B A B I SEJARAH PERGERAKAN NASIONAL

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "B A B I SEJARAH PERGERAKAN NASIONAL"

Transkripsi

1 B A B I SEJARAH PERGERAKAN NASIONAL A. P e n d a h u l u a n Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada nilai nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. ( UU No. 20 Tahun 2003 pasal 1 angka 1 dan 2 ). Jadi pada dasarnya pendidikan adalah suatu proses perubahan pola pikir, pola sikap dan pola tindak kearah yang dikehendaki. Benjamin S. Bloom menyatakan bahwa tujuan pendidikan itu dapat diklasifikasikan menjadi tiga kawasan yaitu kawasan kognitif, afektif dan psikomotor. Kawasan kognitif meliputi pengenalan dan pemahaman terhadap pengetahuan dan pengembangan kemampuan intelektual dan ketrampilan berfikir. Kawasan kognitif ini dibagi menjadi 6 jenjang yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Sedangkan afektif merupakan sikap atau tingkah laku terhadap ilmu yang diperoleh berdasarkan kognitif. Kawasan psikomotor adalah ketrampilan mengolah kasus kasus yang dihadapi dengan cara, ada 7 jenjang yaitu persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, kegiatan kompleks, penyesuaian pola gerakan, dan kreatifitas ( diringkas dari Suparman 2001 : ). Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, warga Negara Kesatuan Republik Indonesia diharapkan mampu menganalisis, dan menjawab masalah masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya secara berkesinambungan dan konsisten cita cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD ( Bakry 2008 : 11 )

2 Jadi tujuan mengikuti Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk : memupuk kesadaran kewajiban asasi dalam usaha pembelaan negara dengan prilaku cinta tanah airserta usaha pertahanan keamanan negara dengan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berpola pikir komprenhensif integral. Dengan demikian bukti keberhasilan dalam mengikuti pendidikan kewarganegaraan adalah berupa sikap mental yang cerdas dan penuh rasa tanggung jawab. Sikap dimaksud yaitu : Beriman bertaqwa pada Tuhan YME Menghayati nilai nilai Pancasila Berbudi luhur, disiplin dalam masyarakat Rasional, Dinamis, Sadar akan hak dan kewajiban sebagai WNI Profesional yang dijiwai oleh kesadaran Bela Negara Aktif memanfaatkan IPTEK 1. Landasan Pendidikan Kewarganegaraan Dengan dasar atau landasan Proklamasi bangsa Indonesia bertekad mengupayakan pencapaian cita-cita nasional dan tujuan nasional yang telah disepakati bersama sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD NKRI tahun 1945 yang dsahkan pada tanggal 18 Agustus Oleh karena itu kepada seluruh warga negara perlu dibekali bela negara dalam rangka upaya mempertahankan dan mengamankan bangsa dan negara. Kemampuan itu harus secara dini diberikan kepada warga negara yang berhak dan wajib ikut serta dalam bela negara, yang tujuannya untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, meningkatkan keyakinan akan ketangguhan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia. Ketangguhan ideologi bangsa harus didukung oleh pengamalannya. Bela negara yang dimaksud adalah tekad, sikap semangat dan tindakan seluruh warga negara secara teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang harus diberikan kepada peserta didik dalam bentuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ( Bakry 2008 : 1 2 ). Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara serta berjiwa demokratis yang berkeadaban. Oleh karena itu Pendidikan Kewarganegaraan berlandaskan :

3 ӿ YURIDIS yaitu : a. Pembukaan UUD ) Alinia 2 yaitu cita-cita mengisi kemerdekaan, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. 2) Alinia 4 yaitu khusus tentang tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. b. Batang tubuh UUD ) Pasal 27 ayat (3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan dan 2) Pasal 30 ayat (1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara serta 3) Pasal 31 ayat (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan c. UU No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara 1) Pasal 9 ayat (1) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraanpertahanan negara. ayat(2) Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diselenggarakan melalui : a. Pendidikan kewarganegaraan; b. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib; c. Pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara sukarela atau secara wajib; dan d. Pengabdian sesuai dengan profesi. ayat(3) Ketentuan mengenai pendidikan kewarganwegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, dan pengabdian

4 sesuai dengan profesi diatur dengan undang-undang. 2) Penjelasan Pasal 9 UU No. 3 Tahun 2002 Ayat (1) Upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Persatuan Republik Indonesia Yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar manusia juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. Ayat (2) huruf a Dalam pendidikan kewarganegaraan sudah tercakup pemahaman tentang kesadaran bela negara. huruf c Cukup jelas huruf d Yang dimaksud dengan pengabdian sesuai dengan profesi adalah pengabdian warga negara yg mempunyai profesi tertentu untuk kepentingan pertahanan negara termasuk dalam menanggulangi dan/atau memperkecil akibat yang ditimbulkan oleh perang, bencana alam, atau bencana lainnya. Ayat (3) Cukup jelas d. UU No. 20 Tahun 2003Tentang sistem pendidikan nasional 1) Pasal 2 : Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun ) Pasal 37 ayat (1) : Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat : (antara lain dari 10 ) a. Pendidikan agama b. Pendidikan kewarganegaraan,dan c. Bahasa 3) Penjelasan pasal 37 : Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang

5 memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. ӿ HISTORIS yaitu : Bangsa Indonesia terbentuk melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang sejak zaman kerajaan Kutai, Sriwijaya, Majapahit sampai datangnya bangsa lain yang menjajah serta menguasai bangsa Indonesia. Setelah melalui suatu proses yang cukup panjang dalam perjalanan sejarah, bangsa Indonesia menemukan jati dirinya yang didalamnya tersimpul ciri khas, sifat dan karakter bangsa yang berbeda dengan bangsa lain, yang oleh para pendiri negara kita dirumuskaan dalam suatu rumusan yang sederhana namun mendalam, yang meliputi lima prinsip ( lima sila ) yang kemudian diberi nama Pancasila. ( Kailan 2008 : 12 ) Jadi kita tarik suatu rangkaian sejarah perjuangan bangsa Indonesia hingga merdeka pada 17 Agustus 1945, mulai perjuangan negara zaman kerajaan yang silih berganti dan saling serang dengan menghalalkan segala cara demi kekuasaan kelompok, sehingga pada masa ini belum terjalin kehidupan yang damai antar kerajaan, siapa yang kuat itu yang berkuasa dan siap untuk menindas kerajaan yang lemah. Namun tercatat dalam sejarah dimana Sriwijaya dan Majapahit telah berhasil menyatukan Nusantara dibawah kekuasaannya. Perkembangan abad 15 sampai abad 19 Indonesia dikuasai oleh penjajah dari Eropa, keberhasilan penjajah Eropa di Indonesia adalah diawali dengan perikatan perdagangan, kemudian melakukan politik pecah belah, hampir disetiap kerajaan yang ada di Indonesia diadu domba penjajah, sayangnya bangsa Indonesia waktu itu mudah diadu domb hanya dengan janji dukungan kekuatan bila berhasil merebut tahta antar keluarga raja. Pada abad 20 barulah muncul perlawanan terhadap penjajah yang bersifat nasional, yang diawali oleh perkumpulan Budi Utomo pada tanggal 20 mei 1908, setelah merdeka maka tanggal 20 Mei tersebut ditetapkan sebagai hari kebangkitan nasional. Kemudian perjuangan bangsa Indonesia berikutnya adalah mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 sebagai kelanjutan perjuangan Budi Utomo. Dimana makna dari sumpah pemuda tersebut adalah keinginan yang tidak terbendung para pemuda waktu itu untuk merdeka secepatnya, walaupun ketepatan waktunya merdeka masih perlu di perjuangkan lebih keras lagi. Berkat

6 perjuangan para pemuda yang tidak kenal menyerah dari waktu ke waktu, dan didukung dengan kondisi dunia Internasional, dimana keberhasilan pasukan sekutu mengalahkan pasukan Jepang di asia, sehingga membuat Jepang bertekuk lutut pada Sekutu, disaat sekutu belum menerima pelimpahan kekuasaan terhadap wilayah Indonesia secara resmi dari pasukan Jepang, maka dalam waktu yang sempit itu Indonesia ambil kesempatan untuk memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agutus 1945 tanpa restu Jepang maupun sekutu, tentunya dengan segala resiko harus siap untuk dihadapi. ӿ FILOSOFIS yaitu : Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tecantum dalam alinia ke 4 pembukaan UUD 1945 dengan maksud, cerdas intelektual, cerdas emosional, dan cerdas spiritual melalui penghayatan nilai- nilai Pancasila. Oleh karena itu Pancasila merupakan kekuatan penentu dalam pembangunan karakter bangsa ( semangat kebangsaan ). Jadi untuk membangun semangat kebangsaan tersebut adalah dengan menghargai nilai-nilai keadilan sosial, cinta tanah air, demokrasi, kemanusiaan, taat hukum, kemampuan bela negara. ӿ SOSIOLOGIS yaitu : Dimana kita harus menyadari bahwa bangsa Indonesia punya ragam budaya, dengan keragaman budaya tersebut kita pakai sebagai alat pemersatu bangsa yang beragam budaya, bukan sebaliknya (memecah belah bangsa). Jadi pemberdayaan budaya yang beragam tersebut merupakan potensi kekuatan bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam mempertahankan dan membangun bangsa dan negara. Harus kita akui bahwa bagaimanapun juga keragaman budaya harus kita hormati, tidak mungkin budaya dipaksakan untuk di seragamkan, keragaman budaya itulah dipandang sebagai kekayaan bangsa Indonesia, sehingga perlu diciptakan persatuan dalam keragaman budaya dan perlu dibina dan ditingkatkan terus menerus ( Bhineka Tunggal Ika ).

7 B. Masa Penjajahan Asing Sebelum Indonesia merdeka, maka wilayah Indonesia ini pernah dijajah oleh bangsa lain ( tahun ) yaitu Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, Perancis dan terakhir Jepang. 1. PORTUGIS Hindia Belanda dengan Gubernur Jenderal Van der Capellen. Dan pemerintahan Orang portugis datang ke Indonesia awalnya karena faktor ekonomi, faktor agama dan faktor petualang. Rombongan portugis datang kedaerah timur dipimpin oleh Vasco de Gama. Sampai di kalikut India dan menjumpai pedagang-pedagang Arab kemudian menghancurkannya (karena dendam masa lalu di Eropa terhadap pasukan Arab yang menyerbu Eropa). Tahun 1509 mendirikan benteng pertahanan di Goa (India). Pada tahun 1511 dibawah pimpinan Laksamana d Albuquerque menyerang Malaka yang diperintah oleh Sultan Mahmud Syah. Selanjutnya (tahun 1511) pasukan portugis melanjutkan perjalanan ke Maluku. Di Maluku mereka menguasai pembelian rempah-rempah dengan sistem monopoli. Akhirnya portugis masuk pula ke Jawa Barat tepatnya pelabuhan diwilayah kerajaan Pajajaran yaitu Sunda Kelapa tahun 1527 namun dapat dipatahkan oleh Fatahillah yaitu seorang panglima demak yang berasal dari aceh, daerah ini oleh Fatahillah di beri nama Jayakarta. 2. SPANYOL Pada tahun 1521 Spanyol tiba pula di maluku melalui Philipina. Spanyol ini tidak lama di maluku karena terjadinya peperangan antara Portugis dan Spanyol. Dan perselisihan ini diakhiri dengan perjanjian Saragosa Spanyol. Isi perjanjian tersebut ialah portugis menguasai maluku dan Spanyol menguasai Philipina. 3. BELANDA ( VOC ) Pada tahun 1596 Belanda mendarat di banten dibawah pimpinan Cornelis de Hautman. Degan adanya pertentangan Portugis dan Spanyol dengan bangsa Indonesia waktu itu maka Belanda memihak pada Indonesia dan berhasil mengusir Portugis dari banten tahun Untuk antisipasi persaingan dengan Portugis dan Spanyol, maka staten General di Belanda memberi wewenang

8 penuh kepada VOC untuk bertindak di daerah jajahan seperti layaknya satu Negara, wewenang ini dituangkan dalam piagam ( hak Oktroi ) tanggal 20 maret 1602, yaitu meliputi : ( Wikipedia ) 1. Memelihara angkatan perang 2. Memaklumkan perang dan mengadakan peedamaian 3. Merebut dan menduduki daerah asing diluar Belanda 4. Memerintah didaerah tersebut 5. Menetapkan dan mengeluarkan mata uang sendiri 6. Memungut pajakdidaerah yang dikuasai VOC. Degan berhasilnya Portugis diusir dari Banten Belanda maka sebagai imbalannya pada tahun 1603 Sultan Banten mengizinkan Belanda mendirikan kantor serikat dagang Vereenigde Oost Indische Compagnie disingkat VOC di Banten. Semasa jan Pieterzoon Coen menjadi Gub. Jenderal VOC ( ) kantor VOC di Banten dipindahkannya ke jayakarta, karena tidak tahan dengan gangguan orang Banten. Kota jayakarta di hancurkannya dan tanggal 30 Mei 1619 didirikan kota Batavia diatas bekas kota Jayakarta. Bisnis VOC dilakukan dengan taktik monopoli terhadap hasil rempah rempah di Indonesia. Bila tidak mau menjual kepada VOC akan dikenakan sanksi hukuman mati bagi pelanggarnya. Namun pada tahun 1799 VOC dibubarkan karena banyak hutang, kebetulan Perancis di bawah Napoleon masuk pula ke Belanda. 4. PERANCIS Pada tahun 1799 VOC dibubarkan karena banyak hutang dan disamping itu Belanda dijajah pula oleh Perancis dibawah pimpinan Napoleon Bonaparte, sehingga daerah jajahan belanda turut diambil alih dan di Indonesia Napoleon menunjuk GJ Peter Gerardus ( ), GJ J Siberg ( ) GJ A H Wiese ( ), GJ HW Daendels ( ) dan GJ JW Janssens ( ).

9 Yang paling berhasil memimpin Indonesia adalah Gub. Jen. Herman Williem Daendels ( ). salah satu karyanya adalah pembangunan jalan dari Anyer ke Panarukan dan istana Bogor. Daedels memerintah terkenal kejam dan kemudian tahun 1811 Daendels ditarik kembali ke Belanda dan Napoleon menunjuk Yansens sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia ( 1811 ). Gubernur Jendral Yansens memerintah dalam waktu yang sangat singkat karena Inggris masuk pula ke Indonesia dan mengalahkan Belanda. 5. INGGRIS Setelah Inggris berhasil mengalahkan Belanda di Indonesia tahun 1811 semasa pemrintahan Gub. Jen. Yansens,maka Inggris mengangkat Thomas S Rafles sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia ( ). Kekuasaan Inggris berakhir di Indonesia atas dasar perjanjian konvensi London 1814 antara Inggris dengan Belanda. Dan menyerahkan wilayah dilakukan pada tahun PEMERINTAH BELANDA Pada tahun 1813 Perancis runtuh dibawah kepemimpinan Napoleon karena adanya perebutan kekuasaan di Perancis sehingga Napoleon ditangkap oleh lawan politiknya dan di asingkan ke pulau Elba. Akibatnya Perancis mundur dari Belanda, selanjutnya diam diam Belanda dengan Inggris membuat perjanjian yang dikenal dengan konvensi London Isi perjanjian tersebut yaitu : a. Indonesia dikembalikan pada Belanda b. Saylon, Kaap Koloni, Guyana tetap di tangan Inggris ( bekas jajahan Belanda) c. Chocin ( dipantai malabar ) diambil inggris d. Bangka diserahkan pada Belanda. Dengan berkuasanya kembali Belanda secara resmi tahun 1816 di Indonesia atas dasar perjanjian konvensi London tahun 1814, maka Indonesia di beri nama Belanda ini secara pisik berakhir tanggal 9 Maret 1942 karena kalah perang dengan jepang, yaitu ditandai dengan menyerahnya Gub. Jen. Tjarda SS dan panglima tertinggi AD sekutu di Jawa Jend. Ter Poorten kepada pasukan jepang di kali jati. Namun secara hukum pemerintah Hindia Belanda berakhir tanggal 27 Desember 1949 atas dasar KMB yaitu Belanda mengakui secara resmi negara

10 Indonesia di bawah konstitusi RIS dengan syarat RIS harus bayar hutang Hindia Belanda kepada pemerintah Belanda semenjak Hindia Belanda lari ke Australia dan kembali ke Indonesia ditambah dengan biaya perang Belanda dengan Indonesia ( agresi I dan agresi II ) sebesar $ 4,8 Milyar,hal ni lunas tahun JEPANG Jepang masuk Indonesia di awali dengan penyerbuan Jepang ke Pearl Harbour ( Hawai ) tanggal 8 Desember Pada tanggal 9 Maret 1942 Panglima Tertinggi A D sekutu di Jawa Jend.Ter Poorten bersama Gubernur Jenderal Hinda Belanda Mr. A W L Tjarda S.S.menyerah pada Balatentara Jepang di kalijati Bandung. Apapun alasannya Jepang masuk Indonesia dimata bangsa Indoesia tetap sebagai penjajah walaupun ada untung ruginya bagi banga Indonesia. Penjajahan Jepang ini berakhir pada 15 Agustus 1945, bertepatan menyerahnya Jepang pada psukan Sekutu (pengumuman Tehno Heika di radio). Resminya Jepang menyerah pada sekutu pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal Missouri. Dengan demikian berakhir pula perang dunia II khususnya di Asia Pasifik. Sedangkan di Eropa suah selesai lebih awal. C. Masa Pemerintahan Hindia Belanda 1. Cultur Stelsel ( ) Sepeninggal VOC pemerintah Hindia Belanda semakin kesulitan dibidang financial, apalagi adanya peperangan dengan Diponegoro ( ) yang merugikan Hindia Belanda sebesar 20 juta gulden dan kehilangan tentara. Untuk menanggulangi krisis ekonomi ini, maka Gub. Jen. Graaf Van Den Bosch ( ) dapat izin khusus dari Belandauntuk melaksanakan cultur stelsel (sistem tanam paksa). Dengan tujuan utama untuk mengisi kas pemerintahan jajahan yang kosong atau menutupi defisit anggaran pemerintah penjajah. Aturan yang ditetapkan oleh Van Den Bosch adalah :

11 20 % tanah desa wajib ditanami komoditi ekspor ( kopi, tebu, nila, lada, pala ) dan hasilnya harus dijual kepada pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan. Penduduk desa yang tidak punya tanah wajib bekerja 75 hari dalam setahu pada kebun milik pemerintah. Dalam prakteknya seluruh tanah pertanian wajib ditanami komoditi ekspor dan hasilnya dijual kepada pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan. Pribumi yang tidak punya tanah, wajib kerja selama setahun penuh dilahan pertanian milik Belanda. Jadi sistem paksa ini lebih kejam bila dibandingkan dengan politik monopoli VOC. Lembaga yang menjalankan sistem tanam paksa ini adalah NHM ( Nederlandsche Handel Maatchappij ) boleh dikatakan reinkarnasi dari VOC. Selama sistem tanam paksa ini dijalankan ( ), pemerintah Hindia Belanda berhasil dengan luar biasa mengumpulkan kekayaan. Batavia dapay membangun wilayahnya sekaligus pemberi masukan kas Belanda terbesar yaitu 823 juta gulden atau 30 % APBN Belanda bersumber dari Hindia Belanda. Pada tahun 1860-an dimana 72 % penerimaan Kerajaan Belanda disumbang dari Hindia Belanda. Dengan keberhasilan ini, maka Van Den Bosch selaku penggagas cultur stelsel diberi anugerah gelar GRAAF oleh Raja Belanda pada tanggal 25 Desember Agrarische Wet Kritikan terjadi dari orang-orang Belanda non pemerintah karena timbulnya kelaparan dan kemiskinan menjelang tahun 1840 di Jawa. Penyebab utamanya adalah penanaman padi diabaikan sehingga pulau Jawa kekurangan beras. Akibatnya munculah kelompok humanis maupun praktisi liberal yang menyusun serangan strategis. Seperti Edward Dauwes Dekker ( Multatuli ) dibidang Sastra, ESW Roorda Van Eissinga dilapangan jurnalistik dan Barron Van Hoevell dibidang politik. Dari sinilah muncul gagasan politik etis.

12 Kaum liberal di Belanda berusaha dengan berbagai cara untuk memaksa pemerintah Belanda agar menghapus sistem tanam paksa ini. Maka pada tahun 1870 Belanda terpaksa menghapus sistem tanam paksa, ditandai dengan berlakunya UU Agraria ( Agrarische Wet ). Tujuan kaum liberal tidak sebatas hapusnya sistem tanam paksa saja, melainkan berjuang agar kegiatan ekonomi ditangani swasta, sedangkan pemerintah hanya sebagai pelindung warga, penyedia prasarana, penegakan hukum dan menjamin keamanan dan ketertiban. UU Agraria ini memperbolehkan perusahaan perkebunan swasta menyewa lahan-lahan yang luas dengan jangka waktu 75 tahununtuk ditanami tanaman keras seperti karet, teh, kopi, kelapa sawit atau tanaman seperti tebu dan tembakau. Disamping pengusahaan perkebunan besar-besaran juga dilakukan pula eksploitasi pertambangan secara luar biasa. Sehingga dalam pelaksanaan UU Agraria ini kaum pribumi bukannya sejahtera malah semakin melarat karena tenaganya dikuras sementara penghasilan yang diperoleh tidak memadai. 3. Politik Etis Kondisi kemiskinan dan penindasan terhadap kaum pribumi selama tanam paksa dan UU Agraria ini mendapatkan kritikan oleh kaum humanis Belanda, seorang asisten Residen di Lebak Banten Edward Dauwes Dekker ( ) menulis buku dengan judul Max Havelar. Dalam tulisan ini ia menyebut nama pengarangnya Multatuli (dirinya sendiri). Isi buku ini menceritakan kondisi masyarakat petani yang menderita akibat tekanan pejabat Hindia Belanda. Kemudian seorang angota Raad Van Indie yaitu C Th. Van Deventer dalam tulisannya yang berjudul Een Eereschuld yang dimuat dalam majalah De Gids (1899) yang isinya membeberkan kemiskinan ditanah jajahan Hindia Belanda. Ia menghimbau pemerintah Belanda agar memperhatikan penghidupan rakyat ditanah jajahan. Pemikiran Van Deventer ini ternyata membuka mata pemerintah kolonial Belanda untuk lebih memperhatikan nasib pribumi yang terbelakang.

13 Munculnya kaum etis yang dipelopori Pieter Brooshooft ( wartawan koran de locomotief ) dan C van Deventer ( pengacara ) yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial Belanda memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi akibat pelaksanaan politik tanam paksa dan UU Agraria yang sangat menyengsarakan pribumi Indonesia. Maka pada tanggal 17 september 1901, Ratu Wihelmina ( Ibu Ratu Juliana ) yang baru saja naik tahta, menegaskan dalam pidatonya pada pembukaan parlemen Belanda bahwa pemerintah Belanda mempunyai panggilan moral dan hutang budi ( Een Eereschuld ) terhadap kaum pribumi di Hindia Belanda. Rtu Wihelmina menuangkan panggilan moral tadi kedalam kebijakan politik etis, yang terangkum dalam program Trias Politika yang meliputi : ( wikipedia ) 1. Irigasi ( pengairan ) membangun dan memperbaiki pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian. 2. Emigrasi yakni mengajak penduduk untuk transmigrasi ke luar Jawa. 3. Edukasi yakni memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan. Kebijakan yang pertama dan kedua disalah gunakan oleh pemerintah Belanda dengan membangun Irigasi untuk perkebunan Belanda dan emigrasi dilakukan dengan memindahkan penduduk dari jawa keluar jawa dan dipekerjakan diperkebunan Belanda sebagai pekerja rodi ( paksa ). Hanya pendidikan yang berarti bagi bangsa Indonesia. Salah seorang kelompok etis yang sangat berjasa dalam bidang pendidikan pengajaran adalah Mr. J.H Abendanon ( ) ia adalah Menteri Pendidkan, Kebudayaan, Agama dan Kerajinan selama 5 tahun ( ). Abendanon adalah sahabat pena RA Kartini dan pada tahun 1911 menerbitkan kumpulan surat RA Kartini dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Sejak tahun 1900 berdiri sekolah-sekolah baik untuk kaum priyai maupun untuk rakyat biasa yang hampir merata didaerah. Sementara itu dalam masyarakat telah terjadi semacam pertukaran mental antara orang Belanda dan pribumi. Kalangan pendukung politik etis merasa prihatin terhadap pribumi yang mendapatkan diskriminasi sosial budaya. Untuk mencapai tujuan tersebut mereka berusaha

14 menyadarkan kaum pribumi agar melepaskan diri dari belenggu feodal dan mengembangkan diri menurut model barat, yang mencakup proses emansipasi dan menuntut pendidikan kearah swadaya. Pelaksanaan politik etis ini dapat kritikan dari keturunan Indo Eropa, yang secara sosial adalah warga kelas dua namun secara hukum termasuk orang Eropa namun kurang mendapat perhatian. Sebab pembangunan lembaga pendidikan hanya ditujukan kepada kalangan pribumi. Akibatnya orang-orang campuran ini tidak dapat masuk ketempat sekolah pribumi. Sementara pilihan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi harus ke Eropa namun terkendala dengan biaya yang sangat tinggi. Ernest Douwes Dekker ( Danudirdja Setiabudi adalah cucu adik Edward Duewes Dekker ) salah satu keturunan Eropa sangat menentang politik etis ini karena pemerintah Hindia Belanda memandang bahwa yang perlu dibantu adalah orang pribumi. Padahal politik etis ditujukan untuk semua penduduk asli Hindia Belanda ( Indiers ) yang didalamnya termasuk pula orang Eropa yang menetap ( blijvers ) dan Tionghoa. D. Masa Kebangkitan Nasional Sebelum tahun1908 di Indonesia telah terjadi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajah, namun sifatnya masih lokal dan tergantung pada pemimpin, sehingga mudah diadu domba ( devide et impera ) oleh penjajah. Akibatnya perjuangan untuk melepaskan diri dari penjajahan tidak berhasil, misalnya perlawanan Diponegoro, Imam Bondjol, Teuku Umar dan sebagainya. Setelah mereka ditangkap, dibuang kedaerah lain dan meninggal, tidak ada lagi yang melanjutkan perjuangan melawan penjajah tersebut. Setelah tahun 1908 taktik perjuangan melawan penjajah mulai diubah yaitu tidak lagi tergantung pada tokoh dan kerajaan tertentu. Apalagi para tokoh yang berjuang tersebut pada umumnya sudah berpendidikan tingkat sarjana ( dari Eropa, mayoritas di Belanda ). Kemudian perjuangan disini tidak lagi bersifat lokal, akan tetapi sudah bersifat nasional artinya tidak melihat lagi SARA. Didalam negeripun mereka sudah

15 memperoleh pendidikan walau jumlahnya terbatas yakni anak Eropa dan bumi Putera kelas atas. ( HIS, MULO, AMS, KweekSchool, STOVIA, THS ). Jadi tidak heran tokoh tokoh pejuang pada tahun 1908 pada umumnya dari kelompok pribumi yang bangsawan,karena mereka ini yang mampu dan berkesempatan mengenyam pendidikan lebih tinggi. Sedangkan pribumi biasa hanya bersekolah pada pesantren yang waktu itu masih ortodok atau fokus kepada masalah agama. Perlawanan setelah tahun 1908 ni sudah bersifat nasional dengan bentuk organisasi yang moderen.pergerakkan naional di laksanakan dengan terencana dan bertahap serta perhitungan yang tepat, sehingga perjuangan tidak sia sia. Tumbuhnya pergerakan nasional ini di pengaruhi pula oleh faktor kemiskinan dan penderitaan pribumi serta faktor eksterndima kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905,pergerakan kebangsaan di India, Philipina,China,dan Turki. Wujud pergerakan nasional diawali denga terbentuknya perkumpulan Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908 oleh mahasiswa kedokteran Stovia ( Fk ui ) yaitu Wahidin Sudirohusodo, Sutomo. Dengan misi organisasi memperbaiki sistim pendidikan, pengajaran dan kebudayaan. Selanjutnya pada tahun 1912 lahir pula Organisasi Muhammadiyah di Yogyakarta dengan penggagasnya adalah KH Dahlan. Dan tahun 1922 berdiri pula perguruan Taman Siswa di Yogyakarta oleh Ki Hajar Dewantoro, pada tahun 1926 berdiri pula NU di Jombang oleh KH Hasyim Ashari. Semua organisasi ini berkiprah dalam peningkatan pendidikan kaum pribumi. Pada tahun 1911 berdiri pula serikat islam yang dipelopori HOS Cokroaminoto, tahun 1913 berdiri pula Indiche Partij oleh Douewes Dekker, Ciptomangunkusumo, Suwardi Suryaningrat, Ki Hajar Dewantoro. Selanjutnya pemberontakan PKI ( pecahan dari Sarikat Islam 1920 ) terhadap Belanda pada tahun 1926 yang dipimpin oleh Semaun dan Darsono dijadikan sebagai awal pengawasan Belanda terhadap kegiatan partai politik bahkan membubarkan partai yang dicurigai, sehingga menyulitkan partai untuk bergerak. Pada masa sulit ini berdiri (tahun 1927) lahir PNI yang digagas oleh

16 Soekarno, Cipto Mangunkusumo, dan Sartono. Partindo tahun 1931 d/h PNI, PNI baru 1933 oleh Hatta dan Sutan Syahrir. Partai yang lebih lunak terhadap Belanda yaitu Parindra 1935 dan Gerindo Dengan demikian mulailah perjuangan Indonesia menemukan jati dirinya yaitu kesatuan nasional dengan tujuan Indonesia merdeka. Tujuan ini diekspresikan dengan jelas setelah tampil beberapa golongan muda seperti Moh. Yamin, Wongsonegoro, Kuncoro Probopranoto dan lainnya, dimana pada tahun 1926 membentuk Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia ( PPPI ) di Surabaya dan mengadakan kongres dengan hasil berupa kesepakatan untuk menggalang persatuan seluruh organisasi pergerakan pemuda untuk melawan penjajah Belanda. Kemudian pada 27 dan 28 Oktober 1928 dilanjutkan dengan kongres II di Jakarta dan kesepakatan dalam kongres II ini adalah kemerdekaan dapat diwujudkan dengan syarat adanya persatuan dan kesatuan nasional. Kemudian kongres PPPI yang ke 2 ini lebih dikenal dengan Sumpah Pemuda, yang intinya adalah pernyataan Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia, Bahasa Indonesia. Jadi Sumpah Pemuda ini merupakan kelanjutan pergerakan nasional tahun 1908, dan setelah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 ini, perjuangan kemerdekaan agak tersendat karena adanya larangan kegiatan politik oleh pemerintah Hindia Belanda setelah lahirnya Sumpah Pemuda. Namun tidak berarti perjuangan berhenti sama sekali, seperti adanya usul Gabungan Partai Politik Indonesia (GAPI) dalam sidang Volksraad tanggal 15 juli 1936 kepada Ratu Belanda melalui pemerintah Hindia Belanda supaya diadakan konverensi wakil Indonesia wakil Belanda atas hak yang sama. Kemudian GAPI pada 4 juli 1939 menuntut Belanda agar bentuk parlemen yang dipilih oleh rakyat dan Menteri bertanggung jawab pada parlemen. Kemudian 17 Desember 1939 GAPI menuntut Indonesia berparlemen penuh, bendera merah putih, Indonesia raya lagu persatuan, bahasa Indonesia. Dan tuntutan ini disetujui Belanda, tapi 10 Mei 1940 Belanda dikuasai Hitler dari Jerman, sehingga usaha ini gagal, karena tidak ada tindak lanjut dari Belanda. ( Pemerintah Belanda mengungsi ke Inggris ) Pada Agustus 1940 GAPI tetap menuntut Hindia Belanda agar melakukan perubahan ketatanegaraan dan Volksraad diganti dengan parlemen. Akhirnya Hindia

17 Belanda membentuk komisi Visman yang diketuai oleh R.F. Visman. Tujuannya adalah suatu komisi untuk membahas tuntutan Indonesia berparlemen. Sebagai bahan masukan maka GAPI membuat rencana tentang bentuk dan susunan parlemen dan diajukan pada tanggal 14 Pebruari 1941 ke komisi Visman. Belum komisi ini bekerja maka tanggal 14 juni 1941 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan larangan bahwa semua partai tidak boleh adakan rapat-rapat yang intinya menuntut Belanda. (Karena pecahnya perang dunia I antara sekutu lawan Hitler-Jerman dan Musolini-Italia di Eropa dan Sekutu lawan Jepang di Asia, yang akhirnya sekutu kalah, baik di Eropa maupun di Asia). Pada tanggal 9 Maret 1942 Gub. Jen. Tjarda SS selaku kepala pemerintah Hindia Belanda dan Jend. Ter Poorten selaku panglima tertinggi AD sekutu dijawa menyerah kepada pasukan Jepang. Di Kalijati tanpa syarat, sementara pejabat pemerintahan Hindia Belanda lainnya berhasil kabur ke Australia, dan di Australia mendirikan pemerintahan sipil, di pengasingan yaitu Nederland Indie Cipil Asministration (NICA) yang di pimpin oleh Van Mook.

18 SOAL MANDIRI 1. Jelaskan sejarah singkat pada masa penjajahan bangsa asing! 2. Jelaskan sejarah singkat pada masa kebangkitan nasional! 3. Benjamin S. Bloom menyatakan bahwa tujuan pendidikan itu dapat diklasifikasikan menjadi tiga kawasan, sebutkan dan jelaskan! 4. Belanda dengan Inggris membuat perjanjian yang dikenal dengan konvensi London Sebutkan isi dari perjanjian tersebut? 5. Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara serta berjiwa demokratis yang berkeadaban. Oleh karena itu Pendidikan Kewarganegaraan berlandaskan? ===================SELAMAT MENGERJAKAN =======================

PROSES PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT

PROSES PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT PROSES PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DAFTAR ISI LATAR BELAKANG KEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIA What: (latar belakang) Indonesia negara dengan SDA yang melimpah Why: (Alasan) Orang-orang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA

PERKEMBANGAN PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA PERKEMBANGAN PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA A. LATAR BELAKANG MUNCULNYA PERGERAKAN KEBANGSAAN Politik DRAINAGE Belanda mengeruk kekayaan dari negara Indonesia untuk kepentingan dan kesejahteraan negara

Lebih terperinci

SEBAB MUNCULNYA NASIONALISME

SEBAB MUNCULNYA NASIONALISME NASIONALISME Nasionalisme diartikan sebagai perangkat nilai atau sistem legitimasi baru yang mendasari berdirinya sebuah negara baru Dekolonisasi diartikan sebagai proses menurunnya kekuasaan negara-negara

Lebih terperinci

PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAHAN

PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAHAN PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAHAN Saya siswa kelas 5A Siap Belajar dengan Tenang dan Tertib dan Antusias Pada abad ke-16 berlayarlah bangsa-bangsa Eropa ke wilayah Timur. Diantaranya adalah Portugis, Spanyol,

Lebih terperinci

B A B III KEADAAN AWAL MERDEKA

B A B III KEADAAN AWAL MERDEKA B A B III KEADAAN AWAL MERDEKA A. Sidang PPKI 18 19 Agustus 1945 Proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 hanya menyatakan Indonesia sudah merdeka dalam artian tidak mengakui lagi bangsa

Lebih terperinci

KOLONIALISME DAN IMPERIALISME

KOLONIALISME DAN IMPERIALISME KOLONIALISME DAN IMPERIALISME Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga

Lebih terperinci

KEUNGGULAN LOKASI TERHADAP KOLONIALISME DI INDONESIA

KEUNGGULAN LOKASI TERHADAP KOLONIALISME DI INDONESIA KEUNGGULAN LOKASI TERHADAP KOLONIALISME DI INDONESIA ALASAN BANGSA EROPA MELAKUKAN PERJALANAN SAMUDRA KARENA JATUHNYA KOTA KONSTANTINOPEL KE TANGAN BANGSA TURKI. UNTUK MENCARI REMPAH-REMPAH. INGIN MENJELAJAHI

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA I. UMUM Dalam kehidupan bernegara, aspek pertahanan merupakan faktor yang sangat hakiki dalam menjamin kelangsungan

Lebih terperinci

SISTEM TANAM PAKSA. Oleh: Taat Wulandari

SISTEM TANAM PAKSA. Oleh: Taat Wulandari SISTEM TANAM PAKSA Oleh: Taat Wulandari E-mail: [email protected] TOKOH-TOKOH PENENTANG TANAM PAKSA 1. Eduard Douwes Dekker (1820 1887) Ia mengarang sebuah buku yang berjudul Max Havelaar (lelang

Lebih terperinci

BAB 5: SEJARAH POLITIK KOLONIAL

BAB 5: SEJARAH POLITIK KOLONIAL www.bimbinganalumniui.com 1. Pada tahun 1811, seluruh wilayah kekuasaan Belanda di Indonesia telah berhasil direbut oleh... a. Alfonso d Albuqueque b. Lord Minto c. Bartholomeus Diaz d. Thomas Stamford

Lebih terperinci

: SARJANA/DIPLOMA. PETUNJUK KHUSUS Pilihlah salah satu jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara 5 pilihan yang tersedia

: SARJANA/DIPLOMA. PETUNJUK KHUSUS Pilihlah salah satu jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara 5 pilihan yang tersedia MATA UJIAN BIDANG TINGKAT : P.ENGETAHUAN UMUM : SEJARAH : SARJANA/DIPLOMA PETUNJUK UMUM 1) Dahulukan menulis nama dan nomor peserta pada lembar jawaban 2) Semua jawaban dikerjakan di lembar jawaban yang

Lebih terperinci

Ebook dan Support CPNS Ebook dan Support CPNS. Keuntungan Bagi Member cpnsonline.com:

Ebook dan Support CPNS   Ebook dan Support CPNS. Keuntungan Bagi Member cpnsonline.com: SEJARAH NASIONAL INDONESIA 1. Tanam paksa yang diterapkan pemerintah colonial Belanda pada abad ke-19 di Indonesia merupakan perwujudan dari A. Dehumanisasi masyarakat Jawa B. Bekerjasama dengan Belanda

Lebih terperinci

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa negara Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa negara Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa negara Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut bebas di antara pulau-pulau di Indonesia. Laut bebas

Lebih terperinci

Kajian IPS Mengenai Zaman Pergerakan Nasional

Kajian IPS Mengenai Zaman Pergerakan Nasional Kajian IPS Mengenai Zaman Pergerakan Nasional Oleh: Didin Saripudin Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Konsep IPS-Sejarah dalam Memaknai Zaman Pergerakan Nasional di Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sejak dahulu, bangsa Indonesia kaya akan hasil bumi antara lain rempah-rempah

BAB I PENDAHULUAN. Sejak dahulu, bangsa Indonesia kaya akan hasil bumi antara lain rempah-rempah BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Sejak dahulu, bangsa Indonesia kaya akan hasil bumi antara lain rempah-rempah seperti vanili, lada, dan cengkeh. Rempah-rempah ini dapat digunakan sebagai pengawet

Lebih terperinci

Sejarah Penjajahan Indonesia

Sejarah Penjajahan Indonesia Sejarah Penjajahan Indonesia Masa penjajahan Indonesia tidak langsung dimulai ketika orang-orang Belanda pertama kali menginjakkan kaki di Nusantara pada akhir abad ke-16. Sebaliknya, proses penjajahan

Lebih terperinci

POLITIK KOLONIAL KONSERVATIF, ) ENCEP SUPRIATNA

POLITIK KOLONIAL KONSERVATIF, ) ENCEP SUPRIATNA POLITIK KOLONIAL KONSERVATIF, 1800-1870) ENCEP SUPRIATNA LATAR BELAKANG SETELAH VOC DINYATAKAN BANGKRUT KARENA MENEMPUH CARA-CARA TRADISIONAL. ATAS NAMA PEMERINTAH INGGRIS RAFFLES (1811-1816), MENERAPKAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah

Lebih terperinci

Makalah Diskusi SEJARAH SOSIAL EKONOMI

Makalah Diskusi SEJARAH SOSIAL EKONOMI Makalah Diskusi SEJARAH SOSIAL EKONOMI Oleh: Zulkarnain JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 1 SISTEM TANAM PAKSA Oleh: Zulkarnain Masa penjajahan yang

Lebih terperinci

BAB I STRATEGI MARITIM PADA PERANG LAUT NUSANTARA DAN POROS MARITIM DUNIA

BAB I STRATEGI MARITIM PADA PERANG LAUT NUSANTARA DAN POROS MARITIM DUNIA BAB I PADA PERANG LAUT NUSANTARA DAN POROS MARITIM DUNIA Tahun 1620, Inggris sudah mendirikan beberapa pos perdagangan hampir di sepanjang Indonesia, namun mempunyai perjanjian dengan VOC untuk tidak mendirikan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Sejak masuknya bangsa Belanda dan tata-hukumnya di nusantara tahun 1596

I. PENDAHULUAN. Sejak masuknya bangsa Belanda dan tata-hukumnya di nusantara tahun 1596 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejak masuknya bangsa Belanda dan tata-hukumnya di nusantara tahun 1596 berlakulah dualisme hukum di Indonesia, yaitu di samping berlakunya hukum Belanda kuno

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Aceh memiliki kedudukan yang sangat strategis sebagai pusat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Aceh memiliki kedudukan yang sangat strategis sebagai pusat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Aceh memiliki kedudukan yang sangat strategis sebagai pusat perdagangan. Aceh banyak menghasilkan lada dan tambang serta hasil hutan. Oleh karena itu, Belanda

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah

Lebih terperinci

BAB 7: SEJARAH PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA. PROGRAM PERSIAPAN SBMPTN BIMBINGAN ALUMNI UI

BAB 7: SEJARAH PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA.  PROGRAM PERSIAPAN SBMPTN BIMBINGAN ALUMNI UI www.bimbinganalumniui.com 1. Berikut ini adalah daerah pertama di yang diduduki oleh tentara Jepang... a. Aceh, Lampung, Bali b. Morotai, Biak, Ambon c. Tarakan, Pontianak, Samarinda d. Bandung, Sukabumi,

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa pertahanan

Lebih terperinci

NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA

NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA Menimbang: DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah

Lebih terperinci

8. Apa perjuangan beliau? 9. Apa strategi beliau dalam mengusir penjajah? 10. Apa sikap yang harus diambil dari para pahlawan?

8. Apa perjuangan beliau? 9. Apa strategi beliau dalam mengusir penjajah? 10. Apa sikap yang harus diambil dari para pahlawan? KELAS 4 TEMA 5 SUB TEMA. Apa tujuan Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa? 2. Apakah Gajah Mada bisa disebut sebagai pahlawan pada masa Kerajaan Majapahit? Jelaskan! 3. Hitunglah operasi berikut ini: a.

Lebih terperinci

SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Hari / Tanggal : SENIN, 27 NOPEMBER 2017

SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Hari / Tanggal : SENIN, 27 NOPEMBER 2017 PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 TAMPAKSIRING Jl. DR. Ir. Soekarno, Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring Telp. (0361) 981 681 SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL

Lebih terperinci

LATIHAN SOAL PENDIDIKAN PANCASILA IPB 111 UNIT MATA KULIAH DASAR UMUM

LATIHAN SOAL PENDIDIKAN PANCASILA IPB 111 UNIT MATA KULIAH DASAR UMUM LATIHAN SOAL PENDIDIKAN PANCASILA IPB 111 UNIT MATA KULIAH DASAR UMUM LATIHAN SOAL BELA NEGARA Pilihlah jawaban yang benar. 1. Cinta tanah air merupakan perwujudan pengamalan Pancasila sila. A. Ketuhanan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA BESERTA PENJELASANNYA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA BESERTA PENJELASANNYA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA BESERTA PENJELASANNYA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK

Lebih terperinci

MODUL POLA KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA PADA MASA PERGERAKAN NASIONAL HINGGA KEMERDEKAAN MATERI : HUBUNGAN POLITIK ETIS DENGAN PERGERAKAN NASIONAL

MODUL POLA KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA PADA MASA PERGERAKAN NASIONAL HINGGA KEMERDEKAAN MATERI : HUBUNGAN POLITIK ETIS DENGAN PERGERAKAN NASIONAL MODUL POLA KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA PADA MASA PERGERAKAN NASIONAL HINGGA KEMERDEKAAN MATERI : HUBUNGAN POLITIK ETIS DENGAN PERGERAKAN NASIONAL Fredy Hermanto, S. Pd., M.Pd. PPG DALAM JABATAN Kementerian

Lebih terperinci

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila telah ada di Indonesia pada bangsa Indonesia sejak zaman dahulu sebelum bangsa Indonesia terbentuk

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila telah ada di Indonesia pada bangsa Indonesia sejak zaman dahulu sebelum bangsa Indonesia terbentuk Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila telah ada di Indonesia pada bangsa Indonesia sejak zaman dahulu sebelum bangsa Indonesia terbentuk Proses perumusan materi Pancasila secara formal dilakukan

Lebih terperinci

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BELA NEGARA

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BELA NEGARA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BELA NEGARA Disusun Oleh: I Gusti Bagus Wirya Agung, S.Psi., MBA UPT. PENDIDIKAN PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA U N I V E R S I T A S U D A Y A N A B A L I 2016 JUDUL: PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersebut mengantarkan orang untuk terbuka terhadap kebutuhan-kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. tersebut mengantarkan orang untuk terbuka terhadap kebutuhan-kebutuhan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Pendidikan akan membawa perubahan sikap, perilaku, nilai-nilai

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace dicabut: UU 3-2002 lihat: UU 1-1988 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 51, 1982 (HANKAM. POLITIK. ABRI. Warga negara. Wawasan Nusantara. Penjelasan

Lebih terperinci

PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Modul ke: Fakultas FAKULTAS TEKNIK PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA ERA KEMERDEKAAN BAHAN TAYANG MODUL 3B SEMESTER GASAL 2016 RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH. Program Studi Teknik

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah

Lebih terperinci

Indikator. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Materi Pokok dan Uraian Materi. Bentuk-bentukInteraksi Indonesia-Jepang.

Indikator. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Materi Pokok dan Uraian Materi. Bentuk-bentukInteraksi Indonesia-Jepang. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Indikator Bentuk-bentukInteraksi Indonesia-Jepang Dampak Kebijakan Imperialisme Jepang di Indonesia Uji Kompetensi 2. Kemampuan memahami

Lebih terperinci

NOMOR 20 TAHUN 1982 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PERTAHANAN KEMANAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 20 TAHUN 1982 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PERTAHANAN KEMANAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 1982 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PERTAHANAN KEMANAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Menimbang: DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

- 1 - PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA

- 1 - PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA - 1 - PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA I. UMUM Salah satu tujuan bernegara yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik

Lebih terperinci

ZAMAN PERGERAKAN NASIONAL

ZAMAN PERGERAKAN NASIONAL ZAMAN PERGERAKAN NASIONAL Faktor ekstern dan intern lahirnya nasionalisme Indonesia. Faktor ekstern: Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 yang menyadarkan dan membangkitkan bangsa-bangsa Asia untuk

Lebih terperinci

PLEASE BE PATIENT!!!

PLEASE BE PATIENT!!! PLEASE BE PATIENT!!! CREATED BY: HIKMAT H. SYAWALI FIRMANSYAH SUHERLAN YUSEP UTOMO 4 PILAR KEBANGSAAN UNTUK MEMBANGUN KARAKTER BANGSA PANCASILA NKRI BHINEKA TUNGGAL IKA UUD 1945 PANCASILA MERUPAKAN DASAR

Lebih terperinci

BAB 6: SEJARAH PERGERAKAN NASIONAL

BAB 6: SEJARAH PERGERAKAN NASIONAL www.bimbinganalumniui.com 1. Kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang tahun 1904 1905 membuktikan bahwa Jepang sanggup menyamai bahkan melebihi salah satu negara Barat. Kemenangan Jepang tahun 1905 menyadarkan

Lebih terperinci

ANALISIS UUD 1945 SEBELUM DAN SESUDAH AMANDEMEN. Pasal 19 s/d 37. Tugas untuk memenuhi Mata Kulia Pendidikan Kewarganegaraan

ANALISIS UUD 1945 SEBELUM DAN SESUDAH AMANDEMEN. Pasal 19 s/d 37. Tugas untuk memenuhi Mata Kulia Pendidikan Kewarganegaraan ANALISIS UUD 1945 SEBELUM DAN SESUDAH AMANDEMEN Pasal 19 s/d 37 Tugas untuk memenuhi Mata Kulia Pendidikan Kewarganegaraan Yang dibina oleh Bapak Gatot Isnani Oleh Kelompok Ihwan Firdaus Ma rifatun Nadhiroh

Lebih terperinci

Nasionalisme Liberalisme Sosialisme Demokrasi Pan-Islamisme

Nasionalisme Liberalisme Sosialisme Demokrasi Pan-Islamisme Nasionalisme Liberalisme Sosialisme Demokrasi Pan-Islamisme Nasionalisme berasal dari kata nation(bahasa Inggris) dan natie (bahasa Belanda) yang berarti bangsa. sebab-sebab munculnya perasaan nasionalisme

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 37 SEMARANG

PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 37 SEMARANG PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 37 SEMARANG Jl. Sompok No. 43 Telp. 8446802 Semarang Website.www.smp 37.smg.sch.id Email: smp 37 smg @ yahoo.co.id ULANGAN TENGAH SEMESTER GANJIL TAHUN

Lebih terperinci

TUGAS KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH

TUGAS KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH TUGAS KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma. Disusun Oleh : Richi Ardianto 11.11.5468 Kelompok F S1 TI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

Lebih terperinci

MATERI UUD NRI TAHUN 1945

MATERI UUD NRI TAHUN 1945 B A B VIII MATERI UUD NRI TAHUN 1945 A. Pengertian dan Pembagian UUD 1945 Hukum dasar ialah peraturan hukum yang menjadi dasar berlakunya seluruh peraturan perundangan dalam suatu Negara. Hukum dasar merupakan

Lebih terperinci

2. Title Bagian ini akan ditampilkan setelah bulatan menjadi besar kembali dan peta berubah menjadi judul film Djakarta Tempo Doeloe.

2. Title Bagian ini akan ditampilkan setelah bulatan menjadi besar kembali dan peta berubah menjadi judul film Djakarta Tempo Doeloe. 1 1.3.3 Treatment 1. Opening Film ini diawali dengan munculnya peta Negara Indonesia, kemudian muncul sebuah bulatan yang akan memfokuskan peta tersebut pada bagian peta Pulau Jawa. Selanjutnya, bulatan

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Nama : Mata Pelajaran : Sejarah

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Nama : Mata Pelajaran : Sejarah UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Nama : Mata Pelajaran : Sejarah Kelas : 8 Waktu : 10.00-11.30 No.Induk : Hari/Tanggal : Senin, 08 Desember 2014 Petunjuk Umum: Nilai : 1.

Lebih terperinci

PENDIDIKAN PANCASILA. Hakikat Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia. Novia Kencana, S.IP, MPA

PENDIDIKAN PANCASILA. Hakikat Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia. Novia Kencana, S.IP, MPA PENDIDIKAN PANCASILA Hakikat Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Novia Kencana, S.IP, MPA [email protected] Pengantar Secara epistomologis dan pertanggung jawaban ilmiah,

Lebih terperinci

KONSEP DASAR PEREKONOMIAN GLOBAL

KONSEP DASAR PEREKONOMIAN GLOBAL Indah Oktaviani, M. Si KONSEP DASAR PEREKONOMIAN GLOBAL TPB SEM. II 2017/2018 Kebutuhan 1. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan oleh seseorang, yang apabila tidak terpenuhi maka dapat menganggu

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah

Lebih terperinci

PERJUANGAN PERGERAKAN BANGSA INDONESIA. Taat, Nasionalisme dan Jatidiri Bangsa,

PERJUANGAN PERGERAKAN BANGSA INDONESIA. Taat, Nasionalisme dan Jatidiri Bangsa, PERJUANGAN PERGERAKAN BANGSA INDONESIA Budi Utomo Tanda-tanda lahirnya gerakan nasional yang teratur mulai tampak saat Budi Utomo mucul pada tahun 20 Mei 1908. Perkumpulan ini beranggotakan kaum intelektual

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah gerbang yang utama dan pertama dalam usaha

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah gerbang yang utama dan pertama dalam usaha BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah gerbang yang utama dan pertama dalam usaha mewujudkan sumber daya manusia yang lebih baik. Pendidikan harus mampu dalam perbaikan dan pembaharuan

Lebih terperinci

LATIHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

LATIHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA LATIHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA 1. BPUPKI dalam sidangnya pada 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 membicarakan. a. rancangan UUD b. persiapan kemerdekaan c. konstitusi Republik Indonesia Serikat

Lebih terperinci

Waktu: 8 x 45 Menit (Keseluruhan KD) Standar Kompetensi: Memahami Hakikat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Waktu: 8 x 45 Menit (Keseluruhan KD) Standar Kompetensi: Memahami Hakikat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Waktu: 8 x 45 Menit (Keseluruhan KD) Standar Kompetensi: Memahami Hakikat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar : 1.1. Mendeskripsikan Hakikat Bangsa Dan Unsur-unsur Terbentuknya

Lebih terperinci

PANCASILA DALAM SEJARAH PERJUANGAN BANGSA

PANCASILA DALAM SEJARAH PERJUANGAN BANGSA Modul ke: PANCASILA DALAM SEJARAH PERJUANGAN BANGSA Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri www.mercubuana.ac.id DR. Rais Hidayat, M.Pd Kompetensi Mahasiswa dapat mengetahui sejarah Pancasila Mahasiswa

Lebih terperinci

Pancasila dalam kajian sejarah perjuangan bangsa

Pancasila dalam kajian sejarah perjuangan bangsa Mata Kuliah Pancasila Modul ke: Pancasila dalam kajian sejarah perjuangan bangsa Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Panti Rahayu, SH, MH Program Studi MANAJEMEN PANCASILA ERA PRA DAN ERA KEMERDEKAAN 2 Pendahuluan

Lebih terperinci

MASA PEMERINTAHAN HERMAN WILLIAN DAENDELS DI INDONESIA

MASA PEMERINTAHAN HERMAN WILLIAN DAENDELS DI INDONESIA MASA PEMERINTAHAN HERMAN WILLIAN DAENDELS DI INDONESIA Latar Belakang Kedatangan Herman William Daendels Herman William Daendels di utus ke Indonesia pada tahun 1808 dengan tujuan yakni mempertahankan

Lebih terperinci

FOTO KEGIATAN SIKLUS I

FOTO KEGIATAN SIKLUS I FOTO KEGIATAN SIKLUS I FOTO KEGIATAN SIKLUS II Lampiran : Observasi data LEMBAR OBSERVASI 1 Mata pelajaran : IPS Sejarah Kelas/Semester : VIII C / I (satu) Hari/tanggal : Kamis, 29 September 2011 Fokus

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. bangsa Indonesia setelah lama berada di bawah penjajahan bangsa asing.

BAB I. PENDAHULUAN. bangsa Indonesia setelah lama berada di bawah penjajahan bangsa asing. BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 yang diucapkan oleh Soekarno Hatta atas nama bangsa Indonesia merupakan tonggak sejarah berdirinya

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA HAK ASASI MANUSIA DALAM PANCASILA DOSEN PENGAMPU : HARI SUDIBYO S.KOM UNTUK MEMENUHI SALAH SATU SYARAT MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA NAMA: HERI SANTOSO NIM: 11.11.5151

Lebih terperinci

Rangkuman Materi Ajar PKn Kelas 6 MATERI AJAR

Rangkuman Materi Ajar PKn Kelas 6 MATERI AJAR Rangkuman Materi Ajar PKn Kelas 6 MATERI AJAR Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : VI / I Alokasi Waktu : 6 x 35 Menit Standar Kompetensi 1. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM

BAB II GAMBARAN UMUM BAB II GAMBARAN UMUM 2.1. Jepang Pasca Perang Dunia II Pada saat Perang Dunia II, Jepang sebagai negara penyerang menduduki negara Asia, terutama Cina dan Korea. Berakhirnya Perang Dunia II merupakan kesempatan

Lebih terperinci

Demokrasi di Indonesia

Demokrasi di Indonesia Demokrasi Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara

Lebih terperinci

BAB 10 PROSES KEDATANGAN DAN KOLONIALISME BANGSA BARAT DI INDONESIA

BAB 10 PROSES KEDATANGAN DAN KOLONIALISME BANGSA BARAT DI INDONESIA BAB 10 PROSES KEDATANGAN DAN KOLONIALISME BANGSA BARAT DI INDONESIA TUJUAN PEMBELAJARAN Dengan mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu: mendeskripsikan sebab dan tujuan kedatangan bangsa barat ke Indonesia;

Lebih terperinci

Title? Author Riendra Primadina. Details [emo:10] apa ya yang di maksud dengan nilai instrumental? [emo:4] Modified Tue, 09 Nov :10:06 GMT

Title? Author Riendra Primadina. Details [emo:10] apa ya yang di maksud dengan nilai instrumental? [emo:4] Modified Tue, 09 Nov :10:06 GMT Title? Author Riendra Primadina Details [emo:10] apa ya yang di maksud dengan nilai instrumental? [emo:4] Modified Tue, 09 Nov 2010 14:10:06 GMT Author Comment Hafizhan Lutfan Ali Comments Jawaban nya...

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA (Kuliah ke 13) [email protected] 1 A. UUD adalah Hukum Dasar Tertulis Hukum dasar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu (a) Hukum dasar tertulis yaitu UUD, dan

Lebih terperinci

Perkembangan Sejarah Pendidikan di Indonesia dan Maroko: Melihat Persamaan dari Berbagai Perbedaan. Oleh : Mutia Zata Yumni Senin, 20 Juni :42

Perkembangan Sejarah Pendidikan di Indonesia dan Maroko: Melihat Persamaan dari Berbagai Perbedaan. Oleh : Mutia Zata Yumni Senin, 20 Juni :42 KOPI, Dalam menghadapi tantangan global yang terjadi pada abad ke-21 ini, masyarakat atau negara dituntut untuk mampu mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas. Konsep kualitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Negara eropa yang paling lama menjajah Indonesia adalah Negara Belanda

BAB I PENDAHULUAN. Negara eropa yang paling lama menjajah Indonesia adalah Negara Belanda BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia di jajah oleh bangsa Eropa kurang lebih 350 tahun atau 3.5 abad, hal ini di hitung dari awal masuk sampai berakhir kekuasaannya pada tahun 1942. Negara eropa

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya,

BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penghadangan terhadap tentara Jepang di daerah Kubang Garut oleh

Lebih terperinci

PENDIDIKAN PANCASILA

PENDIDIKAN PANCASILA Modul ke: 03Fakultas Oni FASILKOM PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA ERA PRA KEMERDEKAAN & ERA KEMERDEKAAN Tarsani, S.Sos.I., M.Ikom Program Studi Sistem Informasi

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG DATANGNYA JEPANG

LATAR BELAKANG DATANGNYA JEPANG LATAR BELAKANG DATANGNYA JEPANG Jepang datang ke Indonesia karena: Ingin menguasai wilayah Asia-Pasifik pada Perang Dunia II Menyerahnya Belanda ke tangan Jepang pada 8 Maret 1942, di Kalijati Mencari

Lebih terperinci

KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN SEKOLAH KELAS XI IPS 2011

KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN SEKOLAH KELAS XI IPS 2011 KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN SEKOLAH KELAS XI IPS 2011 Jenis sekolah : SMA/MA Jumlah soal : 55 butir Mata pelajaran : SEJARAH Bentuk soal/tes : Pilihan Ganda/essay Kurikulum : KTSP Alokasi waktu : 90

Lebih terperinci

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA NAMA:ISWAHYUDI NIM :11.01.2828 KELOMPOK:B PROGRAM STUDI:PANCASILA JURUSAN:D3 TI DOSEN: IRTON, SE, M.SI 1. PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA 2. ABSTRAK

Lebih terperinci

KEWARGANEGARAAN IDENTITAS NASIONAL

KEWARGANEGARAAN IDENTITAS NASIONAL KEWARGANEGARAAN IDENTITAS NASIONAL Identitas nasional Indonesia menunjuk pada identitas-identitas yang sifatnya nasional Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Bendera negara yaitu

Lebih terperinci

BAHAN TAYANG MODUL 5

BAHAN TAYANG MODUL 5 Modul ke: PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN HUBUNGAN PANCASILA DENGAN PEMBUKAAN UUD 1945 SERTA PENJABARAN PADA PASAL- PASAL UUD 1945 DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBUATAN KEBIJAKAN NEGARA SEMESTER GASAL

Lebih terperinci

BAB I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

BAB I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA A. Landasan Pendidikan Pancasila Pancasila adalah dasar falsafah Negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu, setiap

Lebih terperinci

BAHAN TAYANG MODUL 11 SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2016/2017 RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH.

BAHAN TAYANG MODUL 11 SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2016/2017 RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH. Modul ke: 11 Fakultas TEKNIK PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA SILA KETIGA PANCASILA KEPENTINGAN NASIONAL YANG HARUS DIDAHULUKAN SERTA AKTUALISASI SILA KETIGA DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA ( DALAM BIDANG POLITIK,

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO: 1 Mata Pelajaran : Program Studi IPA (Sejarah) Kelas/Semester : XI/1 Materi Pokok : Kerajaan Kutai dan Tarumanegara Pertemuan Ke- : 1 Alokasi Waktu : 1 x pertemuan

Lebih terperinci

AMANDEMEN II UUD 1945 (Perubahan tahap Kedua/pada Tahun 2000)

AMANDEMEN II UUD 1945 (Perubahan tahap Kedua/pada Tahun 2000) AMANDEMEN II UUD 1945 (Perubahan tahap Kedua/pada Tahun 2000) Perubahan kedua terhadap pasal-pasal UUD 1945 ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 2000. Perubahan tahap kedua ini ini dilakukan terhadap beberapa

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.131, 2010 PENDIDIKAN. Kepramukaan. Kelembagaan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5169) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12

Lebih terperinci

LATIHAN SOAL UUD 1945 ( waktu : 36 menit )

LATIHAN SOAL UUD 1945 ( waktu : 36 menit ) LATIHAN SOAL UUD 1945 ( waktu : 36 menit ) 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas a. anggota Mahkamah Konstitusi dan anggota anggota Dewan Perwakilan Rakyat b. anggota Mahkamah Konstitusi dan anggota

Lebih terperinci

LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA PENDIDIKAN PANCASILA LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA Rowland Bismark Fernando Pasaribu 9/9/2013 Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan

Lebih terperinci

Strategi Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Bangsa Barat Sebelum dan Setelah Abad 20

Strategi Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Bangsa Barat Sebelum dan Setelah Abad 20 Strategi Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Bangsa Barat Sebelum dan Setelah Abad 20 Anggota kelompok 3: 1. Ananda Thalia 2. Budiman Akbar 3. Farrel Affieto 4. Hidayati Nur Trianti Strategi Perlawanan

Lebih terperinci

KISI-KISI SEJARAH KELAS XI IPS

KISI-KISI SEJARAH KELAS XI IPS 2.1. Menganalisis Kolonialisme dan Imperialisme Perkembangan Pengaruh Barat di Barat dan Perubahan Merkantilisme dan Ekonomi, dan Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat di pada masa Kolonial Demografi, Kapitalisme

Lebih terperinci

Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd

Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd IDENTITAS NASIONAL Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd PROSES BERBANGSA DAN BERNEGARA Bangsa Indonesia adalah seluruh manusia yang menurut wilayahnya telah ditentukan untuk tinggal bersama di wilayah nusantara dari

Lebih terperinci

Pendidikan Kewarganegaraan (IPB 105) TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Pendidikan Kewarganegaraan (IPB 105) TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR Pendidikan Kewarganegaraan (IPB 105) TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR PENILAIAN UTS UAS : 30 PERSEN : 30 PERSEN KOLOKIUM: 40 PERSEN, terdiri dari KEHADIRAN (10%) PENYUSUNAN MAKALAH (30

Lebih terperinci

KISI-KISI PENULISAN SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN

KISI-KISI PENULISAN SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN KISI-KISI PENULISAN SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2014-2015 Nama Sekolah : SMK AL-ISHLAH CILEGON Alokasi Waktu : 90 menit Mata Pelajaran : Sejarah Jumlah : 30 PG, 5 uraian Kelas/ Program

Lebih terperinci

FAKTA PANCASILA DALAM KEHIDUPAN

FAKTA PANCASILA DALAM KEHIDUPAN FAKTA PANCASILA DALAM KEHIDUPAN Dosen Nama : Dr. Abidarin Rosyidi, MMA :Ratna Suryaningsih Nomor Mahasiswa : 11.11.5435 Kelompok : E Program Studi dan Jurusan : S1 Sistem Informatika STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Lebih terperinci

NINGGAR DIAN PRASTIKA KELOMPOK S1 TI. DOSEN : Dr. ABIDARIN ROSYIDI, MMa.

NINGGAR DIAN PRASTIKA KELOMPOK S1 TI. DOSEN : Dr. ABIDARIN ROSYIDI, MMa. NINGGAR DIAN PRASTIKA 11.11.5493 KELOMPOK F S1 TI DOSEN : Dr. ABIDARIN ROSYIDI, MMa. Abstrak Pancasila adalah dasar Negara Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Oleh

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEMESTER GANJIL T.A. 2011/2012 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEMESTER GANJIL T.A. 2011/2012 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEMESTER GANJIL T.A. 2011/2012 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA NAMA : GATOT AGUNG NUGROHO NIM : 11.11.4677 KELOMPOK : C PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN PANCASILA JURUSAN : TEKNIK

Lebih terperinci

TUGAS KELOMPOK REPUBLIK INDONESIA SERIKAT ( )

TUGAS KELOMPOK REPUBLIK INDONESIA SERIKAT ( ) TUGAS KELOMPOK REPUBLIK INDONESIA SERIKAT (1949-1950) DOSEN PEMBIMBING : ARI WIBOWO,M.Pd Disusun Oleh : Rizma Alifatin (176) Kurnia Widyastanti (189) Riana Asti F (213) M. Nurul Saeful (201) Kelas : A5-14

Lebih terperinci

KISI KISI PENILAIAN KENAIKAN KELAS TAHUN PELAJARAN

KISI KISI PENILAIAN KENAIKAN KELAS TAHUN PELAJARAN KISI KISI PENILAIAN KENAIKAN KELAS TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Nama Sekolah : MTsN 1 Kota Serang Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas / Kur : VII / K13 Semester : Genap Kompetensi Inti : 1.

Lebih terperinci

SEJARAH HUKUM INDONESIA

SEJARAH HUKUM INDONESIA SEJARAH HUKUM INDONESIA GAMBARAN SEJARAH HUKUM INDONESIA ADAT VOC 1622-1799 AB RR IS JEPANG UUD 45 170845 RIS 1949 UUDS 1950 UUD 45 1959 SAAT INI INGGRIS SBL BLD PENJAJAHAN BELANDA SEBELUM BELANDA Hukum

Lebih terperinci

PANCASILA ERA PRA KEMERDEKAAN

PANCASILA ERA PRA KEMERDEKAAN Modul ke: PANCASILA ERA PRA KEMERDEKAAN Fakultas Muhamad Rosit, M.Si. Program Studi www.mercubuana.ac.id PENDAHULUAN Soekarno pernah mengatakan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Kompetensi dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para pemuda Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para pemuda Indonesia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil dan spiritual serta beradab merupakan adicita Bangsa Indonesia yang mulai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Berdasarkan posisi geografisnya Aceh berada di pintu gerbang masuk

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Berdasarkan posisi geografisnya Aceh berada di pintu gerbang masuk 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berdasarkan posisi geografisnya Aceh berada di pintu gerbang masuk wilayah Indonesia bagian barat. Karena letaknya berada pada pantai selat Malaka, maka daerah

Lebih terperinci

WAWASAN KEBANGSAAN a) Pengertian Wawasan Kebangsaan

WAWASAN KEBANGSAAN a) Pengertian Wawasan Kebangsaan WAWASAN KEBANGSAAN Wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan, seperti penjajahan oleh Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Perjuangan bangsa

Lebih terperinci