TEKNIK MENANGANI PROKRASTINASI
|
|
|
- Irwan Hermanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODUL SS-06 TEKNIK MENANGANI PROKRASTINASI Oleh: Dr. Arlina Gunarya, M.Sc. 1. Pendahuluan Kita telah mengetahui bagaimana belajar menjadi termotivasi, bahkan mungkin kita telah mempraktekkannya dan betul menjadi terpacu dan bertekad hendak melakukannya sesuai jadwal. Namun demikian, masih sering terjadi gejala dimana apa yang hendak kita lakukan, karena satu dan lain hal dan tanpa disadari, telah tertunda-tunda. Dengan perkataan lain, bagi sejumlah orang ada satu hal yang masih bisa menggagalkan keberhasilan studi mereka, yaitu adanya kebiasaan menundanunda melakukan tugas, atau lebih tepatnya menghindari menyelesaikan tugas, yang disebut Prokrastinasi Procrastination. Secara etimology, kata procrastination berasal dari bahasa Latin, yakni dari kata kerja procrastinare, kombinasi dari kata Pro yang bermatra menuju gerak dengan kata crastinus yang berarti milik hari esok. Menurut Ferrari (Ferrari et al., 1995:4) kata ini mempunyai sejarah yang panjang, jauh ke jaman Mesir Kuno. Kata ini dipakai dalam denotasi positif yaitu...the useful habit of avoiding unnecessary work and impulsive effort.... Artinya, penundaan melakukan suatu tindakan dalam kerangka arif bijaksana-wise, perlu memikirkan terlebih dahulu agar tdiak secara impulsive melakukan sesuatu. Hal ini juga dipergunakan oleh tentara Roma dalam ragka kehati-hatian meghadapi musuhnya, agar tidak terjebak dalam pertempuran konyol. Namun di sisi lain, pengertian kata tersebut mempunyai konotasi negative, yaitu penundaa karena kemalasan-...the harmful habits of laziness in completing a task necessary for subsistence.... Dalam era modern, pengertian prokrastinasi lebih dipergunakan dalam denotasi penundaan yang negatif. Sebagaimana dikemukakan oleh Milgram (1991), pengertian prokrastinasi megandung beberapa unsur berikut: 1) serangkaian perilaku menunda-nunda; 2) berakibat rendahnya mutu produk perilaku tersebut; 3) menyangkut tugas yang oleh procrastinator dianggap penting untuk dilakukan dan 4) berakhir pada keadaan emosional yang tidak karuan. Dengan pengertian ini, prokrastinasi bukanlah perilaku kemalasan yang sederhana. Prokrastinasi adalah perilaku kompleks yang merupakan gangguan emosional pada individu tersebut. Hal ini bisa berakibat fatal karena kebiasaan ini dapat membuat orang tersebut tidak berhasil dalam hidupnya. Oleh karena itu, sebaiknya setiap mahasiswa yang ingin berhasil dapat mengenali gejala Basic Study Skills UNHAS-Agustus 2011 Page 1
2 prokrastinasi sedini mungkin, sehingga ia dapat mengambil langkah-langkah pencegahan. Bila pun telanjur sudah memiliki penyakit ini, ia dapat segera mengambil langkah-langkah penanganan. Setelah mahasiswa peserta pelatihan BSS telah selesai mempelajari modul SS 06 ini, diharapkan mereka dapat: o Menjelaskan apa yang dimaksud dengan prokrastinasi dan penyebabnya o Mengenali diri sendiri apakah seorang prokrastinator atau bukan o Menyebutkan dan memilih serta melakukan upaya-upaya menghindari dan atau mengatasi prokrastinasi yang ada pada dirinya. Bahkan pada gilirannya diharapkan mahasiswa dapat menjadi mitra penyokong teman-temannya yang memerlukan penanganan prokrastinasi. 2. Jeda sejenak Inginkah anda mengetahui apakah anda seorang prokrastinator? Sudah sejauh mana gejala prokrastinasi anda? Ambil lembar isian assesmen yng sudah disediakan, lalu mari telaah diri kita masing-masing. Bacalah petunjuk pada lembar isian tersebut dengan cermat. Setelah dipahami, silakan mulai menjawab. 3. Langkah-langkah penanganan Prokrastinasi 3.1. Langkah pertama: Telaah sikap diri terhadap tugas Untuk dapat mengatasi persoalan prokrastinasi, terlebih dahulu anda perlu memahami persoalan itu sendiri. Artinya diperlukan analisis atas situasi dan kondisi anda pada saat tugas tidak terselesaikan dengan baik. Cobalah untuk diam sejenak, lalu telaah dan cobalah berdialog dengan diri sendiri tentang tugas yang sedang dihadapi. Telusuri sikap diri secara jujur terhadap tugas tersebut. Perlu dilihat apakah tugas tersebut memang merupakan tugas anda dan anda bertanggung jawab untuk melakukanya. Bila demikian halnya, maka silakan lanjut pada langkah kedua. Sebaliknya bila anda tidak atau belum bisa melihat bahwa tugas itu adalah tugas anda dan ada kemarahan atau emosi menggaggu lainnya di dalam hati, maka selesaikanlah terlebih dahulu masalah emosi anda. Basic Study Skills UNHAS-Agustus 2011 Page 2
3 o Pertama-tama, perlu ditelaah apakah tidak selesainya tugas tersebut disebabkan oleh manajemen waktu yang tidak bagus? Bila demikian halnya, silakan kembali ke MD 05 mengenai manajemen waktu dan latihlah diri anda dengan lebih baik. o Bila ternyata anda sudah paham bagaimana manajemen waktu yang baik, tetapi anda tidak melakukannya, mungkin anda punya persoalan yang lebih serius. Mungkin saja salah satu aspek itu berada di bawah ini: 1. Tidak melihat relevansinya dengan diri. Bila sutau tugas anda anggap tidak relevan, maka akan sulit bagi anda untuk termotivasi memulai mengerjakannya 2. Tugas dianggap sebagai tujuan orang lain dan bukan tujuan anda. Apabila suatu tugas dipaksakan kepada anda dan anda tidak tertarik dan tidak melihat manfaatnya bagi tujuan anda, maka anda akan terhambat untuk menyediakan waktu untuk mengerjakannya. 3. Perfeksionisme. Anda memiliki standar yang terlalu tinggi, sehingga tak ter jangkau. Anda menjadi terhambat, tidak terdorong untuk mengerjakannya. Perlu Anda catat bahwa kesempurnaan tidak pernah dapat dicapai. 4. Kecemasan dievaluasi. Ada orang-orang yang tidak siap untuk di evaluasi, sehingga timbul kecemasan jangan jangan saya akan dinilai jelek, takut salah, dst; sehingga akhirnya tidak bisa bekerja jadi tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut. 5. Ambiguity keraguan. Apabila Anda tidak jelas tentang apa yang diharapkan dari Anda, boleh jadi Anda kesulitan untuk memulai pekerjaan. Takut akan hal baru yang tidak diketahui, akan menghambat semangat anda untuk mulai bekerja. 6. Ketidak mampuan menangani tugas tersebut. Apabila Anda kurang memiliki pengetahuan atau keterampilan yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tsb. atau mungkin penghayatan Anda tidak cukup memadai untuk dapat menyelesaikan tugas tersebut. Boleh jadi anda akan sama sekali menghindarinya, tidak mengerjakannya. o Setelah tahu penyebab prokrastinasi di diri Anda, selesaikanlah persoalan di diri Anda. Bila perlu bicarakan dengan orang yang relevan, dengan teman, dengan dosen atau PA Anda. Bahkan bila perlu Anda bisa datang berkonsultasi ke Pusat Bimbingan Konseling UNHAS Langkah kedua:. penyelarasan diri dengan tugas Basic Study Skills UNHAS-Agustus 2011 Page 3
4 Apabila Anda menghadapi tugas yang membutuhkan kurun waktu yang panjang, bagi lah tugas tersebut ke dalam bagian-bagian (segmen) yang pendek dan manageable. Biasanya, tugas pendek tidak menimbulkan prokrastinasi. Jadi apabila Anda membagi tugas kompleks dan butuh waktu lama menjadi beberapa bagian pendek, sehingga setiap segmen bisa dkerja kan atau diselesaikan setiap hari/minggu/bulan; Sedemikian rupa sehingga tugas tsb secara keseluruhan dapat diselesakan paling lambat pada tgl.{tentukan tgl ini beberapa hari sebelum batas waktu (dead line)}. Contoh /illustrasi : # tugas membaca text, - rencanakanlah membaca sejumlah halaman setiap waktu tertentu, setiap harinya/setiap minggunya sehingga seluruhnya dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah kita tentukan. - Buat penjadwalan, siapkan bahannya (bila perlu fotocopy supaya bisa dipilah perporsinya) - Kerjakan # tugas membuat paper/project, - Pilah tugas membuat paper berdasarkan proses pembuatannya - Tentukan estimasi kurun waktu yang dibutuhkan untuk setiap langkah dari proses tersebut. - Buat penjadwalan, tentukan waktu spesifik untuk mengerjakannya setiap hari/minggunya, kemudian hitung mundur ( backward ) dari beberapa hari sebelum dead line - Kerjakan 3.3 Langkah ketiga : Hindari perasaan terbeban (overwhelmed) Hindari perasaan terbebani (over-whelmed), dengan cara memecah tugas besar atau tugas sulit menjadi bagian/komponen yang lebih kecil, sehingga manageable. Kemudian pusatkan perhatian Anda hanya pada satu bagian saja yakni satu bagian yang sedang Anda kerjakan. 3.4 Langkah Keempat: Hindarkan Diri dari perfectionism Jangan biarkan kebiasaan perfectionism membuat Anda tidak berdaya. Sebagai orang yang sedang belajar (mahasiswa, dosen, siapapun) Anda tidak diharapkan menunjukkan keahlian / kepakaran. Lakukan yang terbaik yang mampu Anda lakukan ( do the best you can ), kemudian mintalah umpan balik feed-back (berbeda dari evaluasi/penilaian), dan sedapat mungkin Basic Study Skills UNHAS-Agustus 2011 Page 4
5 menyesuaikan dengan masukkan umpan balik tersebut. Sebagai catatan perlu anda pahami bahwa dosen yang baik akan memperhatikan upaya serius dan perbaikan yang semakin nampak, bukan kesempurnaan. Basic Study Skills UNHAS-Agustus 2011 Page 5
6 3.5 Langkah ke Lima : Hal-hal penting yang harus diperhatikan Hal-hal penting yang harus diperhatikan agar Anda bisa segera mulai mengerjakan tugas dan menjaga tetap mengerjakan tugas tersebut sehingga selesai pada waktu yang Anda tetapkan:. Tetapkan sasaran tertentu (spesifik) untuk diselesaikan dalam setiap kurun waktu belajar Pusatkan perhatian hanya pada satu langkah setiap kali. Optimalkan effisiensi Anda, dengan cara mengendalikan segala sesuatu yang dapat mengganggu Anda Jangan tunggu sampai anda merasa mau memulai melakukannya, tetapi lakukanlah saja sejumlah kecil tugas tersebut (sebagai warming up), nanti Anda bisa lihat Anda akan menjadi terpacu untuk lanjut bekerja. Perhatikan baik-baik, untuk tidak mengijinkan dalih / excuses apapun untuk tidak memulai ataupun berhenti bekerja 3.6 Langkah ke enam : Monitoring pola perilaku Anda secara sadar Anda perlu memonitor kegiatan Anda sehari-hari. Catat kemajuan kerja/study anda dengan cara memberi check-mark di daftar porsi pekerjaan anda atau pada jadwal anda, pada butir porsi yang baru saja anda selesaikan. Nikmati rasa puas yang muncul di diri anda karena telah menyelesaikan apa yang anda canangkan. Selamat -Congratulation. 3.7 Langkah ke tujuh : Beri Apresiasi kepada Diri Jangan lupa beri diri anda imbalan/reward karena sudah menyelesaikan tugas. Hal ini bisa dengan jalan-jalan, nonton TV, makan sesuatu yang anda sukai, baca novel yang tadinya amat menggoda, bahkan istrahat-tidur, atau apa saja yang dapat menyenangkan hati Anda 3.8 Langkah delapan: Kembangkan Respek Diri Langkah terakhir, dan yang perlu dilakukan terus menerus, adalah menjaga dan merawat respek diri agar tidak terperangkap ke masa lalu maupun masa depan. Selalu bisa mensyukuri setiap saat kini dan di kehidupan ini. Dengan demikian kita bisa terhindar dari prokrastinasi dan bisa menjalani hidup lebih bertanggung jawab dan berdaya guna. Basic Study Skills UNHAS-Agustus 2011 Page 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Pengertian Prokrastinasi Akademik.
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Prokrastinasi Akademik 1. Pengertian Prokrastinasi Akademik. Secara etimologis atau menurut asal katanya, istilah prokrastinasi berasal dari bahasa latin yaitu pro atau forward
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini perguruan tinggi di Bandung sudah sangat banyak, sehingga
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini perguruan tinggi di Bandung sudah sangat banyak, sehingga mahasiswa dapat memilih perguruan tinggi yang hendak mereka masuki. Dalam memilih perguruan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dengan awalan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Prokrastinasi Akademik 2.1.1 Pengertian Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dengan awalan pro yang berarti mendorong maju atau bergerak maju dan
BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Bandura self efficacy adalah kepercayaan individu pada kemampuannya untuk
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Self Efficacy 2.1.1 Definisi Self Efficacy Menurut Bandura self efficacy adalah kepercayaan individu pada kemampuannya untuk berhasil melakukan tugas tertentu (Bandura, 1997).
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Oleh sebab itu, sekarang ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana yang sangat membantu dalam meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Oleh sebab itu, sekarang ini pemerintah berupaya meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. non-formal dan informal. Setiap jenis pendidikan tersebut memiliki tujuan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu sarana utama dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh manusia. Pendidikan dapat berupa pendidikan formal, non-formal
BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi ini, setiap orang dituntut untuk memiliki keahlian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi ini, setiap orang dituntut untuk memiliki keahlian dalam bidang tertentu. Semakin tinggi penguasaan seseorang terhadap suatu bidang, semakin
BAB 1 PENDAHULUAN. Setiap harinya manusia dihadapkan dengan berbagai macam tugas, mulai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap harinya manusia dihadapkan dengan berbagai macam tugas, mulai dari tugas rumah tangga, tugas dari kantor ataupun tugas akademis. Banyaknya tugas yang diberikan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. hari esok untuk menyelesaikannya. Menunda seakan sudah menjadi kebiasaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap individu mempunyai cara yang berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan mereka. Ada yang menginginkan pekerjaan agar cepat selesai, ada pula yang menunda dalam menyelesaikan
KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN
KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. ProkrastinasiAkademik Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastinare, dari kata pro yang artinya maju, ke depan, bergerak maju, dan crastinus yang berarti besok
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Istilah procrastination berasal dari bahasa latin procrastinare dengan
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS A. Procrastination 1. Pengertian Procrastination Istilah procrastination berasal dari bahasa latin procrastinare dengan awalan pro yang berarti mendorong
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. maju dan akhiran crastinus yang berarti keputusan hari esok. Jadi prokrastinasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Prokrastinasi 1. Pengertian Prokrastinasi Secara bahasa, istilah prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dengan awalan pro yang berarti mendukung maju atau bergerak
BAB I PENDAHULUAN. dunia pendidikan. Perguruan Tinggi sebagai salah satu jenjang pendidikan di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia tidak terlepas dari dunia pendidikan. Perguruan Tinggi sebagai salah satu jenjang pendidikan di Indonesia
BAB II LANDASAN TEORI. atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik. seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Jejaring Sosial Facebook 2.1.1 Pengertian Jejaring Sosial Facebook Pengertian jejaring sosial menurut Wikipedia (2012) adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENGURANGI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 PALU
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENGURANGI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 PALU Mutmainnah 1 Drs. Abd. Munir Bau Ratu ABSTRAK Kata Kunci :
LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA. No. Pernyataan SS S N TS STS
LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA No. Pernyataan SS S N TS STS 1 2 Saya tidak mendaftar sidang skripsi pada periode ini karena merasa belum siap. Saya tersinggung
BAB I PENDAHULUAN. perilaku prokrastinasi itu sendiri membawa dampak pro dan kontra terhadap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Prokrastinasi akademik merupakan masalah serius yang membawa konsekuensi bagi pelakunya (Gunawinata dkk., 2008: 257). Konsekuensi dari perilaku prokrastinasi
ETIK UMB Modul ke: TUJUAN HIDUP & MOTIVASI PENCAPAIAN PRESTASI FEB SYAHLAN A.SUME,SE,MM. Manajemen. Fakultas. Program Studi
ETIK UMB Modul ke: 03 TUJUAN HIDUP & MOTIVASI PENCAPAIAN PRESTASI FEB Fakultas Program Studi Manajemen BY SYAHLAN A.SUME,SE,MM MAU KEMANA ANDA? TUJUAN HIDUP Sudahkah Anda menetapkan tujuan hidup Anda?
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia, melalui upaya pengajaran dan pelatihan, serta
DAFTAR LAMPIRAN. A. Kuesioner / Skala Prokrastinasi Skripsi, Orientasi Pada Kesempurnaan, dan Efikasi diri. Kata Pengantar
98 DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1: Instrumen Penelitian A. Kuesioner / Skala Prokrastinasi Skripsi, Orientasi Pada Kesempurnaan, dan Efikasi diri Kata Pengantar Angket ini diajukan guna memperoleh data dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Bimbingan dan Konseling Islam. a. Pengertian Bimbingan dan Konseling Islam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teoritik 1. Bimbingan dan Konseling Islam a. Pengertian Bimbingan dan Konseling Islam Bimbingan dan Konseling merupakan terjemahan dari istilah guidance dan counseling
BAB I PENDAHULUAN. masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta cakupan dan batasan masalah.
BAB I PENDAHULUAN Bab pendahuluan ini berisi mengenai gambaran dari penelitian secara keseluruhan. Isi dalam bab ini terdiri dari latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dyah Kusuma Ayu Pradini, 2014
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perilaku belajar seorang siswa sangat berpengaruh terhadap kelangsungan pembelajarannya. Sesuai dengan pendapat Roestiah (2001), belajar yang efisien dapat
#### Selamat Mengerjakan ####
Mohon pilih yang sesuai dengan identitas Anda, dengan cara melingkarinya. Apakah Anda Mahasiswa Fak. Psikolgi Unika? Apa Anda telah menempuh masa kuliah lebih dari lima tahun? Apakah Anda Tidak pernah
Volume 1 Nomor 1, Oktober ISSN
PENGARUH LANYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORAL TERHADAP PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS XI SMK PERINTIS 29 UNGARAN TAHUN AJARAN /2015 Rahayu Praptiana Muhamad Rozikan Abstrak
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang mengutamakan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang mengutamakan pembangunan di berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, ekonomi, teknologi dan budaya.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dan siswa sering melakukan prokrastinasi tugas-tugas akademik. Burka dan Yuen
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Prokrastinasi merupakan salah satu masalah dalam lingkungan akademis dan siswa sering melakukan prokrastinasi tugas-tugas akademik. Burka dan Yuen (dalam Dahlan,
Modul SS Pengantar: Oleh : Dr. Arlina Gunarya,MSc
Modul SS04 Oleh : Dr. Arlina Gunarya,MSc 1. Pengantar: Modul keempat dari kluster Study Skills dalam Belajar, membahas tentang bagaimana kita bisa meningkatkan kemampuan manajemen diri kita dalam berkonsentrasi
BAB I PENDAHULUAN. Tuntutlah ilmu setinggi bintang di langit, merupakan semboyan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Masalah Tuntutlah ilmu setinggi bintang di langit, merupakan semboyan yang sering didengungkan oleh para pendidik. Hal ini menekankan pentingnya pendidikan bagi setiap
BAB I PENDAHULUAN. karena pada dasarnya belajar merupakan bagian dari pendidikan. Selain itu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan aktivitas yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Pendidikan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari istilah belajar karena pada dasarnya
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara psikologi peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) tengah memasuki masa pubertas, yakni suatu masa ketika individu mengalami transisi dari masa kanak-kanak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Prokrastinasi Akademik. pro yang berarti mendorong maju atau bergerak maju dan akhiran crastinus
11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Prokrastinasi Akademik 1. Pengertian Prokrastinasi Akademik Prokrastinasi berasal dari bahasa latin procrastination dengan awalan pro yang berarti mendorong maju atau bergerak
BAB IV ANALISIS DATA. Dalam penelitian ini peneliti menggunkan analisis deskriptif komparatif
BAB IV ANALISIS DATA Dalam penelitian ini peneliti menggunkan analisis deskriptif komparatif untuk mengeksplorasi mengenai permasalahan yang diteliti yang terjadi pada klien. Setelah data diperoleh dari
BAB I PENDAHULUAN. membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
BAB I PENDAHULUAN. memiliki peran yang sama-sama penting. Dalam 7-S Framework of McKinsey
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Organisasi merupakan sebuah struktur yang kompleks yang kesemuanya memiliki peran yang sama-sama penting. Dalam 7-S Framework of McKinsey yang dikemukakan
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Proses penelitian tentang profil prokrastinasi akademik siswa dan
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Proses penelitian tentang profil prokrastinasi akademik siswa dan implikasinya bagi program bimbingan akademik, menghasilkan kesimpulan berdasarkan tiga tema
BAB I PENDAHULUAN. Nasional: Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan kunci bagi suatu bangsa untuk bisa menyiapkan masa depan dan sanggup bersaing dengan bangsa lain. Dunia pendidikan dituntut memberikan respon
Kuesioner A. No Pernyataan SS S TS STS. 1 Saya mudah menemukan ide untuk mengatasi
Kuesioner A Selamat Pagi/Siang/Sore, Saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk membantu saya dalam menyelesaikan tugas akhir. Saya mengharapkan kejujuran Bapak/Ibu/Saudara/i
LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN
54 LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN 55 No. Jurusan Semester Pekerjaan : : : : PETUNJUK PENGISIAN SKALA 1. Skala ini terdiri dari 2, skala yang pertama berjumlah 30 item dan skala yang kedua berjumlah 42 item.
Prosiding SNaPP2012: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN
Prosiding SNaPP2012: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 2089-3590 GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB PROKRASTINASI PADA MAHASISWA PROKRASTINATOR YANG MENGONTRAK SKRIPSI 1 Siti Qadariah, 2 Sukarti Hilmi Manan, 3
MODEL KONSELING (Untuk Peer-Counseling) PLPG Rayon 142
MODEL KONSELING (Untuk Peer-Counseling) PLPG Rayon 142 Oleh: Hartono Dosen Program Studi BK FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya I. Identitas : Nama : Endang (nama samaran) Kelas : XII IPA.4 Sekolah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. mengembangkan kualitas produknya. Karyawan merupakan harta terpenting bagi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karyawan merupakan aset bagi perusahaan, setiap perusahaan membutuhkan karyawan untuk dapat melangsungkan kegiatan dan mengembangkan kualitas produknya. Karyawan
BAB II LANDASAN TEORI. Pada Bab ini akan dibahas beberapa landasan teori sebagai dasar untuk melihat
BAB II LANDASAN TEORI Pada Bab ini akan dibahas beberapa landasan teori sebagai dasar untuk melihat gambaran prokrastinasi pada mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Bina Nusantara. Landasan teori ini
BAB I PENDAHULUAN. semakin menyadari pentingnya mendapatkan pendidikan setinggi mungkin. Salah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan jaman yang semakin maju menuntut masyarakat untuk semakin menyadari pentingnya mendapatkan pendidikan setinggi mungkin. Salah satu tujuan seseorang
[ISSN VOLUME 3 NOMOR 2, OKTOBER] 2016
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK RASIONAL EMOSI KEPERILAKUAN UNTUK MENGURANGI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XII MIPA SMA N 2 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Desi haryanti, Tri Hartini
BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman sekarang, pendidikan merupakan salah satu sarana utama dalam
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman sekarang, pendidikan merupakan salah satu sarana utama dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh manusia. Pendidikan bisa berupa pendidikan
Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak
Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat Oleh: Wakhyudi Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP Abstrak Dalam proses belajar mengajar, terdapat berbagai dinamika yang dialami, baik oleh widyaiswara maupun
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING/KONSELOR DALAM MENGURANGI TINGKAT PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA DI SEKOLAH
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING/KONSELOR DALAM MENGURANGI TINGKAT PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA DI SEKOLAH Dosi Juliawati Institut Agama Islam Negeri Kerinci e-mail: [email protected] Abstrak Prokrastinasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Prokrastinasi. Prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dari kata pro yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Prokrastinasi 1. Pengertian Prokrastinasi Prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dari kata pro yang artinya maju, ke depan, bergerak maju dan crastinus yang
BAB I PENDAHULUAN. bidang akademik, dimana hasil akhir pendidikan dapat mempengaruhi masa depan seseorang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Salah satu aspek yang penting dalam kehidupan adalah kesuksesan atau kegagalan di bidang akademik, dimana hasil akhir pendidikan dapat mempengaruhi masa
BAB II KAJIAN TEORI. 2.1 Tindakan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Tindakan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa 2.1.1. Pengertian Prokrastinasi Para ahli mempunyai pandangan yang berbeda mengenai prokrastinasi. Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa
SKALA I. 1 Saya suka menawarkan barang baru dalam usaha saya. 3 Saya malas mencari ide ide baru untuk usaha saya
SKALA I No Pernyataan SS S TS STS 1 Saya suka menawarkan barang baru dalam 2 Kondisi perekonomian yang sulit menyebabkan usaha saya gagal 3 Saya malas mencari ide ide baru untuk 4 Saya sendiri yang menentukan
Strategi Belajar CERDAS Pada Pendidikan Jarak Jauh. Tri Darmayanti UNIVERSITAS TERBUKA
Strategi Belajar CERDAS Pada Pendidikan Jarak Jauh Tri Darmayanti UNIVERSITAS TERBUKA 2 0 0 4 DAFTAR ISI Halaman Judul... i Daftar Isi... ii Tahukah Anda?... 1 Strategi Belajar CERDAS... 2 1 Huruf C untuk
Nomor : Fakultas : Angkatan / Semester : Status : Bekerja / Tidak Bekerja (Lingkari yang sesuai) PETUNJUK PENGISIAN
Nomor : Fakultas : Angkatan / Semester : Status : Bekerja / Tidak Bekerja (Lingkari yang sesuai) PETUNJUK PENGISIAN 1. Bacalah pernyataan-pernyataan pada lembar berikut, kemudian jawablah dengan sungguh-sungguh
Modul ke: Karakter Sukses. Fakultas. Rusmulyadi, M.Si. Program Studi.
Modul ke: Karakter Sukses Fakultas Rusmulyadi, M.Si. Program Studi www.mercubuana.ac.id Tidak diragukan lagi, karakter memberikan pengaruh yang sangat besar dalam mencapai kesuksesan setiap orang. Karakter
ETIK UMB MENGENAL POTENSI DIRI, KARIR DAN PASSION MENGENALI POTENSI DIRI
Modul ke: ETIK UMB MENGENAL POTENSI DIRI, KARIR DAN PASSION MENGENALI POTENSI DIRI Fakultas Desain dan Seni Kreatif Program Studi Desain Produk www.mercubuana.ac.id Rizky Dwi Pradana, SHI., M.Si A. Pendahuluan
2014 GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PROKRASTINASI AKAD EMIK D ALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI PAD A MAHASISWA PSIKOLOGI UPI
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mahasiswa dalam Peraturan Pemerintah RI No. 30 tahun 1990 adalah: Peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Mahasiswa akhir program S1 harus
ETIK UMB. Mengelola Waktu dan Menyusun Prioritas. Modul ke: 10Fakultas EKONOMI. Program Studi Manajemen
Modul ke: 10Fakultas Gunawan EKONOMI ETIK UMB Mengelola Waktu dan Menyusun Prioritas Wibisono SH MSi Program Studi Manajemen Pengelolaan Waktu/Manajemen Waktu Waktu adalah Uang Waktu UNIK: tidak dapat
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Dasar (SD). Di
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah jenjang pendidikan pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Dasar (SD). Di Indonesia, SMP berlaku sebagai
BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa merupakan masa yang memasuki masa dewasa, pada masa tersebut
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa merupakan peserta didik yang terdaftar dan sedang menempuh proses pendidikan di Perguruan Tinggi. Pada umumnya mahasiswa berusia antara 18-24 tahun
Selamat Mengerjakan -Terima Kasih-
57 Identitas diri Fakultas : Angkatan : Penelitian ini digunakan untuk mengetahui situasi kehidupan para mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN, Identitas diri dan jawaban anda dijamin kerahasiaanya. Petunjuk
BAB II LANDASAN TEORI. Kata prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dengan awalan
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Prokrastinasi Akademik 2.1.1 Pengertian prokrastinasi Kata prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dengan awalan pro yang berarti mendorong maju atau bergerak
Kuesioner A. PROKRASTINASI AKADEMIK
Kuesioner Kami mohon bantuan anda mengisi angket untuk penelitian siswa SMP Negeri 10 Salatiga sebagai bahan riset untuk menyelesaikan Study Magister Sains Psikologi di UKSW Salatiga. Untuk itu kami mohon
2016 PROFIL PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA BERDASARKAN TEORI ENAM TIPE PROKRASTINASI DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia saat ini menuntut individu untuk melakukan sesuatu serba cepat. Kompetisi tinggi merupakan salah satu yang mendorong dunia untuk berkembang dengan pesat. Menurut
BAB I PENDAHULUAN. Semester (SKS). Dalam Sistem Kredit Semester terdapat satuan kredit yang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pendidikan Perguruan Tinggi di Indonesia menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS). Dalam Sistem Kredit Semester terdapat satuan kredit yang menyatakan
BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa adalah murid pada pendidikan tinggi dan memulai jenjang. kedewasaan (Daldiyono, 2009). Mahasiswa digolongkan pada tahap
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mahasiswa adalah murid pada pendidikan tinggi dan memulai jenjang kedewasaan (Daldiyono, 2009). Mahasiswa digolongkan pada tahap perkembangan remaja akhir (18-20 tahun)
BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk kemajuan pembangunan. Salah satu lembaga pendidikan yang penting adalah perguruan tinggi.
ANGKET KEPERCAYAAN DIRI SISWA
107 ANGKET KEPERCAYAAN DIRI SISWA Asalamualaikum wr. Wb. Pada kesempatan ini saya ingin melakukan penelitian tentang kepercayaan diri siswa. Untuk itu saya mohon bantuan dan partisipasinya untuk mengisi
BAB I PENDAHULUAN. yang membedakan dengan makhluk lainnya. Kelebihan yang dimiliki manusia
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk Tuhan yang diberi berbagai kelebihan yang membedakan dengan makhluk lainnya. Kelebihan yang dimiliki manusia adalah akal pikiran
Handling Objection; Keberatan Calon Pembeli dan Cara Mengatasinya
Quote of The Day 08 Desember 2017 Handling Objection; Keberatan Calon Pembeli dan Cara Mengatasinya Keberatan Pembeli, merupakan bagian yang secara umum selalu muncul dalam penjualan. Justru tanpa adanya
sendiri seperti mengikuti adanya sebuah kursus suatu lembaga atau kegiatan
BAB I PENDAHULUAN Pendidikan adalah salah satu cara yang digunakan agar sesorang mendapatkan berbagai macam ilmu. Pendidikan dapat diperoleh secara formal maupun informal. Pendidikan secara formal seperti
BAB. I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tugas. Terkadang manusia merasa semangat untuk melakukan sesuatu namun
1 BAB. I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di dalam kehidupan, manusia memiliki berbagai macam aktivitas dan tugas. Terkadang manusia merasa semangat untuk melakukan sesuatu namun terkadang sebaliknya yaitu
BAB I PENDAHULUAN. sekolah tertentu. Siswa SMP dalam tahap perkembangannya digolongkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Siswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di suatu lembaga sekolah tertentu. Siswa SMP dalam tahap perkembangannya digolongkan sebagai masa remaja.
BAB I PENDAHULUAN. pada setiap individu tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau statusnya sebagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Memasuki era globalisasi sekarang ini, manusia dituntut untuk dapat menggunakan waktu dengan efektif sehingga efisiensi waktu menjadi sangat penting, namun sampai sekarang
Lampiran 1 Alat Ukur DATA PRIBADI. Jenis Kelamin : Pria / Wanita IPK :... Semester ke :...
LAMPIRAN Lampiran 1 Alat Ukur DATA PRIBADI Jenis Kelamin : Pria / Wanita IPK :... Semester ke :... DATA PENUNJANG PENGALAMAN INDIVIDU Jawablah pertanyaan berikut ini dengan cara melingkari pilihan jawaban
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tinjauan Prokrastinasi Akademik 1. Pengertian Prokrastinasi Kata prokrastinasi akademik sebenarnya sudah ada sejak lama, bahkan dalam salah satu prasasti di Universitas Ottawa
BAB 1 PENDAHULUAN. oleh kedua orang tuanya untuk mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan di
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Siswa atau peserta didik adalah mereka yang secara khusus diserahkan oleh kedua orang tuanya untuk mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah, dengan
NO : TB : BB : PETUNJUK PENGISIAN 1. Berikan tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda sendiri.
NO : TB : BB : PETUNJUK PENGISIAN 1. Berikan tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda sendiri. Pilihan jawaban sebanyak empat buah, yaitu: SS : Bila pernyataan tersebut
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kata menyontek mungkin sudah tidak asing lagi bagi pelajar dan mahasiswa. Masalah menyontek selalu terjadi dalam dunia pendidikan dan selalu terkait dengan tes
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
B- Questionnaire Nama Jabatan saat ini ` Petunjuk mengerjakan Berikut adalah sejumlah pertanyaan mengenai sejumlah pengalaman yang pernah Anda alami dalam pekerjaan/kehidupan Anda. Jawablah pertanyaan-pertanyaan
BAB I PENDAHULUAN. Matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti belajar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika dalam bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu
BAB I PENDAHULUAN. kata, mahasiswa adalah seorang agen pembawa perubahan, menjadi seorang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Pengertian
ANGKET UJI COBA PENELITIAN HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 30 PADANG
ANGKET UJI COBA PENELITIAN HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 30 PADANG A. PENGANTAR Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. terlebih dahulu ibu mendo akan ananda
HUBUNGAN PENGGUNAAN STRATEGI SELF- REGULATED LEARNING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS VIII SMP N 1 TAMBUN SELATAN
Hubungan Penggunaan Strategi Self-regulated Learning Dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VIII... 71 HUBUNGAN PENGGUNAAN STRATEGI SELF- REGULATED LEARNING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang penting bagi kehidupan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu aspek yang penting bagi kehidupan seseorang. Kualitas kehidupan seseorang dapat ditingkatkan melalui pendidikan. Demikian pentingnya
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah : B. Definisi Operasional
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah : 1. Variabel Tergantung : Prokrastinasi 2. Variabel Bebas : Kecemasan B. Definisi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. waktu yang dimiliki. Artinya, seseorang menyelesaikan pekerjaan di bawah waktu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu permasalahan yang dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan studi adalah pengelolaan waktu atau disiplin waktu. Mengelola waktu berarti mengarah pada
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Dalam suatu pendidikan formal, seperti SMA/SMK terdapat dua kegiatan yang tidak dapat terpisahkan yaitu belajar dan pembelajaran. Kedua kegiatan tersebut melibatkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Siti Solihah, 2015
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu fenomena yang kerap terjadi di kalangan mahasiswa adalah prokrastinasi akademik. Menurut Lay (LaForge, 2005) prokrastinasi berarti menunda dalam
