PENGENALAN R PROGRAMMING Bagian I

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGENALAN R PROGRAMMING Bagian I"

Transkripsi

1 PENGENALAN R PROGRAMMING Bagian I Adnan Sauddin Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UINAM [email protected] Info: Jurnal MSA Vol. 2 No. 2 Edisi: Juli Desember 2014 Artikel No.: 7 Halaman: ISSN: X Prodi Matematika UINAM ABSTRAK R Programming merupakan suatu bahasa pemrograman khusus untuk matematika dan statistika yang bersifat open source. Keunggulan dari aplikasi ini adalah dapat diperoleh secara terbuka tanpa membeli lisensi. Pada R programming juga pengguna dapat melakukan analisis dengan hanya menulis fungsi yang diinginkan dengan paket yang telah tersedia yang banyak pengembang dan atau membuat sendiri list program sesuai dengan rumus dari data yang akan dianalisis. Kekuatan R programming berada pada Keterbukaannya sehingga tersedia banyak paket yang dibuat oleh orang-orang yang kompenten sehingga memudahkan bagi pengguna yang tidak memiliki kemampuan komputasi yang lebih. Aplikasi ini juga mengkover hampir semua formula dalam matematika dan statistic, seperti, vektor dan matriks. Kata Kunci:R Programming, vektor, matriks, opensource. 1. PENGANTAR R R adalah bahasa pemrograman untuk analisis statistic dan grafik yang didistribusikan dibawah lisensi GNU Genaral Public License. R memberikan fleksibilitas dan kekuatan dan konsisten yang mengintegasikan tool-tool untuk manipulasi data, analisis dan menampilkannya. Software R dapat didownload secara gratis di CRAN; 2. Definisi-Definisi dalam R Berikut beberapa definisi dari istilah-istilah yang digunakan Dalam R Object R merupakan suatu bahasa berorientasi obyek dan semua yang didalam R merupakan obyek. Sebagai contoh, suatu bilangan adalah obyek, suatu variable adalah obyek, output adalah obyek, himpunan data adalah obyek yang merupakan kumpulan obyek Vektor Suatu kumpulan dari satu atau lebih obyek dari jenis yang sama, contoh; semua bilangan atau semua huruf Function suatu kumpulan instruksi yang menghasilkan satu atau lebih obyek. Function biasanya digunakan untuk melakukan tugastugas tertentu atau umum yang membutuhkan banyak instruksi. Sebagai contoh; function mean() digunakan untuk menghitung rata-rata aritmetika dari nilai vector numeric yang diberikan. Function memuat nama diikuti oleh tanda kurung yang memuat himpunan parameter (dinyatakan sebagai argument) atau kosong. Parameter jenis informasi yang dapat ditempatkan pada function. Sebagai contoh; mean(), fungsi yang membutuhkan satu parameter Argument informasi tertentu yang berkaitan dengan function untuk menentukan bagaimana fungsi seharus melakukan tugasnya. Argumen dinyatakan Dalam bentuk name=value ditempatkan diantara dua kurung yang diikuti oleh nama fungsi. Contoh; fungsi mean() membutuhkan paling sedikit satu argument. Operator symbol yang digunakan untuk melakukan kerja tertentu atau symbol yang bermakna, seperti +, -, * dan /. Operator = 50

2 digunakan untuk menyatakan nilai argument dari suatu fungsi. Operator logika, TRUE atau FALSE, < (ruang kiri lebih kecil dari ruang kanan), > (ruang kiri lebih besar dari ruang kanan), >= (ruang kiri lebih besar atau sama dengan ruang kanan, <= (ruang kiri lebih kecil atau sama dengan ruang kanan, == (nilai ruang kiri sama dengan ruas kanan,!= (ruang kiri tidak sama dengan ruang kanan), && (logika DAN), (logika ATAU). 3. Nama Object Semua obyek namanya harus unik. Aturannya adalah: Nama harus huruf Nama tidak boleh memuat karakter: spasi, - + * / # % & [ ] { } ( ) ~ Aturan penamaan: Semua perintah dalam R bersifat case sensitive. Nama harus menggambarkan obyek 4. Expression, Assignment dan Aritmetic Expression adalah perintah yang dimasukkan pada command prompt R, dievaluasi oleh R lalu dicetak ke monitor. Contoh > (expression) [1] 5 output hasil evaluasi Assignment menyatakan suatu nama ke obyek baru yang mungkin merupakan hasil evaluasi expression atau obyek yang lain. Operator assignment adalah < -. > VAR1 < menyatakan expression pada obyek VAR1 > VAR1 Cetak isi obyek VAR1 [1] 5 hasil evaluasi Kita juga bias membagi perintah-perintah dalam R, > VAR2 <- assignment/ expression tidak atau belum lengkap melengkapi assignment atau expression > VAR2 cetak isi VAR2, keluaran hasil evaluasi [1] 5 Jika nilai suatu vektor adalah numeric, maka operator-opetor aritmetika dapat diterapkan > VAR2-1 cetak isi dari VAR2 dikurangi 1 [1] 4 > ANS1 <- VAR1 * VAR2 evaluasi expression dinyatakan pada ANS1 > ANS1 cetak isi dari ANS1 sebagai hasil evaluasi [1] 25 Obyek juga bisa digabungkan dengan menggunakan fungsi c() concatenation > c(1, 2, 6) menggambungkan 1, 2 and 6 [1] mencetak hasil > c(var1, ANS1) menggabungkan isi VAR1 dan ANS1 [1] 5 25 cetak hasil 5. Session dan Workspace R Membersihkan session Untuk melihat semua obyek yang aktif yang telah dibuat sebelumnya: > ls() tampilkan obyek aktif dalam R [1] "ANS1" "VAR1" "VAR2" Fungsi ls() juga dapat digunakan untuk mencari nama obyek yang telah dibuat sebelumnya. > ls(pat = "VAR") tampilkan obyek yang dibulai dengan VAR [1] "VAR1" "VAR2" > ls(pat = "A*1") tampilkan obyek yang memuat A dan 1 dengan sejumlah karakater diantara keduanya 51

3 [1] "ANS1" "VAR1" Untuk menghapus obyek dalam memory digunakan fungsi rm() > rm(var1, VAR2) hapus obyek VAR1 dan VAR2 > rm(list = ls()) hapus semua obyek yang telah didefinisikan sebelumnya Direktori aktif Secara default, tempat kita bekerja berada dalam direktori yang diatur oleh R, namun kita juga dapat mengatur pada direktori mana kita akan bekerja, dengan menggunakan fungsi setdw() dan untuk mengetahui director aktif gunakan fungsi getdw(). > setwd("~/documents/") set the current working directory > getwd() review the current working directory [1] "/home/murray/documents" > list.files(getwd()) [1] "addressbook.vcf" [2] "Introduction.rnw" menampilkan semua file direktori aktif [3] "Introduction.rnw.map" [4] "Rplots.ps" [5] "Rscripts.R" Fungsi Fungsi adalah sekumpulan perintah yang dikumpulkan secara bersama-sama sedemikian hingga perintah-perintah tersebut dapat dimulai atau dijalankan melalui satu perintah yang menyatukan seluruh masukan dari user pada sembarang perintah internal. Fungsi membutuhkan satu atau lebih input yang disebut argument. Berikut struktur yang digunakan: > seq (from, to) barisan bilangan dari from hingga to dengan kenaikan 1 > seq (from, to, by=) barisan bilangan dari from hingga to dengan kenaikan by > seq (from, to, length.out=) barisan bilanga length.out dari from to to Contoh > seq(9,5) [1] > seq(5,9) [1] > seq(from=5, to=9) [1] > seq(to=9, by=3), from=5) Error: unexpected ',' in "seq(to=9, by=3)," > seq(to=9, by=3, from=5) [1] 5 8 Urutan Operator Operator Description [ [[ indexing :: name space $ component ^ exponentiation (evaluated right to left) - + sign (unary) : sequence %special% special operators (e.g. %/%, %%) * \ multiplication, division + - addition and subtraction < > <= >= ordering and comparison ==!=! logical negation (not) & && logical AND logical OR ~ formula -> ->> assignment (left to right) = argument assignment (right to left) <- <<- assignment (right to left)? help 52

4 Vektor Vector adalah kumpulan satu atau lebih entri dari class (type) kelas yang sama.. Jurnal MSA, Vol. 2 No. 2, Juli-Des 2014 Table 1.2 kelas-kelas Obyek Vektor dalam R. The operator : digunakan untuk membangkitkan barisan bilangan bulat. Fungsi c() merupapkan penulisan ringkas untuk concatenate (penggabungan) dan dapat digunakan untuk membangkitkan vektor. operator == melakukan eveluasi sisi kiri apakah sama dengan sisi kanan Vector class Example Integer > 2:4 #vector of integers from 2 to 4 (Whole numbers) [1] > c(1,3,9) #vector of integers [1] numeric > c(8.4, 2.1) #vector of real numbers (Real numbers) [1] character > c('a', 'ABC') #vector of letters (Letters) [1] "A" "ABC" logical > c(2:4)==3 #evaluate the expression (TRUE or FALSE) [1] FALSE TRUE FALSE #the printed logical vector Variable biologi adalah sekumpulan pengamatan dari jenis yang sama (contoh; variable suhu memuat kumpulan pengukuran suhu) dan disajikan dalam bentuk vektor. Variable kontinu biologi digambarkan dengan numeric vectors, dimana variable kategorial merupakan cara terbaik digambarkan dengan vektor. Contoh > temperatur <-c(36.1, 30.6,31,39.9,6.5,11.2,12.8,9.7,1 5.9) > temperatur [1] Regular atau Pola Barisan Barisan inklusi bilangan bulat dapat dibangkitkan dengan menggunakan: operator > # barisan inklusif dari 18 hingga 10 > 18:10 [1] Fungsi seq() digunakan untuk membangkitkan barisan numeric #Bilangan dari 2 hingga <= 20 dengan kenaikan 4 > seq(from=2, to=20, by=4) [1] > seq(from=2,to=20, length=5) [1]

5 Barisan dari entri yang berulang, dapat dilakukan dengan rep() > rep (4,5) # mencetak ulang bilangan empat sebanyak 5 kali [1] > rep("tidak",4) #mencetakn kata "tidak" sebanyak 4 kali [1] "tidak" "tidak" "tidak" "tidak" > rep(c(2,5),3) # mencetak deret 2 & 5 sebanyak 3 kali [1] Vektor Karakter Penamaan Eksperimen atau unit sample dapat disimpan dalam vektor karakter > QUADRATS <- c("q1","q2","q3","q4","q5") > QUADRATS [1] "Q1" "Q2" "Q3" "Q4" "Q5" Cara yang mudah dan baik untuk membangkitkan vektor karakter diatas adalah dengan menggunakan fungsi paste(). Fungsi ini mengkonversi beberapa vektor ke dalam vektor karakter sebelum menggabungkan anggota dari setiap vektor secara bersama-sama ke dalam satu vektor karakter. Argument sep= digunakan untuk menyatakan pemisahan karakter (atau sekumpulan karakter) untuk memberikan jarak antara anggota vektor. > QUADRATS <- paste("q",1:10,sep="") > QUADRATS [1] "Q1" "Q2" "Q3" "Q4" "Q5" "Q6" "Q7" "Q8" "Q9" "Q10" > paste ("quad",1:10,sep=".") [1] "quad.1" "quad.2" "quad.3" "quad.4" "quad.5" "quad.6" "quad.7" [8] "quad.8" "quad.9" "quad.10" Vektor karakter dapat digunakan untuk penamaan anggota vektor. Sebagai contoh, kita dalam menggunakan fungsi names() untuk nama anggota dari vektor TEMPERATUR: > names(temperature) <- QUADRATS > TEMPERATURE Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q Fungsi paste() dapat juga digunakan dalam konjungsi dengan fungsi lain untuk membangkitkan daftar label. Contoh, kita dapat menggabungkan suatu vektor dengan huruf A, B, C, D dan E dimana setiap karakter tersebut diulangi sebanyak dua kali secara berurutan (menggunakan fungsi rep() dengan vektor yang memuat 1 dan 2 untuk menghasilkan vektor karakter yang memiliki label disisinya. > SITE <- paste(rep(letters[1:5],each=2),1 :2,sep="") > SITE [1] "A1" "A2" "B1" "B2" "C1" "C2" "D1" "D2" "E1" "E2" Fungsi substr() digunakan untuk mengekstaksi bagian-bagian string (sekumpulan karakter) dalam vektor karakter dan selanjutnya berguna untuk membuat label-label terpotong. Contoh; jika kita mempunyai vektor karakter yang memuat name kota-kota besar di Indonesia dan perlu memberikan kode daerah (tiga huruf pertama) untuk pelabelan grafik: > INDONESIA <- c("jakarta","bandung","surabaya","medan","makassar","palembang") > substr(indonesia,1,3) [1] "Jak" "Ban" "Sur" "Med" "Mak" "Pal" Cara lain, gunakan fungsi abbreviate() > abbreviate(indonesia,minlength=3) Jakarta Bandung Surabaya Medan Makassar Palembang "Jkr" "Bnd" "Srb" "Mdn" "Mks" "Plm" Variable kategorial dengan level-level diskrit dapat diwakilkan dengan vektor karakter. Contoh: 54

6 > SHADE <- c("no","no","no","no","no","full"," full","full","full","full") > SHADE [1] "no" "no" "no" "no" "no" "full" "full" "full" "full" "full" Factor Untuk mengakomodasi variable kategorial (factor), R memiliki tambahan class dari vektor yang disebut factor yang menyimpan vektor yang bersesuaian dengan level dari variable factor. Fungsi factor mengkonversi vektor menjadi vektor factor. > SHADE <- factor(shade) > SHADE [1] no no no no no full full full full full Levels: full no Perhatikan perbedaan output dari vektor factor dan vektor karakter. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan factor dalam R. penggabungan dari fungsi rep() dan fungsi concatenation(c()) dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan hasil yang indentik. > SHADE <- factor(c(rep("no",5),rep("full", 5))) > SHADE <- factor(rep(c("no","full"),c(5,5) )) > SHADE <- factor(rep(c("no","full"),each=5 )) > SHADE [1] no no no no no full full full full full Levels: full no Fungsi factor menyusun level factor dalam urutan alphabet, dimana fungsi gl() mengurutkan level factor dalam urutan yang diikutkan dalam ekspresi. Matriks, lists dan data frame Matriks Fungsi matrix() > matrix(temperature,nrow=5) [,1] [,2] [1,] [2,] [3,] [4,] [5,] Matriks dapat juga digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih vektor yang memilik panjang yang sama (dan class). Contoh, misalkan kita punya variable X dan Y, untuk menggabungkannya menjadi matriks digunakan fungsi cbind() atau rbind(): > X <- c(16.92,24.03,7.61,15.49,11.77) > Y <- c(8.37,12.93,16.65,12.2,13.12) > XY <-cbind(x,y) > XY X Y [1,] [2,] [3,] [4,] [5,] > rbind(x,y) [,1] [,2] [,3] [,4] [,5] X Y > SHADE <- gl(2,1,10,c("no","full")) > SHADE [1] no full no full no full no full no full Levels: no full Baris dan kolom dapat diberi nama atau label dengan menggunakan fungsi rownames() dan colnames(): > colnames(xy) 55

7 [1] "X" "Y" > rownames(xy)<-letters[1:5] > XY X Y A B C D E > EXPERIMENT $SITE [1] "A1" "A2" "B1" "B2" "C1" "C2" "D1" "D2" "E1" "E2" $COORDINATE [1] "16.92,8.37" "24.03,12.93" "7.61,16.65" "15.49,12.2" "11.77,13.12" Lists List digunakan untuk menyimpan kumpulan obyek yang dapat berupa jenis dan panjang yang berbeda. List dikonstruksi menggunakan fungsi list(). Pada contoh sebelumnya kita telah membuat bilangan yang disimpan dalam vektor (temperature, shade, dan names dan kota-kota) yang secara actual menggambarkan data atau informasi dari satu eksperiment. Obyek-obyek tersebut dapat dikelompokkan secara bersamasama sehingga seluruhnya menjadi komponen dari daftar obyek; > EXPERIMENT <-list(site=site, COORDINATE=paste(X,Y,sep=","),TE MPERATURe=TEMPERATURE,SHADE=SHAD E + ) $TEMPERATURe Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q $SHADE [1] no full no full no full no full no full Levels: no full Informasi Obyek dan Konversi Informasi Obyek Table 1.3 fungsi query obyek umum dan nilai yang dihasilkannya Segala sesuatu di R merupakan obyek dan semua obyek memiliki type dan class tertentu. Class dari suatu obyek dapat diuji menggunakan fungsi class(). > class(temperature) [1] "numeric" Ada juga fungsi is yang berguna untuk mengevaluasi apakah suatu obyek merupakan bagian class atau type tertentu atau bukan. Function is.numeric(x) is.null(x) is.logical(x) is.character(x) is.vector(x) Returns TRUE: if all elements of x are numeric or integer (x <-c(1,-3.5)) if x is NULL (the object has no length) (x <-NULL) if all elements of x are logical (x <- c(true,false)) if all elements of x are character strings (x <- c(,a,,,quad,)) if the object x is a vector (a single dimension). Returns FALSE if object has any attributes other than names 56

8 is.factor(x) is.matrix(x) is.list(x) is.data.frame(x) is.na(x) if the object x is a factor if the object x is a matrix (2 dimensions but not a data frame) if the object x is a list if the object x is a data frame for each missing (NA) element in x (x <- c(na,2))! ( not ) character as a prefix converts the above functions into is.not. Obyek dalam R juga ada yang memiliki atribut, bilangan dan type dari atribut tersebut berbeda pada setiap obyek. Contoh, obyek matriks mempunyai jumlah dimensi tertentu yang dikenal dengan baris dan kolom. Atribut dari suatu obyek dapat ditampilkan dengan menggunakan fungsi attributes(): > attributes(xy) $dim [1] 5 2 $dimnames $dimnames[[1]] [1] "A" "B" "C" "D" "E" $dimnames[[2]] [1] "X" "Y" Dengan cara yang sama, dapat juga dengan fungsi attr(), digunakan untuk menampilkan dan individual atribut dari suatu obyek. > attr(xy,"dim") [1] 5 2 > attr(xy,"description") <- "coodinates of quadrats" > XY X Y A B C D E attr(,"description") [1] "coodinates of quadrats" Konversi Obyek Obyek dalam R dapat dikonversi ke obyek lain menggunakan fungsi as. Function as.numeric(x) as.null(x) as.logical(x) as.character(x) as.vector(x) Converts object to a numeric vector ( integer or real ). Factors converted to integers. a NULL a logical vector. Values of >1 converted to TRUE, otherwise FALSE a character vector a vector. All attributes (including names) are removed. 57

9 as.factor(x) as.matrix(x) as.list(x) as.data.frame(x) a factor. This is an abbreviated version of factor a matrix. Any non-numeric elements result in all matrix elements being converted to character strings a list a data frame. Matrix columns and list columns are converted into a separate vectors of the data frame, and character vectors are converted into factors. All previous attributes are removed Meng-Indeks Vektor, Matriks dan Lists Meng-indeks Vektor Memungkinkan untuk mencetak subhimpunan dari suatu vektor dengan vektor indeks. Terdapat empat bentuk umum dari mengindeks vektor yang digunakan untuk mengekstrak subhimpunan dari vektor: Vektor Bilangan Bulat Positif. Suatu himpunan bilangan bulat yang mengindikasikan dimana elemen dari suatu vekto yang akan dipilih. Pemilihan elemen merupakan concatenated atau penggabungan dalam urutan yang spesifik. (i) (ii) (iii) Memilih elemen ke-i > TEMPERATURE[2] Q Memilih n elemen mulai dari elemen m > TEMPERATURE[2:5] Q2 Q3 Q4 Q Memilih himpulan elemen tertentu > TEMPERATURE[c(1,5,6,9)] Q1 Q5 Q6 Q Vektor Bilangan Bulat Negatif. Himpunan bilangan bulat yang mengindikasikan elemen vektor yang akan diekseksui dari concatenated (penggabungan) (iv) Memilih semua tapi tidak termasuk elemen ke-n > TEMPERATURE[-2] Q1 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q Vektor karakterk string. Mengindeks vektor bentuk ini hanya mungkin untuk vektor yang elemennya telah diberi nama. Suatu vektor nama elemen dapat digunakan untuk memilih element untuk digabungkan (i) (ii) Memilih penamaan elemen > TEMPERATURE["Q1"] Q Memilih nama elemen > TEMPERATURE[c("Q1","Q4")] Q1 Q Vektor Nilai Logika. Vektor nilai logika harus memiliki panjang yang sama sebagai suatu vektor subhimpunan dan biasanya merupakan hasil dari suatu evaluasi logika. Nila logika T (benar) dan F (salah) secara berurutan untuk dikaitkan dengan elemen vektor utama dari penggabungan. - Memilih elemen yang bernilai benar BENAR > TEMPERATURE[TEMPERATURE <15] Q6 Q7 Q8 Q

10 > TEMPERATURE[SHADE=="no"] Q1 Q3 Q5 Q7 Q Memilih elemen untuk beberapa logika yang bernilai BENAR > TEMPERATURE[TEMPERATURE<34 & SHADE=="no"] Q3 Q7 Q Memilih Suatu elemen atau logika lain yang bernilai BENAR > TEMPERATURE[TEMPERATURE < 10 SHADE=="no"] Q1 Q3 Q5 Q6 Q7 Q Daftar Pustaka M. Logan Biostatistical Design and Analysis Using R. John Wiley & Sons. New York John. M. Chambers, T. Hothron, Multiple Factor Analysis by Example Using R. CRC Press, California. R.S. Kennet, S.H.Zacks, Modern Industrial Statistics With Application in R, MINITAB and JMP. John Wiley & Sons, New York. URL: tgl. 16 Desember 2014 URL: tgl. 16 Desember 2014 J.M. Chambers, Software for Data Analysis-Programming With R. John Wiley & Sons. New York. 59

STK 571 KOMPUTASI STATISTIK. Perangkat Lunak Komputasi Statistik R

STK 571 KOMPUTASI STATISTIK. Perangkat Lunak Komputasi Statistik R STK 571 KOMPUTASI STATISTIK Perangkat Lunak Komputasi Statistik R RUANG LINGKUP MATERI Pendahuluan Manajemen Data Aritmetik, Alir Kendali dan Pengembangan Fungsi Statistik Dasar dalam R Pembangkitan Data

Lebih terperinci

OBJEK DALAM BAHASA S Agus Mohamad Soleh

OBJEK DALAM BAHASA S Agus Mohamad Soleh MATERI II BAGIAN R STK371 KOMPUTASI STATISTIK OBJEK DALAM BAHASA S Agus Mohamad Soleh OBJEK Segala sesuatu dalam S adalah objek. Data, fungsi, operator dll. Karakteristik setiap objek dilihat melalui mode

Lebih terperinci

STK 573 Metode Grafik untuk Analisis dan Penyajian Data

STK 573 Metode Grafik untuk Analisis dan Penyajian Data STK 573 Metode Grafik untuk Analisis dan Penyajian Data Pertemuan 1 Tim Dosen: Prof. Dr. Khairil Anwar Notodiputro Dr. Ir. Aji Hamim Wigena Dr. Agus M Soleh PENDAHULUAN Pendahuluan Apa R? R adalah implementasi

Lebih terperinci

MODUL I PENGENALAN MATLAB

MODUL I PENGENALAN MATLAB MODUL I PENGENALAN MATLAB 1. Apa Matlab itu? Matlab merupakan bahasa pemrograman dengan kemampuan tinggi dalam bidang komputasi. Matlab memiliki kemampuan mengintegrasikan komputasi, visualisasi, dan pemrograman.

Lebih terperinci

TIPE DATA. 2.1 String

TIPE DATA. 2.1 String TIPE DATA 21 Bab 2 TIPE DATA Software MATLAB mengenal 3 tipe data yaitu : string, scalar, dan matriks. Array merupakan matriks yang hanya memiliki satu baris. MATLAB juga memiliki banyak fungsi built-in

Lebih terperinci

OBJECT ORIENTED PROGRAMMING. Day 3 : Operator dan Assignment

OBJECT ORIENTED PROGRAMMING. Day 3 : Operator dan Assignment OBJECT ORIENTED PROGRAMMING Day 3 : Operator dan Assignment TOPIK Membedakan antara instance dan local l variabel. Urutan pemrosesan Unary operator Arithmetic operator Shift operator: , dan >>> Comparison

Lebih terperinci

JavaScript (Dialog Box) Oleh : Devie Rosa Anamisa

JavaScript (Dialog Box) Oleh : Devie Rosa Anamisa JavaScript (Dialog Box) Oleh : Devie Rosa Anamisa Pembahasan Pengertian JavaScript Bentuk Dasar script Javascript Dalam Dokumen HTML Konsep Variabel Properti Event Operator Struktur Kondisi Metode Kotak

Lebih terperinci

Operator dan Assignment. Pertemuan 3 Pemrograman Berbasis Obyek

Operator dan Assignment. Pertemuan 3 Pemrograman Berbasis Obyek Operator dan Assignment Pertemuan 3 Pemrograman Berbasis Obyek Topik Unary operator Arithmetic operator Shift operator: , dan >>> Comparison operator Bitwise operator: &, ^, dan. Short Circuit operator

Lebih terperinci

ELEMEN DASAR PROGRAM FORTRAN. Kuliah ke-2

ELEMEN DASAR PROGRAM FORTRAN. Kuliah ke-2 ELEMEN DASAR Kuliah ke-2 1 Mengapa dengan FORTRAN? FORmula TRANslation adalah bahasa pemrograman komputer tingkat tinggi yang langsung berorientasi pada permasalahan teknik, dan umum dipakai oleh para

Lebih terperinci

Operator. Donny Reza, S.Kom Aplikasi IT 2 Program Studi Akuntansi

Operator. Donny Reza, S.Kom Aplikasi IT 2 Program Studi Akuntansi Operator Donny Reza, S.Kom Aplikasi IT 2 Program Studi Akuntansi Operator Operator merupakan sebuah simbol yang digunakan untuk melakukan sebuah operasi di dalam bahasa pemrograman. 4 + 5 Dalam operasi

Lebih terperinci

MANAJEMEN DATA MENGGUNAKAN R

MANAJEMEN DATA MENGGUNAKAN R MANAJEMEN DATA MENGGUNAKAN R STK371 KOMPUTASI STATISTIK I Agus Mohamad Soleh Ruang Lingkup Materi Pengantar Program R Pemasukan Data (Tipe Dasar Objek) Pengelolaan Data (Modifikasi, merging, combining,

Lebih terperinci

Modul 1. Variabel dan String

Modul 1. Variabel dan String Modul 1. Variabel dan String A. Kompetensi dan Pokok Bahasan Kompetensi Umum: Mahasiswa diharapkan mampu merancang, membuat dan menjalankan bahasa pemrograman PHP dasar dan PHP lanjut Kompetensi Khusus:

Lebih terperinci

DASAR PEMOGRAMAN JAVA

DASAR PEMOGRAMAN JAVA DASAR PEMOGRAMAN JAVA Pertemuan ke-2 Oleh: Winda Aprianti Tipe Data Bilangan Karakter Kata atau Kalimat Boolean Literal merepresentasikan nilai suatu tipe, dimana tipe itu sendiri menjelaskan bagaimana

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET (TEKNIK KOMPUTASI)

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET (TEKNIK KOMPUTASI) No. LSKD/EKO/DEL221/01 Revisi : 02 Tgl : - Hal 1 dari 1. Kompetensi Setelah melakukan praktik, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi: dapat memahami vector dan komputasi vector. 2. Sub Kompetensi Setelah

Lebih terperinci

Pemrograman Berbasis Objek Operator dan Assignment

Pemrograman Berbasis Objek Operator dan Assignment Operator dan Assignment Macam-macam macam Operator Arithmetic Op. : + - * / % Relational Op. : > >= < >>> Conditional

Lebih terperinci

Operator dan Assignment

Operator dan Assignment Operator dan Assignment Macam-macam Operator Arithmetic Op. : + - * / % Relational Op. : > >= < >>> Conditional Op.

Lebih terperinci

Variabel dan Tipe data Javascript

Variabel dan Tipe data Javascript Variabel dan Tipe data Javascript Variabel Pendeklarasian variabel dalam JavaScript dapat di isi dengan nilai apa saja dan juga bersifat opsional. Artinya variabel boleh di deklarasikan ataupun tidak hal

Lebih terperinci

disebut ternary operator. Di dalam suatu operasi dapat terdapat banyak operator. Urutan eksekusi dari operatoroperator

disebut ternary operator. Di dalam suatu operasi dapat terdapat banyak operator. Urutan eksekusi dari operatoroperator OPERATOR Operator digunakan untuk menyatakan suatu perhitungan/operasi. Operator yang digunakan untuk operasi yang melibatkan satu operand disebut unary operator. Jika melibatkan dua operand maka disebut

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM 7. Petunjuk: 1. Aktifkan Microsoft Access. 2. Buka file database Apl_Rentcar_3(A/B/C/D)XXX. 3. Kerjakan hal-hal berikut di bawah ini.

MODUL PRAKTIKUM 7. Petunjuk: 1. Aktifkan Microsoft Access. 2. Buka file database Apl_Rentcar_3(A/B/C/D)XXX. 3. Kerjakan hal-hal berikut di bawah ini. MODUL PRAKTIKUM 7 Kode Mata Kuliah : MKB-36422 Nama Mata Kuliah : Komputer Terapan 3 Semester : 3 (Tiga) Program Studi : D4 Akuntansi Manajerial Jurusan : Akuntansi PNB Petunjuk: 1. Aktifkan Microsoft

Lebih terperinci

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA Tim Pengajar KU1102 - Institut Teknologi Sumatera Data Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu

Lebih terperinci

Dasar Pemrograman Java

Dasar Pemrograman Java Dasar Pemrograman Java Tessy Badriyah, SKom. MT. http://lecturer.eepis-its.edu/~tessy Tujuan Pembelajaran Penggunaan Komentar dalam program Memahami perbedaan identifier yang valid dan yang tidak valid

Lebih terperinci

PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR)

PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR) LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 4 PEMROGRAMAN WEB PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR) Disusun Oleh: Deny Kurniawan Novianto (130533608222) PTI OFF B UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM

Lebih terperinci

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR 1 PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR Siti Mukaromah, S.Kom TEKNIK PENYAJIAN ALGORITMA Teknik Tulisan Structure English Pseudocode Teknik Gambar Structure Chart HIPO Flowchart 2 PSEUDOCODE Kode

Lebih terperinci

PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A

PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A REPRESENTASI DATA ALUR PEMROSESAN DATA SISTEM BILANGAN TEORI BILANGAN KOVERSI BILANGAN OPERASI ARITMATIKA Representasi Data Data adalah sesuatu yang belum

Lebih terperinci

PHP mendukung komentar yang digunakan pada C, C++ dan Shell Unix. Sebagai contoh:

PHP mendukung komentar yang digunakan pada C, C++ dan Shell Unix. Sebagai contoh: Perintah Dasar Tag PHP Ketika PHP membaca suatu file, proses akan berlangsung hingga ditemukan tag khusus yang berfungsi sebagai tanda dimulainya interpretasi teks tersebut sebagai kode PHP. PHP akan menjalankan

Lebih terperinci

Pendahuluan. Praktikum Pengantar Pengolahan Citra Digital Departemen Ilmu Komputer Copyright 2008 All Rights Reserved

Pendahuluan. Praktikum Pengantar Pengolahan Citra Digital Departemen Ilmu Komputer Copyright 2008 All Rights Reserved 1 Pengenalan Matlab Pendahuluan Matlab adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk analisis dan visualisasi data. Matlab didesain untuk mengolah data dengan menggunakan operasi matriks. Matlab juga

Lebih terperinci

Pemrograman Berorientasi Obyek. Operator & Assignment

Pemrograman Berorientasi Obyek. Operator & Assignment Pemrograman Berorientasi Obyek Operator & Assignment 1 MATERI POKOK Unary operator Arithmetic operator Shift operator: , dan >>> Comparison operator Bitwise operator: &, ^, dan. Short Circuit operator

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM STATISTIKA 1

MODUL PRAKTIKUM STATISTIKA 1 MODUL PRAKTIKUM STATISTIKA 1 Versi 3.0 TahunPenyusunan 2011 Tim Penyusun 1.Diana Ikasari 2.Tristyanti Yusnitasari 3.Heru Purnomo 4.Fendy Christian 5. Aditya 6.Yuliana Savitri LaboratoriumSistem Informasi

Lebih terperinci

PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN

PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN Obektif: Praktikan mengetahui arra, percabangan, dan perulangan pada Java. Praktikan mengetahui bentuk umum

Lebih terperinci

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA Tim Pengajar KU1102 - Institut Teknologi Sumatera Data Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu

Lebih terperinci

STK 573 Metode Grafik untuk Analisis dan Penyajian Data

STK 573 Metode Grafik untuk Analisis dan Penyajian Data STK 573 Metode Grafik untuk Analisis dan Penyajian Data Pertemuan 1 Tim Dosen: Prof. Dr. Khairil Anwar Notodiputro Dr. Ir. Aji Hamim Wigena Dr. Agus M Soleh PENDAHULUAN Pendahuluan Apa R? R adalah implementasi

Lebih terperinci

MODUL 2 OPERATOR DAN OPERASI KONDISI

MODUL 2 OPERATOR DAN OPERASI KONDISI A. Tujuan Praktikum : MODUL 2 OPERATOR DAN OPERASI KONDISI Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan tentang fungsi operator 2. Menjelaskan tentang fungsi operasi kondisi

Lebih terperinci

E-Commerce. Lesson 2. Nizar Rabbi Radliya PHP : Variable, Constant, Data Type, Operator. 2 SKS Semester 7 UNIKOM

E-Commerce. Lesson 2. Nizar Rabbi Radliya PHP : Variable, Constant, Data Type, Operator. 2 SKS Semester 7 UNIKOM E-Commerce 2 SKS Semester 7 UNIKOM Nizar Rabbi Radliya [email protected] Lesson 2 PHP : Variable, Constant, Data Type, Operator PHP Variables A variable can have a short name (like x and y) or a

Lebih terperinci

Struktur Data. PDE - Struktur Data 1

Struktur Data. PDE - Struktur Data 1 Struktur Data Copyright@Ihsan Jatnika PDE - Struktur Data 1 Objektif Mengetahui maksud struktur data dan menjelaskan penggunaannya dalam pemrograman Mengetahui operasi yang terkait dengan struktur data

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS 29 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS Dengan menggunakan Visual Basic 6.0 aplikasi perangkat ajar pengelolaan dan perhitungan ekspresi matematika yang akan dibangun dalam penelitian

Lebih terperinci

PENGENALAN SOFTWARE R

PENGENALAN SOFTWARE R PENGENALAN SOFTWARE R RIFKI NANDA 1008101010034 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH Maret, 2013 R adalah sebuah free software

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN DALAM R STK372 KOMPUTASI STATISTIK II. Agus Mohamad Soleh

PEMROGRAMAN DALAM R STK372 KOMPUTASI STATISTIK II. Agus Mohamad Soleh PEMROGRAMAN DALAM R STK372 KOMPUTASI STATISTIK II Agus Mohamad Soleh Ruang Lingkup Materi Pengantar Pemrograman R Fungsi yang Tersedia Pemrograman Berorientasi Objek Pemrograman Grafik Package dalam R

Lebih terperinci

.::BAB II.::MENGENAL PASCAL

.::BAB II.::MENGENAL PASCAL .::BAB II.::MENGENAL PASCAL Pascal adalah bahasa pemrograman terstruktur yang membedakan blok-blok pendeklarasian tipe, variable dan penulisan kode program. Pascal memiliki keunggulan untuk dipelajari

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Penulis. Raizal Dzil Wafa M.

KATA PENGANTAR. Penulis. Raizal Dzil Wafa M. i KATA PENGANTAR Buku ini dibuat untuk memudahkan siapa saja yang ingin belajar MATLAB terutama bagi yang baru mengenal MATLAB. Buku ini sangat cocok untuk pemula terutama untuk pelajar yang sedang menempuh

Lebih terperinci

Java Basic. Variabel dan Tipe Data. Lokasi di dalam memori komputer yang digunakan untuk menyimpan suatu informasi (nilai)

Java Basic. Variabel dan Tipe Data. Lokasi di dalam memori komputer yang digunakan untuk menyimpan suatu informasi (nilai) Variabel dan Tipe Data Lokasi di dalam memori komputer yang digunakan untuk menyimpan suatu informasi (nilai) Nilai variabel dapat diubah di pernyataan manapun di dalam program Java Basic By Didit Setya

Lebih terperinci

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 [TIK] BAB VIII PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK [Alfa Faridh Suni] KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2017 BAB VIII

Lebih terperinci

Pengenalan Visual Basic

Pengenalan Visual Basic Pengenalan Visual Basic KETERANGAN : 1. Baris Menu, digunakan untuk memilih tugas-tugas tertentu seperti menyimpan project, membuka project, dll. 2. Main Toolbar, digunakan untuk melakukan tugastugas tertentu

Lebih terperinci

Turbo C adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C

Turbo C adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C 1. Pendahuluan Lingkungan Turbo C++ 4.5 Turbo C++ 4.5 adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C++ 4.5. 1 2 3 4 1 : Menu Utama

Lebih terperinci

List List merupakan objek data yang elemen didalamnya boleh memiliki mode yang berbeda. Perintah-perintah untuk membuat list: list as.

List List merupakan objek data yang elemen didalamnya boleh memiliki mode yang berbeda. Perintah-perintah untuk membuat list: list as. OBJEK S Segala sesuatu dalam S adalah objek. Data, fungsi, operator dll. Setiap objek memiliki mode dan length Objek data --> mode numeric, complex, character, dan logical Objek bahasa --> mode function,

Lebih terperinci

Pemrograman dengan MATLAB. Pengantar

Pemrograman dengan MATLAB. Pengantar Pemrograman dengan MATLAB Pengantar Outline Pengenalan matlab Apakah MATLAB Sejarah MATLAB Cara Penulisan Program MATLAB Pengenalan variable Operasi pada matrik Logika pemrograman Pemrograman GUI Apakah

Lebih terperinci

>>> type ("5") <'type string'> >>> a= Belajar Python >>> type a <'type string'> AP2B Dini Triasanti Struktur Pemrograman Python (Bagian 2)

>>> type (5) <'type string'> >>> a= Belajar Python >>> type a <'type string'> AP2B Dini Triasanti Struktur Pemrograman Python (Bagian 2) Struktur Pemrograman Python (Bagian 2) 1. Nilai dan Tipe data Sebuah nilai adalah hal yang paling mendasar seperti sebuah huruf atau sebuah angka yang akan di manipulasi oleh program. Nilai 2 (hasil ini

Lebih terperinci

Krisna D. Octovhiana. 1.1 Apa itu Operator?

Krisna D. Octovhiana. 1.1 Apa itu Operator? Cepat Mahir Visual Basic 6.0 [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),

Lebih terperinci

Praktikum 6-A POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 SHELL SCRIPT. Pemrograman Shell

Praktikum 6-A POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 SHELL SCRIPT. Pemrograman Shell Praktikum 6-A Pemrograman Shell POKOK BAHASAN: Pemrograman Shell TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: Mempelajari elemen dasar shell script Membuat program

Lebih terperinci

Nama, Tipe, Ekspresi, dan Nilai

Nama, Tipe, Ekspresi, dan Nilai Nama, Tipe, Ekspresi, dan Nilai ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN [IS6110102] Dosen: Yudha Saintika, S.T., M.T.I Sub-Capaian Pembelajaran MK Mahasiswa mampu menerapkan konsep nama, tipe, ekspresi, nilai ke dalam

Lebih terperinci

MATERI 2 JENIS-JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA

MATERI 2 JENIS-JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA MATERI 2 JENIS-JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA Kata-Kata Cadangan Kata-kata cadangan (reserved words) adalah kata-kata yang sudah didefinisikan oleh Pascal yang mempunyai maksud tertentu. Kata-kata

Lebih terperinci

Praktikum Dasar Pemrograman 2014 MODUL 3: Array dan String

Praktikum Dasar Pemrograman 2014 MODUL 3: Array dan String Praktikum Dasar Pemrograman 2014 MODUL 3: Array dan String Konsep Dasar Array Adalah kumpulan data bertipe sama yang menggunakan nama sama. Dengan menggunakan array, sejumlah variabel dapat memakai nama

Lebih terperinci

Pemrograman Dasar P E M R O G R A M A N T E R S T R U K T U R I N P U T / O U T P U T

Pemrograman Dasar P E M R O G R A M A N T E R S T R U K T U R I N P U T / O U T P U T Pemrograman Dasar P E M R O G R A M A N T E R S T R U K T U R I N P U T / O U T P U T Pemrograman Terstruktur Pemrograman Terstruktur merupakan pola penyusunan program komputer hanya dengan menggunakan

Lebih terperinci

Java Operators. Nurochman

Java Operators. Nurochman Java Operators Nurochman Java Operators Unary operator Arithmetic operator Shift operator: , dan >>> Comparison operator Bitwise operators : &, ^, dan. Binary operators : &, ^, dan. Short Circuit

Lebih terperinci

MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL)

MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL) MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL) Tujuan : 1. Memahami tentang sistem database 2. Memahami instalasi MySQL di lingkungan Windows 3. Memahami dasar-dasar MySQL. Tugas Pendahuluan 1. Apa yang anda

Lebih terperinci

DASAR PHP. Oleh : Devie Rosa Anamisa

DASAR PHP. Oleh : Devie Rosa Anamisa DASAR PHP Oleh : Devie Rosa Anamisa Pembahasan Dasar PHP Skrip PHP Komentar pada PHP Variabel, Tipe Data dan Operator Struktur Kontrol Memulai PHP PHP (Personal Home Page Tools) merupakan bahasa skrip

Lebih terperinci

Pengenalan SPSS 15.0

Pengenalan SPSS 15.0 Pengenalan SPSS 15.0 1.1 Pengantar SPSS SPSS atau kepanjangan dari Statistical Product and Service Solution merupakan salah satu dari sekian banyak software statistika yang banyak digunakan oleh berbagai

Lebih terperinci

Pengenalan PHP Contoh penulisan file PHP :

Pengenalan PHP Contoh penulisan file PHP : Pengenalan PHP PHP adalah bahasa scripting yang menyatu dengan HTML dan dijalankan pada server side. Artinya semua sintaks yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan pada server sedangkan yang dikirimkan

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR MENGGUNAKAN MATLAB

PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR MENGGUNAKAN MATLAB PETUNJUK PRAKTIKUM PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR MENGGUNAKAN MATLAB Oleh Ahmad Kamsyakawuni JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER 2009 MODUL 1 MENGENAL MATLAB A.

Lebih terperinci

PENGENALAN MATLAB UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER ILHAM SAIFUDIN PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK. Senin, 06 Maret 2017

PENGENALAN MATLAB UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER ILHAM SAIFUDIN PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK. Senin, 06 Maret 2017 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER PENGENALAN MATLAB ILHAM SAIFUDIN Senin, 06 Maret 2017 Universitas Muhammadiyah Jember Ilham Saifudin MI MATEMATIKA DASAR

Lebih terperinci

TIPE DATA, VARIABLE, dan OPERATOR DELPHI

TIPE DATA, VARIABLE, dan OPERATOR DELPHI TIPE DATA, VARIABLE, dan OPERATOR DELPHI A. TIPE DATA Delphi merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang mendukung perancangan terstruktur dan berorientasi Object. Bahasa pemrograman ini berdasarkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. X(t) disebut ruang keadaan (state space). Satu nilai t dari T disebut indeks atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. X(t) disebut ruang keadaan (state space). Satu nilai t dari T disebut indeks atau BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Stokastik Menurut Gross (2008), proses stokastik adalah himpunan variabel acak Semua kemungkinan nilai yang dapat terjadi pada variabel acak X(t) disebut ruang keadaan

Lebih terperinci

Universitas Komputer Indonesia

Universitas Komputer Indonesia Pertemuan ke 2 Bekerja dengan Data Pemrograman 2 Dosen : Eko Budi Setiawan, S.Kom., M.T. Universitas Komputer Indonesia Tipe Data Tipe data merupakan nama untuk sejenis data. Tipe data terbagi kedalam

Lebih terperinci

STRUKTUR PROGRAM MATLAB

STRUKTUR PROGRAM MATLAB STRUKTUR PROGRAM MATLAB Emy Setyaningsih, S.Si, M.Kom 1 Beberapa Bagian dari Window Matlab Current Directory menampilkan isi dari direktori kerja saat menggunakan matlab. Command History berfungsi untuk

Lebih terperinci

JAVA BASIC PROGRAMMING Joobshet

JAVA BASIC PROGRAMMING Joobshet JAVA BASIC PROGRAMMING Joobshet 1. KOMPETENSI Mahasiswa dapat memahami jenis jenis tipe data Mahasiswa dapat memahami jenis jenis variable Mahasiswa dapat memahami jenis jenis seleksi kondisi Mahasiswa

Lebih terperinci

1. Integer Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek

1. Integer Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek Pada CPU ARITMATICH 1. Integer Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek data dengan range -32768 s/d 32767.

Lebih terperinci

Aturan Penulisan Algoritma Setiap Algoritma akan selalu terdiri dari tiga bagian yaitu : Judul (Header) Kamus Algoritma

Aturan Penulisan Algoritma Setiap Algoritma akan selalu terdiri dari tiga bagian yaitu : Judul (Header) Kamus Algoritma Pengantar dan Pemrograman [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),

Lebih terperinci

Microsoft Access 2007

Microsoft Access 2007 Microsoft Access 2007 Alam Santosa 2011 QUERY LANJUT Teknik Industri Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipatiukur 114 Bandung 1 Bekerja Dengan Ekspresi Ekspresi memeungkinkan kita melakukan perhitungan

Lebih terperinci

Teori Algoritma TIPE DATA

Teori Algoritma TIPE DATA Alam Santosa Teori Algoritma Dasar Algoritma TIPE DATA Program komputer adalah deretan perintah untuk memanipulasi data input menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengguna (user). Data yang diinput dapat

Lebih terperinci

Pertemuan 2 Bahasa Visual Basic Aplication

Pertemuan 2 Bahasa Visual Basic Aplication Pertemuan 2 Bahasa Visual Basic Aplication Dasar dari pemrograman pada Visual Basic adalah VBA yang menggunakan dialek Basic. Bagi anda yang pernah belajar bahasa Basic, tidak akan sulit untuk belajar

Lebih terperinci

Struktur Data II. Bekerja Dengan Form.

Struktur Data II. Bekerja Dengan Form. Struktur Data II dengan Visual Basic Bekerja Dengan Form [email protected] Ptputraastawa.wordpress.com @2011 Data dan Variabel Penggunaan Data dan Variabel Informasi yang disimpan atau diolah oleh

Lebih terperinci

TEKNIK KOMPILASI Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 16

TEKNIK KOMPILASI Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 16 Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 16 4. ANALISIS LEKSIKAL Struktur Kompiler Analisis Leksikal Apa itu? Masukan bagi sebuah compiler/interpreter adalah program sumber yang strukturnya

Lebih terperinci

VBSCRIPT TUTORIAL. 2. MEMASUKKAN KODE VBSCRIPT KE DALAM HALAMAN HTML Kode VBScript ditulis didalam pasangan tag <SCRIPT>.

VBSCRIPT TUTORIAL. 2. MEMASUKKAN KODE VBSCRIPT KE DALAM HALAMAN HTML Kode VBScript ditulis didalam pasangan tag <SCRIPT>. VBSCRIPT TUTORIAL 1. APAKAH VBSCRIPT? Microsoft Visual Basic Scripting Edition, salah satu anggota bahasa pemrograman Visual Basic, adalah bahasa pemrograman active scripting, baik untuk web client scripting

Lebih terperinci

Pemrograman. Pertemuan-3 Fery Updi,M.Kom

Pemrograman. Pertemuan-3 Fery Updi,M.Kom Pemrograman Pertemuan-3 Fery Updi,M.Kom 1 Pokok Bahasan Mengenal Tipe Data, Variabel Mengenal Operator 2 public class Main { Komentar /** Bentuk Dasar Kode Java * @param args */ public static void main(string[]

Lebih terperinci

Java Script (Bagian 1)

Java Script (Bagian 1) Java Script (Bagian 1) By: U. Abd. Rohim Website : www.abdrohim.com mailto : [email protected] Internet 1Pemrograman Internet I 1 Apa itu? adalah bahasa pemrograman script yang berbasis objek buatan Netscape

Lebih terperinci

Operator Precedence dan Associativity DASAR PEMROGRAMAN. JULIO ADISANTOSO Departemen Ilmu Komputer IPB. Pertemuan 2

Operator Precedence dan Associativity DASAR PEMROGRAMAN. JULIO ADISANTOSO Departemen Ilmu Komputer IPB. Pertemuan 2 JULIO ADISANTOSO Departemen Ilmu Komputer IPB Pertemuan 2 Arithmetic s Increment/Decrement s Relational and Logical s adalah simbol yang mengoperasikan suatu operand (yang berupa) nilai atau variabel.

Lebih terperinci

PHP Basic. Pemrograman Web. Rajif Agung Yunmar, S.Kom

PHP Basic. Pemrograman Web. Rajif Agung Yunmar, S.Kom PHP Basic Pemrograman Web Rajif Agung Yunmar, S.Kom Server Side vs Client Side Server side : Program di server dan client tidak bisa melihat listing program. Client hanya mendapat hasil dari program yang

Lebih terperinci

BAB 2 : Dasar Penulisan Statemen SQL. 2.1. Sasaran Mengetahui kemampuan dari SQL SELECT Statement Dapat membuat perintah SQL dengan SELECT Statement

BAB 2 : Dasar Penulisan Statemen SQL. 2.1. Sasaran Mengetahui kemampuan dari SQL SELECT Statement Dapat membuat perintah SQL dengan SELECT Statement BAB 2 : Dasar Penulisan Statemen SQL 2.1. Sasaran Mengetahui kemampuan dari SQL SELECT Statement Dapat membuat perintah SQL dengan SELECT Statement 2.2. Dasar Statement SELECT Sintak (cara penulisan) dari

Lebih terperinci

MODUL II. OBJECK, PROPERTY, METHOD dan EVENT

MODUL II. OBJECK, PROPERTY, METHOD dan EVENT MODUL II OBJECK, PROPERTY, METHOD dan EVENT Dalam bahasa pemrograman berbasis obyek OOP, kita harus memahami istilah Object, Property, Method, dan Event sebagai berikut. 1) Object Komponen dalam sebuah

Lebih terperinci

PENGENALAN SPSS & PEMBUATAN FILE DATA

PENGENALAN SPSS & PEMBUATAN FILE DATA Materi I PENGENALAN SPSS & PEMBUATAN FILE DATA STMIK KAPUTAMA BINJAI W A H Y U S. I. S O E P A R N O, S E., M. S I SPSS merupakan software pengolah data statistik dengan cara penggunaan yang mudah dipahami.

Lebih terperinci

Oracle Academic Initiative

Oracle Academic Initiative Oracle Academic Initiative Oracle9i Introduction to SQL Oleh: Tessy Badriyah, SKom.MT Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Oracle Academic Initiative Halaman

Lebih terperinci

Pertemuan 4 Array pada Java

Pertemuan 4 Array pada Java Pertemuan 4 Array pada Java Objektif : 1. Mahasiswa dapat memahami pengertian Array pada Java 2. Mahasiswa dapat mengetahui bentuk umum dari Array 3. Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis Array pada Java

Lebih terperinci

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I PENGOLAHAN DATA DENGAN SPREADSHEET

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I PENGOLAHAN DATA DENGAN SPREADSHEET PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I PENGOLAHAN DATA DENGAN SPREADSHEET Tim Pengajar KU1102 - Institut Teknologi Sumatera OUTLINE Pengenalan MS Excel Penerapan Fungsi-Fungsi pada Excel Data Filtering Data Validation

Lebih terperinci

Type Data terdiri dari : - Data Tunggal : Integer, Real, Boolean dan Karakter. - Data Majemuk : String

Type Data terdiri dari : - Data Tunggal : Integer, Real, Boolean dan Karakter. - Data Majemuk : String Struktur dapat diartikan sebagai suatu susunan, bentuk, pola atau bangunan. Data dapat diartikan sebagai suatu fakta, segala sesuatu yang dapat dikodekan atau disimbolkan dengan kode-kode atau lambang-lambang

Lebih terperinci

Oracle Academic Initiative

Oracle Academic Initiative Oracle Academic Initiative Oracle9i Introduction to SQL Oleh: Tessy Badriyah, SKom.MT Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Bab 2 : Dasar Penulisan Statement

Lebih terperinci

PRAKTIKUM ISYARAT DAN SISTEM TOPIK 0 TUTORIAL PENGENALAN MATLAB

PRAKTIKUM ISYARAT DAN SISTEM TOPIK 0 TUTORIAL PENGENALAN MATLAB PRAKTIKUM ISYARAT DAN SISTEM TOPIK 0 TUTORIAL PENGENALAN MATLAB A. Tujuan 1. Mahasiswa mengenal lingkungan MATLAB dan mampu menggunakannya. 2. Mahasiswa mampu menggunakan fungsi-fungsi dasar MATLAB yang

Lebih terperinci

XML vs JSON. by: Ahmad Syauqi Ahsan

XML vs JSON. by: Ahmad Syauqi Ahsan XML vs JSON by: Ahmad Syauqi Ahsan What is XML? XML adalah singkatan dari extensible Markup Language yang dikembangkan mulai tahun 1996 dan mendapatkan pengakuan dari W3C pada 10 Februari 1998. XML merupakan

Lebih terperinci

Tipe Data dan Operator dalam Pemrograman

Tipe Data dan Operator dalam Pemrograman Diktat Pelatihan Olimpiade Komputer Oleh Fakhri Pertemuan ke 2 : Tipe Data dan Operator dalam Pemrograman 2.1 Tipe Data Tipe data adalah jenis dari suatu nilai pada pemrograman, baik itu angka, tulisan,

Lebih terperinci

OPERATOR-OPERATOR DALAM JAVA

OPERATOR-OPERATOR DALAM JAVA OPERATOR-OPERATOR DALAM JAVA Obyektif : 1. Memahami tentang operator-operator (aritmatic, logical, relational, assigment, bitwise) 2. Dapat membuat program sederhana dengan menggunakan operatoroperator

Lebih terperinci

Pemrograman Dasar M E T H O D / F U N G S I

Pemrograman Dasar M E T H O D / F U N G S I Pemrograman Dasar M E T H O D / F U N G S I Pemrograman Modular 2 Program dibagi menjadi modul-modul Modul sering disebut juga dengan Sub-Program Modul dalam bahasa pemrograman diimplementasikan dengan

Lebih terperinci

Pertemuan 2. Muhadi Hariyanto

Pertemuan 2. Muhadi Hariyanto Pertemuan 2 Muhadi Hariyanto Variabel Diperlukan dalam pemrograman PHP karena berfungsi sebagai tempat untuk menampung suatu nilai data. Bisa berupa masukan atau keluaran. Tidak diperlukan deklarasi awal

Lebih terperinci

MODUL 5 JAVA SCRIPT. Sub : PENGENALAN

MODUL 5 JAVA SCRIPT. Sub : PENGENALAN MODUL 5 JAVA SCRIPT Sub : PENGENALAN Laboratorium Komputer STIMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang Pertemuan 5 5.1 Tujuan : 1. Mahasiswa dapat memahami dan mengenai perintah perintah javascript 2. Mahasiswa

Lebih terperinci

OPERASI LOGIKA PADA GENERAL TREE MENGGUNAKAN FUNGSI REKURSIF

OPERASI LOGIKA PADA GENERAL TREE MENGGUNAKAN FUNGSI REKURSIF OPERASI LOGIKA PADA GENERAL TREE MENGGUNAKAN FUNGSI REKURSIF Lutfi Hakim (1), Eko Mulyanto Yuniarno (2) Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro (1), Dosen Pembimbing (2) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Lebih terperinci

Oleh : Fiftin Noviyanto

Oleh : Fiftin Noviyanto Oleh : Fiftin Noviyanto A. Apa Definisi Operator? Operator adalah aksi yang digunakan untuk memproses variabel atau angka. Contoh operator untuk memproses angka, antara lain : penambahan (+), Pengurangan

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 1. Dasar-Dasar Matlab. (-), perkalian (*), pembagian (/) dan pangkat (^). Simbol ^ digunakan untuk

PRAKTIKUM 1. Dasar-Dasar Matlab. (-), perkalian (*), pembagian (/) dan pangkat (^). Simbol ^ digunakan untuk PRAKTIKUM 1 Dasar-Dasar Matlab 1 Operator Dasar Aritmatika Operator dasar aritmatika antara lain adalah penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), pembagian (/) dan pangkat (^). Simbol ^ digunakan

Lebih terperinci

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Kusnawi, S.Kom, M.Eng

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Kusnawi, S.Kom, M.Eng STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Kusnawi, S.Kom, M.Eng Dasar pemahaman suatu pemrograman adalah analisa suatu algoritma. Setiap algoritma yang kita susun tidak tergantung pada bahasa pemrograman tertentu. Setiap

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET 1 (TEKNIK KOMPUTASI)

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET 1 (TEKNIK KOMPUTASI) No. LSKD/EKO/DEL221/01 Revisi : 03 Tgl : 30/10/2012 Hal 1 dari 8 1. Kompetensi Setelah melakukan praktik, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi dapat memahami operasi matematika sederhana pada Matlab.

Lebih terperinci

PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN

PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN Obyektif: Praktikan mengetahui array, percabangan, dan perulangan pada Java. Praktikan mengetahui bentuk umum dari array, percabangan, dan perulangan dalam

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 8 SINGLE ROW & GROUP FUNCTION

PRAKTIKUM 8 SINGLE ROW & GROUP FUNCTION PRAKTIKUM 8 SINGLE ROW & GROUP FUNCTION Langkah langkah melakukan praktikum 8: a. Jalankan Oracle 10g caranya : All program Oracle OraDb10g_home1 Application Development SQL Plus b. Masukkan username :

Lebih terperinci