Review Laporan Keuangan
|
|
|
- Harjanti Indradjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Review Laporan Keuangan UNIT AKUNTANSI DILINGKUNGAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI BIRO KEUANGAN DAN UMUM SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI 1
2 STRUKTUR ORGANISASI & UNIT AKUNTANSI a. Struktur Organisasi Kemenristek Dikti terdiri dari 7 (Tujuh) Eselon Satu yakni : 1. Sekretariat Jenderal 2. Inspektorat Jenderal 3. Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi 4. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan 5. Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi 6. Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan 7. Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi 2
3 STRUKTUR ORGANISASI & UNIT AKUNTANSI 1. Masing-masing eselon 1 memiliki program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa Satuan Kerja. 2. Satuan Kerja pelaksana program Eselon I akan memperoleh DIPA atas pelaksanaan program masing-masing Eselon I. 3. Satuan Kerja yang melaksanakan lebih dari satu program Eselon I akan menerima DIPA lebih dari satu. 4. Setiap Satuan Kerja yang menerima dan mengelola DIPA merupakan Unit Akuntansi yang berkewajiban menyusun Laporan Keuangan atas DIPA yang dikelolanya. 5. Konsekuensi bagi Satuan Kerja yang menerima dan melaksanakan DIPA lebih dari satu wajib menyusunlaporan Keuangan sejumlah DIPA yang dikelolanya. 3
4 STRUKTUR ORGANISASI & UNIT AKUNTANSI Eselon 1 Kemristek Dikti dan jumlah Satker pelaksana program masing-masing eselon I No Kode K/L Kode Unit Org Nama Unit Organisasi Sekretariat Jenderal Kemenristek Dikti Kode Prog Inspektorat Jenderal Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Ditjen Pembelajaran & Kemahasiswaan Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti Ditjen Penguatan Riset & Pengembangan Ditjen Penguatan Inovasi Nama Program Program Dukungan Manajemen dan pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kemenristek Dikti Program pengawasan dan peningkatan Akuntabikitas Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Iptek dan Dikti Program Pembelajaran dan Kemahasiswaan Program Peningkatan Kualitas Sumber Daya Iptek dan Dikti Program Penguatan Riset dan Pengembangan Jumlah Satker Pelaksana Program Program Penguatan Inovasi
5 STRUKTUR ORGANISASI & UNIT AKUNTANSI 1. Dalam kaitannya dengan penyusunan Laporan Keuangan yang diatur dalam PMK 171/PMK.05/2007 & PMK 177/PMK.05/2015 setiap Eselon I di Kemristek Dikti berfungsi sebagai : a. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (UAKPA/B) b. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Eselon I (UAPPA/B-E1) 2. Sedangkan Satuan Kerja Pelaksana Program dari masing-masing Eselon I berfungsi sebagai Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/BMN (UAKPA/B). 3. Khusus untuk Eselon I Sekretariat Jenderal berfungsi sebagai : a. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (UAKPA/B) b. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang (UAPPA-E1) c. Unit Akuntansi Pengguna Anggaran/Barang (UAPA/B) 5
6 STRUKTUR ORGANISASI & UNIT AKUNTANSI a. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (UAKPA/B) berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan/BMN tingkat Satuan Kerja atas DIPA yang dikelolanya. b. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Tingkat Eselon-I (UAPPA/B-E1) berkewajiban mengkonsolidasikan Laporan Keuangan/BMN tingkat Satuan Kerja dibawahnya dan menyusun Laporan Keuangan/BMN Tingkat Eselon I. c. Unit Akuntansi Pengguna Anggaran/Barang (UAPA/B) berkewajiban mengkonsolidasikan Laporan Keuangan/BMN tingkat Eselon I dibawahnya dan menyusun Laporan Keuangan/BMN Tingkat Kementerian. - PMK 177/PMK.05/2015 Pasal 4-6
7 STRUKTUR ORGANISASI & UNIT AKUNTANSI Penyampaian Laporan Keuangan dilakukan secara BERJENJANG dari Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) yang ada disatkersampai dengan Unit Akuntansi Penguna Anggaran (UAPA) di tingkat Kementerian. 7
8 JENJANG PELAPORAN KEUANGAN SAI UNIT AKUNTANSI DJKN UAPB UAPA DJPBN opsional UAPPB-E1 UAPPA-E1 KANWIL DJKN KANWIL DJPBN UAPPB-W UAPPA-W KPKNL UAKPB UAKPA BLU KPPN 8
9 STRUKTUR UNIT AKUNTANSI & PELAPORAN TINGKAT PUSAT KEMENRISTEK DIKTI TAHUN 2016 UAPA UAPA : Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (Entitas Pelaporan Tingkat Kementerian) UAKPA & UAPPA-E1 UAKPA & UAPPA-E1 UAKPA & UAPPA-E1 UAKPA & UAPPA-E1 UAKPA & UAPPA-E1 UAKPA & UAPPA-E1 UAKPA & UAPPA-E1 UAPPA-E1 : Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Tingkat Eselon I ( Entitas Pelaporan Tingkat Eselon I ) UAKPA UAKPA: Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (Entitas Akuntansi & Pelaporan Tk. Satker) UAKPA
10 STRUKTUR ORGANISASI & UNIT AKUNTANSI PENANGGUNG JAWAB UNIT AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN No Unit Akuntansi dan Pelaporan Penanggung Jawab 1 Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran ( UAKPA ) Kepala Satuan Kerja 2 3 Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran tingkat Wilayah ( UAPPA-W ) Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran tingkat Eselon I ( UAPPA-E1 ) Kepala Kanwil/ Kepala Satuan Kerja yang Ditunjuk Pejabat Eselon I 4 Unit Akuntansi Pengguna Anggaran ( UAPA ) Menteri/Pimpinan Lembaga 10
11 LAPORAN KEUANGAN Berdasarkan PMK 177/PMK.05/2015 Pasal 3 : Laporan Keuangan yang disusun terdiri atas : a. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) b. Neraca c. Laporan Operasional (L/O) d. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) e. Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kelima jenis Laporan ini yang dilaporkan secara berjenjang dari tingkat UAKPA sampai dengan UAPA. 11
12 LAPORAN KEUANGAN KARAKTERISTIK LAPORAN KEUANGAN MASING-MASING UNIT AKUNTANSI No Unit Akuntansi dan Pelaporan Karakteristik 1 Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/BMN ( UAKPA/B ) Melakukan pencatatan dan perekaman transaksi keuangan dan Barang tingkat Satker 2 Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/BMN tingkat Wilayah (UAPPA/B-W) Konsolidasian LK UAKPA/B (Satker) 3 Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/BMN tingkat Eselon I (UAPPA/B-E1 ) Konsolidasian LK UAKPA/B (Satker) atau LK UAPPA/B-W (Wilayah) 12 4 Unit Akuntansi Pengguna Anggaran/BMN (UAPA/B) tingkat Kementerian Konsolidasian LK UAPPA/B-E1 (Eselon-1)
13 REVIEW LAPORAN KEUANGAN Mengingat Unit Akuntansi tingkat Eselon I dan Kementerian hanya bersifat konsolidasian, maka review Laporan Keuangan lebih diutamakan pada Laporan Keuangan Tingkat Satker (UAKPA), alasannya : 1. Seluruh transaksi keuangan dan barang dilakukan pada tingkat Satker (UAKPA). 2. Koreksi atas kesalahan pencatatan transaksi keuangan dan barang hanya dapat dilakukan pada tingkat Satker (UAKPA). 3. Keakuratan dan kewajaran penyajian Laporan Keuangan tingkat Satker sangat berpengaruh terhadap kewajaran penyajian Laporan Keuangan Unit Akuntansi diatasnya. 13
14 REVIEW LAPORAN KEUANGAN KENAPA LAPORAN KEUANGAN HARUS DIREVIEW 14
15 1. Kelengkapan Laporan Keuangan 2. Kesesuaian Dengan Persamaan Dasar Akuntansi 3. Review Per komponen Laporan Keuangan a) Neraca Percobaan b) Laporan Realisasi Anggaran c) Laporan Operasional d) Laporan Perubahan Ekuitas e) Neraca f) Catatan atas Laporan Keuangan 4. Review antar komponen Laporan Keuangan a) Intra Laporan Keuangan b) Dengan L-BMN 15
16 Kelengkapan Komponen Laporan Keuangan Pokok 1. Pernyataan Telah Direviu (Hanya utk Tk. LKKL) 2. PernyataanTanggung Jawab 3. Ringkasan Laporan Keuangan 4. Laporan Realisasi Anggaran 5. Neraca 6. Laporan Opersional 7. Laporan Perubahan Ekuitas 8. Catatan atas Laporan Keuangan Lampiran Pendukung Laporan Keuangan 1. Laporan yang dihasilkan oleh Aplikasi 2. Laporan Kuasa Pengguna barang 3. Daftar Rekening Pemerintah 4. Memo Penyesuaian atas Jurnal Penyesuaian/Umum di SAIBA 5. BAR dengan KPPN/Kanwil/Dit.APK, dan lain-lain LK pada tiap level, harus disusun dari seluruh satker dibawahnya. Termasuk dari satker yang dilikuidasi namun belum selesai proses likuidasinya. 16
17 17
18 Latar Belakang: Ada yang tidak sesuai dengan Persamaan Dasar Akuntansi dalam penyusunan Laporan Keuangan. Kemungkinan Penyebab: Belum Update SAIBA dan Referensi SAIBA Terdapat Jurnal yang tidak ada pasangannya (pada SAIBA versi sebelum 2.7 mungkin terjadi) Solusi: Update Aplikasi, terutama Referensi Cek/Cetak dari SAIBA: Transasksi-Jurnal Penyesuaian-Cetak-Per tanggal-isi sd Periksa, apakah ada yang tidak terisi pada kolom Debet dan Kreditnya Jika ada, perbaiki, dengan cara Hapus, input ulang, posting ulang Lakukan untuk Jenis transaksi lainnya: Jurnal Penyesuaian Neraca, Jurnal Koreksi dan Jurnal Umum 18
19 LAPORAN OPERASIONAL (LO) PENDAPATAN 600 BEBAN SURPLUS (DEFISIT) KEG.OPERASIONAL (400) KEUNTUNGAN (KERUGIAN) KEG.NON OPR 100 SURPLUS SEBELUM POS LUAR BIASA (300) POS LUAR BIASA (0) SURPLUS (DEFISIT) LO (300) LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (LPE) EKUITAS AWAL DEFISIT LO (300) Harus BALANCED: Total ASET = Kewajiban + Ekuitas NERACA TOTAL ASET TOTAL KEWAJIBAN EKUITAS TRANSAKSI ANTAR ENTITAS EKUITAS AKHIR 3.200
20 20
21 UAKPA: Saldo awal tahun berjalan = Saldo Tahun Lalu Audited menurut Satker, UAPPA-W dan UAPA-E1 UAPPA-W: Saldo awal tahun berjalan = Saldo Tahun Lalu Audited menurut UAPPA-W dan UAPPA-E1 UAPPA-E1: Saldo awal tahun berjalan = Saldo Tahun Lalu Audited menurut UAPPA-E1 dan UAPA Jika Berbeda, yang benar adalah yang Level diatasnya! UAPA: Saldo awal tahun berjalan = Saldo Tahun Lalu Audited menurut UAPA dan LKPP 21
22 No SALDO Aset Aset 2. Kewajiban - Pendapatan Ditangguhkan - Hibah yang belum disahkan - Pendapatan Ditangguhkan 3. Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Ekuitas Dana Lainnya Kewajiban Ekuitas 22
23 Latar Belakang: Terjadi perubahan Posting rule Migrasi. Risiko: Semula: semua Akun Neraca pada pos Pendapatan Yang Ditangguhkan Audited 2014 dimigrasi ke Ekuitas Awal 2015 Sekarang: Tidak semua akun-akun pada pos Pendapatan Yang Ditangguhkan Audited 2014 dimigrasi ke Ekuitas Awal 2015, yaitu akun Hibah Langsung Yang Belum Disahkan akun Hibah Langsung Yang Belum Disahkan Audited 2014 dimigrasi ke Kewajiban - Hibah Langsung Yang Belum Disahkan pada Neraca Awal 2015 Migrasi tidak sesuai Solusi: Lakukan Migrasi Ulang, kemudian cek ulang 23
24 24
25 Pengecekan Saldo Normal SALDO NORMAL adalah sebagai berikut: Akun Aset (1xxxxx) Penyisihan Piutang Akumulasi Penyusutan Kewajiban (2xxxxx) Pendapatan (4xxxxx) Pengembalian Pendapatan Beban (5xxxxx) Beban Penyisihan Piutang Pengembalian Belanja/Beban Saldo Normal Debet Kredit Kredit Kredit Kredit Debet Debet Bisa Debit dan Kredit Kredit Pastikan TIDAK Terdapat akun Null. 25
26 Contoh Saldo Normal 26
27 Contoh Saldo Normal 27
28 Contoh Saldo Normal 28
29 Contoh Saldo Tidak Normal 29
30 Pengecekan Saldo Tidak Normal Bila terdapat Saldo tidak normal atau yang seharusnya tidak ada, kemungkinan karena Salah Jurnal di SAIBA. Cek jurnal-jurnal yang melibatkan Akun-akun Tidak Normal. Bila terdapat akun null, karena belum Update Referensi. Cek di Buku Besarnya 30
31 Pengecekan Saldo Tidak Normal 31
32 Pengecekan Saldo Tidak Normal 32
33 Pengecekan Akun-akun TIDAK BOLEH ADA : 1. Akun 41 (Pendapatan Perpajakan) Apabila ada, misalnya: Akun , kemungkinan karena salah jurnal Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran yang merupakan Potongan pajak. Akun ini hanya untuk BA.015 Kementerian Keuangan 2. Akun-akun 42 (PNBP) yang seharusnya tidak terdapat pada KL tersebut Misalnya: di Kementerian Pertanian terdapat akun Pendapatan Surat Keterangan, Visa, Paspor, kemungkinan salah kode akun saat menyetor SSBP. atau operator salah input 3. Akun 43 (Pendapatan Hibah) Akun ini hanya untuk BA
34 Pengecekan Akun-akun Contoh Akun-akun 42 (PNBP) yang seharusnya tidak terdapat pada Kementerian Ristek Dikti 34
35 Pengecekan Akun-akun Bila bukan Satker BLU, maka TIDAK BOLEH ADA: akun 424xxx, 525xxx dan 537xxx Akun diatas diperuntukkan khusus untuk Satker BLU. 35
36 Analisa Akun-akun tertentu 36 Transfer Keluar/Transfer Masuk Akun ini digunakan untuk: Transfer keluar/transfer masuk Aset (Persediaan/Aset Tetap/Aset Lainnya) antar Satker di lingkungan Pemerintah Pusat. Transfer keluar/transfer masuk Selain Aset (Kas/Piutang/Utang) antara Satker yang dilikuidasi ke Satker Penerima. Resiko: Akun/Menu ini tidak digunakan seharusnya. Misal: Pembelian menggunakan transfer masuk, mengakibatkan Akun LPE (Transaksi Antar Entitas) overstated Misal: Pemakaian menggunakan transfer keluar, mengakibatkan Akun beban Persediaan understated dan LPE (Transaksi Antar Entitas) overstated Solusi: Cek Kebenaran penggunaan Akun/menu tsb di Aplikasi Persediaan/SIMAK Bila ternyata jurnal di SAIBA, cek kebenarannya
37 Analisa Akun-akun tertentu Transfer Keluar/Transfer Masuk Telaah: Lakukan Analisa sbb: Mungkinkah di Satker/E1/KL ini terdapat Transfer Masuk/Transfer Keluar? Bila ya, seharusnya lebih besar mana? Transfer Masuk atau Transfer Keluar? Adakah Pengawasan Transfer Keluar/Transfer Masuk? Bandingkan analisa dengan LK, berbedakah? Jika Ya, analisa kemungkinan kesalahannya. 37
38 Akun (Koreksi Lainnya) Akun ini untuk mengkoreksi kesalahan pencatatan atas transaksi selain Aset (Selain mengkoreksi Persediaan/Aset Tetap/Aset Lainnya) Misalnya mengkoreksi Kas, Piutang dan Utang. Namun terkadang akun ini dipakai untuk yang lainnya, misalnya: Koreksi selain yang seharusnya Menghilangkan belum diregister / Hibah Belum disahkan Menyamakan saldo SAIBA dengan L-BMN Cek kebenarannya lewat Buku Besar 38
39 Analisa Akun-akun tertentu Akun (Pendapatan Perolehan Aset Lainnya) Sangat jarang terjadi Perolehan Aset Lainnya, sehingga apabila ada akun ini, agar dikonfirmasi kebenarannya, karena ada kemungkinan salah memilih menu Input pada Aplikasi Persediaan/ SIMAK. Akun ini jurnal kiriman dari Persediaan/SIMAK BMN, yaitu saat memilih menu perolehan lainnya Apabila berasal dari Jurnal SAIBA, mungkin saja benar, namun harus dikonfirmasi penyebab input jurnal pendapatan ini di SAIBA. 39
40 Akun (Hibah Langsung Yang Belum Disahkan) (Akun CTA, sejak 2015 tidak boleh) Akun (Ekuitas Transaksi Lainnya) (Akun diatas hanya untuk RRI, TVRI dan POLRI) Akun (Penerimaan kembali belanja hibah TAYL) (Akun diatas hanya untuk BA-BUN Hibah ) Akun (Penerimaan kembali belanja lain-lain TAYL) (Akun diatas hanya untuk BA-BUN Bel.Lain ) Akun-akun lainnya yang seharusnya tidak ada pada Satker tsb, misalnya: Terdapat pendapatan SIM pada Satker Kementerian Pertanian Terdapat Pendapatan Sewa pada Satker yang tidak memiliki Tanah/Gedung/Peralatan dan Mesin (yang disewakan) 40
41 41
42 1. Akun Belum Diregister hanya boleh ada pada Laporan Keuangan Interim (Bulanan/Triwulanan/Semesteran), pembelian Persediaan/Aset yang menggunakan Dana Uang Persediaan (UP)/LS, yang pada periode tersebut belum diajukan/diterbitkan SPM/SP2D GUP/LS-nya Pembelian dengan utang/cicilan, dll. 2. Pada Laporan Keuangan Tahunan tidak boleh ada. 42
43 43
44 Adanya Akun Persediaan yang belum diregister Bernilai positif berarti : 1. Terdapat pengadaan barang persediaan yang menggunakan akun belanja barang persediaan (5218xx). 2.Pengadaan barang persediaan tersebut belum tercatat di aplikasi Persediaan SIMAK BMN, atau 3. Pengadaan barang persediaan tersebut sudah tercatat di aplikasi Persediaan SIMAN BMN namun belum dikirim ke aplikasi SAIBA, atau 4. Sudah dikirim ke aplikasi SAIBA namun belum diposting. 44
45 Adanya Akun Persediaan yang belum diregister Bernilai negatif berarti : 1. Terdapat pengadaan barang persediaan yang tidak menggunakan akun belanja barang persediaan (5218xx) tetapi menggunakan akun belanja barang keperluan perkantoran (521111/521119), Belanja Bahan (521211). 2. Pengadaan barang persediaan tersebut sudah tercatat di aplikasi Persediaan SIMAK BMN, sudah dikirim ke aplikasi SAIBA dan sudah diposting. 3. Barang persediaan tersebut belum digunakan. 45
46 46
47 Menghilangkan akun Persediaan yang belum diregister yang bernilai positif dilakukan dengan cara : 1. Menginput barang persediaan tersebut pada aplikasi persediaan sebesar nilai persediaan yang belum diregister yang tersaji pada neraca SAIBA. 2. Mengirimkan nilai persediaan yang telah diinput tersebut ke aplikasi SAIBA. 47
48 a. Jurnal yang dibentuk saat pembelian persediaan dengan akun belanja barang persediaan (5218xx) 1. (D) Belanja Barang Persediaan LRA (+) (K) Piutang dari KUN LRA (-) 2. (D) Persediaan yang belum diregister Neraca (+) (K) Ditagihkan kepada Entitas Lain LPE (+) b. Jurnal yang dibentuk saat persediaan yang telah diinput diaplikasi persediaan dikirim ke SAIBA (D) Persediaan Neraca (+) (K) Persediaan yang belum diregister Neraca (-) 48
49 Menghilangkan akun Persediaan yang belum diregister yang bernilai negatif dilakukan dengan cara membuat jurnal penyesuaian di SAIBA melalui menu jurnal penyesuaian kategori 19 (Koreksi Beban Aset), jurnalnya : (D) Persediaan yang belum diregister Neraca (+) (K) Beban Barang (521111/521211/521119) L/O (-) Jurnal ini merupakan jurnal penyesuaian/penyeimbang atas jurnal hasil pengiriman dari SIMAK BMN sbb : (D) Persediaan Neraca (+) (K) Persediaan yang belum diregister Neraca (-) 49
50 Akun Persediaan yang belum diregister bernilai negatif dapat muncul dari pengadaan persediaan yang bersumber dari hutang, artinya aplikasi persediaan SIMAK BMN telah mencatat transaksi penambahan persediaan namun realisasi belanja untuk pembelian persediaan pada bulan tersebut tidak ada. Untuk memastikannya : 1. Lihat nilai persediaan yang belum diregister negatif yang tersaji dalam neraca SAIBA. 2. Cek neraca percobaan basis kas apakah ada realisasi belanja barang terkait pembelian persediaan (521211/521111/521119) 50
51 Jurnal untuk menghilangkan akun Persediaan yang belum diregister yang bernilai negatif yang bersumber dari hutang : (D) Persediaan yang belum diregister Neraca (+) (K) Belanja Barang yang masih harus dibayar (Utang Kepada Pihak Ketiga Lainnya) Neraca (+) Setelah pengadaan persediaan tersebut dibayar melalui SPM/SP2D maka dibuat jurnal penyesuaian sbb: (D) Belanja Barang yang masih harus dibayar (Utang Kepada Pihak Ketiga Lainnya) Neraca (-) (K) Beban Barang... (521111/521119/521211) L/O (-) 51
52 Bila pengadaan persediaan tersebut dibayar melalui SPM/SP2D menggunakan akun belanja barang persediaan (5218xx) maka dibuat jurnal penyesuaian sbb: (D) Belanja Barang yang masih harus dibayar (Utang Kepada Pihak Ketiga Lainnya) Neraca (-) (K) Persediaan yang belum diregister Neraca (-) 52
53 Adanya Akun Aset Tetap/Aset Lainnya yang belum diregister bernilai positif berarti : 1. Terdapat pengadaan Aset Tetap/Aset Lainnya yang menggunakan akun belanja modal (53xxxx) 2. Pengadaan Aset Tetap/Aset Lainnya tersebut belum tercatat di aplikasi SIMAK BMN, atau 3. Pengadaan Aset Tetap/Aset Lainnya tersebut sudah tercatat di aplikasi SIMAN BMN namun belum dikirim ke aplikasi SAIBA, atau 4. Sudah dikirim ke aplikasi SAIBA namun belum diposting 53
54 54
55 Adanya Akun Aset Tetap/Aset Lainnya yang belum diregister bernilai negatif berarti : 1. Terdapat pengadaan BMN yang menggunakan akun belanja modal yang tidak sesuai dengan jenis BMN yang diadakan. Contoh : Pembuatan Jalan yang menggunakan akun belanja modal lainnya , seharusnya dibeli dengan akun Pengadaan BMN tersebut sudah tercatat di aplikasi SIMAK BMN, dan sudah dikirim ke aplikasi SAIBA. 55
56 56
57 Menghilangkan akun Aset Tetap yang belum diregister yang bernilai negatif dilakukan dengan cara membuat jurnal penyesuaian di SAIBA melalui menu Jurnal Umum, dengan ketentuan : 1. Dilakukan pada setiap bulan munculnya akun aset tetap yang belum diregister negatif tersebut di Neraca. (Bukan Semesteran atau Tahunan) 2. Penyesuaian tersebut tidak dapat dilakukan secara sekaligus namun harus dilakukan per transaksi. 57
58 Untuk menghilangkan akun aset tetap yang belum diregister negatif seperti di contoh sebelumnya maka jurnalnya adalah sebagai berikut : (D) Jalan dan Jembatan yang belum diregister (K) Aset Lainnya yang belum diregister Keterangan : Penyesuaian atas pengadaan jalan yang menggunakan akun belanja modal lainnya (536111) 58
59 1. Resiko: Satker Menjurnal sembarangan, yang penting akun Belum Diregister hilang. 2. Solusi: Cetak Buku Besar Akrual atas Akun-akun Belum Diregister Cek pasangan jurnalnya, apakah yang sudah seharusnya? Bila tidak, perbaiki! 59
60 1. Jika ada Akun (Kas Lainnya dari Hibah Yang Belum disahkan) maka Harus ada akun (Hibah Langsung Yang belum disahkan). Akun nilainya maksimal sama atau lebih kecil dibanding akun harus di kredit Bila ada akun-akun Yang Belum disahkan, harus ada Hibah Langsung Yang Belum Disahkan. Artinya harus menjadi Catatan/Pengawasa bagi Satker/KL/K-BUN/KPPN untuk segera dilakukan pengesahan ke KPPN. Saat ini pengesahan hibah sudah habis masnya. Tunggu ada Surat Perpanjangan Pengesahan Hibah. Dengan demikian, akun ini seharusnya pada LK Audited sudah tidak ada lagi 60
61 Apabila ada akun kas Lainnya dari Hibah Langsung Yang belum Disahkan bersaldo Negatif, kemungkinanya: Telah terbit SP2HL pengesahan hibah langsung berupa uang, namun... Belum melakukan Jurnal Pencatatan Kasnya. 61
62 Latar Belakang: Terkadang ada Satker bandel tidak berniat melaporkan/mengesahkan Hibah langsungnya. Satker Menjurnal sembarangan, yang penting akun Hibah Langsung Belum Disahkan hilang Solusi: Cetak Buku Besar Akrual atas Akun Hibah Langsung Yang Belum Disahkan Cek pasangan jurnalnya, apakah dari SP2HL/MPHL-BJS? Bila tidak, berarti belum pernah ada pengesahannya! Hapus jurnal tsb. 62
63 63
64 Akun Kas di Bendahara Pengeluaran HARUS SAMA dengan akun Uang Muka dari KPPN Akun ini bisa dijurnal. Pastikan tidak ada jurnal yang menyebabkan perbedaan. (kecuali di Kementerian Luar Negeri) Kesesuaian dengan Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) atas akunakun sebagai berikut: Kas di Bendahara Pengeluaran Kas dan Bank BLU (Kas dan Bank BLU dan Deposito BLU) Kas Lainnya di KL dari Hibah (111822) 64
65 Akun Pendapatan Yang Ditangguhkan Bila ada, kemungkinan karena salah memilih kode akun, yaitu memilih akun: 2196XX Hibah yang belum disahkan Apabila ada, Lakukan KOREKSI ke Akun yang sebenarnya yaitu Hibah Langsung yang belum disahkan Koreksi dengan cara: Jurnal Dihapus, kemudian rekam ulang (tidak bisa dengan cara diubah) 65
66 Ada Akun Piutang: ada Penyisihan Piutang ada Beban Penyisihan Piutang di LO. Bila tidak ada, kemungkinan belum melakukan penyisihan piutang di akhir periode. Ada Akun Piutang Jangka Panjang (TP/TGR) Ada Bagian Lancar Piutang Jangka Panjang Ada Penyisihan Piutang Jangka Panjang Ada Penyisihan Bagian Lancar Piutang Jangka Panjang Bila tidak ada, maka belum melakukan Reklas Piutang Jangka Panjang 66
67 Ada Persediaan: ada Beban Persediaan di LO Ada Penyesuaian nilai aset di LPE Kemungkinannya sangat kecil dalam satu periode tidak ada persediaan yang dipakai. Atau hanya memiliki persediaan untuk pemeliharaan/diserahkan ke masy/bansos saja. Ada Aset Tetap/Aset Lainnya: ada Akumulasi Penyusutan/Amortisasi AT/AL, ada Beban Penyusutan/Amortisasi di LO 67
68 Jurnal Akrual t.d: Pendapatan Diterima Dimuka Pendapatan Yang Masih harus Diterima Beban Dibayar Dimuka Beban Yang Masih Harus Dibayar Transaksi Akrual yang umumnya ada di Satker adalah: Pendapatan Sewa diterima Dimuka, Beban Sewa yang masih harus dibayar Beban Listrik/telepon/air yang masih harus dibayar Beban Pegawai yang masih harus dibayar Selain transaksi diatas masih ada kemungkinannya. 68
69 69
70 PENDAPATAN: Pendapatan Perpajakan (kec. BA Ditjen Pajak Kementerian Keuangan) Pendapatan Hibah BEBAN: Beban Bunga Beban Subsidi Beban Hibah Beban Transfer Beban Lain-lain Pastikan TIDAK Terdapat akun Null. 70
71 Pengecekan Saldo Normal Seluruh Saldo pada LO (baik Pendapatan maupun beban) harus bersaldo Positif, termasuk pada Kegiatan Non Operasional Khusus Beban Penyisihan Piutang berdasarkan PMK 270/2014 dan Perdirjen Perbendaharaan No.Per-43/PB/2015 dimungkinkan bersaldo negatif. 71
72 Pengecekan kebenaran Beban Penyisihan Piutang 72
73 Pengecekan kebenaran Beban Penyisihan Piutang Misalnya (bila tidak ada penghapusan piutang): Saldo awal penyisihan piutang = (Rp.100,-) Saldo akhir penyisihan piutang = (Rp.170,-) Maka beban penyisihan piutang adalah: (Rp.100,-) (Rp.170,-) = Rp.70,- Misalnya (bila ada penghapusan piutang): Saldo awal penyisihan piutang = (Rp.100,-) Saldo akhir penyisihan piutang = (Rp.170,-) Penghapusan Piutang = Rp.50,- Maka beban penyisihan piutang adalah: (Rp.100,-) (Rp.170,-) + Rp.50,- = Rp.120,- 73
74 Beban barang diserahkan ke Masyarakat muncul hanya dari kiriman Jurnal Aplikasi Persediaan. Apabila tidak ada Realisasi Belanja Akun 526xxx (Belanja barang diserahkan ke masyarakat), maka seharusnya beban barang diserahkan ke masyarakat tidak ada juga. Kecuali: Pembelian 526xxx tahun lalu, penyerahannya tahun berjalan (sehingga di Tahun berjalan hanya ada Beban Penyerahan, tidak ada realisasi Belanjanya) 74
75 Apabila tidak pernah ada realisasi 526xxx, ada Beban Barang diserahkan ke Masyarakat, kemungkinannya adalah: Ada pembelian Materai Input Materai di Aplikasi Persediaan otomatis menghasilkan persediaan barang diserahkan ke masyarakat dan beban Barang diserahkan ke Masyarakat Solusi: ungkapkan saja dalam CaLK Salah memilih kode Barang misal: membeli persediaan konsumsi menggunakan kode barang diserahkan ke masyarakat. Apabila barang tsb belum habis digunakan, akan muncul Saldo Persediaan Barang diserahkan ke masyarakat pada Neraca dan beban Barang diserahkan ke Masyarakat di LO 75
76 Beli persediaan untuk konsumsi à Neraca: Persediaan à Pemakaian: Beban Persediaan Beli persediaan untuk pemeliharaan à Neraca: Persediaan à Pemakaian: Beban Pemeliharaan Beli persediaan untuk diserahkan ke masy à Neraca: Persediaan à Pemakaian: Beban Barang diserahkan ke Masy Beli persediaan untuk Bansos à Neraca: Persediaan à Pemakaian: Beban Bansos Aplikasi Persediaan membedakan berdasarkan kode barang, yaitu: xxx Kode Kelompok: 05 : Barang Diserahkan ke Masy 10 : Bansos 76
77 77
78 Pastikan Akun ini ada, bila tidak ada berarti belum Update Aplikasi 78
79 Analisa Akun-akun tertentu Akun Selisih Revaluasi Aset tetap Akun ini hanya bila ada Inventarisasi dan Penilaian dari DJKN. Bila akun ini terisi: konfirmasi apakah benar-benar ada IP tersebut. Akun ini seharusnya hanya jurnal kiriman dari SIMAK 79
80 Transaksi Antar Entitas Antar KL Antara KL dengan BUN Transfer Masuk (313221) Transfer Keluar (313211) Ditagihkan Ke Entitas Lain (313111) Diterima Dari Entitas Lain (313121) Pengesahan Hibah Langsung (391131) Pengesahan Pengembalian Hibah Langsung (391132) 80
81 Akun Transaksi AntarEntitas Akun (DKEL) pastikan berasal dari SPM/SP2D. Salah satu caranya: Laporan Buku BesarJNSDOK terisisp2dpl atau SISPEN Untuk BLU (SP3B-BLU) masih tahap pembahasan Akun (DDEL) pastikan berasal dari SSBP/SSPB/Potongan SPM. Salah satu caranya: Laporan Buku BesarJNSDOK terisisispen atau SP2DPT. Akun (TK) dan (TM) pastikan berasal dari jurnal kiriman Aplikasi Persediaan atau SIMAK-BMN. Bila bukan, maka pastikan dalam rangka Likuidasi. Salah satu caranya: Laporan Buku BesarJNSDOK terisijrnbmn. Akun dan (HL) pastikan bersal dari SP2HL/SP4HL/ MPHL- BJS. Salah satu caranya: Laporan Buku BesarJNSDOK terisisp2dpl atau SISPEN. 81
82 82
83 Pastikan tidak ada PAGU MINUS di semua akun 6 digit, termasuk akun GAJI (cek di Lap.Realisasi Belanja Detail) Apabila ada, segera dilakukanlangkah-langkah penyelesaiannya, misalnya: Memeriksa apakah ada salah input kode dari dokumen SPM/SP2D à perbaiki pengimputan Memeriksa apakah ada dokumen SPM/SP2D yang telah terbit yang salah kode à Ralat SPM/SP2D 83
84 UNSUR-UNSUR YANG PERLU DITELAAH Pastikan pada Laporan Realisasi Belanja Detil tidak ada uraian jenis belanja tidak ada Pastikan Tidak Ada belanja selain akun 51, 52, 53 dan
85 85
86 1. Pastikan CaLK telah menjelaskan LO dan LPE 2. Pastikan angka-angka pada: LRA, LO, LPE, Neraca SAMA DENGAN Penjelasan pada CaLK 86
87 Pengungkapan Hibah yang belum disahkan. Akun ini seharusnya pada Akhir tahun Anggaran sudah tidak ada (karena telah dilakukan pengesahan). 87
88 Kecukupan Pengungkapan dalam CaLK Pengungkapan Konstruksi dalam Pengerjaan - KDP (PSAP 08 tentang KDP): Suatu entitas harus mengungkapkan informasi mengenai Konstruksi Dalam Pengerjaan pada akhir periode akuntansi: a) Rincian kontrak konstruksi dalam pengerjaan berikut tingkat penyelesaian dan jangka waktu penyelesaiannya; b) Nilai kontrak konstruksi dan sumber pendanaannya. c) Jumlah biaya yang telah dikeluarkan dan yang masih harus dibayar; d) Uang muka kerja yang diberikan; e) Retensi. 88
89 Kecukupan Pengungkapan dalam CaLK Pengungkapan akun-akun LPE Akun-akun di LPE nilainya bisa sangat besar, sehingga memerlukan penjelasan yang lebih rinci. Penjelasan yang lebih rinci dapat diperoleh dengan cara sbb: Cetak akun terkait dalam Laporan Buku Besar pada Aplikasi SAIBA Apabila berasal dari Kiriman SIMAK: konfirmasi ke Petugas SIMAK-BMN Petugas BMN dapat mencetak Daftar Transaksi BMN pada menu Buku/Daftar untuk mengetahui detil transaksi Apabila berasal dari Jurnal di SAIBA, konfirmasi penyebab dilakukan jurnal tsb. 89
90 Kecukupan Pengungkapan dalam CaLK Pengungkapan Penting Lainnya Untuk KL Likuidasi: Apakah perubahan Manajemen telah diungkapkan? Adakah Pengungkapan lainnya sesuai kharakteristik masingmasing KL (misalnya: Status Tuntutan Hukum Pihak Ketiga (Incrakht, penganggaran), Barang Bukti, dll) 90
91 Pastikan antara ADK dan Cetakan Laporan Keuangan SAMA Pastikan ADK yang dikirimadalah ADK paling akhir 91
92 Untuk memudahkan Telaah, dapat dibuat Kertas Kerja Telaah Laporan Keuangan Kementerian keuangan memberikan Contoh Format Telaah Laporan Keuangan yang dapat disesuaikan (ditambah dan dikurang) dengan Kondisi dan Kharakteristik masing-masing Satker/Wilayah/Eselon-1/Kementerian Negara/Lembaga Kertas Kerja disusun dengan mengisi ya/tidak atau ada/tidak ada dan kolom pengisian yang seharusnya. Apabila terisi pada kolom yang tidak seharusnya, merupakan indikasi kuat ada kesalahan (belum tentu salah), jelaskan dalam Lampiran Kertas Kerja Telaah, untuk ditelaah lebih lanjut oleh konsolidator LK selanjutnya. 92
93 Telaah Laporan Keuangan suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk menjaga keandalan Laporan Keuangan Jika perlu, agar Kertas Kerja telaah laporan keuangan dilampirkan dalam lampiran pendukung laporan keuangan di tiap jenjang laporan keuangan 93
94 94
95 95
96 Kesamaan Saldo Beban/Persediaan/Ekuitas yang dihasilkan Aplikasi Persediaan/SIMAK Beberapa akun pada LO dan LPE merupakan kiriman Jurnal dari Aplikasi Persediaan/SIMAK, seperti: Laporan Operasional: Pendapatan Perolehan Aset Lainnya, Pendapatan Rampasan/sitaan Beban Persediaan/Beban Pemeliharaan/Beban Barang dijual/diserahkan ke Masyarakat/Beban Bansos, beban kerugian persediaan rusak/usang, beban Penyusutan, Beban kerugian Pelepasan Aset Laporan Perubahan ekuitas: Penyesuaian Nilai Aset, Koreksi Nilai Persediaan, Selisih Revaluasi Aset Tetap, Koreksi Aset tetap non Revaluasi/Transfer masuk/transfer keluar 96
97 Kesamaan Saldo Beban/Persediaan/Ekuitas yang dihasilkan Aplikasi Persediaan/SIMAK Untuk mengetahui kesamaan dengan SAIBA, dapat dilakukan dengan melakukan rekapitulasi Jurnal Kiriman dari Aplikasi SIMAK semua bulanan per kode akun (termasuk kode jenis transaksi) secara manual (Aplikasi Excell). Dari hasil rekapitulasi jurnal manual tersebut dibandingkan dengan Neraca Percobaan Aplikasi SAIBA. Dari hasil rekapitulasi tersebut, dari Kode jenis transaksinya, dapat juga digunakan dalam menjelaskan akun-akun LPE pada CaLK 97
98 98
99 Telaah Kebenaran Nilai PENDAPATAN Pastikan semua pendapatan memang telah terjadi (sudah merupakan hak) pada tahun berjalan à bukan terjadi pada tahun berikutnya à Pendapatan diterima dimuka Pastikan semua pendapatan memang telah terjadi (sudah merupakan hak) pada tahun berjalan à bukan terjadi pada tahun sebelumnya à Pembayaran Piutang Pastikan telah menginput semua pendapatan yang telah terjadi yang belum diterima pembayarannya à Pendapatan Yang Masih Harus Diterima Teliti apabila ada kontrak sewa yang lintas tahun anggaran 99
100 Telaah Kebenaran Nilai BEBAN Pastikan semuabeban memangtelah terjadi (sudah merupakan kewajiban) pada tahun berjalan à bukan terjadi pada tahun berikutnya à Beban dibayar dimuka Pastikan telah menginput semua beban yang telah terjadi yang belum dilakukan pembayarannya à Beban/Belanja Yang Masih Harus Dibayar Teliti apabila ada kontrak sewa yang lintas tahun anggaran 100
101 Telaah Kebenaran Nilai Pendapatan dan Beban Dapat dilakukan dengan membandingkan antara akun-akun: Pendapatan LRA dengan Pendapatan LO Belanja LRA dengan Beban LO Perbandingan dilakukan secara manual cetakan Neraca Percobaan Kas dengan cetakan Neraca Percobaan Akrual Hasil perbandingan ditelaah pada akun-akun tertentu dengan kharakteristiknya masing-masing 101
102 Telaah Kebenaran Nilai Pendapatan dan Beban Umumnya: Pendapatan LRA > Pendapatan LO: Terdapat penerimaan pembayaran Piutang (Pendapatan YMHD) Terdapat penambahan akun Pendapatan DiterimaDimuka Pendapatan LRA < Pendapatan LO: Terdapat Piutang /Pendapatan YMHD baru Terdapat pengurangan akun Pendapatan Diterima Dimuka Belanja LRA > Beban LO: Terdapat pembayaran Piutang (Belanja/Beban YMHD) Terdapat penambahan akun Beban DibayarDimuka Belanja LRA < Beban LO: Terdapat Utang (Belanja/Beban Yang MasihHarus Dibayar) baru Terdapat pengurangan akun Beban DibayarDimuka 102 Dengan demikian, telaah ini harus dilakukan oleh personel yang levelnya ahli
103 Telaah Kebenaran Nilai BEBAN Beban Penyusutan di LO TIDAK SELALU sama dengan Akumulasi Penyusutan Periode sekarang dikurangi Akumulasi Penyusutan periode sebelumnya Karena terdapat transaksi yang pasangan jurnalnya bukan Beban Penyusutan pada Akumulasi Penyusutan, antara lain: Transaksi Transfer masuk dan Transfer keluar. Jurnalnya adalah: Transfer masuk/keluar pada Akumulasi Penyusutan Transaksi Saldo Awal Jurnalnya adalah: Akumulasi Penyusutan pada koreksi Nilai Aset tetap non Revaluasi 103
104 Telaah Keterkaitan Antar Akun Surplus/Defisit Non Operasional Pelepasan Aset Non Lancar Pelepasan Aset Non Lancar dapat terjadi karena transaksi Penjualan (lelang) atau lainnya Untuk transaksi penjualan, maka: PNBP lelang dicatat pada akun Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar Nilai Buku aset yang dijual dicatat pada akun Beban Pelepasan Aset Non Lancar 104
105 Telaah Keterkaitan Antar Akun Surplus/DefisitNon Operasional Pelepasan Aset Non Lancar Bila terdapat penjualan aset non lancar, maka harus ada Akun Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar. Risalah lelang merupakan Dokumen sumber penghapusan aset dan pendapatan penjualan. Teliti apakah ada pendapatan (SSBP) Penjualan aset tetap yang belum diinput Bila belum ada SSBP, maka lakukan jurnal: Piutang (D), Pendapatan Pelepasan Aset non Lancar (K) 105
106 Telaah Keterkaitan Antar Akun Surplus/DefisitNon Operasional Pelepasan Aset Non Lancar Bila terdapat penjualan aset non lancar, maka akun Beban Pelepasan Aset Non Lancar: Tidak selalu ada, yaitu bila nilai buku aset tsb. sudah Nihil/nol Harus dari jurnal kiriman SIMAK/Persediaan 106
107 107
108 Temuan ICOFR BPK 1. Rekonsiliasi data Keuangan dan BMN dalam proses pelaporan keuangan Pemerintah belumoptimal 2. Aplikasi yang digunakan pengguna barang dan pengelola barang belum dapat mendukungproses konsolidasi, rekonsiliasidan akurasipenyajian akun akun terkait BMN pada laporan keuangan 3. Aplikasi Persediaan, SIMAK BMN, dan SAIBA belumdapat mendukungakurasi penyajian akun akun terkait siklus belanja barang persediaan pada laporan keuangan 4. Terdapat kelemahan pengendalian aplikasi padasiklusblu 5. Penyusunan LKPP belum didukung dengan prosedur untuk menyajikan seluruh transaksi dan informasi penting dan signifikan termasuk komitmen dan kontinjen liabilitas 6. Masih Terdapat Kelemahan Pengendalian Hak Akses dan Dokumentasi Pengembangan Aplikasi pada Aplikasi SAS, SAIBA, SIMAK BMN dan Aplikasi Persediaan Serta Kelemahan Dalam Kontinuitas Pelayanan pada SPAN 108
109 Temuan ICOFR BPK 7. Belum Ada Kebijakan Yang Mengatur Terkait Bendahara Pengeluaran Yang Hilang Pada Satker Penyajian Saldo Kas 8. Pengesahan Pendapatan, Belanja, dan Saldo Kas BLU serta Verifikasi LPJ Bendahara BLUoleh Kuasa BUN Daerah (KPPN) Belum Optimal 9. Kebijakan Akuntansi dan Praktek Pencatatan Aset, Kewajiban, Pendapatan, dan Beban pada Pemerintah Pusat BelumMemadai 10. Tidak terdapat prosedur pengamanan proses migrasi saldo awal 2015 dari saldo akhir 2014 audited pada aplikasisak 11. Persetujuan lzin Pemanfaatan BMN Tidak Sesuai Ketentuan dan Belum Terdapat Mekanisme Keberatan atas Ketetapan Sewa BMN yang Berdampak pada Penyajian Laporan Keuangan 12. Proses Konsolidasi Laporan Barang Milik Negara (LBMN) pada Tingkat Pusat Tidak Menggunakan Data Hasil Rekonsiliasi/ Konfirmasi LBMN Secara Berjenjang dari Tingkat Bawah Sehingga BelumSepenuhnya Dapat Menjamin Keakuratan Data LBMN dan Nilai Aset yang Disajikan Dalam LKPP 109
110 Temuan ICOFR BPK 13. Belum Terdapat Aplikasi Untuk Melakukan Manajemen Piutang PNBP padakl 14. Aplikasi SAIBA tidak memiliki pembatasan penggunaan akun yang terdapat didalam BAS 15. Kebijakan Akuntansi atas Pengakuan Persediaan, Belanja Yang Masih Harus Dibayar, Piutang, Pendapatan LO, Aset Tetap dengan Dokumen Sumber Pendukungnya Belum Mendukung Sepenuhnya Pengendalian atas Penerapan SAP Berbasis Akrual 16. Pengendalian dan Penatausaahan Barang Melalui Aplikasi Persediaan Belum Memadai Persediaan 17. Mekanisme Pengendalian Pada Proses Pencatatan Dan Penyetoran PNBP Berpotensi Menimbulkan Salah Saji Akun PNBP, Pendapatan diterimadimuka, dan Piutang PNBP 110
Setiap Laporan Keuangan akan disampaikan ke Pihak Lain.
reviu dan telaah 2 Seluruh penyusun Laporan Keuangan Mulai dari level UAKPA, UAPPA-W, UAPPA-E1, UAPA, hingga penyusun LKPP Pereviu Laporan Keuangan Setiap Laporan Keuangan akan disampaikan ke Pihak Lain.
EVALUASI LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2015 KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
EVALUASI LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2015 Denpasar, 29 November 2016 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN
Apakah Telaah Laporan Keuangan?
Telaah & Analisis Transaksi pada Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga Diklat Penyiapan Tenaga Pendamping Penyusunan Laporan Keuangan K/L Kementerian Keuangan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
KERTAS KERJA TELAAH LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN Tingkat Satker (Non BLU)
KERTAS KERJA TELAAH LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN Tingkat Satker (Non BLU) Periode :... Kode Satker :... Nama Satker :... Nama Eselon 1 :... Nama Kementerian :... Objek Penelaahan Beri tanda centang ( ) sesuai
- terbitnya Buletin Teknis SAP berbasis akrual mulai dari Bultek 15-Bultek 19 dan Interpretasi SAP 04;
Latar Belakang Tahun 2015 merupakan tahun pertama disusunnya Laporan Keuangan Pemerintah dengan menggunakan basis Akrual dari sebelumnya menggunakan basis kas Menuju Akrual (Cash Toward Accrual). Perbedaan
KERTAS KERJA TELAAH LAPORAN KEUANGAN. TINGKAT ESELON 1 SEMESTERAN/TAHUNAN TA 20xx
KERTAS KERJA TELAAH LAPORAN KEUANGAN Kode dan Nama E1 : (... )... Kode dan Nama K/L: (... )... Objek Penelaahan TINGKAT ESELON 1 SEMESTERAN/TAHUNAN TA 20xx Beri tanda centang ( ) sesuai Laporan Keuangan.
KERTAS KERJA TELAAH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA SEMESTERAN/TAHUNAN TA 20xx
KERTAS KERJA TELAAH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA SEMESTERAN/TAHUNAN TA 20xx Kode dan Nama K/L: (... )... Objek Penelaahan Beri tanda centang ( ) sesuai Laporan Keuangan. Jika tidak
KELENGKAPAN LAPORAN KEUANGAN
Lampiran III Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor : S-7628 /PB.6/2016 Tanggal : 27 September 2016 KERTAS KERJA TELAAH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT UNIT AKUTANSI KUASA PENGGUNA ANGGARAN (UAKPA) SEMESTERAN
Petunjuk Teknis Reviu Laporan Keuangan
1 Petunjuk Teknis Reviu Laporan Keuangan Disampaikan oleh: Mohamad Hardi, Ak. MProf Acc., CA Inspektur I Kementerian Ristek Dikti Pada Rapat Koordinasi Pengawasan 2 Februari 2017 1. PELAPORAN KEUANGAN
Permasalahan Laporan Keuangan
Permasalahan Laporan Keuangan 23 Mei 2017 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI NERACA 2 1. Selalu
2. Jenis Komponen Laporan Keuangan LKKL Triwulan III Komprehensif Tahun 2017 terdiri dari: a. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) LRA disusun untuk transaksi sampai dengan 30 September 2017. Lembar muka (face)
Peraturan Menteri Keuangan No 177/PMK.05/2015 Pedoman Penyusunan dan Penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
Peraturan Menteri Keuangan No 177/PMK.05/2015 Pedoman Penyusunan dan Penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga Latar Belakang Implementasi akuntansi berbasis akrual Tahun 2015 Amanat Pasal
INSPEKTORAT JENDERAL KEMENRISTEKDIKTI REVIU LAPORAN KEUANGAN
INSPEKTORAT JENDERAL KEMENRISTEKDIKTI REVIU LAPORAN KEUANGAN Disampaikan pada SOSIALISASI SISTEM MONITORING DAN INFORMASI PENGAWASAN Batam, 23 Mei 2017 : 2 LAPORAN KEUANGAN Laporan Keuangan yang disusun
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Jin. Frans Seda, TelplFax. (0380) 8553935 Kupang - NTT Webslte:www.ntt.kemenag.go.id Nomor Sifat Lampiran
Petunjuk Update Aplikasi SAIBA dan Referensi SAIBA Versi 3.4
Petunjuk Update Aplikasi SAIBA dan Referensi SAIBA Versi 3.4 Hal-hal yang Wajib Diperhatikan: 1. Update Aplikasi dan Referensi SAIBA versi 3.4 agar digunakan dalam penyusunan laporan keuangan tingkat UAKPA
BATAM, MEI 2017 BIRO KEUANGAN DAN UMUM SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
JURNAL STANDAR DALAM REVIEW LAPORAN KEUANGAN SATKER BATAM, 22-24 MEI 2017 BIRO KEUANGAN DAN UMUM SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI 1 REVIEW LAPORAN KEUANGAN KENAPA
SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN TINGKAT SATUAN KERJA
SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN TINGKAT SATUAN KERJA Oleh: Mukhtaromin (Widyaiswara Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan) A. Gambaran Umum Sistem Akuntansi Tingkat Satuan Kerja UU Nomor 1 Tahun
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN Laporan Keuangan Kementerian Kesehatan Tahun 2015 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI SULAWESI TENGGARA
KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI SULAWESI TENGGARA JL. Chairil Anwar No. 9 Kendari Telp : (0401) 3129641 Fax : (0401) 3127438 Nomor : 42 /Ses-Prov.026/I/2017 Sifat : Segera Lampiran : 1 ( satu ) Perihal
I. RINGKASAN. Laporan Keuangan Kementerian Pertanian Tahun 2009 (Audited)
I. RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan
C. PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA
C. PENJELASAN ATAS POS POS NERACA C.1. PENJELASAN UMUM NERACA . Penjelasan atas pospos neraca
AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI ATAS PELAKSANAAN KEUANGAN PADA SATUAN KERJA DEKONSENTRASI.
AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI ATAS PELAKSANAAN KEUANGAN PADA SATUAN KERJA DEKONSENTRASI www.perbendaharaan.go.id PRINSIP PENGATURAN WEWENANG DAN PENUGASAN Kewenangan Pusat DILAKSANAKAN INSTANSI PUSAT
B. Sasaran Verifikasi Sasaran verifikasi adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa laporan
ketentuan yang berlaku. B. Sasaran Verifikasi Sasaran verifikasi adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan dan laporan BMN entitas akuntansi dan entitas pelaporan telah disusun dan disajikan
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA S A L I N A N PERATURAN DIREKTUR JENDERAL KEKAYAAN NEGARA NOMOR : PER-07/KN/2009 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN REKONSILIASI DATA
BAB 2 TINJAUAN LITERATUR Proses Pelaporan Keuangan Urutan siklus akuntansi menurut Indra Bastian (2005) adalah sebagai berikut:
9 BAB 2 TINJAUAN LITERATUR 2.1. Proses Pelaporan Keuangan Urutan siklus akuntansi menurut Indra Bastian (2005) adalah sebagai berikut: a. pencatatan bukti-bukti pembukuan dalam buku jurnal. Transaksi yang
DIREKTORAT EVALUASI, AKUNTANSI DAN SETELMEN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO KEMENTERIAN KEUANGAN
DIREKTORAT EVALUASI, AKUNTANSI DAN SETELMEN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO KEMENTERIAN KEUANGAN Kebijakan implementasi akuntansi berbasis akrual UU No. 1 Tahun 2004 Pasal 70 ayat
Laporan Keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2015 (Audited)
Laporan Keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 215 (Audited) RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan
PP NOMOR 23 TAHUN 2006 PASAL 26 dan Perdirjen 67/PB/2007Pasal 2
Pencatatan PNBP Pendidikan Tinggi Berdasarkan BAS RAHMAT MULYONO DIREKTORAT AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN WORKSHOP PERENCANAAN, PELAKSANAAN DAN PELAPORAN SATKER PT
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. NOMOR 272/PMk.05/2014 TENTANG
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 272/PMk.05/2014 TENTANG PELAKSANAAN LIKUIDASI ENTITAS AKUNTANSI DAN ENTITAS PELAPORAN PADA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA
e-rekon&lk G2 04 Januari 2017 Direktorat Jenderal Perbendaharaan Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan
e-rekon&lk G2 04 Januari 2017 Topik Sekilas tentang e-rekon&lk G2 Pokok-pokok perubahan Troubleshooting Sekilas Tentang e-rekon&lk G2 e-rekon&lk merupakan sistem berbasis web yang berfungsi sebagai tools
BAGIAN ANGGARAN 087 LAPORAN KEUANGAN ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (AUDITED)
BAGIAN ANGGARAN 087 LAPORAN KEUANGAN ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (AUDITED) Jl. Ampera Raya No.7 Cilandak Jakarta Selatan Kata Pengantar... Daftar Isi...
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN BANDI
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN BANDI Sesi 6: SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT KEWAJIBAN PENYUSUNAN DAN PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal menyusun LKPP untuk disampaikan
Halaman Kata Pengantar Pernyataan Tanggung Jawab. Daftar Tabel Daftar Grafik. viii Daftar Lampiran. ix Daftar Singkatan
DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar i Pernyataan Tanggung Jawab ii Daftar Isi iii Daftar Tabel iv Daftar Grafik viii Daftar Lampiran ix Daftar Singkatan x Ringkasan 1 I. Laporan Realisasi Anggaran 4 II.
2016, No Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 te
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.2142, 2016 KEMENKEU. Pelaporan Keuangan. Sistem Akuntansi. BLU. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 220/PMK.05/2016 TENTANG SISTEM AKUNTANSI
Realisasi Belanja Negara pada TA 2014 adalah senilai Rp ,00 atau mencapai 90,41% dari alokasi anggaran senilai Rp ,00.
RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 213/PMK.05/2013 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 102/PMK.05/2009 TENTANG
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 102/PMK.05/2009 TENTANG TATA CARA REKONSILIASI BARANG MILIK NEGARA DALAM RANGKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT
PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 27/Menhut-II/2009 TENTANG PEDOMAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH LINGKUP DEPARTEMEN KEHUTANAN
PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 27/Menhut-II/2009 TENTANG PEDOMAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH LINGKUP DEPARTEMEN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.530, 2013 BADAN NARKOTIKA NASIONAL. Akuntansi. Pelaporan. Keuangan. Sistem. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG AKUNTANSI DAN PELAPORAN
c. jumlah bagian lancar TGR/TPA ini dimasukkan ke kelompok aset
8. Piutang Penerimaan Negara Bukan Pajak a. piutang penerimaan negara bukan pajak disajikan sebesar nilai tagihan yang belum dibayarkan ditambah denda atas piutang tersebut jika ada. b. piutang dienth
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.2048, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Keuangan. Akutansi. Pelaporan. Sistem. Subsidi. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 264/PMK.05/2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI
Laporan Keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2016 Audited
RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/PMK.05/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan
Alternatif Solusi dan Perbaikan Permasalahan Aplikasi SIMAK-BMN Tingkat Satker Versi 16.1 Tanggal 6 Januari 2017
Alternatif Solusi dan Perbaikan Permasalahan Aplikasi SIMAK-BMN Tingkat Satker Versi 16.1 Tanggal 6 Januari 2017 No Permasalahan Alternatif Solusi Versi 16.0 Alternatif Solusi Versi 16.1 1 Transaksi reklasifikasi
Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2013 dan 2012 dapat disajikan sebagai berikut:
RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
2016, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lem
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.391, 2016 KEMENHUB. Pelaporan Keuangan. Berbasis Akrual. Sistem dan Prosedur Akuntansi. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 21 TAHUN
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN RI Laporan Keuangan Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN BANDI
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN BANDI Sesi 7: KEBIJAKAN AKUNTANSI & PELAPORAN KEUANGAN: POS POS NERACA Penyusunan LK DASAR HUKUM LAPORAN KEUANGAN UU 1/2004 Ps. 55 ayat (1) = Mkeu Ps. 55 ayat (2), Ps. 4 ayat
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
51 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Balai Besar KSDA Jawa Barat sebagai UAKPA sekaligus UAPPA-W Departemen Kehutanan di Provinsi Jawa Barat maka dapat
I. RINGKASAN. Tabel 1 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Realisasi terhadap Anggaran
Laporan Keuangan BNPB Tahun Anggaran 2012 BA : 103 (Audited) I. RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan
SMK-SMAK MAKASSAR Laporan Keuangan
SMK-SMAK MAKASSAR Laporan Keuangan Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2015 Jalan Urip Sumoharjo, Km.4 Pampang Makassar 1 KATA PENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
SISTEMATIKA DAN CONTOH FORMAT PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN TINGKAT KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA
SISTEMATIKA DAN CONTOH FORMAT PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN TINGKAT KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA Dalam penyusunan laporan keuangan serta untuk mempermudah Kementerian Negara/Lembaga dalam penyajian laporan
PERATURAN MENTERI KEUANGAN RI NOMOR 233/PMK.05/2007 TENTANG
PERATURAN MENTERI KEUANGAN RI NOMOR 233/PMK.05/2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 171/PMK.05/2007 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT PERATURAN MENTERI
Implementasi Penggunaan Akun sesuai dengan Bagan Akun Standar
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN DIREKTORAT AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Implementasi Penggunaan Akun sesuai dengan Bagan Akun Standar www.perbendaharaan.go.id Dasar Hukum
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN Laporan Keuangan Komisi Pemilihan Umum Tahun 2016 (Audited) ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR /PMK.05/2013 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
2017, No Mengingat : Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (Lembaran Ne
No.532, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Likuidasi Entitas Akuntansi. Entitas Pelaporan pada Kementerian Negara/Lembaga. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48
Telaah Laporan Keuangan: Upaya Deteksi Dini Kesalahan Laporan Keuangan
Telaah Laporan Keuangan: Upaya Deteksi Dini Kesalahan Laporan Keuangan Oleh: Deni Herdianto 1. Definisi Telaah Laporan Keuangan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), telaah dimaknai sebagai penyelidikan,
2 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Sist
No.2047, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Akuntansi. Pelaporan. Keuangan. Transfer. Dana Desa. Sistem. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 263/PMK.05/2014 TENTANG SISTEM
PERATURAN KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN SISTEM PELAPORAN KEUANGAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL
PERATURAN KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN SISTEM PELAPORAN KEUANGAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN INFORMASI
Pelaksanaan Likuidasi Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan pada Kementerian Negara/Lembaga (PMK 272/PMK.05/2014)
Pelaksanaan Likuidasi Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan pada Kementerian Negara/Lembaga (PMK 272/PMK.05/2014) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Integritas
BAGIAN ANGGARAN 007 RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN
BAGIAN ANGGARAN 007 RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA TAHUN ANGGARAN 2014 AUDITED Jl. Veteran 17 18 Jakarta 10110 I. PENDAHULUAN Berdasarkan ketentuan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.894, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Istem Akuntansi. Pelaporan Keuangan. Pemerintah Pusat. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 233/PMK.05/2011 TENTANG PERUBAHAN
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUB NOMOR 233/PMK.05/2011 TENTANG
1 of 15 12/22/2015 3:53 PM MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 233/PMK.05/2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 171/PMK.05/2007
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN RI
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN RI Laporan Keuangan Audited Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2012 Jalan Purnawarman Nomor 99, Kebayoran Baru Jakarta DAFTAR ISI Kata
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN Laporan Keuangan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan HewanTahun 2016 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN ix RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang -Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Dalam informasi akuntansi dijelaskan hal-hal yang berkaitan dengan data keuangan suatu perusahaan. Data
PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL
BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 265/PMK.05/2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN BELANJA LAIN-LAIN
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 265/PMK.05/2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN BELANJA LAIN-LAIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB II SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN
BAB II SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN A. Sistem Akuntansi Keuangan SAK merupakan subsistem SAI yang digunakan untuk memproses transaksi anggaran dan realisasinya, sehingga menghasilkan Laporan Realisasi Anggaran.
PEDOMAN DAN PROSEDUR REKONSILIASI PEDOMAN REKONSILIASI
LAMPIRAN I PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-36/PB/2009 TENTANG PEDOMAN REKONSILIASI DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KUASA BENDAHARA UMUM NEGARA PEDOMAN DAN PROSEDUR REKONSILIASI PEDOMAN
PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UNIT AKUNTANSI KUASA BUN DAERAH
PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UNIT AKUNTANSI KUASA BUN DAERAH I. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang
2017, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuang
No.520, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Likuidasi Entitas Akuntansi. Bagian Anggaran BUN. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47/PMK.05/2017 TENTANG PELAKSANAAN LIKUIDASI
1. Sampul Luar Merupakan sampul luar dari laporan keuangan, memuat informasi mengenai Eselon I dan periode penyampaian laporan keuangan.
BAGIAN ANGGARAN 015 LAPORAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN ANGGARAN 2010 AUDITED Jl. Gatot Subroto Kav. 40-42 Jakarta Selatan SISTEMATIKA PENYAJIAN LAPORAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
I. LAPORAN REALISASI ANGGARAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016 DAN 2015 URAIAN CATATAN (Dalam Rupiah) 31-Des-16 % thd TA 2015 ANGGARAN REALISASI Anggaran REALISASI
2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang
No.2139, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Belanja Subsidi. Pelaporan Keuangan. Sistem Akuntansi. Perubahan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 217/PMK.05/2016 TENTANG PERUBAHAN
PEDOMAN REKONSILIASI. A. Latar Belakang Rekonsiliasi
PEDOMAN REKONSILIASI A. Latar Belakang Rekonsiliasi Sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah Pasal 33 menyatakan
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR: PER- 51 /PB/2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA
PERATURAN SEKRETARIS MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI NOMOR : 01 /PER/SM/II/2008
KEMNETERIAN NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI PERATURAN SEKRETARIS MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI NOMOR : 01 /PER/SM/II/2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN SEKRETARIS MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang -Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah
BAB XV TATA CARA PENGINTEGRASIAN LAPORAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DALAM LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA
BAB XV TATA CARA PENGINTEGRASIAN LAPORAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DALAM LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara membuka koridor baru
ANGGARAN (Rp0,00) 2. Belanja Barang , Belanja Modal ,
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROVINSI PAPUA BARAT Jalan Angkasa Mulyono Amban Manokwari Papua Barat Telp / Fax: 09862217088 Email: [email protected] Nomor : LRA-05/PW27/1/2014
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 259/PMK.05/2014 TENTANG
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 259/PMK.05/2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENGELOLAAN PENERUSAN PINJAMAN DENGAN RAHMAT
MEMAHAMI LAPORAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM
MEMAHAMI LAPORAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM 1 Akuntansi merupakan tools manajemen untuk pengelolaan keuangan. Di dalamnya terdapat alat-alat dan prosedur-prosedur tertentu. Setelah melewati bermacam alat
Nomor : W17-A/1859/OT.01.2/XII/2013 Samarinda, 31 Desember 2013
PENGADILAN TINGGI AGAMA KALIMANTAN TIMUR JL. LETJEN M.T. HARYONO No. 24 TELP. 0541-733337, FAX. 0541-746702 H o m e P a g e : w w w. p t a - s a m a r i n d a. n e t, E m a i l : p t a - s a m a r i n
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1256, 2012 KEMENTERIAN KEUANGAN. Likuidasi. Akuntansi. Pelaporan. Pelaksanaan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 198 /PMK.05/2012 TENTANG PELAKSANAAN
- 496 - BAGIAN KESATU PENDAHULUAN
- 496-21. Standar Pelayanan Penyusunan Laporan Keuangan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPA-E1) Sekretariat Negara Bagian Anggaran 007.01 dan 069.03 STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN LAPORAN
Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Laporan Keuangan Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2017 Jln. Raya Kendalpayak km 8, Kotak Pos 66 Malang 65101 Telp.0341-801468, Fax. 0341-801496 e-mail
BAGAIMANA. Set up chart of account sesuai dengan ketentuan baru
BAGAIMANA Set up chart of account sesuai dengan ketentuan baru akun LO Tentukan proses yang akan dijalankan sesuaikan sisdur Kemendagri Set up sistem pencatatan sederhanakan dengan sistem komputer sehingga
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 260/PMK.05/2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN BADAN LAINNYA
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 260/PMK.05/2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN BADAN LAINNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
SURAT EDARAN Nomor SE/05/I/2015. tentang
MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT DIREKTORAT KEUANGAN SURAT EDARAN Nomor SE/05/I/2015 tentang KEBIJAKAN AKUNTANSI ATAS TRANSAKSI PADA AKHIR TAHUN ANGGARAN DALAM RANGKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN TA 2014 DI
KEBIJAKAN AKUNTANSI BEBAN, BELANJA DAN TRANSFER
LAMPIRAN XII PERATURAN NOMOR 219/PMK.05/2013 TENTANG KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT SALINAN KEBIJAKAN AKUNTANSI BEBAN, BELANJA DAN TRANSFER A. BEBAN 1. Definisi Beban adalah penurunan manfaat ekonomi
