SISTEM PENGENALAN DAN PENGAMBILAN OBJEK
|
|
|
- Ratna Oesman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SISTEM PENGENALAN DAN PENGAMBILAN OBJEK Meiliayana 1), Rica Kartika Handayani 2) Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Jakarta 1), 2) ABSTRACT Recognition system proposed here is a system used to identify objects in an image using artificial neural network technique. In many industrial applications, the system is usually applied together with manipulator or arm robot to pick and place objects into certain location. In this research, three objects will be captured by a web cam. The image then will be processed by image processing techniques before it is applied to artificial neural network system to be recognized. The output is used to determine the center coordinate of each object. The manipulator equipped with electromagnetic end, will then be moved towards the objects, pick and put objects into their appropriate containers. This system is successfully recognized the number of objects in an image. However, it has a success rate of only about 83.33%, 75.47% and 80% in recognizing one, two and three objects, respectively. The manipulator has success rates of about 100% to pick and 80% to place one object into its container, 80% to pick and 75% to place two objects into their containers, and 63.33% to pick three objects and 73.33% to place objects. Keywords: Recognition, Image Processing, Neural Network, Robot 1. Pendahuluan Sistem pengenalan objek (3D) merupakan sistem yang digunakan untuk mengidentifikasikan berbagai bentuk objek berdasarkan citra objek (2D) yang ditangkap oleh media kamera digital. Proses pengenalan objek pada umumnya diawali dengan pendeteksian fitur menggunakan sistem pengolahan citra untuk menangkap informasi objek yang akan dikenali dan selanjutnya objek dapat diklasifikasikan dengan menggunakan metode Nearest Neighbour Classifier, Bayesian Classifier, atau Neural Nets. Dalam implementasinya, sistem pengenalan dapat digabung dengan suatu sistem pengambilan berupa robot manipulator yang dilengkapi dengan end effector berupa suatu gripper atau magnet atau tools lainnya yang dapat digunakan untuk mengambil objek. Setelah objek dikenali, robot akan mengambil objek satu per satu dan memindahkan objek ke wadah yang telah ditentukan. Penelitian yang diajukan ini memiliki tujuan untuk membuat prototipe sistem pengenalan multi objek berbasis komputer yang diintegrasikan dengan sistem pengambilan objek untuk memilah objek dan meletakkannya ke wadah yang bersesuaian. Secara umum, proses pengenalan objek dapat dilakukan sebagai berikut: mula-mula, citra hasil tangkapan kamera terlebih dahulu diolah menjadi citra biner. Setelah itu dilakukan contour tracing menggunakan algoritma Square Tracing untuk menemukan jumlah objek beserta luas, keliling serta posisi titik tengah masing-masing objek yang terdapat pada citra tersebut. Luas dan keliling tiap objek ini digunakan sebagai input bagi sistem jaringan syaraf tiruan untuk dikenali. Jaringan syaraf tiruan yang digunakan adalah Jaringan Kohonen. Program pengolahan dan pengenalan citra tersebut diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.NET. Sistem pengambilan objek menggunakan konsep robot manipulator, yaitu robot dengan dua buah joint prismatic untuk melakukan pergerakan linier sepanjang sumbu koordinat Cartesian (x, y) dan satu buah joint revolute yang dapat bergerak berputar (rotasi) terhadap sumbu z. Robot menggunakan end effector berupa elektromagnet yang dapat dinaikturunkan dengan sebuah katrol. Setelah objek dikenali, robot menunggu input dari user berupa nilai koordinat (x, y) masing-masing objek yang akan diambil dan group masing-masing objek. Selanjutnya, robot akan mengambil objek satu per satu dan memindahkan objek ke wadah yang bersesuaian. Batasan sistem: 1) Kamera yang digunakan adalah DigiGear KS-138; 2) Citra (format true colour) yang digunakan dalam proses pengenalan memiliki lebar 320 piksel dan tinggi 240 piksel. 3) Objek diletakkan pada bidang tangkapan kamera berbentuk persegi empat dengan panjang sisi 15 sentimeter berwarna hitam dan semua objek diberi warna putih; 4) Objek tidak boleh diletakkan bertumpuk dan jarak antara tiap objek minimal satu sentimeter; 5) Objek memiliki bentuk utuh atau tidak berlubang, berbentuk lingkaran, segitiga, atau kotak dan terbuat dari lempengan logam ringan dengan ketebalan 0.2 sentimeter; 6) jumlah maksimal objek yang dapat dikenali adalah sebanyak tiga buah. 29
2 2. Landasan Teori 2.1 Pengolahan Citra Proses pengolahan citra yang digunakan mencakup proses konversi citra true colour ke citra keabuan, proses pengambangan, contour tracing menggunakan square tracing algorithm dan penentuan karakteristik objek. Penjelasan untuk setiap proses dapat dilihat pada Tabel 1. Proses Pengolahan Citra Konversi Citra True Color ke Keabuan Pengambangan (Thresholding) Contour Tracing menggunakan Square Tracing Algorithm. Menentukan Karakteristik Objek Tabel 1. Tahapan Pengolahan Citra. Keterangan K i = w R R i + w G G i + w B B i dimana w R, w G, dan w B masing-masing adalah bobot untuk elemen warna merah, hijau, dan biru. NTSC mendefinisikan bobot untuk konversi citra warna ke keabuan sebagai berikut: w R = 0.3, w G = 0.59, dan w B = jika K i ambang K 0 = 1 jika K i < ambang Inti dari algoritmanya adalah belok kiri jika pada saat tracing ditemukan piksel yang berwarna hitam dan belok kanan jika ditemukan piksel berwarna putih. Proses tracing dilakukan hingga kembali lagi ke piksel awal. 1. Luas Jumlah semua piksel dalam suatu citra [12]. Untuk citra hitam-putih, hanya terdapat intensitas nol dan satu. Jadi dengan kata lain, luas suatu objek yang berupa citra hitam-putih, di mana objeknya berwarna hitam (intensitas sama dengan nol) dan latar belakang putih (intensitas sama dengan satu) adalah jumlah piksel hitamnya. 2. Keliling Jumlah semua boundary pixel, yaitu setiap piksel p yang 4-neighbour nya memiliki nilai nol dan satu. Lokasi 4-neighbour dari piksel p yang berlokasi pada (x, y) adalah (x - 1, y), (x, y + 1), (x + 1, y), dan (x, y - 1). 3. Titik tengah (Centroid) 1 1 x = i y = j N N ( i, j) R ( i, j) R 2.2 Jaringan Kohonen Jika ada M vektor input yang masing-masing berdimensi N dengan K pengklasifikasian, jaringan syaraf tiruan (artificial neural network) Kohonen melakukan pengklafikasian dengan algorima sebagai berikut [10] : 1) Random bobot awal W i dimana i = 1, 2,, k dimana W i adalah salah satu vektor dari klasifikasi yang ke i. 2) Tetapkan maksimum epoh, error minimum yang diharapkan dan learning rate-nya. 3) Inisialisasikan matriks vektor input X (M, N). 4) Lakukan pembelajaran hingga selesai dengan setiap iterasinya sebagai berikut: For i = 1 to M For j = 1 to K Tentukan jarak D i, j = (X i W j ) 2. Tentukan Index j yang D i, j minimum. Ubah W j (baru) = W j (lama) + α (X i W j (lama)). 5) Lakukan pengujian data. 2.3 Robot Robot adalah suatu mesin yang dapat diprogram untuk melakukan fungsi tertentu. Suatu sistem robot biasanya memiliki 1) kontroler yang merupakan otak dari robot, contoh Modul DT-Basic Mini System yang menggunakan mikrokontroler BASIC Stamp. Pemrograman Modul DT-Basic Mini System dilakukan dengan bantuan BASIC-Stamp Editor v2.3, 2) sistem mekanik yang menjalankan fungsi gerak, contoh manipulator, 3) sensor yang berfungsi untuk memberikan informasi tentang lingkungan, contoh kamera, dan 4) aktuator berupa perangkat elektromekanik yang menghasilkan daya gerak, contoh motor servo dimana arah dan sudut pergerakan motor dapat dikendalikan dengan cara memberikan pengaturan waktu on dan waktu off pada bagian pin kontrolnya. 30
3 3. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Perancangan sistem secara keseluruhan, terbagi menjadi dua bagian, yaitu perancangan sistem pengenalan objek dan perancangan sistem pengambilan objek. Pada sistem pengenalan objek, citra hasil tangkapan kamera diproses dahulu menggunakan teknik-teknik pengolahan citra sebelum diberikan ke sistem pengenalan citra menggunakan jaringan Kohonen. Informasi yang diperoleh dari output sistem pengenalan adalah berupa jumlah objek, jenis objek dan koordinat pusat masing-masing objek teridentifikasi. Sistem pengambilan objek menerima data koordinat objek mana yang dikehendaki untuk diambil, menggerakkan sistem untuk mengambil objek dan meletakkannya pada wadah yang bersesuaian. Pengukuran dilakukan untuk melihat tingkat keberhasilan sistem dalam mengenali objek, mengambil dan meletakkan objek pada wadah sesuai jenisnya. Sistem Pengolahan Citra Tabel 2. Perancangan Sistem. Sistem Pengenalan Objek Sistem Pengenalan Citra Single-layer neural network, dengan algoritma pembelajaran Jaringan Kohonen yang terdiri dari dua lapisan, yaitu: 1) 1 lapisan input sebanyak 2 node karena ada 2 karakteristik yang menjadi input bagi proses pengenalan objek, yaitu luas (x 1 ) dan keliling (x 2 ). 2) 1 lapisan output sebanyak 3 buah node karena ada 3 jenis objek yang akan dibedakan, yaitu objek dengan bentuk lingkaran (y 1 ), segitiga (y 2 ), dan persegi (y 3 ). Sistem Pengambilan Objek Komponen yang digunakan pada robot ini adalah: 1. 1 Modul DT-Basic Mini System sebagai modul kendali utama dengan menggunakan mikrokontroler BASIC Stamp 2. 3 buah Futaba Continuous Servo produksi Parallax sebagai aktuator pergerakan manipulator dalam bidang Cartesian x dan y, serta sebagai aktuator pergerakan end effector di sepanjang sumbu z buah Futaba Standard Servo produksi Parallax sebagai aktuator pergerakan rotasi terhadap sumbu z dari manipulator. Aktuator ini yang berfungsi sebagai pemindah benda dari ruang kerja manipulator menuju wadah yang bersesuaian buah Solenoid 12 V sebagai elektromagnet buah relay 5 V sebagai penyambung atau pemutus arus menuju elektromagnet. 31
4 4. Hasil Perancangan dan Pengujian Sistem (a) Hasil Perancangan Sistem Pengolahan Citra (b) Hasil Perancangan Sistem Pengenalan Citra Gambar 1. Hasil Perancangan Sistem Pengenalan Objek (a) Tampak Atas (b) Tampak Depan (c) Tampak Kiri (d) Tampak Kanan Gambar 2. Hasil Perancangan Sistem Pengambilan Objek (a) Posisi Inisialisasi Robot (b) Menunggu Data dari Sistem Pengenalan Objek (c) Pengambilan Objek Pertama (d) Kembali ke Posisi Inisialisasi (e) Pengambilan Objek Kedua (f) Kembali ke Posisi Inisialisasi (g) Pengambilan Objek Ketiga Gambar 3. Proses Pengambilan Objek (h) Kembali ke Posisi Inisialisasi 32
5 Berikut ini adalah contoh urutan proses pengambilan objek. (a) Inisialisasi Robot di Posisi (7, 7) (b) Robot Menuju Posisi Objek yang akan Diambil (c) Robot Menurunkan Magnet dan Mengambil Objek (d) Robot Menaikkan Magnet dan Kembali ke Posisi (7, 7) (e) Robot Menuju sesuai Group Objek, yaitu Wadah Dua (f) Robot Berada pada Wadah Dua (g) Robot Menurunkan Magnet dan Meletakkan Objek (h) Robot Menaikkan Magnet dan Kembali ke Posisi (7, 7) Gambar 4. Contoh Proses Pengambilan Objek. (i) Robot Kembali ke Workspacenya (j) Robot Kembali Berada pada Posisi Inisialisasi Berikut ini hasil pengujian sistem: 1. Tingkat keberhasilan pengujian sistem pengenalan objek adalah sebagai berikut: Banyak Objek Persegi Lingkaran Segitiga 0 Satu Objek Dua Objek Tiga Objek Gambar 5. Hasil Pengujian Sistem Pengenalan Objek. Kemampuan sistem pengenalan objek dalam mengenali objek tidak mencapai 100% karena penyebaran luas dan keliling data pelatihan berdekatan meskipun berbeda bentuk, yang mengakibatkan, jika citra hitam putih hasil pengolahan sistem pengolahan citra mengandung sedikit saja noise yang dipengaruhi oleh pencahayaan, maka hasil pengenalan menjadi tidak tepat. 2. Tingkat keberhasilan pengujian sistem pengambilan objek adalah sebagai berikut: Objek Terambil Objek Diletakan pada Wadah Tepat 20 0 Satu Objek Dua Objek Tiga Objek Gambar 6. Hasil Pengujian Sistem Pengambilan Objek. Tingkat keberhasilan objek terambil untuk dua dan tiga objek tidak mencapai 100% karena robot tidak tepat berada di posisi yang ditentukan. Hal ini disebabkan oleh perpindahan yang terjadi pada sumbu x dan y untuk setiap pergerakan merupakan hasil rata-rata, sehingga mengakibatkan error dalam setiap perpindahan dan akan terakumulasi setelah pengambilan 15 objek berturut-turut. Tingkat keberhasilan objek diletakkan dalam wadah yang tepat tidak mencapai 100% tidak seimbangnya beban di setiap sisi robot sehingga robot tidak dapat berputar secara sempurna. 33
6 5. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Sistem pengenalan mampu melakukan pengenalan terhadap tiga bentuk objek, yaitu lingkaran, segitiga, dan persegi dengan menggunakan sistem pengolahan citra yang mampu mengolah citra yang ditangkap oleh kamera web menjadi informasi berupa jumlah objek beserta luas, keliling, dan titik tengahnya dan sistem pengenalan citra yang berupa jaringan saraf tiruan dengan metode pembelajaran Jaringan Kohonen dengan learning rate 0.4 dan iterasi sebanyak 100 kali. 2. Sistem pengambilan objek mampu melakukan pengambilan terhadap tiga buah objek secara berurutan menggunakan elektromagnet dan mampu meletakkan objek yang diambil ke dalam tiga wadah yang berbeda sesuai dengan group objek. 6. Saran Untuk pengembangan lebih lanjut, ada beberapa saran yang boleh menjadi pertimbangan: 1. Metode pembelajaran jaringan saraf tiruan dapat dicoba dengan metode lain sehingga hasilnya dapat dibandingkan dengan metode pembalajaran yang digunakan dalam penelitian ini. 2. Komponen penyusun sistem pengambilan objek dapat diganti atau ditambahkan dengan beberapa komponen sebagai berikut: a. Ulir yang dipergunakan sebagai media pergerakan robot diganti dengan ulir yang tidak terlalu rapat atau dengan media lain selain ulir seperti belt sehingga pergerakan robot lebih cepat b. Mikrokontroler yang dipergunakan diganti dengan mikrokontroler lain yang bisa menerima nilai real (bilangan berkoma) sehingga dapat melakukan perhitungan yang melibatkan bukan bilangan bulat saja c. Setelah mikrokontroler diganti, maka dapat ditambahkan Sensor Ping))) sebagai feedback ke robot agar robot mengetahui posisi actual robot. Daftar Pustaka [1] Prasetyo, Didik Dwi (2006). Visual Basic.NET. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta. [2] Lukas, Samuel (2007). Penggunaan Contour Tracing untuk Component Labelling. [3] Pitowarno, Endra (2006). Robotika : Disain, Kontrol, dan Kecerdasan Buatan. Andi, Yogyakarta. [4] Pitas, Ioannis (1992). Digital Image Processing Algorithms. Prentice Hall. [5] Balza Achmad, Ir., M.Sc.E and Kartika Firdausy, S.T., M.T. (2006). Teknik Pengolahan Citra Digital Menggunakan Delphi. Ardi Publishing, Yogyakarta. [6] Marvin Ch. Wijaya and Agus Prijono (2007). Pengolahan Citra Digital Menggunakan MatLAB. Informatika, Bandung. [8] Sigit, Riyanto (2007). Robotika, Sensor, & Aktuator. Graha Ilmu, Yogyakarta. [9] Halim, Sandy (2007). Merancang Mobile Robot Pembawa Objek Menggunakan OOPic-R. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta. [10] Satya Ranjan, Deb. (1994). Robotics Technology and Flexible Automation. Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited, New Delhi. [11] Kusumadewi, Sri (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Graha Ilmu, Yogyakarta. [12] Budiharto, Widodo (2006). Membuat Robot Cerdas. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta. [13] Stadler, Wolfram (1995). Analytical Robotics and Mechatronics. McGraw-Hill, Inc., Singapore. 34
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Perancangan Perancangan sistem didasarkan pada teknologi computer vision yang menjadi salah satu faktor penunjang dalam perkembangan dunia pengetahuan dan teknologi,
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI Bab ini berisi analisis pengembangan program aplikasi pengenalan karakter mandarin, meliputi analisis kebutuhan sistem, gambaran umum program aplikasi yang
SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA
SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA Syahrul 1, Andi Kurniawan 2 1,2 Jurusan Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No.116,
PENGENDALIAN SUDUT PADA PERGERAKAN TELESKOP REFRAKTOR MENGGUNAKAN PERSONAL COMPUTER
Jurnal Sistem Komputer Unikom Komputika Volume 1, No.1-2012 PENGENDALIAN SUDUT PADA PERGERAKAN TELESKOP REFRAKTOR MENGGUNAKAN PERSONAL COMPUTER Usep Mohamad Ishaq 1), Sri Supatmi 2), Melvini Eka Mustika
MODEL PEMBELAJARAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK OTOMATISASI PENGEMUDIAN KENDARAAN BERODA TIGA
MODEL PEMBELAJARAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK OTOMATISASI PENGEMUDIAN KENDARAAN BERODA TIGA Ramli e-mail:[email protected] Dosen Tetap Amik Harapan Medan ABSTRAK Jaringan Syaraf Tiruan adalah pemrosesan
Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini
Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini Wawan Kurniawan Jurusan PMIPA, FKIP Universitas Jambi [email protected] Abstrak
SISTEM PENGENALAN KARAKTER DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN ALGORITMA PERCEPTRON
Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 7 No. 3 Edisi September 2012 105 SISTEM PENGENALAN KARAKTER DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN ALGORITMA PERCEPTRON Anindita Septiarini Program Studi Ilmu Komputer FMIPA,
PENGENDALIAN POSISI MOBILE ROBOT MENGGUNAKAN METODE NEURAL NETWORK DENGAN UMPAN BALIK KAMERA PEMOSISIAN GLOBAL
PENGENDALIAN POSISI MOBILE ROBOT MENGGUNAKAN METODE NEURAL NETWORK DENGAN UMPAN BALIK KAMERA PEMOSISIAN GLOBAL Randy Reza Kautsar (1), Bima Sena Bayu D S.ST M.T (2), A.R. Anom Besari. S.ST, M.T (2) (1)
PEMANFAATAN NEURAL NETWORK PERCEPTRON PADA PENGENALAN POLA KARAKTER
PEMANFAATAN NEURAL NETWORK PERCEPTRON PADA PENGENALAN POLA KARAKTER Fakultas Teknologi Informasi Universitas Merdeka Malang Abstract: Various methods on artificial neural network has been applied to identify
Pengendalian Posisi Mobile Robot Menggunakan Metode Neural Network Dengan Umpan Balik Kamera Pemosisian Global
The 13 th Industrial Electronics Seminar 2011 (IES 2011) Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), Indonesia, October 26, 2011 Pengendalian Posisi Mobile Robot Menggunakan Metode
BAB III METODE PENELITIAN. menjawab segala permasalahan yang ada dalam penelitian ini.
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan bahan yang digunakan dalam membantu menyelesaikan permasalahan, dan juga langkah-langkah yang dilakukan dalam menjawab segala permasalahan yang ada
IDENTIFIKASI KEMATANGAN BUAH TOMAT MENGGUNAKAN METODA BACKPROPAGATION
IDENTIFIKASI KEMATANGAN BUAH TOMAT MENGGUNAKAN METODA BACKPROPAGATION Dila Deswari [1], Hendrick, MT. [2], Derisma, MT. [3] Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas [1][3]
APLIKASI PENGENALAN DAUN UBI JALAR UNTUK JENIS UBI JALAR UNGU, MERAH, PUTIH DAN KUNING MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS
APLIKASI PENGENALAN DAUN UBI JALAR UNTUK JENIS UBI JALAR UNGU, MERAH, PUTIH DAN KUNING MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS SKRIPSI Diajukan Untuk Penulisan Skripsi Guna Memenuhi Salah Satu
PERANCANGAN SISTEM PENGENALAN DAN PENYORTIRAN KARTU POS BERDASARKAN KODE POS DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK
PERANCANGAN SISTEM PENGENALAN DAN PENYORTIRAN KARTU POS BERDASARKAN KODE POS DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK OLEH ARIF MIFTAHU5R ROHMAN (2200 100 032) Pembimbing: Dr. Ir Djoko Purwanto, M.Eng,
IDENTIFIKASI CITRA BILANGAN DESIMAL 0-9 BERBASIS LEARNING VECTOR QUANTIZATION SECARA REAL TIME
Jurnal POROS TEKNIK, Volume 4, No. 1, Juni 2012 : 24-29 IDENTIFIKASI CITRA BILANGAN DESIMAL 0-9 BERBASIS LEARNING VECTOR QUANTIZATION SECARA REAL TIME Gunawan Rudi Cahyono (1) (1) Staf Pengajar Jurusan
IMPLEMENTASI SEGMENTASI CITRA DAN ALGORITMA LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) DALAM PENGENALAN BENTUK BOTOL
IMPLEMENTASI SEGMENTASI CITRA DAN ALGORITMA LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) DALAM PENGENALAN BENTUK BOTOL Andri STMIK Mikroskil Jl. Thamrin No. 122, 124, 140 Medan 20212 [email protected] Abstrak
BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER
BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER 2.1 Gambaran Umum Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan pada Bab I, tujuan skripsi ini adalah merancang suatu penentu axis Z Zero Setter menggunakan
Oleh: Angger Gusti Zamzany( ) Dosen Pembimbing: Dr. Dwi Ratna Sulistyaningrum, S.Si, M.T.
Oleh: Angger Gusti Zamzany(1210100 073) Dosen Pembimbing: Dr. Dwi Ratna Sulistyaningrum, S.Si, M.T. DAFTAR ISI I II III IV V VI PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA METODOLOGI PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PENGUJIAN
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDESAIN KARTU UCAPAN
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDESAIN KARTU UCAPAN Rudy Adipranata 1, Liliana 2, Gunawan Iteh Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
BAB III PERANCANGAN SISTEM. Pada dewasa sekarang ini sangat banyak terdapat sistem dimana sistem tersebut
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Definisi Masalah Pada dewasa sekarang ini sangat banyak terdapat sistem dimana sistem tersebut sudah terintegrasi dengan komputer, dengan terintegrasinya sistem tersebut
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
Algoritma Kohonen dalam Mengubah Citra Graylevel Menjadi Citra Biner
Jurnal Ilmiah Teknologi dan Informasia ASIA (JITIKA) Vol.9, No.2, Agustus 2015 ISSN: 0852-730X Algoritma Kohonen dalam Mengubah Citra Graylevel Menjadi Citra Biner Nur Nafi'iyah Prodi Teknik Informatika
SAMPLING DAN KUANTISASI
SAMPLING DAN KUANTISASI Budi Setiyono 1 3/14/2013 Citra Suatu citra adalah fungsi intensitas 2 dimensi f(x, y), dimana x dan y adalahkoordinat spasial dan f pada titik (x, y) merupakan tingkat kecerahan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Citra Digital Citra digital adalah citra yang bersifat diskrit yang dapat diolah oleh computer. Citra ini dapat dihasilkan melalui kamera digital dan scanner ataupun citra yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi di dunia telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama di bidang robotika. Saat ini robot telah banyak berperan dalam kehidupan manusia. Robot adalah
Perancangan Kontroler Fuzzy untuk Tracking Control Robot Soccer
1 Perancangan Kontroler Fuzzy untuk Tracking Control Robot Soccer Gunawan Wibisono 2208 100 517 Control Engineering Laboratory Electrical Engineering Department Industrial Engineering Faculty Institut
SYSTEM IDENTIFIKASI GANGGUAN STROKE ISKEMIK MENGGUNAKAN METODE OTSU DAN FUZZY C-MEAN (FCM)
SYSTEM IDENTIFIKASI GANGGUAN STROKE ISKEMIK MENGGUNAKAN METODE OTSU DAN FUZZY C-MEAN (FCM) Jani Kusanti Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik Elektro dan Informatika Universitas Surakarta (UNSA),
COMPUTER VISION UNTUK PENGHITUNGAN JARAK OBYEK TERHADAP KAMERA
Seminar Nasional Teknologi Terapan SNTT 2013 (26/10/2013) COMPUTER VISION UNTUK PENGHITUNGAN JARAK OBYEK TERHADAP KAMERA Isnan Nur Rifai *1 Budi Sumanto *2 Program Diploma Elektronika & Instrumentasi Sekolah
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENDETEKSIAN OBJEK MENGGUNAKAN METODE YCBCR PADA ROBOWAITER DRU99RWE4-V13
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENDETEKSIAN OBJEK MENGGUNAKAN METODE YCBCR PADA ROBOWAITER DRU99RWE4-V13 Ferry Ebitnaser 1, Taufiq Nuzwir Nizar 2, John Adler 3 1,2,3 Jurusan Teknik Komputer Unikom,
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat seiring dengan kebutuhan manusia akan teknologi tersebut yang semakin meningkat dalam rangka membantu
IDENTIFIKASI AWAL PLAT NOMOR MOBIL MENGGUNAKAN PROGRAM KONVENSIONAL SEBAGAI LANGKAH AWAL PENGGUNAAN JARINGAN SARAF TIRUAN
IDENTIFIKASI AWAL PLAT NOMOR MOBIL MENGGUNAKAN PROGRAM KONVENSIONAL SEBAGAI LANGKAH AWAL PENGGUNAAN JARINGAN SARAF TIRUAN Soegianto Soelistiono, Ardan Listya Romdhoni Departemen Fisika Fakultas Sains dan
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Sistem vision yang akan diimplementasikan terdiri dari 2 bagian, yaitu sistem perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat lunak yang digunakan dalam sistem vision ini adalah
RANCANG BANGUN TOOL UNTUK JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST) MODEL PERCEPTRON
RANCANG BANGUN TOOL UNTUK JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST) MODEL PERCEPTRON Liza Afriyanti Laboratorium Komputasi dan Sistem Cerdas Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri,Universitas Islam
Perancangan Robot Pemadam Api Divisi Senior Berkaki
112 JURNAL ILMIAH SEMESTA TEKNIKA Vol. 14, No. 2, 112-116, November 2011 Perancangan Robot Pemadam Api Divisi Senior Berkaki (Robot Design Senior Division Fire Legged) LATIF HIDAYAT, ISWANTO, HELMAN MUHAMMAD
Sistem Pembaca Teks Bahasa Indonesia Otomatis Menggunakan Kamera Web Dengan Metode Integral Proyeksi
Sistem Pembaca Teks Bahasa Indonesia Otomatis Menggunakan Kamera Web Dengan Metode Sigit Wasista, Siwi Dian Priyanti Jurusan Teknik Elektronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya- Institut Teknologi
KAMERA PENDETEKSI GERAK MENGGUNAKAN MATLAB 7.1. Nugroho hary Mindiar,
KAMERA PENDETEKSI GERAK MENGGUNAKAN MATLAB 7.1 Nugroho hary Mindiar, 21104209 Mahasiswa Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma [email protected]
Operasi Titik Kartika Firdausy
Operasi Titik Kartika Firdausy [email protected] blog.uad.ac.id/kartikaf 2262230 Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu: mengidentifikasi Fungsi Transformasi Skala Keabuan menjelaskan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengenalan Pola Pengenalan pola adalah suatu ilmu untuk mengklasifikasikan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan pengukuran kuantitatif fitur (ciri) atau sifat utama dari suatu
IMPLEMENTASI METODE RETINEX UNTUK PENCERAHAN CITRA
IMPLEMENTASI METODE RETINEX UNTUK PENCERAHAN CITRA Murinto 1), Eko Aribowo, Elena Yustina Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Email : [email protected]
SISTEM PENGENDALI ROBOT LENGAN MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN VISUAL BASIC
SISTEM PENGENDALI ROBOT LENGAN MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN VISUAL BASIC Syarifah Hamidah [1], Seno D. Panjaitan [], Dedi Triyanto [3] Jurusan Sistem Komputer, Fak.MIPA Universitas Tanjungpura [1][3] Jurusan
PENGENALAN AKSARA JAWAMENGGUNAKAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ)
PENGENALAN AKSARA JAWAMENGGUNAKAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) Alfa Ceria Agustina (1) Sri Suwarno (2) Umi Proboyekti (3) [email protected] [email protected] Abstraksi Saat ini jaringan saraf tiruan
Pengenalan Tanda Tangan melalui Pengolahan Citra Digital dan Jaringan Saraf Tiruan Radial Basis Function
Pengenalan Tanda Tangan melalui Pengolahan Citra Digital dan Jaringan Saraf Tiruan Radial Basis Function Ignatius Ricardo Sistem Informasi Universitas Pelita Harapan Surabaya, Indonesia [email protected]
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI PID SEBAGAI PENGONTROL KECEPATAN ROBOT MOBIL PADA LINTASAN DATAR, TANJAKAN, DAN TURUNAN TUGAS AKHIR
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI PID SEBAGAI PENGONTROL KECEPATAN ROBOT MOBIL PADA LINTASAN DATAR, TANJAKAN, DAN TURUNAN TUGAS AKHIR Oleh : Imil Hamda Imran NIM : 06175062 Pembimbing I : Ir.
PENGENALAN HURUF DAN ANGKA PADA CITRA BITMAP DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN METODE PROPAGASI BALIK
PENGENALAN HURUF DAN ANGKA PADA CITRA BITMAP DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN METODE PROPAGASI BALIK Naskah Publikasi disusun oleh Zul Chaedir 05.11.0999 Kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
Bab II Teori Dasar 2.1 Representasi Citra
Bab II Teori Dasar 2.1 Representasi Citra Citra dapat direpresentasikan sebagai kumpulan picture element (pixel) pada sebuah fungsi analog dua dimensi f(x,y) yang menyatakan intensitas cahaya yang terpantul
APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MENGENALI TULISAN TANGAN HURUF A, B, C, DAN D PADA JAWABAN SOAL PILIHAN GANDA
APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MENGENALI TULISAN TANGAN HURUF A, B, C, DAN D PADA JAWABAN SOAL PILIHAN GANDA (Studi Eksplorasi Pengembangan Pengolahan Lembar Jawaban Ujian Soal Pilihan Ganda di
BAB 2 ROBOTIKA. Perancangan aplikasi..., Dian Hardiyanto, FT UI, 2008.
BAB 2 ROBOTIKA 2.1 Definisi Robot Apabila kita melihat di dunia industri, penggunaan robot dapat dikatakan sebagai hal yang sudah biasa, meskipun penggunaan dari tipe sederhana hingga robot cerdas yang
oleh: M BAHARUDIN GHANIY NRP
oleh: M BAHARUDIN GHANIY NRP. 1202 109 022 Teknologi fotografi pada era sekarang ini berkembang sangat pesat. Hal ini terbukti dengan adanya kamera digital. Bentuk dari kamera digital pada umumnya kecil,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sel Darah Merah Sel yang paling banyak di dalam selaput darah adalah sel darah merah atau juga dikenal dengan eritrosit. Sel darah merah berbentuk cakram bikonkaf dengan diameter
JARINGAN SARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK PENGENALAN WAJAH METODE EKSTRAKSI FITUR Sigit Kusmaryanto Teknok Elektro FTUB,
JARINGAN SARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK PENGENALAN WAJAH METODE EKSTRAKSI FITUR Sigit Kusmaryanto Teknok Elektro FTUB, [email protected] ABSTRAKSI Salah satu kelemahan umum pada pengenalan pola untuk
ALGORITMA BACK PROPAGATION NEURAL NETWORK UNTUK PENGENALAN POLA KARAKTER HURUF JAWA
Nazla Nurmila, Aris Sugiharto, Eko Adi Sarwoko ALGORITMA BACK PROPAGATION NEURAL NETWORK UNTUK PENGENALAN POLA KARAKTER HURUF JAWA Nazla Nurmila, Aris Sugiharto, dan Eko Adi Sarwoko Prodi Ilmu Komputer
PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN DALAM SEBUAH CITRA MENGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN ABSTRAK
PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN DALAM SEBUAH CITRA MENGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN Decy Nataliana [1], Sabat Anwari [2], Arief Hermawan [3] Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut
PENDUGAAN PRODUKTIVITAS PADI DENGAN PENGOLAHAN CITRA YANG DIAMBIL DARI PESAWAT TERBANG MINI
PENDUGAAN PRODUKTIVITAS PADI DENGAN PENGOLAHAN CITRA YANG DIAMBIL DARI PESAWAT TERBANG MINI I Wayan Astika 1, Hasbi M. Suud 2, Radite P.A. Setiawan 1, M. Faiz Syuaib 1, M. Solahudin 1 1 Departemen Teknik
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan sistem aplikasi yang digunakan sebagai user interface untuk menangkap citra ikan, mengolahnya dan menampilkan
FAKULTAS TEKNIK (FT) PROGRAM TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2016
DETEKSI KEMUNCULAN BULAN SABIT MENGGUNAKAN METODE CIRCULAR HOUGH TRANSFORM ARTIKEL Diajukan Untuk Penulisan Skripsi Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom) Pada Program
IMPLEMENTASI METODE SPEED UP FEATURES DALAM MENDETEKSI WAJAH
IMPLEMENTASI METODE SPEED UP FEATURES DALAM MENDETEKSI WAJAH Fitri Afriani Lubis 1, Hery Sunandar 2, Guidio Leonarde Ginting 3, Lince Tomoria Sianturi 4 1 Mahasiswa Teknik Informatika, STMIK Budi Darma
SISTEM PENGENALAN BUAH MENGGUNAKAN METODE DISCRETE COSINE TRANSFORM dan EUCLIDEAN DISTANCE
SISTEM PENGENALAN BUAH MENGGUNAKAN METODE DISCRETE COSINE TRANSFORM dan EUCLIDEAN DISTANCE Bagus Aditya *), Achmad Hidayatno, and Ajub Ajulian Zahra Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang
Pengantar PENGOLAHAN CITRA. Achmad Basuki PENS-ITS Surabaya 2007
Pengantar PENGOLAHAN CITRA Achmad Basuki PENS-ITS Surabaya 2007 TUJUAN Mahasiswa dapat membuat aplikasi pengolahan citra Mahasiswa dapat menerapkan konsep-konsep pengolahan citra untuk menghasilkan suatu
SIMULASI PENGENALAN TULISAN MENGGUNAKAN LVQ (LEARNING VECTOR QUANTIZATION )
SIMULASI PENGENALAN TULISAN MENGGUNAKAN LVQ (LEARNING VECTOR QUANTIZATION ) Fachrul Kurniawan, Hani Nurhayati Jurusan Teknik Informatika, Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik
PENGATURAN KECERAHAN DAN KONTRAS CITRA SECARA AUTOMATIS DENGAN TEKNIK PEMODELAN HISTOGRAM
PENGATURAN KECERAHAN DAN KONTRAS CITRA SECARA AUTOMATIS DENGAN TEKNIK PEMODELAN HISTOGRAM Danny Ibrahim 1, Achmad Hidayatno 2, R. Rizal Isnanto 2 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,
Media Informatika Vol. 15 No. 2 (2016) SIMULASI ROBOT LINE FOLLOWER DENGAN PROTEUS. Sudimanto
Media Informatika Vol. 15 No. 2 (2016) SIMULASI ROBOT LINE FOLLOWER DENGAN PROTEUS Sudimanto Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan computer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung 40132 E-mail : [email protected]
BAB III PERANCANGAN KECERDASAN-BUATAN ROBOT PENCARI JALUR
BAB III PERANCANGAN KECERDASAN-BUATAN ROBOT PENCARI JALUR Kecerdasan-buatan yang dirancang untuk robot pencari jalur ini ditujukan pada lingkungan labirin (maze) dua dimensi seperti ditunjukkan oleh Gambar
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Kendali Sistem Kendali atau control system terdiri dari dua kata yaitu system dan control. System berasal dari Bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah
IMPLEMENTASI JARINGAN SARAF TIRUAN HAMMING DALAM KASUS PENGENALAN POLA ANGKA DAN HURUF. Oleh : M. Husaini., S.T., M.T Dosen IAIN Bandar Lampung
IMPLEMENTASI JARINGAN SARAF TIRUAN HAMMING DALAM KASUS PENGENALAN POLA ANGKA DAN HURUF Oleh : M. Husaini., S.T., M.T Dosen IAIN Bandar Lampung 1. ABSTRAKSI Jaringan Saraf Tiruan (JST) mempunyai prinsip
Sistem Pengemudian Otomatis pada Kendaraan Berroda dengan Model Pembelajaran On-line Menggunakan NN
Sistem Pengemudian Otomatis pada Kendaraan Berroda dengan Model Pembelajaran On-line Menggunakan Eru Puspita Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS Keputih
Pengenalan Plat Nomor Mobil Menggunakan Metode Learning Vector Quantization
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 2, No. 3, Maret 2018, hlm. 1313-1317 http://j-ptiik.ub.ac.id Pengenalan Plat Nomor Mobil Menggunakan Metode Learning Vector
PENGEMBANGAN APLIKASI PERHITUNGAN JUMLAH OBJEK PADA CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATHEMATICAL MORPHOLOGY
PENGEMBANGAN APLIKASI PERHITUNGAN JUMLAH OBJEK PADA CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATHEMATICAL MORPHOLOGY DAN TEKNIK CONNECTED COMPONENT LABELING Oleh I Komang Deny Supanji, NIM 0815051052 Jurusan
Jaringan Syaraf Tiruan Bidirectional Associative Memory (BAM) Sebagai Identifikasi Pola Sidik jari Manusia
Jurnal Informatika Mulawarman Vol 4 No. 1 Feb 2009 21 Jaringan Syaraf Tiruan Bidirectional Associative Memory (BAM) Sebagai Identifikasi Pola Sidik jari Manusia ZAINAL ARIFIN Program Studi Ilmu Komputer,
Perancangan Sistem Kendali Pergerakan Robot Beroda dengan Media Gelombang Radio
Perancangan Sistem Kendali Pergerakan Robot Beroda dengan Media Gelombang Radio Fransiscus A. Halim 1, Meiliayana 2, Wendy 3 1 Program Studi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pelita
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jaringan syaraf tiruan merupakan bidang ilmu yang banyak digunakan dalam melakukan pengenalan pola suatu obyek. Banyak obyek yang dapat digunakan untuk pengenalan pola
Aplikasi Pengenalan Citra Chord Gitar Menggunakan Learning Vector Quantization (LVQ)
95 Aplikasi Pengenalan Citra Chord Gitar Menggunakan Learning Vector Quantization (LVQ) Imam Suderajad *), Tamam Asrori **), Mohammad ***), Dwi Prananto ****) Teknik Elektro, Universitas Panca Marga Email:
Perbandingan Antara Metode Kohonen Neural Network dengan Metode Learning Vector Quantization Pada Pengenalan Pola Tandatangan
Jurnal Sains & Matematika (JSM) ISSN Kajian 0854-0675 Pustaka Volume14, Nomor 4, Oktober 2006 Kajian Pustaka: 147-153 Perbandingan Antara Metode Kohonen Neural Network dengan Metode Learning Vector Quantization
DIAGNOSA GANGGUAN SALURAN PERNAFASAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION
DIAGNOSA GANGGUAN SALURAN PERNAFASAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Bambang Yuwono 1), Heru Cahya Rustamaji 2), Usamah Dani 3) 1,2,3) Jurusan Teknik Informatika UPN "Veteran" Yogyakarta
MODEL OTOMASI SISTEM SORTIR BARANG BERDASARKAN WARNA DAN BENTUKNYA ABSTRAK
MODEL OTOMASI SISTEM SORTIR BARANG BERDASARKAN WARNA DAN BENTUKNYA Disusun oleh: Bryan Alexander (0822085) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri, MPH no.65, Bandung, Indonesia,
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Perangkat Keras 3.1.1 Blok Diagram Sistem Gambaran sistem dapat dilihat pada blok diagram sistem di bawah ini : Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem Berdasarkan blok
PENERAPAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) PADA PREDIKSI JURUSAN DI SMA PGRI 1 BANJARBARU
PENERAPAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) PADA PREDIKSI JURUSAN DI SMA PGRI 1 BANJARBARU Risky Meliawati 1,Oni Soesanto 2, Dwi Kartini 3 1,3Prodi Ilmu Komputer FMIPA UNLAM 2 Prodi Matematika
Oleh: Ulir Rohwana ( ) Dosen Pembimbing: Prof. Dr. H. M. Isa Irawan, M.T.
Oleh: Ulir Rohwana (1209 100 702) Dosen Pembimbing: Prof. Dr. H. M. Isa Irawan, M.T. DAFTAR ISI I II III IV V VI PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA METODOLOGI PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI HASIL DAN PENGUJIAN
APLIKASI PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION
APLIKASI PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION Hamsina 1, Evanita V Manullang 1, Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer dan Manajemen,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Implementasi antar muka dalam tugas akhir ini terdiri dari form halaman
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Antar Muka Implementasi antar muka dalam tugas akhir ini terdiri dari form halaman judul perangkat lunak, form pelatihan jaringan saraf tiruan, form pengujian
KLASIFIKASI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES-CLASSIFIER
KLASIFIKASI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES-CLASSIFIER ACHMAD FAHRUROZI 1 1 Universitas Gunadarma, [email protected] Abstrak Masalah yang akan diangkat dalam makalah ini adalah bagaimana
Model Otomasi Penyortir Warna Barang dengan Metode Thresholding dan Bentuk Barang dengan Metode Pengenalan Pola
12 ISSN 1979-2867 (print) Electrical Engineering Journal Vol. 5 (2014) No. 1, pp. 12-31 Model Otomasi Penyortir Warna Barang dengan Metode Thresholding dan Bentuk Barang dengan Metode Pengenalan Pola Muliady
ALAT PENGINGAT DAN PEMBATAS KECEPATAN PADA KEDARAAN BERMOTOR
ALAT PENGINGAT DAN PEMBATAS KECEPATAN PADA KEDARAAN BERMOTOR Sigit Sulistio R. Enggal Desiyan Defri Yosrizal Jurusan Teknik Informatika STMIK PalComTech Palembang Abstrak Tingkat kecelakaan lalu lintas
IDENTIFIKASI NOMOR POLISI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN SELF ORGANIZING MAPS (SOMS)
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) IDENTIFIKASI NOMOR POLISI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN SELF ORGANIZING MAPS (SOMS) Inung Wijayanto¹, Iwan Iwut Tritoasmoro², Koredianto Usman³
Model Sistem Akses Tempat Parkir Berdasarkan Pengenalan Plat Nomor Kendaraan. Andry Jonathan ( )
Model Sistem Akses Tempat Parkir Berdasarkan Pengenalan Plat Nomor Kendaraan Andry Jonathan (1122041) Email: [email protected] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menggunakan serial port (baudrate 4800bps, COM1). Menggunakan Sistem Operasi Windows XP.
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Bab ini menjelaskan tentang hasil penelitian yang berupa spesifikasi sistem, prosedur operasional penggunaan program, dan analisa sistem yang telah dibuat. 4.1 Spesifikasi
Penggunaan Sensor Kesetimbangan Accelerometer dan Sensor Halangan Ultrasonic pada Aplikasi Robot Berkaki Dua
Volume 1 Nomor 2, April 217 e-issn : 2541-219 p-issn : 2541-44X Penggunaan Sensor Kesetimbangan Accelerometer dan Sensor Halangan Ultrasonic pada Aplikasi Robot Berkaki Dua Abdullah Sekolah Tinggi Teknik
PENGENALAN POLA GARIS DASAR KALIMAT PADA TULISAN TANGAN UNTUK MENGETAHUI KARAKTER SESEORANG DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILIENT BACKPROPAGATION
PENGENALAN POLA GARIS DASAR KALIMAT PADA TULISAN TANGAN UNTUK MENGETAHUI KARAKTER SESEORANG DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILIENT BACKPROPAGATION ABSTRAK Juventus Suharta (0722026) Jurusan Teknik Elektro
PENGEMBANGAN TUGAS AKHIR RE Rakhmad Adi Rodiyat NRP Dosen Pembimbing. JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Fakultas Teknologi Industri
z TUGAS AKHIR RE 1599 PENGEMBANGAN ROBOT KARTESIAN PEMINDAH BARANG DENGAN MENGGUNAKAN KAMERA UNTUK MENGIDENTIFIKASI LOKASI AWAL OBJEK Rakhmad Adi Rodiyat NRP 2205100169 Dosen Pembimbing Ir. Djoko Purwanto,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Artificial Neural Network atau jaringan syaraf tiruan merupakan bidang yang sangat berkembang saat ini. Pemanfaatan teknologi mesin dan computer yang tidak terbatas
SISTEM KENDALI ROBOT MANIPULATOR PEMINDAH BARANG DENGAN UMPAN BALIK VISUAL
SISTEM KENDALI ROBOT MANIPULATOR PEMINDAH BARANG DENGAN UMPAN BALIK VISUAL Andik Yulianto 1), Edy Ramadan ) 1), ) Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Internasional Batam
Deteksi Kanker Paru-Paru Dari Citra Foto Rontgen Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation
Deteksi Kanker Paru-Paru Dari Citra Foto Rontgen Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation Tri Deviasari Wulan 1, Endah Purwanti 2, Moh Yasin 3 1,2 Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi
TEKNIK PENGOLAHAN CITRA MENGGUNAKAN METODE KECERAHAN CITRA KONTRAS DAN PENAJAMAN CITRA DALAM MENGHASILKAN KUALITAS GAMBAR
TEKNIK PENGOLAHAN CITRA MENGGUNAKAN METODE KECERAHAN CITRA KONTRAS DAN PENAJAMAN CITRA DALAM MENGHASILKAN KUALITAS GAMBAR Zulkifli Dosen Tetap Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim Email : [email protected]
PERANGKAT LUNAK PERBAIKAN KUALITAS CITRA DIGITAL MODEL RGB DAN IHS DENGAN OPERASI PENINGKATAN KONTRAS
PERANGKAT LUNAK PERBAIKAN KUALITAS CITRA DIGITAL MODEL RGB DAN IHS DENGAN OPERASI PENINGKATAN KONTRAS Tole Sutikno, Kartika Firdausy, Eko Prasetyo Center for Electrical Engineering Research and Solutions
SISTEM REKOGNISI KARAKTER NUMERIK MENGGUNAKAN ALGORITMA PERCEPTRON
30 BAB IV SISTEM REKOGNISI KARAKTER NUMERIK MENGGUNAKAN ALGORITMA PERCEPTRON 4.1 Gambaran Umum Sistem Diagram sederhana dari program yang dibangun dapat diilustrasikan dalam diagram konteks berikut. Gambar
SISTEM PENGENALAN BARCODE MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION
SISTEM PENGENALAN BARCODE MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION Nama Mahasiswa : Gigih Prasetyo Cahyono NRP : 1206 100 067 Jurusan : Matematika FMIPA-ITS Dosen Pembimbing : Prof.
Aplikasi Jaringan Saraf Tiruan Sebagai Penterjemah Karakter Braille Ke Bentuk Abjad
The 13 th Industrial Electronics Seminar 2011 (IES 2011) Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), Indonesia, October 26, 2011 Aplikasi Jaringan Saraf Tiruan Sebagai Penterjemah
PENGHITUNG JUMLAH MOBIL MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL DENGAN INPUT VIDEO DIGITAL
PENGHITUNG JUMLAH MOBIL MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL DENGAN INPUT VIDEO DIGITAL Mawaddah Aynurrohmah, Andi Sunyoto STMIK AMIKOM Yogyakarta email : [email protected] Abstraksi Perkembangan teknologi
OTOMASI PEMISAH BUAH TOMAT BERDASARKAN UKURAN DAN WARNA MENGGUNAKAN WEBCAM SEBAGAI SENSOR
Seminar Nasional Ilmu Komputer dan Aplikasinya SNIKA 2008 27/11/2008 OTOMASI PEMISAH BUAH TOMAT BERDASARKAN UKURAN DAN WARNA MENGGUNAKAN WEBCAM SEBAGAI SENSOR Thiang, Leonardus Indrotanoto Jurusan Teknik
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Meter Air. Gambar 2.1 Meter Air. Meter air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus
BAB II DASAR TEORI 2.1 Meter Air Gambar 2.1 Meter Air Meter air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus menerus melalui sistem kerja peralatan yang dilengkapi dengan unit sensor,
JURNAL IT STMIK HANDAYANI
Syamsu Alam 1), Mirfan ) Sistem Komputer STMIK Handayani 1), Teknik Informatika STMIK Handayani ) [email protected] 1), [email protected] ) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendeteksi
