal 4.1.1.1 Kondisi Proses Pembelajaran Kondisi pembelajaran yang terpusat pada guru terjadi pada pembelajaran matematika di

Lebih terperinci

121 Penerapan Metode Mind Mapping Dan Model Student Facilitator...

121 Penerapan Metode Mind Mapping Dan Model Student Facilitator... PENERAPAN METODE MIND MAPPING DAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII A PADA MATERI SISTEM RESPIRASI DI SMP AISYIYAH MUHAMMADIYAH 3

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Peningkatan mutu pendidikan merupakan masalah serius di negara-negara berkembang terutama di Indonesia. Menurut Sanjaya (2010), salah satu masalah yang dihadapi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan. Kualitas sumber

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan. Kualitas sumber 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan. Kualitas sumber daya manusia merupakan aspek yang dominan terhadap kemajuan suatu bangsa. Manusia dituntut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran pokok yang diajarkan di Sekolah Dasar (SD). Mata pelajaran IPS diberikan kepada peserta didik SD

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 25 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum penelitian dilakukan, dalam kegiatan pembelajaran IPS di Kelas 4 guru masih menggunakan metode pembelajaran tradisional.

Lebih terperinci

BAB I. pembelajaran yang berlangsung sehingga siswa cenderung pasif. Sikap siswa yang

BAB I. pembelajaran yang berlangsung sehingga siswa cenderung pasif. Sikap siswa yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan kegiatan pembelajaran di kelas menjadi suatu indikator dalam rangka tercapainya tujuan dari kegiatan pembelajaran. Salah satu hal yang menentukan

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Ni Wayan Lasmini SD Negeri 2 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Permasalahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Guru memiliki peran yang sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan. Untuk itu guru seyogyanya menguasai kemampuan mengajarkan pengetahuan, kecakapan,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik

BAB 1 PENDAHULUAN. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran adalah faktor yang kompleks

Lebih terperinci

RAHAYU DANIK SUMIYATI A54B111025

RAHAYU DANIK SUMIYATI A54B111025 NASKAH PUBLIKASI PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA ASPEK MENULIS KARANGAN MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI SISWA KELAS V SDN 2 KARANGNONGKO TAHUN AJARAN 2013/2014 Diajukan oleh: RAHAYU

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. mencapai tingkat keberhasilan yang maksimal. Banyak orang yang sulit

BAB 1 PENDAHULUAN. mencapai tingkat keberhasilan yang maksimal. Banyak orang yang sulit 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Menulis adalah keterampilan yang membutuhkan proses yang lama untuk mencapai tingkat keberhasilan yang maksimal. Banyak orang yang sulit menuangkan hasil

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. cenderung monoton sehingga kurang menarik perhatian siswa.

BAB I PENDAHULUAN. cenderung monoton sehingga kurang menarik perhatian siswa. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang telah ditetapkan disetiap jenjang pendidikan baik itu SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum merupakan implementasi pemerintah dalam mencapai tujuan untuk mencerdaskan bangsa. Kurikulum dijadikan sebagai pedoman setiap jenjang pendidikan untuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemiss dan MC Taggart. PTK ini terdiri dari 2 siklus, dimana tiap siklus terdapat

Lebih terperinci

Kata kunci: RRB (Round Robin Brainstorming), Mind Mapping, Hasil belajar

Kata kunci: RRB (Round Robin Brainstorming), Mind Mapping, Hasil belajar UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN PENUGASAN MIND MAPPING DAN MODEL PEMBELAJARAN RRB (ROUND ROBIN BRAINSTORMING) Anne Aulia Rachmawaty 1, Susi Sutjihati 2, Nandang Hidayat 3 ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Dunia pendidikan di Indonesia dewasa ini sedang mengalami krisis, yang harus dijawab oleh dunia pendidikan. Jika proses-proses

I. PENDAHULUAN. Dunia pendidikan di Indonesia dewasa ini sedang mengalami krisis, yang harus dijawab oleh dunia pendidikan. Jika proses-proses I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Dunia pendidikan di Indonesia dewasa ini sedang mengalami krisis, perubahan-perubahan yang cepat di luar pendidikan menjadi tantangantantangan yang harus dijawab

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia telah mengalami banyak perubahan. Perubahan perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Alam semesta beserta isinya diciptakan untuk memenuhi semua kebutuhan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap bangsa karena melalui pendidikan warga negara akan siap dalam menghadapi setiap perubahan dan perkembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menentukan kemana arah hidup dan cita-cita yang ingin masyarakat capai. memerlukan pendidikan demi kemajuan kehidupannya.

BAB I PENDAHULUAN. menentukan kemana arah hidup dan cita-cita yang ingin masyarakat capai. memerlukan pendidikan demi kemajuan kehidupannya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dalam kehidupan masyarakat, dimana melalui pendidikan mereka mendapatkan pengetahuan, ilmu, wawasan, ketrampilan dan keahlian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan salah satu komunikasi yang bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan salah satu komunikasi yang bertujuan untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan salah satu komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu gagasan atau informasi dari pihak pembicara atau penulis kepada pihak pendengar

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Melalui Metode Eksperimen di Kelas VI SDN 21 Ampana

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Melalui Metode Eksperimen di Kelas VI SDN 21 Ampana Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN 2354-614X Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Melalui Metode Eksperimen di Kelas VI SDN 21 Ampana Said Maula, Amran Rede, dan Amiruddin

Lebih terperinci

2013 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR

2013 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan dasar bagi pengetahuan manusia. Bahasa juga dikatakan sebagai alat komunikasi yang digunakan oleh setiap manusia dengan yang lain. Sebagai alat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Usaha tersebut

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Usaha tersebut BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha pemerintah Indonesia dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Usaha tersebut dilakukan mulai dari jenjang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Administrasi Perkantoran SMK Kristen Salatiga, peneliti berhasil

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Administrasi Perkantoran SMK Kristen Salatiga, peneliti berhasil 31 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas X.3 Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Kristen Salatiga, peneliti berhasil mengidentifikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting bagi manusia. Tanpa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting bagi manusia. Tanpa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting bagi manusia. Tanpa adanya bahasa setiap orang akan merasa kesulitan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, atau

Lebih terperinci