BENGKEL KERETA API DI SEMARANG
|
|
|
- Erlin Budiman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BENGKEL KERETA API DI SEMARANG Oleh Putera Marhadika W, Budi Sudarwanto, Agung Dwiyanto Kereta api merupakan angkutan umum yang paling efisien karena dapat mengangkut penumpang dan barang dalam jumlah banyak dalam sekali perjalanan. PT KAI selaku pengelola kereta api di Indonesia menyatakan bahwa jumlah penumpang dan barang yang dikirim lewat kereta api dari tahun ke tahun semakin meningkat. Semarang sebagai salah satu kota besar di Indonesia, mempunyai pengguna kereta api yang sangat besar. Banjir, penurunan tanah, dan rob yang sering melanda kota ini menyebabkan jadwal perjalanan kereta api terganggu. Depo lokomotif yang merupakan bengkel untuk perawatan dan pemeliharaan lokomotif yang terletak pada emplasemen stasiun poncol juga terkena dampak akibat bencana alam tersebut. Lokomotif yang akan melakukan perawatan dan pemeliharaan rutin terpaksa harus menunggu hingga depo tersebut bisa untuk digunakan. Oleh karena itu diperlukan adanya bengkel kereta api yang representatif untuk memperbaiki dan melengkapi kekurangan yang ada pada depo lokomotif yang ada saat ini. Kata kunci: Bengkel, Perawatan dan Pemeliharaan, Lokomotif, Semarang 1. Latar Belakang Semarang sebagai salah satu kota besar di Indonesia, mempunyai pengguna kereta api yang sangat besar. Akan tetapi banjir dan rob yang sering melanda kota ini menyebabkan jadwal perjalanan kereta api terganggu. Selain itu, adanya wacana jalur ganda layang (elevated track) kereta api di Semarang yang akan dibangun, membuat fungsi bangunan Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol menjadi bangunan bersejarah saja, di mana fungsi sebagai tempat pemberangkatan dan pemberhentian penumpang akan dilakukan di bangunan baru yang posisinya di atas. Akibat adanya wacana jalur ganda layang, membuat dipo lokomotif yang berada di emplasemen stasiun poncol harus dipindah ke stasiun alastuwa. (Suara Merdeka, 18 Maret 2013) Dengan adanya jalur layang yang akan dibangun, tentu akan membuat perawatan dan pemeliharaan lokomotif menjadi tidak efisien sehingga diperlukan adanya suatu perencanaan dan perancangan depo baru. Apalagi kondisi depo lokomotif sekarang ini memprihatinkan karena bangunan tersebut sering terkena banjir dan rob. Dengan demikian diperlukan adanya suatu perencanaan dan perancangan bengkel kereta api untuk memperbaiki dan melengkapi kekurangan yang ada pada depo lokomotif saat ini. Keberadaan depo lokomotif dan kereta diharapkan dapat membuat sarana perkereta apian menjadi lebih terawat dan terpelihara sehingga dapat mendukung kegiatan perkereta apian yang ada demi memuaskan para pelanggan. 2. Tinjauan pustaka 2.1. Pengertian Bengkel Bengkel merupakan suatu tempat dimana dilakukan perbaikan-perbaikan yang bersifat teknis terhadap suatu produk kendaraan bermotor. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bengkel adalah tempat I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r
2 memperbaiki mobil, sepeda, dsb.menurut Oxford Dictionaries bengkel adalah "A room or building in which goods are manufactured or repaired". Jadi dapat disimpulkan bahwa bengkel adalah sebuah ruang atau bangunan untuk memeriksa, melakukan perbaikan, dan menyimpan sebuah benda yang fungsinya sudah tidak optimal menjadi optimal kembali sehingga siap untuk digunakan Ruang Lingkup Pekerjaan Bengkel Ruang lingkup pekerjaan bengkel diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Layanan cepat ( Quick service ) dapat berupa, pekerjaan tune-up, mengganti minyak pelumas, mencuci dan lain-lain 2. Perbaikan umum ( General repair ) yang berupa perbaikan engine,transmisi, differensial, penyetelan geometrid dan balancing roda, dan lain-lain 3. Perbaikan elektrik (Electrical repair ) yang berupa perbaikan system pengapian, starter, pengisian, system penerangan dan instrument. 4. Perbaikan system pendingin ruangan 5. Over haul and reconditioning 6. Perbaikan mesin seperti boring, honing, bubut rem, skir katup dan lain-lain 7. Perbaikan body kendaraan dan cat 8. Perbaikan yang bersifat fashion (salon) 9. Pemasangan accessories dan optional parts 10. Pekerjaan lainnya 2.3 komponen Bengkel Kereta api 1. Lokomotif, merupakan sarana penggerak yang digunakan untuk menarik kereta atau gerbong sehingga dapat berjalan di atas rel, terdiri atas Lokomotif elektrik dan Lokomotif diesel hidrolik 2. Crane overhead, berguna untuk mengangkat komponen lokomotif dan kereta yang terletak pada bagian atas dan tidak dapat diangkat oleh tenaga manusia 3. Dongkrak hidrolik/lifting jack, untuk mengangkat bodi lokomotif, sehingga dapat dilaksanakan perawatan bogie. 4. Kolong rel, untuk perawatan dan pengecekan bagian bawah lokomotif 5. Forklift, untuk mengangkat peralatan atau komponen lokomotif yang lebar dan berat yang tidak dapat diangkat oleh tenaga manusia 6. Rel 7. Tempat cuci, tempat untuk membersihkan lokomotif setelah dilakukan perbaikan dan perawatan sehingga siap digunakan untuk berdinas kembali. 8. Gudang, untuk menyimpan suku cadang, pelumas, dan peralatan yang digunakan pada perbaikan dan perawatan lokomotif. 9. Peron, tempat untuk memeriksa bagian mesin pada lokomotif. 10. Tangki Penyimpanan BBM 11. Arah pemutar lokomotif (Turntable), Berguna untuk memutar arah lokomotif yang hanya mempunyai satu kabin 12. Spoor parkir, untuk menyimpan lokomotif yang tidak berdinas 3. lokasi Terletak di emplasemen stasiun alastuwa yang secara Administratif, stasiun ini masuk dalam Kecamatan Genuk dan termasuk dalam BWK IV. Stasiun ini merupakan stasiun kecil yang berfungsi sebagai stasiun persilangan kereta api. 930 I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r
3 Gambar Tampak Atas Stasiun Alastua Sumber : Google Earth Batas-batas Stasiun Alastuwa: Sebelah Utara : Jalan Bangetayu Wetan Sebelah Timur : Permukiman warga Sebelah Selatan : Permukiman warga Sebelah Utara : Jalan Wolter Monginsidi Gambar Stasiun Alastuwa Sumber : Dokumentasi Pribadi KELOMPOK KEGIATAN UTAMA BENGKEL NO RUANG 1 Ruang perbaikan lokomotif 2 Ruang perbaikan KRD 3 Ruang penyimpa nan Lokomotif 4 Ruang penyimpa nan KRD KAPASITAS - 9 unit lokomotif - 1 unit cuci lok - 4 unit dongkrak hidrolik - 1 unit forklift - 15 unit KRD - 4 unit dongkrak hidrolik TOTAL 1094, ,5-3 unit lokomotif 320,76-5 unit KRD 792 Total 4600 KELOMPOK KEGIATAN PENGELOLA BENGKEL NO RUANG KAPASITAS TOTAL I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r
4 1 Lobby 12 orang 10,5 2 Ruang 1 orang 32 kepala depo 3 R 1 orang 13,93 Supervisor Administra si 4 R 1 orang 13,93 Supervisor Perencana an 5 R 1 orang 13,93 Supervisor Quality Control 6 R 1 orang 13,93 Supervisor LOSD DE/DH 7 R 1 orang 13,93 Supervisor fasilitas 8 R. Staff 3 orang 22,29 administra si 9 R. Pengawas LOSD DE/DH 3 orang 22,29 10 R. 1 orang 7,43 Pengawas Gudang 11 R. 3 orang 22,29 Pengawas QC 12 R. 1 orang 7,43 Pengawas fasilitas 13 R. 11 orang 48,95 Pelaksana LOSD DE/DH 14 R. 2 orang 8,9 Pelaksana Gudang 15 R. 16 orang 71,2 Pengawas QC 16 R. Pelaksana 2 orang 8,9 fasilitas JUMLAH 331,83 FLOW AREA 20% 66,36 TOTAL 398 KELOMPOK KEGIATAN PENUNJANG BENGKEL NO RUANG 1 Ruang belajar 2 Ruang rapat 3 Ruang ganti 4 Ruang genset 5 Ruang panel listrik 6 Gudang alat dan workshop 7 Gudang suku cadang 8 Gudang suku cadang bekas 9 Gudang pelumas 10 Tangki air bersih 11 Tangki KAPASITAS TOTAL 12 orang orang orang 55-1 unit mesin 13 genset unit mesin 50 gerinda duduk - 1 unit mesin bor - 1 unit mesin bubut - 1 unit mesin gergaji - 1 unit alat tes nozzle drum 14 1 tangki 35 2 tangki 72,5 HSD 12 Turntable 1 unit 165 JUMLAH 532,5 FLOW AREA 20% 106,5 TOTAL 639 KELOMPOK KEGIATAN SERVIS BENGKEL 932 I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r
5 NO RUANG KAPASITAS TOTAL 1 Cafetaria 48 orang 77 2 Pantry Mushola 24 orang 29 4 Lavatory Ruang 10 orang 16 bilas 6 Ruang kesehatan 2 orang 7 TOTAL 171 KELOMPOK KEGIATAN OUTDOOR BENGKEL NO RUANG KAPASITAS TOTAL 1 Parkir 15 unit 450 mobil 2 Parkir motor 47 unit Parkir truk 2 unit Lapangan 48 orang 47 apel 5 Pos jaga - 6 TOTAL 775 TABEL REKAPITULASI PROGRAM RUANG NO JENIS KELOMPOK KEGIATAN LUAS 1 Kelompok kegiatan utama bengkel Kelompok kegiatan pengelola bengkel Kelompok kegiatan penunjang bengkel Kelompok kegiatan servis bengkel Kelompok kegiatan outdoor bengkel 775 Total 6583 Sumber : Analisa Pribadi I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r
6 -Site plan -Denah Lantai 1 dan I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r
7 -tampak -Potongan I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r
8 -Perspektif eksterior bagian samping -Perspektif eksterior bagian samping bangunan -Perspektif eksterior Main Entrance -Perspektif eksterior Drop Off barang -Perspektif interior lantai satu - Perspektif interior lantai dua - Perspektif interior lantai dua -Perspektif eksterior mata burung 936 I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r
9 Daftar pustaka Apple, James M Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Bandung: Penerbit ITB Bandung Daryanto Petunjuk Keselamatan Kerja Dalam Perbengkelan Mesin. Bandung : Penerbit Tarsito De Chiara, Joseph and John Callendar Time-Saver Standards For Building Types Second Edition. New York: McGraw-Hill Publisher Depdikbud Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Pusat Bahasa Grube, Oswald W Industrial Building and Factories. New York: Praeger Publisher Ishar, H. K Pedoman Umum Merancang Bangunan. Jakarta: Gramedia Munche, James F Industrial Architecture. New York: McGraw-Hill Book Neufert, Ernst Data Arsitek. Jakarta: Erlangga Nurmianto, Eko Ergonomi: Konsep Dasar Dan Aplikasinya. Surabaya: Penerbit Guna Widya Sumaryono Keselamatan Kerja dan Manajemen Bengkel. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Dikmenjur. Sumantri Panduan Pengajar Buku Perawatan Mesin. Jakarta : Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Wignjosoebroto, Sritomo Ergonomi: Studi Gerak Dan Waktu. Surabaya: Penerbit Guna Widya Referensi: Majalah KA edisi 83 tahun 2013 Majalah KA edisi 85 tahun 2013 Bappeda Kota Semarang Peraturan pemerintah no 56 tahun 2009 Undang-undang no 23 tahun 2007 Permenhub Nomor PM 14 Tahun 2011 Permenhub Nomor PM 60 Tahun 2012 Permenhub Nomor PM 93 Tahun dan/ramadan_news/2013/03/18/ /analisis-kebutuhan-dalam-perencanaanatau-pengembangan-bengkel-otomotif-dismk/ kel-otomotif njungan-bengkel-yami Turner, Wayne C, Dkk Pengantar Teknik Dan Sistem Produksi. Surabaya: Penerbit Guna Widya I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r
10 938 I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r
UNIVERSITAS DIPONEGORO BENGKEL KERETA API DI SEMARANG TUGAS AKHIR PUTERA MARHADIKA WIBOWO
UNIVERSITAS DIPONEGORO BENGKEL KERETA API DI SEMARANG TUGAS AKHIR Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana PUTERA MARHADIKA WIBOWO 21020110130109 FAKULTAS TEKNIK JURUSAN/PROGRAM
BAB I KONSEP BENGKEL OTOMOTIF
BAB I KONSEP BENGKEL OTOMOTIF A. Pengertian Bengkel Yang dimaksud dengan bengkel disini adalah suatu tempat dimana dilakukan perbaikan-perbaikan yang bersifat teknis terhadap suatu produk yang dalam konteks
REDESAIN TERMINAL BUS INDUK MADURESO TIPE B DI KABUPATEN TEMANGGUNG DENGAN PENEKANAN DESAIN EKSPRESI STRUKTUR
REDESAIN TERMINAL BUS INDUK MADURESO TIPE B DI KABUPATEN TEMANGGUNG DENGAN PENEKANAN DESAIN EKSPRESI STRUKTUR Oleh : Khoirunnisa D. Ayu, Septana Bagus Pribadi, Sukawi Sistem transportasi menjadi bagian
TERMINAL ANTARMODA MONOREL BUSWAY DI JAKARATA
TERMINAL ANTARMODA MONOREL BUSWAY DI JAKARATA Oleh : Johansyah, Abdul Malik, Bharoto Jakarta merupakan pusat pemerintahan Indonesia, dan juga merupakan pusat bisnis dan perdagangan, hal ini merupakan salah
SUDIMARA STATION INTERCHANGE DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN
SUDIMARA STATION INTERCHANGE DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN Oleh : Puti Laras Kinanti Hadita, Indriastjario,Agung Dwiyanto Stasiun Sudimara (SDM) adalah stasiun kereta api kelas III yang terletak
TERMINAL BUS TYPE A DI KABUPATEN DEMAK. Oleh : Diah Galuh Chandrasasi, Satrio Nugroho, Agung Budi
TERMINAL BUS TYPE A DI KABUPATEN DEMAK Oleh : Diah Galuh Chandrasasi, Satrio Nugroho, Agung Budi Sistem transportasi merupakan kegiatan profesional yang tidak dibatasi oleh batas geografi, kegiatan lalu
Tabel 5.1 : Rekapitulasi Program Ruang Depo Lokomotif
BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Perencanaan Konsep dasar perencanaan Pengembangan Stasiun Alastua sebagai Depo Penyimpanan dan Perawatan Kereta Api adalah untuk
TERMINAL BUS TIPE B KABUPATEN MAGELANG Oleh : Fathoni Lutfi Marheinis, Abdul Malik, Bharoto
TERMINAL BUS TIPE B KABUPATEN MAGELANG Oleh : Fathoni Lutfi Marheinis, Abdul Malik, Bharoto Terminal merupakan suatu sarana fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat berkaitan dengan transportasi darat.
1.1 Latar Belakang Masalah. Dipo Lokomotif Sidotopo merupakan tempat perawatan sarana lokomotif
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dipo Lokomotif Sidotopo merupakan tempat perawatan sarana lokomotif yang berada di wilayah kerja Daerah Operasional (Daop) VIII Surabaya, PT Kereta Api Indonesia
KAJIAN TARIF KERETA API KALIGUNG JURUSAN TEGAL SEMARANG BERDASARKAN BOK DAN BIAYA KETERLAMBATAN
ISBN 979 978 3948 65 2 KAJIAN TARIF KERETA API KALIGUNG JURUSAN TEGAL SEMARANG BERDASARKAN BOK DAN BIAYA KETERLAMBATAN Agus Muldiyanto, S.T., M.T., 1 Abstrak Dua faktor utama yang mempengaruhi minat seseorang
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR 5.1 Program Dasar Perencanaan 5.1.1 Pelaku Kegiatan Pengguna bangunan terminal adalah mereka yang secara langsung melakukan ativitas di dalam terminal
MUSEUM ZOOLOGI DI KOTA SEMARANG
MUSEUM ZOOLOGI DI KOTA SEMARANG Oleh : Anisa Yuanita Damayanti, Djoko Indrosaptono, Dhanoe Iswanto Kota Semarang yang merupakan sebuah ibukota Provinsi di Jawa Tengah adalah sebuah kota yang tengah tumbuh
Pengembangan Terminal Bandar Udara Tunggul Wulung
BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL BANDAR UDARA TUNGGUL WULUNG CILACAP 5.1. Dasar Studi Besaran Studi besaran ruang lebih terinci dan dianalisa berdasarkan standar dan asumsi.
NILAI PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA PADA PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT KERETA API INDONESIA
LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 56 TAHUN 2000 TANGGAL : 17 JULI 2000 NILAI PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA PADA PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT KERETA API
LOKASI Lokasi berada di Jl. Stasiun Kota 9, dan di Jl. Semut Kali, Bongkaran, Pabean Cantikan.
PENGENALAN OBYEK LATAR BELAKANG Stasiun Semut merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki peranan penting dalam perkembangan kota Surabaya dalam hal penyediaan layanan transportasi massal. Pembangunan
KANTOR IMIGRASI KELAS 1 SEMARANG
KANTOR IMIGRASI KELAS 1 SEMARANG Oleh: Bitania Dyah Mustikaningrum, Abdul Malik, Sri Hartuti Wahyuningrum Sebagai pusat perdagangan, industri, serta sebagai pintu gerbang perekonomian Jawa Tengah, Semarang
BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Selaras dengan visi perkeretaapian Indonesia sebagaimana tertuang dalam blue print pembangunan transportasi perkeretaapian adalah 1 : mewujudkan terselenggaranya
PUSAT PELAYANAN RESTORASI DAN REPARASI DI YOGYAKARTA
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PELAYANAN RESTORASI DAN REPARASI DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT SARJANA
INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU DENGAN KONSEP WISATA KELUARGA DI BANYUMAS
INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU DENGAN KONSEP WISATA KELUARGA DI BANYUMAS INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU DENGAN KONSEP WISATA KELUARGA DI BANYUMAS Oleh: Selia Stefi Yuliasari, Agung Dwiyanto, Indriastjario Banyak faktor
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 KONSEP DASAR Museum kereta api merupakan bangunan yang mewadahi aktivitas memajang / memamerkan lokomotif, dan menampung pengunjung museum dan aktivitas yang terjadi dalam
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN TERMINAL TERBOYO
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN TERMINAL TERBOYO 6.1 Program Dasar Perencanaan 6.1.1 Program Tabel 6.1 Program Redesain Terminal Terboyo KELOMPOK RUANG LUASAN Zona Parkir Bus AKDP-AKAP
GALERI FOTOGRAFI TERPADU DI SEMARANG
GALERI FOTOGRAFI TERPADU DI SEMARANG Oleh : Dandy Armando P, Dhanoe Iswanto, Djoko Indrosaptono Perkembangan fotografi di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang baik dari segi industri maupun komunitasnya
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Rancangan Tata Letak Jalur Stasiun Lahat
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Rancangan Tata Letak Jalur Stasiun Lahat 1. Kondisi Eksisting Stasiun Lahat Stasiun Lahat merupakan stasiun yang berada di Jl. Mayor Ruslan, Kelurahan Pasar Baru,
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTRAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTRAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN... i ii iii iv v BAB I PENDAHULUAN... I-1 A. Latar Belakang... I-1 B. Maksud dan Tujuan... I-1 C. Ruang Lingkup...
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Seiring dengan visi perkeretaapian Indonesia sebagaimana tertuang dalam blue print pembangunan transportasi perkeretaapian adalah 1 : mewujudkan terselenggaranya
BAB V KONSEP. KONSEP SITE Site berada di bagian jalan Pupuk Raya. Ketinggian site dengan jalan besar 0-2 m. BAB V
KONSEP V.1. KONSEP UMUM Konsep Arena Promosi Produk Khas Kalimantan Timur mengarah pada penataan ruangnya dengan mensinergikan berbagai aktifitas untuk menargetkan nilai tambah pada produk Kalimantan Timur
6.1 Program Dasar Perencanaan
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN TERMINAL TIDAR DI KOTA MAGELANG 6.1 Program Dasar Perencanaan 6.1.1 Kelompok Ruang Luar ruangan (m 2 ) A. Kelompok Ruang Luar 1 - Area Penurunan Penumpang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Peran dan Karakteristik Angkutan Kereta Api Nasional
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Peran dan Karakteristik Angkutan Kereta Api Nasional Kereta api merupakan salah satu dari moda transportasi nasional yang ada sejak masa kolonial sampai dengan sekarang dan masa
Terminal Antarmoda Monorel Busway di Jakarta PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL ANTARMODA
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL ANTARMODA 5.1 Program Dasar Perencanaan 5.1.1 Program a. Kelompok Kegiatan Utama Terminal Antarmoda Tabel 5.1 Program Kegiatan Utama Fasilitas Utama Terminal
REKAYASA JALAN REL. Modul 2 : GERAK DINAMIK JALAN REL PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
REKAYASA JALAN REL Modul 2 : GERAK DINAMIK JALAN REL OUTPUT : Mahasiswa dapat menjelaskan karakteristik pergerakan lokomotif Mahasiswa dapat menjelaskan keterkaitan gaya tarik lokomotif dengan kelandaian
S K R I P S I & T U G A S A K H I R 6 6
BAB IV ANALISA PERANCANGAN 4. Analisa Tapak Luas Tapak : ± 7.840 m² KDB : 60 % ( 60 % x 7.840 m² = 4.704 m² ) KLB :.5 (.5 x 7.840 m² =.760 m² ) GSB : 5 meter Peruntukan : Fasilitas Transportasi 4.. Analisa
Canopy: Journal of Architecture
Canopy 2 (1) (2013) Canopy: Journal of Architecture http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/canopy PERANCANGAN PUSAT PROMOSI, INFORMASI DAN PERDAGANGAN PRODUK AUDIO VISUAL DI SEMARANG Nur Wahyudi Jurusan
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No. 678, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENHUB. Kereta. Pembongkaran Barang. Tata Cara. Perubahan. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM. 52 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS
PURWOKERTO EXPO CENTER Oleh : Larasati Probosiwi,, Budi Sudarwanto, Agung Dwiyanto
PURWOKERTO EXPO CENTER Oleh : Larasati Probosiwi,, Budi Sudarwanto, Agung Dwiyanto ABSTRAK Sekarang ini pertemuan dan konvensi dapat sebagai alat penyebaran dan pertukaran informasi tentang hal-hal baru
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GELANGGANG RENANG
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GELANGGANG RENANG 6.1. Program Dasar Perencanaan 6.1.1. Program Dari analisa yang dilakukan dalam Bab V, berikut adalah perhitungan perkiraan kebutuhan besaran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Peran Dan Karakteristik Moda Transportasi Kereta Api Nasional
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Peran Dan Karakteristik Moda Transportasi Kereta Api Nasional Peran perkeretaapian dalam pembangunan telah disebutkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 43 Tahun 2011 tentang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Overhead Crane Overhead Crane merupakan gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mengangkat
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Overhead Crane Overhead Crane merupakan gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mengangkat sekaligus memindahkan muatan yang dapat digantungkan
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL 6.1. Program Ruang Berdasarkan tapak terpilih, dilakukan perhitungan kembali untuk mengoptimalkan jumlah kamar. Perhitungan ini sama seperti perhitungan
ABSTRAK. Kata kunci : Stasiun, Commuter Line, Transportasi. Stasiun Kereta Api Tambun Bekasi TA 136
ABSTRAK Peningkatan jumlah penduduk yang bermukim dan beraktifitas di Ibu Kota Jakarta terjadi setiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka adalah penduduk yang merantau dan bekerja di Jakarta tetapi bermukim
SOEKARNO HATTA INTERNATIONAL AIRPORT TRANSIT HOTEL DENGAN PENEKANAN DESAIN SUSTAINABLE DESAIN
SOEKARNO HATTA INTERNATIONAL AIRPORT TRANSIT HOTEL DENGAN PENEKANAN DESAIN SUSTAINABLE DESAIN Oleh: Destiawan Miftahussalam, Agung Dwiyanto, Indriastjario Bandara Soekarno hatta merupakan bandara utama
RUMAH SUSUN DI MUARAREJA KOTA TEGAL DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR TROPIS
RUMAH SUSUN DI MUARAREJA KOTA TEGAL DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR TROPIS Oleh : Anitya Desyanti, Agung Budi S., Eddy Indarto Rumah susun khusus bagi nelayan dan masyarakat yang berpenghasilan rendah
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar belakang Indonesia merupakan sebuah negara dengan penduduk terpadat keempat di dunia yaitu 215,8 juta jiwa(tahun 2003). Sebuah negara yang memiliki penduduk padat tersebut
LEISURE AND CULTURE PARK DI TASIKMALAYA BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN REKREASI DAN BUDAYA (LEISURE AND CULTURE PARK)
BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN REKREASI DAN BUDAYA (LEISURE AND CULTURE PARK) 5.1 Program Dasar Perencanaan 5.1.1 Program Ruang Berikut adalah table pendekatan kapasitas ruang,
MALL DI KABUPATEN TANGERANG DENGAN KONSEP CITY WALK
MALL DI KABUPATEN TANGERANG DENGAN KONSEP CITY WALK Oleh : Teguh Budianto, Edward E. Pandelaki, Edi Purwanto Pusat perbelanjaan merupakan suatu wadah pemenuh kebutuhan gaya hidup masyarakat di kota besar.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang a) Kelayakan Proyek Pengertian rumah sakit yaitu rumah tempat merawat orang sakit; tempat menyediakan dan memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi berbagai masalah
The Via And The Vué Apartment Surabaya. Dyah Tri S
The Via And The Vué Apartment Surabaya Dyah Tri S 3107 100 509 Apartemen sebagai pemenuhan kebutuhan manusia akan hunian sebagai tempat untuk berteduh, untuk tinggal dan melakukan kegiatan harus memiliki
sebagai Pengembangan Kawasan Perumahan Graha Candi Golf BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Konsep dan program dasar perencanaan dan perancangan merupakan hasil dari pemikiran menyeluruh, dan berfungsi sebagai penentu desain Garden Apartment
Fasilitas Wisata Kuliner di Pantai Losari Makassar
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol. 1, No. 2, (2013) 8 Fasilitas Wisata Kuliner di Pantai Losari Makassar Penulis : Irvan Kristianto Chandra dan Dosen Pembimbing : Ir. Handinoto., M. T. Program Studi Arsitektur,
2016, No Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5086); 4. Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2015 tentang Kementerian Perhubungan (Lembaran Ne
No.679, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENHUB. Sarana Perkeretaapian. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM. 54 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR SPESIFIKASI TEKNIS IDENTITAS SARANA
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1. Universitas Kristen Maranatha
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Transportasi menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Berbagai jenis transportasi yang ada sekarang sering dimanfaatkan untuk mengangkut barang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jakarta, selain sebagai pusat pemerintahan Indonesia, adalah pusat ekonomi dan sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya. Perkembangan ekonomi Jakarta menarik
BAB IV: KONSEP Konsep Dasar
BAB IV: KONSEP 4.1. Konsep Dasar Mengacu pada TOR sayembara, performance arsitektur diharapkan dapat tampil sebagai sebuah karya arsitektur yang mengandung kriteria: Mengangkat kearifan lokal / local genius
BANJAR BARU INTERNATIONAL CIRCUIT DENGAN PENEKANAN DESAIN HI-TECH
BANJAR BARU INTERNATIONAL CIRCUIT DENGAN PENEKANAN DESAIN HI-TECH Oleh : Bio Bhirawan, Edy Darmawan, Bambang Suyono Indonesia merupakan negara yang memiliki peminat khusus dalam dunia otomotif khusus nya
BAB V PROGRAM DASAR PERANCANGAN DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
BAB V PROGRAM DASAR PERANCANGAN DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR Program dasar perencanaan dan perancangan Pool Hall merupakan sebuah hasil dari kesimpulan menyeluruh dan berfungsi sebagai pemandu desain International
BAB IV PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG
BAB IV PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG A. PEMAHAMAN PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG Pengembangan Stasiun Pemalang merupakan suatu proses atau
BAB II: STUDI Pemahaman Terhadap Kerangka Acuan Kerja
BAB II: STUDI 2.1. Pemahaman Terhadap Kerangka Acuan Kerja Target perancangan yang telah dipelajari dari KAK adalah bagaimana desain gedung Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat ini dapat menjadi bangunan
KATA PENGANTAR. Semarang, April Penyusun. iii
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat limpahan rahmat-nya telah memberikan kemudahan dan kelancaran untuk kepada penulis untuk menyelesaikan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan
BAB IV: KONSEP Konsep Bangunan Terhadap Tema.
BAB IV: KONSEP 4.1. Konsep Bangunan Terhadap Tema Kawasan Manggarai, menurut rencana pemprov DKI Jakarta akan dijadikan sebagai kawasan perekonomian terpadu dengan berbagai kelengkapan fasilitas. Fasilitas
PERANCANGAN MUSEUM LOKOMOTIF DI SURABAYA ARTIKEL ILMIAH
PERANCANGAN MUSEUM LOKOMOTIF DI SURABAYA ARTIKEL ILMIAH Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik Disusun oleh : KAPINDRO HARI SASMITA NIM. 0810653048-65 KEMENTERIAN
BAB III ANALISA. Gambar 20 Fungsi bangunan sekitar lahan
BAB III ANALISA 3.1 Analisa Tapak 3.1.1 Batas Tapak Gambar 20 Fungsi bangunan sekitar lahan Batas-batas tapak antara lain sebelah barat merupakan JL.Jend.Sudirman dengan kondisi berupa perbedaan level
Skema 4.1 skema kajian konsep dan fungsi yang diajukan Sumber : penulis, 2016
BAB IV PEMECAHAN PERSOALAN DAN DESKRIPSI HASIL PERANCANGAN 4.1 Kajian Konsep dan Fungsi Bangunan yang diajukan Skema 4.1 skema kajian konsep dan fungsi yang diajukan Sumber : penulis, 2016 49 4.2 Re-defining
MARKAS PUSAT DINAS KEBAKARAN SEMARANG. Oleh : Sheila Arsitasiwi, Agung Dwiyanto,Budi Sudarwanto
MARKAS PUSAT DINAS KEBAKARAN SEMARANG Oleh : Sheila Arsitasiwi, Agung Dwiyanto,Budi Sudarwanto Kebakaran merupakan suatu fenomena yang sering terjadi dan menimbulkan kerugian yang besar baik fisik maupun
BAB V KONSEP PERANCANGAN
1 BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Konsep dasar perancangan ini adalah bangunan yang menyatu dengan alamnya/ keadaan sitenya. Contour as a part of building atau kontur sebagai bagian dari bangunan.
BAB I PENDAHULUAN. membuat Simulasi Perancangan Smart Temporary Bogie pada divisi Teknologi
1 BAB I PENDAHULUAN Pada bab satu ini penulis menjelaskan latar belakang mengapa penulis membuat Simulasi Perancangan Smart Temporary Bogie pada divisi Teknologi Produksi PT. INKA (Persero) Madiun, serta
BAB VI PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB VI PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 6.1 Program Perencanaan Di lihat dari kenyataan yang sudah ada beberapa permasalahan yang ada pada terminal bus Terminal Kabupaten Tegal Slawi sekarang
BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR STASIUN KERETA API TAMBUN BEKASI
BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR STASIUN KERETA API TAMBUN BEKASI 5.1 Konsep Dasar Perencanaan Berdasarkan dari uraian bab sebelumnya tentang analisis maka ditarik kesimpulan
BAB IV PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB IV PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 4. Program Perencanaan Didasari oleh beberapa permasalahan yang ada pada terminal bus Drs. Prajitno Muntilan sekarang ini, maka dibutuhkan suatu rencana
Company Profile. Kepercayaan Anda adalah Kunci Keberhasilan Kami
Company Profile Kepercayaan Anda adalah Kunci Keberhasilan Kami Contents Company Profile Vision and Mission Products Tools Contact Daftar isi 2 Profil Perusahaan 3 Visi dan Misi 4 Produk 8 Peralatan 11
BAB II DESKRIPSI PROYEK
BAB II DESKRIPSI PROYEK 2. 1. Deskripsi Umum Nama proyek : Bandung Automotif center Status : Proyek Fiktif Fungsi bangunan : Bangunan komersil bidang otomotif Sumber dana : Pemerintah daerah (BPD) Lokasi
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 1.1. Konsep Dasar Perencanaan Konsep perencanaan revitalisasi pasar merupakan kesimpulan dari analisis perencanaan revitalisasi pasar. Konsep perencanaan Revitalisasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Peran dan Karakteristik Moda Angkutan Kereta Api Nasional Penyelenggaraan perkeretaapian telah menujukkan peningkatan peran yang penting dalam menunjang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transportasi mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat pada segala aspek kehidupan. Sektor ekonomi, sosial, budaya, politik, dan pertahanan keamanan tidak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Peran dan Karakteristik Angkutan Kereta Api Nasional
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Peran dan Karakteristik Angkutan Kereta Api Nasional Peran kereta api dalam tataran transportasi nasional telah disebutkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 43 Tahun 2011
PASAR MODERN DAN TERMINAL (TIPE C) BRATANG
JURNAL edimensi ARISTEKTUR, No. 1 (2012) 1-7 1 PASAR MODERN DAN TERMINAL (TIPE C) BRATANG Stephanie Tantiono, Ir. Benny Poerbantanoe, MSP Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Mesin pemindah bahan merupakan salah satu peralatan mesin yang digunakan untuk memindahkan muatan dari lokasi pabrik, lokasi konstruksi, lokasi industri, tempat penyimpanan, pembongkaran
BAB VI LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB VI LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 6.1 Program Perancangan 6.1.1 Program 1. Kelompok Kendaraan Tabel 6.1 Kelompok Kendaraan Emplasement kedatangan Bus AKAP Bus AKDP Angkuta Angkudes Emplasement
GELANGGANG OLAHRAGA TIPE A, SEMARANG
BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1 Program Dasar Perencanaan 5.1.1 Program Ruang Berdasarkan analisa pada bab sebelumnya, maka diperoleh program ruang sebagai berikut. 1. Program
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL
14 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL 4.1 Metode Material Handling 4.1.1 Faktor Peralatan Material Handling yang digunakan Metode yang di gunakan untuk mengirim part dari part preparation ke Line Assembling Engine
2018, No Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 176, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5086), sebagaimana telah diubah dengan Perat
No.57, 2018 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENHUB. Lalu Lintas Kereta Api. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 121 Tahun 2017 TENTANG LALU LINTAS KERETA API DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB II TINJAUAN OBJEK
18 BAB II TINJAUAN OBJEK 2.1. Tinjauan Umum Stasiun Kereta Api Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 9 dan 43 Tahun 2011, perkeretaapian terdiri dari sarana dan prasarana, sumber daya manusia, norma,
Analisis Display Sinyal Kereta Api di Stasiun Langen
Analisis Display Sinyal Kereta Api di Stasiun Langen Anggo Hapsoro Pambudy 1, Yayan Harry Yadi 2, Wahyu Susihono 3 1, 2, 3 Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa [email protected]
PT TINOMASTEX YOGYAKARTA
PT TINOMASTEX YOGYAKARTA Tanggal Keterangan 2-Jan-88 PT BATIK KENCANA 3-Jan-88 PT BUSANA ADI 5-Jan-88 PT GAYA BUSANA 7-Jan-88 PT ASURANSI BUMI PERSADA 11-Jan-88 PT BATIK KENCANA 12-Jan-88 YAYASAN KASIH
TERMINAL BANDAR UDARA INTERNASIONAL DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU
TERMINAL BANDAR UDARA INTERNASIONAL DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU Binsar Siahaan Universitas Atmajaya Yogyakarta, Jl. Babarsari 44 Yogyakarta Abstrak: Daerah Istimewa Yogyakrta merupakan
BAB III TINJAUAN KAWASAN STASIUN KERETA API PASAR SENEN, JAKARTA PUSAT
BAB III TINJAUAN KAWASAN STASIUN KERETA API PASAR SENEN, JAKARTA PUSAT 3.1. Tinjauan Umum Kota Administrasi Jakarta Pusat 3.1.1. Kondisi Administrasi Potensi Jakarta Pusat secara administratif terdiri
Analisis Display Sinyal Kereta Api di Stasiun Langen
Analisis Display Sinyal Kereta Api di Stasiun Langen Anggo Hapsoro Pambudy 1, Yayan Harry Yadi 2, Wahyu Susihono 3 1, 2, 3 Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa [email protected]
PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG
KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur Universitas Sebelas
KEBUTUHAN BESARAN RUANG GEDUNG MUSEUM WAYANG
KEBUTUHAN BESARAN RUANG GEDUNG MUSEUM WAYANG KEGIATAN UTAMA / PAMERAN 1 Ruang studi koleksi 1 unit 60 2 Ruang Kurator Ruang Kurator 1 unit 60 Ruang Asisten 1 unit 4 Ruang Staf 4 unit 16 3 Ruang Konservasi
BAB 6 HASIL RANCANGAN. pemikiran mengenai sirkulasi angin kawasan serta pemaksimalan lahan sebagai
BAB 6 HASIL RANCANGAN 6.1. Rancangan Tapak Hasil akhir dari rancangan mengacu pada konsep yang telah ada. Dengan demikian rancangan yang dihasilkan tidak jauh berbeda dari konsep yang telah dibuat. Konsep
SITEPLAN & BLOKPLAN. (Berdasarkan Kelompok Kegiatan)
SITEPLAN & BLOKPLAN (Berdasarkan Kelompok Kegiatan) BLOKPLAN 9 0 6 KETERANGAN 5 4 5 7 2. PINTU MASUK KENDARAAN 2. PINTU MASUK/KELUAR PEJALAN KAKI 3. PINTU KELUAR KENDARAAN 4. LAPANGAN 5. AREA PENDIDIKAN
BAB V PROGRAM PERENCANAAN & PERANCANGAN KOLAM RENANG INDOOR UNDIP
BAB V PROGRAM PERENCANAAN & PERANCANGAN KOLAM RENANG INDOOR UNDIP 5.1 Dasar Pendekatan Kolam Renang Universitas Diponegoro merupakan kolam renang tipe C. Program perencanaannya berdasarkan pada tinjauan
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PERKERETAAPIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PERKERETAAPIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan
BAB IV KONSEP. 4.1 Ide Awal
BAB IV KONSEP 4.1 Ide Awal Kawasan Manggarai, menurut rencana pemprov DKI Jakarta akan dijadikan sebagai kawasan perekonomian yang baru dengan kelengkapan berbagai fasilitas. Fasilitas utama pada kawasan
REDESIGN OF REST AREA GAS STATION REMBANG PENEKANAN DESAIN EKOWISATA
REDESIGN OF REST AREA 43. 592. 01 GAS STATION REMBANG PENEKANAN DESAIN EKOWISATA Oleh : Hasliza Marshalita, Indriastjario, Budi Sudarwanto Transportasi merupakan suatu kebutuhan yang hampir setiap harinya
BAB III LANDASAN TEORI. A. Tipikal Tata Letak dan Panjang Efektif Jalur Stasiun
BAB III LANDASAN TEORI A. Tipikal Tata Letak dan Panjang Efektif Jalur Stasiun 1. Tipikal Tata Letak Jalur Stasiun Penentuan tata letak jalur kereta api harus selalu disesuaikan dengan jalur kereta api
BAB III ANALISIS. Gambar 15. Peta lokasi stasiun Gedebage. Sumber : BAPPEDA
BAB III ANALISIS 3.1 Analisis tapak Stasiun Gedebage terletak di Bandung Timur, di daerah pengembangan pusat primer baru Gedebage. Lahan ini terletak diantara terminal bis antar kota (terminal terpadu),
