MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMA
|
|
|
- Ida Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMA KELOMPOK KOMPETENSI F MODEL PEMBELAJARAN Penyusun: Widiatmoko, dkk DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2016 Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 1
2 Daftar Isi Pendahuluan... 1 Model Pembelajaran Bahasa... 4 A. Tujuan... 4 B. Indikator Pencapaian Kompetensi... 4 C. Uraian Materi... 4 D. Aktivitas Pembelajaran E. Latihan F. Rangkuman G. Refleksi dan Tindak Lanjut H. Kunci Jawaban Kegiatan Pembelajaran Pengembangan Model Pembelajaran melalui RPP A. Tujuan B. Indikator Pencapaian Kompetensi C. Uraian Materi D. Aktivitas Pembelajaran E. Latihan F. Rangkuman G. Refleksi dan Tindak Lanjut Kegiatan Pembelajaran Pengembangan Model Pembelajaran melalui Media dan Sumber Belajar A. Tujuan B. Indikator Pencapaian Kompetensi C. Uraian Materi D. Aktivitas Pembelajaran E. Latihan F. Rangkuman G. Refleksi dan Tindak Lanjut H. Kunci Jawaban Kegiatan Pembelajaran Refleksi Pembelajaran Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F i
3 A. Tujuan B. Indikator Pencapaian Kompetensi C. Uraian Materi Evaluasi Penutup Daftar Pustaka Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F ii
4 Pendahuluan A. Latar Belakang Program Guru Pembelajaran merupakan salah satu faktor penentu utama dari peningkatan kinerja guru serta peningkatan prestasi peserta didik. Pengalaman negara-negara lain menunjukkan bahwa partisipasi guru dalam program pengembangan kompetensi yang searah dengan kondisi pembelajaran dapat meningkatkan kualitas guru secara signifikan. Program Guru Pembelajaran dilakukan oleh lembaga pelatihan sesuai dengan jenis kegiatan dan kebutuhan guru. Salah satu penyelenggara Program ini adalah PPPPTK Bahasa. Pelaksanaan diklat tersebut memerlukan modul sebagai salah satu sumber belajar bagi peserta diklat. Salah satunya adalah modul Model Pembelajaran Bahasa Inggris. Modul tersebut merupakan bahan ajar yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta Guru Pembelajar bagi guru Bahasa Inggris SMA. Modul ini berisi uraian materi, aktivitas pembelajaran, dan cara mengevaluasi yang disajikan secara sistematis untuk mencapai tingkatan kompetensi yang diharapkan. Dasar hukum dari penulisan modul ini adalah sebagai berikut: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru; Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya; Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru; dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja PPPPTK. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 1
5 Ruang lingkup modul Kelompok Kompetensi F adalah strategi pembelajaran, pengembangan model melalui rencana pelaksanaan pembelajaran, pengembangan model melalui media belajar, dan refleksi pembelajaran. B. Tujuan Modul ini disusun untuk mendukung pelaksanaan Guru Pembelajar pada Kelompok Kompetensi F bagi Guru Bahasa Inggris SMA. Modul ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan mandiri tanpa kehadiran pengajar dengan pembahasan yang mudah dipahami. Setelah menempuh proses pembelajaran diharapkan peserta mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pengajaran bahasa Inggris. C. Peta Kompetensi Rujukan penyusunan modul ini adalah Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru yang merumuskan dan membagi kompetensi guru menjadi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. Standar kompetensi guru mencakup standar kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI dan guru mata pelajaran pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMA/MK. Kompetensi yang dituntut di dalam modul ini dilakukan dengan mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesional menjadi indikator pencapaian kompetensi pada Kelompok Kompetensi F Guru Bahasa Inggris SMA. D. Ruang Lingkup Cakupan materi Modul Guru Pembelajar Kelompok Kompetensi F Bahasa Inggris SMA ini terdiri atas bagian yang mengkaji pengetahuan dan keterampilan model pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan pembelajaran dilakukan baik mandiri maupun terbimbing bersama-sama secara klasikal. Kegiatan pembelajaran di kelas disesuaikan dengan cakupan materi dengan menggunakan diskusi, studi kasus dan curah pendapat. E. Cara Menggunakan Modul Modul ini memuat pokok-pokok materi sederhana yang memerlukan pengembangan lebih lanjut. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 2
6 mendalam, peserta diharapkan tidak hanya bergantung pada modul ini. Peserta disarankan agar melihat silabus guna memahami lebih dalam kompetensi dan ruang lingkup materi yang diharapkan. Membuat ringkasan setiap materi dan aktif terlibat dalam kegiatan diskusi dan curah pendapat sangat membantu dalam memahami dan mengingat konsep atau istilah yang dibahas. Selanjutnya agar proses belajar mandiri Anda dapat berjalan dengan efektif, kiranya perlu Anda cermati petunjuk umum dalam mempelajari materi modul berikut ini: 1. Bacalah tinjauan modul ini dengan cermat agar Anda memahami betul ruang lingkup materi (Peta Kompetensi), tujuan, dan manfaat, serta bagaimana mempelajari modul ini. 2. Bacalah modul ini, pahami benar-benar uraian di tiap kegiatan pembelajaran. Cermati konsep-konsep penting yang Anda jumpai, beri tanda khusus untuk menunjukkan bahwa materi dan pernyataan tersebut penting bagi Anda. 3. Bila Anda menemukan penjelasan yang tidak Anda pahamisebaiknya Anda catat. Bila Anda berinisiatif membentuk kelompok belajar dengan temanteman Anda, Anda dapat mendiskusikannya dalam kelompok. 4. Untuk mengerjakan tugas Mandiri (latihan-latihan) yang terdapat di bagian akhir kegiatan pembelajaran ini, sebaiknya Anda telah mempelajari materi modul yang lain. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 3
7 Kegiatan Pembelajaran 1 Model Pembelajaran Bahasa A. Tujuan Peserta mampu menerapkan berbagai metode, teknik, dan strategi pembelajaran yang mendidik secara kreatif serta kegiatan pembelajaran yang mendorong untuk mencapai prestasi. B. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Membedakan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik dalam pembelajaran bahasa. 2. Mengklasifikasikan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yag mendidik dalam pembelajaran bahasa. 3. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yag mendidik dalam pembelajaran bahasa. C. Uraian Materi a. Pendekatan Pembelajaran 1) Pengertian Pendekatan Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Pendekatan pembelajaran merupakan cara pandang pendidik yang digunakan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan tercapainya kompetensi yang ditentukan. Strategi pembelajaran merupakan langkah-langkah sistematik dan sistemik yang digunakan pendidik untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan tercapainya kompetensi yang ditentukan. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual dan operasional pembelajaran yang memiliki nama, ciri, urutan logis, pengaturan, dan Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 4
8 budaya. Metode pembelajaran merupakan cara atau teknik yang digunakan oleh pendidik untuk menangani suatu kegiatan pembelajaran yang mencakup antara lain ceramah, tanya-jawab, diskusi. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut. 2) Pendekatan Expository Pendekatan Expository menekankan pada penyampaian informasi yang disampaikan sumber belajar kepada peserta didik. Melalui pendekatan ini sumber belajar dapat menyampaikan materi sampai tuntas. Pendekatan Expository lebih tepat digunakan apabila jenis bahan belajar yang bersifat informatif yaitu berupa konsep-konsep dan prinsip dasar yang perlu difahami peserta didik secara pasti. Pendekatan ini juga tepat digunakan apabila jumlah peserta didik dalam kegiatan belajar itu relatif banyak. Pendekatan expository dalam pembelajaran cenderung berpusat pada sumber belajar, dengan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) adanya dominasi sumber belajar dalam pembelajaran, 2) bahan belajar terdiri dari konsep-konsep dasar atau materi yang baru bagi peserta didik, 3) materi lebih cenderung bersifat informasi, 4) terbatasnya sarana pembelajaran. Langkah-langkah penggunaan pendekatan expository a. Sumber belajar menyampaikan informasi mengenai konsep, prinsip-prinsip dasar serta contoh-contoh kongkritnya. Pada langkah ini sumber belajar dapat menggunakan berbagai metode yang dianggap tepat untuk menyampaikan informasi. b. Pengambilan kesimpulan dari keseluruhan pembahasan baik dilakukan oleh sumber belajar atau peserta didik atau bersama antara sumber belajar dengan peserta didik c. Pendekatan Inquiry Istilah Inquiry mempunyai kesamaan konsep dengan istilah lain seperti Discovery, Problem solving dan Reflective Thinking. Semua istilah ini sama dalam penerapannya yaitu berusaha untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat belajar melalui kegiatan pengajuan berbagai Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 5
9 permasalahan secara sistimatis, sehingga dalam pembelajaran lebih berpusat pada keaktifan peserta didik. Dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Inquiry, sumber belajar menyajikan bahan tidak sampai tuntas, tetapi memberi peluang kepada peserta didik untuk mencari dan menemukannya sendiri dengan menggunakan berbagai cara pendekatan masalah. Sebagaimana dikemukakan oleh Bruner bahwa landasan yang mendasari pendekatan inquiry ini adalah hasil belajar dengan menggunakan cara ini lebih mudah diingat, mudah ditransfer oleh peserta didik. Pengetahuan dan kecakapan peserta didik yang bersangkutan dapat menumbuhkan motif intrinsik karena peserta didik merasa puas atas penemuannya sendiri. Adapun langkah secara keseluruhan mulai dari perencanaan sampai evaluasi tentang penggunaan pendekatan Inquiry adalah sebagai berikut : 1) Kegiatan pemberian dorongan Kegiatan ini ditujukan untuk menarik perhatian peserta didik dan mengungkapkan hubungan bahan belajar yang akan dipelajari dengan bahan belajar yang sudah dikuasai atau dalam keseluruhan bahan belajar secara utuh. 2) Kegiatan penyampaian rencana program pembelajaran Kegiatan ini ditujukan untuk mengungkapkan rencana program pembelajaran, termasuk prosedur pembelajaran yang harus diikuti oleh peserta didik. 3) Proses inquiry. Pelaksanaan pembelajaran dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut : a) Pengajuan permasalahan b) Pengajuan pertanyaan penelitian atau hipotesis c) Pengumpulan data d) Penarikan kesimpulan e) Penarikan generalisasi 4) Umpan balik Kegiatan ini ditujukan untuk melihat respon peserta didik terhadap keseluruhan bahan belajar yang telah dipelajari. 5) Penilaian Kegiatan penilaian dilakukan oleh sumber belajar baik secara lisan maupun tertulis dan atau penampilan. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 6
10 Dalam penggunaan pendekatan Inquiry, guru perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Peserta didik sudah memiliki pengetahuan konsep dasar yang berhubungan dengan bahan belajar yang dipelajari. b) Peserta didik memiliki sikap dan nilai tentang keraguan terhadap informasi yang diterima, keingintahuan, respek terhadap penggunaan pikiran, respek terhadap data, objektif, keingintahuan dalam pengambilan keputusan, dan toleran dalam perbedaan. c) Memahami prosedur pelaksanaan penggunaan strategi pembelajaran Inquiry. d. Pendekatan Saintifik Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penguatan proses pembelajaran dilakukan melalui pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkahlangkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbudayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya sense of inquiry dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik (Alfred De Vito:1989). Model pembelajaran yang dibutuhkan adalah yang mampu menghasilkan kemampuan untuk belajar (Joice & Weil: 1996), bukan saja diperolehnya sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan, keterampilan, dan sikap itu diperoleh peserta didik (Zamroni: 2000; & Semiawan:1998). Model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains berpotensi membangun kompetensi dasar hidup peserta didik melalui pengembangan keterampilan proses sains, sikap ilmiah, dan proses konstruksi pengetahuan secara bertahap. Keterampilan proses sains pada hakikatnya adalah kemampuan dasar untuk belajar (basic learning tools) yaitu kemampuan yang berfungsi untuk membentuk landasan pada setiap individu dalam mengembangkan diri (Chain and Evans: 1990). Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 7
11 Sesuai dengan karakteristik bahasa sebagai alat komunikasi, pembelajaran bahasa tidak hanya mempelajari ilmu bahasa yang terkait dengan gramatika dan tatacara membaca saja, tetapi harus merefleksikan kompetensi sikap berbahasa yang santun, cara berfikir ilmiah, dan keterampilan berbahasa yang komunikatif baik lisan maupun tulisan melalui keterampilan mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mengeksplor data/mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. b. Pengertian Model Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan kedalam strategi pembelajaran. Strategi dalam kegiatan pembelajaran dapat diartikan dalam pengertian secara sempit dan pengertian secara luas. Dalam pengertian sempit bahwa istilah strategi itu sama dengan pengertian metode yaitu sama-sama merupakan cara dalam rangka pencapaian tujuan. Dalam pengertian luas sebagaimana dikemukakan Newman dan Logan (Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu: 1) Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil dan sasaran yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. 2) Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama yang palingefektif untuk mencapai sasaran. 3) Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran. 4) Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur dan patokan untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan usaha. Dalam perkembangannya, strategi pembelajaran yang mengintegrasikan elemen pembelajaran, seperti pengembangan perencanaan pembelajaran, teknik dan strategi pembelajaran, media dan sumber belajar, penerapan evaluasi yang multidomain, dan lain sebagainya ini dikenal sebagai model pembelajaran. 1) Macam-macam Model Pembelajaran Dalam mengimplimentasikan pembelajaran pencapaian konsep dimaksudkan agar peserta didik terlatih dalam membangun sekaligus mengembangkan Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 8
12 konsep sendiri didalam kerangka berpikirnya berdasarkan realita yang dialami dan/atau ciri-ciri suatu peristiwa. Tujuannya untuk mengembangkan kemampuan berpikir induktif sekaligus analisis konsep. Kelebihan strategi ini bahwa peserta didik memperoleh pemahaman atas suatu konsep secara lebih mendalam karena bentukannya sendiri berdasarkan realitas yang dialami. Sementara kelemahannya akan kesulitan dalam menetapkan konsep mana yang paling benar karena pemahaman konsep disini sama banyaknya dengan jumlah siswa yang belajar. Untuk mengimplementasikan pembelajaran pencapaian konsep, ada beberapa langkah yaitu: Persiapan 1) Memilih dan mendefinisikan konsep-konsep yang terkait dengan topik kajian. 2) Memilih atribut-atribut atau ciri-ciri khusus sebagai parameter suatu konsep. 3) Mengembangkan contoh-contoh positif atau ya dan negatif atau tidak darisuatu konsep. Pelaksanaan 1) Secara klasikal, guru mempresentasikan/menyajikan contoh-contoh positifdan negatif (yang telah disiapkan secara bergiliran) sehubungan dengan topik kajian. Menugaskan peserta didik untuk mengidentifikasi ciri-ciri khusus daricontoh-contoh yang disajikan. 2) Peserta didik mengidentifikasi atribut atau ciri-ciri khusus dari contohcontoh positif dengan menjawab ya dan contoh-contoh negatif dengan menjawab tidak, kemudian membandingkan antara keduanya. 3) Peserta didik merumuskan definisi atau pengertian suatu konsep berdasarkan atribut yang esensial. 4) Penilaian proses dan hasil pencapaian konsep 1) Pemecahan Masalah Pembelajaran berbasis masalah atau pemecahan masalah, menurut lbrahim dan Nur (2000) merupakan pola penyajian bahan ajar dalam bentuk permasalahan yang nyata dan bermakna agar memudahkan peserta didik untuk melakukan penyelidikan atau inquiry. Terminologi lain dari model ini, antara lain: pembelajaran berbasis projek, pembelajaran berbasis Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 9
13 pengalaman, pembelajaran autentik, dan pembelajaran berakar pada kehidupan nyata. Karakteristik pembelajaran berbasis masalah antara lain: a. Pengajuan pertanyaan masalah Pembelajaran diorganisasikan sekitar perlanyaan dan masalah berdasarkansituasi kehidupan nyata, autentik yang memungkinkan munculnya berbagai solusi dengan menghindari jawaban sederhana. Pembelajaran yang demikian, baik secara sosial maupun pribadi bermakna bagi peserta didik. b. Berfokus pada keterkaitan antar disiplin ilmu Agar permasalahan yang akan diselidiki benar benar autentik memungkinkan bagi peserta didik untuk meninjau permasalahan dari berbagai bidang studi, antar disiplin. c. Penyelidikan autentik mencari penyelesaian nyata terhadap masalah yang nyata pula. Selama pembelajaran peserta didik melakukan analisis, mendefinisikan/merumuskan masalah, merumuskan hipotesis dan membuat ramalan, mengumpulkan dan menganalisis informasi, melakukan eksperimen, dan merumuskan kesimpulan. d. Menghasilkan produk karya dan memamerkannya Pembelajaran menuntut peserta didik untuk menghasilkan produk dalambentuk karya nyata, laporan, model fisik, video dan program komputer, dan peragaan yang menjelaskan bentuk penyelesaian masalah yang mereka temukan. Tujuan pembelajaran berbasis masalah dan hasil belajar, antara lain sebagai berikut: a. Membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir melalui pemecahan masalah dalam kehidupan nyata secara bekerja sama dalam kelompok. b. Pemodelan peranan orang dewasa, peserta didik dibantu untuk berkinerja dalam situasi kehidupan nyata dan belajar pentingnya mengalami peran orang dewasa. c. Menjadikan peserta didik seseorang yang otonom dan mandiri melalui bimbingan, arahan, dorongan untuk mengajukan pertanyaan, mencari Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 10
14 penyelesaian terhadap masalah nyata, belajar menyelesaikan tugas-tugas secara mandiri untuk kehidupannya kelak. 2) Pengambilan Keputusan Model pembelajaran pengambilan keputusan sering disamakan dengan berpikir kritis, pemecahan masalah sebagai mana menurut John Dewey adalah pemikiran logis dan kreatif. Berpikir kritis diawali dengan pertanyaan dan mempertimbangkan kebenaran serta nilai apa yang sebenarnya terdapat dalam pertanyaan itu, dan diakhiri dengan kesimpulan. Pemecahan masalah merupakan proses berpikir yang diawali dengan masalah yang dihadapi dan mempertanyakan bagaimana masalah itu dapat dipecahkan. Berpikir logis merupakan proses berpikir untuk mencapai kesimpulan yang diutamakan dengan alur yang diawali dengan identifikasi, prediksi, analisis fakta, opini serta verifikasi. Dalam pembelajaran pengambilan keputusan diperlukan keterampilan mengumpulkan informasi permasalahan dan berpikir kritis sekaligus kreatif dan terbuka, serta lapang dada, toleran dan menghargai orang lain. Langkah-langkah pengambilan keputusan adalah sbb : 1. Mengidentifikasi peristiwa dan melakukan altrnatif keputusan. 2. Menganalisis kemungkinan semua alternatif untuk dapat memilih alternatif yang paling menguntungkan. 3. Memilih dan merefleksikan informasi yang terkumpul dan wawasan terhadap setiap alternatif. 3) Pembelajaran Kooperatif Menurut Jacob (1999) pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran dengan sekelompok kecil peserta didik bekerja bersama-sama dan saling membantu untuk menyelesaikan tugas. Pembelajaran kooperatif akan memberikan rnanfaat bagi peserta didik, yaitu: a. Meningkatkan kemampuannya untuk bekerjasama dan bersosialisasi. b. Melatih kepekaan diri, empati melalui variasi perbedaan sikap. c. Mengurangi rasa cemas dan timbul rasa percaya diri. d. Meningkatkan motivasi belajar. e. Meningkatkan prestasi belajar. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 11
15 Teknik pelaksanaan pembelajaran kooperatif dapat dilakukan dengan teknik jigsaw, berpikir berpasangan saling tukar menukar pendapat (think pair share), permainan kerjasama kelompok, dan lain-lain. 4) Pembelajaran Portofolio Pembelajaran berbasis portofolio menunjuk pada suatu bentuk praktik belajar sebagai inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu perserta didik untuk memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar, mengembangkan keterampilan berkomunikasi yang efektif dan kreatif, memberanikan diri untuk berperan serta dalam kegiatan, mengembangkan citra diri dan rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan untuk memonitor dan membuat keputusan. Ada pun manfaat dari pembelajaran berbasis portofolio adalah: a. Peserta didik dihubungkan dengan masalah yang nyata. b. Dapat mengkombinasikan berbagai disiplin ilmu yang berhubungan. c. Dapat menghubungkan kegiatan evaluasi dan kegiatan pembelajaran. d. Belajar bekerja sama dengan tujuan yang jelas dan dapat dicapai. e. Peserta didik mampu menilai kemampuan dan kemajuan mereka sendiri. c. Metode Pembelajaran Metode merupakan langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih dalam mencapai tujuan belajar sehingga bagi guru, dalam menggunakan suatu metode pembelajaran harus disesuaikan dengan jenis strategi yang digunakan. Ketepatan penggunaan suatu metode menunjukkan fungsionalnya strategi dalam kegiatan pembelajaran. Istilah metode dapat digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, sebab secara umum menurut kamus Purwadarminta (1976), metode adalah cara yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai sesuatu maksud. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Metode berasal darikata method (Inggris), artinya melalui, melewati, jalan atau cara untuk memperoleh sesuatu. Berdasarkan pengertian tersebut bahwa pengertian metode pada prinsipnya sama yaitu merupakan suatu cara dalam rangka pencapaian tujuan. Dalam hal ini dapat Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 12
16 menyangkut dalam kehidupan ekonomi, sosial, politik, maupun keagamaan. Unsur unsur metode dapat mencakup prosedur, sistematik, logis, terencana dan aktivitas untuk mencapai tujuan. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut tidak dapat lepas dari interaksi antara sumber belajar dengan peserta didik sehingga untuk melaksanakan interaksi tersebut diperlukan berbagai cara dalam pelaksanaannya. Interaksi dalam pembelajaran tersebut dapat diciptakan interaksi satuarah, dua arah atau banyak arah. Untuk masing-masing jenis interaksi tersebut diperlukan berbagai metode yang tepat sehingga tujuan akhir dari pembelajaran dapat tercapai. Metode dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk menyampaikan materi saja, sebab sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran mempunyai tugas cakupan yang luas yaitu disamping sebagai penyampai informasi juga mempunyai tugas untuk mengelola kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik dapat belajar untuk mencapai tujuan belajar secara tepat. Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut kedudukan metode dalam pembelajaran mempunyai ruang lingkup sebagai cara dalam: 1. pemberian dorongan, yaitu cara yang digunakan sumber belajar dalam rangkamemberikan dorongan kepada peserta didik untuk terus mau belajar. 2. pengungkap tumbuhnya minat belajar yaitu cara dalam menumbuhkan rangsangan untuk tumbuhnya minat belajar peserta didik yang didasarkan pada kebutuhannya. 3. penyampaian bahan belajar, yaitu cara yang digunakan sumber belajar dalam menyampaikan bahan dalam kegiatan pembelajaran. 4. pencipta iklim belajar yang kondusif, yaitu cara untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi warga belajar untuk belajar. 5. tenaga untuk melahirkan kreativitas, yaitu cara untuk menumbuhkan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 6. pendorong untuk penilaian diri dalam proses dan hasil belajar, yaitu cara untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 13
17 7. pendorong dalam melengkapi kelemahan hasil belajar, cara untuk mencari pemecahan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran. Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan a plan of operation achieving something sedangkanmetode adalah a way in achieving something (Jaya, 2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang digunakanuntuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya. d. Teknik Pembelajaran Teknik pembelajaran merupakan cara yang dilakukan oleh pendidik dalam mengimplementasikan metode pembelajaran secara spesifik. Hal ini biasanya berkaitan dengan jumlah peserta didik dalam satu kelas, keaktifan peserta didik dan variasi teknik pembelajaran untuk menghidupkan suasana pembelajaran dalam kelas. Teknik adalah alat yang digunakan oleh pendidik untuk menyampaikan materi pengajaran yang telah ditentukan dalam kurikulum. Untuk keefektifan proses pembelajaran, untuk menentukan teknik pengajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran harus memperhatikan kondisi peserta didik dan suasana kelas. D. Aktivitas Pembelajaran Penjelasan Materi tentang Strategi Tanya Jawab tentang Materi yang kurang Diskusi Kelompok Rangkuman PresentasI kelompok Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 14
18 E. Latihan 1. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memilih jawaban yang benar dengan menyilang pada huruf a, b, c atau d. 1) Menurut Newman dan Logan strategy pembelajaran bahasa ada unsur a. 2 (dua ) unsur b. 3 (tiga ) unsur c. 4 (empat) unsur d. 5 (lima ) unsur 2) Yang dimaksud dengan expository discovery learning adalah. a. Menganalisa kosep dengan bantuan orang lain b. Menentukan bentukan sendiri berdasarkan realitas yang dialami c. Mencari solusi dari masaalah yang dialami sendiri d. Mengembangkan konsep dengan dengan membuat project 3) Kumpulan pengalaman belajar peserta didik dalam bentuk artefak adalah salah satu strategi. a. Portofolio b. Pemecahan masalah c. Pengambilan keputusan d. Cooperative learning 4) Yang dimaksud dengan pembelajaran deduktif adalah konsep pembelajaran a. Dimulai dengan umum menuju detail (top-down) b. Dimulai dengan pembelajaran detail menuju ke umum (bottom up) c. Dimulai dari middle menuju umum d. Dimulai dari umum menuju detail dan middle. 5) Pembelajaran dengan kelompok kecil peserta didik bekerja/belajar bersama untuk menyelesaikan tugas akademik di sebut strategi. a. Problem solving learning b. Individual learning c. Inquiry learning d. Cooperatitive learning Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 15
19 2. Jawablah pertanyaan berikut. 1) Tentukan pengertian dari: a. Pedekatan pembelajaran b. Strategi pembelajaran c. Metode pembelajaran d. Teknik pembelajaran 2) Sebutkan jenis-jenis a. Pendekatan pembelajaran b. Strategi pembelajaran. c. Metode pembelajaran d. Teknik pembelajaran 3) Bedakan antara pendekatan expository dengan pendekatan inquiry. 4) Bedakan antara metoda diskusi dengan debat. 5) Bedakan antara teknik simulasi dengan teknik drill. F. Rangkuman 1. Dalam pengertian sempit bahwa istilah strategi itu sama dengan pengertian metode yaitu sama-sama merupakan cara dalam rangka pencapaian tujuan. Dalam pengertian luas sebagaimana dikemukakan Newman dan Makmun (2003) mengemukakan empat unsur strategi. 2. Kemp (Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. 3. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagianpula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Senjaya, 2008). 4. Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. 5. Dalam mengimplimentasikan pembelajaran pencapaian konsep dimaksudkan agar peserta didik terlatih dalam membangun sekaligus mengembangkan konsep sendiri didalam kerangka berpikirnya berdasarkan realita yang dialami dan/atau ciri-ciri suatu peristiwa. 6. Tujuan pembelajaran berbasis masalah dan hasil belajar, antara lain sebagai berikut: membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 16
20 melalui pemecahan masalah dalam kehidupan nyata secara bekerja sama dalam kelompok. 7. Menurut Jacob (1999) pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran dengan sekelompok kecil peserta didik bekerja bersama-sama dan saling membantu untuk menyelesaikan tugas. 8. Pembelajaran berbasis portofolio menunjuk pada suatu bentuk praktik belajar sebagai inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu perserta didik dalam memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar, mengembangkan keterampilan berkomunikasi yang efektif dan kreatif, memberanikan diri untuk berperan serta dalam kegiatan, mengembangkan citra diri dan rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan untuk memonitor dan membuat keputusan. G. Refleksi dan Tindak Lanjut Apakah semua metoda pembelajaran yang telah didiskusikan dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa? Perkiraan jawaban: metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan materi pembelajaran tertentu sesuaikan juga situasi dan kondisi setempat (latar belakang peserta didik dan pendidik, media pembelajaran, dsb.). H. Kunci Jawaban Latihan 1 1) C 2) B 3) A 4) A 5) D Latihan 2 1. Pengertian dari a. Pendekatan pembelajaran adalah sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 17
21 Atau: Pendekatan pembelajaran merupakan cara pandang pendidik yang digunakan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan tercapainya kompetensi yang ditentukan. b. Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga akan memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran, yang pada akhirnya tujuan tercapai. Atau: Pendekatan pembelajaran merupakan cara pandang pendidik yang digunakan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan tercapainya kompetensi yang ditentukan. c. Metode pembelajaran adalah suatu cara dalam rangka pencapaian tujuan, dalam hal ini dapat menyangkut dalam kehidupan ekonomi, sosial, politik, maupun keagamaan. Unsur unsur metode dapat mencakup prosedur, sistematik, logis, terencana dan aktivitas untuk mencapai tujuan. Atau: Metode pembelajaran merupakan cara atau teknik yang digunakan oleh pendidik untuk menangani suatu kegiatan pembelajaran yang mencakup antara lain ceramah, tanya-jawab, diskusi. d. Teknik pembelajaran adalah suatu alat yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan bahan-bahan pengajaran yang telah dipilih untuk peserta didik. Teknik yang dipilih harus sesuai dengan pelajaran yang digunakan dan seirama dengan pendekatan yang digunakan. 2. Bagian dari: a. Jenis-jenis pendekatan pembelajaran: pendekatan expository, pendekatan inquiry, pendekatan saintifik. b. Jenis-jenis strategi pembelajaran: dalam pengertian sempit bahwa istilah strategi itu sama dengan pengertian metode yaitu sama-sama merupakan cara dalam rangka pencapaian tujuan. c. Jenis-jenis metoda pembelajaran: ceramah; demonstrasi; diskusi; simulasi; laboratorium; pengalaman lapangan; brainstorming; debat, simposium. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 18
22 d. Jenis - jenis teknik pembelajaran: teknik ceramah, teknik diskusi, teknik kerja kelompok, teknik discovery, teknik inquiry, teknik simulasi dan sebagainya. 3. Perbedaan antara Pendekatan expository dan inquiry: Pendekatan expository pembelajaran cenderung berpusat pada guru sedangkan pendekatan inquiry pembelajaran cenderung berpusat pada peserta didik. 4. Metoda diskusi adalah interaksi antara dua orang atau lebih dalam satu kelompok yang mempunyai pemahaman ilmu pengetahuan yang sama sehingga dapat mengkomunikasikan ilmu pengetahuan dengan pemahaman yang benar dan tepat, sedangkan metoda debat untuk mempertahankan argumen yang dimiliki pembicara. 5. Teknik simulasi cara pembelajaran dengan memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena kurang memungkinkan untuk melakukan praktik dalam kondisi yang sebenarnya,sedangkan teknik drill teknik pembelajaran untuk melatih ketangkasan peserta didik atas suatu keterampilan tertentu. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 19
23 Kegiatan Pembelajaran 2 Pengembangan Model Pembelajaran melalui RPP A. Tujuan Meningkatkan kemampuan dalam menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran bahasa. B. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menentukan aktivitas belajar siswa sesuai dengan Indikator Pencapaian Kompetensi 2. Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan Indikator Pencapaian Kompetensi 3. Mengidentifikasi materi pembelajaran yang sesuai dengan KI KD 4. Menentukan materi pembelajaran yang sesuai dengan KI KD 5. Mengidentifikasi materi pembelajaran dari berbagai sumber yang sesuai dengan pendekatan dan karakteristik peserta didik C. Uraian Materi Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik sebagai hasil dari sinergi antara pendidikan yang berlangsung di sekolah,keluarga dan masyarakat. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Aktivitas belajar menurut Diedrich (1997) dibagi ke dalam delapan kelompok, yaitu sebagai berikut: Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 20
24 1. Kegiatan-kegiatan visual (visual activities), yaitu membaca, melihat gambargambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran dan mengamati orang lain bekerja atau bermain. 2. Kegiatan-kegiatan lisan yaitu mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, berwawancara, diskusi, dan interupsi. 3. Kegiatan-kegiatan mendengarkan yaitu mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, atau mendengarkan radio. 4. Kegiatan-kegiatan menulis yaitu menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan copy, membuat outline atau rangkuman, dan mengerjakan tes serta mengisi angket. 5. Kegiatan-kegiatan menggambar yaitu menggambar, membuat grafik, diagram, peta dan pola. 6. Kegiatan-kegiatan motorik yaitu melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, serta menari dan berkebun. 7. Kegiatan-kegiatan mental yaitu merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisa faktor-faktor, melihat hubungan-hubungan, dan membuat keputusan. 8. Kegiatan-kegiatan emosional yaitu minat, membedakan, berani, tenang, merasa bosan dan gugup. Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa strategi seperti pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama, ciri, pengaturan, dan budaya misalnya discovery learning, project-based learning, problem-based learning, inquiry learning. Penyusunan langkah pembelajaran pada hakikatnya merupakan kegiatan memproyeksikan tentang apa yang akan dilakukan dalam suatu proses belajar mengajar. Dengan demikian, penyusunan langkah-langkah pembelajaran adalah memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Penyusunan ini perlu dilakukan untuk mengkoordinasikan komponen pembelajaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun langkah-langkah pembelajaran: Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 21
25 1. Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat 2. Ketersediaan sumber belajar. 3. Merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 4. Memilih dan menetapkan isi dan muatan (bahan ajar) 5. Merencanakan dan memperkirakan kebutuhan waktu yang sesuai. 1. Langkah-Langkah Pembelajaran Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap, pengetahuan, dan keterampilan.hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu mengapa. Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu bagaimana. Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu apa. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pelaksanaan pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan merupakan pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis meliputi proses pembelajaran melalui: Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 22
26 1. Mengamati; 2. Menanya; 3. Mengumpulkan informasi/mencoba; 4. Menalar/mengasosiasi; dan 5. Mengomunikasikan. Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap,keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan penalaran induktif dibandingkan dengan penalaran deduktif. Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. Sebaliknya, penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. Sejatinya, penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi idea yang lebih luas. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum. Metode ilmiah merujuk pada teknik-teknik investigasi atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala,memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya. Untuk dapat disebut ilmiah, metode pencarian harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang pesifik. Karena itu, metode ilmiah umumnya memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi atau ekperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis, kemudian memformulasi, dan menguji hipotesis. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 23
27 2. Prinsip Pembelajaran Untuk mencapai kualitas yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum, kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip sebagai berikut: 1. Peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu; 2. Peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar; 3. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah; 4. Pembelajaran berbasis kompetensi; 5. Pembelajaran terpadu; 6. Pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi; 7. Pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif; 8. Peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hardskills dan soft-skills; 9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat; 10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); 11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; 12. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; 13. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik; dan 14. Suasana belajar menyenangkan dan menantang. 3. Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah Pendekatan saintifik meliputi lima pengalaman belajar sebagaimana tercantum dalam tabel berikut. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 24
28 Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 25
29 Mengamati Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran. Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode observasi peserta didik menemukan fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru. Kegiatan mengamati dalam pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkahlangkah seperti berikut ini. 1. Menentukan objek apa yang akan diobservasi. 2. Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 26
30 3. Menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diobservasi, baik primer maupun sekunder. 4. Menentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi. 5. Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar. 6. Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi, seperti menggunakan buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat tulis lainnya. Secara lebih luas, alat atau instrumen yang digunakan dalam melakukan observasi, dapat berupa daftar cek, skala rentang, catatan anekdotal, catatan berkala, dan alat mekanikal. Daftar cek dapat berupa suatu daftar yang berisikan nama-nama subjek, objek, atau faktor- faktor yang akan diobservasi. Skala rentang, berupa alat untuk mencatat gejala atau fenomena menurut tingkatannya. Menanya Pada kurikulum 2013 kegiatan menanya diharapkan muncul dari siswa. Kegiatan belajar menanya dilakukan dengan cara: mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik).menanya dapat juga tidak diungkapkan, tetapi dapat saja ada di dalam pikiran peserta didik. Untuk memancing peserta didik mengungkapkannya guru harus member kesempatan mereka untuk mengungkapkan pertanyaan. Kegiatan bertanya oleh guru dalam pembelajaran juga sangat penting sehingga tetap harus dilakukan. Fungsi bertanya adalah sebagai berikut: 1. Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta didik tentang suatu tema atau topik pembelajaran. 2. Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar, serta mengembangkan pertanyaan dari dan untuk dirinya sendiri. 3. Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik sekaligus menyampaikan ancangan untuk mencari solusinya. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 27
31 4. Menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan sikap, keterampilan, dan pemahamannya atas substansi pembelajaran yang diberikan. 5. Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara, mengajukan pertanyaan,dan memberi jawaban secara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. 6. Mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi, berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir, dan menarik simpulan. 7. Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan menerima pendapat atau gagasan, memperkaya kosa kata, serta mengembangkan toleransi sosial dalam hidup berkelompok. 8. Membiasakan peserta didik berpikir spontan dan cepat, serta sigap dalam merespon persoalan yang tiba-tiba muncul. 9. Melatih kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan kemampuan berempati satu sama lain. Kriteria pertanyaan yang baik Kriteria pertanyaan yang baik adalah: singkat dan jelas, menginspirasi jawaban, memiliki fokus, bersifat probing atau divergen, bersifat validatif atau penguatan, memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir ulang, merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif, merangsang proses interaksi. Tingkatan Pertanyaan Pertanyaan guru yang baik dan benar menginspirasi peserta didik untuk memberikan jawaban yang baik dan benar pula. Guru harus memahami kualitas pertanyaan, sehingga menggambarkan tingkatan kognitif seperti apa yang akan disentuh, mulai dari yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi. Bobot pertanyaan yang menggambarkan tingkatan kognitif yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi disajikan berikut ini. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 28
32 Mengumpulkan informasi/eksperimen Mengumpulkan informasi/eksperimen kegiatan pembelajarannya antara lain: 1. Melakukan eksperimen; 2. Membaca sumber lain selain buku teks; 3. Mengamati objek/ kejadian/aktivitas; dan 4. Wawancara dengan narasumber. Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau autentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar, serta mampu menggunakan Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 29
33 metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari. Agar pelaksanaan percobaan dapat berjalan lancar (1) Guru hendaknya merumuskan tujuan eksperimen yang akan dilaksanakan murid, (2) Guru bersama murid mempersiapkan perlengkapan yang dipergunakan, (3) Perlu memperhitungkan tempat dan waktu, (4) Guru menyediakan kertas kerja untuk pengarahan kegiatan murid, (5) Guru membicarakan masalah yanga akan yang akan dijadikan eksperimen, (6) Membagi kertas kerja kepada murid, (7) Murid melaksanakan eksperimen dengan bimbingan guru, dan (8) Guru mengumpulkan hasil kerja murid dan mengevaluasinya, bila dianggap perlu didiskusikan secara klasikal. Mengasosiasi/Mengolah informasi Dalam kegiatan mengasosiasi/mengolah informasi terdapat kegiatan menalar. Istilah menalar dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penakaran non-ilmiah tidak selalu tidak bermanfaat. Istilah menalar di sini merupakan padanan dari associating; bukan merupakan terjemanan dari reasoning, meski istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran. Karena itu, istilah aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif. Istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemamuan mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi penggalan memori. Bagaimana aplikasinya dalam proses pembelajaran? Aplikasi pengembangan aktivitas pembelajaran untuk meningkatkan daya menalar peserta didik dapat dilakukan dengan cara berikut ini. 1. Guru menyusun bahan pembelajaran dalam bentuk yang sudah siap sesuai dengan tuntutan kurikulum. 2. Guru tidak banyak menerapkan metode ceramah atau metode kuliah. Tugas utama guru adalah memberi instruksi singkat tapi jelas dengan disertai contohcontoh, baik dilakukan sendiri maupun dengan cara simulasi. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 30
34 3. Bahan pembelajaran disusun secara berjenjang atau hierarkis, dimulai dari yang sederhana (persyaratan rendah) sampai pada yang kompleks (persyaratan tinggi). 4. Kegiatan pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati 5. Seriap kesalahan harus segera dikoreksi atau diperbaiki 6. Perlu dilakukan pengulangan dan latihan agar perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan atau pelaziman. 7. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang nyata atau otentik. 8. Guru mencatat semua kemajuan peserta didik untuk kemungkinan memberikan tindakan pembelajaran perbaikan. Mengomunikasikan Dalam kegiatan mengomunikasikan dapat dilakukan pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal, lebih dari sekadar teknik pembelajaran di kelas-kelas sekolah. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerja sama sebagai struktur interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja rupa untuk memudahkan usaha kolektif untuk mencapai tujuan bersama. Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru dan fungsi guru lebih bersifat direktif atau manajer belajar.sebaliknya, peserta didiklah yang harus lebih aktif.peserta didik berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman sehingga memungkin peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tuntutan belajar secara bersama-sama. Ada empat sifat kelas atau pembelajaran kolaboratif. Dua sifat berkenaan dengan perubahan hubungan antara guru dan peserta didik. Sifat ketiga berkaitan dengan pendekatan baru dari penyampaian guru selama proses pembelajaran. Sifat keempat menyatakan isi kelas atau pembelajaran kolaboratif. Dengan pembelajaran kolaboratif, peserta didik memiliki ruang gerak untuk menilai dan membina ilmu pengetahuan, pengalaman personal, bahasa komunikasi, strategi dan konsep pembelajaran sesuai dengan teori, serta menautkan kondisi sosiobudaya dengan situasi pembelajaran. Di sini, peran guru lebih banyak sebagai pembimbing dan manajer belajar ketimbang memberi instruksi dan mengawasi secara rigid. Pada pembelajaran atau kelas kolaboratif, guru berbagi tugas dan kewenangan dengan peserta didik, khususnya untuk hal-hal tertentu. Cara ini memungkinan peserta didik Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 31
35 menimba pengalaman mereka sendiri, berbagi strategi dan informasi, menghormati antarsesa, mendorong tumbuhnya ide-ide cerdas, terlibat dalam pemikiran kreatif dan kritis serta memupuk dan menggalakkan mereka mengambil peran secara terbuka dan bermakna. Contoh Pembelajaran Kolaboratif Guru ingin mengajarkan tentang konsep, penggolongan sifat, fakta, atau mengulangi informasi tentang objek. Untuk keperluan pembelajaran ini dia menggunakan media sortir kartu. Prosedurnya dapat dilakukan seperti berikut ini. a) Kepada peserta didik diberikan kartu indeks yang memuat informasi atau contoh yang cocok dengan satu atau lebih katagori. b) Peserta didik diminta untuk mencari temannya dan menemukan orang yang memiliki kartu dengan katagori yang sama. c) Berikan kepada peserta didik yang kartu katagorinya sama menyajikan sendiri kepada rekannya. d) Selama masing-masing katagori dipresentasikan oleh peserta didik, buatlah catatan dengan kata kunci (point) dari pembelajaran tersebut yang dirasakan penting. Pemanfaatan internet sangat dianjurkan dalam pembelajaran atau kelas kolaboratif. Karena memang, internet merupakan salah satu jejaring pembelajaran dengan akses dan ketersediaan informasi yang luas dan mudah. Saat ini internet telah menyediakan diri sebagai referensi yang murah dan mudah bagi peserta didik atau siapa saja yang hendak mengubah wajah dunia. Penggunaan internet disarakan makin mendesak sejalan dengan perkembangan pengetahuan terjadi secara eksponensial. Masa depan adalah milik peserta didik yang memiliki akses hampir ke seluruh informasi tanpa batas dan mereka yang mampu memanfaatkan informasi diterima secepat mungkin. 4. Prinsip-prinsip Perancangan Pembelajaran yang Mendidik Prinsip-prinsip dalam perencanaan pembelajaran yang mendidik antara lain: 1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungan. 2. Beragam dan terpadu. 3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 32
36 5. Menyeluruh dan berkesinambungan. 6. Belajar sepanjang hayat. 7. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah. 8. Diarahkan pada upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. Acuan dasar dalam merencanakan dan mengatur proses pembelajaran adalah visi, misi dan tujuan pendidikan yang ditetapkan dalam undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (Penjelasan Umum PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan). Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalankan misi pendidikan nasional, diperlukan suatu acuan dasar setiap satuan pendidikan, yang antara lain meliputi kriteria minimal berbagai aspek yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan. Arah dari seluruh pembelajaran di sekolah dalam prinsip pembelajaran yang mendidik diarahkan untuk kepentingan peserta didik dalam menguasai berbagai keterampilan hidup yang dibutuhkan sekarang dan yang akan datang. Pembelajaran di sekolah tidak diarahkan hanya untuk penguasaan materi pembelajaran belaka, melainkan ditujukan untuk pencapaian tujuan pendidikan nasional. Pembelajaran dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan potensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dimaksudkan bahwa peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Artinya seluruh proses pembelajaran ditujukan untuk pencapaian kompetensi peserta didik, bukan kompetensi guru. Pembelajaran dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral. Prinsip utama yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran yang mendidik adalah berpusat pada peserta didik dan dilaksanakan secara ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual, konstekstual, fleksibel, dan menyeluruh. a) Berpusat pada peserta didik dimaksudkan bahwa peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 33
37 b) Ilmiah artinya keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. c) Relevan artinya cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik. d) Sistematis artinya komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. e) Konsisten artinya ada hubungan yang konsisten antara kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian. f) Memadai artinya cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian cukup untuk mencapai kompetensi belajar. g) Aktual dan konstekstual artinya cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian, memperhatikan perkembangan ilmu teknologi, seni mutakhir dalam kehidupan nyata dan peristiwa yang terjadi. h) Fleksibel artinya keseluruhan komponen pribadi dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. i) Menyeluruh artinya komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi. Pemberlakuan Kurikulum 2013 pada dasarnya menuntut guru bahasa untuk lebih kreatif, inovatif, dan produktif dalam mengembangkan dan menyelenggarakan pembelajaran bagi siswa. Pembelajaran yang menarik menuntut guru untuk mampu menggunakan beragam media, menerapkan berbagai pendekatan/metode/teknik/strategi pembelajaran, menggunakan materi pembelajaran yang bervariasi, dan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Hal inipun dipertegas pada Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran yang menyebutkan pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas dengan karakteristik: a) interaktif dan inspiratif; b) menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif; Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 34
38 c) kontekstual dan kolaboratif; d) memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik; dan e) sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Guru perlu mengembangkan pembelajaran yang memperhatikan suasana belajar yang memberi kesempatan peserta didik untuk menemukan, menerapkan ide-ide mereka sendiri, menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Konsep diberitahu harus diubah menjadi aktif mencari tahu. Konsep belajar ini akan memberi pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik melalui kesempatan belajar yang lebih mandiri. Konsep belajar aktif mencari tahu dapat tercipta apabila guru mengembangkan kegiatan pembelajaran yang: a) berpusat pada peserta didik; b) mengembangkan kreativitas peserta didik; c) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang; d) bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika, dan e) menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna. Kegiatan pembelajaran tersebut sesuai dengan prinsip bahwa peserta didik adalah subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengkonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Kurikulum 2013 menerapkan pendekatan scientific, yang kurang lebih bermakna alami, sesuai fitrah manusia.secara garis besar proses belajar yang alami tersebut mencakup langkah-langkah berikut ini: (1) mengamati dan meniru tindakan secara aktif dengan melibatkan semua indera, (2) bertanya dan mempertanyakan hal-hal yang baru ditemui atau yang berbeda dengan yang telah diketahui sebelumnya, (3) mencoba melakukan tindakan tersebut secara mandiri, (4) membangun penalaran dengan cara membandingkan dengan cara, aturan, dan strategi yang digunakan orang lain atau diperoleh dari sumber lain, dan akhirnya (5) melakukan tindakan yang baru dipelajari tersebut untuk melaksanakan fungsi sosial di lingkungannya. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 35
39 Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, peserta didik diajak lebih mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning) daripada penalaran deduktif (deductive reasoning). Pengembangan aktivitas pembelajaran untuk meningkatkan daya nalar peserta didik dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini. a) Guru tidak banyak menerapkan metode ceramah atau metode kuliah. Tugas utama guru adalah memberi instruksi singkat tapi jelas dengan disertai contohcontoh, baik dilakukan sendiri maupun dengan cara simulasi. b) Bahan pembelajaran disusun secara berjenjang atau hierarkis, dimulai dari yang sederhana (persyaratan rendah) sampai pada yang kompleks (persyaratan tinggi). c) Kegiatan pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. d) Setiap kesalahan harus segera dikoreksi atau diperbaiki. e) Perlu dilakukan pengulangan dan latihan agar perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan atau pelaziman. f) Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang nyata atau otentik. g) Guru mencatat semua kemajuan peserta didik untuk kemungkinan memberikan tindakan pembelajaran perbaikan. Penerapan pendekatan saintifik merujuk pada kurikulum 2013 adalah yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. Dalam kegiatan mengamati peserta didik diajak untuk melihat, menyimak, mendengar, dan membaca hal-hal yang penting dari benda atau objek yang disajikan dengan atau tanpa alat. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mengamati secara auditiv, namun juga secara visual. Peserta didik juga menirukan/menyalin contoh-contoh yang diperdengarkan/dibaca secara terbimbing. Perhatian, konsentrasi, dan rasa ingin tahu peserta didik coba dipusatkan pada halhal yang berkaitan dengan tema, sehingga mereka siap untuk melangkah ke tahaptahap pembelajaran berikutnya. Menanya dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik). Guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat mengajukan pertanyaan: Dari situasi di mana peserta didik dilatih Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 36
40 mengajukan pertanyaan dengan bantuan guru sampai ke tingkat di mana peserta didik mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri. Melalui kegiatan bertanya dikembangkan rasa ingin tahu peserta didik. Semakin terlatih dalam bertanya maka rasa ingin tahu semakin dapat dikembangkan. Pertanyaan tersebut menjadi dasar untuk mencari informasi yang lebih lanjut dan beragam dari sumber yang ditentukan guru sampai yang ditentukan peserta didik, dari sumber yang tunggal sampai sumber yang beragam. Mengumpulkan informasi/mencoba, pengalaman belajar ini bertujuan untuk menggali dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang tema yang sedang dibahas. Kegiatan ini mutlak memerlukan keaktifan peserta didik berusaha untuk berinteraksi dalam bahasa Inggris dengan guru dan temannya. Kegiatan yang dapat dilakukan, misalnya membaca lebih banyak buku, mengamati fenomena/objek/kejadian dengan lebih teliti, melakukan eksperimen, atau mewawancarai narasumber. Informasi yang dikumpulkan selanjutnya menjadi dasar pengalaman belajar memroses informasi untuk menemukan keterkaitan antara satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan itu, dan mengambil kesimpulan dari pola yang ditemukan itu. Kompetensi sosial yang dikembangkan melalui pengalaman belajar ini diantaranya sikap jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, berkomunikasi secara santun, mengumpulkan informasi melalui cara-cara yang ilmiah, mengembangkan kebiasaan belajar, dan belajar sepanjang hayat. Istilah menalar dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Penalaran adalah proses berpikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penalaran non ilmiah juga tetap memiliki manfaat. Istilah menalar di sini merupakan padanan dari associating, bukan terjemahan dari reasonsing, meski istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran. Karena itu, istilah aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif. Istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemampuan mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian memasukkannya menjadi penggalan memori. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 37
41 Mengkomunikasikan adalah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampaikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok peserta didik tersebut. 5. Komponen-komponen Rancangan Pembelajaran yang Mendidik Tahap pertama dalam pembelajaran yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk kelas di mana guru tersebut mengajar (guru kelas) di SD/MI dan untuk guru mata pelajaran yang diampunya untuk guru SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Untuk menyusun RPP yang benar Anda dapat mempelajari hakikat, prinsip dan langkahlangkah penyusunan RPP seperti yang tertera pada Permendiknas tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran nomor 103 Tahun a. Hakikat RPP RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. RPP mencakup: (1) identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran; (6) penilaian; dan (7) media/alat, bahan, dan sumber belajar. Pengembangan RPP dilakukan sebelum awal semester atau awal tahun pelajaran dimulai, namun perlu diperbaharui sebelum pembelajaran dilaksanakan. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau berkelompok di sekolah/madrasah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh kepala sekolah/madrasah. Pengembangan RPP dapat juga dilakukan oleh guru secara berkelompok antar sekolah atau antar wilayah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh dinas pendidikan atau kantor kementerian agama setempat. b. Prinsip Penyusunan RPP Prinsip-prinsip RPP yang harus diikuti pada saat penyusunan RPP adalah: 1) Setiap RPP harus secara utuh memuat kompetensi dasar sikap spiritual (KD dari KI-1), sosial (KD dari KI-2), pengetahuan (KD dari KI-3), dan keterampilan (KD dari KI-4). Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 38
42 2) Satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. 3) Memperhatikan perbedaan individu peserta didik RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik. 4) Berpusat pada peserta didik Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar, menggunakan pendekatan saintifik meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. 5) Berbasis konteks Proses pembelajaran yang menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar. 6) Berorientasi kekinian Pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan nilai-nilai kehidupan masa kini. 7) Mengembangkan kemandirian belajar Pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara mandiri. 8) Memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi. 9) Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antarmuatan RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya. 10) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 39
43 c. Pelaksanaan Pembelajaran Setelah membuat rancangan pembelajaran dalam bentuk RPP, selanjutnya guru melaksanakan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran sesuai dengan yang tercantum dalam RPP yang telah disusunnya. 1) Pengertian Pembelajaran Dalam Permendikbud RI No. 103 Tahun 2014 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik dan antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses tersebut dapat berlangsung di ruang kelas, maupun di tempat lain seperti laboratorium, dan lapangan. Dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut, guru harus memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan, terutama bagi yang melaksanakan pembelajaran di laboratorium atau lapangan. 2) Karakteristik Pembelajaran yang Mendidik Sebagaimana dijelaskan dalam Permendikbud RI No. 103 Tahun 2014, pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas dengan karakteristik: a) interaktif dan inspiratif; b) menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif; c) kontekstual dan kolaboratif; d) memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik; dan e) sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Sementara itu indikator kegiatan pembelajaran yang mendidik dijelaskan dalam Permennag dan RB No. 16 Tahun 2009 sebagai berikut: a) Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti tentang tujuannya. b) Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik, bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan. c) Guru mengkomunikasikan informasi baru (misalnya materi tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 40
44 d) Guru menyikapi kesalahan yang dilakukan peserta didik sebagai tahapan proses pembelajaran, bukan semata-mata kesalahan yang harus dikoreksi. Misalnya: dengan mengetahui terlebih dahulu peserta didik lain yang setuju/tidak setuju dengan jawaban tersebut, sebelum memberikan penjelasan tentang jawaban yang benar. e) Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai isi kurikulum dan mengkaitkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik. f) Guru mengelola kelas dengan efektif tanpa mendominasi atau sibuk dengan kegiatannya sendiri agar semua waktu peserta dapat termanfaatkan secara produktif. g) Guru mampu menyesuaikan aktivitas pembelajaran yang dirancang dengan kondisi kelas. h) Guru memberikan banyak kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, mempraktikkan dan berinteraksi dengan peserta didik lain. i) Guru mengatur pelaksanaan aktivitas pembelajaran secara sistematis untuk membantu proses belajar peserta didik. Sebagai contoh: guru menambah informasi baru setelah mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi sebelumnya. j) Guru menggunakan alat bantu mengajar, dan/atau audio-visual (termasuk TIK) untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. 3) Prinsip Pembelajaran Untuk mencapai kualitas yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum, kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip sebagai berikut: a) peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu; b) peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar; c) proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah; d) pembelajaran berbasis kompetensi; e) pembelajaran terpadu; f) pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi; g) pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif; h) peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hardskills dan soft-skills; Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 41
45 i) pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat; j) pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); k) pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; l) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; m) pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik; dan n) suasana belajar menyenangkan dan menantang. 4) Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Tahap pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. 1) Kegiatan Pendahuluan Dalam kegiatan pendahuluan, guru: a) mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan; b) mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan; c) menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari; d) menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan; dan e) menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan. 2) Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan pendekatan saintifik yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan peserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 42
46 proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. 3) Kegiatan Penutup Kegiatan penutup terdiri atas: a) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu: (1) membuat rangkuman/simpulan pelajaran; (2) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan; dan (3) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; dan b) Kegiatan guru yaitu: (1) melakukan penilaian; (2) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan (3) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Berdasarkan pedoman tahap-tahap pelaksanaan pembelajaran tersebut, dapat disajikan Lembar Observasi untuk melihat dilakukan tidaknya kegiatan pada tahaptahap tersebut seperti tampak pada Tabel berikut. LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN GURU SAAT KBM Mata Pelajaran : Kelas/Semester : Nama Guru : Tanggal : Keterangan No. Kegiatan Guru oleh guru) Tampak Kurang Tidak (Cara yang jelas tampak tampak dilakukan A. KEGIATAN PENDAHULUAN 1. Mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan 2. Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 43
47 3. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari 4. Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan 5. Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan B. KEGIATAN INTI 1. Memfasilitasi peserta didik untuk melakukan kegiatan mengamati 2. Memfasilitasi peserta didik untuk melakukan kegiatan menanya 3. Memfasilitasi peserta didik untuk melakukan kegiatan mengumpulkan informasi/mencoba 4. Memfasilitasi peserta didik untuk melakukan kegiatan menalar/mengasosiasi 5. Memfasilitasi peserta didik untuk melakukan kegiatan mengomunikasikan 6. Menggunakan media belajar untuk memotivasi peserta didik dan mencapai tujuan pembelajaran 7. Melakukan pengecekan tentang keterbacaan media yang digunakan 8. Melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah semua peserta didik secara aktif Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 44
48 melaksanakan tugas yang ditentukan 9. Memastikan tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran 10 Memberi perhatian dan motivasi kepada semua peserta didik 11 Menangani perilaku peserta didik yang melakukan kegiatan lain di luar kegiatan yang seharusnya dengan komunikasi yang baik 12 Mengelola aktivitas dan waktu sesuai dengan yang direncanakan dalam RPP C. KEGIATAN PENUTUP 1. Bersama peserta didik membuat rangkuman/simpulan 2. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan atau memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar 3. Melakukan penilaian 4. Menyampaikan kegiatan untuk tindak lanjut hasil belajar hari itu (remedial dan pengayaan) 5. Menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya 5) Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Pengertian Evaluasi Pembelajaran Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 45
49 Menurut pendapat Grondlund dan Linn (1990) yang dikutip dari yang dimaksud dengan evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran. Definisi evaluasi di atas sejalan dengan definisi penilaian menurut Permendikbud No. 53 Tahun 2015 yang menyatakan bahwa Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis yang dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil belajar. Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Untuk memperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan evaluasi dilakukan kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan aturanaturan tertentu. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat antara pengukuran dan evaluasi. Kegiatan pengukuran merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi. 6) Tujuan Evaluasi Pembelajaran Evaluasi/penilaian pembelajaran bertujuan menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Dalam Permendikbud No. 53 Tahun 2015 disebutkan bahwa penilaian memiliki tujuan untuk: 1) mengetahui tingkat penguasaan kompetensi; 2) menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi; 3) menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi; dan 4) memperbaiki proses pembelajaran 7) Bentuk Evaluasi Pembelajaran Pelaksanaan evaluasi pembelajaran tidak terpisahkan dengan kegiatan pembelajaran yang telah dirancang oleh guru dalam RPP. Dalam pelaksanaan Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 46
50 kegiatan pembelajaran, guru melakukan penilaian dengan bentuk dan instrumen disesuaikan dengan karakteristik materi pembelajaran. Untuk penilaian pengetahuan dapat berupa tes tertulis, observasi terhadap jalannya diskusi, tanya jawab dan percakapan, dan penugasan. Instrumen tes tertulis adalah soal dalam bentuk memilih jawaban atau mensuplai jawaban yang harus dilengkapi dengan kunci jawaban. Instrumen observasi terhadap jalannya diskusi, tanya jawab, dan percakapan bentuknya berupa Lembar Observasi, antara lain dapat berbentuk daftar cek. Sedangkan instrumen penugasan dapat berupa soal atau Lembar Observasi disesuaikan dengan tugas yang diberikan. Adapun kompetensi keterampilan menghendaki instrumen berupa Lembar observasi yang disertai rubrik dan pedoman penskoran. Semua instrumen tersebut dilampirkan dalam RPP, dan digunakan dalam pembelajaran. Hasilnya segera diolah/dianalisis untuk mengetahui kemampuan yang sudah dikuasai dan belum dikuasai oleh peserta didik. Hasil analisis ini selanjutnya ditindaklanjuti dengan layanan remedial dan pengayaan, serta memanfaatkannya untuk perbaikan pembelajaran. D. Aktivitas Pembelajaran 1. Membaca uraian materi tentang menentukan aktivitas belajar siswa dan menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. Diskusi dan tanya jawab. 3. Membuat rangkuman materi. 4. Merancang sebuah pembelajaran dengan langkah-langkah pembelajaran yang tepat. 5. Mempresentasikan hasil rancangan sebuah pembelajaran dengan langkahlangkah pembelajaran yang tepat. 6. Membaca uraian materi tentang pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran. 7. Membuat ringkasan materi. 8. Mengamati contoh video pembelajaran. 9. Menganalisis video pembelajaran. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 47
51 E. Latihan 1. Bentuk kelompok yang beranggotakan 3 orang, kemudian buatlah sebuah pembelajaran yang mengunakan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. Presentasikan hasil kerja kelompok dan kemudian kelompok lainnya memberikan saran dan masukan terhadap presentasi tersebut. 3. Menyusun RPP yang menerapkan pendekatan saintifik sesuai model belajar yang relevan dan menelaah RPP untuk perbaikan. F. Rangkuman Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Kurikulum 2013 menggunakan modus pembelajaran langsung (direct instructional) dan tidak langsung (indirect instructional). Pembelajaran langsung adalah pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan menggunakan pengetahuan peserta didik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP. Pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang terjadi selama proses pembelajaran langsung yang dikondisikan menghasilkan dampak pengiring (nurturant effect). Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam KI-1dan KI-2. Prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik 1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungan. 2. Beragam dan terpadu. 3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. 5. Menyeluruh dan berkesinambungan. 6. Belajar sepanjang hayat. 7. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah. 8. Diarahkan pada upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 48
52 Komponen-komponen rancangan pembelajaran yang mendidik 1. Identitas sekolah, 2. Mata pelajaran, dan kelas/semester; 3. Alokasi waktu; 4. KI, KD, indikator pencapaian kompetensi; 5. Materi pembelajaran; 6. Kegiatan pembelajaran; 7. Penilaian; dan 8. Media/alat, bahan, dan sumber belajar. Pelaksanaan pembelajaran merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan tujuan pembelajaran sebagaimana yang telah disusun pada tahap perencanaan. Diharapkan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran tidak menyimpang dari langkah-langkah dalam RPP. Untuk melihat ketercapaian tujuan pembelajaran, maka dalam kegiatan pembelajaran harus dilaksanakan evaluasi atau penilaian pembelajaran dengan berbagai jenis dan instrumennya. Baik proses maupun hasil pembelajaran harus dievaluasi dengan cara dianalisis, dimaknai, dan ditindaklanjuti. G. Refleksi dan Tindak Lanjut 1. Deskripsikan hal-hal yang telah Anda pelajari/temukan selama pembelajaran, rencana pengembangan dan implementasinya, sebagai input terhadap pembelajaran berikutnya. 2. Bandingkanlah hasil pengerjaan tugas Anda/kelompok dengan pedoman penskoran di bawah. Hitunglah jumlah skor yang diperoleh. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengukur tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Pembelajaran tersebut. Tingkat Penguasaan = Jumlah skor yang diperoleh x 100% Jumlah skor maksimal Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 49
53 Arti tingkat penguasaan: %= baik sekali 80 89% = baik 70 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutmnya. Jika di bawah 80%, Anda harus mengulanginy, terutama bagian yang belum dikuasai. Pedoman Penskoran Indikator Skor 1. Membuat ringkasan a. Ada ringkasan mengenai pengertian aktivitas belajar 1 b. Ada ringkasan mengenai langkah-langkah pembelajaran 1 c. Ada ringkasan mengenai evaluasi langkah-langkah pembelajaran. 1 d. Isi ringkasan tidak menyimpang dari konsep 1 2. Melengkapi Lembar Observasi a. Diisi dengan tanda ceklis ( ) 1 b. Dilengkapi dengan catatan mengenai kegiatan guru 1 c. Sesuai dengan pedoman dan kenyataan 1 3. Menganalisis Hasil Observasi (Mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran) a. Ada pernyataan mengenai keberhasilan pembelajaran 1 (kemampuan yang sudah dikuasai atau belum dikuasai peserta didik) b. Ada pernyataan mengenai bentuk tindak lanjut (remedial, 1 pengayaan, bimbingan konseling) c. Hasil analisis tepat 1 Skor maksimal = 10 Kunci Jawaban Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 50
54 Kegiatan Pembelajaran 3 Pengembangan Model Pembelajaran melalui Media dan Sumber Belajar A. Tujuan Meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi dalam peningkatan kualitas pembelajaran bahasa. B. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mengidentifikasi media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. 2. Memanfaatkan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. C. Uraian Materi 1. Pengertian Kata media berasal dari bahasa latin yaitu jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman, 2002: 6). Menurut AECT yang dikutip oleh Rohani (1997 : 2) media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136) adalah media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran. Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar. Rossi dan Breidle (1966:3) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televise, buku, Koran, majalah dan sebagainya. Menurut Rossi alat-alat Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 51
55 semacam radio dan televise kalau digunakan dan diprogram untuk pendidikan maka merupakan media pembelajaran. Gagne dan Briggs sebagaimana dikutip oleh Azhar Arsyad (2000) mengatakan bahwa media pembelajaran adalah meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape recoder, kaset, video camera, foto, gambar, grafik, telvisi dan komputer. Dari kutipan ini dapat dimaknai bahwa media adalah komponen sumber belajar atau wahan fisik yang mengandung materi pembelajaran dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Asnawir dan Usman (2002), mengemukakan pengertian media pembelajaran adalah sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Dari beberapa kutipan di atas mengenai pengertian media pembelajaran dapatlah dipahami bahwa media pembelajaran merupakan sarana atau alat yang digunakan (guru) dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai, efektif, efisien dan berdaya tarik. Macam-macam Media Pembelajaran Media yang telah dikenal saat ini tidak hanya terdiri dari dua jenis, tetapi sudah lebih dari itu. Klasifikasinya bisa dilihat dari jenisnya, daya liputnya, dan dari bahan serta cara pembuatannya. Semua ini akan dijelaskan pada pembahasan berikut. Dilihat dari sifatnya, media dibagi ke dalam: a. Media Auditif Media ini hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder. Media ini tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan dalam pendengaran. b. Media Visual Media ini hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti strip (film rangkai), slides (film bingkai) foto, Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 52
56 gambar atau lukisan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film kartun. c. Media Audiovisual Media ini mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik dan lebih menarik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media ini terbagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu Audiovisual diam, audiovisual gerak, audiovisual murni, dan audio visual tidak murni. Dilihat dari kemampuan jangkauannya, media dibagi ke dalam: a. Media dengan daya liput luas dan serentak, seperti radio dan televisi. Melalui media ini siswa dapat mempelajari hal-hal atau kejadian-kejadian yang actual secara serentak tanpa harus menggunakan ruangan khusus. Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. b. Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat, media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound slide. Dilihat dari cara atau teknik pemakaiannya, media dibagi ke dalam: a. Media diproyeksikan seperti film, slide, film strip, transparansi, dan lain sebagainya. Jenis media yang demikian memerlukan alat proyeksi khusus seperti film projector untuk memproyeksikan film b. Media yang tidak diproyeksikan seperti gambar, foto, lukisan, radio dan lain sebagainya. Media Sebagai Alat Bantu Media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Karena memang gurulah yang menghendakinya untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesan dari bahan pelajaran yang diberikan guru kepada anak didik. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media, maka bahan pelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh setiap anak didik, terutama bahan pelajaran yang rumit atau kompleks. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 53
57 Sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pengajaran. Hal ini dilandaskan dengan keyakinan bahwa proses belajar mengajar dengan bantuan media mempertinggi kegiatan belajar anak didik dalam tenggang waktu yang cukup lama. Itu berarti kegiatan belajar anak didik dengan bantuan media akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan media. Akhirnya, dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar. Dan gurulah yang mempergunakannya untuk membelajarkan anak didik demi tercapainya tujuan pengajaran. Memilih Media yang Tepat Tidak semua anggapan yang menyatakan bahwa semakin canggih media yang digunakan akan semakin tinggi hasil belajar yang didapatkan adalah benar. Untuk tujuan pembelajaran tertentu dapat saja penggunaan papan tulis lebih efektif dan lebih efesien daripada penggunaan LCD, apabila bahan ajarnya dikemas dengan tepat serta disajikan kepada siswa yang tepat pula. Sungguhpun demikian, secara operasional ada sejumlah pertimbangan dalam memilih media pembelajaran yang tepat, antara lain: a. Access Kemudahan akses menjadi pertimbangan pertama dalam memilih media. Apakah media yang diperlukan itu tersedia, mudah dan dapat dimanfaatkan oleh murid? Misalnya, kita ingin menggunakan media internet, perlu dipertimbangkan terlebih dahulu, apakah ada saluran untuk koneksi ke internet, adakah jaringan teleponnya? Akses juga menyangkut aspek kebijakan, misalnya apakah murid diizinkan untuk menggunakan komputer yang terhubung ke internet? Jangan hanya kepala sekolah saja yang boleh menggunakan internet, tetapi juga guru/karyawan dan murid. Bahkan murid lebih penting untuk memperoleh akses. b. Cost Biaya juga harus menjadi bahan pertimbangan. Banyak jenis media yang dapat menjadi pilihan kita. Media pembelajaran yang canggih biasanya mahal. Namun biaya itu harus kita hitung dengan aspek manfaat. Sebab semakin Jurnal Pendidikan pendayagunaan Media Pembelajaran banyak yang menggunakan, maka unit cost dari sebuah media akan semakin menurun. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 54
58 c. Technology Mungkin saja kita tertarik kepada satu media tertentu. Tetapi kita perlu memperhatikan apakah teknisinya tersedia dan mudah menggunakannya? Katakanlah kita ingin menggunakan media audio visual untuk di kelas, perlu kita pertimbangkan, apakah ada aliran listriknya, apakah voltase listriknya cukup dan sesuai, bagaimana cara mengoperasikannya? Interactivity Media yang baik adalah yang dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Semua kegiatan pembelajaran yang akan dikembangkan oleh guru tentu saja memerlukan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut. d. Organization Pertimbangan yang juga penting adalah dukungan organisasi. Misalnya apakah pimpinan sekolah atau pimpinan yayasan mendukung? Bagaimana pengorganisasiannya? Apakah di sekolah tersedia sarana yang disebut pusat sumber belajar? e. Novelty Kebaruan dari media yang akan dipilih juga harus menjadi pertimbangan. Sebab media yang lebih baru biasanya lebih baik dan lebih menarik bagi murid. Dari beberapa pertimbangan di atas, yang terpenting adalah adanya perubahan sikap guru agar mau memanfaatkan dan mengembangkan media pembelajaran yang mudah dan murah, dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan sekitarnya serta memunculkan ide dan kreativitas yang dimilikinya. Kemudian Hakikat dari pemilihan media ini pada akhirnya adalah keputusan untuk memakai, tidak memakai, atau mengadaptasi media yang bersangkutan. Pengembangan Dan Pemanfaatan Media Sumber Belajar Peranan media akan terlihat jika guru pandai memanfaatkannya. Ketika fungsifungsi media pelajaran diaplikasikan ke dalam proses belajar mengajar maka akan terlihat peranannnya sebagai berikut : 1. Media yang digunakan guru sebagai penjelas dari keterangan terhadap suatu bahan yang guru sampaikan. 2. Media dapat memunculkan permasalahan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa. 3. Media sebagai sumber belajar bagi siswa. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 55
59 Bertolak dari fungsi dan peranan media diharapkan pemahaman guru terhadap media menjadi lebih jelas, sehingga tidak memanfaatkan media secara sembarangan. Guru dapat mengembangkan media sesuai kemampuannya dengan tidak mengabaikan prinsip-prinsip dan faktor-faktor dalam memilih dan menentukan media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Langkah-langkah dalam pemanfaatan media. 1. Merumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media. 2. Persiapan guru. Pada fase ini guru memilih dan memanfaatkan media massa yang akan dimanfaatkan guna mencapai tujuan. 3. Persiapan kelas. Siswa atau kelas harus mempunyai persiapan dalam menerima pelajaran dengan menggunakan media tertentu. 4. Langkah penyajian dan pemanfaatan media. Pada fase ini penyajian bahan pelajaran dengan memanfaatkan media pengajaran. 5. Langkah kegiatan belajar siswa. Pada fase ini siswa belajar dengan memanfaatkan media pengajaran. 6. Langkah evaluasi pengajaran. Pada langkah ini kegiatan belajar di evaluasi sampai sejauh mana tujuan pengajaran tercapai, yang sekaligus dapat dinilai sejauh mana pengaruh media sebagai alat bantu dapat menunjang keberhasilan proses belajar siswa. Paling mutakhir, media komputer berbasis internet menjadi sumber elajar acuan yang digemari sekarang ini. Selain berfungsi sebagai sumber informasi melalui situs-situs yang menyediakan beragam materi, internet bisa menjadi media diskusi ilmiah online. Dengan internet, diskusi yang diadakan dapat berlangsung kapan saja dan oleh siapa saja yang tidak berada dalam satu lokasi. Sebelum memutuskan untuk memanfaatkan media dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas, hendaknya guru melakukan seleksi terhadap media pembelajaran mana yang akan digunakan untuk mendampingi dirinya dalam membelajarkan peserta didiknya. Berikut ini disajikan beberapa tips atau pertimbanganpertimbangan yang dapat digunakan guru dalam melakukan seleksi terhadap media pembelajaran yang akan digunakan. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 56
60 Menyesuaikan Jenis Media dengan Materi Kurikulum Sewaktu akan memilih jenis media yang akan dikembangkan atau diadakan, maka yang perlu diperhatikan adalah jenis materi pelajaran yang mana yang terdapat di dalam kurikulum yang dinilai perlu ditunjang oleh media pembelajaran. Kemudian, dilakukan telaah tentang jenis media apa yang dinilai tepat untuk menyajikan materi pelajaran yang dikehendaki tersebut. Karena salah satu prinsip umum pemilihan/pemanfaatan media adalah bahwa tidak ada satu jenis media yang cocok atau tepat untuk menyajikan semua materi pelajaran. Keterjangkauan dalam Pembiayaan Dalam pengembangan atau pengadaan media pembelajaran hendaknya juga mempertimbangkan ketersediaan anggaran yang ada. Kalau seandainya guru harus membuat sendiri media pembelajaran, maka hendaknya dipikirkan apakah ada di antara sesama guru yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan media pembelajaran yang dibutuhkan. Kalau tidak ada, maka perlu dijajagi berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan medianya jika harus dikontrakkan kepada orang lain. Namun sebelum dikontrakkan kepada orang lain, satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah media pembelajaran yang dibutuhkan tersebut tidak tersedia di pasaran. Seandaianya tersedia di pasaran, apakah tidak lebih cepat, mudah dan juga murah kalau langsung membelinya daripada mengkontrakkan pembuatannya? Pilihan lain adalah apabila kebutuhan media pembelajaran itu masih berjangka panjang sehingga masih memungkinkan untuk mengirimkan guru mengikuti pelatihan pembuatan media yang dikehendaki. Dalam kaitan ini, perlu dipertimbangkan mengenai besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengirimkan guru mengikuti pelatihan pengembangan media pembelajaran yang dikehendaki. Selain itu, perlu juga dipikirkan apakah guru yang akan dikirimkan mengikuti pelatihan tersebut masih mempunyai waktu memadai untuk mengembangkan media pembelajaran yang dibutuhkan sekolah. Apakah fasilitas pemanfaatannya sudah tersedia di sekolah? Kalau belum, berapa biaya pengadaan peralatannya dalam jumlah minimal misalnya. Ketersediaan Perangkat Keras untuk Pemanfaatan Media Pembelajaran Tidak ada gunanya merancang dan mengembangkan media secanggih apapun kalau tidak didukung oleh ketersediaan peralatan pemanfaatannya di kelas. Apa Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 57
61 artinya tersedia media pembelajaran online apabila di sekolah tidak tersedia perangkat komputer dan fasilitas koneksi ke internet yang juga didukung oleh Local Area Network (LAN). Sebaliknya, pemilihan media pembelajaran sederhana (seperti misalnya: media kaset audio) untuk dirancang dan dikembangkan akan sangat bermanfaat karena peralatan/fasilitas pemanfaatannya tersedia di sekolah atau mudah diperoleh di masyarakat. Selain itu, sumber energi yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan pemanfaatan media sederhana juga cukup mudah yaitu hanya dengan menggunakan baterai kering. Dari segi ekspertis atau keahlian/keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan media sederhana seperti media kaset audio atau transparansi misalnya tidaklah terlalu sulit untuk mendapatkannya. Tidaklah juga terlalu sulit untuk mempelajari cara-cara perancangan dan pengembangan media sederhana. Ketersediaan Media Pembelajaran di Pasaran Karena promosi dan peragaan yang sangat mengagumkan/mempesona atau menjanjikan misalnya, sekolah langsung tertarik untuk membeli media pembelajaran yang ditawarkan. Namun sebelum membeli media pembelajarannya (program), sekolah harus terlebih dahulu membeli perangkat keras untuk pemanfaatannya. Setelah peralatan pemanfaatan media pembelajarannya dibeli ternyata di antara guru tidak ada atau belum tahu bagaimana cara-cara mengoperasikan peralatan pemanfaatan media pembelajaran yang akan diadakan tersebut. Di samping itu, media pembelajarannya (program) sendiri ternyata sulit didapatkan di pasaran sebab harus dipesan terlebih dahulu untuk jangka waktu tertentu. Kemudian, dapat saja terjadi bahwa media pembelajaran yang telah dipesan dan dipelajari, kandungan materi pelajarannya sedikit sekali yang relevan dengan kebutuhan peserta didik (sangat dangkal). Sebaliknya, dapat juga terjadi bahwa materi yang dikemas di dalam media pembelajaran sangat cocok dan membantu mempermudah siswa memahami materi pelajaran. Namun, yang menjadi masalah adalah bahwa media pembelajaran tersebut sulit didapatkan di pasaran. Kemudahan Memanfaatkan Media Pembelajaran Aspek lain yang juga tidak kalah pentingnya untuk dipertimbangkan dalam pengembangan atau pengadaan media pembelajaran adalah kemudahan guru atau peserta didik memanfaatkannya. Tidak akan terlalu bermanfaat apabila media Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 58
62 pembelajaran yang dikembangkan sendiri atau yang dikontrakkan pembuatannya ternyata tidak mudah dimanfaatkan, baik oleh guru maupun oleh peserta didik. Media yang dikembangkan atau dibeli tersebut hanya akan berfungsi sebagai pajangan saja di sekolah. Atau, dibutuhkan waktu yang memadai untuk melatih guru tertentu sehingga terampil untuk mengoperasikan peralatan pemanfaatan medianya. Permasalahan yang sering muncul berkenaan dengan penggunaan media pembelajaran, yakni ketersediaan dan pemanfaatan. Ketersediaan media, masih sangat kurang sehingga parapengajar menggunakan media secara minimal. Media yang sering digunakan adalah media cetak (diktat, modul, hand out, buku teks, majalah, surat kabar, dan sebagainya), dan didukung dengan alat bantu sederhana yang masih tetap digunakan seperti papan tulis/white board dan kapur/spidol. Sedangkan media audio dan visual (kaset audio, siaran TV/Radio, overhead transparency,video/film,), dan media elektronik (komputer, internet) masih belum secara intensif dimanfaatkan. Masalah kedua, pemanfaatan media. Media cetak merupakan media yang paling sering digunakan oleh pengajar, karena mudah untuk dikembangkan maupun dicari dari berbagai sumber. Namun, kebanyakan media cetak sangat tergantung pada verbal symbols (kata-kata) yang bersifat sangat abstrak, sehingga menuntut kemampuan abstraksi yang sangat tinggi dari pebelajar, hal inilah yang dapat menyulitkan mereka. Karena itu dalam pemanfaatan media ini, diperlukan kreativitas pengajar juga pertimbangan instruksional yang matang dari pengajar. Kenyataan yang sering terlihat adalah, banyak pengajar menggunakan media pembelajaran seadanya tanpa pertimbangan pembelajaran (instructional consideration), dan ada pula pengajar yang menggunakan media canggih walaupun sesungguhnya tidak diperlukan dalam pembelajaran. Penggunaan media dalam pembelajaran bahasa kedua hendaknya disesuaikan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas. Langkah-langkah penggunaan media tersebut harus sudah dirumuskan dalam rencana pembelajaran tersebut. Langkah-langkah penggunaan tersebut berfungsi sebagai pedoman atau acuan guru menggunakan media di kelas. Apabila penggunaan tidak sesuai dengan rencana pembelajaran, maka efektivitas media menjadi di luar harapan oleh karena Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 59
63 jenis media apapun yang akan digunakan perlu dirumuskan langkah-langkah penggunaannya dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) bahasa. D. Aktivitas Pembelajaran 1. Membaca uraian materi tentang media dan sumber belajar bahasa. 2. Diskusi dan tanya jawab. 3. Membuat rangkuman materi. 4. Merancang sebuah pembelajaran dengan menggunakan media san sumber belajar bahasa. E. Latihan Diskusikan satu pembelajaran dalam RPP yang menggunakan media dan sumber belajar bahasa. F. Rangkuman Peranan media akan terlihat jika guru pandai memanfaatkannya. Ketika fungsifungsi media pelajaran diaplikasikan ke dalam proses belajar mengajar maka akan terlihat peranannnya sebagai berikut: 1. Media yang digunakan guru sebagai penjelas dari keterangan terhadap suatu bahan yang guru sampaikan. 2. Media dapat memunculkan permasalahan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa. 3. Media sebagai sumber belajar bagi siswa. Langkah-langkah dalam pemanfaatan media. 1. Merumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media. 2. Persiapan guru. Pada fase ini guru memilih dan memanfaatkan media massa yang akan dimanfaatkan guna mencapai tujuan. 3. Persiapan kelas. Siswa atau kelas harus mempunyai persiapan dalam menerima pelajaran dengan menggunakan media tertentu. 4. Langkah penyajian dan pemanfaatan media. Pada fase ini penyajian bahan pelajaran dengan memanfaatkan media pengajaran. 5. Langkah kegiatan belajar siswa. Pada fase ini siswa belajar dengan memanfaatkan media pengajaran. 6. Langkah evaluasi pengajaran. Pada langkah ini kegiatan belajar di evaluasi sampai sejauh mana tujuan pengajaran tercapai, yang sekaligus dapat dinilai Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 60
64 sejauh mana pengaruh media sebagai alat bantu dapat menunjang keberhasilan proses belajar siswa. Penggunaan media dalam pembelajaran bahasa kedua hendaknya disesuaikan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas. Langkah-langkah penggunaan media tersebut harus sudah dirumuskan dalam rencana pembelajaran tersebut. Langkah-langkah penggunaan tersebut berfungsi sebagai pedoman atau acuan guru menggunakan media di kelas. Apabila penggunaan tidak sesuai dengan rencana pembelajaran, maka efektivitas media menjadi di luar harapan oleh karena jenis media apapun yang akan digunakan perlu dirumuskan langkah-langkah penggunaannya dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) bahasa. G. Refleksi dan Tindak Lanjut 1. Deskripsikan hal-hal yang telah Anda pelajari/temukan selama pembelajaran, media dan sumber belajar bahasa, sebagai input terhadap pembelajaran berikutnya. 2. Bandingkanlah hasil pengerjaan tugas Anda/kelompok dengan berdisusi dan presentasi. H. Kunci Jawaban Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 61
65 Kegiatan Pembelajaran 4 Refleksi Pembelajaran A. Tujuan Meningkatkan kemampuan dalam melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan pembelajaran bahasa. B. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menjelaskan konsep dan definisi pembelajaran reflektif 2. Menjelaskan prinsip pembelajaran reflektif 3. Menjelaskan tujuan dan sasaran pembelajaran reflektif 4. Menjelaskan teknik-teknik pembelajaran reflektif 5. Menyusun instrumen pembelajaran reflektif 6. Menerapkan pembelajaran reflektif 7. Memanfaatkan hasil pembelajaran reflektif 8. Mengidentifikasi masalah-masalah dalam pembelajaran bahasa Inggris C. Uraian Materi Refleksi Pembelajaran Sesuai dengan Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik, pendidik harus melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Keharusan pelaksanaan refleksi pendidikan merupakan salah satu kompetensi pedagogik yang harus dilakukan oleh pendidik yang professional. Pendidik dituntut untuk dapat melaksanakan kegiatan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan di kelas, dan memanfaatkan hasil refleksi tersebut untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran mata pelajaran yang diampu oleh masing-masing pendidik. Ada banyak pengertian refleksi yang dikemukan oleh para ahli.menurut Knowles & Cole (1994) reflection in the teaching context refers to the process of inquiring any habit/behavior critically and continuously refining it.ini berarti dalam refleksi terjadi proses inquiri yang dila-kukan secara kritis dan terus menerus terhadap suatu Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 62
66 kebiasan atau prilaku pendidik dalam pembelajaran yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran yang dilakukannya. Pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Reid (1995). Menurut Reid Reflection is a process of reviewing an experience of practice in order to describe, analyse, evaluate and so inform learning about practice. Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa konsep refleksi berkaitan dengan suatu proses mereviuw pengalaman pembelajaran oleh pendidik. Cara pelaksanaannya antara lain dengan mendeskripsikan, menganalisis, serta mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan oleh seorang pendidik. Menurut Osterman & Kottkamp (2000) dipandang sebagai dasar untuk pengembangan kompetensi professional yang tertinggi dalam praktik pengajaran yang kompleks. Pemikiran refleksi tersebut sangat penting bagi guru dalam mengontrol pengajaran mereka dan menjadi pengambil keputusan yang memiliki kekuatan. Pengertian atau konsep refleksi yang sangat singkat dan agak berbeda dikemukakan oleh Chruickshank (1987). Menurut Chruickshark refleksi tidak lain sebagai metode pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya. Berdasarkan pengertian tersebut di muka, dapat disimpulkan bahwa refleksi merupakan suatu proses reviuw terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pendidik. Dilaksanakan secara kritis dan terus-menerus untuk mendapatkan deskripsi, hasil analisis, dan evaluasi suatu pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik.pelaksanaan review tidak terlepas dari tujuan pencapaian hasil pembelajaran. Aspek yang menjadi objek dalam pelaksanaan refleksi dapat berupa metode atau model pembelajaran yang sudah digunakan, bahkan dapat juga materi ajar yang disampaikan, media yang digunakan, evaluasi pembelajaran yang diberikan oleh pendidik. Pelaksanaan refleksi dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran akan berakhir atau pada kegiatan penutup pembelajaran. Pelaksanaan refleksi perlu dilakukan untuk memperoleh gambaran tingkat keberhasilan rencana pembelajaran yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil refleksi Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 63
67 sangat penting dilaksanakan untuk menentukan langkah selanjutnya yang terkait dengan pembelajaran. Untuk dapat melaksanakan refeleksi yang baik dan benar dibutuhkan data-data yang telah dianalisis dan diinterpretasikan, dijelaskan berdasarkan berbagai informasi yang diperoleh dari pelaksanaan pembelajaran. Data atau informasi yang terkumpul perlu dianalisis, dicari kaitan antara yang satu dengan yang lainnya, dibandingkan dengan pengalaman pembelajaran sebelumnya atau dengan menggunakan standar penilaian atau evaluasi tertentu. Berdasarkan hasil analisis, interpretasi, evaluasi dicari penyebab ketidakberhasilan pembelajaran, jika terjadi. Setelah ditemukan berbagai faktor yang yang menjadi penyebab belum berhasilnya pembelajaran, maka langkah selanjutnya adalah membuat rencana perbaikan pembelajaran untuk menghilangkan berbagai faktor yang menjadi penyebab ketidakberhasilan pembelajaran pada pertemuan pembelajaran selanjutnya. Pelaksanaan refleksi bukan merupakan hal yang mudah bagi guru atau pendidik. Untuk kegiatan tersebut dibutuhkan kemampuan dalam berpikir analitik secara kritis terhadap semua data, fakta dan berbagai fenomena yang terjadi yang berkaitan dengan rumusan, tujuan, serta rencana tindakan sebagai solusi pemecahan masalah. Ini berarti dibutuhkan perenungan dan pemikiran yang serius dan mendalam, dengan mengingat tentang berbagai konsep, prinsip, pengalaman praktis yang terkait dengan pembelajaran yang telah dipertimbangkan dalam menyusun rencana tindakan.. Prinsip Refleksi dalam Pembelajaran Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, kegiatan refleksi merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada akhir proses pembelajaran. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mereview dan mengetahui pelaksanaan pembelajaran yang dilak-sanakan oleh pendidik sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil review akan dapat diketahui apakah pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik dapat mencapai tujuan pembelajaran atau tidak. Selanjutnya, berdasarkan hasil review tersebut dapat ditentukan tindak lanjut yang dapat atau harus dilakukan oleh pendidik. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 64
68 Ada berbagai tindaklanjut refleksi yang dapat dilakukan oleh guru terkait dengan hasil reviuw pembelajaran.tindaklanjut tersebut dapat berupa pembelajaran atau pengajaran remedial (remedial learning atau teaching) dan penelitian tindakan kelas/ptk (class-room action research). Pembelajaran remedial dimaksudkan untuk memantau siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar yang dilaksanakan sesuai dengan pembelajaran umumnya.ptk merupakan kegiatan penelitian berbasis kelas yang dilaksanakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran oleh guru atau pendidik.oleh karena itu sangat penting bagi guru untuk dapat melaksanakan refleksi dan memilih tindak lanjut yang tepat untuk meningkatkan kualitas atau mutu pembelajaran. Mengenai pelaksanaannya, refleksi dapat dilakukan secara mandiri atau kolaborasi dengan para pendidik dalam mata pelajaran yang sama. Agar pelaksanaan refleksi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien, maka berbagai prinsip pelaksanaan refleksi perlu diperhatikan. Prinsip-prinsip tersebut antara lain:(1) ada kesadaran bersama pendidik dan peserta didik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, (2) penilaian terhadap pelaksanaan refleksi dilakukan secara kritis, (3) penilaian terhadap guru pelaksana pembelajaran dapat dilakukan mulai pembelajaran sampai dengan akhir pembelajaran, (4) penilaian dapat dilakukan terhadap berbagai aspek pembelajaran yang dilakukan oleh guru, baik materi, metode, dll., (5) hasil penilaian terhadap pembelajaran yang dilaksanakan guru menjadi dasar untuk perbaikan pembelajaran. Tujuan dan Sasaran Refleksi dalam Pembelajaran Tujuan dilakukan refleksi pembelajaran bagi pendidik antara lain: (1) Untuk menganalisis tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar peserta didik; (2) Untuk melakukan evaluasi diri terhadap proses belajar yang telah dilakukan; (3) untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan; (4) untuk merancang upaya optimalisasi proses dan hasil belajar, (5) Untuk memperbaiki dan mengembangkan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Refleksi pembelajaran penting dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi positif tentang bagaimana cara pendidik meningkatkan kualitas pembelajarannya sekaligus sebagai bahan observasi untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran itu tercapai. Selain itu refleksi terhadap pembelajaran Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 65
69 bermanfaat bagi peserta didik yakni, untuk mencapai kepuasaan diri peserta didik memperoleh wadah yang tepat dalam menjalin komunikasi positif dengan pendidik. Teknik-Teknik Refleksi dalam Pembelajaran Untuk mengetahui keberhasilan belajar peserta didik, baik selama maupun setelah peserta didik mengikuti pembelajaran tertentu dapat dilihat melalui pengamatan keaktifan peserta didik dalam bekerjasama atau wawancara tentang kesulitankesulitan yang dihadapi siswa selama mengikuti pembelajaran. Sebelum melakukan wawancara atau pengamatan, sebagai pendidik perlu ditetapkan kriteria penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran oleh guru. Penilaian tersebut, misalnya: sangat kurang, kurang, cukup, baik, sangat baik, atau kurang aktif, cukup aktif, aktif, atau sangat aktif. Langkah selanjutnya yaitu memberikan penjelasan tetang hasil wawancara atau pengamatan, misalnya mengapa peserta didik kita memberikan memberikan respon negatif atas pelaksanaan pembelajaran yang kita lakukan, mengapa proses belajar peserta didik tidak sesuai dengan harapan, demikian pula mengapa hasil belajar peserta didik justru semakin menurun dari periode sebelumnya. Setelah langkah tersebut diatas pendidik perlu memberikan kesimpulan. Adapun teknik lain yang dapat dilakukan untuk merefleksi terhadap pembelajaran adalah melalui jurnal, buku harian, angket, dan pengamatan terhadap proses belajar mengajar.pertanyaan-pertanyaan yang dapat digunakan untuk refleksi diri guna menemukan masalah: 1. Apakah kompetensi awal siswa untuk mengikuti pembelajaran cukup memadai? 2. Apakah proses pembelajaran yang dilakukan cukup efektif? 3. Apakah siswa cukup aktif dalam mengikuti pembelajaran? 4. Apakah sarana/prasana pembelajaran cukup memadai? 5. Apakah pemerolehan hasil pembelajaran cukup tinggi? 6. Apakah hasil pembelajaran cukup berkualitas? 7. Apakah ada unsur inovatif dalam pelaksanaan pembelajaran? 8. Bagaimana melaksanakan pembelajaran dengan strategi pembelajaran inovatif tertentu? Penyusunan Instrumen Refleksi Pembelajaran Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 66
70 Instrumen adalah alat yang digunakan untuk merekam informasi yang akan dikumpulkan. Instrumen observasi merupakan instrumen untuk merekam informasi melalui teknik observasi. Berikut ini jenis instrumen yang dapat dikembangkan untuk kegiatan refleksi pembelajaran. a. Lembar observasi adalah hasil pencatatan terhadap pengamatan fenomenafenomena yang diselidiki secara sistematis. Instrumen observasi yang berupa pedoman pengamatan biasa digunakan dalam observasi sistematis, di mana observer bekerja sesuai dengan pedoman yang telah dibuat. b. Pedoman wawancara (interview guide) adalah acuan percakapan yang dilaksanakan untuk memperoleh informasi dari responden. Secara minimal pedoman tersebut memuat rambu-rambu pertanyaan yang akan ditanyakan pada responden. c. Lembar telaah dokumen adalah instrumen yang digunakan untuk mengolah dokumen-dokumen yang dimiliki. Bentuk instrumen dokumentasi terdiri atas dua macam yaitu pedoman dekomentasi yang memuat garis-garis besar atau kategori yang akan dicari datanya, dan check list yang memuat daftar variabel yang akan dikumpulan datanya. Perbedaan antara kedua bentuk instrumen ini terletak pada intensitas gejala yang diteliti. d. Angket atau Kuisioner, teknik angket atau kuisioner dapat digunakan untuk refleksi kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Instrumen yang digunakan untuk kegiatan ini sesuai dengan teknik yang digunakan, yaitu lembaran angket atau kuisioner. Bentuk lembaran angket dapat berupa sejumlah pertanyaan tertulis. Tujuannya untuk memperoleh informasi dari responden tentang apa yang dialami dan diketahui oleh peserta didik. Bentuk angket atau kuisioner yang dibuat sebagai instrumen dapat berupa: Kuisioner terbuka, responden bebas menjawab dengan kalimatnya sendiri, bentuknya sama dengan kuisioner isian. Kuisioner tertutup, responden tinggal memilih jawaban yang telah disediakan, bentuknya sama dengan kuisioner pilihan ganda. Kuisioner langsung, responden menjawab pertanyaan seputar dirinya. Kuisioner tidak langsung, responden menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan orang lain. Check list, yaitu daftar isian yang bersifat tertutup, responden tinggal membubuhkan tanda check pada kolom jawaban yang tersedia. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 67
71 Skala bertingkat, jawaban responden dilengkapi dengan pernyataan bertingkat, biasanya menunjukkan skala sikap yang mencakup rentang dari sangat setuju sampai sangat tidak setujua terhadap pertanyataannya. Pada saat meyusun kuisioner, perlu diperhatikan jumlah pertanyaan yang akan diajukan. Pertanyaan yang diajukan sebaiknya tidak menanyakan hal yang tidak perlu, yang tidak akan diolah dalam penelitian. Kegiatan Refleksi Pembelajaran Refleksi adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar setelah pembelajaran berupa penilaian tertulis maupun lisan (umumnya tulisan) oleh anak didik tentang apa yang baru saja yang dipelajari, respon terhadap kejadian, aktifitas/ pengetahuan yang baru serta hasil kostruksi pengetahuan yang baru. Hal tersebut dapat berisi ungkapan kesan, pesan, harapan, kesan,catatan atau hasil karya. Bahasa yang paling sederhana dan mudah dipahami adalah refleksi ini sangat mirip dengan curhatan anak didik terhadap guru/dosennya tentang hal-hal yang dialami dalam kelas sejak dimulai hingga berakhirnya pembelajaran. Pemanfaatan Hasil Refleksi Pembelajaran Melalui kegiatan refleksi dapat diperoleh informasi positif tentang bagaimana cara guru/dosen meningkatkan kualitas pembelajarannya sekaligus sebagai bahan observasi untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran itu tercapai. Selain itu, melalui kegiatan ini dapat tercapai kepuasan dalam diri peserta didik yaitu memperoleh wadah yang tepat dalam menjalin komunikasi positif dengan guru. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 68
72 Evaluasi Pilihlah jawaban yang paling tepat. 1. Berikut ini merupakan prinsip penyusunan RPP, kecuali. a. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik b. Mendorong partisipasi aktif peserta didik c. Mengembangkan budaya baca dan menulis d. Beragam dan terpadu 2. Implementasi penerapan prinsip-prinsip behaviorisme yang banyak digunakan di dalam dunia pendidikan adalah sebagai berikut, kecuali. a. Proses belajar dapat terjadi dengan baik apabila peserta didik ikut berpartisipasi secara aktif di dalamnya b. Materi pelajaran di kembangkan di dalam unit-unit diatur berdasarkan urutan yang logis sehingga peserta didik mudah mempelajarinya c. Tiap-tiap respon perludiberi umpan balik secara langsung sehingga peserta didik dapat segera mengetahui apakah respon yang diberikan sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum d. Peserta didik akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran tersebut disusun berdasarkan pola dan logika tertentu 3. Seorang guru bahasa merasa bahwa ketrampilan berbicara Bahasa Inggris peserta didiknya belum tercapai seperti yang diharapkan. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara beliau memakai cara bermain peran melalui media pembelajaran film dengan harapan keterampilan berbicara Bahasa Inggris mereka akan meningkat. Apabila hal tersebut di tulis menjadi sebuah penelitian tindakan kelas maka penelitian tersebut akan berjudul. a. Upaya peningkatan keterampilan berbahasa Inggris melalui film b. Upaya peningkatan keterampilan berbahasa Inggris melalui role play c. Upaya peningkatan keterampilan berbahasa Inggris dengan metode role play yang dimediasi oelh film d. Upaya peningkatan keterampilan berbahasa Inggris melalui media pembelajaran film yang dimediasi oleh role play Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 69
73 4. Guru sedang merencanakan pembelajaran sebagai berikut: Kompetensi Dasar : menangkap makna dalam lagu Indikator : menemukan informasi faktual dalam teks berbentuk lagu Tujuan pembelajaran : setelah mendengarkan teks lisan berbentuk lagu berbahasa Inggris, siswa dapat menyebutkan pesan dalam lagu tersebut Metode yang sesuai untuk pembelajaran tersebut adalah. a. Simulasi b. Penugasan c. Demostrasi d. Diskusi kelompok 5. Seorang guru bahasa Inggris selalu mendapati siswa kelas XI mengalami kesulitan dalam mendeskripsikan benda tertentu secara lisan. Guru menduga hal ini karena siswa belum terbiasa dengan struktur teks deskriptif, kurang memiliki kosa kata yang cukup/gagasan untuk mendeskripsikannya. Untuk itu guru berencana memperbaiki proses pembelajarannya. Apa yang harus dilakukan guru untuk memperbaikinya? a. Meminta siswa mamahami struktur teks deskriptif b. Meminta siswa membaca teks untuk mendeskripsikan benda tertentu c. Meminta siswa menghafalkan kata demi kata untuk mendeskripsikan benda tertentu d. Meminta siswa mendeskripsikan bendanya menggunakan bantuan bantuan cue cards atau kartu isyarat 6. Pengembangan RPP harus menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Hal ini terdapat dalam komponen RPP yaitu. a. Kompetensi dasar b. Kompetensi inti c. Materi ajar d. Tujuan pembelajaran Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 70
74 7. Seorang guru merancang pembelajaran dimana siswa akan bekerja kelompok selama kegiatan pembelajaran, maka dalam hal ini guru tersebut bertindak sebagai. a. Orang tua b. Sumber belajar c. Perencana d. Pengawas 8. Setting pembelajaran disusun sebagai berikut: Guru memilih 5 orang siswa sebagai nara sumber ahli dengan topic yang tersedia Nara sumber tersebut berdiri di tempat yang berbeda Peserta didik dibagi menjadi beberapa rekelompok Peserta didik diminta untuk mencari informasi dari nara sumber tersebut Peserta didik mendengarkan penjelasan nara sumber dan mencatat informasi Peserta didik kembali ke kelompok masing-masing dan mempresentasikan hasilnya kepada anggota kelompok tersebut Pembelajaran dengan setting di atas memakai model pembelajaran. a. Jigsaw classroom b. Number head together c. Circle the stage d. Team-pair-solo 9. Pada kegiatan pendahuluan, guru melakukan hal berikut, kecuali. a. Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan b. Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipejari dan dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan c. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari d. Memfasilitasi peserta didik untuk melakukan proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengkomunikasikan Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 71
75 10. Tes simulasi merupakan salah satu bentuk dari teknik penilaian. a. Lisan b. Praktik/kinerja c. Penugasan d. Penilaian diri 11. Berikut ini adalah beberapa ciri pembelajaran kontekstual, kecuali. a. Siswa terlibat secara aktif b. Siswa bekerja sendiri-sendiri c. Pembelajaran terkait dengan dunia nyata d. Pengalaman dan pengetahuan peserta didik dapat tergali 12. Benjamin S. Bloom mengembangkan ranah kognitif dengan urutan. a. Ingatan, pemahaman, analisis, aplikasi, sintesis, dan evaluasi b. Ingatan, pemahaman, evaluasi, aplikasi, dan analisis c. Ingatan, analisis, aplikasi, pemahaman, dan evaluasi d. Persiapan, ingatan, pemahaman, evaluasi, dan aplikasi 13. Pada kegiatan ini siswa bersama guru membuat rangkuman/simpulan pelajaran; melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan; dan memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; melakukan penilaian; merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedial, program pengayaan, layanan konseling dan /atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Kegiatan ini dalam proses pembelajaran masuk dalam. a. Kegiatan mandiri b. Kegiatan pendahuluan c. Kegiatan inti d. Kegiatan penutup 14. Serangkaian kegiatan yang sistematik untuk menentukan mafaat atau kegunaan suatu objek atau program adalah. a. Pengukuran b. Evaluasi c. Penilaian d. Pensekoran Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 72
76 15. Penilaian hasil belajar peserta didik harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut, kecuali. a. Adil b. Valid c. Terpadu d. Objektif 16. Dibawah ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penilaian hasil belajar peserta didik, kecuali. a. Ditunjukkan untuk mengukur pencapaian kompetensi b. Menggunakan acuan criteria berdasarkan pencapaian kompetensi c. Ditindaklanjuti dengan program remedial dan pengayaan d. Dilakukan pengulangan jika ternyata hasilnya banyak yang jelek 17. Dalam penelitian tindakan kelas, metode pengumpulan data diharapkan. a. Reliable dan tidak mengganggu proses pembelajaran b. Menggunakan alat pengolah statistik c. Sederhana d. Kompleks 18. Pada kegiatan inti, guru menggunakan pendekatan saintifik yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan peserta didik. Yang bukan merupakan ciri-ciri pendekatan saintifik adalah. a. Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis, analitis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan substansi atau materi pembelajaran. b. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. c. Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan perkembangan peserta didik pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 yang tercantum dalam silabus dan RPP. d. Peserta didik lebih banyak mendengarkan penjelasan guru di depan kelas dan melaksanakan tugas jika memberikan latihan soal-soal kepada peserta didik Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 73
77 19. Tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk. a. Mengetahui situasi dan kondisi sekolah b. Menyempurnakan pelaksanaan KBM c. Memperbaiki kinerja guru dan tata usaha d. Meningkatkan disiplin siswa 20. Di bawah ini merupakan beberapa kelebihan tes lisan, kecuali: a. Lebih objektif bagi objektif bagi pendidik dalam memberikan penilaian b. Dapat menilai kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki peserta didik, sikap, serta kepribadiannya karena dilakukan secara berhadapan langsung c. Bagi peserta didik yang kemampuan berfikirnya relative lambat sering mengalami kesukaran dalam memahami pernyataan soal d. Hasil tes dapat langsung diketahui peserta didik Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 74
78 Penutup Selamat anda telah berhasil menyelesaikan tugas membaca dan memahami materi yang disajikan di modul Guru Pembelajar Kelompok Kompetensi F Bahasa Inggris ini. Harapan kami semoga membantu para peserta untuk lebih memahami kajian kompetensi baik pedagogik maupun professional. Pengetahuan, keterampilan yang di dapat hendaknya bisa dipraktikan dalam menunaikan tugas melaksanakan pembelajaran sehari-hari. Di atas langit masih ada langit adalah ungkapan yang tepat agar kita tidak mudah puas akan sebuah prestasi. Selalu senantiasa meningkatkan kualitas diri adalah hal bijaksana agar kita bisa terus untuk memberikan karya prestasi yang maksimal. Selanjutnya kami para penyusun meminta saran dan kritik demi perbaikan penyusunan modul/bahan ajar demi kepentingan di masa depan. Terimakasih Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 75
79 Daftar Pustaka Bartlett, Leo Teacher development through reflective teaching. DalamJ.C.Richards and D. Nunan (ed.), Second Language. New York: Cambridge UniversityPress. Creswell, John W Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. Pearson. Cruickshank, D.R Reflective Teaching: The Preparation of Students of Teaching. United States of Amerika: Association of Teacher Educators. Sudiyono, dkk. Strategi Pembelajaran Partisipasi di Perguruan Tinggi. UIN Malang Press, 2006,hlm, Hopkins, D A Teacher Guide to Classroom Research. Philadelpia: Open University Press Kemmis, S.& McTaggart, R The Action Research Planner. Geelong: Deakin University. Knowles, J.G dan Coe. A.L., Teacher Educators Reflecting on Writing in Practice dalam Russell, T. dan Korthagen, F (Ed.) Teachers who Teach Teacher: Reflections on Teacher Education (71-94). Ontario: Routledge. Mattens, Wolfgang Methoden für den Unterricht. Braunschweig: Westermann Druck GmbH. O'Brien, R An Overview of the Methodological Approach of Action Research. Brazil: Universidade Federal da Paraíba. Osterman, K.F. & Kottkamp, R.B Reflective Practice for Educators: Improvin Schooling Through Profesional Development. California: Corwin Press, Inc. Richards, Jack. C The teacher as self-observer. Dalam Jack C. Richards, The Language Teaching Matrix. New York: Cambridge University Press. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMA Kelompok Kompetensi F 76
KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015
KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015 1 1.3a PENDEKATAN SAINTIFIK 2 PENGERTIAN (1/2) Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik
Pengertian Pendekatan
Pengertian Pendekatan Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1)
BAB 1 PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, TEKNIK DAN TAKTIK
BAB 1 PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, TEKNIK DAN TAKTIK A. Pengertian Pendekatan Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk
MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DAN PENGEMBANGAN SOAL
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DAN PENGEMBANGAN SOAL KELOMPOK KOMPETENSI F PEDAGOGIK:
KOMPETENSI PEDAGOGIK RANCANGAN PEMBELAJARAN
KOMPETENSI PEDAGOGIK RANCANGAN PEMBELAJARAN Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016 1 DAFTAR ISI Daftar Isi. Daftar Gambar. Daftar Tabel i iv iv
1. Pengertian Strategi : Strategi dalam kegiatan pembelajaran dapat diartikan dalam pengertian secara sempit dan pengertian secara luas.
1. Pengertian Strategi : Strategi dalam kegiatan pembelajaran dapat diartikan dalam pengertian secara sempit dan pengertian secara luas. Dalam pengertian sempit bahwa istilah strategi itu sama dengan pengertian
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Esensi Pendekatan Ilmiah Pembelajaran
KONSEP PENDEKATAN SAINTIFIK
KONSEP PENDEKATAN SAINTIFIK PPT 2.1 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Esensi Pendekatan Saintifik Proses
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN KURIKULUM Oleh: M. Lazim
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 Oleh: M. Lazim A. PENDAHULUAN Pendekatan Saintifik adalah konsep dasar yang mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari pemikiran
DEFINISI PENDEKATAN, METODE, STRATEGI, TEKNIK, TAKTIK, DAN MODEL PEMBELAJARAN
DEFINISI PENDEKATAN, METODE, STRATEGI, TEKNIK, TAKTIK, DAN MODEL PEMBELAJARAN Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung
BAB I PENDAHULUAN. terciptanya pembelajaran kimia yang kreatif dan inovatif, Hidayati (2012: 4).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Untuk menciptakan pembelajaran kimia yang diharapkan dapat memenuhi standar pendidikan Nasional maka diperlukan laboratorium yang mendukung terciptanya pembelajaran
MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMA
MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMA KELOMPOK KOMPETENSI F MODEL PEMBELAJARAN Penyusun: Widiatmoko, dkk DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2016 Modul
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017 Berdasarkan : Permendikbud no. 22/2016 Tentang Standar Proses endidikan Dasar &
PADA KURIKULUM (Mulida Hadrina Harjanti) Abstrak
PEMBELAJARAN BERMAKNA (MEANINGFUL LEARNING) PADA KURIKULUM 2013 (Mulida Hadrina Harjanti) Abstrak Tujuan penulisan artikel ini adalah pentingnya menerapkan pembelajaran bermakna di kelas. Pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. Tahun 2003 Bab I Pasal I Ayat 1 menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam peningkatan sumber daya manusia dan salah satu kunci keberhasilan dalam pembangunan nasional di Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN. B. Perumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak rintangan dalam masalah kualitas pendidikan, salah satunya dalam program pendidikan di Indonesia atau kurikulum.
BAB II PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, TEKNIK, TAKTIK, DAN MODEL PEMBELAJARAN
BAB II PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, TEKNIK, TAKTIK, DAN MODEL PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa
BAB I PENDAHULUAN. Hidup adalah pendidikan dan pendidikan adalah kehidupan. Di dalam
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan pada hakikatnya adalah bertujuan untuk membentuk karakter. Orang-orang terdidik adalah orang yang berkarakter yaitu orang yang bertindak mulia. Tindakan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Permendikbud No 67 Th 2013 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 yang menjelaskan tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar 1. Pengertian Belajar Belajar merupakan proses memperoleh ilmu pengetahuan, baik diperoleh sendiri maupun dengan bantuan orang lain. Belajar dapat dilakukan berdasarkan
PENERAPAN LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM KURIKULUM 2013
1 PENERAPAN LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM KURIKULUM 2013 Pendahuluan Oleh: Bambang Prihadi*) Implementasi Kurikulum 2013 dicirikan dengan perubahan yang sangat mendasar
II. TINJAUAN PUSTAKA. Metode discovery adalah suatu prosedur mengajar yang menitikberatkan
9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Metode Penemuan (Discovery Method) Metode discovery adalah suatu prosedur mengajar yang menitikberatkan studi individual, manipulasi objek-objek dan eksperimentasi oleh siswa.
Kegiatan Pembelajaran
C. Sosiologi Satuan Pendidikan : SMA/MA Kelas : X (sepuluh) Kompetensi Inti : KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN MEDIA GEOGEBRA UNTUH MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PELAJARAN MATEMATIKA.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN MEDIA GEOGEBRA UNTUH MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PELAJARAN MATEMATIKA. Pendidikan merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang
I. PENDAHULUAN. Keterampilan berbahasa terdiri atas empat komponen penting yaitu keterampilan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keterampilan berbahasa terdiri atas empat komponen penting yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling melengkapi
Pelaksanaan pembelajaran KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DIREKTORAT P2TK PENDIDIKAN DASAR
Pelaksanaan pembelajaran KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DIREKTORAT P2TK PENDIDIKAN DASAR Tujuan Setelah mengikuti kegiatan bimtek, diharapkan para peserta mampu:
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN Mata pelajaran : Gambar Teknik Kelas/Semester : XI / 2 Materi Pokok/Topik : Pengenalan Tanda Dan Letak Hasil Gambar
SUMBER BELAJAR CALON PESERTA PROGRAM PLPG
SUMBER BELAJAR CALON PESERTA PROGRAM PLPG Desain Pembelajaran Penulis: Prof. Dr. Sunardi, M.Sc Dr. Imam Sujadi, M.Si Penelaah: Prof. Dr. rer. nat. Sadjidan, M.Si KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT
PEDOMAN PENDAMPINGAN PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 105 TAHUN 2014 TENTANG PENDAMPINGAN PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH PEDOMAN
II. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil yaitu
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CRH Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil yaitu antara
BAB III METODE PENELITIAN
51 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini karena data yang
TINJAUAN PUSTAKA. A. Teori Pembelajaran Berbasis Pendekatan Ilmiah. Konsep pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah ini berkembang dari
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Teori Pembelajaran Berbasis Pendekatan Ilmiah Konsep pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah ini berkembang dari pendidikan humanistik ke arah teori belajar kontruktivisme dan kemudian
D. Antropologi Materi Pembelajaran. Alokasi Waktu. Kegiatan Pembelajaran. Sumber Belajar
D. Antropologi Satuan Pendidikan : SMA/MA Kelas : X (sepuluh) Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
II. TINJAUAN PUSTAKA. Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu
9 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kurikulum Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan
I. PENDAHULUAN. Pendidikan IPA (sains) memiliki potensi besar dan peranan strategis dalam menyiapkan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan IPA (sains) memiliki potensi besar dan peranan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapi era industrialisasi dan globalisasi.
BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
61 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan,
BAB II LANDASAN TEORI. berasal dari kata courier yang berarti berlari (to run). Kurikulum berarti suatu
6 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Kurikulum Secara etimologis, istilah kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang artinya pelari dan curere yang artinya tempat berpacu. Istilah
(Contoh) DESAIN PEMBELAJARAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C UPT SKB KABUPATEN BANDUNG
(Contoh) DESAIN PEMBELAJARAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C UPT SKB KABUPATEN BANDUNG UPT SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KABUPATEN BANDUNG 2017 DESAIN PEMBELAJARAN Oleh: Yaya Sukarya,
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah metode yang sering
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Metode Inkuiri Terbimbing Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah metode yang sering digunakan oleh para guru. Khususnya pembelajaran biologi, ini disebabkan karena kesesuaian
II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Nurgana (1985) bahwa keefektivan pembelajaran mengacu pada: 75% dari jumlah siswa telah memperoleh nilai = 65 dalam
8 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Efektivitas Pembelajaran Menurut Nurgana (1985) bahwa keefektivan pembelajaran mengacu pada: 1) Ketuntasan belajar, pembelajaran dapat dikatakan tuntas apabila sekurangkurangnya
II. TINJAUAN PUSTAKA. memperkenalkan produk, karya atau gagasan kepada khalayak ramai.
12 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Gallery Walk (GW) Secara etimologi, Gallery Walk terdiri dari dua kata yaitu gallery dan walk. Gallery adalah pameran. Pameran merupakan kegiatan untuk memperkenalkan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Disiplin Belajar a. Pengertian Disiplin Disiplin menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 268), pengertian disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2016
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2016 o untuk mengetahui kondisi sekolah terkait dengan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan sehingga diharapkan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Secara umum, semua aktivitas yang melibatkan psiko-fisik yang menghasilkan
5 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Secara umum, semua aktivitas
BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian
40 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan,
BAB II KAJIAN PUSTAKA. dalam pencapaian tujuan dan hasil belajar. Belajar menurut Bell-Gredler
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Aktivitas Belajar Dalam proses pembelajaran, aktivitas belajar memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan dan hasil belajar. Belajar menurut Bell-Gredler (dalam Winataputra,
II. TINJAUAN PUSTAKA. TTW merupakan model pembelajaran kooperatif dimana perencanaan dari
9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model pembelajaran TTW TTW merupakan model pembelajaran kooperatif dimana perencanaan dari tindakan yang cermat mengenai kegiatan pemebelajaran yaitu lewat kegiatan berifikir
BAB II KAJIAN PUSTAKA
9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori dan Penelitian Relevan 1. Deskripsi Teori a. Belajar Belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan
BAB I PENDAHULUAN. emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari karena bahasa merupakan alat komunikasi antar manusia. Secara luas dapat diartikan bahwa
Endang Kusumaningtyas, S.Pd., M.Pd. SMP Negeri 2 Kota Pasuruan
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI ARITMETIKA SOSIAL PADA SISWA KELAS VII SMP Endang Kusumaningtyas, S.Pd.,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu ciri masyarakat modern adalah selalu ingin terjadi adanya perubahan yang lebih baik. Hal ini tentu saja menyangkut berbagai hal tidak terkecuali
BAB I PENDAHULUAN. pendidikannya. Dengan kata lain, peran pendidikan sangat penting untuk. pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, sedangkan kualitas sumber daya manusia tergantung pada kualitas pendidikannya. Dengan
INOVASI PENDIDIKAN Bunga Rampai Kajian Pendidikan Karakter, Literasi, dan Kompetensi Pendidik dalam Menghadapi Abad 21
KEMAMPUAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PROSES PEMBELAJARAN DI KOTA LANGSA Ronald Fransyaigu, Bunga Mulyahati Universitas Samudra [email protected] Abstrak.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Model Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Setiap siswa yang ada dalam kelompok
BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran saintifik dari kelas I sampai dengan kelas VI. Pembelajaran tematik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum 2013 pada tingkat dasar menggunakan pendekatan pembelajaran saintifik dari kelas I sampai dengan kelas VI. Pembelajaran tematik saintifik mengedepankan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. KAJIAN TEORI 1. Pembelajaran Matematika a. Pembelajaran Matematika di SD Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran pokok dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, termasuk pada jenjang Sekolah Dasar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu disiplin ilmu pengetahuan yang memegang peranan penting dalam kehidupan dan kehadirannya sangat terkait erat dengan dunia pendidikan adalah Matematika.
BAB III METODE PENELITIAN
42 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif deskriptif adalah suatu metode yang digunakan
BAB I PENDAHULUAN. berlandaskan pada kurikulum satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan. masyarakat secara mandiri kelak di kemudian hari.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan formal merupakan upaya sadar yang dilakukan sekolah dengan berlandaskan pada kurikulum satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan kemampuan kognitif,
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI MPK BERBASIS KOMPETENSI
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI MPK BERBASIS KOMPETENSI Oleh SYIHABUDDIN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA VISI MPK Sebagai sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program
ANALISIS MUATAN IPA PADA BUKU TEKS PELAJARAN TEMATIK TERPADU SD KELAS V TEMA 1 SUBTEMA 1 WUJUD BENDA DAN CIRINYA
ANALISIS MUATAN IPA PADA BUKU TEKS PELAJARAN TEMATIK TERPADU SD KELAS V TEMA 1 SUBTEMA 1 WUJUD BENDA DAN CIRINYA Degi Alrinda Agustina Prodi Pendidikan Dasar Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
BAB I PENDAHULUAN. potensi siswa dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi siswa dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka. Pendidikan sebagai
BAB II KAJIAN PUSTAKA. aktivitas merupakan prinsip yang sangat penting di dalam interaksi belajar. aktivitas tersebut. Beberapa diantaranya ialah:
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Aktivitas Belajar Belajar adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku jadi melakukan kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas. Itulah sebabnya aktivitas merupakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kajian Teori
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Prestasi Belajar Matematika a. Pengertian Prestasi Pengertian prestasi yang disampaikan oleh para ahli sangatlah bermacammacam dan bervariasi. Hal ini dikarenakan
I. PENDAHULUAN. dan kritis (Suherman dkk, 2003). Hal serupa juga disampaikan oleh Shadiq (2003)
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan disiplin ilmu yang sifatnya terstruktur dan terorganisasi dengan baik, mulai dari konsep atau ide yang tidak terdefinisi sampai dengan yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA. dengan tujuan dan bahan acuan interaksi. Di dalamnya dikembangkan
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Belajar dan Pembelajaran 2.1.1 Pengertian Belajar Belajar merupakan komponen dari ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi. Di dalamnya dikembangkan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia efektif adalah akibatnya atau pengaruhnya.
9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Efektivitas Pembelajaran Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia efektif adalah akibatnya atau pengaruhnya. Efektivitas merupakan standar atau taraf tercapainya suatu
II. TINJAUAN PUSTAKA. Kreativitas menurut para ahli psikologi penjelasannya masih berbeda-beda
9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kreativitas Kreativitas menurut para ahli psikologi penjelasannya masih berbeda-beda sesuai sudut pandang masing-masing. Menurut Semiawan kreativitas adalah suatu kemampuan untuk
I. PENDAHULUAN. teknologi, pergeseran kekuatan ekonomi dunia serta dimulainya perdagangan
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia yang begitu pesat ditandai dengan kemajuan ilmu dan teknologi, pergeseran kekuatan ekonomi dunia serta dimulainya perdagangan antarnegara
BAB VI STANDAR PROSES PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH, TSANAWIYAH DAN ALIYAH
BAB VI STANDAR PROSES PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH, TSANAWIYAH DAN ALIYAH A. Pandangan tentang Pembelajaran Secara prinsip, kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan
II. TINJAUAN PUSTAKA. interaksi antara seseorang dengan lingkungan. Menurut Sugandi, (2004:10), dirinya dengan lingkungan dan pengalaman.
9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Berbasis Laboratorium Belajar adalah suatu proses yang kompleks terjadi pada setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar berlangsung karena adanya interaksi karena
PRAKTEK PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN 8 JP
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMK PRAKTEK PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN 8 JP DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN
II. TINJAUAN PUSTAKA. juga mengalami sehingga akan menyebabkan proses perubahan tingkah laku pada
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Kooperatif Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya. Belajar bukan hanya sekedar mengetahui, tetapi
BAB V PENYUSUNAN BAHAN AJAR MODUL PERMBELAJARAN TEKS SASTRA DI SMA
292 BAB V PENYUSUNAN BAHAN AJAR MODUL PERMBELAJARAN TEKS SASTRA DI SMA A. Pengantar Pada bab 5 akan dibahas mengenai pemanfaatan cerita pantun Ciung Wanara versi C.M. Pleyte dan novel Ciung Wanarakarya
II. TINJAUAN PUSTAKA. Konsep merupakan suatu pengetahuan terhadap sesuatu. Menurut Rosser
10 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pemetaan Konsep Konsep merupakan suatu pengetahuan terhadap sesuatu. Menurut Rosser (dalam Dahar, 1996: 80) konsep adalah suatu abstraksi yang mewakili satu kelas, objek-objek,
BAB II KAJIAN TEORI. ini memperlihatkan bahwa kata implementasi bermuara pada
BAB II KAJIAN TEORI A. Kerangka Teoretis 1. Pengertian Implementasi Implementasi merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, kebijakan atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak
II. TINJAUAN PUSTAKA. Penalaran menurut ensiklopedi Wikipedia adalah proses berpikir yang bertolak
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Kemampuan Penalaran Matematis Penalaran menurut ensiklopedi Wikipedia adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Biologi berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata bios yang berarti
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pembelajaran Biologi Biologi berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata bios yang berarti kehidupan dan logos yang berarti ilmu. Jadi biologi adalah cabang ilmu pengetahuan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab I yaitu seberapa baik penggunaan pendekatan saintifik dalam rencana
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas tentang hasil penelitian yang telah diperoleh sekaligus pembahasannya. Hasil penelitian ini menjawab masalah penelitian pada Bab I yaitu seberapa baik
BAB 1 PENDAHULUAN. (Undang-undang No.20 Tahun 2003: 1). Pendidikan erat kaitannya dengan
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan kondisi belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi-potensi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
SILABUS MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI (PEMINATAN ILMU BAHASA DAN BUDAYA)
SILABUS MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI (PEMINATAN ILMU BAHASA DAN BUDAYA) Satuan Pendidikan : SMA/MA Kelas : X Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Menghayati
II. TINJAUAN PUSTAKA. Learning Cycle (LC) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Learning Cycle 5E (LC 5E) Learning Cycle (LC) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada pebelajar (student centered). LC merupakan rangkaian tahap-tahap
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS PENDEKATAN SCIENTIFIC LEARNING ( STUDI PENDAHULUAN DI SMPN KAB.TANAH DATAR)
691 MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS PENDEKATAN SCIENTIFIC LEARNING ( STUDI PENDAHULUAN DI SMPN KAB.TANAH DATAR) Susi Herawati Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Pendidikan menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
BAB I PENDAHULUAN. yang wajib dipelajari di Sekolah Dasar. Siswa akan dapat mempelajari diri
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari di Sekolah Dasar. Siswa akan dapat mempelajari diri sendiri dan alam sekitar
I. PENDAHULUAN. Kata Kunci: karakter, pendekatan saintifik
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SAINS MENYONGSONG GENERASI EMAS INDONESIA Ida Mintarina Nulfita, M.Pd, SMAN 1 Padangan Bojonegoro, 62162 Email: [email protected] Data
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Beragam gaya mengajar yang dilakukan dengan khas oleh masing-masing guru
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) 2.1.1. Pengertian Model Pembelajaran Beragam gaya mengajar yang dilakukan dengan khas oleh masing-masing guru di kelasnya
II. TINJAUAN PUSTAKA. salah satunya adalah teknik Numbered Head Together (NHT). Menurut
10 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Kooperatif Teknik NHT Dalam penerapannya pembelajaran kooperatif memiliki beberapa teknik pembelajaran, salah satunya adalah teknik Numbered Head Together (NHT).
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pembelajaran menurut Asmani (2012:17) merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. Sedangkan menurut
TINJAUAN PUSTAKA. Banyak orang belum mengetahui apa itu leaflet dan apa perbedaannya dengan
12 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Leaflet Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak dimatikan/dijahit. Agar terlihat menarik biasanya leaflet didesain secara cermat dilengkapi
PEDOMAN PEMBELAJARAN. C. Prinsip Prinsip yang digunakan dalam proses pembelajaran anak usia dini sebagai berikut.
SALINAN LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 146 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PEDOMAN PEMBELAJARAN I. PENDAHULUAN Pendekatan pembelajaran
BAGAIMANA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PAUD?
1 BAGAIMANA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PAUD? Oleh : Jamaluddin, S.Kom., M.Pd Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengambil keputusan untuk mengubah (lagi) kurikulum
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Sebagai suatu disiplin ilmu, matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang memiliki kegunaan besar dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, konsepkonsep dalam
Batasan Pendekatan, Model, Strategi, Metode, Teknik, dan Taktik dalam pembelajaran
Batasan Pendekatan, Model, Strategi, Metode, Teknik, dan Taktik dalam pembelajaran Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang
II. TINJAUAN PUSTAKA. Model pembelajaran kooperatif saat ini banyak diterapkan oleh guru dalam
7 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran kooperatif Model pembelajaran kooperatif saat ini banyak diterapkan oleh guru dalam pembelajaran di kelas. Menurut Nurhadi (2004:112) model pembelajaran kooperatif
TINJAUAN PUSTAKA. A. Model Pembelajaran Inkuiri dalam Pembelajaran IPA. menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
7 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Inkuiri dalam Pembelajaran IPA Model Pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis
