PEMODELAN E-LEARNING DENGAN FRAMEWORK LEARNING TECHNOLOGY SYSTEM ARCHITECTURE (LTSA) PADA STMIK PRANATA INDONESIA
|
|
|
- Surya Setiabudi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PEMODELAN E-LEARNING DENGAN FRAMEWORK LEARNING TECHNOLOGY SYSTEM ARCHITECTURE (LTSA) PADA STMIK PRANATA INDONESIA Spits Warnars, Nurhadi Abstract The development of information and communication technology influences the changing from conventional into digital education which is recognized as e-learning. Most of education institution has employee students which have to spare their time between doing their higher education and working, including STMIK Pranata Indonesia. This is important for STMIK Pranata Indonesia to builds e-learning in order to support most of their students which are recognized as employee students. E-learning is modelled with Learning Technology System Architecture (LTSA) framework which is recognized as IEEE standard to build e-learning. At the end, this e- learning will help lecturers and students in academy teaching process. Index Terms E-learning, Learning Technology System Architecture ( LTSA), Distance Learning, Multimedia Learning, Modeling of E-learning. penemuan pengetahuan dan atau informasi melalui interaksi dengan lingkungan. 2. Human centered and pervasive features (informative) Layer ini berfokus kepada pengaruh yang dimiliki learner pada perancangan system teknologi pembelajaran. 3. System components (normative) Layer ini mendeskripsikan arsitektur berbasis komponen yang di identifikasi pada layer. 4. Implementation perspective and priorities (informative) Layer ini mendeskripsikan sistem teknologi pembelajaran dari berbagai perspektif dengan mengacu pada layer 5. Operational components and interoperability (informative) Layer ini mendeskripsikan komponen dan antar muka yang bersifat generic dari arsitektur pembelajaran berbasis tehnologi I. PENDAHULUAN Pengembangan sumber daya manusia berdasarkan bidang pendidikan saat ini masih banyak dilakukan dengan cara konvensional. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin berkembang, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar berbasis TIK menjadi tidak terelakan lagi. Konsep yang kemudian dikenal dengan e-learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional kedalam bentuk digital. STMIK Pranata Indonesia adalah lembaga pendidikan yang sebagian besar mahasiswanya berstatus karyawan. Penulis sebagai pengajar di kampus ini melihat beberapa mahasiswa tidak bisa konsentrasi dalam proses belajar, karena lelah setelah selesai bekerja. Masalah lainnya muncul ketika beberapa dari mahasiswa tidak ada di tempat, karena kesibukan bekerja sehingga tidak dapat mengikuti proses perkuliahan. Masalah-masalah tersebut yang terjadi dalam metode pengajaran konvensional yang ada di STMIK Pranata Indonesia. Dari masalah yang di hadapi oleh STMIK Pranata Indonesia, penulis menawarkan pemodelan e-learning yang berbasis web yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Pemodelan E-learning yang berbasis web ini akan dimodelkan dengan menggunakan standar IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) yang bernama Learning Technology System Architecture (LTSA). Ada lima lapisan LTSA tetapi hanya lapisan ketiga yang normatif, sisanya adalah informatif. Lima lapisan tersebut yaitu; [7] 1. Learner and environment interactions (informative) Layer ini berfokus kepada akuisisi learner, transfer, pertukaran, formulasi dan Gambar 1. LTSA abstraction-implementation [7] pada penelitian ini yang di bahas hanyalah layer 3 yang terdiri dari: 4 buah proses (Learner Entity, Evaluation, Coach dan Delivery), 2 buah media penyimpanan (Learner Records dan Learning Resources) serta 13 buah alur data (Learning Parameters, Behavior, Assessment Information, Learner Information (terdiri atas 3 buah), Query, Catalog Information, Locator (terdiri atas 2 buah), Learning Content, Multimedia dan Interaction Context). Pemodelan LTSA merupakan arsitektur tingkat tinggi yang berfokus pada masalah teknologi pembelajaran, pelatihan berbasis komputer, sistem pendukung performasi elektronik, instruksi berbantuan komputer, dan lain-lain[7]. LTSA ini didalamnya terdapat komponen-komponen pembelajaran yang dapat memberikan motifasi mahasiswa untuk proses belajar seperti multimedia, fasilitas chat untuk Tanya jawab dan lain sebagainnya. II. LANDASAN TEORI DAN KERANGKA KONSEP / PEMIKIRAN 1) Pengertian e-learning Jaya Kumar C. Koran, mendefinisikan e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang 31 jsiskom JURNAL SISTEM KOMPUTER Vol. 5, No 1, Mei 2015, ISSN : , e-issn:
2 menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada pula yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang dilakukan melalui media internet. Sedangkan Dong mendefinisikan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya [4]. Penggunaan Internet untuk keperluan pendidikan yang semakin meluas terutama di negara-negara maju, merupakan fakta yang menunjukkan bahwa dengan media ini memang dimungkinkan diselenggarakannya proses belajar mengajar yang lebih efektif. Hal itu terjadi karena dengan sifat dan karakteristik Internet yang cukup khas, sehingga diharapkan bisa digunakan sebagai media pembelajaran sebagaimana media lain telah dipergunakan sebelumnya seperti radio, televisi, CD-ROM Interkatif dan lain-lain. Proses dideskripsikan dengan batasan, input, proses (fungsionalitas), dan output. b. Penyimpanan data, yang meliputi rapor siswa dan sumber pembelajaran. Penyimpanan data dideskripsikan berdasarkan tipe dari informasi yang disimpan serta metode search, retrieval, dan update. c. Aliran data, yang meliputi preferensi pembelajaran, perilaku, informasi penilaian, informasi pembelajar, query, info katalog, lokator, konten pembelajaran, multimedia, konteks interaksi. Aliran data dideskripsikan berdasarkan konektivitas (oneway,two-way,static connections, dynamic connections, dan sebagainya) dan tipe informasi yang dialirkan. Ada beberapa contoh pemetaan komponen-komponen dalam arsitektur LTSA, pemetaan yang penulis pakai adalah pemetaan komponen-komponen yang berbasis web, yang digambarkan pada gambar dibawah ini Gambar 2. Jaringan internet yang dapat diakses untuk pembelajaran [9] 2) LTSA (Learning Technology System Architecture) Learning Technology System Architecture (LTSA) merupakan suatu standar untuk sistem teknologi pembelajaran yang menyediakan suatu kerangka kerja untuk mengetahui sistem yang ada dan yang akan dibangun. LTSA adalah sebuah arsitektur yang berbasis kepada komponen-komponen abstrak. Implementasi sistem teknologi pembelajaran dapat dipetakan dari/ke LTSA. Dokumen LTSA yang akan digunakan sebagai standar pada penelitian ini adalah IEEE. Gambar dibawah penjelasan secara detail tentang LTSA layer 3 sebagaimana yang dikatakan dalam bab 1 Gambar 4. Pemetaan Komponen-komponen berbasis Web [7] C. Kerangka Konsep Dalam melakukan penelitian ini, pola pikir yang akan digunakan guna menyelesaikan rumusan masalah penelitian dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar 3. Layer 3 Dari Arsitektur LTSA [7] Gambar di atas menunjukkan, hal-hal sebagai berikut. a. Proses, yang meliputi entitas siswa, evaluasi, pelatih, dan pengiriman. Gambar 5. Pola Pemikiran 32 jsiskom JURNAL SISTEM KOMPUTER Vol. 5, No 1, Mei 2015, ISSN : , e-issn:
3 Penjelasan untuk gambar pola pikir kerangka konsep diatas yang digunakan oleh peneliti dijabarkan sebagai berikut : 1. Masalah yang dihadapi adalah mahasiswa tidak dapat mengikuti tatap muka karena kesibukan bekerja dan apabila dapat mengikuti kuliah tetapi tidak dapat konsentrasi karena lelah setelah selesai bekerja. 2. Dari masalah tersebut dibuatlah e-learning menggunakan arsitektur LTSA yang berstandarkan IEEE yang dirancang menggunakan aplikasi PHP dan untuk penyimpanan data menggunakan MYSQL. 3. Untuk mengetahui apakah aplikasi e-learning ini memberikan solusi untuk masalah diatas, maka dilakukan pengujian dengan menggunakan beberapa metode diantaranya untuk pengujian validasi menggunakan Focus Group Discussion (FGD). Sedangkan untuk pengujian kualitas menggunakan ISO Sehingga diharapkan mendapatkan model pembelajaran E-learning yang dapat di akses dimana saja dan kapan saja, sehingga dapat membantu mahasiswa yang absen untuk mendapatkan materi mata kuliah dan memotifasi proses belajar mahasiswa. III. METODOLOGI DAN RANCANGAN/DESAIN PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian pemodelan e-learning menggunakan Learning Techology System Architecture (LTSA) di STMIK Pranata yang dilakukan merupakan jenis penelitian terapan (Apllied Research). Penelitian terapan yang hasilnya dapat langsung diterapkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. [MOEDJIONO 2012] Hasil penelitian ini berupa aplikasi e-learning di STMIK Pranata Indonesia yang langsung dapat di terapkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. B. Metode Pemilihan Sample Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling yang artinya bahwa pengambilan sampel dengan purposive sampling merupakan tehnik pengambilan sampel dengan mengambil responden yang terpilih betul oleh peneliti menurut ciri-ciri ([nasution 2009], spesifik yang dimiliki oleh sampel tersebut. 98) Responden dalam penelitian ini adalah Pimpinan, Dosen, Staf ahli dan mahasiswa STMIK Pranata Indonesia. Pemilihan responden sampel ini dengan pertimbangan berdasarkan keterlibatan di dalam system sehingga pemilihan sampel menjadi lebih representative. C. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa metode dalam pengumpulan data yaitu: 1. Metode Studi Pustaka Metode pengumpulan data yang di peroleh dengan mempelajari, meneliti dan membaca buku, jurnal, tesis yang berhubungan dengan system informasi, e-learning serta sumber daya manusia. 2. Metode Observasi Dalam egiatan observasi ini, peneliti mengamati secara langsung yang berhubungan dengan profil organisasi dan objek penelitian. Dalam hal ini penulis mempelajari dokumentasi, tujuan, struktur organisasi, proses bisnis, kesedian sarana dan prasarana, infrastruktur teknologi serta kebijakan teknologi informasi yang telah ada pada STMIK Pranata Indonesia. 3. Metode Wawancara Dalam kegiatan wawancara, peneliti telah menyiapkan daftar pertanyaan yang terkait dengan pemodelan system e-learning yang telah dibuat. 4. Kuesioner Peneliti menyiapkan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan pembahasan masalah, sehingga diperoleh data yang lebih terperinci dan sistematis yang akan dibagikan secara acak kepada para dosen dan mahasiswa D. Instrumentasi Dalam penelitian ini, instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah : 1. Instrumen dalam pengumpulan data dengan metode observasi. Instrument observasi ini adalah peneliti yang melakukan pengamatan langsung di STMIK Pranata Indonesia. 2. Instrumen dalam pengumpulan data dengan metode wawancara. Instrument wawancara ini adalah peneliti, pimpinan STMIK Pranata Indonesia dan stafnya serta rancangan daftar pertannyaa wawancara. Rancangan daftar pertannyaan akan disertakan dalama lampiran I. 3. Kuesioner / Angket, instrumen yang digunakan berupa daftar pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada dosen dan mahasiswa E. Teknik Analisis, rancangan, dan Pengujian Data Tehnik Analisis Teknik analisa yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan pendekatan Object Oriented Analysis (OOA) atau analisi berorientasi objek. Pada proses analisis, terdapat empat macam analisi yang dilakukan yaitu : 1. Analisis system yang sedang berjalan 2. Analisis pengguna. Pada tahap ini dilakukan analisa terhadap user-user yang akan menggunakan aplikasi yang dibuat actor bisnis. 3. Analisis kebutuhan fungsional dan non-fungsional. Fungsi-fungsi apa saja yang bisa didapatkan oleh masing-masing user dengan dimodelkan menggunakan bisnis Use case diagram. Pemodelan kebutuhan fungsional dilakukan dengan use case diagram.analisis perilaku system. Pada tahap ini 33 jsiskom JURNAL SISTEM KOMPUTER Vol. 5, No 1, Mei 2015, ISSN : , e-issn:
4 dilakukan analisis perilaku system yang dikembangkan dengan activity diagram, sequence Diagram, class diagram. Tehnik Perancangan Sistem Beberapa tehnik perancangan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: 1. Perancangan sistem menggunakan Learning Technology System Architecture (LTSA) dengan pemetaan komponen-komponen berbasis web. 2. Perancangan database untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data dimodelkan dengan Entity-Relationship Diagram Tehnik Pengujian Sistem 1. Pengujian Validasi Pengujian validasi bertujuan melakukan penilaian apakah spesifikasi telah diakomodasi dalam sistem yang dikembangkan. Pengujian validasi juga untuk menjamin bahwa sistem yang dibangun sudah memenuhi semua persyaratan informasi, fungsional, perilaku dan persyaratan kinerja sebelum diserahkan ke pengguna. Teknik pengujian validasi sistem dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan blackbox testing dengan metode FGD (Focus Group Discussion). Tehnik ini merupakan diskusi kelompok yang pesertanya terbatas dan dipilih menurut criteria tertentu dan pembahasannya memfokuskan pada topic tertentu. 2. Pengujian Kualitas Pengujian kualitas sistem menggunakan standar kualitas perangkat lunak menurut ISO 9126, pengujian ini dilakukan untuk menguji kualitas aplikasi Pemodelan e-learning menggunakan LTSA di Pranata Indonesia. Ada enam karakteristik kualitas sebuah aplikasi yaitu functionality, reliability, usability, efficiency, maintainability, dan portability. Pada penelitian ini hanya empat karakteristik yang digunakan, yaitu functionality, reliability, usability dan efficiency. Pengujian hanya dilakukan pada pengguna aplikasi e-learning dari sisi client dan tidak masuk dalam lingkup server. Tehnik pengujian kualitas perangkat lunak dengan ISO 9126 dalam penelitian ini dengan pendekatan black-box testing menggunakan kuesioner yang akan disebarkan pada responden yaitu pimpinan, dosen, staf ahli dan mahasiswa STMIK Pranata Indonesia. a. Instrumen Pengujian Kualitas Instrument pengujian berupa kuesioner akan digunakan untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang akurat. Dalam penelitian ini skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert untuk pernyataan positif. Skala Likert merupakan skala yang didesain untuk menilai sejauh mana responden setuju atau tidak setuju dengan susunan berikut Tabel 1. Instrumen Pengujian Kualitas Jawaban Skor Sangat Setuju 5 Setuju 4 Netral 3 Tidak Setuju 2 Sangat tidak setuju 1 dengan skala Likert, maka variable yang akan diukur dijabarkan menjadi indicator variable. Kemudian indicator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun instrument-instrumen berupa pernyataan. Tabel 2. Kisi-kisi Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak dan Indikator Variabel Function ality Reliabilit y Usability Efficienc y Subvariabel Indikator Pengukuran No. Butir Uji 1,2 Suitability Kesesuaian sistem dengan kebutuhan Accuracy Keakuratan informasi yang 3,4 dihasilkan oleh sistem Security Keamanan data dan pengguna 5,6 Interoperab Integrasi dan akses sistem dengan 7,8 ility perbedaan teknologi yang digunakan Compliance Kesesuaian sistem dengan peraturan yang berlaku Maturity Rendahnya tingkat kesalahan dalam sistem Fault Kemampuan untuk berfungsi tolerance seperti biasa setelah terjadi Recoverabil ity Understand ibility Learnabilit y Operability Attractiven ess Time Behavior Resource Behavior kesalahan Kemampuan sistem untuk mengatasi kesalahan yang terjadi Kemudahan sistem untuk dipahami Kemudahan sistem untuk dipelajari Kemudahan sistem untuk dioperasikan Kenyamanan pengguna dalam menggunakan sistem Kecepatan respond dan waktu pengolahan Kesesuaian penggunaan sember daya Dalam pelaksanaan pengolahan data penelitian ini menggunakan jenis atau alat bentuk analisis statistic deskriptif digunakan untuk menggambarkan bagaimana tingkat kualitas aplikasi e-learning pranata. Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisi deskriptif tersebut adalah sebagai berikut : 1. Setiap indikator yang dinilai oleh responden, diklarifikasikan dalam lima alternative jawaban dengan menggunakan skala likert yang menggambarkan peringkat jawaban. 2. Dihitung skor setiap variabel / sub variable 3. Dihitung total skor setiap variabel / sub variable 4. Untuk mendeskripsikan jawaban responden, juga digunakan statistic deskriptif seperti distribusi frekuensi dan tampilan dalam bentuk tabel atau grafik 5. Untuk menjawab deskripsi tentang variable penelitian ini, digunakan rentang criteria penelitian sebagai berikut : 9 10,11 12, ,16 17,18 19,20 21,22 23, jsiskom JURNAL SISTEM KOMPUTER Vol. 5, No 1, Mei 2015, ISSN : , e-issn:
5 Skor actual adalah jawaban seluruh responden atas kuesioner yang telah diajukan. Skor ideal adalah skor atau bobot tertinggi atau semua responden diasumsikan memilih jawaban dengan skor tertinggi. Penjelasan bobot nilai skor actual dapat dilihat pada table berikut : Tabel 3. Penjelasan Bobot Nilai Skor % Jumlah Skor Kriteria 20.00% % Tidak Baik 36.01% % Kurang Baik 52.01% % Cukup 68.01% % Baik 84.01% - 100% Sangat Baik IV. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Pengelompokan Data, Analisis, dan Temuantemuan Pengelompokann Data Gambaran umum pemodelan e-learning pranata berdasarkan standar LTSA : 1. Berbasis web yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja 2. Adanya fasilitas chating untuk memudahkan user berinteraksi dengan pengajar dan juga user berinteraksi dengan user lainnya. 3. Adanya fasilitas download materi untuk memudahkan mahasiswa mengambil bahan materi. 4. Adanya fasilitas multimedia seperti video sebagai motifasi mahasiswa untuk semangat belajar Fungsi Sistem Berikut ini adalah daftar fungsi dari aplikasi yang akan disediakan dalam aplikasi : 1. Tesonline Fitur ini memungkinkan user untuk mengambil tes online untuk topik tertentu. Tes itu sendiri dapat dibagi menjadi beberapa kategori seperti, kuis, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. 2. Bahan Pengajaran Bahan akan diberikan oleh dosen, bahan yang dibuat dalam bentuk teks atau juga dari sumber lain seperti download slide show. 3. Tutorial Tutorial akan disediakan untuk user dalam format video. Hanya mereka yang sudah terdaftar yang melihat tutorial. 4. Pengumuman Aplikasi ini juga memungkinkan dosen untuk memberikan beberapa pengumuman tentang tes atau bahan eksternal yang dibutuhkan untuk bab tertentu, atau bisa kejadian tertentu di sekolah / universitas. 5. ManajemenUser Fitur ini memungkinkan user untuk memodifikasi data dalam database, seperti tingkat user atau hak istimewa, membuat user baru, menghapus data user. Akan ada beberapa hak istimewa untuk setiap %Skor Aktual = Skor Aktual Skor Ideal x100% (1) group user seperti administrator, mahasiswa dan dosen. 6. Real Time online Komunikasi Fitur ini memungkinkan user untuk berkomunikasi dengan user lain setiap kali user mengakses sistem. Semua user harus login ke dalam sistem dengan user id dan password yang benar diberikan oleh administrator sistem. Analisa Rancangan Sistem Berdasarkan LTSA Berdasarkan gambar 1.1, komponen sistem LTSA dapat diperinci ke dalam beberapa kategori yaitu: 1. Proses terdiri dari : learner entity, evaluation, coach, delivery 2. Penyimpanan : learner records, learning resources 3. Alur: Learning Preferences, Behavior, Assessment information,performance information, Query, Catalog Info, Locator, Learning Content, Multimedia, Interaction Context. Gambar dibawah ini adalah menggambarkan komponen-komponen yang terdapat pada LTSA diadaptasi menjadi komponen-komponen untuk elearning pranata Gambar 6. Gambar Adapatasi Komponen Dari gambar 6. maka dirincikan sebagai berikut : a. Learning Entity Pada proses Learner Entity terdapat input dan output sebagai berikut: 1. Input: materi & soal 2. Output: jawaban 3. Dua arah: adaptasi dari sistem b. Learning Preference Aliran Data 2 arah menunjukkan perubahan antara proses keseluruhan siswa dan proses 35 jsiskom JURNAL SISTEM KOMPUTER Vol. 5, No 1, Mei 2015, ISSN : , e-issn:
6 pengajar. Learning preferences dapat meliputi tipe informasi seperti kebiasaan dan preferensi orang dengan keterbatasan fisik (misalnya tuli, buta) dan keterbatasan kemampuan otak. Pada e-learning pranata parameter ini disederhanakan, karena secara tidak langsung hal ini disepakati oleh mahasiswa dan dosen sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. c. Behavior Informasi tentang perilaku bagaimana menggunakan keyboard, klik mouse, respon suara, dalam memberikan pilihan, respon tertulis dan lain-lain. Pada e-learning pranata alur behavior ini terdapat data jawaban yang dibuat oleh learning entity dalam e-learning ini adalah mahasiswa. d. Evaluation Evaluation atau proses Evaluasi adalah proses yang menghasilkan ukuran/penilaian atas seluruh siswa yang berupa Input / Output 1. (Input) perilaku yang dapat diamati oleh behavior. 2. (Input) Interaksi konteks yang dapat memberikan konteks untuk learner entity untuk menentukan evaluasi yang tepat. 3. (Output) Informasi Assement dapat dikirim ke pengajar. 4. (Input/Output) Informasi mahasiswa selama proses evaluasi yang dapat diambil dan disimpan dalam learner record Pada proses Evaluationuntuk e-learning pranata terdapat input dan output sebagai berikut: - Input: jawaban dan kunci jawaban ujian - Output: nilai - alur dua arah: nilai e. Learner Records Suatu penyimpanan data informasi siswa, seperti prestasi, preferensi, dan jenis-jenis informasi lainnya. Simpan/Ambil 1. (Simpan / Ambil) Proses evaluasi dapat menyimpan / mengambil informasi siswa (misalnya, nilai pada pelajaran). 2. (Simpan / Ambil) Proses pengajar dapat menyimpan / mengambil informasi siswa (misalnya, prestasi, preferensi, dan jenisjenis informasi siswa lainnya) Learner Records untuk e-learning pranata adalah : - Menyimpan: nilai baru - Dua arah: nilai - Output: nilai f. Learner information stored / retrieved by evaluation Data yang merupakan informasi siswa yang sudah tersimpan dan yang baru disimpan seperti kegiatan, nilai, log, tujuan, dll. Pada alur data Learner Information (current) untuk e-learning pranata yang disimpan/diterima kembali oleh Evaluation terdapat data: nilai. g. Assessment Information Assessment Information dapat mencakup informasi prestasi dan informasi siswa lainnya. Untuk e-learning pranata Pada alur data Assessment Information terdapat data: nilai. h. Coach Sebuah proses konseptual yang dapat menggabungkan informasi dari beberapa sumber, seperti siswa itu sendiri (preferensi belajar), proses evaluasi (informasi penilaian), catatansiswa (prestasi, preferensi, dan informasi siswa lainnya), dan sumber belajar (pertanyaan dan informasi katalog), dan dapat menggunakan informasi ini untuk mencari (permintaan) dan memilih (locator) konten pembelajaran (melalui proses pengiriman dan multimedia) untuk pengalaman belajar. Input/output 1. (2 - Arah) Preferensi pembelajaran dapat dinegosiasikan / ditukar oleh seluruh siswa. Dalam hal ini, baik siswa dan pengajar bahkan otoritas eksternal seperti orang tua, institusi, pengembang konten dapat memutuskan mengenai gaya atau strategi apa yang akan digunakan. 2. (Input) Informasi penilaian terkini dari proses evaluasi. 3. (Input) Informasi siswa dari catatan siswa. 4. (Output) Pertanyaan dapat dikirim ke sumber belajar untuk mencari (yang sesuai) bahan pembelajaran. 5. (Input) Sumber pembelajaran dapat mengembalikan informasi katalog, misalnya, daftar pencari yang cocok dengan permintaan pencarian. 6. (Output) Locators (misalnya, rencana pembelajaran, pointer ke konten) dapat dikirimkan ke proses pengiriman. Pada e-learning pranata proses Coach terdapatadalah : - Dua arah: adaptasi sistem - Input: nilai & level, nilai & level lama, pilihan materi & soal - Output: nilai & level baru, permintaan materi & soal, penunjuk pilihan materi & soal i. Query Suatu pengawasan 1 arah dari proses pengajar menuju sumber belajar yang merupakan permintaan untuk konten pembelajaran. Hal ini merupakan satu set kriteria pencarian. Pada alur kontrol Query e- learning pranata terdapat data: permintaan materi & soal. j. Learning resource Suatu penyimpanan data dapat mencakup gambaran tentang pengetahuan, presentasi, tutorial, tutor,peralatan, eksperimen, laboratorium, dan bahan ajar lainnya. 1. ( Ambil ) Bisa dicari dengan pertanyaanpertanyaan. 36 jsiskom JURNAL SISTEM KOMPUTER Vol. 5, No 1, Mei 2015, ISSN : , e-issn:
7 2. ( Ambil ) Informasi yang cocok dikembalikan sebagai info katalog. 3. ( Ambil ) Pencari dapat digunakan oleh proses pengiriman untuk mengambil konten pembelajaran. Pada media penyimpanan Learning Resources untuk e-learning pranata - Menerima kembali: permintaan materi & soal, kode materi & soal - Output: pilihan materi & soal, bahan materi & soal k. Catalog information Informasi yang menggambarkan mengenai sumber belajar. Informasi katalog juga dikenal sebagai "belajar metadata objek". Informasi katalog mirip dengan "kartu katalog" entri di perpustakaan. Pada alur data Catalog Information untuk e- learning pranata adalah data pilihan materi & soal l. Locator yang dikirim oleh delivery Alur 1 arah dari proses delivery ke learning resource untuk pencari dalam mengidentifikasi atau menunjuk ke konten pembelajaran.alur 1 arah ini pada e-learning pranata adalah kode materi dan soal m. Learning contents Isi pembelajaran dapat diidentifikasi oleh locator, diambil oleh learning resource, dan diubah oleh sistem delivery menjadi sistem pelajaran multimedia interaktif. Pada e-learning pranata pada alur data Learning Contentadalah bahan materi dalam bentuk video dan bahan materi dalam bentuk file dan soal-soal latihan n. Delivery bahan ajar bisa dalam bentuk statis, interaktif, kolaboratif dan lain-lain. Metode pelaksanaan proses delivery dapat bervariasi misalnya presentasi, pertanyaan, dan file video. Input/output 1. (Input) Dapat menerima locator dari coach. 2. (Output) Dapat menggunakan locators untuk mengambil learning konten dari learning resources. 3. (Input) Dapat menerima konten learning yang diambil dan dapat mengubah konten learning ke dalam sebuah presentasi multimedia untuk learning entity. 4. (Output) Dapat mengirim multimedia ke learning entity. 5. (Output) mengirim konteks interaksi ke proses evaluation. Proses Delivery yang diterapkan untuk e-learning pranata : - Input: penunjuk pilihan materi & soal, bahan materi & soal - Output: kode materi & soal, materi & soal, kunci jawaban ujian o. Interaction context Pada saat proses pengiriman multimedia interaktif untuk learning entity, proses evaluasi mengharapkan beberapa respon behavior untuk multimedia. Pada e-learning pranata alur data Interaction Contextberupa kunci jawaban ujian p. Multimedia pada e-learning pranata multimedia yang dipakai dalam bentuk video, yang bertema tentang materi pembelajaran. B. Kontruksi Antarmuka Model Gambar 7. Tampilan Halaman Login Gambar 8. Tampilan form Menu Utama Login Gambar 9. Tampilan Chat 37 jsiskom JURNAL SISTEM KOMPUTER Vol. 5, No 1, Mei 2015, ISSN : , e-issn:
8 Gambar 14. Tampilan View Video Gambar 10. Tampilan Created New Quiz Gambar 11. Tampilan Update Quiz Gambar 12. Tampilan View / Print Quiz Gambar 13. Tampilan Test Result C. Pengujian Sistem Pengujian Validasi Pengujian validasi untuk menguji apakah spesifikasi kebutuhan fungsional sudah sesuai dengan yang diharapkan. Dalam pengujian perangkat lunak ini metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD). Hal ini untuk menguji hipotesi dalam penelitian ini yang sudah diuraikan sebelumnya yaitu diduga dengan pemodelan e-learning menggunakan LTSA dapat memodelkan e-learning yang dapat membantu memotifasi proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil Focus Group Discussion yang telah dilakukan di STMIK Pranata Indonesia, maka dapat disimpulkan bahwa aplikasi e-learning sudah cukup sesuai dengan spesifikasi kebutuhan fungsional yang dibutuhkan user, sehingga hipotesi dalam penelitian ini sudah terbukti. Dari hasil Focus Group Discussion diatas, seluruh responden manyatakan bahwa aplikasi e-learning dapat diterima untuk diimplementasikan. Pengujian Kualitas Sistem dengan Kuesioner Pengujian kualitas untuk mengetahui tingkat kualitas perangkat lunak sistem e-learning yang dihasilkan dalam penelitian ini. Pengujian kualitas sistem dilakukan untuk menguji tingkat kualitas perangkat lunak sistem yang dihasilkan berdasarkan empat karakteristik kualitas perangkat lunak di ISO 9126, yaitu functionality, reliability, usability, dan efficiency. ISO 9126 memiliki enam karakteristik namun hanya empat karakteristik saja yang dijadikan variabel dalam penelitian ini yaitu functionality, reliability, usability, dan efficiency. Dua karakteristik lainnya yaitu maintainability dan Portability tidak menjadi fokus penelitian. metode yang digunakan dengan menggunakan kuesioner. Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa sebanyak 20 orang. Berikut deskripsi responden selengkapnya : Tabel 4. karakteristik responden no Deskripsi Jumlah Presentasi 1. Jenis Kelamin a. Laki-laki 15 75% 38 jsiskom JURNAL SISTEM KOMPUTER Vol. 5, No 1, Mei 2015, ISSN : , e-issn:
9 b. Perempuan 5 25% Jumlah % 2. Jenis Pengguna a. Dosen b. Mahasiswa 5 25% 15 75% Jumlah % 3. Jabatan a. Pimpinan b. Dosen c. Mahasiswa % 20% 75% Jumlah % 4. Pendidikan Terakhir a. SMA b. Strata 1 (S1) c. Strata 2 (S2) % 5% 20% Jumlah % Hasil Pengujian Kualitas Tanggapan responden terhadap tingkat kualitas sistem e-learning berdasarkan jawaban indicator kualitas software menurut ISO 9126, dapat diukur dengan menggunakan rumus (1) diatas and selanjutnya hasil tersebut diolah dan dihitung dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam rancangan penelitian, yaitu : Tabel 5. Kriteria Hasil Penelitian % Jumlah Skor Kriteria 20.00% % Tidak Baik 36.01% % Kurang Baik 52.01% % Cukup 68.01% % Baik 84.01% - 100% Sangat Baik Tingkat Kualitas Perangkat Lunak Keseluruhan Berdasarkan perhitungan data yang diperoleh dari kuesioner, maka berikut rekapitulasi hasil pengujian kualitas berdasarkan empat aspek kualitas perangkat lunak menurut ISO Tabel 6. Tanggapan Responden Berdasarkan Kualitas Keseluruhan Aspek % Skor Skor Skor Aktual Ideal Aktual Kriteria Functionality % Baik Reliability % Baik Usability % Baik Efficiency % Baik Total % Baik Berdasarkan table diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat kualitas perangkat lunak sistem e- learning secara keseluruhan memiliki Skor Aktual sebesar 1993 dan Skor Ideal sebesar 2500 serta memiliki persentase sebesar 79% dengan kriteria baik. Aspek kualitas tertinggi berada pada aspek Functionality dan Efficiency dengan persentasi sebesar 82%, selanjutnya aspek urutan ketiga berada pada aspek Usability dengan persentase sebesar 81% dan aspek terendah berada pada aspek Reliability dengan persentase sebesar 72%. D. Implikasi Hasil Penelitian Penelitian ini berimplikasi pada 3 (tiga) aspek utama, yakni aspek sistem, aspek manajerial, dan Aspek penelitian lanjutan, berikut penjelasan implikasi berdasarkan tiga aspek : 1. Aspek Sistem a. Kemudahan penggunaan aplikasi e-learning ini dapat ditingkatkan dengan cara memodifikasi desain/rancangan kontrol dan navigasi sehingga pengguna semakin dimudahkan dalam penggunaannya untuk keperluan pembelajaran jarak jauh. b. Kecepatan akses pada aplikasi e-learning ini dapat ditingkatkan dengan cara lebih mengoptimalkan penggunaan php dan dengan cara optimasi dari SQL. c. Kostumisasi pada aplikasi e-learning dapat ditingkatkan dengan menambah / merubah konten pada aplikasi sehingga kebutuhan pengguna dapat ditingkatkan. d. Diperlukan pemanfaatan jaringan internet yang lebih baik seperti meningkatkan bandwith internet kampus. 2. Aspek Manajerial a. Penerapan sistem e-learning dapat memberikan model belajar mengajar dengan gaya baru melalui pemanfaatan teknologi informasi, sehingga dapat menciptakan budaya baru bagi organisasi, untuk mendukung itu maka sangat diperlukan dukungan penuh dari pihak instansi seperti mensosialisasikan aplikasi ini, workshop tentang penggunaan aplikasi ini, dll. b. Meningkatkan sumber daya pengajar yang menggunakan aplikasi ini, sehingga penggunaannya dapat sesuai tujuan yaitu untuk mempermudah dan memotifasi belajar mengajar. c. Penggunaan aplikasi e-learning ini harus memiliki aturan dan kebijakan yang ditetapkan kampus guna meminimalisir penyalah gunaan aplikasi ini dan aplikasi ini bisa tetap berjalan sesuai dengan kebutuhan instansi. 3. Aspek Penelitian Lanjutan Pada penelitian selanjutnya diharapkan sistem aplikasi e-learning ini dapat dikembangkan dikampuskampus atau dilembaga-lembaga pendidikan lainnya, karena e-learning pranata ini menggunakan LTSA yang berstandarkan international yang dapat diterapkan dimana saja. E. Rencana Implementasi Sistem Rencana implementasi sistem ini merupakan rencana yang bertujuan untuk menerapkan sistem yang dibangun ini pada tempat yang diteliti dengan harapan sistem dapat berjalan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pihak instansi. 39 jsiskom JURNAL SISTEM KOMPUTER Vol. 5, No 1, Mei 2015, ISSN : , e-issn:
10 a. Tahapan Implementasi Sistem Tahapan rencana implementasi sistem e-learning sebagai berikut : Table 7. Tabel Tahapan Implementasi Sistem No Kegiatan 1. Sosialisasi pimpinan 2. Sosialisasi User 3. Persiapan Hardware dan software 4. Pelatihan User 5. Uji coba sistem 6. Evaluasi ui coba sistem Bulan 1 Bulan Langkah langkah implementasi sistem sebagai berikut : b. Sosialisasi Pimpinan. sebelum mengimplementasikan sistem terlebih dahulu memberikan informasi kepada pimpinan untuk melakukan implementasi sistem sekaligus menentukan apa saja yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan sistem. c. Sosialisasi user. Sosialisasi user dilakukan untuk memberitahukan kepada seluruh aktor yang berkaitan dengan sistem nantinya. tujuan dari sosialisasi user ini juga untuk menentukan siapa saja yang menjadi user baik menentukan admin, guru maupun siswa. d. Persiapan hardware dan software. Sebelum sistem diterapkan, terlebih dahulu melakukan persiapan hardware seperti pengadaan hardware, installasi software pendukung, dan installasi sistem yang akan diimplementasikan. e. Uji coba sistem. tahapan ini yaitu melakukan pengujian sistem apakah sistem sudah sesuai dan berjalan seperti yang diharapkan. f. Evaluasi Uji coba sistem. pada tahap ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari sistem baru yang dibangun dengan mengkaji lebih dalam lagi tentang sistem sehingga sistem baru yang diimplementasikan menjadi lebih sempurna dan sesuai yang dibutuhkan. KESIMPULAN DAN SARAN Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. Aplikasi e-learning pranata memudahkan mahasiswa yang tidak hadir kuliah untuk tetap mendapatkan bahan ajar karena dalam e-learning ini terdapat fasilitas untuk menjawab soal, download materi dan melihat bahan ajar dalam bentuk video. 2. E-learning pranata ini dapat memotifasi semangat belajar mahasiswa karena adanya fasilitas multimedia seperti video dan terdapatnya juga fasilitas chat untuk saling berinteraksi secara langsung antara dosen dengan mahasiswa dan juga interaksi langsung antara mahasiswa dengan mahasiswa lainnya. 3. E-learning pranata dengan menggunakan LTSA dapat mendukung kegiatan belajar mengajar karena arsitektur LTSA mendukung teknologi terkini sampai beberapa tahun kedepan, terbukti dengan hasil pengujian bahwa e-learning pranata ini layak diimplementasikan dengan mendapatkan persentase 72% dengan kriteria baik. Saran-saran yang dapat diberikan adalah: 1. Kemudahan penggunaan aplikasi e-learning ini dapat ditingkatkan dengan cara memodifikasi desain/rancangan kontrol dan navigasi sehingga pengguna semakin dimudahkan dalam penggunaannya untuk keperluan pembelajaran jarak jauh. 2. Kecepatan akses pada aplikasi e-learning ini dapat ditingkatkan dengan cara lebih mengoptimalkan penggunaan php dan dengan cara optimasi dari SQL serta diperlukan meningkatkan bandwith internet kampus.\ 3. ada penelitian selanjutnya diharapkan sistem aplikasi e-learning ini dapat dikembangkan dikampus-kampus atau dilembaga-lembaga pendidikan lainnya dengan penambahan fitur-fitur yang berbeda, karena e-learning pranata ini menggunakan LTSA yang berstandarkan international yang dapat diterapkan dimana saja. 4. Diharapkan pimpinan kampus mensosialisasikan e-learning pranata ini sebelum mengimplementasikannya. Persiapan software dan hardware juga perlu diperhatikan sebelum e- learning ini di implementasi. apabila persiapan implementasi siap dilakukan maka di harapkan untuk melakukan uji coba sistem untuk mengetahui apakah sistem sudah sesuai dengan kebutuhan dan diperlukan juga evaluasi uji coba sistem untuk mengetahui hasil dari e-learning pranata ini DAFTAR PUSTAKA [1] Abdusy S., Rusdianto R. dan Rina D WEB Aplikasi Educource (Distance Learning) Menadopsi Standar Learning Technology System Architecture (IEEE P148.1/D11), SNATI 2006, Yogjakarta. [2] Ali M., Pemanfaatan Program Computer Assisted Instruction(CAI) dalam Program Pembelajaran Berbasis Internet, 2015, faatan%20cai%20dalam%20program%20pembelajaran.pdf (Diakses 21 Nopember 2014) [3] Amiruddin, 2010, Sistem Pembelajaran Berbasis LTSA Materi Gelombang dan Sifat-sifatnya Dengan Metode Problem Solving, 2010, Tesis, Semarang, Universitas Dian Nuswantoro. [4] Asep, Herman S., Pengenalan E-Learning, 2015, NGENALAN%20E-LEARNING.pdf (diakses ). [5] Clark Adrich, Simulations and the Future of Learning, Material, [6] Effendi, Empy dan Zhuang, Hartono. E-Learning Konsep dan Aplikasi. Andi Publisher, Jakarta, jsiskom JURNAL SISTEM KOMPUTER Vol. 5, No 1, Mei 2015, ISSN : , e-issn:
11 [7] IEEE, Central Desktop (diakses 22 Juni 2014). [8] Moedjiono, Pedoman Penelitian, Penyusunan dan Penilaian Tesis (v.5). Jakarta: Universitas Budi Luhur, (diakses tanggal 26 November 2015) [9] Rosenberg, marc J., Building Succesfull Online Learning In Your Organization E-Learning Strategiss For Delivering Knowledge In The Digital Age, Mc Grawhill, 2001 [10] Silalahi Ulber, Metode Penelitian Sosial. PT. rafika Aditama, 2009 [11] Soekartawi, Prospek Pembelajaran Melalui Internet, Seminar Nasional Teknologi Pendidikan Pustekkom dan IPTPI Jakarta, Dinastindo, 2001 [12] Surendro, Kridanto, Pengembangan Learning Content Management System yang Mendukung Peningkatan Efektifitas Proses Belajar Jarak Jauh, 2005, Tesis, bandung, ITB. [13] Vishwa, Patra P., 2010, Perancangan Intelligent Tutoring System (ITS) pada Sistem e-learning Menggunakan Metode Sistem Pakar, Tesis, Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. [14] Yeni K., Jaka P Aplikasi M-Learning Sekolah Berbasis Learning Technology Sistem Architecture (LTSA), Seminar nasional Manajemen Teknologi XVIII, Surabaya. 41 jsiskom JURNAL SISTEM KOMPUTER Vol. 5, No 1, Mei 2015, ISSN : , e-issn:
ANALISIS DAN DESAIN E-LEARNING DIKLAT TEKNIS PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN STANDAR LEARNING TECHNOLOGY SYSTEM ARCHITECTURE (IEEE P1484.
ANALISIS DAN DESAIN E-LEARNING DIKLAT TEKNIS PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN STANDAR LEARNING TECHNOLOGY SYSTEM ARCHITECTURE (IEEE P1484.1) 1 2 3 Sri Palupi, Meuthia Rachmaniah, Abdul Rahman Saleh
EVALUATION MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS WEB UNTUK MENDUKUNG PENILAIAN TES ONLINE
EVALUATION MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS WEB UNTUK MENDUKUNG PENILAIAN TES ONLINE M. Udin Harun Al Rasyid, Setiawardhana Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik ELektronika Negeri Surabaya (PENS) - ITS E-mail:
SISTEM REKOMENDASI BAHAN AJAR UNTUK ELEARNING
SISTEM REKOMENDASI BAHAN AJAR UNTUK ELEARNING Hervin Islahudin Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung Jalan Tamansari 10 Bandung 40132 E-mail: [email protected] ABSTRAKSI Sistem
E-LEARNING BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG PROSES BELAJAR MENGAJAR PADA SMA NEGERI 2 SEMARANG
E-LEARNING BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG PROSES BELAJAR MENGAJAR PADA SMA NEGERI 2 SEMARANG Muhammad Luthfi H, Program Studi Teknik Informatika S1, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Pada bab ini dijelaskan mengenai prosedur yang berjalan dan yang diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Analisa Penggunaan E-Learning Untuk Meningkatkan Kemudahan Mahasiswa Dalam Pembelajaran
Analisa Penggunaan E-Learning Untuk Meningkatkan Kemudahan Mahasiswa Dalam Pembelajaran Suhendi 1) 1) Sistem Informasi STT Terpadu Nurul Fikri Kampus-B,Gedung PPSDMS-NF,Jl.Lenteng Agung Raya No.20 Email
Sistem Informasi Akademik Berbasis Web pada SMA Negeri 11 Palembang
Seminar Perkembangan dan Hasil Penelitian Ilmu Komputer (SPHP-ILKOM) 439 Sistem Informasi Akademik Berbasis Web pada SMA Negeri 11 Palembang M. Rico Ratu Adil* 1, Ervi Cofriyanti 2 1,2 STMIK Global Informatika
BAB III METODOLOGI PENELITIAN X 0. O = Observasi
14 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah aplikasi komputer pada Tes Potensi Akademik siswa sehingga tersebut dapat dilaksanakan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. yang manual, yaitu dengan melakukan pembukuan untuk seluruh data dan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Saat ini, sistem peminjaman dan pengembalian buku yang dilakukan di perpustakaan SMA Karya Pembangunan 2 Bangun masih menggunakan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan dari suatu sistem informasi. Hasil akhir dari analisis sistem
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis yang Berjalan Analisis sistem merupakan proses memilah-milah suatu permasalahan menjadi elemen-elemen yang lebih kecil untuk dipelajari guna mempermudah
SISTEM E-LEARNING DENGAN PENDEKATAN GAYA BELAJAR VARK
SISTEM E-LEARNING DENGAN PENDEKATAN GAYA BELAJAR VARK Tika Indah Apriyani 1), Muhammad Said Hasibuan 2) Teknik Informatika STMIK Darmajaya Bandar Lampung 1,2) [email protected] ABSTRACT This paper presents
Prototipe Sistem Pembelajaran Digital Studi Kasus AMIK Wahana Mandiri
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015 STMIK STIKOM Bali, 9 10 Oktober 2015 Prototipe Sistem Pembelajaran Digital Studi Kasus AMIK Wahana Mandiri 1) Yasin Efendi, 2 ) Indri Astuti, 3 ) Amin Fauzi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Sebelum merancang suatu sistem, ada baiknya terlebih dahulu kita menganalisis sistem yang sedang berjalan di perusahaan yang
Analisa Penggunaan E-Learning Untuk Meningkatkan Kemudahan Mahasiswa Dalam Pembelajaran
Analisa Penggunaan E-Learning Untuk Meningkatkan Kemudahan Mahasiswa Dalam Pembelajaran Suhendi1) 1) Sistem Informasi STT Terpadu Nurul Fikri Kampus-B,Gedung PPSDMS-NF,Jl.Lenteng Agung Raya No.20 Email
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas analisa dan perancangan sistem, penelitian ini menggunakan bahasa pemrograman berbasis objek. Analisa sistem meliputi analisa kebutuhan fungsional,
ANALISIS DAN PERANCANGAN E- LEARNING PADA INSTITUT PENDIDIKAN YAYASAN KENANG INDONESIA
Universitas Bina Nusantara Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi Skripsi Sarjana Strata 1 Semester Ganjil Tahun 2012/2013 ANALISIS DAN PERANCANGAN E- LEARNING PADA INSTITUT PENDIDIKAN YAYASAN
RANCANG BANGUN SISTEM E-LEARNING JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMPUTER
RANCANG BANGUN SISTEM E-LEARNING JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMPUTER Huzaeni Hasanun 1, Salahuddin 2 1,2 urusan Teknologi Informasi dan Komputer Politeknik Negeri Lhokseumawe Jln. B.Aceh Medan Km.280
Kata Pengantar. Irwinda Putri W.
Kata Pengantar Alhamdulillah, Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah subhanahu wa ta ala, yang berkat rahmat serta karunia-nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir berjudul Implementasi
Pengembangan Aplikasi E-learning dengan Menggunakan PHP Framework Prado
Pengembangan Aplikasi E-learning dengan Menggunakan PHP Framework Prado Djoni Setiawan K, Purnomo Wisnu Aji Program Studi D3 Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Maranatha
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) atau metode penelitian dan pengembangan. Hal ini
Bab 3 Metodologi Penelitian
Bab 3 Metodologi Penelitian 3.1 Metode dan Analisis Kebutuhan Sistem Metode yang digunakan untuk perancangan sistem ini adalah metode prototype Perancangan sistem dengan menggunakan metode prototype memiliki
BAB I BAB 1 PENDAHULUAN
BAB I BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran merupakan unsur yang sangat penting dalam pendidikan di Indonesia. Dalam pembelajaran terdapat berbagai macam strategi dan metode yang dapat digunakan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. terkomputerisasi. Berikut adalah uraian proses dari kegiatan pemesanan makanan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Sistem pemesanan makanan dan minuman yang saat ini sedang berjalan pada Rumah Makan Dapur Runi masih menggunakan cara manual
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menunjukkan aplikasi persewaan buku yang telah berjalan dan dapat
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Pada implementasi menunjukkan penerapan dari hasil analisis dan perancangan sistem yang telah dibuat. Dengan demikian pada implementasi ini menunjukkan
Model Aplikasi Pengelolaan Administrasi Fitness Dan Body Building
ISSN: 0216-3284 1161 Model Aplikasi Pengelolaan Administrasi Fitness Dan Body Building Akhmad Mustapa, Syahib Natarsyah Program Studi Sistem Informasi, STMIK Banjarbaru Jl. A. Yani Km. 33,5 Loktabat Banjarbaru
SISTEM INFORMASI PEGAWAI BERBASIS WEB DENGAN METODE WATERFALL PADA SMA AISYIYAH 1 PALEMBANG
SISTEM INFORMASI PEGAWAI BERBASIS WEB DENGAN METODE WATERFALL PADA SMA AISYIYAH 1 PALEMBANG Nia Oktaviani Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Darma Palembang E-mail: [email protected],
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Yang Berjalan Sebelum merancang suatu sistem, ada baiknya terlebih dahulu menganalisis sistem yang sedang berjalan di Distro yang akan dibangun tersebut.
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam komunikasi tersebut baik yang berisi informasi maupun pemberitahuan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kampus dan Mahasiswa adalah dua element yang saling terikat dimana ada kampus disana pun harus ada mahasiswa sebagai pelengkap elementnya. Antara mahasiswa dan kampus
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam e-learning terutama yang berbasis web, terdapat dua konsep belajar yang berbeda, yaitu Virtual Learning Environment (VLE) dan Personal Learning Environment
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Spesifikasi Sistem PC Laptop PC internet Web Server Database Gambar 4. 1 Komponen Sistem 4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Kebutuhan perangkat keras dapat dibedakan menjadi
PENGEMBANGAN APLIKASI WEB UNTUK PENGAJUAN CUTI PEGAWAI SECARA ONLINE. Gandana Akhmad Syaripudin 1, Rinda Cahyana 2
PENGEMBANGAN APLIKASI WEB UNTUK PENGAJUAN CUTI PEGAWAI SECARA ONLINE Gandana Akhmad Syaripudin 1, Rinda Cahyana 2 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151
RANCANG BANGUN SISTEM PENERIMAAN MAHASISWA BARU AKADEMI KEBIDANAN AISYIYAH PALEMBANG MENGGUNAKAN METODE OBJECT ORIENTED
RANCANG BANGUN SISTEM PENERIMAAN MAHASISWA BARU AKADEMI KEBIDANAN AISYIYAH PALEMBANG MENGGUNAKAN METODE OBJECT ORIENTED Ida Marlina Sistem Informasi STMIK PalComTech Jl. Basuki Rahmat No. 05, Palembang
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem yang Sedang Berjalan Proses yang sedang berjalan dalam penginformasian Lokasi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), masih bersifat manual, yaitu
Sistem Pakar Diagnosa Menentukan Kerusakan Pada Mesin Cuci Dengan Metode Forward Chaining Berbasis Web. Agung Wicaksono Sistem Informasi
Sistem Pakar Diagnosa Menentukan Kerusakan Pada Mesin Cuci Dengan Metode Forward Chaining Berbasis Web Agung Wicaksono 10112380 Sistem Informasi Latar Belakang 1. Kemajuan bidang elektronik terjadi dengan
Rizki Maulana Syaban 1, H. Bunyamin 2
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR BERBASIS WEB DI DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN GARUT MENGGUNAKAN FRAMEWORK PHP Rizki Maulana Syaban 1, H. Bunyamin
PENERAPAN FRAMEWORK DENGAN ARSITEKTUR MODEL-VIEW-CONTROLLER PADA PENGELOLAAN DATA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
PENERAPAN FRAMEWORK DENGAN ARSITEKTUR MODEL-VIEW-CONTROLLER PADA PENGELOLAAN DATA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Sumiyatun 1, Femi Dwi Astuti 2, Syamsu Windarti 3 1,2 Program studi Teknik
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. hasil analisis ini digambarkan dan didokumentasiakan dengan metodologi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan analisis yang berorientasi pada objek-objek yang diperlukan oleh
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai proses analisa perangkat lunak dan perancangan atau desain perangkat lunak.
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai proses analisa perangkat lunak dan perancangan atau desain perangkat lunak. 3.1 ANALISA SISTEM Analisa aplikasi ini meliputi 3 (tiga)
RANCANG BANGUN APLIKASI PENGELOLAAN SURAT DI DESA TANJUNG KAMUNING
RANCANG BANGUN APLIKASI PENGELOLAAN SURAT DI DESA TANJUNG KAMUNING Reksa Guntari 1, Ridwan Setiawan 2 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Email :
BAB IV PERANCANGAN. 4.1 Proses Bisnis Pengadaan Barang
BAB IV PERANCANGAN Pada tahap perancangan ini akan dilakukan perancangan proses pengadaan barang yang sesuai dengan proses bisnis rumah sakit umum dan perancangan aplikasi yang dapat membantu proses pengadaan
KUALITAS PERANGKAT LUNAK. Ni Wayan Sumartini Saraswati
KUALITAS PERANGKAT LUNAK Ni Wayan Sumartini Saraswati DEFINISI DARI IEEE The Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) mendefinisikan kualitassebagai the degree to which a system, component
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
34 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa masalah dilakukan untuk mengetahui gambaran umum mengenai Sistem Informasi Geografis Lokasi Pesantren Di Kota Medan. Sehubungan dengan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
36 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM III.1 Analisa Perancangan aplikasi E-Learning ini membahas seputar materi Microsoft Word 2003. Setiap penjelasan disertai dengan arahan berupa suara untuk melanjutkan
DESAIN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI SELF ASSESSMENT
DESAIN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI SELF ASSESSMENT Novi Sofia Fitriasari Jurusan Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia Jalan Terusan Sariasih No 54 Bandung, Telp: (022)2009562, Fax :(022)2009568, e-mail:
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak sistem domain name (.com,.org,.gov,.edu, dan lain-lain) diperkenalkan pada tahun 1984, dan pesatnya pertumbuhan transaksi secara online sejak setelah tahun 2000,
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. mampu memperkirakan dan merincikan seluruh dokumen ataupun prosedur yang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis terhadap sistem yang berjalan dimaksudkan untuk mempelajari terhadap suatu sistem yang sedang dijalanakan oleh suatu organisasi,
BAB IV PEMBAHASAN. Perancangan System. Perancangan system dirancang berdasarkan hasil dari tahap analisis
BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Perancangan System Perancangan system dirancang berdasarkan hasil dari tahap analisis sebelumnya. Tujuan nya untuk memberikan gambaran yang jelas guna mempermudah proses pembuatan
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan sistem informasi ini yaitu : 3.1.1 Pembuatan Model Pembuatan sistem aplikasi web
APLIKASI TEST ONLINE BAGI CALON SISWA BARU UNIVERSITAS LANCANG KUNING ABSTRAK ABSTRACT
APLIKASI TEST ONLINE BAGI CALON SISWA BARU UNIVERSITAS LANCANG KUNING David Setiawan 1, Mhd. Arief Hasan 2, Zamzami 3 1,2,3 Universitas Lancang Kuning ABSTRAK Aplikasi Tes Online merupakan sarana media
TUGAS ANALISIS PERANCANGAN SISTEM
TUGAS ANALISIS PERANCANGAN SISTEM Anggota Kelompok: 1. Ruttanti Indah M (B12.2011.01776) 2. Fadillah Abdi W (B12.2011.01877) 3. Prasetyo Adi N (B12.2011.01905) 4. Kurnia Ramadhianti M (B12.2011.01914)
Sistem Perwalian Online Mahasiswa Pada Program Pendidikan Jarak Jauh
86 JURNAL SISTEM DAN INFORMATIKA Sistem Perwalian Online Mahasiswa Pada Program Pendidikan Jarak Jauh Shofwan Hanief STMIK STIKOM Bali Jl. Raya Puputan No. 86 Renon, Denpasar, telp/fax 0361 24445/0361
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS WEB
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS WEB Devie Firmansyah, S.Kom., M.Kom 1, Rudi Nugraha 2 1,2 Program Studi Sistem Informasi STMIK LPKIA Jln. Soekarno Hatta No. 456 Bandung 40266,
SKRIPSI PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENCARIAN DAN PEMESANAN RUMAH KOS BERBASIS WEB DAN SMS GATEWAY STUDI KASUS KECAMATAN BEKASI SELATAN KOTA BEKASI
SKRIPSI PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENCARIAN DAN PEMESANAN RUMAH KOS BERBASIS WEB DAN SMS GATEWAY STUDI KASUS KECAMATAN BEKASI SELATAN KOTA BEKASI Disusun Oleh : Nama : RAHMAT HIDAYAT NPM : 201210227022
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun ini sangat pesat, seiring dengan perkembangan ini tuntutan akan informasi juga semakin besar. Media teknologi informasi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini banyak perusahaan yang memiliki banyak kegiatan yang harus dilakukan dan untuk mengatur kegiatan tersebut bisa dilakukan secara manual atau secara online.
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Setelah semua proses perancangan selesai, maka tampilan hasil dari perancangan Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Predikat Mahasiswa Berprestasi Dengan
Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Aset IT Pada PT. Tirta Investama Plant Citeureup Berbasis Web
Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Aset IT Pada PT. Tirta Investama Plant Citeureup Berbasis Web Design of IT Asset Management Information System At PT. Tirta Investama Plant Web Based Citeureup
Rancang Bangun Aplikasi Pemesanan Menu Pada Restoran Berbasis Web
Rancang Bangun Aplikasi Pemesanan Menu Pada Restoran Berbasis Web 1 Virga Rachmawati 1, Yulianti 2, Helfi Nasution 3 Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas
SISTEM INTEGRATED LAB DI LABORATORIUM SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA.
SISTEM INTEGRATED LAB DI LABORATORIUM SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA. Endah Purnamasari Jurusan SI, Fakultas ILMU KOMPUTER Universitas Gunadarma, Depok ABSTRAKSI Integrated lab merupakan sebuah
SISTEM PEMANTAUAN DISTRIBUSI PEMBAYARAN PARKIR MELALUI INTERNET
SISTEM PEMANTAUAN DISTRIBUSI PEMBAYARAN PARKIR MELALUI INTERNET Kartika Megasari Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma [email protected] 29 September 2009 ABSTRAKSI
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PRAKTIK INDUSTRI DI JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELKTRONIKA UNY BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PRAKTIK INDUSTRI DI JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELKTRONIKA UNY BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK Agung Rizki Subhan & Handaru Jati Universitas Negeri Yogyakarta
SISTEM INFORMASI HELPDESK
SISTEM INFORMASI HELPDESK Rikip Ginanjar 1, M. Kahfi Kresnotutuko 2, R.B. Wahyu 3, Eko Syamsuddin Hasrito 4, Yuyu Wahyu 5, Budi Sulityo 6 (1) President University, (Contact :[email protected])
BAB IV ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM Deskripsi Sistem Analisis Sistem Analisis Kebutuhan Fungsional
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii PERNYATAAN... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR TABEL... x INTISARI... xi ABSTRACT... xii BAB I PENDAHULUAN...
BAB 3 METODE PENELITIAN
36 BAB 3 METODE PENELITIAN 1.1 Objek Penelitian Penelitian dilakukan di Toko Kampung Gaya yang beralamatkan di Jalan Raya Tanjung-Banjarharjo KM.12 Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes. Pengambilan data
ABSTRAK. Kata Kunci : Website Media Pembelajaran, SMK Teknik Komputer dan Jaringan, Use Case, Flowchart, ERD, AJAX, PHP, MySQL.
ABSTRAK Metode pembelajaran yang diterapkan di SMK Teknik Komputer dan jaringan (TKJ) PGRI Cibaribis untuk kelompok mata pelajaran kompetensi kejuruan dirasakan belum cukup untuk meningkatkan kualitas
Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut Indonesia
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN SEPEDA MOTOR HONDA MENGGUNAKAN METODE OBJECT ORIENTED ANALISYS DESIGN DENGAN UNIFIED APPROACH (Studi kasus pada PT Anugerah Hasta Mulia) Muhammad Rizal Firdaus 1,
SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TIPE AUTISME PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING. Agam Krisna Setiaji
1 SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TIPE AUTISME PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Agam Krisna Setiaji Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro,
BAB IV ANALISIS SISTEM DAN PERANCANGAN
BAB IV ANALISIS SISTEM DAN PERANCANGAN 4.1 Analisa system Pada bagian ini akan dibahas mengenai system yang sedang berjalan ditinjau terutama dari segi proses. Pada pemodelan system antar muka (interface
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) ARSIP KEGIATAN ILMIAH DOSEN BERBASIS CLOUD STORAGE
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) ARSIP KEGIATAN ILMIAH DOSEN BERBASIS CLOUD STORAGE Agnes Aryasanti 1, Yessi Puspita Dewi 2 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur Jl. Raya Ciledug, Petukangan
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN MODEL PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN BERBASIS INTERNET
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN MODEL PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN BERBASIS INTERNET Elly Yanuarti STMIK Atma Luhur, Pangkalpinang, Bangka Belitung [email protected] ABSTRACT Use of internet
ANALISA & PERANCANGAN SISTEM
ANALISA & PERANCANGAN SISTEM Analisis System Mulyadi, S.Kom, M.S.I Analisa Sistem Analisis sistem - teknik pemecahan masalah yang menguraikan sistem ke dalam beberapa komponen dengan tujuan mempelajari
ABSTRAK. Kata Kunci : tugas akhir, bimbingan, online, framework, dan codeigniter. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Tugas akhir atau skripsi merupakan hal terakhir yang harus dikerjakan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan di universitas. Tugas akhir mahasiswa harus dibimbing oleh dosen pembimbing yang
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Pada bab ini menjelaskan hasil dari perancangan serta uji coba yang dilakukan dari sistem yang telah selesai dan dapat digunakan. Hasil sistem yang dibuat merupakan
3.1 APLIKASI YANG DITANGANI OLEH CODE GENERATOR
BAB III ANALISIS Bab ini berisi analisis mengenai aplikasi web target code generator, analisis penggunaan framework CodeIgniter dan analisis perangkat lunak code generator. 3.1 APLIKASI YANG DITANGANI
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. atau tata cara memperoleh rute pariwisata di Provinsi Jawa Barat yang sedang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisis sistem yang berjalan dilakukan untuk mengetahui bagaimana alur atau tata cara memperoleh rute pariwisata di Provinsi Jawa
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejak akhir abad 20 dan awal abad 21, teknologi web telah mengalami kemajuan yang sangat cepat. Menurut Xiaohua Li (2014) konsep Web 2.0 telah menguasai dunia online.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ABSENSI SISWA PADA BAGIAN AKADEMIK STUDI KASUS DI SMK MEDIKACOM BANDUNG. Abstrak
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ABSENSI SISWA PADA BAGIAN AKADEMIK STUDI KASUS DI SMK MEDIKACOM BANDUNG Diqy Fakhrun Siddieq 1, Pipiet Fitriyani 2 1 Program Studi Teknik Informasi, STMIK LPKIA 2 Program Studi
Rancang Bangun Sistem Informasi E-Learning Berbasis Web di SMK Negeri 1 Tangerang
Rancang Bangun Sistem Informasi E-Learning Berbasis Web di SMK Negeri 1 Tangerang Hilmi Fuad 1, Zainul Hakim 2, Pramana Anwas Panchadria 3 1,2 Dosen STMIK Bina Sarana Global, 3 Mahasiswa STMIK Bina Sarana
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Pengertian Implementasi Sistem Setelah sistem selesai dianalisis dan dirancang secara rinci dan teknologi telah diseleksi dan dipilih, saatnya sistem untuk diimplementasikan.
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. telah dibuat pada tahap tiga. Adapun kebutuhan software (perangkat lunak) dan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Sistem Pada tahapan ini sistem yang telah dirancang pada tahap ke tiga akan dikembangkan sehingga sistem yang dibuat harus mengacu pada rancangan yang telah
Rancang Bangun Sistem Informasi E-Learning Berbasis Web Studi Kasus SMK Plus Multi Karya Medan
Rancang Bangun Sistem Informasi E-Learning Berbasis Web Studi Kasus SMK Plus Multi Karya Medan Yoshida Sary, S.Kom, M.Kom Email : [email protected] Octara Pribadi, S.Kom Dosen STMIK TIME MEDAN Abstract
Rancang Bangun Aplikasi Code Sharing Sebagai Alat Bantu Media Interaktif Perkuliahan Pada Mata Kuliah Pemrograman Web
1 Rancang Bangun Aplikasi Code Sharing Sebagai Alat Bantu Media Interaktif Perkuliahan Pada Mata Kuliah Pemrograman Web Ar-Razy Muhammad 1, Heri Priyanto 2, Novi Safriadi 3 Program Studi Teknik Informatika,
PENGEMBANGAN APLIKASI PENGOLAHAN NILAI SISWA BERBASIS WEB DI SEKOLAH DASAR NEGERI SUKAGALIH V
PENGEMBANGAN APLIKASI PENGOLAHAN NILAI SISWA BERBASIS WEB DI SEKOLAH DASAR NEGERI SUKAGALIH V Galuh Raga Nandika 1, Wahyudin 2, Eko Retnandi 3 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor
PROTOTIPE SISTEM E-TRAINING DENGAN PENDEKATAN ELISITASI DAN CMS MOODLE : STUDI KASUS PADA RS XYZ JURNAL. Oleh : Mupaat
PROTOTIPE SISTEM E-TRAINING DENGAN PENDEKATAN ELISITASI DAN CMS MOODLE : STUDI KASUS PADA RS XYZ JURNAL Oleh : Mupaat 1311600306 PROGRAM STUDI : MAGISTER ILMU KOMPUTER (MKOM) PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. disesuaikan dengan desain sistem yang sudah dibuat. Rancang Bangun sistem
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 1.1. Implementasi Sistem Pada tahap ini merupakan proses pembuatan perangakat lunak yang disesuaikan dengan desain sistem yang sudah dibuat. Rancang Bangun sistem
APLIKASI SISTEM PENILAIAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL BERBASIS WEB (Studi Kasus : Balai Penelitian Ternak)
APLIKASI SISTEM PENILAIAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL BERBASIS WEB (Studi Kasus : Balai Penelitian Ternak) Dadang Sudarman, Prihastuti Harsani dan Arie Qur ania Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Matematika
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Dalam penelitian ini, alat yang di gunakan adalah sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware) a) Personal Computer (PC)/Laptop 32/64 bit architecture
BAB V STUDI KASUS. Pada bab ini dilakukan studi kasus untuk menerapkan model komunitas belajar learnercentered hasil perancangan pada bab IV.
BAB V STUDI KASUS Pada bab ini dilakukan studi kasus untuk menerapkan model komunitas belajar learnercentered hasil perancangan pada bab IV. V.1 Deskripsi Umum Studi Kasus Studi kasus dipilih adalah forum
BAB I PENDAHULUAN... I-1
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... i SURAT PERNYATAAN... ii ABSTRAK... iii ABSTRACT... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR LAMPIRAN... xix BAB I PENDAHULUAN...
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN FASILITAS KESEHATAN PADA BPJS KOTA SEMARANG
1 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN FASILITAS KESEHATAN PADA BPJS KOTA SEMARANG Danang Soeko Rahardjo, Program Studi Teknik Informatika, S1, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro, [email protected]
PROTOTIPE SISTEM ALOKASI MATERIAL DENGAN PENDEKATAN BERORIENTASI OBJEK : STUDI KASUS PT.ANEKA BAJA PERKASA INDUSTRI.
PROTOTIPE SISTEM ALOKASI MATERIAL DENGAN PENDEKATAN BERORIENTASI OBJEK : STUDI KASUS PT.ANEKA BAJA PERKASA INDUSTRI Aminul Fitri 1 1, Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Insan Pembangunan
BAB I 1. PENDAHULUAN. dan efektifitas kerja. Perkembangan teknologi internet, sebagai contoh,
BAB I 1. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Saat ini, dukungan teknologi informasi turut serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja. Perkembangan teknologi internet, sebagai contoh, memungkinkan terjadinya
PERANCANGAN APLIKASI E-LEARNING PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFOMASI DAN KOMUNIKASI (STUDI KASUS : SMAN 6 BATANGHARI)
PERANCANGAN APLIKASI E-LEARNING PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFOMASI DAN KOMUNIKASI (STUDI KASUS : SMAN 6 BATANGHARI) Muhammad Al-Aziz Sofyan 1, Jasmir 2, Irawan 3 Teknik Informatika, STIKOM Dinamika
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Analisa masalah dilakukan guna mengetahui masalah-masalah yang terkait didalam knowledge management system tentang jasa export dan import yang
PENGEMBANGAN SCHOOL MOBILE LEARNING PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI DI SMK NEGERI 1 SUKASADA.
PENGEMBANGAN SCHOOL MOBILE LEARNING PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI DI SMK NEGERI 1 SUKASADA oleh Raden Ayu Kristi Kurniawati, NIM 1015057127 Jurusan Pendidikan Teknik
Perancangan Sistem E-Learning Teknik Komputer Jaringan Berbasis Web Menggunakan PHP dan Mysql di SMK Muhammadiyah 1 Padang
Perancangan Sistem E-Learning Teknik Komputer Jaringan Berbasis Web Menggunakan PHP dan Mysql di SMK Muhammadiyah 1 Padang Andika pardi, Eddy Soesilo, Gufron Program Studi Pendidikan Teknik Informatika
