ANGGARAN DASAR PERKUMPULAN SUBUD DUNIA MUKADIMAH
|
|
|
- Teguh Makmur
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ANGGARAN DASAR PERKUMPULAN SUBUD DUNIA MUKADIMAH Kita, yang bertandatangan di bawah ini, yang telah diberi kuasa oleh para Delegasi dari Kongres Dunia Subud Kedelapan, telah sepakat untuk menetapkan Anggaran Dasar dari Perkumpulan Subud Dunia untuk mengelola kebutuhan dan persyaratan bagi anggota Subud sesuai dengan pedoman yang diterima oleh Bapak Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo, pendiri Perkumpulan kita dan disajikan dalam katakatanya sebagai berikut: Nama Subud adalah singkatan dari kata-kata: Susila Budhi Dharma. Susila berarti: karakter manusia yang sejati sesuai dengan Kehendak Yang Maha Esa. Budhi berarti: kekuasaan tertinggi yang ada dalam diri manusia. Dharma berarti: kenyataan dari rasa diri pribadi yang menyerah kepada Kehendak Tuhan Yang Maha Esa dengan sabar, ikhlas dan tawakal. Kita telah membuat kata-kata ini menjadi nama dari Perkumpulan persaudaraan kejiwaan kita sebagai lambang, yang menunjukkan bahwa kita benar-benar dapat menjadi manusia yang memiliki kualitas Susila, Budhi dan Dharma sesuai dengan yang kita alami setiap kali kita menerima dan melaksanakan latihan kejiwaan. Sejak pertama kali latihan kejiwaan kita alami yang terjadi adalah bahwa, setelah kita menyerah dengan ikhlas kepada Keagungan Tuhan Yang Maha Kuasa, hati dan pikiran kita, yang biasanya berisi segala jenis angan-angan dan memikirkan berbagai masalah, berhenti secara spontan, dan pada waktu yang sama seluruh rasa diri kita bergetar. Getaran rasa diri ini kemudian memanifestasikan dirinya dalam gerakan dan energi yang kita sebut latihan kejiwaan. Meskipun dalam keadaan ini kita mengalami berhentinya angan-angan dan pikiran, rasa diri mengalami ketenangan dan kesadaran, sehingga bisa setiap saat mengikuti arah gerakan dan energi yang membimbing dan menuntun kita dalam kebaktian kepada Tuhan. Sebagai hasil dari apa yang kita alami dalam latihan kejiwaan, kita yakin bahwa kita hanya berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa hanya Dia yang bisa membimbing, menuntun dan membawa kita ke hadirat-nya, dan bahwa hanya Dia yang dapat memperbaiki dan meningkatkan rasa diri dan jiwa kita sesuai dengan kehendak-nya. Itulah latihan kejiwaan yang kita terima dan lakukan. Oleh karena itu, dasar dari latihan kejiwaan ini sebenarnya merupakan kebaktian kita kepada Tuhan, sehingga
2 melalui bimbingan dan tuntunan-nya kita diarahkan menuju kebaikan karakter dan keluhuran jiwa sesuai dengan Kehendak-Nya. Karena latihan kejiwaan ada dan datang kepada kita berkat karunia Tuhan, dan nyatanya diterima dan diikuti oleh orang-orang dari berbagai bangsa dan agama, kita hanya bisa berserah diri kepada Kehendak-Nya dalam kaitan penyebarannya ke seluruh dunia. Namun, sebagai manusia yang hidup di dunia ini, kita membutuhkan makanan dan pakaian, dan kita juga perlu mengurus diri sendiri sehingga kita bisa hidup di Bumi dengan selamat dan damai. Oleh karena itu, selain untuk berbakti kepada Tuhan, juga perlu bagi kita untuk membentuk suatu organisasi dalam kerangka hukum dan undang-undang yang kita patuhi. Untuk tujuan itu, karena itu, atas nama Delegasi yang tersebut di atas, kita memutuskan dan menetapkan Anggaran Dasar ini untuk Perkumpulan Subud Dunia dalam rangka membentuk organisasi yang lengkap. Ditandatangani oleh paling sedikit satu anggota dari masing-masing delegasi dari negara-negara atau kelompok-kelompok dari negara-negara berikut ini berdasarkan urutan penandatangan: Inggris, Indonesia, India, Kanada, Negeri Belanda, Amerika Serikat, Meksiko, Perancis, Irlandia, Malaysia, Thailand, Iberia (Portugal dan Spanyol), Kosta Rika, Kolombia, Saudi Arabia, Yaman, Yunani, Italia, Brazil, Afrika Selatan, Venezuela, Skandinavia (Norwegia, Swedia, Finlandia, Denmark), Republik Federal Jerman, Selandia Baru, Austria, Aljazairer, Polandia, Cili, Suriname, Zaire, Siprus/Turki, Jepang, Sri Lanka, Zimbabwe, Singapura, Vietnam, Paraguay, Peru, Argentina, Swis, Australia, dan Nigeria. TUJUAN PERKUMPULAN 1. Untuk memfasilitasi kebaktian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa melalui Latihan Kejiwaan Subud dan untuk menyediakan kebutuhan lain-lainnya dari anggota Subud. 2. Untuk melestarikan praktik Latihan Kejiwaan sehingga akan tetap tersedia bagi orang-orang di mana-mana dalam bentuk yang awalnya dilakukan di bawah bimbingan Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo. 3. Untuk menjaga nama baik Subud. 4. Untuk mendorong perdamaian, keselarasan dan pemahaman antara masyarakat terlepas dari asal-usul etnis atau agama. 5. Untuk menyediakan fasilitas pendidikan dan lainnya untuk pengembangan potensi manusia sepenuhnya. 6. Untuk mengurangi kemiskinan dan kekurangan. 7. Untuk mendorong perkembangan lingkungan dalam dan luar yang sehat dan harmonis untuk kesejahteraan manusia. 2 of 10
3 8. Untuk mendorong kegiatan budaya dan nilai-nilai yang menghidupkan dan memperkaya semangat manusia. 9. Untuk mendorong semangat kewirausahaan yang memungkinkan orang untuk mengekspresikan bakat mereka yang sebenarnya dan mengembangkan kapasitas untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. 10. Untuk menyediakan informasi mengenai Latihan Kejiwaan Subud. SUBUD DAN AGAMA Subud bukan agama tetapi dapat melengkapi agama. Tidak ada teologi atau doktrin di Subud. LARANGAN TENTANG KEGIATAN POLITIK Perkumpulan tidak akan mempromosikan atau terlibat dalam kegiatan politik. PENGAMBILAN KEPUTUSAN Para anggota Perkumpulan Subud Dunia, di semua prosedur konsultatif dan deliberatif mereka harus berpedoman pada prinsip-prinsip demokratis dan harus mencari konsensus dalam pengambilan keputusan melalui tuntunan yang diterima dalam Latihan Kejiwaan. ANGGARAN DASAR: DEFINISI Afiliasi (Affiliates): Organisasi-organisasi Subud otonom yang diberikan keanggotaan afiliasi di Perkumpulan (8.1) Perkumpulan (Association): Perkumpulan Subud Dunia merupakan perkumpulan internasional dari organisasi-organisasi internasional Subud. (2.1) Pejabat Ketua (Chief Officer): Pimpinan organisasi Kongres (Congress): Sebuah pertemuan pleno atau serangkaian pertemuan pleno terus-menerus dari Perkumpulan (3.1) Dewan (Council): Dewan Subud Dunia (5.1) Wakil Ketua (Deputy Chairperson): Pengurus WSA yang membantu Ketua dan mengambil alih tugas-tugasnya ketika Ketua berhalangan hadir. Komite Subud Internasional (International Subud Committee): Komite Eksekutif, karyawan dan relawan-relawan mereka yang terkait dengan Perkumpulan (7.1) ISC: International Subud Committee (Komite Subud Internasional) (7.1) Ketua ISC (ISC Chairperson): Pimpinan puncak Perkumpulan (ketua umum) (7.2) Anggota (Members): Organisasi-organisasi nasional Subud yang merupakan anggota dari Perkumpulan (2.2) Delegasi Anggota (Member Delegation): Kelompok yang terdiri dari empat delegasi yang mewakili anggota di Kongres. (3.10) Peserta (Participant): Orang yang diberi hak sementara untuk berpartisipasi, tetapi tidak boleh memberikan suara, dalam rapat-rapat badan oleh badan yang mengadakan rapat-rapat tersebut (10.1) 3 of 10
4 Pejabat Pimpinan (Presiding Officer): Orang yang mengetuai rapat. Kongres Reguler (Regular Congress): Kongres reguler di mana Ketua WSA dipilih (3.2) WSA: World Subud Association (Perkumpulan Subud Dunia) (2.1) Ketua WSA (WSA Chairperson): Ketua Perkumpulan (2.5) Dewan Subud Dunia (World Subud Council): Dewan dari Perkumpulan yang terdiri dari Pembantu Pelatih Internasional, Dewan-dewan Zona yang berbicara melalui Perwakilan Zona mereka, dan para ketua Afiliasi (5.1) Zona (Zone): Sekelompok Anggota yang ditetapkan oleh Kongres dan berdasarkan kedekatan geografis dan kesamaan bahasa (4.1) Dewan Zona (Zonal Council): Dewan Delegasi-delegasi Anggota dari sebuah Zona (4.2) Perwakilan Zona (Zonal Representative): Perwakilan dari sebuah Zona di Dewan (4.4) ANGGARAN DASAR ASUMSI-ASUMSI: 1.1 Pokok Minimum (Minimum Essentials): Karena bentuk-bentuk peraturan lainnya tersedia bagi Perkumpulan yang bisa digunakan untuk membuat keputusan dan karena Anggaran Dasar dirancang untuk berjaga-jaga menghadapi situasi yang terburuk, tidak ada yang harus dimasukkan ke dalam Anggaran Dasar yang seharusnya memang tidak perlu dimasukkan dan tidak ada yang harus dikeluarkan dari Anggaran Dasar yang seharusnya ada untuk sepenuhnya menentukan organisasi dan untuk menghadapi kemungkinan terburuk. 1.2 Otonomi Maksimum: Kecuali dibatasi atau dikecualikan secara khusus, individu dan badan-badan yang dimaksud dalam anggaran dasar dapat bertindak dalam yurisdiksi mereka jika dipandang perlu. 1.3 Tradisi: Tradisi diakui memainkan peran yang sejajar dengan struktur tertentu di dalam pengembangan Perkumpulan. 1.4 Hal Keduniawian (Temporality): Organisasi-organisasi semacam itu merupakan hal duniawi. PERKUMPULAN 2.1 Nama: Nama dari perkumpulan internasional organisasi-organisasi nasional Subud adalah Perkumpulan Subud Dunia yang dalam Anggaran Dasar ini diacu sebagai Perkumpulan atau WSA. 2.2 Anggota: Para anggota Perkumpulan adalah organisasi-organisasi nasional Subud yang diacu di Anggaran Dasar ini sebagai Anggota. 2.3 Keanggotaan: Para Anggota adalah: (a) organisasi-organisasi nasional, yang terdaftar pada Kongres Subud Dunia Kedelapan, yang Delegasi-delegasi anggotanya telah meratifikasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau; 4 of 10
5 (b) organisasi-organisasi nasional yang tidak terdaftar pada Kongres Subud Dunia Kedelapan tetapi diterima oleh Kongres yang meratifikasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan; (c) organisasi-organisasi nasional yang tidak mengundurkan diri secara sukarela atau tidak dikeluarkan. 2.4 Pemberhentian Keanggotaan Secara Sukarela: Para Anggota yang pernah meratifikasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perkumpulan bisa berhenti menjadi Anggota secara sukarela hanya oleh keputusan dari badan atau otoritas tertinggi mereka. 2.5 Ketua WSA: Pimpinan Perkumpulan adalah Ketua Perkumpulan yang diacu di dalam Anggaran Rumah Tangga ini sebagai Ketua WSA. 2.6 Wakil Ketua: Dewan dapat menunjuk seorang wakil untuk Ketua, yang diacu di Anggaran Dasar ini sebagai Wakil Ketua, yang harus membantu Ketua dan mengambil alih tugas-tugasnya bila Ketua berhalangan hadir. 2.7 Ratifikasi: Setelah diratifikasi oleh Anggota, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga bersifat mengikat bagi Anggota. 2.8 Pengambilan Keputusan: Setelah dimusyawarahkan oleh Delegasi-delegasi Anggota, keputusan dibuat melalui konsensus. 2.9 Iuran Keanggotaan: Iuran keanggotaan minimum adalah satu dolar AS per tahun. KONGRES SUBUD DUNIA 3.1 Definisi: Kongres Subud Dunia diacu di Anggaran Dasar ini sebagai Kongres. Kongres dapat berarti rapat pleno Perkumpulan atau rapat-rapat pleno Perkumpulan yang diadakan secara terus-menerus selama satu periode waktu. 3.2 Kongres Reguler: Kongres-kongres yang diadakan secara reguler diacu di dalam Anggaran Dasar ini sebagai Kongres-kongres Reguler. 3.4 Tahun Penyelenggaraan Kongres-kongres Reguler: Sebelum akhir dari setiap Kongres Reguler, Kongres menetapkan tahun kalender, yaitu empat hingga enam tahun sebelumnya, dari Kongres Reguler berikutnya. 3.5 Mengadakan Kongres: Mayoritas dari Perwakilan Zona atau 25% dari negaranegara anggota WSA bisa mengadakan Kongres dan pertemuan khusus WSA. Kongres bisa diadakan di atau di luar wilayah District of Columbia. 3.6 Pemberitahuan: Pemberitahuan mengenai penyelenggaraan Kongres Reguler disampaikan kepada para Anggota tidak lebih dari enam bulan sebelum hari pertama Kongres. 3.7 Pemberitahuan: Pemberitahuan mengenai penyelenggaraan suatu Kongres, yang lain dari Kongres Reguler, biasanya disampaikan kepada para Anggota tidak lebih dari dua bulan sebelum hari pertama Kongres semacam itu. 3.8 Kewenangan: Kongres memegang kewenangan tertinggi dari Perkumpulan dan Afiliasi-afiliasinya. 5 of 10
6 3.9 Komposisi: Kongres terdiri dari Ketua WSA, Delegasi-delegasi Anggota, para Pembantu Pelatih Internasional, Perwakilan-perwakilan Zona, ketua dari masingmasing Afiliasi atau wakil-wakil mereka yang terdaftar di Kongres yang mereka hadiri, serta Ketua ISC Perwakilan Anggota: Setiap Anggota diwakili di Kongres oleh suatu delegasi yang terdaftar di Kongres yang dihadiri yang diacu di Anggaran Dasar ini sebagai Delegasi Anggota Delegasi Anggota: Delegasi-delegasi Anggota merupakan para delegasi Dewandewan Zona atau wakil-wakil mereka yang terdaftar di Kongres yang dihadiri Ketua: Ketua Kongres adalah Ketua WSA Pemilihan Ketua WSA: Kongres atau, jika Kongres tidak diadakan, Dewan memilih Ketua WSA melalui tuntunan yang diterima dalam Latihan Kejiwaan Masa Jabatan Ketua WSA: Masa jabatan Ketua WSA dimulai selama Kongres Reguler di mana yang bersangkutan dipilih dan berakhir masa jabatannya selama Kongres Reguler berikutnya Pengalihan Masa Jabatan Ketua WSA: Masa jabatan Ketua WSA biasanya dimulai segera setelah ia dipilih untuk mengatur semua urusan baru terkait dengan Kongres yang memilihnya dan berlangsung hingga penyelesaian semua urusan lama di agenda Kongres mengakhiri masa jabatannya Prosedur untuk Pemilihan Wakil Ketua: Dari antara para calon yang diajukan Ketua untuk jabatan Wakil Ketua, seorang Wakil Ketua dipilih oleh Dewan melalui tuntunan yang diterima dalam Latihan Kejiwaan Kuorum: Suatu kuorum dari Kongres adalah dua pertiga dari jumlah Anggota yang terdaftar di Kongres Pemilih: Hanya Delegasi-delegasi Anggota yang boleh memilih Satu Suara: Setiap Delegasi Anggota hanya punya satu suara Pemilihan Proxy: Pemilihan proxy diperbolehkan. Kebijakan-kebijakan dan proses-proses yang menentukan pemilihan proxy ini akan ditentukan oleh Kongres atau oleh WSC lewat konsultasi dengan negara-negara anggota WSA Prosedur untuk Mengatasi Kebuntuan: Dalam hal terjadi perbedaan pandangan yang timbul di antara Delegasi-delegasi Anggota, Ketua bisa menetapkan rapat-rapat Dewan Zona atau pengelompokan-pengelompokan lain semacam itu dari Delegasi-delegasi Anggota jika Delegasi-delegasi Anggota setuju. Jika perbedaan-perbedaan tetap ada, keputusan-keputusan diambil melalui tuntunan yang diterima dalam Latihan Kejiwaan. Jika konsensus tidak dapat dicapai, tidak ada keputusan yang bisa diambil; bagaimanapun, sebuah resolusi yang dikalahkan pada Kongres sebelumnya, yang disetujui secara bulat oleh para Wakil Zona untuk memperkenalkannya kembali tidak berubah pada Kongres selanjutnya, disetujui oleh Kongres bila didukung oleh lebih dari dua pertiga dari Delegasidelegasi Anggota Nominator: Kecuali dalam kasus penunjukan pejabat ketua Afiliasi, hanya Delegasi-delegasi Anggota yang boleh mengajukan pencalonan. 6 of 10
7 ZONA: 4.1 Definisi: Kongres mengelompokkan para Anggota ke dalam Zona-zona berdasarkan keinginan setiap Anggota, kedekatan geografis, kesamaan bahasa dan pertimbangan-pertimbangan praktis lainnya. 4.2 Dewan Zona: Di setiap Zona, terdapat sebuah Dewan Zona yang terdiri dari wakil-wakil dari para Pembantu Pelatih Internasional, Wakil Zona, tidak lebih dari empat delegasi per Anggota, atau wakil-wakil mereka yang terdaftar pada rapat Dewan Zona yang dihadiri, yaitu para pejabat ketua Anggota, pejabat Anggota yang bertanggung jawab untuk urusan internasional yang disebut Konsilor Organisasi, dan Pembantu Pelatih Nasional Pria serta Pembantu Pelatih Nasional Wanita yang disebut Konsilor Kejiwaan. 4.3 Pejabat yang Memimpin: Pejabat yang memimpin dari sebuah Dewan Zona adalah Wakil Zona. 4.4 Perwakilan: Setiap Dewan Zona menunjuk seorang Perwakilan Zona, biasanya bertempat tinggal di Zona, melalui tuntunan yang diterima dalam Latihan Kejiwaan. 4.5 Perwakilan Sementara Zona: Setelah berkonsultasi sebanyak mungkin dengan para Anggota di Zona-zona bersangkutan, Dewan dapat menunjuk Perwakilanperwakilan sementara Zona untuk Zona-zona yang tidak bisa mengangkat Perwakilan-perwakilan permanen Zona. DEWAN SUBUD DUNIA: 5.1 Komposisi: Dewan Subud Dunia (World Subud Council atau WSC), yang diacu dalam resolusi ini sebagai Dewan, terdiri dari Dewan-dewan Zona yang biasanya berbicara melalui Perwakilan-perwakilan Zona mereka, Ketua WSA, para Pembantu Pelatih Internasional, pejabat ketua dari setiap Afiliasi, Ketua Yayasan Muhammad Subuh (Muhammad Subuh Foundation atau MSF) dan Ketua ISC Rapat-rapat Persiapan Dewan Zona: Dewan-dewan Zona biasanya bersidang sebelum rapat Dewan. 5.2 Kewenangan: Kewenangan Kongres, dibatasi oleh keputusan-keputusan Kongres yang berlaku, diinvestasikan dalam Dewan di antara Kongres-kongres. 5.3 Pembatasan: Kewenangan Dewan tidak mencakup mengubah Anggaran Dasar Perkumpulan atau Afiliasi. 5.4 Pembatasan: Kewenangan Dewan tidak mencakup menerima dan mengeluarkan Anggota atau Afiliasi. 5.5 Pembatasan: Kewenangan Dewan tidak mencakup menugaskan Anggota ke Zona yang berbeda. 5.6 Pejabat yang Memimpin: Pejabat yang memimpin Dewan adalah Ketua WSA. 5.7 Ketua-ketua yang Bertanggung Jawab di antara Kongres-kongres: Di antara Kongres-kongres, Ketua WSA dan ISC bertanggung jawab kepada Kongres melalui Dewan. 5.8 Pemilih: Para anggota pemilih dari Dewan adalah Perwakilan-perwakilan Zona. 7 of 10
8 5.9 Kuorum: Suatu kuorum dari Dewan ada jika kurang dari lima Perwakilan Zona dan satu atau lebih Pembantu Pelatih Internasional yang hadir Rapat: Ketua WSA dengan persetujuan dari mayoritas Perwakilan Zona dapat mengadakan rapat-rapat Dewan Subud Dunia dan rapat-rapat khusus dari WSC. Rapat-rapat WSC bisa diadakan di atau di luar District of Columbia. DEWAN PENGARAH: 6.1 Dewan Pengarah: Para Pengarah WSA adalah Ketua WSA dan Perwakilanperwakilan Zona. Setiap pengarah berhak atas satu suara dalam keputusankeputusan yang diambil oleh Dewan Pengarah. 6.2 Pemberhentian: Sebagai pengarah Perkumpulan, para Perwakilan Zona diangkat oleh Dewan-dewan Zona mereka untuk masa jabatan selama enam tahun, dan dapat diberhentikan dari jabatannya oleh dewan-dewan itu setiap waktu. Sebagai pengarah Perkumpulan, Ketua diangkat oleh Kongres untuk masa jabatan yang berjalan dari kongres ke kongres, dan dapat diberhentikan dari jabatannya oleh WSC di antara kongres-kongres atau oleh anggota-anggota WSA di Kongres atau sebuah rapat khusus dari WSA. Dewan Subud Dunia mempunyai hak untuk merekomendasikan kepada setiap Dewan Zona agar Perwakilan Zonanya diberhentikan sebagai perwakilan zona dan sebagai pengarah Perkumpulan. 6.3 Kuorum: Dalam rapat para pengarah dari WSA, kuorum harus mayoritas. 6.4 Rapat Pengarah: Para pengarah biasanya rapat paling sedikit setiap tahun dan rapat harus diadakan oleh Ketua Perkumpulan dengan persetujuan dari mayoritas Perwakilan Zona. Pemberitahuan tertulis mengenai rapat harus menyatakan maksud, tempat, waktu dan agenda dan harus disampaikan tidak kurang dari satu bulan atau lebih dari enam bulan sebelum rapat. Rapat-rapat pengarah boleh diadakan di atau di luar District of Columbia. 6.5 Rapat: Rapat-rapat Dewan Pengarah dapat diadakan melalui konferensi per telepon, , video atau konferensi di jejaring maya. 6.6 Keputusan: Keputusan-keputusan Dewan Pengarah harus lewat konsensus. 6.7 Pejabat: Sekretaris Perkumpulan diangkat oleh Dewan Pengarah. Para pejabat lainnya dari Perkumpulan diangkat oleh Ketua ISC, yang adalah eksekutif dari Perkumpulan. Sekretaris harus merupakan orang yang berbeda dari ketua. Dewan Pengarah berhak untuk memberhentikan Ketua ISC (atau eksekutif dari Perkumpulan) dan orang-orang yang diangkatnya. 6.8 Pengangkatan Pengurus: Dewan dapat menunjuk lewat konsensus penguruspengurus untuk melaksanakan kewenangan dewan dalam pengelolaan Perkumpulan. 6.9 Pinjaman dan hibah dari WSA kepada para pengarah dan pejabat adalah dilarang. KOMITE EKSEKUTIF: 7.1 Komite Eksekutif: Komite eksekutif Perkumpulan disebut Komite Internasional Subud dan diacu di Anggaran Dasar ini sebagai ISC. 8 of 10
9 7.2 Ketua Eksekutif: Kongres mengangkat Ketua Komite Internasional Subud (International Subud Committee atau ISC) dengan masa jabatan yang sama dengan Ketua WSA, dan diacu di Anggaran Dasar ini sebagai Ketua ISC. 7.3 Prosedur untuk Pemilihan Ketua ISC: Dari antara calon-calon Perwakilan Zona, Ketua ISC dipilih melalui tuntunan yang diterima dalam Latihan Kejiwaan dan, jika Kongres sedang berjalan, mengusulkan persetujuannya kepada Kongres. 7.4 Lokasi: Selama setiap Kongres Reguler, Kongres menetapkan lokasi ISC setelah Kongres Reguler berikutnya atau memberitahu Dewan mengenai pilihan-pilihannya sehingga Dewan dapat sesegera mungkin menetapkannya. 7.5 Lokasi: Selama setiap Kongres Reguler, Kongres memutuskan mengenai lokasi dari Kongres Reguler berikutnya atau memberitahu Dewan tentang pilihanpilihannya. AFILIASI: 8.1 Afiliasi: Kongres dapat memberikan keanggotaan afiliasi di Perkumpulan kepada organisasi-organisasi Subud internasional yang otonom yang diacu di Anggaran Dasar ini sebagai Afiliasi. 8.2 Kondisi-kondisi: Kongres mengharuskan Afiliasi-afiliasi agar: a) Perubahan-perubahan pada dokumen pendirian mereka dan lain-lain disetujui oleh Kongres. b) Mengakui bahwa apabila Kongres mempercayai pelaksanaan dari satu atau lebih Tujuan Perkumpulan kepada sebuah Afiliasi, Kongres menegaskan tanggung jawabnya untuk menjaga pencapaian semua Tujuan Perkumpulan. c) Pejabat Ketua mereka dipilih selama sebuah Kongres Reguler melalui tuntunan yang diterima dalam Latihan Kejiwaan untuk jangka waktu yang sama dengan Ketua WSA. d) Dalam hal ketidakmampuan permanen dari pejabat ketua mereka, Kongres atau Dewan menunjuk seorang pejabat ketua pengganti yang dipilih oleh Afiliasi melalui tuntunan yang diterima dalam Latihan Kejiwaan. e) Menyediakan kedudukan di badan pengurus mereka bagi Ketua WSA atau para Ketua bersangkutan. f) Melaporkan kegiatan-kegiatan dan keuangan mereka kepada Kongres dan Dewan dalam cara yang dianggap memuaskan oleh Kongres dan Dewan. 8.3 Perwakilan: Wakil dari Afiliasi di Kongres adalah pejabat ketua dari Afiliasi atau wakilnya. 8.4 Pencalonan Anggota untuk Ketua Afiliasi: Kandidat-kandidat yang dicalonkan sebagai pejabat ketua Afiliasi oleh Delegasi-delegasi Anggota harus disetujui oleh badan pengurus pusat dari Afiliasi bersangkutan. 8.5 Hak untuk Mencalonkan: Wakil dari Afiliasi mempunyai hak untuk mencalonkan satu atau lebih kandidat yang dipilih oleh Afiliasi untuk posisi pejabat ketuanya. 9 of 10
10 CATATAN DAN AUDIT: 9.1 Catatan & Audit: ISC adalah untuk: a) menetapkan dan memelihara sistem penyimpanan catatan yang memadai bagi Perkumpulan; b) mempersiapkan dan mempresentasikan kepada para Anggota serangkaian laporan keuangan yang telah diaudit dalam waktu enam bulan setelah berakhirnya tahun anggaran, disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku bagi organisasi-organisasi nirlaba. 9.2 Penunjukan Auditor: Dewan menunjuk auditor dari Perkumpulan. 9.3 Tahun Anggaran: Tahun anggaran Perkumpulan akan berakhir pada 31 Desember. LAIN-LAIN: 10.1 Peserta: Setiap badan dari Perkumpulan dapat memberikan hak kepada seseorang untuk menjadi Peserta, yaitu berpartisipasi, kecuali memberikan hak suara, dalam rapat-rapat badan tersebut selama periode waktu yang telah ditentukan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga: Perubahanperubahan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perkumpulan hanya dapat dilakukan oleh para Anggota selama Kongres. Resolusi-resolusi untuk mengubah Anggaran Dasar atau Peraturan harus diedarkan ke semua Anggota satu tahun sebelum Kongres 10.3 Buku dan Catatan: WSA akan mempertahankan daftar anggota yang terdaftar, laporan tahunan dan catatan-catatan hasil rapat-rapat WSA, rapat para pengarah WSA, Kongres dan setiap rapat khusus atau resolusi dari WSA di kantor pusatnya di Washington D.C. atau di tempat yang ditetapkan oleh WSC. Setiap anggota dari WSA memiliki hak untuk memeriksa catatan-catatan ini Kewajiban: Perkumpulan akan membebastugaskan setiap pengarah atau pejabat atau mantan pengarah atau mantan pejabat dari Perkumpulan, atau setiap orang yang pernah bertugas atas permintaannya sendiri sebagai pengarah atau pejabat dari badan hukum yang lain, apakah untuk laba atau nirlaba, terhadap beban-beban biaya yang sebenarnya dan harus dikeluarkan olehnya sehubungan dengan setiap tindakan, gugatan, atau proses di mana ia menjadi pihak tergugat dengan alasan karena menjadi atau pernah menjadi pengarah atau pejabat semacam itu, kecuali dalam kaitan dengan hal-hal di mana ia harus divonis dalam tindakan tersebut, digugat, atau diproses sebagai yang bertanggung jawab atas kelalaian atau kesalahan dalam pelaksanaan tugas Kewajiban WSA: WSA tidak bertanggung jawab atas hutang atau kewajiban yang ditimbulkan oleh tindakan atau kegiatan dari anggota-anggotanya Penutupan: Tentang penutupan Perkumpulan: Dewan akan memutuskan tentang pembagian aset dari Perkumpulan. 10 of 10
K69 SERTIFIKASI BAGI JURU MASAK DI KAPAL
K69 SERTIFIKASI BAGI JURU MASAK DI KAPAL 1 K-69 Sertifikasi Bagi Juru Masak Di Kapal 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan
SEKILAS UNI EROPA SWEDIA FINLANDIA ESTONIA LATVIA LITHUANIA DENMARK INGGRIS BELANDA IRLANDIA POLANDIA JERMAN BELGIA REPUBLIK CEKO SLOWAKIA HONGARIA
SEKILAS UNI EROPA SWEDIA FINLANDIA PORTUGAL IRLANDIA LUKSEMBURG INGGRIS BELGIA SPANYOL BELANDA PERANCIS DENMARK JERMAN SLOVENIA AUSTRIA ITALIA POLANDIA KROASIA RUMANIA BULGARIA YUNANI ESTONIA LATVIA LITHUANIA
LEMBAR TAKLIMAT MUATAN KONGRES April 2009
GT.750.v4 hanya konsep; dalam pengerjaan LEMBAR TAKLIMAT MUATAN KONGRES April 2009 1. PRINSIP PRINSIP UMUM: Kami berharap Kongres ini akan menjadi acara yang menyenangkan, santai dan kuat bagi mereka yang
PASAL I Nama dan Lokasi. PASAL II Tujuan
ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN SERTIFIKASI KONSULTAN LAKTASI INTERNASIONAL (INTERNATIONAL BOARD OF LACTATION CONSULTANT EXAMINERS) Disetujui 15 September 2017 Nama Perusahaan ini adalah: PASAL I Nama dan
PIAGAM DEWAN KOMISARIS PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam )
PIAGAM DEWAN KOMISARIS PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam ) DAFTAR ISI I. DASAR HUKUM II. TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG III. ATURAN BISNIS IV. JAM KERJA V. RAPAT VI. LAPORAN DAN TANGGUNG JAWAB VII.
Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi. PT Astra International Tbk
Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi PT Astra International Tbk Desember 2015 PEDOMAN KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI 1. Pengantar Sebagai perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia,
Muhammad Subuh Foundation memiliki peran yang penting dan mulia dalam rangka pengembangan Subud.
Kepada: Ketua Umum Nasional Dari: Elias Dumit, Ketua WSA Tentang: Undangan untuk Nominasi Trustee MSF Tanggal: 1 Mei 2016 Muhammad Subuh Foundation memiliki peran yang penting dan mulia dalam rangka pengembangan
Pedoman Dewan Komisaris. PT Astra International Tbk
PT Astra International Tbk Desember 2015 PEDOMAN DEWAN KOMISARIS 1. Pengantar Sebagai perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, PT Astra International Tbk ( Perseroan atau Astra )
ANGGARAN DASAR Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia
ANGGARAN DASAR Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia MUKADIMAH Bahwa guna mengisi dan melaksanakan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, yang berdasarkan
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.825, 2015 KEMENKUMHAM. Visa Kunjungan. Saat Kedatangan. Ketujuh. Perubahan.
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.825, 2015 KEMENKUMHAM. Visa Kunjungan. Saat Kedatangan. Ketujuh. Perubahan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG
ANGGARAN RUMAH TANGGA INSTITUT AKUNTAN MANAJEMEN INDONESIA TAHUN 2009 BAB I KEANGGOTAAN. Pasal 1 KETENTUAN UMUM
ANGGARAN RUMAH TANGGA INSTITUT AKUNTAN MANAJEMEN INDONESIA TAHUN 2009 BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 KETENTUAN UMUM Anggota Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI) adalah perseorangan dan perusahaan yang
BERITA NEGARA. No.1193, 2012 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Visa. Saat Kedatangan. Perubahan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1193, 2012 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Visa. Saat Kedatangan. Perubahan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN
PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN KEHUTANAN Nomor.: P.3/II-KEU/2010 TENTANG
PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN KEHUTANAN Nomor.: P.3/II-KEU/2010 TENTANG PERUBAHAN PERTAMA PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN KEHUTANAN NOMOR P.2/II-KEU/2010 TENTANG PEDOMAN HARGA SATUAN
PEDOMAN KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI PT UNILEVER INDONESIA TBK
PEDOMAN KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI PT UNILEVER INDONESIA TBK I. LATAR BELAKANG Komite Nominasi dan Remunerasi ( Komite ) PT Unilever Indonesia Tbk., ( Perseroan ) adalah komite yang dibentuk dan bertanggung
PIAGAM DIREKSI. Piagam ini diterbitkan untuk menjadi panduan Direksi dan anggotanya dalam mengelola dan menjalankan Perseroan. A.
PIAGAM DIREKSI Piagam ini diterbitkan untuk menjadi panduan Direksi dan anggotanya dalam mengelola dan menjalankan Perseroan. 1. Peraturan Perseroan No. 40/2007 A. LEGAL BASIS 2. Peraturan Pasar Modal
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.HH-03.GR.01.06 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NOMOR M.HH-01.GR.01.06 TAHUN 2010
Komite Nominasi dan Remunerasi mempunyai tugas dan tanggung jawab:
PEDOMAN KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI PT INTERMEDIA CAPITAL, Tbk. (Perseroan) 1. PENGANTAR Dewan Komisaris membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi yang bertugas membantu Dewan Komisaris melaksanakan
PROTOKOL OPSIONAL KONVENSI HAK-HAK ANAK MENGENAI KETERLIBATAN ANAK DALAM KONFLIK BERSENJATA
PROTOKOL OPSIONAL KONVENSI HAK-HAK ANAK MENGENAI KETERLIBATAN ANAK DALAM KONFLIK BERSENJATA Negara-Negara Pihak pada Protokol ini, Didorong oleh dukungan penuh terhadap Konvensi tentang Hak-Hak Anak, yang
ANGGARAN DASAR PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) PEMBUKAAN
ANGGARAN DASAR PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) PEMBUKAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA : BAHWA KEMERDEKAAN, KEADILAN, DAN KEBENARAN ADALAH IDAMAN SETIAP BANGSA INDONESIA, SEBAGAI NEGARA
PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS
PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS DAFTAR ISI PASAL 1 Tujuan... 2 PASAL 2 Definisi... 2 PASAL 3 Keanggotaan Dewan Komisaris... 2 PASAL 4 Persyaratan... 3 PASAL 5 Masa Jabatan... 4 PASAL 6 Waktu
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.217, 2015 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA HUKUM. Imigrasi. Visa. Bebas. Kunjungan. Perubahan. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN
ANGGARAN RUMAH TANGGA LEO CLUBS INDONESIA BAB I U M U M
ANGGARAN RUMAH TANGGA LEO CLUBS INDONESIA BAB I U M U M Pasal 1 DASAR Anggaran Rumah Tangga ini disusun berdasarkan Anggaran Dasar Leo Clubs Indonesia pasal 58 ayat 1. Pasal 2 WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB
MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society
MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society ANGGARAN DASAR ANGGARAN RUMAH TANGGA 2003-2006 ANGGARAN DASAR MASTEL MUKADIMAH Bahwa dengan berkembangnya teknologi, telah terjadi
PIAGAM DEWAN KOMISARIS
I. DASAR HUKUM Penetapan, organisasi, mekanisme kerja, tugas dan tanggung jawab serta wewenang Dewan Komisaris PT Trias Sentosa Tbk ( Perseroan ) sebagaimana yang dinyatakan dalam Piagam ini merujuk ke
PIAGAM DIREKSI PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam )
PIAGAM DIREKSI PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam ) DAFTAR ISI I. DASAR HUKUM II. TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG III. ATURAN BISNIS IV. JAM KERJA V. RAPAT VI. LAPORAN DAN TANGGUNG JAWAB VII. KEBERLAKUAN
ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI STEMBAYO
ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI STEMBAYO BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Anggaran Rumah Tangga ini bersumber pada Anggaran Dasar IKA- STEMBAYO yang berlaku oleh karena itu tidak bertentangan dengan ketentuan
6.5 KONDISI UNTUK HAK ISTIMEWA PSIKOLOG KLINIS 6.6 HAK ISTIMEWA SEMENTARA & MENGUNJUNGI KLINIK SEMENTARA
Semua pasien mengaku untuk perawatan di Rumah Sakit oleh seorang ahli penyakit kaki akan menerima penilaian medis dasar yang sama seperti pasien yang dirawat di layanan lain, dan anggota dokter, pada pengaturan
PEDOMAN DAN KODE ETIK DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PT NUSANTARA PELABUHAN HANDAL Tbk.
PEDOMAN DAN KODE ETIK DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PT NUSANTARA PELABUHAN HANDAL Tbk. Untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku, Direksi dan Dewan Komisaris PT Nusantara Pelabuhan
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk Page 1 of 11 Daftar Isi 1. Organisasi 2. Independensi 3. Tugas dan Tanggung Jawab 4. Pembentukan Komite-Komite 5. Fungsi
ASOSIASI AHLI MANAJEMEN ASURANSI INDONESIA
ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI AHLI MANAJEMEN ASURANSI INDONESIA BAB I PENERIMAAN DAN PENGANGKATAN ANGGOTA Pasal 1 1. Permintaan untuk menjadi anggota, dilakukan secara tertulis dan disampaikan kepada
Distr.: Terbatas 15 Oktober Asli: Bahasa Inggris
Perserikatan Bangsa-bangsa Majelis Umum Distr.: Terbatas 15 Oktober 2004 A/C.3/59/L.25 Asli: Bahasa Inggris Sidang kelimapuluhsembilan Komisi Ketiga Agenda urutan 98 Pemajuan wanita Australia, Austria,
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter)
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) KETENTUAN UMUM PT BFI Finance Indonesia Tbk, selanjutnya disebut Perusahaan, untuk memenuhi ketentuan sebagaimana tercantum dalam
IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS 4 IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI
Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, dan Merendahkan Martabat Manusia
Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, dan Merendahkan Martabat Manusia (Resolusi No. 39/46 disetujui oleh Majelis Umum pada 10 Desember 1984) Majelis
PIAGAM KOMISARIS. A. Organisasi, Komposisi dan Keanggotaan
PIAGAM KOMISARIS A. Organisasi, Komposisi dan Keanggotaan I. Struktur: 1. Dewan Komisaris paling sedikit terdiri dari 2 (dua) orang anggota. Salah satu anggota menjabat sebagai Komisaris Utama dan satu
K168. Konvensi Promosi Kesempatan Kerja dan Perlindungan terhadap Pengangguran, 1988 (No. 168)
K168 Konvensi Promosi Kesempatan Kerja dan Perlindungan terhadap Pengangguran, 1988 (No. 168) K168 - Konvensi Promosi Kesempatan Kerja dan Perlindungan terhadap Pengangguran, 1988 (No. 168) 2 K168 Konvensi
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk Page 1 of 12 Daftar Isi 1. Organisasi 2. Independensi 3. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi 4. Fungsi Direktur Utama 5. Direktur Kepatuhan 6. Rapat 7. Benturan Kepentingan
JUMLAH KUNJUNGAN KE TAMAN NASIONAL KOMODO MENURUT NEGARA ASAL TAHUN 2012
JUMLAH KUNJUNGAN KE TAMAN NASIONAL KOMODO MENURUT NEGARA ASAL TAHUN 2012 Bulan : Januari 2012 Lokasi pengambilan tiket masuk No Negara Asal 1 Afrika Selatan 3 1 4 4 3 7 - - - 11 2 Amerika Serikat 258 315
Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi
Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi 1. Latar Belakang Sebagai perseroan terbatas berdasarkan hukum Indonesia, PT Surya Artha Nusantara Finance ( Perseroan ) memiliki
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan fungsi dan tujuan
PASAL 1 NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Ayat (1) s/d (2): Tidak ada perubahan. PASAL 2 JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN Tidak ada perubahan
ANGGARAN DASAR SAAT INI ANGGARAN DASAR PERUBAHAN PASAL 1 NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Ayat (1) s/d (2): Tidak ada perubahan PASAL 2 JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN Tidak ada perubahan PASAL 3 MAKSUD DAN
KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA. Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI)
KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) tertanggal 16 Desember 1966, dan terbuka untuk penandatangan, ratifikasi, dan aksesi MUKADIMAH
KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA
KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) tertanggal 16 Desember 1966, dan terbuka untuk penandatangan, ratifikasi, dan aksesi MUKADIMAH
K87 KEBEBASAN BERSERIKAT DAN PERLINDUNGAN HAK UNTUK BERORGANISASI
K87 KEBEBASAN BERSERIKAT DAN PERLINDUNGAN HAK UNTUK BERORGANISASI 1 K 87 - Kebebasan Berserikat dan Perlindungan Hak untuk Berorganisasi 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan
2 2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1321, 2015 KEMENKUMHAM. Visa Kunjungan. Saat Kedatangan. Perubahan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2015 PERUBAHAN KEDELAPAN
KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN MARITIM, 1979 (Hamburg, 27 April 1979)
KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN MARITIM, 1979 (Hamburg, 27 April 1979) PARA PIHAK DALAM KONVENSI MEMPERHATIKAN arti penting yang tercantum dalam beberapa konvensi mengenai pemberian
STATUTA ASOSISI MAHKAMAH KONSTITUSI DAN INSTITUSI SEJENIS SE-ASIA
STATUTA ASOSISI MAHKAMAH KONSTITUSI DAN INSTITUSI SEJENIS SE-ASIA Pembukaan Presiden atau Kepala mahkamah konstitusi dan institusi sejenis yang melaksanakan kewenangan konstitusional di Asia: MENGINGAT
KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA 1
KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA 1 MUKADIMAH Negara-Negara Pihak pada Kovenan ini, Menimbang bahwa, sesuai dengan prinsip-prinsip yang diproklamasikan dalam Piagam Perserikatan
PT INDOSAT Tbk. Piagam Komite Audit
PT INDOSAT Tbk. Piagam Komite Audit Umum 1. PT INDOSAT Tbk. ( Perseroan ) merupakan suatu perusahan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia ( BEI ) dan tunduk kepada ketentuan dan peraturan pasar modal.
A N G G A R A N D A S A R
A N G G A R A N D A S A R D A F T A R I S I : 1. Mukadimah 2. Bab I: Ketentuan Umum Pasal 1 3. Bab II: Nama, Tempat Kedudukan dan Jangka Waktu Pendirian Pasal 2 4. Bab III: Asas, Landasan, Tujuan dan Kegiatan
KETETAPAN KONGRES XXXII PERSATUAN PELAJAR INDONESIA DI JEPANG Nomor: 05/TAP/KONGRES/PPI-JEPANG/VIII/2012
KETETAPAN KONGRES XXXII PERSATUAN PELAJAR INDONESIA DI JEPANG Nomor: 05/TAP/KONGRES/PPI-JEPANG/VIII/2012 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPI Jepang Periode 2012-2013 Dengan rahmat Allah
ANGGARAN DASAR INDONESIAN ASSOCIATION FOR PUBLIC ADMINISTRATION (IAPA) BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WAKTU
ANGGARAN DASAR INDONESIAN ASSOCIATION FOR PUBLIC ADMINISTRATION (IAPA) BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WAKTU Pasal 1 1) Organisasi ini bernama Indonesian Association for Public Administration (IAPA)
R-111 REKOMENDASI DISKRIMINASI (PEKERJAAN DAN JABATAN), 1958
R-111 REKOMENDASI DISKRIMINASI (PEKERJAAN DAN JABATAN), 1958 2 R-111 Rekomendasi Diskriminasi (Pekerjaan dan Jabatan), 1958 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan
Pedoman Direksi. PT Acset Indonusa Tbk
PT Acset Indonusa Tbk Desember 2015 PEDOMAN DIREKSI 1. Pendahuluan Sebagai perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, PT ACSET Indonusa Tbk ( Perseroan atau ACSET ) memiliki 3 (tiga)
Indonesian Student s Association in Japan 在日インドネシア留学生協会 Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
KETETAPAN KONGRES XXXVI PERSATUAN PELAJAR INDONESIA DI JEPANG Nomor: 06/TAP/KONGRES/PPI-JEPANG/IX/2016 Tentang ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PPI JEPANG Dengan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, Kongres
ANGGARAN DASAR KOPERASI FORTUGA
ANGGARAN DASAR KOPERASI FORTUGA ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- -----BAB I ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ----
PIAGAM DEWAN KOMISARIS PT DUTA INTIDAYA, TBK
PIAGAM DEWAN KOMISARIS PT DUTA INTIDAYA, TBK 1. PENDAHULUAN DAN DASAR HUKUM PIAGAM DEWAN KOMISARIS 1.1 PT Duta Intidaya, Tbk (Perseroan) sebagai suatu perseroan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 123/PMK.04/2011 TENTANG
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 123/PMK.04/2011 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT BELAS ATAS KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 89/KMK.04/2002 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97 TAHUN 1996 TENTANG PERSETUJUAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97 TAHUN 1996 TENTANG PERSETUJUAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Keputusan
Pedoman Dewan Komisaris. PT United Tractors Tbk
PT United Tractors Tbk Desember 2015 PEDOMAN DEWAN KOMISARIS 1. Pengantar Sebagai perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, PT United Tractors Tbk ( Perseroan atau UT ) memiliki 3
PIAGAM DIREKSI PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam )
PIAGAM DIREKSI PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam ) DAFTAR ISI I. DASAR HUKUM II. TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG III. ATURAN BISNIS IV. JAM KERJA V. RAPAT VI. LAPORAN DAN TANGGUNG JAWAB VII. KEBERLAKUAN
ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
IKATAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 1 ANGGARAN DASAR Halaman 1 dari 2 halaman 2 IKATAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Pedoman Direksi. PT Astra International Tbk
PT Astra International Tbk Desember 2015 PEDOMAN DIREKSI 1. Pengantar Sebagai perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, PT Astra International Tbk ( Perseroan atau Astra ) memiliki
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA, TATA CARA PENGANGKATAN, PENGGANTIAN, DAN PEMBERHENTIAN ANGGOTA DEWAN JAMINAN SOSIAL NASIONAL DENGAN
Anggota Klaster yang terbentuk adalah sebagai berikut :
Anggota Klaster yang terbentuk adalah sebagai berikut : Anggota Klaster Pertama No. Negara 1 Republik Rakyat China Anggota Klaster Kedua No. Negara 1 Malaysia 2 Singapura Anggota Klaster Ketiga No Negara
ANGGARAN DASAR LEO CLUBS INDONESIA
ANGGARAN DASAR LEO CLUBS INDONESIA PEMBUKAAN Bahwa bangsa Indonesia yang hidup bernegara dengan berasaskan Pancasila, yaitu : - Ketuhanan yang Maha Esa - Kemanusiaan yang adil dan beradab - Persatuan Indonesia
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.212, 2012 PEMBANGUNAN. EKONOMI. Warga Negara. Kesejahteraan. Koperasi. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5355) UNDANG-UNDANG REPUBLIK
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37/POJK.04/2014 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF PENYERTAAN TERBATAS
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37/POJK.04/2014 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF PENYERTAAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN
PIAGAM DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PT INDOSAT Tbk.
PIAGAM DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PT INDOSAT Tbk. I. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang PT Indosat Tbk. ( Indosat atau Perseroan ) adalah suatu penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan serta suatu penyedia
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 4/POJK.03/2015 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 4/POJK.03/2015 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang:
Anggaran Dasar. Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH
Anggaran Dasar Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH Bahwa kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat adalah salah satu hak asasi manusia yang sangat
ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI KARYAWAN PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (PEFINDO) KOPPEFINDO BAB I KEANGGOTAAN. Pasal 1
ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI KARYAWAN PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (PEFINDO) KOPPEFINDO BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Anggota KOPPEFINDO terdiri dari: a. Anggota Pendiri yaitu anggota yang tercatat di Anggaran
ANGGARAN DASAR: ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN EKONOMI INDONESIA (ASPROPENDO) MUKADIMAH
ANGGARAN DASAR: ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN EKONOMI INDONESIA (ASPROPENDO) MUKADIMAH Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT SUMBERDAYA SEWATAMA
PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT SUMBERDAYA SEWATAMA 1 DAFTAR ISI I. DEFINISI...3 II. VISI DAN MISI...4 III. TUJUAN PENYUSUNAN PIAGAM KOMITE AUDIT...4 IV. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB...4 V.
Halaman PEMBUKAAN
Halaman - 1 - PEMBUKAAN 1. Dengan Rachmat Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa Indonesia melalui perjuangan yang luhur telah mencapai Kemerdekaannya yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
1 RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KOPERASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Koperasi merupakan wadah usaha bersama yang
KONGRES KEENAM IKATAN ALUMNI PENDIDIKAN TINGGI KEDINASAN STAN (IKANAS STAN) Keputusan Sidang Pleno Tetap Nomor :.../IKANAS/KONGRES-VI/XI/2016.
KONGRES KEENAM IKATAN ALUMNI PENDIDIKAN TINGGI KEDINASAN STAN (IKANAS STAN) Keputusan Sidang Pleno Tetap Nomor :.../IKANAS/KONGRES-VI/XI/2016 tentang PENETAPAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
SEMULA ANGGARAN DASAR PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk.
Pasal SEMULA ANGGARAN DASAR PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk. USULAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk. Pasal PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM PASAL 10 PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM
Statuta. Komisariat Tinggi
Statuta Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan PengunGsi RESOLUSI MAJELIS UMUM 428 (V) 14 Desember 1950 STATUTA KOMISARIAT TINGGI PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA URUSAN PENGUNGSI dengan suatu
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2008 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Per 17 Desember 2008 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2008 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan
ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PERENCANA
ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PERENCANA BAB I UMUM Pasal 1 Pengertian Anggaran Rumah Tangga merupakan penjabaran Anggaran Dasar IAP Pasal 2 Pengertian Umum (1) Ahli adalah seorang yang berlatar belakang
ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA
ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Nama Organisasi Asosiasi Antropologi Indonesia disingkat AAI selanjutnya disebut AAI. Pasal 2 Makna AAI adalah wadah tunggal
K81 PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN DALAM INDUSTRI DAN PERDAGANGAN
K81 PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN DALAM INDUSTRI DAN PERDAGANGAN 1 K-81 Pengawasan Ketenagakerjaan dalam Industri dan Perdagangan 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN TENTANG
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014... TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA, TATA CARA PENGANGKATAN, PENGGANTIAN, DAN PEMBERHENTIAN ANGGOTA DEWAN JAMINAN SOSIAL NASIONAL DENGAN
M A K A L A H. Tentang : Negara Maju Dan Berkembang. Disusun Oleh :
M A K A L A H Tentang : Negara Maju Dan Berkembang Disusun Oleh : KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr..Wb Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, hidayah dan
STATUTA INSTITUT INTERNASIONAL UNTUK DEMOKRASI DAN PERBANTUAN PEMILIHAN UMUM*
STATUTA INSTITUT INTERNASIONAL UNTUK DEMOKRASI DAN PERBANTUAN PEMILIHAN UMUM* Institut Internasional untuk Demokrasi dan Perbantuan Pemilihan Umum didirikan sebagai organisasi internasional antar pemerintah
PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI
PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI DAFTAR ISI PASAL 1 Tujuan... 2 PASAL 2 Definisi... 2 PASAL 3 Keanggotaan Direksi... 2 PASAL 4 Persyaratan... 3 PASAL 5 Masa Jabatan... 4 PASAL 6 Pemberhentian Sementara...
PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Komite Audit
PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Komite Audit PIAGAM KOMITE AUDIT PT LIPPO KARAWACI Tbk ( Perseroan ) I. Landasan Hukum Landasan pembentukan Komite Audit berdasarkan kepada: a. Keputusan Direksi PT Bursa Efek
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. DASAR HUKUM
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Board Manual adalah petunjuk tatalaksana kerja Direksi dan Dewan Komisaris yang menjelaskan tahapan aktivitas secara terstruktur, sistematis, mudah dipahami dan dapat
ANGGARAN RUMAH TANGGA PRIMER KOPERASI PEGAWAI UPN VETERAN YOGYAKARTA. Badan Hukum : 479 a/bh/xi/12-67 BAB I UMUM
ANGGARAN RUMAH TANGGA PRIMER KOPERASI PEGAWAI UPN VETERAN YOGYAKARTA Badan Hukum : 479 a/bh/xi/12-67 BAB I UMUM Pasal 1 Anggaran Rumah Tangga Primer Koperasi Pegawai UPN Veteran Yogyakarta yang selanjutnya
PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT BANK MASPION INDONESIA Tbk
PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT BANK MASPION INDONESIA Tbk PENDAHULUAN Komite Audit merupakan komite yang membantu tugas Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasan terutama dalam:
ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI KARYAWAN YAMAHA INDONESIA
ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI KARYAWAN YAMAHA INDONESIA Sekretariat : Jl. Rawa Gelam I No. 5 Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta Timur 13930 Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI
PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP
PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP, Menimbang : a. bahwa dalam rangka
ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN MUSYAWARAH MUSEA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BAB I LAMBANG DAN DUAJA
Lampiran 2 KEPUTUSAN MUSDA BARAHMUS DIY Nomor: /KEP. MUSDA/BARAHMUS/2014 Tanggal 27 September 2014 ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN MUSYAWARAH MUSEA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BAB I LAMBANG DAN DUAJA Pasal
PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA INDONESIAN LEGAL AID AND HUMAN RIGHTS ASSOCIATION
PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA BAB I PERHIMPUNAN WILAYAH Syarat dan Tatacara Pendirian Perhimpunan Wilayah Pasal 1 (1) Perhimpunan Wilayah adalah
