PROSPEKTUS PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
|
|
|
- Hamdani Chandra
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PROSPEKTUS Tanggal Efektif : 25 Maret 2011 Masa Penawaran : Maret 2011 Tanggal Penjatahan : 1 April 2011 Tanggal Pembayaran : 4 April 2011 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 5 April 2011 Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 6 April 2011 BAPEPAM DAN LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (SELANJUTNYA DALAM PROSPEKTUS INI DISEBUT PERSEROAN ) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL, SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara) Kegiatan Usaha Bergerak Dalam Bidang Usaha Pembiayaan Sekunder Perumahan Berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Selatan, Indonesia Kantor Grha SMF Jalan Panglima Polim I No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta 12160, Indonesia Telepon: (+6221) , Faksimili: (+6221) PENAWARAN UMUM OBLIGASI SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL IV TAHUN 2011 DENGAN JAMINAN PASTI ASET PIUTANG KPR DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR RP (EMPAT RATUS ENAM PULUH TIGA MILIAR RUPIAH) Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini terdiri dari 2 (dua) seri yang ditawarkan sebagai berikut: Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,4% (delapan koma empat persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sejak Tanggal Penerbitan. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp (tiga ratus tujuh puluh delapan miliar Rupiah). Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,8% (delapan koma delapan persen) per tahun, berjangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan sejak Tanggal Penerbitan. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp (delapan puluh lima miliar Rupiah). Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 5 Juli 2011, sedangkan pembayaran terakhir Bunga Obligasi Seri A akan dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo Obligasi pada tanggal 11 April 2012 dan Seri B akan dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo Obligasi pada tanggal 5 April PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OBLIGASI INI DIJAMIN DENGAN JAMINAN FIDUSIA BERUPA PIUTANG KPR MILIK PERSEROAN BERDASARKAN AKTA JUAL BELI TAGIHAN DENGAN PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK SEKURANG-KURANGNYA SEBESAR 60% (ENAM PULUH PERSEN) DARI NILAI POKOK OBLIGASI. DALAM HAL NILAI JAMINAN KURANG DARI 60% (ENAM PULUH PERSEN), PERSEROAN WAJIB MEMBERIKAN JAMINAN TAMBAHAN YANG NILAINYA MENCUKUPI UNTUK MENUTUP KEKURANGAN NILAI JAMINAN OBLIGASI SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL IV TAHUN 2011 DENGAN JAMINAN PASTI ASET PIUTANG KPR DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP TIDAK DIJAMIN OLEH PEMERINTAH 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN, PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUYBACK) UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI SEBELUM TANGGAL PELUNASAN POKOK OBLIGASI. PEMBELIAN KEMBALI (BUYBACK) TERSEBUT TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA PERSEROAN DALAM KEADAAN LALAI SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 9 PERJANJIAN PERWALIAMANATAN DAN JUGA JIKA PELAKSANAAN PEMBELIAN KEMBALI (BUYBACK) TERSEBUT DAPAT MENGAKIBATKAN PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMENUHI KETENTUAN-KETENTUAN DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN. PEMBELIAN KEMBALI (BUYBACK) OBLIGASI HANYA DAPAT DILAKUKAN PERSEROAN KEPADA PEMEGANG OBLIGASI YANG BUKAN MERUPAKAN AFILIASI PERSEROAN (KECUALI PERUSAHAAN AFILIASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA). PELAKSANAAN PEMBELIAN KEMBALI (BUYBACK) DILAKUKAN MELALUI BURSA EFEK ATAU DI LUAR BURSA EFEK RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT SEHUBUNGAN DENGAN KELANCARAN PEMBAYARAN KEMBALI POKOK DAN /ATAU BUNGA PENYALURAN PINJAMAN YANG APABILA JUMLAH KREDIT YANG TIDAK DAPAT DIKEMBALIKAN CUKUP MATERIAL, DAPAT MEMPENGARUHI KINERJA PERSEROAN. KETERANGAN MENGENAI RISIKO USAHA LAINYA DAPAT DILIHAT PADA BAB V TENTANG RISIKO USAHA. RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA MENENGAH SEHINGGA MENGAKIBATKAN JUMLAH PEMEGANG OBLIGASI RELATIF SEDIKIT PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI DAN DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA ( KSEI ) DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS SURAT HUTANG JANGKA MENENGAH DARI PT FITCH RATINGS INDONESIA ( Fitch ): AA (idn) (Double A ; Stable Outlook) KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG HASIL PEMERINGKATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA BAB XVII PROSPEKTUS INI. Emisi Obligasi ini dijamin secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment). Pencatatan atas Obligasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada PT Bursa Efek Indonesia PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK PT Danareksa Sekuritas (Terafiliasi) WALI AMANAT PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (Terafiliasi) Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 29 Maret 2011
2 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (selanjutnya dalam Prospektus ini disebut Perseroan ) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Obligasi sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) di Jakarta pada dengan Surat No. S-076/DIR/SMF/I/2011 tertanggal 19 Januari 2011, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan No beserta peraturan-peraturan pelaksanaannya (selanjutnya disebut UUPM ). Perseroan merencanakan untuk mencatatkan Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap dengan jumlah pokok Obligasi sebesar Rp (empat ratus enam puluh tiga miliar Rupiah) pada Bursa Efek Indonesia ( BEI ) sesuai dengan Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bursa Efek Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek No. SP-002/BEI.PPS/ tanggal 17 Januari Apabila syarat-syarat pencatatan Obligasi di BEI tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum akan dibatalkan dan uang pemesanan yang telah diterima akan dikembalikan kepada para pemesan sesuai ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum. Perseroan, Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua informasi atau fakta material, serta kejujuran pendapat yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta kode etik, norma dan standar profesinya masing-masing. Sehubungan dengan Penawaran Umum ini, semua pihak, termasuk setiap pihak terafiliasi tidak diperkenankan memberikan keterangan atau membuat pernyataan apapun mengenai data atau hal-hal yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini tanpa sebelumnya memperoleh persetujuan tertulis dari Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. PT Danareksa Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi merupakan pihak yang terafiliasi secara tidak langsung melalui kepemilikan saham Negara Republik Indonesia, sebagaimana didefinisikan dalam UUPM, dan Lembaga dan Profesi Penunjang lainnya dalam penerbitan Obligasi ini tidak terafiliasi dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung sesuai dengan definisi Afiliasi dalam UUPM, kecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali Amanat yang terafiliasi sehubungan dengan kepemilikan saham oleh Negara Republik Indonesia. Penawaran Umum Obligasi ini tidak didaftarkan berdasarkan Undang-Undang atau peraturan lain selain yang berlaku di Indonesia. Barang siapa di luar wilayah Indonesia menerima Prospektus ini, maka dokumen tersebut tidak dimaksudkan sebagai penawaran untuk membeli Obligasi ini, kecuali bila penawaran dan pembelian Obligasi tersebut tidak bertentangan atau bukan merupakan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan serta ketentuan-ketentuan bursa efek yang berlaku di negara atau yurisdiksi di luar Indonesia tersebut. Perseroan telah mengungkapkan semua informasi yang wajib diketahui oleh publik dan tidak terdapat lagi informasi yang belum diungkapkan sehingga tidak menyesatkan publik.
3 DAFTAR ISI Definisi Dan Singkatan...iii Ringkasan... x I. PENAWARAN UMUM... 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM OBLIGASI III. PERNYATAAN HUTANG IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN V. RISIKO USAHA VI. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN Riwayat Singkat Perseroan Obligasi dan Medium Term Notes yang telah diterbitkan Perkembangan Kepemilikan Saham Perseroan Struktur Organisasi Perseroan Pengurusan dan Pengawasan Sumber Daya Manusia Transaksi Dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Perkara Hukum Yang Sedang Dihadapi Perseroan Perjanjian Penting Perseroan Aset Tetap Perseroan VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN Umum Kegiatan Usaha Manajemen Risiko Teknologi Internal Audit Persaingan Strategi Usaha Kondisi Perekonomian Indonesia dan Prospek Usaha Dukungan Lembaga Internasional Asuransi Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance atau GCG ) Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) IX. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING X. EKUITAS i
4 XI. PERPAJAKAN XII. PENJAMINAN EMISI OBLIGASI XIII. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM XIV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM XV. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN XVI. KETERANGAN TENTANG OBLIGASI Umum Keterangan Tentang Obligasi Pemberitahuan Hukum Yang Berlaku XVII. KETERANGAN TENTANG PEMERINGKATAN OBLIGASI XVIII. ANGGARAN DASAR XIX. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI XX. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT XXI. AGEN PEMBAYARAN XXII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI ii
5 Definisi Dan Singkatan Afiliasi : Berarti afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 1 UUPM, yaitu: a. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; b. hubungan antara pihak dengan pegawai, Direktur atau Komisaris dari pihak tersebut; c. hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota Direksi atau dewan Komisaris yang sama; d. hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; e. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau f. hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama. Aktiva Produktif : Berarti terdiri dari kas dan setara kas, pinjaman yang diberikan, piutang usaha dan investasi jangka panjang-bersih. Agen Pembayaran : Berarti KSEI berkedudukan di Jakarta yang ditunjuk dengan perjanjian tertulis oleh Perseroan, dan berkewajiban membantu melaksanakan pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi serta denda (jika ada) kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening untuk dan atas nama Perseroan setelah Agen Pembayaran menerima dana tersebut dari Perseroan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajiban sebagaimana diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran. Anak Perusahaan : Berarti (jika ada) perusahaan yang laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan Perseroan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku di Indonesia. Bank Kustodian Berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan Bapepam dan LK untuk menjalankan usaha sebagai Kustodian. Bapepam : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana dimaksud dalam UUPM. Bapepam dan LK : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik No.606/KMK.01/2005 tanggal 31 Desember 2005 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya. Bunga Obligasi : Berarti jumlah Bunga Obligasi yang harus dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi, sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Bursa Efek atau BEI : Berarti pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek diantara mereka, yang dalam hal ini diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta. iii
6 Daftar Pemegang Rekening : Berarti daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan tentang kepemilikan Obligasi oleh seluruh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening di KSEI yang memuat keterangan antara lain: nama, jumlah kepemilikan Obligasi, status pajak dan kewarganegaraan Pemegang Rekening dan/atau Pemegang Obligasi berdasarkan data yang diberikan oleh Pemegang Rekening kepada KSEI. Dokumen Emisi : Berarti Prospektus, Perjanjian Perwaliamanatan, Akta Jaminan Fidusia, Akta Pengakuan Hutang, Penjanjian Penjaminan Emisi Obligasi, Akta Perjanjian Agen Pembayaran, Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI dan Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Obligasi beserta semua perubahan-perubahannya, penambahanpenambahannya dan pembaharuan-pembaharuannya serta dokumen lain yang disyaratkan oleh instansi yang berwenang. Efek : Berarti surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, kontrak berjangka atas Efek dan setiap derivatif Efek. Efektif : Berarti terpenuhinya seluruh tata cara dan persyaratan Pernyataan Pendaftaran yang ditetapkan dalam Pasal 74 UUPM juncto Peraturan Bapepam dan LK Nomor : IX.A.2. tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum. Ekuitas : Berarti sebagaimana yang diatur dalam Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) nomor 21. Emisi : Berarti suatu penerbitan Obligasi untuk dijual dan diperdagangkan kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum yang dilakukan oleh Perseroan. Hari Bursa : Berarti hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa Efek, yaitu hari Senin sampai dengan Jum at, kecuali hari libur nasional atau hari yang dinyatakan sebagai hari libur oleh Bursa Efek. Hari Kalender : Berarti setiap hari dalam satu tahun tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang sewaktu-waktu ditetapkan oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia dan Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia sebagai bukan Hari Kerja biasa. Hari Kerja : Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Hutang : Berarti hutang berbunga yang diperoleh Perseroan termasuk hutang bank, hutang sewa guna usaha, hutang Efek konversi, hutang Efek dan instrumen pinjaman lainnya, hutang kredit investasi, hutang Perseroan yang dijamin dengan agunan atau gadai atas aktiva pihak lain berdasarkan nilai penjaminan, pinjaman yang berasal dari perusahaan lain yang diakuisisi dan menjadi Anak Perusahaan (jika ada) atau perusahaan lain yang melebur ke dalam Perseroan, kecuali hutang pajak, hutang dividen (jika ada), hutang dagang dalam kegiatan usaha Perseroan sehari-hari, hutang kepada pihak ketiga selain bank dalam jangka waktu kurang dari 1 (satu) tahun. iv
7 Jumlah Terhutang : Berarti semua jumlah uang yang harus dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi sehubungan dengan Obligasi, termasuk namun tidak terbatas pada jumlah Pokok Obligasi dan Bunga Obligasi serta denda (jika ada) yang terhutang dari waktu ke waktu. Kejadian Kelalaian : Berarti salah satu atau lebih dari kejadian yang disebut dalam Perjanjian Perwaliamanatan, dan yang tercantum dalam Bab XVI mengenai Keterangan Tentang Obligasi. Konfirmasi Tertulis : Berarti laporan konfirmasi tertulis dan/atau laporan saldo Obligasi dalam Rekening Efek yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek dan konfirmasi tersebut menjadi dasar untuk pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi dan hak-hak lain yang berkaitan dengan Obligasi. Konfirmasi Tertulis untuk : Berarti surat konfirmasi kepemilikan Obligasi yang diterbitkan RUPO (KTUR) oleh KSEI kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening, khusus untuk keperluan menghadiri RUPO atau mengajukan permintaan diselenggarakannya RUPO. KSEI : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta, yang menjalankan kegiatan sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang menyelenggarakan kegiatan Kustodian sentral bagi Pemegang Rekening yang dalam Emisi Obligasi ini bertugas untuk menyimpan dan mengadministrasikan penyimpanan Obligasi berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI dan bertugas sebagai Agen Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran. Kustodian : Berarti Pihak yang memberi jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lainnya termasuk menerima bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek dan mewakili Pemegang Rekening yang menjadi nasabahnya sesuai dengan ketentuan UUPM yang meliputi KSEI, Perusahaan Efek dan Bank Kustodian. Masyarakat : Berarti perorangan, baik Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing dan/atau badan hukum, baik badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing yang bertempat tinggal/berkedudukan di Indonesia maupun bertempat tinggal/ berkedudukan di luar negeri. Material : Berarti suatu transaksi sesuai Peraturan Bapepam dan LK nomor: IX.E.2 tentang Transaksi Material Dan Pengubahan Kegiatan Usaha, dengan nilai 20% (dua puluh persen) atau lebih dari Ekuitas yang dilakukan dalam 1 (satu) kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan tertentu. v
8 Obligasi : Berarti OBLIGASI SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL IV TAHUN 2011 DENGAN JAMINAN PASTI ASET PIUTANG KPR DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP berjumlah pokok obligasi sebesar Rp (empat ratus enam puluh tiga miliar Rupiah), yang terdiri dari Obligasi seri A dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sejak Tanggal Emisi dan Obligasi seri B dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan sejak Tanggal Emisi. Obligasi ini merupakan surat berharga bersifat hutang yang dikeluarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi yang dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi, dengan syarat-syarat sebagaimana diuraikan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Pinjaman Yang Diberikan : Berarti pembiayaan kembali (refinancing) atas portofolio KPR yang telah dibukukan penyalur KPR dengan dana jangka menengah/ panjang dari Perseroan. Pemegang Obligasi : Berarti Masyarakat yang menanamkan dananya ke dalam Obligasi dan memiliki manfaat atas sebagian atau seluruh Obligasi yang terdiri dari: 1. Pemegang Rekening yang melakukan investasi langsung atas Obligasi; dan/atau 2. Masyarakat di luar Pemegang Rekening yang melakukan investasi atas Obligasi melalui Pemegang Rekening. Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek di KSEI, yang meliputi Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan UUPM dan Peraturan KSEI. Penawaran Umum : Berarti kegiatan penawaran Obligasi oleh Perseroan kepada Masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam UUPM, peraturan pelaksanaannya dan ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi. Penitipan Kolektif : Berarti jasa penitipan kolektif atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian sebagaimana dimaksud dalam UUPM. Penjamin Emisi Obligasi : Berarti pihak-pihak yang membuat perjanjian dengan Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum bagi kepentingan Perseroan dan melakukan pembayaran hasil Obligasi kepada Perseroan berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi. Penjamin Pelaksana Emisi : Berarti pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan Obligasi dan penatalaksanaan Emisi sesuai dengan ketentuan UUPM, yang dalam hal ini adalah PT Danareksa Sekuritas yang berkedudukan di Jakarta Pusat, sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuanketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi. Perjanjian Agen Pembayaran : Berarti Akta Perjanjian Agen Pembayaran No. 8 tanggal 19 Januari 2011, dibuat di hadapan Poerbaningsih Adi Warsito, SH., Notaris di Jakarta, oleh dan antara Perseroan dengan Agen Pembayaran berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahanpenambahannya dan/ atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. vi
9 Perjanjian Penjaminan : Berarti perjanjian yang ditandatangani oleh Perseroan dengan Emisi Obligasi Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi yang dimuat dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 10 tanggal 19 Januari 2011 dibuat dihadapan Poerbaningsih Adi Warsito, SH., Notaris di Jakarta, Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 34 tanggal 21 Februari 2011, dan Addendum II Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 54 tanggal 18 Maret 2011, berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuanpembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. Perjanjian Perwaliamanatan : Berarti perjanjian yang ditandatangani oleh Perseroan dengan Wali Amanat yang dimuat dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 9 tanggal 19 Januari 2011 dibuat dihadapan Poerbaningsih Adi Warsito, SH., Notaris di Jakarta, Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 33 tanggal 21 Februari 2011, dan Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 52 tanggal 18 Maret 2011, berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahanpenambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. Perjanjian Pendaftaran : Berarti Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI No. SP-0002/ Obligasi Di KSEI PO/KSEI/0111 tanggal 19 Januari 2011 dibuat di bawah tangan, oleh dan antara Perseroan dengan KSEI berikut perubahanperubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/ atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. Pernyataan Pendaftaran : Berarti pernyataan pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 19 UUPM juncto Peraturan Bapepam Nomor: IX.C 1 tentang Pedoman Mengenai Bentuk Dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum berikut dokumendokumen yang diajukan oleh Perseroan kepada Ketua Bapepam dan LK sebelum melakukan Penawaran Umum kepada Masyarakat termasuk perubahan-perubahan, tambahan-tambahan serta pembetulan-pembetulan untuk memenuhi persyaratan Bapepam dan LK. Perseroan : Berarti badan hukum yang akan melakukan Emisi yang dalam hal ini adalah Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial disingkat PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Selatan, suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum dan Undang-Undang Negara Republik Indonesia. vii
10 Perusahaan Afiliasi Negara : Berarti : Republik Indonesia i. Badan atau badan hukum yang secara langsung maupun tidak langsung dimiliki atau dikendalikan oleh Negara Republik Indonesia; atau ii. Badan atau badan hukum yang dibentuk oleh Negara Republik Indonesia; atau iii. Badan atau badan hukum yang didirikan atau dimiliki badan atau badan hukum yang dimiliki oleh Negara Republik Indonesia; tidak termasuk Anak Perusahaan Perseroan (jika ada). Perusahaan Efek : Berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan/atau Manajer Investasi sebagaimana dimaksud dalam UUPM. Pokok Obligasi : Berarti jumlah pokok pinjaman Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan Obligasi yang terhutang yang pada Tanggal Emisi bernilai sebesar Rp (empat ratus enam puluh tiga miliar Rupiah), yang dari waktu ke waktu jumlahnya dapat berkurang sehubungan dengan pelaksanaan pembelian kembali (buyback) sebagai pelunasan dengan memperhatikan Perjanjian Perwaliamanatan (Pasal 10) dan didaftarkan dalam Penitipan Kolektif KSEI berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI serta akan dicatatkan di Bursa Efek. Prospektus : Berarti setiap informasi tertulis sehubungan dengan Emisi Obligasi yang disusun oleh Perseroan bersama-sama dengan para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dengan tujuan agar Masyarakat membeli Obligasi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 26 UUPM dan Peraturan Bapepam No: IX.C.2 tentang Pedoman Mengenai Bentuk Dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penawaran Umum. Prospektus Awal : Berarti dokumen tertulis yang memuat seluruh informasi dalam Prospektus yang disampaikan kepada Bapepam dan LK sebagai bagian dari Pernyataan Pendaftaran, kecuali informasi mengenai penjaminan Emisi Obligasi, tingkat suku bunga Obligasi, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan persyaratan Penawaran Umum yang belum dapat ditentukan. Prospektus Ringkas : Berarti setiap informasi tertulis sehubungan dengan Emisi Obligasi dengan tujuan agar Masyarakat membeli Obligasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam No: IX.C.3 tentang Pedoman Mengenai Bentuk Dan Isi Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum. Rekening Efek : Berarti rekening yang memuat catatan posisi Obligasi dan/atau dana milik Pemegang Obligasi yang diadministrasikan oleh KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek yang ditandatangani dengan Pemegang Obligasi. Refinancing Program : Berarti salah satu jenis kegiatan SMF dalam bentuk penyaluran pinjaman kepada lembaga penyalur KPR untuk menggantikan pendanaan portfolio KPR yang sudah disalurkan kepada debitur KPR dengan menggunakan dana sumber lain. viii
11 Refinancing Pinjaman : Berarti kegiatan penggantian dana dari sumber lain yang telah dipinjamkan sebelumnya kepada lembaga penyalur KPR. RUPO : Berarti Rapat Umum Pemegang Obligasi sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan. RUPS : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham, yaitu rapat umum para pemegang saham Perseroan yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan anggaran dasar Perseroan dan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Sekuritisasi : Berarti transformasi aset yang tidak liquid menjadi liquid dengan cara pembelian Aset Keuangan dari Kreditor Asal dan penerbitan Efek Beragun Aset. Satuan Pemindahbukuan : Berarti satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dan diperdagangkan dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya, senilai Rp1 (satu Rupiah) atau kelipatannya. Sertifikat Jumbo Obligasi : Berarti bukti sertifikat Obligasi yang disimpan dalam Penitipan Kolektif KSEI yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Tanggal Emisi : Berarti tanggal distribusi Obligasi ke dalam Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi di KSEI berdasarkan penyerahan Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI, yang merupakan juga Tanggal Pembayaran. Tanggal Pelunasan : Berarti tanggal jatuh tempo seluruh Pokok Obligasi yang wajib Pokok Obligasi dibayar oleh Perseroan berdasarkan Daftar Pemegang Rekening, dan dengan memperhatikan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan. Tanggal Pembayaran : Berarti tanggal pembayaran dana hasil Emisi Obligasi kepada Perseroan yang disetor oleh Penjamin Emisi Obligasi melalui Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi ke dalam Rekening Perseroan (in good funds) berdasarkan ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi. Tanggal Pembayaran : Berarti tanggal-tanggal jatuh tempo pembayaran Bunga Bunga Obligasi Obligasi, berdasarkan Daftar Pemegang Rekening dengan memperhatikan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan. UUPM : Berarti Undang-undang Republik Indonesia No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, berikut peraturan pelaksanaannya dan segala perubahan-perubahannya atau pembaharuanpembaharuannya. Wali Amanat : Berarti pihak yang mewakili kepentingan Pemegang Obligasi sebagaimana dimaksud dalam UUPM yang pada saat ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, berkedudukan di Jakarta Pusat atau pengganti hak dan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan. ix
12 Ringkasan Ringkasan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih terinci dan laporan keuangan serta catatan yang tercantum di dalam Prospektus ini. Ringkasan ini dibuat atas dasar fakta yang paling penting tentang Perseroan. Informasi keuangan Perseroan disusun sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dalam mata uang Rupiah. Perseroan Perseroan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Selatan, didirikan dan dijalankan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Perseroan didirikan khusus sebagai perusahaan pembiayaan sekunder perumahan, yang izin kegiatan usahanya berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No.114 tanggal 13 Agustus 2008 dibuat dihadapan Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Administrasi Jakarta Selatan di bawah No.1714/RUB.09.03/VIII/2009 tanggal 5 Agustus 2009, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.53 tanggal 3 Juli 2009, Tambahan No.17294, Perseroan mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut: A. Maksud dan tujuan Perseroan adalah membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat. B. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: a. membeli kumpulan aset keuangan dari lembaga penyalur KPR, berupa piutang yang diperoleh dari penyaluran KPR berikut hak agunan yang melekat padanya dan menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi; b. menyimpan kumpulan aset keuangan dan menerbitkan surat partisipasi apabila pasar belum kondusif; c. menunjuk SPV untuk membeli aset keuangan dari kreditor asal dan menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Utang. C. Selain kegiatan-kegiatan usaha tersebut di atas, Perseroan dapat pula melakukan kegiatan lain sebagai berikut: memberikan pinjaman kepada lembaga penyalur Kredit Pemilikan Rumah ( KPR ) untuk membiayai KPR yang memenuhi persyaratan Perseroan; menerbitkan surat hutang; mengeluarkan jaminan dan dukungan kredit (credit enhancement); melaksanakan fungsi sebagai koordinator global; melaksanakan fungsi sebagai penata sekuritisasi; melakukan penyertaan langsung pada perusahaan yang kegiatan usahanya terkait langsung dengan pasar pembiayaan sekunder perumahan; menempatkan dana dalam bentuk Surat Utang Negara, Sertifikat Bank Indonesia, Deposito dan instrumen keuangan lainnya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan; melakukan pembelian Efek Beragun Aset; kegiatan usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. x
13 Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.59 tanggal 22 Juli 2005 dibuat dihadapan Imas Fatimah, SH., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C HT TH.2005 tanggal 26 Juli 2005, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No.2147/BH.09.05/VIII/2005 tanggal 11 Agustus 2005, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.69 tanggal 30 Agustus 2005, Tambahan No.9263/2005 ( Akta No.59 ). Akta No.59 tersebut adalah merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah No.5 Tahun 2005 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan Sekunder Perumahan dan Peraturan Presiden No.19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana diubah berdasarkan Peraturan Presiden No.1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No.19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Akta No.59 tersebut diubah dengan Akta No.114 tanggal 13 Agustus 2008 dibuat dihadapan Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008 dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Administrasi Jakarta Selatan dibawah No.1714/RUB.09.03/VIII/2009 tanggal 5 Agustus 2009, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.53 tanggal 3 Juli 2009, Tambahan No Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sampai dengan Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut: KETERANGAN Nilai Nominal Rp per saham (%) Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Negara Republik Indonesia ,00 Saham dalam Portepel Keuangan Berikut ini ringkasan data keuangan penting Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Hendrawinata, Gani & Rekan (Grant Thornton) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, 2009 dan periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Riza, Wahono & Rekan (Clarkson Hyde International) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan bahwa mulai 1 Januari 2010 Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Penerapan PSAK No. 50 dan No. 55 (Revisi 2006) ini dilakukan secara prospektif. (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September Jumlah Aset Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas Pendapatan Beban Usaha (3.674) (17.155) (20.628) (21.962) (23.564) (22.226) Laba Usaha Laba Sebelum Pajak Penghasilan Laba Bersih ROA (%) 2,65 7,88 5,48 6,09 4,85 2,14 ROE (%) 2,65 7,93 5,51 6,14 6,91 3,95 NPM (%) 85,27 84,88 75,72 75,61 74,71 72,72 xi
14 Risiko Usaha Dalam menjalankan usahanya Perseroan menghadapi risiko yang dapat mempengaruhi hasil usaha Perseroan apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya dengan baik. Risiko yang dapat mempengaruhi usaha Perseroan secara umum dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. Risiko Kredit 2. Risiko Tingkat Suku Bunga 3. Risiko Likuiditas 4. Risiko Operasional 5. Risiko Peraturan / Regulasi 6. Risiko Hukum 7. Risiko Makro ekonomi Risiko Investasi yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah risiko gagal bayar dan risiko tidak likuidnya efek. Rencana Penggunaan Dana Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi seluruhnya akan disalurkan sebagai pinjaman kepada lembaga penyalur KPR. Strategi dan Prospek Usaha Perseroan Dalam menjalankan misinya membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia, Perseroan melakukan (1) Program Sekuritisasi (2) Program Penyaluran Pinjaman (3) Program Penjaminan. Kegiatan tersebut, memberikan manfaat sebagai berikut: Bagi Lembaga Penyalur KPR Bagi investor Mengurangi maturity mismatch Alternatif produk investasi yang aman karena berjaminan Meningkatkan kemampuan mengelola posisi aset Merupakan instrumen investasi yang dapat diperdagangkan dan kewajiban Ketersediaan sumber dana jangka menengah/panjang Alternatif investasi yang dapat disesuaikan dengan time secara berkesinambungan horison investor Untuk menunjang keberhasilan kegiatan utama, Perseroan melakukan berbagai kegiatan pendukung, yaitu: program pendidikan & pelatihan, penyediaan pedoman & standar dokumen KPR, program sosialisasi dan edukasi konsumen KPR. Kegiatan tersebut di atas dilakukan untuk memanfaatkan potensi pasar dengan menerapkan strategi mendorong efisiensi pasar pembiayaan primer perumahan yang akan menciptakan volume KPR yang sehat dan terjangkau. Statistik mencatat bahwa rata-rata pertumbuhan KPR selama 7 (tujuh) tahun terakhir sebesar 38,5% dan dalam 4 (empat) tahun terakhir pertumbuhannya mencapai 35,1%. Pertumbuhan KPR tersebut dicapai dalam keadaan rata-rata pertumbuhan kredit perbankan selama 7(tujuh) dan 4 (empat) tahun terakhir masing-masing sebesar 22,6% dan 23,8%, yang relatif stabil. Ini mengindikasikan bahwa ada dorongan kebutuhan perumahan yang cukup besar sehingga KPR tumbuh lebih besar daripada pertumbuhan total kredit. Peluang untuk pertumbuhan KPR tersebut masih terbuka luas, hal ini dapat dilihat pada rasio KPR terhadap PDB, dimana saat ini Indonesia baru mencapai kisaran 2%, yang masih cukup rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara sekawasan seperti India, Korea, Thailand dan Malaysia, yang memiliki rasio KPR terhadap PDB mencapai 4%, 14%, 16% dan 23%. xii
15 Keterangan Tentang Obligasi Yang Akan Diterbitkan Nama Obligasi : Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap. Jumlah Nilai Obligasi : Sebesar Rp (empat ratus enam puluh tiga miliar Rupiah), yang dibagi atas 2 (dua) seri Obligasi: Seri A: sebesar Rp (tiga ratus tujuh puluh delapan miliar Rupiah). Seri B: sebesar Rp (delapan puluh lima miliar Rupiah). Jangka Waktu : Seri A: 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sejak Tanggal Penerbitan. Seri B: 24 (dua puluh empat) bulan sejak Tanggal Penerbitan. Harga Penawaran : 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Tingkat Bunga : Seri A: 8,4% (delapan koma empat persen) per tahun. Seri B: 8,8% (delapan koma delapan persen) per tahun. Satuan Pemindahbukuan : Rp1 (satu Rupiah) atau kelipatannya. Satuan Perdagangan : Rp (lima juta Rupiah) atau kelipatannya. Rencana Penggunaan Dana : Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi, seluruhnya akan disalurkan sebagai pinjaman kepada lembaga penyalur KPR. Jaminan : Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang KPR milik Perseroan berdasarkan akta jual beli tagihan dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sekurang-kurangnya sebesar 60% (enam puluh persen) dari nilai pokok Obligasi. Dalam hal nilai jaminan kurang dari 60%, Perseroan wajib memberikan jaminan tambahan yang nilainya mencukupi untuk menutup kekurangan nilai jaminan. Wali Amanat : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Pembatasan-pembatasan dan : Kewajiban-kewajiban Perseroan (covenants) Keterangan mengenai pembatasan-pembatasan dan kewajibankewajiban Perseroan sehubungan dengan penerbitan Obligasi ini diuraikan dalam Bab XVI Keterangan Tentang Obligasi. Hasil Pemeringkatan : Obligasi ini telah mendapatkan peringkat dari PT Fitch Ratings Indonesia sesuai dengan Surat No. RC064/DIR/XII/2010 tanggal 20 Desember 2010: AA (idn) (Double A; Stable Outlook) Pembelian Kembali (buyback) : 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan, Perseroan dari waktu ke waktu dapat melakukan pembelian kembali (buyback) untuk sebagian atau seluruh Obligasi sebelum Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. Pelaksanaan pembelian kembali (buyback) dilakukan melalui Bursa Efek atau di luar Bursa Efek. Pemilikan Obligasi oleh Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan, kecuali pemilikan Obligasi oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia, wajib dilaporkan oleh Perseroan kepada Wali Amanat selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sebelum suatu RUPO diselenggarakan. xiii
16 7. Ringkasan Pertimbangan (Rating rationale) Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali (buyback) untuk sebagian atau seluruh Obligasi, maka Perseroan mempunyai hak untuk memberlakukan pembelian kembali (buyback) tersebut untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali dengan harga pasar atau sebagai pelunasan Obligasi. Jika Perseroan memiliki rencana pembelian kembali (buyback) Obligasi, baik sebagai pelunasan Obligasi maupun untuk disimpan (treasury bond), hal tersebut dapat dilakukan dengan ketentuan antara lain Perseroan wajib mengumumkan dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran nasional mengenai rencana dilakukannya pembelian kembali (buyback) Obligasi selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sebelum tanggal permulaan penawaran pembelian (buy back) Obligasi, dengan ketentuan selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sebelum dilaksanakannya pengumuman dalam surat kabar, Perseroan wajib melaporkan kepada Bapepam dan LK mengenai rencana pembelian kembali (buyback) tersebut. Selambatlambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak dilakukannya pembelian kembali (buyback) Obligasi sebagaimana tersebut di atas, Perseroan wajib mengumumkan perihal pembelian (buyback) Obligasi tersebut pada 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran nasional dan Perseroan wajib melaporkan kepada Bapepam dan LK, Wali Amanat, Bursa Efek, dan KSEI serta menyampaikan kepada Bapepam dan LK seluruh dokumen penawaran jual yang telah disampaikan oleh Pemegang Obligasi selama periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi. Perseroan wajib melaporkan kepada Wali Amanat dan KSEI mengenai Obligasi yang dimiliki Perseroan untuk disimpan, dalam waktu 5 (lima) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi atau 1 (satu) Hari Bursa sebelum tanggal Daftar Pemegang Rekening yang berhak atas Bunga Obligasi, dengan memperhatikan peraturan KSEI. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Pembelian Kembali (buyback) dapat dilihat dalam Bab XVI Keterangan Tentang Obligasi. Pembelian kembali (buyback) oleh Perseroan mengakibatkan: (i) hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali jika dimaksudkan untuk pelunasan; atau (ii) pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali jika dimaksudkan untuk disimpan yang kemudian dijual kembali. Pertimbangan Fitch dalam memberi pemeringkatan adalah karena pemerintah Republik Indonesia menguasai 100% kepemilikan di Perseroan, dan peran serta Perseroan dalam mengembangkan pembiayaan perumahan pasar sekunder dengan harga terjangkau. Pemeringkatan ini juga mempertimbangkan rekam jejak Perseroan sebagai perusahaan yang telah beroperasi selama 5 tahun dan tidak adanya jaminan pemerintah atas kewajiban Perseroan. Walaupun demikian, Fitch melihat bahwa pemerintah akan memberi tambahan modal pada Perseroan, kemungkinan pada tahun 2011, untuk memfasilitasi perluasan aktifitas pendanaan. xiv
17 Perseroan telah melakukan ekspansi pendanaan kredit perumahan dengan memberikan pinjaman kepada lima lembaga penyalur tahun 2010 dari dua lembaga penyalur tahun Peminjaman ini memberikan kontribusi peningkatan 264% y-o-y dalam total pinjaman pada akhir tahun 2010 yaitu sebesar Rp1.235 miliar. Pinjaman yang diberikan pada lima perusahaan KPR, termasuk bank pemerintah yaitu PT Bank Tabungan Negara, adalah sebesar 98% dari total pinjaman Perseroan pada akhir bulan September Pinjaman dikelola secara tidak langsung melalui kriteria pinjaman yang dibuat oleh Perseroan. Hal ini menyebabkan semua pinjaman dari Perseroan berstatus performing pada akhir September Perseroan berencana untuk mengembangkan portofolio mortgage re-finance loan sebanyak Rp1.186 miliar pada tahun 2011 dengan cara berfokus pada bank regional yang sedang berkembang, bank syariah dan perusahaan pembiayaan berskala kecil. Pengembangan pinjaman akan didanai melalui modal usaha, tambahan modal dan pinjaman; pinjaman yang dimaksud adalah melalui senior debt maksimal sebesar Rp 1 triliun pada tahun Fitch juga mengetahui ada rencana dari pemerintah untuk memberikan tambahan modal kemungkinan pada tahun Perseroan mengkordinasikan transaksi sekuritisasi pinjaman KPR perumahan Bank BTN I, II dan III dengan total sebesar Rp1.252 miliar tahun Sebagai upaya untuk mendukung pengembangan pasar domestik perkreditan, Perseroan berinvestasi pada kelas A dari transaksi ini yang besarnya 22% dari total aset pada akhir September Perseroan juga menyediakan pencadangan untuk bunga tiga-bulanan dan senior expenses sebagai bagian dari perluasan perkreditan untuk ketiga pinjaman tersebut. Hal ini selaras dengan rencana jangka panjang Perseroan dalam mengembangkan perkreditan pasar sekunder, yang mana termasuk dengan peran sebagai penjamin kredit untuk peminjam kredit atau mortgage backed, daripada hanya bertindak sebagai penyedia pendanaan. Perseroan telah menikmati laba sejak berdiri. Pendapatan dari pinjaman sampai dengan akhir September 2010 sebesar Rp21,8 miliar, akhir tahun 2009 sebesar Rp51,8 miliar, akhir tahun 2008 sebesar Rp40,6 miliar dan akhir tahun 2007 sebesar Rp16,7 miliar sebagai hasil dari perluasan aktifitas pendanaan. Perseroan didirikan oleh pemerintah Republik Indonesia tahun 2005 dan berada di bawah ketentuan dan pengawasan Kementerian Keuangan. 8. Obligasi dan Medium Term Notes yang Telah Diterbitkan Obligasi Sarana Multigriya Finansial I Tahun 2009 Dengan Tingkat Bunga Tetap (SMFP01) telah diterbitkan pada tanggal 10 Juli 2009 dan tercatat di BEI pada tanggal 13 Juli Peringkat SMFP01 adalah AA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia, dengan total emisi sebesar Rp (tiga ratus miliar Rupiah) dan berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak tanggal diterbitkan, dengan bunga tetap sebesar 10,125%. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan takwim. Obligasi ini telah dilunasi oleh Perseroan secara tepat waktu pada tanggal jatuh tempo 15 Juli Obligasi Sarana Multigriya Finansial II Tahun 2009 Dengan Tingkat Bunga Tetap (SMFP02) telah diterbitkan pada tanggal 29 Desember 2009 dan tercatat di BEI pada tanggal 30 Desember Peringkat SMFP02 adalah AA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia, dengan total emisi sebesar Rp (dua ratus lima puluh satu miliar Rupiah), berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak tanggal diterbitkan dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 Januari 2011, dengan bunga tetap sebesar 9,50%. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan takwim. Obligasi ini telah dilunasi oleh Perseroan secara tepat waktu pada tanggal jatuh tempo 3 Januari Medium Term Notes SMF I Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap telah diterbitkan pada tanggal 16 April 2010 yang ditawarkan secara terbatas dan bukan penawaran umum. Peringkat Medium Term Notes (MTN) ini adalah AA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia, dengan total emisi sebesar Rp (seratus delapan puluh delapan miliar Rupiah) dan terbagi atas dua seri, yaitu Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp (seratus enam puluh tiga miliar Rupiah), berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak tanggal diterbitkan dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 April 2011 dengan bunga tetap sebesar 8,75% dan Seri B dengan jumlah xv
18 pokok sebesar Rp (dua puluh lima miliar Rupiah), berjangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal diterbitkan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 April 2012 dengan bunga tetap sebesar 9,25%. Bunga MTN dibayarkan setiap triwulan takwim. MTN ini untuk Seri A akan jatuh tempo pada tanggal 21 April 2011 dan untuk Seri B akan jatuh pada tanggal 16 April Obligasi Sarana Multigriya Finansial III Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap (SMFP03) telah diterbitkan pada tanggal 8 Juli 2010 dan tercatat di BEI pada tanggal 9 Juli Peringkat SMFP03 adalah AA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia, dengan total emisi sebesar Rp (tujuh ratus dua puluh tujuh miliar Rupiah) dan terbagi atas dua seri, yaitu Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp (lima ratus miliar Rupiah), berjangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal diterbitkan dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2012 dengan bunga tetap sebesar 9,25% dan Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp (dua ratus dua puluh tujuh miliar Rupiah), berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak tanggal diterbitkan dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2013 dengan bunga tetap sebesar 9,75%. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan takwim. Obligasi SMF III Seri A akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2012 dan Seri B pada tanggal 8 Juli Medium Term Notes SMF II Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap telah diterbitkan pada tanggal 30 Desember 2010 yang ditawarkan secara terbatas dan bukan penawaran umum. Peringkat Medium Term Notes (MTN) ini adalah AA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia, dengan total emisi sebesar Rp (dua ratus miliar Rupiah), berjangka waktu 1 (satu) tahun sejak tanggal diterbitkan dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Desember 2011 dengan bunga tetap sebesar 8,50%. Bunga MTN dibayarkan setiap triwulan takwim. Hingga Prospektus ini diterbitkan, jumlah total seluruh Obligasi dan MTN yang masih terhutang adalah Obligasi Sarana Multigriya Finansial III Tahun 2010 Seri A Dengan Tingkat Bunga Tetap sebesar Rp (lima ratus miliar Rupiah). Obligasi Sarana Multigriya Finansial III Tahun 2010 Seri B Dengan Tingkat Bunga Tetap sebesar Rp (dua ratus dua puluh tujuh miliar Rupiah). Medium Term Notes SMF I Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap sebesar Rp (seratus delapan puluh delapan miliar Rupiah) Medium Term Notes SMF II Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap sebesar Rp (dua ratus miliar Rupiah). Jumlah total seluruh Obligasi dan MTN yang masih terhutang adalah Rp (satu triliun seratus lima belas miliar Rupiah). Hak-hak Pemegang Obligasi 1. Menerima pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi dari Perseroan yang dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/ atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi yang bersangkutan. Pokok Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi. 2. Pemegang Obligasi yang berhak mendapatkan pembayaran Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi setelah tanggal penentuan pihak yang berhak memperoleh Bunga Obligasi, maka pihak yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan. xvi
19 3. Bila terjadi kelalaian dalam pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi paling lambat 1 (satu) Hari Bursa setelah lewat Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka Pemegang Obligasi berhak untuk menerima pembayaran denda sebesar 1,5% (satu koma lima persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi, atas jumlah yang terhutang yang harus disetor/dibayar Perseroan, yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang telah lewat sampai dengan pelunasan atau pembayaran jumlah yang wajib dibayar Perseroan dilaksanakan. Untuk menghitung denda dilakukan perhitungan hari yang terlewat yaitu 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. Denda yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi, oleh Agen Pembayaran akan diberikan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya. 4. Seorang atau lebih Pemegang Obligasi yang mewakili sedikitnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih terhutang (termasuk didalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia, namun diluar dari jumlah jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan) berhak mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat agar diselenggarakan RUPO dengan memuat agenda yang diminta dengan melampirkan fotokopi KTUR dari KSEI yang diperoleh melalui Pemegang Rekening dan memperlihatkan asli KTUR kepada Wali Amanat, dengan ketentuan terhitung sejak diterbitkannya KTUR, Obligasi akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi yang tercantum dalam KTUR. Pencabutan pembekuan Obligasi oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat. 5. Melalui keputusan RUPO, Pemegang Obligasi antara lain berhak melakukan tindakan sebagai berikut: a. mengambil keputusan atas suatu kejadian kelalaian menurut Perjanjian Perwaliamanatan; atau b. mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan mengenai perubahan tingkat Bunga Obligasi, tata cara pembayaran Bunga Obligasi dan hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan Obligasi serta persyaratan dan ketentuan-ketentuan lain dari Perjanjian Perwaliamanatan; atau c. memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuanketentuan Perjanjian Perwaliamanatan; atau d. mengambil tindakan lain yang diperlukan untuk kepentingan Pemegang Obligasi berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. xvii
20 Halaman ini sengaja dikosongkan
21 I. PENAWARAN UMUM OBLIGASI SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL IV TAHUN 2011 DENGAN JAMINAN PASTI ASET PIUTANG KPR DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR Rp (EMPAT RATUS ENAM PULUH TIGA MILIAR RUPIAH) Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini terdiri dari 2 (dua) seri yang ditawarkan sebagai berikut: Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,4% (delapan koma empat persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sejak Tanggal Penerbitan. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp (tiga ratus tujuh puluh delapan miliar Rupiah). Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,8% (delapan koma delapan persen) per tahun, berjangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan sejak Tanggal Penerbitan. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp (delapan puluh lima miliar Rupiah). Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan, sesuai Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 5 Juli 2011, sedangkan pembayaran terakhir Bunga Obligasi Seri A akan dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo Obligasi pada tanggal 11 April 2012 dan Seri B akan dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo Obligasi adalah pada tanggal 5 April Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas efek hutang jangka menengah (Obligasi) dari PT Fitch Ratings Indonesia ( Fitch ) dengan peringkat: AA (idn) (Double A ; stable outlook) Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab XVII Keterangan Mengenai Pemeringkatan Obligasi PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara) Kegiatan Usaha Bergerak Dalam Bidang Usaha Pembiayaan Sekunder Perumahan Berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Selatan, Indonesia Kantor Grha SMF Jalan Panglima Polim I No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta 12160, Indonesia Telepon: (+6221) , Faksimili: (+6221) Risiko utama yang dihadapi adalah risiko kredit sehubungan dengan kelancaran pembayaran kembali pokok dan/atau bunga penyaluran pinjaman yang apabila jumlah kredit yang tidak dapat dikembalikan cukup material, dapat mempengaruhi kinerja Perseroan. Selain itu ada risiko investasi mengenai kemungkinan tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan yang disebabkan tujuan pembelian Obligasi sebagai investasi jangka menengah/panjang. Risiko usaha lainnya dapat dilihat didalam Prospektus ini pada bab V 1
22 Perseroan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Selatan, yang didirikan dan dijalankan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Perseroan didirikan khusus sebagai perusahaan pembiayaan sekunder perumahan, yang izin kegiatan usahanya berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.59 tanggal 22 Juli 2005 dibuat dihadapan Imas Fatimah, SH., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C HT TH.2005 tanggal 26 Juli 2005, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No.2147/BH.09.05/VIII/2005 tanggal 11 Agustus 2005, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.69 tanggal 30 Agustus 2005, Tambahan No.9263/2005 ( Akta No.59 ). Akta No.59 tersebut adalah merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah No.5 Tahun 2005 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan Sekunder Perumahan dan Peraturan Presiden No.19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana diubah berdasarkan Peraturan Presiden No.1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No.19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Akta No.59 tersebut diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No.114 tanggal 13 Agustus 2008 dibuat dihadapan Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008 dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Administrasi Jakarta Selatan dibawah No.1714/RUB.09.03/VIII/2009 tanggal 5 Agustus 2009, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.53 tanggal 3 Juli 2009, Tambahan No Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sampai dengan Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut: KETERANGAN Nilai Nominal Rp per saham (%) Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Negara Republik Indonesia Saham dalam Portepel KETERANGAN RINGKAS MENGENAI OBLIGASI ADALAH SEBAGAI BERIKUT: NAMA OBLIGASI Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap. JANGKA WAKTU DAN JATUH TEMPO Obligasi terdiri atas dua seri, yaitu: Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,4% (delapan koma empat persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sejak Tanggal Penerbitan. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp (tiga ratus tujuh puluh delapan miliar Rupiah) dan akan jatuh tempo tanggal 11 April Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,8% (delapan koma delapan persen) per tahun, berjangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan sejak Tanggal Penerbitan. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp (delapan puluh lima miliar Rupiah) dan akan jatuh tempo tanggal 5 April
23 JENIS OBLIGASI Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian. JUMLAH NOMINAL OBLIGASI DAN SATUAN PEMINDAHBUKUAN Obligasi diterbitkan dengan jumlah pokok sebesar Rp (empat ratus enam puluh tiga miliar Rupiah), dengan Satuan Pemindahbukuan sebesar Rp1 (satu Rupiah) atau kelipatannya. Dalam RUPO, setiap 1 (satu) Satuan Pemindahbukuan Obligasi memberikan hak kepada pemegangnya untuk mengeluarkan 1 (satu) suara. JUMLAH MINIMUM PEMESANAN Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah Rp (lima juta Rupiah) atau kelipatannya. HARGA PENAWARAN 100% (seratus persen) dari Nilai Nominal Obligasi. PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI Obligasi ini memberikan tingkat bunga sebagai berikut: Seri A : 8,4% (delapan koma empat persen) per tahun. Seri B : 8,8% (delapan koma delapan persen) per tahun. Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi setiap 3 (tiga) bulan. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 5 Juli 2011, sedangkan pembayaran terakhir Bunga Obligasi Seri A akan dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo Obligasi pada tanggal 11 April 2012 dan Seri B akan dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo Obligasi adalah pada tanggal 5 April Bunga Obligasi dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat terhitung sejak tanggal distribusi Obligasi secara elektronik (yang juga merupakan Tanggal Emisi), di mana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender. Bunga Obligasi tersebut akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening di KSEI pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan.tanggal-tanggal pembayaran Bunga Obligasi adalah sebagai berikut: Bunga Ke Seri A Seri B 1 5 Juli Juli Oktober Oktober Januari Januari April April Juli Oktober Januari April
24 JAMINAN Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang KPR milik Perseroan berdasarkan Akta Jual Beli Tagihan No.47 tanggal 23 Juni 2010 dibuat dihadapan B.R.A.Y. Mahyastoeti Notonagoro, Notaris di Jakarta dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sekurang-kurangnya sebesar 60% (enam puluh persen) dari nilai Pokok Obligasi. Dalam hal nilai jaminan kurang dari 60%, Perseroan wajib memberikan jaminan tambahan yang nilainya mencukupi untuk menutup kekurangan nilai jaminan. Jual beli kumpulan tagihan dilaksanakan dengan harga Rp (lima ratus miliar sepuluh ribu empat puluh sembilan Rupiah) dengan kategori tagihan lancar. Dalam hal nilai jaminan kurang dari yang dipersyaratkan, maka Perseroan wajib memberikan jaminan tambahan berupa piutang KPR lainnya atas nama Perseroan. PEMBELIAN KEMBALI (BUYBACK) 1. 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan, Perseroan dari waktu ke waktu dapat melakukan pembelian kembali (buyback) untuk sebagian atau seluruh Obligasi sebelum Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan Perseroan mempunyai hak untuk memberlakukan pembelian kembali (buyback) tersebut untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali dengan harga pasar atau sebagai pelunasan Obligasi. Khusus untuk pembelian kembali (buyback) sebagai pelunasan harus memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelaksanaan pembelian kembali (buyback) dilakukan melalui Bursa Efek atau di luar Bursa Efek. 2. Pembelian kembali (buyback) hanya dapat dilakukan jika Perseroan tidak melakukan kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan kecuali telah mendapat persetujuan RUPO. 3. Perseroan dilarang melakukan pembelian kembali (buyback) jika pelaksanaan pembelian kembali (buyback) tersebut dapat mengakibatkan Perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. 4. Perseroan wajib mengumumkan dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran nasional mengenai rencana dilakukannya pembelian kembali (buyback) Obligasi selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sebelum tanggal permulaan penawaran pembelian (buyback) Obligasi, dengan ketentuan selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sebelum dilaksanakannya pengumuman dalam surat kabar, Perseroan wajib melaporkan kepada Bapepam dan LK mengenai rencana pembelian kembali (buyback) Obligasi tersebut. 5. Pengumuman tersebut harus mencantumkan: i. Periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi dimana Pemegang Obligasi dapat mengajukan penawaran jual atas sejumlah Obligasi yang dimilikinya dengan menyebutkan harga yang dikehendakinya kepada Perseroan; ii. Jumlah dana maksimal yang digunakan untuk pembelian kembali (buyback) Obligasi; kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali; dan target harga maksimal pembelian kembali (buyback) yang tentukan atas pertimbangan dan keputusan dari Perseroan; iii. Kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali; iv. Harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali (buyback); v. Tata cara penyelesaian pembelian kembali (buyback); vi. Persyaratan bagi Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual dan tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Obligasi; vii. Tanggal pembayaran pembelian kembali (buyback) Obligasi tersebut dilakukan selambatlambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak tanggal terakhir periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi (selanjutnya disebut Tanggal Pembayaran Pembelian Kembali ); 4
25 6. Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual kepada Perseroan pada periode penawaran wajib melampirkan: i. Konfirmasi Tertulis dari KSEI mengenai jumlah Obligasi yang akan dijual yang tidak dapat dipindahbukukan antar Rekening Efek sampai dengan Tanggal Pembayaran Pembelian Kembali; ii. iii. Bukti jati diri pada saat melakukan penawaran jual; Pernyataan bahwa Obligasi yang akan dijual oleh Pemegang Obligasi kepada Perseroan bebas dari segala sengketa/tuntutan/ikatan jaminan dan tidak dapat diperjual belikan oleh Pemegang Obligasi sehingga Obligasi tersebut tidak dapat dipindahbukukan antar Rekening Efek sampai dengan Tanggal Pembayaran Pembelian Kembali. 7. Perseroan akan melakukan pembelian kembali (buyback) Obligasi mulai dari harga terendah yang ditawarkan oleh Pemegang Obligasi pada periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi, dengan ketentuan apabila terdapat beberapa Pemegang Obligasi yang melakukan penawaran dengan harga yang sama dan jumlah Obligasi yang ditawarkan oleh Pemegang Obligasi telah melampaui jumlah maksimal dana untuk pembelian kembali (buyback) Obligasi maka Perseroan akan membeli Obligasi tersebut secara proporsional. Pembelian kembali (buyback) Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi yang bukan merupakan Afiliasi Perseroan termasuk Pemegang Obligasi yang merupakan Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia. 8. Perseroan tidak berkewajiban untuk membeli seluruh Obligasi yang ditawarkan oleh Pemegang Obligasi untuk dibeli kembali (buyback) pada periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi, apabila harga penawaran jual yang ditawarkan oleh Pemegang Obligasi tersebut melampaui target harga yang diharapkan oleh Perseroan sebagaimana tersebut dalam angka 5 butir ii tersebut di atas. 9. Perseroan wajib menjaga rahasia kepada pihak manapun atas semua informasi mengenai penawaran jual Obligasi yang telah disampaikan oleh Pemegang Obligasi selama periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi. 10. Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buyback) Obligasi tanpa melakukan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam angka 4 dan 5 tersebut di atas, dengan ketentuan sebagai berikut: i. Jumlah pembelian kembali (buyback) Obligasi tidak lebih dari 5% (lima persen) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih terutang dalam periode 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan; ii. Obligasi yang dibeli kembali (buyback) tersebut bukan merupakan milik Afiliasi Perseroan (kecuali Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia); dan iii. Obligasi yang dibeli kembali (buyback) tersebut hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali. 11. Selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak dilakukannya pembelian kembali (buyback) Obligasi sebagaimana diatur dalam angka 1 sampai dengan 11 tersebut di atas, Perseroan wajib melaporkan kepada Bapepam dan LK, Wali Amanat, Bursa Efek dan KSEI serta mengumumkan dalam 1 (satu) surat kabar berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran nasional perihal pelaksanaan pembelian kembali (buyback) Obligasi tersebut. Dalam pengumuman tersebut harus dicantumkan: i. Jumlah nominal Obligasi yang dibeli kembali (di buyback) dengan menjelaskan jumlah nominal Obligasi yang telah dilunasi dan/atau jumlah nominal Obligasi yang dibeli kembali (di buyback) untuk disimpan; ii. Batasan harga terendah sampai dengan harga tertinggi yang telah terjadi; dan iii. Jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali (buyback) Obligasi. Apabila Perseroan melakukan pelunasan atas Obligasi yang dibeli kembali (buyback) maka Perseroan wajib untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Wali Amanat, KSEI, dan Bapepam dan LK serta Bursa Efek selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) Hari Kerja setelah terjadinya pelunasan tersebut. Obligasi yang telah dilunasi menjadi tidak berlaku dan tidak dapat diterbitkan atau dijual kembali tanpa perlu dinyatakan dalam suatu akta apapun. 5
26 12. Selain ketentuan sebagaimana dimaksud dalam angka 12 tersebut di atas, Perseroan juga wajib menyampaikan kepada Bapepam dan LK seluruh dokumen penawaran jual yang telah disampaikan oleh Pemegang Obligasi selama periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi selambatlambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak pembelian kembali (buyback) Obligasi dilaksanakan. 13. Pemilikan Obligasi oleh Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan kecuali pemilikan Obligasi oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia, wajib dilaporkan kepada Wali Amanat selambatlambatnya 2 (dua) Hari Kerja sebelum suatu RUPO diselenggarakan. 14. Perseroan wajib melaporkan kepada Wali Amanat dan KSEI mengenai Obligasi yang dimiliki Perseroan untuk disimpan, dalam waktu 5 (lima) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi atau 1 (satu) Hari Bursa sebelum tanggal Daftar Pemegang Rekening yang berhak atas Bunga Obligasi, dengan memperhatikan ketentuan KSEI. 15. Apabila Perseroan melakukan pelunasan atas Obligasi yang dibeli kembali (buyback) maka Perseroan wajib untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Bapepam dan LK, Wali Amanat, Bursa Efek dan KSEI, selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak terjadinya pelunasan tersebut. Obligasi yang telah dilunasi menjadi tidak berlaku dan tidak dapat diterbitkan atau dijual kembali tanpa perlu dinyatakan dalam suatu akta apapun. 16. Dalam hal Obligasi dilunasi sebagian, maka Perseroan akan menerbitkan dan menyerahkan Sertifikat Jumbo Obligasi yang baru kepada KSEI untuk ditukarkan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi yang lama pada hari yang sama dengan tanggal pelunasan sebagian Obligasi, dengan jumlah Pokok Obligasi yang masih terutang setelah dikurangi jumlah Obligasi yang telah dilunasi sebagian tersebut. 17. Pembelian kembali (buyback) oleh Perseroan mengakibatkan: - hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali jika dimaksudkan untuk pelunasan; atau - pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali jika dimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali. PENYISIHAN DANA PELUNASAN POKOK OBLIGASI Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan Pokok Obligasi dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil Emisi sesuai dengan rencana penggunaan dana penerbitan Obligasi. PERPAJAKAN Mengenai perpajakan diuraikan dalam Bab XI Prospektus ini. CARA DAN TEMPAT PELUNASAN PINJAMAN POKOK OBLIGASI DAN PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI, selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran, kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran sebagaimana telah ditentukan pada Bab XVI Prospektus ini. Apabila tanggal pembayaran jatuh bukan pada Hari Bursa, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa berikutnya. Apabila dana pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi tidak diambil oleh Pemegang Obligasi pada saat jatuh tempo maka jumlah dana pembayaran yang tidak diambil tersebut wajib disimpan oleh Agen Pembayaran untuk kepentingan Pemegang Obligasi yang bersangkutan dan Perseroan dibebaskan oleh KSEI sebagai Agen Pembayaran dari tanggung jawab pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi kepada Pemegang Obligasi. 6
27 KELALAIAN PERSEROAN Kondisi-kondisi dan pengaturan mengenai kelalaian (cidera janji) diatur sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan, yang juga dijelaskan pada Bab XVI Prospektus ini mengenai Keterangan Tentang Obligasi. PROSEDUR PEMESANAN Prosedur pemesanan dapat dilihat pada Bab XIX Prospektus ini, mengenai Persyaratan Pemesanan Pembelian Obligasi. WALI AMANAT PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. merupakan Wali Amanat dalam penerbitan Obligasi ini sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut : HASIL PEMERINGKATAN OBLIGASI PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Gedung BRI II Lantai 3 Jl. Jend. Sudirman Kav.44 dan 46 Jakarta Telepon: (021) , , ext. 2335, 2371 Faksimili: (021) , Up. Desk Investasi dan Jasa Pasar Modal, Divisi Treasury Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh PT Fitch Ratings Indonesia. Berdasarkan surat PT Fitch Ratings Indonesia Surat No. RC064/DIR/ XII/2010 tanggal 20 Desember 2010, hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka menengah (Obligasi) Perseroan adalah: AA (idn) (Double A; Stable Outlook) Peringkat yang diberikan tersebut mencerminkan kuatnya posisi Perseroan sebagai satu-satunya Perusahaan yang melakukan pembiayaan pasar sekunder perumahan di Indonesia dan dimiliki secara penuh oleh Negara Republik Indonesia. Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Fitch yang bertindak sebagai lembaga pemeringkatan. Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi yang diterbitkan setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas Efek tersebut belum lunas, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.C.11. Keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeringkatan Obligasi dapat dilihat pada Bab XVII Prospektus ini. RATING RATIONALE Pertimbangan Fitch dalam memberi pemeringkatan adalah karena pemerintah Republik Indonesia menguasai 100% kepemilikan di Perseroan, dan peran serta Perseroan dalam mengembangkan pembiayaan perumahan pasar sekunder dengan harga terjangkau. Pemeringkatan ini juga mempertimbangkan rekam jejak Perseroan sebagai perusahaan yang telah beroperasi selama 5 tahun dan tidak adanya jaminan pemerintah atas kewajiban Perseroan. Walaupun demikian, Fitch melihat bahwa pemerintah akan memberi tambahan modal pada Perseroan, kemungkinan pada tahun 2011, untuk memfasilitasi perluasan aktifitas pendanaan. 7
28 Perseroan telah melakukan ekspansi pendanaan kredit perumahan dengan memberikan pinjaman kepada lima lembaga penyalur tahun 2010 dari dua lembaga penyalur tahun Peminjaman ini memberikan kontribusi peningkatan 264% y-o-y dalam total pinjaman pada akhir tahun 2010 yaitu sebesar Rp1.235 miliar. Pinjaman yang diberikan pada lima perusahaan KPR, termasuk bank pemerintah yaitu PT Bank Tabungan Negara, adalah sebesar 98% dari total pinjaman Perseroan pada akhir bulan September Pinjaman dikelola secara tidak langsung melalui kriteria pinjaman yang dibuat oleh Perseroan. Hal ini menyebabkan semua pinjaman dari Perseroan berstatus performing pada akhir September Perseroan berencana untuk mengembangkan portofolio mortgage re-finance loan sebanyak Rp1.186 miliar pada tahun 2011 dengan cara berfokus pada bank regional yang sedang berkembang, bank syariah dan perusahaan pembiayaan berskala kecil. Pengembangan pinjaman akan didanai melalui modal usaha, tambahan modal dan pinjaman; pinjaman yang dimaksud adalah melalui senior debt maksimal sebesar Rp 1 triliun pada tahun Fitch juga mengetahui ada rencana dari pemerintah untuk memberikan tambahan modal kemungkinan pada tahun Perseroan mengkordinasikan transaksi sekuritisasi pinjaman KPR perumahan Bank BTN I, II dan III dengan total sebesar Rp1.252 miliar tahun Sebagai upaya untuk mendukung pengembangan pasar domestik perkreditan, Perseroan berinvestasi pada kelas A dari transaksi ini yang besarnya 22% dari total aset pada akhir September Perseroan juga menyediakan pencadangan untuk bunga tiga-bulanan dan senior expenses sebagai bagian dari perluasan perkreditan untuk ketiga pinjaman tersebut. Hal ini selaras dengan rencana jangka panjang Perseroan dalam mengembangkan perkreditan pasar sekunder, yang mana termasuk dengan peran sebagai penjamin kredit untuk peminjam kredit atau mortgage backed, daripada hanya bertindak sebagai penyedia pendanaan. Perseroan telah menikmati laba sejak berdiri. Pendapatan dari pinjaman sampai dengan akhir September 2010 sebesar Rp21,8 miliar, akhir tahun 2009 sebesar Rp51,8 miliar, akhir tahun 2008 sebesar Rp40,6 miliar dan akhir tahun 2007 sebesar Rp16,7 miliar sebagai hasil dari perluasan aktifitas pendanaan. Perseroan didirikan oleh pemerintah Republik Indonesia tahun 2005 dan berada di bawah ketentuan dan pengawasan Kementerian Keuangan. HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI 1. Menerima pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi dari Perseroan yang dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/ atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi yang bersangkutan. Pokok Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi. 2. Pemegang Obligasi yang berhak mendapatkan pembayaran Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi setelah tanggal penentuan pihak yang berhak memperoleh Bunga Obligasi, maka pihak yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan. 3. Bila terjadi kelalaian dalam pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi paling lambat 1 (satu) Hari Bursa setelah lewat Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka Pemegang Obligasi berhak untuk menerima pembayaran denda sebesar 1,5% (satu koma lima persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi, atas jumlah yang terhutang yang harus disetor/dibayar Perseroan, yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang telah lewat sampai dengan pelunasan atau pembayaran jumlah yang wajib dibayar Perseroan dilaksanakan. Untuk menghitung denda dilakukan perhitungan hari yang terlewat yaitu 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. Denda yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi, oleh Agen Pembayaran akan diberikan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya. 8
29 4. Seorang atau lebih Pemegang Obligasi yang mewakili sedikitnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih terhutang (termasuk didalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia, namun diluar dari jumlah jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan) berhak mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat agar diselenggarakan RUPO dengan memuat agenda yang diminta dengan melampirkan fotokopi KTUR dari KSEI yang diperoleh melalui Pemegang Rekening dan memperlihatkan asli KTUR kepada Wali Amanat, dengan ketentuan terhitung sejak diterbitkannya KTUR, Obligasi akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi yang tercantum dalam KTUR. Pencabutan pembekuan Obligasi oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat. 5. Melalui keputusan RUPO, Pemegang Obligasi antara lain berhak melakukan tindakan sebagai berikut: a. mengambil keputusan atas suatu kejadian kelalaian menurut Perjanjian Perwaliamanatan; atau b. mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan mengenai perubahan tingkat Bunga Obligasi, tata cara pembayaran Bunga Obligasi dan hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan Obligasi serta persyaratan dan ketentuan-ketentuan lain dari Perjanjian Perwaliamanatan; atau c. memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuanketentuan Perjanjian Perwaliamanatan; atau d. mengambil tindakan lain yang diperlukan untuk kepentingan Pemegang Obligasi berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PERSEROAN Sebelum dilunasinya semua Jumlah Yang Terhutang yang harus dibayar oleh Perseroan berkenaan dengan Obligasi, Perseroan berjanji dan mengikat diri bahwa: 1. Tanpa ijin tertulis dari Wali Amanat, pemberian ijin tertulis tersebut tunduk pada ketentuan sebagai berikut: I. Ijin tersebut tidak akan ditolak tanpa alasan yang jelas dan wajar; dan II. Wali Amanat wajib memberikan tanggapan atas permohonan ijin tersebut dalam waktu 14 (empat belas) Hari Kerja setelah permohonan ijin dan dokumen pendukungnya tersebut diterima oleh Wali Amanat, dan jika dalam waktu 14 (empat belas) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima tanggapan apapun dari Wali Amanat maka Wali Amanat dianggap telah memberikan ijinnya; III. Jika dalam tanggapannya Wali Amanat meminta tambahan data atau dokumen pendukung lainnya, maka persetujuan atau penolakan wajib diberikan oleh Wali Amanat dalam waktu 7 (tujuh) Hari Kerja setelah data atau dokumen pendukung lainnya tersebut diterima secara lengkap oleh Wali Amanat. Jika dalam waktu 7 (tujuh) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima tanggapan apapun dari Wali Amanat maka Wali Amanat dianggap telah memberikan ijinnya; Perseroan tidak akan melakukan hal-hal sebagai berikut : 1. Melakukan penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan atau memberikan persetujuan kepada Anak Perusahaan (jika ada) untuk melakukan penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan kecuali penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan yang dilakukan dengan atau pada perusahaan yang bidang usahanya sama dan tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan dan tidak mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam melakukan pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi, kecuali hal-hal tersebut dilakukan dalam program privatisasi Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan sebagai berikut: 9
30 a. Semua syarat dan kondisi Obligasi dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan dokumen lain yang berkaitan tetap berlaku dan mengikat sepenuhnya terhadap perusahaan penerus (surviving company) dan dalam hal Perseroan bukan merupakan perusahaan penerus (surviving company) maka seluruh kewajiban berdasarkan Obligasi dan/atau Perjanjian Perwaliamanatan telah dialihkan secara sah kepada perusahaan penerus (surviving company) dan perusahaan penerus (surviving company) tersebut memiliki aktiva dan kemampuan yang memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran berdasarkan Obligasi dan Perjanjian Perwaliamanatan. b. Perusahaan penerus (surviving company) tersebut salah satu bidang usahanya adalah bergerak dalam bidang usaha utama yang sama dengan Perseroan. 2. Melakukan peminjaman hutang baru atau memberikan persetujuan kepada Anak Perusahaan (jika ada) untuk melakukan peminjaman hutang baru yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari kedudukan hutang yang timbul berdasarkan Obligasi, kecuali hutang baru tersebut untuk kegiatan usaha sehari-hari Perseroan; 3. Menjaminkan dan/atau membebani atau memberikan ijin untuk menjaminkan dan/atau membebani dengan cara apapun aktiva termasuk hak atas pendapatan Perseroan dan/ atau Anak Perusahaan (jika ada), baik yang ada sekarang maupun yang akan diperoleh di masa yang akan datang, kecuali jaminan yang diberikan dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari Perseroan dan Anak Perusahaan (jika ada) 4. Memberi pinjaman kepada pihak manapun atau mengijinkan Anak Perusahaan (jika ada) memberikan pinjaman kepada pihak manapun, kecuali: (i) Pinjaman yang telah ada sebelum ditandatanganinya Perjanjian Perwaliamanatan; (ii) Pinjaman yang diberikan berdasarkan kegiatan usaha Perseroan yang ditentukan berdasarkan Anggaran Dasar; (iii) Pinjaman kepada pegawai termasuk Direksi dan Komisaris untuk program kesejahteraan pegawai Perseroan dengan ketentuan sesuai peraturan perusahaan Perseroan. 5. Mengubah bidang usaha utama Perseroan dan/atau memberikan ijin atau persetujuan kepada Anak Perusahaan (jika ada) untuk mengadakan perubahan bidang usaha. 6. Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan. 7. Mengajukan permohonan pailit atau permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU ) atau mengijinkan Anak Perusahaan (jika ada) mengajukan permohonan pailit atau permohonan PKPU yang diajukan oleh Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (jika ada) sebagai akibat adanya permohonan kepailitan pihak lain. 8. Membayar, membuat atau menyatakan pembagian deviden pada tahun buku Perseroan selama Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran Jumlah Terhutang atau Perseroan tidak melakukan pembayaran Jumlah Terhutang berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Akta Pengakuan Hutang dan/atau perjanjian lain yang dibuat berkenaan dengan Obligasi. 9. Mengadakan segala bentuk kerjasama, bagi hasil atau perjanjian serupa lainnya di luar kegiatan usaha Perseroan sehari-hari atau mengadakan perjanjian manajemen atau perjanjian serupa lainnya yang mengakibatkan kegiatan/operasi Perseroan diatur oleh pihak lain. 10
31 2. Selama Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi belum dilunasi seluruhnya, Perseroan berkewajiban untuk: (i) Menyetorkan dana (in good funds) yang diperlukan untuk pembayaran Bunga Obligasi dan/ atau pelunasan Pokok Obligasi yang jatuh tempo kepada Agen Pembayaran paling lambat 1 (satu) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan menyerahkan fotokopi bukti pengiriman dana kepada Wali Amanat pada hari yang sama. Apabila lewat jatuh tempo Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi maka Perseroan harus membayar denda atas kelalaian tersebut sebesar 1,5% (satu koma lima persen) per tahun di atas Bunga Obligasi yang dihitung berdasarkan hari yang lewat. Jumlah denda tersebut dihitung harian dengan ketentuan bahwa 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender sampai dengan pelunasan efektif jumlah denda tersebut di atas. Denda yang dibayarkan oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi akan dibayarkan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya sesuai dengan ketentuan Perjanjian Agen Pembayaran. (ii) Memperoleh, mematuhi segala ketentuan dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjaga tetap berlakunya segala kuasa, ijin, dan persetujuan (baik dari pemerintah maupun dari pihak yang berwenang lainnya) dan dengan segera memberikan laporan dan/atau masukan dan/atau melakukan hal-hal yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan Republik Indonesia sehingga Perseroan dapat secara sah menjalankan kewajibannya berdasarkan setiap Dokumen Emisi dalam mana Perseroan menjadi salah satu pihaknya atau memastikan keabsahan, keberlakuan, dapat dilaksanakannya setiap Dokumen Emisi di Republik Indonesia. (iii) Memastikan pada setiap saat keadaan keuangan Perseroan yang tercantum dalam laporan keuangan tahunan Perseroan terakhir yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik yang diserahkan kepada Wali Amanat berdasarkan butir (x) di bawah ini, harus berada dalam rasiorasio keuangan sebagai berikut: a. Current Ratio, perbandingan total aktiva lancar dengan total kewajiban lancar tidak kurang dari 1 : 1 (satu berbanding satu) b. Perbandingan Aktiva Produktif dengan Hutang tidak kurang dari 0,8 : 1 (nol koma delapan berbanding satu). Aktiva Produktif berarti terdiri dari kas dan setara kas, pinjaman yang diberikan, piutang usaha dan investasi jangka panjang-bersih. Hutang berarti hutang berbunga yang diperoleh Perseroan termasuk hutang bank, hutang sewa guna usaha, hutang Efek konversi, hutang Efek dan instrumen pinjaman lainnya, hutang kredit investasi, hutang Perseroan yang dijamin dengan agunan atau gadai atas aktiva pihak lain berdasarkan nilai penjaminan, pinjaman yang berasal dari perusahaan lain yang diakuisisi dan menjadi Anak Perusahaan (jika ada) atau perusahaan lain yang melebur ke dalam Perseroan, kecuali hutang pajak, hutang dividen (jika ada), hutang dagang dalam kegiatan usaha Perseroan sehari-hari, hutang kepada pihak ketiga selain bank dalam jangka waktu kurang dari 1 (satu) tahun. (iv) Memberitahukan secara tertulis terlabih dahulu kepada Wali Amanat selambat-lambatnya 7 (tujuh) Hari Kerja sebelum ditandatanganinya dokumen-dokumen berkaitan dengan: 1. Peminjaman hutang baru yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari Obligasi dan digunakan untuk kegiatan usaha sehari-hari Perseroan; dan/atau 11
32 2. Penjaminan dan/atau pembebanan aktiva Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (jika ada) yang diberikan dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (jika ada). (v) menjalankan usaha dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (vi) mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. (vii) memelihara asuransi-asuransi yang sudah berjalan dan berhubungan dengan kegiatan usaha dan harta kekayaan Perseroan pada perusahaan asuransi yang bereputasi baik terhadap segala resiko yang biasa dihadapi oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan Perseroan. (viii) segera memberikan kepada Wali Amanat secara tertulis keterangan yang sewaktu-waktu diminta oleh Wali Amanat dengan wajar mengenai operasi, keadaan keuangan, aktiva Perseroan dan hal lain-lain. (ix) memberikan ijin kepada Wali Amanat atau pihak yang ditunjuk oleh Wali Amanat dengan pemberitahuan 3 (tiga) Hari Kerja sebelumnya secara tertulis, untuk selama jam kerja Perseroan memasuki gedung-gedung dan halaman-halaman yang dimiliki atau dikuasai Perseroan dan melakukan pemeriksaan atas buku-buku, ijin-ijin dan catatan keuangan Perseroan yang terkait dengan penerbitan Obligasi sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku, dengan biaya-biaya yang disetujui terlebih dahulu oleh Perseroan. (x) Menyampaikan kepada Wali Amanat : 1. salinan dari laporan-laporan termasuk laporan-laporan yang berkaitan dengan aspek keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal yang disampaikan kepada Bapepam dan LK, Bursa Efek, KSEI, dalam waktu selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah laporan-laporan tersebut diserahkan kepada pihak-pihak yang disebutkan di atas. 2. salinan resmi akta-akta dan perjanjian yang dibuat sehubungan dengan penerbitan Obligasi dalam waktu selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah diterimanya salinan tersebut oleh Perseroan. 3. Laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Bapepam dan LK disampaikan bersamaan dengan penyerahan laporan ke Bapepam dan LK atau selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan Perseroan. 4. Laporan keuangan tengah tahunan disampaikan bersamaan dengan penyerahan laporan ke Bapepam dan LK. 5. Laporan keuangan triwulan disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah periode laporan keuangan tersebut berakhir. (xi) memelihara secara konsisten sistem pembukuan, pengawasan intern dan pencatatan akuntansi berdasarkan Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (xii) mengusahakan agar harta kekayaan yang digunakan dalam menjalankan kegiatan usahanya berada dalam keadaan baik, memperbaikinya dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usaha Perseroan. 12
33 (xiii) selambat-lambatnya 5 (lima) Hari Kerja memberitahukan kepada Wali Amanat secara tertulis atas : 1. Setiap kejadian atau keadaan yang dapat mempunyai pengaruh penting dan buruk atas jalannya usaha atau operasi atau keadaan keuangan Perseroan dan Anak Perusahaan (jika ada); 2. Setiap perubahan anggaran dasar, susunan direksi dan komisaris, pembagian deviden, susunan pemegang saham Anak Perusahaan (jika ada) dan diikuti dengan penyerahan akta-akta keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Anak Perusahaan (jika ada) setelah akta-akta tersebut diterima oleh Perseroan; 3. Perkara pidana, perdata, administrasi dan perburuhan dimana Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (jika ada) berkedudukan sebagai pihak tergugat yang secara Material mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (jika ada); 4. Terjadinya salah satu dari peristiwa kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan dengan segera, dan melalui permintaan tertulis dari Wali Amanat, menyerahkan pada Wali Amanat suatu pernyataan yang ditandatangani oleh seseorang yang dapat diterima oleh Wali Amanat untuk maksud tersebut, yang mengkonfirmasikan bahwa kecuali sebelumnya telah diberitahukan kepada Wali Amanat atau diberitahukan pada saat konfirmasi bahwa peristiwa kelalaian tersebut tidak terjadi atau apabila terjadi peristiwa kelalaian, memberikan gambaran lengkap atas kejadian tersebut dan tindakan atau langkah-langkah yang diambil (atau diusulkan untuk diambil) oleh Perseroan untuk memperbaiki kejadian tersebut. (xiv) membayar kewajiban pajak atau bea lainnya yang menjadi beban Perseroan dalam menjalankan usahanya sebagaimana mestinya. (xv) melakukan pemeringkatan atas Obligasi sesuai dengan Peraturan No: IX.C.11 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang. TAMBAHAN HUTANG YANG DAPAT DIBUAT PERSEROAN PADA MASA AKAN DATANG Tidak ada pembatasan bagi Perseroan untuk memperoleh hutang baru di masa mendatang yang penggunaannya untuk kegiatan usaha sehari-hari Perseroan, sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. HAK SENIORITAS ATAS HUTANG Hak tagih sehubungan dengan Obligasi memiliki peringkat preferen sekurang-kurangnya sebesar 60% (enam puluh persen) dari Pokok Obligasi sedangkan hak tagih terhadap sebanyak-banyaknya 40% (empat puluh persen) dari Pokok Obligasi memiliki peringkat paripassu tanpa preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 13
34 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM OBLIGASI Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi, seluruhnya akan disalurkan sebagai pinjaman kepada lembaga penyalur KPR. Atas dana yang diperoleh Perseroan dari Penawaran Umum Obligasi, Perseroan akan melaporkan secara periodik realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi ini kepada Bapepam dan LK sesuai dengan Peraturan No. X.K.4 yang merupakan Lampiran Surat Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum dan juga kepada para Pemegang Obligasi melalui Wali Amanat. Apabila Perseroan bermaksud mengubah penggunaan dana dari rencana semula seperti yang tercantum dalam Prospektus ini, maka rencana penggunaan dana tersebut harus dilaporkan terlebih dahulu kepada Bapepam dan LK dengan mengemukakan alasan beserta pertimbangannya serta harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Wali Amanat setelah terlebih dahulu disetujui oleh RUPO. Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Bapepam dan LK No. SE-05/BL/2006 tanggal 29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya yang Dikeluarkan Dalam Rangka Penawaran Umum, total biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebesar 0,328% (nol koma tiga dua delapan persen) dari nilai emisi Obligasi yang meliputi: a. Biaya jasa untuk penjamin emisi efek 0,126% (nol koma satu dua enam persen). b. Biaya Profesi Penunjang Pasar Modal 0,062% (nol koma nol enam dua persen) yang terdiri dari biaya jasa Akuntan 0,025% (nol koma nol dua lima persen); Konsultan Hukum 0,03% (nol koma nol tiga persen) dan Notaris 0,007% (nol koma nol nol tujuh persen). c. Biaya Lembaga Penunjang Pasar Modal untuk biaya jasa Wali Amanat 0,024% (nol koma nol dua empat persen) dan Lembaga Pemeringkat Efek 0,05% (nol koma nol lima persen). d. Biaya KSEI 0,007% (nol koma nol nol tujuh persen) dan BEI 0,025% (nol koma nol dua lima persen). e. Biaya lain-lain (percetakan, biaya pemeringkat, audit penjatahan, iklan prospektus ringkas dan public expose) 0,03% (nol koma nol tiga persen). Sesuai dengan Surat No. S-038/DIR/SMF/I/2011 tanggal 10 Januari 2011 perihal Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Sarana Multigriya Finansial II Tahun 2009 Dengan Tingkat Bunga Tetap dan Obligasi Sarana Multigriya Finansial III Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap telah digunakan sesuai dengan tujuan penggunaan dana Obligasi tersebut serta telah dilaporkan kepada Bapepam dan LK sesuai dengan Peraturan Bapepam No.X.K.4 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. 14
35 III. PERNYATAAN HUTANG Pada tanggal 30 September 2010, Perseroan mempunyai kewajiban yang seluruhnya berjumlah Rp juta, terdiri dari Kewajiban Lancar sebesar Rp juta dan Kewajiban Tidak Lancar sebesar Rp juta. Angka-angka ini diambil dari Laporan Keuangan Perseroan periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Riza, Wahono dan Rekan (Clarkson Hyde International) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan bahwa mulai 1 Januari 2010 Perseroan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Penerapan PSAK No. 50 dan No. 55 (Revisi 2006) ini dilakukan secara prospektif. (dalam jutaan Rupiah) Uraian Jumlah Kewajiban Lancar Surat Hutang Jangka Menengah Yang Akan Jatuh Tempo Dalam Waktu Satu Tahun Hutang Obligasi Yang Akan Jatuh Tempo Dalam Waktu Satu Tahun Hutang Lain-lain Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Pajak 211 Penyisihan Bonus Kewajiban Tidak Lancar Penyisihan Imbalan Kerja Karyawan Surat Hutang Jangka Menengah-Setelah Dikurangi Bagian Yang Akan Jatuh Tempo Dalam Waktu Satu Satu Tahun Hutang Obligasi-Setelah Dikurangi Bagian Yang Akan Jatuh Tempo Dalam Waktu Satu Tahun Jumlah Kewajiban Perseroan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian perwaliamanatan. 1. Surat Hutang Jangka Menengah (dalam jutaan Rupiah) 30 September 2010 MTN SMF I Tahun 2010 Seri A Seri B Dikurangi : Beban emisi yang belum diamortisasi (135) Jumlah-bersih Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun Dikurangi : Beban emisi yang belum diamortisasi (106) Bagian yang Akan Jatuh Tempo Lebih Dari Satu Tahun Dikurangi : Beban emisi yang belum diamortisasi (29) Jumlah-bersih Pada tanggal 16 April 2010 Perseroan telah menerima hasil dari penerbitan Medium Term Notes (MTN) SMF I Tahun 2010 dengan tingkat bunga tetap dan dengan jumlah Rp MTN tersebut terdiri dari 2 (dua) seri yaitu: Seri A : MTN dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun, berjangka 370 Hari Kalender sejak Tanggal Penerbitan. Jumlah MTN Seri A sebesar Rp
36 Seri B : MTN dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25% per tahun, berjangka 2 (dua) tahun sejak Tanggal Penerbitan. Jumlah MTN Seri B sebesar Rp Perseroan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian perwaliamanatan. 2. Hutang Obligasi (dalam jutaan Rupiah) 30 September 2010 Nilai Nominal: Obligasi II Obligasi III Dikurangi : Beban emisi yang belum diamortisasi (1.211) Jumlah bersih Dikurangi : Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun Obligasi II Beban emisi yang belum diamortisasi 14 Jumlah bersih Bagian yang akan jatuh tempo lebih dari satu tahun Obligasi II - Obligasi III Beban emisi yang belum diamortisasi (1.225) Jumlah bersih Pada bulan Desember 2009 Perseroan menerbitkan Obligasi dengan nama Obligasi Sarana Multigriya Finansial II Tahun 2009 Dengan Tingkat Bunga Tetap (SMFP 02) dengan nilai nominal Rp dan tingkat suku bunga sebesar 9,5% per tahun, dengan jangka waktu 370 hari kalender dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 Januari Obligasi ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh kekayaan SMF baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang ada maupun yang akan ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia, sedangkan hak pemegang obligasi adalah paripassu tanpa preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pada bulan Juli 2010 SMF menerbitkan Obligasi dengan nama Obligasi Sarana Multigriya Finansial III Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp Obligasi tersebut diterbitkan pada tanggal 8 Juli 2010 yang terdiri dari 2 seri yaitu: Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25% per tahun, jangka waktu 2 tahun sejak tanggal penerbitan. Obligasi ini diterbitkan dengan nilai nominal sebesar Rp Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun, berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal penerbitan. Obligasi ini diterbitkan dengan nilai nominal Rp Obligasi ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh kekayaan SMF baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang ada maupun yang akan ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia, sedangkan hak pemegang obligasi adalah paripassu tanpa preferen dengan hak-hak kreditur SMF lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian perwaliamanatan. 16
37 3. Hutang Lain-lain Hutang Lain-lain Perseroan pada tanggal 30 September 2010 sebesar Rp1.114 juta. Hutang Lainlain merupakan hutang kepada pihak ketiga. 4. Biaya Yang Masih Harus Dibayar Biaya Yang Masih Harus Dibayar Perseroan pada tanggal 30 September 2010 sebesar Rp juta. Rincian Biaya Yang Masih Harus Dibayar adalah sebagai berikut: Uraian (dalam jutaan Rupiah) Jumlah Biaya Yang Masih Harus Dibayar Tunjangan Karyawan 448 Bunga Obligasi Bunga MTN Lain-lain 28 Total Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Pajak Hutang Pajak Perseroan per 30 September 2010 sebesar Rp211 juta. Rincian Hutang Pajak Perseroan per 30 September 2010 adalah sebagai berikut: Uraian (dalam jutaan Rupiah) Jumlah Hutang Pajak Pajak Penghasilan Pasal Pasal Total Hutang Pajak Penyisihan Bonus Penyisihan Bonus Perseroan per 30 September 2010 sebesar Rp2.778 juta. Penyisihan Bonus dilakukan berdasarkan atas Surat Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan Departemen Keuangan No. SR-4197/LK/2005 tanggal 30 November 2005, dimana Direksi, Dewan Komisaris dan karyawan berhak atas bonus sebesar 5% dari laba bersih Perseroan untuk tahun/periode yang bersangkutan. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 24 Juni 2010, pemegang saham menyetujui untuk memberikan tantiem sebesar 1,5% dari laba bersih perseroan tahun 2009 kepada Direksi dan Komisaris dan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.S-007/SKD/DIR/VI/2010 tanggal 30 Juni 2010 memberikan bonus kepada karyawan tetap sebesar 1,5% dari laba bersih perseroan tahun Penyisihan Imbalan Kerja Karyawan Penyisihan Imbalan Kerja Karyawan Perseroan per 30 September 2010 sebesar Rp2.613 juta. 8. Komitmen dan Perjanjian Signifikan - SMF menandatangani perjanjian pendukung kredit No. 001/PPK/SMFKIK-DSMF-I/I/2009 tanggal 7 Januari 2009 dengan PT Danareksa Investment Management dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Berdasarkan perjanjian tersebut, SMF bertindak sebagai pendukung kredit dalam transaksi penerbitan efek beragun aset (EBA). SMF setuju menyediakan dana tidak kurang dari jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan pada tanggal penutupan yang ditetapkan sebesar Rp2.037 juta ke dalam rekening cadangan. 17
38 - SMF menandatangani perjanjian pendukung kredit No. 037/PPK/SMFKIK-DSMF-II/IX/2009 tanggal 14 September 2009 dengan PT Danareksa Investment Management dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Berdasarkan perjanjian tersebut, SMF bertindak sebagai pendukung kredit dalam transaksi penerbitan efek beragun aset (EBA). SMF setuju menyediakan dana tidak kurang dari jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan pada tanggal penutupan yang ditetapkan sebesar Rp8.452 juta ke dalam rekening cadangan. - SMF menandatangani perjanjian pendukung kredit No. 053/PPK/ KIK-DBTN01/XII/2010 tanggal 15 Desember 2010 dengan PT Danareksa Investment Management dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Berdasarkan perjanjian tersebut, SMF bertindak sebagai pendukung kredit dalam transaksi penerbitan efek beragun aset (EBA). SMF setuju menyediakan dana tidak kurang dari jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan pada tanggal penutupan yang ditetapkan sebesar Rp juta ke dalam rekening cadangan serta berjanji dan mengikat diri untuk membeli seluruh EBA Kelas A dari Pemegang EBA Kelas A apabila Rapat Umum Pemegang EBA menyatakan telah terjadi Kejadian Gagal Bayar EBA. Pembelian EBA Kelas A akan dilakukan dengan harga sebesar Jumlah Pokok Terhutang dari EBA Kelas A. SELURUH KEWAJIBAN PERSEROAN PER TANGGAL 30 SEPTEMBER 2010 TELAH DIUNGKAPKAN DI DALAM PROSPEKTUS. TIDAK ADA KEWAJIBAN YANG TELAH JATUH TEMPO YANG BELUM DILUNASI OLEH PERSEROAN. PADA TANGGAL 30 DESEMBER 2010 PERSEROAN MENERBITKAN MEDIUM TERM NOTES II SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL TAHUN 2010 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP (MTN II) SEBESAR RP (DUA RATUS MILIAR RUPIAH), DENGAN TINGKAT BUNGA SEBESAR 8,50% PER TAHUN, BERJANGKA WAKTU 1 (SATU) TAHUN DAN JATUH TEMPO PADA TANGGAL 30 DESEMBER MANAJEMEN DALAM HAL INI BERTINDAK UNTUK DAN ATAS NAMA PERSEROAN SERTA SEHUBUNGAN DENGAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA DALAM PERSEROAN DENGAN INI MENYATAKAN KESANGGUPANNYA UNTUK MEMENUHI KEWAJIBAN-KEWAJIBANNYA YANG TELAH DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN SERTA DISAJIKAN DALAM PROSPEKTUS INI. ATAS MASING-MASING KEWAJIBAN TERSEBUT DI ATAS TIDAK TERDAPAT NEGATIVE COVENANTS YANG MERUGIKAN HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI. 18
39 IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN Analisis dan pembahasan di bawah ini, khususnya untuk bagian yang menyangkut kinerja keuangan Perseroan, disusun berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2009 dan periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Riza, Wahono & Rekan (Clarkson Hyde International) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan bahwa mulai 1 Januari 2010 Perseroan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Penerapan PSAK No. 50 dan No. 55 (Revisi 2006) ini dilakukan secara prospektif. 1. Umum Perseroan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkedudukan di Jakarta Selatan, yang didirikan dan dijalankan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Perseroan didirikan khusus sebagai perusahaan pembiayaan sekunder perumahan, yang izin kegiatan usahanya berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No.114 tanggal 13 Agustus 2008 dibuat dihadapan Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008 dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Administrasi Jakarta Selatan di bawah No. 1714/RUB.09.03/VIII/2009 tanggal 5 Agustus 2009, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 53 tanggal 3 Juli 2009 Tambahan No , Perseroan mempunyai maksud dan tujuan untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: a. membeli kumpulan aset keuangan dari lembaga penyalur KPR, berupa piutang yang diperoleh dari penyaluran KPR berikut hak agunan yang melekat padanya dan menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi; b. menyimpan kumpulan aset keuangan dan menerbitkan surat partisipasi apabila pasar belum kondusif; c. menunjuk SPV untuk membeli aset keuangan dari kreditor asal dan menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Utang. Selain kegiatan-kegiatan usaha tersebut di atas, Perseroan dapat pula melakukan kegiatan lain sebagai berikut: memberikan pinjaman kepada lembaga penyalur Kredit Pemilikan Rumah ( KPR ) untuk membiayai KPR yang memenuhi persyaratan Perseroan; menerbitkan surat hutang; mengeluarkan jaminan dan dukungan kredit (credit enhancement); melaksanakan fungsi sebagai koordinator global; melaksanakan fungsi sebagai penata sekuritisasi; 19
40 melakukan penyertaan langsung pada perusahaan yang kegiatan usahanya terkait langsung dengan pasar pembiayaan sekunder perumahan; menempatkan dana dalam bentuk Surat Utang Negara, Sertifikat Bank Indonesia, Deposito dan instrumen keuangan lainnya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan; melakukan pembelian Efek Beragun Aset; kegiatan usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. 2. Kondisi Perekonomian Kondisi perekonomian nasional secara umum berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja Perseroan, terutama tingkat suku bunga, tingkat pertumbuhan ekonomi nasional, tingkat inflasi dan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Faktor tingkat suku bunga juga rentan terhadap kinerja Perseroan, dalam hal tingkat suku bunga mengalami penurunan, maka permintaan akan pembiayaan rumah akan meningkat, begitupun sebaliknya. Faktor makro ekonomi yang kondusif dan bertumbuh di sektor riil akan mengakibatkan meningkatnya daya beli masyarakat yang akhirnya akan mengakibatkan pembelian dan permintaan pembiayaan perumahan. Tingkat inflasi juga sangat berpengaruh terhadap naik turunnya tingkat suku bunga/biaya dana serta daya beli dan daya bayar konsumen. Kejadian bencana alam ataupun kondisi makro ekonomi akan mempengaruhi Perseroan apabila dampak dari kejadian tersebut memberikan dampak kerugian kepada penyalur KPR yang menerima pinjaman dari Perseroan. Khususnya kondisi makro ekonomi yang menimbulkan risiko sistemik di pasar keuangan akan langsung mempengaruhi kinerja Perseroan, mengingat pada dasarnya Perseroan harus melakukan pendanaan dari pasar modal untuk melakukan program pemberian pinjaman. Untuk memberikan pinjaman kepada lembaga penyalur KPR, Perseroan menggunakan sumber dana jangka menengah/panjang yang berasal dari investor surat utang. Dana yang berasal dari investor surat utang tersebut tidak dapat dibandingkan dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) karena karakteristiknya jauh berbeda. Sekalipun demikian, untuk dapat memberikan pinjaman kepada lembaga penyalur KPR, Perseroan harus mempertimbangkan kondisi DPK tersebut agar transaksi penyaluran pinjaman dengan lembaga penyalur KPR dapat terlaksana. Karena itu, Perseroan menyediakan dana dengan jangka waktu menengah yang lebih panjang dibandingkan dengan jangka waktu pendanaan yang diperoleh penyalur KPR dari DPK. Dengan cara ini, penyalur KPR mau menerima pinjaman dari Perseroan karena disamping lebih panjang waktunya juga lebih pasti. Untuk memenuhi permintaan pinjaman dari lembaga penyalur KPR, sementara menunggu hasil dari penerbitan surat utang Perseroan, Perseroan menggunakan dana yang bersumber dari ekuitas Perseroan. Pengaruh turun naiknya suku bunga terhadap kinerja dan kondisi keuangan Perseroan tidak ada sekalipun pinjaman yang diberikan kepada penyalur KPR didanai dari penerbitan surat utang karena Perseroan meminjamkannya dengan selalu ada positif margin di atas bunga dan biaya penerbitan surat utang pendanaan. Dengan demikian Perseroan harus melakukan pengelolaan aset liabiliti sebaik mungkin untuk mendapatkan dana yang termurah dari pasar modal dan melakukan penyaluran kepada lembaga penyalur KPR dengan jangka waktu yang menarik dan mendukung program KPR jangka panjang. Disamping itu, Perseroan berusaha mendapatkan pendanaan yang lebih murah biayanya melalui meningkatkan rating korporasi dan surat utang. Dengan kebijakan pemerintah, Perseroan sedang mengusulkan penambahan setoran modal Pemegang Saham. 3. Analisa Laporan Keuangan Analisis dan pembahasan di bawah ini disusun berdasarkan angka-angka yang diambil dari, dan harus dibaca dengan mengacu pada Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, 2009 dan periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Riza, Wahono & Rekan (Clarkson 20
41 Hyde International) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan bahwa mulai 1 Januari 2010 Perseroan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Penerapan PSAK No. 50 dan No. 55 (Revisi 2006) ini dilakukan secara prospektif. a. Pertumbuhan Pendapatan, Beban dan Laba Usaha (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN (Periode 9 bulan) Pendapatan Berbasis Bunga Berbasis Imbalan Jumlah Pendapatan Beban Usaha Gaji dan Tunjangan Karyawan (12.655) (15.669) (16.096) (13.953) Umum dan Administrasi (7.973) (6.293) (7.468) (8.273) Jumlah Beban Usaha (20.628) (21.962) (23.564) (22.226) Laba Usaha Pendapatan Lain-Lain - Bersih Laba Sebelum Pajak Penghasilan Badan Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Badan Kini - (3.260) (8.496) - Tangguhan (253) (861) Laba Bersih Pendapatan Pendapatan Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September 2010 sebesar Rp juta. Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp juta, meningkat sebesar 21,27% atau sebesar Rp juta dari pendapatan Perseroan pada tahun 2008 sebesar Rp juta. Hal ini terutama karena adanya peningkatan volume pada Pinjaman Yang Diberikan dan Efek Beragunan Aset (EBA). Pendapatan berbasis bunga tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 naik sebesar Rp juta terutama karena kenaikan volume pinjaman yang diberikan, EBA yang diterbitkan tahun 2009, dan dari pendapatan deposito berjangka akibat kenaikan tingkat suku bunga deposito. Pendapatan berbasis imbalan tahun 2009 mengalami kenaikan Rp84 juta dibandingkan tahun 2008 terutama karena adanya pendapatan koordinator sekuritisasi dan pendukung kredit sebagai akibat peran SMF dalam transaksi sekuritisasi I. Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp juta, meningkat sebesar 20,01% atau sebesar Rp juta dari pendapatan Perseroan pada tahun 2007 sebesar Rp juta. Hal ini karena terutama peningkatan volume pada Pinjaman Yang Diberikan. Pendapatan berbasis bunga tahun 2008 naik sebesar Rp juta dibandingkan dengan tahun 2007 terutama karena kenaikan volume pinjaman yang diberikan dan kenaikan tingkat suku bunga deposito. Pendapatan berbasis imbalan tahun 2008 meningkat sebesar Rp98 juta dibandingkan dengan tahun 2007 karena kenaikan pendapatan jasa pendidikan dan latihan. Berikut adalah rincian Pendapatan Perseroan berdasarkan sumber pendapatan: 21
42 (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN (Periode 9 bulan) Pendapatan Pendapatan Berbasis Bunga: - Deposito Berjangka Sertifikat Bank Indonesia Surat Utang Negara (SUN) Obligasi Retail Indonesia (ORI) Pinjaman Yang Diberikan Efek Beragun Aset (EBA) Jumlah Pendapatan Berbasis Bunga Pendapatan Berbasis Imbalan: - Jasa Pendidikan dan Pelatihan Kordinator Sekuritisasi Pendukung Kredit Jumlah Pendapatan Berbasis Imbalan Jumlah Beban Usaha Jumlah beban usaha untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September 2010 sebesar Rp juta. Jumlah beban usaha tahun 2009 sebesar Rp juta, meningkat sebesar 7,29% atau sebesar Rp1.602 juta dari beban usaha Perseroan tahun 2008 sebesar Rp juta. Hal ini karena peningkatan gaji dan tunjangan karyawan serta beban umum dan administrasi. Jumlah beban usaha Perseroan tahun 2008 sebesar Rp juta, meningkat sebesar 6,47% atau sebesar Rp1.334 juta dari beban usaha Perseroan tahun 2007 sebesar Rp juta. Hal ini karena peningkatan gaji dan tunjangan karyawan. Jumlah beban usaha tahun 2007 sebesar Rp juta terdiri dari beban gaji dan tunjangan karyawan Rp juta serta beban umum dan administrasi Rp7.973 juta. 22
43 Laba Usaha Laba Usaha Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September 2010 sebesar Rp juta. Laba Usaha Perseroan tahun 2009 sebesar Rp juta, naik sebesar 25,18% atau Rp juta dari tahun 2008 sebesar Rp juta, terutama karena kenaikan pendapatan usaha tahun 2009 sebesar Rp juta dari Rp juta tahun 2008 yang lebih besar dari peningkatan beban usaha sebesar Rp juta tahun 2009 dari Rp juta tahun Laba Usaha Perseroan tahun 2008 sebesar Rp juta, naik sebesar 24,45% atau Rp juta dari tahun 2007 sebesar Rp juta, karena kenaikan pendapatan dari pinjaman yang disalurkan. Laba usaha tahun 2007 sebesar Rp juta. Laba Sebelum Pajak Penghasilan Badan Laba Sebelum Pajak Penghasilan Badan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September 2010 sebesar Rp juta. Laba Sebelum Pajak Penghasilan Badan tahun 2009 sebesar Rp juta, naik sebesar 26,55% atau Rp juta dari tahun 2008 sebesar Rp juta. Terutama karena kenaikan laba usaha sebesar Rp juta. Laba Sebelum Pajak Penghasilan Badan tahun 2008 sebesar Rp juta, naik sebesar Rp juta atau 22,75% dari tahun 2007 sebesar Rp juta, karena realisasi jumlah penyaluran pinjaman naik 57,41% dan naiknya tingkat bunga penyaluran pinjaman, sehingga total pendapatan naik 18,85%, sementara biaya hanya naik 6,46%. Laba Sebelum Pajak Penghasilan Badan tahun 2007 sebesar Rp juta. 23
44 Laba bersih Laba Bersih Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September 2010 sebesar Rp juta. Laba Bersih Perseroan tahun 2009 sebesar Rp juta, naik sebesar Rp juta atau 20,95% dari tahun 2008 sebesar Rp juta. Hal ini karena kenaikan pendapatan lebih besar dari kenaikan beban, masing-masing 22,41% dan 7,29% dari pendapatan dan beban tahun Laba Bersih Perseroan tahun 2008 sebesar Rp juta, naik sebesar Rp juta atau 18,68% dari tahun 2007 sebesar Rp juta. Hal ini karena kenaikan pendapatan lebih tinggi dari kenaikan biaya administrasi dan umum serta beban pajak penghasilan. Laba Bersih Perseroan pada tahun 2007 sebesar Rp juta. b. Perkembangan Pengelolaan Aset Tabel berikut menunjukkan komposisi Aset Perseroan per tanggal 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 30 September 2010: (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September ASET Aset Lancar Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Pinjaman yang diberikan Bagian Yang Akan Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun Piutang Usaha Berbasis Bunga Berbasis Imbalan Piutang Lain-lain Uang Muka Biaya dibayar dimuka Pajak dibayar dimuka Jumlah Aset Lancar
45 (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September Aset Tidak Lancar Piutang Hubungan Istimewa Pinjaman yang diberikan Setelah Dikurangi Bagian Yang Akan Jatuh Tempo Dalam Waktu 1 Tahun Sinking Fund Investasi jangka panjang-bersih Aset tetap bersih Aset pajak tangguhan Aset lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET Pada tanggal 30 September 2010, jumlah aset Perseroan sebesar Rp juta naik sebesar 34,76% atau sebesar Rp juta dibandingkan posisi per 31 Desember Hal ini terutama karena penerbitan Obligasi SMFP03 sebesar Rp juta yang sebagian telah disalurkan dalam bentuk pinjaman yang diberikan. Aset Lancar Aset lancar terdiri dari kas dan setara kas, serta aset lancar lainnya. Pada tanggal 30 September 2010, jumlah aset lancar Perseroan sebesar Rp juta. Pada tanggal 31 Desember 2009, aset lancar Perseroan sebesar Rp juta, naik sebesar 61,16% atau Rp juta dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember Hal ini terutama karena adanya tambahan investasi jangka pendek berbentuk EBA tahun 2009 sebesar Rp juta, sebagai bentuk peran Perseroan sebagai standby buyer EBA. Pada tanggal 31 Desember 2008, aset lancar Perseroan sebesar Rp juta, menurun 42,02% atau Rp juta dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember Hal ini karena kas digunakan untuk penyaluran pinjaman dan untuk investasi jangka panjang. Jumlah aset lancar per 31 Desember 2007 sebesar Rp juta. Dalam aset lancar terdapat pajak dibayar dimuka dengan rincian sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Pajak Dibayar Dimuka 31 Desember 30 September Pajak Penghasilan Pasal Pajak Pertambahan Nilai-Bersih Jumlah Pajak penghasilan pasal 23, merupakan pajak atas pendapatan kordinator sekuritisasi dan pendukung kredit serta jasa pendidikan dan pelatihan Perseroan yang dipotong dan dibayarkan ke Kas Negara oleh penyalur KPR. 25
46 Pinjaman Yang Diberikan Pinjaman Yang Diberikan merupakan saldo refinancing atas portofolio KPR di lembaga penyalur KPR. Saldo Pinjaman Yang Diberikan Perseroan tanggal 30 September 2010 sebesar Rp juta. Berikut adalah rincian Pinjaman Yang Diberikan oleh Perseroan: (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September Saldo Pinjaman Yang Diberikan: PT Bank Tabungan Negara (Persero) PT Bank DKI PT Finansia Multi Finance PT Ciptadana Multifinance PT Bhakti Finance PT Bank Negara Indonesia (Persero) Syariah PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Sukowati Sragen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero)-Jual Beli Tagihan KPR Bersyarat Jumlah Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam 1 Tahun PT Bank Tabungan Negara (Persero) - Jual Beli Tagihan KPR Bersyarat PT Bank DKI PT Finansia Multi Finance PT Ciptadana Multifinance PT Bhakti Finance PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Sukowati Sragen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Syariah Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo lebih dari 1 tahun Investasi Jangka Panjang-Bersih Saldo Investasi Jangka Panjang-Bersih Perseroan tanggal 30 September 2010 adalah sebesar Rp juta. Merupakan investasi jangka panjang pada SUN FR0035 sebesar Rp2.381 juta, SUN FR0037 sebesar Rp juta, dikurangi diskonto sebesar Rp195 juta. Berikut adalah rincian Investasi Jangka Panjang Bersih Perseroan: (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September Dimiliki hingga jatuh tempo: SUN FR SUN FR Dikurangi diskonto yang belum di amortisasi (206) (195) (185) (195) Obligasi Retail Indonesia (ORI) Ditambah Premi yang belum diamortisasi Investasi Jangka Panjang Bersih
47 c. Perkembangan Pengelolaan Kewajiban Tabel berikut menunjukkan komposisi kewajiban Perseroan per 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 30 September 2010: (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September KEWAJIBAN Kewajiban Lancar Bagian Lancar Dari Kewajiban Jangka Panjang : Surat Hutang Jangka Menengah Hutang Obligasi Hutang lain-lain Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Penyisihan bonus Pendapatan diterima di muka Jumlah kewajiban lancar Kewajiban Tidak Lancar Penyisihan tunjangan purna jabatan Penyisihan imbalan kerja karyawan Kewajiban Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian Lancar : Surat Hutang Jangka Menengah Hutang Obligasi Jumlah kewajiban tidak lancar JUMLAH KEWAJIBAN Jumlah kewajiban Perseroan per 30 September 2010 sebesar Rp juta, naik sebesar Rp juta atau sebesar 106,69% dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember 2009 terutama karena penerbitan Surat Utang. Dibandingkan dengan tahun 2009, hutang lain-lain per 30 September 2010 naik Rp454 juta terutama karena adanya penyisihan dana untuk CSR tahun 2009 yang belum terealisasi. Biaya yang masih harus dibayar per 30 September 2010 naik Rp juta dibandingkan pada tahun 2009 terutama karena kenaikan bunga surat utang obligasi dan MTN. Jumlah kewajiban Perseroan per 31 Desember 2009 sebesar Rp juta, naik sebesar Rp juta atau 5.614% dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember Hal ini karena penerbitan obligasi tahun 2009 sebesar Rp juta, untuk mendanai pinjaman yang diberikan dan pembelian EBA. Dibandingkan dengan tahun 2008, biaya yang masih harus dibayar dan hutang pajak meningkat, masing-masing terutama karena kenaikan utang bunga surat utang obligasi dan hutang pajak badan tahun 2009 yang dilunasi di kuartal I tahun Jumlah Kewajiban Perseroan per 31 Desember 2008 sebesar Rp juta, naik sebesar Rp2.801 juta atau 38,50% dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember Hal ini karena meningkatnya pendapatan diterima dimuka yang berasal dari provisi akibat peningkatan volume pinjaman yang diberikan. Jumlah Kewajiban Perseroan per 31 Desember 2007 sebesar Rp7.277 juta. 27
48 d. Perkembangan Ekuitas Tabel berikut menunjukkan komposisi ekuitas Perseroan per 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 30 September 2010: (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September Modal Ditempatkan & Disetor Penuh Laba belum terealisasi efek tersedia untuk dijual Saldo Laba: Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas Per 30 September 2010, posisi Ekuitas Perseroan sebesar Rp juta, naik sebesar Rp juta atau sebesar 4,10% dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember 2009 terutama berasal dari laba bersih Perseroan selama 9 bulan tahun Per 31 Desember 2009, posisi Ekuitas Perseroan sebesar Rp juta, naik sebesar Rp juta atau 7,43% dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember 2008, kenaikan berasal dari laba bersih tahun 2009 sebesar Rp juta. Per 31 Desember 2008, posisi Ekuitas Perseroan sebesar Rp juta, naik sebesar Rp juta atau 6,54% dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember 2007, berasal dari saldo laba belum ditentukan penggunaannya yang bersumber dari laba bersih Perseroan tahun Per 31 Desember 2007, posisi Ekuitas Perseroan sebesar Rp juta. Rasio Keuangan Perseroan a. Likuiditas Likuiditas adalah kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, yang dapat dilihat pada rasio Aset Lancar terhadap Kewajiban Lancar. Tingkat likuiditas Perseroan per 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 30 September 2010 masing-masing sebesar 222,22x, 96,77x, 3,39x dan 3,13x. Penurunan tingkat likuiditas per 31 Desember 2008 dibandingkan per 31 Desember 2007 terutama karena penurunan pinjaman yang diberikan yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Penurunan tingkat likuiditas per 31 Desember 2009 dibandingkan per 31 Desember 2008 terutama karena kenaikan utang obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Penurunan tingkat likuiditas per 30 September 2010 dibandingkan per 31 Desember 2009 terutama karena kenaikan pinjaman yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun lebih rendah dibandingkan kenaikan surat utang yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun. b. Solvabilitas Solvabilitas adalah kemampuan Perseroan untuk memenuhi semua kewajibannya yang dapat dilihat dengan membandingkan antara jumlah aset dengan jumlah kewajiban. Tingkat solvabilitas Perseroan per 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 30 September 2010 masing-masing sebesar 163,27x 125,84x, 3,35x, 2,18x. Penurunan tingkat solvabilitas per 31 Desember 2008 dibandingkan per 31 Desember 2007 karena kewajiban tahun 2008 naik sebesar 38,50% dari kewajiban per 31 Desember 2007 sedangkan kenaikan jumlah aset hanya sebesar 6,74%. Penurunan tingkat solvabilitas per 31 Desember 2009 dibandingkan per 31 Desember 2008 karena kewajiban per 31 Desember 2009 naik sebesar 5.614,13% dari kewajiban per 31 Desember 2008 sedangkan kenaikan jumlah aset hanya sebesar 51,98%. Penurunan tingkat solvabilitas per 30 September 2010 dibandingkan per 31 Desember 2009 karena kenaikan surat utang. 28
49 c. Imbal Hasil Ekuitas Imbal Hasil Ekuitas atau Return on Equity (ROE) adalah kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan, yang diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan ekuitas. Imbal Hasil Ekuitas Perseroan per 31 Desember 2007, 2008, 2009, dan 30 September 2010 masing-masing sebesar 5,51%, 6,14%, 6,91% dan 3,95%. Kenaikan imbal hasil ekuitas tahun 2008 dibandingkan dengan tahun 2007 karena laba bersih tahun 2008 naik sebesar 18,68% dibandingkan dengan tahun 2007 sedangkan kenaikan ekuitas hanya sebesar 6,54%. Kenaikan imbal hasil ekuitas tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 karena laba bersih tahun 2009 naik sebesar 20,95% dibanding tahun 2008 sedangkan kenaikan ekuitas hanya sebesar 7,43%. d. Imbal Hasil Investasi Imbal Hasil Investasi atau Return on Asset (ROA) adalah kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba bersih dari aset yang dimiliki, yang diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan total aset. Imbal Hasil Investasi Perseroan untuk tanggal 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 30 September 2010 masing-masing sebesar 5,48%, 6,09%, 4,85% dan 2,14%. Kenaikan imbal hasil investasi tahun 2008 dibandingkan dengan tahun 2007 karena laba bersih tahun 2008 naik sebesar 18,68% dibandingkan dengan tahun 2007 sedangkan kenaikan jumlah aset sebesar 6,74%. Penurunan imbal hasil investasi tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 karena laba bersih tahun 2009 naik sebesar 20,95% dibandingkan tahun 2008 sedangkan kenaikan jumlah aset sebesar 51,98%. e. Belanja Modal Penambahan aset tetap (capital expenditure) Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 30 September 2010 masing-masing sebesar Rp146 juta, Rp86 juta, Rp juta, dan Rp22,366 juta. Total Aset tetap sebelum penyusutan pada tanggal 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 30 September 2010 masing-masing sebesar Rp2.850 juta, Rp2.936 juta, Rp juta dan Rp juta. Akumulasi penyusutan aset tetap pada tanggal 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 30 September 2010 masing-masing sebesar Rp1.043 juta, Rp1.621 juta, Rp2.212 juta, dan Rp2.919 juta. Total aset tetap setelah penyusutan pada tanggal 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 30 September 2010 menjadi masing-masing Rp1.806 juta, Rp1.315, Rp juta dan Rp juta. Penambahan tersebut sebagian besar berupa pembelian inventaris kantor, kendaraan, tanah dan bangunan dalam renovasi. Sumber dana untuk penambahan aset tetap tersebut berasal dari kas dan setara kas Perseroan. f. Analisa Arus Kas Tabel berikut ini menyajikan ringkasan arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 30 September 2010: (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Operasi ( ) ( ) ( ) ( ) Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi (87) (35.100) (26.184) (6.531) Kas Bersih diperoleh dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas Dan Setara Kas ( ) ( ) ( ) Saldo Kas dan Setara Kas-Awal Saldo Kas dan Setara Kas-Akhir
50 Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Operasi Upaya yang dilakukan Perseroan untuk meningkatkan penerimaan kas dari aktivitas operasional antara lain melalui penjualan EBA dan hal tersebut telah terjadi di bulan Desember tahun Penjualan EBA meningkatkan penerimaan kas dari aktifitas operasional karena investasi pada EBA adalah investasi untuk diperdagangkan yang jangka waktunya pendek (masuk dalam aktifitas operasional) sehingga penjualan EBA akan menambah pemasukkan kas dari aktifitas operasional. Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Operasi untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 sebesar Rp juta, yang berasal dari bunga pinjaman, deposito, SUN, ORI dan EBA masing-masing sebesar Rp juta, Rp juta, Rp1.151 juta, Rp2.120 juta, Rp juta. Dari pelunasan penyaluran pinjaman dan hasil lainnya masing-masing sebesar Rp juta dan Rp juta. Pengeluaran kas untuk penambahan pinjaman sebesar Rp juta Pembayaran kas untuk pihak ketiga Rp juta, untuk Direksi dan karyawan sebesar Rp9.012 juta. Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Operasi untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp juta. Yang berasal dari penerimaan bunga pinjaman, deposito, SUN, ORI dan EBA masing-masing sebesar Rp juta, Rp juta, Rp1.263 juta, Rp2.812 juta, Rp6.992 juta. Dari pelunasan penyaluran pinjaman dan penerimaan hasil lainnya, masing-masing sebesar Rp420 juta dan Rp950 juta. Pengeluaran kas digunakan untuk penambahan pinjaman, direksi dan karyawan masing-masing sebesar Rp juta dan Rp7.702 juta dan untuk pihak ketiga sebesar Rp juta. Penerimaan bunga dari pinjaman sebesar Rp juta. Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Operasi untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp juta. Yang berasal dari penerimaan bunga pinjaman, deposito, SBI, SUN, dan ORI masing-masing sebesar Rp juta, Rp juta, Rp juta, Rp1.205 juta, Rp1.995 juta. Dari pelunasan penyaluran pinjaman dan penerimaan hasil lainnya masing-masing sebesar Rp juta dan Rp950 juta. Pengeluaran kas digunakan untuk penambahan pinjaman, pembayaran kas untuk pihak ketiga dan untuk direksi dan karyawan masing-masing sebesar Rp juta, Rp8.520 juta dan Rp juta. Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Operasi untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp juta. Yang berasal dari penerimaan bunga pinjaman, deposito, SBI SUN masing-masing sebesar Rp juta, Rp juta, Rp juta, Rp1.216 juta. Dari pelunasan penyaluran pinjaman dan penerimaan hasil lainnya masing-masing sebesar Rp juta dan Rp257 juta. Pengeluaran kas digunakan untuk penambahan pinjaman, pihak ketiga dan direksi dan karyawan masing-masing sebesar Rp juta, Rp7.403 juta dan Rp juta. Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 sebesar Rp6.531 juta karena penambahan aset tetap (tanah dan bangunan dalam renovasi). Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi untuk tahun yang berakhir tanggal pada 31 Desember 2009 sebesar Rp juta, terutama digunakan untuk penambahan aset tetap (tanah dan bangunan dalam renovasi). Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp juta. Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi ini digunakan untuk pembelian ORI masing-masing sebesar Rp juta, penambahan aset tetap Rp85,95 juta. Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp87 juta. Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi ini digunakan untuk penambahan aset tetap. 30
51 Kas Bersih diperoleh dari Aktivitas Pendanaan Kas Bersih diperoleh dari Aktivitas Pendanaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 sebesar Rp juta berasal dari penerimaan penerbitan obligasi. Kas bersih dari aktivitas pendanaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp juta yang diperoleh dari penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya emisinya. g. Prospek Usaha Portofolio KPR nasional sampai dengan Oktober 2010 (sesuai data dari Bank Indonesia) tercatat Rp135 triliun, sedangkan sampai dengan Desember 2010 SMF telah menyerap sekitar Rp3,301 triliun (atau kurang dari 2%) dari pasar yang ada baik melalui pemberian pinjaman (refinancing) maupun sekuritisasi. Dari tahun 2006 Perseroan telah mempersiapkan diri memasuki pangsa pasar yang lebih luas, salah satunya yaitu melalui pembiayaan produk syariah (yang merupakan pasar yang sangat potensial di masa yang akan datang). Hal ini telah mulai membuahkan hasil pada dengan disalurkannya pembiayaan syariah sebesar Rp600 miliar. Pada tahun 2011 Prospek Usaha Perseroan akan lebih difokuskan kepada pembiyaan syariah dengan memperhatikan besarnya pangsa pasar yang dapat dibiayai oleh Perseroan baik melalui pemberian pinjaman maupun melalui sekuritisasi. h. Manajemen Risiko Keterangan lebih lanjut mohon lihat Bab VIII sub bab Manajemen Risiko. 31
52 V. RISIKO USAHA Dalam menjalankan usahanya Perseroan menghadapi risiko yang dapat mempengaruhi hasil usaha Perseroan apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya dengan baik. A. RISIKO USAHA YANG BERKAITAN DENGAN PERSEROAN Risiko-risiko berikut telah diurutkan berdasarkan risiko yang memiliki bobot tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut: 1. RISIKO KREDIT Risiko Kredit adalah potensi kerugian yang diakibatkan dari ketidaklancaran pembayaran kembali pokok dan/atau bunga penyaluran pinjaman, yang apabila jumlahnya material, dapat mempengaruhi kinerja Perseroan. Risiko ini dihadapi Perseroan dari penempatan dalam bentuk pinjaman kepada lembaga penyalur KPR. Risiko kredit lain bersumber dari penempatan Perseroan di beberapa bank milik pemerintah dalam bentuk deposito dan risiko kredit dari surat utang negara. 2. RISIKO TINGKAT SUKU BUNGA Risiko tingkat bunga adalah potensi kerugian yang ditimbulkan karena perubahan tingkat bunga di pasar. Salah satu aktifitas usaha Perseroan adalah menyalurkan pinjaman ke lembaga penyalur KPR yang dibiayai dengan penerbitan obligasi dan atau surat utang lain. Risiko tingkat bunga akan berpengaruh apabila sudah terjadi negative spread antara pendanaan dengan penyaluran pinjaman. 3. RISIKO LIKUIDITAS Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang disebabkan ketidakmampuan Perseroan mengelola komitmen memenuhi kewajiban pendanaan dan penempatan. Risiko ini dihadapi oleh Perseroan dalam aktivitas pembayaran kewajiban yang segera jatuh tempo dan penyaluran / penempatan dana. Risiko likuiditas akan berpengaruh apabila aktivitas pendanaan tidak dapat dilakukan mengikuti profil jatuh tempo penyaluran pinjaman. 4. RISIKO OPERASIONAL Risiko operasional adalah potensi kerugian yang disebabkan tidak berfungsinya tingkat efektifitas dari sistem, prosedur dan pengawasan dalam lingkungan Perseroan. Karena sebagian besar aset Perseroan terbentuk dari aset keuangan, maka pelaksanaan internal proses yang terstruktur dalam melakukan evaluasi terhadap calon debitur ataupun rencana penempatan merupakan dasar bagi manajemen untuk melakukan pengambilan keputusan. Risiko akan muncul apabila proses evaluasi yang obyektif dan rinci tidak dilakukan oleh organ-organ Perseroan. Risiko operasional akan berpengaruh apabila internal kontrol tidak berjalan dengan baik, sehingga proses pengambilan keputusan tidak berjalan dengan obyektif. 5. RISIKO PERATURAN / REGULASI Perseroan beroperasi berdasarkan Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan yang diperbaharui dengan Peraturan Presiden No. 1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan, di dalam regulasi tersebut operasional Perseroan berinteraksi dengan perbankan yang diatur oleh Bank Indonesia dan lembaga keuangan bukan bank yang diatur oleh Bapepam dan LK. Berkaitan dengan transaksi sekuritisasi, peran Perseroan banyak berkaitan dengan Bapepam dan LK. Secara khusus aktivitas Perseroan belum diatur di dalam ketentuan apapun di Bapepam dan LK ataupun di Bank Indonesia, sebagai penjabaran atas peran dan fungsi yang dapat dilakukan oleh Perseroan berinteraksi dengan perbankan dan lembaga penunjang pasar modal. Pengaturan-pengaturan lebih 32
53 rinci mengenai peran Perseroan dapat mempengaruhi ruang gerak kegiatan usaha Perseroan di masa yang akan datang. Risiko peraturan/regulasi akan berpengaruh apabila terjadi perubahan pengaturan yang menyebabkan Perseroan tidak dapat beroperasi. 6. RISIKO HUKUM Risiko hukum adalah risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis. Kelemahan aspek yuridis antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak dan pengikatan hukum yang tidak sempurna. Sebagai Perseroan yang berdiri dalam sebuah negara hukum Perseroan harus selalu tunduk terhadap segala peraturan hukum yang berlaku. Kegagalan Perseroan dalam mengikuti peraturan hukum yang berlaku akan mengakibatkan pada timbulnya tuntutan hukum yang akan ditujukan kepada Perseroan. Semakin banyak tuntutan hukum yang muncul maka semakin besar biaya yang akan dikeluarkan oleh Perseroan. Apabila kondisi ini dialami oleh Perseroan dan bersifat material maka hal ini akan memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja Perseroan. 7. RISIKO MAKRO EKONOMI Risiko makro ekonomi adalah risiko yang timbul sehubungan dengan perubahan kondisi perekonomian nasional secara umum yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja Perseroan, terutama tingkat suku bunga, tingkat pertumbuhan ekonomi nasional, tingkat inflasi dan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Faktor tingkat suku bunga juga rentan terhadap kinerja Perseroan, dalam hal tingkat suku bunga mengalami penurunan, maka permintaan akan pembiayaan rumah akan meningkat, begitupun sebaliknya. Faktor makro ekonomi yang kondusif dan bertumbuh di sektor riil akan mengakibatkan meningkatnya daya beli masyarakat yang akhirnya akan mengakibatkan pembelian dan permintaan pembiayaan perumahan. Tingkat inflasi juga sangat berpengaruh terhadap naik turunnya tingkat suku bunga/biaya dana serta daya beli dan daya bayar konsumen. Kejadian bencana alam ataupun kondisi makro ekonomi akan mempengaruhi Perseroan apabila dampak dari kejadian tersebut memberikan dampak kerugian kepada penyalur KPR yang menerima pinjaman dari Perseroan. Khususnya kondisi makro ekonomi yang menimbulkan risiko sistemik di pasar keuangan akan langsung mem-pengaruhi kinerja Perseroan, mengingat pada dasarnya Perseroan harus melakukan pendanaan dari pasar modal untuk melakukan program pemberian pinjaman. B. RISIKO INVESTASI BAGI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI Pembeli Obligasi yang dalam hal ini bertindak sebagai investor akan menghadapi risiko gagal bayar pokok pada saat jatuh tempo dan atau pembayaran bunga jika Perseroan mengalami kesulitan keuangan. Selain itu, investor pembeli Obligasi juga menghadapi risiko kesulitan untuk menjual efek tersebut di pasar dalam hal tidak likuidnya efek dan risiko yang terjadi karena perubahan harga obligasi di pasar. Namun risiko investasi ini dapat dimitigasi oleh investor dengan menganalisa kondisi dan kinerja keuangan Perseroan. MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA SEMUA RISIKO YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA TELAH DIUNGKAPKAN DAN DISUSUN BERDASARKAN BOBOT DARI DAMPAK MASING-MASING RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN DALAM PROSPEKTUS INI. MANAJEMEN PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SELURUH RISIKO YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN. 33
54 VI. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Tidak terdapat kejadian penting yang mempunyai dampak material terhadap keadaan keuangan dan hasil usaha Perseroan yang terjadi setelah tanggal laporan Auditor Independen tertanggal 21 Februari 2011 atas laporan keuangan periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Riza, Wahono & Rekan/Clarkson Hyde International dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan bahwa mulai tanggal 1 Januari 2010 Perseroan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi ( PSAK ) No. 50 (Revisi 2006) yaitu Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) yaitu Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran secara prospektif, yang perlu diungkapkan dalam Prospektus ini. 34
55 VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN 1. Riwayat Singkat Perseroan Perseroan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Selatan, yang didirikan dan dijalankan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Perseroan didirikan khusus sebagai perusahaan pembiayaan sekunder perumahan, yang izin kegiatan usahanya berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No.114 tanggal 13 Agustus 2008 dibuat dihadapan Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Administrasi Jakarta Selatan di bawah No.1714/RUB.09.03/VIII/2009 tanggal 5 Agustus 2009, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.53 tanggal 3 Juli 2009, Tambahan No.17294, Perseroan mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut: 1. Maksud dan tujuan Perseroan adalah membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat. 2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: a. membeli kumpulan aset keuangan dari lembaga penyalur KPR, berupa piutang yang diperoleh dari penyaluran KPR berikut hak agunan yang melekat padanya dan menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi; b. menyimpan kumpulan aset keuangan dan menerbitkan surat partisipasi apabila pasar belum kondusif; c. menunjuk SPV untuk membeli aset keuangan dari kreditor asal dan menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Utang. 3. Selain kegiatan-kegiatan usaha tersebut di atas, Perseroan dapat pula melakukan kegiatan lain sebagai berikut: a. memberikan pinjaman kepada lembaga penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk membiayai KPR yang memenuhi persyaratan Perseroan; b. menerbitkan surat hutang; c. mengeluarkan jaminan dan dukungan kredit (credit enhancement); d. melaksanakan fungsi sebagai koordinator global; e. melaksanakan fungsi sebagai penata sekuritisasi; f. melakukan penyertaan langsung pada perusahaan yang kegiatan usahanya terkait langsung dengan pasar pembiayaan sekunder perumahan; g. menempatkan dana dalam bentuk Surat Utang Negara, Sertifikat Bank Indonesia, Deposito dan instrumen keuangan lainnya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan; h. melakukan pembelian Efek Beragun Aset; i. kegiatan usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.59 tanggal 22 Juli 2005 dibuat dihadapan Imas Fatimah, SH., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C HT TH.2005 tanggal 26 Juli 2005, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No.2147/BH.09.05/VIII/2005 tanggal 11 Agustus 2005, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.69 tanggal 30 Agustus 2005, Tambahan No.9263/2005 ( Akta No.59 ). 35
56 Akta No.59 tersebut adalah merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah No.5 tanggal 7 Pebruari 2005 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan Sekunder Perumahan dan Peraturan Presiden No.19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana diubah berdasarkan Peraturan Presiden No.1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No.19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Akta No.59 tersebut diubah dengan Akta No. 114 tanggal 13 Agustus 2008 dibuat dihadapan Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Administrasi Jakarta Selatan dibawah No.1714/RUB.09.03/VIII/2009 tanggal 5 Agustus 2009, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.53 tanggal 3 Juli 2009, Tambahan No Perseroan berkantor pusat di Grha SMF, Jalan Panglima Polim I No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta 12160, Indonesia. 2. Obligasi dan Medium Term Notes yang telah diterbitkan Obligasi Sarana Multigriya Finansial I Tahun 2009 Dengan Tingkat Bunga Tetap (SMFP01) telah diterbitkan pada tanggal 10 Juli 2009 dan tercatat di BEI pada tanggal 13 Juli Peringkat SMFP01 adalah AA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia, dengan total emisi sebesar Rp (tiga ratus miliar Rupiah) dan berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak tanggal diterbitkan, dengan bunga tetap sebesar 10,125%. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan takwim. Obligasi ini telah dilunasi oleh Perseroan secara tepat waktu pada tanggal jatuh tempo 15 Juli Obligasi Sarana Multigriya Finansial II Tahun 2009 Dengan Tingkat Bunga Tetap (SMFP02) telah diterbitkan pada tanggal 29 Desember 2009 dan tercatat di BEI pada tanggal 30 Desember Peringkat SMFP02 adalah AA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia, dengan total emisi sebesar Rp (dua ratus lima puluh satu miliar Rupiah), berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak tanggal diterbitkan dengan bunga tetap sebesar 9,50%. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan takwim. Obligasi ini telah dilunasi oleh Perseroan secara tepat waktu pada tanggal jatuh tempo 3 Januari Medium Term Notes SMF I Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap telah diterbitkan pada tanggal 16 April 2010 yang ditawarkan secara terbatas dan bukan penawaran umum. Peringkat Medium Term Notes (MTN) ini adalah AA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia, dengan total emisi sebesar Rp (seratus delapan puluh delapan miliar Rupiah) dan terbagi atas dua seri, yaitu Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp (seratus enam puluh tiga miliar Rupiah) berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak tanggal diterbitkan dengan bunga tetap sebesar 8,75% dan Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp (dua puluh lima miliar Rupiah) berjangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal diterbitkan dengan bunga tetap sebesar 9,25%. Bunga MTN dibayarkan setiap triwulan takwim. MTN ini untuk Seri A akan jatuh tempo pada tanggal 21 April 2011 dan untuk Seri B akan jatuh pada tanggal 16 April Obligasi Sarana Multigriya Finansial III Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap (SMFP03) telah diterbitkan pada tanggal 8 Juli 2010 dan tercatat di BEI pada tanggal 9 Juli Peringkat SMFP03 adalah AA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia, dengan total emisi sebesar Rp (tujuh ratus dua puluh tujuh miliar Rupiah) dan terbagi atas dua seri, yaitu Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp (lima ratus miliar Rupiah) dan berjangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal diterbitkan dengan bunga tetap sebesar 9,25% dan Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp (dua ratus dua puluh tujuh miliar Rupiah) berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak tanggal diterbitkan dengan bunga tetap sebesar 9,75%. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan takwim. Obligasi SMF III Seri A akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2012 dan Seri B pada tanggal 8 Juli
57 Medium Term Notes SMF II Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap telah diterbitkan pada tanggal 30 Desember 2010 yang ditawarkan secara terbatas dan bukan penawaran umum. Peringkat Medium Term Notes (MTN) ini adalah AA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia, dengan total emisi sebesar Rp (dua ratus miliar Rupiah), berjangka waktu 1 (satu) tahun sejak tanggal diterbitkan dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Desember 2011 dengan bunga tetap sebesar 8,50%. Bunga MTN dibayarkan setiap triwulan takwim. Hingga Prospektus ini diterbitkan, jumlah total seluruh Obligasi dan MTN yang masih terhutang adalah Obligasi Sarana Multigriya Finansial III Tahun 2010 Seri A Dengan Tingkat Bunga Tetap sebesar Rp (lima ratus miliar Rupiah) Obligasi Sarana Multigriya Finansial III Tahun 2010 Seri B Dengan Tingkat Bunga Tetap sebesar Rp (dua ratus dua puluh tujuh miliar Rupiah) Medium Term Notes SMF I Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap sebesar Rp (seratus delapan puluh delapan miliar Rupiah) Medium Term Notes SMF II Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap sebesar Rp (dua ratus miliar Rupiah). Jumlah total seluruh Obligasi dan MTN yang masih terhutang adalah Rp (satu triliun seratus lima belas miliar Rupiah). 3. Perkembangan Kepemilikan Saham Perseroan Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sejak pendirian pada tahun 2005 sampai dengan Prospektus ini diterbitkan tidak mengalami perubahan, yaitu sebagai berikut: Keterangan Nilai Nominal Rp per saham Persentase Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) (%) Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Negara Republik Indonesia Saham dalam Portepel Struktur Organisasi Perseroan Rapat Umum Pemegang Saham Dewan Komisaris Komite Audit Direktur Utama Internal Audit Komite: - Manajemen Risiko - Aktiva & Kewajiban - Pengembangan Bisnis - Kredit Sekretaris Perusahaan Sumber Daya Manusia Direktur Direktur Manajemen Resiko Bisnis Keuangan & Akunting KETERANGAN Garis supervisi Garis koordinasi Riset & Pengembangan Kepatuhan Teknologi Informasi 37
58 5. Pengurusan dan Pengawasan Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, Dewan Komisaris dan Direksi diangkat untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan, dengan tidak mengurangi hak dari RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) untuk sewaktu-waktu dapat memberhentikan sebelum masa jabatan berakhir. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal Prospektus ini diterbitkan berdasarkan Akta No. 110 tanggal 13 Agustus 2010 dibuat dihadapan Aulia Taufani, SH., pengganti Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Komisaris Direksi Direktur Utama Direktur Direktur : Jugia Wahab : Arys Ilyas : Ir. Tito Murbaintoro, MM : Erica Soeroto : Sutomo : Yudhi Ismail Informasi Tambahan Pengangkatan anggota Dewan Komisaris Perseroan yaitu Jugia Wahab dan Arys Ilyas berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.328/KMK.05/2005 tertanggal 11 Juli 2005, sedangkan pengangkatan Ir. Tito Murbaintoro, MM sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 13 Agustus 2008 yang keputusannya dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No.114 tanggal 13 Agustus 2008 dibuat dihadapan Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta. Akta No.114 tanggal 13 Agustus 2008 tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Administrasi Jakarta Selatan dibawah No.1714/RUB.09.03/ VIII/2009 tanggal 5 Agustus 2009, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.53 tanggal 3 Juli 2009, Tambahan No Masa jabatan Dewan Komisaris Perseroan tersebut telah berakhir pada tanggal 22 Juli 2010, dan selanjutnya dengan Surat Ketua Bapepam dan LK No. S-6612/BL/2010 tanggal 22 Juli 2010 berdasarkan Surat Kuasa Menteri Keuangan No. SKU-127/ MK/2010 tanggal 16 Juni 2010 selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, telah ditetapkan Jugia Wahab sebagai Komisaris Utama Perseroan serta Arys Ilyas, dan Ir. Tito Murbaintoro, MM untuk tetap melaksanakan tugasnya masing-masing sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan dengan kewenangan dan kewajiban yang sama sampai dengan ditetapkannya anggota Dewan Komisaris yang definitif. Penetapan tersebut dituangkan dalam Akta No.110 tanggal 13 Agustus 2010 dibuat dihadapan Aulia Taufani, S.H., pengganti Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta, yang pemberitahuan telah diterima dan dicatat dalam database Sisminbakum Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No.AHU-AH tanggal 20 Desember Pengangkatan anggota Direksi Perseroan yaitu Erica Soeroto dan Drs. Soetomo masing-masing sebagai Direktur Utama dan Direktur Perseroan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.327/ KMK.05/2005 tertanggal 11 Juli 2005 yang dituangkan dalam Akta Pendirian, sedangkan pengangkatan Yudhi Ismail sebagai Direktur Perseroan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.521/ KMK.010/2009 tertanggal 29 Desember 2009 yang dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.58 tanggal 20 Januari 2010 dibuat dihadapan Aulia Taufani, S.H., pengganti dari Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta, yang pemberitahuan telah diterima dan dicatat dalam database Sisminbakum Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No.AHU-AH tanggal 4 Februari Masa jabatan Direksi Perseroan telah berakhir pada tanggal 22 Juli 2010, dan selanjutnya dengan Surat Ketua Bapepam dan LK No.S-6612/BL/2010 tanggal 22 Juli 2010 berdasarkan Surat Kuasa Menteri Keuangan Nomor SKU-127/MK/2010 tanggal 16 Juni 2010 selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan dan Surat Dewan Komisaris Perseroan No.S-005/ DEKOM/SMF/VII/2010 tanggal 22 Juli 2010, telah ditetapkan Erica Soeroto untuk tetap melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Utama, serta Sutomo, dan Yudhi Ismail masing-masing sebagai anggota 38
59 Direksi Perseroan dengan kewenangan dan kewajiban yang sama sampai dengan ditetapkannya anggota Direksi yang definitif. Penetapan tersebut dituangkan dalam Akta No.110 tanggal 13 Agustus 2010 dibuat dihadapan Aulia Taufani, S.H., pengganti Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta, yang pemberitahuan telah diterima dan dicatat dalam database Sisminbakum Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No.AHU-AH tanggal 20 Desember Perseroan telah memenuhi ketentuan Peraturan Bapepam IX.I.6 yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No.Kep-45/PM/2004 tentang Direksi dan Komisaris Emiten dan Perusahaan Publik, berdasarkan surat pernyataan dari Direksi dan Dewan Komisaris masing-masing tertanggal 30 November Berikut ini keterangan singkat mengenai masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan: Dewan Komisaris Jugia Wahab Komisaris Utama Warga negara Indonesia dan berusia 69 tahun. Mendapat gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun Pengalaman Kerja : : In-house lawyer di Citibank : Compliance officer di PT Merchant Investment Corporation : GM dan Corporate Secretary PT Papan Sejahtera : Direktur Administrasi & Keuangan PT Papan Sejahtera : Direktur Utama PT Papan Sejahtera : Corporate Secretary PT Lippo Land Development Tbk : Wakil Ketua Tim Likuidasi PT Bank Pinaesaan mewakili PT Bank Danamon Tbk : Wakil Direktur Rumah Sakit Sumber Waras di bidang Administrasi & Keuangan : Senior associate di Law Firm Kartini Muljadi & Rekan 2005-sekarang : Komisaris Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Arys Ilyas Komisaris Warga negara Indonesia dan berusia 64 tahun. Mendapat gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun Pengalaman Kerja : : Kepala Biro Pengelolaan Investasi dan Riset, Bapepam : Komisaris dan Komisaris Utama PT Kliring dan Jaminan Bursa Komoditi : Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek, Bapepam 2004-Juni 2009 : Komisaris Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia 2005-sekarang : Komisaris PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 39
60 Tito Murbaintoro Komisaris Warga negara Indonesia dan berusia 51 tahun. Mendapat gelar Sarjana Teknik dari Institiut Teknologi Surabaya jurusan teknik arsitektur pada tahun 1982 dan gelar Magister Manajemen di bidang keuangan Real Estate dari Lembaga PPM pada tahun 1998, gelar Doktor dari Institut Pertanian Bogor pada tahun Pengalaman Kerja : 1983 : Penata muda Departemen Pekerjaan Umum 2005-sekarang : Kementerian Perumahan Rakyat dan Deputi Bidang Pembiayaan Kementeriaan Negara Perumahan Rakyat sekarang : Komisaris PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Direksi Erica Soeroto Direktur Utama Warga negara Indonesia dan berusia 59 tahun. Mendapat gelar Sarjana Hukum dari Universitas Trisakti pada tahun 1975 dan gelar Master Hukum Ekonomi dari Universitas Tarumanegara pada tahun Ruang lingkup Direktur Utama membawahi Operasional yang meliputi bagian Product Operation, Credit Structuring and Servicing, Corporate Secretariat, Audit Internal dan Corporate Affair. Pengalaman Kerja : : Asisten Presiden Direktur PT Dian Utami : Legal & Collection Department PT Bank Bumi Daya : Program Pendidikan Calon Pegawai Muda (PCPM) Bank Indonesia : Staff Legal Department PT Bank Papan Sejahtera : Legal Credit Administration Head Department PT Bank Papan Sejahtera : Credit Processing Head Division PT Bank Papan Sejahtera : Building Management & HRD & General Affairs Head Division PT Bank Papan Sejahtera : Credit and Collection Head Division PT Bank Papan Sejahtera : Treasury and Money Market Head Divison PT Bank Papan Sejahtera : National Branches Director PT Bank Papan Sejahtera : Institutional Mortgage Services Director PT Bank Papan Sejahtera 2005-sekarang : Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 40
61 Sutomo Direktur Warga negara Indonesia dan berusia 57 tahun. Mendapat gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana pada tahun Ruang lingkup Direktur Keuangan & IT membawahi bagian Keuangan, Accounting & Finance Control, Teknologi Informasi Pengalaman Kerja : : Dinas Hortikultura Departemen Pertanian : PT Dok dan Galangan Kapal IPPA Gaya Baru (Persero) : Bagian Penyertaan dan Pasar Modal PT Bank Bumi Daya (Persero) dan Anggota Tim Survey Obligasi Pelanggan di NTT-PC Jepang : Deputy Manager pada Urusan (Divisi) Investment Banking PT Bank Bumi Daya (Persero) : Manajer sampai dengan Direktur PT Bumi Daya Sekuritas Direktur PT Mandiri Sekuritas : Executive Vice President PT Mandiri Sekuritas : Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi 2005-sekarang : Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Yudhi Ismail Direktur Warga negara Indonesia dan berusia 47 tahun. Mendapat gelar Sarjana Science Management dan Marketing dari Universitas Golden Gate, San Fransisco, Amerika pada tahun Ruang lingkup Direktur Manajemen Risiko membawahi bagian Manajemen Risiko, Research & Development dan Kepatuhan. Pengalaman Kerja : : Asisten Manajer Custodial Services Departemen, Standard Chartered Bank : Manajer Equity Sales, PT Bakrie Securities : Asisten Direktur, Peregrine Fixed Income Ltd., Hong Kong : Head of Fixed Income, PT Bank Mega : Direktur, Inti Prebon Securities : Direktur Eksekutif, Himdasun : Sales Manager, Bloomberg L.P. Singapore 2009-sekarang : Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 41
62 KOMITE AUDIT Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai pembentukan Komite Audit sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia No.PER-05/MBU/2006 tanggal 20 Desember 2006 tentang Komite Audit Bagi Badan Usaha Milik Negara dan Peraturan No.IX.I.5 yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No.Kep-29/PM/2004 tanggal 24 September 2004 tentang Pembentukan Dan Pedoman Pelaksana Kerja Komite Audit, yaitu dengan telah diangkatnya Komite Audit berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No. 001/KEP/DEKOM/2008 tanggal 26 Juni 2008 tentang Pembentukan Komite Audit Perseroan dengan susunan Komite Audit pada tanggal Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut: Ketua : Jugia Wahab Anggota : Alexander Zulkarnain Warga negara Indonesia dan berusia 45 tahun. Memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara pada tahun 1994, dan Magister Manajemen (S2) Keuangan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta pada tahun Beberapa pendidikan kursus/pelatihan yang pernah diikuti antara lain : Risk Based Audit Course, Australia (2006), Curbing Corruption on Procurement, Philipina (2004), dan Certified Internal Auditor, USA (2001). Memiliki nomor Ikatan Komite Audit Indonesia Saat ini menjabat sebagai Anggota Komite Audit PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (2005 sekarang), Auditor Ahli Muda Inspektorat Jenderal Departemen Keuangan (2004 sekarang), Anggota Komite Audit PT BNI Tbk. (2002 sekarang), dan mengajar CIA Preparation di YPIA (2001 sekarang) dan Bina Nusantara (2001 sekarang). Houtman Zainal Arifin Warga negara Indonesia dan berusia 60 tahun. Mempunyai pengalaman kerja, yaitu Vice President Citibank, NA, Jakarta ( ), Managing Director Bank Angkasa ( ), Komisaris Bank Pacific ( ), Audit Councel Bank Nasional ( ), Komisaris PT Asuransi Nugra Pacific ( ), dan pengajar pasca sarjana di Universitas Gunadarma ( ) dan Perbanas ( ). Jabatan saat ini adalah sebagai Anggota Komite Audit PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (2005 sekarang), Direktur Utama PT Bangkit Gemilang (1995 sekarang), dan Managing Consultan pada HZA & Associates (2008 sekarang), Penasihat untuk Gubernur Kalimantan Barat ( ). Susunan Komite Audit tersebut diangkat berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No.002/KEP/DEKOM/2008 tanggal 26 Juni SEKRETARIS PERUSAHAAN Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai Sekretaris Perusahaan sebagaimana dimaksud pada ketentuan Peraturan No.IX.I.4 yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No.Kep-63/PM/1996 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan No.028/ DIR/HRD/SMF/X/2010 tanggal 20 Oktober 2010, Direksi mengangkat Wisaksono S Nugroho sebagai Sekretaris Perusahaan menggantikan Heliantopo. Wisaksono S Nugroho adalah warga negara Indonesia dan berusia 49 tahun. Memperoleh gelar Bachelor of Business Administration dari Pepperdine University, USA pada tahun Mempunyai pengalaman kerja dari perusahaan PT Bank Societe Generale Indonesia sebagai Treasury Manager dan Merincorp dan di Perseroan sebelum menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan, adalah sebagai Kepala Bagian Finance & Accounting. 42
63 Adapun tugas utama Sekretaris Perusahaan adalah membantu Direksi dalam menangani kegiatankegiatan yang berhubungan dengan stakeholders; menangani fungsi kegiatan kehumasan dan sistim informasi Perseroan; menjalankan fungsi corporate legal affair / legal compliance; memberikan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya kepada Direksi secara berkala dan kepada Dewan Komisaris apabila diminta. Remunerasi yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut: Tahun Total Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi 2007 Rp Rp Rp September 2010 Rp Dasar penetapan dari remunerasi ini adalah: Surat keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.S-505/MK.010/2007 tanggal 30 Oktober Sumber Daya Manusia Perseroan menyadari sepenuhnya bahwa sumber daya manusia merupakan faktor penentu bagi keberhasilan setiap usaha terutama karena Perseroan merupakan perusahaan pertama yang bergerak di bidang pembiayaan sekunder perumahan. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan operasional serta mengantisipasi persaingan dalam industri pembiayaan perumahan, Perseroan senantiasa memperhatikan peningkatan kemampuan dan profesionalisme sumber daya manusia serta pendayagunaan secara optimal dengan cara menempatkan pegawai secara tetap dan efisien, membangun budaya kerja dan budaya perusahaan sesuai tuntutan dinamika industri. Pengembangan profesionalisme karyawan dilaksanakan dengan mengikut sertakan para karyawan dalam program pendidikan, antara lain: Manajemen Risiko dan Sekuritisasi Kursus Bahasa Inggris Pelatihan di Hongkong Mortgage Corporation, Hong Kong; Housing Development Finance Corporation, India; Structured Finance di Hongkong; International Housing Finance, di Wharton School of University of Pennsylvania, USA dan Sociedad Hipotecaria Federal, Mexico. Dalam hal sistem penggajian, selain telah memenuhi ketentuan mengenai pembayaran Upah Minimum Regional yang berlaku, manajemen senantiasa memperhatikan kesejahteraan pegawai dalam rangka meningkatkan motivasi dan produktifitas pegawai, disamping itu Perseroan juga memberikan perhatian yang besar terhadap kesejahteraan pegawai melalui pengadaan berbagai fasilitas seperti: Jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek); Pinjaman karyawan (perumahan, mobil dan darurat); Kesehatan (rawat jalan reimburseable sebesar 80% oleh Perseroan dan rawat inap diasuransikan pada Asuransi Manulife); Pensiun (dikelola sendiri oleh Perseroan); Tunjangan Jabatan; Tunjangan Hari Raya; Tunjangan Cuti Tahunan; Tunjangan Berjangka Perumahan (TBP) sesuai dengan ketentuan Perseroan. Hingga Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki serikat pekerja. Pada saat Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki sumber daya manusia sejumlah 27 orang karyawan tetap dan 19 karyawan outsource yang terdiri dari berbagai tingkat pendidikan dan keahlian dan Perseroan tidak mempekerjakan tenaga asing. 43
64 Komposisi karyawan tetap Perseroan menurut jenjang pendidikan, manajemen dan usia adalah sebagai berikut: Menurut Jenjang Pendidikan Tingkat 31 Desember 30 September Pendidikan Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Orang Orang Orang Orang Orang Master (S2) 6 28, , , , ,52 Sarjana (S1) 10 47, , , , ,96 Sarjana Muda (D3) 3 14, , , , ,81 SMU 2 9,52 1 4,55 2 3,85 1 3,70 1 3,70 Jumlah Menurut Jenjang Manajemen Tingkat 31 Desember 30 September Jabatan Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Orang Orang Orang Orang Orang Deputy General Manager 1 4,76 0 0,00 1 3, , ,11 Senior Manager 1 4,76 2 9,09 2 7,70 0 0,00 0 0,00 Manager 1 4,76 1 4,55 1 3, , ,81 Senior Asst. Manager 2 9, , , , ,11 Assistant Manager 2 9, , , , ,11 Official Assistant 3 14, , , ,11 2 7,41 Senior Staff 2 9,52 2 9,09 1 3,85 2 7, ,81 Staff 5 23, , , ,52 2 7,41 Junior Staff 4 4,76 2 9, , , ,22 Jumlah Menurut Jenjang Usia Tingkat 31 Desember 30 September Usia Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Orang Orang Orang Orang Orang 55 tahun < 0 0,00 0 0,00 0 0,00 1 3,70 2 7, Tahun 2 9,52 2 9,09 2 7,70 1 3,70 1 3, Tahun 1 4, , , , , Tahun 6 28, , , , , Tahun 2 9, , , , , Tahun 2 9, , , , , Tahun 8 38, , , , ,63 Jumlah Transaksi Dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Berdasarkan laporan keuangan yang diaudit per tanggal 30 September 2010, Perseroan memiliki transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp1.472 juta yang merupakan Pinjaman kepada Karyawan. Berdasarkan RKAP tahun 2008 yang telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 30 Januari 2008 dan Keputusan Rapat Khusus Komisaris dan Direksi tanggal 6 Februari Pinjaman ini dikenakan bunga 3% per tahun dan pembayaran angsuran atas pinjaman dilakukan dengan cara pemotongan atas gaji/honor tiap bulannya. 44
65 8. Perkara Hukum Yang Sedang Dihadapi Perseroan Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak sedang terlibat dalam perkara perdata, pidana, perpajakan, perburuhan, tata usaha negara, ataupun perkara yang terdaftar/tercatat dalam Badan Arbitrase Nasional Indonesia dan Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia, serta perkara kepailitan pada Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dimana Perseroan berkedudukan. 9. Perjanjian Penting Perseroan No. Pihak Surat Perjanjian Jangka waktu Jaminan 1. PT Bank BTN (Persero) Perjanjian No. 014/PP/SMF-BTN/VI/ tahun, sampai Dijamin dengan tagihan KPR tanggal 4 Juni 2008, dengan fasilitas tanggal 4 Juni 2013 dengan kolektibilitas lancar sebesar Rp500 miliar 2. PT Bank DKI Perjanjian No. 024/PP/SMF-DKI/IX/ tahun sampai Dijamin dengan tagihan KPR tanggal 24 September 2008 dengan tanggal 24 dengan kolektibilitas lancar fasilitas sebesar Rp100 miliar September PT Finansia Multifinance Perjanjian No. 021/PP/SMF-FMF/VII/ tahun dari tanggal Dijamin dengan tagihan KPR tanggal 25 Juli 2008 dengan fasilitas 25 Juli 2018 dengan kolektibilitas lancar sebesar Rp25 miliar 4. PT Ciptadana Multifinace Perjanjian No. 020/PP/SMF-CMF/VII/ tahun sampai Dijamin dengan tagihan KPR tanggal 18 Juli 2008 dengan fasilitas tanggal 18 Juli 2016 dengan kolektibilitas lancar sebesar Rp10 miliar 5. PT Bhakti Finance Perjanjian No. 010/PP/SMF-BIFIN/IV/ tahun sampai Dijamin dengan tagihan KPR tanggal 10 April 2008 dengan fasilitas tanggal 10 April 2016 dengan kolektibilitas lancar sebesar Rp25 miliar 6. PT First Indo American Perjanjian No. 011/PP/SMF-FIAL/III/ tahun sampai Dijamin dengan tagihan KPR Leasing tanggal 1 Maret 2010 dengan fasilitas dengan tanggal dengan kolektibilitas lancar sebesar Rp10 miliar 1 Maret PT Bank Tabungan Akad Pembiayaan Mudharabah 5 tahun sejak Dijamin dengan tagihan KPR Negara (Persero) No.045/AKAD/SMF-BTN/XI/2009 tanggal pencairan dengan kolektibilitas lancar tanggal 5 November 2009 dengan fasilitas sebesar Rp200 miliar 8. PT Bank Tabungan Akad Pembiayaan Mudharabah 3 tahun sejak Dijamin dengan tagihan KPR Negara (Persero) No.054/AKAD/SMF-BTN/XII/2010 tanggal pencairan dengan kolektibilitas lancar tanggal 16 Desember 2010 dengan fasilitas sebesar Rp200 miliar 9. PT Bank Tabungan Perjanjian Induk Jual Beli Tagihan KPR 3 (tga) tahun Tidak ada jaminan Negara (Persero) Bersyarat No.022/PIJB/SMF-BTN/VI/2010 tanggal 23 Juni 2010 Akta Jual Beli Tagihan No.47 tanggal 23 Juni 2010 dari Notaris BRAY Mahyastuti, S.H., sebesar Rp , BTN, DIM, BRI & SCSI Nota Kesepakatan Sekuritisasi Tagihan Tidak ada jaminan KPR BTN No. 039/MOA/KIK-DSMF-I/ XII/2008 tanggal 4 Desember 2008 Daftar Induk Definisi dan Interpretasi No. 040/DEF/KIK-DSMF-I/XII/2008 tanggal 4 Desember 2008, Perubahan Daftar Induk Definisi dan Interpretasi No. 041/ADD.DEF/KIK-DSMF-I/XII/2008 tanggal 18 Desember 2008 Akta Kontrak Investasi Kolektif EBA Danareksa SMF-I KPR BTN No. 79 Tanggal 16 Januari 2009 Not. Sutjipto, SH. 11. BTN, DIM & BRI Perjanjian Induk Sekuritisasi Tagihan Tidak ada jaminan KPR BTN Tahap II No. 022/PIS/ SMF-KIK-DSMF-II/VII/2009 tanggal 31 Juli 2009 Daftar Induk Definisi & Interpretasi Transaksi Sekuritisasi KPR BTN Tahap II No. 023/DEF/KIK-DSMF-II/VII/2009 tanggal 31 Juli 2009, Perubahan Daftar Induk Definisi & Interpretasi Transaksi Sekuritisasi Tagihan KPR BTN Tahap II No. 042/ADD.DEF/KIK-DSMF-II/X/2009 tanggal 19 Oktober 2009 Akta Kontrak Investasi Kolektif EBA Danareksa SMF-II KPR BTN No. 13 Tanggal 5 Agustus 2009, Perubahan Akta Kontrak Investasi Kolektif EBA Danareksa SMF-II KPR BTN No. 134 Tanggal 19 Oktober 2009 Not. Sutjipto, SH. 45
66 Perseroan tidak memiliki kewajiban kepada pihak ketiga yang mengikat Perseroan dengan syaratsyarat tertentu yang dapat merugikan pemegang obligasi (negative covenants). 10. Aset Tetap Perseroan Aset tetap yang dimiliki oleh Perseroan berupa tanah dan bangunan (Grha SMF) yang digunakan sebagai kantor Perseroan yang terletak di Jl. Panglima Polim I No.1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yaitu sebagai berikut: Jenis Aset Lokasi Bentuk Kepemilikan Masa Berlaku Nilai Buku (s/d tanggal) per 30 September 2010 Tanah seluas Jl. Panglima Polim I No.3 HGB No Desember 2039 Rp7,502 miliar 493 M2 Kebayoran Baru Jakarta Selatan tanggal 21 Desember 2009 Tanah seluas Jl. Panglima Polim I No.1 HGB No Januari 2040 Rp12,668 miliar 493 M2 Kebayoran Baru Jakarta Selatan tanggal 14 Januari 2010 Bangunan seluas Jl. Panglima Polim I No.1 & 3 IMB No.4774/IMB/ M2. Kebayoran Baru Jakarta Selatan tanggal 30 April 2010IMB Rp12,041 miliar No.12543/IMB/2010 Tanggal 3 November 2010 TOTAL Rp32,211 miliar 46
67 viii. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN 1. Umum Dalam menjalankan upaya membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia, Perseroan melakukan: 1. Program sekuritisasi Perseroan dapat berperan sebagai koordinator global, penata sekuritisasi atau pendukung kredit untuk melaksanakan transaksi sekuritisasi atas aset portofolio KPR yang dimiliki oleh lembaga penyalur KPR. 2. Program pemberian pinjaman Perseroan memberikan pinjaman jangka menengah/panjang dalam bentuk refinancing portofolio KPR. Pinjaman tersebut diantaranya dijamin dengan hak tagih KPR, hak tanggungan atas agunan yang melekat dan/atau hak recourse untuk mengganti jaminan KPR yang memburuk. 3. Program penjaminan Perseroan akan memberikan penjaminan bagi penerbitan surat hutang ataupun efek beragun aset KPR yang diterbitkan oleh lembaga penyalur KPR. Kegiatan-kegiatan tersebut di atas memberikan manfaat sebagai berikut: Bagi Lembaga Penyalur KPR Bagi Investor Mengurangi maturity mismatch, Alternatif produk investasi yang aman karena berjaminan, Meningkatkan kemampuan mengelola posisi aset Merupakan instrumen investasi yang dapat diperdagangkan, dan kewajiban, Ketersediaan sumber dana jangka menengah/panjang Alternatif investasi yang dapat disesuaikan dengan time secara berkesinambungan. horison investor. Pada bulan Februari dan September 2009, Perseroan telah menyelesaikan transaksi sekuritisasi KPR perdana di Indonesia dengan menerbitkan dan mencatatkan efek beragun aset di Bursa Efek Indonesia. Transaksi ini dilaksanakan menggunakan struktur transaksi KIK EBA sesuai ketentuan Bapepam & LK. Dalam transaksi ini, Perseroan berperan sebagai global coordinator, pembeli siaga dan pendukung kredit. Dalam menjalankan perannya sebagai koordinator global atas transaksi sekuritisasi KPR BTN melalui konsep KIK EBA, SMF mempunyai tugas dan tanggung jawab, diantaranya adalah: 1. Mengatur transaksi sekuritisasi. 2. Mengkoordinasi semua partisipan yang terkait dalam transaksi sekuritisasi. 3. Sebagai fasilitator dan penghubung kepada regulator dalam hal berkaitan dengan kebutuhan regulasi dalam transaksi sekuritisasi. 4. Memonitor proses transaksi sekuritisasi termasuk mereview setiap informasi yang diperoleh dari partisipan yang terkait dalam transaksi sekuritisasi. 5. Memonitor kelayakan serta tugas penyedia jasa (servicer), Manager Investasi dan Bank Kustodian, pool of securitizied asset & RMBS, sebagaimana ternyata dalam Dokumen Transaksi. 6. Membantu dan mengkoordinasi partisipan dan menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul dalam transaksi sekuritisasi. Berikut ini adalah ringkasan tentang Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA): Efek Beragun Aset (EBA) diterbitkan oleh KIK-DSMF-I yang dibentuk berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset antara PT Danareksa Investment Management sebagai Manajer Investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Bank Kustodian. Tujuan investasi adalah untuk menerima bagian yang proporsional dari Hasil Koleksi atas Kumpulan Tagihan yang wajib dibayar kepada 47
68 para Pemegang EBA, Kumpulan Tagihan mana diperoleh dari penjualan dan pengalihan Kumpulan Tagihan terseleksi dalam nilai pokok Rp (seratus sebelas miliar seratus sebelas juta seratus delapan ribu lima ratus satu Rupiah) oleh Kreditur Awal kepada Manajer Investasi untuk kepentingan para pemegang EBA yang diwakilkan oleh Bank Kustodian. Manajer Investasi bekerja sama dengan Penjamin Emisi Efek akan mengundang masyarakat untuk berinvestasi dalam EBA kelas A dengan total nilai nominal sebesar Rp (seratus miliar Rupiah), mewakili 90% dari keseluruhan Jumlah Pokok terhutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final. EBA kelas A mempunyai hak menerima pembayaran lebih dulu daripada EBA kelas B menurut syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditentukan dalam pasal 7 perjanjian KIK-EBA. EBA Kelas A mempunyai waktu pelunasan paling lama 9 (sembilan) tahun sejak Tanggal Penutupan, dengan rata-rata umur EBA sesuai ekspektasi Kreditur Awal adalah 2,57 tahun apabila diasumsikan adanya pelunasan secara konstan per tahun ( constan per anum prepayment rate atau CPR ) yang diaplikasikan secara bulanan terhadap saldo pokok yang ada dalam kumpulan tagihan. Efek Beragun Aset (EBA) diterbitkan oleh KIK-DSMF-II yang dibentuk berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset antara PT Danareksa Investment Management sebagai Manajer Investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Bank Kustodian. Tujuan investasi adalah untuk menerima bagian yang proporsional dari Hasil Koleksi atas Kumpulan Tagihan yang wajib dibayar kepada para Pemegang EBA, Kumpulan Tagihan mana diperoleh dari penjualan dan pengalihan Kumpulan Tagihan terseleksi dalam nilai pokok Rp (tiga ratus sembilan puluh satu miliar tiga ratus lima juta tiga ratus dua puluh sembilan ribu seratus lima puluh sembilan Rupiah) oleh Kreditur Awal kepada Manajer Investasi untuk kepentingan para pemegang EBA yang diwakilkan oleh Bank Kustodian Manajer Investasi bekerja sama dengan Penjamin Emisi Efek akan mengundang masyarakat untuk berinvestasi dalam EBA kelas A dengan total nilai nominal sebesar Rp (tiga ratus enam puluh miliar Rupiah), mewakili 92% dari keseluruhan Jumlah Pokok terhutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final. EBA kelas A mempunyai hak menerima pembayaran lebih dulu daripada EBA kelas B menurut syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditentukan dalam pasal 7 perjanjian KIK-EBA. EBA Kelas A mempunyai waktu pelunasan paling lama 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Penutupan, dengan rata-rata umur EBA sesuai ekspektasi Kreditur Awal adalah 2,76 tahun apabila diasumsikan adanya pelunasan secara konstan per tahun ( constan per anum prepayment rate atau CPR ) yang diaplikasikan secara bulanan terhadap saldo pokok yang ada dalam kumpulan tagihan. Efek Beragun Aset (EBA) diterbitkan oleh DBTN01 yang dibentuk berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset antara PT Danareksa Investment Management sebagai Manajer Investasi dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Bank Kustodian. Tujuan investasi adalah untuk menerima bagian yang proporsional dari Hasil Koleksi atas Kumpulan Tagihan yang wajib dibayar kepada para Pemegang EBA, Kumpulan Tagihan mana diperoleh dari penjualan dan pengalihan Kumpulan Tagihan terseleksi dalam nilai pokok Rp ,80 (tujuh ratus lima puluh miliar dua ratus tiga puluh ribu tujuh ratus enam belas Rupiah delapan puluh sen) oleh Kreditur Awal kepada Manajer Investasi untuk kepentingan para pemegang EBA yang diwakilkan oleh Bank Kustodian. Manajer Investasi bekerja sama dengan Penjamin Emisi Efek akan mengundang masyarakat untuk berinvestasi dalam EBA kelas A dengan total nilai nominal sebesar Rp (enam ratus delapan puluh delapan miliar lima ratus juta Rupiah), mewakili 91,8% dari keseluruhan Jumlah Pokok terhutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final. EBA kelas A mempunyai hak menerima pembayaran lebih dulu daripada EBA kelas B menurut syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditentukan dalam pasal 7 perjanjian KIK-EBA. EBA Kelas A mempunyai waktu pelunasan paling lama 8 (delapan) tahun sejak Tanggal Penutupan, dengan rata-rata umur EBA sesuai ekspektasi Kreditur Awal adalah 5,35 tahun apabila diasumsikan adanya pelunasan secara konstan per tahun ( constan per anum prepayment rate atau CPR ) yang diaplikasikan secara bulanan terhadap saldo pokok yang ada dalam kumpulan tagihan. 48
69 Sampai dengan akhir September 2010, Perseroan telah membukukan pemberian pinjaman dengan program refinancing kepada beberapa lembaga penyalur KPR, seperti Bank BTN, BPD DKI, PT Finansia Multi Finance, PT Ciptadana Multifinance, PT Bhakti Finance. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 1/2008 pada 26 Januari 2008 yang memungkinkan Perseroan melakukan pemberian pinjaman berjangka panjang. Berikut ini adalah pendapatan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2005, 2006, 2007, 2008, 2009 dan 30 September 2010 : (dalam jutaan rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September 2005 % 2006 % 2007 % 2008 % Pendapatan Deposito Berjangka , (51,16) (7,04) , Sertifikat Bank Indonesia , (25,54) Surat Utang Negara , (6,10) (6,00) Obligasi Retail Indonesia , Pinjaman Yang Diberikan , , , Jasa Pendidikan dan pelatihan , , (16,47) Efek Beragun Aset Kordinator Sekuritisasi Pendukung Kredit Jumlah , (18,70) , , Kegiatan Usaha Kegiatan usaha utama Perseroan adalah membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia. Untuk menunjang keberhasilan kegiatan utama, Perseroan melakukan berbagai kegiatan pendukung yang dilaksanakan secara mandiri ataupun bekerja sama dengan pihak yang dapat memberikan sinergi terutama untuk mendorong perbaikan menyeluruh di pasar primer pembiayaan perumahan. a. Penyediaan Pedoman dan Standar Dokumen KPR Pedoman dan Standar dokumen KPR disediakan untuk memberikan petunjuk bagi lembaga penyalur KPR dalam melakukan proses pengelolaan KPR yang baik dan benar. Pedoman ini secara berkala senantiasa disempurnakan untuk memenuhi kebutuhan dan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku. b. Program Pendidikan dan Pelatihan Perseroan bekerjasama dengan Housing Development Finance Corporation, Ltd. (HDFC), India melaksanakan pelatihan residential mortgage best practices untuk lembaga penyalur KPR. Pemilihan HDFC sebagai partner karena reputasi HDFC sebagai lembaga penyalur KPR non bank yang terkenal di dunia pembiayaan perumahan. c. Sosialisasi Perseroan menjalankan program sosialisasi secara terintegrasi untuk membentuk awareness yang akhirnya membangun citra publik yang positif terhadap Perseroan. Program sosialisasi juga dilakukan untuk mempublikasikan program dan produk Perseroan. Dalam hal sosialisasi produk, Perseroan melakukan pengenalan produk yang akan ditawarkan melalui pelatihan, seminar, client gathering, one-on-one meeting sesuai dengan target audience. Untuk beberapa kegiatan sosialisasi Perseroan juga bekerja sama dengan regulator terutama yang berkaitan dengan perkembangan kebijakan baru ataupun apabila ada rencana diterbitkannya ketentuan baru yang berkaitan dengan pasar pembiayaan sekunder perumahan. Sosialisasi juga dilakukan secara pasif melalui web-site Perseroan. d. Edukasi Konsumen KPR Sebagai salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat, Perseroan menyusun program edukasi konsumen KPR untuk memberikan informasi yang lengkap dan pemahaman tentang KPR yang baik dan benar, dimana diharapkan konsumen mengetahui hak dan kewajibannya. Tujuan akhirnya adalah untuk mendorong industri pembiayaan perumahan yang sehat. 49
70 3. Manajemen Risiko Dalam mengantisipasi risiko-risiko yang dihadapi, Perseroan telah mengidentifikasi risiko, menganalisa dan melakukan mitigasi terhadap dampak dari risiko yang ditimbulkan baik risiko yang berada dalam kendali Perseroan maupun risiko yang berada di luar kendali Perseroan. Terdapat beberapa tindakan untuk meminimalisasi risiko-risiko sebagaimana di bawah ini (lihat Bab V: Risiko Usaha): Jenis Risiko Risiko Kredit Risiko Tingkat Bunga Risiko Likuiditas Risiko Operasional Keterangan : Perseroan memperkecil risiko kredit antara lain dengan melakukan skema refinancing atas portofolio KPR yang sudah dibukukan oleh lembaga penyalur KPR, hak recourse terhadap jaminan KPR yang memburuk, kecukupan jaminan, sistem reimbursement, memiliki Hak Tanggungan dan pendaftaran fidusia atas KPR yang dijaminkan. : Perseroan memperkecil risiko tingkat bunga dengan melakukan pengelolaan asset liability management secara efektif. : Perseroan mengurangi risiko likuiditas antara lain melalui pengelolaan arus kas sehingga dapat memenuhi setiap kewajiban yang jatuh tempo. : Perseroan mengurangi risiko operasional dengan cara melakukan kegiatan, selalu mengacu kepada Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku dengan mengutamakan pemisahan tugas dan wewenang (segregation of duty), serta mekanisme dual-control. Risiko Peraturan/Regulasi : Perseroan mengurangi risiko peraturan/regulasi dengan cara menjalankan kegiatan usahanya selalu menggunakan SOP yang secara berkala disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Risiko Hukum Risiko Makro Ekonomi : Perseroan mengurangi risiko hukum melalui penggunaan jasa pihak ketiga sebagai konsultan hukum untuk memberikan opini hukum yang dibutuhkan dan mematuhi setiap perjanjian. : Perseroan memperkecil risiko makro ekonomi antara lain dengan membatasi penggunaan valuta asing, pengelolaan asset liability dan likuiditas yang efektif. 4. Teknologi Sistem informasi dan teknologi digunakan dalam rangka mendukung kegiatan operasional dan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada stakeholder, Perseroan menyediakan layanan informasi melalui website. 5. Internal Audit Unit Internal Audit berperan membantu manajemen Perseroan dalam menjalankan fungsi pengawasan, membuat analisis dan penilaian di bidang keuangan dan operasional. Unit Internal Audit melakukan pemeriksaan (audit) atau review terhadap aktivitas Perseroan hingga monitoring atas pelaksanaan temuan audit. 6. Persaingan Secara kelembagaan Perseroan tidak memiliki pesaing, karena tidak ada perusahaan sejenis di Indonesia yang mempunyai usaha yang sama. Hal ini juga merupakan pola yang umum terjadi di negara-negara lain yang sudah memulai pembangunan pasar pembiayaan sekunder perumahan terlebih dahulu. Yang membedakan, Perseroan sejak awal pendiriannya didirikan dengan bentuk entitas hukum Perseroan Terbatas, tanpa mendapatkan kekhususan yang berkaitan dengan misi yang harus dijalankannya. 50
71 Untuk menjaga peringkat kredit yang terbaik, Perseroan akan menjaga tingkat risiko dalam aset liability dengan melakukan penempatan dana dan penyaluran pinjaman secara prudent. Dengan demikian kesempatan untuk mendapatkan dana dari investor pasar modal dengan harga yang terbaik akan selalu terbuka. 7. Strategi Usaha Kegiatan usaha utama Perseroan adalah membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia. Untuk melakukan hal tersebut, strategi yang diterapkan adalah mendorong efisiensi di pasar primer pembiayaan perumahan agar terbentuk volume portofolio KPR yang sehat dan terjangkau, dengan cara : 1. Mendorong bertambahnya jumlah dan jenis lembaga penyalur KPR, sebagai pelaku baru dalam pembiayaan KPR, 2. Menyediakan dana jangka menengah/panjang secara berkesinambungan bagi lembaga penyalur KPR yang membutuhkan dan bersedia menggunakan standar Perseroan, 3. Bersinergi dengan pelaku, regulator pasar modal dan regulator terkait industri perumahan untuk memfasilitasi dikeluarkannya ketentuan-ketentuan yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan pasar pembiayaan primer dan sekunder perumahan, 4. Menciptakan produk-produk pasar modal berbasis KPR yang dapat menjadi alternatif investasi. Berikut ini adalah gambar diagram bisnis proses Perseroan: Lembaga Penyalur KPR PT Sarana Multigriya Finansial Investor Pembukuan KPR Sekuritisasi Refinancing a A a B b Portofolio KPR Structuring Analisis kredit Efek Beragun Aset Obligasi b Memenuhi Kriteria Seleksi SMF? KIK EBA Persetujuan Pembayaran Pembayaran Ya 3 Y 3 6 Conform KPR c1 c2 B Perjanjian & Pencairan Refinancing C 4 Dijual d1 Dijaminkan d1 C Refinancing Portofolio Aplikasi Sekuritisasi Aplikasi Refinancing 5 e1 e2 Penerbitan Obligasi A a 6 6 3a b 3 Pencairan Dana Pencairan Dana Proses bisnis yang dijalankan oleh Perseroan dimulai di pihak penyalur KPR yang melaksanakan fungsinya untuk menyalurkan dan membukukan KPR. Portofolio yang telah terbentuk dari penyaluran KPR tersebut akan diseleksi sesuai dengan Kriterian Seleksi SMF. Berdasarkan portofolio yang terseleksi penyalur KPR dapat mengajukan 2 alternatif program melalui Perseroan, yaitu : (1) apabila penyalur KPR bermaksud menjualnya, maka yang bersangkutan dapat mengajukan permohonan untuk melakukan program sekuritisasi (2) apabila hal pertama tidak dapat dilakukan atau lembaga penyalur KPR hanya ingin menjaminkan portofolionya maka yang bersangkutan dapat mengajukan permohonan untuk mengikuti program refinancing. Aplikasi beserta seluruh data pendukung untuk melakukan programprogram tersebut akan direview oleh tim reviewer Perseroan untuk melakukan analisa kredit, analisa jaminan, analisis struktur (untuk sekuritisasi) termasuk analisa profil dari lembaga penyalur KPR tersebut untuk medapatkan hasil penilaian kredit atau hasil evaluasi kemungkinan struktur transaksi yang akan dilaksanakan. Dalam hal sekuritisasi, dari hasil evaluasi dan analisa tersebut maka Perseroan akan membentuk dan mengundang lembaga penunjang & profesi penunjang Pasar Modal lainnya untuk 51
72 menstruktur transaksi dan membentuk KIK EBA. Dalam hal refinancing Program, hasil tersebut diajukan ke komite kredit untuk mendapatkan rekomendasi akhir sebelum mendapatkan persetujuan Direksi. Berdasarkan persetujuan Direksi, pengikatan dan perjanjian refinancing program dilakukan secara lengkap lalu diikuti dengan pencairan dana. Pihak yang telah bekerja sama dalam program sekuritisasi adalah BTN sebagai originator dan penyedia jasa (servicer), yang berhasil diterbitkan efek beragun aset (EBA) yang dijual ke pasar modal dalam tahun 2009 dan 2010 sebanyak 3 kali. 8. Kondisi Perekonomian Indonesia dan Prospek Usaha a. Kondisi Perekonomian dan Industri KPR di Indonesia Berdasarkan perkiraan perkembangan ekonomi domestik hingga akhir tahun 2010 serta memperhatikan perkembangan ekonomi global, pemerintah pada tahun 2011 mengambil dasar perhitungan berbagai besaran dalam RAPBN tahun 2011 antara lain pertumbuhan ekonomi 6,3 % dan laju inflasi 5,3%. Dengan kondisi ekonomi dan inflasi tersebut, tingkat Suku Bunga Bank Indonesia (SBI) 3 bulan di tahun 2011 diperkirakan tetap sebesar 6,5%, sama dengan perkiraan akhir tahun 2010; nilai tukar Rp9.300 per dolar Amerika Serikat; harga minyak US$80 per barel. Dari data terakhir perkembangan suku bunga dan kebijakan Bank Indonesia yang menerapkan kebijakan bunga rendah, belum dapat diharapkan mendorong turunnya suku bunga kredit, termasuk bunga KPR, oleh karena itu suku bunga KPR di tahun 2011 diperkirakan tetap sama dengan tahun Memperhatikan asumsi perkembangan ekonomi di atas, penyaluran KPR di tahun 2011 diperkirakan mengalami pertumbuhan kurang lebih sama dengan tahun 2010 dikisaran 20%. Meskipun diperkirakan penyaluran KPR pada tahun 2011 terus tumbuh, tetapi karena pada umumnya perbankan masih ingin menjaga rasio LDR dikisaran % sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang berlaku mulai bulan Maret 2011, maka permintaan untuk melakukan sekuritisasi KPR relatif akan terbatas. Selama tahun 2009, pembiayaan syariah mencapai 2% dari total pembiayaan/kredit perbankan secara keseluruhan. Bank Indonesia menargetkan porsi pembiayaan berbasis syariah tersebut termasuk pembiayaan kepemilikan rumah (KPR ib) akan mencapai sebesar 5%. Pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh pertumbuhan jumlah perbankan syariah dari yang hanya berjumlah 3 bank dan 19 Unit Usaha Syariah pada tahun 2005 telah berkembang menjadi 10 bank dan 23 unit usaha syariah pada bulan Juli 2010, demikian pula dari sisi jumlah kantor bank syariah yang berjumlah 550 pada tahun 2005, telah tumbuh menjadi kantor pada bulan Juli 2010, dan diproyeksikan akan terus tumbuh selama tahun Grafik 1 menggambarkan data historis saldo penyaluran KPR perbankan. 52
73 Pertumbuhan KPR masih terjadi sampai dengan 31 Oktober 2010, tetapi tingkat pertumbuhannya tercatat di bawah rata-rata pertumbuhan historis seperti diperlihatkan di dalam Tabel 2. Tabel 2 Data Pertumbuhan Saldo KPR Perbankan (dalam triliun Rupiah) Industri Pembiayaan Perumahan 31 Desember Oct Saldo KPR ,2 101,0 78,0 61,0 46,1 30,6 21,0 10,8 12,1 Saldo Total Kredit 1, , , ,0 792,3 695,7 559,5 440,5 371,1 316,0 Rasio KPR terhadap total kredit (%) ,01 7,72 7,78 7,69 6,63 5,46 4,77 2,91 3,83 Rasio KPR terhadap PDB (%) ,05 2,04 1,79 1,83 1,69 1,33 1,07 0,67 0,81 GDP (trilyun) ,613 4,954 3,957 3,338 2,730 2,303 1,787 1,610 0,81 Sumber: Bank Indonesia, diolah pada tahun 2010 Berdasarkan data pertumbuhan KPR sebagai dijelaskan diatas, pertumbuhan yang dicapai oleh Perseroan akan dapat seiring dengan pertumbuhan KPR tersebut bila dalam menjalankan tugasnya Perseroan dilengkapi dengan peraturan-peraturan pelaksanaan yang memadai. b. Prospek Usaha Portofolio KPR yang sehat merupakan bahan baku bagi tumbuhnya pasar pembiayaan sekunder perumahan. Prospek usaha Perseroan berkaitan erat dengan pertumbuhan sektor pembiayaan KPR, pola perbankan dalam membiayai penyaluran KPR kepada konsumen dan appetite dari investor pasar modal untuk berinvestasi di efek-efek berbasis KPR. Pertumbuhan portofolio KPR di Indonesia selama 5 tahun terakhir cukup signifikan, dari Rp46 triliun pada tahun 2005 menjadi Rp115 triliun pada tahun Pada Juni 2010 portofolio telah tumbuh menjadi sekitar Rp130 triliun. Sepanjang 5 tahun terakhir portofolio KPR perbankan masih tetap berkisar di 7% s.d 8% terhadap total saldo penyaluran kredit perbankan. Besarnya tingkat pertumbuhan portofolio KPR belum memberikan gambaran baik bagi ketersediaaan KPR di Indonesia. Besarnya portofolio KPR dibandingkan dengan PDB baru sebesar 2% pada akhir tahun Hal ini menggambarkan masih adanya potensi untuk pertumbuhan KPR. Data yang sama dari beberapa negara lainnya memberikan perbandingan bagaimana masih belum berkembangnya pembiayaan KPR di Indonesia. Portofolio KPR yang sehat merupakan bahan baku bagi tumbuhnya pasar pembiayaan sekunder perumahan. Sampai dengan Juni 2010 baru 1,5% pasar KPR yang dapat disupport oleh Perseroan, karenanya masih besar potensi dan kegiatan yang harus dilaksnakan agar dapat melakukan penetrasi pasar lebih dalam dan lebih luas. 53
74 Seperti dapat dilihat dalam grafik berikut ini: (dalam bentuk persentase) Sumber: EMF, economywatch.com. Diambil dari materi presentasi HDFC pada tahun Dukungan Lembaga Internasional Pada awal tahap persiapan pendiriannya, pemerintah Republik Indonesia mendapatkan dukungan dari proyek Municipal Finance Project (MFP) yang merupakan kerjasama antara Badan Analisa Keuangan & Moneter (BAKM) dan USAID. 10. Asuransi Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan telah mengasuransikan seluruh asetnya untuk menutup kemungkinan kerugian terhadap kebakaran dan pencurian kepada PT Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dengan nilai pertanggungan sebesar Rp pada tanggal 30 Desember 2010 yang meliputi gedung kantor, kendaraan bermotor, komputer, perlengkapan dan peralatan kantor. Perseroan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut telah memadai untuk menutup kerugian yang terjadi atas aset tetap yang dipertanggungkan. Berikut adalah rincian dari pertanggungan asuransi Perseroan: Jenis Polis Asuransi Nilai Pertanggungan Obyek Jangka Waktu Asuransi (Rp juta) Pertanggungan Penanggung Polis Standar Gedung dan Peralatan kantor 18/10/2010 s/d PT Asuransi Jasa Kebakaran Indonesia 18/10/2011 Indonesia (Persero) Polis Standar 380 Kendaraaan Bermotor 16/01/2011 s/d PT Asuransi MSIG Kendaraan Bermotor Roda Empat. 16/01/2012 Indonesia Indonesia Polis Standar 666 Kendaraaan Bermotor 23/12/2010 s/d PT Asuransi MSIG Kendaraan Bermotor Roda Empat. 23/12/2011 Indonesia Indonesia Polis Standar 42 Kendaraan Bermotor 11/11/2010 s/d PT Asuransi MSIG Kendaraan Bermotor Roda Dua 11/11/2011 Indonesia Indonesia Perusahaan asuransi tersebut di atas tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan. 11. Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance atau GCG ) Perseroan merupakan suatu lembaga yang didirikan dengan maksud dan tujuan untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat. 54
75 Dengan mengacu kepada surat Keputusan Menteri BUMN No. Kep-117/MMBU/2002 tanggal 1 Agustus 2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance (GCG) pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dimana juga diatur tentang Benturan Kepentingan, dari sejak awal Perseroan melaksanakan maksud dan tujuan tersebut di atas telah menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang terkandung di dalam visi, misi dan falsafah Perseroan untuk melengkapi pengaturan pengelolaan perusahaan yang telah ditetapkan di dalam Anggaran Dasar Perseroan. Sebagai landasan pengelolaan Visi Perseroan ditetapkan sebagai berikut : Menjadi entitas mandiri dengan tujuan setiap keluarga dapat memiliki rumah yang layak. Sedangkan Misi Perseroan adalah sebagai berikut : Membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan, yang dapat meningkatkan tersedianya sumber dana jangka menengah/panjang untuk sektor perumahan, yang memungkinkan kepemilikan rumah menjadi terjangkau bagi setiap keluarga di Indonesia. Untuk menjalankan visi dan misi tersebut, falsafah Perseroan adalah : a. Bersih, yang bermakna bahwa manajemen dan seluruh jajaran Perseroan berkomitmen untuk bekerja dengan akal sehat, itikad baik dalam kerangka kerja yang digariskan oleh Anggaran Dasar Perseroan, peraturan-peraturan yang berlaku, dan arahan Pemegang Saham. Hal ini dilaksanakan dengan integritas yang tinggi dan tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan. b. Transparan, yang bermakna bahwa manajemen dan seluruh jajaran Perseroan menerapkan prinsip keterbukaan dalam kebijakan, anggaran dan rencana bisnis Perseroan. c. Sehat, yang bermakna bahwa manajemen dan seluruh jajaran Perseroan akan memelihara dengan baik dan dengan penuh integritas rasio-rasio kesehatan yang telah ditargetkan. Prinsip-prinsip dalam falsafah Perseroan dijabarkan di dalam Etos Kerja Perseroan, yang merupakan komitmen manajemen dan seluruh jajaran Perseroan dalam melaksanakan setiap aktivitas, yaitu : Menjaga nama baik Perseroan Menjaga rahasia Perseroan Menjaga dan menggunakan harta kekayaan Perseroan dengan jujur, baik dan benar Melakukan pencatatan dan/atau pembukuan data Perseroan dengan jujur, baik dan benar Menghindarkan diri dari benturan kepentingan pribadi dengan Perseroan Tidak menyalahgunakan posisi/kedudukan di Perseroan untuk kepentingan pribadi Tidak memberikan isyarat untuk meminta dan/atau menerima suap, imbalan dan cindera mata Tidak menggunakan dan/atau membawa dan menyimpan obat terlarang atau sesuatu yang memabukkan di dalam dan di luar Perseroan Tidak merugikan keuangan Perseroan seperti menggelapkan harta/kekayaan Perseroan Penerapan falsafah dan etos kerja dilaksanakan secara lebih rinci di dalam Ketentuan Kepegawaian yang ditetapkan oleh Perseroan. Khusus untuk menjabarkan secara lebih rinci mengenai kewajiban Direksi dan pembagian tugas antara Direksi dengan Dewan Komisaris, Perseroan telah menyusun Manajemen Manual. Di dalam Manajemen Manual ini diatur mekanisme pengambilan keputusan yang dilaksanakan oleh Direksi dan oleh komitekomite manajemen, pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab pada saat ketidakberadaan salah satu anggota Direksi dan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. Dalam rangka usaha menjaga kualitas dan pengendalian pengadaan barang dan jasa untuk operasional dan pelaksanaan usaha Perseroan telah disusun Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Perseroan pada bulan September Revisi atas Pedoman pengadaan barang dan jasa tersebut dibuat dengan mengacu pada surat Menteri Negara Pendayagunaan BUMN RI No. PER-05/MBU/2008 tanggal 3 September 2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara. 55
76 Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugasnya telah menyusun Panduan Pengawasan yang merupakan dasar serta kesepakatan diantara Anggota Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas pengawasannya. Berdasarkan hal itu, Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit yang telah dilengkapi dengan Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter). Komite Audit bekerjasama dengan Satuan Kerja Audit Internal telah melaksanakan fungsi pengawasan dan evaluasi secara periodik atas efektivitas kegiatan usaha, kepatuhan pelaksanaan ketentuan dan penyusunan rencana kerja Perseroan termasuk melakukan penelaahan atas data serta laporan-laporan kondisi keuangan Perseroan. 12. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) Pencadangan untuk CSR baru dibentuk berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2009 untuk dilaksanakan pada tahun 2010, adapun kegiatan CSR yang telah dilaksanakan pada tahun 2010, yaitu; Pada tanggal 20 Maret 2010, Perseroan turut berpartisipasi dalam aktivitas go green yaitu mendukung program Peduli Lingkungan yang dilakukan oleh kelompok pencinta tanaman hias. Pada tanggal 9 Juli 2010, Perseroan bekerjasama dengan RRI Jakarta mengadakan program pelestarian budaya nasional berupa pagelaran wayang kulit. Pada tanggal 14 Juli 2010, Perseroan bersama dengan Habitat for Humanity Indonesia, sebuah organisasi nirlaba, menyelenggarakan kegiatan bersama sebagai wujud dukungan atas program Peduli Rumah Sehat Masyarakat, dengan pembangunan 4 buah rumah serta perbaikan 8 buah rumah terletak di Kampung Buaran, Kelurahan Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Pada tanggal 16 Juli 2010 Perseroan bersama Yayasan Sekar Mlatti, mendukung program Peduli Kesehatan Rakyat bagi 20 anak dari keluarga kurang mampu yang memerlukan tindakan medis/ penyembuhan dengan biaya yang relatif besar dan perlu segera ditangani. 13. Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Seni logo smf telah didaftarkan pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dengan pendaftaran No tanggal 3 Februari 2006 sebagaimana dimuat dalam Surat Pendaftaran Ciptaan tanggal 14 Juni 2007 yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual atas nama Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sesuai dengan Surat Pendaftaran Ciptaan tersebut, seni logo smf telah diumumkan untuk pertama kali di Wilayah Republik Indonesia atau di luar wilayah Republik Indonesia pada tanggal 4 Januari 2006 di Jakarta dan berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali diumumkan. Etiket merek SMF Make Affordable Home Possible telah didaftarkan pada tanggal 1 Oktober 2007 dengan pendaftaran No.J , kategori kelas barang/jasa 36, sebagaimana dimuat dalam Sertifikat Merek yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2008 dan berlaku selama 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal 3 Februari
77 IX. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Di bawah ini disajikan ikhtisar data keuangan penting Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Hendrawinata, Gani & Rekan (Grant Thornton) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, 2009 dan periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Riza, Wahono & Rekan (Clarkson Hyde International) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan bahwa mulai 1 Januari 2010 Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Penerapan PSAK No. 50 dan No. 55 (Revisi 2006) ini dilakukan secara prospektif. Neraca (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September ASET Aset Lancar Kas dan setara kas Investasi Jangka Pendek Pinjaman yang diberikan Bagian Yang Akan Jatuh Tempo Dalam Waktu 1 Tahun Piutang Usaha Berbasis Bunga Berbasis Imbalan Piutang Lain-lain Uang Muka Biaya dibayar dimuka Pajak dibayar dimuka Jumlah Aset Lancar Aset Tidak Lancar Piutang Hubungan Istimewa Pinjaman yang diberikan setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun Sinking Funds Investasi jangka panjang-bersih Aset tetap bersih Aset pajak tangguhan-bersih Aset lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Lancar Bagian Lancar Dari Kewajiban Jangka Panjang : Surat Hutang Jangka Menengah Hutang Obligasi Hutang lain-lain Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Penyisihan bonus Pendapatan diterima di muka Jumlah kewajiban lancar Kewajiban Tidak Lancar Penyisihan tunjangan purna jabatan , Penyisihan imbalan kerja karyawan Kewajiban Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian Lancar : Surat Hutang Jangka Menengah Hutang Obligasi Jumlah kewajiban tidak lancar JUMLAH KEWAJIBAN
78 (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September EKUITAS Modal Ditempatkan & Disetor Penuh Laba Belum Terealisasi Efek Tersedia Untuk Dijual Saldo Laba: Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September PENDAPATAN BEBAN USAHA Gaji dan tunjangan karyawan (3.237) (13.014) (12.655) (15.669) (16.096) (13.953) Umum dan Administrasi (437) (4.141) (7.973) (6.293) (7.468) (8.273) Total Beban Usaha (3.674) (17.155) (20.628) (21.962) (23.564) (22.226) Laba Usaha Pendapatan Lain-lain Bersih Laba Sebelum Pajak Penghasilan Manfaat (beban) Pajak Penghasilan Badan Kini (1.447) - - (3.260) (8.496) - Tangguhan (253) (861) LABA BERSIH Laba Bersih per Saham (dalam ribu Rupiah) 27,26 88,51 65,10 77,26 93,45 55,56 Rasio-Rasio Keuangan dan Pertumbuhan (dalam persentase) KETERANGAN 31 Desember 30 September Pendapatan Pinjaman Yang Diberikan terhadap Jumlah Aset (%) - - 1,40 3,21 2,69 0,89* Pendapatan Pinjaman yang diberikan terhadap Pinjaman yang diberikan (%) - 0,05 4,92 7,62 5,53 1,87* Laba Usaha terhadap Pendapatan (%) 85,26 83,34 75,36 78,14 80,66 70,91* Laba Bersih terhadap Pendapatan (%) atau Net Profit Margin (NPM) 85,27 84,88 75,72 75,61 74,71 72,72* Laba Sebelum Pajak Penghasilan terhadap Pendapatan (%) 113,56 84,60 78,06 79,83 83,31 73,84* Laba Bersih terhadap Jumlah Aset (%) atau Return on Asset (ROA) 2,65 7,88 5,48 6,09 4,85 2,14* Laba Bersih terhadap Jumlah Ekuitas (%)atau Return on Equity (ROE) 2,65 7,93 5,51 6,14 6,91 3,95* Laba Bersih terhadap Pendapatan Pinjaman Yang Diberikan (%) ,44 390,41 190,07 180,42 241,09* Beban Usaha terhadap Pendapatan Pinjaman Yang Diberikan (%) ,06 123,71 54,03 45,49 96,44* Beban Usaha terhadap Total Pendapatan (%) 11,49 16,45 23,99 21,49 18,84 28,26* Pinjaman yang diberikan terhadap Kewajiban (X) atau Loan to Financing Ratio - *** - *** - *** - *** 1,71 1,06 Aset Lancar terhadap Kewajiban Lancar (X) 404,98 174,92 222,22 96,77 3,39 3,13 Modal Kerja (netto) terhadap Jumlah Aset (X) 1,00 0,95 0,98 0,53 0,40 0,36 Jumlah Aset terhadap Jumlah Kewajiban (X) 405,79 152,33 163,27 125,84 3,35 2,18 Jumlah Ekuitas terhadap Pinjaman Yang Diberikan (X) - 11,16 3,48 2,36 1,44 1,14 Jumlah Kewajiban Terhadap Jumlah Ekuitas (X) - 0,01 0,01 0,01 0,43 0,85 RASIO PERTUMBUHAN Pinjaman yang diberikan (%) N.A N.A** 239,00 57,42 75,64 N.A Jumlah Aset (%) N.A 9,06 5,79 6,74 51,98 N.A Jumlah Kewajiban (%) N.A 190,54 (1,30) 38, ,13 N.A Pendapatan Pinjaman Yang Diberikan (%) N.A N.A** ,31 143,78 27,42 N.A Total Pendapatan (%) N.A 313,14 (18,70) 20,02 21,27 N.A Beban Usaha (%) N.A 366,93 20,24 6,46 7,29 N.A Laba Usaha N.A 303,84 (26,49) 24,45 25,18 N.A Laba Sebelum Pajak Penghasilan (%) N.A 207,79 (24,99) 22,75 26,55 N.A Laba Bersih (%) N.A 224,64 (26,45) 18,68 20,95 N.A Keterangan: * Tidak dapat diperbandingkan ** Tahun Pertama belum ada pinjaman yang diberikan *** Tidak terhingga karena belum ada Hutang 58
79 X. EKUITAS Di bawah ini disajikan posisi ekuitas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Hendrawinata, Gani & Rekan (Grant Thornton) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, 2009 dan periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Riza, Wahono & Rekan (Clarkson Hyde International) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan bahwa mulai 1 Januari 2010 Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Penerapan PSAK No. 50 dan No. 55 (Revisi 2006) ini dilakukan secara prospektif. Modal disetor Perseroan seluruhnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Tidak ada perubahan struktur permodalan yang terjadi setelah tanggal laporan keuangan terakhir. (dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN 31 Desember 30 September Modal Ditempatkan & Disetor Penuh Laba Belum Terealisasi Efek Tersedia Untuk Dijual Saldo Laba: Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas
80 XI. PERPAJAKAN Perpajakan Untuk Pemegang Obligasi Pajak atas penghasilan yang diperoleh dari kepemilikan Obligasi yang diterima atau diperoleh Pemegang Obligasi diperhitungkan dan diperlakukan sesuai dengan Peraturan Perpajakan yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 16 Tahun 2009 tanggal 9 Pebruari 2009 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi, penghasilan yang diterima atau diperoleh bagi Wajib Pajak berupa bunga dan diskonto obligasi dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan yang bersifat final: 1. Atas Bunga Obligasi dengan kupon (interest bearing debt securities) sebesar: (i) 15% bagi Wajib Pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap (BUT); dan (ii) 20% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain BUT. Jumlah yang terkena pajak dihitung dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan (holding period) obligasi. 2. Atas diskonto obligasi dengan kupon sebesar: (i)15% bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap (BUT); dan (ii) 20% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain BUT. Jumlah yang terkena pajak dihitung dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan (accrued interest). 3. Atas diskonto obligasi tanpa bunga (zero coupon bond) sebesar: (i) 15% bagi Wajib Pajak dalam negeri dan BUT; dan (ii) 20% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain BUT. Jumlah yang terkena pajak dihitung dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi. 4. Atas bunga dan/atau diskonto dari obligasi yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak reksa dana yang terdaftar pada Bapepam dan LK sebesar: (i) 0% untuk tahun 2009 sampai dengan tahun 2010; (ii) 5% untuk tahun 2011 sampai dengan tahun 2013; dan (iii) 15% untuk tahun 2014 dan seterusnya. Pemotongan pajak yang bersifat final ini tidak dikenakan terhadap bunga atau diskonto obligasi yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak: 1. Dana pensiun yang pendirian atau pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan; dan 2. Bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia. CALON PEMBELI OBLIGASI DALAM PENAWARAN UMUM INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI PENERIMAAN BUNGA, PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN ATAU PENGALIHAN DENGAN CARA LAIN OBLIGASI YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM INI. Pemenuhan Perpajakan Oleh Perseroan Sampai saat Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki tunggakan pajak. Pada tanggal 20 Oktober 2010, Perseroan telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Masa (SPT) bulan September Selama tahun 2010, Perseroan telah memenuhi kewajiban perpajakan atas PPh 21,23 dan 4 (2) serta telah melaporkannya ke kantor pajak terkait tepat waktu. 60
81 XII. PENJAMINAN EMISI OBLIGASI Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 10 tanggal 19 Januari 2011 dibuat dihadapan Poerbaningsih Adi Warsito, SH., Notaris di Jakarta ( Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi ), dan Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 34 tanggal 21 Februari 2011, berikut perubahan-perubahannya dan/ atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi yang namanya tercantum di bawah ini telah menyetujui untuk menawarkan kepada Masyarakat Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap sebesar Rp (empat ratus enam puluh tiga miliar Rupiah). Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi tersebut di atas merupakan perjanjian lengkap yang menggantikan semua persetujuan atau perjanjian yang mungkin telah dibuat sebelumnya mengenai perihal yang dimuat dalam perjanjian dan setelah itu tidak ada lagi perjanjian yang dibuat oleh para pihak yang isinya bertentangan dengan Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi ini. Susunan dan jumlah porsi serta persentase dari Penjamin Emisi Obligasi sebesar Rp (empat ratus enam puluh tiga miliar Rupiah) yang dijamin secara Kesanggupan Penuh (full commitment) adalah sebagai berikut: No. Penjamin Emisi Obligasi Porsi Penjaminan (dalam Rupiah) Persentase (%) Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi: PT Danareksa Sekuritas (Terafiliasi) % Jumlah % Berdasarkan UUPM yang dimaksud dengan Afiliasi adalah: a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; b. Hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut; c. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota direksi atau dewan komisaris yang sama; d. Hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; e. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau f. Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama. Perseroan adalah Badan Hukum Indonesia yang dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. Negara Republik Indonesia memiliki 100% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada PT Danareksa (Persero), sedangkan PT Danareksa (Persero) memiliki 99,99% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh pada PT Danareksa Sekuritas. Dengan demikian antara Perseroan dengan PT Danareksa Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi adalah terafiliasi melalui kepemilikan saham oleh Negara Republik Indonesia. 61
82 XIII. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berperan dalam penawaran umum ini adalah sebagai berikut: Akuntan Publik Tugas Pokok: Konsultan Hukum Tugas Pokok: Riza, Wahono & Rekan (Clarkson Hyde International) Jl. Anggrek Garuda Raya No. 9, Slipi Jakarta Nomor STTD : 377/PM/STTD-AP/2004 Tanggal STTD : 11 Juni 2004 Surat Perintah Kerja : 046/PPJ/SMF-RWR/XI/2010 tanggal 2 November 2010 Keanggotaan Asosiasi : Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) No Pedoman Kerja : Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) Melakukan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan Akuntan Publik merencanakan dan melaksanakan audit agar diperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material dan bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan terhadap laporan keuangan yang diaudit. Tugas Akuntan Publik meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti pendukung dalam pengungkapan laporan keuangan. Warens & Partners Law Firm Jl. Sisingamangaraja No.63 Kebayoran Baru Jakarta Nomor STTD : 95/STTD-KH/PM/1996 Tanggal STTD : 10 September 1996 Surat Perintah Kerja : 043/PPJ/SMF-WP/X/2010 tanggal 12 Oktober 2010 Keanggotaan Asosiasi : Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) No Pedoman Kerja : Standar Profesi Konsultan Hukum Pasar Modal Melakukan pemeriksaan dan penelitian dengan kemampuan terbaik yang dimilikinya atas fakta dari segi hukum yang ada mengenai Perseroan dan keterangan lain yang berhubungan dengan itu sebagaimana disampaikan oleh Perseroan. Hasil pemeriksaan dan penelitian mana telah dimuat dalam Laporan Uji Tuntas yang menjadi dasar dari Pendapat dari segi Hukum yang diberikan secara obyektif dan mandiri serta guna meneliti informasi yang dimuat dalam Prospektus sepanjang menyangkut segi Hukum. Tugas dan fungsi Konsultan Hukum yang diuraikan di sini adalah sesuai dengan Standar Profesi Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku guna melaksanakan prinsip keterbukaan. 62
83 Wali Amanat Tugas Pokok: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Gedung BRI II, Lantai 3 Jl. Jend. Sudirman Kav. 44 dan 46 Jakarta Nomor STTD : 08/STTD-WA/PM/1996 Tanggal STTD : 11 Juni 1996 Surat Penunjukkan Kerja : S-0887/DIR/SMF/X/2010 tanggal 15 Oktober 2010 Keanggotaan Asosiasi : Asosiasi Wali Amanat Indonesia No. AWAI/03/12/2008 tanggal 17 Desember 2008 Pedoman Kerja : SOP Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk Mewakili kepentingan pemegang Obligasi baik di dalam maupun di luar pengadilan mengenai pelaksanaan hak-hak pemegang Obligasi sesuai dengan syarat-syarat Obligasi, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mengikuti ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan UUPM serta peraturan yang berkaitan dengan tugas Wali Amanat. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk., selaku Wali Amanat dalam penerbitan Obligasi ini menyatakan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tidak memiliki hubungan kredit dengan Perseroan melebihi 25% (dua puluh lima persen) dari nilai Obligasi yang diwaliamanati selama umur Obligasi dan tidak merangkap sebagai penanggung dan pemberi agunan dalam penerbitan Obligasi Perseroan sesuai dengan Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-309/BL/2009 Peraturan No. VI.C.3 tentang Hubungan Kredit Dan Penjaminan Antara Wali Amanat Dengan Emiten. Notaris Tugas Pokok: Poerbaningsih Adi Warsito, SH. Jl. Panglima Polim V / 11 Kebayoran Baru Jakarta Nomor STTD : 04/STTD-N/PM/1996 Tanggal STTD : 12 Februari 1996 Surat Perintah Kerja : 044/PPJ/SMF-NOTARIS/X/2010 tanggal 14 Oktober 2010 Keanggotaan Asosiasi : Ikatan Notaris Indonesia No. 06 Pedoman Kerja : Undang-undang dan Kode Etik Notaris Membuat akta-akta dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap, antara lain Perjanjian Perwaliamanatan, Pengakuan Hutang dan Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi, serta akta-akta pengubahannya. Selain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali Amanat, semua Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang terlibat dalam Penawaran Umum ini menyatakan bahwa tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan sebagaimana didefinisikan dalam UUPM. 63
84 Halaman ini sengaja dikosongkan
85 XIV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM 65
86 Halaman ini sengaja dikosongkan
87
88 68
89 69
90 70
91 71
92 72
93 73
94 74
95 75
96 76
97 77
98 78
99 79
100 Halaman ini sengaja dikosongkan
101 XV. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN 81
102 Halaman ini sengaja dikosongkan
103
104 Halaman ini sengaja dikosongkan
105
106
107 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) NERACA BALANCE SHEETS 30 SEPTEMBER 2010, 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 SEPTEMBER 30, 2010, DECEMBER 31, 2009, 2008 AND 2007 ASET 30 September Desember 2009 Catatan 31 Desember Desember 2007 September 30, 2010 December 31, 2009 Notes December 31, 2008 December 31, 2007 Aset Lancar Current Assets Kas dan Setara Kas 947,743,445, ,237,931,961 2c, 2d, 2l, 3 661,574,981, ,266,413,869 Cash and Cash Equivalents Investasi Jangka Pendek 327,106,765, ,881,292,161 2f, 2l, Short Term Investments Pinjaman Yang Diberikan - Bagian Yang Akan Jatuh Tempo Dalam Waktu Satu Tahun 76,798,213, ,037,760,119 2e, 2l, 10 3,354,280, ,000,000,000 Loan - current portion Piutang Usaha Account Receivables Berbasis Bunga 12,226,630,459 11,629,097,516 2e, 2l, 5a 3,028,481,769 2,935,938,166 Interest Based Berbasis Imbalan - 14,415,276 2e,2l, 5b 204,000,000 - Fee Based Piutang Lain-Lain - 5,526,022 2l, 6-315,830,096 Other Receivables Uang Muka 943,773, ,290, ,739,618,736 82,733,344 Advance Payments Biaya Dibayar Dimuka 448,504, ,637, ,889, ,981,829 Prepaid Expenses Pajak Dibayar Dimuka 2,663,670, ,652,947, h, 17a 6,313,844,241 2,817,670, Prepaid Taxes 1,367,931,004,711 1,090,198,898, ,471,096,025 1,166,753,567,304 Aset Tidak Lancar ASSETS Non Current Assets Piutang Hubungan Istimewa 1,472,274,371 1,330,518,100 2b, 2l, 9 1,865,227,677 - Due From Related Parties Pinjaman Yang Diberikan - Setelah Dikurangi Bagian Yang Akan Jatuh Tempo Dalam Waktu Satu Tahun 1,158,407,993, ,233,266,550 2e, 2l, ,285,029,909 - Loan - net of current portion Sinking Funds 10,109,729,128 10,603,525,000 2d, 2l, 11 8,866,306,000 5,408,265,000 Sinking Funds Investasi Jangka Panjang - bersih 12,185,672,332 47,203,888,146 2f, 2l, 12 47,196,561,879 12,174,641,935 Long-term Investments - net Aset Tetap Fixed Assets (bersih setelah dikurangi akumulasi penyusutan per 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masingmasing sebesar Rp , Rp , Rp dan Rp ) (net of accumulated depreciation as of September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007 amounted to Rp , Rp , Rp and Rp respectively) 34,584,112,301 26,719,069,058 2g, 13 1,315,144,089 1,806,432,029 Aset Pajak Tangguhan - bersih 1,403,035,957 2,263,967,981 2h, 17e 1,837,346,195 1,536,817,137 Deferred Tax Assets - net Aset Lain-Lain 11,273,802,663 15,918,062,930 2l, ,125, ,160,100 Other Assets 1,229,436,620, ,272,297, ,740,740,932 21,396,316,201 JUMLAH ASET 2,597,367,625,078 1,927,471,196,729 1,268,211,836,957 1,188,149,883,505 TOTAL ASSETS (Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan) (See Notes to The Financial Statements which are an integral part of the Financial Statements) 87
108 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) NERACA BALANCE SHEETS 30 SEPTEMBER 2010, 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 SEPTEMBER 30, 2010, DECEMBER 31, 2009, 2008 AND 2007 KEWAJIBAN DAN EKUITAS 30 September Desember 2009 Catatan 31 Desember Desember 2007 September 30, 2010 December 31, 2009 Notes December 31, 2008 December 31, 2007 LIABILITIES AND STOCKHOLDERS' EQUITY Kewajiban Lancar Current Liabilities Bagian Lancar dari Kewajiban Jangka Panjang : Current Portions of Long-Term Liabilities : Surat Hutang Jangka Menengah 162,893,689,002-2j, 2l, Medium Term Notes Hutang Obligasi 251,013,721, ,293,503,756 2j, 2l, Bonds Payable Hutang Lain-Lain Other Payables Kepada Pihak ketiga 1,113,981, ,763,387 2l, ,871, ,349,249 Third Parties Kepada Pihak Hubungan Istimewa , 2b, 2l 52,621,794 - Related Parties Biaya Yang Masih Harus Dibayar 18,949,817,885 7,613,702,359 2l, ,867, ,471,552 Accrued Expenses Hutang Pajak 211,010,040 8,511,939,770 2h, 17b 591,416, ,573,130 Taxes Payable Penyisihan Bonus 2,778,043,184 4,672,436,677 18, 25 3,863,021,516 3,254,920,476 Provision for Bonus Pendapatan Diterima Dimuka - 956,730,175 2e,19 1,759,947, ,235,806 Unearned Income 436,960,262, ,708,076,124 6,990,746,305 5,250,550,213 Kewajiban Tidak Lancar Non Current Liabilities Penyisihan Tunjangan Purna Jabatan - 2,168,420,000 11b, 25 1,926,241,250 1,352,066,250 Provision for Post Occupation Benefit Penyisihan Imbalan Kerja Karyawan 2,612,761,000 1,929,845,000 2i, 20, 25 1,161,341, ,189,000 Provision for Employee Benefits Kewajiban Jangka Panjang Setelah Long-Term Liabilities Net of Current Dikurangi Bagian Lancar : Portions : Surat Hutang Jangka Menengah 24,970,881,221-2j, 2l, Medium Term Notes Hutang Obligasi 725,774,958, ,082,613,668 2j, 2l, Bonds Payable 753,358,600, ,180,878,668 3,087,582,250 2,026,255,250 JUMLAH KEWAJIBAN 1,190,318,863, ,888,954,792 10,078,328,555 7,276,805,463 TOTAL LIABILITIES Ekuitas Stockholders' Equity Modal Saham 23 Capital Stock Modal dasar lembar saham Authorized capital dengan nilai nominal Rp shares at par value per lembar saham of Rp each Modal ditempatkan dan disetor penuh Issued and fully paid capital lembar saham 1,000,000,000,000 1,000,000,000,000 1,000,000,000,000 1,000,000,000, shares Laba belum terealisasi efek tersedia Unrealized gain of availabe for sale untuk dijual 840,143, securities Saldo Laba Retained Earnings Telah ditentukan penggunaannya 162,000,000, ,000,000,000 76,000,000,000 44,000,000,000 Appropriated Belum ditentukan penggunaannya 244,208,618, ,582,241, ,133,508, ,873,078,042 Unappropriated JUMLAH EKUITAS 1,407,048,761,446 1,351,582,241,937 1,258,133,508,402 1,180,873,078,042 TOTAL STOCKHOLDERS' EQUITY TOTAL LIABILITIES AND JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 2,597,367,625,078 1,927,471,196,729 1,268,211,836,957 1,188,149,883,505 STOCKHOLDERS' EQUITY (Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan) 88 (See Notes to The Financial Statements which are an integral part of the Financial Statements)
109 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) LAPORAN LABA (RUGI) PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2010 DAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) STATEMENTS OF INCOME (LOSS) 9 (NINE) MONTHS PERIOD ENDED SEPTEMBER 30, 2010 AND FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2009, 2008 AND 2007 Tahun 2010 Tahun 2009 Catatan Tahun 2008 Tahun 2007 Year 2010 Year 2009 Notes Year 2008 Year 2007 Periode 9 (sembilan) bulan 9 (nine) months period PENDAPATAN 76,409,161, ,858,536,613 2e, 2k, ,485,005,274 83,724,204,983 REVENUES BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES Gaji dan Tunjangan Karyawan ( 13,953,286,355 )( 16,095,683,890 ) 2k, 25 ( 15,668,661,964 )( 12,655,407,261 ) Salaries and Employees' Benefits Umum dan Administrasi ( 8,272,964,137 )( 7,467,990,643 ) 2k, 26 ( 6,293,126,374 )( 7,972,950,579 ) General and Administrative ( 22,226,250,492 )( 23,563,674,533 ) ( 21,961,788,338 )( 20,628,357,840 ) LABA USAHA 54,182,910,592 98,294,862,080 78,523,216,936 63,095,847,143 OPERATING INCOME PENDAPATAN LAIN-LAIN - BERSIH 2,238,885,107 3,222,935,857 2k, 27 1,696,801,965 2,254,963,507 OTHER INCOME - NET LABA SEBELUM PAJAK INCOME BEFORE PENGHASILAN BADAN 56,421,795, ,517,797,937 80,220,018,901 65,350,810,650 CORPORATE INCOME TAX MANFAAT (BEBAN) PAJAK CORPORATE INCOME TAX PENGHASILAN BADAN 2h BENEFIT (EXPENSE) Kini - ( 8,495,686,188 ) 17c ( 3,260,117,600 ) - Current Tangguhan ( 860,932,024 ) 426,621,786 17d 300,529,059 ( 252,401,137 ) Deferred ( 860,932,024 )( 8,069,064,402 ) ( 2,959,588,541 )( 252,401,137 ) LABA BERSIH 55,560,863,675 93,448,733,535 77,260,430,360 65,098,409,513 NET INCOME LABA BERSIH PER SAHAM - DASAR 55,561 93,449 77,260 65,098 EARNINGS PER SHARE - BASIC (Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan) (See Notes to The Financial Statements which are an integral part of the Financial Statements) 89
110 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2010 DAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY 9 (NINE) MONTHS PERIOD ENDED SEPTEMBER 30, 2010 AND FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2009, 2008 AND 2007 Modal saham ditempatkan Laba belum terealisasi Saldo laba / Retained earnings Jumlah ekuitas / dan disetor penuh / efek tersedia untuk dijual/ Telah ditentukan Belum ditentukan Issued Unrealized gain of availabe penggunaannya / penggunaannya / Total stockholder's equity and fully paid capital for sale securities Appropriated Unappropriated Saldo tanggal 1 Januari ,000,000,000, ,774,668,529 1,115,774,668,529 Balance as of January 1, 2007 Pembagian laba Penambahan cadangan umum Distribution of income Appropriation for general dan cadangan tujuan ,000,000,000 (44,000,000,000) - and special reserve Laba bersih tahun ,098,409,513 65,098,409,513 Net Income year 2007 Saldo tanggal 31 Desember ,000,000,000,000-44,000,000, ,873,078,042 1,180,873,078,042 Balance as of December 31, 2007 Pembagian laba Penambahan cadangan umum Distribution of income Appropriation for general dan cadangan tujuan ,000,000,000 (32,000,000,000) - and special reserve Laba bersih tahun ,260,430,360 77,260,430,360 Net Income year 2008 Saldo tanggal 31 Desember ,000,000,000,000-76,000,000, ,133,508,402 1,258,133,508,402 Balance as of December 31, 2008 Pembagian laba Penambahan cadangan umum Distribution of income Appropriation for general dan cadangan tujuan ,000,000,000 (40,000,000,000) - and special reserve Laba bersih tahun ,448,733,535 93,448,733,535 Net Income year 2009 Saldo tanggal 31Desember ,000,000,000, ,000,000, ,582,241,937 1,351,582,241,937 Balance as of December 31, 2009 Laba belum terealisasi efek tersedia Unrealized gain of availabe untuk dijual - 840,143, ,143,169 for sale securities Pembagian laba Distribution of income Penambahan cadangan umum Appropriation for general dan cadangan tujuan ,000,000,000 (46,000,000,000) - and special reserve Alokasi Program Kemitraan Allocation for Corporate Social dan Bina Lingkungan (934,487,335) (934,487,335) Responsibility Laba bersih periode 9 (sembilan) Net Income 9 (nine) months period bulan tahun ,560,863,675 55,560,863,675 year 2010 Saldo tanggal 30 September ,000,000,000, ,143, ,000,000, ,208,618,277 1,407,048,761,446 Balance as of September 30, 2010 (Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan) (See Notes to The Financial Statements which are an integral part of the Financial Statements) 90
111 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) LAPORAN ARUS KAS PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2010 DAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) STATEMENTS OF CASH FLOWS 9 (NINE) MONTHS PERIOD ENDED SEPTEMBER 30, 2010 AND FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2009, 2008 AND 2007 Tahun 2010 Tahun 2009 Catatan Tahun 2008 Tahun 2007 Year 2010 Year 2009 Notes Year 2008 Year 2007 Periode 9 (sembilan) bulan *) 9 (nine) months period ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan dari Bunga Interest income from Penyaluran Pinjaman 75,367,961,085 57,814,395,811 2a,24 35,979,977,357 15,233,749,997 Loans Deposito 30,315,653,063 55,212,516,788 2a,24 34,604,953,438 40,669,145,614 Time Deposits Sertifikat Bank Indonesia (SBI) - - 2a,24 20,263,044,174 26,592,897,313 Bank Indonesia Certificates (SBI) Surat Utang Negara (SUN) 1,150,538,325 1,262,666,790 2a,24 1,205,719,200 1,216,523,604 Government Bonds (SUN) Obligasi Retail Indonesia (ORI) 2,119,776,750 2,812,514,250 2a,24 1,995,084,000 - Government Bonds (ORI) Efek Beragun Aset (EBA) 24,086,284,151 6,991,580,239 2a, Residential Mortgage Backed Securities (RMBS) Penambahan Penyaluran Pinjaman ( 501,061,984,515 ) ( 404,083,543,647 ) 10 ( 532,492,921,296 )( 305,000,000,000 ) Additions of Loans Penerimaan Angsuran Pinjaman 204,143,722, ,941, ,107,800,901 66,000,000,000 Installment of Loans Investasi pada Efek Beragun Aset (EBA) - ( 378,500,000,000 ) 2f, Investment on RMBS Pelepasan Efek Beragun Aset (EBA) - 8,077,350,000 2f, Divestment of RMBS Penerimaan Cicilan Pokok Efek Beragun Aset (EBA) 63,326,617,235 16,900,693,960 2f, Principal Installment of RMBS Penerimaan dari Hasil Lainnya 11,315,160,872 9,502,067,283 2a,27 949,779, ,697,120 Others Income Penerimaan (Pembayaran) Kas Dari (Untuk) : Cash Receipt (Payment) from (for) Pihak Ketiga ( 29,924,079,402 ) ( 26,563,311,479 ) 2a,26 ( 8,520,073,755 )( 7,403,856,578 ) Third Parties Komisaris, Direksi dan Karyawan ( 9,011,559,818 ) ( 7,702,496,598 ) 2a,25 ( 14,079,297,976 )( 13,357,050,872 ) Commisioner, Directors and Employees Tunjangan Purna Jabatan ( 2,593,989,375 ) ( 402,225,000 ) 2a,25 ( 147,510,000 )( 191,250,000 ) Post-Occupation Benefit (Penambahan) Sinking Fund ( 7,496,968,128 ) ( 2,974,741,000 ) 11 ( 4,635,795,502 )( 4,483,500,000 ) (Additions) of Sinking Funds Pengurangan Sinking Fund 116,930,000 4,239,819, ,177,754,502 2,918,235,000 Deductions of Sinking Funds Pendukung Kredit 4,356,884,964 ( 15,430,891,573 ) Reserve Account Dana Transisi Servicer 242,612,970 ( 399,256,964 ) Servicer Transition Fund Bunga Obligasi ( 27,953,750,000 ) Interest on bonds Bunga MTN ( 4,143,750,000 ) Interest on MTN Pajak Penghasilan ( 8,343,664,111 ) - 17c - - Income Taxes Restitusi Pajak 4,438,855,769-17f - - Tax Refund Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Operasi ( 169,548,747,508 ) ( 672,822,920,132 ) ( 124,591,485,667 ) ( 177,547,408,802 ) Net Cash provided used in Operating Activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Investasi pada Obligasi Retail Indonesia (ORI) ( 35,014,000,000 ) - Investment on Government Bonds (ORI) Pembelian Aset Tetap ( 837,569,060 ) ( 20,404,489,586 ) 13 ( 85,946,500 )( 86,942,636 ) Acquisition of Fixed Assets Penambahan Aset Dalam Penyelesaian ( 5,602,747,744 ) ( 5,590,604,698 ) Additions of Asset in Progress Penambahan Aset Lain-Lain ( 90,402,200 ) ( 188,656,505 ) Additions of Other Assets Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi ( 6,530,719,004 ) ( 26,183,750,789 ) ( 35,099,946,500 ) ( 86,942,636 ) Net Cash used in Investing Activities (Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan) (See Notes to The Financial Statements which are an integral part of the Financial Statements) 91
112 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) LAPORAN ARUS KAS STATEMENTS OF CASH FLOWS PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2010 DAN 9 (NINE) MONTHS PERIOD ENDED SEPTEMBER 30, 2010 AND TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2009, 2008 AND 2007 (Lanjutan/Continued) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Tahun 2010 Tahun 2009 Catatan Tahun 2008 Tahun 2007 Year 2010 Year 2009 Notes Year 2008 Year 2007 Periode 9 (sembilan) bulan *) 9 (nine) months period CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Penerimaan Hasil Penerbitan Obligasi 727,000,000, ,000,000, Proceeds from issuance of bonds Penerimaan Hasil Penerbitan Surat Berharga Jangka Menengah 188,000,000, Proceeds from issuance of Medium Term Notes Pembayaran Hutang Pokok Obligasi ( 300,000,000,000 ) Bonds Principal Payment Biaya Emisi Obligasi ( 1,643,962,000 ) ( 2,330,378,820 ) - - Bonds Issuance Costs Biaya Emisi MTN ( 771,057,500 ) MTN Issuance Costs Kas Bersih diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 612,584,980, ,669,621, Net Cash provided by Financing Activities KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN INCREASE (DECREASE) IN CASH AND SETARA KAS 436,505,513,988 ( 150,337,049,741 ) ( 159,691,432,167 ) ( 177,634,351,438 ) CASH EQUIVALENTS SALDO KAS DAN SETARA KAS - AWAL 511,237,931, ,574,981,702 2c,2d,3 821,266,413, ,900,765,307 CASH AND CASH EQUIVALENTS - BEGINNING SALDO KAS DAN SETARA KAS - AKHIR 947,743,445, ,237,931,961 2c,2d,3 661,574,981, ,266,413,869 CASH AND CASH EQUIVALENTS - ENDING KEGIATAN YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS NON CASH ACTIVITIES Reklasifikasi dari aset dalam penyelesaian ke aset tetap ( 12,666,170,538 ) Reclasification from aset in progress to fixed aset Reklasifikasi dari uang muka ke aset tetap ( 357,867,307 ) Reclasification from advance payment to fixed aset Reklasifikasi dari hutang lain-lain ke aset tetap ( 301,185,931 ) Reclasification from other payables to fixed aset Reklasifikasi dari uang muka ke aset dalam penyelesaian ( 2,185,332,135 ) Reclasification from advance payment to aset in progress Reklasifikasi dari hutang lain-lain ke aset dalam penyelesaian ( 415,173,949 ) Reclasification from other payables to aset in progress *) Disajikan kembali, Lihat Catatan 2a Restated, See Note 2a *) (Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan) (See Notes to The Financial Statements which are an integral part of the Financial Statements) 92
113 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information PT Sarana Multigriya Finansial PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ( SMF ) didirikan (Persero) ( SMF ) was established berdasarkan Peraturan Pemerintah within the framework of the Republik Indonesia No. 5 tahun 2005 Government of the Republic of tanggal 7 Pebruari 2005 tentang Indonesian Regulation number 5 year Penyertaan Modal Negara Republik 2005 dated February 7, 2005 on Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Investment by the Republic of Perseroan (Persero) di Bidang Indonesia to Establish a State Owned Pembiayaan Sekunder Perumahan dan Company in Secondary Mortgage Peraturan Presiden Republik Indonesia Financing and the Indonesian No. 19 tahun 2005 tanggal 7 Pebruari 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan yang telah dirubah dengan Presidential Regulation number 19 year 2005 dated February 7, 2005 on Secondary Mortgage Financing which Peraturan Presiden Republik Indonesia had been revised by Indonesian No. 1 tahun 2008 tanggal 26 Januari Presidential Regulation number 1 year 2008 dated January 26, Anggaran Dasar SMF dibuat oleh notaris Imas Fatimah, S.H., No. 59, tanggal 22 Juli Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. C HT TH.2005 tanggal 26 Juli 2005, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.69, Tambahan No.9263 tanggal 30 Agustus Sesuai dengan Anggaran Dasar No.59 tanggal 22 Juli 2005 tersebut di atas, maksud dan tujuan SMF adalah sebagai berikut : a. Kegiatan usaha pembiayaan dalam bentuk fasilitas pembiayaan sekunder perumahan pada bank dan lembaga keuangan yang memberikan kredit pemilikan rumah. b. Menghimpun dana masyarakat untuk membiayai kegiatan pembiayaan sekunder perumahan dengan menerbitkan surat berharga jangka panjang dan/atau jangka pendek. c. Kegiatan lain dalam rangka mendukung kegiatan sebagaimana dimaksud dalam a dan b di atas. Articles of Association of SMF was notarized under deed number 59 dated July 22, 2005 of notary Imas Fatimah, S.H. This deed was approved by the Minister of Law and Human Rights under number C HT TH.2005 dated July 26, 2005 and was published in Supplement number 9263 of the Official Gazette number 69 dated August 30, 2005 of the Republic of Indonesia. According to Articles of Association number 59 dated July 22, 2005 above, the purpose and objectives of SMF are : a. To engage in financing activities by providing secondary mortgage financing facilities to banks and financial institutions that grant home ownership loans. b. To gather funds from the public to finance its secondary mortgage financing activities by issuing longterm and/or short-term securities. c. To engage in other activities in order to support the activities as mentioned in a and b above. 93
114 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Pada tanggal 13 Agustus 2008 SMF telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang tercatat dalam Akta No.114 tanggal 13 Agustus 2008 dari Sutjipto, S.H.,M.Kn, notaris di Jakarta, mengenai Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar. Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU AH tahun 2008 tanggal 5 Desember Berdasarkan akta perubahan tersebut maksud dan tujuan SMF adalah membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, SMF dapat melakukan kegiatan usaha sebagai berikut : a. Membeli kumpulan aset keuangan dari lembaga penyalur KPR, berupa piutang yang diperoleh dari penyaluran KPR berikut hak agunan yang melekat padanya dan menerbitkan efek beragun aset berbentuk surat partisipasi. b. Menyimpan kumpulan aset keuangan dan menerbitkan Surat Partisipasi apabila pasar belum kondusif. c. Menunjuk SPV untuk membeli aset keuangan dari kreditor asal dan menerbitkan efek beragun aset berbentuk surat utang. d. Kegiatan lain dalam rangka mendukung kegiatan sebagaimana dimaksud dalam a, b dan c di atas. SMF mulai melakukan kegiatannya pada Oktober SMF berkantor di Plaza Bapindo, Menara Mandiri, lantai 10, Jl. Jenderal Sudirman Kav Jakarta. On August 13, 2008 Stockholder s Extraordinary General Meeting which notarized under Deed number 114 dated August 13, 2008, of Sutjipto, S.H.,M.Kn, a notary in Jakarta, regarding Statement of Meeting Decision of Articles of Association amendment. This amendment had been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia number AHU AH year 2008 dated December 5, Based on the amendment of the deed, the purpose and objectives of SMF are to promote and develop secondary mortgage financing market as to increase capacity and sustainability of housing finance which is affordable for the people. In order to achieve the said purpose and objectives, SMF can perform the following operational activities : a. Purchase financial asset from mortgages originator, in the form of mortgage receivables including the attached right on the collateral and issued asset backed security in the form of participation certificate. b. Warehouse pool of financial asset and issued Participation Certificate when market is not conducive yet. c. Appoint SPV to purchase financial asset from originator and issued asset back security in the form of bond. d. Engage in other activities in order to support the activities as mentioned in a, b and c above. SMF started its activities in October SMF is domiciled at Bapindo Plaza, Menara Mandiri, 10th floor, Jl. Jenderal Sudirman Kav , Jakarta. 94
115 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Sejak tanggal 15 Juli 2010 SMF berkantor di Grha SMF, Jl. Panglima Polim I No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Since on July 15, 2010, SMF is domiciled at Grha SMF, Jl. Panglima Polim I number 1 Kebayoran Baru, Jakarta b. Penawaran Umum Obligasi b. Public Offering of Bonds Pada bulan Juli 2009 SMF In July, 2009 SMF issued Bonds menerbitkan Obligasi dengan nama namely Obligasi Sarana Multigriya Obligasi Sarana Multigriya Finansial I Finansial I Year 2009 With Fixed Tahun 2009 Dengan Tingkat Bunga Interest Rate (SMFP 01) which is listed Tetap (SMFP 01) yang terdaftar di PT in Indonesia Stock Exchange with Bursa Efek Indonesia dengan Nilai Nominal sebesar Rp tingkat suku bunga sebesar 10,125% per tahun dan jatuh tempo pada nominal value of Rp and interest rate of 10,125% per annum and maturity on July 15, Bonds were timely paid on maturity date. tanggal 15 Juli Obligasi ini telah dilunasi tepat waktu pada saat jatuh tempo. Pada bulan Desember 2009 SMF menerbitkan Obligasi dengan nama Sarana Multigriya Finansial II Tahun 2009 Dengan Tingkat Bunga Tetap (SMFP 02) yang terdaftar di PT Bursa Efek Indonesia dengan nilai nominal Rp dengan tingkat bunga 9,5% per tahun dan akan jatuh tempo pada 3 Januari Pada bulan Juni 2010 SMF menerbitkan Obligasi dengan nama Sarana Multigriya Finansial III Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap (SMFP 03) yang terdaftar di PT Bursa Efek Indonesia dengan nilai nominal Rp Obligasi ini terdiri dari 2 (dua) seri yaitu : Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25% per tahun, jangka waktu 2 tahun sejak tanggal penerbitan. Obligasi ini diterbitkan dengan nilai nominal sebesar Rp dan akan jatuh tempo pada 8 Juli Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun, berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal penerbitan. Obligasi ini diterbitkan dengan nilai nominal Rp dan akan jatuh tempo pada 8 Juli In December, 2009 SMF issued Bonds namely Obligasi Sarana Multigriya Finansial II Year 2009 With Fixed Interest Rate (SMFP 02) which is listed in Indonesia Stock Exchange with nominal value of Rp and interest rate of 9,5% per annum and will be matured on January 3, In June, 2010 SMF issued Bonds namely Obligasi Sarana Multigriya Finansial III Year 2010 With Fixed Interest Rate (SMFP 03) which is listed in Indonesia Stock Exchange with nominal value of Rp This Bonds consist of 2 (two) series : A Series : Bond with fixed interest rate 9.25% p.a, 2 years term from issuance date. Bond A Series issued with nominal value of Rp and will be matured on July 8, B Series : Bond with fixed interest rate 9.75% p.a, 3 years term from issuance date. Bond B Series issued with nominal value of Rp and will be matured on July 8,
116 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued c. Penerbitan Surat Hutang Jangka Menengah Pada bulan April 2010 SMF menerbitkan Surat Hutang Jangka Menegah (MTN) SMF I Tahun 2010 dengan tingkat bunga tetap dan dengan jumlah Rp MTN tersebut terdiri dari 2 (dua) seri yaitu: Seri A : MTN dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun, berjangka 370 Hari Kalender sejak Tanggal Penerbitan. Jumlah MTN Seri A sebesar Rp dan akan jatuh tempo pada 21 April Seri B : MTN dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25% per tahun, berjangka 2 (dua) tahun sejak Tanggal Penerbitan. Jumlah MTN Seri B sebesar Rp dan akan jatuh tempo pada 16 April d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMF pada tanggal 30 September 2010 berdasarkan akta No. 110 tanggal 13 Agustus 2010, tentang Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) yang berlaku sejak tanggal 22 Juli 2010 sampai dengan ditetapkannya anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris yang definitif, adalah sebagai berikut: c. Medium Term Notes Issuance On April 2010 SMF issued Medium Term Notes (MTN) SMF I Year 2010 with fixed interest rate amounted Rp This MTN consist of 2 (two) series: A Series : MTN with fixed interest rate 8.75% p.a, 370 calendar days term from issuance date. MTN A Series amounted Rp and will be matured on April 21, B Series : MTN with fixed interest rate 9.25% p.a, 2 (two) years term from issuance date. MTN B Series amounted Rp and will be matured on April 16, d. Board of Commissioners, Board of Directors, Audit Committee and Employees The composition of SMF s Boards of Commissioners and Directors as of September 30, 2010 based on Notarial Deed number 110 dated August 13, 2010, regarding Statement the Decision of Stockholder s of State Owned Company of which effective date from July 22, 2010 until the appointment of definitive member of Board of Directors and Board of Commissioners, are as follows : 30 September 2010 September 30, 2010 Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama (merangkap Komisaris Independen) : Jugia Wahab : President Commissioner (Indipendent Comissioner) Komisaris : Arys Ilyas : Commissioner Komisaris : Tito Murbaintoro : Commissioner Direksi Board of Directors Direktur Utama : Erica Soeroto : President Director Direktur Penelitian, Pengembangan dan Manajemen Resiko : Yudhi Ismail : Research & Development and Risk Management Director Direktur Keuangan dan IT : Sutomo : IT and Finance Director 96
117 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMF pada tanggal 31 Desember 2009 berdasarkan Salinan Keputusan Menteri Keuangan selaku pemegang saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial No.521/KMK.010/2009 tanggal 29 Desember 2009 tentang Pengangkatan Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial, adalah sebagai berikut : The composition of SMF s Boards of Commissioners and Directors as of December 31, 2009 based on copy of Decision Letter of Minister of Finance number 521/KMK.010/2009 dated December 29, 2009, on the appointment of Boards of Directors of PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), are as follows : 31 Desember 2009 December 31, 2009 Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama (merangkap Komisaris Independen) : Jugia Wahab : President Commissioner (Indipendent Comissioner) Komisaris : Arys Ilyas : Commissioner Komisaris : Tito Murbaintoro : Commissioner Direksi Board of Directors Direktur Utama : Erica Soeroto : President Director Direktur Penelitian, Pengembangan dan Manajemen Resiko : Yudhi Ismail : Research & Development and Risk Management Director Direktur Keuangan dan IT : Sutomo : IT and Finance Director Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMF pada tanggal 31 Desember 2008 berdasarkan akta No. 114 tanggal 13 Agustus 2008 dari Sutjipto, S.H.,M.Kn, notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut : The composition of SMF s Boards of Commissioners and Directors as of December 31, 2008 based on Notarial Deed number 114 dated August 13, 2008, of Sutjipto, S.H.,M.Kn, a notary in Jakarta, are as follows : 31 Desember 2008 December 31, 2008 Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama (merangkap Komisaris Independen) : Jugia Wahab : President Commissioner (Indipendent Comissioner) Komisaris : Arys Ilyas : Commissioner Komisaris : Tito Murbaintoro : Commissioner Direksi Board of Directors Direktur Utama : Erica Soeroto : President Director Direktur Operasional : Paulus Nurwadono : Operational Director Direktur Keuangan dan IT : Sutomo : IT and Finance Director Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMF pada tanggal 31 Desember 2007 berdasarkan Anggaran Dasar SMF dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.327/KMK.05/2005 dan No.328/KMK.05/ 2005 tanggal 11 Juli 2005 dan risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.119 tanggal 28 Juni 2007 adalah sebagai berikut : The composition of SMF s Boards of Commissioners and Directors as of December 31, 2007 based on Articles of Association of SMF and the Decision Letters of the Minister of Finance number 327/KMK.05/2005 and number 328/KMK.05 /2005 dated July 11, 2005, and minutes of Stockholder s Extraordinary General Meeting number 119 dated June 28, 2007, are as follows : 97
118 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 31 Desember 2007 December 31, 2007 Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama (merangkap Komisaris Independen) : Jugia Wahab : President Commissioner (Indipendent Comissioner) Komisaris : Arys Ilyas : Commissioner Komisaris : Iskandar Saleh : Commissioner Direksi Board of Directors Direktur Utama : Erica Soeroto : President Director Direktur Operasional : Paulus Nurwadono : Operational Director Direktur Keuangan : Sutomo : Finance Director Jumlah honorarium dan tunjangan yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris untuk periode/tahun-tahun yang berakhir 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masingmasing sebesar Rp , Rp , Rp dan Rp Jumlah gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada Direksi untuk periode/tahun-tahun yang berakhir 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah masingmasing sebesar Rp , Rp , Rp dan Rp Pada tanggal 23 Juli 2010 SMF telah membayar tunjangan purna jabatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi sehubungan dengan telah berakhirnya masa jabatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi tanggal 22 Juli 2010 sebesar Rp Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris SMF No. 002/KEP/DEKOM/2008 tanggal 26 Juni 2008 susunan Komite Audit SMF pada tanggal 30 September 2010, 31 Desember 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut : Total compensations and allowances paid to the Board of Commissioners for the period/years ended September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007 amounted Rp , Rp Rp and Rp respectively. Total salaries and allowances paid to Directors for the period/years ended September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007 amounted Rp , Rp Rp and, Rp respectively. On July 23, 2010, SMF has paid the post occupation benefit of Board of Commissioners and Board of Directors in relation to expiration of their year service on July 22, 2010 amounted Rp Based on the Decision Letter of SMF s Board of Commissioners number 002/KEP/DEKOM/2008 dated June 26, 2008, the composition of SMF s Audit Committee as of September 30, 2010, December 31, 2009 and 2008, is as follow : Ketua : Jugia Wahab : Chairman Anggota : Alexander Zulkarnain : Member Anggota : Houtman Zainal Arifin : Member Pembentukan Komite Audit SMF telah dilakukan sesuai dengan peraturan Bapepam Nomor IX.I.5. ada tanggal 30 September 2010, 31 Desember 2009, 31 Desember 2008 dan 2007 SMF, mempekerjakan masing-masing 27, 27, 27 dan 22 karyawan. SMF Audit Committee has been established in accordance with Bapepam regulation number IX.I.5. As of September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007, SMF employed 27, 27, 27 and 22 employees. 98
119 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT PENTING ACCOUNTING POLICIES Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang diterapkan oleh SMF disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (PSAK) dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang terdapat dalam lampiran keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. Kep-06/PM/2000 tanggal 13 Maret Kebijakan akuntansi penting yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan untuk periode 9 bulan yang berakhir 30 September 2010 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut : a. Dasar penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep nilai perolehan, kecuali dinyatakan secara khusus. Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasi menjadi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas untuk periode 9 bulan yang berakhir 30 September 2010 dan tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 disajikan dengan metode langsung. Untuk penyesuaian laporan ini, SMF telah menyajikan kembali laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007, yaitu dari sebelumnya menggunakan metode tidak langsung menjadi metode langsung. The accounting and reporting policies adopted by SMF conform to generally accepted accounting principles in Indonesia (PSAK) and Regulation number VIII.G.7 regarding Financial Statement Guidelines included in the appendix of the decree of Chairman of the Capital Market Supervisory Board number Kep- 06/PM/2000 dated March 13, The significant accounting principles applied consistently in the preparation of the financial statements for 9 months period ended September 30, 2010 and the years ended December 31, 2009, 2008 and 2007 are as follows : a. The basis of preparation of the financial statements. The financial statements have been prepared on the accrual basis using the historical cost concept, unless otherwise stated. The statements of cash flows present cash receipts and payments classified into operating, investing and financing activities. The statement of cash flows for 9 months period ended September 30, 2010 and the years ended December 31, 2009 and 2008 is presented using the direct method. For conforming purpose to this report, SMF has restated its statements of cash flows for the year ended December 31, 2007, from indirect method to direct method. b. Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa SMF melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti yang didefinisikan dalam PSAK No.7, tentang Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. b. Transactions with related parties SMF entered into transactions with certain parties which are regarded as having related party relationships as defined under PSAK number 7, Related Party Disclosures. 99
120 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Semua transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam laporan keuangan. Berdasarkan PSAK No. 7, transaksi antara SMF dengan Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara lainnya, dan perusahaan-perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan Negara, tidak dikategorikan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. c. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang selain Rupiah dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal neraca, seluruh aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang ditetapkan Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Laba atau rugi selisih kurs yang timbul diakui pada laporan laba rugi tahun berjalan. Kurs yang digunakan pada tanggal 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: All transactions with related parties, whether or not made under similar terms and conditions as those conducted with third parties, are disclosed in the financial statements. Based on PSAK number 7, transactions between SMF and the Government, other state-owned companies and any entities owned and controlled by the Government, are not considered as transactions with related parties. c. Foreign currency transactions and balances Transactions in currencies other than Rupiah are recorded at the prevailing rates of exchange in effect on the date of the transactions. As of the balance sheet dates, all foreign currency monetary assets and liabilities are translated into Rupiah at the middle exchange rates quoted by Bank Indonesia on those dates. The resulting net foreign exchange gains or loses are recognized in the current year s statement of income. The exchange rates used as of September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007 were as follows: 1 Dollar Amerika Serikat 2010 (September/ September) Rp8.924 Rp9.400 Rp Rp9.419 United States Dollar 1 d. Kas dan setara kas d. Cash and cash equivalents Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, deposito berjangka dan Cash and cash equivalents consist of cash on hand and in banks, time Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang deposits and Bank Indonesia jatuh tempo dalam waktu tiga bulan Certificates (SBI) with maturities of atau kurang serta tidak dibatasi three months or less and free of penggunaannya. utilization restriction. SBI disajikan sebesar nilai nominal setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi. SBI are presented at their nominal amount, net of unamortized interest. 100
121 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Sebagai liquidity facility, SMF perlu menyediakan likuiditas yang cukup untuk memenuhi permintaan lembaga penyalur KPR. Deposito berjangka dan SBI yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang yang telah ditentukan penggunaannya tidak dikelompokan dalam kas dan setara kas tetapi pada akun sinking fund. As liquidity facility provider, SMF should provide sufficient liquidity in order to fulfill request from any KPR lenders. Time deposits and Bank Indonesia Certificates (SBI) with maturities of three months or less which its usage is determined not classified as cash and cash equivalents but as sinking fund account. e. Pinjaman yang diberikan e. Loans Pinjaman Yang Diberikan Loans Pinjaman yang diberikan adalah Loans is non derivative financial aset keuangan non derivatif dengan asset with fixed or certain pembayaran tetap atau telah payment that does not have active ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif dalam bentuk market quoted price in a form of funding or any equivalent form, penyediaan uang atau tagihan yang which based on agreement or dapat dipersamakan dengan itu, contractual debt between creditor berdasarkan persetujuan atau and debtor which oblige debtor to kesepakatan pinjam meminjam fulfill its obligation in certain period dengan debitur yang mewajibkan debitur untuk melunasi hutangnya with compensation in a form of interest payment. setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan bunga. Sejak 1 Januari 2010 Since January 1, 2010 Pinjaman yang diberikan diklasifikasikan sebagai Pinjaman yang Diberikan dan Piutang. Pengakuan awal Pinjaman yang Diberikan diukur pada nilai wajar yaitu nilai pokok dikurangi dengan pendapatan provisi dan ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pengukuran setelah pengakuan awal, diukur pada biaya perolehan selanjutnya diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan penyisihan kerugian penurunan nilai. Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai dilakukan oleh Perseroan apabila terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai. Kriteria yang digunakan oleh Perseroan untuk menentukan bukti objektif dari penurunan nilai adalah Loans is classified as Loans and Receivables. Loans is initially measured at fair value added by transaction cost that can be attributed directly and represent additional cost to gain the financial asset. Subsequent to initial recognizing, financial asset, valued at cost is amortized using effective interest rate subtracted by provisioning for impairment loss. Provisioning of impairment loss is conducted by the Company if there is objective evidence that financial asset is impaired. classified by aging of past due receivables as follows Significant financial trouble on debtor, breach of contract i.e default or delinquency on interest 101
122 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued kesulitan keuangan signifikan yang dialami pihak peminjam, pelanggaran kontrak seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga, terdapat kemungkinan pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya, hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan, indikasi adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa datang sejak pengakuan awal aset dimaksud meskipun penurunannya belum dapat diidentifikasi terhadap aset keuangan secara individual dalam kelompok tersebut termasuk memburuknya status pembayaran pihak peminjam dan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok tersebut. Perseroan menentukan bukti penurunan nilai atas pinjaman yang diberikan secara individual. Penghentian pengakuan pinjaman yang diberikan dilakukan jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari pinjaman yang diberikan tersebut berakhir atau Perseroan mentransfer hak atas arus kas yang berasal dari pinjaman yang diberikan atau menanggung kewajiban untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh. Setiap hak atau kewajiban yang timbul ataupun masih dimiliki oleh Perseroan setelah pengalihan aset keuangan, dicatat sebagai aset atau kewajiban secara terpisah. or principle payment, any possibilities that debtor is declared bankrupt or having financial reorganization, disappearance of financial asset active market caused by financial problems, any indication measurable decreasing over future estimated cash flow since initial recognition of financial asset even though it has not been identified individually, including decreasing on payment status and local and national economic condition correlated with asset default. The company determines evidence of impaired loans individually. Loans is derecognized when its contractual right on cash flow from loans is ended or the company transfers right on cash from loan or has responsibilities to pay all cash flow which has been received. Every rights and obligations appeared or still own by the company after asset transfer are recorded on separate account. Sebelum 1 Januari 2010 Before January 1,2010 Pinjaman yang diberikan dinyatakan sebesar saldo pokok pinjaman. Pendapatan provisi atas pinjaman yang diberikan ditangguhkan dan Loans are stated at their outstanding balances. Provision fees related to loans are deferred and periodically 102
123 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued diakui sebagai pendapatan secara periodik sesuai dengan jangka waktu pinjaman yang diberikan tersebut dengan metode garis lurus. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.009/SKD/DIR/IX/2007 SMF mengelompokkan kualitas pinjaman sebagai berikut: - Lancar (1-30 hari) : tidak terdapat tunggakan angsuran pinjaman; - Perhatian Khusus (31-90 hari) : terjadi sampai 3 kali tunggakan angsuran pinjaman; - Tidak Lancar (> 90 hari) : terjadi lebih dari 3 kali tunggakan angsuran pinjaman. SMF melakukan pembentukan cadangan terhadap pinjaman yang diragukan dengan ketentuan sebagai berikut: - Untuk Pinjaman dalam Perhatian Khusus sebesar 2% dari saldo baki debet dikurangi nilai agunan; - Untuk Pinjaman Tidak Lancar sebesar 100% dari saldo baki debet dikurangi nilai agunan. Jual Beli Tagihan KPR Bersyarat Jual Beli Tagihan KPR Bersyarat / Term Purchase Program (TPP) adalah pembelian tagihan dari lembaga penyalur KPR dengan cessie dan dengan syarat with recourse, untuk waktu tertentu sesuai kesepakatan para pihak. Melalui transaksi ini, kepemilikan atas tagihan KPR secara yuridis beralih dari penjual kepada pembeli, akan tetapi karena jual beli dilakukan dengan syarat with recourse dan waktu tertentu, maka resiko atas hak tagih masih melekat pada lembaga penyalur KPR. Secara akuntasi, transaksi ini tidak memenuhi kriteria jual putus sehingga tagihan KPR masih tercatat dalam pembukuan lembaga penyalur KPR. TPP berbeda dengan anjak piutang dalam hal risiko dan manfaat yang ditanggung oleh bank recognized as income over the term of the loans with straight line method. Based on Board Of Director s decision Letter number 009/SKD/DIR/IX/2007 SMF classified its loan quality as follows: - Current (1 to 30 days) : no loan installment past due; - Special Attention (31 to 90 days): 3 times loan installments past due; - Hard Core ( more than 90 days) : more than 3 times loan installments past due. SMF provides provision for doubtful loan with the following policy: - For Loan under Special Attention, 2% from loan outstanding net of loan collateral values; - For Hard Core Loan, 100% from loan outstanding net of loan collateral values. Term Purchase Program (TPP) TPP is purchasing of mortgage receivables from mortgage lender with cessie and with recourse conditions for certain period as agreed by parties. Legally by this transaction, the legal ownership of the mortgage receivable transferred from seller to buyer, however due to with-recourse transaction and certain period, the inherent risk on receivable is still born by originator. Accounting wise this transaction is not comply with true sale criteria, therefore mortgage receivable is still on the book of originator. TPP is different with factoring in term of risk and reward is still on seller, while risk and reward on factoring transaction is transferred to buyer. 103
124 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 penjual sedangkan risiko dan manfaat anjak piutang ditanggung oleh pembeli. Lanjutan/Continued TPP diperlakukan sama dengan Pinjaman yang Diberikan sehingga kebijakan akuntansi TPP sama dengan kebijakan akuntansi Pinjaman yang diberikan. TPP is treated the same as Loans because of that the accounting policy of TPP is same with Loans accounting Policy. f. Investasi f. Investments Sejak 1 Januari 2010 Since January 1, 2010 Investasi jangka pendek Short-term investments Termasuk dalam Investasi jangka.short term investment is classified pendek diklasifikasikan sebagai as Financial asset at Fair Value Aset Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi through Profit and Loss and as available for sale securities. dan sebagai efek yang tersedia untuk dijual. Perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi periode tahun berjalan. Sedangkan efek yang tersedia untuk dijual, selisih antara nilai wajar dengan nilai perolehan efek dicatat dalam komponen ekuitas dan akan diakui dalam laporan laba rugi pada saat efek tersebut dijual. Penghentian pengakuan Investasi Jangka Pendek dilakukan jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari Investasi Jangka Pendek tersebut berakhir atau Perseroan mentransfer hak atas arus kas yang berasal dari Investasi Jangka Pendek atau menanggung kewajiban untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh. Penentuan nilai wajar atas investasi jangka pendek dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen terkait. Suatu pasar dianggap aktif bila harga yang dikuotasikan tersedia sewaktu-waktu secara berkala, merupakan transaksi pasar aktual dan teratur terjadi yang dilakukan secara wajar. The changes of fair value measured in income statement current year. The different of fair value and at cost price of an available for-sale securities are recognized to stockholder s equity and will be recorded on current year profit and loss when the securities eventually sold. Short term investment derecognizing is done if contractual right on cash flow derived from short term investment is ended or the company transfer its right or having obligation to fully pay received cash flow. Fair value of short term investment is determined using quotation price from active market on said instrument. A market is considered as active if there are periodically fair quoted prices, actual and regular market transaction. 104
125 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Investasi jangka panjang Investasi jangka panjang diklasifikasikan sebagai Aset Keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo. Pengakuan awal Investasi jangka panjang diukur pada nilai wajar yaitu nilai pokok dan ditambah premium atau diskonto. Pengukuran setelah pengakuan awal, selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan dikurangi premi atau ditambah diskonto yang diamortisasi menggunakan suku bunga efektif. Penghentian pengakuan Investasi jangka panjang dilakukan jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari investasi jangka panjang tersebut berakhir atau Perseroan mentransfer hak atas arus kas yang berasal dari investasi jangka panjang atau menanggung kewajiban untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh. Long-term investments Long term investment is classified as hold to maturity financial instrument. Initially long term investment is recognized on its fair value which is nominal value added by premium or discount. Subsequent measurement is done on carrying cost deducted by amortized premium or added by amortized discount on effective interest rate. Long term investment is derecognized if contractual right on cash flow derived from long term investment is ended or the company transfer its right or having obligation to fully pay received cash flow. Efek yang diklasifikasikan untuk dimiliki hingga jatuh tempo dan usianya kurang dari satu tahun direklasifikasi ke akun investasi jangka pendek dan tetap dalam klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo. Securities that is classified as for hold to maturity less than 1 (one) year maturity are classified as short term investment and still classified as for hold to maturity. Sebelum 1 Januari 2010 Before January 1,2010 Investasi jangka pendek Short-term investments Investasi jangka pendek merupakan Efek yang dimiliki untuk diperdagangkan dinyatakan sebesar nilai wajarnya dan laba atau rugi yang belum direalisasi diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Investasi jangka panjang Investasi jangka panjang merupakan efek yang dimiliki hingga jatuh tempo dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi (ditambahkan) dengan amortisasi premi (diskonto). Short term investments represent securities acquired for trading, stated at fair value and unrealized gains or losses are recognized in the current year s profit and loss statement. Long-term investments Long-term investments represent held-to-maturity securities are stated at cost after deducting (adding) the amortization of premium (discount). 105
126 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued g. Aset tetap g. Fixed assets Aset tetap dinyatakan sebesar nilai perolehan setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Aset tetap disusutkan sejak bulan ketika aset tersebut digunakan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat aset tetap tersebut sebagai berikut : Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation. Fixed assets are depreciated when brought into use for the first time on a straight line method over their estimated useful lives as follows : Tahun / Years Bangunan 20 Buildings Komputer 5 Computers Peralatan kantor 5 Office equipment Perlengkapan kantor 5 Furniture and fixtures Kendaraan bermotor 5 Vehicles Tanah tidak disusutkan. Land is not depreciated. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; renovasi dan penambahan dalam jumlah material yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa datang dalam bentuk peningkatan kemampuan atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi ke aset tetap yang bersangkutan. Nilai buku aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi dalam tahun yang bersangkutan. Nilai yang dapat diperoleh kembali atas aset diestimasi apabila terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang memberikan indikasi bahwa nilai perolehan mungkin tidak sepenuhnya dapat diperoleh kembali. Apabila terjadi penurunan nilai aset, maka kerugian atas penurunan nilai aset diakui pada laporan laba rugi tahun berjalan. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Jumlah biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Efektif tanggal 1 Januari 2008, SMF menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007) The cost of repairs and maintenance is charged to operations as incurred; significant renovation and betterments which extend the useful lives or improve the economic value in the future in the form of increase in capacity or standard of performance are capitalized to the related fixed assets. When assets are retired or otherwise disposed of, their costs and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gains or losses are recognized in the current year s statement of income. The recoverable amount of an asset is estimated whenever events or changes in circumstances indicate that its carrying amount may not be fully recoverable. Impairment in asset value, if any, is recognized as loss in the current year s statement of income. Assets in progress is stated at cost. Total historical cost will be transferred to the respective property and equipment account when completed and ready for use. Effective on January 1, 2008, SMF implements PSAK number 16 (Revised 106
127 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Aset Tetap. Sesuai dengan PSAK No. 16 (Revisi 2007) Aset Tetap, SMF diharuskan memilih antara metode biaya atau metode revaluasi sebagai kebijakan akuntansi untuk mengukur biaya perolehan. SMF memilih untuk menggunakan metode biaya, sehingga tidak ada perubahan kebijakan akuntansi atas penerapan PSAK No. 16 (Revisi 2007) tersebut. Lanjutan/Continued 2007) Fixed Assets. According to the PSAK number 16 (Revised 2007) Fixed Asset, SMF has to choose between the cost method or revaluation method as its accounting policy in measuring the cost of acquisition. SMF has chosen the cost method, therefore there is no change of its accounting policy regarding the PSAK number 16 (Revised 2007) implementation. h. Pajak penghasilan badan h. Corporate income tax Pajak kini Current tax Beban pajak kini ditetapkan Current tax expense is calculated berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. based on the estimated taxable income for the year. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak diterima atau, jika SMF mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Adjustment to tax obligations are recorded when an assessment is received or, if appealed, when the result of the appeal is determined. Pajak tangguhan Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan kewajiban untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sepanjang besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada periode ketika aset direalisasi atau ketika kewajiban dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substantial telah diberlakukan pada tanggal neraca. Deferred tax Deferred tax assets and liabilities are recognized for temporary differences between the financial and the tax bases of assets and liabilities on each reporting date. Future tax benefits, such as the carry-forward of unused tax loses, are also recognized to the extent that realization of such benefits is probable. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the period when the asset is realized or the liability is settled, based on tax rates (and tax regulation) that have been enacted or substantively enacted on the balance sheet date. i. Penyisihan imbalan kerja karyawan i. Provision for employee benefits SMF mengakui kewajiban imbalan kerja berdasarkan Undang-undang tentang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 (UU No. SMF recognized its employee benefit liability in accordance with Labor Law number 13 Year 2003 dated March 25, 2003 (Law number 13) and PSAK 107
128 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 13) dan PSAK No. 24 (Revisi 2004) tentang Imbalan Kerja. Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), biaya imbalan kerja berdasarkan UU No. 13 dihitung dengan menggunakan metode perhitungan aktuarial projected unit credit. Keuntungan atau kerugian koreksi aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban ketika akumulasi keuntungan atau kerugian koreksi aktuarial yang belum diakui untuk masing-masing program pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10 % dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut (sebelum dikurangi aset program) dan 10 % dari nilai wajar aset program pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian diakui dengan menggunakan metode garis lurus atas rata-rata sisa masa kerja karyawan. Selanjutnya, beban jasa lalu (past service liability) atas perubahan dari kewajiban imbalan dari program yang telah ada harus diamortisasi berdasarkan sisa periode sampai imbalan tersebut menjadi hak (vested). Pada tahun 2008, SMF membentuk sinking fund atas kewajiban imbalan paska kerja yang ditempatkan dalam deposito berjangka tersendiri. number 24 (Revised 2004) regarding Employee Benefits. Under PSAK number 24 (Revised 2004), the cost of providing employee benefits under the Law number 13 is actuarially determined using the projected unit-credit method. Actuarial gains or loses are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains or loses for each individual plan at the end of the previous reporting year exceed the greater amount in between 10% of the present value of the defined benefit obligation at that date (excluding the plan assets) and 10% of the present value of plan asset at that time. These gains or losses are recognized on a straight-line basis over the expected average remaining working lives of the employees. Further more, past service liability arising from the changes in the benefit payable of an existing plan are required to be amortized over the period until the benefits concerned become vested. In year 2008, SMF established a sinking fund for obligation of post employment benefit and placed in restricted time deposit. j. Surat Utang j. Notes payable Sejak 1 Januari 2010 Since January 1, 2010 Surat utang yang diterbitkan diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan yang diamortisasi. Pengakuan awal surat utang diukur sebesar nilai nominal dikurangi beban emisi. Pengukuran setelah pengakuan awal, selanjutnya diukur sebesar nilai nominal dikurangi beban emisi yang diamortisasi menggunakan suku bunga efektif. Notes payable is classified as liabilities which is measured at amortized cost. Initially, notes payable is measured at nominal value deducted by issuance cost. Subsequent to initial recognition, notes payable is measured at nominal value deducted by amortized issuance cost using effective interest rate. 108
129 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Penghentian pengakuan surat utang dilakukan jika kewajiban surat utang tersebut berakhir yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Lanjutan/Continued Notes payable is derecognized if its contractual obligation is ended which is when contractual obligation is released or canceled or due. Sebelum 1 Januari 2010 Before January 1,2010 Surat utang yang diterbitkan dicatat sebesar nilai nominal dikurangi saldo diskonto yang belum diamortisasi. Beban emisi surat utang sehubungan dengan penerbitan surat utang diakui sebagai diskonto dan dikurangkan langsung dari hasil emisi surat utang untuk menentukan hasil emisi bersih surat utang tersebut. Diskonto diamortisasi selama jangka waktu surat utang tersebut dengan menggunakan metode garis lurus. Notes payable issued are presented at nominal value net of unamortized discounts. Notes payable issuance costs in connection with the notes payable issuance are recognized as discounts and directly deducted from the proceeds of notes payable issuance to determine the net proceeds of the notes payable issuance. The discounts are amortized over the period of the notes payable using the straight-line method. k. Pendapatan dan beban k. Revenues and expenses Sejak 1 Januari 2010 Since January 1, 2010 Pendapatan Berbasis Bunga dan Interest Based Revenues Beban Bunga Pendapatan dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran dan penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan atau kewajiban keuangan untuk memperoleh nilai tercatat dari aset keuangan atau kewajiban keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perseroan mengestimasi arus kas di masa datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut tetapi tidak mempertimbangkan kerugian di masa datang. Perhitungan suku bunga efektif mencakup seluruh fees dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, termasuk biaya transaksi. Revenues are recognized when incurred (accrual basis method). Interest rate is rate that discounted payment estimation and future cash receipt for the whole term of financial liability or asset. When calculating interest effective rate, the company estimated future cash flow by considering contractual condition the financial instrument but it didn t considered any future loss. Effective interest rate method includes fees or any cash payment or receipt which is un separated from effective interest rate, including transaction cost. 109
130 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Beban amortisasi diskonto (Beban Emisi Obligasi I) dan biaya bunga Obligasi I mengurangi pendapatan bunga pinjaman dan pendapatan bunga EBA dengan perbandingan 85 : 15 sesuai dengan alokasi penggunaan dana hasil penawaran umum. Beban amortisasi diskonto (Beban Emisi Obligasi II) dan biaya bunga Obligasi II mengurangi pendapatan bunga pinjaman dan pendapatan bunga EBA dengan perbandingan 90 : 10 sesuai dengan alokasi penggunaan dana hasil penawaran umum. Beban amortisasi diskonto (Beban Emisi Obligasi III) dan biaya bunga Obligasi III mengurangi pendapatan bunga pinjaman dan pendapatan bunga EBA dengan perbandingan 90 : 10 sesuai dengan alokasi penggunaan dana hasil penawaran umum. Rasio pembebanan amortisasi diskonto tersebut sesuai komposisi penggunaan dana hasil Penawaran Umum masing-masing obligasi ke dalam penyaluran pinjaman dan penempatan dalam EBA Semua beban amortisasi emisi obligasi dihitung menggunakan metode suku bunga efektif. Discount amortization expense (bonds I issuance cost) and interest on bond I reducing loan interest and EBA interest revenues with ratio 85 : 15 based on the usage composition of fund proceed from public offering. Discount amortization expense (bonds II issuance cost) and interest on bond II reducing loan interest and EBA interest revenues with ratio 90 : 10 based on the usage composition of fund proceed from public offering. Discount amortization expense (bonds III issuance cost) and interest on bond III reducing loan interest and EBA interest revenues with ratio 90 : 10 based on the usage composition of fund proceed from public offering. Discount amortization expenses ratio is the same with usage composition of fund proceed from public offering of each bond to loans and placement in EBA. All bonds issuances amortization expenses were calculated with effective interest rate. Pendapatan Berbasis Imbalan Pendapatan berbasis imbalan yang terdiri dari koordinator global sekuritisasi, pendukung kredit, jasa pendidikan dan pelatihan diakui pada saat jasa telah diberikan, dimana jumlah tersebut dapat diukur dengan andal. Beban diakui pada saat terjadinya (metode basis akrual). Fee Based Income Fee based income derived from securitization global coordinator, credit enhancer, training and education services fee are recognized when services were performed, provided that the amount can be measured reliably. Expenses are recognized when incurred (accrual basis method). Sebelum 1 Januari 2010 Before January 1, 2010 Pendapatan Berbasis Bunga Interest Based Revenues Pendapatan bunga diakui pada saat terjadinya (metode basis akrual). Revenues are recognized when incurred (accrual basis method). 110
131 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Bunga dari pinjaman yang telah diklasifikasikan sebagai pinjaman tidak lancar (non performing) diakui pada saat pendapatan tersebut diterima (metode basis kas), atas bunga yang telah diakui sebagai pendapatan tetapi belum diterima pembayarannya, dibatalkan. Penerimaan pembayaran atas pinjaman yang telah diklasifikasikan sebagai pinjaman tidak lancar, digunakan terlebih dahulu membayar pokok. Kelebihan penerimaan pembayaran atas pokok pinjaman diakui sebagai pendapatan bunga. Pendapatan bunga dari pinjaman yang direstrukturisasi hanya dapat diakui apabila telah diterima secara tunai sebelum kualitas pinjaman menjadi lancar. Beban amortisasi diskonto (Beban Emisi Obligasi I) dan biaya bunga Obligasi I mengurangi pendapatan bunga pinjaman dan pendapatan bunga EBA dengan perbandingan 85 : 15 sesuai dengan alokasi penggunaan dana hasil penawaran umum. Beban amortisasi diskonto (Beban Emisi Obligasi II) dan biaya bunga Obligasi II mengurangi pendapatan bunga pinjaman dan pendapatan bunga EBA dengan perbandingan 90 : 10 sesuai dengan alokasi penggunaan dana hasil penawaran umum. Beban amortisasi diskonto (Beban Emisi Obligasi III) dan biaya bunga Obligasi III mengurangi pendapatan bunga pinjaman dan pendapatan bunga EBA dengan perbandingan 90 : 10 sesuai dengan alokasi penggunaan dana hasil penawaran umum. Rasio pembebanan amortisasi diskonto tersebut sesuai komposisi penggunaan dana hasil Penawaran Interest income on loan classified as non performing is recognized upon actual cash collections. When loan classified as non performing, the interest receivables which are already recognized as interest income but not yet collected are cancelled. The collection of loan classified as non performing is initially applied to loan outstanding. The excess payment from loan outstanding is recognized as interest income. Interest income of restructured loan is recognized upon actual cash collection before the loan quality becomes current. Discount amortization expense (bonds I issuance cost) and interest on bond I reducing loan interest and EBA interest revenues with ratio 85: 15 based on the usage composition of fund proceed from public offering. Discount amortization expense (bonds II issuance cost) and interest on bond II reducing loan interest and EBA interest revenues with ratio 90 : 10 based on the usage composition of fund proceed from public offering. Discount amortization expense (bonds III issuance cost) and interest on bond III reducing loan interest and EBA interest revenues with ratio 90 : 10 based on the usage composition of fund proceed from public offering. Discount amortization expenses ratio is the same with usage composition of fund proceed from 111
132 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Umum masing-masing obligasi ke dalam penyaluran pinjaman dan penempatan dalam EBA Pendapatan Berbasis Imbalan Pendapatan berbasis imbalan yang terdiri dari koordinator global sekuritisasi, pendukung kredit, jasa pendidikan dan pelatihan diakui pada saat jasa diberikan dimana jumlah tersebut dapat diukur dengan andal. Beban diakui pada saat terjadinya (metode basis akrual). public offering of each bond to loans and placement in EBA. Fee Based Income Fee based income derived from securitization global coordinator, credit enhancer, training and education services fee are recognized when services are performed, provided that the amount can be measured reliably. Expenses are recognized when incurred (accrual basis method). l. Instrumen Keuangan l. Financial Instruments Pada tahun 2006, DSAK menerbitkan PSAK 50 (Revisi 2006) Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK 55 (Revisi 2006) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Kedua pernyataan ini menggantikan PSAK 50 Akuntansi Investasi Efek Tertentu dan PSAK 55 Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. Kedua pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari Aset keuangan Perseroan terdiri dari Kas dan Setara Kas, Investasi Jangka Pendek, Piutang Usaha, Piutang Lainlain, Piutang Hubungan Istimewa, Pinjaman yang Diberikan, Sinking Funds, Investasi Jangka Panjang dan Aset Lain-lain (Pendukung Kredit dan Dana Transisi Penyedia Jasa). In 2006, DSAK issued PSAK 50 (Revised 2006) "Financial Instruments: Presentation and Disclosure" and PSAK 55 (Revised 2006) "Financial Instruments: Recognizing and Measurement". The statements supersedes PSAK 50 "Accounting for Certain Investments in Securities" and PSAK 55 "Accounting for Derivative Instruments and Hedging Activities." Both statements are effective for financial statements covering periods beginning on or after January 1, The company s financial assets consist of Cash and Cash Equivalents, Short Term Investment, Account Receivables, Other Receivables, Due from Related Parties, Loans, Sinking Funds, Long Term Investments and Other Assets (Reserved Account and Servicer Transition Fund). Kewajiban keuangan Perseroan terdiri dari Hutang Lain-lain, Biaya yang Masih Harus Dibayar (Bunga Obligasi dan Bunga MTN), Kewajiban Jangka Panjang (Surat Hutang Jangka Menengah dan Hutang Obligasi) The company s financial liabilities consist of Other Payables, Accrued Expenses (Interest Bonds and Interest MTN), Long Term Liabilities (Medium Term Notes and Bonds Payable) Klasifikasi Dalam rangka penerapan PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006), SMF mengklasifikasikan Classification In the application of PSAK 50 (Revised 2006) and PSAK 55 (Revised 2006), SMF classifies 112
133 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan kewajiban keuangan. financial instruments in the form of financial assets and financial liabilities. - Aset keuangan - Financial assets SMF mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi yaitu investasi jangka pendek (EBA); (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang yaitu kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang hubungan istimewa, pinjaman yang diberikan, sinking funds dan aset lain-lain; (iii)aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo yaitu investasi jangka panjang; dan (iv) aset keuangan tersedia untuk dijual yaitu investasi jangka pendek (ORI). Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya. SMF classifies its financial assets in category (i) financial assets measured at fair value through profit and loss including short term investment (RMBS); (ii) loans and receivables, including cash and cash equivalent, account receivables, other receivables, special parties receivables and loans, sinking fund and other assets; (iii) held to maturity financial assets, including long term investment; and (iv) available for sale financial assets including short term investments (ORI). This classification depends on the purpose of acquisition of financial assets. Management determines the classification of financial assets at initial recognition. - Kewajiban keuangan - Financial Liabilities SMF mengklasifikasikan kewajiban keuangannya ke dalam kategori sebagai berikut: (i) Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, yang memiliki 2 (dua) subklasifikasi, yaitu kewajiban keuangan yang ditetapkan demikian pada saat pengakuan awal dan kewajiban keuangan yang telah diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan. (ii) Kewajiban keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi adalah SMF classifies financial liabilities in the category of financial liabilities measured by amortized issuance cost. (i) Measured at fair value in income statement, which consist of 2 sub classification, financial liabilities that recognized on the initial and financial liabilities that classified as trading group. (ii) Financial liabilities that recorded based on amortized of historical cost are other 113
134 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued hutang lain-lain, biaya yang masih harus dibayar dan kewajiban jangka panjang (surat hutang jangka menengah dan hutang obligasi). Pengakuan awal Perseroan mengakui aset keuangan dan kewajiban keuangan pada tanggal perolehan. Pengakuan awal aset keuangan dan kewajiban keuangan diukur pada nilai wajarnya. Nilai wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, biaya transaksi dibebankan ke periode berjalan. Pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya. Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan suatu aset keuangan atau penerbitan suatu kewajiban keuangan dan merupakan biaya tambahan yang tidak akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau diterbitkan. Untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan aset, sedangkan untuk kewajiban keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari jumlah hutang yang diakui pada awal pengakuan kewajiban (sebelum tanggal 1 Januari 2010, biaya transaksi dicatat pada akun terpisah dan bukan bagian dari nilai aset ataupun kewajiban keuangan). Biaya transaksi tersebut diamortisasi selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif dan dicatat payables, accrued expenses and long term liabilities (MTN and bonds). Initial Recognition The company recognized financial asset on acquition date and financial liability on its issuance date. Initially, the company recognizes financial asset value on its fair value added by transaction cost which can be attributed directly except financial asset that been measured at fair value through profit and loss, transaction cost is noted to current period. The measure of financial asset and liabilities will be recognized based on it s classification. Transaction cost is expenses that can be attributed directly to financial asset and liabilities, it includes the additional cost that will not occurred if the financial instrument was not received or published. For financial assets, the transaction cost will increase the number that must be recorded at the beginning of assets recognition. Whereas for the financial liabilities, the transaction cost reduced the number of debts that was recorded at the time of the initial recognition. (before January 1, 2010, issuance cost is recorded at several account and not included in financial asset or financial liability balance). The transaction cost is amortized for the term of a financial instrument using the effective interest method and recognized as part of the income for a financial assets or interest expense the issuance cost of a financial liability. (before 1 January 2010, transaction cost amortization 114
135 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued sebagai bagian dari pendapatan pinjaman yang diberikan. Biaya transaksi sehubungan dengan kewajiban keuangan (sebelum tanggal 1 Januari 2010, amortisasi biaya transaksi dicatat sebagai beban dari perolehan pendapatan dari pinjaman atau sebagai pengurang dari pendapatan penempatan dana, sesuai dengan penggunaan dana yang bersumber dari kewajiban keuangan). Pengukuran setelah pengakuan awal Aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual dan aset keuangan serta kewajiban keuangan yang pada awalnya diukur pada nilai wajar selanjutnya akan diukur pada nilai wajarnya. Pinjaman yang diberikan dan piutang serta investasi dimiliki hingga jatuh tempo dan kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan selanjutnya akan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai Pada setiap tanggal neraca, Perseroan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai dilakukan apabila terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, maka is recorded as cost of interest income or reducing fund placement income, in accordance with fund usage condition derived from financial liability issuance). Measurement Subsequent to Initial Recognition A financial asset classified as available for sale and a financial instrument which initially recognized at fair value, should be measured at its fair value. Loans and receivables, held-tomaturity investments, and financial liabilities should be measured at amortized cost using the effective interest method. Impairment An entity is required to assess at each balance sheet date whether there is any objective evidence of impairment. Provisioning on impairment is conducted if there is objective evidence that financial asset or pool of financial asset value is decreasing. If there is objective evidence on loss from declining value on asset in classified as loans and receivable and hold to maturity investment, the loss should be measured between carrying amount and estimated future cash flow (not included credit loss that has not 115
136 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari suatu aset tesebut (yaitu suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Nilai aset yang tercatat tersebut dikurangi, baik secara langsung maupun menggunakan pos cadangan. Jumlah kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi. Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi dan tidak diukur pada nilai wajar karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, atau atas aset derivatif yang terkait dan harus diselesaikan dengan penyerahan instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi tersebut, maka jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai yang tercatat aset keuangan dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat pengembalian yang berlaku dipasar untuk aset keuangan serupa. Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat dipulihkan. Ketika penurunan nilai wajar atas aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual telah diakui secara langsung dalam ekuitas dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba rugi meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya. been occurred) discounted by initial effective interest rate. Loss from impairment should be recognized in current income statement. If there is objective evidence on loss from declining value on loans and receivable and hold to maturity investment, the loss should be measured between carrying amount and estimated future cash flow (not included credit loss that has not been occurred) discounted by initial effective interest rate. Loss from impairment should be recognized in current income statement. For investments in unquoted equity instruments that cannot be reliably measured at fair value, the present value of the estimated future cash flows are calculated using the current market rate of return for a similar financial asset. Impairment loss should not be corrected. A gain or loss on an available-forsale financial asset shall be recognized directly in equity, through the statement of changes in equity, except for impairment losses and foreign exchange gains and losses, until the financial asset is derecognized, at which time the cumulative gain or loss previously recognized in equity shall be recognized in profit or loss. However, interest calculated using the effective interest method is recognized in profit or loss. 116
137 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Perseroan menentukan bukti penurunan nilai atas pinjaman yang diberikan secara individual. Penurunan nilai pada dasarnya disebabkan oleh dampak kombinasi dari beberapa peristiwa. Kerugian yang diperkirakan timbul akibat peristiwa di masa depan tidak dapat diakui, terlepas hal tersebut sangat mungkin terjadi. Bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai meliputi data yang dapat diobservasi yang menjadi perhatian dari pemegang aset tersebut. Perseroan menggunakan pertimbangan berdasarkan pengalaman sebelumnya untuk mengestimasi jumlah kerugian penurunan nilai. Sejalan dengan itu, juga menggunakan pertimbangan berdasarkan pengalaman sebelumnya untuk menyesuaikan data yang dapat diobservasi mengenai kelompok aset keuangan untuk mencerminkan keadaan terkini. Penghentian pengakuan a. Aset keuangan dihentikan pengakuannya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir atau Perseroan mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh. Setiap hak atau kewajiban atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Perseroan diakui sebagai aset atau kewajiban secara terpisah. The company determines any evidence on value decreasing on individual. Impairment caused by combination of several occurrences. Loss on future occurrences should not be recognized as impairment, until there are objective evidences. Financial asset impairment objective evidences should be including data that can be observed by the company. The company used its previous experiences to estimate loss value on impairment. While, the company should use its experiences to update observation data on financial asset. Derecognizing a. financial asset should be derecognized if the contractual right on its cash flow has been ended or the company transferred its right to receive cash flow from the financial asset or the entity has retained the contractual rights to receive the cash flows from the asset, but has assumed a contractual obligation to pass those cash flows on under an arrangement Every right and liability arise after transfer of financial asset should be recognized as separated asset or liabilities 117
138 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued b. Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya jika kewajiban keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Jika suatu kewajiban keuangan yang ada digantikan dengan yang lain oleh pemberi pinjaman yang sama pada keadaan yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu kewajiban yang ada yang secara substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan kewajiban awal dan pengakuan kewajiban baru, dan perbedaan nilai tercatat masing-masing diakui dalam laporan laba rugi. Perseroan menghapusbukukan saldo pinjaman yang diberikan pada saat Perseroan menentukan bahwa aset tersebut tidak dapat ditagih lagi setelah mendapat persetujuan dari yang berwenang sesuai ketentuan terkait yang berlaku. Penerimaan atau pemulihan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain. b. financial liability should be removed from the balance sheet when, and only when, it is extinguished, that is, when the obligation specified in the contract is either discharged or cancelled or expires. Where there has been an exchange between an existing borrower and lender of debt instruments with substantially different terms, or there has been a substantial modification of the terms of an existing financial liability, this transaction is accounted for as an extinguishment of the original financial liability and the recognition of a new financial liability. A gain or loss from extinguishment of the original financial liability is recognized in profit or loss. The company write off loans balance after it has been decided that it can not be collected again and it has been approved by authorized. Income from or re-establishment on financial asset that has been written off is recognized as other income. Reklasifikasi instrumen keuangan Financial Instrument Reclassification Perusahaan tidak mereklasifikasi instrumen keuangan dari atau ke kategori instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selama instrumen keuangan tersebut dimiliki atau diterbitkan. Jika karena perubahan intensi atau kemampuan perseroan, instrumen tersebut tidak tepat lagi diklasifikasikan sebagai investasi dalam kelompok dimiliki hingga The company should not reclassify financial instrument from or to financial assets at fair value through profit or loss. If because changes on the company intention or ability, a financial instrument can not be classified as hold to maturity investment, it should be 118
139 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued jatuh tempo, maka investasi tersebut harus direklasifikasi menjadi investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual dan diukur kembali pada nilai wajarnya. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai wajarnya diakui secara langsung dalam ekuitas, yaitu melalui laporan perubahan ekuitas, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai, dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar, sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya, dan pada saat keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui pada laporan laba rugi. Namun, bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif diakui pada laporan laba rugi. Jika terjadi penjualan atau reklasifikasi atas investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan yang tidak memenuhi salah satu kriteria definisi instrumen keuangan, maka sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo harus direklasifikasikan menjadi investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual (Tainting Rule). Jika karena perubahan intensi atau kemampuan perusahaan atau dalam situasi yang jarang terjadi dalam hal ukuran yang andal atas nilai wajar tidak lagi tersedia atau karena persyaratan dua tahun buku sebelumnya telah terlewati, maka lebih tepat untuk mencatat aset keuangan atau kewajiban keuangan pada biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi daripada menggunakan nilai wajar. Pengukuran nilai wajar atas instrumen keuangan Nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan, reclassified as available for sale and measured on its fair value. Differences between carrying amount with fair value caused by reclassification should be recognized in equity, through changes on equity report, except for loss on impairment, loss or gain from changes on currency value, until it is derecognized, and accumulated loss or gain that had been measured in equity should be recognized in income statement. Interest income recorded in income statement should be using effective interest method. If there is a significant sale or reclassification on hold to maturity investment, then the rest of hold to maturity investment should be reclassified as available for sale (tainting rule) If because changes on the company intention or ability or in a rare situation, there is no measurement to determine fair value or because previous two years condition has not been passed, financial instrument should be recorded at cost or amortized cost. Fair value on financial instrument Fair value is the amount for which an asset could be exchanged, or a 119
140 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued atau suatu kewajiban dapat diselesaikan, diantara para pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi yang wajar pada tanggal pengukuran. Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai wajar dari suatu instrumen dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen terkait. Suatu pasar dianggap aktif bila harga yang dikuotasikan tersedia sewaktu-waktu secara berkala dan merupakan transaksi pasar aktual dan teratur terjadi yang dilakukan secara wajar. Jika pasar untuk instrumen keuangan tidak aktif, Perseroan menetapkan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang mengerti, berkeinginan (jika tersedia), referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial serupa dan analisis arus kas yang didiskonto. liability settled, between knowledgeable, willing parties in an arm's length transaction. Quoted market prices in an active market are the best evidence of fair value and should be used, where they exist, to measure the financial instrument. A market considered as active if there is price quotation, which is actual and regular transaction and also fair. A market for a financial instrument is not active, an entity establishes fair value by using a valuation technique that makes maximum use of market inputs and includes recent arm's length market transactions, reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same, discounted cash flow analysis, and option pricing models. m. Informasi segmen m. Segment information s SMF menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2000) - Pelaporan segmen berdasarkan segmen usaha. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan berdasarkan produk atau jasa yang component based on memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan segmen usaha lain. SMF applied PSAK number 5 (Revised 2000) - Segment Reporting based on the business segments. Business segment is a distinguishable products or services that are subject to risks and returns which is different from other business segments. n. Penggunaan estimasi n. Use of estimates Penyusunan laporan keuangan The preparation of financial berdasarkan prinsip akuntansi yang statements in conformity with berlaku umum mengharuskan generally accepted accounting manajemen untuk membuat estimasi principles requires management to dan asumsi yang mempengaruhi make estimations and assumptions jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Karena adanya ketidakpastian that affect amounts reported therein. Due to inherent uncertainty in making yang melekat dalam estimates, actual results reported in penetapan estimasi, maka jumlah future periods may be based on sesungguhnya yang akan dilaporkan amounts that differ from those di masa mendatang mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi tersebut. estimates. 120
141 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 3. KAS DAN SETARA KAS 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Kas Cash on hand Rupiah Rupiah Dollar Amerika Serikat United States Dollar Bank Cash in Banks Rupiah Rupiah PT Bank Mandiri PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara Persero) Tbk Dollar Amerika Serikat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Deposito Berjangka Rupiah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. United States Dollar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Time Deposits Rupiah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank DKI PT Bank DKI PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Syariah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) - Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Syariah PT Bank Negara Indonesia (Persero) - Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) - Syariah PT Bank Negara Indonesia (Persero) - Syariah Sertifikat Bank Indonesia setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi Bank Indonesia Certificates net of unamortized interest. Jumlah Total Suku bunga per tahun untuk deposito berjangka berkisar antara 6% sampai dengan 7% pada periode 9 bulan tahun 2010, antara 5,5% sampai dengan 13,00% pada tahun 2009, 11,25% sampai dengan 13,50% pada tahun 2008, antara 3,00% sampai dengan 10,25% pada tahun Annual interest rates for time deposits ranged from 6% to 7% in 9 months period year 2010, 5,5% to 13,00% in 2009, 11,25% to 13,50% in 2008, 3,00% to 10,25% in
142 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Suku bunga per tahun untuk Sertifikat Bank Indonesia antara 7,97% sampai dengan 12,90% pada tahun In 2007, annual interest rates for Bank Indonesia Certificates ranged from 7,97% to 12,90%. 4. INVESTASI JANGKA PENDEK 4. SHORT TERM INVESTMENT 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Klasifikasi diperdagangkan Classified as trading Residential Efek Beragun Aset (EBA) Mortgage Backed - Securities (RMBS) Ditambah: Add: Laba belum terealisasi Unrealized Gain Klasifikasi tersedia untuk dijual Classified as Available for sale Obligasi Retail Indonesia (ORI) Government Bonds(ORI) Ditambah Premi yang belum di amortisasi Add unamortized premium Laba belum terealisai Unrealized Gain Bersih Net Efek Beragun Aset (EBA) Efek Beragun Aset (EBA) kelas A diterbitkan oleh KIK-DSMF-I dan KIK- DSMF-II. Tujuan utama dari investasi ini adalah untuk diperdagangkan sehubungan dengan peran SMF dalam membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan. Laba (rugi) belum terealisasi adalah selisih antara harga pasar dengan harga perolehan EBA untuk periode 9 bulan yang berakhir 30 September 2010 dan tahun 2010 masing-masing sebesar (Rp ) dan Rp Informasi lain mengenai KIK EBA adalah sebagai berikut: Residential Mortgage Backed Securities (RMBS) Residential Mortgage Backed Securities (RMBS) class A issued by KIK-DSMF-I and KIK-DSMF-II. The main purpose of this investment is for trading in relation to SMF function in introducing and developing secondary mortgage financing market Unrealized gain (loss) is the difference between market price and acquisition price RMBS for 9 months period ended September 30, 2010 and Year 2010 amounted (Rp ) and Rp Others information relating to RMBS is as follows: EBA/RMBS Peringkat/Rating Tingkat Bunga/Interest Rate Jadwal Pembayaran Bunga dan Pokok/Payment Schedule of Principal and Interest KIK-DSMF-I AAAid 13% pa 3 bulan/3 months KIK-DSMF-II idaaa 11% pa 3 bulan/3 months Jatuh Tempo/Maturity Date 10 Maret 2018 /March 10, Desember 2019 /December 10,
143 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Obligasi Retail Indonesia (ORI) yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia adalah seri ORI004 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,50% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 Maret Bunga atas obligasi retail ini akan diterima setiap 1 bulan sekali. Amortisasi premi Obligasi Retail Indonesia (ORI) sebesar Rp , untuk periode 9 bulan untuk tahun Per 30 September 2010 SMF mereklasifikasi efek ORI yang dijual pada tanggal 10 dan 14 Desember 2010 sebagai efek yang tersedia untuk dijual. (Catatan 12 dan 31) Retail Government Bond (ORI) issued by the Government of the Republic of Indonesia is ORI004 which bear fixed interest rate of 9,50% p.a, and will be due on March 12, Interest of the bond will be received every 1 month. The premium amortization of the Retail Government Bond (ORI) amounted to Rp for 9 months period year As of September 30, 2010 SMF reclassified ORI that had been sold on December 10 and 14, 2010 as available for sale securities (Note 12 and 31). 5. PIUTANG USAHA 5. ACCOUNT RECEIVABLES Merupakan piutang usaha kepada pihak ketiga sebagai berikut: Represent account receivables from third parties as follow: a. Piutang Berbasis Bunga : 2010 (September) Rp Rp Rp Rp a. Interest Based Receivable : Pinjaman yang Diberikan Loans (Catatan 2e) (Note 2e) Jual Beli Tagihan KPR Bersyarat Term Purchase Program (Catatan 2e) (Note 2e) Penempatan Dana Placement Deposito Berjangka Time deposits Surat Utang Negara (SUN) Government Bonds (SUN) Obligasi Retail Indonesia (ORI) Government bonds (ORI) Efek Beragun Residential Mortgage Backed Aset (EBA) Securities (RMBS) Jumlah Total b. Piutang Berbasis Imbalan : b. Fee Based Receivable : Jasa Pendidikan dan Latihan Education and training services Koordinator Sekuritisasi Securitization Coordinator Jumlah Total Piutang berbasis bunga merupakan pendapatan bunga atas pinjaman yang diberikan, deposito berjangka, SUN, ORI dan EBA yang masih akan diterima. Interest receivables represent interest receivables from loan, time deposits, SUN, ORI and RMBS. 123
144 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 6. PIUTANG LAIN-LAIN 6. OTHER RECEIVABLES Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Direksi dan Komisaris Related Parties Directors and Commissioners Pihak Ketiga Third Parties Lain-lain Others Jumlah Total Piutang lain-lain pihak hubungan istimewa tahun 2007 sebesar Rp , merupakan piutang jangka pendek yang sudah dilunasi pada tahun Other receivables related parties in 2007 amounting Rp , represent short-term receivable had been paid in UANG MUKA 7. ADVANCE PAYMENTS 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Jasa Konsultan Consultant Fees Operasional Operational Biaya Sekuritisasi Securitization Expenses Lain-lain Others Jumlah Total Dalam saldo uang muka operasional sebesar Rp termasuk pemakaian kartu kredit korporasi yang belum dipertanggungjawabkan. In the balance of operational advance payment amounted Rp included the unsettled usage of company credit card. 8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA 8. PREPAID EXPENSES 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Tunjangan Karyawan Employee Benefits Asuransi Insurance Parkir Parking Pemeliharaan Perangkat Lunak Software Maintenance Jumlah Total 9. PIUTANG HUBUNGAN ISTIMEWA 9. DUE FROM RELATED PARTIES 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Komisaris dan Direksi Commissioners And Directors Karyawan Employees Jumlah Total a. Komisaris dan Direksi a. Commissioners and Directors Pinjaman kepada Komisaris dan The loans to Commissioners and Direksi berdasarkan RKAP tahun Directors based on annual budget 2008 yang telah disetujui oleh Rapat (RKAP) year 2008 was approved by 124
145 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Umum Pemegang Saham tanggal 30 Januari 2008 dan Keputusan Rapat Khusus Komisaris dan Direksi tanggal 6 Pebruari Pembayaran angsuran pokok dan bunga atas pinjaman dilakukan dengan cara pemotongan atas gaji/honor tiap bulannya dan jatuh tempo pada tanggal 21 Juli Stockholder s General Meeting dated January 30, 2008 and Decision of Commissioners and Directors Special Meeting dated February 6, Installment payment of principal and interest of loans deducted from monthly salary/honorarium and will be due on July 21, b. Karyawan b. Employees Pinjaman kepada karyawan The loans to employees based on berdasarkan Keputusan Rapat Decision of Company Commissioners Direksi dan Komisaris Perseroan and Directors Meeting number 01/Dir- No.01/Dir-Kom/2006 tanggal 24 Kom/2006 dated January 24, 2006 Januari 2006 tentang Kebijakan regarding the decision on the extension Pemberian Fasilitas Pinjaman Kepada of loan facility to the employee. Karyawan Pembayaran angsuran Installment payment of principles and pokok dan bunga atas pinjaman interest of loans deducted from monthly dilakukan dengan cara pemotongan salary. atas gaji tiap bulannya. Transaksi piutang kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa menggunakan kebijakan dan syarat yang sama dengan transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga. 10. PINJAMAN YANG DIBERIKAN 10. LOANS Merupakan pinjaman yang diberikan yang digunakan untuk refinancing atas kredit pemilikan perumahan yang telah disalurkan per 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 sebagai berikut: Receivable for related parties has the same policies and conditions with third parties. Represent loans which are utilized for refinancing home ownership loan which had been disbursed as of September, 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007 as follow: 2010 (September) Rp Rp Rp Rp PT Bank Tabungan Negara (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) PT Bank DKI PT Bank DKI PT Finansia Multi Finance PT Finansia Multi Finance PT Ciptadana Multifinance PT Ciptadana Multifinance PT Bhakti Finance PT Bhakti Finance PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Syariah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Syariah PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Sukowati Sragen (Catatan 30k) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Syariah PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Sukowati Sragen (Note 30k) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Syariah 125
146 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued PT Bank Tabungan Negara (Persero) Jual Beli Tagihan KPR Bersyarat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Term Purchase Program Jumlah Total Dikurangi Bagian yang Akan Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Less Current Portion PT Bank Tabungan Negara (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) PT Bank DKI PT Bank DKI PT Finansia Multi Finance PT Finansia Multi Finance PT Ciptadana Multifinance PT Ciptadana Multifinance PT Bhakti Finance PT Bhakti Finance PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Sukowati Sragen PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Sukowati Sragen (Catatan 30k) (Note 30k) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Syariah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Jual Beli Tagihan KPR Bersyarat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Term Purchase Program Jumlah Total Bagian yang Akan Jatuh Tempo Lebih Dari Satu Tahun Long-Term Portion Jangka waktu pinjaman adalah antara 1 sampai dengan 10 tahun. Pinjaman tersebut dijamin dengan tagihan KPR dengan kolektibilitas lancar, termasuk hak agunan yang melekat atas tagihan tersebut. Suku bunga atas pinjaman yang diberikan rata-rata per tahun 10,05%, 10,32%, 10,27% dan 7,46% masingmasing untuk periode 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2010 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009, 2008 dan Pinjaman yang diberikan oleh SMF per 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 seluruhnya dalam klasifikasi lancar (Catatan 2e). Perseroan meyakini bahwa per 30 September 2010 tidak ada penurunan nilai sehingga tidak melakukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai. The terms of the loans are from 1 to 10 years. The loans are secured by mortgage receivables (KPR) that are classified as current, including the right on inherent collateral for such receivables. The loans were borne average interest rate of 10,05%, 10,32%, 10,27% and 7,46% p.a for 9 months period ended September 30, 2010 and the years ended December 31, 2009, 2008 and 2007 respectively. All of SMF s outstanding loans as of December 31, 2009, 2008 and 2007 are under current classification (Note 2e). The company believed that as of September 30, 2010, there is no asset impairment so there was no provision for impairment loss. 126
147 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 11. SINKING FUNDS 11. SINKING FUNDS 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Resiko Jabatan Occupation Risk Tunjangan Purna Jabatan Post-0ccupation Benefit Imbalan Paska Kerja Karyawan Post Employment Benefit Jumlah Total a. Sinking Fund atas Resiko Jabatan a. Sinking Fund for Occupation Risk Berdasarkan surat Direktorat Based on Letter number SR- Jenderal Lembaga Keuangan 4197/LK/2005 dated November 30, Departemen Keuangan (Depkeu) No of the Directorate General of SR-4197/LK/ 2005 tanggal 30 Financial Institutions Finance November 2005 tentang Department regarding information on Pemberitahuan Keputusan Menteri the decision of Minister of Finance as Keuangan Selaku Pemegang Saham shareholder among other that in the yang keputusannya antara lain event of termination of Board of bahwa dalam hal Direksi, Dewan Directors, Board of Commissioner s and Komisaris dan Sekretaris Dewan Board of Commissioner s Secretary (the Komisaris (Pengurus) diberhentikan board members) before their respective sebelum masa tugasnya selesai terms end not due to their fault or namun bukan karena kesalahan yang bersangkutan, pengurus tetap berhak negligence, the board members are still entitled to salary/honorarium until their atas gaji/honor sampai masa terms end. tugasnya selesai. Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 30 Januari 2007 yang didokumentasikan dalam akta No.53, oleh notaris Imas Fatimah, S.H., pemegang saham menyetujui pembentukan sinking fund untuk resiko jabatan yaitu sebesar 75% dari gaji/ honor bulanan Pengurus. Akumulasi sinking fund akan menjadi milik SMF jika Pengurus tidak diberhentikan sampai akhir masa jabatannya. Dalam akumulasi sinking fund tersebut, terdapat bagian untuk Direksi dan Komisaris dengan besaran yang akan ditetapkan oleh Pemegang Saham melalui RUPS. Based on the minutes of the Stockholder s General Meeting held on January 30, 2007, as notarized under deed number 53 of Imas Fatimah, S.H., the stockholder approved the amount of the sinking fund for occupation-risk is computed at 75% of the monthly salary/honorarium of the board members. SMF will retain ownership of the accumulated sinking fund if the board members are not discharged up to the time their respective terms end. Parts of the accumulated sinking fund are for distribution to the Boards of Directors and Commissioners, the amount of which will be determined by the Stockholder through the Stockholder s General Meeting. 127
148 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Mutasi atas resiko jabatan adalah sebagai berikut: Lanjutan/Continued Movements of occupation risk are as follows: 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Saldo awal Beginning balance Pembentukan selama tahun berjalan Establishment during the year Koreksi selama tahun berjalan - ( ) ( ) ( ) Adjustment during the year Saldo akhir Ending balance Koreksi resiko jabatan dikarenakan adanya Direksi, Dewan Komisaris dan Sekretaris Dewan Komisaris (Pengurus) yang mengundurkan diri, sehingga saldo yang telah dibentuk kembali menjadi milik SMF. b. Sinking Fund atas Tunjangan Purna Jabatan. SMF membentuk sinking fund atas tunjangan purna jabatan berdasarkan Surat Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No. S- 326/SMBU/2002 tanggal 3 Mei 2002 tentang Penetapan Remunerasi Direksi dan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN yang juga diberlakukan pada SMF sebagaimana dijelaskan dalam RUPS tanggal 20 Juni Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 30 Januari 2007 yang di dokumentasikan dalam akta No. 53, oleh notaris Imas Fatimah, S.H., pemegang saham menyetujui pembentukan sinking fund untuk tunjangan purna jabatan yaitu sebesar 25% dari jumlah gaji/honor bulanan Pengurus setiap bulannya dan dibebankan ke laporan laba rugi tahun berjalan (Catatan 25). Mutasi penyisihan atas tunjangan purna jabatan adalah sebagai berikut: Adjustment of occupation risk is happened because of the designation of Boards of Directors, Boards of Commissioners and Secretary of Boards of Commissioners, the balance of sinking fund owned by SMF. b. Sinking Fund for Post-Occupation Benefit SMF established a sinking fund for post-occupation benefit based on Letter number S-326/SMBU/2002 dated May 3, 2002 of the Secretary of the Ministry of State-Owned Enterprises (BUMN) regarding remuneration Package decision of Boards of Directors and Commissioners/Board of Supervisory State Owned Enterprise (BUMN) that is also applicable to SMF as discussed in the Stockholder s General Meeting on June 20, Based on the minutes of the Stockholder s General Meeting held on January 30, 2007, as notarized under deed number 53 of Imas Fatimah, S.H., the stockholder approved the amount of the sinking fund for post-occupation benefit is computed at 25% of the salary/honorarium that is paid to the board members every month and recorded in the statement of income of the current year (Note 25). Movements of provision for postoccupation benefit are as follows: 128
149 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Saldo awal Beginning balance Penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 25) Pembayaran selama tahun berjalan ( ) ( ) ( ) ( ) Provision during the year (Note 25) Payment during the year Saldo akhir Ending balance c. Sinking Fund atas Imbalan Paska Kerja Karyawan. SMF membentuk sinking fund atas tunjangan paska kerja karyawan berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 30 Januari 2008 tentang Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) tahun 2008 yang didokumentasikan dalam akta No.168 oleh notaris Sutjipto S.H. (Catatan 2i, 20 dan 25). Pada tanggal 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, jumlah sinking fund tersebut sebesar Rp , Rp , Rp dan Rp ditempatkan dalam bentuk deposito berjangka pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 12. INVESTASI JANGKA PANJANG BERSIH c. Sinking Fund for Post-Employment Benefit SMF established a sinking fund for post-employment benefit based on Stockholders General Meeting dated January 30, 2008 regarding approval on annual budget (RKAP) of year 2008 as notarized under deed number 168 of Sutjipto S.H. (Notes 2i, 20 and 25). As of September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007, the sinking funds amounted to Rp , Rp , Rp and Rp respectively, were placed in time deposits at PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. and PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 12. LONG-TERM INVESTMENTS NET 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Surat Utang Negara (SUN) Government Bonds (SUN) Dikurangi Diskonto yang belum di amortisasi ( ) ( ) ( ) ( ) Less Unamortized Discount Bersih Net Obligasi Retail Indonesia (ORI) Ditambah Premi yang belum di amortisasi Government Bonds(ORI) Add unamortized premium Bersih Net Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia terdiri dari seri FR0035 dan FR0037 dengan tingkat bunga tetap masing-masing sebesar 12,90% dan 12,00% per tahun dan akan jatuh tempo masing-masing Government Bonds (SUN) issued by the Government of the Republic of Indonesia consist of FR0035 and FR0037 Series, which bear fixed interest rates of 12,90% and 12,00% p.a, respectively, and will be due on June 15, 2022 and September 15, 129
150 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued pada tanggal 15 Juni 2022 dan 15 September Bunga atas Surat Utang Negara ini akan diterima setiap 6 bulan sekali. Amortisasi diskonto Surat Utang Negara (SUN) masing-masing sebesar Rp , Rp , Rp dan Rp untuk periode 9 bulan tahun 2010 dan untuk tahun 2009, 2008 dan Obligasi Retail Indonesia (ORI) yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia adalah seri ORI004 dengan tingkat bunga tetap sebsar 9,50% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 Maret Bunga atas obligasi retail ini akan diterima setiap 1 bulan sekali. Amortisasi premi Obligasi Retail Indonesia (ORI) masing-masing sebesar Rp dan Rp untuk tahun-tahun 2009 dan Tujuan kepemilikan efek yang dikelompokan dalam investasi jangka panjang yaitu sebagai efek yang dimiliki hingga jatuh tempo. Per 30 September 2010 SMF mereklasifikasi efek ORI yang djual pada tanggal 10 dan 14 Desember 2010 sebagai efek yang tersedia untuk dijual. (Catatan 4 dan 31) 2026, respectively. Interest of the bonds will be received every 6 months. The discount amortization of the Government Bonds (SUN) amounted to Rp , Rp , Rp and Rp respectively for 9 months period year 2010 and for year 2009, 2008 and Retail Government Bond (ORI) issued by the Government of the Republic of Indonesia is ORI004 which bear fixed interest rate of 9,50% p.a, and will be due on March 12, Interest of the bond will be received every 1 month. The premium amortization of the Retail Government Bond (ORI) amounted to Rp and Rp respectively for years 2009 and The goals on acquisition of securities categorized as long term investment is to be hold to maturity. As of September 30, 2010 SMF classified ORI securities as available for sale (Note 4 and 31). 13. ASET TETAP 13. FIXED ASSETS 30 September 2010 / September 30, 2010 Saldo awal / Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir / Beginning Balance Additions Deductions Reclasification Ending Balance Rp Rp Rp Rp Rp Nilai perolehan Acquisition Cost Tanah Land Bangunan Building Komputer Computers Peralatan kantor Office equipment Perlengkapan Kantor Furniture and Fixtures Kendaraan bermotor Vehicles Aset Dalam Penyelesaian ( ) - Assets in Progress ( ) Akumulasi penyusutan Accumulated Depreciation Gedung - ( ) - - ( ) Building Komputer ( ) ( ) - - ( ) Computers Peralatan kantor ( ) ( ) - - ( ) Office equipment Perlengkapan kantor ( ) ( ) - - ( ) Furniture and fixtures Kendaraan bermotor ( ) ( ) - - ( ) Vehicles ( ) ( ) - - ( ) Nilai buku bersih Net book value 130
151 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Terdapat penambahan aset tetap dan aset dalam penyelesaian untuk periode 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2010 yang tidak berasal dari pembelian akan tetapi berasal dari proses reklasifikasi akun uang muka sebesar Rp dan hutang lain-lain Rp , pembayaran dan reklasifikasi tersebut terjadi pada periode berjalan. Reklasifikasi aset dalam penyelesaian sebesar Rp merupakan reklasifikasi ke aset tetap sebesar Rp dan sisanya sebesar Rp ke beban umum dan admistrasi. There are additional fixed asset in assets in progress for 9 month period ended September 30, 2010 which didn t come from purchasing but from reclassification proceed of advance payment amounted Rp and other payable accounts amounted Rp , payment and reclassification happened in current period. Reclassification of aset in progress amounted Rp is reclassification to fixed asset amounted Rp and the rest of it amounted Rp to general and administrative expenses. 31 Desember 2009 / December 31, 2009 Saldo awal / Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir / Beginning Balance Additions Deductions Reclasification Ending Balance Rp Rp Rp Rp Nilai perolehan Acquisition Cost Tanah Land Komputer Computers Peralatan kantor Office equipment Perlengkapan Kantor Furniture and Fixtures Kendaraan bermotor Vehicles Aset Dalam Penyelesaian Assets in Progress Akumulasi penyusutan Accumulated Depreciation Komputer ( ) ( ) - - ( ) Computers Peralatan kantor ( ) ( ) - - ( ) Office equipment Perlengkapan kantor ( ) ( ) - - ( ) Furniture and fixtures Kendaraan bermotor ( ) ( ) - - ( ) Vehicles ( ) ( ) - - ( ) Nilai buku bersih Net book value 31 Desember 2008 / December 31, 2008 Saldo awal / Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir / Beginning Balance Additions Deductions Reclasification Ending Balance Rp Rp Rp Rp Nilai perolehan Acquisition Cost Komputer Computers Peralatan kantor Office equipment Perlengkapan Furniture and - Kantor Fixtures Kendaraan bermotor Vehicles Akumulasi penyusutan Accumulated Depreciation Komputer ( ) ( ) - - ( ) Computers Peralatan kantor ( ) ( ) - - ( ) Office equipment Perlengkapan Furniture ( ) ( ) Kantor - - ( ) and fixtures Kendaraan ( ) bermotor ( ) - - ( ) Vehicles ( ) ( ) - - ( ) Nilai buku bersih Net book value 131
152 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 31 Desember 2007 / December 31, 2007 Saldo awal / Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir / Beginning Balance Additions Deductions Reclasification Ending Balance Rp Rp Rp Rp Rp Nilai perolehan Acquisition Cost Komputer Computers Peralatan kantor Office equipment Perlengkapan Kantor Furniture and Fixtures Kendaraan bermotor Vehicles Aset dalam - Penyelesaian ( ) - Assets in Progress ( ) Akumulasi penyusutan Accumulated Depreciation Komputer ( ) ( ) - - ( ) Computers Peralatan kantor ( ) ( ) - - ( ) Office equipment Perlengkapan kantor ( ) ( ) - - ( ) Furniture and Fixtures Kendaraan bermotor ( ) ( ) - - ( ) Vehicles ( ) ( ) - - ( ) Nilai buku bersih Net book value SMF telah mengasuransikan aset tetap kecuali aset tanah untuk menutup kemungkinan kerugian terhadap kebakaran dan pencurian kepada PT Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia, pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan istimewa dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp , Rp , Rp dan Rp tanggal 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan SMF mengasuransikan pembelian aset yang terjadi pada periode 9 bulan tahun 2010 pada bulan Oktober 2010 (Catatan 31a). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut telah memadai untuk menutup kerugian yang terjadi atas aset tetap yang dipertanggungkan. Berdasarkan penelaahan atas nilai aset yang dilakukan pada akhir periode, manajemen yakin bahwa tidak ada potensi terjadinya penurunan nilai aset yang dinyatakan dalam laporan keuangan. Sesuai dengan Surat Penunjukan Pemenang Lelang No. 1005/BL- TAL/XII/09 tanggal 7 Desember 2009 dan Risalah Lelang No. 020/2009 tanggal yang sama, SMF telah ditunjuk sebagai pemenang lelang atas aset properti berupa tanah dan bangunan dengan sertifikat hak milik Nomor 11/Melawai, SMF has insured its fixed assets except land from the risk of fire and theft with PT Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia, non related party for sum insured of Rp , Rp Rp and Rp as of September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007, respectively. SMF insures the purchase of assets in 9 months period of 2010 (notes 31a). Management believes that the sum insured is adequate to cover possible losses arising from such risks. Based on the review of assets value at the end of the period, management believes that there is no potential impairment in the values of the assets stated in the financial statements. In accordance with Auction Winner Appointment Letter number 1005/BL- TAL/XII/09 dated December 7, 2009 and Auction Minutes number 020/2009 on the same date, SMF has been announced as the auction winner of property assets of land and building with ownership certificate number 11/Melawai, with
153 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued luas 493-m 2 yang berlokasi di Jl. Panglima Polim I No.1 Kebayoran Baru Jakarta, yang diuraikan dalam Surat Ukur tertanggal 2 Juli 1954, No Aset properti tersebut terdiri dari harga perolehan tanah sebesar Rp dan harga perolehan bangunan sebesar Rp Sertipikat hak milik Nomor 11/Melawai telah dirubah menjadi hak guna bangunan dengan nomor 1439 atas nama SMF dan telah diterima. Sesuai dengan akte jual-beli No. 112/2009 tanggal 22 Desember 2009 notaris Nathalia Alvina Jinata SMF telah membeli sebidang tanah dengan sertipikat hak milik No. 446/Melawai seluas 493-m 2 yang berlokasi di Jl. Panglima Polim I No.3 Kebayoran Baru Jakarta, yang diuraikan dalam Surat Ukur No /2004 tanggal 28 Januari Harga perolehan tanah tersebut sebesar Rp yang akan digunakan sebagai pengembangan gedung yang sudah ada. Sertipikat hak milik Nomor 446/Melawai telah dirubah menjadi hak guna bangunan dengan nomor 1438 atas nama SMF dan telah diterima. m2 land located on Jl. Panglima Polim I number 1 Kebayoran Baru Jakarta, which is described in Surat Ukur dated July 2, 1954, number 529. The cost of assets property consists of land of Rp and building of Rp The free hold certificate number 11/Melawai has been changed to right of use building certificate number 1439 under the name of SMF and has been in SMF s custody. In accordance with the deed of sale and purchase number 112/2009 dated December 22, 2009 by public notary Nathalia Alvina Jinata SMF acquired a land with ownership certificate number 446/Melawai of 493-m2 located on Jl. Panglima Polim I number 3 Kebayoran Baru Jakarta, which is described in Surat Ukur number 00602/2004 dated January 28, The land cost is Rp which will be used for extension development of the existing building. The free hold certificate number 446/Melawai has been changed to right of use building certificate number 1438 under the name of SMF and has been in SMF s custody. 14. ASET LAIN-LAIN 14. OTHER ASSETS 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Jaminan Sewa Office Rent Ruangan Kantor Deposit Perangkat Lunak- Bersih Software-net Logo-bersih Logo-net Pendukung Kredit Reserve Account Dana Transisi Penyedia Jasa Servicer Transition Fund Jumlah Total Peran SMF sebagai pendukung kredit adalah sebagai penyedia dana untuk rekening cadangan dalam pelaksanaan transaksi sekuritisasi, imbalan sebesar 0,03% per tahun dari saldo dana pendukung kredit. Dana pendukung kredit digunakan untuk membayar pokok dan bunga yang tertunggak dalam hal terjadinya kegagalan pembayaran oleh para debitur atas kumpulan tagihan, sesuai dengan perjanjian pendukung kredit. SMF function as a credit enhancer, is to provide funds reserves account for the execution of securitization transaction, annual fee 0.03% pa of the outstanding reserves account. Funds on reserves account will be used to pay delinquent principal and interest in case of debtors of pool of asset failed to pay according to credit enhancement agreement. 133
154 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Akun Pendukung Kredit sebesar Rp merupakan saldo dana SMF yang ditempatkan di Bank Kustodian untuk pelaksanaan penjaminan transaksi sekuritisasi dengan skema KIK EBA per 30 September Penempatan tersebut sesuai dengan perjanjian pendukung kredit No.001/PPK/SMF-KIK-DSMF-I/I/2009 tanggal 7 Januari 2009 dan No.037/PPK/SMF-KIK-DSMF-II/IX/2009 tanggal 14 September 2009 dengan PT Danareksa Investment Management dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 4, 30i dan 30j) Dana Transisi Penyedia Jasa merupakan dana yang ditempatkan SMF di Bank Kreditur Awal sebagai jaminan atas dana tansisi penyedia jasa untuk persiapan biaya pemberitahuan dan biaya pendaftaran hak tanggungan (HT) dalam rangka transaksi sekuritisasi KPR BTN dengan skema KIK EBA. As of September 30, 2010, balance of reserve account amounted to Rp represent SMF s fund placed in Custodian Bank for the purpose of credit enhancement of KIK EBA securitization scheme transaction. The aforementioned placement is in accordance to Credit Enhancer Agreement number 001/PPK/SMF-KIK-DSMF-I/I/2009 dated January 7, 2009 and number 037/PPK/SMF-KIK-DSMF-II/IX/2009 dated September 14, 2009 with PT Danareksa Investment Management and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Note 4, 30i, 30j) Servicer Transition Fund represents funds placed by SMF in Originator Bank Account as collateral, prepared for servicer transition fund on notification and pledge of right registration (HT) in relation to BTN securitization transaction with KIK EBA scheme. 15. HUTANG LAIN-LAIN 15. OTHER PAYABLE 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Pihak Ketiga Third parties PT Royalindo Expoduta PT Royalindo Expoduta PT Visi Anak Bangsa PT Visi Anak Bangsa PT Logica Information PT Logica Information Technology Technology PT Micron Mustika Integrasi PT Micron Mustika Integrasi Notaris Notary PT Eldridge Gunaprima PT Eldridge Solution Gunaprima Solution KAP Eddy, Prakarsa, Permana & Siddharta- (Sekuritisasi) PT Integrated Marketing Communication PT Fitch Rating Indonesia Housing Development Finance Corporation Limited PT Danareksa Sekuritas KAP Eddy,Prakarsa, Permana & Siddharta -(Securitization) PT Integrated Marketing Communication PT Fitch Rating Indonesia Housing Development Finance Corporation Limited PT Danareksa Sekuritas PT Pefindo PT Pefindo Kantor Notaris Legal Office Emi Emi Susilowati,SH Susilowati, SH 134
155 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Koperasi Karyawan Mandiri Sekuritas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Koperasi Mandiri Securitas Employees Lain-lain Others Jumlah Pihak Ketiga Total Third Parties Pihak Hubungan Istimewa Related Party Jumlah Total Saldo Hutang Lain-lain Pihak Ketiga (Lain-lain) sebesar Rp , sejumlah Rp merupakan saldo alokasi penggunaan laba bersih SMF tahun buku 2009 untuk kegiatan Program Kemitraan dan Bina Linkungan (PKBL) yang belum terealisasi. Pengalokasian dana PKBL tersebut sesuai dengan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 24 Juni 2010, yang dinyatakan dalam akta No 45 oleh notaris Emi Susilowati, S.H. Hutang Lain-Lain Pihak Hubungan Istimewa merupakan saldo hutang kepada Paulus Nurwadono per 31 Desember Hutang tersebut merupakan selisih antara gaji dan tunjangan terhutang (setelah diperhitungkan angsuran bulanan atas pinjamannya bulan Desember 2008) dengan pengembalian tunjangan purna jabatan yang telah dibayarkan oleh SMF di bulan Nopember 2008 untuk pelunasan pinjaman berkenaan dengan surat pengunduran diri Paulus Nurwadono yang kemudian belum disetujui oleh pemegang saham SMF. Hutang tersebut telah dilunasi pada awal tahun Other Payable Third Parties (Others) amounting Rp , Rp represents balance of SMF 2009 net profit allocation for Corporate Social Responsibility (CSR) that unrealized. This allocation is according to minutes of the Stockholder s General Meeting held on June 24, 2010 which was notarized under deed number 45 by notary Emi Susilowati, S.H. Other Payable - Related Party represents due to Paulus Nurwadono as of December 31, This payable represents the balance of salary and allowance (net of his loan monthly installment for December 2008) with repayment of post occupation benefits had been paid by the Company for the loan settlement in November 2008 in relation with Paulus Nurwadono s resignation letter of which later has not been approved by the Company s Stockholder. That payable had been paid in the early BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 16. ACCRUED EXPENSES 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Tunjangan Karyawan Employee Benefits Jasa Profesional Professional Fees Sewa Kendaraan Vehicle Rent Kustodian Custodian Bunga Obligasi Interest Bonds Bunga MTN Interest MTN Lain-lain Others Jumlah Total Tunjangan karyawan merupakan biaya tunjangan cuti karyawan yang dibayarkan di awal tahun berikutnya. Employee benefits represent accrued expenses for annual leave allowances which will be settled in the beginning of the following year. 135
156 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Biaya lain-lain yang masih harus dibayar terdiri atas biaya listrik dan telepon. Other accrued expenses consist of electricity and telephone. 17. PERPAJAKAN 17. TAXATION a. Pajak Dibayar Dimuka a. Prepaid Taxes 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Pajak Penghasilan Pasal Income Tax Article 23 Pajak Pertambahan Nilai-bersih Refundable Value Added Tax-net Jumlah Total Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No.1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan, untuk tujuan perpajakan, status SMF masuk kriteria sebagai lembaga keuangan sesuai dengan Undangundang Pajak Penghasilan No. 36 tahun 2008 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 251/PMK.03/2008 tanggal 31 Desember 2008, sehingga mulai tahun 2009, atas pendapatan bunga penyaluran pinjaman SMF tidak dipotong pajak penghasilan pasal 23. In accordance with President of Republic of Indonesia s Regulation number 1 year 2008 regarding the Amendment of President of Republic of Indonesia s Regulation number 19 year 2005 regarding Secondary Mortgage Financing, for taxation purposes, SMF status is in the criteria of financial institution according to Income Tax Law number 36 year 2008 and Minister of Finance Regulation number 251/PMK.03/2008 dated December 31, 2008, therefore starting on 2009, there is no withholding tax article 23 on interest income of SMF s loans. b. Hutang Pajak b. Taxes Payable 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Pajak penghasilan Income tax Pasal 21 : - September - Desember - Tahunan Article 21 : - September - December - Annually Pasal Article 23 Pasal Article 29 Jumlah Total c. Pajak Penghasilan Badan c. Corporate Income Tax Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan badan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi, dengan rugi pajak untuk periode/ tahun-tahun yang berakhir pada 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut : The reconciliation between income before corporate income tax, as shown in the statements of income, and tax loss for the period/years ended September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007 is as follows: 136
157 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Laba Sebelum Pajak Penghasilan Badan Sesuai Dengan Laporan Laba Rugi Beda Tetap Beban Hubungan Masyarakat dan Rapat Income Before Corporate Income tax Per Statements Of Income Permanent Differences Public Relation and Meeting Expenses Personnel Expenses Custody service Expenses Beban Personalia Beban Jasa Kustodian Beban Lainnya - ( ) Other Expenses Beban Bank Administrasi Administration Bank Expenses Beban Emisi Obligasi ( ) ( ) - - Pendapatan Bunga Yang Dikenakan Pajak Penghasilan Tarif Final Bersih ( ) ( ) ( ) ( ) Beban Asuransi Perjalanan Beban Keanggotaan Bonds issuance Cost Interest Income Already Subjected to Final Tax net Travel Insurance Expanse Membership Expanse Beban Pajak Tax Expanse Beda waktu Penyisihan Bonus ( ) ( ) Penyisihan tunjangan purna jabatan ( ) Penyisihan imbalan kerja karyawan Beban Personalia ( )( ) ( ) ( ) Penyusutan aset tetap ( ) Temporary difference Reversal of provision for bonus Provision for Post occupation Benefit Provision for Employee benefits Personnel Expense Depreciation of fixed assets Laba (Rugi) Fiskal ( ) ( ) Tax income (loss) Akumulasi laba (rugi) fiskal tahun Tax income (loss) carry-forward Sebelumnya - - ( ) ( ) from previous year Akumulasi Laba (Rugi) fiskal akhir ( ) ( ) Perhitungan beban pajak kini dan hutang pajak penghasilan badan adalah sebagai berikut: Tax Income (loss) carry Forward ending The computation of current tax expense and corporate income tax payable are as follow : 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Laba (rugi) Fiskal ( ) ( ) Taxable income (loss) Beban pajak kini - ( ) ( ) - Pajak penghasilan dibayar dimuka Tagihan (Hutang) Pajak Penghasilan ( ) Current tax Expense Prepaid of income taxes Income Tax (Payable) Claim 137
158 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Tidak terdapat beban pajak kini untuk periode 9 bulan yang berakhir 30 September 2010 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2007, karena SMF mengalami rugi fiskal. Per 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, saldo tagihan (hutang) pajak penghasilan (PPh) masing-masing sebesar Rp , (Rp ), Rp dan Rp No current tax expense was due for 9 months period ended September 30, 2010 and the years ended December 31, 2007, because SMF had been in tax loss position. As of September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007, balance of income tax receivable (Payable) amounted to Rp , (Rp ), Rp and Rp respectively. d. Manfaat (beban) pajak tangguhan d. Deferred tax benefit (expense) Perhitungan manfaat (beban) pajak tangguhan SMF (pengaruh pajak atas perbedaan temporer pada tarif pajak tunggal 25%) adalah sebagai berikut: 2010 (September) Rp Rp Rp Rp The computation of deferred tax benefit (expense) of SMF (tax effects of temporary differences using the 25% single tax rate) is as follows : Penyisihan Bonus ( ) ( ) Bonus Provision Penyisihan tunjangan purna jabatan ( ) Provision for postoccupation benefit Penyisihan imbalan kerja karyawan Provision for employee benefits Akrual beban Personalia ( ) ( ) ( ) ( ) Personnel accrued Expense Selisih nilai buku aset tetap antara dasar pengenaan pajak dan akuntansi ( ) Efek perubahan tarif pajak : Difference in net book value of fixed assets between tax and accounting bases Effect of reduction in tax rate : Penyisihan Bonus - ( ) ( ) - Provision for Bonus Penyisihan tunjangan purna jabatan - ( ) ( ) - Provision for post- Occupation benefit Penyisihan imbalan kerja karyawan - ( ) ( ) - Provision for employee benefits Akrual beban Personalia - ( ) ( ) - Selisih nilai buku aset tetap antara dasar pengenaan pajak dan akuntansi Personnel accrued Expense Difference in net book value of fixed assets between tax and accounting bases Efek dari penyesuaian : Effect of adjustment : Akrual beban Personnel accrued personalia Expense Selisih nilai buku aset tetap antara dasar pengenaan pajak dan akuntansi ( ) ( ) ( ) - Jumlah manfaat (beban) pajak tangguhan ( ) ( ) e. Aset pajak tangguhan e. Deferred tax assets Pengaruh pajak atas perbedaan temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut: Difference in net book value of fixed assets between tax and accounting bases Total deferred tax benefit (expense) The tax effects on significant temporary differences between commercial reporting and tax purposes is as follows: 138
159 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Penyisihan bonus Penyisihan tunjangan purna jabatan Penyisihan Imbalan kerja karyawan Akrual Beban personalia Selisih nilai buku aset tetap antara dasar pengenaan pajak dan akuntansi ( ) ( ) ( ) ( ) Aset pajak Tangguhanbersih Provision for Bonus Provision for postoccupation benefit Provision for employee benefits Personnel accrued Expense Difference in net book value of fixed assets between tax and accounting bases Net deferred tax assets Pada tahun 2009 dan 2008, terdapat perubahan dalam penghitungan pajak tangguhan, dari menggunakan tarif pajak maksimum 30% menjadi menggunakan tarif pajak tunggal 28% dan dari tarif tunggal 28% menjadi tarif tunggal 25% yang disebabkan adanya perubahan tarif pajak sesuai Undangundang Pajak Penghasilan No. 36 tahun 2008 untuk penghitungan pajak penghasilan badan yang berlaku masing-masing pada tahun 2010 dan Laba fiskal SMF tahun 2009 dan 2008 serta rugi fiskal tahun 2007 telah sesuai dengan SPT yang disampaikan SMF ke Kantor Pelayanan Pajak. SMF tidak menyisihkan aset pajak tangguhan untuk rugi pajak tahun 2007 karena adanya ketidakpastian atas rugi pajak yang dapat digunakan terhadap pendapatan kena pajak di masa yang akan datang. In 2009 and 2008, the deferred tax calculation was changed formerly based on maximum rate of 30% to single rate of 28% and formerly based on single rate of 28% to single rate of 25%, in accordance with Income Tax Law number 36 year 2008 due to the changes in corporate income tax rate which will be effective in 2010 and 2009, respectively. Taxable income of SMF for year 2009 and 2008 also taxable loss for year 2007 were similar to the amounts reported in the SMF s tax returns filed to the Tax Office. SMF has not provided deferred tax assets on its tax loss for 2007 due to uncertainty for tax loss to be utilized against future taxable income. f. Surat Ketetapan Pajak f. Tax Assessment Letter Pada bulan April 2010, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih bayar (SKPLB) Pajak Penghasilan (PPh) Badan untuk tahun 2008 dan 2007 sebesar Rp dan Rp Perusahaan telah menerima pembayaran atas kelebihan pajak tersebut sebesar Rp , setelah dikurangi In April 2010, the Company received Over Payment Tax Assessment Notice (SKPLB) Corporate Withholding Tax for year 2008 and 2007 amounting to Rp and Rp The Company had received its corporate withholding tax refund amounting to Rp after deducted by Under Payment Tax Assessment Notice 139
160 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued dengan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) sebagai berikut: (SKPKB) and Tax Collection Notice (STP) as follows: Surat Ketetapan Pajak/ Tax Assessment Letter SKPKB PPh 21 SKPKB PPh 21 SKPKB PPh 23 SKPKB PPh 23 SKPKB PPh Pasal 4 (2) SKPKB PPh Pasal 4 (2) SKPKB PPN SKPKB PPN STP PPN Tahun/ Year Jumlah (Rp)/ Amount (Rp) Nihil/Zero Nihil/ Zero Nihil/ Zero PENYISIHAN BONUS 18. PROVISION FOR BONUS Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan Departemen Keuangan No. SR-4197/LK/2005 tanggal 30 November 2005 tentang Pemberitahuan Keputusan Menteri Keuangan Selaku Pemegang Saham, yang antara lain dalam keputusannya bahwa Direksi, Dewan Komisaris dan karyawan berhak atas bonus sebesar 5% dari laba bersih SMF untuk tahun/ periode yang bersangkutan. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 24 Juni 2010, yang dinyatakan dalam akta No. 45 notaris Emi Susilowati, S.H. memutuskan: (1) Memberikan tantiem kepada Direksi dan Komisaris sebesar 1,5% dari laba bersih Perseroan tahun 2009, (2) Bagi Anggota Direksi yang telah mengundurkan diri tidak diberi tantiem dan atas tantiem tersebut dikembalikan kepada perseroan. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No: S-007/SKD/DIR/VI/2010 tanggal 30 Juni 2010 memutuskan untuk memberikan bonus kepada karyawan tetap sebesar 1,5% dari laba bersih Perseroan tahun Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 18 Juni 2009, pemegang saham memutuskan untuk memberikan bonus sebesar 1% dari laba bersih perseroan tahun Based on letter number SR-4197/LK/2005 dated November 30, 2005 of the Directorate General of Financial Institution Finance Department regarding information on the decision of Minister of Finance as shareholder among other that Board of Directors, Board of Commissioners and employees are entitled for bonus amounting to 5 % of SMF s annual net profit. Stockholder s General Meeting held on June 24, 2010 which was notarized under deed number 45 by notary Emi Susilowati, S.H. decided (1) 1,5% of 2009 company s net profit will be distributed as tantiem to Board of Directors and Commissioners, (2) No tantiem for resigned Board of Director s member and the undistributed tantiem return to the company. Based on Board of Directors Letters No : S- 007/SKD/DIR/VI/2010 dated June 30, 2010 decided to distribute 1,5% of 2009 company s net profit as bonus to employees. In the Stockholder s General Meeting held on June 18, 2009, the stockholder decided to distribute 1% of 2008 company s net profit as bonus. 140
161 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 26 Juni 2008, pemegang saham memutuskan untuk memberikan bonus sebesar 2,5% dari laba bersih perseroan tahun In the Stockholder s General Meeting held on June 26, 2008, the stockholder decided to distribute 2,5% of 2007 company s net profit as bonus. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 28 Juni 2007, pemegang saham memutuskan untuk membagikan bonus sebesar 50% dari jumlah yang telah dicadangkan di tahun Pembalikan atas pencadangan bonus tahun 2009 (43,48%), 2008 (80%), 2007 (50%) dan 2006 (50%) dibukukan sebagai pendapatan lain-lain di periode 9 bulan tahun 2010 dan tahun 2009, 2008 dan 2007 (Catatan 27). Mutasi penyisihan bonus adalah sebagai berikut : In the Stockholder s General Meeting held on June 28, 2007, the stockholder decided to distribute 50% of the bonus which had been provided in The reversal of bonus provision for 2009 (43,48%), 2008 (80%), 2007 (50%) and 2006 (50%) were credited to other income in 9 months period year 2010 and year 2009, 2008 and 2007 (Note 27). Movements of bonus provisions is as follows : 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Saldo awal Beginning balance Pembagian tantiem dan bonus (termasuk pajak khusus karyawan) ( ) ( ) ( ) ( ) Pembalikan penyisihan bonus tahun lalu (Catatan 27) ( ) ( ) ( ) ( ) Penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 25) Tantiem and Bonus distributed (include tax for employees) Reversal of last year provision for bonus (Note 27) Provision during the year (Note 25) Saldo akhir Ending balance 19. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA 19. UNEARNED INCOME 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Pendapatan Bunga Interest Income Pendapatan Provisi dari Penyaluran Pinjaman Provision Fee From Lending Saldo akhir Ending balance Mutasi pendapatan provisi dari penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Movements of provision fee from lending is as follows: 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Saldo awal Beginning balance Ditambah Add Pendapatan provisi Provision fees Dikurangi Less Pengakuan pendapatan ( - ) ( ) ( ) ( ) Income Recognition (Catatan 24) (Note 24) Saldo akhir Ending balance 141
162 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Sejak 1 Januari 2010 pendapatan provisi diatribusikan secara langsung dalam pengakuan awal pinjaman yang diberikan dan selanjutnya diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. 20. PENYISIHAN IMBALAN KERJA KARYAWAN SMF memberikan imbalan kerja untuk karyawan yang telah mencapai usia pensiunnya yaitu 55 tahun, sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret Tabel berikut menyajikan ringkasan komponen beban imbalan kerja karyawan yang dicatat di laporan laba rugi dan diakui dalam neraca untuk kewajiban imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 sesuai perhitungan PT Eldridge Gunaprima Solution, aktuaris independen, dalam laporannya tanggal 30 September 2010, 11 Januari 2010, 20 Januari 2009 dan 19 Pebruari a. Beban imbalan kerja karyawan untuk periode/tahun-tahun yang berakhir pada 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007: Since January 1, 2010 provision fee attributed directly to initial measured of loan and amortized using effective interest rate. 20. PROVISION FOR EMPLOYEE BENEFITS SMF provides employee benefits to its employees who reach the retirement age of 55 year in accordance with Labor Law number 13/2003 dated March 25, The following tables summarize the components of employee benefits expense recognized in the statements of income and the amount recognized in the balance sheets for the provision of employees benefits as of September 30, 2010, December 31, 2009, 2008, and 2007, as determined by PT Eldridge Gunaprima Solution, an independent actuary, in its report dated September 30, 2010, January 11, 2010, January 20, 2009 and February 19, a. Employee benefits expense for the period/years ended September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007: 2010 (s.d September/ until September) Rp Rp Rp Rp Beban jasa kini Current service cost Beban bunga Interest cost Beban jasa lalu Past service cost Jumlah Total b. Penyisihan imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan b. Provision for employee benefits as of September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and (September) Rp Rp Rp Rp Nilai sekarang dari kewajiban imbalan kerja karyawan Keuntungan (kerugian) aktuaria yang belum diakui ( ) ( ) Present value of Employee benefits Obligation Unrecognized actuarial gain (loss) Jumlah Total 142
163 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued c. Mutasi atas penyisihan imbalan kerja karyawan untuk periode/tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan c. Movements on provision for employee benefits for the period/years ended September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and (September) Rp Rp Rp Rp Saldo awal Beginning balance Beban imbalan kerja karyawan Employee benefits Expense Saldo akhir Ending balance Asumsi dasar yang digunakan dalam menentukan kewajiban imbalan kerja karyawan untuk periode/tahun-tahun yang berakhir pada 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut : The principal assumptions used in determining the provision for employee benefits for the period/years ended September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007 are as follows: 2010 (September) Tingkat diskonto 9,0% 10,5% 12% 10% Discount rate Tingkat kenaikan gaji di masa depan 9,0% 10% 10% 9,0 % Future salary Increases Penurunan : Decrements : Tingkat kematian Indonesian Mortality Table 1999 Mortality Tingkat cacat jasmaniah 10 % dari tingkat kematian /10% of mortality rate Disability Pengunduran diri 10 % sampai usia 25 tahun dan berkurang secara Turn-over rates linear sebesar 1 % untuk usia diatas 45 tahun/ 10 % up to age 25 years old And reducing linearly to 1 % At age 45 % years old and thereafter Usia pensiun normal 55 tahun / 55 years Normal retirement age (Catatan 2i, 11 dan 25) (Notes 2i, 11 and 25) 21. SURAT HUTANG JANGKA MENENGAH 21. MEDIUM TERM NOTES (MTN) 2010 (September) Rp Rp Rp Rp MTN SMF I Tahun 2010 MTN SMF I Year 2010 Seri A A Series Seri B B Series Dikurangi : Less : Beban emisi yang belum diamortisasi ( ) Unamortized MTN Issuance cost Jumlah-bersih Total-net Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun Current Portion Dikurangi : Less : Beban emisi yang belum diamortisasi ( ) Unamortized MTN Issuance cost Jumlah-bersih Total-net 143
164 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Bagian yang Akan Jatuh Tempo Lebih Dari Satu Tahun Long-term portion Dikurangi : Less : Beban emisi yang belum diamortisasi ( ) Unamortized MTN Issuance cost Jumlah-bersih Total-net Beban amortisasi yang dibebankan ke laporan laba rugi (Catatan 24) Amortization costs charged to the statements of income (Note 24) Pada tanggal 16 April 2010 SMF telah menerima hasil dari penerbitan Medium Term Notes (MTN) SMF I Tahun 2010 dengan tingkat bunga tetap dan dengan jumlah Rp MTN tersebut terdiri dari 2 (dua) seri yaitu: Seri A : MTN dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun, berjangka 370 Hari Kalender sejak Tanggal Penerbitan. Jumlah MTN Seri A sebesar Rp Seri B : MTN dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25% per tahun, berjangka 2 (dua) tahun sejak Tanggal Penerbitan. Jumlah MTN Seri B sebesar Rp MTN yang akan jatuh tempo akan dilunasi dari hasil penerbitan surat hutang baru. Penatausaha dan agen penempatan atas MTN ini adalah PT Danareksa Sekuritas. Dana yang diperoleh dari penerbitan ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya penerbitan digunakan untuk modal kerja, termasuk pembiayaan kembali aktiva produktif Perseroan. Pemegang surat berharga diwakili oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali Amanat. Perjanjian perwaliamanatan memuat beberapa pembatasan terhadap SMF dan memerlukan persetujuan tertulis dari wali amanat sebelum melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Melakukan penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan atau memberikan persetujuan kepada Anak Perusahaan (jika ada) untuk On April 16, 2010 SMF received proceed of Medium Term Notes (MTN) SMF I Year 2010 issuance with fixed interest rate amounted Rp This MTN consist of 2 (two) series: A Series : MTN with fixed interest rate 8.75% p.a, 370 calendar days term from issuance date. MTN A Series amounted Rp B Series : MTN with fixed interest rate 9.25% p.a, 2 (two) years term from issuance date. MTN B Series amounted Rp Settlement of due MTN will be funded from the new notes payable issuance. Arranger and placement agent of these MTNs is PT. Danareksa Sekuritas. The proceed from the issuance was used as working capital after deducting issuance expenses, included company s productive asset refinancing. Note holders represented by PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk as Trustee. The trustee agreements contained several constraints against SMF and required the Trustee s written approval before execution of the following: 1. To merge and acquire or approval for subsidiary (if any) to merge and acquire except to merge and acquire with a company that have similar business 144
165 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued melakukan penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan kecuali penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan yang dilakukan dengan atau pada perusahaan yang bidang usahanya sama dan tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan dan tidak mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam melakukan pelunasan Pokok MTN dan/atau pembayaran Bunga MTN, kecuali hal-hal tersebut dilakukan dalam program privatisasi Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan sebagai berikut: a. Semua syarat dan kondisi MTN dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan dokumen lain yang berkaitan tetap berlaku dan mengikat sepenuhnya terhadap perusahaan penerus (surviving company) dan dalam hal Perseroan bukan merupakan perusahaan penerus (surviving company) maka seluruh kewajiban berdasarkan MTN dan/atau Perjanjian Perwaliamanatan telah dialihkan secara sah kepada perusahaan penerus (surviving company) dan perusahaan penerus (surviving company) tersebut memiliki aktiva dan kemampuan yang memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran berdasarkan MTN dan Perjanjian Perwaliamanatan. b. Perusahaan penerus (surviving company) tersebut salah satu bidang usahanya adalah bergerak dalam bidang usaha utama yang sama dengan Perseroan. 2. Melakukan peminjaman hutang baru atau memberikan persetujuan kepada Anak Perusahaan (jika ada) untuk melakukan peminjaman hutang baru yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari kedudukan hutang yang timbul berdasarkan MTN, kecuali hutang baru tersebut untuk kegiatan usaha seharihari Perseroan. operation and there is not any negative impact to the Company and will not influence the capacity of Company on MTN Principal repayment and/or MTN Interest payment, except it s in line with Indonesian Government privatization program accordance with following rules: a. All MTN terms and conditions in Trustee Agreement and other related documents is prevail and bind thoroughly to surviving company and in case the Company is not a surviving company then all obligation for MTN and/or Trustee Agreement has been legally shifted to surviving company and it has sufficient assets and repayment capacity based on MTN and Trustee Agreement. b. One of surviving company s business line must be similar to the Company s main business. 2. To obtain new loan or giving approval to subsidiary (if any) to obtain new loan that has higher level than existing MTN liability, except the loan is intended for the Company daily business activities. 145
166 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 3. Menjaminkan dan/atau membebani atau memberikan ijin untuk menjaminkan dan/atau membebani dengan cara apapun aktiva termasuk hak atas pendapatan Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (jika ada), baik yang ada sekarang maupun yang akan diperoleh di masa yang akan datang, kecuali jaminan yang diberikan dalam rangka kegiatan usaha seharihari Perseroan dan Anak Perusahaan (jika ada). 4. Memberi pinjaman kepada pihak manapun atau mengijinkan Anak Perusahaan (jika ada) memberikan pinjaman kepada pihak manapun, kecuali: (i) Pinjaman yang telah ada sebelum ditandatanganinya Perjanjian Perwaliamanatan; (ii) Pinjaman yang diberikan berdasarkan kegiatan usaha Perseroan yang ditentukan berdasarkan Anggaran Dasar; (iii) Pinjaman kepada pegawai termasuk Direksi dan Komisaris untuk program kesejahteraan pegawai Perseroan dengan ketentuan sesuai peraturan perusahaan Perseroan. 5. Mengubah bidang usaha utama Perseroan dan/atau memberikan ijin atau persetujuan kepada Anak Perusahaan (jika ada) untuk mengadakan perubahan bidang usaha. 6. Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan. 7. Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atau mengijinkan anak perusahaan (jika ada) mengajukan permohonan pailit atau permohonan PKPU yang diajukan oleh penebit dan atau anak perusahaan jika ada sebagai akibat adanya permohonan kepailitan pihak lain. 3. Pledged and/or charged or approval to pledge and/or to charge its assets in any way including rights for company income and/or subsidiary (if any), both current and will be obtained in the future, except pledge that is intended for the Company and subsidiary s daily business activities. 4. To extend loan to any party or approval to subsidiary (if any) to extend loan to any party, except: (i) Existing loan prior to signing of the Trustee Agreement. (ii) Loans in accordance with Company s business activities based on articles of association. (iii) Loans to employees including Directors and Commissioners under Company s employees welfare program in accordance to company s policy. 5. To change the Company's main business or approval for subsidiary (if any) to change its main business. 6. To reduce Company s authorized, issued and paid up capital. 7. To lodge the request bank corrupt or the postponement request of the obligation of debt payment (PKPU) or the subsidiary company (if being available) lodged the request bank corrupt or the PKPU request that put forward by company and or the subsidiary company if being as resulting from the existence of the bankruptcy request of the other side. 146
167 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 8. Membayar, membuat atau menyatakan pembagian deviden pada tahun buku Perseroan selama Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran Jumlah Terhutang atau Perseroan tidak melakukan pembayaran Jumlah Terhutang berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Akta Pengakuan Hutang dan/atau perjanjian lain yang dibuat berkenaan dengan MTN. 9. Mengadakan segala bentuk kerjasama, bagi hasil atau perjanjian serupa lainnya diluar kegiatan usaha penerbit sehari-hari atau mengadakan perjanjian manajemen atau perjanjian serupa lainnya yang mengakibatkan kegiatan/operasi penerbit diatur oleh pihak lain. SMF telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian perwaliamanatan. 8. To declare or to distribute dividend for the year during the Company unable to service MTN liability based on Trustee Agreement, Deed of acknowledgment of debt and/or other related MTN agreements. 9. To enter into all kind of forms of cooperation, profit-sharing or similar agreement other apart from day to day activity of the company or enter into management agreement similar agreement other then one that caused the company activity being arrange by the other side. SMF compiled with all the requirements mentioned in trustee agreement. 22. HUTANG OBLIGASI 22. BONDS PAYABLE 2010 (September) Rp Rp Rp Rp Nilai Nominal: Obligasi I Bonds I Obligasi II Bonds II Obligasi III Bond III Dikurangi : Less: Beban emisi yang belum diamortisasi ( ) ( ) - - Unamortized bonds issuance costs Jumlah bersih Total net Dikurangi : Less: Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun Current Portion Obligasi I Bond I Obligasi II Bond II Beban emisi yang belum Unamortized bonds diamortisasi ( ) - - issuance costs Jumlah bersih Total net Bagian yang akan jatuh tempo lebih dari satu tahun Long-term portion Obligasi II Bond II Obligasi III Bond III Beban emisi yang belum diamortisasi ( ) ( ) - - Unamortized bonds issuance costs Jumlah bersih Total net Beban amortisasi yang dibebankan ke laporan laba rugi (Catatan 24) Amortization costs charged to the statements of income (Note 24) 147
168 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Pada bulan Juli 2009 SMF menerbitkan Obligasi dengan nama Obligasi Sarana Multigriya Finansial I Tahun 2009 Dengan Tingkat Bunga Tetap (SMFP 01) yang terdaftar di PT Bursa Efek Indonesia dengan Nilai Nominal sebesar Rp dan tingkat suku bunga sebesar 10,125% per tahun, dengan jangka waktu 370 hari kalender dan jatuh tempo tanggal 15 Juli Obligasi ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh kekayaan SMF baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang ada maupun yang akan ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang- Undang Hukum Perdata Indonesia, sedangkan hak pemegang obligasi adalah paripassu tanpa preferen dengan hak-hak kreditur SMF lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, dipergunakan untuk pembiayaan aset produktif dengan alokasi: - 85% untuk penyaluran pinjaman dalam bentuk refinancing program. - 15% untuk penempatan pada Efek Beragun Aset (EBA) KPR hasil sekuritisasi. Obligasi ini diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan mendapat peringkat AA(idn) berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh PT Fitch Ratings Indonesia. PT Bank Permata Tbk (pihak yang tidak terafiliasi) bertindak sebagai wali amanat atas penerbitan Obligasi ini. Sumber dana pelunasan SMFP 01 berasal dari kas dan setara kas. Pada bulan Desember 2009 SMF menerbitkan Obligasi dengan nama Obligasi Sarana Multigriya Finansial II Tahun 2009 Dengan Tingkat Bunga Tetap (SMFP 02) dengan nilai nominal Rp dan tingkat suku bunga sebesar 9,5% per tahun, dengan jangka waktu 370 hari kalender dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 Januari In July, 2009 SMF issued Bonds namely Obligasi Sarana Multigriya Finansial I Year 2009 With Fixed Interest Rate (SMFP 01) which was listed in Indonesia Stock Exchange with nominal value of Rp and interest rate of 10,125% per annum, 370 days terms and matured on July 15, This bond was not guaranteed by special collateral but with all SMF s assets both tangible and intangible, both existing and to be existed in the future pursuant to Section 1131 and Section 1132 Indonesia Civil Code, while the bonds holder rights is paripassu without preference with other SMF creditors rights according to prevail regulations. The proceed from the bond issuance (after deducting the emission cost),was used for financing of earning assets with allocation as follow: 85% for lending in the form of refinancing program. 15% for investment on Residential Mortgage Backed Securities (RMBS) of the securitization. This Bond listed on The Indonesian Stock Exchange of which rating a AA (idn) from PT Fitch Ratings Indonesia. PT Bank Permata Tbk (a non-affiliated party) acts as a trustee for this bond issuance. Source of fund for the settlement SMFP 01 from cash and cash equivalent. In December, 2009 SMF issued Bonds namely Obligasi Sarana Multigriya Finansial II Year 2009 With Fixed Interest Rate (SMFP 02) which is listed in Indonesia Stock Exchange with nominal value of Rp and interest rate of 9,5% per annum, 370 days terms and will be matured on January 3, This bond is not guaranteed by special 148
169 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Obligasi ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh kekayaan SMF baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang ada maupun yang akan ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia, sedangkan hak pemegang obligasi adalah paripassu tanpa preferen dengan hak-hak kreditur SMF lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, dipergunakan untuk pembiayaan aset produktif dengan alokasi: - 90% untuk penyaluran pinjaman dalam bentuk refinancing program. - 10% untuk penempatan pada Efek Beragun Aset (EBA) KPR hasil sekuritisasi. Obligasi ini diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan mendapat peringkat AA(idn) berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh PT Fitch Ratings Indonesia. PT Bank Permata Tbk (pihak yang tidak terafiliasi) bertindak sebagai wali amanat atas penerbitan Obligasi ini. Sumber dana pelunasan SMFP 02 berasal dari kas dan setara kas. Pada bulan Juli 2010 SMF menerbitkan Obligasi dengan nama Obligasi Sarana Multigriya Finansial III Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp Obligasi tersebut diterbitkan pada tanggal 8 Juli 2010 yang terdiri dari 2 seri yaitu: Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25% per tahun, jangka waktu 2 tahun sejak tanggal penerbitan. Obligasi ini diterbitkan dengan nilai nominal sebesar Rp Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun, berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal penerbitan. Obligasi ini diterbitkan dengan nilai nominal Rp collateral but with all SMF s assets both tangible and intangible, both existing and to be existed in the future pursuant to Section 1131 and Section 1132 Indonesia Civil Code, while the bonds holder rights is paripassu without preference with other SMF creditors rights according to prevail regulations. The proceed from the bond issuance (after deducting the emission cost), was used for financing of earning assets with allocation as follow: 90% for lending in the form of refinancing program. 10% for investment on Residential Mortgage Backed Securities (RMBS) of the securitization. This Bond listed on The Indonesian Stock Exchange of which rating a AA(idn) from PT Fitch Ratings Indonesia. PT Bank Permata Tbk (a non-affiliated party) acts as a trustee for this bond issuance. Source of fund for the settlement SMFP 02 from cash and cash equivalent. In July, 2010 SMF issued Bonds namely Obligasi Sarana Multigriya Finansial III Year 2010 With Fixed Interest Rate with nominal value of Rp The Bond was issued on July 8, 2010 which consist of 2 series: A Series : Bond with fixed interest rate 9.25% p.a, 2 years term from issuance date. Bond A Series issued with nominal value of Rp B Series : Bond with fixed interest rate 9.75% p.a, 3 years term from issuance date. Bond B Series issued with nominal value of Rp
170 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Obligasi ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh kekayaan SMF baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang ada maupun yang akan ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia, sedangkan hak pemegang obligasi adalah paripassu tanpa preferen dengan hak-hak kreditur SMF lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, dipergunakan untuk pembiayaan aset produktif dengan alokasi : 90% untuk penyaluran pinjaman dalam bentuk refinancing program. 10% untuk penempatan pada Efek Beragun Aset (EBA) KPR hasil sekuritisasi. Obligasi ini diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan mendapat peringkat AA(idn) berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh PT Fitch Ratings Indonesia. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat atas penerbitan Obligasi ini. Sumber dana pelunasan SMFP 03 berasal dari kas dan setara kas. Perjanjian perwaliamanatan memuat beberapa pembatasan terhadap SMF dan memerlukan persetujuan tertulis dari wali amanat sebelum melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Melakukan penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan atau memberikan persetujuan kepada Anak Perusahaan (jika ada) untuk melakukan penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan kecuali penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan yang dilakukan dengan atau pada perusahaan yang bidang usahanya sama dan tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan dan tidak mempengaruhi kemampuan Perseroan This bond is not guaranteed by special collateral but with all SMF s assets both tangible and intangible, both existing and to be existed in the future pursuant to Section 1131 and Section 1132 Indonesia Civil Code, while the right of bond holder is paripassu without preference with other SMF creditors rights according to prevail regulations. Obtained fund from the bond issuance, after deducting the emission fees, was used for financing of earning asset with allocation : 90% for lending in the form of refinancing program. 10% will be invested on Residential Mortgage Backed Securites (RMBS) result of securitization. This Bond listed on The Indonesian Stock Exchange of which rating a AA(idn) from PT Fitch Ratings Indonesia. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk acts as a trustee for this bond issuance. Source of fund for the settlement of SMFP 03 from cash and cash equivalent. The trustee agreements contained several constraints against SMF and required the Trustee s written approval before execution of the following: 1. To merge and acquire or approval for subsidiary (if any) to merge and acquire except to merge and acquire with a company that have similar business operation and there is not any negative impact to the Company and will not influence the capacity of Company on Bond Principal repayment and/or Bond Interest payment, except it s in line with Indonesian Government privatization program accordance with following rules: 150
171 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 dalam melakukan pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi, kecuali hal-hal tersebut dilakukan dalam program privatisasi Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan sebagai berikut: Lanjutan/Continued a. Semua syarat dan kondisi Obligasi dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan dokumen lain yang berkaitan tetap berlaku dan mengikat sepenuhnya terhadap perusahaan penerus (surviving company) dan dalam hal Perseroan bukan merupakan perusahaan penerus (surviving company) maka seluruh kewajiban berdasarkan Obligasi dan/atau Perjanjian Perwaliamanatan telah dialihkan secara sah kepada perusahaan penerus (surviving company) dan perusahaan penerus (surviving company) tersebut memiliki aktiva dan kemampuan yang memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran berdasarkan Obligasi dan Perjanjian Perwaliamanatan. b. Perusahaan penerus (surviving company) tersebut salah satu bidang usahanya adalah bergerak dalam bidang usaha utama yang sama dengan Perseroan. 2. Melakukan peminjaman hutang baru atau memberikan persetujuan kepada Anak Perusahaan (jika ada) untuk melakukan peminjaman hutang baru yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari kedudukan hutang yang timbul berdasarkan Obligasi, kecuali hutang baru tersebut untuk kegiatan usaha sehari-hari Perseroan. 3. Menjaminkan dan/atau membebani atau memberikan ijin untuk menjaminkan dan/atau membebani dengan cara apapun aktiva termasuk hak atas pendapatan Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (jika ada), baik yang ada sekarang maupun yang akan diperoleh di masa yang akan datang, kecuali jaminan yang diberikan dalam rangka kegiatan usaha sehari- a. All bonds terms and conditions in Trustee Agreement and other related documents is prevail and bind thoroughly to surviving company and in case the Company is not a surviving company then all obligation for Bonds and/or Trustee Agreement has been legally shifted to surviving company and it has sufficient assets and repayment capacity based on Bonds and Trustee Agreement. b. One of surviving company s business line must be similar to the Company s main business. 2. To obtain new loan or giving approval to subsidiary (if any) to obtain new loan that has higher level than existing bonds liability, except the loan is intended for the Company daily business activities. 3. Pledged and/or charged or approval to pledge and/or to charge its assets in any way including rights for company income and/or subsidiary (if any), both current and will be obtained in the future, except pledge that is intended for the Company and subsidiary s daily business activities. 151
172 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 hari Perseroan dan Anak Perusahaan (jika ada). Lanjutan/Continued 4. Memberi pinjaman kepada pihak manapun atau mengijinkan Anak Perusahaan (jika ada) memberikan pinjaman kepada pihak manapun, kecuali: (i) Pinjaman yang telah ada sebelum ditandatanganinya Perjanjian Perwaliamanatan; (ii) Pinjaman yang diberikan berdasarkan kegiatan usaha Perseroan yang ditentukan berdasarkan Anggaran Dasar; (iii) Pinjaman kepada pegawai termasuk Direksi dan Komisaris untuk program kesejahteraan pegawai Perseroan dengan ketentuan sesuai peraturan perusahaan Perseroan. 5. Mengubah bidang usaha utama Perseroan dan/atau memberikan ijin atau persetujuan kepada Anak Perusahaan (jika ada) untuk mengadakan perubahan bidang usaha. 6. Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan. 7. Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atau mengijinkan anak perusahaan (jika ada) mengajukan permohonan pailit atau permohonan PKPU yang diajukan oleh penebit dan atau anak perusahaan jika ada sebagai akibat adanya permohonan kepailitan pihak lain. 8. Membayar, membuat atau menyatakan pembagian deviden pada tahun buku Perseroan selama Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran Jumlah Terhutang atau Perseroan tidak melakukan pembayaran Jumlah Terhutang berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Akta Pengakuan Hutang dan/atau perjanjian lain yang dibuat berkenaan dengan Obligasi. 4. To extend loan to any party or approval to subsidiary (if any) to extend loan to any party, except: (i) Existing loan prior to signing of the Trustee Agreement. (ii) Loans in accordance with Company s business activities based on articles of association. (iii) Loans to employees including Directors and Commissioners under Company s employees welfare program in accordance to company s policy. 5. To change the Company's main business or approval for subsidiary (if any) to change its main business. 6. To reduce Company s authorized, issued and paid up capital. 7. To lodge the request bank corrupt or the postponement request of the obligation of debt payment (PKPU) or the subsidiary company (if being available) lodged the request bank corrupt or the PKPU request that put forward by company and or the subsidiary company if being as resulting from the existence of the bankruptcy request of the other side. 8. To declare or to distribute dividend for the year during the Company unable to service Bonds liability based on Trustee Agreement, Deed of acknowledgment of debt and/or other related Bonds agreements. 152
173 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 9. Mengadakan segala bentuk kerjasama, bagi hasil atau perjanjian serupa lainnya diluar kegiatan usaha penerbit sehari-hari atau mengadakan perjanjian manajemen atau perjanjian serupa lainnya yang mengakibatkan kegiatan/operasi penerbit diatur oleh pihak lain. 9. To enter into all kind of forms of cooperation, profit-sharing or similar agreement other apart from day to day activity of the company or enter into management agreement similar agreement other then one that caused the company activity being arrange by the other side. SMF telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian perwaliamanatan. SMF compiled with all the requirements mentioned in trustee agreement. 23. MODAL SAHAM 23. CAPITAL STOCK a. Modal Saham a. Capital Stock SMF dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah Republik Indonesia. SMF memiliki modal dasar sebesar Rp 4 triliun yang terdiri dari 4 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp1 juta per saham. Pada tanggal 30 September 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, modal yang ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp1 triliun yang terdiri dari 1 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp1 juta per saham. SMF is solely owned by the Government of the Republic of Indonesia. SMF has authorized capital stock of Rp4 trillion consisting of 4 million shares with par value of Rp1 million per share. As of September 30, 2010, December 31, 2009, 2008 and 2007, the issued and fully paid capital amounted Rp1 trillion, consisting of 1 million shares with par value of Rp1 million per share. b. Penggunaan Laba Bersih b. Appropriation of Net Income i. Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 24 Juni 2010, yang dinyatakan dalam akta No 45 notaris Emi Susilowati, S.H. menyetujui untuk menggunakan laba bersih tahun 2009 sebagai dana cadangan umum dan tujuan sebesar Rp , sebagai laba ditahan sebesar Rp dan sebagai alokasi kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp serta memberikan tantiem sebesar 1,5% dari laba bersih perseroan. ii. Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 18 Juni 2009, yang dinyatakan dengan akta No. 38 notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., pemegang saham menyetujui untuk menggunakan laba bersih tahun 2008 sebagai dana cadangan i. Based on minutes of the Stockholder s General Meeting held on June 24, 2010, which was notarized under deed number 45 of notary Emi Susilowati, S.H.approved the 2009 appropriation of net income as general and special reserves amounting Rp , as retained earning amounting Rp , as allocation for Corporate Social Responsibility (CSR) activity amounting Rp and distribute 1,5% of the company net income as tantiem. ii. Based on minutes of the Stockholder s General Meeting held on June 18, 2009 which was notarized under deed number 38 of Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., the stockholder approved the 2008 appropriation of net income as general and special reserves amounting Rp , as 153
174 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued umum dan tujuan sebesar Rp dan sebagai laba ditahan sebesar Rp serta memberikan bonus sebesar 1% dari laba bersih perseroan. iii. Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 26 Juni 2008, yang dinyatakan dengan akta No. 262 notaris Sutjipto, S.H.,M.Kn., pemegang saham menyetujui untuk menggunakan laba bersih tahun 2007 sebagai dana cadangan umum dan tujuan sebesar Rp dan sebagai laba ditahan sebesar Rp serta memberikan bonus sebesar 2,5% dari laba bersih perseroan. iv. Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 28 Juni 2007, yang dinyatakan dengan akta No. 118 notaris Imas Fatimah, S.H., pemegang saham menyetujui untuk menggunakan laba bersih tahun 2006 sebagai dana cadangan umum dan tujuan sebesar Rp serta memberikan bonus sebesar 2,5% dari laba bersih perseroan. retained earning amounting Rp and distribute 1% of the company net income as bonus. iii. Based on minutes of the Stockholder s General Meeting held on June 26, 2008 which was notarized under deed number 262 of Sutjipto, S.H.,M.Kn., the stockholder approved the 2007 appropriation of net income as general and special reserves amounting Rp , as retained earning amounting Rp and distribute 2,5% of the company net income as bonus. iv. Based on minutes of the Stockholder s General Meeting held on June 28, 2007 which was notarized under deed number 118 of Imas Fatimah, S.H., the stockholder approved the 2006 appropriation of net income as general and special reserves amounting Rp and distribute 2,5% of the company net income as bonus. 24. PENDAPATAN 24. REVENUES Berbasis Bunga Penempatan Dana/Investasi: Pinjaman yang 2010 (s.d September/ until September) Rp Rp Rp Rp Interest Based Placements/ Investments: Diberikan Loan Bunga Pinjaman (Catatan 2k) Interest (Note 2k) Jual Beli Tagihan KPR Bersyarat (Catatan 2e) Provisi dari Penyaluran Pinjaman (Catatan 2e) Dikurangi: Beban Bunga Obligasi ( ) ( ) - - (Catatan 2k, 22) Beban Bunga MTN ( ) (Catatan 2k, 21) Amortisasi Beban Emisi Obigasi ( ) ( ) - - (Catatan 2k, 22) Term Purchase Program (Note 2e) Provision from Lending (Note 2e) Less: Bond Interest Expenses (Note 2k, 22) MTN Interest Expenses (Note 2k, 21) Amortized Bonds Issuance Cost (Note 2k, 22) 154
175 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Residential Efek Beragun Aset (EBA) Mortgage Backed Securities (RMBS) Pendapatan Bunga EBA Interest Dikurangi: Less: Laba (rugi) belum terealisasi ( ) Unrealized Gain (Loss) (Catatan 4) (Note 4) Beban Bunga Obligasi ( ) ( ) - - Bond Interest Expenses (Catatan 2k, 22) (Note 2k, 22) Amortisasi Beban Emisi Obigasi ( ) ( ) - - (Catatan 2k, 22) Amortized Bonds Issuance Cost (Note 2k, 22) Deposito Berjangka Time deposits Sertifikat Bank Indonesia Bank Indonesia Certificates Surat Utang Negara (SUN) Ditambah: Amortissasi Diskonto SUN Governmenfct Bonds (SUN) Add: SUN Amortized Discont Obligasi Retail Indonesia (ORI) Dikurang: Amortisasi Premium ORI ( ) ( ) ( ) Government Bonds (ORI) Less: ORI Amortized Premi Berbasis Imbalan Fee Based Jasa Pendidikan dan Pelatihan Education and Training Services Koordinator Sekuritisasi Securitization Coordinator Pendukung Kredit Reserve Account Jumlah Total 25. GAJI DAN TUNJANGAN KARYAWAN 25. SALARIES AND EMPLOYEES BENEFITS 2010 (s.d September/ until September) Rp Rp Rp Rp Gaji, honorarium dan lembur Salaries, honorarium and overtime Tunjangan Karyawan Employee Benefits Penyisihan bonus (Catatan 18) Provision for bonus (Note 18) Tunjangan purna jabatan (Catatan 11b) Post occupation benefit (Note 11b) Penyisihan Imbalan Kerja Karyawan (Catatan 20) Provision for Employee Benefits (Note 20) Jumlah Total 155
176 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Gaji dan tunjangan karyawan termasuk kompensasi yang diterima Dewan Komisaris dan Direksi SMF (Catatan 1). Salaries and employees benefits include compensation received by SMF s Boards of Commissioners and Directors (Note 1). 26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 26. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES 2010 (s.d September/ until September) Rp Rp Rp Rp Sewa dan Sewa Ruang Kantor Rent and Office Space Rental Jasa Profesional Professional Fees Iklan, Informasi dan Hubungan Masyarakat Advertising, Information and Public Relation Pendidikan dan Pelatihan Penyusutan Aset Tetap (Catatan 13) Transportasi dan Akomodasi Perlengkapan Kantor dan Percetakan Training and Education Depreciation of Fixed Assets (Note 13) Transportation and Accommodation Office Equipment And Printing Asuransi Insurance Kustodian Custodian Service Pemeliharaan dan Perbaikan Repairs and Maintenance Komunikasi Communication Utilitas Utilities Administrasi Bank Bank Charges Lain-lain Others Jumlah Total 27. PENDAPATAN LAIN-LAIN BERSIH 27. OTHER INCOME NET 2010 (s.d September/ until September) Rp Rp Rp Rp Pembalikan penyisihan bonus tahun lalu (Catatan 18) Pendapatan bunga dari jasa giro Laba (Rugi) selisih Kurs ( ) ( ) Hadiah Penempatan dana Bunga pinjaman Reversal of last year bonus provision (Note18) Interest income on current account Gain (Loss) on Foreign Exchange Gift from Placement Employees loan Interest Karyawan Lainnya Others Jumlah Total 28. MANAJEMEN RISIKO 28. RISK MANAGEMENT Dalam mengantisipasi risiko-risiko yang dihadapi, Perseroan telah mengidentifikasi risiko, menganalisa dan melakukan mitigasi terhadap dampak dari risiko yang ditimbulkan baik risiko yang berada dalam kendali Persero In anticipating of risks faced, the Company has identified risk, analyzed and performed mitigation against the caused risk effects both risk under the control of the Company and risk beyond the control of the Company. 156
177 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 maupun risiko yang yang berada di luar kendali Perseroan. Lanjutan/Continued Resiko Kredit Risiko kredit merupakan risiko utama karena Perseroan bergerak dalam bidang pembiayaan sekunder perumahan, dimana Perseroan memberikan pembiayaan kepada lembaga penyalur KPR. Secara langsung, Perseroan menghadapi risiko seandainya lembaga penyalur KPR tidak mampu memenuhi kewajibannya dalam melunasi kredit sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Perseroan memperkecil risiko kredit antara lain dengan melakukan skema refinancing atas portofolio KPR yang sudah dibukukan oleh lembaga penyalur KPR, hak recourse terhadap jaminan KPR yang memburuk, kecukupan jaminan, sistem reimbursement, memiliki Hak Tanggungan dan pendaftaran fidusia atas KPR yang dijaminkan. Untuk setiap kategori aset keuangan, Perseroan harus mengungkapkan eksposur maksimum terhadap risiko kredit dan analisa konsentrasi risiko kredit. Eksposur maksimum terhadap risiko kredit Eksposur Perseroan terhadap risiko kredit terutama berasal dari pinjaman yang diberikan, dimana eksposur maksimum terhadap risiko kredit sama dengan nilai tercatat. Tabel berikut menggambarkan jumlah risiko kredit dan konsentrasi risiko atas pinjaman yang diberikan yang dimiliki Perseroan: Pemerintah Bank Non Bank Credit Risk Credit risk is a major risk because the Company is engaged in secondary mortgage financing activity to mortgage lenders, in which the Company offers credit financing. Directly, the Company faces risks when mortgage lenders are not able to fulfill their obligations in paying off loans already agreed upon in the contract. The company reduces credit risk by constructing refinancing scheme based on originated mortgage portfolio by mortgage lenders, recourse right on deterioted collateral, sufficient collateral coverage ratio, reimbursement mechanism, lien and registered assignment of collateral. For each financial asset category, the Company should disclose maximum exposure to credit risk and concentration of credit risk analysis. Maximum exposure to credit risk The Company s exposure to credit risk mainly comes from financing receivables, of which maximum exposure to credit risk equals to the carrying amount. The following table sets out the total credit risk and risk concentration of financing receivables of the Company: Government Bank Non Bank
178 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Risiko Tingkat Bunga Perseroan memperkecil risiko tingkat bunga dengan melakukan pengelolaan asset liability management secara efektif. Sumber dana penyaluran pinjaman kepada penyalur KPR adalah dana dari pasar modal. Oleh karenanya tingkat bunga pendanaan sangat penting untuk menjaga marjin antara tingkat bunga pendanaan dengan tingkat bunga penyaluran. Untuk mengurangi risiko dari negative margin, maka Perseroan melakukan pendanaan dengan jangka waktu yang memberikan tingkat bunga terbaik untuk penyaluran. Penyesuaian tingkat bunga kredit dilaksanakan sesuai kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian pinjaman Tabel berikut mengambarkan rincian aset dan kewajiban keuangan perseroan yang dikelompokkan menurut tanggal repricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual untuk melihat dampak perubahan tingkat suku bunga: Tingkat Bunga Mengambang Floating Rate Interest Rate Risk The company reduces interest rate risk by effectively managing asset liability. Source of fund for loan disbursement to mortgage lender is fund raised from capital market. Thus, it is important to maintain margin between interest rate of raised fund and disbursed loan. Mitigating the risk of negative margin, the Company manages fund raising to fit interest rate for loan disbursement according to fund maturity. Interest rate adjustment is based on contractual agreement. The following table summarizes the Company s financial assets and liabilities at carrying amounts, categorized by the earlier of contractual repricing or maturity dates to see the impact of changes in interest rates: Tingkat Bunga Tetap Fixed Rate (dalam juta rupiah) < 3 bulan / < 3 mounth 3-24 bulan 3-24 months 1-3 bulan/ 1-3 months >3-12 bulan/ >3-12 months 1-2 tahun/ 1-2 years 2-3 tahun/ 2-3 years >3 tahun/ >3 years Jumlah / Total Aset Keuangan / Financial Asset : Kas dan Setara Kas / Cash and Cash Equivalents Investasi Jangka Pendek / Short Term Investment Piutang Usaha / Receivables Berbasis Bunga / Interest Based Berbasis Imbalan / Fee Based Piutang Hubungan Istimewa / Due From Related Parties Pinjaman Yang Diberikan / Loans Sinking Funds / Sinking Fund Investasi Jangka
179 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Panjang Bersih / Long Term - Investment - Net Aset Lain-Lain pendukung kredit dan dana transisi penyedia dana / Other Assets Reserve Account and Servicer Transition Fund Kewajiban Keuangan / Financial Liability: Biaya yang masih harus dibayar / Accrued Expenses Surat Hutang Jangka Menengah / Medium Term Notes Hutang Obligasi / Bonds Payable Risiko Likuiditas Risiko likuiditas merupakan risiko, yang mana Perseroan tidak memiliki sumber keuangan yang mencukupi untuk memenuhi kewajibannya yang telah jatuh tempo. Perseroan mengurangi risiko likuiditas antara lain melalui pengelolaan arus kas dan menetapkan jumlah minimal likuiditas yang dijaga di dalam neraca sehingga dapat memenuhi setiap kewajiban yang jatuh tempo. Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan kewajiban keuangan Perseroan pada tanggal 30 September ( ) ( ) Tidak memiliki tanggal jatuh tempo / No contractual maturity < 1 bulan / < 1 mounth 1-3 bulan/ 1-3 months Liquidity Risk Liquidity risk is the risk, whereby the Company does not have sufficient financial resources to discharge its matured liabilities. The company reduces liquidity risk by managing cash flow and manages minimum level of liquidity in balance sheet in order to fulfill its each due obligation. The following table summarizes the maturity gap profile of the Company s assets and financial liabilities as at 30 September (dalam juta rupiah) >3-12 bulan/ >3-12 months 1-2 tahun/ 1-2 years 2-3 tahun/ 2-3 years >3 tahun/ >3 years Jumlah / Total Aset Keuangan / Financial Asset : Kas dan Setara Kas / Cash and Cash Equivalents Investasi Jangka Pendek / Short Term Investment Piutang Usaha / Receivables Berbasis Bunga / Interest Based Berbasis Imbalan / Fee Based
180 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Piutang Lain-Lain / Other Receivables Piutang Hubungan Istimewa / Due From Related Parties Pinjaman Yang Diberikan / Loans Sinking Funds / Sinking Fund Investasi Jangka Panjang Bersih / Long Term Investment - Net Aset Lain-Lain pendukung kredit dan dana transisi penyedia dana / Other Assets Reserve Account and Servicer Transition Fund Kewajiban Keuangan / Financial Liability: Hutang Lain-lain / Others Payable Biaya yang masih harus dibayar / Accrued Expenses Surat Hutang Jangka Menengah / Medium Term Notes Hutang Obligasi / Bonds Payable ( ) ( ) INFORMASI SEGMEN 29. SEGMENTS INFORMATION Perseroan tidak menyajikan informasi segmen berdasarkan segmen usaha karena kegiatan usaha perusahaan terfokus pada satu kegiatan usaha pembiayaan dalam bentuk fasilitas pembiayaan sekunder perumahan pada bank dan lembaga keuangan yang memberikan kredit pemilikan rumah. The company s does not provide segment Information based on business segments because the company s business activity is only focusing in financing activities which is secondary mortgage financing facilities to banks and financial institutions that grant home ownership loans KOMITMEN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN a. SMF memberikan pinjaman kepada PT Bank Tabungan Negara Syariah berdasarkan Akad Pembiayaan Mudharabah No.045/AKAD/SMF- BTN/XI/2009 tanggal 5 Nopember Fasilitas Pembiayaan Mudharabah tersebut sebesar Rp 200 milyar yang digunakan sebagai 30. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND AGREEMENTS a. SMF provides loan to PT Bank Tabungan Negara Syariah based on Akad Mudharabah number 045/AKAD/SMF-BTN/XI/2009 dated November 5, Mudharabah facility amounted Rp 200 billion which used as special working capital to finance home 160
181 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued modal kerja Mudharib khusus untuk Pembiayaan Kepemilikan Rumah ib ("KPS BTN ib"). Jangka waktu 5 tahun sejak tanggal pencairan dana yaitu 13 Nopember 2009 sampai dengan 13 Nopember b. SMF memberikan pinjaman kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) (BTN) berdasarkan Surat Perjanjian No. 014/PP/SMF-BTN/VI/2008 tanggal 4 Juni 2008 dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp500 miliar yang digunakan untuk refinancing atas kredit pemilikan rumah yang telah disalurkan. Jangka waktu pinjaman adalah selama 5 (lima) tahun yang jatuh tempo pada tanggal 4 Juni c. SMF memberikan pinjaman kepada PT Bank DKI (Bank DKI) berdasarkan Surat Perjanjian No.024/PP/SMF-DKI/IX/2008 tanggal 24 September 2008 dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp100 miliar yang digunakan untuk refinancing atas kredit pemilikan rumah yang telah disalurkan. Jangka waktu pinjaman adalah selama 10 (sepuluh) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 24 September d. SMF memberikan pinjaman kepada PT Finansia Multi Finance (FMF) berdasarkan Surat Perjanjian No.021/PP/SMF-FMF/VII/ 2008 tanggal 25 Juli 2008 sebesar Rp25 miliar yang digunakan untuk refinancing atas kredit pemilikan rumah yang telah disalurkan. Jangka waktu pinjaman 10 (sepuluh) tahun sampai dengan tanggal 25 Juli e. SMF memberikan pinjaman kepada PT Ciptadana Multifinance (CMF) berdasarkan Surat Perjanjian No.020/PP/SMF-CMF/VII/ 2008 tanggal 18 Juli 2008 dengan fasilitas sebesar Rp10 miliar yang digunakan ownership with syariah system ( KPS BTN ib). The term of the loan is 5 years from disbursement date of funds November 13, 2009 to November 13, b. SMF provides loan to PT Bank Tabungan Negara (Persero) (BTN) based on Agreement Letter number 014/PP/SMF-BTN/VI/2008 dated June 4, 2008 for loan facility amounted Rp500 billion which used for refinancing of outstanding mortgage loans. The terms of the loan is 5 (five) years, and will be due on June 4, c. SMF provides loan to PT Bank DKI (Bank DKI) based on Agreement Letter number 024/PP/SMF- DKI/IX/2008 dated September 24, 2008 for loan facility amounted Rp100 billion which used for refinancing of outstanding mortgage loans. The term of the loan is 10 (ten) years and will be due on September 24, d. SMF provides loan to PT Finansia Multi Finance (FMF) based on Agreement Letter number 021/PP/SMF-FMF/VII/2008 dated July 25, 2008 amounted Rp25 billion which used for refinancing of outstanding mortgage loans. The term of the loan is 10 (ten) years to July 25, e. SMF provides loan to PT Ciptadana Multifinance (CMF) based on Agreement Letter number 020/PP/SMF-CMF/VII/2008 dated July 18, 2008 for loan facility amounted Rp10 which used for 161
182 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued untuk refinancing atas kredit pemilikan rumah yang telah disalurkan. Jangka waktu pinjaman adalah selama 8 (delapan) tahun sampai dengan tanggal 18 Juli f. SMF memberikan pinjaman kepada PT Bhakti Finance (BIFIN) berdasarkan Surat Perjanjian No.010/PP/SMF-BIFIN/IV/2008 pada tanggal 10 April 2008 dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp25 miliar yang digunakan untuk refinancing atas kredit pemilikan rumah yang telah disalurkan. Jangka waktu pinjaman adalah selama 8 (delapan) tahun sampai dengan tanggal 10 April g. SMF menandatangani perjanjian No.011/PP/SMF-FIAL/III/2010 tanggal 1 Maret 2010 dengan PT First Indo American Leasing. Berdasarkan perjanjian tersebut SMF setuju memberikan pinjaman sebesar Rp10 miliar untuk refinancing atas KPR yang telah disalurkan. Jangka waktu masa pinjaman adalah selama 8 tahun yang jatuh tempo pada tanggal 1 Maret h. SMF telah menandatangani perjanjian dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Sebagai berikut: - Ketentuan Umum Jual Beli tagihan KPR bersyarat, - Perjanjian Induk Jual Beli tagihan KPR bersyarat No. 022/PIJB/SMF- BTN/VI/2010 tanggal 23 Juni 2010, dan - Akte Jual Beli No. 47 tanggal 23 Juni 2010 yang dibuat dan ditandatangani dihadapan B.R.AY. Mahyastuti, SH., Notaris di Jakarta sebesar Rp dengan jangka waktu 3 tahun. refinancing of outstanding mortgage loans. The term of the loan is 8 (eight) years to July 18, f. SMF provides loan to PT Bhakti Finance (BIFIN) based on Agreement Letter number 010/PP/SMF-BIFIN/IV/2008 dated April 10, 2008 for loan facility amounted Rp25 billion which used for refinancing of outstanding mortgage loans. The term of the loan is 8 (eight) years to April 10, g. SMF sign agreement Letter number 011/PP/SMF-FIAL/III/2010 dated March 1, 2010 with PT First Indo American Leasing. Based on that agreement SMF agreed to provides loan facility amounted Rp10 billion which used for refinancing of outstanding mortgage loans. The term of the loan is 8 years and will be due on March 1, h. SMF signed agreement with PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. As follows: - General Provisions of Term Purchase Program, - Term Purchase Program Main Agreement, number 022/PIJB/SMF-BTN/VI/2010 dated 23 June 2010, and - Deed of sale and purchase number 47 dated 23 June 2010 by public notary B.R.AY. Mahyastuti, SH., Jakarta amounted Rp with 3 years of period term. 162
183 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued i. SMF menandatangani perjanjian pendukung kredit No.001/ PPK/SMF-KIK-DSMF-I/I/2009 tanggal 7 Januari 2009 dengan PT Danareksa Investment Management dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Berdasarkan perjanjian tersebut, SMF bertindak sebagai pendukung kredit dalam transaksi penerbitan efek beragun aset (EBA). SMF setuju menyediakan dana tidak kurang dari jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan pada tanggal penutupan yang ditetapkan sebesar Rp ke dalam rekening cadangan. Selanjutnya, KIK-DSMF-I wajib membayar imbalan jasa kepada SMF sesuai dengan urutan prioritas pembayaran pada setiap tanggal pembayaran sebesar 0,03% per tahun dari jumlah pokok terhutang. j. SMF menandatangani perjanjian pendukung kredit No.037/PPK/ SMF-KIK-DSMF-II/IX/2009 tanggal 14 September 2009 dengan PT Danareksa Investment Management dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Berdasarkan perjanjian tersebut, SMF bertindak sebagai pendukung kredit dalam transaksi penerbitan efek beragun aset (EBA). SMF setuju menyediakan dana tidak kurang dari jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan pada tanggal penutupan yang ditetapkan sebesar Rp ke dalam rekening cadangan. Selanjutnya, KIK-DSMF-II wajib membayar imbalan jasa kepada SMF sesuai dengan urutan prioritas pembayaran pada setiap tanggal pembayaran sebesar 0,03% per tahun dari jumlah pokok terhutang. k. SMF menandatangani perjanjian program penempatan dana dalam rangka penyaluran pembiayaan pemilikan rumah (PPR) No. 040/PKS- BPR-SRAGEN/IX/2009 tanggal i. SMF signed a Credit Enhancer Agreement number 001/PPK/SMF- KIK-DSMF-I/I/2009 dated January 7, 2009 with PT Danareksa Investment Management and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. According to the agreement, SMF is acting as credit enhancer for the issuance of residential mortgagebacked securities (RMBS) transaction. SMF agreed to provide and transfer fund not less then maximum threshold amount to reserve account at closing date which was amounted Rp Furthermore, KIK- DSMF-I obliges to pay SMF quarterly for the service rendered based on payment priority on every payment date with annual interest rate 0,03% of principal outstanding. j. SMF signed a Credit Enhancer Agreement number 037/PPK/SMF- KIK-DSMF-II/IX/2009 dated September 14, 2009 with PT Danareksa Investment Management and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. According to the agreement, SMF is acting as credit enhancer for the issuance of residential mortgage-backed securities (RMBS) transaction. SMF agreed to provide and transfer fund not less then maximum threshold amount to reserve account at closing date which was amounted Rp Furthermore, KIK-DSMF-II obliges to pay SMF quarterly for the service rendered based on payment priority on every payment date with annual interest rate 0,03% of principal outstanding. k. SMF signed fund placement program agreement for housing finance number 040/PKS-BPR- SRAGEN/IX/2009 dated September 30, 2009 with PT Bank 163
184 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 30 September 2009 dengan PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Sukowati Sragen. Berdasarkan perjanjian tersebut SMF setuju dan sepakat untuk mengadakan kerjasama program penempatan dana dalam bentuk pembiayaan deposito berjangka Mudharabah Muqayyadah dengan tujuan untuk membiayai dan/atau memproduksi KPR ib Rsh bersubsidi di kabupaten Sragen. Perjanjian berlaku selama 6 bulan terhitung sejak tanggal perjanjian kerjasama. Perjanjian ini telah diperpanjang selama 6 bulan sesuai surat tanggapan permintaan penambahan dan perpanjangan deposito No.S-281/DIR/SMF/IV/ 2010 tanggal 7 April l. SMF menandatangai perjanjian penggunaan jasa No.038/PPJ/SMF- LMFEUI/IX/2009 tanggal 14 September 2009 dengan Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dengan nilai kontrak sebesar Rp dan jangka waktu 3 bulan. Berdasarkan perjanjian tersebut Lembaga Management FEUI bersedia dan setuju bertindak sebagai penyedia jasa penyusunan studi untuk menyusun dan mensosialisasikan naskah akademik tentang institusi sejenis dengan SMF di negara lain. Perjanjian tersebut telah diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Juli 2010 berdasarkan Addendum II Perjanjian Penggunaan Jasa No.017/ADDII.PPJ/SMF-LMFEUI/V/ 2010 tanggal 20 Mei m. SMF menandatangani perjanjian penggunaan jasa No.047/PPJ/SMF- GFG/XI/2009 tanggal 23 November 2009 dengan Guidance Financial Group, LLC dengan nilai kontrak sebesar $157, dan jangka waktu 13 bulan. Berdasarkan perjanjian tersebut Guidance Financial Group, LLC bersedia menyediakan jasa konsultasi dalam rangka pengembangan standar Pembiayaan Rakyat Syariah Sukowati Sragen. Based on the agreement SMF agreed to coorporate in fund placement program in the form of time deposits Mudharabah Muqayyadah with the purpose for financing and/or producing subsidized KPR ib Rsh in Sragen district. The agreement valid for 6 months since agreement date. This agreement extended for 6 months based on request letter of time deposit re-extension number S- 281/DIR/SMF/IV/2010 dated April 7, l. SMF signed service agreement number 038/PPJ/SMF- LMFEUI/IX/2009 dated September 14, 2009 with Faculty of Economy University of Indonesia (FEUI) Management Institute with a contract value of Rp for 3 months. Based on the mentioned agreement, FEUI Management Institute is willing and agree to act as a service provider to provide and socialized academic script regarding similar institution as SMF in other countries. This agreement extended to July 31, 2010, based on service agreement number 017/ADDII.PPJ/SMF-MFEUI/V/2010 dated May 20, m. SMF signed service agreement number 047/PPJ/SMF-GFG/XI/2009 dated November 23, 2009 with Guidance Financial Group, LLC with a contract value of $157, for 13 months. Based on the mentioned agreement, Guidance Financial Group, LLC is willing to provide consultancy services for developing of the Syariah Housing Finance standardization documents and 164
185 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued dokumen KPR Syariah dan mekanisme pasar pembiayaan sekunder perumahan berbasis syariah. n. SMF menandatangani perjanjian kerjasama No. 83/PKS/DIR/2010 dan No. 042/PKS/SMF-BTN/X/2010 tanggal 7 Oktober 2010 dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk tentang sekuritisasi atas aset KPR PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. Berdasarkan perjanjian tersebut SMF bersedia untuk memberikan jasanya untuk melaksanakan transaksi sekuritisasi KPR BTN yang ke-3 Tahun 2010 dan berperan sebagai penata transaksi sekuritisasi, pendukung kredit, pemodal dan penerima mandat untuk pelaksanaan due diligence transaksi sekuritas termasuk menunjuk notaries dan auditor independent. 31. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA a. Pada Oktober 2010 SMF telah mengasuransikan aset tetap untuk menutup kemungkinan kerugian terhadap kebakaran, pencurian dan gempa bumi kepada PT Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) - Jasindo Takaful dengan nilai pertanggungan masing sebesar Rp b. Pada tanggal 10 Desember 2010 SMF menjual Obligasi Ritel Indonesia (ORI) Seri ORI004 Tahun 2008 sebesar Rp c. Pada tanggal 14 Desember 2010 SMF menjual Obligasi Ritel Indonesia (ORI) Seri ORI004 Tahun 2008 sebesar Rp d. Pada tanggal 23 Desember 2010 Perseroan telah mencairkan pembiayaan Mudharabah Muqayadah kepada PT.Bank Tabungan Negara (Persero) Unit Usaha Syariah sebesar secondary housing finance mechanism under Syariah based. n. SMF signed agreement number 83/PKS/DIR/2010 and number 042/PKS/SMF-BTN/X/2010 dated October 7, 2010 with PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk about asset mortgage securitization. According to the agreement, SMF agreed to serve the third BTN mortgage securitization transaction year 2010 and acting as mortgage securitization arranger, credit enhancer, stand-by buyer and mandatory for due diligence securitization transaction include apoint notary and independent auditor. 31. SUBSEQUENT EVENTS a. On October 2010 SMF has insured its fixed assets from the risk of fire, theft and earthquake with PT Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia and PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) - Jasindo Takaful for sum insured of Rp b. On December 10, 2010, SMF sold the Retail Government Bond (ORI) is ORI004 year 2008 amounted Rp c. On December 14, 2010, SMF sold the Retail Government Bond (ORI) is ORI004 year 2008 amounted Rp d. On December 23, 2010 the company disbursed Mudharabah fund to PT Bank Tabungan Negara (Persero) Syariah Unit of Rp based on the agreement Number 165
186 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Rp (dua ratus miliar Rupiah) berdasarkan perjanjian No.054/AKAD/SMF-BTN/XII/2010 tanggal 16 Desember e. Perseroan bertindak sebagai standby buyer dan pendukung kredit atas penerbitan EBA DBTN01 pada tanggal 27 Desember Dana yang dialokasikan untuk standby buyer sebesar Rp (dua ratus tiga puluh enam miliar lima ratus juta Rupiah) dan dana cadangan sebagai pendukung kredit sebesar Rp ,- (enam belas miliar tujuh ratus delapan puluh delapan juta sembilan ratus enam ribu dua ratus lima puluh rupiah) berdasarkan perjanjian KIK EBA No.118 tanggal 15 November 2010 yang telah diubah dengan Akta Perubahan KIK EBA No.143 tangal 15 Desember 2010, yang keduanya dibuat dihadapan Aulia Taufani, Sarjana Hukum, pengganti Sutjipto, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta. f. Pada tanggal 30 Desember 2010 Perseroan menerbitkan Medium Term Notes II (MTN II) sebesar Rp (dua ratus miliar Rupiah), dengan tingkat bunga sebesar 8,50% per tahun, dan jatuh tempo pada tanggal 30 Desember g. Penjualan EBA DSMF II kepada PT. Mandiri Manajemen Investasi sebesar Rp (seratus miliar Rupiah) pada tanggal 30 Desember h. Obligasi SMFP02 sebesar Rp ,- yang jatuh tempo pada tanggal 3 Januari 2011 telah dilunasi pada tanggal 30 Desember 2010 sesuai dengan surat PT KSEI No.KSEI-23112/JKS/2010 tanggal 30 Desember i. Pada tanggal 30 Desember 2010 SMF telah menyerahkan dana pembayaran pokok dan bunga Obligasi II sebesar 054/AKAD/SMF-BTN/XII/2010 dated December 16, e. The company is act as a stand by buyer and reserve account of the issuance of EBA DBTN 01 on December 27, The allocated fund of Rp and reserve fund as a reserve account of Rp ,- based on the aggrement of KIK EBA Number 118 dated November 15, 2010 that had been changed to the act of KIK EBA Number 143 dated December 15, 2010, both of the acts is made by Aulia Taufani, the bachelor of Law, the substitute of Sutjipto, the bachelor of Law, Notary Public in Jakarta. f. On December 30, 2010 the company issued Medium Term Notes II (MTN II) Rp , with interest rate of 8.5% p.a, and matured on December 30, g. The sale of EBA DSMF II to PT Mandiri Management Investment of Rp on December 30, h. Obligasi SMFP02 Rp ,- that matured on January 3, 2011 had been paid on December 30, 2010 based on the letter of PT KSEI No.KSEI /JKS/2010 on December 30, i. On December 30, 2010 SMF paid the principle and interest fund of Obligasi II Rp that matured on 166
187 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Rp yang jatuh tempo tanggal 3 Januari 2011 kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku agen pembayaran. January 3, 2011 to PT Indonesian Central Securities Custodian as a payment agent. 32. REKLASIFIKASI AKUN 32. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS Beberapa akun dalam laporan keuangan tahun 2009, 2008 dan 2007 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan periode 30 September 2010 dan 31 Desember Rincian akun tersebut adalah sebagai berikut : Several accounts in financial statements for 2009, 2008 and 2007 have been reclassified to conform with presentation period as of September 30, 2010 and December 31, 2009 financial statements. Details of these accounts are as follows : Sebelum Reklasifikasi/ Before Reclassification Investasi Jangka Pendek / Short Term Investment Bunga Masih Akan Diterima / Interest Receivables Pinjaman yang diberikan / Loan Bagian pinjaman yang diberikan yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun / Current Portion of Loan Piutang Lain-lain Pihak Ketiga / Other Receivables Third Parties Piutang Lain-lain / Other Receivables Hutang Lain-lain / Other Payables Biaya Yang Masih harus Dibayar / Accrued Expenses Setelah Reklasifikasi/ After Reclassification Investasi Jangka Pendek / Short Term Investment Piutang Usaha - Berbasis Bunga / Account Receivables Interest Based Piutang Usaha Berbasis Imbalan/ Account Receivables - Fee Based Bagian pinjaman yang diberikan yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun / Current Portion of Loan Pinjaman yang diberikan setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun / Loan - net of current portion Piutang lain-lain / Other Receivables Hutang Lain-lain / Other Payables Biaya Yang Masih harus Dibayar / Accrued Expenses PENERAPAN AWAL PSAK NO. 50 (REVISI 2006) DAN PSAK NO. 55 (REVISI 2006) Laporan keuangan pada tanggal dan periode sembilan bulan berakhir 30 September 2010 adalah laporan keuangan Perseroan yang telah disesuaikan dengan 33. FIRST ADOPTION OF PSAK NO. 50 (2006 REVISION) AND PSAK NO. 55 (2006 REVISION) The financial statements as of and ninemonth period ended 30 September 2010 are the Company s financial statement prepared in accordance with SFAS No
188 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006). Atas penerapan standar baru tersebut, Perseroan telah mengidentifikasi penyesuaian transisi berikut sesuai dengan Buletin Teknis No. 4 mengenai ketentuan transisi untuk penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Tidak terdapat dampak transisi atas penerapan PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) terhadap saldo awal neraca Perseroan pada tanggal 1 Januari 2010 dikarenakan tidak terdapat penurunan nilai atas aset keuangan perusahaan. 34. NILAI WAJAR ASET KEUANGAN DAN KEWAJIBAN KEUANGAN Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrument keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan keuangan atau likuidasi yang dipaksakan. Niali wajar diperoleh dari kuotasi harga atau model aruskas diskonto. Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset dan kewajiban keuangan perusahaan pada tanggal 30 September (2006 Revision) and SFAS No. 55 (2006 Revision). In adopting the above new standards, the Company has identified the following transitional adjustments in accordance with the Technical Bulletin No. 4 concerning the transitional provisions for the first adoption of SFAS No. 50 (2006 Revision) and SFAS No. 55 (2006 Revision) as issued by Indonesian Institute of Accountants. There is no effect of the transition to SFAS No. 50 (2006 Revision) and SFAS No. 55 (2006 Revision) to the Company s opening balance sheet as of 1 January 2010 because no impairment of company financial assets. 34. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSET AND FINANCIAL LIABILITY Fair value is the value at exchanged price which financial instrument market wish to make fair transaction and not a sale value due to financial difficulties or proced liquidation. The fair value is obtain non quoted price or disconted cash flow model. Carrying value and estimated fair value of financial assets and liabilities dated September 30, 2010, as follow: Nilai Tercatat / Carrying Value Nilai Wajar / Fair Value Rp Rp Aset Keuangan: Financial Asset: Kas dan Setara Kas Cash and Cash Equivalents Investasi Jangka Pendek Short Term Investments Piutang Usaha Account Receivables Berbasis Bunga Interest Based Berbasis Imbalan - - Fee Based Piutang Lain-Lain - - Other Receivables Piutang Hubungan Istimewa Due From Related Parties Pinjaman Yang Diberikan Loans Sinking Funds Sinking Funds Investasi Jangka Panjang Bersih Long-term Investments net Aset Lain-Lain Other Assets
189 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Kewajiban: Liability: Hutang Lain-lain Other Payables Biaya yang masih harus Dibayar Accrued Expenses Surat Hutang Jangka Medium Term Notes Menengah Hutang Obligasi Bonds Payable Metode penentuan nilai wajar yang digunakan adalah sebagai berikut: Nilai wajar kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha berbasis bunga, piutang usaha berbasis imbalan dan sinking fund mendekati nilai tercatat karena jatuhtempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut. Piutang hubungan istimewa dinilai mengunkan diskonto aruskas berdasarkan tingkat suku bunga pasar pada tanggal 30 September Nilai wajar pinjaman yang diberikan, Investasi jangka panjang-sun dinilai berdasarkan biaya perolehan yang diamortisasi mengunakan suku bunga efektif. Nilai wajar surat hutang jangka menengah, hutang obligasi dinilai berdasarkan biaya perolehan yang diamortisasi mengunakan suku bunga efektif. The Fair value method is as follows : Fair value of cash and cash equivalents, Short term investment, Account receivables Interest based, Account receivables fee Based and sinking fund near to carrys value because of the short maturity of those financial instrument. Due from related parties be measured by discounted cashflow based on Market interest rate dated 30 September Fair value of loans, long term investment SUN be measured at amortized cost using effective interest rate. Fair value of medium term notes, Bonds payable, be measured at amortized cost using effective interest rate. 35. KONDISI EKONOMI 35. ECONOMIC CONDITION Kegiatan SMF dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di Indonesia di masa datang yang dapat berdampak pada ketidakstabilan nilai mata uang dan tingkat bunga, begitu juga dengan penurunan harga saham yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang menurun. Perbaikan dan pemulihan ekonomi tergantung pada beberapa faktor seperti kebijakan fiskal dan moneter yang diambil oleh Pemerintah dan faktor lainnya yang merupakan suatu tindakan yang berada di luar kontrol SMF. Laporan keuangan ini mencakup dampak kondisi ekonomi sepanjang hal tersebut dapat ditentukan dan diperkirakan. SMF activities are affected in the future by the economic condition in Indonesia that could lead to unstable value of currency and interest rate, decreased of stock price that also could worsen the decrease of economic growth. Economic improvement and recovery depends on several factors such as monetary and fiscal policies by the government and other factors, which are beyond control of SMF. This financial report, encompass the effect of economic condition as long as it can be determined and estimated. 169
190 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued 36. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN Sehubungan dengan rencana SMF untuk penawaran umum obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011, laporan keuangan untuk periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dengan angka pembanding tahuntahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, telah diterbitkan kembali. Penerbitan kembali laporan keuangan terkait dengan hal-hal dalam catatan atas laporan keuangan sebagai berikut : 1. Laporan Keuangan a. Neraca b. Laba rugi c. Ekuitas d. Arus Kas 2. Informasi Umum a. Catatan 1b. Penawaran Umum Obligasi. b. Catatan 1c. Penerbitan Surat hutang Jangka Menengah. c. Catatan 1d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite audit dan Karyawan. 3. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Penting a. Catatan 2a. Dasar penyusunan laporan keuangan. b. Catatan 2d. Kas dan Setara Kas. c. Catatan 2e. Pinjaman yang Diberikan. d. Catatan 2f. Investasi e. Catatan 2j. Surat Hutang f. Catatan 2k. Pendapatan dan Beban g. Catatan 2l. Instrumen Keuangan 4. Catatan atas Laporan Keuangan a. Catatan 4. Investasi Jangka Pendek b. Catatan 5a Piutang Berbasis Bunga c. Catatan 9. Piutang Hubungan Istimewa d. Catatan 10. Pinjaman Yang Diberikan e. Catatan 11a. Sinking Fund Resiko Jabatan f. Catatan 12. Investasi Jangka Panjang Bersih g. Catatan 13. Aset Tetap 36. REISSUED OF THE FINANCIAL STATEMENTS In relation with SMF s plan to conduct bond public offering of Sarana Multigriya Finansial IV year 2011, the financial statements for 9 months period ended September 30, 2010 with comparative figures for the years ended December 31, 2009, 2008 and 2007, was reissued. The reissuance of financial statements related to the following notes : 1. Financial Statements a. Balance Sheet b. Income Statement c. Equity d. Cash Flow 2. General Information a. Note 1b Public offering of Bonds b. Notes 1c Medium Term Notes Issuance c. Note 1d Board of Commissioners, Board of Directors, Audit Committee and Employees 3. Summary of Significant Accounting Policies. a. Note 2a The basisi of preparation of the financial statements. b. Note 2d Cash and Cash equivalent c. Note 2e Loans. d. Note 2f Investments e. Note 2j Notes Payable f. Note 2k Revenues and expenses g. Note 2l Financial Instruments 4. Notes to Financial Statements a. Note 4.Short-Term Investment b. Note 5a Account Receivable Interest Based c. Note 9 Due from Related Parties d. Note 10 Loans e. Note 11a Sinking fund for Occupation Risk f. Note 12 Long-Term Investments Net g. Note 13 Fixed Assets 170
191 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued h. Catatan 15. Hutang Lain-lain i. Catatan 16. Biaya Yang Masih Harus Dibayar. j. Catatan 17 Perpajakan. k. Catatan 18 Penyisihan Bonus. l. Catatan 19 Pendapatan Diterima Dimuka m. Catatan 21 Surat Hutang Jagka menengah. n. Catatan 22 Hutang Obligasi o. Catatan 24 Pendapatan. p. Catatan 25 Gaji dan Tunjangan Karyawan. q. Catatan 26 Beban Umum dan Administrasi. r. Catatan 28 Manajemen Risiko s. Catatan 29 Informasi Segmen t. Catatan 31 Peristiwa Setelah Tanggal Neraca. u. Catatan 33 Penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No.55 (Revisi 2006) v. Catatan 34 Nilai Wajar Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan. w. Catatan 36 Penerbitan Kembali Laporan Keuangan. x. Catatan 37 Penyelesaian atas Laporan Keuangan. h. Note 15 Other Payable i. Note 16 Accrued Expenses j. Note 17 Taxation k. Note 18 Provision for Bonus l. Note 19 Unearned Income m. Note 21 Medium Term Notes n. Note 22 Bonds Payable o. Note 24 Revenues p. Note 25 Salaries and Employees Benefits q. Note 26 General and Administrative Expenses r. Note 28 Risk Management s. Note 29 Segments Information t. Note 31 Subsequent Events u. Note 33 First Adoption of PSAK No. 50 (2006 Revision) and PSAK No. 55 (2006 Revision) v. Note 34 Fair Value of Financial Asset and Financial Liability w. Note 36 Reissued of The Financial Statements x. Note 37 Completion of The Financial Statements Perbandingan Laporan Keuangan untuk periode 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2010 sebelum dan sesudah penyesuaian dalam rangka Penawaran umum obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 adalah sebagai berikut: Sebelum Penyesuaian / Before adjustment Comparation of financial statement for the period of 9 months ended September 30, 2010 before and after adjustment in relation the plan to conduct bond public offering of Sarana Multigriya Finansial IV year 2011 as follows: Setelah Penyesuaian / After Adjustment Perubahan / Changing - Neraca / Balance Sheets Investasi jangka Pendek / Short Term Investments Piutang Usaha Berbasis Bunga / Account Receivables - Interest Based Pinjaman yang Diberikan Setelah Dikurangi Bagian yang Akan Jatuh Tempo Dalam Waktu Satu Tahun / Loan - Current Portion Investasi Jangka Panjang Bersih / Long-Term Investments net ( ) Aset Tetap / Fixed Assets Aset Pajak tangguhan bersih / Deferred Tax Assets net Jumlah Aset / Total Assets Surat Hutang Jangka Menengah Bagian Lancer / Medium Term Notes Current Portions Hutang obligasi Bagian Lancar / Bonds Payable - Current Portions Hutang Lain-lain Pihak ketiga / Other Payables - Third Parties
192 PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) Catatan Atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode 9 Bulan yang Berakhir 30 September 2010 for 9 Months Period Ended September 30, 2010 dan Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember and the Years Ended December 31, 2009, 2008 dan , 2008 and 2007 Lanjutan/Continued Biaya yang Masih Harus Dibayar / Accrued Expenses ( ) Penyisihan Bonus / Provision for Bonus Pendapatan Diterima Dimuka / Unearned Income ( ) Surat Hutang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian Lancar / Medium Term Notes Net of Current Portions Hutang Obligasi Setelah Dikurangi Bagian Lancar / Bonds Payable Net of Current Portions Jumlah Kewajiban / Total Liabilities ( ) Laba Belum Terealisasi Efek Tersedia Untuk Dijual / Unrealized Gain of Availabe for Sale Securities Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya / Retained Earnings Unappropriated Jumlah Ekuitas / Total Stockholders' Equity Jumlah Kewajiban dan Ekuitas / Total Liabilities and Stockholders' Equity Laba (Rugi) / Profit (Loss) Pendapatan / Revenues Beban Usaha / Operating Expenses Gaji dan Tunjangan Karyawan / Salaries and Employees' Benefits ( ) ( ) ( ) Umum dan Administrasi / General and Administrative ( ) ( ) ( ) Laba Usaha / Operating Income Laba Sebelum Pajak Penghasilan Badan / Income Before Corporate Income Tax Beban Pajak Penghasilan Badan Tangguhan / Corporate Income Tax Benefit (Expense) Deferred ( ) ( ) Laba Bersih PENYELESAIAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Manajemen SMF bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan untuk periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dan tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 yang diselesaikan pada tanggal 21 Pebruari 2011, 9 Juni 2010, 23 Juni 2009 dan 22 Pebruari COMPLETION OF THE FINANCIAL STATEMENTS The management of SMF is responsible for the preparation of the financial statements for 9 months period ended September 30, 2010 and the years ended December 31, 2009, 2008 and 2007 which were completed on February 21, 2011, June 9, 2010, June 23, 2009 and February 22,
193 XVI. KETERANGAN TENTANG OBLIGASI 1. Umum Obligasi dengan jumlah pokok sebesar Rp (empat ratus enam puluh tiga miliar Rupiah), diterbitkan dengan nama Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap. Penjelasan Obligasi yang akan diuraikan di bawah ini merupakan pokok-pokok Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap ( Perjanjian Perwaliamanatan ) dan bukan merupakan salinan selengkapnya dari seluruh ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Kecuali didefinisikan lain, maka definisi yang dipakai di bawah ini mengacu pada definisi dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan, sesuai Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 5 Juli 2011, sedangkan pembayaran terakhir Bunga Obligasi Seri A akan dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo Obligasi pada tanggal 11 April 2012 dan Seri B akan dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo Obligasi adalah pada tanggal 5 April Bunga tersebut akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Rekening melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Bunga yang bersangkutan. Bunga Obligasi merupakan persentase per tahun dari Pokok Obligasi yang terhutang yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat, dimana 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender. Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah pokok yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana tanggal pembayaran oleh KSEI jatuh pada bukan Hari Bursa, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa berikutnya. Hak kepemilikan Obligasi beralih dengan pemindahbukuan Obligasi dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek yang lainnya. Perseroan, Wali Amanat dan Agen Pembayaran memperlakukan setiap Pemegang Obligasi sebagai Pemegang Obligasi yang sah sebagaimana dibuktikan dalam Konfirmasi Tertulis untuk menerima pelunasan Pokok Obligasi, pembayaran Bunga Obligasi dan hak-hak lainnya yang berhubungan dengan Obligasi. Penarikan Obligasi ke luar dari Rekening Efek untuk dikonversikan menjadi sertifikat obligasi tidak dapat dilakukan, kecuali apabila terjadi pembatalan pendaftaran Obligasi dalam Penitipan Kolektif KSEI atas permintaan Perseroan atau Wali Amanat dengan memperhatikan peraturan perundangundangan yang berlaku di pasar modal dan keputusan RUPO. 173
194 2. Keterangan Tentang Obligasi A. Pokok Obligasi Jumlah Pokok Obligasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp (empat ratus enam puluh tiga miliar Rupiah), dengan ketentuan bahwa Penjamin Emisi Obligasi menjamin penawaran Obligasi sebesar Rp (empat ratus enam puluh tiga miliar Rupiah), secara Kesanggupan Penuh (full commitment), dengan ketentuan sebagai berikut: Obligasi Seri A dengan Jumlah Pokok sebesar Rp (tiga ratus tujuh puluh delapan miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment) dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sejak Tanggal Penerbitan. Obligasi Seri B dengan Jumlah Pokok sebesar Rp (delapan puluh lima miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment) dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan sejak Tanggal Penerbitan. B. Bunga Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap ini menawarkan Obligasi dengan tingkat bunga tetap yang dibagi atas 2 (dua) seri, yaitu: Seri A sebesar 8,4% (delapan koma empat persen) per tahun, Seri B sebesar 8,8% (delapan koma delapan persen) per tahun. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan, sesuai Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 5 Juli 2011, sedangkan pembayaran terakhir Bunga Obligasi Seri A akan dibayarkan sekaligus saat jatuh tempo Obligasi pada tanggal 5 April 2012 dan Seri B akan dibayarkan sekaligus saat jatuh tempo Obligasi Seri B pada tanggal 5 April Bunga tersebut akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Rekening melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Bunga yang bersangkutan. Bunga Obligasi merupakan persentase per tahun dari Pokok Obligasi yang terhutang yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat, dimana 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender. Pemegang Obligasi yang berhak mendapatkan pembayaran Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi setelah tanggal penentuan pihak yang berhak memperoleh Bunga Obligasi tersebut, maka pihak yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan. Tanggal-tanggal pembayaran Bunga Obligasi adalah sebagai berikut: Bunga Ke Seri A Seri B 1 5 Juli Juli Oktober Oktober Januari Januari April April Juli Oktober Januari April
195 C. Jaminan 1. Guna menjamin pembayaran kembali secara tertib dan sebagaimana mestinya dari nilai Pokok Obligasi yang wajib dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, maka Perseroan dengan ini berjanji dan mengikatkan diri kepada para Pemegang Obligasi, untuk memberikan Jaminan sekurang-kurangnya sebesar 60% (enam puluh persen) dari nilai Pokok Obligasi, yang akan diikat dengan jaminan fidusia sebagaimana ternyata dalam Akta Jaminan Fidusia. Hak Pemegang Obligasi adalah preferen atas Jaminan. Jaminan berarti piutang KPR milik Perseroan berdasarkan Akta Jual Beli Tagihan Nomor 47 tanggal 23 Juni 2010 dibuat dihadapan Bandoro Raden Ayu Mahyastoeti, SH., dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dengan nilai sekurang-kurangnya sebesar 60% (enam puluh persen) dari nilai Pokok Obligasi sebagaimana dimuat dalam Akta Jaminan Fidusia, yang diberikan oleh Perseroan untuk menjamin pelunasan nilai Pokok Obligasi berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan. Adapun total nilai tagihan sebesar Rp dengan kategori tagihan lancar. 2. Perseroan wajib mempertahankan nilai Jaminan dari waktu ke waktu sekurang kurangnya sebesar 60% (enam puluh persen) dari nilai Pokok Obligasi. 3. Dalam hal nilai Jaminan kurang dari 60% (enam puluh persen), maka Perseroan wajib memberikan Jaminan Tambahan yang nilainya mencukupi untuk menutup kekurangan nilai Jaminan. Jaminan Tambahan berarti piutang KPR lainnya sehubungan dengan kegiatan usaha Perseroan, yang jumlahnya akan ditentukan kemudian dan diperlukan apabila terdapat penurunan nilai Jaminan. 4. Perseroan wajib memberikan laporan rincian Jaminan kepada Wali Amanat secara bulanan yang diserahkan selambat-lambatnya pada tanggal 25 bulan berikutnya. Laporan tersebut wajib ditandatangani oleh pihak yang berwenang mewakili Perseroan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar Perseroan. 5. Dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) Hari Kalender sejak Akta Jaminan Fidusia ditandatangani, Wali Amanat wajib mendaftarkan Akta Jaminan Fidusia beserta dokumen lainnya yang diperlukan pada Kantor Pendaftaran Fidusia. D. Pembelian Kembali Obligasi (Buyback) 1. 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan, Perseroan dari waktu ke waktu dapat melakukan pembelian kembali (buyback) untuk sebagian atau seluruh Obligasi sebelum Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan Perseroan mempunyai hak untuk memberlakukan pembelian kembali (buyback) tersebut untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali dengan harga pasar atau sebagai pelunasan Obligasi. Khusus untuk pembelian kembali (buyback) sebagai pelunasan harus memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelaksanaan pembelian kembali (buyback) dilakukan melalui Bursa Efek atau di luar Bursa Efek. 2. Pembelian kembali (buyback) hanya dapat dilakukan jika Perseroan tidak melakukan kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan kecuali telah mendapat persetujuan RUPO. 3. Perseroan dilarang melakukan pembelian kembali (buyback) jika pelaksanaan pembelian kembali (buyback) tersebut dapat mengakibatkan Perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. 175
196 4. Perseroan wajib mengumumkan dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran nasional mengenai rencana dilakukannya pembelian kembali (buyback) Obligasi selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sebelum tanggal permulaan penawaran pembelian (buyback) Obligasi, dengan ketentuan selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sebelum dilaksanakannya pengumuman dalam surat kabar, Perseroan wajib melaporkan kepada Bapepam dan LK mengenai rencana pembelian kembali (buyback) Obligasi tersebut. 5. Pengumuman tersebut harus mencantumkan: i. Periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi dimana Pemegang Obligasi dapat mengajukan penawaran jual atas sejumlah Obligasi yang dimilikinya dengan menyebutkan harga yang dikehendakinya kepada Perseroan; ii. Jumlah dana maksimal yang digunakan untuk pembelian kembali (buyback) Obligasi; kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali; dan target harga maksimal pembelian kembali (buyback) yang tentukan atas pertimbangan dan keputusan dari Perseroan; iii. iv. Tata cara penyelesaian pembelian kembali (buyback); Persyaratan bagi Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual dan tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Obligasi; v. Tanggal pembayaran pembelian kembali (buyback) Obligasi tersebut dilakukan selambatlambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak tanggal terakhir periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi (selanjutnya disebut Tanggal Pembayaran Pembelian Kembali ); 6. Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual kepada Perseroan pada periode penawaran wajib melampirkan: i. Konfirmasi Tertulis dari KSEI mengenai jumlah Obligasi yang akan dijual yang tidak dapat dipindahbukukan antar Rekening Efek sampai dengan Tanggal Pembayaran Pembelian Kembali; ii. iii. Bukti jati diri pada saat melakukan penawaran jual; Pernyataan bahwa Obligasi yang akan dijual oleh Pemegang Obligasi kepada Perseroan bebas dari segala sengketa/tuntutan/ikatan jaminan dan tidak dapat diperjual belikan oleh Pemegang Obligasi sehingga Obligasi tersebut tidak dapat dipindahbukukan antar Rekening Efek sampai dengan Tanggal Pembayaran Pembelian Kembali. 7. Perseroan akan melakukan pembelian kembali (buyback) Obligasi mulai dari harga terendah yang ditawarkan oleh Pemegang Obligasi pada periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi, dengan ketentuan apabila terdapat beberapa Pemegang Obligasi yang melakukan penawaran dengan harga yang sama dan jumlah Obligasi yang ditawarkan oleh Pemegang Obligasi telah melampaui jumlah maksimal dana untuk pembelian kembali (buyback) Obligasi maka Perseroan akan membeli Obligasi tersebut secara proporsional. Pembelian kembali (buyback) Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi yang bukan merupakan Afiliasi Perseroan termasuk Pemegang Obligasi yang merupakan Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia. 8. Perseroan tidak berkewajiban untuk membeli seluruh Obligasi yang ditawarkan oleh Pemegang Obligasi untuk dibeli kembali (buyback) pada periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi, apabila harga penawaran jual yang ditawarkan oleh Pemegang Obligasi tersebut melampaui target harga yang diharapkan oleh Perseroan sebagaimana tersebut dalam angka 5 butir ii tersebut di atas. 9. Perseroan wajib menjaga rahasia kepada pihak manapun atas semua informasi mengenai penawaran jual Obligasi yang telah disampaikan oleh Pemegang Obligasi selama periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi. 10. Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buyback) Obligasi tanpa melakukan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam angka 4 dan 5 tersebut di atas, dengan ketentuan sebagai berikut: i. Jumlah pembelian kembali (buyback) Obligasi tidak lebih dari 5% (lima persen) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih terutang dalam periode 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan; ii. Obligasi yang dibeli kembali (buyback) tersebut bukan merupakan milik Afiliasi Perseroan (kecuali Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia); dan iii. Obligasi yang dibeli kembali (buyback) tersebut hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali. 176
197 11. Selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak dilakukannya pembelian kembali (buyback) Obligasi sebagaimana diatur dalam angka 1 sampai dengan 11 tersebut di atas, Perseroan wajib melaporkan kepada Bapepam dan LK, Wali Amanat, Bursa Efek dan KSEI serta mengumumkan dalam 1 (satu) surat kabar berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran nasional perihal pelaksanaan pembelian kembali (buyback) Obligasi tersebut. Dalam pengumuman tersebut harus dicantumkan: i. Jumlah nominal Obligasi yang dibeli kembali (di buyback) dengan menjelaskan jumlah nominal Obligasi yang telah dilunasi dan/atau jumlah nominal Obligasi yang dibeli kembali (di buyback) untuk disimpan; ii. Batasan harga terendah sampai dengan harga tertinggi yang telah terjadi; dan iii. jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali (buyback) Obligasi. 12. Selain ketentuan sebagaimana dimaksud dalam angka 12 tersebut di atas, Perseroan juga wajib menyampaikan kepada Bapepam dan LK seluruh dokumen penawaran jual yang telah disampaikan oleh Pemegang Obligasi selama periode penawaran pembelian kembali (buyback) Obligasi selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak pembelian kembali (buyback) Obligasi dilaksanakan. 13. Pemilikan Obligasi oleh Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan kecuali pemilikan Obligasi oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia, wajib dilaporkan kepada Wali Amanat selambatlambatnya 2 (dua) Hari Kerja sebelum suatu RUPO diselenggarakan. 14. Perseroan wajib melaporkan kepada Wali Amanat dan KSEI mengenai Obligasi yang dimiliki Perseroan untuk disimpan, dalam waktu 5 (lima) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi atau 1 (satu) Hari Bursa sebelum tanggal Daftar Pemegang Rekening yang berhak atas Bunga Obligasi, dengan memperhatikan ketentuan KSEI. 15. Apabila Perseroan melakukan pelunasan atas Obligasi yang dibeli kembali (buyback) maka Perseroan wajib untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Bapepam dan LK, Wali Amanat, Bursa Efek dan KSEI selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) Hari Kerja sejak terjadinya pelunasan tersebut.. Obligasi yang telah dilunasi menjadi tidak berlaku dan tidak dapat diterbitkan atau dijual kembali tanpa perlu dinyatakan dalam suatu akta apapun. 16. Dalam hal Obligasi dilunasi sebagian, maka Perseroan akan menerbitkan dan menyerahkan Sertifikat Jumbo Obligasi yang baru kepada KSEI untuk ditukarkan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi yang lama pada hari yang sama dengan tanggal pelunasan sebagian Obligasi, dengan jumlah Pokok Obligasi yang masih terutang setelah dikurangi jumlah Obligasi yang telah dilunasi sebagian tersebut. 17. Pembelian kembali (buyback) oleh Perseroan mengakibatkan: - hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali jika dimaksudkan untuk pelunasan; atau - pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali jika dimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali. E. Pembatasan-Pembatasan dan Kewajiban-kewajiban Perseroan Sebelum dilunasinya semua Jumlah Yang Terhutang yang harus dibayar oleh Perseroan berkenaan dengan Obligasi, Perseroan berjanji dan mengikat diri bahwa: 1. Tanpa ijin tertulis dari Wali Amanat, pemberian ijin tertulis tersebut tunduk pada ketentuan sebagai berikut: i. Ijin tersebut tidak akan ditolak tanpa alasan yang jelas dan wajar; dan 177
198 ii. Wali Amanat wajib memberikan tanggapan atas permohonan ijin tersebut dalam waktu 14 (empat belas) Hari Kerja setelah permohonan ijin dan dokumen pendukungnya tersebut diterima oleh Wali Amanat, dan jika dalam waktu 14 (empat belas) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima tanggapan apapun dari Wali Amanat maka Wali Amanat dianggap telah memberikan ijinnya; iii. Jika dalam tanggapannya Wali Amanat meminta tambahan data atau dokumen pendukung lainnya, maka persetujuan atau penolakan wajib diberikan oleh Wali Amanat dalam waktu 7 (tujuh) Hari Kerja setelah data atau dokumen pendukung lainnya tersebut diterima secara lengkap oleh Wali Amanat. Jika dalam waktu 7 (tujuh) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima tanggapan apapun dari Wali Amanat maka Wali Amanat dianggap telah memberikan ijinnya; Perseroan tidak akan melakukan hal-hal sebagai berikut : 1. Melakukan penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan atau memberikan persetujuan kepada Anak Perusahaan (jika ada) untuk melakukan penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan kecuali penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan yang dilakukan dengan atau pada perusahaan yang bidang usahanya sama dan tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan dan tidak mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam melakukan pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi, kecuali hal-hal tersebut dilakukan dalam program privatisasi Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan sebagai berikut: a. Semua syarat dan kondisi Obligasi dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan dokumen lain yang berkaitan tetap berlaku dan mengikat sepenuhnya terhadap perusahaan penerus (surviving company) dan dalam hal Perseroan bukan merupakan perusahaan penerus (surviving company) maka seluruh kewajiban berdasarkan Obligasi dan/atau Perjanjian Perwaliamanatan telah dialihkan secara sah kepada perusahaan penerus (surviving company) dan perusahaan penerus (surviving company) tersebut memiliki aktiva dan kemampuan yang memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran berdasarkan Obligasi dan Perjanjian Perwaliamanatan. b. Perusahaan penerus (surviving company) tersebut salah satu bidang usahanya adalah bergerak dalam bidang usaha utama yang sama dengan Perseroan. 2. Melakukan peminjaman hutang baru atau memberikan persetujuan kepada Anak Perusahaan (jika ada) untuk melakukan peminjaman hutang baru yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari kedudukan hutang yang timbul berdasarkan Obligasi, kecuali hutang baru tersebut untuk kegiatan usaha sehari-hari Perseroan; 3. Menjaminkan dan/atau membebani atau memberikan ijin untuk menjaminkan dan/atau membebani dengan cara apapun aktiva termasuk hak atas pendapatan Perseroan dan/ atau Anak Perusahaan (jika ada), baik yang ada sekarang maupun yang akan diperoleh di masa yang akan datang, kecuali jaminan yang diberikan dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari Perseroan dan Anak Perusahaan (jika ada). 4. Memberi pinjaman kepada pihak manapun atau mengijinkan Anak Perusahaan (jika ada) memberikan pinjaman kepada pihak manapun, kecuali: a. Pinjaman yang telah ada sebelum ditandatanganinya Perjanjian Perwaliamanatan; b. Pinjaman yang diberikan berdasarkan kegiatan usaha Perseroan yang ditentukan berdasarkan Anggaran Dasar; c. Pinjaman kepada pegawai termasuk Direksi dan Komisaris untuk program kesejahteraan pegawai Perseroan dengan ketentuan sesuai peraturan perusahaan Perseroan. 5. Mengubah bidang usaha utama Perseroan dan/atau memberikan ijin atau persetujuan kepada Anak Perusahaan (jika ada) untuk mengadakan perubahan bidang usaha. 6. Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan. 178
199 7. Mengajukan permohonan pailit atau permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU ) atau mengijinkan Anak Perusahaan (jika ada) mengajukan permohonan pailit atau permohonan PKPU yang diajukan oleh Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (jika ada) sebagai akibat adanya permohonan kepailitan pihak lain. 8. Membayar, membuat atau menyatakan pembagian deviden pada tahun buku Perseroan selama Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran Jumlah Terhutang atau Perseroan tidak melakukan pembayaran Jumlah Terhutang berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Akta Pengakuan Hutang dan/atau perjanjian lain yang dibuat berkenaan dengan Obligasi. 9. Mengadakan segala bentuk kerjasama, bagi hasil atau perjanjian serupa lainnya di luar kegiatan usaha Perseroan sehari-hari atau mengadakan perjanjian manajemen atau perjanjian serupa lainnya yang mengakibatkan kegiatan/operasi Perseroan diatur oleh pihak lain. 2. Selama Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi belum dilunasi seluruhnya, Perseroan berkewajiban untuk: i. Menyetorkan dana (in good funds) yang diperlukan untuk pembayaran Bunga Obligasi dan/ atau pelunasan Pokok Obligasi yang jatuh tempo kepada Agen Pembayaran paling lambat 1 (satu) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan menyerahkan fotokopi bukti pengiriman dana kepada Wali Amanat pada hari yang sama. Apabila lewat jatuh tempo Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi maka Perseroan harus membayar denda atas kelalaian tersebut sebesar 1,5% (satu koma lima persen) per tahun di atas Bunga Obligasi yang dihitung berdasarkan hari yang lewat. Jumlah denda tersebut dihitung harian dengan ketentuan bahwa 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender sampai dengan pelunasan efektif jumlah denda tersebut di atas. Denda yang dibayarkan oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi akan dibayarkan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya sesuai dengan ketentuan Perjanjian Agen Pembayaran. ii. iii. Memperoleh, mematuhi segala ketentuan dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjaga tetap berlakunya segala kuasa, ijin, dan persetujuan (baik dari pemerintah maupun dari pihak yang berwenang lainnya) dan dengan segera memberikan laporan dan/atau masukan dan/atau melakukan hal-hal yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan Republik Indonesia sehingga Perseroan dapat secara sah menjalankan kewajibannya berdasarkan setiap Dokumen Emisi dalam mana Perseroan menjadi salah satu pihaknya atau memastikan keabsahan, keberlakuan, dapat dilaksanakannya setiap Dokumen Emisi di Republik Indonesia; Memastikan pada setiap saat keadaan keuangan Perseroan yang tercantum dalam laporan keuangan tahunan Perseroan terakhir yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik yang diserahkan kepada Wali Amanat berdasarkan butir (x) di bawah ini, harus berada dalam rasiorasio keuangan sebagai berikut: a. Current Ratio, perbandingan total aktiva lancar dengan total kewajiban lancar tidak kurang dari 1 : 1 (satu berbanding satu); b. Perbandingan Aktiva Produktif dengan Hutang tidak kurang dari 0,8 : 1 (nol koma delapan berbanding satu). Aktiva Produktif berarti terdiri dari kas dan setara kas, pinjaman yang diberikan, piutang usaha dan investasi jangka panjang-bersih. 179
200 Hutang berarti hutang berbunga yang diperoleh Perseroan termasuk hutang bank, hutang sewa guna usaha, hutang Efek konversi, hutang Efek dan instrumen pinjaman lainnya, hutang kredit investasi, hutang Perseroan yang dijamin dengan agunan atau gadai atas aktiva pihak lain berdasarkan nilai penjaminan, pinjaman yang berasal dari perusahaan lain yang diakuisisi dan menjadi Anak Perusahaan (jika ada) atau perusahaan lain yang melebur ke dalam Perseroan, kecuali hutang pajak, hutang dividen (jika ada), hutang dagang dalam kegiatan usaha Perseroan sehari-hari, hutang kepada pihak ketiga selain bank dalam jangka waktu kurang dari 1 (satu) tahun. iv. Memberitahukan secara tertulis terlebih dahulu kepada Wali Amanat selambat-lambatnya 7 (tujuh) Hari Kerja sebelum ditandatanganinya dokumen-dokumen berkaitan dengan: 1. Peminjaman hutang baru yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari Obligasi dan digunakan untuk kegiatan usaha sehari-hari Perseroan; dan/atau 2. Penjaminan dan/atau pembebanan aktiva Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (jika ada) yang diberikan dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (jika ada). v. Menjalankan usaha dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. vi. Mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. vii. Memelihara asuransi-asuransi yang sudah berjalan dan berhubungan dengan kegiatan usaha dan harta kekayaan Perseroan pada perusahaan asuransi yang bereputasi baik terhadap segala resiko yang biasa dihadapi oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan Perseroan. viii. Segera memberikan kepada Wali Amanat secara tertulis keterangan yang sewaktu-waktu diminta oleh Wali Amanat dengan wajar mengenai operasi, keadaan keuangan, aktiva Perseroan dan hal lain-lain. ix. Memberikan ijin kepada Wali Amanat atau pihak yang ditunjuk oleh Wali Amanat dengan pemberitahuan 3 (tiga) Hari Kerja sebelumnya secara tertulis, untuk selama jam kerja Perseroan memasuki gedung-gedung dan halaman-halaman yang dimiliki atau dikuasai Perseroan dan melakukan pemeriksaan atas buku-buku, ijin-ijin dan catatan keuangan Perseroan yang terkait dengan penerbitan Obligasi sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku, dengan biaya-biaya yang disetujui terlebih dahulu oleh Perseroan. x. Menyampaikan kepada Wali Amanat : 1. Salinan dari laporan-laporan termasuk laporan-laporan yang berkaitan dengan aspek keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal yang disampaikan kepada Bapepam dan LK, Bursa Efek, KSEI, dalam waktu selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah laporan-laporan tersebut diserahkan kepada pihak-pihak yang disebutkan di atas. 2. Salinan resmi akta-akta dan perjanjian yang dibuat sehubungan dengan penerbitan Obligasi dalam waktu selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah diterimanya salinan tersebut oleh Perseroan. 3. Laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Bapepam dan LK disampaikan bersamaan dengan penyerahan laporan ke Bapepam dan LK atau selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan Perseroan. 180
201 4. Laporan keuangan tengah tahunan disampaikan bersamaan dengan penyerahan laporan ke Bapepam dan LK. 5. Laporan keuangan triwulan disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah periode laporan keuangan tersebut berakhir. xi xii Memelihara secara konsisten sistem pembukuan, pengawasan intern dan pencatatan akuntansi berdasarkan Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mengusahakan agar harta kekayaan yang digunakan dalam menjalankan kegiatan usahanya berada dalam keadaan baik, memperbaikinya dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usaha Perseroan. xiii Selambat-lambatnya 5 (lima) Hari Kerja memberitahukan kepada Wali Amanat secara tertulis atas : 1. Setiap kejadian atau keadaan yang dapat mempunyai pengaruh penting dan buruk atas jalannya usaha atau operasi atau keadaan keuangan Perseroan dan Anak Perusahaan (jika ada); 2. Setiap perubahan anggaran dasar, susunan direksi dan komisaris, pembagian deviden, susunan pemegang saham Anak Perusahaan (jika ada) dan diikuti dengan penyerahan akta-akta keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Anak Perusahaan (jika ada) setelah akta-akta tersebut diterima oleh Perseroan; 3. Perkara pidana, perdata, administrasi dan perburuhan dimana Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (jika ada) berkedudukan sebagai pihak tergugat yang secara Material mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (jika ada); 4. Terjadinya salah satu dari peristiwa kelalaian sebagaimana dimaksud dalam bagian E dengan segera, dan melalui permintaan tertulis dari Wali Amanat, menyerahkan pada Wali Amanat suatu pernyataan yang ditandatangani oleh seseorang yang dapat diterima oleh Wali Amanat untuk maksud tersebut, yang mengkonfirmasikan bahwa kecuali sebelumnya telah diberitahukan kepada Wali Amanat atau diberitahukan pada saat konfirmasi bahwa peristiwa kelalaian tersebut tidak terjadi atau apabila terjadi peristiwa kelalaian, memberikan gambaran lengkap atas kejadian tersebut dan tindakan atau langkah-langkah yang diambil (atau diusulkan untuk diambil) oleh Perseroan untuk memperbaiki kejadian tersebut. xiv Membayar kewajiban pajak atau bea lainnya yang menjadi beban Perseroan dalam menjalankan usahanya sebagaimana mestinya; xv Melakukan pemeringkatan atas Obligasi sesuai dengan Peraturan No: IX.C.11 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang. F. Kelalaian Perseroan 1. Dalam hal terjadi kondisi-kondisi kelalaian sebagaimana dimaksud dalam: a. Angka 2 huruf a, c, d, e, g dan h di bawah ini dan keadaan atau kejadian tersebut berlangsung terus menerus selama 10 (sepuluh) Hari Kerja, setelah diterimanya teguran tertulis dari Wali Amanat sesuai dengan kondisi kelalaian yang dilakukan, tanpa diperbaiki/dihilangkan keadaan tersebut atau tanpa adanya upaya perbaikan untuk menghilangkan keadaan tersebut, yang dapat disetujui dan diterima oleh Wali Amanat; atau 181
202 b. Angka 2 huruf f di bawah ini dan keadaan atau kejadian tersebut berlangsung terus menerus selama 30 (tiga puluh) Hari Kalender, setelah diterimanya teguran tertulis dari Wali Amanat sesuai dengan kondisi kelalaian yang dilakukan, tanpa diperbaiki/dihilangkan keadaan tersebut atau tanpa adanya upaya perbaikan untuk menghilangkan keadaan tersebut, yang dapat disetujui dan diterima oleh Wali Amanat; atau c. Angka 2 huruf b di bawah ini dan keadaan atau kejadian tersebut berlangsung terus menerus dalam waktu yang ditentukan oleh Wali Amanat dengan memperhatikan kewajaran yang berlaku umum, sebagaimana tercantum dalam teguran tertulis Wali Amanat, paling lama 180 (seratus delapan puluh) Hari Kalender setelah diterimanya teguran tertulis dari Wali Amanat, tanpa diperbaiki/dihilangkan keadaan tersebut atau tanpa adanya upaya perbaikan untuk menghilangkan keadaan tersebut, yang dapat disetujui dan diterima oleh Wali Amanat; Maka Wali Amanat berkewajiban untuk memberitahukan kejadian atau peristiwa itu kepada Pemegang Obligasi dengan cara membuat pengumuman melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional atas biaya Perseroan. Wali Amanat atas pertimbangannya sendiri berhak memanggil RUPO menurut tata cara yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Dalam RUPO tersebut, Wali Amanat akan meminta Perseroan untuk memberikan penjelasan sehubungan dengan kelalaiannya tersebut. Apabila RUPO tidak dapat menerima penjelasan dan alasan Perseroan, maka apabila diperlukan akan dilaksanakan RUPO berikutnya untuk membahas langkah-langkah yang harus diambil terhadap Perseroan sehubungan dengan Obligasi. Jika RUPO berikutnya memutuskan agar Wali Amanat melakukan penagihan kepada Perseroan, maka Wali Amanat dalam waktu yang ditentukan dalam keputusan RUPO itu harus melakukan penagihan kepada Perseroan. 2. Kelalaian atau cidera janji yang dimaksud adalah salah satu atau lebih dari kejadian-kejadian atau hal-hal tersebut di bawah ini: a. Perseroan lalai membayar kepada Pemegang Obligasi Bunga Obligasi pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau melunasi Pokok Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi; atau b. Perseroan lalai melaksanakan atau tidak mentaati dan/atau melanggar salah satu atau lebih ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan yang secara Material berakibat negatif terhadap kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan; atau c. Perseroan diberikan penundaan kewajiban pembayaran hutang oleh badan peradilan yang berwenang; atau d. Pengadilan atau instansi pemerintah yang berwenang dengan putusan hukum tetap telah menyita atau mengambilalih dengan cara apapun juga semua atau sebagian besar harta kekayaan Perseroan atau telah mengambil tindakan yang menghalangi Perseroan untuk menjalankan sebagian besar atau seluruh usahanya sehingga mempengaruhi secara Material kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam Perjanjian Perwaliamanatan; atau e. Sebagian besar hak, ijin dan persetujuan lainnya dari Departemen Keuangan atau lembaga otoritas keuangan lain yang dimiliki Perseroan dibatalkan atau dinyatakan tidak sah, atau Perseroan tidak mendapat ijin atau persetujuan yang disyaratkan oleh ketentuan hukum yang berlaku, yang secara Material berakibat negatif terhadap kelangsungan usaha Perseroan dan mempengaruhi secara Material terhadap kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajibankewajiban yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan; atau 182
203 f. Keterangan-keterangan dan jaminan-jaminan Perseroan tentang keadaan atau status korporasi atau keuangan Perseroan dan/atau pengelolaan Perseroan secara Material tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak benar adanya, termasuk pernyataan dan jaminan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan; atau g. Perseroan dinyatakan lalai sehubungan dengan perjanjian hutang antara Perseroan dengan krediturnya (cross-default) dalam jumlah hutang melebihi 30% (tiga puluh persen) dari Ekuitas Perseroan, baik yang telah ada sekarang maupun yang akan ada di kemudian hari yang berakibat jumlah yang terhutang oleh Perseroan berdasarkan perjanjian hutang tersebut seluruhnya menjadi dapat segera ditagih oleh kreditur yang bersangkutan sebelum waktunya untuk membayar kembali (akselerasi pembayaran kembali); atau h. Perseroan berdasarkan perintah pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap diharuskan membayar sejumlah dana kepada pihak ketiga yang apabila dibayarkan akan mempengaruhi secara Material terhadap kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. 3. Apabila Perseroan dibubarkan karena sebab apapun atau terdapat putusan pailit, Wali Amanat berhak tanpa memanggil RUPO bertindak mewakili kepentingan Pemegang Obligasi dan mengambil keputusan yang dianggap menguntungkan bagi Pemegang Obligasi dan untuk itu Wali Amanat dibebaskan dari segala tindakan dan tuntutan oleh Pemegang Obligasi. Dalam hal ini Obligasi menjadi jatuh tempo. G. Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) Untuk penyelenggaraan RUPO, korum yang disyaratkan, hak suara dan pengambilan keputusan berlaku ketentuan-ketentuan di bawah ini tanpa mengurangi ketentuan dalam -peraturan pasar modal dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku di bidang pasar modal serta peraturan Bursa Efek ditempat dimana Obligasi dicatatkan: 1. RUPO dapat diselenggarakan pada setiap waktu menurut ketentuan-ketentuan dibawah ini, antara lain untuk maksud-maksud sebagai berikut: a. Menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/atau kepada Wali Amanat atau untuk memberikan pengarahan kepada Wali Amanat atau untuk mengambil tindakan lain; b. Memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuanketentuan Perjanjian Perwaliamanatan; c. Mengambil tindakan lain yang dikuasakan untuk diambil oleh atau atas nama Pemegang Obligasi termasuk tetapi tidak terbatas pada mengubah Perjanjian Perwaliamanatan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku atau menentukan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan dan Peraturan Bapepam dan LK nomor : VI.C.4 tentang Ketentuan Umum Dan Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang; d. Mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau Pemegang Obligasi mengenai perubahan jangka waktu Obligasi, jumlah Pokok Obligasi, tingkat Bunga Obligasi, perubahan tata cara atau periode pembayaran Bunga Obligasi, persyaratan dan ketentuan-ketentuan lain dari Perjanjian Perwaliamanatan; e. Mengambil keputusan yang diperlukan sehubungan dengan maksud Perseroan atau Pemegang Obligasi yang mewakili lebih dari 50 % (lima puluh persen) dari jumlah Pokok Obligasi yang terhutang (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia), untuk melakukan pembatalan pendaftaran Obligasi di KSEI sesuai dengan ketentuan peraturan pasar modal dan peraturan KSEI; 183
204 f. Mengambil keputusan sehubungan dengan terjadinya kejadian kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan termasuk untuk menyetujui suatu kelonggaran waktu atas suatu kelalaian dan akibat-akibatnya, atau untuk mengambil tindakan lain sehubungan dengan kelalaian; dan g. Wali Amanat bermaksud mengambil tindakan lain yang tidak dikuasakan atau tidak termuat dalam Perjanjian Perwaliamanatan atau berdasarkan peraturan perundang-undangan. 2. Dengan memperhatikan peraturan di bidang pasar modal yang berlaku, RUPO dapat diselenggarakan bilamana: a. Seorang atau lebih Pemegang Obligasi yang mewakili sedikitnya 20 % (dua puluh persen) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih terhutang (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun diluar dari jumlah Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan), mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat agar diselenggarakan RUPO dengan memuat acara yang diminta dengan melampirkan fotokopi KTUR dari KSEI yang diperoleh melalui Pemegang Rekening dan memperlihatkan asli KTUR kepada Wali Amanat, dengan ketentuan terhitung sejak diterbitkannya KTUR, Obligasi akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi yang tercantum dalam KTUR. Pencabutan pembekuan Obligasi oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat; b. Wali Amanat atau Bapepam dam LK atau Perseroan menganggap perlu untuk mengadakan RUPO. 3. Wali Amanat wajib melakukan pemanggilan untuk RUPO dan menyelenggarakan RUPO, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah tanggal diterimanya surat permintaan penyelenggaraan RUPO dari Pemegang Obligasi, Bapepam dan LK, dan Perseroan. Dalam hal Wali Amanat menolak permohonan Pemegang Obligasi atau Perseroan untuk mengadakan RUPO, maka Wali Amanat wajib memberitahukan secara tertulis alasan penolakan tersebut kepada pemohon dengan tembusannya kepada Bapepam dan LK dan Bursa Efek, selambat-lambatnya 14 (empat belas) Hari Kalender setelah diterimanya surat permohonan. 4. Tata Cara RUPO: a. RUPO dapat diselenggarakan ditempat kedudukan Perseroan atau ditempat lain dimana Obligasi dicatatkan atau tempat lain yang disepakati Perseroan dan Wali Amanat. b. Pengumuman RUPO wajib dilakukan melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum pemanggilan RUPO. c. Pemanggilan RUPO wajib dilakukan paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum diselenggarakannya RUPO melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, dengan tidak memperhitungkan tanggal pengumuman dan tanggal diselenggarakannya RUPO. Pemanggilan RUPO kedua atau ketiga dilakukan paling lambat 7 (tujuh) Hari Kalender sebelum diselenggarakannya RUPO kedua atau ketiga melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, dengan tidak memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal diselenggarakannya RUPO kedua atau ketiga, dan disertai informasi bahwa RUPO pertama atau kedua telah diselenggarakan tetapi tidak mencapai kuorum. RUPO kedua atau ketiga diselenggarakan paling cepat 14 (empat belas) Hari Kalender dan paling lama 21 (dua puluh satu) Hari Kalender dari RUPO pertama atau kedua. 184
205 d. Pemanggilan RUPO harus dengan tegas memuat rencana RUPO dan mengungkapkan informasi antara lain: - Tanggal, tempat, dan waktu penyelenggaraan RUPO; - Agenda RUPO; - Pihak yang mengajukan usulan diselenggarakannya RUPO; - Pemegang Obligasi yang berhak hadir dan memiliki suara dalam RUPO; dan - Kuorum yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengambilankeputusan RUPO. e. RUPO dipimpin dan diketuai oleh Wali Amanat dan Wali Amanat diwajibkan untuk mempersiapkan acara RUPO dan bahan-bahan RUPO serta menunjuk Notaris yang harus membuat berita acara RUPO. Dalam hal penggantian Wali Amanat yang diminta oleh Perseroan atau Pemegang Obligasi, RUPO dipimpin oleh Perseroan atau wakil Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO, dan Perseroan atau Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO tersebut harus mempersiapkan acara RUPO dan bahan-bahan RUPO serta menunjuk Notaris yang harus membuat berita acara RUPO. f. Pemegang Obligasi yang berhak hadir dalam RUPO adalah Pemegang Obligasi yang memiliki KTUR dan namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening yang diterbitkan oleh KSEI 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO. g. Pemegang Obligasi yang menghadiri RUPO wajib memperlihatkan asli KTUR kepada Wali Amanat. h. Satuan Pemindahbukuan Obligasi adalah sebesar Rp.1 (satu rupiah) atau kelipatannya. Satu Satuan Pemindahbukuan Obligasi mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara. Suara dikeluarkan dengan tertulis dan ditandatangani dengan menyebutkan nomor KTUR, kecuali Wali Amanat memutuskan lain. i. Suara blanko, abstain dan suara yang tidak sah dianggap tidak dikeluarkan, termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan (tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia). j. Seluruh Obligasi yang disimpan di KSEI dibekukan sehingga Obligasi tersebut tidak dapat dipindahbukukan sejak 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO sampai dengan tanggal berakhirnya RUPO, yang dibuktikan dengan adanya pemberitahuan dari Wali Amanat atau setelah memperoleh persetujuan dari Wali Amanat. Transaksi Obligasi yang penyelesaiannya jatuh pada tanggal-tanggal tersebut, ditunda penyelesaiannya sampai 1 (satu) Hari Kerja setelah tanggal pelaksanaan RUPO. k. Pemilikan Obligasi oleh Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan, Perseroan wajib melaporkan kepada Wali Amanat selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sebelum suatu RUPO diselenggarakan. l. Pada saat pelaksanaan RUPO: - Perseroan wajib menyerahkan surat pernyataan mengenai Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan kecuali Obligasi yang dimiliki Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia; dan - Pemegang Obligasi atau kuasa Pemegang Obligasi yang hadir dalam RUPO wajib membuat surat pernyataan mengenai Obligasi yang dimilikinya baik yang terafiliasi dengan Perseroan maupun yang tidak terafiliasi dengan Perseroan. m. Kecuali biaya-biaya yang terjadi sebagai akibat pengunduran diri Wali Amanat sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan, biaya pemasangan iklan untuk pengumuman, pemanggilan dan pengumuman hasil RUPO serta semua biaya penyelenggaraan RUPO termasuk akan tetapi tidak terbatas pada biaya Notaris dan sewa ruangan untuk penyelenggaraan RUPO dibebankan kepada dan menjadi tanggung jawab Perseroan dan wajib dibayarkan kepada Wali Amanat paling lambat 7 (tujuh) Hari Kerja setelah permintaan biaya tersebut diterima oleh Perseroan dari Wali Amanat. 185
206 n. Atas penyelenggaraan RUPO wajib dibuatkan berita acara RUPO yang dibuat oleh Notaris sebagai alat bukti yang sah dan mengikat Pemegang Obligasi, Wali Amanat dan Perseroan. Wali Amanat wajib mengumumkan hasil RUPO dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional dalam waktu 7 (tujuh) Hari Kerja setelah tanggal diselenggarakannya RUPO. 5. RUPO untuk memutuskan perubahan Perjanjian Perwaliamanatan, dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Bila RUPO dimintakan oleh Perseroan maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan kuorum kehadiran dan keputusan sebagai berikut: (i) Dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah Pokok Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia). (ii) Dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) di atas tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO kedua. (iii) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah Pokok Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia). (iv) Dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO ketiga. (v) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari jumlah Pokok Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia). b. Bila RUPO dimintakan oleh Pemegang Obligasi atau Wali Amanat maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan kuorum kehadiran dan keputusansebagai berikut: (i) Dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari jumlah Pokok Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia). (ii) Dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) di atas tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO kedua. (iii) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari jumlah Pokok Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia). (iv) Dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO ketiga. (v) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili 186
207 paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari jumlah Pokok Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia). c. Bila RUPO dimintakan oleh Bapepam dan LK maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan kuorum kehadiran dan keputusan sebagai berikut: (i) Dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari jumlah Pokok Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia). (ii) Dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) di atas tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO kedua. (iii) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari jumlah Pokok Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia). (iv) Dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO ketiga. (v) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari jumlah Pokok Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia). 6. RUPO yang diadakan untuk tujuan selain memutuskan perubahan Perjanjian Perwaliamanatan, diselenggarakan dengan ketentuan kuorum kehadiran dan keputusan sebagai berikut: a. Dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah Pokok Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia). b. Dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf a di atas tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO kedua. c. RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah Pokok Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia). d. dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf c di atas tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO ketiga. e. RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat berdasarkan keputusan suara terbanyak. 187
208 7. Perseroan, Wali Amanat dan Pemegang Obligasi harus tunduk, patuh dan terikat pada keputusankeputusan yang diambil oleh Pemegang Obligasi dalam RUPO. 8. Peraturan-peraturan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan serta tata cara dalam RUPO dapat dibuat dan bila perlu kemudian disempurnakan atau diubah oleh Perseroan dan Wali Amanat dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia, dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 17 ayat Perjanjian Perwaliamanatan. 9. Apabila ketentuan-ketentuan mengenai RUPO ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan di bidang pasar Modal, maka peraturan perundang-undangan tersebut yang berlaku. H. Hak-Hak Pemegang Obligasi 1. Menerima pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi dari Perseroan yang dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pokok Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi. 2. Pemegang Obligasi yang berhak mendapatkan pembayaran Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi setelah tanggal penentuan pihak yang berhak memperoleh Bunga Obligasi, maka pihak yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan. 3. Bila terjadi kelalaian dalam pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi paling lambat 1 (satu) Hari Bursa setelah lewat Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka Pemegang Obligasi berhak untuk menerima pembayaran denda sebesar 1,5% (satu koma lima persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi, atas jumlah yang terhutang yang harus disetor/dibayar Perseroan, yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang telah lewat sampai dengan pelunasan atau pembayaran jumlah yang wajib dibayar Perseroan dilaksanakan. Untuk menghitung denda dilakukan perhitungan hari yang terlewat yaitu 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender Denda yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi, oleh Agen Pembayaran akan diberikan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya. 4. Seorang atau lebih Pemegang Obligasi yang mewakili sedikitnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah Pokok Obligasi yang masih terhutang (termasuk didalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun di luar dari jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan) berhak untuk mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat agar diselenggarakan RUPO dengan memuat agenda yang diminta dengan melampirkan fotokopi KTUR dari KSEI yang diperoleh dari Pemegang Rekening dan memperlihatkan KTUR kepada Wali Amanat, dengan ketentuan terhitung sejak diterbitkannya KTUR, Obligasi akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi yang tercantum dalam KTUR. Pencabutan pembekuan Obligasi oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat. 5. Melalui keputusan RUPO, Pemegang Obligasi antara lain berhak melakukan tindakan sebagai berikut: a. Mengambil keputusan atas suatu kejadian kelalaian menurut Perjanjian Perwaliamanatan; atau b. Mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan mengenai perubahan tingkat Bunga Obligasi, tata cara pembayaran Bunga Obligasi dan hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan Obligasi serta persyaratan dan ketentuan-ketentuan lain dari Perjanjian Perwaliamanatan; atau c. Memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuanketentuan Perjanjian Perwaliamanatan; atau d. Mengambil tindakan lain yang diperlukan untuk kepentingan Pemegang Obligasi berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. 188
209 3. Pemberitahuan Semua pemberitahuan dari satu pihak kepada pihak lain dalam Perjanjian Perwaliamanatan dianggap telah dilakukan dengan sah dan dengan sebagaimana mestinya apabila ditandatangani oleh pihak yang berwenang, pihak-pihak mana akan ditentukan bersama antara Perseroan dan Wali Amanat dan disampaikan kepada alamat tersebut di bawah ini dan diberikan secara tertulis, ditandatangani serta disampaikan dengan pos tercatat atau disampaikan langsung dengan memperoleh tanda terima atau dengan faksimili yang sudah dikonfirmasikan: PERSEROAN WALI AMANAT PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Grha SMFJalan Panglima Polim I No.1 Gedung BRI II Lantai 3 Kebayoran Baru Jalan Jenderal Sudirman Kav. 44 dan 46 Jakarta Jakarta Telepon: (021) Telepon: (021) , , Faksimili: (021) ext. 2335, 2371 Up. Corporate Secretary Faksimili: (021) , Up. Desk Investasi dan Jasa Pasar Modal, Divisi Treasury 4. Hukum Yang Berlaku Seluruh perjanjian yang berhubungan dengan Obligasi ini tunduk pada dan diartikan sesuai ketentuan undang-undang dan hukum Negara Republik Indonesia. 189
210 XVII. KETERANGAN TENTANG PEMERINGKATAN OBLIGASI 1. Hasil Pemeringkatan Obligasi Berdasarkan Peraturan Bapepam No. IX.C.1 tentang Pedoman Mengenai Bentuk Dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum, yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-42/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000, dan Peraturan Bapepam No. IX.C.11 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh PT Fitch Ratings Indonesia. Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka menengah sesuai dengan Surat No. RC064/DIR/XII/2010 tanggal 20 Desember 2010 dari PT Fitch Ratings Indonesia, Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap telah mendapat peringkat: AA (idn) (Double A ; Stable Outlook) Lembaga Pemeringkatan Efek dalam hal ini Fitch tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam ketentuan Pasal 1 angka I UUPM. 2. Skala Pemeringkatan Efek Hutang Jangka Menengah Tabel di bawah ini menunjukan urutan peringkat yang berlaku untuk memberikan gambaran tentang posisi peringkat Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap. AAA(idn) : Peringkat nasional AAA menandakan kualitas tertinggi yang diberikan pada skala peringkat nasional untuk negara tersebut. Peringkat ini diberikan kepada kualitas kredit terbaik dibanding perseroan-perseroan atau surat-surat utang lainnya di negara yang sama dan biasanya akan diberikan kepada semua kewajiban keuangan yang dikeluarkan atau dijamin oleh pemerintah. AA(idn) : Peringkat nasional AA menandakan suatu kualitas kredit yang sangat kuat dibandingkan perseroan-perseroan atau surat-surat utang lainnya di negara yang sama. Resiko kredit yang tidak dapat dipisahkan di dalam kewajiban-kewajiban keuangan ini hanya berbeda sedikit dari perseroan-perseroan atau surat-surat utang yang mendapat peringkat tertinggi di suatu negara. A(idn) : Peringkat nasional A menandakan suatu kualitas kredit yang kuat dibandingkan perseroan-perseroan atau surat-surat utang lainnya di negara yang sama. Namun, perubahan-perubahan dalam keadaaan atau kondisi-kondisi ekonomi dapat mempengaruhi kapasitas untuk pembayaran kembali kewajiban-kewajiban keuangan tepat waktu secara lebih besar dibandingkan kewajiban-kewajiban keuangan yang mendapat kategori peringkat yang lebih tinggi. BBB(idn) : Peringkat nasional BBB menandakan suatu kualitas kredit yang dinilai cukup dibandingkan dengan perseroan-perseroan atau surat-surat utang lainnya di negara yang sama. Namun perubahan-perubahan dalam keadaan atau kondisi-kondisi ekonomi dapat lebih mempengaruhi kapasitas untuk pembayaran kembali kewajibankewajiban keuangan ini secara tepat waktu dibandingkan kewajiban-kewajiban keuangan yang mendapat kategori peringkat yang lebih tinggi. 190
211 BB(idn) : Peringkat nasional BB menandakan suatu kualitas kredit yang cukup lemah dibandingkan perseroan-perseroan atau surat-surat utang lainnya pada negara yang sama. Dalam konteks suatu negara, pembayaran dari kewajiban-kewajiban keuangan ini tidak pasti dan kapasitas untuk pembayaran kembali secara tepat waktu akan lebih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan. B(idn) : Nasional peringkat B menandakan suatu kualitas kredit yang secara signifikan lebih lemah dibandingkan perseroan-perseroan atau surat-surat utang lain pada negara yang sama. Kewajiban-kewajiban keuangan saat ini dapat dipenuhi meskipun dengan margin keamanan yang terbatas, dan kapasitas untuk melanjutkan pembayaran yang tepat waktu tergantung dari kondisi usaha dan perekonomian yang menguntungkan dan berkelanjutan. CCC(idn) : Kategori-kategori peringkat nasional ini menandakan suatu kualitas kredit yang sangat CC(idn) lemah dibandingkan perseroan-perseroan atau surat-surat utang lain pada negara C(idn) yang sama. Kapasitas untuk memenuhi kewajiban-kewajiban keuangan bergantung sepenuhnya pada perkembangan usaha dan ekonomi yang menguntungkan. DDD(idn) : Kategori-kategori peringkat nasional ini diberikan kepada perusahaan atau kewajiban- DD(idn) kewajiban keuangan yang saat ini dalam keadaan gagal bayar. D(idn) 3. Rating Outlook Berikut ini adalah penjelasan Rating Outlook yang diberikan Fitch untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang posisi peringkat Perseroan. Positive Negative Stable Developing : Prospek yang berpotensi untuk dapat menaikkan peringkat. : Prospek yang berpotensi untuk dapat menurunkan peringkat. : Indikasi prospek yang stabil sehingga hasil pemeringkatan juga akan stabil. : Prospek yang belum jelas karena keterbatasan informasi, sehingga hasil pemeringkatan juga dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan perkembangan selanjutnya. Fitch merupakan penilaian atas prospek jangka menengah dan panjang atas entitas dan efek hutang yang diperingkat, yang mencakup penilaian atas potensi perubahan keadaan perekonomian dan bisnis yang mendasar. Rating Outlook bukanlah merupakan prasyarat untuk perubahan suatu hasil pemeringkatan atau untuk menetapkan tindakan Rating Alert di masa yang akan datang. Rating Alert dilakukan karena terjadi perubahan keadaan yang mungkin secara material akan berpengaruh positif, negatif, atau developing terhadap kinerja entitas dan efek hutang yang diperingkat. 4. Ringkasan Pertimbangan (Rating Rationale) Pertimbangan Fitch dalam memberi pemeringkatan adalah karena pemerintah Republik Indonesia menguasai 100% kepemilikan di Perseroan, dan peran serta Perseroan dalam mengembangkan pembiayaan perumahan pasar sekunder dengan harga terjangkau. Pemeringkatan ini juga mempertimbangkan rekam jejak Perseroan sebagai perusahaan yang telah beroperasi selama 5 tahun dan tidak adanya jaminan pemerintah atas kewajiban Perseroan. Walaupun demikian, Fitch melihat bahwa pemerintah akan memberi tambahan modal pada Perseroan, kemungkinan pada tahun 2011, untuk memfasilitasi perluasan aktifitas pendanaan. Perseroan telah melakukan ekspansi pendanaan kredit perumahan dengan memberikan pinjaman kepada lima lembaga penyalur tahun 2010 dari dua lembaga penyalur tahun Peminjaman ini memberikan kontribusi peningkatan 264% y-o-y dalam total pinjaman pada akhir tahun 2010 yaitu sebesar Rp1.235 miliar. Pinjaman yang diberikan pada lima perusahaan KPR, termasuk bank pemerintah yaitu PT Bank Tabungan Negara, adalah sebesar 98% dari total pinjaman Perseroan pada akhir bulan September
212 Pinjaman dikelola secara tidak langsung melalui kriteria pinjaman yang dibuat oleh Perseroan. Hal ini menyebabkan semua pinjaman dari Perseroan berstatus performing pada akhir September Perseroan berencana untuk mengembangkan portofolio mortgage re-finance loan sebanyak Rp1.186 miliar pada tahun 2011 dengan cara berfokus pada bank regional yang sedang berkembang, bank syariah dan perusahaan pembiayaan berskala kecil. Pengembangan pinjaman akan didanai melalui modal usaha, tambahan modal dan pinjaman; pinjaman yang dimaksud adalah melalui senior debt maksimal sebesar Rp 1 triliun pada tahun Fitch juga mengetahui ada rencana dari pemerintah untuk memberikan tambahan modal kemungkinan pada tahun Perseroan mengkordinasikan transaksi sekuritisasi pinjaman KPR perumahan Bank BTN I, II dan III dengan total sebesar Rp1.252 miliar tahun Sebagai upaya untuk mendukung pengembangan pasar domestik perkreditan, Perseroan berinvestasi pada kelas A dari transaksi ini yang besarnya 22% dari total aset pada akhir September Perseroan juga menyediakan pencadangan untuk bunga tiga-bulanan dan senior expenses sebagai bagian dari perluasan perkreditan untuk ketiga pinjaman tersebut. Hal ini selaras dengan rencana jangka panjang Perseroan dalam mengembangkan perkreditan pasar sekunder, yang mana termasuk dengan peran sebagai penjamin kredit untuk peminjam kredit atau mortgage backed, daripada hanya bertindak sebagai penyedia pendanaan. Perseroan telah menikmati laba sejak berdiri. Pendapatan dari pinjaman sampai dengan akhir September 2010 sebesar Rp21,8 miliar, akhir tahun 2009 sebesar Rp51,8 miliar, akhir tahun 2008 sebesar Rp40,6 miiar dan akhir tahun 2007 sebesar Rp16,7 miliar sebagai hasil dari perluasan aktifitas pendanaan. Perseroan didirikan oleh pemerintah Republik Indonesia tahun 2005 dan berada di bawah ketentuan dan pengawasan Kementerian Keuangan. Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi yang diterbitkan setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas efek tersebut belum lunas, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.C.11 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang. 192
213 XVIII. ANGGARAN DASAR Anggaran Dasar yang dicantumkan dalam Prospektus ini merupakan Anggaran Dasar terakhir Perseroan yang telah disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang dituangkan dalam Akta No. 114 tanggal 13 Agustus 2009 dibuat dihadapan Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.53 tanggal 3 Juli 2009, Tambahan No NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan terbatas ini bernama Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial disingkat PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), (selanjutnya dalam Anggaran Dasar disebut Perseroan ), berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Selatan. 2. Perseroan dapat membuka cabang atau perwakilan di tempat lain, di wilayah Republik Indonesia sebagaimana yang ditetapkan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris. JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN Pasal 2 Perseroan ini mulai berdiri sejak tanggal 22 Juli 2005 dan memperoleh status badan hukum sejak tanggal 26 Juli 2005 serta didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas. MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA Pasal 3 1. Maksud dan tujuan Perseroan ialah membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat. 2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha sebagai berikut: a. Membeli kumpulan aset keuangan dari lembaga penyalur KPR, berupa piutang yang diperoleh dari penyaluran KPR berikut hak agunan yang melekat padanya dan menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi; b. Menyimpan kumpulan aset keuangan dan menerbitkan Surat Partisipasi apabila pasar belum kondusif; c. Menunjuk SPV untuk membeli aset keuangan dari Kreditor Asal dan menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Utang. 3. Selain kegiatan usaha tersebut pada ayat 2, Perseroan dapat pula melakukan kegiatan lain sebagai berikut: a. Memberikan pinjaman kepada lembaga penyalur Kredit Pemilikan Rumah ( KPR ) untuk membiayai KPR yang memenuhi persyaratan Perseroan; b. Menerbitkan Surat Utang; c. Mengeluarkan jaminan dan dukungan kredit (credit enhancement); d. Melaksanakan fungsi sebagai Koordinator Global; e. Melaksanakan fungsi sebagai Penata Sekuritisasi; f. Melakukan penyertaan langsung pada perusahaan yang kegiatan usahanya terkait langsung dengan pasar pembiayaan sekunder perumahan; g. Menempatkan dana dalam bentuk Surat Utang Negara, Sertifikat Bank Indonesia, Deposito dan instrumen keuangan lainnya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan; h. Melakukan pembelian Efek Beragun Aset; i. Kegiatan usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. 193
214 MODAL Pasal 4 1. Modal dasar Perseroan ditetapkan sebesar Rp (empat triliun Rupiah) terbagi atas (empat juta) lembar saham, masing masing saham dengan nominal sebesar Rp (satu juta Rupiah). 2. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan/diambil bagian oleh Negara Republik Indonesia sebanyak (satu juta) lembar saham atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp (satu triliun Rupiah). 3. Sebesar 100 % (seratus per seratus) dari nilai nominal setiap saham yang ditempatkan sebagaimana dimaksud pada ayat 2, atau seluruhnya berjumlah Rp (satu triliun Rupiah) telah disetor sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2005 tanggal 7 Pebruari 2005 oleh Negara Republik Indonesia. 4. Saham saham yang masih dalam simpanan akan dikeluarkan menurut keperluan Perseroan dengan syarat, jumlah dan harga berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham atas usul Direksi setelah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Komisaris dengan ketentuan harga tersebut tidak di bawah pari. 5. Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham mempunyai hak terlebih dahulu untuk mengambil bagian atas saham yang hendak dikeluarkan tersebut dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal penawaran dilakukan dan masing-masing Pemegang Saham berhak mengambil bagian seimbang dengan jumlah saham yang mereka miliki (proporsional). 6. Dalam hal saham yang akan dikeluarkan untuk penambahan modal merupakan saham yang klasifikasinya belum pernah dikeluarkan, maka yang berhak membeli terlebih dahulu adalah seluruh Pemegang Saham sesuai dengan perimbangan jumlah saham yang dimiliki. 7. Sebelum jangka waktu 14 (empat belas) hari berakhir, apabila ternyata masih ada sisa saham yang tidak diambil bagian oleh Pemegang Saham dengan klasifikasi yang sama, Direksi berhak menawarkan sisa saham tersebut kepada Pemegang Saham lainnya yang masih berminat. 8. Apabila setelah lewat waktu 14 (empat belas) hari terhitung sejak penawaran kepada Pemegang Saham tersebut masih ada saham yang tidak diambil bagian oleh Pemegang Saham, Direksi harus menawarkan jumlah tertentu atas saham tersebut terlebih dahulu kepada karyawan Perseroan yang berminat dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. 9. Penawaran sebagaimana dimaksud pada ayat 6 tidak berlaku dalam hal pengeluaran saham : a. ditujukan kepada karyawan Perseroan, antara lain saham yang dikeluarkan dalam rangka ESOP (Employee Stocks Option Program) Perseroan; b. ditujukan kepada pemegang obligasi atau efek lain yang dapat dikonversikan menjadi saham, yang telah dikeluarkan dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham; atau c. dilakukan dalam rangka reorganisasi dan/atau restrukturisasi, antara lain penggabungan, peleburan, pengambilalihan, kompensasi piutang atau pemisahan, yang telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham. 10. Dalam hal pemegang saham sebagaimana dimaksud pada ayat 5, ayat 6, ayat 7 dan karyawan sebagaimana dimaksud pada ayat 8 tidak menggunakan hak untuk membeli dan membayar lunas saham yang dibeli dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal penawaran dilakukan, maka Perseroan dapat menawarkan sisa saham yang tidak diambil bagian tersebut kepada pihak lain. 11. Yang dimaksud dengan pihak lain pada ayat 10, adalah bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, atau lembaga keuangan formal lainnya. SAHAM Pasal 5 1. Semua saham yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah saham atas nama pemiliknya. 2. Perseroan hanya mengakui 1 (satu) orang atau 1 (satu) badan hukum sebagai pemilik dari 1 (satu) saham. 3. Jikalau suatu saham pindah tangan karena warisan atau didasarkan sebab-sebab lain menjadi milik dari lebih 1 (satu) orang, maka mereka yang memiliki bersama-sama itu diwajibkan untuk menunjuk seorang diantara mereka dan yang ditunjuk itulah yang dicatat sebagai wakil mereka bersama dalam Daftar Pemegang Saham, yang berhak untuk mempergunakan hak-hak yang diberikan oleh hukum kepada saham tersebut. 194
215 4. Selama ketentuan pada ayat 3 belum dilaksanakan, maka hak-hak yang diberikan oleh hukum atas saham tersebut tidak dapat dijalankan, sedangkan pembayaran dividen atas saham ditangguhkan. 5. Setiap Pemegang Saham menurut hukum harus tunduk kepada Anggaran Dasar Perseroan dan kepada semua keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Umum Pemegang Saham serta peraturan perundangundangan. SURAT SAHAM Pasal 6 1. Untuk tiap-tiap saham dapat diterbitkan 1 (satu) helai surat saham, disertai seperangkat tanda dividen berikut sehelai talon untuk menerima seperangkat dividen baru. 2. Surat-surat saham diberi nomor urut, sedangkan tanda-tanda dividen dan talon itu mempunyai nomor yang sama dengan surat saham yang disertainya. 3. Surat kolektif saham dapat dikeluarkan sebagai bukti kepemilikan 2 (dua) atau lebih saham yang dimiliki oleh seorang Pemegang Saham. 4. Pada surat saham paling sedikit harus dicantumkan: a. Nama dan alamat Pemegang Saham; b. Nomor surat saham; c. Tanggal pengeluaran surat saham; d. Nilai nominal saham. 5. Pada surat kolektif saham paling sedikit harus dicantumkan: a. Nama dan alamat pemegang saham; b. Nomor surat kolektif saham; c. Tanggal pengeluaran surat kolektif saham; d. Nilai nominal saham; e. Jumlah saham. 6. Surat-surat Saham dan Surat Kolektif harus ditandatangani oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama, atau apabila Direktur Utama berhalangan, oleh seorang Direktur bersama sama dengan Komisaris Utama, dan apabila Komisaris Utama berhalangan, oleh Direktur Utama atau Direktur bersama-sama dengan salah seorang anggota Dewan Komisaris. SURAT SAHAM PENGGANTI Pasal 7 1. Apabila surat saham dan/atau tanda dividen dan/atau talon rusak atau tidak dapat dipakai lagi, maka atas permintaan mereka yang berkepentingan Perseroan akan mengeluarkan penggantinya. 2. Surat saham aslinya kemudian dimusnahkan dan oleh Direksi dibuat berita acara untuk dilaporkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya. 3. Apabila surat saham dan/atau tanda dividen dan/atau talon hilang, maka atas permintaan tertulis mereka yang berkepentingan Perseroan akan mengeluarkan penggantinya setelah menurut pendapat Direksi kehilangan tersebut telah cukup dibuktikan dan dengan jaminan yang dipandang perlu oleh Direksi untuk tiap peristiwa khusus. 4. Setelah surat saham pengganti tersebut dikeluarkan, maka surat saham aslinya tidak berlaku lagi terhadap Perseroan. 5. Semua biaya untuk pengeluaran surat saham pengganti itu ditanggung oleh Pemegang Saham yang berkepentingan. 6. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 sampai ayat 5 mutatis muntandis berlaku bagi pengeluaran surat kolektif saham pengganti. DAFTAR PEMEGANG SAHAM DAN DAFTAR KHUSUS Pasal 8 1. Perseroan mengadakan dan menyimpan Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus di tempat kedudukan Perseroan. 2. Dalam Daftar Pemegang Saham itu dicatat: a. Nama dan alamat para Pemegang Saham; b. Jumlah, nomor dan tanggal perolehan saham yang dimiliki para Pemegang Saham dan klasifikasinya dalam hal dikeluarkan lebih dari satu klasifikasi saham; 195
216 c. Jumlah yang disetor atas setiap saham; d. Nama dan alamat dari orang atau badan hukum yang mempunyai hak gadai atas saham atau sebagai penerima jaminan fidusia saham dan tanggal perolehan hak gadai atau tanggal pendaftaran jaminan fidusia tersebut; e. Keterangan penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang; f. Setiap perubahan kepemilikan saham; dan g. Keterangan lainnya yang dianggap perlu oleh Direksi. 3. Dalam Daftar Khusus dicatat keterangan mengenai kepemilikan saham anggota Direksi dan Dewan Komisaris beserta keluarganya dalam Perseroan dan/atau pada perseroan lain serta tanggal saham itu diperoleh. 4. Pemegang saham harus memberitahukan setiap perpindahan tempat tinggal dengan surat yang disertai tanda penerimaan kepada Direksi. 5. Selama pemberitahuan itu belum dilakukan, maka segala panggilan dan pemberitahuan kepada pemegang saham adalah sah jika dialamatkan pada alamat pemegang saham yang paling akhir dicatat dalam Daftar Pemegang Saham. 6. Direksi berkewajiban untuk mengadakan dan menyimpan Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus di tempat kedudukan Perseroan. 7. Setiap pemegang saham berhak melihat Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus pada waktu jam kerja kantor Perseroan. PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM Pasal 9 1. Pemindahan hak atas saham harus berdasarkan akta pemindahan hak. 2. Akta pemindahan saham sebagaimana dimaksud pada ayat 1 atau salinannya sesuai dengan asli disampaikan kepada Perseroan. 3. Pemegang Saham yang hendak memindahkan sahamnya harus menawarkan terlebih dahulu secara tertulis kepada Pemegang Saham lain dengan menyebutkan harga serta persyaratan penjualan dan memberitahukan kepada Direksi secara tertulis tentang penawaran tersebut. 4. Para Pemegang Saham lainnya berhak secara proporsional dengan kepemilikan sahamnya, membeli saham yang ditawarkan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penawaran dilakukan. 5. Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 4 tidak dapat dilaksanakan oleh Perseroan, Pemegang saham dapat menawarkan dan menjual sahamnya kepada karyawan mendahului penawaran kepada orang lain dengan harga dan persyaratan yang sama dalam waktu 30 (tiga puluh) hari dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. 6. Pemegang saham yang menawarkan sahamnya sebagaimana dimaksud pada ayat 3, berhak menarik kembali penawaran tersebut setelah lewatnya jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat Keharusan menawarkan kepada Pemegang Saham lainnya hanya dapat dilakukan 1 (satu) kali. 8. Pemindahan hak atas saham hanya diperbolehkan apabila semua ketentuan dalam Anggaran Dasar telah terpenuhi. 9. Mulai hari panggillan Rapat Umum Pemegang Saham sampai dengan hari rapat itu, pemindahan hak atas saham tidak diperkenankan. 10. Segala tindakan pemindahan hak atas saham yang bertentangan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 sampai dengan ayat 9 membawa akibat bahwa hak-hak yang diberikan oleh hukum atas saham tersebut tidak dapat dijalankan, sedangkan pembayaran dividen atas saham tersebut ditangguhkan. DIREKSI Pasal Perseroan dipimpin dan dikelola oleh Direksi yang beranggotakan paling banyak 5 (lima) orang Direktur, seorang diantaranya diangkat sebagai Direktur Utama. 2. Yang dapat diangkat menjadi anggota Direksi adalah orang perseorangan yang memenuhi kriteria keahlian, integritas, kepemimpinan, jujur, perilaku yang baik, serta memilki dedikasi yang tinggi untuk memajukan dan mengembangkan Perseroan. 196
217 3. Selain memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat 2, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Warga Negara Indonesia; b. Cakap/mampu melaksanakan perbuatan hukum; c. Dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatannya, tidak pernah: i. dinyatakan pailit; atau ii. menjadi anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris/Dewan Pengawas yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu Perseroan atau Perum dinyatakan pailit; atau iii. dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan Negara dan/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan. d. Memiliki pengetahuan dan keahlian di bidang ekonomi, keuangan, perbankan dan/atau hukum. 4. Pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat 3, dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani oleh calon anggota Direksi dan surat tersebut disimpan oleh Perseroan. 5. Antar para anggota Direksi dan antara anggota Direksi dengan anggota Dewan Komisaris dilarang memiliki hubungan keluarga sedarah atau hubungan karena perkawinan sampai dengan derajat ketiga, baik menurut garis lurus maupun garis ke samping. 6. Pengangkatan anggota Direksi yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat 4 dan ayat 5 batal demi hukum sejak saat anggota Direksi lainnya atau anggota Dewan Komisaris mengetahui dan menyatakan tidak terpenuhinya persyaratan tersebut. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN DIREKSI Pasal Anggota Direksi diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 2. Anggota Direksi diangkat dari calon-calon yang diusulkan oleh Pemegang Saham dan pencalonan tersebut mengikat bagi Rapat Umum Pemegang Saham. 3. Anggota Direksi wajib menandatangani Kontrak Manajemen sebelum ditetapkan pengangkatannya. 4. Masa jabatan Direksi adalah 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan, dengan tidak mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberhentikan anggota Direksi sewaktu-waktu. 5. Anggota Direksi diberi gaji berikut fasilitas dan/atau tunjangan lainnya termasuk santunan purna jabatan yang jumlahnya ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. 6. Dalam hal terjadi kekosongan jabatan anggota Direksi, maka dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah terjadinya kekosongan tersebut, harus diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengisi kekosongan dimaksud. 7. Selama jabatan anggota Direksi kosong, maka Dewan Komisaris menunjuk salah seorang anggota Direksi lainnya atau pihak lain untuk sementara waktu menjalankan tugas anggota Direksi yang kosong tersebut dengan kewajiban dan kewenangan yang sama. 8. Dalam hal kekosongan jabatan anggota Direksi disebabkan karena berakhirnya masa jabatan dan Rapat Umum Pemegang Saham belum menetapkan anggota Direksi baru, maka anggota Direksi yang berakhir masa jabatan tersebut dapat ditetapkan oleh Dewan Komisaris untuk sementara menjalankan tugas anggota Direksi yang kosong tersebut dengan kewajiban dan kewenangan yang sama sampai dengan diangkatnya anggota Direksi yang definitif. 9. Pelaksana tugas anggota Direksi yang kosong sebagaimana dimaksud pada ayat 7 dan ayat 8, selain anggota Direksi yang masih menjabat, memperoleh gaji dan tunjangan/fasilitas yang sama dengan anggota Direksi yang kosong tersebut, tidak termasuk santunan purna jabatan. 10. Dalam hal Perseroan tidak mempunyai satupun anggota Direksi, maka untuk sementara Dewan Komisaris berkewajiban menjalankan tugas Direksi, dengan kewajiban dan kewenangan yang sama sampai dengan diangkatnya anggota Direksi yang definitif, dan dengan ketentuan dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah terjadi kekosongan Dewan Komisaris wajib melakukan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham guna mengisi kekosongan tersebut. 11. Dalam rangka melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat 10, Dewan Komisaris dapat bertindak sendiri atau menunjuk salah seorang atau lebih di antara anggota Dewan Komisaris. 12. Jabatan anggota Direksi berakhir apabila yang bersangkutan: a. Mengundurkan diri; b. Meninggal dunia; c. Terbukti melakukan tindak pidana kejahatan; 197
218 d. Tidak dapat hadir secara fisik dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan berturut-turut tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan; e. Dinyatakan pailit atau dinyatakan tunduk pada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh pengadilan; f. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham; atau g. Berhalangan tetap. 13. Seorang anggota Direksi berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksudnya tersebut kepada Perseroan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. 14. Apabila dalam surat pengunduran diri disebutkan tanggal efektif kurang dari 30 (tiga puluh) hari dari tanggal surat diterima, maka dianggap tidak menyebutkan tanggal efektif pengunduran diri. 15. Dengan lampaunya kurun waktu sebagaimana tersebut pada ayat 13 atau dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya surat permohonan pengunduran diri dalam hal tidak disebutkan tanggal efektif pengunduran diri, tidak ada keputusan, maka anggota Direksi bersangkutan berhenti dari jabatannya pada tanggal yang diminta tersebut di atas atau dengan lewatnya waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya surat permohonan pengunduran diri tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. 16. Anggota Direksi yang berhenti sebelum atau setelah masa jabatannya berakhir, termasuk berhenti karena mengundurkan diri, tetap bertanggungjawab terhadap segala tindakannya sejak tanggal pengangkatannya sampai dengan tanggal penetapan pemberhentiannya atau tanggal efektif berakhirnya jabatannya yang belum diterima pertanggungjawabannya oleh Rapat Umum Pemegang Saham. 17. Apabila seorang anggota Direksi berhenti atau diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir maka masa jabatan penggantinya adalah sisa masa jabatan anggota Direksi yang digantikannya. 18. Dalam hal terdapat penambahan anggota Direksi, maka masa jabatan anggota Direksi tersebut akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan anggota Direksi lainnya yang telah ada. 19. Anggota Direksi dilarang: a. merangkap jabatan pada Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Badan Usaha Milik Swasta atau jabatan lain yang berhubungan dengan pengelolaan perusahaan; b. merangkap jabatan pada jabatan struktural dan/atau fungsional dalam instansi/lembaga Pemerintah Pusat dan/atau Daerah; c. merangkap jabatan pada jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan; d. merangkap jabatan pada jabatan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; e. menjadi pengurus partai politik dan/atau calon/anggota legislatif; atau f. menjadi calon Kepala Pemerintah Daerah. 20. Dalam hal anggota Direksi memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 19, maka masa jabatannya sebagai anggota Direksi berakhir demi hukum terhitung sejak terpenuhinya ketentuan tersebut. PEMBERHENTIAN SEWAKTU-WAKTU DIREKSI Pasal Anggota Direksi sewaktu-waktu dapat diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. 2. Pemberhentian anggota Direksi sebagaimana dimaksud pada ayat 1, dilakukan apabila berdasarkan kenyataan, anggota Direksi yang bersangkutan: a. tidak memenuhi kewajibannya yang telah disepakati dalam kontrak manajemen; b. tidak melaksanakan tugasnya dengan baik; c. tidak melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau ketentuan anggaran dasar; d. terlibat dalam tindakan yang merugikan Perseroan dan/atau negara; atau e. dinyatakan bersalah dengan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. 3. Selain alasan pemberhentian anggota Direksi sebagaimana dimaksud pada ayat 2, Direksi dapat diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan alasan lainnya yang dinilai tepat demi kepentingan dan pencapaian tujuan Perseroan. 198
219 4. Rencana pemberhentian anggota Direksi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diberitahukan kepada anggota Direksi yang bersangkutan secara lisan atau tertulis oleh Rapat Umum Pemegang Saham atau Dewan Komisaris atau pihak lain yang ditunjuk/dikuasakan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. 5. Keputusan pemberhentian karena alasan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d serta ayat 3 ditetapkan setelah anggota Direksi yang bersangkutan diberi kesempatan membela diri. 6. Pembelaan diri sebagaimana dimaksud pada ayat 5 disampaikan secara tertulis kepada Rapat Umum Pemegang Saham atau pihak lain yang ditunjuk/diberi kuasa dalam waktu 14 (empat belas) hari terhitung sejak pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat 4 diterima oleh anggota Direksi yang bersangkutan. 7. Dalam hal anggota Direksi yang diberhentikan telah melakukan pembelaan diri atau menyatakan tidak berkeberatan atas rencana pemberhentiannya pada saat diberitahukan, maka ketentuan waktu sebagaimana dimaksud pada ayat 6 dianggap telah terpenuhi. 8. Selama rencana pemberhentian masih dalam proses, maka anggota Direksi yang bersangkutan wajib melaksanakan tugasnya sebagaimana mestinya. 9. Pemberhentian karena alasan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 huruf d dan huruf e, merupakan pemberhentian tidak dengan hormat. TUGAS DAN WEWENANG DIREKSI Pasal Tugas pokok Direksi adalah : a. Memimpin dan melaksanakan pengurusan Perseroan untuk kepentingan dan tujuan Perseroan dan bertindak selaku pimpinan dalam pengurusan tersebut; b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan 2. Dalam melaksanakan tugasnya, Direksi wajib mencurahkan perhatian dan pengabdiannya secara penuh pada tugas, kewajiban dan pencapaian tujuan Perseroan. 3. Setiap anggota Direksi wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha Perseroan dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan. 4. Setiap anggota Direksi bertanggung jawab penuh secara pribadi apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai menjalankan tugasnya untuk kepentingan dan usaha Perseroan. 5. Direksi berhak mewakili Perseroan di dalam dan di luar pengadilan serta melakukan segala tindakan dan perbuatan baik yang mengenai kepengurusan maupun mengenai kepemilikan serta mengikat Perseroan dengan pihak lain dan/atau pihak lain dengan Perseroan, dengan pembatasan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar. 6. Perbuatan-perbuatan Direksi di bawah ini harus mendapat persetujuan tertulis dari Dewan Komisaris untuk: a. Melepaskan dan menghapuskan aktiva bergerak dengan umur ekonomis yang lazim berlaku dalam industri pada umumnya sampai dengan 5 (lima) tahun dan persediaan barang mati sampai dengan nilai tertentu yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham; b. Mengadakan kerja sama operasi yang berlaku untuk jangka waktu lebih dari 1 (satu) tahun; c. Menetapkan dan menyesuaikan struktur organisasi sampai dengan 1 (satu) tingkat di bawah Direksi. 7. Paling lambat 14 (empat belas) hari sejak diterimanya permohonan atau penjelasan dan dokumen secara lengkap dari Direksi, Dewan Komisaris harus memberikan keputusan. 8. Perbuatan hukum untuk mengalihkan, melepaskan atau menjadikan jaminan utang seluruh atau sebagian besar harta kekayaan Perseroan (yang bukan merupakan barang dagangan) baik dalam satu transaksi atau beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain, setelah mendengar pendapat dan saran dari Dewan Komisaris harus mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham yang dihadiri atau diwakili para pemegang saham yang memiliki paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan Perseroan dengan hak suara yang sah dan disetujui oleh paling sedikit ¾ (tiga per empat) dari jumlah seluruh suara yang dikeluarkan secara sah dalam Rapat Umum Pemegang Saham. 9. Perbuatan hukum untuk mengalihkan atau menjadikan jaminan hutang atau melepaskan hak atas kekayaan Perseroan sebagaimana dimaksud pada ayat 8 wajib diumumkan dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang terbit dan beredar luas/nasional di wilayah Republik Indonesia paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak dilakukan perbuatan hukum tersebut. 199
220 10. Perbuatan-perbuatan di bawah ini hanya dapat dilakukan oleh Direksi setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham dan persetujuan tersebut diberikan setelah mendengar pendapat dan saran tertulis dari Dewan Komisaris dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku yaitu: a. Mengagunkan aktiva tetap untuk penarikan kredit jangka menengah/panjang; b. Melakukan penyertaan modal pada perseroan lain. c. Mendirikan anak perusahaan dan/atau perusahaan patungan. d. Melepaskan penyertaan modal pada anak perusahaan dan/atau perusahaan patungan. e. Melakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan, pemisahan, dan pembubaran anak perusahaan dan/atau perusahaan patungan. f. Mengikat Perseroan sebagai penjamin (borg atau avalist). g. Mengadakan kerja sama operasi dan perjanjian kerjasama lainnya dengan nilai atau jangka waktu melebihi penetapan Rapat Umum Pemegang Saham. h. Menghapus tagih piutang macet yang telah dihapusbukukan. i. Melepaskan dan menghapuskan aktiva tetap Perseroan, kecuali aktiva tetap bergerak dengan umur ekonomis yang lazim berlaku dalam industri pada umumnya sampai dengan 5 (lima) tahun. j. Melakukan tindakan lain yang belum ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. 11. Apabila dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak diterimanya permohonan atau penjelasan/data tambahan dari Direksi, Dewan Komisaris tidak memberikan pendapat atau saran tertulis, maka Rapat Umum Pemegang Saham dapat memberikan keputusan tanpa adanya pendapat atau saran tertulis dari Dewan Komisaris. 12. Rapat Umum Pemegang Saham dapat mendelegasikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan pemberian persetujuan atas tindakan Direksi sebagaimana dimaksud pada ayat Rapat Umum Pemegang Saham dapat menentukan pembatasan selain pembatasan sebagaimana dimaksud pada ayat 6, ayat 8, dan ayat 10, dengan mengindahkan ketentuan dalam Anggaran Dasar dan/atau peraturan perundang-undangan. 14. Kebijakan kepengurusan ditetapkan dalam rapat Direksi. 15. Direktur Utama berhak dan berwenang untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan dengan ketentuan semua tindakan yang dilakukan telah disetujui Direksi dan harus segera dilaporkan kepada Rapat Direksi dan Dewan Komisaris paling lambat 15 (lima belas) hari setelah tindakan tersebut dilakukan. 16. Jika Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka salah seorang Direktur yang ditunjuk oleh Direktur Utama berwenang bertindak atas nama Direksi. 17. Dalam hal Direktur Utama tidak melakukan penunjukkan, maka salah seorang Direktur yang ditunjuk oleh dan diantara anggota Direksi yang ada berwenang bertindak atas nama Direksi. 18. Dalam hal penunjukkan sebagaimana dimaksud pada ayat 17 tidak dilakukan, maka salah seorang Direktur yang paling lama menjabat sebagai anggota Direksi berwenang bertindak atas nama Direksi. 19. Dalam hal Direksi yang paling lama menjabat sebagai anggota Direksi lebih dari 1 (satu) orang, maka Direktur sebagaimana dimaksud pada ayat 3 yang tertua dalam usia yang berwenang bertindak atas nama Direksi. 20. Dalam hal anggota Direksi hanya berjumlah 2 (dua) orang, sehingga hanya terdapat satu orang anggota Direksi, salah seorang anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Rapat Dewan Komisaris, dapat menjalankan fungsi Direksi untuk sementara waktu sampai dengan Direktur Utama dapat menjalankan fungsinya kembali. 21. Direksi untuk perbuatan tertentu berhak pula mengangkat seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasanya, dengan memberikan kekuasaan untuk perbuatan tertentu tersebut yang diatur dalam surat kuasa. 22. Pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Direksi ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan wewenang tersebut oleh Rapat Umum Pemegang Saham dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris. 200
221 HAK DAN KEWAJIBAN DIREKSI Pasal 14 Dalam hubungan dengan tugas pokok Direksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, maka: 1. Direksi berhak untuk: a. Menetapkan kebijaksanaan dalam memimpin dan mengurus Perseroan; b. Mengatur ketentuan-ketentuan tentang kepegawaian Perseroan termasuk penetapan gaji, pensiun atau jaminan hari tua dan penghasilan lain bagi para pegawai Perseroan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham; c. Mengangkat dan memberhentikan pegawai Perseroan berdasarkan peraturan kepegawaian Perseroan dan peraturan perundang-undangan; d. Mengatur penyerahan kekuasaan Direksi untuk mewakili Perseroan di dalam dan di luar Pengadilan kepada seseorang atau beberapa orang anggota Direksi yang khusus ditunjuk untuk itu atau kepada seseorang atau beberapa orang pegawai Perseroan baik sendiri maupun bersama-sama atau kepada orang lain; e. Menghapusbukukan piutang macet dalam nilai tertentu yang tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham atau Dewan Komisaris, yang selanjutnya dilaporkan dan dipertanggungjawabkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham; f. Menjalankan tindakan-tindakan lainnya, baik mengenai pengurusan maupun pemilikan, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan peraturan perundang-undangan. g. Mengangkat seorang Sekretaris Perusahaan. 2. Direksi berkewajiban tanpa mengurangi tanggung jawab pengurusan Perseroan pada umumnya: a. Mengusahakan dan menjamin terlaksananya usaha dan kegiatan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usahanya; b. Menyiapkan pada waktunya Rencana Jangka Panjang Perseroan, Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan, termasuk rencana-rencana lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan usaha dan kegiatan Perseroan dan menyampaikannya kepada Dewan Komisaris dan pemegang saham untuk selanjutnya disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham guna mendapatkan persetujuan; c. Mengadakan dan memelihara pembukuan dan administrasi Perseroan sesuai dengan kelaziman yang berlaku bagi suatu perseroan; d. Menyusun sistem akuntansi sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan berdasarkan prinsip-prinsip pengendalian intern, terutama fungsi pengurusan, pencatatan, penyimpanan, dan pengawasan; e. Memberikan pertanggungjawaban dan segala keterangan tentang keadaan dan jalannya Perseroan berupa laporan tahunan termasuk perhitungan tahunan kepada Rapat Umum Pemegang Saham; f. Memberikan laporan berkala menurut cara dan waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta laporan lainnya setiap kali diminta oleh Pemegang Saham; g. Menyiapkan susunan organisasi Perseroan lengkap dengan perincian tugasnya; h. Menjalankan kewajiban lainnya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan peraturan perundangundangan. Pasal Direksi menyusun rencana kerja tahunan sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang dan memuat juga anggaran tahunan Perseroan untuk tahun buku yang akan datang. 2. Rencana kerja sebagaimana dimaksud pada ayat 1 disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham dan harus mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham. 3. Dalam hal Direksi tidak menyampaikan rencana kerja sebagaimana dimaksud pada ayat 2, maka rencana kerja tahun sebelumnya diberlakukan. 4. Rencana kerja tahun sebelumnya berlaku juga bagi Perseroan yang rencana kerjanya belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. 201
222 RAPAT DIREKSI Pasal Segala keputusan Direksi diambil dalam rapat Direksi. 2. Keputusan Direksi dapat pula diambil di luar rapat Direksi sepanjang disetujui secara tertulis dan ditandatangani oleh seluruh anggota Direksi, baik mengenai cara pengambilan keputusan maupun materi yang diputuskan. 3. Direksi mengadakan rapat setiap kali apabila dipandang perlu oleh seorang atau lebih anggota Direksi atau atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris atau pemegang saham yang mewakili paling sedikit 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan. 4. Rapat Direksi diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau di tempat kegiatan usaha Perseroan atau di tempat lain di wilayah Republik Indonesia yang ditetapkan oleh Direksi. 5. Panggilan rapat Direksi dilakukan secara tertulis oleh anggota Direksi yang mengusulkan rapat dan dalam hal rapat diusulkan pemegang saham, oleh anggota Direksi yang berhak mewakili Perseroan dan disampaikan dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari sebelum rapat diadakan, atau dalam waktu yang lebih singkat jika dalam keadaan mendesak. 6. Panggilan rapat sebagaimana dimaksud pada ayat 5 harus mencantumkan acara, tanggal, waktu dan tempat rapat. 7. Panggilan rapat terlebih dahulu tersebut tidak disyaratkan apabila semua anggota Direksi hadir dalam rapat. 8. Semua rapat Direksi dipimpin oleh Direktur Utama. 9. Dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan, rapat Direksi dipimpin oleh seorang Direktur yang ditunjuk oleh dan dari antara mereka yang hadir. 10. Seorang anggota Direksi dapat diwakili dalam rapat hanya oleh anggota Direksi lainnya berdasarkan surat kuasa tertulis yang diberikan khusus untuk keperluan itu. 11. Seorang anggota Direksi hanya dapat mewakili seorang anggota Direksi lainnya. 12. Rapat Direksi dinyatakan sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat, apabila dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) dari jumlah anggota Direksi atau wakilnya. 13. Semua keputusan dalam rapat Direksi diambil dengan musyawarah untuk mufakat. 14. Jika keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka keputusan harus diambil dengan pemungutan suara bedasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat yang bersangkutan. 15. Setiap anggota Direksi berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap anggota Direksi yang diwakilinya. 16. Apabila jumlah suara yang setuju dan tidak setuju sama banyaknya, maka Direktur Utama atau pimpinan rapat yang menentukan dengan tetap memperhatikan ketentuan mengenai pertanggungjawaban Direksi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar. 17. Suara blanko (abstain) dianggap menyetujui usul yang diajukan dalam Rapat. 18. Suara yang tidak sah dianggap tidak ada dan tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan dalam Rapat. 19. Segala sesuatu yang dibicarakan dan diputuskan dalam rapat Direksi dibuat risalah rapat Direksi yang ditandatangani oleh Ketua Rapat Direksi dan oleh salah seorang anggota Direksi yang ditunjuk oleh dan dari antara anggota Direksi yang hadir. BENTURAN KEPENTINGAN Pasal Dalam hal kepentingan Perseroan berbenturan dengan kepentingan salah seorang anggota Direksi, maka dengan persetujuan Dewan Komisaris, Perseroan diwakili oleh anggota Direksi lainnya. 2. Apabila perbenturan kepentingan tersebut menyangkut semua anggota Direksi, maka Perseroan diwakili oleh Dewan Komisaris atau oleh seorang yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris. 3. Dalam hal tidak ada Dewan Komisaris, maka Rapat Umum Pemegang Saham mengangkat seorang atau lebih untuk mewakili Perseroan dalam menjalankan tugas tersebut pada ayat
223 DEWAN KOMISARIS Pasal Perseroan diawasi oleh Dewan Komisaris yang beranggotakan paling banyak 3 (tiga) orang, seorang diantaranya diangkat sebagai Komisaris Utama. 2. Yang dapat diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris adalah orang perseorangan yang memiliki integritas, dedikasi, memahami masalah-masalah manajemen perusahaan yang berkaitan dengan salah satu fungsi manajemen, memiliki pengetahuan yang memadai di bidang usaha perusahaan, dan dapat menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya. 3. Selain harus memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat 2, anggota Dewan Komisaris harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Warga Negara Indonesia; b. Cakap/mampu melaksanakan perbuatan hukum; c. Dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatannya tidak pernah : i. dinyatakan pailit; atau ii. menjadi anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris atau anggota Dewan Pengawas yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan atau Perum dinyatakan pailit; atau iii. dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan Negara dan/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan. d. Memiliki pengalaman dan keahlian di bidang ekonomi, keuangan, perbankan dan/atau hukum. 4. Pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat 3, dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani oleh calon anggota Dewan Komisaris dan surat tersebut disimpan oleh Perseroan. 5. Antar para anggota Dewan Komisaris dan antara anggota Dewan Komisaris dengan anggota Direksi dilarang memiliki hubungan keluarga sedarah atau hubungan karena perkawinan sampai dengan derajat ketiga, baik menurut garis lurus maupun garis ke samping. 6. Pengangkatan anggota Dewan Komisaris yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat 4 dan ayat 5 batal demi hukum sejak saat anggota Dewan Komisaris lainnya atau Direksi mengetahui tidak terpenuhinya persyaratan tersebut. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN DEWAN KOMISARIS Pasal Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. 2. Anggota Dewan Komisaris diangkat dari calon-calon yang diusulkan oleh Pemegang Saham dan pencalonan tersebut mengikat bagi Rapat Umum Pemegang Saham. 3. Masa jabatan anggota Dewan Komisaris adalah 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan, dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberhentikan anggota Dewan Komisaris sewaktu-waktu. 4. Para anggota Dewan Komisaris diberikan honorarium dan tunjangan purna jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. 5. Pembagian kerja diantara para anggota Dewan Komisaris diatur oleh Dewan Komisaris sendiri, dan untuk kelancaran tugasnya Dewan Komisaris dapat dibantu oleh seorang Sekretaris Dewan Komisaris yang diangkat oleh Dewan Komisaris berdasarkan saran Pemegang Saham atas beban Perseroan. 6. Dalam hal terjadi kekosongan jabatan anggota Dewan Komisaris, maka dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah terjadinya kekosongan tersebut, harus diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengisi kekosongan dimaksud. 7. Selama jabatan anggota Dewan Komisaris kosong, maka Dewan Komisaris menunjuk salah seorang anggota Dewan Komisaris lainnya atau pihak lain untuk sementara waktu menjalankan tugas anggota Dewan Komisaris yang kosong tersebut dengan kewajiban dan kewenangan yang sama. 8. Dalam hal kekosongan jabatan anggota Dewan Komisaris disebabkan karena berakhirnya masa jabatan dan Rapat Umum Pemegang Saham belum menetapkan anggota Dewan Komisaris baru, maka anggota Dewan Komisaris yang berakhir masa jabatan tersebut dapat ditetapkan oleh Dewan Komisaris untuk sementara menjalankan tugas anggota Dewan Komisaris yang kosong tersebut dengan kewajiban dan kewenangan yang sama sampai dengan diangkatnya anggota Dewan Komisaris yang definitif. 203
224 9. Dalam hal Perseroan tidak mempunyai satupun anggota Dewan Komisaris, maka Rapat Umum Pemegang Saham sudah harus mengisi kekosongan tersebut dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah terjadi kekosongan. 10. Selama jabatan Dewan Komisaris kosong selain karena berakhirnya masa jabatan, maka Rapat Umum Pemegang Saham dapat menunjuk pihak lain untuk melaksanakan tugas Dewan Komisaris sampai dengan ditetapkannya anggota-anggota Dewan Komisaris yang definitif. 11. Dalam hal kekosongan jabatan disebabkan oleh karena berakhirnya masa jabatan, maka anggota Dewan Komisaris yang berakhir masa jabatannya tersebut dapat ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham untuk tetap melaksanakan tugas sebagai anggota Dewan Komisaris dengan kewenangan dan kewajiban yang sama sampai dengan ditetapkannya anggota Dewan Komisaris yang definitif. 12. Pelaksana tugas anggota Dewan Komisaris yang kosong sebagaimana dimaksud pada ayat 7, ayat 8, dan ayat 11, selain anggota Dewan Komisaris yang masih menjabat, memperoleh gaji dan tunjangan/fasilitas yang sama dengan anggota Dewan Komisaris yang kosong tersebut, tidak termasuk santunan purna jabatan. 13. Jabatan anggota Dewan Komisaris berakhir apabila: a. Masa jabatannya berakhir; b. Mengundurkan diri; c. Meninggal dunia; d. Diberhentikan berdasarkan keputusan rapat Umum Pemegang Saham dengan alasan: i. tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik; ii. melanggar ketentuan anggaran dasar dan atau peraturan perundang-undangan; iii. dinyatakan bersalah dengan keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. d. Dinyatakan pailit atau dinyatakan tunduk pada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh pengadilan; atau e. Berhalangan tetap. 14. Seorang anggota Dewan Komisaris berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksudnya tersebut kepada Perseroan dengan tembusan kepada Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. 15. Apabila dalam surat pengunduran diri disebutkan tanggal efektif kurang dari 30 (tiga puluh) hari dari tanggal surat diterima, maka dianggap tidak menyebutkan tanggal efektif pengunduran diri. 16. Dengan lampaunya kurun waktu sebagaimana dimaksud pada ayat 15 atau dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya surat permohonan pengunduran diri dalam hal tidak disebutkan tanggal efektif pengunduran diri, tidak ada keputusan, maka anggota Dewan Komisaris bersangkutan berhenti dari jabatannya pada tanggal yang diminta tersebut diatas atau dengan lewatnya waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya surat permohonan pengunduran diri tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. 17. Anggota Dewan Komisaris yang berhenti sebelum atau setelah masa jabatannya berakhir, termasuk berhenti karena mengundurkan diri, tetap bertanggungjawab terhadap segala tindakannya sejak tanggal pengangkatannya sampai dengan tanggal penetapan pemberhentiannya atau tanggal efektif berakhirnya jabatannya yang belum diterima pertanggung-jawabannya oleh Rapat Umum Pemegang Saham. PEMBERHENTIAN SEWAKTU-WAKTU DEWAN KOMISARIS Pasal Anggota Dewan Komisaris sewaktu-waktu dapat diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. 2. Pemberhentian anggota Dewan Komisaris sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan dengan alasan anggota Dewan Komisaris bersangkutan: a. tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik; b. tidak melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau ketentuan anggaran dasar; c. melakukan tindakan yang diindikasikan telah merugikan Perseroan; dan/atau d. dinyatakan bersalah dengan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. 204
225 3. Selain alasan pemberhentian anggota Dewan Komisaris sebagaimana dimaksud pada ayat 2, anggota Dewan Komisaris dapat diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan alasan lainnya yang dinilai tepat demi kepentingan dan pencapaian tujuan Perseroan. 4. Rencana pemberhentian anggota Dewan Komisaris sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diberitahukan kepada yang bersangkutan secara lisan atau tertulis oleh Rapat Umum Pemegang Saham atau pihak lain yang ditunjuk/dikuasakan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. 5. Keputusan pemberhentian karena alasan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 huruf a, huruf b, dan huruf c serta ayat 3 ditetapkan setelah anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan diberi kesempatan membela diri. 6. Pembelaan diri sebagaimana dimaksud pada ayat 5 disampaikan secara tertulis kepada Rapat Umum Pemegang Saham atau pihak lain yang ditunjuk/diberi kuasa dalam waktu 14 (empat belas) hari terhitung sejak pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat 4 diterima oleh anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan. 7. Dalam hal anggota Dewan Komisaris yang diberhentikan telah melakukan pembelaan diri atau menyatakan tidak berkeberatan atas rencana pemberhentiannya pada saat diberitahukan, maka ketentuan waktu sebagaimana dimaksud pada ayat 6 dianggap telah terpenuhi. 8. Selama rencana pemberhentian masih dalam proses, maka anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan wajib melaksanakan tugasnya sebagaimana mestinya. 9. Pemberhentian karena alasan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 huruf c dan huruf d, merupakan pemberhentian tidak dengan hormat. 10. Apabila seorang anggota Dewan Komisaris berhenti atau diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir maka masa jabatan penggantinya adalah sisa masa jabatan anggota Dewan Komisaris yang digantikannya. 11. Dalam hal terdapat penambahan anggota Dewan Komisaris, maka masa jabatan anggota Dewan Komisaris tersebut akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan anggota Dewan Komisaris lainnya yang telah ada. 12. Anggota Dewan Komisaris dilarang memangku jabatan rangkap sebagai: a. anggota Direksi pada Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Badan Usaha Milik Swasta; b. jabatan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; c. jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan; d. pengurus partai politik dan/atau calon/anggota legislatif; atau e. calon Kepala Daerah. TUGAS DAN WEWENANG DEWAN KOMISARIS Pasal Dewan Komisaris wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha Perseroan. 2. Dewan Komisaris bertugas: a. Melakukan pengawasan terhadap pengurusan Perseroan yang dilakukan Direksi; b. Memberikan nasihat kepada Direksi dalam melaksanakan kegiatan pengurusan Perseroan; c. Melaksanakan kepentingan Perseroan dengan memperhatikan kepentingan para Pemegang Saham dan bertanggung jawab kepada Perseroan yang dalam hal ini diwakili oleh Rapat Umum Pemegang Saham; d. Meneliti dan menelaah laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan tersebut; e. Memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai rencana kerja dan anggaran tahunan Perseroan yang diusulkan Direksi. 3. Para anggota Dewan Komisaris, baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri setiap waktu berhak memasuki bangunan, halaman dan/atau tempat lain yang dipergunakan dan/atau yang dikuasai oleh Perseroan dan berhak memeriksa buku, surat bukti, persediaan barang-barang, memeriksa dan mencocokkan keadaan uang kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat berharga serta mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi. 4. Untuk membantu kelancaran pelaksanaan tugasnya, Dewan Komisaris dapat mengangkat seorang Sekretaris Dewan Komisaris atas beban Perseroan. 205
226 5. Dewan Komisaris dapat meminta bantuan tenaga ahli dalam melaksanakan tugasnya dalam jangka waktu terbatas atas beban Perseroan. 6. Semua biaya yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan tugas Dewan Komisaris dibebankan kepada Perseroan dan secara jelas dimuat dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan. 7. Para anggota Dewan Komisaris berhak meminta penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan kepada Direksi dan Direksi wajib memberikan penjelasan. 8. Dewan Komisaris dengan suara terbanyak biasa setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih anggota Direksi, apabila mereka bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar atau melalaikan kewajibannya atau terdapat indikasi melakukan kerugian Perusahaan atau terdapat alasan mendesak yang dinilai tepat bagi Perseroan. 9. Pemberhentian sementara itu dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Keputusan Dewan Komisaris mengenai pemberhentian sementara anggota Direksi dilakukan sesuai dengan tata cara pengambilan keputusan Dewan Komisaris. b. Pemberhentian sementara dimaksud harus diberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan disertai alasan yang menyebabkan tindakan tersebut dengan tembusan kepada Rapat Umum Pemegang Saham dan Direksi. c. Pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam huruf b disampaikan dalam waktu paling lambat 2 (dua) hari setelah ditetapkannya pemberhentian sementara tersebut. d. Anggota Direksi yang diberhentikan sementara tidak berwenang menjalankan pengurusan Perseroan serta mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan. e. Dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah pemberhentian sementara dimaksud, Dewan Komisaris wajib menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham yang akan memutuskan apakah mencabut atau menguatkan keputusan pemberhentian sementara tersebut setelah anggota Direksi yang bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri. f. Rapat sebagaimana dimaksud pada huruf e dipimpin oleh salah seorang Pemegang Saham yang dipilih oleh dan dari antara Pemegang Saham yang hadir. g. Dalam hal pemegang saham Perseroan adalah Pemegang Saham tunggal, maka keputusan tersebut dapat ditetapkan tanpa harus penyelenggaraan rapat secara fisik (on paper). h. Dalam hal jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sebagaimana dimaksud pada huruf e telah lewat dan tidak diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham atau Rapat Umum Pemegang Saham tidak dapat mengambil keputusan, maka pemberhentian sementara tersebut menjadi batal demi hukum. i. Pemberhentian sementara tidak dapat diperpanjang atau ditetapkan kembali dengan alasan yang sama, apabila pemberhentian sementara dinyatakan batal sebagaimana dimaksud pada huruf h. 10. Dalam hal Perseroan tidak mempunyai seorang pun anggota Dewan Komisaris, maka dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah terjadi lowongan, harus diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengangkat Dewan Komisaris Baru. KEWAJIBAN DEWAN KOMISARIS Pasal 22 Tanpa mengurangi tugas Dewan Komisaris untuk mengawasi Perseroan oleh Direksi dan memberi nasehat pada Direksi maka Dewan Komisaris berkewajiban: 1. Memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai Rencana Jangka Panjang Perseroan, rencana kerja dan anggaran tahunan Perseroan serta perubahan dan tambahannya, laporan berkala dan laporan laporan lainnya dari Direksi. 2. Mengawasi pelaksanaan rencana kerja dan anggaran Perseroan serta menyampaikan hasil penilaian serta pendapatnya kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 3. Mengikuti perkembangan kegiatan Perseroan, dalam hal menunjukkan gejala kemunduran, serta melaporkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham dengan disertai saran mengenai langkah perbaikan yang harus ditempuh. 4. Memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai setiap persoalan lainnya yang dianggap penting bagi pengurusan Perseroan. 5. Melakukan tugas-tugas pengawasan lainnya yang ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. 206
227 RAPAT DEWAN KOMISARIS Pasal Segala keputusan Dewan Komisaris diambil dalam rapat Dewan Komisaris. 2. Keputusan Dewan Komisaris dapat pula diambil di luar rapat Dewan Komisaris sepanjang disetujui secara tertulis dan ditandatangani oleh seluruh anggota Dewan Komisaris, baik mengenai cara pengambilan keputusan maupun materi yang diputuskan. 3. Dewan Komisaris mengadakan rapat paling sedikit setiap bulan sekali atau sewaktu-waktu apabila dipandang perlu oleh Komisaris Utama atau atas usul paling sedikit 1/3 (satu per tiga) dari jumlah anggota Dewan Komisaris atau atas permintaan tertulis dari Pemegang Saham yang memiliki jumlah saham terbesar dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan. 4. Dalam rapat tersebut, Dewan Komisaris dapat mengundang Direksi. 5. Rapat Dewan Komisaris diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau tempat kegiatan usaha Perseroan atau di tempat lain di wilayah Republik Indonesia yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris. 6. Panggilan rapat Dewan Komisaris dilakukan secara tertulis oleh Komisaris Utama atau oleh anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Komisaris Utama dan disampaikan dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) hari sebelum rapat diadakan atau dalam waktu yang lebih singkat jika dalam keadaan mendesak. 7. Panggilan rapat sebagaimana dimaksud pada ayat 6 harus mencantumkan acara, tanggal, waktu dan tempat rapat. 8. Panggilan rapat terlebih dahulu tersebut tidak disyaratkan apabila semua anggota Dewan Komisaris hadir dalam rapat. 9. Semua Rapat Dewan Komisaris dipimpin oleh Komisaris Utama. 10. Dalam hal Komisaris Utama tidak dapat hadir atau berhalangan, rapat Dewan Komisaris dipimpin oleh anggota Dewan Komisaris lainnya yang ditunjuk oleh Komisaris Utama. 11. Apabila Komisaris Utama tidak melakukan penunjukan, maka pimpinan rapat Dewan Komisaris dipilih oleh dan diantara anggota Komisaris yang hadir pada rapat tersebut. 12. Seorang anggota Dewan Komisaris dapat diwakili dalam rapat hanya oleh seorang anggota Dewan Komisaris lainnya berdasarkan surat kuasa tertulis yang diberikan secara khusus untuk keperluan itu. 13. Seorang anggota Dewan Komisaris hanya dapat mewakili seorang anggota Dewan Komisaris lainnya. 14. Rapat Dewan Komisaris dinyatakan sah dan berhak mengambil keputusan-keputusan yang mengikat, apabila dihadiri atau diwakili oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah anggota Dewan Komisaris atau wakilnya. 15. Semua keputusan dalam rapat Dewan Komisaris diambil dengan musyawarah untuk mufakat. 16. Jika keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka keputusan harus diambil dengan pemungutan suara bedasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat yang bersangkutan. 17. Setiap anggota Dewan Komisaris berhak mengeluarkan 1 (satu) suara ditambah 1 (satu) suara untuk setiap anggota Dewan Komisaris yang diwakilinya. 18. Apabila jumlah suara yang setuju dan tidak setuju sama banyaknya, maka Komisaris Utama atau pimpinan rapat yang menentukan usul yang bersangkutan dianggap ditolak, kecuali mengenai diri orang akan ditentukan dengan undian tertutup. 19. Suara blanko (abstain) dianggap menyetujui usul yang diajukan dalam Rapat. 20. Suara yang tidak sah dianggap tidak ada dan tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan dalam Rapat. 21. Segala sesuatu yang dibicarakan dan diputuskan dalam rapat Dewan Komisaris harus dibuat suatu risalah rapat Dewan Komisaris yang ditandatangani oleh Ketua Rapat Dewan Komisaris dan oleh salah seorang anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh dan dari antara anggota Dewan Komisaris yang hadir. SATUAN PENGAWASAN INTERN Pasal Perusahaan wajib membentuk Satuan Pengawasan Intern. 2. Satuan Pengawasan Intern sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab kepada Direktur Utama. 207
228 3. Satuan Pengawasan Intern bertugas: a. membantu Direktur Utama dalam melaksanakan pemeriksaan operasional dan keuangan Perusahaan, menilai pengendalian, pengelolaan dan pelaksanaannya pada Perusahaan serta memberikan saran-saran perbaikannya; b. memberikan keterangan tentang hasil pemeriksaan atau hasil pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern sebagaimana dimaksud dalam huruf a kepada Direktur Utama; dan c. memonitor tindak lanjut atas hasil pemeriksaan yang telah dilaporkan. 4. Direktur Utama menyampaikan hasil pemeriksaan Satuan Pengawasan Intern sebagaimana dimaksud pada ayat 3 kepada seluruh anggota Direksi, untuk selanjutnya ditindaklanjuti dalam rapat Direksi. 5. Direksi wajib memperhatikan dan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan atas segala sesuatu yang dikemukakan dalam setiap laporan hasil pemeriksaan yang dibuat oleh Satuan Pengawasan Intern. 6. Atas permintaan tertulis Dewan Komisaris, Direksi wajib memberikan keterangan hasil pemeriksaan atau hasil pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern sebagaimana dimaksud pada ayat Dalam melaksanakan tugasnya, Satuan Pengawasan Intern wajib menjaga kelancaran tugas satuan organisasi lainnya dalam Perusahaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masi ng. KOMITE AUDIT DAN KOMITE LAINNYA Pasal Dewan Komisaris wajib membentuk komite audit yang bekerja secara kolektif dan berfungsi membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugasnya. 2. Pembentukan komite audit dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Komite audit bertugas untuk: a. membantu Dewan Komisaris dalam memastikan efektifitas sistem pengendalian intern dan efektifitas pelaksanaan tugas eksternal auditor dan internal auditor; b. menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilaksanakan oleh Satuan Pengawasan Intern maupun auditor eksternal; c. memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian manajemen serta pelaksanaannya; d. memastikan telah terdapat prosedur review yang memuaskan terhadap segala informasi yang dikeluarkan perusahaan; e. melakukan identifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris serta tugas-tugas Dewan Komisaris lainnya; dan f. melakukan tugas-tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris. 4. Dewan Komisaris dapat membentuk komite lain untuk membantu tugas Dewan Komisaris. 5. Pembentukan dan pelaksanaan tugas komite lain dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. TAHUN BUKU Pasal Tahun buku Perseroan adalah tahun takwim dan pada akhir bulan Desember tiap tahun, buku Perseroan ditutup. 2. Direksi menyusun laporan tahunan dan menyampaikannya kepada Rapat Umum Pemegang Saham, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, yang ditandatangani oleh seluruh anggota Direksi, setelah ditelaah dan ditandatangani oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dalam waktu paling lambat 5 (lima) bulan setelah buku Perseroan ditutup. 3. Dalam laporan tahunan tersebut memuat paling sedikit : a. Laporan keuangan yang terdiri dari neraca akhir tahun buku yang baru lampau dan perhitungan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas (jika ada), serta catatan dan penjelasan atas laporan keuangan tersebut; b. Laporan mengenai keadaan dan jalannya Perseroan serta hasil yang telah dicapai; c. Kegiatan utama Perseroan dan perubahan selama tahun buku; d. Rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan Perseroan; 208
229 e. Laporan mengenai tugas pengawasan yang telah dilakukan oleh Dewan Komisaris selama tahun buku yang baru lampau; f. Nama anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris; g. Gaji dan tunjangan lain bagi anggota Direksi serta honorarium dan tunjangan bagi anggota Dewan Komisaris untuk tahun yang baru lampau. 4. Laporan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 huruf a disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan, yang wajib diserahkan oleh Direksi kepada akuntan publik untuk diaudit. 5. Mulai dan dari dilakukan panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sampai dengan hari penutupan rapat itu, laporan tahunan tersebut harus disediakan di Kantor Perseroan atau dikirimkan kepada para Pemegang Saham untuk diperiksa. 6. Rapat Umum Pemegang Saham memberikan persetujuan atas laporan tahunan termasuk pengesahan laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris. 7. Laporan keuangan yang telah disahkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham harus disampaikan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. 8. Paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan diselenggarakan, laporan tahunan yang bersangkutan harus disediakan di Kantor Perseroan untuk dapat diperiksa oleh para Pemegang Saham. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Pasal Rapat Umum Pemegang Saham dalam Perseroan adalah: a. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan; b. Rapat Umum Pemegang Saham lainnya yang selanjutnya dalam Anggaran Dasar disebut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yaitu Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan. 2. Yang dimaksud dengan Rapat Umum Pemegang Saham dalam Anggaran Dasar adalah keduaduanya yaitu Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, kecuali dengan tegas dinyatakan lain. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN Pasal Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan diadakan tiap-tiap tahun yang meliputi: a. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk menyetujui laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan; b. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan. 2. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf a wajib diadakan dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir. 3. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat 2: a. Direksi mengajukan perhitungan tahunan yang terdiri dari neraca dan perhitungan laba rugi dari tahun buku yang baru berlalu yang telah diaudit oleh Akuntan Publik serta penjelasan atas dokumen tersebut untuk mendapatkan pengesahan rapat; b. Direksi menyampaikan laporan tahunan mengenai keadaan dan jalannya Perseroan, hasil yang telah dicapai, perkiraan mengenai perkembangan Perseroan di masa yang akan datang, kegiatan utama Perseroan dan perubahannya selama tahun buku serta rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan Perseroan untuk mendapatkan persetujuan rapat; c. Diputuskan penggunaan laba Perseroan; d. Diputuskan penetapan akuntan publik untuk mengaudit buku Perseroan yang sedang berjalan berdasarkan usulan dari Dewan Komisaris; e. Dapat diputuskan hal-hal lain yang telah diajukan dengan tidak mengurangi ketentuan Anggaran Dasar. 209
230 4. Pengesahan perhitungan tahunan termasuk pengesahan laporan keuangan serta laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berarti memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) kepada para anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku yang lalu, sejauh tindakan tersebut tercermin dalam perhitungan tahunan. 5. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk mengesahkan rencana kerja dan anggaran Perseroan tahun buku berikutnya diadakan paling lambat pada hari ketiga puluh bulan pertama setelah tahun buku baru dimulai. 6. Direksi diwajibkan mengirimkan usulan rencana kerja dan anggaran tahunan Perseroan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan paling lambat 60 (enam puluh) hari sebelum tahun buku baru mulai berlaku, dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. 7. Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan sebagaimana dimaksud pada ayat 6 harus sudah disediakan di Kantor Perseroan paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan diselenggarakan untuk kepentingan pemegang saham. 8. Dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dapat juga dimasukkan usul-usul yang diajukan oleh seorang atau lebih pemegang saham yang mewakili paling sedikit 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah, dengan ketentuan bahwa usul-usul yang bersangkutan harus sudah diterima oleh Direksi paling lambat 21 (dua puluh satu) hari sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan diadakan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. 9. Apabila sampai dengan batas waktu akhir sebagaimana dimaksud pada ayat 5, rencana kerja dan anggaran tahunan Perseroan belum disahkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, maka yang berlaku bagi Perseroan adalah rencana kerja dan anggaran tahunan Perseroan yang diajukan untuk tahun buku yang bersangkutan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. 10. Direksi diwajibkan untuk memanggil dan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih Pemegang Saham yang mewakili paling sedikit 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan Perseroan dengan hak suara yang sah. 11. Apabila Direksi lalai untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada waktu yang telah ditentukan, maka dengan memperhatikan ketentuan pada ayat 9, pemegang saham berhak memanggil sendiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tersebut atas biaya Perseroan setelah mendapat izin dari Ketua Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan Perseroan. 12. Pelaksanaan rapat sebagaimana dimaksud pada ayat 11 harus memperhatikan penetapan Ketua Pengadilan Negeri yang memberikan izin tersebut. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA Pasal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa diadakan setiap saat, jika dianggap perlu oleh Direksi dan/atau Dewan Komisaris dan/atau pemegang saham. 2. Direksi diwajibkan untuk memanggil dan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atas permintaan tertulis dari Dewan Komisaris atau dari seorang atau lebih Pemegang Saham yang mewakili paling sedikit 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan Perseroan dengan hak suara yang sah, di dalam surat permintaan tersebut juga harus dicantumkan hal-hal yang hendak dibicarakan. 3. Jika Direksi atau Dewan Komisaris lalai untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dalam waktu 15 (lima belas) hari setelah permintaan itu diterima, maka yang menandatangani surat permintaan itu berhak memanggil sendiri rapat tersebut atas biaya Perseroan setelah mendapat izin dari Ketua Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan Perseroan. 4. Pelaksanaan rapat sebagaimana dimaksud pada ayat 3, harus memperhatikan penetapan Ketua Pengadilan Negeri yang memberikan izin tersebut. 210
231 TEMPAT DAN PEMANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Pasal Semua Rapat Umum Pemegang Saham diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau di tempat Perseroan melakukan kegiatan usaha. 2. Panggilan Rapat Umum Pemegang Saham dilakukan dengan surat tercatat yang memakai tanda penerimaan, yang dikirimkan pada alamat terakhir yang tercatat pada Buku Daftar Pemegang Saham dan disamping surat tercatat dapat juga dilakukan melalui 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang terbit dan beredar luas/nasional di wilayah Republik Indonesia, sekurangnya 14 (empat belas) hari sebelum rapat diadakan. 3. Di dalam panggilan Rapat Umum Pemegang Saham harus diberitahukan hari, tanggal, jam, dan tempat rapat diadakan dan dengan singkat hal-hal yang hendak dibicarakan, disertai pemberitahuan bahwa bahan yang akan dibicarakan dalam rapat telah tersedia di kantor Perseroan mulai dari hari dilakukan pemanggilan rapat sampai dengan tanggal rapat diadakan. 4. Pemanggilan rapat dilakukan oleh Direksi, dengan tidak mengurangi ketentuan dalam Anggaran Dasar. 5. Apabila semua Pemegang Saham hadir dan/atau diwakili dalam suatu Rapat Umum Pemegang Saham, panggilan terlebih dahulu tidak disyaratkan dan rapat tersebut dapat diselenggarakan dimana pun juga di dalam wilayah Republik Indonesia dan berhak mengambil keputusan yang sah. 6. Rapat Umum Pemegang Saham dapat juga dilakukan melalui media telekonferensi, video konferensi atau sarana media elektronik lainnya yang memungkinkan semua peserta Rapat Umum Pemegang Saham saling melihat dan mendengar secara langsung serta berpartisipasi dalam rapat. 7. Setiap penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana dimaksud pada ayat 6, harus dibuatkan risalah rapat yang disetujui dan ditandatangani oleh semua peserta Rapat Umum Pemegang Saham. PIMPINAN DAN BERITA ACARA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Pasal Jika dalam Anggaran Dasar tidak ditentukan lain, maka Rapat Umum Pemegang Saham dipimpin oleh salah seorang pemegang saham yang dipilih oleh dan dari antara para pemegang saham yang hadir. 2. Dari segala sesuatu yang dibicarakan dan diputuskan dalam rapat ini dibuat notulen atau risalah rapat dan sebagai pengesahannya ditandatangani oleh pimpinan rapat dan salah seorang peserta rapat yang ditunjuk oleh dan dari antara mereka yang hadir dan isinya menjadi bukti yang sah terhadap semua pemegang saham dan Pihak Ketiga. 3. Pembuatan notulen atau risalah rapat sebagaimana dimaksud pada ayat 2 tidak perlu jika dibuat berita acara rapat oleh notaris. KUORUM, HAK SUARA DAN KEPUTUSAN Pasal Kuorum, Hak Suara dan Keputusan a. Rapat Umum Pemegang Saham dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Saham yang diwakili lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh saham dengan dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan Perseroan, kecuali apabila ditentukan lain dalam Anggaran Dasar; b. Dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf a di atas tidak tercapai, maka dapat diadakan panggilan Rapat Umum Pemegang Saham kedua dengan menyebutkan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham pertama telah dilangsungkan dan tidak mencapai kuorum; c. Panggilan Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf b harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Rapat Umum Pemegang Saham diselenggarakan tidak termasuk tanggal panggilan dan tanggal rapat; d. Rapat Umum Pemegang Saham kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Umum Pemegang Saham pertama; e. Rapat Umum Pemegang Saham kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 1/3 (satu per tiga) dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah; 211
232 f. Dalam hal kuorum Rapat Umum Pemegang Saham kedua tidak tercapai, maka atas permohonan Perseroan kuorum ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Negeri yang wilayahnya meliputi tempat kedudukan Perseroan; g. Penetapan Ketua Pengadilan Negeri sebagaimana dimaksud pada huruf f bersifat final dan mempunyai kekuatan hukum tetap. 2. Pemegang Saham dapat diwakili oleh Pemegang Saham lain atau orang lain dengan surat kuasa. 3. Pimpinan rapat berhak meminta agar surat kuasa untuk mewakili pemegang saham diperlihatkan kepadanya pada waktu rapat diadakan. 4. Dalam rapat, tiap saham memberikan hak kepada pemiliknya untuk mengeluarkan 1 (satu) suara. 5. Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan karyawan Perseroan dapat bertindak selaku kuasa dalam rapat, namun yang bersangkutan tidak memiliki hak suara dalam pemungutan suara. 6. Pemungutan suara mengenai diri seseorang dilakukan dengan surat tertutup yang tidak ditandatangani dan mengenai hal lain secara lisan, kecuali apabila pimpinan rapat menentukan lain tanpa ada keberatan dari pemegang saham yang hadir dalam rapat. 7. Suara blanko (abstain) dianggap menyetujui putusan rapat. 8. Suara yang tidak sah dianggap tidak ada dan tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan dalam rapat. 9. Semua keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. 10. Jika keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka keputusan harus diambil dengan pemungutan suara bedasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat yang bersangkutan. 11. Apabila jumlah suara yang setuju dan tidak setuju sama banyaknya, maka usul yang bersangkutan dianggap ditolak, kecuali mengenai diri orang akan ditentukan dengan undian tertutup. 12. Pemegang saham dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham dengan ketentuan semua pemegang saham telah diberitahu secara tertulis dan semua pemegang saham memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. 13. Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat 12 mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Umum Pemegang Saham. PENGGUNAAN LABA Pasal Laba bersih Perseroan dalam suatu tahun buku yang tercantum dalam neraca dan perhitungan laba rugi dan telah disahkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, digunakan sesuai cara yang ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham tersebut. 2. Laba bersih sebagaimana dimaksud pada ayat 1, dibagikan untuk cadangan, dan sisanya ditanamkan kembali ke dalam modal Perseroan. 3. Jika perhitungan laba rugi pada suatu tahun buku menunjukkan kerugian yang tidak dapat ditutup dengan dana cadangan, maka kerugian itu akan tetap dicatat dan dimasukkan dalam perhitungan laba rugi dan dalam tahun buku selanjutnya. 4. Perseroan dianggap tidak mendapat laba selama kerugian yang tercatat dan dimasukkan dalam perhitungan laba rugi itu belum sama sekali tertutup, dengan tidak mengurangi ketentuan peraturan perundang-undangan. PENGGUNAAN DANA CADANGAN Pasal Bagian dari laba bersih yang disediakan untuk dana cadangan ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan usul Direksi, dengan mengindahkan peraturan perundang-undang an. 2. Penyisihan laba bersih untuk dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan sampai dengan jumlah paling sedikit 20% (dua puluh per seratus) dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh hanya boleh digunakan untuk menutup kerugian yang diderita oleh Perseroan. 3. Direksi harus mengelola dana cadangan agar dana cadangan tersebut memperoleh laba. 4. Pengelolaan dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 harus dengan persetujuan Dewan Komisaris dan dilakukan dengan cara yang tidak mengganggu kegiatan utama Perseroan serta memperhatikan peraturan perundang-undangan. 212
233 5. Setiap keuntungan yang dihasilkan dari pengelolaan dana cadangan harus dimasukkan dalam perhitungan rugi laba Perseroan. 6. Penggunaan laba bersih Perseroan termasuk jumlah penyisihan untuk cadangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. 7. Rapat Umum Pemegang Saham dapat menetapkan sebagian atau seluruh laba bersih Perseroan digunakan untuk pembagian dividen, atau pembagian lain seperti tansiem (tantiem) untuk Direksi dan Dewan Komisaris, bonus untuk karyawan, atau penempatan laba bersih tersebut dalam cadangan Perseroan yang antara lain diperuntukan bagi perluasan usaha Perseroan. PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal Perubahan Anggaran Dasar ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham, yang dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari seluruh saham yang telah dikeluarkan yang mempunyai hak suara yang sah dan keputusan disetujui oleh paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari seluruh jumlah suara pemegang saham yang hadir. 2. Perubahan Anggaran Dasar tersebut harus dibuat dengan akta notaris dan dalam Bahasa Indonesia. 3. Perubahan Anggaran Dasar yang menyangkut perubahan nama dan/atau tempat kedudukan Perseroan, maksud dan tujuan, kegiatan usaha, jangka waktu berdirinya Perseroan, besarnya modal dasar, pengurangan modal yang ditempatkan dan disetor dan perubahan status Perseroan tertutup menjadi Perseroan terbuka atau sebaliknya, wajib mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. 4. Perubahan Anggaran Dasar selain yang menyangkut hal-hal sebagaimana dimaksud pada ayat 2 cukup diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tentang perubahan tersebut. 5. Apabila dalam rapat sebagaimana dimaksud pada ayat 1, kuorum yang ditentukan tidak tercapai, maka paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari setelah rapat pertama itu dapat diselenggarakan rapat kedua dengan syarat dan acara yang sama seperti yang diperlukan untuk rapat pertama, kecuali mengenai jangka waktu panggilan harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat kedua tersebut tidak termasuk tanggal panggilan dan tanggal rapat, rapat tersebut harus dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 3/5 (tiga per lima) bagian dari seluruh saham yang telah dikeluarkan yang mempunyai hak suara yang sah dan keputusan disetujui oleh paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan sah dalam rapat. 6. Keputusan mengenai pengurangan modal harus diberitahukan secara tertulis kepada semua kreditor Perseroan dan diumumkan oleh Direksi dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia yang terbit dan beredar luas/nasional di wilayah Republik Indonesia dan dalam Berita Negara Republik Indonesia paling lambat 7 (tujuh) hari sejak tanggal keputusan tentang pengurangan modal tersebut. PENGGABUNGAN, PELEBURAN, PENGAMBILALIHAN DAN PEMISAHAN Pasal Penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan Perseroan hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dan keputusan disetujui oleh paling sedikit ¾ (tiga per empat) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan sah dalam rapat tersebut. 2. Apabila dalam rapat sebagaimana dimaksud pada ayat 1, kuorum yang ditentukan tidak tercapai, maka paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari setelah rapat pertama itu dapat diselenggarakan rapat kedua dengan syarat dan acara yang sama seperti yang diperlukan untuk rapat pertama, kecuali mengenai jangka waktu panggilan harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat kedua tersebut tidak termasuk tanggal panggilan dan tanggal rapat tersebut harus dihadiri oleh Pemegang Saham yang mewakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari seluruh saham yang telah dikeluarkan yang mempunyai hak suara yang sah dan keputusan disetujui oleh paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan sah dalam rapat. 213
234 3. Direksi wajib mengumumkan dalam 1 (satu) surat kabar harian mengenai rencana penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan dan mengumumkan secara tertulis kepada karyawan dari Perseroan yang akan melakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham. PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI Pasal Dengan mengindahkan ketentuan peraturan perundang-undangan, maka pembubaran Perseroan hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dan keputusan disetujui oleh seluruh jumlah suara pemegang saham yang dikeluarkan dengan sah dalam rapat. 2. Apabila Perseroan dibubarkan, baik karena : a. dibubarkan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham; atau b. dinyatakan bubar berdasarkan penetapan Pengadilan; atau c. dicabutnya kepailitan berdasarkan keputusan pengadilan niaga yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, harta pailit Perseroan tidak cukup untuk membayar biaya kepailitan; atau d. harta pailit Perseroan yang telah dinyatakan pailit berada dalam keadaan insolvensi sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, maka harus diadakan likuidasi oleh likuidator yang ditunjuk oleh Rapat Umum Pemegang Saham atau kurator yang ditunjuk oleh pengadilan. 3. Pembubaran Perseroan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. 4. Dalam hal Perseroan bubar, maka Perseroan tidak dapat melakukan perbuatan hukum kecuali diperlukan untuk membereskan kekayaannya dalam proses likuidasi. 5. Likuidator wajib mendaftarkan dalam Daftar Perusahaan, mengumumkan kepada kreditor dalam Berita Negara dan surat kabar harian yang terbit atau beredar di tempat kedudukan Perseroan serta memberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak Perseroan dibubarkan. 6. Sisa perhitungan likuidasi dibagi kepada para pemegang saham Perseroan sesuai dengan nilai nominal saham yang dimiliki dan yang telah dibayar penuh. 7. Anggaran Dasar beserta perubahannya di kemudian hari tetap berlaku sampai dengan tanggal disahkan perhitungan likuidasi oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan diberikan pelunasan dan pembebasan sepenuhnya kepada (para) likuidator. TEMPAT TINGGAL (DOMISILI) Pasal 38 Untuk hal-hal yang mengenai Perseroan, para Pemegang Saham dianggap bertempat tinggal pada alamat sebagaimana dicatat dalam Buku Daftar Pemegang Saham sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. PERATURAN PENUTUP Pasal 39 Segala hal yang tidak atau belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham. 214
235 XIX. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI 1. Pemesan Yang Berhak Perorangan Warga Negara Indonesia dan perorangan Warga Negara Asing dimanapun mereka bertempat tinggal, serta badan usaha atau lembaga Indonesia ataupun asing dimanapun mereka berkedudukan yang berhak membeli Obligasi sesuai dengan ketentuan-ketentuan yurisdiksi setempat. 2. Pemesanan Pembelian Obligasi Pemesanan pembelian Obligasi harus diajukan dengan menggunakan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi (FPPO) yang dicetak untuk keperluan ini dan pemesanan yang telah diajukan tidak dapat dibatalkan oleh pemesan. Pemesanan pembelian Obligasi yang diajukan dengan menggunakan fotokopi formulir tersebut ataupun bentuk lainnya akan ditolak. 3. Jumlah Minimum Pemesanan Obligasi Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya satu satuan perdagangan senilai Rp (lima juta Rupiah) atau kelipatannya. 4. Masa Penawaran Obligasi Masa Penawaran Obligasi akan dimulai pada tanggal 29 Maret 2011 pukul WIB dan akan ditutup pada tanggal 31 Maret 2011 pukul WIB. 5. Tempat Pengajuan Pemesanan Pembelian Obligasi Pemesan harus mengajukan FPPO selama jam kerja yang umum berlaku, kepada para Penjamin Emisi Obligasi atau Agen Penjualan yang ditunjuk sebagaimana dimuat dalam Bab XXII Prospektus pada tempat dimana pemesan memperoleh Prospektus dan FPPO. 6. Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Obligasi Para Penjamin Emisi Obligasi atau Agen Penjualan yang menerima pengajuan pemesan pembelian Obligasi akan menyerahkan kembali kepada pemesan 1 (satu) tembusan FPPO yang telah ditandatangani sebagai tanda terima pengajuan pemesanan pembelian Obligasi. Bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi bukan merupakan jaminan dipenuhinya pemesanan. 7. Penjatahan Obligasi Apabila terjadi kelebihan pemesanan, maka penjatahan akan dilakukan sesuai degan peraturan Bapepam No.IX.A.7 tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan Dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum. Tanggal penjatahan adalah 1 April Penjamin Emisi Obligasi akan menyampaikan Laporan Hasil Penawaran Umum kepada Bapepam dan LK paling lambat 5 (lima) Hari Kerja setelah tanggal penjatahan sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK No.IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum. Manajer Penjatahan akan menyampaikan laporan hasil pemeriksaan akuntan kepada Bapepam dan LK mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman kepada peraturan Bapepam No. VIII.G.12 tentang Pedoman Pemeriksaan oleh Akuntan atas Pemesanan dan Penjatahan Efek atau Pembagian Saham Bonus dan Peraturan Bapepam No IX.A.7 tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan dan Penjatahan Efek dalam Penawaran Umum paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya masa Penawaran Umum. 215
236 8. Pembayaran Pemesanan Pembelian Obligasi Setelah menerima pemberitahuan hasil penjatahan Obligasi, pemesan harus segera melaksanakan pembayaran yang dapat dilakukan secara tunai atau transfer yang ditujukan kepada Penjamin Emisi Obligasi melalui Agen Penjualan tempat mengajukan pemesanan. Dana tersebut harus sudah efektif pada rekening Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi selambat-lambatnya tanggal 4 April 2011 pukul WIB (in good fund) yang ditujukan pada rekening di bawah ini. PT Danareksa Sekuritas Nama Bank : Bank Permata Cabang Sudirman No. Rekening: Atas nama : PT Danareksa Sekuritas Semua biaya atau provisi bank ataupun biaya transfer merupakan beban pemesan. Pemesanan akan dibatalkan jika persyaratan pembayaran tidak dipenuhi. 9. Distribusi Obligasi Secara Elektronik Pada Tanggal Emisi, Perseroan wajib menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi untuk diserahkan kepada KSEI dan memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi di KSEI. Dengan telah dilaksanakannya instruksi tersebut, maka pendistribusian Obligasi semata-mata menjadi tanggung jawab Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. Tanggal distribusi Obligasi secara elektronik akan diadakan tanggal 5 April Selanjutnya Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi memberi instruksi kepada KSEI untuk memindahbukukan Obligasi dari Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi ke dalam Rekening Efek Penjamin Emisi Obligasi sesuai dengan bagian penjaminan masing-masing. Dengan telah dilaksanakannya pendistribusian Obligasi kepada Penjamin Emisi Obligasi maka tanggung jawab pendistribusian Obligasi semata-mata menjadi tanggung jawab Penjamin Emisi Obligasi yang bersangkutan. 10. Pendaftaran Obligasi pada Penitipan Kolektif Obligasi yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini telah didaftarkan pada KSEI berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI No. SP-0002/PO/KSEI/0111 tanggal 19 Januari 2011 yang ditandatangani Perseroan dengan KSEI. Dengan didaftarkannya Obligasi tersebut di KSEI maka atas Obligasi yang ditawarkan berlaku ketentuan sebagai berikut: a. Perseroan tidak menerbitkan Obligasi dalam bentuk sertifikat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi akan diadministrasikan secara elektronik dalam Penitipan Kolektif di KSEI. Selanjutnya Obligasi hasil Penawaran Umum akan dikreditkan ke dalam Rekening Efek selambat-lambatnya Tanggal Emisi. b. KSEI akan menerbitkan Konfirmasi Tertulis kepada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian sebagai tanda bukti pencatatan Obligasi dalam Rekening Efek di KSEI. Konfirmasi Tertulis tersebut merupakan bukti kepemilikan yang sah atas Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek. c. Pengalihan kepemilikan atas Obligasi dilakukan dengan pemindahbukuan antar Rekening Efek di KSEI, yang selanjutnya akan dikonfirmasikan kepada Pemegang Rekening. d. Pemegang Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek merupakan Pemegang Obligasi yang berhak atas pembayaran bunga, pelunasan Pokok Obligasi, memberikan suara dalam RUPO serta hak-hak lainnya yang melekat pada Obligasi. e. Pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan jumlah Pokok Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal pembayaran bunga maupun pelunasan pokok yang ditetapkan Perseroan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan Perjanjian Agen Pembayaran. Perseroan melaksanakan pembayaran bunga dan pelunasan Pokok Obligasi berdasarkan data kepemilikan 216
237 Obligasi yang disampaikan oleh KSEI kepada Perseroan. Pemegang Obligasi yang berhak atas bunga adalah Pemegang Rekening yang memiliki Obligasi pada 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga (P-4). f. Hak untuk menghadiri RUPO dilaksanakan oleh Pemegang Obligasi dengan memperlihatkan KTUR asli yang diterbitkan oleh KSEI kepada Wali Amanat. Yang dapat menghadiri RUPO adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening yang diterbitkan oleh KSEI pada Hari Kerja ketiga sebelum pelaksanaan RUPO (R-3). Terhitung sejak R-3 sampai dengan berakhirnya RUPO, seluruh Obligasi di Rekening Efek di KSEI akan dibekukan sehingga tidak dapat dilakukan pemindahbukuan antar Rekening Efek. Transaksi Obligasi yang penyelesaiannya jatuh pada R-3 sampai dengan tanggal pelaksanaan RUPO akan diselesaikan oleh KSEI mulai Hari Kerja pertama setelah berakhirnya RUPO. g. Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan Obligasi wajib membuka Rekening Efek di Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang telah menjadi pemegang Rekening Efek di KSEI. 11. Pembatalan Penawaran Umum Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dapat diakhiri pada setiap waktu sampai dengan sebelum tanggal Pernyataan Pendaftaran menjadi Efektif dengan cara memberikan pemberitahuan tertulis untuk mengakhiri Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi kepada Perseroan, apabila (i) Perseroan lalai untuk memenuhi syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dan Perseroan tidak melakukan upaya-upaya untuk memperbaiki kelalaian itu dalam jangka waktu yang disepakati bersama dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku sejak tanggal diterimanya pemberitahuan tertulis mengenai kelalaian yang dikeluarkan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi kepada Perseroan; dan (ii) terjadi suatu pengubahan penting yang material atas keadaan keuangan Perseroan sehingga menurut pendapat Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dapat merugikan calon investor. Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dapat diakhiri setiap waktu sampai dengan sebelum tanggal Pernyataan Pendaftaran menjadi Efektif dengan cara memberikan pemberitahuan tertulis oleh Perseroan mengenai niatnya untuk mengakhiri Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi kepada Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, apabila Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi lalai untuk memenuhi syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi tidak melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk memperbaiki kelalaian itu dalam jangka waktu yang disepakati bersama sejak tanggal diterimanya pemberitahuan tertulis mengenai kelalaian yang dikeluarkan oleh Perseroan kepada Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. Dalam jangka waktu sejak Pernyataan Pendaftaran Efektif sampai dengan berakhirnya masa Penawaran Umum, Perseroan dapat menunda masa Penawaran Umum untuk masa paling lama 3 (tiga) bulan sejak Pernyataan Pendaftaran Efektif atau membatalkan Penawaran Umum apabila terjadi kondisi-kondisi berikut: (i) Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek turun melebihi 10% (sepuluh persen) selama 3 (tiga) Hari Bursa berturut-turut; (ii) Bencana alam, perang, huru hara, kebakaran, pemogokan yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan; dan/atau (iii) Peristiwa lain yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan yang ditetapkan oleh Bapepam dan LK berdasarkan formulir nomor : IX.A.2-11 lampiran 11. Keputusan Perseroan untuk menunda ataupun membatalkan Penawaran Umum tersebut harus diberitahukan kepada Bapepam dan LK serta mengumumkannya dalam sekurang-kurangnya satu surat kabar harian berbahasa Indonesia. Apabila pada suatu waktu sebelum Pernyataan Pendaftaran menjadi Efektif terjadi Force Majeure maka Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Perseroan berhak untuk menunda Penawaran Umum atau mengakhiri Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dengan memberitahukan secara tertulis kepada pihak yang lain mengenai diakhirinya Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi. 217
238 Apabila terjadi pengakhiran Perjanjian Penjamin Emisi Obligasi, sebagaimana diuraikan di atas, maka para pihak berkewajiban untuk memberitahukan hal tersebut secara tertulis kepada Bapepam dan LK. Jika terjadi pengakhiran Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dan mengakibatkan pembatalan Penawaran Umum, dan uang pembayaran pemesanan Obligasi telah diterima oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan belum dibayarkan kepada Perseroan, maka uang pembayaran tersebut wajib dikembalikan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi kepada para pemesan Obligasi paling lambat 2 (dua) Hari Kerja terhitung sejak pembatalan atau pengakhiran Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi. Dalam hal terjadi pengakhiran Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dan mengakibatkan pembatalan Penawaran Umum, dan uang pembayaran pemesanan Obligasi telah diterima Perseroan, maka Perseroan wajib mengembalikan uang pembayaran tersebut kepada para pemesan Obligasi melalui KSEI dalam waktu selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja terhitung sejak tanggal pembatalan atau pengakhiran Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi. Jika terjadi keterlambatan, maka Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Perseroan yang menyebabkan terjadinya keterlambatan tersebut wajib membayar kepada para pemesan untuk tiap hari keterlambatan denda sebesar tingkat suku Bunga Obligasi per tahun dihitung secara harian (berdasarkan jumlah Hari Kalender yang telah lewat sampai dengan pelaksanaan pembayaran seluruh jumlah yang seharusnya dibayar ditambah denda), dengan ketentuan satu tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan satu bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. Apabila uang pengembalian pemesanan Obligasi sudah disediakan, akan tetapi pemesan tidak datang untuk mengambilnya dalam waktu 2 (dua) Hari Kerja setelah pembatalan Penawaran Umum, Perseroan dan/atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi tidak diwajibkan membayar bunga dan/atau denda kepada para pemesan Obligasi. 12. Lain-Lain Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi berhak untuk menerima atau menolak pemesanan pembelian Obligasi secara keseluruhan atau sebagian dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku. 218
239 XX. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Dengan Aset Piutang KPR DenganTingkat Bunga Tetap, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai Wali Amanat atau badan yang diberi kepercayaan untuk mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi sebagaimana ditetapkan dalam UUPM. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (selanjutnya disebut sebagai BRI ) dalam penerbitan Obligasi ini bertindak sebagai Wali Amanat dan telah terdaftar di Bapepam dan LK dengan No. 08/STTD-WA/ PM/1996 tanggal 11 Juni Sehubungan dengan penerbitan Obligasi ini telah dibuat akta Perjanjian Perwaliamanatan antara Perseroan dengan BRI dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Dengan Aset Piutang KPR DenganTingkat Bunga Tetap No. 9 tanggal 19 Januari 2011, Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 33 tanggal 21 Februari 2011, dan Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Piutang KPR Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 52 tanggal 18 Maret 2011, dibuat dihadapan Ny. Poerbaningsih, SH., Notaris di Jakarta. BRI sebagai Wali Amanat dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam ketentuan Pasal 1 angka I UUPM. Selain itu, BRI juga tidak memiliki hubungan kredit melebihi 25% dari jumlah hutang yang di waliamanati sesuai dengan peraturan Bapepam dan LK No. VI.C.3 tentang Hubungan Kredit dan Penjaminan Antara Wali Amanat Dengan Perseroan. BRI sebagai Wali Amanat telah melakukan telah melakukan penelaahan/uji tuntas (due diligence) terhadap Perseroan, dengan Surat Pernyataan No.B.16-DIM/IPM/01/2011 tanggal 18 Januari 2011 sebagaimana diatur dalam Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor KEP- 412/BL/2010 Peraturan Nomor VI.C.4 Tentang Ketentuan Umum dan Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang 1. Umum Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (untuk selanjutnya disebut BRI) didirikan dengan nama De Poerwokertosche Sparbank der Inslandsche Hoofden (Bank Penolong dan Tabungan bagi Priyayi Poerwokerto) atau Bank Priyayi yang didirikan oleh Raden Wiriadmadja dan kawan-kawan pada tanggal 16 Desember Seiring dengan perubahan jaman dan perkembangan keadaan, maka Anggaran dasar BRI telah mengalami beberapa kali perubahan. Setelah Indonesia merdeka, maka Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan dan integrasi dari BRI, PT Bank Tani Nelayan Nederlansche Handel Mij (NMH) dengan bentuk Bank Koperasi Tani dan Nelayan disingkat BKTN berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perpu) No. 41 tahun 1960 tanggal 26 Oktober BKTN tersebut selanjutnya diubah namanya menjadi Bank Negara Indonesia Unit II berdasarkan penetapan Presiden Republik Indonesia No. 17 tahun Berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia No. 21 tahun 1968, maka Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rural ditetapkan menjadi Bank Rakyat Indonesia ( BRI ). BRI berubah statusnya menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 21 tahun 1992 tanggal 29 April Dengan Akta No. 113 tanggal 31 Juli 1992 yang dibuat oleh Muhani Salim, SH., Notaris di Jakarta, maka BRI diberi nama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia atau disingkat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero). Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan keputusan No. C HT TH.92 tanggal 12 Agustus 1992, telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No tanggal 15 Agustus 1992 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 11 September 1992, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 3a tahun
240 Anggaran Dasar BRI tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan, kemudian seluruh perubahan Anggaran Dasar dimuat di Akta No. 51 tanggal 26 Mei 2008, dan terakhir diubah dengan Akta No. 4 tanggal 2 Februari 2010 dibuat dihadapan Fathiah Helmi, SH., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU.AH tanggal 5 Februari Permodalan Wali Amanat Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia tertanggal Nomor 15 telah ditetapkan pemberian Opsi Pembelian Saham kepada Manajemen (MSOP). Atas hal tersebut diatas, berdasarkan Surat Keterangan Daftar Pemegang Saham PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Yang dikeluarkan oleh PT. Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek per tanggal 31 Desember 2010 maka komposisi modal dasar, modal ditempatkan dan disetor penuh BRI menjadi sebagai berikut : Jumlah Lembar Nilai Nominal Jumlah Nilai Persentase Saham Per Lembar Saham Kepemilikan Saham (Nilai Penuh) Saham (Jumlah Penuh) Modal Dasar - Saham Seri A Dwiwarna ,00% - Saham Biasa Seri B ,00% Jumlah Modal Dasar ,00% Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Negara Republik Indonesia - Saham Seri A Dwiwarna ,00% - Saham Biasa Seri B ,75% Publik (masing-masing dibawah 5%) - Saham Biasa Seri B % Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00% Saham Dalam Portepel Pengurus dan Pengawasan Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. No. 35 tanggal 16 Juni 2010 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, SH.; maka susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi BRI adalah sebagai berikut : Dewan Komisaris Komisaris Utama, merangkap Komisaris Independen : Bunasor Sanim Wakil Komisaris Utama : Soedarjono Komisaris : Agus Suprijanto Komisaris : Heru Lelono Komisaris Independen : Baridjussalam Hadi Komisaris Independen : Aviliani Komisaris Independen : Adyaksa Daulth Direksi Direktur Utama : Sofyan Basir Direktur : Djarot Kusumayakti Direktur : Ahmad Baequni Direktur : Sarwono Sudarto Direktur : Lenny Sugihat Direktur : Agus Toni Soetirto Direktur : Sulaiman Arif Arianto Direktur : Bambang Soepeno Direktur : Suprajarto Direktur : Asmawi Syam 220
241 4. Kegiatan Usaha Selaku Bank Umum, BRI melaksanakan kegiatan usaha perbankan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang No. 7 tahun 1992 berikut perubahannya dalam Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan. Sejalan dengan perkembangan kegiatan usahanya, jaringan operasional BRI terus meluas. Berdasarkan data per Oktober 2010 BRI telah memiliki kantor yang terdiri 1 (satu) kantor pusat, 18 kantor wilayah, 409 kantor cabang (dalam negeri), 439 kantor cabang pembantu, 375 kantor kas, 14 kantor inspeksi, 1 kantor cabang khusus, BRI unit, 1 kantor New York Agency, 1 kantor cabang Cayman Island, 1 kantor perwakilan Hongkong. Untuk mendukung dan mengembangkan kegiatan usahanya. BRI juga melakukan penyertaan pada Anak Perusahaan sebagai berikut : Nama Perusahaan PT BTMU-BRI Finance PT Kustodian Sentral Efek Indonesia PT Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia PT Pemeringkat Efek Indonesia PT Bank BRISyariah Bidang Usaha Pembiayaan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian LKBB Lembaga Pemeringkat/Rating Perbankan Dalam rangka mengembangkan Fee Based Income dan pengembangan Pasar Modal di Indonesia, BRI saat ini melayani jasa Wali Amanat (Trustee), Agen Pembayaran (Paying Agent), Agen Jaminan (Security Agent), Sinking Fund Agent dan Jasa Kustodian. 1. Jasa Wali Amanat (Trustee) Obligasi yang menggunakan Jasa Wali Amanat BRI posisi per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut : a. Banking - Obligasi Subordinasi Bank Mega Tahun 2007 b. Telecommunication - Obligasi Indosat II Tahun Obligasi Indosat IV Tahun Obligasi Syariah Ijarah Indosat Tahun Obligasi Indosat V Tahun Sukuk Ijarah Indosat II Tahun Obligasi Indosat VI Tahun Sukuk Ijarah Indosat III Tahun Obligasi Indosat VII Tahun Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009 c. Financial Company - Obligasi Federal International Finance VII Tahun Obligasi Astra Sedaya Finance VIII Tahun Obligasi Federal International Finance VIII Tahun Obligasi Astra Sedaya Finance IX Tahun Obligasi Astra Sedaya Finance X Tahun MTN Astra Sedaya Finance I Seri A dan B Tahun MTN Astra Sedaya Finance I Seri C dan D Tahun Obligasi Indomobil Finance Indonesia IIITahun MTN Astra Sedaya Finance II Seri A Tahun MTN Federal International Finance Tahap II Seri A Tahun MTN Federal International Finance Tahap II Seri B Tahun MTN Federal International Finance Tahap II Seri C Tahun MTN Astra Sedaya Finance II Seri B Tahun MTN Astra Sedaya Finance II Seri C Tahun Obligasi Astra Sedaya Finance XI Tahun Obligasi Federal International Finance X Tahun
242 - MTN FIF III Tahap I Tahun MTN SAN Finance I Seri A Tahun MTN SAN Finance I Seri B Tahun MTN SMF I Tahun Obligasi SMF III Tahun 2010 d. Infrastructure - Obligasi Jasa Marga JORR I Tahun Obligasi Jasa Marga JORR II Tahun 2005 e. Property & Construction - Obligasi I Pakuwon Jati Tahun 1996 f. Shipping - Obligasi APOL II Tahun MTN Syariah Ijarah APOL II Tahun 2008 g. General Trading - Surat Hutang Jangka Menengah BNBR Tahun Jasa Agen Pembayaran (Paying Agent) Berkewajiban membantu Perseroan melaksanakan pelunasan jumlah pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi dengan cara melakukan pembayaran-pembayaran atas nama Perseroan menurut ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Agen Pembayaran dan Perjanjian Perwaliamanatan. Obligasi yang menggunakan Jasa Agen Pembayaran BRI saat ini sebagai berikut: - Obligasi I Pakuwon Jati Tahun Obligasi Jasa Marga JORR I Tahun Obligasi Jasa Marga JORR II Tahun Jasa Agen Jaminan (Security Agent) Fungsi Agen Jaminan adalah membantu Wali Amanat dalam pengawasan nilai jaminan Obligasi, mendaftarkan jaminan kepada Kantor Fidusia setempat dan memelihara dokumen jaminan obligasi dengan baik. Obligasi yang menggunakan Jasa Agen Jaminan BRI saat ini sebagai berikut: - Obligasi Federal International Finance VII Tahun Obligasi Astra Sedaya Finance VIII Tahun Obligasi Federal International Finance VIII Tahun Obligasi Astra Sedaya Finance IX Tahun Obligasi Astra Sedaya Finance X Tahun MTN Astra Sedaya Finance I Seri A dan B Tahun MTN Astra Sedaya Finance I Seri C dan D Tahun Obligasi Indomobil Finance Indonesia IIITahun MTN Astra Sedaya Finance II Seri A Tahun MTN Federal International Finance Tahap II Seri A Tahun MTN Federal International Finance Tahap II Seri B Tahun MTN Federal International Finance Tahap II Seri C Tahun MTN Astra Sedaya Finance II Seri B Tahun MTN Astra Sedaya Finance II Seri C Tahun Obligasi Astra Sedaya Finance XI Tahun Obligasi Federal International Finance X Tahun MTN FIF III Tahap I Tahun MTN SAN Finance I Seri A Tahun MTN SAN Finance I Seri B Tahun MTN SMF I Tahun Obligasi SMF III Tahun
243 4. Produk dan Jasa Lainnya Saat ini, BRI juga telah menjalani dan mengembangkan jasa Pasar Modal lainnya, antara lain : a. Jasa Trust & Corporate Services lainnya : - Jasa Agen Sinking Fund - Jasa Agen Escrow - Jasa Agen Konversi - Jasa Arranger Sindikasi b. Custodian Services c. Cash Management d. Financial Institution (Credit Line) e. Reksadana BRI f. DPLK BRI 5. Kantor Cabang BRI Sejalan dengan perkembangan kegiatan usahanya, jaringan operasional BRI terus meluas. Data per Oktober 2010 BRI telah memiliki kantor yang terdiri 1 (satu) kantor pusat, 18 kantor wilayah, 409 kantor cabang (dalam negeri), 439 kantor cabang pembantu, 375 kantor kas, 14 kantor inspeksi, 1 kantor cabang khusus, BRI unit, 1 kantor New York Agency, 1 kantor cabang Cayman Island, 1 kantor perwakilan Hongkong. 6. Tugas Pokok Wali Amanat Sesuai dengan Pasal 51 UUPM, dan kemudian ditegaskan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Dengan Aset Piutang KPR DenganTingkat Bunga Tetap, tugas pokok Wali Amanat adalah mewakili kepentingan Pemegang Obligasi baik di dalam maupun di luar pengadilan dalam melakukan tindakan hukum yang berkaitan dengan kepentingan Pemegang Obligasi dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia khususnya peraturan di bidang Pasar Modal. 7. Penggantian Wali Amanat Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Sarana Multigriya Finansial IV Tahun 2011 Dengan Jaminan Pasti Aset Dengan Aset Piutang KPR DenganTingkat Bunga Tetap, bilamana terjadi salah satu hal di bawah ini, maka Wali Amanat berhenti menjadi Wali Amanat berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan: a. izin usaha bank sebagai Wali Amanat dicabut; b. pencabutan atau pembekuan kegiatan usaha Wali Amanat di Pasar Modal; c. Wali Amanat dibubarkan oleh suatu badan peradilan atau oleh suatu badan resmi lainnya atau dianggap telah bubar berdasarkan ketentuan perundang - undangan; d. Wali Amanat dinyatakan pailit oleh badan peradilan yang berwenang atau dibekukan operasinya dan/atau kegiatan usahanya oleh pihak yang berwenang; e. Wali Amanat tidak dapat melaksanakan kewajibannya; f. Wali Amanat melanggar ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal; g. timbulnya hubungan Afiliasi antara Wali Amanat dengan Perseroan setelah penunjukan Wali Amanat. h. timbulnya hubungan kredit yang melampaui jumlah sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor VI.C.3; atau 223
244 i. atas permintaan para Pemegang Obligasi. j. Diberhentikan oleh RUPO sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Perjanjian Perwaliamanatan. k. Dalam hal Perseroan tidak membayar imbalan jasa Wali Amanat dan setelah Wali Amanat mengajukan permintaan pembayaran secara tertulis sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam waktu 30 (tiga puluh) Hari Kalender kepada Perseroan, maka Wali Amanat dapat mengajukan permohonan pengunduran diri kepada Perseroan. Permohonan pengunduran diri tersebut harus diajukan 3 (tiga) bulan sebelumnya secara tertulis dengan menyebutkan alasan-alasannya. Atas hal pengunduran diri tersebut Perseroan bertanggung jawab untuk menunjuk Wali Amanat pengganti dan selambat- lambatnya 1 (satu) bulan setelah diterima surat pengunduran diri tersebut. Perseroan wajib menyelenggarakan RUPO untuk melaporkan kepada Pemegang Obligasi mengenai rencana pengunduran diri Wali Amanat dan mengajukan penunjukan Wali Amanat pengganti yang harus siap memangku jabatannya pada saat efektifnya pengunduran diri Wali Amanat. Wali Amanat baru dapat berhenti bertugas selaku Wali Amanat berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan setelah permohonan berhenti tersebut diterima oleh RUPO. Meskipun demikian Perseroan wajib melunasi imbalan jasa terhutang yang timbul sejak imbalan jasa yang belum terbayar sampai dengan berakhirnya masa penunjukan Wali Amanat. l. Wali Amanat dapat mengajukan permohonan berhenti secara tertulis terlebih dahulu kepada Perseroan untuk kemudian diberitahukan kepada RUPO, dengan menyebutkan alasan-alasannya. Permohonan berhenti tersebut harus diajukan sedikitnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender sebelumnya, dan Wali Amanat baru berhenti bertugas selaku Wali Amanat setelah permohonan berhenti ini diterima baik secara tertulis oleh Perseroan dan disetujui oleh RUPO dan Wali Amanat yang menggantikannya mulai memangku jabatannya. Dalam hal terjadinya pemberhentian Wali Amanat karena adanya pengajuan permohonan berhenti tersebut, Perseroan harus segera menunjuk calon pengganti dari Wali Amanat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah diterima surat pengunduran diri tersebut. Calon pengganti Wali Amanat yang ditunjuk oleh Perseroan tersebut sebelum diangkat dan menjabat sebagai Wali Amanat pengganti wajib terlebih dahulu disetujui oleh RUPO. Jika dalam waktu 1 (satu) bulan Perseroan belum juga menunjuk calon Wali Amanat pengganti, maka Wali Amanat lama berhak memilihkan calon pengganti yang dapat diterima baik oleh Perseroan dan disetujui oleh RUPO. 224
245 8. Laporan Keuangan Bank Rakyat Indonesia Berikut ini adalah kutipan dari Laporan Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk per 31 Desember 2007, 31 Desember 2008 dan, 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian. PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk NERACA KONSOLIDASIAN (dalam jutaan Rupiah) URAIAN 31/12/ /12/ /12/2007 audited audited audited AKTIVA Kas dan Bank Indonesia 61,654,287 47,422,938 53,988,971 Penempatan pada Bank lain 22,286,243 4,981,573 5,746,108 Surat Berharga 6,199,447 9,396,156 4,584,857 Kredit yang diberikan 196,754, ,102, ,014,778 Penyertaan 111,461 89,792 76,668 Aktiva Tetap (netto) 1,365,976 1,345,700 1,643,946 Rupa-rupa Aktiva 8,337,326 8,809,061 7,459,153 Obligasi Pemerintah 20,237,869 20,929,046 23,220,457 JUMLAH AKTIVA 316,947, ,076, ,734,938 PASIVA Giro 50,094,213 39,923,004 37,161,794 Tabungan 104,463,266 88,076,759 72,299,927 Deposito Berjangka 101,370,782 73,537,676 56,138,262 Kewajiban Kewajiban segera lainnya 4,333,232 5,620,911 3,955,880 Hutang Pajak Surat-surat Berharga yang diterbitkan Pinjaman yang diterima 13,611,399 3,356,495 2,382,277 Rupa-rupa Pasiva 13,138,334 12,494,720 10,218,910 Pinjaman Subordinasi 2,678, ,634 2,140,253 Jumlah Kewajiban 289,689, ,720, ,297,303 Hak Minoritas atas aktiva bersih Anak Perusahaan yang dikonsolidasi Modal Disetor 6,164,926 6,162,650 6,158,900 Tambahan Modal Disetor/ Agio Saham 2,722,349 2,706,137 2,676,620 Modal Lainnya - Opsi Saham 12,977 17,300 23,586 Sisa Setoran Modal Pemerintah cadangan Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap 786 Selisih Penjabaran Lap. Keuangan 89, , ,075 Laba (Rugi) yg blm direalisasikan dari Obligasi Rekap Pemerintah 432,488 37, ,576 Saldo Laba (defisit) 17,834,694 13,324,726 9,978,092 Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas (defisiensi modal) 27,257,381 22,356,697 19,437,635 JUMLAH PASIVA 316,947, ,076, ,734,
246 URAIAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk LABA RUGI (dalam jutaan Rupiah) 31/12/ /12/ /12/2007 (Audited) (Audited) (Audited) Pendapatan Bunga 35,334,131 28,096,633 23,240,631 Pendapatan (beban) bunga bersih 23,048,595 19,647,966 16,687,732 Pendapatan Operasional Lainnya 3,269,594 2,483,752 1,775,375 Beban Operasional lainnya 17,757,530 13,785,605 10,907,104 Laba (Rugi) Operasional 8,560,659 8,346,113 7,556,003 Penghasilan non operasional bersih 1,330, , ,071 Laba (rugi) sebelum pajak 9,891,228 8,822,012 7,780,074 Taksiran Pph 2,582,936 2,863,644 2,942,073 Laba (Rugi) sebelum bagian minoritas 7,308,292 5,958,368 4,838,001 Bagian Minoritas atas Rugi (Laba) bersih anak perusahaan yg dikonsolidasi LABA (RUGI) BERSIH 7,308,292 5,958,368 4,838,001 RASIO-RASIO PENTING 31/12/ /12/ /12/2007 (audited) (audited) (audited) Capital Adequate Ratio (CAR) 13.20% 13.18% 15.84% Return On Asset (ROA) 3.73% 4.18% 4.61% Return On Equity (ROE) 35.22% 34.50% 31.64% Net Interest Margin 8.97% 9.99% 10.86% Non Performing Loan Ratio (Gross) 3.52% 2.80% 3.44% Loan To Deposit Ratio 80.88% 79.93% 68.80% Alamat Wali Amanat PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Desk Investasi dan Jasa Pasar Modal Gedung BRI II lt.3 Jl. Jend.Sudirman Kav Jakarta Telp : (021) , , Fax : (021) ,
247 XXI. AGEN PEMBAYARAN Perseroan telah menunjuk KSEI sebagai Agen Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran No. 8 tanggal 19 Januari 2011 yang dibuat antara Perseroan dengan KSEI yang dibuat di hadapan Poerbaningsih Adi Warsito, SH., Notaris di Jakarta. Pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran masing-masing sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana tanggal pembayaran jatuh pada bukan Hari Bursa, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa berikutnya. Alamat Agen Pembayaran adalah sebagai berikut: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1, Lantai 5 Jl. Jendral Sudirman Kav Jakarta Tel. (021) Fax. (021)
248 XXII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI Prospektus serta Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi dapat diperoleh pada kantor Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi di bawah ini: PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI PT Danareksa Sekuritas Gedung Danareksa Jl. Merdeka Selatan No.14 Jakarta Tel. (021) Fax. (021)
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)
JADWAL Tanggal Efektif : 15 Desember 2011 Masa Penawaran : 20 April 2012 Tanggal Penjatahan : 23 April 2012 Tanggal Distribusi Secara Elektronik : 25 April 2012 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia
PROSPEKTUS. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara) PT Danareksa Sekuritas (Terafiliasi)
PROSPEKTUS JADWAL Tanggal Efektif : 18 Desember 2012 Masa Penawaran : 20 Desember 2012 Tanggal Penjatahan : 21 Desember 2012 Tanggal Distribusi Secara Elektronik : 27 Desember 2012 Tanggal Pencatatan di
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)
JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 18 November 2015 Masa Penawaran 12 & 13 November 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 19 November 2015 Tanggal Penjatahan
PROSPEKTUS. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)
JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 7 Juli 2015 Masa Penawaran 2 Juli 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 8 Juli 2015 Tanggal Penjatahan 3 Juli 2015 PROSPEKTUS
Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia ( Pefindo ): AAA (Triple A)
JADWAL Tanggal Efektif 14 Juni 2017 Tanggal Penjatahan 16 Juni 2017 Masa Penawaran 15 Juni 2017 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik 20 Juni 2017 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 21
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)
JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 2 Maret 2017 Masa Penawaran 24 27 Februari 2017 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 3 Maret 2017 Tanggal Penjatahan 28 Februari
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI.
INFORMASI TAMBAHAN. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)
JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 23 Desember 2015 Masa Penawaran 17 18 Desember 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 28 Desember 2015 Tanggal Penjatahan
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)
JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 27 September 2016 Masa Penawaran 21 22 September 2016 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 28 September 2016 Tanggal Penjatahan
UU No. 8/1995 : Pasar Modal
UU No. 8/1995 : Pasar Modal BAB1 KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: 1 Afiliasi adalah: hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat a. kedua, baik
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF
- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
Kamus Istilah Pasar Modal
Sumber : www.bapepam.go.id Kamus Istilah Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan
PERATURAN KSEI NOMOR II-D TENTANG PENDAFTARAN EFEK BERAGUN ASET DI KSEI
Peraturan KSEI No. II-D Tentang Pendaftaran Efek Beragun Aset di KSEI (Lampiran Surat Keputusan Direksi KSEI No. KEP-0027/DIR/KSEI/0815 tanggal 25 Agustus 2015) PERATURAN KSEI NOMOR II-D TENTANG PENDAFTARAN
DAFTAR ISI DAFTAR ISI DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN. iii RINGKASAN
DAFTAR ISI DAFTAR ISI i DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN iii RINGKASAN ix I. PENAWARAN UMUM 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA 9 III. PERNYATAAN HUTANG 10 IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN 18 V. RISIKO
Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia
Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal A Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2
Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;
Kamus Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 54 /POJK.04/2017 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN
INFORMASI TAMBAHAN PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK
INFORMASI TAMBAHAN Tanggal Efektif : 16 Juni 2016 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 21 Agustus 2017 Masa Penawaran : 14 16 Agustus 2017 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 22 Agustus 2017
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa tujuan pembangunan nasional adalah terciptanya
PT SARANA MULTI INFRASTUKTUR (PERSERO)
PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI MERUPAKAN PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN OLEH PT SARANA MULTI INFRASTRUKTUR
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN. SETIAP
ANGGARAN DASAR PT TRIMEGAH SECURITIES TBK
ANGGARAN DASAR PT TRIMEGAH SECURITIES TBK Sesuai Dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Trimegah Securities Tbk No. 51 tanggal 27 Mei 2015, yang dibuat dihadapan Fathiah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-552/BL/2010 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional adalah terciptanya suatu masyarakat adil dan makmur berdasarkan
2 MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PEDOMAN PENERBITAN DAN PELAPORAN EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI DAL
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.358, 2014 KEUANGAN. OJK. Efek Beragun Aset. Partisipasi Pembiayaan. Pedoman. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5632) PERATURAN OTORITAS
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2013 TENTANG PEDOMAN PENERBITAN DAN PELAPORAN EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2013 TENTANG PEDOMAN PENERBITAN DAN PELAPORAN EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI DENGAN RAHMAT TUHAN
Kantor Pusat The Landmark I Lt. 26-31 Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Jakarta 12910 Telp.: (021) 5296-3232, 5296-3322 (hunting) Faksimili: (021) 5296-4159
Tanggal Efektif : 9 Desember 2011 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 27 Septermber 2012 Masa Penawaran : 21 24 Septermber 2012 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 28 Septermber 2012
PROSPEKTUS PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK. Prospektus Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015
JADWAL PENAWARAN UMUM Tanggal Efektif : 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 8 Juli 2015 Masa Penawaran : 1 3 Juli 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 9 Juli 2015
ANGGARAN DASAR PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk. NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN PASAL 1
ANGGARAN DASAR PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk. NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN PASAL 1 1. Perseroan Terbatas ini bernama PT. BFI FINANCE INDONESIA Tbk, (selanjutnya cukup disingkat dengan Perseroan ) berkedudukan
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan ini bernama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini cukup disingkat dengan Perseroan ), berkedudukan dan berkantor pusat
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Anotasi. Naskah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK.
INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN ATAS PROSPEKTUS RINGKAS INFORMASI INI MERUPAKAN INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN DARI PROSPEKTUS RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN DI SUARA PEMBARUAN PADA TANGGAL
INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN
INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT UTANG DAN/ATAU SUKUK KEPADA PEMODAL PROFESIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1
-----------------------NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN ------------------------ --------------------------------------------- Pasal 1 ------------------------------------------- 1. Perseroan Terbatas ini bernama
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 412/BL/2010 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23/POJK.04/2014 TENTANG
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23/POJK.04/2014 TENTANG PEDOMAN PENERBITAN DAN PELAPORAN EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI DALAM RANGKA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional
PERATURAN KSEI NOMOR III-D TENTANG PENYIMPANAN EFEK BERAGUN ASET DI KSEI
Peraturan KSEI No.III-D mengenai Penyimpanan Efek Beragun Aset di KSEI (Lampiran Surat Keputusan Direksi KSEI No. KEP-0028/DIR/KSEI/0815 tanggal 25 Agustus 2015) PERATURAN KSEI NOMOR III-D TENTANG PENYIMPANAN
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 64 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI REAL ESTAT BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF
- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 64 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI REAL ESTAT BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 53 /POJK.04/2017 TENTANG PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional adalah terciptanya
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional
PROSPEKTUS AWAL. PT GLOBAL MEDIACOM Tbk
PROSPEKTUS AWAL Masa Penawaran Awal : 5 15 Juni 2017 Perkiraan Tanggal Efektif : 23 Juni 2017 Perkiraan Masa Penawaran Umum : 4 5 Juli 2017 Perkiraan Tanggal Penjatahan : 6 Juli 2017 Perkiraan Tanggal
ANGGARAN DASAR. PT MATAHARI DEPARTMENT STORE Tbk NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1
ANGGARAN DASAR PT MATAHARI DEPARTMENT STORE Tbk NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan Terbatas ini bernama PT MATAHARI DEPARTMENT STORE Tbk (selanjutnya disebut Perseroan), berkedudukan di Jakarta
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa perekonomian nasional yang diselenggarakan
ANGGARAN DASAR PT MANDOM INDONESIA Tbk. Nama dan Tempat Kedudukan Pasal 1. Jangka Waktu berdirinya Perseroan Pasal 2
ANGGARAN DASAR PT MANDOM INDONESIA Tbk Nama dan Tempat Kedudukan Pasal 1 1. Perseroan Terbatas ini diberi nama: PT Mandom Indonesia Tbk (selanjutnya disebut Perseroan ), berkedudukan dan berkantor pusat
Prospektus PENAWARAN UMUM OBLIGASI SAN FINANCE II TAHUN 2012 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP
PT Surya Artha Nusantara Finance Perkantoran Hijau Arkadia Tower B Lt. 11 Jl. TB Simatupang Kav. 88 Jakarta 12520 PENAWARAN UMUM OBLIGASI SAN FINANCE II TAHUN 2012 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP Prospektus
harga pasar atau sebagai pelunasan yang baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan, dan hanya dapat dilakukan
JADWAL Tanggal Efektif : 9 November 2016 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 18 November 2016 Masa Penawaran Umum : 11, 14, 15 November 2016 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 21
PROSPEKTUS OBLIGASI BERKELANJUTAN I GLOBAL MEDIACOM TAHAP I TAHUN 2017 DAN SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN I GLOBAL MEDIACOM TAHAP I TAHUN 2017
JADWAL Tanggal Efektif : 21 Juni 2017 Masa Penawaran Umum : 3 4 Juli 2017 Tanggal Penjatahan : 5 Juli 2017 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 7 Juli 2017 Tanggal Distribusi Efek Secara Elektronik :
INFORMASI TAMBAHAN PT PEGADAIAN (PERSERO)
INFORMASI TAMBAHAN OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN INI. SETIAP
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka mewujudkan kegiatan Pasar
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan Terbatas ini bernama PT. ABM INVESTAMA Tbk. (selanjutnya cukup disingkat dengan Perseroan ), berkedudukan di Jakarta Selatan. 2. Perseroan dapat membuka cabang,
PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN JADWAL Tanggal Efektif : 20 Mei 2016 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 1 Juni 2016 Masa Penawaran Umum : 23 27 Mei 2016 Tanggal Pencatatan di Bursa
PROSPEKTUS PROSPEKTUS OBLIGASI BERKELANJUTAN I BANK BTPN DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP TAHAP I TAHUN 2011
JADWAL Tanggal Efektif : 20 Juni 2011 Masa Penawaran : 22 23 Juni 2011 Tanggal Penjatahan : 24 Juni 2011 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 28 Juni 2011 Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek
ANGGARAN DASAR. PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk Pasal
ANGGARAN DASAR PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk ----------------------------------------------- Pasal 1 ---------------------------------------------- 1. Perseroan Terbatas ini bernama PT LOTTE CHEMICAL TITAN
INFORMASI PENAWARAN UMUM OBLIGASI BERKELANJUTAN I BANK BTPN DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP TAHAP III TAHUN 2013
INFORMASI PENAWARAN UMUM OBLIGASI BERKELANJUTAN I BANK BTPN DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP TAHAP III TAHUN 2013 Emiten : PT Bank BTPN Tbk Kepemilikan : TPG Nusantara S.a.r.l. (57.87%) Publik (42.13%) Nama
Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD
Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD Oleh: Genio Atyanto Equity Tower 49th Floor, Jalan Jenderal Sudirman, Kav. 52-53 P / +62 21 2965 1262 SCBD, Jakarta 12190, indonesia
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2015 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2015 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER
PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INFORMASI INI MERUPAKAN PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN DI SITUS WEB PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK ( PERSEROAN ) DAN PT
RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR.../POJK.05/2014 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN
-1- RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR.../POJK.05/2014 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dengan
INFORMASI TAMBAHAN PT HUTAMA KARYA (PERSERO)
INFORMASI TAMBAHAN OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN. SETIAP PERNYATAAN
- 1 - PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 199/PMK.010/2008 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN MENTERI KEUANGAN,
- 1 - PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 199/PMK.010/2008 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka menunjang keberhasilan penyelenggaraan Program Pensiun, investasi
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka mewujudkan kegiatan Pasar
LAMPIRAN: Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor : Kep- 67/BL/2007 Tanggal : 13 April 2007 PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OBLIGASI DAERAH
PERATURAN NOMOR IX.C.13: PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OBLIGASI DAERAH 1. Umum a. Seluruh definisi yang tercantum dalam Peraturan Nomor IX.C.12 tentang Pedoman
PT BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL Tbk Kegiatan Usaha: Bergerak Dalam Bidang Usaha Perbankan Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia Kantor Pusat
JADWAL Tanggal Efektif : 20 Juni 2011 Tanggal Penjatahan : 1 Maret 2013 Masa Penawaran Awal : 29 Januari 13 Februari 2013 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 5 Maret 2013 Masa Penawaran Umum
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 67/BL/2007 TENTANG PEDOMAN MENGENAI
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
Tanggal Efektif : 17 Januari 2011 Masa Penawaran : 19 20 Januari 2011 Tanggal Penjatahan : 21 Januari 2011 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 25 Januari 2011 Tanggal Pencatatan Pada Bursa
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP- 179/BL/2008 TENTANG POKOK-POKOK
PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM OBLIGASI CLIPAN FINANCE INDONESIA III TAHUN 2011 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP
Kantor Pusat : PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk Wisma Slipi, Lantai 6 Jl. Jend. S. Parman, Jakarta 11480 Telp : (021) 5308005 Faksimili : (021) 530 8026-27 PENAWARAN UMUM OBLIGASI CLIPAN FINANCE INDONESIA
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN REKSA DANA BERBENTUK PERSEROAN
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN REKSA DANA BERBENTUK PERSEROAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
SURAT KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK INDONESIA
SURAT KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK INDONESIA Nomor Kep-00113/BEI/11-2015 Perihal Peraturan Nomor I-R tentang Pencatatan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka Pembiayaan Sekunder
Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi atau fakta material telah diungkapkan dan informasi atau fakta material tersebut tidak menyesatkan.
: : : : : Tanggal Efektif Masa Penawaran Tanggal Penjatahan Tanggal Distribusi Secara Elektronik Tanggal Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia 22 Mei 2017 23 24 Mei 2017 26 Mei 2017 30 Mei 2017 31 Mei 2017
Rencana Perubahan KIK dan Prospektus Reksa Dana Aberdeen Dana Pendapatan Riil Oktober 2016
Rencana Perubahan KIK dan Prospektus Reksa Dana Aberdeen Dana Pendapatan Riil Oktober 2016 MATRIKS RENCANA PENAMBAHAN DAN PERUBAHAN PADA KIK DAN PROSPEKTUS I Perubahan Kebijakan Pembagian Hasil Investasi
2 2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Nega
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.82, 2015 KEUANGAN. OJK. Dana Pensiun. Investasi. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5692) PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 3/POJK.05/2015
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP- 176/BL/2008 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN
KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-43/PM/2000 TENTANG
KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-43/PM/2000 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN NOMOR IX.C.3 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM KETUA BADAN
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 3/POJK.05/2015 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN
-1- OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 3/POJK.05/2015 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA
INFORMASI TAMBAHAN INFORMASI TAMBAHAN OBLIGASI BERKELANJUTAN I BANK BTPN DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP TAHAP II TAHUN 2012
Jadwal Tanggal Efektif : 20 Juni 2011 Masa Penawaran Umum : 31 Juli 2012 Tanggal Penjatahan : 1 Agustus 2012 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 3 Agustus 2012 Tanggal Pencatatan Pada Bursa
PROSPEKTUS. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk
JADWAL Tanggal Efektif : 4 Desember 2017 Masa Penawaran Umum : 6 7 Desember 2017 Tanggal Penjatahan : 8 Desember 2017 Tanggal Distribusi Obligasi dan Sukuk Mudharabah secara Elektronik : 12 Desember 2017
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PP. No. : 45 Tahun 1995 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG
DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap.
DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN Anggaran Dasar Lama NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan terbatas ini
PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK
PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK I. KETENTUAN UMUM II. 1. Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:
2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan
No.133, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Reksa Dana. Perseroan. Pengelolaan. Pedoman. Pencabutan. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6080) PERATURAN
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET DANAREKSA SMF I KPR BTN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
1. UMUM KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET Untuk periode sejak 11 Februari (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset ( KIK EBA ) Danareksa SMF I
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN 32 /POJK.04/2015 TENTANG PENAMBAHAN MODAL PERUSAHAAN TERBUKA DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU
STIE DEWANTARA Pasar Modal
Pasar Modal Manajemen Lembaga Keuangan, Sesi 3 Pengertian Dalam arti sempit Pasar Modal = Bursa efek, yaitu tempat terorganisasi yang mempertemukan penjual dan pembeli efek yang dilakukan secara langsung
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa perekonomian nasional yang diselenggarakan
KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-56/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA
KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-56/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OLEH PERUSAHAAN MENENGAH ATAU KECIL KETUA BADAN PENGAWAS PASAR
MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk
MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk DAFTAR ISI Halaman Pasal 1 Nama dan Tempat Kedudukan... 1 Pasal 2 Jangka
2017, No Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.44, 2017 KEUANGAN OJK. Efek. Bersifat Ekuitas, Utang, dan/atau Sukuk. Penawaran Umum. Pendaftaran. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 130 /BL/2006 TENTANG PENERBITAN
