DESAIN EKSPERIMEN DALAM PENELITIAN PEMASARAN
|
|
|
- Susanto Kurnia
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 DESAIN EKSPERIMEN DALAM PENELITIAN PEMASARAN Oleh: Euis Soliha Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Stikubank Semarang Jl. Kendeng V Bendan Ngisor Semarang [email protected] ABSTRACT In the field of marketing research, researchers can choose what research strategy to be used. Whether the researchers will use quantitative or qualitative methods? Whether the researcher will use survey methods or experiment? At this time in the field of marketing research, many researchers switched to using design of experiments. If we look at the survey and experiment turns each have advantages and disadvantages. Is the design of this experiment could solve marketing research? Experimentation is the objective observation of phenomena that are made to happen in a very controlled situation in which one or more factors left to vary while the other factors held constant. Experimental design has the advantage of having high internal validity, but instead a low external validity. This paper attempts to review how the experimental design, especially in marketing research. Keywords: marketing research, experimental design, survey, internal validity, external validity PENDAHULUAN Pendekatan riset eksperimen adalah suatu pendekatan riset yang bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kausal antar variabel. Eksperimen merupakan observasi obyektif terhadap fenomena yang dibuat untuk terjadi dalam suatu situasi yang sangat terkontrol yang di dalamnya satu atau lebih faktor dibiarkan bervariasi sedangkan faktor-faktor yang lain dipertahankan konstan. Eksperimen (experiment) adalah suatu studi yang melibatkan keterlibatan peneliti memanipulasi beberapa variabel, mengamati, dan mengobservasi efeknya. Dari definisi ini dapat diketahui bahwa peneliti di eksperimen tidak hanya melakukan pengukuran saja, tetapi juga melakukan intervensi lainnya. Intervensi yang umum dilakukan adalah memanipulasi beberapa variabel, mengamatinya, dan mengobservasi efeknya terhadap subyek yang diteliti. Variabelvariabel yang dimanipulasi atau yang diberi treatmen adalah variabel-variabel independen dan variabel yang diamati efeknya adalah variabel dependen. PEMBAHASAN Perbedaan Eksperimen dan Eksperimen Kuasi Eksperimen atau sering disebut dengan eksperimen betulan (true experiment) berbeda dengan eksperimen kuasi (quasi experiment). Secara umum perbedaannya adalah sebagai berikut:
2 Eksperimen betulan dilakukan dengan memanipulasi secara eksplisit terhadap satu atau lebih variabel independen dan membagi subyek ke dalam grup eksperimen dan grup kontrol. Sebaliknya untuk eksperimen kuasi, data yang digunakan adalah ex post facto yaitu data yang berasal dari aktivitas atau kejadian yang sudah terjadi yang tidak diintervensi oleh peneliti. Untuk eksperimen betulan, metode randomisasi (randomization) digunakan untuk mengurangi bahkan menghilangkan pengaruh variabel-variabel ekstrani (extraneous variables). Randomisasi dilakukan dengan memilih subyek secara random dari populasinya. Randomisasi hanya dapat dilakukan jika peneliti mempunyai kontrol yang penuh untuk memanipulasi variabel-variabel independen. Cara untuk mengurangi atau menghilangkan variabel-variabel ekstrani ini tidak dapat dilakukan untuk riset yang variabel-variabel di lingkungan nyatanya yang tidak dapat diobservasi dan tidak dapat dimanipulasi.untuk eksperimen kuasi, randomisasi tidak dapat dilakukan. Tujuan Eksperimen: Tujuan jangka pendek eksperimen adalah menguji hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, sedangkan tujuan jangka panjang eksperimen adalah untuk memahami hukum dasar keperilakuan. Dalam jangka pendek, eksperimen harus dapat memenuhi validitas internal; yaitu menetapkan hubungan kausal antara variabel independen dan variabel dependen. Dalam jangka panjang, validitas eksternal harus dapat dicapai; yaitu hasil eksperimen harus dapat diterapkan lintas individu, latar, dan waktu. Keunggulan Eksperimen: Validitas internal tinggi Peneliti dapat memanipulasi variabel independen Peneliti dapat mengendalikan pengaruh variabel extraneous Bisa direplikasi Kelemahan Eksperimen: Validitas eksternal rendah Setting penelitian yang artifisial Generalisasi rendah Terbatas untuk masalah yang sedang atau segera dihadapi Masalah etika Berdasarkan settingnya, riset eksperimen dapat dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu: a. Eksperimen lapangan, yaitu riset eksperimen yang dilaksanakan dalam setting kehidupan nyata (real-life). b. Eksperimen laboratorium, yaitu eksperimen yang dilakukan dalam laboratorium yang sangat terkontrol. Eksperimen laboratorium mempunyai keunggulan lebih banyak kontrol, tetapi kelemahannya adalah lebih artifisial. Identifikasi Masalah dan Pengembangan Hipotesis Tahap pertama dalam riset eksperimen adalah menemukan topik penelitian. Beberapa sumber ide penelitian eksperimen antara lain: teori, kejadian sehari-hari, isu-isu praktis, atau riset terdahulu. Setelah topik penelitian ditentukan, langkah berikutnya adalah mereview literatur kemudian merumuskan masalah penelitian. Masalah penelitian didefinisikan sebagai suatu kalimat tanya mengenai hubungan antara dua atau lebih variabel. Tiga kriteria perumusan masalah yang baik, yaitu: 2
3 1. Menunjukkan relasi variabel. 2. Dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. 3. Dapat diuji secara empiris. Pertanyaan penelitian dalam eksperimen sebaiknya cukup spesifik. Manfaat yang dapat diperoleh dari pertanyaan spesifik adalah: 1. Membantu peneliti memahami masalah penelitian. 2. Membantu peneliti menentukan berbagai item desain penelitian, misalnya subyek eksperimen, instrumen, ukuran. Setelah pertanyaan penelitian dirumuskan, langkah berikutnya adalah mengembangkan hipotesis. Variabel-variabel dalam Eksperimen 1. Variabel Independen Variabel independen dalam eksperimen adalah variabel yang diubahubah atau dimanipulasi oleh peneliti dalam suatu range yang telah ditentukan. Ada dua syarat yang harus ada untuk suatu variabel dapat dinyatakan sebagai variabel independen, yaitu: - Variasi. Suatu variabel independen harus dapat dimanipulasi. Beberapa cara untuk memperoleh variasi dalam variabel independen yaitu: a. Metode presence versus absence (yaitu satu kelompok mendapat treatment, sedangkan kelompok lain tidak mendapat treatment). b. Membuat jumlah yang berbeda-beda (dari variabel independen tersebut) untuk tiap-tiap kelompok. c. Memvariasi jenis variabel independen. - Kontrol atas variasi. Variasi yang terjadi harus di bawah kontrol peneliti. Terdapat dua langkah konkrit untuk memperoleh variasi: - Manipulasi eksperimental (experimental manipulation), yaitu suatu penyesuaian terkontrol (oleh peneliti) atas variabel independen. Dua cara yang dapat dilakukan untuk memanipulasi secara eksperimental yaitu: a. manipulasi instruksi, yaitu memvariasi variabel independen dengan cara memberikan instruksi yang berbeda-beda untuk subyek eksperimen. b. manipulasi kejadian, yaitu memvariasi variabel independen dengan cara mengubah kejadian-kejadian yang dialami subyek eksperimen. - Manipulasi terukur (measured manipulation), yaitu memvariasi variabel independen dengan cara memilih subyek-subyek yang berbeda dalam jumlah atau jenis kondisi internal yang terukur. Asumsi yang mendasari manipulasi ini adalah bahwa tiap-tiap individu mempunyai sejumlah variabel personality. Dalam menentukan konstruk variabel independen, peneliti harus merumuskan definisi operasional (atau experimental operations) variabel independen tersebut. Constructing ini akan lebih sulit jika variabel independennya bersifat abstrak. Setelah merumuskan definisi operasional, peneliti perlu menguji validitas konstruk (construct validity) dari rumusan definisi operasional tersebut. Mengenai jumlah variabel independen dalam eksperimen, secara teori dan statistik 3
4 tidak ada batasan. Tetapi secara praktis ada batasan jumlah variabel independen ini. Jumlah variabel independen yang terlalu banyak akan menyulitkan subyek eksperimen maupun peneliti. 2. Variabel Dependen Variabel dependen dalam eksperimen adalah variabel yang mengukur dampak dari variabel independen. Kriteria terpenting dalam memilih variabel dependen adalah sensitivitasnya terhadap efek/akibat dari variabel independen. Reliabilitas dan validitas variabel dependen perlu diperhatikan. Reliabilitas ditetapkan dengan menentukan konsistensi respon. Validitas ditunjukkan dengan apakah variabel dependen mengukur konstruk yang sebenarnya diukur. Kontrol dalam Eksperimen Kontrol dalam eksperimen berkaitan dengan mempertahankan validitas internal, yaitu kondisi bahwa efek yang teramati hanya disebabkan sematamata oleh perlakuan eksperimental. Untuk mencapai validitas internal, pengaruh dari extraneous variables (yaitu berbagai variabel selain variabel independen yang dapat mempengaruhi variabel dependen) harus dikontrol. Kontrol dalam eksperimen mempunyai arti mempertahankan agar pengaruh dari extraneous variables tetap konstan antar berbagai level variabel independen. Hal ini dilakukan karena mengeliminasi pengaruh extraneous variables secara total (kondisi ideal) pada banyak kasus tidak mungkin dilakukan. Mempertahankan kekonstanan pengaruh extraneous variables juga merupakan hal yang sulit bagi beberapa variabel, karena variabel-variabel demikian bervariasi selama proses eksperimen dilakukan. Hal-hal yang harus dikontrol dalam eksperimen adalah: 1. Histori (history), yaitu berbagai kejadian selain variabel independen yang terjadi di antara pretest (observasi/pengukuran awal) dan posttest (observasi/pengukuran akhir) variabel dependen. Atau dapat dikatakan juga bahwa histori adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi antara periode sebelum tes (pretest) dengan sesudah tes (posttest) yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Selama eksperimen dilakukan, subyek mendapat treatmen atau manipulasi. Akan tetapi, peristiwa lain dapat terjadi selama pemberian treatmen tersebut. 2. Maturasi (maturation), yaitu berbagai kondisi internal individu subyek eksperimen yang berubah dengan berlalunya waktu. Atau dapat dikatakan bahwa maturasi adalah efek waktu yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen. Karena waktu yang berlalu, maka subyek dapat berubah, misalnya perilaku subyek berubah menjadi gusar, bosan, lelah, dan lain sebagainya. 3. Instrumentasi (instumentation), yaitu perubahan yang terjadi sebagai fungsi dari pengukuran variabel dependen. Instrumentasi adalah efek dari pergantian instrumen pengukur atau pengamat di eksperimen yang dapat memberikan hasil penelitian yang berbeda. Pergantian pengamat (observer) juga dapat mengganggu hasil penelitian, karena pengamat yang berbeda dapat memberikan hasil pengamatan yang berbeda yang tidak konsisten. Sebaliknya, pengamat yang tidak pernah diganti untuk beberapa pengamatan juga dapat menggangu hasil penelitian karena pengamat tersebut bosan, lelah, dan penurunan mental lainnya. 4. Statistical regression, yaitu perubahan yang dapat diatribusikan kepada kecenderungan nilai-nilai (skor) yang sangat tinggi atau sangat rendah terhadap mean. 4
5 5. Selection, yaitu perubahan akibat prosedur seleksi yang berbeda digunakan dalam menempatkan subyek-subyek eksperimen ke dalam berbagai kelompok. 6. Mortality, yaitu perubahan akibat hilang nya subyek diferensial dari berbagai kelompok komparasi. 7. Subject effect, yaitu perubahan dalam performa subyek yang dapat diatribusikan kepada (disebabkan oleh) motivasi atau sikap subyek, misalnya positive self-presentation (yaitu motivasi subyek untuk memberi respon dalam cara yang mempresentasikan diri mereka secara paling positif). 8. Experimenter effect, yaitu perubahan dalam performa subyek yang diakibatkan oleh experimenter (peneliti). Hal ini dapat muncul dalam dua cara yaitu: a. Experimenter attributes, yaitu karakteristik fisik dan psikis dari peneliti (experimenter) yang dapat menimbulkan respon yang berbeda pada subyek. b. Experimenter expectancies, yaitu pengaruh dari ekspektasi peneliti mengenai hasil eksperimen. 9. Sequencing, yaitu perubahan dalam performa subyek yang dapat diatribusikan kepada fakta bahwa subyek berpartisipasi dalam lebih dari satu treatment. 10. Subject sophiscation, yaitu perubahan dalam performa subyek sebagai fungsi dari sophistication atau kebiasaan (familiarity) dengan prosedur-prosedur eksperimental. Teknik-teknik untuk Mencapai Konstansi Berbagai teknik yang dapat diterapkan untuk mengontrol extraneous variables, adalah: 1. Randomisasi (Randomization) Randomisasi yaitu suatu teknik kontrol yang menyamakan (equates) kelompok-kelompok subyek eksperimen dengan cara menjamin setiap subyek mempunyai kesempatan (chance) yang sama untuk ditempatkan pada kelompok manapun. Randomisasi ini menyediakan kontrol atas berbagai sumber variasi (baik yang diketahui maupun tidak diketahui) dengan cara mendistribusikannya secara merata (equally) antar seluruh kondisi eksperimental, sehingga pengaruh extraneous variables dapat dipertahankan konstan. 2. Matching (pencocokan) Matching merupakan suatu teknik kontrol yang kurang kuat dalam hal kemampuannya untuk menyamakan kelompok-kelompok subyek pada semua extraneous variables. Akan tetapi teknik matching ini mampu meningkatkan sensitivitas eksperimen dan menyediakan kontrol atas extraneous variables yang dicocokkan (di-match). 3. Counterbalancing Counterbalancing merupakan teknik yang digunakan untuk mengontrol efek urutan (sequencing effects). Sequencing effects ini dapat berupa order effects (yang disebabkan karena performa subyek dalam satu treatment dipengaruhi oleh kondisi/treatment sebelumnya). 5
6 4. Kontrol terhadap subject effects 5. Kontrol terhadap experimenter effects Masalah Etika dalam Eksperimen Karakteristik desain riset eksperimen memunculkan beberapa masalah etika, diantaranya: 1. Penipuan (deception) terhadap subyek eksperimen 2. Paksaan (coercion) untuk menjadi partisipan riset 3. Kebebasan untuk mundur atau menarik diri dari keterlibatan dalam riset. Berkaitan dengan masalah etika, American Psychological Association telah menyusun suatu set prinsip-prinsip etika yang harus diikuti dalam melaksanakan suatu riset. Validitas Eksternal Riset Eksperimen Validitas eksternal menunjukkan bagaimana hasil suatu eksperimen dapat diterapkan kepada dan antar individu yang berbeda, setting yang berbeda, dan waktu yang berbeda. Tiga kategori validitas eksternal yaitu: 1. Validitas populasi (population validity), yaitu kemampuan untuk menggeneralisasi dari sampel eksperimen ke populasi yang lebih luas (yaitu populasi yang daripadanya sampel diambil). 2. Validitas ekologikal (ecological validity) yaitu kemapuan untuk menggeneralisasi hasil riset antar setting atau antar kondisi lingkungan. 3. Validitas waktu (time validity), menunjukkan pengaruh waktu terhadap hasil eksperimen. Beberapa hal yang dapat mengancam validitas waktu, meliputi: variasi musiman, variasi siklis dalam diri individu, dan variasi dalam karakteristik individu sebagai fungsi dari waktu (personological variation). Contoh Penelitian dalam Pemasaran dengan Menggunakan Desain Eksperimen Penelitian berjudul Perbedaan Persepsi Risiko Konsumen pada Iklan dengan Menggunakan Celebrity Endorser dan Expert Endorser. Penelitian ini untuk menguji perbedaan persepsi risiko konsumen antara iklan dengan menggunakan celebrity endorser dan expert endorser. Terdapat dua hipotesis yaitu: H1: Terdapat perbedaan persepsi risiko yang dirasakan konsumen pada iklan perguruan tinggi dengan menggunakan celebrity endorser dan expert endorser. H2: Terdapat perbedaan persepsi risiko yang dirasakan konsumen pada iklan perguruan tinggi dengan menggunakan celebrity endorser dan expert endorser yang semakin diperkuat dengan pengetahuan konsumen/consumer product knowledge. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen. Desain faktorial yang digunakan adalah 3x2. Model dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Gambar 1 Model Penelitian Sumber: Dimodifikasi dari Biswas et al, Endorser Consumer Product Knowledge Consumer Risk Perception 6
7 Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 12 SMA 7 Semarang sejumlah 200 siswa. Pengujian hipotesis pertama partisipan terbagi dalam tiga kelompok yaitu: partisipan dengan iklan Expert Endorser, partisipan dengan iklan Celebrity Endorser dan partisipan dengan iklan Non Endorser. Pengujian hipotesis kedua terbagi dalam enam kelompok yaitu: partisipan dengan iklan Expert Endorser dengan Consumer Product Knowledge Tinggi, partisipan dengan iklan Expert Endorser dengan Consumer Product Knowledge Rendah, partisipan dengan iklan Celebrity Endorser dengan Consumer Product Knowledge Tinggi, partisipan dengan iklan Celebrity Endorser dengan Consumer Product Knowledge Rendah, partisipan dengan iklan Non Endorser dengan Consumer Product Knowledge Tinggi, dan partisipan dengan iklan Non Endorser dengan Consumer Product Knowledge Rendah. Pengujian hipotesis pertama dengan One Way Anova sedangkan pengujian hipotesis kedua dengan Two Ways Anova. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan persepsi risiko yang dirasakan konsumen pada iklan perguruan tinggi dengan menggunakan celebrity endorser dan expert endorser didukung, sedangkan hipotesis kedua tidak didukung. KESIMPULAN Penelitian yang menggunakan desain eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk menguji hubungan kausalitas. Eksperimen merupakan observasi obyektif terhadap fenomena yang dibuat untuk terjadi dalam suatu situasi yang sangat terkontrol yang di dalamnya satu atau lebih faktor dibiarkan bervariasi sedangkan faktor-faktor yang lain dipertahankan konstan. Dalam eksperimen ini peneliti bisa melakukan manipulasi terhadap variabel independen. Penelitian eksperimen mempunyai kelebihan yaitu memiliki validitas internal yang tinggi, namun di sisi yang lain memiliki validitas eksternal yang rendah. Validitas internal ini mengacu pada keyakinan terhadap hubungan sebab dan akibat. DAFTAR PUSTAKA Biswas, Dipayan; A. Biswas; and N. Das (2006), The Differential Effects of Celebrity and Expert Endorsements on Consumer Risk Perceptions, Journal of Advertising, 35 (Summer), pp Christensen, Larry B. (1988), Experimental Methodology, 4 th Ed., Newton, Massachusetts: Allyn and Bacon, Inc. Cox, Donald F. and S. J. Rich (1964), Perceived Risk and Consumer Decision Making, Journal of Marketing Research, 1 (November), pp Dowling, Grahame R. and R. Staelin (1994), A Model of Perceived Risk and Intended Risk- Handling Activity, Journal of Consumer Research, 21 (June), pp Friedman, Hershey H. and L. Friedman (1979), Endorser Effectiveness by Product Type, Journal of Advertising Research, 19 (October), pp H.M., Jogiyanto (2007), Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-pengalaman, Edisi 2007, Yogyakarta, BPFE. Lynch, John G, Jr (1988), On the External Validity of Experiments in Comer 7
8 Research, Journal of Consumer Research, Vol. 9. Neuman, W. Lawrence (2003), Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches, 5 th Ed. London: Allyn and Bacon. Sekaran, Uma (2003), Research Methods for Business: A Skill Building Approach, 4 th Ed. New York: John Wiley & Sons, Inc. Sekaran, Uma & Roger Bougie (2010), Research Methods for Business: A Skill Building Approach, 5 th Ed. New York: John Wiley & Sons, Inc. Soliha, Euis and N. Zulfa (2009), The Difference in Consumer Risk Perception between Celebrity Endorser and Expert Endorser in College Advertisements, Journal of Indonesian Economy & Business, Vol.24, No.1, January, pp
Variabel selain variabel dalam eksperimen (IV dan DV) yang bisa berpengaruh pada pemberian perlakuan pada subyek
basic of experiments Terminologi dalam rancangan eksperimen Treatment Group Control Group Variable Extraneous variables Factor Level Randomness, Random assignment Ex post facto Variance internal validity
PRINSIP-PRINSIP PENELITIAN EKSPERIMEN. Oleh: Lia Aulia Fachrial
PRINSIP-PRINSIP PENELITIAN EKSPERIMEN Oleh: Lia Aulia Fachrial Prinsip-Prinsip Psikologi Eksperimen Eksperimen? Validitas Internal Apa itu eksperimen? Eksperimen adalah kajian empiris dimana seorang peneliti
(Disarikan dari berbagai sumber)
CHAPTER 8 EXPERIMENT (Disarikan dari berbagai sumber) EXPERIMENT??? Eksperimen adalah strategi yang menginvestigasi sebab dan akibat hubungan, mengabulkan atau tidak sebuah hubungan sebab akibat antara
MIKOM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA PROF. SUWARTO
MIKOM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA PROF. SUWARTO PENELITIAN EKSPERIMENTAL Penelitian eksperimental merupakan penelitian mengenai sebab-akibat atau stimulus respon mengukur, atau menguji suatu reaksi
PENELITIAN EKSPERIMEN
PENELITIAN EKSPERIMEN meneliti pengaruh perlakuan terhadap perilaku yang timbul sebagai akibat perlakuan (Alsa 2004) penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari suatu perlakuan
PENELITIAN EKSPERIMEN. Oleh : Drs. Toto Fathoni, M. Pd
PENELITIAN EKSPERIMEN Oleh : Drs. Toto Fathoni, M. Pd Penelitian Eksperimen Memanipulasi secara sistematik suatu kondisi dengan tujuan untuk melihat pengaruhnya terhadap tingkah laku Disain Eksperimen
A. Tujuan Penelitian 1. Studi eksplorasi ( exploration study
1 DESAIN PENELITIAN Desain penelitian membahas masalah yang berkaitan dengan pemilihan rancangan penelitian mengenai tujuan penelitian, tipe hubungan antar variabel, lingkungan (setting) penelitian, unit
PEMBINGKAIAN PESAN DAN PERSEPSI RISIKO PSIKOLOGIS PADA ISU KONSUMEN HIJAU
Jurnal Manajemen Teori dan Terapan Tahun 6. No. 2, Agustus 2013 PEMBINGKAIAN PESAN DAN PERSEPSI RISIKO PSIKOLOGIS PADA ISU KONSUMEN HIJAU Euis Soliha ([email protected]) Program Pascasarjana Universitas
PENELITIAN EKSPERIMEN KEPERILAKUAN. Dr. Indah Fatmawati.
PENELITIAN EKSPERIMEN KEPERILAKUAN Dr. Indah Fatmawati. Perbedaan Desain Riset Berdasar Tujuannya (Churchill, 2005) Riset Eksploratori Riset Deskriptif Riset Sebab Akibat literatur review, survey pengalaman,
VALIDITAS PENELITIAN VALIDITAS PENELITIAN. A. Faktor yg mempengaruhi validitas internal BAB 4. Psikologi Eksperimen
BAB 4 VALIDITAS PENELITIAN Psikologi Eksperimen VALIDITAS PENELITIAN Hasil dari sebuah penelitian (khususnya eksperimen) masih perlu dipertanyakan: - Apakah hub. Kausalitas yg diperoleh, memang menunjukkan
Desain Eksperimen. Lia Aulia Fachrial
Desain Eksperimen Lia Aulia Fachrial Rencana atau strategi yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian (Christensen, 2001). Diperlukan sebelum melakukan atau membuat sesuatu agar hasilnya sesuai dengan
Sesi 4 RANCANGAN PENELITIAN SIMKES
Sesi 4 RANCANGAN PENELITIAN SIMKES 1 RANCANGAN PENELITIAN Program yg jadi acuan peneliti dlm proses mengumpulkan, analisis & interpretasi Blueprint riset yg jawab observasi pertany : Whom to studi?, what
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Populasi dan Sampel 3.1.1. Populasi Penelitian Populasi penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. 3.1.2. Sampel Penelitian
MODUL VII DESAIN PENELITIAN EKSPERIMENTAL
MODUL VII DESAIN PENELITIAN EKSPERIMENTAL MODUL VII DESAIN PENELITIAN EKSPERIMENTAL Desain penelitian eksperimental merupakan bagian penting dalam metode penelitian eksperimental karena menunjukkan bagaimana
Dasar-dasar Metode Penelitian
Dasar-dasar Metode Penelitian Modul ke: Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kuantitatif Fakultas Psikologi Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Reno Laila Fitria Apa itu Rencana Penelitian (Research
Validitas dalam Penelitian Eksperimental
Validitas dalam Penelitian Eksperimental LIA AULIA FACHRIAL, M.SI Apa itu Validitas? o Validitas secara umum menyangkut dua hal VALIDITAS ALAT UKUR & VALIDITAS PENELITIAN. o Validitas alat ukur seberapa
Dr. RatnaCandra Sari
Dr. RatnaCandra Sari Email: [email protected] OBSERVATION Broad area of research interest identified PROBLEM DEFINITION RESEARCH DESIGN GENERATION OF HYPOTESES THEORITICAL FRAMEWORK ANALYSIS AND
12Ilmu. Penelitian Eksperiman. Sri Wahyuning Astuti, S.Psi. M,Ikom
Modul ke: Penelitian Eksperiman Pengertian dan Model Penelitian eksperimen, format dan teknik analisis data quasi eksperimen Fakultas 12Ilmu Komunikasi Sri Wahyuning Astuti, S.Psi. M,Ikom Program Studi
Workshop Nasional Eksperimen Peneliti Ilmu Sosial Indonesia Jogjakarta Januari 2017
Workshop Nasional Eksperimen Peneliti Ilmu Sosial Indonesia Jogjakarta 19-20 Januari 2017 www.ssbrn.com Validitas experiment Sekedar penyegaran kembali dasar-dasar metodologi eksperimen Ancaman terhadap
Purnawan PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010
Purnawan 0907620 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010 Apa randomized design? In the design of experiments, completely randomized designs
PENELITIAN EX POST FACTO
PENELITIAN EX POST FACTO Oleh: Dr. Widarto, M.Pd. DISAMPAIKAN PADA KEGIATAN PELATIHAN METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TANGGAL 27 S.D. 28 JUNI 2013. 1 PENELITIAN
MODUL VII DESAIN PENELITIAN EKSPERIMENTAL
MODUL VII DESAIN PENELITIAN EKSPERIMENTAL Desain penelitian eksperimental merupakan bagian penting dalam metode penelitian eksperimental karena menunjukkan bagaimana suatu penelitian eksperimental dilakukan.
METODOLOGI O OG PENELITIAN KUANTITATIF. Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
METODOLOGI O OG PENELITIAN KUANTITATIF A Oleh: Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2008 PENGANTAR Pertanyaan yang perlu dikemukakan dalam mengungkap kebenaran empirik, yaitu
METODOLOGI RISET. Rahmatina B. Herman. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
METODOLOGI RISET Rahmatina B. Herman Kuliah II PENELITIAN KUANTITATIF Experimental Nama lain: - Rancangan percobaan - Rancangan sebab-akibat Tujuan: - Untuk mempelajari fenomena dalam kerangka korelasi
Penelitian Eksperimen (Experimental Research)
Penelitian Eksperimen (Experimental Research) Apakah itu penelitian eksperimen? Sebagai perbandingan, pada penelitian survei, Anda sebagai peneliti tidak dapat melakukan manipulasi atau intervensi terhadap
PENELITIAN ILMIAH DALAM PSIKOLOGI. /liche/paket A-FPsiUI/2007 1
PENELITIAN ILMIAH DALAM PSIKOLOGI /liche/paket A-FPsiUI/2007 1 PENELITIAN PSIKOLOGI Aplikasi Tujuan Tipe Informasi Penelitian Murni Penelitian Aplikasi Deskriptif Eksploratif Korelasional Eksplanatori
EXPERIMENTAL RESEARCH
QUANTITATIVE RESEARCH METHODOLOGIES EXPERIMENTAL RESEARCH Oleh : 1. Memen Permata Azmi 2. Taufiqulloh Dahlan PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2013
PENELITIAN EKSPERIMEN
PENELITIAN EKSPERIMEN A. Pengertian Penelitian Eksperimen Penelitian eksperimen menurut Faisal (1982: 76) merupakan suatu metode yang sistematis dan logis untuk menjawab pertanyaan : Jika sesuatu dilakukan
Experimental (Melihat faktor dan akibat, namun faktor dibuat oleh peneliti secara sengaja)
Experimental (Melihat faktor dan akibat, namun faktor dibuat oleh peneliti secara sengaja) a. Quasi Experimental (Eksperimental semu). Contoh dari 50 bayi, 25 dari RSHS, dan 25 sisanya dari Sardjito. b.
Jenis-jenis metode penelitian
Jenis-jenis metode penelitian Metode deskriptif: penelitian yang menggunakan metode kuantitatif untuk menggambarkan fenomena seperti apa adanya fenomena tersebut. Bukan bermaksud untuk memanipulasi atau
BAB III METODE PENELITIAN. (2013) adalah sebuah metode penelitian yang digunakan untuk mencari
BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen menurut
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Pendekatan penelitian merupakan salah satu aspek penting dalam kelangsungan penelitian yang akan dilakukan. Hal ini karena
BAB III METODE PENELITIAN
[ BAB III METODE PENELITIAN Suatu penelitian harus menggunakan metode penelitian yang tepat untuk menghasilkan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kesalahan dalam pemilihan metode
PENELITIAN EKSPERIMENTAL
PENELITIAN EKSPERIMENTAL Bermaksud mengungkapkan/mengetahui AKIBAT/PENGARUH/EFEK manipulasi variabel bebas (sebab) terhadap variabel terikat (akibat) Bermaksud mengetahui akibat/perubahan yang timbul pada
BAB III METODOLOGI RISET
BAB III METODOLOGI RISET 3.1 Studi Pendahuluan Penelitian ini akan diawali dengan melakukan studi awal melalui kajian teoritis terutama dengan membandingkan penelitian terkait sebelumnya guna mendapatkan
Penelitian Eksperimental
Penelitian Eksperimental a. Pengertian Penelitian Eksperimental Desain penelitian adalah rencana atau strategi yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian (menguji hipotesis) dan mengontrol variabel
METODE PENELITIAN EKSPERIMEN
METODE PENELITIAN EKSPERIMEN 1. Pengertian Penelitian Eksperimen Penelitian eksperimen adalah penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain dengan kontrol yang ketat
Penelitian Ilmiah dalam Psikologi. Lia Aulia Fachrial, M.SI
Penelitian Ilmiah dalam Psikologi Lia Aulia Fachrial, M.SI Pengelompokan jenis penelitian berdasarkan perspektif penelitian Penggolongan penelitian berdasarkan perspektif tipe informasi Karakteristik Penelitian
Daftar Isi. Halaman Judul Halaman Setelah Halaman Judul. Halaman Persetujuan Promotor Halaman Pernyataan. Kata Pengantar.
Daftar Isi Halaman Judul Halaman Setelah Halaman Judul. Halaman Persetujuan Promotor Halaman Pernyataan. Kata Pengantar. Daftar Isi. Daftar Tabel Daftar Grafik Daftar Gambar. Abstract. Intisari.. i ii
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan eksperimen. Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN
23 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian yang diambil adalah SD Negeri Cieunteung 2, yang terletak di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Tahap-Tahap Penelitian Eksperimental. Semester genap
Tahap-Tahap Penelitian Eksperimental Semester genap Pendahuluan Penelitian eksperimental merupakan suatu metode penelitian yang meliputi delapan tahap, yaitu: 1. Memilih ide atau topik penelitian 2. Merumuskan
ABSTRACT. Keywords: Celebrity Endorser, Attractiveness, Trustworthiness, Expertise, Interest. vi Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT In doing marketing strategies, understand consumer behavior must be observed. One of the marketing strategy is advertising, marketers can use advertising by using celebrity endorser. The selection
MATA KULIAH : METODE PENELITIAN MATERI KULIAH : METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF FAKULTAS : EKONOMI JURUSAN : MANAJEMEN SEMESTER : GENAP
MATA KULIAH : METODE PENELITIAN MATERI KULIAH : METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF FAKULTAS : EKONOMI JURUSAN : MANAJEMEN SEMESTER : GENAP TAHUN AKADEMIK : 2007/2008 MODUL/TATAP MUKA KE : 1 PENYUSUN
Research Methodology 7. Metode Eksperimen
Research Methodology 7. Metode Eksperimen Romi Satria Wahono [email protected] http://romisatriawahono.net/rm WA/SMS: +6281586220090 1 Romi Satria Wahono SD Sompok Semarang (1987) SMPN 8 Semarang
Metode Penelitian Kuantitatif
MODUL PERKULIAHAN Metode Penelitian Kuantitatif Pengantar Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Fakultas Psikologi Psikologi 01 Abstract Penjelasan tentang teori dan metode kuantitatif
Eksperimen. Prof. Bhisma Murti
Eksperimen Prof. Bhisma Murti Institute of Health Economic and Policy Studies (IHEPS). Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Eksperimen Efek intervensi diteliti
PENELITIAN EKSPERIMEN
PENELITIAN EKSPERIMEN A. Pendahuluan Salah satu metode penelitian adalah eksperimen. Untuk dapat melaksanakan suatu eksperimen yang baik, perlu dipahami terlebih dahulu segala sesuatu yang berkait dengan
ABSTRAK. Kata kunci: mahasiswa akuntansi, mahasiswi akuntansi, profesi akuntan
PERBEDAAN PERSEPSI ANTARA MAHASISWA DENGAN MAHASISWI AKUNTANSI TERHADAP PROFESI AKUNTAN (Studi Kasus di Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)) NASKAH PUBLIKASI
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. (treatment) dengan perilaku subjek. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen
27 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen. Pada penelitian ini peneliti ini melihat sejauh mana hubungan sebab akibat antar perlakuan (treatment)
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah data yang dapat membantu untuk membahas masalah dalam suatu penelitian tersebut.
METODE & DESAIN PENELITIAN. Rijal Fadilah
METODE & DESAIN PENELITIAN Rijal Fadilah Definisi Penelitian (Research) Penelitian (Research) : usaha utk menemukan, mengembangkan, & menguji kebenaran suatu pengetahuan yg dilakukan dengan menggunakan
ABSTRACT. Keywords: television advertising, brand awareness, purchase decisions. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT As more and more competition in the market, each market (mainly manufacturers) must have a strategy and create a better awareness in order to compete with each other. For that we needed discussion
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitiannya.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain Penelitian adalah rencana atau strategi yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian (Seniati, dkk, 2011). Kerlinger (2000) menambahkan bahwa desain
A. Penelitian Dasar atau Murni
Drajat Armono A. Penelitian Dasar atau Murni Jenis penelitian ini bertujuan sebagai pengujian atau membentuk teori baru yang bukan ditujukan untuk menerapkan hasil-hasil temuannya. Penelitian ini diharapkan
Metode kuantitatif: Desain 5 O K TO BER 2016
Metode kuantitatif: Desain PANJI FO RTUNA H ADI SO EMARTO M ETO DE, AP LI K ASI DAN M ANAJEM EN P ENELI TIAN K ESM AS S2 I K M FK UP 5 O K TO BER 2016 Desain penelitian kuantitatif Empat kelompok desain
OTAK MANUSIA. BELAHAN OTAK KANAN * Berfikir Holistik * Spatial * Sintesis * Intuitif * Elaboratif * Humanistik
OTAK MANUSIA BELAHAN OTAK KIRI * Berfikir Rasional * Analitis * Berurutan * Linier * Scientifik (membaca, bahasa, berhitung) BELAHAN OTAK KANAN * Berfikir Holistik * Spatial * Sintesis * Intuitif * Elaboratif
Tipe desain penelitian Desain penelitian survey analitik Desain penelitian eksperimental Penelitian kualitatif. Desain Penelitian - 2
Tipe desain penelitian Desain penelitian survey analitik Desain penelitian eksperimental Penelitian kualitatif Desain Penelitian - 2 Suatu rencana, dan strategi penelitian untuk menjawab permasalahan yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono yang berlokasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono yang berlokasi di Kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten Lampung Timur. Waktu penelitian
PENGGUNAAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI PADA SISWA KELAS XI SMK
PENGGUNAAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI PADA SISWA KELAS XI SMK Emilia Roza ([email protected]) 1 Muswardi Rosra 2 Ranni Rahmayanthi Z 3 ABSTRACT The objective of this research was
BAB 3 PENDEKATAN UMUM UNTUK PENGONTROLAN ARTIFACT DAN BIAS
BAB 3 PENDEKATAN UMUM UNTUK PENGONTROLAN ARTIFACT DAN BIAS M.S. Hendriyawan A. (07021) Rachmawati (06902) Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta Pendahuluan Validitas berhubungan dengan konseptual dan
BAB III METODE PENELITIAN
52 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMK 2 SWADHIPA Natar dan waktu pelaksanaan penelitiannya pada tahun 2013/2014 B. Metode Penelitian Metode dalam penelitian
Tahap-Tahap Penelitian
TAHAP TAHAP PENELITIAN EKSPERIMENTAL Bab 3 Psikologi Eksperimen Prosedur Penelitian Eksperimental Variabel Bebas (dimanipulasi) Variabel Sekunder (dikontrol) (sebab-akibat) Variabel Terikat (diukur) Tahap-Tahap
Abstrak. Kata kunci : Anxiety, attentional bias, emotional stroop task
Abstrak Penelitian ini merupakan studi eksperimental untuk meneliti hubungan antara anxiety dengan attentional bias. Ketika individu mengalami kecemasan, terdapat kemungkinan ia menjadi fokus terhadap
BAB III METODE PENELITIAN
14 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental).
BAB III METODE PENELITIAN A.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat ataupun wilayah yang akan diteliti. Peneliti melakukan penelitian di SMPN 3 Bandung,
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) LABUHAN BATU
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) LABUHAN BATU GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) METODE PENELITIAN / MKKK 601 3 SKS Deskripsi Singkat: Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKKK) Metode Riset merupakan
ABSTRAK. Penelitian ini membahas mengenai pengaruh product customization (X 1 ) dan
ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai pengaruh product customization (X 1 ) dan brand image (X 2 ) terhadap customer loyalty (Y) yang surveinya pada konsumen BTX Concept Bandung. Tujuan dari penelitian
VARIANS DAN CONTROL DALAM PENELITIAN EKSPERIMENTAL LIA AULIA FACHRIAL, M.SI
VARIANS DAN CONTROL DALAM PENELITIAN EKSPERIMENTAL LIA AULIA FACHRIAL, M.SI VARIANS Kegunaan varians adalah untuk menentukan apakah perbedaan antara nilai rata-rata kelompok yang dibandingkan signifikan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan di SMP Negeri 3 Natar dan waktu pelaksanaan. penelitiannya pada tahun pelajaran 2014/2015.
53 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di SMP Negeri 3 Natar dan waktu pelaksanaan penelitiannya pada tahun pelajaran 2014/2015. B. Metode Penelitian
Experimental Design. Tjipto Juwono, Ph.D. March TJ (SU) Experimental Design March / 22
Experimental Design Tjipto Juwono, Ph.D. March 2017 TJ (SU) Experimental Design March 2017 1 / 22 Experimental Design Mengapa? Peneliti perlu mendesain risetnya supaya semua variabel (bebas, independen,
mengungkap kebenaran empirik, yaitu dipakai? Selanjutnya, untuk menentukan yang efektif? Hal ini sangat tergantung diteliti, dan berbagai alternatif
PENGANTAR Pertanyaan yang perlu dikemukakan dalam mengungkap kebenaran empirik, yaitu pendekatan dan metode penelitian apa yang dipakai? Selanjutnya, untuk menentukan pendekatan dan metode penelitian mana
OLEH : SANTI E. PURNAMASARI, M.SI. FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA 2010
OLEH : SANTI E. PURNAMASARI, M.SI. FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA 2010 VARIABEL ESKTRANE & CONFOUNDING Var. lain yang secara sistematis ikut dalam suatu eksperimen disebut dengan
RADEN RARA VIVY KUSUMA ARDHANI
ABSTRAK RADEN RARA VIVY KUSUMA ARDHANI: Keefektifan Pembelajaran dengan Pendekatan Bottom-up dan Top-down dalam Pemahaman Membaca Teks Bahasa Inggris Siswa Kelas VIII SMP N 3 Yogyakarta. Tesis. Yogyakarta:
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kota Bandung Jawa Barat.
0 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di wilayah Kota Bandung Jawa Barat.. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini berbentuk experimental research design dimana dalam penelitian ini adalah mencari pengaruh dari daya tarik pemasaran (marketing appeals) organisasi charity di
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian jenis quasi eksperimental. Quasi
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian jenis quasi eksperimental. Quasi eksperimental adalah desain penelitian yang mempunyai kelompok kontrol tetapi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini, dilaksanakan di Jakarta. Penelitin ini mulai dilakukan pada bulan Juli 2016. Objek penelitian adalah manajer investasi yang berdomisili
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Setting Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen (experimental research). Eksperimen adalah prosedur
BAB III METODE PENELITIAN. hasil pengamatan dikonversikan ke dalam angka-angka yang dianalisis
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena gejalagejala hasil pengamatan dikonversikan ke dalam angka-angka yang dianalisis menggunakan statistik.
Jenis-Jenis dan Desain Rancangan Penelitian Eksperimen
JenisJenis dan Desain Rancangan Penelitian Eksperimen Coretan Guru 05:04 JenisJenis dan Desain Rancangan Penelitian Eksperimen Dilihat dari kemampuan dalam melakukan control terhadap variabelvariabel penelitian,
PENGARUH DURASI BERMAIN ADVERGAME TERHADAP LEVELS OF COMPREHENSION (TINGKAT PEMAHAMAN) DARI BRAND MESSAGE (PESAN MEREK)
PENGARUH DURASI BERMAIN ADVERGAME TERHADAP LEVELS OF COMPREHENSION (TINGKAT PEMAHAMAN) DARI BRAND MESSAGE (PESAN MEREK) SKRIPSI Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Strata 1 Jurusan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian pada dasarnya merupakan keseluruhan proses pemikiran tentang hal-hal yang akan dilakukan. 1 Rancangan penelitian bertujuan untuk memberi
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian jenis quasi eksperimental. Quasi
A. Jenis dan Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian jenis quasi eksperimental. Quasi eksperimental adalah desain yang mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak dapat
BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis dari pembahasan yang dilakukan pada bab. nasabah tabungan BNI Taplus di Surabaya.
68 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dari pembahasan yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Variabel nilai
BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment. Quasi experiment adalah eksperimen semu dimana penelitian menggunakan rancangan penelitian yang
ABSTRAK Program Magister Psikologi Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Judul penelitian ini adalah Pengaruh Pelatihan Fashion Advisor Terhadap Person-Job Fit Pada Moslem Fashion Assistant (MFA) di PT. X Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah
