MODUL TRAINING MICROCONTROLLER FOR BEGINER. Author : B.Arifianto S.T
|
|
|
- Widya Yuliana Muljana
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODUL TRAINING MICROCONTROLLER FOR BEGINER Author : B.Arifianto S.T [email protected] MAX-TRON 1
2 DAFTAR ISI DAFTAR ISI 1 BAB 1 : Introduction 2 BAB 2 : Input/Output 9 BAB 3 : Interrupt 20 BAB 4 : Analog to Digital Convertion BAB 5 : Timer/Counter.. 34 BAB 6 : Pulse Width Modulation (PWM). 42 BAB 7 : USART. 47 MAX-TRON 2
3 BAB 1 INTRODUCTION Pada level yang paling sederhana, komputer adalah mesin yang didesain untuk mengolah, menyimpan, dan mendapatkan kembali sebuah data. Data/informasi yang menjadi bagian operasi dari sebuah komputer adalah berupa angka. Semua operasi yang bisa dilakukan komputer seperti: web browsing, printing, dan image processing tidak lebih merupakan kegiatan menahan, memindahkan dan mengubah/memanipulasi angka angka. Sistem komputer dibagi menjadi dua kategori, yaitu: 1. Desktop komputer, mesin yang sering kita sebut sebagai komputer, komputer yang ada di pikiran kita. Desktop komputer bisa menjalankan beragam program dengan sistem yang diatur oleh suatu operating sistem (OS) seperti: Windows dan Linux. Dengan menjalankan aplikasi program yang berbeda, fungsi dari desktop komputer juga berubah. 2. Embedded komputer, komputer yang terintegrasi dengan sistem lain (ex: mekanika) dan digunakan untuk suatu fungsi tertentu. Seperti: microwave oven, DVD player, mainan, handphone dll. Embedded komputer pada umumnya didesain untuk satu aplikasi saja. Sistem komputer disusun dari banyak komponen, seperti: processor, memory, input/output peripheral dll. Berikut adalah gambar skema sistem komputer sederhana, Gambar 1.1: Sistem komputer sederhana MAX-TRON 3
4 PROCESSOR Processor/CPU (Central Processing Unit) adalah komponen dari suatu sistem komputer yang melakukan proses manipulasi dan pengolahan (eksekusi) data berdasarkan urutan instruksi dari memory. Instruksi yang dijalankan oleh processor disebut dengan opcodes atau machine-code. Opcodes merupakan bahasa mesin berupa angka-angka yang kadang sulit dimengerti oleh pengguna, untuk itu dibangun instruksi operasi processor dalam bahasa assembly yang disebut dengan mnemonic. Urutan dari kumpulan instruksi sebuah processor disebut dengan program. Program yang dijalankan processor bisa diubah sesuai dengan kebutuhan aplikasi, sehingga komputer bersifat programmable. MEMORY Memory merupakan komponen sistem komputer yang berfungsi untuk menyimpan data dan instruksi (program) yang dijalankan oleh processor. Ada beberapa jenis memory yang biasa digunakan oleh suatu sistem komputer, 1. RAM (Random Acces Memory), RAM adalah Working Memory pada sistem komputer, dimana CPU dapat menuliskan data untuk disimpan sementara. RAM bersifat volatile, yang berarti datanya akan hilang apabila catu daya dimatikan. 2. ROM (Read Only Memory), bersifat non volatile, yang berarti data tidak akan hilang meskipun catu daya dimatikan. Tujuan utama dari ROM adalah menyimpan kode/data yang dibutuhkan pada saat start up. PERANGKAT INPUT/OUTPUT Perangkat input/output atau peripheral i/o digunakan oleh processor untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Contoh pemakaian perangkat i/o adalah serial komunikasi pada keyboard, dan parallel komunikasi pada printer. Perangkat i/o merupakan piranti pengkondisi sinyal sebelum dapat diolah oleh processor atau setelah diolah processor sehingga dapat dikeluarkan berupa output data digital. Ada 3 cara input/output untuk berkomunikasi dengan processor, 1. Programmed i/o, processor mengirim dan menerima data pada i/o sesuai instruksi. 2. Interrupt-driven i/o, sinyal dari luar mengatur eksekusi instruksi processor. Sinyal luar akan menghentikan eksekusi program yang dijalankan saat itu, dan menjalankan fungsi program interrupt. 3. Direct Memory Acces (DMA), memungkinkan transfer data langsung antara peripheral i/o dan memory tanpa keterlibatan processor. Biasanya digunakan pada sistem yang membutuhkan transfer data cepat. MAX-TRON 4
5 MIKROKONTROLLER Mikrokontroller adalah piranti elektronik berupa IC (Integrated Circuit) yang memiliki kemampuan manipulasi data (informasi) berdasarkan suatu urutan instruksi (program) yang dibuat oleh programmer. Mikrokontroller merupakan contoh suatu sistem komputer sederhana yang masuk dalam kategori embedded komputer. Dalam sebuah struktur mikrokontroller akan kita temukan juga komponen-komponen seperti: processor, memory, clock dll. Gambar 1.2: contoh beberapa bentuk mikrokontroller ATMEL Kegiatan desain otomasi merupakan kegiatan memetakan sinyal input menjadi sinyal output berdasarkan suatu fungsi kontrol agar bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Sasaran dari pelatihan ini adalah peserta mampu menggunakan mikrokontroller untuk membangun sendiri suatu sistem otomasi atau embedded system. ATMEL AVR ATMEGA8535 Sebelum belajar lebih dalam tentang aplikasi mikrokontroller, ada baiknya kita bicarakan dulu tentang mikrokontroller yang kita gunakan. Pada pelatihan ini dipilih mikrokontroller jenis ATMEL AVR RISC dengan pertimbangan sebagai berikut: ATMEL AVR RISC memiliki fasilitas dan kefungsian yang lengkap dengan harga yang relatif murah. Kecepatan maksimum eksekusi instruksi mikrokontroller mencapai 16 MIPS (Million Instruction per Second), yang berarti hanya dibutuhkan 1 clock untuk 1 eksekusi instruksi. MAX-TRON 5
6 Konsumsi daya yang rendah jika dibandingkan dengan kecepatan eksekusi instruksi. Ketersediaan kompiler C (CV AVR) yang memudahkan user memprogram menggunakan bahasa C. Berikut tabel perbandingan kecepatan processor dan efisiensi eksekusi beberapa mikrokontroller, Tabel 1.1: perbandingan kecepatan processor dan efisiensi Dari tabel diatas dapat dilihat, ketika bekerja dengan kecepatan clock yang sama AVR 7 kali lebih cepat dibandingkan denga PIC16C74, 15 kali lebih cepat daripada 68 HC11, dan 28 kali lebih cepat dibanding Dari kemampuan dan fasilitas yang dimiliki, AVR RISC cocok dipilih sebagai mikrokontroller untuk membangun bermacam-macam aplikasi embedded sistem. Oleh karena itu, dalam pelatihan ini juga dipilih salah satu jenis AVR RISC sebagai dasar pelatihan yaitu ATMEGA Chip AVR ATMEGA8535 memiliki 40 pin kaki, berikut skema kaki AT MEGA8535, Gambar 1.3: skema mikrokontroller AVR RISC ATMEGA8535 MAX-TRON 6
7 ATMEGA8535 memiliki 4 buah port input/output 8 bit, yaitu PORTA, PORTB, PORTC, dan PORTD. Selain sebagai input/output masing masing port juga memiliki fungsi yang lain. PORTA dapat difungsikan sebagai ADC (Analog to Digital Converter), PORTB dapat difungsikan sebagai SPI (Serial Peripheral Interface) communication. Fungsi-fungsi yang lain dapat dilihat pada datasheet ATMEGA8535. PEMROGRAMAN ATMEL AVR Ada 2 cara untuk memprogram mikrokontroller ini, menggunakan software AVR assembler yang berbasis pada bahasa assembly, dan menggunakan software CV AVR (Code Vision AVR) yang berbasis pada bahasa C. Pada pelatihan ini akan digunakan cara yang kedua dengan pertimbangan kemudahan pembuatan program dari algoritma yang telah dibangun. Pelatihan ini tidak menitikberatkan penggunaan bahasa C pada CV AVR, tapi lebih pada cara dan aplikasi dari mikrokontroller. Untuk itu peserta diharapkan membaca sendiri petunjuk pemakaian software ini. Berikut tampilan utama CVAVR, Gambar 1.4: tampilan utama CV AVR MAX-TRON 7
8 Untuk dapat menyimpan program yang telah kita buat pada memory mikrokontroller dibutuhkan perangkat tambahan yang menghubungkan antara PC dan mikrokontroller. Perangkat interface ini disebut isp_dongle yang menghubungkan port parallel PC dan port SPI (Serial Peripheral Interface) mikrokontroller. Gambar 1.5: Isp dongle dan Skema rangkaiannya (dicopy dari buku bamec). Untuk memaksimalkan pemanfaatan fasilitas mikrokontroller MAX-TRON telah mengembangkan board dan peripheral pendukung yang dapat digunakan untuk membangun bermacam-macam aplikasi sistem digital. Salah satunya adalah Universal controller board M.B.3.2, board yang dilengkapi dengan komponen-komponen tambahan pendukung kerja mikrokontroller. Berikut data Universal board M.B.3.2, MAX-TRON 8
9 MAX-TRON M.B.3.2 Universal Controller Board Feature: High-performance, low power AVR ATMEGA bit mikrocontroller 4 bidirection port 8 channel ADC 2 channel servo motor controller 2 channel max-tron H-bridge controller Master/Slave SPI serial interface Serial USART interface Operating voltage 9 V 35 V PIN Description Gambar 1.6: skema pin universal board M.B.3.2 MAX-TRON 9
10 BAB 2 INPUT/OUTPUT Fasilitas input/output merupakan fungsi mikrokontroller untuk dapat menerima sinyal masukan (input) dan memberikan sinyal keluaran (output). Sinyal input maupun sinyal output adalah berupa data digital 1 (high, mewakili tegangan 5 volt) dan 0 (low, mewakili tegangan 0 volt). Mikrokontroller ATMEGA8535 memiliki 4 buah PORT 8 bit bidirectional yang dapat difungsikan sebagai PORT input maupun PORT output yaitu PORTA, PORTB, PORTC, dan PORT D. Register digunakan untuk mengatur fungsi dari pin-pin pada tiap port. Register dapat dianalogikan sebagai kumpulan switch on/off yang digunakan untuk mengaktifkan fungsi apa yang akan dipakai dari port mikrokontroller. Pada setiap port pin terdapat 3 buah register 8 bit: DDRxn, PORTxn, dan PINxn. Register DDRxn digunakan untuk menentukan arah dari pin yang bersangkutan. Jika DDRxn diberikan nilai 1 (high), maka pin digunakan sebagai output. Jika DDRxn diberikan nilai 0 (low), maka pin difungsikan sebagai input. Register PORTxn digunakan untuk mengaktifkan pull-up resistor (pada saat pin difungsikan sebagai input), dan memberikan nilai keluaran pin high/low (pada saat difungsikan sebagai output). Konfigurasi PORTxn dan DDRxn dapat dilihat pada tabel dibawah, Tabel 2.1: konfigurasi port pin Tri-state adalah kondisi diantara high dan low, atau biasa disebut dengan keadaan mengambang (floating). Kondisi tri-state sangat dihindari dalam dunia digital. Terlepas dari setting DDRxn, PINxn merupakan register yang berfungsi untuk mengetahui keadaan tiap-tiap pin pada mikrokontroller. Register ini sangat dibutuhkan untuk membaca keadaan pin pada saat difungsikan sebagai input. MAX-TRON 10
11 PERANGKAT KERAS Perangkat keras yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan aplikasi input/output adalah sebagai berikut: ATMEGA8535 universal board + isp_dongle. Gambar 2.1: ATMEGA8535 universal board Led Array (output indicator) Gambar 2.2: skema led output indicator (dicopy dari buku bamec). MAX-TRON 11
12 Push-button array (input signal) Gambar 2.3: skema input push-button (dicopy dari buku bamec). led array dan push-button array telah dibuat dalam 1 board input output-seperti pada gambar berikut, Gambar 2.4: MAX-TRON input/output board M.B.3.6 MAX-TRON 12
13 APLIKASI PRAKTIK Berikut adalah beberapa aplikasi praktik yang nantinya dapat lebih menjelaskan fungsi dan fasilitas input/output. Peserta diharapkan mengikuti petunjuk langkah demi langkah. APLIKASI 1: OUTPUT Setting Hardware: 1. Hubungkan PORTC universal board dengan led array (port OUTPUT pada input/outputboard) menggunakan kabel pita. 2. Hubungkan SPI port pada universal board dengan port parallel PC menggunakan downloader. 3. Hidupkan saklar power, led power pada universal board harus dalam keadaan nyala. Programming: 1. Buka CV AVR., pilih File->New->Project. 2. Klik YES ketika terdapat option untuk meggunakan codewizardavr. 3. Pilih chip yang akan digunakan ATMEGA8535 dengan harga clock 16 Mhz. MAX-TRON 13
14 4. Klik tab Ports, pilih tab Port C seperti pada gambar, ubah setting bit 0 bit 7 sebagai out. Hasil setting ini berpengaruh pada nilai register DDRxn, dan PORTxn. 5. Setting selesai, untuk mengenerate program pilih File >> Generate, Save, and Exit. 6. Buat direktori dengan nama io1. 7. Save file CV AVR dengan nama io1.cwp pada direktori io1. 8. Save file.c dengan nama io1.c pada direktori io1. 9. Save file project dengan nama io1.prj pada direktori io1. Project Setting 1. Terlihat pada tampilan CV AVR kode yang telah digenerate. Konfigurasi project dengan memilih menu project >> configure. 2. Pilih tab after make, aktifkan program the chip. Terlihat tampilan seperti pada gambar dibawah, MAX-TRON 14
15 setting ini akan membantu kita mengotomasi untuk langsung memrogram chip ketika kita selesai Make Project File. Listing Program 1. Sekarang perhatikan kode bahasa C pada bagian setting register DDRxn, dan PORTxn, tampak sebagai berikut, DDRC = 0xFF yang berarti 8 bit port C difungsikan sebagai output. PORTC = 0x00 berarti nilai awalan output adalah 0(low). 2. Nilai register PORTC diatas adalah nilai awalan pada saat mikrokontroller start-up, kita bisa mengubah nilai output port C dengan mengubah nilai register PORTC pada looping while. MAX-TRON 15
16 PORTC = 0xCD, nilai output port C adalah CD dalam bentuk hexa atau dalam bentuk biner. 3. Program chip dengan memilih menu Project >> Make atau dengan menekan shift + F9. Jika pada kode masih terdapat kesalahan/error akan terlihat pada message. 4. Klik Program, jika ada kesalahan periksa kembali setting hardware. 5. Perhatikan led array, lampu led akan menyala jika diurut dari Port7- Port0. 6. Ulangi langkah 2 sampai 6 dengan memberikan nilai PORTC yang berbeda beda pada looping while. Perhatikan perubahan nyala led pada led array. MAX-TRON 16
17 APLIKASI 2: INPUT Setting hardware: 1. Hubungkan PORTC universal board dengan led array (port OUTPUT pada input/output board ) menggunakan kabel pita. 2. Hubungkan PORTB universal board dengan push button array (port INPUT pada input/output board ) menggunakan kabel pita. 3. Hubungkan SPI port pada universal board dengan port parallel PC menggunakan downloader. 4. Hidupkan saklar power, led power pada universal board harus dalam keadaan nyala. Programming: 1. Buka CV AVR., pilih File->New->Project. 2. Klik YES ketika terdapat option untuk meggunakan codewizardavr. 3. Pilih chip yang akan digunakan ATMEGA8535 dengan harga clock 16 Mhz. 4. Setting port C sebagai output (out). 5. Setting port B sebagai Input (in) dan aktifkan pull-up resistor. (lihat gambar) 6. Setting selesai, untuk mengenerate program pilih File >> Generate, Save, and Exit. 7. Buat direktori dengan nama io2. 8. Save file CV AVR dengan nama io2.cwp pada direktori io2. MAX-TRON 17
18 9. Save file.c dengan nama io2.c pada direktori io Save file project dengan nama io2.prj pada direktori io2. Project Setting 1. Terlihat pada tampilan CV AVR kode yang telah digenerate. Konfigurasi project dengan memilih menu project >> configure. 2. Pilih tab after make, aktifkan program the chip. setting ini akan membantu kita mengotomasi untuk langsung memrogram chip ketika kita selesai Make Project File. MAX-TRON 18
19 Listing Program 1. Perhatikan setting register port B dan port C. Port B difungsikan sebagai input (DDRB = 0x00) dengan 8 bit pull-up resistor diaktifkan (PORTB=0xFF). Port C difungsikan sebagai output (DDRC=0xFF) dengan nilai awalan pada tiap bit 1 (high). 2. Pada listing kode diatas kita telah men-set port B sebagai input dengan pull-up resistor dan port C sebagai output. Untuk dapat menunjukkan funggsi input mikrokontroller tambahkan listing kode berikut pada bagian looping while. maksud dari listing program diatas adalah kita menscan register PINB terus menerus dari PINB.0 PINB.7. Perhatikan bahwa untuk membaca perubahan keadaan input dari push-button dibaca pada register PINxn bukan pada register PORTxn maupun DDRxn. MAX-TRON 19
20 3. Program chip dengan memilih menu project >> make atau dengan menekan shift + F9. Jika pada kode masih terdapat kesalahan/error akan terlihat pada message. 4. Klik Program, jika ada kesalahan periksa kembali setting hardware. 5. Jika langkah langkah diatas telah dilakukan dengan benar, maka led pada port C akan menyala sesuai dengan push-button yang ditekan pada port B. EXERCISE Buatlah program aplikasi agar lampu led pada input/output-board menyala berkelap kelip dengan selang waktu tertentu. Gunakan pengarah preprocessor delay.h dengan mengetikkan #include<delay.h>. MAX-TRON 20
21 BAB 3 INTERRUPT Interrupt adalah fasilitas mikrokontroller untuk menyela suatu program yang sedang berjalan. Interrupt dapat dianalogikan sebagai hak untuk menyela pada suatu rapat. Dari sekian banyak peserta rapat hanya 21 orang yang diberi hak untuk menyela. Jika terdapat 2 atau lebih orang yang menyela, maka orang dengan prioritas paling tinggi yang diperbolehkan bicara. Pada ATMEGA8535 terdapat 21 fasilitas interrupt dengan prioritas seperti pada tabel berikut. Tabel 3.1: prioritas interrupt ATMEGA8535 Dalam bab ini peserta akan diperkenalkan dengan fasilitas eksternal interrupt mikrokontroller INT0 dan INT1. Fasilitas ini sangat penting karena menempati urutan kedua dan ketiga setelah RESET. Register register yang perlu disetting untuk menggunakan fasilitas interrupt adalah MCUCR, MCUSR, GICR, dan GIFR. MAX-TRON 21
22 PERANGKAT KERAS Untuk mendemonstrasikan fasilitas interrupt perangkat keras yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: ATMEGA8535 universal board + isp_dongle (mengacu pada bab 3). Input/output-board (led array) (mengacu pada bab 3). Push-button. Gambar 3.1: push button APLIKASI PRAKTIK Setting hardware 1. Hubungkan salah satu kaki push-button pada PORTD.2 dan PORTD.3, dan kaki lainnya pada ground. 2. Hubungkan PORTB universal board dengan port OUTPUT pada input/output board ( led array). 3. Hubungkan SPI port pada universal board dengan port parallel PC menggunakan downloader. 4. Hidupkan saklar power, led power pada universal board harus dalam keadaan nyala. Programming: 1. Buka CV AVR., pilih File->New->Project. 2. Klik YES ketika terdapat option untuk meggunakan codewizardavr. 3. Pilih chip yang akan digunakan ATMEGA8535 dengan harga clock 16 Mhz. 4. Setting port B sebagai output (out). MAX-TRON 22
23 5. Setting PORTD.2 dan PORTD.3 sebagai input(in) dan aktifkan pull-up resistor. MAX-TRON 23
24 6. Setting External IRQ, Klik tab External IRQ Enable-kan INT0 dan INT1 dan gunakan mode yang berbeda yaitu low level untuk INT0 dan Falling edge untuk INT1. 7. Setting selesai, untuk mengenerate program pilih File >> Generate, Save, and Exit. 8. Buat direktori dengan nama int. 9. Save file CV AVR dengan nama int.cwp pada direktori int. 10. Save file.c dengan nama int.c pada direktori int. 11. Save file project dengan nama int.prj pada direktori int. Project Setting 1. Terlihat pada tampilan CV AVR kode yang telah egenerate. Konfigurasi project dengan memilih menu project >> configure. 2. Pilih tab after make, aktifkan program the chip. MAX-TRON 24
25 Listing Program 1. Perhatikan setting register port B dan port D. Kita telah men-set port B sebagai output, PORTD.2 dan PORTD.3 sebagai input dengan pull-up resistor. 2. Perhatikan setting bagian external interrupt, terlihat register yang mempengaruhi, yaitu GICR, MCUCR, MCUCSR, dan GIFR. MAX-TRON 25
26 3. Perintah diatas hanya berfungsi untuk setting external interrupt saja, untuk mengaktifkannya kita perlu perintah ( sei ). Perintah ini tidak hanya mengaktifkan external interrupt saja tetapi juga internal interrupt seperti timer overflow interrupt. Perintah ini dapat dieksekusi dengan bahasa assembly, yaitu: 4. Pada pengarah preprosesor tambahkan header baru dengan mengetik #include<delay.h>. Pada header ini ada 2 fungsi penting yaitu delay_ms() dan delay_us(). 5. Sekarang kita coba untuk mendeklarasikan variable bertipe unsigned char. Pemilihan unsigned char berdasarkan bahwa variable ini digunakan untuk register 8 bit. Pendeklarasian variable diletakkan dibawah pengarah preprosesor seperti pada gambar. Setelah variable dideklarasikan maka variable diberikan nilai awalan yang nantinya digunakan pada saat start-up. Pemberian nilai awalan dilakukan didalam fungsi main 6. Pada bab ini kita akan coba membuat fungsi. Tujuan membuat fungsi adalah untuk lebih menyederhanakan program serta mempermudah keterbacaan program. Ada tiga buah fungsi yang dibuat pada program ini, yaitu: led_off, led_blink, dan led_walk. Fungsi fungsi tersebut ditulis dibawah pengarah preprosessor seperti pada gambar. MAX-TRON 26
27 7. Fungsi external interrupt dieksekusi apabila pin external interrupt INT0 dan INT1 berubah kondisi (Low Level pada INT0 dan Falling Edge pada INT1). Pada saat external interrupt tereksekusi, maka mikrokontroller akan memanggil fungsi yang berada didalamnya, seperti pada gambar, fungsi led_off akan dijalankan saat INT0 tereksekusi fungsi led_blink akan dijalankan saat INT1 tereksekusi MAX-TRON 27
28 jika pin external interrupt tidak mengalami perubahan kondisi (tidal dieksekusi), mikrokontroller akan menjalankan program pada looping while. 8. Program chip dengan memilih menu project >> make atau dengan menekan shift + F9. Jika pada kode masih terdapat kesalahan/error akan terlihat pada message. 9. Klik Program, jika ada kesalahan periksa kembali setting hardware. 10. Jika langlah langkah diatas telah benar, maka pada input/output-board led akan berjalan kekiri jika tidak ada yang meng-interrupt-nya. Jika INT0 ditekan seluruh led akan mati. Jika INT1 ditekan led akan berkedip beberapa kali. 11. Perhatikan perbedaan trigger antara low level dan falling edge pada output led. MAX-TRON 28
29 EXERCISE Buatlah program aplikasi interrupt dengan menggunakan mode trigger lainnya (rising edge dan any change). Perhatikan perbedaan masing masing mode trigger. MAX-TRON 29
30 BAB 4 ADC (Analog to Digital Convertion) ADC (Analog to Digital Converter) adalah salah satu fasilitas mikrokontroller ATMEGA8535 yang berfungsi untuk mengubah data analog menjadi data digital. ADC memiliki 2 karakter prinsip, yaitu kecepatan sampling dan resolusi. Kecepatan sampling suatu ADC menyatakan seberapa sering sinyal analog dikonversikan ke bentuk sinyal digital pada selang waktu tertentu. Kecepatan sampling biasanya dinyatakan dalam sample per second (SPS). Gambar 4.1: ADC dengan kecepatan sampling rendah dan kecepatan sampling tinggi Resolusi ADC menentukan ketelitian nilai hasil konversi ADC. Sebagai contoh: ADC 8 bit akan memiliki output 8 bit data digital, ini berarti sinyal input dapat dinyatakan dalam 255 (2 n 1) nilai diskrit. ADC 12 bit memiliki 12 bit output data digital, ini berarti sinyal input dapat dinyatakan dalam 4096 nilai diskrit. Dari contoh diatas ADC 12 bit akan memberikan ketelitian nilai hasil konversi yang jauh lebih baik daripada ADC 8 bit. Prinsip kerja ADC adalah mengkonversi sinyal analog ke dalam bentuk besaran yang merupakan rasio perbandingan sinyal input dan tegangan referensi. Sebagai contoh, bila tegangan referensi 5 volt, tegangan input 3 volt, rasio input terhadap referensi adalah 60%. Jadi, jika menggunakan ADC 8 bit dengan skala maksimum 255, akan didapatkan sinyal digital sebesar 60% x 255 = 153 (bentuk decimal) atau (bentuk biner). MAX-TRON 30
31 ADC pada ATMEGA8535 adalah jenis 10 bit successive approximation dengan tegangan referensi maksimum 5 volt. Pada universal board M.B.3.2 tegangan referensi dibuat fix tidak dapat diubah yaitu 5 volt yang diambil dari tegangan sumber (Vcc). Register-register yang harus di setting adalah ADMUX, ADCSRA, dan SFIOR. PERANGKAT KERAS Perangkat keras yang dibutuhkan untuk aplikasi ADC adalah sebagai berikut: ATMEGA8535 universal board + isp_dongle (mengacu pada bab 3). Input/output board M.B.3.6 (led array) (mengacu pada bab 3). Potensiometer. APLIKASI PRAKTIK Setting hardware 1. Hubungkan kaki tengah potensiometer pada channel 1 port A (PORTA.0), dua kaki lainnya pada ground dan Vcc. 2. Hubungkan PORTB universal board dengan port OUTPUT pada input/output board ( led array). 3. Hubungkan SPI port pada universal board dengan port parallel PC menggunakan downloader. 4. Hidupkan saklar power, led power pada universal board harus dalam keadaan nyala. Programming: 1. Buka CV AVR., pilih File->New->Project. 2. Klik YES ketika terdapat option untuk meggunakan codewizardavr. 3. Pilih chip yang akan digunakan ATMEGA8535 dengan harga clock 16 Mhz. 4. Setting port B sebagai output (out). 5. Setting port A sebagai ADC, klik tab ADC kemudian setting seperti pada gambar. 6. Setting selesai, untuk mengenerate program pilih File >> Generate, Save, and Exit. 7. Buat direktori dengan nama adc. MAX-TRON 31
32 8. Save file CV AVR dengan nama adc pada direktori adc. 9. Save file.c dengan nama adc.c pada direktori adc. 10. Save file project dengan nama adc.prj pada direktori adc. Project Setting 1. Terlihat pada tampilan CV AVR kode yang telah digenerate. Konfigurasi project dengan memilih menu project >> configure. 2. Pilih tab after make, aktifkan program the chip. MAX-TRON 32
33 Listing Program 1. Perhatikan setting register port B. Kita telah men-set port B sebagai output. 2. Perhatikan bagian listing kode ADC terlihat setting register-register yang mempengaruhi, yaitu ADMUX, ADCSRA, SFIOR. 3. Sekarang kita mendeklarasikan variable unsigned char didalam fungsi main. Dipilih unsigned char karena tadi pada saat setting ADC (langkah ke 5) kita meng-enable-kan box use 8 bit, yang berarti kita memilih ADC 8 bit. Berikut pendeklarasian variabelnya, 4. Nilai hasil konversi ADC ditempatkan dengan nama variable adc_data[n]. Berikut listing kode untuk mendapatkan nilai hasil konversi ADC dan menampilkannya pada 8 bit output port B. 5. Program chip dengan memilih menu project >> make atau dengan menekan shift + F9. Jika pada kode masih terdapat kesalahan/error akan terlihat pada message. MAX-TRON 33
34 6. Klik Program, jika ada kesalahan periksa kembali setting hardware. 7. Putar putar potensiometer, jika langkah langkah diatas telah benar output pada led array akan menunjukkan nilai dari ADC. EXERCISE Putar potensiometer pada posisi tertentu, lakukan perhitungan nilai hasil pembacaan ADC. Bandingkan nilai hasil perhitungan dengan tegangan potensiometer yang dibaca dengan menggunakan multitester. MAX-TRON 34
35 BAB 5 TIMER/COUNTER Timer dan counter adalah dua fasilitas yang memiliki perangkat yang sama, seperti halnya register penampungnya (TCNTx). Ketika difungsikan sebagai timer, maka register penampung tersebut berisikan jumlah waktu yang terlampaui tiap selang waktu tertentu. Besar selang waktu tersebut dapat disetting sesuai dengan kebutuhan. Jika dipakai sebagai counter, maka register penampung tersebut digunakan untuk menyimpan data hasil perhitungan terakhir. Saat difungsikan sebagai counter, maka masuk melewati pin TO dan T1. Register untuk mengatur kapan timer difungsikan sebagai timer dan kapan sebagai counter adalah TCCRx. ATMEGA8535 memiliki fasilitas 3 buah timer/counter yaitu timer/counter0 8 bit, timer/counter1 16 bit, dan timer/counter2 8 bit. 8 bit dan 16 bit adalah jumlah data yang bisa ditampung pada register penampungnya. Pada bab ini akan didemonstrasikan 2 aplikasi praktik, dengan tujuan peserta bisa membedakan fungsi dari timer dan counter pada mikrokontroller. PERANGKAT KERAS Perangkat keras yang dibutuhkan untuk aplikasi timer adalah sebagai berikut: ATMEGA8535 universal board + isp_dongle (mengacu pada bab 3). Input/output-board M.B.3.6. (mengacu pada bab 3). APLIKASI PRAKTIK APLIKASI 1: TIMER Setting hardware 1. Hubungkan PORTC universal board dengan port OUTPUT pada input/output board (led array). 2. Hubungkan SPI port pada universal board dengan port parallel PC menggunakan downloader. 3. Hidupkan saklar power, led power pada universal board harus dalam keadaan nyala. MAX-TRON 35
36 Programming: 1. Buka CV AVR., pilih File->New->Project. 2. Klik YES ketika terdapat option untuk meggunakan codewizardavr. 3. Pilih chip yang akan digunakan ATMEGA8535 dengan harga clock 16 Mhz. 4. Setting port C sebagai output (out). 5. Klik tab Timers, pilih tab timer1 kemudian setting seperti pada gambar. 6. Setting selesai, untuk mengenerate program pilih File >> Generate, Save, and Exit. 7. Buat direktori dengan nama timer. 8. Save file CV AVR dengan nama timer pada direktori timer. 9. Save file.c dengan nama timer.c pada direktori timer. 10. Save file project dengan nama timer.prj pada direktori timer. Project Setting 1. Terlihat pada tampilan CV AVR kode yang telah digenerate. Konfigurasi project dengan memilih menu project >> configure. 2. Pilih tab after make, aktifkan program the chip. MAX-TRON 36
37 Listing Program 1. Kita telah menyetting port C sebagai output, dengan nilai awal 0 (low). 2. Sekarang perhatikan bagian timer/counter0 initialization. pada listing diatas terlihat register register yang mempengaruhi. TCNT1H dan TCNT1L adalah register untuk menampung jumlah hitungan waktu. MAX-TRON 37
38 3. Pada bab ini kita akan coba membuat program dimana nilai pada port C, yang dinyatakan dengan led pada input/output board, akan bertambah apabila timer1 overflow. Sekarang perhatikan fungsi interrupt timer1_ovf_isr(), fungsi ini akan dieksekusi apabila timer1 overflow (ingat fungsi dasar interrupt!!). Tambahkan listing kode seperti berikut, overflow adalah kondisi dimana nilai register maksimum. (kondisi register FFFF atau 65535) 4. Pada listing program diatas TCNT1H dan TCNT1L merupakan register 8 bit yang digabung menjadi 16 bit. TCNT1H dan TCNT1L menyatakan nilai awalan dimana hitungan mulai dilakukan. 5. Harga nilai awalan timer adalah 159F (bentuk bilangan hexa) atau 5535 (dalam bentuk desimal). Timer1 akan overflow jika hitungan telah mencapai FFFF(hexa)/65535(biner). 6. Program chip dengan memilih menu project >> make atau dengan menekan shift + F9. Jika pada kode masih terdapat kesalahan/error akan terlihat pada message. 7. Klik Program, jika ada kesalahan periksa kembali setting hardware. 8. Perhatikan nyala lampu pada input/output-board. Nilai port C akan bertambah terus jika timer1 overflow. MAX-TRON 38
39 APLIKASI 2: COUNTER Setting hardware 1. Hubungkan PORTC universal board dengan port OUTPUT pada input/output board (led array). 2. Hubungkan PORTB universal board dengan port INPUT pada input/output board (pushbutton array). 3. Hubungkan SPI port pada universal board dengan port parallel PC menggunakan downloader. 4. Hidupkan saklar power, led power pada universal board harus dalam keadaan nyala. Programming: 1. Buka CV AVR., pilih File->New->Project. 2. Klik YES ketika terdapat option untuk meggunakan codewizardavr. 3. Pilih chip yang akan digunakan ATMEGA8535 dengan harga clock 16 Mhz. 4. Setting port C sebagai output (out), PORTB.1 sebagai input (in) dengan pull-up resistor. MAX-TRON 39
40 5. Klik tab Timers, pilih tab timer1 kemudian setting seperti pada gambar. 6. Setting selesai, untuk mengenerate program pilih File >> Generate, Save, and Exit. 7. Buat direktori dengan nama counter. 8. Save file CV AVR dengan nama counter pada direktori counter. 9. Save file.c dengan nama counter.c pada direktori counter. 10. Save file project dengan nama conter.prj pada direktori counter. Project Setting 1. Terlihat pada tampilan CV AVR kode yang telah digenerate. Konfigurasi project dengan memilih menu project >> configure. 2. Pilih tab after make, aktifkan program the chip.. MAX-TRON 40
41 Listing Program 1. Kita telah menyetting port C sebagai output, dengan nilai awal 0 (low), dan PORTB.1(T1) sebagai input dengan pull-up resistor. 2. Sekarang perhatikan bagian timer/counter0 initialization. register penampung TCNT1H dan TCNT1L diberikan nilai awalan FFFA (hexa) atau (decimal). Ini berarti untuk mencapai overflow (kondisi register FFFF atau 65535) register hanya membutuhkan 5 hitungan. 3. Perhatikan bagian fungsi interrupt timer1_ovf_isr(), dapat dilihat nilai awalan register penampung. Interrupt akan dijalankan jika pin T1 mengalami perubahan kondisi dengan mode rising edge sebanyak 5 kali. Tambahkan listing kode seperti dibawah. MAX-TRON 41
42 4. Program chip dengan memilih menu project >> make atau dengan menekan shift + F9. Jika pada kode masih terdapat kesalahan/error akan terlihat pada message. 5. Klik Program the chip, jika ada kesalahan periksa kembali setting hardware. 6. Tekan push-button chanel 1 sebanyak 5 kali, perhatikan perubahan nyala lampu pada led array input/output-board. EXERCISE Buatlah program aplikasi counter dengan mode trigger yang berbeda (falling edge). Coba gunakan timer/counter0 dengan mode dan hitungan yang berbeda beda. MAX-TRON 42
43 BAB 6 PWM (Pulse Width Modulation) PWM (Pulse Width Modulation) adalah teknik mendapatkan efek sinyal analog dari sebuah sinyal digital yang terputus-putus. PWM dapat dibangkitkan hanya dengan menggunakan digital i/o yang difungsikan sebagai output. Gambar 6.1: contoh PWM dengan duty cycle 50% Pada contoh gelombang diatas, perbandingan waktu antara sinyal high (1) dan sinyal low (0) adalah sama. Gelombang diatas dikatakan memiliki duty cycle 50%. Duty cycle adalah perbandingan antara lebar sinyal high (1) dengan lebar keseluruhan siklus (cycle). Jika amplitudo gelombang PWM adalah 5 volt, maka tegangan rata rata (seolah olah analog) yang kita dapatkan adalah 2,5 volt. Berikut contoh gelombang PWM dengan duty cycle 10%, jika amplitudo gelombang 5 volt maka akan didapatkan tegangan rata rata analog 0,5 volt. Gambar 6.2: contoh PWM dengan duty cycle 10% Pada ATMEGA8535 ada 2 cara membangkitkan PWM, yang pertama PWM dapat dibangkitkan dari port input/outputnya yang difungsikan sebagai output. Yang kedua adalah dengan memanfaatkan fasilitas PWM dari fungsi timer/counter yang telah disediakan. Dengan adanya fasilitas ini proses pengaturan waktu high/low sinyal digital tidak akan mengganggu urutan program lain yang sedang dieksekusi oleh processor. Selain itu, dengan menggunakan fasilitas ini kita tinggal memasukkan berapa porsi periode waktu on dan off gelombang PWM pada sebuah register. OCR1A, OCR1B dan OCR2 adalah register tempat mengatur duty cycle PWM. Pada bab ini akan diperagakan bagaimana cara mendapatkan sinyal analog dari sebuah sinyal digital dengan menggunakan teknik PWM. MAX-TRON 43
44 PERANGKAT KERAS Perangkat keras yang dibutuhkan untuk aplikasi PWM adalah sebagai berikut: ATMEGA8535 universal board + isp_dongle (mengacu pada bab 3). Single conector. Input/output-board. APLIKASI PRAKTIK Setting hardware 1. Hubungkan PORTD.4 dan PORTD.5 pada port OUTPUT input/output-board menggunakan single conector. 2. Hubungkan SPI port pada universal board dengan port parallel PC menggunakan downloader. 3. Hidupkan saklar power, led power pada universal board harus dalam keadaan nyala. Programming: 1. Buka CV AVR., pilih File->New->Project. 2. Klik YES ketika terdapat option untuk meggunakan codewizardavr. 3. Pilih chip yang akan digunakan ATMEGA8535 dengan harga clock 16 Mhz. 4. Setting PORTD.4 (OC1B) dan PORTD.5 (OC1A) sebagai output (out). MAX-TRON 44
45 5. Klik tab Timers, pilih tab timer1 kemudian setting seperti pada gambar. Perhatikan setting mode non-inverted pada out A dan mode inverted pada out B. 6. Setting selesai, untuk mengenerate program pilih File >> Generate, Save, and Exit. 7. Buat direktori dengan nama pwm. 8. Save file CV AVR dengan nama pwm pada direktori pwm. 9. Save file.c dengan nama pwm.c pada direktori pwm. 10. Save file project dengan nama pwm.prj pada direktori pwm. Project Setting 1. Terlihat pada tampilan CV AVR kode yang telah digenerate. Konfigurasi project dengan memilih menu project >> configure. 2. Pilih tab after make, aktifkan program the chip. MAX-TRON 45
46 Listing Program 1. Kita telah menyetting PORTD.4 dan PORTD.5 sebagai output, dengan nilai awal 0 (low). 2. Perhatikan register yang mempengaruhi, sama seperti register pada timer/counter pada bab Untuk mengatur porsi on dan off kita berikan nilai pada register OCR1A dan OCR1B pada looping while. Nilai maksimum dari OCR1A dan OCR1B adalah 1023 (10bit) seperti pada setting kita sebelumnya (langkah 5). Tuliskan listing kode seperti dibawah, 4. Kita telah memberikan nilai 800 pada OCR1A dan 800 pada OCR1B (skala 1023). MAX-TRON 46
47 5. Program chip dengan memilih menu project >> make atau dengan menekan shift + F9. Jika pada kode masih terdapat kesalahan/error akan terlihat pada message. 6. Klik Program the chip, jika ada kesalahan periksa kembali setting hardware. 7. Amati nyala lampu pada input/output-board. 8. Ulangi dengan memberikan nilai OCR1A dan OCR1B yang berbeda beda. EXERCISE Buatlah program aplikasi PWM untuk mengendalikan arah dan kecepatan putaran motor listrik DC. Gunakan motor Kontrol MAX-TRON H-bridge M.B.4.3. MAX-TRON 47
48 BAB 7 USART (Universal Synchronous and Asynchronous Serial Receiver and Transmitter) Untuk dapat berhubungan dengan piranti lain (ex: mikrokontroller - komputer, mikrokontroller-mikrokontroller dll), mikrokontroller dilengkapi dengan fasilitas komunikasi. Ada 2 jenis fasilitas komunikasi yang dikenal, yaitu komunikasi parallel dan komunikasi serial. Sesuai dengan namanya pada komunikasi parallel transfer data dilakukan secara serempak/bersamaan, sedangkan pada komunikasi serial data dikirim secara bergantian. Komunikasi secara parallel memiliki kelebihan pada kecepatan transfer data, tetapi kualitas suatu komunikasi tidak hanya ditentukan oleh kecepatannya saja, ada faktor lain yang perlu diperhatikan yaitu jarak dan ke-praktis-an. Komunikasi parallel memerlukan jalur data yang lebih banyak, yang berarti pengkabelan (wiring) juga akan semakin banyak. Pada komunikasi serial biasanya hanya dibutuhkan 2 sampai 3 kabel saja, jadi bisa dikatakan komunikasi serial lebih praktis dibanding parallel apalagi jika komunikasi dilakukan dengan jarak yang jauh. Agar komunikasi serial dapat berjalan dengan baik dibutuhkan suatu protocol/aturan komunikasi. Pada ATMEGA8535 terdapat beberapa protocol komunikasi serial, yaitu : USART, SPI, dan I2C. Bab ini akan membahas protocol komunikasi USART, serta mempraktikkan komunikasi antar dua buah mikrokontroller. Dengan menggunakan protocol USART ada 2 jenis mode komunikasi, yaitu : Sinkron, dan asinkron. Pada mode sinkron, mikrokontroller dan peripheral yang berkomunikasi akan menggunakan clock/detak kerja yang sama, sedangkan pada mode asinkron mikrokontroller dan peripheral bisa bekerja pada clock-nya masing-masing. PERANGKAT KERAS Perangkat keras yang dibutuhkan untuk aplikasi ADC adalah sebagai berikut: ATMEGA8535 universal board + isp_dongle (mengacu pada bab 3). Input/output-board. Kabel USART. MAX-TRON 48
49 APLIKASI PRAKTIK Pada aplikasi ini akan didemokan komunikasi USART antara mikrokontroller satu peserta dengan peserta lainnya. Setting hardware 1. Hubungkan SPI port pada universal board dengan port parallel PC menggunakan downloader. 2. Hubungkan USART kabel pada USART port universal board. 3. Hidupkan saklar power, led power pada universal board harus dalam keadaan nyala. Programming: 1. Buka CV AVR., pilih File->New->Project. 2. Klik YES ketika terdapat option untuk meggunakan codewizardavr. 3. Pilih chip yang akan digunakan ATMEGA8535 dengan harga clock 16 Mhz. 4. Klik tab port, setting PORTC sebagai input dan PORTB sebagai OUTPUT. 5. Klik tab USART, setting seperti gambar dibawah. MAX-TRON 49
50 6. Setting selesai, untuk mengenerate program pilih File >> Generate, Save, and Exit. 7. Buat direktori dengan nama usart. 8. Save file CV AVR dengan nama usart pada direktori usart. 9. Save file.c dengan nama usart.c pada direktori usart. 10. Save file project dengan nama usart.prj pada direktori usart. Project Setting 1. Terlihat pada tampilan CV AVR kode yang telah digenerate. Konfigurasi project dengan memilih menu project >> configure. 2. Pilih tab after make, aktifkan program the chip. Listing Program 1. Perhatikan bagian atas program, pengarah preprocessor stdio.h telah ditambahkan secara otomatis oleh codevisionwizard. MAX-TRON 50
51 2. Perhatikan setting register DDRB, DDRC, dan PORTB. Kita telah menyetting PORTB sebagai output dan PORTC sebagai input dengan pull up resistor. 3. Berikut adalah setting register-register yang mempengaruhi, 4. Kita akan membuat program agar informasi/data dari input mikrokontroller satu peserta dapat ditangkap oleh mikrokontroller peserta lain dan ditampilkan pada input/output board. Kita awali dengan mendeklarasikan variable yang akan digunakan pada fungsi main, 5. Untuk peserta A tambahkan listing kode berikut pada looping while, MAX-TRON 51
52 6. Untuk peserta B tambahkan listing kode berikut pada looping while, 7. Program chip dengan memilih menu project >> make atau dengan menekan shift + F9. Jika pada kode masih terdapat kesalahan/error akan terlihat pada message. 8. Klik Program the chip, jika ada kesalahan periksa kembali setting hardware. 9. Jika anda peserta A, tekan push-button pada input/output, tanyakan perubahan nyala led pada input/output-board partner anda. 10. Jika anda peserta B, amati perubahan nyala led hasil input dari partner anda. MAX-TRON 52
MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535
MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535 Dwisnanto Putro, S.T., M.Eng. MIKROKONTROLER AVR Jenis Mikrokontroler AVR dan spesifikasinya Flash adalah suatu jenis Read Only Memory yang biasanya diisi dengan program
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan Alat Pengaduk Adonan Kue ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan-permasalahan tersebut antara
MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535
MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535 Dwisnanto Putro, S.T., M.Eng. MIKROKONTROLER AVR Mikrokontroler AVR merupakan salah satu jenis arsitektur mikrokontroler yang menjadi andalan Atmel. Arsitektur ini dirancang
Sistem Minimum Mikrokontroler. TTH2D3 Mikroprosesor
Sistem Minimum Mikrokontroler TTH2D3 Mikroprosesor MIKROKONTROLER AVR Mikrokontroler AVR merupakan salah satu jenis arsitektur mikrokontroler yang menjadi andalan Atmel. Arsitektur ini dirancang memiliki
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4.1 Tujuan Tujuan dari pengujian alat pada tugas akhir ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kinerja sistem yang telah dibuat dan untuk mengetahui penyebabpenyebab ketidaksempurnaan
A. MIKROKONTROLLER Sebenarnya apakah yang disebut dengan mikrokontroler? Sebuah kontroler digunakan untuk mengontrol suatu proses atau aspek-aspek
A. MIKROKONTROLLER Sebenarnya apakah yang disebut dengan mikrokontroler? Sebuah kontroler digunakan untuk mengontrol suatu proses atau aspek-aspek dari lingkungan. Satu contoh aplikasi dari mikrokontroler
Mikrokontroler AVR. Hendawan Soebhakti 2009
Mikrokontroler AVR Hendawan Soebhakti 2009 Tujuan Mampu menjelaskan arsitektur mikrokontroler ATMega 8535 Mampu membuat rangkaian minimum sistem ATMega 8535 Mampu membuat rangkaian downloader ATMega 8535
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem yang digunakan dari alat
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem yang digunakan dari alat pengukur tinggi bensin pada reservoir SPBU. Dalam membuat suatu sistem harus dilakukan analisa mengenai
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam perancangan alat pendeteksi pelanggaran garis putih pada Traffict Light ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahanpermasalahan
Pengenalan CodeVisionAVR
Pengenalan CodeVisionAVR Hendawan Soebhakti Oktober 2009 Sub Pokok Bahasan Pengenalan CodeVision Menampilkan Data Ke Port Output Membaca Data Dari Port Input 2 CodeVisionAVR C Compiler CodeVisionAVR C
REFS0-1 (Reference Selection Bits) REFS0-1 adalah bit-bit pengatur mode tegangan referensi ADC.
JOBSHEET VI MENGGUNAKAN ANALOG TO DIGITAL CONVERTER (ADC) DALAM MIKROKONTROLLER ATMEGA8535 1 TUJUAN Mengetahui dan memahami cara menggunakan ADC yang ada di dalam mikrokontroler. Mengetahui dan memahami
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan robot pengantar makanan berbasis mikrokontroler ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan-permasalahan
BAB III PERANCANGAN DAN PEMODELAN
BAB III PERANCANGAN DAN PEMODELAN Pada bab ini akan membahas mengenai perancangan dan pemodelan serta realisasi dari perangkat keras dan perangkat lunak untuk alat pengukur kecepatan dengan sensor infra
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Dalam bab ini akan dibahas masalah-masalah yang muncul dalam perancangan alat dan aplikasi program, serta pemecahan-pemecahan dari masalah yang
TUGAS MATAKULIAH APLIKASI KOMPUTER DALAM SISTEM TENAGA LISTRIK FINAL REPORT : Pengendalian Motor DC menggunakan Komputer
TUGAS MATAKULIAH APLIKASI KOMPUTER DALAM SISTEM TENAGA LISTRIK FINAL REPORT : Pengendalian Motor DC menggunakan Komputer disusun oleh : MERIZKY ALFAN ADHI HIDAYAT AZZA LAZUARDI JA FAR JUNAIDI 31780 31924
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Software Instalasi merupakan hal yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke dalam mikrokontroler. Sebelum melakukan instalasi, hubungkan
JOBSHEET I ANTARMUKA MIKROKONTROLER DENGAN LED
JOBSHEET I ANTARMUKA MIKROKONTROLER DENGAN LED 1 TUJUAN LED Menjelaskan rangkaian antarmuka mikrokontroler dengan LED. Mempraktekkan pemrograman mikrokontroler untuk menyalakan LED. Sebuah LED (Light Emitting
III. METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu
37 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dan dilaksanakan mulai bulan Maret 2012 sampai
JOBSHEET VII MENGGUNAKAN INTERRUPT DALAM MIKROKONTROLLER ATMEGA8535
JOBSHEET VII MENGGUNAKAN INTERRUPT DALAM MIKROKONTROLLER ATMEGA8535 1 TUJUAN Menjelaskan fitur interrupt dalam mikrokontroler. Mengetahui dan memahami bagaimana memrogram mikrokontroler untuk menjalankan
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rancangan Perangkat Keras 3.1.1 Blok Diagram Sistem Blok diagram dari sistem AVR standalone programmer adalah sebagai berikut : Tombol Memori Eksternal Input I2C PC SPI AVR
BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN
BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan konsep dasar sistem keamanan rumah nirkabel berbasis mikrokontroler menggunakan modul Xbee Pro. Konsep dasar sistem ini terdiri dari gambaran
Gambar 4.2 Rangkaian keypad dan LED
JOBSHEET IV ANTARMUKA MIKROKONTROLER DENGAN KEYPAD TUJUAN Mengetahui dan memahami cara mengantarmukakan mikrokontroler dengan keypad. Mengetahui dan memahami bagaimana memrogram mikrokontroler untuk membaca
BAB III PERANCANGAN. Mikrokontroler ATMEGA Telepon Selular User. Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem
BAB III PERANCANGAN 3.1 Prnsip Kerja Sistem Sistem yang akan dibangun, secara garis besar terdiri dari sub-sub sistem yang dikelompokan ke dalam blok-blok seperti terlihat pada blok diagram pada gambar
Membuat Project dengan CodeVisionAVR.
Membuat Project dengan CodeVisionAVR. Pada penjelasan berikutnya, sebagai contoh digunakan modul AVR yang mempunyai hubungan sebagai berikut: PortA terhubung dengan 8 buah LED dengan operasi aktif high
BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O, dimana
BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan secara umum perancangan sistem pengingat pada kartu antrian dengan memanfaatkan gelombang radio, yang terdiri dari beberapa bagian yaitu blok diagram
JOBSHEET II ANTARMUKA MIKROKONTROLER DENGAN TOGGLE SWITCH
JOBSHEET II ANTARMUKA MIKROKONTROLER DENGAN TOGGLE SWITCH 1 TUJUAN Mengetahui dan memahami cara mengantarmukakan mikrokontroler dengan rangkaian input saklar toggle. Mengetahui dan memahami bagaimana memrogram
Analog to Digital Convertion Menggunakan Arduino Uno Minsys
Analog to Digital Convertion Menggunakan Arduino Uno Minsys Mahasiswa mampu memahami pemrograman C pada Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu membuat program Analog to Digital Convertion dengan Arduino Uno
BAB II. PENJELASAN MENGENAI System-on-a-Chip (SoC) C8051F Pengenalan Mikrokontroler
BAB II PENJELASAN MENGENAI System-on-a-Chip (SoC) C8051F005 2.1 Pengenalan Mikrokontroler Mikroprosesor adalah sebuah proses komputer pada sebuah IC (Intergrated Circuit) yang di dalamnya terdapat aritmatika,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Motor DC dan Motor Servo 2.1.1. Motor DC Motor DC berfungsi mengubah tenaga listrik menjadi tenaga gerak (mekanik). Berdasarkan hukum Lorenz bahwa jika suatu kawat listrik diberi
Petunjuk Dasar Pemrograman Mikrokontroller dengan Module. IW-16 USB Mikrokontroller AVR ATmega 16
Petunjuk Dasar Pemrograman Mikrokontroller dengan Module IW-16 USB Mikrokontroller AVR ATmega 16 Sebelum masuk ke pemrograman diperlukan pemahaman tentang modul yang digunakan. Pertama akan dijelaskan
Light Dependent Resistor LDR Menggunakan Arduino Uno Minsys
Light Dependent Resistor LDR Menggunakan Arduino Uno Minsys Mahasiswa mampu memahami pemrograman C pada Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu membuat program pembacaan LDR Arduino Uno MinSys A. Hardware Arduino
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. ALAT DAN BAHAN Dalam perencanaan dan pembuatan mesin penetas telur yang dikendalikan oleh microcontroler ATmega8535 dengan penampil LCD ini dalam pengerjaanya melalui
BAB II LANDASAN TEORI. Dalam merancang sebuah peralatan yang cerdas, diperlukan suatu
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Perangkat Keras Dalam merancang sebuah peralatan yang cerdas, diperlukan suatu perangkat keras (hardware) yang dapat mengolah data, menghitung, mengingat dan mengambil pilihan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Penelitian Terdahulu Sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian ini akan dicantumkan beberapa hasil penelitian terdahulu : Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Islam
Teknik-Teknik Penyesuaian Sensor
Teknik-Teknik Penyesuaian Sensor Workshop Teknologi Sensor & Aktuator Untuk Kontes Robot Indonesia Nopember 2007 [email protected] Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Materi 1. Teknik-Teknik Penyesuaian
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem alarm kebakaran menggunakan Arduino Uno dengan mikrokontroller ATmega 328. yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware)
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Juli 2009
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Juli 2009 dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Elektrik dan Laboratorium
PELATIHAN: Pemrograman Mikrokontroler Tipe AVR bagi Guru-guru SMK
PELATIHAN: Pemrograman Mikrokontroler Tipe AVR bagi Guru-guru SMK Disusun oleh: Pipit Utami. M.Pd Fakultas Teknik UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 Page1 Praktik Mikrokontroler TOPIK: AKSES LCD KAJIAN
BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK
21 BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1 Gambaran umum Perancangan sistem pada Odometer digital terbagi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perancangan
MIKROKONTROLER Yoyo Somantri dan Egi Jul Kurnia
MIKROKONTROLER Yoyo Somantri dan Egi Jul Kurnia Mikrokontroler Mikrokontroler adalah sistem komputer yang dikemas dalam sebuah IC. IC tersebut mengandung semua komponen pembentuk komputer seperti CPU,
Petunjuk Dasar Pemrograman Mikrokontroller dengan Module IW-32A USB Miktokontroller AVR ATmega32A
Petunjuk Dasar Pemrograman Mikrokontroller dengan Module IW-32A USB Miktokontroller AVR ATmega32A Sebelum masuk ke pemrograman diperlukan pemahaman tentang modul yang digunakan. Pertama akan dijelaskan
LAB PTE - 05 (PTEL626) JOBSHEET 8 (ADC-ANALOG TO DIGITAL CONVERTER)
LAB PTE - 05 (PTEL626) JOBSHEET 8 (ADC-ANALOG TO DIGITAL CONVERTER) A. TUJUAN 1. Mahasiswa dapat mengetahui prinsip kerja dan karakteristik rangkaian ADC 8 Bit. 2. Mahasiswa dapat merancang rangkaian ADC
III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011 sampai dengan
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisa Masalah Dalam perancangan sistem otomatisasi pemakaian listrik pada ruang belajar berbasis mikrokontroler terdapat beberapa masalah yang harus
BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK
BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK Bab ini membahas tentang perancangan perangkat lunak yang meliputi interface PC dengan mikrokontroller, design, database menggunakan Microsoft access untuk
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas perencanaan dan pembuatan dari alat yang akan dibuat yaitu Perencanaan dan Pembuatan Pengendali Suhu Ruangan Berdasarkan Jumlah Orang ini memiliki 4 tahapan
BAB III PENGENDALIAN GERAK MEJA KERJA MESIN FRAIS EMCO F3 DALAM ARAH SUMBU X
BAB III PENGENDALIAN GERAK MEJA KERJA MESIN FRAIS EMCO F3 DALAM ARAH SUMBU X Pada bab ini akan dibahas mengenai diagram alir pembuatan sistem kendali meja kerja mesin frais dalam arah sumbu-x, rangkaian
MIKROKONTROLER AT89S52
MIKROKONTROLER AT89S52 Mikrokontroler adalah mikroprosessor yang dirancang khusus untuk aplikasi kontrol, dan dilengkapi dengan ROM, RAM dan fasilitas I/O pada satu chip. AT89S52 adalah salah satu anggota
III. METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Agustus
III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Agustus 2009, dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Elektrik dan Laboratorium Sistem
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM MIKROKONTROLER. program pada software Code Vision AVR dan penanaman listing program pada
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM MIKROKONTROLER Pada tahap perancangan ini dibagi menjadi 2 tahap perancangan. Tahap pertama adalah perancangan perangkat keras (hardware), yang meliputi rangkaian rangkaian
Sistem Mikrokontroler FE UDINUS
Minggu ke 2 8 Maret 2013 Sistem Mikrokontroler FE UDINUS 2 Jenis jenis mikrokontroler Jenis-jenis Mikrokontroller Secara teknis, hanya ada 2 macam mikrokontroller. Pembagian ini didasarkan pada kompleksitas
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN P EMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN P ENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN P EMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN P ENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... KATA PENGANTAR... ABSTRAKSI... TAKARIR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL...
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang dipakai pada skripsi ini. 3.1. Perancangan dan
BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Sensor MLX 90614[5]
BAB II DASAR TEORI Dalam bab ini dibahas beberapa teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merealisasikan skripsi yang dibuat. Teori-teori yang digunakan dalam pembuatan skripsi ini adalah sensor
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4.1 Tujuan Tujuan dari pengujian alat pada tugas akhir ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kinerja sistem yang telah dibuat dan untuk mengetahui penyebabpenyebab ketidaksempurnaan
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT KERAS
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT KERAS 3.1. Pendahuluan Perangkat pengolah sinyal yang dikembangkan pada tugas sarjana ini dirancang dengan tiga kanal masukan. Pada perangkat pengolah sinyal
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI PLC (Programable Logic Control) adalah kontroler yang dapat diprogram. PLC didesian sebagai alat kontrol dengan banyak jalur input dan output. Pengontrolan dengan menggunakan PLC
JOBSHEET VIII MENGGUNAKAN TIMER/COUNTER DALAM MIKROKONTROLER ATMEGA8535
JOBSHEET VIII MENGGUNAKAN TIMER/COUNTER DALAM MIKROKONTROLER ATMEGA8535 1 TUJUAN Mahasiswa mampu menggunakan fitur timer/counter mikrokontroler. Mahasiswa mampu menggunakan mikrokontroler untuk membuat
Langkah-langkah pemrograman: 1. Pilih File >> New:
Kondisi sistem: Mikrokontroler yang digunakan adalah ATmega8535, dalam hal ini untuk memudahkan digunakan DI-Smart AVR System. Tujuan pemrogram adalah untuk menyalakan LED yang active-low dan terhubung
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Konsep dasar mengendalikan lampu dan komponen komponen yang digunakan pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan perancangan sistem
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Minimum AVR USB Sistem minimum ATMega 8535 yang didesain sesederhana mungkin yang memudahkan dalam belajar mikrokontroller AVR tipe 8535, dilengkapi internal downloader
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Kendali Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung yang dilaksanakan mulai dari bulan
BAB IV METODE PENELITIAN. serta menghubungkan pin mosi, sck, gnd, vcc, miso, serta reset. Lalu di
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Minimum System ATmega8 Minimum system ATmega8 adalah sebuah perangkat keras yang berfurngsi untuk men-download program yang telah dibuat dengan menggunakan DB25 serta menghubungkan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Mikrokontroler Atmega8535 Mikrokontroler adalah IC yang dapat diprogram berulang kali, baik ditulis atau dihapus (Agus Bejo, 2007). Biasanya digunakan untuk pengontrolan otomatis
BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI
BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI 3.1 Pendahuluan Pada tugas akhir ini akan membahas tentang pengisian batere dengan metode constant current constant voltage. Pada implementasinya mengunakan rangkaian konverter
PEMROGRAMAN ROBOT PENJEJAK GARIS BERBASIS MIKROKONTROLER
PEMROGRAMAN ROBOT PENJEJAK GARIS BERBASIS MIKROKONTROLER Oleh : Ihyauddin, S.Kom Disampaikan pada : Pelatihan Pemrograman Robot Penjejak Garis bagi Siswa SMA Negeri 9 Surabaya Tanggal 3 Nopember 00 S SISTEM
BAB III PERANCANGAN ALAT SIMULASI PEGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN SECARA OTOMATIS
BAB III PERANCANGAN ALAT SIMULASI PEGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN SECARA OTOMATIS Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan dan pembuatan alat simulasi Sistem pengendali lampu jarak
BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai
BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai
TKC210 - Teknik Interface dan Peripheral. Eko Didik Widianto
TKC210 - Teknik Interface dan Peripheral Eko Didik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro Review Kuliah Pembahasan tentang: Referensi: mikrokontroler (AT89S51) mikrokontroler (ATMega32A) Sumber daya
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Software Instalasi merupakan hal yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke dalam mikrokontroler. Sebelum melakukan instalasi, hubungkan
3.2. Tempat Penelitian Penelitian dan pengujian alat dilakukan di lokasi permainan game PT. EMI (Elektronik Megaindo) Plaza Medan Fair.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Dalam penulisan tugas akhir ini metode yang digunakan dalam penelitian adalah : 1. Metode Perancangan Metode yang digunakan untuk membuat rancangan
MODUL PELATIHAN MIKROKONTROLLER UNTUK PEMULA DI SMK N I BANTUL OLEH: TIM PENGABDIAN MASYARAKAT JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
MODUL PELATIHAN MIKROKONTROLLER UNTUK PEMULA DI SMK N I BANTUL OLEH: TIM PENGABDIAN MASYARAKAT JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2016 MIKROKONTROLER UNTUK PEMULA
BAB IV HASIL DAN UJICOBA
BAB IV HASIL DAN UJICOBA IV.1. Instalasi Interface Instalasi rangkaian seluruhnya merupakan hal yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke mikrokontroller. Sebelum melakukan
Sistem Tertanam. Pengantar Atmega328 dan Arduino Uno. Dennis Christie - Universitas Gunadarma
Sistem Tertanam Pengantar Atmega328 dan Arduino Uno 1 Arsitektur Atmega328 Prosesor atau mikroprosesor adalah suatu perangkat digital berupa Chip atau IC (Integrated Circuit) yang digunakan untuk memproses
BAB IV PEMBAHASAN Rancangan Mesin Panjang Terpal PUSH BUTTON. ATMega 128 (Kendali Kecepatan Motor Dua Arah)
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Identifikasi Masalah Dalam proses produksi hal yang paling menonjol untuk menghasilkan suatu barang produksi yang memiliki kualitas yang bagus adalah bahan dan mesin yang digunakan.
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT III.1. Analisa Masalah Rotating Display adalah alat untuk menampilkan informasi berupa tulisan bergerak dengan menggunakan motor DC. Hal ini berkaitan dengan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV. Hasil Dalam Bab ini akan dibahas tentang pengujian berdasarkan perencanaan dari sistem yang dibuat. Program pengujian disimulasikan di suatu sistem yang sesuai. Pengujian
Percobaan 2 I. Judul Percobaan Sistem Kendali Digital Berbasis Mikrokontroler
Percobaan 2 I. Judul Percobaan Sistem Kendali Digital Berbasis Mikrokontroler II. Tujuan Percobaan 1. Mahasiswa memahami pemrograman dasar mikrokontroler 2. Mahasiswa memahami fungsi dan prinsip kerja
BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK. Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi
68 BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1. Gambaran Umum Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi perangkat elektronik. Perancangan rangkaian elektronika terdiri
MENGENAL MIKROKONTROLER ATMEGA-16
MENGENAL MIKROKONTROLER ATMEGA-16 AVR merupakan seri mikrokontroler CMOS 8-bit buatan Atmel, berbasis arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). Hampir semua instruksi dieksekusi dalam satu siklus
III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Mei 2012 sampai
48 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Mei 2012 sampai dengan
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Definisi Perancangan Perancangan adalah proses menuangkan ide dan gagasan berdasarkan teoriteori dasar yang mendukung. Proses perancangan dapat dilakukan dengan cara pemilihan
BAB III TEORI PENUNJANG. Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di
BAB III TEORI PENUNJANG 3.1. Microcontroller ATmega8 Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di dalamnya terkandung sebuah inti proccesor, memori (sejumlah kecil RAM, memori
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERSETUJUAN... PERNYATAAN KEASLIAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI...
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERSETUJUAN... PERNYATAAN KEASLIAN... ABSTRAK... ABSTRACT... i ii iv v vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR SINGKATAN...
BAB II DASAR TEORI. Pada bab ini akan dibahas teori-teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merancang algoritma.
BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dibahas teori-teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merancang algoritma. 2.1. Mikrokontroler ATMega 128 Mikrokontroler merupakan sebuah sistem komputer
PERCOBAAN I PENGENALAN CODEVISION AVR
PERCOBAAN I PENGENALAN CODEVISION AVR TUJUAN Memahami cara membuat file project dengan aplikasi CodeVision AVR Memahami cara menggunakan CodeWizzard Memahami cara menampilkan data ke port output Memahami
Blok sistem mikrokontroler MCS-51 adalah sebagai berikut.
Arsitektur mikrokontroler MCS-51 diotaki oleh CPU 8 bit yang terhubung melalui satu jalur bus dengan memori penyimpanan berupa RAM dan ROM serta jalur I/O berupa port bit I/O dan port serial. Selain itu
Langkah-langkah pemrograman: 1. Pilih File >> New:
Kondisi sistem: Mikrokontroler yang digunakan adalah ATmega8535, dalam hal ini untuk memudahkan digunakan DI-Smart AVR System. Tujuan pemrogram adalah untuk menampilkan tulisan Apa Kabar Dunia? SEMANGAT!
BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C.
BAB II DASAR TEORI 2.1 ARDUINO Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.
BAB III PENGENDALIAN PENGGERAK PAHAT MESIN ROUTER CNC ARAH SUMBU X, SUMBU Y DAN SUMBU Z
BAB III PENGENDALIAN PENGGERAK PAHAT MESIN ROUTER CNC ARAH SUMBU X, SUMBU Y DAN SUMBU Z Pada bab ini dibahas mengenai rangkaian elektronika yang akan digunakan untuk mengendalikan gerak pahat dan program
BAB II DASAR TEORI 2.1. Mikrokontroler AVR ATmega32
BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan menerangkan beberapa teori dasar yang mendukung terciptanya skripsi ini. Teori-teori tersebut antara lain mikrokontroler AVR ATmega32, RTC (Real Time Clock) DS1307,
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Model Penelitian Pada perancangan tugas akhir ini menggunakan metode pemilihan locker secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam
I. Pendahuluan. II. Tujuan. III. Gambaran Disain. MODUL 7 Monitoring Suhu dan Cahaya ke PC
MODUL 7 Monitoring Suhu dan Cahaya ke PC I. Pendahuluan Pada praktikum ini, anda akan mencoba memanfaatkan fasilitas komunikasi serial pada mikrokontroler AVR ATmega8535. Modul praktikum sebelumnya adalah
DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN... ABSTRAKSI... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN... ABSTRAKSI... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... Halaman DAFTAR LAMPIRAN... xviii DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN... BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar
Praktikum Mikrokontroler. untuk D4 Lanjut Jenjang. Disiapkan oleh: Hary Oktavianto
Praktikum Mikrokontroler untuk D4 Lanjut Jenjang Disiapkan oleh: Hary Oktavianto Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2010 Aturan Praktikum Agar praktikum dapat berjalan dengan lancar dan tertib, praktikan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metodologi penelitian yang digunakan dalam perancangan sistem ini antara lain studi kepustakaan, meninjau tempat pembuatan tahu untuk mendapatkan dan mengumpulkan sumber informasi
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari alat akuisisi data termokopel 8 kanal. 3.1. Gambaran Sistem Alat yang direalisasikan
Penerima Remote SONY dengan ATmega32
Pendahuluan Standar Remote Kontrol yang mudah untuk dimengerti dan diaplikasikan adalah standar SIRC atau lebih dikenal dengan standar SONY. Bagian terkecil dari sinyal pembacaan pada standar ini adalah
