-1- BOX TAHAPAN RPJPN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "-1- BOX TAHAPAN RPJPN"

Transkripsi

1 -1- Anak Lampiran 1 BOX TAHAPAN RPJPN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL (RPJPN) Berdasarkan kondisi saat ini serta tantangan dan permasalahan yang akan dihadapi selama 20 tahun mendatang, Visi dari Pembangunan Jangka Panjang yang dicanangkan adalah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Visi pembangunan nasional tersebut dijabarkan ke dalam 8 (delapan) misi pembangunan nasional antara lain (i) Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila; (ii) Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing; (iii) Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum; (iv) Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu; (v) Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan; (vi) Mewujudkan Indonesia asri dan lestari; (vii) Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional, dan (viii) Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional. Pencapaian visi Pembangunan Jangka Panjang diukur dari pencapaian sasaran-sasaran pokok selama 20 tahun mendatang. Untuk mencapai sasaran pokok, maka perlu ditetapkannya tahapan dan skala prioritas yang dijabarkan dalam agenda pembangunan jangka menengah. Terdapat 4 (empat) tahapan pembangunan jangka menengah dalam kurun waktu yang dituangkan ke dalam RPJMN. RPJM ke-1 ( ) diarahkan untuk menata kembali dan membangun Indonesia di segala bidang yang ditujukan untuk menciptakan Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dan yang tingkat kesejahteraan rakyatnya meningkat. RPJM ke-2 (-2014) ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. RPJM ke-3 ( ) ditujukan untuk lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan ilmu dan teknologi yang terus meningkat. RPJM ke-4 ditujukan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing. Anak Lampiran 2

2 -2- Anak Lampiran 2 Formulir 1 TARGET PEMBANGUNAN UNTUK TAHUN KEMENTERIAN/LEMBAGA:... TARGET UNIT PROGRAM/KEGIATAN OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR ORGANISASI 2014 PELAKSANA (1) (2) (3) (4) (5) (6) PROGRAM A Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... PROGRAM B Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... PROGRAM C Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... Anak Lampiran 3

3 -3- Anak Lampiran 3 Formulir 2 KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN KEMENTERIAN/LEMBAGA:... ALOKASI PROGRAM/KEGIATAN (1) (2) (3) (4) (5) (6) PROGRAM A Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... TOTAL PROGRAM A PROGRAM B Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... TOTAL PROGRAM B PROGRAM C Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... TOTAL PROGRAM C PROGRAM D Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... TOTAL PROGRAM D TOTAL K/L Anak Lampiran 4

4 -4- Anak Lampiran 4 PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR 1 TARGET PEMBANGUNAN UNTUK TAHUN KEMENTERIAN/LEMBAGA: isi dengan Kementerian/Lembaga yang akan melaksanakan Renstra-KL PROGRAM/KEGIATAN OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR PROGRAM A Isi dengan nomenklatur program TARGET 2014 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (1) (2) (3) (4) (5) (6) Isi dengan outcome yang Isi dengan indikator program yang akan dicapai dalam pencapaiannya sesuai dengan tupoksi Renstra KL unit organisasi pelaksana Kegiatan Prioritas 1 Isi dengan nomenklatur kegiatan prioritas Nasional dan/atau K/L Kegiatan Prioritas 2 sda Kegiatan Lainnya Isi dengan nomenklatur kegiatan sesuai dengan pertimbangan K/L Dst... Indikator dapat disusun dalam bentuk kuantitas, kualitas atau harga Isi dengan indikator kegiatan prioritas Nasional dan/atau K/L yang pencapaiannya sesuai dengan tupoksi unit organisasi pelaksana Isi dengan target pencapaian program pada tahun Isi dengan target pencapaian program pada tahun 2014 Isi dengan output kegiatan prioritas Nasional dan/atau K/L yang akan dicapai dalam Renstra KL Isi dengan target pencapaian kegiatan prioritas Nasional dan/atau K/L Isi dengan target pencapaian kegiatan prioritas Nasional dan/atau K/L Indikator dapat disusun dalam bentuk pada tahun pada tahun 2014 kuantitas, kualitas atau harga sda sda sda sda sda Isi dengan output K/L Isi dengan indikator kegiatan K/L yang pencapaiannya sesuai dengan tupoksi unit organisasi pelaksana Indikator dapat disusun dalam bentuk kuantitas, kualitas atau harga Isi dengan target pencapaian kegiatan K/L pada tahun Isi dengan target pencapaian kegiatan pada tahun 2014 Isi dengan unit organisasi pelaksana (Eselon 1A) yang bertanggungjawab melaksanakan program Isi dengan unit organisasi pelaksana (Eselon 2A) yang bertanggungjawab melaksanakan kegiatan prioritas Nasional dan/atau K/L Isi dengan unit organisasi pelaksana (Eselon 2A) yang bertanggungjawab melaksanakan kegiatan K/L Anak Lampiran 5

5 -5- Anak Lampiran 5 PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR 2 KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN KEMENTERIAN/LEMBAGA: isi dengan Kementerian/Lembaga yang akan melaksanakan Renstra-KL ALOKASI PROGRAM/KEGIATAN (1) (2) (3) (4) (5) (6) PROGRAM A Isi dengan nomenklatur program Kegiatan Prioritas 1 Isi dengan nomenklatur kegiatan prioritas Nasional dan/atau K/L Kegiatan Prioritas 2 sda Kegiatan Lainnya Isi dengan nomenklatur kegiatan sesuai dengan pertimbangan K/L TOTAL PROGRAM A Isi dengan jumlah alokasi pendanaan bagi program A pada tahun Isi dengan jumlah alokasi pendanaan bagi kegiatan prioritas 1 pada tahun Isi dengan jumlah alokasi pendanaan bagi keseluruhan program A pada tahun 2011 Isi dengan jumlah alokasi pendanaan bagi kegiatan prioritas 1 pada tahun Isi dengan jumlah alokasi pendanaan bagi keseluruhan program A pada tahun 2012 Isi dengan jumlah alokasi pendanaan bagi kegiatan prioritas 1 pada tahun Isi dengan jumlah alokasi pendanaan bagi keseluruhan program A pada tahun 2013 Isi dengan jumlah alokasi pendanaan bagi kegiatan prioritas 1 pada tahun sda sda sda sda sda Dst... Dst... Dst... Dst... Dst... Isi dengan total alokasi pendanaan bagi keseluruhan program A pada tahun Isi dengan total alokasi pendanaan bagi keseluruhan program A pada tahun 2011 Isi dengan total alokasi pendanaan bagi keseluruhan program A pada tahun 2012 Isi dengan total alokasi pendanaan bagi keseluruhan program A pada tahun 2013 Isi dengan jumlah alokasi pendanaan bagi keseluruhan program A pada tahun 2014 Isi dengan jumlah alokasi pendanaan bagi kegiatan prioritas 1 pada tahun Isi dengan total alokasi pendanaan bagi keseluruhan program A pada tahun 2014 Anak Lampiran 6

6 -6- Anak Lampiran 6 CONTOH PENGISIAN FORMULIR A. MENGIDENTIFIKASI BASED YEAR PROGRAM DAN KEGIATAN Hasil Restrukturisasi Program dan Kegiatan digunakan untuk tahun perencanaan 2011, 2012, 2013 dan 2014, sedangkan untuk tahun perencanaan masih menggunakan Struktur Program dan Kegiatan Eksisting. Dalam menyusun kebutuhan alokasi pendanaan Program dan Kegiatan hasil restrukturisasi untuk tahun perencanaan 2011, 2012, 2013 dan 2014 akan menggunakan based year tahun. Based year diperoleh dengan melakukan pemetaan Program dan Kegiatan eksisting tahun beserta alokasi pendanaannya terhadap struktur Program dan Kegiatan baru (hasil restrukturisasi). Langkah-langkah untuk mengidentifikasi based year adalah sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi struktur Program dan Kegiatan Eksisting 2. Mengidentifikasi alokasi Pendanaan Program dan Kegiatan Eksisting sesuai alokasi pada Pagu Definitif Contoh: Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga ALOKASI BERDASARKAN PAGU PROGRAM DAN KEGIATAN KELUARAN DEFINTIF Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 7,915,181.9 Bantuan Penanggulangan Darurat Jalan dan Jembatan LS 150,000.0 Rehabilitasi Jalan Nasional 1.956,2 km 3,884,865.6 Pemeliharaan Jalan Nasional km 1,447,569.3 Rehabilitasi Jembatan Ruas Jalan Nasional ,8 m 740,077.3 Pemeliharaan Jembatan Ruas Jalan Nasional m 36,871.5 PROGRAM

7 -7- ALOKASI BERDASARKAN PAGU PROGRAM DAN KEGIATAN KELUARAN DEFINTIF Pengadaan peralatan/bahan jalan dan jembatan LS 275,000.0 Dst. Program Peningkatan/Pembangunan Jalan dan Jembatan 9,877,193.8 Perencanaan dan Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan LS 547,025.9 Pembangunan Jalan Tol 17 km 150,000.0 Pengaturan Jalan Tol 1 Paket 4,540.0 Pengawasan Jalan Tol 1 Paket 1,550.0 Pembebasan Lahan LS 250,000.0 Pembangunan Fly over 676,5 m 193,455.4 Peningkatan Jalan dan Jembatan Nasional Lintas 1.571,6 km / 920,9 m 4,068,518.4 Peningkatan Jalan dan Jembatan Non Lintas 335,2 km / 1.046,4 m 1,473,270.5 Pembangunan Jembatan Suramadu LS 250,000.0 Pembangunan Jalan di Kawasan Perbatasan 50,8 km/ 147 m 176,017.1 Pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa 48,7 km/ 115 m 164,851.7 Pembangunan Jalan di Pulau Pulau Terpencil dan Pulau Terluar 23,7 km 90,453.3 Pembangunan Jalan Akses 45,3 km 1,045,838.9 Pembangunan Jalan Baru dan Peningkatan Jalan Strategis 131 km 80,874.4 Dst 3. Melakukan pemetaan Program dan Kegiatan Eksisting beserta alokasinya terhadap Struktur Program dan Kegiatan Hasil Restrukturisasi (Informasi pemetaan program dan kegiatan dapat mengacu kepada hasil pengisian Formulir 4 Pemetaan Usulan Kegiatan, pada Restrukturisasi Program dan Kegiatan) Pemetaan Program dan kegiatan bertujuan untuk: Mengidentifikasi perubahan program dan kegiatan selama tahun terhadap struktur baru program dan kegiatan sehingga memungkinkan untuk melihat keterkaitan antara struktur program lama dengan baru dan memudahkan penilaian efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan jangka panjang (arah kebijakan RPJPN), dan Memperoleh

8 -8- Memperoleh anggaran program dan kegiatan tahun yang akan digunakan sebagai based year prakiraan maju (tahun 2011, 2012, 2013, dan 2014). a) Pemetaan Struktur Program dan Kegiatan Contoh: Departemen Pekerjaan Umum - Direktorat Jenderal Bina Marga PROGRAM DAN KEGIATAN PROGRAM PENINGKATAN/PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN Pembinaan/Koordinasi/Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Keuangan Pembinaan, Perencanaan, Harmonisasi, Kerjasama dan Publikasi Peraturan Perundangundangan Perawatan/Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pengaturan Jalan Tol Pengusahaan Jalan Tol Pengawasan Jalan Tol Pembangunan Fly Over Pembebasan Lahan Pengadaan Peralatan / Bahan Jalan dan Jembatan Penerapan Teknologi Peningkatan/Pembangunan Jalan dan Jembatan Advis Teknis Peningkatan/Pembangunan Jalan dan Jembatan Penyiapan Standar dan Pedoman Teknik Jalan dan Jembatan Pembinaan Teknik Jalan Pembinaan Teknik Jembatan Fasilitasi Penyelenggaraan Jalan Daerah Pembinaan Pelaksanaan Teknis Jalan dan Jembatan Pembinaan Manajemen Lingkungan Jalan dan Jembatan Pembinaan Penyelenggaran Jalan Bebas Hambatan Perencanaan dan Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan Pembinaan Manajemen Kebinamargaan Penyiapan Program dan Administrasi PROGRAM DAN KEGIATAN HASIL RESTRUKTURISASI PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN Dukungan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga Pembangunan/ Peningkatan/ Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Perkotaan (Metro dan Non Metro) Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Bina Marga PROGRAM

9 -9- PROGRAM DAN KEGIATAN Pengembangan Sistem dan Evaluasi Kinerja Pembinaan dan Pengembangan Program Jalan dan Jembatan Kebijakan dan Strategi Pengembangan Jaringan Jalan dan Jembatan Pembangunan Jembatan Suramadu Pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa Pembangunan Jalan Nasional Pembangunan Jembatan Ruas Jalan Nasional Pembangunan Jalan Strategis Nasional Pembangunan Jembatan Strategis Nasional Peningkatan/Pembangunan Jalan dan Jembatan Lintas Peningkatan/Pembangunan Jalan dan Jembatan Non Lintas Pembangunan Jalan Kawasan Di Perbatasan Pembangunan Jalan Di Pulau Pulau Terpencil dan Pulau Terluar Pembangunan Jalan Akses Pembangunan Jalan Baru dan Peningkatan Jalan Strategis Pembinaan Pelaksanaan Pembangunan Jalan dan Jembatan Wilayah Timur Pembangunan Jalan Nasional Pembangunan Jembatan Ruas Jalan Nasional Pembangunan Jalan Strategis Nasional Pembangunan Jembatan Strategis Nasional Peningkatan/Pembangunan Jalan dan Jembatan Lintas Peningkatan/Pembangunan Jalan dan Jembatan Non Lintas Pembangunan Jalan Kawasan Di Perbatasan Pembangunan Jalan Di Pulau Pulau Terpencil dan Pulau Terluar Pembangunan Jalan Akses Pembangunan Jalan Baru dan Peningkatan Jalan Strategis PROGRAM REHABILITASI/PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN Peningkatan Fasilitas Pelayanan Umum dan Operasional Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Gedung Bantuan Penanggulangan Darurat Jalan dan Jembatan Rehabilitasi Jalan Nasional Pemeliharaan Jalan Nasional Rehabilitasi Jembatan Ruas Jalan Nasional PROGRAM DAN KEGIATAN HASIL RESTRUKTURISASI Pembangunan/ Peningkatan/ Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Barat Pembangunan/ Peningkatan/ Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Timur Dukungan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga Pembangunan/ Peningkatan/ Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Barat PROGRAM

10 -10- PROGRAM DAN KEGIATAN Pemeliharaan Jembatan Ruas Jalan Nasional Bantuan Penanggulangan Darurat Jalan dan Jembatan Rehabilitasi Jalan Nasional Pemeliharaan Jalan Nasional Rehabilitasi Jembatan Ruas Jalan Nasional PROGRAM DAN KEGIATAN HASIL RESTRUKTURISASI Pembangunan/ Peningkatan/ Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Timur Pemeliharaan Jembatan Ruas Jalan Nasional Dalam melakukan pemetaan program dan kegiatan, akan terdapat beberapa kondisi yang terjadi: Kegiatan pada Renstra-KL dapat langsung dipetakan dalam struktur program dan kegiatan baru (seperti contoh diatas), Kegiatan pada Renstra-KL tidak dipetakan dalam struktur program dan kegiatan baru dikarenakan kegiatan tersebut telah tercapai target pencapaiannya dan tidak dilanjutkan kembali, Kegiatan pada Renstra-KL tidak dapat dipetakan dalam struktur program dan kegiatan baru. Hal ini dimungkinkan karena kegiatan tersebut tidak sesuai dengan tupoksi K/L yang bersangkutan, atau Kegiatan baru pada Renstra-KL berupa new initiatives. b) Penetapan Based Year Struktur Program dan Kegiatan Hasil Restrukturisasi Based year Program dan Kegiatan hasil restrukturisasi diperoleh dari pemetaan terhadap struktur program dan kegiatan eksisting beserta anggarannya. Contoh: Departemen Pekerjaan Umum - Direktorat Jenderal Bina Marga KEGIATAN Pembangunan/ Peningkatan/ Pemeliharaan Jalan Nasional di Wil Perkotaan (Metro dan Non Metro) Pembangunan/ Peningkatan/ Pemeliharaan Jalan Nasional di Wil Barat Pembangunan/ Peningkatan/ Pemeliharaan Jalan Nasional di Wil Timur INDIKATOR KEGIATAN Panjang (km) jalan bebas hambatan dibangun/ditingkatkan Panjang (Km) Jalan bebas hambatan Dalam Masa Pemeliharaan Panjang (Km) Jalan Strategis di Wil Barat yang Dibangun/Ditingkatkan Panjang (Km) Jalan Strategis di Wil Barat Dalam Masa Pemeliharaan Panjang (Km) Jalan Strategis di Wil Timur yang Dibangun/Ditingkatkan Panjang (Km) Jalan Strategis di Wil Timur Dalam Masa Pemeliharaan ALOKASI BASED YEAR 1,699, ,957, ,016,368.4 KEGIATAN

11 -11- ALOKASI BASED KEGIATAN INDIKATOR KEGIATAN YEAR Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan Jumlah Diseminasi Dan Sosialisasi Aspek Teknis Bidang Jalan Dan Jembatan 865,598.7 % DED Jalan dan Jembatan Nasional Disusun Sesuai NSPK Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta % Pelaksanaan Kegiatan Koordinasi, Dan Evaluasi/Pemantauan Terhadap Rencana 231,701.2 Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Bina Marga Dukungan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Jumlah laporan realisasi anggaran 21,317.4 Direktorat Jenderal Bina Marga Jumlah Kegiatan sosialisasi materi kebijakan TOTAL PROGRAM PENYELENGGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN 17,792,375.7 B. MENGHITUNG FORWARD ESTIMATES Dalam melalukan penghitungan prakiraan maju, perlu diperhatikan faktor-faktor yang akan mempengaruhi besaran kebutuhan pendanaannya, yaitu antara lain : a. Faktor Ekonomi antara lain: Produk Domestik Bruto, Pertumbuhan ekonomi tahunan, Rata-rata inflasi tahunan, Rata-rata nilai tukar Rupiah per US$, Rata-rata suku bunga SBI 3 bulan, Rata-rata harga minyak ICP (US$/barel), Rata-rata lifting minyak Indonesia (juta barel/hari). b. Faktor Non-Ekonomi antara lain: Perubahan kebijakan pemerintah, Jumlah penduduk, Jumlah aset yang memerlukan biaya operasional dan pemeliharaan Standar biaya baik umum maupun khusus, dan sebagainya. c. Kebutuhan untuk pembayaran gaji dan tunjangan yang disesuaikan terhadap database kepegawaian; d. Kebutuhan operasional dan pemeliharaan kantor termasuk di dalamnya pembayaran untuk tunggakan pada pihak ketiga; e. Kebutuhan

12 -12- e. Kebutuhan anggaran untuk kegiatan yang bersifat tahun jamak (multi years); dan f. Kebutuhan penyelesaian kegiatan yang telah dilaksanakan. PENGHITUNGAN PRAKIRAAN MAJU DISUSUN DALAM 3 (TIGA) SKENARIO. 1. Skenario 1: menghitung kebutuhan alokasi pendanaan program dengan kegiatan-kegiatan yang dapat langsung diproyeksikan Kegiatan-kegiatan ini adalah kegiatan yang memenuhi kriteria: a. Indikator-indikator kegiatan sudah baku/terstandarisasi, dan b. Satuan biaya dapat diestimasikan secara pasti. Langkah-langkah dalam melakukan prakiraan maju adalah sebagai berikut: a. Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan hasil restrukturisasi (pemetaan) yang memiliki karakteristik: Indikator-indikator kegiatan sudah baku/terstandarisasi, dan Satuan biaya dapat diestimasikan secara pasti. Hasil identifikasi di atas menghasilkan kegiatan dan alokasi pendanaan yang dijadikan sebagai based year kegiatan tersebut. KEGIATAN ALOKASI BASED YEAR Pembangunan/ Peningkatan/ Pemeliharaan Jalan Nasional di Wil Perkotaan (Metro dan Non Metro) 1,699,418.7 Pembangunan/ Peningkatan/ Pemeliharaan Jalan Nasional di Wil Barat 7,957,971.4 Pembangunan/ Peningkatan/ Pemeliharaan Jalan Nasional di Wil Timur 7,016,368.4 Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan 865,598.7 Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Bina Marga 231,701.2 Dukungan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga 21,317.4 TOTAL PROGRAM PENYELENGGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN 17,792,375.7 b. Menyusun

13 -13- b. Menyusun target kegiatan untuk tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014 (tahun merupakan realisasi) berdasarkan indikator-indikatornya. KEGIATAN INDIKATOR KEGIATAN Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Marga Pembangunan/Peningkatan/Pemel iharaan Jalan Nasional di Wilayah Perkotaan (Metro dan Non Metro) Pembangunan/Peningkatan/Pemel iharaan Jalan Nasional di Wilayah Barat Pembangunan/Peningkatan/Pemel iharaan Jalan Nasional di Wilayah Timur Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Bina Marga Jumlah laporan realisasi anggaran Jumlah kegiatan sosialisasi materi kebijakan Panjang (km) jalan bebas hambatan dibangun/ditingkatkan Panjang (km) jalan bebas hambatan dalam masa pemeliharaan Panjang (km) jalan strategis di Wilayah Barat yang dibangun/ditingkatkan Panjang (km) jalan strategis di Wilayah Barat dalam masa pemeliharaan Panjang (km) jalan strategis di Wilayah Timur yang dibangun/ditingkatkan Panjang (km) jalan strategis di Wilayah Timur dalam masa pemeliharaan Jumlah diseminasi dan sosialisasi aspek teknis bidang jalan dan jembatan % DED jalan dan jembatan nasional disusun sesuai NSPK % Pelaksanaan kegiatan koordinasi, dan evaluasi/pemantauan terhadap rencana 7 80 kab/kota 400 km 600 km 500 km 400 km 600 km 300 km 4 100% TARGET 500 km 800 km 700 km 500 km 700 km 400 km 7 100% 600 km 1000 km 900 km 700 km 900 km 500 km 8 100% 600 km 1000 km c. Menyusun kebutuhan alokasi pendanaan berdasarkan target kegiatan serta satuan biaya-nya yang telah memperhitungkan faktor-faktor ekonomi atau non-ekonomi yang mempengaruhi. KEGIATAN Dukungan dan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Perkotaan (Metro dan Non Metro) BASED YEAR 21, km 500 km 900 km 400 km 8 100% Menyusun target kegiatan kegiatan yang dapat langsung diproyeksikan. 600 km 1000 km 800 km 400 km 900 km 450 km 1,699, ,784, ,073, ,967, ,065, Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Barat 7,957, ,355, ,773, ,212, ,672, % Kegiatan

14 -14- KEGIATAN BASED YEAR Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Timur 7,016, ,367, ,735, ,122, ,528, Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan 865, , , ,002, ,052, Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di 231,701.2 Bidang Bina Marga TOTAL PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN 17,792, Skenario 2: menghitung kebutuhan alokasi pendanaan program dengan kegiatan-kegiatan yang tidak dapat langsung diproyeksikan Pada kasus ini, pendekatan penyusunan alokasi kebutuhan pendanaan kegiatan dilakukan melalui estimasi alokasi kebutuhan pendanaan programnya. Langkah-langkah dalam melakukan penghitungan kebutuhan alokasi pendanaannya adalah sebagai berikut: a. Menghitung prakiraan maju jangka menengah program menggunakan based year dengan memperhitungkan faktorfaktor ekonomi atau non-ekonomi yang berpengaruh. Hasilnya adalah resource envelope program jangka menengah untuk masing-masing tahun. Untuk menentukan kebutuhan alokasi pendanaan kegiatan teknis yang tidak dapat langsung diproyeksikan, minimal proyeksi alokasi kebutuhan pendanaan program untuk tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014 harus sudah mencakup: Alokasi kebutuhan pendanaan kegiatan-kegiatan teknis yang telah diproyeksikan sebelumnya, dan Alokasi kebutuhan pendanaan untuk kegiatan generik Untuk kegiatan generik (Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya), minimal komponen kebutuhan alokasi pendanaan yang harus diprioritaskan perhitungannya adalah komponen gaji dan tunjangan, serta komponen operasional dan pemeliharaan kantor. Kebutuhan alokasi pendanaan untuk komponen gaji dan tunjangan dapat dihitung berdasarkan database kepegawaian, sedangkan komponen operasional dan pemeliharaan kantor dihitung dengan mempertimbangkan, antara lain (i). indeks biaya dalam

15 -15- dalam SBU (standar biaya umum), (ii). Biaya tunggakan operasional dan pemeliharaan kantor pada tahun sebelumnya, (iii). Penambahan aset tahun sebelumnya, serta (iv). Pengurangan/penghapusan aset. Selanjuntya, diasumsikan pertumbuhan kebutuhan pendanaan Program Penyelenggaraan Jalan Dan Jembatan untuk kebutuhan alokasi pendanaan program tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014 adalah sebagai berikut: PROGRAM BASED YEAR PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN 17,792, ,681, ,616, ,596, ,626, Keterangan: pertumbuhan kebutuhan pendanaan program 5% 5% 5% 5% b. Menyesuaikan target dan alokasi kebutuhan pendanaan kegiatan-kegiatan berdasarkan resource envelope program jangka menengah. Menghitung alokasi kebutuhan pendanaan kegiatan generik. Sebagai contoh, parameter yang akan mempengaruhi alokasi kebutuhan pendanaan kegiatan generik adalah adanya kebijakan pemerintah untuk menaikkan gaji pegawai 5% pertahun yang secara formal akan diterbitkan melalui SBU. KEGIATAN Dukungan dan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Perkotaan (Metro dan Non Metro) BASED YEAR 21, , , , , ,699, ,784, ,073, ,967, ,065, Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Barat 7,957, ,355, ,773, ,212, ,672, Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Timur 7,016, ,367, ,735, ,122, ,528, Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan 865, , , ,002, ,052, Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di 231,701.2 Bidang Bina Marga TOTAL PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN 17,792, ,681, ,616, ,596, ,626, Setelah

16 -16- Setelah kegiatan generik dihitung alokasi kebutuhan pendanaannya, selanjutnya menyesuaikan alokasi kebutuhan pendanaan untuk kegiatan (misalnya: Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Bina Marga) disesuaikan dengan resource envelope program jangka menengah yang telah disusun. KEGIATAN Dukungan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Perkotaan (Metro dan Non Metro) BASED YEAR 21, , , , , ,699, ,784, ,073, ,967, ,065, Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Barat 7,957, ,355, ,773, ,212, ,672, Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Timur 7,016, ,367, ,735, ,122, ,528, Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan 865, , , ,002, ,052, Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di 231, , , , , Bidang Bina Marga TOTAL PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN 17,792, ,681, ,616, ,596, ,626, c. Menyesuaikan target dan alokasi kebutuhan pendanaan kegiatan generik (Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya) dan kegiatan teknis (misal: Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Bina Marga) berdasarkan resource envelope program jangka menengah. KEGIATAN INDIKATOR KEGIATAN Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Marga Pembangunan/Peningkatan/Pemelih araan Jalan Nasional di Wilayah Perkotaan (Metro dan Non Metro) Pembangunan/Peningkatan/Pemelih araan Jalan Nasional di Wilayah Barat Pembangunan/Peningkatan/Pemelih araan Jalan Nasional di Wilayah Timur Jumlah laporan realisasi anggaran Jumlah kegiatan sosialisasi materi kebijakan Panjang (km) jalan bebas hambatan dibangun/ditingkatkan Panjang (km) jalan bebas hambatan dalam masa pemeliharaan Panjang (km) jalan strategis di Wilayah Barat yang dibangun/ditingkatkan Panjang (km) jalan strategis di Wilayah Barat dalam masa pemeliharaan Panjang (km) jalan strategis di Wilayah Timur yang dibangun/ditingkatkan Panjang (km) jalan strategis di Wilayah Timur dalam masa pemeliharaan 7 80 kab/kota 400 km 600 km 500 km 400 km 600 km 300 km TARGET 7 90 kab/kota 500 km 800 km 700 km 500 km 700 km 400 km 7 90 kab/kota 600 km 1000 km 900 km 700 km 900 km 500 km 7 90 kab/kota 600 km 1000 km 800 km 500 km 900 km 400 km 7 90 kab/kota Pembinaan Teknik Jalan dan Jumlah diseminasi dan sosialisasi aspek teknis bidang jalan dan jembatan km 1000 km 800 km 400 km 900 km 450 km Jembatan

17 -17- Jembatan % DED jalan dan jembatan nasional disusun sesuai NSPK 100% 100% 100% 100% 100% Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Bina Marga % Pelaksanaan kegiatan koordinasi, dan evaluasi/pemantauan terhadap rencana 90% 90% 100% 100% 100% d. Selanjutnya, proses penyesuaian terhadap kebutuhan alokasi pendanaan program dan kegiatan beserta target dilakukan melalui proses fine-tuning (penyesuaian) selama masih berada dalam batasan pagu program dan/atau pagu K/L. C. PROSES FINE-TUNING (PENYESUAIAN) KEBUTUHAN ALOKASI PENDANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN Setelah didapatkan kebutuhan alokasi pendanaan program dan kegiatan melalui proses di atas, selanjutnya dilakukan proses finetuning (penyesuaian). Proses fine-tuning (penyesuaian) dapat terjadi dikarenakan kondisi antara lain sebagai berikut: a. Penyesuaian antar kebutuhan alokasi pendanaan kegiatan dalam 1 (satu) program. b. Penyesuaian antar kebutuhan alokasi pendanaan per tahun dalam 1 (satu) program dalam batasan pagu K/L untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. c. Penyesuaian antar kebutuhan alokasi pendanaan program dalam batasan pagu K/L untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Ilustrasi atas masing-masing proses penyesuaian di atas adalah sebagai berikut: a. Penyesuaian Antar Kebutuhan Pendanaan Alokasi Kegiatan dalam 1 (satu) Program Penyesuaian dilakukan untuk mengakomodir perubahan kebijakan, misal pembangunan jalan lebih diprioritaskan ke wilayah Barat Indonesia pada tahun 2011 dan ke wilayah Timur Indonesia pada tahun 2012 tanpa merubah kebutuhan alokasi pendanaan program dalam tahun bersangkutan. Kebutuhan alokasi pendanaan masing-masing kegiatan disesuaikan berdasarkan ketersediaan anggaran tanpa merubah total kebutuhan alokasi pendanaan program untuk dalam tahun bersangkutan. Contoh

18 -18- Contoh: Pada tahap sebelumnya diperoleh based year tahun untuk Program Penyelenggaraan Jalan Dan Jembatan adalah sebesar Rp 17,8 trilyun. Diasumsikan berdasarkan exercise awal, pertumbuhan kebutuhan pendanaan program adalah sebesar 5%. Total hasil prakiraan maju kebutuhan pendanaan program untuk Program Penyelenggaraan Jalan Dan Jembatan adalah sebesar Rp trilyun. Kegiatan Based year Dukungan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga 21, , , , ,911.4 Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Perkotaan (Metro dan Non Metro) 1,699, ,784, ,673, ,867, ,765,654.1 Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Barat 7,957, ,355, ,273, ,012, ,072,963.9 Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Timur 7,016, ,367, ,035, ,422, ,928,439.6 Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan 865, , , ,002, ,552,140.6 Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Bina Marga 231, , , , ,634.3 TOTAL PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN 17,792, ,681, ,616, ,596, ,626,743.9 Akibat adanya perubahan kebijakan tanpa mengubah total kebutuhan alokasi program pada tahun yang bersangkutan. Kegiatan Dukungan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Perkotaan (Metro dan Non Metro) Based year 21, , , , , ,699, ,407, ,673, ,867, ,765,654.1 Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Barat 7,957, ,732, ,841, ,012, ,072,963.9 Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Timur 7,016, ,367, ,467, ,422, ,928,439.6 Pengalokasian terhadap anggaran masing masing kegiatan tidak mempengaruhi total anggaran untuk tahun tersebut Kegiatan

19 -19- Kegiatan Based year Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan 865, , , ,002, ,552,140.6 Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Bina Marga 231, , , , ,634.3 TOTAL PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN 17,792, ,681, ,616, ,596, ,626,743.9 b. Penyesuaian Antar Kebutuhan Alokasi Pendanaan Per Tahun dalam 1 (Satu) Program dalam Batasan Pagu K/L Untuk Jangka Waktu 5 (Lima) Tahun Memungkinkan adanya re-alokasi antar kebutuhan alokasi pendanaan per tahun dalam 1 (satu) program selama masih dalam batasan pagu program tersebut untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Alokasi pendanaan program untuk masing-masing tahun masih dapat berubah. Contoh: Diasumsikan berdasarkan exercise awal, pertumbuhan kebutuhan pendanaan program adalah sebesar 5%. Total hasil prakiraan maju kebutuhan pendanaan program untuk Program Penyelenggaraan Jalan Dan Jembatan adalah sebesar Rp trilyun. Alokasi pendanaan masing-masing kegiatan disesuaikan berdasarkan : c. Adanya penyesuaian terhadap pelaksanaan kebijakan, misalnya pada tahun ke-3 pelaksanaan Renstra-KL (2012) direncanakan penyelesaian jalan Lintas Selatan Jawa (perubahan target kegiatan) sehingga secara otomatis akan mengubah komposisi kebutuhan rencana pendanaan dikarenakan terserap oleh kegiatan Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Barat. d. Adanya kegiatan baru (new initiatives) yang diusulkan dalam rangka perencanaan kebijakan. Oleh karena itu, alokasi pendanaan program untuk masing-masing tahun perencanaan masih dapat berubah. Namun, total hasil prakiraan maju kebutuhan pendanaan program untuk Program Penyelenggaraan Jalan Dan Jembatan tetap sebesar Rp trilyun. Kegiatan

20 -20- Kegiatan Based year Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Perkotaan (Metro dan Non Metro) 1,699, ,784, ,873, ,967, ,065, ,168,936.8 Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Barat 7,957, ,355, ,773, ,212, ,672, ,156,612.1 Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di Wilayah Timur 7,016, ,367, ,735, ,122, ,528, ,954,861.6 Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan 865, , , ,002, ,052, ,104,747.7 Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Bina Marga 231, , , , , ,716.0 Dukungan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga 21, , , , , ,207.0 TOTAL PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN 17,792, ,681, ,616, ,596, ,626, ,708,081.1 Based year KEGIATAN Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di 1,699, ,499, ,873, ,911, ,433, ,075, Wilayah Perkotaan (Metro dan Non Metro) Penyerapan anggaran oleh Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di 7,957,971.4 kegiatan 8,277,340.9 Pembangunan/ 8,773, ,874, ,087, ,456,112.6 Wilayah Barat Peningkatan/Pemeliharaan Pembangunan/Peningkatan/Pemeliharaan Jalan Nasional di 7,016, ,016, ,735, ,780, ,307, ,802,419.3 Wilayah Timur Jalan Nasional di Wilayah Barat Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan 865,598.7 sehingga 887,238.7 alokasi anggaran 954, , , ,345.5 Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran serta Evaluasi kegiatan lainnya berkurang 231, , , , , ,593.2 Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Bina Marga Dukungan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya 21, , , , , ,305.5 Direktorat Jenderal Bina Marga TOTAL PROGRAM PENYELENGGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN 17,792, ,933, ,616, ,551, ,152, ,976,189.5 e. Penyesuaian Antar Kebutuhan Alokasi Pendanaan Program dalam Batasan Pagu K/L untuk Jangka Waktu 5 (lima) Tahun Memungkinkan

21 -21- Memungkinkan adanya re-alokasi antar kebutuhan alokasi pendanaan program selama masih dalam batasan pagu K/L untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Contoh: Based year untuk seluruh program di Departemen Pekerjaan Umum diperoleh dari hasil pemetaan seluruh kegiatan program dan kegiatan Renstra-KL terhadap struktur program dan kegiatan baru tahun hasil dari restrukturisasi program dan kegiatan. Based year tersebut merupakan dasar untuk melakukan prakiraan maju jangka menengah untuk seluruh program. Diasumsikan berdasarkan exercise awal, pertumbuhan kebutuhan pendanaan seluruh program di Departemen Pekerjaan Umum adalah sebesar 3%. Diasumsikan pada tahun ke-2 terdapat percepatan atau penyelesaian pembangunan sejumlah ruas jalan dan jembatan sehingga kebutuhan alokasi pendanaan Program Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan meningkat. Akibatnya alokasi pendanaan program-program lainnya berkurang untuk menyesuaikan dengan batasan pagu K/L pada tahun tersebut. PROGRAM

22 -22- PROGRAM PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Based year 262, , , , ,818.7 PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN 17,792, ,326, ,875, ,442, ,025,475.6 PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM PROGRAM PENIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM 28, , , , , , , , , , , , , , ,425.4 PROGRAM PENYELENGGARAAN TATA RUANG 254, , , , ,357.3 PROGRAM PENYELENGGARAAN SUMBER DAYA AIR 9,028, ,299, ,578, ,865, ,161,709.8 PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM 319, , , , ,448.4 PROGRAM PENYEDIAAN PRASARANA PEMUKIMAN 5,656, ,826, ,001, ,181, ,366,597.3 (dalam juta rupiah) TOTAL PAGU 33,852, ,868, ,914, ,992, ,101,761.3 Penyerapan anggaran oleh Program Penyelenggaraan (dalam juta Jalan rupiah) Based year dan Jembatan sehingga PROGRAM kebutuhan alokasi pendanaan PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS 262, , , ,202.6 program lainnya 295,818.7 berkurang dan TEKNIS LAINNYA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM menyesuaikan dengan batas PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN 17,792, ,326, ,193, ,442,209.3 pagu K/L dalam 359,448.4 tahun tersebut PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM PROGRAM PENIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM 28, , , , , , , , , , , , , , ,425.4 PROGRAM

23 -23- PROGRAM Based year PROGRAM PENYELENGGARAAN TATA RUANG 254, , , , ,357.3 PROGRAM PENYELENGGARAAN SUMBER DAYA AIR 9,028, ,299, ,467, ,865, ,161,709.8 PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM 319, , , ,979.0 PROGRAM PENYEDIAAN PRASARANA PEMUKIMAN 5,656, ,826, ,844, ,181, ,366,597.3 TOTAL PAGU 33,852, ,868, ,914, ,992, ,101,761.3 Penghitungan kebutuhan alokasi pendananaan kegiatan dan program seperti telah dijelaskan di atas dapat dilihat dalam Formulir 2 Kebutuhan Pendanaan Pembangunan Tahun Kementerian/Lembaga. Sedangkan, indikator dan target bagi masing-masing kegiatan dapat dilihat dalam Formulir 1 Target Pembangunan Untuk Tahun Kementerian/Lembaga. MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL, PASKAH SUZETTA

- 1 - BAB I PENDAHULUAN

- 1 - BAB I PENDAHULUAN - 1 - BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP); Rencana

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH 2. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS Rencana Strategis Ditjen Bina Marga memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan penyelenggaraan jalan sesuai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan I - 1

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan I - 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional pasal 13 ayat (2) bahwa pemerintah daerah wajib menyusun

Lebih terperinci

Rencana Kerja (RENJA ) 2015

Rencana Kerja (RENJA ) 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang - Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU-SPPN) yang telah dijabarkan secara teknis dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri

Lebih terperinci

BAB.III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

BAB.III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN BAB.III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi Berdasarkan mandat yang diemban oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan

Lebih terperinci

PENGARUSUTAMAAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

PENGARUSUTAMAAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL PENGARUSUTAMAAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL Endah Murniningtyas Deputi Bidang SDA dan LH Kementerian PPN/Bappenas Lokakarya Mengarusutamakan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Agenda

Lebih terperinci

TATA CARA PENYUSUNAN INISIATIF BARU

TATA CARA PENYUSUNAN INISIATIF BARU KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL TATA CARA PENYUSUNAN INISIATIF BARU Disampaikan Dalam Acara Kick Off Meeting Penyusunan RKP 2012 DEPUTI BIDANG PENDANAAN

Lebih terperinci

Bab 5 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

Bab 5 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Bab 5 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran V-1 V-2 V-3 V-4 V-5 V-6 V-7 V-8 V-9 V-10 Gambar 5.1 Keterkaitan Visi RPJPD dengan Visi dan Misi RPJMD V-11 Gambar 5.1 Keterkaitan Misi RPJPD dengan Visi dan Misi RPJMD

Lebih terperinci

RENCANA INDUK RISET NASIONAL - RIRN

RENCANA INDUK RISET NASIONAL - RIRN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA RENCANA INDUK RISET NASIONAL - RIRN Tim RIRN Jakarta, 11 Maret 2016 1 1 Latar Belakang Penyusunan Evaluasi Menko PMK menunjukkan bahwa

Lebih terperinci

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PPN/ KEPALA BAPPENAS NOMOR 1 TAHUN 2011 TANGGAL 31 JANUARI 2011 TATA CARA PENYUSUNAN INISIATIF BARU

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PPN/ KEPALA BAPPENAS NOMOR 1 TAHUN 2011 TANGGAL 31 JANUARI 2011 TATA CARA PENYUSUNAN INISIATIF BARU SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PPN/ KEPALA BAPPENAS NOMOR 1 TAHUN 2011 TANGGAL 31 JANUARI 2011 TATA CARA PENYUSUNAN INISIATIF BARU - 2 - Daftar Isi Daftar Isi... 2 Daftar Gambar... 4 Daftar Tabel...

Lebih terperinci

Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR

Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT JENDERAL 2014 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah

Lebih terperinci

- 1 - BAB I PENDAHULUAN

- 1 - BAB I PENDAHULUAN - 1 - BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP); Rencana

Lebih terperinci

RANCANGAN RENCANA INDUK RISET NASIONAL

RANCANGAN RENCANA INDUK RISET NASIONAL KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN RENCANA INDUK RISET NASIONAL 2015-2040 Tim RIRN 2015-2040 Jakarta, 28 Januari 2016 1 1 Latar Belakang Penyusunan Evaluasi

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM, DAN KEGIATAN

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM, DAN KEGIATAN BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM, DAN KEGIATAN 3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional RKPD Tahun disusun dengan memperhatikan arah kebijakan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUN ANGGARAN 2013

RENCANA KERJA TAHUN ANGGARAN 2013 RENCANA KERJA TAHUN ANGGARAN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA JL. RAYA SOREANG KM. 17 SOREANG TELP. (022) 5897432 2012 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur

Lebih terperinci

1. Tujuan dan Landasan Konseptual PBK; 2. Kerangka PBK; 3. Syarat Penerapan PBK; 4. Tahapan Kegiatan Penerapan PBK; 5. Mekanisme Penganggaran.

1. Tujuan dan Landasan Konseptual PBK; 2. Kerangka PBK; 3. Syarat Penerapan PBK; 4. Tahapan Kegiatan Penerapan PBK; 5. Mekanisme Penganggaran. 1. Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK); 2. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM); 3 Format Baru RKA-KL. 3. RKA KL di Indonesia (Menuju pengelolaan APBN yang transparan dan kredibel) Direktorat Jenderal

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2016 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2017 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

BAB VI INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT DAERAH MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

BAB VI INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT DAERAH MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD BAB VI INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT DAERAH MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Penetapan indikator kinerja Sekretariat Daerah bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai ukuran keberhasilan pencapaian

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN 2010010 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Banyuwangi 1

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Banyuwangi 1 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Banyuwangi 1 Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 yang disempurnakan

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2013-2015 Disusun oleh: Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 VISI Dalam periode Tahun 2013-2018, Visi Pembangunan adalah Terwujudnya yang Sejahtera, Berkeadilan, Mandiri, Berwawasan Lingkungan dan Berakhlak Mulia. Sehingga

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional Berdasarkan Renstra Kementerian Pertanian Tahun 2010 2014 (Edisi Revisi Tahun 2011), Kementerian Pertanian mencanangkan

Lebih terperinci

Daftar Isi. Kata Pengantar... i DaftarIsi... iii

Daftar Isi. Kata Pengantar... i DaftarIsi... iii - LANGKAH TEKNIS PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN - - Modul 2 Kata Pengantar Dalam rangka penyusunan RPJMN 2010-2014 dan Renstra KL 2010-2014, diharapkan sudah mengimplementasikan pokok-pokok reformasi

Lebih terperinci

RENJA K/L TAHUN 2016

RENJA K/L TAHUN 2016 RENJA K/L TAHUN 2016 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DAFTAR ISI 1. FORMULIR I 2. FORMULIR II a) SEKRETARIAT JENDERAL b) INSPEKTORAT JENDERAL c) BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN d) BADAN

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN 2010 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN 2010 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA I. UMUM PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN 2010 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA Tantangan utama pengelolaan Anggaran Pendapatan

Lebih terperinci

REVIU ANGKA DASAR (BASELINE) (Bagian 1)

REVIU ANGKA DASAR (BASELINE) (Bagian 1) REVIU ANGKA DASAR (BASELINE) (Bagian 1) Ada lima tahapan pokok dalam satu siklus APBN di Indonesia yaitu : 1). Perencanaan dan Penganggaran APBN; 2). Penetapan/Persetujuan APBN; 3). Pelaksanaan APBN; 4).

Lebih terperinci

terukur dengan tingkat kepuasan pelayanan di bidang Bina Marga dan Pengairan.

terukur dengan tingkat kepuasan pelayanan di bidang Bina Marga dan Pengairan. 1. Evaluasi Kinerja Tujuan 1: Optimalisasi peran (koordinasi, sistem informasi, data, SDM, kelembagaan dan administrasi) dan akuntabilitas kinerja aparatur untuk meningkatkan efektivitasdan efisiensi pelayanan

Lebih terperinci

PENYEMPURNAAN ARSITEKTUR PROGRAM, KEGIATAN DAN STRUKTUR KINERJA

PENYEMPURNAAN ARSITEKTUR PROGRAM, KEGIATAN DAN STRUKTUR KINERJA PENYEMPURNAAN ARSITEKTUR PROGRAM, KEGIATAN DAN STRUKTUR KINERJA Jakarta, November 2014 ARSITEKTUR PROGRAM, KEGIATAN DAN STRUKTUR KINERJA STRUKTUR ORGANISASI NASIONAL KABINET K/L K/L ESELON 1 ESELON 2 Setiap

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM

RENCANA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM PEMERINTAH KABUPATEN SOLOK DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SOLOK Jl. Lintas Sumatera Km 20 Telp. (0755) 31566,Email:[email protected] RENCANA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SOLOK TAHUN 2015 AROSUKA

Lebih terperinci

BAB - I PENDAHULUAN I Latar Belakang

BAB - I PENDAHULUAN I Latar Belakang BAB - I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, telah mengamanatkan bahwa agar perencanaan pembangunan daerah konsisten, sejalan

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN KLUNGKUNG JALAN GAJAH MADA NO 47 SEMARAPURA 2014 PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG DINAS PEKERJAAN UMUM Jalan Gajah Mada Nomor 47 Telp. (0366)

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN 2010 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN 2010 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN 2010 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

REVITALISASI KEHUTANAN

REVITALISASI KEHUTANAN REVITALISASI KEHUTANAN I. PENDAHULUAN 1. Berdasarkan Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun 2004-2009 ditegaskan bahwa RPJM merupakan

Lebih terperinci

RAPAT EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RENCANA PROGRAM DAN ANGGARAN TAHUN 2015 DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR

RAPAT EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RENCANA PROGRAM DAN ANGGARAN TAHUN 2015 DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR RAPAT EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RENCANA PROGRAM DAN ANGGARAN TAHUN 2015 DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR 1 PETA KEWENANGAN PENYELENGGARAAN JALAN 3 PANJANG JALAN PROVINSI = 1.760,912

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA KONSEPTUAL KERANGKA PENGELUARAN JANGKA MENENGAH...

BAB II KERANGKA KONSEPTUAL KERANGKA PENGELUARAN JANGKA MENENGAH... DAFTAR ISI Daftar Isi... Daftar Gambar... i ii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 LATAR BELAKANG... 1 1.2 TUJUAN DAN SASARAN... 2 1.3 LANDASAN HUKUM... 3 BAB II KERANGKA KONSEPTUAL KERANGKA PENGELUARAN JANGKA

Lebih terperinci

BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU

BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI ROKAN HULU NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ROKAN HULU,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN 2010010 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO

RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO KATA PENGANTAR Puji syukur hanya patut dihaturkan kehadirat Allah

Lebih terperinci

K A T A P E N G A N T A R i

K A T A P E N G A N T A R i K A T A P E N G A N T A R i KA PENGANR Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan Reformasi

Lebih terperinci

BAB II RENCANA STRATEGIS

BAB II RENCANA STRATEGIS Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2013 BAB II RENCANA STRATEGIS Rencana strategis merupakan dokumen yang bersifat taktis strategis dan implementatif serta menjabarkan strategi pembangunan

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Maret 2015 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Maret 2015 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2014 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2015 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

BAB 1. PENDAHULUAN. 2. Tertib Pemanfaatan Hak Atas Tanah dan Pendayagunaan Tanah Negara Bekas Tanah Terlantar.

BAB 1. PENDAHULUAN. 2. Tertib Pemanfaatan Hak Atas Tanah dan Pendayagunaan Tanah Negara Bekas Tanah Terlantar. BAB 1. PENDAHULUAN Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agraria dan Tata Nomor 15/SE/IX/2015 tentang pedoman penyusunan perjanjian kinerja dan laporan kinerja dijelaskan bahwa perjanjian kinerja (PK) merupakan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA SAMARINDA TAHUN 2011

BAB II GAMBARAN UMUM RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA SAMARINDA TAHUN 2011 BAB II GAMBARAN UMUM RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA SAMARINDA TAHUN 2011 A. Isu Strategis Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Samarinda Tahun 2011 merupakan suatu dokumen perencanaan daerah

Lebih terperinci

Rencana Strategis. Dinas Binamarga. Kabupaten Garut. Jalan Raya Samarang No 117 Garut

Rencana Strategis. Dinas Binamarga. Kabupaten Garut. Jalan Raya Samarang No 117 Garut 2014-2019 Rencana Strategis Dinas Binamarga Kabupaten Garut Jalan Raya Samarang No 117 Garut KATA PENGANTAR Rencana Strategis (Renstra) Dinas Bina Marga Kabupaten Garut 2014-2019, merupakan dokumen perencanaan

Lebih terperinci

2018, No Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran

2018, No Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.34, 2018 KEMENPU-PR. DAK Infrastruktur PU-PR. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21/PRT/M/2017 TENTANG PETUNJUK

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2014 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2014 DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

PERENCANAAN PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN TAHUN REVISI 2015

PERENCANAAN PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN TAHUN REVISI 2015 PERENCANAAN PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN TAHUN 2015-2019 REVISI 2015 I. PERENCANAAN 2015-2019 A. LATAR BELAKANG Pembangunan nasional adalah rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BIRO PERENCANAAN ANGGARAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI TAHUN

RENCANA STRATEGIS BIRO PERENCANAAN ANGGARAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI TAHUN RENCANA STRATEGIS BIRO PERENCANAAN ANGGARAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI TAHUN 2015-2019 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DAFTAR ISI Kata Pengantar...... Daftar Isi......

Lebih terperinci

Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah KATA PENGANTAR

Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Rencana Kerja (Renja) adalah dokumen perencanaan tahunan yang merupakan penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) serta disusun mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Rencana Kerja

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA) DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016

RENCANA KERJA (RENJA) DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR RENCANA KERJA (RENJA) DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016 DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR JL. GAYUNG KEBONSARI NO. 167 SURABAYA

Lebih terperinci

RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2010

RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2010 RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2010 Oleh: H. Paskah Suzetta Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Disampaikan pada Rapat Koordinasi Pembangunan Tingkat Pusat (Rakorbangpus) untuk RKP 2010 Jakarta,

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2014 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2014 DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...

Lebih terperinci

Revisi PP.38/2007 serta implikasinya terhadap urusan direktorat jenderal bina upaya kesehatan.

Revisi PP.38/2007 serta implikasinya terhadap urusan direktorat jenderal bina upaya kesehatan. Revisi PP.38/2007 serta implikasinya terhadap urusan direktorat jenderal bina upaya kesehatan. Dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes Sekretaris Ditjen Bina Upaya Kesehatan kementerian kesehatan republik indonesia

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUN 2015 BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU ACEH

RENCANA KINERJA TAHUN 2015 BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU ACEH RENCANA KINERJA TAHUN 2015 BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU ACEH 2014 RENCANA KINERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU TAHUN 2015 BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU ACEH 2014 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016

PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA SOLOK 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL RENCANA KERJA 2017 Rancangan Akhir Rencana Kerja KATA PENGANTAR Bidang kependudukan merupakan salah satu hal pokok dan penting

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. RPJMN 2010-2014 Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) menjelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka

Lebih terperinci

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra Proses penyusunan suatu perencanaan berkaitan erat dengan proses evaluasi, dari hasil

Lebih terperinci

B. VISI : Indonesia Menjadi Negara Industri yang Berdaya Saing dengan Struktur Industri yang Kuat Berbasiskan Sumber Daya Alam dan Berkeadilan

B. VISI : Indonesia Menjadi Negara Industri yang Berdaya Saing dengan Struktur Industri yang Kuat Berbasiskan Sumber Daya Alam dan Berkeadilan RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA FORMULIR 1 : RENCANA PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS PADA KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA TAHUN ANGGARAN : 216 A. KEMENTRIAN : (19) KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

Lebih terperinci

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) Program kegiatan di lingkup BPMPT Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2016 mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL ANGGARAN NOMOR PER- 03/AG/2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDAR BIAYA KELUARAN

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

KATA PENGANTAR. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh i KATA PENGANTAR Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Rencana Strategis (Renstra) merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang

Lebih terperinci

Page 1 of 12 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Daftar Isi... Daftar Tabel... BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG TUJUAN FORMAT BARU RKA KL RUANG LINGKUP...

DAFTAR ISI. Daftar Isi... Daftar Tabel... BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG TUJUAN FORMAT BARU RKA KL RUANG LINGKUP... DAFTAR ISI Daftar Isi... Daftar Tabel... i ii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 LATAR BELAKANG... 1 1.2 TUJUAN FORMAT BARU RKA KL... 3 1.3 RUANG LINGKUP... 4 BAB II FORMAT BARU RKA KL... 6 2.1 RKA KL... 6 2.2

Lebih terperinci

RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017

RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017 RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017 PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU KECAMATAN ANGSANA DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi... ii Daftar Tabel... iii Daftar Bagan... iv Daftar Singkatan... v BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

Bahan Diskusi : Sistem Pelaksanaan Pembangunan Nasional

Bahan Diskusi : Sistem Pelaksanaan Pembangunan Nasional Bahan Diskusi : Sistem Pelaksanaan Pembangunan Nasional LAN 4 Oktober 2011 Dr. Sri Adiningsih Universitas Gadjah Mada Pembangunan Ekonomi Negara Perencanaan Pusat?? Central Planning Korea Utara, Cuba,

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Bahan Evaluasi Tahunan RPJMN di Lingkungan ANRI telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juni

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Berdasarkan rencana kerja Dinas Pendapatan Kabupaten Blitar tahun 2015, strategi pencapaian tujuan dan sasaran diuraikan dalam 7 ( tujuh ) program dan 17 ( tujuh belas ) kegiatan.

Lebih terperinci

KB 1 KPJM SEBAGAI SALAH SATU PENDEKATAN PENGANGGARAN. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah 30/01/2017

KB 1 KPJM SEBAGAI SALAH SATU PENDEKATAN PENGANGGARAN. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah 30/01/2017 Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah Diklat Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja Pusdiklat Anggaraan dan Perbendaharaan Kementerian Keuangan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Pusdiklat Anggaran dan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA ) ( B A P P E D A )

PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA ) ( B A P P E D A ) PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA ) 2011 2016 ( B A P P E D A ) LUWUK, 2011 KATA PENGANTAR Puji Syukur Kami Panjatkan Kehadirat Tuhan yang Maha

Lebih terperinci

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 3.1. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah Kondisi perekonomian Kota Ambon sepanjang Tahun 2012, turut dipengaruhi oleh kondisi perekenomian

Lebih terperinci

BAB III ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BAPPEDA KABUPATEN LAHAT

BAB III ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BAPPEDA KABUPATEN LAHAT ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BAPPEDA KABUPATEN LAHAT 3.1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN BAPPEDA KABUPATEN LAHAT Sumber daya Bappeda Kabupaten Lahat

Lebih terperinci

EVALUASI TERHADAP HASIL RENCANA. (Menilai & Memastikan)

EVALUASI TERHADAP HASIL RENCANA. (Menilai & Memastikan) PENGENDALIAN DAN EVALUASI TERHADAP KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (Menjamin & Memastikan) PENGENDALIAN DAN EVALUASI TERHADAP PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH (Menjamin & Memastikan) EVALUASI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2018 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DENGAN

Lebih terperinci

PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN KINERJA KEGIATAN DUKUNGAN MANAJEMEN DAN TEKNIS LAINNYA PADA DITJEN TANAMAN PANGAN TRIWULAN II 2016

PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN KINERJA KEGIATAN DUKUNGAN MANAJEMEN DAN TEKNIS LAINNYA PADA DITJEN TANAMAN PANGAN TRIWULAN II 2016 PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN KINERJA KEGIATAN DUKUNGAN MANAJEMEN DAN TEKNIS LAINNYA PADA DITJEN TANAMAN PANGAN TRIWULAN II 2016 KEMENTERIAN PERTANIAN-RI DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN SEKRETARIAT

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN OKU TIMUR

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN OKU TIMUR LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 06 DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN OKU TIMUR Martapura, Januari 07 IKHTISAR EKSEKUTIF i. Uraian Singkat Kabupaten

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012

RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012 RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN 2011 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses

BAB I PENDAHULUAN. Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintah Daerah berjalan secara efisien dan efektif

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD Permasalahan yang dihadapi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi

Lebih terperinci

PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019 KATA PENGANTAR Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004

Lebih terperinci

Rencana Strategis (Renstra) Perubahan Tahun

Rencana Strategis (Renstra) Perubahan Tahun DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN MERANGIN Rencana Strategis (Renstra) Perubahan Tahun 2014-2018 PEMERINTAH KABUPATEN MERANGIN PEMERINTAH KABUPATEN MERANGIN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN

Lebih terperinci

IKHTISAR EKSEKUTIF. Tidak tercapainya beberapa sasaran tersebut diatas disebabkan karena beberapa hal, antara lain : PROSE NTASE

IKHTISAR EKSEKUTIF. Tidak tercapainya beberapa sasaran tersebut diatas disebabkan karena beberapa hal, antara lain : PROSE NTASE IKHTISAR EKSEKUTIF Laporan Akuntabilitas Kinerja disusun berdasarkan Rencana Strategis 2011 2016 dan Rencana Kerja Tahun 2014. Adapun Capaian Sasaran Dinas Bina Marga tahun 2014 tampak sebagai berikut

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 216 NOMOR SP DIPA-33.1-/216 DS2286-196-725-318 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No.

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. Penyusunan rancangan Rencana Kerja SKPD merupakan tahap awal dari proses perencanaan.

BAB I. PENDAHULUAN. Penyusunan rancangan Rencana Kerja SKPD merupakan tahap awal dari proses perencanaan. BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk periode satu (1) tahun, yang memuat

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 78 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 78 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 78 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN

Lebih terperinci

RANCANGAN RENCANA KERJA DINAS BINA MARGA KABUPATEN MALANG TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN

RANCANGAN RENCANA KERJA DINAS BINA MARGA KABUPATEN MALANG TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN 1 KEPUTUSAN BUPATI MALANG NOMOR : 180/ /KEP/421.013/2013 TENTANG PENGESAHAN RANCANGAN RENCANA KERJA DINAS BINA MARGA KABUPATEN MALANG TAHUN 2014 RANCANGAN RENCANA KERJA DINAS BINA MARGA KABUPATEN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengamanatkan bahwa agar perencanaan pembangunan daerah konsisten, sejalan

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK -P DAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : dan.......... 1 Tabel 2 : Penerimaan Dalam Negeri, 1994/1995...... 2 Tabel 3 : Penerimaan Perpajakan, 1994/1995.........

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN

DATA POKOK APBN DATA POKOK - DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dan...... 1 Tabel 2 : Penerimaan Dalam Negeri, 1994/1995...... 2 Tabel 3 : Penerimaan

Lebih terperinci

b) Melaksanakan koordinasi antar pelaku pembangunan dalam perencanaan pembangunan daerah. c) Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan

b) Melaksanakan koordinasi antar pelaku pembangunan dalam perencanaan pembangunan daerah. c) Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan IKHTISAR EKSEKUTIF Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, memberikan kewenangan

Lebih terperinci

2017, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan L

2017, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan L No.1236, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKO-KEMARITIMAN. SAKIP. PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA DI

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUN 2015

RENCANA KERJA TAHUN 2015 RENCANA KERJA TAHUN 2015 SEKRETARIAT DPRD PROVINSI SUMATERA SELATAN JL. KAPTEN A. RIVAI PALEMBANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyusunan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2015 adalah Rencana Operasional

Lebih terperinci